Terjerat lintah darat, ibu dua anak jadi maling motor 

Terjerat lintah darat, ibu dua anak jadi maling motor

Senin, 24/10/2011 | | Dilihat: 9751 Kali
  • SHARE THIS:

Bantul (Solopos.com) – Terjerat hutang pada empat lintah darat membuat Sutilah, 33, berani berbuat nekat. Sejak Juli hingga Jumat (21/10/2011) lalu, ibu dua anak asal Menayu Kulon, Tirtonirmolo, Kasihan itu tercatat telah mencuri empat sepeda motor.

Ilustrasi (mvrsecurity.com)

“Terakhir adalah motor Yamaha Mio nopol AB 2427 T milik Suyono, 32, warga Nitiprayan, Kasihan, Bantul, Jumat lalu,” kata Kapolsek Kasihan Kompol Beja melalui Kanit Reskrim AKP Ngadianta, Senin (24/10/2011) siang. Ngadianta mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika pelaku datang ke rumah Tembong, 45, makelar motor yang tinggal di Nitiprayan, Kasihan sekitar pukul 17.00 WIB. Kepada Tembong, pelaku berniat hendak menjual motor Yamaha Vega nopol AB 5267 WB.

Sementara keduanya tawar menawar harga, datanglah Suyono ke rumah Tembong dengan mengendarai motor Yamaha Mio. Sama halnya dengan pelaku, kedatangan Suyono sore itu juga untuk menjual motor. Saat itulah pelaku bilang pada Suyono kalau dirinya sudah lama ingin membeli motor matic untuk anaknya. Setelah menyepakati harga yang ditawarkan Suyono, yaitu Rp8,5 juta, pelaku berdalih ingin menjajal motor tersebut.

“Tidak ada yang menaruh curiga pada pelaku. Sebab, selain tidak mengenakan helm saat menjajal motor itu, pelaku juga meninggalkan motor Yamaha Vega yang dibawanya,” imbuh Aji, teman dekat Suyono yang juga berprofesi sebagai makelar motor di Polsek Kasihan, kemarin.

Setelah ditunggu cukup lama pelaku tidak kunjung kembali, korban langsung melapor ke Polsek Kasihan. Berbekal keterangan dari sejumlah saksi, akhirnya polisi berhasil membekuk pelaku di rumahnya, Minggu (23/10/2011) pagi.
“Motor Yamaha Mio itu dijual seharga Rp8 juta. Makelar motor berani membayar tinggi karena motor itu lengkap dengan BPKB dan STNK yang tersimpan di bawah jok,” terang Ngadiyanta.

Uang Rp 8 juta itu langsung dihabiskan untuk membayar hutang Rp 5,6 juta, membeli gerobak bakmi seharga Rp 1,5 juta, dan sisanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dari hasil pengembangan penyidikan, motor Yamaha Vega yang hendak dijual pelaku itu juga hasil curian.

“Informasi sementara, motor itu milik warga Balecatur, Gamping, Sleman,” imbuh Ngadiyanta. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.
Ditemui seusai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik, Sutilah mengaku telah mencuri empat motor. Modusnya hampir sama, yakni menyamar sebagai pembeli dan pura-pura menjajal motor incarannya.

Kepada wartawan, Sutilah yang pergelangan kaki kanannya diborgol dan dikancingkan pada kaki kursi penyidik menuturkan, dirinya kali pertama beraksi Juli lalu dengan hasil motor Honda Vario. “Laku Rp2 juta. Uangnya habis untuk biaya hidup selama sebulan,” katanya dengan berlinang air mata. Memasuki Agustus, Sutilah kembali menggondol motor Honda Supra X. Motor itu dijualnya seharga Rp 6 juta. “Rp 5 juta untuk bayar hutang, dan Rp 1 juta saya kirim ke suami di Sumatra,” terangnya.

Saat ditanya mengenai pelupuk mata kirinya yang lebam, Sutilah mengaku dihajar salah satu korbannya yang datang ke Polsek Kasihan, Minggu (23/10/2011). “Perempuan itu ngakunya ahli bela diri. Wajah saya langsung ditendang saat tidak ada polisi,” akunya.

JIBI/Harian Jogja/lis

http://www.solopos.com/2011/patroli/terjerat-lintah-darat-ibu-dua-anak-jadi-maling-motor-120947

Advertisements