Updates from September, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 1:50 am on 02/09/2011 Permalink | Reply
    Tags: JIL : Al-Qur’an Menyadur Bible!   

    JIL : Al-Qur’an Menyadur Bible! 

    JIL : Al-Qur’an Menyadur Bible!

    Posted by Ibnu Maryam on November 29, 2010 · Komentar Dimatikan

    Kehebatan al-Qur’an yang penuh dengan mukjizat, disambut dengan kedengkian oleh pihak Nasrani. Mereka berusaha menyerang otentisitas al-Qur’an dengan berbagai metode. Setelahgagal, mereka frustasi dan terus-menerus melakukan kritikan untuk menanamkan keraguan terhadap umat Islam. Salah satu kritikannya adalah menuding al-Quran sebagai kitab saduran.

    Adalah Mohamad Guntur Romli, aktivis JIL yang getol menjajakan liberalisasi agama berkedok Islam. Dalam artikelnya belum lama ini, Guntur mencak-mencak menuding al-Qur’an sebagai kitab saduran yang menyunting (mengedit) keyakinan dan kitab-kitab sebelumnya.

    “Kisah Isa (Yesus) dalam al-Qur’an yang menegaskan, Isa hanyalah seorang Rasul, bukan anak Tuhan, dan tidak ada penyaliban terhadapnya adalah “saduran” dari keyakinan sebuah sekte Kristen,” tulisnya.

    Guntur menegaskan pula, “Al-Qur’an tetap memiliki banyak sumber dan ‘proses kreatif’ yang bertahan serta berlapis-lapis. Al-Qur’an adalah ‘suntingan’ dari ‘kitab-kitab’ sebelumnya, yang disesuaikan dengan kepentingan penyuntingnya,” (koran Tempo, 4 Mei 2007).

    Tuduhan ini sebenarnya sudah basi, dan sama sekali tidak ada yang baru. Para orientalis dan misionaris Kristen sudahterlalu sering melontarkan tuduhan ini. Misalnya, FJL Menezes (1911) dalam karyanya The Life anda Religion of Mohammad:The Prophet of Arabia menuduh : “Tidak ada suatu apapun dari al-Qur’an itu, selain ciptaan dan rekaan Muhammad dan para sahabatnya.”

    Dalam jajaran pengritik al-Qur’an, tercatat nama-nama orientalis terkemuka, antara lain : G. Sale dalam buku Preliminary Discourse (1899) yang menyebutkan bahwa Muhammad adalah penulis asli al-Qur’an. Di belakang hari, kritikan serupa dikemukakan oleh Sir William Muir dan Wollaston (1905), Lammens (1926), Champion dan Short (1959), Glubb (1970), Robinson (1977), dan seterusnya.

    Di Indonesia, tuduhan yang sama dilontarkan oleh evangelis Jansen Litik, Suradi ben Abraham, Pendeta Muhamad Nurdin, dan lain-lain. Jauh sebelumnya, Louis Hoyack dalam buku De Onbekende Koran menuduh al-Qur’an telah menjiplak Bibel : “De Koran staat vol van verhalen, ontleend aan het Oude en Nieuwe Testament, en ook aan andere bronnen, maar waar de profeet het noodig oordelde, een weinig geretoucheed” (hlm.74). (Al-qur’an berisi dongengan-dongengan yang dicuplik dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, juga dari sumber-sumber lain, tetapi di mana dianggap perlu oleh sang nabi maka diadakan penyuntingan disana-sini).

    Bila ditelaah secara kritis, kritik Guntur terhadap al-Qur’an itu sungguh tidak bermutu, karena tidak disertai data-data yang akurat dan faktual. Dalam ulasannya mengenai proses turunnya al-Qur’an, Guntur menganalisa bahwa ketika berbicara tentang pewahyuan al-Qur’an, Allah memakai dhamir nahnu (kata ganti plural “kami”). Menurutnya, kata “awhayna(kami wahyukan) dipakai dalam al-Qur’an lebih dari 30 kali, sedangkan kata “awhaytu” (aku wahyukan) hanya dipakai 8 kali. Bertolak dari data “awhayna” ini, Guntur menyatakan, proses turunnya al-Qur’an melibatkan kerja kolektif antara Tuhan dan manusia.

    Dari penjelasan ini, terlihat jelas betapa Guntur adalah orang yang miskin data. Menurut penelitian Tim FAKTA dengan fasilitas program al-Qur’an digital, kata “awhaytu” dalam al-Qur’an hanya ada satu kata, yaitu dalam surah al-maidah:111, Itu pun bukan tentang pewahyuan al-Qur’an, melainkan ilham kepada para pengikut setia Nabi Isa (Hawariyun).

    Selain itu, pemakaian kata ganti Nahnu (Kami) bukan berarti bilangan Allah itu jamak (plural), dan tidak berarti bahwa proses turunnya al-Qur’an itu melibatkan kerja sama antara Tuhan dan manusia. Dalam bahasa Arab, pemakaian kata ganti jamak untuk kata orang pertama tunggal (mutakallim mufrad) berarti penghormatan dan pengagungan (lit-ta’zhim).

    Tidak benar tudingan Guntur bahwa pewahyuan al-Qur’an itu hasil kerja sama antara Tuhan dan manusia dengan menyadur dan menyunting kitab-kitab sebelumnya. Tudingan ini terbantah oleh ayat al-Qur’an serah al-Baqarah:41. Dalam ayat ini Allah memakai kata ganti tunggal “anzaltu” (Aku turunkan) ketika berbicara tentang turunnya al-Qur’an. Pada ayat tersebut Allah berfirman : “Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (al-Qur’an)…“.

    Ketika melontarkan tudingan al-Qur’an menyadur kitab sebelumnya (baca:Bibel), lagi-lagi Guntur memamerkan kemiskinannya dalam hal data. Sebagai seorang peneliti, seharusnya Guntur membuktikan tuduhannya atas berbagai pertanyaan berikut : Pertama, jika al-Qur’an adalah kitab suci yang menyadur Bibel, maka ayat Bibel mana saja yang disadur, dan ayat al-Qur’an mana yang dianggapnya menyadur itu. Kedua, Berdasarkan sejarah yang diyakini Guntur, kapan Nabi Muhammad membaca dan meneliti Bibel ketika menyadurnya dalam al-Qur’an? Ketiga, menurut al-Qur’an, Muhammad adalah nabi yang ummiy (buta aksara). Tudingan bahwa beliau menyadur kitab-kitab sebelumnya, berarti menuding bahwa beliau bisa membaca. Siapa nama guru Nabi Muhammad yang mengajarkan baca-tulis?

    Dalam artikelnya Guntur hanya bisa menuding tanpa membuktikan fakta dan data yang akurat. Karenanya, tudingan ini boleh disebut sebagai asbun.

    Secara singkat, semua tuduhan itu kandas dengan sendirinya oleh firman Allah dalam surah al-’Ankabut:48-49 yang menyatakan Muhammad adalah nabi yang ummiy. Kenyataan bahwa al-Qur’an sepanjang sejarah dunia tidak pernah berubah setitikpun, membuktikan bahwa al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah) yang redaksinya sama sekali tidak melibatkan campur tangan manusia. Sebab jika al-Qur’an adalah hasil karya manusia, pastilah dikemudian hari akan mengalami editing (perubahan), karena hasil karya manusia memiliki banyak keterbatasan.

    Jelaslah bahwa al-Qur’an bukan kitab saduran. Lantas siap ayang sebenarnya menyadur? Bisa jadi kelompok liberal yang menyadur fitnah-fitnah dari kaum orientalis dan misionaris.

    (Sumber : http://www.sabili.or.id)

    http://ibnumariam.wordpress.com/2010/11/29/jil-al-qur%E2%80%99an-menyadur-bible/

     
    • estimate 10:56 am on 03/09/2011 Permalink | Reply

      Menurut saya Alquran merupakan gabungan kitab dari kitab Yahudi, Nasarani dan kitab lainnya. Dalam Nasrani yang terbanyak disadur Alquran adalah kitab perjanjian lama sementara perjanjian baru tidak.
      Dalam kitab Yahudi tidak diakui Isa As dtau Yesus Kristus adalah Allah hingga saat ini. Orang Yahudi pun mengatakan kalau yang disalib itu bukan Isa, dan itu sama persis dengan Alquran.
      Hal tersebut sangat memungkinkan terjadi sebab dulu sebelum Muhammad menyatakan diri sebagai nabi dan membawa ajaran baru, ia telah lebih dulu banyak bergaul dan mengenal banyak orang dari kalangan atau lingkungan berbeda termasuk dari kalangan Yahudi.
      Keakraban tersebut terjalin sekian lama sampai ilmu agama dan sebagainya dapat dikumpulkan oleh Muhammad satu persatu yang dianggap baik sehingga terkumpul jadi satu antara kitab Yahudi dan Kristen ditambah kitab temuan lain Muhammad.
      Dalam Alquran disebutkan juga bahwa kaum muslimin dan muslimah diminta Muhammad untuk belajar kitab kepada ahlinya yakni orang Yahudi dan Nasrani, disitu saja jelas bahwa suruhan tersebut dikrenakan Muhammad tidak dapat menjawab pertanyaan umatnya tentang kitab tersebut.
      Kalau kitab Hadist adalah kitab buatan Muhammad beserta kelompoknya sehingga tercipta sebuah ajaran doktrinisasi dari hadist kepada umatnya sementara di Alquran hanya sebuah kisah para nabi nabi saja. Kitab Hadist lah yang memiliki isi perintah yang snagat mengejutkan yakni darah kafir dihalalkan, Allah memerintahkan kaum mukmin untuk membunuh para kafir dan masih banyak lagi.
      Jika dibandingkan Alquran dengan Hadist terjadi pertentangan ajaran dan istilah tersebut terjadi karena Muhammad melihat kaum Nasrani punya dua kitab yakni perjanjian lama dan perjanjian baru makanya dia pun tidak mau kalah membuat dua kitab dengan versi berbeda yang dianggap sebagai satu kesatuan yakni Alquran dan Hadist.
      Alquran adalah kitab comotan dan Hadist adalah kitab perintah Muhammad sendiri. Disinilah kelihatan bedanya.

    • Islam Agamaku 6:54 am on 08/09/2011 Permalink | Reply

      @estimate. anda itu tidak tahu sejarah dan orang bingung, semua kitab suci dari jaman Musa sampai Muhammad itu sumbernya satu dari Allah, jadi kalo Allah menurunkan Injil (bukan Bibel) itu untuk mengganti kitab Taurot yang udah di acak2 ama orang2 yahudi, begitu juga Al Qur’an itu diturunkan karena Kitab Injil juga udah diacak2 oleh Paulus cs. Jadi sejak dari adam sampai Yesus Tuhan itu cuma satu yaitu ALLAH (tauhid) tp setelah Yesus wafat tuhan jadi tiga, kemudian Islam datang untuk meluruskan lagi bahwa Allah itu Esa.

    • ISLAM SAJA 11:28 pm on 25/10/2011 Permalink | Reply

      hahahahahahah,…ESTIMATE,.ANDA_BENAR-BENAR BODOH TENTANG SEJARAH!!!!!
      SAYA MAKLUM JADINYA DENGAN PEMIKIRAN ANDA!!!!!!!!!!!
      BELAJAR LAGI BUNG!!! SEBELUM BEROPINI

    • Tidaa Tuhan selain Allah 5:54 pm on 11/11/2011 Permalink | Reply

      Al qur’an bukanya menyadur Injil & Taurat bung estimate, tapi membenarkan..lebih tepatnya membenarkan kitab2 terdahulunya, yakni Injil dan Taurat. Ingat! Injil dan taurat! bukan bible/perjanjian lama dan taurat bung..Artinya Injil yg masih asli sesuai dgn yg diturunkan Allah, bukan Injil & Taurat yg sudah diotak-atik oleh kedangkalan manusia! ( baca: bego sangat ). Nyatalah kalau Al-Qur’an membenarkan Injil & Taurat yg masih murni, yg pastinya berisi kebenaran, dan kebenaran itupula-lah yg dibenarkan oleh Al-qur’an, scara tak langsung ini menegaskan bahwa semuanya merupakan firman Allah SWT, dan ini menunjukan sinergitas antara firman2 Allah tersebut, yg telah diturnkan dalam 3 Kitab. Dan jika Muhammad adalah seorang penyadur yg ambisius dan berambisi memperlihatkan bagaimana hebatnya agama dan kitab yg dibuatnya untuk apa dia menuliskan kalau Al-Qur’an membenarkan kitab2 sebelumnya? bukankah ini justru akan membuat dia terlihat tidak hebat? Logikanya tentu lebih bagus kalau dia tidak mengatakan kalau Al-Qur;an merupakan pembenaran kitab sebelumnya, sebab ini akan menjatuhkan gengsinya yg nyatanya dia juga sangat ambisius dan tak mau kalah dg membuat hadist yg anda sebut sebagai kitab kedua kami umat Islam?!.Logikanya, kalau saya sih yg nyaduur saya bakal tulis : AL-Qur’an inilah kitab yg paling benar, yg berisi kebenaran yg lebih sempurna dari kitab2 sebelumnya/ yang memperbaiki kesalahan2 kitab sebelumnya..bukankah itu terdengar lebih bergengsi dan lebih ambisius?!! so, don’t be stupid!!

    • CIKK 3:26 am on 15/11/2011 Permalink | Reply

      @ESTIMETE ,TAURAT,INJIL, QURAN SUMBERNYA SATU DARI ALLAH, NABINYA JUGA DARI ALLAH SAMA PIMPINAN YAHUDI DIUBAH2.JADI KRISTEN KATOLIK SEKARANG NYEMBAH TUHAN SESUAI AJARAN PEMIMPIN YAHUDI, YAITU AGAMA SESUAI HAWA NAFSU.YAITU NYEMBAH PATUNG YESUS.BUKAN LAGI NYEMBAH ALLAH.

      KRISTEN KATOLIK MEMANG PANDIR NGIKUT BUALAN PEMIMPIN YAHUDI.SETELAH YESUS DIBUNUH (DISALIB) EH DIJADIKAN PENEBUS DOSA
      JELAS2 PEMUKA YAHUDI TELAH MEMBUNUH SEPAROH NABI2 SISANYA DISIKSA TERMASUK JESUS….EH LAGI2 BUALANNYA YESUS MATI KARENA KEHENDAK TUHAN..GILA NGGA ??
      YAHUUDI MEMANG PENYEMBAH LEMBU, DIA BILANG DI IBRANI KORBAN BINATANG NGGA DITERIMA TUHAN MAKANYA KALO DARAH MANUSIA BARU DITERIMA.INI BUJUKAN IBLIS PADA PEMIMPIN YAHUDI.MAKANYA YESUS DIBUNUH.
      LALU KRISTEN KATOLIK YANG PANDIR MENGAMINI, MENYEMBAHNYA SAMPAI SEKARANG.

      PENYALIBAN ADALAH BENTUK PEMBODOHAN TERBESAR.
      JESUS JELAS2 DIBUNUH, DISALIB KARENA PEMUKA YAHUDI DENGKI NGGA TERIMA SABDA2 JESUS.SEMUA TAHU JESUS, DIHINA, DILUDAH, DIANIAYA, DISESAH, DISALIB OLEH PEMUKA2 YAHUDI.
      EH EH EH.
      SETELAH MATI MANUSIA DISURUH NYEMBAH JESUS DENGAN BUALAN JESUS PENEBUS DOSA.KRISTEN KATOLIK MANUT SAJA DISESATKAN.

      BACA IBRANI 10:10

      B10) Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
      BS(10) Yesus Kristus sudah melakukan apa yang dikehendaki Allah dan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban. Dengan persembahan itu, yang dilakukan-Nya hanya sekali saja untuk selama-lamanya, kita semua dibersihkan dari dosa.

      KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT
      .

    • ryan 8:27 am on 12/08/2012 Permalink | Reply

      Estimate :
      DIPIKIR SECARA LOGIS??? bagaimana mungkin Quran menyadur/menyalin injil dan kitab2x lain????!!!!!!!
      sedangkan Nabi Muhamad SAW sendiri tidak bisa membaca??!

      Belajarlah yang banyak tentang ajaran islam..

    • camar 3:12 pm on 12/08/2012 Permalink | Reply

      sdr ryan anda berkata”DIPIKIR SECARA LOGIS??? bagaimana mungkin Quran menyadur/menyalin injil dan kitab2x lain????!!!!!!!
      sedangkan Nabi Muhamad SAW sendiri tidak bisa membaca??!……##### sudah pernahkah sdr membaca kitab kitab sahih muslim tabari atau hadis bukari tentang muhammad ??? tahukah sdr bahwa sebelum diangkat jadi nabi bahwa beliau sebenarnya selalu diajari tentang agama oleh warragah???? bahwa ayah beliau adalah bernama abdallah yang berati abdi allah yang konon penjaga kabbah yang banyak berhala didalamnya dan nama berhala itu adalah para alllah allah yang kemudian dihancurkan muhammad jadi tinggal satu. dengan demikian muhammad bukanlah buta hurup.. ketika muhammad di fiting oleh jibril di goa hira jibril beerkata bacalah….tetapi tahukah sdr apa yang disuruh oleh jibril untuk dibaca????? sama selkali tidak ada ..sehingga muhammad mengatakan tidak bisa baca sebab memang tak ada yang mau dibaca ..cobalah sdr cari dalam buku buku muslim yang otentik apa yang ditunjuk oleh jibril kepada muhammad untuk dibaca ..maka sdr tidak menemukan apapun maka jelas muhammad memang tidak melihat apa apa untuk dibaca. jelas?????saya sudah sangat faham benar tentang islam maka setelah saya faham maka saya menyimpulkan bahwa agama ini adalah kutukan kepada manusia yang mengautnya …silahkan mempelajari lebih dalam lagi maka anda akan menemukan kejahatan muhammad dan islam…!

      • Udin sedunia 8:12 am on 29/10/2013 Permalink | Reply

        Ente tau nggak Waraqah bin Naufal itu Nashrani Unitarian…???? Ente tau nggak perang Nashrani Trinitarian dengan Unitarian…??? Dahulu semua pendeta Unitarian dikejar2, dan dibunuh oleh kaum Salibis Paganis Trinitarian (Trinitas)…???

        Ente tau nggak, Maria Magdalena dibunuh oleh para pendeta dan kaum gereja, karena Maria Magdalena telah menikah dengan Yesus …???

        Ente tau nggak, 40 tahun kaum Hawariyun (para sahabat Isa / Yesus), dikejar2 oleh tentara Romawi karena dianggap sebagai pemberontak dan mengajarkan aliran sesat..??

        Ente tau nggak, demi politic, Kaisar Constantine, membuat agama palsu, dan memasukan unsur politheisme (banyak dewa), didalam agama palsu tersebut, didlm sebuah konsili, yg dikenal dengan nama Konsili Nicea..??

        Sebagai seorang Ahli Kitab, Waraqah bin Naufal mengetahui dan meyakini akan adanya Nabi akhir zaman, Nabi penggenap Nabi2 terdahulu. Nabi tersebut adalah seorang yang Ummi (tidak dapat membaca dan menulis). Sesuai dengan Nubuat Nabi Asya’ya (Yesaya):
        ”Dan apabila kitab itu diberikan kepada seseorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan : ’Baiklah baca ini’, maka ia akan menjawab : Aku tidak dapat membaca”
        (Yesaya 29 : 12)

        Bagi sebagian masyarakat arab Jahiliyah, mengingat adalah lebih utama dibanding membaca. Sehingga apabila seseorang arab dapat membaca, mereka menganggap orang tersebut adalah lemah dan tidak memiliki kemampuan daya ingat. Adalah sangat wajar apabila sebagian masyarakat arab Jahiliyah tidak dapat membaca. Muhammad (Saw), dibesarkan oleh kakek, kemudian pamannya di dalam masyarakat Jahiliyah. Wajar ia tidak dapat & tidak mampu membaca. Aneh kalau beliau dapat membaca.

        Dan sesuai dengan ramalan Nabi Asya’ya, bahwa pelanjut Risalah para Nabi terdahulu, adalah sorang Nabi yang Ummi (tidak mampu membaca dan menulis)…

        • ungke 10:52 am on 01/11/2013 Permalink | Reply

          Memang aulloh mu itu super GUOOOBLOK..masa ngangkat nabi terakhir kok malah BUTA HURUP???? pantas saja pengikutnya juga pada DODOL…wong junjungannya aja BOTOL…pantas saja segala sesuatu di selesaikan pake OTOT tidak pake OTAK

    • STEFANUS LIM 4:00 am on 17/11/2013 Permalink | Reply

      DASAR KETUHANAN AGAMA KRISTEN KATOLIK ADALAH TUHAN MEREKA YESUS ADALAH KORBAN TUHAN YAHUDI YANG MINTA DARAH DAN DAGING YESUS, KARENA TUHAN YAHUDI SUDAH JENUH MAKAN DARAH KAMBING,SAPI, MAUPUN KERBAU.(IBRANI 10) STELAH MATI BARULAH YESUS DISEMBAH JADI TUHAN, MAKANYA TAK ADA YAHUDI YANG NYEMBAH YESUS

      islam jalannya satu jalan yang lurus hanya menyembah Allah yang satu.tiada berawal dan tiada berakhir.
      nabi Adam menyambah Allah yang satu
      nabi Nuh menyembah Allah yang satu
      nabi Ibrahim menyambah Allah yang satu(esa)
      nabi Ibrahim mengorbankan anaknya karena perintah Allah yang satu(esa) sebagai ujian bahwa yang dicinta hanya Allah.(Allah lebih dicintai dari harta maupun anak, istri)

      sedangkan kristen katolik menyembah tuhannya yahudi yang doyan lemak busuk dibakar pake kemenyan((ibrani 10) dan Imamat 3,8. setelah darah yesus dimintanya (untuk memenuhi permintaan tuhan yahudi maka pendeta2 yahudi dan penguasa rumawi membunuh yesus) lalu darahnya diminum tuhan yahudi(ibrani 10), lalu kristen katolik menyembah jasad yesus yang dikorbankan untuk tuhannya yahudi.karena tuhan yahudi tak mau lagi makan darah babi, kambing, sapi, kerbau lalu saking rakudnya minta minta darah manusia darah yesus.. inilah ajaran setan sesungguhnya.seperti persugihan di gunung kawi.setannya sama sampai sekarang

      • STEFANUS LIM 4:05 am on 17/11/2013 Permalink | Reply

        UNGKE BODOH
        PENYEMBAH TUHAN YAHUDI YNG SUKA BAKARAN LEMAK BUSUK ISI PERUT KAMBING DIOLES KEMENYAN (IMAMAT)

        NABI MUHAMMAD BUTA HURUF, MAKANYA BANYAK ORANG PERCAYA PADA NABI MUHAMMAD , KALAU NABI MUHAMMAD PANDAI BACA TULIS MAKA ORANG TAK AKAN PERCAYA PADA NABI MUHAMMAD.

      • do 5:54 am on 17/05/2016 Permalink | Reply

        dah pernah baca bible belum?

        bible menceritakan semua perang karena dendam, bukan karena membela diri.

        tau ga yesus menyuruh membunuh anak kecil?

        membunuh semua orang tanpa peduli, wanita, anak kecil ataupun orang tua,

        sungguh pengecut ya Tuhanmu itu. berarti lebih parah yesus karena semua diselesaikan pakai pedang.

        jadi itu Tuhan atau Setan?

        Shalom

    • ungke 10:09 am on 19/11/2013 Permalink | Reply

      Pantas saja kamu BODOH, wong orang buta hurup dari arab saja kamu ikuti…sudah gitu ajaran nyelene dan tingka laku nabinya yang tukang kawin,tukang garong, phedofile,ngembat istri anak angkat dan masih banyak lagi catatan kejahatan yang kalo di jaman sekarang mungkin hukumannya adalah di GANTUNG

      • stefnus lim 11:13 am on 29/11/2013 Permalink | Reply

        ungke.

        kamu aja tolol ungke nabi Muhammad buta hurup sudah ada di al kitab buka aja kitabmu. kisah nabi yang buta hurup dari padang paran, buka di habakkuk, , yesaya

        @si bodoh munafik

        percuma kau bela ajaran sesat tuhan setan yahudi yang haus darah yesus untuk nebus dosa.
        (tuhan kok doyan darah anaknya ngisepnya pake menyan lagi.)

        tak ada yang membelamu kelak, kau telah menghina abraham dengan menghinanya punya istri babu, bagaimana muka kau dihadapan musa, yesus, yohanes???ha ha ha tolol kau.kau hina moyang mereka.

      • Kompor Meledug 9:26 am on 29/04/2016 Permalink | Reply

        Ini firman Tuhan apa firman penyiar radio?

        Roma 16:
        (3) Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.
        (5) Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.
        (6) Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.
        (7) Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.
        (8) Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.
        (9) Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.
        (10) Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.
        (11) Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.
        (12) Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.
        (13) Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.
        (14) Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka.
        (15) Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka.
        (21) Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa.
        (22) Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini.
        (23) Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita.

        Kolose 4:
        (10) Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas–tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu—
        (12) Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.
        (14) Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.
        (15) Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya.

        1Korintus 16:
        (19) Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.
        (20) Salam kepadamu dari saudara-saudara semuanya. Sampaikanlah salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus.

        2 TIMOTIUS 4:
        (19) Salam kepada Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus.
        (20) Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus.
        (21) Berusahalah ke mari sebelum musim dingin. Salam dari Ebulus dan Pudes dan Linus dan Klaudia dan dari semua saudara.

        1Petrus 5:
        (13) Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.

        Filemon
        (23) Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus,
        (24) dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.

  • SERBUIFF 3:06 am on 29/12/2010 Permalink | Reply
    Tags: dan jangan terpancing untuk mengaitkannya dengan wacana politik semata., Masalah penggunaan kata "Allah" seharusnya dikembalikan ke ranah teologis   

    Masalah penggunaan kata “Allah” seharusnya dikembalikan ke ranah teologis, dan jangan terpancing untuk mengaitkannya dengan wacana politik semata. 

    Oleh: Asmu’i*
    Masalah penggunaan kata “Allah” seharusnya dikembalikan ke ranah teologis, dan jangan terpancing untuk mengaitkannya dengan wacana politik semata.

    Miris, kontroversi penggunaan “kata Allah” di Malaysia digembar-gemborkan sebagai wacana politik semata. Sejumlah tulisan di beberapa media massa ambil bagian dalam upaya ini. Tak ayal, masalah teologis ini menjadi “seakan-akan” tidak memiliki akar yang jelas dalam ranah agama.

    Tentu, upaya ini bukan tanpa alasan. Agaknya, pendukung keputusan Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur pada 31 Desember 2009 yang membenarkan penggunaan kata ”Allah” oleh surat kabar Katholik Herald-The Catholic Weekly terbitan Gereja Katolik Roma, Malaysia, berusaha menjegal upaya banding pemerintah Malaysia atas keputusan tersebut dengan mengait-ngaitkannya dengan isu politik. Yang mereka inginkan satu, semua orang melihat masalah tersebut hanya dilatarbelakangi oleh kepentingan politk belaka. Jika berhasil, tentu ini akan menjadi tekanan ke pemerintah, sebab wacana yang akan berkembang, bahwa keputusan pemerintah yang tidak mendasar itu telah memicu lahirnya kekerasan.

    Kita tahu, masalah penggunaan kata “Allah” menyita perhatian publik internasional, baik umat Islam secara khusus maupun non muslim. Karena itu, mengembalikan masalah tersebut ke akar masalahnya (ranah teologis) adalah satu keniscayaan. Sehingga, semua pihak dapat menilai dan bersikap secara proporsional dan tepat. Untuk itu, tulisan ini akan mengulas ‘mengapa mengatur penggunaan kata “Allah” itu penting. Di sini juga akan dijelaskan ‘posisi’ pemerintah sebagai pihak pengemban amanah.

    ‘Allah’ Nama Tuhan Agama Tauhid (Islam)

    Dalam al-Qur’an, disebutkan bahwa mulai dari Nabi Yunus (QS. Yunus: 72), Nabi Ibrahim (Ali Imran: 67), dan semua Nabi dari Bani Israil (QS. Yunus: 84, QS An-Naml: 44, dan Ali Imran: 52) adalah muslim. Ini menunjukkan bahwa agama mereka adalah Islam, bukan Yahudi atau Kristen misalnya. Sebab, yang dibawa para Nabi itu adalah ajaran Tauhid, menyembah Allah Yang Esa. Rasulullah juga menegaskan ini, sebagaimana sabda beliau, “Aku (Rasulullah SAW) orang paling dekat dengan Nabi Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat. Nabi-Nabi adalah bersaudara, agama mereka adalah satu meskipun ibu-ibu mereka berlainan.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Imam Ahmad). Semua ini dapat kita pahami dan yakini karena sumber kita (al-Qur’an dan al-Hadits) tidak bermasalah. Bagi kita, al-Qur’an dan al-Hadith itu sifatnya tetap dan final.

    Wahyu juga menjadi sumber final konsep Ketuhanan dalam Islam. Karena itu, tidak ada unsur-unsur praduga di dalamnya. Hatta, nama Allah telah termaktub secara jelas di dalamnya. Allah subhanawataala berfirman: “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Taha: 14). Allah juga berfirman, “Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri (QS. 35). Secara implisit, kalimat La Ilaha Illallah dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah itu merupakan nama diri, bukan gelar atau penisbatan tertentu. Yang demikian ini disebut sebagai isim jamid, atau kata benda yang tidak berasal usul dari kata lain sebagaimana isim musytaq (baca: Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim Juz I). Pendapat ini juga didukung oleh Imam Syafi’i dan Imam al-Ghazali.

    Demikian juga dengan cara mengucapkannya, juga berdasarkan sumber yang jelas, yakni ajaran Rasulullah saw. Karena itu, tidak ada perselisihan di kalangan umat Islam tentang hal itu. Selain itu, dalam firman-Nya QS. Al-Isra’: 110, Allah telah melarang kita untuk memanggil-Nya dengan panggilan yang tidak Ia sebutkan dalam kitab-Nya. Jadi, kita hanya boleh memanggil-Nya dengan nama-nama yang ada dalam wahyu-Nya, yang kita kenal sebagai al-asma’ al-husna. Di sini, yang perlu digaris bawahi adalah bahwa nama-nama itu menunjukkan kepada satu Zat Yang Esa, Allah (baca: Tafsir Thabari dan Tafsir al-Qur’an al-Adzim).

    Yahudi dan Kristen bukan Agama Tauhid

    Hari ini, agama-agama sebelum Islam sulit dipastikan keotentikannya, sebab pemeluknya telah melakukan perubahan pada kitabnya (QS. 2: 59, 75, 79 & 4: 46). Sehingga, Yahudi dan Kristen yang sekarang bukanlah agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Isa. Apalagi, secara tegas al-Qur’an telah menyatakan bahwa Nabi Ibrahim itu bukanlah Yahudi atau Nasrani, tapi Muslim (QS 3:67). Dan Nabi Isa telah mengajak kaumnya (bangsa Yahudi) untuk mengimani Nabi Muhammad saw, namun mereka menolaknya (QS ash-Shaf:6).

    Monoteisme yang ada dalam Yahudi tidak sama dengan Tauhid. Dalam konsep Islam, Tauhid adalah pengakuan Allah sebagai Tuhan Maha Esa. Tauhid memiliki tiga karakteristik, pertama, menafikan Dzat yang banyak; kedua, menafikan ‘yang menyamakan’ (al-Nadzir) dalam dzat-Nya; dan ketiga, Keesaan-Nya dalam mengatur, menciptakan tanpa perantara dan bantuan dari apapun (baca: Hasyiyah al-Dasuki ‘ala Umm al-Barahin). Sementara Yahudi, sampai saat ini masih berselisih tentang ‘siapa Tuhan yang satu’ yang mereka maksud. Ada yang mengidentifikasinya sebagai ‘Yahweh’. Selain itu, dalam tradisi Yahudi, nama Tuhan tidak boleh diucapkan (baca: Oxford Concise Dictionary of World Religions).

    Kontroversi dalam masalah Ketuhanan juga terjadi dalam Kristen. Konsep Yesus baru populer setelah konsili Nicea tahun 325 yang diadakan oleh Kaisar Constantine. Dalam masalah tersebut, peran Paulus sangat kental (baca: Kodiran Salim & M.I Ananias). Konon, sebelumnya Jemaat awal Kristen masih menyembah Allah Yang Esa dan menganggap Yesus sebagai seorang utusan Allah (baca: M.I Ananias). Tidak hanya itu, selanjutnya pembicaraan melebar kepada konsep bahwa Allah itu satu dalam tiga pribadi, yakni Allah Bapa, Allah Anak (Yesus) dan Allah Roh Kudus (baca: Frans Donald). Mengenai ini, seorang agamawan Kristen asal Belanda, C. Groenen Ofm mengatakan bahwa konsep Kristen tentang Ketuhanan Yesus adalah misterius dan tidak dapat dijangkau akal manusia.

    Tidak berhenti di situ, di tahun 1930 di Amerika Serikat, berdiri apa yang dikenal sebagai Gerakan Nama Suci untuk mengembalikan ajaran Kristen kepada akar Yudaik (Hebraic Roots Movement). Masalah penyebutan nama Tuhan termasuk yang mendapat perhatian serius gerakan ini. Mereka ini secara terang-terangan menolak penggunaan kata Allah, karena bukan dari tradisi Yudaik. Di Indonesia, dari gerakan tersebut lahir Bible versi khusus, namanya Kitab Suci Torat dan Injil. Di dalamnya, nama Allah diganti kata Elohim, kata TUHAN diganti Yahweh, dan kata Yesus diganti Yesyua Hamasyah (baca: Gerakan Nama Suci, Nama Allah yang Dipermasalahkan). Demikianlah, pelarangan penggunaan kata Allah dari dalam tubuh Kristen sendiri sudah ada. Kiranya, cukuplah ini menjadi bukti bahwa seperti halnya Yahudi, Kristen itu juga bukan agama tauhid.

    Kewajiban Pemerintah

    Di Malaysia, Islam adalah agama resmi negara (agama Persekutuan). Dimana melindungi ‘aqidah Islam’ merupakan salah satu tugas pemerintah. Sesuai tugas ini pula, kaum non-Muslim dilarang menyebarkan agama mereka kepada kaum Muslim. Realisasi ini bisa dilihat misalnya, di hampir seluruh Negara bagian di Malaysia, ada peraturan yang melarang kaum non-Muslim menggunakan sejumlah istilah khas dalam Islam, seperti kata ‘Allah’ ini.

    Pelarangan pemerintah itu juga sangat relevan dan penting, sebab disinyalir ada “misi Kristen” di balik penggunaan kata Allah. Ini bisa dilihat misalnya, dalam majalah Katolik Herald edisi bahasa Inggris, tidak ada penggunaan kata Allah. Namun, dalam edisi bahasa melayu, kata Allah mereka gunakan.

    Demikianlah, dalam Islam tanggung jawab seorang pemimpin (pemerintah) itu tidak hanya pada masalah-masalah keduniaan saja. Namun juga mencakup masalah-masalah akhirat (baca: al-Siyasah al-Syar’iyyah dan al-Tarbiyyah al-Islamiyyah).

    Sementara itu, pandangan yang melihat adanya keterpisahan antara urusan duniawi dan akhirat adalah cara pandang sekuler. Tentu saja cara pandang yang demikian bertolak belakang secara diametris dengan ajaran Islam. Sebab, pemimpin tidak hanya bertanggung jawab kepada manusia (rakyat) semata. Tapi juga bertanggung jawab kepada Allah. Demikianlah seharusnya pandangan hidup Islam (Islamic worldwiew) dipraktekkan. Dimana konsep tauhidillah menjadi karakteristik dan dasar utamanya (baca: al-Tasawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu dan Muqawwimat at-Tasawwur al-Islami). Singkatnya, sangat tidak tepat manakala ada yang melihat satu kebijakan pemimpin/pemerintahan Islam-seperti masalah penggunaan kata ‘Allah’ di Malaysia-dari kaca mata politik belaka. Sebab pada hakikatnya, seluruh aktivitas kepemimpinan itu adalah implementasi keberimanannya kepada Allah.

    Akhirnya, mari kita lihat masalah kontroversi penggunaan kata “Allah” ini secara mendasar. Agar, keputusan yang kelak ada benar-benar mencerminkan keamanahan kita, khususnya pemimpin (pemerintah) dalam mengemban risalah-Nya. Wallahu a’lam bi as-shawab. (hidayatullah)

    Penulis adalah alumni ke-II Program Kaderisasi Ulama (PKU) Gontor Ponorogo ’09. Sekarang sedang menyelesaikan Program Pasca Sarjana di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo, Fakultas Ushuluddin, Jurusan Pemikiran Islam

    http://forum-swaramuslim.net/more.php?id=43754_0_25_0_M

     
    • camar 2:29 pm on 13/08/2012 Permalink | Reply

      seperti apakah konsep Allah menurut Muhammad?
      Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.” (QS 3:84)
      Konsep Allah menurut Muhammad sama dengan konsep YHWH menurut Yahudi, yaitu monotheisme mutlak (tauhid), dimana Tuhan tidak dapat diserupakan dalam wujud dan bentuk apapun. Konsep Allah dalam Islam didapat Muhammad dari para monotheis Arab seperti Zayd bin Amr dan Waraqah bin Nofal, saudara sepupu Khadijah, istri pertama Muhammad.

      Waraqah adalah pemeluk agama Musa (Yahudi) sebelum kemudian beralih ke Nosrania (Ibn Hisham, Sirah, Vol 1, hl 203). Ia mengikuti monotheisme Musa dan Yesus, yaitu didasarkan Taurat dan Injil. Quran berkali2 menyebut para pengikut monotheis Musa dan Yesus ini ‘Wahai Ahlul Kitab ! Kalian tidak memiliki dasar berdiri kecuali kalian berdiri tegak pada Taurat dan Injil.’ (QS 5:6)
      Nosrania / Nestorian adalah sebuah sekte yang berasal dari Kristen Ortodoks. Kepercayaan Waraqah yang menolak ke-ilahian Yesus ini adalah kepercayaan yang dianggap menyeleweng dari kepercayaan Kristen ortodoks. Yesus baginya hanyalah seorang nabi, yang menuntaskan hukum Musa. Ia juga membantah kematian Yesus di tiang salib dan kebangkitannya sepeti yang ditulis dalam ke empat Injil kaum ortodoks. Injil yang dipakai oleh kaum Nosrania adalah Injil Ibrani (Injil Matius) namun tidak lengkap pencatatannya. Kitab ini adalah injil yang ditujukan bagi orang2 Yahudi. Inilah salah satu sebab mengapa Muhammad menggap bahwa Yesus hanyalah nabi bagi orang Yahudi, persis seperti ajaran Kaum Nosrania.
      LIHAT TOPIK SELENGKAPNYA; BELAJAR AGAMA DARI WARAQAH
      Jika konsep Allah Muhammad sama dengan konsep YHWH Yahudi, mengapa sifat Allah begitu bertentangan dengan sifat YHWH? Tuhan, seperti yang diucapkan oleh Musa, Yesus, Zoroaster, dan Hinduisme adalah SUMMUM BONUM (kebaikan yang tertinggi), Allah dilain pihak adalah pribadi yang bengis, yang ditempa dalam khayalan penciptanya, Muhammad.
      Jika Allah benar2 Tuhan, mengapa Allah begitu kejam, dan tanpa belas kasihan memerintahkan muslim untuk membantai para non muslim?
      Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. [QS 8:12]
      Mengapa Allah mewajibkan umatnya untuk merampok dan menjanjikan harta rampasan bagi umatnya?
      Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2:216)
      Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu. (QS 48:20)
      Mengapa Allah berkolusi dengan setan untuk menyesatkan orang kafir?
      Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?,(QS 19:83)
      MENGAPA SIFAT ALLAH SAMA DENGAN SIFAT IBLIS
      Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku (iblis) akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka”. [QS 15:39-40]
      Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang2 yang bertobat kepada Nya”,[QS 13:27]
      (yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab: “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu”. Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. [QS 40:74]
      Benarkah Allah adalah Tuhan? Ataukah ia hanyalah iblis yang menyamar sebagai Tuhan? Renungkanlah dengan hati nurani anda!

  • SERBUIFF 2:56 am on 28/12/2010 Permalink | Reply
    Tags: Kitab-Kitab Yang Ada Pada Ahli Kitab   

    Kitab-Kitab Yang Ada Pada Ahli Kitab 

    Kitab-Kitab Yang Ada Pada Ahli Kitab

    Minggu, 24 Juni 2007 15:40:03 WIB

    KITAB-KITAB YANG ADA PADA AHLI KITAB

    Oleh
    Tim Ahli Tauhid

    Sesungguhnya apa yang ada di tangan ahli kitab yang mereka namakan sebagai kitab Taurat dan Injil dapat dipastikan bahwa ia termasuk hal-hal yang tidak benar penisbatannya kepada para Nabi Allah. Maka tidak bisa dikatakan bahwa Taurat yang ada sekarang adalah Taurat yang dahulu diturunkan kepada Nabi Musa Alaihis Salam. Juga Injil yang ada sekarang bukanlah Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa ‘Alaihis Salam. Jadi keduanya bukanlah kedua kitab yang kita diperintahkan untuk mengimaninya secara rinci. Dan tidak benar mengimani sesuatu yang ada dalam keduanya sebagai kalam Allah, kecuali yang ada dalam Al-Qur’an lalu dinisbatkan kepada keduanya.

    Kedua kitab tersebut telah ‘di-nasakh’ (dicabut masa berlakunya) dan diganti oleh Al-Qur’an. Allah menyebutkan terjadinya pengubahan dan pemalsuan terhadap keduanya di lebih dari satu tempat dalam Al-Qur’an.

    Allah berfirman.

    “Artinya : Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, sedang mereka mengetahui” [Al-Baqarah : 75]

    “Artinya : (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya. Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka ma’afkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan di antara orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani’, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi (mereka) sengaja melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya ; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberikan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan. Hai ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya” [Al-Maidah : 13-15]

    Di antara bentuk pengubahan yang dilakukan ahli kitab adalah penisbatan anak kepada Allah. Mahasuci Allah dari yang demikian, mereka mengatakan :

    “Artinya : Orang-orang Yahudi berkata, Uzair itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allahlah mereka ; bagaimana mereka sampai berpaling?” [At-Taubah : 30]

    Begitu pula pemahaman orang-orang Nasrani terhadap Nabi Isa ‘Alaihis Salam serta perkataan mereka bahwa Allah adalah salah satu oknum dari tiga unsure (atau yang lebih dikenal dengan kepercayaan ‘trinitas’ ,-pent).

    Allah berfirman.

    “Artinya : Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam’, padahal Al-Masih (sendiri) berkata, ‘Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’, Sesunggunya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang zhalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, ‘Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga’, padahal sekali-kali tidak ada sesembahan selain dari Allah Yang Mahaesa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih” [Al-Maidah : 72-73]

    Allah menjelaskan bahwa mereka telah mengubah firman-Nya. Mereka melalaikan peringatan-peringatan Allah serta menisbatkan kepada-Nya apa yang Allah Mahasuci dan bersih daripadanya. Mereka menuhankan yang lain-Nya bersama-Nya, dan berbagai hal lain yang mereka susupkan ke dalam kitab-kitab mereka. Dengan demikian tidak sah dan tidak benar penisbatan kitab-kitab ini kepada Allah.

    Disamping itu ada beberapa hal yang lebih menguatkan ketidakbenaran penisbatan ini kepada Allah -di samping apa yang dinyatakan dalam Al-Qur’an-yaitu antara lain.

    [a]. Sesungguhnya apa yang ada di tangan ahli kitab yang mereka yakini sebagai kitab suci adalah bukan ‘nuskhah’ (naskah) yang asli, akan tetapi terjemahannya.

    [b]. Bahwa kitab-kitab itu telah dicampuri dengan perkataan para ‘mufassir’ dan para ‘muarrih’ (ahli sejarah), juga orang-orang yang mengambil kesimpulan hukum dan sejenisnya.

    [c]. Tidak benar penisbatannya kepada rasul, karena tidak mempunyai ‘sanad’ yang dapat dipercaya (dipertanggung jawabkan). Taurat ditulis sesudah Nabi Musa ‘Alaihis Salam berselang beberapa abad. Adapun Injil-injil yang ada, semuanya dinisbatkan kepada pengarang dan penulisnya, lagi pula telah dipilih dari Injil-injil yang bermacam-macam.

    [d]. Bermacam-macamnya naskah serta kontradiksi yang ada didalamnya menunjukkan secara yakin atas perubahan dan pemalsuannya.

    [e]. Injil-injil itu berisi aqidah-aqidah yang rusak dalam menggambarkan Sang Pencipta dan menyifatiNya dengan sifat-sifat kekurangan. Begitupula menyifati para nabi dengan sifat-sifat kotor. Karena itu orang Islam wajib meyakini bahwa kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bukanlah kitab yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, bahkan kitab-kitab itu adalah karangan mereka sendiri. Maka kita tidak membenarkan sesuatu darinya kecuali yang dibenarkan oleh Al-Qur’an yang mulia dan As-Sunnah yang disucikan. Dan kita mendustakan apa yang didustakan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita tidak berkomentar tentang sesuatu yang tidak dibenarkan atau didustakan oleh Al-Qur’an, karena ia mengandung kemungkinan benar atau dusta.

    Wallahu a’lam!

    [Disalin dari kitab At-Tauhid Lish Shaffits Tsani Al-‘Ali , Edisi Indonesia Kitab Tauhid-2, Penyusun Tim Ahli Tauhid, Penerjemah Agus Hasan Bashori Lc, Penerbit Darul Haq]

    http://www.almanhaj.or.id/content/2154/slash/0

     
  • SERBUIFF 2:05 am on 28/12/2010 Permalink | Reply
    Tags: Apakah Ahli Kitab Masih Ada Sampai Sekarang?   

    Apakah Ahli Kitab Masih Ada Sampai Sekarang? 

    Apakah Ahli Kitab Masih Ada Sampai Sekarang? PDF Print E-mail
    Written by Administrator
    Monday, 08 February 2010 19:49
    //
    //

    Dalam penjelasan ustadz mengenai perbedaan agama dalam perkawinan disebutkan sebagai berikut:
    “Jumhur ulama memang menghalalkan pernikahan beda agama, asalkan yang laki-laki muslim dan yang perempuan wanita ahli kitab (baca: Nasrani atau Yahudi). Adapun bila yang laki-laki bukan muslim dan yang wanita muslimah, hukumnya haram.”
    Yang menjadi pertanyaan adalah pengertian ahli kitab, apakah sama dengan kaum Nasrani dan Yahudi, mengingat ahli kitab yang dimaksudkan adalah ahli kitab atas kitab Taurat dan Injil yang masih asli (seperti paman dari Khadijah waktu meyakini kenabian Nabi Muhammad bukan para pendeta atau rahib) sedangkan kaum Nasrani dan Yahudi saat ini keaslian akan Taurat dan Injilnya sudah diragukan keasliannya. Mohon penjelasan ustadz mengenai pengertian saya ini. Atas penjelasan ustadz saya ucapkan terimakasih dan sebelumnya mohon maaf apabila pengertian saya tersebut salah.

    Ruping

    Jawaban

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Kehalalan laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab itu bukan hal yang mengada-ada, melainkan kesimpulan hukum yang dikemukakan oleh para ulama besar. Bahkan para pendiri mazhab yang empat itu sepakat membenarkannya.

    Salah besar bila dituduhkan bahwa kebolehan itu dikatakan sebagai pemikiran keliru atau mengada-ada, justru kitabkitab fiqih yang muktamad dan menjadi rujukan para ulama memang menuliskannya dengan tegas tentang kebolehan laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab. Mereka yang berpikiran seperti itu perlu lebih banyak lagi membaca dan mendalami ilmu syariah, agar tidak dengan mudah menuduh dan terlanjur mencaci maki siapapun, padahal dia sendiri tidak punya ilmunya.

    Bahkan Al-Quran Al-Kariem pun secara tegas membolehkannya.

    Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka. wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. (QS. Al-Maidah: 5)

    Lagi pula bila disebutkan hukumnya halal, tidak berarti kita harus melakukannya. Yang namanya halal itu hanya sekedar boleh dan bukan sebuah keharusan. Dan di balik kehalalan hukumnya, tetap saja ada pertimbangan-pertimbangan taktis dan strategis yang juga perlu diperhitungkan. Di situ para ulama dan pemimpin Islam punya hak untuk membuat kebijakan-kebijakan yang populis dan produktif.

    Maka kita pun mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang cenderung melarangnya. Mengingat kondisi kita di Indonesia, pernikahan campur memang sudah sangat merugikan umat Islam. Sebab proses pemurtadan yang selama ini berlangsung memang di antaranya melalui nikah beda agama.

    Sebuah fenomena yang berbebeda dengan keadaan umat Islam di Barat. Pernikahan campur di sana ternyata malah bernilai positif, karena dengan menikahnya laki-laki muslim dengan wanita ahli kitab, terjadilah proses Islamisasi yang dahsyat.

    Yang kedua adalah berkaitan dengan pendidikan anak. Sebagaimana kita tahu orang yang paling berpengaruh dalam pendidikan anak adalah ibu, karena umumnya ibu lebih dekat dengan mereka. Kalau ibu mereka bukan muslimah, pendidikan Islam seperti apa yang akan mereka terima. Belum lagi kalau anak-anak itu belajar aqidah yang intinya akan menyimpulkan bahwa orang yang bukan muslim akan masuk neraka. Bagaimana perasaan mereka bila tahu bahwa ibu mereka pasti masuk neraka karena bukan muslimah? Apalagi ada resiko anak-anak akan diperkenalkan dengan budaya Nasrani, seperti ke gereja, natalan dan menyembah nabi Isa as. Maka akan semakin parah kondisi anak-anak anda nantinya.

    Siapakah Ahli Kitab?

    Masalahnya kini tinggal kita perlu menjawab pertanyaan, siapakah yang dimaksud dengan ahli kitab? Benarkah ahli kitab itu hanya terbatas pada mereka yang beriman kepada Taurat dan Injil yang asli saja?

    Tentu saja para ulama berbeda pendapat dalam diskusi yang cukup panjang dan melelahkan. Bahkan sebagian lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud ahli kitab hanyalah mereka yang punya darah asli dari keturunan yahudi dan nasrani saja. Maksudnya dari keturunan Bani Israil saja. Sedangkan ras manusia di luar keturunan Bani Israil, tidak termasuk ahli kitab.

    Tentu saja kita perlu menghargai berbagai pendapat dan hujjah yang dikemukakan banyak pihak. Meski pun perlu juga kita cermati dengan jujur bahwa masing-masing pendapat itu sulit untuk terlepas dari celah kelemahan.

    Tidak Sucinya Kitab Mereka Sekarang Ini

    Sebagian pendapat mengatakan bahwa ahli kitab di zaman sekarang ini sudah tidak ada lagi, seiring dengan sudah tidak murninya kitab suci umat kristiani. Pendapat ini benar dan banyak juga yang mendukungnya.

    Namun perlu juga diketahui bahwa perbuatan memalsu isi kitab suci, memutar-balik ayat dan bahkan menyelewengkannya sudah terjadi sejak sebelum nabi Muhammad dilahirkan. Bahkan salah satu hikmah diutusnya Nabi Muhammad SAW justru karena sudah dipalsukannya kitabkitab suci yang turun sebelumnya.

    Ketika Al-Quran mengatakan bahwa yahudi dan nasrani sesat, memang karena di zaman itu sudah sesat sebelumnya. Al-Quran tidak berbicara tentang kesesatan mereka untuk masa sekarang ini saja. Ketika Al-Quran mengancam mereka karena merusak keaslian kitab suci, juga bukan yang terjadi di masa kita sekarang ini, melainkan karena hal itu sudah terjadidi masa nabi Muhammad SAW dan bahkan sebelum lahirnya beliau.

    Artinya, tidak tepat kalau kita menyimpulkan bahwa Yahudi dan Nasrani di masa nabi tidak memalsukan kitab suci, sehingga wanita mereka halal dinikahi. Dan juga tidak tepat bila dikatakan bahwa wanita Yahudi dan Nasrani di zaman sekarang ini haram dinikahi karena baru sekarang ini mereka memalsu kitab suci.

    Yang benar adalah Yahudi dan Nasrani sudah memalsu kitab suci, merusak isinya, menodainya, bahkan menjualnya dengan harga yang sedikit sejak sebelum Al-Quran diturunkan, namun bersama dengan itu Al-Quran membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita mereka.

    Adapun Paman Khadijah yang disebut-sebut masih menggunakan Injil yang asli, tentu tidak mencerminkan bahwa semua pemeluk Nasrani di masa itu masih memegang injil asli. Sebab di masa sekarang ini pun masih ada kelompok Nasrani tertentu yang disebut-sebut masih menggunakan injil yang ‘asli’. Sebutlah misalnya Injil Barnabas sebagai contoh. Keberadaan pemeluk kristen di zaman sekarang yang berinjilbarnabas itu tidak bisa dijadikan kesimpulan bahwa sekarang ini semua orang Kristen masih menggunakan Injil asli.

    Sementara Al-Quran dengan tegas mengkafirkan pemeluk agama Nasrani, lepas dari urusan keaslian Injil mereka, yaitu karena mereka telah menuhankan nabi Isa as atau telah mengatakan bahwa tuhan itu tiga.

    Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu ialah Al-Masih putera Maryam”. (QS. Al-Maidah: 17)

    Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. (QS. Al-Maidah: 73)

    Sejak masa Nabi SAW masih hidup, orang-orang kristen di masa itu sudah mengubah injil, menyembah nabi Isa dan menganut tirinitas. Dan bersama dengan itu, Al-Quran membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kristen. Jadi nyaris tidak ada bedanya antara kerusakan kristen di masa Nabi SAW dengan sekarang. Yang sekarang pun mengubah injil, menyembah nabi Isa dan menganut tirinitas. Lalu mengapa hukumnya harus dibedakan?

    Yahudi dan Nasrani Musyrik?

    Sebagian orang berpendapat bahwa laki-laki muslim diharamkan menikahi wanita yahudi dan nasrani, karena mereka justru melakukan kemusyrikan. Sedangkan Al-Quran mengharamkan laki-laki muslim menikahi wanita musyrik.

    Pendapat ini juga benar dan banyak didukung oleh umat Islam. BahkanIbnu Umar mengatakan bahwa pemeluk agama ahli kitab itu pada dasarnya musyrik dan haram dinikahi. Sebab tidak ada kemusyrikan yang melebihi perbuatan seorang menyembah nabi Isa. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa.

    Kita pun perlu menghargai pendapat ini dan memang dalam banyak hal, tetap ada nilai-nilai kebenarannya.

    Namun perlu juga dicermati bahwa penggunaan istilah orang musyrik itu tidak selalu identik dengan orang yang melakukan praktek syirik. Kalau kita lihat pengistilahan Al-Quran, ternyata istilah orang musyrik itu memang dibedakan dengan ahli kitab. Meski dua-duanya sama-sama kafir dan pasti masuk neraka.

    Tetapi orang yang mengerjakan perbuatan syirik tidak otomatis menjadi orang musyrik. Sebab ketika Al-Quran menyebut istilah ‘orang musyrik’, yang dimaksudadalah orang kafir, bukan sekedar orang yangmelakukan perbuatan syirik.Apakah kalau ada seorang muslim datang ke kuburan karena dia kurang ilmunya, lalu meminta kepada kuburan, lantas dia langsung jadi kafir? Apakah seorang yang percaya dengan ramalan bintang (zodiak) itu juga bukan muslim? Bukankah ketika seorang bersikap riya juga merupakan bagian dari syirik juga?

    Tentu tidak, orang yang terlanjur berlaku riya tentu tidak bisa disamakan dengan orang musyrik penyembah berhala yang pasti masuk neraka.

    Bukankah bila seorang datang kepada dukun, percaya pada ramalan bintang, percaya kepada burung yang terbang melintas, percaya bahwa ruh dalam kubur bisa mendatangkan bahaya dan sejenisnya juga merupakan perbuatan syirik? Dan berapa banyak umat Islam yang hingga hari ini masih saja berkutat dengan hal itu?

    Tentu saja mereka tidak bisa dikatakan kafir, non muslim atau pun dikatergorikan sebagai pemeluk agama paganis dan penyembah berhala.

    Sebab ayat yang mengharamkan muslim menikahi wanita musyrik itu maksudnya adalah wanita yang belum masuk Islam. Bukan orang yang pernah melakukan perbuatan yang termasuk kategori syirik. Dan perbuatan syirik yang mereka lakukan itu tidaklah membuat mereka keluar dari Islam.

    Bukan Ahli Kitab: Yahudi atau Nasrani

    Yang dimaksud dengan orang musyrik yang tidak boleh dinikahi juga bukan non muslim ahli kitab (nasrani atau yahudi). Tetapi yang dimaksud adalah mereka yang beragama majusi yang menyembah api, atau agama para penyembah berhala seperti kafir Quraisy di masa lalu. Dan bisa juga agama para penyembah matahari seperti agamanya orang jepang dan lainnya.

    Musyrikin itu dalam hukum Islam dibedakan dengan ahli kitab, meski sama-sama kafirnya. Pemeluk agama ahli kitab itu secara hukum masih mendapatkan perlakuan yang khusus ketimbang pemeluk agama berhala lainnya. Misalnya tentang kebolehan bagi laki-laki muslim untuk menikahi wanita ahli kitab. Juga tentang kebolehan umat Islam memakan daging sembelihan mereka. Sesuatu yang secara mutlak diharamkan bila terhadap kafir selain ahli kitab.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.
    Sumber Eramuslim

    http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=5159_0_4_0_M

     
  • SERBUIFF 4:23 am on 21/12/2010 Permalink | Reply
    Tags: Misteri Penulis Injil   

    Misteri Penulis Injil 

    Misteri Penulis Injil

    Orang Islam percaya bahwa Al Kitab yang didalamnya juga terdapat Injil sudah tidak asli lagi.
    Mereka buta, tidak mengetahui Al Kitab kecuali hanyalah dongengan belaka dan mereka hanya mengira-ngira. (Quran Surat Baqarah : 78)
    Ternyata kita temukan dalam Injil sendiri adanya isyarat bahwa penulis Injil yang sekarang beredar di toko-toko buku itu :

    – bersumber pada cerita orang / kabar burung / isu.

    • tidak ada peranan roh kudus

    Inilah buktinya :
    Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman. Karena itu setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dnegan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. (Lukas 1:1-4)
    Dari Injil Lukas terbukti bahwa dia menuliskannya setelah menyelidiki jadi bukan diwahyukan Roh Kudus.
    karena dia mengumpulkan cerita / kabar burung maka tentu saja cerita bisa benar bisa salah, ingat peribahasa ” titip uang bisa kurang, titip cerita bisa nambah”.
    Karena keanehan ini, tidak mustahil Injil / Kumpulan Cerita versi Lukas berbeda dengan cerita versi Matius dan juga kumpulan cerita versi Markus maupun Yohanes.

    Matius menulis
    Yesus berkata “janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu, janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, jangan kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat..” (matius 10:10)

    Markus menulis
    Yesus berkata “jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki tapi jangan memakai dua baju. (Markus 6:8-10)

    Perbedaan yang lain meliputi jumlah malaikat yang menjaga kuburan, jumlah perempuan yahudi yang pergi kekuburan dan lain-lain. Klik disini.
    Sedangkan dari Injil Yohanes secara aneh pembaca akan dibingungkan dengan kata kita atau terjemahan Bible Inggrisnya adalah we. Apakah yohanes menyuruh Yahudi lain menuliskannya? Terus siapa? mengapa Yohanes tidak memeriksanya lagi?
    Ataukah memang benar sesuai pernyataan Lukas bahwa penulis Injil bersumber dari cerita / kabar burung yang beredar?
    Dialah murid yang memberi kesaksian tentang semua ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu bahwa kesaksiannya benar. (Yohanes 21:24)

    ***

    Ya keanehan, ya saling berbeda satu sama lain telah diakui oleh Peneliti dari kalangan Kristen sendiri.
    DR. Stras 1835 dalam Life of Jesus, menulis bahwa
    semua peristiwa yang berkenaan dengan biografi Yesus pada semua Injil dikutip dari khurafat (cerita) kaum penyembah berhala
    Prof Dreioz dari Jerman, Courtso dari prancis, Prousber, Vitoris, Matcheoru mengatakan Yesus hanyalah nama seorang pribadi khayalan belaka.
    Virar dalam life of Christ, menulis bahwa kelahiran yesus tidak dikenal dalam sejarah.
    Sementara Encyclopedia Britanica mengkritik keras riwayat injil yang menetapkan malam kelahiran yesus pada akhir tahun yang dihadiri para penggembala. kritikan itu mempertanyajkan bagaimana hal itu bisa terjadi lha wong pada bulan Desember di palestina turun hujan lebat.
    (sumber : Ahmad Idris, Sejarah Injil dan Gereja, Gema Insani Press, 1991).

    ***
    Tentang dongeng penyembah berhala silahkan baca dibawah ini :
    Christopher Isherwood dalam terjemahan Upanishads menulis :
    Sri Krisna disebut sebagai Kristus Hindu. sebenarnya terdapat persamaan-persamaan yang menyolok antara riwayat hidup krisna dalam Bhagavatan dan dalam kitab suci lkaoinnya dengan riwayat hidup yesus dari nazaret. Dalam kedua kasus tersebut, dongeng telah bercampur baur dengan kenyataan.
    Swami dalam bukunya Warum, mengenai kehidupan yesus berkata :
    Ajaran inkarnasi tuhan (Yohanes 1:14) logos atau firman, adalah salah satu teoriHindu-Arya dan orang hindu percaya bahwa banyak inkarnasi telah terjadi dan masih akan terjadi. Teori logos / firman / anak tuhan datang dari India melalui yunani dan melalui penulisan filsofYunani seperrti Heraklitus, Plato dan neo-plato. Sebagaimna dalam penulisan philo dan pengikut-pengikutnnya, keempat penulis injil menulis hal tersbut dalam kitabnya, sehingga ajaran ini diambil oleh gereja sebagai ajaran dasar.

    Tentang kematian Yesus yang mirip dengan kematian Budha, Th. J Plange dalam buku “Christus ein Inder?” menulis :
    Budha wafat dalam usia delapan puluh tahun. pada saat wafatnya terjadilah gempa bumi, meteor jatuh, matahari kelam, langit bergemuruh.
    Bandingkan dengan Matius 27:51 tentang matinya Yesus.
    dan Lihatlah tabir suci terbelah, dan terjadilah gempa bumi dan bukit batu terbelah.

    (Sumber : dalam KH. Abdullah Wasi’an “100 Jawaban Untuk Misionaris”, Pustaka Dai, 1999)

    http://islamic.xtgem.com/misteri_penulis_injil.htm

     
    • Gladish 4:19 am on 22/12/2010 Permalink | Reply

      Nasrani menganggap Al-Masih adalah Tuhan mereka…Ada ga ya di alkitab yang mengatakan bahwa Al-masih adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ???????????….coba tunjukin kalo memang ada

    • lucifer 3:42 am on 23/12/2010 Permalink | Reply

      ==” Al-Masih itu bukan Tuhannya Nasrani kali… dia dikenal oleh kaum Nasrani sebagai Utusan Tuhan yang paling mulia soalnya Tuhan Allah sendiri yang menginginkan kelahiran Yesus tidak seperti nabi yang lain yg lahir tanpa deberi misi terlebih dahulu.. kalo mempertanyakan kenapa umat Nasrani berdoa di greja dengan menggunakan patung salib itu hanya simbol semata.. Yesus disini hanya sebagai perantara.. 😀

      • SERBUIFF 3:31 am on 24/12/2010 Permalink | Reply

        yg jelas orang kristen mengakui yesus adalah tuhan ….suatu paham yg benar2 sesat !!!

    • lucifer 5:13 am on 24/12/2010 Permalink | Reply

      walaupun dia disebut Tuhan tetap aja kristen tidak menyembah Yesus
      gimana si bung ini

      • SERBUIFF 2:03 am on 25/12/2010 Permalink | Reply

        waduh tuhan itu harus dan wajib disembah bung. Kalau manusia nggak boleh disembah !….gimana ente ..?

      • SERBUIFF 3:59 am on 25/12/2010 Permalink | Reply

        LU BELUM BACA YA : LIHAT :

        100 AYAT YANG MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS ADALAH ALLAH SEJATI

        Kejadian
        1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” –

        “BERE’SYIT {pada mulanya} BARA’ {(Dia) menciptakan} ‘ELOHIM {Allah} ‘ET HASYAMAYIM {langit itu} VE’ET {dan} HA’ARETS {bumi itu}”

        Kata Allah dalam bahasa Ibrani ‘ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.

        1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

        3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita (Allah Tritunggal dan bukan Allah+Malaikat), tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

        11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”

        19:24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit (TUHAN di bumi dibedakan dengan TUHAN dari langit)

        Keluaran

        23:20 “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.

        23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.

        23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.

        23:23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.

        Bilangan

        (kata “TUHAN” disebut 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

        6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

        6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

        6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

        Mazmur

        45:6 Thy throne, O God, is for ever and ever: the sceptre of thy kingdom is a right sceptre.

        45:7 Thou lovest righteousness, and hatest wickedness: therefore God, thy God, hath

        anointed thee with the oil of gladness above thy fellows.

        45:7 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.

        45:8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi

        engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

        110:1 The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.

        110:1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

        Amsal

        8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

        8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

        8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.

        8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih

        dari pada perak pilihan.

        8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,

        8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan

        mereka.

        8:22 TUHAN telah menciptakan (lebih tepat sesuai dengan arti Literal: MEMILIKI) aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

        8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.

        8:24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.

        8:25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;

        8:26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.

        8:27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,

        8:28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,

        8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika

        Ia menetapkan dasar-dasar bumi,

        8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;

        8:31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

        8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.

        8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.

        8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.

        8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.

        8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”

        Yesaya

        6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

        (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

        6:8 Also I heard the voice of the Lord, saying, Whom shall I send, and who will go for us? Then said I, Here am I; send me.

        6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku [yang tepat artinya: KAMI]?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

        9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

        9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

        41:22 Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada Kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya!

        Daniel 7

        7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. (Dalam PB, Yesus menyebut dirinya Anak Manusia)

        Hosea

        1:7 But I will have mercy upon the house of Judah, and will save them by the LORD their God, and will not save them by bow, nor by sword, nor by battle, by horses, nor by horsemen.

        1:7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.”

        Matius

        1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

        1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.)

        2:2 dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

        2:11 Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur.

        2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya digenapi apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”

        3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika ia berkata, “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Yohanes mempersiapkan jalan bagi Yesus)

        3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku dan aku tidak layak membawa kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

        3:12 Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

        3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

        3:17 lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

        4:3 Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya, “Karena Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

        4:6 lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.”

        4:7 Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

        4:10 Lalu berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

        4:16 –bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.

        7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.

        7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?

        7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”

        9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”

        9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.”

        9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –, “Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

        10:37 Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan siapa saja yang mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

        10:38 Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

        10:39 Siapa saja yang mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

        11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan-Nya.

        12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

        12:30 Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

        12:31 Karena itu, Aku berkata kepadamu: Semua dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

        12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia berkata-kata menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

        14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak,

        “Tuhan, tolonglah aku!”

        14:33 Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

        15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku.

        16:16 Jawab Simon Petrus, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

        16:17 Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.

        16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

        16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

        16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

        16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

        26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”

        26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”

        28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

        28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

        28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

        28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)

        28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

        Markus 5

        1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

        1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;

        1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”,

        1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:

        1:24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

        1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

        1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

        2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

        2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

        2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

        2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:

        2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

        3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

        3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

        5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

        5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”

        15:19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.

        5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

        7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

        8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

        9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

        9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

        9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

        10:37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.”

        12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

        12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

        13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu

        14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

        14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”

        14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.

        16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

        16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

        16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

        16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

        16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

        Lukas

        10:16 Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

        10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”

        10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

        10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

        10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

        10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

        Yohanes

        1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

        1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

        1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan

        1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

        1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

        1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Yesus datang kepada Umat Manusia yg adalah ciptaanNya)

        1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

        1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

        5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

        5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

        5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.

        5:24 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

        5:25 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Saatnya akan tiba dan sudah tiba bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup.

        5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent)

        5:27 Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

        5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;

        5:32 ada yang lain (ALLOS=yang lain dari jenis/kualitas yang sama yaitu sama2 ILAHI)yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.

        5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;

        5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.

        5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

        5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.

        5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,

        9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”

        9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”

        9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!” Ia pun sujud menyembah-Nya.

        10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

        10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah.”

        14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

        14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

        14:8 Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

        14:9 Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

        14:10 Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

        15:23 Siapa saja yang membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku

        19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”

        20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10)

        Kisah Para Rasul

        4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

        10:42 Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa itu, dan bersaksi bahwa Dialah (Yesus) yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

        10:43 Tentang Dialah (Yesus) semua nabi bersaksi bahwa siapa saja yang percaya kepada-Nya (Yesus), akan mendapat pengampunan dosa melalui nama-Nya.”

        Roma

        9:5 Mereka adalah keturunan bapak-bapak leluhur, yang menurunkan Mesias secara jasmani, yang ada di atas segala sesuatu. Dialah (Yesus sang Mesias) Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

        I Korintus

        12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

        12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

        12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

        II Korintus 13:13

        13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

        Efesus

        4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

        4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

        4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

        Filipi

        2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

        2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

        2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

        2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

        2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

        2:11 dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

        Kolose

        1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

        1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

        1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia

        I Timotius

        2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

        Ibrani

        1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

        1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”?

        1:6 Lagi pula, ketika Ia membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia (Yesus).”

        1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

        I Petrus

        1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

        I Yohanes

        5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesuslah Anak Allah?

        5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran.

        5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

        (Bandingkan dg Yoh 1:14) (Saya mengimani ayat ini ada dalam naskah asli dan percaya naskah TR (Textus Receptus=Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani) yg dipelihara Allah dan jelas memuat ayat ini)

        5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab inilah kesaksian Allah, yaitu bahwa Ia bersaksi tentang Anak-Nya.

        5:10 Siapa yang percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; siapa yang tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya kepada kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

        5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

        5:12 Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup; siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

        5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

        5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

        Wahyu

        1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,

        1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya —

        4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

        (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

        Dalam PL, kata-kata “Malaikat ALLAH”, ”Malaikat TUHAN”, ”Malaikat Perjanjian” menunjuk kepada Tuhan Yesus sebagai Pribadi kedua dari ALLAH TRITUNGGAL/TRINITAS.

        Kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” muncul dalam Kejadian 16:1-13, 21:17-19, 22:11-16, 31:11-13, Keluaran 3:2-4, Bilangan 22:22-35, Hakim-hakim 2:1-5, 6:11-24, 13:3-22, II Raja-Raja 19:35, Zakharia 3:1-2. Mari kita perjelas satu per satu.

        Kej 16:1-13 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Hagar dan Ismael

        16:10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”

        Ayat ini menyatakan Malaikat TUHAN akan membuat keturunan Hagar menjadi sangat banyak, dst

        16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”

        Hagar menyebut Malaikat TUHAN atau TUHAN yang telah berfirman kepadanya dengan nama El-Roi, perhatikan kata ”Dia”

        Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

        Kej 21:17-19 Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar dan Ismael

        21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

        21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”

        21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

        Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

        Kej 22:11-16 Malaikat TUHAN waktu Kepercayaan Abraham Diuji

        22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

        22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

        22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar.

        Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

        22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan” (JEHOVAH-JIREH); sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

        22:15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

        22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

        22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

        Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

        Kej 31:11-13 Malaikat Allah menampakkan diri kepada Yakub yang Lari Meninggalkan Laban (perhatikan kata ”Akulah Allah” pada ayat 13)

        31:11 Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan! (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

        31:12 Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.

        31:13 Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

        Kel 3:2-4 Malaikat TUHAN menampakkan diri pada Musa dalam nyala api yang keluar dari semak duri

        3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

        3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

        3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” (kata ini dalam KJV-“Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

        Bilangan 22:22-35 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Bileam dan keledai betinanya.

        22:22. Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya.

        Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.

        22:23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

        22:24 Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah.

        22:25 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula.

        22:26 Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri.

        22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.

        22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”

        22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.”

        22:30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: “Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” Jawabnya: “Tidak.”

        22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.

        22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.

        22:33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup.”

        22:34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.”

        22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

        Bileam berlutut dan sujud kepada Malaikat Tuhan

        Hakim-hakim 2:1-5 Malaikat TUHAN di Bokhim

        2:1. Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: “Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya,

        2:2 tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian?

        2:3 Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.”

        2:4 Setelah Malaikat TUHAN mengucapkan firman itu kepada seluruh Israel, menangislah bangsa itu dengan keras.

        2:5 Maka tempat itu dinamai Bokhim. Lalu mereka mempersembahkan korban di sana kepada TUHAN.

        Bangsa Israel mempersembahkan korban persembahan kepada Malaikat TUHAN, perhatikan isi perkataan Malaikat TUHAN pada perikop di atas, ada kata ”sumpah, Aku, perjanjian, selama-lamanya” yang menyatakan bahwa hanya Allah saja yang berbuat demikian.

        Hakim-hakim 6:11-24 Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah menampakkan diri kepada Gideon

        6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

        6:20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian.

        6:21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.

        6:22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka.”

        6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.”

        6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom). Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

        6:34 Pada waktu itu Roh TUHAN menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia.

        Di bagian ini, Gideon mepersembahkan daging dan roti kepada Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah dan persembahan korbannya diterima. Gideon sadar pada ayat 22 diatas bahwa itu adalah Allah. Kemudian dia memberi nama TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom).

        Perhatikan pula Allah Tritunggal/Trinitas hadir dalam perikop tersebut, pada bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata ”TUHAN” (menunjuk pada Allah Bapa), ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan ”Roh TUHAN” (menunjuk pada Allah Roh Kudus).

        Ingatlah bahwa: Pada masa Perjanjian Lama (hingga sebelum Pentakosta), Roh Kudus tidaktinggal tetap dalam diri manusia (Kej 6:3—Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia), sehingga Roh Allah atau Roh TUHAN bisa meninggalkan manusia seperti yang dialami Raja Saul (I Samuel 16:14—”Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul”), Simson atau Samson (Hak 16:20—”TUHAN telah meninggalkan dia”), dan tokoh Alkitab lainnya.

        Hakim-hakim 13:3-22 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Manoah (ayah Simson) dan istrinya

        13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.

        13:15. Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Perkenankanlah kami menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu.”

        13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.

        13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”

        13:18 Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”

        13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya.

        13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.

        13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.

        13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”

        13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.”

        13:24. Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.

        13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

        Pada Bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata Allah atau TUHAN (menunjuk pada Allah Bapa), Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan Roh TUHAN (menunjuk pada Roh Kudus). Masih ada beberapa bagian lain yang menyatakan bahwa Allah Tritunggal atau Trinitas hadir bersama dalam PL.

        II Raja Raja 19:35

        Malaikat TUHAN membunuh 185.000 prajurit Sanherib, raja Asyur

        19:35. Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah 185.000 orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

        Zakharia 3:1-2 Penglihatan: Malaikat TUHAN, imam besar Yosua dan Iblis

        ”3:1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.

        3:2 Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?”

        Pada ayat 1 ada kata ”Malaikat TUHAN” dalam bahasa Ibraninya Mal’ak Jehovah sedang ayat 2 ”Malaikat TUHAN” dalam bahasa Ibraninya Jehovah (The LORD) atau Tuhan, Alkitab LAI menerjemahkan dengan kata ”Malaikat TUHAN” mungkin untuk menjelaskan hubungan ayat 1 dan 2.

        Kesemua ayat di atas mengisahkan
        bahwa ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah”
        ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) menunjuk kepada satu pribadi dari
        Allah Tritunggal yang sering kita sebut dengan istilah Teofani (Allah
        menampakkan diriNya dalam bentuk seorang malaikat atau manusia).

        Alkitab LAI Terjemahan Resmi
        sebenarnya sudah menjelaskan secara tidak langsung bahwa oknum yang dimaksud
        dalam kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2)
        menunjuk kepada Pribadi Yesus Kristus yang menampakkan diri waktu Perjanjian
        Lama (PL), yaitu dengan memberi kata ”Dia” (D huruf besar) (Hak 13:16—”Dia itu
        Malaikat TUHAN”) dan masih banyak lagi seperti yang sudah dijelaskan di atas.

        Jadi Kesimpulannya yang dimaksud
        dengan ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2)
        dalam Perjanjian Lama– The or an angel of the LORD, the messenger of the covenant—adalah Tuhan Yesus atau Yesus Kristus
        atau Allah Anak dalam bentuk Teofani (Penampakan diri Allah dalam bentuk
        seorang malaikat).

        Banyak orang suka bukti. maka
        tidak salah memberi bukti meski pun, adalah benar kata GUS DUR, “Tuhan
        tidak perlu dibela, Gitu aja kok repot” 🙂

        Yohanes 20:29 Kata Yesus
        kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.
        Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
        http://www.in-christ.net/blog/alkitab/100_ayat_bukti_yesus_adalah_allah_sejati

    • lucifer 2:27 am on 25/12/2010 Permalink | Reply

      waduh… Tuhan emang wajib disembah tapi kan tidak slahnya Yesus disembah bukan disembah maksud dari menyembah sama kyk Tuhan….Yesus itu ibarat Raja…dulu kan orang2 juga menyembah raja seperti itulah tapi mereka kan masih menyembah Tuhan juga….lagipula Yesus itu spesial 🙂 dia mendapatkan misi dari Allah semenjak dia lahir.. 🙂
      dia bisa dibilang seperti klonenya Tuhan walaupun ga 100% sama

      • SERBUIFF 4:18 am on 25/12/2010 Permalink | Reply

        LU BACA LAGI :
        100 AYAT YANG MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS ADALAH ALLAH SEJATI

        Kejadian
        1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” –

        “BERE’SYIT {pada mulanya} BARA’ {(Dia) menciptakan} ‘ELOHIM {Allah} ‘ET HASYAMAYIM {langit itu} VE’ET {dan} HA’ARETS {bumi itu}”

        Kata Allah dalam bahasa Ibrani ‘ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.

        1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

        3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita (Allah Tritunggal dan bukan Allah+Malaikat), tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

        11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”

        19:24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit (TUHAN di bumi dibedakan dengan TUHAN dari langit)

        Keluaran

        23:20 “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.

        23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.

        23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.

        23:23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.

        Bilangan

        (kata “TUHAN” disebut 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

        6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;

        6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

        6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

        Mazmur

        45:6 Thy throne, O God, is for ever and ever: the sceptre of thy kingdom is a right sceptre.

        45:7 Thou lovest righteousness, and hatest wickedness: therefore God, thy God, hath

        anointed thee with the oil of gladness above thy fellows.

        45:7 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.

        45:8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi

        engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

        110:1 The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.

        110:1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

        Amsal

        8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

        8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

        8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.

        8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih

        dari pada perak pilihan.

        8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,

        8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan

        mereka.

        8:22 TUHAN telah menciptakan (lebih tepat sesuai dengan arti Literal: MEMILIKI) aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.

        8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.

        8:24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.

        8:25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;

        8:26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.

        8:27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,

        8:28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,

        8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika

        Ia menetapkan dasar-dasar bumi,

        8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;

        8:31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

        8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.

        8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.

        8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.

        8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.

        8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”

        Yesaya

        6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

        (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

        6:8 Also I heard the voice of the Lord, saying, Whom shall I send, and who will go for us? Then said I, Here am I; send me.

        6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku [yang tepat artinya: KAMI]?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

        9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

        9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

        41:22 Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada Kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya!

        Daniel 7

        7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. (Dalam PB, Yesus menyebut dirinya Anak Manusia)

        Hosea

        1:7 But I will have mercy upon the house of Judah, and will save them by the LORD their God, and will not save them by bow, nor by sword, nor by battle, by horses, nor by horsemen.

        1:7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.”

        Matius

        1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

        1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.)

        2:2 dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

        2:11 Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur.

        2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya digenapi apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”

        3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika ia berkata, “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Yohanes mempersiapkan jalan bagi Yesus)

        3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku dan aku tidak layak membawa kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

        3:12 Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

        3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

        3:17 lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

        4:3 Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya, “Karena Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

        4:6 lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.”

        4:7 Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

        4:10 Lalu berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

        4:16 –bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.

        7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.

        7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?

        7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”

        9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”

        9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.”

        9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –, “Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

        10:37 Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan siapa saja yang mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

        10:38 Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

        10:39 Siapa saja yang mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

        11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan-Nya.

        12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

        12:30 Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

        12:31 Karena itu, Aku berkata kepadamu: Semua dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

        12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia berkata-kata menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.

        14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak,

        “Tuhan, tolonglah aku!”

        14:33 Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

        15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku.

        16:16 Jawab Simon Petrus, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

        16:17 Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.

        16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

        16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

        16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

        16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

        26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”

        26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”

        28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

        28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

        28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

        28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)

        28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

        Markus 5

        1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

        1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;

        1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”,

        1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:

        1:24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

        1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

        1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

        2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

        2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

        2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

        2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:

        2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

        3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

        3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

        5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

        5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”

        15:19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.

        5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

        7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

        8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

        9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

        9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

        9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

        10:37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.”

        12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

        12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.

        13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu

        14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

        14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”

        14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.

        16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

        16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

        16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

        16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

        16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

        Lukas

        10:16 Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

        10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”

        10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

        10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

        10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

        10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

        Yohanes

        1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

        1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

        1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan

        1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

        1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

        1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Yesus datang kepada Umat Manusia yg adalah ciptaanNya)

        1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

        1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

        5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

        5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

        5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.

        5:24 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

        5:25 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Saatnya akan tiba dan sudah tiba bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup.

        5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent)

        5:27 Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

        5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;

        5:32 ada yang lain (ALLOS=yang lain dari jenis/kualitas yang sama yaitu sama2 ILAHI)yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.

        5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;

        5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.

        5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

        5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.

        5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,

        9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”

        9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”

        9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!” Ia pun sujud menyembah-Nya.

        10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

        10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah.”

        14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

        14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

        14:8 Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

        14:9 Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

        14:10 Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

        15:23 Siapa saja yang membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku

        19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”

        20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10)

        Kisah Para Rasul

        4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

        10:42 Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa itu, dan bersaksi bahwa Dialah (Yesus) yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

        10:43 Tentang Dialah (Yesus) semua nabi bersaksi bahwa siapa saja yang percaya kepada-Nya (Yesus), akan mendapat pengampunan dosa melalui nama-Nya.”

        Roma

        9:5 Mereka adalah keturunan bapak-bapak leluhur, yang menurunkan Mesias secara jasmani, yang ada di atas segala sesuatu. Dialah (Yesus sang Mesias) Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

        I Korintus

        12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

        12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

        12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

        II Korintus 13:13

        13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

        Efesus

        4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

        4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

        4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

        Filipi

        2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

        2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

        2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

        2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

        2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

        2:11 dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

        Kolose

        1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

        1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

        1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia

        I Timotius

        2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

        Ibrani

        1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

        1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”?

        1:6 Lagi pula, ketika Ia membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia (Yesus).”

        1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

        I Petrus

        1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

        I Yohanes

        5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesuslah Anak Allah?

        5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran.

        5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

        (Bandingkan dg Yoh 1:14) (Saya mengimani ayat ini ada dalam naskah asli dan percaya naskah TR (Textus Receptus=Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani) yg dipelihara Allah dan jelas memuat ayat ini)

        5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab inilah kesaksian Allah, yaitu bahwa Ia bersaksi tentang Anak-Nya.

        5:10 Siapa yang percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; siapa yang tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya kepada kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

        5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

        5:12 Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup; siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

        5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

        5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

        Wahyu

        1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,

        1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya —

        4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

        (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

        Dalam PL, kata-kata “Malaikat ALLAH”, ”Malaikat TUHAN”, ”Malaikat Perjanjian” menunjuk kepada Tuhan Yesus sebagai Pribadi kedua dari ALLAH TRITUNGGAL/TRINITAS.

        Kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” muncul dalam Kejadian 16:1-13, 21:17-19, 22:11-16, 31:11-13, Keluaran 3:2-4, Bilangan 22:22-35, Hakim-hakim 2:1-5, 6:11-24, 13:3-22, II Raja-Raja 19:35, Zakharia 3:1-2. Mari kita perjelas satu per satu.

        Kej 16:1-13 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Hagar dan Ismael

        16:10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”

        Ayat ini menyatakan Malaikat TUHAN akan membuat keturunan Hagar menjadi sangat banyak, dst

        16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”

        Hagar menyebut Malaikat TUHAN atau TUHAN yang telah berfirman kepadanya dengan nama El-Roi, perhatikan kata ”Dia”

        Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

        Kej 21:17-19 Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar dan Ismael

        21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.

        21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”

        21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

        Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

        Kej 22:11-16 Malaikat TUHAN waktu Kepercayaan Abraham Diuji

        22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

        22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

        22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar.

        Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

        22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan” (JEHOVAH-JIREH); sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”

        22:15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

        22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

        22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

        Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

        Kej 31:11-13 Malaikat Allah menampakkan diri kepada Yakub yang Lari Meninggalkan Laban (perhatikan kata ”Akulah Allah” pada ayat 13)

        31:11 Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan! (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

        31:12 Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.

        31:13 Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

        Kel 3:2-4 Malaikat TUHAN menampakkan diri pada Musa dalam nyala api yang keluar dari semak duri

        3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

        3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

        3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” (kata ini dalam KJV-“Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

        Bilangan 22:22-35 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Bileam dan keledai betinanya.

        22:22. Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya.

        Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.

        22:23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

        22:24 Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah.

        22:25 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula.

        22:26 Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri.

        22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.

        22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”

        22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.”

        22:30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: “Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” Jawabnya: “Tidak.”

        22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.

        22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.

        22:33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup.”

        22:34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.”

        22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

        Bileam berlutut dan sujud kepada Malaikat Tuhan

        Hakim-hakim 2:1-5 Malaikat TUHAN di Bokhim

        2:1. Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: “Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya,

        2:2 tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian?

        2:3 Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.”

        2:4 Setelah Malaikat TUHAN mengucapkan firman itu kepada seluruh Israel, menangislah bangsa itu dengan keras.

        2:5 Maka tempat itu dinamai Bokhim. Lalu mereka mempersembahkan korban di sana kepada TUHAN.

        Bangsa Israel mempersembahkan korban persembahan kepada Malaikat TUHAN, perhatikan isi perkataan Malaikat TUHAN pada perikop di atas, ada kata ”sumpah, Aku, perjanjian, selama-lamanya” yang menyatakan bahwa hanya Allah saja yang berbuat demikian.

        Hakim-hakim 6:11-24 Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah menampakkan diri kepada Gideon

        6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

        6:20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian.

        6:21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.

        6:22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka.”

        6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.”

        6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom). Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

        6:34 Pada waktu itu Roh TUHAN menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia.

        Di bagian ini, Gideon mepersembahkan daging dan roti kepada Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah dan persembahan korbannya diterima. Gideon sadar pada ayat 22 diatas bahwa itu adalah Allah. Kemudian dia memberi nama TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom).

        Perhatikan pula Allah Tritunggal/Trinitas hadir dalam perikop tersebut, pada bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata ”TUHAN” (menunjuk pada Allah Bapa), ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan ”Roh TUHAN” (menunjuk pada Allah Roh Kudus).

        Ingatlah bahwa: Pada masa Perjanjian Lama (hingga sebelum Pentakosta), Roh Kudus tidaktinggal tetap dalam diri manusia (Kej 6:3—Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia), sehingga Roh Allah atau Roh TUHAN bisa meninggalkan manusia seperti yang dialami Raja Saul (I Samuel 16:14—”Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul”), Simson atau Samson (Hak 16:20—”TUHAN telah meninggalkan dia”), dan tokoh Alkitab lainnya.

        Hakim-hakim 13:3-22 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Manoah (ayah Simson) dan istrinya

        13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.

        13:15. Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Perkenankanlah kami menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu.”

        13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.

        13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”

        13:18 Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”

        13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya.

        13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.

        13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.

        13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”

        13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.”

        13:24. Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.

        13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

        Pada Bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata Allah atau TUHAN (menunjuk pada Allah Bapa), Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan Roh TUHAN (menunjuk pada Roh Kudus). Masih ada beberapa bagian lain yang menyatakan bahwa Allah Tritunggal atau Trinitas hadir bersama dalam PL.

        II Raja Raja 19:35

        Malaikat TUHAN membunuh 185.000 prajurit Sanherib, raja Asyur

        19:35. Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah 185.000 orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

        Zakharia 3:1-2 Penglihatan: Malaikat TUHAN, imam besar Yosua dan Iblis

        ”3:1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.

        3:2 Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?”

        Pada ayat 1 ada kata ”Malaikat TUHAN” dalam bahasa Ibraninya Mal’ak Jehovah sedang ayat 2 ”Malaikat TUHAN” dalam bahasa Ibraninya Jehovah (The LORD) atau Tuhan, Alkitab LAI menerjemahkan dengan kata ”Malaikat TUHAN” mungkin untuk menjelaskan hubungan ayat 1 dan 2.

        Kesemua ayat di atas mengisahkan
        bahwa ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah”
        ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) menunjuk kepada satu pribadi dari
        Allah Tritunggal yang sering kita sebut dengan istilah Teofani (Allah
        menampakkan diriNya dalam bentuk seorang malaikat atau manusia).

        Alkitab LAI Terjemahan Resmi
        sebenarnya sudah menjelaskan secara tidak langsung bahwa oknum yang dimaksud
        dalam kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2)
        menunjuk kepada Pribadi Yesus Kristus yang menampakkan diri waktu Perjanjian
        Lama (PL), yaitu dengan memberi kata ”Dia” (D huruf besar) (Hak 13:16—”Dia itu
        Malaikat TUHAN”) dan masih banyak lagi seperti yang sudah dijelaskan di atas.

        Jadi Kesimpulannya yang dimaksud
        dengan ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2)
        dalam Perjanjian Lama– The or an angel of the LORD, the messenger of the covenant—adalah Tuhan Yesus atau Yesus Kristus
        atau Allah Anak dalam bentuk Teofani (Penampakan diri Allah dalam bentuk
        seorang malaikat).

        Banyak orang suka bukti. maka
        tidak salah memberi bukti meski pun, adalah benar kata GUS DUR, “Tuhan
        tidak perlu dibela, Gitu aja kok repot” 🙂

        Yohanes 20:29 Kata Yesus
        kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.
        Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
        http://www.in-christ.net/blog/alkitab/100_ayat_bukti_yesus_adalah_allah_sejati

    • lucifer 12:18 pm on 27/12/2010 Permalink | Reply

      bung…. itu teologi dari seseorang
      tapi ane percaya Yesus itu 100% Tuhan tapi bukan 100% Allah
      mnurut wikiped teologi adala http://id.wikipedia.org/wiki/Teologi
      “adalah wacana yang berdasarkan nalar mengenai agama, spiritualitas dan Tuhan (Lih. bawah, “Teologi dan agama-agama lain di luar agama Kristen”). Dengan demikian, teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Para teolog berupaya menggunakan analisis dan argumen-argumen rasional untuk mendiskusikan, menafsirkan dan mengajar dalam salah satu bidang dari topik-topik agama. Teologi dapat dipelajari sekadar untuk menolong sang teolog untuk lebih memahami tradisi keagamaannya sendiri ataupun tradisi keagamaan lainnya, atau untuk menolong membuat perbandingan antara berbagai tradisi atau dengan maksud untuk melestarikan atau memperbarui suatu tradisi tertentu, atau untuk menolong penyebaran suatu tradisi, atau menerapkan sumber-sumber dari suatu tradisi dalam suatu situasi atau kebutuhan masa kini, atau untuk berbagai alasan lainnya.”

      nah dsini makna dari teologi stiap orang itu berbeda2 ga sama…
      kalo disini maksud anda ke dia mengatak kan bahwa Yesus = Allah
      tapi maksud saya tidak mengatakan bahwa Yesus=Allah

      mungkin saja maksud dari teolog diatas itu menyebutkan sifat Yesus merupakan sifat-sifat Allah sejati…bukan berarti Yesus = 100% Allah

      saya baca scan teologi dari tuh orang disana dia tidak menyebutkan bahwa Yesus = Allah…kalo ada mohon ditunjukkan 🙂

      • SERBUIFF 2:55 am on 29/12/2010 Permalink | Reply

        @LUCIFER

        lucifer

        Submitted on 2010/12/27 at 12:18 pm
        bung…. itu teologi dari seseorang###### YG DENGAN JELAS DAN GAMBLANG DIA MENGAMBIL DASAR AYAT2 ALKITAB…APA YG MAU ANDA SANGGAH ?

        tapi ane percaya Yesus itu 100% Tuhan tapi bukan 100% Allah###### APA BEDA TUHAN DENGAN ALLAH ? KENAPA ORANG KRISTEN INDONESIA KOK PAKE KATA ALLAH ? APA DASARNYA ? DI LUAR NEGERI NGGAK DIKENAL KOK KATA ALLAH ITU, YG ADA LORD / GOD …

        mnurut wikiped teologi adala http://id.wikipedia.org/wiki/Teologi
        “adalah wacana yang berdasarkan nalar mengenai agama, spiritualitas dan Tuhan (Lih. bawah, “Teologi dan agama-agama lain di luar agama Kristen”). Dengan demikian, teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama. Teologi meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Para teolog berupaya menggunakan analisis dan argumen-argumen rasional untuk mendiskusikan, menafsirkan dan mengajar dalam salah satu bidang dari topik-topik agama. Teologi dapat dipelajari sekadar untuk menolong sang teolog untuk lebih memahami tradisi keagamaannya sendiri ataupun tradisi keagamaan lainnya, atau untuk menolong membuat perbandingan antara berbagai tradisi atau dengan maksud untuk melestarikan atau memperbarui suatu tradisi tertentu, atau untuk menolong penyebaran suatu tradisi, atau menerapkan sumber-sumber dari suatu tradisi dalam suatu situasi atau kebutuhan masa kini, atau untuk berbagai alasan lainnya.”
        nah dsini makna dari teologi stiap orang itu berbeda2 ga sama…
        kalo disini maksud anda ke dia mengatak kan bahwa Yesus = Allah
        tapi maksud saya tidak mengatakan bahwa Yesus=Allah
        LIHAT :
        1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
        1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
        1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
        mungkin saja maksud dari teolog diatas itu menyebutkan sifat Yesus merupakan sifat-sifat Allah sejati…bukan berarti Yesus = 100% Allah
        LIHAT LAGI :
        1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
        1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
        1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

        saya baca scan teologi dari tuh orang disana dia tidak menyebutkan bahwa Yesus = Allah…kalo ada mohon ditunjukkan
        1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
        1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
        1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
        1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
        SEBENARNYA ANDA TIDAK BERHAK MENJAWAB MASALAH TEOLOGI AGAMA KRISTEN INI KARENA ANDA BUKAN BERAGAMA KRISTEN KARENA ANDA ADALAH ATHEIS….

        SELAIN ITU ANDA BACA TULISAN SEBELUMNYA SEPERTI DARI PEDRO CS YG DENGAN JELAS MENGATAKAN YESUS = TUHAN =BAPA = ALLAH….ADALAH SATU KESATUAN….MEREKA LEBIH PAHAM TENTANG MEREKA YAITU AGAMA KRISTEN DARI PADA ANDA YG NGAKUNYA ATHEIS….

    • pedro 4:14 pm on 25/01/2011 Permalink | Reply

      senengnya masih diingat ama bung erzal….

      pa kabar?

      • SERBUIFF 3:52 am on 31/01/2011 Permalink | Reply

        YA…, ANDA SAYA INGAT KARENA PENDIRIAN ANDA YG SESAT…..KABAR BAIK….

  • SERBUIFF 3:10 am on 19/12/2010 Permalink | Reply
    Tags: iSMAIL APA iSHAQ, penambahan, pengurangan penukaran tempat) AL KITAB TENTANG SIAPA YG DI KORBANKAN IBRAHIM, Tahrif (pengubahan   

    Tahrif (pengubahan, penambahan, pengurangan penukaran tempat) AL KITAB TENTANG SIAPA YG DI KORBANKAN IBRAHIM,iSMAIL APA iSHAQ 

    Di dalam Bible peristiwa akan dikorbankannya anak Ibrahim ini disebutkan
    dalam
    kitab Kejadian 16:16 yang berbunyi:
    “Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael
    baginya”
    Jelas, berdasarkan ayat ini umur Ibrahim as ketika Hajar memperanakkan
    Ismail adalah 86 tahun.
    Sekarang perhatikan ayat berikutnya dalam Kejadian 21:5, silakan
    dibacakan.

    [Anak]:
    “Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir
    baginya.”
    Disini, umur Ibrahim as adalah 100 tahun ketika Ishak lahir.

    [Ayah]:
    Dari dua ayat ini saja kita semua paham bahwa yang lahir terlebih dahulu
    adalah Ismail, lalu Ishak. Beda usia di antara keduanya adalah 14 tahun.
    Suatu perbedaan usia yang cukup jauh, bukan ? Selanjutnya perhatikan
    Kejadian 22:2, silakan dibacakan…

    [Anak]:
    “Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,
    yakni
    Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai
    korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu”

    Disini yang akan dikorbankan adalah Ishak as dan disebutkan bahwa beliau
    adalah anak yang tunggal, padahal anak Ibrahim as yang pertama adalah
    Ismail
    as. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan ayat ini, ayah ?

    [Ayah]:
    Seperti yang Ayah nyatakan sebelumnya tentang rekayasa itu dan inilah
    salah
    satu bukti bahwa Bible telah mengalami penyisipan kata demi tujuan
    politik
    tertentu. Perlu kamu ketahui bahwa menurut mereka Bangsa Yahudi adalah
    bangsa pilihan Tuhan yang berasal dari anak yang akan dikorbankan
    Ibrahim as
    sesuai dengan perjanjian antara Tuhan dengan Ibrahim as. Mereka kuatir
    kalau
    tidak ada kata “Ishak” maka bangsa Arab yang keturunan Ismail-lah yang
    berhak mendapat gelar tersebut. Sehingga apa boleh buat, terpaksa mereka
    harus me-modifikasi ayat tersebut, dengan menambahkan kata “Ishak” di
    sana
    demi tercapainya kepentingan politik mereka atas propaganda “Israel
    adalah
    bangsa pilihan Tuhan”.

    Jadi sangat jelas, JIKA Kejadian 22:2 menerangkan bahwa firman Tuhan
    kepada
    Ibrahim as untuk mengorbankan “anak tunggal”, MAKA pada waktu itu anak
    Ibrahim as baru satu orang, yaitu Ismail as, sedangkan Ishak as belum
    lahir.

    Seharusnya ayat yang menerangkan kelahiran Ishak as itu letaknya sesudah
    ayat pengorbanan, sehingga setelah ayat pengorbanan ini kemudian diikuti
    oleh ayat kelahiran Ishak. Modifikasi seperti ini dinamakan “tahrif”
    oleh
    Al-Qur’an, yaitu mengubah letak ayat dari tempatnya yang asli ketempat
    lain
    sebagaimana telah disinggung oleh Al-Qur’an dalam QS An-Nisa’:46 yang
    artinya:
    “Diantara orang-orang Yahudi itu, mereka mengubah perkataan dari
    tempatnya
    …”
    Dengan demikian semakin jelas bahwa Bible mengandung tahrif (pengubahan,
    penambahan, pengurangan penukaran tempat), dan semakin jelas pula bahwa
    kitab yang sudah dimodifikasi itu tidak bisa lagi dikatakan autentik
    dari
    Tuhan melainkan merupakan kitab yang mengalami distorsi.

    http://groups.yahoo.com/group/surau/message/9751

     
    • pedro 6:08 pm on 25/01/2011 Permalink | Reply

      Hahahahahaha…
      Sepertinya udah pernah dijelasin dech…

      kenapa yach kalau takut nama Ismail akan menggantikan nama Ishak sebagai anak yang dikorbankan gak sekalian dihilangkan saja dari ceritanya, gampang toh…hehehe

      anak perjanjian Tuhan dengan Abraham melalui Sara, anak hasil mukjizat dari Tuhan, yaitu Ishak.
      Ismael bukan anak perjanjian karena lahir dari rencana/usaha/pikiran manusia.

      Kejadian 17:19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

      Perkataan perjanjiqn dari Tuhan ini disebutkan saat Ismael sudah lahir dan diusir oleh Sara. Buktinya di ayat sebelumnya.
      Kejadian 17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

      Sederhana.

      • SERBUIFF 3:32 am on 31/01/2011 Permalink | Reply

        Pedro
        Submitted on 2011/01/25 at 6:08 pm

        Hahahahahaha…
        Sepertinya udah pernah dijelasin dech…###### KAPAN BUNG ? NGGAK ADA KOK…, KALAU PUN ADA TAPI SETAHU SAYA ANDA NGGAK BISA MENYANGKAL PENGUBAHAN AYAT ALKITAB TSB
        kenapa yach kalau takut nama Ismail akan menggantikan nama Ishak sebagai anak yang dikorbankan gak sekalian dihilangkan saja dari ceritanya, gampang toh…hehehe
        anak perjanjian Tuhan dengan Abraham melalui Sara, anak hasil mukjizat dari Tuhan, yaitu Ishak.
        Ismael bukan anak perjanjian karena lahir dari rencana/usaha/pikiran manusia.######INI ARGUMEN NGAWUR BUNG, LAGI TELER APA ?
        Kejadian 17:19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
        Perkataan perjanjiqn dari Tuhan ini disebutkan saat Ismael sudah lahir dan diusir oleh Sara. Buktinya di ayat sebelumnya.
        Kejadian 17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”
        Sederhana.
        PENJELASAN ANDA INI NGAWUR,

        LIHAT : BAHWA YG DI AKAN DI KURBANKAN ITU ADALAH ISMAIL.

        DI AYAT TSB BERBUNYI :
        Kejadian 22:2, “Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,
        yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai
        korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu”

        DISITU TERTULIS ANAK MU YG TUNGGAL BERARTI IBRAHIM BARU PUNYA SATU ANAK / TUNGGAL YAITU ANAK PERTAMA ISMAIL… JIKA ALLAH BERKATA AMBILLAH ANAKMU YG KEDUA BERARTI LEBIH DARI SATU / TIDAK TUNGGAL , MAKA ANAK YG KEDUA ITU ADALAH ISHAQ. JADI AYAT YANG ASLI DAN SEBENARNYAS BERBUNYI :

        Kejadian 22:2 “Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,
        yakni iSMAIL, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai
        korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu”

        LIHAT JUGA : BUKTI BAHWA ISMAIL ANAK PERTAMA /TUNGGAL DAN ISHAQ ADALAH ANAK KEDUA :

        Sara (שָׂרָה “Putri”, bahasa Ibrani Standar Sara, bahasa Ibrani Tiberias Śārāh, bahasa Arab: سارة) aadlah istri Abraham sebagaimana digambarkan dalam Alkitab Ibrani. Kisah Sara diceritakan dalam Kitab Kejadian.
        Sara mulanya dinamai Sarai (שָׂרַי / שָׂרָי “Putriku”, bahasa Ibrani standar Saray, bahasa Ibrani Tiberias Śāray / Śārāy) dan hidup bersama suaminya, yang saat itu bernama Abram (אברם) di kota Haran. Ketika Allah memerintahkan Abram meninggalkan tanah kelahirannya dan pergi menuju suatu negeri yang tidak diketahui (belakangan diidentifikasikan sebagai Kanaan), Sarai menyertainya. Namun, ketika mereka tiba di sana, mereka mengalami bala kelaparan, dan memutuskan untuk menyelamatkan diri di Mesir. Karena merasa kuatir bahwa kecantikan Sarai akan membahayakan hidupnya bila hubungan mereka diketahui, Abram mengusulkan agar Sarai berpura-pura menjadi saudara perempuannya.
        Seperti yang dikuatirkan Abram, Sarai diambil oleh Firaun, yang mengganjar Abram dengan harta kekayaan. Namun, Allah menghukum Firaun beserta seluruh isi rumahnya dengan wabah penyakit yang parah. Hal ini menyebabkan Firaun mencurigai Abram. Ia mempersalahkan Abram, dan menyuruhnya mengambil istrinya kembali dan pergi. Menurut tafsiran-tafsiran klasik Yahudi, Firaun tetap terkesan oleh sikap Abram yang benar, dan karena itu ia mengirim anak perempuannya sendiri, Hagar untuk menjadi pembantu Sara.
        Meskipun Allah telah berjanji kepada Abram bahwa ia akan menjadi bapak segala bangsa, Sarai tetap mandul. Untuk menolong suaminya memenuhi takdir yang telah ditetapkan, ia menawarkan pembantunya orang Mesir, Hagar, untuk menjadi gundik Abram.
        Hubungan Hagar dengan Sarai tidak berlangsung baik. Sarai mengecam suaminya dengan pahit, dan Abram menjawab bahwa Sarai harus melakukan apa yang dipandangnya baik. Perlakuan Sarai yang kejam terhadap Hagar membuatnya melarikan diri ke padang gurun. Di sana Hagar bertemu dengan malaikat Allah yang memberitakan kepadanya bahwa keturunannya akan menjadi banyak, dan menganjurkan agar ia kembali kepada nyonyanya. Setelah Hagar kembali, ia melahirkan seorang anak bagi Abraham, yang dinamainya Ismael.
        Setelah itu Allah mengganti nama keduanya menjadi Abraham dan Sara dan menjadikan mereka leluhur dari suatu bangsa di masa depan, yaitu bangsa Israel. Dalam bahasa Ibrani, nama Abram berarti “bapak dari Aram,” negeri tempat kelahiran Abraham, dan Sarai berarti “putriku”, yang merujuk kpada hubungannya dengan suaminya. Sekarang nama mereka berubah menjadi Abraham, yang berarti “banyak banyak (bangsa),” sementara Sara, berarti “putri [dari semua bangsa].” Lalu Allah mengutus tiga orang malaikat yang menyamar sebagai manusia untuk memberitahukan kepada pasangan ini tentang Ishak yang akan segera dilahirkan. Abraham tertawa dengan sukacita ketika mendenar berita itu, karena usianya akan mencapai 100 tahun pada kelahiran anaknya itu, namun Sara tertawa karena ragu-ragu, karena usianya akan mencapai 90 tahun dan masa melahirkan sudah lama lewat baginya.
        Abraham kemudian pindah ke Gerar, dan di sana kembali istrinya diambil oleh raja Gerar untuk dijadikan istrinya, setelah Sara mengaku sebagai saudara perempuan Abraham. Namun, Abimelekh diperingatkan oleh Allah dalam sebuah mimpi agar tidak menyentuh Sara. Ketika Abimelekh mengecam Abraham karena penipuan ini, Abraham membenarkan dirinya dengan menjelaskan bahwa Sara adalah anak perempuan dari ayahnya, namun bukan dari ibunya (Kejadian 20:1-12).
        Segera setelah kejadian ini, Sara melahirkan seorang anak, Ishak. Allah menyuruh Abraham menamainya sesuai dengan tertawa Abraham ketika ia mendengar nubuat malaikat tentang kelahiran anaknya itu. Menurut Rashi, orang mempertanyakan apakah Abraham yang berusia 100 tahun itu benar-benar merupakan bapak anak itu, karena ia dan ara telah hdiup bersama-sama selama puluhan tahun namun tidak juga mendapatkan anak. Sebaliknya, oarng menyebarkan gosip bahwa Abimlekehlah ayahnya yang sejati. Karena alasan ini, menurut Rashi, Allah menjadikan ciri-ciri Ishak persis seperti Abraham, sehingga tak seorangpun dapat mengklaim bahwa ia adalah ayah Ishak.
        Sementara Ishak bertumbuh, kakak tirinya, Ismael mulai mengejeknya, dan Sara meminta agar Abraham mengusir baik Hagar maupun Ismael untuk melindungi Ishak. Berathun-tahun kemudian, setelah Abraham meninggal, Ishak dan Ismael kembali berkumpul untuk menguburkan ayah mereka di Gua para Leluhur di Hebron (Kejadian 25:9).
        http://id.wikipedia.org/wiki/Sarah

    • rahmanhadiq 8:47 am on 20/07/2011 Permalink | Reply

      Banyak sekali kontradksi cerita Ibrahim-ishaq dan Ismail di dalam BIble. Yang saya ungkapkan dibawah ini hanya sekitar 20% saja dari jumlah kontradiksi-2 tersebu t;

      Ketika Ishaq sudah selesai disapih ( tidak netek lagi), maka Abraham mengadakan perjamuan dan mengundang tetangga dan orang-orang terpandang di daerah tersebut. Tentu saja acara seperti ini tidak akan pernah dinikmati oleh ismael sewaktu dia masih bayi dulu.
      Namun sayang sekali, ismael bukannya menjauh dari acara agung tersebut , tetapi ismael justru mendekati ishaq dan bermain-main dengannya. Ismael dan ibunya Hagar tentu saja tidak pantas ikut bersama-sama dengan Ishaq di dalam pesta kebesaran keluarga terhormat itu. Akibat tindakan Ismael yang tidak menyadari kedudukannya, maka Sara merasa dipermalukan di depan tamu-tamunya ;
      “8Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.” (kej 21:8)
      Tentu saja Sara naik pitam menyaksikan anaknya Ishaq bermain-main di depan orang ramai bersama Ismael yang tidak berharga itu, lalu Sara menyuruh Abraham mengusir Hagar bersama anaknya yang dianggap sudah mempermalukan dia sebagai nyonya besar dirumahnya;
      “10Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” (kej 21:10)
      Apabila ditanyakan kebenaran cerita itu kepada Pendeta Kriten, maka akan keluar sebuah jawaban dimulutnya bahwa “ itu adalah ketentuan yang sudah digariskan” sesuai dengan ramala-ramalan yang sudah di Firmankan Allah pada ayat-ayat sebelumnya. Ini adalah ramalan yang tepat dari kitab perjanjian Lama. Dan ramalan itu terbukti. Para ahli kitab Nasrani dan Yahudi serta para Pendeta Kristen sudah membungkam pertanyaan umatnya dengan jawaban “ramalan” dan “ketentuan Firman Allah”. Tidak seorangpun umat Kristen yang sanggup mempermasaalahkan ketentuan perbedaan kasta itu di dalam kitab PL.
      Bagaimana mungkin kisah ketidakadilan itu lebih ditonjolkan di dalam sebuah kitab Suci. Jelas ini adalah sebuah propaganda untuk kemuliaan umat Yahudi dan Nasrani lalu mendiskriditkan keturunan Ismael. Tidak mungkin ayat itu berasal dari Allah yang maha pemurah , maha adil dan Maha bijaksana kepada umat manusia. Allah tentu tidak akan membeda-bedakan manusia berdasarkan kedudukannya dalam masyarakat atau berdasarkan kekayaannya , tentu Allah hanya memandang nilai-nilai kebaikan seseorang.
      Seharusnya PL harus menceritakan dan menulis apa kesalahan ibu dan anak itu sehingga mereka terusir, apa yang sudah diperbuat oleh ibu dan anak ini sehingga Sara dan Abraham tega memperlakukan keluarga sendiri sedemikian buruknya. Kalau tidak dijelaskan apa yang terjadi , maka ini sama dengan berbuat zalim kepada orang yang tertindas atau mengabarkan sebuah fitnah. Apakah Abraham dan Sarah mempunyai sifat begitu? Jawabannya tentu saja tidak! Jadi kenapa cerita mengharukan itu tertulis di dalam kitab suci? Jawabannya adalah karena ada tangan jahil yang mengerjakannya.
      Bukan hanya Sara saja yang kesal dengan kelancangan Ismael, Abraham pun sebal ;
      “11Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.(kej 21:11)
      Bukan hanya Abraham dan Sara saja merasa malu akibat perbuatan anaknya, bahkan Allah setuju dengan keinginan Sara mengusir Hagar dan Ismael dari rumah mereka ;
      “And God said unto Abraham, Let it not be grievous in thy sight because of the lad, and because of thy bondwoman; in all that Sarah hath said unto thee, hearken unto her voice; for in Isaac shall thy seed be called (Genesis 21:12)”.
      “12Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. (kej 21:12)”.
      Ayat ini menunjukan bahwa Allah merestui kehendak Sara untuk membuang Ismael dan ibunya Hagar. Bahkan sekali lagi disampaikan oleh Allah bahwa anak Abraham yang sebenarnya adalah Ishaq, bukan Ismael. Kontek ayat tersebut adalah firman Allah yang menggunakan kata-kata “budakmu itu”; yang menunjukan bahwa status Hagar masih seorang budak walaupun sudah menjadi istri Abraham. Memang menyedihkan dan memprihatinkan sekali nasib ibu dan anak bekas budak itu. Mereka sudah ditakdirkan sebagai pembantu dari keluarga orang terhormat Abraham dan Sara. Benar-benar keji sekali keterangan ayat-ayat PL ini yang menempatkan cerita yang tidak dapat dicontoh untuk kebenaran dan budipekerti yang baik.
      Apabila kisah ini diceritakan kepada anak-anak yang masih polos tentu mereka mengira bahwa Hagar dan Ismael adalah keluarga yang terbuang dan tidak berharga di depan Allah. Dan sampai dewasapun anak yang membaca kisah itu akan mencap keturunan Ismael sebagai keturunan orang-orang yang tidak berguna
      Keesokan harinya Hagar terpaksa berangkat dari tempat terhormat itu ;
      “14Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. (Kej 21:14)”
      Ternyata Abraham benar-benar mengusir istri beserta anaknya sendiri. Betapa teganya Abraham melepas kepergian Hagar dan anaknya dengan harga yang sebegitu murah? , Bahkan kemudian mereka terdampar hingga ketengah gurun pasir. Apakah pantas Abraham dinobatkan sebagai bapak bangsa-bangsa? Tentu saja Allah terlibat dalam perlakuan yang tidak adil ini. Benar-benar sebuah cerita yang tidak dapat diterima oleh bangsa yang beradab.
      Kemudian , menurut yang tertulis pada ayat diatas, Abraham melepas kepergian keturunannya hanya dengan sekantong roti dan sebotol air. Padahal Abraham adalah orang kaya raya yang terhormat. Jangankan dengan bekal semurah itu, bahkan dengan sepasukan kuda dan sejumlah kafilahpun dapat dibiayai oleh Bapak bangsa-bangsa ini. Padahal ketika mendengar keponakannya “Lot” ditahan oleh perampok dan dirampas hartanya, Abraham langsung menyerang penjahat itu dengan mengerahkan 318 orang pasukannya untuk membebaskan Lot ;
      14Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. 16Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya (Kej 14: 14,16)”.
      Tetapi kenapa kepada anak dan istri sendiri diusirnya, tanpa pengawalan sama sekali, apalagi ketempat yang tandus dan gersang?
      Setelah mencium anaknya, lalu Abraham meletakkan anak dan bekal itu diatas bahu Hagar. Ada tertulis “Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar “ ; Mungkin Abraham mengira anaknya masih kecil sehingga meletakkan anaknya di bahu Hagar.
      Benar-benar tega Abraham melepas keluarganya pergi hanya dengan sebotol air dan sekantong roti. Tentu saja persediaan air dan bekal itu tidak cukup sehingga terpaksa Hagar membuang bayinya kedalam semak-semak;
      “15Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. (kej 21:15-16)”
      Ayat ini menunjukan bahwa Hagar benar-benar berangkat hanya berdua dengan anaknya. Lalu perhatikanlah kalimat “dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak “ dan “menangislah ia dengan suara nyaring “ pada ayat diatas. Ini menunjukan bahwa Ismael masih balita atau mungkin juga masih bayi.
      Tetapi malaikat melarang Hagar membuang anaknya ;
      “17Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. (kej 21:17) “
      Perhatikan juga , ada tertulis “dari tempat ia terbaring “. Bahkan malaikat sendiri tahu anak itu masih balita. Lalu malaikat Tuhan menyuruh Hagar mengangat anaknya tersebut dari semak-semak itu ;
      “18Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”(kej 21:18)
      Perhatikan kalimat “angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia”. Ini berarti Ismael memang masih balita sehingga Hagar harus mengangkat dan membimbing anaknya untuk bisa berjalan lagi.
      Menurut keterangan yang tertulis di dalam PL , seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pada saat Ishaq lahir, umur Ismael ketika itu sudah 14 tahun. Apabila umur Ishaq pada saat disapih adalah 2 tahun, maka pada saat diusir Bapaknya, Ismael sudah berumur 16 tahun. Apakah anak yang berumur 16 harus digendong oleh Hagar ketika dilepas oleh Abraham ? apakah anak yang berusia 16 tahun harus dibuang ke semak-semak ? apakah Hagar harus mengangkat anak yang sudah dia buangnya tadi dari semak-semak? Apakah anak berisia 16 tahun harus dibimbing oleh ibunya untuk dapat berjalan lagi?.
      Apa bukan sebaliknya, justru ismael yang masih kuat dan muda , membimbing ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan akibat perasaannya tertekan lahir dan bathin?
      Jadi terbuktilah bahwa keterangan PL ini tidak dapat diterima dengan akal sehat, ceritanya ngawur, cerita PL tentang kisah Abraham hanya dapat disampaikan kepada anak kecil sebelum tidur, cerita PL tentang Abraham merupakan kisah dongeng yang tidak bermutu tetapi cerita jahat.
      Penulis Bible hanya mengarang-ngarang cerita yang tidak jelas sumbernya lalu dimasukkan secara sembarangan, sehingga manimbulkan banyak masaalah.
      Sekarang kita kembali pada kisah tentang Ishaq yang sudah mulai besar , namun tiba-tiba Abraham mendapatkan perintah Allah agar dia mengobankan anaknya sebagai korban bakaran ;
      “2Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.(kej 22:2)”
      Kalau kita perhatikan ayat tersebut diatas, maka konteks ayat tersebut merupakan Firman Allah yang tidak dapat lagi digugat oleh umat nasrani dan Yahudi. Namun sebuah kalimat “anakmu yang tunggal”; tentu tidak dapat diterima dengan akal sehat. Apakah Allah lupa bahwa Abraham mempunyai 2 orang anak? Kalau manusia yang mengatakan Abraham hanya punya seorang anak saja, tentu hal ini dapat dimaklumi, namun kalau Allah yang berFirman , maka ayat ini sangat janggal sekali. Kalau Allah yang mengatakan bahwa Ishaq adalah anak Abraham yang tunggal , maka dugaan ayat (kej 18:32) tentang daya pikir Allah yang sudah pikun, tentu saja cocok dengan keterangan ayat ini. Artinya ayat ini mengira bahwa Allah itu seperti seorang kakek yang sudah sangat tua dan pikun sehingga dia lupa kalau Abraham sudah mempunyai anak sebelumnya. Artinya ayat ini tidak menghargai Allah yang maha kuasa, dan maha mengetahui segala sesuatu. Ayat ini benar-beanr menghina Allah sebagai sosok yang tidak tertandingi di seluruh jagat raya.
      Kemudian terdapat pula kalimat “ yang engkau kasihi, yakni Ishak,”; sekali lagi hal ini membuktikan bahwa hanya Ishaq yang disayangi oleh Abraham , hanya Ishaq yang dianggap sebagai anak oleh Abraham dan Allah. Ismael benar-benar tidak berharga dimata Abraham dan Allah. Benar-benar ngawaur cerita PL tentang kisah Abraham ini. Ini bukan cerita fakta tetapi sebuah karangan untuk maksud membanggakan satu keturuan suatu kaum sedangkan yang lainnya dihina dan dilecehkan. Keterangan ini jelas bukan dari Allah SWT.
      Kemudian berangkatlah Abraham bersama anaknya ishak kesebuah bukit/gunung bersama 2 orang pembantunya ;
      “3Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. (kej 22:3)”
      Setelah menempuh perjalanan selama 3 hari sampailah mereka dikaki sebuah bukit yang bernama Moria, disanalah mereka menambatkan kudanya. Abraham memerintahkan kepada pembantunya untuk menunggu di bawah bukit dengan alasan mau beribadah di atas bukit tersebut ?
      “5Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”( kej22:5)
      Pertanyaannya kenapa Abraham tidak berkata jujur kepada pembantunya bahwa dia akan mengobankan anaknya? Apakah Abraham takut kalau pembantunya itu akan mengatakan kepada istrinya Sara bahwa Abraham akan membunuh anaknya sendiri? kalau Abraham itu seorang nabi kenapa Abraham tidak mengajak pembantunya beribadah bersama-sama? Sepertinya Abraham tidak membawa agama apapun kepada umat Yahudi dan umat Kristen. Lalu kenapa Pendeta Kristen ini mengaku-ngaku sebagai umat nabi Abraham , apa tidak memalukan?
      Suatu keanehan tambahan yang sangat menggelitik adalah, bahwa semua Pendeta Kristen yang menyatakan dirinya mengerti , menyimpulkan bahwa ketika Ishaq hendak dikorbankan itu umurnya sekitar 14 tahun. Perkiraan ini cocok sekali dengan penggambaran dialog antara Bapak dan anak di dalam keterangan ayat kej 22: ayat 6 sampai ayat 9 diatas. Dari dialog ini menunjukan bahwa Ishaq berusia masih remaja, sebagaimana dia sanggup membantu bapaknya mengangkat kayu bakaran, seperti anak yang polos menanyakan maksud pengorbanan itu, serta pertanyaan yang diajukan oleh Ishaq kepada Bapaknya yang menggambarkan bahwa dia masih tidak mengerti dan menunjukan bahwa Ishaq adalah anak yang baik danpolos.
      Peryataan yang menggelitik adalah, ketika Ishaq berumur 14 tahun, ternyata dia sanggup berjalan jauh selama 3 hari dan 3 malam bersama bapaknya mengendarai keledai kemudian dia juga sanggup menolong bapaknya mengangkut kayu bakaran ke tempat pengorbanan ke atas gunung Moria seperti bunyi ayat berikut;
      “.” 6Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.(Kej 12:6)”
      Artinya bahwa jelas sekali kalau ayat ini sangat kontradiktif dengan ayat sebelumnya, yaitu ketika Ibrahim mengusir anaknya yaitu Ismail beserta ibunya . Ketika itu Ismail juga sudah berumur sekitar 14-16 tahun. Tetapi pada saat keberangkatan Ismaill bersama ibunya, keadaan Ismail ketika itu masih seperti anak balita karena dia dibawa di atas pangkuan bahu Ibunya, serta dibuang di semak-semak lalu dia menangis dengan suara nyaring. Cerita Ismeil dan Ishaq pada usia mereka yang hampir bersamaan di dalam PL, sangat bertolak belakang dan aneh sekali. Kalau Ishaq berumur 14 tahun, maka dia sanggup membawa kayu keatas Gunung dan berjalan selama 3 hari 3 malam, tetapi sebaliknya ketika Ismail berusia 16 tahun dia tidak mampu berbuat apa-apa bahkan diceritakan kalau Ismail masih anak balita. Jangankan untuk berjalan dan mengangkut kayu mendaki gunung, untuk berjalan dari rumah saja Ismail harus dipangku diatas bahu ibunya, bahkan harus dibuang ke semak-semak. Benar-benar tidak adil dan tidak logis.
      Bahkan ketika peristiwa pengorbanan yang diceritakan PL itu, usia Ibrahim sudah mencapai 114 tahun, yang sudah sangat tua bagaikan kakek-kakek. Namun di dalam cerita itu, kelihatan bahwa Ibrahim lebih kuat dan perkasa dibandingkan anak remaja remaja berusia 14 tahun. Ini terbukti dari kekuatan Ibrahim untuk mengikat Ishaq ketika hendak disembelih.
      Cerita tentang perlakuan Ibrahim kepada Ismail dan kepada Ishaq sangat kontradiktif, tidak dapat diterima dengan logika yang benar, dan ceritanya benar-benar ngawur. Ini Cerita yang paling tidak masuk akal yang pernah saya baca, bahkan cerita detektif dari pengarang Sherlock-homes jauh lebih bermutu dari pada cerita fiktif murahan kitab Bible yang menjadi kitab pedoman untuk mereka yang menyatakan dirinya terhormat.
      Sekarang kita lanjutkan kisah pengorbanan Ishaq di dalam PL Apa yang ada di dalam pikiran Ishaq setelah itu? Apakah Abraham akan memberitahu anaknya, kalau dia akan menyembelih dan membakar anaknya ?
      Ikuti dan perhatikanlah dialog dibawah ini ;
      “Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 7Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu (kej 22:6-7)
      Menurut keterangan ayat diatas, ternyata Ishaq belum mengetahui juga kalau Bapaknya akan mengorbankannya.
      Kenapa Abraham tidak berterus terang saja kepada anaknya ?, padahal mereka sudah berjalan beriringan selama 3 hari dan 1 hari untuk menaiki gunung itu. Jadi masih ada kesempatan Abraham untuk mendikusikan dengan anaknya. Sekiranya Abraham tidak tega mengatakan itu pada anaknya, lalu apa yang terjadi ketika Abraham akan menyembelih anaknya?
      Saat-saat menjelang akan disembelih, Apakah ishaq dipaksa oleh Abraham? apakah ishaq tidak memberontak ketika Abraham akan mengikatnya? Bukankah ketika itu Ishaq bukan balita lagi, karena dia sanggup membawa kayu bakar keatas bukit dan sanggup mengendarai keledai selama 3 hari, sedangkan Bapaknya sudah berusia kekek-kekek?. Bisa saja Ishaq melakukan perlawanan kepada Bapaknya yang sudah tua dan lemah itu, karena dia tidak mengerti dan tidak mengetahui sebelumnya bahwa Abraham hendak menyembelihnya. Banyak sekali pertanyaan yang dapat diajukan apabila tidak terdapat kompromi sebelum pengorbanan itu terlaksana. Apakah pelaksanaan perintah Allah itu harus dilakukan dengan paksaan dan kekerasan?
      Apakah jawaban Abraham ketika ditanya oleh anaknya ?
      “8Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.”(kej 22:8)”
      Kembali Abraham berkelit untuk tidak bererus terang, bahkan menyampaikan informasi yang salah. Pada ayat diatas Abraham mengatakan kepada Ishaq bahwa korban yang akan disembelih itu sudah disediakan oleh Allah. Tentu saja Ishaq senang mendengar jawaban Bapaknya.
      Tetapi didalam kontek ayat ini, Abraham telah melakukan sebuah penipuan lagi. Abraham bukan tipe seorang Bapak yang dapat berterus terang dan berkata jujur kepada anaknya sendiri. Kalau sekiranya jawaban Abraham kepada ishaq bukan sebuah penipuan tetapi dia menyampaikan “apa adanya” kepada anaknya (korban itu sudah disediakan), maka itupun tidak dapat diterima dengan akal sehat. Artinya Abraham sudah mengetahui bahwa Allah hanya mencoba Abraham, Allah hanya ingin melihat kesetiaan dan kepatuhan Albraham kepada Allah. Tetapi Abraham sudah mengetahui maksud Allah itu. Abraham tidak perlu serius menghadapinya. Tidak mungkin Allah tega membunuh anak yang dijanjikanNYA sendiri. Sebaliknya Allah tidak mengetahui jalan pikiran Abraham.
      Maka Abraham mengatakan kepada anaknya bahwa Allah yang akan menyediakan korban bakaran untukNYA. Hal ini berarti bahwa uji kesetiaan itu tidak berpengaruh terhadap pemikiran Abraham karena dia sudah menebak hasil akhirnya. Akibatnya Abraham akan melakukannya dengan kepura-puraan. Tetapi sebaliknya Allah tidak tahu kepura-puraan Abraham tersebut karena memang Abraham lebih pintar dari Allah. Atau setidaknya Allah tidak tahu pemikiran Abraham yang mampu menebak hasilnya.
      Jadi terbuktilah bahwa kisah Abraham tentang mengorbankan anaknya Ishak, seperti sebuah cerita detektif karya Nick carter. Satu kebohongan ditutup oleh kebohongan yang lainnya. Seperti ; ketika Abraham tidak mau berterus terang kepada anaknya, maka dia terpaksa membohongi Allah dengan mengatakan bahwa Allah yang akan menyediakan domba itu untukNYA.
      Artinya Abraham sudah melakukan kejahatan dosa sebanyak 6 kali berturut-turut ;
      pertama membohongi anaknya,
      kedua membohongi Allah,
      ketiga membohongi diri sendiri,
      keempat membohongi dua orang pembantunya,
      kelima menganggap ujian itu seperti main-main,
      keenam menganggap rendah kemampuan Allah.

      Maka janganlah berbuat bohong karena kebohongan itu akan menambah kebohongan-2 yang lainnya.
      Selanjutnya bagaimana keadaan saat-saat penyeblihan itu? Perhatikan dialog Al Kitab Bible berikut ini ;

      9Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 10Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.(kej 22:9)”

      Kalau kita analisa ayat diatas, maka banyak sekali muncul pertanyaan yang menggelitik.
      Pada saat Abraham dan Ishaq membuat tempat bakaran dan Mesbah, tentu masih ada waktu beberapa jam, jadi masih ada kesempatan bagi mereka untuk berdialog. Tetapi tahu-tahu Ishaq sudah diikat oleh Abraham.
      Apa yang terjadi antara Abraham dengan Ishaq sebelumnya?. Apakah Abraham memaksa anaknya? Dengan cara apa Abraham mengikat anaknya? Apakah dipukul hingga pingsan sehingga mudah mengikatnya?
      Kalau anaknya pasrah begitu saja , tentunya tidak mungkin, karena dia akan bertanya “ Bapak mau apa?” , dan tidak mungkin pula Abraham menjawabnya “ aku akan mengikat dan menyembelihmu” kerena Abraham sudah menjelaskan bahwa akan ada dombaNYA nanti.
      Kalau sekiranya Abraham membohongi Ishaq dengan menyuruhnya berpura-pura diikat dan berkata “ kamu saya ikat dulu ya nak.. nanti Allah akan memberikan dombaNYA” ; maka Abraham kembali membohongi anaknya dan membohongi Allah. Pasti ketahuan Abraham dan anaknya main sandiwara dihadapan Allah.
      Atau mungkin juga sebaliknya dimana Bapak dan anak ini Cuma berpura-pura hendak melakukan pengorbanan itu kepada Allah. Tentu akan bertambah kejahatan dosa Abraham, minimal 12 dosa lagi.
      Kalau ini dilakukannya maka memang benar, bahwa Abraham adalah seorang penipu dan pembohong sehingga wajar PL menulisnya begitu.
      Kemudian Abraham menyembelih anaknya dengan pisau dalam keadaan terikat. Kenyataan ini menimbulkan permasalahan baru lagi. Kalau Ishaq tidak pingsan tetapi pura-pura pingsan, maka tentu Allah akan mengetahuinya.
      Atau mungkin juga Allah dapat dibohongi oleh kepura-puraan Ishaq dan Abraham.
      Sebaliknya jika Ishaq tidak tahu kalau dia akan disembelih dengan pisau, maka artinya Ishaq dalam keadaan pingsan dimana hal ini menunjukan bahwa Abraham telah melakukan kekerasan sebelumnya pada Ishaq.
      Apa yang terjadi setelah itu ? bacalah ayat berikutnya ;
      11Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” 12Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”(Kej 22:11)”
      Ternyata Abraham lulus juga dari test uji kesetiaan itu. Allah tidak mengetahui apa terjadi pada pemikiran Abraham sebelumnya. Allah juga tidak menerangkan kenapa Abraham dinyatakan lulus. Apa yang menjadi penilaian bagi Allah sehingga Abraham dan anaknya dinyatakan lulus ujian besar.
      Jadi jelaslah bahwa cerita PL tentang kisah Abraham bukanlah kisah nyata, tetapi cerita fiksi. Sepertinya cerita ini dibuat-buat untuk maksud yang terselubung. Tentu saja para Pendeta Kristen akan memberikan opini dan kesimpulan bahwa yang simaksud dengan “ DombaNYA” bukanlah domba yang sebenarnya tetapi “Anak ALLAH yang dikorbankanNYA” . Anak Allah itu adalah Yesus yang nantinya akan mati ditiang salib sebagai pengorbanan Allah sebagai anakNYA.
      Perbedaanya peristiwa pengorbanan antara DombaNYA dangan pengorbanan anakNYA hanya terletak pada perbedan waktu dan perbedaan cara pengorbannya saja . Kalau DombaNYA dikobankan untuk Abraham, sedangkan anakNYA dikorbankan untuk orang-orang fasik yang hendak membunuhnya.
      Begitulah Pemikiran Pendeta Kristen ini beropini dan berkesimpulan. Logiskah kesimpulan itu? Tentu saja tidak. Ini kesimpulan yang dibuat-buat dan dipaksakan, sehingga tidak mempunyai nilai kebenaran sesuai dengan hatinurani.
      Setelah kita membaca kitab Taurat versi Perjanjian lama, maka terbukalah kebohongan-kebohongan yang selama ini ditutup-tutupi oleh Pendeta Kristen selama ini. Jadi benar bawa kepalsuan itu hanya bisa ditegakkan dengan kepalsuan juga.
      Baru sebuah kisah yang kitab baca, sesuai dengan apa yang disarankan oleh Pendeta ini, tetapi kita sudah dapat menyaksikan banyak sekali kejanggalan-kejanggalan, pelecehan terhadap Umat manusia, pelecehan terhadap Nabi Besar Ibrahim, merendahkan Allah, melecehkan Allah, kisah Abraham seperti dongeng saja, cerita yang dibuat-buat untuk tujuan kebesaran suatu kaum tetapi menghina kaum yang lainnya.
      Kita tidak perlu mempersoalkan kejanggalan itu, biarlah umat Kristen yang memikirkan dan menyimpulkannya sendiri.
      Jadi kesimpulannya adalah kitab Perjanjian Lama bukanlah kitab Taurat seperti yang pernah diturunkan Allah kepada ustusanNYA yang Mulia Nabi Musa AS, tetapi sebaliknya Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang justru melecehkan Allah, RasulNYA dan tidak mengandung pelajaran yang baik.

    • welll 3:54 pm on 24/07/2011 Permalink | Reply

      NETRAL ;;;Sudahlah kita mengakui saja… bahwa semua nabinya bibble lahir dari israel atau juga keturunan ibrahim, iskha, yakub, musa, daud, yusuf, dst… .mereka juga tidak ada yang mengaku-ngaku sebagai nabi

    • Xulkarnain Alex 12:19 am on 24/08/2011 Permalink | Reply

      jadi kesimpulannya;
      Ibrahim di dalam Al Qur’an dengan Abraham yang di dalam Bible adalah orang yang berbeda.
      Jadi kita tidak perlu memperdebadkannya lagi

  • SERBUIFF 9:38 am on 31/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: Ahli Kitab, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.(QS. 5:15), menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami   

    15 Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.(QS. 5:15) 

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 15
    يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ (15)
    Menurut riwayat Ibnu Jarir, Ikrimah dia memberitakan bahwa orang-orang Yahudi bertanya kepada Rasulullah tentang hukum rajam (dilempari dengan batu sampai mati), lalu Rasulullah bertanya pula siapa di antara mereka yang lebih banyak pengetahuannya (dalam agama mereka).
    Mereka menunjuk kepada Ibnu Sauriya. Lalu Rasulullah meminta kepadanya, “Demi yang menurunkan Taurat kepada Musa, demi yang mengangkat bukit Tursina dan ikatan-ikatan janji dari Bani Israel, supaya ia menerangkan hukum zina”. Mendengar itu timbul dalam hati Ibnu Sauriya semacam perasaan takut lalu menjawab, “Tatkala banyak kejadian pada kami, maka kami memukul seratus kali dan mencukur kepala mereka.” Mendengar itu maka Nabi menghukum dengan rajam (juga orang Yahudi yang berzina sama hukumannya dengan orang Islam yang berzina) kemudian turun ayat ini.
    Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw. telah datang menerangkan sebagian dari apa yang mereka sembunyikan tentang syariat Allah yang tersebut dalam Taurat. Di antaranya apa yang diterangkan oleh Nabi seperti perhitungan amal dan balasannya di hari akhirat dan hukum rajam tetapi banyak pula yang dibiarkannya karena dianggapnya tidak begitu perlu lagi, seperti yang berkenaan dengan datangnya Muhammad saw sebagai Nabi yang terakhir dan sifat-sifatnya.
    Yang mendorong mereka untuk menyembunyikan apa yang mereka ketahui dari Taurat ialah secara umum adalah disebabkan takut akan kehilangan kedudukan, pengaruh dan lain-lainnya yang berhubungan dengan keduniaan termasuk perasaan yang tidak lepas dari mereka, yaitu bahwa mereka adalah keturunan atau umat dari Nabi yang terbaik yakni keturunan dari Nabi Ishak, sedang Nabi Muhammad saw. adalah keturunan Nabi Ismail.
    Keadaan Nabi Muhammad yang ummi (tidak tahu menulis dan membaca) menambah keberanian mereka untuk menyembunyikan apa yang ingin mereka sembunyikan, karena mereka mengira Nabi Muhammad tidak akan mengetahuinya tetapi persangkaan mereka meleset dengan turunnya wahyu (Alquran), kepada Nabi yang mengungkapkan sebahagian dari yang mereka sembunyikan itu yang menyebabkan banyak pendeta Yahudi masuk Islam.
    Hukum rajam yang disembunyikan oleh Yahudi kepada Nabi Muhammad saw. masih terdapat sekarang dalam kitab Ulangan.
    Selanjutnya Allah menerangkan arti “telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menjelaskan”. Yang dimaksud dengan cahaya di sini ialah Nabi Muhammad saw. karena ia telah menerangi umat manusia dari alam kejahilan ke alam keimanan dan pengetahuan. Sedang yang dimaksud dengan “kitab yang menjelaskan” di sini ialah Alquran yang menjelaskan syariat Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dan menjelaskan pula rahasia Ahli Kitab yang suka mengubah dan menyembunyikan sebahagian isi Taurat dan Injil.

    http://alquranonline.co.cc/

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel