Your Comment

Your Comment

37 Responses to Your Comment

  1. ego says:

    gw ngeliatnya FF indonesia itu sebagai ajang uji iman,pengetahuan tentang islam,(kayak masuk di kandang macan tak ber tuhan)
    gw jadi lebih getol mendalami agama,senang melihat ke ‘bodohan’ mereka.
    karena AL QURAN sumber LOGIKA.tdk bisa di bantah,ilmuwan sekalipun mengakui.so gw PD aja.
    ISLAM = LOGIKA, I LLLLLOOOOVVVVVEEEE IT.

    salam semua.Allah menyukai orang yg beriman dan berfikir.
    keep fight! ALLAHUAKBAR.

  2. faisal rahman says:

    aq bangga sebagai muslim dan jika agama yang aq cintai memanggil untuk membelanya,maka dengan lantang dan bangga sebagai muslim akan aq katakan “saya dengar dan saya taat”
    ya akhi,aq siap melawan kafir laknatullah jika akhi membutuhkan,hubungi aq saja lewat imelku. insya Alloh dengan segenap yang ada pada diriku aq siap melakukan pembelaan untuk agamaku,bahkan nyawapun siap aq persembahkan demi Izzah (kejayaan dan kemuliaan) agama Alloh ini. Alloh telah menjanjikan kemenangan (Qs 61;14) maka janganlah ragu untuk “berperang” membela agama-Nya.

  3. mahesojenar says:

    rasah diomong-omongke, di gedhek-gedhekke….
    nk tak delok-delok malah koyo kumpulane wong sombong, pembalas dendam, congkak, narsis, dll lah..

    haaaah…

    Astaghrfirullah….

    ampunilah dosa teman-temanku ini Ya Allah… Amien.

    • faisal rahman says:

      kalo anda seorang muslim apakah anda akan diam saja ketika anda mngetahui dan melihat bahwa agama yang anda anut sedang dihujat?????
      keimanan bukan semata percaya dalam hati namun perlu juga di ikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dalam perbuatan.kalo anda menganggap bahwa kami kumpulan orang sombong, pembalas dendam, congkak, narsis, dll lah itu hak anda. yang terpenting dalam hati kami,saya sendiri khususnya tidak ada niatan untuk berbuat seperti apa yang anda tuduhkan.niat saya hanya untuk menjawab tuduhan/fitnah terhadap Islam sesuai kemampuan saya.

  4. faisal rahman says:

    @mahesojenar kalo anda seorang muslim apakah anda akan diam saja ketika anda mngetahui dan melihat bahwa agama yang anda anut sedang dihujat?????
    keimanan bukan semata percaya dalam hati namun perlu juga di ikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dalam perbuatan.kalo anda menganggap bahwa kami kumpulan orang sombong, pembalas dendam, congkak, narsis, dll lah itu hak anda. yang terpenting dalam hati kami,saya sendiri khususnya tidak ada niatan untuk berbuat seperti apa yang anda tuduhkan.niat saya hanya untuk menjawab tuduhan/fitnah terhadap Islam sesuai kemampuan saya.

  5. mahesojenar says:

    tentu bro.. saya juga ingin memerangi yang demikian, tapi mungkin ga sehebat anda-anda yang mampu membuktikan dan membenarkan semuanya. saya mulai dari diri saya dan lingkungan sekitar aja susahnya minta ampun, tapi tetap saya coba.. ya sudah, saya minta maaf kalo tidak mengenakkan anda-anda di portal ini,, semoga Gusti Allah meluruskan semuanya… Amin. Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh..

  6. faisal says:

    Saya heran dengan orang kristen dia bilang agamanya agama cinta kaasih mungkin dengan keluarga dan sesama kristen dia melaksanakan ajaran itu, tapi perilaku mereka terhadap islam begitu luar biasa bencinya , seharusnya dia berbuat sama terhadap semua mahluk didunia ini. kalau saya sebagai umat kristen akan berfikir benarkah agama saya in?dalam islam orang semacam ini disebut munafik,dalam islam kita dilarang berbuat jahat terhadap orang lain walaupun dia bukan muslim tapi kita boleh membela diri.agama kristen mungkin nggak akan berkembang kli yah kalau tanpa kecurangan& kebohongan.pendeta-pendeta mereka itu tahu kalau islam itu benar maka dengan segala cara mereka membuat kebohongan berupa teror.ancaman.imimg-iming hadiah dll. alquran pun sudah menceritakan perilaku mereka. bagi kami umat muslim dunia itu ladang amal. syetan tak akan berhenti menggoda manusia sampai kita ikut dengan mereka,dunia bagi kamihanya sebentar kita di dunia paling lama sampai berumur puluhan tahun aja tapi dialam kubur kita bisa seratus bahkan ribuan tahun belum lagi di alam barzah. bagi umat kristen dunia adalah segalanya.baginya kesuksesan dilihat dengan banyaknya harta walaupun untuk mendapatkannya dengan segala cara.begitupun dalam beragama ,saya rasa orang islam akan hidup tentram kalau tidak diganggu oleh mereka, contohnya buat apa membuat situs ffi yang isinya penuh kebencian , kami umat islam tidak gentar walaupun kami dihujat diburuk-burukan. asal kalian tahu dunia ini dibuat oleh satu tuhan. Tuhan yang menurunkan nabi-nabi juga satu tuhan . dialah ALLAH yang segalanya ada dalam genggamanNya, Dialah yang akan menjaga dan memelihara agama islam.walaupun banyak orang membuat rencana untuk menghancurkan islam tapi Allah juga yang akan memelihara dan menjaganya

  7. lucifer says:

    apakah antar umat beragama tidak bisa hidup dengan damai??

    yg A blg agama B cacad
    lalu B blg agama A yang cacad..
    karena A dan B muncul lah orang2 C,D,E,F,G,… yang menambah2 dan melecehkan agama lain sehingga mkin berkembang biak penyakit mencari kesalahan- kesalahan di agama orang

    ==”

    • SERBUIFF says:

      lucifer
      Submitted on 2010/12/21 at 4:36 am

      apakah antar umat beragama tidak bisa hidup dengan damai??####### BISA

      yg A blg agama B cacad
      lalu B blg agama A yang cacad..
      karena A dan B muncul lah orang2 C,D,E,F,G,… yang menambah2 dan melecehkan agama lain sehingga mkin berkembang biak penyakit mencari kesalahan- kesalahan di agama orang########

      YG JELAS ISLAM MUNCUL UNTUK MEMPERBAIKI DAN MELURUSKAN CACAD ITU. YG JELAS ISLAM MUNCUL UNTUK MENUNJUKKAN KEBENARAN DAN MELURUSKAN KESESATAN AGAMA LAIN……

      PERNYATAAN ANDA : ATHEIS IS THE BEST!!!! , TLG JAWAB apa dasar dan buktinya atheis is the best ?

    • septa8 says:

      saling menyalahkan antar keyakinan adalah tidak patut. tapi… tulisan – tulisan di faithfreedom sungguh keterlaluan !!! kayaknya penulisnya itu bukan kristen yang taat pada yesusnya yg berkali-kali berkata kasih… kasih… kalo betul dia kristen dia pasti kristen busuk. , mungkin saja penulisnya komunis atau pagan. tapi yg pasti faithfreedom bertujuan memecah belah bangsa Indonesia. pemerintah dan petinggi kristen Indonesia harus menertibkannya., sebelum hubungan islam kristen lebih memanas. siapa yg kenal / tahu tampang orang-orang faithfreedom?

  8. Tondo Al Faqir says:

    Saya sekilas mambaca komentar2 yang ada diblog ini. Sangat bagus dan menarik untuk diskusi.
    Hanya saja…, selalu ada beberapa rekan yang mengunakan kata2 kotor/keji yang semestinya tidak patut diucapkan dalam diskusi yang notabene membicarakan Ajaran Agama, yang tentunya agama manapun pasti mengajarkan untuk bersikap arif dan sopan dalam semua tingkah laku termasuk ucapan/pemikiran yang dituangkan dalam tulisan.
    Untuk itu saya menyarankan kepada semuanya khususnya rekan2 muslim, marilah kita berdialog dengan benar dan dengan kata2 yang baik serta dengan akhlak yang mulia.

  9. Arrahmah says:

    Saya setuju dengan pendapat semua antum diatas :D

  10. HAMBA si PENGABDI says:

    Saya memiliki sedikit iman dan keyakinan dan kadarnyapun mungkin tidaklah semulia saudara2 saya yang memberikan komentar2nya disitus ini. Akan tetapi iman dan keyakinan saya itu hanya saya alamatkan pada Tuhan yang universal. Tuhan yang telah menciptakan matahari, bumi, bintang2, bulan dan seluruh alam semesta dan kehidupan ini yang dengan cintanya Dia memelihara dan menghidupi kesemua ciptaannya itu, tak perduli apakah makhluk2 ciptaannya itu beriman, beragama. atheis, suci atau berdosa, mukmin maupun kafir, bahkan Iblis si pembangkangpun dipersilahkan-Nya untuk menikmati kehidupan ini. Dia-lah SANG MAHA itu. MAHA segala2nya bahkan sampai tak terdefinisikan oleh akal budi ciptaannya. DIA berselubung ghaib yang mutlak. Dalam perspektif saya sebagai pemuja-Nya Pancaran NUR-nya adalah CINTA dan HIDUP. Kehendak-Nya adalah KEBENARAN. Logika-Nya adalah KEADILAN. Tahta-Nya adalah KEKUASAAN. Mahkota-Nya adalah KEMULIAAN. Dan ketetapan-Nya adalah HUKUM. DIA-lah Yang Awal dan Yang Akhir tetapi DIA juga Yang Tak Berawal dan Tak Berakhir. Dalam ke-ESA-annya Dia tak berteman dengan siapapun apalagi sampai mempunyaI musuh karena semua hanyalah ciptaan-Nya belaka yang dihidupi-Nya dengan HIDUP dan dipelihara-Nya dengan CINTA. Ketika manusia itu

  11. ratri kusuma says:

    salut sama blog ini,,, informasinya sangat banyak & memberikan manfaat :)

  12. Noveri affandi says:

    Saya mencintai rosul(MUHAMMAD S.A.W) lebih dari diri saya sendiri,saya sempat membaca hinaan beliau,hati saya sempat menangis mengapa para orang2 kafir itu menghujat rasulullah S.A.W apa benar tindakan mereka lakukan sesuai dengan agamanya,semoga ALLAH melaknat mereka samapai dengan anak cucunya diberikan penderitaan yang tiada akhir,Salawat dan salam kita tujukan kepada ROSUL S.A.W sebai junjungan kita ,ALLAHHUAKBAR!!!!!!

  13. herman says:

    klu baca jgn terpengaruh liat benar salahnya usus jgn pendek itu hujatan ataw kesaksian org yg getol cari Tuhan gitu tauw.

  14. Liam says:

    Hai kalian manusia – manusia pintar yang terlalu pintar menafsirkan sesuatu dari permukaannya sehingga kalian menjadi yang terkecil diantara yang kecil …
    kalian kira ajaran Agama memberikan pencerahan hanya dengan sekali baca ?
    Aku lebih menghargai para gelandangan dan pengemis , sebab mereka terbuka dan tidak bercacat dimata Allah , karena mereka tidak melemparkan hujat pada saudara mereka yang berbeda .
    Belajarlah dari yang kecil bung …
    Jangan mengatakan ia salah sebelum anda menyelidikinya secara pasti , hai kalian orang2 yang terlampau pintar , sehingga anda berani mengatakan bahwa , ” ini adalah syariat , ini adalah pernyataan Allah ..”
    Allah itu maha esa , Ia tidak memerlukan kalian untuk membelanya , karena bagi Allah , yang benar tetaplah yang benar , dan yang salah tetaplah yang salah …

    Siapakah kalian sehingga kalian berani mengatakan ia yang benar dan ia yang salah ?
    berpikir dewasa lah bung …

    Dikampungku mayoritas muslim dan selebihnya adalah Nasrani dan juga budhist … namun mereka semua tetap damai , tiada pertengkaran , tidak seperti disini ..
    memang mereka , org2 dikampungku tidaklah sepintar dan sekaya kalian , untuk mencapai blog inipun mereka harus bekerja dulu selama seminggu lebih … namun mereka lebih mulia dibandingkan kalian semua … sebab mereka mengikhlaskan diri pada Allah … sebab mereka yakin , Allah lah yg akan menjadi wali atas mereka nanti … bukan seperti kalian , yang menghakimi orang lain …
    Janganlah kalian menghakimi orang lain , bila kalian tidak ingin dihakimi .

  15. dean says:

    Mengaku beragama tidaklah lebih baik kalau hanya untuk diperdebatkan dan saling olok. Marilah kita bergandeng tangan memperdalam iman masing-masing tanpa harus saling mengaku benar. (aku takut neraka tapi aku tak pantas disurga) (andai surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepadaNya)

  16. guardiman says:

    serbuiff maju terus anda beramal kebaikan melalui dunia maya, good job, terus memberi pencerahan dan pelita bagi orang-orang yang berfikir keliru dan yang berusaha menyesatkan orang yang belum bisa berfikir kritis yang masih dangkal keimanan dan pengetahuan keislamannya. amiiin

  17. SEMOGA RAHMAT DAN HIDAYAH ALLAH SWT SELALU MENYERTAI KITA SEMUA SAMPAI AKHIR HAYAT,SEMOGA KITA SEMUA MENDAPAT SAFAAT DARI BAGINDA YANG MULIA NABI BESAR MUHAMMAD ROSULULLAH SAW

    AMIN AMIN YA ROBBAL ALAMIN

  18. satriasulut says:

    kenapa website iff gak bisa diakses, ada yang bisa bantu???

  19. Marhaen says:

    Saya melihat kebenaran di http://www.faithfreedom.org, tentang analisa & argumen seorang Ali Sina, tetapi website tsb sengaja ditutup oleh orang-orang Kafir & Dajjal yg ingin menutupi kebenaran. Tetapi sayang,, perbuatan tsb sia-sia. Karena kebohongan & penipuan yg dilakukan Sang Nabi Palsu makin jelas terbukti dgn kesengajaan menutupi kebenaran tsb. Ini membuktikan bahwa seorang ALI SINA telah membuka tabir yg selama ini ditutupi oleh orang-orang yg murtad & kafir sebenarnya kafir. Bagi anda-anda yg bisa berpikir dgn jernih & merasa makhluk yg percaya pada Tuhan & sebenarnya Tuhan, silahkan coba buka Website http://www.Faithfreedom.org. Setelah anda membacanya saya yakin anda akan mengerti dgn jelas siapa Kafir yg sebenarnya, siapa iblis sebenarnya, siapa pemerkosa sebenarnya dan siapa Dajjal yg sebenarnya. Kalo Website tsb palsu, kenapa harus ditutupi? Bukankah takut kebenaran terungkap? kenapa hak utk mengetahui kebenaran harus ditutupi? Hidup Ali Sina!!!. Hidup Pancasila!!! Hidup Demokrasi!!!!!! Mampus Arabisasi!!!!!! Bagi anda yg masih mencintai bangsamu & tdk mau dijajah Bangsa Arab buka http://www.faithfreedom.org. Hidup Bung Karno yg tlh menggali bahasa Indonesia & memberikan kata “Agama” utk keyakinan pada Tuhan. Agama berasal dari bahasa Sanskerta, A = tidak, GAMA = kacau. AGAMA berarti tdk Kacau. Orang yg beragama berarti orang yg tdk berbuat kekacauan..

  20. FPI says:

    Saya melihat kebenaran di http://www.faithfreedom.org, tentang analisa & argumen seorang Ali Sina, tetapi website tsb sengaja ditutup oleh orang-orang Kafir & Dajjal yg ingin menutupi kebenaran. Tetapi sayang,, perbuatan tsb sia-sia. Karena kebohongan & penipuan yg dilakukan Sang Nabi Palsu makin jelas terbukti dgn kesengajaan menutupi kebenaran tsb. Ini membuktikan bahwa seorang ALI SINA telah membuka tabir yg selama ini ditutupi oleh orang-orang yg murtad & kafir sebenarnya kafir. Bagi anda-anda yg bisa berpikir dgn jernih & merasa makhluk yg percaya pada Tuhan & sebenarnya Tuhan, silahkan coba buka Website http://www.Faithfreedom.org. Setelah anda membacanya saya yakin anda akan mengerti dgn jelas siapa Kafir yg sebenarnya, siapa iblis sebenarnya, siapa pemerkosa sebenarnya dan siapa Dajjal yg sebenarnya. Kalo Website tsb palsu, kenapa harus ditutupi? Bukankah takut kebenaran terungkap? kenapa hak utk mengetahui kebenaran harus ditutupi? Hidup Ali Sina!!!. Hidup Pancasila!!! Hidup Demokrasi!!!!!! Mampus Arabisasi!!!!!! Bagi anda yg masih mencintai bangsamu & tdk mau dijajah Bangsa Arab buka http://www.faithfreedom.org. Hidup Bung Karno yg tlh menggali bahasa Indonesia & memberikan kata “Agama” utk keyakinan pada Tuhan. Agama berasal dari bahasa Sanskerta, A = tidak, GAMA = kacau. AGAMA berarti tdk Kacau. Orang yg beragama berarti orang yg tdk berbuat kekacauan..

  21. Pemuda Nasionalis Indonesia says:

    FPI baru menghancurkan Patung pewayangan di Jawa barat. dgn alasan akan mendatangkan mushryik, bukakah itu aneh? Itu berati FPI anti kebudayaan Indonesia & ingin menggantikan Budaya Arab dgn Budaya bangsa kita. FPI benci budaya Indonesia itu berarti FPI benci Indonesia, Suatu hari FPI akan menghancurkan patung Jend.Sudirman, patung-patung pahlawan kita semua, semua yg berbau Indonesia akan dihancurkan dgn alasan Mushryik dgn tameng agama, padahal FPI tdk mengerti apa itu agama. Mari kita musnahkan FPI dari muka bumi kita!!!! Ayo selamatkan bangsa & negara dari penjajahan bangsa Arab….. Kalo anda yg merasa sebagai bangsa Indonesia & masih membela FPi berarti anda mengkhianati bangsa & negara kita… Ayo usir Habib Rijek (Afkiran dari arab) dari muka bumi Indonesia!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • SERBUIFF says:

      Minggu, 25 September 2011

      Pemenggalan Kepala Tokoh Wayang

      Purwakarta, Jawa Barat. Para ulama Islam dari Forum Ulama Indonesia melakukan demonstrasi di luar kantor administrasi lokal pada hari Jumat lalu, menuntut agar patung Bima yang merupakan figur pewayangan Jawa, dicopot.
      Dalam sebuah percakapan, KH Abdullah Joban, ketua forum cabang Purwakarta, mendesak pihak administrasi untuk menghancurkan patung itu, dengan mengklaim bahwa “patung itu bertentangan dengan identitas islamik kota itu.”
      Patung raksasa Bima itu berdiri di Jalan Baru di Nagri Kaler yang merupakan sub distrik Purwakarta. Dalam pernyataan resminya kepada pihak administrasi, Forum Ulama mengklaim bahwa patung Bima itu memberikan dampak negatif terhadap publik karena itu adalah sebuah imej dari figur yang hanya eksis dalam “keyakinan tahayul” masyarakat.
      “Ini adalah sebuah cara untuk menghilangkan patung itu dari keyakinan tahayul. Dari sudut pandang ekonomi, patung ini hanya buang-buang uang dan dari sudut pandang hukum, patung ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat umum,” kata Abdullah. Ia kemudian menambahkan bahwa patung itu harus diganti dengan sebuah figur Islamik. Kepala distrik Purwakarta, Dedi Mulyadi tampaknya masih memiliki 2 lagi patung yang merupakan patung bernuansa pewayangan Jawa, yang didirikan di daerah itu.
      Demonstrasi ini tiba kurang dari 2 bulan setelah pihak administrasi Bekasi di Jawa Barat mencopot patung setinggi 17 meter “Tiga Mojang” (“Tiga Gadis”), yang membutuhkan waktu setahun untuk membangunnya dengan sekurangnya dikerjakan oleh 50 orang pekerja, dengan pengeluaran sekitar 2,4 milyar rupiah ($268,800).
      Setelah mendapatkan tentangan dari kelompok-kelompok garis keras, termasuk para pemrotes yang menyemprotkan cat dan menutup patung itu dengan kain putih, walikota Bekasi, Mochtar Muhammad, memerintahkan pihak pengembang dari komplek itu, dimana patung itu berdiri, agar mencopot patung itu. Pada pertengahan Mei, lebih dari 1000 massa organisasi-organisasi garis keras Islam melakukan unjuk rasa di luar kantor administrasi Bekasi untuk memprotes patung itu.
      Pemimpin Front Pembela Islam Bekasi (FPI), Murhali Barda, mengatakan bahwa patung Tiga Mojang, meskipun sudah mendapatkan ijin pendiriannya, dianggap sebagai patung yang tidak islamik.
      “Ketiga wanita itu mengenakan pakaian yang ketat”, kata Murhali. “Dan di atas semuanya, Islam melarang patung dan lukisan yang coba untuk mengkopi mahluk hidup yang nyata.
      Disainer Tiga Mojang, Nyoman Nuarta mengatakan bahwa patung yang ia buat biasanya menggambarkan mahluk hidup karena biasanya orang Indonesia tidak tertarik dengan seni abstrak. Ia juga mengatakan bahwa orang-orang Indonesia cenderung melupakan akar budaya mereka dan selalu siap untuk mengadopsi segala sesuatu dari luar, apakah baik atau buruk. “Kita mengambil budaya Amerika atau Arab seolah-olah kita sendiri tidak merasa bangga dengan budaya kita sendiri,” katanya.
      Menanggapi artikel diatas , saya sangat tidak setuju dengan hal yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti yang dijelaskan diatas. Saya sebagai orang Jawa asli sangat kecewa, karena wayang merupakan budaya Jawa dan merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, bukan malah dihancurkan atau dirusak. Kita sebagai orang jawa menganggap tokoh-tokoh wayang sebagai cerminan sifat manusia, tidak lebih dari itu. Jadi orang-orang yang mencela bahkan mau merusak budaya Jawa dalam hal ini Pewayangan, saya sebagai orang Jawa menentang keras perbuatan diatas.
      http://lingkungandanbisnis.blogspot.com/2011/09/pemenggalan-kepala-tokoh-wayang.html

  22. herman priyadhi says:

    No comment..

  23. nonon says:

    ngapain buat patung pake disembah segala.emangnya patung dapet nyelamatin diakhirat.banyuak orang pinter tapi bodoh, buat patung pake emas, perak lalu disembah dikasih buah2an, nanti kalo laper buahnya dimakan sendiri.nah yang begini nih banyak di dunia ini.apa ngga mikr??/harusnya nyembah sama yang ciptakan emas, siapa yah??
    yang menciptakan perak ?siapa yah?? yaitu Allah.makanya patung terbesar di OHIO USA patung yesus terbesar dan tertinggi di dunia di sambar petir.ini untuk menjadi pelajaran bagi penyembah patung, bahwa patung yesus pun tidak dapat mambuat manfaat dan selamat bagi dirinya.sebagaimana yesus disalib , ia tidak dapat menyelamatkan dirinya.apalagi untuk menyelamatkan anda.didunia ngga selamat apalagi di akhirat.pikir tuh irfan.

  24. pencari kebenaran says:

    Agama versus filsafat

    Sebelum kita berbicara lebih jauh tentang benturan antara agama dan filsafat maka kita harus terlebih dahulu mengetahui hakikat agama dan juga filsafat sehingga kala terjadi benturan antara keduanya kita bisa memahami latar belakang terjadinya benturan itu serta bisa menempatkan dimana agama harus diletakkan dan dimana filsafat harus diletakan.
    Secara simpel tapi sangat mendasar kita harus menempatkan agama sebagai konsep-sudut pandang Tuhan dan filsafat sebagai konsep sudut pandang manusia dan definisi demikian sebenarnya cukup untuk melukiskan secara mendasar apa itu agama dan apa itu filsafat.mengenai karakteristik dari keduanya kita akan mengetahuinya secara lebih mudah bila kita telah melekatkan agama dengan Tuhan dan filsafat dengan manusia.kita akan mengetahui dan memahami sisi manapun dari agama bila itu selalu dikaitkan dengan Tuhan dan kita akan mengetahui sisi manapun dari filsafat bila itu selalu dikaitkan dengan manusia.mengenai kelebihan dan kekurangannya pun akan kita ketahui tinggal kita melekatkan agama dengan sifat Tuhan dan filsafat dengan sifat manusia.
    Sebaliknya kita akan menemukan kerancuan apabila kita menyandarkan atau mengembalikan agama kepada manusia,misal menganggap agama sebagai ‘sesuatu yang berasal dari manusia’ atau ‘ciptaan’ seorang yang disebut ‘nabi’dan disisi lain mengkultuskan filsafat sebagai ‘muara kebenaran’,dengan prinsip cara pandang seperti itu agama hanya akan menjadi obyek penghakiman dan bulan bulanan filsafat.sehingga sekali lagi agama akan bisa dilihat karakteristiknya yang sejati termasuk superioritasnya manakala apapun yang ada dalam agama disandarkan pada Tuhan.
    Dengan memahami hakikat agama dan filsafat secara mendasar kita bisa mengukur : layakkah bila filsafat menghakimi agama karena itu sama dengan berarti manusia menghakimi Tuhan,bandingkan dengan bila agama menghakimi filsafat itu artinya sama dengan Tuhan menghakimi manusia.
    Setelah memahami penjelasan mendasar diatas maka kita akan meyakini bahwa bahasan apapun yang melibatkan agama dengan filsafat didalamnya akan rancu,kabur,rumit dan pelik bila tidak berangkat dari definisi pemahaman terhadap agama dan filsafat yang bersifat mendasar sebagaimana diuraikan diatas.sebagai contoh bila seseorang cenderung terlalu takjub dengan filsafat atau mengaguminya secara berlebihan sehingga ujungnya cenderung mengkultuskannya sebagai ‘simbol kebenaran’ maka dijamin kala menemukan bahasan yang bersinggungan dengan agama ia akan menemukan kerumitan yang luar biasa karena ada banyak pertentangan tajam diantara keduanya,dan ujungnya sifat mengagumi secara berlebihan terhadap filsafat akan membuat seseorang mudah bersikap apriori terhadap agama dengan memandang agama secara apriori sebagai miring dan negative dan kala menemukan enturan antara agama dengan filsafat ia akan cenderung berfihak kepada filsafat.
    Banyak nya fihak yang membuat tulisan seputar agama versus filsafat menunjukan pertama ; memang ada banyak terdapat benturan dan pertentangan antara agama versus filsafat karena keduanya berada pada dua kutub yang berbeda,kedua karena agama adalah sudut pandang Tuhan dan filsafat adalah sudut pandang manusia maka otomatis akan terdapat benturan diantara keduanya,ketiga karena dunia filsafat bukan hanya dihuni oleh orang yang beriman yang dengan rasio nya berusaha untuk membela keimanannya tapi sebenarnya mayoritas diisi oleh orang tak beriman yang pandangan pandangannya otomatis sering berbenturan dengan pandangan agama.
    Sebenarnya suatu yang baik dan benar memposisikan agama dan filsafat dalam posisi yang saling berbenturan ketimbang selalu berupaya mencari persesuaiannya,sebab dengan cara (mempertentangkan) demikian maka manusia akan mengetahui identitas masing masing secara jelas dan terang.bila kita memakai persentasi maka isi dari filsafat itu sekian persen bersesuaian dengan agama dan sekian persen bertentangan.sama dengan ibarat hitam dan putih itu bisa dipadukan dalam harmonisasi warna tapi untuk mengetahui identitas yang jelas dari apa itu ‘putih’ maka manusia harus mempertentangkannya dengan hitam,demikian pula siang dengan malam bila kita melihatnya dari satu sisi (harmonisasi) maka kita akan melihatnya sebagai keterpaduan tapi untuk mengenal makna pengertian ‘malam’ secara hitam-putih maka manusia harus mempertentangkannya dengan malam.
    Demikian kita akan bisa melihat secara jelas identitas,perbedaan,karakteristik agama bila kita membandingkannya dengan filsafat,demikian pula sebaliknya karakteristik yang khas dari filsafat kan terlihat jelas bila kita membandingkannya dengan agama.beberapa hasil tela’ah yang bisa diperoleh dari hasil saling memperbandingkan antara agama dengan filsafat diantaranya :
    1.kita bisa mengetahui bahwa apapun yang dibahas dalam agama pada ujungnya semua bermuara pada satu titik yaitu Tuhan dan hal demikian makin jelas apabila kita membandingkannya dengan filsafat sebab dalam filsafat apapun yang dibahas tidak bermuara ke satu titik tapi kebanyak kepala yaitu ke banyak pendapat dan bahkan diantara pandangan yang berbeda beda itu satu sama lain ada yang saling bersesuaian ada yang saling menguatkan tapi ada yang saling berlawanan dan saling meruntuhkan.
    2.kita bisa mengetahui bahwa kebenaran agama berasas kepada hal hal yang bersifat hakiki manakala kita membandingkannya dengan filsafat yang bila kita bandingkan dengan agama disamping ada yang mengacu kepada hal hal yang bersifat hakiki juga ada yang sering berpijak kepada hal hal yang bersifat relatif dan spekulatif.sifat hakiki itu bisa kita ketahui dari sifat pernyataan atau deskripsi yang tidak berubah ubah sehingga kebenaran yang ada dalam agama menjadi kebenaran yang baku.dan salah satu karakter dari sifat hakiki adalah ia tidak berubah oleh waktu-keadaan-situasi dlsb.berbanding terbalik dengan yang terjadi dalam filsafat maka sifat pernyataannya sering berubah ubah dari waktu ke waktu,misal sebuah pandangan diruntuhkan oleh pandangan lain seiring lahirnya pandangan baru yang dianggap lebih baik dan lebih sesuai dengan zaman.dan itulah ciri dari kebenaran yang bersifat relative adalah essensinya berubah ubah dari waktu ke waktu.sedang pada agama walau para nabi dan kita suci bergantian dari zaman ke zaman dan konsepnya disesuaian dengan keadaan zaman tetapi essensinya sama sekali tidak berubah.
    Baik agama maupun filsafat ada pada satu ruang dan waktu yang sama atau ada pada realitas yang sama dan menafsirkan realitas yang sama jadi benturan dan pertentangan sudah pasti akan selalu ada di berbagai sisi sebab agama dan filsafat menafsirkan realitas secara berbeda,agama mengikuti sudut pandang Tuhan dan filsafat mengikuti sudut pandang manusia.

    Sebagaimana selalu ditulis dalam buku buku teks filsafat para filsuf adalah orang orang yang selalu berusaha untuk menjangkau keseluruhan,sehingga keseluruhan itu terpikirkan serta selalu berusaha untuk menjangkau hakikat segala suatu sedalam dalamnya.prinsipnya dalam wacana filsafat manusia selalu berambisi untuk bisa menjangkau dan seolah ingin merangkum realitas secara keseluruha.
    Tapi dibalik ambisi yang menggebu gebu itu manusia harus realistis dan rasional sebab manusia adalah makhluk yang serba terbatas dalam segala suatu khususnya dunia panca inderanya,sehingga manusia sebenarnya harus selalu bertanya kepada dirinya : bisakah manusia menangkap dan memahami keseluruhan (realitas) tanpa Tuhan (?)
    Sebab suatu yang sangat naïf dan ironis bila disatu sisi manusia ingin berusaha untuk menjangkau keseluruhan tapi disisi lain manusia menolak deskripsi Tuhan perihal realitas yang berada diluar jangkauan manusia untuk bisa menangkapnya.padahal manusia diberi alat berfikir yang bisa menangkap kebenaran yang berasal dari realitas yang abstrak itu yaitu akal (sebab akal memiliki dua mata ia bisa melihat kedunia abstrak juga ke dunia konkrit).tapi manusia (yang bersudut pandang materialist) terlalu orientasi kepada tangkapan dunia indera nya sehingga konsep konsep Ilahiah yang (sebagian) berasal dari realitas yang bersifat abstrak selalu dianggap sebagai suatu yang ‘irrasional’ artinya selalu menolak bila akal nya harus digunakan untuk memahami konsep yang berasal dari realitas dunia abstrak.
    Akibat dari penjelajahan berfikir yang tanpa tuntunan petunjuk Tuhan itu kita bisa melihat wacana filsafat ujungnya hanya bermuara pada banyaknya pertanyaan pertanyaan yang bahkan hingga hari ini tak bisa dijawab oleh filsuf manapun.ambil contoh terhadap pertanyaan : mana yang lebih dahulu ada ayam atau telor,laki laki atau wanita (?)………semua adalah pertanyaan – pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh sang pencipta : hakikatnya Tuhan yang menciptakan laki laki terlebih dahulu lalu wanita,hakikatnya Tuhan yang menciptakan ayam terlebih dahulu lalu ayam itu bertelur.
    Begitu pula terhadap banyak pertanyaan lain yang hingga saat ini bertumpuk dalam dunia filsafat seperti : apa sebenarnya hakikat hidup,apa sebenarnya hakikat realitas,kemana jiwa kita setelah kematian (?) semua hanya bisa dijawab oleh yang maha pencipta.(tidak realistis dan tidak rasional bila manusia yang menjawabnya,dan sangat realistis dan sangat rasional bila Tuhan yang menjawabnya).
    Tulisan ini untuk mengingatkan bahwa kemanapun filsafat pergi dan setinggi apapun ia berusaha menjangkau ingat ia berasal dari keserba terbatasan manusia,sebab itu sangat tidak layak bila kacamata filsafat digunakan untuk menghakimi agama,yang rasional adalah agama yang harus menghakimi filsafat sehingga yang benar dan yang salah yang ada atau lahir dari dunia filsafat bisa kita pilah.
    Karena filsafat berasal dari kacamata sudut pandang manusia maka apa yang lahir dari filsafat harus selalu kita bagi kedalam dua kategori : ada yang benar dan ada yang salah,keliru besar bila ada yang mengkultuskan filsafat sebagai ‘sumber atau ibu atau muara kebenaran’ sebab bila kita analisis dalam dunia filsafat teramat banyak pandangan atau pemikiran yang salah.dan apa atau siapa yang bisa menghakimi filsafat (?) tentu bukan manusia sebab bila manusia menghakimi manusia itu tak akan pernah ada ujungnya sebab masing masing akan cenderung selalu berusaha membela diri,masing masing akan selalu menganggap hasil pemikirannya sebagai ‘kebenaran’.

  25. pencari kebenaran says:

    Kebenaran dan realitas (1)

    Realitas (dalam pengertian yang utuh – bersifat menyeluruh) adalah suatu yang memiliki dua sisi : dimensi yang abstrak (yang tidak bisa tertangkap mata secara langsung) dan yang konkrit (bisa tertangkap mata secara langsung).samadengan realitas manusia terdiri atas yang abstrak (jiwanya) dan yang konkrit (raganya),atau sama dengan perangkat komputer yang terdiri atas hard ware dan soft ware.inilah pemahaman yang benar yang bersifat mendasar tentang ‘realitas.siapa yang belum memahami secara mendasar definisi pengertian ‘realitas’ yang sebenarnya jangan mudah bersikap a priori terhadap agama atau jangan gegabah dalam membuat pernyataan negative terhadap agama.
    Sebab itu keliru besar bila ada yang beranggapan bahwa ‘realitas’ adalah : ‘segala suatu yang nampak mata dan bisa dibuktikan secara empirik’ sebab itu sama dengan tidak bersikap realistik sebab faktanya realitas itu selalu terdiri dari dua dimensi antara yang abstrak dan yang konkrit.tetapi kacamata sudut pandang materialist ‘bermata satu’ (‘dajjal’ menurut bahasa kitab suci) selalu berangkat dari prinsip bahwa ‘yang benar adalah segala suatu yang bersandar kepada bukti empirik’ (bukti yang tertangkap mata secara langsung).sehingga ketika kitab suci mendeskripsikan realitas yang abstrak (yang diluar kemampuan manusia untuk menangkapnya secara langsung) maka kacamata sudut pandang materialist langsung memvonis nya sebagai ‘salah’ atau’irrasional’.padahal mengapa tidak berfikir bahwa bukan agama yang salah atau irrasional tapi pengalaman dunia indera tidak bisa menjangkaunya dan akal manusia yang lemah yang lebih banyak bersandar kepada tangkapan dunia inderawinya ketimbang bersandar pada yang abstrak.

    (kebenaran dan realitas )

    Realitas adalah sesuatu atau obyek yang mustahil manusia bisa menangkap dan juga memahaminya secara keseluruhan sebab manusia adalah makhluk yang memiliki keserterbatasan dalam segala hal,dan kesadaran akan keserbaterbatasan hingga kesadaran akan mustahilnya manusia bisa menangkap realitas secara keseluruhan itu harus melekat dalam fikiran siapapun yang bergumul dengan prolem seputar ilmu dan kebenaran,apakah itu agamawan,filosof maupun para saintis-ilmuwan.mengapa kita harus selalu mengingatkan akan keserbaterbatasan diri manusia (?) sebab selalu ada fihak yang seolah telah bisa menangkap atau mengetahui keseluruhan dan dengan mudahnya mendiskreditkan pernyataan yang berasal dari pandangan fihak yang lain.kita ambil contoh : filosof – saintis (yang berpandangan atheistic –materialistik) begitu mudah mendiskreditkan pernyataan yang berasal dari kitab suci sebagai ‘irrasional’ padahal kita bisa balik bertanya apakah filosof-ilmuwan adalah fihak yang telah mengetahui realitas secara keseluruhan sehingga berdasar pengetahuannya yang bersifat menyeluruh itu ia bisa menghakimi fihak lain yang tidak sama pandangannya dengan mereka (?)
    Para agamawan adalah fihak yang karena menyadari keterbatasan dirinya maka mereka bersandar pada kacamata sudut pandang Tuhan yang dideskripsikan melalui kitab suci,jadi bila para agamawan mendeskripsikan hal hal yang gaib yang dianggap ‘irrasional’ oleh fihak lain itu bukan pernyataan mereka tapi pernyataan Tuhan yang diadopsi oleh para agamawan.jadi keliru kalau para agamawan adalah fihak yang telah membuat atau melahirkan pandangan yang irrasional sebab mereka hanyalah fihak yang menerima pandangan Tuhan
    Jadi untuk memasuki rimba problematika kebenaran maka pemahaman tentang realitas harus dikuasai sepenuhnya tiada lain agar tidak mudah mendeskreditkan fihak lain yang tidak satu pandangan.jangan sampai begitu mudah mendeskriditkan fihak lain sebagai fihak yang salah seolah telah bisa menguasai atau mengetahui realitas secara keseluruhan padahal hal itu adalah suatu yang mustahil bagi manusia.
    Kita bisa membuat analogi : seorang yang hanya hafal sebagian ilmu tentang mesin mobil maka ia tak boleh mendeskreditkan orang lain yang membuat pernyataan tentang mesin mobil kecuali tentu bila ia telah menguasai sepenuhnya ilmu tentang mesin mobil.
    Begitu pula manusia yang adalah mustahil bisa menangkap realitas secara keseluruhan tidak boleh mendefinisikan apapun yang berasal dari agama sebagai ‘salah’ atau ‘irrasional’ sebab manusia tidak memiliki pengetahuan yang menyeluruh tentang realitas sehingga bagaimana kalau dunia gaib yang dinyatakan agama itu adalah benar benar ada ? dengan kata lain baik filsafat maupun sains tidak layak menghakimi agama dan hal itu memiliki argumentasi yang kuat secara ilmiah sebab tak ada seorang pun baik filsuf maupun saintis yang telah mengetahui realitas secara keseluruhan.
    Para filsuf – saintis yang medeskriditkan agama adalah fihak yang tidak berkaca kepada keserba terbatasan manusia bahwa betapapaun manusia berusaha untuk mengetahui dan menggapai keseluruhan tapi karena peralaatan yang terbatas yang ada dalam dirinya maka suatu yang mustahil bila ia bisa menangkap keseluruhan itu.
    Siapapun yang hendak menjelajah rimba problem seputar ilmu dan kebenaran harus memiliki kesadaran awal yang bersifat mendasar bahwa manusia adalah makhluk yang serba terbatas dan otomatis harus berpijak pada kesadaran bahwa realitas adalah suatu yang mustahil ditangkap secara keseluruhan oleh manusia.jangan sampai menjelajah rimba problem kebenaran dengan berpijak pada (khayal) seolah olah telah menguasai keseluruhan atau berpijak pada pemikiran spekulatif belaka tapi sudah berani untuk mendeskreditkan agama sebagai suatu yang salah atau irrasional
    Filsuf – saintis adalah fihak yang selalu ingin dan selalu berusaha untuk mengetahui dan memahami segala suatu secara menyeluruh tapi keinginan dan usaha itu harus selalu dibarengi oleh kesadaran bahawa manusia mustahil untuk mengetahui keseluruhan,hingga bila ada fihak lain yang bersandar pada Tuhan (untuk mengetahui dan memahami keseluruhan itu) maka itu adalah suatu yang real dan rasional,dan itu lebih baik ketimbang mengklaim bisa atau seolah telah menguasai keseluruhan sehingga begitu mudah menghakimi fihak lain yang memiliki pandangan yang berbeda sebagai ‘salah’.
    Bisa dikatakan sikap seolah telah mengetahui keseluruhan itu adalah suatu yang tidak realistis – tidak rasional dan pasti tidak ilmiah (tidak sesuai dengan kaidah ilmiah),apalagi bila kemudian mendeskriditkan fihak lain yang memiliki dimensi dan pandangan yang berbeda dengan para filosof dan saintis seperti para agamawan.
    Kebenaran adalah suatu yang berpijak pada realitas bukan pada khayal atau pemikiran negative (pemikiran spekulatif ) sehingga bila realitas itu jumlahnya 1 milyar gigabyte maka kebenaran pun harus menjelajah diwilayah seputar yang 1 milyar gigabyte itu tak boleh lebih atau kurang,begitu pula bila relalitas itu terdiri dari yang gaib dan yang konkrit maka kebenaran pun akan memiliki dua sisi yang sama pula yaitu yang konkrit dan yang gaib. Sehingga salah bila ada fihak yang hanya menerima kebenaran sebatas itu bisa dibuktikan secara empirik (terlihat oleh mata telanjang) sebab teramat banyak sisi kebenaran yang tak bisa diperlihatkan melalui bukti empirik secara langsung.
    Dan salah pula bila ada yang mengkonsep ilmu sebagai seagala suatu yang sebatas wilayah pengalaman dunia indera sedang realitas adalah terdiri dari dua dimensi antara yang konkrit yang bisa dibuktikan secara empirik dan yang gaib yang tak bisa dibuktikan secara empirik.sebab ilmu itu adalah pelayan atau jalan bagi kebenaran,bila kebenaran harus difahami secara universal baik sisi konkrit maupun sisi gaibnya maka ilmu pun harus dikonsep untuk bisa memahami keseluruhan baik yang konkrit maupun yang gaib.
    Dan suatu yang keliru atau bertolak belakang bila kita ingin mengetahui keseluruhan atau bahkan mengklaim keseluruhan tapi mengkonsep kebenaran sebatas rasio sehingga yang tidak rasional dianggap bukan kebenaran sebab realitas itu ada yang bisa ditangkap oleh rasio ada yang tak bisa ditangkap oleh rasio,atau mengkonsep ilmu sebatas dunia indera sehingga yang diluar dunia indera tak bisa masuk wilayah ilmu dan kebenaran sebab teramat banyak sisi kebenaran yang tidak bisa dibuktikan oleh bukti empiric yang bersifat langsung.
    Kita harus selalu melekatkan definisi kebenaran dengan realitas tiada lain agar seluruh bahasan tentang itu tidak masuk ke dunia khayal atau dunia pemikiran negative (spekulatif),tapi kita harus memahami pengertian yang benar tentang apa itu ‘realitas’ dan apa itu manusia dihadapan realitas tsb. dengan cara demikian filsuf saintis tidak akan a priori secara negative terhadap agama sebab mereka menyadari bahwa sebagaian besar realitas justru adalah yang tidak bisa ditangkap oleh keserba terbatasan manusia.
    Manusia harus memiliki persfective yang jelas terhadap konsep ‘realitas’ dan harus memahaminya secara ilmiah sebagai berikut : karena manusia mustahil bisa menangkap realitas secara keseluruhan maka logis bila saya mengatakan jangan mudah memvonis deskripsi yang berasal dari realitas yang diluar kemampuan dunia indera menjawabnya sebagai ‘salah’ atau’tidak ilmiah’ (sebab ilmu dalam kacamata Tuhan tidak dibatasi sebatas wilayah pengalaman dunia indera sebagaimana yang dilakukan saintis materialistik).karena keseluruhan realitas tidak bisa ditangkap oleh keserba terbatasan dunia indera maka segala kemungkinan yang diluar pengetahuan dan perkiraan manusia bisa ada atau terjadi,lain dengan misal : seorang yang menguasai ilmu computer maka segala kemungkinan yang ada dan mungkin terjadi bisa diketahui – bisa diraba atau bisa diperkirakan.sebab itu mengatakan ‘salah’ atau’irrasional’ terhadap sesuatu yang diluar kemampuan manusia untuk menagkapnya itu suatau pandangan yang sama sekali bertentangan dengan asas ilmiah.sehingga bila ada filosof-saintis yang mendefinisikan agama sebagai : ‘hanya ajaran moral’,’suatu yang tidak berdasar ilmu’,’suatu yang irrasional’ hal tersebut patut dipertanyakan validitasnya sebab apakah sang filosof-saintis tersebut sudah mengetahui keseluruhan realitas.contoh lain : bila seorang menguasai ilmu mesin mobil maka seluruh deskripsi yang salah tentang mesin mobil itu bisa ia hakimi.tapi bila manusia yang tidak dan mustahil bisa mengetahui realitas secara keseluruhan (sebab sebagian adalah abstrak-gaib bagi indera manusia) pantaskah menghakimi deskripsi yang berasal dari dunia abstrak (?) jadi validitas keilmuan dari pandangan terhadap agama oleh sebagian filosof – saintis itu kini harus kita hakimi,jangan justru kita malah taklid mengikuti pandangan mereka.

    Catatan : bila ingin menghancurkan atheisme maka kita harus menghancurkannya dari argumentasi yang bersifat mendasar tidak bisa dengan emosi atau kekuatan politis.karena sandaran utama mereka adalah filsafat-sains maka filsafat sains itu harus kita bersihkan dari pengaruh ideologi atheistik

  26. ujang bandung says:

    Hubungan agama dengan ilmu

    Sebelum kita berbicara secara panjang lebar hubungan antara agama dengan ilmu dengan segala problematika yang bersifat kompleks yang ada didalamnya maka untuk mempermudah mengurai benang kusut yang terjadi antara hubungan antara agama dengan sains maka kita harus mengenal terlebih dahulu dua definisi pengertian ‘ilmu’ yang jauh berbeda satu sama lain,yaitu definisi pengertian ‘ilmu’ versi Tuhan dan versi sudut pandang manusia.
    Pertama adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi sudut pandang materialistik yang lahir melalui saintisme yang mendeskripsikan definisi pengertian ‘ilmu’ sebagai ‘segala suatu yang sebatas wilayah pengalaman dunia indera’ sehingga yang diluar wilayah pengalaman dunia indera menjadi tidak bisa didefinisikan sebagai wilayah ilmu.ini adalah pandangan yang kita kenal sebagai saintisme,faham ini berpandangan atau beranggapan bahwa ilmu adalah ‘ciptaan’ manusia sehingga batas dan wilayah jelajahnya harus dibingkai atau ditentukan oleh manusia.artinya manusia harus mengikuti pandangan manusia.
    Kedua adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi Tuhan yang mendeskripsikan ilmu sebagai suatu yang harus bisa mendeskripsikan keseluruhan realitas baik yang abstrak maupun yang konkrit sehingga dua dimensi yang berbeda itu bisa difahami secara menyatu padu.pandangan Ilahiah ini menyatakan bahwa ilmu adalah suatu yang berasal dari Tuhan sehingga batas dan wilayah jelajahnya ditentukan oleh Tuhan dan tidak bisa dibatasi oleh manusia artinya manusia harus mengikuti pandangan Tuhan.
    Mengapa bisa terjadi sesuatu yang dianggap sebagian manusia sebagai ‘benturan antara agama dengan ilmu’ (?) bila dilihat dengan kacamata Ilahi sebenarnya bukan terjadi benturan antara agama dengan ilmu sebab baik agama maupaun ilmu keduanya berasal dari Tuhan yang mustahil berbenturan.benturan itu terjadi karena manusia membatasi pengertian ‘ilmu’ diseputar wilayah dunia indera,sebaliknya agama tidak membatasi wilayah ilmu sebatas wilayah pengalaman dunia indera karena ilmu harus mendeskripsikan keseluruhan realitas baik yang abstrak maupun yang gaib sehingga otomatis ilmu yang di persempit wilayah jelajahnya (sehingga tak boleh menjelajah dunia abstrak) itu akan berbenturan dengan agama.
    Jadi yang berbenturan itu bukan agama vs ilmu tapi agama versus definisi pengertian ‘ilmu’ yang telah dipersempit wilayah jelajahnya.
    Dalam konsep Tuhan ilmu adalah suatu yang memiliki dua kaki yang satu berpijak didunia abstrak dan yang satu berpijak didunia konkrit dan konsep ilmu seperti itu akan bisa menafsirkan agama.sebaliknya konsep ilmu versi kaum materialistic hanya memiliki satu kaki yang hanya berpijak didunia konkrit yang bisa dialami oleh pengalaman dunia indera sehingga dengan konsep seperti itu otomatis ilmu tidak akan bisa menafsirkan agama.
    Jadi bila ada fitnah ‘benturan agama vs ilmu’ maka yang harus kita analisis adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi siapa yang berbenturan dengan agama itu,bila itu adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi saintisme (yang membatasi ilmu sebatas wilayah pengalaman dunia indera) maka itu adalah suatu yang pasti akan terjadi,sebab agama tidak membatasi ilmu sebatas wilayah pengalaman dunia indera sebab dalam pandangan Tuhan ilmu adalah sesuatu yang harus bisa menjangkau keseluruhan baik yang abstrak maupun yang konkrit (sehingga dua alam itu bisa difahami secara menyatu padu sebagai satu kesatuan system).
    ‘ilmu’ dalam saintisme ibarat kambing yang dikekang oleh tali pada sebuah pohon ia tak bisa jauh melangkah karena dibatasi wilayah jelajahnya harus sebatas wilayah pengalaman dunia indera sehingga ‘yang benar menurut saintisme adalah segala sesuatu yang harus terbukti secara empirik (tertangkap mata secara langsung),dengan prinsip inilah kacamata saintisme menghakimi agama sebagai ‘tidak berdasar ilmu’.
    Bandingkan dalam agama wilayah jelajah ilmu itu luas tidak dibatasi sebatas wilayah pengalaman dunia inderawi sebab itu ‘ilmu’ dalam agama bisa merekonstruksikan realitas secara keseluruhan baik yang berasal dari realitas yang abstrak (yang tidak bisa tertangkap mata secara langsung) maupun realitas konkrit (yang bisa tertangkap oleh mata secara langsung).jadi ilmu dalam agama tidak seperti kambing yang dikekang.

  27. ujang bandung says:

    Atheis hanya nampak ‘hebat’ di permukaan terutama kala mereka dengan bangga nya menyodorkan argumentasi atheistik Richard Dawkins, Steven Hawking,dlsb.seolah mereka adalah Tuhan yang maha tahu keseluruihan realitas,tapi bila mereka diseret untuk didebat dari dasar percayalah mereka akan rontok.sebab Steven hawking pun tidak bisa menjelaskan hal yang bersifat mendasar seperti apa dan bagaimana hubungan antara ‘kebetulan’ dan ketertataan sehingga mungkinkah kebetulan melahirkan keserba teraturan dan keserba tertataan,Hawking terlalu asyik menengadah ke atas sedang dibawah – didasar yang dipijaknya adalah hal yang sebenarnya irasional.sebab tak ada hubungan rasional sama sekali antara kebetulan dan ketertataan (coba saja seluruh saintis diseluruh dunia berlomba untuk membuktikan : apakah dari kebetulan bisa lahir ketertata an )

  28. pencari kebenaran says:

    Argument dasar untuk menghancurkan atheisme :

    Kita berada dalam Tuhan bagaimana kita bisa melihat wujud Tuhan (?) analoginya (bayangkan) sama dengan ikan yang berada disamudera yang luas bila ikan itu ingin melihat wujud samudera raya itu ia harus keluar dari lautan dan melihat samudera itu dari jarak jauh,atau bila kita ingin melihat wujud bentuk bangun gedung yang kita berada didalamnya maka kita harus keluar dari gedung itu dan melihatnya dari jarak jauh.
    Tuhan (karena Ia adalah Tuhan) adalah maha tak terbatas Ia meliputi keseluruhan sehingga keseluruhan itu berada didalamNya termasuk kita,jadi bagaimana kita bisa keluar dari Tuhan untuk bisa melihat wujud Tuhan (?)adakah ruang yang kosong dari Tuhan yang mana dari ruang itu kita bisa melihat wujud Tuhan (?)
    Atheis bodoh dengan mengatakan bahwa karena Tuhan tidak bisa terlihat (mata telanjang )maka Tuhan itu tidak ada (mereka tidak berfikir dan tidak melihat persoalan ini dari banyak sisi-dimensi) cara berfikirnya terlalu sak-lek,kaku tidak fleksibel.(tapi anehnya dihadapan para agamawan mereka suka mengklaim sebagai ‘kaum rasionalist’)
    Coba jungkirkan logika mereka : mengapa sesuatu itu bisa ditangkap mata (?) karena wujud atau bentuknya terbatas (!) kita bisa melihat botol,rumah,gunung,bahkan planet bumi,karena semua itu adalah wujud wujud yang terbatas.kalau yang maha tak terbatas yang mengisi keseluruhan ruang bagaimana (yang berada didalamNya) bisa menangkap wujudnya (?) atau adakah orang yang bisa menangkap atau menentukan batas batas Tuhan sehingga wujudNya bisa digambarkan atau diidentifikasi (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s