Updates from September, 2009 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 2:42 am on 19/09/2009 Permalink | Reply
    Tags: RAHASIA KRISTENISASI DI INDONESIA WAKTU KE WAKTU   

    RAHASIA KRISTENISASI DI INDONESIA WAKTU KE WAKTU

    Natalan_diGereja

    Gerakan kristenisasi ialah mengkristenkan orang atau membuat seseorang memeluk agama Kristen. Arti kata-kata itu menurut istilah ialah: mengkristenkan orang secara besar-besaran dengan segala daya upaya yang mungkin agar supaya adat dan pergaulan dalam masyarakat mencerminkan ajaran agama Kristen. Masyarakat yang demikian akan lebih melancarkan tersiar luasnya agama Kristen. Akhirnya kehidupan rohani dan sosial penduduk diatur dan berpusat ke gereja.

    Setelah menyimak pendahuluan pada bagian pertama, mari simak lanjutan dari sejarah kristenisasi di Indonesia. Kami lanjutkan dengan Sejarah Kristenisasi oleh Agama Protestan. Mau tahu?

    1. Sejarah Kristenisasi oleh Agama Protestan
    Zending Protestan pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1831 dengan dua orang pendeta bernama Riedel dan Schwarz ke Minahasa. Pada tahun 1850 mereka membuka sebuah Kweekschool (sekolah pendidikan guru) di Tomohon dan pada tahun 1868 dibuka pula Sekolah Guru Injil (Hulpzendelingen).
    Kristenisasi di Minahasa itu ditangani dan dibiayai oleh Nederlandse Zendelinggenootschap yang didirikan di Rotterdam tahun 1787. Pada tahun 1882 di Minahasa juga didirikan asrama dan sekolah khusus bagi anak-anak pegawai negeri serta orang-orang terkemuka. Semua sekolah tersebut mendapat subsidi dari Pemerintah Hindia Belanda. Tahun 1888 mereka mendirikan percetakan untuk mencetak buku-buku, selebaran dan sebuah surat kabar yang bernama, “Cahaya Siang.”

    Di kepulauan Sangihe dan Talaud bangsa Portugis telah lebih dahulu menyiarkan agama Kristen. Pekerjaan ini kemudian diambil alih dan diteruskan oleh bangsa Belanda di Ambon dan Maluku dipelopori antara lain oleh: J. Kam pada pertengahan abad ke 19 juga. Dia adalah utusan dari Nederlandse Zendinggenootschap tersebut. Kemudian mereka luaskan sampai ke pulau Buru.

    Adapun daerah Sulawesi Tengah dan Tenggara kristenisasi dilakukan oleh Bala Keselamatan atau Leger des Heils, sedang Gereformeerde Zendingbond mengirimkan pendeta Van Den Loodrecht ke Luwuk pada tahun 1913. Di Bolaang Mongondow pengkristenan dilakukan oleh Nederlandse Zendinggenootsehap.

    Pada tahun 1904 seorang raja meminta kepada Zending itu untuk mendirikan sebuah H.I.S. di sana. Sekolah ini terlaksana pada tahun 1913. Perkumpulan De Nederlandse Zending vereniging yang semula diberikan tugas mengkristenkan Jawa Barat, pada tahun 1915 juga beroperasi di Sulawesi Tenggara.

    Kristenisasi di Jawa Timur dipelopori oleh seorang tukang jam bangsa Belanda di Surabaya yang bernama Emde dan seorang tuan tanah bernama C. Coolen kira-kira pada tahun 1840. Empat tahun kemudian pengikut mereka berhasil membentuk sebuah desa Keristen di Mojowarno di mana dewasa ini berdiri sebuah rumah sakit Kristen yang amat besar dan modern.

    Pada tahun 1848 seorang zendeling lagi yaitu E.J. Jellesma datang ke Surabaya lalu ke Mojowarno. Dengan dibantu oleh seorang guru Injil Paulus Tosari didirikannya sebuah Kweekschool yang kemudian terpaksa ditutup pada tahun 1858. Tetapi pada tahun 1500 dapat dibuka kembali. Muridmurid dari pengikut C. Coolen menyebarluaskan agama Kristen ini sampai ke Pasuruan dan Kediri. Kemudian berdatangan para zendeling dari negeri Belanda untuk menyebarkan agamanya di tengah-tengah umat Islam. Mereka mendirikan rumah sakit rumah sakit di banyak tempat di samping rumah sakit besar Mojowarno.

    Di Jepara tinggal seorang bernama Tunggul Wulung yang terkenal dengan julukan Kiyahi Berahim. Dia adalah seorang petapa yang mengaku telah mendapat wahyu dari Allah lalu masuk Kristen. Tetapi kemudian dia campuradukkan kepercayaan Kristen dengan Islam dan animisme, akhirnya dia tidak diakui lagi oleh gereja. Ada pula seorang santri bernama Sadrah, yang berhasil ditarik memeluk agama Kristen oleh seorang zendeling yang bernama Hoezoo. Sadrah kemudian mengembara hampir ke seluruh tanah Jawa dan banyak bertemu serta berwawancara dengan penyebar agama Kristen lainnya.

    Di Jakarta, dahulu Batavia, dia bertemu dengan MR. F.L. Anthing, bekas pejabat tinggi kehakiman di Semarang yang telah pindah ke Jakarta, Dia ini sangat besar jasanya dalam pernyebaran Kristen. Tahun 1867 Sadrah dibaptiskan dan dua tahun kemudian dia dipindahkan ke Purworejo untuk menyiarkan Kristen bekerja sama dengan nyonya Philips. Tahun 1870 pindah ke desa Karangjasa dekat Bagelen dan terus giat menyebarkan agamanya dan memimpin kaum Kristen Jawa. Dari sana Kristenisasi diperluas oleh Dewan Gereja (Gereformeerde Kerken) ke Banyumas dan Kedu lalu meluas ke Yogyakarta dan Surakarta.

    Adapun di Sumatera pekerjaan zending dapat dikatakan dimulai pada tahun 1890 di dacrah Sumatera Pasisir Timur. Pada tahun 1894 mereka sampai ke utara Danau Toba daerah Batak Karo. Pada tahun 1915 mereka dirikan rumahsakit di bawah pimpinan seorang Zuster bangsa Belanda. Pulau Nias dimasuki pada tahun 1866 oleh para zendeling dari perkumpulan Rheinische Missionsgeselschaft, yaitu gabungan zending yang berdiri pada tahun 1823 dan berpusat di Barmen wilayah Dusseldorf, Jerman. Mereka juga melebarkan sayap ke Pulau Mentawai dan Enggano. Rheinische Missionsgeselschafe ini juga beroperasi di pulau Kalimantan sebelah Selatan dan Timur untuk mengkristenkan suku Dayak. Pada tahun 1904 kelihatan kemajuannya di Kuala Kurom dan Kahayan Hulu, lalu meluas dengan pesat.
    Demikianlah ringkasan sejarah kristenisasi yang dilakukan oleh agama Protestan di tanah air kita.

    Pendahuluan
    Kristenisasi tidak hanya dilancarkan terhadap orang-orang yang belum memeluk agama atau mereka yang memeluk agama animisme saja, tetapi juga ditujukan terhadap orang yang telah memeluk agama Islam. Pengkristenan dipercayai sebagai satu tugas suci yang dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh ditinggalkan. Mengkristenkan orang dianggap sebagai membawa kembali anak-anak domba yang tersesat, dibawa kembali kepada induknya. Manusia-manusia sebagai anak domba akan dibawa kepada kerajaan Allah.

    Kristenisasi adalah usaha internasional, artinya mereka bermaksud menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia. Dapat diakui bahwa ini adalah mutlak hak asasi mereka, sebagaimana orang Muslimin-pun mempunyai tugas menyiarkan Islam ke seluruh dunia. Namun demikian memang perlu sama-sama disadari perlunya suatu garis pengamanan yang dapat menghindarkan terjadinya pergesekan dan perselisihan, sehingga masing-masing pemeluk agama tertentu tidak merasa cemas untuk dipaksa atau dibujuk atau diusahakan pindahnya kepada agama lain. Garis ini harus jelas dan ditaati terutama oleh para pemeluk agama yang telah disahkan oleh Negara Republik Indonesia seperti misalnya agama Islam dan Kristen (Masehi).

    Pada tanggal 30 Nopember 1967 Pemerintah mengadakan Musyawarah Antar Agama bertempat di gedung Dewan Pertimbangan Agung Jakarta, dengan maksud antara lain untuk membina saling pengertian dan saling toleransi antara pemeluk-pemeluk agama terutama Islam dan Masehi. Dalam sambutan tertulis Jenderal Suharto pada waktu itu, Pejabat Presiden Republik Indonesia, menyatakan keprihatinannya atas kenyataan bahwa penyiaran agama masih dilakukan orang terhadap mereka yang telah memeluk agama tertentu. Dijiwai oleh sambutan Pejabat Presiden itu maka pihak umat Islam mengusulkan rumusan persetujuan, yaitu: rakyat yang telah beragama jangan dijadikan sasaran penyebaran agama lain.

    Pihak Masehi menolak keras usul itu. Maka dicoba untuk mengadakan pertukaran pikiran dan pendekatan-pendekatan namun sia-sia, yang mengakibatkan musyawarah yang berlangsung hampir 24 jam itu tidak menghasilkan sesuatu yang kongkrit.

    Kristenisasi dalam pengertian politik ialah: berusaha untuk lahirnya undangundang ataupun peraturan atau tindakan dan sikap penguasa, yang memberi kesempatan lebih banyak lagi bagi tersiarnya agama itu atau menguntungkan bagi agama itu. Apabila penyebaran dalam masyarakat telah berhasil dan dalam bidang politik berhasil pula, maka terbukalah jalan yang selebar-lebarnya untuk menjadikan keseluruhan masyarakat bernapaskan Kristen, sehingga diharapkan dengan cepat umat Kristen akan menjadi mayoritas, seperti umpamanya kejadian di Philipina, yang sekarang ini ternyata menjadi basis perluasan ke seluruh Asia Tenggara.

    Usaha Kristenisasi itu dilakukan dengan segala daya, biaya peralatan yang lengkap, rencana yang masak, tehnik yang tinggi, kemauan dan kesungguhan yang mantap dan kuat, keyakinan yang mendalam serta melalui segala jalan dan saluran yang meresap dalam hampir semua aspek kehidupan manusia: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik dan segala macam hiburan.

    Pada bagian ketiga ini, akan dibahas tentang sejarah kristenisasi yang dilakukan oleh agama Katolik.

    2. Sejarah kristenisasi oleh agama Katolik
    Pada tahun 1902 di Batavia (Jakarta) mulai didirikan Apostolisch Vicariaan Van Batavia. Tetapi agama Katolik telah masuk ke Indonesia jauh sebelum itu. Pada abad ke 16 agama ini telah memasuki kepulauan Maluku, Ambon, Ternate, Solor dan Nusa Tenggara. Penyebarannya mula-mula dilakukan oleh bangsa Portugis yang menguasai kepulauan itu. Pada tahun 1546 seorang Apostel (muballigh) dari India juga datang ke sana, bernama Fransiscus Xaverius. Dia berhasil menarik simpati pemerintah Portugis dan penduduk asli. Tahun 1605 pulau Ambon dapat ditaklukkan. Pada waktu itu di Ambon telah ada 4 buah gereja dan sekitar 16.000 orang beragama Katolik.

    Agama Katolik memasuki Sulawesi dari Makasar, dan itu semua dilakukan oleh pengikut madzhab Dominicus Orde (H. Dominicus hidup tahun 1170 – 1221) dan pengikut madzhab Yesuiten Orde. Madzhab Yesuit ini pada mulanya didirikan oleh seorang bangsawan Spanyol bernama Ignatius Loyola yang lahir tahun 1491. Dia adalah penganut aliran mistik dalam agama Katolik. Dalam peperangan melawan Perancis mendapat cedera yang mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup. Mistiknya bertambah menebal dan mendapat banyak pengikut. Pada tahun 1529 dibentuknya di Paris suatu jama’ah yang dibai’at untuk mengabdi kepada Paus dan menyebarluaskan agama Katolik, Tahun 1539 semua anggota jama’ah dilantik menjadi pastor dan tahun 1560 Paus Paulus III meresmikan jama’ah ini sebagai Jamaah Yesus atau the Society of Yesus. Jamaah terus berkembang maju dan bersama Orde Yesuit.

    Gerakan agama Protestan yang sangat memusuhi Gereja Katolik berhasil menghancurkan kedudukan Missie Katolik di India sejak abad ke 17. Tetapi revolusi Perancis telah menyebabkan terjadinya pergolakan politik di negeri Belanda yang mengakibatkan hancurnya pusat Zending Protestan dan bangkitnya kembali Missie Katolik, serta menjadi sangat kuat. Setelah jazirah Malaka dikuasai oleh bangsa Belanda dan kekuasaan mereka di Indonesia bertambah mantap, maka secara bertahap penyebaran agama Katolik di Sulawesi diambil-alih oleh bangsa Belanda, yaitu pada tahun 1807.

    Tujuh tahun kemudian yaitu tahun 1904 Pusat Missie Katolik di negeri Belanda mengirimkan 2 orang utusannya ke Jakarta yaitu Jacob Nellisen dan Lambert Prinsen. Kedudukan Missie dipusatkan di Jakarta, Semarang dan Surabaya. Pada tahun 1834 di Padang ditempatkan seorang pastor. Sejak tahun 1808 hingga 1845 mereka hanya mampu menempatkan 16 orang pastor itupun akhirnya hanya tinggal 4 orang.

    Dalam Perang Diponegoro (1825 – 1830) di tengah-tengah tentara Belanda ditempatkan seorang Pastor bernama Scholtes. Dia mengadakan perjalanan inspeksi sampai ke Sulawesi dan Maluku kemudian melaporkan hasil penyelidikannya kepada Paus. Berdasarkan laporan itu Paus menganggap sudah tiba waktunya untuk membantu dan meningkatkan Missie Katolik di Indonesia menjadi Vicariat (perwakilan), lalu mengirimkan Mgr. Jacob Croaff selaku pemimpinnya. Pada tahun 1848 dia digantikan oleh Mgr. Peterus Maria Francken dengan dibantu oleh 5 orang pastor. Di bawah pimpinannya, missie ini mendapat kemajuan. Dari pulau pulau yang jauh letaknya berdatangan permintaan dari umat Katolik yang hidupnya terpencil. Akhirnya pada tahun 1859 kaum Yesuiten membantu dengan mengirimkan missionaris ke pulau Jawa lalu menempatkan mereka di Flores dan kepulauan lainnya.

    Kemajuan Missie Katolik bertambah pesat setelah pada tahun 1874 Mgr. Francken digantikan oleh Mgr. Claessen yang sejak tahun 1848 bertugas di India. Didirikannya pos-pos di Cirebon, Magelang, Bogor, Malang dan Madiun. Untuk Sumatra di Medan dan Tanjung Sakti. Di Kalimantan dibangunnya pangkalan untuk kristenisasi suku Dayak. Demikian juga Makassar, Menado, Tomohon, Seram, Flores, Irian, Kendari, Sumbawa dan Timor. Claessen digantikan oleh Vicarius Apostoles M.J. Staal, kemudian pada tahun 1898 oleh Mgr. E.S. Luypen S.J. Sejak masa itulah agama Katolik mulai berkembang di pulau Jawa orang Jawa sukar untuk dirubah agamanya. Mereka beragama Islam dan tidak mau dikatakan tidak Islam, walaupun mereka tidak atau kurang menjalankan syari ahnya. Missie mengambil jalan lain yaitu dengan mendekati anak-anak mereka yang pada umumnya hidup kekurangan. Untuk mereka didirikan sekolah-sekolah dasar dengan percuma, bahkan dengan diberinya alat-alat serta pakaian yang diperlukan. Kanak-kanak itulah yang berangsur di-Katolik-kan, dan itu terjadi sejak akhir abad ke 19. Maka dapatlah dikirakan bahwa banyaknya jumlah orang Jawa yang beragama Katolik adalah akibat karena mereka dahulu bersekolah di sekolah-sekolah Katolik.

    Pangkalan Missie untuk Jawa Tengah yang pertama ialah Muntilan dan Mendut di mana sejak dahulu telah berdiri sekolah Katolik. Sekarang Mundlan menjadi pusatnya agama Katolik, kemudian Yogyakarta pun dipenuhi oleh sekolah mereka. Guru-guru tamatan Muntilan dikirim ke luar daerah dan banyak pula yang berdinas di sekolah Pemerintah (Gubernemen). Dari tahun ke tahun mereka terus mendapat kemajuan. Sekolah bertambah banyak terutama sekolah Pendidikan Guru. Rumah Sakit dan Rumah Yatim juga dibangun, sehingga kelihatannya memang benar-benar menguasai lapangan sosial dan pendidikan. Pada akhir tahun 1923 sekolah mereka berjumlah 52 buah dengan 5.840 orang murid. Mereka memiliki surat kabar seperti Mingguan Java Post, Sociaal Leven En Streven, Katholik Schoolblad Van Nederlands Indie dan De Indische Voorhoede. Dalam bahasa Indonesia yakni Gereja Katholik serta dalam bahasa Jawa Swara Tama. Di samping itu mereka dirikan sebuah percetakan di Yogyakarta pada tahun 1922.

    Untuk keperluan jalannya Missie Katolik beserta segala usahanya, mereka menerima bantuan keuangan dari negeri Belanda, yang diberikan oleh Dana St. Claverbond yang berdiri tahun 1889 dan oleh berbagai perkumpulan missie antara lain De Indische Missie Vereniging. Rupanya kaum Katolik tidak hanya berjuang dalam penyiaran agama, pendidikan, pengajaran, sosial serta pendirian gereja-gereja, tetapi juga berjuang dalam bidang politik.

    Pada tahun 1918 mereka telah mendirikan sebuah partai politik dengan nama De Indische Katholieke Partij.

    Sekianlah dengan sangat ringkas diuraikan sejarah masuknya Missie Katolik dan pekerjaannya di tanah air kita

    Pada bagian keempat, akan dibahas mengenai hubungan kristenisasi dengan politik.

    Kristenisasi dan Politik
    Sebagaimana yang telah diterangkan di atas, adalah Kristenisasi mempunyai segi-segi politis. Demikian pula dalam sejarah perkembangannya selalu dipengaruhi oleh perubahan situasi politik, terutama di Eropa, di mana partaipartai mereka selalu aktif dalam sidang politk. Di negeri kitapun mereka demikian juga halnya seperti ternyata dalam berdirinya De Indische Katholieke Partij. Pada jaman kemerdekaan dengan terbukanya kehidupan politik di negeri kita mereka tidak ketinggalan membentuk partai politik, di samping partai lainlainnya.

    1. Partai Kristen Indonesia atau Parkindo didirikan di Jakarta pada tanggal 18 Nopember 1945 sebagai penjelmaan dari Partai Kristen Nasional (PKN) yang dipimpin oleh Dr. W.I. Yohannes. Di Sumatera didirikan orang Partai Kristen Indonesia yang disingkat PARKI. Pada bulan Maret 1947 pimpinan dari kedua partai itu bertemu di Malang dalam kesempatan sidang Komite Nasional Pusat mereka setuju untuk bergabung. Maka tanggal 19 April 1947 Parki mengadakan Kongres di Prapat dan memutuskan melebur diri serta bergabung pada Parkindo.

    Dalam Anggaran Dasarnya keputusan Konggres di Solo pada tanggal 7-9 April
    1950 dicantumkan antara lain:

    Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berasaskan paham Kekristenan.
    Anggota Partai ialah warga negara Indonesia yang beragama Kristen serta berusia sekurang-kurangnya 18 tahun.
    Dalam deklarasi atau Pernyataan Dasar Pendirian Parkindo terdapat uraian sebagai berikut:

    Pasal 1
    Partai Kristen Indonesia (Parkindo) berdasar atas kepercayaan bahwa:

    Segala sesuatu adalah berasal dari ‘Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan.
    Bagi tiap-tiap Makhluk dan tiap-tiap lingkungan hidup demikian pula bagi negara dan pemerntahan panggilan dan ukum-hukum Tuhan sebagai ternyata dalam firman-Nya.
    Pasal 2
    Partai berpendirian bahwa negara berwujud karena Kehendak Tuhan dengan tujuan mengatur hidup manusia di dunia, agar dengan demikian warga negara dapat mempersiapkan diri untuk hidup yang kekal.

    Pasal 3
    Parkindo adalah Partai Politik warganegara Indonesia yang berhasrat memenuhi panggilan dan kewajibannya terhadaP nusa dan bangsa dan bangsabangsa lainnya dengan jalan berusaha di lapangan politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan atas dasar paham Kristen.

    2. Partai Katolik didirikan di Yogyakarta oleh Kongres Umat Katolik seluruh Indonesia pada tanggal 12 Desember 1949, sebagai penjelmaan fu si daripada 17 partai Katolik yang telah ada sebelum itu yakni:

    Partai Katolik Republik Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Surakarta.
    Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Makassar.
    Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Flores.
    Partai Katolik Indonesia Timus (Parkit) yang didirikan di Timor.
    Persatuan Politik Katolik Flores (Perkokaf) didirikan di Flores.
    Permusyawaratan Majlis Katolik (Permakat) didirikan di Menado.
    Partai Katolik Indonesia Kalimantan (Parkika) yang didirikan di Kalimantan.

    Melihat banyaknya partai-partai itu tahulah kita betapa besar hasrat mereka untuk berpolitik setelah negara kita merdeka. Anggaran Dasar Partai Katolik sebagai gabungan partai-partai tersebut di atas, telah disahkan dalam Kongresnya yang pertama di Semarang tanggal 12 Desember 1949, di mana asas dan tujuan berbunyi sebagai berikut:

    Partai Katolik berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa pada umumnya serta Pancasila pada khususnya dan bertindak menurut asas-asas Katholik,
    Tujuan Partai Katolik ialah bekeria sekuat-kuatnya untuk kemajuan Republik Indonesia dan kesejahteraan rakyatnya.

    Sebagai penutup dari artikel bersambung ini, akan uraikan analisa penulis berupa kekuatan serta kelemahan dari apa yang telah diuraikan pada bagian-bagian sebelumnya.

    Kekuatan dan Kelemahan
    1. Apa yang telah diuraikan di atas memberikan gambaran kepada kita bagaimana ketekunan dan keuletan mereka dalam menyebarkan agama Kristen. Bagaimana kerapian organisasi mereka serta lengkapaya rencana yang mereka buat; dan bagaimana besarnya pembiayaan yang sengaja disediakan.

    Apa yang kita lihat dewasa ini adalah kemajuan kristenisasi yang semakin meningkat. Berpuluh-puluh rumah sakit yang mereka dirikan, semuanya besar dan lengkap dengan peralatan yang modern. Beratus-ratus sekolah dengan gedungnya yang indah dan megah, dari ,Taman Kanak-Kanak hingga Universitas dan Perguruan Tinggi, yang sebagian besar siswa dan mahasiswa terdiri dari kalangan orang Islam. Kantor dan gereja-gereja merupakan gedung-gedung indah menghiasi kota, terutama Jakarta, dan kota-kota besar lainnya.

    Belum lagi disebutkan proyek-proyek dalam bermacam-macam bidang tersiar di seluruh tanah air. Dalam dunia persurat-kabaran dan penerbitan buku-buku serta pendirian percetakan-percetakan modem, mereka memegang peranan yang amat menentukan.

    2. Namun segala kebesaran yang mengagumkan sebagai yang tersebut di atas itu tidak berarti bahwa mereka tidak mempunyai kelemahan-kelemahan. Mereka banyak mempunyai kelemahan, itu sudah tentu. Kelemahan itu tidak terletak pada biaya, mereka berlebih dan melimpahlimpah dalam memiliki pembiayaan. Tidak terletak pada man-power, mereka cukup dan mempunyai kemampuan untuk membayar siapa saja yang bersedia bekerja bagi mereka. Tidak terletak pula pada ilmu, mereka ahli dan mampu memperkerjakan tenaga-tenaga ahli. Tidak juga pada kekuasaan dan pengaruh dalam bidangnya masing-masing.

    Tetapi kelemahan itu terletak pada kelemahan ajaran agama mereka sendiri dipandang dari segi ratio, justru dalam hal-hal yang prinsipiil. Yaitu tentang Itikad Trinitas, KeAllahan Yesus, Dosa Turunan, Pertentangan Antara Ayat-ayat Dalam Kitab Suci Mereka, serta tentang Pengertian Wahyu dan sebagainya. Mereka menyadari bahwa ajaran Kristen sebagaimana tersebut di atas memang sukar diterima oleh akal.

    Hal-hal inilah yang telah menyebabkan kemunduran agama Kristen di dunia barat di mana orang-orang tidak bersedia lagi menerima ajaran bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Allah Sendiri, seperti antara lain yang pernah dikemukakan oleh Dr. B.J. Boland ketika berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu.

    Seperti yang telah pernah ditulis oleh seorang pastor dalam salah satu majalah bahwa jumlah pengunjung gereja di negeri Belanda semakin menurun, dan seperti yang sering diceritakan oleh orang-orang yang pernah mengunjungi Eropa dan Amerika Serikat. Padahal di sana disediakan kenangan yang melimpah-limpah untuk penyiaran agama Masehi dengan pendirian gereja serta pergedungan lainnya. Di sana dapat dikatakan uang itu tidak memperoleh sasaran yang semestinya, dan perlu dialihkan ke bagian dunia yang lain, ke timur.

    3. Dengan keadaan demikian maka nampakya di dunia barat terutama di Eropa sudah tidak dapat diharap lagi untuk menjadi bumi subur bagi agama Masehi, yang dewasa inipun telah menjadi hanya seperti adat, bukan agama yang dimengerti dan disadari secara jelas. Apalagi andaikata (mudah-mudahan jangan) Perang Dunia III sudah sampai pada taraf tidak terelakkan lagi, maka seperti yang telah pernah diramalkan orang, dalam 17 jam pertama dari meletusnya perang nuklir itu, seluruh Eropa Barat akan musnah demikian juga mungkin seperempat dari bumi Amerika Serikat.

    Begitulah agama Masehi akan kehilangan tempat berpijak serta basis yang amat kuat dan kaya raya. Jadi apa yang harus dilakukan orang dewasa ini ialah sejauh mungkin berikhtiar menghilangkan gejala yang mungkin dapat menimbuIkan perang itu, dan usaha itu sampai sejauh sekarang ini telah berhasil. Apa yang terjadi hanyalah perang setempat seperti misalnya Vietnam, Timur Tengah, dan kini di Afrika. Tetapi apakah keadaan ini dapat dipertahankan untuk selamanya?

    Nampaknya karena itu mengapa agama Masehi memerlukan tanah persemaian baru yang masih dapat bertahan lebih lama serta jauh dari kancah perang nuklir yang akan datang. Dan persemaian itu harus sejak sekarang disiapkan agar jika perang pecah (mudah-mudahan jangan) tempat yang baru sudah siap selesai serta telah dapat berjalan seperti yang diharapkan. Tempat itu terletak di timur, dimana penduduknya belum sekritis penduduk Eropa.

    4. Indonesia akibat penjajahan Belanda selama tiga setengah abad, penduduknya kebanyakan bodoh dan miskin. Maka usaha kristenisasi telah dapat menutupi kelemahan-kelemahannya itu dengan membangun usaha-usaha pertolongan kepada rakyat seperti mendirikan rumah pemeliharaan orang miskin dan anak yatim piatu, membangun rumah sakit dan balai pengobatan, dan sekolah-sekolah yang beraneka macam ragamnya.

    Bangsa Indonesia yang memeluk agama Kristen pada umumnya bukan hasil dari pengertian dan kesadaran, tetapi karena pendidikan di masa kanak-kanak dan karena merasa berhutang budi atau jasa, sedang keyakinan dan pengertiannya terhadap agamanya yang lama (Islam) masih terlalu dangkal.

    Adapun mereka yang cerdas dan pandai atau mendapat gelar keilmuan yang tinggi telah lebih dahulu hatinya disegel dengan rumusan: iman adalah iman dan bukan pengetahuan, berimanlah lebih dahulu barulah berusaha untuk mengerti.

    Akan tetapi sampai berapa lama dan sampai berapa generasikah segel ini dapat dipertahankan? Manusia di barat telah menjadi bukti bahwa akal tidak akan sanggup terlalu lama disegel. Segel itu jebol dan akan keluar mencari jalan lepas.

    Dikutip dari majalah Modus Volume I No. 05 Th. II 2004 hal 31 – 32.

    ~ oleh muslimstory di/pada Agustus 4, 2009.

    http://muslimstory.wordpress.com/2009/08/04/rahasia-kristenisasi-di-indonesia-waktu-ke-waktu/

     
    • hahaha 3:10 pm on 02/11/2009 Permalink | Reply

      takut ya? kalau agamamu benar kenapa takut kristenisasi? buktikan agamamu benar, maka semuanya akan memeluk agamamu yang katanya ramatan lil alamin itu…

      Atau anda tak bisa buktikan? jadi takut? pakai cara kotor untuk memuslimkan orang??

      Ape kate dunie??

    • erzal 3:28 am on 03/11/2009 Permalink | Reply

      yah so pasti islam agama is the best, kristen ? …agama paling sesat dan menyesatkan didunia, mosok yesus di angkat jadi tuhan , apa kaga keblinger itu ?

      • sucks 3:17 pm on 21/05/2010 Permalink | Reply

        bodoh..
        kalo ga tau mending ga usah ngomong mas..
        jangan menjadi provokator dh..Yesus di angkat ke surga menjadi anak Tuhan yang duduk di sisi kanan Tuhan

    • wawan 7:47 am on 04/05/2011 Permalink | Reply

      Sebenarnya umat islam juga melakukan gerakan islamisasi terhadap umat Hindu dan Budha di indonesia.
      Mungkin penulis tidak paham pertentangan antara umat Syiah dengan Sunni sehingga dengan ringan hati menulis pertentangan antara umat Khatolik dengan protestan.

      Memang Yahudi dan Nasroni jadi sasaran tembak agama Islam sehingga apabila ada umat Islam masuk Kristen adalah hal yang menyakitkan dan semua dosa ditimpakan kepada “Kristenisasi”.
      Tidak sadarkah penulis mengemukan pendapat bahwa umat keisten tidak bisa mendakwah agamanya kepada umat Islam, sedangkan hampir setiap hari di media massa memberitakan khabar mualaf yang kebanyakan murtad dari agama Kristen.

      Ketika hari ini ustad ceramah rintihan tentang kekhawatiran orang lain menyebarkan agama terhadap umat Islam, tetapi besoknya ustad yang yang sama ceramah tentang strategi menyebarkan agama Islam terhadap agama lain. Besoknya lagi infotaimen meyiarkan artis Kristen mau kawin jadi nualaf. Bahkan dulu di Metro TV ada acara Mualaf oh Mualaf.
      Ada berita tentang kemarahan terhadap umat Umat Kristen yang melakukan misi di Irak besoknya lagi ada kebangga tentang keberhasilan “pemualfan” di Eropah.

      Berita dan fakta tersebut tersaji setiap hari, sehingga membuat para kafir tersenyum di kulum, kayak anak kecil aja suka pinjam mainan orang lain, tetapi ketika mainannya dipinjam orang lain jadi ngambek.

    • jeki susanto 8:22 am on 14/07/2012 Permalink | Reply

      saya dari sumsel,,justru di kecamatan tanjung sakti bnyak kembali ke islam,,

      • Stain Remover 9:34 am on 14/07/2012 Permalink | Reply

        Alhamdulillah, semoga mereka selalu dalam bimbingan ALLAH SWT.

        Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung [19]. (Qs. Al Baqarah : 5)

  • SERBUIFF 2:37 am on 23/03/2009 Permalink | Reply
    Tags: eBook-019 : Menguak Misteri Muhammad oleh :Prof. David Benjamin Keldani mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean, ,   

    eBook-019 : Menguak Misteri Muhammad oleh :Prof. David Benjamin Keldani mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean 

    <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } H3 { margin-bottom: 0.08in } –>

    eBook-019 : Menguak Misteri Muhammad

    Oleh : Redaksi 02 Nov, 07 – 3:34 am
    Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui penelitian yang dilakukan oleh seorang mantan pastur, Prof.David Benjamin Keldani, berjudul Menguak Misteri Muhammad.

    Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: “Kepindahan saya ke Islam tak lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan, penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya

    David Benjamin Keldani
    David Benjamin Keldani lahir pada tahun 1867 di Urmia, Persia. Setelah masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Dawud. Ia adalah seorang mantan pendeta katolik Roma dari sekte Uniate-Khaldean. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari 1886-1889 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury’s Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia.

    Penobatan sebagai pendeta dan perjalanannya
    Pada tahun 1892, ia diutus oleh Kardinal Vaughan ke Roma. Disana ia mempelajari filsafat dan teologi pada Propaganda Fide College, dan pada tahun 1895 dinobatkan sebagai pendeta. Pada tahun 1892 ia menulis serangkaian artikel di The Tablet tentang “Assyria, Romawi, dan Canterbury”; dan juga pada Irish Record tentang “keotentikan Pentateuch”. Pentateuch adalah lima kitab perjanjian lama yang terdiri atas Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ia mempunyai beberapa terjemahan Ave Maria dalam bahasa berbeda-beda yang diterbitkan di Illustrated Catholic Missions.

    Ketika berada di Istanbul, dalam perjalanannya ke Persia pada tahun 1895, ia menulis serangkaian artikel panjang tentang “Gereja-Gereja Timur” dalam bahasa Inggris dan Perancis di surat kabar harian yang terbit disana dengan nama The Levant Herald. Pada tahun 1895, ia bergabung dengan French Lazarist Mission di Urmia, dan terbit untuk pertama kali dalam sejarah misi itu sebuah majalah berkala dalam bahasa Syria yang bernama Qala-la-Syara (Suara Kebenaran).

    Pada tahun 1867, ia diutus oleh dua uskup besar Uniate-Khaldean dari Urmia dan Salmas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres Ekaristi yang diselenggarakan di Paray-le-monial, Perancis, dibawah pimpinan Kardinal Perraud. Tentu saja, ini adalah undangan yang resmi. Makalah yang dibacakan di kongres oleh Benjamin disiarkan dalan Tawarikh Kongres Ekaristik dan disebut disebut “Le Pellerin”. Dalam makalah ini, Khaldean Arch-Priest (begitu gelar resminya) menyesalkan sistem pendidikan Katholik dikalangan Nestorian, dan meramalkan kemunculan yang sudah dekat dari pendeta Rusia di Urmia.

    Pada tahun 1888, Benjamin kembali lagi ke Persia. Di kampung halamannya, Digala, sekitar 1 mil dari kota, ia membuka sekolah gratis.

    Tahun berikutnya ia dikirim oleh otoritas Gereja untuk memimpin Keuskupan Salmas, dimana konflik yang tajam dan berbau skandal antara Uskup Besar Uniate, Khudabash, dan para Bapa Lazarist yang sudah berlangsung lama telah mengancam terjadinya perpecahan.

    Khotbah terakhir
    Pada tahun 1900, Bapak Benjamin menyampaikan khotbah terakhirnya dan patut dikenang dihadapan banyak sekali jemaat, termasuk orang Armenia yang non-Katholik dan lain-lainnya, didalam Katedral Khorovabad St. George, Salmas. Pokok bahasan sang pengkhotbah adalah “Abad Baru dan Manusia Baru”. Ia mengingatkan kepada fakta bahwa misionaris Nestorian, sebelum munculnya Islam, telah mengabarkan ajaran-ajaran Yesus (injil) diseluruh Asia; Bahwa mereka memiliki banyak lembaga di India (khususnya pantai Malabar), di Tartar, Tiongkok, dan Mongolia; dan bahwa mereka menerjemahkan kitab Injil kedalam bahasa Turki, Uighur, dan bahasa-bahasa lainnya; Bahwa misi-misi Katholik, Amerika, dan Anglikan, meskipun mereka telah melakukan sedikit kebaikan untuk bangsa Assyro-Khaldean melalui pendidikan dasar, telah memecah bangsa itu di Persia, Kurdistan, dan Mesopotamia menjadi banyak sekali sekte yang bermusuhan; dan bahwa upaya-upaya mereka ditakdirkan untuk menyebabkan keruntuhan yang terakhir. Konsekuensinya, ia menganjurkan kepada orang-orang pribumi untuk melakukan pengorbanan agar dapat berdiri diatas kaki sendiri sebagai manusia sejati, dan tidak tergantung pada misi-misi asing, dan sebagainya.

    Ucapan-ucapannya menyinggung para misionaris. Khotbah ini segera mendatangkan Delegasi Apostolik, Mgr. Lesne dari Urmia ke Salmas. Ia tetap menjadi teman yang terakhir bagi Benjamin. Mereka berdua kembali ke Urmia. Sebuah misi Rusia baru sudah diadakan di Urmia sejak tahun 1899. Kaum Nestorian dengan antusias memeluk agama Tsar untuk seluruh Rusia.

    Lima misi yang besar dan angkuh (Amerika, Anglikan, Perancis, Jerman, dan Rusia) disertai universitas-universitas mereka, pers yang didukung oleh kalangan agamawan yang kaya, para konsul dan duta besar, berusaha keras mengajak sekitar 100.000 orang Assyro-Khaldean untuk pindah dari Bid’ah Nestorian ke salah satu dari lima bid’ah itu. Tetapi misi Rusia segera melampui misi-misi lainnya, dan misi inilah pada tahun 1915 mendorong bangsa Assyria dari Persia dan juga suku-suku pegunungan Kurdistan, yang kemudian pindah ke Salmas dan Urmia, untuk angkat senjata melawan pemerintah mereka masing-masing. Hasilnya adalah separuh pengikutnya lenyap dan sisanya terusir dari kampung halaman mereka.

    Berpindah agama
    Pertanyaan besar yang sudah lama berkecamuk dalam benak pendeta ini sekarang mendekati klimaksnya: “Apakah agama Kristen, dengan banyak sekali bentuk dan warnanya, dan dengan naskah-naskah sucinya yang tidak otentik, palsu, dan menyimpang, adalah agama Tuhan yang sejati?”

    Pada musim panas tahun 1900, ia pensiun dan tinggal di villa mungilnya ditengah-tengah kebun anggur dekat air mancur Challi Boulaghi yang terkenal di Digala, dan disana selama sebulan ia habiskan waktunya untuk sembahyang dan meditasi, membaca berulang-ulang naskah-naskah suci dalam teks-teks aslinya. Krisis pun berakhir dengan pengunduran resmi yang dikirimkan ke Uskup Agung Uniate, Urmia, dimana ia secara terbuka menjelaskan kepada Mar (Mgr.) Touma Audu mengenai alasan-alasan dia melepaskan fungsi kependetaannya. Segala upaya yang dilakukan oleh otoritas kependetaan untuk membatalkan keputusannya sia-sia belaka. Tidak ada perselisihan atau permusuhan pribadi antara Benjamin dan para atasannya.

    Selama beberapa bulan Mr. Dawud – begitulah panggilannya sekarang – dipekerjakan di Tibriz sebagai inspektur di Kantor Pos dan Bea Cukai Persia dibawah para ahli Belgia. Kemudian ia ditugaskan sebagai guru dan penerjemah Putera Mahkota Muhammad Ali Mirza.

    Pada tahun 1903, sekali lagi ia mengunjungi Inggris dan disana ia bergabung dengan komunitas Unitarian. Pada tahun 1904 ia dikirim oleh British and Foreign Unitarian Association untuk menangani masalah pendidikan dan penerangan ditengah masyarakat desanya. Dalam perjalanan menuju Persia ia mengunjungi Istanbul; dan setelah mengadakan beberapa wawancara dengan syeikh Islam yang bernama Jamaluddin Effendi dan beberapa ulama lainnya, ia memeluk agama Islam. (dari wikipedia)

    KATA PENGANTAR Ucapan Ilahi terhadap Arabia (Yesaya 21:13)

    Periode kesarjanaan klasik yang mandul saat ini, disertai kurangnya pengetahuan kita tentang bahasa-bahasa kuno, telah melumpuhkan cita rasa modern dalam mengapresiasi setiap upaya seperti yang hendak saya lakukan. Halaman-halaman berikut ini telah menghasilkan serangkaian artikel yang sangat cerdas dari pena Rev. Profesor David Benjamin Keldani (Abdul Ahad Dawud), tetapi saya ragu apakah terdapat banyak orang, dikalangan hierarki gereja kristen sekalipun, yang dapat mengikuti penjelasan terperinci dari seorang Profesor yang berpengetahuan tinggi ini. Malah saya benar-benar ragu ketika ia berusaha membawa para pembacanya kedalam sebuah labirin ilmu pengetahuan dari ratusan tahun silam.

    Bagaimana dengan bahasa Arami, ketika sangat sedikit dikalangan pendeta sekalipun yang mampu memahami versi Perjanjian Baru dalam bahasa latin (Vulgate) dan versi bahasa Yunani? Khususnya lagi ketika riset-riset kami didasarkan hanya pada etimologi bahasa Yunani dan Latin!

    Bagaimanapun nilai disertasi-disertasi seperti itu di mata musuh kami, pada saat sekarang, sama sekali tidak mampu mengapresiasinya dari sudut ilmu pengetahuan; karena ambiguitas makna yang melekat pada ungkapan-ungkapan nubuat yang saya singgung membuat ungkapan-ungkapan itu cukup elastis untuk mencakup setiap kasus.

    Yang dikatakan “paling kurang” dalam nubuat Johanes Pembaptis tidak mungkin adalah anak Maria, meskipun ia dipandang hina oleh masyarakat bangsanya sendiri. Asal tukang kayu suci itu dari kalangan sederhana. Ia dicemooh, diperolok, dan didiskreditkan, ia diremehkan dan dibuat keliatan “paling kurang” dalam penilaian kalangan Scribe (ahli menulis) dan Pharisee (anggota sekte Yahudi yang menafsirkan hukum Musa secara keras).

    Ekses dari semangat yang ditunjukkan oleh para pengikutnya pada abad kedua dan ketiga masehi, yang selalu cenderung loncat pada apa saja dalam bentuk nubuat dalam Alkitab, sudah pasti akan menyebabkan mereka meyakini ahwa Tuhan mereka adalah orang yang disinggung oleh Yohanes Pembaptis.

    Namun, ada kesulitan lain yang menghadang, bagaimana seseorang dapat mempercayai kesaksian dari sebuah kitab yang tak dapat disangkal penuh dengan dongeng? Keaslian Alkitab telah dipertanyakan oleh seluruh dunia. Tanpa menindaklanjuti pertanyaan tentang keasliannya, paling tidak kita bisa mengatakan bahwa kita tidak bisa bergantung pada pernyataan-pernyataan Alkitab mengenai Yesus dan mukjizat-mukjizatnya.

    Sebagian orang malah lebih jauh lagi menegaskan bahwa eksistensi dia sebagai makhluk bersejarah dipertanyakan, dan menurut kitab Injil akan berbahaya kalau sampai pada sesuatu kesimpulan yang keliatannya aman mengenai masalah ini.

    Seorang Kristen Fundamentalis tidak bisa berkomentar apa pun terhadap pernyataan saya mengenai hal ini. Jika “kalimat-kalimat sesat” dan kata-kata yang objektif dalam Perjanjian Lama dapat dikhususkan oleh para penulis sinoptik sebagai berlaku bagi Yesus, maka segala komentar dari penulis yang berpengetahuan tinggi mengenai artikel-artikel ilmiah dan sangat menarik ini pasti menimbulkan respek dan apresiasi dalam segala hal sekalipun dari lembaga kependetaan.

    Saya menulis dengan nada yang sama, tetapi saya telah berusaha mendasarkan argumen-argumen saya pada bagian-bagian Alkitab yang hampir tidak membolehkan adanya perselisihan linguistik apa pun. Saya tidak akan pergi ke bahasa Latin, Yunani, atau Arami, karena hal itu tidak ada gunanya. Saya hanya memberikan kutipan berikut dari Alkitab revisi Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1974.

    Kami membaca firman berikut dalam kitab Ulangan 18:18

    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

    Jika firman diatas tidak tertuju kepada Muhammad, maka firman itu tetap masih berlum terpenuhi. Yesus sendiri tidak pernah mengklaim sebagai nabi yang dimaksud. Bahkan murid-muridnya pun berpendapat sama. Mereka mengharapkan kedatangan Yesus yang kedua untuk memenuhi nubuat [2].

    Sejauh ini tidak ada perselisihan bahwa kedatangan Yesus yang pertama bukanlah kelahiran “nabi seperti engkau”, dan kelahirannya yang kedua hampir tidak dapat memenuhi nubuat itu.

    Yesus, sebagaimana diyakini oleh gerejanya, akan muncul sebagai “Hakim” dan bukan sebagai “Pemberi Hukuman”. Tetapi, orang yang dijanjikan haruslah membawa “api (hukum) yang menyala” ditangannya.

    Namun, dalam memastikan personalitas dari nabi yang dijanjikan, nubuat yang lain dari Musa sangatlah menolong yang berkata tentang sinar Tuhan dari Paran, pegunungan Mekah. Firman dalam naskah kitab King James Version Ulangan 33:2, berbunyi sebagai berikut:

    “Berkatalah ia: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dengan sepuluh ribu orang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala.”

    Dalam firman ini, Tuhan diibaratkan dengan matahari. Dan Yesus sama sekali tidak pernah ke Paran. Yang ada hubungannya dengan Paran adalah Hajar dan anaknya yang bernama Ismail, berkeluyuran di padang gurun Bersyeba, yang kemudian menetap dipadang gurun Paran.

    “Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir”.(Kejadian 21:21)

    Ismail menikahi seorang wanita Mesir, dan dari kelahiran pertamanya, Kedar, memberikan keturunan kepada bangsa Arab yang dari sejak itu sampai sekarang menjadi penghuni padang gurun Paran. Dan jika tidak dapat disangkal lagi, bahwa silsilah keturunan Muhammad merujuk kepada Ismail melalui Kedar dan ia tampil sebagai seorang nabi di padang gurun Paran dan menaklukkan Mekah dengan 10.000 pasukan dan menegakkan api (hukum) yang menyala kepada kaumnya, maka bukankah nubuat tesebut terpenuhi sesuai bunyinya?

    Bunyi nubuat dari Habakuk 3:3 sangat perlu diperhatikan. “Keagungannya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepadanya.”

    Mengenai padang gurun Paran juga telah diwahyukan :

    “Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhan dan memberitakan pujian yang kepadanya di pulau-pulau. Tuhan keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangatnya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuhnya Ia membuktikan kepahlawanannya. (Yesaya 42:11-13)

    Sehubungan dengan itu, ada dua nubuat lain yang perlu diperhatikan yang merujuk kepada Kedar: Pertama dalam Yesaya 60:1-7 yang bunyinya :

    “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.”

    Nubuat lainnya, lagi-lagi dalam Yesaya 21:13-17 [3]

    “Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel , telah mengatakannya.”

    Bacalah nubuat-nubuat dari kitab Yesaya dan kitab Ulangan yang berbicara tentang sinar Tuhan dari Paran: Jika Ismail menghuni padang gurun Paran, tempat ia melahirkan Kedar, yakni nenek moyang bangsa Arab; dan jika anak-anak Kedar harus memberikan sambutan pada altar ilahi untuk mengagungkan “rumah keagunganNya” dimana kegelapan akan menyelimuti bumi selama beberapa abad, dan kemudian negeri itu akan menerima terang dari Tuhan; dan jika semua keagungan Kedar akan runtuh dan jumlah para pemanah, orang-orang perkasa dari anak-anak Kedar akan lenyap dalam setahun setelah orang itu melarikan diri dari pedang yang di hunus dan busur yang dilentur-Yang kudus dari Pegunungan paran (Habakuk 3:3) tak lain adalah Muhammad.

    Muhammad keturunan suci dari Ismail melalui Kedar, yang berdiam di padang gurun paran. Melalui dia, maka Tuhan bersinar di Paran, dan Mekkah adalah satu-satunya tempat dimana rumah Allah (bait Allah) dimuliakan dan domba-domba Kedar memberikan sambutan diatas altarnya.

    Muhammad dizalimi oleh kaumnya dan terpaksa meninggalkan Mekkah. Dia kehausan dan melarikan diri dari pedang yang dihunus dan busur yang dilentur, dan setahun kemudian setelah Muhammad meninggalkan Mekkah, dalam perang Badar, dia berhasil mengalahkan penduduk Mekkah dan sejumlah bani Kedar yang gagah perkasa tewas dan semua kemuliaan Kedar tumbang dalam perang Badar.

    Jika para nabi suci tidak diakui sebagai pemenuhan semua nubuat ini, maka nubuat-nubuat tersebut akan tetap tidak terpenuhi. “Rumah keagunganKu” yang disebut dalam kitab Yesaya adalah rumah Tuhan di Mekkah. Bukan Gereja Kristus sebagaimana perkiraan para ahli tafsir Kristen. Kawanan domba-domba Kedar, sebagaimana disebut dalam ayat 7, belum pernah datang ke Gereja Kristus, dan adalah fakta bahwa kampung-kampung Kedar dan penduduknya adalah satu-satunya kaum didunia ini yang tetap tidak dapat dimasuki pengaruh Gereja Kristus. Lagi-lagi, penyebutan 10.000 orang kudus dalam ulangan 33, sangatlah penting: Dia bersinar dari Paran. Dan ia datang bersama 10.000 orang kudus.

    Bacalah seluruh sejarah padang gurun Paran dan Anda akan menemukan tidak ada peristiwa lain selain peristiwa penaklukan Mekkan yang dilakukan oleh nabi Muhammad bersama dengan 10.000 pengikutnya dari Madinah dan memasuki kembali “rumah keagunganNya”. Dia memberikan api (hukum) yang menyala kepada dunia dan melenyapkan hukum-hukum lainnya.

    Sang Penghibur (The Comforter) atau roh kebenaran yang disebut oleh Yesus tidak lain adalah nabi Muhammad. Tidak bisa diartikan sebagai Holy Ghost (Roh Kudus), seperti versi Teolog Kristen.

    “Ada gunanya bagimu kalau aku pergi” Kata Yesus,”Karena kalau aku tidak pergi maka Sang Penghibur tidak akan datang kepadamu, tapi jika aku pergi, maka aku akan mengirim dia kepadamu”.

    Perkataan ini dengan jelas menunjukkan bahwa Sang Penghibur pasti datang setelah Yesus pergi, dan tidak berada bersama Yesus ketika ia mengucapkan kata-kata ini. Akankah kita menduka bahwa Yesus sama sekali tanpa Holy Ghost jika kedatangannya tergantung pada kepergian Yesus. Di samping itu, cara Yesus menggambarkan dia menunjukkan bahwa dia adalah seorang manusia, bukan roh!. “Dia tidak akan berbicara mengenai dirinya sendiri, melainkan apa yang akan didengarnya yang akan ia bicarakan.” Akankah kita menduga bahwa Holy Ghost dan Tuhan adalah dua entitas yang berbeda dab bahwa Holy Ghost berbicara tentang dirinya sendiri dan juga apa yang ia dengar dari Tuhan ?!

    Ucapan-ucapan Yesus jelas sekali menunjuk kepada seorang pesuruh Tuhan. Ia menyebutnya Roh Kebenaran, dan begitulah Al-Qur’an berbicara tentang Muhammad.

    URL : http://swaramuslim.net/ebook/html/019/

     
    • erzal 2:45 am on 23/03/2009 Permalink | Reply

      26 Responses to “Menguak Misteri Muhammad oleh mualaf Prof. David Benjamin Keldani mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean”

      1. etus Says:
      December 7, 2007 at 9:26 am   edit
      Hahahaaa..satu kata saja lucu.
      Keturunan Ismail tidak dibahas dalam Alkitab karena memang penulis Alkitab bukan orang Arab. Apakah perlu dibahas sampai dengan muhammad? Saya kira tidak karena bukan Mesias.. toh muhammad ngaku-ngaku nabi pun tetap saja tidak berarti. Silahkan itu diteliti sendiri. Tetapi kalimat awal dalam tulisan ini, mengatakan: “Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar..”, bagaimana bisa disebut palsu? Gereja yang mana? Yang palsu koq dijadikan referensi? ah sudahlah.. biasa, hal seperti ini memang klaim Islam sejati.
      Saya merasa kasihan dengan sang penulis.. terlalu naif dengan sejarah dunia ini.
      Salam.
      etus.

      2. pembela tauhid Says:
      January 2, 2008 at 10:33 am   edit
      etus yg tehormat…
      ya memang alkitab bukan ditulis oleh orang arab jd g dcritain tntang Ismail dan keturunanya….
      coba lihat Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43,bru bicara okey.
      sebenarnya mana yang naif tentang sejarah dunia…
      Alkitab yang tidak mencritakan tentang kebenaran bahwa Isa putera maryam bukanlah Tuhan ato…
      Alquran yang tulisan orang arab tetapi menjelaskan tentang Isa dan semua yang diajarkan Isa putra mayam ( alkitab )….
      jadi sebelum ngebanyol…
      coba pelajari dlu apakah alkitab yang ada sekarang itu udah benar ato didalamnya ada campur tangan manusia untuk memperTuhankan manusia (Yesus)….
      Muhammad SAW bukan mengaku Nabi tetapi ia memang utusan Tuhan untuk menyempurnakan agama yang dibawa Isa putra maryam yang dirusak manusia klo g percaya, duduk dan buka alkitab baca :
      Ulangan 18:18-20,Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3,Yohanes 1: 19-25,Yesaya 41:1-4.
      Kepalsuan gereja terbongkar….
      g pecaya baca tentang “rahasia kaum missionaris yang takut diketahui oleh orang-orang seperti kamu” di

      http://alkitabbible.tripod.com/

      ini adalah pembuktian para missionaris yang telah mengkaji alkitab dan percaya bahwa kemurnianya udah g seperti dulu…
      sehingga mereka mendapat hidayah dan kembali ke Agama yang Tauhid ISLAM apakh masih bisa disangkal…
      “Salah satu tanda hancurnya kerajaan tuhan ( kristen )adalah pindahnya para missionaris menjadi mualaf, sehingga tidak ada lagi pengajar/missionaris murni yang menyangkal kepalsuan alkitab….”
      salam
      pembela tauhid

      3. yesusmanusia Says:
      January 5, 2008 at 4:02 am   edit
      @etus
      Coba baca tulisan ini dan ini deh..
      Salam Damai..

      4. abdulah Johanes Rahadi Says:
      February 6, 2008 at 8:33 am   edit
      kalo emang Tuhan ga menjadikan israel bangsa terpilih kenapa negara ini ga pernah bisa dikalahkan bangsa ARAB ??? berapa juta kali dan berapa juta cara cara hancurkan israel hasilnya ….??? NIHIL ….. berapa kali pula penampakan YESUS yang selalu minta ada kedamaian di dunia….. kenapa sih… ga cari aja gimana caranya dapatin SURGA !!! ga perlu lah cacimaki …. capek sendiri dan malahan kelihatan TOLOL & MUNAFIK

      5. handi Saputro Says:
      February 6, 2008 at 8:40 am   edit
      emang pernah ada orang mati trus balik ke dunia kasih tahu kalo orang kristen kalo mati masuk neraka atau sebaliknya orang islam mati masuk neraka …kalo ada yang alami kasih tau gua…. !!! kasihan ALLAH YANG MAHA KUASA … udah mengutus Jesus & Muhamad … ga’ taunya sekarang umatnya pada SOK PINTER – SOK SUCI – SOK PALING BENER …. otak nmanusia cuma kecil… ga usah mikiran pekerjaan Tuhan yang amat AGUNG & BESAR .. Allah Akbar … Allah Akbar ….Allah Akbar

      6. Ulala Says:
      February 14, 2008 at 6:15 pm   edit
      “Salah satu tanda hancurnya kerajaan tuhan ( kristen )adalah pindahnya para missionaris menjadi mualaf, sehingga tidak ada lagi pengajar/missionaris murni yang menyangkal kepalsuan alkitab….”
      Taqqiya lagi mas!
      Kebohongan muslim lambat laun pasti terbongkar. Indonesia is Indonesia Not ARAB

      7. Muhammad Jaya Says:
      March 21, 2008 at 7:50 am   edit
      Memang umat Kristen… keterlalun, nyata-nyata Yesus itu manusia, wong masih bayi saja suka ngencingi (pipis) di pangkuan Maria…khan Maria suka gantiin lampin/popoknya Yesus… ehh setelah wafat (katanya diusai 33 tahun) bin..salabin Yesus menjadi Tuhan…hebat khan jadi kualat sama Allah Bapa..nggak taku masuk neraka kali!

      8. Muhammad Jaya Says:
      March 21, 2008 at 7:52 am   edit
      Memang umat Kristen… keterlauan, nyata-nyata Yesus itu manusia, wong masih bayi saja suka ngencingi (pipis) di pangkuan Maria…khan Maria suka gantiin lampin/popoknya Yesus… ehh setelah wafat (katanya diusai 33 tahun) bin..salabin Yesus menjadi Tuhan…hebat khan jadi kualat sama Allah Bapa..nggak taku masuk neraka kali!

      9. yoga Says:
      April 20, 2008 at 8:46 am   edit
      kalo yesus itu memang tuhan kasian kali dong nenek moyangnya gak bisa nyembah tuhan soalnya yesus telat lahirnya, trus waktu disalib yesus diludahi, dipukul, dicacimaki kok bisa ya manusia lebih kuat dari tuhan, hebat juga ya bangsa yahudi bisa bunuh tuhan. satu lagi nich waktu yesus hidup dia nyembah siapa? kan tuhan. kalo dia tuhan masa’ jeruk minum jeruk. lalaaa…. logika dong

      10. ryan Says:
      April 20, 2008 at 8:56 am   edit
      Jika Nabi Adam dan Hawa yang manusia saja tidak perlu dilahirkan dari wanita, lha kok Yesus yang dianggap sebagai Tuhan oleh orang Kristen lahir dari wanita?
      Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud? (Roma 1:3)
      ?Yakub memperanakan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus? (Matius 1:16)
      ?Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin? (Lukas 2:6)
      Kasihan sekali nenek moyang Yesus, yaitu Nabi Daud, karena ?Tuhan? Yesus lahir belakangan, Daud tak bisa menyembah Yesus. Benar2 tidak masuk di akal.
      Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya, bagaimana Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari orang2 tsb?
      Islam mengajarkan Tuhan itu tidak beranak dan diperanakan:
      ?Dia tidak beranak dan tidak diperanakan? (Al Ikhlas 112:3)
      ?Tuhan? Yesus Ditampar dan Diludahi Manusia
      ?Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: ?Salam, hai raja orang Yahudi!? Lalu mereka menampar muka-Nya? (Yohanes 19: 1-3)
      ?Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembahNya. Sesudah mengolok-olokan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pakaian-Nya kepada-Nya? (Markus 15:
      19-20a)
      Coba renungkanlah, adakah Tuhan selemah itu. Bisa dihina, ditampar, dan diludahi oleh manusia? Jika Yesus itu adalah Tuhan dan dia selemah itu, niscaya milyaran manusia bisa mengeroyok Yesus jika dia berani memasukkan mereka ke neraka. Tidak benar.
      Dalam ajaran Kristen yang diajarkan oleh Paulus, seluruh manusia berdosa karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, memakan buah terlarang. Hal ini bukan saja bertentangan dengan Al Qur?an, tapi juga bertentangan dengan ajaran Alkitab itu sendiri:
      ?Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya? (Yehezkiel 18:20)
      Hal ini dibenarkan oleh Al Qur?an:
      ?Orang yang berdosa, tiada memikul dosa orang lain. Dan tiadalah untuk manusia, melainkan apa-apa yang dia usahakan? (An Najm 53:38-39)
      Jadi tak mungkin Tuhan bersikap tidak adil, misalnya si Fulan membunuh seseorang, kemudian anak serta cucunya dan seluruh keturunannya yang belum lahir ketika pembunuhan terjadi ikut mewarisi dosanya, dan harus ikut dibunuh.
      Jadi konsep bahwa Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa seluruh manusia hanya karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, makan buah terlarang itu jelas bertentangan dengan akal dan nilai2 keadilan. Lagi pula haruskah dosa warisan tsb ditebus dengan dosa yang lebih besar, yaitu menyalib Yesus? Kemudian jika Penyaliban itu dianggap keharusan untuk menebus dosa manusia, kenapa Yudas Iskariot di Alkitab (Markus 14:10;Matius 26:14;Lukas 22:3) disebut sebagai pengkhianat? Bukankah dia telah membantu terjadinya penyaliban tsb?
      Jika Yesus memang bersedia disalib, kenapa dia menyebut Yudas pengkhianat, dan kenapa dia memanggil-manggil Tuhan:
      ?Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ?Eloi, Eloi, lama sabakhtani??, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?? (Markus 15:34).
      Lagipula jika jiwa Yesus itu benar2 Tuhan, tentulah jiwanya sanggup menahan itu. Bukankah banyak orang2 seperti suku Indian yang dapat menahan siksa dan diam saja ketika disiksa?
      Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun, dia mengampuni hambanya yang bertobat:
      ?Kemudian Adam memperoleh beberapa kalimat dari Tuhannya (ia minta ampun), lalu Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Dia Penerima taubat lagi Penyayang.? (Al Baqarah 2:37)
      ?Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati? (Yehezkiel 18:21)
      ?Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab MEMANG BUKAN MUSIM BUAH ARA? (Markus 11:13)
      Jadi jika Tuhan menurut pandangan Islam itu Maha Tahu, bahkan tak ada sehelai daunpun yang gugur tanpa Dia mengetahuinya, maka Alkitab menceritakan bagaimana ?Tuhan? Yesus tidak tahu kalau saat itu bukan musim buah Ara. Padahal jangankan Tuhan, manusia seperti Petanipun tahu kalau sedang tidak musim buah Ara, maka tidak akan didapati buahnya. Tapi sayangnya ?Tuhan? Yesus yang seharusnya Maha Tahu, TIDAK MENGETAHUI hal ini, dan terus berjalan mendekati pohon Ara tsb.
      Dari ayat di atas jelas Yesus bukan Tuhan, karena dia tidak Maha Mengetahui. Tuhan di dalam Islam adalah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. Coba lihat bagaimana Al Qur?an menggambarkan kebesaran Tuhan. Sesungguhnya mustahil jika Tuhan itu ilmunya kalah daripada para petani yang tidak lebih dari makhluk ciptaannya:
      ?… Yang mengetahui segala yang tersembunyi dan yang nyata, dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.? (6 Al An?aam:73) ?Di sisi Allah segala anak kunci yang ghaib. Tiadalah yang mengetahuinya, kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa2 yang ada di daratan dan di lautan. Tiadalah gugur sehelai daun pun, melainkan Dia mengetahuinya. Dan tiada sebuah biji dalam gelap gulita perut bumi dan tiada pula benda yang basah dan yang kering, melainkan semuanya itu dalam Kitab yang terang.? (Al An?aam 6:59).

      11. ngga ngerti Says:
      May 10, 2008 at 10:25 am   edit
      Tuhan itu misterius ya!!!!!!!(agama apapun itu)
      Kalau Tuhan Itu ada Kenapa ngga langsung aja Nampakan Diri??? kan beres masalahnya!!!pasti dijamin ga ada yg berani berbuat dosa, ngga ada yg ngaku2 benar ato salah……
      surga dan neraka??? ada ya??? gw kasih soal…..misalkan…………….
      gw seorang suku pedalaman yg ga kenal agama, tapi gw sayang ma ortu dan sodara2 sesuku gw, gw ngga nyuri karna dilarang ortu gw…… gitu seterusnya sampai gw mati tanpa ada seorangpun yang datang ngasih pencerahan agama(yang anda bilang tiket ke sorga)…..yg jadi pertanyaaanya gw masuk sorga apa neraka????? ato dimana????

      12. erzal Says:
      May 11, 2008 at 7:42 am   edit

      1. Tuhan itu misterius ya!!!!!!!(agama apapun itu)

      Kalau Tuhan Itu ada Kenapa ngga langsung aja Nampakan Diri??? kan beres masalahnya!!!pasti dijamin ga ada yg berani berbuat dosa, ngga ada yg ngaku2 benar ato salah……….ALLAH ITU MAHA BESAR MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT MAMPU MELIHATNYA…LIHAT : serbuiff
      reply
      serbuiff wrote on Mar 15
      =====================
      ALLAH TIDAK BISA DILIHAT
      =====================
      143 Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: `Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau`. Tuhan berfirman: `Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi melihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku`. Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: `Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman`.(QS. 7:143) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
      Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al A’raaf 143 وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ (143) Ayat ini menerangkan, manakala Musa a.s. sampai ke tempat dan waktu yang dijanjikan Allah untuk menerima wahyu Allah telah menyampaikan wahyu secara langsung tanpa perantara, maka timbullah pada diri Musa keinginan untuk memperoleh kemuliaan lain di samping kemuliaan berkata-kata langsung dengan Allah swt. yang baru saja dilakukannya. Keinginan itu ialah mendapat kemuliaan melihat Allah dengan jelas, lalu Musa berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah zat Engkau yang suci dan berilah aku kekuatan untuk dapat melihat Engkau dengan jelas, karena aku tidak sanggup melihat dan mengetahui Engkau dengan sempurna.” Allah swt. menjawab: “Hai Musa, kamu tidak akan dapat melihat-Ku.” Dalam hadis Nabi saw. disebutkan: عن أبي موسى قال: قال صلى الله عليه وسلم: حجابه نور لو كشفه لحرقت سبحات وجهه ما انتهى بصره من خلقه Artinya: Dari Abu Musa, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Hijab (pembatas) Allah ialah nur (cahaya). Sekiranya nur itu disingkapkan niscaya keagungan sinar wajah-Nya akan membakar seluruh makhluk yang sampai pandangan Tuhan kepadanya.” (H.R Muslim) Selanjutnya Allah swt. berkata kepada Musa: “Melihatlah ke bukit, jika bukit itu tetap kokoh dan kuat seperti sediakala setelah melihat-Ku, tentulah kamu dapat pula melihat-Ku karena kamu dengan itu adalah sama-sama makhluk ciptaan-Ku. Tetapi jika bukit yang kokoh dan kuat itu tidak tahan dan hancur setelah melihat-Ku betapa pula kamu hai Musa dapat melihat-Ku, karena seluruh makhluk yang aku ciptakan tidak mampu dan sanggup untuk melihat-Ku.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ketika Musa a.s. memohon kepada Tuhannya: “Perlihatkanlah zat Engkau kepadaku.” Allah menjawab: “Kamu sekali-kali tidak akan dapat melihat-Ku.” Kemudian Allah menegaskan lagi: “Kamu tidak akan dapat melihat-Ku untuk selama-lamanya hai Musa.” Tidak seorang pun yang sanggup melihat-Ku, lalu sesudah itu ia tetap hidup.” Akhirnya Allah berkata: “Melihatlah ke bukit yang tinggi lagi besar itu. Jika bukit itu tetap di tempatnya, tidak bergoncang dan hancur, tentulah ia melihat kebesaran-Ku, mudah-mudahan kamu dapat melihatnya pula, sedangkan kamu benar-benar lemah dan rendah. Sesungguhnya gunung itu bergoncang dan hancur bagaimanapun juga kuat dan dahsyatnya, sedang kamu lebih lemah dan rendah.” Ada beberapa pendapat mufassir tentang yang dimaksud dengan ayat: “Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu.” Sebagian mufassir mengatakan bahwa yang tampak bagi gunung itu ialah zat Allah. Bagaimanapun juga pendapat para mufassir, namun tampaknya Allah itu bukanlah seperti tampaknya makhluk. Tampaknya Tuhan adalah tampaknya sesuai dengan sifat-sifat Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia. Setelah Musa a.s. sadar dari pingsannya dan sadar pula bahwa ia telah meminta kepada Allah swt. sesuatu yang dapat membahayakan dirinya, ia merasa telah berbuat dosa karena itu ia memohon dan berdoa kepada Allah swt., “Maha Suci Engkau ya Tuhanku, aku berdosa karena meminta sesuatu kepada Engkau yang di luar batas kemampuanku menerimanya, karena itu aku bertobat kepada Engkau dan tidak akan mengulangi perbuatan kesalahan seperti yang telah lalu itu, dan aku termasuk orang-orang yang pertama beriman kepada-Mu.” Berkata Mujahid: “Tubtu ilaika” (aku bertaubat kepada Engkau), maksudnya ialah aku bertaubat kepada Engkau karena aku telah memohon kepada Engkau agar dapat melihat zat Engkau. “Wa ana awwalul mu’minin”, (aku orang yang pertama-tama beriman) maksudnya ialah aku adalah orang Bani Israil yang pertama-tama beriman kepada Engkau). Sedang dalam suatu riwayat yang lain dari Ibnu Abbas ialah orang yang pertama-tama percaya bahwa tidak seorang pun yang dapat melihat Engkau (di dunia).
      55 Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: `Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang`, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.(QS. 2:55) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
      Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 55 وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) Dalam ayat ini Allah swt. mengingatkan Bani Israel kepada sifat-sifat dan keingkaran nenek moyang mereka dahulunya kepada Nabi Musa a.s. yaitu bahwa mereka pernah berkata kepada Nabi Musa a.s., “Kami tidak akan beriman kepadamu sampai kami dapat melihat Allah terang-terangan”. Karena sikap dan kelakuan mereka yang demikian itu maka Allah swt. menurunkan azab kepada mereka, yaitu halilintar yang menyambar mereka. Menurut riwayat, mereka berjumlah tujuh puluh orang yang dipilih oleh Nabi Musa a.s. untuk pergi bersamanya ke bukit Tursina, meminta ampun atas kesalahan mereka menyembah anak sapi. Mereka mengatakan kepada Nabi Musa a.s. bahwa sebelum mereka dapat melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka tidak akan beriman, tidak akan membenarkan ucapan Nabi Musa a.s. bahwa Taurat itu adalah Kitab Allah dan bahwa Musa telah mendengar perkataan-Nya bahwa dia memerintahkan untuk menerima perkataan dan mengamalkannya. Lalu datanglah halilintar menyambar mereka itu, sedang yang lain menyaksikan peristiwa itu dengan jelas . Demikian sikap Bani Israel itu terhadap Nabi Musa a.s. mereka selalu bertingkah dan membangkang. Maka datanglah azab Tuhan kepada mereka. Bermacam-macam penyakit menimpa mereka. Binatang-binatang kecil yang menyebarkan penyakit-penyakit itu telah membinasakan sejumlah besar dari mereka. Maka tidaklah mengherankan bahwa ketika datang Nabi Muhammad saw menyeru mereka kepada agama Islam, mereka bersikap menentang dengan dalih, mereka menolak seruan itu.
      153 Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata:` Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata `. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.(QS. 4:153) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
      Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 153 يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَى أَكْبَرَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَانًا مُبِينًا (153) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad saw: “Kami tidak akan membenarkan ajakanmu, kecuali jika kamu dapat membawakan kepada kami sebuah kitab dari Allah taala kepada Fulan bahwa engkau adalah utusan Allah dan dari Si Fulan yang lain menyatakan bahwa engkau utusan Allah”, dan begitulah seterusnya mereka menyebut beberapa nama orang-orang tertentu dari pendeta-pendeta Yahudi. Dan mereka berbuat demikian it” tidak lain hanya semata-mata untuk membangkang saja. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad saw supaya diturunkan kepada mereka kitab dari langit yang menyebutkan bahwa engkau adalah rasul Allah. Dalam menghadapi persoalan ini Allah SWT, menyuruh Nabi Muhammad saw, untuk berlaku sabar, jangan hendaknya kaget, karena orang-orang Yahudi pernah meminta Musa yang lebih besar dari itu mereka meminta kepada Musa supaya diperlihatkan Allah kepada mereka dengan nyata. Permintaan yang seperti itu menunjukkan kebodohan, karena mereka menyangka bahwa Allah SWT mempunyai tubuh yang dapat dilihat dengan nyata. Tabiat mereka yang suka mengingkari mukjizat dan tidak membedakan antara mukjizat seorang nabi dengan keanehan dari tukang sihir yang semata-mata untuk dijadikan tontonan itu, adalah menunjukkan keinginan dan kebodohan mereka, dan bagaimanapun keadaannya, maka permintaan mereka itu tidak patut dilayani, karena bagaimanapun juga, mereka juga tidak akan percaya; seperti firman Allah: وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ Artinya: Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir juga berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. (Q.S. al-An’am: 7) Orang-orang Yahudi yang minta melihat Allah SWT itu disambar petir sampai mati akibat permintaannya yang lancang dan lalim itu, kemudian dihidupkan mereka kembali. Semestinya mereka berlaku hati-hati agar tidak terperosok lagi dalam suatu kesalahan yang berakibat suatu bencana besar, akan tetapi lalu mereka membuat berhala berbentuk anak sapi yang oleh mereka disembah bersama-sama. Padahal sudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata seperti, tongkat Nabi Musa yang dapat membelah laut, atau jika tongkat dipukulkan pada batu, lalu batu itu memancarkan air sebagai sumber air minum. Dan banyak lagi mukjizat lain yang membuktikan keesaan Allah. Allah SWT masih juga memberi ampun kepada mereka tatkala mereka bertobat dengan sungguh-sungguh kemudian Allah SWT memberikan kekuasaan kepada Musa as, untuk dapat mendudukkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar.
      serbuiff
      reply
      serbuiff wrote on Mar 15
      143 Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: `Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau`. Tuhan berfirman: `Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi melihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku`. Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: `Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman`.(QS. 7:143) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
      Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al A’raaf 143 وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ (143) Ayat ini menerangkan, manakala Musa a.s. sampai ke tempat dan waktu yang dijanjikan Allah untuk menerima wahyu Allah telah menyampaikan wahyu secara langsung tanpa perantara, maka timbullah pada diri Musa keinginan untuk memperoleh kemuliaan lain di samping kemuliaan berkata-kata langsung dengan Allah swt. yang baru saja dilakukannya. Keinginan itu ialah mendapat kemuliaan melihat Allah dengan jelas, lalu Musa berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah zat Engkau yang suci dan berilah aku kekuatan untuk dapat melihat Engkau dengan jelas, karena aku tidak sanggup melihat dan mengetahui Engkau dengan sempurna.” Allah swt. menjawab: “Hai Musa, kamu tidak akan dapat melihat-Ku.” Dalam hadis Nabi saw. disebutkan: عن أبي موسى قال: قال صلى الله عليه وسلم: حجابه نور لو كشفه لحرقت سبحات وجهه ما انتهى بصره من خلقه Artinya: Dari Abu Musa, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Hijab (pembatas) Allah ialah nur (cahaya). Sekiranya nur itu disingkapkan niscaya keagungan sinar wajah-Nya akan membakar seluruh makhluk yang sampai pandangan Tuhan kepadanya.” (H.R Muslim) Selanjutnya Allah swt. berkata kepada Musa: “Melihatlah ke bukit, jika bukit itu tetap kokoh dan kuat seperti sediakala setelah melihat-Ku, tentulah kamu dapat pula melihat-Ku karena kamu dengan itu adalah sama-sama makhluk ciptaan-Ku. Tetapi jika bukit yang kokoh dan kuat itu tidak tahan dan hancur setelah melihat-Ku betapa pula kamu hai Musa dapat melihat-Ku, karena seluruh makhluk yang aku ciptakan tidak mampu dan sanggup untuk melihat-Ku.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ketika Musa a.s. memohon kepada Tuhannya: “Perlihatkanlah zat Engkau kepadaku.” Allah menjawab: “Kamu sekali-kali tidak akan dapat melihat-Ku.” Kemudian Allah menegaskan lagi: “Kamu tidak akan dapat melihat-Ku untuk selama-lamanya hai Musa.” Tidak seorang pun yang sanggup melihat-Ku, lalu sesudah itu ia tetap hidup.” Akhirnya Allah berkata: “Melihatlah ke bukit yang tinggi lagi besar itu. Jika bukit itu tetap di tempatnya, tidak bergoncang dan hancur, tentulah ia melihat kebesaran-Ku, mudah-mudahan kamu dapat melihatnya pula, sedangkan kamu benar-benar lemah dan rendah. Sesungguhnya gunung itu bergoncang dan hancur bagaimanapun juga kuat dan dahsyatnya, sedang kamu lebih lemah dan rendah.” Ada beberapa pendapat mufassir tentang yang dimaksud dengan ayat: “Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu.” Sebagian mufassir mengatakan bahwa yang tampak bagi gunung itu ialah zat Allah. Bagaimanapun juga pendapat para mufassir, namun tampaknya Allah itu bukanlah seperti tampaknya makhluk. Tampaknya Tuhan adalah tampaknya sesuai dengan sifat-sifat Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia. Setelah Musa a.s. sadar dari pingsannya dan sadar pula bahwa ia telah meminta kepada Allah swt. sesuatu yang dapat membahayakan dirinya, ia merasa telah berbuat dosa karena itu ia memohon dan berdoa kepada Allah swt., “Maha Suci Engkau ya Tuhanku, aku berdosa karena meminta sesuatu kepada Engkau yang di luar batas kemampuanku menerimanya, karena itu aku bertobat kepada Engkau dan tidak akan mengulangi perbuatan kesalahan seperti yang telah lalu itu, dan aku termasuk orang-orang yang pertama beriman kepada-Mu.” Berkata Mujahid: “Tubtu ilaika” (aku bertaubat kepada Engkau), maksudnya ialah aku bertaubat kepada Engkau karena aku telah memohon kepada Engkau agar dapat melihat zat Engkau. “Wa ana awwalul mu’minin”, (aku orang yang pertama-tama beriman) maksudnya ialah aku adalah orang Bani Israil yang pertama-tama beriman kepada Engkau). Sedang dalam suatu riwayat yang lain dari Ibnu Abbas ialah orang yang pertama-tama percaya bahwa tidak seorang pun yang dapat melihat Engkau (di dunia).
      55 Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: `Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang`, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.(QS. 2:55) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
      Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 55 وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) Dalam ayat ini Allah swt. mengingatkan Bani Israel kepada sifat-sifat dan keingkaran nenek moyang mereka dahulunya kepada Nabi Musa a.s. yaitu bahwa mereka pernah berkata kepada Nabi Musa a.s., “Kami tidak akan beriman kepadamu sampai kami dapat melihat Allah terang-terangan”. Karena sikap dan kelakuan mereka yang demikian itu maka Allah swt. menurunkan azab kepada mereka, yaitu halilintar yang menyambar mereka. Menurut riwayat, mereka berjumlah tujuh puluh orang yang dipilih oleh Nabi Musa a.s. untuk pergi bersamanya ke bukit Tursina, meminta ampun atas kesalahan mereka menyembah anak sapi. Mereka mengatakan kepada Nabi Musa a.s. bahwa sebelum mereka dapat melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka tidak akan beriman, tidak akan membenarkan ucapan Nabi Musa a.s. bahwa Taurat itu adalah Kitab Allah dan bahwa Musa telah mendengar perkataan-Nya bahwa dia memerintahkan untuk menerima perkataan dan mengamalkannya. Lalu datanglah halilintar menyambar mereka itu, sedang yang lain menyaksikan peristiwa itu dengan jelas . Demikian sikap Bani Israel itu terhadap Nabi Musa a.s. mereka selalu bertingkah dan membangkang. Maka datanglah azab Tuhan kepada mereka. Bermacam-macam penyakit menimpa mereka. Binatang-binatang kecil yang menyebarkan penyakit-penyakit itu telah membinasakan sejumlah besar dari mereka. Maka tidaklah mengherankan bahwa ketika datang Nabi Muhammad saw menyeru mereka kepada agama Islam, mereka bersikap menentang dengan dalih, mereka menolak seruan itu.
      153 Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata:` Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata `. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.(QS. 4:153) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
      Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 153 يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَى أَكْبَرَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَانًا مُبِينًا (153) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad saw: “Kami tidak akan membenarkan ajakanmu, kecuali jika kamu dapat membawakan kepada kami sebuah kitab dari Allah taala kepada Fulan bahwa engkau adalah utusan Allah dan dari Si Fulan yang lain menyatakan bahwa engkau utusan Allah”, dan begitulah seterusnya mereka menyebut beberapa nama orang-orang tertentu dari pendeta-pendeta Yahudi. Dan mereka berbuat demikian it” tidak lain hanya semata-mata untuk membangkang saja. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad saw supaya diturunkan kepada mereka kitab dari langit yang menyebutkan bahwa engkau adalah rasul Allah. Dalam menghadapi persoalan ini Allah SWT, menyuruh Nabi Muhammad saw, untuk berlaku sabar, jangan hendaknya kaget, karena orang-orang Yahudi pernah meminta Musa yang lebih besar dari itu mereka meminta kepada Musa supaya diperlihatkan Allah kepada mereka dengan nyata. Permintaan yang seperti itu menunjukkan kebodohan, karena mereka menyangka bahwa Allah SWT mempunyai tubuh yang dapat dilihat dengan nyata. Tabiat mereka yang suka mengingkari mukjizat dan tidak membedakan antara mukjizat seorang nabi dengan keanehan dari tukang sihir yang semata-mata untuk dijadikan tontonan itu, adalah menunjukkan keinginan dan kebodohan mereka, dan bagaimanapun keadaannya, maka permintaan mereka itu tidak patut dilayani, karena bagaimanapun juga, mereka juga tidak akan percaya; seperti firman Allah: وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ Artinya: Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir juga berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. (Q.S. al-An’am: 7) Orang-orang Yahudi yang minta melihat Allah SWT itu disambar petir sampai mati akibat permintaannya yang lancang dan lalim itu, kemudian dihidupkan mereka kembali. Semestinya mereka berlaku hati-hati agar tidak terperosok lagi dalam suatu kesalahan yang berakibat suatu bencana besar, akan tetapi lalu mereka membuat berhala berbentuk anak sapi yang oleh mereka disembah bersama-sama. Padahal sudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata seperti, tongkat Nabi Musa yang dapat membelah laut, atau jika tongkat dipukulkan pada batu, lalu batu itu memancarkan air sebagai sumber air minum. Dan banyak lagi mukjizat lain yang membuktikan keesaan Allah. Allah SWT masih juga memberi ampun kepada mereka tatkala mereka bertobat dengan sungguh-sungguh kemudian Allah SWT memberikan kekuasaan kepada Musa as, untuk dapat mendudukkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar.
      10 Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.(QS. 7:133) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
      Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al A’raaf 133 فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ (133) Dalam ayat ini Allah swt. menceritakan bahwa sebagai akibat dari keingkaran, kekafiran dan kelaliman mereka, Allah menurunkan azab yang lebih dahsyat kepada mereka berupa topan yang melanda rumah dan pohon-pohonan, sesudah itu datang pula yang merusak kebun dan sawah-sawah mereka, kemudian datang lagi hama belalang yang membinasakan tanam-tanaman mereka dan akhirnya muncul wabah lain yang menjadikan air minum mereka berubah rasa, berubah bau dan warnanya seperti darah yang tidak dapat mereka minum. Demikianlah lima macam azab yang ditimpakan Allah bertubi-tubi kepada Firaun dan kaumnya. Andaikan Firaun dan kaumnya tidak terlalu ingkar dan sesat, niscaya mereka beriman serta meninggalkan keingkaran. Demikianlah keadaan mereka. Tetapi menyombongkan diri dan berbuat dosa tetap merupakan sifat mereka yang paling menonjol di masa itu.
      surga dan neraka??? ada ya??? gw kasih soal…..misalkan…………….
      gw seorang suku pedalaman yg ga kenal agama, tapi gw sayang ma ortu dan sodara2 sesuku gw, gw ngga nyuri karna dilarang ortu gw…… gitu seterusnya sampai gw mati tanpa ada seorangpun yang datang ngasih pencerahan agama(yang anda bilang tiket ke sorga)…..yg jadi pertanyaaanya gw masuk sorga apa neraka????? ato dimana????…..MASUK SURGA OM KARENA LU EMANG KAGA PERNAH DAPAT PENCERAHANA AGAMA SAMA SEKALI OM
      Comment by ngga ngerti — May 10, 2008 @ 10:25 am | Edit This

      13. amrul Says:
      July 10, 2008 at 3:39 pm   edit
      iya memng benar bahwa yesus akan menampakan dirinya
      dia datang dari sebuah bukit yang diaman sebelum penampakannya
      berhamburlah terang benderang dari satu titik, kemudian sesosok dengan rambut terurai sambil berkata ” TIADA KEMILAU SEINDAH SUNSILK “,..

      14. anang Says:
      July 27, 2008 at 12:00 am   edit
      Memang orang yahudi&nasrani sampai kapanpun tidak akan rido akan kebenaran Islam, karna sudah di Nas dalam al-Qur’an. “tidak akan rido orang Yahudi & nasrani kepada kita (Islam) keculi kita ikut agama mereka”.
      Jadi:
      1. bagi orang Muslim yg kurang tau masalah Agama Islam ayo belajar mumpung masih banyak para Ulama (Pesantren) jangan hanya belajar (sekolah) duniawi saja yg diurus, karena setelah mati akan kehidupan yg abadi.
      2. bagi orang nasrani&yahudi, silahkan pelajari terus, gali terus, tela’ah terus al-kitabnya Insya Alloh dari sana kebenaran ISLAM akan anda temukan, seperti yg telah dilakukan Bpk Dawud.
      3. Untuk Anda yg serius mau memperdalam Agama Islam dan anda yang ragu akan kebenaran Agama Islam silahkan anda datang ke Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ Kp. Ciendog Rt.03/07 Desa Kertajaya Ciranjang Cianjur Jawa Barat.
      trimakasih.

      15. anang Says:
      July 27, 2008 at 12:14 am   edit
      Menanggapi pertanyaan,
      ” gw seorang suku pedalaman yg ga kenal agama, tapi gw sayang ma ortu dan sodara2 sesuku gw, gw ngga nyuri karna dilarang ortu gw…… gitu seterusnya sampai gw mati tanpa ada seorangpun yang datang ngasih pencerahan agama(yang anda bilang tiket ke sorga)…..yg jadi pertanyaaanya gw masuk sorga apa neraka????? ato dimana???? ”
      Gini coy,
      Jika dari daerah kamu sangat jauh dari ulama (skitar 2 marhalah/100 km)dan anda sudah berusaha maximal untuk mencarinya tetapi nihil, itu anda termasuk orang yang “tidak tahu yg diampuni” (Isya Alloh Masuk Sorga)kalo istilah bahasa Sunda “Bodoh ma’dur”.
      tapi untuk zaman sperti ini sudah ga laku lagi, karna dimana-mana stiap jengkalpun sudah banyak para Ustad asalkan anda tidak malas untuk bertanya dan belajar.

      16. meeko Says:
      September 16, 2008 at 11:41 am   edit
      @anang
      iya ustad emang dimana-mana,termasuk ryan mutilator tuh tau bener sampe ngajarin ngaji segala…itulah aku takut salah tanya ujung2nya disodomi lagi trus dibeleh hiiiiii

      17. erzal Says:
      September 17, 2008 at 3:38 am   edit
      Ryayn dulunya pernah ngajarin ngaji …..tapi pfofesi itu sudah lama ditinggalkannya….

      18. fisika mencari Tuhan Says:
      March 6, 2009 at 4:09 am   edit
      kalau kalian berdebat dengna dasar historis tekstualiis..
      ga da yang dapat mengalah..
      ini neh pengalaman pribadiku.
      aku punya teman yang aktif di gereja.
      (Aku sendiri islam).
      dia pernah bilang suatu saat nanti fisikalah yang akan membuktikan kebenaran ajaran Tuhan..
      jika suatu saat nanti ditemukan koloni di luar bumi, apakah semua ajaran gereja adalah benar???
      hal ini tidak berlaku bagi islam yang memang sejak awal udah dicap Tuhan sebagai agama terakhir yang berlaku di sekuruh jagat raya..
      ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!

      19. fisika mencari Tuhan Says:
      March 6, 2009 at 4:13 am   edit
      apakah alien yang bukan keturunan Adam ikut menanggung dosa Adam juga????
      absurd!!!
      jadi alien boleh ga punya agama donk???
      trus mereka masuk mana???
      bisakah mereka disamakan dengna jin???

      20. massrudy Says:
      March 18, 2009 at 5:32 am   edit
      sangat melelahkan untuk dibaca.
      Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus. Berikut ini kami suguhkan kebohongan fundamental ajaran Paulus terhadap ajaran Yesus dalam GALATIA:
      1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
      1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
      1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
      1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
      1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
      1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
      1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
      1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
      1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
      1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
      1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
      1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
      1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
      1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
      1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
      Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental kebohongan Paulus:
      1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat 12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2!
      2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik, Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa bukti, dan mengada2! Silahkan baca: Misi Kerasulan Yesus!
      3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya dan “dibantai” di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu, siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri ditolak? Benar2 isapan jempol!
      Terlalu jelas, bagaimana Paulus mengada2kan sendiri ajarannya dengan mengaku2 menjadi rasul yang diutus oleh Yesus. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa seluruh ajaran Paulus ini bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus, yakni menegakkan hukum Taurat dengan menggenapinya dengan Kitab Suci Injil. Berikut pernyataan Yesus menurut MATIUS:
      5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
      5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
      5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
      Menurut ayat2 di atas, Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Bahkan, Yesus mengancam kepada umat Israel, jika kehidupan agama mereka tidak lebih baik dari ahli2 Taurat dan orang2 Farisi, mereka tidak akan masuk kerajaan surga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang selalu menentang dan mencari2 kesalahan Yesus, karena mereka menolak kerasulan Yesus.
      Untuk mempersingkat, berikut ini kami suguhkan beberapa kebohongan ajaran Paulus yang nyata2 bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus:
      1. KEBOHONGAN PAULUS 1: Yesus adalah Tuhan.
      1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
      Menurut ayat karangan Paulus di atas, Yesus adalah Tuhan. Padahal, Yesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Yesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel. Silahkan baca: Bantahan Ketuhanan Yesus 1.
      ULANGAN 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
      MATIUS 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
      MARKUS 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
      12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
      YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
      2. KEBOHONGAN PAULUS 2: Sunat tidak penting.
      GALATIA 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
      1 KORINTUS 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
      Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum2 Allah. Hukum2 Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini?
      Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki2. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Yesus pun disunat (LUKAS 2:21).
      KEJADIAN 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
      3. KEBOHONGAN PAULUS 3: Salib menebus dosa.
      GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
      Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Yesus berikut ini:
      YEHEZKIEL 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
      MARKUS 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14).
      Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak2 yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang paling ngawur!
      4. KEBOHONGAN PAULUS 4: Segala sesuatu halal.
      1 KORINTUS 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
      Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk2an di negara2 Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (IMAMAT 20:1-27 dan ULANGAN 22:13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (IMAMAT 10:9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (IMAMAT 11:1-47 dan ULANGAN 14:3-21); Tuhan mengharamkan darah (IMAMAT 17:12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (IMAMAT 15:1-34); Laki2 yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (IMAMAT 15:16-18); Tuhan mengharamkan riba (ULANGAN 23:19-20); Yesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (MATIUS 5:30; 18:8 dan MARKUS 9:43,45); Yesus memerintahkan cungkil mata bagi laki2 yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47); Yesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (YOHANES 8:7); dan lain-lain.
      DAN LAIN SEBAGAINYA..
      Wassalaam.

      21. massrudy Says:
      March 18, 2009 at 5:34 am   edit
      Perlu diketahui bahwa ketika Yesus diutus, wilayah Palestina itu di bawah dominasi/koloni Kerajaan Romawi, yang di dalamnya juga banyak orang Yunani. Nah, ketika Yesus disalib, berita penyalibannya itu menyebar ke seluruh penjuru Timur Tengah hingga daratan Eropa (terutama Yunani). Banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tentang Yesus itu. Bukan sastrawan Yunani dan Romawi saja, tetapi juga ada sastrawan dari Timur Tengah sendiri. Terbukti ditemukannya 45 injil tentang Yesus (41 apokrif dan 4 kanonik). Hanya saja waktu itu pengaruh kekuasaan Romawi begitu kuat, sehingga hanya 4 injil saja yang diakui oleh Gereja Kristen Awal sebagai kanon Perjanjian Baru. Ke-4 injil Kristen ini banyak mengutip ayat2nya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri, dan sudah terbukti kebusukannya (Baca: Distorsi Kanonik, Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes).
      Dalam Perjanjian Baru banyak terdapat kata “Bapa”, “Anak”, dan “Roh Kudus”. Kata2 ini sebenarnya dikutip oleh para pengarangnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, karena di Perjanjian Lama sendiri kata2 tersebut juga banyak dijumpai. Hanya saja orang2 Yahudi tidak mempertuhankan manusia dan Roh Kudus, tidak seperti Kristen yang lebih sesat itu.
      Adapun mengenai penuhanan terhadap Yesus dan Roh Kudus, yang tergabung dalam konsep Trinitas, sesungguhnya merupakan karangan tokoh2 Gereja Kristen Awal Kemudian yang dipelopori oleh Paulus Tarsus untuk menyesatkan umat manusia. Dan gagasan tentang konsep Trinitas ini sesungguhnya merupakan adopsi dari ajaran2 Trinitas yang sangat populer pada saat itu, yaitu:
      1. Ajaran Trinitas di Mesir: Iziris, Auzuris, dan Huris.
      2. Ajaran Trinitas di India: Brahma, Wisynu, dan Syiwa.
      3. Ajaran Trinitas di Yunani: Zeus, Poseidon, dan Pedos.
      4. Ajaran Trinitas di Romawi: Jupiter, Nipton, dan Pluton.
      Jadi, injil2 yang ada dalam Alkitab sekarang itu jauh lebih banyak bohongnya ketimbang apa yang sebenarnya dialami oleh Yesus/Nabi Isa as sendiri. Banyak sekali pernyataan2 Yesus yang sebenarnya merupakan karangan dari sastrawan Yunani dan Romawi tersebut.
      Terlalu mudah untuk membuktikan kebohongan injil ini. Di satu sisi, ia banyak mengutip nubuat Perjanjian Lama (yang sebenarnya melenceng semua), tetapi di lain pihak ia juga banyak pertentangannya dengan Perjanjian Lama itu sendiri. Karena para pengarang injil tampaknya lebih menonjolkan gagasan2nya ketika mengarangnya, sehingga tidak benar2 menguasai Perjanjian Lama, akibatnya banyak ayat injil yang tidak sinkron dengan Perjanjian Lama yang mereka jadikan salah satu rujukannya itu.
      Wassalaam.
      22. massrudy Says:
      March 18, 2009 at 5:35 am   edit
      Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan “mendekati orisinal” tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain:
      1. REVISI KITAB MATIUS:
      2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea.
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “Orang Nazorea” menjadi “Orang Nazaret” tanpa dasar yang jelas)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
      2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur
      Versi Greek Stephanos 1550 M:
      2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.
      Versi Wycliffe New Testament:
      2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.
      Versi New American Bible:
      2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, “He shall be called a Nazorean.”
      Versi New Revised Standard Version:
      2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, “He will be called a Nazorean.”
      Catatan:
      Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan “Yesus dari Nazaret” (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan “Yesus, orang dari Nazaret” (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H – 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC – 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan.
      Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).
      Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa “Orang Nazorea” (atau “Orang Nazarene”) dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.
      Lebih jauh, nubuat yang “dikutip” Matius tentang “Orang Nazorea” di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang “dikutip” yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan!
      2. REVISI KITAB MATIUS:
      19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
      19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
      19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya.
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “Guru yang baik” menjadi “perbuatan baik” dan menghilangkan kata “Tuhan” yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting?
      19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments.
      Versi King James 1611 M:
      19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life?
      19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.
      3. REVISI KITAB MATIUS:
      4:15 “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      4:15 “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “yang dihuni orang-orang non Yahudi” menjadi “wilayah bangsa-bangsa lain” untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles:
      Versi King James 1611 M:
      The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles;
      Catatan:
      Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa “pelbagai umat” dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi “orang-orang non Yahudi” dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7.
      4. REVISI KITAB MATIUS:
      12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa
      12:21 Dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non Yahudi
      12:21 Dan kepada-Nyalah orang-orang non Yahudi akan berharap.”
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “orang-orang non Yahudi” menjadi “bangsa-bangsa” untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
      12:21 And in his name the Gentiles shall hope.
      Versi King James 1611 M:
      12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles.
      12:21 And in his name shall the Gentiles trust.
      Catatan:
      Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa “bangsa-bangsa” dan “segala pulau” dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi “orang-orang non Yahudi” dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10.
      5. REVISI KITAB YOHANES:
      2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): “Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba.”
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “perempuan” menjadi “ibu”, agar lebih sopan)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come.
      Versi King James 1611 M:
      2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
      6. REVISI KITAB 1 SAMUEL:
      6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh lima puluh ribu tujuh pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya.
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah “50.070″ menjadi “70″ saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they had seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter.
      Versi King James 1611 M:
      6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter.
      7

    • erzal 2:58 am on 23/03/2009 Permalink | Reply

      7. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
      17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      17:25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Israel yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab.
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “Israel” menjadi “Ismael” untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 2:17)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
      17:25 Amasam vero constituit Absalom pro Ioab super exercitum Amasa autem erat filius viri qui vocabatur Iethra de Hiesreli qui ingressus est ad Abigail filiam Naas sororem Sarviae quae fuit mater Ioab
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      17:25 Now Absalom appointed Amasa in Joab’s stead over the army: and Amasa was the son of a man who was called Jethra, of Jezrael, who went in to Abigail the daughter of Naas, the sister of Sarvia who was the mother of Joab.
      Versi King James 1611 M:
      17:25 And Absalom made Amasa captain of the host instead of Joab: which Amasa was a man’s son, whose name was Ithra an Israelite, that went in to Abigail the daughter of Nahash, sister to Zeruiah Joab’s mother.
      8. REVISI KITAB 2 SAMUEL:
      24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau…
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: “Akan datangkah menimpa engkau tujuh tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau…
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “tujuh” menjadi “tiga” untuk menghilangkan kontradiksi dengan Kitab 1 Tawarikh 21:12)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      24:13 And when Gad was come to David, he told him, saying: Either seven years of famine shall come to thee in thy land: or thou shalt…
      Versi King James 1611 M:
      24:13 So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine shall come to thee in thy land? or wilt thou…
      9. REVISI KITAB LUKAS:
      3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa “menurut anggapan orang” untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      3:23 And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who was of Mathat,
      Versi King James 1611 M:
      3:23 And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
      Catatan:
      Kata-kata yang terdapat di dalam tanda kurung merupakan tambahan dari penerjemah!
      10. REVISI KITAB LUKAS:
      24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      24:42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng dan sebuah sarang madu.
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia menghilangkan frasa “dan sebuah sarang madu” tanpa alasan yang jelas)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      24:42 And they offered him a piece of a broiled fish and a honeycomb.
      Versi King James 1611 M:
      24:42 And they gave him a piece of a broiled fish, and of an honeycomb.
      11. REVISI KITAB 2 KORINTUS:
      12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi–kamu katakan–dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia menambah frasa “kamu katakan” untuk menciptakan persepsi baru bagi umat Kristen)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      12:16 But be it so: I did not burthen you: but being crafty, I caught you by guile.
      Versi King James 1611 M:
      12:16 But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.
      12. REVISI KITAB YOHANES:
      13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
      13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      13:13 Kamu menyebut Aku kepala (guru) dan tuan, dan katamu itu tepat, sebab begitulah Aku.
      13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah tuan dan kepala (guru)-mu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
      (Para penerjemah Alkitab Indonesia menerjemahkan kata “lord” atau “master” sebagai “Tuhan” agar seolah-olah Yesus adalah Tuhan, padahal arti kata-kata tersebut bersifat relatif: kepala, tuan, pemimpin, redaktur, sri paduka raja, dan lain-lain)
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
      13:13 You call me Master and Lord. And you say well: for so I am.
      13:14 If then I being your Lord and Master, have washed your feet; you also ought to wash one another?s feet.
      Versi King James 1611 M:
      13:13 Ye call me Master and Lord: and ye say well; for so I am.
      13:14 If I then, your Lord and Master, have washed your feet; ye also ought to wash one another’s feet.
      Versi New American Bible:
      13:13 You call me ‘teacher’ and ‘master,’ and rightly so, for indeed I am.
      13:14 If I, therefore, the master and teacher, have washed your feet, you ought to wash one another’s feet.
      Catatan:
      Kata “Lord” dalam Perjanjian Lama memang dapat diterjemahkan sebagai “Tuhan” atau “God”, namun maknanya juga bisa bervariasi. Tetapi dalam konteks ini ia tidak tepat diterjemahkan sebagai “Tuhan”. Sesungguhnya, terjemahan yang tepat untuk kata “Lord” dalam konteks ayat di atas adalah “tuan” bukan “Tuhan”! Bukti-buktinya dapat dilihat di bawah ini:
      1 Petrus 3:6. sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya (his Lord). Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.
      Mazmur 82:6. Aku sendiri telah berfirman: “Kamu (umat Israel) adalah Allah (God), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.
      Mazmur 110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Lord) kepada tuanku (my lord): “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”
      Keluaran 7:1. Berfirmanlah TUHAN (Lord) kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (God) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
      Sekali lagi, Yesus adalah pemimpin/tuan, bukan Tuhan, hal ini dapat dibuktikan dengan pernyataan Yesus lainnya, yang sama-sama ditulis oleh penulis yang sama:
      Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
      Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.
      Jika Yesus adalah Tuhan, maka seharusnya pernyataan Yesus di atas adalah sebagai berikut:
      Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa kamu (umat Israel) mengenal Aku, satu-satunya Allah (God) yang benar, dan mengenal Paulus Tarsus yang telah Aku utus.
      Yohanes 5:30 Aku dapat berbuat apa saja dari diri-Ku sendiri, Aku menghakimi sesuai dengan apa yang kamu (umat Israel) kerjakan, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku berkehendak atas segala sesuatu dari diri-Ku sendiri.
      [QS. 19:30. Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.]
      Lebih jauh, dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata “lord” yang menunjuk kepada Yesus, diterjemahkan sebagai “Tuhan”. Benar-benar buat-buatan!
      13. REVISI NAMA “ELOHIM” DAN “JAHWEH”:
      Dalam versi Alkitab Indonesia, seluruh kata “Elohim” dan “Jahweh” dalam Perjanjian Lama, masing-masing diterjemahkan sebagai “Allah” dan “Tuhan Allah” (atau “Tuhan” saja), padahal “Elohim” dan “Jahweh” adalah nama-nama Tuhan yang sebenarnya dari umat Yahudi Israel yang menunjukkan kekhasan dari suku-suku tertentu di Israel (Kerajaan Israel utara dan selatan). Mengapa seenaknya dirubah? Berikut contoh-contohnya:
      Kitab Kejadian versi Alkitab Indonesia:
      1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
      2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,
      Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”:
      1:1. Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi.
      2:4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Jahweh menjadikan bumi dan langit,
      Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
      Versi The Darby Translation:
      2:4 These are the histories of the heavens and the earth, when they were created, in the day that Jehovah Elohim made earth and heavens,
      Versi World English Bible:
      2:4 This is the history of the generations of the heavens and of the earth when they were created, in the day that Yahweh God made earth and the heavens.
      DAN LAIN SEBAGAINYA.
      Begitu mudahnya firman Tuhan dalam Alkitab ditambah, dikurangi, dihilangkan, dan dirubah semaunya sendiri !!!
      Wassalaam.

      1. massrudy Says:
      March 18, 2009 at 5:39 am   edit
      QURBAN & KEBUSUKAN TAURAT-ISRAEL !!!
      Judul di atas sengaja disuguhkan untuk membuktikan bahwa “Taurat” yang sekarang adalah Taurat yang sudah dirombak oleh tangan2 Bani Israel. Namun demikian, di sini hanya disuguhkan 2 contoh saja, sekedar untuk membuktikan bahwa “Taurat” sekarang sudah benar2 dirubah dan ditambah!
      Sebelum masuk pada pembahasan ini, ada baiknya kita lihat dulu Kitab Kejadian berikut ini:
      16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
      21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
      25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia (Abraham) dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,
      Dalam Kejadian 16, Ismail lahir ketika Abraham berumur 86 tahun. Sedangkan dalam Kejadian 21, Ishak lahir ketika Abraham berumur 100 tahun. Ini berarti selisih umur antara Ismail dan Ishak adalah 14 tahun.
      Dalam Kejadian 25, Ismail dan Ishak secara bersama2 menguburkan bapaknya, Abraham.
      Sekarang marilah kita lihat pembahasan berikut ini:
      1. Peristiwa Terbentuknya Sumur Zam-Zam.
      Menurut catatan Alkitab dalam Kitab Kejadian 21:8-13, setelah menyapih Ishak, yang berarti Ismail berusia sekitar 16 tahun, Sarah cemburu dengan Ismail ketika melihat ia bermain bersama Ishak. Kemudian, ia meminta agar Abraham membuang Hagar dan Ismail. Abraham konon merasa tertekan dengan permintaan ini, tetapi Allah meyakinkan Abraham bahwa ia harus mengikuti permintaan Sarah. Kisah Alkitab kemudian dilanjutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:
      “Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah dia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan peganglah erat-erat dengan tanganmu, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.” (Kejadian 21:14-19 – DRB 1582 & KJV 1611).
      Dalam kutipan di atas, cetak biru ditambahkan untuk frasa2 kunci yang mengilustrasikan kemustahilan catatan Kitab Kejadian mengenai Ismail yang berusia 16 tahun pada saat itu. Hagar dengan berbagai cara harus memperlakukan Ismail dengan cara:
      – meletakkan Ismail, roti dan sekirbat air di atas bahunya
      – membuang Ismail ke bawah semak-semak (membaringkannya)
      – mengangkat Ismail dari tempat ia terbaring dan memegang erat2 Ismail dengan tangannya.
      Tindakan Hagar di atas, tidaklah pantas dilakukan untuk anak berusia 16 tahun. Tetapi tindakan tersebut mungkin saja dilakukan terhadap seorang balita yang belum disapih dan belum bisa berjalan. Padahal sebelumnya, Ismail sudah bisa bermain bersama dengan Ishak, yang berarti Ismail sudah besar dan sudah bisa berlari2.
      Perhatikan juga nama tempat yang tertulis dalam Taurat adalah Bersyeba, padahal peristiwa tersebut terjadi di lembah Baka/Mekah. Tidak ada bukti sama sekali bahwa peristiwa tersebut terjadi di Bersyeba (Palestina dan sekitarnya), tetapi bukti2 itu justru dapat dilihat di Baka/Mekah, yaitu Bukit Shafa dan Marwah, dan Sumur Zam-Zam. Oleh karena Ismail, semenjak diungsikan hingga wafatnya adalah di kota Baka/Mekah.
      Ketika itu, Ismail memang masih bayi yang baru beberapa hari dilahirkan. Untuk menghindari kecemburuan Sara, istri pertama Abraham, Allah memerintahkan Abraham untuk mengungsikan Ismail dan ibunya, Hagar, ke lembah Baka/Mekah. Sesampainya di lembah Baka/Mekah, Abraham diperintahkan oleh Allah untuk kembali ke Palestina (Kanaan) menemui Sara dan meninggalkan Ismail dan Hagar di lembah tersebut. Beberapa saat kemudian, Ismail menangis kehausan dan segala persediaan sudah habis. Hagar pun harus mondar mandir antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7 kali untuk mencari air dan tidak pula ia dapatkannya. Atas pertolongan Allah melalui malaikat Jibril, tiba2 muncullah mata air yang deras dari bawah kaki Ismail, dan Hagar pun berteriak kegirangan, “Zam Zam, Zam Zam!” Oleh karena itu, mukjizat Nabi Ismail ini sekarang dikenal sebagai Sumur Zam-Zam.
      Indikasi peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di Baka/Mekah ini masih dapat ditemukan dalam Kitab Mazmur berikut ini:
      84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
      84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
      Jelas sekali bahwa kisah di atas merupakan salah satu bukti telah terjadinya perombakan di dalam Taurat. Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti bayi yang masih berumur 2 bulanan. Perombak Taurat tampaknya ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, oleh karena Ishak baru saja disapih yang berarti usianya sekitar 2 tahunan, sementara Ismail masih bayi (padahal usia Ismail sekitar 16 tahunan). Dengan demikian, perombak Taurat dapat mengarang kisah selanjutnya di bawah ini.
      2. Kisah Penyembelihan dan Penyebutan Ishak sebagai Anak Tunggal.
      Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.” Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. (Kejadian 22:1-13).
      Dalam kisah di atas, terdapat 2 kejanggalan besar, yaitu:
      1. Ishak disebut sebagai anak tunggal Abraham, padahal Ishak adalah adik Ismail.
      2. Usia Ishak baru saja disapih, tapi diperlakukan seperti anak berusia 16 tahun ketika akan disembelih Abraham. Silahkan periksa kembali Kejadian 21 di atas. Di sana Ismail yang berusia 16 tahun diperlakukan seperti anak yang baru berumur 2 bulanan. Dengan dasar ini, perombak Taurat ingin menunjukkan seolah2 Ishaklah kakak Ismail, karena Ishak baru saja disapih sementara Ismail masih bayi. Karenanya, mereka dengan konyol menyebut Ishak sebagai anak tunggal Abraham. Padahal, bukti2 Alkitab sendiri sudah jelas, bahwa Ismail adalah kakak Ishak!
      Kejanggalan2 di atas tampaknya diakibatkan oleh banyaknya tangan2 Bani Israel yang turut merombak, sehingga antara pasal yang satu dengan yang lain kelihatan tidak ada kesesuaian. Sangat mungkin, ketika mengumpulkan Taurat, mereka tidak meneliti sedemikian jauh sehingga kejanggalan itu tetap saja terlihat dengan jelas.
      Umat Yahudi dan Kristen menganggap penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Abraham adalah karena Ishak merupakan anak dari istri yang sah, yaitu Sara. Padahal, dalam Kitab Kejadian 16:3 dikatakan bahwa Abraham mengambil Hagar sebagai istrinya. Ini berarti, Hagar juga adalah istri sah Abraham. Suatu alasan yang tidak masuk akal! Sesungguhnya, alasan tersebut sengaja dibuat oleh Bani Israel oleh karena mereka iri/dengki bahwa yang menjadi penerus agama samawi, sebagaimana masih dapat terlihat dengan jelas dalam “Taurat dan Injil”, adalah keturunan Ismail (Muhammad).
      Dalam kisah versi Taurat di atas, peristiwa penyembelihan itu terjadi di Moria, padahal peristiwa tersebut sebenarnya terjadi di Mina.
      Sekarang, marilah kita lihat kisah penyembelihan Ismail menurut Al-Qur’an (QS. 37:102-112):
      [102] Maka tatkala anak itu (Ismail) sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
      [103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
      [104] Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
      [105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
      [106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
      [107] Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
      [108] Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
      [109] (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.
      [110] Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
      [111] Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
      [112] Dan Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan kelahiran Ishak, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
      Lihat ayat 102, memang tidak tersebut nama Ismail, mungkin ini disebabkan oleh begitu populernya Ismail di Mekah pada saat itu. Sebut saja, adanya situs2 peninggalan Ismail berupa kuburan Ismail, Ka’bah, Hijir Ismail, Sumur Zam-Zam, dan Bukit Shafa dan Marwah, serta situs peninggalan Ibrahim, maqam Ibrahim. Tapi identifikasi Ismail ini tidak diragukan lagi, oleh karena pada ayat 112, Ishak baru dilahirkan. Jadi, anak tunggal pada waktu penyembelihan itu adalah ISMAIL, bukan Ishak sebagaimana tertulis dalam “Taurat” sekarang.
      Perlu diketahui juga bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Perhatikan Firman Allah berikut ini (QS. 3:67-71):
      [67] Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Kristen, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”
      [68] Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.
      [69] Segolongan dari Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
      [70] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
      [71] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang batil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?
      Lihat ayat 67, bahwa Ibrahim (Abraham) bukanlah seorang Yahudi ataupun Kristen. Bagi orang awam mungkin kelihatan aneh. Bagaimana mungkin Abraham disebut Yahudi ataupun Kristen sementara Yehuda dan Yesus belum lahir? Ayat di atas diturunkan sekaligus untuk memberi jawaban kepada golongan Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) pada waktu itu yang mengklaim Abraham sebagai golongan mereka (hingga sekarang).
      Lihat juga ayat 68, bahwa nabi yang paling dekat dengan Ibrahim adalah Nabi Muhammad. Karena hanya umat Muhammad-lah yang senantiasa memuliakan nabi Ibrahim (Sholawat Nabi dalam setiap sholat).
      Wassalaam.

      2. massrudy Says:
      March 18, 2009 at 5:40 am   edit
      KEMUSTAHILAN AYAT-AYAT TUHAN DALAM ALKITAB
      Berbagai kemustahilan ayat-ayat yang konon difirmankan oleh Tuhan dalam Alkitab, antara lain disuguhkan di bawah ini:
      1. KITAB BILANGAN: Seekor keledai berbicara.
      22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.
      22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”
      22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.”
      (Perhatikan, Bileam sama sekali tidak terkejut mendengar keledainya berbicara kepadanya)
      2. KITAB IMAMAT: Kelahiran anak perempuan mempunyai masa nifas dua kali lebih banyak.
      12:2 “Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki, maka najislah ia selama tujuh hari. Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.
      12:3 Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.
      12:4 Selanjutnya tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
      12:5 Tetapi jikalau ia melahirkan anak perempuan, maka najislah ia selama dua minggu, sama seperti pada waktu ia bercemar kain; selanjutnya enam puluh enam hari lamanya ia harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas.
      (Masa nifas untuk kelahiran anak perempuan dua kali lebih banyak dari pada anak laki-laki?)
      3. KITAB HAKIM-HAKIM: Samgar membunuh 600 orang dengan sebuah tongkat penghalau lembu.
      3:31. Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel.
      (Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
      4. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson membunuh 1000 orang dengan tulang rahang keledai.
      15:15 Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu.
      15:16 Berkatalah Simson: “Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul.”
      (Firman Tuhan atau kesombongan orang Israel?)
      5. KITAB WAHYU: Seekor macan tutul berkepala tujuh.
      13:1. (12-18) Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. (13-1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
      13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
      (Firman Tuhan atau dongeng?)
      6. KITAB 2 RAJA-RAJA: Memakan tahi dan meminum air kencing (lihat juga Yesaya 36:12).
      18:26 Lalu berkatalah Elyakim bin Hilkia, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: “Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok.”
      18:27 Tetapi juru minuman agung berkata kepada mereka: “Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?”
      (Niscaya tubuh mereka menjadi semakin sehat setelah memakan tahi dan meminum air kencing)
      7. KITAB MALEAKHI: Kotoran hewan pada muka para imam.
      2:1. Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
      2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.
      2:4 Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman TUHAN semesta alam.
      (Hah? Tuhan akan melempar kotoran ke muka para imam?)
      8. KITAB YEHEZKIEL: Memakan roti dengan tahi.
      4:12 Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya di atas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.”
      4:13 Selanjutnya TUHAN berfirman: “Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana.”
      4:14 Maka kujawab: “Aduh, Tuhan ALLAH, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; lagipula tak pernah masuk ke mulutku ini daging yang sudah basi.”
      4:15 Lalu firman-Nya kepadaku: “Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.”
      (Berani coba firman Tuhan ini?)
      9. KITAB HAKIM-HAKIM: Simson berhubungan sex dengan pelacur di Gaza.
      16:1. Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia.
      (Firman Tuhan atau buku sex?)
      10. KITAB RUT: Rut tinggal bersama sebagai suami-istri dengan Boaz di tempat pengirikan.
      3:6. Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.
      3:7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.
      3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
      3:9 Bertanyalah ia: “Siapakah engkau ini?” Jawabnya: “Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami.”
      3:10 Lalu katanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
      3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.
      3:12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.
      3:13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi.”
      3:14. Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: “Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan.”
      (Firman Tuhan atau buku sex?)
      11. KITAB 1 RAJA-RAJA: Daud (kakek Yesus) tidur dengan perawan yang masih muda.
      1:1. Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin.
      1:2 Lalu para pegawainya berkata kepadanya: “Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas.”
      1:3 Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja.
      (Kalau yang ini kayaknya perlu dicoba.)
      12. KITAB MATIUS: Roh Allah seperti burung merpati (lihat juga Markus 1:10; Lukas 3:22; Yohanes 1:32; Yesaya 60:8).
      3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
      (Betapa mustahilnya ayat di atas. Roh Allah seperti burung merpati? Akankah kita percaya pada bualan begitu saja?)
      13. KITAB MATIUS: Bangkitnya orang-orang mati gara-gara gempa bumi.
      27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
      27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
      27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
      27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
      (Siapa yang bersaksi atas bualan Matius di atas? Hah, orang-orang kudus pada bangkit dari kuburan gara-gara gempa bumi? Lalu mereka masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada orang banyak? Hiiiiii takuuuuut..!)

      3. Isak Says:
      March 19, 2009 at 9:56 am   edit

      massrudy Says:
      KEMUSTAHILAN AYAT-AYAT TUHAN DALAM ALKITAB
      1. KITAB BILANGAN: Seekor keledai berbicara.
      22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.
      22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”
      22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.”
      (Perhatikan, Bileam sama sekali tidak terkejut mendengar keledainya berbicara kepadanya)
      Heran gua, orang islam ngomong kok ngak nyadar. Kayaknya sejak gua SD diceritain kalau nabi sulaiman bisa ngomong sama semua hewan.
      Bahkan ada cerita lagi yang lebih seru, yaitu katanya cicak adalah hewan yang dihormati oleh islam karena cicak pernah menolong suatu nabi (ngak tahu sulaiman atau bukan nabinya), tapi yang jelas hewan (cicak) kok diberhalain.

      4. hellion Says:
      March 22, 2009 at 4:12 pm   edit
      Lo gak baca? Yang ngomong itu keledai tau! Bukan orangnya. Dasar jackass!

    • johan 10:51 am on 25/04/2009 Permalink | Reply

      ko bisa ya ngaku suci tp dibelakangnya berzina sepanjang hari. enak ya ngaku gak punya istri tapi gonta ganti lubang vagina huuuuuu

    • alo 1:19 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

      kalau agamanya budha atau hindu maka bacalah kitab weda atau tripitaka. ente tidak akan mengerti alkitab kalau bukan Kristen sungguh. karena pengertian berasal dari atas bukan dari akal ente. mana mungkin saya kristen beriman kepada alquran.

    • alo 1:23 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

      kalau seorang Kristen berpindah agama lain ya tentu orang tersebut tidak dapat tahan menghadapi godaan dunia. karena hal ini hanya dapat diukur secara batiniah atau iman. bukan lahiriah. tapi umat kristen tidak boleh mengutuk saudaranya pindah agama. melainkan mendoakannya terus untuk kembali ke imannya semula.

    • alo 1:27 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

      ungkapan logika ente. itu sudah ada sebelum tahun 600M. ungkapan-ungkapan ente-ente sudah terlambat. karena para sekte anti paulus sebelum tahun 600M sudah mengatakannya. anti paulus sama dengan anti salib dan anti konsili. sejarah gereja dan sejarah pra agama ente yang menyatakan.

    • erzal 6:59 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

      tuk alo …ini bukan perkara anti menganti ini perkara kebenaran dan kesesatan,….kristen udah sesat dg ajaran doma trinitas dan penuhanan yesus dsb…

    • alo 3:11 pm on 04/05/2009 Permalink | Reply

      ya kalau tidak suka dengan ajaran paulus ya anti namanya. bung erzal sebaiknya terima saja keputusan konsili efesus, nicea, dan calsedon. kan kejadiannya sebelum tahun 620M. jangan ikut Arius dan nestorius (pendeta gereja persia) dan pengikut mereka yang dikutuk oleh keputusan konsili.
      ya memang saya menyayangkan soal kutukan konsili. yang mengakibatkan sebagian umat kristen di imperium persia seperti ditolak sebagai kristen. kejadiannya itu sebelum tahun 620M. peristiwa memuncak dan kacau ketika mendekati tahun 620M. saya baca sejarah bapak Hekal
      persoalannya adalah tentang dokma Trinitas dan penuhanan Yesus. seperti yang bung katakan.
      tapi semuanya tidak terlepas dari pengaruh yahudi yang sejak tahun 135M tinggal di bagian timur sampai tahun 640M. karena tidak suka dengan imperium romawi.
      persoalan dogma trinitas merupakan senjata untuk mengacaukan.
      buktinya salah satu sekretaris terdekat yang ngajarin bahasa ibrani. wa jangan-jangan ada apa-apa. tapi saya tidak mau menuduh yang bukan-bukan pada sekretaris yang tadinya agama yahudi itu.

    • alo 3:29 pm on 04/05/2009 Permalink | Reply

      ya begitulah bagimu agamamu yang terbaik dan bagiku agamaku yang terbaik. saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang maha kuasa yang rela menjadi manusia seolah-olah lebih rendah dari malaikat di sorga. rela dilahirkan di kandang, rela dibaptis oleh yohanes walaupun yohanes mengatakan ia tidak layak, rela digoda oleh iblis untuk memberi teladan bagi manusia bagaimana menghadapi godaan, rela berdoa padahal Ia adalah maha kuasa, rela sengsara sesuai nubuat para nabi, rela mengucapkan firman pemazmur daud ” eli eli lama sabaktani. rela mati dan bangkit sebagai korban penghapus dosa berdasarkan taurat.
      bagi agama yahudi tentu tidak mau terima dengan penjelasan ini. karena bagi agama yahudi bahwa Allah ada di yerusalem sehingga harus berdoa berkiblat ke Yerusalem. jadi bagi agama yahudi tidak mungkin Allah menjadi manusia karena Allah terbatas dan tidak punya kuasa seperti itu dan tidak punya keikhlasan atau kerelaan. itulah konsep Allah umat Kristiani. konsep Allah bagi umat yahudi di jaman Yesus dan rasul-rasul termasuk paulus adalah konsep Allah yang terpengaruh oleh filsafat logika yang disebarkan sebelumnya oleh Alexander agung yang terakhir berkuasa di persia. kayaknya dekat dengan…..

    • kupret 10:09 am on 17/05/2009 Permalink | Reply

      nah satu lg blok sesat seperti ini yg serupa dengan FF, sial loe.

    • alo 4:13 pm on 22/05/2009 Permalink | Reply

      jangan marah dong bung kupret. jangan tersinggung. gue tidak bermaksud menghina atau menghujat. itu tidak baik. maksud gue adalah terciptanya dialog yang adem dan tanpa menghina

      bagaimana mencari solusi atau jawaban supaya nggak penasaran

    • massrudy 1:50 pm on 26/06/2009 Permalink | Reply

      Rupanya orang2 nasrani masih blm sadar dan terbuka pikirannya yang dungu…………?????????????

    • YAYAT S JAYASANTIKA 7:13 am on 04/06/2010 Permalink | Reply

      040610, YS M DIN WAWAN / ST HABIBAH

    • PUTU WELLA 12:43 am on 30/04/2011 Permalink | Reply

      KALIAN SALING BERDEBAT MENGENAI AGAMA, KEPERCAYAAN, IMAN DLLLLL. SAMPAI MENGHUJAT, MENDAMPRAT DENGAN KATA-KATA KASAR BAHKAN KALAU LAWAN DEBATMU ADA DI DIPANMU MUNGKIN BISA SAJA KAU TAMPAR, PUKUL ATAU DIBUNUH.
      SEKARANG JALANILAH APA YANG KALIAN MASING-MASING PERCAYAI
      DAN BUKTIKAN NANTI KALAU KITA SEMUA SUDAH MATI, IMAN SIAPA YANG BENAR.
      KALIAN SALING DAMPRAT, SALING MENGHINA, SALING MENGUTUK, BAHKAN ADA YANG SAMPAI SALING MEMBUNUH DAN MEMBAKAR TEMPAT IBADAH. APABEDANYA KALIAN DENGAN ORANG TIDAK BERAGAMA?
      SEMUA PASTI MATI. MAKA ORANG YANG MENGAKU BERANI MATI BUKANLAH ORANG HEBAT ATAU LEBIH DARI YANG LAIN.
      ORANG YANG HEBAT ADALAH ORANG YANG BERANI HIDUP SALING MENGHARGAI, BERANI SALING MENGASIHI DAN TIDAK SALING MELUKAI ATAU MEMBANTAI SEKALIPUN BERBEDA SUKU RAS ATAU AGAMA.
      MARI JALANILAH PANGGILAN HIDUPMU.
      MARI KITA BUKTIKAN NANTI DI AKHIRAT SIAPA YANG PALING BENAR.

    • Mr.Nunusaku 8:57 am on 17/09/2011 Permalink | Reply

      Seorangg nabi akan kubangkitkan dari keturunan Ismail untuk menyesatkan bangsa Arab, setelah itu akan kutanamkan dalam siksaan kuburan Medinah.

      Tertanamnya nabi Muhammad dalam siksaan kuburan, membuktikan Allah SWT Muhammad yang lebih mulia dari Allah yang maha esa.

  • SERBUIFF 8:10 am on 26/12/2008 Permalink | Reply
    Tags: Ketika Yesus Jadi Tuhan! Kota Nicea Menjadi Saksi   

    Ketika Yesus Jadi Tuhan! Kota Nicea Menjadi Saksi 

    irenahandono
    imageKonsili Nicea 325 Masehi Pada abad ini pertikaian paham sangat sengit membakar Gereja. Arius, uskup dari Aleksandria, menolak ketuhanan Yesus yang menimbulkan kemarahan sebagian besar orang-orang Kristen. Akhirnya kaisar Konstantine menyelenggarakan konsili di Nicea tahun 325 Masehi. 1800 orang yang diundang untuk hadir dalam konsili ini terdiri atas, 1000 orang yang berasal dari Gereja Timur dan 800 dari Gereja Barat. 22 orang rombongan Arius yang dipimpin oleh Eusebius of Nicomedia, semuanya diusir dari forum.

    Sehingga secara keseluruhan Konstantine telah mengusir keluar sekitar 1482 uskup dan hanya 318 yang diijinkan mengikuti hingga akhir. ( Dr. Henery Stbble, An Account of the Rise and Progress of Mohametanism, 1954, hal.44-45, Holy Blood Holy Grail hal.692, Arana-“Holocaust Theology” ).

    Dari 318 suara tersebut hanya 2 suara yang mendukung Arius. Konsili pertama yang dilaksanakan pada tanggal 20 Mei sampai 25 Juni diakhiri dengan ketokan palu yang mengesahkan Kredo Misterius, yang juga dikenal sebagai Kredo Nicea. Kredo Nicea yang sekarang bukanlah rumusan yang disepakati pada konsili Nicea dulu, tetapi sudah diperluas dan dimodifikasi. ( Prof. Percy Gardner, English Modernism,-Apendiks I, hal.223 ).

    Yang paling penting dari semuanya, keputusan Konsili Nicea diambil dengan cara pengambilan suara, bahwa Yesus seorang Tuhan bukan sekedar nabi yang bisa wafat. (Holy Blood Holy Grail, hal.472) Konsili Nicea menjatuhkan hukuman pengucilan Arius dan uskup lainnya yang ikut dalam konsili tetapi menolak doktrin Trinitas. Tulisan-tulisan Arius dibakar dan akan memasukkan ke penjara bagi siapa saja yang kedapatan memiliki tulisannya. (Edward Gibbon, Decline and Fall of Roman Empire, vol.2, hal.693).

    Pada konsili tersebut Yesus dinyatakan sebagai, “Tuhan dari segala Tuhan, Cahaya dari segala Cahaya, Maha Tuhan dari segala Maha Tuhan”. (Hasting’s Encyclopedia of Etnics & Religion, vol.4, hal.239).

    Lingkaran terpelajar masih berada di pihak Arius dan mereka telah dikekang dengan tangan besi. Dimasa itu popularitas Arius mencapai puncaknya, yang dibuktikan oleh Santo Jerome sebagai berikut : “Seluruh dunia merasa dan terheran-heran menemukan dirinya sebagai penganut Arius”. (Wilfred W.Briggs, Introduction to the History of the Christian Church, hal.49) Will Durant menulis : “Perdebatan seru tentang doktrin Trinitas yang diperkenalkan oleh Athanasius tidak pernah berakhir dengan adanya konsili Nicea. Beberapa uskup masih berpihak pada Arius.

    Kelompok gereja yang masih loyal kepada Kredo Nicea disingkirkan dari Gereja; kadang kala disingkirkan oleh kekerasan massa; setengah abad Gereja mengikuti ajaran Arius dan meninggalkan ketuhanan Yesus. Setiap uskup memiliki faksi yang mendukungnya. Pertikaian antar faksi pecah menjadi kerusuhan berdarah, dan banyak yang terbunuh. (Will Durant, Age of Faith) Pemandangan kekerasan yang mengerikan dan pertempuran yang menelan ribuan jiwa, merupakan hal yang biasa selama periode ini.

    Aleksandria, daerah tempat tinggal Arius, menjadi ladang pertikaian yang paling ganas. Gibbon mencatat, satu insiden kekerasan menelan korban “tiga ratus lima puluh jiwa”. Mengenai kekejaman Gereja dalam masalah ini bahas lengkap dalam buku Edward Gibbon (pasal 21). Dimasa pemerintahan Konstantin, merupakan periode emas bagi Kristen karena mendapatkan kitab suci Bibel yang standar. Itu pun tidak bisa dikerjakan tanpa kontroversi yang dahsyat melalui konsili-konsili Gereja. Sebagaimana dicatat oleh Marjorie Bowen : “Kitab-kitab injil harus direvisi beberapa kali sebelum diterima, orang-orang yang dianggap sesat harus dihadapi, serta menyelenggarakan konsili di Nicea tahun 325 Masehi dan di Konstantinopel tahun 381 Masehi untuk merumuskan dogma dan keimanan agama Kristen.” (Marjorie Bowen, The Church and Social Progress, hal.4-5) Konsili-konsili Konsili Konstantinopel, Tahun 381.

    Theodosius I menyelenggarakan Konsili Konstantinopel untuk membahas lebih jauh tentang ketuhanan Yesus. Konsili ini berakhir dengan memberi penegasan pada Kredo Nicea. Konsili Efesus, Tahun 431. Konsili ini diselenggarakan untuk membahas pertanyaan apakah Maria (Ibu Yesus) manusia asli atau termasuk Tuhan.

    Pembahasan ini dilatarbelakangi karena sekte Maronite menyembah Maria sebagai “Ibu Tuhan” dan memasukkannya sebagai salah satu oknum trinitas pengganti “roh suci”. Konsili ini mengutuk penyembahan terhadap Maria. Konsili Chalsedon, Tahun 451. Konsili ini membahas tentang teori Dua Kodrat Yesus. Konsili Konstantinopel, Tahun 553. Konsili diselenggrakan untuk memecahkan teka-teki kodrat Yesus tersebut. Konsili ini didominasi oleh uskup-uskup Gereja Timur, Gereja Barat menolak semua keputusan dari konsili ini. Pada abad ini diputuskannya Natal pada 25 Desember oleh Dionysius Exiguus, mengadopsi hari kelahiran anak dewa Matahari yang lahir pada hari Minggu, 25 Desember. Pada akhir abad ke-6 lahirlah Islam.

    Kristen telah menyimpang demikian jauh dari ajaran aslinya (ajaran Yesus) bahkan Gereja Barat lebih banyak mengadopsi agama Pagan. Kristen mengalami kebusukan hingga akarnya. Ketegangan antara Gereja Timur dan Gereja Barat berangsur-angsur melemah. Gereja Timur hanya memiliki sedikit pengikut, sebagai akibat ribuan pemeluk Kristen beralih ke agama Islam. Dan hampir semua wilayah Mediterania berada dibawah pengaruh Islam.

    “Mungkin karena pengaruh secara tidak langsung dari agama baru Islam yang anti-musyrik, pada abad ke-8, tentara kaisar Isauria… menemukan sesuatu yang tidak disukainya pada peribadatan yang sudah lama berlaku dalam dunia Kristen yang berbau politheisme.” (J.M Robertson, A Short History of Freethought, vol.1, hal.277).

    Selanjutnya untuk pertama kali dalam sejarah Kristen pada tahun 723 tradisi Pagan dalam tata cara kebaktian agama Kristen dilarang oleh Kaisar Leo melalui pengumuman, dan ia lebih condong pada ajaran monotheistik Islam. Bagaimanapun, larangan ini dicabut pada tahun 787 oleh Konsili ke-II di Nicea. (The Invacation of Saints and Adoration of Images, oleh Rev. W.P. Hares, hal 10-11).

    Pemilihan Kitab Injil disebarkan dari mulut ke mulut sehingga tradisi oral ini menghasilkan laporan yang berlainan satu dengan lain terhadap perkataan dan perbuatan Yesus. Ketika mereka berusaha mendokumentasikannya maka bertambahlah perbedaan-perbedaan akibat variasi verbal. Sarjana-sarjana Kristen mengakui fakta sejarah bahwa pada terdapat juga sejumlah Injil-injil yang lain, dan masing-masing gereja mempunyai versinya sendiri.

    Sebagian sarjana mempercayai bahwa jumlah Injil-Injil tersebut mencapai 300 Injil (Holy Blood Holy Grail, hal.692). Tapi bagaimana yang yang terpilih hanya 4 saja ? Ke-empat Injil tersebut (Matius, Markus, Lukas & Yohanes) dipilih pada saat Konsili Nicea 325 Masehi. Konsili yang memperkenalkan konsep Trinitas untuk pertama kali. Sehingga pemilihan ke-4 Injil tersebut adalah penyesuaian terhadap Kredo yang dipaksakan. Maka semua Injil yang menceritakan tentang kemanusiaan Yesus harus di hancurkan.

    Teknis pemilihan Injil-Injil tersebut adalah, semua naskah Injil yang berbeda-beda diletakkan dibawah sebuah meja di ruang Konsili. Setiap orang diminta meninggalkan ruangan tersebut dan pintunya dikunci. Semua uskup diminta untuk berdoa sepanjang malam supaya versi Kitab yang benar akan berada di atas meja tersebut. Pada keesokan paginya, ke-4 Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dengan “ajaib”nya telah berada diatas meja dengan rapi, sisanya berserakan dibawah meja. Sehingga diputuskan semua yang terletak dibawah meja haruslah dibakar. (Sex in the Bible, Wahyudi).

    imageimageimage

    (Gambar Suasana Konsili Nicea, kesaksian dari mantan para pendeta bahwa gereja menutup sejarah Konsili Nicea 325 M dan Konsili Konstantinopel 381 M .Para pendata di haramkan mengetahui sejarah konsili nicea 325M. Menurut mantan para pendata itu pula bukti bukti sejarah ini di pegang hanya kristen ortdocks )

    Kredo (syahadat) Nicea dalam bahasa Latin

    Credo in unum Deum, Patrem Omnipotentem factorem caeli et terrae, visibilium omnium et invisibilium. Et in unum Dominum Iesum Christum, Filium Dei Unigenitum, Et ex Patre natum ante omnia saecula. Deum de Deo, lumen de lumine, Deum verum de Deo vero. Genitum, non factum, Consubstantialem Patri per quem omnia facta sunt. Qui propter nos homines et propter nostram salutem descendit de caelis. Et incarnatus est de Spiritu Sancto ex Maria virgine et homo factus est. Crucifixus etiam pro nobis sub Pontio Pilato, passus et sepultus est. Et resurrexit tertia die secundum Scripturas. et ascendit in caelum, sedet ad dexteram Patris. Et iterum venturus est cum gloria, iudicare vivos et mortuos, cuius regni non erit finis. Et in Spiritum Sanctum, Dominum et vivificantem, qui ex Patre (Filioque)* procedit. Qui cum Patre et Filio simul adoratur et conglorificatur: qui locutus est per prophetas. Et unam, sanctam, catholicam et apostolicam Ecclesiam. Confiteor unum baptisma in remissionem peccatorum. Et expecto resurrectionem mortuorum, et vitam venturi saeculi. Amen.

    Kredo (syahadat) Nicea dalam Gereja Katholik & Protestan Versi Katolik Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, terang dari terang. Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa segala sesuatu dijadikan olehnya. Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita. dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus dari Perawan Maria dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci. Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; KerajaanNya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa (dan Putra)? Yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan. Ia bersabda dengan perantaraan para nabi Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik? dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati, dan kehidupan di akhirat. Amin. Versi Protestan Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa Pencipta langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, yang lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman. Allah dari Allah, terang dari terang. Allah yang sejati dari Allah yang sejati, diperanakkan, bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya, segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria, dan menjadi manusia. yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi Kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang Kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya kepada Roh Kudus, yang menjadi Tuhan dan yang menghidupkan yang keluar dari Sang Bapa dan (Sang Anak)?, yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan, yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu Gereja yang kudus dan am? dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang. Amin.

    by : Silmy

    sumber : http://www.irenahandono.or.id

     
    • alo 11:29 pm on 08/05/2009 Permalink | Reply

      itulah ibu irene sudah masuk dalam suasana sebelum tahun 620M. pernyataan-pernyataan ibu irene sama dengan pernyataan para sekte Kristen yang anti konsili atau anti paulus. mayoritas sekte kristen anti konsili berada di imperium persia. rasa-rasanya tokoh yang bernama arius dan nestorius hidup lagi. keluhan dari nestorius sebelum tahun 620M disampaikan lagi oleh ibu irene. rasa sakit hati nestorius karena dikutuk oleh konsili gereja itu, unek-uneknya keluar.

    • sugeng santoso 1:07 pm on 26/09/2012 Permalink | Reply

      Ketahuilah hai manusia,bhw Jesus tercipta dari Roh Kudus/Roh Allah .Melalui Santa Perawan Maria yg. suci terlahirkan Tuhan Jesus. Mengapa kita sebut Tuhan? Karena kita mengerti bhw. Roh Kudus adalah Roh Allah. Mengapa dihadirkan Tuhan Jesus ? Agar Allah Bapa bisa menyampaikan rencanaNya. PerintahNya, kehedakNya kepada Manusia melalui PutraNya. Mengapa harus melalui PutraNya? Karena TIDAK LAYAK manusia yg penuh dosa berkomunikasi langsung kpd .Allah Bapa yg Maha Suci. Contoh Bila kalian ingin bicara dgn burung ,maka kalian harus menjadi burung dulu, baru bisa berkomunikasi dgn burung agar mengerti dgn jelas.Maka Jesus bersabda “Aku dan BapakKu adalah Satu”

      • sugeng santoso 1:22 pm on 26/09/2012 Permalink | Reply

        Tuhan Jesus pernah bersabda ‘Manusia boleh menikah satu kali dlm hidup, kecuali pasangannya terpanggil duluan” Mengapa ? Tentu Tuhan bermaksud Baik, agar Manusia Tidak Sama dgn Makhluk Hidup Lain di bumi ini.

        • Cinta Yesus 3:13 pm on 28/09/2012 Permalink | Reply

          Jika Tuhan menyampaikan pesan kepada manusia harus melalui anakNya: Yesus, yang lahir 2000 tahun lalu…
          lalu,
          sebelum Yesus ada,
          Dengan apa Tuhan menyampaikan pesan? melalui perantara siapa? manusia sudah ada ribuan tahun sebelum lahirnya Isa Al masih, dan Tuhan masih bisa menyampaikan pesan ke Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dll,, sangat tidak logis jika Yesus diterjunkan ke bumi hanya untuk mewakili Tuhan-Bapa nya agar bisa komunikasi…

          • rasa 7:43 am on 06/08/2013 Permalink | Reply

            yesus dikirim untuk menggenapi firmannya bahwa akan ada mesias (Yesus mesias = juru selamat) dia akan di hina dan di caci maki
            itu sudah ada pada injil2 sebelumnya

            dalam injil selalu saling berhubungan karna apa ?
            karna itu bnar2 langsung dari allah jadi nyambung antara nabi yang ini dan yang seterusnya

            jadi intinya yesus bukan penyampai pesan tapi penggenap firman bahwa akan ada juru selamat (mesias)

            dah yesus itu lebih suci dari semua nabi yang berada di bumi
            bahkan sampai allah sendiri bersuara di hadapan orang banyak (inilah anaku dan kepadanyalah aku berkenan)
            disini terlihat bahwa yesus bnar bnar sangat berharga bagi allah sampai allah sendiri bersaksi untuk dirinya(yesus) bahwa dia anaknya

            dan maaf dalam kitab injil sudah di jelaskan bahwa nanti akan ada bnyak nabi palsu dan iblis menyamar menjadi malaikat terang untuk menyesatkan anak2 manusia

            jadi klo sesuatu muncul dari malaikat blum tentu itu adalah kata2 malaikat (brasal dari allah) karna iblis pun bisa menyamar jadi malaikat terang untuk menyesatkan (agar memusuhi umat yang percaya allah )

            terimakasih silahkan direnungkan kembali

        • Cinta Yesus 3:17 pm on 28/09/2012 Permalink | Reply

          Tuhan pencipta segala makhluk,

          jika Yesus kau anggap tuhan…

          lalu jin, burung, ikan, cacing, domba -apakah binatang itu ciptaan Yesus?

          Allah lah semata, 1 Tuhan

        • Munandar 1:22 pm on 31/03/2013 Permalink | Reply

          Katakanlah (wahai Muhammad) (Tuhanku) ialah Allah yang maha esa. Allah yang menjadi tumpuan sekalian mahluk untuk memohon. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak satupun serupa denganNya. Qur’an Surah Al Ikhlas 1-4

          • rasa 8:03 am on 06/08/2013 Permalink | Reply

            allah =allah
            yesus = anak allah

            yesus dikirim sebagai mesias

            dan allah sangat mengasihinya sehinnga dia menitipkan anaknya dalam perawan suci maria

            dan jangan lah lupa

            allah itu memang satu tiada duanya

            tapi bukan tidak mungkin dia menciptakan 1 anak yang bnar2 suci untuk menggenapi firmanya pada nabi 2 terdahulu8 bahwa akan ada juru selamat(mesias)

            allah bisa menciptakan banyak manusia bumi dan segala isinya.

            masa dia tidak bisa menciptakan anak bagi dirinya ???

            jadi disini logikanya allah memang tidak beranak tapi dia bisakan menciptakan
            sesuatu yang nantinyaq dia akui sebagai anak

            terimakasih

    • herry 1:51 pm on 31/03/2013 Permalink | Reply

      Siapakah Yesus? Apakah Alkitab karangan manusia? Inilah jawabannya

      http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/

      JANGAN TAKUT AKAN KEBENARAN,, KARENA “KEBENARAN AKAN MEMERDEKAKAN ENGKAU”

      • rasa 8:12 am on 06/08/2013 Permalink | Reply

        jangan pernah menguji suatu kitab klo enkau bukan orang suci

        jika kitab yang engkau uji adalah kebanaran maka hanya akan menimbulkan benci karna engkau merasa dirimu lah yang paling bnar

        jika kau bukan orang suci membaca kitab suci yang berisi kbenaran akan terasa menyudutkanmu dan itu akan menanbah rasa bencimu knapa?

        karna sesungguhnya kmu tak memiliki hati
        kmu hanya memiliki pikiran untuk merasa yang pling bnar sendiri

        sehingga pada akhirnya kau tak akan pernah menemukan kbenaran karna kau telah membentengi dirimu
        dengan [erasaan bahwa engkau lebih pintar dah lebih suci

    • andys_doank 3:20 am on 02/04/2013 Permalink | Reply

      logika anda keliru,
      1) apkh kalo mw bicara dgn burung harus menjdi burung dlu?? Anda lupa kalau Nabi Sulaiman d beri mukjizat oleh ALLAH SWT bisa bhasa bnatang.. Ckuplah ALLAH mengutus Malaikat u/ berkomunikasi/menyampaikan wahyuNYA kpd Nabi dan Rasul..
      2) Roh Kudus yg kalian anggap adalah Rohx ALLAH djelaskan dlm Al Quran kalo i2 adlah malaikat Jibril.. ALLAH tdk beranak tdk pula dperanakkan(QS. Al ikhlas) DIA hax prlu mengatakan KUN FA YA KUN mka terciptalah apa yg ALLAH inginkan.. Msk TUHAN d jadikan berhala?(patung YESUS) pake kolor lg, sungguh Hina TUHAN anda kalo dmikian..
      3) Yesus yg kalian kira Tuhan hax seorang nabi keturunan Nabi Ibrahim,Ishak dll.. Bliau Sangat tinggi derajatx d mata ALLAH, ALLAH mengankatx k langit swaktu mw d salib, yg kalian sembahx patungx slama ini adalah YUDAS IS KARIOT.. baca Al Quran dan Bndingkan Bible yg isix berbeda satu dgn yg lainx krn ulah si PAULUS akhirx Domba2x semakin sesat.. Sembahlah ALLAH tuhan mu, Tuhan ku, Tuhan sluruh ALAM..

    • STEFANUS LIM 10:20 am on 10/09/2013 Permalink | Reply

      @kristen katholik akan kehilangan tuhannya.

      YESUS KETIKA MAU MATI BERTERIAK ELI ELI LAMMA SABHAKTANI.(tuhan tuhan kenapa kau tinggalkan aku(yesus)).kalau yesus kehilangan tuhannya anda semua kristen katholik penyembah yesus akan kehilangan tuhan anda ANDA SEMUA AKAN MASUK NERAKA.SEBAGAIMANA TUHAN YESUS
      PATUNG TUHAN YESUS TERTINGGI DI OHIO DISAMBAR GELEDEK DIBAKAR BERHARI HARI.

      tuhan kehilangan tuhan.
      kruk kruk kruk.
      yesus yang suci dekat dengan tuhan malah ditinggalkan tuhan.
      kruk kruk kruk sadis bener tuhan ninggalin anaknya.

      SAYA MEMILIH ISLAM KARENA ALLAH TAK MENINGGALKAN HAMBA2NYA.BAHKAN MEMASUKKAN MEREKA KE SURGANYA

      QURAN SURAH AL FAJR

      89:27. Hai jiwa yang tenang.

      89:28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.

      89:29. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,

      89:30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.
      KEMBALI KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT

      • ungke 10:30 am on 25/09/2013 Permalink | Reply

        Maksud anda masuk ke syuuuurga muslim yang penuh dengan “BIRAHI dan DEDEMIT 72 EKOR” yang bermata jeli, berdada montok dan perawan terus itu? yang bikin para PENGANTIN dan TERORIS berlombah lombah MELEDAKAN diri mereka untuk segerah bertemu para DEMIT tersebut ??? tidak sudih mas liem, mending anda saja duluan kesana pake tiket By pass yaitu “MBELEDUK” alias Jihat.

    • ical 5:14 am on 24/09/2013 Permalink | Reply

      saya memilih islam selain karena saya yakini tapi juga karena agama islam kebenarannya bisa dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan ajarannya sangat relevan

    • ungke 10:22 am on 25/09/2013 Permalink | Reply

      Benar begitu bang ical ?? baiklah kalo begitu ada beberapa pertanyaan yang agak mengganjal tentang islam,aulloh,quran dan mohammad
      1.Umat muslim menyerahkan “ketaatannya” kepada aulloh, kalo muhammad taat kepada siapa?
      2.Perhatikan ayat berikut, Aku bersaksi kepada Tuhan yang memiliki Timur dan barat, bahwa KAMI benar benar Maha Kuasa. kira kira siapa yang berbicara di ayat qoran diatas????
      3.Tolong Tampilkan Ayat qoran di sini yang “Menjelaskan dengan Lengkap dan Terperinci ” kisah tentang nabi Idris.karena koran bilang ada tertulis di qoran sendiri, tapi harus lewat qoran saja jangan hadist.
      4. Siapaka nama anak Nabi Nuh yang termasuk golongan orang yang di tenggelamkan air bah menurut qoran andah, dan bagaimana ” Cara berkomunikasi” antara nabi Nuh dan anaknya itu saat air bah??
      saya rasa itu saja dulu..ntar kamu muntah kalo kebanyakan

    • Blincs 2:04 pm on 20/10/2013 Permalink | Reply

      wahhh..debat menarik…mau dibawa kmn km oleh tuhan mu??

  • SERBUIFF 10:42 am on 26/11/2008 Permalink | Reply
    Tags: Naskah Laut Mati   

    Naskah Laut Mati

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Langsung ke: navigasi, cari

    Potongan-potongan naskah Laut Mati dipamerkan di Museum Arkeologi, Amman

    Naskah Laut Mati terdiri dari lebih kurang 600 dokumen, termasuk teks-teks dari Kitab Suci Ibrani, yang ditemukan antara tahun 1947 dan 1956 dalam 11 gua di Wadi Qumran dan sekitarnya (dekat reruntuhan pemukiman kuno Khirbet Qumran, di sebelah barat daya pantai Laut Mati). Teks-teks ini mempunyai makna keagamaan dan sejarah yang penting, karena mereka praktis merupakan satu-satunya dokumen-dokumen Alkitab yang berasal dari masa sebelum tahun 100 Masehi.

    Daftar isi

    [sembunyikan]

    //<![CDATA[
    if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
    //]]>

    [sunting] Waktu penulisan dan isinya

    Menurut perhitungan tanggal karbon dan analisis teks, dokumen-dokumen ini ditulis pada berbagai masa sejak pertengahan abad ke-2 SM hingga abad pertama M. Sekurang-kurangnya satu dokumen, berdasarkan perhitungan tanggal karbon berasal dari tahun 21 SM61 M. Papirus Nash dari Mesir, yang mengandung salinan Dasa Titah, adalah satu-satunya dokumen berbahasa Ibrani lainnya yang sangat kuno. Bahan-bahan tertulis serupa lainnya telah ditemukan dari situs-situs di dekatnya, termasuk benteng Masada. Sebagian dari naskah ini ditulis di atas papirus, namun cukup banyak pula yang ditulis di kulit binatang yang berwarna kecoklatan, yang tampaknya gevil.

    Potongan-potongan ini terdiri dari sekurang-kurangnya 800 teks yang mewakili pandangan-pandangan yang berbeda-beda, dari keyakinan orang-orang Esene hingga sekte-sekte yang lain. Sekitar 30%nya adalah potongan-potongan dari Kitab Suci Ibrani, dari semua kitab kecuali Kitab Ester. Sekitar 25% merupakan teks-teks keagamaan israel tradisional yang tidak ada di dalam Kitab Suci Ibrani yang kanonik, seperti misalnya Kitab Henokh, Kitab Yobel, dan Perjanjian Lewi. Sekitar 30% lagi mengandung tafsiran-tafsiran Alkitab dan teks-teks lainnya seperti misalnya “Manual Disiplin” (1QS, yang dikenal pula sebagai “Naskah Disiplin” atau “Aturan Komunitas”) dan Aturan Peperangan (1QM, juga dikenal sebagai “Naskah Peperangan”) yang terkait dengan kepercayaan, peraturan, dan tuntutan keanggotaan dari sebuah sekte kecil Yahudi, yang dipercaya banyak peneliti hidup di wilayah Qumran. Sisanya (sekitar 15%) dari potongan-potongan ini belum dapat diidentifikasikan. Kebanyakan dari mereka ditulis dalam bahasa Ibrani, namun sebagian juga ditulis dalam bahasa Aram dan beberapa dalam bahasa Yunani.

    Teks-teks penting mencakup Gulungan Yesaya (yang ditemukan pada 1947), sebuah tafsiran Habakuk (1947); Peraturan Komunitas (1QS), yang memberikan banyak informasi mengenai struktur dan teologi sekte ini; dan versi yang paling awal dari Dokumen Damsyik. Apa yang disebut Gulungan Tembaga (1952), yang mendaftarkan tempat-tempat penyimpanan emas, naskah, dan senjata yang tersembunyi barangkali adalah yang paling terkenal.

    [sunting] Penafsiran

    [sunting] Esene

    Menurut sebuah pandangan yang hampir secara universal diterima hingga tahun 1990-an, dokumen-dokumen ini ditulis dan disembunyikan oleh sebuah komunitas orang Esene yang hidup di daerah Qumran. Ini dikenal sebagai Hipotesis Esene. Orang-orang Yahudi memberontak melawan orang-orang Romawi pada 66 M. Sebelum mereka dibantai oleh para tentara Romawi, orang-orang Esene menyembunyikan kitab-kitab suci mereka di gua-gua dan baru ditemukan kembali pada 1947.

    [sunting] Saduki

    Sebuah teori lainnya, yang kini semakin populer, ialah bahwa komunitas itu dipimpin oleh para imam Zadok (Saduki). Dokumen terpenting yang mendukung pandangan ini ialah “Miqsat Ma’ase haTorah” (MMT, 4Q394-), yang menyebutkan hukum-hukum kesucian yang sama dengan yang apa disebutkan berasal dari kaum Saduki dalam tulisan-tulisan rabinik (seperti misalnya tentang perpindahan kenajisan). Dokumen ini juga mereproduksikan sebuah kalender festival yang mengikuti prinsip-prinsip kaum Saduki sejak penetapan tanggal-tanggal festival tertentu. Bukti yang lainnya ditemukan dalam 4QMMT yang setuju dengan posisi kaum Saduki bahwa air yang tidak mengalir secara ritual najis. Pandangan ini bertentangan dengan keyakinan orang-orang Farisi. Kebanyakan sarjana merasa bahwa meskipun terdapat kesamaan-kesamaan dalam hukum-hukum kesucian, sebagian masalah teologis yang besar dan tidak terjembatani membuat hal ini tidak mungkin. Misalnya, Yosefus mengatakan bahwa kaum Saduki dan kaum Esene memegang pandangan yang berlawanan mengenai predestinasi. Kaum Esene mengatakan bahwa segala sesuatu ditentukan oleh takdir, sementara kaum Saduki sama sekali menolak adanya takdir. Demikian pula, banyak naskah yang memperlihatkan bukti bahwa para penulis naskah itu percaya bahwa jiwa akan tetap hidup sesudah kematian (termasuk kebangkitan) yang berlawanan dengan kaum Saduki yang berpendapat bahwa kebangkitan, malaikat, ataupun roh itu tidak ada.

    [sunting] Perpustakaan Bait Suci

    Pada 1963 Karl Heinrich Rengstorf dari Universitas Münster mengajukan teori bahwa naskah-naskah Laut Mati berasal dari perpustakaan Bait Suci Yerusalem. Teori ini ditolak oleh kebanyakan pakar pada tahun 1960-an, yang berpendapat bahwa naskah-naskah itu ditulis di Qumran dan bukan dipindahkan dari sebuah lokasi lain (posisi yang didukung oleh identifikasi de Vaux tentang sebuah kemungkinan perpustakaan di reruntuhan Qumran). Namun, teori itu dihidupkan kembali oleh Norman Golb dan para ahli lainnya pada tahun 1990-an, yang menambahkan bahwa naskah-naskah itu kemungkinan juga berasal dari sejumlah perpustakaan lain, selain dari perpustakaan Bait Suci.

    [sunting] Hubungan dengan pihak Kristen

    Seorang Yesuit Spanyol, José O’Callaghan, berpendapat bahwa salah satu fragmennya (7Q5) adalah sebuah teks Perjanjian Baru dari Injil Markus, pasal 6, ayat 52–53. Pada tahun-tahun belakangan pernyataan kontroversial ini telah diangkat lagi oleh Carsten Peter Thiede, seorang sarjana Jerman. Bila fragmen ini berhasil diidentifikasikan sebagai sebuah nas dari Markus, hal itu akan menjadikannya dokumen tertua Perjanjian Baru yang masih ada, dan diperkirakan berasal dari masa antara 30 dan 60 M. Mereka yang menentang pendapat ini berpendapat bahwa fragmen ini sangat kecil dan membutuhkan begitu banyak rekonstruksi (satu-satunya kata yang utuh adalah kata bahasa Yunani “και” = “dan”) sehingga fragmen ini bisa saja berasal dari sebuah teks lain selain Markus.

    Robert Eisenman mengajukan teori bahwa sejumlah gulungan sesungguhnya menggambarkan kehidupan komunitas Kristen, yang digambarkan lebih fundamentalis dan kaku daripada apa yang digambarkan Perjanjian Baru. Eisenman juga berusaha menghubungkan karier Yakobus yang Adil dan Paulus dari Tarsus dengan sebagian dari dokumen-dokumen ini.

    [sunting] Teori-teori lainnya

    Karena seringkali dikatakan penting bagi sejarah Alkitab, naskah-naskah ini dikelilingi oleh berbagai teori persekongkolan: salah satu contohnya adalah klaim bahwa naskah-naskah ini sama sekali rekaan belaka atau diletakkan oleh makhluk-makhluk angkasa luar. Ada pula tulisan tentang Nefilim yang terkait dengan Kitab Henokh.

    [sunting] Frekuensi kitab-kitab yang ditemukan

    Kitab-kitab disusun menurut jumlah manuskrip yang ditemukan (11 kitab terbanyak)

    Nama kitab Jumlah ditemukan
    Mazmur 39
    Ulangan 33
    1 Henokh 25
    Kejadian 24
    Yesaya 22
    Yobel 21
    Keluaran 18
    Imamat 17
    Bilangan 11
    Nabi-nabi kecil 10
    Daniel 8
    Yeremia 6
    Yehezkiel 6
    Ayub 6
    1&2 Samuel 4

    [sunting] Maknanya

    Makna naskah-naskah ini masih diganggu oleh ketidakpastian mengenai waktu penulisan dan asal-usulnya.

    Meskipun terdapat keterbatasan-keteratasan ini, naskah-naskah ini sudah cukup berhargai bagi teks kritik. Sebelum ditemukannya Naskah laut Mati, manuskrip Alkitab tertua dalam bahasa Ibrani adalah teks-teks Masoret yang berasal dari abad ke-9. Manuskrip-manuskrip alkitab yang ditemukan di antara naskah-naskah Laut Mati mendorong tanggal itu menjadi lebih tua, yaitu abad ke-2 SM. Meskipun sebagian dari naskah Alkitab yang ditemukan di Qumran cukup besar bedanya dengan teks Masoret, kebanyakan ternyata tidak berbeda. Jadi, naskah-naskah itu memberikan varian-varian baru dan kemampuan untuk lebih percaya terhadap bacaan-bacaan itu apabila manuskrip-manuskrip Laut Mati itu sepakat dengan teks Masoret.

    Lebih jauh, teks-teks sektarian dari Naskah Laut Mati, yang kebanyakan sebelumnya tidak diketahui, memberikan terang baru terhadap suatu bentuk Yudaisme yang dipraktikkan pada masa Bait Allah kedua.

    [sunting] Penemuan

    Perjalanan modern naskah Laut Mati dari tangan orang-orang Beduin yang menemukannya ke Tim Internasional yang belakangan menyusunnya untuk memulai rekonstruksi dan penerjemahannya barangkali sama misterius dan luar biasanya dengan naskah-naskah itu sendiri. Semuanya dimulai, mungkin dengan tidak disangka-sangka, dengan seekor domba.

    Datanya tidak jelas, dan berbagai pendapat telah dikemukakan selama tahun 1930-an dan 1940-an sebagai alternatif bagi waktu yang lebih banyak diterima yaitu tahun 1947. Barangkali pada awal 1947, Mohammed Ahmed el-Hamed (nama julukan edh-Dhib, “serigala”), seorang gembala Beduin, pergi untuk mencari dombanya yang hilang. Ketika memeriksa gua-gua di lereng bukit yang terjal, ia melemparkan sebutir batu ke dalam gua itu dengan harapan menakut-nakuti dombanya hingga keluar. Dombanya tidak ditemukan, namun apa yang didengarnya menuntut penelitian lebih jauh—dentingan keramik yang pecah. Ia masuk ke gua itu dan menemukan sejumlah bejana kuno yang berisikan naskah-naskah yang digulung dengan kain lenan.

    Setidak-tidaknya demikianlah versi resmi yang diterima (berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh John C. Trever). Rinciannya tidak jelas; mungkin kambing dan bukan domba. Mungkin ada dua orang Beduin danb ukan hanya satu orang. Mungkin mereka langsung mengambil gulungan-gulungan itu, atau kembali lagi pada hari berikutnya, atau beberapa hari kemudian. Usaha-usaha untuk menjelaskannya ternyata sia-sia, dan para pakar telah mewawancarai lebih banyak orang yang mengaku bernama Mohammed edh-Dhib daripada jumlah naskah-naskah yang diambil dari tempat persembunyian yang pertama, masing-masing dengan versi kejadiannya sendiri.

    Kisahnya tetap kabur. Gulungan itu pertama-tama dibawa ke sebuah penjual barang antik Betlehem yang bernama Ibrahim ‘Ijha, yang langsung mengembalikannya karena diberitahukan bahwa naskah-naskah itu kemungkinan telah dicuri dari sebuah sinagoga. Gulungan-gulungan itu segera jatuh ke tangan seorang tukang reparasi sepatu yang kemudian beralih menjadi pedagang barang antik, Khalil Eskander Shahin, yang lebih dikenal sebagai Kando. Sekali lagi kita menghadapi misteri yang terselubung. Menurut sebagian besar laporan, kaum Beduin ini hanya mengambil tiga gulungan naskah bersama mereka setelah pertama kali menemukannya dan kemudian kemungkinan mereka kembali karena disuruh Kando dan mengunjungi tempat itu untuk menggali lebih banyak naskah atau mungkin Kando sendiri terlibat dalam penggaliannya sendiri yang berlawanan hukum. Yang pasti ialah Kando sendiri kemudian memiliki setidaknya empat gulungan.

    Urusan dengan kaum Beduin ini akhirnya menyebabkan naskah-naskah itu jatuh ke tangan pihak ketiga sebelum dilakukan tawar-menawar. Pihak ketiga itu, George Isha’ya, adalah seorang anggota Gereja Ortodoks Suriah, yang segera menghubungi Biara St. Markus dengan harapan akan mendapatkan penilaian harga untuk teks-teks itu. Berita tentang penemuan ini tiba di tangan Metropolitan Athanasius Yeshue Samuel, yang lebih sering disapa Mar Samuel.

    Setelah meneliti gulungan-gulungan tersebut dan yakin bahwa mereka memang sangat tua, Mar Samuel menyatakan niatnya untuk membelinya. Keempat naskah itu jatuh ke tangannya, yaitu Naskah Yesaya, the Aturan Komunitas, Peshar Habakuk (Penafsiran Habakuk), dan Apokrifon Kejadian (Naskah apokrif Kejadian). Lewat pasar barang antik, lebih banyak gulungan yang bermunculan, dan Eleazer Sukenik kemudian memiliki tiga gulungan naskah: Naskah Peperangan, Nyanyian Pengucapan Syukur, dan sejumlah potongan-potongan gulungan Yesaya lainnya.

    Pada akhir 1947, Sukenik, secara sangat kebetulan, mendapat berita tentang naskah-naskah yang dimiliki oleh Mar Samuel dan berusaha membelinya. Mereka tidak berhasil mencapai kesepakatan, dan sebaliknya, naskah-naskah itu malah menarik perhatian John C. Trever, dari Sekolah Penelitian Oriental Amerika (ASOR). Trever menemukan kesamaan antara tulisan-tulisan dalam gulungan-gulungan itu dengan tulisan-tulisan pada Papirus Nash, yang pada saat itu merupakan manuskrip Alkitab tertua.

    Suatu kebetulan yang aneh, Trever, selain seorang sarjana Alkitab yang berbakat, juga seorang fotografer amatir yang sangat baik. Ia mengatur pertemuan dengan Mar Samuel pada 21 Februari 1948, dan di situ ia memotret naskah-naskah itu. Setelah bertahun-tahun kualitas foto-fotonya seringkali jauh lebih baik daripada gulungan-gulungan itu sendiri, karena teks-teks itu segera menjadi rusak begitu mereka dikeluarkan dari tempat perlindungannya yang cukup aman berupa bungkusan kain lenan.

    Bulan Maret tahun yang sama, pecahlah kekerasan antara orang-orang Arab dan Yahudi di Palestina, yang menyebabkan diamankannya naskah-naskah itu dari negara tersebut. Meskipun sesungguhnya pengamanan benda-benda kuno dengan cara itu melanggar hukum, gulungan-gulungan tersebut akhirnya tiba di Beirut.

    [sunting] Gua 1

    Baru pada 1949, hampir dua tahun setelah penemuan ini, para sarjana mengetahui di mana letak gua tempat gulungan-gulungan ini ditemukan. Sebuah penggalian di gua itu dimulai pada Februari tahun itu, dipimpin oleh G. L. Harding, Roland de Vaux, dan Ibrahim El-Assouli, yang menangani Museum Rockefeller. Orang-orang Beduin sudah mendahului para arkeolog itu dalam mengambil manuskrip-manuskrip dan potongan-potongan yang lebih besar, namun demikian sekitar 600 potongan berhasil dikumpulkan. Begitu pula potongan-potongan kayu, kain, dan pecahan-pecahan tembikar. Foto-foto infra-merah diambil terhadap fragmen-fragmen itu, yang kelak ternyata merupakan sarana berharga untuk membaca teks-teks itu di kemudian hari.

    Setelah jelas bahwa lebih banyak gulungan yang diperoleh Sukenik dan Mar Samuel telah dicuri, diadakanlah tawar-menawar dengan Kando, yang bertindak atas nama orang-orang Beduin. Sejumlah 1000 pound Yordania dibayarkan kepada Kando untuk fragmen-fragmen yang masih tersisa. Berurusan dengan pedagang barang antik dan perampok, meskipun pada umumnya bukan sesuatu yang menyenangkan, adalah langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan gulungan-gulungan itu untuk dipelajari lebih lanjut.

    [sunting] Gua 2

    Tiga tahun kemudian pada 1952, kaum Beduin kembali menemukan harta karun di sebuah gua yang berdekatan (Gua 2). Meskipun tidak sepenting gudang manuskrip dari Gua 1, berbagai fragmen ditemukan oleh orang-orang Beduin yang, kembali bekerja melalui Kendo, menjualnya kepada Museum Arkeologi Palestina dan École Biblique (Sekolah Alkitab).

    [sunting] Gua 3

    Pada 14 Maret tahun yang sama, nasib akhirnya berpihak kepada para sarjana dan ekspedisi mereka, karena mereka menemukan gua ketiga yang berisi fragmen-fragmen manuskrip. Selain itu, mungkin yang paling misterius dari semua gulungan, yaitu Gulungan Tembaga jelas memuat sebuah daftar dan petunjuk ke tempat-tempat harta karun yang mengandung harta yang menakjubkan.

    [sunting] Gua 4

    Pada Agustus 1952 orang-orang Beduin kembali melakukan penemuan yang penting, kali ini dalam Gua 4. Fragmen-fragmen gulungan dalam jumlah besar (meskipun bukan gulungan yang lengkap) segera bermunculan di pasar barang antik. Harding segera menemukan situs ini, mengejar kaum Beduin yang sedang mengambili barang-barang itu. Lebih dari setengah dari tempat penyimpanan yang besar ini telah dikumpulkan oleh kaum Beduin yang mencari harta karun. Penggalian arkeologis dimulai pada akhir September tahun itu, dan menghasilkan lebih banyak lagi fragmen dari lebih banyak lagi teks, serta kamar kedua dari gua ini.

    Pemerintah Yordania yang sedang menghadapi kesulitan keuangan segera menyadari bahwa dirinya tidak mampu mendanai pembelian-pembelian lebih lanjut, dan karena itu menawarkan kesempatan kepada lembaga-lembaga asing untuk melakukan investasi dengan membeli gulungan-gulungan itu, dan untuk itu mereka akan dikompensasikan dengan fragmen-fragmennya. Beberapa lembaga menanggapi, namun mereka dilarang membeli dan uang mereka dikembalikan ketika pemerintah Yordania mengubah pendiriannya, dan memutuskan untuk mempertahankan teks-teks itu di Yordania.

    [sunting] Gua 5 dan 6

    Penggalian-penggalian di Gua 4 segera memimpin mereka kepada penemuan Gua 5, dan menghasilkan fragmen-fragmen dalam jumlah yang agak lumayan. Tak lama sesudah itu, orang-orang Beduin, menemukan Gua 6, dan menghasilkan sisa-sisa dari hampir tiga lusin gulungan lagi. Anehnya, kebanyakan dari gulungan-gulungan ini terbuat dari papirus dan bukan kulit seperti yang umumnya ditemukan di gua-gua yang lain.

    Sementara itu, Mar Samuel berangkat ke Amerika. Di sana ia berusaha dengan sia-sia untuk menjual teks-teks yan ada di tangannya, bahkan ia pernah memamerkannya sekali di Perpustakaan Kongres. Akhirnya, karena putus asa, ia memasang ikln di Wall Street Journal yang kini menjadi iklan yang terkenal. Pada 1 Juni 1954, sebuah iklan di Wall Street Journal mengumumkan, “Empat Naskah Laut Mati: Manuskrip-manuskrip Alkitab [sic] yang berasal sekurang-kurangnya dari tahun 200 SM [sic], ditawarkan untuk dijual. Ini akan menjadi pemberian yang ideal kepada suatu lembaga pendidikan atau keagamaan oleh seorang individu atau kelompok. Iklan ini menarik perhatian Yigael Yadin, yang, melalui seorang pertantara, berhasil membeli gulungan-gulungan itu seharga $250.000.

    [sunting] Gua 7–10

    Pada 1955 para arkeolog menemukan empat gua lagi, Gua 7 hingga 10. Penemuan ini hanya menghasilkan sedikit fragmen, namun tetap penting. Gua 7 menghasilkan sembilan fragmen berbahasa Yunani (termasuk 7Q5) dan menimbulkan banyak perdebatan pada dekade-dekade berikutya. Gua 8 hanya memuat lima fragmen, meskipun ditemukan banyak bahan yang digunakan dalam membandingkan gulungan-gulungan itu. Gua 9 hanya mengandung satu fragmen dan Gua 10 tidak mengandung apa-apa kecuali sebuah ostracon (potongan kerambah bertulisan).

    [sunting] Gua 11

    Orang-orang Beduin adalah orang terakhir yang menemukan Gua 11, yang menghasilkan lebih dari dua lusin teks, termasuk Gulungan Bait Suci, yang kelak disita oleh tentara Israel atas perintah Yigael Yadin. Dua gulungan lengkap lainnya muncul dari Gua 11, sebuah salinan dari Kitab Imamat dan sebuah kitab Mazmur, termasuk sejumlah nyanyian yang sebelumnya tidak dikenal. Banyak orang berspekulasi bahwa lebih banyak gulungan dari Gua 11 yang mungkin telah jatuh ke tangan seorang kolektor pribadi.

    [sunting] Penerbitan

    Sebagian dari dokumen-dokumen ini segera diterbitkan: semua tulisan yang ditemukan dalam Gua 1 muncul dalam bentuk tertulis antara 1950 dan 1956; temuan-temuan dari 8 gua diterbitkan dalam satu buku pada 1963; dan pada 1965 diterbitkanlah Gulungan Mazmur dari Gua 11. Terjemahan dari bahan-bahan ini segera menyusul.

    Yang terkecuali dari penerbitan kilat ini adalah dokumen-dokumen dari Gua 4, yang merupakan 40% dari keseluruhan bahan. Penerbitan bahan-bahan ini dipercayakan kepada suatu tim internasionalyang dipimpin oleh Pater Roland de Vaux, seorang anggota Ordo Dominikan di Yerusalem. Kelompok ini menerbitkan jilid pertama dari bahan-bahan yang dipercayakan kepada mereka pada 1968, namun mereka banyak sekali menghabiskan energi mereka untuk membela teori-teori mereka tentang bahan-bahan itu, ketimbang menerbitkannya. Geza Vermes, yang telah terlibat sejak permulaan dalam menyunting dan penerbitan bahan-bahan ini, mempersalahkan penundaan —dan akhirnya kegagalannya— pada pemilihan timnya oleh de Vaux karena dianggap tidak cocok dengan kualitas pekerjaan yang telah diharapkannya. Juga dikatakan bahwa ia terlalu mengandalkan “otoritas pribadinya yang agak patriarkhal” untuk mengontrol penyelesaian pekerjaan ini.

    Akibatnya, temuan-temuan dari Gua 4 tidak diumumkan selama bertahun-tahun. Akses kepada naskah-naskah ini diatur oleh suatu “aturan kerahasiaan” yang membolehkan hanya Tim Internasional yang asli atau mereka yang ditunjuk Tim ini untuk melihat bahan-bahan aslinya. Setelah kematina de Vaux pada 1971, para penggantinya berulang-ulang menolak untuk bahkan mengizinkan penerbitan foto-foto dari bahan-bahan ini sehingga para sarjana lain sekurang-kurangnya dapat membuat penilaian mereka. Aturan ini akhirnya dilanggar: pertama oleh penerbitan pada musim gugur tahun 1991 atas 17 dokumen yang direkonstruksikan dari sebuah konkordansi yang telah dibuat pada 1988 dan telah jatuh ke tangan para ahli di luar Tim Internasional. Berikutnya, pada bulan yang sama, oleh penemuan dan penerbitan dari serangkaian lengkap foto-foto dari bahan-bahan Gua 4 di Perpustakaan Huntington di San Marino, California, yang tidak terkena “aturan kerahasiaan”. Setelah penundaan beberapa kali foto-foto ini diterbitkan oleh Robert Eisenman dan James Robinson (A Facsimile Edition of the Dead Sea Scrolls, dua jilid, Washington, D.C., 1991). Akibatnya, “aturan kerahasiaan” itu dicabut, dan penerbitan dari dokumen-dokumen Gua 4 segera menyusul, dengan lima jilid bahan yang dicetak pada 1995.

    [sunting] Teori permufakatan Vatikan

    Tuduhan-tuduhan bahwa Vatikan menghalangi penerbitan naskah-naskah ini diterbitkan pada tahun 1990-an. Khususnya buku The Dead Sea Scrolls Deception karya Michael Baigent dan Richard Leigh mengklaim bahwa sejumlah gulungan penting dengan sengaja disimpan selama beberapa puluh tahun untuk menghalangi teori-teori yang negatif tentang sejarah Kekristenan perdana. Khususnya, spekulasi Eisenman bahwa kehidupan Yesus dengan sengaja dimitoskan oleh Paulus, yang kemunginan adalah seorang agen Romawi yang memalsukan “pertobatannya” dari Saulus guna menggerogoti pengaruh penyembahan mesianik anti Romawi ini di wilayah tersebut. Penerbitan lengkap dan penyebaran terjemahan-terjemahan dari naskah-naskah ini pada akhir tahun 1990-an dan awal tahu 2000-an telah sangat mengurangi kredibilitas argumen mereka di antara keilmuan arus utama. Sekarang kebanyakan ahli, baik sekular maupun religius, merasa bahwa dokumen-dokumen ini sangat Yahudi, dan bukan Kristen.

    [sunting] Lihat pula

    [sunting] Rujukan

    [sunting] Sumber-sumber lain

    • Michael Wise, Martin Abegg, Jr, and Edward Cook, The Dead Sea Scrolls: A New Translation, (1996), HarperSanFrancisco paperback 1999, ISBN 0-06-069201-4, (mengandung bagian-bagian non-Alkitab dari naskah-naskahnya)
    • Martin Abegg, Jr, Peter Flint, and Eugene Ulrich, The Dead Sea Scrolls Bible: The Oldest Known Bible Translated for the First Time into English, (1999) HarperSanFrancisco paperback 2002, ISBN 0-06-060064-0, (mengandung bagian-bagian Alkitab dari naskah-naskahnya)
    • Dead Sea Scrolls Study Vol 1: 1Q1-4Q273, Vol. 2: 4Q274-11Q31, (cakram padat), Logos Research Systems, Inc., ASIN: B0002DQY7S (memuat bagian-bagian non-Alkitab dari gulungan-gulungan ini, dengan transkripsi bahasa Ibrani dan Aram yang paralel dengan terjemahan bahasa Inggris)
    • Hershel Shanks, editor, Understanding the Dead Sea Scrolls: A Reader From the Biblical Archaeology Review, Vintage Press reprint 1993, ISBN 0-679-74445-2
    • Lawrence H. Schiffman, Reclaiming the Dead Sea Scrolls: their True Meaning for Judaism and Christianity, Anchor Bible Reference Library (Doubleday) 1995, ISBN 0-385-48121-7, (meneliti gulungan-gulungan ini sebagai dokumen Yahudi, dan mengusulkan bahwa mereka berasal dari kelompok Saduki dan bukan Esene)
    • Hershel Shanks, The Mystery and Meaning of the Dead Sea Scrolls, Vintage Press 1999, ISBN 0-679-78089-0 (pengantar yang dianjurkan untuk penemuan dan sejarah penelitiannya)
    • Theodore Heline, Dead Sea Scrolls, New Age Bible & Philosophy Center, 1957, Edition cetak ulang Maret 1987, ISBN 0-933963-16-5
    • Joseph A. Fitzmyer, Responses to 101 Questions on the Dead Sea Scrolls, Paulist Press 1992, ISBN 0-8091-3348-2
    • Carsten Peter Thiede, The Dead Sea Scrolls and the Jewish Origins of Christianity, PALGRAVE 2000, ISBN 0-312-29361-5

    [sunting] Pranala luar

     
    • camar 1:52 pm on 02/08/2012 Permalink | Reply

      ISLAM, PEMBUNUH TERBESAR SGALA JAMAN

      ISLAM POLITIK:
      PEMBUNUH TERBESAR
      SEGALA JAMAN

      Studi ttg Islam Politis
      (Political Islam)

      By Jamie Glazov | FrontPageMagazine.com

      Bill Warner adalah direktur pusat studi Islam Politis (The Center for the Study of Political Islam- CSPI). Tujuan CSPI adalah utk mengajarkan doktrin Islam politis lewat buku-bukunya dan kini telah menghasilkan sejumlah serial.

      Wawancara dgn FRONTPAGEMAGAZINE

      FP: Mr Warner, ceritakan sedikit ttg CSPI.

      Warner: CSPI adalah sekelompok akademis yg membaktikan studi ilmiah mereka terhdp teks-teks fondasi Islam — Quran, Sirat Rasulullah (biografi ttg Muhammad) dan Hadis (tradisi Islam). Ada dua area studi Islam; doktrin & sejarah, atau teori dan hasilnya. Kita mempelajari sejarah utk melihat hasil di lapangan dari doktrin tsb.

      CSPI nampaknya adalah kelompok pertama yg menggunakan statistic utk mempelajari doktrin tsb. Studi-studi ilmiah terhdp Quran sebelumnya hanya mengutamakan studi bahasa Arab. Prinsip pertama kita adalah bahwa Quran, Sirat & Hadis harus diambil sbg satu keseluruhan. Kita menyebutnya ‘Trilogi Islamik’ utk menekankan kesatuan teks-teksnya.

      Hasil kesimpulan kita yg paling utama adalah bahwa DUALISME adalah fondasi dan kunci utk mengerti Islam. Islam selalu mengandung dua arti, dimulai dgn deklarasi pendiriannya: (1) tiada tuhan selain Auwloh dan (2) Muhammad adalah rasul auwloh. Oleh karena itu, Islam adalah Auwloh (Quran) dan Sunnah (perkataan dan perbuatan Muhammad ditemukan dlm Sirat dan Hadis).

      Orang tidak habis-habisnya membahas: islam agama damai, atau ideologi radikal? Muslim moderat = muslim asli?

      Kunci pertama ttg dualisme dlm Quran, yg sebenarnya terdiri dari dua buku, yaitu Quran dari Mekah (selagi Muhamad belum berkuasa, masa-masa dini Muhamad) dan Quran Medinah (setelah Muhamad berkuasa). Utk mengerti logika Quran kita harus melihat jumlah besar kontradiksi yg dikandungnya. Dipermukaan, islam mengatasi dualisme itu dgn melakukan prinsip yg dinamakan “abrogasi”. Ini berarti bahwa ayat-ayat yg ditulis belakangan membatalkan ayat-ayat yg lebih dini. Namun karena Quran dianggap pernyataan sempurna Auwloh, kedua versi Quran itu (baik versi Mekah maupun Medinah) dianggap benar dan sakral. Ayat belakangan dianggap “lebih baik,” namun ayat dini juga tidak dapat dikatakan salah, karena Auwloh dianggap sempurna. Inilah dasar-dasar DUALISME. Kedua versi adalah ‘benar.’ Kedua sisi yg kontradiktif ini dianggap benar dlm logika dualisme. Penggunaan ayat-ayat tsb tergantung keadaan.

      Contoh:
      (Quran Mekah) [73.10] Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

      Namun dari ayat toleransi diatas itu, kita kini beralih ke ayat paling intoleran; tiba-tiba sang Pencipta Alam Semesta benci benar dgn kafir:

      (Quran Medinah) [8.12] … Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggauwloh kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

      Logika Barat didasarkan pada hukum kontradiksi—kalau dua hal bertentangan (kontradiksi), maka paling tidak satu mestinya salah. Namun logika Islam adalah DUALISTIK; dua hal bisa saling kontradiksi dan keduanya benar.

      Tidak ada sistem dualistis yg bisa diukur oleh satu jawaban. Inilah alasan mengapa argumen ttg mana Islam “yg benar” tidak akan pernah selesai, karena memang tidak ada satu jawaban.

      Sistem dualistis hanya bisa diukur dgn STATISTIK.

      Contoh, mari kita lihat pertanyaan ini: apa sih sebenarnya jihad? Perjuangan batin atau perang? Nah, mari kita lihat hadis Bukhari, karena ia berulang-ulang berbicara ttg jihad. Dlm Bukhari, 97% rujukan jihad adalah ttg perang dan 3% ttg perjuangan batin. Jadi, jawaban statistiknya adalah jihad = 97% perang dan 3% = perjuangan batin. Apakah jihad = perang? Ya 97%. Apakah jihad = perjuangan batin ? Ya – 3%. Yang mana yg benar dan harus diikuti, yang 3 persen atau yang 97 persen?

      Jadi, dlm setiap argumen ttg Islam, jawabannya adalah selalu : kedua-duanya benar. Kedua sisi dualisme itu betul.

      FP: Menurut anda, mengapa Barat begitu tidak tahu menahu ttg sejarah dan doktrin Islam Politis?

      Pertama, mari kita lihat betapa bodohnya kita ttg sejarah Islam Politik. Berapa Kristen yg tahu ttg Islamisasi Turki atau Mesir? Apa yg terjadi dgn ke Tujuh Gereja Asia yg disebut dlm Surat Paulus?

      Seorang agen FBI hanya mendapatkan dua jam pendidikan ttg Islam, dan kebanyakan isinya adalah bagaimana agar jangan membuat sakit hati si imam. Kita sedang berperang di Iraq. Siapa yg memanfaatkan doktrin politik, militer Islam utk merancang strategi? Mana ada rabbi atau pendeta yg pernah membaca Quran, Sirat atau Hadis? Gubernur, senator, anggota kongres atau pemimpin militer mana yg menunjukkan pengetahuan ttg doktrin politik Islam? Silahkan anda mencari kursus di universitas ttg doktrin politik an etika Islam. Paling-paling mereka belajar ttg seni Islam, arkitektur, sastra, sufisme dan sejarah kejayaan yg sama sekali tidak menyinggung penderitaan para kafir (non-muslim) yg tidak bersalah. Paling-paling para siswa membaca KOMENTAR ttg Quran dan Hadis, tetapi tidak pernah membaca doktrin itu sendiri. Tanyakan kpd seorang Yahudi ttg sejarah dhimmisasi Yahudi (dhimmi = warga kelas dua dlm negara Islam).

      Tahukah orang Eropa bahwa para perempuan Eropa yg dijual sbg budak di Mekah paling mahal harganya?

      Semua orang tahu berapa banyak Yahudi yg dibunuh Hitler, tetapi tolong carikan seorang kafir yg bisa mengatakan berapa orang yg tewas dlm jihad selama 1400 tahun ini.

      Islam adalah pembunuh terbesar sepanjang masa, jauh lebih parah dari fasisme, komunisme, ataupun sistem kepercayaan (agama) manapun: Jihad menghancurkan Timur Tengah dan Afrika yg tadinya KRISTEN. Kemudian menyusul orang Zoroastria di Persia dan korban jihad Hindu. Sejarah politik Islam adalah sejarah destruksi terhadap Kristen di Timur Tengah, Mesir dan Afrika Utara. Setengah dari dunia Kristen hilang dimakan Islam.

      Sebelum Islam, Afrika Utara merupakan Eropa bagian selatan, bagian dari Kerajaan Romawi. Sekitar 60 juta Kristen dibantai selama operasi-operasi jihadi. Setengah dari kejayaan peradaban Hindu di-anihilasi dan 80 juta Hindu tewas. Pengikut Budha dari Barat adalah orang Yunani yg merupakan keturunan tentara Iskandar Zulkarnaen (Alexander the Great) di apa yg sekarang merupakan Afghanistan. Jihad menghancurkan semua jejak-jejak Buddhisme di sepanjang jalan sutera.

      10 juta Buddhis mati. Pencaplokan Buddhisme adalah hasil dari pasifisme. Zoroastrianisme kemudian di-eliminasi dari Persia. Yahudi menjadi dhimmi permanen di kawasan Islam manapun di dunia. Di Africa, lebih dari 120 juta Kristen dan animis tewas dlm 1400 tahun jihad.

      JADI, kira-kira 270 juta kafir tewas dlm 1400 thn belakangan ini demi kejayaan Islam Politis. Inilah Tetesan Air Mata Jihad (Tears of Jihad) yg tidak pernah diajarkan di sekolah.

      FP: Seberapa jauh perbedaan budaya kita dgn budaya Islam?

      Warner: Istilah “humanitas” tidak memiliki arti dlm Islam. Mereka tidak mengenal humanitas. Yang ada hanyalah DUALITAS ANTARA KAUM BERIMAN DAN KAFIR. Simaklah sendiri pernyataan etika dlm hadis: seorang Muslim tidak boleh bohong, menipu, membunuh atau mencuri dari Muslim lain. Tapi seorang Muslim boleh menipu, membunuh atau mencuri seorang kafir (non-muslim), kalau berguna bagi Islam.

      Tidak ada yg namanya pernyataan universal ttg etika dlm Islam. Muslim diperlakukan dgn cara berbeda dari NON-Muslim. Satu2nya pernyataan etika universal Islam adalah bahwa seluruh dunia harus tunduk pada Islam. Setleah Muhammad menjadi nabi, ia tidak pernah memperlakukan kafir sederajad dgn Muslim. Islam tidak mengenal prinsip the Golden Rule.

      THE GOLDEN RULE
      Nah, etika dualistik inilah yg menjadi dasar jihad. Sistem etika Islam menganggap kafir (non-muslim) sbg mahluk yg derajadnya dibawah Muslim, dan oleh karena itu tidak sulit utk membunuh, melukai atau menipu sang kafir. The ethical system sets up the unbeliever (kafir) as less than human and therefore, it is easy to kill, harm or deceive the unbeliever.

      Memang ada kalanya non-muslim sendiri lupa menerapkan prinsip-prinsip the Golden Rule, tetapi dgn Golden Rule itu juga kita akan ditindak. Kelakuan kita tidak sempurna, tapi paling tidak itulah prinsip ideal kita.

      Klu Klux Klan (KKK) misalnya, bisa disebut sbg dualisem simplistic. Anggota KKK membenci semua orang kulit hitam pada setiap saat; hanya ada satu pilihan. Dan mereka paling tidak terus terang dan mereka juga tidak sulit dikenali.

      Bedanya dgn dualisme Islam adalah bahwa Islam lebih bersifat menipu dan menawarkan dua cara ttg bgm memperlakukan kafir (non-muslim). Si kafir bisa diperlakukan dgn baik, spt cara petani memperlakukan hewan piaraannya. Jadi Islam bisa saja “manis”, tapi kafir tidak sedikitpun atau tidak pernah sekalipun bisa dianggap sbg “saudara” atau teman. Malah ada sekitar 14 ayat dlm Quran yg jelas-jelas menyatakan bahwa seorang Muslim tidak pernah akan menjadi kawan seorang kafir. Seorang Muslim bisa saja “bersahabat,” tetapi ia tidak pernah menjadi seorang sahabat sejati. Dan begitu seorang Muslim menjadi sahabat sejati seorang NON-Muslim, di mata Quran ia bukan lagi Muslim, tetapi orang munafik.

      FP : Jadi, adakah yg dinamakan Islam yg NON-politis?

      Warner: Islam non-politis adalah Islam religius. Islam religius adalah apa yg dilakukan seorang Muslim utk menghindari neraka dan pergi ke surga. Muslim harus menjalankan kelima rukun : sahadat, solat, zakat, puasa, haji.

      Namun Trilogy Islam sangat jelas ttg doktrinnya. Paling tidak 75% dari Sirat (kehidupan Muhamad) adalah ttg jihad. Sekitar 67% Quran yg ditulis di Mekah adalah ttg kafir, atau politik. Dari Quran di Medinah, 51% didedikasikan kpd rasa benci thd kafir. Sekitar 20% hadis Bukhari adalah ttg jihad dan politik. Agama hanya bagian yg paling kecil dari teks fondasi Islam.

      Dualitas Islam Politis yg paling tersohor adalah divisi dunia kedalam wawasan kaum beriman atau Darul Islam, dan wawasan kafir atau Darul Harb. Bukan Darul Kafir, tapi darul Harb (HARB = PERANG). Bagian terbesar dari Trilogi Islam menyangkut perlakuan terhdp kafir. Bahkan neraka Islam bersifat politis. Dlm Quran terdpt 146 rujukan kpd neraka. Hanya 6% alasan neraka adalah bagi mereka yg melakukan dosa moral spt pembunuhan, pencurian, zinah dsb. Sisanya yg 94% ke neraka karena alasan dosa berpikir, yaitu tidak setuju dgn Muhamad, persis spt tindak kejahatan politik. Jadi, neraka Islam adalah sebuah penjara politik bagi mereka yg berani membuka mulut menentang Islam.

      Muhammad mengajarkan agamanya selama 13 tahun dan hanya mengumpulkan 150 pengikut. Tetapi begitu ia beralih kpd politik dan perang, dlm 10 tahun ia menjadi penguasa pertama jazirah Arab dng melakukan kekerasan setiap sekali dlm 7 minggu selama 9 tahun. Ia sukses bukan sbg pemimpin agama, namun sbg pemimpin politik. Pendeknya, Islam politis adalah ttg bgm memperlakukan kafir.

      FP: Bisakah anda menguraikan sedikit ttg sejarah Islam Politis?

      Warner: Sejarah Islam politis dimulai dgn hijrah Muhammad ke Medinah. Sejak titik itu, Islam mendapatkan pengikut lewat sistem pilihan dualistiknya, yaitu bergabung dgn sebuah agama jaya atau menjadi obyek penindasan politik dan kekerasan. Setelah hijrah ke Medinah, dan undangan halus masuk Islam tidak diterima, Islam menjadi bengis. Sejak itu, lahirlah Jihad.

      Setelah kematian Muhammad, Abu Bakr, kalif pertama, menetapkan argumen teologis bagi mereka yg meninggalkan Islam, yaitu mati oleh pedang. Jihad Umar (kalif kedua) menggebrak dunia non-muslim. Jihad menghancurkan Timur Tengah dan Afrika Utara yg kedua-duanya didominasi Kristen. Korban jihad setelah itu adalah kaum Zoroastria Persia dan kaum Hindu India.

      Spt sudah saya jelaskan diatas, sejarah Islam Politis adalah penghancuran Kristen di Timur Tengah, Mesir, Turki dan Afrika Utara. Setengah dari kekuasaan Kristen pupus ditindas islam. Sebelum Islam, Afrika Utara adalah bagian selatan Eropa (bagian dari Kerajaan Romawi). Sekitar 60 juta Kristen dibantai dlm invasi jihad ini.

      Setengah kebudayaan megah Hindu di-anihilasi dan 80 juta Hindu tewas. Kaum Budha Barat pertama adalah orang Yunani keturunan tentara Alexander the Great (Iskandar Zulkarnaen) dlm apa yg sekarang dinamakan Afghanistan. Jihad menghancurkan Buddhisme disepanjang jalan sutera. Sekitar 10 juta Buddis tewas. Invasi terhdp Buddhisme diakibatkan pasifisme Budhis.

      Zoarasterianisme hilang tanpa bekas dari Persia. Dan orang-orang Yahudi selama berkuasanya Islam menjadi kaum dhimmi permanen. Di Afrika sekitar 120 juta Kristen dan animis mati selama 1400 tahun-tahun jihad. Sekitar 270 juta non-muslim tewas dlm 1400 tahun kejayaan Islam Politis.

      Apa kini isu yg paling memecah dlm politik saat ini? Iraq. Apa arti Iraq sebenarnya? Islam Politis.

      FP: Bisakah anda rangkum alasan pentingnya bagi kita utk belajar doktrin Islam politis.

      Warner: Islam Politik telah meng-anihilasi setiap budaya yg diinvasi atau yg didatanginya (lewat imigrasi). Waktu total anihilasi ini memang bisa memakan waktu berabad-abad, tetapi sekali Islam hadir, mereka tidak pernah gagal. Budaya negara asli akan hilang dan punah.

      Kalau kita ingin survive, kita harus tahu betul doktrin Islam Politis. Doktrinnya sangat jelas bahwa semua bentuk bujukan maupun kekerasan harus digunakan utk menjajah kita. Islam menyatakan diri sbg musuh semua NON-Muslim. Filsuf Cina ttg perang, Sun Tzu, berkata—kenalilah musuhmu. Kita harus kenal doktrin musuh kita atau kita akan di-anihilasi. Persis spt budaya Koptik Mesir atau Zoroastria Iran atau Bizantin Turki.

      Islam telah menyatakan kita sbg musuh-musuh Auwloh. Kalau kita tidak belajar ttg doktrin politik Islam, nasib kita akan sama persis dgn korban-korban pertama Islam — orang Arab politheis Arabia yg tadinya sangat toleran, yg kemudian menjadi kaum WAHABI, budaya yg paling tidak toleran dimuka bumi ini.

      Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2008/01/islam-pembunuh-terbesar-sgala-jaman.html#ixzz22Oeijsed

  • SERBUIFF 6:33 am on 20/11/2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Injil Barnabas

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Langsung ke: navigasi, cari

    Injil Barnabas adalah sebuah karya yang mengaku sebagai gambaran kehidupan Yesus oleh muridnya, Barnabas. Dua naskah tertua yang diketahui telah ditetapkan berasal dari akhir abad ke-16, dan masing-masing ditulis dalam bahasa Italia dan dalam bahasa Spanyol; meskipun versi yang bahasa Spanyol yang ada hingga sekarang hanyalah salinan dari abad ke-18. Kitab ini panjangnya lebih kurang sama dengan keempat Injil bersama-sama (naskah bahasa Italia mengandung 222 pasal); dengan bagian yang terbesar pada umumnya memuat kisah tentang pelayanan Yesus, yang pada umumnya mengharmoniskan dari laporan-laporan yang juga ditemukan dalam Injil-injil kanonik. Dalam batas tertentu, tetapi tidak seluruhnya, kitab ini mengikuti penafsiran Islam tentang asal-usul Kristen; dan karenanya siapa pengarangnya dan sejarah tekstualnya tetap menjadi kontroversi yang berlanjut.

    Injil ini dianggap oleh para akademikus pada umumnya (termasuk para sarjana Kristen dan sebagian Muslim) sebagai sebuah tulisan yang belakangan dan sebagai tulisan palsu; namun demikian, beberapa kalangan akademikus mengatakan bahwa Injil ini kemungkinan mengandung sejumlah sisa dari karya apokrif yang lebih awal yang disunting untuk disesuaikan dengan Islam, barangkali Gnostik (Cirillo, Ragg) atau Ebionit (Pines) atau Diatessaron (Joosten). Beberapa sarjana Muslim menganggap bahwa versi-versi yang masih ada justru meneruskan ajaran-ajaran asli dari kedua belas rasul yang ditindas. Beberapa organisasi Islam mengutipnya untuk mendukung pandangan Islam tentang Yesus; Pandangan-pandangan Islam dibahas di bawah kelak.

    Daftar isi

    [sembunyikan]

    //<![CDATA[
    if (window.showTocToggle) { var tocShowText = "tampilkan"; var tocHideText = "sembunyikan"; showTocToggle(); }
    //]]>

    [sunting] Sejarah tekstual

    Pada umumnya para sarjana sepakat bahwa teks Barnabas yang disebutkan untuk pertama kalinya dalam salah satu dari dua manuskrip yang dikenal, dilaporkan terdapat dalam naskah Morisco BNM MS 9653 di Madrid, yang ditulis sekitar 1634 oleh Ibrahim al-Taybili di Tunisia. Ketika menggambarkan bagaimana, menurut pandangan nya, Alkitab meramalkan Muhammad, ia berbicara tentang “Injil Santo Barnabas di mana orang dapat menemukan terang” (“y asi mesmo en Elanjelio de San Barnabé donde de hallara luz“). Hal ini disebutkan kembali pada 1718 oleh deis Irlandia John Toland, dan disebutkan pada 1734 oleh George Sale dalam The Preliminary Discourse to the Koran:

    Umat Islam juga mempunyai sebuah Injil dalam bahasa Arab, yang dihubungkan dengan St. Barnabas, dan di dalamnya sejarah Yesus Kristus dikisahkan dalam cara yang sangat berbeda dengan apa yang kita temukan dalam Injil-injil sejati, dan sesuai dengan tradisi-tradisi yang telah diikuti oleh Muhammad di dalam Qur’annya. Tentang Injil ini, orang-orang Morisco di Afrika mempunyai sebuah terjemahannya dalam bahasa Spanyol; di perpustakaan Pangeran Eugene dari Savoy, terdapat sebuah naskah tua, yang mengandung terjemahan dalam bahasa Italia dari Injil yang sama, yang, demikian anggapan orang, dibuat untuk digunakan oleh para pengkhianat.The Preliminary Discourse to the Koran, p. 79.

    Kalimat-kalimat di atas tampaknya merujuk kepada versi-versi dari kedua naskah yang dikenal, versi bahasa Italia dan bahasa Spanyol.

    [sunting] Kemunculan Injil Barnabas sebelumnya

    Sebuah “Injil menurut Barnabas” disebutkan dua kali dalam daftar karya-karya apokrif Kristen perdana: Decretum Gelasianum (tidak lebih tua dari abad ke-6), serta tulisan dari abad ke-7 List of the Sixty Books (Daftar ke-60 Kitab) [1]. Daftar-daftar ini adalah saksi-saksi independen, tetapi dalam kedua kasus di atas kita tidak dapat memastikan apakah si penyusun benar-benar telah melihat kesemua karya yang didaftarkan itu. Lebih jauh, daftar-daftar ini tidak memberikan rincian tentang isi karya-karya itu, dan tidak ada alasan untuk mengasumsikan bahwa teks Injil Barnabas dari abad ke-6 dan ke-7 ini adalah teks yang sama dengan yang kita bicarakan sekarang. M. R. James, New Testament Apocrypha (1924) menyangkal bahwa karya-karya yang disebutkan dalam daftar itu memang benar-benar pernah ada.

    Karya ini tidak boleh dicampurkan dengan Surat Barnabas yang selamat, yang diduga telah ditulis pada abad ke-2 di Alexandria. Antara kedua tulisan ini tidak ada hubungan dalam gaya tulisan, isi atau sejarahnya, selain bahwa kedua-duanya menganggap dirinya ditulis oleh Barnabas. Tentang masalah sunat, kedua pengarang memegang pandangan yang sangat berbeda. Pandangan ‘Surat Barnabas’ yang menolak praktik-praktik Yahudi dan pandangan ‘Injil Barnabas’ yang menganjurkan praktik-praktik Muslim. Keduanya pun tidak boleh dibingungkan dengan Kisah perbuatan Barnabas yang telah ditemukan, yang menyampaikan laporan tentang perjalanan, kematian Barnabas sebagai seorang martir dan penguburannya; dan yang pada umumnya diduga telah ditulis di Siprus sekitar setelah 431.

    Pada 478, pada masa pemerintahan Kaisar Zeno, uskup agung Anthemios dari Siprus mengumumkan bahwa sebuah tempat penguburan tersembunyi dari Barnabas telah dinyatakan kepadanya dalam sebuah mimpi. Tubuh orang suci itu konon telah ditemukan di sebuah gua dengan sebuah salinan dari Injil Matius yang kanonik di dadanya. Hal ini disampaikan oleh Theodorus Lector yang sezaman, yang kemungkinan sekali hadir ketika tulang-tulang dan kitab Injil itu dipersembahkan oleh Anthemios kepada kaisar. Sejumlah peneliti yang menegaskan bahwa Injil Barnabas itu memang sebuah naskah kuno mengajukan pendapat bahwa teks yang konon ditemukan pada 478 harus diidentifikasikan sebagai Injil Barnabas, tetapi tidak ada saksi sezaman yang mendukung pandangan ini. Menurut sebuah tradisi abad pertengahan yang dilestarikan di biara Sumela di selatan Trabzon, relikui-relikui Barnabas kemudian dipersembahkan kepada biara itu oleh Yustinianus; tetapi kemudian hilang satu abad kemudian ketika tentara-tentara Persia menduduki Alpen Pontus dalam peperangan mereka melawan Heraclius.

    Pada 1986, sempat diklaim bahwa sebuah salinan awal Injil ini dalam bahasa Suriah telah ditemukan dekat Hakkari (bdk. Hamza Bektaş dalam İlim ve Sanat Dergisi, Maret-April 1986, dan «Türkiye» dari 25 Juli 1986, “Barnabas Bible Found”, dalam Arabia 4/1985/ 1405/ No. 41/ Jan.-Febr./ Rabi Al-Thani, hlm. 46, “Original Bible Barnabas Found in Turkey”, dalam The Minaret 12, 3; 1.+ 16. April, 1985, n.p.)[2] Namun demikian, tak lama kemudian dilaporkan bahwa naskah ini sesungguhnya hanya mengandung Alkitab yang kanonik (Ron Pankow, “The Barnabas Bible?”, dalam: Arabia 1985/1405//Maret-April/ Rajib, t.t.)[3]

    [sunting] Manuskrip

    [sunting] Manuskrip bahasa Italia

    Naskah dalam bahasa Italia milik Pangeran Eugene dipersembahkan kepadanya pada 1709 oleh John Frederick Cramer. Naskah ini tampaknya berasal dari abad ke-16. Pada 1738 naskah ini dengan seluruh isi perpustakaannya sang Pangeran dipindahkan ke Hoffbibliothek Wina, dan masih bertahan di sana di Perpustakaan Nasional Austria. Halaman-halaman dari manuskrip bahasa Italia ini dibingkai dalam gaya Islam, dan memuat pembagian pasal dan catatan-catatan pinggir dalam bahasa Arab yang tidak teratur tata bahasanya, dan dengan bahasa Arab yang keliru (sesekali dengan kata bahasa Turki, dan banyak ciri sintaksis Turki), catatan pinggir ini merupakan penafsiran yang kasar dalam bahasa Arab terhadap ayat-ayat tertentu. Sampulnya dalam bahasa Turki, dan kelihatannya asli. Tetapi kertasnya tampaknya Italia, seperti halnya juga dengan tulisan tangannya (meskipun dengan ejaan yang banyak tidak lazim. Ada slogan-slogan di dasar setiap halaman, sebuah praktik yang umum dalam naskah-naskah yang dipersiapkan untuk dicetak. Naskah ini tampaknya tidak selesai – ke-222 pasalnya diberikan ruang-ruang kosong untuk judul-judul pasal, tetapi hanya 27 ruangan yang telah diisi. Selain itu, ada 38 halaman berbingkai yang sama sekali kosong sebelum teksnya. Diduga bahwa ke dalam halaman-halaman itu akan disalin tulisan-tulisan lain. Naskah versi bahasa Italia inilah yang dijadikan dasar untuk terjemahan Raggs 1907, yaitu terjemahan yang paling umum beredar dalam bahasa Inggris. Terjemahan ini diikuti pada 1908 oleh terjemahan bahasa Arab oleh Khalil Saadah, yang diterbitkan di Mesir.

    • Teks lengkap dalam bahasa Italia ditranskripsikan dengan terjemahan bahasa Inggris dan pengantarnya: Ragg, L dan L – The Gospel of Barnabas. (Clarendon Press, Oxford, England, 1907).
    • Edisi bahasa Italia kedua – dalam kolom-kolom paralel dengan sebuah teks yang dipermodern: Eugenio Giustolisi dan Giuseppe Rizzardi, Il vangelo di Barnaba. Un vangelo per i musulmani? (Milano: Istituto Propaganda Libraria, 1991).
    • Teks lengkap dari naskah bahasa Italia telah diterbitkan dalam bentuk faksimili; dengan terjemahan bahasa Perancis dan komentar yang panjang serta aparatus tekstual: Cirillo L. & Fremaux M. Evangile de Barnabe: recherches sur la composition et l’origine, Paris, 1977, 598 hlm.

    [sunting] Manuskrip Spanyol

    Naskah Spanyol yang diketahui, lenyap pada abad ke-18 atau ke-19; akan tetapi sebuah salinan abad ke-18 ditemukan pada tahun 1970-an di Fisher Library Universitas Sydney di antara buku-buku milik Sir Charles Nicholson, yang diberi label dalam bahasa Inggris “Transcribed from ms. in possession of the Revd Mr Edm. Callamy who bought it at the decease of Mr George Sale…and now gave me at the decease of Mr John Nickolls, 1745” (Disalin dari manuskrip kepunyaan Pdt. Edm. Callamy yang membelinya ketika Tn. George Sale meninggal dunia … dan kini memberikannya kepada saya ketika Tn. John Nickolls meninggal dunia”. J. E. Fletcher, The Spanish Gospel of Barnabas, Novum Testamentum vol. XVIII (1976), p. 314-320.

    Perbedaan utama dari naskah Italia ialah bahwa salinan yang selamat tidak mencatat sejumlah besar pasal—yang masih ada dalam naskah asli dalam bahasa Spanyol ketika naskah itu diperiksa oleh George Sale. Teks Spanyolnya didahului oleh sebuah catatan yang mengklaim bahwa naskah itu diterjemahkan dari bahasa Italia oleh Mustafa de Aranda, seorang penduduk Muslim Aragon di Istanbul. Manuskrip Spanyol ini juga memuat sebuah pendahuluan dari seseorang yang menggunakan nama samaran ‘Fra Marino’, yang mengklaim bahwa ia telah mencuri salinan versi Italia itu dari perpustakaan Paus Siktus V. Fra Marino melaporkan bahwa setelah memiliki kedudukan di Pengadilan Inkuisisi, ia akhirnya memiliki sejumlah karya, yang membuatnya percaya bahwa teks Alkitab telah dipalsukan, dan bahwa teks-teks apostolik yang asli telah disingkirkan dengan cara yang tidak semestinya. Fra Marino juga mengklaim bahwa ia telah diperingatkan tentang keberadaan Injil Barnabas, dari sebuah acuan dalam sebuah karya (yang tidak dikenal) oleh Ireneus menentang Paulus; dalam sebuah buku yang telah dipersembahkan kepadanya oleh seorang perempuan bangsawan dari keluarga Colonna (Marino, di luar Roma, adalah lokasi dari Palazzo Colonna).

    Teks manuskrip Spanyol telah diterbitkan dengan sejumlah komentar yang panjang:

    • Bernabe Pons L. F. El Evangelio de San Bernabe; Un evangelio islamico español, Universidad de Alicante, 1995, 260 hlm.

    [sunting] Asal-usul

    Beberapa peneliti karya ini berpendapat bahwa Injil Barnabas aslinya adalah sebuah karya Italia, karena di dalamnya terdapat ungkapan-ungkapan yang sangat mirip dengan yang digunakan oleh Dante. Selain meminjam dari karya Dante, menurut mereka si penulis juga mengambil pendahuluan dari versi Spanyol untuk mendukung kesimpulan ini. Para peneliti lainnya mencatat serangkaian persamaan tekstual antara ayat-ayat Injil Barnabas, dan berbagai teks lainnya dari sejumlah harmoni dari keempat Injil kanonik bahasa sehari-hari dari akhir Abad Pertengahan (dalam bahasa Inggris Pertengahan dan bahasa Belanda Pertengahan, tetapi khususnya dalam bahasa Italia Pertengahan); yang semuanya diperkirakan berasal dari sebuah versi Diatessaron karya Tatian (Jan Joosten, “The Gospel of Barnabas and the Diatessaron,” Harvard Theological Review 95.1 (2002): 73-96). Hal ini pun akan mendukung pendapat bahwa karya ini aslinya dari Italia.

    Para peneliti lainnya berpendapat bahwa versi bahasa Spanyol yang lebih dulu terbit. Menurut mereka, klaim dalam bagian pendahuluan versi bahasa Spanyol bahwa karya itu didasarkan pada sebuah sumber dalam bahasa Italia dimaksudkan untuk mengangkat kredibilitas karya tersebut dengan menghubungkannya dengan Perpustakaan Kepausan. Para peneliti ini mencatat paralel dengan serangkaian karya pemalsuan Morisco, prasasti-prasasti Sacromonte dari Granada, yang berasal dari tahun 1590-an; atau penulisan ulang Morisco atas tradisi-tradisi Kristen dan Islam, yang dihasilkan setelah mereka diusir dari Spanyol (G.A.Wiegers, “Muhammad as the Messiah: A comparison of the polemical works of Juan Alonso with the Gospel of Barnabas”, Leiden, Bibliotheca Orientalis, LII, no 3/4, April-Juni 1995, hlm.245-292).

    Manuskrip Spanyol yang diklaim ditulis di Istanbul, dan manuskrip Italia yang selamat mempunyai beberapa ciri Turki; jadi, apakah bahasa aslinya bahasa Spanyol atau Italia – Istanbul dianggap oleh kebanyakan peneliti sebagai tempat asal teks yang sekarang. Pandangan ini telah menambahkan kredibilitas, dalam arti bahwa banyak teks kuno Kristen dan patristik mungkin masih ditemukan, pada abad ke-16, dalam perpustakaan-perpustakaan Yunani di Istanbul – Konstantinopel kuno – dan bahwa kota itu memiliki sejumlah komunitas yang cukup besar yang berbahasa Yunani, Italia dan Spanyol.

    Setelah jatuhnya Granada Moor pada 1492, populasi Mudejar dan Sephardi (orang-orang Muslim dan Yahudi yang menolak untuk berpindah ke agama Kristen) diusir dari Spanyol. Meskipun sebagian mulanya menemukan tempat perlindungan di Italia (khususnya Venezia), kebanyakan bermukim di Kesultanan Ottoman. Di sana orang-orang Yahudi yang berbahasa Spanyol membangun sebuah sub-kultur yang kaya di Istanbul dengan industri cetak yang maju dalam bahasa Ibrani dan Ladino. Jumlah ini semakin meningkat setelah 1550, setelah kampanye penganiayaan oleh Inkuisisi Venezia terhadap orang-orang Italia anti-Trinitarian dan Yahudi. Meskipun ajaran Islam pada saat ini sangat menentang pencetakan teks-teks Islam atau yang berbahasa Arab, pencetakan bahan-bahan non-Muslim pada prinsipnya tidak dilarang. Bahkan ada upaya-upaya pada 1570-an oleh pihak-pihak anti-Trinitarian untuk membangun sebuah percetakan di ibukota Turki untuk menerbitkan karya-karya Protestan radikal. Dalam pengantar berbahasa Spanyol, Fra Marino mencatat keinginannya agar Injil Barnabas dicetak, dan satu-satunya tempat di Eropa yang memungkinkannya pada akhir abad ke-16 adalah Istanbul.

    Namun demikian, segelintir peneliti curiga bahwa ciri-ciri ‘Turki’ yang tampak jelas dalam manuskrip Italia; khususnya anotasi-anotasi berbahasa Arab, yang mereka nilai begitu penuh dengan kesalahan-kesalahan mendasar sehingga kemungkinan sekali tidak ditulis di Istanbul (bahkan oleh seorang penulis Italia). Secara khusus, mereka mencatat bahwa penonjolan syahadat versi Italia ke dalam bahasa Arab, tidak persis sama dengan rumusan ritual standar yang diucapkan setiap hari oleh setiap Muslim. Para peneliti ini cenderung untuk menyimpulkan dari berbagai inkonsistensi ini bahwa kedua manuskrip kemungkinan merupakan sebuah percobaan pemalsuan forensik, dan mereka cenderung menyimpulkan bahwa tempat penulisannya adalah Roma.

    Sedikit akademikus menyatakan bahwa teks ini, dalam bentuknya yang sekarang, tidak berasal dari masa lebih awal daripada abad ke-14–16; meskipun segelintir dari mereka menganggapnya mengandung bagian-bagian dari sebuah karya yang lebih awal, dan hampir semuanya menemukan pengaruh dari sumber-sumber yang lebih tua— terutama sekali teks Vulgata dari Alkitab bahasa Latin. Akibatnya kebanyakan peneliti sepakat bahwa teks yang ada sekarang mengandung stratifikasi sekurang-kurangnya tiga lapisan komposisi yang berbeda:

    • sebuah lapisan editorial yang berasal dari tahun 1590-an; dan terdiri, sekurang-kurangnya, dari pendahuluan dalam bahasa Spanyol dan anotasi-anotasi dalam bahasa Arab,
    • sebuah lapisan komposisi naratif dalam bahasa vernakular, entah dalam bahasa Spanyol atau Italia, dan berasal dari masa tidak lebih tua daripada pertengahan abad ke-14,
    • sebuah lapisan yang berasal dari bahan-bahan sumber yang lebih awal, yang hampir dapat dipastikan diteruskan kepada si pengarang/penerjemah bahasa vernakular ke dalam bahasa Latin; dan terdiri, sekurang-kurangya, atas nas-nas yang panjang di dalam Injil Barnabas yang sangat sejajar dengan perikop-perikop dalam kitab-kitab Injil kanonik; tetapi yang lapisan yang ada di baliknya jelas berbeda dengan bahasa Latin pertengahan Vulgata (seperti misalnya dalam versi alternatif dari Doa Bapa Kami dalam pasal 37, yang menyertakan doksologi penutup, bertentangan dengan teks Vulgata, tetapi sesuai dengan Diatessaron dan banyak tradisi varian yang lebih tua lainnya);

    Banyak dari kontroversi dan pertikaian menyangkut otentisitas Injil Barnabas dapat diungkapkan kembali sebagai perdebatan apakah tema-tema yang jelas-jelas sangat menyinggung (dari perspektif Kristen ortodoks) sudah ada dalam bahan-bahan sumber yang dipergunakan oleh seorang pengarang vernakular abad ke-14–16, mungkinkah tulisan itu adalah hasil dari si pengarang sendiri, atau mungkinkah tulisan itu diinterpolasikan oleh penyunting yang belakangan. Para peneliti yang menganggap tema-tema partikular ini sebagai tulisan yang berasal dari masa Kristen perdana, toh pada umumnya tidak menyangkal bahwa bahwa bagian-bagian lain dari Injil ini mungkin berasal dari masa yang belakangan dan anakronistik; sementara mereka yang menolak otentisitas dari tema-tema partikular ini biasanya menyangkal bahwa bagian-bagian lain dari Injil ini mungkin menyampaikan bacaan atau penafsiran yang berbeda dari zaman Kristen perdana.

    [sunting] Analisis

    Karya ini memiliki paralel yang kuat dengan iman Islam, bukan hanya dengan menyebutkan Muhammad langsung dengan namanya, tetapi juga mencakup syahadat (pasal 39). Nada kitab ini sangat anti-Paulus dan anti-Trinitarian. Dalam karya ini, Yesus digambarkan sebagai seorang nabi dan bukan anak Allah, sementara Paulus digambarkan telah “diperdayakan”. Lebih jauh, Injil Barnabas menyatakan bahwa Yesus selamat dari penyaliban karena ia diangkat hidup-hidup ke surga, sementara Yudas Iskariot sang pengkhianat — secara ajaib diubah — disalibkan sebagai gantinya. Keyakinan-keyakinan ini; khususnya bahwa Yesus adalah seorang nabi Allah dan diangkat hidup-hidup tanpa disalibkan; sesuai dengan keyakinan Islam. Namun demikian, nas-nas yang lain berlawanan dengan teks/ajaran-ajaran Al Qur’an; seperti misalnya dalam cerita tentang Kelahiran Yesus, di mana Maria digambarkan telah melahirkan Yesus tanpa mengalami rasa sakit; atau seperti dalam pelayanan Yesus, di mana ia mengizinkan orang minum anggur dan menganjurkan monogami. Tema-tema naratif, dan sejumlah ungkapan yang sangat khas, juga terdapat dalam Comedia Divina karya Dante (Ragg). Bila (seperti yang disimpulkan oleh kebanyakan peneliti) Injil Barnabas dianggap sebagai upaya untuk mensintesiskan unsur-unsur dari agama Kristen dan Islam, maka dapat dikatakan adana kesejajaran dalam tulisan-tulisan Morisco dan anti-Trinitarian; tetapi sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini.

    Versi Spanyol mencakup sebuah laporan tentang ditemukannya Injil Barnabas di ruang belajar pribadi Paus Siktus V (1585-1590), sebuah laporan yang bagi banyak peneliti tampaknya secara historis tidak cocok; dan hal ini, besama-sama dengan berbagai inkonsistensi paleografi dalam manuskrip Italia yang bertahan, telah membuat sejumlah pakar menyimpulkan bahwa kedua manuskrip yang dikenal itu telah disiapkan untuk mendukung sebuah percobaan dalam pemalsuan forensik, yang dimaksudkan untuk mendiskreditkan atau menjebak sejumlah tokoh gereja Katolik Roma terkemuka di kalangan Kuria Roma pada 1590-an (David Sox; The Gospel of Barnabas 1984). Ada sejumlah paralel sezaman bagi usaha seperti ini – khususnya “Casket Letters” yang konon dipalsukan untuk menuduh Mary, Ratu Skotlandia. Oleh karena itu, sebagian sarjana yang mengikuti pandangan ini menolak keseluruhan Injil ini dan menganggapnya sebagai sebuah hoax; tetapi mayoritas akan menganggap bahwa lebih besar kemungkinannya bahwa mereka yang dituduh sebagai pemalsu itu memanfaatkan teks heterodoks yang telah ada sebelumnya.

    [sunting] Tema-tema keagamaan

    Injil Barnabas tidak banyak dikenal di luar kalangan akademik hingga belakangan ini, ketika sejumlah orang Muslim menerbitkannya untuk berargumen dengan konsepsi Kristen ortodoks tentang Yesus. Pada umumnya karya ini lebih menggemakan pandangan-pandangan Muslim yang ada daripada pandangan Kristen: karya ini meramalkan kedatangan Muhammad dengan menyebutkan namanya; bukannya menggambarkan penyaliban Yesus, kitab ini menggambarkan bahwa ia diangkat ke surga, serupa dengan gambaran tentang Elia dalam 2 Raja-raja, pasal 2; dan kitab ini menyebut Yesus seorang “nabi” yang misinya dibatasi hanya pada “bani Israel“. Namun demikian, karya ini juga berbeda dengan konsepsi Islam dalam sekurang-kurangnya dua hal penting; karya ini melaporkan bahwa Muhammad, dan bukan Yesus, yang disebut Mesias, sementara Qur’an dan Hadits sama-sama menyebut Yesus sebagai Mesias, dan tidak ada varian ortodoks Islam manapun yang menyebut Muhammad sebagai Mesias. Selain itu, karya ini secara eksplisit menyangkal doktrin-doktrin Islam (dan Kristen) tentang penghakiman mutlak dan pra-pengetahuan Allah — dengan menyatakan bahwa, dalam masalah perdamaian: “Allah menunggu manusia untuk bertobat” (pasal 114); sedemikian rupa sehingga jiwa-jiwa orang yang jahat di Neraka pada akhirnya dapat diselamatkan pada akhir zaman, bila mereka bersedia bertobat (pasal 113); sementara orang-orang yang benar —bahkan orang-orang suci dan para nabi— tidak dapat selamat dari rasa takut akan penghukuman; karena tidak ditolak kemungkinan bahwa suatu saat di masa mendatang, karena terlalu yakin akan kebenaran mereka sendiri, mereka terjatuh ke dalam kesombongan (pasal 112).

    Karya ini memuat sebuah polemik yang panjang melawan doktrin predestinasi (pasal 164), dan mendukung ajaran pembenaran oleh iman; bahwa tujuan kekal jiwa ke surga atau neraka tidak ditetapkan sebelumnya oleh karunia Allah (seperti dalam Calvinisme), ataupun penghakiman Allah, dalam belas kasih-Nya, terhadap iman orang-orang percaya di muka bumi (seperti dalam Islam ortodoks). Sebaliknya dinyatakan bahwa mereka yang dihukum pada penghakiman terakhir, tetapi yang kemudian menjawab dalam iman, yang memeprlihatkan penyesalan yang sungguh-sungguh, dan yang membuat pilihan bebas untuk diberkati, pada akhirnya akan memperoleh perdamaian (pasal 137). Hanya mereka yang tetap sombong akan terhalang dari pertobatan yang sungguh-sungguh dan karenanya akan tetap tinggal di dalam neraka.

    Keyakinan Pelagian yang sangat radikal ini pada abad ke-16 ditemukan di antara tradisi-tradisi Protestan anti-Trinitarian di kemudian hari yang disebut sebagai Unitarianisme. Beberapa tokoh anti-Trinitarian abad ke-16 berusaha mempertemukan agama Kristen, Islam dan Yudaisme; bedasarkan argumen-argumen yang mirip sekali dengan apa yang diajukan dalam Injil Barnabas, dengan mengatakan bahwa bila perdamaian tetap tidak terpecahkan hingga akhir zaman, maka agama manapun dari ketiga agama ini dapat menjadi jalan yang sahih untuk masuk ke surga bagi para pemeluknya. Miguel de Servetus dari Spanyol, menolak rumusan Kristen ortodoks tentang Tritunggal (membuktikan bahwa satu-satunya rujukan yang eksplisit terhadap Tritunggal dalam Perjanjian Baru sebagai interpolasi di kemudian hari); dan berharap dengan demikian dapat menjembatani perbedaan doktriner antara agama Kristen dan Islam. Pada 1553 ia dihukum mati di Geneva di bawah kekuasaan Yohanes Calvin, tetapi ajaran-ajarannya tetap sangat berpengaruh di antara para pelarian Protestan Italia. Pada akhir abad ke-16 banyak anti-Trinitarian, yang dianiaya baik oleh kaum Calvinis maupun oleh Inkuisisi, mencari perlindungan di Transylvania; yang saat itu berada di bawah perlindungan Turki dan memiliki hubungan yang erat dengan Istanbul. (Christopher J. Burchill:The Heidelberg Antitrinitarians Bibliotheca Dissidentium: vol XI, Baden-Baden 1989,308p).

    Termasuk dalam pasal 145 adalah “Buku kecil Elia“; yang memberikan pengajaran tentang kehidupan yang benar berupa spiritualitas asketik dan pertapa. Dalam 47 pasal berikutnya, Yesus dicatat mengembangkan sebuah tema bahwa para nabi dari zaman purbakala, khususnya Obaja, Hagai dan Hosea, adalah para pertapa suci yang mengikuti aturan-aturan keagamaan ini; dan mengkontraskan para pengikut mereka – yang disebut sebagai “orang-orang Farisi sejati” – dengan “Farisi-Farisi palsu” yang hidup di dunia, dan yang merupakan lawan-lawan utamanya.. Para “Farisi sejati” ini dilaporkan berkumpul di Gunung Karmel. Hal ini cocok dengan ajaran Ordo Karmelit abad pertengahan, yang hidup sebagai kongregasi pertama di gunung Karmel pada abad ke-13; tetapi yang mengklaim (tanpa bukti) sebagai keturunan langsung Elia dan para nabi Perjanjian Lama. Pada 1291 bangsa Mamluk masuk ke Suriah memaksa para biarawan di Karmel untuk meninggalkan biara mereka, tetapi ketika menyebar di seluruh Eropa Barat mereka mendirikan kongregasi Karmelit Barat – khususnya di Italia – dan telah meninggalkan kehidupan pertapa dan idealisme asketik, dan sebaliknya mengambil kehidupan biara dan misi dari para Ordo Mendikan lainnya. Sebagian peneliti menganggap bahwa kontroversi-kontroversi yang muncul pada abad ke-14 hingga ke-16 dapat ditemukan tercermin dalam teks Injil Barnabas.

    Injil ini juga sesekali mengambil nada yang sangat anti-Paulin, dengan mengatakan pada awal versi Italia: “banyak orang yang diperdayakan oleh Setan, dengan berpura-pura saleh, mengajarkan doktrin yang paling keji, yang menyebut Yesus anak Allah, menolak sunat yang diperintahkan oleh Allah untuk selama-lamanya, dan mengizinkan setiap daging yang haram: di antaranya juga Paulus telah diperdayakan.”

    [sunting] Ramalan tentang Nabi Muhammad s.a.w.

    Injil Barnabas mengklaim bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w., sehingga cocok dengan Qur’an yang menyebutkan:

    “Dan (ingatlah) ketika ‘Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”!” (Surah 61)

    (Ahmad adalah nama lain dari Muhammad.) Sebuah tradisi ilmiah Islam mengaitkan nasional Qur’an ini dengan rujukan-rujukan Perjanjian Baru kepada Parakletos (Yohanes 14:16, 14:26, 15:26, 16:7). Kata Yunani “parakletos” dapat diterjemahkan menjadi “Penghibur”; dan dalam tradisi Kristen, kata ini dikatakan merujuk kepada Roh Kudus. Sebagian sarjana Muslim telah mencatat kemiripannya dengan kata Yunani “periklutos” yang dapat diterjemahkan sebagai “yang terpuji”; atau dalam bahasa Arab, “Ahmad”.

    Nama “Muhammad” seringkali disebutkan secara tegas dalam Injil Barnabas, seperti dalam kutipan berikut:

    “Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Allah sendiri telah memberikan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: “Nantikanlah Muhammad; demi engkau, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak makhluk, yang akan Aku serahkan kepadamu sebagai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkai engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa mengutuk engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus engkau ke dalam dunia, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan bumi akan gagal, imanmu tidak akan pernah gagal.” Muhammad adalah namanya yang diberkati.’ Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu berkata, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Yang Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!'” Barnabas 97:9-10. Manuskrip Italia mengganti “Yang Terpuji” dengan “Muhammad” [4].

    Namun demikian, sementara ada banyak nas di mana Injil Barnabas memberikan bacaan alternatif terhadap perikop-perikop yang terdapat dalam Injil-injil kanonik, tak ada satupun rujukan kepada Muhammad yang langsung menyebut namanya muncul dalam nas-nas sinoptik; dan khususnya, tak ada satupun rujukan kepada “Muhammad” di dalam Barnabas yang sesuai dengan rujukan “Parakletos” dalam Injil Yohanes yang kanonik. Hanya ada satu kesempatan di mana Injil Barnabas dapat dianggap “mengoreksi” sebuah perikop kanonik yang dikenal, sehingga mencatat sebuah nubuat oleh Yesus tentang seorang Utusan Allah (yang tidak disebutkan namanya):

    Lalu Yesus berkata: “Akulah suara yang berseru-seru di seluruh Yudea, dan berkata: “Persiapkanlah jalan untuk utusan Tuhan,” bahkan sebagaimana tertulis dalam Yesaya.” Mereka berkata: “Bila engkau bukanlah Mesias atau Elia, atau nabi manapun juga, mengapa engkau mengajarkan suatu ajaran yang baru, dan membuat dirimu lebih penting daripada Mesias?” Yesus menjawab: “Mujizat yang Allah kerjakan melalui tanganku membuktikan bahwa aku berbicara tentang apa yang Allah kehendaki; akupun tidak membuat diriku sebagai dia yang engkau katakan. Karena aku tidak layak untuk melepaskan tali kasut ataupun pengikat sepatu Utusan Allah yang engkau sebut “Mesias,” yang telah diciptakan sebelum aku, dan datang setelah aku, dan akan membawa firman kebenaran, sehingga imannya tidak akan pernah berakhir.” (Pasal 43):

    Nas ini sangat mirip dengan ayat-ayat dalam Injil Yohanes 1:19-30 yang kanonik, kecuali bahwa dalam nas ini, kata-kata tersebut diucapkan oleh Yohanes Pembaptis (di dalam Qur’an; Yahya ibn Zakariya) dan merujuk kepada Yesus.

    [sunting] Muhammad sebagai Sang Mesias

    Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas:

    ‘Kemudian imam itu berkata: “Dengan nama apakah Mesias itu akan dipanggil?” {Yesus menjawab} “Muhammad adalah namanya yang diberkati” ‘ (ps. 97).

    dan

    Yesus mengaku, dan mengatakan kebenaran: “Aku bukanlah Mesias itu.” (ps. 42:2)

    Seperti telah disebutkan di atas, pernyataan-pernyataan ini tampaknya mengkontradiksikan keyakinan Islam. Namun demikian, seorang apologet Muslim terkenal, Ahmed Deedat berpendapat bahwa karena “Mesias” artinya sekadar “dia yang diurapi”, maka kata itu dapat dihubungkan dengan nabi manapun, dan Yesus tentu memaksudkan bahwa Muhammad diurapi oleh Allah.

    Namun demikian, mengenai Mesias sebagai sinonim dengan orang yang diurapi, hal ini tidak konsisten dengan konotasi yang kompleks dari Mesias menurut orang-orang Yahudi dari abad ke-1. Lihat Mesias. Mesias merujuk kepada seorang pribadi; dua orang tidak mungkin bersama-sama menjadi Sang Mesias. Mesias adalah seorang pemimpin Yahudi, yang berjuang dengan orang-orang Yahudi untuk memulihkan mereka menjadi suatu bangsa yang aman. Islam tidak mengatribusikan sifat ini kepada Muhammad.

    Bila penulis Injil Barnabas telah berpengalaman dalam sebuah komunitas Kristen, ia akan paham makna Mesias yang berbeda. Dalam Dunia Kristen, kata ini telah mengandung konotasi dari seorang penguasa yang telah dinubuatkan yang menyelamatkan orang-orang percaya dari penghukuman. Deskripsi ini cocok sekali dengan pandangan Islam mengenai Muhammad.

    [sunting] Mesias keturunan Ismael

    Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas, Yesus menyangkal bahwa dialah sang Mesias itu, dan mengklaim bahwa Mesias akan datang dari kalangan keturunan Ismael (yakni, Arab):

    “Pada saat itu Yesus berkata: ‘Engkau menipu dirimu sendiri; karena Daud di dalam Roh menyebutnya Tuan, dan dengan demikian berkata: “Allah berkata kepada tuanku, duduklah di sebelah kananku, sampai musuh-musuhmu kutaruh di bawah kakimu lawan-lawanmu pijakan kakimu. Allah akan mengirimkan tongkatmu sehingga engkau berkuasa di antara lawan-lawanmu.” Bila utusan Allah yang engkau sebut Mesias adalah anak Daud, bagaimana mungkin Daud menyebutnya tuan? Percayalah padaku, karena sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa janji itu telah dibuat dalam diri Ismael, bukan Ishak.'” (Barnabas 43:10)

    Hajj Sayed (Anggota Senior dari CIMS), dalam bukunya yang baru di Mesir, membandingkan hal ini dengan pernyataan berikut dari Alkitab yang kanonik :

    “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.” Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Matius 22:42-46

    Menurut Injil-injil kanonik, Yesus adalah “anak” (keturunan) Daud; karenanya, Hajj Sayed berpendapat bahwa pernyataan ini menguatkan pendapat Injil Barnabas.

    Gagasan tentang Mesias sebagai seorang Arab juga ditemukan dalam pasal yang lain dari Injil Barnabas:

    “Bila aku melakukan kejahatan, tegurlah aku, dan Allah akan mengasihimu, karena engkau melakukan kehendak-Nya, akan tetapi bila tak seorang pun dapat menegur dosaku, maka itu adalah tanda bahwa engkau bukanlah anak-anak Abraham sebagaimana yang engkau katakan, dan engkau bukanlah bagian dari Dia yang ke dalamnya Abraham terhisab. Sebagaimana Allah yang hidup, demikianlah dalamnya kasih Abraham kepada Allah, sehingga ia tidak hanya menghancurkan semua berhala dan meninggalkan ayah dan ibunya, tetapi juga bersedia mengurbankan anaknya sendiri dalam ketaatan kepada Allah.
    Imam agung menjawab: “Aku menanyakan hal ini kepadamu, dan aku tidak berusaha membunuh engkau, karena itu katakanlah kepada kami: Siapakah putra Abraham itu?” Yesus menjawab: “Semangat kehormatan-Mu, ya Allah, membakar diriku, dan aku tidak dapat berdiam diri. Sesungguhnya aku berkata, putra Abraham adalah Ismael, dan daripadanya akan datang Mesias yang dijanjikan kepada Abraham, bahwa di dalam dia semua suku di muka bumi akan diberkati.” Mendengar hal itu, imam agung murka, dan berseru: “Baiklah kita merajam orang yang durhaka ini, karena ia adalah seorang keturunan Ismael, dan ia telah menghujat Musa dan Hukum Allah.” (Barnabas 208:1-2)

    Di sini, salah satu versi Injil Barnabas juga mengutip Yesus yang mengatakan bahwa anak Abraham yang dikurbankan adalah Ismael, bukan Ishak, sesuai dengan keyakinan Islam tetapi berlawanan dengan keyakinan Yahudi dan Kristen. Dapat pula ditarik kaitan antara pernyataan dalam alinea terakhir bahwa “di dalam dia semua suku di muka bumi akan diberkati”, dengan makna nama “Muhammad”, yang “Dipuji (atau Berbahagia)”. (Bdk.Life of Prophet Muhammad).

    [sunting] Yesus bukan Allah ataupun Anak Allah

    Menurut Injil Barnabas, Yesus meramalkan dan menolak penyembahan dirinya sebagai Allah:

    dan setelah mengatakan hal ini, Yesus memukul wajahnya dengan kedua tangannya, dan kemudian menutupi tanah dengan kepalanya, sambil berkata: “Terkutuklah barangsiapa yang memasukkan ke dalam ucapan-ucapanku bahwa aku adalah anak Allah” (53:6)
    dan setelah berkata demikian Yesus keluar dari Bait Allah. Dan rakyat mengagungkannya, karena mereka membawa semua orang yang sakit yang dapat mereka kumpulkan, dan Yesus setelah berdoa memulihkan kesehatan mereka: oleh karena itu, pada hari itu di Yerusalem tentara-tentara Romawi, melalui pekerjaan Setan, mulai menghasut rakyat, sambil berkata Yesus adalah Allah Israel, yang telah datang untuk melawat umat-Nya.” (69:6)
    Yesus menjawab: “Dan engkau; menurut engkau siapakah aku?” Petrus menjawab: “Engkau adalah Kristus, anak Allah”. Lalu Yesus menjadi marah, dan dengan murka Yesus menegurnya sambil berkata: “Pergilah daripadaku, karena engkau adalah iblis yang berusaha membuat aku berdosa” (70:1)
    Yesus berkata lagi: “Aku mengaku di hadapan surga, dan meminta kesaksian dari semua yang hidup di muka bumi, bahwa aku adalah seorang asing bagi semua orang yang telah berkata tentang aku, yakni, bahwa aku lebih daripada seorang manusia biasa. Karena aku, yang lahir dari seorang perempuan, takluk kepada penghakiman Allah; yang hidup di sini seperti semua orang lainnya, sama-sama dapat mengalami penderitaan yang sama.” (94:1)
    Kemudian imam itu menjawab, dengan gubernur dan raja: “Jangan sesali dirimu, O Yesus, yang kudus dari Allah, karena di masa kita pemisahan ini tidak akan ada lagi, karena kami akan menulis kepada senat Romawi yang suci dengan cara yang sedemikian bijaksana sehingga dengan dekrit kaisar tak seorangpun akan menyebut engkau Allah atau anak Allah.” Kemudian Yesus berkata: “Kata-katamu tidak menghibur aku, karena ketika engkau mengharapkan terang, kegelapanlah yang akan datang; tetapi penghiburanku terdapat dalam kedatangan sang Utusan, yang akan menghancurkan setiap pandangan yang salah tentang aku, dan imannya akan menyebar dan akan menguasai seluruh dunia, karena demikianlah yang telah Allah janjikan kepada Abraham bapak kita.” (97:1)

    Hal ini sepenuhnya cocok dengan keyakinan Islam yang menyatakan bahwa Yesus ini adalah manusia dan seorang nabi. Menurut sejumlah hadits, Yesus akan kembali ke muka bumi di masa depan dan menyatakan kepada dunia bahwa ia adalah “seorang hamba Allah”. Menurut Imam Anwar Al-Awlaki dalam ceramah audionya Lives of the Prophets, hal pertama yang dikatakan oleh nabi Isa ketika ia berada di buaiannya adalah “Sesungguhnya aku ini hamba Allah”, dan hal pertama yang akan dikatakan oleh Isa ketika ia kembali ke muka bumi adalah hal yang sama, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah”. Menurut Qur’an:

    Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (Surat Maryam:27-35)

    [sunting] Paulus dan Barnabas

    Hajj Sayed berpendapat bahwa deskripsi Surat Galatia tentang pertikaian antara Paulus dan Barnabas mendukung gagasan bahwa Injil Barnabas telah ada di masa Paulus. Blackhirst, sebaliknya, telah mengajukan pendapatnya bahwa laporan Galatia tentang argumen ini dapat mejadi alasan bagi si penulis Injil ini untuk mengatribusikannya kepada Barnabas.[5] Paulus menulis dalam (Galatia pasal 2):

    “Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?.” (Surat Galatia 2:11-14)

    Paulus di sini menyerang Petrus dan Barnabas karena “berusaha memuaskan orang-orang Yahudi” dengan tetap berpegang pada hukum-hukum mereka, seperti sunat. Hal ini memperlihatkan, pada saat itu, bahwa Barnabas mengikuti Petrus dan tidak setuju dengan Paulus. Sebagian merasa bahwa hal ini juga menunjukkan bahwa para penduduk Galatia pada waktunya itu menggunakan sebuah Injil atau sejumlah Injil yang bertentangan dengan keyakinan-keyakinan Paulus, dan Injil Barnabas bisa merupakan salah satu di antaranya (meskipun Injil Petrus mestinya adalah kandidat yang lebih wajar, mengingat isi surat yang kedua.). Terhadap laporan Galatia ini, kita dapat membandingkannya dengan Pengantar Pasal Injil Barnabas, di mana kita membaca:

    “Saudara-saudara yang terkasih, Allah yang besar dan ajaib pada hari-hari terakhir ini telah mengunjungi kita melalui nabinya Yesus Kristus dalam in great mercy of teaching dan miracles, karena alasan itulah banyak orang, yang telah diperdayakan oleh Setan, dengan berpura-pura saleh, mengajarkan doktrin yang paling jahat, menyebut Yesus anak Allah, menolak sunat untuk telah diperintahkan Allah untuk selama-lamanya, dan mengizinkan setiap daging yang tidak halal; di antara mereka juga Paulus telah diperdayakan, dan tentang itu aku berbicara dengan penuh duka cita; karena itulah aku menuliskan kebenaran yang telah aku lihat dan dengar, dalam pergaulan yang telah kuperoleh bersama Yesus, agar engkau dapat diselamatkan, dan tidak terpedaya oleh Setan dan binasa dalam penghakiman Allah. Oleh karena itu, waspadalah terhadap siapapun yang mengajarkan kepadamu ajaran yang baru yang bertentangan dengan apa yang aku tulis, agar engkau dapat diselamatkan untuk selama-lamanya.” (Introduction To the Gospel of Barnabas)

    Dalam konteks ini, perhatikan pula bahwa Petrus adalah salah satu dari ke-12 murid Yesus, dan Barnabas adalah salah seorang pengikut pertama Yesus, sementara Paulus, seorang warga negara Romawi, tidak pernah hidup bersama Yesus, dan telah biasa menganiaya pengikut-pengikut Yesus sebelum pertobatannya.

    Kisah 9:26-27: “Setibanya di Yerusalem Saulus [Paulus] mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul…”

    Dari nas-nas sebelumnya, kita juga dapat menyimpulkan bahwa pada mulanya, Paulus dan Barnabas berhubungan baik satu sama lain; namun, pada akhirnya, mereka mulai berbeda dalam keyakinan mereka.

    Sebagai kesimpulan, sebagian sarjana Muslim percaya bahwa perbedaan-perbedaan antara Injil Barnabas dan keyakinan Paulus mungkin telah menjadi alasan bahwa Injil Barnabas dan injil-injil lainnya tidak dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru.

    [sunting] Perbedaan-perbedaan non-kanonik lainnya

    • Menurut kutipan berikut ini, Yesus berbicara kepada Barnabas dan memberikan kepadanya sebuah “rahasia”:
    Sambil menangis Yesus berkata: “O Barnabas, aku harus menyingkapkan kepadamu rahasia-rahasia besar, yang, setelah aku meninggalkan dunia ini, harus engkau singkapkan kelak.” Kemudian, menjawablah dia yang menulis, dan katanya: “Janganlah menangis, O guru, dan juga orang-orang lain, karena kita semua adalah orang berdosa. Dan engkau, yang kudus dan nabi Allah, tidaklah layak bagimu untuk menangis seperti itu.”
    Yesus menjawab: “Percayalah kepadaku, Barnabas bahwa aku tidak dapat menangis sebagaimana yang seharusnya. Karena bila manusia tidak menyebut aku Allah, aku tentu akan melihat Allah di sini sebagaimana Ia tampak kelak di firdaus, dan aku akan selamat dan tidak takut akan hari penghakiman. Tetapi Allah tahu bahwa aku tidak bersalah, karena aku tidak pernah terpikir bahwa aku lebih daripada sekadar seorang hamba yang malang. Tidak, aku katakan kepadamu bahwa andaikan aku tidak disebut Allah, maka aku tentu sudah diangkat ke firdaus bila aku meninggalkan dunia ini, sementara sekarang ini aku tidak akan ke sana hingga hari penghakiman. Sekarang engkau tahu bahwa aku mempunyai alasan untuk menangis.
    Ketahuilah, O Barnabas, bahwa karena itulah aku akan mengalami penganiayaan yang hebat, dan akan dijual oleh salah seorang muridku dengan harga tiga puluh keping uang. Karena itu aku yakin bahwa dia yang akan menjualku akan dibunuh atas namaku, karena Allah akan mengangkat aku dari muka bumi, dan akan mengubah wajah si pengkhianat sehingga setiap orang akan percaya bahwa dia adalah aku; namun demikian, bila ia meninggal dalam kematian yang kejam, aku akan tetap tinggal dalam kehinaan tersebut untuk waktu yang lama. Tetapi ketika Muhammad datang, Utusan Allah yang kudus, kehinaan itu akan diangkat. Dan inilah yang akan dilakukan Allah karena aku telah mengakui kebenaran tentang sang Mesias yang akan memberikan kepadaku ganjaran ini, bahwa orang akan tahu bahwa aku hidup dan bahwa aku tidak mengalami kematian yang penuh kehinaan itu.”
    • Juga, menurut Injil Barnabas, Yesus menyuruh Barnabas untuk menulis injil ini:
    Yesus berpaling kepada dia yang menulis dan berkata: “Barnabas, usahakanlah dengan cara apapun untuk menulis injilku mengenai semua yang telah terjadi sepanjang hidupku di dunia. Dan tuliskanlah dengan cara yang sama apa yang telah terjadi atas diri Yudas, agar orang-orang percaya tidak terpedaya, dan agar setiap orang boleh percaya akan kebenaran.”

    [sunting] Anakronisme

    Beberapa pembaca telah mencatat bahwa Injil Barnabas mengandung sejumlah anakronisme serta ketidakselarasan historis yang jelas:

    • Injil Barnabas mengatakan bahwa Yesus berlayar menyeberangi Laut Galilea ke Nazaret – yang sesungguhnya berada di darat; dan dari situ “naik” ke Kapernaum – yang sesungguhnya berada di tepi danau (pasal 20-21); meskipun hal ini juga dibantah oleh Blackhirst, yang mengatakan bahwa lokasi tradisional Nazaret sendiri masih dipertanyakan).
    • Yesus dikatakan lahir pada masa pemerintahan Pontius Pilatus, yang dimulai setelah tahun 26 M.
    • Barnabas tampaknya tidak menyadari bahwa ‘Kristus‘ dan ‘Mesias‘ adalah terjemahan dari kata yang sama (christos); ia menggambarkan Yesus sebagai “Yesus Kristus” namun mengklaim bahwa ‘Yesus mengaku dan mengatakan kebenarannya, “Aku bukanlah Sang Mesias”‘ (ps. 42).
    • Ada rujukan kepada tahun Yobel yang akan diselenggarakan setiap seratus tahun (pasal 82), ketimbang setiap 50 tahun seperti yang digambarkan dalam Kitab Imamat: 25. Anakronisme ini tampaknya menghubungkan Injil Barnabas dengan deklarasi Tahun Suci pada 1300 oleh Paus Bonifatius VIII. Paus mengumumkan bahwa Tahun Yobel ini harus diulangi setiap seratus tahun. Pada 1343 interval antara Tahun-tahun Suci itu dikurangi oleh Paus Klemens VI menjadi 50 tahun.
    • Adam dan Hawa memakan buah apel (ps. 40); sementara asosiasi tradisional antara buah Pohon Pengetahuan Hal Yang Baik dan Jahat (Kejadian 2) dengan buah apel disebabkan oleh penerjemahan Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Latin, di mana ‘apel’ maupun ‘kejahatan’ sama-sama diterjemahkan dengan kata ‘malum’.
    • Injil ini berbicara tentang anggur yang disimpan di tong-tong kayu – sebuah ciri khas daerah Gaul dan Italia Utara (pasal 152); sementara anggur di Palestina pada abad ke-1 disimpan di kantong-kantong kulit dan bejana (Amphorae). Pedunculate atau Eik Inggris (quercus robur) tidak tumbuh di Palestina; dan jenis-jenis kayu yang lain tidak cukup memiliki jalinan yang cukup ketat terhadap udara untuk digunakan sebagai kotak tong-tong anggur.
    • Dalam pasal 91, “Empat Puluh Hari” dirujuk sebagai puasa tahunan. Ini sesuai dengan tradisi puasa Kristen selama 40 hari pada masa Lent; sebuah praktik yang tidak ada sebelum Konsili Nicea (325). Demikian pula dalam Yudaisme di masa Yesus tidak ada puasa selama 40 hari (lihat Mishnah, Traktat: Taanith “Hari-hari Puasa“)
    • Apabila Injil Barnabas memuat kutipan dari Perjanjian Lama, kutipan itu sesuai dengan bacaan yang terdapat dalam Vulgata yang berbahasa Latin; ketimbang dengan teks yang ditemukan dalam Septuaginta yang berbahasa Yunani, atau Teks Masoret yang berbahasa Ibrani.
    • Pasal 91 mencatat tiga pasukan Yahudi yang berperang dengan kekuatan masing-masing 200.000 orang di Mizpeh, sehingga jumlah keseluruhannya 600.000 orang, pada saat ketika pasukan Romawi di seluruh Kekaisaran mempunyai kekuatan sekitar 300.000 orang.

    Para pembaca lainnya menunjukkan bahwa teks-teks keempat Injil itu yang diakui sebagai kanonik juga bukannya tanpa anakronisme (seperti misalnya dalam Lukas 2:3, ketika Quirinius menjadi gubernur Suriah yang bertumpang tindih secara tidak historis dengan pemerintahan Herodes Agung); atau bukannya tanpa ketidakcocokan yang sebanding (seperti dalam laporan Pengadilan Yesus di hadapan Sanhedrin dalam Kitab Injil Markus dan Matius, yang keduanya menyatakan bahwa hal ini terjadi – secara tidak historis – pada malam Paskah).

    [sunting] Perspektif Islam

    Beberapa organisasi Islam mengutip karya ini untuk mendukung pandangan Islam tentang Yesus (Isa Almasih); khususnya pemikir-pemikir Islam terkemuka Rashid Rida di Mesir dan Sayyid Abul Ala Maududi di Pakistan telah menerimanya sampai batas tertentu (meskipun Maududi kemudian mengatakan bahwa penyebutan nama Muhammad dalam injil ini adalah sebuah interpolasi). Sementara esbagian sarjana Muslim juga setuju bahwa Injil Barnabas ini adalah sebuah rekayasa atau telah diubah di kemudian hari, yang lainnya percaya bahwa Barnabas sendirilah yang menulis Injil ini, sementara Kitab-kitab Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes ditulis oleh para pengikut Paulus lama setelah kejadian-kejadian yang mereka gambarkan itu berlalu, dan karena itu Injil Barnabas lebih otentik daripada Injil-injil yang lain. Beberapa orang Muslim mengambil posisi di antara kedua kutub ini dan menyatakan bahwa meskipun karya ini mengandung “interpolasi Muslim”[6], betapapun juga ia mengandung banyak bahan dari masa Kristen perdana yang mengkontradiksikan tradisi-tradisi Kristen dan mengukuhkan keyakinan-keyakinan Muslim.

    Meskipun dalam beberapa hal Injil Barnabas tidak konsisten dengan ajaran Islam, sejumlah sarjana Muslim mengutipnya sebagai bukti dari keaslian Injil dengan argumentasi bahwa tak seorang Muslim pun akan memalsukan sebuah dokumen dan bahwa hal itu bertentangan dalam al-Qur’an. Mereka yakin bahwa kontradiksi-kontradiksi al-Qur’an di dalam Injil Barnabas adalah tanda-tanda kerusakan tekstual yang menurut pemeluk Islam terjadi pada sebagian besar isi Alkitab), tetapi bahwa Injil Barnabas tidak akan sekorup karya-karya keagamaan lainnya, dan masih mempertahankan kebenaran tentang Yesus bahwa ia tidak disalibkan dan bahwa ia bukan Allah ataupun Anak Allah.

    [sunting] Pranala luar dan teks

    [sunting] Perspektif Kristen

    [sunting] Perspektif Islam

     
  • SERBUIFF 8:04 am on 30/10/2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat 

    Sabtu, 2008 September 20

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat Nov 28, ’07 9:51 AM
    for everyone
    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 1

    Katagori : Kristology
    Oleh : Tim FAKTA 25 Nov 2007 – 10:17 am

    Robert Morey, seorang orientalis barat, memuntahkan ekspresi antiislamnya dalam buku The Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion. Buku 221 halaman ini sarat dengan tuduhan, hujatan, adu-domba, fitnah, dan sumpah serapah terhadap islam, Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an, dan hadits Nabi. Drs. H Amidhan, Ketua majelis ulama Indonesia (MUI) menyebutkan The Islamic Invasion sebagai buku yang lebih kejam dari buku Ayat-ayat setan tulisan Salman Rushdie.

    Ironisnya, buku yang sangat berbahaya ini menjadi lahan bisnis oleh oknum penerbit Muslim. The Islamic Invasion diterjemahkan utuh lalu diterbitkan dengan tambahan “catatan pinggir” (142 halaman) tentang teologi Kristen. Catatan pinggir ini sama sekali tidak membantah berbagai hujatan Robert terhadap Islam. Seharusnya, jika penerbit berorientasi dakwah, seharusnya mereka menerbitkan catatan pinggir itu saja, tanpa menerbitkan terjemahan utuh The Islamic Invasion karya orientalis.

    Seandainya terjemah buku The Islamic Invasion ini diterbitkan oleh pihak Kristen, maka bisa dipastikan akan muncul reaksi keras dari ormas islam. Tetapi, karena terjemah The Islamic Invasion ini diterbitkan oleh penerbit muslim, maka tidak ada reaksi protes dari ormas islam. Terlebih, buku ini diberi kata pengantar oleh Rektor IAIN Jakarta.

    Nazri Adlani, Ketua MUI Pusat, turut prihatin dengan beredarnya buku terjemah ini. Dengan arif, ia berkomentar ”beredarnya terjemah buku The Islamic Invasion tulisannya Robert Morey di Indonesia adalah ciri-ciri keteledoran kita semua. Karena, buku yang isinya menjelek-jelekkan islam, Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an, jika dibaca oleh umat islam yang jauh dari kegiatan pengajian, mereka akan terpengaruh oleh berbagai fitnah dan image yang keliru tentang islam.”

    Walhasil, pihak walan tandho bertepuk tangan kegirangan. Mereka tidak usah repot-repot mengeluarkan dana untuik melancarkan hujatan kepada Al-Qur’an. Untuk mengedarkan buku hujatan terhadap islam, mereka tidak usah pusing kepala berhadapan dengan pendemo FPI, atau berurusan dengan polisi karena pasal ”Penodaan Agama.”

    Sekarang, siapapun bisa belajar merancukan islam dengan membeli buku terjemahan The Islamic Invasion ini di toko buku islam.

    Untungnya, masih ada mujahid islam yang peduli. Salah satunya adalah Abujamin Roham. Untuk menetralisir buku berbahaya tersebut, pakar kristologi yang juga pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menulis buku Abujamin Rohan Menggugat Islamic Invasion (382 halaman).

    Salah satu senjata Robert Morey untuk mendangkalkan akidah umat adalah tuduhan bahwa Al-Qur’an kehilangan 73 ayat dalam proses pembukuannya. Robert menulis:

    ”Some verses missing. According to Professor Guillamume in his book, Islam, (p.191 ff), some of the original verses of the Quran were lost. For example, one Sura originally had 200 verses in the days of Ayesha. But by the time Utsman standardized the text of the Quran, it had only 73 verses! A total of 127 verses had been lost, and they have never been recovered.” (The Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion, Harvest House Publisher, Eugene Oregon, p.121).

    (Beberapa ayat hlang, menurut Professor Guillamume dalam bukunya yang berjudul, Islam, pada halaman 191 ff disebutkan bahwa beberapa ayat Al-Qur’an yang asli telah hilang. Contohnya adalah salah satu surat yang aslinya terdiri dari 200 ayat pada zaman Aisyah. Akan tetapi anehnya sesaat sebelum Utsman membukukan teks Al-Qur’an, jumlah ayatnya tersisa hingga 73 ayat! Sedangkan 127 ayat lainnya telah hilang begitu saja dan tidak pernah ditemukan lagi hingga sekarang).

    Umat islam tidak akan pernah terpengaruh oleh gugatan orientalis terhadap otentitas Al-Qur’an. Karena Allah sudah menjamin akan melakukan penjagaan terhadap Al-Qur’an. Allah berfirman: “sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Qs. Al-Hijr 9).

    Dalam sejarah pembukuan Al-Qur’an, tidak pernah terjadi ayat yang yang hilang, karena sejak zaman Nabi, Al-Qur’an sudah dihafal oleh para sahabat. Ketika hendak dibukukan, pernah terselip ayat (ingat: bukan ayat hilang). Misalnya, surat Al-Ahzab 33 belum ditemukan catatannya, sementara ayat tersebut sudah dihafal di luar kepala oleh para sahabat. Maka ayat yang dimaksud dicari-cari terus, hingga akhirnya diketemukan pada catatan sahabat Abu Khuzaimah bin Aus Al-Anshary. Demikian pula yang diketemukan di kediaman sahabat Khuzaimah bin Tsabit.

    Tidak pernah ada perbedaan naskah Al-Qur’an milik Aisyah dengan naskah Al-Qur’an yang dibukukan oleh panitia Zaid bin Tsabit. Tudingan Robert bahwa ada perbedaan naskah milik Aisyah dengan Al-Qur’an yang beredar sekarang ini adalah isapan jempol. Terbukti, dia tidak bias menunjukkan ayat yang dikatakan telah hilang.

    Tidak ada ayat Al-Qur’an yang hilang, karena ayat-ayat itu langsung dihafal oleh para sahabat setelah diwahyukan kepada Nabi SAW. Selain itu, ayat-ayat tersebut juga ditulis oleh para sahabat di atas kulit binatang, batu tulis yang tipis, pelepah korma, tulang binatang, dsb.

    Umat islam sedunia tidak akan guncang imannya terhadap otentisitas Al-Qur’an. Karena sejak zaman Nabi sampai kapan pun, Al-Qur’an sedunia tetap serupa dan sama tak ada beda satu titik-koma pun. Dimanapun berada, Al-Qur’an tetap satu, dalam bahasa Arab yang sudah dihafal oleh jutaan huffadz.
    Hal inilah yang membedakan otentisitas Al-Qur’an dengan Alkitab (bibel). Keaslian Alkitab tidak bias terjaga karena di samping naskahnya telah hilang, bahasa yang digunakan juga bukan bahasa asli ketika ayat tersebut diwahyukan. Selain itu, Bibel tidak pernah dihafal oleh satu orang pun sepanjang sejarah. Akibatnya, berbagai penyisipan dan pengurangan ayat tidak bias dihindari oleh Bibel.

    Alkitab Reader Digest terbit lebih tipis dan ringkas dari Alkitab standar umum. Dalam Alkitab ini, kitab perjanjian Baru diringkas 50 persen, sedangkan dan perjanjian Lama diringkas 25 persen.
    Bahkan dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament”, jumlah ayatnya berkurang belasan ribu ayat dibanding Alkitab standar Protestan (Revised Standard Version, King James Version, New International Version, Tyndale Bible, Zonderfan Bible) maupun standar Katolik (Revised Standard Version Catholic Edition, New American Bible, dan New Jerusalem Bible).

    Dalam Alkitab yang diterbitkan oleh Deutsche Biblestifung Stuttgart, Germany tahun 1978 ini, terdapat lebih kurang 18.666 ayat dari ratusan pasal yang hilang. Jumlah ini cukup mencengangkan, karena berarti tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur’an. bersambung….. (Molyadi Samuel AM.)

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 2 (TAMAT)

    Katagori : Kristology
    Oleh : Tim FAKTA 25 Nov 2007 – 10:23 am

    Dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament” terbitan deutsche Bibelstifung Stuttgart, Germany tahun 1978, jumlah ayat dalam Perjanjian Lama (PL) berkurang 18.666 ayat. Jumlah ini diperoleh dari perbandingan dengan Alkitab standar Protestan maupun standar Katolik.

    Menurut Ev Jansen Litik, Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 22.465 ayat. (Tanya jawab Dogmatika Kristologi, hlm.18). Dengan demikian berarti Alkitab PL kehilangan sekitas 83 persen. Bila dibuka dengan cermat, dari lembaran pertama sudah terlihat mencolok adanya ayat-ayat yang raib itu. Bermula dari kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal 5, pasal 10, pasal 20, pasal 23, pasal 26, pasal 31, pasal 34, dan pasal 36.

    Dari seluruh kitab Perjanjian Lama (PL), yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kiotab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab terbitan Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lainnya tidak dimuat sama seklai. Di samping itu, bebrapa bagian di antaranya kehilangan searoh pasal. Jika dihitung, jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabMazmur berjumlah 1.830 ayat.

    Nasib yang sama juga dialami oleh kitab Tawarikh yang terdiri dari Tawarikh I dan Tawarikh II. Kitab Tawarikh I umumnya terdiri dari 29 pasal dan 891 ayat, sedangkan kitab Tawarikh II terdiri dari 36 pasal dan 822 ayat. Kedua kitab ini sama sekali disunat dari Alkitab. Jika dikalkulasi, terdapat 1.713 ayat yang tidak dimuat dalam kitab Tawarikh.

    Selain Tawarikh, kitab lain yang dipangkas habis tanpa menyisakan satu ayat pun adalah Kitab Ester, Ratapan(nudub Yeremia), Obaja, Nahum, Habakuk, Zefanya, Tobit, Tambahan Ester, Kebijakan Alomo, Sirakh, Barukh, dan Tambahan Kitab Daniel. Total jumlah ayat dari kitab-kitab yang hilang ini adalah 3.006 ayat.

    Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) hilang 30 pasal, antara lain: pasal 6-7, pasal 12-15, pasal 17, pasal 19-30, pasal 32, pasal 35, pasal 38-42, pasal 44-46, dan pasal 48. Selain itu, ada bebrapa bagian yang hilang separoh pasal, sehingga total ayat yang hilang berjumlah 871 ayat.

    Kitab Yesaya (das Buch Jesaya) yang seyogianya berjumlah 66pasal, kini tinggal 37 pasal saja,lantaran kehilangan 29 pasal. Dari 37 pasal yang tersisa itu pun sebagian hilang separoh pasal. Jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabYesaya adalah 687 ayat.

    Kitab Bilangan (Das vierte Buch Mose) hanya ada 10 pasal, setelah kehilangan 26 pasal, antara lain: pasal 1-2, pasal 4-5, pasal 7-9, pasal 11-12, pasal 15-19, dan pasal 25-36. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

    Demikian pula yang dialami oleh Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia). Kitab ini hanya memiliki 25 pasal setelah kehilangan 27 pasal. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 869 ayat.

    Dalam Dua Halaman raib Ribuan Ayat:

    Menurut urutan yang baku, seharusnya setelah kitab Tibit adalah kitab Yudit (339 ayat), Tambahan Ester (91 ayat), Kebijakan Salomo (435 ayat), Sirakh (1.401 ayat), barukh (213 ayat), dan Tambahan KItab Daniel (196 ayat). Tetapi, enam kitab yang terdiri dari 2.675 ayat ini hilang semua. Setelah kitab Tobit, langsung loncat ke kitab Makabe.

    DAFTAR AYAT-AYAT YANG HILANG DARI ALKITAB

    1.
    Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose)
    391 ayat lenyap.

    2.
    Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose)
    539 ayat lenyap.

    3.
    Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose)
    764 ayat lenyap.

    4.
    Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose)
    1,057 ayat lenyap.

    5.
    Kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose)
    698 ayat lenyap.

    6.
    Kitab Yosua (Das Buch Josua)
    528 ayat lenyap

    7.
    Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern)
    386 ayat lenyap.

    8.
    Kitab l Samuel (Das Erste Buch Samuel)
    304 ayat lenyap.

    9.
    Kitab ll Samuel (Das Zweite Buch Samuel)
    363 ayat lenyap.

    10
    I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Konigen)
    375 ayat lenyap.

    11.
    II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Konigen)
    343 ayat lenyap.

    12.
    Kitab Tawarikh I
    891 ayat lenyap.

    13.
    Kitab Tawarikh II
    822 ayat lenyap.

    14.
    Kitab Ezra (Das Buch Esra)
    125 ayat lenyap.

    15.
    Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia)
    289 ayat lenyap.

    16.
    Kitab Ester
    167 ayat lenyap.

    17.
    Kitab Ayub (Das Buch Ijob)
    672 ayat lenyap.

    18.
    Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen)
    1,830 ayat lenyap.

    19.
    Kitab Amsal (Das Buch Sprichworter)
    704 ayat lenyap.

    20
    Kitab Pengkhotbah (Das Buch Koholet)
    100 ayat lenyap.

    21.
    Kitab Kidung Agung (Das Hohelied)
    31 ayat lenyap

    22.
    Kitab Yesaya (Das Buch Yesaya)
    687 ayat lenyap.

    23.
    Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia)
    869 ayat lenyap.

    24.
    Kitab Ratapan
    154 ayat lenyap

    25.
    Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel)
    871 ayat lenyap.

    26.
    Kitab Daniel (Das Buch Daniel)
    219 ayat lenyap.

    27.
    Kitab Hosea (Der Prophet Hosea)
    128 ayat lenyap.

    28.
    Kitab Yoel (Der Prophet Joel)
    16 ayat lenyap.

    29.
    Kitab Amos (Der Prophet amos)
    14 ayat lenyap.

    30.
    Kitab Obaja
    21 ayat lenyap.

    31.
    Kitab Mikha (Der Prophet Micha)
    46 ayat lenyap.

    32.
    Kitab Nahum
    47 ayat lenyap.

    33
    Kitab Habakuk
    56 ayat lenyap.

    34.
    Kitab Zefanya
    53 ayat lenyap.

    35.
    Kitab Hagai (Der Prophet Haggai)
    14 ayat lenyap.

    36
    Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja)
    115 ayat lenyap.

    37
    Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi)
    36 ayat lenyap.

    38
    Kitab Tobit (Das Buch Tobit)
    85 ayat lenyap.

    39
    Kitab Yudit
    339 ayat lenyap.

    40
    Tambahan Ester
    91 ayat lenyap.

    41
    Kebijakan Salomo
    435 ayat lenyap.

    42
    Kitab Sirakh
    1,401 ayat lenyap.

    43
    Barukh
    213 ayat lenyap.

    44
    Tambahan Kitab Daniel
    196 ayat lenyap.

    45
    I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabaer)
    757 ayat lenyap.

    46
    II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabaer)
    424 ayat lenyap.

    TOTAL AYAT LENYAP 18. 666 ayat.

    Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) dalam Alkitab Jerman hanya memuat pasal 9,16 dan 19 yang semuanya terdiri dari 95 ayta saja. Padahal, standarnya kitab Imamat terdiri dari 27 pasal (859 ayat). Selebihnya, 24 pasal (764 ayat) disapu bersih. Jadi,kitab Imamat ini kehilangan ayat sebanyak 89 persen.

    Kitab-kitab PL lainnya yang banyak kehilangan ayat antara lain: kitab Amsal (Das Buch Sprichworter) hilang 23 pasal (704 ayat); kitab Ayub (Das Buch Ijob) hilang 23 pasal (672 ayat); kitab Mazmur (Das Buch Psalmen) hilang 109 pasal (1.830 ayat); kitabYosua (Das Buch Josua) hilang 17 pasal (528 ayat); kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose/Deuteronomium) hilang 16 pasal (698 ayat); kitabYesaya (Das Buch Jesaya) hilang 29 pasal (687 ayat), dll.

    Data-data pengurangan dan perubahan tata letak ayat-ayat di atas, secara otomatis menggugurkan doktrin otoritas Alkitab (Bibel) sebagai murni firman Tuhan. Sebab Bibel telah dikotori oleh tangan-tangan manusia. Umat Islam tidak heran terhadap fenomena ini, karena Allah SWT telah mengabarkan dalam Al-Qur’an:

    “Mereka (Ahli Kitab) suka mengubah kalimat-kalimat Allah daripada tempat-tempatnya…”(Qs. Al-Ma’idah 13).

    Dengan demkian, tuduhanRobert Morey dalam buku The Islamic Invasion bahwa Al-Qur’an kehilangan 73 ayat dalamproses pembukuannya, sanagt keliru dan tidak berdasar sama sekali. Sebab fakta sejarah telah menyanggah tuduhan ini (lihat Majalah tabligh edisi sebelumnya).

    Selain itu,tuduhan kehilangan ayat dalam kitab suci itu, jelas salah alamat bila ditujukan unutk Al-Qur’an. Sebaiknya, Morey mengalamatkan tudingan ini kepada Alkitab (Bibel), yang terbukti telah kehilangan 18.666 ayat (sekitar 83 persen). TAMAT (Molyadi Samuel AM)

    http://agamaislam.multiply.com/journal/item/32

     
    • raymond 1:26 pm on 13/03/2009 Permalink | Reply

      Saya kira anda ini mau menyinggung umat kristen aja!

      Jelas2 buku yang menudutkan islam itu cetakan penerbit muslim sendiri, jangan suka memicu masalah dengan menyebarkan isu negatif tentang agama atau kehidupan rohani agama lain..
      Urusi saja agama anda sendiri. Anda bilang Islam tidak heran, umat Kristen juga tidak heran karena di akhir zaman banyak orang yang berusaha menyesatkan.

      Jangan suka mengejek agama orang lain!

    • erzal 3:01 am on 14/03/2009 Permalink | Reply

      raymond Says:
      March 13, 2009 at 1:26 pm edit

      Saya kira anda ini mau menyinggung umat kristen aja!#######ITU FAKTA DAN KENYATAAN YG ADA….

      Jelas2 buku yang menudutkan islam itu cetakan penerbit muslim sendiri,#### ITU OKNUM…SAYA JUGA TIDAK SETUJU DG PENERBITAN BUKU TSB OLEH OKNUM ITU….. jangan suka memicu masalah dengan menyebarkan isu negatif tentang agama atau kehidupan rohani agama lain..#####ROBERT MOREY DAN ALI SINA BAGAIMANA ?…
      Urusi saja agama anda sendiri######ROBERT MOREY DAN ALI SINA BAGAIMANA ?…. Anda bilang Islam tidak heran, umat Kristen juga tidak heran karena di akhir zaman banyak orang yang berusaha menyesatkan.####KAMI UMAT ISLAM TIDAK MENYESATKAN MANUSIA JUSTRU KAMI INGIN MENGAJAK MANUSIA KE JALAN YG LURUS YAITU ISLAM….

      Jangan suka mengejek agama orang lain!#######KITA TIDAK MENGEJEK JUSTRU ITU SUATU KENYATAAN..BAGAIMANA DG DG ROBERT MOREY DAN ALI SINA ?….

    • Isak 5:11 am on 14/03/2009 Permalink | Reply

      erzal Says:

      Urusi saja agama anda sendiri######ROBERT MOREY DAN ALI SINA BAGAIMANA ?…. Anda bilang Islam tidak heran, umat Kristen juga tidak heran karena di akhir zaman banyak orang yang berusaha menyesatkan.####KAMI UMAT ISLAM TIDAK MENYESATKAN MANUSIA JUSTRU KAMI INGIN MENGAJAK MANUSIA KE JALAN YG LURUS YAITU ISLAM….

      Bos erzal, kok ngak jawab pertanyaan saya?
      Brur, masih ada 3 pertanyaan logika lain, yang simple dalam kehidupan tapi dalam islam jadi terbalik.
      Pertanyaan-pertanyaan berikutnya adalah pertanyaan simple tentang kehidupan yang harusnya adalah A tapi di islam artinya kebalik / berlawanan / berlainan misalnya Z.

      Juga akan saya bukakan tentang lot (luth) yang juga anda tulis bahwa di tidur dengan putrinya sendiri. Dan memang dia tidur dengan putrinya, makanya Yesus melarang tindakan-tindakan seperti itu. Tapi tidak bisa tulis sekarang, karena harus menguraikan tiga pertanyaan logika yang saya sebut diatas agar orang islam bisa mengerti maksudnya (spt yang saya tanyakan sebelumnya tentang poligami dan surga neraka).

      Dan tentang alkitab yang kurang ayatnya, ya itu kan pertanyaan bodoh, kalau ada King James Version yang lengkap, ngapain baca alkitab yang dipotong ayatnya?

      Aduh… aneh-aneh aja brur.

    • Isak 12:57 pm on 14/03/2009 Permalink | Reply

      Bos erzal, saya mau kasih anda sedikit data historis, karena orang islam dan sangat suka data historis dan meng-agung-kan ilmu pengetahuan.

      ini tentang lot bos,

      Anda bilang di alkitab isinya banyak skandal-skandal yang kotor. (Dan untuk itulah YESUS datang ke dunia, untuk mengajarkan yang benar kepada setiap orang yang percaya kepadaNYA, agar jangan mengikuti tindakan-tindakan nabi dan tokoh di alkitab yang jelas salah, seperti yang anda sebutkan, misalnya daud ambil istri orang (berzinah), dan salah satu yang anda singgung adalah tentang lot.
      Di alkitab jelas tertulis lot tidur dengan kedua putrinya (ya jelas salah kan, makanya jangan ditiru).

      Dan akan saya kasih fakta sedikit, bukan maksud menyinggung ya, hanya memberikan fakta berdasarkan penelitian ilmuwan (sesuai kesukaan orang islam, menggunakan logika dan akal sehat untuk memahami Tuhan, walaupun banyak dari yang katanya logika tapi sebenarnya setelah diteliti lagi ternyata salah, seperti yang saya tulis sebelumnya tentang kebenaran poligami dan hal surga neraka).

      Oke kita mulai,
      Kitab Kejadian 19:30-38
      (32) Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”
      (33) Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.

      Dan bla..bla..bla
      ayat (36) Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.

      Walaupun bukan maunya lot untuk tidur dengan anaknya, tapi salah is salah. Saya ngak perlu ngebela dan membenarkan ataupun kasihan dengan lot.
      Tapi perhatikan ayat berikutnya (ini yang penting)

      (37) Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang.
      (38) Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

      MOAB dan AMON.
      Ya dua kata ini yang penting. Suku bangsa MOAB dan AMON.

      Three hundred years after the death of Ishmael there was the Jewish Exodus from Egypt (Other dates are given by various scholars, but 1447 BC. fits the framework we have used for this book). For the next 40 years they wandered through Arab territory on their way through the Sinai desert and up the Jordan valley. The Arab tribes they encountered are clearly identified and located in their areas : Amalekites (Exodus 14:25, 24:20), Edomites (Numbers 20:14-18, 21:24) Moab (Exodus 21:10, 22:1), Ammonites (Exodus 21:24, Deuteronomy 2:19-21, 23:3-6), Midian (Exodus 25:1-15). As we have seen in previous chapters, these Arab tribes are all descended directly from Abraham, or his nephew Lot.

      Jadi orang arab (berarti moyangnya muhammad) adalah anak hasil …, ya hasil diatas (kedua putri lot yang membuat ayahnya mabuk dan tidur dengan ayahnya untuk tetap menjaga keturunan ayahnya).

      Jadi, yang anda bilang kejahatan di alkitab, menghasilkan islam yang sekarang ini. Sudah dua bukti saya kasih, pertama Ismael (nabinya islam) adalah anak hagar (hamba dari sarai istri abraham), dan Isak anak Sarai istri sah Abraham tentulah yang akan mewarisi semua, kuasa, kekayaan, hormat dan lain-lain milik Abraham bapaknya.

      Silsilah dari ketiga anak Nuh (sem, ham, dan yafet) yang menghasilkan semua bangsa di seluruh dunia ada dibawah ini, beserta literaturnya.

      Noah
      |
      Shem–>Eber–>Terah
      |
      ————–|—-
      | | |
      Abram Nahor Haran
      | |
      |——–| Lot
      Isaac Ishmael |——————-
      | | | |
      |——| |—>ArabsArabs<————– |
      Israelites
      & Jews

      Buku-buku:
      Arthur C. Custance
      “Noah’s Three Sons”

      Sun Ming
      “The Origin of the Races:
      It’s Not What You Think!”

      Edward Hull
      “The Wall Chart of World History:
      From Earliest Times to the Present”

      John Pilkey
      “Origin of the Nations”

      Ken Ham, Carl Wieland, Don Batten
      “Where Did The ‘Races’ Come From?”

      Harold Hunt, Russell Grigg
      “The Sixteen Grandsons of Noah”

    • k1ndaichi 7:51 am on 21/10/2009 Permalink | Reply

      sekedar pendapat :
      kadang kita lebih suka mencari asal-usul, sejarah, kitab suci kita maupun agama lain. baik untuk mencari kebenaran sejati maupun kesalahan agama lain. Tapi sebagai perenungan aja. bangsa kita sampai saat ini aja masih berdebat ttg supersemar yang kejadiannya belum seabad lalu dan sudah pada zaman yang telah ada dokumentasi apalagi tentang kitab suci yang mungkin nenek moyang bangsa kita belum lahir sudah dianggap ada.

      jadi menurut saya lebih baik kita pelajari kitabnya sekaligus meminta hikmat dari SANG BERHIKMAT utk ditunjukkan jalan yang paling benar.. gw yakin kl tulus kt akan menemukan kebenaran sejati itu. Sang Maha Tahu gak bisa dibatasi oleh penyesat2 kitab (jikalau anda anggap itu ada)

  • SERBUIFF 2:25 am on 15/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: , PAULUS RUBAH TOTAL AJARAN YESUS sumber : http://www.ire   

    PAULUS RUBAH TOTAL AJARAN YESUS sumber : http://www.irenahandono.or.id 

    /PAULUS_RUBAH_TOTAL_AJARAN_YESUS_sumber_httpwww.irenahandono.or.id” rel=”bookmark”>PAULUS RUBAH TOTAL AJARAN YESUS sumber : http://www.irenahandono.or.id Nov 14, ’07 9:14 PM
    for everyone

    Kebudayaan Yunani sangat berpengaruh luas di masyarakat tanah Yudea kala itu, yang sekarang Palestina. Negeri dimana Yesus dilahirkan dan menyebarkan ajarannya. Masuknya kebudayaan Yunani adalah akibat dari masuknya penjajah Romawi yang menguasai tanah Yudea. Mereka masuk, menjajah, tidak hanya merampok harta rakyat dan kekayaan alam tapi juga menyebarkan ideologi mereka ke masyarakat Yahudi. Yakni Pantheisme.

    Kalau kita pernah menonton film serial Hercules, disanalah gambaran tentang ajaran Pantheisme. Ajaran yang menyembah pada banyak tuhan. Ada yang disebut dengan Zeus, tuhan tertinggi, bapak semua tuhan. Ada Hera, istri Zeus, Ares tuhan perang, Aprodite tuhan kecantikan, dan masih banyak yang lain. Yang menarik disini, Zeus mengawini perempuan bumi dan melahirkan seorang anak laki-laki yang super kuat yang diberi nama Hercules. Dan dia dianggap sebagai penyelamat umat manusia.

    Mengapa disebut menarik, sosok pribadi Hercules ini sangat mirip dengan Yesus yang juga dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Memang kedatangan Yesus (Isa as) adalah untuk menyelamatkan umat manusia tapi bukan sebagai tuhan yang hidup ditengah manusia seperti halnya Hercules. Nabi Isa as hanyalah seorang manusia, utusan Allah, seorang nabi, seorang penunjuk jalan pada kebenaran yang diridhai Allah SWT.

    Tapi justru ajaran yang salah ini, bahwa Yesus adalah tuhan seperti halnya Hercules adalah tuhan, justru disebar luaskan oleh Paulus. Ajaran Yesus adalah menyembah pada Tuhan yang satu, Tauhid. Sedangkan ajaran Paulus adalah bentuk turunan dari ajaran Pantheisme, Paulus mengajarkan trinitas, tiga tuhan yakni bahwa ada Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan tuhan Roh kudus.

    Berikut adalah bagaimana sesungguhnya perbedaan ajaran Paulus dan Yesus sehingga dikatakan Paulus telah merubah total wajah asli ajaran Yesus.

    10 pokok beda ajaran Yesus dan Paulus :

    1. Ajaran Yesus : Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak pernah meminta disembah / dituhankan).

    Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

    (Yohanes 17:3), (Yohanes 11:42)
    Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)
    Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)

    Ajaran Paulus : Yesus adalah Tuhan.

    namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
    Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)

    NB:
    Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan ketimbang dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa.

    2. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum Taurat justru meneruskan hukum Taurat.

    “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

    Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)

    Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20)

    NB:

    Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya.

    Ajaran Paulus : Kristen mengutuk hukum Taurat.

    Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia 5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15).

    3. Ajaran Yesus : Laki-laki harus Khitan.

    Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21)
    Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11)
    Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12) , (Kejadian 17:13), (Kejadian 17:14), (Kejadian 21:4)

    Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan.
    Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)
    Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)

    4. Ajaran Yesus : Tidak ada dosa waris.

    Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)
    Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)

    Ajaran Paulus : Setiap orang mewarisi dosa Adam

    Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)

    NB:
    Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia (Galatia 3:13).

    5. Ajaran Yesus : Berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud.

    Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17)

    Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)
    Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39), (Bilangan 20:6), (Kejadian 17:2-3)

    Ajaran Paulus : bernyanyi di gereja.

    dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19)
    Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16)

    NB:
    Menyanyi di gereja bukanlah ajaran Yesus, tetapi ajaran Paulus (Efesus 5:19).

    6. Ajaran Yesus : melarang hidup mewah di dunia.

    “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20).

    Ajaran Paulus : Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen

    “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28)

    7. Ajaran Yesus : meninggal dunia dibungkus kain kafan.

    Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)
    Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40)

    Ajaran Paulus : meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati.

    Misalnya, meninggalnya Paus Yohanes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur.

    8. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum rajam.

    Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?” (Yohanes 8:5)
    Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7).

    Ajaran Paulus : Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen.

    Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas).

    9. Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash

    Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38)

    mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24)

    patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20)

    Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.” (Ulangan 19:21)

    Ajaran Paulus : Membatalkan hukum Qisash, menjerumuskan dalam perbudakan.

    Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:39-42)

    10. Yesus tidak membuat agama baru.

    Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas).

    Kristen adalah agama baru yang lahir setelah usaha penyaliban Yesus.

    Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26).

    (Silmy kaffah)

    ======================================================================================

    SIAPA PAULUS ?

    Written by Administrator
    Thursday, 14 June 2007
    (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (Qs. Ali Imran : 55)

    Setelah peristiwa penyaliban, berbeda-beda pendapat tentang kondisi Yesus (Isa as) ada yang menganggap beliau mati di tiang salib, dan memang keyakinan ini yang diinginkan oleh rabi-rabi Yahudi dan umatnya yang menolak Yesus. Dan ada pula yang berpendapat bahwa Yesus (Isa as) belum meninggal. Tapi Allah telah menyelamatkannya seperti yang di katakan dalam Al-Quran, surah An-Nisa : 157.

    Umat Yahudi terbagi-bagi menjadi beberapa golongan tapi secara garis besarnya sehubungan dengan agama Yesus (Isa as), mereka terbagi atas tiga golongan. Pertama, adalah orang-orang yahudi yang meyakini kebenaran misi Yesus dan kemudian menjadi pengikut Yesus, mereka ini disebut sebagai Nasrani dan diantara mereka ada murid-murid yang setia yang disebut dalam Al-Quran sebagai Hawariyyun, terdapat dalam Al-Quran surah As-Shaff : 14. Dalam tulisan-tulisan ahli sejarah, golongan ini disebut sebagai Yudeo-Christianity / Yahudi-Kristen.

    Kedua, adalah orang-orang Yahudi yang memusuhi Yesus dan pengikutnya. Mereka ini pengikut rabi-rabi Yahudi. Merekalah yang ketika Pilatus memberikan pilihan antara Yesus dan Barabas, maka mereka lebih memilih Barabas untuk dibebaskan ketimbang Yesus.

    Matius 27:21-22

    Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.” Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”

    Ketiga, adalah orang-orang yang bukan bangsa Israel dan mereka juga tidak menganut agama Yahudi. Mereka ini disebut dengan Goyyim / Gentile. Umumnya kaum ini berasal dari orang-orang Romawi dan juga dari daerah lain. Agama yang mereka anut adalah pemujaan terhadap berhala, pemujaan terhadap banyak tuhan atau yang disebut sebagai kaum Pagan.

    Dan adalah seseorang yang bernama Paulus yang kemudian menubah keyakinan yang dibawa Yesus dengan wajah baru yang sama sekali berbeda dengan keyakinan aslinya, dan ironisnya keyakinan ini yang diikuti hingga detik ini oleh umat kristen sedunia. Nama aslinya adalah Saul, lahir di Tarsus (Turki) kira-kira 2 tahun sebelum Masehi. Karena Yesus lahir kira-kira tahun 6 SM, maka Paulus kira-kira berusia 8 tahun lebih muda daripada Yesus.
    Ayah Paulus berasal dari suku Benyamin salah satu suku dari 12 suku Bani Israel. Meskipun ayah Paulus tinggal di negeri asing ia tetap melaksanakan hukum Taurat dengan cermatnya. Di zaman itu, kota Tarsus merupakan kota dagang yang penting dan ramai karena sebagai kota perlintasan dari Timur ke Eropa dan begitu juga dari Eropa ke Timur maka akan melawati Tarsus juga.

    Saat itu di kota Tarsus terdapat sebuah perguruan Yunani, sejumlah kuil dewa-dewi, gedung komedi, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang sangat digemari oleh orang-orang Yunani. Sejak muda Paulus sangat tertarik pada kebudayaan Yunani terutama pelajaran filsafat Yunani. Dengan demikian terkumpullah pada dirinya dua pengaruh, pertama pengaruh didikan hukum Taurat dari keluarga Yahudinya, kedua pengaruh kebudayaan Yunani yang berpengaruh luas di masyarakat kala itu.

    Secara formal Paulus juga berguru pada Gamalil, seorang ulama Yahudi yang amat terkenal di Yerusalem. Persinggungan pengaruh filsafat Yunani terhadap agama Yahudi di masa itu adalah hal yang umum. Aliran filsafat Yunani yang amat berpengaruh ketika itu adalah aliran Stoa yang pantheistik menganggap Tuhan dan makhluk merupakan suatu kesatuan yang sama zatnya dan hanya berbeda dalam penglihatan bentuk.
    Synthese antara ajaran filsafat Stoa dengan ajaran agama Yahudi seperti kita lihat pada sejarah filsafat terdapat pada filosof Yahudi Philo yang menganggap Logos dari Stoa sebagai semacam malaikat yang tertinggi alias Roh Kudus. Philo hidup antara tahun 25 SM hingga 50 SM, satu masa dengan kehidupan Yesus dan Paulus.
    Paulus bukanlah orang Betlehem (kota kelahiran Yesus) atau orang sekte Nazarene / Nazorite dan bukan pula orang Yerusalem. Ia tidak pernah berhubungan dengan lingkungan Yesus. Dan memang Paulus bukanlah murid Yesus, juga bukan pula pengikutnya.

    Dia belum pernah bertatap muka dengan Yesus, meskipun ada kemungkinan dia pernah melihatnya dari kejauhan. Bible sendiri mencatat Paulus merupakan musuh pengikut-pengikut Yesus dan ia bertindak sangat kejam sekali kepada mereka. Tidak diceritakan apakah Paulus terlibat dalam upaya penangkapan untuk menyalib Yesus atau tidak.
    Paulus hingga matinya tidak pernah menikah karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan. Ia dikenal sebagai seorang pembicara (orator) yang baik, apalagi ditambah pengetahuan yang begitu mendalam tentang agama-agama Hellenisme (Kisah 2:39, Kisah 25:1-12). Kelebihan yang dimilikinya ini menjadi beralasan jika anda menyaksikan VCD Paul of Tarsus, sebuah film hasil penelitian yang diproduksi oleh BBC Channel. Di situ dikupas bahwa menurut penelitian mereka, Paulus mengalami sindrom syaraf otak yang disebut Epilepsi.

    Paulus yang telah menyatakan diri sebagai Rasul Yesus dan menemui para murid Yesus, mengetahui kelebihan, kelemahan dan kekuatan pengaruhnya. Dia memulai rencananya dengan menyebarkan ajarannya kepada orang-orang non Yahudi. Karena merasa mendapat kemajuan, dia mencurahkan seluruh kemampuannya dan berhasil mendapatkan pengikut dalam jumlah besar. Ia memasukkan ide-ide filsafat Yunani kedalam ajaran Yesus yang didapatkannya dari murid Yesus.

    Ajaran Yesus (Isa as) adalah khusus hanya untuk bani Israel, hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an,

    Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs. As-Shaff :6)

    Dan juga dalam Bibel disebutkan dengan jelas sekali bahwa misi Yesus hanya untuk bani Israel.

    Matius 10:5-6

    Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

    Aktifitas Paulus ini menimbulkan ketegangan antara dia dengan para murid Yesus. Kitab Perjanjian Baru telah mencatat, dua orang murid Yesus berselisih dengannya, yakni Petrus dan Barnabas telah meninggalkannya. Petrus menyatakan bahwa dia adalah guru palsu. Begitu pula James menjulukinya sebagai seorang yang berdalih dan laki-laki sombong. Di dalam suratnya pada Paulus, James mengatakan :

    “Tetapi kebohongan dan kesombonganmu, serta semua kesombonganmu adalah kejahatan.”

    Atau pengakuan terus terang yang dinyatakan oleh Paulus sendiri :

    Roma 3:7

    Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ?

    (Silmy)

    Last Updated ( Thursday, 14 June 2007 )

    edit delete

    reply share

    agamaislam

    Add a reply:

    <!– –> save_resize_key = ‘reply_form_height'; addEvent(window, ‘load’, function() { new textareaResizer(getEl(‘body’)) }, false); <!– var tcdacmd=”cc=tvl;dt”; –> load_viewing_history_for(‘journal:26′, ‘This Blog Entry has’);

    jakarta, jakarta

       

    © 2007 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
    <!—->

     
    • raiguru 3:03 am on 21/11/2007 Permalink | Reply

      Kadang gw kasihan sama orang orang kristen ini yang begitu mudahnya percaya sama paulus,… tapi kalo melihat mereka yang selalu mencaci maki gue jadi benci juga,…
      mudah mudahan orang kristen cepet tobaaat,…

      • wikki 2:05 pm on 15/08/2012 Permalink | Reply

        nih resep paling ampuh untuk mendebat murtadin kafirun Sebuah satire oleh; Ayesha Ahmed
        Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

        Saudara, meski kita hidup dinegara berpenduduk mayoritas muslim, namun tak dapat dipungkiri bahwa setiap hari kita harus bertemu dengan para kafir yang hidup disekitar kita. Sesekali para kafir ini mencoba mengkritik Islam dan nabi kita. Di sebuah negara Islam, dimana syariat Islam ditegakkan, jika terdapat seseorang yang mengkritik nabi, yang harus kita lakukan hanyalah meneriakkan dengan kencang apa yang ia katakan dan ia akan dimassa oleh orang-orang yang marah, karena berani mengkritik nabi junjungan kita.
        1
        Dengan cepat pengkritik itu akan dibunuh, habis perkara. Namun di negeri ini, kita tidak memiliki kenikmatan tersebut. Insya Allah dalam waktu dekat ini, jika syariat Islam ditegakkan, kita tidak akan menghadapi masalah dari para kafir dalam keseharian kita. Namun, untuk sementara waktu sebelum masa itu tiba, berikut ini adalah sebuah pendekatan yang dapat digunakan semua muslim dan muslimah ketika menghadapi kafirun hama pengganggu. Insya Allah manusia-manusia hina itu akan pergi darimu.

        2
        Sebuah pertanyaan yang populer adalah: “Mengapa Islam menyerukan kematian bagi kritikus Islam dan para murtadin (exmuslim)?” Tegaskan bahwa info mereka adalah salah. Katakan bahwa itu adalah fitnah!..

        3
        Kemudian jika mereka menunjukkan data para kritikus dan para murtadin yang dibunuh oleh muslim, serta mengatakan bahwa “Islam disebarkan lewat pedang”, katakan jika hal itu adalah kebohongan besar yang disebarkan oleh Neo Yahudi, Kristen sayap kanan, dan kafir Hindu, lalu kutip Quran surat Al Baqarah ayat 256: “..tidak ada paksaan dalam Islam”.

        4
        Jika kafirun mengutip fatwa jihad Bin Laden tahun 1998 yang juga ditandatangani oleh ulama-ulama top Islam yang menyerukan muslim untuk membunuh orang Amerika di manapun mereka berada, serta mengutip surat Imam Samudra yang mengajak para muslim untuk berjihad dan mati syahid menghabisi para kafir, katakan bahwa mereka (Bin Laden dan Imam Samudra) telah membajak agama Islam yang penuh damai, dan kemudian kutip ayat 5:32 “membunuh satu orang yang tidak berdosa adalah seperti membunuh semua manusia.”

        5
        Jika kafirun memberikan respon dengan mengutip ayat-ayat kekerasan dalam Quran, tuduh mereka dengan mengatakan bahwa mereka mengutip ayat sepotong-sepotong di luar konteks hanya untuk mendukung konsep mereka.
        6
        Jika ia kemudian mengutip seluruh ayat, ayat sebelum dan sesudahnya, ayat Mekah dan ayat Madinah, serta menegaskan bahwa keseluruhan ayat damai telah dibatalkan oleh ayat kekerasan, maka tuduhlah bahwa terjemahan Quran mereka adalah salah. Jika kafirun membawa 10 bahasa terjemahan berbeda, katakan bahwa arti yang benar hanya dapat dimengerti dalam bahasa Arab.
        7
        Jika kafirun mengerti bahasa Arab dengan baik, maka paksa mereka bahwa ayat-ayat tersebut tidak dapat diartikan secara tersurat / literal, melainkan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki makna-makna alegoris yang tersirat
        8
        Jika kafirun tidak mau menyerah, katakan bahwa anda tidak dapat mengerti ayat-ayat tersebut tanpa membaca terlebih dulu konteks ayat tersebut melalui hadits dan sirah.
        9
        Jika kafirun membawa hadits dan sirah, dan mulai mengutip konteks / latar belakang dari ayat-ayat kekerasan dengan merujuk pada hadits yang menceritakan pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, dan pemusnahan suatu golongan bangsa oleh nabi, maka katakan bahwa “semua hadits dan sirah adalah palsu dan sesat, satu-satunya kebenaran hanyalah Quran”.
        10
        Jika mereka menanyakan mengapa anda meragukan sejarah yang diriwayatkan oleh sarjana-sarjana muslim seperti Tabari, dan Ishaq, serta meragukan hadist mutawatir dari ahli hadist seperti Bukhari, katakan bahwa mereka (Tabari, Ishaq dan Bukhari) sebenarnya adalah Yahudi yang menyamar sebagai muslim.
        11
        Lalu jika kafirun mengatakan bahwa Quran hanyalah buku karangan nabi dan meminta bukti atas kesucian Quran, maka rujuklah kepada sains dalam Quran dan buku yang ditulis oleh Dr Zakir Naik yang menunjukkan keajaiban sains dalam Quran.
        12
        Jika kafirun mengatakan bahwa argumen Dr Zakir Naik telah dibuktikan salah oleh banyak ahli sains, dan Zakir Naik tak berani lagi menampakkan batang hidung karena terbongkar kebohongannya, maka katakan bahwa kekalahan Zakir Naik adalah rencana Allah untuk menunjukkan kebenaran Quran, Allah memiliki alasan untuk semua ini.
        13
        Jika kafirun kembali menunjukkan banyak kesalahan dan kontradiksi dalam Quran, serta mengutip ayat-ayat yang bertentangan dengan sains, sehingga hal itu memperkuat argumen mereka bahwa Quran bukan berasal dari Allah, karena Tuhan tidak pernah salah, maka segera ganti topik pembicaraan dan tunjukkan balik kesalahan dalam agama lain dan kitab suci mereka.
        14
        Jika kafirun masih meneruskan perdebatan, maka lakukan personal attacks, dan caci-maki dia dengan menyebutnya salibis rasis, pantat Yahudi, babi China, atau anjing Hindu.
        15
        Jika itu tidak membuat kafirun frustrasi, maka tanyakan kepadanya berapa dia dibayar oleh Yahudi untuk mengotori Islam. Jika kafirun tersebut ternyata sangat keras kepala dan masih ingin untuk melanjutkan debat, maka kutuk dia, semisal dengan mengatakan: “Terbakarlah di neraka”, atau “kamu akan menyesal pada hari kiamat”, atau “Allah akan menyiksamu dalam kuburanmu”, dsb.
        16
        Ketika semua cara di atas gagal, ancam dia dengan kekerasan fisik dan akhiri perdebatan dengan sikap triumphalist yang sok menang dan umumkan bahwa anda telah memenangkan perdebatan karena Quran adalah firman Allah. Umumkan kemenangan debat anda sebanyak mungkin di website-website, di pertemuan-pertemuan, dan katakan bahwa anda telah memenangkan perdebatan dengan mudah.
        17
        Tentu saja, secara tersembunyi laporkan kafirun tersebut kepada pihak berwajib sebagai penghujat Islam agar dapat dipidanakan. Jika laporan anda ternyata tidak juga ditindaklanjuti, sampaikan identitas kafirun tersebut kepada muslim radikal agar Allah segera menghukum para kafirun itu;
        18
        Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (QS 9:14)
        19
        Allahu Akbar…Allahu Akbar, kedamaian hanya milik Allah semata.
        Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
        sssst……………………… ini tipuan ampuh dan terbukti manjur……….jangan bilang bilang ya….rahasia…………..ini asli dari jibril di goa hira

        • SERBUIFF 10:23 pm on 15/08/2012 Permalink | Reply

          yg pasti islam agama yg lurus, meluruskan agama sebelumnya yg telah menyimpang ajarannya. Tidak ada kelemahan dan cacat dalam Islam.islam agama yg paling sempurna. Orang yg memerangi Islam harus siap2 menhadapi jihad para kaum muslim.

      • Isa 4:35 am on 27/04/2014 Permalink | Reply

        BANYAK MUALAF AWALNYA HANYA KARENA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENCARI DAN MENTAATI AJARAN ORISINIL NABI ISA A.S, MENDALAMI SEJARAH GEREJA dan/atau MENGKRITISI BIBEL/INJIL/AL KITAB PERJANJIAN BARU
        biarkanlah… tunggu aja kedatangan kembali Nabi Isa A.S menjelang kiamat, apakah beliau akan ikut-ikutan kebaktian sambil membawa salib berteriak haleluya haleluya heleluya ber xxx yang dipimpin oleh Paulus dari Tarsus dkk dgn segala macam ajaran, doktrin dan dogmanya ; ataukah beliau akan menghakimi, mengadili dan menjadi saksi atas kebenaran ajaran MONOTHEISME murni dgn menghancurkan segala berhala dan atributnya yang dimurkai, terkutuk, terlaknat, sesat dan menyesatkan serta ikut mendirikan shalat bersama para nabi dan rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad beserta para malaikat Allah… gitu aja kok rewel dan ribet banget to mas…
        Sesungguhnya ajaran yg diturunkan kpd para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah sama/satu, tidak layak apabila ada yang menyimpangkannya. Kebenaran hanya datang dari sisi Allah.
        Dengan lapang dada, hati yg mulia dan tenang, akal pikiran yg sehat dan jernih, tanpa kebencian dan emosi, tanpa dogmatis, tanpa prasangka buruk dgn penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab mari kita memilih dan menentukan jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat menuju kembali kepada Allah

        Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
        1. Koreksi total, progresif dan revolusioner terhadap semua ajaran/doktrin/dogma Paulus dari Tarsus dkk melalui KONSILI BARU setingkat konsili Nicea (325 M) a.l. mengangkat Yesus sebagai tuhan dan konsili Konstantinopel (381 M) a.l. lahirnya trinitas serta konsili-konsili lainnya (hal ini amat sulit sekali dan memerlukan keberanian sangat luar biasa pihak otoritas gereja dan umatnya);
        2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni dan konsekuen sebagaimana yang diwahyukan Allah kepadanya dalam Injil asli berbahasa Ibrani / Aramic ketika beliau hidup (1-33 M) dan diangkat sebagai utusan-Nya (+ – 29 M) (kalau risalahnya masih ada), tanpa campur tangan / karangan manusia, sekalipun itu murid pertama beliau
        3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh risalah kenabian sudah ditutup, tiada lagi nabi dan rasul, tiada lagi kitab suci; kita hidup di akhir zaman sampai kiamat dan Islam adalah yang terakhir. Setiap detik umur kita berkurang, setiap detik kita mendekati kematian dan meninggalkan dunia fana ini. Hati-hati, jangan salah jalan supaya tidak menyesal…

        BANYAK MUALAF AWALNYA HANYA KARENA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENCARI DAN MENTAATI AJARAN ORISINIL NABI ISA A.S, MENDALAMI SEJARAH GEREJA dan/atau MENGKRITISI BIBEL/INJIL/AL KITAB PERJANJIAN BARU
        biarkanlah… tunggu aja kedatangan kembali Nabi Isa A.S menjelang kiamat, apakah beliau akan ikut-ikutan kebaktian sambil membawa salib berteriak haleluya haleluya heleluya ber xxx yang dipimpin oleh Paulus dari Tarsus dkk dgn segala macam ajaran, doktrin dan dogmanya ; ataukah beliau akan menghakimi, mengadili dan menjadi saksi atas kebenaran ajaran MONOTHEISME murni dgn menghancurkan segala berhala dan atributnya yang dimurkai, terkutuk, terlaknat, sesat dan menyesatkan serta ikut mendirikan shalat bersama para nabi dan rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad beserta para malaikat Allah… gitu aja kok rewel dan ribet banget to mas…
        Sesungguhnya ajaran yg diturunkan kpd para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah sama/satu, tidak layak apabila ada yang menyimpangkannya. Kebenaran hanya datang dari sisi Allah.
        Dengan lapang dada, hati yg mulia dan tenang, akal pikiran yg sehat dan jernih, tanpa kebencian dan emosi, tanpa dogmatis, tanpa prasangka buruk dgn penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab mari kita memilih dan menentukan jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat menuju kembali kepada Allah

        Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
        1. Koreksi total, progresif dan revolusioner terhadap semua ajaran/doktrin/dogma Paulus dari Tarsus dkk melalui KONSILI BARU setingkat konsili Nicea (325 M) a.l. mengangkat Yesus sebagai tuhan dan konsili Konstantinopel (381 M) a.l. lahirnya trinitas serta konsili-konsili lainnya (hal ini amat sulit sekali dan memerlukan keberanian sangat luar biasa pihak otoritas gereja dan umatnya);
        2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni dan konsekuen sebagaimana yang diwahyukan Allah kepadanya dalam Injil asli berbahasa Ibrani / Aramic ketika beliau hidup (1-33 M) dan diangkat sebagai utusan-Nya (+ – 29 M) (kalau risalahnya masih ada), tanpa campur tangan / karangan manusia, sekalipun itu murid pertama beliau
        3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh risalah kenabian sudah ditutup, tiada lagi nabi dan rasul, tiada lagi kitab suci; kita hidup di akhir zaman sampai kiamat dan Islam adalah yang terakhir. Setiap detik umur kita berkurang, setiap detik kita mendekati kematian dan meninggalkan dunia fana ini. Hati-hati, jangan salah jalan supaya tidak menyesal…

    • erzal 11:12 am on 23/11/2007 Permalink | Reply

      betul 100 % om raiguru, mereka disesatkan paulus tapi mereka tidak menyadarinya……mylink: http://agamaislam.multiply.com

    • pakigun 5:19 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

      Trims. http://islamteori.wordpress.com/

    • euvangelion 3:05 am on 25/04/2008 Permalink | Reply

      semua kutipan ayat Alkitab diatas itu hanya ditafsirkan secara harafiah aja, dan hanya sepotong2 aja jadi pengertiannya gak lengkap….

    • cardo 11:11 am on 02/06/2008 Permalink | Reply

      Pulus tidak pernah merubah ajaran yang diajarkan oleh Kristus.Karena pada awalnya Paulus tidak mengenal siapa Kristus…bahkan membenci [engikut-Nya,….Tetapi, saat dalam perjalanannya Paulus bertemu Yesus dan dalam sekejab Kristus mengubahkan kehidupan paulus. Justru melalui pertemuan itu, paulus mengerti siapa Kristus. Paulus memuaat surat-surat tersebut bukan melalui pemikirannya sendiri, justru melalui kehidupan yang karib bersama Kristus yang dia alami sendiri, walaupun dia selalu dalam incaran maut, kelemahan, tetapi justru didalam kelamahannya itu kuasa Allah nyata didalam kehidupannya.
      Mengenai ajarannya:
      1. Ajaran 1
      Ketika Bapa mengutus Anakn-Nya (Kristus), Bapa telah mempercayakan segala kuasa pada-Nya. Begitu juga kunci Kerajaan Surga (Firman-Nya: yohanes 3:16 ” karena begitu besar kasih ALah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap yang percaya kepada-Nya (Kristus) tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”)dan :” Akulah (Kristus) jalan, kebenaran dan hidup, tidak ada yang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku (Kristus). Terlihat bahwa Kristus memengan kunci kerajaan Allah. Dan hanya ada 1 jalan saja menuju surga yaitu melaui Kristus yaitu percaya kepada-Nya yang telah diutus Bapa.Dan jika kita menerima Kristus maka kita menerima Bapa. Jadi Bapa mempercayakan kepada Anak (Kristus) jalan menuju kesurga untuk bertemu kepada BAPA, yaitu YESUS yang mati dikayu salab dan pada hari ketiga dibangkitkan dari antara orang mati, lalu naik kesurga dan akan datang untuk kedua kalinya untuk menjemput orang percaya.Dan perkataan Paulus meneguhkannya.Amin

      2. Ajaran ke 2
      Hukum taurat memang tidak akan pernah hilang. Akan tetrapi perlu diketahui, bahwa sesungguhnya tidak ada seorang(manusia) yang sanggup untuk melakukan hukum taurat tersebut.Jadi dengan kata lain” semua manusia tidaka akan pernah masuk ke SURGA”.Oleh karena itu Kristus datang untuk meggenapinya. Kata ” menggenapinya” adalah bahwa ketika Yesus mati dan bangkit, kehidupan manusia tidak dibawah kuasa hukum taurat melainkan oleh Anugrah-Nya (kiTA HIDUP DALAN ANUGRAH-Nya).oleh karena itu dengan kematian Kristus, mengandung kepastian kalau manusia dapat masuk ke Surga asalkan percaya kepada Kristus. Dan seseorang dibenarkan bukan lagi karena dia bisa melakukan hukum taurat, amal baik, justru seseorang dibenarkan karean imannya kepada Kristus. Dan paulus meneguhkannnya

      3. Ajaran ke-3
      Sunat merupakan salah satu penerapan dari hukum taurat dan Maksud sunat ketika Yesus lahir adalah mengambil kulit yang ada dikelamin..(artinya pembersihan terhadap jasmani),tetapi ketika Kristus mati dan dibangkitkan…kita hidup oleh anugrah bukan dibawah hukum taurat…Jadi Sunat yang dimaksukan sekarang adalah menyunat perbuatan2 jahat kita (pengekangan diri)dengan melakukan perintah2 ALLAH. Buat apa sunat jasmani, kalau hdup kira tidak benar.dan paulus meneguhkannya.

      4.Ajaran ke4
      Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, maka segala kutuk dosa dari keturunan manapun tidak berlaku dan berkuasa atas orang tersebut.Dan biarlah yang tidak percaya kepada-Nya akan menerima hukumannya karena kefasikannya, dan orang yang percaya aakan menerima balasannya karena kebenarannya.Kebenaran = percaya kepada Kristus

      5.Ajaran ke 5
      Raja daud (sebelum kelahiran Yesus) telah mengenal istilah pujian dan penymbahan” biarlah sgala ynag bernafas memuju nama Tuhan”Mazmur…Nyanyian rohani merupakan pujian/ syair yang sudah sejak zaman Daud telah dinaikan.

      6 Ajaran ke-6
      Sebagai umat tebusan seharusnya kita bisa berarti bagi sekeliling kita.. buat apa kita kaya, kalau untuk diri sendiri…karena kekayaan tidak akan dibawa kesurga..tetapi seharusnya dengan kekayaan itu kita bisa menjadi berkat bagi sesama kita..saling berbagi dan kekayaan itu digunakan untuk Kemuliaan-Nya…

      7. Ajaran ke 7
      Mengenai jenajah seseorang, tidak perlu dipersoalkan…terserah saja mau dikuburkan seperti apa…yang penting apakah rohnya ke surga atau neraka..dan bagaimana semas hidupnya

      8 ajaran ke 8
      perkataan diatas bukan masalah hukum rajamnya…tetapi, bagaimanan keberadaan seseorang berdosa…perhatikan.jika pada saat itu tidak ada Yesus….berarti wanita itu akan mati karena dirajam, lalu pertanyaannya siapakah yang benar?apakah dia yang merajam karena melakukan hukum taurat…Justru orang yang merajam juga sama seperti orang yang dirajam yaitu berbuat dosa juga.”Firman-Nya” pembalasan adalah hak-Ku”.Itulah sebabnya Kristus datang agar setiap orang hidup didalam anugrah-Nya. Ketika ada orang berdosa, dia tetap memiliki kesempatan untuk meminta ampun dan memiliki kesempatan dalam kerajaan ALLAH. dan paulus meneguhkannya.(ANUGRAH = HUKUM KASIH)

      9. aJARAN KE 9
      Dalam Matius 5 bukan perkataan Paulus….tetapi Yesus Kristus sendiri…Justru Kristus SEBAGAI TUHAN menggenapinya dengan hukum kasih

      10.Ajaran ke 10
      Memang Yesus tidak membuat agama. Perhatikan Agama tidak akan pernah membawa seseorang ke surga, begitu juga dengan amal baik…Jadi kalaupun saya maku surga itu karena anugrah-Nya semata-mata melalui penerimaan yesus sebagai juruselamat dan perbuatan baik yang sAYA LAUKUAN bukan untuk mendapatkan surga yang nantinya akan dibandingkan dengan kejahatan saya, tetapi justru karena saya telah beroleh keselamatan sudah seharusnya saya berlaku baik untuk memperlengkapi saya dengan pekerjaan baik.

      Jadi jelas, Pemikiran Paulus merupakan ilham dari ALLAH sendiri….dan kalau kita lihat dari kitab perjanjian lama dan kitab perjanjian baru itu, mengandung benang merah …padahal kitab tersebut ditulis dalam waktu yang lama dan orang yang berbeda-beda dari masa ke masa. Tetapi semuanya jadi jelas karena yang menajdi skenarionya adalah Bapa sendiri…

      Hal ini dibuat bukan untuk berdebat, tetapi memperjelas hal yang sebenarnya.Jesus bless You ALL.

    • mamase 4:22 pm on 03/09/2008 Permalink | Reply

      saya kira orang2 kristen (+katholik) tak perlu mengelak n memang tak bisa mengelak ttg banyaknya kelemahan dalam agamanya…
      sebagai contoh diatas, ada ayat di bibel menjelaskan bahwa yesus tidak merubah hukum taurat tetapi menggenapkannya…yg kontradiksi dengan perkataan paulus yg membatalkan hukum taurat…tapi pada kenyataannya kalian malah mengikuti paulus…
      dan akhirnya Muhammad SAW lah yang menggenapkan (menyempurnakan) hukum taurat dan injil dalam AL QUR AN

      kalo misalnya dalam satu ayat ada yg mengatakan bahwa babi itu haram, trus di ayat lain mengatakan bahwa babi itu halal….trus kita sebagai manusia harus memakai penafsiran n logika yg bagaimana lagi agar akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa kedua ayat tersebut sejalan dan tidak bertentangan…

      ingatlah orang2 kristen, kalau yesus memang tuhan, maka di bibel akan dijelaskan berkali-kali bahwa yesus adalah tuhan, tapi pada kenyataannya tidak ada 1 ayat pun yang mengatakan bahwa yesus itu tuhan…yang ada malahan kata2 “diutus”, yg dalam bahasa arabnya “rasul”, dan ini cocok sama islam bahwa yesus adalah rasul…

      ajaran kristen itu untuk masuk surga sangat mudah, berbeda dengan islam yg sangat sulit bagi manusia untuk masuk surga…
      secara teori, orang hidup di dunia saja untuk bisa kaya raya susahnya minta ampun, apalagi masuk surga maka harusnya lebih susah lagi….

      SARAN UNTUK ORANG2 KRISTEN+katholik, janganlah malu dan gengsi untuk membandingkan ajaran ALQUR AN DAN BIBEL…

      pikirkanlah juga mengapa alkitab kalian banyak cerita pornonya….

    • mamase 4:42 pm on 03/09/2008 Permalink | Reply

      kalau yesus yang lahir kedunia tanpa bapak trus dikatakan anaknya tuhan…
      berarti Adam juga anaknya tuhan dong???? malahan adam gak punya bapak dan ibu lho…
      bener gak bung ERZAL??????

      INTI dr semua ini yaitu:
      SEMUA ORANG AKAN BERUSAHA MATI MATIAN MEMBELA AJARAN NENEK MOYANGNYA MESKIPUN ITU TIDAK RASIONAL

    • erzal 4:15 am on 04/09/2008 Permalink | Reply

      tepat sekali apa yg dikatakan bung mamase…malah nabi adam lebih hebat lagi kaga punya bapak dan ibu …

    • sukro 1:52 pm on 24/12/2008 Permalink | Reply

      sudah jelas firman plagiator maunya diangggap penyempurna padahal palsu, jadi tidak perlu berdebat dengan para plagiator, percuma karena tidak punya dasar nilai2 kasih yang ada nilai2rajam,kekejian.dan pengakuan yang sesat bahwa yang besar adalah yang paling benar

    • Edward 8:37 am on 25/03/2009 Permalink | Reply

      Berbeda dengan agama lainnya di dunia ini. Agama Kristen dituntut PERCAYA DULU baru MENGERTI, bukan sebaliknya, karena Roh Kudus-lah yang akan membimbingmu untuk mengerti apa saja yang ingin kau tanyakan dan ingin kau ketahui di sepanjang usia hidupmu. Percayalah semoga engkau menyadarinya sebelum ajal tiba. Sampai jumpa kelak di surga yang indah hai saudaraku.Amin!

    • Aris 4:44 am on 16/04/2009 Permalink | Reply

      Pertanyaan
      1. Kapankah agama yang dibawa oleh Yesus disebut Kristen ? dan oleh siapa ?
      2. Kapankah agama yang disempurunkan oleh Nabi Muhammad disebut dengan Islam ? dan oleh siapa ?

    • alo 2:04 pm on 19/05/2009 Permalink | Reply

      sebelum tahun 620M sudah ada ungkapan-ungkapan seperti itu oleh sekte-sekte kristen yang anti paulus dan anti salib dan anti konsili. pernyataan-pernyataan yang sudah lama.
      ente-ente menafsir Alkitab dan berbeda dengan tafsiran agama Kristen. kemudian ente-ente bilang sudah dipalsukan oleh paulus. bagaimana? percuma saja.
      kecuali ente-ente menerima kerasulan dari Paulus. barulah kami mempertimbangkan tafsiran ente-ente.

    • Luga 2:55 pm on 12/09/2009 Permalink | Reply

      Irena emmak,emmak.jahat yang akan dilempar keneraka !sudah nggak punya Roh kudus mau ngajarin orang pula !hemmmm sok nantangin Paulus lo anak ular !satu perbuatanpun yang dilakukan oleh Paulus lo gak sanggup perbuat Paulus bisa bangkitin orang mati lo ama bos lo Mohammd bisak gak bangkitin orang mati? dan sekarangpun penginjil banyak yang bangkitin orang mati anak Lonte !dinigeria 100 orang mati bangkit,sebab jin mana bisa membangkitkan orang mati,hanya Tuhan yang berkuasa atas kehidupan !dari kuasanya membuktikan bahwa Yesus Tuhan anak jangkrik !

    • Luga 3:00 pm on 12/09/2009 Permalink | Reply

      Adam gak punya bapa mak itu wajar karena manusia pertama tetapi Yesus bukan manusia pertama itu baru luar biasa sebab Ia lahir tampa bapa dan ibu ngerti gak orang orang bodoh !

    • Luga 3:07 pm on 12/09/2009 Permalink | Reply

      Irena handono ini saya lihat semakin lama semakin liar ngarang banget takutnya dia ini kena razia jika ada razia anak setan !mat 13:41-43

    • mamad bin edun 12:57 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

      Yesus membangkitkan orang mati…
      Muhammad mematikan orang hidup…

      • erzal 4:07 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        hi,hi,hi…dimana itu ? justru muhammad mencegah manusia dari membunuh dengan hukuman qishas dan membunuh adalah dosa besar….justru orang kristen yg hobi membantai manusia…..paham nggak ?.

    • alo 8:06 am on 21/07/2010 Permalink | Reply

      sebelum tahun 620M sudah ada ungkapan-ungkapan seperti itu oleh sekte-sekte kristen yang anti paulus dan anti salib dan anti konsili. semua pernyataan-pernyataan yang sudah lama.
      ente-ente menafsir Alkitab dan berbeda dengan tafsiran agama Kristen. kemudian ente-ente bilang sudah dipalsukan oleh paulus. bagaimana? percuma saja.
      kecuali ente-ente menerima kerasulan dari Paulus. barulah kami mempertimbangkan tafsiran ente-ente.

      percuma saja bicara karena ente-ente bukan kristen. Bagaimana kalau ente bicara agama budha juga tapi harus masuk agama budha

    • TBone 8:37 am on 19/01/2011 Permalink | Reply

      @sukro : plagiat?? mang artis dijiplak
      @luga : minta tolong dong bangkitin Bung karno bisa ga mo ada perlu nih…
      @mamase : salutte..top markotop buat ente
      @cardo : anda orang pintar gunakan ilmu anda untuk hal yang baik y
      @euvangelion : silahkan dibandingkan sendiri antara Injil dan Alqur’an yah
      @alo : anda smart Be wise ok
      @mamad bin edun : ngomong apa sih om?
      @erzal : situs ente mantap gan

    • saifullah 3:26 am on 16/03/2012 Permalink | Reply

      nabi Isa a.s./yesus bisa menghidupkan org mati adalah krn mukjizat dari Allah,sama spt nabi Musa yang tongkat bisa menjadi ular atau membelah laut itu juga krn mukjizat dari Allah. Yesus / nabi Isa sendiri berkata bhw tdk bisa berbuat apa2 kecuali dgn izin Allah,bahkan dia tdk bisa menciptakan walau seekor LALAT. hai orang kristen sadarlah kalian dgn kekeliruan kalin sebelum ajal datang menjemput, dan diakhirat masuk ke neraka Jahannam.

    • wikki 12:32 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

      musa tidak bisa mengampuni mengalahkan maut yapi yesus bisa mengampuni dan telah mengalahkan maut

      • SERBUIFF 4:26 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

        yesus tidak bisa mengampuni dosa orang lain, tiap manusia akan memikul dosanya sendiri akibat perbutannya sendiri. Yang bisa mengampuni dosa hanya Allah Tuhan Pencipta dan Pemilik alam semesta. lihat

        Yeremia 31:29-30

        31:29 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah a makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, b 31:30 melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; c setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.

        ………dan yesus tidak bisa mengalahkan maut wong dia mati di tiang salib

    • wikki 6:04 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

      sdr serbuiff saya tidak lagi membela agama orang lain disini lagian itu diambil dari kitab taurat…yang perlu sdr pertahankan adalah kebenaran dari quranmu…apakah sdr lagi menggunakan tips dariku??? yang mengatakan kalau kamu tak mapu cai kesalahan kitab orang lain supaya seolah olah kitab lebih benarr…

      • SERBUIFF 9:54 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

        Al Quran kitab yg paling benar. Al Quran meluruskan penyimpang dan kesalahan kitab sebelumnya….

    • wikki 1:27 pm on 16/08/2012 Permalink | Reply

      menurut mu pemerkosaan .perzinahan penciuman berhala pemusnahan ras .pemerkosaan .seperti yang dilakukan muhammad itu adalah kebenaran/??? itu memang hak anda karena anda mungkin adalah maniak..itu urusan anda…

      • Isa 3:56 am on 27/04/2014 Permalink | Reply

        BANYAK MUALAF AWALNYA HANYA KARENA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENCARI DAN MENTAATI AJARAN ORISINIL NABI ISA A.S, MENDALAMI SEJARAH GEREJA dan/atau MENGKRITISI BIBEL/INJIL/AL KITAB PERJANJIAN BARU
        biarkanlah… tunggu aja kedatangan kembali Nabi Isa A.S menjelang kiamat, apakah beliau akan ikut-ikutan kebaktian sambil membawa salib berteriak haleluya haleluya heleluya ber xxx yang dipimpin oleh Paulus dari Tarsus dkk dgn segala macam ajaran, doktrin dan dogmanya ; ataukah beliau akan menghakimi, mengadili dan menjadi saksi atas kebenaran ajaran MONOTHEISME murni dgn menghancurkan segala berhala dan atributnya yang dimurkai, terkutuk, terlaknat, sesat dan menyesatkan serta ikut mendirikan shalat bersama para nabi dan rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad beserta para malaikat Allah… gitu aja kok rewel dan ribet banget to mas…
        Sesungguhnya ajaran yg diturunkan kpd para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah sama/satu, tidak layak apabila ada yang menyimpangkannya. Kebenaran hanya datang dari sisi Allah.
        Dengan lapang dada, hati yg mulia dan tenang, akal pikiran yg sehat dan jernih, tanpa kebencian dan emosi, tanpa dogmatis, tanpa prasangka buruk dgn penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab mari kita memilih dan menentukan jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat menuju kembali kepada Allah

        Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
        1. Koreksi total, progresif dan revolusioner terhadap semua ajaran/doktrin/dogma Paulus dari Tarsus dkk melalui KONSILI BARU setingkat konsili Nicea (325 M) a.l. mengangkat Yesus sebagai tuhan dan konsili Konstantinopel (381 M) a.l. lahirnya trinitas serta konsili-konsili lainnya (hal ini amat sulit sekali dan memerlukan keberanian sangat luar biasa pihak otoritas gereja dan umatnya);
        2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni dan konsekuen sebagaimana yang diwahyukan Allah kepadanya dalam Injil asli berbahasa Ibrani / Aramic ketika beliau hidup (1-33 M) dan diangkat sebagai utusan-Nya (+ – 29 M) (kalau risalahnya masih ada), tanpa campur tangan / karangan manusia, sekalipun itu murid pertama beliau
        3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh risalah kenabian sudah ditutup, tiada lagi nabi dan rasul, tiada lagi kitab suci; kita hidup di akhir zaman sampai kiamat dan Islam adalah yang terakhir. Setiap detik umur kita berkurang, setiap detik kita mendekati kematian dan meninggalkan dunia fana ini. Hati-hati, jangan salah jalan supaya tidak menyesal…

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel