Tagged: isa al masih Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 5:53 am on 21/02/2009 Permalink | Reply
    Tags: , isa al masih, , ,   

    Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.(QS. 5:46) 

    Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.(QS. 5:46)

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 46 وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ (46) Dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan bahwa sesudah berakhir masa Nabi-nabi penganut dan pelaksana isi kitab Taurat, maka diutuslah Nabi Isa putra Maryam a.s. mengikuti jejak Nabi-nabi Bani Israel terdahulu, melaksanakan kitab Taurat yang telah diturunkan sebelumnya. Kemudian diturunkan kitab Injil kepada Nabi Isa a.s. yang menyempurnakan isi kitab Taurat yang telah berakhir masa dan waktu berlakunya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi umat dan masyarakatnya. kitab Injil itu berisi petunjuk, merupakan cahaya yang menerangi umatnya, sehingga mereka dapat melihat jalan yang benar yang membahagiakan mereka, dengan membenarkan kitab samawi sebelumnya, yaitu kitab Taurat yang mengandung nilai-nilai yang dapat menyelamatkan umatnya dari kesesatan dalam akidah dan amal perbuatan, seperti tauhid memberantas syirik dan berhala yang menjadi sumber khurafat dan kebatilan. Kitab Injil itu penuh berisi petunjuk dan pengajaran misalnya, ajaran yang memberitahukan bahwa akan muncul seorang bernama Muhammad yang mempunyai sifat-sifat mulia, syariatnya lebih sempurna dan bersifat universal (menyeluruh) tidak terbatas oleh waktu dan tempat. Dia adalah Nabi penutup dan Rasul terakhir tetapi petunjuk dan pengajaran ini semua tidak ada yang dapat memanfaatkannya kecuali orang-orang yang bertakwa

    Advertisements
     
    • bisnis internet 2:22 pm on 22/02/2009 Permalink | Reply

      kenapa nabi-nabi bani israil

    • erzal 2:10 am on 23/02/2009 Permalink | Reply

      untuk bisnis internet….

      bisnis internet Says:
      February 22, 2009 at 2:22 pm edit

      kenapa nabi-nabi bani israil ########### KARENA AYAT INI LANJUTAN / ADA HUBUNGAN DENGAN AYAT SEBELUMNYA….LIHAT :

      Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya…. (QS. 5:44)

    • alo 11:58 pm on 08/05/2009 Permalink | Reply

      rasul mani sebelum tahun 620M mengatakan dalam kitabnya bahwa kitab injil sudah dipalsukan. juga nabi dari aliran sabiin bernama elkesait mengatakan bahwa ia penjelmaan dari musa atau sudah dinubuatkan oleh musa. ia mengaku sebagai musa terakhir atau nabi penutup. sebelum tahun 620M.

      jadi wajar saja kalau ada pernyataan-pernyataan ente seperti itu

    • alo 2:55 pm on 19/05/2009 Permalink | Reply

      kalau nda ada komentar maka nanti akan datang lagi nabi penutup yang lain

    • camar 3:58 pm on 29/07/2012 Permalink | Reply

      Kita semua tahu bahwa Muhammad datang dengan meng-KLAIM dirinya sebagai
      NABI. Pengangkatan ini didasarkan pada KLAIM bahwa ia didatangi dan diberi
      wahyu-kebenaran oleh sesosok Ruh. Dan Ruh yang misterius ini (tanpa bawa
      nama, jatidiri dan mujizat ) di-KLAIM datang dari Allah. Dan Allah yang tidak
      pernah berbicara dengan Muhammad ini di-KLAIM sebagai Allah Yang Maha Kuasa
      dan Maha Benar yang menurunkan Quran. Dan Quran ini di-KLAIM sama
      kebenarannya seperti Kitab Tuhan yang diturunkan sebelumnya.
      Maka kehadiran Quran menjadi rancu tatkala ditanya “Siapakah engkau?” Apakah
      engkau suara Allah, atau Jibril, atau Muhammad? Atau bahkan suara-suara ikutan
      dari sahabat-sahabatnya yang menyalin dan membukukannya?
      Ini adalah isu rasional terbuka yang tak terselesaikan hingga saat inipun. Maka
      TUHAN Yang Maha-Benar datang, dan merasa perlu untuk mengklarifikasikannya
      dengan cara menginterview Quran.
      Tuhan: “Bagaimana Quran, apa Anda punya referensi atas apa-apa yang kau
      klaim?”
      Quran: “Ya ada, Taurat dan Injil, silahkan datangkan mereka”
      Tuhan pun memanggil Taurat.
      Taurat menjawab: “Saya tak pernah kenal Quran. Tak ada yang saya cantumkan
      dan maksudkan”.
      Tuhan pun memanggil Injil.
      Injil menjawab: “Ya, saya kenal dia. Saya ada paparkan dalam Injil kitab Yahya
      pasal 8 tentang siapa jati dirinya. Dia-lah pendusta, pencuri, dan sesungguhnya
      berasal dari Satan, bapa segala dusta. Jangan percayai dia”.
      Tuhan pun melirik kepada Quran.
      Quran membela: “Kedua mereka inilah yang mendusta. Mereka telah
      menggantikan ayat-ayatnya”.
      Tuhan: Jikalau begitu kenapa kau jadikan mereka sebagai referensi, kecuali kalau
      kau sendiri gila?”
      Quran berseru: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu Rasul

      • Stain Remover 5:23 pm on 29/07/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Nih saya beritahu ayat dalam bibel sendiri yang menyatakan kepalsuan-nya :

        Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. (Yeremia 8:8)

        Hal diatas juga dinyatakan Al Qur’an :

        Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya…(Qs. An-Nisaa : 46)

        (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Qs. Al-Maidah : 13)

    • camar 2:54 am on 30/07/2012 Permalink | Reply

      Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. (Yeremia 8:8) ###ayat ini menceritakan kepada buku atau kitab yang akan datang kawan .buka menceritakan dirinya sendiri .ngarti kan??? say beri contoh lain…WHAT IF
      CONTOH MORAL KENABIAN
      DI TERAPKAN DI ABAD GLOBAL?
      Di sini ada satu artikel pendek yang akan menggugah keheningan perasaan Anda.
      Yaitu menyangkut qiyas atau analogi yang terjadi antara Muhammad dan Roman
      Polanski dalam perbandingan. Dua patokan standar yang membawa masyarakat
      kepada keprihatinan yang mendalam, tetapi yang memberikan pencerahan
      introspektif agar kita tidak terbuai dalam “mati-rasa”.
      Kita sadar bahwa dewasa ini, kita semua hidup dalam dunia yang memberlakukan
      standard-ganda dan hal ini adalah sebuah kenyataan yang tragis. Baru-baru ini,
      Roman Polanski, produsen film terkenal, berada dalam
      arus-berita utama karena ketahuan melecehkan secara
      seksual seorang anak berusia 13 tahun, 30 tahun lalu. Ia
      kemudian melarikan diri dari AS tepat sebelum hukuman
      atas dirinya sebagai penjahat, dijatuhkan. Ia baru-baru
      ini ditangkap di Switzerland dan dipenjarakan untuk
      kejahatan yang ia lakukan puluhan tahun sebelumnya.
      Perdebatan bermunculan tentang apakah ia masih
      bersalah atas kejahatan ini atau tidak, setelah begitu
      lama kasusnya terjadi. Banyak orang yang menyukainya
      serta film-film yang ia produksi menyatakan pendapatnya
      bahwa ia harus dibebaskan, karena alasan kemanusiaan dan karena kasusnya
      sudah kadaluwarsa. Namun banyak juga orang lain yang berpendapat bahwa
      pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur adalah sebuah kriminalitas,
      sehingga ia harus dituntut untuk kejahatan ini dan dijebloskan ke dalam penjara.
      Jika Anda seorang Muslim, apa pandangan resmi Anda mengenai apa yang perlu
      dilakukan terhadap Mr. Polanski?
      Aisha bint Abu Bakr
      Muhammad pertama kali menikah dengan Khadijah. Dia adalah janda kaya
      berumur 40 tahun, sementara Muhammad adalah jejaka miskin 25 tahun. Pada
      ukuran masa itu, Khadijah dianggap layak menjadi ibunya. Dalam perkawinan ini
      mereka memperoleh 4 orang putri. Khadijah meninggal ketika mendekati usia 70
      tahun, sementara Muhammad berusia sekitar 54 tahun. Selisih umur yang begitu
      jauh (dengan wanita 15 tahun lebih tua), adalah hal yang tidak umum dan tidak
      pernah menjadi model pernikahan yang diinginkan, bahkan oleh orang-orang
      Muslim sekali pun. Bahkan kendati si pria sangat miskin sekali pun. Sunnatullah
      yang seharusnya terjadi, tidak terjadi di Arabia maupun di negara Islam
      kebanyakan. (Lihat The Wives of the Prophet by Dr.bint Al-Shati, p.54, 59-61).
      Semua Sejarawan Islam setuju bahwa Muhammad menikah segera setelah
      kematian Khadijah. (Lihat The Life of the Prophet’s Wives by Dr. Sa’id Ashur, pp.
      37&49). Para sejarawan Muslim ini melaporkan, “Khawla putri Hakim Al-Silmiyya
      bertanya kepada Muhammad: “Apakah Anda akan menikahi seorang gadis
      perawan (virgin) atau seorang yang bukan gadis? Dia berkata kepada Muhammad:
      “Seorang gadis adalah Aisha dan seorang bukan gadis adalah Sawda bint Zam’a;
      ambillah mana saja yang Anda inginkan.” Muhammad menjawab, “Aku akan
      menikahi kedua-duanya. Sampaikan kepadanya.” Khawla-pun melaku-kannya, dan
      Muhammad menikah dengan mereka berdua, walau awalnya Abu Bakar agak
      berkilah karena segan untuk langsung menyetujuinya.
      “Wahai Rasul Allah, dapatkah seorang laki-laki menikahi anak dari
      saudaranya?” Tetapi Muhammad tangkas menjawab, “Engkau adalah
      saudara dalam agama Allah dan KitabNya; saya dapat menikahi
      Aisha” (Bukhari 1585, Tabaqat 8:58).
      Maka Al-Ghazoli meluruskan pemberitaan ini, “Para penulis itu membuat suatu
      kesalahan yang nyata. Pada kenyataannya, Khawla tidak menyebutkan nama
      Aisha, melainkan hanya berkata “putri sahabat Anda (yang terbaik) Abu Bakr”,
      dan yang dimaksudkannya adalah putri Abu Bakar yang lebih tua yaitu Asma, dan
      bukan Aisha. Khawla berpikir lurus dengan memaksudkan Asma yang berumur 18
      tahun, karena Aisha saat itu hanya berumur 6 tahun, sementara Muhammad
      berusia 54! Khawla agaknya tidak sadar akan adanya kemungkinan “lobang jarum”
      yang mustahil, dan lolos memperhatikan bahwa Muhammad sudah lama melirik
      anak kecil ini. Mengapa? Ya, berdasarkan tradisi Arab saat itu, umur layak kawin
      bagi para gadis dimulai saat berusia 15 tahun (Bukhari 1241).
      Namun dilain pihak dan sebaliknya, Muhammad sangat sadar akan semua hal ini
      (sama dengan yang ia pahami tentang tradisi bahwa seorang ayah tak boleh
      menikahi anak-angkatnya, tetapi toh ditabraknya juga dengan menikahi Zaynab),
      dan memilih untuk menikahi kanak-kanak Aisha 6 tahun ketimbang kakaknya yang
      tua, Asma!
      Menurut standar legal zaman sekarang, seorang laki-laki 54 tahun dapat menikahi
      seorang anak perempuan umur 18 tahun jikalau ia setuju dengan perkawinan
      seperti itu. Tetapi bagaimana dengan seorang tua berusia 54 tahun, yang
      menikahi kanak-kanak 6 tahun dan yang masih bermain dengan boneka? Ini tidak
      dianggap sah secara hukum di dalam kebanyakan kultur-kultur dunia.
      Kebanyakan sistem pengadilan ini dianggap sebagai pelecehan/penganiayaan
      terhadap anak, terlepas dari apakah hal itu dianggap pernikahan sah atau bukan.
      Sejarawan Muslim mencoba memperhalus hal ini dengan berkata, bahwa
      Muhammad memang menikah dengan Aisha ketika dia berumur 6 tahun, tetapi ia
      tidak mendekatinya secara seksual sampai dia berusia 8 (atau 9) tahun.
      Para Islamis senang mendebat semua orang yang dianggap kafir, khususnya “ahli
      Kitab”, mengenai Isa, Alkitab, Quran. Namun kita belum pernah melihat suatu
      debat terbuka tentang contoh moral dari pernikahan-pernikahan Muhammad untuk
      diikuti oleh dunia? Yaitu tentang jumlah istrinya, para gundiknya, tentang cara ia
      memperisteri, keabsahan isteri-isterinya (dipaksa atau sebagai jarahan perang),
      cara melepaskan mereka dari haremnya, mengenai mengapa ia boleh mengambil
      istri-istri orang, tetapi istrinya tetap harus menjanda seumur hidupnya, dll. Jikalau
      Muhammad hidup hari ini, dan telah melecehkan anak gadis 9 tahun, ia akan
      menghadapi hingar bingar publik sama seperti yang terjadi kepada Roman
      Polanski, dengan orang-orang yang pasti akan menuntutnya untuk dilemparkan ke
      dalam penjara, termasuk sahabat baik nya, Abu Bakr, atas pembiaran/persetujuan
      terhadap pelecehan seksual terhadap putri nya. Aisha akan diserahkan pada
      Lembaga Pelayanan Perlindungan Anak, kemudian akan ditempatkan sanak lain
      yang bisa melindunginya, atau ia akan ditempatkan di sebuah rumah untuk anakanak
      angkat.
      Hal yang menarik adalah bahwa kami sudah melihat sebuah film Muslim berjudul
      “The Message” (yang orang-orang Muslim mensejajarkannya dengan “Yesus
      Film”). Tetapi tampaknya mereka tidak pernah memikirkan atau bahkan
      menyebutkan cerita mengenai pelecehan ini. Ini akan menjadi sebuah film yang
      menarik jika ada seseorang yang membuatnya menjadi suatu pertunjukan modern
      tentang hal ini. Kami belum pernah melihatnya diperdebatkan oleh Muslim mana
      pun atau bahkan membicarakannya di dalam Fox News, BBC atau CNN?
      Mengapa tidak?
      Jika hari-hari ini ada orang menirukan moral Muhammad, ia akan didakwa karena
      pelecehan/penganiayaan seks terhadap anak 9 tahun, dan ia akan disebut sebagai
      seorang pedofil. Ia perlu didaftarkan di catatan FBI, dimasukkan dalam program
      terapi untuk mengoreksi keinginannya menganiaya seorang anak secara seksual.
      Aisha juga perlu diterapi untuk membantu dirinya mengatasi semua pelecehan
      yang dia pikul. Apakah contoh moral seperti ini yang diharapkan oleh Muslim untuk
      diikuti oleh semua orang-orang kafir seperti Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan
      lainnya?
      Apakah semua Muslim merasa bahwa Allah mengarahkan dan memandu
      Muhammad ke dalam pernikahan-pernikahan semacam itu? Apakah semilyar
      Muslim merasakannya sebagai hal yang terhormat dan terbaik untuk mencontoh
      Muhammad dan menikahi kanak-kanak 6 tahun, lalu melakukan hubungan seksual
      dengannya ketika ia berumur 9 tahun? Dan agar keteladanan ini berpahala
      sempurna, maka Muslim siap menirukannya tatkala ia sendiri berumur 54 tahun?
      Apakah negara-negara di dunia akan memaafkan dan secara resmi menerima
      pengajaran ini dan akan membantu mempropagandakannya dengan pemahaman
      yang penuh bahwa hal itu akan mendorong perilaku yang tidak sah dan senonoh?
      Untuk tujuan apa setiap Negara Islam di dunia tiap-tiap hari mempertahanan
      negaranya masing-masing? Para teroris Taliban dan ala Taliban yang tetap
      menekankan bahwa Muhammad harus dijadikan contoh moral dan hukum (hukum
      Sharia), apakah memaksudkan juga bahwa kita harus menegakkan model
      pernikahan-pernikahan ala Muhammad seperti itu kepada anak-cucu kita? Kita
      tidak bisa membayangkan dan mengukur bagaimana dunia dapat membela double
      standar seperti itu. Itu adalah sebuah logika agama yang sama sekali tidak
      didasarkan atas iman!
      Apakah Muhammad seorang pedofil? Andalah yang memutuskan. Lihat literatur
      yang mencekam dari Ali Sina: “Mengenal Muhammad” yang sudah diterjemahkan
      dalam pelbagai bahasa, termasuk Indonesia. Lihat pula sejarawan-sejarawan
      Muslim dan sarjana-sarjana, Iman As-Suhaili & Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaha,
      Vol.IV, p.422, dan Rawd al-Unuf, Vol.III, p.66. Dengar pula apa kata Abbas Ibn
      Hisham dan Ibn Hajar tentang perhatian Muhammad kepada seorang gadis kanakkanak
      kencur lainnya, “Rasul Allah berkata, ketika ia sempat melihat Um Habib
      bint Abbas, disaat dia masih bayi: “Apabila dia telah mencapai usia ketika saya
      masih hidup, maka saya akan menikahinya.” Pada waktu itu Um Habib masih tiga
      tahun usianya, dan Muhammad enam puluh. Hanya 3 tahun lagi Muhammad perlu
      menunggu (untuk menyamai Aisha), tetapi ia keburu dijemput maut dua tahun
      kemudian…
      Ketika Muhammad meninggal, Aisha hanya delapan belas tahun usianya. Ia adalah
      gadis remaja yang sedang berkembang, tetapi kini ia harus menjadi janda. Dan ia
      tidak mungkin menjadi janda biasa, karena Muhammad dengan keras melarang
      setiap istrinya untuk menikah lagi, melainkan mereka tinggal selibat (tidak
      menikah) di sisa usia mereka. Apakah Allah SWT adalah Allah yang adil? Apakah Ia
      adalah Tuhan yang bermurah hati? Atau Allah dari NabiNya yang terlalu posesif
      dan cemburu? Apakah ini juga teladan terbaik untuk dilakukan oleh semilyar lebih
      orang Muslim? Apa dasarnya bahwa semua mantan isterinya harus selibat sampai
      mati? Bila dasar dari selibat itu adalah hanya semata-mata karena mereka itu
      mantan istri seorang Nabi, maka mengapa ia sebagai model (yang paling fair)
      tidak memberi contoh pertama, yaitu tidak mengizinkan dirinya juga untuk
      mengawini mantan istri orang lain? (seperti yang dicontohkannya ketika ia boleh
      mengawini istri anak angkatnya, yaitu Zaynab?). Ini adalah standar ganda yang
      paling buruk yang diselipkan atas nama Allah! Jikalau keharusan selibat itu karena
      soal “darah kenabian”, maka kenapa anak-anaknya Nabi diperbolehkan tidak
      selibat, alias perlu menikah? Bukankah darah anaknya adalah darah Nabi betulan,
      yang lebih murni dan suci GEN-nya ketimbang darah istri yang tak membawa gen
      Nabi??
      [Seperti yang sudah banyak diketahui orang, pada suatu saat Muhammad
      mengingini istri dari anak angkat laki-lakinya, Zayd. Sebagai Bapak angkat,
      bukannya ia berusaha keras untuk mendamaikan keluarga besarnya dengan
      otoritas yang ada padanya, serta membantu memanjatkan doa kepada Allah,
      tetapi malah merampasi istri anaknya. Dimulai dengan sikap Muhammad yang
      awalnya pura-pura tidak mau, tetapi pada akhirnya dengan “terpaksa mau”
      dengan alasan (mengatas-namakan) Allah dan wahyuNya yang menjodohkannya
      dengan Zaynab bint Jahsh, agar bisa memberi CONTOH MORAL bahwa aturan
      kini — berlainan dengan aturan zaman jahilliah, bahwa sekarang seorang ayah
      boleh menikahi istri anak angkatnya, dengan alasan “anak angkat tidak sama
      dengan anak kandung!”]
      “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah
      melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat
      kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”,
      sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu (diam-diam mengingini
      istri orang) apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut
      kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.
      Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya
      (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada
      keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak
      angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan
      keperluannya daripada isterinya” (33:37, stress dan tafsir by wr.). Lihat
      WHAT IF Yesus mempertanyakan poligami Muhammad.
      Kita tahu bahwa keinginan Muhammad yang satu ini bertentangan diametral
      dengan hukum Taurat yang ke sepuluh, “jangan mengingini isterinya, atau
      hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan… (Keluaran 20:17). Dimanamana
      Muhammad berseru dan berpura-pura membenarkan Taurat, tetapi diam
      diam Allah telah ditempatkannya sebagai penganjur baru untuk mengingini istri
      anak angkatnya, bahkan disaat Zaynab masih menjadi istri Zayd dan belum
      terpicu untuk bercerai dan menjadi janda agar bisa dikawininya! Ini adalah siasat
      keji Muhammad, kejahatan, dan kekejaman keluarga atas nama Allahnya.
      Tidak ada satu orang pun yang benar-benar dapat memahami, mengapa untuk
      menurunkan hukum baru mengenai hal yang sebenarnya tidak utama, bersifat
      pribadi dan merupakan insiden yang kasuistik (seperti mengambil istri anak angkat
      itu), Allah harus menyuruh NabiNya SENDIRI untuk mencontohkan wahyunya
      dengan perkawinan aktual yang mendadak, dan tidak cukup dengan lantang
      menyajikannya sebagaimana wahyu-wahyu lainnya yang bahkan lebih strategis
      dan universal. Apalagi Allah dan NabiNya pulalah yang tadinya sudah menetapkan,
      menjodohkan, dan mengawinkan Zaynab dengan Zayd (lihat surat 33:36).
      Jadi kembali kepada masalah pokok, jikalau Anda seorang Muslim, apa pandangan
      resmi Anda tentang apa yang perlu dilakukan terhadap Mr. Polanski dan terhadap
      Muhammad? Contoh moral macam apa yang Anda lihat sedang dibangun oleh
      Muhammad dengan melanggar dan menyiasati Hukum Taurat yang digembar
      gemborkannya sebagai wahyu yang harus diimani, serta mengharuskan dirinya
      mengawini Zaynab, tetapi melarang keras siapa pun untuk mengawini mantan
      istrinya yang manapun? Mungkin Muslim tidak tertarik untuk mempersoalkannya
      dan memilih menghindar, karena tidak ada kemampuan untuk mengkritisi
      Muhammad. Tetapi Musa dan Yesus Al-Masih dipastikan akan mempersoalkannya
      nanti diakhirat. Musa akan menjadi Jaksa Penuntut atas orang-orang yang telah
      melanggar Taurat, dan Yesus akan menjadi Hakim Agungnya:

      • Stain Remover 3:28 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

        Yesus jadi hakim, ngimpi kamu ? coba kau posting ayat bibelnya, ada non ?!

        Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus; (Yehezkiel 34:20)

        Yesus dan ke-12 muridnya hanya akan menghakimi ke-12 suku Israel, itu dalam bibel sendiri :

        Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Matius 19:28)

        dan waktunya penghakiman Yesus itu dimulai saat anak manusia yang dimeteraikan akan duduk diatas tahtanya L

        Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. (Matius 25:31)

        Dalam Al Qur’an hakim adalah Allah :

        Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (Qs. Al-A’raf : 87)

        Para Nabi dan Rasul akan menjadi saksi dari umatnya masing-masing, sementara Nabi Muhammad SAW akan menjadi saksi bagi seluruh manusia :

        Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu). (Qs. An-Nisaa : 41)

        (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (Qs. An-Nahl : 89)

        sesuai dalam bibel tentang “anak manusia” itu :

        Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16:27)

        Anak Manusia Termeterai

        Siapakah dia ?

        Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yohanes 6:27)

        Baca Yesaya :

        Bila kitab itu diberikan kepada orang yang dapat membaca maka kitab itu akan tetap terkunci dan orang itu akan berkata, “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai” :

        Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai”; (Yesaya 29:11)

        Yesus bisa membaca dan menulis :

        Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. (Lukas 4:16)

        Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. (Yohanes 8:6)

        Tetapi bila kitab itu diberikan kepada orang tidak dapat membaca maka orang itu akan berkata, “Aku tidak dapat membaca”.

        dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.” (Yesaya 29:12)

        Hal itu bukan masalah karena kitab yang terkunci itu telah terbuka dan akan segera dibacakan :

        Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya. (Qs. Al-Jaatsiyah : 6)

        Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. (Qs. Al-Qiyaamah : 18)

        riwayat hadis :

        Lihatlah perbedaan Yesus dengan anak manusia yang termeterai :

        Aku (Yesus) berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku (Yesus) di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. (Lukas 12:8)

        Yesus memuliakan hari sabat dengan mengajar :

        Pada hari Sabat Ia (Yesus) mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? (Markus 6:2)

        Sementara anak manusia akan menghapus hari sabat, sebab dia memang berkuasa atas itu :

        Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Matius 12:8)

        Pada hari Perhitungan anak manusia akan bangkit dengan dikelilingi para malaikat berada sangat dekat dengan Allah :

        Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-mmlaikat berlingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Qs. Az-Zumar : 75)

        Seperti dalam bibel :

        Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16:27)

        Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. (Matius 25:31)

        • Stain Remover 5:57 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

          Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a.:

          …Ia membawa bekal makanan untuk persediaan dan pulang menemui Khadijah (istrinya) untuk mengambil lagi bekal makanan hingga wahyu secara tiba- tiba diturunkan kepadanya pada saat ia masih berada di gua itu.

          Malaikat datang menemuinya dan menyuruhnya untuk membaca. Nabi Saw. menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Nabi Saw. meneruskan, ” Kemudian malaikat itu memelukku (dengan kuat) dan menekanku begitu keras hingga aku tidak bisa bernapas. Kemudian ia melepaskanku dan kembali menyuruhku membaca dan kujawab, “Aku tidak bisa membaca.” Lalu ia menangkapku lagi dan untuk kedua kalinya memelukku hingga aku tidak bisa bernapas. Kemudian ia membebaskan aku dan menyuruh membaca, namun kembali kujawab, “”Aku tidak dapat membaca” Lalu untuk ketiga kalinya ia menangkap aku dan memelukku dengan kuat, kemudian melepaskan pelukannya dan berkata, Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Pemurah” (QS. Al-‘Alaq : 1-3)… (HR. Bukhari)

    • ungke 1:17 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

      ayo stain di jawab pake nurani yoo,,,jangan pake taqiya..

      • Stain Remover 3:29 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

        @ungke

        Baca non diatas, dengan perlahan-lahan agar kamu mengerti…

    • Stain Remover 2:47 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

      @camar

      Apa kamu tidak bisa membaca ?

      Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong. (Yeremia 8:8)

      Pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, tulang-tulang raja-raja Yehuda, tulang-tulang pemuka-pemukanya, tulang-tulang imam-imam, tulang-tulang nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur mereka (Yeremia 8:1)

      Bangsa apa yang ada di Yerusalem ?

      Setiap hari tidak bosan-bosan-nya mengcopas satu halaman situs penghujat. Dan sepertinya kamu tidak pernah membca tentang para gembala yang melakukan sodomi kepada anak-anak bahkan menjadi berita internasional dan lagi kasus pendeta Jeff yang menyatakan bahwa tindakan-nya berpoligamy dengan gadis dibawah umur dapat dibenarkan dalam agama, karena memang tidak ada hukum mengenai batas usia perkawinan dalam bibel.

      • camar 4:01 pm on 03/08/2012 Permalink | Reply

        “Apakah Al Qur’an itu perkataan Allah atau perkataan Muhammad? Atau malaikat? Atau manusia? Kita sudah berbicara mengenai Al Qur’an yang dianggap unik dari sisi bahasa dan ilmu pengetahuan, dan kita sudah menerima sebuah sanggahan yang berkata: ”Apapun yang Anda katakan, dikatakan karena prejudis terhadap Al Qur’an, kita percaya bahwa Al Qur’an adalah perkataan Allah yang diberikan kepada pembawa pesan dan nabi-Nya.”
        Surat ke 18 (Al Kahfi), ayat 110: “Katakan: “Saya hanya manusia seperti kamu; hal itu sudah ditunjukkan kepadaku.”
        · Surat ke 53 (Al Najm), ayat 4: “Hal itu hanya inspirasi yang ditunjukkan kepadanya.”
        Ensiklopedia Islam, volume 26, halaman 8166, mengatakan hal ini di bagian judulnya: “Muhammad dan Al Qur’an”. Dikatakan, pandangan Muslim Suni terdiri dari kepercayaan bahwa Allah yang Maha Kuasa adalah pembicara dan Muhammad adalah penerima, akan tetapi ada ayat Al Qur’an lainnya yang memberikan indikasi lain. Ensiklopedia yang mengatakan ini.
        dikatakan di halaman 8167, “dan di beberapa ayat-ayat lainnya terlihat seperti Muhammad sebagai pembicara, bukan penerima”. Bukan penerima dari Allah. Seperti di Surat ke 81 (Al Takwiir), ayat 15-21, dan Surat ke 84 (Al Insyiqaaq), ayat 16, dan seterusnya, juga banyak ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah pembicara.Di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 104, dikatakan: “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu]” – ini Muhammad yang berkata – “Aku”, “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu].”
        · Dan di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 114, berkata: “Patutkah aku mencari allah lain selain Allah”… “aku mencari.”
        · Dan di Surat ke 11 (Huud), ayat 2-3, berkata: “agar kamu tidak menyembah selain Allah: Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya. Aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya”.
        Dan lagi di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 91 dan 92: “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini… Aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Jadi ini semua adalah orang pertama dan pembicara disini adalah Muhammad.
        · Di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 92: “dan supaya aku membacakan Al Qur’an. Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk dirinya. Dan supaya aku membacakan Al Qur’an.”
        · Di Surat ke 42 (Asy Syuuraa), ayat 10: “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kepada Allah. Itulah Allah Tuhanku. kepadaNya lah aku bertawakal dan kepadaNya lah aku kembali.”
        Baiklah, perkataan dalam Al Qur’an, yang sangat terkenal, seharusnya merupakaan perkataan Allah, dan setiap Allah ingin Muhammad mengatakan sesuatu, Ia akan berkata kepadanya, “Katakan”.
        jadi sebenarnya yang berkata dalam quran itu bukan sosok allah tapi muhammadlah yang berkata kata dalam quran

    • camar 3:59 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

      saya tahu sekarang sdr stain pura pura bodoh atau memang bodoh ..karena setiap membahas suatu bahasan sengaja mengalihkan kekitab suci orang lain…atau sengaja mengalihkan topik.BUKTI ARKEOLOGIS
      MELAWAN QURAN

      Sampai kiamat-pun Muslimin bersikeras bahwa Quran adalah kata-kata final Tuhan. Namun, mana bukti sejarahnya? Bukti manuskrip, dan arkeologis semuanya tidak berhasil membuktikan klaim-klaim itu. Dlm tulisan paling akhir (Isa Masih no.6, p8-9) kami menunjukkan kekurangan-kekurangan dlm manuskrip-manuskrip Quran. Disini kami menunjukkan bukti melawan Islam dari sumber-sumber dokumen non-Muslim dan arkeologi modern.

      SUMBER-SUMBER YAHUDI

      Qur’an menyiratkan bahwa Muhamad memutuskan hubungannya dgn Yahudi thn 624 AD, segera setelah Hijrah ke Mekah. Pada saat itu, Kiblat dipindahkan dari Yerusalem ke Mekah (Surah 2:144, 149-150). Namun, dalam sumber-sumber non-Muslim, Doktrin Iacobi dan Kronikel Armenia dr thn 660 AD, menunjukkan bahwa pd tahun 640, saat penaklukan Palestina, Arab dan Yahudi adalah sekutu. Muhamad mendirikan masyarakat Ishmaeli dan Yahudi berdasarkan tanah kelahiran mereka yg sama di tanah suci. Hubungan baik ini berlangsung sampai paling tidak 15 tahun setelah tgl Quran tsb.

      MEKAH

      Menurut Qur’an, Mekah merupakan kota yang pertama dan paling penting di dunia. Adam menempatkan batu hitan di Ka’bah asli, sementara Abraham dan Ishmael membangun kembali Ka’bah Mekah berabad-abad kemudian (Sura 2:125-127). Mekah dikatakan sbg pusat perdagangan sebelum jamannya Muhamad.

      Namun tidak ada bukti-bukti arkeologisnya. Kota kuno besar macam itu tentulah disebut-sebut dlm sejarah kuno. Namun, sebutan paling dini ttg Mekah sbg sebuah kota ada di Continuato Byzantia Arabica, dokumen abad ke 8! Mekah jelas bukan rute perdagangan daratan yg alami – Mekah adalah lembah gersang dan orang harus belok sepanjang 100 mil utk dapat mencapainya.Setelah abad pertama, hanya ada perdagangan maritim Yunani-Romawi dgn India, yg diawasi pelabuhan Laut Merah Ethiopia, Adulis, dan bukan oleh Arab. Kalau Mekah bukan sebuah kota yg mapan, kecuali setleah jamannya Muhamad, maka ini membuat Quran sangat diragukan.

      ARKEOLOGI

      Qiblat

      Menurut Qur’an, Qiblat diarahkan ke Mekah pd thn 624 AD, dua tahun setelah Hijrah (Sura 2:144, 149-50). Namun bukti-bukti arkeologis paling dini dari mesjid yg dibangun pada permulaan abad ke 8 menunjukkan bahwa kota suci mereka bukanlah Mekah, tetapi lebih dekat ke arah Yerusalem.

      Qiblat mesjid pertama di Kufa, Iraq, dibangun th 670 AD, dan menunjuk ke BARAT ketimbang ke selatan, gambar-gambar arsitektur dari dua mesjid Umayyad (650-750 AD) di Iraq, menunjukkan bahwa Qiblat berorientasi jauh ke utara. Mesjid Wasit melenceng sampai 33 derajad, mesjid Baghdad sampai 30 derajad. Mesjid ‘Amr b. al ‘As didekat Cairo, juga menunjuk ke Kiblat terlalu jauh ke utara dan harus diperbaiki oleh sang gubernur.

      Jacob dari Odessa, penulis dan pengelana Kristen, merupakan saksi mata yg menulis ttg Mesir sekitar 705 AD. Suratnya dlm British Museum menyebut ttg kaum ‘Mahgraye’ (istilah Yunani bagi Arab) di Mesir berdoa menghadap ke timur, menuju Ka’bah, dgn kata lain menuju Palestina, dan bukan Mekah.

      Jadi bukti menunjuk kpd lokasi bukan di Mekah, tetapi di Arab Utara atau bahkan Yerusalem, sampai permulaan abad ke 8. Tidak mungkin Muslim pada abad permulaan Islam salah menghitung arah. Mereka pedagang dari gurun pasir dan tukang caravan yang mahir membaca arah bintang di langit utk menentukan arah perjalanan mereka. Bgmn lagi mereka melakukan ibadah haji, yang pada saat itu saja sudah diresmikan? Ada ketidakcocokan besar antara Qur’an dan arkeologi modern. Yang paling penting, Walid I, kalif th 705 – 715, menulis kesemua wilayah memerintahkan penghancuran dan pelebaran semua mesjid. Mungkinkah bahwa saat itu Kiblat baru dipindahkan ke Mekah?

      DOME OF THE ROCK

      Kemungkinan alasan mengapa mesjid-mesjid kuno menghadap Palestina bisa ditemukan di Yerusalem. Di pusat kota itu terletak the ‘Dome of the Rock’, bangunan yg didirikan ‘Abd al-Malik th 691 AD. Ini dianggap sbg tempat Islam paling suci nomor 3 setelah Mekah dan Medinah. Gedung ini nampaknya bukan ingin digunakan sbg mesjid, karena tidak adanya Qiblat dan bentuk oktagonalnya menunjukkan gedung itu digunakan agar orang dapat berkeliling memutarinya. Muslim percaya bahwa ini memperingati Isra Mi’raj, malam Muhammad naik ke surga dan berbicara dgn Allah dan Musa mengenai jumlah solat yg diwajibkan kpd pengikut.

      Namun, tulisan-tulisan pada tembok gedung itu tidak menyebut apa-apa ttg Isra Mi’raj tetapi kutipan-kutipan Quran yg dimaksudkan khususnya bagi Kristen. Mungkin gedung ini dibangun sbg tempat suci Islam, sebelum Mekah diresmikan sbg tempat tersuci Islam.

      Tradisi Muslim memang menunjukkan bahwa the Dome of the Rock dulu memang pusat religius Islam. Kalif Suleyman, yg berkuasa sampai th 717 AD, pergi ke Mekah utk bertanya ttg ibadah Haji. Ia tidak puas dgn jawaban yg didapatkan dan memilih utk mengikuti ‘Abd al-Malik, yg pergi ke the Dome of the Rock.

      Mungkinkah kiblat mesjid-mesjid pertama dulu diarahkan kepada the Dome of the Rock dibawah perintah Walid I pada permulaan abad ke 8?

      Alm Yehuda Nevo dari Universitas Yerusalem men-survey ukiran-ukiran Arab pada batu-batu yg tersebar di gurun Negev dan Syro-Jordania. Risetnya memberikan gambaran berguna atas sejarah Muhammad dari sumber-sumber non-Muslim kontemporer.

      Dlm teks religius dari jaman Sufyani (661-684 AD) ada sebuah kepercayaan monotheistic TETAPI TIDAK ADA RUJUKAN KPD MUHAMAD! Namanya hanya muncul setelah 690 AD. Tulisan Muhammad Rasulullah tampil pertama kali dlm uang keping Arab-Sassania dari th 690 AD, di Damascus. Lebih penting lagi, ketiga unsur kepercayaan kpd Tauhid, Muhamad Rasulullah dan rasul Allah wa-’abduhu (sifat kemanusiaan Yesus) ditemukan dlm tulisan ‘Abd al-Malik dlm the Dome of the Rock, tertgl 691 AD. Sebelum masa itu, prinsip-prinsip kepercayaan Muslim tidak dapat dipastikan.

      Jadi selama 60 tahun penuh setelah kematian Muhamad, kalimat syahadat Arab TIDAK MENCAKUP MUHAMAD. Tetapi sebuah prinsip kepercayaan monotheis yg mengembangkan konsep Judaeo-Kristen dlm gaya literature khusus. Saat syahadat dgn nama Muhammad diberlakukan selama periode Marwanid (setelah 684 AD) tiba-tiba bentuk deklarasi itulah yg tampil sbg satu-satunya bentuk dlm dokumen-dokumen formal. Jadi peningkatan status Muhammad sbg nabi universal hanya terjadi pada akhir abad ke 7, lama setelah kematiannya!

      QURAN

      Jelas Qur’an mengalami transformasi selama 100 tahun setelah kematiannya. Tulisan-tulisan yg dikenal sbg tulisan Quran pada keping-keping dan di the Dome of the Rock selama masa ‘Abd al-Malik dari 685 AD, BERBEDA dgn teks Quran sekarang. Qur’an tidak mungkin dikanonisasi selama masa hidup Muhamad, tetapi pasti mengalami proses evolusi. Rujukan paling dini kpd sebuah buku yg dinamakan Qur’an tidak datang dari Mekah melainkan di Arab Utara, bahkan Yerusalem, pada permulaan abad 8. Tidak mungkin Muslim pertama salah tebak arah Mekah, mereka mahir menggunakan bintang sbg penunjuk jalan. Bgm mungkin mereka bisa mengadakan ibadah haji yg sudah dikanonisasikan pada jaman itu?

      Ada kepincangan besar antara Qur’an dan arkeologi modern. Artinya, sejarah islam runtuh di hadapan arkeologi modern.

      Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2008/07/bukti-manuskrip-membantah-quran.html#ixzz227cr5KBY
      Muslim juga akan menemukan bahwa penulisan Quran sangat kacau. Banyak kata-kata yg tidak berarti, kata-kata asing, kata-kata yg hilang sehingga menyulitkan terjemahan — siapapun perlu menebak apa yg dipikirkan Muhammad utk mengerti apa yg dikatakan auwloh. Itulah mengapa Gerd Puin, pakar ternama dlm bidang kaligrafi Arab dan paleografi Quran, mempelajari manuskrip-manuskrip tertua kecewa dgn keengganan Muslim dan non-Muslim utk menerima dogma Islam.

      Katanya: “Quran menyatakan diri sbg ‘mubeen,’ atau jelas, tapi dari pandangan sekilas saja kau akan melihat bahwa setiap kalimat kelima tidak masuk akal. Tentu Muslim tidak akan mengatakan padamu bahwa pada kenyataan, seperlima isi Qur’an sama sekali tidak dapat dimengerti. Inilah yg mengakibatkan tradisi senewennya Muslim. Jika Qur’an tidak dapat dimengerti, bahkan tidak dapat dimengerti dalam bahasa Arab sekalipun, maka Quran tidak dapat diterjemahkan dlm bahasa manapun. Itulah mengapa Muslim sangat ketakutan.”

      Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2008/07/bukti-manuskrip-membantah-quran.html#ixzz227dDd8VK

    • Stain Remover 4:59 pm on 03/08/2012 Permalink | Reply

      @camar

      Jadi benarkan bahwa hukuman salib telah dinubuatkan untuk orang terkutuk.

      Al Qur’an adalah Firman Allah yang dibawa Malaikat Jibril berupa wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad.

      Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. ﴾Qs. An Nisaa : 163﴿

      Ucapannya (Muhammad) itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). ﴾Qs. An Najm : 4﴿

      Ucapan Yesus-pun berdasarkan apa yang dia dengar :

      Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

      Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” (Yohanes 8:26)

      Tapi Dunia Yesus dibatasi untuk mereka (Israel) :

      Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu (Yohanes 17:9)

      Sebab :

      Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24 )

    • camar 3:34 am on 04/08/2012 Permalink | Reply

      Al Qur’an adalah Firman Allah yang dibawa Malaikat Jibril berupa wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad.####benarkah pernyataan ini ????• Di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 104, dikatakan: “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu]” – ini Muhammad yang berkata – “Aku”, “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu].”
      • Dan di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 114, berkata: “Patutkah aku mencari allah lain selain Allah”… “aku mencari.”
      • Dan di Surat ke 11 (Huud), ayat 2-3, berkata: “agar kamu tidak menyembah selain Allah: Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya. Aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya”.

      Mohamed: Disini pembicaranya adalah…

      Bpk. Pdt. Zakaria B.: Jelas… “Aku” adalah orang pertama, seperti di: “kemudian aku takut… untuk kamu.”
      • Dan lagi di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 91 dan 92: “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini… Aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Jadi ini semua adalah orang pertama dan pembicara disini adalah Muhammad.
      • Di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 92: “dan supaya aku membacakan Al Qur’an. Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk dirinya. Dan supaya aku membacakan Al Qur’an.”
      • Di Surat ke 42 (Asy Syuuraa), ayat 10: “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kepada Allah. Itulah Allah Tuhanku. kepadaNya lah aku bertawakal dan kepadaNya lah aku kembali.”####disini jelas bukan allah yang berbicara…Al Safat. Ayat 164: “Tidak seorang pun di antara kami, mempunyai kedudukan yang tertentu. Kita diangkat derajatnya. Kita adalah orang-orang yang memuja Allah.” Apa artinya? Baiklah, mari kita periksa apa yang dikatakan para ahli naskah agama… Baiklah , Anda tahu bahwa kita tidak menginterpretasi, tetapi kita memeriksa apa yang para komentator katakan. Al Galalan berkata, “Jibril berkata kepada nabi, “Tidak seorang pun di antara kami – para malaikat – mempunyai kedudukan yang tertentu,” di surga, di tempat ia melayani Allah, dan tidak melampaui batas.” Jadi para malaikat yang berbicara, bukan Allah yang berbicara. Al Qurtoby berkata hal ini merupakah perkataan para malaikat: “Kita diangkat derajatnya.” Jadi para malaikat berbicara dalam bahasa mereka sendiri, bukan inspirasi dari perkataan Allah. Tetapi mengapa? Mengapa? Bagaimana kita dapat mencocokkan ini dengan ayat yang berkata “Hanya sekedar…”“Ini adalah pencerahan dariMu Allah, ini telah diucapkan olehnya sendiri, dapat berdoa dan damai sejahtera turun atasnya.” Dan kemudian berkata, “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara[mu].” Dan juga pernyataannya, “Patutkah aku mencari allah lain selain Allah,” dan Al Siouty juga mengatakan dan mengakui bahwa para malaikat juga berkata-kata dalam iramanya mereka sendiri, seperti pernyataannya, “Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu…” Sampai ke ayat terakhir yang diucapkan oleh Jibril. Dan pernyataannya “Tidak seorang pun di antara kami, mempunyai kedudukan yang tertentu.” Para malaikat… Jadi ini adalah perkataan mereka. Al Siouty sekali lagi mengomentari hal ini, katanya, “Pernyataan ini dapat diinterpretasikan sebagai “katakan”, dan juga ayat-ayat lainnya.” ”Tetapi bagaimana ini bisa terjadi?” Apakah kita akan menambahkan ini di Al Qur’an? Apakah kita akan menyisipkannya? Bukan masalah pengelakan… Bukan pengelakan. Ini masalah yang membutuhkan pengertian yang jelas. Perkataan Allah dalam Al Qur’an, apakah benar-benar perkataan Allah? Ya, perkataan Allah… Ia berkata kepada para malaikat, dan para malaikat menyampaikannya kepada Muhammad. Jadi seharusnya tidak ada perkataan mereka sendiri… baik para malaikat maupun Muhammad.Surat ke 91 (Asy Syams), dari ayat 1: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya.Dalam ayat-ayat ini, Surat ke 103 (Al ‘Ashr), ayat 1-3: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,” – sebuah sumpah… Allah bersumpah – “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” Tidak ada sedikitpun acuan yang menunjukkan adanya pesan dari Allah yang Maha Kuasa. Bahkan ada banyak ayat-ayat lainnya, lebih banyak lagi di dalam Al Qur’an, yang tidak berasal dari Allah, dan bahkan perkataan- perkataan tersebut tidak mungkin berasal dari AllahSurat ke 1 (Al Faatihah) ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus,”” Oh, apakah ini perkataan Allah, atau perkataan manusia? Perkataan manusia… sepertinya di dalam Surat ke 1 berisikan permohonan manusia. Anda tidak dapat menyimpulkan bahwa itu adalah perkataan Allah sama sekali. Mari dan lihatlah (Al Faatihah). Ini dia, ini (Al Faatihah) ayat pertama, dan ini merupakan Surat pertama, maksud saya, di dalam Al Qur’an. Dikatakan… ini dia, dikatakan… Lihat, lihat jika ini adalah perkataan Allah, atau manusia: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang!” Apakah Allah akan mengucapkan “basmala” lagi? “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,” Apakah Allah akan berkata, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam? Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah.” Dengan siapa Allah berbicara, dan berkata: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah?” Ini adalah perkataan manusia, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan HANYA KEPADA Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Apakah Allah akan berkata, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”? Tidak mungkin! Anda katakan kepada saya bahwa berlaku “katakan”. Tapi bagaimana kita dapat diijinkan untuk menambahkan kata “katakan”? Saya akan mengutip Gadafi, yang berkata bahwa ada sekitar 300 ayat atau bahkan lebih, yang mengandung kata “katakan”. Ia berkata: “Kita harus menghapuskan kata “katakan” karena cukup membawa banyak pertanyaan, tetapi bahkan disini kata “katakan” tidak ada, jadi jika ada manusia yang menambahkan, betapapun hebatnya dia, dia telah merusak Al Qur’an.”Dalam Surat ke 62 (Al Jumu’ah), dikatakan: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Bertasbih kepada Allah? Apakah Allah yang berkata demikian? Apa yang akan Allah katakan, “Bertasbih kepada Allah”? Surat ke 57 (Al Hadiid), ayat 1, dan Surat ke 59 (Al Hasyr), Surat ke 61 (Ash Shaff), dan Surat ke 64 (Al Taghaabun). Semuanya dimulai dengan: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah.” Jadi ini bukanlah perkataan Allah. “Dan di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata yang berbentuk – menurut ensiklopedia – berbentuk pengagungan, mengagungkan Allah, mengatakan ‘pujian bagi Allah’, ‘Sobhan Allah’.” Ini pujian untuk Allah, mengatakan, “Bertasbih kepada Allah.” Dalam Surat ke 17 (Al Israa’): “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa”.Dalam Surat ke 62 (Al Jumu’ah), dikatakan: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Bertasbih kepada Allah? Apakah Allah yang berkata demikian? Apa yang akan Allah katakan, “Bertasbih kepada Allah”? Surat ke 57 (Al Hadiid), ayat 1, dan Surat ke 59 (Al Hasyr), Surat ke 61 (Ash Shaff), dan Surat ke 64 (Al Taghaabun). Semuanya dimulai dengan: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah.” Jadi ini bukanlah perkataan Allah. “Dan di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata yang berbentuk – menurut ensiklopedia – berbentuk pengagungan, mengagungkan Allah, mengatakan ‘pujian bagi Allah’, ‘Sobhan Allah’.” Ini pujian untuk Allah, mengatakan, “Bertasbih kepada Allah.” Dalam Surat ke 17 (Al Israa’): “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa”.Dalam Surat ke 62 (Al Jumu’ah), dikatakan: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Bertasbih kepada Allah? Apakah Allah yang berkata demikian? Apa yang akan Allah katakan, “Bertasbih kepada Allah”? Surat ke 57 (Al Hadiid), ayat 1, dan Surat ke 59 (Al Hasyr), Surat ke 61 (Ash Shaff), dan Surat ke 64 (Al Taghaabun). Semuanya dimulai dengan: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah.” Jadi ini bukanlah perkataan Allah. “Dan di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata yang berbentuk – menurut ensiklopedia – berbentuk pengagungan, mengagungkan Allah, mengatakan ‘pujian bagi Allah’, ‘Sobhan Allah’.” Ini pujian untuk Allah, mengatakan, “Bertasbih kepada Allah.” Dalam Surat ke 17 (Al Israa’): “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa”.Dalam Surat ke 62 (Al Jumu’ah), dikatakan: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Bertasbih kepada Allah? Apakah Allah yang berkata demikian? Apa yang akan Allah katakan, “Bertasbih kepada Allah”? Surat ke 57 (Al Hadiid), ayat 1, dan Surat ke 59 (Al Hasyr), Surat ke 61 (Ash Shaff), dan Surat ke 64 (Al Taghaabun). Semuanya dimulai dengan: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah.” Jadi ini bukanlah perkataan Allah. “Dan di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata yang berbentuk – menurut ensiklopedia – berbentuk pengagungan, mengagungkan Allah, mengatakan ‘pujian bagi Allah’, ‘Sobhan Allah’.” Ini pujian untuk Allah, mengatakan, “Bertasbih kepada Allah.” Dalam Surat ke 17 (Al Israa’): “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa”.Dalam Surat ke 62 (Al Jumu’ah), dikatakan: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Bertasbih kepada Allah? Apakah Allah yang berkata demikian? Apa yang akan Allah katakan, “Bertasbih kepada Allah”? Surat ke 57 (Al Hadiid), ayat 1, dan Surat ke 59 (Al Hasyr), Surat ke 61 (Ash Shaff), dan Surat ke 64 (Al Taghaabun). Semuanya dimulai dengan: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah.” Jadi ini bukanlah perkataan Allah. “Dan di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata yang berbentuk – menurut ensiklopedia – berbentuk pengagungan, mengagungkan Allah, mengatakan ‘pujian bagi Allah’, ‘Sobhan Allah’.” Ini pujian untuk Allah, mengatakan, “Bertasbih kepada Allah.” Dalam Surat ke 17 (Al Israa’): “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa”.• Surat ke 23 (Al Mu’minuun) ayat 14: “Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik!” Surat ke 25 (Al Furqaan), ayat 1, 10 dan 61: “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an).”
      • Surat ke 40 (Al Mu’min): “sangat diberkatilah Tuhan semesta alam!”
      • Surat ke 43 (Az Zukhruf): “Diberkatilah Dia yang berkuasa atas Surga dan Bumi.”
      • Surat ke 55 (Ar Rahmaan), ayat 78: “Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.” Allah siapa? Siapa yang berkata “Maha Agung” dan di
      • Surat ke 67 (Al Mulk), ayat 1 berkata: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
      Jadi ini bukan perkataan Allah, tetapi perkataan manusia. Perkataan-perkataan manusia ini juga berbentuk pujian bagi Allah. Ensiklopedia juga berkata: “Mereka berbentuk ucapan syukur”, seperti, Surat ke 1 (Al Faatihah): “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”, Surat ke 6 (Al An’aam): “Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi”, Surat ke 18 (Al Kahfi): “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an)”, Surat ke 34 (Saba’): “Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit”, Surat ke 35 (Faathir): “Pujilah Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi.” Begini, kita seharusnya – menurut ensiklopedia – percaya bahwa setiap ayat di dalam Al Qur’an – semuanya – seharusnya merupakan perkataan Allah kepada malaikat, yang diungkapkan kepada Muhammad. Ia berkata kepadanya, “Bacalah”, dan ia pergi untuk menyebarkannya.
      jadi percayalah bahwa perkataan dalam quran itu bukan perkataan allah.selamat mencari kebenaran

      • Stain Remover 5:04 pm on 04/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        lagi-lagi copasan yang nggak bermutu, sebenarnya apa yang ingin kau tunjukkan dari copasan-mu itu ?

        copasan :…dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu]” – ini Muhammad yang berkata – “Aku”, “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu]…

        Maksudnya adalah kewajiban Nabi Muhammad hanya menyampaikan firman yang diwahyukan kepadanya, selebihnya terserah mereka mau menerima atau tidak. Masa segitu aja nggak ngerti, hey domba potong ?

        …maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. ﴾Qs. Ali Imran : 20﴿

        Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah)…﴾Qs. Asy Syuura : 48﴿

  • SERBUIFF 4:47 am on 18/02/2009 Permalink | Reply
    Tags: ahmad, Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:` Hai Bani Israil, isa al masih, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, mereka berkata:` Ini adalah sihir yang nyata `.(QS. 61:6), , sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) `. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata,   

    Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:` Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) `. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata:` Ini adalah sihir yang nyata `.(QS. 61:6) 

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaff 6
    وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6)
    Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad menyampaikan kepada kaum muslimin, kisah keingkaran kaum Isa, ketika Isa A.S. berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus kepada kamu sekalian, aku membenarkan kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa A.S. demikian pula kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada para nabi, baik yang datang sebelumku, maupun yang datang sesudahku. Dan aku menyeru kamu agar beriman pula kepada Rasul yang datang kemudian yang bernama Ahmad”.
    Dalam ayat yang lain ditegaskan pula bahwa isyarat kedatangan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah terakhir terdapat pula dalam Taurat dan Injil. Allah SWT berfirman:

    الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل
    Artinya:
    (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (Q.S Al A’raf: 157)
    Dalam kitab Taurat banyak disebutkan isyarat-isyarat kedatangan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, seperti Kitab Kejadian 21:13
    “Maka anak sahayamu itupun akan terjadikan suatu bangsa, karena itu ia dari benihmu”.
    Maksudnya ialah keturunan Siti Hajar, ibu dari Ismail yang kemudian menjadi orang-orang Arab yang mendiami semenanjung Arabia. Waktu Nabi Ibrahim pergi ke Mesir bersama istrinya Sarah, beliau dianugerahi oleh raja Mesir seorang hamba sahaya perempuan yang kemudian dijadikan sebagai istri, yang bernama Hajar. Sewaktu Hajar telah melahirkan putranya Ismail, ia di antarkan Ibrahim A.S. ke Mekah atas perintah Allah. Di Mekahlah Ismail A.S. menjadi besar dan berketurunan. Di antara keturunannya itu bernama Muhammad yan kemudian menjadi Nabi dan Rasul terakhir.
    Kitab Kejadian 21:18 memerintahkan agar Bani Israel mengikuti dan menyokong Nabi Muhammad, yang akan datang kemudian.
    “Bangunlah engkau, angkatlah budak itu, sokonglah dia, karena Aku hendak menjadikan dia suatu bangsa yang besar”
    Demikian pula dengan Kitab Kejadian 17:20 menyebutkan:
    “Maka akan hal Ismail itu pun telah Kululuskan permintaanmu, bahwa sesungguhnya Aku telah memberkahi akan dia dan memberikan dia dan memperbanyak dia amat sangat dua belas orang raja-raja akan berpencar dari padanya dan Aku akan menjadikan dia suatu bangsa yang besar”
    kitab Habakuk 3:3 menyebutkan:
    “Bahwa Allah datang dari teman dan Yang Mahasuci dari pegunungan Paran -Selah. Maka kemuliaan-Nya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya”
    Di sini diterangkan tentang teman dan orang-orang suci dari pegunungan Paran (Arab = Peron/ Panam), dan yang dimaksud di sini adalah Nabi Muhammad SAW. itu.
    Demikian pula Nabi Musa A.S. dalam Kitab Ulangan 18:17-22 telah menyatakan kedatangan Nabi Muhammad SAW. itu.
    “Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku (Musa): “Benarlah kata mereka itu (Bani Israel)”. Bahwa Aku (Allah) akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya (yaitu Nabi dan Bani Israel) yang seperti engkau (Nabi Musa) dan Aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan dia pun akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia.
    Bahwa sesungguhnya barang siapa yang tiada mau dengan segala firman Ku yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menuntutnya kelak pada orang itu. Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku, yang tiada Ku-suruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibunuh hukumnya. Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian, “Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya?”. Bahwa jikalau Nabi itu berkata demi nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya tidak jadi atau tidak datang, yaitu perkataan yang bukan firman Tuhan adanya maka Nabi itu pun berkata dengan sembarangan, janganlah kamu takut akan dia”.
    Dalam ayat-ayat Taurat di atas ada beberapa isyarat yang menjadi dalil untuk menyatakan tentang nubuwat Nabi Muhammad SAW.
    “Seorang Nabi di antara segala saudaranya”.
    Hal ini menunjukkan bahwa yang akan menjadi Nabi itu akan timbul dari saudara-saudara Bani Israel, tetapi bukan dari Bani Israel sendiri, karena Bani Israel itu keturunan Yakub dan Yakub anak dari Ishak A.S. Dan Ishak A.S. adalah saudara dari Ismail A.S. Saudara-saudara Bani Israel itu ialah Bani Ismail Dan Nabi Muhammad SAW. sudah jelas adalah keturunan Bani Ismail.
    Kemudian kalimat “Yang seperti engkau” memberi pengertian bahwa Nabi yang akan datang itu haruslah seperti Nabi Musa A.S., maksudnya Nabi yang membawa agama bani seperti yang dibawa Nabi Musa A.S. Dan seperti dituliskan bahwa Nabi Muhammad itulah satu-satunya Nabi yang membawa syariat bani (agama Islam) yang berlaku juga bagi Bani Israel.
    Kemudian dikatakan bahwa Nabi itu “tidak sombong”, tidak akan mati dibunuh”. Muhammad SAW. seperti dimaklumi bukanlah orang yang sombong, baik sebelum menjadi Nabi apa lagi setelah menjadi Nabi. Sebelum menjadi Nabi ternyata beliau telah disenangi oleh umum, dan dipercaya oleh orang-orang Quraisy, terbukti dengan panggilan beliau “Al Amin” (kepercayaan). Kalau beliau sombong tentulah beliau tidak diberi gelar yang sangat terpuji itu.
    Umat Nasrani menyesuaikan kenabian itu kepada Isa A.S. di samping mereka mengakui pula bahwa Isa A.S. sungguh mati terbunuh (karena disalib). Hal ini jelas bertentangan dengan ayat kenabian itu sendiri. Sebab Nabi itu haruslah tidak mati dibunuh (disalib dan sebagainya).
    Banyak lagi isyarat-isyarat yang terdapat di dalam Taurat yang menerangkan kenabian Muhammad SAW. seperti yang diberikan Nabi Yesaya 42:1-4; Nabi Yermin 31:31-32, Nabi Daniel 2:38-45 dan banyak lagi yang tidak perlu disebutkan di sini.
    Demikian pula dalam kitab Injil yang banyak disebut dalam kitab Yahya.
    Kemudian diterangkan bahwa Nabi dan Rasul yang bernama Ahmad itu lahir. dengan membawa dalil-dalil yang kuat serta mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah, dan mereka pun mengingkarinya dan mengatakan Muhammad adalah seorang ahli sihir.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaff 6
    وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6)
    (Dan) ingatlah (ketika Isa putra Maryam berkata, “Hai Bani Israel!) di sini Nabi Isa tidak mengatakan hai kaumku, karena sesungguhnya dia tidak mempunyai kerabat di kalangan mereka (Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, membenarkan kitab sebelumku) kitab yang diturunkan sebelumku (yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad.”) Allah berfirman: (Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka) yakni Ahmad alias Muhammad kepada orang-orang kafir (dengan membawa bukti-bukti yang nyata) yakni ayat-ayat dan tanda-tanda (mereka berkata, “Ini) maksudnya, apa yang didatangkannya itu (adalah sihir) menurut suatu qiraat lafal sihrun dibaca saahirun artinya orang yang datang ini adalah penyihir (yang nyata”) yang jelas

     
    • alo 5:30 pm on 15/05/2009 Permalink | Reply

      para sekte kristen yang anti paulus dan anti salib sebelum tahun 620M sudah mengatakan demikian. seorang tokoh di antara 100 tokoh karangan Hunt adalah mani (manikeisme). seorang rasul sebelum tahun 620M. Rasul Manikeisme itu mengatakan bahwa ia adalah rasul yang di nubuatkan oleh Yesus sebagai parakletos. begitu juga Elkesait dari kaum sabiin. Elkesait mengaku sebagai nabi musa terakhir atau nabi penutup, sebelum tahun 620M. ajdi wajar saja kalau ada lagi yang lain

    • alo 2:36 pm on 19/05/2009 Permalink | Reply

      kalau nggak ada tanggapan. nanti akan datang lagi nabi penutup yang lain.

    • camar 6:52 am on 05/08/2012 Permalink | Reply

      Mengapa `Allah’ sengaja
      mengelabui mata semua orang sehingga saksi mata dan Bunda Maria serta rasul Yesus pun tidak
      diberitahu? Dan bagaimana menjelaskan kontradiksi pernyataan Surah An Nissa’ 4:157-158 itu
      dengan pernyataan Quran sendiri dalam Surah Al Imran 3:55 dan Surah Maryam 19:33? Apakah
      dengan demikian `Allah’ sengaja berbohong dan menipu, seperti dinyatakan dalam Surah Al
      Imran 3: 54 sendiri? “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya
      mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS. 3:54) Walahualam. Agaknya untuk
      menghindari kesan bahwa Allah itu menipu, maka ada yang menafsirkan pernyataan QS 4:157-
      158 (tentang seseorang yang diserupakan dengan wajah Yesus dan yang kemudian disalibkan)
      ini semuanya tak lain hanyalah legenda. Mari kita simak komentar Muhammad Assad tentang Q
      4:157 ini8:

      • Stain Remover 9:39 am on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Karena hal itu memang sudah dinubuatkan, ayo jangan mengulang-ngulang terus…hehehe

        kan sudah dibilang hukuman salib hanya untuk orang durhaka :

        Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, ﴾Qs. Al Maidah : 33﴿

        • |ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ| الملك كالا | 12:07 pm on 25/08/2018 Permalink | Reply

          tul neng, Yesus menanggung kedurhakaan kite di kayu salib.

    • camar 12:03 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

      Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, ﴾Qs. Al Maidah : 33﴿
      ayat ini sama sekali bukan untuk isa .yang terkemuka didunia dan akhirat jadi tidak nyambung …yang yambuang saja lah buat alasanmu.ataukah sdr sudah kehabisan akal..atau katakata???/

      • Stain Remover 3:11 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Itu surah terdapat dimana jeng ? nama-nya kan jelas tuh dalam peristiwa apakah itu ?

        @camar

        Qs. Al Maidah : 112-115

        112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.

        113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

        114. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.

        115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang KAFIR di antaramu (pengikut-pengikut Isa) sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.

        Dan dalam bibel Yesus menjawab demikian :

        Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. (Yohanes 17:12, TB)

        Kata “binasa” dalam ayat bibel diatas diambil dari kata :

        …οὐδείς ἐκ αὐτός ἀπόλλυμι εἰ μή υἱός ἀπώλεια ἵνα γραφή πληρόω

        …oudeis ek autos apollymi ei mē huios apōleia hina graphē plēroō

        …none of them is lost, but the son of perdition; that the scripture might be fulfilled (John 17:12)

        ἀπόλλυμι = apollymi = lost = tersesat (kafir)

        ἀπώλεια = apōleia = to die = mati

        Jadi :

        …tidak ada seorangpun dari mereka yang kafir selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk mati, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

        Tahukah kamu ayat bibel diatas diucapkan Yesus sesaat sebelum penyergapan terjadi.

        • |ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ| الملك كالا | 12:08 pm on 25/08/2018 Permalink | Reply

          emang Isa di quran entu sama ama Yesus di Alkitab gitu…ʔʔ

    • camar 4:03 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

      “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan,
      pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (Sura
      19:33).“Maryam berkata: ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang laki-laki, sedang tidak
      pernah seorang manusiapun menyentuhku, dan aku bukan (pula) seorang
      pezina!” (Sura 19:20).

      • Stain Remover 4:06 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        menurut Islam itu yang disalib bukan Nabi Isa as, tetapi dari antara murid nabi Isa yang menjadi kafir…

        dalam bibel jelas koq ayatnya siapa orang yang dimaksud….

        • |ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ| الملك كالا | 12:11 pm on 25/08/2018 Permalink | Reply

          entu menurut islam neng…!!
          menurut Alkitab mah Yesus yg di salib tuh…

      • Stain Remover 4:13 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Dan kesejahteraan…pada hari aku meninggal…

        Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.

        http://id.wikipedia.org/wiki/Kesejahteraan

    • camar 4:16 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

      yang di omongkan disini siapa????

      • Stain Remover 4:22 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Berarti ayat tersebut menyanggah kematian terkutuk seorang durhaka yang dikaitkan dengan Nabi Isa as yang mulia.

    • wikki 1:08 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

      ingat kawan yesus bukan lah pengecut seperti yang muslim bayangkan .yang harus igantikan dengan orang yang malang untuk menghidar darilari dari alam maut ustru kedatanganyapun kedunia sudah dinubuatkan untuk turun ke alam maut. maka da disamakan dengan penjahat.

      • SERBUIFF 2:10 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

        yg pasti yg disalib bukan yesus bung

        • |ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ| الملك كالا | 12:13 pm on 25/08/2018 Permalink | Reply

          emang nama Yesus ada di quran gitu…ʔʔ
          nuduh dan nyimpulin mulu elu…!!

    • wikki 2:27 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

      itukan kata quranmu apa quranmu sudah menyaksikan peristiwa itu pada saat yesus didunia ini????

      • SERBUIFF 10:19 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

        lu kelihatan guobloknya, Allah yg melihat perkataan yesus, lalu Allah yg menyampaikannya melalui kitab Al Quran….dasar guoblok lu……..

    • camar 10:48 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

      allahya simamad yang khairil makkarin itu….jangan jangan anda lagi ditipu percaya ngga dengan penipu ulung?????

      • Stain Remover 2:43 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Menurutmu ‘Yesus’ menipu nggak , pada ayat dibawah ini :

        @camar dan wikki

        …θανατωθεὶς σαρκὶ ζῳοποιηθεὶς πνεύματι

        …thanatōtheis sarki zōopoiētheis pneumati

        …having been put to death in the flesh, but made alive in the spirit;

        …yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, (1 Petrus 3:18)

        kenyataan yang terjadi adalah :

        χεῖρας πόδας αὐτός ψηλαφήσατε πνεῦμα ἔχει σάρκα ὀστέα θεωρεῖτε ἔχοντα

        cheiras podas autos psēlaphēsate pneuma echei sarka ostea theōreite echonta

        …for a spirit does not have flesh and bones as you see that I have.

        Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena roh tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” (Lukas 24:39)

        Definition pneuma : wind, breath, spirit

        Jadi apakah ‘Yesus’ yang bangkit itu telah menipu banyak orang ?!

    • wikki 2:50 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

      Yesus menunjukkan bahwa dia sudah bangkit dari alam maut bahwa tubuh yang dipakai diwaktu disalib benar tubuh itu juga yang bangkit dari kematian ..salah seorang muridnya tidak percaya sebelum memasukkan jarinya ke lubang bekas paku yang ada di tanganya dan kakinya maka ,Yesus menunjukkan bekas tersebut sambil berkata rabalah

      • Stain Remover 2:58 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

        @wikki

        Jangan ngawur Yesus menurut ayat 1 Petrus 3:18 dibangkitkan menurut roh, tapi kenyataan-nya dia (Yesus) bangkit menurut jasad. Jadi menipu tidak ?

    • wikki 3:01 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

      rohnya tidak terpisah dari raganya kalau terpisah…itu namanya mayat hidup…

      • Stain Remover 3:04 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

        @wikki

        Dibaca ayat petrus itu domb…?

    • camar 3:06 am on 07/08/2012 Permalink | Reply

      kamu tahu bahwa quran itu sebenarnya cuma kata kata muhammad.????nih buktinya.• Di Surat ke 6 (Al An’aam), ayat 19: “Bacaan ini sudah ditunjukkan kepadaku”, dan di
      • Surat ke 18 (Al Kahfi), ayat 110: “Katakan: “Saya hanya manusia seperti kamu; hal itu sudah ditunjukkan kepadaku.”
      • Surat ke 53 (Al Najm), ayat 4: “Hal itu hanya inspirasi yang ditunjukkan kepadanya.”
      • Di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 104, dikatakan: “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu]” – ini Muhammad yang berkata – “Aku”, “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu].”
      • Dan di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 114, berkata: “Patutkah aku mencari allah lain selain Allah”… “aku mencari.”
      • Dan di Surat ke 11 (Huud), ayat 2-3, berkata: “agar kamu tidak menyembah selain Allah: Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya. Aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya”.
      • Dan lagi di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 91 dan 92: “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini… Aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Jadi ini semua adalah orang pertama dan pembicara disini adalah Muhammad.
      • Di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 92: “dan supaya aku membacakan Al Qur’an. Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk dirinya. Dan supaya aku membacakan Al Qur’an.”
      • Di Surat ke 42 (Asy Syuuraa), ayat 10: “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kepada Allah. Itulah Allah Tuhanku. kepadaNya lah aku bertawakal dan kepadaNya lah aku kembali.”
      “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya.” Surat ke 102 (At Takaatsur) ayat 1-8: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat nereka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ’ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pad hari itu tentang kenikmatan.” Surat ke 103 (Al ‘Ashr), ayat 1-3: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,” – sebuah sumpah… Allah bersumpah – “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang!” Apakah Allah akan mengucapkan “basmala” lagi? “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,” Apakah Allah akan berkata, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam? Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah.” Dengan siapa Allah berbicara, dan berkata: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah?” Ini adalah perkataan manusia, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan HANYA KEPADA Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Apakah Allah akan berkata, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”? pikir ???maka hilanglah anggapan anda selama ini bahwa quran itu asli wahyu allah……

  • SERBUIFF 7:50 am on 13/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: isa al masih   

    isa al masih 

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.jpg… Kumpulan Artikel Elektronik …
    … menyediakan acuan di internet untuk untuk mempercepat penyebaran informasi secara efisien dan menambah percepatan kemajuan Indonesia tercinta …

    Komite Media ISNET

    (media@isnet.org)Isa sebagai nabi besar sebelum Muhammad, merupakah tokoh yang sangat dihormati baik di kalangan Kristiani maupun Islam. Banyak ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan keutamaan-keutamaan Isa. Dalam memahami Isa, antara umat Islam dan umat Kristiani memang berbeda, Islam memahami Isa sebagai salah satu rasul, sedangkan umat Kristiani memandang sebagai anak Tuhan yang Tunggal, bahkan akhirnya menjadi Tuhan itu sendiri. Di kalangan umat Islam, sosok Isa, sama sekali tidak menimbulkan masalah, namun di kalangan umat Kristiani, sosok Isa menimbulkan permasalahan teologis antar golongan, yang sampai saat ini masih terjadi.Isi artikel ini ditayang oleh Komite Media ISNET adalah artikel yang membahas mengenai Isa a.s. dan Ahli Kitab dari berbagai sumber, termasuk kumpulan posting dari anggota berbagai milis di kalangan ISNET, antara lain: Jajang Kurniawan (Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id), Yusri Antoni (yusri.antoni@perkinelmer.com) di milis hikmah@isnet.org.

    Indeks Utama | Tim Media | Saran | ISNET Homepage

      Dirancang oleh MEDIA, 1997-2001.
    Hak cipta © dicadangkan.
    Isa dalam Islam
      Keterangan dan penjelasan tentang Nabi Isa a.s. dan Ahli Kitab oleh Abu Rifqah.

    Selamat datang

      Subhat 01
    Subhat 02
    Subhat 03
    Subhat 04
    Subhat 05
    Subhat 06
    Subhat 07-08
    Subhat 09-10
    Subhat 11
    Subhat 12
    Subhat 13
    Subhat 14
    Subhat 15
    Subhat 16

    Catatan:

      Isa-Yesus-Kristus-Almasih
    Links
      ISNET Homepage, Index Utama, Saran
     
    • pakigun 5:16 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

    • pakigun 5:18 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

      Trims. http://islamteori.wordpress.com/

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel