Updates from December, 2009 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 6:05 am on 12/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, gigi dengan gigi, hidung dengan hidung, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS. 5:45), mata dengan mata, telinga dengan telinga   

    Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS. 5:45) 

    45 Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS. 5:45)

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 45

    وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (45)
    Di dalam kitab Taurat, Allah swt. telah menetapkan juga bahwa jiwa harus dibayar dengan jiwa. Seorang yang membunuh tidak dengan alasan yang benar dia harus dibunuh pula dengan tidak memandang siapa yang membunuh dan siapa yang dibunuh.
    Sekalipun penetapan dan ketentuan tersebut, diketahui jelas oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi, namun mereka tetap tidak mau menjalankan dan melaksanakannya. Mereka tetap memandang adanya kelas-kelas di dalam masyarakat. Mereka menganggap bahwa golongan Bani Nadir lebih tinggi derajat dan kedudukannya dari golongan Bani Quraizah dan golongan Bani Quraizah kedudukannya lebih rendah dibanding dengan kedudukan golongan Bani Nadir. Sehingga apabila seseorang dan golongan Bani Nadir membunuh seorang dari golongan Bani Quraizah, dia tidak dibunuh, karena dianggap tidak sederajat. Tetapi kalau terjadi sebaliknya yaitu seorang dari Bani Quraizah membunuh seorang Bani Nadir, maka dia hams dibunuh.
    Hal ini dan semacamnya yang merupakan pembangkangan dan penolakan terhadap bimbingan, petunjuk dan hukum-hukum Allah yang ada di dalam kitab Taurat berjalan terus sampai datangnya Agama Islam. Setelah itu Bani Quraizah mengadukan adanya perbedaan kelas-kelas di dalam masyarakat mereka, kepada Nabi Muhammad saw. yang oleh beliau diputuskan bahwa tidak ada perbedaan antara Si A dan Si B antara golongan Anu dan golongan Fulan, di dalam penerapan hukum. Hukum tidak memandang bulu, semua orang harus diperlakukan sama.
    Mendengar keputusan Rasulullah saw. ini, golongan Bani Nadir merasa diturunkan derajatnya karena telah dipersamakan dengan golongan Quraizah, orang yang mereka anggap rendah, maka turunlah ayat ini.
    Dalam ayat ini Allah menegaskan kembali bahwa di dalam kitab Taurat telah digariskan suatu ketetapan, bahwa jiwa harus dibayar dengan jiwa, sama dengan hukum kisas yang berlaku dalam masyarakat Islam.
    Pembunuh yang telah akil balig bila ia membunuh sesama Islam dan sama sama merdeka, maka pembunuh tersebut, baik seorang maupun beberapa orang. harus dikenakan hukuman bunuh.
    Pembunuh yang mempunyai sifat kelebihan dari yang terbunuh dari sudut keislaman, kemerdekaan dan keturunan, misalnya seorang Islam membunuh seorang kafir (bukan Islam) 213) seorang merdeka membunuh hamba sahaya seorang ayah membunuh anaknya, maka ketiga pelaku tersebut tidak dikenakan hukum kisas. Begitu pula anak di bawah umur dan orang gila, mereka tidak pula dikenakan hukuman kisas sesuai dengan sabda Nabi saw.

    رفع القلم عن ثلاث: عن المجنون المقلوب على عقله حتى يبرأ وعن النار حتى يستيقظ وعن الصبي حتى يحتلم
    Artinya:
    Qalam telah diangkat dari tiga macam orang (artinya mereka tidak diperlakukan sebagai orang-orang mukallaf) yaitu orang-orang gila yang benar-benar telah rusak akalnya, sampai ia sembuh, orang yang tidur, sampai ia bangun dan anak-anak sampai ia balig.
    (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakim dari Umar bin Khattab)
    Selanjutnya seorang yang mencukil mata atau memotong hidung atau telinga atau mencabut gigi orang lain, maka dia wajib dikenakan hukuman kisas, ditindak sesuai dengan perbuatannya, sesuai dengan firman Allah swt.

    فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ
    Artinya:
    Barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah dia yang seimbang dengan serangannya terhadapmu
    (Q.S. Al-Baqarah: 194)
    Begitupun melukai orang ada kisasnya; seorang yang melukai orang lain, dia pun harus dilukai pula sama dengan luka yang diperbuatnya, baik mengenai lebar maupun dalamnya, sebagaimana firman Allah swt.

    وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ
    Artinya:
    Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu
    (Q.S. An Nahl: 126)
    Barangsiapa yang melepaskan hak kisasnya dengan penuh kerelaan dan memaafkan si pelaku sehingga tidak jadi dia disiksa, maka yang demikian itu adalah menjadi penebus dosa bagi yang memaafkan.
    Seorang yang dibebaskan dari hukum kisas karena dimaafkan oleh pihak keluarga orang yang terbunuh, tidaklah berarti dia telah bebas dari hukuman seluruhnya tetapi dia masih dikenakan hukuman diat (ganti rugi), sebagaimana sabda Nabi saw.:

    من قتل متعمدا رفع إلى إولياء المقتول فإن شاءوا قتلوا وإن شاءوا أخذوا الدية
    Artinya:
    Barangsiapa membunuh dengan sengaja, maka putusannya diserahkan kepada ahli waris yang dibunuh. Kalau mereka mau (mengkisas) mereka dapat membunuhnya dan apabila mereka mau (membebaskannya dari kisas) maka mereka berhak menerima diat (ganti rugi).
    (H.R. Tirmizi)
    Barangsiapa tidak menjalankan ketentuan-ketentuan tersebut di atas, yaitu kisas yang didasarkan atas keadilan melainkan mempergunakan hukum sekehendak hatinya, maka mereka itu adalah orang-orang yang lalim, karena melanggar hukum Allah dan menganggap pihak yang dibunuh atau dianiaya itu adalah golongan rendah, tidak sederajat dengan pihak yang membunuh atau yang menganiaya

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Maa-idah 45
    وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (45)
    (Dan telah Kami tetapkan terhadap mereka d dalamnya) maksudnya di dalam Taurat (bahwa jiwa) dibunuh (karena jiwa) yang dibunuhnya (mata) dicongkel (karena mata, hidung) dipancung (karena hidung, telinga) dipotong (karena telinga, gigi) dicabut (karena gigi) menurut satu qiraat dengan marfu’nya keempat anggota tubuh tersebut (dan luka-luka pun) manshub atau marfu’ (berlaku kisas) artinya dilaksanakan padanya hukum balas jika mungkin; seperti tangan, kaki, kemaluan dan sebagainya. Hukuman ini walaupun diwajibkan atas mereka tetapi ditaqrirkan atau diakui tetap berlaku dalam syariat kita. (Siapa menyedekahkannya) maksudnya menguasai dirinya dengan melepas hak kisas itu (maka itu menjadi penebus dosanya) atas kesalahannya (dan siapa yang tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah) seperti kisas dan lain-lain (merekalah orang-orang yang aniaya).
    http://alquranonline.co.cc/

    Advertisements
     
  • SERBUIFF 1:48 pm on 07/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: , Data Kristen Blog Islam Ini Menganalisis Dogma Gereja T,   

    Data Kristen Blog Islam Ini Menganalisis Dogma Gereja Trinitarian, Alkitab, dll 

    ir a principal | Ir a lateral

    Data Kristen

    Blog Islam Ini Menganalisis Dogma Gereja Trinitarian, Alkitab, dll

    Paulus Menghujat Tuhan

    Selasa, November 06, 2007

    Dalam surat Korintus yang ditujukan untuk jemaat di kota Corinth Yunani, Paulus dengan lancang telah menghina Tuhan, yaitu dengan mengatakan:

    “For the foolishness of God is wiser than man’s wisdom, and the weakness of God is stronger than man’s strength. (1 Corinthians 1:25 NIV Bible)”

    (Karena kebodohan Tuhan adalah lebih bijak daripada kebijaksanaan manusia, dan kelemahan Tuhan adalah lebih kuat daripada daya tahan manusia–Terjemahan 1 Corinthians 1:25 NIV Bible).

    Paulus
    Lukisan Paulus Sedang Menulis Surat (Sumber :Wikipedia)

    Berbagai Edisi Bible Secara jelas menyatakan bahwa Paulus menyebut “kebodohan Tuhan” (the foolishness of God).

    Corinthians 1:25 New International Version
    For the foolishness of God is wiser than man’s wisdom, and the weakness of God is stronger than man’s strength.

    1 Corinthians 1:25 New American Standard Bible
    Because the foolishness of God is wiser than men, and the weakness of God is stronger than men.

    1 Corinthians 1:25 English Standard Version
    For the foolishness of God is wiser than men, and the weakness of God is stronger than men.

    1 Corinthians 1:25 Contemporary English Version
    Even when God is foolish, he is wiser than everyone else, and even when God is weak, he is stronger than everyone else.

    Dari ucapan Paulus diatas, maka dapat diambil kesimpulan betapa tidak sopannya Paulus menempatkan posisi Tuhan Yang Maha Agung pada posisi yang tidak layak, yaitu dengan mengatakan kebodohan Tuhan, kemudian membanding-bandingkannya dengan manusia. Paulus berkata : “Kebodohan Tuhan lebih bijak daripada manusia.” Jadi dalam bahasa non-formal, orang yang membaca ayat tsb akan menyimpulkan bahwa sebodoh-bodohnya Tuhan itu lebih baik daripada manusia. Pantaskah seseorang mengucapkan kalimat kufur tsb? Jawabnya Tidak. Tuhan adalah Maha Kuasa, manusia adalah makhluk yang lemah. Jadi membandingkan “Yang Maha Kuasa” dengan “makhluk yang serba lemah” dengan menyatakan “Kebodohan Tuhan” adalah suatu bentuk hujatan kepada Tuhan.

    Dalam Perjanjian Lama kitab Imamat dikatakan bahwa orang Israel yang menghujat Tuhan maka haruslah dihukum mati.

    Imamat 24:15-16 TB
    “Engkau harus mengatakan kepada orang Israel, begini: Setiap orang yang mengutuki Allah harus menanggung kesalahannya sendiri. Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati.”

    Sesungguhnya Allah SWT berfirman : “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Baqoroh 79)

    Alhamdulillah dan nikmat syukur kita pada Allah SWT yang telah memberi hukuman kepada Paulus dengan cara dipancung tahun 67 M di Italia. Konon, setelah kepala Paulus terpisah dari tubuhnya muncullah tiga mata air. Boleh jadi, Tuhan memang hendak membersihkan bumi ciptaan-Nya dari darah najis sang penghujat Tuhan bernama Paulus Si Tukang Tupu dari Kota Tarsus dengan cara memunculkan tiga mata air.

    Demikianlah artikel ini dibuat untuk membuktikan bahwa apa yang telah diucapkan oleh Paulus Si Tukang tipu sama sekali bukan wahyu maupun inspirasi Tuhan, melainkan Iblis lah yang telah menjerumuskan Paulus menjadi rasul palsu yang kini diagung-agungkan oleh umat Kristen yang telah sesat dari jalan lurus!

    Baca Juga!!!

    Daftar Pustaka
    http://answering-islam.com/pauls_blasphemy_against_god.htm

    Baca selengkapnya…

    Paulus Masuk Neraka Menurut Injil Matius

    Jika umat Kristen percaya bahwa Bible adalah wahyu Tuhan, maka umat Kristen pun harus mengakui kebenaran yang diucapkan oleh Yesus yang diklaim telah direkam oleh Injil Matius mengenai larangan menyebut orang lain itu bodoh.

    Matius 5: 21 – 22 KJV
    5:21 Ye have heard that it was said by them of old time, Thou shalt not kill; and whosoever shall kill shall be in danger of the judgment:
    5:22 But I say unto you, That whosoever is angry with his brother without a cause shall be in danger of the judgment: and whosoever shall say to his brother, Raca, shall be in danger of the council:
    but whosoever shall say, Thou fool, shall be in danger of hell fire.

    **Terjemahan
    “Kamu telah dengar bahwa hal ini di zaman dahulu pernah diberitahu oleh mereka, kamu tidak boleh membunuh; dan siapapun yang membunuh akan diadili: Tapi saya berkata kepadamu, Bahwa siapapun yang memarahi saudaranya tanpa sebab maka akan diadili: dan siapapun yang mengatakan saudaranya, Raca, akan diajukan ke konsil, tapi siapapun yang mengatakan, Kamu bodoh, akan dalam bahaya api neraka.”

    Catatan!

    Pendeta Kristen telah mengedit Matius 5:21-22 yang seharusnya “fool” (bodoh) menjadi “jahil”!

    Matius 5 TB
    21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
    22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

    Jadi menurut Injil Matius, orang yang menyebut “kamu bodoh”, maka orang tsb akan dimasukkan kedalam api neraka yang menyala-nyala. Dan di Perjanjian Baru pula, dapat kita temukan beberapa surat Paulus yang menceritakan kepada kita bahwa sang penulis yaitu Paulus menyebut orang lain “bodoh”. Mari kita simak dibawah ini:

    1 Korintus 15: 35 – 36 KJV
    “But someone will ask, “How are the dead raised? With what kind of body do they come?” “You Fool, What you sow does not come to life unless it dies.”

    (Tapi seseorang akan berkata, “Bagaimana orang mati dibangkitkan? Dengan jenis tubuh apa mereka datang?” “KAMU BODOH, benih yang kamu tabur tidak akan menjadi hidup kalau ia tidak mati dulu.)

    Catatan!
    Pendeta Kristen ngedit Alkitab

    Dalam Alkitab edisi Contemporary English Version (CEV), pendeta Kristen telah mengedit “kamu bodoh” menjadi “jangan bodoh (don’t be foolish).

    1 Korintus 15:36 CEV
    Don’t be foolish. A seed must die before it can sprout from the ground.”

    Apa maksud pendeta Kristen ngedit perkataan Paulus ini ? Jangan tanya saya! Tanyakanlah langsung pada Pak Pendeta, katakan begini “Pak pendeta mengapa Anda ngedit 1 Korintus 15:36? Apakah karena Paulus akan masuk neraka berdasarkan Matius, sehingga Anda mengedit surat Paulus tsb?”

    Galatians 3: 1 KJV
    ” O foolish Galatians, who hath bewitched you…”

    “Kamu orang-orang Galatia bodoh (tolol), siapa yang mempesonamu?

    Demikian artikel ini dibuat dengan tujuan mengungkap Paulus si Pendusta dari kota Tarsus.

    Daftar Pustaka
    Paul will he be judged, oleh http://www.mostmerciful.com

    Baca selengkapnya…

    Interpolasi Antiquities of the Jews

    Kamis, November 01, 2007

    Bapak-bapak Gereja memang terkenal gemar menipu dan memalsukan demi kepentingan agama Kristen. Bapak Gereja bernama Eusebius dari Caesarea (275-339), uskup kota Caesarea di Palestina, didakwa kuat sebagai pelaku utama pemalsuan karya seorang sejarawan Yahudi terkenal yaitu Josephus yang mengarang sebuah buku berjudul Antiquities of the Jews, yang ditulis sekitar tahun 93 M.

    Salah satu bagian Antiquities yang diduga keras sebagai hasil interpolasi (penyisipan) adalah Antiquities of the Jews Book 18 Chapter 3 Verse 3:

    Sumber:
    Antiquities of the Jews
    By Josephus
    Book XVIII
    Chapter 3 Verse 3
    Online :

    Now there was about this time Jesus, a wise man, if it be lawful to call him a man; for he was a doer of wonderful works, a teacher of such men as receive the truth with pleasure. He drew over to him both many of the Jews and many of the Gentiles. He was [the] Christ. And when Pilate, at the suggestion of the principal men amongst us, had condemned him to the cross, those that loved him at the first did not forsake him; for he appeared to them alive again the third day; as the divine prophets had foretold these and ten thousand other wonderful things concerning him. And the tribe of Christians, so named from him, are not extinct at this day.

    Note:
    Antiquities of the Jews Book XVIII Chapter 3 Verse 3 ini sering disebut juga sebagai Testimonium Flavianum.

    josephus
    Josephus

    Beberapa landasan bukti bahwa karya Josephus ini telah diinterpolasi oleh Uskup Eusebius dari Caesarea adalah sbb:

    1. Mustahil seorang Yahudi Ortodoks di abad 1 M bernama Josephus menyebut Yesus sebagai Kristus, menyebut Yesus sebagai seorang bijaksana, menyebut Yesus telah dinubuatkan oleh nabi-nabi ilahi.

    2. Seandainya Josephus benar-benar ingin menceritakan Yesus sebagai Kristus dalam buku 18 bab 3, pasti ia akan menulis lebih dari satu paragraf. Faktanya, Josephus lebih banyak bercerita mengenai Yohanes Pembaptis daripada Yesus!

    3. Bagian yang diduga telah diinterpolasi ini benar-benar menyimpang berdasarkan alur cerita. Cerita Buku 18 dimulai dengan pajak Romawi pada zaman Cyrenius (Quirinius) tahun 6 M, membicarakan mengenai bermacam-macam sekte Yahudi kala itu, mencakup Essenes, dan sebuah sekte dari Yudas Orang Galilee. Josephus mendiskusikan pembangunan kota-kota di zamanHerodes, succession dari pendeta-pendeta dan procurator, dll.

    Cerita bab 3 dimulai dengan satu hasutan melawan Pilatus yang merencanakan pembunuhan semua orang-orang Yahudi tetapi pikirannya berubah. Kemudian Pilatus menggunakan uang yang disakralkan untuk mensupply air ke Yerusalem, dan orang-orang Yahudi protes. Pilatus mengirim mata-mata diantara orang-orang Yahudi dengan menyembunyikan senjata-senjata, dan disana ada satu pembantaian besar.

    Kemudian dilanjutkan dengan sebuah paragraf bercerita mengenai Yesus, dan tiba-tiba setelahnya, Josephus berkata:

    “And about the same time another terrible misfortune confounded the Jews …”

    Josephus, seorang Yahudi Ortodoks di abad 1 M, tidak akan mengajarkan cerita bahwa orang-orang Kristen mengalami “kemalangan mengerikan yang lain’. Ini hanya bisa dilakukan oleh seorang Kristen.

    4. Frase ‘to this day’ mengkonfirmasikan bahwa ini adalah interpolasi. Tidak ada yang namanya ‘tribe of Christians’ selama zaman Josephus.

    5. Bahasa hiperbola adalah bukan karakteristik seorang sejarawan:

    ‘… as the divine prophets had foretold these and ten thousand other wonderful things concerning him.”

    (…karena nabi-nabi ilahi telah menubuatkan hal ini dan 10.000 keajaiban lainnya yang berhubungan dengannya.)

    Kalimat hiperbola diatas hanya bisa diucapkan oleh pendeta Kristen.

    6. Lalu mengapa Eusebius dituduh sebagai dalang pemalsuan Antiquities of the Jews? Jawabnya karena Eusbius lah orang pertama, tulisannya sekitar tahun 324, yang mengutip bagian Antiquities dalam bentuk yang sama secara esensi.

    Eusebius dari Caesarea
    Eusebius dari Caesarea

    Ken Olson berpendapat bahwa Testimonium Flavianum telah dipalsukan oleh Eusebius dari Caesarea, karena dialah pengarang pertama yang mengutip dalam Demonstratio Evangelica. Olson berpendapat bahwa kalimat spesifik dari Testimonium Flavianum berhubungan erat dengan argumentasi Eusebius dalam Demonstratio nya, terutama ketika menyebut Yesus sebagai seorang “orang bijak” dan bukan sebagai seorang “tukang sihir”.

    7. Origen menulis sekitar tahun 240. Karya Origen mendahului Testimonium dan para pengarang lainnya di abad-abad pertama yang suka mengutip Testimonium. Faktanya Origen tidak pernah menyebut Testimonium Flavianum, meskipun ia familiar dengan Antiquities of the Jews, karena ia menyebut referensi yang kurang signifikan oleh Josephus untuk Yesus sebagai saudara dari James (Yakobus), yang terjadi selanjutnya di Antiquities of the Jews (xx.9), dan juga pada bagian-bagian lainnya dari Antiquitius seperti bagian mengenai Yohanes Pembaptis.

    Origen menyatakan bahwa Josephus adalah “tidak percaya Yesus sebagai Kristus” :

    Sumber:
    Against Celsus
    By Origen
    i:47
    Online : http://www.earlychristianwritings.com/text/origen161.html

    CHAP. XLVII.

    I would like to say to Celsus, who represents the Jew as accepting somehow John as a Baptist, who baptized Jesus, that the existence of John the Baptist, baptizing for the remission of sins, is related by one who lived no great length of time after John and Jesus. For in the 18th book of his Antiquities of the Jews, Josephus bears witness to John as having been a Baptist, and as promising purification to those who underwent the rite. Now this writer, although not believing in Jesus as the Christ, in seeking after the cause of the fall of Jerusalem and the destruction of the temple, whereas he ought to have said that the conspiracy against Jesus was the cause of these calamities befalling the people, since they put to death Christ, who was a prophet, says nevertheless–being, although against his will, not far from the truth–that these disasters happened to the Jews as a punishment for the death of James the Just, who was a brother of Jesus (called Christ),–the Jews having put him to death, although he was a man most distinguished for his justice. Paul, a genuine disciple of Jesus, says that he regarded this James as a brother of the Lord, not so much on account of their relationship by blood, or of their being brought up together, as because of his virtue and doctrine. If, then, he says that it was on account of James that the desolation of Jerusalem was made to overtake the Jews, how should it not be more in accordance with reason to say that it happened on account (of the death) of Jesus Christ, of whose divinity so many Churches are witnesses, composed of those who have been convened from a flood of sins, and who have joined themselves to the Creator, and who refer all their actions to His good pleasure.

    Origen juga menyatakan bahwa Josephus tidak menerima Yesus sebagai Kristus:

    Sumber:
    Commentary on Matthew
    By Origen
    x:17
    Online : http://www.earlychristianwritings.com/text/origen-matthew.html

    17. THE BRETHREN OF JESUS.

    And the saying, “Whence hath this man this wisdom,” indicates clearly that there was a great and surpassing wisdom in the words of Jesus worthy of the saying, lo, a greater than Solomon is here.” And He was wont to do greater miracles than those wrought through Elijah and Elisha, and at a still earlier date through Moses and Joshua the son of Nun. And they spoke, wondering, (not knowing that He was the son of a virgin, or not believing it even if it was told to them, but supposing that He was the son of Joseph the carpenter,) “is not this the carpenter’s son?” And depreciating the whole of what appeared to be His nearest kindred, they said, “Is not His mother called Mary? And His brethren, James and Joseph and Simon and Judas? And His sisters, are they not all with us?”

    They thought, then, that He was the son of Joseph and Mary. But some say, basing it on a tradition in the Gospel according to Peter, as it is entitled, or “The Book of James,” that the brethren of Jesus were sons of Joseph by a former wife, whom he married before Mary. Now those who say so wish to preserve the honour of Mary in virginity to the end, so that that body of hers which was appointed to minister to the Word which said, “The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Most High shall overshadow thee,” might not know intercourse with a man after that the Holy Ghost came into her and the power from on high overshadowed her. And I think it in harmony with reason that Jesus was the first-fruit among men of the purity which consists in chastity, and Mary among women; for it were not pious to ascribe to any other than to her the first-fruit of virginity. And James is he whom Paul says in the Epistle to the Galatians that he saw, “But other of the Apostles saw I none, save James the Lord’s brother.” And to so great a reputation among the people for righteousness did this James rise, that Flavius Josephus, who wrote the “Antiquities of the Jews” in twenty books, when wishing to exhibit the cause why the people suffered so great misfortunes that even the temple was razed to the ground, said, that these things happened to them in accordance with the wrath of God in consequence of the things which they had dared to do against James the brother of Jesus who is called Christ. And the wonderful thing is, that, though he did not accept Jesus as Christ, he yet gave testimony that the righteousness of James was so great; and he says that the people thought that they had suffered these things because of James…..

    Tetapi anehnya Testimonium karya Josephus yang dapat kita baca saat ini justru mendeklarasikan Yesus sebagai Kristus. Oleh karena itu tidaklah heran diantara orang Kristen sendiri yaitu yang benar-benar kritis pemikirannya seperti Uskup Warburton menyebut Eusebius: “a rank forgery, and a very stupid one too.” (lihat : http://en.wikipedia.org/wiki/Josephus_on_Jesus#Alleged_fabrication_by_Eusebius)

    8. Bagian yang memuat cerita Yesus dalam Testimonium Flavianum tidak pernah disebut-sebut oleh penulis beragama Kristen yang hidup tahun 100-300 M. Bagian Testimonium Flavianum ini pertama kali dikutip oleh Eusebius (315 M) dalam dua tempat (Hist. Eccl., lib. i, c. xi; Demonst. Evang., lib. iii); tetapi analisis kontekstual mengindikasikan bahwa tampaknya tidak dikenal oleh Justin the Philosopher (ca. 140), Clement dari Alexandria (ca. 192), Tertullian (ca. 193), Arnobius (ca. 200), Cyprian (ca. 258), Irenaeus (ca. 330), dan Origen (ca. 230).

    Seorang Yahudi Ortodoks di abad 1 M seperti Josephus jelas tidak akan mendeklarasikan Yesus sebagai Kristus yang telah dinubuatkan oleh nabi-nabi terdahulu. Hanya orang Kristen, bukan Yahudi Ortodoks, yang dapat mengatakan seperti itu. Ini benar-benar tragedi biadab, bapak Gereja tidak hanya memalsukan Alkitab, mereka juga ternyata memalsukan karya sejarah!

    Daftar Pustaka

    Baca selengkapnya…

    Gereja Mempromosikan Penipuan

    Mengapa mayoritas pendeta-pendeta Kristen dan misionaris-misionaris Kristen sering menipu, gemar berbohong, suka mengedit Alkitab, dan memiliki watak sebagai pemalsu? Orang Kristen menipu karena mereka percaya, mereka iman, bahwa menipu adalah halal demi tegaknya agama Kristus di muka bumi. Jika Anda tidak percaya, simaklah dibawah ini.

    Paulus berkata :

    “Sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.” (Filipi 1:18 TB)

    “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7 TB)

    Tahukah Anda?

    Lagi-lagi Pendeta-pendeta Kristen Pagan Trinitarian mengedit Alkitab. Mereka telah merevisi kebobrokan Roma 3:7 dalam Alkitab update-an terbaru yang diberi nama Contemporary English Version (CEV).

    Pendeta Pagan Trinitarian telah merevisi “aku” (yaitu Paulus) menjadi “kamu” (yaitu orang lain). Perhatikan hasil revisi Roma 3:7 dibawah ini

    “Since your lies bring great honor to God by showing how truthful he is, you may ask why God still says you are a sinner. ” (Rome 3:7 CEV Bible)

    Kepada jemaat kota Korintian Yunani, Paulus berkata:

    “But be it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with guile.” (2 Korintus 12:16 KJV)

    “Saya tidak membebanimu: tetapi, dalam kelicikan, saya jerat kamu dengan tipu daya.” (2 Korintus 12:16 Terjemahan KJV)

    Tahukah Anda?

    Gereja telah mengedit 2 Korintus 12:16 dalam berbagai edisi Alkitab terbaru. Bible edisi CEV, BIS, dan ESV sudah merevisi ayat ini.

    (ESV) But granting that I myself did not burden you, I was crafty, you say, and got the better of you by deceit.

    (BIS) Nah, kalian setuju bahwa saya tidak pernah menyusahkan kalian. Namun ada yang berkata bahwa saya ini licik; bahwa saya mendapat keuntungan dari kalian karena tipu daya saya.

    (CEV) You agree that I wasn’t a burden to you. Maybe that’s because I was trying to catch you off guard and trick you.

    Paulus adalah orang merasa dirinya bebas, berdasarkan pernyataannya sendiri!

    1 Korintus 9:19-21 KJV
    19 For though I be free from all men, yet have I made myself servant unto all, that I might gain the more.
    20 And unto the Jews I became as a Jew, that I might gain the Jews; to them that are under the law, as under the law, that I might gain them that are under the law;
    21 To them that are without law, as without law, (being not without law to God, but under the law to Christ,) that I might gain them that are without law.

    Terjemahan 1 Korintus 9:19-21 (Note: Saya melepaskan kalimat sisipan yang ditandai tanda kurung yang dilakukan oleh pendeta Kristen)
    19 Karena Aku menjadi bebas dari semua orang, namun aku membuat diriku sendiri melayani semua, sehingga memungkinkan saya untuk mendapatkan lebih banyak lagi.
    20. Dan kepada orang-orang Yahudi Aku menjadi seperti orang Yahudi, sehingga Aku memenangkan orang-orang Yahudi; kepada mereka yang mengikuti hukum, seperti yang mengikuti hukum, sehingga saya memenangkan mereka yang adalah mengikuti hukum;
    21. Kepada mereka yang tanpa hukum, seperti tanpa hukum, sehingga saya memenangkan mereka yang tanpa hukum.

    Tahukah Anda?

    Perhatikan bahwa pendeta Kristen dalam KJV 1 Korintus 9:19-21 merasa perlu untuk memberi kalimat “being not without law to God, but under the law to Christ” dengan tanda kurung.

    Dalam Bible revisi terbaru bahkan kalimat tsb dilepaskan tanda kurungnya!

    (CEV) And when I am with people who are not ruled by the Law, I forget about the Law to win them. Of course, I never really forget about the law of God. In fact, I am ruled by the law of Christ.

    (BIS) Terhadap orang bukan Yahudi, saya berlaku seperti seorang bukan Yahudi, yang hidup di luar hukum Musa. Saya lakukan itu supaya saya bisa menarik mereka menjadi pengikut Kristus. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya tidak taat kepada perintah-perintah Allah; saya justru dikuasai oleh perintah-perintah Kristus.

    Paulus mengakui diri sebagai orang bodoh dan ajaran-ajarannya merupakan ajaran bodoh!

    “Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.” (2 Korintus 11:17 TB)

    Berdasarkan pengakuannya sendiri, Paulus adalah seorang Farisi. Ia dilaporkan pernah berkata: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi.” (Kisah Para Rasul 23:6 TB)

    Yesus mengecam kaum Farisi: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik…” (Matius 23:13 TB)

    Yohanes pun mengecam kaum Farisi : “…Hai kamu keturunan ular beludak…” (Matius 3:7 TB)

    Jadi kesimpulannya adalah karena Paulus adalah orang Farisi, maka ia termasuk golongan hipokrit (munafik) dan ular beludak!

    Bapak Gereja bernama Eusebius dari Caesarea dilaporkan pernah berkata:

    “It is an act of virtue to deceive and lie, when by such means the interests of the church might be promoted (source)

    (Adalah satu perbuatan baik untuk berbohong dan berdusta, dengan begitu kepentingan-kepentingan gereja dipromosikan.)

    Bapak Gereja bernama Jerome berkata:

    “Great is the force of deceit! provided it is not excited by a treacherous intention” (source)

    (Kebesaran adalah kekuatan penipuan! asal tidak ditimbulkan oleh satu maksud cedera).

    Lloyd Graham mengatakan pandangannya mengenai bapak-bapak gereja :

    “Adalah umum diketahui bahwasanya bapak-bapak gereja adalah penipu; Katholik mengakui hal itu. Berdasarkan Catholic Encyclopedia, “Pada semua bagian-bagian penipuan dan interpolasi ini sebagaimana kebodohan telah dibuat pada sebuah skala besar.” (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal.455–source)

    Baca selengkapnya…

    Mukjizat Nabi Muhammad SAW

    Jumat, Oktober 26, 2007

    Satu dari sekian banyak argumentasi yang paling sering diucapkan oleh kalangan misionaris Kristen melawan kebenaran Nabi Muhammad SAW adalah bahwa beliau tidak bisa membuat mukjizat fisik selama hidupnya, jadi ia bukanlah seorang nabi yang diutus oleh Allah. Mereka sering mengklaim bahwa Qur’an menyatakan bahwa ia tidak menunjukkan mukjizat dengan mengutip ayat dibawah ini:

    “Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah.” Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman.” (QS Al An’aam 109)

    “Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca.” Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” (QS Al Israa’ 17:90-93)

    Menurut opini Kristen yang berkembang hingga saat ini, ayat-ayat al-Qur’an diatas adalah bukti bahwa seandainya Muhammad bisa menunjukkan mukjizat, ia akan melakukannya ketika ditantang oleh kaum yang tidak beriman, tetapi beliau justru hanya berkata :”Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah” dan “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” Sikap ini dalam pandangan misionaris Kristen mengindikasikan bahwa ia tidak dapat menunjukkan mukjizat yang berimplikasi bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi yang benar.

    Jawaban untuk tuduhan Kristen:

    • Mukjizat adalah bukan hal utama untuk membuktikan kenabian
    • Menurut Injil Perjanjian Baru, Yesus tidak selamanya dapat menunjukkan mukjizat
    • Ramalan Nabi Muhammad Yang terealisasikan
    • Mukjizat Nabi Muhammad SAW

    Mukjizat adalah bukan hal utama untuk membuktikan kenabian

    Menurut Perjanjian Baru sekarang, menunjukkan mukjizat adalah bukan hal utama untuk membuktikan kenabian. Contohnya, umat Kristen menganggap Nabi teragung diantara para nabi yaitu Yohanes Pembaptis yang justru Alkitab sendiri menceritakan bahwa Yohanes Pembaptis sama sekali tidak pernah menunjukkan mukjizat.

    “John did no miracle: but all things that John spake of this man were true.” (Yohanes 10:41 KJV)

    “sebab mereka semua menganggap Yohanes seorang nabi.” (Matius 21:26 BIS)

    “Sesudah utusan-utusan Yohanes itu pergi, Yesus mulai berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, kata-Nya, “Kalian pergi ke padang gurun untuk melihat apa? Sehelai rumput yang ditiup anginkah? Kalian pergi untuk melihat apa? Seorang yang berpakaian baguskah? Orang-orang yang berpakaian begitu tinggal di istana! Jadi mengapa kalian pergi ke padang gurun? Untuk melihat seorang nabikah? Benar, malah lebih dari seorang nabi.” (Matius 11:7-9 BIS)

    Menurut Injil Perjanjian Baru, Yesus tidak selamanya dapat menunjukkan mukjizat

    Bahwa ayat Qur’an yang menceritakan perintah Allah kepada Nabi Muhammad agar berkata “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah” dan “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” kepada kaum yang tidak beriman, maksudnya adalah bahwa seorang Nabi tidak wajib untuk selalu dapat menunjukkan mukjizat setiap saat beliau ditantang oleh orang kafir. Nabi Yesus pun juga sama, misalnya, kita dapat membaca di Injil Perjanjian Baru dibawah ini:

    “Beberapa orang Farisi datang kepada Yesus, dan mulai berdebat dengan Dia untuk menjebak-Nya. Mereka minta Yesus membuat keajaiban sebagai tanda bahwa Ia datang dari Allah. Yesus mengeluh lalu menjawab, “Apa sebab orang-orang zaman ini minta Aku membuat keajaiban? Tidak! Aku tidak akan memberikan tanda semacam itu kepada mereka!” (Markus 8:11-12 BIS)

    Kaum Farisi (Pharisee) meminta satu mukjizat sebagai satu tes, tetapi ia tidak dapat menunjukkan satu mukjizat, melainkan berkata “Tidak! Aku tidak akan memberikan tanda semacam itu kepada mereka” yang mengindikasikan bahwa ia tidak pernah menunjukkan satu mukjizat kepada mereka.

    Contoh lainnya:

    “And when Herod saw Jesus, he was exceeding glad: for he was desirous to see him of a long season, because he had heard many things of him; and he hoped to have seen some miracle done by him. Then he questioned with him in many words; but he answered him nothing. And the chief priests and scribes stood and vehemently accused him. And Herod with his men of war set him at nought, and mocked him, and arrayed him in a gorgeous robe, and sent him again to Pilate.” (Luke 23:8-11)

    Yesus tidak menghadirkan satu mukjizat pada waktu itu, meskipun Herodes mengharapkan Yesus menunjukkan mukjizatnya.

    Contoh ketiga:

    “And the men that held Jesus mocked him, and smote him. And when they had blindfolded him, they struck him on the face, and asked him, saying, Prophesy, who is it that smote thee? And many other things blasphemously spake they against him.” (Luke 22:63-65. Lihat juga Matthew 26:67-68 dan Mark 14:65)

    Karena pertanyaan kaum tidak beriman adalah penghinaan, Yesus tidak menjawab mereka.

    Contoh keempat:

    “And they that passed by reviled him, wagging their heads, And saying, Thou that destroyest the temple, and buildest it in three days, save thyself. If thou be the Son of God, come down from the cross. Likewise also the chief priests mocking him, with the scribes and elders, said, He saved others; himself he cannot save. If he be the King of Israel, let him now come down from the cross, and we will believe him. He trusted in God; let him deliver him now, if he will have him: for he said, I am the Son of God. The thieves also, which were crucified with him, cast the same in his teeth.” (Matthew 27:39-44. Also see Mark 15:29-32 and Luke 23:35-39)

    Contoh kelima:

    Iblis meminta Yesus untuk menunjukkan dua buah mukjizat, tetapi Yesus tidak melakukan apa yang dikehendaki oleh Iblis.

    Lukas 4:8-12 Alkitab edisi BIS
    8 Yesus menjawab, “Di dalam Alkitab tertulis, ‘Sembahlah Tuhan Allahmu dan layanilah Dia saja.'”
    9 Lalu Iblis membawa Yesus ke Yerusalem dan menaruh Dia di atas puncak Rumah Tuhan dan berkata kepada-Nya, “Engkau Anak Allah, bukan? Jadi, terjunlah dari sini.
    10 Sebab di dalam Alkitab tertulis, ‘Allah akan menyuruh malaikat-malaikat-Ny menjaga Engkau baik-baik.’
    11 Dan juga, ‘Malaikat-malaikat akan menyambut Engkau dengan tangan mereka, supaya kaki-Mu pun tidak tersentuh pada batu.'”
    12 Yesus menjawab, “Di dalam Alkitab tertulis, ‘Jangan mencobai Tuhan, Allahmu.'”

    Seluruh contoh-contoh tsb diatas membuktikan bahwa Yesus dalam catatan Injil kanonik Perjanjian Baru pun tidak pernah bisa selalu menunjukkan mukjizat setiap saat, setiap waktu, setiap menit, setiap detik, dan kapanpun ia ditantang oleh orang kafir.
    Dalam Perjanjian Baru pun dinyatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang Nabi yang lebih agung daripada para nabi. Nyatanya Injil-injil Perjanjian Baru justru sama sekali menyatakan bahwa Yohanes tidak memiliki mukjizat apapun.

    Ramalan Nabi Muhammad Yang terealisasikan

    Sumber:
    http://myquran.org/forum/index.php/topic,28955.30.html

    “Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? – Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepada-nya.” (Ul 18:21-22)

    Jadi semua perkataan nabi itu harus tejadi. Kalau perkataannya tidak terjadi maka nabi itu nabi palsu. Semua perkataan Muhammad saw benar-benar terjadi.

    Ke-1.

    Ramalan Rasulullah saw tentang Kemenangan Bangsa Romawi atas Bangsa Persia.

    Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunan miliknya dari Ibnu Abbas ra tentang firman Allah yang berbunyi :

    “Aliif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa romawi di negeri yang dekat”. (Ar-Ruum 1-3).

    Ibnu Abbas berkomentar tentang ayat ini yaitu ; mengalahkan dan dikalahkan. Kaum musyrikin sangat senang dengan kemenangan bangsa Persia atas bangsa Romawi, karena mereka sama-sama menyembah berhala. Sedangkan kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi karena mereka adalah ahli kitab.Dan oleh orang-orang musyrik hal itu diungkapkan kepada Abu Bakar ra, yang kemudian menyampaikannya kepada Rasulullah saw. Lalu belau saw bersabda :

    “Adapun mereka bangsa Romawi akan memperoleh kemenangannya”. Maka Abu Bakar ra pun balik menyampaikan hal itu kepada orang-orang musyrik dan mereka berkata : ” Kalau demikian, maka tetapkan batasan waktunya. Jika kami menang kami akan mendapatkan ini dan itu, jika kalian menang akan mendapatkan ini dan itu”. Kemudian Abu Bakar ra menetapkan batas waktu kepada mereka yakni lima tahun. Namun nyata bangsa Romawi belum mendapapat kemenangan. Kemudian Abu Bakar memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw dan bersabda ; “Kenapa tidak engkau katakakan sampai dibawah?” Ibnu Abbas berkata ; “Aku berpendapat bahwa apa yang dimaksud oleh beliau saw adalah di bawah sepuluh tahun”.

    Tingkatan hadits :

    Hadis ini shahih sebagaimana di shahih kan oleh Tirmidzi, Hakim dan Dhahabi.

    Kenyataan yang diramalkan :

    Telah terbukti apa yang di ramalkan Rasulullah saw yang jujur, dimana bala tentara Romawi memang telah mampu meraih kemenangan dan berhasil mengalahkan tentara Persia pada tahun kedua hijriah. Yakni sembilan tahun setelah ramalan Beliau saw. Kemenangan romawi tersebut sungguh bertolak belakang dengan kenyataan yang ada pada saat itu, dan berada diluar dugaan atau perkiraan manusia. Sebab, kondisi Romawi pada saat itu sedang dalam kondisi yang lemah akibat kekalahan terhadap pasukan Persia. Sebaliknya kondisi bangsa Persia sedang dalam puncak kejayaan. sehingga demikian terbuktilah apa yang diramalkan Al Quran dan pembawanya yang agung Rasulullah saw.

    Ke-2

    Berita Tentang Diselamatkannya badan Fira’un.

    “Dan Kami mungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikutioleh Firaun dan tentaranya. Ketika Firaun hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan yang disembah Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri’. Apakah kamu sekarang baru beriman padahal sesungguhnya kamu durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. HARI INI KAMI AKAN SELAMATKAN BADANMU, supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami”. (QS yunus 90-92).

    Yang perlu digarisbawahi adalah ungkapan kami akan selamatkan badanmu. Bagaimana Muhammad saw akan menyampaikan ayat ini pada kaumnya? Pasti cemoohan yang akan diterima. Bangsa Arab adalah bangsa pedagang yang telah menjelajahi wilayah Syiria dan Mesir. Belum pernah sebelumnya tersiar kabar bahwa badan Fira’un yang mengaku Tuhan itu terselamatkan. Para pemuka agama Yahudi dan Nasrani juga belum pernah mengatakan bahwa badan Fira’un terselamatkan, karena memang tidak dijumpai dalam kitab mereka. Bagaimana nabi saw akan menjelaskan hal ini? Bukankah dia hanya disuruh untuk menyampaikan ayat yang diterimanya dari Allah SWT? Kalau sekiranya Al Quran itu karangan Muhammad saw, apa susahnya dia tidak usah mengeluarkan perkataan tersebut. Tapi bagaimana pahit perasaan nabi ayat itu harus disampaikan kepada umatnya.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Namun baru tahun 1896 purbakalawan Loret, menemukan jazat tokoh tersebut dalam bentuk mumi di wadi al muluk. Kemudian 8 juli 1907 Elliot Smit membuka bungkus mumi tersebut dan badan Firaun dalam keadaan masih utuh. dan sekarang disimpan di Musim Mesir. Pada Juni 1975 ahli bedah perancis Maurice Bucaile mendapat ijin untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut dan menemukan bahwa mumi tersebut adalah Firaun yang meninggal dilaut. Disekujur tubuhnya dipenuhi unsur-unsur garam. Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.

    Ke-3

    Berita Al Quran Tentang Berbondong-bondongnya Manusia dari Segala Penjuru untuk Menunaikan Ibadah Haji.

    “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang memenuhi seruanmu dengan jalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS Al Hajj 27).

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Sungguh hebat ramalan al quran tersebut. Disaat nabi saw mengahadapi situasi yang genting akibat serangan bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dan dalam keadaan agama Islam yang belum menentu itu Allah menyuruh nabi agar berseru supaya orang orang menunaikan ibadah haji. Mungkin saat wahyu itu di sampaikan banyak yang menyangsikan kebenarannya. Kini semua sudah meyakini, setiap tahun jutaan lautan manusia dari seluruh penjuru dunia memenuhi tanah suci Mekkah dan Medinah. Sungguh tepatlah ramalan Al Quran.

    Ke-4

    Ramalan Rasulullah Tentang Tempat Terbunuhnya Para Pembesar Quraisy Pada saat Perang Badar.

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dari Anas ra yang berkata : “Tatkala Rasulullah saw tiba di Badar, Beliau memberi isyarat dengan tangannya ke tanah seraya berkata : “Ini tempat terbunuhnya si fulan”. Benar Demi Allah, tidak seorangpun bergeser dari tempat terbunuhnya dari apa yang diisyaratkan oleh beliau saw.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslium.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepat, apa yang dikatakan oleh Rasulullah saw sungguh terbukti, yakni dua hal yang pernah diramalkan oleh beliau saw dan keduanya sesuai kandungan hadits yang mulia ini. Pertama akan terbunuhnya para pembesar Quraisy, dan kedua tempat terbunuhnya. Peristiwa perang Badar ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, tahun kedua hijriah.

    Ke-5

    Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan Khaibar oleh Ali ra.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukan Khaibar :

    “Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya”.

    Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Telah terbukti apa yang diucapkan Rasulullah saw, dimana penakhlukan Khaibar benar-benar terwujud melalui keperkasaan Ali ra. Tepatnya setelah sebelumnya sangat sulit dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar ra. Dan peristiwa itu terjadi pada tahun ketujuh (VII) hijriah.

    Ke-6

    Ramalan Rasulullah saw tentang seorang bernama Qazman Bahwa Ia Termasuk Penghuni Neraka.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, dari Rasulullah saw yang mengatakan tentang seorang laki-laki yang mengaku beragama Islam, beliau bersabda :

    “Orang ini termasuk penghuni neraka”.

    Maka tatkala terjadi peperangan hebat, laki-laki itupun ikut berperang bersama rombongan pasukan muslimin, dan akhirnya ia terluka dengan hebat. Kemudian ada yang bilang ; “Wahai Rasulullah, orang yang engkau katakan termasuk penghuni neraka itu ternyata hari ini berperang dengan gagah berani, dan ia telah gugur”. Beliau saw berkomentar singkat ; “Ia tetap akan masuk neraka”. Abi Hurairah menambahkan bahwa hampir ragu orang-orang mendengarnya. Akan tetapi, selagi mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada yang berteriak ; “Laki-laki tersebut belum mati”. Akan tetapi ia menderita cukup parah dan ketika malam tiba ia kehilangan kesabaran menahan sakit karena lukanya sehingga ia menusuk dirinya sendiri (bunuh diri). Dan kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah saw dan spontan beliau bersabda “Allahu Akbar, aku bersaksi bahwa diriku adalah hamba Allah dan RasulNya”. Kemudian beliau saw memerintahkan kepada Bilal agar berseru kepada orang banyak : “Bahwa tidak akan masuk sorga kecuali jiwa yang muslim (berserah diri), dan bahwasannya Allah swt akan mengukuhkan agamanya meskipun melalui orang durhaka”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepatlah Ramalan Rasulullah saw bahwa Qazman memang penghuni neraka karena tidak tabah menghadapi cobaan dengan bunuh diri.

    Ke-7

    Ramalan Rasulullah saw Bahwa Akan bertiup angin Yang Kencang.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitab shahihnya dari Abbad As Saa’di yang mengatakan, bahwa kami ikut ambil bagian dalam perang Tabuk bersama Rasulullah saw. Dan manakala rombongan kami tiba di lembah Al qura, maka terlihat seorang perempuan sedang berada di kebunnya. Lalu Rasulullah saw bersabda kepada sahabatnya : “Tebaklah kapasitas kebun tersebut (maksudnya buah korma yang ada di kebun tersebut). Sedang beliau saw menebaknya sebanyak sepuluh gantang (sekitar 1,8 ton). “Kemudian beliau saw berkata kepada perempuan itu : “Hitunglah berapa banyak kebunmu akan memberi hasil”. Selanjutnya kami tiba di Tabuk, beliau saw berkata lagi : “Nanti malam akan bertiup angin yang sangat kencang, maka jangan sampai ada seorangpun berdiri pada saat hal itu terjadi. Dan bagi yang memiliki onta, hendaklah ia mengikatnya kuat-kuat”. Maka kami mengikat unta-unta kami kuat-kuat, dan ternyata anginpun bertiup dengan sangat kencangnya. Tiba-tiba ada orang yang berdiri dan ia tersapu angin hingga ke gunung Thaiy. Pada waktu itu penguasa Ailah menghadiahkan kepada Rasulullah saw seekor bighal betina berwarna putih dan sehelai kain sprei untuk dipakai dan menyuratinya sebagai pemberitahuan bahwa rakyat Ailah tetap tinggal di dalam rumahnya dan bersedia membayar jizyah. Setelah itu kami kembali melewati lembah Al Qura, beliau saw menanyai perempuan pemilik kebun : “Berapa banyak yang di hasilkan oleh kebunmu?” Perempuan itu menjawab : “Sebanyak sepuluh gantang, sesuai apa yang diperkirakan Rasulullah saw”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Sungguh Rasulullah saw seorang yang jujur dan benar.
    Ke-8

    Ramalan Rasulullah saw tentang Penaklukan kota Al Hiirah.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Hiban dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Telah digambarkan kepadaku kota AlHiirah seperti taring-taring anjing dan kalian akan menaklukannya”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini secara zahir shahih sebagaimana di shahihkan oleh Al Haitsami.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Telah terbukti apa yang diberitakan oleh Rasulullah saw, dimana kaum muslimin benar-benar telah berhasil membebaskan kota Al Hiirah secara damai melalui Khalid bin Walid ra, tepatnya pada tahun kedua belas (XII) hijriah. Khalid mensyaratkan dalam perjanjian damai tersebut, bahwa penduduk Al Hiirah menyetor jizyah sebanyak sembilan puluh ribu dirham, dan ini merupakan jizyah pertama yang di tarik kaum muslimin.

    Ke-9

    Berita Al Quran bahwa gunung-gunung itu berjalan sebagaimana jalannya awan.

    “Dan kau lihat gunung kau sangka diam, padahal ia terbang bagaikan awan”. (QS An-Naml 88).

    Kenyataan dari yang di beritakan :

    Lewat surat An Naml ayat 88, Al Quran memberitahukan bahwa bumi kita yang kita sangka diam, sebenarnya bergerak bagaikan awan, yang oleh saint modern dibuktikan dengan gerakan gulirnya secepat 11,18 km per detik, sambil bergerak mengitari matahari dengan kecepatan 29,79 km per detik.

    Ke-10

    Ramalan Rasulullah saw tentang pembebasan Bait Al Maqdis.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda tentang tanda-tanda dekatnya hari kiamat, salah satunya kaum muslimin berhasil menaklukan Baitul maqdis.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Telah menjadi kenyataan apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw tersebut, dengan di bebaskannya Baitul Maqdis pada masa khalifah Umar Bin Khatab ra, tepatnya pada tahun kelima belas (XV) hijriah.

    Ke-11

    Ramalan Rasulullah saw tentang penaklukan Kota Al Madaain.

    Diriwayatkan oleh Imam muslim Bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Sungguh sekelompok kaum muslimin atau mukminin akan menguasai gudang-gudang harta Kisra yang terdapat di istana Putih”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepatlah ramalan Rasulullah dimana kaum muslimin benar-benar dapat menaklukan kota Madaain dimana terdapat padanya istana putih Kisra. Penaklukan ini terjadi pada tahun keenam belas (XVI) hijriah di bawah komando panglima Sa’ad bin Abu Waqas ra.

    Ke-12

    Ramalan Rasulullah tentang Penaklukan Mesir.

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Sesungguhnya kalian akan menaklukan Mesir, yakni sebuah negeri yang dikenal sebagai negeri Qiraat. Maka apabila kalian menguasainya, berlaku baiklah kepada penduduknya. Karena mereka memiliki hak pertalian darah dan hak persaudaraan. Atau beliau mengucapkan hak pertalian atau hak kekerabatan. Lalu apabila engkau menyaksikan dua orang bercekcok pada tempat batu merah, maka keluarlah darinya”.

    Abu Dzar ra berkata :

    “Benar aku melihat Abdurrahman bin Syarhabil bin hasan dan saudaranya yaitu Rabi’ah bertengkar pada tempat batu merah, lantas aku pun meninggalkan negeri itu.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Rasulullah saw benar. Dimana terbukti, bahwa kaum muslimin telah berhasil menaklukan Mesir pada tahun kedua puluh (XX) hijriah dengan dipimpin panglima Amru bin Ash ra. Pasukan itu mendapat restu dari khalifah Umar bin Khatab ra.

    Imam Nawawi berkomentar : Bahwa didalam hadits tersebut terkandung mukjizat yang nyata dari Rasulullah saw yang diantaranya adalah : pembitahuan beliau bahwa umatnya akan menguasai Mesir.

    Ke-13

    Ramalan Rasulullah saw tentang Zainab, Bahwa Ia Adalah istri yang pertama menyusul kematian Beliau.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim dalam kitab shahihnya dari Aisyah ra yang berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Yang paling cepat menyusulku diantara kalian(istri-istriku) adalah yang paling panjang ukuran tangannya”.

    Aisyah ra melanjutkan : “Merekapun saling menjulurkan tangannya dan mengukur siapa diantara mereka yang paling panjang ukuran tangannya. Lalu aisyah menambahkan lagi : “Ternyata yang paling panjang ukuran tangannya adalah Zainab, karena ia bekerja dengan tangannya dan bersedekah”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits ini shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Asysyaikani.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Demikianlah yang terjadi. yaitu sebagaimana yang diramalkan oleh junjungan kita Rasulullah saw, bahwa memang Zainablah diantara istrinya yang paling cepat menyusul kematiannya.

    Ke-14

    Ramalan Rasulullah saw tentang Fathimah, Bahwa ia adalah Orang pertama diantara anggota keluarganya yang menyusul kematian Beliau.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Setiap tahun Jibril as mengetes Al Quran bersamaku sebanyak satu kali, dan tahun ini ia melakukannya sebanyak dua kali. Aku (nabi) merasa, bahwa hal itu merupakan isyarat sudah dekat ajalku, dan engkau Fathimah adalah orang pertama diantara keluargaku yang menyusul kepergianku”.

    Tingkatan hadits :

    Hadits tersebut shahih sebagaimana disepakati Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepat sekali apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw, bahwa Fathimah adalah anggota keluarganya yang pertama menyusul kematian beliau saw. Benar Fathimah tidak hidup lama setelah wafatnya Rasulullah saw, kecuali hanya enam bulan.

    Ke-15

    Ramalan Rasulullah tentang Perang melawan Bangsa Turki.

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda :

    “Tidak akan terjadi kiamat sebelum kalian memerangi bangsa Turki, yang bermata elang, berwajah kemerah-merahan, berhidung kecil, seakan-akan muka mereka seperti perisai berlapis kulit”.

    Kenyataan dari yang diramalkan :

    Tepatlah kiranya apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Memang, telah berkali-kali terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Turki. Yang pertama terjadi pada masa khalifah Umar ra, tepatnya tahun kedua puluh dua (XXII) hijriah dibawah panglima Abdurahman bin Rabi’ah ra.

    Mukjizat Nabi Muhammad SAW

    Sumber:
    http://vitasarasi.multiply.com/reviews/item/62

    1. Bulan Terbelah

    “Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah bulan.” (Quran, 54:1)”

    Berita tentang terbelahnya bulan pada jaman Nabi saw banyak diriwayatkan oleh para Shahabat, sehingga hadis tentang terbelahnya bulan adalah hadis Muthawatir.

    Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: “Pada masa hidup Nabi saw, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi saw bersabda: “Saksikanlah!”
    (Sahih Bukhari, juz 4 no 830)”

    Diriwayatkan oleh Anas: “Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah saw untuk menunjukkan mukjizat, maka Nabi menunjukkan bulan yang terbelah.”
    (Sahih Bukhari, juz 4 no 831)”

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi saw.” (Sahih Bukhari, juz 4 no 832)”

    Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: “Orang-orang Mekah meminta Nabi saw untuk menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung Hira’ itu dapat mereka lihat diantara dua belahannya.”
    (Sahih Bukhari, juz 5 no 208)”

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Diwaktu kami bersama-sama Rasulullah saw di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung dibelakang gunung, maka sabda Rasulullah saw: “Saksikanlah!” Saksikanlah!”
    (Sahih Bukhari, juz 5 no 209)”

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas: “Pada masa hidup Nabi saw bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 210)”

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah: “Bulan terbelah menjadi dua.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 211)”

    Lihat juga di : (Sahih Bukhari, juz 6 no 350) (Sahih Bukhari, juz 6 no 387) (Sahih Bukhari, juz 6 no 388) (Sahih Bukhari, juz 6 no 389) (Sahih Bukhari, juz 6 no 390) (Sahih Bukhari, juz 6 no 391) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6721) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6724) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar, juz 039 no 6725) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar, juz 039 no 6726) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6728) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa’l Janna wa’n-Nar juz 039 no 6729) (Sahih Muslim, juz 039 no 6730)

    2. Pohon kurma berbuah seketika

    Diriwayatkan oleh Jabir:

    Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang banyak. Kemudian, aku mendatangi Rasulullah saw untuk melaporkan kepada Beliau mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, bapakku telah meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak mempunyai apa-apa lagi kecuali yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu sudah dua tahun tidak berbuah. Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah agar orang yang memiliki piutang tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian Rasulullah mengajakku pergi ke kebun kurma. Sesampainya disana beliau mengitari pohon kurmaku yang dilanjutkan dengan berdo’a. Setelah itu beliau duduk seraya berkata kepadaku, “Ambillah buahnya.” Mendengar perintah Rasulullah saw tersebut, aku langsung memanjat pohon kurma untuk memetik buahnya yang tiba-tiba berbuah. Buah kurma itu kupetik sampai cukup jumlahnya untuk menutupi utang bapakku, bahkan sampai lebih. (Sahih Bukhari Juz 4 no 780)

    3. Air memancar dari sela-sela jari Beliau saw

    Diriwayatkan oleh ‘Abdullah:

    “Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah, tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah peringatan. Suatu ketika kami menyertai Rasulullah saw dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi saw bersabda: “Bawalah kemari air yang tersisa!” orang-orang membawa kantung yang berisi sedikit air. Nabi saw memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata, “Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah.” Aku melihat air memancar dari sela-sela jemari tangan Rasulullah saw.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).

    Diriwayatkan oleh Anas:

    “Semangkuk air dibawa kehadapan Nabi saw di Al Zawra. Nabi saw memasukkan kedua telapak tangannya kedalam mangkok itu dan air memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan air itu. Qatadah berkata kepada Anas, “Berapa orang yang hadir pada waktu itu?” Anas menjawab, “Tiga ratus orang atau mendekati tiga ratus orang.”
    (Sahih Bukhari, juz 4 no 772).
    Lihat juga : (Sahih Bukhari juz 4 no 777) (Sahih Bukhari juz 1 no 340)

    4. Makanan Nabi Mengagungkan Nama Allah

    Diriwayatkan oleh Abdullah:

    “Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan Rasulullah saw mengagungkan nama Allah.” (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).

    5. Hujan Lebat dan Banjir

    Diriwayatkan oleh Anas:

    Pernah lama Madinah tidak turun hujan, sehingga terjadilah kekeringan yang bersangatan. Pada suatu hari Jum’at ketika Rasulullah saw sedang berkotbah Jum’at, lalu berdirilah seorang Badui dan berkata: “Ya Rasulullah, telah rusak harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada Allah agar diturunkan hujan atas kita. Berkata Anas : Mendengar permintaan badui tersebut, Rasulullah mengangkat kedua tangannya kelangit (berdo’a). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan sedikitpun. Tiba-tiba berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung. Sebelum Rasulullah saw turun dari mimbarnya, hujan turun dengan selebat-lebatnya, sehingga Rasulullah saw sendiri kehujanan, air mengalir melalui jenggot Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jum’at yang berikutnya, sehingga kota Madinah mengalami banjir besar, rumah-rumah sama terbenam. Maka datang Orang Badui berkata kepada Rasulullah saw: Ya Rasulullah, sudah tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda. Berdo’alah kepada Allah agar hujan diberhentikan diatas kota Madinah ini, agar hujan dialihkan ketempat yang lain yang masih kering. Rasulullah saw kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit berdo’a: Allahuma Hawaaliinaa Wa laa Alainaa (Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan ditempat-tempat yang ada disekitar kami, jangan atas kami). Berkata Anas: Diwaktu berdo’a itu Rasulullah saw menunjuk dengan telunjuk beliau kepada awan-awan yang dilangit itu, seakan-akan Beliau mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus didatangi. Baru saja Rasulullah menunjuk begitu berhentilah hujan diatas kota Madinah.
    (Sahih Bukhari, juz 8 no 115).

    6. Sakit mata Ali sembuh dengan dengan hanya ditiup dan dido’akan oleh Rasulullah saw

    Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab shahihnya, bahwa Rasulullah saw bersabda pada saat peristiwa penaklukkan Khaibar :

    “Esok hari aku (Nabi saw) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan Rasulnya mencintainya”.

    Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya bertanya-tanya didalam hati, kepada siapa diantara mereka akan diberi bendera itu. Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: “Kemana Ali?” lalu ada yang mengatakan kepada beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah saw meniup kedua mata Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah saw memberikan bendera itu kepadanya. (Sahih Bukhari).

    7. Dua Sahabat Nabi saw dibimbing oleh cahaya

    Diriwayatkan oleh Anas bin Malik:

    Ada dua orang sahabat Nabi saw meninggalkan Nabi saw. Ditengah malam yang gelap gulita keduanya berjalan dengan ada dua sinar yang menerangi perjalanan keduanya yang ada di depannya. Tatkala keduanya berpisah diperempatan jalan, masing-masing setiap orang ditemani sebuah sinar yang membimbing mereka pulang ke rumah.”
    (Sahih Bukhari juz 1 no 454).

    8. Mimbar menangis

    Diriwayatkan oleh Ibn Umar:

    Rasulullah saw naik keatas mimbar dan berkotbah. Sedang Rasulullah saw berkotbah, Rasulullah saw mendengar mimbar itu menangis seperti tangisan anak kecil, sehingga seakan-akan mimbar itu mau pecah. Lalu Rasulullah saw turun dari mimbar dan merangkul mimbar itu sehingga tangisnya berkurang sampai mimbar itu diam sama sekali. Rasulullah saw berkata: “Mimbar itu menangis mendengar ayat-ayat Allah dibacakan diatasnya.”
    (Sahih Bukhari juz 4 no 783).

    9. Mayat seorang murtad tidak diterima oleh Bumi

    Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

    Di antara kami ada seorang lelaki dari Bani Najjar, dia telah membaca surah al-Baqarah dan surah Ali Imran serta selalu menulis untuk Rasulullah s.a.w, lalu dia melarikan diri untuk bersama-sama Ahli Kitab. Anas berkata: Ahli Kitab menyanjungnya. Mereka berkata: Lelaki ini telah menulis untuk Muhammad menyebabkan mereka mengkaguminya. Setelah beberapa ketika bersama-sama Ahli Kitab, lelaki tersebut meninggal dunia. Ahli Kitab menggali kubur dan mengkebumikannya. Bumi memuntahkannya ke permukaan. Mereka menggali lagi dan mengkebumikannya semula. Namun bumi tetap memuntahkan lelaki tersebut ke permukaan. Mereka menggali dan mengkebumikannya lagi. Bumi tetap memuntahkannya semula ke permukaan. Akhirnya mereka membiarkannya di permukaan bumi (Sahih Bukhari juz 4 no 814).

    10. Srigala berbicara

    (Sahih Bukhari Juz 3 no 517).

    11. Isra’ Miraj Nabi saw

    Dari Anas bin Malik r.a katanya:

    Rasulullah s.a.w bersabda: Aku telah dibawakan Buraq, yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari himar tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut menyentuh bumi. Baginda bersabda lagi: Tanpa membuang waktu, aku menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Baginda bersabda lagi: Aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Baginda bersabda lagi: Kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat dua rakaat. Setelah selesai aku keluar, tiba-tiba aku didatangi Jibril a.s. dengan semangkuk arak dan semangkuk susu. Aku memilih susu. Lalu Jibril a.s berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril a.s membawaku naik ke langit. Ketika Jibril a.s meminta agar dibukakan pintu, kedengaran suara bertanya: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Lalu dibukakan pintu kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Adam a.s, beliau menyambutku serta mendoakan aku dengan kebaikan. Seterusnya aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Isa bin Mariam dan Yahya bin Zakaria, mereka berdua menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik langit ketiga. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Yusuf a.s ternyata dia telah dikaruniai kedudukan yang sangat tinggi. Dia menyambut aku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keempat. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Idris a.s dia terus menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Allah s.w.t berfirman: Dan kami telah menganggkat ke tempat yang tinggi darjatnya. Aku dibawa lagi naik ke langit kelima. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Harun a.s dia menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit keenam. Jibril a.s meminta supaya dibukakan pintu. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Musa a.s dia menyambutku dan mendoakan aku dengan kebaikan. Aku dibawa lagi naik ke langit ketujuh. Jibril a.s meminta supaya dibukakan. Kedengaran suara bertanya lagi: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril a.s ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril a.s menjawab: Muhammad. Jibril a.s ditanya lagi: Adakah dia telah diutus? Jibril a.s menjawab: Ya, dia telah diutus. Pintu pun dibukakan kepada kami. Ketika aku bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s dia sedang berada dalam keadaan menyandar di Baitul Makmur. Begitu luasnya setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat, yang setelah keluar mereka tidak kembali masuk. Kemudian aku dibawa ke Sidratul Muntaha. Daun-daunnya besar umpama telinga gajah manakala buahnya pula sebesar tempayan. Baginda bersabda: Ketika perintah Allah memenuhi Sidratul Muntaha maka Sidratul Muntaha berubah. Tidak seorang pun dari makhluk Allah yang mampu menggambarkan keindahannya. Lalu Allah s.w.t memberikan wahyu kepada baginda dengan mewajibkan shalat lima puluh waktu sehari semalam. Tatakala baginda turun dan bertemu Nabi Musa a.s, dia bertanya: Apakah yang telah diwajibkan oleh Tuhanmu kepada umatmu? Baginda bersabda: Shalat lima puluh waktu. Nabi Musa a.s berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya. Aku pernah mencoba Bani Israil dan memberitahu mereka. Baginda bersabda: Baginda kemudian kembali kepada Tuhan dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan kepada umatku. Lalu Allah s.w.t mengurangi lima waktu shalat. Baginda kembali kepada Nabi Musa a.s dan berkata: Allah telah mengurangi lima waktu shalat dariku. Nabi Musa a.s berkata: Umatmu masih tidak mampu melaksanakannya. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Baginda bersabda: Aku pulang pergi antara Tuhan dan Nabi Musa a.s, sampai Allah s.w.t berfirman: Wahai Muhammad! Sesungguhnya aku fardukan hanyalah lima waktu sehari semalam. Setiap shalat fardu mendapat sepuluh kelipatan pahala, maka lima waktu shalat sama dengan lima puluh shalat. Barangsipa berniat untuk melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, niscaya akan dicatat baginya satu kebaikan. Jika dia melaksanakannya, maka
    dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya Barangsiapa yang berniat ingin melakukan kejahatan, tetapi tidak melakukannya, niscaya tidak sesuatu pun dicatat baginya. Seandainya dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan baginya. Baginda turun hingga sampai kepada Nabi Musa a.s, lalu aku memberitahu kepadanya. Dia masih lagi berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Baginda menyahut: Aku terlalu banyak berulang-ulang menghadap Tuhan, sehingga aku merasa malu kepadaNya.
    (Sahih Bukhari 5 no 227).

    12. Berhala-berhala runtuh dengan hanya ditunjuk oleh Rasulullah saw

    Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud r.a katanya:

    Ketika Nabi s.a.w memasuki Mekah terdapat sebanyak tiga ratus enam puluh buah berhala di persekitaran Kaabah. Lalu Nabi s.a.w meruntuhkannya dengan menggunakan tongkat yang berada di tangannya seraya bersabda: Bermaksud: Telah datang kebenaran dan musnahlah kebatilan karena sesungguhnya kebatilan itu, adalah sesuatu yang pasti musnah. Bermaksud: Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan bermula dan tidak akan berulang. Ibnu Abu Umar menambah: Peristiwa itu terjadi pada masa pembukaan Kota Mekah.
    (Sahih Bukhari, kitab Jihad)

    13. Makanan sedikit dimakan banyak orang

    Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah r.a katanya:

    Semasa parit Khandak digali, aku melihat keadaan Rasulullah s.a.w dalam keadaan sangat lapar. Maka akupun segera kembali ke rumahku dan bertanya kepada isteriku, apakah engkau mempunyai sesuatu (makanan)? Kerana aku melihat Rasulullah s.a.w tersangat lapar. Isteriku mengeluarkan sebuah beg yang berisi satu cupak gandum, dan kami mempunyai seekor anak kambing dan beberapa ekor ayam. Aku lalu menyembelihnya, manakala isteriku menumbuk gandum. Kami sama-sama selesai, kemudian aku memotong-motong anak kambing itu dan memasukkannya ke dalam kuali. Apabila aku hendak pergi memberitahu Rasulullah s.a.w, isteriku berpesan: Jangan engkau memalukanku kepada Rasulullah s.a.w dan orang-orang yang bersamanya. Aku kemudiannya menghampiri Rasulullah s.a.w dan berbisik kepada Baginda: Wahai Rasulullah! Kami telah menyembelih anak kambing kami dan isteriku pula menumbuk satu cupak gandum yang ada pada kami. Karena itu, kami menjemput baginda dan beberapa orang bersamamu. Tiba-tiba Rasulullah s.a.w berseru: Wahai ahli Khandak! Jabir telah membuat makanan untuk kamu. Maka kamu semua dipersilakan ke rumahnya. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda kepadaku: Jangan engkau turunkan kualimu dan jangan engkau buat roti adonanmu sebelum aku datang. Aku pun datang bersama Rasulullah s.a.w mendahului orang lain. Aku menemui isteriku. Dia mendapatiku lalu berkata: Ini semua adalah karena kamu, aku berkata bahawa aku telah lakukan semua pesananmu itu. Isteriku mengeluarkan adonan roti tersebut, Rasulullah s.a.w meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Kemudian Baginda menuju ke kuali kami lalu meludahinya dan mendoakan keberkatannya. Setelah itu Baginda bersabda: Sekarang panggillah pembuat roti untuk membantumu dan cedoklah dari kualimu, tapi jangan engkau turunkannya. Ternyata kaum muslimin yang datang adalah sebanyak seribu orang. Aku bersumpah demi Allah, mereka semua dapat memakannya sehingga kenyang dan pulang semuanya. Sementara itu kuali kami masih mendidih seperti sediakala. Demikian juga dengan adonan roti masih tetap seperti asalnya. Sebagaimana kata Ad-Dahhak: Masih tetap seperti asalnya.
    (Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

    14. Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang

    Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya

    Kami dengan sejumlah seratus tiga puluh orang sedang bersama Nabi s.a.w. Nabi s.a.w bertanya: Adakah salah seorang di antara kamu mempunyai makanan? Didapati ada seorang yang mempunyai kira-kira satu gantang gandum atau seumpamanya, lalu diadunkannya. Kemudian datang seorang lelaki tinggi dan kusut rambutnya membawa kambing-kambing untuk dijual. Nabi s.a.w bertanya: Adakah ianya untuk dijual atau dihadiahkan? Lelaki itu menjawab: Tidak! Bahkan ianya untuk dijual! Maka dibeli daripadanya seekor kambing. Setelah disembelih, Rasulullah s.a.w memerintahkan supaya diambil hatinya untuk dipanggang. Dia (Abdul Rahman bin Abu Bakar) berkata: Demi Allah! Setiap seratus tiga puluh orang itu, kesemuanya mendapat sepotong hati kambing daripada Rasulullah s.a.w. Jika orang itu ada bersama, maka Rasulullah s.a.w memberikannya. Jika sebaliknya, Rasulullah s.a.w menyimpan untuknya. Makanan itu dibagikan kepada dua talam. Kami makan dari kedua talam itu sehingga kenyang. Lebihan yang terdapat pada kedua talam tersebut dibawa ke atas unta atau mungkin juga riwayatnya begitu.
    (Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

    15. Susu dan kencing unta menyembuhkan penyakit

    Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

    Sesungguhnya beberapa orang dari daerah Urainah datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah s.a.w mereka telah mengidap sakit perut yang agak serius. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepada mereka: Sekiranya kamu mau, keluarlah dan carilah unta sedekah, maka kamu minumlah susu dan air kencingnya. Lalu mereka meminumnya, dan ternyata mereka menjadi sehat. Kemudian mereka pergi kepada sekumpulan pengembala lalu mereka membunuh pengembala yang tidak berdosa itu dan mereka telah menjadi murtad (keluar dari Islam.) Mereka juga telah melarikan unta milik Rasulullah s.a.w, kemudian peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah s.a.w. Lalu baginda memerintahkan kepada para Sahabat agar menangkap mereka. Setelah ditangkap lalu mereka dihadapkan kepada baginda s.a.w. Maka Rasulullah s.a.w pun memotong tangan dan kaki serta mencungkil mata mereka. Kemudian baginda membiarkan mereka berada di al-Harrah (sebuah daerah di Madinah yang terkenal penuh dengan batu hitam) sehingga mereka meninggal dunia.
    (Sahih Bukhari, Muslim, kitab qishas dan diyat).

    16. Roti sedikit cukup untuk orang banyak

    Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya:

    Abu Talhah telah berkata kepada Ummu Sulaim: Aku mendengar suara Rasulullah s.a.w begitu lemah. Tahulah aku baginda dalam keadaan lapar. Apakah engkau mempunyai sesuatu? Ummu Sulaim menjawab: Ya! Kemudiannya dia menghasilkan beberapa buku roti dari gandum dan setelah itu, mengambil kain tudungnya dan membungkus roti itu dengan separuh kain tudung, lalu disisipkan di bawah bajuku, sedangkan yang separuh lagi diselendangkan kepadaku. Selepas itu pula dia menyuruhku pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. Akupun berangkat membawa roti yang dibungkus kain tudung itu. Aku mendapatkan Rasulullah s.a.w yang sedang duduk di dalam masjid bersama orang-ramai dan berada di sisi mereka. Rasulullah s.a.w bertanya: Abu Talhah yang mengutusmu? Aku menjawab: Ya, benar! Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Untuk makanan? Aku menjawab: Ya! Rasulullah s.a.w bersabda kepada orang-ramai yang bersama baginda: Bangunlah kamu sekalian! Rasulullah s.a.w lalu berangkat diiringi para sahabat dan aku berjalan di antara mereka untuk segera memberitahu Abu Talhah. Maka Abu Talhah berkata: Wahai Ummu Sulaim! Rasulullah s.a.w telah datang bersama orang yang ramai, padahal kita tidak mempunyai makanan yang mencukupi untuk mereka. Dia menjawab: Allah dan RasulNya lebih tahu. Lalu Abu Talhah menjemput Rasulullah s.a.w dan Rasulullah s.a.w pun masuk bersamanya. Rasulullah s.a.w bersabda: Bawakan ke sini apa yang ada di sisimu wahai Ummu Sulaim! Ummu Sulaim terus membawa roti tersebut kepada baginda kemudian memerah bekas lemaknya untuk dijadikan lauk dimakan dengan roti. Kemudian Rasulullah s.a.w mendoakan makanan itu. Setelah itu baginda bersabda: Izinkan sepuluh orang masuk! Abu Talhah memanggil sepuluh orang Sahabat. Mereka makan sehingga kenyang kemudian keluar. Rasulullah s.a.w menyambung: Biarkan sepuluh orang lagi masuk. Sepuluh orang berikutnya pun masuk dan makan sehingga kenyang lalu keluar. Rasulullah s.a.w kemudian bersabda lagi: Suruhlah sepuluh orang lagi masuk. Demikian berlaku terus-menerus sehingga semua orang dapat makan hingga kenyang, padahal jumlah mereka adalah lebih kurang tujuh puluh atau delapan puluh orang.
    (Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

    17. Doa untuk Anas bin Malik

    Diriwayatkan daripada Anas r.a daripada Ummu Sulaim katanya:

    Wahai Rasulullah! Aku menjadikan Anas sebagai khadammu, tolonglah berdoa untuknya. Rasulullah s.a.w pun berdoa: Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya dan berkatilah apa yang diberikan kepadanya.

    Berkata Anas: “Demi Allah, harta bendaku memang banyak dan anak begitu juga anak dari anakku memang banyak sekali dan sekarang sudah berjumlah lebih dari 100 orang.
    (Sahih Bukhari, Muslim, kitab kelebihan para sahabat).

    18. Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat

    Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar r.a katanya

    Mereka yang disebut Ashaab As-Suffah adalah orang-orang miskin. Rasulullah s.a.w pernah bersabda suatu ketika: Siapa mempunyai makanan untuk dua orang, dia hendaklah mengajak orang yang ketiga dan sesiapa mempunyai makanan untuk empat orang, dia hendaklah mengajak orang kelima, keenam atau seperti diriwayatkan dalam Hadis lain. Abu Bakar r.a datang dengan tiga orang. Nabi pula pergi dengan sepuluh orang dan Abu Bakar dengan tiga orang yaitu aku, ibu dan bapaku. Tetapi aku tidak pasti adakah dia berkata: Isteriku dan khadamku berada di antara rumah kami dan rumah Abu Bakar. Abdul Rahman berkata lagi: Abu Bakar makan malam bersama Nabi s.a.w dan terus berada di sana sehinggalah waktu Isyak. Selesai sembahyang, dia kembali ke tempat Nabi s.a.w lagi, sehinggalah Rasulullah s.a.w kelihatan mengantuk. Sesudah lewat malam, barulah dia pulang. Isterinya menyusulinya dengan pertanyaan: Apa yang menghalang dirimu untuk pulang menemui tetamumu? Abu Bakar berkata: Bukankah engkau telah menjamu mereka makan malam? Isterinya menjawab: Mereka tidak mau makan sebelum engkau pulang, padahal anak-anak sudah mempersilakan tetapi mereka tetap enggan. Akupun berundur untuk bersembunyi. Lalu terdengar Abu Bakar memanggil: Hai dungu! Diikuti dengan sumpah-serapah. Kemudian dia berkata kepada para tetamunya: Silakan makan! Barangkali makanan ini sudah tidak enak lagi. Kemudian dia bersumpah: Demi Allah, aku tidak akan makan makanan ini selamanya! Abdul Rahman meneruskan ceritanya: Demi Allah, kami tidak mengambil satupun kecuali sisanya bertambah lebih banyak lagi, sehinggalah apabila kami sudah merasa kenyang, makanan itu menjadi bertambah banyak daripada yang sedia ada. Abu Bakar memandangnya ternyata makanan itu tetap seperti sedia atau bahkan lebih banyak lagi. Dia berkata kepada isterinya: Wahai saudara perempuanku! Bani Firas apakah ini? Isterinya menjawab: Tidak! Demi cahaya mataku, sekarang ini makanan tersebut bertambah tiga kali ganda lebih banyak daripada sediakala. Lalu Abu Bakar makan dan berkata: Sumpahku tadi adalah dari syaitan. Dia makan satu suap, kemudian membawa makanan tersebut kepada Rasulullah s.a.w dan membiarkannya di sana hingga pagi hari. Pada waktu itu di antara kami (kaum muslimin) dengan suatu kaum akan dilangsungkan satu perjanjian. Apabila tiba waktunya, kamipun menjadikan dua belas orang sebagai ketua saksi, masing-masing mengepalai beberapa orang. Hanya Allah yang tahu berapa orangkah sebenarnya yang diutuskan bersama mereka. Cuma yang pastinya Rasulullah s.a.w memerintah agar dipanggilkan mereka kesemuanya. Lalu kesemuanya makan dari makanan yang dibawa oleh Abu Bakar atau sebagaimana yang diriwayatkan dalam riwayat yang lain.
    (Sahih Bukhari, Muslim, Kitab Minuman).

    19. Ingatan Abu Hurairah

    Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah saw bahwa dia terlalu pelupa. Lalu Rasulullah saw membentangkan kainnya diatas tanah, lalu memegang-megang kainnya dengan tangan beliau. Abu Hurairah disuruh Rasulullah memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah tidak pernah lupa-lupa lagi. Dan beliau terkenal paling banyak menghafal hadis.
    (Sahih Bukhari muslim).

    20. Mukjizat Al Qur’an

    Al qur’an merupakan mukjizat yang masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Itulah mukjizat yang akan tetap eksis sampai akhir jaman.

    Sumber tulisan: milis “bahasa-quran@yahoogroups.com“
    Pengirim: “agus rasidi” rasidi@wicaksana.co.id

    ——————

    REFERENSI LAIN:

    Judul Buku: Mukjizat Nabi Dan Rasul Menurut Perspektif Islam
    Pengarang : Harun Arrasyid Hj. Tuskan
    Penerbit : Zebra Editions Sdn Bhd
    Genre : Agama
    Mukasurat : 151 halaman
    Cetakan Pertama : 2003
    ISBN : 9832617022

    Daftar Pustaka

    http://myquran.org/forum/index.php/topic,28955.30.html

    Baca selengkapnya…

    About

    Assalamualaikum wr.wb

    Misi Blog ini:

    1. Membuktikan kebohongan dan kepalsuan agama Kristen.
    2. Membuktikan apology Kristen adalah Dusta.
    3. Menguak misteri Alkitab.

    Tentang Penulis:

    **Nama samaran :
    Utsman

    **Pertama kali saya diprovokasi oleh Kristen :
    Ketika saya masih duduk di bangku SMP.

    **Masalah Kristologi yang disukai:
    sejarah, taurat, injil, nubuat, Paulus

    Aturan Copy Paste

    Boleh mengcopy maupun memodifikasi.

    Catatan lain

    Salam

    (Last update 1/11/07)

    Baca selengkapnya…

    Tidak Ada Kota Nazareth Di zaman Yesus

    Rabu, Oktober 24, 2007

    Kita sering mendengar dari umat Kristen mengenai sebutan “Yesus dari kota Nazareth”. Nama kota Nazareth ini telah disebut dibeberapa ayat Injil kanonik dan Kisah Para Rasul, yang mengindikasikan bahwa menurut Perjanjian Baru, ada sebuah kota bernama kota Nazareth di Palestina pada zaman Yesus Kristus.

    nazareth_map
    Peta Nazareth

    Alkitab Terjemahan Baru
    Matius 2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

    Matius 4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,

    Matius 21:11 Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.”

    Markus 1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.

    Lukas 1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

    Lukas 2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, —karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud—

    Lukas 2:39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.

    Lukas 2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

    Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

    Yohanes 1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”

    Yohanes 1:46 Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

    Kisah 10:38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.

    Yesus hidup di abad 1 M. Dalam Injil kanonik dan Kisah diatas dinyatakan mengenai sebuah kota bernama Nazareth.

    Tetapi faktanya adalah bahwa tidak ada bukti sejarah yang mencatat sebuah kota bernama kota Nazareth pernah ada di abad 1 M, artinya tidak ada sebuah kota bernama kota Nazareth di zaman kehidupan Yesus.

    Sumber:
    Wikipedia-Nazareth
    Online : http://en.wikipedia.org/wiki/Nazareth#Contrary_views

    Frank Zindler, managing editor of the American Atheist Press, has asserted that Nazareth did not exist in the first century.[47] His arguments include the following:

    • No “ancient historians or geographers mention [Nazareth] before the beginning of the fourth century [AD].”[48]
    • Nazareth is not mentioned in the Old Testament, the Talmud, nor in the Apocrypha and it does not appear in any early rabbinic literature.
    • Nazareth was not included in the list of settlements of the tribes of Zebulon (Joshua 19:10-16) which mentions twelve towns and six villages
    • Nazareth is not included among the 45 cities of Galilee that were mentioned by Josephus (37AD-100AD).
    • Nazareth is also missing from the 63 towns of Galilee mentioned in the Talmud.

    Zindler’s view is historically possible if Nazareth came into existence at the same time that the New Testament gospels were being written and redacted. Most scholars place that literary activity between the two Jewish Wars (70 AD-132 AD).

    ———————
    47. ^ Zindler, F. “Where Jesus Never Walked,” American Atheist, Winter 1996-97, pp. 33-42.
    48. ^ Zindler, F. “Where Jesus Never Walked,” American Atheist, Winter 1996-97, p. 34.

    Anda orang Kristen benar-benar melawak jika Anda menyebut “Yesus dari Nazareth”, karena TIDAK ADA nama kota Nazareth di abad 1 M.

    Josephus (37-100 M) adalah seorang sejarawan Yahudi. Ia telah mencatat nama 45 kota di Galilee. Namun ia sama sekali tidak menyebut sebuah kota bernama kota Nazareth.

    Talmud tidak mencatat ada sebuah nama kota bernama Nazareth di abad 1 M, artinya tidak ada nama kota Nazareth di zaman Yesus.

    Bahkan Paulus pun tidak pernah menyebut sebuah kota bernama kota Nazareth dalam surat-suratnya yang kini ada di Perjanjian Baru.

    Perjanjian Lama sama sekali tidak pernah menyebut nama kota Nazareth, artinya kota Nazareth pun tidak pernah ada sebelum abad 1 M.

    Apologist (Pembela) Kristen biasanya akan menyatakan bahwa Nazareth adalah sebuah desa dizaman Yesus sebagaimana arkeologi telah membuktikannya. Tetapi pendapat Apologist Kristen dapat terbantahkan dengan sendirinya, karena berdasarkan catatan Injil, Nazareth adalah berstatus sebagai kota BUKAN desa!

    “Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret.” (Matius 2:23 TB)

    “malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret.” (Lukas 1:26 TB)

    “kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.” (Lukas 2:39 TB)

    Daerah yang kini bernama kota Nazareth berdasarkan arkeologi memang dahulu pernah dihuni oleh sekelompok masyarakat. Tetapi daerah tsb belum menjadi sebuah kota, apalagi bernama kota Nazareth!

    Fakta bahwa Nazareth belum ada sebagai sebuah kota, membuktikan kepada kita bahwa Injil korup kanonik ini disusun setelah abad 1 M. Karena hanya orang yang hidup pasca abad 1 M, yang dapat menyebut “Kota Nazareth”.

    Demikianlah artikel ini dibuat dan saya harap dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kalangan pecinta kebenaran sejati baik Muslim maupun Kristen. Embrace Islam & U will be saved!

    Baca selengkapnya…

    Posting Lama

    Artikel Unggulan

     

    Search This Blog

     

    Arsip

    Arsip November (4) Oktober (7) September (8) Agustus (8) Juli (3)

     

    Kategori

     

    About Me

    Data Kristen

    Melihat profil lengkap saya  

    Links

     

    Data Kristen

    ↑ Grab this Headline Animator

    Langganan Feed

    Technorati Profile

    Powered By Blogger

    var s_sid = 168953;var st_dominio = 4; var cimg = 233;var cwi =112;var che =50; ‘); document.writeln(”);

    <a href=”http://www.histats.com&#8221; target=”_blank”> <img border=”0″ alt=”free web page counters” src=”http://s4.histats.com/stats/0.gif?168953&1&#8243; /></a>

     

    Total Visitors

    var sc_project=2766784; var sc_invisible=0; var sc_partition=28; var sc_security=”d7076853″; var sc_text=2; 3,830 <div class=”statcounter”><a class=”statcounter” href=”http://www.statcounter.com/”><img alt=”counter free hit unique web” src=”http://c29.statcounter.com/2766784/0/d7076853/0/&#8221; class=”statcounter” /></a></div>

     

    Berita Eramuslim.com

     

    Artikel Berdasarkan Abjad

    [A] Analisis Silsilah YesusApakah Kejadian 1:1-3 Menunjukkan TrinitasApakah Muhammad Keturunan IsmailApakah Yusuf Suami Maria Pedofilia

    [B] Benarkah Maria Anak Eli di Hagigah 77:4

    [D] Debat Trinitas Shamoun Versus Winn 1Debat Trinitas Shamoun Versus Winn 2Debat Trinitas Shamoun Versus Winn 3″Dogma Trinitas Tuhan Beranak Bukan Monotheisme

    [G] Gereja Mempromosikan Penipuan

    [I] Interpolasi Antiquities of the Jews

    [K] Kebohongan Sejarah Dalam Injil-Injil PBKelahiran Yesus dan Sensus QuiriniusKepalsuan 1 Yohanes 5:7 Dalil TrinitasKesaksian Ali Makrus AtamimiKontradiksi Kematian Yudas IskariotKontradiksi Paulus BertobatKontradiksi Pertobatan Paulus Masa Sich

    [L] Legenda 500 Saksi Kebangkitan Yesus

    [M] Mukjizat Nabi Muhammad SAW

    [P] Paganisme Dalam Agama KristenPaulus Masuk Neraka Menurut Injil MatiusPaulus Menghujat TuhanPaulus Versus Murid-Murid YesusPedofilia Balita Dan Teror BiblePenipuan Lukas

    [R] Ratusan Kontradiksi Alkitab

    [T] Tidak Ada Kota Nazareth Di zaman Yesus

    [Y] Yohanes 20:28 Tidak membuktikan Yesus Tuhan

     

    Top100 Bloggers - Top Blog Directory - Blog Top list Add to Technorati Favorites

    Directory of Religion Blogs Religion blogs<a href=”http://www.blogtoplist.com/rss/katrina-kaif.html”>Katrina Kaif</a> Top Blogs Indonesian Top Blog

    Kolom blog tutorial Indonesian Muslim Blogger Blogger Indonesia

     

    _WidgetManager._Init(‘http://www.blogger.com/rearrange?blogID=6905634506605885962&#8217;, ‘http://datakristen.blogspot.com/&#8217;,’6905634506605885962′); _WidgetManager._SetPageActionUrl(‘http://www.blogger.com/display?blogID=6905634506605885962&#8217;, ‘fHiz0_BuPCc_hyMw1eh2zMBFHN4=:1194442787844’); _WidgetManager._SetDataContext([{‘name’: ‘blog’, ‘data’: {‘title’: ‘Data Kristen’, ‘pageType’: ‘index’, ‘url’: ‘http://datakristen.blogspot.com/&#8217;, ‘homepageUrl’: ‘http://datakristen.blogspot.com/&#8217;, ‘pageTitle’: ‘Data Kristen’, ‘encoding’: ‘UTF-8’, ‘isPrivate’: false, ‘languageDirection’: ‘ltr’, ‘feedLinks’: ‘\u003clink rel\u003d\”alternate\” type\u003d\”application/atom+xml\” title\u003d\”Data Kristen – Atom\” href\u003d\”http://datakristen.blogspot.com/feeds/posts/default\” /\>\n\u003clink rel\u003d\”alternate\” type\u003d\”application/rss+xml\” title\u003d\”Data Kristen – RSS\” href\u003d\”http://datakristen.blogspot.com/feeds/posts/default?alt\u003drss\” /\>\n\u003clink rel\u003d\”service.post\” type\u003d\”application/atom+xml\” title\u003d\”Data Kristen – Atom\” href\u003d\”http://www.blogger.com/feeds/6905634506605885962/posts/default\” /\>\n\u003clink rel\u003d\”EditURI\” type\u003d\”application/rsd+xml\” title\u003d\”RSD\” href\u003d\”http://www.blogger.com/rsd.g?blogID\u003d6905634506605885962\” /\>’}}]); _WidgetManager._SetSystemMarkup({‘layout’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cdiv class\u003d\’widget-wrap1\’\> \u003cdiv class\u003d\’widget-wrap2\’\> \u003cdiv class\u003d\’widget-wrap3\’\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cdiv class\u003d\’layout-title\’\>\u003cdata:layout-title\>\u003c/data:layout-title\>\u003c/div\> \u003ca class\u003d\’editlink\’ expr:href\u003d\’data:widget.quickEditUrl\’ expr:onclick\u003d\’\”return _WidgetManager._PopupConfig(document.getElementById(\\\”\” + data:widget.instanceId + \”\\\”));\”\’ target\u003d\’chooseWidget\’\>\u003cdata:edit-link\>\u003c/data:edit-link\>\u003c/a\> \u003c/div\> \u003c/div\> \u003c/div\> \u003c/div\>’}, ‘quickedit’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cdiv class\u003d\’clear\’\>\u003c/div\> \u003cspan class\u003d\’widget-item-control\’\> \u003cspan class\u003d\’item-control blog-admin\’\> \u003ca class\u003d\’quickedit\’ expr:href\u003d\’data:widget.quickEditUrl\’ expr:onclick\u003d\’\”return _WidgetManager._PopupConfig(document.getElementById(\\\”\” + data:widget.instanceId + \”\\\”));\”\’ expr:target\u003d\’\”config\” + data:widget.instanceId\’ expr:title\u003d\’data:edit-link\’\> \u003cspan class\u003d\’quick-edit-icon\’\> \u003c/span\> \u003c/a\> \u003c/span\> \u003c/span\> \u003cdiv class\u003d\’clear\’\>\u003c/div\>’}, ‘all-head-content’: {‘varName’: ‘page’, ‘template’: ‘\u003cmeta expr:content\u003d\’\”text/html; charset\u003d\” + data:page.encoding\’ http-equiv\u003d\’Content-Type\’/\> \u003cmeta content\u003d\’true\’ name\u003d\’MSSmartTagsPreventParsing\’/\> \u003cmeta content\u003d\’blogger\’ name\u003d\’generator\’/\> \u003cdata:blog.feedLinks\>\u003c/data:blog.feedLinks\> \u003cb:if cond\u003d\’data:page.isPrivate\’\> \u003cmeta content\u003d\’NOINDEX,NOFOLLOW\’ name\u003d\’robots\’/\> \u003c/b:if\>’}}); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_TextView’, new _WidgetInfo(‘Text4’, ‘footer’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title !\u003d \”\”\’\> \u003ch2 class\u003d\’title\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cdata:content\>\u003c/data:content\> \u003c/div\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\>’}}, document.getElementById(‘Text4’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_TextView’, new _WidgetInfo(‘Text1’, ‘footer’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title !\u003d \”\”\’\> \u003ch2 class\u003d\’title\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cdata:content\>\u003c/data:content\> \u003c/div\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\>’}}, document.getElementById(‘Text1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_BlogView’, new _WidgetInfo(‘Blog2’, ‘titleTag’,{‘main’: {‘varName’: ‘top’, ‘template’: ‘\u003ctitle\>\u003cb:loop values\u003d\’data:posts\’ var\u003d\’post\’\>\u003cb:include data\u003d\’post\’ name\u003d\’post\’\>\u003c/b:include\>\u003c/b:loop\> – \u003cdata:blog.title\>\u003c/data:blog.title\>\u003c/title\>’}, ‘nextprev’: {‘varName’: ”, ‘template’: ”}, ‘post’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ‘\u003cdata:post.title\>\u003c/data:post.title\>’}, ‘postQuickEdit’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ”}, ‘commentDeleteIcon’: {‘varName’: ‘comment’, ‘template’: ”}, ‘backlinkDeleteIcon’: {‘varName’: ‘backlink’, ‘template’: ”}, ‘comments’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ”}, ‘backlinks’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ”}, ‘feedLinks’: {‘varName’: ”, ‘template’: ”}, ‘feedLinksBody’: {‘varName’: ‘links’, ‘template’: ”}, ‘status-message’: {‘varName’: ”, ‘template’: ”}}, document.getElementById(‘Blog2’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_LinkListView’, new _WidgetInfo(‘LinkList2’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title\’\>\u003ch2\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\>\u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cul\> \u003cb:loop values\u003d\’data:links\’ var\u003d\’link\’\> \u003cli\>\u003ca expr:href\u003d\’data:link.target\’\>\u003cdata:link.name\>\u003c/data:link.name\>\u003c/a\>\u003c/li\> \u003c/b:loop\> \u003c/ul\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\> \u003c/div\>’}}, document.getElementById(‘LinkList2’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_TextView’, new _WidgetInfo(‘Text2’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title !\u003d \”\”\’\> \u003ch2 class\u003d\’title\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cdata:content\>\u003c/data:content\> \u003c/div\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\>’}}, document.getElementById(‘Text2’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_BlogArchiveView’, new _WidgetInfo(‘BlogArchive1’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title\’\> \u003ch2\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cdiv id\u003d\’ArchiveList\’\> \u003cdiv expr:id\u003d\’data:widget.instanceId + \”_ArchiveList\”\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:style \u003d\u003d \”HIERARCHY\”\’\> \u003cb:include data\u003d\’data\’ name\u003d\’interval\’\>\u003c/b:include\> \u003c/b:if\> \u003cb:if cond\u003d\’data:style \u003d\u003d \”FLAT\”\’\> \u003cb:include data\u003d\’data\’ name\u003d\’flat\’\>\u003c/b:include\> \u003c/b:if\> \u003cb:if cond\u003d\’data:style \u003d\u003d \”MENU\”\’\> \u003cb:include data\u003d\’data\’ name\u003d\’menu\’\>\u003c/b:include\> \u003c/b:if\> \u003c/div\> \u003c/div\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\> \u003c/div\>’}, ‘flat’: {‘varName’: ‘data’, ‘template’: ‘\u003cul\> \u003cb:loop values\u003d\’data:data\’ var\u003d\’i\’\> \u003cli class\u003d\’archivedate\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:i.url\’\>\u003cdata:i.name\>\u003c/data:i.name\>\u003c/a\> (\u003cdata:i.post-count\>\u003c/data:i.post-count\>) \u003c/li\> \u003c/b:loop\> \u003c/ul\>’}, ‘menu’: {‘varName’: ‘data’, ‘template’: ‘\u003cselect expr:id\u003d\’data:widget.instanceId + \”_ArchiveMenu\”\’\> \u003coption value\u003d\’\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/option\> \u003cb:loop values\u003d\’data:data\’ var\u003d\’i\’\> \u003coption expr:value\u003d\’data:i.url\’\>\u003cdata:i.name\>\u003c/data:i.name\> (\u003cdata:i.post-count\>\u003c/data:i.post-count\>)\u003c/option\> \u003c/b:loop\> \u003c/select\>’}, ‘interval’: {‘varName’: ‘intervalData’, ‘template’: ‘\u003cb:loop values\u003d\’data:intervalData\’ var\u003d\’i\’\> \u003cul\> \u003cli expr:class\u003d\’\”archivedate \” + data:i.expclass\’\> \u003cb:include data\u003d\’i\’ name\u003d\’toggle\’\>\u003c/b:include\> \u003ca class\u003d\’post-count-link\’ expr:href\u003d\’data:i.url\’\>\u003cdata:i.name\>\u003c/data:i.name\>\u003c/a\> (\u003cspan class\u003d\’post-count\’\>\u003cdata:i.post-count\>\u003c/data:i.post-count\>\u003c/span\>) \u003cb:if cond\u003d\’data:i.data\’\> \u003cb:include data\u003d\’i.data\’ name\u003d\’interval\’\>\u003c/b:include\> \u003c/b:if\> \u003cb:if cond\u003d\’data:i.posts\’\> \u003cb:include data\u003d\’i.posts\’ name\u003d\’posts\’\>\u003c/b:include\> \u003c/b:if\> \u003c/li\> \u003c/ul\> \u003c/b:loop\>’}, ‘toggle’: {‘varName’: ‘interval’, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:interval.toggleId\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:interval.expclass \u003d\u003d \”expanded\”\’\> \u003ca class\u003d\’toggle\’ expr:href\u003d\’data:widget.actionUrl + \”&action\u003dtoggle\” + \”&dir\u003dclose&toggle\u003d\” + data:interval.toggleId + \”&toggleopen\u003d\” + data:toggleopen\’\> \u003cspan class\u003d\’zippy toggle-open\’\>▼ \u003c/span\> \u003c/a\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003ca class\u003d\’toggle\’ expr:href\u003d\’data:widget.actionUrl + \”&action\u003dtoggle\” + \”&dir\u003dopen&toggle\u003d\” + data:interval.toggleId + \”&toggleopen\u003d\” + data:toggleopen\’\> \u003cspan class\u003d\’zippy\’\>► \u003c/span\> \u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\>’}, ‘posts’: {‘varName’: ‘posts’, ‘template’: ‘\u003cul class\u003d\’posts\’\> \u003cb:loop values\u003d\’data:posts\’ var\u003d\’i\’\> \u003cli\>\u003ca expr:href\u003d\’data:i.url\’\>\u003cdata:i.title\>\u003c/data:i.title\>\u003c/a\>\u003c/li\> \u003c/b:loop\> \u003c/ul\>’}}, document.getElementById(‘BlogArchive1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_LabelView’, new _WidgetInfo(‘Label1’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title\’\> \u003ch2\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cul\> \u003cb:loop values\u003d\’data:labels\’ var\u003d\’label\’\> \u003cli\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.url \u003d\u003d data:label.url\’\> \u003cdata:label.name\>\u003c/data:label.name\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003ca expr:href\u003d\’data:label.url\’\>\u003cdata:label.name\>\u003c/data:label.name\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> (\u003cdata:label.count\>\u003c/data:label.count\>) \u003c/li\> \u003c/b:loop\> \u003c/ul\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\> \u003c/div\>’}}, document.getElementById(‘Label1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_ProfileView’, new _WidgetInfo(‘Profile1’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title !\u003d \”\”\’\> \u003ch2\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:team \u003d\u003d \”true\”\’\> \u003cul\> \u003cb:loop values\u003d\’data:authors\’ var\u003d\’i\’\> \u003cli\>\u003ca expr:href\u003d\’data:i.userUrl\’\>\u003cdata:i.display-name\>\u003c/data:i.display-name\>\u003c/a\>\u003c/li\> \u003c/b:loop\> \u003c/ul\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cb:if cond\u003d\’data:photo.url !\u003d \”\”\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:userUrl\’\>\u003cimg class\u003d\’profile-img\’ expr:alt\u003d\’data:photo.alt\’ expr:height\u003d\’data:photo.height\’ expr:src\u003d\’data:photo.url\’ expr:width\u003d\’data:photo.width\’/\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003cdl class\u003d\’profile-datablock\’\> \u003cdt class\u003d\’profile-data\’\>\u003cdata:displayname\>\u003c/data:displayname\>\u003c/dt\> \u003cb:if cond\u003d\’data:showlocation \u003d\u003d \”true\”\’\> \u003cdd class\u003d\’profile-data\’\>\u003cdata:location\>\u003c/data:location\>\u003c/dd\> \u003c/b:if\> \u003cb:if cond\u003d\’data:aboutme !\u003d \”\”\’\>\u003cdd class\u003d\’profile-textblock\’\>\u003cdata:aboutme\>\u003c/data:aboutme\>\u003c/dd\>\u003c/b:if\> \u003c/dl\> \u003ca class\u003d\’profile-link\’ expr:href\u003d\’data:userUrl\’\>\u003cdata:viewProfileMsg\>\u003c/data:viewProfileMsg\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\> \u003c/div\>’}}, document.getElementById(‘Profile1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_LinkListView’, new _WidgetInfo(‘LinkList1’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title\’\>\u003ch2\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\>\u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cul\> \u003cb:loop values\u003d\’data:links\’ var\u003d\’link\’\> \u003cli\>\u003ca expr:href\u003d\’data:link.target\’\>\u003cdata:link.name\>\u003c/data:link.name\>\u003c/a\>\u003c/li\> \u003c/b:loop\> \u003c/ul\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\> \u003c/div\>’}}, document.getElementById(‘LinkList1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_HTMLView’, new _WidgetInfo(‘HTML1’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title !\u003d \”\”\’\> \u003ch2 class\u003d\’title\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cdata:content\>\u003c/data:content\> \u003c/div\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\>’}}, document.getElementById(‘HTML1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_HTMLView’, new _WidgetInfo(‘HTML2’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:title !\u003d \”\”\’\> \u003ch2 class\u003d\’title\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cdata:content\>\u003c/data:content\> \u003c/div\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\>’}}, document.getElementById(‘HTML2’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_FeedView’, new _WidgetInfo(‘Feed1’, ‘sidebar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003ch2\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/h2\> \u003cdiv class\u003d\’widget-content\’\> \u003cul expr:id\u003d\’data:widget.instanceId + \”_feedItemListDisplay\”\’\> \u003cb:loop values\u003d\’data:feedData.items\’ var\u003d\’i\’\> \u003cli\> \u003cspan class\u003d\’item-title\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:i.alternate.href\’\> \u003cdata:i.title\>\u003c/data:i.title\> \u003c/a\> \u003c/span\> \u003cb:if cond\u003d\’data:showItemDate\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:i.str_published !\u003d \”\”\’\> \u003cspan class\u003d\’item-date\’\>  - \u003cdata:i.str_published\>\u003c/data:i.str_published\> \u003c/span\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003cb:if cond\u003d\’data:showItemAuthor\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:i.author !\u003d \”\”\’\> \u003cspan class\u003d\’item-author\’\>  - \u003cdata:i.author\>\u003c/data:i.author\> \u003c/span\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003c/li\> \u003c/b:loop\> \u003c/ul\> \u003cb:include name\u003d\’quickedit\’\>\u003c/b:include\> \u003c/div\>’}}, document.getElementById(‘Feed1’), {‘title’: ‘Berita Eramuslim.com’, ‘showItemDate’: true, ‘showItemAuthor’: false, ‘feedUrl’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/rss&#8217;, ‘numItemsShow’: 5, ‘locale’: ‘in’, ‘timeZone’: ‘Asia/Jakarta’, ‘feedReaderJsonBaseUrl’: ‘/feedReaderJson’, ‘feedWidgetRefreshIntervalSec’: 1800, ‘feedData’: {‘title’: ‘Eramuslim:’, ‘items’: [{‘guid’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07170853.htm&#8217;, ‘title’: ‘Muslim Jerman Protes Pernyataan Seorang Uskup Gereja Protestan’, ‘published’: 1194430148, ‘updated’: 0, ‘alternate’: {‘href’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07170853.htm&#8217;, ‘type’: ‘application/octet-stream’}, ‘author’: ”, ‘summary’: ”, ‘str_published’: ‘2007 Nov 7’, ‘str_updated’: ”, ‘custom_content’: []}, {‘guid’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07163148.htm&#8217;, ‘title’: ‘Lost History: Membongkar Konsep \”Manipulasi\” Kelompok Neocon AS’, ‘published’: 1194427983, ‘updated’: 0, ‘alternate’: {‘href’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07163148.htm&#8217;, ‘type’: ‘application/octet-stream’}, ‘author’: ”, ‘summary’: ‘\u003cp\>Tokoh-tokoh neocon di AS dan para pendukungnya yang duduk dalam pemerintahan, tidak segan-segan menipu rakyat AS, membuat konspirasi untuk mencapai tujuan politisnya.\u003c/p\>’, ‘str_published’: ‘2007 Nov 7’, ‘str_updated’: ”, ‘custom_content’: []}, {‘guid’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07145849.htm&#8217;, ‘title’: ‘Israel, Pusat Perdagangan Perempuan dan Prostitusi’, ‘published’: 1194422360, ‘updated’: 0, ‘alternate’: {‘href’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07145849.htm&#8217;, ‘type’: ‘application/octet-stream’}, ‘author’: ”, ‘summary’: ‘\u003cp\>Israel ternyata menjadi pusat perdagangan kaum perempuan dari berbagai negara, untuk dijadikan pelacur. Kaum perempuan ini bahkan ada yang dipaksa menjadi pelacur, karena tertipu iklan yang menawarkan studi di Israel.\u003c/p\>’, ‘str_published’: ‘2007 Nov 7’, ‘str_updated’: ”, ‘custom_content’: []}, {‘guid’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07140745.htm&#8217;, ‘title’: ‘Dilarang Mengudara, TV-TV Pakistan Siaran Lewat Internet’, ‘published’: 1194419386, ‘updated’: 0, ‘alternate’: {‘href’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b07140745.htm&#8217;, ‘type’: ‘application/octet-stream’}, ‘author’: ”, ‘summary’: ‘\u003cp\>Sejak Presiden Pervez Musharraf memberlakukan situasi darurat di dalam negeri, stasiun-stasiun televisi, baik yang swasta maupun milik pemerintah dilarang mengudara, sehingga masyarakat Pakistan tidak bisa mengikuti perkembangan situasi yang terjadi di negerinya.\u003c/p\>’, ‘str_published’: ‘2007 Nov 7’, ‘str_updated’: ”, ‘custom_content’: []}, {‘guid’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b06185244.htm&#8217;, ‘title’: ‘Pemerintah UEA Turun Tangan Atasi Kecanduan Merokok’, ‘published’: 1194415031, ‘updated’: 0, ‘alternate’: {‘href’: ‘http://www.eramuslim.com/berita/int/7b06185244.htm&#8217;, ‘type’: ‘application/octet-stream’}, ‘author’: ”, ‘summary’: ‘\u003cp\>Champix menurut Kantor Berita Emirat, merupakan obat pertama penghilang kecanduan rokok, dikembangkan selama beberapa tahun. Obat ini non-nikotin dan pengaruhnya bisa menjadikan seseorang tidak membutuhkan rokok, lalu akhirnya meninggalkan rokok.\u003c/p\>’, ‘str_published’: ‘2007 Nov 7’, ‘str_updated’: ”, ‘custom_content’: []}]}}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_HeaderView’, new _WidgetInfo(‘Header1’, ‘header’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:useImage\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:imagePlacement \u003d\u003d \”REPLACE\”\’\> \u003cdiv id\u003d\’header-inner\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:blog.homepageUrl\’ style\u003d\’display: block\’\> \u003cimg expr:alt\u003d\’data:title\’ expr:height\u003d\’data:height\’ expr:id\u003d\’data:widget.instanceId + \”_headerimg\”\’ expr:src\u003d\’data:sourceUrl\’ expr:width\u003d\’data:width\’ style\u003d\’display: block\’/\> \u003c/a\> \u003c/div\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cdiv expr:style\u003d\’\”background-image: url(\\\”\” + data:sourceUrl + \”\\\”); \” + \”background-repeat: no-repeat; \” + \”width: \” + data:width + \”px; \” + \”height: \” + data:height + \”px;\”\’ id\u003d\’header-inner\’\> \u003cdiv class\u003d\’titlewrapper\’ style\u003d\’background: transparent\’\> \u003ch1 class\u003d\’title\’ style\u003d\’background: transparent; border-width: 0px\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.url \u003d\u003d data:blog.homepageUrl\’\> \u003cdata:title\>\u003c/data:title\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003ca expr:href\u003d\’data:blog.homepageUrl\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003c/h1\> \u003c/div\> \u003cdiv class\u003d\’descriptionwrapper\’\> \u003cp class\u003d\’description\’\>\u003cspan\>\u003cdata:description\>\u003c/data:description\>\u003c/span\>\u003c/p\> \u003c/div\> \u003c/div\> \u003c/b:if\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cdiv id\u003d\’header-inner\’\> \u003cdiv class\u003d\’titlewrapper\’\> \u003ch1 class\u003d\’title\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.url \u003d\u003d data:blog.homepageUrl\’\> \u003cdata:title\>\u003c/data:title\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003ca expr:href\u003d\’data:blog.homepageUrl\’\>\u003cdata:title\>\u003c/data:title\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003c/h1\> \u003c/div\> \u003cdiv class\u003d\’descriptionwrapper\’\> \u003cp class\u003d\’description\’\>\u003cspan\>\u003cdata:description\>\u003c/data:description\>\u003c/span\>\u003c/p\> \u003c/div\> \u003c/div\> \u003c/b:if\>’}}, document.getElementById(‘Header1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_NavbarView’, new _WidgetInfo(‘Navbar1’, ‘navbar’,{‘main’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘<iframe src\u003d"http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\u003d6905634506605885962&amp;blogName\u003dData+Kristen&amp;publishMode\u003dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType\u003dBLUE&amp;layoutType\u003dLAYOUTS&amp;homepageUrl\u003dhttp%3A%2F%2Fdatakristen.blogspot.com%2F&amp;searchRoot\u003dhttp%3A%2F%2Fdatakristen.blogspot.com%2Fsearch" marginwidth\u003d"0" marginheight\u003d"0" scrolling\u003d"no" frameborder\u003d"0" height\u003d"30px" width\u003d"100%" id\u003d"navbar-iframe"></iframe> <div id\u003d"space-for-ie"></div>’}}, document.getElementById(‘Navbar1’), {}, ‘displayModeFull’)); _WidgetManager._RegisterWidget(‘_BlogView’, new _WidgetInfo(‘Blog1’, ‘main’,{‘main’: {‘varName’: ‘top’, ‘template’: ‘\u003cdiv class\u003d\’blog-posts\’\> \u003cb:include data\u003d\’top\’ name\u003d\’status-message\’\>\u003c/b:include\> \u003cdata:adStart\>\u003c/data:adStart\> \u003cb:loop values\u003d\’data:posts\’ var\u003d\’post\’\> \u003cb:include data\u003d\’post\’ name\u003d\’post\’\>\u003c/b:include\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.pageType \u003d\u003d \”item\”\’\> \u003cb:include data\u003d\’post\’ name\u003d\’comments\’\>\u003c/b:include\> \u003c/b:if\> \u003c/b:loop\> \u003cdata:adEnd\>\u003c/data:adEnd\> \u003c/div\> \u003cb:include name\u003d\’nextprev\’\>\u003c/b:include\>’}, ‘nextprev’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cdiv class\u003d\’blog-pager\’ id\u003d\’blog-pager\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:newerPageUrl\’\> \u003cspan id\u003d\’blog-pager-newer-link\’\> \u003ca class\u003d\’blog-pager-newer-link\’ expr:href\u003d\’data:newerPageUrl\’ expr:id\u003d\’data:widget.instanceId + \”_blog-pager-newer-link\”\’ expr:title\u003d\’data:newerPageTitle\’\>\u003cdata:newerPageTitle\>\u003c/data:newerPageTitle\>\u003c/a\> \u003c/span\> \u003c/b:if\> \u003cb:if cond\u003d\’data:olderPageUrl\’\> \u003cspan id\u003d\’blog-pager-older-link\’\> \u003ca class\u003d\’blog-pager-older-link\’ expr:href\u003d\’data:olderPageUrl\’ expr:id\u003d\’data:widget.instanceId + \”_blog-pager-older-link\”\’ expr:title\u003d\’data:olderPageTitle\’\>\u003cdata:olderPageTitle\>\u003c/data:olderPageTitle\>\u003c/a\> \u003c/span\> \u003c/b:if\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.homepageUrl !\u003d data:blog.url\’\> \u003ca class\u003d\’home-link\’ expr:href\u003d\’data:blog.homepageUrl\’\>\u003cdata:homeMsg\>\u003c/data:homeMsg\>\u003c/a\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cb:if cond\u003d\’data:newerPageUrl\’\> \u003ca class\u003d\’home-link\’ expr:href\u003d\’data:blog.homepageUrl\’\>\u003cdata:homeMsg\>\u003c/data:homeMsg\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003c/div\> \u003cdiv class\u003d\’clear\’\>\u003c/div\>’}, ‘post’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ‘\u003cdiv class\u003d\’post uncustomized-post-template\’\> \u003ca expr:name\u003d\’data:post.id\’\>\u003c/a\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.title\’\> \u003ch2 class\u003d\’post-title\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.link\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:post.link\’\>\u003cdata:post.title\>\u003c/data:post.title\>\u003c/a\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.url\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:post.url\’\>\u003cdata:post.title\>\u003c/data:post.title\>\u003c/a\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cdata:post.title\>\u003c/data:post.title\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003c/h2\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’post-header-line-1\’\>\u003c/div\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.dateHeader\’\> \u003cspan class\u003d\’date-header\’\>\u003cdata:post.dateHeader\>\u003c/data:post.dateHeader\>\u003c/span\> \u003c/b:if\> \u003cdiv class\u003d\’post-body\’\> \u003cp\>\u003cdata:post.body\>\u003c/data:post.body\>\u003c/p\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.pageType !\u003d \”item\”\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:post.url\’\>Baca selengkapnya…\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003cbr/\>\u003cbr/\> \u003cdiv style\u003d\’clear: both;\’\>\u003c/div\> \u003c/div\> \u003cdiv class\u003d\’post-footer\’\> \u003cp class\u003d\’post-footer-line post-footer-line-1\’\> \u003cspan class\u003d\’post-author\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:top.showAuthor\’\> \u003cdata:top.authorLabel\>\u003c/data:top.authorLabel\> \u003cdata:post.author\>\u003c/data:post.author\> \u003c/b:if\> \u003c/span\> \u003cspan class\u003d\’post-timestamp\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:top.showTimestamp\’\> \u003cdata:top.timestampLabel\>\u003c/data:top.timestampLabel\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.url\’\> \u003ca class\u003d\’timestamp-link\’ expr:href\u003d\’data:post.url\’ title\u003d\’permanent link\’\>\u003cdata:post.timestamp\>\u003c/data:post.timestamp\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003c/span\> \u003cspan class\u003d\’post-comment-link\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.pageType !\u003d \”item\”\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.allowComments\’\> \u003ca class\u003d\’comment-link\’ expr:href\u003d\’data:post.addCommentUrl\’ expr:onclick\u003d\’data:post.addCommentOnclick\’\>\u003cb:if cond\u003d\’data:post.numComments \u003d\u003d 1\’\>1 \u003cdata:top.commentLabel\>\u003c/data:top.commentLabel\>\u003cb:else\>\u003c/b:else\>\u003cdata:post.numComments\>\u003c/data:post.numComments\> \u003cdata:top.commentLabelPlural\>\u003c/data:top.commentLabelPlural\>\u003c/b:if\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003c/span\> \u003cspan class\u003d\’post-backlinks post-comment-link\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:blog.pageType !\u003d \”item\”\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.showBacklinks\’\> \u003ca class\u003d\’comment-link\’ expr:href\u003d\’data:post.url + \”#links\”\’\>\u003cdata:top.backlinkLabel\>\u003c/data:top.backlinkLabel\>\u003c/a\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003c/span\> \u003cspan class\u003d\’post-icons\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.emailPostUrl\’\> \u003cspan class\u003d\’item-action\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:post.emailPostUrl\’ expr:title\u003d\’data:top.emailPostMsg\’\> \u003cspan class\u003d\’email-post-icon\’\> \u003c/span\> \u003c/a\> \u003c/span\> \u003c/b:if\> \u003cb:include data\u003d\’post\’ name\u003d\’postQuickEdit\’\>\u003c/b:include\> \u003c/span\> \u003c/p\> \u003cp class\u003d\’post-footer-line post-footer-line-2\’\> \u003cspan class\u003d\’post-labels\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.labels\’\> \u003cdata:postLabelsLabel\>\u003c/data:postLabelsLabel\> \u003cb:loop values\u003d\’data:post.labels\’ var\u003d\’label\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:label.url\’ rel\u003d\’tag\’\>\u003cdata:label.name\>\u003c/data:label.name\>\u003c/a\>\u003cb:if cond\u003d\’data:label.isLast !\u003d \”true\”\’\>,\u003c/b:if\> \u003c/b:loop\> \u003c/b:if\> \u003c/span\> \u003c/p\> \u003cp class\u003d\’post-footer-line post-footer-line-3\’\>\u003c/p\> \u003c/div\> \u003c/div\>’}, ‘postQuickEdit’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:post.editUrl\’\> \u003cspan expr:class\u003d\’\”item-control \” + data:post.adminClass\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:post.editUrl\’ expr:title\u003d\’data:top.editPostMsg\’\> \u003cspan class\u003d\’quick-edit-icon\’\> \u003c/span\> \u003c/a\> \u003c/span\> \u003c/b:if\>’}, ‘commentDeleteIcon’: {‘varName’: ‘comment’, ‘template’: ‘\u003cspan expr:class\u003d\’\”item-control \” + data:comment.adminClass\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:comment.deleteUrl\’ expr:title\u003d\’data:top.deleteCommentMsg\’\> \u003cspan class\u003d\’delete-comment-icon\’\> \u003c/span\> \u003c/a\> \u003c/span\>’}, ‘backlinkDeleteIcon’: {‘varName’: ‘backlink’, ‘template’: ‘\u003cspan expr:class\u003d\’\”item-control \” + data:backlink.adminClass\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:backlink.deleteUrl\’ expr:title\u003d\’data:top.deleteBacklinkMsg\’\> \u003cspan class\u003d\’delete-comment-icon\’\> \u003c/span\> \u003c/a\> \u003c/span\>’}, ‘comments’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ‘\u003cdiv class\u003d\’comments\’ id\u003d\’comments\’\> \u003ca name\u003d\’comments\’\>\u003c/a\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.allowComments\’\> \u003ch4\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.numComments \u003d\u003d 1\’\> 1 \u003cdata:commentLabel\>\u003c/data:commentLabel\>: \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cdata:post.numComments\>\u003c/data:post.numComments\> \u003cdata:commentLabelPlural\>\u003c/data:commentLabelPlural\>: \u003c/b:if\> \u003c/h4\> \u003cdl id\u003d\’comments-block\’\> \u003cb:loop values\u003d\’data:post.comments\’ var\u003d\’comment\’\> \u003cdt class\u003d\’comment-author\’ expr:id\u003d\’\”comment-\” + data:comment.id\’\> \u003ca expr:name\u003d\’\”comment-\” + data:comment.id\’\>\u003c/a\> \u003cb:if cond\u003d\’data:comment.authorUrl\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:comment.authorUrl\’ rel\u003d\’nofollow\’\>\u003cdata:comment.author\>\u003c/data:comment.author\>\u003c/a\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cdata:comment.author\>\u003c/data:comment.author\> \u003c/b:if\> \u003cdata:commentPostedByMsg\>\u003c/data:commentPostedByMsg\> \u003c/dt\> \u003cdd class\u003d\’comment-body\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:comment.isDeleted\’\> \u003cspan class\u003d\’deleted-comment\’\>\u003cdata:comment.body\>\u003c/data:comment.body\>\u003c/span\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cp\>\u003cdata:comment.body\>\u003c/data:comment.body\>\u003c/p\> \u003c/b:if\> \u003c/dd\> \u003cdd class\u003d\’comment-footer\’\> \u003cspan class\u003d\’comment-timestamp\’\> \u003ca expr:href\u003d\’\”#comment-\” + data:comment.id\’ title\u003d\’comment permalink\’\> \u003cdata:comment.timestamp\>\u003c/data:comment.timestamp\> \u003c/a\> \u003cb:include data\u003d\’comment\’ name\u003d\’commentDeleteIcon\’\>\u003c/b:include\> \u003c/span\> \u003c/dd\> \u003c/b:loop\> \u003c/dl\> \u003cp class\u003d\’comment-footer\’\> \u003ca expr:href\u003d\’data:post.addCommentUrl\’ expr:onclick\u003d\’data:post.addCommentOnclick\’\>\u003cdata:postCommentMsg\>\u003c/data:postCommentMsg\>\u003c/a\> \u003c/p\> \u003c/b:if\> \u003c/div\>’}, ‘backlinks’: {‘varName’: ‘post’, ‘template’: ‘\u003ca name\u003d\’links\’\>\u003c/a\>\u003ch4\>\u003cdata:post.backlinksLabel\>\u003c/data:post.backlinksLabel\>\u003c/h4\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.numBacklinks !\u003d 0\’\> \u003cdl class\u003d\’comments-block\’ id\u003d\’comments-block\’\> \u003cb:loop values\u003d\’data:post.backlinks\’ var\u003d\’backlink\’\> \u003cdiv class\u003d\’collapsed-backlink backlink-control\’\> \u003cdt class\u003d\’comment-title\’\> \u003cspan class\u003d\’backlink-toggle-zippy\’\> \u003c/span\> \u003ca expr:href\u003d\’data:backlink.url\’ rel\u003d\’nofollow\’\>\u003cdata:backlink.title\>\u003c/data:backlink.title\>\u003c/a\> \u003cb:include data\u003d\’backlink\’ name\u003d\’backlinkDeleteIcon\’\>\u003c/b:include\> \u003c/dt\> \u003cdd class\u003d\’comment-body collapseable\’\> \u003cdata:backlink.snippet\>\u003c/data:backlink.snippet\> \u003c/dd\> \u003cdd class\u003d\’comment-footer collapseable\’\> \u003cspan class\u003d\’comment-author\’\>\u003cdata:post.authorLabel\>\u003c/data:post.authorLabel\> \u003cdata:backlink.author\>\u003c/data:backlink.author\>\u003c/span\> \u003cspan class\u003d\’comment-timestamp\’\>\u003cdata:post.timestampLabel\>\u003c/data:post.timestampLabel\> \u003cdata:backlink.timestamp\>\u003c/data:backlink.timestamp\>\u003c/span\> \u003c/dd\> \u003c/div\> \u003c/b:loop\> \u003c/dl\> \u003c/b:if\> \u003cp class\u003d\’comment-footer\’\> \u003ca class\u003d\’comment-link\’ expr:href\u003d\’data:post.createLinkUrl\’ expr:id\u003d\’data:widget.instanceId + \”_backlinks-create-link\”\’ target\u003d\’_blank\’\>\u003cdata:post.createLinkLabel\>\u003c/data:post.createLinkLabel\>\u003c/a\> \u003c/p\>’}, ‘feedLinks’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:blog.pageType !\u003d \”item\”\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:feedLinks\’\> \u003cdiv class\u003d\’blog-feeds\’\> \u003cb:include data\u003d\’feedLinks\’ name\u003d\’feedLinksBody\’\>\u003c/b:include\> \u003c/div\> \u003c/b:if\> \u003cb:else\>\u003c/b:else\> \u003cdiv class\u003d\’post-feeds\’\> \u003cb:loop values\u003d\’data:posts\’ var\u003d\’post\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.allowComments\’\> \u003cb:if cond\u003d\’data:post.feedLinks\’\> \u003cb:include data\u003d\’post.feedLinks\’ name\u003d\’feedLinksBody\’\>\u003c/b:include\> \u003c/b:if\> \u003c/b:if\> \u003c/b:loop\> \u003c/div\> \u003c/b:if\>’}, ‘feedLinksBody’: {‘varName’: ‘links’, ‘template’: ‘\u003cdiv class\u003d\’feed-links\’\> \u003cdata:feedLinksMsg\>\u003c/data:feedLinksMsg\> \u003cb:loop values\u003d\’data:links\’ var\u003d\’f\’\> \u003ca class\u003d\’feed-link\’ expr:href\u003d\’data:f.url\’ expr:type\u003d\’data:f.mimeType\’ target\u003d\’_blank\’\>\u003cdata:f.name\>\u003c/data:f.name\> (\u003cdata:f.feedType\>\u003c/data:f.feedType\>)\u003c/a\> \u003c/b:loop\> \u003c/div\>’}, ‘status-message’: {‘varName’: ”, ‘template’: ‘\u003cb:if cond\u003d\’data:navMessage\’\> \u003cdiv class\u003d\’status-msg-wrap\’\> \u003cdiv class\u003d\’status-msg-body\’\> \u003cdata:navMessage\>\u003c/data:navMessage\> \u003c/div\> \u003cdiv class\u003d\’status-msg-border\’\> \u003cdiv class\u003d\’status-msg-bg\’\> \u003cdiv class\u003d\’status-msg-hidden\’\>\u003cdata:navMessage\>\u003c/data:navMessage\>\u003c/div\> \u003c/div\> \u003c/div\> \u003c/div\> \u003cdiv style\u003d\’clear: both;\’\>\u003c/div\> \u003c/b:if\>’}}, document.getElementById(‘Blog1’), {}, ‘displayModeFull’));

     
    • sev pascal 3:00 am on 12/11/2007 Permalink | Reply

      Jazakumullah atas semua psotingannya yang berharga ini. teruskan semangat perjuanagn dan keep our ukhuwah islamiyah

    • erzal 2:28 am on 13/11/2007 Permalink | Reply

      ok boss

    • antibatkislam 8:27 pm on 27/11/2007 Permalink | Reply

    • pakigun 5:17 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

      Trims. http://islamteori.wordpress.com

    • zakariya 3:05 pm on 28/12/2007 Permalink | Reply

      Hebat sekali penyelidikan dan rumusan saudara. Semoga diberikan kekuatan ilmu dalam menghadapi dakyah kristian di bumi islam.

    • anonim 1:34 am on 07/01/2008 Permalink | Reply

      APa maksud anda membuat semua ini? saya sendirimerasa agama sayta dilecehkan,tapi dari tulisan anda sedit banyak membuat saya agak ragu atas keimanan saya, tapi saya masih bingung karena pemahaman saya atas agama saya sendiri masih lemah

    • erzal 5:12 pm on 08/01/2008 Permalink | Reply

      1. APa maksud anda membuat semua ini? saya sendirimerasa agama sayta dilecehkan,tapi dari tulisan anda sedit banyak membuat saya agak ragu atas keimanan saya, tapi saya masih bingung karena pemahaman saya atas agama saya sendiri masih lemah

      Comment by anonim — January 7, 2008 @ 1:34 am | Edit This

      blog ini hanya memberikan fakta yang sebenarnya tentang agama islam dan agama lainnya seperti kristen. Tidak ada maksud melecehkan. Blog ini hanya untuk orang yg ingin mencari kebenaran agama hakiki yaitu islam……….. anda memang harus ragu dengan agama yg anda anut sekarang ini dg melihat fakta diatas. Sebaiknya anda perdalam tentang agama islam jalan yg lurus., tidak ada keraguan didalam ajaran islam.ok ?

    • Ridhawati Soebekti 3:43 am on 04/03/2008 Permalink | Reply

      TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN
      &
      MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

      1. Sadari mengapa kita perlu mencari Tuhan ?, Hal ini supaya kita bisa memahami untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini yang ujung-2-nya sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta kita ditinggalkan untuk yang masih hidup, kok enak yah !, begitu juga ilmu kita (S1, S2, bahkan sampai S3) ikut sirna, tidak bisa copy file di harddisk ataupun ke seseorang)..
      2. Bagaimana cara yang benar untuk mencarinya ? (bisa melalui buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah) serta berdo`a agar diberikan kemudahan dan petunjuknya.
      3. Ada “filosofi” atau hukum alam yang kita harus terima, dan bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;
      a. Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll..
      b. Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia (+ nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?
      c. Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.
      d. Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?
      e. Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW).
      f. Jadi Tuhan tidak akan mungkin berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.
      g. Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau dibayangkan seperti Bapak baiknya (kelakuannya).
      h. Tuhan
      i. Tuhan juga tidak menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam kehidupan kita.
      j. Tuhan itu maha kuasa sekali, sehingga tidak perlu membutuhkan bantuan seperti menjadi “PELAYAN TUHAN”. karena tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? atau dimana tempatnya ?, terus siapa yang akan menunggu (tinggal) Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa ? dan di Bumi ? (walo hanya sebutan saja Bapaku di kerajaan Syurga).
      k. Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, perasaan atau tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya).
      l. Secara nalar (logical) setiap siapa yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA, atau dihapus dengan dengan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran.
      m. Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layar, atau seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?,
      n. Jadi jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.
      4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?
      5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya.
      6. Seperti Hanyal Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahlipun.
      7. Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenar atau diridhoinya., seperti Hal Bumi, Planet, dan mengatur semua di orbitnya.
      8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ?
      9. Silahkan baca Al Qur`an dan dalami Maknanya, disitu jelas-2 sekali bahwa Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Monggol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau orang Arab saja), di Al Qur`an ada cara-2 mencari Tuhan yang diisyaratkan.
      10. Bandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan proses turunnya ayat juga juga jauh berbeda, mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu).
      11. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku bisa memperoleh manfaat dan hikmahnya, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

      Semoga Allah merachmati kita semua, amien.
      Wassalam

      Ridhawati
      Flexi; 022 7204941
      E-mail; ridha@telkom.co.id

    • Blog Gereja 2:37 pm on 23/03/2008 Permalink | Reply

      artikel diatas ditanggapi forum kristen sarapanpagi.org dan saya telah menjawab tanggapan sarapan pagi disini: http://gereja.phpbb24.com/blog/paulus/menjawab-tanggapan-bp-paulus-menghujat-tuhan/

    • ORANG PINTAR 9:21 am on 05/04/2008 Permalink | Reply

      SELAMAT YA,… ATAS KEHEBATAN ANDA, PERTANYAAN BESARNYA ADALAH?

      IMAN TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN URAIANMU,…

    • ORANG PINTAR 9:23 am on 05/04/2008 Permalink | Reply

      TERUSLAH MENCARI KEBENARAN TAPI JANGAN CARI-CARI KESALAHAN ORANG ATAU KEIMANAN ORANG LAIN. UPANYA NOLL BESAR BUAT LU,… AKU BERDOA AGAR TUHAN YESUS YANG ENGKAU HUJAT ITU MENGAMPUNIMU

    • Dalam Nama Yesus 6:17 pm on 04/05/2008 Permalink | Reply

      1.Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
      2.setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
      3.Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”
      4.Jihad or Terrorism?karena sama sama teriak :”Allahu Akbar!” sesudah membunuh orang.
      5.FPI menyangkal film fitna dengan: kelemahlembutan?
      hehehe…..sudahlah!!!!
      yang penting sudahkah anda tau kemana nanti anda setelah mati?
      Syurga? Sudah lengkapkah tiket anda?
      tiket melalui agama Islam sangat mahal lho?! masih pakai kata wallahualam lagi!

    • Dalam Nama Yesus 6:37 pm on 04/05/2008 Permalink | Reply

      1.Musa mati-matian menyelamatkan Israel(yahudi) dari Mesir.
      2.Daud mati-matian memperjuangkan Israel(yahudi) dari Filistin.
      3.Semua Nabi, rata2 orang Yahudi. gak ada kisah otentik nabi dari Arab.
      4.Begitu muncul nabi dari Arab, malah mati-matikan (membunuhi) orang-orang yahudi.
      5.Buahnya: Inikah yang dimaksud sebagai “pembunuh para Nabi?”

    • islam damai? 2:06 pm on 10/05/2008 Permalink | Reply






      FAITHFREEDOM BENAR! ISLAM TIDAK DAMAI.. ISLAM SEJATI ADALAH ANARCHY!

    • erzal 7:21 am on 11/05/2008 Permalink | Reply

      FAITHFREEDOM BENAR! ISLAM TIDAK DAMAI.. apanye yang benar om ?………ISLAM SEJATI ADALAH ANARCHY!..islam nggak mengajarkan anarki kok om, mungkin ada sebagian umat islam yg berlaku anarki tapi bukan berarti islam mengajarkan anarki om…………

      Comment by islam damai? — May 10, 2008 @ 2:06 pm

    • getdesk 10:37 am on 12/09/2008 Permalink | Reply

      blog ini sangat bagus!
      saya kagum buat anda…
      karena Anda menjadi orang kristen yang kritis…
      ya memang kita harus jadi orang kristen yang kritis seperti saudara pembuat blog ini…
      orang-orang Kristen seperti Andalah yang akan maju…
      pertahankan iman kristen anda selamat!

    • erzal 6:02 am on 13/09/2008 Permalink | Reply

      ANE ISLAM BUNG GETDESK

    • boy 2:39 pm on 25/09/2008 Permalink | Reply

    • rio 8:09 pm on 08/10/2008 Permalink | Reply

      Islam barbar,Semakin Kaffah orangnya,semakin gak waras otaknya…gue berani jamin,…jangan sok mencari kebenaran lah,…go…go…faith freedom

    • erzal 1:21 am on 11/10/2008 Permalink | Reply

      rio Says:
      October 8, 2008 at 8:09 pm edit

      Islam barbar,###HI,HI,HINGOMONG APAAN INI ORANG……Semakin Kaffah orangnya,semakin gak waras otaknya…###LU MAH YG KAGA WARAS…….gue berani jamin,…jangan sok mencari kebenaran lah,…###########ISLAM ADALAH JALAN KEBENARAN….go…go…faith freedom########GO TO HELLL FAITHFREEDOM…

    • getdesk 4:59 am on 31/10/2008 Permalink | Reply

      Nah ini jadinya…
      kalau anda Islam sudah pasti Anda kurang faham ajaran kristen…
      karena copas Anda memang tidak menunjukkan kesalahan dari Kristen…
      saya tidak menemukannya…
      sebagai tolok ukur bandingkan saja dengan http://www.sarapanpagi.org...
      karena semua kristen setuju terhadap jawaban mereka…

      kalau anda tidak setuju dengan sarapanpagi.org…lalu sebenarnya Anda hanya mencoba membuktikan bahwa Islam benar dengan klaim salah terhadap kristen…
      itu sangat tidak masuk akal…percayalah..

      Kristen tidak pernah mengakui Islam (Muhammad & Alquran) karena mereka memang nggak punya dasar dan tidak Alkitabiyah…

      Tapi Islam tak mungkin mengingkari Kristen karena ada dalam Kitabnya…
      lalu berusaha merusaknya…

    • erzal 9:49 am on 31/10/2008 Permalink | Reply

      UNTUK GETDESK…….Kristen tidak pernah mengakui Islam (Muhammad & Alquran) karena mereka memang nggak punya dasar dan tidak Alkitabiyah…############JUSTRU AL QURAN ITU MENGOREKSI ISI ALKITAB YG SUDAH MENYIMPANG DARI AJARAN YG SEBENARNYA… ………….

      Tapi Islam tak mungkin mengingkari Kristen karena ada dalam Kitabnya…
      lalu berusaha merusaknya######SIAPA BILANG…JUSTRU ISLAM ITU MENGOREKSI AJARAN KRISTEN YG TELAH SESAT DAN RUSAK…..DG MENUHANKAN YESUS….

    • getdesk 4:23 am on 18/11/2008 Permalink | Reply

      he…he…he…
      coba Anda sebutkan apa keuntungan Islam jika Kristen “salah”
      dan apa kerugian Islam jika Kristen benar…
      karena setahu saya …
      yang ngotot bilang kalau kristen sesat khan Anda atau Islam
      apa ada perintah dari Allah SWT bahwa tujuan Islam datang adalah untuk mengoreksi kristen? pun kalau ada tidak lebih dari klaim pribadi tidak berupa wahyu khusus atau perintah yang khusus bahwa kristen harus dibenarkan…
      dan kalaupun dibenarkan tentu alternatif pembenarannya bukanlah Islam..
      kenapa harus Islam? sekali lagi hanya klaim pribadi bahwa Islam penyempurna…
      tak ada hal yang menguatkan diluar islam yang memberikan bukti bahwa islam adalah pembenar dari ajaran kristen, justru saya bisa melihat sebaliknya…Islam tak bisa berdiri sendiri tanpa menyangkut kepercayaan lain. Sebagai Agama, Islam tidak orisinal dan topik serta isinya selalu mengacu kepada Israel & Yahudi yang notabene dibenci tapi tak mampu menolak kebenaran yang datang dari sana termasuk isi kitab mereka yang dicaplok kedalam quran…

      Islam mengoreksi Kristen..hmm sepertinya menarik…
      tapi jadi tidak menarik karena Anda Islam…
      sangat menarik bila anda di luar ke 2 keyakinan tersebut…

      bagaimana anda bisa netral menilai kebenaran
      jika anda sudah menyimpulkan terlebih dahulu, baru kemudian mencari argumen yang mendukung kesimpulan anda bahwa kesimpulan anda adalah benar…

      kekurangan dari tulisan anda adalah keberpihakan penilaian…
      saya bisa melihatnya dengan jelas karena saya tak punya kepentingan apapun dari Islam maupun kristen…

    • kk.arr 9:29 am on 19/11/2008 Permalink | Reply

      getsek emang moy……….

    • muslimah 1:17 pm on 21/11/2008 Permalink | Reply

      WAWANCARA DI ALZEERA

      Dalam berbicara tentang Holokaus, dia berkata, “Kaum Yahudi telah bangkit dari tragedi dan memaksa dunia untuk menghormati mereka melalui pengetahuan mereka dan bukan melalui teror. Dengan hasil kerja mereka, dan bukan dengan menangis dan menjerit-jerit.”

      Dia melanjutkan, “Kita tidak pernah melihat seorang pun Yahudi yang meledakkan dirinya di restoran Jerman. Kita tidak pernah melihat seorang pun Yahudi yang menghancurkan gereja. Kita tidak pernah melihat seorang pun Yahudi yang melakukan protes dengan membunuh orang.”

      Dia menyimpulkan, “Hanya kaum Muslimlah yang membela kepercayaan mereka dengan membakar gereja2, membunuhi orang2 dan menghancurkan kedubes2. Cara yang mereka tempuh tidak akan menghasilkan apapun. Kaum Muslim harus bertanya kepada diri mereka sendiri APAKAH YANG BISA MEREKA LAKUKAN BAGI UMAT MANUSIA, SEBELUM MEREKA MENUNTUT AGAR UMAT MANUSIA MENGHORMATI MEREKA.”

      Ada baiknya bagi muslim utk sejenak introspeksi dng cara begini; GANTI atau TUKAR-lah kata “orang kafir” dengan kata “orang muslim” pada ayat-ayat Medinah.

      · Hai orang-orang yang beriman, PERANGILAH orang-orang muslim yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui KEKERASAN daripadamu. (Q.9:123)

      · Kelak akan Aku jatuhkan rasa KETAKUTAN (terj. Inggris; Terror) ke dalam hati orang-orang muslim, maka PENGGALLAH KEPALA orang muslim dan PANCUNGLAH tiap-tiap ujung jari orang muslim. (Q.8:12)

      · BUNUHLAH orang-orang muslim itu di mana saja kamu jumpai mereka. (Q.9:5)

      · Dan bunuhlah muslim di mana saja kamu jumpai mereka, dan USIRLAH mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. (Q.2:191)

      · Perangilah muslim, niscaya Allah akan menyiksa muslim dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan muslim dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Q.9:14)

      · Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang muslim itu najis, maka janganlah mereka mendekati… (Q.9:28 )

      ▲Bagaimana perasaan anda sebagai muslim seandainya Kitab Suci agama lain memerintahkan kpd para pengikutnya utk melakukan hal-hal sadis itu terhadap kalian? Jujurlah terhadap hati nurani-mu wahai saudara muslim-ku; bagaimana perasaan kalian?

    • muslimah 1:24 pm on 21/11/2008 Permalink | Reply

      aku bingung kenapa dibilang alquran koreksi isi alkitab?
      PADAHAL UDAH JELAS..YESUS BILANG KASIHI MUSUHMU.
      MOHAMMAD BILANG: BUNUH ORNG KAFIR (ORNG YG DILUAR KEPERCAYAAN MEREKA)

      UDAH JELAS BANGET YANG MANA YG MAU G PILIH.
      AKU PILIH YESUS YG MENGAJARKAN KASIH.
      JUSTRU KALO PILIH QURAN G TURUN DERAJAT KEMANUSIAAN GUE.;
      TAPI AMA YESUS DERAJAT KEMANUSIAAN G NAIK…PEDULI AMAT ORNG BILANG ALKITAB ADA BERUBAH LAH…DAN BLA NLA BLA.
      YANG PENTING ISINYA ALKITAB MAN…ADEM ABIS..DAMAI SEJAHTERA ABIS..GA SURUH BUNUH ORG KAFIR..MALAH DISURUH KASIHI MUSUH

    • salibmoderen 10:01 am on 02/12/2008 Permalink | Reply

      Salam dalam kasih Yesus Kristus,

      Saudara-saudaraku, janganlah kita terpancing dengan provokasi dari pengikuti Muhammad, mereka senang sekali membuat iman kita seakan-akan goyah oleh pandangan-pandangan islam mereka.

      Satu saja yang akan saya pertanyakan kepada mereka.
      Dari kitab suci mereka saja, benar-benar mereka membenci Yahudi. Mereka menganggap Yahudi itu penipu dan pemutar balik fakta.

      Tetapi… dalam blog ini, mereka begitu memuja Josephus yang nota bene adalah orang Yahudi, dan begitu mengagungkan hasil penemuannya.

      Jika Nazareth itu tidak ada? itu menguatkan akan ketidak benaran kitab suci mereka… dalam alquran, banyak kata yang menyebut pengikut-pengikut Yesus Kristus itu dengan sebutan “orang Nasaraa”… apa dasar alquran menyebut “orang Nasaraa”?…

      Semua uraian di atas adalah uraian yang omong kosong dan sepihak, terutama uraian mengenai kata-kata dalam Injil. Injil kalau diuraikan atau diterangkan artinya oleh orang yang tidak mengenal Roh Kudus, tentunya hasilnya akan seperti ini.

      Terlalu naif jika hanya karena uraian di atas yang tidak berdasarkan Roh Kudus, lantas membuat iman kita goyah.

      Persilahkan saja kepada mereka mau memilih yang mana?
      Jelas di sini bukan Islam atau Kristen yang akan kita jual, melainkan siapa Yesus dan siapa Muhammad yang kita jual.

      Anda menjadi pengikut Islam… silahkan…
      Anda menjadi pengikut Kristen… silahkan…

      Muhammad mempunyai gelar “SAW”, apa artinya?
      artinya yang memohonkan Shalawat.

      Almasih Isa mempunyai gelar “AS”, apa artinya?
      artinya yang menerima Shalawat.

      Muhammad memohon… Almasih Isa yang menerima permohonan itu…

      Tinggal terserah mereka mau ikut yang mana? ok!

      Pertebalkan iman kita dengan banyak membaca kitab suci, bukan membaca celotehan-celotehan orang-orang yang tidak mengenal Roh Kudus.

      Apapun, mereka akan tetap memberikan penjelasan-penjelasan yang tidak mengena untuk membuat iman kita goyah.
      Apa yang dikatakan Alkitab benar adanya, mereka itu seperti keledai liar…

      Salam kasih…

    • fran 6:02 pm on 24/12/2008 Permalink | Reply

      bingung gw ama orang kristennn,,sekolah tinggi tinggi,,pinter pinter tapi kok bego yaa kalo soal agama,,,buat 2 kristen yg di atass,,,lo pelajarin kitab lo injil baik baik ,,terus lo pelajarin al quran baik baik tapi jangan lo potong potong kalimatnya,,,nah lo bandingin tuh mana yg bener ama yg salahh,,,lo pelajarin sekarang dari pada lo nyesel nanti pas nyawa lo udah di tenggorokan,,,,,,

    • fran 6:04 pm on 24/12/2008 Permalink | Reply

      mnagkannya kalo ada kalimat al-quran jangan lo potong potong bisa beda artinnya,,jangan lo samain sama kitab injil lo yagg ribuan kali dicetak ulang,,,kitab suci ko dibuat sama manusiaa,,sekalian aja lo bikin kitab baruu

    • al-qaedah 2:45 pm on 07/01/2009 Permalink | Reply

      Anda bisa mendownload video PENGAKUAN PENDETA MASUK ISLAM serta TIPUAN KRISTEN dalam versi 3gp.
      Silahkan kunjugi website http://www.tipuan-muslihat-kristen.blogspot.com

      Wassalam

    • Usamah 2:34 am on 12/01/2009 Permalink | Reply

      @ muslimah

      Ingatlah baik-baik bahwa Yesus dilahirkan dari vagina seperti milik anda (kalau anda perempuan). Tidakkah itu merupakan jalan yang sangat kotor ???

    • toz 5:15 pm on 03/02/2009 Permalink | Reply

      mas salib…ga usah cape2 baca artikel blog ini..cukup renungkan apa yg di tulis oleh usamah..

    • masrudi 3:41 pm on 14/03/2009 Permalink | Reply

      dunia ini tempatnya kaum ahli Nar dan kaum ahli Syurga gak bis digabung…tks

    • masrudi 3:45 pm on 14/03/2009 Permalink | Reply

      Hidayah seseorang tidak akan didapt kecuali seizin Allah jadi tidak ada pemaksaan dalam berpendapat dan berkeyakinan. “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”

    • 3FGC8 6:56 am on 29/03/2009 Permalink | Reply

      Dear all,

      berkelahilah kalian semua….pantas aja bangsa ini gampang diluluh lantakkan…..percaya dan jalankan saja apa yang telah kalian dapat dan yang kalian percaya….tidak perlu mengusik yang lain.biarkan kita masing -masing hidup tenang…maka kita akan hidup saling berdampingan dengan damai, aman dan tentram, kita bangun bangsa ini bersama sehingga kita bisa jadi bangsa yang lebih besar dari bangsa-bangsa yang lain. Urus aja urusan keyakinan masing masing, gk perlu ngurus keyakinan orang lain, Kata pepatah, Kuman diseberang tampak, tapi balok yang ada dimatamu, tidak kamu lihat. Nah….mendingan kita urus dulu balok yang ada dimata kita masing-masing.Apakah kita masing tahu kalo nanti kita Passed away, mo kemana….? surga,….yakin loe..? Neraka….? yakin juga..? No one knows lah… tanyakan diri kita sendiri sudahkah kita melaksanakan apa yang sudah dikatakan Tuhan, baik yang tertulis di Alkitab atau pun di Quran…? Ngurus diri aja belum tentu benar mo ngurusin orang lain lagi…..mendingan kita urus nasib bangsa ini. bangsa udah ditimpa krisis masih mo berkelahi lagi. Keyakinan urusan dengan yang di atas….apa yang kita lakukan buat Tuhan…orang lain gk perlu tahu lah.

      ……Gimana….?
      Kan katanya BERSAMA KITA BISA……maka bersatulah kita, biar bangsa ini kuat dan besaaaaaar….

    • verde_wp 4:22 am on 19/04/2009 Permalink | Reply

      well, :)….jangan debat yg sia-sia lah, jangan kayak pejabat semua, berikan bukit yang nyata aja! mau islam kek mau kristen kek, ni loh orang2 pada susah cari makan, ayo bantu kami! jangan sekedar berteori, berikan bukti, bukan hanya bukti untuk pamer aja, tapi berlomba lah dalam kebaikan, kemurahan, kayak provider jaringan handphone, tapi jangan suka nipu, kualat!,,,,kalau kalian ni saingan dengan kebaikan,lomba bagi-bagi banyakan duit,,,nak kita2 ini kan senang juga……salam.

    • alo 1:38 pm on 18/01/2010 Permalink | Reply

      saya sih setuju saja. memang benar bahwa melakukan kebaikan dan kedamaian adalah lebih baik dari pada ngomong yang negatif terhadap orang lain. bagi saya adalah agama saya yang terbaik dan bagi ente adalah agama ente yang terbaik.

      tujuan pembicaraan adalah untuk mencapai jalan damai bukan membuat amarah dan kebencian. lebih baik pembicaraan ini mencari titik yang damai dan bersahabat walaupun berbeda agama

    • alo 1:46 pm on 18/01/2010 Permalink | Reply

      jika saya menafsir kitab weda sedangkan saya adalah Kristen maka saya akan malu kalau seandainya tafsiran saya berbeda dengan pemeluk agama hindu.
      sebenarnya harus bicara dengan pemilik atau pemimpin agama tersebut. jangan menafsir seenaknya.

    • ADAADASAJA 11:59 pm on 18/01/2010 Permalink | Reply

      @ Alo

      Ya iya lah lagian anda gak ada kerjaan nafsir-nafsir kitab orang iya gak?
      Kalo ada perlu juga anda tinggal pake aja tafsir-tafsirnya yang udah ada iya gak?
      Kaya Alkitab itu kan udah merupakan terjemahan tuh dari bahasa-bahasa aslinya yang Ibrani dan Suryani lalu ke Inggris menjadi Bible dan ahirnya ke Indonesia menjadi Alkitab.
      Enggak ada tuh pake acara nafsir-nafsir Alkitab segala udah cukup ko apa adanya saja Alkitab buat ngungkap kontroversi2 dan kontradiksi2nya ya gak?
      Ah kamu aja yang bikin Issue sendiri…

  • SERBUIFF 10:19 am on 30/10/2007 Permalink | Reply
    Tags: , , atheis, bekasi, , bogor, budha, erzal, hindu, indonesia, , isaalmasih, , jakarta, jewish, kafir, , moses, , , , protestan, tangerang, , Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://ww, ,   

    Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? 

    Apa opini anda tentang situs http://www.faithfreedom.org dan

    http://www. indonesia.faithfreedom.org yang menyerang Islam ?

    Tuliskan pendapat, komentar, ulasan, unek2, kritik dan saran pada kolom comment, semoga bermanfaat bagi kita semua.

    Untuk melihat semua comment CLICK judul diatas : Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? … atau kata comment kanan bawah .

     
    • beMuslim 11:03 pm on 31/10/2007 Permalink | Reply

      Situs itu harus ditutup, perlu kerjasama antar semua lini Islam.

    • ZULMI 8:20 am on 02/11/2007 Permalink | Reply

      menurutku, sebagai muslim daripada berbicara tuduhan itu palsu, menjelek2an islam dsb, lebih baik buktikan saja tuduhan mereka salah. Jika mereka salah seharusnya kita sebagai muslim dapat membuktikannya. Sampai saat ini dengan jujur, pendapat kafir2 tersebut aku akui sangat logis.

      kadang yang membuat saya berfikir dalam membela iman kita apakah perlu menyerang balik kepercayaan orang lain?itulah sampai saat ini aku masih bertanya-tanya.

      Sangat sayang saya tidak memiliki kemampuan untuk ikut disana.

    • erzal 10:53 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      justru sekarang ini kita sedang berusaha menjawab tuduhan mereka, coba lihat http://blog.360.yahoo.com/pipin234

      pendapat kafir itu tidak logis karena :
      1. mereka banyak dengan sengaja mendistorsi ajaran islam terutama dari Al quran dan hadist,
      2. membuat berbagai macam kebohongan dan fitnah
      3. mencari2 hal2 negatif dan apa yang mereka anggap suatu kelemahan islam…….padahal itu akan sia2 saja
      4. hanya mengulas sisi negatif menurut anggapan mereka tanpa mengulas sisi positif dari islam.

      Jelas kita harus membela islam dan menyerang balik mereka dengan membuktikan agama Islam itu benar dan agama mereka adalah salah !!!.

      Soal kemampuan semua orang punya kemampuan asal mau belajar, banyak membaca, berfikir dan banyak bertanya pada yang ahlinya ………insyaallah bisa. ..OK ?

    • pakigun 5:18 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

      Trims. http://islamteori.wordpress.com/

    • haikal 4:38 am on 28/12/2007 Permalink | Reply

      situs itu dari orang kafir untuk orang kafir, jadi kita tidak usah kasih comment di sana. boleh di baca untuk mengetahui taktik serangan-serangan pemurtadan dari meraka sehingga kita bisa dengan mudah membuat tameng untuk serangan-serangan mereka.

    • lafaek 12:31 pm on 28/12/2007 Permalink | Reply

      memang terasa kecewa yang sangat mendalam, sedih, jengkel, gemes ketika agama yang diyakini selama ini ternyata palsu dan nabi yang teladani merupakan nabi bejad tidak bermoral. Faithfreedom dengan penuh fakta telah membongkar kepalsuan itu. Bravoo Faithfreedom !!!! Islam adalah agama padang pasir , ketika islam menyentuh suatu daerah, negara bahkan hati maka seketika disitu akan menjadi padang pasir, gersang, panas, primitive, terbelakang…

    • andi 4:59 am on 28/02/2008 Permalink | Reply

      saya sempat juga jengkel, gemas dan marah karena awalnya saya kira semua isinya fitnah dan kebohongan. Tapi setelah saya selidiki sendiri sebagian ada yang benar. Contoh soal usia aisyah yang 6 tahun. Di hadist bukhari dan juga buku muhammad haekal yang saya punya menyebut persis seperti itu. Hingga kini saya masih merasa terganggu. Benarkah nabi kita yang mulia itu menikahi anak2. Tolong cari penjelasan yang bisa menenangkan pikiran saya.

    • erzal 2:37 am on 29/02/2008 Permalink | Reply

      tentang masalah umur aisyah saat menikah dengan nabi muhammad dapat dilihat pada uraian dibawah ini…………Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, ” Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

      Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti .

      Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

      Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

      Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

      Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.
      BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

      Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
      Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

      Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

      Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

      Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

      KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

      KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

      pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
      610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
      613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
      615 M: Hijrah ke Abyssinia.
      616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
      620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
      622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
      623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
      BUKTI #2: MEMINANG

      Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

      Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

      Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

      Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

      KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
      BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

      Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

      Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

      KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
      BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

      Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

      Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

      Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

      Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

      Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

      Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

      kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
      BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

      Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

      Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

      Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

      KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
      BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

      Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

      Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
      suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

      Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
      BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

      Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

      Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
      Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

      Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
      BUKTI #8. Text Qur’an

      Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

      Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

      Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

      Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

      Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

      Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

      AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

      Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
      BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

      Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

      Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

      Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

      Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

      kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
      SUMMARY:

      Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

      Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
      Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

      Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

      sumber :
      The Ancient Myth Exposed
      By T.O. Shanavas , di Michigan.
      ? 2001 Minaret
      from The Minaret Source: http://www.iiie.net/
      Sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3704_0_26_0_M

      Diterjemahkan oleh : C_P

    • tommy kuncoro 11:38 am on 31/03/2008 Permalink | Reply

      situs http://www. indonesia.faithfreedom.org terlalu banyak fitnah dan kebohongan, hal ini tidak akan membuat orang makin menjauhi islam , tetapi akan semakin menguatkan keiman islam. apa yang dilakukan mereka hanya akan sia-sia dan tidak akan berhasil sesuai dengan harapan mereka. islam terlalu kuat dan terlalu besar untuk bisa mereka tahlukkan. seratus orang kafir tidak akan sanggup mengalahkan satu orang muslim yang taat.
      jadi apa yang mereka lakukan menggambarkan betapa putus asanya mereka menghadami umat islam.

    • Dick Foreskin 9:14 am on 15/04/2008 Permalink | Reply

      Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,
      Pohon yang jelek menghasilkan buah yang jelek.

      Agama yang baik menghasilkan orang-2 yang baik (Ibu Teresa, Mahatma Gandhi, Johanes Paulus II, Mikhail Gorbachov, Maximillan Kolbe, Romo Mangun, etc…)
      Agama yang Jahat menghasilkan orang 2 jahat ( Osama bin Laden, Imam Samudera, Abubakar Ba’asyir, etc…)

    • ghofur solihin 3:26 am on 25/04/2008 Permalink | Reply

      umat islam jangan sewot dong,bukankah umat islam juga suka membuat buku-buku yg menghujat iman kristen?ratusan buku telah diterbitkan oleh penerbit islam dan buku buku itu menghina,menghujat agama kristen.belum lagi ceramah-ceramah dari ustad dan ustaddah islam yg radikal spt irene,sanihu munir dll,yg jelas-jelas menghujat agama kristen.Buktikan kalau agama islam benar,nabi muhammad nabi yg bermoral tinggi,ajaran islam benar dll.jangan hanya bisanya demo ala fpi,mmi,hti,otot yg di andalkan.gitu aja deh sARAN GUE.HIDUP http://WWW.INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG.

    • zeta 8:02 am on 08/06/2008 Permalink | Reply

      pendapat gw sebagai muslim,faithfreedom bwt gw tuh justru buat nambah keimanan dan keyakinan gw…karena gw memeluk islam bukan karena udah dari lahir gw ISLAM,tapi gw pelajari mana agama yang BENAR karena gw yakin adanya suatu tempat bernama NERAKA…

      satu prinsip gw mengenai agama yang gw peluk,YAITU KETUHANAN.HANYA SATU NABI YANG MEMBAWA KONSEP KETUHANAN YANG BENAR SERTA MENUNJUKKAN KEBESARAN DAN KEBENARAN YANG MAHA PENCIPTA.YAITU NABI MUHAMMAD SAW…MAAF2 SAJA BWT PEMELUK AGAMA LAEN,TAPI GW GAK PERCAYA TUHAN YANG MEMILIKI SIFAT DAN KEBUTUHAN ALA MANUSIA,TUHAN YANG BISA MATI,TUHAN YANG BERDOA,TUHAN YANG TERBUAT DARI BATU,APALAGI TUHAN YANG LEBIH DARI SATU…

      jadi selebihnya,ada yang memfitnah,menghujat,menjelek2kan dimata dan kuping gw tuh cuma semakin yakin bahwa ini adalah agama yang BENAR.karena sifat2 tersebut hanya dimiliki orang2 yang sebenarnya sudah merasa SALAH dan hanya mencari2 KEBENARAN..

      so,faithfreedom???menurut gw pribadi mo ada mo enggak kagak ngaruh tuh….

      mo bicara2 logika,satu ini logika yang paling masuk akal…..
      TUHAN YANG BENAR=AGAMA YANG BENAR

    • Jafar 4:37 pm on 17/06/2008 Permalink | Reply

      Coba deh liat kalo para pendeta kristen lg ‘khotbah’, pasti tidak pernah luput utk terus nengok dari Al-Kitabnya, bentar2 nengok karena ga hafal. Jd pengen ketawa lihatnya. Bandingkan dgn umat Islam yang punya Al-Qur’an, yg hafalnya banyak, ga perlu jd kyai utk hafal satu surat dari Al-Qur’an. Dari sini aja kita bisa tau mana yg disebut mukjizat mana yg cuma ‘buku biasa’.

      FFI sih ga usah dihiraukan, itu cuma kerjaan org2 Kristen yg sibuk cari2 kelemahan Islam pdhal agama mereka sendiri banyak bgt borok dan kelemahannya.

      Tantangin aja kalo memang mereka mau debat, suruh hafalin dulu satu surat di Al-Kitab. Kalo bisa jago deh. Hahahaha.

    • agree only 8:18 am on 19/06/2008 Permalink | Reply

      kalo punya temen bisa hack’
      mendingan situs itu di ilangin..
      aku jg punya acount d situ. coba post yg bener slalu di hapus

    • faithfreedoom 12:32 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States.

    • faithfreedoom 12:40 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States. Their programs are also supported by international oil companies which have interest to seize any chunk of oil resources all around the world.

    • Ahmady 5:34 am on 25/07/2008 Permalink | Reply

      Saya heran,mengapa banyak sekali tulisan yang mengatakan bahwa alkitab adalah rekayasa dan tidak asli lagi tetapi ternyata umat Islam mengamini isi Alkitab,buktinya adalah dengan banyaknya tulisan tentang Kristen (baik yang sekedar referensi atau menjelek2kan Kristen) ternyata mengutip ayat2 Alkitab ! bagaimana ini ? katanya gak bener kenapa dikutip untuk membenarkan tulisan2 tersebut ? aneh sekali !

    • CRUSADER 3:50 am on 16/08/2008 Permalink | Reply

      PENDAPAT SAYA ISLAM MEMANG BANGSAT. SEMUA AGAMA DIMUSUHIN OLEH ISLAM,MEREKA MERASA PALING BENAR N PEMBAWA DAMAI DAN TERNYATA KEKACAUAN DI DUNIA DIAKIBATKAN ISLAM. DUNIA AKAN DAMAI TANPA ISLAM. LOE SIH NYEMBAH MAMOD SAW (GERGAJI) HAHAHAHAHA MAKAN TAI LO…LO KALO MELUK AGAMA YA AGAMANYA AJA DONK JANGAN BUDAYA ARAB YANG LOE BAWA. KALIAN PADA MINUM AIR KENCING UNTA SIII MAKANYA BODOH-BODOH HAHAHA GAK MASUK AKAL, NGENTOTIN ANAK 9 TAHUN GILA TENAN. INGAN!!! SATU-SATUNYA AGAMA YG MENGHALALKAN KEJAHATAN CUMA AGAMA DARI IBLIS ALIAS ISLAM

      • nisa' 10:02 am on 07/01/2011 Permalink | Reply

        he.. he.. beginilah dedengkot faithfreedom mereka marah ketika katholik/kristen 100% kalah debat di forum terbuka kalo melalui dunia maya mereka sih bebas berkomentar sedangkan di forum terbuka mereka kelabakan….. karena itu mereka melampiaskan melalui dunia maya… kayak nggak tahu… liat aja mereka ngawur dan vulgar dalam menafsirakn quran & hadist semaunya sendiri.. keliatan banget kalo aku baca setiap ada dedengkot faithfreedom yang update status di faithfreedom keliatan banget dangkalnya mereka tentang islam… komentar mereka seakan akan berisi hawa nafsu amarah kebencian… bagi mereka seakan akan yang mereka lontarkan fakta padahal fiktif… buktinya apa berapa lama faithfreedom international exist… justru bertambah banyak orang eropa dan amerika masuk islam….. jadi sia sia banget kerjaan faithfreedom niatnya memfitnah justru jadi boomerang bagi mereka sendiri… seperti kejadian PENDETA KAFIR AMERIKA yang berhati iblis ingin membakar alquran menjadi berita utama surat kabar newyork bukankah langkah itu sama dengan faithfreedom yang isinya penghinaan tetapi justru banyak orang di amerika yang belum mengenal islam berusaha mencari cari informasi tentang islam dan akhirnya menjadi muallaf……., jadi kesimpulan biarlah faithfreedom menghina dengan omong kosongnya hingga berdarah darah semakin mereka menghina semakin banyak orang sadar tentang kebenaran islam…….

    • yebuth lintarhaq 5:31 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      Ya jelas to yg sumbernya dari Nabi Isa AS dan sudah ngelink di Alquran pasti bisa dipertanggungjawabkan, Yang lebih heran lagi kenapa di bible yg sudah diembel2in PL dan jelas2 suratnya buat domba2 sesat yahudi, tapi kok Yahudinya enteng aja ya :.. lo lo gua gua he..he.. lumayan dapet kristen gratisan bisa buat ganjel Muslim.

      To Crusader :
      Inilah contoh tulisan yg mengaku2 sbg umat pembawa cinta kasih dan damai tapi hiik hiik tau aja deh qualitasnya, saya juga heran kristen yg cara nyebarin agamanya pakai ngejajah, meras keringat orang, ngebom sana ngebom sini, bunuh sana sini, ngelawan musuh yang tak berdaya, cleaning ras-ethnic, apharteid, tipu menipu, nggak gentel, pakai fitnah, pakai cara devide ad impera n ngalalin segala cara kok gak pernah diberitain ya… padahal merata didunia lho kejahatannya..!!!

    • erzal 5:50 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      UNTUK CRUSADER ……..ISLAM IS THE BEST BUNG……ISLAM CINTA DAMAI DAN PEMBAWA PERDAMAIAN BUNG…KITE2 KAGA NYEMBAH MUHAMMAD BUNG…LU AJA YG MAKAN TAI BUNG….LU AJA YG MINUM AIR KENCING UNTA……ISLAM MELARANG PERBUATAN JAHAT…ISLAM DARI ALLLAH…SETAN ADALAAH MUSUH UMAT ISLAM…SOAL USIA ANAK 9 TAHUN ITU KAGA BENAR BUNG…

    • eron zb 10:35 am on 11/11/2008 Permalink | Reply

      saya setuju dengan adanya situs ini,tp saya belum bisa percaya 100%.tp,ku akui iman saya sudah mulai kendor…
      jangan salahkan aku bila aku murtad…
      sebab itu aku harus memilih jalan hidupku sendiri.
      mungkin dengan murtad aku bisa tenang.dan bisa menemui kedamaian..amin.

    • kk.arr 8:37 am on 19/11/2008 Permalink | Reply

      benerkah tuhan itu ada ? ataukah tuhan itu ada setelah setiap pertanyaan yang tak terjawab (mentok, tak ada jawaban) sebagai jawaban penghibur hati sementara. bgm jika tuhan itu memang tidak ada, sudahkah anda pikirkan ?

    • Agus 6:19 pm on 23/03/2009 Permalink | Reply

      Baik baik saja, tanggapi dengan dewasa karena agama sebuah realita, kenapa mesti repot atau acuh tak acuh ? Kritik membuat iman menjadi dewasa dan teruji, sehingga beragama dan beriman tidak didasarkan pada aspek emosianal, akan tetapi pemahaman agama dalam semangat iman untuk kembali menjadi ciptaanNya yang paling mulia.
      Mengimani Tuhan itu urusan manusia.
      Mengimani Agama itu urusan sejarah manusia.

    • pein pein 5:02 am on 01/03/2010 Permalink | Reply

      situs itu bagus kok,..!!?
      situsnya cinta damai, gag da paksaan loh buat masuk ke sana,.. isinya jelas dan tampa keragu-raguan di dalamnya. pokonya faith freedom adalah petunjuk dan pedoman bagi orang-orang benar! Rahmat bagi para netter semua,..!!?

      • tawon 3:08 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

        @pein pein .. apa nya yg menjadi rahmat , ali sina sendiri tidak bertanggung jawab sewaktu diajak berdebat ( secara on line , bukan lgs tatap muka ) . kl ali sina secara jujur dan jantan mau di ajak berdiskusi itu baru namanya – rahmat tapi kl pengecut .
        memang sebagaimana Allah menciptakan surga dan neraka , Allah pun tidak memaksa hambanya mau masuk surga ataupun masuk neraka .
        saya sering berdiskusi / berdebat dgn teman-2 yg lain agama tetapi semakin saya sering berdebat semakin nyata bahwa Islam adalah agama yg terbaik di muka bumi . anda bisa lacak hasil debat saya dan teman-2 muslim di forum ini.
        apakah anda ingin mewakili @ffi ?

      • erzal 4:32 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu lagi teler ya ?

    • Depo 6:18 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

      @ tawon

      hihihiiii… sipp buat mas tawon 🙂
      pien-pien apa mau disengat ama tawon ? babak belur loe baru tau…

    • pedro 12:03 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

      @tawon

      Islam agama terbaik di muka bumi….?
      itukan versi Anda….

      setiap penganut akan mengatakan hal yang sama tentang agamanya sendiri….

      tapi itu gak penting karena yang layak diagungkan adalah TUHAN bukan agama….

      • Depo 1:32 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

        @ Pedro

        Hihihiiii… tumben si ngkong nongolnya disini… 🙂
        tp Gpp, walau ngkong suka jadi atlit (melarikan diri dari pertanyaan) gw tetap kejar sampe dapat…

        Ehh kong yang masih jadul…
        Ngapain sih tuhan loe nggak ngerti / nggak mengetahui sifat dari seseorang manusia ?
        Contohnya : si Petrus, yg oleh tuhan loe (Yesus) akan diberikan kunci kerajaan surga. Tp akhirnya tuhan loe itu mengatakan bahwa si Petrus itu adalah iblis yang menjadi batu sandungan bagi dirinya…

        Jadi apa nggak tuhan loe (Yesus) memberikan kunci itu pada si Petrus (iblis) itu ?
        Klo nggak jadi diberikan kunci itu, berarti tuhan loe plin-plan dalam perkataannya.
        Klo jadi diberikan kunci itu, kenapa diberikan kepada setan/iblis ?

        Jawab kong, gw tunggu…
        Klo ngkong jawab, jadulnya gw hilangin yach…
        suerrr…. hihihiiii…

        • Depo 8:12 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Ngkong Pedro yang JADUL

          Mannnaaaa niiiihhhhh ????? hihihiiiiii….
          kwek kwek kwekkk… 🙂 🙂 🙂

        • pembela 9:59 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ DEPO

          Sekedar mengiatkan,.. sebaik nya anda baca dulu sebelum masuk page sni… apakah anda sudah memberikan opni / tanggapan situs http://faithfredom.org
          jika belum untuk apa anda masuk kesini,. petentang-petenteng mnantang bung pedro dgn pertanyaan yg ndk nyambung dgn judul..

          ayo,.. berikan opini dulu,,.. aku kan jawab semua pertanyaanmu,…

          sebaiknya lain kali lebih teliti menyimak ya,…

        • Depo 3:56 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Pembela

          Jangan nyeleneh… lihat aja postingan teman loe Pedro yang terakhir itu… apa sesuai Judul di page ini ???
          Apakah itu berupa opini terhadap judul page ini ?
          loe siap mewakili pedro yang nggak mampu untuk menjawab ?
          atau, loe juga akan melarikan diri seperti dia (Pedro) ?

      • erzal 4:28 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu bukan mengagungkan tuhan tapi lu nginjek tuhan karena lu mensekutukan yesus dg tuhan…paham nggak ?

    • Roben 3:48 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

      @ Pembela

      Wajar aja lho pake nama pembela, suka membela para pelarian yang gak mampu dikejar untuk menjawab sebuah argument pertanyaan yang ditimbulkan dari dirinya sendiri.

      Apakah anda tau dan mengerti bahwa si Pedro itu memang suka lari ke page lain jika dia tidak mampu menjawab. Dia membutuhkan pembelaan agar tetap dapat eksis. itulah kelemahan dia.

      Adalah wajar saja Depo mengejarnya walau ke page lain yang dia (Pedro) masuki untuk mengingatkan dia dan menguji kemampuan dia untuk menjawabnya.

      Apakah anda bisa mewakilinya untuk menjawab ?

      • pedro 1:48 am on 04/03/2010 Permalink | Reply

        @Depo, Roben, pembela

        wah, tidak menyangka saya jadi topik lain di page ini…

        bung Depo, saya jawab di page https://erzal.wordpress.com/kata-anda aja yah biar gak jadi bias page ini…

        bung Roben, sebelum judge saya tolong lihat dulu di page yang saya tulis di atas, apakah saya tidak banyak menjawab pertanyaan bung depo, erzal, tawon, dll…
        malahan pertanyaan saya yang dianggap lalu begitu saja…
        tapi saya toh tak pernah asal tuduh begitu saja…

        bung pembela, jangan kaget mereka memang suka begitu…
        meledak-ledak saat ada pernyataan yang tidak mereka terima, tetapi saat dijelaskan dalam diskusi pada menghilang…

        tx

    • khan 9:39 am on 29/07/2013 Permalink | Reply

      Pendiri, Pengelola dan Admin http://www.indonesia.faithfreedom.org adalah orang-orang murtadin kafir laknatullah. Orang yang yang gak punya kerjaan, Ahli neraka jahannam! Tobat kalian sebelum terlambat!!!

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel