Updates from August, 2012 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 12:32 am on 23/08/2012 Permalink | Reply
    Tags:   

    Jihad 

    Jihad

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Jihad ( جهاد ) adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam.[1]

    Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.

    Daftar isi

    Pelaksanaan Jihad

    Pelaksanaan Jihad dapat dirumuskan sebagai berikut:

    • Pada konteks diri pribadi – berusaha membersihkan pikiran dari pengaruh-pengaruh ajaran selain Allah dengan perjuangan spiritual di dalam diri, mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
    • Komunitas – Berusaha agar Din pada masyarakat sekitar maupun keluarga tetap tegak dengan dakwah dan membersihkan mereka dari kemusyrikan.
    • Kedaulatan – Berusaha menjaga eksistensi kedaulatan dari serangan luar, maupun pengkhianatan dari dalam agar ketertiban dan ketenangan beribadah pada rakyat di daulah tersebut tetap terjaga termasuk di dalamnya pelaksanaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Jihad ini hanya berlaku pada daulah yang menggunakan Din Islam secara menyeluruh (Kaffah).

    Jihad dan perang

    Arti kata Jihad sering disalahpahami oleh yang tidak mengenal prinsip-prinsip Din Islam sebagai ‘perang suci’ (holy war); istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad.

    Jihad dalam bentuk perang dilaksanakan jika terjadi fitnah yang membahayakan eksistensi ummat (antara lain berupa serangan-serangan dari luar).

    Pada dasar kata arti jihad adalah “berjuang” atau “ber-usaha dengan keras” , namun bukan harus berarti “perang dalam makna “fisik” . jika sekarang jihad lebih sering diartikan sebagai “perjuangan untuk agama”, itu tidak harus berarti perjuangan fisik .

    jika meng-arti-kan jihad hanya sebagai peperangan fisik dan extern, untuk membela agama, akan sangat ber-bahaya , sebab akan mudah di-manfaat-kan dan rentan terhadap fitnah .

    jika meng-artikan Jihad sebagai “perjuangan membela agama” , maka lebih tepat bahwa ber-Jihad adalah : “perjuangan menegakkan syariat Islam” . Sehingga berjihad harus -lah dilakukan setiap saat , 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup .

    Jihad bisa ber-arti ber-juang “Menyampaikan atau menjelaskan kepada orang lain kebenaran Ilahi Atau bisa ber-jihad dalam diri kita sendiri” , Bisa saja ber-jihad adalah : “Memaksakan diri untuk bangun pagi dan salat Subuh , walau masih mengantuk dan dingin dan memaksakan orang lain untuk salat subuh dengan menyetel TOA mesjid dan memperdengarkan salat subuh.” dlsbl.

    Saat ini kerangka berfikir masyarakat tentang pengertian jihad hanyalah sebatas mengurusi syiar – syiar ibadah saja. Seperti halnya mempermasalahkan banyak orang yang tidak salat, padahal hal ini tidak murni dilakukan oleh prinsip seseorang, namun perlulah disadari bahwa setiap poin – poin syariat bukan sebatas harus dilakukan oleh perorangan tetapi oleh seluruh lapisan Islam di Jagad Raya. Karena perilaku seseorang terdapat pada nilai – nilai prosesi pembinaan terkait kelembagaan yang mengelola masyarakat. Dengan kata lain, sebetulnya kemerosotan moral masyarakat terbentuk oleh adanya sistem pemerintahan di dalam negeri yang sangat kuat berpengaruh pada setiap aspek kehidupan masyarakat. Contoh, kesenjangan ekonomi. Ekonomi adalah salah satu sektor yang dikuasai oleh pemerintahan. Hal ini mampu menyebabkan kerusakan pshychologis masyarakat jika sistem yang dijalankan adalah hasil buatan manusia yang sudah tentu tidak mampu mengatur semesta alam.

    Hal di atas menyimpulkan bahwa Jihad harus mengkerucut pada penegakan Dien Islam di dunia. Sesuai dengan apa yang diajarkan oleh seorang tokoh revolusioner Islam, yakni Baginda Rosulullah Muhammad SAW. Juga berdasarkan Undang – Undang Allah yaitu Kitab Suci Al- Qur’an mengatakan bahwa ” Allah mengutus RosulNya ( Muhammad ) dengan membawa petunjuk ( Al-Qur’an ) dan agama ( Dien/Sistem ) yang benar ( Islam ) untuk dimenangkannya di atas segala agama ( Dien/Sistem ), walaupun kaum musyrikin( Segolongan orang beridentitaskan Islam namun tidak mengakui syariat Islam bahkan secara halus memerangi Islam dengan Rezimnya, Contoh Idiologi Pancasila ) tidak menyukai.

    Etika perang Muhammad

    Semasa kepemimpinan Muhammad dan Khulafaur Rasyidin antara lain diriwayatkan bahwa Abu Bakar sebelum mengirim pasukan untuk berperang melawan pasukan Romawi, memberikan pesan pada pasukannya , yang kemudian menjadi etika dasar dalam perang yaitu:

    • Jangan berkhianat.
    • Jangan berlebih-lebihan.
    • Jangan ingkar janji.
    • Jangan mencincang mayat.
    • Jangan membunuh anak kecil, orang tua renta, wanita.
    • Jangan membakar pohon, menebang atau menyembelih binatang ternak kecuali untuk dimakan.
    • Jangan mengusik orang-orang Ahli Kitab yang sedang beribadah.

    Jihad dan terorisme

    Terorisme tidak bisa dikategorikan sebagai Jihad; Jihad dalam bentuk perang harus jelas pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam peperangan, seperti halnya perang yang dilakukan Nabi Muhammad yang mewakili Madinah melawan Makkah dan sekutu-sekutunya. Alasan perang tersebut terutama dipicu oleh kezaliman kaum Quraisy yang melanggar hak hidup kaum Muslimin yang berada di Makkah (termasuk perampasan harta kekayaan kaum Muslimin serta pengusiran).

    Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau !”.(QS 4:75)

    Perang yang mengatasnamakan penegakan Islam namun tidak mengikuti Sunnah Rasul tidak bisa disebut Jihad. Sunnah Rasul untuk penegakkan Islam bermula dari dakwah tanpa kekerasan!, bukan dalam bentuk terorisme, hijrah ke wilayah yang aman dan menerima dakwah Rasul, kemudian mengaktualisasikan suatu masyarakat Islami (Ummah) yang bertujuan menegakkan Kekuasaan Allah di muka bumi.

    “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah<-islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

    Pranala luar

    Advertisements
     
    • wikki 3:12 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

      jihad .atau perang..tetap saja hasilnya penderitaan bagi orang yang lemah ..tetap ada korban..

      • SERBUIFF 3:28 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

        justru kalau nggak ada jihad kaum muslimin akan semakin ditindas oleh orang2 kafir yg zalim

        • wikki 3:51 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

          mau perang mau jihad itu urusan kamu bila penting pergi sono ke palestina ….berani ndak…???

  • SERBUIFF 1:56 am on 02/11/2010 Permalink | Reply
    Tags: HART RAMPASAN,   

    Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.(QS. 48:20) / Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 8:69) 

    Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.(QS. 48:20)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 20
    وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (20)
    Allah SWT menjanjikan kemenangan dan harta rampasan yang banyak yang akan diperoleh kaum Muslimin dari orang-orang kafir secara berangsur-angsur pada masa yang akan datang. Dalam pada itu, Allah SWT akan segera memberikan kemenangan dan harta rampasan pada Perang Khaibar nanti. Allah SWT juga menjamin dan mencegah orang-orang Yahudi yang ada di Madinah mengganggu dan merusak harta kaum Muslimin sewaktu mereka pergi ke Mekah dan ke Khaibar agar mereka bersyukur, dan untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad sebagai Rasul yang diutus Allah kepada manusia. Allah SWT membantu dan menolong kaum Muslimin dari ancaman dan serangan musuh-musuh mereka baik mereka ketahui datangnya atau tidak mereka ketahui, walaupun jumlah mereka sedikit. Allah SWT membimbing kaum Muslimin menempuh jalan yang lurus dan yang diridai Nya.
    Menurut Ibnu Jarir, yang dimaksud dengan perkataan: “Allah menahan tangan manusia yang akan membinasakan Rasulullah dan kaum Muslimin” ialah keinginan dan usaha penduduk Khaibar dan kabilah-kabilah yang lain yang telah bersekutu dengan mereka, tetapi dalam hati mereka masih terdapat rasa dengki dan sakit hati. Kabilah yang bersekutu dengan penduduk Khaibar itu ialah kabilah Arab dan Gatafan.

    ==========================================

    Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 8:69)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Anfaal 69
    فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (69)
    Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya, maka dengan sifat mulia ini Allah mengampuni dan tidak menimpakan siksaan kepada kaum Muslimin, bahkan memberikan hak kepada mereka untuk memakan dan memiliki harta rampasan yang didapat dalam peperangan termasuk uang tebusan itu sebagaimana tersebut dalam ayat berikut ini. Diriwayatkan bahwa: “Pada mulanya kaum Muslimin tidak mau mempergunakan harta tebusan yang dibayar oleh kaum musyrikin, karena takut akan tersalah lagi apabila belum ada wahyu yang mengizinkan mereka memanfaatkannya, maka turunlah ayat ini.” Ini adalah suatu bukti lagi bagi mereka atas rahmat dan kasih sayang Allah kepada mereka. Sesudah mereka melakukan kesalahan, mereka diampuni dan dibebaskan dari siksaan atas kesalahan itu, kemudian diizinkan pula memakan dan memiliki hasil dari tindakan salah itu, yaitu uang tebusan yang mereka terima dari para tawanan itu adalah halal dan baik bukan seperti daging babi dan bangkai. Kemudian Allah menyuruh mereka agar selalu bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, karena Dialan Yang Maha Pengampun dan Penyayang.

     
  • SERBUIFF 2:07 am on 13/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZ   

    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA 

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa11.jpg

    Sejarah Hidup Muhammad

    oleh Muhammad Husain Haekal Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
     
    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA
    Muhammad Husain Haekal                                   (1/3)
    
       Huyayy b. Akhtab menghasut semua masyarakat Arab
       melawan Muslimin - Sepuluh ribu prajurit menuju Medinah
       - Salman al-Farisi mengusulkan penggalian parit sekitar
       kota - Quraisy dan Ghatafan mengepung kota - Banu
       Quraiza melanggar perjanjian dengan pihak Muslimin -
       Hilangnya kepercayaan Arab-Yahudi - Kabilah-kabilah
       Arab menarik diri dari Medinah - Pengepungan Banu
       Quraiza.
    
    SETELAH Medinah dikosongkan dari Banu Nadzir, kemudian setelah
    peristiwa   Badr   Terakhir  dan  sesudah  ekspedisi-ekspedisi
    Ghatafan  dan  Dumat'l-Jandal  berlalu,  tiba  waktunya   kaum
    Muslimin   sekarang  merasakan  hidup  yang  lebih  tenang  di
    Medinah. Mereka sudah dapat mengatur hidup, sudah tidak begitu
    banyak  mengalami kesulitan berkat adanya rampasan perang yang
    mereka peroleh dari  peperangan  selama  itu,  meskipun  dalam
    banyak  hal  kejadian  ini  telah membuat mereka lupa terhadap
    masalah-masalah pertanian dan  perdagangan.  Tetapi  disamping
    ketenangan   itu   Muhammad  selalu  waspada  terhadap  segala
    tipu-muslihat  dan   gerak-gerik   musuh.   Mata-mata   selalu
    disebarkan    ke   seluruh   pelosok   jazirah,   mengumpulkan
    berita-berita sekitar kegiatan  masyarakat  Arab  yang  hendak
    berkomplot  terhadap  dirinya. Dengan demikian ia selalu dalam
    siap-siaga, sehingga kaum Muslimin dapat selalu mempertahankan
    diri.
    
    Tidak   begitu  sulit  orang  menilai  betapa  perlunya  harus
    bersikap waspada dan berhati-hati selalu setelah kita  melihat
    adanya  segala  macam  tipu-muslihat  Quraisy  dan  yang bukan
    Quraisy terhadap kaum Muslimin, juga karena negeri-negeri masa
    itu  -  juga  sesudah  itu  sebagian  besar dalam perkembangan
    sejarahnya  masing-masing  mereka  itu  merupakan   sekumpulan
    republik-republik   kecil,   yang   satu   sama  lain  berdiri
    sendiri-sendiri.  Mereka  masing-masing   menggunakan   sistem
    organisasi  yang  lebih  dekat pada cara-cara kabilah. Hal ini
    memaksa mereka harus berlindung pada adat-lembaga dan  tradisi
    yang ada, yang tidak mudah dapat kita bayangkan seperti halnya
    pada bangsa-bangsa yang sudah teratur. Dalam hal ini  Muhammad
    pun  sebagai  orang Arab sangat waspada sekali mengingat nafsu
    hendak membalas dendam yang ada dalam naluri orang-orang  Arab
    itu besar sekali. Baik Quraisy maupun Yahudi Banu Qainuqa' dan
    Yahudi  Banu  Nadzir,  demikian  juga   kabilah-kabilah   Arab
    Ghatafan,  Hudhail  dan kabilah-kabilah yang berbatasan dengan
    Syam,   mereka   saling   menunggu,   bahwa    Muhammad    dan
    sahabat-sahabatnya  itu  akan  binasa.  Kalaupun  mereka  akan
    mendapat  kesempatan,  masing-masing   berharap   akan   dapat
    mengadakan  balas  dendam  terhadap  laki-laki  yang  sekarang
    datang mencerai-beraikan masyarakat  Arab  dengan  kepercayaan
    mereka itu. Laki-laki yang pergi keluar Mekah, mengungsi dalam
    keadaan tidak berdaya, tidak punya kekuatan, selain iman  yang
    telah  memenuhi jiwanya yang besar itu, dalam waktu lima tahun
    sekarang orang ini  sudah  kuat,  sudah  mempunyai  kemampuan,
    sehingga  kota-kota  dan  kabilah-kabilah  Arab  yang  terkuat
    sekalipun, merasa segan kepadanya.
    
    Orang-orang Yahudi ialah  musuh  Muhammad  yang  paling  tajam
    memperhatikan  ajaran-ajaran  dan  cara  berdakwahnya.  Dengan
    kemenangannya itu merekalah yang paling banyak memperhitungkan
    nasib  yang telah menimpa diri mereka. Mereka di negeri-negeri
    Arab sebagai penganjur-penganjur ajaran tauhid  (monotheisma).
    Mengenai penguasaan bidang ini mereka bersaingan sekali dengan
    pihak Kristen. Mereka selalu berharap akan  dapat  mengalahkan
    lawannya ini. Dan barangkali mereka benar juga mengingat bahwa
    orang-orang Yahudi ialah bangsa Semit yang pada dasarnya lebih
    condong pada pengertian monotheisma. Sementara ajaran trinitas
    Kristen suatu hal yang tidak mudah dapat dicernakan oleh  jiwa
    Semit.  Dan  sekarang  Muhammad, orang yang berasal dari pusat
    Arab dan dari pusat orang-orang  Semit  sendiri,  menganjurkan
    ajaran  tauhid  dengan cara yang sungguh kuat dan mempesonakan
    sekali, dapat menjelajahi dan merasuk  sampai  ke  lubuk  hati
    orang,  dan  mengangkat martabat manusia ke tingkat yang lebih
    tinggi. Sekarang ia sudah begitu kuat, dapat mengeluarkan Banu
    Qainuqa' dari Medinah, mengusir Banu Nadzir dari daerah koloni
    mereka. Dapatkah mereka membiarkannya terus begitu, dan mereka
    sendiri  pergi  ke  Syam  atau pulang ke tanah air mereka yang
    pertama,  ke  Bait'l-Maqdis   (Yerusalem)   di   Negeri   yang
    Dijanjikan  - Ardz'l-Mi'ad - (Palestina), ataukah mereka harus
    berusaha menghasut orang-orang Arab itu supaya dapat  membalas
    dendam kepada Muhammad?
    
    Rencana  hendak  menghasut orang-orang Arab adalah yang paling
    terutama menguasai pikiran pemuka-pemuka  Banu  Nadzir.  Untuk
    melaksanakan  rencana itu, beberapa orang dari kalangan mereka
    pergi hendak menemui Quraisy di  Mekah.  Mereka  terdiri  dari
    Huyayy   b.   Akhtab.   Sallam   b.  Abi'l-Huqaiq  dan  Kinana
    bin'l-Huqaiq, bersama-sama dengan  beberapa  orang  dari  Banu
    Wa'il Hawadha b. Qais dan Abu 'Ammar.
    
    Ketika  oleh  pihak Mekah, Huyayy ditanya mengenai golongannya
    itu ia menjawab:
    
    "Mereka saya biarkan mundar-mandir ke Khaibar dan  ke  Medinah
    sampai  tuan-tuan  nanti datang ke tempat mereka dan berangkat
    bersama-sama menghadapi Muhammad dan sahabatsahabatnya."
    
    Ketika oleh mereka ditanya tentang Quraiza, ia menjawab:
    
    "Mereka tinggal di Medinah sekedar  mau  mengelabui  Muhammad.
    Kalau  tuan-tuan  sudah datang mereka akan bersama-sama dengan
    tuan-tuan."
    
    Pihak Quraisy jadi ragu-ragu  akan  maju,  atau  mundur  saja.
    Mereka   dengan  Muhammad  tidak  berselisih  apa-apa,  selain
    ajarannya tentang Tuhan. Bukan tidak mungkinkah bahwa dia juga
    yang benar, sebab makin hari ajarannya itu ternyata makin kuat
    dan tinggi juga?
    
    "Tuan-tuan  dari   golongan   Yahudi,"   kata   pihak-Quraisy.
    "Tuan-tuan   adalah   ahli  kitab  yang  mula-mula  dan  sudah
    mengetahui pula apa  yang  menjadi  pertentangan  antara  kami
    dengan  Muhammad.  Soalnya  sekarang: manakah yang lebih baik,
    agama kami atau agamanya."
    
    Pihak Yahudi menjawab:
    
    "Tentu agama tuan-tuan yang lebih baik, sebab tuan-tuan  lebih
    benar dari dia."
    
    Dalam hal ini firman Tuhan dalam Qur'an menyebutkan;
    
    "Tidakkah  engkau  perhatikan  orang-orang  yang  telah diberi
    sebahagian kitab? Mereka percaya kepada sihir dan berhala  dan
    mereka  berkata  kepada orang-orang kafir: 'Jalan mereka lebih
    benar dari orang yang beriman.'  Mereka  itulah  yang  dikutuk
    oleh  Tuhan.  Dan barangsiapa yang dikutuk Tuhan, maka baginya
    takkan ada penolong." (Qur'an, 4: 51-52)
    
    Dalam posisi orang-orang Yahudi menghadapi Quraisy ini  dengan
    sikap  lebih  mengutamakan  paganisma  mereka  daripada tauhid
    Muhammad, maka dalam  Tarikh'l-Yahudi  fi  Bilad'l-'Arab,  Dr.
    Israel  Wilfinson  menyebutkan:  "Seharusnya  mereka itu tidak
    boleh sampai terjerumus ke dalam kesalahan yang begitu  kotor,
    dan   jangan   pula   berkata  dengan  terus-terang  di  depan
    pemuka-pemuka Quraisy, bahwa cara menyembah berhala itu  lebih
    baik  daripada  tauhid  seperti yang diajarkan Islam, meskipun
    hal  itu  akan  mengakibatkan  permintaan  mereka  tidak  akan
    dipenuhi.  Oleh  karena  orang-orang Israil sejak berabad-abad
    lamanya atas nama nenek-moyang dahulu kala  sebagai  pengemban
    panji  tauhid  (monotheisma)  diantara bangsa-bangsa di dunia,
    dan  telah  pula   mengalami   pelbagai   macam   penderitaan,
    pembunuhan  dan  penindasan  hanya  karena  iman mereka kepada
    Tuhan Yang Tunggal itu, yang mereka alami dalam berbagai zaman
    selama  dalam  perkembangan  sejarah,  maka  sudah  seharusnya
    mereka itu bersedia mengorbankan  hidup  mereka,  mengorbankan
    segala yang mereka cintai dalam menghadapi dan menaklukan kaum
    musyrik itu. Apalagi dengan minta  perlindungan  kepada  pihak
    penyembah  berhala,  itu  berarti  mereka telah memerangi diri
    sendiri serta  menentang  ajaran-ajaran  Taurat  yang  meminta
    mereka   menjauhi   penyembah-penyembah   berhala   dan  dalam
    menghadapi mereka supaya bersikap seperti menghadapi musuh.
    
    Huyayy b. Akhtab dan orang-orang Yahudi  yang  sepaham  dengan
    dia,  yang  telah  mengatakan  kepada  Quraisy bahwa paganisma
    mereka lebih  baik  daripada  tauhid  Muhammad  dengan  maksud
    supaya   mereka   sudi  memeranginya,  dan  yang  akan  mereka
    laksanakan setelah sekian  bulan  disiapkan,  tampaknya  tidak
    cukup  sampai di situ saja. Malah orang-orang Yahudi itu pergi
    lagi menemui kabilah Ghatafan2 yang terdiri dari Qais  'Ailan,
    Banu  Fazara,  Asyja'  Sulaim, Banu Sa'd dan Asad, serta semua
    pihak yang ingin menuntut balas kepada  Muslimin.  Mereka  ini
    aktif  sekali  mengerahkan  orang supaya menuntut balas dengan
    menyebutkan bahwa Quraisy juga ikut serta memerangi  Muhammad.
    Paganisma  Quraisy  mereka  puji dan mereka menjanjikan, bahwa
    mereka pasti akan mendapat kemenangan.
    
    Kelompok-kelompok3  yang  sudah  diorganisasikan  oleh   pihak
    Yahudi  itu  kini  berangkat  hendak  memerangi  Muhammad  dan
    sahabat-sahabatnya. Dari pihak Quraisy yang dipimpin oleh  Abu
    Sufyan  sudah  disiapkan  4000 orang prajurit, tiga ratus ekor
    kuda dan 1500 orang dengan unta. Pimpinan brigade yang disusun
    di  Dar'n-Nadwa diserahkan kepada 'Uthman b. Talha. Ayah orang
    ini telah mati terbunuh dalam memimpin pasukan di  Uhud.  Banu
    Fazara  yang  dipimpin oleh 'Uyaina b. Hishn b. Hudhaifa telah
    siap dengan sejumlah pasukan besar dan 100 unta. Sedang Asyja'
    dan  Murra  masing-masing  membawa  400  prajurit. Pihak Murra
    dipimpin oleh Al-Harith b. 'Auf dan  dari  pihak  Asyja'  oleh
    Misiar   ibn  Rukhaila.  Menyusul  pula  Sulaim,  biang-keladi
    peristiwa Bi'r Ma'una, dengan  700  orang.  Mereka  itu  semua
    berkumpul,  yang  kemudian  datang  pula  Banu  Sa'd  dan Asad
    menggabungkan  diri.  Jumlah  mereka  kurang  lebih   semuanya
    menjadi  10.000  orang.  Semua  mereka  itu  berangkat  menuju
    Medinah dibawah pimpinan Abu Sufyan.
    
    Setelah mereka  sampai,  selama  dalam  perang,  pemuka-pemuka
    kabilah  itu  saling bergantian pimpinan, masing-masing sehari
    mendapat giliran.
    
    Berita keberangkatan mereka ini sampai  juga  kepada  Muhammad
    dan  kaum  Muslimin  di  Medinah.  Mereka  merasa  gentar. Ya,
    sekarang seluruh kabilah Arab  sudah  bersatu  sepakat  hendak
    menumpas   dan   memusnahkan   mereka,   sudah  datang  dengan
    perlengkapan dan jumlah manusia yang  besar,  suatu  hal  yang
    dalam  sejarah  peperangan  Arab  secara  keseluruhannya belum
    pernah  terjadi.  Apabila  dalam  perang  Uhud  Quraisy  telah
    mendapat   kemenangan   atas   mereka,  ketika  mereka  keluar
    menyongsong keluar Medinah, padahal baik  jumlah  perlengkapan
    maupun  jumlah  manusia  jauh di bawah pasukan sekutu ini, apa
    lagi  yang  dapat  dilakukan  kaum  Muslimin  sekarang   dalam
    menghadapi   jumlah  pasukan  yang  terdiri  dari  beribu-ribu
    rnanusia itu  -  barisan  berkuda,  unta,  persenjataan  serta
    perlengkapan lainnya?! Tidak ada jalan lain, hanya bertahan di
    Yathrib  yang  masih  perawan  ini,  seperti  dikatakan   oleh
    Abdullah b. Ubayy.
    
    Tetapi   cukup  hanya  bertahan  sajakah  menghadapi  kekuatan
    raksasa  itu?  Salman  al-Farisi  adalah  orang  yang   banyak
    mengetahui  seluk-beluk  peperangan,  yang  belum  dikenal  di
    daerah-daerah Arab. Ia menyarankan supaya di  sekitar  Medinah
    itu  digali parit dan keadaan kota diperkuat dari dalam. Saran
    ini segera dilaksanakan oleh kaum  Muslimin.  Ketika  menggali
    parit  itu  Nabi  a.s.  juga  dengan  tangannya  sendiri  ikut
    bekerja. Ia turut mengangkat tanah dan  sambil  terus  memberi
    semangat,  dengan  menganjurkan  kepada  mereka  supaya  terus
    melipat  gandakan  kegiatan.  Pihak  Muslimin  sudah   membawa
    alat-alat  yang  diperlukan,  terdiri  dari sekop, cangkul dan
    keranjang pengangkut  tanah  dari  tempat  orang-orang  Yahudi
    Quraiza yang masih berada di bawah pihak Islam. Dengan bekerja
    giat terus-menerus penggalian parit itu  selesai  dalam  waktu
    enam hari. Dalam pada itu dinding-dinding rumah yang menghadap
    ke arah  datangnya  musuh,  yang  jaraknya  dengan  parit  itu
    kira-kira dua farsakh, diperkuat pula. Rumah-rumah yang ada di
    belakang  parit  itu   dikosongkan.   Wanita   dan   anak-anak
    ditempatkan  dalam  rumah-rumah  yang  sudah diperkuat, dan di
    samping parit dari arah Medinah ditaruh pula  batu  supaya  di
    waktu perlu dapat dilemparkan sebagai senjata.
    
    Tatkala  pihak  Quraisy  dan  kelompok-kelompoknya  itu datang
    dengan harapan akan menemui Muhammad di Uhud, ternyata  tempat
    itu  kosong.  Mereka  meneruskan  perjalanan  ke Medinah; tapi
    mereka dikejutkan oleh adanya parit. Di  luar  dugaan  semula,
    mereka  heran sekali melihat jenis pertahanan yang masih asing
    bagi mereka itu. Dibawa  oleh  perasaan  jengkel,  mereka  pun
    menganggap  bahwa berlindung di balik parit semacam itu adalah
    suatu perbuatan pengecut yang belum pernah terjadi di kalangan
    masyarakat  Arab.  Pasukan  Quraisy  dan sekutu-sekutunya lalu
    bermarkas di Mujtama'l'-As-yal di  daerah  Ruma,  dan  pasukan
    Ghatafan  serta  pengikut-pengikutnya  dari Najd, bermarkas di
    Dhanab Naqama. Sedang Muhammad sekarang berangkat dengan  tiga
    ribu  orang  Muslimin,  dengan  membelakanyi  bukit  Sal'  dan
    dijadikannya parit itu sebagai batas dengan  pihak  musuh.  Di
    tempat inilah ia bermarkas dan memasang kemahnya yang berwarna
    merah.
    
    Pihak Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya melihat,  bahwa
    tidak  mungkin  mereka  menerobos  parit  itu. Dengan demikian
    selama beberapa hari  mereka  hanya  saling  melemparkan  anak
    panah. Abu Sufyan sendiri dengan pengikutpengikutnya pun yakin
    bahwa akan  sia-sia  saja  mereka  lama-lama  menghadapi  kota
    Yathrib  dengan  paritnya  itu, karena tidak akan dapat mereka
    menerobosnya
    
    Pada waktu itu sedang  terjadi  musim  dingin  yang  luarbiasa
    disertai   angin   badai   yang   bertiup   kencang,  sehingga
    sewaktu-waktu  dikawatirkan  hujan  lebat  akan  turun.  Kalau
    orang-orang  Mekah  dan orang-orang Ghatafan dengan mudah saja
    dapat berlindung dalam rumah-rumah mereka  di  Mekah  atau  di
    Ghatafan,  maka  kemah-kemah  yang  mereka  pasang sekarang di
    depan kota Yathrib itu  sama-sekali  takkan  dapat  melindungi
    mereka.  Disamping  itu  tadinya  memang mereka mengharap akan
    memperoleh  kemenangan  secara  lebih   mudah,   tidak   perlu
    susah-payah  seperti  pada  waktu di Uhud. Mereka akan kembali
    pulang dengan menyanyikan lagu-lagu kemenangan serta menikmati
    adanya  pembagian  barang-barang  jarahan dan rampasan perang.
    Jadi apalagi kalau begitu yang  masih  menahan  Ghatafan  buat
    kembali  pulang?! Mereka ikut melibatkan diri dalam perang itu
    hanya karena pihak Yahudi  pernah  menjanjikan  mereka  dengan
    buah-buahan  hasil  pertanian  dan perkebunan Khaibar, apabila
    mereka memperoleh kemenangan, Tetapi sekarang  mereka  melihat
    untuk  memperoleh  kemenangan  itu tampaknya tidak mudah, atau
    setidak-tidaknya sudah diluar kenyataan.  Dalam  musim  dingin
    yang   begitu   hebat  rupanya  diperlukan  kerja  keras  yang
    luarbiasa yang akan membuat  mereka  lupa  segala  buah-buahan
    berikut kebun-kebunnya itu!
    
    Sebaliknya  pihak  Quraisy  yang  hendak menuntut balas karena
    peristiwa Badr dan kekalahan-kekalahan lain sesudah Badr, pada
    suatu waktu masih akan dapat mengejar dengan harapan parit itu
    tidak akan  selamanya  berada  dalam  genggaman  Muhammad  dan
    selama  pihak  Banu  Quraiza masih bersedia memberikan bantuan
    kepada penduduk Yathrib, yang  akan  memperpanjang  perlawanan
    mereka  sampai berbulan-bulan. Bukankah lebih baik pihak Ahzab
    itu kembali pulang saja? Ya! Akan tetapi mengumpulkan  kembali
    kelompok-kelompok  itu  nanti  buat  memerangi  Muhammad  lagi
    bukanlah soal yang mudah. Sebenarnya orang-orang  Yahudi  itu,
    terutama  Huyayy b. Akhtab sebagai pemimpin mereka, sekali itu
    telah berhasil mengumpulkan kabilah-kabilah itu untuk membalas
    dendam   golongannya   dan  golongan  Banu  Qainuqa'  terhadap
    Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Apabila kesempatan itu  sudah
    hilang,  maka  jangan  diharap  ia  akan kembali, dan bilamana
    Muhammad mendapat kemenangan  dengan  ditariknya  pihak  Ahzab
    itu, maka bahaya besar akan mengancam pihak Yahudi.
    
    Semua  itu  sudah  diperhitungkan  oleh  Huyayy  b. Akhtab. Ia
    kuatir  akan  akibatnya.  jalan  lain  tidak  ada.  Ia   harus
    mempertaruhkan  nasib  terakhir.  Kepada  pihak  Ahzab  itu ia
    membisikkan, bahwa ia  sudah  dapat  meyakinkan  Banu  Quraiza
    supaya  membatalkan  perjanjian  perdamaiannya dengan Muhammad
    dan pihak Muslimin, dan selanjutnya  akan  menggabungkan  diri
    dengan  mereka, dan bahwa begitu Banu Quraiza melaksanakan hal
    ini, maka dari suatu segi  terputuslah  semua  perbekalan  dan
    bala  bantuan  kepada  Muhammad itu, dan dari, segi lain jalan
    masuk ke Yathrib akan terbuka.  Quraisy  dan  Ghatafan  merasa
    gembira atas keterangan Huyayy itu. Huyayy sendiri cepat-cepat
    berangkat  hendak   menemui   Ka'b   b.   Asad,   orang   yang
    berkepentingan  dengan  adanya  perjanjian  Banu  Quraiza itu.
    Tetapi begitu mengetahui kedatangannya itu Ka'b sudah  menutup
    pintu  bentengnya,  dengan  perhitungan  bahwa pembelotan Banu
    Quraiza terhadap Muhammad dan membatalkan perjanjiannya secara
    sepihak   kemudian   menggabungkan   diri   dengan   musuhnya,
    adakalanya memang akan  menguntungkan  pihak  Yahudi  kalaupun
    pihak Muslimin yang dapat dihancurkan. Tetapi sebaliknya sudah
    seharusnya pula mereka akan habis samasekali bila pihak  Ahzab
    itu  yang  mengalami kekalahan dan kekuatan mereka hilang dari
    Medinah. Sungguhpun begitu Huyayy terus juga berusaha,  hingga
    akhirnya pintu benteng itu dibuka.
    
                                        (bersambung ke bagian 2/3)
    
    ---------------------------------------------
    S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D
    
    oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
    diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
    
    Penerbit PUSTAKA JAYA
    Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
    Cetakan Kelima, 1980
    
    Seri PUSTAKA ISLAM No.1
      Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team

    Sejarah Hidup Muhammad

    oleh Muhammad Husain Haekal Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
     
    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA
    Muhammad Husain Haekal                                   (2/3)
    
    "Ka'b,  sungguh  celaka,"  katanya kemudian. "Saya datang pada
    waktu yang tepat dan membawa  tenaga  yang  tepat  pula.  Saya
    datang  membawa  Quraisy  dan Ghatafan dengan pemimpinpemimpin
    dan pemuka-pemuka  mereka.  Mereka  sudah  berjanji  kepadaku,
    bahwa  mereka tidak akan beranjak sebelum dapat mengikis habis
    Muhammad dan kawan-kawannya itu."
    
    Tetapi Ka'b masih juga maju mundur. Disebutnya kejujuran serta
    kesetiaan  Muhammad  kepada  perjanjian  itu.  Ia  kuatir akan
    akibatnya atas apa yang diminta oleh Huyayy itu. Tetapi Huyayy
    masih  terus  menyebut-nyebut bencana yang dialami orang-orang
    Yahudi karena Muhammad itu, dan juga bencana yang akan  mereka
    alami sendiri nanti bilamana Ahzab tidak berhasil mengikisnya.
    Diuraikannya juga kekuatan pihak Ahzab itu serta  perlengkapan
    dan  jumlah  orangnya.  Yang  sekarang masih merintangi mereka
    untuk menumpas semua orang-orang Islam dalam sekejap mata itu,
    hanyalah parit itu saja. Sekarang Ka'b sudah mulai lunak.
    
    "Kalau pasukan Ahzab itu berbalik?" tanyanya kemudian. Di sini
    Huyayy memberikan jaminan, bahwa kalau  Quraisy  dan  Ghatafan
    sampai  kembali  dan tidak berhasil menghantam Muhammad ia pun
    akan tinggal dalam benteng itu  dan  akan  tetap  bersama-sama
    dalam  seperjuangan.  Dalam  hati  Ka'b  nafsu Yahudinya sudah
    mulai  bergerak-gerak.  Permintaan  Huyayy  itu   diterimanya,
    perjanjian   dengan   Muhammad   dan   kaum   Muslimin   mulai
    dilanggarnya dan ia sudah  keluar  dari  sikap  kenetralannya.
    
    Berita-berita  penggabungan  Quraiza  dengan  pihak  Ahzab itu
    sampai juga kepada  Muhammad  dan  sahabat-sahabatnya.  Mereka
    sangat  terkejut  sekali  dan  kuatir  juga  akan  akibat yang
    mungkin terjadi. Muhammad  segera  mengutus  Sa'd  b.  Mu'adh,
    pemimpin  Aus  dan  Sa'd b. 'Ubada, pemimpin Khazraj, disertai
    pula oleh Abdullah b.  Rawaha  dan  Khawat  b.  Jubair  dengan
    tujuan  supaya  mempelajari  duduk  perkara  yang  sebenarnya.
    Bilamana mereka kembali  pulang,  hendaknya  dapat  memberikan
    isyarat kalau memang hal itu benar, supaya jangan nanti sampai
    mematahkan semangat orang.
    
    Tetapi sesampainya para  utusan  itu  kesana,  mereka  melihat
    keadaan  Quraiza justeru lebih jahat lagi dari apa yang pernah
    mereka dengar semula. Diusahakan juga oleh utusan  itu  supaya
    mereka  mau  menghormati  perjanjian  yang  ada.  Tetapi  Ka'b
    berkata kepada mereka, supaya orang-orang Yahudi  Banu  Nadzir
    dikembalikan  ke  kampung  halaman  mereka. Ketika itu Said b.
    Mu'adh - yang juga bersahabat  baik  dengan  pihak  Quraiza  -
    mencoba meyakinkan supaya jangan sampai mereka mengalami nasib
    seperti yang pernah dialami oleh Banu Nadzir, atau yang  lebih
    parah   lagi   dari  itu.  Pihak  Yahudi  sekarang  mau  terus
    melancarkan serangan kepada Muhammad a.s.
    
    "Siapa Rasulullah itu!?" kata  Ka'b.  "Kami  dengar  Muhammad
    tidak  terikat  oleh  sesuatu persahabatan atau perjanjian apa
    pun!"
    
    Kedua belah pihak itu lalu saling adu mulut.
    
    Utusan-utusan Muhammad  pulang.  Mereka  melaporkan  apa  yang
    telah   mereka   saksikan.   Bencana   besar  kini  mengancam.
    Kekuatiran makin menjadi-jadi. Penduduk Medinah  kini  melihat
    pihak  Quraiza  telah  membukakan  jalan bagi Ahzab, yang akan
    memasuki kota dan membasmi mereka. Hal ini bukan hanya sekedar
    khayal  dan  ilusi  saja. Terbukti Banu Quraiza sekarang sudah
    memutuskan segala bantuan dan  bahan  makanan  kepada  mereka.
    Juga    terbukti    sekembalinya   Huyayy   b.   Akhtab   yang
    memberitahukan kepada mereka, bahwa  Quraiza  telah  tergabung
    dengan  pihak Quraisy dan Ghatafan - jiwa mereka sudah berubah
    dan mereka sudah siap-siap melakukan peperangan. Soalnya  lagi
    pihak  Quraiza  telah  memperpanjang waktu selama sepuluh hari
    lagi buat pihak Ahzab guna mengadakan  persiapan,  asal  Ahzab
    selama   sepuluh   hari  itu  benar-benar  mau  menyerbu  kaum
    Muslimin. Dan memang itulah yang mereka lakukan. Mereka  telah
    menyusun  tiga  buah pasukan besar guna memerangi Nabi. Sebuah
    pasukan dibawah  pimpinan  Ibn'l-A'war  as-Sulami  didatangkan
    dari  jurusan  sebelah  atas  wadi, pasukan yang dipimpin oleh
    'Uyayna b. Hishn datang dari sebelah samping, dan pasukan yang
    dipimpin  oleh  Abu Sufyan ditempatkan di jurusan parit. Dalam
    peristiwa inilah ayat berikut ini turun:
    
    "Tatkala mereka datang kepadamu dari jurusan atas  dan  bawah,
    dan pandangan mata sudah jadi kabur, hati pun naik menyekat di
    kerongkongan (sangat gelisah), ketika  itu  kamu  berprasangka
    tentang  Tuhan,  prasangka  yang  salah  belaka.  Saat  itulah
    orang-orang yang beriman mendapat cobaan dan mereka  mengalami
    keguncangan  yang  hebat sekali. Dan ingat! ketika orang-orang
    munafik dan orang-orang yang  berpenyakit  dalam  hatinya  itu
    berkata:  Apa  yang  dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kami
    hanyalah tipu daya  belaka.  Juga  ketika  ada  satu  golongan
    diantara  mereka itu berkata: "Wahai penduduk Yathrib! Tak ada
    tempat buat kamu. Kembalilah kamu pulang."  Dan  ada  sebagian
    dari  mereka itu yang meminta ijin kepada Nabi seraya berkata:
    'Sesungguhnya rumah-rumah  kami  terbuka.'  Tetapi  sebenarnya
    tidak  terbuka.  Hanya  saja mereka itu ingin melarikan diri."
    (Qur'an, 33: 10-13)
    
    Tetapi buat  penduduk  Yathrib  masih  dapat  dimaafkan  kalau
    mereka   sampai   begitu  takut  dan  hati  mereka  terguncang
    karenanya. Mereka yang masih dapat dimaafk

    Sejarah Hidup Muhammad

    oleh Muhammad Husain Haekal Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
     
    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA
    Muhammad Husain Haekal                                   (3/3)
    
    Ketika  Rasul  kemudian  sampai  ke  tempat  itu  Ali   segera
    menemuinya   dan   dimintanya   supaya   jangan  ia  mendekati
    perbentengan Yahudi itu.
    
    "Kenapa?"  tanya  Muhammad.  "Rupanya  kau  mendengar   mereka
    memaki-maki aku."
    
    "Ya" jawab Ali.
    
    "Kalau  mereka  melihat  aku"  kata  Rasulullah, "tentu mereka
    tidak akan mengeluarkan kata-kata itu."
    
    Setelah   berada   dekat   dari   perbentengan   itu    mereka
    dipanggil-panggil:
    
    "Hai,  golongan  kera. Tuhan sudah menghinakan kamu bukan, dan
    sudah menurunkan murkaNya kepada kamu sekalian?!"
    
    "Abu'l-Qasim,"  kata  mereka.  "Tentu   engkau   bukan   tidak
    mengetahui."
    
    Sepanjang  hari  itu kaum Muslimin terus berdatangan ke tempat
    Banu  Quraiza,  sehingga  mereka  dapat  berkumpul  di   sana.
    Kemudian Muhammad memerintahkan supaya tempat itu dikepung.
    
    Pengepungan  demikian  itu terjadi selama duapuluh lima malam.
    Sementara itu terjadi  pula  beberapa  kali  bentrokan  dengan
    saling melempar anak panah dan batu. Selama dalam kepungan itu
    Banu Quraiza samasekali tidak  berani  keluar  dari  kubu-kubu
    mereka. Setelah terasa lelah dan yakin pula bahwa mereka tidak
    akan dapat tertolong dari bencana dan mereka pasti akan  jatuh
    ke  tangan  kaum  Muslimin  apabila  masa pengepungan berjalan
    lama,  maka  mereka  mengutus  orang   kepada   Rasul   dengan
    permintaan  "supaya  mengirimkan  Abu Lubaba kepada kami untuk
    kami mintai pendapatnya sehubungan dengan masalah  kami  ini."
    Sebenarnya  Abu  Lubaba ini golongan Aus yang termasuk sahabat
    baik mereka.
    
    Begitu mereka melihat kedatangan Abu Lubaba, mereka memberikan
    sambutan  yang  luarbiasa.  Kaum  wanita  dan anak-anak segera
    meraung pula, menyambutnya dengan ratap tangis. Ia merasa  iba
    sekali melihat mereka.
    
    "Abu  Lubaba,"  kata  mereka  kemudian. "Apa kita harus tunduk
    kepada keputusan Muhammad?"
    
    "Ya" jawabnya sambil memberi isyarat dengan tangan  kelehernya
    "Kalau tidak berarti potong leher."
    
    Beberapa buku sejarah Nabi mengatakan, bahwa Abu Lubaba merasa
    sangat menyesal sekali memberikan isyarat demikian itu.
    
    Setelah Abu  Lubaba  pergi,  Ka'b b. Asad  menyarankan  kepada
    mereka,  supaya mereka mau menerima agama Muhammad dan menjadi
    orang Islam. Mereka serta  harta-benda  dan  anak-anak  mereka
    akan  hidup  lebih  aman.  Tetapi saran itu ditolak oleh teman
    Ka'b: "Kami tidak akan meninggalkan ajaran Taurat tidak  akan
    menggantikannya dengan yang lain."
    
    Kemudian  disarankannya  lagi supaya kaum wanita dan anak-anak
    itu dibunuh  saja,  dan  mereka  boleh  melawan  Muhammad  dan
    sahabat-sahabatnya  dengan  pedang terhunus tanpa meninggalkan
    suatu beban di belakang. Biar nanti  Tuhan  menentukan,  kalah
    atau  menang  melawan Muhammad. Kalau mereka hancur, tidak ada
    lagi turunan nanti yang akan  dikuatirkan.  Sebaliknya,  kalau
    menang  mereka  akan  memperoleh  wanita-wanita  dan anak-anak
    lagi.
    
    "Kasihan kita membunuhi mereka. Apa artinya hidup tanpa mereka
    itu."
    
    "Kalau  begitu  tak  ada  jalan  lain kita harus tunduk kepada
    keputusan Muhammad. Kita sudah mendengar, apa sebenarnya  yang
    sedang  menunggu  kita."  Demikian  kata  Ka'b kemudian kepada
    mereka.
    
    Mereka sekarang berunding antara sesama mereka.
    
    "Nasib mereka tidak akan lebih buruk dari Banu  Nadzir,"  kata
    salah  seorang  dari mereka. "Wakil-wakil mereka dari kalangan
    Aus akan  membela.  Kalau  mereka  mengusulkan  supaya  mereka
    dibolehkan  pergi  ke Adhri'at di wilayah Syam, tentu terpaksa
    Muhammad mengabulkan."
    
    Banu  Quraiza  mengirimkan  utusan  kepada   Muhammad   dengan
    menyarankan   bahwa  mereka  akan  pergi  ke  Adhri'at  dengan
    meninggalkan harta-benda  mereka.  Tetapi  ternyata  usul  ini
    ditolak.  Mereka  harus tunduk kepada keputusan. Dalam hal ini
    mereka lalu mengirim orang kepada Aus dengan pesan:  Tuan-tuan
    hendaknya  dapat  membantu saudara-saudaramu ini; seperti yang
    pernah dilakukan oleh Khazraj terhadap saudara-saudaranya.
    
    Sebuah rombongan dari kalangan  Aus  segera  berangkat  hendak
    menemui Muhammad.
    
    "Ya  Rasulullah,"  kata  mereka  memulai, "dapatkah permintaan
    kawan-kawan  sepersekutuan   kami   itu   dikabulkan   seperti
    permintaan  kawan-kawan  sepersekutuan  Khazraj dulu yang juga
    sudah dikabulkan?"
    
    "Saudara-saudara dari  Aus,"  kata  Muhammad,  "Dapatkah  kamu
    menerima  kalau  kuminta  salah  seorang  dari  kamu menengahi
    persoalan dengan teman-teman sepersekutuanmu itu?"
    
    "Tentu sekali," jawab mereka.
    
    "Kalau begitu," katanya lagi, "katakan kepada  mereka  memilih
    siapa saja yang mereka kehendaki."
    
    Dalam  hal  ini pihak Yahudi lalu memilih Sa'd b. Mu'adh. Mata
    mereka  seolah-olah  sudah  tertutup  dari  nasib  yang  sudah
    ditentukan  bagi  mereka  itu, sehingga mereka samasekali lupa
    akan kedatangan Sa'd tatkala  pertama  kali  mereka  melanggar
    perjanjian,   lalu  diberi  peringatan,  juga  tatkala  mereka
    memaki-maki Muhammad di depannya serta mencerca kaum  Muslimin
    tidak pada tempatnya.
    
    Sa'd  lalu  membuat  persetujuan dengan kedua belah pihak itu.
    Masing-masing hendaknya dapat  menerima  keputusan  yang  akan
    diambilnya.  Setelah  persetujuan  demikian  diberikan, kepada
    Banu  Quraiza  diperintahkan  supaya  turun   dan   meletakkan
    senjata.  Keputusan  ini  mereka  laksanakan.  Seterusnya Sa'd
    memutuskan, supaya  mereka  yang  terjun  melakukan  kejahatan
    perang  dijatuhi  hukuman mati, harta-benda dibagi, wanita dan
    anak-anak supaya ditawan.
    
    Mendengar keputusan itu Muhammad berkata:
    
    "Demi Yang menguasai diriku.  Keputusanmu  itu  diterima  oleh
    Tuhan  dan  oleh  orang-orang  beriman,  dan  dengan  itu  aku
    diperintahkan."
    
    Sesudah  itu  ia  keluar   ke   sebuah   pasar   di   Medinah.
    Diperintahkannya  supaya  digali beberapa buah parit di tempat
    itu. Orang-orang Yahudi itu dibawa  dan  disana  leher  mereka
    dipenggal,  dan  didalam  parit-parit  itu  mereka dikuburkan.
    Sebenarnya Banu Quraiza tidak menduga  akan  menerima  hukuman
    demikian  dari  Said  b.  Mu'adh  teman  sepersekutuannya itu.
    Bahkan  tadinya  mereka  mengira  ia  akan  bertindak  seperti
    Abdullah  b.  Ubayy  terhadap  Banu Qainuqa.' Mungkin teringat
    oleh  Said,  bahwa  kalau  pihak  Ahzab  yang  menang   karena
    pengkhianatan  Banu  Quraiza  itu,  kaum  Muslimin  pasti akan
    dikikis habis, akan  dibunuh  dan  dianiaya.  Maka  balasannya
    seperti yang sedang mengancam kaum Muslimin sendiri.
    
    Keuletan  orang-orang Yalmudi menghadapi maut dapat kita lihat
    dalam percakapan Huyayy b. Akhtab  ini  ketika  ia  dihadapkan
    untuk  menjalani  hukuman  potong leher, Nabi telah menatapnya
    seraya berkata:
    
    "Huyayy, bukankah Tulman sudah membuat kau jadi hina?"
    
    "Setiap orang merasakan kematian," kata Huyayy. "Umurku  juga
    tidak  akan dapat kulampaui. Aku tidak akan menyalahkan diriku
    dalam memusuhimu ini."' Lalu ia menoleh  kepada  orang  banyak
    sambil   katanya   lagi:  "Saudara-saudara.  Tidak  apa  kita
    menjalani perintah Tuhan, yang telah mentakdirkan kepada  Banu
    Israil menghadapi perjuangan ini."
    
    Kemudian  juga  peristiwa  yang  terjadi dengan Zubair b. Bata
    dari Banu Quraiza. Ia pernah berjasa  kepada  Thabit  b.  Qais
    ketika  terjadi  perang  Bu'ath, sebab ia telah membebaskannya
    dari tawanan musuh.  Sekarang  Thabit  ingin  membalas  dengan
    tangannya  sendiri  budi  orang  itu,  setelah Sa'd ibn Mu'adh
    menjatuhkan   keputusannya   terhadap   orang-orang    Yahudi.
    Disampaikannya kepada Rasulullah tentang jasa Zubair kepadanya
    dulu dan ia  mempertaruhkan  diri  minta  persetujuannya  akan
    menyelamatkan    nyawa    Zubair.    Rasulullah    mengabulkan
    pernmintaannya itu. Tetapi  setelah  Zubair  mengetahui  usaha
    Thabit  itu  ia berkata: Orang yang sudah setua aku ini, tidak
    lagi ada isteri, tidak  lagi  ada  anak;  buat  apa  lagi  aku
    hidup?!"
    
    Sekali lagi Thabit mempertaruhkan diri minta supaya isteri dan
    anak-anaknya dibebaskan. Ini pun dikabulkan juga.  Selanjutnya
    dimintanya   supaya   hartanya  juga  diselamatkan.  Juga  ini
    dikabulkan.
    
    Setelah Zubair merasa puas tentang isteri, anak  dan  hartanya
    itu,  ia bertanya lagi tentang Ka'b b. Asad, tentang Huyayy b.
    Akhtab dan 'Azzal b. Samu'al serta  pemimpin-pemimpin  Quraiza
    yang  lain. Sesudah diketahuinya, bahwa mereka sudah menjalani
    hukuman mati, ia berkata:
    
    "Thabit, dengan budiku kepadamu itu aku minta, susulkanlah aku
    kepada  mereka.  Sesudah  mereka tidak ada, juga tidak berguna
    aku hidup lagi. Aku sudah tidak betah  hidup  lama-lama  lagi.
    Biarlah  aku  segera  bertemu dengan orang-orang yang kucintai
    itu!"
    
    Dengan demikian hukuman  potong  leher  dijalankan  juga  atas
    permintaannya sendiri.
    
    Pada  dasarnya  dalam  perang  itu  pihak  Muslimin tidak akan
    membunuh wanita atau anak-anak. Tetapi pada waktu  itu  mereka
    sampai  membunuh  seorang  wanita  juga  yang telah lebih dulu
    membunuh seorang  Muslim  dengan  mempergunakan  batu  giling.
    Dalam hal ini Aisyah pernah berkata:
    
    "Tentang  dia  sungguh  suatu  hal yang aneh tidak pernah akan
    saya lupakan.  Dia  seorang  orang  yang  periang  dan  banyak
    tertawa, padahal dia mengetahui akan dibunuh mati."
    
    Waktu  itu  ada  empat  orang  pihak  Yahudi yang masuk Islam.
    Mereka ini terhindar dari maut.
    
    Menurut hemat kami terbunuhnya  Banu  Quraiza  itu  berada  di
    tangan  Huyayy  b.  Akhtab,  meskipun  dia  sendiri juga turut
    terbunuh.  Dia  telah  melanggar  janji   yang   dibuat   oleh
    golongannya  sendiri,  oleh  Banu  Nadzir,  yang oleh Muhammad
    telah dikeluarkan dari Medinah dengan tiada seorang  pun  yang
    dibunuh, setelah keputusannya itu mereka terima. Tetapi dengan
    tindakannya menghasut pihak  Quraisy  dan  Ghatafan,  kemudian
    menyusun  masyarakat  dan  kabilah-kabilah  Arab  semua supaya
    memerangi Muhammad, hal ini telah memperbesar rasa  permusuhan
    antara  golongan  Yahudi dengan kaum Muslimin, sehingga mereka
    itu berkeyakinan, bahwa kaum Israil itu tidak akan merasa puas
    sebelum  dapat mengikis habis Muhammad dan sahabat-sahabatnya.
    Dia juga lagi yang kemudian mengajak  Banu  Quraiza  melanggar
    perjanjian  dan  meninggalkan  sikap  kenetralannya. Sekiranya
    Banu Quraiza tetap bertahan,  tentu  mereka  takkan  mengalami
    nasib  seburuk  itu.  Dia juga yang kemudian datang ke benteng
    Banu Quraiza - setelah  kepergian  pihak  Ahzab  dan  mengajak
    mereka  melawan  kaum  Muslimin.  Sekiranya dari semula mereka
    sudah bersedia pula menerima keputusan Muhammad serta mengakui
    kesalahannya   yang  telah  melanggar  janjinya  sendiri  itu,
    pertumpahan darah dan pemotongan leher niscaya takkan terjadi.
    Akan  tetapi,  permusuhan  itu sudah begitu berakar dalam jiwa
    Huyayy dan kemudian menular pula  ke  dalam  hati  orang-orang
    Quraiza,   sehingga  Sa'd  b.  Mu'adh  sendiri  sebagai  kawan
    sepersekutuan mereka yakin bahwa kalau mereka dibiarkan hidup,
    keadaan tidak akan pernah jadi tenteram. Mereka akan menghasut
    lagi golongan  Ahzab,  akan  mengerahkan  kabilah-kabilah  dan
    orang-orang  Arab supaya memerangi Muslimin, dan akan mengikis
    sampai  ke  akar-akarnya  kalau  mereka   dapat   mengalahkan.
    Keputusan  yang telah diambilnya dengan begitu keras, hanyalah
    karena terdorong oleh sikap hendak mempertahankan diri, dengan
    pertimbangan  bahwa  adanya  atau lenyapnya orang-orang Yahudi
    itu berarti hidup atau matinya kaum Muslimin.
    
    Kaum wanita, anak-anak serta  harta-benda  Banu  Quraiza  oleh
    Nabi   di   bagi-bagikan   kepada   kaum   Muslimin,   setelah
    seperlimanya dikeluarkan, Setiap seorang dari pasukan  berkuda
    mendapat dua pucuk panah, untuk kudanya sepucuk panah.
    
    Prajurit  yang  berjalan  kaki  mendapat sepucuk panah. Jumlah
    kuda dalam peristiwa Quraiza itu sebanyak tigapuluh enam ekor.
    
    Setelah itu, Sa'd b. Zaid kemudian mengirimkan tawanan-tawanan
    Banu  Quraiza  itu ke Najd. Dengan demikian dibelinya beberapa
    ekor kuda dan senjata untuk lebih memperkuat  angkatan  perang
    Muslimin.
    
    Raihana  adalah  salah  seorang tawanan Banu Quraiza. Ia jatuh
    menjadi bagian Muhammad. Kepadanya ditawarkan  kalau-kalau  ia
    bersedia  menjadi orang Islam. Tetapi ia tetap bertahan dengan
    agama Yahudinya. Juga ditawarkan kepadanya kalau-kalau ia  mau
    di  kawini.  Tetapi  dia  menjawab: "Biar sajalah saya dibawah
    tuan. Ini akan lebih ringan buat saya, juga buat tuan."
    
    Barangkali  juga,  melekatnya  ia  kepada  agama  Yahudi   dan
    penolakannya   akan   dikawin,   berpangkal   pada   fanatisma
    kegolongan, serta  sisa-sisa  kebencian  yang  masih  tertanam
    dalam hatinya terhadap kaum Muslimin dan terhadap Nabi. Tetapi
    tidak ada orang yang bicara tentang kecantikan Raihana seperti
    yang  pernah  disebut-sebut  orang  tentang  Zainab bt. Jahsy,
    sekalipun ada juga yang menyebutkan  bahwa  dia  juga  cantik.
    Buku-buku  sejarah dalam hal ini berbeda-beda pendapat: Adakah
    ia juga menggunakan tabir seperti terhadap isteri-isteri Nabi,
    atau  masih seperti wanita-wanita Arab umumnya pada waktu itu,
    yang memang tidak menggunakan tutup muka.  Sampai  pada  waktu
    Raihana wafat di tempat Nabi, ia tetap sebagai miliknya.
    
    Adanya  serbuan  Ahzab  serta  hukuman  yang telah di jatuhkan
    kepada Banu Quraiza, telah memperkuat  kedudukan  Muslimin  di
    Medinah.  Orang-orang  golongan Munafik sudah samasekali tidak
    bersuara lagi. Semua masyarakat dan kabilah-kabi]ah Arab sudah
    mulai   bicara   tentang   kekuatan  dan  kekuasaan  Muslimin,
    disamping posisi dan kewibawaan Muhammad yang ada. Akan tetapi
    ajaran  itu  bukan  hanya  buat  Medinah  saja, meiainkan buat
    seluruh dunia. Jadi Nabi dan  sahabat-sahabatnya  masih  harus
    terus  meratakan jalan dalam menjalankan perintah Allah, dalam
    mengajak  orang  menganut  agama  yang  benar,  dengan   terus
    membendung  setiap  usaha yang hendak melanggarnya. Dan memang
    inilah yang mereka lakukan.
    
    Catatan kaki:
    
     1 Khandaq berarti parit. Dalam terjemahan seterusnya
       sering dipakai kata parit (A).
    
     2 Ghatafan merupakan sekumpulan kabilah-kabilah, yang
       terkenal diantaranya kabilah 'Abs dan Dhubyan yang
       terlibat dalam perang Dahis, dan Dhubyan ini bercabang
       lagi menjadi 'Ailan, Fazara, Murra, Asyja', Sulaim dan
       lain-lain (A).
    
     3 Aslinya Al-Ahzab, kelompok-kelompok atau puak-puak.
       Di sini berarti persekutuan atau gabungan kekuatan
       angkatan perang kabilah-kabilah Arab di sekitar Mekah
       dan Medinah serta golongan Yahudi, yang bersama-sama
       hendak menghancurkan kaum Muslimin di Medinah. Dalam
       terjemahan selanjutnya lebih banyak dipergunakan kata
       Ahzab (A).
    
     4 Yakni Hari Sabat, hari besar agama Yahudi (A)
    
    ---------------------------------------------
    S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D
    
    oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
    diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
    
    Penerbit PUSTAKA JAYA
    Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
    Cetakan Kelima, 1980
    
    Seri PUSTAKA ISLAM No.1
      Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team
     
    • mirac 9:59 pm on 20/11/2014 Permalink | Reply

      кому будут нужны подарки для детей к новому году

  • SERBUIFF 2:23 am on 12/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: Bukan Sekadar Perang,   

    Jihad, Bukan Sekadar Perang 

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa6.jpgCenter For Moderate Muslim Indonesia

    [ ID | ARAB | EN ]

    Jihad, Bukan Sekadar Perang

    17-October-2006

    Hampir dipastikan, istilah “jihad” merupakan salah satu konsep Islam yang sering disalahpahami, baik oleh kaum Muslim maupun pengamat Barat, yang umumnya mengartikan jihad dengan perang. Aksi kekerasan yang berpijak pada konsep jihad merupakan bentuk penyempitan makna jihad. Dalam aksi kekerasan seperti pemboman, selain telah mendistorsi makna jihad juga menimbulkan tindakan-tindakan yang tidak sesuai syariat—seperti terbunuhnya wanita dan anak-anak. Kalangan “muslim radikal” lebih banyak memaknai jihad dengan perang dan segala bentuk kekerasan. Padahal, jihad memiliki makna yang luas, mencakup seluruh aktivitas yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia.

    Makna Jihad
    Secara bahasa, kata jihad terambil dari kata “jahd” yang berarti “letih/sukar”, karena jihad memang sulit dan menyebabkan keletihan. Ada juga yang berpendapat kata jihad berasal dari kata “juhd” yang berarti “kemampuan”, karena jihad menuntut kemampuan dan harus dilakukan sebesar kemampuan (Shihab, 1996: 501). Maududi mendefiniskan jihad sebagai mempertaruhkan hidup seseorang dan segala sesuatu yang dimilikinya untuk melenyapkan penguasaan manusia atas manusia dan menegakkan pemerintah yang tegak di atas syariat Islam. Dalam hukum Islam, jihad adalah segala bentuk maksimal untuk penerapan ajaran Islam dan pemberantasan kezaliman, baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat dengan tujuan mencapai rida Allah Swt.

    Dalam pengertian luas, jihad mencakup seluruh ibadah yang bersifat lahir dan batin dan cara mencapai tujuan yang tidak kenal putus asa, menyerah, kelesuan, dan pamrih, baik melalui perjuangan fisik, emosi, harta benda, tenaga, maupun ilmu pengetahuan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. selama peroide Mekah dan Madinah. Selain jihad dalam pengertian umum, ada pengertian khusus mengenai jihad, yaitu memerangi kaum kafir untuk menegakkan Islam dan makna inilah yang sering dipakai oleh sebagian umat Islam dalam memahami jihad.

    Kesalahan memahami jihad yang hanya dimaknai semata-mata perjuangan fisik disebabkan oleh tiga hal. Pertama, pengertian jihad secara khusus banyak dibahas dalam kitab-kitab fikih klasik senantiasa dikaitkan dengan peperangan, pertempuran, dan ekspedisi militer. Hal ini membuat kesan, ketika kaum Muslim membaca kitab fikih klasik, jihad hanya semata-mata bermakna perang atau perjuangan fisik, tidak lebih dari itu. Kedua, kata jihad dalam Al-Quran muncul pada saat-saat perjuangan fisik/perang selama periode Madinah, di tengah berkecamuknya peperangan kaum Muslim membela keberlangsungan hidupnya dari serangan kaum Quraisy dan sekutu-sekutunya. Hal ini menorehkan pemahaman bahwa jihad sangat terkait dengan perang. Ketiga, terjemahan yang kurang tepat terhadap kata anfus dalam surat Al-Anfal ayat 72 yang berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,” (QS Al-Anfal [7]: 72).
    Kata anfus yang diterjemahkan dengan “jiwa”, menurut Quraish Shihab tidak tepat dalam konteks jihad. Makna yang tepat dari kata anfus dalam konteks jihad adalah totalitas manusia, sehingga kata nafs (kata tunggal dari anfus) mencakup nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga, dan pikiran.

    Kesalahan yang sama juga dialami oleh para pengamat Barat yang sering mengidentikkan jihad dengan “holy war” atau perang suci. Jihad yang didefinisikan sebagai perang melawan orang kafir tidak berarti sebagai perang yang dilancarkan semata-mata karena motif agama. Secara historis, jihad lebih sering dilakukan atas dasar politik, seperti perluasan wilayah Islam atau pembelaan diri kaum Muslim terhadap serangan dari luar. Oleh sebab itu, “holy war” adalah terjemahan keliru dari jihad. “Holy war” dalam tradisi Kristen bertujuan mengkristenkan orang yang belum memeluk agama Kristen, sedangkan dalam Islam jihad tidak pernah bertujuan mengislamkan orang non-Islam.

    Fakta sejarah menunjukkan bahwa ketika kaum Muslim menaklukkan sebuah negeri; rakyat negeri itu diberi pilihan masuk Islam atau membayar jizyah (semacam pajak) atas jasa kaum Muslim yang melindungi mereka. Pemaksaan agama Islam dengan ancaman tidak dikenal dalam sejarah Islam. Sama halnya dengan penyebaran Islam di Nusantara yang dilakukan oleh Wali Songo menggunakan jalur budaya, tidak menggunakan jalan peperangan.

    Munawar Chalil dalam buku Kelengapan Tarikh Nabi Muhammad Saw. mengutip pendapat Muhammad Abduh, Ibnul-Qayyim dalam Zaad Al-Ma’ad, dan Syeikh Thanthawi Jauhari, menyatakan bahwa orang-orang kurang mengerti, menyangka bahwa jihad itu tidak lain adalah berperang dengan kafir. Sebenarnya tidak begitu. Jihad itu mengandung arti, maksud, dan tujuan yang luas. Memajukan pertanian, ekonomi, membangun negara, serta meningkatkan budi pekerti umat termasuk jihad yang tidak kalah pentingnya ketimbang berperang.

    Bentuk-bentuk Jihad
    Menurut Ar-Raghib Al-Isfahani—sebagaimana yang dikutip oleh Quraish Shihab—jihad terdiri dari tiga macam, yaitu: (a) menghadapi musuh yang nyata, yaitu mereka yang secara jelas-jelas memerangi umat Islam, seperti kaum Quraisy yang mengerahkan segenap kemampuannya untuk memangkas keberlangsungan komunitas umat Islam, (b) menghadapi setan, dilakukan dengan cara tidak terpengaruh segala bujuk rayunya yang menyuruh manusia membangkang kepada Allah Swt., dan (c) melawan hawa nafsu, inilah jihad terbesar dan paling sulit. Nafsu yang ada pada tiap diri manusia selalu mendorong pemiliknya untuk melanggar perintah-perintah Allah Swt., dengan tetap setia menjalankan perintah-Nya, berarti umat Islam berjihad melawan hawa nafsu.

    Menurut Ibnu Qayyaim, dilihat dari segi pelaksanaannya, jihad dibagi menjadi tiga bentuk:
    Pertama, jihad muthlaq; perang melawan musuh dalam medan pertempuran. Jihad dalam bentuk perang ini mempunyai persyaratan tertentu, di antaranya perang harus bersifat defensif, untuk menghilangkan kekacauan serta mewujudkan keadilan dan kebajikan. Perang tidak dibenarkan bila dilakukan untuk memaksakan ajaran Islam kepada orang non-Islam, untuk tujuan perbudakan, penjajahan, dan perampasan harta kekayaan. Juga tidak dibenarkan membunuh orang yang tidak terlibat dalam peperangan tersebut, seperti wanita, anak kecil, dan orang-orang tua.

    Kedua, jihad hujjah; jihad yang dilakukan dalam berhadapan dengan pemeluk agama lain dengan mengemukakan argumentasi kuat. Jihad dalam bentuk ini memerlukan seseorang yang punya kemampuan ilmiah tinggi yang bersumber dari Al-Quran dan sunnah-sunnah Nabi serta mampu berijtihad.

    Ketiga, jihad ‘amm; jihad yang mencakup segala aspek kehidupan, baik bersifat moral maupun bersifat material, terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain di tengah-tengah masyarakat. Jihad seperti ini dapat dilakukan dengan pengorbanan harta, jiwa, tenaga, waktu, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Jihad ini juga bersifat berkesinambungan, tanpa dibatasi oleh lingkup ruang dan waktu, dan bisa dilakukan terhadap musuh yang nyata, setan atau hawa nafsu.

    Jihad melawan hawa nafsu adalah jihad yang paling besar. Perang Badar, perang terbesar dan yang sangat menentukan bagi keberlangsungan komunitas Muslim. Kemenang kaum Muslim dalam Perang Badar, dengan jumlah yang sedikit melawan musuh yang berjumlah sangat banyak, memang dahsyat. Akan tetapi Nabi Muhammad Saw. mengatakan bahwa Perang Badar adalah perang kecil dan perang besar adalah perang melawan hawa nafsu. “Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar, yakni jihad melawan hawa nafsu.”
    Dengan demikian, musuh nyata yang harus dihadapi dengan jihad adalah kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan yang kini banyak menimpa kaum Muslim sebagai akibat dari keserakahan orang-orang yang tidak bisa berjihad melawan hawa nafsunya.CMM.

    Komentar Anda

    Tulis Komentar





     
  • SERBUIFF 1:56 am on 12/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    hukum perang dalam islam,jihad. 

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa10.jpgaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa8.jpg

    Web Gambar Grup Direktori
      Pencarian Khusus
    Preferensi
    Telusuri:
    Web Urutan 1120 dari sekitar 101,000 hasil penelusuran untuk hukum perang dalam islam,jihad. (0.11 detik)

    Jihad « Isyihadu bi ana Muslimin

    Jihad dan Hukum Perang dalam Islam. Posted by islamiyah in Jihad. comments closed. Jihad berarti perjuangan atas nama Allah SWT. Jihad tidak selalu berarti
    islamiyah.wordpress.com/category/jihad/ – 27k – TembolokHalaman sejenis

    KESALAHAN SEBAGIAN PENDAPAT TENTANG JIHAD « tomySmile

    Ada yang berkata bahwa jihad dalam Islam adalah untuk membela diri saja. Sebagian berkata bahwa hukum jihad tetap berlaku, tetapi tidak boleh
    tomysmile.wordpress.com/2006/01/05/kesalahan-sebagian-pendapat-tentang-jihad/ – 25k – TembolokHalaman sejenis

    almanhaj.or.id – Defenisi Jihad Dan Hukum Jihad

    Jihad dalam Islam merupakan seutama-utama amal. Bila kalian diminta untuk maju perang, maka majulah!” [17] Hukum jihad adalah fardhu kifayah [18] dengan
    http://www.almanhaj.or.id/content/2178/slash/0 – 39k – TembolokHalaman sejenis

    Republika Online – http://www.republika.co.id

    Bahkan, persoalan jihad (dan gagasan etika perang dan damai secara umum) telah Dengan munculnya tradisi hukum, penelusuran etis dalam kesarjanaan Islam
    http://www.republika.co.id/…/cetak_detail.asp?mid=5&id=122561&kat_id=105&kat_id1=147&kat_id2=291 – 36k – TembolokHalaman sejenis

    Media Indonesia Online

    Dalam mengupas jihad, Carole tidak sekadar menampilkannya dalam kerangka penulisan hukum Islam (fikih). Dia mengombinasikan konsep jihad dalam berbagai
    http://www.media-indonesia.com/resensi/details.asp?id=344 – 52k – TembolokHalaman sejenis

    Bunga Rampai Artikel Islam

    “Konsep Jihad Bukanlah Perang“. oleh Dr. Tariq Ramadan*. Indeks Islam Dalam Islam, kita harus memajukan pendidikan yang setara untuk laki-laki dan
    media.isnet.org/islam/Etc/Jihad.html – 16k – TembolokHalaman sejenis

    Jihad, Bukan Sekadar Perang

    Dalam hukum Islam, jihad adalah segala bentuk maksimal untuk penerapan ajaran Islam dan Jihad dalam bentuk perang ini mempunyai persyaratan tertentu,
    http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=A2947_0_3_0_M – 14k – TembolokHalaman sejenis

    Jihad Dalam Islam – Kristen

    Kendati dalam Islam jihad diartikan perang, tapi tetap menjunjung tinggi akhlak ….. dan pertanyaannya : “Jadi siapa sih yang menggenapi hukum Taurat ?
    forum-arsip1.swaramuslim.net/threads.php?id=3783_0_25_0_C – 73k – TembolokHalaman sejenis

    Hubungan Sipil Dan Militer Dalam Pemerintahan Islam « HAYATUL ISLAM

    Dalam beberapa hal, hukum bagi sipil dan militer sama. Kedua-duanya sama-sama dibebani hukum Islam. Sebagai contoh kewajiban Jihad adalah kewajiban seluruh
    hayatulislam.wordpress.com/2007/01/29/hubungan-sipil-dan-militer-dalam-pemerintahan-islam/ – 23k – TembolokHalaman sejenis

    sobat-azzam : Opini edisi C (Konsep Jihad dalam Islam)

    Dr. Tariq Ramadan: “Konsep Jihad Bukanlah Perang” SEOLAH sedang mengajar di depan Islam tertentu mengakibatkan orang Barat menerapkan hukum secara bias
    http://www.mail-archive.com/sobat-azzam@yahoogroups.com/msg00423.html – 18k – TembolokHalaman sejenis

    Halaman Hasil Penelusuran: Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Berikutnya

    Cari di dalam hasil | Perangkat Bahasa | Tips Penelusuran


    Beranda GoogleProgram PeriklananSerba-serbi Google

    ©2007 Google

     
    • Eka 4:53 am on 12/05/2009 Permalink | Reply

      assalamu’alaykum..

      teruskan dakwah ini..semoga menjadi pencerahan bagi kita semua..
      namun ada satu hal yang perlu kita jaga tentang hukum hukum itu sendiri..
      saya melihat seiring waktu,hukum bisa tergoyahkan secara praktek di lapangan..

      tanpa kita sadari media secara perlahan sengaja atau tak sengaja telah menggoyahkan beberapa hukum yang telah ditetapkan dalam islam..
      pengaruh media bukan mustahil pada suatu masa akan membuat hukum hukum itu melenceng dan secara tidak langsung didikte oleh ideologi counter islam…

      sebagai contoh..masa masa ini hukum poligami yang jelas jelas halal,bukan tidak mungkin menjadi haram secara praktek..

      demikian halnya masalah jihad fi sabilillah(dalam hal ini khususnya perang)..jangan bilang mustahil kalau suatu masa secara praktek hukumnya bisa menjadi haram..

      ini semua terjadi karna kita sendiri kadang kurang adil dalam memberi pejelasan terhadap suatu masalah..ditambah dengan munculnya konotasi negatif dari media terhadap persoalan persoalan tertentu..termasuk poligami dan jihad..

      semua jenis jihad adalah amalan yang utama..
      tidak perlu kita angkat salah satu jenis jihad yg mampu kita lakukan lalu merendahkan jenis jihad lain yang belum bisa kita laksanakan….baik itu jihad berperang,menuntut ilmu,dakwah, atau bahkan “hanya” sekedar membantu nenek nenek menyeberang ( bahkan ada yg memasukkan ini kedalam jenis jihad)..

      bagi kita yang masih mampu berjihad secara dakwah lisan marilah terus menegakkan kebenaran lewat tulisan dan ucapan yg mencerahkan..

      tapi jangan pula kita merendahkan mereka yang benar benar mampu untuk mengutamakan berjihad perang di tanah tanah dimana saudara muslim dihina dinakan.
      toh mereka yg ikut berperang disana tidak pernah menganggap kita disini sebagai mukminin lemah pelaksana jihad yg lemah..

      cukuplah kita jalankan peran kita masing masing sesuai kadar kemampuan kita..

      komentar saya hanyalah sebuah kemirisan hati,bahwa telah banyak orang orang muslim disekitar kita yg terpengaruh menggelincirkan pemahaman terhadap jihad..
      bahkan sampai menggunjing para mujahid yang ikhlas mengorbankan jiwa raganya..padahal para mujahid itu sendiri tidak pernah merugikan mereka yg menggunjing itu..
      mereka semata mata berperang lillahi taala karna diberi kemampuan yg lebih oleh allah..

      demikian halnya mereka yg mampu berpoligami,janganlah kita menggunjing mereka karna pastinya allah telah memberikan kemampuan lebih untuk menjalankannya..

      mari kita pelihara hukum hukum itu tetap pada tempatnya..
      senatiasa bersyukur dan berdoalah kita diberi kemampuan yang lebih dari hari ini dalam menjaga tegaknya panji panji islam..

      wallahu alam..

      wassalam..

      • erzal 5:19 am on 12/05/2009 Permalink | Reply

        assalamualaikum wr wb…terima kasih banyak untuk eka atas komentarnya yg cukup menarik …..

  • SERBUIFF 10:19 am on 30/10/2007 Permalink | Reply
    Tags: , , atheis, bekasi, , bogor, budha, erzal, hindu, indonesia, , isaalmasih, , jakarta, jewish, kafir, , moses, , , , protestan, tangerang, , Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://ww, ,   

    Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? 

    Apa opini anda tentang situs http://www.faithfreedom.org dan

    http://www. indonesia.faithfreedom.org yang menyerang Islam ?

    Tuliskan pendapat, komentar, ulasan, unek2, kritik dan saran pada kolom comment, semoga bermanfaat bagi kita semua.

    Untuk melihat semua comment CLICK judul diatas : Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? … atau kata comment kanan bawah .

     
    • beMuslim 11:03 pm on 31/10/2007 Permalink | Reply

      Situs itu harus ditutup, perlu kerjasama antar semua lini Islam.

    • ZULMI 8:20 am on 02/11/2007 Permalink | Reply

      menurutku, sebagai muslim daripada berbicara tuduhan itu palsu, menjelek2an islam dsb, lebih baik buktikan saja tuduhan mereka salah. Jika mereka salah seharusnya kita sebagai muslim dapat membuktikannya. Sampai saat ini dengan jujur, pendapat kafir2 tersebut aku akui sangat logis.

      kadang yang membuat saya berfikir dalam membela iman kita apakah perlu menyerang balik kepercayaan orang lain?itulah sampai saat ini aku masih bertanya-tanya.

      Sangat sayang saya tidak memiliki kemampuan untuk ikut disana.

    • erzal 10:53 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      justru sekarang ini kita sedang berusaha menjawab tuduhan mereka, coba lihat http://blog.360.yahoo.com/pipin234

      pendapat kafir itu tidak logis karena :
      1. mereka banyak dengan sengaja mendistorsi ajaran islam terutama dari Al quran dan hadist,
      2. membuat berbagai macam kebohongan dan fitnah
      3. mencari2 hal2 negatif dan apa yang mereka anggap suatu kelemahan islam…….padahal itu akan sia2 saja
      4. hanya mengulas sisi negatif menurut anggapan mereka tanpa mengulas sisi positif dari islam.

      Jelas kita harus membela islam dan menyerang balik mereka dengan membuktikan agama Islam itu benar dan agama mereka adalah salah !!!.

      Soal kemampuan semua orang punya kemampuan asal mau belajar, banyak membaca, berfikir dan banyak bertanya pada yang ahlinya ………insyaallah bisa. ..OK ?

    • pakigun 5:18 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

      Trims. http://islamteori.wordpress.com/

    • haikal 4:38 am on 28/12/2007 Permalink | Reply

      situs itu dari orang kafir untuk orang kafir, jadi kita tidak usah kasih comment di sana. boleh di baca untuk mengetahui taktik serangan-serangan pemurtadan dari meraka sehingga kita bisa dengan mudah membuat tameng untuk serangan-serangan mereka.

    • lafaek 12:31 pm on 28/12/2007 Permalink | Reply

      memang terasa kecewa yang sangat mendalam, sedih, jengkel, gemes ketika agama yang diyakini selama ini ternyata palsu dan nabi yang teladani merupakan nabi bejad tidak bermoral. Faithfreedom dengan penuh fakta telah membongkar kepalsuan itu. Bravoo Faithfreedom !!!! Islam adalah agama padang pasir , ketika islam menyentuh suatu daerah, negara bahkan hati maka seketika disitu akan menjadi padang pasir, gersang, panas, primitive, terbelakang…

    • andi 4:59 am on 28/02/2008 Permalink | Reply

      saya sempat juga jengkel, gemas dan marah karena awalnya saya kira semua isinya fitnah dan kebohongan. Tapi setelah saya selidiki sendiri sebagian ada yang benar. Contoh soal usia aisyah yang 6 tahun. Di hadist bukhari dan juga buku muhammad haekal yang saya punya menyebut persis seperti itu. Hingga kini saya masih merasa terganggu. Benarkah nabi kita yang mulia itu menikahi anak2. Tolong cari penjelasan yang bisa menenangkan pikiran saya.

    • erzal 2:37 am on 29/02/2008 Permalink | Reply

      tentang masalah umur aisyah saat menikah dengan nabi muhammad dapat dilihat pada uraian dibawah ini…………Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, ” Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

      Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti .

      Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

      Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

      Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

      Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.
      BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

      Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
      Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

      Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

      Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

      Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

      KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

      KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

      pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
      610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
      613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
      615 M: Hijrah ke Abyssinia.
      616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
      620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
      622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
      623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
      BUKTI #2: MEMINANG

      Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

      Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

      Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

      Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

      KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
      BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

      Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

      Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

      KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
      BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

      Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

      Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

      Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

      Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

      Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

      Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

      kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
      BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

      Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

      Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

      Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

      KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
      BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

      Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

      Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
      suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

      Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
      BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

      Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

      Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
      Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

      Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
      BUKTI #8. Text Qur’an

      Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

      Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

      Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

      Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

      Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

      Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

      AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

      Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
      BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

      Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

      Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

      Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

      Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

      kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
      SUMMARY:

      Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

      Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
      Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

      Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

      sumber :
      The Ancient Myth Exposed
      By T.O. Shanavas , di Michigan.
      ? 2001 Minaret
      from The Minaret Source: http://www.iiie.net/
      Sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3704_0_26_0_M

      Diterjemahkan oleh : C_P

    • tommy kuncoro 11:38 am on 31/03/2008 Permalink | Reply

      situs http://www. indonesia.faithfreedom.org terlalu banyak fitnah dan kebohongan, hal ini tidak akan membuat orang makin menjauhi islam , tetapi akan semakin menguatkan keiman islam. apa yang dilakukan mereka hanya akan sia-sia dan tidak akan berhasil sesuai dengan harapan mereka. islam terlalu kuat dan terlalu besar untuk bisa mereka tahlukkan. seratus orang kafir tidak akan sanggup mengalahkan satu orang muslim yang taat.
      jadi apa yang mereka lakukan menggambarkan betapa putus asanya mereka menghadami umat islam.

    • Dick Foreskin 9:14 am on 15/04/2008 Permalink | Reply

      Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,
      Pohon yang jelek menghasilkan buah yang jelek.

      Agama yang baik menghasilkan orang-2 yang baik (Ibu Teresa, Mahatma Gandhi, Johanes Paulus II, Mikhail Gorbachov, Maximillan Kolbe, Romo Mangun, etc…)
      Agama yang Jahat menghasilkan orang 2 jahat ( Osama bin Laden, Imam Samudera, Abubakar Ba’asyir, etc…)

    • ghofur solihin 3:26 am on 25/04/2008 Permalink | Reply

      umat islam jangan sewot dong,bukankah umat islam juga suka membuat buku-buku yg menghujat iman kristen?ratusan buku telah diterbitkan oleh penerbit islam dan buku buku itu menghina,menghujat agama kristen.belum lagi ceramah-ceramah dari ustad dan ustaddah islam yg radikal spt irene,sanihu munir dll,yg jelas-jelas menghujat agama kristen.Buktikan kalau agama islam benar,nabi muhammad nabi yg bermoral tinggi,ajaran islam benar dll.jangan hanya bisanya demo ala fpi,mmi,hti,otot yg di andalkan.gitu aja deh sARAN GUE.HIDUP http://WWW.INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG.

    • zeta 8:02 am on 08/06/2008 Permalink | Reply

      pendapat gw sebagai muslim,faithfreedom bwt gw tuh justru buat nambah keimanan dan keyakinan gw…karena gw memeluk islam bukan karena udah dari lahir gw ISLAM,tapi gw pelajari mana agama yang BENAR karena gw yakin adanya suatu tempat bernama NERAKA…

      satu prinsip gw mengenai agama yang gw peluk,YAITU KETUHANAN.HANYA SATU NABI YANG MEMBAWA KONSEP KETUHANAN YANG BENAR SERTA MENUNJUKKAN KEBESARAN DAN KEBENARAN YANG MAHA PENCIPTA.YAITU NABI MUHAMMAD SAW…MAAF2 SAJA BWT PEMELUK AGAMA LAEN,TAPI GW GAK PERCAYA TUHAN YANG MEMILIKI SIFAT DAN KEBUTUHAN ALA MANUSIA,TUHAN YANG BISA MATI,TUHAN YANG BERDOA,TUHAN YANG TERBUAT DARI BATU,APALAGI TUHAN YANG LEBIH DARI SATU…

      jadi selebihnya,ada yang memfitnah,menghujat,menjelek2kan dimata dan kuping gw tuh cuma semakin yakin bahwa ini adalah agama yang BENAR.karena sifat2 tersebut hanya dimiliki orang2 yang sebenarnya sudah merasa SALAH dan hanya mencari2 KEBENARAN..

      so,faithfreedom???menurut gw pribadi mo ada mo enggak kagak ngaruh tuh….

      mo bicara2 logika,satu ini logika yang paling masuk akal…..
      TUHAN YANG BENAR=AGAMA YANG BENAR

    • Jafar 4:37 pm on 17/06/2008 Permalink | Reply

      Coba deh liat kalo para pendeta kristen lg ‘khotbah’, pasti tidak pernah luput utk terus nengok dari Al-Kitabnya, bentar2 nengok karena ga hafal. Jd pengen ketawa lihatnya. Bandingkan dgn umat Islam yang punya Al-Qur’an, yg hafalnya banyak, ga perlu jd kyai utk hafal satu surat dari Al-Qur’an. Dari sini aja kita bisa tau mana yg disebut mukjizat mana yg cuma ‘buku biasa’.

      FFI sih ga usah dihiraukan, itu cuma kerjaan org2 Kristen yg sibuk cari2 kelemahan Islam pdhal agama mereka sendiri banyak bgt borok dan kelemahannya.

      Tantangin aja kalo memang mereka mau debat, suruh hafalin dulu satu surat di Al-Kitab. Kalo bisa jago deh. Hahahaha.

    • agree only 8:18 am on 19/06/2008 Permalink | Reply

      kalo punya temen bisa hack’
      mendingan situs itu di ilangin..
      aku jg punya acount d situ. coba post yg bener slalu di hapus

    • faithfreedoom 12:32 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States.

    • faithfreedoom 12:40 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States. Their programs are also supported by international oil companies which have interest to seize any chunk of oil resources all around the world.

    • Ahmady 5:34 am on 25/07/2008 Permalink | Reply

      Saya heran,mengapa banyak sekali tulisan yang mengatakan bahwa alkitab adalah rekayasa dan tidak asli lagi tetapi ternyata umat Islam mengamini isi Alkitab,buktinya adalah dengan banyaknya tulisan tentang Kristen (baik yang sekedar referensi atau menjelek2kan Kristen) ternyata mengutip ayat2 Alkitab ! bagaimana ini ? katanya gak bener kenapa dikutip untuk membenarkan tulisan2 tersebut ? aneh sekali !

    • CRUSADER 3:50 am on 16/08/2008 Permalink | Reply

      PENDAPAT SAYA ISLAM MEMANG BANGSAT. SEMUA AGAMA DIMUSUHIN OLEH ISLAM,MEREKA MERASA PALING BENAR N PEMBAWA DAMAI DAN TERNYATA KEKACAUAN DI DUNIA DIAKIBATKAN ISLAM. DUNIA AKAN DAMAI TANPA ISLAM. LOE SIH NYEMBAH MAMOD SAW (GERGAJI) HAHAHAHAHA MAKAN TAI LO…LO KALO MELUK AGAMA YA AGAMANYA AJA DONK JANGAN BUDAYA ARAB YANG LOE BAWA. KALIAN PADA MINUM AIR KENCING UNTA SIII MAKANYA BODOH-BODOH HAHAHA GAK MASUK AKAL, NGENTOTIN ANAK 9 TAHUN GILA TENAN. INGAN!!! SATU-SATUNYA AGAMA YG MENGHALALKAN KEJAHATAN CUMA AGAMA DARI IBLIS ALIAS ISLAM

      • nisa' 10:02 am on 07/01/2011 Permalink | Reply

        he.. he.. beginilah dedengkot faithfreedom mereka marah ketika katholik/kristen 100% kalah debat di forum terbuka kalo melalui dunia maya mereka sih bebas berkomentar sedangkan di forum terbuka mereka kelabakan….. karena itu mereka melampiaskan melalui dunia maya… kayak nggak tahu… liat aja mereka ngawur dan vulgar dalam menafsirakn quran & hadist semaunya sendiri.. keliatan banget kalo aku baca setiap ada dedengkot faithfreedom yang update status di faithfreedom keliatan banget dangkalnya mereka tentang islam… komentar mereka seakan akan berisi hawa nafsu amarah kebencian… bagi mereka seakan akan yang mereka lontarkan fakta padahal fiktif… buktinya apa berapa lama faithfreedom international exist… justru bertambah banyak orang eropa dan amerika masuk islam….. jadi sia sia banget kerjaan faithfreedom niatnya memfitnah justru jadi boomerang bagi mereka sendiri… seperti kejadian PENDETA KAFIR AMERIKA yang berhati iblis ingin membakar alquran menjadi berita utama surat kabar newyork bukankah langkah itu sama dengan faithfreedom yang isinya penghinaan tetapi justru banyak orang di amerika yang belum mengenal islam berusaha mencari cari informasi tentang islam dan akhirnya menjadi muallaf……., jadi kesimpulan biarlah faithfreedom menghina dengan omong kosongnya hingga berdarah darah semakin mereka menghina semakin banyak orang sadar tentang kebenaran islam…….

    • yebuth lintarhaq 5:31 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      Ya jelas to yg sumbernya dari Nabi Isa AS dan sudah ngelink di Alquran pasti bisa dipertanggungjawabkan, Yang lebih heran lagi kenapa di bible yg sudah diembel2in PL dan jelas2 suratnya buat domba2 sesat yahudi, tapi kok Yahudinya enteng aja ya :.. lo lo gua gua he..he.. lumayan dapet kristen gratisan bisa buat ganjel Muslim.

      To Crusader :
      Inilah contoh tulisan yg mengaku2 sbg umat pembawa cinta kasih dan damai tapi hiik hiik tau aja deh qualitasnya, saya juga heran kristen yg cara nyebarin agamanya pakai ngejajah, meras keringat orang, ngebom sana ngebom sini, bunuh sana sini, ngelawan musuh yang tak berdaya, cleaning ras-ethnic, apharteid, tipu menipu, nggak gentel, pakai fitnah, pakai cara devide ad impera n ngalalin segala cara kok gak pernah diberitain ya… padahal merata didunia lho kejahatannya..!!!

    • erzal 5:50 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      UNTUK CRUSADER ……..ISLAM IS THE BEST BUNG……ISLAM CINTA DAMAI DAN PEMBAWA PERDAMAIAN BUNG…KITE2 KAGA NYEMBAH MUHAMMAD BUNG…LU AJA YG MAKAN TAI BUNG….LU AJA YG MINUM AIR KENCING UNTA……ISLAM MELARANG PERBUATAN JAHAT…ISLAM DARI ALLLAH…SETAN ADALAAH MUSUH UMAT ISLAM…SOAL USIA ANAK 9 TAHUN ITU KAGA BENAR BUNG…

    • eron zb 10:35 am on 11/11/2008 Permalink | Reply

      saya setuju dengan adanya situs ini,tp saya belum bisa percaya 100%.tp,ku akui iman saya sudah mulai kendor…
      jangan salahkan aku bila aku murtad…
      sebab itu aku harus memilih jalan hidupku sendiri.
      mungkin dengan murtad aku bisa tenang.dan bisa menemui kedamaian..amin.

    • kk.arr 8:37 am on 19/11/2008 Permalink | Reply

      benerkah tuhan itu ada ? ataukah tuhan itu ada setelah setiap pertanyaan yang tak terjawab (mentok, tak ada jawaban) sebagai jawaban penghibur hati sementara. bgm jika tuhan itu memang tidak ada, sudahkah anda pikirkan ?

    • Agus 6:19 pm on 23/03/2009 Permalink | Reply

      Baik baik saja, tanggapi dengan dewasa karena agama sebuah realita, kenapa mesti repot atau acuh tak acuh ? Kritik membuat iman menjadi dewasa dan teruji, sehingga beragama dan beriman tidak didasarkan pada aspek emosianal, akan tetapi pemahaman agama dalam semangat iman untuk kembali menjadi ciptaanNya yang paling mulia.
      Mengimani Tuhan itu urusan manusia.
      Mengimani Agama itu urusan sejarah manusia.

    • pein pein 5:02 am on 01/03/2010 Permalink | Reply

      situs itu bagus kok,..!!?
      situsnya cinta damai, gag da paksaan loh buat masuk ke sana,.. isinya jelas dan tampa keragu-raguan di dalamnya. pokonya faith freedom adalah petunjuk dan pedoman bagi orang-orang benar! Rahmat bagi para netter semua,..!!?

      • tawon 3:08 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

        @pein pein .. apa nya yg menjadi rahmat , ali sina sendiri tidak bertanggung jawab sewaktu diajak berdebat ( secara on line , bukan lgs tatap muka ) . kl ali sina secara jujur dan jantan mau di ajak berdiskusi itu baru namanya – rahmat tapi kl pengecut .
        memang sebagaimana Allah menciptakan surga dan neraka , Allah pun tidak memaksa hambanya mau masuk surga ataupun masuk neraka .
        saya sering berdiskusi / berdebat dgn teman-2 yg lain agama tetapi semakin saya sering berdebat semakin nyata bahwa Islam adalah agama yg terbaik di muka bumi . anda bisa lacak hasil debat saya dan teman-2 muslim di forum ini.
        apakah anda ingin mewakili @ffi ?

      • erzal 4:32 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu lagi teler ya ?

    • Depo 6:18 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

      @ tawon

      hihihiiii… sipp buat mas tawon 🙂
      pien-pien apa mau disengat ama tawon ? babak belur loe baru tau…

    • pedro 12:03 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

      @tawon

      Islam agama terbaik di muka bumi….?
      itukan versi Anda….

      setiap penganut akan mengatakan hal yang sama tentang agamanya sendiri….

      tapi itu gak penting karena yang layak diagungkan adalah TUHAN bukan agama….

      • Depo 1:32 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

        @ Pedro

        Hihihiiii… tumben si ngkong nongolnya disini… 🙂
        tp Gpp, walau ngkong suka jadi atlit (melarikan diri dari pertanyaan) gw tetap kejar sampe dapat…

        Ehh kong yang masih jadul…
        Ngapain sih tuhan loe nggak ngerti / nggak mengetahui sifat dari seseorang manusia ?
        Contohnya : si Petrus, yg oleh tuhan loe (Yesus) akan diberikan kunci kerajaan surga. Tp akhirnya tuhan loe itu mengatakan bahwa si Petrus itu adalah iblis yang menjadi batu sandungan bagi dirinya…

        Jadi apa nggak tuhan loe (Yesus) memberikan kunci itu pada si Petrus (iblis) itu ?
        Klo nggak jadi diberikan kunci itu, berarti tuhan loe plin-plan dalam perkataannya.
        Klo jadi diberikan kunci itu, kenapa diberikan kepada setan/iblis ?

        Jawab kong, gw tunggu…
        Klo ngkong jawab, jadulnya gw hilangin yach…
        suerrr…. hihihiiii…

        • Depo 8:12 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Ngkong Pedro yang JADUL

          Mannnaaaa niiiihhhhh ????? hihihiiiiii….
          kwek kwek kwekkk… 🙂 🙂 🙂

        • pembela 9:59 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ DEPO

          Sekedar mengiatkan,.. sebaik nya anda baca dulu sebelum masuk page sni… apakah anda sudah memberikan opni / tanggapan situs http://faithfredom.org
          jika belum untuk apa anda masuk kesini,. petentang-petenteng mnantang bung pedro dgn pertanyaan yg ndk nyambung dgn judul..

          ayo,.. berikan opini dulu,,.. aku kan jawab semua pertanyaanmu,…

          sebaiknya lain kali lebih teliti menyimak ya,…

        • Depo 3:56 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Pembela

          Jangan nyeleneh… lihat aja postingan teman loe Pedro yang terakhir itu… apa sesuai Judul di page ini ???
          Apakah itu berupa opini terhadap judul page ini ?
          loe siap mewakili pedro yang nggak mampu untuk menjawab ?
          atau, loe juga akan melarikan diri seperti dia (Pedro) ?

      • erzal 4:28 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu bukan mengagungkan tuhan tapi lu nginjek tuhan karena lu mensekutukan yesus dg tuhan…paham nggak ?

    • Roben 3:48 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

      @ Pembela

      Wajar aja lho pake nama pembela, suka membela para pelarian yang gak mampu dikejar untuk menjawab sebuah argument pertanyaan yang ditimbulkan dari dirinya sendiri.

      Apakah anda tau dan mengerti bahwa si Pedro itu memang suka lari ke page lain jika dia tidak mampu menjawab. Dia membutuhkan pembelaan agar tetap dapat eksis. itulah kelemahan dia.

      Adalah wajar saja Depo mengejarnya walau ke page lain yang dia (Pedro) masuki untuk mengingatkan dia dan menguji kemampuan dia untuk menjawabnya.

      Apakah anda bisa mewakilinya untuk menjawab ?

      • pedro 1:48 am on 04/03/2010 Permalink | Reply

        @Depo, Roben, pembela

        wah, tidak menyangka saya jadi topik lain di page ini…

        bung Depo, saya jawab di page https://erzal.wordpress.com/kata-anda aja yah biar gak jadi bias page ini…

        bung Roben, sebelum judge saya tolong lihat dulu di page yang saya tulis di atas, apakah saya tidak banyak menjawab pertanyaan bung depo, erzal, tawon, dll…
        malahan pertanyaan saya yang dianggap lalu begitu saja…
        tapi saya toh tak pernah asal tuduh begitu saja…

        bung pembela, jangan kaget mereka memang suka begitu…
        meledak-ledak saat ada pernyataan yang tidak mereka terima, tetapi saat dijelaskan dalam diskusi pada menghilang…

        tx

    • khan 9:39 am on 29/07/2013 Permalink | Reply

      Pendiri, Pengelola dan Admin http://www.indonesia.faithfreedom.org adalah orang-orang murtadin kafir laknatullah. Orang yang yang gak punya kerjaan, Ahli neraka jahannam! Tobat kalian sebelum terlambat!!!

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel