Updates from August, 2012 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 11:23 pm on 22/08/2012 Permalink | Reply
    Tags: Tafsir Suroh Maryam ayat 71 - 72   

    Tafsir Suroh Maryam ayat 71 – 72 

    Tafsir Suroh Maryam ayat 71 – 72       

                                                                       


     وَ إِنْ مِنْكُمْ إِلاَّ وارِدُها كانَ عَلى‏ رَبِّكَ حَتْماً مَقْضِيًّا َ

    (71) Dan tidak ada seorang pun di antara kamu, melainkan akan mendatanginya. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang telah ditentukan.


     ثُمَّ نُنَجِّي الَّذينَ اتَّقَوْا وَ نَذَرُ الظَّالِمينَ فيها جِثِيًّا َ

    (72) Kemudian itu akan Kami se­lamatkan orang-orang yang ber­takwa dan akan Kami biarkan orang-orang yang zalim di dalamnya dalam keadaan berlutut.


    Semua Akan Mendatangi Neraka

     وَ إِنْ مِنْكُمْ إِلاَّ وارِدُها َ

    “Dan tidak ada seorang pun di antara kamu, melainkan akan mendatangi­nya.” (pangkal ayat 71).

    Artinya ialah semua orang, tidak terkecuali. Orang baik di kala di dunia ataupun dia orang jahat, namun dia mesti mendatangi neraka.

    كانَ عَلى‏ رَبِّكَ حَتْماً مَقْضِيًّا

    “Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang telah diputuskan.” (ujung ayat 71).

    Keputusan yang tidak dapat dirobah lagi , Maka berbagai macam; faham ahli-ahli yang telah terdahulu berkenaan dengan ayat ini. Yang jadi perbincangan ialah tentang kalimat wariduha; yang kita di ayat ini memberinya arti mendatangi. Tetapi ada juga yang memberinya arti memasuki.

    Imam Ahmad bin Hanbal mengeluarkan suatu riwayat, yang beliau terima dari,Sulaiman bin Harb, dan beliau ini menerimanya daripada Khalid bin Sulaiman dari Katsir bin Zayyad al-Barsani, dari Abu Sumiyah. Beliau ini berkata: “Kami berselisih fikiran tentang arti al-wurud. Setengah di antara kami berpendapat bahwa orang Mu’min tidaklah akan turut mendatangi ke dalam neraka itu. Tetapi setengah mereka lagi berpendapat: “Semua masuk, kemu­dian dibebaskan Allah orang-orang yang bertakwa.” Lalu saya datangi Jabir bin Abdullah (sahabat Nabi s.a.w.), lalu saya sampaikan kepadanya bahwa kami telah berselisih tentang arti mendatangi neraka itu demikian rupa. Lalu beliau (Jabir bin Abdullah) berkata: “Semua akan mendatanginya.”

    Dan berkata pula Sulaiman bin Murrah: “Semua akan masuk ke dalam­nya.” Sambil berkata itu beliau tutup kedua telinganya dan berkata: “Diamlah, benar-benarlah aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

     

    “Tidak ada yang tinggal , baik dia orang yang berbuat baik ataupun dia orang yang durjana, semuanya akan masuk ke dalamnya. Tetapi dia akan menjadi sejuk dan selamat bagi orang yang beriman sebagaimana keadaan pada Ibrahim, sehingga api itu akan lindap karena sejuk mereka. Kemudian itu Allah akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa, dan akan membiar­kan orang-orang yang zalim tinggal selamanya di dalamnya dalam keadaan berlutut. “

    Menurut riwayat dari Abdurrazzaq, yang diterimanya dari Ibnu Uyainah, yang diterimanya dari Ismail bin Abu Khalid, yang diterimanya pula dari Qais bin Abu Hazm: “Pada suatu hari Abdullah bin Rawahah meletakkan kepalanya di atas haribaan isterinya. Maka menangislah dia dan menangis pula isterinya. Lalu dia bertanya kepada isterinya: “Mengapa kau menangis pula?” Isterinya menjawab: “Aku lihat abang menangis aku pun menangis pula.” Lalu Abdullah bin Rawahah memberikan keterangan: “Saya teringat sabda Tuhan: “Tidak ada seorang pun di antara kamu, melainkan akan mendatanginya,” maka tidaklah aku tahu, apakah bila telah datang ke sana saya akan boleh keluar kembali atau tidak.” Menurut riwayat Abdullah bin Rawahah sahabat Nabi orang Anshar itu pada waktu itu sedang sakit. (Beliau mencapai syahid di perang Mu’tah).

    Abduilah bin Rawahah terkenal karena keberaniannya dan juga dia adalah seorang penyair, di samping Hassan bin Tsabit. Dia termasuk tiga Pahlawan Islam yang sekali tewas berturut-turut di peperangan Mu’tah pada bulan Jumadil Ula tahun kedelapan. Yang berdua lagi, yang tewas terlebih dahulu ialah Ja’far bin Abu Thalib, sesudah itu Zaid bin Haritsah, dan yang terakhir ialah Abdullah bin Rawahah ini.

    Berkata al-Hasan bin `Arafah, bahwa dia menerima riwayat dari Marwan bin Mu’awiyah, dan dia ini menerima dari Bakkar bin Abu Marwan, dan dia ini menerima dari Khalid bin Ma’dan. Katanya: “Setelah ahli syurga masuk kedalam syurga dia berkata: “Bukankah Tuhan kita telah menjanjikan bahwa kita mesti mendatangi neraka?” Lalu datang jawaban: “Kamu telah melaluinya, tetapi sedang kamu lalu itu dia tidak menyala.”

    Dirawikan pula oleh Imam Ahmad dalam sebuah Hadits dari Abullah bin Mas’ud, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:

    “Akan mendatanginya sekalian manusia. Kemudian akan dikeluarkan mereka dari dalam menurut amalannya.”

    Dan ada pula sebuah Hadis lain diterima dari Abdullah bin Mas’ud juga, bahwa semua manusia akan melalui di atas “Ash-Shirath”, yaitu titian, dan mereka mendatanginya itu ialah karena mereka akan berdiri di pinggir neraka, kemudian mereka lalulah ke atas shirath itu masing-masing menurut amalan mereka: Ada yang melaluinya laksana petir kencangnya, ada yang laksana angin, ada yang lalu laksana burung terbang, ada yang lalu sekencang kuda berlari, ada pula yang melaluinya sekencang unta berlari dan ada juga melalui­nya laksana seorang yang berjalan kaki saja, sehingga pada akhirnya ada orang yang melalui titian itu, sedang nur (cahayanya) memancar dari empu jari kaki­nya: Dia lalu di atasnya, maka titian itu bergoyang-goyang dan titian itu seakan ­akan hendak membuatnya jatuh, di sana berdiri banyak malaikat memegang cambuk berujungkan besi terjadi dari api untuk menangkap manusia.” Hadits ini dirawikan oleh Ibnu Abi Hatim.  ‘

    Di sebuah Hadis lain tersebut pula bahwa di kin kanan berdiri pula malaikat-malaikat yang selalu berdoa: “Allahumma sallim, sallim.” (Ya Tuhan, selamatkan, selamatkan).

    Banyaklah Hadits-hadits yang lain lagi tentang manusia akan melalui neraka dengan meniti di atas titian, atau mendatangi neraka atau memasuki neraka. Hasil kesimpulannya ialah bahwa siapa saja pun akan melaluinya. Sedang Nabi s.a.w. sewaktu beliau mengerjakan Mi’raj pun pernah ziarah ke neraka dan melihatnya dari dekat. Tetapi kalau sudah ada keterangan bahwa ada ahli syurga yang tidak tahu bahwa dia telah pernah mendatangi neraka, tiba-tiba dia sudah ada saja dalam syurga, karena neraka didinginkan ketika orang yang beriman melaluinya dapatlah kita fahamkan bahwa bagi Nabi kita s.a.w. neraka itu adalah sejuk di waktu ziarahnya dahulu itu.

     ثُمَّ نُنَجِّي الَّذينَ اتَّقَوْا َ

    “Kemudian itu akan Kami selamatkan orang-orang yang bertakwa.” (pangkal ayat 72).

    Artinya, apabila telah selesai sekalian makhluk melalui atau mendatangi neraka itu, dan telah jatuh rnana yang jatuh karena kufurnya atau maksiatnya, maka dipelihara Allahlah orang yang beriman dan yang bertakwa menurut amalan mereka. Cepat dan lambatnya melalui titian ialah menurut amalannya tatkala di dunia. Maka diberi syafa’atlah orarig Mu’min yang pernah terlanjur berdosa besar, dan memberikan syafa’at pula malaikat-malaikat, Nabi-­nabi dan orang-orang yang beriman yang diizinkan Allah, sehingga banyaklah orang yang telah dibakar neraka yang dikeluarkan: Telah hangus seluruh diri­nya, kecuali bekas sujud yang ada di keningnya:

    Dan keluarnya dari neraka itupun menurut perhitungan kadar iman yang ada dalam hatinya. Demikianlah berturut-turut, dikeluarkan orang-orang yang menurut kadar iman yang ada dalam hatinya. Lalu dikeluarkanlah lebih dahulu orang yang dalam hatinya ada iman sebesar uang dinar, demikianlah berturut-turut, kemudian itu dikeluarkan pula sampai orang yang lebih kecil lagi ukuran iman dalam hatinya, hatta orang yang sebesar zarrah iman itu dalam hatinya. Kemudian sekali dikeluarkanlah orang yang pernah mengucapkan: La llaha Illallah, walaupun hanya sekali seumur hidupnya, dan walaupun tidak pernah dia berbuat baik. Akhirnya tidak­lah ada yang kekal dalam neraka lagi, kecuali orang yang memang ditentukan buat kekal, sebagaimana tersebut yang demikian itu di dalam Hadits-hadits yang shahih, diterima dari Rasulullah s.a.w. Lantaran itulah maka ujung ayat demikian bunyinya:

     وَ نَذَرُ الظَّالِمينَ فيها جِثِيًّا

    “Dan akan Kami biarkan orang-orang yang zalim itu di dalam­nya, dalam keadaan berlutut.” (ujung ayat 72)

    Sungguhpun demikian, jika dipersambungkan dengan Surat 11, Hud ayat 107, ada juga Ulama berpendapat, bahwa jika Allah menghendaki, setelah hanya tinggal orang-orang yang kekal dalam neraka saja, Tuhan Maha Kuasa memindahkan mereka itu ke syurga, lalu menutup neraka itu untuk selama­lamanya. (Lihat Tafsir AI-Azhar Juzu’ 12. Tafsir ayat 107 dan Surat Hud).


     01 02  03  04  05  06  07  08  09  10   11  12  13  14  15  16   17  18  19  20  21   Back To MainPage  >>>

    http://kongaji.tripod.com/myfile/Surat_maryam-ayat-71-72.htm

     

    Advertisements
     
    • wikki 3:10 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

      artinya siapa saja yang mengikuti muhammad pasti masuk neraka tidak ada alsan tidak boleh dirubah rubah…siap siap lah…

      • SERBUIFF 3:30 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

        ngaco !, yah nggaklah yg berat timbangan amalannya pasti akan selamat dari neraka dan akan masuk surga

        • wikki 4:01 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

          diatas sudah ditetapkan…. tak ada seorangpun….hal itu sudah menjadi ketetapan bagimu…..artinya…mau banyak atau sedikit amal ibadah semua sama rata …tak ada dikatakan tetapi yang banyak amalnya…atau yang sedikit amalnya….semua sama rata…tetap harus masuk…mengerikan ndak???.kemudian hal itu sudah menjadi ketetapan bagimu…..ketetapan artinya ..sudah ada kepastian tidak bisa dirubah rubah…tak ada dikatakan yang banyak amalnya ketetapan ini berlaku atau ketetapan ini berlaku hanya khusus pada orang yang banyak dosanya…ngerti????

          • SERBUIFF 4:43 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

            hey orang masuk neraka atau sorga tergantung berat amalannya lu baca https://erzal.wordpress.com/2009/03/19/timbangan-amal-dan-dosa-di-akhirat/

            • wikki 1:42 pm on 23/08/2012 Permalink | Reply

              Salah seorang kombatan bernama Abdallah b. Rabaha. Ia
              menangis ketika ia mendengar ancama neraka dan berkata: “Saya tak
              tahu bagaimana saya bisa keluar ketika saya ada di sana!”
              Dalam sebuah puisi, ia memohonkan pada Allah untuk
              mengijinkannya mati sebagai seorang martir, karena, berdasarkan
              kotbah Muhammad, inilah satu-satunya cara yang memastikan seseorang
              untuk memasuki Firdaus (Sura Al ‘Imran 3:142. 157-159. 169. 170; al-
              Tauba 9:19.88.89.111; Muhammad 47:4-6; al-Fath 48:17; al-Saff
              61:10-12).
              mengapa sampai sahabat nabi sampai memohon untuk mati sebagai martir??? karena tak ada timbang menimbang amal dan dosa ..semua suci atau tidak suci pukul rata.tak terkecuali.Beberapa orang menangis ketika mereka mendengar pengumuman
              mengenai api neraka yang tidak akan bisa mereka hindari. Salah seorang
              dari mereka berkeluh-kesah: Oh, seandainya ibuku tidak melahirkan

              aku! Saya tahu bahwa saya akan pergi ke neraka. Tetapi saya
              tidak tahu apakah saya akan bisa keluar dari situ atau tidak!.

              sebuah ancaman yang sangat mengganggu yang diucapkan Allah dalam
              Qur’an – ditujukan kepada setiap orang Muslim:
              “Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka
              itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah
              ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang
              bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka
              dalam keadaan berlutut.” (Sura Maryam 19:71-72)

              inga ayat ini menyatakan tak ada tawar menawar tidak ada pengecualian .suatu ketetapan yang tidak bisa dirobah ……

            • wikki 1:55 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

              sekuat apapun kamu menjerit ,…..apapun dalilmu ….berapapun amal ibadahmu….karena sudah ditetapkan harus masuk neraka tetap tak ada harapan …walau pun kamu berkata …”ya Allah ya rabbi.. bukankah aku selama ini bertasbih atas namamu ..dan muhammad rasulku dan quran adalah kitab suciku ,,,bukankah selama ini aku banyak ber amal menjalankan ibadah membayar zakat….tetapi TUHAN BERKATA ….BUKANKAH SUDAH KUTETAPKAN BAHWA KAMU MASUK NERAKA..???APAKAH KAMU TIDAK BACA WAHYU YANG KUTURUNKAN .Q.19;71-72 ???segala sesuatu yang sudah kutetapkan tidak bisa dirobah” sdrku pupus sudah harapan …tak ada jalan .keluar …kemana lagi…?? menakutkan tidak ????tapi percayalah kawan belum terlambat .mecari jalan yang lurus……carilah jalan kebenaran dan hidup …maka kamu akan memperoleh hidup yang kekal…bagaimanapun caranya .

              • SERBUIFF 6:25 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

                hi,hi,hi lucu ya statment lu diatas, ciri khasnya gembong iff….

                lu baca harus adari awal dan akhir, satu kesatuan jangan main penggal ayat aja, ….maklum sih para gembong iif memang doyan mainnya begitu….

                Baca ini

                19. Maryam

                67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
                19. Maryam

                68. Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut

                19. Maryam

                69. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
                19. Maryam

                70. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka.

                19. Maryam

                71. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

                19. Maryam

                72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

                Keterangan :

                di ayat 67 jelas dikatakan manusia bukan kaum muslim saja, …semua manusia….
                kemudian di ayat 69 dari manusia tsb di seleksi lagi mereka2 yg sangat durhaka, yg nggak durhaka tidak akan dipilih…..

                diayat 71 ada tertulis mendatangi, memang benar semua manusia akan mendatangi neraka, mendatangi bukan berarti semua masuk kedalam neraka, karena nanti ada yg masuk kedalam neraka, ada yg tidak masuk kedalam neraka yaitu mereka yg selamat menjalani jembatan shirath…

                lalu diayat 72 Allah menegaskan bahwa orang2 bertaqwa akan diselamatkan dan dilindungi dari api neraka sedang orang zalim masuk dalam neraka ……..

                • wikki 7:11 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

                  sebenarnya kita lagi bahas topik surah 19.71-72 sesuai dengan pokok bahasan tertera diatas bukan diawali Q19 67-72 .itu intinya ..tapi untuk melengkapi tak apalah baik>>>
                  …di ayat 67 jelas dikatakan manusia bukan kaum muslim saja, …semua manusia<<>>>>ataulengkapnya…19. Maryam
                  69. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.>>>>nah disini hanya memisahkan golongan yang sangat durhaka dengan yang tidak durhaka tidak lantas memasukkan keneraka..kemudian,artinya hanya proses..bukan langsung menghukum…diayat 71 ada tertulis mendatangi, memang benar semua manusia akan mendatangi neraka, mendatangi bukan berarti semua masuk kedalam neraka, karena nanti ada yg masuk kedalam neraka, ada yg tidak masuk kedalam neraka yaitu mereka yg selamat menjalani jembatan shirath….kamu pikir disini hanya piknik cuma melihat lihat saja???? kemudian kamu berkata ‘”oh inilah neraka ..ayo pulang .””bukan begitu yang namanya mendatangi bukan piknik..yang seenaknya pulang lagi..operasi penyelamatan dengan jembatan shirat…/???nggak mungkin ada yang selamat….

                  • SERBUIFF 7:37 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

                    yah kalau orang bego memang suka ngambil kalimat ayat yg ujung aja , awalnya nggak diambil….akibatnya pemahaman ente jadi rancu… ….atau sengaja dirancukan,,,,,biasa gaya gembong iff kebanyakan gitu…….memahami suatu kalimat ayat harus satu kesatuan dari awal hingga akhir sehingga utuh alur ceritanya dan akan jelas maksud ayat tsb. ….lu ibarat nonton film diakhir saja sehingga lu ngak tahu awal dan tengah cerita film tsb…

                    lu lihat alurnya : mendatangi setelah itu menyeberang jembatan….nggak ada aku bilang balik lagi….

                    orang2 yg bertaqwa akan selamat dan tidak akan masuk ke dalam neraka ,lihat : …Sebagian mereka ada yang melewati neraka tanpa disertai rasa takut terhadap apapun dari kesulitan dan tidak pula merasakan panasnya, hingga ia berkata pada akhir perjalanannya: “Dimanakah jembatan itu ?” Lalu dikatakan kepadanya: “Telah engkau lalui jembatan itu tanpa kesusasahan berkat rahmat Allah.”
                    Sepuluh kumpulan manusia di Shirath http://id.wikipedia.org/wiki/Shirath

                    • wikki 8:24 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

                      saya sudah ambil semua bahkan satu demi satu

    • wikki 5:30 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

      hey orang masuk neraka atau sorga tergantung berat amalannya lu baca>>>> itukan katamu ..lihat q.19:71…..tak ada tertulis tergantung amal ibadah..Sura 19:70-72 dikutip secara penuh di h. 97
      · langsung diseret ke dalam api yang menyala-nyala (Sura 37:68)
      · kulit mereka terpanggang dan dibaharui lagi (Sura 4:56)
      · dipaksa mencicipi cairan mendidih, cairan gelap, pekat dan sangat dingin
      (Sura 38:57)
      · disajikan cairan yang sangat dingin maupun mendidih (Sura 78:21-25)
      · dimaksudkan untuk menanggung serangan api, air mendidih, bayangan asap
      gelap (Sura 56:4-44)
      · diberati dengan rantai membara dan dipukuli dengan tongkat besi (Sura
      14:49-50; 22:19-22)
      · dipakaikan pakaian dari api (Sura 22:19-22)
      · tidak mati dan juga tidak hidup (Sura 20:74; 87:13)
      · dimasukkan ke dalam api setiap kali mereka akan melarikan diri (Sura
      32:20)
      Penderitaan mental melebihi penderitaan fisik.
      Tidak ada damai disini, hanyalah pertikaian
      yang tidak berkesudahan dan saling tuduh
      menuduh (Sura 40:47-50). Kelepasan dalam
      kematian tidak tersedia bagi orang yang
      terkutuk, bahkan jika ada penyesalan
      mendalam (Sura 60:25-29). Surat Qaf
      Menggambarkan sebuah percakapan yang
      mengusik pikiran kita antara neraka dan Allah.
      Allah bertanya, “Neraka, apakah kamu sudah penuh?” Jawaban yang datang,
      “Apakah masih ada lagi?” (Sura 50:30).
      Kebencian Allah yang mendalam terhadap orang Yahudi dan Kristen muncul lagi
      di permukaan ketika para penghuni neraka dibagi ke dalam 7 kompartemen
      neraka. Alokasi-alokasi ini merupakan sesuatu yang menarik bagi orang Muslim
      karena kecenderungan mereka untuk menjahati para lawan mereka.
      · Jahannam (Gehenna) bagi para pendosa yang tidak bertobat sebelum
      ajal adalah yang paling sering disebut (sebanyak 77 kali dalam Qur’an).
      · Laza, tempat dimana orang Kristen akan merana (Sura 70:15).
      · Hutama, wilayah dimana orang Yahudi akan disiksa (Sura 104:5).
      · Sa’ir, kediaman roh-roh jahat
      · Jahim, tempat dimana penyembah berhala dibakar (Sura 40:7)
      · Saqar, ruangan yang disiapkan untuk penganut Zoroaster (Sura
      74:27)
      · Hawiya, tempat kediaman orang-orang munafik (Sura 101:9).
      Penghukuman dalam neraka Islam
      berada dibawah pengawasan malaikat,
      namun ada pengecualian besar –
      paman dari Muhammad, Abu Lahab,
      yang adalah seorang musuh besar
      mendapatkan perlakuan khusus. Dalam
      lima ayat dalam Sura yang berjudul
      “Lahab” (Sura 111), Muhammad (maaf,
      maksud saya Allah) membuat sebuah
      skenario yang penuh dendam: Abu
      Lahab harus dibakar terus-menerus.
      Istrinya yang buruk rupa (kali ini tidak ada bidadari) menyediakan kayu api
      agar api neraka dapat terus menyala. Qur’an gagal menciptakan sebuah
      kompartemen spesial bagi pria yang tidak beruntung ini. Tradisi Islam
      menggambarkan kengerian tambahan dalam neraka, kalau-kalau bayangan
      kengerian sebelumnya tidak terlalu mengerikan.

    • wikki 9:43 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      seujung kuku katamu apakah dengan bukti bukti diatas bisa kamu membantah????menurut anda itu karanganku sendiri???

    • wikki 10:32 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      yang mana lagi senjatamu ???semua sudah kupatahkan

    • wikki 11:33 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      tunjukin keluarin dong

      • SERBUIFF 11:37 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

        udah, lu aja yg bebal nggak ngarti2 dari penjelasan gue…

    • wikki 11:54 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      apanya yang nggak ngertiayat itu tidak perlu penjelasan …..sudah jelas ….tidak ada tapi tapian….

      • Clue Verity 7:55 am on 10/02/2014 Permalink | Reply

        @wikki

        bisa tunjukkan Sorga untuk kristen …sorry belum nemu, kecuali ayat yang sangat jelas tentang pengusiran oleh Yesus kepada para kriminal dan sangat “berciri kristen” sekali…monggo…hehehe

        Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”(Matius 7:22-23)

        • wikki 5:29 am on 12/02/2014 Permalink | Reply

          sdr Clue Verity blok ini bukan membahas agama orang lain..disini cuma membahas quran dan islam jadi .ingat jaka sembung bawa golok nggak nyambung goblok…..

        • Clue Verity 10:57 am on 12/02/2014 Permalink | Reply

          @Wikki

          Hahahaha…..masuk neraka ya, sebagai kriminal lagi…mana Sorga untuk domba yang najis….hayo adakah ????

    • fath 6:45 pm on 09/02/2014 Permalink | Reply

      Ana abdillah wa ana InsyaAllah ummat Muhammad, cuman mo bilang Aq ga pernah takut msk neraka jika mmg Allah yg menghendakinya. Aq cuman takut jika tdk bertemu denganNya. Marilah menyelidiki agama masing2 krn dgn begitulah, manusia akan mengetahui kebenaran yg sebenarnya. (tentu saja diiringi bukti2 yg kongkrit). Krn semakin anda menyelidik maka anda akan semakin kagum tunduk drpdNYA, selamat mencoba…………. Dan assalam unt semua

    • wikki 5:21 am on 12/02/2014 Permalink | Reply

      kangn membut tafsir eenak udemu.Q19:71وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا
      artinya.Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.> kanu faham kan? enak aja bikin tafsir sendiri

      • Clue Verity 10:31 am on 12/02/2014 Permalink | Reply

        @wikki

        Terus Sorga buat kamu yang dijanjikan Yesus mana…?!

        • wikki 2:53 pm on 18/02/2014 Permalink | Reply

          sdr clue veriti yang pintar tapi tolol diblok ini kta tidak sedang membicarakan topik yang lain ngarti ngga ini blok islam….! islami sekli kamu

    • deng xiao ping 12:18 pm on 18/02/2014 Permalink | Reply

      yesus dikorbankan untuk setan, karena darahnya disantap tuhan yang doyan kemenyan dan lemak busuk.

      ibrani 10 (8) Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” –meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat–.

      sebelumnya tuhan ini seneng kemenyan dan lemak busuk isi perut, anda mau punya tuhan ginian.lihat saja orang2 ke gunung kawi bakar kemenyan minta sama setan

      imamat 2
      (1) Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya.
      (3) Kemudian dari korban keselamatan itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai korban api-apian bagi TUHAN,
      9) Kemudian imam harus mengkhususkan dari korban sajian itu bagian ingat-ingatannya lalu membakarnya di atas mezbah sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN

      tuhan bapak yesus seneng lamak isi kotoran perut kambing dibakar dioles kemenyan
      wah wah mau cium baunya??tentu kamu akan muntah.kalo seneng pesan stu posrsi
      xixixixiixi
      setelah mati lalu yesus disembah jadi tuhan.
      ha ha ha agama orang bodoh zaman kuda gigit besi

    • wikki 5:10 pm on 18/02/2014 Permalink | Reply

      deng xiao ping.satu lagi baru lulus dari pesantren kemarin sore membicrakan kitab orang lain ditempat yang bukan tempatnya…..baru lulus ya

      • eslameslam 6:29 am on 10/04/2015 Permalink | Reply

        salam bung wikki,,,,,

        ini umat nya mamad begi bange ya,,, masa cerita tentang pamannya mamad “Abu Lahab” yang oleh mamad sendiri katakan masuk neraka, tapi yang nga masuk akal mamad katakan istri abu lahab yang terus menerus memasukkan kayu bakar ke dalam neraka yang di tempati abu lahab…. itu nera\ka apa pakai ya harus pakai kayu bakar agar nerakanya nga padam…si mamad ngarang dongeng tapi celakanya umat percaya dongeng, api neraka abu lahab harus terus menerus di beri kayu agar apinya tidak padam ……………………………..

  • SERBUIFF 11:20 pm on 22/08/2012 Permalink | Reply
    Tags: Jembatan Sirath di Akhirat   

    Jembatan Sirath di Akhirat 

    Jembatan Sirath di Akhirat

     

    Shirat adalah jembatan yang terbentang di atas Neraka Jahannam, yaitu jembatan antara surga dan neraka. Semua manusia akan melewatinya pada hari Kiamat berdasarkan amal perbuatannya, seorang muslim akan selamat, ada yang selamat lagi terkoyak dan ada yang terlempar ke Neraka Jahannam.
    Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman,

    وَإِن مِّنكُمۡ إِلَّا وَارِدُهَا‌ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتۡمً۬ا مَّقۡضِيًّ۬ا  ثُمَّ نُنَجِّى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّنَذَرُ ٱلظَّـٰلِمِينَ فِيہَا جِثِيًّ۬ا

    “Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. “ (Maryam: 71-72).
    Ada dua penafsiran tentang mendatanginya bagi kaum mukminin, yakni sekedar melewatinya, atau benar-benar masuk neraka, namun neraka itu terasa dingin dan sejahtera oleh mereka sebagaimana api yang dirasakan oleh Nabi Ibrahim.
    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
    … وَيُضْربُ الصِّرَاطُ وَهُوَ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ فَأَكُوْنُ أَنَا وَأُمَّتِي أَوَّلَ مَنْ يُجِيْزُ، وَلاَ يَتَكَلَّمُ يَوْمَئِذٍ إِلاَّ الرُّسُلُ، وَدَعْوَى الرُّسُلُ يَوْمَئِذٍ: اَللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلَّمِ.


    “… Kemudian dibentangkan shirat yang terbentang di atas Neraka Jahannam. Aku dan umatku adalah yang pertama-tama menitinya. Tidak ada yang berbicara pada hari itu kecuali para rasul, dan doa para rasul pada hari itu adalah, “Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah.”
    (Muttafaq ‘Alaih).

    Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

    ” Ash-shirat dibentangkan diatas punggung jahannam.Aku dan umatku yang pertama kali melewatinya.Hanya para rasul yang berhak berbicara pada hari itu. Do’a para rasul adalah :”Ya, Allah selamtakanlah mereka, selamatkanlah mereka”.Diatas Jahannam itu terdapat jangkar-jangkar yang bagaikan duri sa’dan.Tahukah kalian apa duri Sa’dan itu? [Sa’dan adalah sejenis tumbuhan yang dipenuhi dengan duri pada segala sisinya–penulis]Kami menjawab: Ya.Sungguh ia seperti duri Sa’dan. Hanya Allah sajalah yang mengetahui besarnya. Mereka semua akan diperlakukan sesuai dengan amal perbuatan mereka” (HR. Bukhari, kitabu riqaaq bab: Ash-Shirat adalah jembatan diatas Jahannam. Muslim no.182, kitabul Iman).

    Tidak akan menyeberangi titian Sirat melainkan orang Mukmin.

    Dari Abi Hurairah radiyallahu anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “…dibentangkan titian Sirat di antara Neraka Jahannam, maka akulah dan ummatku yang pertama menyeberanginya. Tidak berkata-kata pada ketika itu kecuali para rasul dan doa mereka ialah : “Ya Allah, selamatkan, selamatkan!” Riwayat Bukhari

    |Fudhal bin iyadh brkata perjalanan di sirat memakan waktu 15000 tahun. 5000 tahun menaik,5000 tahun mendatar dn 5000 tahun menurun,ada makhluk yg melitasinya seperti kilat,seperti ANGIN, menunggang binatang  dn berjalan kaki. ada yg tdk dpt melintasinya disebabkan api neraka sentiasa menyambar kaki mereka, lalu mereka JATUH ke dalamnya|

    Orang pertama melalui sirat ialah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam yang memimpin umat lain.

    Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam artinya: “Dan direntangkan sirat di antara dua jurang neraka jahanam, maka akulah Rasul pertama yang melaluinya bersama umatku yang lulus.”

    Dari Abi Said Al-Khudriy radiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam : “…Maka orang mukmin akan melaluinya seperti kerdipan mata; (ada yang) seperti kilat dan taufan, seperti burung, seperti kuda dan tunggangan yang terbaik; maka yang berjaya selamat sampai, yang tersiat dihantar, yang terkait berada dalam neraka…” Sebahagian dari hadith riwayat Muslim

    Dari hadits Abi Hurairah dan Huzaifah radiyallahu anhum : “…berjalan bersama mereka amalan mereka dan nabi kamu berada di atas titian sirat dalam keadaan berkata: “Ya Tuhan, selamatkan! Selamatkan!”, sehingga lemahnya amalan hamba-hamba dan sehingga datang seorang lelaki yang tidak mampu berjalan melainkan merangkak” Sebagian dari hadits riwayat Muslim

    Tingkat kecepatan seseorang mukmin meniti titian itu bergantung kepada tingkat keimanan dan amal masing-masing. Semakin tinggi keimanan dan amalan, kian laju menuju titian itu. Perjalanan semua manusia di atas Sirat Mustaqim adalah berbagai tingkat diantaranya ialah :

    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat secepat kilat.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti tiupan angin.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti burung terbang.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat bagaikan kuda pacuan.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat bagaikan lelaki perkasa.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat bagaikan binatang peliharaan.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat dalam waktu sehari semalam.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama satu bulan.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama bertahun-tahun.
    Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama 25 ribu tahun.
    semua perkiraan waktu adalah mengikut perkiraan waktu dunia.

    Diantara tips untuk dapat selamat melintasi Titian Sirat Mustaqim

    Dalam sebuah hadits panjang riwayat  Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu anhu., Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda yang artinya :

    “Dan diletakkan sebuah jembatan di atas neraka jahannam, lalu aku dan umatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Rasul-rasul berdoa pada hari itu : ‘Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.’ Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pokok Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pokok Sa’dan?” Para sahabat menjawab, “pernah, wahai Rasulullah.”

    Baginda melanjutkan : “Sesungguhnya pengait itu seperti duri pohon Sa’dan, namun hanya ALLAH TA’ALA yang tahu besarnya. Maka ramai manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.”
    Suasana pada saat itu pastinya mengerikan. Suara teriakan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirat yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dan nabi-nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia,

    “Ya ALLAH, Selamatkan, Selamatkan.”

    Setiap muslim wajib menjadikan kepercayaan kepada perkara ini sebagai aqidahnya. Berkenaan dengan sifat titian ini,

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam pernah bersabda mafhumnya : “Ia ialah sebuah jalan yang sangat licin, kaki sulit sekali berdiri di atasnya.”
    (Riwayat  Muslim dari Abu Said Al-Khudri)

    Dalam hadits Ahmad dari Aisyah radiyallahu’anha., Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam menyifatkan bahawa sifat titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang.Sirat di akhirat ini wujud hasil daripada titian hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Oleh sebab itu, siapa yang memilih jalan ALLAH, sambil berpegang teguh dengan syariat Islam, maka sirat di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke syurga idaman.Sebaliknya, siapa yang enggan melalui jalan ALLAH ini, lalu memilih jalan hidup yang bebas daripada aturan halal-haram, maka hari itu sirat yang akan dilaluinya menjadi sangat sempit dan sukar dilalui. Golongan ini akan tergelincir dari titian lalu jatuh melayang-layang ke dalam neraka jahannam selama-lamanya.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam pernah menyebut beberapa amalan yang dapat menjamin keselamatan seseorang melintas di atas sirat. Antaranya adalah :

    ~Banyakkan bersedekah
    ~Membiasakan diri hadir ke masjid

    Beberapa amalan buruk dapat merencatkan kelancaran perjalanan seseorang di atas titian sirat:

    1. Membuat tuduhan dusta kepada seorang Mukmin.
    Abu Daud meriwayatkan dari Muaz bin Anas al-Juhani, sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam yang artinya :
    “Barangsiapa yang menjaga seorang Mukmin daripada gangguan munafik, maka ALLAH TA’ALA akan mengutus seorang malaikat untuk menjaga tubuhnya daripada api neraka jahannam, dan barangsiapa yang membuat tuduhan (dusta) kepada seorang Mukmin untuk memburukkan namanya, maka ALLAH TA’ALA akan menghentikan langkahnya di atas sirat hingga ia bersedia melepaskan tuduhan tersebut.”

    *Termasuk membuat tuduhan dusta ialah menyokong tuduhan tersebut dan menyebarkannya dalam kalangan masyarakat untuk merusakkan nama baik atau reputasi orang yang dituduh. Justeru, berhati-hatilah dalam menapis tiap berita dan cerita yang kita terima. Lebih-lebih lagi bila berkaitan dengan dosa seperti zina dan liwat. Kita memohon agar ALLAH TA’ALA membersihkan umat kita daripada sifat tercela ini.

    SUMBER: Sha Ridhuan

    http://alwiabusyauqi.blogspot.com/2012/04/jembatan-sirath-di-akhirat.html

    ==========================

    Shirath

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Al-Shirath (Arab:الصراط Ash-Shirāth) adalah jembatan/ titian yang terbentang di atas permukaan neraka Jahannam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri.[1][2] Setelah melewati masa di Mahsyar, kaum Muslim akan dibentangkan shirath bagi mereka di atas Jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai dengan kadar keimanan mereka. Orang yang pertama kali melewatinya adalah Muhammad, kemudian Muhammad berdiri di tepi shirath seraya berdoa, “Rabbi, selamatkan, selamatkan!” [3] Jika ada umat-Nya yang pernah menyekutukan Allah dengan kesyirikan besar dan belum bertaubat sebelum kematiannya, akan mengakibatkan kekekalan di dalam neraka.

    Adapun orang-orang kafir dengan berbagai jenisnya, musyrikin, penyembah berhala, atheis dan yang lainnya, mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dibukakan ketujuh pintu Jahannam bagi mereka. Sesuai dengan surah Az Zumar: 71,
    “ Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya.(Az-Zumar [39]:71) ”

    dan Surah Al-Hijr [15]:44,
    “ Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.(Al-Hijr [15]:44) ”
    Daftar isi

    1 Etimologi
    2 Wujud Shirath
    2.1 Pertanyaan disetiap pos
    3 Sepuluh kumpulan manusia di Shirath
    4 Catatan kaki
    5 Referensi

    Etimologi

    Kata shirath secara akar bahasa memiliki arti ‘tertelan’.[4] Penamaan jembatan ini mengapa disebut sebagai jembatan Shirath adalah berdasarkan kedua hadits shahih berikut ini, “Maka dibuatlah Ash-Shirath di atas jahannam ….”[5] “Dan diutus amanah dan kekerabatan, maka keduanya berdiri di kedua tepi Ash-Shirath ….”[6]
    Wujud Shirath

    Jembatan yang menghubungkan Mahsyar dengan Surga, menurut keterangan sahabat Abu Said, “Jembatan ini lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari pedang.”[7][8]

    Muhammad pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan Shirath yang berada di atas neraka, yaitu jembatan yang terletak di tengah-tengah neraka Jahannam yang sangat licin dan dapat menggelincirkan. Jembatan ini mempunyai 7 gardu (pos), yang setiap gardu jaraknya sama dengan perjalanan 3000 tahun, seribu tahun berupa tanjakan yang tinggi, seribu tahun berupa dataran, dan seribu tahun berupa lereng yang curam. Dia lebih kecil dan lembut dari pada rambut, lebih tajam dari pada pedang, dan lebih gelap dibandingkan malam yang pekat. Setiap gardu mempunyai 7 cabang, setiap cabang bentuknya bagai panah yang ujungnya tajam. Duduklah setiap hamba di atas setiap gardu tersebut dan ditanyakan kepadanya tentang perintah-perintah Allah.”
    Pertanyaan disetiap pos

    Selama perjalanan di shirath, setiap seorang hamba akan ditanyakan tentang apa saja yang telah ia kerjakan selama hidupnya. Pertanyaan disetiap pos adalah sebagai berikut:

    Pos pertama iman,
    Pos kedua salat,
    Pos ketiga zakat,
    Pos keempat puasa,
    Pos kelima haji dan umroh,
    Pos keenam wudhu’ dan mandi junub,
    Pos ketujuh tentang sikap terhadap kedua orang tua, menyambung tali persaudaraan dan penganiayaan terhadap sesama makhluk hidup.

    Jika seorang hamba lolos dari semua pertanyaan-pertanyaan ini, maka tetaplah ia pada pos dan jika tidak, maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka.

    Dalam suatu riwayat diceritakan: Sesungguhnya ketika manusia melewati jembatan, maka api neraka berada di bawah telapak kaki mereka, ada yang berada di atas kepala mereka, ada yang berada di sebelah kanan dan kiri mereka, serta ada yang berada di belakang dan di depan mereka. Allah berfirman dalam Surah Maryam:
    “ Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu, hal itu bagi Tuhanmu adalah kepastian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (Maryam [18]:71-72). ”

    Sedangkan api neraka itu selalu memakan tubuhnya, mulai dari kulit sampai dagingnya, sehingga orang yang lewat di atas jembatan itu bagaikan arang yang hitam, kecuali orang-orang yang selamat dari api neraka. Sebagian mereka ada yang melewati neraka tanpa disertai rasa takut terhadap apapun dari kesulitan dan tidak pula merasakan panasnya, hingga ia berkata pada akhir perjalanannya: “Dimanakah jembatan itu ?” Lalu dikatakan kepadanya: “Telah engkau lalui jembatan itu tanpa kesusasahan berkat rahmat Allah.”
    Sepuluh kumpulan manusia di Shirath

    Manusia yang pertama kali menginjakkan kakinya di Shirath adalah Muhammad, dia akan memimpin kumpulan-kumpulan umatnya. Kumpulannya terbagi menjadi 10 bagian, yaitu:

    Kumpulan pertama berhasil melintasi seperti kilat yang memancar.
    Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang.
    Kumpulan ketiga melintasi seperti kuda yang baik.
    Kumpulan yang keempat seperti burung yang pantas.
    Kumpulan yang kelima berlari.
    Kumpulan keenam berjalan.
    Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk karena mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka. Muhammad berhenti di atas Shirath. Setiap kali, Muhammad melihat seorang dari umatnya bergelayut di atas Shirath, kemudian ia akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali.
    Kumpulan kedelapan menarik muka-muka mereka dengan rantai karena terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: “Wahai Muhammad!” Muhammad kemudian berkata: “Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka”!
    Kumpulan kesembilan dan kesepuluh tertinggal di atas Shirath, mereka tidak diizinkan untuk menyeberang.

    Dikatakan bahwa, di pintu surga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira hanya Allah saja yang mengetahui. Di atasnya ada anak-anak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka belum baligh (dewasa). Apabila mereka melihat orang tua mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki surga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera.
    Catatan kaki

    ^ Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim, juz I, no. 352
    ^ Shirath disitus web dinul-islam.org
    ^ Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
    ^ Etimologi Shirath
    ^ Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim.
    ^ Hadits riwayat Imam Muslim
    ^ Hadits dari sahabat Muhammad yaitu Abu Said.
    ^ “Sampai kepadaku bahwa jembatan ini (ash-shirath) lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang” Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim 1 / 167).

    Referensi

    Shirath – Jembatan di atas Jahannam
    Penamaan Shirath

     
    • wikki 2:54 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

      Shirat adalah jembatan yang terbentang di atas Neraka Jahannam, yaitu jembatan antara surga dan neraka. Semua manusia akan melewatinya pada hari Kiamat berdasarkan amal perbuatannya, seorang muslim akan selamat, ada yang selamat lagi terkoyak dan ada yang terlempar ke Neraka Jahannam.
      Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman,####kecuali kafir dong….karena kami sudah menemukan jalan kebenaran dan kehidupan..<<<>>>“Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. “ (Maryam: 71-72).>>>untuk kafir ayat ini tidak berlaku jadi jelas semua sudah merupakan kemestian …ingat itu…dengar ustad bicara ..berani menentang..?????<<<<>>>>>kalau dingin bukan neraka dong yang nota bene tempat pembakaran …sekedar melintas??? tetap saja terbakar.>>><<>…nah sia sialah semua amal ibadah karena tetapjuga harus melintasi sampai ribuan tahun.>>><<>><<<

      • SERBUIFF 3:34 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

        semua manusia akan melewati shirat tsb, orang kafir akan jatuh dan masuk kedalam neraka. orang yg beriman berat amal timbangannya akan selamat.

        • wikki 4:41 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

          eee…tak ada dikatakan disana masuk neraka bagi kapfir atau pengikut isa almasih atau pengikut nasrani…jangan dipelintir..kita mengerti quran..bung..malah dikatakan dalam quran tidak ada keraguan buat kami…

    • wikki 3:32 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

      Tingkat kecepatan seseorang mukmin meniti titian itu bergantung kepada tingkat keimanan dan amal masing-masing. Semakin tinggi keimanan dan amalan, kian laju menuju titian itu. Perjalanan semua manusia di atas Sirat Mustaqim adalah berbagai tingkat diantaranya ialah :

      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat secepat kilat.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti tiupan angin.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti burung terbang.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat bagaikan kuda pacuan.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat bagaikan lelaki perkasa.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat bagaikan binatang peliharaan.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat dalam waktu sehari semalam.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama satu bulan.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama bertahun-tahun.
      Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama 25 ribu tahun.
      semua perkiraan waktu adalah mengikut perkiraan waktu dunia.>>>>>.
      naik sapu terabang ada nggak ya..soalnya bisa sambil memandang mandang..

      Dan diletakkan sebuah jembatan di atas neraka jahannam, lalu aku dan umatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Rasul-rasul berdoa pada hari itu : ‘Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.’ Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pokok Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pokok Sa’dan?” Para sahabat menjawab, “pernah, wahai Rasulullah.”

      Baginda melanjutkan : “Sesungguhnya pengait itu seperti duri pohon Sa’dan, namun hanya ALLAH TA’ALA yang tahu besarnya. Maka ramai manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.”
      Suasana pada saat itu pastinya mengerikan. Suara teriakan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirat yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dan nabi-nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia,

      “Ya ALLAH, Selamatkan, Selamatkan.”

      Setiap muslim wajib menjadikan kepercayaan kepada perkara ini sebagai aqidahnya. Berkenaan dengan sifat titian ini,

      Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam pernah bersabda mafhumnya : “Ia ialah sebuah jalan yang sangat licin, kaki sulit sekali berdiri di atasnya.”
      (Riwayat Muslim dari Abu Said Al-Khudri)

      Dalam hadits Ahmad dari Aisyah radiyallahu’anha., Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam menyifatkan bahawa sifat titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang.Sirat di akhirat ini wujud hasil daripada titian hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Oleh sebab itu, siapa yang memilih jalan ALLAH, sambil berpegang teguh dengan syariat Islam, maka sirat di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke syurga idaman.Sebaliknya, siapa yang enggan melalui jalan ALLAH ini, lalu memilih jalan hidup yang bebas daripada aturan halal-haram, maka hari itu sirat yang akan dilaluinya menjadi sangat sempit dan sukar dilalui. Golongan ini akan tergelincir dari titian lalu jatuh melayang-layang ke dalam neraka jahannam selama-lamanya.>>>>><<<< habis lah sudah harapan para muslim sudah jematanya tipis sepeti rambut dibelah tujuh…itupun dirintangi dengan duri yang melengkung mirip mata kaillah .apa kini harapan?????masuk neraka tak ada alasan apapun berapapun amal ibadah tetap masuk..monggo ….mas ..neraka ,,..panas atau dingin ..???

      • SERBUIFF 3:36 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

        semua manusia akan melewati shirat tsb, orang kafir seperti lu, akan jatuh dan masuk kedalam neraka sedang . orang yg beriman yg berat amal timbangannya akan selamat.

    • wikki 3:46 am on 23/08/2012 Permalink | Reply

      islam dan kafir itu beda jalannya bung ..islam harus masuk neraka ..sementara kafir sudah menemukan jalan kebenaran dan hidup…contoh ..dari jakarta ke amerika ..pasti tak akan tersesat karena kami bersama sama dengan presidenya Barak Obama …tak mungkin dong melenceng..tidak ada timbangan timbangan buat kami..seperti islam berat amal dan dosa….mana yang lebih berat…ndak ada itu…!!!

    • SERBUIFF 7:46 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      ane kasihan melihat ente,…kok bisa mimpi seperti itu ya…mau masuk sorga….lu mimpi.!…Allah akan memasukkan ente ke neraka dan mendapat azab yg kekal, karena telah mensekutukanNya dg yesus karena lu menuhankan yesus.

    • wikki 8:22 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      Tuduhanmu tidak beralasan kawan….mengenai aku tak perlu kamu memikirkan aku karena aku sudah punya jalan sendiri tapi ..bagai mana nasib orang orang yang sudah dibohongi selama ini ..padahal harus berahir di neraka …mereka sungguh sungguh ..tetapi akhirnya di sekak dengan surah 19.;71-72

      • SERBUIFF 9:26 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

        nggak ada yg dibohongi, …penjelasan gue sangat TERANG BENDERANG seperti kata si Poltak

    • wikki 9:55 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      maksudmu tega kamu membiarkan mereka masuk neraka ????biar ada kawanmu??? benar benar kau ini raja tega ….

      • SERBUIFF 10:17 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

        ha,ha,ha…orang2 yg bertaqwa akan masuk syurga, orang2 kafir seperti lu akan masuk neraka,,,siap2 lu ya…

    • wikki 10:22 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      ketetapan tetap ketetapan segala sesuatu ketetapan yang sudah ditulis dan dibacakan untu pengikut muhammad tidak bisa di langgar .bila sudah ditetapkan masuk maka ..tak ada alasan …tapi aku banyak beramal ibadahku kujalankan,…sambil menoleh kebelakang ….tapi pusaku tidak ada yang bolong,,,,TUHAN BERKATA masuuuuuk ..dengan sedih ..ahirnya masuk juga…

      • SERBUIFF 11:45 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

        ha,ha,ha,,,dah kelihatan stress lu ya …nggak mampu menangkis serangan serbuiff…

    • wikki 11:48 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      itu sesuai dengan wahyu…..Q:19;71-72

      • SERBUIFF 11:52 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

        lu memang terbukti bebal…dah aku jelaskan berkali2 nggak ngarti juga…

    • wikki 11:50 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      dan aku merasa lagi tidak diserang ….

    • wikki 11:58 am on 24/08/2012 Permalink | Reply

      kreatip dong dikit ..buat senjata baru …yangan senjata abal abal yang mudah patah monggo senjata pamungkas….yaitu ….agamamu untuk kamu agamaku untuk aku…gitu…..kalau habis ..kamus…

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel