Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan):` Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan? `Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.(QS. 74:31) 

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Muddatstsir 31
وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ (31)
Dari Ibnu ‘Abbas diriwayatkan bahwa ketika turun ayat ke-30 di atas yang menerangkan bahwa Allah menugaskan 19 orang malaikat sebagai penjaga neraka, Abu Jahal yang mendengar keterangan itu dengan nada mengejek berkata kepada sesama rekannya dari golongan Quraisy, “Ibu kamu telah kehilangan kamu semua …. Aku dengar sendiri itu anak si Abu Kabsyah (gelar ejekan buat Nabi) menceritakan kepada kamu bahwa neraka itu dijaga oleh 19 malaikat, sedang kamu adalah pemberani dari lasykar. Apakah tiap sepuluh di antara kamu tidak sanggup mengalahkan seorang dari (malaikat) itu? Lalu Abul Asyad Ibnu Kaladah Al Jumahy yang mendengar tawaran Abu Jahal yang memang terkenal pahlawan, menjawab dengan pongahnya, “Aku akan kalahkan 19 malaikat itu. Sepuluh orang aku sikut dengan bahu kananku yang 9 orang lagi aku sikut dengan bahu kiriku, sehingga kamu masuk ke dalam surga. Ibnu Kaladah berbicara sambil berolok-olok.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa nama orang yang menentang malaikat itu adalah Al Haris ibnu Kaladah yang berkata dengan angkuhnya, “Saya sanggup mengalahkan 17 orang malaikat sekaligus, dan kamu semua cukup menghadapi dua orang saja”. Maka turunlah ayat ini.
Dalam ayat-ayat yang lalu Allah telah menjelaskan tentang kehebatan neraka Saqar sebagai balasan bagi orang yang menuduhkan bahwa Alquran itu ciptaan manusia, yang dijaga oleh 19 malaikat. Maka pada ayat ini dan selanjutnya ditegaskan pula bahwa jumlah yang 19 malaikat itu hanyalah merupakan pengawal bagi orang yang kafir. Tetapi bagi orang yang beriman keterangan serupa itu akan menambah keimanannya. Ayat-ayat selanjutnya mengatakan Saqar itu sebagai bencana besar untuk peringatan bagi manusia.
Pada permulaan ayat ini Allah menegaskan bahwa petugas yang diangkat oleh Allah untuk mengurus urusan neraka dan memberikan siksaan kepada penghuninya adalah para malaikat. Para malaikat itulah yang diberi kepercayaan mengatur dan mengawasinya. Mereka adalah makhluk Allah yang hebat dan perkasa dan bertindak atas perintah Allah. Mereka bukan manusia, dan bukan pula jin, sebab yang disiksa di sana adalah kedua makhluk itu. Andai kata penjaga neraka itu dari jenis manusia atau jin tentu mereka akan kasihan dan lemah lembut kepada makhluk yang sejenis dengan mereka.
Adapun jumlah mereka yang sedikit itu (19 orang) dibandingkan dengan begitu luas neraka yang tiada bertepi yang harus mereka awasi serta puluhan milyar jin dan manusia yang mengisinya, hanyalah sekadar ujian dan cobaan bagi golongan yang tidak percaya. Sehingga mereka berkata seenaknya; sanggup berkelahi dengan malaikat seperti ucapan Ibnu Kaladan di atas. Dengan sengaja Allah menyebutkan jumlah yang sedikit itu agar semakin congkak orang kafir itu, sehingga berlipat ganda pula pembalasan yang harus mereka derita.
Fitnah (cobaan) yang dimaksudkan di sini tentulah karena jumlah mereka yang terlalu sedikit. Hal itu bagi orang yang tidak percaya akan menimbulkan tanda tanya, “Bagaimana pula malaikat yang tidak sampai 20 itu sanggup mengendalikan jutaan bahkan ribuan juta jin dan manusia yang menghuni neraka? Padahal kalau mereka menyadari bahwa sesungguhnya malaikat itu hanyalah sekadar alat belaka (atribut) yang bekerja atas perintah dan kekuasaan Allah. Biarpun hanya dua atau tiga orang, akan tetapi kalau Zat Yang Maha Kuasa ada di belakangnya, pasti pekerjaan itu berjalan lancar.
Sebaliknya untuk orang yang telah diturunkan kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) keterangan ayat ini seharusnya menambahkan keyakinan akan kebenaran yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebab jumlah yang 19 itu sesuai dengan keterangan yang mereka peroleh dalam kitab-kitab suci mereka (Taurat dan Injil). Dan sekaligus pula Allah menegaskan bahwa antara kitab-kitab suci yang telah diturunkan-Nya itu tak mungkin ada pertentangan satu sama lain.
Orang beriman pasti akan bertambah yakin dengan keimanannya, sebab mereka melihat bagaimana orang ahli kitab membenarkan dan mengakui ayat Alquran, karena sesuai isinya dengan Taurat dan Injil.
Dengan demikian orang-orang beriman dan golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) yang bersifat jujur tiada meragukan lagi tentang pengertian kalimat 19 malaikat itu. Mereka (ahli kitab) juga tidak ragu lagi bagaimana hakikat iman seorang muslim, bahkan mereka diharapkan pula dapat menjelaskan hal demikian kepada orang yang masih ragu-ragu, seperti kepada golongan munafik dan lain-lain.
Di sini disebutkan tentang ahli kitab dan munafik, padahal ayatnya diturunkan di Mekah, sedang orang ahli Kitab dan munafik baru muncul setelah Rasulullah SAW berada di Madinah, karena itu ayat ini harus dipandang sebagai berita gaib yang pasti akan terjadi yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Dan menceritakan yang masih gaib atau belum terwujud termasuk salah satu bentuk mukjizat Nabi seperti disebutkan dalam kitab-kitab hadis.
Bagi orang-orang yang tidak percaya kepada kebenaran yang dibawa Nabi SAW akan mempertanyakan kembali soal malaikat yang 19 itu, “Apa sesungguhnya yang dikehendaki Allah dengan menyebutkan bilangan terlalu sedikit ini, dan kenapa tidak disebutkan 20 saja?” Karena kebiasaan yang berlaku menyebut contoh/misal selalu menggunakan bilangan genap, maka perumpamaan Allah ini dipandang ganjil.
Lalu Allah sendiri menjelaskan, “Demikianlah Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dari golongan munafik dan musyrik yang selalu mempersoalkan jumlah bilangan malaikat itu. Tetapi Dia pula yang memberikan petunjuk ke jalan yang benar bagi orang yang dikehendaki-Nya sehingga mereka paham dengan maksud ayat ini.
Dari keterangan ini jelaslah bagi kita bahwa perbedaan pendapat di kalangan manusia bahkan antara orang muslim adalah wajar, dan itu merupakan sunatullah. Hanya orang yang mendapat bimbingan akan memperoleh hakikat yang sebenarnya dan masalah yang dipersoalkan.
Allah kembali menegaskan kekuasaan-Nya, bahwa Dia sendiri yang tahu hakikat malaikat yang diperintahkan-Nya untuk mengawasi mereka. Hanya Dia saja yang mengerti bagaimana sesungguhnya malaikat yang bertugas itu. Tegasnya manusia tiada seorangpun yang mengerti hikmah menjadikan jumlah 19 itu. Ada yang menerangkan bahwa ayat ini turun sebagai jawaban dari ucapan Abu Jahal ketika mendengar ayat tentang penjaga neraka 19 orang itu. “Tahukah engkau bahwa Tuhan Muhammad itu cuma 19 orang saja penolong-Nya?” Yang jelas 19 malaikat itu dibantu oleh tentara Allah yang lain yang banyaknya tiada yang tahu melainkan Dia saja.
Ayat ini menegaskan bahwa neraka Saqar yang disertai dengan gambaran seperti diutarakan ayat di atas, merupakan peringatan bagi sekalian manusia.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Muddatstsir 31
وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ (31)
(Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan malaikat) yakni mereka tidak akan dapat dilawan, tidak sebagaimana yang diduga oleh orang-orang kafir (dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka) yang sembilan belas itu (melainkan untuk jadi cobaan) atau membawa kepada kesesatan (bagi orang-orang kafir) seumpamanya mereka mengatakan, mengapa jumlah malaikat-malaikat penjaga neraka itu hanya sembilan belas? (supaya menjadi yakin) menjadi tambah jelas (orang-orang yang diberi Alkitab) artinya, supaya orang-orang Yahudi yakin akan kebenaran Nabi saw. yang telah menyatakan bahwa jumlah mereka sembilan belas malaikat, dan ini sesuai dengan keterangan yang terdapat di dalam kitab mereka (dan supaya orang-orang yang beriman bertambah) yaitu, orang-orang yang beriman dari kalangan ahli kitab (imannya) kepercayaannya, karena apa yang dijelaskan oleh Nabi saw. itu sesuai dan cocok dengan keterangan yang terdapat di dalam Kitab mereka (dan supaya orang-orang yang diberi Alkitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu) yaitu orang-orang yang beriman bukan dari kalangan mereka; tentang bilangan malaikat-malaikat penjaga neraka itu (dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit) berupa keragu-raguan; mereka berada di Madinah (dan orang-orang kafir mengatakan) yaitu orang-orang kafir Mekah: (“Apakah yang dikehendaki Allah dengan hal ini) yakni bilangan ini (sebagai suatu perumpamaan?”) mereka menamakannya sebagai perumpamaan, karena hal itu amat aneh didengar oleh mereka. Lafal Matsalan berkedudukan sebagai Haal atau kata keterangan keadaan. (Demikianlah) sebagaimana disesatkan-Nya orang yang tidak mempercayai bilangan ini, dan diberi-Nya petunjuk orang yang percaya kepada-Nya (Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Rabbmu) yaitu malaikat-malaikat tentang kekuatan dan kemampuan mereka (melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain) neraka itu (hanyalah peringatan bagi manusia.)

Advertisements