Bagaimanakah Khitan Nabi? 

Bagaimanakah Khitan Nabi?

Segala puji bagi Allah dengan segala kebenarannya.
Sekarang jika kamu melihat banyak forum di Internet banyak terjadi fitnah dari pihak umat kafir yang mengatakan jika nabi Muhammad itu tidak sunat.. Benarkah? Masuk kedalam pemikiran akal logika: “Apakah pantas, Nabi Muhammad yang menyuruh orang lain untuk bersunat sedangkan dirinya sendiri tidak sunat?
Nabi Muhammad Bersabda:

HR. Al-Baihaqi

“Sesungguhnya kulup (aqluf) dalam Islam tidak boleh ketinggalan untuk disunat, melainkan harus berkhitan walaupun umur (seseorang) sudah 80 tahun.”

 

Setelah sekian lama saya mencari-cari bukti ayatnya yang menyatakan bahwa nabi muhammad itu sunat akhirnya telah berakhir sudah setelah pertanyaan itu saya ajukan kesebuah forum yang memuat tentang Hadist.
Sekarang kita langsung saja melihat bukti ayatnya:

 

Dalam hadits yang di muat di dalam kitab ‘At Tamhid Limaa Fi Al Muwaththa” karya Abu ‘Umar Yusuf bin Abdillah Al Qurthubi menerangkan,

عن ابن عباس أن عبد المطلب ختن النبي صلى الله عليه وسلم يوم سابعه وجعل له مأدبة وسماه محمدا

Artinya:
dari Ibnu Abbas; bahwa Abdul Muthtalib (kakek Nabi) mengkhitan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari ke tujuh (kelahiran beliau) dan membuat jamuan makan serta memberi nama dengan Muhammad.”

 

Alhamdulillah…
Sekarang Kenapa dalam Al-Quran tidak ada perintah sunat? …Benarkah?
Jawabannya ada yaitu perintah agar kita beriman kepada Rasul-rasul Allah.
Seperti yang kita Tahu, ajaran sunat adalah berasal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim, Maka dalam Al-Quran pun dikatakan

 

Allah Berfirman:

An Nisaa :125

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

 

At Taghaabun :12

“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”

 

Dari ayat diatas, maka Aku berucap Alhamdulillah..
Beruntunglah kita sebagai pengikut Rasulullah, sebagai keturunan (ajaran dari) Ibrahim yang lurus yang telah menyuruh kita agar bersunat, sekarang terbukti kitalah Hamba-hamba Allah yang benar dan tidak pula menjadi orang-orang yang akan dilenyapkan karena kita bukanlah Orang yang mengingkari janji.

http://islami.online.cm/nabi-dan-rasul/kerat-khatan/

sumber: http://komentarfacebook.blogspot.com
Advertisements