Updates from September, 2009 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 2:42 am on 19/09/2009 Permalink | Reply
    Tags: RAHASIA KRISTENISASI DI INDONESIA WAKTU KE WAKTU   

    RAHASIA KRISTENISASI DI INDONESIA WAKTU KE WAKTU 

     
  • SERBUIFF 2:37 am on 23/03/2009 Permalink | Reply
    Tags: eBook-019 : Menguak Misteri Muhammad oleh :Prof. David Benjamin Keldani mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean, ,   

    eBook-019 : Menguak Misteri Muhammad oleh :Prof. David Benjamin Keldani mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean 

    <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } H3 { margin-bottom: 0.08in } –>

    eBook-019 : Menguak Misteri Muhammad

    Oleh : Redaksi 02 Nov, 07 – 3:34 am
    Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui penelitian yang dilakukan oleh seorang mantan pastur, Prof.David Benjamin Keldani, berjudul Menguak Misteri Muhammad.

    Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: “Kepindahan saya ke Islam tak lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan, penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya

    David Benjamin Keldani
    David Benjamin Keldani lahir pada tahun 1867 di Urmia, Persia. Setelah masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi Abdul Ahad Dawud. Ia adalah seorang mantan pendeta katolik Roma dari sekte Uniate-Khaldean. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari 1886-1889 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury’s Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia.

    Penobatan sebagai pendeta dan perjalanannya
    Pada tahun 1892, ia diutus oleh Kardinal Vaughan ke Roma. Disana ia mempelajari filsafat dan teologi pada Propaganda Fide College, dan pada tahun 1895 dinobatkan sebagai pendeta. Pada tahun 1892 ia menulis serangkaian artikel di The Tablet tentang “Assyria, Romawi, dan Canterbury”; dan juga pada Irish Record tentang “keotentikan Pentateuch”. Pentateuch adalah lima kitab perjanjian lama yang terdiri atas Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ia mempunyai beberapa terjemahan Ave Maria dalam bahasa berbeda-beda yang diterbitkan di Illustrated Catholic Missions.

    Ketika berada di Istanbul, dalam perjalanannya ke Persia pada tahun 1895, ia menulis serangkaian artikel panjang tentang “Gereja-Gereja Timur” dalam bahasa Inggris dan Perancis di surat kabar harian yang terbit disana dengan nama The Levant Herald. Pada tahun 1895, ia bergabung dengan French Lazarist Mission di Urmia, dan terbit untuk pertama kali dalam sejarah misi itu sebuah majalah berkala dalam bahasa Syria yang bernama Qala-la-Syara (Suara Kebenaran).

    Pada tahun 1867, ia diutus oleh dua uskup besar Uniate-Khaldean dari Urmia dan Salmas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres Ekaristi yang diselenggarakan di Paray-le-monial, Perancis, dibawah pimpinan Kardinal Perraud. Tentu saja, ini adalah undangan yang resmi. Makalah yang dibacakan di kongres oleh Benjamin disiarkan dalan Tawarikh Kongres Ekaristik dan disebut disebut “Le Pellerin”. Dalam makalah ini, Khaldean Arch-Priest (begitu gelar resminya) menyesalkan sistem pendidikan Katholik dikalangan Nestorian, dan meramalkan kemunculan yang sudah dekat dari pendeta Rusia di Urmia.

    Pada tahun 1888, Benjamin kembali lagi ke Persia. Di kampung halamannya, Digala, sekitar 1 mil dari kota, ia membuka sekolah gratis.

    Tahun berikutnya ia dikirim oleh otoritas Gereja untuk memimpin Keuskupan Salmas, dimana konflik yang tajam dan berbau skandal antara Uskup Besar Uniate, Khudabash, dan para Bapa Lazarist yang sudah berlangsung lama telah mengancam terjadinya perpecahan.

    Khotbah terakhir
    Pada tahun 1900, Bapak Benjamin menyampaikan khotbah terakhirnya dan patut dikenang dihadapan banyak sekali jemaat, termasuk orang Armenia yang non-Katholik dan lain-lainnya, didalam Katedral Khorovabad St. George, Salmas. Pokok bahasan sang pengkhotbah adalah “Abad Baru dan Manusia Baru”. Ia mengingatkan kepada fakta bahwa misionaris Nestorian, sebelum munculnya Islam, telah mengabarkan ajaran-ajaran Yesus (injil) diseluruh Asia; Bahwa mereka memiliki banyak lembaga di India (khususnya pantai Malabar), di Tartar, Tiongkok, dan Mongolia; dan bahwa mereka menerjemahkan kitab Injil kedalam bahasa Turki, Uighur, dan bahasa-bahasa lainnya; Bahwa misi-misi Katholik, Amerika, dan Anglikan, meskipun mereka telah melakukan sedikit kebaikan untuk bangsa Assyro-Khaldean melalui pendidikan dasar, telah memecah bangsa itu di Persia, Kurdistan, dan Mesopotamia menjadi banyak sekali sekte yang bermusuhan; dan bahwa upaya-upaya mereka ditakdirkan untuk menyebabkan keruntuhan yang terakhir. Konsekuensinya, ia menganjurkan kepada orang-orang pribumi untuk melakukan pengorbanan agar dapat berdiri diatas kaki sendiri sebagai manusia sejati, dan tidak tergantung pada misi-misi asing, dan sebagainya.

    Ucapan-ucapannya menyinggung para misionaris. Khotbah ini segera mendatangkan Delegasi Apostolik, Mgr. Lesne dari Urmia ke Salmas. Ia tetap menjadi teman yang terakhir bagi Benjamin. Mereka berdua kembali ke Urmia. Sebuah misi Rusia baru sudah diadakan di Urmia sejak tahun 1899. Kaum Nestorian dengan antusias memeluk agama Tsar untuk seluruh Rusia.

    Lima misi yang besar dan angkuh (Amerika, Anglikan, Perancis, Jerman, dan Rusia) disertai universitas-universitas mereka, pers yang didukung oleh kalangan agamawan yang kaya, para konsul dan duta besar, berusaha keras mengajak sekitar 100.000 orang Assyro-Khaldean untuk pindah dari Bid’ah Nestorian ke salah satu dari lima bid’ah itu. Tetapi misi Rusia segera melampui misi-misi lainnya, dan misi inilah pada tahun 1915 mendorong bangsa Assyria dari Persia dan juga suku-suku pegunungan Kurdistan, yang kemudian pindah ke Salmas dan Urmia, untuk angkat senjata melawan pemerintah mereka masing-masing. Hasilnya adalah separuh pengikutnya lenyap dan sisanya terusir dari kampung halaman mereka.

    Berpindah agama
    Pertanyaan besar yang sudah lama berkecamuk dalam benak pendeta ini sekarang mendekati klimaksnya: “Apakah agama Kristen, dengan banyak sekali bentuk dan warnanya, dan dengan naskah-naskah sucinya yang tidak otentik, palsu, dan menyimpang, adalah agama Tuhan yang sejati?”

    Pada musim panas tahun 1900, ia pensiun dan tinggal di villa mungilnya ditengah-tengah kebun anggur dekat air mancur Challi Boulaghi yang terkenal di Digala, dan disana selama sebulan ia habiskan waktunya untuk sembahyang dan meditasi, membaca berulang-ulang naskah-naskah suci dalam teks-teks aslinya. Krisis pun berakhir dengan pengunduran resmi yang dikirimkan ke Uskup Agung Uniate, Urmia, dimana ia secara terbuka menjelaskan kepada Mar (Mgr.) Touma Audu mengenai alasan-alasan dia melepaskan fungsi kependetaannya. Segala upaya yang dilakukan oleh otoritas kependetaan untuk membatalkan keputusannya sia-sia belaka. Tidak ada perselisihan atau permusuhan pribadi antara Benjamin dan para atasannya.

    Selama beberapa bulan Mr. Dawud – begitulah panggilannya sekarang – dipekerjakan di Tibriz sebagai inspektur di Kantor Pos dan Bea Cukai Persia dibawah para ahli Belgia. Kemudian ia ditugaskan sebagai guru dan penerjemah Putera Mahkota Muhammad Ali Mirza.

    Pada tahun 1903, sekali lagi ia mengunjungi Inggris dan disana ia bergabung dengan komunitas Unitarian. Pada tahun 1904 ia dikirim oleh British and Foreign Unitarian Association untuk menangani masalah pendidikan dan penerangan ditengah masyarakat desanya. Dalam perjalanan menuju Persia ia mengunjungi Istanbul; dan setelah mengadakan beberapa wawancara dengan syeikh Islam yang bernama Jamaluddin Effendi dan beberapa ulama lainnya, ia memeluk agama Islam. (dari wikipedia)

    KATA PENGANTAR Ucapan Ilahi terhadap Arabia (Yesaya 21:13)

    Periode kesarjanaan klasik yang mandul saat ini, disertai kurangnya pengetahuan kita tentang bahasa-bahasa kuno, telah melumpuhkan cita rasa modern dalam mengapresiasi setiap upaya seperti yang hendak saya lakukan. Halaman-halaman berikut ini telah menghasilkan serangkaian artikel yang sangat cerdas dari pena Rev. Profesor David Benjamin Keldani (Abdul Ahad Dawud), tetapi saya ragu apakah terdapat banyak orang, dikalangan hierarki gereja kristen sekalipun, yang dapat mengikuti penjelasan terperinci dari seorang Profesor yang berpengetahuan tinggi ini. Malah saya benar-benar ragu ketika ia berusaha membawa para pembacanya kedalam sebuah labirin ilmu pengetahuan dari ratusan tahun silam.

    Bagaimana dengan bahasa Arami, ketika sangat sedikit dikalangan pendeta sekalipun yang mampu memahami versi Perjanjian Baru dalam bahasa latin (Vulgate) dan versi bahasa Yunani? Khususnya lagi ketika riset-riset kami didasarkan hanya pada etimologi bahasa Yunani dan Latin!

    Bagaimanapun nilai disertasi-disertasi seperti itu di mata musuh kami, pada saat sekarang, sama sekali tidak mampu mengapresiasinya dari sudut ilmu pengetahuan; karena ambiguitas makna yang melekat pada ungkapan-ungkapan nubuat yang saya singgung membuat ungkapan-ungkapan itu cukup elastis untuk mencakup setiap kasus.

    Yang dikatakan “paling kurang” dalam nubuat Johanes Pembaptis tidak mungkin adalah anak Maria, meskipun ia dipandang hina oleh masyarakat bangsanya sendiri. Asal tukang kayu suci itu dari kalangan sederhana. Ia dicemooh, diperolok, dan didiskreditkan, ia diremehkan dan dibuat keliatan “paling kurang” dalam penilaian kalangan Scribe (ahli menulis) dan Pharisee (anggota sekte Yahudi yang menafsirkan hukum Musa secara keras).

    Ekses dari semangat yang ditunjukkan oleh para pengikutnya pada abad kedua dan ketiga masehi, yang selalu cenderung loncat pada apa saja dalam bentuk nubuat dalam Alkitab, sudah pasti akan menyebabkan mereka meyakini ahwa Tuhan mereka adalah orang yang disinggung oleh Yohanes Pembaptis.

    Namun, ada kesulitan lain yang menghadang, bagaimana seseorang dapat mempercayai kesaksian dari sebuah kitab yang tak dapat disangkal penuh dengan dongeng? Keaslian Alkitab telah dipertanyakan oleh seluruh dunia. Tanpa menindaklanjuti pertanyaan tentang keasliannya, paling tidak kita bisa mengatakan bahwa kita tidak bisa bergantung pada pernyataan-pernyataan Alkitab mengenai Yesus dan mukjizat-mukjizatnya.

    Sebagian orang malah lebih jauh lagi menegaskan bahwa eksistensi dia sebagai makhluk bersejarah dipertanyakan, dan menurut kitab Injil akan berbahaya kalau sampai pada sesuatu kesimpulan yang keliatannya aman mengenai masalah ini.

    Seorang Kristen Fundamentalis tidak bisa berkomentar apa pun terhadap pernyataan saya mengenai hal ini. Jika “kalimat-kalimat sesat” dan kata-kata yang objektif dalam Perjanjian Lama dapat dikhususkan oleh para penulis sinoptik sebagai berlaku bagi Yesus, maka segala komentar dari penulis yang berpengetahuan tinggi mengenai artikel-artikel ilmiah dan sangat menarik ini pasti menimbulkan respek dan apresiasi dalam segala hal sekalipun dari lembaga kependetaan.

    Saya menulis dengan nada yang sama, tetapi saya telah berusaha mendasarkan argumen-argumen saya pada bagian-bagian Alkitab yang hampir tidak membolehkan adanya perselisihan linguistik apa pun. Saya tidak akan pergi ke bahasa Latin, Yunani, atau Arami, karena hal itu tidak ada gunanya. Saya hanya memberikan kutipan berikut dari Alkitab revisi Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1974.

    Kami membaca firman berikut dalam kitab Ulangan 18:18

    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

    Jika firman diatas tidak tertuju kepada Muhammad, maka firman itu tetap masih berlum terpenuhi. Yesus sendiri tidak pernah mengklaim sebagai nabi yang dimaksud. Bahkan murid-muridnya pun berpendapat sama. Mereka mengharapkan kedatangan Yesus yang kedua untuk memenuhi nubuat [2].

    Sejauh ini tidak ada perselisihan bahwa kedatangan Yesus yang pertama bukanlah kelahiran “nabi seperti engkau”, dan kelahirannya yang kedua hampir tidak dapat memenuhi nubuat itu.

    Yesus, sebagaimana diyakini oleh gerejanya, akan muncul sebagai “Hakim” dan bukan sebagai “Pemberi Hukuman”. Tetapi, orang yang dijanjikan haruslah membawa “api (hukum) yang menyala” ditangannya.

    Namun, dalam memastikan personalitas dari nabi yang dijanjikan, nubuat yang lain dari Musa sangatlah menolong yang berkata tentang sinar Tuhan dari Paran, pegunungan Mekah. Firman dalam naskah kitab King James Version Ulangan 33:2, berbunyi sebagai berikut:

    “Berkatalah ia: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dengan sepuluh ribu orang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala.”

    Dalam firman ini, Tuhan diibaratkan dengan matahari. Dan Yesus sama sekali tidak pernah ke Paran. Yang ada hubungannya dengan Paran adalah Hajar dan anaknya yang bernama Ismail, berkeluyuran di padang gurun Bersyeba, yang kemudian menetap dipadang gurun Paran.

    “Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir”.(Kejadian 21:21)

    Ismail menikahi seorang wanita Mesir, dan dari kelahiran pertamanya, Kedar, memberikan keturunan kepada bangsa Arab yang dari sejak itu sampai sekarang menjadi penghuni padang gurun Paran. Dan jika tidak dapat disangkal lagi, bahwa silsilah keturunan Muhammad merujuk kepada Ismail melalui Kedar dan ia tampil sebagai seorang nabi di padang gurun Paran dan menaklukkan Mekah dengan 10.000 pasukan dan menegakkan api (hukum) yang menyala kepada kaumnya, maka bukankah nubuat tesebut terpenuhi sesuai bunyinya?

    Bunyi nubuat dari Habakuk 3:3 sangat perlu diperhatikan. “Keagungannya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepadanya.”

    Mengenai padang gurun Paran juga telah diwahyukan :

    “Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhan dan memberitakan pujian yang kepadanya di pulau-pulau. Tuhan keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangatnya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuhnya Ia membuktikan kepahlawanannya. (Yesaya 42:11-13)

    Sehubungan dengan itu, ada dua nubuat lain yang perlu diperhatikan yang merujuk kepada Kedar: Pertama dalam Yesaya 60:1-7 yang bunyinya :

    “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.”

    Nubuat lainnya, lagi-lagi dalam Yesaya 21:13-17 [3]

    “Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel , telah mengatakannya.”

    Bacalah nubuat-nubuat dari kitab Yesaya dan kitab Ulangan yang berbicara tentang sinar Tuhan dari Paran: Jika Ismail menghuni padang gurun Paran, tempat ia melahirkan Kedar, yakni nenek moyang bangsa Arab; dan jika anak-anak Kedar harus memberikan sambutan pada altar ilahi untuk mengagungkan “rumah keagunganNya” dimana kegelapan akan menyelimuti bumi selama beberapa abad, dan kemudian negeri itu akan menerima terang dari Tuhan; dan jika semua keagungan Kedar akan runtuh dan jumlah para pemanah, orang-orang perkasa dari anak-anak Kedar akan lenyap dalam setahun setelah orang itu melarikan diri dari pedang yang di hunus dan busur yang dilentur-Yang kudus dari Pegunungan paran (Habakuk 3:3) tak lain adalah Muhammad.

    Muhammad keturunan suci dari Ismail melalui Kedar, yang berdiam di padang gurun paran. Melalui dia, maka Tuhan bersinar di Paran, dan Mekkah adalah satu-satunya tempat dimana rumah Allah (bait Allah) dimuliakan dan domba-domba Kedar memberikan sambutan diatas altarnya.

    Muhammad dizalimi oleh kaumnya dan terpaksa meninggalkan Mekkah. Dia kehausan dan melarikan diri dari pedang yang dihunus dan busur yang dilentur, dan setahun kemudian setelah Muhammad meninggalkan Mekkah, dalam perang Badar, dia berhasil mengalahkan penduduk Mekkah dan sejumlah bani Kedar yang gagah perkasa tewas dan semua kemuliaan Kedar tumbang dalam perang Badar.

    Jika para nabi suci tidak diakui sebagai pemenuhan semua nubuat ini, maka nubuat-nubuat tersebut akan tetap tidak terpenuhi. “Rumah keagunganKu” yang disebut dalam kitab Yesaya adalah rumah Tuhan di Mekkah. Bukan Gereja Kristus sebagaimana perkiraan para ahli tafsir Kristen. Kawanan domba-domba Kedar, sebagaimana disebut dalam ayat 7, belum pernah datang ke Gereja Kristus, dan adalah fakta bahwa kampung-kampung Kedar dan penduduknya adalah satu-satunya kaum didunia ini yang tetap tidak dapat dimasuki pengaruh Gereja Kristus. Lagi-lagi, penyebutan 10.000 orang kudus dalam ulangan 33, sangatlah penting: Dia bersinar dari Paran. Dan ia datang bersama 10.000 orang kudus.

    Bacalah seluruh sejarah padang gurun Paran dan Anda akan menemukan tidak ada peristiwa lain selain peristiwa penaklukan Mekkan yang dilakukan oleh nabi Muhammad bersama dengan 10.000 pengikutnya dari Madinah dan memasuki kembali “rumah keagunganNya”. Dia memberikan api (hukum) yang menyala kepada dunia dan melenyapkan hukum-hukum lainnya.

    Sang Penghibur (The Comforter) atau roh kebenaran yang disebut oleh Yesus tidak lain adalah nabi Muhammad. Tidak bisa diartikan sebagai Holy Ghost (Roh Kudus), seperti versi Teolog Kristen.

    “Ada gunanya bagimu kalau aku pergi” Kata Yesus,”Karena kalau aku tidak pergi maka Sang Penghibur tidak akan datang kepadamu, tapi jika aku pergi, maka aku akan mengirim dia kepadamu”.

    Perkataan ini dengan jelas menunjukkan bahwa Sang Penghibur pasti datang setelah Yesus pergi, dan tidak berada bersama Yesus ketika ia mengucapkan kata-kata ini. Akankah kita menduka bahwa Yesus sama sekali tanpa Holy Ghost jika kedatangannya tergantung pada kepergian Yesus. Di samping itu, cara Yesus menggambarkan dia menunjukkan bahwa dia adalah seorang manusia, bukan roh!. “Dia tidak akan berbicara mengenai dirinya sendiri, melainkan apa yang akan didengarnya yang akan ia bicarakan.” Akankah kita menduga bahwa Holy Ghost dan Tuhan adalah dua entitas yang berbeda dab bahwa Holy Ghost berbicara tentang dirinya sendiri dan juga apa yang ia dengar dari Tuhan ?!

    Ucapan-ucapan Yesus jelas sekali menunjuk kepada seorang pesuruh Tuhan. Ia menyebutnya Roh Kebenaran, dan begitulah Al-Qur’an berbicara tentang Muhammad.

    URL : http://swaramuslim.net/ebook/html/019/

     
    • erzal 2:45 am on 23/03/2009 Permalink | Reply

      26 Responses to “Menguak Misteri Muhammad oleh mualaf Prof. David Benjamin Keldani mantan pastur Katholik Roma sekte Uniate-Chaldean” 1. etus Says: December 7, 2007 at 9:26 am   edit Hahahaaa..satu kata saja lucu. Keturunan Ismail tidak dibahas dalam Alkitab karena memang penulis Alkitab bukan orang Arab. Apakah perlu dibahas sampai dengan muhammad? Saya kira tidak karena bukan Mesias.. toh muhammad ngaku-ngaku nabi pun tetap saja tidak berarti. Silahkan itu diteliti sendiri. Tetapi kalimat awal dalam tulisan ini, mengatakan: “Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar..”, bagaimana bisa disebut palsu? Gereja yang mana? Yang palsu koq dijadikan referensi? ah sudahlah.. biasa, hal seperti ini memang klaim Islam sejati. Saya merasa kasihan dengan sang penulis.. terlalu naif dengan sejarah dunia ini. Salam. etus. 2. pembela tauhid Says: January 2, 2008 at 10:33 am   edit etus yg tehormat… ya memang alkitab bukan ditulis oleh orang arab jd g dcritain tntang Ismail dan keturunanya…. coba lihat Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43,bru bicara okey. sebenarnya mana yang naif tentang sejarah dunia… Alkitab yang tidak mencritakan tentang kebenaran bahwa Isa putera maryam bukanlah Tuhan ato… Alquran yang tulisan orang arab tetapi menjelaskan tentang Isa dan semua yang diajarkan Isa putra mayam ( alkitab )…. jadi sebelum ngebanyol… coba pelajari dlu apakah alkitab yang ada sekarang itu udah benar ato didalamnya ada campur tangan manusia untuk memperTuhankan manusia (Yesus)…. Muhammad SAW bukan mengaku Nabi tetapi ia memang utusan Tuhan untuk menyempurnakan agama yang dibawa Isa putra maryam yang dirusak manusia klo g percaya, duduk dan buka alkitab baca : Ulangan 18:18-20,Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3,Yohanes 1: 19-25,Yesaya 41:1-4. Kepalsuan gereja terbongkar…. g pecaya baca tentang “rahasia kaum missionaris yang takut diketahui oleh orang-orang seperti kamu” di http://alkitabbible.tripod.com/ ini adalah pembuktian para missionaris yang telah mengkaji alkitab dan percaya bahwa kemurnianya udah g seperti dulu… sehingga mereka mendapat hidayah dan kembali ke Agama yang Tauhid ISLAM apakh masih bisa disangkal… “Salah satu tanda hancurnya kerajaan tuhan ( kristen )adalah pindahnya para missionaris menjadi mualaf, sehingga tidak ada lagi pengajar/missionaris murni yang menyangkal kepalsuan alkitab….” salam pembela tauhid 3. yesusmanusia Says: January 5, 2008 at 4:02 am   edit @etus Coba baca tulisan ini dan ini deh.. Salam Damai.. 4. abdulah Johanes Rahadi Says: February 6, 2008 at 8:33 am   edit kalo emang Tuhan ga menjadikan israel bangsa terpilih kenapa negara ini ga pernah bisa dikalahkan bangsa ARAB ??? berapa juta kali dan berapa juta cara cara hancurkan israel hasilnya ….??? NIHIL ….. berapa kali pula penampakan YESUS yang selalu minta ada kedamaian di dunia….. kenapa sih… ga cari aja gimana caranya dapatin SURGA !!! ga perlu lah cacimaki …. capek sendiri dan malahan kelihatan TOLOL & MUNAFIK 5. handi Saputro Says: February 6, 2008 at 8:40 am   edit emang pernah ada orang mati trus balik ke dunia kasih tahu kalo orang kristen kalo mati masuk neraka atau sebaliknya orang islam mati masuk neraka …kalo ada yang alami kasih tau gua…. !!! kasihan ALLAH YANG MAHA KUASA … udah mengutus Jesus & Muhamad … ga’ taunya sekarang umatnya pada SOK PINTER – SOK SUCI – SOK PALING BENER …. otak nmanusia cuma kecil… ga usah mikiran pekerjaan Tuhan yang amat AGUNG & BESAR .. Allah Akbar … Allah Akbar ….Allah Akbar 6. Ulala Says: February 14, 2008 at 6:15 pm   edit “Salah satu tanda hancurnya kerajaan tuhan ( kristen )adalah pindahnya para missionaris menjadi mualaf, sehingga tidak ada lagi pengajar/missionaris murni yang menyangkal kepalsuan alkitab….” Taqqiya lagi mas! Kebohongan muslim lambat laun pasti terbongkar. Indonesia is Indonesia Not ARAB 7. Muhammad Jaya Says: March 21, 2008 at 7:50 am   edit Memang umat Kristen… keterlalun, nyata-nyata Yesus itu manusia, wong masih bayi saja suka ngencingi (pipis) di pangkuan Maria…khan Maria suka gantiin lampin/popoknya Yesus… ehh setelah wafat (katanya diusai 33 tahun) bin..salabin Yesus menjadi Tuhan…hebat khan jadi kualat sama Allah Bapa..nggak taku masuk neraka kali! 8. Muhammad Jaya Says: March 21, 2008 at 7:52 am   edit Memang umat Kristen… keterlauan, nyata-nyata Yesus itu manusia, wong masih bayi saja suka ngencingi (pipis) di pangkuan Maria…khan Maria suka gantiin lampin/popoknya Yesus… ehh setelah wafat (katanya diusai 33 tahun) bin..salabin Yesus menjadi Tuhan…hebat khan jadi kualat sama Allah Bapa..nggak taku masuk neraka kali! 9. yoga Says: April 20, 2008 at 8:46 am   edit kalo yesus itu memang tuhan kasian kali dong nenek moyangnya gak bisa nyembah tuhan soalnya yesus telat lahirnya, trus waktu disalib yesus diludahi, dipukul, dicacimaki kok bisa ya manusia lebih kuat dari tuhan, hebat juga ya bangsa yahudi bisa bunuh tuhan. satu lagi nich waktu yesus hidup dia nyembah siapa? kan tuhan. kalo dia tuhan masa’ jeruk minum jeruk. lalaaa…. logika dong 10. ryan Says: April 20, 2008 at 8:56 am   edit Jika Nabi Adam dan Hawa yang manusia saja tidak perlu dilahirkan dari wanita, lha kok Yesus yang dianggap sebagai Tuhan oleh orang Kristen lahir dari wanita? Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud? (Roma 1:3) ?Yakub memperanakan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus? (Matius 1:16) ?Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin? (Lukas 2:6) Kasihan sekali nenek moyang Yesus, yaitu Nabi Daud, karena ?Tuhan? Yesus lahir belakangan, Daud tak bisa menyembah Yesus. Benar2 tidak masuk di akal. Menurut konsep yang benar, Tuhan itu adalah pencipta segalanya, bagaimana Yesus menciptakan Daud, Maryam, dll, jika Yesus sendiri adalah keturunan dari orang2 tsb? Islam mengajarkan Tuhan itu tidak beranak dan diperanakan: ?Dia tidak beranak dan tidak diperanakan? (Al Ikhlas 112:3) ?Tuhan? Yesus Ditampar dan Diludahi Manusia ?Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, dan sambil maju ke depan mereka berkata: ?Salam, hai raja orang Yahudi!? Lalu mereka menampar muka-Nya? (Yohanes 19: 1-3) ?Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembahNya. Sesudah mengolok-olokan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pakaian-Nya kepada-Nya? (Markus 15: 19-20a) Coba renungkanlah, adakah Tuhan selemah itu. Bisa dihina, ditampar, dan diludahi oleh manusia? Jika Yesus itu adalah Tuhan dan dia selemah itu, niscaya milyaran manusia bisa mengeroyok Yesus jika dia berani memasukkan mereka ke neraka. Tidak benar. Dalam ajaran Kristen yang diajarkan oleh Paulus, seluruh manusia berdosa karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, memakan buah terlarang. Hal ini bukan saja bertentangan dengan Al Qur?an, tapi juga bertentangan dengan ajaran Alkitab itu sendiri: ?Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya? (Yehezkiel 18:20) Hal ini dibenarkan oleh Al Qur?an: ?Orang yang berdosa, tiada memikul dosa orang lain. Dan tiadalah untuk manusia, melainkan apa-apa yang dia usahakan? (An Najm 53:38-39) Jadi tak mungkin Tuhan bersikap tidak adil, misalnya si Fulan membunuh seseorang, kemudian anak serta cucunya dan seluruh keturunannya yang belum lahir ketika pembunuhan terjadi ikut mewarisi dosanya, dan harus ikut dibunuh. Jadi konsep bahwa Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa seluruh manusia hanya karena nenek moyang mereka, Adam dan Hawa, makan buah terlarang itu jelas bertentangan dengan akal dan nilai2 keadilan. Lagi pula haruskah dosa warisan tsb ditebus dengan dosa yang lebih besar, yaitu menyalib Yesus? Kemudian jika Penyaliban itu dianggap keharusan untuk menebus dosa manusia, kenapa Yudas Iskariot di Alkitab (Markus 14:10;Matius 26:14;Lukas 22:3) disebut sebagai pengkhianat? Bukankah dia telah membantu terjadinya penyaliban tsb? Jika Yesus memang bersedia disalib, kenapa dia menyebut Yudas pengkhianat, dan kenapa dia memanggil-manggil Tuhan: ?Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ?Eloi, Eloi, lama sabakhtani??, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?? (Markus 15:34). Lagipula jika jiwa Yesus itu benar2 Tuhan, tentulah jiwanya sanggup menahan itu. Bukankah banyak orang2 seperti suku Indian yang dapat menahan siksa dan diam saja ketika disiksa? Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun, dia mengampuni hambanya yang bertobat: ?Kemudian Adam memperoleh beberapa kalimat dari Tuhannya (ia minta ampun), lalu Allah menerima taubatnya, sesungguhnya Dia Penerima taubat lagi Penyayang.? (Al Baqarah 2:37) ?Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati? (Yehezkiel 18:21) ?Dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa dari pohon itu. Tetapi waktu ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab MEMANG BUKAN MUSIM BUAH ARA? (Markus 11:13) Jadi jika Tuhan menurut pandangan Islam itu Maha Tahu, bahkan tak ada sehelai daunpun yang gugur tanpa Dia mengetahuinya, maka Alkitab menceritakan bagaimana ?Tuhan? Yesus tidak tahu kalau saat itu bukan musim buah Ara. Padahal jangankan Tuhan, manusia seperti Petanipun tahu kalau sedang tidak musim buah Ara, maka tidak akan didapati buahnya. Tapi sayangnya ?Tuhan? Yesus yang seharusnya Maha Tahu, TIDAK MENGETAHUI hal ini, dan terus berjalan mendekati pohon Ara tsb. Dari ayat di atas jelas Yesus bukan Tuhan, karena dia tidak Maha Mengetahui. Tuhan di dalam Islam adalah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. Coba lihat bagaimana Al Qur?an menggambarkan kebesaran Tuhan. Sesungguhnya mustahil jika Tuhan itu ilmunya kalah daripada para petani yang tidak lebih dari makhluk ciptaannya: ?… Yang mengetahui segala yang tersembunyi dan yang nyata, dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.? (6 Al An?aam:73) ?Di sisi Allah segala anak kunci yang ghaib. Tiadalah yang mengetahuinya, kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa2 yang ada di daratan dan di lautan. Tiadalah gugur sehelai daun pun, melainkan Dia mengetahuinya. Dan tiada sebuah biji dalam gelap gulita perut bumi dan tiada pula benda yang basah dan yang kering, melainkan semuanya itu dalam Kitab yang terang.? (Al An?aam 6:59). 11. ngga ngerti Says: May 10, 2008 at 10:25 am   edit Tuhan itu misterius ya!!!!!!!(agama apapun itu) Kalau Tuhan Itu ada Kenapa ngga langsung aja Nampakan Diri??? kan beres masalahnya!!!pasti dijamin ga ada yg berani berbuat dosa, ngga ada yg ngaku2 benar ato salah…… surga dan neraka??? ada ya??? gw kasih soal…..misalkan……………. gw seorang suku pedalaman yg ga kenal agama, tapi gw sayang ma ortu dan sodara2 sesuku gw, gw ngga nyuri karna dilarang ortu gw…… gitu seterusnya sampai gw mati tanpa ada seorangpun yang datang ngasih pencerahan agama(yang anda bilang tiket ke sorga)…..yg jadi pertanyaaanya gw masuk sorga apa neraka????? ato dimana???? 12. erzal Says: May 11, 2008 at 7:42 am   edit Tuhan itu misterius ya!!!!!!!(agama apapun itu) Kalau Tuhan Itu ada Kenapa ngga langsung aja Nampakan Diri??? kan beres masalahnya!!!pasti dijamin ga ada yg berani berbuat dosa, ngga ada yg ngaku2 benar ato salah……….ALLAH ITU MAHA BESAR MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT MAMPU MELIHATNYA…LIHAT : serbuiff reply serbuiff wrote on Mar 15 ===================== ALLAH TIDAK BISA DILIHAT ===================== 143 Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: `Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau`. Tuhan berfirman: `Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi melihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku`. Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: `Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman`.(QS. 7:143) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al A’raaf 143 وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ (143) Ayat ini menerangkan, manakala Musa a.s. sampai ke tempat dan waktu yang dijanjikan Allah untuk menerima wahyu Allah telah menyampaikan wahyu secara langsung tanpa perantara, maka timbullah pada diri Musa keinginan untuk memperoleh kemuliaan lain di samping kemuliaan berkata-kata langsung dengan Allah swt. yang baru saja dilakukannya. Keinginan itu ialah mendapat kemuliaan melihat Allah dengan jelas, lalu Musa berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah zat Engkau yang suci dan berilah aku kekuatan untuk dapat melihat Engkau dengan jelas, karena aku tidak sanggup melihat dan mengetahui Engkau dengan sempurna.” Allah swt. menjawab: “Hai Musa, kamu tidak akan dapat melihat-Ku.” Dalam hadis Nabi saw. disebutkan: عن أبي موسى قال: قال صلى الله عليه وسلم: حجابه نور لو كشفه لحرقت سبحات وجهه ما انتهى بصره من خلقه Artinya: Dari Abu Musa, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Hijab (pembatas) Allah ialah nur (cahaya). Sekiranya nur itu disingkapkan niscaya keagungan sinar wajah-Nya akan membakar seluruh makhluk yang sampai pandangan Tuhan kepadanya.” (H.R Muslim) Selanjutnya Allah swt. berkata kepada Musa: “Melihatlah ke bukit, jika bukit itu tetap kokoh dan kuat seperti sediakala setelah melihat-Ku, tentulah kamu dapat pula melihat-Ku karena kamu dengan itu adalah sama-sama makhluk ciptaan-Ku. Tetapi jika bukit yang kokoh dan kuat itu tidak tahan dan hancur setelah melihat-Ku betapa pula kamu hai Musa dapat melihat-Ku, karena seluruh makhluk yang aku ciptakan tidak mampu dan sanggup untuk melihat-Ku.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ketika Musa a.s. memohon kepada Tuhannya: “Perlihatkanlah zat Engkau kepadaku.” Allah menjawab: “Kamu sekali-kali tidak akan dapat melihat-Ku.” Kemudian Allah menegaskan lagi: “Kamu tidak akan dapat melihat-Ku untuk selama-lamanya hai Musa.” Tidak seorang pun yang sanggup melihat-Ku, lalu sesudah itu ia tetap hidup.” Akhirnya Allah berkata: “Melihatlah ke bukit yang tinggi lagi besar itu. Jika bukit itu tetap di tempatnya, tidak bergoncang dan hancur, tentulah ia melihat kebesaran-Ku, mudah-mudahan kamu dapat melihatnya pula, sedangkan kamu benar-benar lemah dan rendah. Sesungguhnya gunung itu bergoncang dan hancur bagaimanapun juga kuat dan dahsyatnya, sedang kamu lebih lemah dan rendah.” Ada beberapa pendapat mufassir tentang yang dimaksud dengan ayat: “Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu.” Sebagian mufassir mengatakan bahwa yang tampak bagi gunung itu ialah zat Allah. Bagaimanapun juga pendapat para mufassir, namun tampaknya Allah itu bukanlah seperti tampaknya makhluk. Tampaknya Tuhan adalah tampaknya sesuai dengan sifat-sifat Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia. Setelah Musa a.s. sadar dari pingsannya dan sadar pula bahwa ia telah meminta kepada Allah swt. sesuatu yang dapat membahayakan dirinya, ia merasa telah berbuat dosa karena itu ia memohon dan berdoa kepada Allah swt., “Maha Suci Engkau ya Tuhanku, aku berdosa karena meminta sesuatu kepada Engkau yang di luar batas kemampuanku menerimanya, karena itu aku bertobat kepada Engkau dan tidak akan mengulangi perbuatan kesalahan seperti yang telah lalu itu, dan aku termasuk orang-orang yang pertama beriman kepada-Mu.” Berkata Mujahid: “Tubtu ilaika” (aku bertaubat kepada Engkau), maksudnya ialah aku bertaubat kepada Engkau karena aku telah memohon kepada Engkau agar dapat melihat zat Engkau. “Wa ana awwalul mu’minin”, (aku orang yang pertama-tama beriman) maksudnya ialah aku adalah orang Bani Israil yang pertama-tama beriman kepada Engkau). Sedang dalam suatu riwayat yang lain dari Ibnu Abbas ialah orang yang pertama-tama percaya bahwa tidak seorang pun yang dapat melihat Engkau (di dunia). 55 Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: `Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang`, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.(QS. 2:55) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 55 وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) Dalam ayat ini Allah swt. mengingatkan Bani Israel kepada sifat-sifat dan keingkaran nenek moyang mereka dahulunya kepada Nabi Musa a.s. yaitu bahwa mereka pernah berkata kepada Nabi Musa a.s., “Kami tidak akan beriman kepadamu sampai kami dapat melihat Allah terang-terangan”. Karena sikap dan kelakuan mereka yang demikian itu maka Allah swt. menurunkan azab kepada mereka, yaitu halilintar yang menyambar mereka. Menurut riwayat, mereka berjumlah tujuh puluh orang yang dipilih oleh Nabi Musa a.s. untuk pergi bersamanya ke bukit Tursina, meminta ampun atas kesalahan mereka menyembah anak sapi. Mereka mengatakan kepada Nabi Musa a.s. bahwa sebelum mereka dapat melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka tidak akan beriman, tidak akan membenarkan ucapan Nabi Musa a.s. bahwa Taurat itu adalah Kitab Allah dan bahwa Musa telah mendengar perkataan-Nya bahwa dia memerintahkan untuk menerima perkataan dan mengamalkannya. Lalu datanglah halilintar menyambar mereka itu, sedang yang lain menyaksikan peristiwa itu dengan jelas . Demikian sikap Bani Israel itu terhadap Nabi Musa a.s. mereka selalu bertingkah dan membangkang. Maka datanglah azab Tuhan kepada mereka. Bermacam-macam penyakit menimpa mereka. Binatang-binatang kecil yang menyebarkan penyakit-penyakit itu telah membinasakan sejumlah besar dari mereka. Maka tidaklah mengherankan bahwa ketika datang Nabi Muhammad saw menyeru mereka kepada agama Islam, mereka bersikap menentang dengan dalih, mereka menolak seruan itu. 153 Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata:` Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata `. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.(QS. 4:153) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 153 يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَى أَكْبَرَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَانًا مُبِينًا (153) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad saw: “Kami tidak akan membenarkan ajakanmu, kecuali jika kamu dapat membawakan kepada kami sebuah kitab dari Allah taala kepada Fulan bahwa engkau adalah utusan Allah dan dari Si Fulan yang lain menyatakan bahwa engkau utusan Allah”, dan begitulah seterusnya mereka menyebut beberapa nama orang-orang tertentu dari pendeta-pendeta Yahudi. Dan mereka berbuat demikian it” tidak lain hanya semata-mata untuk membangkang saja. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad saw supaya diturunkan kepada mereka kitab dari langit yang menyebutkan bahwa engkau adalah rasul Allah. Dalam menghadapi persoalan ini Allah SWT, menyuruh Nabi Muhammad saw, untuk berlaku sabar, jangan hendaknya kaget, karena orang-orang Yahudi pernah meminta Musa yang lebih besar dari itu mereka meminta kepada Musa supaya diperlihatkan Allah kepada mereka dengan nyata. Permintaan yang seperti itu menunjukkan kebodohan, karena mereka menyangka bahwa Allah SWT mempunyai tubuh yang dapat dilihat dengan nyata. Tabiat mereka yang suka mengingkari mukjizat dan tidak membedakan antara mukjizat seorang nabi dengan keanehan dari tukang sihir yang semata-mata untuk dijadikan tontonan itu, adalah menunjukkan keinginan dan kebodohan mereka, dan bagaimanapun keadaannya, maka permintaan mereka itu tidak patut dilayani, karena bagaimanapun juga, mereka juga tidak akan percaya; seperti firman Allah: وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ Artinya: Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir juga berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. (Q.S. al-An’am: 7) Orang-orang Yahudi yang minta melihat Allah SWT itu disambar petir sampai mati akibat permintaannya yang lancang dan lalim itu, kemudian dihidupkan mereka kembali. Semestinya mereka berlaku hati-hati agar tidak terperosok lagi dalam suatu kesalahan yang berakibat suatu bencana besar, akan tetapi lalu mereka membuat berhala berbentuk anak sapi yang oleh mereka disembah bersama-sama. Padahal sudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata seperti, tongkat Nabi Musa yang dapat membelah laut, atau jika tongkat dipukulkan pada batu, lalu batu itu memancarkan air sebagai sumber air minum. Dan banyak lagi mukjizat lain yang membuktikan keesaan Allah. Allah SWT masih juga memberi ampun kepada mereka tatkala mereka bertobat dengan sungguh-sungguh kemudian Allah SWT memberikan kekuasaan kepada Musa as, untuk dapat mendudukkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar. serbuiff reply serbuiff wrote on Mar 15 143 Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: `Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau`. Tuhan berfirman: `Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi melihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku`. Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: `Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman`.(QS. 7:143) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al A’raaf 143 وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ (143) Ayat ini menerangkan, manakala Musa a.s. sampai ke tempat dan waktu yang dijanjikan Allah untuk menerima wahyu Allah telah menyampaikan wahyu secara langsung tanpa perantara, maka timbullah pada diri Musa keinginan untuk memperoleh kemuliaan lain di samping kemuliaan berkata-kata langsung dengan Allah swt. yang baru saja dilakukannya. Keinginan itu ialah mendapat kemuliaan melihat Allah dengan jelas, lalu Musa berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah zat Engkau yang suci dan berilah aku kekuatan untuk dapat melihat Engkau dengan jelas, karena aku tidak sanggup melihat dan mengetahui Engkau dengan sempurna.” Allah swt. menjawab: “Hai Musa, kamu tidak akan dapat melihat-Ku.” Dalam hadis Nabi saw. disebutkan: عن أبي موسى قال: قال صلى الله عليه وسلم: حجابه نور لو كشفه لحرقت سبحات وجهه ما انتهى بصره من خلقه Artinya: Dari Abu Musa, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Hijab (pembatas) Allah ialah nur (cahaya). Sekiranya nur itu disingkapkan niscaya keagungan sinar wajah-Nya akan membakar seluruh makhluk yang sampai pandangan Tuhan kepadanya.” (H.R Muslim) Selanjutnya Allah swt. berkata kepada Musa: “Melihatlah ke bukit, jika bukit itu tetap kokoh dan kuat seperti sediakala setelah melihat-Ku, tentulah kamu dapat pula melihat-Ku karena kamu dengan itu adalah sama-sama makhluk ciptaan-Ku. Tetapi jika bukit yang kokoh dan kuat itu tidak tahan dan hancur setelah melihat-Ku betapa pula kamu hai Musa dapat melihat-Ku, karena seluruh makhluk yang aku ciptakan tidak mampu dan sanggup untuk melihat-Ku.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ketika Musa a.s. memohon kepada Tuhannya: “Perlihatkanlah zat Engkau kepadaku.” Allah menjawab: “Kamu sekali-kali tidak akan dapat melihat-Ku.” Kemudian Allah menegaskan lagi: “Kamu tidak akan dapat melihat-Ku untuk selama-lamanya hai Musa.” Tidak seorang pun yang sanggup melihat-Ku, lalu sesudah itu ia tetap hidup.” Akhirnya Allah berkata: “Melihatlah ke bukit yang tinggi lagi besar itu. Jika bukit itu tetap di tempatnya, tidak bergoncang dan hancur, tentulah ia melihat kebesaran-Ku, mudah-mudahan kamu dapat melihatnya pula, sedangkan kamu benar-benar lemah dan rendah. Sesungguhnya gunung itu bergoncang dan hancur bagaimanapun juga kuat dan dahsyatnya, sedang kamu lebih lemah dan rendah.” Ada beberapa pendapat mufassir tentang yang dimaksud dengan ayat: “Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu.” Sebagian mufassir mengatakan bahwa yang tampak bagi gunung itu ialah zat Allah. Bagaimanapun juga pendapat para mufassir, namun tampaknya Allah itu bukanlah seperti tampaknya makhluk. Tampaknya Tuhan adalah tampaknya sesuai dengan sifat-sifat Allah yang tidak dapat diukur dengan ukuran manusia. Setelah Musa a.s. sadar dari pingsannya dan sadar pula bahwa ia telah meminta kepada Allah swt. sesuatu yang dapat membahayakan dirinya, ia merasa telah berbuat dosa karena itu ia memohon dan berdoa kepada Allah swt., “Maha Suci Engkau ya Tuhanku, aku berdosa karena meminta sesuatu kepada Engkau yang di luar batas kemampuanku menerimanya, karena itu aku bertobat kepada Engkau dan tidak akan mengulangi perbuatan kesalahan seperti yang telah lalu itu, dan aku termasuk orang-orang yang pertama beriman kepada-Mu.” Berkata Mujahid: “Tubtu ilaika” (aku bertaubat kepada Engkau), maksudnya ialah aku bertaubat kepada Engkau karena aku telah memohon kepada Engkau agar dapat melihat zat Engkau. “Wa ana awwalul mu’minin”, (aku orang yang pertama-tama beriman) maksudnya ialah aku adalah orang Bani Israil yang pertama-tama beriman kepada Engkau). Sedang dalam suatu riwayat yang lain dari Ibnu Abbas ialah orang yang pertama-tama percaya bahwa tidak seorang pun yang dapat melihat Engkau (di dunia). 55 Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: `Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang`, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.(QS. 2:55) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 55 وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ (55) Dalam ayat ini Allah swt. mengingatkan Bani Israel kepada sifat-sifat dan keingkaran nenek moyang mereka dahulunya kepada Nabi Musa a.s. yaitu bahwa mereka pernah berkata kepada Nabi Musa a.s., “Kami tidak akan beriman kepadamu sampai kami dapat melihat Allah terang-terangan”. Karena sikap dan kelakuan mereka yang demikian itu maka Allah swt. menurunkan azab kepada mereka, yaitu halilintar yang menyambar mereka. Menurut riwayat, mereka berjumlah tujuh puluh orang yang dipilih oleh Nabi Musa a.s. untuk pergi bersamanya ke bukit Tursina, meminta ampun atas kesalahan mereka menyembah anak sapi. Mereka mengatakan kepada Nabi Musa a.s. bahwa sebelum mereka dapat melihat Allah dengan mata kepala mereka sendiri, mereka tidak akan beriman, tidak akan membenarkan ucapan Nabi Musa a.s. bahwa Taurat itu adalah Kitab Allah dan bahwa Musa telah mendengar perkataan-Nya bahwa dia memerintahkan untuk menerima perkataan dan mengamalkannya. Lalu datanglah halilintar menyambar mereka itu, sedang yang lain menyaksikan peristiwa itu dengan jelas . Demikian sikap Bani Israel itu terhadap Nabi Musa a.s. mereka selalu bertingkah dan membangkang. Maka datanglah azab Tuhan kepada mereka. Bermacam-macam penyakit menimpa mereka. Binatang-binatang kecil yang menyebarkan penyakit-penyakit itu telah membinasakan sejumlah besar dari mereka. Maka tidaklah mengherankan bahwa ketika datang Nabi Muhammad saw menyeru mereka kepada agama Islam, mereka bersikap menentang dengan dalih, mereka menolak seruan itu. 153 Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata:` Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata `. Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.(QS. 4:153) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 153 يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَى أَكْبَرَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَانًا مُبِينًا (153) Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad saw: “Kami tidak akan membenarkan ajakanmu, kecuali jika kamu dapat membawakan kepada kami sebuah kitab dari Allah taala kepada Fulan bahwa engkau adalah utusan Allah dan dari Si Fulan yang lain menyatakan bahwa engkau utusan Allah”, dan begitulah seterusnya mereka menyebut beberapa nama orang-orang tertentu dari pendeta-pendeta Yahudi. Dan mereka berbuat demikian it” tidak lain hanya semata-mata untuk membangkang saja. Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang Yahudi meminta kepada Nabi Muhammad saw supaya diturunkan kepada mereka kitab dari langit yang menyebutkan bahwa engkau adalah rasul Allah. Dalam menghadapi persoalan ini Allah SWT, menyuruh Nabi Muhammad saw, untuk berlaku sabar, jangan hendaknya kaget, karena orang-orang Yahudi pernah meminta Musa yang lebih besar dari itu mereka meminta kepada Musa supaya diperlihatkan Allah kepada mereka dengan nyata. Permintaan yang seperti itu menunjukkan kebodohan, karena mereka menyangka bahwa Allah SWT mempunyai tubuh yang dapat dilihat dengan nyata. Tabiat mereka yang suka mengingkari mukjizat dan tidak membedakan antara mukjizat seorang nabi dengan keanehan dari tukang sihir yang semata-mata untuk dijadikan tontonan itu, adalah menunjukkan keinginan dan kebodohan mereka, dan bagaimanapun keadaannya, maka permintaan mereka itu tidak patut dilayani, karena bagaimanapun juga, mereka juga tidak akan percaya; seperti firman Allah: وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ Artinya: Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir juga berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. (Q.S. al-An’am: 7) Orang-orang Yahudi yang minta melihat Allah SWT itu disambar petir sampai mati akibat permintaannya yang lancang dan lalim itu, kemudian dihidupkan mereka kembali. Semestinya mereka berlaku hati-hati agar tidak terperosok lagi dalam suatu kesalahan yang berakibat suatu bencana besar, akan tetapi lalu mereka membuat berhala berbentuk anak sapi yang oleh mereka disembah bersama-sama. Padahal sudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata seperti, tongkat Nabi Musa yang dapat membelah laut, atau jika tongkat dipukulkan pada batu, lalu batu itu memancarkan air sebagai sumber air minum. Dan banyak lagi mukjizat lain yang membuktikan keesaan Allah. Allah SWT masih juga memberi ampun kepada mereka tatkala mereka bertobat dengan sungguh-sungguh kemudian Allah SWT memberikan kekuasaan kepada Musa as, untuk dapat mendudukkan dan mengembalikan mereka kepada jalan yang benar. 10 Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.(QS. 7:133) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al A’raaf 133 فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ (133) Dalam ayat ini Allah swt. menceritakan bahwa sebagai akibat dari keingkaran, kekafiran dan kelaliman mereka, Allah menurunkan azab yang lebih dahsyat kepada mereka berupa topan yang melanda rumah dan pohon-pohonan, sesudah itu datang pula yang merusak kebun dan sawah-sawah mereka, kemudian datang lagi hama belalang yang membinasakan tanam-tanaman mereka dan akhirnya muncul wabah lain yang menjadikan air minum mereka berubah rasa, berubah bau dan warnanya seperti darah yang tidak dapat mereka minum. Demikianlah lima macam azab yang ditimpakan Allah bertubi-tubi kepada Firaun dan kaumnya. Andaikan Firaun dan kaumnya tidak terlalu ingkar dan sesat, niscaya mereka beriman serta meninggalkan keingkaran. Demikianlah keadaan mereka. Tetapi menyombongkan diri dan berbuat dosa tetap merupakan sifat mereka yang paling menonjol di masa itu. surga dan neraka??? ada ya??? gw kasih soal…..misalkan……………. gw seorang suku pedalaman yg ga kenal agama, tapi gw sayang ma ortu dan sodara2 sesuku gw, gw ngga nyuri karna dilarang ortu gw…… gitu seterusnya sampai gw mati tanpa ada seorangpun yang datang ngasih pencerahan agama(yang anda bilang tiket ke sorga)…..yg jadi pertanyaaanya gw masuk sorga apa neraka????? ato dimana????…..MASUK SURGA OM KARENA LU EMANG KAGA PERNAH DAPAT PENCERAHANA AGAMA SAMA SEKALI OM Comment by ngga ngerti — May 10, 2008 @ 10:25 am | Edit This 13. amrul Says: July 10, 2008 at 3:39 pm   edit iya memng benar bahwa yesus akan menampakan dirinya dia datang dari sebuah bukit yang diaman sebelum penampakannya berhamburlah terang benderang dari satu titik, kemudian sesosok dengan rambut terurai sambil berkata ” TIADA KEMILAU SEINDAH SUNSILK “,.. 14. anang Says: July 27, 2008 at 12:00 am   edit Memang orang yahudi&nasrani sampai kapanpun tidak akan rido akan kebenaran Islam, karna sudah di Nas dalam al-Qur’an. “tidak akan rido orang Yahudi & nasrani kepada kita (Islam) keculi kita ikut agama mereka”. Jadi: 1. bagi orang Muslim yg kurang tau masalah Agama Islam ayo belajar mumpung masih banyak para Ulama (Pesantren) jangan hanya belajar (sekolah) duniawi saja yg diurus, karena setelah mati akan kehidupan yg abadi. 2. bagi orang nasrani&yahudi, silahkan pelajari terus, gali terus, tela’ah terus al-kitabnya Insya Alloh dari sana kebenaran ISLAM akan anda temukan, seperti yg telah dilakukan Bpk Dawud. 3. Untuk Anda yg serius mau memperdalam Agama Islam dan anda yang ragu akan kebenaran Agama Islam silahkan anda datang ke Pondok Pesantren Miftahulhuda Al-Musri’ Kp. Ciendog Rt.03/07 Desa Kertajaya Ciranjang Cianjur Jawa Barat. trimakasih. 15. anang Says: July 27, 2008 at 12:14 am   edit Menanggapi pertanyaan, ” gw seorang suku pedalaman yg ga kenal agama, tapi gw sayang ma ortu dan sodara2 sesuku gw, gw ngga nyuri karna dilarang ortu gw…… gitu seterusnya sampai gw mati tanpa ada seorangpun yang datang ngasih pencerahan agama(yang anda bilang tiket ke sorga)…..yg jadi pertanyaaanya gw masuk sorga apa neraka????? ato dimana???? ” Gini coy, Jika dari daerah kamu sangat jauh dari ulama (skitar 2 marhalah/100 km)dan anda sudah berusaha maximal untuk mencarinya tetapi nihil, itu anda termasuk orang yang “tidak tahu yg diampuni” (Isya Alloh Masuk Sorga)kalo istilah bahasa Sunda “Bodoh ma’dur”. tapi untuk zaman sperti ini sudah ga laku lagi, karna dimana-mana stiap jengkalpun sudah banyak para Ustad asalkan anda tidak malas untuk bertanya dan belajar. 16. meeko Says: September 16, 2008 at 11:41 am   edit @anang iya ustad emang dimana-mana,termasuk ryan mutilator tuh tau bener sampe ngajarin ngaji segala…itulah aku takut salah tanya ujung2nya disodomi lagi trus dibeleh hiiiiii 17. erzal Says: September 17, 2008 at 3:38 am   edit Ryayn dulunya pernah ngajarin ngaji …..tapi pfofesi itu sudah lama ditinggalkannya…. 18. fisika mencari Tuhan Says: March 6, 2009 at 4:09 am   edit kalau kalian berdebat dengna dasar historis tekstualiis.. ga da yang dapat mengalah.. ini neh pengalaman pribadiku. aku punya teman yang aktif di gereja. (Aku sendiri islam). dia pernah bilang suatu saat nanti fisikalah yang akan membuktikan kebenaran ajaran Tuhan.. jika suatu saat nanti ditemukan koloni di luar bumi, apakah semua ajaran gereja adalah benar??? hal ini tidak berlaku bagi islam yang memang sejak awal udah dicap Tuhan sebagai agama terakhir yang berlaku di sekuruh jagat raya.. ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!! 19. fisika mencari Tuhan Says: March 6, 2009 at 4:13 am   edit apakah alien yang bukan keturunan Adam ikut menanggung dosa Adam juga???? absurd!!! jadi alien boleh ga punya agama donk??? trus mereka masuk mana??? bisakah mereka disamakan dengna jin??? 20. massrudy Says: March 18, 2009 at 5:32 am   edit sangat melelahkan untuk dibaca. Di sini, kami hanya menyuguhkan beberapa ajaran Paulus saja yang kami rasa cukup mewakili atas semua kebohongan ajaran Paulus Tarsus. Berikut ini kami suguhkan kebohongan fundamental ajaran Paulus terhadap ajaran Yesus dalam GALATIA: 1:10. Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. 1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. 1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. 1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. 1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. 1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. 1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. 1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku. Dari tulisan tangan Paulus di atas, terdapat tiga fakta fundamental kebohongan Paulus: 1. Paulus mengaku menerima Injil bukan dari manusia, tetapi dari Yesus (ayat 12). Injil yang bagaimanakah yang diterima Paulus dari Yesus ini? Mengapakah Paulus tidak menunjukkannya kepada umat manusia? Jika injil yang dimaksud adalah keempat injil kanonik, bukankah keempat injil kanonik ini ditulis oleh masing2 pengarangnya jauh setelah terangkatnya Yesus ke langit? Pernyataan Paulus ini tidak lain hanyalah isapan jempol semata, tanpa bukti, dan mengada2! 2. Paulus mengaku2 menerima wahyu dari Yesus untuk memberitakan ajarannya kepada bangsa2 non Yahudi (ayat 16). Sebagaimana tersurat dalam injil2 kanonik, Yesus diutus Allah hanya untuk umat sesat Israel. Jadi, bagaimana mungkin Paulus menerima wahyu dari Yesus, sementara Yesus sendiri hanya seorang rasul utusan Allah? Pernyataan ini juga tidak lain hanyalah isapan jempol, tanpa bukti, dan mengada2! Silahkan baca: Misi Kerasulan Yesus! 3. Lebih jelas, Paulus sendiri mengakui kalau rupanya tidak dikenal oleh orang2 Kristen Yudea (ayat 22), yaitu sebuah wilayah di Palestina selatan yang dihuni oleh orang2 Israel keturunan Yehuda, tempat dimana Yesus mengemban misinya. Bagaimana mungkin seorang rasul utusan Yesus tidak dikenal oleh umat Israel dimana Yesus dibesarkan dan mengajarkan ajarannya? Lebih jauh, kecuali hanya sedikit, umat Israel tidak pernah mengakui Yesus sebagai nabi atau pun Tuhan! Bahkan, saking jengkelnya mereka, Yesus pun diburunya dan “dibantai” di tiang salib! Dari sini, kita bisa melihat bahwa umat Israel tidak mungkin menerima Paulus, oleh karena ia bukan dari golongan umat Israel, melainkan seseorang dari bangsa lain. Pernyataan Paulus ini membuktikan bahwa ia sama sekali bukan dan tidak pernah bahkan tidak mungkin menjadi murid Yesus! Lebih jauh lagi, sebenarnya Paulus telah mengada2kan sendiri kesaksiannya yang seolah2 orang2 Yudea tersebut beragama Kristen, padahal orang2 Yudea adalah orang2 Israel yang beragama Yahudi yang lantang menolak Yesus! Kalau begitu, siapakah yang mengajarkan Kristen kepada orang2 Yudea? Bukankah Paulus sendiri ditolak? Benar2 isapan jempol! Terlalu jelas, bagaimana Paulus mengada2kan sendiri ajarannya dengan mengaku2 menjadi rasul yang diutus oleh Yesus. Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa seluruh ajaran Paulus ini bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus, yakni menegakkan hukum Taurat dengan menggenapinya dengan Kitab Suci Injil. Berikut pernyataan Yesus menurut MATIUS: 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Menurut ayat2 di atas, Yesus datang bukan untuk menghilangkan hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Bahkan, Yesus mengancam kepada umat Israel, jika kehidupan agama mereka tidak lebih baik dari ahli2 Taurat dan orang2 Farisi, mereka tidak akan masuk kerajaan surga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang selalu menentang dan mencari2 kesalahan Yesus, karena mereka menolak kerasulan Yesus. Untuk mempersingkat, berikut ini kami suguhkan beberapa kebohongan ajaran Paulus yang nyata2 bertentangan dengan tugas kerasulan Yesus: 1. KEBOHONGAN PAULUS 1: Yesus adalah Tuhan. 1 KORINTUS 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. Menurut ayat karangan Paulus di atas, Yesus adalah Tuhan. Padahal, Yesus sama sekali bukan dan tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan! Kata2 Yesus dalam injil2 kanonik justru menunjukkan bahwa ia hanyalah seorang utusan Allah kepada umat Israel. Silahkan baca: Bantahan Ketuhanan Yesus 1. ULANGAN 4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. MATIUS 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” MARKUS 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. YOHANES 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. 2. KEBOHONGAN PAULUS 2: Sunat tidak penting. GALATIA 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 1 KORINTUS 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. Menurut ajaran Paulus di atas, sunat itu tidak penting dan tidak punya arti, yang penting adalah iman dan mentaati hukum2 Allah. Hukum2 Allah yang bagaimanakah yang dimaksud Paulus ini? Menurut Kitab Kejadian berikut ini, sunat adalah salah satu hukum Allah yang paling penting bagi umat Israel, dan WAJIB dilaksanakan oleh umat Israel terhadap seluruh orang laki2. Jika menolak, maka orang itu harus dibunuh! Bahkan, Yesus pun disunat (LUKAS 2:21). KEJADIAN 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” 3. KEBOHONGAN PAULUS 3: Salib menebus dosa. GALATIA 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Menurut ajaran Paulus di atas, bahwa Yesus disalib adalah untuk menebus dosa2 manusia. Ajaran yang sangat sesat dan tak berdasar! Ajaran Paulus ini bertentangan dengan ajaran Taurat dan Yesus berikut ini: YEHEZKIEL 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. MARKUS 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (lihat juga MATIUS 19:14). Menurut Yehezkiel, setiap orang akan menanggung akibat perbuatannya masing2. Bahkan menurut Yesus sendiri, anak2 adalah pemilik kerajaan surga, yang berarti keadaan mereka adalah suci tanpa dosa. Bagaimana mungkin anak2 yang suci tanpa dosa harus ditebus dosanya? Ini adalah ajaran Paulus yang paling ngawur! 4. KEBOHONGAN PAULUS 4: Segala sesuatu halal. 1 KORINTUS 6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun. Pernyataan Paulus di ataslah yang menjadi dasar pola hidup freesex dan mabuk2an di negara2 Barat. Padahal, Tuhan mengharamkan zinah dan memerintahkan agar para pelakunya dilempari batu sampai mati (IMAMAT 20:1-27 dan ULANGAN 22:13-30); Tuhan mengharamkan anggur dan minuman keras (IMAMAT 10:9); Tuhan mengharamkan beberapa binatang termasuk babi (IMAMAT 11:1-47 dan ULANGAN 14:3-21); Tuhan mengharamkan darah (IMAMAT 17:12); Beberapa hal termasuk sperma adalah najis (IMAMAT 15:1-34); Laki2 yang keluar sperma atau campur dengan istri, keduanya harus mandi wajib (IMAMAT 15:16-18); Tuhan mengharamkan riba (ULANGAN 23:19-20); Yesus memerintahkan potong tangan/kaki bagi pencuri (MATIUS 5:30; 18:8 dan MARKUS 9:43,45); Yesus memerintahkan cungkil mata bagi laki2 yang yang mengingini perempuan bukan istrinya (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47); Yesus memerintahkan rajam bagi pelaku zinah (YOHANES 8:7); dan lain-lain. DAN LAIN SEBAGAINYA.. Wassalaam. 21. massrudy Says: March 18, 2009 at 5:34 am   edit Perlu diketahui bahwa ketika Yesus diutus, wilayah Palestina itu di bawah dominasi/koloni Kerajaan Romawi, yang di dalamnya juga banyak orang Yunani. Nah, ketika Yesus disalib, berita penyalibannya itu menyebar ke seluruh penjuru Timur Tengah hingga daratan Eropa (terutama Yunani). Banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tentang Yesus itu. Bukan sastrawan Yunani dan Romawi saja, tetapi juga ada sastrawan dari Timur Tengah sendiri. Terbukti ditemukannya 45 injil tentang Yesus (41 apokrif dan 4 kanonik). Hanya saja waktu itu pengaruh kekuasaan Romawi begitu kuat, sehingga hanya 4 injil saja yang diakui oleh Gereja Kristen Awal sebagai kanon Perjanjian Baru. Ke-4 injil Kristen ini banyak mengutip ayat2nya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri, dan sudah terbukti kebusukannya (Baca: Distorsi Kanonik, Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes). Dalam Perjanjian Baru banyak terdapat kata “Bapa”, “Anak”, dan “Roh Kudus”. Kata2 ini sebenarnya dikutip oleh para pengarangnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, karena di Perjanjian Lama sendiri kata2 tersebut juga banyak dijumpai. Hanya saja orang2 Yahudi tidak mempertuhankan manusia dan Roh Kudus, tidak seperti Kristen yang lebih sesat itu. Adapun mengenai penuhanan terhadap Yesus dan Roh Kudus, yang tergabung dalam konsep Trinitas, sesungguhnya merupakan karangan tokoh2 Gereja Kristen Awal Kemudian yang dipelopori oleh Paulus Tarsus untuk menyesatkan umat manusia. Dan gagasan tentang konsep Trinitas ini sesungguhnya merupakan adopsi dari ajaran2 Trinitas yang sangat populer pada saat itu, yaitu: 1. Ajaran Trinitas di Mesir: Iziris, Auzuris, dan Huris. 2. Ajaran Trinitas di India: Brahma, Wisynu, dan Syiwa. 3. Ajaran Trinitas di Yunani: Zeus, Poseidon, dan Pedos. 4. Ajaran Trinitas di Romawi: Jupiter, Nipton, dan Pluton. Jadi, injil2 yang ada dalam Alkitab sekarang itu jauh lebih banyak bohongnya ketimbang apa yang sebenarnya dialami oleh Yesus/Nabi Isa as sendiri. Banyak sekali pernyataan2 Yesus yang sebenarnya merupakan karangan dari sastrawan Yunani dan Romawi tersebut. Terlalu mudah untuk membuktikan kebohongan injil ini. Di satu sisi, ia banyak mengutip nubuat Perjanjian Lama (yang sebenarnya melenceng semua), tetapi di lain pihak ia juga banyak pertentangannya dengan Perjanjian Lama itu sendiri. Karena para pengarang injil tampaknya lebih menonjolkan gagasan2nya ketika mengarangnya, sehingga tidak benar2 menguasai Perjanjian Lama, akibatnya banyak ayat injil yang tidak sinkron dengan Perjanjian Lama yang mereka jadikan salah satu rujukannya itu. Wassalaam. 22. massrudy Says: March 18, 2009 at 5:35 am   edit Kebusukan Alkitab Indonesia di sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang dapat dikatakan “mendekati orisinal” tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat tersebut, antara lain: 1. REVISI KITAB MATIUS: 2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”: 2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazorea. (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “Orang Nazorea” menjadi “Orang Nazaret” tanpa dasar yang jelas) Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini: Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M): 2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur Versi Greek Stephanos 1550 M: 2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai Versi Douay-Rheims Bible 1582 M: 2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was said by the prophets: That he shall be called a Nazarene. Versi Wycliffe New Testament: 2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid, that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey. Versi New American Bible: 2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, “He shall be called a Nazorean.” Versi New Revised Standard Version: 2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken through the prophets might be fulfilled, “He will be called a Nazorean.” Catatan: Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan “Yesus dari Nazaret” (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan “Yesus, orang dari Nazaret” (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H – 1998 B. Perjanjian Matius 2:23 C. Kee HC – 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya, yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung kanan. Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini. Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson (Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes (Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul 21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44). Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa “Orang Nazorea” (atau “Orang Nazarene”) dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel. Lebih jauh, nubuat yang “dikutip” Matius tentang “Orang Nazorea” di atas, tidak ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat menyimpang yang “dikutip” yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang bertimbunan! 2. REVISI KITAB MATIUS: 19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”: 19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: “Guru yang baik, perbuatan apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” 19:17 Jawab Yesus: “Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah-Nya. (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “Guru yang baik” menjadi “perbuatan baik” dan menghilangkan kata “Tuhan” yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah Yesus adalah Allah) Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini: Versi Douay-Rheims Bible 1582 M: 19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I may have life everlasting? 19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if thou wilt enter into life, keep the commandments. Versi King James 1611 M: 19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life? 19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments. 3. REVISI KITAB MATIUS: 4:15 “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”: 4:15 “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “yang dihuni orang-orang non Yahudi” menjadi “wilayah bangsa-bangsa lain” untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 9:1) Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini: Versi Douay-Rheims Bible 1582 M: 4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles: Versi King James 1611 M: The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the Jordan, Galilee of the Gentiles; Catatan: Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa “pelbagai umat” dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi “orang-orang non Yahudi” dalam Matius 4:15. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 7. 4. REVISI KITAB MATIUS: 12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa 12:21 Dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.” Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”: 12:18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non Yahudi 12:21 Dan kepada-Nyalah orang-orang non Yahudi akan berharap.” (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa “orang-orang non Yahudi” menjadi “bangsa-bangsa” untuk mempersempit kontradiksi dengan ayat-ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab Yesaya 42:1,4) Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini: Versi Douay-Rheims Bible 1582 M: 12:18 Behold my servant whom I have chosen, my beloved in whom my soul hath been well pleased. I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles. 12:21 And in his name the Gentiles shall hope. Versi King James 1611 M: 12:18 Behold my servant, whom I have chosen; my beloved, in whom my soul is well pleased: I will put my spirit upon him, and he shall shew judgement to the Gentiles. 12:21 And in his name shall the Gentiles trust. Catatan: Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa lain, karenanya, frasa “bangsa-bangsa” dan “segala pulau” dalam teks Yesaya 42:1,4 yang menjadi rujukan Matius, diubah menjadi “orang-orang non Yahudi” dalam Matius 12:18,21. Selengkapnya, baca: Distorsi Matius 10. 5. REVISI KITAB YOHANES: 2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”: 2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): “Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba.” (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah kata “perempuan” menjadi “ibu”, agar lebih sopan) Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini: Versi Douay-Rheims Bible 1582 M: 2:4 And Jesus saith to her: Woman, what is that to me and to thee? My hour is not yet come. Versi King James 1611 M: 2:4 Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come. 6. REVISI KITAB 1 SAMUEL: 6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya. Terjemahan yang tepat dari teks “orisinal”: 6:19. Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh lima puluh ribu tujuh pulu orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya. (Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah jumlah “50.070″ menjadi “70″ saja untuk mempersempit kontradiksi dengan Kitab Kejadian 8:21) Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini: Versi Douay-Rheims Bible 1582 M: 6:19 But he slew of the men of Bethsames, because they had seen the ark of the Lord, and he slew of the people seventy men, and fifty thousand of the common people. And the people lamented, because the Lord had smitten the people with a great slaughter. Versi King James 1611 M: 6:19 And he smote the men of Bethshemesh, because they had looked into the ark of the LORD, even he smote of the people fifty thousand and threescore and ten men: and the people lamented, because the LORD had smitten many of the people with a great slaughter. 7
    • erzal 2:58 am on 23/03/2009 Permalink | Reply

    • johan 10:51 am on 25/04/2009 Permalink | Reply

    • alo 1:19 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

    • alo 1:23 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

    • alo 1:27 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

    • erzal 6:59 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

    • alo 3:11 pm on 04/05/2009 Permalink | Reply

    • alo 3:29 pm on 04/05/2009 Permalink | Reply

    • kupret 10:09 am on 17/05/2009 Permalink | Reply

    • alo 4:13 pm on 22/05/2009 Permalink | Reply

    • massrudy 1:50 pm on 26/06/2009 Permalink | Reply

    • YAYAT S JAYASANTIKA 7:13 am on 04/06/2010 Permalink | Reply

    • PUTU WELLA 12:43 am on 30/04/2011 Permalink | Reply

    • Mr.Nunusaku 8:57 am on 17/09/2011 Permalink | Reply

  • SERBUIFF 8:10 am on 26/12/2008 Permalink | Reply
    Tags: Ketika Yesus Jadi Tuhan! Kota Nicea Menjadi Saksi   

    Ketika Yesus Jadi Tuhan! Kota Nicea Menjadi Saksi 

     
    • alo 11:29 pm on 08/05/2009 Permalink | Reply

    • sugeng santoso 1:07 pm on 26/09/2012 Permalink | Reply

    • herry 1:51 pm on 31/03/2013 Permalink | Reply

    • andys_doank 3:20 am on 02/04/2013 Permalink | Reply

    • STEFANUS LIM 10:20 am on 10/09/2013 Permalink | Reply

      @kristen katholik akan kehilangan tuhannya.

      YESUS KETIKA MAU MATI BERTERIAK ELI ELI LAMMA SABHAKTANI.(tuhan tuhan kenapa kau tinggalkan aku(yesus)).kalau yesus kehilangan tuhannya anda semua kristen katholik penyembah yesus akan kehilangan tuhan anda ANDA SEMUA AKAN MASUK NERAKA.SEBAGAIMANA TUHAN YESUS
      PATUNG TUHAN YESUS TERTINGGI DI OHIO DISAMBAR GELEDEK DIBAKAR BERHARI HARI.

      tuhan kehilangan tuhan.
      kruk kruk kruk.
      yesus yang suci dekat dengan tuhan malah ditinggalkan tuhan.
      kruk kruk kruk sadis bener tuhan ninggalin anaknya.

      SAYA MEMILIH ISLAM KARENA ALLAH TAK MENINGGALKAN HAMBA2NYA.BAHKAN MEMASUKKAN MEREKA KE SURGANYA

      QURAN SURAH AL FAJR

      89:27. Hai jiwa yang tenang.

      89:28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.

      89:29. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,

      89:30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.
      KEMBALI KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT

    • ical 5:14 am on 24/09/2013 Permalink | Reply

    • ungke 10:22 am on 25/09/2013 Permalink | Reply

    • Blincs 2:04 pm on 20/10/2013 Permalink | Reply

  • SERBUIFF 10:42 am on 26/11/2008 Permalink | Reply
    Tags: Naskah Laut Mati   

    Naskah Laut Mati 

     
  • SERBUIFF 6:33 am on 20/11/2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Injil Barnabas 

     
  • SERBUIFF 8:04 am on 30/10/2008 Permalink | Reply
    Tags:   

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat 

     
  • SERBUIFF 2:25 am on 15/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: , PAULUS RUBAH TOTAL AJARAN YESUS sumber : http://www.ire   

    PAULUS RUBAH TOTAL AJARAN YESUS sumber : http://www.irenahandono.or.id 

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel