Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: `Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)`(QS. 42:44) 

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Asy Syuura 44
وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ وَلِيٍّ مِنْ بَعْدِهِ وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَى مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ (44)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang dikehendaki Nya pasti menjadi kenyataan dan tak seorangpun yang dapat menghalangi Nya; sebaliknya apa yang tidak dikehendaki Nya, tidak akan terjadi, oleh karena barangsiapa yang telah ditunjuki oleh Allah SWT tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barangsiapa yang telah dibiarkan sesat oleh Allah SWT karena selalu berbuat kejahatan tidak akan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk ke jalan yang benar, yang akan membuat dia mencapai kebahagiaan dan keberuntungan.
Firman Allah SWT:

وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا
Artinya:
Dan barangsiapa yang disesatkan Nya, maka kami tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (Q.S. al Kahfi: 17)
Orang-orang yang kafir di akhirat nanti ketika melihat dan menyaksikan azab di depan matanya, berangan-angan mereka akan kembali lagi ke dunia untuk berbuat baik dan beriman. Mereka berkata: “Apakah masih ada jalan bagi kami untuk kembali ke dunia?”. Andaikata mereka itu dapat kembali lagi ke dunia, mereka tidak juga akan beriman dan berbuat baik, mereka akan tetap saja melanggar larangan-larangan Allah. Hal ini digambarkan pula oleh Allah SWT dalam ayat yang lain dengan firman Nya:

وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (27) بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (28)
Artinya:
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak lagi mendustakan ayat-ayat Tuhan kami serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka, kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikan. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. (Q.S. Al An’am: 27-28)

Advertisements