Updates from November, 2007 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 2:25 pm on 28/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: anti murtad, tim fakta   

    TIM FAKTA 

      Logged in: erfins | Log-out | Your Profile

     Depan  Dari Kami  Latar Belakang  Visi & Misi  Yang Dilakukan  Tentang Kami  Hubungi Kami

     Tim Fakta online 

    Assalamu’alaikum wr wb
    Blog ini dibuat sebagai media informasi tentang gerakan Kristenisasi maupun segala hal yang ber hubungan dengan sosialisasi Kristen ter hadap Islam yang dinilai dari undang-undang sangat bertentangan. Blog ini merupakan update dari http://www.fakta-online.com di Jakarta. Semoga blog ini dapat memberi informasi kita terhadap lingkungan sekitar kita.

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Supported by
    swaramuslim.net

    Advanced search

    Statistik

    Total Posting : 28
    Total Comment : 1
    Unique Counter : 0005669
    Total Member : 23
    Sedang Online

    Non Member : 1
    Members : 0
    Sekarang : 1
    Yang Lalu : 24

     

    < November 2007
    S M T W T F S
            1 2 3
    4 5 6 7 8 9 10
    11 12 13 14 15 16 17
    18 19 20 21 22 23 24
    25 26 27 28 29 30  

    Arsip Bulan

    View by Date
    View by Category
     Browse Month
    November 2007
    October 2007
    September 2007

    Katagory

    Berita

    TRANSKRIP UCAPAN Pdt. Mohammad Ali Makrus At-Tamimi Dalam VCD KKR GKJW 2007 06 Nov’07
    Habib Paulus Mohamad Ali Mahkrus Ata Mimi 19 Oct’07
    Penginjil Orang Madura 2 03 Oct’07
    Kristology

    Bahasa dan Kitab Suci 26 Nov’07
    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 2 (TAMAT) 25 Nov’07
    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 1 25 Nov’07
    Bimbingan Tauhid

    Allah Tuhanku dan Tuhanmu 26 Nov’07
    Si Kabayan Tidak Masuk Kristen 10 Oct’07
    Murtadin: Kesaksian Syarafuddin 07 Oct’07
    Islamology

    Headline Lain

    Memahami dan Mengenal Allah Tritunggal (Buku Sesat Karangan Abd. Yadi) 07 Oct’07
    Kristen “Murtadin” Meneror Lewat SMS 03 Oct’07
    Kristen Tauhid/Kristen Unitarian 03 Oct’07
    Penginjil Orang Madura 2 03 Oct’07
    Penginjil Orang Madura 1 03 Oct’07
    Kristenisasi pada TKI di Hongkong. 21 Sep’07
    Situs PDS Hujat Shalat Umat Islam 21 Sep’07
    “Insya Allah” Membungkam Ev. Jansen Litik 11 Sep’07
    Babi….oh…. Babi…… 11 Sep’07
    Adam Dituduh Homoseks 07 Sep’07
    Pemurtadan Dengan Hamilisasi 07 Sep’07

    Komentar

    Kristenisasi di desa Pait, Kasembon Malang
    21 Oct 07 – 8:18 pm

    Admin: Assalamu’alaikum wr wb Blog pada subdomain http://timfakta.swaramuslim.net dibuat sebagai media informasi tentang gerakan Kristenisasi maupun segala hal yang ber hubungan dengan sosialisasi Kristen ter hadap Islam yang dinilai dari undang-undang sangat bertentangan. Blog ini merupakan update dari http://www.fakta-online.com di Jakarta. Semoga blog ini dapat memberi informasi kita terhadap lingkungan sekitar kita. Wassalamualaikum …

    Investigasi Makrus Ali
    Oleh : Tim FAKTA 28 Nov 2007 – 5:31 am
    Jum’at 26/10 , Sabili bersama Tim Fakta, mencoba mencari klarifikasi data criminal markus mulai dari lapas lowokwaru malang hingga kekejaksaan pun hasilnya nihil. Buka nya tidak ada namun untuk data data kasus criminal tahun 90-an kemungkinan besar sulit ditemukan. “kan dulu masih manual mas, belum ada komputer sedangkan kasus criminal itu bisa puluhan dalam seminggu saja, nah ini yang dicari data tahun 90an, ini perlu waktu dan kami tidak berani janji “ ujar agus, staff administrasi Kejari kota malang saat dikonfirmasi Sabili.

    0 Komentar | dibaca 31 hits – Baca Lanjut 

    Allah Tuhanku dan Tuhanmu
    Bimbingan Tauhid Oleh : Tim FAKTA 26 Nov 2007 – 3:56 pm
    Dalam buku Islamic Invasion, Dr Robert Morey dengan mengutip dari berbagai referensi karya orientalis seperti H.A.R. Gibb, Arthur Jeffery, Henry P. Smith, Kenneth Cragg, W. Montgomery Watt, Caesar Farah dan lain-lain, menyatakan bahwa Allah itu merupakan nama ‘Dewa Bulan” yang disembah oleh bangsa Arab pra-Islam.

    Di dalam literatur Yahudi dan Kristen tidak pernah ditemukan bahwa nama Tuhan itu adalah Allah. (Robert Morey, Islamic Invasion, Confronting the World’s Fastest Growing Religion, Overseas Ministry, Garden Grove, USA, 1992, hal. 53-72). Tampaknya Dr. Robert Morey kurang memahami Alkitab. Meskipun kita hanya membaca terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris ataupun bahasa Indonesia tanpa disertai teks berbahasa Ibrani, kita masih bisa menemukannya nama Allah di masa nabi Ibrahim as. Sebab di dalam kitab suci umat Kristen sendiri, yakni pada kitab Kejadian pasal 16 telah menyebut dua kali panggilan singkat untuk Tuhan: El yang lengkapnya adalah Eloha atau Eloah (Ibrani), Alaha (Aram), Allah (Arab):

    0 Komentar | dibaca 57 hits – Baca Lanjut 

    Bahasa dan Kitab Suci
    Kristology Oleh : Tim FAKTA 26 Nov 2007 – 3:52 pm
    Menurut Alkitab (Bibel), dalam usia lanjut Ibrahim memiliki seorang anak, Ismail, yang kemudian menurunkan bangsa Arab yang jumlah komunitasnya sangat besar, sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh Allah kepada Hagar (Hajar):

    “Lagi pula kata malaikat Tuhan itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya” (Kejadian 16: 10)

    “Tentang Ismail, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar” (Kejadian 17: 20)

    0 Komentar | dibaca 44 hits – Baca Lanjut 

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 2 (TAMAT)
    Kristology Oleh : Tim FAKTA 25 Nov 2007 – 10:23 am
    Dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament” terbitan deutsche Bibelstifung Stuttgart, Germany tahun 1978, jumlah ayat dalam Perjanjian Lama (PL) berkurang 18.666 ayat. Jumlah ini diperoleh dari perbandingan dengan Alkitab standar Protestan maupun standar Katolik.

    Menurut Ev Jansen Litik, Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 22.465 ayat. (Tanya jawab Dogmatika Kristologi, hlm.18). Dengan demikian berarti Alkitab PL kehilangan sekitas 83 persen. Bila dibuka dengan cermat, dari lembaran pertama sudah terlihat mencolok adanya ayat-ayat yang raib itu. Bermula dari kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal 5, pasal 10, pasal 20, pasal 23, pasal 26, pasal 31, pasal 34, dan pasal 36.

    Dari seluruh kitab Perjanjian Lama (PL), yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kiotab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab terbitan Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lainnya tidak dimuat sama seklai. Di samping itu, bebrapa bagian di antaranya kehilangan searoh pasal. Jika dihitung, jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabMazmur berjumlah 1.830 ayat.

    0 Komentar | dibaca 39 hits – Baca Lanjut 

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 1
    Kristology Oleh : Tim FAKTA 25 Nov 2007 – 10:17 am
    Robert Morey, seorang orientalis barat, memuntahkan ekspresi antiislamnya dalam buku The Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion. Buku 221 halaman ini sarat dengan tuduhan, hujatan, adu-domba, fitnah, dan sumpah serapah terhadap islam, Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an, dan hadits Nabi. Drs. H Amidhan, Ketua majelis ulama Indonesia (MUI) menyebutkan The Islamic Invasion sebagai buku yang lebih kejam dari buku Ayat-ayat setan tulisan Salman Rushdie.

    Ironisnya, buku yang sangat berbahaya ini menjadi lahan bisnis oleh oknum penerbit Muslim. The Islamic Invasion diterjemahkan utuh lalu diterbitkan dengan tambahan “catatan pinggir” (142 halaman) tentang teologi Kristen. Catatan pinggir ini sama sekali tidak membantah berbagai hujatan Robert terhadap Islam. Seharusnya, jika penerbit berorientasi dakwah, seharusnya mereka menerbitkan catatan pinggir itu saja, tanpa menerbitkan terjemahan utuh The Islamic Invasion karya orientalis.

    0 Komentar | dibaca 44 hits – Baca Lanjut 

    TRANSKRIP UCAPAN Pdt. Mohammad Ali Makrus At-Tamimi Dalam VCD KKR GKJW 2007
    Berita Oleh : Tim FAKTA 06 Nov 2007 – 3:36 am
    Satu perkara yang mungkin menjadikan satu pertanda tanya besar dalam kehidupan kita, mengapa kita memilih Kristen menjadi agama kita. Mengapa kita memilih Kristen menjadi agama kita? Ada banyak alasan yang sering dibuat oleh manusia, namun yang menjadi catatan yang perlu kita garis bawahi, bahwa agama Kristen sangat identik dengan pengikut Kristus, dan semua manusia tahu, bukan saja orang Kristen, khususnya saudara-saudara kita di bani Kedar, mereka tahu bahwa Yesus memiliki jalan yang lurus. Yesus memiliki jalan yang lurus. Sehingga kekristenan kita ketika kita keluar dari rumah kita sudah di pantau oleh mereka ucapan kita tutur bahasa kita dan langkah kita, pola pemikiran kita, semua apa yang kita kerjakan selalu dipantau oleh keberadaan kita, apalagi di depan orang-orang Islam.

    Lantas bagaimana peran kita sendiri di tengah-tengah masyarakat? Setelah saya lihat saat ini adalah kebalikannya gereja sudah menjadi diskotik itu sudah banyak. Sehingga sesuatu yang sangat memprihatinkan, ketika saat ibadah sekalipun gereja sudah menjadi diskotik. Ini sangat membahayakan sekali kalau gereja sudah menjadi diskotik. Namun saat ini, ada pertanda tanyaan dalam hati kita bersama. Kalau gereja sudah dijadikan diskotik, lantas apa yang bisa kita perbuat? Sebagai laskar-laskar kristus, sudahkah kita memiliki kekristenan yang benar?

    0 Komentar | dibaca 548 hits – Baca Lanjut 

    Habib Paulus Mohamad Ali Mahkrus Ata Mimi
    Berita Oleh : Tim FAKTA 19 Oct 2007 – 9:47 pm
    Setelah heboh pelecehan al-Qur’an di Malang beberapa waktu lalu, kini muncul lagi kaset VCD pelecehan terhadap Islam. Pelakunya “Pendeta” Markus Margiyanto.

    Pelecehan terhadap islam ini sangat mengejutkan masyarakat Malang, Jawa Timur. Apalagi rentang waktu dengan heboh VCD pelecehan al-Qur’an di Hotel Asida itu, tidak terlalu lama. Kasus pelecehan baru ini yang juga melalui VCD, dilakukan seseorang yang mengklaim dirinya mantan ketua FPI** Jawa Timur. Namanya, Habib Paulus Mohamad Ali Mahkrus Ata Mimi

    VCD ini pertama kali didapat oleh Abu Rantizy, anggota Tim FAKTA (Forum Anti Gerakan Kemurtadan) Malang yang diperoleh dari temannya yang berinisial EU, (25 Aug 07), seorang mekanik komputer di Kota Batu.

    0 Komentar | dibaca 969 hits – Baca Lanjut 

    Si Kabayan Tidak Masuk Kristen
    Bimbingan Tauhid Oleh : Tim FAKTA 10 Oct 2007 – 7:54 pm
    Siapa yang tak kenal Kabayan, film seri yang ngetop tahun 80-an di TVRI dan TPI awal 90-an. Anda pun ingat, siapa pemeran Kabayan yang ditayangkan TPI itu? Ia pelawak yang biasa dipanggil Kang Ibing atau Kang Maman. Panggilan Kang Ibing diterimanya sejak ia masih menjadi penyiar Radio MARA, Bandung. Sedangkan panggilan Kang Maman, disematkan penggemarnya sejak film seri Kabayan yang diperankannya nongol di TPI. Akhirnya, ia pun menerbitkan kaset berjudul “Kang Maman Mencari Gadis Jujur”.

    Saat ini, perjalanan hidup sang pelawak, kian dekat dengan Islam. Ia memang terlahir dari keluarga aktivis Islam di Jawa Barat. Tak heran, jika di masa tuanya ini, ia pun mengabdikan dirinya di jalan dakwah. Bersama Prof Salumuuddin, pelawak yang punya nama asli Kusumayatna Kusumadinata ini, mengkhidmatkan dirinya di Dewan Pimpinan Pesantren Modern Baiturrahman Bandung. Selain itu, ia berperan mendirikan beberapa masjid di Bandung dan sekitarnya.

    0 Komentar | dibaca 360 hits – Baca Lanjut 
    Next >>
     
       
     

    Advertisements
     
    • hassan 4:34 pm on 03/01/2008 Permalink | Reply

      Fastor menipu ummat islam Bontang Kaltim.
      Beberapa hari lalu di komplek PT. Badak-Bontang ummat islam ditipu ulah seorang kristen pura-pura masuk islam dengan mengucap syahadat dihadapan jamaah selanjutnya berapa hari kemudian di telah memberi ceramah dihadapan ummat islam di masjid Alfalah, saking lihainya retotika tipuannya banyak jamaah yang terharu dan memberi infaq. alhamdulillah kedoknya sudah terbongkar dan sekarang sedang berurusan dengan kepolisian di kota samarinda. ini adalah pelajaran buat kita ummat islam agar jangan mudah tertipu dengan mereka para misionaris yang nyari duit dengan menipu dimana-mana.

    • hassan 4:41 pm on 03/01/2008 Permalink | Reply

      Fastor menipu ummat islam Bontang Kaltim.
      Beberapa hari lalu di komplek PT. Badak-Bontang ummat islam ditipu ulah seorang kristen pura-pura masuk islam dengan mengucap syahadat dihadapan jamaah selanjutnya berapa hari kemudian di telah memberi ceramah dihadapan ummat islam di masjid Alfalah, saking lihai retotika tipuannya banyak jamaah yang terharu dan memberi infaq. alhamdulillah kedoknya sudah terbongkar dan sekarang sedang berurusan dengan kepolisian di kota samarinda. ini adalah pelajaran buat kita ummat islam agar jangan mudah tertipu dengan mereka para misionaris yang nyari duit dengan menipu dimana-mana.

    • Dwi 8:10 am on 12/03/2008 Permalink | Reply

      Bebarapa hari ini saya sedang sedih dan trenyuh, betapa tidak gerakan pemurtadan terjadi pada sahabat saya sendiri, dia merasa ditipu oleh suaminya sendiri, suaminya yang tadinya mengaku muslim sehingga bisa menikahinya setelah menikah dan punya anak baru dia mengaku kalau dia katolik dan saat ini dia dan keluarganya sedang memaksa dengan berbagai cara untuk mengkristenkan istri dan anaknya yang berumur 3 tahun, istrinya tidak tahan dan tidak berani mengadu pada keluarganya di kampung sedangkan dia disini tanpa ada saudara yang bisa membantunya apalagi dia hanya seorang ibu rumah tangga dan tidak punya penghasilan sendiri, terakhir suaminya bisa memaksanya untuk menikah digereja dan hampir saja dia dibaptis tapi dia bisa menghindar dari baptis itu, sekarang tinggal anaknya yang hari minggu ini akan dibaptis, dia tidak rela anaknya dibaptis dan ingin pergi dan lari dari suaminya sejauh-jauhnya, saya sudah berusaha membantu dia dan memberi pengertian sebisaku.
      Kepada para uamt muslim yang membaca tulisan ini saya mohon doa dan bantuannya apa yang harus saya lakukan untuk membantu teman saya itu, saya yang menyarankan dia untuk pergi dari suaminya dan saya memberinya sejumlah uang untuk ongkosnya, apakah tindakan saya ini sudah benar?

    • adrianto 4:03 pm on 10/09/2009 Permalink | Reply

      datang saja ke Irene Handono Center di Bekasi. Insya Allah beliau akan menolong teman ibu. Semoga Sukses! Amin. doa saya selalu menyertai siapa saja yang terzalimi….

    • アディダス レディース 1:15 am on 12/09/2013 Permalink | Reply

      playboy bunny ears アディダス レディース http://www.shoessregulation.info/

  • SERBUIFF 7:08 am on 09/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: Mencari Tuhan menemukan Allah   

    Mencari Tuhan menemukan Allah 

    daarut-tauhiid

    [daarut-tauhiid] Genne Netto : Mencari Tuhan menemukan Allah

    Pakde_007
    Wed, 14 Mar 2007 02:13:19 -0800

    SUMBER : http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=5359_0_4_0_M
    
    GENNE NETTO : MENCARI TUHAN MENEMUKAN ALLAH
    Journey to Islam Oleh : Redaksi 18 Dec 2006 - 5:30 pm 
    
    Dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, bukan Pendeta atau Pastor
    Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. 
    Keluarga juga tidak pernah menyatakan kata buruk tentang Islam di depan saya. 
    Hanya saja saya dianggap "gila". Tidak apa apa. Nabi Muhammad (s.a.w.) juga 
    dianggap "gila" oleh kaum Quraisy jadi saya tidak boleh sakit hati karena 
    sebenarnya enak kalau bisa masuk kategori yang sama dengan Nabi (s.a.w.) 
    berikut penuturan beliau : 
    Nama saya Genne Netto, sejak tahun 1995 saya telah menetap di Jakarta, 
    Indonesia, dan pada saat saya bertemu dengan orang baru, mereka selalu 
    penasaran tentang latar belakang saya. Mereka ingin tahu tentang bagaimana saya 
    bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik, pindah ke Indonesia dan akhirnya 
    masuk Islam. Lewat bab ini, saya ingin menjelaskan latar belakang diri saya dan 
    bagaimana caranya saya menjadi tertarik pada Islam. :foto
    
    Masa kecil dan mencari tuhan
    Saya lahir di kota Nelson, sebuah kota kecil di Pulau Selatan di Selandia Baru 
    (New Zealand) pada tanggal 28 April, tahun 1970. Bapak dan ibu saya bertemu di 
    Nelson, menikah dan mendapat tiga anak; saya nomor dua. Bapak berasal dari 
    Birma (yang sekarang dinamakan Myanmar) dan setelah Perang Dunia II, kakek saya 
    pindah ke Selandia Baru. 
    
    Ibu lahir di Selandia Baru dan leluhurnya adalah orang Inggris dan Irlandia. 
    Ibu dibesarkan di sebuah perternakan domba dan sapi di pulau selatan Selandia 
    Baru. 
    
    Pada usia kecil saya sudah merasa kurang betah di Selandia Baru. Keluarga saya 
    beragama Katolik dan Ibu saya berkulit putih tetapi saya masih merasa berbeda 
    dengan orang lain. Kakak dan adik saya mendapatkan mata biru dan rambut coklat 
    yang membuat mereka lebih mirip dengan orang berkulit putih yang lain. Tetapi 
    mata saya berwarna coklat-hijau dan rambut saya hitam, dan hal itu memberi 
    kesan bahwa saya bukan orang berkulit putih asli. Jadi, saya orang mana? Orang 
    barat? Atau orang Asia? Saya sudah mulai merasa tidak betah dan oleh karena itu 
    saya berfikir banyak tentang dunia dan siapa diri saya.
    
    Saya membesar terus dan berfikir terus tentang berbagai macam hal, terutama 
    tentang agama, dunia dan alam semesta. Seringkali saya melihat bintang dan 
    dalam kesunyian larut malanm saya berfikir tentang luasnya alam semesta dan 
    bagaimana diciptakan. Dari umur 9 tahun saya mulai membaca buku tentang agama 
    dan topik serius yang lain. Saya ingin tahu segala-galanya: agama, dunia, 
    budaya, sejarah, alam semesta. semuanya! Seingat saya, hanya saya yang tertarik 
    pada dinosaurus pada usia itu. Teman-teman saya yang lain tidak mau tahu 
    tentang dinosaurus karena saat itu film Jurassic Park belum muncul. Hanya saya 
    yang sering membaca tentang topik serius seperti pembuatan piramida, agama 
    Buddha dan Hindu, sejarah dunia, luasnya alam semesta dan sebagainya. 
    
    Seperti anak kecil yang lain, saya juga diajarkan agama oleh orang tua saya, 
    karena mereka sebelumnya juga diajarkan oleh orang tua mereka. Di dalam ajaran 
    agama Katolik ada banyak hal yang membingungkan saya. Setiap saya bertanya 
    tentang Tuhan dan agama Kristen, saya seringkali mendapat penjelasan yang tidak 
    memuaskan. Saya menjadi bingung dengan konsep Trinitas, di mana ada Tuhan, 
    Yesus, dan Roh Kudus, dan semuanya Tuhan tetapi Tuhan hanya satu. Tuhan menjadi 
    manusia, dan manusia itu mati, tetapi Tuhan tidak bisa mati, tetapi manusia itu 
    adalah Tuhan. Saya menjadi bingung dengan pastor yang mengampuni dosa orang 
    dengan mudah sekali tanpa bicara kepada Tuhan terlebih dahulu. 
    
    Bagaimana kalau pastor salah dan dosa saya belum diampuni? Apakah saya bisa 
    mendapatkan bukti tertulis dari Tuhan yang menyatakan bahwa saya sudah bebas 
    dari dosa? Bagaimana kalau saya bertemu dengan Tuhan di hari akhirat dan Dia 
    menyatakan bahwa dosa saya belum diampuni? Kalau saya berprotes dan menunjuk 
    pastor yang meyakinkan saya bahwa tidak ada dosa lagi, Tuhan cukup bertanya 
    "Siapa menyuruh kamu percaya pada omongan dia?" Siapa yang bisa menyelamatkan 
    aku kalau pastor keliru dan dosa aku tetap ada dan dihitung oleh Tuhan?
    
    Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mendapatkan penjelasan tentang 
    semua hal yang membingungkan saya. Akhirnya jalan keluar menjadi jelas: saya 
    harus bicara empat mata dengan Tuhan! Hanya Tuhan yang bisa menjawab semua 
    pertanyaan saya. 
    
    Pada suatu hari, saya menunggu sampai larut malam. Saya duduk di tempat tidur 
    dan berdoa kepada Tuhan. Saya menyuruh Tuhan datang dan menampakkan diri kepada 
    saya supaya saya bisa melihat-Nya dengan mata sendiri. Saya menyatakan bahwa 
    saya siap percaya dan beriman kepada Tuhan kalau saya bisa melihatnya sekali 
    saja dan mendapatkan jawaban yang benar dari semua pertanyaan saya. Kata orang, 
    Tuhan bisa melakukan apa saja! Kalau benar, berarti Tuhan juga bisa muncul di 
    kamar saya pada saat disuruh muncul. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan 
    menatap jendela di kamar, menunggu cahaya Tuhan masuk dari luar. 
    
    Saya menunggu lama sekali. Sepuluh minit. Lima belas minit. Mana Tuhan? Kata 
    orang, Tuhan Maha Mendengar, berarti sudah pasti mendengarkan saya. Saya 
    menunggu lagi. Melihat jendela terus. Menunggu lagi. Kenapa Tuhan belum datang? 
    Barangkali Dia sibuk? Kena macet? Saya melihat jendela lagi. Setelah menunggu 
    sekian lama dan benar-benar memberi kesempatan kepada Tuhan untuk muncul. 
    Tetapi Tuhan ternyata sibuk pada malam itu dan Dia tidak hadir.
    
    Hal itu membuat saya bingung. Bukannya saya sudah berjanji bahwa saya akan 
    percaya kepada-Nya kalau Dia membuktikan bahwa Diri-Nya benar-benar ada? Kenapa 
    Dia tidak mau menampakkan Diri kepada saya? Bagaimana saya bisa percaya kalau 
    saya tidak bisa melihat-Nya? Saya menangis dan tidur. Besoknya saya berdoa lagi 
    dengan doa yang sama. Hasilnya pun sama: Tuhan tidak datang dan saya menangis 
    lagi. 
    
    Ini merupakan contoh logika seorang anak kecil. Dalam pengertian seorang anak, 
    apa yang tidak terlihat, tidak ada. Apalagi sesuatu yang begitu sulit 
    didefinisikan seperti konsep "tuhan". Pada saat itu, terjerumus dalam 
    kebingungan, saya memutuskan untuk tidak percaya kepada Tuhan dan menyatakan 
    diri "ateis" (tidak percaya kepada tuhan mana saja). Saya memberitahu kepada 
    Tuhan bahwa saya sudah tidak percaya kepada-Nya. Dan saya memberitahu Tuhan 
    bahwa Dia memang tidak ada dan semua orang yang percaya kepadanya adalah orang 
    bodoh saja yang hanya membuang waktunya. (Dalam kata lain, saya ngambek 
    terhadap Tuhan.) Di dalam hati, saya berbicara kepada Tuhan dengan suara yang 
    keras supaya Dia bisa mendengar dengan jelas pernyataan saya bahwa Tuhan tidak 
    ada! 
    
    Pada hari-hari yang berikut, saya memberi waktu kepada Tuhan untuk datang dan 
    minta maaf karena tidak sempat datang dan menampakkan diri pada hari 
    sebelumnya. Saya sudah membuat pernyataan yang jelas. Tuhan semestinya 
    mendengar pernyataan saya itu dan memberi tanggapan. Tetapi tidak ada tanggapan 
    dari Tuhan. Akhirnya saya mencapai kesimpulan bahwa Tuhan itu memang tidak ada. 
    Sudah terbukti. Kalau ada Tuhan, Dia pasti akan mendengar doa saya dan 
    menampakkan diri. Kenyataan bahwa Tuhan tidak menampakkan diri membuktikan 
    bahwa Tuhan tidak ada!
    
    Saya bersekolah terus dan sembunyikan kenyataan bahwa saya tidak percaya kepada 
    Tuhan. Kalau ada yang menanyakan agama saya maka saya menjawab "Katolik" saja. 
    Selama SD, SMP, dan SMA saya belajar terus tentang dunia tetapi sudah malas 
    mempelajari agama secara serius, kecuali untuk mencari kekurangannya, karena 
    saya menanggap agama itu sesuatu yang membuang waktu saja tanpa membawa hasil. 
    Kebetulan, setelah lulus SMA, orang tua saya memutuskan untuk berpindah ke 
    Australia. Kebetulan, saya memutuskan untuk ikut juga daripada tetap di 
    Selandia Baru. 
    
    Di Australia, saya berusaha untuk masuk kuliah Psikologi di Universitas 
    Queensland pada tahun 1990. Saya mau menjadi seorang psikolog anak. Kebetulan, 
    lamaran saya itu tidak diterima karena nilai masuk saya kurang tinggi. Sebagai 
    pilihan kedua, saya ditawarkan kuliah Pelajaran Asia di Universitas Griffith. 
    Di Australia, seorang siswa yang tidak diterima di fakultas pilihan pertamanya, 
    akan ditawarkan fakultas atau universitas yang lain. Setelah satu tahun, dia 
    bisa pindah kembali ke pilihan pertamanya asal nilainya bagus. Kebetulan, saya 
    menerima tawaran untuk masuk Fakultas Pelajaran Asia dengan niat akan pindah ke 
    Fakultas Psikologi setelah satu tahun. 
    
    Kebetulan, di dalam Fakultas Pelajaran Asia pada tahun pertama semua siswa 
    wajib mengambil mata kuliah Bahasa Asia. Ada pilihan Bahasa Jepang, Cina, 
    Korea, dan Indonesia. Kebetulan, saya memilih Bahasa Indonesia karena 
    sepertinya paling mudah dari yang lain. Saya hanya perlu mengikuti mata kuliah 
    itu selama satu tahun saja jadi sebaiknya saya mengambil yang termudah. 
    Kebetulan, dalam waktu enam bulan, nilai saya sangat baik, termasuk yang paling 
    tinggi. 
    
    Tiba-tiba kami diberitahu ada 3 beasiswa bagi siswa untuk kuliah di Indonesia 
    selama 6 bulan. Saya tidak mengikuti seleksi karena berniat pindah fakultas 
    pada akhir tahun. Tiga teman dipilih. Kebetulan, salah satunya tiba-tiba 
    menyatakan ada halangan dan dia tidak bisa pergi ke Indonesia. Proses seleksi 
    dibuka lagi. Ada seorang dosen yang memanggil saya dan bertanya kenapa tidak 
    mengikuti seleksi dari pertama kali. Saya jelaskan niat saya untuk pindah 
    fakultas pada akhir tahun pertama. 
    
    Dia menyatakan "Gene, kemampuan kamu dalam bahasa Indonesia sudah kelihatan. 
    Kenapa kamu tidak teruskan saja Pelajaran Asia. Dalam waktu 2 tahun kamu sudah 
    selesai. Belum tentu kamu senang di bidang psikologi, tetapi sudah jelas bahwa 
    kamu ada bakat bahasa. Coba dipikirkan kembali."
    
    Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan pelajaran saya di Fakultas Pelajaran 
    Asia itu dan mengikuti proses seleksi untuk beasiswa tersebut. Kebetulan, 
    setelah proses selesai, saya dinyatakan menang dan akan diberangkatkan ke 
    Indonesia pada tahun depan (1991). Sekarang saya menjadi lebih serius dalam 
    pelajaran saya karena sekarang ada tujuan yang lebih jelas. 
    
    Dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, bukan Pendeta atau Pastor
    .
    Pada suatu hari diadakan acara barbeque (makanan panggang) untuk Klub 
    Indonesia. Semua orang Indonesia di kampus diundang untuk bergaul dengan orang 
    Australia yang belajar tentang Indonesia. Pada saat saya sedang makan, ada 
    orang Indonesia yang datang dan kebetulan dia duduk di samping saya. Dia 
    bertanya "Kamu Gene, ya?" Ternyata dia pernah dengar tentang saya dari seorang 
    teman. "Apakah kamu pelajari agama Islam, Gene?" Saya jelaskan bahwa memang ada 
    mata kuliah tentang semua agama di Asia termasuk agama Islam. "Apakah kamu juga 
    tahu bahwa dalam Islam hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa? Tidak ada pendeta 
    atau pastor yang boleh mengampuni dosa orang!"
    
    Saya begitu kaget, saya berhenti makan dengan hotdog di tengah mulut. Saya 
    suruh dia menjelaskan lebih mendalam lagi. Ini bukan sebuah kebetulan! Inilah 
    sebuah jawaban yang telah saya cari selama 10 tahun. Di dalam Islam hanya Tuhan 
    yang berhak mengampuni dosa. Apakah mungkin di dalam agama Islam ada logika dan 
    ajaran yang bisa saya terima? Apakah mungkin ada agama yang benar di dunia ini? 
    Dari semua kebetulan yang membawa saya ke titik itu, tiba-tiba semuanya terasa 
    sebagai sesuatu yang terencana, dan sama sekali tidak terjadi secara tidak 
    sengaja. Yang saya lihat adalah serangkaian kebetulan yang membawa saya ke 
    kampus itu dan bahasa Indonesia. Tetapi dari pandangan orang yang percaya 
    kepada Allah, tidak ada kebetulan sama sekali di dunia ini!
    
    Masuk Islam
    
    Dari saat itu saya mulai mempelajari dan menganalisa agama Islam secara 
    mendalam. Saya mulai membaca buku dan mencari teman dari Indonesia yang 
    beragama Islam. Secara pelan-pelan saya mempelajari Islam untuk mencaritahu 
    apakah agama ini benar-benar masuk akal atau tidak.
    
    Pada tahun 1991, saya dan dua teman kuliah menjalankan beasiswa untuk kuliah di 
    Indonesia. Saya belajar di Universitas Atma Jaya di Jakarta dan kedua teman 
    yang lain itu dikirim ke Salatiga dan Sulawesi. Pada saat saya di Atma Jaya 
    (sebuah universitas Katolik), sebagian besar teman saya adalah orang Islam. 
    Kenapa bisa begitu? Memang ada orang Islam yang kuliah di Atma Jaya, dan saya 
    merasa sudah paham semua kekurangan yang ada di dalam agama Kristen, jadi saya 
    tidak tertarik untuk bergaul dengan orang yang beragama Kristen. Saya lebih 
    tertarik untuk menyaksikan agama Islam dan pengikutnya dan oleh karena itu saya 
    menjadi lebih dekat dengan beberapa orang yang beragama Islam. Kalau ada teman 
    yang melakukan sholat, saya duduk dan menonton orang itu dan memikirkan tentang 
    apa yang dia lakukan dan kenapa.
    
    Pada saat kembali ke Australia setelah 6 bulan di Jakarta, saya menjadi salah 
    satu siswa yang bahasa Indonesianya paling lancar di kampus. Oleh karena itu, 
    saya sering bergaul dengan orang Indonesia. Secara langsung dan tidak langsung 
    saya pelajari agama Islam terus. Saya membaca buku dan berbicara dengan orang 
    Indonesia di mana-mana. Setelah selesai kuliah Bachelor of Arts, saya mengambil 
    kuliah tambahan selama satu tahun di fakultas pendidikan untuk menjadi guru 
    bahasa. Pada saat yang sama saya mengikuti seleksi untuk beasiswa kedua, kali 
    ini dari Perkumpulan Wakil Rektor Australia (Australian Vice Chancellors 
    Committee). Beasiswa ini hanya untuk satu orang per bagian negara dan, kali 
    ini, saya bebas memilih lokasi kuliah di Indonesia. 
    
    Sekali lagi, saya terpilih, dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah satu tahun di 
    Universitas Indonesia. Setelah selesai kuliah tambahan di Fakultas Pendidikan, 
    Universitas Griffith, pada tahun 1994 saya berangkat sekali lagi ke Jakarta 
    untuk belajar di Fakultas Sastra di UI. Selama satu tahun di UI, seperti waktu 
    saya ada di Atma Jaya, saya bergaul terus dengan orang Islam. 
    
    Pada bulan Februari, tahun 1995, saya duduk sendiri di lantai pada tengah malam 
    dan menonton shalat Tarawih, tayangan langsung dari Mekah. Saya melihat sekitar 
    3-4 juta orang melakukan gerakan yang sama, menghadap arah yang sama, mengikuti 
    imam yang sama, berdoa dengan ucapan yang sama, berdoa kepada Tuhan yang sama. 
    Saya berfikir: Mana ada hal seperti ini di negara barat? Orang yang berkumpul 
    untuk pertandingan bola yang paling hebat di dunia cuma beberapa ratus ribu. 
    Tidak pernah ada orang sebanyak ini berkumpul si suatu tempat untuk menonton 
    bola, mengikuti suatu pertandingan, atau bahkan mendengarkan Paus bicara. Ini 
    benar-benar luar biasa! Dan tidak ada tandingnya. 
    
    Selama satu tahun itu saya teruskan pelajaran agama saya. Tidak secara formal 
    atau serius, tetapi dengan memantau dan mencermati. Kalau ada ceramah agama di 
    TV, dari Kyai Zainuddin MZ atau Kyai Anwar Sanusi dan sebagainya, maka saya 
    mendengarkannya dan memikirkan maknanya. Dan secara pelan-pelan saya 
    mendapatkan ilmu agama dari berbagai macam sumber. Pada akhir tahun 1995 itu 
    saya sudah merasa sulit untuk menolak agama Islam lagi. 
    
    Tidak ada yang bisa saya salahkan dalam ajaran agama Islam karena memang Islam 
    didasarkan logika. Semua yang ada di dalam Islam mengandung logika kalau kita 
    mau mencarinya. Apa boleh buat? Saya mengambil keputusan untuk masuk Islam. 
    Akan tetapi, saya seharusnya kembali ke Australia dan mengajar di sekolah di 
    sana. Saya mulai berfikir tentang bagaimana saya bisa mempelajari agama Islam 
    di sana? Ada masjid di mana? Dari mana saya bisa mendapatkan makanan yang 
    halal? Dari mana saya bisa mendapatkan guru agama? 
    
    Sepertinya saya akan sulit hidup sebagai orang Islam kalau harus hidup di luar 
    negeri. Kalau saya mau menjadi orang Islam dengan benar maka saya harus menetap 
    di Indonesia untuk belajar. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menetap di 
    Indonesia dan masuk Islam. 
    
    Saya kembali ke Australia dan pamit dengan orang tua. Saya memberitahu mereka 
    bahwa saya mau kerja di Indonesia untuk beberapa waktu. Ibu berpesan: "Silahkan 
    kembali ke Indonesia, tapi jangan masuk Islam, ya?" 
    
    Dari pandangan orang barat, Islam tidak bagus jadi wajar kalau Ibu menyuruh 
    saya untuk menjahui sesuatu yang dianggap buruk. Saya lupa kapan saat persisnya 
    saya memberitahu orang tua bahwa saya sudah masuk Islam. Kalau tidak salah, 
    saya sudah kembali ke Indonesia, mendapatkan pekerjaan, masuk Islam, dan sudah 
    mulai sholat, sebelum saya memberitahu mereka. Tentu saja mereka menanggap 
    bahwa saya kehilangan akal. Tetapi alhamdulillah, mereka masih berbuat baik 
    kepada saya. 
    
      Saya tidak diusir, tidak dimusuhi dan tidak dikeluarkan dari keluarga saya. 
    Keluarga juga tidak pernah menyatakan kata buruk tentang Islam di depan saya. 
    Hanya saja saya dianggap "gila". Tidak apa apa. Nabi Muhammad (s.a.w.) juga 
    dianggap "gila" oleh kaum Quraisy jadi saya tidak boleh sakit hati karena 
    sebenarnya enak kalau bisa masuk kategori yang sama dengan Nabi (s.a.w.) 
    
    Sejak tahun 1995, saya telah menetap di Jakarta dan bekerja sebagai seorang 
    guru bahasa Inggris. Saya belum ada niat untuk kembali hidup di tengah-tengah 
    orang kafir. Saya berniat untuk menetap di sini terus (selama belum diusir) dan 
    mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya. Banyak orang asing menanggap 
    saya aneh karena mau menetap di negara yang miskin, kotor, penuh dengan korupsi 
    dan sebagainya. Mereka itu memiliki pandangan yang keliru. Komentar mereka 
    benar, tetapi saya juga melihat masjid, orang yang sholat, adzan, Al Qur'an di 
    rumah orang, makanan yang halal, anak-anak yang tidak mau bezina atau menjadi 
    mabuk, dan banyak hal yang lain yang jauh lebih besar manfaatnya. Oleh karena 
    itu, semua kekurangan yang disebut-sebut oleh orang kafir itu menjadi tidak 
    bermakna dan kurang terasa. Keindahan Islam bisa menutupi semua kekurangan yang 
    diciptakan oleh manusia di negara ini. 
    
    Dan alhamdullilah, di sini saya mendapatkan teman-teman yang terbaik di dunia. 
    Belum pernah saya mendapatkan teman seperti teman yang saya jumpai di sini. 
    Bagi saya, persahabatan mereka adalah suatu hal yang sangat nikmat, apalagi 
    saya harus tinggal di sini tanpa keluarga. Karena takut memalukan mereka, saya 
    tidak akan sebutkan namanya. Semuanya memiliki kedudukan sebagai saudara di 
    dalam hati saya. Mereka yang membantu saya sehari-hari untuk selalu ingat 
    kepada Allah dan tidak menyimpang dari jalan yang benar. Mereka yang menjadi 
    contoh konkret bagi saya tentang kehidupan seorang Muslim. Mereka yang 
    menggantikan keluarga yang menganggap saya gila, karena teman-teman ini justru 
    bangga dengan usaha saya untuk menjadi orang yang beriman. Sering ada orang 
    bertanya "Kenapa kamu tidak pulang ke Australia dan berdakwa di sana?" 
    Jawabannya adalah: belum tentu di sana ada orang yang mau mendengar kalau saya 
    bicara, tetapi di sini, justru banyak yang tertarik karena jarang ada orang 
    bule yang masuk Islam, menetap di sini dan bisa berbahasa Indonesia. (Secara 
    kebetulan!) Saya juga tidak mau kembali ke sana karena dengan demikian, saya 
    harus tinggalkan teman-teman saya di sini dan juga guru-guru agama saya. Semoga 
    semua yang mereka lakukan untuk membantu saya belajar agama dibalas Allah swt. 
    karena saya sama sekali tidak sangup menjadi orang baik tanpa bantuan terus 
    dari mereka. 
    
    Semoga sisanya dari buku ini adalah sesuatu yang menarik bagi anda yang 
    membacanya. Semoga lewat tulisan ini, semua yang saya pahami sebagai seorang 
    Muslim di Indonesia akan menjadi bahan pikiran untuk kita semua. Perjuangan 
    saya dari luar negeri sampai masuk Islam dan menetap di sini adalah sebagian 
    dari rencana Allah. Saya belum tahu kenapa Allah membawa saya ke Indonesia dan 
    memberi saya kelancaran dalam bahasa Indonesia. Apakah semua itu hanya untuk 
    diri saya sendiri? Atau apakah ada tujuan Allah yang lebih luas yang belum saya 
    pahami? Apa yang Allah inginkan dari saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk 
    ummat Islam dan Allah sebagi balasan terhadap semua nikmat yang telah Allah 
    berikan kepada saya? 
    
    Barangkali, lewat buku ini, ada beberapa hamba Allah yang akan mulai memikirkan 
    Islam dengan cara baru. Barangkali akan ada beberapa orang yang menjadi lebih 
    dekat kepada Allah setelah membaca dan memahami pikiran saya. Saya bukan 
    seorang ustadt. Saya bukan ahli agama. Yang bisa saya berikan kepada ummat 
    Islam untuk membantu kita semua menjadi ummat teladan di dunia hanya sebatas 
    komentar saja. Barangkali Allah memberikan saya kehidupan sampai sekarang 
    supaya saya bisa bicara kepada anda lewat buku ini. Insya Allah ada tujuan 
    Allah yang membawa hikmah buat ummat Islam lewat komentar saya ini. Saya juga 
    mohon Allah mengangkat semua sifat sombong dan takkabur dari hati saya dan 
    menjadikan saya seorang hamba Allah yang bermanfaat bagi Allah dan bermanfaat 
    bagi ummat Islam. Amin amin ya robbal alamin. Semoga menjadi rahmat bagi kita 
    semua (mualaf.com)
    
    Beliau sekarang ini aktif dalam kegiatan "Pengajian Mualaf Bule di daerah 
    Kuningan"
    
    yang bersangkutan Mr. Genne Netto tinggal di Jakarta, saat ini telah menjadi 
    anggota milist [EMAIL PROTECTED] bergabung dengan yang lainnya dalam membantu 
    mualaf dan calon mualaf . Blogs ybs http://genenetto.blogspot.com 
    
    Gene Netto
    
    Age: 36 
    Gender: male 
    Industry: Education 
    Occupation: English Teacher 
    Location: Jakarta : Indonesia
    
    Saat ini Gene Netto sedang membuat sebuah buku kisah perjalanannya hingga 
    dirinya menerima Hidayah Islam. 
    
    DAFTAR ISI
    
    01. SAYA
    02. INGIN MELIHAT TUHAN
    03. KEBENARAN ISLAM
    04. KEBETULAN
    05. TUHAN TIDAK PUNYA NAMA
    06. LEBIH DARI SATU TUHAN
    07. BERDOA KEPADA TUHAN (WALAUPUN TIDAK PERCAYA)
    08. PERUBAHAN DARI AGAMA SEBELUM ISLAM
    09. MENGIKUTI YESUS
    10. PENGIKUT YESUS, PENGIKUT MUHAMMAD 
    11. PENEMBUSAN DOSA
    12. AL KITAB BAHASA INDONESIA DARI MANA?
    13. SELAMAT NATAL
    14. AGAMA YANG MASUK AKAL 
    15. KESATUAN DI DALAM ISLAM
    16. MENUTUP AURAT
    17. PAKAIAN
    18. KENAPA KITA HARUS SHOLAT SETIAP HARI
    19. ORANG YANG TIDAK SHOLAT TETAPI MENGAKU ISLAM
    20. TINGGALKAN SHOLAT
    21. PENDIDIKAN
    22. SINETRON
    23. ADAT DAN BUDAYA
    24. SHOLAT JUMAT
    25. KEBERSIHAN MASJID
    26. TANDA DARI TUHAN
    27. KEKUATAN UMMAT ISLAM
    28. KALAU AKU JADI PRESIDEN
    29. HOTEL
    30. SYIRIK
    
    SUMBER : http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=5359_0_4_0_M

    • [daarut-tauhiid] Genne Netto : Mencari Tuhan menemukan Allah Pakde_007

    • Kirimkan email ke

     
    • Yessica 8:26 am on 23/11/2007 Permalink | Reply

      menurut saya, anda memang betul2 orang yang perlu dikasihani. Tuhan memberkati anda.

      GBU

    • erzal 11:05 am on 23/11/2007 Permalink | Reply

      menurut saya, anda memang betul2 orang yang perlu dikasihani. Tuhan memberkati anda.

      GBU

      Comment by Yessica — November 23, 2007 @ 8:26 am

      ……….saya kan sudah bilang sebutkan dulu apa agama anda sebelum nanggapi saya…apa yg anda katakan saya tidak jelas maksudnya……saya tidak perlu dikasihani….mungkin anda sebaliknya yg perlu dikasihani….. ok ? my link : http://agamaislam.multiply.com

      • camar 2:13 pm on 02/08/2012 Permalink | Reply

        MENGAPA MUHAMAD

        MEMPUNYAI BANYAK ISTRI ?

        Versi Juni 2006

        Kata Pengantar1

        Para Istri Muhamad1

        1. Khadija/Khadijah

        2. Sauda/Sawda binti Zam’a/Zam’ah

        3. Aisha

        Budak Aisha

        Aisha dan Perang Unta

        4. ‘Umm Salama

        5. Hafsa/Hafsah

        6. Zainab/Zaynab binti Jahsh

        7. Juwairiya/yya/yah

        8. Omm/Umm Habiba

        9. Safiya/Safiyya/Saffiya

        10. Maimunah /Maymuna binti Harith

        11. Fatima/Fatema/Fatimah

        Fatima, orang yang berbeda, anak Muhamad

        12. Hend/Hind

        13. Sana binti Asma’ / al-Nashat

        14. Zainab/Zaynab binti Khozayma/Khuzaima

        15. Habla?

        16. Janda Asma’ binti Noman

        17. Maria (orang Kristen)

        18. Rayhana/Raihana/Rayhanah binti Zaid/Zayd

        19. Janda Omm/Umm Sharik / Ghaziyyah binti Jabir

        20. Maymunah / Maimunah

        21. Zainab ketiga?

        22. Khawla / Khawlah binti al-Hudayl

        23. Janda Mulaykah binti Dawud

        24. Janda al-Shanba’ binti ‘Amr

        25. Janda al-‘Aliyyah

        26. Janda ‘Amrah binti Yazid

        27. Janda yang tak bernama

        28. Qutaylah binti Qays (telah meninggal)

        29. Sana binti Sofyan

        30. Sharaf binti Khalifah

        31. Para Perempuan dari Anak buah Muhamad

        Mohamad tidak pernah menikah!

        Gagalnya Rencana Pernikahan

        Kata Pengantar

        Orang islam akan mengatakan pada anda bahwa seorang lelaki muslim dapat mempunyai istri hingga empat orang dalam satu waktu, dan itu berdasar pada Sura 4:3. Dengan tegas apa yang ada dalam Sura bukanlah kebenaran yang lengkap, sebagai seorang Islam ternyata juga dapat memiliki selir atau gundik sampai jumlah yang tak terbatas dan melakukan hubungan seksual dengan” para perempuan kepunyaan dari tangan kanan mereka” (Sura 23:5-6; 33:50,52; 4:24; Sura 70:29-30).

        Bagaimanapun juga, walaupun, Muhamd telah menyatakan sebuah ayat dalam Qur’an (Sura 33:50) yang membuat pengecualian yaitu untuk satu orang: hanya bagi dirinya sendiri. Mengapa begitu?

        Aisha mengucapkan kpd muhammad (dengan nada sinis) “Sepertinya bagi saya terlihat bahwa Tuhanmu segera untuk memuaskan keinginanmu.” Sahih Muslim vol.2 buku 8 no.3453-3454 hal.748-749.

        Dilain hal, seorang muslim mengatakan pada saya bahwa setiap pernikahan yang ada hanya untuk tujuan kemanusiaan atau kekerabatan. Aisha dan beberapa istri adalah anak perempuan dari para penguasa yang hebat yang Muhamad sangat butuhkan untuk mendukungnya. Dan yang lain seperti para janda, “dijaga” oleh Muhamad setelah suami mereka meninggal. Saya bertanya, seakan-akan tidak percaya, apakah memang agama Islam megajarkan bahwa setiap pernikahan hanya untuk perkara yang seperti ini? Ketika ia mengatakan”ya”, lalu saya bertanya lagi, ”bagaimana tentang Safiyah dan Zainab binti Jahsh? Ketika ia tidak sadar tentang itu, orang Islam lainnya (seperti juga non Muslim) mungkin bukan keduanya. Sebagai keakuratan dari sumber dan informasi yang saya dapat, ini semua datang dari Qur’an sendiri atau otorisasi Hadits dari Islam Sunni.
        Para Istri Muhamad

        Dibawah ini adalah nama istri-istri dari Muhamad yang ditulis oleh cendikiawan Islam Ali Dashti. Ia mungkin menulis banyak berdasar pada daftar yang paling terdahulu dari Sejarah al-Tabari vol .9 hal.126-241. Hal itu disebutkan bahwa cendikiawan dan Hadist tidak sepenuhnya setuju dengan para istrinya Muhamad. Contohnya beberapa Hadist (bukan Bukhari atau Sahih Muslim) menyebutkan ada sepasang istri yang ia ceraikan, namun hal ini tidak ditunjukkan disini. Oleh karena itu, daftar dari Ali Dashti ini, yang mungkin tidak sepenuhnya menyetujui tentang kelengkapan, menunjukkan banyaknya istri dari Muhamad. Berikut ini adalah bukti dari Hadist, Ali Dashti yang independent, pada hubungan ini.

        Khadija/Khadijah binti Khuwailid/Khywaylid – meninggal pertama
        Saudah/Sauda binti Zam’a
        ‘Aisha/Aesha/’A’ishah –usia 8 sampai 9 tahun, sebagai istri kedua.
        Omm/’Umm Salama/Salamah
        Hafsa/Hafsah
        Zaynab/Zainab dari Jahsh
        Jowayriya/Juwairiyya binti Harith
        Omm Habiba
        Safiya/Safiyya binti Huyai/Huyayy bint Akhtab
        Maymuna/Maimuna dari Hareth
        Fatima/Fatema/Fatimah
        Hend/Hind
        Asma dari Saba
        Zaynab dari Khozayma
        Habla (?)
        Asma dari Noman / binti al-Nu’man

        Selir/Gundik;

        17. Maria orang Kristen

        18. Rayhana/Raihana/Rayhanah binti Zayd/Zaid

        Dalam Hubungan yang tidak jelas;

        19. Omm Sharik

        20. Maymuna/Maimuna (budak perempuan)

        21. Zaynab/Zainab ketiga (bukan Zaynab dari Khozayma)

        22. Khawla / Khawlah

        *Ali Dashti melewatkan sedikitnya sembilan istri lagi.

        Muhamad menikahi 15 perempuan dan melakukan hubungan pernikahan dengan 13 perempuan. (al-Tabari vol.9 hal.126-127)

        Bukhari vol.1 Buku 5 bag.25 no.282 hal.172-173 mengatakan bahwa [dalam satu ketika] Muhamad bisa mempunyai sembilan istri.

        Berikut ini adalah penggambaran singkat tentang Hadist dan sejarah Islam awal yang mengatakan istri-istri dari Muhamad.

        1. Khadija/Khadijah

        (dilapalkan ka-DI-ja) binti Khuwailid/Khuwaylid Sahih Muslim vol.4 buku 29 no.5971-5972 hal.1297 meninggal tiga tahun sebelum Aisha menikah dengan Muhamad. Dia disebutkan dalam Bukhari vol.5 buku 58 no.164,165 hal.103.

        Nama Lengkap dari istri pertama Muhamad adalah Kadijah, anak perempuan dari Khuwaylid bin Asad bin. ‘Abd al-‘Uzza bin Qusayy. al-Tabari vol.39 hal.3

        Muhammed baru berumur 20 tahun ketika ia menikah dengan Khadijah, seorang janda. al-Tabari vol.9 hal.127.

        ‘Aisha mengatakan bahwa Khadija membawa Muhamad untuk menjadi orang Kristen yang biasa membaca Injil dalam bahasa Arab. Bukhari vol.4 buku 55 bag.17 no.605 hal.395

        A’isha cemburu pada Khadijah. “Pada hal itu, Nabi teringat cara ketika Khadijah saat memohon izin, dan membuatnya sedih. Ia katakan, ‘O Auwloh Hala!’ Maka aku [Aisha] cemburu dan berkata, “apa yang membuat kamu teringat pada seorang perempuan tua diantara perempuan Quraish yang mana seorang perempuan tua (dengan giginya yang ompong) dengan getah merah yang telah meninggal bertahun-tahun lalu, dan ditempat yang manakah Auwloh memberikanmu seseorang yang lebih baik darinya?” Bukhari vol.5 buku 58 no.168 hal.105

        2. Sauda/Sawda binti Zam’a/Zam’ah

        Sahih Muslim vol.2 buku 8 no.3451 hal.747; Bukhari vol.3 buku 34 bag.4 no.269 hal.154; vol.3 no.853 hal.29; Sahih Muslim vol.2 buku 7 no.2958 hal.651; Sahih Muslim vol.2 pada catatan kaki 1918 hal.748 mengatakan bahwa mungkin Aisha telah dinikahi Muhamad sebelum Sauda, tapi Aisha tidak dapat memasuki rumah Muhamad sampai Sauda juga dinikahi oleh Muhamad.

        Terdapat ketidaksetujuan tentang apakah Muhamad melakukan hubungan pernikahan dengan Saudah atau Aisha nantinya, namun al-Tabari vol.9 hal.128-129 mengatakan itu adalah Saudah.

        Mantan suami Saudah, al-Sakran bin. ‘Amr bin. ‘Abd Shams menjadi seorang Krsiten di Abyssinia dan meninggal disana. al-Tabari vol.9 hal.128

        Secara fisik Aisha menyebut Saudah “nyonya berlemak banyak”. Bukhari vol.6 buku 60 bag.241 no.318 hal.300

        Ketika Saudah merasa dirinya sudah tua, ia takut jikalau Muhamad menceraikannya, maka ia memberi penggantinya yaitu Aisha. Abu Dawud vol.2 no.2130 hal.572

        Sauda juga disebutkan dalam al-Tabari vol.39 hal.169.

        3. Aisha

        Aisha adalah anak perempuan dari Abubakar. Ibunya bernama Umi Ruman sesuai dengan al-Tabari vol.9 hal.129. Ia menikah dengan Muhamad ketika ia berumur enam tahun, namun ia dibawa ke rumah Muhamad ketika ia berusia sembilan tahun. Bukhari vol.7 buku 62 bag.60 no.88 hal.65; Sahih Muslim vol.2 buku 8 no.3309,3310,3311 hal.715,716

        Bantahan terhadap pernikahan ini menjadi penting untuk alasan politik, yang mana Abu Bakar menjadi orang pertama yang pindah ke Islam.

        Istri Muhamad ini disebutkan dalam beberapa buku, termasuk Sahih Muslim vol.1 buku 4 no.1694 hal.372; Abu Dawud vol.1 no.1176 hal.305; vol.1 no.1268 hal.335; vol.1 no.1330 hal.350; Abu Dawud vol.1 no.1336 hal.351; vol.1 no.1419 hal.373; vol.2 no.2382 hal.654.

        Aisha sedang bermain dengan bonekanya ketika Muhamad datang. Sahih Muslim vol.4 buku 29 no.5981 hal.1299

        Aisha masih berumur enam tahun (atau tujuh tahun) ketika ia menikah, lalu di-umur sembilan tahun ia sudah melakukan hubungan suami-istri. al-Tabari vol.9 hal.130,131

        Aisha baru berusia enam tahun ketika menikah, dan ketika usianya sembilan tahun barulah ia dibawa ke rumah Muhamad. Ibn-i-Majah vol.3 no.1876 hal.133

        Aisha menikah diusia tujuh tahun, dan ia tinggal dengan Muhamad ketika berumur sembilan tahun, lalu ia meninggal diusia delapan belas tahun. (belum sah) Ibn-i-Majah vol.3 no.1877 hal.134

        Penjelasan yang rasional mengenai mengapa Muhamad menikahi seorang gadis kecil dijelaskan dalam Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1859 hal.715. Yang mana dikatakan bahwa “Itu adalah situasi pengecualian dimana Hadrat Aisha menikah dengan Nabi… Poin kedua yang dijelaskan bahwa Islam tidak mempunyai batasan usia untuk pubertas dalam keragaman suatu negara ataupun ras yang lebih disebabkan iklim, keturunan, fisik, dan kondisi sosial.” Mereka juga menyebutkan dukungan dari laporan sebuah majalah yang tidak mempunyai reputasi, Kinsey, yang dalam laporannya bertuliskan Sexual Behaviour in the Human Female.

        Muhammed sendiri sesekali pernah dengan sengaja memukul Aisha “di dada yang mana membuat saya sakit”, menurut Sahih Muslim vol.2 buku 4 bag.352 no.2127 hal.462.

        Terdapat suatu ketidak setujuan juga. Suatu kejadian, dimulai dengan ketika Aisha sakit, lalu Muhamad pergi dari istri-istrinya selama satu bulan (29 hari) Ibn-i-Majah vol.3 no.2060 hal.241. Ibn-i-Majah vol.3 no.2063 hal.243. Ini adalah pernyataan Sura 50:1.
        Budak dari Aisha

        Aisha mempunyai sedikitnya satu orang pembantu yang bertugas memasak masakan untuknya selama masa pengutusan dari Banu’l Muntafiq. Abu Dawud vol.1 no.142 hal.34

        Aisha mempunyai seorang budak laki-laki seorang Islam yang kemudian ia menamakannya Abu Yunus. Sunan Nasa’i vol.1 no.475 hal.340

        Aisha mempunyai seorang budak perempuan. Abu Dawud vol.1 no.371 hal.96

        Barirah adalah budak perempunan dari Aisha, yang mana kemudian ia dibebaskan. Abu Dawud vol.2 no.2223 dan catatan kaki1548 hal.601

        Aisha juga adalah seorang yang cepat marah, ia memukul tangan seorang pembantunya dan bahkan memecahkan mangkuk yang berisi makanan yang dikirim untuk Muhamad, karena yang mengirim adalah istrinya yang lain. Abu Dawud vol.2 no.3560-3561 hal.1011

        Aisha mempunyai suara yang keras dan lantang. al-Tabari vol.17 hal.65

        Aisha dengan senonoh membebaskan para budaknya dengan tujuan pembatalan janji. “ Ia [Ibn Az-Subair] mengirimkannya [‘Aisha] sepuluh budak yang ia bebaskan kemudian sebagai kompensasi atau penebusan perjanjianya. Aisha membebaskan akhirnya terus membebaskan para budaknya sampai sekitar empat puluh budak ia bebaskan dengan tujuan yang sama. Ia katakan ‘saya harap saya dapat mengatakan apa yang saya lakukan seperti dalam masalah janji saya yang saya tidak penuhi ketika saya membuatnya, dengan tujuan saya dapat melakukannya dengan mudah’ “ (1)

        catatan kaki (1) mengatakan, “ Aisha tidak mengatakan apa yang ia lakukan karena ia tidak dapat menjaga janjinya, ini mengapa ia membebaskan banyak budak dengan tujuan agar ia merasa adanya ketentraman dan kepuasan atas permintaan maafnya.” Bukhari vol.4 buku 56 bag.2 no.708 hal.465.

        Berapa banyak budak yang Aisha miliki? Atau berapa banyak uang yang ia miliki untuk membeli sekitar empat puluh budak tersebut? Hadist tidak mengatakan hal tersebut. Hanya ada dua hal yang saya temukan yaitu:

        1) Para istri Muhamad dapat memerintah sekitar sepuluh budak. Ibn-i-Majah vol.3 no.1771 hal.67.

        2) Seperlima dari rampasan hasil perang menjadi harta kekayaan orang Islam, dan Muhamad mempunyai jatah untuk ia dan juga istri-istrinya. Sahih Muslim vol.2 no.2347,2348; vol.2 catatan kaki 1463 hal.519; Bukhari vol.4 buku 51 bag.80 no.153 hal.99; vol.6 buku 60 bag.297 no.407 hal.379

        Aisha dan Perang Unta

        Aisha adalah orang pertama yang mendukung perihal pembunuhan terhadap Utman. Ia menyatakan bahwa Utman telah menjadi orang kafir dan tidak berkepercayaan lagi. Namun, setelah pembunuhan Utman dilakukan ia justru mengubah pemikirannya dan ingin menghukum orang-orang yang telah membunuh Utman. Orang Islam memanggilnya untuk melakukan hal tersebut. al-Tabari vol.17 hal.52-53

        Setelah ini, Mu’awiyah menunjuk Muhamad bin Abu Bakar untuk dieksekusi dengan alasan pembunuhan Utman, dan lalu tubuhnya ditaruh diatas keledai yang kemudian dibakar pada tahun 38 A.H. Aisha sangat berduka atas saudaranya itu, ia pun memanjatkan doa khusus untuknya. al-Tabari vol.17 hal.158

        4. Umi Salama

        Umi Salama binti Abi Umayyah (membicarakan hal yang intim dengan rasulAuwloh) Sahih Muslim vol.2 no.2455 p.540

        Umi Salama mempunyai nama asli Hind binti Abi Umayyah bin al-Mughirah bin ‘Abdauwloh bin ‘Umar bin Makhzum. al-Tabari vol.9; hal.133; vol.39 hal.175.

        Umi Salama (tidak dikatakan menjadi seorang istri ) Sahih Muslim vol.2 no.2992 hal.656; vol.2 no.3445 hal.746; istri Bukhari vol.4 buku 53 bag.4 no.333 hal.216; Bukhari vol.7 buku 62 bag.34 no.56 hal.40. Ibn-i-Majah vol.2 no.1634 hal.473; Abu Dawud vol.1 no.383 hal.99. Muhammad menikahi Umi Salama, seorang janda Abu Salama (meninggal tahun 4 A.H. di Abyssinia). Al-Tabari vol.39 hal.175. Umi Salama meninggal pada tahun 59 H. ketika ia berumur 84 tahun. Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1218 hal.435. Umi Salama sedang hamil ketika Muhamad menikahinya dan anak perempuannya itu diberi nama Zainab binti Abu Salama (Sahih Muslim vol.2 no. 3539-3544 hal.776-777. (Ini adalah gadis yang sama sebagai Zainab binti Umi Salama)

        Istri Muhamad yang ini juga disebutkan dalam Abu Dawud vol.1 no.274 hal.68; vol.3 no.4742 hal.1332; vol.2 no.2382 hal.654; Sunan Nasa’i vol.1 no.240 hal.228; Ibn-i-Majah vol.3 no.1779 hal.72; al-Tabari vol.17 hal.207; al-Tabari vol.39 hal.80

        Umi Salama sudah mempunyai seorang anak laki-laki sebelum ia menikah dengan Muhamad. Namun anaknya itu telah pergi dengan Aisha, al-Zubayr, dan Talhah. Dalam al-Tabari vol.17 hal.42

        Teman Umi Salama adalah Naban (= Abu Yahya) dan Ma’in bin Ujay (=Abu Qudamah al-Tabari vol.39 hal.320

        5. Hafsa/Hafsah

        Anak perempuan dari Umar bin Khatab disebutkan dalam Sahih Muslim vol.2 no.2642 hal.576; vol.2 no.2833 hal.625; vol.2 no.3497 hal.761; Abu Dawud vol.2 no.2448 hal.675; vol.3 no.5027 hal.1402. Ia adalah anak perempuan Umar bin al-Khatab. Ia masih berusia 18 tahun ketika menjadi janda Kunais dan menikah dengan Muhamad pada tahun 625 A.D. Ia lahir pada tahun 607 A.D dan meninggal sekitar tahun 647/648, 661/662, atau tahun 665 A.D. Ia juga disebutkan sebagai istri Muhamad dalam Ibn-i-Majah vol.3 no.2086 hal.258

        Setelah suami Hafsa meninggal karena tertembak di Uhud, ayah Hafsa berpikir untuk menikahi Hafsa dengan Utman, namun Utman menolaknya karena ia tahu Muhamad menginginkan Hafsa untuk menjadi istrinya. Mereka menikah tahun 3 A.H. Hafsa lebih tua empat tahun dibanding dengan Aisha. Sunan Nasa’i vol.1 #32 hal.117. Oleh karena itu Muhamad tidak menikahinya hanya untuk memenuhi kebutuhan Hafsa. Muhamad lebih suka menikahi seseorang yang sebelumnya telah menjadi istri orang lain.

        Konflik: ‘Umar mengatakan pada Hafsa untuk tidak menggangu Aisha yang sangat bangga akan kecantikannya dan Muhamad pun mencintainya. Bukhari vol.7 buku 62 bag.106 no.145 hal.108. Hafsa mengatakan pada Aisha “Saya tidak pernah mendapat perlakuan yang baik darimu!” Bukhari vol.9 buku 92 bag.5 no.406 hal.299-300

        Umar mengatakan Muhamad menceraikan Hafsa (membatalkan perceraian) lalu membawanya kembali. Abu Dawud vol.2 no.2276 hal.619. Menurut Ibn Ishaq, Mohammad menceraikan Hafsa tapi membawanya kembali. al-Tabari vol.9 catatan kaki 884 hal.131.

        “Yahya … dari Malik dari Muhamad ibn Abdul ar-Rahman…yang mana ia dengar bahwa Hafsa…membunuh salah satu budak perempuannya yang hendak membunuhnya menggunakan ilmu sihir. Ia adalah seorang mudabara. Hafsa menyuruh seseorang untuk membunuhnya, dan iapun dibunuh” Muwatta Malik 42.19.14

        Hafsa, istri Muhamad, meninggal ketika ia berusia 60 tahun. al-Tabari vol.39 hal.174

        6. Zainab binti Jahsh

        Sahih Muslim vol.2 no.2347 hal.519; vol.2 no.3330 hal.723,724; vol.2 no.3332 hal.725; vol.2 no.3494 hal.760. Bukhari vol.3 buku 33 bag.6 no.249 hal.138; vol.3 no.829 hal.512; vol.4 no.6883 hal.1493; Nama asli Zaynab adalah “Barrah”, tapi Muhamad menggantinya menjadi Zaynab. Bukhari vol.8 buku 72 bag.108 no.212 hal.137; Abu Dawud vol.3 no.4935 hal.1377-1378. Abu Dawud vol.1 no.1498 mengatakan nama Juwairyiha biasanya Barrah.

        Sura 33:36-38 dalam Qur’an mengatakan” ini tidak untuk orang percaya lainnya, laki-laki atau perempuan, ketika Tuhan dan utusanNya memutuskan sesuatu, untuk membuat pilihan dalam suatu hubungan. Siapapun yang tidakj patuh pada Auwloh dan utusanNya dibuat hilang dan menjadi kesalahan yang besar. Ketika anda mengatakan padanya yang mana Auwloh telah memberkatinya dan anda menyukainya ‘Jagailah istrimu untuk dirimu sendiri, dan takutlah pada Auwloh’ dan anda sedang bersembunyi dalam diri anda akan apa yang Auwloh harus tunjukkan, takut pada sesama, dan Auwloh mempunyai hak yang lebih baik untuk anda untuk takut padanya. Maka ketika Zaid menyelesaikan apa yang ia inginkan darinya, lalu kita akan memberinya untuk dinikahi, maka tidak akan ada kesalahan pada orang percaya, menyentuh istri dari anak laki-laki yang diadopsi, ketika mereka menyempurnakan apa yang akan mereka lakukan terhadapnya, dan perintah Auwloh harus ditunjukkan. Tidak ada pada nabi, menyentuh apa yang Auwloh telah tahbiskan untuknya.”

        Zainab binti Jahsh menikah dengan anak adopsi laki-laki Muhamad, sampai Muhamad berbicara mengenai Sura yang mengatakan bahwa ia harus bercerai dengan suaminya atau anak laki-lakinya itu dan menikah dengannya. Zainab “telah mengatakan lebih dulu sebelum para istri nabi, dan menyatakan bahwa Auwloh menikahi saya (melalui Nabinya) di Surga” Bukhari vol.9 buku 93 bag.22 no.517 hal.382. Juga vol.9 buku 92 bag.22 no.516,518 hal.381-383; al-Tabari vol.9 hal.133. Dilain hal, dalam Qur’an yang ada di Surga yang tak diciptkan itu, pernikahan Zainab telah disebutkan.

        Zainab anak Jahsh mempunyai saudara laki-laki yang telah meninggal sebelum ia ada. Abu Dawud vol.2 no.2292 hal.624

        Suatu peryataan dugaan bahwa Zaid menceraikan istrinya Zainab hanya karena Muhamad akan menikahinya.. al-Tabari vol.39 hal.180-182

        Zainab binti Jahsh meninggal pada usia 53 tahun. al-Tabari vol.39 hal.182

        Zainab (tak diberinama) Sahih Muslim vol.2 no.2641,2642 hal.575,576.

        Zainab binti Jahsh seharusnya tidak perlu bingung dengan Zainab yang merupakan istri Abu Sa’id al-Khudri. Ibn-i-Majah vol.3 no.2031 hal.223

        Zainab [secara verbal] menyakiti A’ishah, maka Muhamad mengatakan pada Aisha untuk mencerca balik. “…RasulAuwloh (semoga damai menyertainya) datang padaku [Aisha] ketika Zainab anak Jahsh sedang bersama dengan kita. Ia mulai menggunakan tangannya untuk melakukan sesuatu, Aku mengerti memberinya suatu tanda padanya sampai saya membuatnya mengerti padanya. Maka ia berhenti. Zainab datang dan mengina Aisha. Ia mencegahnya tetapi ia tidak menghentikannya. Lalu ia (Nabi) datang dan berkata pada Aisha : caci maki dia. Lalu ia mencacimaki Zainab dan menguasainya. Zainab lalu pergi ke Ali dan berkata: Aisha telah menghina saya dan melakukan (ini dan itu) Fatimah pun datang (pada Nabi) dan berkata padanya: ia adalah anak kesayangan bapamu, Tuhan dari Ka’abah! Ia kemudian kembali lagi dan mengatakan pada mereka : saya mengatakan padanya beberapa hal, dan ia mengatakan padanya beberapa hal pula. Lalu Ali datang pada Nabi (semoga damai menyertainya) dan berbicara dengannya tentang itu” Abu Dawud vol.3 no.4880 hal.1364-1365

        Dalam Alkitab Maleakhi vol.12 no.16 dikatakan bahwa Tuhan benci pada perceraian.

        7. Juwairiya

        Juwairiya binti Harith/al-Harith adalah seorang budak tahanan. Bukhari vol.3 buku 46 bag.13 no.717 hal.431-432. Sahih Muslim vol.2 no.2349 hal.520 mengatakan bahwa Muhamad menyerang bangsa Bani Mustaliq tanpa peringatan ketika mereka sedang melakukan pekerjaan dipeternakannya. Juwairiya adalah anak perempuan dari seorang tukang masak. Sahih Muslim vol.3 no.4292 hal.942 dan Abu Dawud vol.2 no.227 hal.728 dan al-Tabari vol.39 hal.182-183 juga mengatakan Juwairiya ditangkap dalam penyerangan terhadap bangsa Banu Mustaliq. Ia telah menikah dengan Musafi bin Safwan, yang telah dibunuh dalam perang.

        Istri Muhamad Juwairiya dulunya bernama Barrah. Abu Dawud vol.1 no.1498 hal.392. namun, Bukhari vol.8 buku 72 bag.107 no.212 hal.137; Abu Dawud vol.3 no.4935 hal.1377-1378 mengatakan dulunya nama Zainab juga Barrah.

        Juwayriya binti al-Harith bin Abi Birar bin Habib, cucu laki-laki yang hebat Jadhimah al-Mustaliq dari kelompok Khuza, dirampas ketika orang Islam menyerang bangsa al-Mustaliq. Suaminya, Musafi bin Safwan Dhu al-Shuir bin Abi Asrb bin Malik bin Jadhimah dibunuh saat itu. Ia menjadi tawanan perang yang setuju untuk menikah dengan Muhamad. al-Tabari vol.39 hal.182-183; al-Tabari vol.9 hal.133.

        Juwayriyya ditangkap dalam perang al-Muraysi [melawan bangsa Banu Mustaliq]. al-Tabari vol.39 hal.183

        Juwayriyya menikah dengan Muhamad ketika berusia 20 tahun. al-Tabari vol.39 hal.184

        8. Ummi Habiba

        Ummi Habiba adalah anak perempuan Abu Sufyan al-Tabari vol.9 hal.133; Sahih Muslim vol.2 no.3413 hal.739; vol.2 no.2963 hal.652; Sahih Muslim vol.2 no.1581 hal.352; vol.2 no.3539 hal.776 Ibn-i-Majah vol.5 no.3974 hal.302; al-Tabari vol.17 hal.88

        Ummi Habiba berusia 23 tahun lebih muda dari Muhamad. Sunan Nasa’i vol.1 #60 hal.127

        Ummi Habiba dan suami pertamanya Ubaydauwloh adalah orang Islam yang pergi ke Abyssinia. ’Ubaydauwloh pindah ke agama Kristen. al-Tabari vol.39 hal.177

        Menyebutkan Zainab binti Jahsh. al-Tabari vol.39 hal.180-182

        Ummi Habiba, istri Muhamad tidak perlu dipusingkan dengan perempuan lain yang juga bernama Ummi Habiba. Ia adalah anak perempuan Jashs, istri Abd al-Rahman dan saudara ipar Mohammad, karena Zainab anak Jahsh adalah istrinya. Abu Dawud vol.1 no.288 hal.73

        9. Safiya/ Saffiya

        Safiya binti Huyai/Huyayy adalah seorang budak tahanan yang Muhamad nikahi setelah memnghabisi nyawa ayah, saudara laki-laki, suami dan orang-orang Khaibar, menurut Bukhari vol.2 buku 14 bag.5 no.68 hal.35; vol.4 buku 52 bag.74 no.143 hal.92; vol.4 buku 52 bag.168 no.280 hal.175 dan al-Tabari vol.39 hal.185.

        Suami Safiyah bernama Sallam bin Mishkam bin al-Hakam bin Harithah bin al-Khazraj bin Ka’b bin Khazraj. al-Tabari vol.9 hal.134-135.

        Safiyyah dipanggil Safi, pada pembagian rampasan pertama, yang mana menjadi milik Muhamad. Abu Dawud vol.2 no.2988 hal.848; Abu Dawud vol.2 no.2985-2989 dan catatan kaki 2406 hal.846-849

        Safiyya dibelikan oleh Muhamad tujuh orang budak. Ibn-i-Majah vol.3 no.2272 hal.357. Ia baru berusia 17 tahun ketika Muhamad menikahinya. al-Tabari vol.39 hal.184

        Mohammad merasa senang terhadap Safiyya. “Jika Safiyyah tidak berduka, saya akan meninggalkannya saja sampai burung-burung dan binatang busa memakannya dan ia akan dibangkitkan lagi dalam kepercayaannya.” Abu Dawud vol.2 no.3130-3131 hal.893

        Secara fisik, Saffiya itu pendek. Abu Dawud vol.3 no.4857 hal.1359

        Ada konflik diantara para istri tersebut. Zainab tidak mau menyewakan untanya pada Saffiya ketika Muhamad menyuruhnya. Zainab menyebut Saffiya ”orang Yahudi” Abu Dawud vol.3 no.4588 hal.1293

        Mohammad mempunyai sembilan istri dalam satu waktu yang bersamaan, termasuk Saffiya binti Huyayy, dan kemudian ia tidak memberikannya “giliran”. Sahih Muslim vol.2 no.3455-3456 hal.749

        Istri Muhamad ini juga disebutkan dalam Sahih Muslim vol.2 no.3325; vol.2 no.2783 hal.605; vol.2 no.3118 hal.678; vol.2 no.3497 hal.761; Bukhari vol.3 buku 33 bag.8-13 no.251-255 hal.139-143; vol.2 buku 21 bag.22 no.255 hal.143; Ibn-i-Majah vol.3 no.1779 hal.72; Abu Dawud vol.2 no.2464 hal.681; al-Tabari vol.39 hal.169

        Safiya binti Abi ‘Ubaid istri Muhamad dalam Bukhari vol.4 buku 52 bag.136 no.244 hal.151 mungkin orang yang sama juga.

        10. Maimuna binti Harith

        Sahih Muslim vol.1 no.1671,1674,1675 hal.368-369; vol.2 no.1672 hal.369.

        Mohammad menikahi Maymuna binti Al-Harith pada tahun 7 A.H. ketika Muhamad sedang dalam suatu ritual suci menuju kota suci Mekah. al-Tabari vol.8 hal.136; al-Tabari vol.9 hal.135

        Maymuna telah bercerai sebelumnya, dan telah menjadi janda sebelum menikah dengan Muhamad. al-Tabari vol.39 hal.185. Maymuna berusia 80/81 tahun ketika meninggal. al-Tabari vol.39 hal.186

        Maimuna berusia 30 tahun ketika Muhamad berusia 53 tahun menikahinya. Muhamad meninggal empat tahun kemudian. Sunan Nasa’i vol.1 #43 hal.120

        Maimuna, istri Muhamad, mengintip Muhamad Bukhari vol.1 buku 5 bag.22 no.279 hal.170-171. Orang yang diintip ketika mereka mandi atau pergi ke kamar mandi. Tak ada yang salah, lagipula ia adalah istrinya.

        Ata bin Yasar adalah seorang teman Maemunah. al-Tabari vol.39 p.317

        Budak-budak: Budak-budak perempuan yang dibebaskan oleh Maymunah diberikan seekor domba, yang nantinya akan mati. Ibn-i-Majah vol.5 no.3610 hal.93

        Istri Muhamad yang ini juga disebutkan dalam: Ibn-i-Majah vol.3 no.2408 hal.435; Sunan Nasa’i vol.1 no.809 hal.492; vol.2 no.1124 hal.108; Abu Dawud vol.1 no.1351 hal.356; vol.1 no.1359,1360,1362 hal.357; Sunan Nasa’i vol.1 no.243 hal.229.

        11. Fatima/ Fatimah

        Fatima telah disebutkan oleh Ali Dashti. al-Tabari vol.9 hal.39 menyatakan bahwa Muhamad menikahi Fatimah binti al-Dahhak bin Sufyan (juga disebut al-Kilabiyyah).dalam waktu yang singkat

        Mohammad menikahi Fatimah binti Shurayh. al-Tabari vol.9 hal.139. Ini adalah hal yang agak aneh, jika Shuray dan al-Dahhak adalah dua orang yang berbeda, membuat dua orang Fatima, atau mungkin mereka menmberikan nama alternatif karena ayah yang sama.

        Menyebutkan Fatimah bin al-Dahhabi, Alya binti Zahyah, Sana binti Sufyan al-Tabari vol.39 hal.186

        Mohammad melakukan hubungan pernikahannya dengan “the Kilabiyyah”. Ini bisa mengarah pada Fatimah binti al-Dahhak bin Sufyan atau ‘Aliyah binti Zabyan bin ‘Amr bin ‘Awf atau Sana binti Sufyan bin ‘Awf. al-Tabari vol.39 hal.187

        Fatima, orang yang berbeda, anak perempuan Muhamad

        Berikut ini mungkin adalah istri Muhamad, tapi bisa juga anak perempuan Muhamad. Dalam masa penyerangan Mekah, Fatima telah mengintip dengan Muhamad. Ibn-i-Majah vol.1 no.465 hal.255 dan Sunan Nasa’i vol.1 no.228 hal.224; vol.1 no.417 hal.307

        Seorang Fatima mengintip Muhamad ketika ia sedang mandi dalam Bukhari vol.1 buku 5 bag.22 no.278 hal.170-171. Namun, Muhamad sedang mandi ketika ia diintipi oleh anak perempuannya Fatima dalam Bukhari vol.4 buku 53 bag.29 no.396 hal.263. Fatima adalah anak perempuan Muhamad dan juga istri dari Ali dalam Bukhari vol.3 buku 34 bag.29 no.302 hal.171; Bukhari vol.4 buku 53 bag.1 no.325 hal.208.

        Mohammad tidak menginginkan Ali untuk menikahi orang lain kecuali anak perempuannya Fatima. Ibn-i-Majah vol.3 no.1998-1999 hal.202-204. Namun, Ali mempunyai seorang budak tawanan, anak perempuan dari Rab’iah, yang membosankan, anaknya itu bernama Umi Ruqayyah. al-Tabari vol.11 hal.66.

        Menginginkan seorang budak: Ketika Muhamad memberikan banyak budak untuk Aisha, Fatima berpikir ia telah membuat keputusan yang buruk. Anak perempuan Muhamad, Fatima mengajukan pertanyaan pada Muhamad tentang pekerjaannya yang berat mengasah batu dan meminta untuk dibelikan budak. Muhamad tidak memberikannya yang ia minta, namun ia memberikan sesuatu yang lebih baik. Ia mengatakan pada Fatima untuk memuja Auwloh sebanyak 33 kali, bersukacita pada Auwloh sebanyak 34 kali, dan Auwloh menjadi 34 kali paling hebat. Abu Dawud vol.3 no.5044-5045 hal.1405

        12. Hend/Hind

        Hend/Hind yang sebelumnya menikah dengan Abu Sufyan, yang mana adalah orang yang sangat pelit. Menurut Sahih Muslim vol.3 no.4251-4254 hal.928-929.

        13. Sana binti Asma’ / al-Nashat

        Mohammad menikahi al-Nashat binti Rifa’ah dari bangsa Banu Kilab bin Rabi’ah, yang merupakan bagian dari persekutuan Qurayzah. Beberapa orang menyebutnya Sana binti Asma’ bin al-Salt al-Sulamiyyah; ketika yang lain menyapa Sana binti Asma’ bin al-Salt dari bangsa Banu Harm. However, ia meninggal sebelum melkaukan hubungan pernikahan dengan Muhamad. Ia juga dipanggil Sana. al-Tabari vol.9 hal.135-136. al-Tabari vol.39 hal.166 mengatakan hal yang sama tentang Sana binti al-Salt.

        14. Zainab/Zaynab binti Khozayma/Khuzaima

        Zainab yang ini adalah keturunan bangsa Banu Hilal. Ia bercerai dari seorang lelaki Islam bernama Tufayl, dan menikahi saudara laki-lakinya ‘Ubaydah, yang dibunuh di Badar. Lalu ia menikah dengan Muhamad. Ia lahir tahun 595 A.D dan meninggal 626 A.D diusia 31 tahun. Lihat al-Tabari vol.7 hal.150 catatan kaki 215,216 dan al-Tabari vol.39 hal.163-164 untuk info yang lebih lengkap.

        al-Tabari vol.9 hal.138 juga mengatakan ia meninggal ketika Muhamad masih hidup.

        Mohammad menikahi Zainab binti Khuzaima, tetapi ia meninggal sebelum Muhamad menikahinya. Sunan Nasa’i vol.1 #64 hal.129

        15. Habla?

        Habla ada dalam daftar Ali Dashti, tapi saya ada kesulitan dan tidak dapat menceritakannya lebih lanjut secara bebas.

        16. Janda Asma’ binti Noman

        Asma binti Noman, atau Asma binti al-Nu’man bin Abi Al-Jawn, dari bangsa Kindah, telah menikah dengan Muhamad, namun ia tidak pernah melakukan hubungan pernikahan dengannya. al-Tabari vol.10 hal.185 dan catatan kaki 1131 hal.185.

        Anak perempuan dari Al Jahal ini dinikahi oleh Muhamad hanya dalam waktu yang sangat singkat. Bukhari vol.7 buku 63 no.181 hal.131,132

        Dilain hal, al-Tabari vol.10 hal.190 mengatakan bahwa Al-Nu’man al-Jahal menawarkan anak perempuannya pada Muhamad, tetapi Muhamad menolaknya. Mungkin “menolak” berarti Muhamad menceraikannya sebelum ia tidur dengannya.

        Mohammad menikahi Asma binti al-Nu’man bin al-Aswad bin Sharhil. Namun, ia menderita penyakit kusta, lalu Muhamad memberikan ia uang dan menceraikannya. al-Tabari vol.9 hal.137. Mengapa ia lakukan itu pada orang yang ia cintai?

        Asma binti al-Nu’man adalah janda ketika Muhamad menikah lagi. Baik Hafsa atau Aisha menipunya dengan mengatakan padanya bahwa Muhamad akan bahagia jika ia mendapatkan kebahagiaan dalam Auwloh dari Muhamad. al-Tabari vol.39 hal.188-190

        Cerita singkat tentang ‘Asma binti Nu’man dalam al-Tabari vol.39 hal.190.

        Mohammad menceraikan seorang perempuan, karena ia menganggap perempuan tersebut telah mengambil keslamatan dalam Tuhan dari Muhamad. Ia menceraikan Asma juga karena ia menderita penyakit kusta. Ada beberapa gabungan nama yang mana ada dalam peristiwa ini yaitu dalam al-Tabari vol.39 hal.187.

        17. Maria seorang Kristen

        Maria adalah istri (selir) sesuai dengan al-Tabari vol.9 hal.141; Sahih Muslim vol.4 catatan kaki 2835. hal.1351; Maria yang seorang Kristen melahirkan anak laki-laki, Ibrahin dari Muhamad dalam al-Tabari vol.9 hal.39. Ia meninggal ketika berusia dua tahun. Perwakilan Islam Hatib bin Abi Balta’ah kembali dari al-Muqawqis [Mesir] dengan Maria (seorang Kristen), adiknya Sirin, seorang bagal perempuan, berpakaian rapih, dan seorang sida-sida. Hatib mengajak mereka untuk menjadi pemeluk agama Islam, dan mereka pun pindah agama (sesuai Tabari). Maria sangat cantik dan Muhamad mengirim Sirin pada Hasan bin Thabit. Sirin dan Hasan adalah orangtua dari Abdul al-Rahman bin Hassan. al-Tabari vol.8 hal.66,131.

        Seorang Islam mungkin mengatakan bahwa Muhamad menikahinya karena ia adalah bagai sebuah hadiah dari Mesir, tapi adiknya juga merupakan pemberian, dan ia tidak menikahi Sirin. Maria adalah pemberian dari pemerintah Aleksandria. al-Tabari vol.39 hal.193

        Hal ini dinyatakan bahwa Maria menjadi seorang Islam, tetapi Muhamad tetap menjadikannya sebagai budak tidak seperti istri selayaknya. al-Tabari vol.39 hal.194

        Mohamad “melakukan hubungan seksual dengannya oleh karena kekuasaannya” al-Tabari vol.39 hal.194. Catatan kaki 845 menjelaskan, “Ini adalah, Maria disuruh memakai kerudung seperti yang dilakukan oleh istri-istri nabi, namun ia tidak menikahinya”.

        Maria meninggal tahun 637/638 A.D. al-Tabari vol.39 p.22

        18. Rayhana binti Zaid

        Rayhana adalah seorang Yahudi budak dari bangsa Quraiz. Muhamad menawarkannya untuk menjadi istrinya sebagai ganti setelah ia menjadi budak, namun ia menolak dan tetap menjadi seorang Yahudi hal ini sesuai dengan al-Tabari vol.8 hal.39. Lihat juga al-Tabari vol.9 hal.137,141. Namun, sumber dalam al-Tabari vol.39 hal.164-165 mengatakan Muhamad membebaskannya lalu menikahinya.

        Mohammad mempunyai dua orang selir; Maria binti Sham’un (seorang Kristen) dan Rayhana binti Zaid al-Quraiz dari Banu al-Nadir. al-Tabari vol.9 hal.141. Maria adalah seorang walid dari Muhamad sesuai dengan al-Tabari vol.13 hal.58.

        19. Janda Umi Sharik / Ghaziyyah binti Jabir

        Umi Sharik adalah orang yang sama dengan Ghaziyyah binti Jabir dalam al-Tabari vol.9 hal.139. Ia disebut” Umi Sharik” karena adalah seorang ibu dari seorang anak laki-laki bernama Sharik dari pernikahan sebelumnya.

        “Ketika Nabi bertemu dengannya, saat itu ia sudah terlihat tua, dan ia pun menceraikannya” al-Tabari vol.9 hal.139. Namun catatan kaki 922 mengatakan Ibn Sa’d dalam Tabaqat, 8 hal.110-112 “memberikan sebuah cerita yang berbeda dan menjadikannya dalam daftar orang-orang yang diinginkan oleh Nabi namun tidak dinikahinya. Itu adalah dia yang memberikan dirinya untuk Muhamad dan dalam ayat Qur’an 33:50 mengacu padanya”.

        20. Maimuna

        Maimuna adalah seorang perempuan yang menawarkan dirinya kepada Muhamad, sesuai dengan Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1919. Orang ini mungkin adalah Maimuna yang sama dengan yang di no.10 atau orang yang berbeda. Yang menikah pada tanggal 7 Hijriah.

        Seorang perempuan yang tak dikenal mengatakan ia menyerahkan dirinya pada Muhamad sebagai seorang istri. Muhamad tidak mau menerimanya, tapi memberikannya pada orang Islam yang miskin. Yang dapat dilakukan oleh orang miskin itu sebagai hadiah yaitu memberikan sebuah benda kenangan sebuah Sura dari Qur’an. Muwatta’ Malik 28.3.8

        21. Zainab ketiga?

        Ali Dashti mencatat tentang istri yang ini, namun saya tidak menemukan bukti yang kuat tentang ini.

        22.Khawlah binti al-Hudayl

        Hal ini mengatakan bahwa Muhamad menikahi Khawlah bint al-Hudayl. al-Tabari vol.9 hal.139. Ia adalah istri Muhamad menurut al-Tabari vol.39 hal.166

        23. Janda Mulaykah binti Dawud

        Muhamad menikahi (secara tertulis) Mulaykah binti Dawud al-Laythiyyah, tetapi ketika ia mengatakan bahwa Muhamad adalah orang yang membunuh ayahnya, maka meminta perlindungan Auwloh dari Muhamad, dan Muhamad menjauh darinya. al-Tabari vol.8 hal.189. Hal yang sama juga dikatakan oleh Mulaykah binti Ka’b (yang sepertinya adalah orang yang sama) dalam al-Tabari vol.39 hal.165

        Mulaykah binti Ka’b menikah dengan Muhamad dalam waktu yang singkat saja. Karena Aisha mengatakannya kalau ia telah menikah dengan seseorang yang telah membunuh suaminya. Ia pun mencari perlindungan pada Tuhan dari Muhamad, dan Muhamad pun menceraikannya. al-Tabari vol.39 hal.165

        24. Janda al-Shanba’ binti ‘Amr

        Mohamad menikahi al-Shanba’ binti ‘Amr al-Ghifariyyah; orang-orangnya adalah dari perkumpulan Banu Quraiz. Ketika Ibrahim meninggal. Perempuan itu mengatakan jika ia adalah seorang nabi yang sesungguhnya, maka seharusnya anak laki-lakinya itu tidak akan mati. Muhamad menceraikannya sebelum melakukan hubungan pernikahan dengannya. al-Tabari vol.9 hal.136

        25. Janda al-‘Aliyyah

        Mohamad tinggal sebentar dengan Aliyyah binti Zabyan bin ‘Amr bin ‘Awf bin Ka’b, lalu menceraikannya. al-Tabari vol.39 hal.188

        Muhamad menikahi al-‘Aliyyah, namun menceraikannya, ia meninggal ketika Muhamad masih hidup. al-Tabari vol.9 hal.138.

        26. Janda ‘Amrah binti Yazid

        Muhamad menceraikan ‘Amrah binti Yazid karena ia menderita penyakit kusta. al-Tabari vol.39 hal.188

        Mohamad menikahi ‘Amrah binti Yazid (tak disebutkan tentang perceraian) al-Tabari vol.9 hal.139.

        Mohamad bercerai dengan ‘Amra. Ibn-i-Majah vol.3 no.2054 hal.233 vol.3 no.2030 hal.226 (daif [lemah], bukan Sahih)

        Muhamad menceraikan seorang perempuan karena perempuan itu menderita kusta. al-Tabari vol.39 hal.187

        27. Janda yang tak bernama

        Mohamad menceraikan seorang perempuan yang tak dikenal karena ia mengintip ketika orang-orang meninggalkan mesjid. al-Tabari vol.39 hal.187

        28. Qutaylah binti Qays (telah meninggal)

        Muhamad menikahi Qutaylah binti Qays tetapi ia meningal sebelum melakukan hubungan pernikahan. Jika ingin tahu juga, dalam buku ini dikatakan bahwa ia dan saudara laki-lakinya telah murtad dari Islam. Maka, ia murtad setelah menikah dan sebelum kematiannya mungkin? al-Tabari vol.9 hal.138-139.

        29. Sana binti Sufyan

        Menyebutkan pernikahan singkat Muhamad dengan Sana bint Sufyan. al-Tabari vol.39 hal.188

        30. Sharaf binti Khalifah

        Muhamad menikahi Sharaf bint Khalifah, adik perempuan dari Dihyah bin Lhalifah al-Kalbi, tetapi ia meninggal lebih dulu dibanding Muhamad. al-Tabari vol.9 hal.138

        31. Para perempuan dari anak buah Muhamad

        “…Selain seksualitas, kecuali dengan orang-orang yang ingin mengikut pada mereka dalam ikatan pernikahan, atau (para budak) yang dipelihara oleh anak buahnya – sehingga mereka bebas dari hukuman,” Sura 23:5-6. Lihat juga Sura 4:24

        “Ia (Muhamad) menjawab,’sembunyikan masalah privasimu kecuali dari istri dan dari budak-budak perempuan itu.”’ Abu Dawud vol.3 no.4006 hal.1123

        Abu Dawud vol.3 no.4443-4445 hal.1244 menunjukkan bahwa melakukan hubungan seksual dengan seorang budak perempuan adalah hal yang sah, namun sang tuan akan dipukul jika melakukan hubungan seksual dengan budak perempuan istrinya.

        Seperti layaknya orang-orang kaya dari Arab, Muhamad sepertinya juga melakukan hal yang sama yang mana juga membutuhkan banyak budak perempuan. Lihat Bukhari vol.7 buku 64 bag.6 no.274 hal.210.

        Salma adalah salah seorang budak perempuan yang dimiliki. Abu Dawud vol.3 no.3849 hal.1084

        Maimuna adalah salah seorang budak perempuan Muhamad yang dibebaskan. Ibn-i-Majah vol.3 no.2531 hal.514; Abu Dawud vol.1 no.457 hal.118

        Muhamad pernah pada waktu yang singkat mempunyai selir “yang sangat cantik” sebelum ia memberikannya pada Mahmiyah bin Jaz’ al-Zubaydi. al-Tabari vol.8 hal.151

        Salah satu budak perempuan Muhamad yang tinggal dirumahnya melakukan hubungan seksual diluar nikah dengan orang lain. Hal ini “orang lain” tersebut yang merupakan masalahnya. Abu Dawud vol.3 no.4458 hal.1249

        Mohamad memanggil seorang budak perempuan kulit hitam untuk datang padanya dan bersembunyi dari Abu Dharr dibelakang korden ketika ia sedang mandi. Abu Dawud vol.1 no.332 hal.87

        Menyebutkan Umi Ayman (=Barokah), seorang langganan (budak) Nabi. al-Tabari vol.39 hal.287

        Mohamad sebenarnya mempunyai rasa humor juga. Umi Aiman, pelanggan Muhamad (seperti: budak yang dapat menemaninya selama semalam). Menurut al-Husayn … Umi Aiman: [Satu] malam Nabi bangun dan pipis disudut tempat bejana. Selama semalam saya bangun itu, dan saya haus, saya meminum sesuatu yang ada di dalam bejana itu, tanpa memerhatikannya. Ketika Nabi bangun di pagi hari ia berkata’ Oh Umi Aima, tolong ambilkan bejana yang ada dipojok itu dan buang isinya.’ Saya berkata ‘Ya Tuhan, saya telah meminumnya.’ Nabi tertawa sampai giginya terlihat, kemudian ia berkata ’setelah ini kamu tidak akan menderita sakit perut itu’” al-Tabari vol.39 hal.199

        Secara garis besar, Abu Dawud vol.3 no.4443-4445 hal.1244 mengajarkan bahwa melakukan hubungan seks dengan seorang budak perempuan milik tuannya sendiri itu sah-sah saja, tetapi tuannya tersebut akan dipukuli jika melakukan hubungan seks dengan budak perempuan milik istrinya.

        Tetapi, melakukan hubungan seks dengan seorang budak perempuan dari istrinya itu biasa saja, jika budak perempuan itu sah untuknya. Perlu dicatat, bahwa ia tidak pernah menikah dengan budak perempuan. Ibn-i-Majah vol.4 no.2551 hal.12

        Mohamad tidak pernah menikah dengan siapapun!

        Aisha merasa cemburu pada setiap perempuan yang ingin menawarkan dirinya pada Muhamad (sebagai istri). Sahih Muslim vol.2 no.3453 hal.748. Tetapi itu adalah sah jika ada perempuan yang menawarkan dirinya pada Muhamad. Ibn-i-Majah vol.3 no.2000-2001 hal.304-305

        Beberapa orang berpikiran bahwa Muhamad menikah dengan al-Ashath, tetapi al-Tabari mengatakan bahwa itu salah menurut al-Tabari vol.39 hal.190i. (Secara keseluruhan, al-Tabari melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan mencoba selalu berhubungan dengan para perempuan Muhamad)

        Gagalnya Rencana Pernikahan

        Mohamad meminta Ghaziyyah untuk menikah dengannya karena kecantikkannya, tapi ia menolaknya. Tabari menyatakan ia adalah orang yang tidak setia namun belum ada bukti. al-Tabari vol.9 hal.136. Tidak ada bukti tentang apakah ia tidak setia dan Muhamad tampak tidak peduli dengan tidak menghukumnya, atau setidaknya ketika ia melakukan kesalahan maka Muhamad menghukumnya.

        Laila menepuk bahu Muhamad dari belakang dan memintanya untuk menikahinya. Muhamad menerima. Orangnya Laila mengatakan,”Apa yang telah anda lakukan! Anda adalah perempuan terhormat, tapi ia adalah lelaki hidung belang. Menjauhlah darinya.’ Ia menemui Muhamad lagi dan memintanya untuk menggagalkan pernikahan itu dan ia menurutinya” al-Tabari vol.9 hal.139

        Dari al-Tabari vol.9 hal.140-141, Mohamad merencanakan pernikahan itu, namun berakhir dengan tidak adanya pernikahan:

        1) Umi Hani’ binti Abi Talib [Hind] karena ia mengatakan ia sudah mempunyai anak.

        2) Duba’ah binti ‘Amir tetapi ia terlalu tua.

        3) Dilaporkan ia berencana menikah dengan Saffiyah binti Bashshamah, seorang budak. Ia diijinkan untuk memilih antara Muhamad dan suaminya, dan ia memilih suaminya.

        4) Umi Habiba binti al-‘Abbas tetapi karena al-‘Abbas adalah saudara laki-laki angkatnya, maka Muhamad membatalkannya.

        5) Jamrah binti Al-Harith. Ayahnya salah menduga jikalau ia sedang menderita sesuatu. Ketika ia datang, ia melihat keadaannya bahwa ia telah menderita penyakit kusta.

        Hal ini tidak konsisten dimana UmiHani’ menjadi seorang Islam sebelum atau setelah Muhamad memintanya menikahi dengannya. al-Tabari vol.39 hal.197 dan catatan kaki 857 hal.197

        Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2008/08/mengapa-muhammad-hobi-kawin.html#ixzz22OkLdaKW

      • sadarlah 5:55 pm on 12/04/2015 Permalink | Reply

        Salam kasih dalam Yesus kristus,

        Anda mengatakan “Tidak ada yang bisa saya salahkan dalam ajaran agama Islam karena memang Islam didasarkan logika”

        pertanyaan saya :

        Logika apa yang anda pakai, tentang kejadian isra miraj muhammad, dari masjidil haram ke mesjidil laqsa, padahal waktu itu mesjidil aqsa di yerusalem belum ada ?

        Logika apa yang anda pakai, anda mempercayai mengenai konsep surga islam yang masih menyakini di surga ada persetubuhan antara laki-laki dan wanita ?

        Logika apa yang anda pakai anda mempercayai, bilamana seseorang mengaku nabi atas pernyataan dirinya sendiri dan tanpa bisa membuktikan kenabiannya bilamana orang lain minta bukti?

        logika apa yang anda pakai, anda mempercayai, setelah 13 tahun kemudian baru muhammad menyatakan bahwa makhluk yang menjadi perantara “wahyu” kepadanya adalah jibril.?

        Logika apa yang anda pakai bahwa anda mempercayai batu hajar asward datang dari surga seperti yang di katakan muhammad?

        Logika apa yang anda pakai, anda mempercayai tentang kejadian kelahiran Yesus Kristus yang terdapat di quran adalah adopsi dari injil bidah kristiani ?

        Logika apa yang anda pakai, bahwa anda mempercayai Abraham menbangun kabah, padahal tidak ada catatan sejarah tentang Abraham ke mekkah ?

        Apakah anda mempercayai, tanya jawab sbb yang adalah klaim sepihak :
        Mengapaa anda percaya quran wahyu tuhan, jawabannya karena kata muhammad,
        Mengapa anda percaya apa yang di katakan muhammad, jawabannya karena kata quran

        Dan masih banyak lagi pertanyaan yang berdasarkan logika atas dasar logika yang anda maksudkan.

    • Pearle Walentoski 7:28 am on 07/01/2017 Permalink | Reply

      Artikel yang menarik dan informatif… terima kasih, gan..

  • SERBUIFF 10:19 am on 30/10/2007 Permalink | Reply
    Tags: , , atheis, bekasi, , bogor, budha, erzal, hindu, indonesia, , isaalmasih, , jakarta, jewish, kafir, , moses, , , , protestan, tangerang, , Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://ww, ,   

    Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? 

    Apa opini anda tentang situs http://www.faithfreedom.org dan

    http://www. indonesia.faithfreedom.org yang menyerang Islam ?

    Tuliskan pendapat, komentar, ulasan, unek2, kritik dan saran pada kolom comment, semoga bermanfaat bagi kita semua.

    Untuk melihat semua comment CLICK judul diatas : Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? … atau kata comment kanan bawah .

     
    • beMuslim 11:03 pm on 31/10/2007 Permalink | Reply

      Situs itu harus ditutup, perlu kerjasama antar semua lini Islam.

    • ZULMI 8:20 am on 02/11/2007 Permalink | Reply

      menurutku, sebagai muslim daripada berbicara tuduhan itu palsu, menjelek2an islam dsb, lebih baik buktikan saja tuduhan mereka salah. Jika mereka salah seharusnya kita sebagai muslim dapat membuktikannya. Sampai saat ini dengan jujur, pendapat kafir2 tersebut aku akui sangat logis.

      kadang yang membuat saya berfikir dalam membela iman kita apakah perlu menyerang balik kepercayaan orang lain?itulah sampai saat ini aku masih bertanya-tanya.

      Sangat sayang saya tidak memiliki kemampuan untuk ikut disana.

    • erzal 10:53 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      justru sekarang ini kita sedang berusaha menjawab tuduhan mereka, coba lihat http://blog.360.yahoo.com/pipin234

      pendapat kafir itu tidak logis karena :
      1. mereka banyak dengan sengaja mendistorsi ajaran islam terutama dari Al quran dan hadist,
      2. membuat berbagai macam kebohongan dan fitnah
      3. mencari2 hal2 negatif dan apa yang mereka anggap suatu kelemahan islam…….padahal itu akan sia2 saja
      4. hanya mengulas sisi negatif menurut anggapan mereka tanpa mengulas sisi positif dari islam.

      Jelas kita harus membela islam dan menyerang balik mereka dengan membuktikan agama Islam itu benar dan agama mereka adalah salah !!!.

      Soal kemampuan semua orang punya kemampuan asal mau belajar, banyak membaca, berfikir dan banyak bertanya pada yang ahlinya ………insyaallah bisa. ..OK ?

    • pakigun 5:18 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

      Trims. http://islamteori.wordpress.com/

    • haikal 4:38 am on 28/12/2007 Permalink | Reply

      situs itu dari orang kafir untuk orang kafir, jadi kita tidak usah kasih comment di sana. boleh di baca untuk mengetahui taktik serangan-serangan pemurtadan dari meraka sehingga kita bisa dengan mudah membuat tameng untuk serangan-serangan mereka.

    • lafaek 12:31 pm on 28/12/2007 Permalink | Reply

      memang terasa kecewa yang sangat mendalam, sedih, jengkel, gemes ketika agama yang diyakini selama ini ternyata palsu dan nabi yang teladani merupakan nabi bejad tidak bermoral. Faithfreedom dengan penuh fakta telah membongkar kepalsuan itu. Bravoo Faithfreedom !!!! Islam adalah agama padang pasir , ketika islam menyentuh suatu daerah, negara bahkan hati maka seketika disitu akan menjadi padang pasir, gersang, panas, primitive, terbelakang…

    • andi 4:59 am on 28/02/2008 Permalink | Reply

      saya sempat juga jengkel, gemas dan marah karena awalnya saya kira semua isinya fitnah dan kebohongan. Tapi setelah saya selidiki sendiri sebagian ada yang benar. Contoh soal usia aisyah yang 6 tahun. Di hadist bukhari dan juga buku muhammad haekal yang saya punya menyebut persis seperti itu. Hingga kini saya masih merasa terganggu. Benarkah nabi kita yang mulia itu menikahi anak2. Tolong cari penjelasan yang bisa menenangkan pikiran saya.

    • erzal 2:37 am on 29/02/2008 Permalink | Reply

      tentang masalah umur aisyah saat menikah dengan nabi muhammad dapat dilihat pada uraian dibawah ini…………Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, ” Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

      Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti .

      Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

      Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

      Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

      Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.
      BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

      Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
      Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

      Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

      Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

      Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

      KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

      KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

      pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
      610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
      613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
      615 M: Hijrah ke Abyssinia.
      616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
      620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
      622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
      623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
      BUKTI #2: MEMINANG

      Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

      Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

      Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

      Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

      KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
      BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

      Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

      Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

      KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
      BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

      Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

      Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

      Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

      Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

      Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

      Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

      kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
      BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

      Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

      Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

      Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

      KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
      BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

      Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

      Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
      suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

      Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
      BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

      Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

      Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
      Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

      Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
      BUKTI #8. Text Qur’an

      Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

      Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

      Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

      Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

      Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

      Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

      AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

      Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
      BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

      Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

      Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

      Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

      Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

      kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
      SUMMARY:

      Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

      Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
      Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

      Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

      sumber :
      The Ancient Myth Exposed
      By T.O. Shanavas , di Michigan.
      ? 2001 Minaret
      from The Minaret Source: http://www.iiie.net/
      Sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3704_0_26_0_M

      Diterjemahkan oleh : C_P

    • tommy kuncoro 11:38 am on 31/03/2008 Permalink | Reply

      situs http://www. indonesia.faithfreedom.org terlalu banyak fitnah dan kebohongan, hal ini tidak akan membuat orang makin menjauhi islam , tetapi akan semakin menguatkan keiman islam. apa yang dilakukan mereka hanya akan sia-sia dan tidak akan berhasil sesuai dengan harapan mereka. islam terlalu kuat dan terlalu besar untuk bisa mereka tahlukkan. seratus orang kafir tidak akan sanggup mengalahkan satu orang muslim yang taat.
      jadi apa yang mereka lakukan menggambarkan betapa putus asanya mereka menghadami umat islam.

    • Dick Foreskin 9:14 am on 15/04/2008 Permalink | Reply

      Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,
      Pohon yang jelek menghasilkan buah yang jelek.

      Agama yang baik menghasilkan orang-2 yang baik (Ibu Teresa, Mahatma Gandhi, Johanes Paulus II, Mikhail Gorbachov, Maximillan Kolbe, Romo Mangun, etc…)
      Agama yang Jahat menghasilkan orang 2 jahat ( Osama bin Laden, Imam Samudera, Abubakar Ba’asyir, etc…)

    • ghofur solihin 3:26 am on 25/04/2008 Permalink | Reply

      umat islam jangan sewot dong,bukankah umat islam juga suka membuat buku-buku yg menghujat iman kristen?ratusan buku telah diterbitkan oleh penerbit islam dan buku buku itu menghina,menghujat agama kristen.belum lagi ceramah-ceramah dari ustad dan ustaddah islam yg radikal spt irene,sanihu munir dll,yg jelas-jelas menghujat agama kristen.Buktikan kalau agama islam benar,nabi muhammad nabi yg bermoral tinggi,ajaran islam benar dll.jangan hanya bisanya demo ala fpi,mmi,hti,otot yg di andalkan.gitu aja deh sARAN GUE.HIDUP http://WWW.INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG.

    • zeta 8:02 am on 08/06/2008 Permalink | Reply

      pendapat gw sebagai muslim,faithfreedom bwt gw tuh justru buat nambah keimanan dan keyakinan gw…karena gw memeluk islam bukan karena udah dari lahir gw ISLAM,tapi gw pelajari mana agama yang BENAR karena gw yakin adanya suatu tempat bernama NERAKA…

      satu prinsip gw mengenai agama yang gw peluk,YAITU KETUHANAN.HANYA SATU NABI YANG MEMBAWA KONSEP KETUHANAN YANG BENAR SERTA MENUNJUKKAN KEBESARAN DAN KEBENARAN YANG MAHA PENCIPTA.YAITU NABI MUHAMMAD SAW…MAAF2 SAJA BWT PEMELUK AGAMA LAEN,TAPI GW GAK PERCAYA TUHAN YANG MEMILIKI SIFAT DAN KEBUTUHAN ALA MANUSIA,TUHAN YANG BISA MATI,TUHAN YANG BERDOA,TUHAN YANG TERBUAT DARI BATU,APALAGI TUHAN YANG LEBIH DARI SATU…

      jadi selebihnya,ada yang memfitnah,menghujat,menjelek2kan dimata dan kuping gw tuh cuma semakin yakin bahwa ini adalah agama yang BENAR.karena sifat2 tersebut hanya dimiliki orang2 yang sebenarnya sudah merasa SALAH dan hanya mencari2 KEBENARAN..

      so,faithfreedom???menurut gw pribadi mo ada mo enggak kagak ngaruh tuh….

      mo bicara2 logika,satu ini logika yang paling masuk akal…..
      TUHAN YANG BENAR=AGAMA YANG BENAR

    • Jafar 4:37 pm on 17/06/2008 Permalink | Reply

      Coba deh liat kalo para pendeta kristen lg ‘khotbah’, pasti tidak pernah luput utk terus nengok dari Al-Kitabnya, bentar2 nengok karena ga hafal. Jd pengen ketawa lihatnya. Bandingkan dgn umat Islam yang punya Al-Qur’an, yg hafalnya banyak, ga perlu jd kyai utk hafal satu surat dari Al-Qur’an. Dari sini aja kita bisa tau mana yg disebut mukjizat mana yg cuma ‘buku biasa’.

      FFI sih ga usah dihiraukan, itu cuma kerjaan org2 Kristen yg sibuk cari2 kelemahan Islam pdhal agama mereka sendiri banyak bgt borok dan kelemahannya.

      Tantangin aja kalo memang mereka mau debat, suruh hafalin dulu satu surat di Al-Kitab. Kalo bisa jago deh. Hahahaha.

    • agree only 8:18 am on 19/06/2008 Permalink | Reply

      kalo punya temen bisa hack’
      mendingan situs itu di ilangin..
      aku jg punya acount d situ. coba post yg bener slalu di hapus

    • faithfreedoom 12:32 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States.

    • faithfreedoom 12:40 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States. Their programs are also supported by international oil companies which have interest to seize any chunk of oil resources all around the world.

    • Ahmady 5:34 am on 25/07/2008 Permalink | Reply

      Saya heran,mengapa banyak sekali tulisan yang mengatakan bahwa alkitab adalah rekayasa dan tidak asli lagi tetapi ternyata umat Islam mengamini isi Alkitab,buktinya adalah dengan banyaknya tulisan tentang Kristen (baik yang sekedar referensi atau menjelek2kan Kristen) ternyata mengutip ayat2 Alkitab ! bagaimana ini ? katanya gak bener kenapa dikutip untuk membenarkan tulisan2 tersebut ? aneh sekali !

    • CRUSADER 3:50 am on 16/08/2008 Permalink | Reply

      PENDAPAT SAYA ISLAM MEMANG BANGSAT. SEMUA AGAMA DIMUSUHIN OLEH ISLAM,MEREKA MERASA PALING BENAR N PEMBAWA DAMAI DAN TERNYATA KEKACAUAN DI DUNIA DIAKIBATKAN ISLAM. DUNIA AKAN DAMAI TANPA ISLAM. LOE SIH NYEMBAH MAMOD SAW (GERGAJI) HAHAHAHAHA MAKAN TAI LO…LO KALO MELUK AGAMA YA AGAMANYA AJA DONK JANGAN BUDAYA ARAB YANG LOE BAWA. KALIAN PADA MINUM AIR KENCING UNTA SIII MAKANYA BODOH-BODOH HAHAHA GAK MASUK AKAL, NGENTOTIN ANAK 9 TAHUN GILA TENAN. INGAN!!! SATU-SATUNYA AGAMA YG MENGHALALKAN KEJAHATAN CUMA AGAMA DARI IBLIS ALIAS ISLAM

      • nisa' 10:02 am on 07/01/2011 Permalink | Reply

        he.. he.. beginilah dedengkot faithfreedom mereka marah ketika katholik/kristen 100% kalah debat di forum terbuka kalo melalui dunia maya mereka sih bebas berkomentar sedangkan di forum terbuka mereka kelabakan….. karena itu mereka melampiaskan melalui dunia maya… kayak nggak tahu… liat aja mereka ngawur dan vulgar dalam menafsirakn quran & hadist semaunya sendiri.. keliatan banget kalo aku baca setiap ada dedengkot faithfreedom yang update status di faithfreedom keliatan banget dangkalnya mereka tentang islam… komentar mereka seakan akan berisi hawa nafsu amarah kebencian… bagi mereka seakan akan yang mereka lontarkan fakta padahal fiktif… buktinya apa berapa lama faithfreedom international exist… justru bertambah banyak orang eropa dan amerika masuk islam….. jadi sia sia banget kerjaan faithfreedom niatnya memfitnah justru jadi boomerang bagi mereka sendiri… seperti kejadian PENDETA KAFIR AMERIKA yang berhati iblis ingin membakar alquran menjadi berita utama surat kabar newyork bukankah langkah itu sama dengan faithfreedom yang isinya penghinaan tetapi justru banyak orang di amerika yang belum mengenal islam berusaha mencari cari informasi tentang islam dan akhirnya menjadi muallaf……., jadi kesimpulan biarlah faithfreedom menghina dengan omong kosongnya hingga berdarah darah semakin mereka menghina semakin banyak orang sadar tentang kebenaran islam…….

    • yebuth lintarhaq 5:31 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      Ya jelas to yg sumbernya dari Nabi Isa AS dan sudah ngelink di Alquran pasti bisa dipertanggungjawabkan, Yang lebih heran lagi kenapa di bible yg sudah diembel2in PL dan jelas2 suratnya buat domba2 sesat yahudi, tapi kok Yahudinya enteng aja ya :.. lo lo gua gua he..he.. lumayan dapet kristen gratisan bisa buat ganjel Muslim.

      To Crusader :
      Inilah contoh tulisan yg mengaku2 sbg umat pembawa cinta kasih dan damai tapi hiik hiik tau aja deh qualitasnya, saya juga heran kristen yg cara nyebarin agamanya pakai ngejajah, meras keringat orang, ngebom sana ngebom sini, bunuh sana sini, ngelawan musuh yang tak berdaya, cleaning ras-ethnic, apharteid, tipu menipu, nggak gentel, pakai fitnah, pakai cara devide ad impera n ngalalin segala cara kok gak pernah diberitain ya… padahal merata didunia lho kejahatannya..!!!

    • erzal 5:50 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      UNTUK CRUSADER ……..ISLAM IS THE BEST BUNG……ISLAM CINTA DAMAI DAN PEMBAWA PERDAMAIAN BUNG…KITE2 KAGA NYEMBAH MUHAMMAD BUNG…LU AJA YG MAKAN TAI BUNG….LU AJA YG MINUM AIR KENCING UNTA……ISLAM MELARANG PERBUATAN JAHAT…ISLAM DARI ALLLAH…SETAN ADALAAH MUSUH UMAT ISLAM…SOAL USIA ANAK 9 TAHUN ITU KAGA BENAR BUNG…

    • eron zb 10:35 am on 11/11/2008 Permalink | Reply

      saya setuju dengan adanya situs ini,tp saya belum bisa percaya 100%.tp,ku akui iman saya sudah mulai kendor…
      jangan salahkan aku bila aku murtad…
      sebab itu aku harus memilih jalan hidupku sendiri.
      mungkin dengan murtad aku bisa tenang.dan bisa menemui kedamaian..amin.

    • kk.arr 8:37 am on 19/11/2008 Permalink | Reply

      benerkah tuhan itu ada ? ataukah tuhan itu ada setelah setiap pertanyaan yang tak terjawab (mentok, tak ada jawaban) sebagai jawaban penghibur hati sementara. bgm jika tuhan itu memang tidak ada, sudahkah anda pikirkan ?

    • Agus 6:19 pm on 23/03/2009 Permalink | Reply

      Baik baik saja, tanggapi dengan dewasa karena agama sebuah realita, kenapa mesti repot atau acuh tak acuh ? Kritik membuat iman menjadi dewasa dan teruji, sehingga beragama dan beriman tidak didasarkan pada aspek emosianal, akan tetapi pemahaman agama dalam semangat iman untuk kembali menjadi ciptaanNya yang paling mulia.
      Mengimani Tuhan itu urusan manusia.
      Mengimani Agama itu urusan sejarah manusia.

    • pein pein 5:02 am on 01/03/2010 Permalink | Reply

      situs itu bagus kok,..!!?
      situsnya cinta damai, gag da paksaan loh buat masuk ke sana,.. isinya jelas dan tampa keragu-raguan di dalamnya. pokonya faith freedom adalah petunjuk dan pedoman bagi orang-orang benar! Rahmat bagi para netter semua,..!!?

      • tawon 3:08 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

        @pein pein .. apa nya yg menjadi rahmat , ali sina sendiri tidak bertanggung jawab sewaktu diajak berdebat ( secara on line , bukan lgs tatap muka ) . kl ali sina secara jujur dan jantan mau di ajak berdiskusi itu baru namanya – rahmat tapi kl pengecut .
        memang sebagaimana Allah menciptakan surga dan neraka , Allah pun tidak memaksa hambanya mau masuk surga ataupun masuk neraka .
        saya sering berdiskusi / berdebat dgn teman-2 yg lain agama tetapi semakin saya sering berdebat semakin nyata bahwa Islam adalah agama yg terbaik di muka bumi . anda bisa lacak hasil debat saya dan teman-2 muslim di forum ini.
        apakah anda ingin mewakili @ffi ?

      • erzal 4:32 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu lagi teler ya ?

    • Depo 6:18 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

      @ tawon

      hihihiiii… sipp buat mas tawon 🙂
      pien-pien apa mau disengat ama tawon ? babak belur loe baru tau…

    • pedro 12:03 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

      @tawon

      Islam agama terbaik di muka bumi….?
      itukan versi Anda….

      setiap penganut akan mengatakan hal yang sama tentang agamanya sendiri….

      tapi itu gak penting karena yang layak diagungkan adalah TUHAN bukan agama….

      • Depo 1:32 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

        @ Pedro

        Hihihiiii… tumben si ngkong nongolnya disini… 🙂
        tp Gpp, walau ngkong suka jadi atlit (melarikan diri dari pertanyaan) gw tetap kejar sampe dapat…

        Ehh kong yang masih jadul…
        Ngapain sih tuhan loe nggak ngerti / nggak mengetahui sifat dari seseorang manusia ?
        Contohnya : si Petrus, yg oleh tuhan loe (Yesus) akan diberikan kunci kerajaan surga. Tp akhirnya tuhan loe itu mengatakan bahwa si Petrus itu adalah iblis yang menjadi batu sandungan bagi dirinya…

        Jadi apa nggak tuhan loe (Yesus) memberikan kunci itu pada si Petrus (iblis) itu ?
        Klo nggak jadi diberikan kunci itu, berarti tuhan loe plin-plan dalam perkataannya.
        Klo jadi diberikan kunci itu, kenapa diberikan kepada setan/iblis ?

        Jawab kong, gw tunggu…
        Klo ngkong jawab, jadulnya gw hilangin yach…
        suerrr…. hihihiiii…

        • Depo 8:12 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Ngkong Pedro yang JADUL

          Mannnaaaa niiiihhhhh ????? hihihiiiiii….
          kwek kwek kwekkk… 🙂 🙂 🙂

        • pembela 9:59 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ DEPO

          Sekedar mengiatkan,.. sebaik nya anda baca dulu sebelum masuk page sni… apakah anda sudah memberikan opni / tanggapan situs http://faithfredom.org
          jika belum untuk apa anda masuk kesini,. petentang-petenteng mnantang bung pedro dgn pertanyaan yg ndk nyambung dgn judul..

          ayo,.. berikan opini dulu,,.. aku kan jawab semua pertanyaanmu,…

          sebaiknya lain kali lebih teliti menyimak ya,…

        • Depo 3:56 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Pembela

          Jangan nyeleneh… lihat aja postingan teman loe Pedro yang terakhir itu… apa sesuai Judul di page ini ???
          Apakah itu berupa opini terhadap judul page ini ?
          loe siap mewakili pedro yang nggak mampu untuk menjawab ?
          atau, loe juga akan melarikan diri seperti dia (Pedro) ?

      • erzal 4:28 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu bukan mengagungkan tuhan tapi lu nginjek tuhan karena lu mensekutukan yesus dg tuhan…paham nggak ?

    • Roben 3:48 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

      @ Pembela

      Wajar aja lho pake nama pembela, suka membela para pelarian yang gak mampu dikejar untuk menjawab sebuah argument pertanyaan yang ditimbulkan dari dirinya sendiri.

      Apakah anda tau dan mengerti bahwa si Pedro itu memang suka lari ke page lain jika dia tidak mampu menjawab. Dia membutuhkan pembelaan agar tetap dapat eksis. itulah kelemahan dia.

      Adalah wajar saja Depo mengejarnya walau ke page lain yang dia (Pedro) masuki untuk mengingatkan dia dan menguji kemampuan dia untuk menjawabnya.

      Apakah anda bisa mewakilinya untuk menjawab ?

      • pedro 1:48 am on 04/03/2010 Permalink | Reply

        @Depo, Roben, pembela

        wah, tidak menyangka saya jadi topik lain di page ini…

        bung Depo, saya jawab di page https://erzal.wordpress.com/kata-anda aja yah biar gak jadi bias page ini…

        bung Roben, sebelum judge saya tolong lihat dulu di page yang saya tulis di atas, apakah saya tidak banyak menjawab pertanyaan bung depo, erzal, tawon, dll…
        malahan pertanyaan saya yang dianggap lalu begitu saja…
        tapi saya toh tak pernah asal tuduh begitu saja…

        bung pembela, jangan kaget mereka memang suka begitu…
        meledak-ledak saat ada pernyataan yang tidak mereka terima, tetapi saat dijelaskan dalam diskusi pada menghilang…

        tx

    • khan 9:39 am on 29/07/2013 Permalink | Reply

      Pendiri, Pengelola dan Admin http://www.indonesia.faithfreedom.org adalah orang-orang murtadin kafir laknatullah. Orang yang yang gak punya kerjaan, Ahli neraka jahannam! Tobat kalian sebelum terlambat!!!

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel