Tagged: kristen Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 4:43 am on 30/01/2011 Permalink | Reply
    Tags: , kristen, Perbandingan Agama,   

    Perbandingan Agama Yahudi, Kristen, dan Islam 

    Perbandingan Agama Yahudi, Kristen, dan Islam

    Agama Samawi ada 3, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Saya akan coba membandingkan ketiga agama ini dengan memakai referensi dari Al Qur’an, Alkitab, dan juga beberapa ensiklopedi yang ada.

     

    Ketiga agama ini mempunyai beberapa kesamaan seperti percaya Adam adalah manusia pertama dan nenek moyang seluruh manusia, Ibrahim adalah seorang Nabi, dan kitab suci Taurat sebagai wahyu Allah. Meski demikian ada juga perbedaan yang beberapa di antaranya sangat mendasar.

     

    Yahudi adalah agama tribal/kesukuan yang hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi. Agama ini tidak bisa disebarkan ke luar dari suku Yahudi. Oleh karena itu jumlahnya tidak berkembang. Hanya sekitar 14 juta pemeluknya di seluruh dunia. Sementara agama Kristen dan Islam karena disebarkan ke seluruh manusia dipeluk oleh milyaran pengikutnya.

     

    Ketuhanan

    Yahudi dan Islam menganggap Tuhan itu Satu. Tuhan Yahudi disebut Yahweh yang merupakan bentuk ketiga tunggal ”Dia adalah” (He who is). Ada pun Tuhan dalam Islam disebut Allah yang merupakan bentuk tunggal dan tertentu dari Ilah (Sembahan/Tuhan). Dalam Al Qur’an surat Al Ikhlas dijelaskan tentang keEsaan Tuhan:

     

    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

    Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

    Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

    dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. [Al Ikhlas:1-4]

     

    Sebetulnya dalam Alkitab keEsaan Tuhan juga dijelaskan dalam 10 Perintah Tuhan yang ada di Exodus 20:

     

    Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

    “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. [Exodus 20:1-3]

     

    Tapi meski dalam Yahudi dan juga Islam Tuhan itu adalah Satu termasuk zatNya, namun dalam agama Kristen ada doktrin Trinitas yang menyatakan bahwa Tuhan terdiri dari 3 oknum (person) yaitu Bapak, Anak, dan Roh Kudus yang diformulasikan pada abad ke 4 M oleh Saint Augustine. Dalam konsep Trinitas disebut Satu itu Tiga dan Tiga itu Satu. Trinitas/Triniti/Tritunggal terdiri dari 2 kata: Tri artinya Tiga dan Unity artinya Satu.

     

    Berbeda dengan Al Qur’an surat Al Ikhlas yang menyatakan Tuhan tidak beranak atau diperanakkan (berbapak) di Alkitab disebut:

     

    Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta” [2 Corinthian 11:31]

    Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan [2 Corinthian 1:3]

     

    Di ayat di atas jelas disebut Allah adalah Bapa dari Tuhan Yesus. Sebaliknya dalam Islam diajarkan Monoteisme yang mutlak/Tauhid bahwa Allah itu satu dan tidak punya anak atau pun sekutu:

     

    “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa:111]

     

    Maha Suci Allah dari mempunyai anak dan sekutu.

     

    “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,” [Al Mu’minuun]

     

    Masalah Isa/Yesus

    Kaum Yahudi tidak mengakui Yesus baik sebagai Tuhan atau pun sebagai Rasul. Bahkan mereka berusaha membunuh Yesus karena dianggap menyesatkan banyak orang.

     

    Sebaliknya kaum Kristen menganggap Yesus adalah Tuhan:

    Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian [2 Corinthian 13:14]

     

    Islam menganggap Yesus bukan Tuhan, tapi hanya manusia biasa yang diangkat menjadi Nabi:

     

    ”Dan ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” [Al Maa’idah:116]

     

    Menurut Islam Isa adalah Nabi yang menyeru manusia kepada Tauhid, yaitu menyembah hanya Satu Tuhan:

     

    ”Aku (Isa) tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” [Al Maa’idah:117]

     

    Masalah Orang Tua Isa/Yesus

     

    Sebagaimana ayat-ayat Alkitab di atas, agama Kristen menganggap bahwa Yesus adalah anak Tuhan / Anak Allah.

     

    Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.[Markus 1:1]

    Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya [Lukas 1:32]

     

    Meski demikian, pada Injil Matius 1:16-18 disebut bahwa Bapak Yesus adalah Yusuf meski Yesus lahir dari Perawan Maria sebelum menikah dengan Yusuf:

     

    Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

    Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

    Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. [Matius 1:16-18]

     

    Silsilah Yesus akhirnya mengikuti silsilah Yusuf. Bukan Maria.

     

    Di ayat lain dijelaskan Yesus anak Daud, anak Abraham:

    Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. [Matius 1:1]

     

    Yesus Anak Manusia:

    Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” [Matius 12:8]

     

    Menurut Islam, Yesus adalah anak Maria / Maryam. Bukan anak Tuhan atau Yusuf:

     

    “Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan seperti manusia lainnya. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling. [Al Maa’idah:75]

     

    Kekuasaan Allah

     

    Di Alkitab, Genesis 32:25-28 disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang. Adakah ini artinya Allah kalah melawan Yakub?:

     

    Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

    Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.

    Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

    Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”

    Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” [Genesis 32:24-28]

     

    Dalam Injil Matius diceritakan bagaimana Tuhan Yesus ditangkap, diludahi, dan dipukul oleh manusia:

     

    27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.

    28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.

    29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!”

    30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.

    31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.[Matius 27:27-31]

     

    Dalam Islam disebut bahwa jangankan seorang Yakub. Seluruh manusia pun Allah yang Maha Kuasa dapat memusnahkan dengan mudah!

     

    “Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.” [Faathir:16-17]

     

    “Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. “ [Al An’aam:133]

     

    Kemandirian Tuhan

     

    Dalam Injil Matius diceritakan bagaimana Yesus mengeluh dengan suara nyaring: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?:

     

    Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? [Matius 27:46]

     

    Dalam Al Qur’an dijelaskan Allah bukanlah orang yang hina yang perlu penolong:

     

    Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. “ [Al Israa’:111]

     

    Sifat Maha Tahu Tuhan

     

    Dalam Alkitab, Injil Markus 11:12-13 diceritakan Tuhan Yesus yang merasa lapar ternyata tidak tahu kalau pohon Ara tidak berbuah karena memang bukan musimnya:

     

    11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. [Markus 11:12-13]

     

    Dalam Islam, disebut bahwa Allah itu Maha Tahu. Bahkan tak ada sehelai daun pun yang jatuh ke bumi tanpa diketahuiNya:

     

    “Dan pada sisi Allah-lah kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]

     

    Tidurkah Tuhan?

     

    Dalam Injil Matius 8:24 diceritakan Yesus tidur:

     

    Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. [Matius 8:24]

     

    Menurut Islam, Tuhan Maha Kuasa. Tidak pernah mengantuk dan juga tidak pernah tidur:

     

    “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al Baqarah:255]

     

    Larangan Membuat Patung

     

    Dalam 10 Perintah Tuhan di Exodus 20:4-5 Allah melarang manusia membuat patung apa pun:

     

    20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku [Exodus 20:4-5]

     

    Namun saat ini ummat Kristen membuat banyak patung Yesus dan Bunda Maria yang ditaruh di berbagai tempat terutama di Gereja.

     

    Dalam Islam dilarang membuat patung apalagi menaruhnya di tempat ibadah.

     

    Aisyah r.a. berkata, “Ketika Nabi sakit, ada sebagian di antara istri beliau menyebut-nyebut perihal gereja yang pernah mereka lihat di negeri Habasyah yang diberi nama gereja Mariyah. Ummu Salamah dan Ummu Habibah pernah datang ke negeri Habasyah. Kemudian mereka menceritakan keindahannya dan beberapa patung yang ada di gereja itu. Setelah mendengar uraian itu, beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda, “Sesungguhnya mereka itu, jika ada orang yang saleh di antara mereka meninggal dunia, mereka mendirikan tempat ibadah di atas kuburnya. Lalu, mereka membuat berbagai patung di dalam tempat ibadah itu. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari kiamat.” [HR Bukhari]

     

    Kitab Suci

    Kitab Suci Yahudi meski juga dikutip sebagai Perjanjian Lama oleh kaum Kristen tetap ada beberapa perbedaan mendasar. Selain itu bahasa Kitab Suci Yahudi sebagian besar bahasa Ibrani dengan sedikit Aramaic. Sementara Perjanjian Lama Kristen dalam bahasa Yunani kuno. Ada tambahan 7 buku yang aslinya dalam bahasa Yunani di Perjanjian Lama Kristen.

    Ada pun Injil yang resmi ada 4 versi yang berbeda. Masing-masing ditulis oleh Markus, Mathius, Lukas, dan Yohanes. Penulisan dilakukan sekitar tahun 70 hingga 100 Masehi sekitar 40 tahun setelah Yesus wafat (diperkirakan tahun 29 M).

     

    Sebagai contoh Lukas menulis Injil yang ditujukan kepada seseorang yang disebut Teofilus:

     

    1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, 2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. 3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, 4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. [Lukas 1:1-4]

     

    Lukas kadang hanya mengira-ngira seperti Yesus umurnya kira-kira 30 tahun ketika memulai pekerjaanNya serta memakai kata “Anggapan Orang”:

     

    Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, [Lukas 3:23]

    Jika bahasa Yesus adalah bahasa Aramaic, bahasa Perjanjian Baru aslinya adalah bahasa Yunani.

     

    Sebaliknya Al Qur’an hanya ada satu versi yang dihafal oleh banyak orang dan masih murni dalam bahasa Arab sesuai bahasa Nabi Muhammad. Kalau bukan dalam bahasa Arab itu tak lebih dari terjemahan saja. Bukan Al Qur’an:

     

    “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya Al Quran pada malam kemuliaan” [Al Qadr:1]

     

    “Kitab[ Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” [Al Baqarah:2]

     

    Al Qur’an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Oleh Nabi Muhammad disampaikan ke pengikutnya. Para pengikutnya ada yang menghafal, ada pula yang menulis di berbagai media (daun, tulang, kulit kambing/onta, dsb). Oleh pengikutnya Abu Bakar kemudian Al Qur’an dijadikan satu. Kemudian oleh sahabat Nabi Usman dijadikan satu buku berikut diberi tanda tulisan (panjang pendek, dsb) sehingga pengucapannya sesuai dengan aturan Bahasa Arab yang standar.

     

    Kewajiban Sunat Bagi Pria

     

    Dalam ajaran Yahudi dan Islam, sunat bagi pria diwajibkan. Ini sejalan dengan Alkitab:

     

    GEN 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

    14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” [Genesis 17:10-14]

     

    Orang yang tidak bersunat sama dengan najis (Isaiah) karena air kencingnya tetap tersimpan di sela-sela kulit kemaluan:

     

    IS 52:1 Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu.

     

    Namun orang-orang Kristen tidak melakukan itu karena menurut Paulus dalam Perjanjian Baru hukum itu dihapuskan (Meski di Genesis 17:10 dinyatakan itu perjanjian yang kekal):

     

    ROM 2:25 Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. 26 Jadi jika orang yang tak bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan orang yang telah disunat?

    27 Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat. 28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.

    29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

    3:1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? [Roman 2:25-29 – 3:1]

     

    Larangan Memakan Daging Babi

    Dalam ajaran Yahudi dan Islam diharamkan memakan daging babi. Ini sesuai dengan Alkitab Levi dan Deuteronomy 14:8:

     

    LEV 11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. 8 Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. [Levi 11:7-8]

     

    Dalam Al Qur’an juga dilarang:

    “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang ketika disembelih disebut nama selain Allah” [Al Baqarah:173]

     

    Tapi saat ini babi adalah makanan yang umum di kalangan Kristen.

     

    Dosa Asal / Warisan

    Dalam Kristen dikenal doktrin Dosa Asal / Dosa Warisan (Original Sin). Karena Adam telah berdosa memakan buah terlarang, maka semua manusia keturunannya turut berdosa. Untuk itulah Yesus turun guna menebus dosa manusia.

     

    Dalam Exodus 20:5 dijelaskan Allah membalas kesalahan Bapa hingga kepada keturunannya:

     

    “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku” [Exodus 20:5]

     

    Dalam Islam, setiap orang hanya memikul dosa masing-masing:

     

    “Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain…” [Al An’aam:164]

     

     

    Fitnah atas Nabi Luth (Lot)

     

    Dalam Alkitab, Genesis 19:30-38 diceritakan bahwa Nabi Luth (Lot) berzinah dengan kedua anak kandungnya (Incest) sehingga punya anak dari mereka:

     

    GEN 19:30 Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.

    31 Kata kakaknya kepada adiknya: “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”

    33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.

    34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: “Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”

    35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.

    36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. 37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. 38 Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.” [Genesis 19:30-38]

     

    Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Luth adalah benar-benar seorang Rasul yang bersih dari perbuatan dosa seperti meminum anggur atau pun berzinah dengan putrinya sendiri:

     

    Sesungguhnya Luth benar-benar salah seorang rasul.” [Ash Shaaffaat:133]

     

    Di Al Qur’an dijelaskan Allah melebihkan derajad Nabi Luth di atas ummat manusia. Jadi kalau manusia biasa mayoritas tidak berzinah dengan anak kandungnya, apalagi seorang Nabi seperti Nabi Luth:

    “dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya)” [Al An’aam:86]

    Fitnah atas Daud

    Dalam Alkitab 2 Samuel 11:2-17 diceritakan bahwa Daud (yang di Matius 1:1 disebut Bapak Moyang Yesus) berzinah dengan istri Uria, Batsyeba. Setelah itu Daud memerintahkan Yoab agar menempatkan Uria di baris depan pertempuran kemudian mundur meninggalkan Uria agar terbunuh oleh musuh:

     

    2SAM 11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.

    3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”

    4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.” [2 Samuel 11:2-4]

     

    Di Alkitab 2 Samuel 13:11-14 juga diceritakan bahwa anak Daud, Amnon memperkosa adik kandungnya sendiri Tamar:

     

    2SAM 13:11 Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.”

    12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.

    13 Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”

    14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.” [2 Samuel 13:11-14]

     

    Dalam Al Qur’an fitnah atas Nabi Daud itu dibantah:

     

    “Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” [Al Maa’idah:78]

     

    Pelarangan Zina

     

    Dalam menceritakan kisah perzinahan atau pelarangan zina, Alkitab menjelaskannya secara rinci:

     

    EZEK 23:1 Datanglah firman TUHAN kepadaku:

    2 “Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu.

    3 Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang.

    4 Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.

    5 Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang, 6 berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda.

    7 Ia melakukan persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajiskan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan berhala-berhalanya.

    8 Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.

    9 Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia berahi.

    10 Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perempuan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah dijatuhkan atasnya.

    11 Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya. 12 Ia berahi kepada orang Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasan kepada pahlawan-pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, semuanya pemuda yang ganteng.

    13 Aku melihat bahwa ia menajiskan diri; kelakuan mereka berdua adalah sama.

    14 Bahkan, ia menambah persundalannya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-orang Kasdim, diukir dalam warna linggam, 15 pinggangnya diikat dengan ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihatan seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahiran mereka.

    16 Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mereka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim.

    17 Maka orang Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia meronta dari mereka.

    18 Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauhkan diri karena jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya.

    19 Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. 20 Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.

    21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu. [Ezekiel 23:1-21]

     

    Dalam Kidung Agung (Song) gairah seks digambarkan sebagai berikut:

    SONG 7:2 Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.

    3 Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang. 4 Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik.

    5 Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya. 6 Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.

    7 Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya. 8 Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.” [Kidung Agung 7:2-8]

     

    Dalam Islam larangan zina dinyatakan secara singkat dengan tidak menimbulkan birahi bagi pembacanya sehingga mereka tidak berkeinginan untuk bersetubuh dengan istrinya, berzina dengan pacarnya, atau melakukan onani:

     

    “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]

     

    Bahkan izin bersetubuh di malam bulan puasa pun disampaikan dengan cara yang tidak vulgar:

     

    “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” [Al Baqarah:187]

     

    Hukum Qishash

     

    Dalam Perjanjian Lama, Exodus 21:11-22:19 dijelaskan tentang Hukum Qishash yaitu hukuman mati untuk pembunuh, mata ganti mata, gigi ganti gigi:

     

    “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.” [Exodus 21:12]

    EX 21:24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, 25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.” [Exodus 21:24-25]

     

    Namun pada Perjanjian Baru hukum itu dihapuskan dan orang Kristen tidak mengikuti aturan itu lagi.

     

    Dalam Al Qur’an hukum Qishash kembali ditegakkan:

     

    “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita…” [Al Baqarah:178]

     

    Hukum Qishash diberlakukan agar orang berpikir panjang sebelum membunuh orang lain. Seandainya dia membunuh orang, maka dia dihukum mati sehingga tidak bisa membunuh lagi. Dengan cara itu dunia jadi lebih aman bagi orang-orang yang tidak berdosa (bukan pembunuh):

     

    “Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” [Al Baqarah:179]

     

    Ular atau Iblis yang Menipu Adam dan Hawa?

    Dalam Alkitab Genesis 3:1-19 diceritakan bahwa Ular adalah binatang paling cerdik yang bisa bicara sehingga bisa menipu manusia: Adam dan Hawa:

     

    GEN 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

    2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

    4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, 5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

    6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” [Genesis 3:1-6]

     

    GEN 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

    14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.” [Genesis 3:13-14]

     

    Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa yang menggoda Adam dan Hawa adalah Setan/Iblis:

     

    Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu] dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”[Al Baqarah:36]

     

    Jika dalam ajaran Kristen Adam dan Hawa tetap berdosa dan dosanya diturunkan kepada manusia sebagai Dosa Asal / Dosa Warisan (Original Sin), dalam Islam disebut setelah Adam dan Hawa minta ampun dan bertobat, Allah segera mengampuni mereka dan tidak ada dosa warisan yang diturunkan kepada anak cucu mereka:

     

    “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Baqarah:37]

     

    Ummat Yahudi menganggap mereka adalah bangsa pilihan. Ummat Kristen beranggapan tidak ada keselamatan bagi orang yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan sehingga mereka mengirimkan banyak misionaris/penginjil untuk “menggarami” / mengkristenkan penduduk dunia. Islam sendiri menyatakan hanya Islam agama yang diridhai Allah:

     

    “Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam.” [Ali ‘Imran:19]

    “Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran:85]

     

    Itulah beberapa perbedaan antara agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Meski masih banyak lagi perbedaannya, namun ummat Islam dianjurkan untuk berhubungan sosial dengan baik selama mereka tidak menyerang/memusuhi ummat Islam. Meski dalam agama tak ada paksaan dalam beragama, namun ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan masalah aqidah/agama. Untukmu agamamu dan untukku agamaku. Demikian ajaran agama kita.

     

    Rujukan:

    Al Qur’an

    Alkitab

    MS Encarta

    Wikipedia

    “The Choice”, Ahmed Deedat

    http://media-islam.or.id/2008/03/17/perbandingan-agama-yahudi-kristen-dan-islam/

    Advertisements
     
    • insan.tak.kamil 9:04 am on 15/02/2011 Permalink | Reply

      Tidak ada Tritunggal/Trinitas dalam Alkitab. Ajaran Trinitas dalam Kekristenan masa kini adalah hasil salah tafsir. Hal ini dijelaskan dalam buku yang baru terbit karya seorang mantan Trinitarian yang mengajarkan doktrin ini dengan bergebu-gebu selama lebih dari 40 tahun. Kepada yang berminat, buku ini dapat dibaca secara gratis online di: http://www.theonlytruegod.org/id

      • SERBUIFF 3:43 am on 22/02/2011 Permalink | Reply

        UDAH JELAS KOK MEREKA MENGATAKAN YESUS BAPA ROH KUDUD SATU KESATAUAN …MAU APA LAGI ?

        • Freedomfighter 1:38 am on 01/03/2011 Permalink | Reply

          Hanya ada satu Tuhan. Tapi banyak yang menolak kalimat tersebut.

          “Kita ini diciptakan dari satu makhluk (adam) lalu dijadikan pula pasangan (hawa) dari makhluk itu sendiri. Terus, dari perut ibu terdapat 3 lipat tahap penciptaan manusia (bayi).
          Yaitu kegelapan dalam perut, dalam rahim, dan dalam selaput yang menutupi janin.”

          “Di dalamnya terjadilah proses penciptaan. Ditempatkanlah setitik bibit (sperma) dalam penyimpanan yang kuat (ovum). Lalu terbentuklah segumpal darah, lalu gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan dari daging jadi tulang belulang, setelah itu tulang tersebut ditutup lagi dengan daging (janin).”

          “Dimukimkanlah janin yang terbentuk itu di dalam rahim hingga waktu yang ditentukan (9bln10hari). Setelah itu keluarlah kita jadi bayi, yang berangsur mancapai kedewasaan. Ada yang mati muda, ada yang panjang umurnya sampai – sampai jadi pikun.”

          Pengetahuan tentang embriologi ini ditemukan dan disahkan pada abad ke-20.
          Apakah kalian tahu, keterangan itu sudah tersebar sekitar 1400 tahun lalu? Apakah kalian mengira pada tahun tersebut terdapat teknologi canggih sama seperti sekarang, hingga bisa mengetahui sperma (hanya setitik) masuk ke dalam ovum beserta proses yang terjadi?
          Jika jawabannya “TIDAK”,
          Saya beritahu bahwa keterangan itu ada di dalam Al-Qur’an : 39 Azzumar ayat 6, al Mukminun ayat 13 dan 14, al Maidah ayat 22

          Masihkah menolak?
          Saya yakin pasti kebanyakan menjawab “IYA”
          Dan saya tidak heran karena ini sudah ditulis pula,
          Q.S.82 ayat 6-7:“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu
          (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah membentuk kamu
          lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”

          Q.S.71 ayat 13-14:
          “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ?
          Padahal Dia sesungguhnya telah membentuk kamu dalam beberapa tingkatan
          kejadian.”

    • sangkebenaran 8:39 am on 20/04/2011 Permalink | Reply

      http://sangkebenaran.blogspot.com/

      Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:

      Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

      Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

      A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

      Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

      Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

      Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

      Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

      • pedro 12:26 pm on 20/04/2011 Permalink | Reply

        astaga…!!

      • SERBUIFF 5:31 am on 24/04/2011 Permalink | Reply

        TENTANG USIA AISYAH KETIKA DINIKAHI NABI MUHAMMAD

        Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, ” Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

        Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti .

        Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

        Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

        Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

        Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.
        BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

        Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
        Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

        Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

        Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

        Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

        KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

        KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

        pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
        610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
        613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
        615 M: Hijrah ke Abyssinia.
        616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
        620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
        622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
        623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
        BUKTI #2: MEMINANG

        Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

        Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

        Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

        Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

        KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
        BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

        Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

        Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

        KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
        BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

        Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

        Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

        Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

        Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

        Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

        Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

        Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

        Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

        kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
        BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

        Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

        Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

        Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

        Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

        KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
        BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

        Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

        Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
        suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

        Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
        BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

        Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

        Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
        Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

        Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
        BUKTI #8. Text Qur’an

        Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

        Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

        Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

        Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

        Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

        Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

        AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

        Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
        BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

        Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

        Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

        Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

        Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

        kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
        SUMMARY:

        Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

        Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
        Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

        Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

        sumber :
        The Ancient Myth Exposed
        By T.O. Shanavas , di Michigan.
        © 2001 Minaret
        from The Minaret Source: http://www.iiie.net/

        Diterjemahkan oleh : C_P

    • sentolov 7:22 am on 22/04/2011 Permalink | Reply

      Ini dikitab lho, malu aku….!!!, sepertinya Hadits umat muslim kok isinya lebih baik jelas dan lebih lengkap dari pada alkitab…!!!!

      Yesus seorang yang cabul dan kuat sex

      Matius 21:52-54 Yesus berkata kepadaku “hai gadis, sungguh manis wajahmu, sungguh montok buah dadamu, bolehkah aku memegang buah dadamu sayang?” aku menjawab “tidak boleh sebab aku masih dara” lalu Yesus marah kepadaku dan bilang padaku “Aku adalah Tuhan, kamu perlu patuh kemahuanku” aku pun akur dan membiarkan Yesus memegang buah dadaku yang montok..

      Lukas 17:12-15 Pada suatu petang, berjalanlah Yesus menghampiri seorang gadis yang cantik dan jelita, badan yang menawan dan buah dada yang montok, Yesus membuka pakaiannya dan menunjukkan zakarnya sebesar batang kelapa lalu Yesus memasukkan zakarnya kedalam burit gadis itu, gadis itu teriak meminta tolong tetapi apakan daya, kehendak Tuhan

      Lukas 19:19-21 Lalu berkata Yesus “Aku tidak dapat menahan nafsuku apabila aku melihat wanita yang cantik”, murid-muridnya bertanya kepada Yesus “kenapa Tuanku?” berkata Yesus kepada mereka “karena Aku seorang yang dahagakan persetubuhan dan akan aku masukkan zakarku kedalam burit gadis-gadis yang cantik dan perawan”

      Markus 6:14 Berkata Yesus kepada mereka “Aku mempunyai seramai 120 orang isteri dan kesemuanya lemas dalam pelukanku”
      6:18-19 “Isteriku yang paling muda ialah Maria yang baru berumur 3 tahun, tidak tahan nafsuku melihat burit Maria, oh indahnya”

      • isa 10:12 am on 25/04/2011 Permalink | Reply

        Astaga, oh yessssssssss

      • pedro 11:39 am on 25/04/2011 Permalink | Reply

        OMG……!!! Karangan ngawur…hahahahaha

    • pengikut tuhan 3:33 pm on 25/04/2011 Permalink | Reply

      gak nyadar klo muhamad yang ska ngentot, mpe bnyak gtu bininya! brarti nafsu y itu kuatlh

      • SERBUIFF 3:52 am on 27/04/2011 Permalink | Reply

        dari perkataan anda yg kotor cabul dan jorok sudah menunjukkan anda non muslim, agama anda mengajarkan anda berkata kotor dan jorok ya ? ID yg anda gunakan menunjukkan betapa rendahnya ahlak anda…. lihat sabda nabi muhammad yg luar biasa : Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim) .

        eh lu harus tahu sejarah, luharus tahu sebab musabab dia menikahi para wanita tsb. Dia tidak haus sex, buktinya hanya satu yg perawan, yg lainnya janda tua yg sebagian besar miskin…

    • sang mualaf 5:36 am on 07/06/2011 Permalink | Reply

      Biasa mas dia iri, di islam kita boleh poligami, di kristen malah dilarang kawin, akhirnya banyak terjadi pelecehan yang dilakukan para biarawan dan biarawati, itu loh yg ngakunya orang suci padahal suka sodomi. bau dong…….!!!!!!

    • Ibrahim Musa al-Mudjahid 3:04 pm on 16/07/2011 Permalink | Reply

      maaf tuk antum semua, antum yang beriman kpada Alloh dan hari ahkir… jangan pernah mengatakan agama terhadap selain islam, apabila antum tetap mengatakan yahudi, nasrani, hindu, budha itu adalah agama maka antum harus meyakini akan kitab suci mereka, sekaligus antum menelan pil pahit dengan tidak antum sadari antum harus mengakui ilah-ilah yang mereka buat-buat…jadi antum kafir tanpa sadar, karena antum mengakui ada illah selain Alloh. LAILAHAILALLOH tiada ilah = pengingkaran kpada illah-illah palsu yaitu illah yang diada-adakan oleh manusia durjana (tagut), ilalloh = selain Alloh = hanya Allohlah illah yng sebenarnya= tiada illah selain Alloh. kalau antum mengakui ada agama selain islam maka antum kafir kepada Alloh, keimanan antum batal

    • Ibrahim Musa al-Mudjahid 3:15 pm on 16/07/2011 Permalink | Reply

      kalau antum meyakini semua itu adalah agama, sebagaimana dien pancasila mengajari anak-anak SD, anaaaak-anaaaak semua agama itu baik… islam mengajarkan kebaikkan, kristen jg mengajari kbaikkan sesama manusia, hindu juga, buda sama, semua agma sama-sama baiknya… anaaak-anaaak semua…! jadi harus saling hormat-menghormati tdak boleh saling ejek mengejek karena bertentangan dengan pancasila… nanti tuhan garuda marah…. maka anak-anak anda diajri pelajaran KAFIR relakah anda semua wahai orang yang mengaku islam…. kalau antum semua meyakini bawa ada agama selain islam dan lebih-lebih kedudukkanya sama baiknya maka antum Kafir kepada Alloh alias batal sahadat antum

      • asshidq 11:26 pm on 06/10/2012 Permalink | Reply

        kalo dibaca kitab2 sucinya semua agama mengajarkan yg baik2. Menurut Islam, Allah telah menurunkan minimal seorang nabi atau rasul kepada setiap bangsa, tetapi kemudian karena kesalihannya para nabi itu akhirnya disembah sebagai Tuhan seperti Yesus atau Isa Almasih oleh orang nasrani. Jdi kini hanya tinggal kaum muslimin yg benar2 menyembah pada Allah. Kepada penganut agama lain agar kembali mengkaji keimanannya sebelum terlambat keburu mati, karena kalau mati dalam keadaan musyrik, neraka lah tempatnya nanti.

    • Moch Mukthasar 2:16 am on 27/07/2011 Permalink | Reply

      Untuk rekan-rekan yang ingin mengetahui sebenarnya kesaksian kami, apa yang sudah kami putuskan dengan sangat matang untuk pindah dan ber-alih kepada Yesus Juru Selamat Umat Manusia bisa membaca kesaksian yang benar dibawah ini : Tulisan ini berjudul “LIMA ALASAN –ALASAN POKOK TENTANG ISI ALQURAN YANG MEMYEBABKAN KAMI MENINGGALKAN AGAMA ISLAM DAN BERALIH MENJADI SEORANG KRISTEN” adalah: SAURAN-SADURAN pokok dari pengakuan-pengakuan dan tulisan-tulisan para anak-anak/hamba-hamba TUHAN yang menguraikan tentang apa sebabnya mereka yang dari “sono” nya ber-agama Islam turun-menurun, namun pada akhirnya dengan sadar telah meninggalkan agama-nya itu dan beralih menjadi pemeluk agama Kristen yang gigih, ulung, tegar dan tangguh seperti misalnya : HAMRAN AMBRIE cs, Dr. SURADI cs, Dr OEDONO cs, YUSUF ABUBAKAR cs, PAULUS SAHARI cs, yang dulunya adalah KH. Sahari, MUHAMMAD SUWITO cs, dari Demak, YUSUF RONI cs, JUNAIDI SALAT cs, Drs. SUMADI ADIKUSUMA, Teuku ZAINUDIN cs, RUSLI NURVEA cs, RIFAI BURHANUDIN cs, dan ribuan lainnya yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu per satu disini karena terbatasnya ruang dan tempat. Ada berpuluh-puluh ayat dalam ALQURAN yang setelah mereka adakan perbandingan dengan nats-nats dalam ALKITAB membuat mereka pada akhirnya meninggalakan MUHAMMAD dan memilih YESUS KRISTUS sebagai JURUSELAMAT- nya namun nats-nats/ayat-ayat tersebut kami anggap tidak perlu disitir satu per satu disini, karena SADURAN kami ini khusus semata-mata di fokuskan atau disorotkan pada ALQURAN itu sendiri, yang akhirnya dianggapnya sebagai BUKANLAH KITAB ILLAHI yang suci, yang memuat wahyu, karya, firman, hukum, janji, nubuat ALLAH sebagaimana halnya dengan isi ALKITAB, melainkan hanya satu kitab INSANI belaka, yaitu satu kitab isinya terdiri dari kurang lebih 75 % hasil sauduran dan Jiplakan dari ALKITAB (Taurat dan Injil) ditambah (kurang lebih 25 %) dengan hasil pikiran, rekaan, Imaginasi, pendapat dan tafsiran dari Muhammad dan rekan-rekannya yang menulis ALQURAN itu sendiri seperti antara lain Zaid bin Tsabit, Muafiyah, Utsman bin Affan, Ubay bin Kaab dan lain-lain. Ada 5 (lima) inti pokok dari ajaran Alquran tersebut yang mereka tolak sebagai wahyu Allah, padahal ke lima hal tyersebut sebenarnya adalah landasan fital/soko guru dari ajaran agama Islam itu sendiri. Ke 5 inti pokok tersebut adalah seperti berikut: 1. Menolak perintah wajib sholat 5 kali sehari semalam dengan berdoa dalam bahasa Arab, berkiblat ke Kaabah + Batu Hitamnya yang ada di Mekah 2. Menolak Surah 72 Al Jin sebagai wahyu Allah karena bersifat Kontradiksius 3. Menolak kewajiban melakukan “Doa syalawat bagi Muhammad” 4. Menolak hokum syariat Islam sebagaimana ditetapkan dalam Alquran karena kejam, tidak adil dan “outdated”/ketinggalan zaman 5. Menganggap nats 68 Al Kalam 10 yang berbunyi ” JANGANLAH KAMU IKUTI SETIAP ORANG YANG BANYAK BERSUMPAH LAGI HINA” sebagai nats yang tidak disadari oleh Muhammad sendiri, telah membuka kedok apa isi Alquran itu sebenarnya Dalil-dalil atau rincian-rincian lebih lanjut tentang ke lima pokok penolakan mereka atas Alquran sebagai satu KITAB YANG DIWAHYUKAN OLEH ALLAH dan menganggapnya hanya sebagai KITAB INSANI belaka, hasil karya Muhammad + rekan-rekannya yang diakui-akui sebagai wahyu Allah, rincian adalah seperti dijabarkan berikut ini: PENOLAKAN I PENOLAKAN ATAS PERINTAH WAJIB SOLAT 5 (LIMA) KALI SEHARI SEMALAM DALAM BAHASA ARAB DENGAN KIBLAT KE MEKAH Sebelum kami membahas PENOLAKAN tersebut diatas, dianggap perlu untuk memberikan informasi-informasi terlebih dahulu sebagai berikut: a) Bahwa isi Alquran di imani oleh umat Islam sebagai 100 % Wahyu Allah yang didikte/di imlakan kepada nabi Muhammad secara langsung oleh Allah atau lewat malaikat Jibril dengan kalimat demi kalimat, kata demi kata sampai ke titik komanya, sehingga isi Alquran tersebut sama sekali bebas dari buah pikiran dan karangan manusia, termasuk nabi muhammad sendiri. b) Bahwa ajaran agama Islam yang terpokok adalah “TAUHID” yaitu pengakuan: “TIADA TUHAN LAIN SELAIN DARI ALLAH/LAILA HAILALLAH” dan HANYA KEPADA DIALAH MEREKA WAJIB SEMBAH SUJUD DAN MEMINTA PERTOLONGAN (QS. 1 Al Fatihah 5) c) Pada waktu Muhammad + Pengikut-pengikutnya tiba di Medinah karena terpasak Hijrah dari Mekah, di kota itu terdapat banyak bangsa Yahudi yang walaupun tidak berupa kelompok mayoritas namun punya pengaruh besar dikota itu khususnya dibidang kepemerintahan, Ekonomi dan social budaya. Bangsa Yahudi ini dengan sendirinya fanatic beragama dan setiap harinya melaksanakan ibadah sembahyangnya dengan kiblat ke YERUSALEM. d) Karena posisi Muhammad + pengiku-pengikutnya pada waktu itu masih lemah dan berstatus “menumpang di negri orang, maka arah kiblat bagi pengikut-pengikutnya pada waktu solat di tetapkan oleh Muhammad juga kearah YERUSALEM sebagai satu taktik penyesuaian, karena Muhamad mengklaim Agama Islam yang dibawanya itu adalah AGAMA kelanjutan dari Agama Yahudi dan Agama Kristen. e) Kiblat arah ke YERUSALEM ini berjalan bertahun-tahun lamanya sampai pada satu saat Muhammad + Pengikut-pengikutnya merasa cukup kuat untuk mendominasi kota Medinah dengan mengusir bangsa Yahudi keluar dari sana yang memang betul-betul dapat dilaksanakan dengan kekuatan pedang (perang). Serentak dengan terusirnya Bangsa Yahudi keluar dari Medinah, dengan alasan mendapat Wahyu dari Allah, KIBLAT Sholat kearah Yerusalem di batalkan oleh Muhammad dan digantinya dengan arah KIBLAT baru yaitu kearah MEKAH karena disana ada BAITHOLLAH/RUMAH ALLAH yaitu apa yang kita kenal dengan KAABAH + BATU HITAMNYA sekarang ini (Qs 2 AL Baqarah 142-145 dan 149-150). f) Selain adanya perubahan KIBLAT ini, juga ditetapkan oleh Muhammad bahwa sholat dilakukan 5 X sehari-semalam dengan total 17 X ruku dan sujud dan sholatnya harus dilakukan dalam BAHASA ARAB. Juga ditetapkan bahwa setiap orang Islam yang mengaku dirinya “MUKMIN” diwajibkan melaksanakan IBADAH HAJI di Mekkah dengan kewajiban mengelilingi KAABAH + BATU HITAM yang ada didalamnya sebanyak 7 X putaran dan pada setiap selesainya satu putaran harus Ruku dan Sujud menyembah serta mencium BATU HITAM di Kaabah itu sembari mengucapkan doa : “ALLAHUMA LABAIK BISMILAHILAHU AKBAR” yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah : “ KAMI MEMENUHI PANGGILANMU YA ALLAH” !!! NOTE : • Bilamana ketentuan 7 X mengelilingi KAABAH dengan melaksanakan ritus ruku sujud menyembah serta mencium BATU HITAM di sertai dengan kata-kata doa tersebut diatas, tidak dilaksanakan oleh para Calon-calon Haji, maka berartilah bahwa pelaksanaan rukun-nya tidaklah lengkap. • Setiap umat Islam harus dan wajib melaksanakan Sholat 5 X seharian-semalam dengan total 17 X Ruku dan Sujud dengan Kiblat kearah Kaabah/baithollah di Mekkah itu dengan memakai bahasa Arab, karena bilamana mereka mengabaikannya maka tanpa ampun lagi mereka akan diganjar dengan hukuman API NERAKA, karena sholat 5X sehari-semalam ini adalah Tiang Utama atau SOKO GURU dari agama Islam itu sendiri. Sekarang mari kami sampaikan kepada uraian dan dalil-dalil kenapa kami menolak Ajaran AL QURAN tersebut diatas sebagai satu Ajaran yang tidak di WAHYUKAN OLEH ALLAH melainkan hanya sebagai buah fikiran, bikin-bikinan dan rekaan dari Muhammad + Kawan-kawannya saja dengan maksud tertentu dengan diselubungi “WAHYU cq. PERINTAH ALLAH”. a) Mulut umat Islam minimal 5 X sehari komat-kamit, bahkan adakalanya dengan suara yang keras- lantang dibantu dengan loundspeaker pula, mengumandangkan “BAHWA TIADA TUHAN SELAIN DARI ALLAH – LAILAHAILALLAH, DAN KEPADANYA SAJAHLAH MEREKA WAJIB SUJUD MENYEMBAH (kalau dalam Alkitab seturut Yesaya 45: 5-a dan 21-b dan Matius 4:10), namun beberapa saat kemudian mereka Ruku, Sujud menyembah kepada Allah yang sudah berubah wujudnya menjadi BATU HITAM yang ada dalam bangunan tersebut dari batu-bata sebelumnya dengan kain hitam yang diberi predikat BAITULLAH/KAABAH yang ada di Mekkah itu. b) Mulut umat Islam selalu kumat-kamit mengakui bahwa Allah itu pada satu titik yang bersamaan ada dimana-mana disetiap sudut dan penjuru dimensi dunia dan alam semesta ini, namun kenyataannya minimal 5 X dalam sehari-semalam, Allah hanya berada di Mekah dalam Kaabah dalam bentuk BATU HITAM itu saja. c) ALQURAN cs. Ajaran agama Islam – DALAM TEORINYA – tegas –tegas melarang umatnya menyembah PATUNG dan BERHALA karena hal itu berarti SYIRIK/MENDUAKAN ALLAH dan bertentangan diametral dengan inti syahadad LAILAHAILALLAH, namun pada praktek kenyataannya dalam melaksanakan ibadah haji yang notabene adalah salah satu tiang Iman Islami itu, berjuta-juta umat Islam telah melakukan Syirik dengan Ruku, sujud menyembah Kaabah dan mencium BATU HITAM yang ada di dalamnya sambil mengucapkan doanya “ALLAHUMA BISMILAHILAHU AKHBAR” sebanyak 7 X berturut-turut. d) Hal atau kenyataan yang di kemukakan diktum 3 diatas, adalah sekaligus membantah alasan umat Islam yang menyatakan: “Memang adalah benar bahwa kami melaksankan lima kali sholat sehari-semalam dengan 17 X Ruku dan sujudnya dengan kiblat ke Kaabah/Baitulah di Mekkah itu, namun itu hanya manifestasi dari “TITIK PERSATUAN ARAH SHOLAT UMAT ISLAM SEDUNIA” saja dan pada waktu kami melaksanakan Sholat tersebut sama sekali tidak ada terlintas dalam fikiran kami untuk sembah sujud kepada Kaabah + Batu Hitam didalamnya itu karena Kaabah + Batu Hitam tersebut adalah hanya benda atau materi yang tiada manfaat dan melarat belaka” (lihat buku tafsir alquran karangan Mahmud Yunus), dan disamping itu umat Islam percaya dan iman bahwa Allah itu di satu detik yang bersamaan ada di mana-mana di seantero muka bumi dan jagad raya ini.” Disamping bantahan di diktum 3 diatas kalau seandainya belum dianggap cukup, ada lagi dua dalil bantahan dari kami bahwa alasan umat Islam tersebut di atas adalah teori yang dicari-cari dan dibuat-buat saja seumpama menegakkan “ BENANG BASAH” sebagai berikut : 1) Berdasarkan TEORI, bilamana seekor ayam jantan yang bulunya seluruhnya hitam, kawin dengan seekor ayam betina yang bulunya seluruhnya juga hitam (tentunya tanpa ada campuran perkawinan dengan ayam jantan berbulu lain) pastilah anak ayam hasil perkawinan itu juga berbulu hitam, Eeh, sesudah telur menetas ternyata bulu anak ayam itu bukan hitam tetapi MERAH !!!! Sekarang tentu timbul pertanyaan yang mana yang benar “TEORI nyakah atau PRATEK Kenyataannyakah??? Jawabannya sudah pasti “PRAKTEK KENYATAANNYALAH YANG BENAR !!!!” Karena kenyataanya bulu anak ayam itu merah dan bukan hitam sebagaimana di teorikan. Kalau hal ini dikaitkan dengan pernyataan atau alasan umat Islam tersebut diatas yang teorinya tidak Ruku, Sembah Sujud ke Kaabah/Baitullah + Batu Hitam yang ada di Mekah itu melainkan hanya semata-mata satu manifestasi dari TITIK persatuan ARAH Sholat saja, jelaslah bahwa teori ini adalah tidak benar atau TER-HUJAH, karena dalam PRAKTEK KENYATAANNYA yang dapat di lihat dengan mata kepala setiap orang pada setiap waktu dan setiap harinya bahwa umat Islam minimal 5 X dalam sehari-semalam melakukan 17 X Ruku dan sembah Sujud ke arah Kaabah/Baitullah + Batu Hitamnya yang ada di Mekah itu. Ini kenyataannya dan bukan teori!!!! 2) Pernyataan umat Islam bahwa mereka itu iman dan percaya bahwa ALLAH pada satu detik yang bersamaan berada dimana-mana di seantero sudut dan dimensi dunia dan alam semesta ini, kami anggap hanya teori belaka saja, karena dalam PRATEK KENYATAANNYA yang dapat di lihat dengan mata kepala setiap orang setiap harinya ALLAH selama 5 X jangka waktu Shalat hanya berada di Mekkah Saja!!!. Yaitu kalau tidak berubah bentuk menjadi Kaabah + Batu hitamnya, sekurang-kurangnya Dia berdiam didalamnya karena si sujud sembahi sebanyak 17 X rakaat oleh umat Islam. Dan kalau kenyataan inipun dibantah juga, maka sekali sentuhan, seluruh dunia dan jagad raya ini menjadi kosong di tinggalakan oleh Allah, karena Allah telah dan hanya berada di Mekkah saja yaitu telah berubah wujud menjadi batu hitam yang ada di Kaabah/Baitullah itu, berdasarkan kenyataan yang dapat dilihat jutaan orang secara langsung ditempat, dan ratusan juta secara tidak langsung lewat siaran TV – Satelit di mana umat Islam sembah sujud dan mencium batu hitam itu dengan dibarengi doa “KAMI MEMENUHI PANGGILANMU YA ALLAH!!!” Dengan mengucapkan doa/kata-kata seperti ini masih adakah orang yang berfikiran waras dapat menyangkal bahwa ALLAH yang maha Kuasa dan Esa itu tidak/berubah wujud menjadi Batu Hitam tersebut?? Ini adalah kenyataan dan bukan teori!!!! 3) Bahwa Muhammad dengan Alqurannya mewajibkan umatnya melakukan doa dan sholat dalam bahasa Arab berdasarkan Wahyu Allah yang diterimanya dari Allah, adalah satu hal yang sangat diragukan. Apakah benar bahwa Allah itu hanya mengerti bahasa Arab Saja???? Bukankah Allah itu bersifat universal milik semua bangsa di dunia ini sehingga dengan sendirinya tidak terbatas pada satu bahasa saja?? Kenapa berdoa-Sholat harus mutlak menggunakan bahasa Arab dan kenapa Sholatnya harus berkiblat ke Mekkah saja sepertinya Allah hanya ada di situ saja? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah hanya satu dan singkat saja yaitu: “ INI ADALAH POLITIK DOMINASI ARABISME” saja, karena harus di ingat bahwa Muhammad + Rekan-rekannya yang menulis dan menerbitkan Alquran itu adalah orng-orang Arab sebagaimana kita ketahui bahwa Muhammad bukan saja menyatakan dirinya Nabi Rasul Allah, melainkan juga selama dasawarsa-dasawarsa bagaimana akhir hidupnya adalah Raja atau Amirul Mukminin seluruh Jazirah Arab (Saudi Arabiah Sekarang Ini). 4) Apakah masuk diakal, bahwa Allah yang Esa itu, Yang Mahakuasa, Yang Roh, yang tidak ada persamaanya, Yang Kekal dan tidak berobah-robah itu bahkan umat Islam itu sendiri mengklassifikasikan Allah itu dengan 20 sifat dan 99 predikat koq disamakan begitu saja dengan BATU HITAM yang ada didalam Kaabah/Baitulah di Mekkah itu, Ajaran Islam tegasnya Alquran itu bersifat dualitis, kontradiksius dan oxiomalitis (berisi pertentangan-pertentangan dalam dirinya sendiri) karena di satu pihak Alquran itu menjunjung, mengkultus, memuliakan ALLAH sebagai satu Oknum yang tidak ada setara-NYA, namun dilain pihak segera sesudah itu Alquran menghina ALLAH dengan menyamakan-NYA dengan BATU HITAM yang ada didalah Kaabah/Baitullah di Mekkah itu, terbukti bahwa pada waktu sang Calon Haji mencium BATU HITAM itu dia melafazkan kata-kata doa : “KAMI MEMENUHI PANGGILANMU YA ALLAH”!!!, jadi BATU HITAM itulah ALLAH!!! 5) Apakah masuk diakal bahwa ALLAH yang adalah Pencipta langit dan bumi itu berserta segala isinya baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, mempunyai RUMAH atau BAIT di dunia ini dan rumah itu adanya khusus di Mekkah saja dan harus di Sujud sembahi 5 X dalam sehari-semalam yaitu waktu Subuh, Lohor, Asyar, Magrib dan Isya karena pada waktu-waktu itulah ALLAH ada di RUMAH-NYA??. NOTE: Yang benar adalah ajaran ALKITAB ialah bahwa ALLAH tidak punya RUMAH di dunia ini, karena Langit adalah TAHTA-NYA dan Bumi adalah TUMPUAN KAKI-NYA………….(Kis 7: 48-50), yang berarti bahwa ALLAH dalam satu detik yang bersamaan ada dimana-mana, ada di setiap millimeter ruang dimuka bumi dan di jagad raya ini, sehingga bilamana kita berdoa kepada ALLAH tidak perlu ada kiblat-kiblatan karena kearah mana saja kita berdoa disitu ada ALLAH selain itu kita tidak perlu gerak-gerik jasmani tertentu (ruku) dan tidak perlu doa tersebut dilafadkan dengan suara-suara yang berirama, melainkan berdoalah dengan roh dan kebenaran karena ALLAH itu Roh adanya (Yoh 4: 21-24). PENOLAKAN II MENOLAK SURAT 72 AL-JIN SEBAGAI ANEH DAN TIDAK MASUK AKAL SERTA KONTRADIKSIUS Dalam ALQURAN ada terdapat satu SURAT No. 72 yang dinamakan “AL-JIN”, yang isinya antara lain: 1. Bahwa di dunia ini ada Jin-Jin yang SALEH/MUKMIN dan ada Jin-Jin yang kafir (Mukadimah Surat AL-JIN dan 72 AL-JIN 11-14). 2. Bahwa manusia boleh atau dapat minta pertolongan dan perlindungan pada Jin-Jin yang Saleh/Mukmin tersebut (Qs 72 AL-JIN 6) 3. Bahwa Jin-Jin dapat memberi rezeki yang banyak kepada manusia. (Qs 72 AL-JIN 16) 4. Pada waktu Muhammad sedang Sholat, dia dikerumuni oleh banyak Jin-Jin (Qs 72 AL-JIN 19). Hal yang seperti inilah contoh dari apa yang telah kami jabarkan dalam PENOLAKAN I – Diktum 6 – terdahulu, bahwa ALQURAN atau tegasnya ajaran agama Islam itu bersifat kontrdiktif, dualistis dan axiomalistis (berisi pertentangan-pertentangan dalam dirinya sendiri), karena disatu pihak ALQURAN mengajarkan TAUHID/Meng-ESA-kan ALLAH (Lailahailallah) dan hanya kepada DIA-lah umat Islam boleh sujud menyembah dan minta pertolongan (Qs 1 Al Fatihah 5), namun dilain pihak segera sesudah itu dalam ALQURAN yang sama di Surat 72 AL-JIN 6 dan 16, ALQURAN memerintahkan bahwa umat Islam boleh sujud menyembah JIN-JIN untuk meminta pertolongan, perlindungan dan rejeki-rejeki (meskipun diselimuti dengan predikat (Saleh/Mukmin). Apa hal ini tidak kontradiktif?? Apa serendah caliber inikah Wahyu Allah itu? Apakah hal ini tidak berarti “Menyekutukan” ALLAH YANG MAHA ESA itu? Kita mengetahui bahwa di alam roh atau alam gaib hanya ada dua kekuatan atau golongan saja yang dipisahkan oleh satu jurang yang tak terseberangi (Lukas 16:26) laksana satu “TEMBOK BERLIN” yang tak terjangkau tingginya, yaitu: 1. ALLAH + ribuan Malaikat-malaikat Suci yang Setia kepadaNya di bawah pimpinan Malaikat Akhbar: Mikhael, Jibrail, Rufail dan lain-lain, d a n 2. IBLIS + ribuan Malaikat-malaikat jahat sebagai pengikut-pengikutnya yang telah ALLAH usir dan lempar ke luar dari sorga karena memberontak terhadapNya, yang dipimpin oleh Setan-Setan dan JIN-JIN antara lain: Baal, Moloch, Legion, dll. Berdasarkan adanya tembok atau jurang pemisah secara TOTAL antara Golongan ALLAH dan Golongan IBLIS tersebut diatas, apakah masuk diakal sehat dan logis bahwa diantara pengikut-pengikut IBLIS ada terdapat JIN-JIN yang Saleh dan Mukmin??? Tidak mungkin dan tidak masuk diakal bukan ??? Oleh karenanya maka Surat 72 Al Jin ini tidak mungkin Wahyu ALLAH, melainkan hanya buah fikiran Muhammad sendiri saja, karena dia melihat disekelilingnya banyak sekali orang-orang Arab minta pertolongan, perlindungan dan rezeki-rezeki kepada JIN-JIN sebagaimana jelas terungkap di Surat 72 Al Jin 6 dan Catatan Kaki No, 1524 dari Nats tersebut (ALQURAN terjemahan Departemen Agama R.I. tahun 1978). Selanjutnya dengan adanya Surat 72 Al Jin 6 ini, sama saja artinya bahwa Muhammad memberi peluang atau “lampu hijau” kepada umatnya untuk berbuat SYIRIK, menyekutukan ALLAH yang mereka agung-agungkan MAHA-ESA dengan JIN-JIN/IBLIS dan dalam PRATEK KENYATAANNYA sehari-hari memanglah demikian adanya, karena bukan rahasia umum lagi dan adalah logis dan pantas berjuta-juta umat Islam memanfaatkan izin Muhammad + ALQURAN nya itu dengan sujud-menyembah serta bersekutu dengan JIN-JIN tersebut untuk mendapat: kekebalan tahan tembak, dan tahan bacok, mendapat ilmu santet dan ilmu pelet, mendapat kekuatan sexual-exstra strong, memperoleh kekayaan-kekayaan dan kenaikan pangkat dan lain-lain sebagainya. Apakah ini adan makna kumandang 5X sehari “LAILAHAILALLAH” dari umat Islam itu dan apakah dengan adanya Surat 72 Al Jin dalam ALQURAN masih ada seorang Muslim yang jujur pada diri dan suara hati-nuraninya untuk masih percaya bahwa ALQURAN itu berisi 100 % Wahyu ALLAH???” Lain halnya dengan ajaran ALKITAB milik umat Kristen itu, karena tentang hal dan masalah yang sama, dengan tegas dan tuntas menyatakan: “TIADA TUHAN LAIN SELAIN DARI ALLAH YANG ESA ITU – LAILAHAILALLAH” (Yesaya 45: 5a dan 21b, Keluaran 20:m 2-3, Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Yohanes 17:3, I-Timotius 1:17 dan banyak lagi nats-nats yang meng-ESA-kan ALLAH), dan tegas serta tuntas pula MELARANG MENYEMBAH, BERHALA, SETAN – SETAN DAN JIN-JIN dalam bentuk kwalitas atau predikat apa-pun (Keluaran 20: 4-5, Keluaran 34:17, Imamat 26:1, Ulangan 4: 15-19, Yesaya 44: 9-20 dan banyak lagi nats-nats lain yang serupa dengan itu), dan khusus mengenai JIN-JIN yang oleh ALQURAN boleh disujud-sembahi dan diminta pertolongan serta perlindungannya, ALKITAB milik umat Kristen itu tegas-tegas melarangnya dalam Imamat 17:7, demikian: “Janganlah mereka (umat Israel) mempersembahkan lagi korban mereka kepada JIN-JIN, sebab JIN-JIN itu adalah zinah dan inilah ketetapan yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi mereka turun-temurun!!” Tegas dan Tuntas Bukan ?!!!? Dan ALKITAB menyatakan dengan tegas dan tuntas pula bahwa hanya kepada ALLAH yang ESA itu sajalah kita sujud-sembah dan berbakti (Matius 4:10) dan hanya kepada DIA-lah satu-satunya Oknum atau Alamat tempat kita minta pertolongan, perlindungan, rezeki dan apa saja yang kita butuhkan dalam hidup ini (Mazmur 121:8, Matius 11:28, Lukas 12:22-23). Dan terhadap IBLIS + JIN-JIN pengikutnya, ALKITAB dengan tegas pula menyatakan bahwa mereka itu adalah: Pendusta/Bapa segala Pendusta (Yohanes 8:44), mempunyai malaikat-malaikat jahat (Matius 25:41), sehingga kita harus selalu waspada dan berjaga-jaga karena Iblis juga adalah PENIPU (II- Korintus 2:11) bahkan sedemikian hebat tipunya sehingga IBLIS bisa menyaru seolah-olah dia adalah Malaikat Terang yang Suci (II-Korintus 11:14), jadi bertentangan secara diametral dengan ajaran ALQURAN yang membenarkan kita bersekutu dengan JIN-JIN dan meminta rezeki, pertolongan serta perlindungan dari padanya. Oleh karena itu, siapapun yang masih berpikiran sehat dan secara jujur mengikuti suara hati nuraninya – seperti halnya kami selagi masih Islam tempo hari – tidak mungkin dapat mengakui lagi bahwa ALQURAN dengan Surat 72 ALJIN nya itu sebagai Wahyu ALLAH. PENOLAKAN III PENOLAKAN ATAS PERINTAH MELAKSANAKAN DOA “SHALAWAT NABI” PADA SETIAP KALI SELESAI MELAKSANAKAN SHOLAT Dalam ALQURAN ada terdapat SURAT No. 33 yang dinamakan AL-AHZAB yang antara lain dalam ayat-56 menyatakan demikian: : “Sesungguhnya ALLAH dan malaikat-malaikatNYA BERSHALAWAT untuk Nabi (Muhammad). Hai orang yang beriman (umat Islam), ber-SHALAWAT-lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” NOTE: 1. Dalam “catatan kaki/footnote” No. 1230 dan 1231 atas nats 33- AL AHZAB-56 ini di Tafsir ALQURAN Departemen Agama R.I. tahun 1978 dikatakan sbb: a. Ber-SHALAWAT artinya: – Kalau dari ALLAH artinya adalah : Memberi Rahmat. – Kalau dari Malaikat-malaikat artinya adalah: Memintakan Ampunan (dosa???) – Kalau dari umat Islam/Mukmin artinya adalah : Berdoa supaya kepada Nabi Muhammad di beri Rahmat (dan kemuliaan) seperti misalnya :ALLAHU-MA SHALLIALA MUHAMMAD” b. Dengan mengucapkan perkataan seperti : “ASSALAMU ALAIKA AYYUHAN NABI” artinya ialah “Semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi (Mohamad). 2. Konsekwensi atau tindak lanjut dari perintah “ SHALAWAT NABI” ini maka ALQURAN mewajibkan semua umat Islam menutup Sholatnya 5 X sehari-semalam itu dengan mengucapkan/melafazkan Doa “ SHALAWAT NABI “ ini yang isinya bermacam-macam, namun intisarinya adalah mendokan agar ALLAH melimpahkan kepada Nabi Muhammad: Kemuliaan, Kebesaran dan Keselamatan, yang untuk sekedar contoh kami ambil tentang apa yang tiap-tiap hari ditayangkan di TV Malaysia yang berstatus NEGARA ISLAM itu, bunyi doa “SHALAWAT NABI” ini adalah demikian: “Ya – ALLAH, karuniakanlah kepada junjungan kami Nabi Muhammad keselamatan, kemuliaan dan tempat serta derajat yang tinggi seperti yang telah ENGKAU janjikan”. Kalau seandainya nats 33-AL AHZAB – 56 ini benar-benar WAHYU ALLAH segera nampak beberapa kejanggalan-kejanggalan yang fatal bagi umat Islam sendiri yang mau mempelajariALQURAN-nya memakai akal budi dan rasionya yang sehat dan mau berlaku jujur untuk mendengarkan bisikan hati nuraninya sendiri (seperti halnya dengan kami selagi masih Islam tempo hari), sebagai berikut: 1. Seorang Nabi yang benar-benar diutus oleh ALLAH seperti misalnya Nabi MUSA (Bapaknya TAURAT itu) dan YESUS/NABI ISA (Bapaknya INJIL itu), jika mereka mati, sudah pasti beroleh Rahmat dan Keselamatan masuk Sorga kembali kepada ALLAH yang mengutusnya dan sama sekali tidak perlu didoakan untuk ALLAH selamatkan mereka. Oleh karena itulah diseantero isi ALKITAB tidak ada secuilpun terdapat nats dimana Nabi Musa meminta kepada umatnya untuk melakukan doa-SHALAWAT bagi dirinya, lebih-lebih lagi YESUS, jangankan meminta umatnya ber-Doa-SHALAWAT bagi Dia, malahan sebaliknya Dia-lah yang mendoakan keselamatan umatnya (Yohanes 17:1-26), bahkan dia sendiri jugalah yang memberikan keselamatan itu (Yohanes 14:1-3). Dari fakta ini saja, sudah jelas bahwa nats 33- AL AHZAB-56 tersebut mustahil WAHYU ALLAH adanya dan yang lebih fatal lagi ialah bahwa nats “SHALAWAT NABI” ini secara tidak disadari oleh Muhammad, secara langsung atau tidak langsung mengungkapkan satu dalil yang meragukan ke-Nabian dank e-Rasulan Muhammad itu sendiri sebagai Nabi atau Rasul yang benar-benar disuruh/diutus oleh ALLAH. 2. Dengan adanya perintah melaksanakan Doa-SHALAWAT NABI ini, tidak bisa lain timbul kesan atau kesimpulan sebagai berikut: a. Bahwa Muhammad sendiri ragu atau tidak yakin bahwa kalau dia mati akan beroleh Rahmat Keselamatan Sorgawi (dan hal ini ternyata memang demikian, lihat nats 46-AL AHQAAF-9), sehingga perlu melalui nats 33-AL-AHZAB-56 – dengan mengatasnamakan ALLAH dan malaikat-malaikatNYA – dia memerintahkan kepada umat pengikut-pengikutnya untuk mendoakan keselamatan dirinya dalam bentuk apa yang disebut Doa- SHALAWAT NABI itu. b. Bahwa Muhammad denagn sendirinya tidak mampu dan tidak kuasa menjamin keselamatan umatnya, bahkan keselamatan anak tunggalnya FATIMAH sendiripun dia tidak bisa jamin dihadapan ALLAH (Hadist Shahih BUCHORI). Dengan demikian, berartilah bahwa Muhammad sama sekali tidak peduli apakah umat pengikutnya yang setiap harinya minimal 5X mendoakan keselamatanna, beroleh keselamatan Sorgawi atau tidak. Yang pokok/utama baginya ialah: DIA SELAMAT (dengan adanya Doa-SHALAWAT itu), sedangkan apakah ratusan juta umat pengikutnya beroleh selamat atau tidak itu soal kedua dan terserah saja kepada ALLAH nantinya (Insya-Allah). c. Dengan tidak tahunya Muhammad sendiri apakah dia nanti setelah mati beroleh selamat atau tidak (nats 46-AL AHQAAF-9), dan itambah pula bahwa dia tidak mampu menyelamatkan anak satu-satunya FATIMAH dihadapan ALLAH (Hadits Shahih BUCHORI), apapun pula ratusan juta umat yang hanya merupakan pengikut-pengikutnya saja, maka dengansendirinya akan timbul pertanyaan di hati setiap Muslim yang mau berpikir dengan tenang dan jujur serta yang mau mendengarkan suara hati nuraninya yang paling dalam (seperti halnya kami dulu selagi masih Islam), sebagai berikut: “Pantesan seluruh umat Islam di dalam masalah “KESELAMATAN SORGAWI” ini, hanya berani mengucapkan kata-kata : “INSYAALLAH/MUDAH-MUDAHAN” anda diselamatkan oleh ALLAH dan diberiNYA tempat yang layak disisiNYA di alam Sorgawi nanti” Dan kesan yang pasti timbul sebagai kelanjutannya adalah: “Buat apa kami tetap mau ikut Agama Islam yang jelas-jelas tidak dapat menjamin keselamatan Sorgawi kami, bahkan Muhammad sampai-sampai meminta kepada umatnya untuk ber-Doa- SHALAWAT bagi dirinya, apapun pula kami yang hanya pengikut-pengikutnya saja” Nats ALQURAN 33-AL AHZAB-56 yang kami jabarkan diatas tadi inilah salah satu contoh konkrit dari puluhan bahkan ratusannats-nats yang terdapat dalam ALQURAN yang kami kategorikan: “Bahwa isi ALQURAN itu sifatnya dualitis, kontradiktif dan axiomalitis yaitu mengandung pertentangan-pertentangan dalam dirinya sendiri”, karena misalnya di dalam masalah Doa-SHALAWAT NABI ini, disatu pihak ALQURAN dengan segala daya dibarengi dengan segala jenis sumpah menyakinkan umat Islam bahwa Muhammad itu Nabi dan Rasul yang benar-benar diutus/disuruh ALLAH (bukan Nabi/Rasul aku-akuan), namun dipihak lain dalam waktu yang hamper bersamaan – misalnya nats 33-AL AHZAB-56 ini – keluarlah WAHYU ALLAH yang memerintahkan agar umat Islam minimal 5X sehari pada waktu selesainya Sholat memanjatkan Doa-SHALAWAT yang memohon kepada ALLAH agar DIA memberikan keselamatan, kemuliaan dan kebesaran kepada nabi Muhammad. Apakah hal ini tidak kontradiktif dan aneh, karena kalau Muhammad benar-benar seorang Nabi atau Rasul yang ALLAH sendiri suruh dan utus, maka dengan sendirinya pada kala Muhammad mati, dia pasti beroleh keselamatan Sorgawi – dipanggil kembali kesisi ALLAH yang menyuruh/mengutusnya dan tidak perlu pakai Doa SHALAWAT NABI segala, seperti halnya Nabi MUSA dan JESUS/NABI ISA yang tidak pernah meminta umat pengikutnya untuk mendoakan keselamatan dirinya. NOTE : Di penjabaran-penjabaran kami berikutnya nanti, kami akan merinci lebih dalam lagi tentang sifat Dualitis, Kontradiktif dan Axiomalistis dari isi ALQURAN ini, yang membuat kami akhirnya memutuskan bahwa kami tidak percaya lagi bahwa isi ALQURAN itu adalah WAHYU ALLAH. Lain halnya dengan Yesus Kristus Nabinya umat Kristen itu, Dia tidak pernah memerintahkan umatnya memanjatkan Doa_SHALAWAT memohon keselamatan. Kebesaran dan kemuliaan bagi diriNYA, malahan DIA-lah yang mendoakan keselamatan bagi umatnya (Yohanes 17:1-26), bahkan DIA sendirilah yang memeberikan keselamatan Sorgawi itu (Yohanes 14:1-3) Dan kalau Muhammad ragu-ragu dan bimbang bahkan tidak mengetahui apakah dia sendiri nanti akan ALLAH selamatkan atau tidak, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah “KESELAMATAN SORGAWI” diembel-embel dengan kata-kata “INSYA ALLAH atau MUDAH-MUDAHAN”, sebaliknya Yesus yang dalam ALQURAN disebut Nabi Isa Almasih itu, dengan tegas-tuntas menyatakan: “AKU-lah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada BAPA (ALLAH), kalau tidak melalui AKU” (Yohanes 14:6) Dan “Barangsiapa mendengar perkataan-KU dan percaya kepada DIA (ALLAH) yang mengutus AKU, ia mempunyai hidup yang kekal/keselamatan Sorgawi” (Yohanes 5:24). Dan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau (yaitu penjahat yang disalibkan disebelah kanan Yesus) akan ada bersama-sama dengan AKU didalam Firdaus/Sorga” (Lukas 23:43) Dan “Janganlah kamu heran akan hal ini (Sabda Yesus kepada murid-murid pengikutNYA), sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang ada didalam kuburan akan mendengar suaraNYA, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal (Keselamatan Sorgawi), tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yohanes 5:28). Dan “Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan AnakNYA yang Tunggal (YESUS), supaya setiap orang yang percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal/Keselamatan Sorgawi” (Yohanes 3:16). Dan berpuluh-puluh nats lagi bisa kami sitir yang serupa dengan ini, bahwa YESUS itu satu-satunya Nabi yang ALLAH utus membawa Syariat INJIL yang bisa menjamin keselamatan Sorgawi bagi siapa saja yang percaya dan iman kepadaNYA. Kita boleh pilih satu antara dua: Ikut YESUS + ALKITAB-NYA yang menjamin keselamatan Sorgawi kita atau ikut Muhammad + ALQURAN-nya yang disamping tidak menjamin keselamatan Sorgawi kita, malahan dia sendiri belum tentu selamat (nats 46-AL AHQAAF-9), sehingga lewat ALQURAN-nya 33-AL AHZAB-56 perlu mengeluarkan perintah kepada kita untuk memanjatkan Doa-Shalawat NABI untuknya. Jangan salah pilih, karena kalau kita salah pilih akan berakibat penyesalan yang tidak terkoreksi lagi untuk selama-selamanya!!! PENOLAKAN IV MENOLAK HUKUM SYARIAT ISLAM SEBAGAI TIDAK ADIL, KEJAM DAN KETINGGALAN ZAMAN/OUTDATED Berdasarkan penelitian kami, dalam ALQURAN yang terdiri dari 30-JUZ, 114- SURAT, dan 6666 AYAT itu yang berkaitan dengan ke-Imanan, Hukum dan Syairat Agama Islam, dapat kami tarik secara umum 3 (tiga) intisari pokok yaitu: 1. Kewajiban penyebaran Agama Islam oleh pemeluk-pemeluknya adalah dengan tujuan mendirikan NEGARA THEOKRASI ISLAM sejagad, dimana Hukum Syairat Islam sajalah yang diberlakukan di Negara tersebut. Hal ini dapat kami simpulkan dari nats 5-ALMAIDAH-51 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman (umat Islam) janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi Wali (Pemimpin)-mu……………..” d a n “Mengapa kau angkat orang-orang kafir menjadi Pemimpin-pemimpinmu” (Hadits Nabi Muhammad). Hal ini berarti bahwa bilamana umat islam mendiami sesuatu Negara yang belum berbentuk NEGARA TEOKRASI ISLAM, misalnya satu Negara yang rajanya atau presidennya + anggota-anggota pemerintahannya beragama non-Islam (misalnya: Pilipina atau Muang Thai) atau suatu Negara yang meskipun rajanya atau presidennya + anggota-anggota pemerintahannya beragama Islam namun Hukum atau Syareat Islam (misalnya Republik Indonesia kita ini), maka adalah kewajiban suci dari umat Islam di Negara tersebut untuk mengupayakan agar Negara tersebut cepat atau lambat menjadi suatu NEGARA TEOKRASI ISLAM. 2. Penyebaran agama Islam dan syareatnya tidak dilakukan dengan landasan KASIH, melainkan dilakukan berdasarkan PERANG DAN TOTALITER, yang sebagai buktinya kami sitir nats ALQURAN terkait antara lain sebagai berikut: “ Maka berperanglah kamu pada jalan ALLAH, kobarkanlah semangat para Mukmin untuk berperang…………..” (Qs.4-AN NISSAA-84). d a n “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada ALLAH dan RasulNYA (Muhammad) dan kemudian mereka tidak ragu-ragu untuk berjihad/berperang………………” (Qs.49-AL HUJURAAT-15) d a n “Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal: kamu akan diajak untuk memerangi kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah masuk Islam. Maka jika kamu penuhi ajaran ini, niscaya ALLAH akan memberikan pahala kepadamu ………” (Qs. 48-AL FATH-16) Dan banyak lagi nats-nats yang serupa dengan itu misalnya antara lain: Qs2-AL BAQARAH-216, 8-AL ANFAAL 15-16, 9-AT TAUBAH-29, 38-55, 123 dan lain-lain. 3. Hukum/Syareat Islam (Pidana + Perdata) tidak berlandaskan KASIH melainkan berdasarkan IN-TOLERANSI, KERAS/KEJAM dan TIDAK ADIL, yang sebagai buktinya kami sitir antara lain: a. Potong tangan dan kaki serta bunuh dan tumpas (Qs.5-AL MAIDAH-33) bagi orang-orang yang melawan Muhammad. b. Potong tangan bagi pencuri-pencuri (Qs.5-AL MAIDAH-38) c. Kerangkeng-kan seumur hidup (adakalanya diganti dengan dirajam dengan batu) bagi wanita-wanita WTS (Qs.4-AN NISSAA-15) d. Derah dengan 100X pukulan rotan atau pentungan bagi mereka yang ketangkap basah berzinah (Qs.24-AN NUUR-2) e. Paksakan untuk tetap memeluk agama Islam (walaupun sudah tidak betah lagi), dengan membatalkan HAK HARTA WARISAN bagi orang-orang yang murtad/keluar dari agama Islam (Hadits Nabi Muhammad) f. Tidak adil, dengan menetapkan pembagian harta warisan antara laki-laki yang mendapat dua bagian dan wanita mendapat satu bagian saja (Qs.4-AN NISSAA-11). Lebih-lebih lagi ketidak-adilan ini nampak jelas sekali dengan adanya Hukum POLYGAMI, dimana seorang laki-laki/suami boleh beristeri sampai 4 isteri sekaligus + sekian banyak SELIR/HAREM kalau mampu, sedangkan si wanita/Istri jangankan main-main dengan laki-laki lain, sedangkan salah atau lalai sedikit saja memenuhi kewajibannya terhadap suaminya, dia bisa dengan serta merta ditalaq suaminya. Dan disamping itu si suami bisa saja meninggalkan istrinya begitu saja tanpa memberikan surat Talaq, sedangkan si istri sama sekali tidak punya hak untuk mentalaq suaminya, sehingga sering terjadi si istri sampai seumur hidupnya tidak bisa bersuami baru lagi karena belum ditalaq/dicerai oleh suaminya yang sudah tidak mau tahu dengannya (status si istri dibilang istri bukan dan dibilang jandapun bukan). g. Penuh ancaman-ancaman api neraka bagi mereka-mereka yang misalnya alpa Sholat, menolak ikut perang, menolak berpuasa, menolak memberikan zakat, melarikan diri dari medan perang, menolak mengkafirkan orang-orang yang bukan Islam termasuk orang-orang Kristen, yang dalam Qs.5-AL MAAIDAH-82 jelas dan tegas dikatakan bahwa orang-orang Kristen itu adalah sahabat-sahabat umat Islam yang terdekat dan ditambah pula pengakuan Muhammad/umat Islam bahwa agama mereka itu adalah kelanjutan dari agama Taurat dan Injilnya umat Kristen itu. Tegasnya Hukum dan Syareat Islam itu bertentangan secara diametral dan antagonis dengan HUKUM KASIH yang diajarkan oleh YESUS dalam Matius 22:39 yang berbunyi: “KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI”. Dengan penjabarannya yang lebih rinci lagi terdapat dalam: – Matius 5: 1-12 – Matius 5: 21-43 – Lukas 6: 27-41 NOTE: Karena panjangnya rincian HUKUM KASIH itu, kami persilahkan Anda membaca nats-nats tersebut diatas dalam ALKITAB. Bahwa terdapat satu perbedaan atau pertentangan yang bersifat diametral dan antagonis antara ALQURAN + Hukum Syareatnya dengan ALKITAB + Hukum Syareatnya itu adalah satu hal yang logis dan memang senang atau tidak, begitulah konsekwensinya, karena antara keduanya terdapat satu perbedaan yang pokok dan fundamental yaitu: i. Yang hendak didirikan oleh Muhammad dengan ALQURAN-nya sebagai sarananya adalah satu KERAJAAN DUNIAWI, yaitu satu IMPERIUM TEOKRASI ISLAM yang dia harapkan akan meliputi seluruh muka bumi ini, dimana oleh Muhammad sendiri telah dimulai realisasinya dan pada waktu dia meninggal dunia tahun 632 dapat diwujudkannya sebagai langkah awal dimana seluruh Jazirah Arab telah dia jadikan satu kerajaan Theokrasi Islam yang pertama dimana dia sendiri adalah Raja atau Amir atau Amirul Mukminimnya karena yang menjadi tujuan atau target akhir adalah IMPERIUM TEOKRASI ISLAM di dunia ini, maka realisasinya adalah dengan sendirinya mengikuti cara-cara duniawi pula yaitu: perang, kekerasan, pemaksaan, ancaman, pemisahan umat manusia dalam dua blok yaitu Blok Islam dan Blok Kafir yang harus ditumpas kalau tidak mau masuk Islam, pengkultusan individu seperti pemberian title-titel Amirul Mukminin, Uliil Ambrie, Khalifah dan lain-lain, pengaturan POLEKSOSBUDHANKAM DAN LAIN-LAIN HAL YANG TERKAIT DENGAN PENEGAKAN SUATU KERAJAAN DUNIAWI YANG LAZIM DIPERLUKAN (Hukum Pidana, Hukum Perdata, Hukum Ke-tatanegaraan dan lain-lain sebagainya). Kesemuanya inilah pada hakekatnya isi dari ALQURAN itu yang dinamakan Hukum Syareat Islam tersebut, sedangkan bilamana ada hal-hal yang berkaitan dengan ke-Imanan, ke-Rohanian dan ke-Tuhanan itu adalah hasil jiplakan yang lihai dari Muhammad + kawan-kawan dari isi Kitab TAURAT dan Kitab INJIL yang memang sudah ratusan tahun beredar di Tanah Arab itu seperti ALKITAB terjemahan Paman Walinya sendiri yaitu WAROKAH bin NAUFAL, sehingga bila diambil secara prosentase isi ALQURAN itu adalah kurang lebih 75 % hasil jiplakan dari ALKITAB (Taurat dan Injil) + Kurang lebih 25 % hasil pemikiran, rancangan, idea, kreasi dari Muhammad dan kawan-kawannya serta seketaris-seketarisnya. ii. Sebaliknya yang hendak didirikan oleh YESUS dengan ALKITAB sebagai sarananya adalah satu KERAJAAN SORGAWI dan bukan Kerajaan Duniawi diatas muka bumi ini sebagaimana ditegaskanNYA dalam Yohanes 18:36 demikian: “KerajaanKU bukan dari dunia ini. Jika KerajaanKU dari dunia ini. Pasti hamba-hambaKU telah melawan supaya AKU jangan diserahkan kepada orang-orang Yahudi, akan tetapi KerajaanKU bukan dari sini” (maksudnya Kerajaan di Sorga). Karena kerajaan yang akan didirikan oleh YESUS itu adalah KERAJAAN SORGA – yang penghuni-penghuninya adalah orang-orang yang sudah beroleh Keselamatan Sorgawi maka dengan sendirinya untuk mewujudkannya tentu saja tidak dengan cara-cara duniawi yang lazim seperti perang, kekerasan, ancaman-ancaman dan lain-lain seperti yang diuraikan di butir-I diatas, melainkan dengan cara KASIH, KELEMAH-LEMBUTAN, PERSUASI dan lain-lain sebagaimana dirincikan dalam Matius 5: 1-12 dan 21-34 serta Lukas 6: 27-41, dan inilah pada hakekatnya seluruh isi dari ALKITAB yang dinamakan INJIL KERAJAAN ALLAH itu (Lukas 16:16). Pengikut-pengikut YESUS yang dinamakan umat Kristen/Nasrani itu, memang dibebani tugas oleh YESUS untuk “meng-Kristen-kan” semua bangsa dimuka bumi ini sebagaimana yang tersurat dalam Matius 28: 19-20, namun pelaksanaannya tidak dengan mendirikan IMPERIUM THEOKRASI KRISTEN di seantero muka bumi ini – karena kerajaan yang didirikan Yesus adalah Kerajaan di Sorga sana, melainkan dengan cara-cara persuasi, lembah-lembut dan KASIH memberitakan kebenaran INJIL KRISTUS kepada setiap orang, setiap suku dan bangsa bahwa tidak ada nama lain dibawah kolong langit ini yang diberikan kepada umat manusia yang bisa menyelamtkannya selain dari nama YESUS (Kisah Rasul 4:12). Apakah orang, suku dan bangsa yang sudah di Injil itu mau menerimanya atau menolaknya, itu adalah 100 % Hak Azasi dari mereka sendiri untuk memutuskannya, karena ALLAH memang menghendaki manusia itu bebas dan merdeka!!!!! PENOLAKAN V MENGANGGAP NATS 68 – AL QALAM-10 SEBAGAI NATS YANG TELAH MEMBUKA KEDOK TENTANG APA ISI ALQURAN ITU SEBENARNYA. Untuk khusus membahas nats 68-AL QALAM-10 tersebut pada judul diatas terlebih dahulu perlu kami ingatkan kembali kepercayaan dan ke-imanan Islam bahwa: “ISI ALQURAN ITU ADALAH 100 % WAHYU ALLAH YANG DIDIKTE/DIIMLAKAN LANGSUNG OLEH ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD (atau dengan perantaraan Malaikat Jibrail) SECARA KALIMAT DEMI KALIMAT DAN KATA DEMI KATA, SEHINGGA OLEH KARENANYA ISI ALQURAN ITU TIDAK ADA SECUILPUN HASIL PEMIKIRAN, REKAYASA DAN PERBUATAN TANGAN MANUSIA TERMASUK NABI MUHAMMAD SENDIRI”. Kalau hal ini (100 % Wahyu ALLAH) benar adanya, PASTILAH tidak akan terdapat kejanggalan-kejanggalan, perbedaan dan pertentangan-pertentangan antara nats/ayat yang satu dengan nats/ayat yang lainnya dalam ALQURAN itu, karena tidak mungkin ALLAH menurunkan WahyuNYA bertentangan dan lebih-lebih lagi kalau diingat bahwa Wahyu atau FirmanNYA itu ALLAH wahyukan lewat SATU ORANG saja yaitu Muhammad sendiri atau dengan kata lain: “Sumber Wahyu adalah satu Oknum (ALLAH) dan Penyampai Wahyu adalah juga satu orang (Muhammad) saja, dan tidak 2, 4, 7 dan 10 orang” NOTE: Terlalu sering umat Islam menuding umat Kristen karena menemui nats-nats dalam ALKITAB yang satu dengan yang lainnya bertentangan dengan kata-kata: “Alkitab yang umat Kristen anggap suci itu, tidak benar Wahyu ALLAH adanya, karena masakan ALLAH menurunkan WahyuNYA bertentangan/tidak sama????” Oke, anggaplah tudingan dari umat Islam ini benar adanya (nanti di penutup BAB ini akan kami jelaskan bahwa tudingan tersebut keliru/tidak benar adanya), kemungkinan terdapatnya nats-nats/ayat-ayat dalam ALKITAB yang satu dengan yang lainnya bertentangan adalah wajar-wajar dan logis saja, karena Wahyu dalam ALKITAB tidak ALLAH sampaikan dengan cara dikte/imla langsung kalimat demi kalimat dan kata demi kata kepada si Penerima Wahyu dan disampaikannya tidak melalui 1 (satu) orang saja (seperti kepada Muhammad) melainkan lewat lebih dari 40 (empat puluh) orang yang satu dengan yang lainnya ada kalanya tidak saling kenal-mengenal dan hidupnya-pun tidak dalam satu masa/periode yang sama. Sebaliknya, kalau ada terdapat pertentangan-pertentangan antara nats/ayat yang satu dengan nats-ayat yang lainnya dalam ALQURAN (dibawah ini nanti akan kami jabarkan pertentangan-pertentangan itu), inilah yang tidak wajar dan tidak logis serta tidak masuk diakal, karena Wahyu yang ada dalam ALQURAN telah ALLAH sampaikan dengan cara dikte/imla langsung kalimat demi kalimat dan kata demi kata lewat Muhammad sendiri saja, sehingga tudingan “MASAKAN ALLAH MENURUNKAN WAHYU BERTENTANGAN /TIDAK SAMA” itu paling tepat dialamatkan kepada ALQURAN itu sendiri daripada dialamatkan kepada ALKITABnya umat Kristen itu!!! Baiklah, pada BAB-BAB terdahulu (Penolakan I, II, III, IV) telah kami jelaskan dasar dan dalil-dalil kenapa kami menolak ke-4 thema tersebut sebagai tidak Wahyu ALLAH dan sekarang ini akan kami jabarkan SEBAB-SEBAB POKOK kenapa “KAMI TIDAK PERCAYA LAGI BAHWA ALQURAN ITU WAHYU ALLAH” yang menjadi penyebab utama kenapa kami meninggalkan Muhammad + ALQURANnya dan beralih memilih YESUS + ALKITABNYA sebagai Junjungan dan Juruselamat kami. a) Nats 68-AL QALAM-10 yang berbunyi: “DAN JANGANLAH KAMU IKUTI SETIAP ORANG YANG BANYAK BERSUMPAH LAGI HINA” yang menjadi judul PENOLAKAN-V ini, sengaja kami pilih, karena kami anggap adalah satu factor inti yang secara tidak disadari oleh Muhammad sendiri telah dia suruh masukan dalam ALQURAN sebagai Wahyu ALLAH yang sekaligus mengungkapkan kedoknya sendiri dan sekaligus pula mengungkapkan bahwa ALQURAN itu tidak boleh dipercayai karena penuh dengan dusta. Kenapa kami berkesimpulan demikian???? a) Terus terang saja, selama ini belum pernah kami menemui satu kitab-pun yang beredar selain dari ALQURAN yang isinya penuh dengan segala jenis SUMPAH. Dari sejak awal sampai akhir dari 30 juz, 114 Nats/Surat dan 6666 ayat yang ada dalam ALQURAN itu, tidak terhitung banyaknya kata-kata “SESUNGGUHNYA” (Jumlahnya: 2257 X atau kurang lebih 1/3 dari 6666 ayat-ayat ada terdapat kata “SESUNGGUHNYA” ini, dan kalau ditambah dengan sumpah secara langsung, jumlahnya menjadi kurang lebih 2/5 atau (40 %), yang artinya bahwa ALLAH secara tidak langsung BERSUMPAH bahwa ayat yang DIA turunkan itu tidak bohong melainkan benar-benar dapat dipercaya adanya (alangkah ragu-ragunya ALLAH itu???). Secara khusus pula – karena masih juga ragu-ragu meskipun sudah melafazkan satu Nats/Surat KHUSUS yaitu 52-ATH THUUR yang terdiri dari 49 ayat, yang isinya hampir seluruhnya (99%) terdiri dari SUMPAH-SUMPAH dan BANTAHAN-BANTAHAN dari ALLAH terhadap umat Manusia yang daif, hina dan kotor berdosa itu (Alangkah rendahnya derajat dan integritas ALLAH yang harus menurunkan Nats/Surat “SUMPAH” untuk menyakinkan manusia yang NOTABENE adalah ciptaanNYA sendiri) b) Apa yang ALLAH sumpahkan di butir-a diats, rupa-rupanya belum ALLAH anggap cukup memadai, sehingga perlu lagi ALLAH tambahkan dengan SUMPAH-SUMPAH jenis lain yang tersebar ke-30 Juz dari ALQURAN tersebut, yaitu dengan kata-kata : – Demi AlLAH (ALLAH yang mana lagi??) – Demi ALQURAN yang penuh hikmah – Demi MALAIKAT-MALAIKAT – Demi LANGIT – Demi GUGUSAN BINTANG-BINTANG – Demi BINTANG-BINTANG – Demi MATAHARI – Demi ANGIN – Demi AWAN – Demi MALAM – Demi SIANG – Demi SUBUH – Demi FAJAR – Demi KIAMAT – Demi BUMI – Demi KOTA MEKKAH – Demi MASA – Demi KALAM – Demi JIWA MANUSIA (91-ASY SYAMS-7) – Demi BUAH TIN – Demi BUAH ZAITUN – Demi KUDA PERANG Dan lain-lain jenis “DEMI” yang tidak perlu kami tambahkan disini lagi karena kami anggap deretannya sudah cukup panjangnya. Tegasnya dengan begitu banyaknya ALLAH BERSUMPAH dalam ALQURAN seperti yang kami jabarkan diatas terhadap umat manusia yang daif, hina, kotor-berdosa yang notabene pula adalah hasil ciptaanNYA sendiri, sama saja artinya bahwa ALQURAN telah menghina ALLAH dengan tidak tanggung-tanggung dan bagi setiap orang Muslim yang sedikit saja mau memakai akal-budi dan rationya serta mau jujur mengikuti suara hati nuraninya (seperti kami pada waktu masih Islam dahulu), pada hakekatnya sudah cukup alasan dan dalil untuk menolak ALQURAN itu Wahyu ALLAH, karena kalau kita toh masih tetap mau menerimanya sebagai Wahyu ALLAH, maka berarti kita mengakui bahwa ALLAH kita itu: “TIDAK MAHAKUASA lagi, TIDAK MAHA MENGETAHUI lagi, TIDAK MAHA KONSISTENT lagi, melainkan sudah turun posisi dan integritasnya sebagai seorang oknum yang RAGU_RAGU dan HINA” Apakah benar begitu??? PASTI TIDAK BENAR!!!!! Yang benar ialah bahwa Muhammad-lah yang tidak maha mengetahui, yang ragu-ragu, yang inconsistent, yang tidak percaya dirinya sendiri, yang plin-plan, sehingga untuk membela dirinya atas tudingan lawan-lawan dan musuh-musuhnya perlu dan harus ber-SUMPAH dengan 1001 macam “DEMI” untuk menyakinkan mereka dengan wahana ALQURAN ciptaannya sendiri yang dia nyatakan sebagai Wahyu ALLAH itu dan oleh karena saking bingungnya atau satu usaha untuk pembenaran yang tidak benar, dengan sadar diturunkannya-lah dalam ALQURAn nats 68-AL QALAM-10 tersebut diatas. NOTE: Mungkin anda sebagai seorang Muslim akan menjawab: Jangan suka main tuduh, karena di dalam ALKITAB pun ALLAH pun ALLAH juga BERSUMPAH!!!” Bagaimana ini?? Anda adalah benar sekali, memang di dalam ALKITAB ada ALLAH bersumpah, namun hanya 1 (satu) X saja yang terdapat dalam Kejadian 22:16 yang bunyinya demikian: “……….kataNYA: “AKU BERSUMPAH DEMI DIRIKU SENDIRI – demikianlah Firman TUHAN, karena engkau telah berbuat demikian……..” Dan Sumpah ALLAH ini sifatnya jauh berbeda dengan ratusan SUMPAH ALLAH yang ada dalam ALQURAN itu yang sifatnya temporer/insidentil saja, karena Sumpah ini adalah SATU PERJANJIAN KEKAL antara ALLAH dengan IBRAHIM + keturunannya Bangsa Israel yang dilakukan 1 X saja namun berlakunya untuk selama-lamanya (Kejadian 17: 7-8) dan sebagai Anda lihat SumpahNYA adalah “DEMI DIRIKU SENDIRI” dan bukan “Demi Buah Tin, Demi Kuda Perang, Demi Langit, Demi Fajar, dan lain-lainnya itu”, sebagaimana yang terdapat dalam ALQURAN itu. Disamping itu Anda harus ingat bahwa ALKITAB yang hanya mengandung 1 X Sumpah ALLAH tersebut diatas adalah: Tebalnya kurang lebih 5 X dari ALQURAN natsnya kurang lebih 10 X lebih banyak (1188 nats) dan ayatnya kurang lebih 5 X lebih banyak (30.442 ayat) dari ALQURAN. Agar perbedaan antara Sumpah ALLAH dalam ALQURAN dengan SUMPAH ALLAH dalam ALKITAB menjadi tuntas, diinformasikan disini bahwa ini nats-nats lain dalam ALKITAB memang ada muncul kembali ALLAH BERSUMPAH ini, namun kesemuanya mengacu kepada SUMPAH ALLAH yang 1 X tersebut diatas itu saja misalnya yang ada di Ibrani 6: 13-14 yang bunyinya demikian: “Sebab ketika ALLAH memberikan janjiNYA kepada Abraham, IA BERSUMPAH demi DIRINYA SENDIRI, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripadaNYA………………..” Untuk lebih mengtuntaskan lagi masalah BERSUMPAH ini, satu dan lain disebabkan rupa-rupanya Bangsa Israel sudah ketularan kebiasaan Bangsa-bangsa kafir yang berdiam disekitar mereka, yaitu bila timbul sedikit saja persoalan atau ketidaksesuaian pendapat segera BERSUMPAH demi segala macam “DEMI” (seperti halnya yang ada dalam ALQURAN), tegasnya KEBIASAAN BERSUMPAH, oleh YESUS dengan tegas dikecam dan dilarangNYA, demikian: “Tetapi AKU berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali BERSUMPAH, baik demi langit karena langit adalah Tahta ALLAH, maupun demi bumi karena bumi adalah tumpuan kakiNYA, ataupun demi Yerusalem karena Yerusalem adalah kota RAJA BESAR, janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika Ya, hendaknya kamu katakana YA, jika Tidak hendaklah kamu katakana TIDAK, karena apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat-iblis/setan” (Matius 5:34-37) INI, baru namanya tegas – tuntas, tanpa tedeng aling-aling!!!!! b) Terus terang saja, selama ini belum pernah kami menemui Kitab yang beredar yang isinya: Campur aduk, tidak berrurutan, simpang siur, temanya meloncat-loncat, tidak diketahui dimana awal dan dimana akhirnya sesuatu perikop selain dari isi ALQURAN ini.Dalam setiap nats/surat yang 114 banyaknya dalam ALQURAN itu, terdapat ayat-ayat yang meloncat-loncat dari tema/perikop yang dibicarakan, misalnya untuk sekedar contoh, kami ambil secara “jemputan” saja : SURAT 59-AL HASYR (24 ayat) PERIKOP /TEMA: PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI DARI MEDINAH Coba kita membaca seluruh isi ke 24 ayat yang ada dalam Surat tersebut. Dengan susah payah kita mencari dimana letaknyakisah pengusiran orang Yahudi dari Medinah itu yang ditonjolkan oleh perikop/tema tersebut diatas. Paling banter dapat kita simpulkan yang ada kaitannya dengan perikop/tema tersebut ialah apa yang ada tertulis di sebagian ayat-ayat saja yang berbunyi: “DIALAH (ALLAH)??) yang mengeluarkan orang-orang Kafir diantara Ahli Kitab dari kampung mereka……………………………” Inipun diragukan, karena berdasarkan puluhan nats-nats lain yang ada dalam ALQURAN, orang-orang Yahudi tidak digolongkan sebagai orang Kafir melainkan digolongkan sebagai Ahli Kitab seperti halnya dengan sebutan bagi orang Kristen/Nasrani. Sedangkan ayat-ayat yang lainnya (ayat-1, sebagian ayat-2 dan ayat-3 s/d 24) yang dibicarakan adalah tema/perikop-perikop lain yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan PENGUSIRAN ORANG-ORANG YAHUDI DARI MEDINAH tersebut diatas, dan itupun sedemikian acaknya sehingga sukar untuk melacak perikop/tema-tema apa yang sedang dibicarakan/dibahas, sehingga siapapun yang membacanya akan menjadi bingung karenanya. Hal yang seperti ini terdapat dihampir semua 114 Surat isi ALQURAN itu, dan hal inilah yang membuat kami mengatakan bahwa isi ALQURAN itu campur-aduk, tidak berurutan dan simpang-siur. NOTE: Lain halnya dengan ALKITAB, isinya teratur, berurutan, berkontinuitas, jelas-gamblang, tidak ada perikop/tema lain yang nyelonong masuk kedalam perikop/tema yang dibicarakan atau dikisahkan. Oleh karena yang kami “jemput” dari ALQURAN adalah perikop/tema: PENGUSIRAN ORANG – ORANG YAHUDI DARI MEDINAH, maka kami ambil sebagian “jemputan” pula kisah PENGUSIRAN juga dari ALKITAB yaitu: Dari PERJANJIAN LAMA : HAKIM-HAKIM 7: 1-25 PERIKOP/TEMA : GIBEON MENGUSIR MUSUH Karena kisahnya panjang, mari kita baca ayat 1-25 dari kitab Hakim-hakim 7 tersebut dengan teliti dan jelimet, jelas dan tuntas bahwa tidak ada satu ayatpun yang menyimpang dari perikop/tema yang dikisahkan/dibahaskan, semuanya teratur, berurutan, berkontinuitas dari sejak awal sampai keakhirnya kisah. Kalau CONTOH-IMBANGAN ini belum memuaskan juga, mari kami ambil secara “jemputan” nats yang ada dalam PERJANJIAN BARU : Yohanes 8: 21-29. PERIKOP/TEMA: YESUS BUKAN DARI DUNIA INI. Coba Anda baca seluruh ayat 21-29 yang ada dalam Yohanes 8 tersebut yang kesemuanya berkaitan dengan masalah ‘Rohani”, tidak ada satu ayatpun yang keluar dari perikop/tema yang dibicarakan, semuanya jelas-tegas, gamblang, dimengerti, tidak berbelit-belit, teratur- berkesinambungan, menyakinkan tanpa perlu meraba-raba seperti seseorang yang sedang mengisi teka-teki silang. Jelas sekali perbedaan antara ALQURAN dengan ALKITAB itu bukan??? Yang satu kabur, berbelit-belit sehingga untuk mengartikannya kita perlu belajar dulu “Teori Relativitas” –nya Einstein, sedangkan yang lainnya jelas-gamblang, sederhana, blak-blakkan dan langsung kesasaran sehingga seorang yang tamat SD/SMP – pun dengan mudah memahaminya!!!! c) Kami selama ini tidak pernah menemui Kitab Agama lain selain dari ALQURAN yang isinya membeberkan bahwa ALLAH itu adalah satu Oknum yang paling tidak percaya diri, paling ragu-ragu dan paling tidak konsisten, sehingga perlu sampai ratusan kali harus mengulang-ulang SabdaNYA : • Bahwa ALQURAN itu benar-benar WahyuNYA (ALLAH) dan tidak bikin-bikinan manusia. • Bahwa Muhammad itu adalah benar-benar NabiNYA (ALLAH) yang DIA utus/suruh dan tidak Nabi aku-akuan saja. Sehingga, entah dari mana asal-usulnya tudingan-tudingan itu, mendadak ALLAH menjadi kalap sehingga menurunkan dengan BERSUMPAH WahyuNYA : 81- AT TAKWIR 15-25 yang berbunyi demikian : “Sungguh, AKU (ALLAH) bersumpah demi :Bintang-bintang yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya dan Demi Subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, SESUNGGUHNYA ALQURAN itu benar-benar Firman ALLAH yang dibawa oleh utusan yang mulia Jibrail yang mempunyai kekuatan dan yang mempunyai kedudukan tinggi disisi ALLAH yang mempunyai Arsy (Tahta), yang ditaati disana (alam Malaikat-malaikat) dan dipercaya, dan temanmu Muhammad itu bukanlah sekali-kali orang yang gila, karena SESUNGGUHNYA Muhammad itu melihat Jibrail (pembawa ayat-ayat ALQURAN) di ujuk yang terang dan Muhammad bukanlah seorang yang bakhil (pendusta) untuk menerangkan yang ghaib dan ALQURAN itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk”. Apa Anda sebagai seorang Muslim yang berakal-budi, yang punya akan dan ratio sehat, yang jujur terhadap suara hati-nurani Anda yang paling dalam, masih dapat menerima bahwa ALLAH yang Mahabesar, yang Mahakuasa, yang Maha Esa, yang ada dengan sendirinya, yang Kekal dan tidak pernah berobah-obah menjadi begitu kecil, begitu lemah dan tidak berdaya, sehingga harus mengeluarkan pernyataan dengan SUMPAH seperti yang tersurat dalam 81-AT THAKWIR 15-25 tersebut diatas terhadap tudingan orang-orang yang tidak percaya bahwa Muhammad itu Nabi dan ALQURAN itu Wahyu ALLAH, sedangkan orang-orang yang menuding-nuding itu adalah notabene hasil ciptaan ALLAH itu sendiri???? Kami hakul nyakin bahwa Anda dengan perasaan yang tersinggung berat, suara lantang akan menjawab : “INI PENGHINAAN BERAT TERHADAP ALLAH, INI TIDAK MUNGKIN TERJADI, INI TIDAK MASUK DIAKAL, INI BEYOND REASON dan APA YANG TERSURAT DALAM 81-AT THAKWIR 15-25 TERSEBUT ITU BUKANLAH WAHYU ALLAH”. AMIN terkecuali tentunya kalau mendadak sontak telah terjadi pertukaran STATUS/POSISI antara ALLAH dan Muhammad, yaitu bukan Muhammad lagi yang Pesuruh ALLAH melainkan ALLAH-lah yang telah berobah menjadi pesuruhnya Muhammad. Hal ini tentu saja TABU dan MUSTAHIL karena mengarahkan pikiran ke-arah itu saja sudah merupakan raja-biangnya-Syirk!!! Jadi dengan sendirinya tertinggal satu solusi atau kesimpulan yaitu : “BAHWA ALQURAN ITU BUKAN WAHYU ALLAH!!”. Yang benar tentang hal ini adalah bahwa berdasarkan logika dan ratio dari siapa saja yang mau berlaku jujur pada dirinya sendiri pasti berpendapat seperti terlukis dibawah ini : “Pada waktu sebelum adanya nats 81-AT THAKWIR 15-25 tersebut, Muhammad telah dituding dan diolok-olokan oleh orang Arab musuh-musuhnya, bahwa dia adalah seorang yang sinting dan gila serta pendusta dan ALQURAN yang katanya Wahyu ALLAH itu dicemooh sebagai perkataan/ayat-ayat setan belaka alias bukan Wahyu ALLAH. Untuk membela dirinya dari tuduhan dan tudingan musuh-musuhnya tersebut – satu dan yang lain karena dia sendiri tidak mampu berbuat muzizat sebagai counter bukti – maka disuruhnya Seketarisnya Zaid bin Tsabit untuk menulis bantahannya yaitu nats 81-AT THAKWIR 15-25 tersebut dalam ALQURAN dengan diatas-namakan WAHYU ALLAH agar menjadi BERBOBOT kelihatannya”. Skenario atau analisa seperti dijabarkan diatas inilah yang tidak masuk diakal siapapun yang berpikiran sehat dan tidak tenggelam dalam fanatisme dan taktik buta, namun Muhammad pada waktu itu sudah berada dalam posisi apa yang kita sebut sekarang ini “sudah telanjur basah” dan “sudah tidak ada jalan mundur lagi”, karena terlanjur menyatakan “SEMUA YANG TERTULIS DALAM ALQURAN ITU ADALAH 100% WAHYU ALLAH”, sedangkan sebenarnya adalah hasil pemikiran, rekaan, imaginasi, sangka-sangkaan dia sendiri sebagai seorang insani biasa yang tidak luput dari kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan, kekhilafan-kekhilafan dan kelemahan-kelemahan, walaupun harus diakui baik oleh kawan maupun oleh lawan bahwa dia adalah seorang yang Besar dan Brilliant pada zamannya. Dan hal inilah yang membuat isi ALQURAN itu penuh dengan sumpah-sumpah, penuh dengan pengulang-pengulangan, penuh dengan dualisme dan kejanggalan-kejanggalan, controversial dan axiomalistis, ragu-ragu dan inconsistent yang akibat lanjutnya ialah bahwa semua hal-hal negative tersebut itu secara tragis dan menyedihkan seluruhnya terpulang kepada ALLAH dan tanggung jawab ALLAH semata-mata, karena kata Muhammad bahwa semua isi ALQURAN itu adalah 100% Wahyu ALLAH dan tidak hasil buah pikirannya atau dengan perkataan lain yang tegas dan gamblang : “Adanya sumpah-sumpah, pengulangan-pengulangan, kejanggalan-kejanggalan, dualisme, kontradiksi-kontradiksi, axioma-axioma dan inkonsistensi-inkonsistensi dalam ALQURAN itu bukanlah tanggungjawab Muhammad, melainkan tanggung jawab ALLAH semata-mata karena semuanya itu adalah WahyuNYA, sedangkan Muhammad hanya menulis dan menyampaikannya saja!!!” Meskipun dengan sanggahan-sanggahan kami pada PENOLAKAN I, II, III, IV dan V tersebut diatas dianggap telah cukup untuk menolak ke-Imanan Islami bahwa ALQURAN ITU BUKAN WAHYU ALLAH, namun untuk lebih melengkapinya lagi dibawah ini kami tambahkan lagi hal-hal lain yang kami temui dalam ALQURAN yang sifatnya aneh dan tidak masuk diakal bilamana kita toh masih tetap percaya bahwa isi ALQURAN tersebut benar-benar 100% Wahyu ALLAH. 1. ALLAH BUTA SEJARAH DAN MELESET BERNUBUAT : a. Dalam Surat 19-MARYAM-28, dinyatakan bahwa MARYAM, Ibu YESUS adalah SAUDARANYA HARUN dan selanjutnya dalam Surat 3-ALI IMRAN 36-37 dikatakan bahwa MARYAM, Ibu YESUS tersebut diserahkan oleh ayahnya bernama IMRAN kepada ZAKARIA untuk dipelihara dan dibesarkan. Hal ini tidak mungkin terjadi dan terlaksana, karena HARUN sesuai dengan sejarah adalah abangnya Nabi Musa yang hidup kurang lebih 1500 tahun sebelum Yesus dilahirkan oleh MARYAM dan HARUN tersebut memang punya seorang adik perempuan yang kebetulan pula bernama MARYAM (Keluaran 12: 1-16), dan ayah dari ketiga bersaudara ini namanya memang AMRAN (dalam lafaz bahaa Arabnya ALQURAN : IMRAN). Jadi disini, ALLAH yang Mahatahu itu justru menjadi “Tidak Tahu” atau buta sejarah, karena disini telah terjadi kekacauan atau tumpang tindih sejarah yang jarak antaranya kurang lebih 1500 tahun dan tukar-ganti oknum antara MARYAM, ibu YESUS dan MARYAM, adik HARUN dan adalah tidak mungkin pula terjadi IMRAN dapat menyerahkan MARYAM anaknya itu kepada ZAKARIA untuk dipelihara dan dibesarkan karena ZAKARIA baru nongol/dilahirkan di dunia ini kurang lebih 1500 tahun kemudian yaitu se-zaman dengan MARYAM, ibu YESUS, sebagaimana tertulis dalam Surat 19-MARYAM 1-7. b. Dalam Surat 30-AR RUUM 1-4, dinubuatkan oleh ALLAH lewat mulut Nabi Muhammad bahwa kerajaan Romawi yang pada waktu itu telah dikalahkan oleh Kerajaan Persia, nanti sesudah wafatnya Nabi Muhammad – jadi sesudah tahun 632 -, akan membalas dan mengalahkan kembali Bangsa Persia. Lagi-lagi ALLAH yang Maha-Tahu itu menjadi Buta Sejarah, karena apa yang disebut “NUBUAT” itu bukanlah NUBUAT lagi melainkan hanya pencatatan sejarah saja oleh Nabi Muhammad, sebab dikalahkannya Bangsa Romawi oleh Bangsa Persia dan dikalahkannya kembali Persia oleh Bangsa Romawi SEMUANYA terjadi dalam kurun NABI MUHAMMAD MASIH HIDUP. Sejarah Mencatat : – Tahun 614, Bangsa Romawi dikalahkan oleh Bangsa Persia – Tahun 629, Bangsa Romawi mengalahkan kembali Bangsa Persia – Tahun 632, Nabi Muhammad meninggal dunia di Madinah. c. Dalam Surat 17- AL ISRAA-1 terdapat wahyu ALLAH yang berbunyi sebagai berikut: “Maha Suci ALLAH yang telah memperjalankan (Miradj) hambanya (Muhammad) pada satu malam dari AL-Masjidil Haram (di Mekkah) ke AL-Masjidil Aksha (di Yerusalem) yang telah KAMI berkahi sekelilingnya………………” Disini ternyata lagi ternyata ALLAH itu buta sejarah, karena tidaklah mungkin ALLAH me-miradj-kan Nabi Muhammad yang hidup diantara tahun 571-632 dari Masjidil Haram dalam satu malam ke Masjidil Aksha diYerusalem, karena pada waktu Nabi Muhammad masih hidup Masjidil Aksha belum ada, sebab baru dibangun tahun 701, jadi 69 tahun sesudah Nabi Muhammad mati dan dikuburkan di Madinah tahun 632. 2. ALLAH TIDAK TERTIB DAN KACAU ALLAH yang Maha Tertib dan Maha Teratur itu telah menurunkan Kitab WahyuNya yang dinamakan ALQURAN itu justru sangat kacau isinya dan kacau formulasinya. Untuk membuktikan hal ini, sebagai contohnya kami petik disini satu SUB-SURAT yang terdiri dari hanya 7 (tujuh) ayat saja dari 6666 ayat yang ada dalam ALQURAN itu, yaitu : SURAT 5-AL MAAIDAH 94-100 (7 ayat) Perikop Sub-Suratnya adalah : “ MENGHORMATI KAABAH SEBAGI SOKOGURU KEHIDUPAN MANUSIA” Ayat – 94 : Mempersoalkan korban binatang hasil perburuan. Ayat – 95 : Mempersoalkan – idem – Ayat – 96 : Mempersoalkan – idem – Ayat – 97 : Mempersoalkan masalah Kaabah, jadi cocok/sesuai dengan yang dikehendaki oleh PERIKOP SUB – SURAT diatas Ayat – 98 : Mempersoalkan tentang bentuk siksaan dari ALLAH bagi orang-orang yang menentangNYA Ayat – 99 : Mempersoalkan bahwa Rasul-rasul hanya penyampai Wahyu ALLAH saja. Ayat – 100 : Mempersoalkan masalah tindakan baik dan buruk Total 7 ayat yang berjajar secara urutan Mempersoalkan 5 Jenis permasalahan yang satu denga yang lainnya tidak ada kaitannya samasekali (berbeda-beda temanya) Sesuai dengan perikop Sub-Surat yang akan dipersoalkan hanya 1 thema saja Ini hanya satu contoh kecil saja (1 Sub-Surat dengan hanya 7 ayat) tentang betapa kacau dan simpang siurnya formulasi Wahyu ALLAH yang ada dalam ALQURAN itu, apapun pula kalau dibahas keseluruh isi ALQURAN dengan cara/sistim seperti ini yang jumlahnya 114 Surat dengan ratusan Sub-Suratnya dengan total 6666 ayatnya, pastilah tidak dapat lain kesimpulannya ialah : ALLAH ITU KACAU !!!! 3. ALLAH ITU TIDAK ADIL. ALLAH yang Maha Adil itu, justru digambarkan tidak adil atau sekurang-kurangnya menimbulkan kejanggalan-kejanggalan, Tentang soal apa ALLAH itu tidak adil??? Kami tidak hendak mempersoalkan kembali keadaan di dunia yang fana ini, dimana ALLAH sudah berlaku tidak adil dengan menetapkan perbedaan hak antara Pria dan Wanita (dengan menambahnya lagi dengan ketidakadilan-ketidakadilan jenis-jenis lain), yaitu pria dapat dua bagian dari harta warisan dan boleh ber-polygami sampai beristeri empat, sedangkan wanita hanya dapat satu bagian dari harta warisan saja dan tidak ada hak men-talaq suaminya walaupun ditinggalkan, disia-siakan dan ditelantarkan oleh suaminya bertahun-tahun tanpa diberi surat talaq/diceraikan. Yang kami persoalkan ialah ketidak-adilan ALLAH di Sorga sesudah orang-orang yang beriman (Pria dan Wanita-wanita Muslim) mati dan b
      • Asshidq 8:23 am on 30/01/2012 Permalink | Reply

        Kasihan kamu murtad dan jadi musyrik, sebaiknya baca lagi al quran baik2 dibawah seorang guru. hidup ini singkat, sebentar lagi semua mati, yang musyrik / menekutukan Tuhan pasti masuk neraka. waspadalah, kamu telah mengingkari al kitab sendiri yang memerintahkan tiada tuhan selain Allah dan kemudian mengikuti kitab injil palsu karangan murid2 Paulus. Segeralah bertobat dan masuk Islam.

        • ungke 5:40 am on 07/10/2012 Permalink | Reply

          Silahkan di bantah dengan logis mas, pake referensi yang jelas, kalo perlu pinjam ayat ayat yang diberikan di atas kemudian anda bantah ,nanti kami pembaca yang akan menilai mana yang benar mana yang ngarut.

      • ungke 6:34 am on 10/10/2012 Permalink | Reply

        Kemana si Serbuiff, Soebodo dan si Ndeso yang selalu goblok goblokin orang ,silakan di counter tulisan mas Moch Mukthasar di atas, tapi harus dengan cara yang logis, tidak OOT, tidak menyumpah,dan disertai referensi yang jelas ,supaya pembaca bisa menilai seberapa intelek anda

        • soebodo 2:25 am on 11/10/2012 Permalink | Reply

          Ada apa saudara ungke yg pinter kok kebakaran jenggot(kalau punya)…Jawaban sudah banyak ditulis temen 2 dengan jelas ….yang anda butuhkan hanya pembenaran dari masalah anda sendiri … silahkan saja itu jadi patokan anda…kalau saya orang bodo yang perlu peningkatan tiap harinya bukan berhenti pada permasalahan yg kadang kita belum paham akan merugi bagi kami…. maklum tuk anda, kita hanya bisa kasihan saja.

          • ungke 2:29 am on 11/10/2012 Permalink | Reply

            Sudalah soebodo tidak usah ngeles terus , makanya jangan suka goblokin orang biar orang juga respek terhadap anda , cobala seperti saudara cak gimin .

    • Moch Mukthasar 8:08 am on 30/08/2011 Permalink | Reply

      (Pria dan Wanita-wanita Muslim) mati dan beroleh keselamatan Sorgawi nanti (kehidupan di alam Rohani). Berdasarkan WahyuNYA sendiri yang ada dalam ALQURAN, rupa-rupanya ALLAH hanya menyediakan SORGA BAGI KAUM PRIA SAJA, karena jelas-jelas tertulis dalam ALQURAN sebagai berikut :
      a. Di Sorga disediakan makanan dan minuman (52-ATH THUUR-19)
      b. Di Sorga mereka (kaum pria) mempunyai istri-istri (4-AN NISAA-57) karena dikawinkan dengan bidadari-bidadari yang cantik dan bermata jeli (52-ATH THUUR-20) dan disediakan divan-divan untuk tempat mereka bersukaria dengan bidadari-bidadari istri-istri mereka itu.
      Jelas dan gamblang bahwa ini adalah Sorganya kaum pria saja, karena kami tidak dapat menemukan satu ayatpun dari wanita-wanita Muslim yang juga masuk Sorga ( yang ada digambarkan hanya nasib/kondisi anak-anaknya saja). Oleh karenanya tidak lain kesimpulan kami ialah : “Tidak ada seorang wanita Muslimpun, walaupun dia super mukmi, bisa masuk sorga, karena mereka mau dikawinkan dengan siapa lagi disebabkan semua prianya, ya bekas suaminya atau pacarnya, ya idolanya ketika didunia dulu, kesemuanya sudah dikawinkan dengan bidadari-bidadari yang 1000 x lebih cantik dan bermata jeli dari diri mereka dan dida lam ALQURAN kami tidak menemukan sepatah Wahyu ALLAHpun bahwa wanita-wanita yang beroleh keselamatan Sorgawi itu akan dikawinkan dengan Malaikat-malaikat”. Apa ini tidak janggal!!!!! Kalau toh anda karena fanastime agama dan taktik buta tetap saja mengatakan bahwa hal ini tidak janggal, pastilah Anda tidak dapat mengelak lagi kalau kami katakana bahwa ALLAHnya ALQURAN itu : TIDAK ADIL!!! Belum lagi, kalau kami mempertanyakan apakah masuk diakal yang sehat dan logis bahwa di Sorga yang notabene adalah satu tempat DI ALAM ROHANI – jadi berbeda 180 derajat dengan kondisi dan situasi di dunia yang fana ini – masih ada nafsu sex, masih perlu makan dan minum dan masih ada kawin-mawin???!!!

      NOTE:
      Lain hanya dengan Sorganya umat Kristen, yang kondisi dan situasinya masuk diakal dan ratio dari siapapun yang membacanya dalam ALKITAB :
      a. Di Sorga/Kerajaan Sorga terdapat satu tahta, yaitu tahta ALLAH (Wahyu 7: 15)
      b. Diatas Tahta itu duduklah Anak Domba ALLAH yaitu YESUS KRISTUS (Wahyu 7: 17)
      c. Disekitar tahta, mahluk-mahluk memuji DIA dengan kata-kata:
      “Kudus, Kudus, Kuduslah TUHAN ALLAH, Yang Mahakuasa, Yang sudah Ada dan Yang Akan Datang (Wahyu 4: 8) dan dihadapan tahta terdapat orang-orang Kudus yang tidak terhitung banyaknya dari segala Bangsa dan Suku dan Kaum dan Bahasa (Wahyu 7: 9)
      d. Di Sorga mereka (yang telah beroleh keselamatan Sorgawi) tidak kawin dan dikawinkan (Markus 12: 25)
      e. Di Sorga mereka hidup seperti Malaikat-malaikat (Markus 12: 25)

      4. ALLAH BERTINDAK ANEH DAN JANGGAL
      ALLAH yang Maha Suci itu telah bertindak aneh dan janggal. Kenapa?? Dalam sejarah Perjanjian Lama (TAURAT) dan Perjanjian Baru (INJIL) yang kitab-kitab mana diakui oleh ALQURAN sendiri tentang keabsahannya sebagai satu Kitab Suci (2-AL BAQARAAH-4), tidak pernah ALLAH mau mencampuri urusan hidup pribadi dari pada Nabi-nabi suruhan/utusanNYA sebegitu menjelimetnya sampai-sampai pada urusan sex, rumahtangga dan rahasia tempat tidur mereka, selain dari Nabi Muhammad ini.Kami enggan dan segan untuk merincikan campur tangan ALLAH tersebut satu persatu, melainkan mempersilahkan ANDA untuk membacanya sendiri dalam ALQURAN :
      – Surat 33 – AL AHZAB 28-34
      – Surat 33 – AL AHZAB 50 -55
      – Surat 66 – AT TAHRIM 1-5

      Setelah kami membaca betapa menjelimetnya dan mendetailnya ALLAH ikut campur dalam kehidupan sex, rumahtangga dan rahasia tempat tidur Nabi Muhammad sebagaimana terjabar dalam 3 (tiga) SURAT ALQURAN diatas, sedangkan hal yang serupa tidak pernah ALLAH lakukan terhadap puluhan Nabi-Nabi sebelumnya Nabi Muhammad sejak Nabi Adam sampai pada YESUS, ditambah pula dengan Surat 24-AN NUUR 11-26 dimana ALLAH secara khusus mati-matian membela AISYAH istri Muhammad itu, bahwa dia benar-benar tidak berzinah, maka pastilah timbul dalam hati nurani kita satu perasaan aneh yaitu : “APA IYA INI SEMUA?? APA IYA INI BENAR-BENAR WAHYU ALLAH??” atau hanya satu “house-rules” bikinan Muhammad untuk mengatur dan mengatasi istri-istrinya yang banyak itu yang dia berikan “cap” sebagai Wahyu ALLAH, karena tidak mungkin ALLAH berlaku sejanggal ini.
      5. ALLAH TIDAK KONSEKWEN DAN INKONSISTENT
      Berbicara soal kejanggalan-kejanggalan yang ada dalam ALQURAN yang katanya 100% Wahyu ALLAH itu, jumlahnya ada banyak sekali sehingga kalau dibahas satu per satu akan memakan puluhan halaman lagi. Juga mengenai tidak konsekwen dan tidak konsistennya ALLAH terhadap apa yang DIA telah Wahyukan ada banyak sekali terdapat dalam ALQURAN sehingga untuk menyingkatkan Penulisan ini, kami mensitir satu contoh yang spesifik tentang hal tidak konsekwen dan inkonsistennya ALLAH itu, yaitu tentang apa yang tertulis dalam :
      SURAT 3 AL MAAIDAH 82
      “……………….Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman (Islam) ialah orang-orang yang berkata : “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani…………………..”

      Namun segera sesudah itu ALLAH meralat WahyuNYA tersebut dengan mengatakan hal yang 180 derajat bertentangan dengannya yaitu :

      SURAT 98 AL BAYYINAH 6 :
      “……………….Sesungguhnya orang-orang Kafir yakni Ahli Kitab (yang dimaksudkan dengan Ahli Kitab adalah orang Nasrani dan orang Yahudi) dan orang-orang musyrik, akan masuk ke neraka jahanam dan mereka kekal di dalamnya, karena mereka itu adalah seburuk-buruknya mahluk………………………….”

      Apa ini tidak kontradiksius dan inconsistent dan apakah bisa disalahkan kalau kami mengatakan bahwa ALLAHnya ALQURAN itu: TIDAK KONSEKWEN DAN TIDAK KONSISTENT !!!

      K E S I M P U L A N

      Bilamana semua yang kami jabarkan dan uraikan dalam Penolakan I, II, III, IV dan V diatas dirangkumkan menjadi satu rangkuman, intisarinya sebenarnya sederhana saja yaitu :

      Bahwa ALLAH, yang :
      – MAHA BESAR dan MAHA KUASA
      – MAHA SUCI dan MAHA MENGETAHUI
      – MAHA PENGASIH dan MAHA PENYAYANG
      – MAHA ADIL
      – TIDAK BERAWAL dan TIDAK BERAKHIR
      – KEKAL dan TIDAK BEROBAH-ROBAH
      – TIDAK ADA PERSAMAANNYA dan SETARA-NYA
      – BEBAS DARI BERBUAT KESALAHAN
      – TELAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI INI HANYA DENGAN BERSABDA “JADI MAKA JADILAH”

      PASTI TIDAK MUNGKIN/SEKALI LAGI PASTI TIDAK MUNGKIN………….
      a) Tidak Adil
      b) Tidak Mengetahui Sejarah
      c) Salah ber-Nubuat
      d) Ragu-ragu dan tidak percaya diri sehingga perlu bersumpah dengan segala jenis materi dan non-materi hasil ciptaanNYA sendiri
      e) Salah menurunkan Wahyunya sehingga perlu dibatalkan atau diganti/direvisi
      f) Mempertahankan diriNYA dari tudingan manusia yang notabene adalah ciptaanNYA sendiri dengan segala jenis sumpah.
      g) Tidak berada pada satu detik yang bersamaan disetiap millimeter ruang bumi dan angkasa raya ciptaanNYA itu, melainkan hanya berada disatu tempat saja yaitu Mekkah.
      h) Menyatakan DIRINYA telah berobah menjadi batu hitam yang melarat itu.
      i) Hanya mengerti Bahasa Arab saja.
      j) Punya rumah di satu tempat tertentu diatas dunia ini (Mekkah)
      k) Bertindak tidak berdasarkan KASIH yang notabene adalah personafikasi dari ALLAH itu sendiri yaitu : MAHA PENGASIH & MAHA PENYAYANG.
      l) Tidak consistent terhadap janji-janjiNYA dan perbuatan-perbuatanNYA serta kata-kataNYA.
      m) Mengizinkan manusia menyembah allah-allah lain (JIN-JIN) selain dari DIA.
      Sehingga oleh karena apa yang tidak mungkin dilakukan oleh ALLAH sebagaimana terjabar di dictum a s/d m diatas, kesemuanya ada terjabar secara berulang-ulang dalam ALQURAN, maka jelas dan gamblang pastilah isi ALQURAN ITU TIDAK WAHYU ALLAH.
      Akhirnya sebagai penutup SADURAN kami ini, kami akan penuhi janji kami pada permulaan PENOLAKAN – V yaitu: “Bahwa tidak benar ada pertentangan-pertentangan Wahyu ALLAH dalam ALKITAB”, sebagaimana sering ditudingkan oleh Pihak Islam kepada umat Kristen karena mereka telah menemukan banyak nats/ayat yang satu dengan yang lainnya bertentangan dalam ALKITAB, sedangkan ALKITAB itu adalah Wahyu ALLAH.

      1. Terlebih dahulu perlu diinformasikan bahwa cara penulisan ALKITAB itu berbeda 180 derajat dengan cara penulisan ALQURAN. Kalau penulisan atau isi ALQURAN itu menurut kepercayaan umat Islam adalah 100% Wahyu ALLAH sebagai hasil dikte/imla ALLAH langsung kepada nabi Muhammad (atau lewat Malaikat Jibrail) secara kalimat demi kalimat dan kata demi kata, sehingga isinya sama sekali bersih dan bebas dari pikiran, rekaan dan buah tangan manusia termasuk Nabi Muhammad sendiri, maka sebaliknya penulisan ALKITAB adalah berbeda samasekali, yaitu :
      a) ALKITAB ditulis bukan oleh 1 (satu) orang saja (seperti halnya Muhammad), melainkan oleh lebih dari 40 orang yang telah menerima Wahyu ALLAH yaitu para Nabi dan Rasul selesai ditulis kurang lebih 1600 tahun.
      b) Wahyu ALLAH diterima oleh para Nabi/Rasul tersebut melalui mimpi, perasaan, pendengaran rohani dan penglihatan rohani, jadi bukan dengan cara dikte/imla seperti halnya dengan pengakuan Muhammad .
      c) Wahyu ALLAH yang mereka terima itu, sebelum ditulis untuk disampaikan kepada umat sezamannya, terlebih dahulu mereka selidiki atau cari tahu dahulu tentang:
      “Apa sebabnya, apa motivasinya, apa peristiwa yang terkait, apa kondisi dan situasi yang sedang berlaku dan lain-lain sebagainya maka Wahyu ALLAH itu diturunkan kepada mereka, tegasnya dengan kata lain : “Apa LATAR BELAKANG dari Wahyu yang ALLAH turunkan kepada mereka itu”. WAHYU ALLAH yang mereka terima dikombinasikan dengan LATAR BELAKANG hasil penyelidikan mereka itulah yang mereka tulis dalam ALKITAB.
      d) Adakalanya ALLAH menurunkan WahyuNya tentang suatu masalah atau topic yang sama, bukan kepada 1 (satu) orang saja melainkan kepada beberapa orang sekaligus (katakanlah 3 orang). Bilamana pada penulisan Wahyu ALLAH tersebut dalam ALKITAB oleh ketiga orang penerima Wahyu itu terdapat PERBEDAAN atau KE-TIDAKSAMAAN hal ini tidak berarti bahwa WAHYU ALLAH-NYA yang berbeda melainkan LATAR BELAKANG dari Wahyu ALLAH itu-lah yang berbeda, karena WAHYU ALLAH MUSTAHIL BISA BERBEDA/TIDAK SAMA meskipun di-wahyukan serempak kepada 3 orang atau 5 orang lebih sekaligus. Yang mungkin bisa berbeda/tidak sama adalah hasil penyelidikan LATAR BELAKANG dari Wahyu ALLAH tersebut oleh ke-tiga orang itu yang telah mereka lakukan sendiri2 dengan cara mereka masing2 dan LATAR BELAKANG ini adalah : “BUKANLAH WAHYU ALLAH”.
      2. Sebagai contoh atau bukti tentang apa yang kami uraikan diatas, kami akan kutip satu Nats dari Perjanjian Lama (TAURAT) dan satu Nats dari Perjanjian Baru ( INJIL ) yang Nats/ayat2nya berbeda/tidak sama itu.
      a. II – Raja-raja 8 : 26…. : Diceritakan bahwa Ahazia berumur 22 tahun pada waktu itu dia menjadi Raja di Yerusalem………….
      Sebaliknya :
      II-Tawarikh 22: 2…: Menceritakan bahwa Ahazia berumur 42 tahun pada waktu itu dia menjadi Raja di Yerusalem……
      Disini ada perbedaan umur, Nats/Ayat yang satu mengatakan 22 tahun sedangkan Nats/Ayat yang lainnya 42 tahun. Perbedaan ini adalah LATAR BELAKANG dari Wahyu, sedangkan WAHYU ALLAH – nya sendiri TIDAK BERBEDA yaitu bahwa Raja Ahazia telah dinubuatkan MATI TERBUNUH, dan hal ini terdapat di II Raja-raja 9 : 27 (mati terbunuh) dan juga di II Tawarikh 22 : ( (mati terbunuh).
      b. Matius 8 : 28…..: Dikisahkan bahwa Yesus datng di Gedara dan yang keluar dari daerah kuburan 2 (dua) orang kerasukan setan
      Sebaliknya :

      Lukas 8 : 26…….: Mengisahkan bahwa Yesus datang di Gerasa dan yang keluar dari daerah kuburan 1 (satu) orang kerasukan setan.
      Sebaliknya

      Disini ada perbedaan nama kota dan jumlah orang yang kerasukan setan. Perbedaan ini adalah LATAR BELAKANG dari Wahyu, sedangkan WAHYU ALLAH-nya sendiri TIDAK BERBEDA/SAMA yaitu bahwa Yesus BERKUASA MENGUSIR SETAN2 dan hal ini terdapat baik di Matius 8 : 32 maupun di Lukas 8: 32.
      Dari 2 (dua) contoh diatas jelaslah bahwa yang berbeda/tidak sama adalah LATAR BELAKANG dari Wahyu ALLAH dan bukan WAHYU ALLAH-nya sendiri, karena WAHYU ALLAH mustahil bisa berbeda/tidak sama meskipun ditulis oleh misalnya 3, 5, atau 10 orang. Oleh karenanya, yang nampaknya saja seperti ada pertentangan atau perbedaan dari nats atau ayat ALKITAB itu, sedangkan sebenarnya tidaklah demikian, karena ALKITAB umat Kristen itu bukan 100% KITAB ILAHI melainkan adalah KITAB ILAHI dan KITAB INSANI sekaligus, disebabkan adanya factor yang melatar belakangi WAHYU ALLAH yang diturunkan dan dituliskan dalam ALKITAB tersebut.

      Demikianlah saduran kami dari tulisan2 dan pernyataan2 lisan dari pada hamba TUHAN yang dulunya beragama Islam, namun sekarang ini sudah beralih menjadi pengikut YESUS yang aktif, militant, tangguh dimana sebagaimna diuraikan diatas sebab2 utamanya ialah karena mereka TIDAK PERCAYA LAGI BAHWA ALQURAN ITU WAHYU ALLAH, melainkan menganggapnya hanya satu Kitab Insani belaka yang isinya kurang lebih 75 % hasil jiplakan yang lihai dari isi ALKITAB ditambah kurang lebih 25 % hasil buah pikiran, imajinasi, rekaan, kreasi dari Muhammad dan kawan2nya yang menulis ALQURAN itu dengan diberi selimut kamuflase seolah2 sebagai 100 % Wahyu ALLAH.

      Demikianlah apa yang telah kami uraikan diatas sehingga menambah wawasan semua orang yang membacanya sehingga mengetahui kebenaran yang nyata ini.

    • Ronggo Warsito 3:39 pm on 04/09/2011 Permalink | Reply

      Sdr. Moch Mukthasar rasanya sia-sia penjelasan anda yang begitu panjang lebar. Mohon maaf …. sudah jadi rahasia umum bahwa orang Islam yang murtad itu rata2 karena ingin kaya. Sdr. mungkin belum baca bahwa di eropa sana orang yang lebih menguasai al Kitab malah sudah banyak yang menjadi mualaf. Coba tanya hati anda apa saat ini merasa tenang. Cukuplah kebohongan dan jangan di tambah dengan kebohongan baru. (maaf). Trims

      • asshidq 11:36 pm on 06/10/2012 Permalink | Reply

        belum lama ini 200 an pendeta /pastur nasrani di AS menyatakan tidak beriman lagi pada yesus dan memilih jadi atheis karena agama nasrani itu dengan kitab2nya ga dimengerti akal. Sayang mereka belum mengenal Islam, mudah2an mereka nantinya dapat petunjuk

    • Heri 8:37 am on 07/09/2011 Permalink | Reply

      Dari uraian sdr. Moch Mukthasar tersebut saya menjadi yakin bahwa anda bukan seorang muslim, kalau anda seorang muslim tentu anda tahu manfaat dari shalawat. Saya kasih tahu bedanya orang islam dengan orang kristen. Orang islam itu selalu mengikuti petunjuk dan melakukan perintah dan larangan dari Allah yang ada dalam Al qur’an. Sedangkan orang kristen apa yang tertulis di Bibel itu tidak pernah digubris misal tidak boleh makan daging babi, tidak boleh membuat patung dan lain-lain dalam 10 perintah tuhan. Terus cara beribadah apa yesus mengajarkan itu? apa yesus pernah menyebut umatku beragama kristen?

      • emka 1:15 am on 17/10/2011 Permalink | Reply

        sodara hery: kata siapa orang muslim itu selalu mengikuti petunjuk dan larangan allah!? kalo begitu bisa u jelasin g kenapa sandal w masih sering ilang kalo abis solat jumat?, bisa u jelasin g kenapa teroris itu kebanyakan orang islam?, bisa u jelasin g kenapa para koruptor kebanyakan orang islam? jangan mempolitisir agama hanya untuk masalah pribadi brotha! w sndiri muslim, tapi w berkata2 spt ini bukan berarti w ngehina agama w sendiri, tapi w gak suka u ngehina agama orang lain cuma gara2 ngeliat dari orangnya, agama bukan dilihat dari pemeluknya bro! tp dari ajaran yang ada di dalamnya.

        • jack 4:45 pm on 25/06/2012 Permalink | Reply

          “bisa u jelasin g kenapa sandal w masih sering ilang kalo abis solat jumat?, bisa u jelasin g kenapa teroris itu kebanyakan orang islam?, bisa u jelasin g kenapa para koruptor kebanyakan orang islam?”

          jawabannya cuma 1, tu pencuri (sandal dan uang) dan teroris, IMAN nya pada lemah

      • ungke 2:36 am on 11/10/2012 Permalink | Reply

        Anda hanya perlu membantah tulisan diatas dengan logis dan disertai bukti yang sahih,bukan minta pendapat pribadi anda, silahkan dijawab berdasarkan uraian di atas.

    • nami 3:42 am on 10/09/2011 Permalink | Reply

      Jesus Is AWESOME
      Not InsyaAllah!!!
      karena Firman Allah iya dan amin

    • Dion 2:01 pm on 10/09/2011 Permalink | Reply

      @Moch Mukthasar @nami
      Aku kasih tahu sejarah yesus bisa menjadi tuhan…
      Konsili Nicea 325 Masehi
      Pada abad ini pertikaian paham sangat sengit membakar Gereja. Arius, uskup dari Aleksandria, menolak ketuhanan Yesus yang menimbulkan kemarahan sebagian besar orang-orang Kristen. Akhirnya kaisar Konstantine menyelenggarakan konsili di Nicea tahun 325 Masehi. 1800 orang yang diundang untuk hadir dalam konsili ini terdiri atas, 1000 orang yang berasal dari Gereja Timur dan 800 dari Gereja Barat. 22 orang rombongan Arius yang dipimpin oleh Eusebius of Nicomedia, semuanya diusir dari forum.

      Sehingga secara keseluruhan Konstantine telah mengusir keluar sekitar 1482 uskup dan hanya 318 yang diijinkan mengikuti hingga akhir. ( Dr. Henery Stbble, An Account of the Rise and Progress of Mohametanism, 1954, hal.44-45, Holy Blood Holy Grail hal.692, Arana-”Holocaust Theology” ).

      Dari 318 suara tersebut hanya 2 suara yang mendukung Arius. Konsili pertama yang dilaksanakan pada tanggal 20 Mei sampai 25 Juni diakhiri dengan ketokan palu yang mengesahkan Kredo Misterius, yang juga dikenal sebagai Kredo Nicea. Kredo Nicea yang sekarang bukanlah rumusan yang disepakati pada konsili Nicea dulu, tetapi sudah diperluas dan dimodifikasi. ( Prof. Percy Gardner, English Modernism,-Apendiks I, hal.223 ).

      Yang paling penting dari semuanya, keputusan Konsili Nicea diambil dengan cara pengambilan suara, bahwa Yesus seorang Tuhan bukan sekedar nabi yang bisa wafat. (Holy Blood Holy Grail, hal.472) Konsili Nicea menjatuhkan hukuman pengucilan Arius dan uskup lainnya yang ikut dalam konsili tetapi menolak doktrin Trinitas. Tulisan-tulisan Arius dibakar dan akan memasukkan ke penjara bagi siapa saja yang kedapatan memiliki tulisannya. (Edward Gibbon, Decline and Fall of Roman Empire, vol.2, hal.693).

      Pada konsili tersebut Yesus dinyatakan sebagai, “Tuhan dari segala Tuhan, Cahaya dari segala Cahaya, Maha Tuhan dari segala Maha Tuhan”. (Hasting’s Encyclopedia of Etnics & Religion, vol.4, hal.239).

      Lingkaran terpelajar masih berada di pihak Arius dan mereka telah dikekang dengan tangan besi. Dimasa itu popularitas Arius mencapai puncaknya, yang dibuktikan oleh Santo Jerome sebagai berikut : “Seluruh dunia merasa dan terheran-heran menemukan dirinya sebagai penganut Arius”. (Wilfred W.Briggs, Introduction to the History of the Christian Church, hal.49) Will Durant menulis : “Perdebatan seru tentang doktrin Trinitas yang diperkenalkan oleh Athanasius tidak pernah berakhir dengan adanya konsili Nicea. Beberapa uskup masih berpihak pada Arius.

      Kelompok gereja yang masih loyal kepada Kredo Nicea disingkirkan dari Gereja; kadang kala disingkirkan oleh kekerasan massa; setengah abad Gereja mengikuti ajaran Arius dan meninggalkan ketuhanan Yesus. Setiap uskup memiliki faksi yang mendukungnya. Pertikaian antar faksi pecah menjadi kerusuhan berdarah, dan banyak yang terbunuh. (Will Durant, Age of Faith) Pemandangan kekerasan yang mengerikan dan pertempuran yang menelan ribuan jiwa, merupakan hal yang biasa selama periode ini.

      Aleksandria, daerah tempat tinggal Arius, menjadi ladang pertikaian yang paling ganas. Gibbon mencatat, satu insiden kekerasan menelan korban “tiga ratus lima puluh jiwa”. Mengenai kekejaman Gereja dalam masalah ini bahas lengkap dalam buku Edward Gibbon (pasal 21). Dimasa pemerintahan Konstantin, merupakan periode emas bagi Kristen karena mendapatkan kitab suci Bibel yang standar. Itu pun tidak bisa dikerjakan tanpa kontroversi yang dahsyat melalui konsili-konsili Gereja. Sebagaimana dicatat oleh Marjorie Bowen : “Kitab-kitab injil harus direvisi beberapa kali sebelum diterima, orang-orang yang dianggap sesat harus dihadapi, serta menyelenggarakan konsili di Nicea tahun 325 Masehi dan di Konstantinopel tahun 381 Masehi untuk merumuskan dogma dan keimanan agama Kristen.” (Marjorie Bowen, The Church and Social Progress, hal.4-5) Konsili-konsili Konsili Konstantinopel, Tahun 381.

      Theodosius I menyelenggarakan Konsili Konstantinopel untuk membahas lebih jauh tentang ketuhanan Yesus. Konsili ini berakhir dengan memberi penegasan pada Kredo Nicea. Konsili Efesus, Tahun 431. Konsili ini diselenggarakan untuk membahas pertanyaan apakah Maria (Ibu Yesus) manusia asli atau termasuk Tuhan.

      Pembahasan ini dilatarbelakangi karena sekte Maronite menyembah Maria sebagai “Ibu Tuhan” dan memasukkannya sebagai salah satu oknum trinitas pengganti “roh suci”. Konsili ini mengutuk penyembahan terhadap Maria. Konsili Chalsedon, Tahun 451. Konsili ini membahas tentang teori Dua Kodrat Yesus. Konsili Konstantinopel, Tahun 553. Konsili diselenggrakan untuk memecahkan teka-teki kodrat Yesus tersebut. Konsili ini didominasi oleh uskup-uskup Gereja Timur, Gereja Barat menolak semua keputusan dari konsili ini. Pada abad ini diputuskannya Natal pada 25 Desember oleh Dionysius Exiguus, mengadopsi hari kelahiran anak dewa Matahari yang lahir pada hari Minggu, 25 Desember. Pada akhir abad ke-6 lahirlah Islam.

      Kristen telah menyimpang demikian jauh dari ajaran aslinya (ajaran Yesus) bahkan Gereja Barat lebih banyak mengadopsi agama Pagan. Kristen mengalami kebusukan hingga akarnya. Ketegangan antara Gereja Timur dan Gereja Barat berangsur-angsur melemah. Gereja Timur hanya memiliki sedikit pengikut, sebagai akibat ribuan pemeluk Kristen beralih ke agama Islam. Dan hampir semua wilayah Mediterania berada dibawah pengaruh Islam.

      “Mungkin karena pengaruh secara tidak langsung dari agama baru Islam yang anti-musyrik, pada abad ke-8, tentara kaisar Isauria… menemukan sesuatu yang tidak disukainya pada peribadatan yang sudah lama berlaku dalam dunia Kristen yang berbau politheisme.” (J.M Robertson, A Short History of Freethought, vol.1, hal.277).

      Selanjutnya untuk pertama kali dalam sejarah Kristen pada tahun 723 tradisi Pagan dalam tata cara kebaktian agama Kristen dilarang oleh Kaisar Leo melalui pengumuman, dan ia lebih condong pada ajaran monotheistik Islam. Bagaimanapun, larangan ini dicabut pada tahun 787 oleh Konsili ke-II di Nicea. (The Invacation of Saints and Adoration of Images, oleh Rev. W.P. Hares, hal 10-11).

      Pemilihan Kitab Injil disebarkan dari mulut ke mulut sehingga tradisi oral ini menghasilkan laporan yang berlainan satu dengan lain terhadap perkataan dan perbuatan Yesus. Ketika mereka berusaha mendokumentasikannya maka bertambahlah perbedaan-perbedaan akibat variasi verbal. Sarjana-sarjana Kristen mengakui fakta sejarah bahwa pada terdapat juga sejumlah Injil-injil yang lain, dan masing-masing gereja mempunyai versinya sendiri.

      Sebagian sarjana mempercayai bahwa jumlah Injil-Injil tersebut mencapai 300 Injil (Holy Blood Holy Grail, hal.692). Tapi bagaimana yang yang terpilih hanya 4 saja ? Ke-empat Injil tersebut (Matius, Markus, Lukas & Yohanes) dipilih pada saat Konsili Nicea 325 Masehi. Konsili yang memperkenalkan konsep Trinitas untuk pertama kali. Sehingga pemilihan ke-4 Injil tersebut adalah penyesuaian terhadap Kredo yang dipaksakan. Maka semua Injil yang menceritakan tentang kemanusiaan Yesus harus di hancurkan.

      Teknis pemilihan Injil-Injil tersebut adalah, semua naskah Injil yang berbeda-beda diletakkan dibawah sebuah meja di ruang Konsili. Setiap orang diminta meninggalkan ruangan tersebut dan pintunya dikunci. Semua uskup diminta untuk berdoa sepanjang malam supaya versi Kitab yang benar akan berada di atas meja tersebut. Pada keesokan paginya, ke-4 Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dengan “ajaib”nya telah berada diatas meja dengan rapi, sisanya berserakan dibawah meja. Sehingga diputuskan semua yang terletak dibawah meja haruslah dibakar. (Sex in the Bible, Wahyudi).
      dilihat dari sejarahnya seperti itu…. hanya orang bodoh yang meyakini yesus sebagai tuhan!!

      • ungke 2:39 am on 11/10/2012 Permalink | Reply

        Slimers ini dimana mana sama, yang gatal kepala yang digaruk kaki, andah cuma dimintah membantah tulisan saudara Moh Mukthasar diatas bukan membahas hal yang lain.

        • soebodo 1:54 am on 12/10/2012 Permalink | Reply

          Lucu bikin gemes…..kok bingung gatal kepala yang digaruk kaki…..disentuh hatinya dari sumber sakit kok masih sempat bingung sakit dipermukaan kulit …apalagi urusan sakit orang lain…..pantas saja kalau demikian parah sakitnya apa dah membatu ya …sampai 2 nggak terasa malah ngurusin orang laen nggak pas/memaksa lagi… akal dan nalar yang baik DAN SEHAT masih belum cukup kalau anda paham (kalau nggak jangan dibahas)… Baling2 bambu ada manfaat NYA kayak di film tp kalau hanya digunakan metode anda akan MUTER (bhs jawa red) ….kayak keponaku Lucu ,pinter tp namanya anak kecil mau bener sendiri(sama nggak yaa…)

          • ungke 3:37 am on 12/10/2012 Permalink | Reply

            Soebodo anda memang tipikal slimers banget, cuma bisa mbacot tapi tidak ada bobotnya, apanya yang lucu, pribahasa sederhana gitu saja kamu nda nyambung, kasian sekali percuma sekolah susah susah bayar pake tiwul,tapi nda ada hasil sama sekali, pantas saja negara kita terpuruk karena SDM nya seperti anda ini.

            • Soebodo 7:29 am on 12/10/2012 Permalink | Reply

              ngomong apa silahkan….saya anggap anak kecil lom tahu apa2…minum susu aja biar tambah pinter (kasih lebih tinggi belom menguasai)….biar tambah lucu saja….apalagi ngomong negara buat ketawa….

              • ungke 1:46 pm on 13/10/2012 Permalink | Reply

                Anda benar benar “BEBAL POOL” jadi ingat si”Alhayat” di FFI ,orangnya oon tapi sangat bebal , jangan jangan anda ini orang yang sama, dari gaya bahasa sangat identik.

    • emka 11:11 am on 09/10/2011 Permalink | Reply

      w gak peduli lo islam,
      w gak peduli lo keristen,
      w gak peduli lo yahudi

      tp w peduli ma elo yang ngerti makna unity n respect!!

    • CIKK 8:06 am on 13/10/2011 Permalink | Reply

      didunia manuusia semua sama diberi rezeki , makan, minum tapi di akhirat lain perkara. yang selamat hanya orang yang menjadfikan Allah sebagai tuhannya dan nabi Muhammad sebagai rasulnya.

    • TruthTeller 3:40 pm on 14/10/2011 Permalink | Reply

      ada kalanya kita mesti tahu awal adari kebenaran…
      untuk itu coba jawab pertanyaan saay ini bagi siapapun anda yg merasa muslim
      kenapa aoloh menciptakan pohon kuldi….?
      apakah tujuan dan maksudnya ?
      kenapa manusia, yakni adam diturunkan ke bumi dari syurga ?
      apakah syaiton itu dari awalnya sudah berwatak jahat atau tidak?
      apkah guna dari cobaan yang diberikan aoloh kepada manusia….
      apakah aoloh itu punya sifat atau watak berupa baik dan jahat….

      mari kita befikir secara empiris dan rasional
      silahkan dijawab berdasarkan logika anda ataupun ayat quran yg anda ketahui

      • jack 4:29 pm on 25/06/2012 Permalink | Reply

        kenapa aoloh menciptakan pohon kuldi….?
        apakah tujuan dan maksudnya ?

        wah, lu prnah ke surga ya? hanya Allah yg tau apa tujuannya

        kenapa manusia, yakni adam diturunkan ke bumi dari syurga ?
        *krn melanggar perintah Allah

        apakah syaiton itu dari awalnya sudah berwatak jahat atau tidak?
        *yap, udah dari sana nya jahat

        apkah guna dari cobaan yang diberikan aoloh kepada manusia….
        *menguji iman manusia, apa lu masi setia ma Allah, atau malah mnyembah yg aneh-aneh

        apakah aoloh itu punya sifat atau watak berupa baik dan jahat….
        *Allah itu maha sempurna, bung..

      • asshidq 12:48 am on 07/10/2012 Permalink | Reply

        Dalam al qur’an Allah memberitau malaikat bahwa Ia akan menciptakan khalifah (penguasa) sebagai wakil Allah dibumi untuk membngun kehidupan dibumi menurut hukum2 Allah ( S.al baqoroh ayat 30 – 39 ). Allah mentransitkan Adam dan Hawa disorga adalah untuk merasakan nikmatnya sorga sehingga Adam (manusia) kelak dibumi harus membangunnya dengan petunjuk Allah agar kehidupan itu seperti kehidupan atau mendekati kehyidupan di sorga yg jauh dari kesengsaraan. Allah ciptakan pohon khuldi untuk jadi ujian kepada Adam yg hasilnya yaitu bila hidup menuruti kehendak iblis, akan celaka dan karena Adam tidak menurut pada Allah maka turunnya kebumi dipercepat sehingga kepayahan yg didapatnya jadi cepat dirasakan. Adapun iblis tdk menurut pada Allah karena iblis iri pada Adam, Allah memerintahkan malaikat dan iblis sujud pada Adam, iblis sombong karena merasa lebih baik dari adam karena iblis dicip takan dari api sedang adam dari tanah. Pelajarilah al qur’an dg hati bersih, Insya Allah akan dapat petunjuk. jangan ada hati iri dengki seperti Iblis.

        • ungke 1:58 pm on 13/10/2012 Permalink | Reply

          Malas mas karena untuk ngerti satu kalimat kita harus belajar “Teori Relativitas” si Enstein, padahal katanya quran ditulis “sangat jelas dan terang”
          kalo gitu silakan jelaskan “DENGAN HATI BERSIH” ayat ini
          1. ALLAH BUTA SEJARAH DAN MELESET BERNUBUAT :
          a. Dalam Surat 19-MARYAM-28, dinyatakan bahwa MARYAM, Ibu YESUS adalah SAUDARANYA HARUN dan selanjutnya dalam Surat 3-ALI IMRAN 36-37 dikatakan bahwa MARYAM, Ibu YESUS tersebut diserahkan oleh ayahnya bernama IMRAN kepada ZAKARIA untuk dipelihara dan dibesarkan. Hal ini tidak mungkin terjadi dan terlaksana, karena HARUN sesuai dengan sejarah adalah abangnya Nabi Musa yang hidup kurang lebih 1500 tahun sebelum Yesus dilahirkan oleh MARYAM dan HARUN tersebut memang punya seorang adik perempuan yang kebetulan pula bernama MARYAM (Keluaran 12: 1-16), dan ayah dari ketiga bersaudara ini namanya memang AMRAN (dalam lafaz bahaa Arabnya ALQURAN : IMRAN). Jadi disini, ALLAH yang Mahatahu itu justru menjadi “Tidak Tahu” atau buta sejarah, karena disini telah terjadi kekacauan atau tumpang tindih sejarah yang jarak antaranya kurang lebih 1500 tahun dan tukar-ganti oknum antara MARYAM, ibu YESUS dan MARYAM, adik HARUN dan adalah tidak mungkin pula terjadi IMRAN dapat menyerahkan MARYAM anaknya itu kepada ZAKARIA untuk dipelihara dan dibesarkan karena ZAKARIA baru nongol/dilahirkan di dunia ini kurang lebih 1500 tahun kemudian yaitu se-zaman dengan MARYAM, ibu YESUS, sebagaimana tertulis dalam Surat 19-MARYAM 1-7.
          b. Dalam Surat 30-AR RUUM 1-4, dinubuatkan oleh ALLAH lewat mulut Nabi Muhammad bahwa kerajaan Romawi yang pada waktu itu telah dikalahkan oleh Kerajaan Persia, nanti sesudah wafatnya Nabi Muhammad – jadi sesudah tahun 632 -, akan membalas dan mengalahkan kembali Bangsa Persia. Lagi-lagi ALLAH yang Maha-Tahu itu menjadi Buta Sejarah, karena apa yang disebut “NUBUAT” itu bukanlah NUBUAT lagi melainkan hanya pencatatan sejarah saja oleh Nabi Muhammad, sebab dikalahkannya Bangsa Romawi oleh Bangsa Persia dan dikalahkannya kembali Persia oleh Bangsa Romawi SEMUANYA terjadi dalam kurun NABI MUHAMMAD MASIH HIDUP.

          Sejarah Mencatat : – Tahun 614, Bangsa Romawi dikalahkan oleh Bangsa Persia

          Tahun 629, Bangsa Romawi mengalahkan kembali Bangsa Persia
          Tahun 632, Nabi Muhammad meninggal dunia di Madinah.
          c. Dalam Surat 17- AL ISRAA-1 terdapat wahyu ALLAH yang berbunyi sebagai berikut:
          “Maha Suci ALLAH yang telah memperjalankan (Miradj) hambanya (Muhammad) pada satu malam dari AL-Masjidil Haram (di Mekkah) ke AL-Masjidil Aksha (di Yerusalem) yang telah KAMI berkahi sekelilingnya………………”

          Disini ternyata lagi ternyata ALLAH itu buta sejarah, karena tidaklah mungkin ALLAH me-miradj-kan Nabi Muhammad yang hidup diantara tahun 571-632 dari Masjidil Haram dalam satu malam ke Masjidil Aksha diYerusalem, karena pada waktu Nabi Muhammad masih hidup Masjidil Aksha belum ada, sebab baru dibangun tahun 701, jadi 69 tahun sesudah Nabi Muhammad mati dan dikuburkan di Madinah tahun 632.
          2. ALLAH TIDAK TERTIB DAN KACAU
          ALLAH yang Maha Tertib dan Maha Teratur itu telah menurunkan Kitab WahyuNya yang dinamakan ALQURAN itu justru sangat kacau isinya dan kacau formulasinya. Untuk membuktikan hal ini, sebagai contohnya kami petik disini satu SUB-SURAT yang terdiri dari hanya 7 (tujuh) ayat saja dari 6666 ayat yang ada dalam ALQURAN itu, yaitu :
          SURAT 5-AL MAAIDAH 94-100 (7 ayat)
          Perikop Sub-Suratnya adalah : “ MENGHORMATI KAABAH SEBAGI SOKOGURU KEHIDUPAN MANUSIA”

          Ayat – 94 : Mempersoalkan korban binatang hasil perburuan.
          Ayat – 95 : Mempersoalkan – idem –
          Ayat – 96 : Mempersoalkan – idem –
          Ayat – 97 : Mempersoalkan masalah Kaabah, jadi cocok/sesuai dengan yang dikehendaki oleh PERIKOP SUB – SURAT diatas
          Ayat – 98 : Mempersoalkan tentang bentuk siksaan dari ALLAH bagi orang-orang yang menentangNYA
          Ayat – 99 : Mempersoalkan bahwa Rasul-rasul hanya penyampai Wahyu ALLAH saja.
          Ayat – 100 : Mempersoalkan masalah tindakan baik dan buruk

          Total 7 ayat yang berjajar secara urutan Mempersoalkan 5 Jenis permasalahan yang satu denga yang lainnya tidak ada kaitannya samasekali (berbeda-beda temanya) Sesuai dengan perikop Sub-Surat yang akan dipersoalkan hanya 1 thema saja

          Ini hanya satu contoh kecil saja (1 Sub-Surat dengan hanya 7 ayat) tentang betapa kacau dan simpang siurnya formulasi Wahyu ALLAH yang ada dalam ALQURAN itu, apapun pula kalau dibahas keseluruh isi ALQURAN dengan cara/sistim seperti ini yang jumlahnya 114 Surat dengan ratusan Sub-Suratnya dengan total 6666 ayatnya, pastilah tidak dapat lain kesimpulannya ialah : ALLAH ITU KACAU !!!!

          • soebodo 2:04 am on 14/10/2012 Permalink | Reply

            ungke(Anak kecil bikin kacau )… bobo sana dah waktunya bobo… apa yg disampaikan tidak berpengaruh apa2… ayo jangan ngacau lagi… coba gali dengan hal laen bukan kultnya baru menemukan kebenaran…kalau kulitan yg disampaikan kecil /tipis sekali artinya ….kalau sdh bergerak di intinya …baru belajar ngomong……begitu anak kecil.( biar lebih dewasa lagi).

            • ungke 4:29 am on 14/10/2012 Permalink | Reply

              SOebodo anda orang tua tapi otaknya kecil…. sori saya ngomong jujur,

              • soebodo 11:47 am on 14/10/2012 Permalink | Reply

                anak kecil…lucu kamu …. beresin ingusnya dulu. sampaekan sesuatu yg sudah dialami…kalau mau jujur…. masih perlu banyak belajar…apalagi menyangkut rohani…. 1000 x kepinteranmu…tidak artinya….apalagi diandalkan hanya kemampuan diri….bisanya menyalahkan saja untuk mencari kebenaran diri kalah provokator…kasihan deh.

                • ungke 1:26 pm on 14/10/2012 Permalink | Reply

                  Soebodo anda ini pasti si “Alhayat” yang sering posting di FFI, soalnya OON dan BEBAL nya sama persis.

                  • soebodo 4:52 pm on 14/10/2012 Permalink | Reply

                    Sebatas ini yg anda sampaekan … kayak penjual jamu bagi kami. promonya aja setinggi langit tapi prakteknya kosong…sedikit saja disinggung lebih tinggi saja nggak nyambung…sudah bicara lebih jauh.

    • Dion 3:57 am on 15/10/2011 Permalink | Reply

      @Truth Teller
      Pertanyaan anda itu udah ada jawabanya dan banyak sekali di buku cuma anda tidak mau membacanya.

    • emka 1:03 am on 17/10/2011 Permalink | Reply

      ayolaaah…, jangan lu isi hidup lu semua cma untuk mencari kelemahan agama orang lain, yang akhirnya u mati tanpa membawa amal yang seharusnya u lakukan semasa idup lu lantaran sibuk mencari kelemahan agama lain! dari pada u nyari2 kelemahan agama orang lain, mendingan u mendalami ajaran agama u masing2, kan lebih bermanfaat, perbedaan itu indah broo…! elu semua tu punya otak, jangan mao di propokasi brotha! dr semua agama tu kaga ada yang mengajarkan untuk menghina agama lain…jangan melihat agama dari perilaku orang yang memegang agama tsb, tapi lihat lah agama dari ajaran2 yang ada di dalamnya. kalo emang ada orang yang ngehina agama u, jangan bales dengan menghina agama orang yang menghina lu itu bro, tapi lu bales aja dengan cara u gampar tu orang pake batu bata yang gede. karena agama pasti malu kalo ada salah satu pemeluknya spt itu, suka menghina agama lain.

    • CIKK 6:40 am on 18/10/2011 Permalink | Reply

      @ TRUTH TELLER
      DAN KRISTEN KHATOL

      yesus makan, minum berak, ingusan kok disembah.
      TERNYATA ADA ORANG BODOH NYEMBAH MANUSIA
      KIK KIK KIK MAKHLUK NYENBAH MAKHLUK
      IBLIS AJA NGGA MAU NYEMBAH MANUSIA.
      KALO IBLIS NGGA MAU NYEMBAH MANUSIA DIUSIR DARI SURGA ,
      ENTAR LHU KRISTEN KHATOL NGGA MAU NYEMBAH ALLAH BAKAL DIUSIR DAN DI BAKAR DINERAKA .
      KEMBALILAH KE ISLAM AKAN AKAN SELAMAT.

      • SERBUIFF 6:57 am on 18/10/2011 Permalink | Reply

        mereka itu guobloknya nggak ketulungan…nyembahg manusia….

        • ungke 5:48 am on 07/10/2012 Permalink | Reply

          anda cuma bisa komentar seperti itu kalo tersudut, silahkan anda debat tulisan diatas dengan dalil dan logis , jangan taunya goblok goblokin orang saja , kalo anda pintar coba anda bantah semua tulian diatas lengkap dengan referensinya.

    • CIKK 6:44 am on 18/10/2011 Permalink | Reply

      ISLAM NYEMBAH ALLAH NGIKUT PERINTAH ALLAH SUNAT DAN NGGA MAKAN BABI.AJARAN NABI ISA DAN AJARAN NABI MUHAMMAD. MASUK SURGA KEMBALI KE SURGA

      KRISTEN KHATOL NYEMBAH PENDETA NGIKUT PENDETA KAGAK SUNAT BABI HANTAM TERUS HE HE HE.AJARAN PAULUS KEMBALI KE NERAKA

    • Dion 4:41 am on 19/10/2011 Permalink | Reply

      buat emka…umat Islam menurut ajaran nabi tidak boleh memusuhi umat lain ……
      tapi apabila mereka menyerang umat Islam, maka umat Islam harus mempertahankan diri….
      kami tidak pernah diajarkan tampar pipi kanan berikan pipi kiri…dan rasanya tidak ada yang mau memberikan pipi kiri setelah ditampar pipi yang kanan kecuali orang bego…
      emka….coba kamu lihat di blognya IFF…..siapa yang mula-mula membuat permusuhan!!!

    • CIKK 7:42 am on 19/10/2011 Permalink | Reply

      ORANG YANG TAHU WAJIB MENJELASKAN.APAGUNANYA NABI2 MENYAMPAIKAN KALAU TIDAK DITERUSKAN OLEH PENGIKUTNYA.
      KITA TAHU DI AL KITAB DILARANG MAKAN BABI DAN ADA PERINTAH SUNAT , HAL ITU DIITUTUPI PENDETANYA.
      NAH KITA YANG MELEK WAJIB MENYAMPAIKAN WALAUPUN ITU PAHIT.KALO MEREKA DAPAT HIDAYAH MAKA KETURUNANNYA JUGA AKAN SELAMAT. DAN ORANG2 IISLAM JUGA AKAN SELAMAT DARI KEJAHATAN MEREKA YANG TELAH JADI MUALAF.

    • frien 6:05 pm on 08/11/2011 Permalink | Reply

      mengapa orang-orang islam selalu dan selalu menghakimi agama kristen..islam selalu mengkritik kristen.. kalian bilang agama islam agama yg benar, agama islam agama yg baik..secara logika dulu kalian berpikir apakah tindakan kalian itu baik???
      apakah diagama islam diajarkan untuk menghakimi sesama manusia??

      PIKIRKAN ITU….

      • asshidq 12:56 am on 07/10/2012 Permalink | Reply

        orang islam tidak men-jelek2an kristen tapi merasa sayang dan kasihan pada orang2 kristen yg sebangsa dan banyak famili juga. kami tak tega nanti di akhirat melihat kalian orang nasrani masuk neraka karena lebih percaya pada Paulus daripada Yesus. Sadarlah kalian, Allah itu satu tidak beranak dan tidak diperanakan, bertobatlah selagi masih sempet, jelas dalam bibel juga tidak boleh ada tuhan selain Allah, tidak boleh makan babi, arak, harus bersunat laki2nya,

    • Dion 7:06 am on 09/11/2011 Permalink | Reply

      @ friend,
      Islam tidak pernah memulai…tapi agama kristen (sesat) yang selalu menyalakan api kebencian terhadap Islam. kasus film fitna di Belanda, Komik menghina nabi di Denmark, dan yang dulu ayat-ayat setan karya salman rusdi…
      mestiny anda yang pikirkan kenapa agama anda selalu menghina nabi kami….
      jika kami membalas apakah itu bukan hak kami?
      Coba pikirkan itu…..

      • jack 4:39 pm on 25/06/2012 Permalink | Reply

        membalas boleh
        namun ada waktu dan saat yang tepat untuk membalas mereka

    • Noveeta Muchtar 8:29 am on 09/11/2011 Permalink | Reply

      Setiap orang mencari kebenaran,,, tapi disaat kebenaran itu jelas dan nyata mereka mengikarinya,, Penjelasan panjang lebar yang saya baca mengenai Nasrani adalah kebohongan besar, saya sudah membaca injil isinya sangat tidak masuk akal dan saya tidak yakin 1000% bahwa Injil adalah firman Tuhan. Mungkin anda tidak pernah membaca injil sehingga anda tidak mengerti dan tidak tau kekeliruan yang ada di injil. Referensi yg berikan untuk AlQuran adalah kebohongan anda, refensi yg salah. Orang2 Islam yg murtad ke Nasrani tidak lain hanyalah berita bohong yang direkayasa oleh pihak gereja, jika memang agama nasrani benar kenapa selalu membuat rekayasa. saya pernah melihat salah satu pidato seorang murtadin yang mengaku sebelumnya adalah seorang ustad kemudian menjadi seorang Nasrani, sungguh itu rekayasa sangat tidak mungkin seorang ustad tidak bisa secara fasih membaca surat AlIklas, karena anak sd pun bisa menghafalkan surat tersebut walaupun dengan tidak fasih. namun seorang ustad apakah mungkin???????. Coba lihat di Amerika seorang Suhaib web masuk islam karena dan menjadi Imam besar di USA karena Keindahan ALQuran. Bacalah Injil dan pahami isinya, saya yakin banyak kekeliruan yang jelas dan nyata. Selamat Menbaca.

    • CIKK 8:35 am on 09/11/2011 Permalink | Reply

      BETUL BUNG KRISTEN KATOLIK SELAMA INI DIBOHONGI YAHUDI, JADI WAJIB UMAT ISLAM MELURUSKAN PEMBOOHONGAN TERSEBUT.MAKANYA JESUS(NABI ISA MENYIAPKAN JALAN BAGI DATANGNYA RUH KEBENARAN(NABI MUHAMMAD)

      @MURTAD
      LIAT AJA VIDEONYA
      IRENE MANTAN BIARAWATI YANG BERANI MENDEBAT PASTORNYA DAN NABABAN MANTAN PENDETA TELAH MENGISLAMKAN RIBUAN ORANG KRISTEN PERNAH MAU DIBODOHKAN SAMA PENDETA DAN PASTURNYA.
      HE HE HE YAHUUDI KAGAK DIPERCAYA LAGI. DULU IYA.10 BER SAUDARA MEMBIKIN BAPAKNYA BUTA KEMUDIAN MEMBUANG SAUDARA TIIRINYA NABI YUSUF ITULAH CIKAL BAKAL BANGSA YAHUDI, KEMUDIAN MEREKA MEMBUNUH SEPARUH NABI2

      MATIUS 23
      34) Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,
      35) supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.
      (36) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!”

      Keluhan terhadap Yerusalem

      TB(37) Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. BS(37) “Yerusalem, Yerusalem! Nabi-nabi kaubunuh. Utusan-utusan Allah kaulempari batu sampai mati. Sudah berapa kali Aku ingin merangkul semua pendudukmu seperti induk ayam melindungi anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau!
      (TB38) Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
      BS (38) Karena itu Allah tidak lagi menyertaimu.
      TB(39) Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” BS(39) Ketahuilah: Mulai sekarang ini engkau tidak akan melihat Aku lagi sampai engkau berkata, ‘Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan.'”

      (TB38) Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
      BS (38) Karena itu Allah tidak lagi menyertaimu.
      (TB38) Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
      BS (38) Karena itu Allah tidak lagi menyertaimu.
      (TB38) Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
      BS (38) Karena itu Allah tidak lagi menyertaimu.

      BS(39) Ketahuilah: Mulai sekarang ini engkau tidak akan melihat Aku lagi sampai engkau berkata, ‘Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan.'”

      SEKARANG BARU KITA TAHU KEBIADABAN BANGSA YAHUDI.
      MOYANGNYA MEMBIKIN BAPAKNYA BUTA, MEMBUANG SAUDARANYA KARENA IRI, KEMUDIAN MEMBUNUH UTUSAN ALLAH.DLL.SUNGGUH JELEK BANGSA INI,

      YAHUDI GIGIT JARI ANGGUR ASAM NGGA DIPERCAYAI LAGI OLEH ALLAH KARENA MEMBUNUH SEPARUH UTUSANNYA.

      LALU ALLAH BERIKAN AGAMA PADA BANGSA ARAB KETURUNAN NABI IBRAHIM LEWAT ANAKNYA ISMAIL YANG MEMPUNYAI 12 ANAK YANG MENJADI RAJA2. MENJADI BANGSA ARAB.DENGAN NABI MUHAMMAD SEBAGAI UTUSANNYA YANG TERAKHIR UNTUK SELURUH MANUSIA.

      KEDATANGAN NABI MUHAMMAD YANG MEMBAWA NAMA TUHAN(ALLAH) DAN AGAMA ISLAM TELAH DINUBUATKAN JESUS(NABI ISA)
      KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.

    • adinda 12:30 pm on 17/11/2011 Permalink | Reply

      sungguh kecewa saya melihat kaka-kaka semua pada beradu domba dan saling menyalahkan.!
      sesungguhnya tidak ada yang sesat.
      kepercayaanmu silakan kau pegang teguh..
      agamaku bukn agamamu,agamamu bukanlah agamamu,
      lihatlah lebih dalam isi hati kita,jangan mencemohi agama lain,
      sebab Allah tidak mengajarkan manusia untuk saling menjatuhkan.

      ingatlah jangan menjahtukan agama lain,sebelum kamu mengetahui apakah tindakanmu ini bisa membuat engkau memiliki surga nanti.!
      trims 🙂 😀 ^_^

      • gankse 5:59 am on 11/01/2012 Permalink | Reply

        benar..
        kta gk boleh mendahului khendak ALLAH..
        krna dy lh yg mngetahui smua ini….

    • Dion 2:11 pm on 17/11/2011 Permalink | Reply

      @ adinda, ini nyata bukan menjelekkan….Al kitab isinya sungguh menjijikkan dan tidak patut itu disebut kitab yang datangnya dari tuhan

    • CIKK 3:24 am on 24/11/2011 Permalink | Reply

      ADINDA MAU JANGAN DISESATKAN MANUSIA DENGAN KEDOK AGAMA BUATAN YAHUDI
      KRISTEN KATOLIK AGAMA BUATAN
      SIAPA MENDAPATKAN ALLAH DIA MENDAPATKAN SEGALA GALANYA
      SIAPA KEHILANGAN ALLAH KEHILANGAN SEGALA GALANYA.

      ALLAH BILANG DALAM QURAN NABI MUHAMMAD ORANG MULIA DAN SUDAH TERBUKTI. .TITIK.
      NGGA USAH DENGAR CERITA BUALAN YAHUDI.YANG DENGKI. APALAGI MEREKA TUKANG BUAT KITAB PALSU

      NI BUATAN PEMUKA 2 YAHUUDI
      NI BUNG YANG JELAS NGGA USAH PAKE TAFSIR.
      KITAB YANG MENYESATKAN MANUSIA.BUATAN PEMUKA YAHUUDI.

      IBRANI 10
      (10) Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus

      CURI DIKUDUSKAN
      MERAMPOK DIKUDUSKAN
      MEMBUNUH DIKUDUSKAN
      ZINA DIKUDUSKAN
      MENGHAMILI ANAK ORANG DIKUDUSKAN
      ORANG BEGO MAU NERIMA AYAT BUATAN INI.
      ANAK ANDA DIHAMILI YANG MENGHAMILI DIKUDUSKAN
      ISTRI ANDA DITIDURI, YANG MENIDURI DIKUDUSKAN
      SAUDARA ANDA DIBUNTINGI YANG MEMBUNTINGI DIKUDUSKAN
      KUDUS KUDUS KUDUS
      XI XI XI
      DIKADALIN YAHUDI MAU AJA.

      • Gak Penting 12:49 am on 21/12/2011 Permalink | Reply

        Truth teller@
        -Buah kuldi dicipakan untuk menguji kepantasan Adam alaihis salam untuk tinggal didalam surga
        =>karena manusia tdk dpt menahan cobaan berupa buah kuldi maka dpt disipulkan:
        ~manusia itu serakah karena walau sudah diberi seisi surga namun masih saja merasa kurang & menjamah buah kuldi yg diharamkan oleh Allah Subhanahu Wata’alla
        ~manusia itu mudah terperdaya karena perkataan setan + nafsu bisa memperdaya manusia dan melanggar perkataan Allah Subhanahu Wata’alla.
        -syetan adalah keturunan dari iblis, sebenarnya dulu iblis itu adalah mahluq yg paling disukai Allah Subhanahu Wata’alla karena sujud nya iblis itu yg paling bagus seantero jagad. Namun semenjak diciptakanya nabi Adam alaihis salam, Allah menetapkan nabi Adam memiliki kedudukan yg lebih mulia dari iblis, mendengar itu iblis begitu terpukul dan sangat iri dengan nabi Adam alaihis salam karena iblis merasa lebih mulia daripada nabi Adam alaihis salam sampai sampai akan berusaha menyesatkan anak cucu Adam dari jalan Allah Subhanahu Wata’alla
        -guna ujian adalah untuk mengetahui kepantasan seorang hamba untuk naik tingkatan, saya punya motto yaitu “jangan merasa pintar jika belum lulus ujian dan jangan merasa sabar jika belum melewati cobaan”
        ~Nugroho Adi Prasetyo~
        -Allah Subhanahu Wata’alla itu memiliki sifat yg sangat mulia, diantaranya adalah sabar, buktinya banyak kaum SESAT yg menghujat-Nya namun AllahSubhanahu Wata’alla tetap bersabar

    • loveJC 3:57 pm on 18/01/2012 Permalink | Reply

      Sebenarnya semua agama itu gak ada yang salah, karena berasal dari kebudayaan.
      Islam dan Kristen berasal dari Yahudi.
      Bahkan dulu Qiblat sempat berubah arah dari Yerusalem ke Mekkah, karena Islam itu masih satu rumpun sama Kristen.

      Jadi, nggak bagus untuk saling menghina antar agama2 ini. Toh asal mulanya agama kita ‘sepupuan’. hehehe..

      hanya saja saya mau menambahkan kalau di agama Kristen, Yesus adalah anak Allah yang diutus ke dunia menjadi manusia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Dan pada akhirnya Yesuspun bangkit dan naik ke Surga dan duduk disebelah kanan Allah 🙂

      ini buktinya:
      YESUS TERANGKAT KE SORGA
      (Kisah Rasul 1:6) Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?”

      (Kisah Rasul 1:7) Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

      (Kisah Rasul 1:8) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

      (Kisah Rasul 1:9) Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

      (Kisah Rasul 1:10) Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,

      (Kisah Rasul 1:11) dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

      “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” (1 Korintus 15:17).

      “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” (Yohanes 14:1-3).

      • asshidq 1:09 am on 07/10/2012 Permalink | Reply

        katanya Tuhan itu 3 tapi satu itu itu juga, dalam ayat diatas yesus duduk disamping Allah, jadi nggak satu dong, kalau bukan satu artinya musyrik menyekutukan Allah denganyg lain, menyalahi 10 perintah tuhan dalam bibel sendiri, jadi artinya ngaco.

    • Alwahid 8:25 am on 19/01/2012 Permalink | Reply

      Qs : Al- Kaffirun (6)
      لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
      Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.

      Cukup sudah bukti yg sdh Allah berikan…
      Cukup sudah keterangan yg sudah Nabi sampaikan.
      Cukupkanlah Agamamu sdrku Muslim..
      Salam Alaikum Muslimin dan muslimat

    • alo 6:46 am on 15/02/2012 Permalink | Reply

      artikel di atas berjudul “perbandingan agama”. dan sudah jelas semua agama berbeda dan tidak perlu mencampuri urusan agama lain, termasuk mengutip/ menafsir kitab agama orang lain. Saudara CIIK menyamakan agama kristen dan yahudi. tentu hal ini salah. Karena penganut agama yahudi disunat. penganut agama yahudi tidak makan babi dan penganut agama yahudi punya kiblat dan yang paling penting bagi penganut agama yahudi bahwa Yesus hanya manusia biasa. Jadi kesamaan dengan Kristen di mana?

    • Pengikut_Kristus 3:31 am on 24/02/2012 Permalink | Reply

      Diskusi yang Menarik. .
      saya seorang Kristen. Setelah membaca Alkitab secara teliti..pesan2 Yesus sungguh berbeda dengan apa yang di sampaikan Bapa2 Gereja. Umat Kristen telah di bodohi bangsa Eropa. pdahl Jelas2 kita tau Asalmuasal Yesus dan di utus ke Dunia untuk “Mencari Domba2 yang hilang dari bngsa Israel” dia datang hanya untuk Bani Israel. dan sebelum dia terangkat k surga Yesus telah berpesan tentang Roh Penghibur yg akan sllu mengingatkan tntang Yesus. dan yg di utus secara universal. Siapakah sosok itu? Sosok itu lebih melekat pada Diri Muhammad. dan Saya akui itu. Yesus mengajarkan kebenaran tapi di ingkari. Kebanyakan Umat Kristen tidak benar2 mengkaji isi Alkitab. Alkitab hanya jadi pajangan atau penghias kamar.

      • jack 4:36 pm on 25/06/2012 Permalink | Reply

        benarkah?
        sepertinya masing-masing umat beragama harus saling memahami kitabnya masing-masing demi mencegah terjadinya peperangan antar agama

      • asshidq 2:36 am on 07/10/2012 Permalink | Reply

        XI. BERITA TENTANG MUHAMMAD SAW

        Dalam AlQuran S.Al-A’raf 157 tertulis:

        اَلَذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُولَ النَّبِىَّ الأَمِّىَّ الَّذِى يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّورَـةِ وَالاِنْجِيْلِ
        Artinya:” (orang-orang yang beriman) adalah orang-orang yang mengikuti pada Rasul, Nabi yang Ummi (tak bisa baca tulis), yang mereka dapati akan dia tertulis disisi mereka dalam Taurat dan Injil”.

        Akan datangnya seorang Nabi akhir zaman sebenarnya telah diketahui oleh Umat Yahudi dan Umat Nabi Isa a.s, karena telah tercantum dalam Taurat dan Injil.
        Kaum Yahudi, terutama para pendetanya mengetahui dan sangat menantikan akan kedatangan Nabi tersebut dengan harapan dan keyakinan bahwa Nabi baru tsb akan kembali membawa kejayaan bagi bangsa Yahudi seperti pernah dicapai oleh raja-raja besar mere ka yaitu Daud dan Sulaiman a.s.

        Demikian juga para pendeta Nasrani, terutama para pengikut Arius yang taat terus menjaga ajaran Isa a.s. yang asli.Tanda-tanda akan datangnya Nabi terakhir, Muhammad Rasulullah saw, yang tercantum dalam Taurat dan Injil, telah banyak diungkap para ahli agama seperti Syeik Rasyid Ridha, Prof.Dr.KH.Hasbullah Bakry, Drs.Sidi Gazalba, Prof.DR.Hamka dalam buku-bukunya Adapun tanda-tanda / berita itu adalah:

        XI.1.Berita-berita dalam Perjanjian Lama

        1. Kitab Ulangan ps 18 ayat 18 – 22

        “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini, Aku akan menaruh firmanku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Ku perintahkan kepadanya”.

        “Orang yang tidak mendengarkan segala firmanKu yang akan diucapkan nabi itu demi namaKu dari padanya, akan Kutuntut per tanggungjawaban”.

        “Tetapi seorang nabi yang terlalu berani untuk mengucapkan demi namaKu perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan oleh nya atau yang berkata demi nama Allah lain, nabi itu harus mati.”

        “Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan Tuhan ?”.
        “Apabila seorang nabi berkata demi nama Tuhan dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan Tuhan; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya”.

        Rupanya para Petinggi Nasrani merasa tidak enak membaca ayat diatas. Dalam Bibel cetakan lama (1960) bunyi bagian terakhir ayat ini adalah: Nabi itu akan mati dibunuh hukumnya. Karena Yesus mati adalah dengan cara dibunuh, maka untuk lebih melegakan hati mereka, diubahnya bunyi ayat tersebut dari Nabi palsu itu akan mati dibunuh hukumnya menjadi nabi itu harus mati.

        Ayat-ayat ini adalah wahyu Allah swt kepada Musa a.s, yang disam paikannya kepada Bani Israil.

        These verses are Allah’s revelation to Moses, who
        made to the Children of Israel.

        Orang Yahudi mengatakan bahwa isyarat ayat-ayat ini adalah bukan untuk kedatangan N.Muhammad tetapi untuk N.Yusya’ atau Yosua, dan orang Nasrani mengatakan ini adalah isyarat untuk kedatangan Yesus Kristus.

        Orang Islam yakin, ayat-ayat ini adalah berita dari Allah swt kepada Musa.a.s akan kedatangannya Muhammad saw.

        Orang Yahudi menyangka untuk Yusya’, hal ini tidak mungkin. Dalam ayat 18 dikatakan Nabi itu : seperti engkau ini. Musa a.s membawa syariat dengan kitab sucinya Taurat, sedang Yusya’ tidak membawa syariat.

        Yusya atau Yosua adalah hamba Musa a.s (Kitab Yosua ps 1 ayat 1 :”Sesudah Musa hamba Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu,” Yosua hanya meneruskan syariat Musa

        Dan dalam Ulangan ps 34 : 10 dikatakan
        “Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang Nabi yang seperti Musa, yang dikenal Tuhan ,muka dengan muka”.

        Yang tepat adalah ayat-ayat ini isyarat kepada akan datangnya Muhammad saw karena Nabi Muhammad saw adalah sama seperti Musa a.s, beliau membawa syariat Islam dengan kitabnya Al-Qur’an.

        Didalam ayat 20, Nabi palsu akan mati dibunuh hukumnya. N.Mu hammad saw meninggal biasa, tidak dibunuh, sama seperti Musa a.s, malah Yesus menurut pengakuan Nasrani, dibunuh.

        Makanya dalam Bibel cetakan yang baru (2002) , perkataan mati dibunuh hukumnya rupanya dirubah menjadi Nabi itu harus mati. Ya semua manusia / makhluk hidup maupun Nabi atau bukan, semuanya harus mati akhirnya, itu sudah ketentuan Tuhan. Rupanya orang Nasrani merasa gerah karena Nabi palsu itu harus mati dibunuh hukumnya, dan ini akan mengenai Yesus sendiri yang menurut pengakuan mereka mati dibunuh dipalang salib, sehingga dirubah ayat tersebut kata-katanya.

        Isyarat untuk Isa Almasihpun tidak benar karena Isa a.s.tidak seperti Musa a.s, baik kelahirannya maupun kehidupannya. Musa a.s punya ibu-bapa dan beranak istri, sedang Yesus / Isa Almasih tidak, malah Isa Almasih oleh penganut Nasrani dianggap sebagai anak Allah, malahan Allah sendiri.

        Didalam perjuangannya, Musa berperang baik melawan Firaun maupun melawan bangsa Filistin, sama seperti Muhammad saw melawan kafir Quraisy, sedangkan Yesus sangat menentang melawan dengan keke rasan malah dalam satu ayat kata Yesus: “Hak Kaisar berikan pada Kaisar. Dan bila ditampar pipi kiri berikan pipi kanan.”(Matius 22 : 21)

        Didalam ayat 18 dikatakan Nabi itu dari antara saudara mereka.
        Yosua maupun Yesus bukan dari dari saudara Bani Israil tetapi dari kalangan Bani Israil sendiri, kalau ayat-ayat diatas ditujukan kepada Yosua atau Yesus, maka bunyi ayat diatas bukan berbunyi: dari antara saudara mereka tetapi akan berbunyi: dari antara mereka sendiri.

        Saudara mereka yaitu saudara Bani Israil yaitu Bani Ismail, yaitu bangsa Arab sebagai keturunan Ismail a.s. Ayat-ayat diatas, tepat ditujukan sebagai tanda kepada Muhammad saw.

        2. Ulangan ps 32 ayat 21
        “Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat dan akan menyakitkan hati mereka dengan bangsa yang bebal”

        Ayat ini menyatakan bahwa Allah marah karena Bani Israil telah menyembah berhala selain Allah. Kita tahu bahwa Bani Israil itu tidak menyembah berhala, tetapi ketaatan mereka kepada pendeta-pendetanya melebihi ketaatan kepada Allah, artinya pendeta – pendeta itu telah menjadi berhala.

        Setiap yang disembah, ditaati melebihi kepada Allah adalah berhala. Seperti pada zaman sekarang ini dimana Materialisme, science dan teknologi sudah lebih dipuja daripada Allah, maka itu sudah menjadi berhala.

        Kaum Yahudi lebih taat kepada pendeta-pendetanya daripada kepada Allah, buktinya Talmud yang karangan para pendeta tersebut lebih ditaati daripada Taurat wahyu Allah.
        Dalam Taurat, dilarang mencuri.

        Dalam Talmud peraturan Allah tersebut diganti dengan dilarang mencuri harta sesama bangsa Israil. Semua aturan dirubah oleh para pendetanya, sampai membu nuhpun, dilarang membunuh sesama bangsa Israil.

        Membunuh dan mencuri kepada bangsa lain itu boleh. Dan mungkin kayakinan yang menyimpang inilah sampai mereka membunuhi dan mengusir rakyat Palestina dari kediamannya yang telah ditempatinya beribu tahun.

        Akibat penyembahannya pada para pendetanya itu menimbulkan cemburu / murka dan sakit hati Allah dan kemudian Allah membalas nya dengan menimbulkan sakit hati pula dari bangsa Yahudi itu melalui perantaraan bangsa lain yang bodoh dan bebal yang bukan umat Yahudi.

        Dalam hal ini umat Islam meyakini bahwa bangsa yang menimbulkan kehinaan dan sakit hati bangsa Yahudi itu adalah bangsa Arab dibawah Muhammad Rasulullah saw.
        Bangsa Arab sebelum Islam memang dihina dan diejek oleh kaum Yahudi yang ada di Medinah sebagai bangsa yang bodoh dan bebal, yang memang keadaannya demikian; bangsa Arab waktu itu adalah penyembah berhala, tidak berperaturan, bodoh dan bebal.

        Q.S Ali Imran ayat 75
        وَمِنْهُمْ مَنْ اِنْ تَأمَنُْهُ بِدِيْنَاٍرلاَ يُؤَدّهِ اِلَيْكَ اِلاَّمَادُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا. ذَلِكَ بٍأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِىالاُمِّّيِّنَ سَبِيْلٌ
        Artinya:”Setengah dari mereka (kaum Yahudi), jika engkau percayai mereka dengan satu dinarpun, mereka tak akan mau mengem balikannya padamu kecuali jika engkau berdiri terus menungguinya.”
        Karena mereka telah punya pendirian: Kita tidak berdosa berlaku de mikian kepada orang-orang bodoh itu”

        Q.S Ali Imran verse 75
        وَمِنْهُمْ مَنْ اِنْ تَأمَنُْهُ بِدِيْنَاٍرلاَ يُؤَدّهِ اِلَيْكَ اِلاَّمَادُمْتَ عَلَيْهِ قَائِمًا. ذَلِكَ بٍأَنَّهُمْ قَالُوا لَيْسَ عَلَيْنَا فِىالاُمِّّيِّنَ سَبِيْلٌ

        Oleh karena itu maka Allah membangkitkan seorang Nabi yaitu Muhammad saw dari bangsa yang mereka anggap bodoh itu yang kemudian menghancurkan semua berhala dan mengusir mereka keluar dari tanah Arabia dan hanya dalam waktu 25 tahun dapat menyatukan seluruh jazirah Arab dalam satu bendera yaitu panji-panji / bendera Islam dan kurang dari 50 tahun umat Islam dapat menaklukan 2 superpower waktu itu yaitu Kekaisaran Persia dan Romawi dan kekuasaannya terbentang dari Hindustan sampai Sepanyol.

        Dari ayat diatas dan dari bukti sejarah bahwa bangsa yang menaklukan dan mengusir Yahudi itu adalah bangsa Arab dibawah pimpinan Muhammad saw, maka jelas bahwa tujuan ayat Kitab Ulangan pasal 32 ayat 21 Taurat itu adalah bangsa Arab dibawah Muhammad saw.

        Umat Nasrani menurut ajaran Paulus mengatakan bangsa yang hina dan bebal itu adalah bangsa Yunani / Greek.
        Hal ini tentu tidak bisa diterima karena Bangsa Yunani bukanlah bangsa yang bodoh, hina dan bebal, bangsa Yunani adalah bangsa yang telah berkebudayaan dan berperadaban tinggi, malah bisa disebutkan dan telah diakui oleh seluruh dunia, bahwa ilmu penge tahuan itu cikal bakalnya adalah dari bangsa Yunani. Boleh dikatakan bahwa peradaban Yunani kuno itu adalah guru dari semua.

        Bangsa Yunanilah yang melahirkan manusia-manusia genius seperti Socrates, Pytagoras, Aristotales, Epocrates, Plato, Galinus dan banyak lagi. Dunia Barat dan Timurpun pernah ditaklukannya dibawah Kaisar Iskandar yang agung (Alexander the Great). Jelas bahwa tujuan ayat Kitab Ulangan ps 32 ayat 21 bukanlah bangsa Yunani, karena bangsaYunani bukanlah bangsa yang bodoh, hina dan bebal.
        Yang dituju oleh ayat tersebut adalah tidak lain daripada bangsa Arab dibawah Muhammad Rasulullah saw yang membuat marah dan cemburu bangsa Israil sebagai pembalasan Allah karena perbuatan mereka membuat cemburu dan marah Allah swt.

        3. Kitab Ulangan ps 33 ayat 1 – 2
        “Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu kepada orang Israel sebelum ia mati”.Berkatalah ia:”Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; dise belah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala”

        (ini Bibel cetakan th 2002), kalau dalam cetakan 1960 bunyinya: “Bermula maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa , Khalil Allah kepada segala Bani Israil, dahulu daripada matinya”.”Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Thursina, dan telah terbit dari mereka itu di Seir, kelihatanlah Ia dengan kemerlapan cahaya Nya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kades, maka pada kananNya adalah tiang api bagi mereka itu”.

        Dalam ayat ini Allah mewahyukan kepada Musa a.s bahwa Ia (Allah) datang dari Sinai / Thursina dan terbit kepada mereka dari Seir dan tampak bersinar dari pegunungan Paran, artinya WahyuNya turun kepada Musa a.s di Thursina, kemudian kepada Isa a.s di Seir (Yerussalem) dan kepada Muhammad saw di Pegunungan Paran yaitu Mekah Al-Mukaromah. Kalau Musa a.s mengatakan Ia telah terbit di Seir dan kelihatan kemerlapan / tampak bersinar dari Gunung Paran, artinya itu suatu berita yang akan datang, yang pasti datangnya, yaitu datangnya Muhammad saw keturunan Ismail a.s anak Ibrahim a.s.

        Dalam Kitab Kejadian ps 21 ayat 10 – 21(Riwayat Siti Hajar)
        “ Berkatalah Sara kepada Abraham: Usirlah hamba perempuan itu bersama anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anaku Ishak”.
        “Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu”
        In the Book of Genesis chapter 21 verses 10-21 (History of Siti Hajar/ Hagar)
        “Said Sara to Abraham: Expel that slave woman with her child, because the children of this servant will not inherit together with my son Isaac. ”
        “This is very annoying Abraham, because of his son”

        “Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala hal yang dikatakan Sara kepadamu haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak”

        “Tetapi keturunan yang berasal dari hambamu itu juga akan kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu”

        “Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakan itu bersama anaknya diatas bahu hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara dipadang gurun Bersyeba”.

        “Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu kebawah semak-semak”. “Dan ia duduk agak jauh kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: Tidak tahan aku melihat anak itu mati. Sedang ia duduk disitu, mena ngislah ia dengan suara nyaring”.

        “Allah mendengar suara anak itu, lalu malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya kepadanya: Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring”.
        “Bangunlah, angkatlah anak itu dan bimbinglah dia, sebab aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar”.

        “Lalu Allah membuka mata Hagar sehingga ia melihat sebuah sumur ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum”.
        “Allah menyertai anak itu (Ishmael), sehingga ia bertambah besar; ia menetap dipadang gurun dan menjadi seorang pemanah”.
        “Maka tinggalah ia dipadang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir.”

        Ayat-ayat ini adalah hikayat Allah menetapkan tempat kediaman Ismail a.s, nenek moyang Muhammad saw dipadang gurun Paran, gurun yang sangat tandus; pegunungannya disebut pegunungan Paran yang tidak lain adalah lembah Mekah Almukarromah.

        Hagar (Hajar) dan Ismail juga dalam ayat diatas diberi sebuah sumur untuk minumnya. Itu tidak lain dari pada sumur Zamzam.
        Dari ayat-ayat diatas, jelas bahwa pesan Musa as bahwa Allah tampak bersinar dari Gunung Paran adalah isyarat bahwa wahyu Allah akan turun dari gurun / pegunungan Paran yang tidak lain adalah Muhammad saw dengan kitabnya Al-Quranul Karim.

        Al-Quran S.Ibrahim ayat 37:

        Artinya: Berkatalah Ibrahim:”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah me nempatkan keturunanku dilembah yang tiada tanaman sedikitpun dide kat rumahMu yang suci.
        Itulah Mekah yang disebut gunung Paran dalam Bibel.

        4. Kejadian ps 17 ayat 20
        “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Akan Ku buat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan mempera nakan dua belas raja dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar”
        Ini adalah sambutan Allah s.w.t atas permohonan Ibrahim a.s sebagaimana juga permohonnnya yang tercantum dalam Alquran S.2: 129

        رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُوْاعَلَيْهِمْ ايتِكَ وَيُعَلِمُهُمُ الكِتبَ وَالحِكْمَةَ وَيُزَكِيهمِِ
        Artinya: Ya Tuhan kami, bangkitkanlah diantara mereka )keturunan Ismail seorang Rasul yang akan membacakan ayat-ayat Mu kepada mereka dan mengajarkan kitab dan hikmah dan membersihkan mereka (dari kelakuan- kelakuan keji).
        Dengan diutusnya Muhammad saw dari keturunan Ismail a.s, maka lengkaplah karunia Allah kepada Ibrahim a.s. Disebelah Barat, dari keturunan Ishak a.s melahirkan bangsa Israel, dan disebelah timurnya lahir bangsa Arab yang besar dan juga dengan raja-rajanya seba gaimana tersebut dalam Bibel.

        5. Kejadian ps 49 ayat 10
        “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa”

        Bunyi ayat diatas adalah dalam Bibel cetakan th 2002, sedangkan dalam Bibel cetakan th 1960 :
        “Bahwa tongkat kerajaan itu tiada akan undur daripada Yahuda, dan pemberi hukumpun tidak dari antara kakinya, sehingga datanglah Silo maka kepadanyalah segala bangsa akan menurut”.

        Rupanya baik Perjanjian Lama maupun Baru, perubahan-perubahan bunyi ayat-ayatnya itu sudah biasa dan mudah. Dapat kita bayangkan berapa banyak perubahan yang terjadi sejak Alkitab ini didekritkan menjadi kitab suci umat Nasrani yang diakui.

        Mungkin bunyi-bunyi dan arti ayat-ayat tersebut sudah sangat berbeda dan jauh dibandingkan dengan terbitan-terbitan pertama 2000 tahun yang lalu, apalagi dari Injil yang ditulis Yesus, tak mungkin dapat dikoreksi, karena tak ada yang aslinya yang ditulis oleh Kristus sendiri. Terlepas dari perubahan-perubahan tersebut, ayat tersebut diatas adalah wasiat Ya’kub kepada kedua belasputranya, ketika beliau merasa ajalnya sudah dekat.

        Silo menurut orang Yahudi adalah Mesias yang ditunggu kedata ngannya, yang akan mengembalikan kejayaan bangsa Yahudi, yang sampai saat ini menurut mereka belum datang.

        Menurut Nasrani, Silo tersebut adalah Yesus Kristus, karena Yesuslah juru selamat itu, dan menurut umat Islam, Silo tersebut adalah Muhammad saw, karena ternyata Muhammadlah yang telah berhasil merenggut tongkat kerajaan dari bangsa Romawi sehingga kembali ketangan keturunan Ibrahim a.s.

        Tongkat kerajaan dibangsa Yahudi, mula-mula dibawa oleh Musa a.s yang terus dilanjutkan oleh Yosua sampai mencapai puncak kekua saannya pada Daud a.s dan Sulaiman a.s.

        Kemudian setelah kurang lebih 2000 tahun, kerajaan Yahudi ini mundur sampai akhirnya dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar dari Babilon pada kurang lebih 606 tahun sebelum lahirnya Isa Almasih a.s dan orang-orang Yahudi digiring ke Babilon untuk dijadikan budak / hamba sahaya.

        Baru setelah kurang lebih tujuh puluh tahun menjadi budak bangsa Babilon, mereka dibebaskan oleh Cyrus, kaisar bangsa Persia dan dikembalikan ke Yerussalem membangun kembali kerajaannya. Tetapi karena mentalnya yang sudah bobrok, pada tahun 170 s.m, Antiokhus raja bangsa Yunani menghancurkan Yerussalem dan membantai tidak kurang dari 40.000 rakyat Yahudi.

        Setelah kembali dibangun kerajaan Yahudi, beberapa lama kemudian, kembali Apoloyenus, raja Yunani lain menghancur kan Yerussalem membakar semua kitab-kitab Taurat, dan kemudian memaksa bangsa Yahudi menganut agama orang Yunani menyembah berhala.

        Punahlah kerajaan Yahudi tidak bangkit-bangkit lagi. Tidak ada Mesias (Juru selamat) yang diakui orang Yahudi yang bernama Silo bangkit pada waktu itu sampai saat ini.
        Isa Almasih a.s putra Maryam adalah benar keturunan Yahudi, dila hirkan dizaman penjajahan Romawi, selalu beliau mengatakan bahwa Kerajaan yang beliau tuju bukanlah Kerajaan dunia, malainkan Kerajaan Allah disurga. Beliau selalu mengatakan: Berikan Hak Kaisar kepada Kaisar, dan Hak Allah kepada Allah.

        Sebab itu maka teranglah beliau Isa Almasih hanyalah pemberi hukum yaitu hanya menguatkan hukum Taurat sebagaimana yang tercantum dalam ayat Taurat diatas dan sama sekali tidak dalam soal-soal kekuasaan, sampai datang Silo yang kepadanya segala bangsa akan menurut, yaitu Muhammad saw dengan membawa syariat Islam.

        6.Mazmur (Zabur) ps 45 : 1 – 17. Bibel cetakan th 1960

        “Bahwa nyanyian kesukaan terbitlah dari dalam hatiku dan kabit lah syairku dari hal raja itu, maka lidahku seperti kalam seorang yang pantas menyurat . Bahwa keadaanmu terelok dari segala anak Adam, pengasihan adalah tercurah pada bibirmu, sebab itu diberkati Allah akan dikau pada selama- lamanya”.

        6.Mazmur (Psalms) of Article 45: 1-17. Bible printed in 1960 th

        “Sandangkanlah pedangmu, hai pahlawan ! Dengan kemuliaanmu dan perhiasanmu”. “Maka dengan kemuliaanmu hendaklah engkau berkendaraan dengan sejahtera atas perkataan kebenaran dan lemah lembut yang adil, maka tangan kananmu akan mengajarkan engkau perkara yang hebat-hebat”.

        “Bahwa anak panahmu itu tajam, beberapa bangsa akan jatuh dibawahmu yaitu masuk kedalam hati segala musuh raja”.
        “Bahwa ArasyMu Ya Allah ! kekal selama-lamanya, dan tongkat kebenaran itulah tongkat kerajaanMu “.

        “Maka engkau suka akan kebenaran dan benci akan kejahatan, Ya Allah. Maka sebab itu Allah mu telah menyirami engkau dengan minyak kesukaan terlebih dari segala taulanmu”.
        “segala pakaianmu itu Emur dan Gaharu dan Cendana dari dalam mahligai gading, dari tempat mereka itu menyukakan dikau”.
        “Sehingga beberapa orang putri raja adalah diantara segala dayang-dayangku, tetapi pada kananmu adalah berdiri permaisyuri dengan berpakaian emas tulen dari ofir”.

        “Dengarlah olehmu hai Tuan Putri ! Lihatlah dan berilah telinga dan lupakanlah bangsamu dan isi rumah ayahmu”.
        “Maka raja kelak berkenan akan keelokanmu. Sedang ia lah tuanmu, maka tunduklah engkau menyembah dia”.

        “Lalu putri Tsur dan bangsa yang terkayapun sertanya akan meminta keridhaanmu dengan membawa persembahan”.
        “Adapun putri raja itu dalamnya mulia belaka dan pakaiannyapun daripada kain yang bersulamkan emas”.

        “Maka dengan pakaian yang disuji , iapun akan diarak-arak meng hadap raja. Adapun anak dara–dara yang mengiringkan dia yaitu te man-temannya akan diantarkan kepadamu”.
        “Mereka akan diarak-arak dengan segala sukacita dan tamasya, mereka itu akan masuk kedalam mahligai raja”.

        “Maka segala putramu akan menggantikan ayahmu kelak, maka engkau akan menjadikan mereka itu penghulu-penghulu pada se luruh muka bumi.”
        “Bahwa aku akan memasyhurkan namamu turun temurun, sebab itu segala akan memuji engkau pada kekal selama-lamanya.”

        Kalau kita lihat Bibel cetakan 2002, banyak sekali perubahannya.
        Mazmur ps 45 : 1 – 17
        “Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyam paikan sajakku kepada raja; lidah ku adalah pena seorang jurutulis yang mahir.”

        “Engkau yang terelok diantara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya”.
        “Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu”.

        “Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan ! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbua tan-perbuatan yang dahsyat”
        “Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh dibawah kakimu.”

        “Takhtamu kepunyaan Allah; tetap untuk seterusnya dan selamanya dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.”
        “Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.”

        “Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau.”
        “Diantara mereka yang disayangi terdapat putrid-putri raja, disebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari ofir.”
        “Dengarlah hai putri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupa kanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu.”

        “Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu sujudlah kepadanya !”
        “Putri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya diantara rakyat akan mengambil muka kepadamu.”

        “Keindahan belaka putri raja itu didalam, pakaiannya berpakankan emas.”
        “Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja;
        anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk itu.”
        “Dengan sukacita dan sorak sorai, mereka dibawa, mereka masuk kedalam istana raja.”
        “Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak2mu nanti; eng kau akan mengangkat mereka menjadi pembesar diseluruh bumi.”

        “Aku mau memasyhurkan namamu turun temurun; sebab itu bangsa -bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.”

        Ayat2 diatas adalah tanda/berita dari Daud as tentang akan datangnya Nabi pujaan semesta alam, seorang yang terpuji yaitu Muhammad saw.
        Dari Bani Israil /umat Yahudi tidak ada lagi seorangpun Nabi dengan tanda-tanda yang disebut Daud tersebut.

        Orang Nasrani mengaku bahwa ini adalah berita dari Daud tentang akan datangnya Yesus Kristus.
        Dari tanda-tanda yang disebut Daud tersebut, tanda-tanda atau sifat-sifat Nabi tersebut sangat tepat /cocok dengan Muhammad saw, dan sangat tidak cocok dengan Isa Almasih a.s.

        Memang ada beberapa persamaan dari keduanya, seperti : pengasihan yang tercurah dari bibir. Tetapi sebagai pahlawan berpedang, hanya Muhammad saw lah yang tepat, bukan Isa a.s.

        Muhammadlah pahlawan yang dengan pedangnya memimpin peperangan besar melawan musyrikin Mekah. Beliau selalu berada paling depan dalam setiap peperangan untuk membe baskan manusia dari penyembahan kepada berhala dan mengem balikannya kepada agama Tauhid, agama Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa.

        Anak panahnya yang tajam sehingga beberapa bangsa jatuh diba wahnya, bukan Isa Almasih, beliau tak pernah membawa panah.

        His arrows are sharp so that some nation fall below him, not Jesus Christ, he never took an arrow.

        Tongkat Kerajaannya adalah Kebenaran; memang demikianlah ada nya, Kebenaran yang sesuai dengan akal manusia, bukan kebenaran yang dipaksakan agar ditelan saja walau tidak dapat diterima akal. Kebenaran yang sejati yaitu bahwa Tuhan itu Esa, tidak berputra dan tidak diputrakan, Isa Almasih itu putra Maryam, yang dilahirkan oleh perawan suci Maryam sebagai karunia dari Allah swt. Itulah kebenaran yang ditegakkan oleh Muhammad saw yang juga diperjuangkan oleh sekalian Rasul termasuk oleh Isa Almasih sendiri.

        Dan karena Muhammad telah dengan beraninya, dengan pedangnya, dengan panahnya, memperjuangkan dan menegakkan kebenaran itu, maka Allah menyiramnya dengan minyak kesukaan melebihi segala taulannya atau Rasul-Rasul lainnya.

        Pakaiannya dari Emur, gaharu dan cendana pun lebih tepat pada Muhammad saw daripada Isa Almasih, karena dalam setiap peperangan selalu beliau menang, hanya sekali yaitu dalam perang uhud beliau kalah.

        Dari setiap kemenangan tersebut selalu diperoleh ghanimah / harta rampasan perang yang beliau sebagai panglima perangnya , sangatlah beliau berhak memakainya, baik itu emur, gaharu mau pun cendana, sebagai tanda kebesaran.

        Kata-kata Daud diatas lebih bersifat kiasan saja, karena beliau Muham mad saw sangat tidak mementingkan keduniawian, semua harta ram pasan perang itu beliau bagikan secara adil kepada seluruh tentara pejuangnya, tidak ada yang beliau tahan dalam tangannya.

        Tentang wangi-wangian, memang Muhammad saw sangat menyu kai wangi-wangian.
        Putri-putri raja datang menghambakan diri kepada beliau. Terbukti raja Mesir, Mukaukis menghadiahkan putrinya kepada beliau sebagai pengakuan akan kekuasaan Muhammad saw, dan juga salah seorang istri beliau adalah Siti Shafiyah, anak panglima (yang dianggap raja) Yahudi khaibar ditanah Arab, yang beliau taklukan.

        Tentang putra-putranya akan menggantikan ayah-ayahnya kelak, juga lebih tepat kepada Muhammad saw daripada Isa Almasih, karena Isa Almasih sama sekali tak punya keturunan, tetapi Muhammad saw ba nyak keturunannya, dari perkawinan Ali Bin Abi Thalib dengan Siti Fatimah putri beliau.

        Ada sebuah secte Nasrani yang tidak mengakui ketuhanan Jesus, mereka menyebut bahwa Jesus adalah Nabi. Rupanya karena membaca ayat diatas, mereka membuat cerita seperti tercantum dalam buku mereka The Da Vinci Code karangan Dan Brown 2003 dengan mengatakan bahwa sebenarnya Jesus punya anak istri tetapi tidak secara terang2an. Rupanya mereka tetap ingin mem pertahankan kenasraniannya, dengan tidak mengakui ketuhanan Jesus tetapi tidak pula mau mengakui kerasulan Muhammad s.a.w. Sungguh kasihan, mereka tetap dalam kesesatan.

        Perihal namanya akan dimasyhurkan turun temurun dan segala bangsa akan memuji-muji untuk selama-lamanya. Keduanya sama dimasyhurkan digereja – gereja dan dimesjid-mesjid, tetapi nama
        Muhammad dipuji-puji melebihi Isa Almasih, karena nama Muham mad selalu disebut dalam setiap sembahyang wajib lima kali sehari dan juga dalam sembahyang-sembahyang sunat, sedang nama Isa Almasih / Jesus hanya seminggu sekali digereja-gereja.

        Orang Nasrani mengakui berita ini adalah untuk Isa / Yesus, karena katanya dalam ayat ke 11 ada tersebut: menyembah dia, karena kata mereka orang Nasrani, yang disembah tidak lain adalah Allah dan Ye sus (Isa Almasih)
        Kaum Muslimin mengartikan bahwa menyembah disini bukan berarti sujud seperti kepada Tuhan, tetapi artinya adalah takluk kepadanya.
        Kaum Nasrani merubah ayat-ayat tersebut agar cocok kepada Isa Almasih, seperti dapat kita baca pada Bibel cetakan 2002, tetapi karena tidak dirubah semuanya, tetap saja sangat tidak cocok dengan Yesus (Isa Almasih).

        7. Yesaya ps 42 ayat 1 – 21
        “Lihatlah hambaku, yang kupapah, yang hatiKu berkenan akan dia; bahwa sudah Kukurniakan rohku kepadanya, maka diapun akan menya takan kebenaran kepada orang-orang kafir.”
        “Tiada ia akan berteriak atau menyaringkan suaranya atau memper dengarkan dijalan”
        “Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkannya dan sumbu yang lagi berasap tiada akan dipadamkannya, maka iapun akan menyatakan hukum dengan kebenaran.”
        “Maka ia sendiripun tiada akan dipadamkan atau dipatahkan sampai sudah ditentukannya hukum diatas bumi dahulu; maka segala pulau pun akan menantikan pengajarannya.”

        “Demikianlah firman Allah,Tuhan yang sudah menjadikan dan membentangkan segala langit dan sudah menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh dari padanya; yang mengurniakan nafas kepada segala bangsa yang duduk diatasnya, dan nyawa kepada mereka itu sekalian yang berjalan padanya.”

        “Maka Aku ini Tuhan sudah memanggil engkau dengan kebenaran, Aku memegang tanganmu, Aku memelihara dikau dan Aku mengur niakan dikau kepada umat itu akan perjanjian dan kepa da segala orang kafir akan terang.”

        “Supaya mata orang buta kau celikkan, orang terbelenggu kau keluarkan dari dalam penjara dan orang yang duduk dalam gelap kau keluarkan dari dalam kurungan.”

        “Bahwa Aku ini HUA, ya itulah nama Ku ! Kehormatanku tidak Kube rikan kepada yang lain, atau kepujianKu kepada berhala.” “Bahwasanya perkara yang dahulu itu sudah datang, maka seka rang Aku memberitahu perkara yang baru; dahulu dari pada bertumbuh pucuknya. Aku memperdengarkan dia kepadamu.”

        “Nyanyikanlah bagi Tuhan suatu nyanyian yang baru dan kepuji annya daripada ujung bumi, hai kamu yang berlayar dilaut, dan segala yang didalamnya, hai pulau-pulau dan segala orang isinya.”

        “Hendaklah padang belantara dan segala negerinya pun menyaringkan suaranya, demikian pun segala dusun yang diduduki orang Kedar, hendaklah segala orang yang duduk dibukit batu itu ber tempik-sorak dan berseru-seru dari atas kepuncak gunung.”
        “Hendaklah diberinya hormat kepada Tuhan dan dimasyhurkannya pujiannya kepada segala pulau.”

        “Bahwa Tuhan akan keluar selaku orang perkasa; dinyalakanNya murkaNya selaku orang perang, diangkatNya tempik sorak perang yang hebat bunyinya dan dikalahkanNya segala seterunya.”

        “Berdiam diriKu dan Aku termenung-menung dan menahani diriKu. Sekarang “Terlalu lama Aku menjerit seperti perempuan menyakiti beranak dan menghela nafas dengan murkaKu.”

        “Gunung dan bukit akan Kubinasakan dan segala tumbuhannya akan kulayukan; sungai akan Kujadikandarat dan tasikpun akan Ku keringkan.”
        “Maka orang-orang buta akan Kupimpin pada jalan yang belum pernah dijejaknya; kegelapan akan Kujadikan terang dihadapan mereka itu dan yang lekuk akan Kujadikan rata baginya; segala perkara ini akan Kuperbuat karena mereka itu dan tiada Ku tinggalkan mereka itu.”

        “Pada masa itu undurlah dan kemalu-maluanlah kelak segala orang yang harap pada patung pahat dan berkata pada patung tuangan: kamulah dewata kami.” “Dengarlah olehmu, hai orang tuli ! lihatlah dan pandanglah baik-baik hai orang buta.” “Siapa gerangan buta

        seperti hambaKu itu, dan tuli seperti utusan Ku, yang Kusuruhkan itu? Siapakah buta seperti khalil Allah dan buta seperti hamba Tuhan?”
        “Sungguhpun engkau melihat banyak perkara, tetapi engkau tidak memperhatikan dia,sungguhpun terbuka telinganya tiada juga ia mendengar
        “Bahwa karena kebenarannya ber kenanlah Tuhan akan dia, diberikanNya hukum yang besar dan mulia.”

        Orang Nasrani / Kristen mengaku bahwa ayat-ayat diatas adalah berita akan kedatangan Yesus.

        Tetapi kita lihat baik-baik, ayat pertama berbunyi: Lihatlah hamba-Ku. Kata-kata ini tidak tepat dan sangat bertentangan dengan akidah mereka (Kristen) sendiri, karena menurut mereka Yesus adalah Tuhan sendiri jelmaan Allah sendiri, bukan hamba Allah, tidak bisa dan tidak boleh dipisahkan Dia Yesus dengan Allah dan Roh Kudus, mereka adalah tiga tetapi satu, itu itu juga, sedang dalam ayat ini, jelas bahwa Nabi / utusan yang akan turun itu adalah hamba Ku. Didalam ayat 1 itu pula Allah berfirman: sudah Kukurniakan roh Ku kepadanya.

        Didalan Perjanjian Lama maupun Baru, disebutkan bahwa roh itu juga diberikan kepada hamba-hamba Allah yang lain, sebab roh itu adalah pembawa wahyu atau bahkan wahyu itu sendiri.

        Al-Quran s.Al-Qadr menegaskan bahwa roh itu turun kepada Muham mad saw:
        تَنَزَّلُ المَلَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيْهَا بِأِذْنِ رَبِّهِمْ
        “Turun para malaikat dan Ruh pada malam itu dengan izin Tuhannya.
        Bahkan segala orang yang teguh beriman, memperjuangkan kebe naran akan di bantu Allah dengan Roh dari sisiNya.

        تَنَزَّلُ المَلَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيْهَا بِأِذْنِ رَبِّهِمْ

        Q.s. Al-Mujadalah 22 :
        اُولَئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوْبِهِمُ الاِيمَانَ وَاَيَّدَهُمْ بِرُوْحٍ مِنْهُ
        “Mereka adalah orang-orang yang telah dikukuhkan imanya dalam hatinya dan dikuatkanNya dengan Ruh dari sisiNya.”

        Quran.surah. Al-Mujadalah 22:
        اُولَئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوْبِهِمُ الاِيمَانَ وَاَيَّدَهُمْ بِرُوْحٍ مِنْهُ

        Didalam Yesaya 42:4 itu disebutkan: Ia tiada akan dapat dipadamkan atau dipatahkan sampai sudah ditentukannya hukum diatas bumi dahulu. Jelas sejarah membuktikan bahwa sebelum Muhammad saw meninggalkan dunia ini, telah ditetapkannya hukum yang diperintahkan Allah yaitu hukum Islam, sehingga dalam waktu kurang dari 50 tahun, hukum Islam telah tertancap diseparuh dunia pada masa itu.

        Q.s.Ashshaf 9:
        هُوَ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ

        كَِرهَ المُشِْركُوْنَ
        “Dialah (Allah) yang mengutus RasulNya dengan (membawa) petunjuk dan agama yang benar supaya memenangkan agama itu atas sekalian agama walaupun sekalian orang musyrik mem bencinya.”

        Qur’an.surah.Ashshaf-9:
        هُوَ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ

        كَِرهَ المُشِْركُوْنَ

        Ini jelas tertuju pada Muhammad saw, tidak kepada Yesus, karena sebelum hukum Injil tertancap dibumi, perjuangan Yesus telah dipa damkan dan dipatahkan oleh orang Yahudi dan Yesuspun dibu nuhnya ( menurut Nasrani sendiri ).

        Dalam ayat 6 dijelaskan bahwa :” tangannya akan dipegang dan ditun tun oleh Allah, Allah memelihara dia dan Allah menga nugrahkan dia kepada umat itu.”
        Inipun tanda yang tertuju pada Muhammad saw, bukan kepada Yesus karena Yesus waktu disalib berseru (Matius 27: 46 dan Markus 15:34
        “Eli, Eli, Lama sabakhtani yang artinya Allahku, Allahku, mengapa Engkau tinggalkan aku.”

        Jadi jelas disini Allah melepaskan Yesus, tidak memegang, menuntun dan memeliharanya. Sedangkan Muhammad saw selalu dituntunnya, di jaga dan dibantunya sehingga menang dalam setiap peperangan.

        Dalam ayat 7 disebutkan bahwa mata orang buta akan dicelikan. Ini dijadikan bukti oleh orang Nasrani bawa ayat-ayat Yesaya ini tertuju pada Yesus, karena Yesus mencelikan (membuat dapat melihat) orang yang buta sejak lahir.

        Kalau ayat ini diartikan mencelikan secara lahiriyah / fisik, Muhammad s.a.w pun pernah mencelikan mata Sayidina Ali Bin Abi Thalib sewaktu Ali akan diserahi memegang bendera dalam penaklukan benteng Yahudi Khaibar

        .
        Mereka harus juga melihat dalam ayat 7 ini, bahwa orang / nabi tersebut akan mengeluarkan orang yang terbelenggu dari dalam penjara. Jelas Muhammad saw menaklukan berpuluh kepala kabilah dan raja-raja dan mengeluarkan para tahanannya dari dalam penjara, sedang Isa Almasih tidak.

        Dalam Matius 22 :21
        Sewaktu ada yang bertanya kepadanya tentang membayar pajak pada Kaisar Romawi yang menjajah Yahudi, dimana sebenarnya orang ini menghendaki agar Yesus memberikan komando untuk berontak pada Romawi, Yesus berkata:

        ”Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
        Dalam ayat 10 nya dikatakan bahwa dia akan membawa nyanyi an baru, itu artinya syariat yang baru yaitu Islam dengan ajaran tauhid yang tegas, sedang Yesus tidak membawa syariat baru, beliau menggenapkan hukum Taurat.

        Diayat 11 dinyatakan supaya padang belantara dan segala negeri menyaringkan suaranya memuji nama Tuhan. Ini telah terbukti, suara azan telah berkumandang dari menara-menara mesjid hampir diseluruh negeri didunia ini, baik dinegeri-negeri Islam maupun bukan, seperti London, Paris, Washington dll.
        Demikian pula perkataan segala dusun yang dikeduduki orang Kedar. Nama Kedar ada terdapat dalam:
        Kitab Kejadian ps 25 ayat 12 – 16

        “Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu.”
        “Inilah nama-nama anak Ismael, disebutkan menurut urutan lahirnya: Nebayot,anak sulung Ismael, selanjutnya Kedar, Adbeel, Mibsam.“ “Misyma,Duma,Masa,”
        “Hadad, Tema, Yetur, Nafish, dan Kedma.”

        “Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya.”

        Kita semua tahu bahwa Hagar (Siti Hajar) dan Ismail a.s ditempatkan oleh Ibrahim a.s dilembah Mekah, dan salah satu diantara putranya adalah Kedar yang dinamai begitu menurut desanya. Muhammad saw adalah turunan Ismail a.s dan juga berarti turunan dari Kedar.

        Cocok dengan berita dikitab Yesaya diatas ps 42 ayat 11, segala yang dikeduduki orang Kedar, adalah daerah Mekah.
        Ini bukti bahwa ayat sb diatas adalah tertuju pada Muhammad saw.

        And all the people who sat Mount stone was cheers and shouting from the top of mountain . This has been proven, until now the Muslims were shout cheering at Arafat meadow Mecca or field of Kedar by calling talbiah every year at the time of Hajj and Umrah.
        لَبَّـيْكَ اَللّـهُمَّ لَبَّـيْكَ

        Perhaps the Christians interpret, here is a crusade war that they did 1100 years after Jesus Christ did not exist, a war which they did until now, because of aversion to Islam.

        This has very imprecise when connected with verse 17 which states that all worship the statues carved or metal images which considers the statues as gods or god, would be ashamed. Here they are the Christians should be ashamed that they actually worship the statue itself and not the Muslims that they are fighting.

        In verse 16 the Lord has been leading the blind people on the street who have never known. This proved that the Arabs who was illiterate, had no rules, no civilized then they with expertly enter into areas that, they never know. East, they went into Iranian / Persian, Hindustani, Chinese, Southeast Asia including Indonesia.

        Alhamdulillah fact Indonesia is currently the country with the world’s largest Muslim population. Westward, they came to Morocco, Spain, to the Iberian peninsula, and now it has also spread to the Americas.

        And in verse 21, because the truth of the man who God sent him, God is very pleased with him, and gave a great and noble law. Clearly this is not fixed on Jesus Christ. Christians today do not use the law of Jesus Christ to run the government, which they use is the Roman law.
        Jesus himself said: Give the right of the emperor to the Emperor, and the right of God to God. Only Islam has the law and his people who carry it out.

        _______

        _______

        8. Kitab Nabi Hagai fs 2 ayat 7 – 10 (Bibel Cetakan 1960):
        “Karena demikianlah firman Tuhan sarwa sekalian alam: Sekali lagi, seketika jua adanya, maka Aku akan menggentarkan segala langit dan bumi dan laut dan darat”
        “Bahkan Aku akan menggentarkan segala bangsa, maka mereka itu akan datang kepada kegemaran segala bangsa. Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan. Demikianlah firman Tuhan sarwa sekalian alam”

        “Aku yang empunya segala perak; Aku yang empunya segala emas. Demikianlah firman Tuhan sekalian alam”
        Adapun kemuliaan rumah yang kemudian ini akan lebih besar dari pada kemuliaan rumah yang dahulu; demikianlah firman Tuhan sarwa sekalian alam; dan dalam tempat ini akan Kukurniakan selamat dan demikianlah firman Tuhan sarwa sekalian alam.”

        Cetakan 2002
        “Sesuai dengan janji yang telah Ku ikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir, dan Roh Ku tetap tinggal ditengah-tengah mu. Janganlah takut.”
        “Sebab demikianlah firman Tuhan semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat.”

        “Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan; firman Tuhan semesta alam”
        “KepunyaanKu lah perak dan kepunyaanKu lah emas; demikian firman Tuhan semesta alam.”

        “Adapun rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman Tuhan semesta alam dan ditempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianah firman Tuhan semesta alam.”

        Kalau kita lihat lagi Perjanjian Lama th 1912 bahasa melayu, disitu tercantum bukan Tuhan sarwa sekalian alam ataupun Tuhan semesta alam tetapi tertulis “Tuhan segala tentara” dan dalam edisi bahasa arabnya tertulis رَبُّ الْجُنُود yang artinya Tuhan segala tentara.

        Tentu saja perubahan kata ini sangat merubah arti. Sekalian alam, semesta alam, sarwa sekalian alam, sangat tidak sama artinya dengan segala tentara. Didalam Al-Quranpun ada kalimat-kalimat semacam itu seperti dalam
        S.Al-Fath ayat 4 & 7 :

        وَِللهِ جُنُوْدُ السَّموَاتِ وَالاَرْضِ
        Dan bagi Allah tentara-tentara disemua angit dan bumi.”

        Dandalam S.Al-Muddatsir 31
        وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلاَّهُوَ
        “Dan tidak ada yang mengetahui tentara2 Tuhanmu, kecuali Dia.”
        Perubahan-perubahan ini sengaja saya salinkan agar semua pembaca mengerti bagaimana bahasa Kitab Bible yang mereka anggap suci itu dirubah-rubah agar bisa mempunyai arti yang diinginkan oleh nafsu-nafsunya.

        Al-Baqoroh 75 memberitahukan pada kita:

        اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَريْقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلاَمَ اللهِ ثُمَّ

        يُحَرِّفُوْنَهُ مِنْ بَعْدِ مَاعَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
        Artinya: “Apakah kamu sekalian mengharap mereka itu akan beriman kepadamu dan sesungguhnya sebahagian dari mereka mendengar firman Allah, kemudian mereka mengubahnya setelah mereka memi kirkannya padahal mereka itu mengetahuinya.”
        Pada ayat 6 Allah telah berjanji, sejak umat Yahudi keluar dari Mesir, Roh Allah akan senantiasa menyertai mereka, jadi jangan takut.

        Ini berarti selama mereka memegang Roh Allah yaitu ajaranNya, maka mereka akan selalu dilindungi oleh Allah dan akan selalu mendapat kemenangan. Hal ini sama juga dengan kita umat Islam, selama umat Islam berpegang teguh pada ajaran Allah, yaitu pada zaman Rasu lullah saw, Khulafaaur Raasyidin, tabi’in, umat Islam
        selalu ada dalam kejayaan. Allah selalu bersama orang yang beriman.

        Dalam ayat 7 sampai 10, Allah akan menggetarkan semua langit, bumi, darat, laut dan segala bangsa dan diayat 8 disebutkan bahwa segala bangsa akan datang kepada kegemaran segala bangsa.
        Kegemaran kalau kita lihat dikamus, ini berarti, yang diingini, yang dikehendaki, yang ditunggu-tunggu, yang dirindukan.

        Bahasa asal dari Perjanjian Lama adalah bahasa Yahudi / Ibrani. Bahasa ini satu rumpun dengan bahasa arab seperti bahasa melayu dengan Indonesia.
        Kegemaran dalam bahasa Ibrani adalah Hamdut حمدوت yang kalau dalam bahasa Arab adalah Hamdu حمد yaitu yang dipuji. Maka dengan demikian Hamdut dalam bahasa Ibrani mengandung arti Hamdun, Ahmad, Mahmud, Muhammad.

        Maka menurut faham kita kaum muslimin, kegemaran segala bangsa itu ialah Muhammad saw.
        Ayat ini merupakan berita kepada Nabi Hagai akan datangnya Rasu lullah Muhammad saw kelak.

        Diayat 9 Allah bersabda, Aku empunya segala emas dan perak.
        Artinya, pada permulaan Muhammad saw menyebarkan Risalah nya, Gentarlah seluruh bumi, darat, laut dan semua bangsa. Ia taklukan se mua penyembah berhala, ia taklukan seluruh jazirah Arab, ia taklukkan Romawi dan Persia, tentaranya terus merambah dan menaklukan Mesir, sehingga semua emas dan perak yang dikuasai semua raja yang ditaklukan itu kembali kepada Allah, Tuhan segala tentara, yang ke mudian dibagi-bagikannya kepada seluruh pahlawan Islam.

        Sangat tepat bila bunyi ayat diatas adalah Tuhan segala tentara. Kemudian ayat itu mereka rubah menjadi Tuhan sarwa sekalian alam dan kemudian menjadi Tuhan semesta alam. Maksud mereka mungkin untuk menjauhkan ayat tersebut kepada Muhammad saw, karena hanya Muhammad saw lah yang mempunyai tentara dan sangat jauh ayat tsb hubungannya dengan Yesus Kristus yang tidak mempunyai tentara.

        Diayat 10 Allah menjanjikan bahwa Kemuliaan Rumah yang Baru itu akan lebih besar dari pada Rumah yang lama.
        Inipun terbukti, bahwa rumah yang baru itu, yaitu Mesjidil Haram di Mekah, lebih besar daripada rumah yang lama yaitu Baitul Maqdis di Yerussalem. Tidak kurang dari tiga juta orang berhaji tiap tahun ke Mesjidil Haram untuk memuliakan Allah, sedang ke Baitul Maqdis ada juga beberapa ratus umat Nasrani yang berkunjung, bukan untuk beribadat, tetapi hanya sebagai turis saja.

        Demikian juga pada ayat 10 itu Allah mengkaruniakan selamat pada rumah yang baru itu. Inipun terbukti, kita umat Islam bila kita masuk kemesjidil Haram dari Babussalam, kita baca :
        اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَم وَمِنْكَ السَّلاَم وَاِلَيْكَ يَعُْودُ السَّلاَم فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَم

        وَادخِلْنَاالجَنَّةَ دَارَالسَّلاَم وَتَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَاليت يا ذالجلال وَالاِكْرَام

        اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَم وَمِنْكَ السَّلاَم وَاِلَيْكَ يَعُْودُ السَّلاَم فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَم

        وَادخِلْنَاالجَنَّةَ دَارَالسَّلاَم وَتَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَاليت يا ذالجلال وَالاِكْرَام

        “Ya Allah, Engkau sumber keselamatan dan dari pada Mu lah datang nya keselamatan dan kepada Mu lah kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan selamat sejahtera dan masukanlah kami kedalam surga, negeri keselamatan.”

        Kalau kita baca Bibel cetakan 2002 , maka ayat-ayat tersebut sudah berubah lagi bunyinya. Mungkin pada setiap cetakan baru akan berubah sesuai dengan kebutuhan pemimpin-pemimpin gereja di Vati kan, agar Yesus tetap bisa diterima oleh umat Nasrani.

        Hal tersebut juga diakui oleh Hj.Irene, seorang biarawati yang telah. mendapat hidayah dari Allah swt, sehingga beliau dengan kesadarannya masuk Islam, karena memang Muhammad saw lah yang disebut-sebut dalam bibel tsb.

        Itulah sebabnya Rasulullah saw menasihati kita sekalian umat Islam, agar bila ada manusia/umat Nasrani membicarakan soal kitab Taurat Injil ini, janganlah disalahkan atau dibenarkan, diamkanlah kalau tidak tahu, karena memang didalamnya kirana masih ada yang benar yang mereka sendiri tidak mengetahuinya. Demikialah Allah swt membe ritahu kepada Rasulullah saw, bahwasanya kedatangannya itu telah Allah beritakan pula pada Rasul-rasul terdahulu.

        XI.2.Berita dalam Injil

        Berita akan datangnya Muhammad saw, bukan hanya dalam Perjanjian Lama (Taurat + suhuf nabi-nabi), tetapi juga dalam Injil, sebagaimana tercantum dalam S.Al-A’raf 157 tersebut, dan dalam S.Ashshaf 6 :
        وَاِذْقَالَ عِيْسَ ابْنُ مَرْيَمَ يبَنِى اِسْرَائِيْلَ اِنِّى رَسُولُ اللهِ اِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا

        بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُوْلٍ يَاتِى مِنْ بَعْدِىاسْمُهُ اَحْمَدُ
        “Dan Ingatlah, ketika Isa putra Maryam berkata: Hai Bani Israil, sesung guhnya aku ini Utusan Allah kepadamu sekalian, membenarkan (mem betulkan kembali) kitab Taurat yang ada pada mu dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang bernama Ahmad (terpuji).”

        Allah tak mungkin berbohong, berita dari Isa Almasih a.s. pasti benar adanya. Karena sudah banyaknya perubahan pada Injil, maka kita tidak boleh hanya melihat dari Injil yang sekarang ini saja, tetapi juga harus melihat pada Injil-Injil kuno yang masih mungkin didapati berita tersebut. Berita akan datangnya Muhammad saw, baik dalam Taurat maupun Injil, tentu saja tidak akan langsung menunjuk namanya, tetapi melalui kiasan atau sifat-sifat baik perilakunya atau lain-lainnya. Yang amat terkenal dalam umat kalangan umat Nasrani adalah tentang Roh Kebenaran yang tercantum dalam:

        Injil Yohanes fs14:15-16 (Bibel 1960) Fasal 14 :15 – 17 dan 21
        “Jikalau kamu mengasihi aku, turutlah segala hukumku.”
        “Dan aku akan mintakan kepada Bapa, maka ia akan mengarunia kan kepada kamu Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”
        “Yaitu Roh Kebenaran, yang dunia ini tidak dapat menyambut, oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tiada kenal Dia, tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta kamu, dan Ia akan ada didalam kamu.”

        “Tetapi penolong itu, yaitu Ruhul Kudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang sudah aku katakan kepadamu.”

        Fasal 15 : 26 -27
        “Akan tetapi apabila datang penolong yang akan kusuruhkan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku.”
        “Dan kamupun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu telah ada bersama-sama dengan aku dari mulanya.”

        Fasal 16 : 7- sp 12
        “Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna kepadamu jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan menyuruhkan Dia kepadamu.”
        “Dan kalau Ia datang, ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebe naran dan hukum.”

        Dalam Bibel cetakan 2002, kata penolong dalam 16: 7, dirobah men jadi Penghibur dan menyuruhkan diganti dengan mengutus, se dang dalam ayat 8 nya kata hukum diganti dengan penghukuman.
        Kita teruskan dengan ayat 9 dst.
        “Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan daku.”
        “Dari hal keadilan, sebab aku pergi kepada Bapa, dan tiada lagi kamu melihat aku.”

        “Dari hal hukum, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan.” Pada cetakan 2002, kata dihukumkan diubah menjadi dihukum, jadi bunyinya “Akan penghakiman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukum.”

        Ayat 12
        “Akan tetapi apabila ia sudah datang, yaitu Roh Kebenaran, maka iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran, karena tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga yang akan dikatakannya; dan dikabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang.”
        “Maka ia akan memuliakan aku, karena ia akan mengambil dari pada hak aku, oleh sebab itu aku berkata, bahwa diambilnya dari hak aku, lalu dikabarkannya kepadamu.”

        Dalam ayat-ayat diatas, jelas yang dimaksud adalah bukan Yesus.
        Orang Nasrani mengaku ayat-ayat ini tertuju pada Yesus. Yesus jelas mengatakan yang akan datang itu adalah Penolong lain, artinya bukan dia sendiri, karena penolong lain itu yang akan Yesus mintakan kepada Allah. Dalam naskah Injil lama yang masih bahasa Yunani atau bahasa Arab, Penolong lain itu disebut Paraclit. Paraclit artinya yang terpuji. Dalam bahasa Arab ada dekat kata Ahmad atau Muhammad. Orang Islam yakin ayat ini adalah petunjuk dari Isa Almasih akan bakal datangnya Muhammad saw.

        Oleh karena itulah, maka kata Paraclit sekarang dihapuskan, agar jangan dekat-dekat kata Muhammad. Naskah lama ini ada dalam perpustakaan Vatikan, tetapi dilarang ada yang membacanya. Kalau orang Nasrani / Kristen mau jujur, cobalah baca sendiri naskah-naskah lama tersebut.
        Cetakan-cetakan baru dari Bibel, dalam bahasa apapun, kata Paraclit sudah dirubah menjadi yang berarti Penolong atau Penghibur, padahal kita tahu, Penghibur atau Penolong itu tidaklah sama dengan terpuji.

        Gunta gantinya penyalinan ini adalah merupakan usaha untuk menutupi petunjuk yang benar dari Yesus terhadap akan datangnya Nabi Muhammad saw.
        Sebelum Muhammad Rasulullah saw lahir, baik Yahudi maupun Nasrani, sama sama menunggu akan kedatangan Paraclit itu, sampai pada waktu itu dikalangan kristen ada yang mengaku bahwa dirinyalah Paraclit itu, seperti yang dilakukan oleh seorang pendeta Nasrani yang bernama Muntenos pada sekitar tahun 170 an Masehi dan mendapat banyak pengikut.

        Pada waktu Muhammad berniaga ke Syam, sebelum beliau menjadi rasul, seorang pendeta telah mengetahui, bahwa beliaulah yang akan menjadi rasul yang dijanjikan itu. Dalam perjalanannya beliau selalu dinaungi awan yang melindunginya dari panas terik matahari.
        Demikian pula sewaktu Muhammad saw menerima wahyunya yang pertama digua Hira, kejadiannya dilaporkan oleh Siti Hadijah r.a. istri beliau kepada sepupunya, Waroqoh bin Naufal, seorang Nasrani. Waroqoh mengatakan,

        هذا النموس الذى نزل الله على موسى عليه السلام. ياليتنى فيها جذعا. ليتنى اكون حيا اذ يخرجك قومك. فقال رسول الله ص: أو مخرجي هم ؟ قال: نعم، لم يأت رجل قطّ بمثل ما جئتّ به الا عودي. وان يدركنى يومك أنصرك نصرا مؤزرا
        “Itulah Jibril yang menurunkan wahyu kepada Musa. Aduhai, seandainya aku masih kuat perkasa, aduhai andaikan aku masih hidup ketika engkau diusir oleh kaummu.” Rasulullah bertanya: ”Apakah mereka akan mengusir aku?” Jawab Waroqoh: ”Ya, tiada seorangpun yang datang membawa ajaran seperti ajaranmu, melainkan diusir, dimusuhi, dan jika aku masih hidup, aku akan mem bantumu, membelamu dengan pembelaan yang gemilang.”

        Waroqoh mengetahui dari pemberitaan Injil, bahwa Muhammadlah Nabi yang dijanjikan itu. Orang Nasrani sekarang mengatakan bahwa Penghibur atau Penolong itu adalah Ruhul Kudus yang akan datang kepada murid-murid Yesus.

        Mereka orang Nasrani sepertinya tidak membaca, bahwa Yesus dalam ayat 26 mengatakan bahwa Penolong/Penghibur itu akan menyaksikan dari halku.Kalau akan memberi kesaksian dari hal Yesus kepada murid-murid Yesus, ya tak perlu, karena murid-murid Yesus itu hidup sama-sama dengan Yesus. Kesaksian Penolong tersebut dari hal Yesus tentulah akan sangat berarti bagi orang-orang setelah murid-murid Yesus telah tiada, tetapi orang dibelakang mereka itu telah banyak merubah hukum dan wasiat Yesus.

        Dalam hal ini jelas sejarah membuktikan bahwa Paraclit tersebut atau Penghibur atau Penolong tersebut tidak lain adalah Muhammad saw yang memberikan hiburan kepada semua orang-orang yang beriman akan sorga yang akan diperolehnya, menolong menyebarkan lagi ajaran-ajaran Yesus yang asli yaitu tauhid kepada Allah, menyatakan kembali bahwa tiada Tuhan selain Allah.

        Kalau menurut Kristen, Penolong itu adalah Ruhul Kudus, sungguh kacau pikiran mereka, bukankah Ruhul Kudus itu Allah sendiri dan juga Yesus sendiri ? atau tiga sama dengan satu atau satu sama dengan tiga ? Untuk apa Yesus mengutus dirinya sendiri ? sandiwara macam apalagi yang akan dipentaskan?

        Dalam ayat diatas, Paraclit /Penghibur /Penolong tersebut tidak bercakap dari kemauannya sediri. Memang demikianlah Muhammad Rasulullah saw:
        وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الهَوَى اِنْ هُوَ اِلاَّ وَحْىٌ يُوْحَى
        “Tidaklah dia (Muhammad) berbicara dari kemauannya sendiri, tidak lain yang dikatakannya itu adalah apa yang diwahyukan kepa danya

        Dalam ayat 11, perihal hukum, dirobah menjadi:
        “Dari hal hukum sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan”, ini artinya orang itu diangkat Allah untuk menjadi penghulu dunia, yaitu memimpin seluruh umat manusia untuk hidup dengan aturan-aturan / hukum-hukum Allah itu sudah ditetapkan oleh Allah swt, yaitu Penolong yang selain Yesus , yaitu Muhammad saw.

        Ayat ini mereka ganti dengan: ”Dari hal penghukuman, sebab penghulu dunia ini telah dihukum.” Jelas artinya menjadi sangat jauh dari hal hukum yang ditetapkan untuk berlaku bagi seluruh umat manusia menjadi hanya soal penghukuman / penyaliban Yesus saja.

        Dari hal yang besar, sebesar alam ini menjadi hal yang hanya terjadi di Yerussalem saja. Sungguh pekerjaan mereka umat Nasrani ini sangat berani, merubah ketentuan Allah,merubah ayat-ayat Allah hanya demi kepuasan nafsu nafsunya saja. Ancaman Allah pada pemalsu-pemalsu ayat-ayatNya;

        فَوَيْلٌ لِلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الكِتَبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيْلاً

        Q.S. 2: 79
        Nerakalah bagi orang2 yang mengarang kitab denga tangannya sen diri kemudian berkata ini kitab dari Allah, untuk memperoleh harga dunia yang sedikit.”

    • nonon 4:42 am on 26/06/2012 Permalink | Reply

      @jack.
      betul kata anda.
      misalnya kristen katholik harus tahu bahwa
      pertama:
      yesus berkata pada iblis bahwa yang harus disembah ialah Allah.
      kedua.
      kristen katholik harus tahu bahwa yesus(nabi isa) utusan tuhan(Allah)

      ketiga: kristen katholik harus tahu bahwa bahwa nabi isa dibajak namanya jadi yesus kitab injil yang dibawanya diubah jadi al kitab setelah nabi isa “dibunuh” dan murid2 isa dibunuh.

      MAKANYA ALLAH UTUS NABI MUHAMMAD MEMBAWA KEBENARAN DALAM QURAN MEMBONGKAR SEMUA KEDOK KEJAHATAN PEMUKA PEMBERONTAK BANI ISRAIL YANG MEMBUNUH OARA NABI2 ALLAH.LALU MEMBUAT TUHAN PALSU.UNTUK DIJUAL DENGAN HARGA YANG SEDIKIT.
      TERMASUK KEPALSUAN TUHANNYA.
      KEPALSUAN RASULNYA
      KEPALSUAN KITABNYA.
      SADARLAH AGAMA BUATAN INI MEMBAWA ANDA KE NERAKANYA ALLAH.
      Irfan 10:24 am on 08/06/2012
      Stain Remover, sebelum agama Islam dibawa Muhammad, seluruh nabi-nabi menyembah Tuhan yang kekal dan mereka tidak mengenal Allah SWT,
      BEGINI IRFAN.
      DALAM QURAN SELUURUH NABI2 MENYEMBAH ALLAH.
      DALAM AL KITAB NABI2 DIHINA
      MISAL NABI SULAIMAN MENYEMBAH DEWA.
      NABI NUH MABUK
      NABI ISA JADI TUHAN DLL.

      dan atas kehendaknya jua dia menjadi manusia melalui Isa/Yesus,

      TULISAN APA INI??XIXIXI OTAK ANDA SUDAH MIRING???
      YESUS MANUSIA MAKAN MINUM BERAK INGUSAN,MENCRET,PUNYA PUSAT,PUNYA BUURUNG, PUNYA RAMBUT, MATA ENTE BILANG DIA TUHAN.MANUSIA DICIPTAKAN MELALUI DIA???
      LUAR BIASA BODOH ANDA INI.

      Allah SWT dan Islam adalah karangan Muhammad dari arab, karena Islam itu dari arab, oleh arab dan untuk arab, mengapa Allah SWT itu dikenal sebagai Tuhan setelah ratusan tahun, kemana dia dalam kurun waktu ratusan tahun tersebut.
      ITU KATA ANDA.
      SEDANGKAN QURAN UNTUK SELURUH MANUSIA, ISLAM UNTUK SELURUH MANUSIA.
      ORANG ARAB MEMEMANG TIDAK MENGENAL ALLAH, ALLAH LAH YANG MENGENALKAN DIRINYA MELALUI NABI MUHAMMAD.
      96:1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

      96:2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

      96:3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

      96:4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

      96:5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

      MATIUS 20
      AGAMA ALLAH BERIKANdari bani israil KEPADA BANGSA ARAB YANG BUTA TENTANG ALLAH.
      KEBUN ANGGUR(AGAMA)
      (15) Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (15) Apakah saya tidak boleh berbuat semau saya dengan kepunyaan saya? Ataukah engkau iri, karena saya bermurah hati?'”(BANI ISRAIL IRI KARENA AGAMA ALLAH BERIKAN KEPADA SAUDARANYA BANGSA ARAB)
      (16) Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.”

      MEREKA BANGSA ARAB MEMANG BUTA TEBNTANG ALLAH TAPI ALLAH LAH YANG MENGENALKAN DIRINYA PADA MEREKA SERTA UNTUK SELURUH MANUSIA.

      DI YESAYA 42
      JUGA TELAH DINUBUATKAN TENTANG DATANGNYA ISLAM DARI TANAH ARAB(PARAN)
      (16) Aku (ALLAH) mau memimpin orang-orang buta (BANGSA ARAB) di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
      terbukti berkembangnya islam keseluuruh dunia.

      semoga kristen katholik sadar bahwa jalan menuju islam lebih mudah kalau anda memahami isi kitab anda serta keterangan2 dari kawan2 muslim disini.

    • wikki 9:30 am on 25/07/2012 Permalink | Reply

      tidak menarik ;penuh caci makian yang konon katanya pintar agama’ begitu dibuka sedikit .langsung dah kata kata bau yang keluar.tidak berani adu argumen tanpa kata kata kotor…

    • SERBUIFF 9:59 am on 25/07/2012 Permalink | Reply

      YG PASTI ORANG YG MENUHANKAN YESUS ITU, ORANG PALING GUOBLOK SEDUNIA

      • ungke 5:55 am on 07/10/2012 Permalink | Reply

        Sibiang goblok ini pasti ini saja kata katanya dari awal sampe akhir, kalo memang pandai silahkan kamu tanggapi tulisan diatas jangan bisanya goblok goblokin orang saja.

        • sherwin speed 1:30 pm on 09/01/2013 Permalink | Reply

          ungke .. temen ente udah kena cuci otak.. menafsirkan quran pake logika sendiri. semua yg di jabarkan lain dari yg sy pelajari. dia dapat tafsir darimana ya?

        • sherwin speed 1:35 pm on 09/01/2013 Permalink | Reply

          ungke, tafsir temen ente@muchtasar, ngaco semua, saya malas menjawabnya, saya mau tanya sama muchtasar, apakah dia hapal injil luar kepala 10 lembar saja,,
          ?

    • sieklp 10:56 am on 16/11/2012 Permalink | Reply

      Buah dari suatu ajaran adalah pikiran, isi hati, tindakan dan ucapan.

      Jika pikiran dan ucapannya ci]uman bisa nge-goblok-goblokin orang, yang mungkin ajarannya yang ngajarin begitu.

      Mana ada pohon apel keluar jeruk ?

      Ajaran yang baik, pasti pengikutnya juga akan punya hati dan pikrina yang baik juga.

      Dari sini saja kita sudah bisa menilai

    • lim bho tak 12:05 pm on 12/01/2013 Permalink | Reply

      @sieklp

      ajaran baik pasti pengikutnya punya hati.kata anda.

      makan babi ajaran siapa?
      ajaran yesus?bukaaaan.
      yesus makan babi????ngga kaaaaan.
      kalo kami makan babi kamu pengikut yang baik?????..tentu tidak.
      paham?.

    • luk sosial 2:20 am on 18/01/2013 Permalink | Reply

      Tuhan Yesus berkata dalam Markus 7:15
      Bukan yang masuk kedalam tubuh yang menajiskan seseorang tapi “Apa yang keluar dari tubuh” yang menajiskan seseorang. jadi pesan moralnya adalah
      Apa yang kita makan tidak akan membuat kita najis, jadi kekristenan tidak membahas hal hal badania
      tetapi apa yang keluar dari kita : pikiran kotor, dusta, cacimaki, perbuatan dosa (membunuh,mencuri,berzinah dll) itulah yang menajiskan seseorang karena semua berasal dari Hati (Rohani)

    • STFANUS LIM 12:05 pm on 20/01/2013 Permalink | Reply

      @LUK SOSIAL KAMU DIBODOHKAN PAULUS.

      @munafik BODOH BIN GOUBLOK ALIAS TOLOL BIN BLEGUK
      XIXIXIXXI
      ITU KATA PAULUS MAU BUKTI????BACA BAIK2

      kenyatannya kamu bodoh.begitulah kata paulus mengajak orang2 bodoh untuk jadi pengikutnya.DI KORINTUS.

      pengakuan PAULUS :

      Paulus mengaku dia membuat Injil dengan bodoh (2Korintus 11:17)
      Paulus mengaku dia membuat Kristen ( KPR 11:26)
      Paulus mengaku dia memberitakan Injil untuk orang2 bodoh (1Korintus 1:21)

      FAKTA KRISTEN KATHOLIK BODOH:

      Bapa larang makan babi kamu makan babi.artinya benar KATA paulus kamu bodoh

      ANAK NGGA MAKAN BABI KAMU PAJOH BABI JELAS KAMU BODOH ITU KATA PAULUS.

      BAPA SURUH SUNAT KAMU TIDAK SUNAT . MAU NYANGKAL LAGI KATA2 PAULUS KAMU SEMUA BODOH.

      KRISTEN BODOH ITU KTAPAULUS
      KHATOLIK BODOH ITU KATA PAULUS
      YAHUDI BODOH NYEMBAH SETAN DOYAN KEMENYAN BODOH TOLOL.ITU KATA PAULUS DI IMAMAT.

      INILAH ORANG2 BODOH PENGIKUT PAULUS

    • Estefana Dilox 8:16 pm on 08/02/2017 Permalink | Reply

      Some really wonderful blog posts on this web site, thank you for contribution. “Careful. We don’t want to learn from this.” by Bill Watterson.

    • Ellan Yule 3:35 pm on 19/02/2017 Permalink | Reply

      as I website owner I conceive the written content here is real excellent, appreciate it for your efforts.TubeSync

    • Jesse Grillo 1:32 am on 01/09/2017 Permalink | Reply

      Your creative potential seems limitless. I am on the same side as you. I discovered your website on my Google feed. Now I feel stupid. You could survive a Zombie apocalypse.

    • Jesse Grillo 5:25 am on 02/09/2017 Permalink | Reply

      I have added your write up to my Twitter bookmarks There are certainly a lot of info to take into consideration. The people you love are lucky to have you in their lives. I truly feel this site needs a great deal more followers

    • Jesse Grillo 10:42 pm on 02/09/2017 Permalink | Reply

      I was reading your page and girlfriends stupid kitten broke a mug on my new phone. Thank you for sharing your info. I really appreciate your efforts and I will be waiting for your further blogs thank you once again. You are a very persuasive writer. Take a look at my web site as well and let me know what you think.

    • J Sheldon Owen 9:53 am on 04/09/2017 Permalink | Reply

      You have opened my eyes to varying views on this topic with interesting and solid content. You have made my day! I shared this on Tumblr.

    • Jesse Grillo Jesse Grillo 7:01 pm on 04/09/2017 Permalink | Reply

      Babies and small animals probably love you. I am continually browsing online for tips that can help me. Ever been to Nevada?

  • SERBUIFF 1:33 am on 11/01/2011 Permalink | Reply
    Tags: AMERIKA, kristen, sudan,   

    Ketika Amerika Dan Kaum Kristen Di Sudan Bekerja Sama 

    Ketika Amerika Dan Kaum Kristen Di Sudan Bekerja Sama

    Perusahaan  keamanan Amerika, “Blackwater” yang telah melakukan banyak kejahatan terhadap rakyat Irak, tampaknya sedang mencari jalan lain untuk menyebarkan racunnya, dimana hal itu sudah mulai muncul di Sudan Selatan, dengan mendapatkan kontrak persenjataan dan pelatihan keamanan dari pemerintah selatan, termasuk dukungan dari kaum Kristen Sudan Selatan.

    Dan yang patut diperhatikan bahwa tindakan ini terjadi di saat pemerintah AS memberlakukan embargo ekonomi terhadap Sudan, seolah-olah ini merupakan pengakuan eksplisit dari Amerika bahwa Sudan Selatan berbeda dari Utara. Sehingga ini menunjukkan dukungan yang jelas dan tegas terhadap upaya pemisahan.

    Pelanggaran terhadap embargo ekonomi yang dilakukan oleh Erik Prince pemilik “Blackwater” telah menjadi fokus utama investigasi oleh pemerintah federal terkait kegiatan “Blackwater” yang mencurigakan. Hanya saja penyelidikan itu tidak efektif terhadap kegiatan ini, termasuk ekspor ilegal dan pemberian suap.

    Dalam konteks ini, Erik Prince memiliki kontak dengan hubungan dekat dengan para pejabat senior di Gedung Putih dan CIA pada era George Bush. Dan pada saat berlangsung negosiasi pemerintahan Obama dengan “Blackwater” terkait denda jutaan dolar sebagai kompromi atas tuduhan pelanggarang yang dilakukan oleh perusahaan “Blackwater” terhadap kontrol ekspor AS di Sudan, Irak dan di tempat lainnya. Namun, meskipun demikian Prince bisa menyulap nama perusahaannya, dan menawarkannya dengan nama yang baru, yaitu “Xe Services” untuk menghindari tuduhan dan reputasi buruk yang telah melekat dengan namanya yang lama.

    Menjarah Sudan

    Menurut berbagai laporan media AS bahwa “Blackwater” berusaha mendirikan sebuah pijakan di Sudan Selatan untuk mengeksploitasi minyak dan sumber daya mineral, demikian menurut mantan dua pejabat senior di pemerintahan AS. Prince menawarkan kepada pemerintah Sudan Selatan paket kegiatan dan persiapan pertahanan yang akan dilakukan perusahaannya sebagai konpensasi atas komitmen pemerintah Sudan Selatan yang mengalokasikan setengah kekayaan mineral Sudan Selatan untuk kepentingan “Blackwater”. Sehingga hal ini akan menambah kekejaman yang dilakukan oleh perusahaannya di Irak, yang dikenal dengan ekstrimisme agama dan serangan sapu bersih terhadap Islam dan kaum Muslim, karena keberadaannya sebagai anggota gerakan evangelis, yang salah satu misi utamanya adalah genosida terhadap kaum Muslim.

    Oleh karena Prince cepat-cepat memasukkan perusahaannya ke Sudan Selatan, karena keinginannya untuk membantu Sudan Selatan yang mayoritas Kristen, berbeda dengan Sudan Utara yang mayoritas penduduknya Muslim.

    Selain itu juga, Bradford Phillips yang dianggap sebagai salah satu tokoh yang paling kontroversial dalam “Blackwater” adalah seorang aktivis evangelis ekstremis yang sebelumnya bekerja di Kongres. Sedang sekarang ia menjalankan organisasi non profit yang berbasis di Virginia, yang mempromosikan program dengan nama “nasib orang Kristen di Sudan Selatan”. Dimana organisasi ini mengklaim bekerja untuk menolong orang Kristen di Sudan Selatan.

    Gerak Aktif Di Selatan

    Atas permintaan Erik Prince, Bradford Phillips bertemu dengan para pejabat Pemerintah Sudan Selatan. Phillips mengemban misi pelayanan perlindungan keamanan yang dikendalikan oleh “Blackwater”, dan menyediakan kondisi untuk mengadakan pertemuan antara Salva Kiir dan Erik Prince di Afrika dan Washington.

    Pada pertemuan Washington, orang yang memimpin promosi untuk layanan dan penjualan jasa “Blackwater” adalah seorang pria bernama Cofer Black, ia seorang mantan pejabat senior di “CIA” dan di Departemen Luar Negeri AS.

    Setelah negosiasi dengan kontrak awal dua juta dolar untuk pelatihan staf pengawal pribadi Jenderal Salva Kiir, “Blackwater” mengajukan kontrak senilai lebih dari seratus juta dolar untuk memperlengkapi dan melatih tentara Sudan Selatan. Dan untuk itu, menurut mantan pejabat AS “Blackwater” mendapat sebesar 50% dari kekayaan mineral potensial yang ada di Sudan Selatan.

    Selain cadangan minyak dan gas yang sudah diketahui umum, Sudan Selatan juga memiliki cadangan besar berupa emas, bijih besi dan berlian yang belum diekploitasi. Pejabat Amerika mengatakan: “Sebagian besar orang tidak tahu bahwa zat-zat ini ada di Sudan Selatan, tetapi “Blackwater” sangat mengetahuinya.”

    Sementara pelanggaran yang diduga dilakukan oleh “Blackwater” meliputi broker untuk memberikan layanan pertahanan tanpa lisensi yang bersertifikat pemerintah Amerika, pengisian telepon, satelit, dan peralatan e-mail untuk pejabat pemerintah Sudan Selatan, serta berusaha membuka rekening bersama dengan pemerintah Sudan Selatan di Bank di negara bagian Minnesota.

    Oleh karena itu, antusias “Blackwater” untuk bekerja di Sudan dalam upaya mengembangkan usahanya di luar Irak, khususnya setelah kebocoran informasi dan sejumlah laporan yang mengungkap kegiatan kotornya di Irak, dan pembunuhan empat penjaga keamanan milik perusahaan dalam penyergapan pada tahun 2006, juga karena percaya bahwa Afrika merupakan pasar baru yang menjanjikan (mediaumat.com, 13/7/2010).

    http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/13/ketika-amerika-dan-kaum-kristen-di-sudan-bekerja-sama/

     
  • SERBUIFF 6:58 am on 21/03/2010 Permalink | Reply
    Tags: aus, , , kristen   

    Kakak Paus Diduga Lakukan Pelecehan Seksual 

    Kakak Paus Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

    11 Mar 2010

    BERLIN – Pastor Georg Ratzinger, yang merupakan kakak kandung pemimpin Katolik Roma Paus Be-nediktus XVI, kemarin mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah pelajar lelaki di sekolah paduan suara.

    Permohonan maaf itu disampaikan setelah skandal seksual di sekolah-sekolah seminari di seantero Jerman tersiar luas melalui media. Kasus ini mengguncang kalangan gereja Katolik di Negeri Panser itu.Pastor berusia 87 tahun itu pernah menjadi guru paduan suara selama tiga dekade pada 1964-1994 di sekolah Regensbur-ger Domspatzen, kawasan Bavaria, selatan Jerman. Dalam wawancara khusus dengan surat kabar setempat, Passauer Neue Presse, ia mengaku sering membisikkan sesuatu di telinga para muridnya.

    Ia pun mengakui pernah memukul murid-muridnya itu. Namun pukulan yang ia lakukan tidak pernah mengakibatkan mereka cedera serius. “Saya memohon maaf kepada seluruh korban,” kata Ratzinger.Ia mengungkapkan, di tempatnya mengajar, kepala sekolah sering memukuli para pelajar tanpa alasan kuat. Hukuman keras macam itu dihapus dari sana pada 1980. “Saya, tahu kepala sekolah sering memukuli anak-anak dengan keras dan ia melakukan itu tanpa alasan,” ujarnya.Pengakuan ini tentu saja menghantam pimpinan Vatikan yang baru saja dikejutkan oleh skandal seksual di gereja-gereja Katolik di Irlandia. Hingga sekarang, Paus Benediktus belum berkomentar mengenai pengakuan kakak kandungnya itu. Juru bicara Takhta Suci Vatikan pun belum bersuara.

    Dalam wawancara sebelumnya dengan koran Italia, La repubblica, Ratzinger mengatakan siap bersaksi soal dugaan skandal seks. Padahal ia mengaku tidak mengetahui apa-apa tentang sangkaan itu.Komposer Franz \Vittenbrink, yang pernah tinggal di Regens-burg, mengungkapkan, sekolah itu memiliki sistem hukuman sadis yang dipadu dengan pelecehan seksual. Ia mengatakan kepala sekolah sering memanggil dua atau tiga pelajar lelaki ke kamar pribadinya saban malam. “Semua orang tahu itu,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan majalah Der Spiegel.

    http://bataviase.co.id/node/126376

     
  • SERBUIFF 2:51 am on 27/10/2009 Permalink | Reply
    Tags: , , , , kristen, , nama   

    Prof Dr Maurice Bucaille dari Perancis Masuk Islam Gara-gara Mumi Firaun 

    Prof Dr Maurice Bucaille dari Perancis Masuk Islam Gara-gara Mumi Firaun

    Menampilkan satu-satunya kiriman.
    Kiriman 1
    Asep Awalluddin menulispada 22 Juli 2009 jam 16:01
    Maurice Bucaille tak Ragu dengan Kebenaran Alquran

    Penelitiannya tentang Mumi Firaun membawanya pada kebenaran Alquran.

    Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.

    Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis, yang selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya oleh para ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di Prancis. Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille.

    Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.

    Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.

    Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.

    Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.

    Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.

    Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?

    Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.

    Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: ”Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”. Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan keras sekaligus menganggapnya mustahil.

    Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.

    Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.

    Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

    Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran–kitab suci umat Islam–telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.

    Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu.

    Ia berkata pada dirinya sendiri. ”Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?”

    Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ”Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka”.

    Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.

    Berikrar Islam
    Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.

    Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

    Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: ”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).

    Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: ”Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini”.

    Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.

    Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.

    Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan. Sumber: Republika

     
    • umar deden 11:34 pm on 07/11/2009 Permalink | Reply

      ini ayat yang tidak masuk akal. tidak ada hubungan sama sekali dengan mumi. badan tidak bisa menjadi pelajaran. cara hidup seseorang yang menjadi teladan. gaja mati meninggalkan ……. dan singa mati meninggalkan madu……

      • erzal 10:32 am on 08/11/2009 Permalink | Reply

        waduh guoblok amat nih orang, firaun itu simbol kemunkara , kedurhakaan dan penantang Allah yg luar biasa sudah sepantasnya kita tidak mengikuti jejak kesesatannya , untuk membuktikan bahwa firaun itu benar2 ada maka allah selamatkan jasadnya…

    • akulana 7:57 am on 02/07/2010 Permalink | Reply

      Kasian benar sang Profesor.., ternyata otaknya miring, mumi malah jadi teladan iman..

      • erzal 2:34 am on 06/07/2010 Permalink | Reply

        otak lu yg miring bung…isi ayat alquran yg terbukti sesuai dg penemuan jasad firaun itulah penyebab dia masuk islam…

      • AA 8:37 am on 04/03/2011 Permalink | Reply

        yg dkasi hidayah itu hanya orang2 yg berakal bukan keyakinan karena nenek moyang.
        GALILEO dihukum gara2 penelitian’y terbukti benar tp bertentangan dgn Alkitab….
        “BUMI ITU BULAT SAUDARA” yg mengatakan “TIDAK BULAT” itu buku sesat…

    • Ahmed 3:46 am on 28/07/2012 Permalink | Reply

      jgn salahkan umar deden, kasian dia. dia hanya korban dari keserakahan orang2 yg ingin dimuliakan di depan podium sebuah gereja. sejak zaman galileo hingga sekarang, gereja tidak mengalami perubahan yg berarti, masalah ketuhanan trinitas contohnya, masih merupakan pokok bahasan yg diharamkan yang akan selamanya dijadikan gang buntu oleh para pembesar di gereja utk menutupi ketidaksanggupannya menjawab pertanyaan umat kristen yg cerdas dan ingin tahu agama yg dianutnya yg akan dia wariskan kepada anak cucunya.

      Sbg tambahan, saya yakin kedua orang tsb (umar deden dan akulana) bukan merupakan representasi dari umat kristen di indonesia, gak mungkin orang kristen indonesia sebodoh mereka itu sehingga tidak mampu membaca makna tersirat dalam kata “pelajaran” yg dimaksudkan Al-quran. atau mereka itu hanyalah orang2 kristen tradisional yg ketakutan akan kebenaran. wallahualam bissawab.

    • Andre Biscahall 8:17 pm on 08/02/2017 Permalink | Reply

      Hello to every body, it’s my first pay a quick visit of this website; this website carries awesome and truly excellent data for visitors.|

    • tech speaker 7:33 pm on 31/08/2017 Permalink | Reply

      I bet you do crossword puzzles in ink. Your writing style reminds me of my professor. Your writing style reminds me of my boyfriend back in Iowa. I was riding my bike on Monday when I discovered this.

    • Jesse Grillo 7:18 pm on 01/09/2017 Permalink | Reply

      awesome post, thanks a lot. I think the admin of this web page is really working hard in support of his web site, since here every material is quality based information.

  • SERBUIFF 3:33 am on 15/09/2009 Permalink | Reply
    Tags: Kathryn : Konsep Trinitas Tak Masuk Akal, kristen, ,   

    Kathryn : Konsep Trinitas Tak Masuk Akal 

    Kathryn : Konsep Trinitas Tak Masuk Akal


    Kisah Mualaf Kisah Foreigner

    Tuesday, 17 March 2009 13:53

    Kathryn Bouchard dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik yang moderat. Kedua orangtuanya adalah guru sekolah Katolik. Hubungan antar keluarg mereka terbilang akrab satu sama lain. Kathryn yang asal Kanada menghabiskan masa remajanya di London dan Ontario.

    Seperti penganut Katolik lainnya, ia pergi ke gereja setiap hari minggu, sekolah di sekolah Katolik hingga ke jenjang universitas. Kathyrn kuliah di Brescia University College, sebuah perguruan tinggi Kristen khusus perempuan yang berafiliasi dengan Universitas Western Ontario.

    “Meski saya dibesarkan dalam lingkungan Katolik, orangtua mendorong saya untuk berteman dengan beragam orang dari berbagai latar belakang dan boleh menanyakan apa saja berkaitan dengan kehidupan dan agama,” kata Kathryn.

    Konsep Trinitas Yang Tak Masuk Akal

    Ia mulai mempelajari agama-agama dalam usia yang relatif masih mudah ketika ia berusia 16 atau 17 tahun dan masih duduk di sekolah menengah. Kathryn mengatakan, ia tidak mau menjadi bagian dari sebuah agama hanya karena ia sudah menganut agama itu sejak ia dilahirkan. Itulah sebabnya, Kathryn tidak sungkan mempelajari beragam agama mulai dari Hindu, Budha sampai Yudaisme. Ketika itu, ia hanya sedikt saja mengeksplorasi agama Islam.

    Alasan Kathryn mempelajari beragam agama, salah satunya karena banyak hal dalam ajaran Katolik yang tidak dipahami Kathryn. “Kami sering kedatangan pendeta di sekolah dan kami melakukan pengakuan dosa. Saya pernah bertanya pada seorang pendeta,’Saya betul-betul tidak paham dengan konsep Trinitas. Bisakah Anda menjelaskannya?’ Tapi pendeta itu menjawab ‘Yakini saja’. Mereka tidak memberikan jawabannya,” tutur Kathryn.

    Ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang konsep Trinitas dalam agama Kristen, hingga ia di bangku kuliah dan mempelajari berbagai ilmu di seminari dan mempelajari teologi agama Katolik.

    “Jika saya menanyakan tentang Trinitas, mereka akan menjawab ‘ayah dan ibumu saling mencintai, ketika mereka memiliki anak, itu seperti tiga dalam satu dengan identitas berbeda’. Jadi, banyak sekali analogi yang diberikan untuk menjelaskan bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan dan menjadi anak Tuhan dan menjadi dirinya sendiri. Saya pikir banyak penganut Kristen yang menerima konsep ini tanpa memahaminya, ” ujar Kathryn.

    Ia lalu menanyakan konsep Trinitas ke beberapa temannya dan ia mendapat jawaban bahwa konsep Trinitas ada dan ditetapkan sebagai dasar kepercayaan dalam agama Kristen setelah Yesus wafat. Sebuah jawaban yang mengejutkan Kathryn, karena itu artinya semua dasar dalam ajaran Kristen adalah ciptaan manusia. Yesus semasa hidupnya tidak pernah bilang dirinya adalah anak Tuhan dan tidak pernah mengatakan bahwa dirinya Tuhan.

    “Saya membaca Gospel Mathias pertama dan dalam Gospel itu Yesus tidak direferensikan sebagai anak Tuhan, tapi anak seorang manusia. Tapi dalam Gospel yang ditulis setelah Yesus wafat, banyak sekali disebutkan bahwa Yesus adalah anak Tuhan. Dan disebutkan pula bahwa ada alasan politis dibalik argumen konsep Trinitas,” papar Kathryn.

    Ia melanjutkan,”Saya juga menemukan bahwa Yesus berdoa dan memohon pertolongan pada Tuhan. Jika Yesus minta pertolongan pada Tuhan, lalu bagaimana Yesus bisa menjadi Tuhan. Ini tidak masuk akal buat saya.”

    Mengenal Islam

    Setelah menyelesaikan studinya di Ontario, Kathryn pindah ke Montreal dan di kota ini ia bertemu dengan banyak Muslim dari berbagai latar belakang mulai dari Eropa, Afrika dan Karibia. Keberagaman ini membuka mata Kathryn bahwa pemeluk Islam ternyata berasal dari berbagai latar belakang kebangsaaan. Fakta ini mendorongnya untuk lebih banyak belajar tentang Muslim dan latar belakang mereka.

    Kathryn mulai membaca banyak referensi tentang Islam. Tapi ia menemukan bahwa contoh-contoh ekstrim tentang Islam di internet sehingga ia sempat berkomentar “Saya tidak mau menjadi bagian dari agama ini (Islam).” Oleh sang ayah, Kathryn disuruh terus membaca karena menurut sang ayah, dalam banyak hal sering terjadi salah penafsiran.

    Kathryn pun melanjutkan pencariannya tentang Islam. Ia bergabung dengan situs “Muslimahs”, sebuah situs internasional yang beranggotakan para Muslimah maupun para mualaf dari berbagai negara. Dari situs inilah ia banyak belajar dan bertanya tentang Islam.

    Kathryn mengatakan banyak hal yang ingin ia ketahui tentang ajaran Islam. Misalnya, apa saja persamaan dan perbedaan ajaran Islam dan Kristen, bagaimana posisi Yesus dalam Islam, siapa Nabi Muhammad, masalah poligami dan berbagai isu Islam yang muncul pasca serangan 11 September 2001 di AS.

    Selama kuliah di Montreal, Kathryn belajar banyak hal tentang Islam. Ketika ia pulang ke London, orangtuanya mengira bahwa Kathryn hanya rindu kembali ke rumah dan bukan untuk memperdalam minatnya pada Islam. Kathryn lalu membeli al-Quran dan buku-buku hadist. Pada ayahnya, ia bilang bahwa al-Quran bukan buatan manusia, ketika membaca al-Quran sepertinya Tuhan sedang bicara pada kita.

    “Anda merasa bahwa ada juga kebenaran yang ditulis dalam alkitab, tapi Anda tidak akan merasa bahwa itu semua tidak ditulis langsung oleh Tuhan. Sedangkan al-Quran, Anda akan merasakan kebenaran yang sesungguhnya,” ujar Kathryn.

    “Saya juga menemukan banyak ilmu pengetahuan yang sudah lebih dulu diungkap oleh al-Quran dan baru muncul kemudian dalam kehidupan manusia. Saya pikir, al-Quran diturunkan pada manusia dengan tingkat emosional dan logis. Islam mendorong umatnya untuk berpikir dan mencari ilmu,” sambung Kathryn.

    Kathryn pun mulai belajar salat, datang ke ceramah-ceramah agama dan mengontak masjid terdekat untuk mencari informasi apakah masjid itu punya program untuk orang-orang sepertinya dirinya, yang berminat pada agama Islam.

    “Pertama kali saya masuk ke masjid, saya menangis. Saya merasakan ada energi yang begitu besar yang tidak saya rasakan ketika saya ke gerejat,” kisah Kathryn yang kemudian belajar membaca al-Quran di masjid itu. Ia terus belajar dan bergaul dengan para warga Muslim. Sedikit demi sedikit, Kathryn bisa mengubah gaya hidupnya.

    Ditanya apakah orangtuanya keberatan dengan perubahan dirinya. Kathryn mengaku butuh waktu cukup panjang untuk meyakinkan orangtuanya bahwa ia tidak menjauh dari keluarganya jika memeluk Islam.

    Mengucap Dua Kalimat Syahadat

    Kathryn mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak pernah menyangka akhirnya memutuskan masuk Islam dan itu semua terjadi begitu saja. Saat itu, di bulan Juni tahun 2008, seperti biasanya ia datang ke pengajian mingguan di sebuah Islamic Center. Ia sama sekali berniat mengucapkan dua kalimat syahadat hari itu. Tapi ketika ia tiba di gedung Islamic Center, banyak sekali orang-orang yang telah ia kenal hadir.

    Hari itu, tema pengajian adalah umrah. Banyak anak-anak muda Muslim yang datang dan menceritakan pengalaman mereka ikut umrah serta bagaimana hidup mereka berubah setelah umrah. Pengajian dibimbing oleh Dr Munir El-Kassem. Saat Dr El-Kassem bertanya apakah ada diantara para hadirin yang ingin mengajukan pertanyaan, Kathryn dengan spontan mengangkat tangan dan berkata,”Bisakah saya mengucapkan syahadat?” Kathryn sempat kaget sendiri dengan pertanyaan itu karena ia merasa tidak merencanakannya. Semua terjadi begitu saja, spontan.

    “Seketika ruangan menjadi sunyi dan saya pikir Dr El-Kassem juga terkejut. Saya memang mengenakan kerudung setiap kali datang pengajian sebagai bentuk penghormatan saya pada Islam. Dr El-Kassem lalu meminta saya maju ke depan dan menceritakan di depan hadirin bagaimana saya bisa sampai pada Islam,” tutur Kathryn.

    Kathryn mengaku gemetar ketika mengucapkan dua kalimat syahadat. “Tapi saya merasa hati saya begitu lapang, penuh dengan cahaya ibarat sebuah pintu hati yang terbuka. Saya mereka sudah mengambil jalan yang benar,” ungkap Kathryn.

    Itulah hari bersejarah bagi Kathryn, hari dimana ia memulai kehidupan sebagai seorang Muslimah. Tahun pertama menjalankan puasa di bulan Ramadhan, diakui Kathryn sangat berat. Namun ia merasa bahagia setelah menjadi seorang Muslim. Kathryn mengaku hidupnyan lebih teratur, disiplin dan sehat karena ia tidak lagi makan daging babi dan minum minuman beralkohol. Kathryn juga mengatakan bahwa ia kini tahu apa sebenarnya tujuan dan mau kemana arah hidupnya. (ln/iol/readislam)

    http://mualaf.com/kisah-a-pengalaman/muallaf-foreigner/5641-kathryn-konsep-trinitas-tak-masuk-akal

     
    • alo 7:45 am on 21/07/2010 Permalink | Reply

      kathrin terpengaruh ilmu perbintangan

      • Freedomfighter 1:39 am on 01/03/2011 Permalink | Reply

        Hanya ada satu Tuhan. Tapi banyak yang menolak kalimat tersebut.

        “Kita ini diciptakan dari satu makhluk (adam) lalu dijadikan pula pasangan (hawa) dari makhluk itu sendiri. Terus, dari perut ibu terdapat 3 lipat tahap penciptaan manusia (bayi).
        Yaitu kegelapan dalam perut, dalam rahim, dan dalam selaput yang menutupi janin.”

        “Di dalamnya terjadilah proses penciptaan. Ditempatkanlah setitik bibit (sperma) dalam penyimpanan yang kuat (ovum). Lalu terbentuklah segumpal darah, lalu gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan dari daging jadi tulang belulang, setelah itu tulang tersebut ditutup lagi dengan daging (janin).”

        “Dimukimkanlah janin yang terbentuk itu di dalam rahim hingga waktu yang ditentukan (9bln10hari). Setelah itu keluarlah kita jadi bayi, yang berangsur mancapai kedewasaan. Ada yang mati muda, ada yang panjang umurnya sampai – sampai jadi pikun.”

        Pengetahuan tentang embriologi ini ditemukan dan disahkan pada abad ke-20.
        Apakah kalian tahu, keterangan itu sudah tersebar sekitar 1400 tahun lalu? Apakah kalian mengira pada tahun tersebut terdapat teknologi canggih sama seperti sekarang, hingga bisa mengetahui sperma (hanya setitik) masuk ke dalam ovum beserta proses yang terjadi?
        Jika jawabannya “TIDAK”,
        Saya beritahu bahwa keterangan itu ada di dalam Al-Qur’an : 39 Azzumar ayat 6, al Mukminun ayat 13 dan 14, al Maidah ayat 22

        Masihkah menolak?
        Saya yakin pasti kebanyakan menjawab “IYA”
        Dan saya tidak heran karena ini sudah ditulis pula,
        Q.S.82 ayat 6-7:“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu
        (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah membentuk kamu
        lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”

        Q.S.71 ayat 13-14:
        “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ?
        Padahal Dia sesungguhnya telah membentuk kamu dalam beberapa tingkatan
        kejadian.”

  • SERBUIFF 3:10 am on 11/02/2009 Permalink | Reply
    Tags: al quraan, , iasa al masih, KISAH ISA AL MASIH / YESUS DI AL QURAAN, kristen,   

    KISAH ISA AL MASIH / YESUS DI AL QURAAN 

    KISAH ISA AL MASIH / YESUS DI AL QURAAN

    Surat Ali Imran 3 : 33 – 63

    إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحاً وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

    3.33. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),

    ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    3.34. (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    3.35. (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

    فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنثَى وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأُنثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وِإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    3.36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”

    فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنبَتَهَا نَبَاتاً حَسَناً وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقاً قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَـذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ إنَّ اللّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    3.37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

    هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

    3.38. Di sanalah Zakariya mendo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”.

    فَنَادَتْهُ الْمَلآئِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَـى مُصَدِّقاً بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَسَيِّداً وَحَصُوراً وَنَبِيّاً مِّنَ الصَّالِحِينَ

    3.39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat [193] (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

    [193] Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa bapak yaitu nabi ‘Isa a.s.

    قَالَ رَبِّ أَنَّىَ يَكُونُ لِي غُلاَمٌ وَقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَأَتِي عَاقِرٌ قَالَ كَذَلِكَ اللّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

    3.40. Zakariya berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?”. Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”.

    قَالَ رَبِّ اجْعَل لِّيَ آيَةً قَالَ آيَتُكَ أَلاَّ تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ إِلاَّ رَمْزاً وَاذْكُر رَّبَّكَ كَثِيراً وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالإِبْكَارِ

    3.41. Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”.

    وَإِذْ قَالَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاء الْعَالَمِينَ

    3.42. Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

    يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

    3.43. Hai Maryam, ta’atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ [194].

    [194] Bersembahyanglah dengan berjama’ah.

    ذَلِكَ مِنْ أَنبَاء الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيكَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُون أَقْلاَمَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

    3.44. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

    إِذْ قَالَتِ الْمَلآئِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهاً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

    3.45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat [195] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

    [195] Lihat not. 193.

    وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلاً وَمِنَ الصَّالِحِينَ

    3.46. dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.”

    قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

    3.47. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

    وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ

    3.48. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab [196], Hikmah, Taurat dan Injil.

    [196] Al Kitab di sini ada yang menafsirkan dengan pelajaran menulis, dan ada pula yang menafsirkannya dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya selain Taurat dan Injil.

    وَرَسُولاً إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْراً بِإِذْنِ اللّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ والأَبْرَصَ وَأُحْيِـي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللّهِ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    3.49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

    وَمُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُم بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُم بِآيَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَاتَّقُواْ اللّهَ وَأَطِيعُونِ

    3.50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan ta’atlah kepadaku.

    إِنَّ اللّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَـذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

    3.51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.

    فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللّهِ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللّهِ آمَنَّا بِاللّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

    3.52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

    رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

    3.53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.

    وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

    3.54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

    إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

    3.55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang- orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

    فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُواْ فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً شَدِيداً فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

    3.56. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong.

    وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

    3.57. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.

    ذَلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ

    3.58. Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Qur’an yang penuh hikmah.

    إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

    3.59. Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

    الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلاَ تَكُن مِّن الْمُمْتَرِينَ

    3.60. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

    Surat an Nisaa 4 : 156- 162

    وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَاناً عَظِيماً

    4.156. Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

    وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً

    4.157. dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.

    [378] Mereka menyebut ‘Isa putera Maryam itu Rasul Allah ialah sebagai ejekan, karena mereka sendiri tidak mempercayai kerasulan ‘Isa itu.

    بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً

    4.158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada- Nya [379]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    [379] Ayat ini adalah sebagai bantahan terhadap anggapan orang- orang Yahudi, bahwa mereka telah membunuh Nabi ‘Isa a.s.

    وَإِن مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً

    4.159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya [380]. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

    [380] Tiap-tiap orang Yahudi dan Nasrani akan beriman kepada ‘Isa sebelum wafatnya, bahwa dia adalah Rasulullah, bukan anak Allah. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa mereka mengimani hal itu sebelum wafat.

    فَبِظُلْمٍ مِّنَ الَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ اللّهِ كَثِيراً

    4.160. Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

    وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُواْ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَاباً أَلِيماً

    4.161. dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

    لَّـكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلاَةَ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أُوْلَـئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْراً عَظِيماً

    4.162. Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mu’min, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

    إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُوراً

    Surat Al Maidah 5 : 110 – 120

    5.110. (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.

    وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُواْ بِي وَبِرَسُولِي قَالُوَاْ آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

    5.111. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut ‘Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”.

    إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ قَالَ اتَّقُواْ اللّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

    5.112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami ?”. ‘Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.

    قَالُواْ نُرِيدُ أَن نَّأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَن قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ

    5.113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

    قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

    5.114. Isa putera Maryam berdo’a: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama”.

    قَالَ اللّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ فَمَن يَكْفُرْ بَعْدُ مِنكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَاباً لاَّ أُعَذِّبُهُ أَحَداً مِّنَ الْعَالَمِينَ

    5.115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.

    وَإِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـهَيْنِ مِن دُونِ اللّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلاَ أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

    5.116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.

    مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلاَّ مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً مَّا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

    5.117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

    5.118. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    قَالَ اللّهُ هَذَا يَوْمُ يَنفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

    5.119. Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfa’at bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadapNya [457]. Itulah keberuntungan yang paling besar”.

    [457]. Maksudnya: Allah meridhai segala perbuatan-perbuatan mereka, dan merekapun merasa puas terhadap ni’mat yang telah dicurahkan Allah kepada mereka.

    لِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    5.120. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Surat Maryam 19 : 16 – 40

    وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَاناً شَرْقِيّاً

    19.16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

    فَاتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَاباً فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَراً سَوِيّاً

    19.17. maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami [901] kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. [901]. Maksudnya: Jibril a.s.

    قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَن مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّاً

    19.18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

    قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَاماً زَكِيّاً

    19.19. Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

    قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيّاً

    19.20. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

    قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا وَكَانَ أَمْراً مَّقْضِيّاً

    19.21. Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

    فَحَمَلَتْهُ فَانتَبَذَتْ بِهِ مَكَاناً قَصِيّاً

    19.22. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

    فَأَجَاءهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنتُ نَسْياً مَّنسِيّاً

    19.23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

    فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيّاً

    19.24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

    وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَباً جَنِيّاً

    19.25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

    فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْناً فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَداً فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْماً فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنسِيّاً

    19.26. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.

    فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئاً فَرِيّاً

    19.27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

    يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيّاً

    19.28. Hai saudara perempuan Harun [902], ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

    [902]. Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s.

    فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيّاً

    19.29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

    قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً

    19.30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

    وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً

    19.31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

    وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً

    19.32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

    وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيّاً

    19.33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

    ذَلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

    19.34. Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

    مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

    19.35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

    وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

    19.36. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

    فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِن بَيْنِهِمْ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا مِن مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ

    19.37. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka [903]. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.

    [903]. Yaitu: Orang-orang Yahudi dan Nasrani atau antara sesama Yahudi atau sesama Nasrani.

    أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا لَكِنِ الظَّالِمُونَ الْيَوْمَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

    19.38. Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

    وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

    19.39. Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

    إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ

    19.40. Sesungguhnya Kami mewarisi bumi [904] dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.

    [904]. “Mewarisi bumi” maksudnya: setelah alam semesta ini hancur semuanya, maka Allah-lah yang kekal.

     
    • ricky 7:57 am on 12/02/2009 Permalink | Reply

      hellooo.. artikel nya bagus2 thanks n salam kenal ya..

    • erzal 8:23 am on 12/02/2009 Permalink | Reply

      hallo juga Ricky..terima kasih…sama2…salam kenal juga….

    • alo 3:45 pm on 19/05/2009 Permalink | Reply

      wa gue nggak bisa komentar. karena bunyinya hampir sama dengan pernyataan para sekte anti salib dan anti paulus, sebelum tahun 620M, di imperium persia.
      takutnya nanti dibilang menghina atau menghujat lagi.

  • SERBUIFF 4:59 am on 29/01/2009 Permalink | Reply
    Tags: , , INJIL DICACHE Injil Perspektif Baru yang Terungkap di Yerusalem, INJIL DICACHE Injil Perspektif Baru yang Terungkap di Yerusalem Memuat 20 Butir Kabar Gembira Tentang Nabi Muhammad saw., kristen, Memuat 20 Butir Kabar Gembira Tentang Nabi Muhammad saw., ,   

    INJIL DICACHE Injil Perspektif Baru yang Terungkap di Yerusalem, Memuat 20 Butir Kabar Gembira Tentang Nabi Muhammad saw. 

    INJIL DICACHE Injil Perspektif Baru yang Terungkap di Yerusalem, Memuat 20 Butir Kabar Gembira Tentang Nabi Muhammad saw. PENGANTAR PENERBIT NABI Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penyempurna akhlak (etika), rahmat bagi alam semesta serta penutup para Nabi dan Rasul. Hal ini tentu mempunyai indikasi yang kuat; baik tentang kabar gembira mengenai kedatangannya yang telah disampaikan oleh Nabi-nabi terdahulu, maupun bukti-bukti kebenarannya. Bumi berputar, waktu bergulir dan zaman telah berubah, namun bukti-bukti yang sangat menakjubkan tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pernah surut, bahkan semakin kuat. Ajaran yang disampaikan oleh Nabi Musa dan Nabi Isa Alaihissalam selalu menekankan tentang akan datangnya Nabi yang diimpi­impikan untuk membebaskan dunia dan bangsa-bangsa dari penindasan dan kezhaliman. Di dalam lima Kitab Taurat yang menyebutkan tentang nubuat-nubuat, semuanya menunjuk kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jadi, Nabi yang dinanti-nanti itu bukan Nabi Isa Alaihissalam, melainkan beliau adalah Nabi yang agung yang diutus oleh Tuhan pada waktunya untuk menyampaikan kabar gembira tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dia dan Yahya-yang terkenal di kalangan Kristen dengan nama Yohanes Pembaptis – Alaihissallam, bukan Al-Masih Pemimpin. Keduanya adalah AI-Masih biasa. Berangkat dari sinilah DR. Ahmad Hijazi As-Saqa terpanggil untuk mengangkat dan membahas tentang Injil Didache. fa menjelaskan keshahihan Injil Didache seperti sebelumnya, menjelaskan keshahihan Injil Barnabas. Pertanyaannya kemudian, kenapa harus INJIL DIDACHE? Apa urgensinya membahas Injil ini dan di mana letak relevansinya dengan bukti kebenaran Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam? Injil yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dimuat dalam majalah “Al-Muqtathaf” ini, memuat tentang “Dua Puluh Butir Kabar Gembira” tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Baik penulis INJIL DIDACHE maupun pengkaji Injil tersebut mempunyai keyakinan seperti itu bukannya tanpa bukti, karena mereka mempunyai beberapa data yang valid tentang kabar gembira itu. Mulai dari pembahasan kabar gembira pertama tentang kerajaan surga sampai kabar gembira kedua puluh tentang permohonan kepada Tuhan untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya, semuanya menguatkan eksistensi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Selain itu penuLis juga memaparkan bukti-bukti kongkrit tentang validitas kabar gembira itu, di antaranya: Pertama, semua kitab samawi (baik Taurat maupun Injil) menyebutkan bahwa Al-Masih Pemimpin adalah sosok yang mampu meruntuhkan Kekaisaran Romawi. Sedangkan tidak ada di antara Nabi Musa dan Isa Alaihissalam yang mengalahkan Kekaisaran Romawi, melainkan keruntuhannya pada zaman Nabi Muhammad. Kedua, Injil Didache tidak menyatakan bahwa Nabi Isa Alaihissalam adalah Nabi yang akan diutus di akhir zaman. la justru menyebutkan bahwa penganut Kristen yang tidak mengimani Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam akan dikutuk, sedangkan penganut Kristen yang mengimaninya akan menjadi orang kudus (suci). Ketiga, Sebutan orang Kristen (AI-Masihi) baru diberikan kepada murid-murid Yesus (An-Nashara) setelah AI-Kitab diubah pada Konsili Niqiyyah tahun 325 M. Sebab, berdasarkan bahasa mereka, Al-Masih adalah julukan bagi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, serta di dalam Injil Matius: 23 dan seterusnya, Isa Alaihissalam juga mengabarkannya dengan julukan AI-Masih. Pada waktu itu, para pengikut Yesus disebut orang-orang Nasrani (Nashraniyyun), bukan orang-orang Kristen (Masihiyyun). Setelah AI-Kitab diubah, barulah mereka dikenal dengan sebutan orang-orang Kristen. Dengan demikian, tidak disebutkannya kata `orang Kristen’ di dalam DIDACHE menunjukkan bahwa ia ditulis sebelum terjadi pengubahan terhadap AI-Kitab. Keempat, orang-orang Yahudi memberikan sebutan `Mesias’ atau `AI­Masih Pemimpin’ kepada Nabi yang ditunggu-tunggu yang akan datang seperti Musa. Mereka mengatakan bahwa julukan “Anak Tuhan” dan julukan `Tuhan’ di dalam Mazmur adalah julukan-julukan Nabi itu. Julukan “Anak Manusia” di dalam Kitab Daniel pun merupakan julukannya. Ingatah akan hal ini, dan ingatlah bahwa murid-murid Yesus sepakat akan hal ini. Kemudian, ingatlah bahwa Isa Alaihissalam di dalam Injil-injil Kanonik menolak julukan AI-Masih Pemimpin bagi dirinya, bahkan ia menafikan kedatangan AI-Masih Pemimpin dari kalangan orang-orang Yahudi. Dia menjelaskan bahwa Al-Masih Pemimpin itu akan datang dari Bani Ismail. Masih banyakbukti-bukti dan fenomena yang menunjukkan bahwa Nabi terakhir yang ditunggu-tunggu dan pemimpin para rasul adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sebagaimana yang dieksplorasi dalam buku ini. Pembaca budiman, buku ini sangat bermanfaat bagi kita umat manusia untuk melacak otentisitas ajaran dan kebenaran tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Semoga kehadiran buku ini semakin menambah khasanah intelektual kita. Amin. Pustaka Al-Kautsar Prof. DR. Abdul Qadir Sayyid Ahmad Penulis Buku “Afalaa Yatadabbaruuna Al-Qur’an” dan Mantan Dekan FakuItas Farmasi Universitas Kairo SEGALA puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berfirman, “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan di dalam diri mereka sendiri.” (Fushahilat: 53) Allah juga berfirman, “Katakanlah, Al-Qur’an itu diturunkan oleh Allah yang mengetahui rahasia di langit & di bumi.” (Al-Furqan: 6) Shalawat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan orang-orang yang mengambil petunjuk dari ajarannya sampai Hari Kebangkitan. Risalah AI-Masih Alaihissalam adalah kabar gembira tentang kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang disebarkannya kepada orang-orang Yahudi. Dia memilih Rasul-rasul di antara para pengikutnya untuk menyampaikan kabar itu ke pefbagai kota di Kerajaan Romawi dan sekitarnya.1] Pada saat itu, masyarakat­masyarakatYahudi di kota-kota Kerajaan Romawi dan sekitarnya memiliki rumah-rumah ibadah khusus. Di sanalah para orang-orang tua2] Yahudi mengajarkan Perjanjian Lama — yang mereka anggap Taurat — dan melaksanakan ritual-ritual doa mereka. Di kota-kota itu juga ada para penyembah berhala.3] Karena itulah, AI-Masih melarang keras para utusannya memakan daging binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Tuhan. Ketika memasuki suatu desa, para utusan itu segera menanyakan rumah-rumah ibadah orang-orang Yahudi, mencari ahli-ahli agamanya untuk berdiskusi tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan mendebat dengan sengit orang-orang yang menentang mereka. Penguasa dan penduduk setempat pun mengetahui perdebatan dan pertentangan di antara mereka itu, lalu meminta mereka semua datang untuk menjelaskan duduk perkaranya. Perdebatan itu dapat berlangsung selama berhari-hari, sampai semua orang mengetahui dakwah mereka. Jika para orang tua Yahudi setempat menerima dakwah mereka, maka mereka mendirikan perkumpulan gereja (majma’: synod) di sana. Sedangkan jika para orang tua itu menolak, mereka keluar dari kota tersebut dengan keyakinan telah menyampaikan risalah AI-Masih seperti yang mereka ketahui. Saya bertanya, apakah kitab-kitab Injil yang dipegang orang-orang Kristen ditulis pada masa hidupnya Al-Masih? Menurut mereka, Injil-injil itu ditulis setelah perang antara Titus dari Romawi dengan bangsa Yahudi pada tahun 70 Masehi. INJIL DIDACHE, yaitu ajaran AI-Masih Isa Alaihissalam kepada bangsa-bangsa4] tentang dakwahnya melalui para utusan, juga ditulis pada periode itu. Seperti yang mereka katakan, dan saya sepakat dengan mereka, Injil Matius yang asli telah hilang. Tetapi, INJIL DIDACHE yang asli tidak hilang, sehingga dari perspektif ini, ia dapat dianggap sebagai naskah yang sangat penting dan belum mengalami perubahan. Ahli-ahli agama Kristen di pelbagai negara telah mengkaji INJIL DIDACHE, namun belum ada seorang pun penulis muslim yang mengkajinya. Apabila kami membandingkan seorang penganut Kristen yang telah menulis kajian terhadap Injil ini dengan DR. Asy-Syaikh Ahmad Hijazi As­Saqa, catatan pertama yang dapat kami berikan adalah: kedua-duanya meyakini bahwa naskah ini membuktikan kebenaran pendapat mereka masing-masing, dan untuk itu keduanya telah memperlihatkan pengetahuan yang sangat luas. Di manakah posisi kaum muslimin saat Injil Bamabas dulu ditemukan? Zaman jelas telah berubah, dan zaman pun akan memperlihatkan bukti-bukti yang sangat menakjubkan tentang kebenaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. INJIL DIDACHE tidak menyatakan bahwa Nabi Isa Alaihissalam adalah tuhan, selain Allah. Ia juga tidak menyatakan bahwa Isa Alaihissalam adalah Nabi yang akan diutus di akhir zaman. Doktrin inti ajaran Kristen, yaitu penebusan dosa manusia dengan darah AI-Masih, juga tidak disebutkan di dalam Injil ini. Ia justru menyebutkan kebalikannya, yaitu penganut Kristen yang tidak mengimani Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam akan dikutuk, sedangkan penganut Kristen yang mengimaninya akan menjadi orang kudus (suci). INJIL DIDACHE tidak terhindar dari pemotongan. Di dalam bagian yang berisi nubuat tentang akhir masa berlakunya syariat Yahudi, AI-Masih Alaihissalam menyebutkan nubuat-nubuat dari Perjanjian Lama tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Namun, naskah tersebut telah dipotong. Orang yang cerdas tentu paham, pemotongan keterangan tentang nubuat-nubuat itu demi tujuan-tujuan keagamaan tertentu. Injil ini membuktikan bahwa Injil Al-Masih yang dikutip oleh para penulis Injil telah hilang. la merujuk Injil AI-Masih dengan frase “Berdasarkan Injil.” Tapi, orang-orang Kristen menafsirkan frase tersebut – yang membuktikan AI-Kitab yang mereka yakini sebagai referensi agama itu telah hilang – sebagai perujukan kepada Injil Matius. Jika benar demikian, siapa sih sebenamya yang ada terlebih dahulu dan siapa yang belakangan? Apa mungkin Matius menjadi bukti bagi kebenaran AI-Masih? Seharusnya, Matiuslah yang meminta bukti kebenaran dirinya kepada AI­Masih. Penafsiran mereka tersebut membuat murid menjadi guru dan guru menjadi murid. Itu tidak berguna di dalam debat, sehingga dakwaan – Injil AI-Masih telah hilang – tetap tak terbantah. INJIL DIDACHE menjelaskan bahwa gereja-gereja didirikan untuk mengingatkan tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan perang yang akan dia lakukan dalam membinasakan orang-orang Yahudi yang mengingkarinya, dan para pendeta muncul untuk menyerukan keimanan kepadanya. Klaim orang-orang Kristen bahwa misi para pendeta itu adalah menyerukan kedatangan kembali Al-Masih, tidak dapat dibenarkan orang yang berakal. Sebab, kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam terjadi pada waktu runtuhnya kekuasaan Romawi di Palestina. Al­Masih tidak muncul pada saat kekaisaran Romawi itu runtuh, dan bukan dia yang meruntuhkannya, sementara di dalam kitab-kitab suci mereka disebutkan, berdirinya kerajaan Yahudi di Palestina tidak sah kecuali setelah Al-Masih muncul, dan hal itu terjadi setelah kekaisaran Romawi runtuh. INJIL DIDACHE sesuai dengan Keempat Injil – di samping dalam nubuat-nubuatnya tentang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ­ juga dalam seruan terhadap akhlakyang mulia, dan Al-Masih Alaihissalam adalah pembenar kitab suci yang telah ada. INJIL DIDACHE juga mempunyai kesesuaian dengan Injil Bamabas dalam hal-hal tersebut. Yang menarik, Barnabas meriwayatkan dari AI-Masih pengharaman makanan-makanan yang dipersembahkan bagi berhala. INJIL DIDACHE pun meriwayatkan demikian. Kedua Injil itu ditulis sebelum Paulus menghalalkan para pengikutnya untuk memakan daging persembahan bagi berhala. Hal ini membuktikan kebenaran dan ketuaan keduanya. Orang-orang Nasrani harus menerima kebenaran Injil Didache ini, lalu menyerahkan diri mereka kepada Tuhan semesta alam. Kita, kaum muslimin, menyeru mereka kepada agama Islam, agar kita mendapatkan pahala dua kali. Sekiranya kita tidak suka jika mereka mendapatkan kebaikan, maka klta akan membiarkan mereka dan tidak akan berdakwah kepada mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Demikianlah kamu, menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab suci semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata: Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadapmu.” (Ali Imran: 119 118) DR. Ahmad Hijazi As-Saqa tidak menyimpan-nyimpan tenaga dalam menetapkan kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dari dalam kitab-kitab suci para Ahlul Kitab. Beliau menjelaskan keshahihan INJIL DIDACHE seperti sebelumnya, menjelaskan keshahihan Injil Bamabas. Kami berdoa semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas upaya beliau tersebut. INJIL DIDACHE diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan dimuat dalam majalah “AI-Muqtathaf,” dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengilhami beliau untuk mengetahui Injil ini dikarenakan hikmah yang diketahui oleh-Nya saja. Akhirnya, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat iman dan Islam. Semoga Allah membimbing dan meluruskan kita dan kaum muslimin semuanya. “Saya hanya menginginkan usaha perbaikan selama saya masih berkesanggupan. Tidak ada bimbingan bagi saya melainkan dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah saya bertawakkal dan kepada­Nyalah saya kembali.” (Hud:88) Prof. DR. Abdul Qadir Sayyid Ahmad Mantan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Kairo 1.Murid-murid Yesus adalah Simon yang juga diberinya nama Petrus, Andreas saudara Simon, Yakobus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Simon yang disebut orang sebagai Zealot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iscariot. Lihat Lukas, 6: 13-16. – Penj. 2.Para orang tua, atau para tetua, adalah tesjemahan dari kata’ulama, mereka adalah para pemimpin agama Yahudi.-Penj. 3.Terkadang penerjemah menggunakan ungkapan orang-orang yang fidak mengenal Tuhan untuk kata watsaniyyun (para penyembah berhala).-Penj. 4.Yang, dimaksud dengan bangsa-bangsa, atau gentile, adalah orang-orang non-Yahudi. Penj PENDAHULUAN Bismillahirrohmanirrahim Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan alam semesta. Shalawat dan salam kepada “Sang Penutup” para Nabi, keluarganya, dan semua sahabatnya. Injil-injil Muqaddas menurut orang-orang Kristen ada empat, yaitu Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Pernah muncul sebuah Injil yang mereka tolak, yaitu Injil Bamabas, karena di dalamnya disebutkan bahwa “Nabi Muhammad adalah Rasulullah (utusan Tuhan).” Sekarang muncul Injil baru, serupa dan setua Injil Bamabas, yaitu INJIL DIDACHE. Kami memandang perlu memunculkannya di perpustakaan­perpustakaan Islam, karena orang-orang Kristen telah memunculkannya di perpustakaan-perpustakaan mereka. Mereka mengatakan, di akhir Injil ini terdapat kekurangan -dan kekurangan itu disengaja- tepatnya pada pembicaraan Al-Masih Alaihissalam tentang “Nabi yang akan datang setelah dirinya” untuk mendirikan Kerajaan Surga. Mereka menafsirkan bahwa Nabi yang akan datang itu adalah AI-Masih Isa bin Maryam pada kedatangannya di akhir zaman. Siapa yang akan percaya bahwa Isa akan turun di akhir zaman, sementara ia membaca di dalam Injil Yohanes, “Saya tidak akan kekal di dunia, sedangkan mereka akan tetap ada di dunia. Saya akan datang kepada Bapa, dan kalian tidak akan melihat saya.” Di dalam terjemahan­nya yang lain, “Saya tidak ada lagi di dalam dunia, sedangkan mereka masih ada di dalam dunia.” (Yohanes 17: 11) “Saya pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat saya lagi.” (Yohanes 16:10) Di dalam Taurat, Kerajaan Surga berdiri setelah kekuasaan Kekaisaran Romawi di Tanah Palestina runtuh. Ia runtuh pada Yaum Ar­Rabb (Hari Tuhan) di tangan kaum muslimin pada zaman Umar bin Al­Khathab Radhiyallahu Anhu pada Perang Armagedon yang dikenal juga dengan Perang Yarmuk. Nabi Isa Alaihissalam berpesan kepada orang-orang yang hendak berdoa untuk membaca, “Bapa kami yang ada di surga. Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu…” Demikian di dalam INJIL DIDACHE. “Wahai Bapa, Tuhan kami. Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu pada kami…” Demikian di dalam Injil Barnabas. “Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan­Mu ….” Demikian di dalam Injil Lukas. “Bapa kami di surga. Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan­Mu ….” Demikian di dalam Injil Matius. Jadi, INJIL DIDACHE, Bamabas, Lukas, dan Matius sepakat bahwa Kerajaan Surga datang setelah Nabi Isa Alaihissalam. Waktu kedatang­annya pun ditentukan, yaitu di akhir masa Kekaisaran Romawi. Kaum muslimin telah meruntuhkan kekaisaran itu. Jadi, mengapa orang-orang Yahudi dan Kristen beromong kosong dengan mengatakan bahwa Kerajaan Surga belum datang?! Hari Tuhan Di dalam Taurat Musa dan Kitab Nabi-nabi dijelaskan bahwa Nabi yang ummi (tidak bisa baca-tulis), yang datang setelah Musa, akan melancarkan perang terhadap orang-orang Yahudi yang mengingkarinya, dan membinasakan mereka pada hari-hari pertama kemunculannya. AI­Masih Isa Alaihissalam memerintahkan para pengikutnya untuk berjaga­jaga dan bersiap-siap demi hari tersebut, supaya mereka tidak binasa. la pun membuat peringatan agar mereka tidak melupakan hari itu, yaitu dengan mengadakan perkumpulan secara teratur, sambil membawa roti dan mengucapkan doa-doa bagi Tuhan, lalu memotong-motong dan membagi-bagikannya, membawa anggur serta mengucapkan doa-doa bagi Tuhan, lalu membagi-bagikannya, sebagaimana dilakukan para sufi muslim pada saat berkumpul untuk berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Doa-doa tersebut menunjukkan bahwa AI-Masih adalah perantara untuk mengenalkan Kerajaan Tuhan, bukan pemilik kerajaan itu. Perhatikan perkataannya, “Ketika kalian berkumpul pada Hari Tuhan,” atau demi Hari Tuhan. (Hari Tuhan adalah kebinasaan orang­orang Yahudi yang mengingkari Nabi Muhammad ShaIlallahu Alaihi wa Sallam, bukan hari Sabtu ataupun hari Minggu – Penj.) Itu dikarenakan hari Sabat adalah hari untuk berdoa, sehingga pada hari itu mereka akan berkumpul, baik diperintahkan atau tidak, karena hari itu adalah hari pertemuan kudus, hari doa bersama, dan Nabi Isa diutus tidak untuk membatalkan hukum tersebut. Tapi, orang-orang Kristen beromong kosong dengan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Hari Tuhan adalah hari Minggu. Bukti bahwa maksud AI-Masih adalah berjaga-jaga dan bersiap-siap demi Hari Tuhan adalah ia berdalil dengan nubuat Malakhi, yaitu nubuat tentang Hari Tuhan di dalam Taurat. Di antara penjelasan IsaAlaihissalam tentang Hari Tuhan adalah, “Berjaga-jagalah demi hidup kamu. Janganlah kamu memadamkan pelita­pelita dan janganlah kamu melonggarkan ikat pinggang. Tetapi bersiap-­siaplah, karena kamu tidak mengetahui waktu tuhan kita datang.” Ia menasehati orang-orang Yahudi agar menerima Nabi selain dirinya. Alasannya, ia mengatakan, “Karena kamu tidak tahu saat tuhan kita datang.” Yang ia maksud dengan tuhan kita (rabbuna) adalah tuan kita (sayyiduna), yaitu Nabi yang akan datang. Jika yang ia maksud adalah dirinya sendiri, ia tentu akan mengatakan, “Waktu saya datang.” Penjelasan AI-Masih yang lain, “Iman kamu pada setiap zaman tidak akan berguna, jika pada waktu terakhir kamu tidak menjadi orang-orang yang sempurna.” Waktu terakhir adalah penghujung kenabian dan kerajaan Bani Israel, dan permulaan kenabian dan kerajaan Bani Ismail, karena kedua hal itu; yaitu kenabian dan kerajaan, adalah `berkat’ bagi Nabi Ibrahim Alaihissalam, pertama bagi Ishaq, lalu bagi Ismail. Penjelasan Al-Masih yang lain, “Orang-orang yang sabar dalam keimanan, akan terbebas dari kutukan ini.” Kutukan adalah sifat khusus bagi Yahudi, sebagaimana terdapat dalam Mazmur:119. Penjelasan AI-Masih yang lain, “Fada saat itu muncullah tanda-tanda kebenaran.” Kebenaran adalah salah satu gelar Nabi yang ummi yang akan datang ke dunia, yang disebut di dalam Manuskrip Gua Qumran (Dead Sea Scrolls). Manuskrip ini menyebutkan tiga nubuat tentang kebinasaan orang­orang Yahudi yang mengingkari Nabi yang ummi itu pada Hari Tuhan, pada hari-hari pertama kemunculannya, yaitu: 1. Nubuat terbukanya langit. 2. Nubuat suara sangkakala. 3. Nubuat bangkitnya orang-orang mati. Orang-orang Kristen mengatakan, mereka tidak mengerti makna nubuat terbukanya langit. Mereka berdusta saat mengatakan hal itu, karena nubuat-nubuat tersebut terdapat di dalam Kitab Yesaya untuk menunjukkan binasanya orang-orang Yahudi yang mengingkari Nabi Muhammad pada Hari Tuhan. Mereka juga bingung dalam menafsirkan kebebasan dari kutukan. Mereka mengatakan, yang terkutuk di atas salib adalah AI-Masih. Perkataan itu salah, karena orang yang beriman kepada Nabi yang akan datang itu tidak akan terkutuk, sedangkan orang yang tidak beriman kepadanya akan terkutuk. Di dalam Zabur (Mazmur-Penj.) disebutkan, “Engkau menghardik orang-orang yang sombong, yang terkutuk, yang menyimpang dari wasiat-wasiat-Mu.” (Mazmur, 119: 21) Hardikan itu hanya bagi orang yang tidak beriman dan yang terkutuk. Kemudian, AI­Masih Isa Alaihissalam mengatakan bahwa kebanyakan orang Yahudi tidak bebas dari kutukan, karena kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Nabi tersebut. Tetapi, sebagian akan beriman, dan mereka inilah orang­orang terpilih, sebagaimana dikatakan Zakaria, “Tuhanku akan datang, dan semua orang kudus bersama-Mu.” Maksudnya Nabi Tuhan akan datang, diiringi orang-orang yang terpilih. Al-Masih mengatakan, “Pada saat itu, alam memandang Tuhan datang di atas awan-awan di langit,” sebagaimana dikatakan Nabi Daniel di dalam ayat: 7. Kami akan menjelaskan nubuat-nubuat tersebut di dalam komentar­komentar terhadap teks INJIL DIDACHE, dan merujukkan masing-masing nubuat kepada asalnya di dalam Taurat. Pendeta Koptik yang telah menyunting INJIL DIDACHE, yang namanya tidak disebutkan, namun karyanya menunjukkan bahwa ia memiliki pengetahuan yang luas, mengatakan sebagai berikut, “Baris-baris terakhir DIDACHE di dalam Manuskrip Yerusalem tidak lengkap.” Apa penyebab tidak lengkapnya pasal nubuat Nabi yang ditunggu-tunggu, padahal tujuan dakwah AI-Masih adalah memunculkan dan menerangkan nubuat-nubuat itu, dan untuk menunjukkan orang yang dimaksudkannya?! Mengapa ketidak sempurnaan itu justru ada pada bagian tersebut?! Pendeta ini menjawab, “Kitab Al-Marasim Ar-Rasuliyah (Apostolic Constitutions) menyatakan bahwa bagian yang hilang adalah: Pada saat itu, tuhan datang dan orang-orang kudus bersama-nya, disertai gempa, di atas awan, dengan kekuatan malaikat-malaikatnya, di atas singgasana kerajaannya …” juga bagian-bagian lain yang senada dengan hal itu. Yang dimaksud dengan tuhan (ar-rabb) adalah tuan (as-sayyid), yaitu Nabi yang ditunggu-tunggu, sedangkan orang-orang kudus adalah peng­ikutnya yang terpilih. Gempa adalah kiasan bagi sengifiya peperangan pada Hari Tuhan. Di atas awan adalah kiasan bagi keluhuran dan keagungan Nabi itu, dan malaikat adalah kiasan bagi sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya. Hal ini akan saya jelaskan lebih lanjut. Dari pembahasan kami tersebut jelas bahwa DIDACHE menunjukkan kedatangan Nabi Muhammad ShaIlallahu Alaihi wa Sallam dengan beberapa alasan: Pertama, Taurat berbicara tentang Nabi yang akan muncul setelah Nabi Musa Alaihissalam di dalam Kitab Ulangan: 18, yaitu: “Tuhan, Tuhanmu, akan membangkitkan seorang Nabi dari kalanganmu, dari saudara-saudaramu, seperti saya. Oleh karena itu kamu harus mendengarkannya.” Kedua, Injil Yohanes ayat pertama menjelaskan bahwa Nabi itu belum muncul pada masa Yahya Al-Ma’madan (John the Baptist: Yohanes Pembaptis) dan Isa Alaihissalam, sebab mereka (orang-orang Lewi­penj. ) bertanya kepada Yohanes Pembaptis, “Apakah engkau Nabi yang akan datang?” lalu ia menjawab, “Bukan.” Ketiga, Yohanes Pembaptis dan Nabi Isa Alaihissalam, seperti yang disebutkan oleh semua Injil, menyerukan dekatnya Kerajaan Surga, yang oleh Taurat dikatakan akan berdiri setelah Kerajaan Romawi. Keempat, Nabi Isa Alaihissalam berkata kepada para pengikutnya, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Tuhan apa yang wajib kamu berikan kepada Tuhan!” la tidak memerangi Kekaisaran Romawi, tidak menaklukkan satu pun negeri yang dikuasai Romawi, tidak merebut sejengkal pun tanah Romawi, dan Kekaisaran Romawi tetap berdiri setelah kematiannya sampai diperangi oleh kaum muslimin. Di dalam Taurat disebutkan, Nabi yang akan datang akan melancarkan perang yang sengit kepada orang-orang yang menentangnya untuk membinasakan mereka dan membersihkan bumi dari mereka, sebagai­mana bumi telah dibersihkan dengan banjir Nabi Nuh Alaihissalam. Yang membersihkan bumi pada Hari Tuhan adalah kaum muslimin. Kelima, tanda-tanda Hari Tuhan telah disebutkan oleh pengarang DIDACHE, seperti disebutkan oleh Injil-Injil lain. Demikian. Tuhan-lah Pemberi bimbingan. DR. Ahmad Hijazi As-Saqa Mayt Tharif, Daqhaliyah 26-8-1423 H/1-11-2002 M INJIL DIDACHE ATAU AJARAN RASUL RASUL hal. 7-8-9-10-11 NASKAH Injil Didache, atau Ajaran AI-Masih kepada bangsa bangsa melalui Dua Belas Rasul, ditemukan di dalam manuskrip berbahasa Yunani satu-satunya pada tahun 1871 M. Waktu penulisannya berkisar pada akhir abad pertama atau awal abad kedua Masehi, dan ia diperkirakan lebih tua daripada Injil Yohanes. Isi Injil Didache Injil Didache berisi 16 pasal, yaitu: 1. Pasal 1-6: perilaku orang Kristen (dua jalan). 2. Pasa 7-10: bagian liturgi, atau ritual, berisi ajaran tentang pembaptisan (pasal 7), puasa dan shalat (pasal 8), perjamuan Ekaristi dan memotong­motong roti (pasal9 dan 10). 3. Pasal 10 dan 11: hirarki gereja. 4. Pasa 16: menunggu kedatangan Tuhan. Kami akan memaparkan teks Injil Didache5] selengkapnya terlebih dulu, agar pembaca rnemiliki pijakan untuk melanjutkan kajian terhadap naskah ini. Teks Injil Didache: (Ajaran AI-Masih kepada Bangsa-bangsa Melalui Dua Belas Rasul) pasal: 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16 Didache pasal 1: 1.1 Ada dua jalan, yaitu jalan kehidupan dan jalan kematian. Perbedaan antara kedua jalan itu sangat besar. 1.2 Jalan kehidupan adalah berikut ini: Pertoma, kasihilah Tuhan, Pt?nciptamu. Kedua, kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri, dan segala sesuatu yang kamu tidak inginkan dilakukan terhadap kamu, janganlah kamu melakukannya terhadap sesamamu. 1.3 Pengajaran dari kata-kata itu adalah berikut ini: berkatilah orang-orang yang mengutukmu, berdoalah demi musuh-musuhmu, berpuasalah demi orang-orang yang menindasmu. Karena apa upahnya apabila kamu mengasihi orang yang mengasihimu? Bukankah bangsa­bangsa melakukan seperti itu? Tetapi kamu, kasihilah orang-orang yang membencimu, maka kamu tidak mempunyai musuh. 1.4 Hindarilah nafsu-nafsu jasadi dan ragawi. Siapa yang menampar pipi kananmu, berikanlah kepadanya pipi kirimu. Maka, kamu menjadi orang yang sempuma. Siapa yang memaksamu berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersamanya sejauh dua mil. Apabila seseorang mengambiljubahmu, berikanlah juga mantelmu kepadanya. Apabila dia mengambil apa yang kamu punyai, janganlah kamu menuntutnya, karena kamu tidak mampu. 1.5 Kepada setiap orang yang meminta kepadamu, berikanlah. Janganlah kamu menuntutnya, karena Tuhan Bapa berkehendak memberi nikmat-nikmatNya kepada semua orang. Beruntunglah orang yang memberi sesuai perintah ini, karena dia akan menjadi orang yang tidak tercela. Celakalah orang yang mengambil, karena bila dia memiliki kebutuhan, maka dia tidak bersalah. Tetapi, orang yang tidak memiliki kebutuhan, dia akan diberi dengan penghitungan, apakah sebabnya dia mengambil dan apakah tujuannya, sehingga dia berada dalam kesempitan dan terluka disebabkan perbuatannya, dan dia tidak akan keluar dari keadaan itu sampai dia membayar peser terakhir. 1.6 Berkenaan dengan hal ini, dikatakan juga: Biarlah shadaqahmu berkeringat di tanganmu, sampai kamu mengetahui kepada siapa kamu memberikannya. Didache pasal 2: 2.1 Berikut perintah kedua dalam pengajaran ini. 2.2 Janganlah kamu membunuh, je.nganlah kamu berzina, janganlah kamu merusak anak-anak, janganlah kamu melacur, janganlah kamu mencuri, janganlah kamu melakukan sihir, janganlah kamu meracun orang, janganlah kamu membunuh janin di dalam perut dan janganlah juga membunuh anak yang sudah lahir, serta janganlah kamu menginginkan apa yang dipunyai sesamamu. 2.3 Janganlah kamu mengucapkan sumpah palsu, janganlah kamu mengucapkan kesaksian dusta, janganlah kamu menggunjing, dan janganlah kamu mengingat-ingat hinaan yang kamu terima. 2.4 Janganlah kamu menjadi orang yang bercabang pikiran dan bercabang lidah, karena lidah yang bercabang adalah perangkap kematian. 2.5 Jangan sampai kata-katamu menjadi omong kosong dan kepalsuan, tetapi harus dipenuhi perbuatan. 2.6 Janganlah kamu tamak terhadap harta, jangan merampok, jangan munafik, jangan membanggakan diri, dan jangan sombong. Di samping itu, janganlah kamu bemiat jahat terhadap sesamamu. 2.7 Janganlah kamu membenci seseorang, tetapi insafkanlah sebagian orang, dan berdoalah untuk sebagian yang lain, dan kasihilah sebagian yang lain itu melebihi dirimu sendiri. Didache pasal 3: 3.1 Anakku, menjauhlah dari semua kejahatan dan dari semua yang menyerupainya. 3.2 Janganlah kamu menjadi pemarah, karena kemarahan membawa kepada pembunuhan. Janganfah kamu menjadi pencemburu, gemar permusuhan, dan lekas marah, karena semua itu menyebabkan pembunuhan. 3.3 Anakku, janganlah kamu mengikuti nafsu, karena nafsu membawa kepada perzinaan, dan janganlah kamu berkata-kata cabul dan bermata jalang, karena dari semua itulah terlahir rupa-rupa perzinaan. 3.4 Anakku, janganlah kamu mengambil pertanda baik dari burung, karena hal itu membawa kepada penyembahan berhala. Janganlah kamu menjadi peramal dan tukang tenung, janganlah kamu melakukan kebiasaan bersuci para penyembah berhala, dan janganlah kamu ingin melihat atau mendengarnya, karena dari semua itulah muncul penyembahan terhadap berhala. 3.5 Anakku, janganlah kamu berdusta, karena dusta membawa kepada pencurian, dan janganlah kamu menjadi pencinta harta dan kehormatan yang semu, karena dari semua itulah muncul banyak pencurian. 3.6 Anakku, janganlah kamu berkeluh kesah, karena keluh kesah membawa kepada sumpah serapah, dan janganlah kamu lancang dan berburuk sangka, karena dari semua itulah muncul banyak sumpah serapah. 3.7 Jadilah kamu orang yang lembut hati, karena orang-orang yang lembut hati akan mewarisi bumi. 3.8 Jadilah kamu orang yang sangat penyabar, penuh kasih sayang, suka berdamai, tenang, saleh, dan selalu gemetar karena kata-kata yang kamu dengar. 3.9 Janganlah kamu mengagungkan dan membanggakan diri sendiri, dan janganlah kamubergauldengan orang orang yang sombong, melainkan bergaullah dengan orang-orang yang baik dan rendah hati. 3.10 Kamu harus menerima apapun yang terjadi pada dirimu sebagai kebaikan, karena mengetahui bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi bukan karena Tuhan. Didache pasal 4: 4.1 Anakku, kamu harus mengingat orang yang menyampaikan firman Tuhan pada siang dan malam hari, muliakan dia sebagai tuhan, karena di mana saja diucapkan kata-kata Tuhan, di sana ada Tuhan. 4.2 Kamu harus berusaha setiap hari untuk bertemu dengan orang­orang kudus, supaya kamu terhibur oleh kata-kata mereka. 4.3 Janganlah kamu menyebabkan perpecahan, tetapi kamu harus menanamkan perdamaian di antara orang-orang yang bermusuhan. Kamu harus memutuskan dengan adil dan janganlah kamu menahan diri dari beberapa orang dalam menginsafkan kesalahan. 4.4 Janganlah kamu menjadi orang yang bimbang, apakah sesuatu akan terjadi atau tidak? 4.5 Janganlah kamu membuka lebar-lebar tanganmu pada saat mengambil dan merapatkan genggaman tanganm u pada saat memberi. 4.6 Kamu harus memberikan sebagian harta yang kamu miliki dari usaha tanganmu sebagai penebus kesalahan-kesalahanmu. 4.7 Janganlah kamu ragu-ragu untuk memberi. Jika kamu memberi, janganlah kamu berkeluh kesah, karena kamu akan mengetahui siapakah Dia Sang Pemberi balasan yang baik. 4.8 Janganlah kamu menolak orang yang membutuhkan, ajaklah saudaramu dalam segala sesuatu yang kamu miliki, dan janganlah kamu mengatakan bahwa suatu barang adalah milikmu sendiri, karena jika kamu bersekutu pada apa yang abadi, maka lebih pantas jika kamu bersekutu pada apa yang fana. 4.9 Janganlah kamu mengangkat tangan untuk memukul anakmu; laki-laki ataupun perempuan, tetapi kamu harus mengajarkan mereka sejak dini rasa takut kepada Tuhan. 4.10 Janganlah kamu menghardik dengan keras budak laki-laki ataupun budak perempuanmu yang berharap-harap kepada Tuhan yang sama, agar mereka tidak kehilangan rasa takut kepada Tuhan, karena Dia datang bukan untuk disembah orang-orang terhormat saja, tapi oleh siapa saja yang disiapkan oleh Roh. 4.11 Adapun kamu, para budak sahaya, kamu harus tunduk kepada tuan-tuanmu seperti kepada Tuhan, yaitu dengan penuh penghormatan dan rasa takut. 4.12 Kamu harus membenci semua kemunafikan dan segala sesuatu yang tidak disukai Tuhan. 4.13 Janganlah kamu melalaikan perintah-perintah Tuhan, tetapi kamu harus menjaga apa yang kamu terima tanpa penambahan dan Pengurangan. 4.14 Kamu harus mengakui kesalahan-kesalahanmu di hadapan gereja, janganlah kamu membaca doa-doa dengan hati yang jahat. Demikianlah jalan kehidupan. Didache pasal 5: 5.1 Inilah jalan kematian. Pertama-tama; la sangat jahat, penuh kutukan, bermacam-macam pembunuhan, perzinaan, nafsu, per­selingkuhan, pencurian, penyembahan berhala, sihir, meracun orang, perampokan, kesaksian palsu, kepura-puraan, kemunafikan, kecurangan, kebencian, pengkhianatan, sikap keras kepala, ketamakan, kata-kata yang salah, kecemburuan, kelancangan, mengagungkan diri sendiri, membang­gakan diri sendiri, dan membual. 5.2 Orang-orang yang menindas orang-orang yang saleh: membenci kebenaran, mencintai kebohongan, tidak mengetahui cara membalas kebaikan, tidak mendekati kebaikan dan keputusan yang adil, begadang bukan untuk kebaikan tapi untuk kejahatan, menjauhi kerendahhatian dan kesabaran, mencintai kebatilan, menindas tindakan membalas budi, tidak mengasihi orang-orang miskin, yang tidak merasa terluka bersama orang­orang yang terluka, tidak mengetahui pencipta mereka, membunuh anak­anak, merusak ciptaan Tuhan, berpaling dari orang-orang yang membutuh­kan, membuat cemas orang-orang yang dalam kesusahan, membela orang-orang kaya, memutuskan kezaliman bagi orang-orang sengsara, melakukan pelbagai kesalahan; semoga kamu dan anak-anakku selamat dari sifat-sifat itu semuanya. Didache pasal 6: 6.1 Waspadalah kamu, jangan sampai ada orang yang menyesatkan­mu dari pengajaran ini, karena dengan begitu ia mengajarkan apa yang tidakberhubungan dengan Tuhan. 6.2 Jika kamu sanggup membawa semua beban Tuhan, maka kamu akan menjadi orang yang sempuma. Sedangkan jika kamu tidak sanggup, maka lakukanlah apa yang kamu mampu. 6.3 Berkenaan dengan makanan, tanggunglah puasa semampumu, hindarilah dengan sungguh-sungguh daging persembahan untukberhala, karena itu merupakan persembahan terhadap tuhan-tuhan yang mati. Didache pasal 7: 7.1 Berkenaan dengan pembaptisan, baptislah dengan cara seperti ini: setelah apa-apa yang kami katakan terdahulu, baptislah dengan nama Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus, dengan air yang mengalir. 7.2 Apabila kamu tidak mendapatkan air yang mengalir, baptislah dengan air yang lain. Bila memungkinkan, dengan air dingin, jika tidak, dengan air panas. 7.3 Jika keduanya tidak kamu dapati, maka kucurkanlah air ke kepala tiga kali dengan menyebut nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. 7.4 Sebelum pembaptisan, orang yang akan membaptis hendaknya berpuasa, juga orang yang akan dibaptis, dan orang-orang lain yang mampu melakukannya, dan saya memerintahkan kepada orang yang akan membaptis, hendaknya dia berpuasa selama satu atau dua hari sebelum pembaptisan. Didache pasal 8: 8.1 Jangan kamu berpuasa bersama orang-orang yang munafik, karena mereka berpuasa pada hari kedua dan kelima setiap minggu. Adapun kamu, berpuasalah pada hari keempat dan hari persiapan.6] 8.2 Janganlah kamu membaca doa-doa seperti orang-orang munafik, tapi seperti yang diperintahkan tuan di dalam Injilnya. Maka, berdoalah demikian: “Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, terjadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kepada kam i makanan kami pada hari ini untuk persiapan esok hari. Ampunilah kesalahan kami sebagaimana kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah Engkau membawa kami ke dalam percobaan, tapi bebaskanlah kami dari orang yang jahat, karena Engkaulah yang memiliki kekuatan dan kemuliaan sampai selama­lamanya.” 8.3 Seperti itulah kamu berdoa tiga kali sehari. Didache pasal 9: 9.1 Berkenaan dengan makanan pada Jamuan Ekaristi, berkatilah seperti demikian (9.2): 9.2 Pertama, sebagai pujian saat memegang cawan, “Kami bersyukur kepada-Mu, wahai Tuhan Bapa kami, demi pohon anggur Dawud, putra-Mu yang kudus, yang Engkau perkenalkan kepada kami melalui Yesus, putra-Mu. Engkaulah yang memiliki kemuliaan sampai selama-lamanya.” 9.3 Sebagai pujian saat memotong-motong roti, “Kami bersyukur kepada-Mu, Tuhan Bapa kami, demi kehidupan dan pengetahuan yang Engkau beritakan kepada kami melalui Yesus, putra-Mu. Engkaulah yang memiliki kemuliaan sampai selama-lamanya. 9.4 Sebagaimana roti yang dipotong-potong disebar di atas gunung, kemudian dikumpulkan sehingga menjadi satu, demikianlah disatukan gereja-Mu dari ujung bumi sampai kerajaan-Mu, karena Engkaufah yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan melalui Yesus Kristus sampai selama­lamanya.” 9.5 Tidak seorang pun di antara kamu boleh memakan atau meminum Jamuan Ekaristi, kecuali orang-orang yang telah dibaptis dengan nama Tuhan, karena tentang hal ini Tuhan telah berkata, “Janganlah kamu memberikan makanan yang suci kepada anjing.” Didache pasal 10: 10.1 Setelah kenyang, ucapkanlah syukur demikian: 10.2 Kami bersyukur kepada-Mu, Bapa Yang Kudus, demi nama­Mu Yang Kudus, yang Engkau tempatkan di dalam hati kami, dan demi pengetahuan, keimanan, dan keabadian yang Engkau perkenalkan kepada kami melalui putra-Mu, Yesus. Engkaulah pemilik kemuliaan sampai selama-lamanya. 10.3 Wahai Tuhan yang sangat berkuasa, segala sesuatu Engkau ciptakan demi nama-Mu. Engkau memberikan makanan dan minuman kepada manusia, agar mereka nikmati, dan agar mereka bersyukur kepada-Mu. Sedangkan kepada kami, Kau berikan makanan dan minuman rohani, dan kehidupan abadi melalui putra-Mu. 10.4 Kami bersyukur kepada-Mu, pertama-tama, karena Engkau berkuasa. Engkaulah pemilik kemuliaan sampai selama-lamanya. 10. 5 Ingatlah gerejamu wahai Tuhan, agar engkau menyelamatkan­nya dari segala keburukan dan menyempumakannya dalam kasih kepada­Mu. Kumpulkan tempat yang kudus itu dari empat mata angin hingga kerajaanmu yang engkau persiapkan. Karena Engkaulah yang memiliki kekuatan dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 10.6 Datanglah nikmat, pergilah dunia ini, Hosanna demi tuhan Dawud: siapa yang suci, hendaklah maju, dan siapa yang tidak demikian, hendaklah bertaubat. Maranatha. Amin.” 10. 7 Adapun Nabi-nabi, biarkanlah mereka mengucapkan doa pujian sebagaimana mereka kehendaki. Didache pasal 11: 11.1 Karena itu, siapapun yang datang dan mengajarkan kalian ajaran-ajaran tersebut, katakanlah, “Terimalah ia.” 11.2 Apabila guru mengubah pengajaran ini dengan pengajaran lain untuk merusak, makajanganlah kamu mendengarkannya. Sedangkan bila ia mengajar agar kebaikan dan pengetahuanmu tentang Tuhan bertambah, maka terimalah ia sebagai Tuhan. 11.3 Adapun berkenaan dengan Rasul-rasul dan Nabi-nabi, maka ketahuilah bahwa berdasarkan pengajaran Injil, maka perintah Tuhan adalah demikian: 11.4 Semua Rasul yang datang kepadamu, terimalah sebagai tuhan. 11. 5 Dia tidak tinggal di rumahmu lebih dari satu hari, atau dua hari jika terpaksa. Apabila dia tinggal selama tiga hari, dia adalah Nabi palsu. 11.6 Jika Rasul Ifu pergi, maka dia hanya mengambil roti sebagai bekal sampai dia menemukan tempat menginap yang lain. Sedangkan jika dia meminta uang, maka dia adalah Nabi palsu. 11.7 Janganlah kamu membawa setiap Nabi yang berbicara atas nama Roh ke dalam percobaan dan janganlah kamu mengutuknya. Dosa­dosa itu tidak terampuni. 11.8 Tidak semua Nabi yang berbicara atas nama Roh adalah Nabi, tetapi Nabi adalah orang yang memiliki perilaku Tuhan. Dari perilakulah diketahui Nabi yang palsu dan Nabi yang benar. 11.9 Nabi-nabi yang memerintahkan atas nama Roh untuk disiapkan makanan, dia tidak memakan makanan itu. Jika dia makan, dia adalah Nabi palsu. 11.10 Setiap Nabi mengajarkan kebenaran. Jika dia mengajarkan, tapi tidak melaksanakan, dia adalah Nabi palsu. 11.11 Setiap Nabi yang benar telah diuji dan melaksanakan rahasia gereja di dunia. Dia tidak mengajarkan agar semua orang berbuat seperti dirinya. Maka,janganlah kamu menghakiminya. Karena penghakimannya hanya dilakukan oleh Tuhan, karena Nabi-nabi terdahulu berbuat seperti itu juga. 11.12 Setiap orang yang berkata atas nama Roh: berilah saya perak atau benda-benda lain, janganlah kamu mendengarkannya. Tetapi jika dia berkata berikan kepada sesamamu yang membutuhkan, makajanganlah kamu menghakiminya. Didache pasal 12: 12.1 Setiap orang yang datang dengan nama tuhan, terimalah ia. , Setelah mengujinya, kamu akan mengenalnya, karena kamu akan memiliki pembeda antara yang kanan dengan yang kiri. 12.2 Tetapi jika yang datang adalah pengembara, tolonglah se­mampu kamu, dan hendaknye dia tidak menginap di rumahmu kecuali dua hari atau tiga hari jika terpaksa. 12.3 Jika dia ingin menetap di rumahmu, dan dia memiliki keahlian, maka hendaknya diabekerja untuk mendapatkan makanan. 12.4 Jika dia tidak memiliki keahlian, maka latihlah dia dengan ke­ahlianmu, karena bagaimana seorang Masehi hidup di antara kamu tanpa pekerjaan? 12.5 Jika dia tidak ingin bekerja, dia adalah orang yang memper­dagangkan Kristus. Waspadailah orang-orang seperti itu. Didache pasal 13: 13.1 Setiap Nabi yang benar, yang ingin menetap di tengah-tengah kamu, berhak mendapatkan makanannya. 13.2 Begitu juga guru yang benar. Dia juga berha:: mendapatkan makanan seperti orang yang bekerja. 13.3 Untuk itu, kamu mengambil hasil pertama dari panen buah­buahan dan tanaman, juga hasil pertama dari perasan susu sapi dan susu kambing, dan kamu berikan hasil pertama itu kepada Nabi-nabi, karena mereka adalah pimpinan pendetamu. 13.4 Jika di antara kamu tidak ada Nabi, berikanlah kepada kaum miskin. 13.5 Jika kamu membuat roti, ambillah hasil pertamanya dan beri­kanlah kepadanya sesuai perintah. 13.6 Begitu juga jika kamu membuka tempayan anggur atau zaitun, ambillah sendokan pertamanya dan berikanlah kepada Nabi-nabi. 13.7 Ambillah hasil pertama dari perak dan baju, dan apapun yang kamu miliki, sesuai kemampuanmu, dan berikanlah sesuai perintah. Didache pasal 14: 14.1 Ketika kamu berkumpul pada Hari Tuhan, potong-potonglah roti dan ucapkanlah syukur setelah kamu mengakui kesalahan-kesalahan­mu, agar daging sembelihanmu menjadi suci. 14.2 Jangan orang yang bersengketa dengan saudaranya berkumpul bersamamu sampai mereka berdamai, agar daging sembelihan kamu tidak terkena najis. 14.3 Karena Tuhan berkata: di setiap tempat dan zaman diberikan kepada-Ku daging sembelihan yang suci, karena saya adalah Raja yang agung, kata Tuhan, dan nama-Ku dihormati semua manusia. Didache pasal 15: 15.1 Karena itu, angkatlah di tengah-tengah kamu uskup-uskup dan diakon-diakon yang pantas bagi Tuhan, orang-orang yang lembut hati, bukan para pencinta harta, orang-orang yang jujur, yang telah diuji, karena mereka mengabdi kepadamu seperti pengabdian Nabi-nabi dan guru-guru. 15.2 Janganlah kamu mengejek mereka, karena mereka adalah orang-orang yang mulia di antara kamu bersama Nabi-nabi dan guru-guru 15.3 Insafkanlah antara sesamamu, bukan dengan kemarahan, melainkan dengan kasih sayang, berdasarkan Injil. Jika seorang menghina sesamanya, janganlah kamu berbicara dengannya, atau mendengarkan­nya, sampai dia bertaubat. 15.4 Ucapkanlah doa-doamu dan keluarkanlah shadaqah­shadaqahmu serta lakukanlah semua perbuatanmu sesuai Injil Tuhan kita. Didache pasal 16: 16.1 Berjaga-jagalah untuk hidupmu, jangan kamu memadamkan lampu-lampu dan janganlah kalian melonggarkan ikatpinggang. Melainkan bersiap-siaplah, karena kamu tidak mengetahui waktu Tuhan kita datang. 16.2 Berkumpullah kamu secara teratur untuk mempelajari hal-hal yang pantas bagi jiwa-jiwamu, karena imanmu pada setiap zaman tidak ekan berguna, jika pada saat yang terakhir kamu tidak menjadi orang-orang yang sempuma. 16.3 Karena pada hari-hari terakhir akan banyak Nabi pendusta dan perusak. Domba-domba akan berubah menjadi serigala-serigala dan rasa kasih akan berubah menjadi kebencian. 16.4 Jika dosa bertambah, mereka akan membenci, menindas, dan menyerahkan sesamanya. Pada saat itulah muncul seorang penyesat seakan-akan ia Anak Tuhan. Dia membuat ayat-ayat dan keajaiban­keajaiban, bumi diserahlcan ke tangannya, dan dia melakukan penyimpang­an-penyimpangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. 16.5 Pada saat itu, manusia dibawa kepada fitnah percobaan. Banyak orang akan ragu-ragu dan binasa, tetapi orang-orang yang sabar dalam keimanan, akan terbebas dari kutukan ini. 16.6 Pada saat itu, muncul tanda-tanda kebenaran. Pertama; Tanda terbukanya langit. Kemudian; Tanda suara sangkakala. Dan ketiga; Bangkit­nya orang-orang mati. 16.7 Akan tetapi tidak semua orang, sebagaimana dikatakan: Tuhan datang diiringi orang-orang suci. 16.8 Pada saat itu, manusia melihat Tuhan yang datang di atas awan­awan di langit. Demikianlah isi Injil Didache yang memuat beberapa pasal tentang seruan kepada umat manusia. 5 Penulis menerjemahkan teks ini dari Bahasa Yunani, dan saya menerjemahkannya dari teks berbahasa Arab itu sambil membandingkannya dengan terjemahan dalam Bahasa Inggris. Penj. 6. Hari persiapan adalah hari sebelum hari Sabat, jadi Jumat.-Penj. RAHASIA PENEMUAN MANUSKRIP INJIL DIDACHE OLEH: PENDETA KOPTIK DIDACHE, atau Ajaran Rasul-rasul, adalah peraturan gereja (church polity) pertama yang sampai kepada kita,96] dan merupakan salah satu naskah yang terpenting dan tertua tentang ajaran agama dan hukum gereja, karena ia memuat teks-teks liturgis yang tertua setelah Perjanjian Lama. Posisinya ada di tengah-tengah antara Perjanjian Baru dengan tulisan-tulisan bapa-bapa apostolik (apostolic fathers). Penemuan naskah ini pada akhir abad 19 menimbulkan gema yang hebat di kalangan ilmiah gereja, sebab sarjana-sarjana patristik telah mengetahui keberadaan apa yang disebut “Ajaran Rasul-rasul”, namun mereka tidak pernah menemukan satu pun petunjuk tentangnya sampai penemuan tersebut. Penemuan Naskah yang Memuat Didache Pada tahun 1873, Philotheos Bryennios, Direktur Sekolah Tinggi Teologi Yunani di Konstantinopel, yang kemudian menjadi Metropolit kota Nikomedia, menemukan sebuah manuskrip di perpustakaan DiyorAl-Qabr AI-Muqaddas (Monasteryof theMostHolySepulchre) di Konstantinopel (Istambul), yang berada dalam pengawasan Patriarkhal Yerusalem Bizantium Ortodoks, yang berisi beberapa naskah klasik yang sangat penting. Manuskrip itu lalu dipindahkan dari Yerusalem ke Istambul pada tahun 1680, lalu dipindahkan lagi ke Perpustakaan Patriarkhal Romawi Ortodoks, dan diberi nomor 54. Karena itu, di kalangan ilmiah, manuskrip, tersebut populer dengan nama “ManuskripYerusalem” (Jerusalem Codex) dan dalam bahasa Latin disebut Hierosolymitanus: 54. Manuskrip yang baru ditemukan itu mendapatkan perhatian yang luar biasa dari kalangan ilmiah. Ia menjelaskan banyak segi yang samar samar tentang sejarah awal kehidupan gereja, sehingga ia pantas di perhatikan sedemikian rupa oleh para ahli liturgis dan para bapa Manuskrip ini disalin satu orang penyalin saja, yang bernama Leon An­Nasikh AI-Khati’ (the notary and sinner: si penyalin yang banyak dosa), tertanggal dengan kalenderYunani tahun 6564, sama dengan 1056 Masehi, atau kurang lebih pertengahan abad 11. Isi Manuskrip Yerusalem Manuskrip ini terdiri dari 120 lembar (240 halaman), terbagi-bagi sebagai berikut: 1. Lembar 1-32: Sinopsis Kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru oleh St. Yohanes Dzahabi AI-Famm (Synopsis of the Old and New Testaments, by St. Chrysostom). Bagian ini memberikan kita bagian­bagian Sinopsis yang belum pernah dipublikasikan dan materi kesusastraan untuk kajian kritis terhadap teks-teks perkataan-perkataan para bapa. 2. Lembar 33-51a: Surat Bamabas (The Epistle of Bamabas). Bagian ini memberikan kita teks Yunani Surat Barnabas, dan memungkinkan kita mengkaji kembali teks Surat tersebut secara lebih teliti. 3. Lembar 51 a-76a: Dua Surat St. Clement dari Romawi kepada Jemaat di Korintus (The two Epistles of Clement to the Corinthians). Kedua surat ini sangat penting, karena ia menggenapi teks kedua surat tersebut, karena seperlima surat kedua sebelumnya tidak diketahui, selain ia juga dapat menguatkan nilai kajian kritis terhadap teks tersebut. 4. Lembar 766-80: Ajaran 12 Rasul (The Teaching of the Twelve Apostles). Inilah bagian yang telah kami paparkan. 5. Lembar 81-82a: Surat Maryam Cassoboli kepada Ignatius (The Epistle of Mary of Cassoboli to Ignatius). 6. Lembar 826-120a: Dua belas risalah karya St. Ignatius Sang Martir (Twelve Epistles of Ignatius). Dua bagian terakhir (bagian 5 dan 6) berkaitan dengan Literatur Ignatius, yang memungkinkan kita untuk membaca kembali sebuah karya yang telah dihasilkan oleh peneliti Jerman, Funk,97] pada tahun 1881, dan oleh peneliti Inggris, Father Lightfoot, di London, pada tahun 1885.98] Publikasi Manuskrip yang Ditemukan Pada tahun 1876, atau dua tahun setelah ditemukannya Manuskrip Yerusalem, yang disebut oleh Bryennios dengan “Jerosalem Codex”, Metropolit Philotheos Bryennios mempublikasikan Dua Surat Clement dengan disertai pengantar dan catatan-catatan, di Jerman, ketika ia berada di Institut Katolik yang lama di kota Bonn. Para sarjana patristik menyambut baik karya tersebut, yang menunjukkan ketelitian dan keahliannya yang tinggi dalam penyuntingan teks, berkat studinya pada para tetua ahli di Madrasah Jerman. Metropolit Bryennios menyebutkan bagian-bagian lain dari manuskrip itu di dalam karyanya tersebut, dan apa yang disinggungnya tentang Ajaran Dua Belas Rasul segera memicu perhatian para peneliti, di antaranya Lightfoot dan lain-lain. halaman : 325-326-327 96 Cf. P. ]. Quasten, lnitiation auz Peres de I’Eglise, Trad. De I’anglais par J. Laporte, I,1955, hlm. 37. 97 Opera, II, Tubingen,1881. 98 Epistles of St. Ignatius, London and Cambridge, 1885. hal. 328-329-330-331-332 Bryennios juga menerbitkan bagian-bagian lain dari manuskrip yang ditemukan itu bagi para peneliti Jerman Pada akhir tahun 1883, para archbishop (uskup besar) telah mempublikasikan di Konstantinopel leks “Ajaran Dua Belas Rasul” (Didache), disertai dengan pendahuluan dan catatan-catatan kaki. Pada pendahuluan buku baru itu Bryennios menyebutkan bahwa Ajaran Dua Belas Rasul itu baru pertama kalinya diterbitkan, bersama dengan beberapa pendahuluan dan analisa terhadap Ringkasan Perjanjian Lama karya St. Yohanes Si Mulut Emas, di samping bagian lain manuskrip itu yang belum pemah diterbitkan. Tak lama setelah publikasi Manuskrip tersebut, pada bulan Januan 1884, satu buah naskah Didache yang dipublikasikan oleh Bryennios sampai ke Jerman, lalu segera diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, dan dipublikasikan pada tanggal3 Februari pada tahun yang sama. Setelah itu, naskah itu segera diterjemahkan dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Inggris, dan dipublikasikan di Amerika pada tangga128 Februari 1884, atau pada bulan dan tahun yang sama dengan munculnya terjemahan dalam bahasaJerman. Pada bulan Mei 1884, sebelum berakhimya tahun tersebut, dipublikasikan teks Didache dalam bahasa [nggris terjemahan langsung dari bahasa Yunani oleh pimpinan para diakon (archdiacon) yang bernama Farrar. Sepanjang tahun itu, Didache telah menjadi buah bibir dan dibahas dalam pelbagai artikel. Tak kurang dari lima puluh judul di dalam pelbagai koran dan majalah di Eropa Barat dan Amerika membahas kejadian terpenting tahun itu, yaitu ditemukannya “Ajaran Dua Belas Rasul”. Shaff menyebutkan judul-judul artikel tersebut dalam karyanya Tarikh AI-Kanisah AI-Mosihiyyah (Sejarah Gereja Masehi). Judul Manuskrip Manuskrip Yerusalem memiliki beberapa judul. Judul pertama ringkas, dan judul kedua lebih panjang. Judul pertama adalah “Ajaran Dua Belas Rasul”, sedangkan judul yang lebih panjang yang terletak segera setelahnya adalah “Ajaran Tuhan Kepada Bangsa-bangsa melalui Dua Belas Rasul.” Bryennios dan Harnak, dua orang yano pertama kali mempublikasikan teks Didache, berpendapat bahwa judul pertama yang ringkas tak lain dari ringkasan judul kedua yang panjang. Tapi mereka berbeda pendapat dalam masalah substansi judul yang panjang. Bryennios, diikuti oleh Schaff, berpendapat bahwa judul itu hanya berlaku pada lima bagian pertama Didache, yaitu bagian-bagian yang dikirimkan kepada bangsa­bangsa yang menerima Risalah Injil. Sedangkan Hamack berpendapat, judul yang panjang99] adalah judul yang berlaku pada seluruh kitab Didache, karena seluruh teks buku ini merupakan ajaran bagi orang-orang yang menerima Tuhan.100] Meskipun mereka tidak sepakat tentang kandungan makna judul yang panjang tersebut, tetapi Jean-Paul Audet101] berpendapat bahwa judul “Ajaran-ajaran Para Rasul” adalahjudul asli teks Didache, yaitu teks yang sampai kepada kita dari Manuskrip Yerusalem. Dalam hal ini, mungkin Audet bersandar kepada judul yang sama yang disebutkan oleh Eusebius dari Caesarea dalam karyanya TorikhAl-Konisah. Tetapi, kita tidak boleh mengabaikan analisa lain, bahwa judul ringkas Didache muncul dalam terjemahan Latin dalam bentuk tunggal, yaitu “Ajaran Para Rasul” (Doctrina Apostolorum), bukan dalam bentuk jamak, sebagaimana yang dikatakan oleh Audet. Judul yang panjang itu tampaknya muncul sebagai pengagungan dan penjelasan tambahan bagi judul yang ringkas. Tapi perlu diperhatikan bahwa keberadaan kata “Tuhan” di dalam judul yang panjang itu mem­buktikan bahwa ia merupakan penambahan terhadapjudul tersebut yang masuk belakangan, dan pada waktu yang sama sesuai dengan bagian Evangelis yang terdapat dalam bagian pertama teks Didache, yaitu bagian yang menjelaskan tentang “DuaJalan”, (1:3-2:1) di samping isyarattentang “Injil Tuhan” (lihat 8:2,15:4, 9:3,11:3,15:3), yaitu pada bagian liturgis dan pengajaran di dalam Didache. tampaknya tambahan itu muncul pada periode belakangan dalam penulisan karya sastra tersebut, sehingga jelaslah bahwa judul yang panjang mengiringi penambahan-penambahan terhadap teks asli yang terjadi belakangan. Dari sisi yang lain, judul yang penjang tak ubahnye resonerui derl ajaran AI-Masih kepada para Rasul yang kudus pada akhir Injil St. Matius (28: 19), “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid saya.” Analisa ini menjelaskan mengapa judul tersebut muncul belakangan daripada teks Didache dalam bentuk asli, yang boleh jadi belum mengetahui keberadaan St. Matius. Sementara itu, Riddle102] berpendapat bahwa judul yang panjang adalah judul asli Didache, sedangkan judul yang pendek merupakan ringkasan yang sering digunakan untuk menyebut Didache, dan tidak memiliki kaitan dengan apa yang ada dalam Kisah Para Rasul (2:42) dalam istilah “Pengajaran para rasul”, yaitu, “Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul, dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Sedangkan kata “bangsa-bangsa” yang terdapat di dalam judul yang panjang, menurut banyak peneliti, seperti Bryennios, menunjukkan bahwa pengarang Didache adalah seorang Masehi keturunan Yahudi. Akan tetapl, penelifi-peneliti lain, seperti Brown, menolak hal itu. Karakter Bahasa Didache Bahasa Didache menunjukkan pada periode peralihan dari safar safar Perjanjian Baru kepada bahasa gereja Yunani yang langsung mengikuti safar-safar kanonik. Kutipan-kutipan dari safar-safar tersebut menyerupai kutipan-kutipan yang ada di dalam surat-surat para rasul, Didache mengutip kebanyakan materinya dari Injil St. Matius daripada Injil lain, khususnya pada pasal-pasal 5-8, yaitu khutbah AI-Masih di bukit. Meskipun demikian, materi khutbah AI-Masih di bukit yang terdapat dl dalam lnjil tetap lebih banyak daripada yang terdapat didalam Didache. Beberapa bagian Didache menunjukkan bahwa pengarang cukup mengetahui Injil St. Lukas. Selain itu, di dalam Didache terdapat beberapa istilah dan konsep yang memiliki bandingannya di dalam Injil Yohanes. Bahkan, di dalam Didache terdapat beberapa hal yang mendorong kami unluk menylmpulkan bahwa pengarangnya mengetahui sejumlah surat Rasul Paulus, terutama Surat Paulus kepada Jemaat di Roma dan kepada Jemaat di Korintus, juga Dua Surat St. Petrus. 103] Kecuali pada bagian tersebut, pengarang Didache jarang mengisyaratkan kepada safar-safar yang lain di dalam Perjanjian Baru. Dan jelas sekali, pengarang Didache tidak mengetahui kitab-kitab hukum kita. Otentisitas Teks Didache Yang kami maksud dengan otentisitas adalah kajian tentang kesesuaian substansial (substantial identity) antara Manuskrip Yerusalem yang ditemukan baru-baru ini dengan karya yang dikenal dan disebut oleh para penulis Kristen awal sebagai “Ajaran Rasul-rasul” (De Doctrino Apostolorum: Teachings of the Apostles), atau judul lain yang serupa. Tak dapat diragukan, teks itu berasal dari zaman Apostolik. Bukti­bukti internal teks tersebut menegaskan hal itu. Pada sisi lain, tidak ada alasan untuk meragukan umur naskah itu, atau kesesuaiannya dengan edisi yang diterbitkan oleh Bryennios. Clement dari Aleksandaria (M. 216 M. ) menegaskan keberadaan naskah tersebut, bukan saja karena dia banyak mengutipnya, tetapi juga karena dia menyebutkan di dalam bukunya Stromata teks yang terdapat di dalam Didache, 3: 5 secara harfiah, yaitu, “Anakku, janganlah kamu berdusta, karena dusta membawa kepada pencurian,” dan menisbahkan teks tersebut kepada Al-Kitab Al-Muqaddas. Eusebius dari Caesarea (M. 340 M. ), pada paragrafnya yang terkenal di dalam bukunya Tarikh Al-Kanisah, yang mengkaji kitab-kitab Perjanjian Baru yang kanonik, menyebut Ajaran-ajaran Rasul-rasul sebagai salah satu karya yang tidak legal (spurious works). Bentuk jamak (Ajaran-ajaran) yang dipakai oleh Eusebius dalam menyebut judul karya ini, tidak mengalihkan perujukannya dari naskah yang sedang kita bicarakan, karena Athanasius (M. 373 M.) dengan jelas mengisyaratkan kepada naskah ini dengan menggunakan bentuk tunggal (Ajaran), dalam perkataannya, “Ajaran yang disebut dengan Ajaran Rasul-rasul.” Setelah menyebutkan kitab-kltab suci yang diakui oleh gereja sebagel kitab-kitab kanonik, Athanasius mengatakan, “Selain kitab-kitab tersebut, ada kitab-kitab lain yang tidak diakui sebagai kitab kanonik (tidak diakui sebagai kitab-kitab suci). Para bapa berpendapat bahwa kitab-kitab itu dapat dibaca oleh orang-orang yang ingin mencari pengetahuan dan ketakwaan. Kitab-kitab itu adalah, Hikmah Sulaiman, Hikmah Ibn Sirach, Ester, Yehodit, Thopia, dan Ajaran yang disebut dengan Ajaran Rasul-rasul dan Gembala.” Sebab, hingga zaman Paus Athanasius Apostolis, gereja belum mengakui kekanonan kitab-kitab tersebut, dan baru diakui belakangan, serta disebut sebagai kitab-kitab kanonik kedua. Rufinus (M. 410 M. ), di dalam karyanya, Tarikh Al-Kanisah, mengulas sebuah karya yang ringkas, yang disebut `Dua Jalan’. Uraiannya memberikan kita data yang sangat penting untuk kajian kritis terhadap Didache. Peneliti lain yang telah mengulas Didache adalah Nicephorus (M. 828 M.), atau dua ratus tahun setelah Leon the Notary and Sinner menulis naskah yang diketemukan itu. St. Irenaeus (M. 202 M. ) dan St. Clement dari Aleksandria (M. 216 M.) melontarkan ungkapan-ungkapan yang menunjukkan mereka berdua mengetahui Didache. Dengan demikian, kami menyimpulkan manuskrip yang ditemukan ini sebenarnya merupakan karya yang diulas baik oleh Eusebius dari Caesarea maupun Athanasius Apostolis. 96 Cf. P. ]. Quasten, lnitiation auz Peres de I’Eglise, Trad. De I’anglais par J. Laporte, I,1955, hlm. 37. 97 Opera, II, Tubingen,1881. 98 Epistles of St. Ignatius, London and Cambridge, 1885. 99. Cf.A.N.F.,vo1.7,h.337. 100. S.C. vol. 245, h, 13,14. 101. Penulis buku La Didarhe: Instructions des apotres (Paris: J. Gabalda, 7958). 102 A.N.F., Vo1. 7, h. 377. 103.Lihat bagian-bagian; 1: 2-5, 2: 2 dan 3, 5: 1 dan 2, 7: 1 dan 3, 8: 7,10: 5 dan 6,11: 7,12: 1, 13: 1,16:1,5,6,dan8. hal. 332-333-334-335 Waktu dan Tempat Penulisan Didache Melalui kajian yang mendalam terhadap teks-teks Didache untuk mengetahui waktu penulisannya, peneliti-peneliti modem memastikan bahwa Didache ditulis pada abad pertama Masehi.104] Berdasarkan apa yang telah kami paparkan pada bagian otentisitas teks Didache, menurut kami, waktu penulisannya tidak mungkin melewati seperempat pertama abad k¢dua Masehi, dan apabila telah terbukti bahwa Didache lebih tua daripada Surat Bamabas, maka ia tidak mungkin ditulis setelah tahun 120 M. Teks-teks Didache secara intemal menunjukkan waktu penulisannya. 1. Struktur bahasanya yang sederhana menunjukkan waktu penulisannya, yaitu periode yang langsung mengikuti masa Rasul-rasul, atau yang sekarang disebut sebagai periode apostolis. Sesungguhnya, kesederhanaan struktur bahasa juga merupakan fakta yang sangat penting dalam mengkaji legalitas kitab-kitab Perjanjian Baru. 2. Belum berkembangnya konsep agama Kristen di dalam teks Didache merupakan akibat yang wajar dari belum berkembangnya heretisme pada masa itu. Itulah yang ditegaskan oleh gaya bahasa naskah Didache. Agama Kristen pada awalnya adalah pandangan hidup yang menjadi dasar bagi ajaran-ajaran para rasul, dan semakin luas agama Kristen itu berkembang, semakin besar pula perjuangan orang-orang Kristen melawan heretisme yang mereka hadapi. 3. Aturan gereja yang dikemukakan oleh Didache belum serumit yang dikemukakan oleh Surat-surat St. Ignatius, karena di dalam Didache disebutkan guru-guru yang berkeliling, yang disebut Didache sebagai Rasul-rasul dan Nabi-nabi (pasal 10), dan keberadaan mereka tidak diakui lagi oleh gereja setelah pertengahan kedua abad kedua Masehi, atau bahkan setelah seperempat pertama kedua Masehi. Dengan demikian jelas bahwa sejarah Didache lebih tua daripada sejarah Surat-surat Ignatius. Didache ditulis untuk jemaat Kristen yang tumbuh di beberapa perkumpulan lokal yang sekarang tidak dapat kita ketahui lagi. Belum berkembangnya format ajaran-ajaran yang ada di dalam naskah ini membuat kami yakin bahwa karya sastra ini, dalam bentuknya yang terakhir, telah ditulis pada akhir-akhir abad pertama Masehi. Naskah ini tidak mungkin ditulis pada masa hidup Rasul-rasul yang kudus. Selain itu, di dalam pasa116 naskah ini tidak ada petunjuk apa pun tentang peristiwa hancurnya Yerusalem pada tahun 70 Masehi. Karena itu, jika ia ditulis seorang Kristen Yahudi, seperti dikatakan FX. Funk, sebagai kemungkinan yang paling mendekati kenyataan, maka tidak disebutkannya peristiwa tersebut berimplikasi adanya interval satu generasi, sehingga kita dapat membatasi periode penulisannya antara tahun 80-100 Masehi. Posisi naskah ini di dalam Manuskrip Yerusalem adalah setelah Surat­surat Clementdari Romawi (The two Epistles of Clement to the Corinthians) dan sebelum Surat-surat Ignatius (Twelue Epistles of Ignatius). Itu boleh jadi menandai urutan kronologis karya-karya tersebut. Selain itu, gaya bahasanya yang sangat sederhana nyaris memastikan pendapat bahwa masa hidup penulisnya sangatberdekatan dengan masa hidup Rasul-rasul. Bryennios dan Harnack menentukan waktu penulisan Didache antara tahun 120 sampai 160 Masehi. Mereka mengatakan bahwa Surat Barnabas dan “Kitab Ar-Ra’i” karya Hermas ( “Shepherd of Hermas” ) lebih dulu ditulis daripada Didache. Tetapi Funk, Schaff, Light foot, dan Don Capoli menyatakan bahwa yang ditulis lebih dahulu adalah Didache, yaitu pada akhir-akhir abad pertama Masehi, atau antara tahun 70-90 Masehi. Mereka membuktikan pendapat itu dengan kandungan pasal 7, 8, 10:1, dan 11: 3. Sedangkan Hilgenfeld menyatakan, waktu penulisan Didache adalah antara tahun 160-190 Masehi. Para peneliti Inggris dan Amerika pada umumnya menyatakan waktu penulisan Didache antara tahun 80­120 Masehi. Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa Didache ditulis pada akhir abad pertama Masehi atau awal abad kedua Masehi. Para peneliti berbeda pendapat tentang tempat penulisan Didache. Kecenderungan untuk menyatakan bahwa penulisnya adalah seorang Kristen Yahudi tidak cukup untuk menunjukkan tempat penulisannya, apakah di Aleksandria, Antiokhia, Yerusalem, atau tempat-tempat lain. Kesesuaiannya dengan Surat Bamabas menguatkan pendapat bahwa ia ditulis di Mesir. Sebab doa penutup jamuan Ekaristi yang disebut Didache, “Karena engkaulah yang memiliki kekuatan dan kemuliaan sampai selama­lamanya,” hanya menyebut kata `kekuatan’ dan `kemuliaan’, dan doa yang seperti itu lebih populer di Mesir daripada di tempat-tempat lain.105] Harnack, R. Glover, R.A. Kraft, dan Voobus dengan jelas menyata­kan bahwa Didache ditulis di Mesir.106] Kajian-kajian mereka menyatakan, berbeda dengan teks-teks Didache yang berbahasa Latin (“Doctrina Apostolorum”), Jerussalem Codex, Apostolic Constitutions, banyak bukti­bukti klasik di dalam kitab Didache memiliki akar Koptik atau Etiopia. Tentang hal tersebut, kami menambahkan, doa penutup jamuan (Didache, 8: 2) sesuai dengan doa penutup jamuan yang terdapat di dalam terjemahan-terjemahan Koptik yang sangat klasik terhadap Injil Matius. Dari sisi lain, St. Clement dari Aleksandria107] menganggap Didache sebagai salah satu teks kanon. Hal ini menunjukkan bahwa karya ini telah beredar di Mesir di gereja-gereja klasiknya (Lihat juga Ar-Risalah AI-Fashihah: 29 karya Paus Athanasius Apostolis), selain Eusebius dari Caesarea menukil berita-berita Didache dengan bersandar kepada ajaran bapa-bapa gereja Aleksandria. Akan tetapi, dari sisi lain, para peneliti seperti Adam, J.P Audet, Diet, Knopf, daa lain-lain menyatakan bahwa tempat penulisan Didache adalah Siria, dengan alasan kesesuaiannya dengan “Apostolic Constitutions”. Selain itu, kata `masehi’ yang terdapatpada pasal 4: 2 digunakan pertama kali di Antiokhia. Mereka mengatakan, pasal 11-13 juga menegaskan bahwa Didache ditulis di Siria, lebih khusus lagi di Siria Barat, di mana bahasa Yunani, yaitu bahasa yang digunakan untuk menulis Didache, dominan. Alasannya, perbuatan-perbuatan buruk yang disebutkan dalam bagian `dua jalan’ (Didache, 2: 2 dan 3: 4) dengan jelas menunjuk kepada masyarakat yang bercorak Hellenistik atau Yunani (Didache, 4:1). Dengan demikian, pertama-tama, Didache ditujukan kepada masyarakat pedesaan dari kalangan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan yang masuk ke dalam ajaran Kristen. Pasal 13 Didache juga menegaskan hal ini. Tetapi, kita tidak dapat memastikan bahwa Didache berasal dari Antiokhia, atau ditulis di kota Antiokhia. Sebab, adat istiadat yang berasal dari St. Paulus dan St. Lukas – yang populer di Antiokhia – adalah adat istiadat yang berbeda dengan Didache. Hal ini menegaskan bahwa ia tidak berasal dari Antiokhia. Selain itu, St. lgnatius dari Antiokhia tidak mengenal Didache, karena ia tidak mengutip Didache sedikit pun di dalam surat­suratnya, yaitu surat-surat yang memperlihatkan aturan-aturan yang sangat berbeda dengan Didache. 104.S.C. Vo1.248, hlm. 96. 105.Dr. Asad Rustum,” Abaa’ AI-Kanisnh 1 AI-Abaa’ Ar-Rasuliyun raa AI-Manndlulan”, 1962, hlm. 55. 106. S.C. Vol. 248, hlm. 97. 107 Strom. 1, 20: 100: 4. hal. 336-337-338 Adam, pada saat membuktikan bahwa Didache berasal dad Suria, mengatakan bahwa terjemahan Didache yang berbahasa Koptik berasal dari naskah berbahasa Suryani yang sudah hilang. Dia menambahkan, Didache beredar dan populer dengan cepat di Mesir seperti halnya banyak karya sastra lain di gereja Kristen pertama, seperti Injil St. Lukas, setelah teks Didache dalam bentuknya yang terakhir diubah agar sesuai dengan terjemahan Koptik dan Etiopia. Pengubahan itu dapat kita lihat dengan jelas pada pasal 9: 4, “Sebagaimana roti yang dipecah-pecah disebarkan di atas gunung, kemudian dikumpulkan sehingga menjadi satu, demikianlah disatukan gereja-Mu dari ujung bumi hingga Kerajaan-Mu.” Lafal ‘di atas gunung’ adalah pengubahan dan penambahan terhadap teks asli Didache. Demikianlah, Didache menjadi objek pertentangan para peneliti, sebagian menyatakan ia ditulis di Mesir, sebagian lain menyatakan ia ditulis di Siria. Di atas tumpukan kajian yang sangat banyak tersebut, yang dapat kita lakukan hanyalah membaca teks Didache secara cermat, untuk menangkap keindahan gereja pertama sebagai kelompok yang sederhana yang diikat oleh rasa kasih, sayang, dan harmoni, baik di Mesir maupun di Siria. Gereja pertama itu adalah sebuah gereja kudus apostolis, disatukan oleh satu ekaristi, tubuh AI-Masih bagi kehidupan abadi. Sedangkan pendapat bahwa Didache ditulis di Palestina, ditolak oleh orang-orang menggarisbawahi tiadanya ajaran-ajaran St. Paulus di dalam Didache. Tetapi, jika benar Didache merupakan karya yang ditujukan kepada orang-orang yang belum dibaptis, maka itu cukup untuk menjelaskan tiadanya ajaran-ajaran St. Paulus di dalamnya. Identitas Penulis Semua usaha untuk menemukan identitas penulis Didache tidak berhasil, terutama karena kurangnya data tentang hal ini yang kita milikl sekarang. Asumsi yang paling mendekati kenyataan adalah ia ditulis oleh seorang Kristen Yahudi (Jewish Christian), atau paling tidak oleh orang Kristen yang berasal dari penganut agama Yahudi, karena ia menyebutkan makanan yang diharamkan Perjanjian Lama, yang tidak berubah sampai sekarang kecuali tentang keharaman makanan persembahan bagi berhala; Dan, karena ia mencela kemunafikan orang-orang Farisi, seolah-olah ia bergaul dan mengenal mereka. Penulis mengarahkan bukunya kepada orang yang dia sebut anaknya, karena ia sering mengulang kata ‘Wahai anakku.’ Dia juga menerangkan beberapa aktifitas gereja pertama yang didirikan orang­orang Kristen yang hidup pada awal abad kedua Masehi, terutama tata cara ibadah mereka. Karena itu, kita tidak dapat memandang naskah ini sebagai bukti yang pasti tentang iman gereja secara umum pada masa itu, apalagi Didache segera menghilang dari peredaran. J.P Audet berpendapat bahwa penulis ini mungkin sama dengan penulis L.e Vademacum bagi salah seorang Rasul yang berkeliling di gereja pertama.108] Bagaimanapun keadaannya, Rasul yang berkeliling ini telah melakukan dengan cermat ajaran tentang Rasul-rasul yang berkeliling yang terdapat di dalam Didache pasal l l : 3-6. Akan tetapi, kajian-kajian modem tidak menyetujui pendapat Audet. Bahwa penulis Didache adalah lebih dari satu orang, atau lebih dari satu penulis yang menulis buku itu dalam dua periode: Pertama, menulis pasal 1: 1 sampai pasal 11: 2; Kedua, menulis pasal 11: 3 sampai 16: 8. Alasannya, Didache pasal l 1-13 tidak mungkin ditulis orang yang menulis pasal 1415. Dengan demikian, kita tidak dapat menisbahkan semua pasal Didache pada satu orang penulis. Penerima Didache Bagian pertama teks Didache – yaitu bagian tentang akhlak – mengisyaratkan pada seorang guruyang memberikan nasehat kepada anak atau muridnya. Sementara bab 4: 2 yang menyatakan, “Berusahalah setiap hari untuk bertemu dengan orang-orang kudus supaya kamu terhibur oleh kata-kata mereka,” menunjukkan adanya jemaat Kristen yang di dalamnya terdapat orang-orang kudus yang ketakwaannya populer di kalangan mereka. Selain membedakan antara guru yang memberi nasehat dengan murid yang mendengarkannya, bagian ini juga menunjukkan adanya jemaat Kristen yang berdomisili pada satu tempat dalam waktu yang cukup lama yang memungkinkan munculnya generasi orang tua dan generasi anak-anak. Tetapi, awal pasal 7 memperlihatkan bahwa kitab Didache adalah Surat yang ditujukan kepada sekelompok jemaat yang pada awalnya belum memiliki aturan gereja tertentu. Fungsi-fungsi liturgis jemaat itu belum dilakukan oleh abdi-abdi gereja yang tetap. Itulah yang kita lihat pada pasal 15, di mana untuk pertama kali muncul tingkatan uskup dan diakon, yang secara perlahan-lahan menempati posisi Rasul-rasul, pengabar-pengabar gembira, dan Nabi-nabi yang berpindah-pindah dan tidak menetap di satu tempat; untuk memikui tugas-tugas tersebut pada periode awal sejarah gereja. Jika bagian pertama Didache sangat terpengaruh oleh ajaran Yahudi, maka istilah `uskup’ dan `diakon’ (pasal 15:1) menegaskan bahwa jemaat yang dikirimi karya sastra ini adalah orang-orang mukmin yang sebelumnya tidak mengenal Tuhan, sebab jika kita menemukan istilah uskup dan diakon pada masa apostolis – tanpa menyebut istilah tetua – maka itu menunjukkan kita sedang berhadapan dengan jemaat Masehi yang terbentuk dari bangsa-bangsa non-Yahudi atau bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Dengan demikian, jelas bahwa Didache dikirimkan kepada jemaat Kristen yang berasal dari bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Hal ini tidak menghalangi kemungkinan pasal 7-16 mengisyaratkan kepada penulis Kristen Yahudi, sebab terlalu berlebihan bila kita mengatakan bahwa awal pasal 8:1 dan 2 memperlihatkan karakter yang tidak dimiliki oleh penulis Kristen Yahudi. Selain itu, kami nyatakan di sini bahwa pasa116 yang menjelaskan penantian terhadap kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya di kalangan jemaat yang dikirimi Didache itu, mengungkapkan adat istiadat Yahudi yang telah baku dan tertanam di dalam gereja Kristen pertama. Ringkasnya, menurut kami, Didache adalah teks yang menghimpun adat istiadat yang saling bertentangan yang diberikan formula baru pada masa tertentu oleh penulis yang tidak kita ketahui yang sulit kita tentukan, tetapi memiliki kekuasaan yang kuat terhadap sekelompok jemaat Kristen yang mungkin berasal dari kalangan bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Karena itu, judul panjang Didache, yaitu “Ajaran Tuhan kepada Bangsa­bangsa.”, dengan tegas menjelaskan asumsi tersebut. Andresen, seorang sarjana Jerman,109] membandingkan teks Didache 14: 3, “Karena Aku adalah raja yang agung, kata Tuhan, dan nama-Ku dihormati semua manusia,” dengan nubuat Malakhi 1: 11, “Sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman Tuhan semesta alam,” untuk menjelaskan judul panjang Didache seperti ini, “Ajaran Tuhan Melalui Dua Belas Rasul kepada Gereja Bangsa-bangsa.” 108 S.C. Vol. 248, hlm. 19. 109 S.C. Vol. 248, hlm. 19. hal. 340-337-338 Tema-tema Utama Teks Didache Didache tetap bukan merupakan teks karya sastra yang utuh dan lengkap sampai dia muncul di dalam Manuskrip Yerusalem. Sebagaimana telah kami sebutkan, teks ini memiliki beberapa bagian yang tidak sama panjangnya. 1. Bagian pengajaran dan akhlak yang menjadi pendahuluan buku, pada intinya adalah ajaran-ajaran tentang ‘dua jalan’, jalan kehidupan dan jalan kematian. Bagian ini dimuat dalam 6 pasal pertama, dimulai tanpa pendahuluan, dengan ungkapan berikut, “Terdapatduajalan, yaitu Jalan Kehidupan dan Jalan Kematian.” Jalan kehidupan dimuat dalam 4 pasal pertama di dalam karya sastra ini dalam bentuk terakhimya, sedangkan pasal 5 memuat pembicaraan tentang jalan kematian, dan pasal 6 kesimpulan ajaran tentang dua jalan itu, disertai peringatan, “Hati­hatilah kamu, jangan sampai ada orang yang menyesatkanmu dari ajaran ini, karena dengan begitu ia mengajarkan apa yang tidak berhubungan dengan Tuhan.” `Dua jalari ini menunjukkan kesatuan enam pasal pertama Didache. Akan tetapi, sebenarnya, keenam pasal itu memuat unsur-unsur yang sangat bertentangan satu sama lain. Meskipun demikian, kita dapat mengatakan bahwa ajaran ini pada umumnya berkarakter sangat serupa, bahkan mungkin sangat sesuai, dengan ajaran sastra dan akhlak gereja pada periode-periode awalnya. 2. Bagian liturgis; Dimuat pada empat pasal berikutnya, dari pasal 7 sampai pasal 10. Bagian ini, dengan bahasa yang lebih pasti, berbicara tentang pembaptisan, puasa, doa harian, dan jamuan ekaristi. Dari kandungan bagian ini, jelas bahwa keutuhan penulisannya tidak dapat dipastikan. 3. Setelah peralihan yang tampak sebagai sinopsis awal bagi apa yang telah disebutkan (pasal l l : 1 dan 2), bagian aturan dimuat dalam lima pasal, dari pasal 11 sampai pasal 15. Di dalam pasal-pasal itu teks Didache menetapkan jenis penerimaan terhadap Rasul-rasul, Nabi-nabi, dan pengganti-pengganti mereka, juga terhadap orang-orang Kristen yang datang dari luar kalangan jemaat. Bagian ini secara umum terlihat sebagai karya sastra yang struktur asasinya tidak utuh. 4. Di bagian terakhir, bagian eskatologi (tentang Akhirat), yang menutup buku dan dimuat pada pasal 16, terdapat bagian yang hilang dari Manuskrip Yerusalem, yang menyulitkan kita untuk memberikan konsep yang teliti tentang teks asli. *** Didache 16: 2 menyatakan, “Sering-seringlah kamu berkumpul untuk mempelajari hal-hal yang pantas bagi jiwa-jiwa kamu, karena iman kamu pada setiap zaman tidak akan berguna, jika pada saat yang terakhir kamu tidak menjadi orang-orang yang sempuma.” sesuai dengan Surat Bamabas 4: 9 dan 10, yaitu, “Waspadalah kamu pada hari-hari terakhir. Semua hari hidup kita dan iman kita tidak berguna sedikit pun, jika kita tidak melawan sebagai anak-anakTuhan, dengan perlawanan yang aktif, melawan zaman dosa dan rintangan yang menghadang ini, karena takut kegelapan merasuk ke dalam diri kita. Hendaknya kita menjauhi kebatilan-kebatilan, dan membenci secara total perbuatan-perbuatan jalan yang jahat. Janganlah kamu memakai pakaian kesatuan, dan janganlah kamu menganggap diri­dirimu terbebas, tetapi berkumpullah bersama-sama untuk mempelajari yang berguna bagi orang banyak.” St. Ignatius dari Antiokhia berkata, “Jika kamu memiliki iman yang sempuma dan kasih yang sempuma, maka kamu tidak akan tertipu oleh siapapun. Kedua kebajikan itu adalah awal dan akhir kehidupan. Iman adalah awal, dan kasih adalah akhir. Kesatuan dari keduanya adalah Tuhan. Semua kebajikan lain mengiringi manusia untuk mengantarkannya kepada Tuhan.” (Suratnya kepada jemaat di Efesos 14: 1) Gambaran eskatologis tentang akhir dunia seperti terdapat dalam Didache 16: 3-8 pada umumnya memiliki corak materi tersendiri, yang lebih dalam daripada ajaran-ajaran terdahulu. Ajaran tentang akhir dunia, yang muncul sebagai pasal terakhir dalam Didache itu, sebagaimana di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, sangat menarik perhatian kita, kaitannya dengan penulis Didache yang ingin menutup bukunya dengan bagian eskatologis yang dasar-dasamya berasal dari unsur-unsur yang bercorak Perjanjian baru. Prigent, B.C. Butler, dan Giet menetapkan bahwa pasa116 Didache ini secara langsung bersandar kepada pasal 24 Injil Matius. Sebaliknya, setelah kajian yang luas yang tidak meyakinkan kami, Willy Rordrop dan Andre Tuilier –penulis kajian tentang Didache di dalam Sources Chretiennes, 248 mengatakan, “Kami sepakatdengan G. Gloverbahwa Didache tidak mengambil teks apa pun dari Perjanjian Baru.110] Demikian juga halnya teks doa (resension) yang terdapat di dalam Didache 8: 2, yang oleh kedua sarjana tersebut dikatakan sangat mirip dengan teks Injil Matius 6: 9-13. Teks doa di dalam Didache berbeda dengan teks doa yang terdapat di dalam Injil. Sampai di sini selesailah tulisan Pendeta Koptik. Kami telah menjelaskan di dalam bagian komentar bahwa Didache mirip dengan Injil Bamabas. Sampai di sini selesailah buku ini. Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat, salam, dan berkat bagi tuan kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, bagi keluarganya dan semua sahabatnya. Buku ini selesai ditulis pada tanggal 15 Ramadhan 1423 di Kairo. Dan, buku ini selesai diterjemahkan pada malam Rabu tanggal 31 Juni 2004 M. bertepatan dengan 12 Jumadil Ula 1425 H. di Ciracas Serang Banten.[*] ‘110. S.C. Vol, 248, hlm. 83-91. Semoga dapat bermanfaat, insyaAllah. Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh CJ Dewi ICJPRMarketing http://islammenjawab.multiply.com/journal/item/857/INJIL_DIDACHE

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel