Tagged: bible Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 6:13 am on 23/04/2009 Permalink | Reply
    Tags: bible, BUNDA MARIA, DOGMA GEREJA, , , , PAULUS TARSUS, SAKRAMEN, , TIPU DAYA PAULUS TARSUS ( YESUS KRISTUS - BUNDA MARIA - SAKRAMEN - GEREJA - INJIL - BIBLE - DOGMA GEREJA - SALIB - YUDAS ), , YESUS KRISTUS, YUDAS   

    TIPU DAYA PAULUS TARSUS ( YESUS KRISTUS – BUNDA MARIA – SAKRAMEN – GEREJA – INJIL – BIBLE – DOGMA GEREJA – SALIB – YUDAS ) 

    TIPU DAYA PAULUS TARSUS ( YESUS KRISTUS – BUNDA MARIA – SAKRAMEN – GEREJA – INJIL – BIBLE – DOGMA GEREJA – SALIB – YUDAS )

    Ditulis pada Nopember 17, 2007 oleh Abu Ja’far Amri A. Fillah Al Atsary

    TIPU DAYA PAULUS TARSUS I

    Saul (Hakham Yahudi) ataukah Paulus sang Rasul? Paulus sang Rasul (3 M – 62 M): Nama Ibraninya adalah Saul. Seorang penduduk Roma yang beragama Yahudi, lahir pada tahun 3 masehi di kota Tarsus di sebelah selatan Turki, dari kedua orang tua Yahudi keturunan Ibrahim. Ayahnya adalah orang Persia keturunan Benyamin anak Yakub (Israel) (Roma 11:1). Paulus sendiri tidak meyakini ketuhanan Al-Masih. Dia juga memandang para pengikut Al-Masih hanya sebagai ancaman agama dan politik terhadap negara. Oleh karena itu dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih dan mengusir mereka baik di dalam ataupun di luar Yerusalem (Al-Quds). Dalam perjalanannya dari Yerusalem menuju Damaskus untuk menangkap orang-orang Kristen yang kabur dari Yerusalem, dia berkata bahwa Al-Masih telah menampakkan diri kepadanya dan menuntunnya ke jalan iman kepadanya (Kisah Para Rasul 22:1-11), dan sejak saat itu Paulus memikul tugas menyebarkan ajaran Kristen, yang mana dia menulis empat betas surat (dengan asumsi bahwa dia adalah penulis surat kepada kaum Ibrani) yang seluruhnya dimasukkan ke dalam Alkitab dan dijadikan landasan di masa yang akan datang -melalui keputusan Dewan Gereja Umum- pembentukan agama Kristen seperti formatnya yang sekarang ini. Sampai-sampai julukan agama Kristen berubah menjadi Al-Masihiyyah Paulus (Kristen Paulus). Paulus berpindah-pindah tempat pada saat penyebaran ajaran Kristen ke beberapa negara (Cyprus, Antiokhia, Yerusalem, Syria, dan Roma), hingga dia mati terbunuh di Roma pada 22 Februari 62 Masehi (Ensiklopedia Encarta). Pendapat lain mengatakan bahwa dia mati pada peristiwa terbakarnya Roma di masa pemerintahan Nero pada bulan Juli 64 Masehi (Kamus Alkitab. Kamus Alkitab juga menyebutkan pendapat Ensiklopedia di atas). Pada saat itu, kota Tarsus, kota di mana Paulus dibesarkan, merupakan pusat perkembangan ilmu dan filsafat Stoicisme (ketenangan), yang memfokuskan ajaran-ajarannya pada akhlak, dan aliran Panteisme (Wihdatui wujud). Pengaruh aliran pemikiran tersebut tampak jelas dalam berbagai ungkapan Paulus tentang dasar-dasar ajaran Kristen, seperti yang dijelaskan dalam kamus Alkitab (Halaman: 196). Ini berarti bahwa Paulus memiliki latar belakang budaya filsafat Yunani, dan juga budaya Yahudi (Perjanjian Lama) karena dia orang Yahudi. Kami akan memulai dengan menggambarkan Paulus tentang dirinya dalam suratnya kepada penduduk Roma, dia berkata: [1] Dan Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul (apostle) dan dikuduskan (separated) untuk memberitakan Injil Allah. (Roma 1:1) Dapat kita perhatikan ayat di atas, bahwa ungkapan Yang dipanggil menjadi rasul berarti bahwa kata rasul adalah ungkapan Paulus sendiri. Ini tidak sama artinya dengan kata Rasul untuk Nabi Musa. Bisa jadi maksudnya apostle dalam bahasa Inggris yang juga berarti murid (hawariy) bukan seorang nabi -seperti yang disebutkan dalam teks King James dalam bahasa Inggris- ini merupakan kata yang tepat di dalam menggambarkan hakekat Paulus yang menyatakan bahwa dia adalah seorang murid dan bukan seorang nabi.

    At-Tafsir At-Tathbiqi li Al-Kitab Al-Muqaddas, halaman 2373 menjelaskan arti ayat di atas, “Ketika Paulus seorang Yahudi yang fanatik dan yang suka menindas orang-orang Kristen itu beriman maka Allah menggunakannya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia.”

    Demikianlah! Sebenarnya Paulus tidak memiliki risalah khusus. Bahkan tugas utamanya hanya terbatas (menurut pemahamannya) dalam penyebaran kabar gembira dan Injil, seperti yang dikatakannya:

    [19] Oleh kuasa tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dan oleh kuasa roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem ke llirikum, aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. (Roma 15:19)

    Arti tersebut dipertegas kembali dalam ayat berikut ini:

    [16] Kuulangi lagi: Jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku pun boleh bermegah sedikit. [17] Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. (2 Korintus 11:16-17)

    Seperti yang kita lihat, bahwa ini adalah ayat yang menegaskan bahwa Paulus bukanlah seorang rasul atau nabi, namun dia berusaha untuk masuk ke dalam golongan nabi, tanpa wahyu. Paulus pun mengakuinya secara terang-terangan (Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh) maksudnya adalah bahwa perkataannya bukanlah wahyu, tapi hanya sekadar kebodohan dirinya, dan dia berhak untuk bangga dengan kebodohannya, seperti yang tertulis dalam terjemahan modern dari ayat tersebut

    [16] Aku mengatakannya sekali lagi: Jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku bisa berbangga diri sedikit. (2 Korintus 11:16)

    Paulus berusaha mengangkat dirinya sendiri, dengan mengaku bahwa dia tidak jauh berbeda dengan seorang rasul yang memiliki keistimewaan, meskipun dirinya sendiri tidak berarti apa-apa, dan meskipun dia membanggakan kebodohannya secara terang-terangan.

    [11] Sungguh aku telah menjadi bodoh, tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. (2 Korintus 12:11)

    Terjemahan terbaru Alkitab memperjelas arti ayat tersebut,

    [11] Sungguh aku telah menjadi bodoh, tetapi kamulah yang memaksa aku. Sebenarnya kamu harus memujiku. Karena aku tidak berbeda dalam segala hal dengan rasul-rasul yang luar biasa itu. (2 Korintus 12:11)

    Seperti yang kita lihat bahwa Paulus mengakui kebodohannya secara terang-terangan, meskipun demikian dia berusaha untuk mendapatkan simpati dan pujian dari masyarakat (Sebenarnya kamu harus memujiku…). Tidak hanya itu, bahkan terkadang dia berbicara seperti orang gila, ketika dia menjelaskan bahwa dia adalah pelayan utama Al-Masih dan terbaik, karena dia lebih banyak memikul beban.

    [22] Apakah mereka orang lbrani? Aku juga orang Ibran. Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham. [23] Apakah mereka pelayan Kristus? -Aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi! Aku banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:22-23)

    Tidaklah benar bahwa Paulus terpaksa mengatakan hal itu, karena orang-orang ragu dengan risalah yang dibawanya. Dalam kondisi apa pun, seorang rasul tidak dibenarkan berbicara seperti orang gila. Bagaimana mungkin orang-orang akan mempercayai perkataan orang gila? Paulus berpendapat bahwa dirinya tidak jauh berbeda -sama sekali- dengan para rasul yang memiliki kelebihan, meskipun dia mengakui bahwa dirinya bodoh dan tidak berarti apa-apa! Dan Paulus terus meyakini hal itu, meskipun dia tidak pandai dalam berkata-kata.

    [5] Tetapi menurut pendapatku sedikit pun aku tidak kurang dari pada rasul-rasul yang tak ada taranya itu. [6] Jikalau aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan; sebab kami telah menyatakannya kepada kamu pada segala waktu dan dalam segala hal. (2 Korintusl 1:5-6)

    Paulus berusaha mencari dukungan orang-orang, meskipun harus membayar mahal, rneskipun dia harus melepaskan keyakinan Kristennya, dia rnengatakan:

    [19] Sungguhpun aku bebas dari semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. [20] Demikianlah bagi orang Yahudi aku seperti orang Yabudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. [21] Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. (1 Korintus 9:19-21)

    Ini merupakan ayat yang merefleksikan filsafat Paulus secara umum, dia membaca dengan cara apa saja, dan melalui agama apa saja, demi mendapatkan daya tarik masyarakat dan popularitas mereka (Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat), dia berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan semua resiko, meskipun dia harus tampil seperti penyembah berhala! Secara jelas terlihat bahwa pemikiran tersebut bukanlah wahyu Tuhan, jika hal itu ditinjau dari segala aspek. Wahyu Tuhan yang benar (Perjanjian Terbaru) haruslah terbebas dari penerimaan dan penolakan manusia terhadap rasul. Yang wajib dilakukan oleh rasul, hanyalah membawa agama yang benar saja, tanpa melihat apakah agama yang dibawanya diterima oleh masyarakat atau tidak. Bukanlah sikap yang dapat dibenarkan, jika seorang rasul membaca sesuai dengan keinginan suatu kelompok, karena hal yang demikian itu dapat menghilangkan esensi agama dalam tabligh Ilahi. Inilah firman Allah yang khusus diberikan kepada setiap rasul,

    “Jika kamu berpaling, maka sungguh telah kusampaikan kepadamu petunjuk yang aku diutus untuk menyampaikannya. Dan Tuhanku akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain dan kamu tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.” (Hud: 57)

    Maksud ayat di atas adalah, jika mereka berpaling atau menantang para nabi dan rasul, maka hendaknya nabi/rasul itu mengatakan kepada mereka, “Aku telah menyampaikan apa yang telah ditugaskan kepadaku untuk kalian semua, jika kalian mengambilnya, maka itu adalah sebuah keberuntungan bagi kalian, dan jika kalian meninggalkannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menggantikan kalian dengan sebuah kaum yang lain, lalu mengadzab kalian, kalian juga tidak akan pernah membuat mudarat kepada-Nya, meskipun kalian meninggalkannya.” Ayat-ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan hal tersebut silih berganti, untuk menjelaskan kepada kita, bahwa ketika manusia menantang sesuatu yang disampaikan oleh rasul, maka tidak ada kewajiban bagi rasul itu, kecuali menyampaikan saja. Firman Allah,

    “Dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan dengan terang.” (An-Nahl: 82)

    Pemikiran matematis dan redaksi hokum pun terus menetang hal yang terkait dengan maksud di atas, Allah berfirman,

    “Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian terus terang. Dan aku tidak mengetahui apakah ancaman itu sudah dekat atau masih jauh? Sesungguhnya Dia mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan. Dan aku tiada mengetahui boleh jadi hal itu (penundaan adzab) cobaan bagi kamu atau menjadi kesenangan sampai kesuatu waktu. (Muhammad) berkata: Ya Tuhanku berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami adalah Tuhan yang Maha Pemurah lagi yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu katakan. “(AI-Anbiyaa’: 109-112)

    “Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian terus terang” Artinya: Jika mereka menantangmu, maka katakanlah kepada mereka -sekarang juga- kita akan berpisah setelah sama-sama mengetahui kebenaran, agar mereka memikul dosa-dosa mereka sendiri. Saya berharap para agamawan Kristen membandingkan redaksi ini dengan redaksi yang yang dikatakan oleh Paulus sang rasul yang bodoh, plin-plan, dan munafik, yang berbicara seperti orang gila, menurut pengakuan dirinya sendiri. Di dalam Al-Qur’an, kata “berpaling” disebutkan sebanyak 33 kali. Kata tersebut telah membuat diri kita tertunduk menangis kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena kita lalai dalam melaksanakan hak-Nya. Oleh karena itu misi yang dibawa oleh rasul, hanyalah sebatas melaksanakan perintah Allah semata, dan hanyalah melaksanakan tugas tersebut dengan ketekunan dan kekhusyu’an, hingga pada tingkatan bergetarnya jiwa dan raga secara bersamaan, seperti firman Allah kepada rasul-Nya, “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (Al-Hijr: 94) Inilah sebuah perintah yang dapat menggetarkan rasul dan para pengikutnya, sehingga hati dan lisan pun sulit mengungkapkan kalimat “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan”, yang tidak mungkin bagi kita memahami arti kalimat tersebut, kecuali setelah menghubungkannya dengan firman Allah, yang menggambarkan refleksi turunnya wahyu kepada gunung-gunung, firman Allah,

    “Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur ‘an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpainaan-perurnpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berftkir.” (Al-Hasyr: 21)

    Biarkanlah para agamawan Kristen merenungi kalimat “supaya mereka berfikir” maksud ayat tersebut! Pertanyaan yang terlontar sekarang! Apakah Nabi Muhammad berusaha mencari kemuliaan diri dan menarik simpati orang lain, seperti yang Paulus lakukan? Inilah firman Allah di dalam Al-Qur’an,

    “Katakanlah: Upah yang aku minta kepadamu, adalah untuk kamu. Upahku hanya dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Saba’: 47)

    Seperti yang telah kita ketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’alalah yang langsung memberikan ganjaran pahala kepada para rasul. Adapun ganjaran orang yang beriman akan kembali ke dirinya sendiri. Dialah orang yang akan memanfaatkan ganjaran keimanannya dan keselamatan akhirat yang diharapkannya, yaitu dengan tercapainya tujuan dari penciptaan makhluk di dunia ini, yang tercermin dari: Iman yang didasari oleh akal. Maksudnya adalah Iman orang yang berakal dan melaksanakan aturan/syariat (pentingnya melaksanakan amal saleh). Pelaksanaan syariat bukanlah sesuatu yang dibuat oleh manusia, namun itu adalah perintah dan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib kita ikuti, bagi setiap hamba yang beriman kepada-Nya. Inilah perkataan Allah kepada Musa Alaihis Salam:

    [16] Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. (Ulangan26:16)

    Kita kembali membahas Paulus sang Rasul (atau Paulus seorang hawari [murid Isa]), dia berupaya menolak segala tuduhan kebohongan terhadap dirinya dalam berbagai surat.

    [31] Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. (2 Korintus 11:31) [20] Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. (Galatia 1:20) [7] Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul -yang kukatakan benar dan aku tidak berdusta- dan sebagai pengajar orang-orang yang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran. (Timotius 2:7)

    Beginilah Paulus membela dirinya sepanjang surat yang telah dibuatnya, dia mengaku bahwa dia tidak berbohong sama sekali, dia pun mempertahankan kebodohannya, seperti yang kita lihat pada ayat-ayat sebelumnya, sebagaimana Paulus meminta kepada orang-orang tentang prediksi kebodohannya.

    [1] Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil ini. Memang kamu sabar terhadap aku! (2 Korintus 11:1)

    Jadi, risalah menurut Paulus hanyalah sekadar persaingan dan perlombaan dalam menafsirkan teks-teks Injil, dengan para pendusta lainnya, seperti dalam teks berikut ini:

    [12] Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan/dibanggakan. [13] Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. (2 Korintus 11:12-13)

    Oleh karena itu, Paulus selalu menuduh orang lain berdusta, dan nabi palsu, dengan tujuan -masih menurut pandangannya- membanggakan dan mengaktualisasikan diri sendiri menurut pandangan kontemporer. Maka dari itu, risalah/misi menurut pandangan Paulus hanyalah sekadar perang pemikiran dengan orang lain, untuk mengaktualisasikan dirinya sendiri (apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan/dibanggakan}. Inilah sekilas pandang mengenai Paulus sang Murid (bukan sang rasul), sosok pembentuk akidah Kristen, seperti yang kita lihat sekarang ini. Lihadah bagaimana dia menggambarkan diri dan sifatnya. Nah, adakah seorang rasul yang berkata kepada kaumnya, “Sungguh aku telah menjadi bodoh tetapi kamu yang memaksa aku!” “Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku!” “Aku berkata seperti orang gila!” “Namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itui” “Meskipun aku tidak berarti sedikit pun!” “Aku tidak berdusta!” Dia pun berupaya untuk mendapatkan kemuliaan dirinya sendiri, “Sebenamya aku harus kamu puji!” Dia juga senantiasa bertindak munafik di hadapan manusia agar menguasai mereka, sampai-sampai dia rela menampilkan dirinya seakan-akan dia seorang penyembah berhala, “Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat!” Dia ingin menaklukkan orang-orang sekalipun harus membayar mahal, sekalipun harus berpura-pura menjadi penyembah berhala, kafir dan hidup tanpa hukum/syariat! Mungkinkah orang seperti Paulus ini dapat dikategorikan sebagai seorang rasul? Firman Allah,

    “…Tidak adakah di antara kamu yang berakal?” (Hud: 78)

    Lalu, apakah konpensasinya? Di dalam Al-Qur’an Allah menjelaskan risalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam,

    “Dan dia tidak menuturkan (Al-Qur’an) menurut hawa nafsunya. la (Al-Qur’an) tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan. Yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat.” (An-Najm: 3-5)

    Saya berharap sekali agamawan Kristen membaca lagi ayat-ayat di atas beberapa kali, agar mereka dapat memahami artinya. Sadarkah para agamawan Kristen itu, bahwa seorang rasul tidak menuturkan menurut hawa nafsunya? Bahwa yang dibicarakannya itu tiada lain kecuali wahyu yang di wahyukan, dan agama adalah ilmu yang mengajarinya (Jibril) yang sangat kuat, bukan dengan takhayul, mitos, kebodohan, kejahilan dan bukan upaya untuk mengaktualisasikan diri. Jika kita berbicara mengenai surat Paulus, kita tidak menemukan kata “wahyu”, kecuali hanya sekali (Roma 11: 4). Itu pun karena dia berbicara tentang Nabi Elia, bukan tentang dirinya sendiri. Apakah para pembohong ini memperhatikan hal tersebut? Ketahuilah, bahwa seorang rasul sudah seharusnya dibimbing oleh wahyu Tuhan yang benar dalam setiap ucapannya. Firman Allah, “Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Maka apakah kamu tidak menukirkan(nya)?” (Al-An’am:50) Saya sangat berharap para pembohong ini mau membaca ayat-ayat di atas berulang kali, sehingga mereka sadar akan kebenaran yang mereka yakini dan mengetahui apa sebenarnya esensi wahyu Tuhan yang benar itu. Oleh karena itu, permasalahan agama adalah permasalahan ilmiah yang dapat dicerna oleh akal dan logika, bukan permasalahn yang dipenuhi dengan kebodohan dan kejahilan. “Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” Renungan Seperti yang telah kita lihat -pada alenia-alenia di atas- bahwa Paulus, hanyalah salah seorang penyebar Injil, atau malah merupakan salah seorang penafsir Injil perdana. Dia pun mengakui hal itu secara terang-terangan, dan juga mengakui bahwa dia tidak berbicara atas nama wahyu yang turun dari langit, melainkan berbicara atas dasar kebudayaan yang dianutnya yang berkembang pada saat itu (tanpa melihat kebodohannya, yang diakuinya sendiri). Dan, yang kita ketahui -sekarang ini- bahwa Paulus telah menulis empat belas surat (jika kita menganggap dialah penulis surat kepada kaum Ibrani itu), yang telah dimasukkan seluruhnya ke dalam Alkitab, yang nantinya -melalui keputusan Dewan Tinggi Gereja- dinyatakan sebagai dasar ajaran Kristen dalam formatnya sekarang ini. Pauluslah yang menentukan ketuhanan Al-Masih, dia juga yang menyatakan Al-Masih anak Tuhan (Trinitas), dia juga yang mengatakan adanya kesalahan fatal, serta yang mengatakan tentang pengorbanan dan salib, dan pemyataan lainnya. Inilah bentuk ajaran Kristen yang tidak lagi bersandarkan pada Al-Masih, akan tetapi bersandarkan pada Paulus. Pertanyaan yang terlontar sekarang! Pertama: Bagaimana mungkin seorang agamawan Kristen membiarkan Tafsiran Paulus (surat-surat Paulus) itu menyusup ke dalam Alkitab (tanpa melihat kebenarannya) dan menganggap tafsiran tersebut (surat-surat Paulus itu) sebagai bagian pelengkap dan penyempuma agama Kristen? Kedua: Bagaimana mungkin para agamawan Kristen membiarkan pandangan Paulus terhadap agama Kristen, sebagai satu-satunya pandangan yang benar bagi ajaran Kristen, serta memaksakannya kepada semua orang (pandangan yang memformat ajaran Kristen seperti sekarang ini). Bahkan pandangan Paulus tersebut melarang orang-orang memandang Al-Masih dengan pandangan yang sebenamya! Ketiga: Apakah pandangan Paulus itu benar dalam memahami dan menafsirkan ajaran Kristen? Kita perhatikan disini, seandainya para ulama Islam mengikuti konsep tersebut di atas, maka sudah bisa dipastikan tafsir-tafsir Al-Qur’an perdana (seperti: Tafsir AthThabari, Qurthubi, Ibnu Katsir dan lainnya) dinyatakan sebagai bagian dari Al-Qur’an itu sendiri. Ini berarti, mencampur-adukkan wahyu Ilahi dengan teks buatan manusia. Namun hal tersebut tidak pernah terjadi dalam ajaran Islam. Begitu juga dengan sunah nabawiyah (segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik berupa perkataan, perbuatan atau diamnya beliau), bukanlah termasuk dari ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan sunah nabawiyah tersebut telah digolongkan dalam suatu cabang ilmu terpisah yang dapat diteliti, diperdalam dan diuji keabsahannya. Sampai-sampai sunah nabawiyah itu dapat digolong-golongkan berdasarkan kepada mutawatir atau tingkatan lainnya oleh para ulama dan agamawan Islam. Pada umumnya, kejadian seperti ini bukanlah sebuah keanehan dalam pemikiran Kristen. Karena Injil-injil itu sendiri ditulis tanpa adanya wahyu dari langit (karena kata “wahyu” tidak disebutkan sama sekali dalam keempat Injil yang menyatakan cara penulisan Injil-injil tersebut). Bahkan Injil-injil ini ditulis dalam bentuk cerita yang mencerminkan pandangan sang penults terhadap kejadian yang berlangsung pada saat kehidupan Yesus. Ini dapat terlihat dengan jelas dalam surat Lukas (Injil Lukas). Injil Lukas, tak ubahnya seperti sebuah surat yang ditulis oleh “Lukas” kepada seseorang yang bernama Teofilus (At-Tafsir At-Tathbiqi tidak menyebutkan hubungannya dengan Lukas) untuk menceritakan kepadanya kejadian yang dilihat pada saat itu, seperti yang ada dalam pembukaan Injilnya yang mengatakan,

    [1] Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang persitiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita. [2] Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. [3] Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, [4] supaya engkau dapat mengetabui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. [5] Pada Zaman Herodas, Raja Yudea, adalah seorang imam bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. (Lukas 1:1-5)

    Bahwa Injil Lukas (Injil ketiga dari Alkitab) mirip dengan sebuah cerita (yang diriwayatkan oleh Lukas) atas kejadian yang terjadi pada saat itu tentang kehidupan Yesus. Inilah bentuk penulisan Injil yang sama dengan injil lainnya -yang diriwayatkan oleh Matius, Markus, dan Yohanes- yaitu penulisan kisah suatu kejadian yang berlangsung pada saat Yesus hidup, sesuai dengan riwayat sang penulis, tanpa melalui wahyu. Dan tidak disebutkan kata “wahyu” secara jelas di keempat Injil tersebut, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Telah sama-sama diketahui bahwa penulisan injil dimulai antara tahun 70 dan tahun 115, dan tidak seorang pun dari para penulis Injil itu mengenal Yesus Al-Masih atau mendengar pembicaraannya. Begitu pula, Injil pertama kali ditulis dengan bahasa Yunani, padahal Yesus berbicara dengan bahasa Aramaik. Di sisi lain, saat kita melihat ke wahyu dalam pemikiran Al-Qur’an (Perjanjian Terbaru), maka kita akan mendapatkan bahwa wahyu teriihat sangat jelas. Tidak ada percampuran ayat dan misteri di dalamnya. Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Rasul-Nya,

    “Dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ahzab: 2)

    Konsep wahyu bukanlah pemikiran yang baru dalam agama Islam, akan tetapi merupakan bentuk hubungan antara Allah dan para Rasul-Nya, sama seperti hubungan antara langit dan bumi. Oleh karena itu, Allah berfirman kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam agar mengatakan kepada umat manusia,

    “Katakanlah: Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang terang.” (Al-Ahqaf:9)

    Arti rasul dan risalah itu sendiri berbeda di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman,

    “Dan Kami turunkan Al-Qur ‘an dengan sebenar-benamya dan Al-Qur’an itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.” (Al-Israa’: 105)

    Inilah bahasan singkat tentang wahyu. Wassalaam. ————————–

    TIPU DAYA PAULUS TARSUS II

    Ilmu Paulus Berkenaan dengan Ilmu yang dimiliki Paulus, kita dapat melihat dia mengaku terus terang bahwa dia belajar ilmu kepada orang-orang bodoh, orang-orang bijak dan kepada filosof-filosof Yunani:

    [14] Aku berhutang baik kepada orang Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang yang tidak terpelajar.” (Roma 1:14)

    Bahwa suratnya -seperti yang terlihat dalam teks di atas- adalah percampuran budaya juga kekacauan penulisan dan pemikiran. Bersarnaan dengan itu Paulus saling bertentangan dengan “Tuhan Yesus” yang menolak hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak.

    [19] Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.” [20] Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1 Korintus 1:19-20)

    Seperti yang kita lihat, bahwa Paulus menerima hikmah dan kebodohan secara bersamaan, sedangkan Tuhannya Yesus menolak hikmah dan tidak menerima kecuali dengan kebodohan. Maka, Tuhan Yesus tidak melihat hikmah alam ini kecuali kebodohan. Paulus menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan tidak memberikan pilihannya kecuali kepada kebodohan, bahkan lebih memuliakan kebodohan daripada orang yang memiliki hikmah.

    [27] Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat. (1 Korintus 1:27)

    Sudah dapat dipastikan, bahwa seandainya Paulus menganggap dirinya pilihan Tuhan, berarti sebenamya dia bodoh -menurut teks di atas- bukan termasuk golongan orang yang bijak. Dan Paulus memberikan ringkasan kepada kita bahwa “pengorbanan dan penyaliban” -poros ajaran Kristen- tidak akan berhasil mendominasi ajaran tersebut, kecuali dengan hilangnya hikmat/ilmu dan lenyapnya pemahaman bersamaan dengan hadirnya kebodohan.

    [18] Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan, pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. [19] Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.” [20] Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1 Korintus 1:18-20)

    Paulus telah menjelaskan bahwa Tuhan Yesus hanya melihat jalan kebodohan dan kedunguan, ini merupakan jalan yang terbaik untuk lebih mengenalnya.

    [21] Oleh karena dun/a, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleb hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. (1 Korintus 1:21)

    Artinya, bahwa sang Khalik menganggap baik, seandainya jalan yang ditempuh menuju kepada-Nya melalui jalan kebodohan dan kedunguan! Oleh karena itu, Paulus mensucikan kebodohan dan mengangkatnya melampaui hikmah.

    [18])anganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, blarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. [19] Karena hikmat dunia itu adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: “la yang menangkap orang yang berhidmat dalam kecerdikannya.” [20] Dan di tempat lain: “Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesunggubnya semuanya sia-sia belaka. (1 Korintus 3:18-20)

    Inilah pemikiran Tuhan Yesus tentang hikmat dan orang-orang yang bijak. Dia melihat bahwa pemikiran orang-orang yang bijak adalah kesalahan. Berkenaan dengan wahyu Ilahi yang benar (Perjanjian Terbaru), kata “hikmah” disebutkan bersamaan dengan pemahaman ilmu dan wahyu, seperti yang ada pada firman Allah,

    “Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Muhammad.) di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Qur’an dan hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (Al-Baqarah: 151)

    Kata hikmah dalam pemikiran Islam selalu bergandengan dengan kebaikan (semua kebaikan) bagi manusia, karena hal ini merupakan pemberian dan anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman Allah,

    “Allah menganugerahkan hikmah (kemampuan mendalami dan memahami ajaran Allah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 269)

    Inilah Firman Allah tentang Isa putra Maryam dan risalah yang dibawanya,

    “Dan Dia mengajarkannya Alkitab, Hikmah, Taurat, dan Injil.” (Ali Imran: 48)

    Sedangkan Paulus (sang rasul) -pembuat ajaran Kristen- mengatakan (Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai orang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai orang bodoh) artinya perkataan itu bukanlah wahyu. Dia berbicara (seperti orang gila) dialah yang mempertahankan kebohongannya dan mempertahankan kebodohannya serta menolak ilmu di setiap perkataannya (yang suci). Dialah yang mengangkat kebodohan di atas hikmah, bahkan meminta seluruh umat Kristen untuk bersikap bodoh, agar mereka menjadi orang bijak. Sesungguhnya akidah Trinitas tidak akan sempurna, kecuali dengan kebodohan dan kedunguan. Maka, dengan semua yang dilakukan Paulus ini, orang-orang Kristen mengkategorikan Paulus ke dalam golongan para nabi yang benar. Dan, mengkategorikan Muhammad SAW yang membawa kebenaran, ilmu dan logika ke dalam golongan nabi palsu! Mereka, bukanlah orang yang pertama kali melakukan hal seperti ini, karena sebelum mereka, telah ada kaum Tsamud -kaum Nabi Shaleh- yang lebih menyukai kesesatan daripada petunjuk, sehingga turun firman Allah atas mereka,

    “Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk, maka mereka disambar petir (sebagai) adzab yang menghinakan desebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.” (Fushshaat:17-18)

    Wassalaam. —————————-

    TIPU DAYA PAULUS TARSUS III

    Paulus dan Hukum Taurat Sebenarnya Paulus sang rasul, atau yang lebih tepat Paulus sang murid, telah menghilangkan moral dan meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Dia juga telah menyebarkan kerusakan dan melanggar ajaran Musa dan Isa secara terang-terangan. Tidak hanya sebatas ini saja, bahkan dia telah merusak sendi-sendi agama itu sendiri. Sebelum kami menjelaskan pemahaman ini, izinkanlah kami rnemulai penjelasan firman Tuhan kepada Musa Alaihissalam seperti yang terdapat dalam Kitab Ajaran (Taurat Musa):

    [26] Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat (An-Namus) ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (Ulangan 27:26)

    Bahkan Tuhan mereka telah memberi peringatan kepada Musa dan bangsa Yahudi yang tidak melaksanakan hukum. Juga, mengancarn dengan siksaan, jika mereka tidak melaksanakannya.

    [58] Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut dengan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan TUHAN, Allahmu. [59] Maka Tuhan akan menimpakan pukulan-pukulan yang ajaib kepadamu dan kepada keturunanmu, yakni pukulan-pukulan yang keras lagi lama dan penyakit-penyakit yang jahat lagi lama. [60] la akan mendatangkan pula segala wabah Mesir yang kau takuti itu kepadamu, sehingga semuanya itu melekat kepadamu. [61] Juga berbagal-bagai penyakit dan pukulan yang tidak tertulis dalam kitab Taurat ini, akan ditimbulkan Tuhan menimpa engkau, sampai engkau punah. [62] Daripada kamu hanya sedikit orang yang tertinggal, padahal kamu dulu seperti bintang-bintang di langit banyaknya -karena engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu. (Ulangan 28:58-62)

    Seperti yang kita lihat dari ayat ini bahwa syariat (hukum Taurat) adalah suara Tuhan. Maka terkutuklah orang yang tidak melaksanakannya. Namun, apakah syariat yang dimaksud itu? Maksud dari syariat (hukum Taurat) dalam perkataan yang singkat adalah: Bertauhid dan berakhlak mulia yang disebutkan oleh Tuhan dan dilaknat orang yang tidak melaksanakannya, Dia berkata:

    [15] Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi Tuhan, buatan tangan seorang tukang dan yang mendirikannya dengan sembunyi… [16] Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu bapanya… [17] Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia… (**) [18] Terkutuklah orang yang membawa seorang buta ke jalan yang sesat… [19] Terkutuklah orang yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda… [20] Terkutuklah orang yang tidur dengan istri ayahnya, sebab ia telah menyingkap punca kain ayahnya… [21] Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apa pun… [22] Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah dan anak ibunya… [23] Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan… [24] Terkutuklah orang yang membunuh sesamanya manusia dengan bersembunyi… (Ulangan 27:15-24)

    Beginilah hukum syariat senantiasa menyerukan nilai-nilai akhlak yang mulia. Tuhan pun turun ke bumi (dalam bentuk Yesus menurut ajaran Kristen) dalam Perjanjian Baru untuk menegaskan pentingnya pelaksanaan syariat (Hukum Taurat) secara berkesinambungan, Dia mengatakan:

    [17] Janganlah kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. [18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:17-18)

    Inilah sikap Tuhan dalam dua perjanjian, baik yang lama ataupun yang baru. Lalu, bagaimanakah sikap Paulus terhadap pelaksanaan hukum ini? Sebenarnya Paulus telah mencampakkan syariat (hukum Taurat) ke neraka, sebelum langit dan bumi ini binasa, seperti yang telah Tuhan firmankan. Paulus sendiri menganggap bahwa syariat (Hukum Taurat) dan cara pelaksanaannya adalah perbuatan terlaknat yang tidak wajib untuk dilaksanakan. Dia berkata:

    Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklab orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13)

    Ini berarti, bahwa Tuhan mengingkari dirinya sendiri! Hanya dengan satu ayat saja, Paulus telah menghancurkan syariat beserta segala isinya. Dia berkata bahwa syariat itu kutukan, bahkan mengatakan bahwa Tuhan itu sendiri terkutuk [dengan jalan menjadi kutuk karena kita], karena manusia telah menggantungkan Tuhannya di kayu (salib). Maka dari itu, Paulus berkata bahwa Tuhan telah melaknat dirinya sendiri, dan dia mengatakan terkutuklah orang-orang yang berpegang kepada hukum Taurat dan melaksanakannya.

    [9] Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. [10] Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada dibawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.” (Galatia 3:9-10)

    At-Tafsir At-Tathbiqi li Al-Kitab Al-Muqaddas menjelaskan arti yang berkenaan dengan maksud ayat di atas hlm. 2502:

    [Yesuslah yang telah mengambil sendiri kutukan hukum Taurat tersebut, saat dia rela dirinya digantung di kayu disalib (Galatia 3:13). Dia telah melaksanakannya, agar kita tidak menanggung derita itu. Beginilah cara yang dimungkinkan kita dapat selamat bersamanya. Satu-satunya syarat adalah dengan menerima perbuatan Yesus, yang dilakukannya diatas kayu salib (Kolose 1:20-23)].

    Syarat yang dimaksudkan -sebagaimana yang telah kita ketahui- adalah nilai-nilai moral. Artinya, agama Kristen mengutuk orang-orang yang berakhlak mulia! Beginilah “Tuhan telah wafat” oleh tangan manusia dalam Perjanjian Baru. Dan, Paulus mencampakkan hukum Taurat ke neraka! Atas dasar inilah, di dalam ajaran Kristen tidak ada pencegahan bemuansa religius terhadap suatu kejahatan! Tidak ada aturan, tidak ada norma dan tidak ada akhlak! Inilah cara Paulus membebaskan hawa nafsu manusia, agar melakukan apa saja yang mereka inginkan. Dan, Paulus pun mengumumkan bahwa syariat tidak lagi dibutuhkan oleh umat Kristen, setelah manusia menyalib Tuhan dan membunuhnya di kayu salib, dia mengatakan:

    [24] Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. [25] Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. (Galatia 3:24-25)

    Maksudnya, kita sudah tidak memiliki penuntun lagi. Dan, Paulus telah menghapuskan seluruh hukum Taurat.

    [15] Sebab dengan mati-Nya (tubuh Yesus yang disalib) sebagai manusia la telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya dan dengan itu mengadakan damai sejahtera. (Afesus 2:15) [16] Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya o/en iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “Tidak ada seorangpun dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat.” (Galatia 2:16)

    Maksud ayat di atas adalah bahwa melaksanakan syariat tidak dapat mengarahkan seseorang kepada kebaikan! Bahkan, Paulus menegaskan bahwa orang yang berambisi melaksanakan syariat (hukum Taurat) akan kehilangan nikmat Tuhan.

    [4] Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia [kehilangan nikmat]. (Galatia5:4)

    Paulus pun melanjutkan lagi pembicaraannya, bahwa tidak dibutuhkan lagi amal saleh, dia mengatakan:

    [27] …Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! [28] Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat (Roma 3:27-28)

    Terlihat jelas sikap Paulus yang membebaskan manusia dari nilai kemanusiaan dan agama. Dan, Paulus menjadikan keimanan kepada Yesus, jalan yang cukup untuk keselamatan dan ketaatan tanpa membutuhkan amal saleh. Hal ini sangat bertentangan sekali dengan perkataan Yesus (Tuhan menurut pandangan Kristen):

    [36] Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. [37] Karena menurut ucapanmn engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum. (Matius 12:36-37)

    Beginilah! Tuhan telah berseteru dengan dirinya sendiri! Akibat dari perbuatan Paulus sang rasul dan amal saleh tidak lagi dibutuhkan dalam ajaran Kristen.

    [9] Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya [nikmat-Nya] sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman. [10] dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (2 Timotius 1:9-10)

    Hal tersebut ditegaskan kembali pada ayat lainnya: [4] Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, [5] pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus. (Titus 3:4-5) Ayat-ayat lain pun terus bergulir. Sehingga hanya dengan beriman kepada Yesus -tanpa melihat amal saleh yang dilakukannya- seorang penganut Kristen dapat selamat.

    [9] Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia di antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. [10] Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Roma 10:9-10)

    Oleh karena itu, Milankton berkata dalam bukunya Al-Amakin Al-Lahutiyah (Tempat-tempat Ketuhanan), “‘Jika kamu mencuri, berbuat zina, atau berbuat fasik, maka janganlah risaukan perbuatan itu! Akan tetapi, janganlah kamu lupa, bahwa Allah adalah seorang kakek yang banyak memiliki kebaikan, dan Dia telah terlebih dahulu mengampuni segala kesalahanmu -beberapa waktu lamanya- sebelum kamu melakukan kesalahan itu.” Seperti yang dikatakan Martin Luther seorang pendiri aliran Protestan, “Bahwa Injil tidak meminta kita untuk melakukan amal saleh (agar kita termasuk golongan orang yang taat), bahkan sebaliknya, justru menolak segala amal perbuatan kita. Sebenarnya, agar kita tampak saleh, kita harus memperbesar dan memperbanyak dosa.” Jika kita tambahkan dari uraian di atas, bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk menikmati segala yang ada di dunia. Di sini terlihat, bahwa agama Kristen menyerukan ajaran yang hina. Teks-teks tersebut memiliki dampak yang sangat besar terhadap hukum Taurat dalam ajaran Kristen. Para perintis agama Kristen telah mengetahui -sebelum yang lainnya- bahwa semua larangan berubah menjadi halal. Oleh karena itu, agama Kristen dan agama sebelumnya yaitu Yahudi telah melepaskan diri dari belenggu hukum dan semua pesan moral yang terkandung di dalamnya, sehingga kondisi tersebut -sebagaimana yang disimpulkan oleh para peneliti- terealisasi dalam masyarakat Kristen di zaman modem sekarang ini: menyebarnya zina dan perbuatan keji / banyaknya kejahatan / perbedaan ras / perpecahan keluarga / hubungan masyarakat yang buruk / tersebarnya minuman keras / kehidupan tanpa agama / bersikap kejam terhadap bangsa lainnya. Kekejaman terhadap bangsa lain terliha tjelas dalam pembasmian masyarakat dunia ketiga, terutama negara Islam. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan CIA (Central Intelligence of America) mengatakan, “Jumlah penduduk dan kedaulatan dunia ketiga harus dibatasi dengan cara apa pun, seperti: peperangan, penyakit dan epidemi. Atau, dengan cara lainnya, baik yang legal ataupun yang illegal, agar negara-negara tersebut tidak dapat menikimati sumber daya alam yang mereka miliki, karena surnber tersebut dianggap milik Amerika dan Iriggris (negara Eropa secara umum). Adapun negara-negara ‘yang rnenjadi sasaran utama hasil perielitian mereka adalah Mesir, Iran, dan seluruh negara-negara Arab, juga negara-negara di benua Afrika dan Asia. Bencana peperangan tersebut dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel, dengan bukti adanya 12 pusat penelitiari ilmiah di Amerika yang merampungkan pembuatan virus dan penyakit yang diambil dari gen manusia, yang dapat menular ke populasi tertentu yang sama gennya, dan tidak akan menular ke populasi yang berlainan gen. Begitulah caranya Kristen Eropa menghidupkan kembali -berlandaskan Alkitab sebagai rujukan- komunitas Darwin yang suka bunuh-membunuh saudaranya sesama manusia. Dan, menganggap nukum rimba nierupakan hukum alam yang berlaku, karena kebenaran agama telah musnah.Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa bencana dan kehancuran moral yang mendominasi dunia Eropa dan Barat Kristen secara umum (yang sengaja mereka ekspor kepada kita saat ini), disebabkan oleh Alkitab yang mereka anggap -meskipun rnemiliki banyak nilai negatif- sebagai kata-kata Tuhan yang memberikan petunjuk dan kebaikan serta surga dan keagungan Tuhan. Saya ingin -untuk terakhir kalinya- menunjukkan berita di internet yang mengatakan bahwa Paulus berusaha menghilangkan akhlak dan norma-norma agama yang ada di agama Kristen, begitu juga kebohongan dan propaganda umat Kristen terhadap Islam. Di antaranya, mengekspos jawaban para pelayan Tuhan dari pertanyaan yang diajukan oleh seorang Muslim: “Apakah menurut Anda diselamatkannya umat manusia oleh Yesus, berarti tidak adanya hisab, dan memberikan peluang kepada umat Kristen untuk melakukan kemaksiatan, karena Yesus telah menyelamatkan mereka? Dengan demikian tidak ada hisab dan neraka!” Para pelayan Tuhan itu menjawab sambil tercengang dan kaget: “Kami tidak tahu dari manakah anda mendapatkan informasi yang aneh seperti ini? Apakah anda membacanya dari Alkitab yang diyakini oleh umat Kristen, lalu menyampaikannya? Seandainya anda baru membacanya sekali, maka janganlah membuat tuduhan yang tidak mendasar seperti ini!” Inilah cara mereka menipu yang lainnya. Mereka memanfaatkan kebodohan pendengar atau pembaca agar dapat menipu dan membohonginya. Keterangan: (**) Bandingkanlah dengan apa yang dilakukan oleh bangsa Israel sekarang ini, yang menghancurkan bangsa Palestina dan menguasai tanah mereka, tanpa ada alasan yang benar. Wassalaam.————————————

    TUGAS KERASULAN YESUS !!!

    [QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Yesus anak Maria berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.”] Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tugas kerasulan Yesus, ada baiknya kita mengklarifikasi pernyataan yang diduga berasal dari atau sengaja diletakkan ke mulut Yesus menurut pengarang Lukas berikut ini: LUKAS: 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal. Menurut ayat 16 di atas, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis. Apakah pernyataan ini benar? Ayat 16 di atas tampaknya merupakan serpihan yang telah direnovasi dari sumber Q yang dikutip lengkap oleh pengarang Matius berikut ini: MATIUS:

    11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. 11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes Menurut ayat 12 dan 13 dalam Matius, bukannya Hukum Taurat dan kitab para nabi yang berlaku sampai zaman Yohanes Pembaptis, akan tetapi NUBUAT para nabi dan kitab Tauratlah yang sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis. Pernyataan menurut Matius ini, terlepas dari getolnya pengarang Matius dalam menyuguhkan tokoh Yesus sebagai satu2nya orang yang akan menggenapi seluruh nubuat Kitab Taurat dan kitab para nabi (baca lagi Distorsi Matius 1), adalah pernyataan yang paling mungkin yang diduga berasal dari Yesus berkenaan dengan sikap Yesus terhadap Kitab Taurat dan kitab para nabi, karena disamping kutipannya lebih lengkap, ia juga tidak bertentangan dengan “pernyataan Yesus” dalam Matius 5:17-48 yang berisi penegasan Yesus tentang tugas kerasulannya kepada umat Israel. Sedangkan “pernyataan Yesus” dalam Lukas 16:16 yang menyatakan bahwa Hukum Taurat berlaku hingga zaman Yohanes, tidak lain merupakan akal2an pengarang Lukas saja, karena dalam bukunya yang kedua, yang merupakan kitab propaganda, “Kisah Para Rasul”, pengarang Lukas mempromosikan seorang tokoh pembuat ajaran Kristen yang bernama Paulus (Saulus dari Tarsus). Jika Lukas 16:16 merupakan serpihan dari sumber Q yang dikutip lengkap dalam Matius 11:12-13, maka Lukas 16:17 tampak jelas merupakan serpihan dari sumber Q yang dikutip lengkap dalam Matius 5:18 (di bawah). Jelaslah bahwa Lukas 16:16 tidak mungkin merupakan pernyataan Yesus yang utuh, ia merupakan serpihan yang sudah diedit dari pernyataan yang diduga berasal dari Yesus, yang dimaksudkan oleh pengarangnya untuk mempromosikan tokoh Paulus Tarsus dalam buku karangannya yang kedua, “Kisah Para Rasul”. Lebih jauh, pengarang Lukas sendiri dalam Lukas 23:55-56 berkisah tentang para pengikut Yesus yang mengkuduskan hari Sabat setelah menyaksikan mayat “Yesus” dibaringkan. Sebagaimana diketahui, pengkudusan hari Sabat merupakan bagian pokok dari hukum Taurat. Bagaimana mungkin hukum Taurat berlaku sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis sementara para pengikut Yesus sendiri mengkuduskan hari Sabat justru setelah “Yesus” mati? LUKAS:

    23:55. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya (Yesus) dibaringkan. 23:56. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat.

    Adapun pernyataan Yesus dari sumber Q tentang tugas kerasulan Yesus, dikutip lengkap oleh pengarang Matius di bawah ini: MATIUS: 5:17. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 5:21. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. 5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. 5:33. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. 5:38. Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. 5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” Menurut ayat 17 di atas, Yesus menyatakan bahwa ia datang bukan untuk menghilangkan Hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Pernyataan Yesus ini jelas bertentangan dengan pernyataan Paulus Tarsus dalam Galatia berikut ini: GALATIA:

    2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

    Untuk mempersingkat, kita abaikan saja pernyataan Paulus Tarsus di atas, dan kita lanjutkan pembahasan mengenai tugas kerasulan Yesus. Dalam ayat 18 di atas, Matius menjelaskan melalui mulut Yesus bahwa Hukum Taurat itu berlaku hingga hari kiamat. Ringkasnya, Yesus sama sekali tidak meniadakan Hukum Taurat dan kitab para nabi, akan tetapi justru untuk menegakkan kembali Hukum Taurat dan melengkapinya dengan Kitab Suci Injil. Benarkah ini? Perhatikan ayat 19 dan 20 di atas. Dalam ayat 19, Yesus menyatakan bahwa siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Bahkan dalam ayat 20, Yesus mengancam kepada umat Israel, bahwa jika hidup keagamaan mereka tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mereka diancam tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang senantiasa menentang ajaran dan mencari2 kesalahan Yesus. Apa buktinya? Secara singkat saja, berikut ini bukti tegas tentang penegakan Hukum Taurat oleh Yesus: Dalam ayat 27, Yesus mengutip Hukum Taurat yang tersebut dalam Keluaran 20:14 dan Ulangan 5:18, “Jangan berzinah”. Menurut Hukum Taurat dalam Ulangan 22:13-27 dan Imamat 20:10-21, setiap pelaku zinah, baik laki2 maupun perempuan, keduanya wajib dilempari batu oleh orang2 sekotanya sampai mati. Dalam kasus ini Yesus menggenapinya dengan menyatakan bahwa: – Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. – Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47). – Jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka (Matius 5:30). Dan dalam Matius 18:8 dikatakan, jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal (lihat juga Markus 9:43,45). Berkenaan dengan Hukum Taurat tentang pelaku zinah, ada baiknya kita simak kasus zinah menurut pengarang Yohanes berikut ini: YOHANES: 8:1. tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. 8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Ketika ditanya ahli2 Taurat tentang Hukum Taurat untuk pelaku zinah (ayat 5), Yesus sama sekali tidak membantahnya, malah justru Yesus berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (ayat 7). Jelas, ini bukti kuat bahwa Yesus datang bukan untuk menghilangkan Hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi untuk menegakkannya dan melengkapinya. Namun demikian, mengingat tindakan ahli2 Taurat di atas hanya untuk mencari2 kesalahan Yesus, hukum rajam pun batal dilakukan. Akan tetapi yang terpenting adalah bahwa Yesus sama sekali tidak membantah hukum rajam dalam Taurat, tetapi malah memerintahkan ahli2 Taurat untuk merajamnya (ayat 6). Adapun tentang batalnya hukum rajam dalam kasus Yohanes di atas, ada dua hal yang menyebabkannya: 1. Rajam tersebut tidak memenuhi syarat Hukum Taurat, dimana rajam harus dilakukan atau dieksekusi oleh seluruh orang2 yang sekota dengan pelaku zinah tersebut (Ulangan 22:13-27 dan Imamat 20:10-21). 2. Terdapat kejanggalan dalam kasus di atas, karena pelaku zinah yang diajukan hanya dari pihak perempuan, padahal menurut Hukum Taurat dalam Ulangan 22:13-27 dan Imamat 20:10-21, kedua pelaku zinah, baik perempuan maupun laki2 (atau binatang kalo ia berkelamin dengan binatang), harus diajukan dan dieksekusi secara bersama2. Lebih lanjut, pengampunan yang diberikan Yesus dalam Yohanes 8:11, sama sekali tidak ada kaitannya dengan hukum baru, tetapi oleh karena kedua sebab di atas dan mengingat tindakan ahli2 Taurat tersebut hanya untuk mencari2 kesalahan Yesus. Bukti kuat lainnya berkaitan dengan tugas kerasulan Yesus dapat disimak di bawah ini: MATIUS: 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. 15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? 15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. 23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

    MARKUS:

    7:10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Ayat2 yang merupakan “pernyataan Yesus” di atas merupakan Hukum Taurat sebagaimana dimaksud dalam Kitab Keluaran, Kitab Ulangan, dan Kitab Imamat, antara lain berikut ini:

    KELUARAN:

    20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 21:17 Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati.

    ULANGAN:

    5:16 Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

    IMAMAT:

    20:9 Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.

    Jadi jelaslah, bahwa Hukum Taurat dan kitab para nabi adalah bagian dari tugas yang diemban Yesus kepada umat Israel untuk ditegakkan, BUKAN untuk dihilangkan sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus dalam Galatia 2:16 tersebut di atas. Wassalaam. —————————————

    UMAT KRISTEN TIDAK PERNAH MENYEMBAH TUHAN !!!

    UMAT KRISTEN, bukan saja merupakan umat terkutuk di dunia, akan tetapi, umat Kristen juga merupakan umat yang TIDAK PERNAH menyembah Tuhan. Tatacara ibadah umat Kristen, sebagaimana diuraikan secara singkat di bawah ini, meski beberapa diantaranya diduga diajarkan oleh Yesus, akan tetapi, yang paling penting adalah bahwa umat Kristen TIDAK PERNAH menyembah Tuhan, meski mereka memiliki 3 Tuhan. Kasihan memang, tak satupun dari 3 Tuhan tersebut yang disembah oleh umat Kristen. Berikut tatacara ibadah umat Kristen: 1. Menyanyi. Menyanyi merupakan ritual umat Kristen paling penting yang harus dilakukan pada setiap kebaktian Minggu atau kebaktian lainnya di gereja atau tempat lain. Menyanyi, bukanlah prosesi penyembahan kepada Tuhan, tetapi merupakan bentuk puji-pujian kepada Tuhan. 2. Berdoa. Berdoa juga merupakan ritual penting kedua dalam ibadah umat Kristen. Sebagaimana berdoa dalam ritual umat-umat agama lain, berdoa dalam Kristen juga sama sekali bukanlah bentuk penyembahan kepada Tuhan, tetapi merupakan bentuk ritual permohonan/permintaan kepada Tuhan, sama sekali bukan bentuk penghambaan/kepasrahan secara total (menyembah) kepada Tuhan. 3. Puasa. Puasa secara khusus diwajibkan kepada umat Katholik, akan tetapi, tatacara dan waktunya sepenuhnya ditentukan oleh gereja. Jelas, tatacara ini berbeda dengan puasanya umat Israel dimana Yesus mengemban misinya. Puasa ini tidak ada hubungannya dengan ritual menyembah Tuhan. Jelaslah sekarang, Kristen bukanlah agama yang berdasarkan Alkitab secara total, tetapi ia berdiri berdasarkan kesepakatan antara tokoh-tokoh masyarakat paganisme yang berbeda-beda pada masa lalu dengan mengadopsi surat-surat Paulus sebagai pembenarannya. Singkatnya, Kristen sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yesus maupun Perjanjian Lama, baik dilihat dari aspek ritual keagamaan maupun sejarah kelahirannya. Karena sebagaimana dapat dibaca dalam berbagai literatur, misi dan tugas kerasulan Yesus hanyalah terbatas kepada umat Israel, sementara agama Kristen secara resmi baru menemukan identitasnya tiga abad kemudian setelah dugaan penyaliban Yesus. Diikhtisarkan dari artikel: Kanonisasi Perjanjian Baru, Injil atau Bullshit, Kristen Kontra Yesus, Kristen Pembangkang Yesus, Kebohongan Paulus Tarsus, Misi Kerasulan Yesus, Tugas Kerasulan Yesus, dan Kebohongan Natal 25 Desember. Wassalaam. ——————————-

    • Modifikasi lay-out: pakdenono2006 –

    DIKUTIP DARI : http://www.geocities.com/cicak_mdn/
    http://ainuamri.wordpress.com/2007/11/17/tipu-daya-paulus-tarsus/

    Advertisements
     
    • madoen 12:35 am on 25/04/2009 Permalink | Reply

      Tuhan ada 3 : sembah satu, yang 2 marah..???. Biar adil nyanyikan saja, jangankan 3 orang, puluhan ribu orang kalo udah dinyanyikan akan seneng semua, terhibur semua……!!!!!!
      Hanya Orang gila dan gak punya otak aja, memperlakukan penciptanya kaya gtu.
      Huek-huek-huek. kekkekek……kek.

      • erzal 5:06 am on 25/04/2009 Permalink | Reply

        hi,hi,hi…

      • fitri 9:52 am on 03/07/2009 Permalink | Reply

        kalo anda percaya anda punya “roh” dan “tubuh” maka anda tentu akan bertanya “apakah roh dan tubuh anda saling berantem?” (smile)

    • senu 4:53 am on 01/05/2009 Permalink | Reply

      bodoh….yang bilang Tuhan ada tiga sapa ya..?
      coba ikuti link di bawah ini
      http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/allah-islam-sesungguhnya.html

    • alo 12:40 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

      golongan anti paulus sudah ada dan banyak di bagian timur tengah sebelum tahun 600M. jadi ente telat mikir

    • alo 12:44 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

      para sekte anti paulus sudah gencar menantang konsili, paulus dan salib sebelum tahun 600M. itu nyata dalam tulisan sejarah agama ente pra islam. salah satu sekretaris terdekat dari 95 sekretaris adalah orang yahudi yang ikut agama ente

    • alo 12:49 am on 02/05/2009 Permalink | Reply

      ente tidak akan mengerti kitabnya agama kristen karena ente agama lain. lebih baik ente masuk agama hindu atau budha supaya mengerti kitab weda atau tripitaka

    • fitri 9:48 am on 03/07/2009 Permalink | Reply

      Anda g paham alkitab udah komentar akhirnya isinya ngawur semua tapi saya maklumi karna tulisan ini hanya anda kutip dari situs lain, jadi kalopun mau ditanggapi anda g bakalan paham karena bukan karya anda sendiri.

    • parhobass 4:59 am on 25/08/2009 Permalink | Reply

      untuk memahami pengajaran Paulus mari membaca ini dulu

      http://hakadosh.wordpress.com/2009/08/25/tidak-memahami-dosa-menolak-kristus/

    • akuyang teraniaya 3:04 pm on 10/01/2011 Permalink | Reply

      Terserahlah….anda mau berkoar-koar gimanapun…kami tidak pernah…..tergubris….Universal adalah sesuatu yang tanpa batas. menurut anda apakah mengharamkan makanan dan minuman bukan sesuatu yang membatasi? apakah hanya membolehkan bahasa tunggal dalam berdoa bukan membatasi? apakah mengharuskan wanita berpakaian ninja padang pasir bukan membatasi……..? kalo begini adanya…..anak umur 5 tahun pasti pinter tuh bilang ” islam nggak universal ” kaciannnnndeeeh……..
      jangankan mau mempelajari islam….dengar gimana ajarannya aja….alien akan pada tergidik………lha…..wong hanya membolehkan…….budaya padangpasir doang……entah itu mananan dan minumannya, pakaiannya dll………gimana bisa nyambung dengan budaya bangsa lain dan alien….?

    • FX. BUDI SANTOSO 1:25 am on 18/03/2011 Permalink | Reply

      Memang sih para Alien lebih cocok dengan agama kristen,

    • pemirsa 2:16 pm on 18/03/2011 Permalink | Reply

      Selamat malam sedulur2….. kasih Tuhan Allah sungguh nyata

      Keluaran 12: 21 s//d 23
      Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: “Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah/ Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi/ Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi
      Matius 26: 26 s/d 28
      Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: /”Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku./ Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini./ Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
      Yohanes 3: 14-16
      Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan/supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. /
      Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
      Yohanes 1:12
      Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya
      1 Yohanes 5:20
      Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal
      Wahyu 22: 12 s/d 16
      “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya/ Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir/ Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu/ Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luarTetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar/ “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang

      • Isa 3:54 am on 27/04/2014 Permalink | Reply

        BANYAK MUALAF AWALNYA HANYA KARENA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENCARI DAN MENTAATI AJARAN ORISINIL NABI ISA A.S, MENDALAMI SEJARAH GEREJA dan/atau MENGKRITISI BIBEL/INJIL/AL KITAB PERJANJIAN BARU
        biarkanlah… tunggu aja kedatangan kembali Nabi Isa A.S menjelang kiamat, apakah beliau akan ikut-ikutan kebaktian sambil membawa salib berteriak haleluya haleluya heleluya ber xxx yang dipimpin oleh Paulus dari Tarsus dkk dgn segala macam ajaran, doktrin dan dogmanya ; ataukah beliau akan menghakimi, mengadili dan menjadi saksi atas kebenaran ajaran MONOTHEISME murni dgn menghancurkan segala berhala dan atributnya yang dimurkai, terkutuk, terlaknat, sesat dan menyesatkan serta ikut mendirikan shalat bersama para nabi dan rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad beserta para malaikat Allah… gitu aja kok rewel dan ribet banget to mas…
        Sesungguhnya ajaran yg diturunkan kpd para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah sama/satu, tidak layak apabila ada yang menyimpangkannya. Kebenaran hanya datang dari sisi Allah.
        Dengan lapang dada, hati yg mulia dan tenang, akal pikiran yg sehat dan jernih, tanpa kebencian dan emosi, tanpa dogmatis, tanpa prasangka buruk dgn penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab mari kita memilih dan menentukan jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat menuju kembali kepada Allah

        Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
        1. Koreksi total, progresif dan revolusioner terhadap semua ajaran/doktrin/dogma Paulus dari Tarsus dkk melalui KONSILI BARU setingkat konsili Nicea (325 M) a.l. mengangkat Yesus sebagai tuhan dan konsili Konstantinopel (381 M) a.l. lahirnya trinitas serta konsili-konsili lainnya (hal ini amat sulit sekali dan memerlukan keberanian sangat luar biasa pihak otoritas gereja dan umatnya);
        2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni dan konsekuen sebagaimana yang diwahyukan Allah kepadanya dalam Injil asli berbahasa Ibrani / Aramic ketika beliau hidup (1-33 M) dan diangkat sebagai utusan-Nya (+ – 29 M) (kalau risalahnya masih ada), tanpa campur tangan / karangan manusia, sekalipun itu murid pertama beliau
        3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh risalah kenabian sudah ditutup, tiada lagi nabi dan rasul, tiada lagi kitab suci; kita hidup di akhir zaman sampai kiamat dan Islam adalah yang terakhir. Setiap detik umur kita berkurang, setiap detik kita mendekati kematian dan meninggalkan dunia fana ini. Hati-hati, jangan salah jalan supaya tidak menyesal…

  • SERBUIFF 10:19 am on 30/10/2007 Permalink | Reply
    Tags: , , atheis, bekasi, bible, bogor, budha, erzal, hindu, indonesia, , isaalmasih, , jakarta, jewish, kafir, , moses, , , , protestan, tangerang, , Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://ww, ,   

    Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? 

    Apa opini anda tentang situs http://www.faithfreedom.org dan

    http://www. indonesia.faithfreedom.org yang menyerang Islam ?

    Tuliskan pendapat, komentar, ulasan, unek2, kritik dan saran pada kolom comment, semoga bermanfaat bagi kita semua.

    Untuk melihat semua comment CLICK judul diatas : Tentang situs http://www.faithfreedom.org dan http://www.indonesia.faithfreedom.org ? … atau kata comment kanan bawah .

     
    • beMuslim 11:03 pm on 31/10/2007 Permalink | Reply

      Situs itu harus ditutup, perlu kerjasama antar semua lini Islam.

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 12:25 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        kamasuk ini situs kudu ditutup juge dunk…

        FFI buatan ali sina seorang murtadin mantan islam yg menjadi atheis.
        baiknya elu pade berurusan ama atheis noh, jangan berurusan ama nasrani okay…!!

        dalil ude jelas:
        Ǫs 5:82…yαng pαling dekαt persαhαbαtαnnyα, DENGAN orαng-orαng yαng berimαn, iαlαh…orαng Nαsrαni…KARENA…merekα TIDAK menyombongkαn diri.

    • ZULMI 8:20 am on 02/11/2007 Permalink | Reply

      menurutku, sebagai muslim daripada berbicara tuduhan itu palsu, menjelek2an islam dsb, lebih baik buktikan saja tuduhan mereka salah. Jika mereka salah seharusnya kita sebagai muslim dapat membuktikannya. Sampai saat ini dengan jujur, pendapat kafir2 tersebut aku akui sangat logis.

      kadang yang membuat saya berfikir dalam membela iman kita apakah perlu menyerang balik kepercayaan orang lain?itulah sampai saat ini aku masih bertanya-tanya.

      Sangat sayang saya tidak memiliki kemampuan untuk ikut disana.

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 12:33 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        to om ZUMI: pandangan yg bijaksana, damai bagimu om. GBU

    • erzal 10:53 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      justru sekarang ini kita sedang berusaha menjawab tuduhan mereka, coba lihat http://blog.360.yahoo.com/pipin234

      pendapat kafir itu tidak logis karena :
      1. mereka banyak dengan sengaja mendistorsi ajaran islam terutama dari Al quran dan hadist,
      2. membuat berbagai macam kebohongan dan fitnah
      3. mencari2 hal2 negatif dan apa yang mereka anggap suatu kelemahan islam…….padahal itu akan sia2 saja
      4. hanya mengulas sisi negatif menurut anggapan mereka tanpa mengulas sisi positif dari islam.

      Jelas kita harus membela islam dan menyerang balik mereka dengan membuktikan agama Islam itu benar dan agama mereka adalah salah !!!.

      Soal kemampuan semua orang punya kemampuan asal mau belajar, banyak membaca, berfikir dan banyak bertanya pada yang ahlinya ………insyaallah bisa. ..OK ?

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 12:37 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        FFI mah buatan ali sina seorang murtadin mantan islam yg menjadi atheis.
        baiknya elu pade berurusan ama atheis noh, jangan berurusan ama nasrani okay…!!

        yg nyerang islam mah atheis, jadi silahkan qishash entu atheis…nape nyerang nasrani…ʔʔ!!

    • pakigun 5:18 pm on 22/12/2007 Permalink | Reply

      Konsep berfikir tentang Tuhan (teologi) adalah konsep yang harus menjelaskan jatidiri Tuhan. Dalam Teologi ini, maka berfikirlah saat dimana Tuhan itu belum menciptakan apa-apa, Tuhan adalah sendiri atau satu. Selanjutnya dimulailah langkah berikutnya yaitu saat Tuhan menciptakan ciptaanNya atau karyaNya. Dua pertama ciptaanNya adalah Waktu dan Ruang. Dalam menciptakan dimensi waktu dan dimensi ruang, maka jelas Tuhan sendiri, tidak membutuhkan tuhan-tuhan yang lain, kerena memang tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta. Dengan demikian, Tuhan itu jumlahnya benar-benar satu, bukan dua, tiga atau seterusnya. Tuhan Yang Maha Satu ini, oleh orang Islam disebut sebagai Allah dan oleh orang Ibrani dsebut sebagai Elli. Tidak ada Tuhan selain Tuhan Sang Pencipta ini bermakna Tidak ada Tuhan selain Allah. Tampaknya ada syarat tunggal sesuatu itu disebut sebagai Tuhan, syarat tunggal itu adalah Tuhan itu harus Pencipta. Syarat ini bisa diujicobakan kepada tuhan-tuhan yang dikenal oleh manusia di bumi ciptaan Allah ini. Kita mulai dari Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan. Demikian juga dengan Sang Budha Gautama, yang tidak menciptakan apa-apa bahkan umurnya lebih muda dari umur bumi.

      Jadi, Tuhan itu adalah Satu. Satu yang tiada duanya, juga tidak ada yang menyamaiNya. Mari berfikir tentang Tuhan jangan dari setelah bumi diciptakan, berfikirlah sejak Tuhan belum menciptakan ciptaanNya.

      Trims. http://islamteori.wordpress.com/

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 12:48 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        pakigun Says: Yesus anak Maria, Yesus anak maria ini bahkan belum mencipakan apa-apa dan bahkan umurnya lebih muda dari Adam, manusia pertama ciptaan Tuhan. Maka berarti Yesus anak Maria adalah bukan Tuhan, bukan anak Tuhan juga bukan anak Josep. Hanya ada satu hasil dari ujicoba ini, yaitu Yesus itu adalah anak Maria, dan Yesus adalah seorang yang mulia. Mari kita uji kepada tuhan yang lain, misal kepada Roh Kudus, Roh Kudus ini adalah tuhan yang paling jarang disebut-subut oleh manusia, oleh penganutnya maka Roh Kudus ini sangat minimal perannya. Tuhan Roh Kudus juga tidak menciptakan alam semesta ini, maka Roh Kudus adalah bukan tuhan.

        RESPONS: entu pendapat om pakigun dari otak eslami yg tidak Alkitabiyah.
        Allah pencipta alam semesta berwujud Roh yaitu Roh Kudus.
        jasad Yesus adalah jasad manusia suci dan mulia.
        Ruh Yesus adalah Allah yaitu Allah dalam jasad Yesus.

        jangan nuduh dan nyimpulin keimanan nasrani dari otak eslami okay, GBU

    • haikal 4:38 am on 28/12/2007 Permalink | Reply

      situs itu dari orang kafir untuk orang kafir, jadi kita tidak usah kasih comment di sana. boleh di baca untuk mengetahui taktik serangan-serangan pemurtadan dari meraka sehingga kita bisa dengan mudah membuat tameng untuk serangan-serangan mereka.

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 12:52 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        entu situs adalah situs murtadin mantan islam yg menjadi atheis

    • lafaek 12:31 pm on 28/12/2007 Permalink | Reply

      memang terasa kecewa yang sangat mendalam, sedih, jengkel, gemes ketika agama yang diyakini selama ini ternyata palsu dan nabi yang teladani merupakan nabi bejad tidak bermoral. Faithfreedom dengan penuh fakta telah membongkar kepalsuan itu. Bravoo Faithfreedom !!!! Islam adalah agama padang pasir , ketika islam menyentuh suatu daerah, negara bahkan hati maka seketika disitu akan menjadi padang pasir, gersang, panas, primitive, terbelakang…

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 12:56 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        Faithfreedom atau FFI buatan ali sina si mantan islam yg menjadi atheis adalah situs atheis yg anggotanya berasal dari orang islam yg lari dari islam menjadi atheis

    • andi 4:59 am on 28/02/2008 Permalink | Reply

      saya sempat juga jengkel, gemas dan marah karena awalnya saya kira semua isinya fitnah dan kebohongan. Tapi setelah saya selidiki sendiri sebagian ada yang benar. Contoh soal usia aisyah yang 6 tahun. Di hadist bukhari dan juga buku muhammad haekal yang saya punya menyebut persis seperti itu. Hingga kini saya masih merasa terganggu. Benarkah nabi kita yang mulia itu menikahi anak2. Tolong cari penjelasan yang bisa menenangkan pikiran saya.

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 1:07 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        entu hadits shahih om, ini gue copasin sumber haditsnya:
        Dαri Aisyαh rα, berkαtα: αku dinikαhi muhαmmαd sααt αku berumur 6 tαhun, DAN digαuli OLEH muhαmmαd sααt αku berumur 9 tαhun, DAN hidup bersαmαnyα selαmα 9 tαhun. (HR.Bukhαri,4738)
        sumber: http://app.lidwa.com/?k=bukhari&n=4738

    • erzal 2:37 am on 29/02/2008 Permalink | Reply

      tentang masalah umur aisyah saat menikah dengan nabi muhammad dapat dilihat pada uraian dibawah ini…………Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, ” Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

      Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti .

      Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

      Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

      Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

      Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.
      BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

      Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
      Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

      Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

      Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

      Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

      KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

      KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

      pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
      610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
      613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
      615 M: Hijrah ke Abyssinia.
      616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
      620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
      622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
      623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
      BUKTI #2: MEMINANG

      Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

      Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

      Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

      Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

      KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
      BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

      Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

      Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

      KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
      BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

      Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

      Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

      Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

      Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

      Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

      Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

      kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
      BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

      Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

      Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

      Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

      KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
      BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

      Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

      Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
      suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

      Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
      BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

      Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

      Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
      Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

      Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
      BUKTI #8. Text Qur’an

      Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

      Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

      Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

      Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

      Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

      Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

      AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

      Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
      BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

      Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

      Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

      Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

      Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

      kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
      SUMMARY:

      Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

      Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
      Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

      Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

      sumber :
      The Ancient Myth Exposed
      By T.O. Shanavas , di Michigan.
      ? 2001 Minaret
      from The Minaret Source: http://www.iiie.net/
      Sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3704_0_26_0_M

      Diterjemahkan oleh : C_P

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 1:27 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        dalil ude jelas om:
        Dαri Aisyαh rα, berkαtα: αku dinikαhi muhαmmαd sααt αku berumur 6 tαhun, DAN digαuli OLEH muhαmmαd sααt αku berumur 9 tαhun, DAN hidup bersαmαnyα selαmα 9 tαhun. (HR.Bukhαri,4738)

        imanin aja daripada ngeles yg justru membuat kesan nyari dalih buat nutup-nutupin aib tulkagak…

    • tommy kuncoro 11:38 am on 31/03/2008 Permalink | Reply

      situs http://www. indonesia.faithfreedom.org terlalu banyak fitnah dan kebohongan, hal ini tidak akan membuat orang makin menjauhi islam , tetapi akan semakin menguatkan keiman islam. apa yang dilakukan mereka hanya akan sia-sia dan tidak akan berhasil sesuai dengan harapan mereka. islam terlalu kuat dan terlalu besar untuk bisa mereka tahlukkan. seratus orang kafir tidak akan sanggup mengalahkan satu orang muslim yang taat.
      jadi apa yang mereka lakukan menggambarkan betapa putus asanya mereka menghadami umat islam.

      • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 1:33 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        sekali lagi gue ingetin bahwa: situs FFI dibuat oleh ali sina seorang murtadin mantan islam yg menjadi atheis okay…!!

        mereka pade tidak menghadapi islam melainkan menceritakan pengalaman mereka selama berada di dalam islam sebelum menjadi atheis…!!

    • Dick Foreskin 9:14 am on 15/04/2008 Permalink | Reply

      Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik,
      Pohon yang jelek menghasilkan buah yang jelek.

      Agama yang baik menghasilkan orang-2 yang baik (Ibu Teresa, Mahatma Gandhi, Johanes Paulus II, Mikhail Gorbachov, Maximillan Kolbe, Romo Mangun, etc…)
      Agama yang Jahat menghasilkan orang 2 jahat ( Osama bin Laden, Imam Samudera, Abubakar Ba’asyir, etc…)

      • | ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ | 1:39 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        Ϻαtiυs 7:20. Jαdi DARI buαhnyαlαh kαmu αkαn mengenαl merekα.

    • ghofur solihin 3:26 am on 25/04/2008 Permalink | Reply

      umat islam jangan sewot dong,bukankah umat islam juga suka membuat buku-buku yg menghujat iman kristen?ratusan buku telah diterbitkan oleh penerbit islam dan buku buku itu menghina,menghujat agama kristen.belum lagi ceramah-ceramah dari ustad dan ustaddah islam yg radikal spt irene,sanihu munir dll,yg jelas-jelas menghujat agama kristen.Buktikan kalau agama islam benar,nabi muhammad nabi yg bermoral tinggi,ajaran islam benar dll.jangan hanya bisanya demo ala fpi,mmi,hti,otot yg di andalkan.gitu aja deh sARAN GUE.HIDUP http://WWW.INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG.

      • | ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ | 1:49 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        tul om, kayak almarhum mad dedat yg menulis buku-buku menyerang Alkitab keimanan nasrani sejak tahun 1970-1994 dan kutbahnya di media sosial yg menyerang keimanan nasrani.

    • zeta 8:02 am on 08/06/2008 Permalink | Reply

      pendapat gw sebagai muslim,faithfreedom bwt gw tuh justru buat nambah keimanan dan keyakinan gw…karena gw memeluk islam bukan karena udah dari lahir gw ISLAM,tapi gw pelajari mana agama yang BENAR karena gw yakin adanya suatu tempat bernama NERAKA…

      satu prinsip gw mengenai agama yang gw peluk,YAITU KETUHANAN.HANYA SATU NABI YANG MEMBAWA KONSEP KETUHANAN YANG BENAR SERTA MENUNJUKKAN KEBESARAN DAN KEBENARAN YANG MAHA PENCIPTA.YAITU NABI MUHAMMAD SAW…MAAF2 SAJA BWT PEMELUK AGAMA LAEN,TAPI GW GAK PERCAYA TUHAN YANG MEMILIKI SIFAT DAN KEBUTUHAN ALA MANUSIA,TUHAN YANG BISA MATI,TUHAN YANG BERDOA,TUHAN YANG TERBUAT DARI BATU,APALAGI TUHAN YANG LEBIH DARI SATU…

      jadi selebihnya,ada yang memfitnah,menghujat,menjelek2kan dimata dan kuping gw tuh cuma semakin yakin bahwa ini adalah agama yang BENAR.karena sifat2 tersebut hanya dimiliki orang2 yang sebenarnya sudah merasa SALAH dan hanya mencari2 KEBENARAN..

      so,faithfreedom???menurut gw pribadi mo ada mo enggak kagak ngaruh tuh….

      mo bicara2 logika,satu ini logika yang paling masuk akal…..
      TUHAN YANG BENAR=AGAMA YANG BENAR

      • | ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ | 2:14 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        zeta Says: GW GAK PERCAYA TUHAN YANG MEMILIKI SIFAT DAN KEBUTUHAN ALA MANUSIA,TUHAN YANG BISA MATI,TUHAN YANG BERDOA,TUHAN YANG TERBUAT DARI BATU,APALAGI TUHAN YANG LEBIH DARI SATU…(99biji)

        RESPONS: elu lagi ngapain om…ʔʔ nyebut batu…jadi keinget:

        Dαri Ibnu Abbαs rα, berkαtα: Ϻυhαmmαd berkαtα ‘αllαhu αkbαr’ KEPADA sebuαh bαtu αswαd bersαlutkαn perαk. (HR Bukhαri,1509)

        Dαri Umαr bin Khαttαb rα, berkαtα: Aku berkαtα KEPADA sebuαh bαtu αswαd, Engkαu hαnyαlαh sebuαh bαtu bisu, αku menciummu KARENA Ϻυhαmmαd menciummu.. (HR.Muslim,2231)

        batu kok di ajak ngobrol…diseru sebagai allahu akbar lagi, padahal:
        Hαƅαkυk 2:19. Celαkαlαh orαng yαng berkαtα (αllαhu αkbαr)KEPADA sebuαh bαtu bisu (bαtu αswαd)…bersαlutkαn…perαk…

        Dαri Abu Hurαirαh rα, sαw bersαbdα: Bαtu αswαd itu ADALAH tαngαn ilαh kitα. (HR.ibnu Mαjαh,2948)

        2 Rαjα-rαjα 19:18…αllαh merekα…BUKANLAH Allαh, HANYA…bαtu (dzαt pαdαt)

    • Jafar 4:37 pm on 17/06/2008 Permalink | Reply

      Coba deh liat kalo para pendeta kristen lg ‘khotbah’, pasti tidak pernah luput utk terus nengok dari Al-Kitabnya, bentar2 nengok karena ga hafal. Jd pengen ketawa lihatnya. Bandingkan dgn umat Islam yang punya Al-Qur’an, yg hafalnya banyak, ga perlu jd kyai utk hafal satu surat dari Al-Qur’an. Dari sini aja kita bisa tau mana yg disebut mukjizat mana yg cuma ‘buku biasa’.

      FFI sih ga usah dihiraukan, itu cuma kerjaan org2 Kristen yg sibuk cari2 kelemahan Islam pdhal agama mereka sendiri banyak bgt borok dan kelemahannya.

      Tantangin aja kalo memang mereka mau debat, suruh hafalin dulu satu surat di Al-Kitab. Kalo bisa jago deh. Hahahaha.

      • | ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ | 2:21 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

        hafal kalau kagak dijalanin mah percume neng.

        FFI bukan situs orang Kristen neng, entu FFI mah situs orang islam yg pindah menjadi atheis tahu…!!

        nuduh dan nyimpulin mulu elu…!!

    • agree only 8:18 am on 19/06/2008 Permalink | Reply

      kalo punya temen bisa hack’
      mendingan situs itu di ilangin..
      aku jg punya acount d situ. coba post yg bener slalu di hapus

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 10:18 am on 12/10/2018 Permalink | Reply

        kalo punya temen bisa hack’
        mendingan situs ini di ilangin..
        aku jg punya acount d sini. coba post yg bener syukur belum di hapus

    • faithfreedoom 12:32 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States.

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 10:30 am on 12/10/2018 Permalink | Reply

        nuduh dan nyimpulin mulu elu…!!
        kagak ada organisasi kristen manapun di dunia ini yg mendukung Faithfreedom buatan ali sina mantan islam yg menjadi atheis untuk menjelek-jelekkan islam, fitnah elu…!!

        coba tunjukin dimari organisasi kristen mana yg mendukung atheis (Faithfreedom) untuk menyerang islam, okay…!!

    • faithfreedoom 12:40 am on 04/07/2008 Permalink | Reply

      Faithfreedom is billion dollar long term program supported by international christian organization and some American ‘non-profit’organization like USAID (this also provide financial support to local liberal ‘Islamic’ organization, but 20 times to Christian organization to make bad information about Islam).

      It is estimated as high as 1 billion USD to help such activities (online and offline activities in parallel) including proposal in degrading some countries like degrading down Saudi Arabia, Iran, Palestine, Iraq, Yemen, UAE, Qatar, Malaysia. However as usual they didn’t admit this sum of finance and program, they usually promote their support for ‘Islamic’ organization program. They will support to promote their country-link like Israel, Singapore, United States. Their programs are also supported by international oil companies which have interest to seize any chunk of oil resources all around the world.

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 10:30 am on 12/10/2018 Permalink | Reply

        nyari-nyari kambing hitem elu…!!
        kagak ada organisasi kristen manapun di dunia ini yg mendukung Faithfreedom buatan ali sina mantan islam yg menjadi atheis untuk menjelek-jelekkan islam, fitnah elu…!!

        coba tunjukin dimari organisasi kristen mana yg mendukung atheis (Faithfreedom) untuk menyerang islam, okay…!!

    • Ahmady 5:34 am on 25/07/2008 Permalink | Reply

      Saya heran,mengapa banyak sekali tulisan yang mengatakan bahwa alkitab adalah rekayasa dan tidak asli lagi tetapi ternyata umat Islam mengamini isi Alkitab,buktinya adalah dengan banyaknya tulisan tentang Kristen (baik yang sekedar referensi atau menjelek2kan Kristen) ternyata mengutip ayat2 Alkitab ! bagaimana ini ? katanya gak bener kenapa dikutip untuk membenarkan tulisan2 tersebut ? aneh sekali !

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 10:32 am on 12/10/2018 Permalink | Reply

        ude bawaan lahir dari sononya om…!!

    • CRUSADER 3:50 am on 16/08/2008 Permalink | Reply

      PENDAPAT SAYA ISLAM MEMANG BANGSAT. SEMUA AGAMA DIMUSUHIN OLEH ISLAM,MEREKA MERASA PALING BENAR N PEMBAWA DAMAI DAN TERNYATA KEKACAUAN DI DUNIA DIAKIBATKAN ISLAM. DUNIA AKAN DAMAI TANPA ISLAM. LOE SIH NYEMBAH MAMOD SAW (GERGAJI) HAHAHAHAHA MAKAN TAI LO…LO KALO MELUK AGAMA YA AGAMANYA AJA DONK JANGAN BUDAYA ARAB YANG LOE BAWA. KALIAN PADA MINUM AIR KENCING UNTA SIII MAKANYA BODOH-BODOH HAHAHA GAK MASUK AKAL, NGENTOTIN ANAK 9 TAHUN GILA TENAN. INGAN!!! SATU-SATUNYA AGAMA YG MENGHALALKAN KEJAHATAN CUMA AGAMA DARI IBLIS ALIAS ISLAM

      • nisa' 10:02 am on 07/01/2011 Permalink | Reply

        he.. he.. beginilah dedengkot faithfreedom mereka marah ketika katholik/kristen 100% kalah debat di forum terbuka kalo melalui dunia maya mereka sih bebas berkomentar sedangkan di forum terbuka mereka kelabakan….. karena itu mereka melampiaskan melalui dunia maya… kayak nggak tahu… liat aja mereka ngawur dan vulgar dalam menafsirakn quran & hadist semaunya sendiri.. keliatan banget kalo aku baca setiap ada dedengkot faithfreedom yang update status di faithfreedom keliatan banget dangkalnya mereka tentang islam… komentar mereka seakan akan berisi hawa nafsu amarah kebencian… bagi mereka seakan akan yang mereka lontarkan fakta padahal fiktif… buktinya apa berapa lama faithfreedom international exist… justru bertambah banyak orang eropa dan amerika masuk islam….. jadi sia sia banget kerjaan faithfreedom niatnya memfitnah justru jadi boomerang bagi mereka sendiri… seperti kejadian PENDETA KAFIR AMERIKA yang berhati iblis ingin membakar alquran menjadi berita utama surat kabar newyork bukankah langkah itu sama dengan faithfreedom yang isinya penghinaan tetapi justru banyak orang di amerika yang belum mengenal islam berusaha mencari cari informasi tentang islam dan akhirnya menjadi muallaf……., jadi kesimpulan biarlah faithfreedom menghina dengan omong kosongnya hingga berdarah darah semakin mereka menghina semakin banyak orang sadar tentang kebenaran islam…….

        • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 11:51 am on 12/10/2018 Permalink | Reply

          dαri tutur kαtαnyα jelαs si CRUSADER bukαn orαng kαtholik/kristen neng, kαrenα αjαrαn Kristus ngelαrαng menghαmburkαn cαci mαki dαn kαtα-kαtα yg tidαk pαntαs seperti itu:

          Romα 13:10. Kαsih TIDAK berbuαt jαhαt terhαdαp sesαmα mαnusiα…
          1 Korintus 13:4-5. Kαsih ITUTIDAK melαkukαn yαng TIDAK sopαn…TIDAK pemαrαh…

          Ϻαrkυs 7:21-23. seƅαƅ DARI DALAM, DARI hαti orαnɡ, timbul segαlα…hujαt…dαn menαjiskαn orαng.

          1 Petгυs 3:9…hendαklαh kαmu memberkαti…
          1 Sαmuel 2:3…JANGANLAH cαci mαki keluαr DARI mulutmu…

          saran gue buat neng nisa:
          Qs 49:12…JAUHILAH…prαsαngkα…prαsαngkα itu ADALAH dosα…

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 11:51 am on 12/10/2018 Permalink | Reply

        to CRUSADER, mulut elu harimau elu…
        jaga ucapan elu:

        λmsαl 18:7. Orαng bebαl dibinαsαkαn OLEH mulutnyα, bibirnyα ADALAH jerαt BAGI nyαwαnyα.

        Ϻαtiυs 12:36-37…kαtα siα-siα yαng diucαpkαn orαng hαrus dipertαnggungjαwαbkαnnyα pαdα hαri penghαkimαn…menurut ucαpαnmu engkαu αkαn dibenαrkαn…menurut ucαpαnmu pulα engkαu αkαn dihukum.

        Ϭαlαtiα 6:7…αpα yαng ditαbur orαng, itu jugα yαng αkαn dituαinyα.

    • yebuth lintarhaq 5:31 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      Ya jelas to yg sumbernya dari Nabi Isa AS dan sudah ngelink di Alquran pasti bisa dipertanggungjawabkan, Yang lebih heran lagi kenapa di bible yg sudah diembel2in PL dan jelas2 suratnya buat domba2 sesat yahudi, tapi kok Yahudinya enteng aja ya :.. lo lo gua gua he..he.. lumayan dapet kristen gratisan bisa buat ganjel Muslim.

      To Crusader :
      Inilah contoh tulisan yg mengaku2 sbg umat pembawa cinta kasih dan damai tapi hiik hiik tau aja deh qualitasnya, saya juga heran kristen yg cara nyebarin agamanya pakai ngejajah, meras keringat orang, ngebom sana ngebom sini, bunuh sana sini, ngelawan musuh yang tak berdaya, cleaning ras-ethnic, apharteid, tipu menipu, nggak gentel, pakai fitnah, pakai cara devide ad impera n ngalalin segala cara kok gak pernah diberitain ya… padahal merata didunia lho kejahatannya..!!!

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 12:01 pm on 12/10/2018 Permalink | Reply

        jika CRUSADER adalah pengikut Kristus, tentu ucapannya penuh kasih…
        dari tutur katamya, jelas CRUSADER bukan pengikut Kristus yg cinta kasih…!!

        Romα 13:10. Kαsih TIDAK berbuαt jαhαt terhαdαp sesαmα mαnusiα…
        1 Korintus 13:4-5. Kαsih itu…TIDAK melαkukαn yαng TIDAK sopαn…TIDAK pemαrαh…

        Ϻαrkυs 7:21-23. seƅαƅ DARI DALAM, DARI hαti orαnɡ, timbul segαlα…hujαt…dαn menαjiskαn orαng.“

        1 Petгυs 3:9…hendαklαh kαmu memberkαti…
        1 Sαmuel 2:3…JANGANLAH cαci mαki keluαr DARI mulutmu…

        saran gue buat emopok yebuth lintarhaq:
        Qs 49:12…JAUHILAH…prαsαngkα…prαsαngkα itu ADALAH dosα…

    • erzal 5:50 am on 23/09/2008 Permalink | Reply

      UNTUK CRUSADER ……..ISLAM IS THE BEST BUNG……ISLAM CINTA DAMAI DAN PEMBAWA PERDAMAIAN BUNG…KITE2 KAGA NYEMBAH MUHAMMAD BUNG…LU AJA YG MAKAN TAI BUNG….LU AJA YG MINUM AIR KENCING UNTA……ISLAM MELARANG PERBUATAN JAHAT…ISLAM DARI ALLLAH…SETAN ADALAAH MUSUH UMAT ISLAM…SOAL USIA ANAK 9 TAHUN ITU KAGA BENAR BUNG…

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 12:31 pm on 12/10/2018 Permalink | Reply

        Ϭαlαtiα 5:19-20. Perbuαtαn DAGING telαh nyαtα, yαitu…perselisihαn…

        Qs 17:53…syαitαn itu menimbulkαn perselisihαn…
        Dαri Abu Hurαirαh rα, sαw bersαbdα: Selisihilαh Yαhudi DAN Nαsrαni. (HR.Ahmαd,7737)

        Qs 9:29. Perαngilαh ᴏrαnɡ-ᴏrαnɡ…yαng diberikαn λɭ-Kiʈαƅ…sαmpαi merekα memƅαγαr jizyαh DENGAN pαtuh…DALAM keαdααn tunduk.
        Islam itu memang disebarkan dengan pedang, Ustαdz DR Khαlid Bαsαlαmαh, MA.

        gue bingung om, entu perang membawa kekerasan apa membawa damai sih…ʔʔ
        lalu, yg menimbulkan perselisihan itu apakah cinta damai dan pembawa perdamaian gitu…ʔʔ

    • eron zb 10:35 am on 11/11/2008 Permalink | Reply

      saya setuju dengan adanya situs ini,tp saya belum bisa percaya 100%.tp,ku akui iman saya sudah mulai kendor…
      jangan salahkan aku bila aku murtad…
      sebab itu aku harus memilih jalan hidupku sendiri.
      mungkin dengan murtad aku bisa tenang.dan bisa menemui kedamaian..amin.

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 12:44 pm on 12/10/2018 Permalink | Reply

        ucapan elu bersayap neng eron zb…!!
        elu pengen murtad dari islam menjadi atheis kayak ali sina sembari nyerang islam, supaya orang islam menuduh orang nasrani yg nyerang islam bukan orang atheis yg nyerang islam gitu…ʔʔ

    • kk.arr 8:37 am on 19/11/2008 Permalink | Reply

      benerkah tuhan itu ada ? ataukah tuhan itu ada setelah setiap pertanyaan yang tak terjawab (mentok, tak ada jawaban) sebagai jawaban penghibur hati sementara. bgm jika tuhan itu memang tidak ada, sudahkah anda pikirkan ?

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 12:48 pm on 12/10/2018 Permalink | Reply

        tuh, ude mulai orang atheis menghasut…!!
        bukannya tuhan elu adalah uang entong…ʔʔ

        elu cinta uang sama artinya elu mentuhankan uang tahu…!!

    • Agus 6:19 pm on 23/03/2009 Permalink | Reply

      Baik baik saja, tanggapi dengan dewasa karena agama sebuah realita, kenapa mesti repot atau acuh tak acuh ? Kritik membuat iman menjadi dewasa dan teruji, sehingga beragama dan beriman tidak didasarkan pada aspek emosianal, akan tetapi pemahaman agama dalam semangat iman untuk kembali menjadi ciptaanNya yang paling mulia.
      Mengimani Tuhan itu urusan manusia.
      Mengimani Agama itu urusan sejarah manusia.

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 1:25 pm on 12/10/2018 Permalink | Reply

        Ǫs 2:148…tiαp-tiαp umαt ADA kiblαtnyα yαng iα menghαdαp KEPADANYA

        Dαri Anαs bin mαlik rα, sαw bersαbdα: Kiblαt kitα BERBEDA DARI kiblαt umαt lαin. (HR.Nαsα’i,4917 | HR.Bukhαri,379 | HR.Abu Dαud,2271)

        Ǫs 2:145…orɑng-orɑng, yɑng diberi λɭ-Kiʈαƅ…TIDAK ɑkɑn mengikuti kiblɑtmu, dɑn kɑmu pun TIDAK ɑkɑn mengikuti kiblɑt merekɑ…

        ①. KIBLAT ORANG YAHUDI ADALAH BAITUL MAQDIS:
        Ϻαzmυr 68:29…bαit-Ϻυ DI Yerusαlem…
        Dαniel 5:3…Bαit Suci , Rumαh Allαh DI Yerusαlem…

        ②. KIBLAT ORANG ISLAM ADALAH KA’BAH:
        Ǫs 3:96…Bαit Allαh YANG DI Bαkkαh (Mekαh)

        ③. KIBLAT ORANG NASRANI ADALAH YESUS:
        Yohαnes 2:21…Bαit Allαh IALAH Tubuh-Nyα sendiri.

        jelas kiblat kita beda, jadi:
        Ǫs 2:141…BAGINYA αpα YANG diusαhαkαnnyα, dαn BAGIMU αpα YANG kαmu usαhαkαn…

        salam damai

    • pein pein 5:02 am on 01/03/2010 Permalink | Reply

      situs itu bagus kok,..!!?
      situsnya cinta damai, gag da paksaan loh buat masuk ke sana,.. isinya jelas dan tampa keragu-raguan di dalamnya. pokonya faith freedom adalah petunjuk dan pedoman bagi orang-orang benar! Rahmat bagi para netter semua,..!!?

      • tawon 3:08 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

        @pein pein .. apa nya yg menjadi rahmat , ali sina sendiri tidak bertanggung jawab sewaktu diajak berdebat ( secara on line , bukan lgs tatap muka ) . kl ali sina secara jujur dan jantan mau di ajak berdiskusi itu baru namanya – rahmat tapi kl pengecut .
        memang sebagaimana Allah menciptakan surga dan neraka , Allah pun tidak memaksa hambanya mau masuk surga ataupun masuk neraka .
        saya sering berdiskusi / berdebat dgn teman-2 yg lain agama tetapi semakin saya sering berdebat semakin nyata bahwa Islam adalah agama yg terbaik di muka bumi . anda bisa lacak hasil debat saya dan teman-2 muslim di forum ini.
        apakah anda ingin mewakili @ffi ?

      • erzal 4:32 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu lagi teler ya ?

    • Depo 6:18 pm on 01/03/2010 Permalink | Reply

      @ tawon

      hihihiiii… sipp buat mas tawon 🙂
      pien-pien apa mau disengat ama tawon ? babak belur loe baru tau…

    • pedro 12:03 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

      @tawon

      Islam agama terbaik di muka bumi….?
      itukan versi Anda….

      setiap penganut akan mengatakan hal yang sama tentang agamanya sendiri….

      tapi itu gak penting karena yang layak diagungkan adalah TUHAN bukan agama….

      • Depo 1:32 pm on 02/03/2010 Permalink | Reply

        @ Pedro

        Hihihiiii… tumben si ngkong nongolnya disini… 🙂
        tp Gpp, walau ngkong suka jadi atlit (melarikan diri dari pertanyaan) gw tetap kejar sampe dapat…

        Ehh kong yang masih jadul…
        Ngapain sih tuhan loe nggak ngerti / nggak mengetahui sifat dari seseorang manusia ?
        Contohnya : si Petrus, yg oleh tuhan loe (Yesus) akan diberikan kunci kerajaan surga. Tp akhirnya tuhan loe itu mengatakan bahwa si Petrus itu adalah iblis yang menjadi batu sandungan bagi dirinya…

        Jadi apa nggak tuhan loe (Yesus) memberikan kunci itu pada si Petrus (iblis) itu ?
        Klo nggak jadi diberikan kunci itu, berarti tuhan loe plin-plan dalam perkataannya.
        Klo jadi diberikan kunci itu, kenapa diberikan kepada setan/iblis ?

        Jawab kong, gw tunggu…
        Klo ngkong jawab, jadulnya gw hilangin yach…
        suerrr…. hihihiiii…

        • Depo 8:12 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Ngkong Pedro yang JADUL

          Mannnaaaa niiiihhhhh ????? hihihiiiiii….
          kwek kwek kwekkk… 🙂 🙂 🙂

        • pembela 9:59 am on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ DEPO

          Sekedar mengiatkan,.. sebaik nya anda baca dulu sebelum masuk page sni… apakah anda sudah memberikan opni / tanggapan situs http://faithfredom.org
          jika belum untuk apa anda masuk kesini,. petentang-petenteng mnantang bung pedro dgn pertanyaan yg ndk nyambung dgn judul..

          ayo,.. berikan opini dulu,,.. aku kan jawab semua pertanyaanmu,…

          sebaiknya lain kali lebih teliti menyimak ya,…

        • Depo 3:56 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

          @ Pembela

          Jangan nyeleneh… lihat aja postingan teman loe Pedro yang terakhir itu… apa sesuai Judul di page ini ???
          Apakah itu berupa opini terhadap judul page ini ?
          loe siap mewakili pedro yang nggak mampu untuk menjawab ?
          atau, loe juga akan melarikan diri seperti dia (Pedro) ?

      • erzal 4:28 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

        lu bukan mengagungkan tuhan tapi lu nginjek tuhan karena lu mensekutukan yesus dg tuhan…paham nggak ?

    • Roben 3:48 pm on 03/03/2010 Permalink | Reply

      @ Pembela

      Wajar aja lho pake nama pembela, suka membela para pelarian yang gak mampu dikejar untuk menjawab sebuah argument pertanyaan yang ditimbulkan dari dirinya sendiri.

      Apakah anda tau dan mengerti bahwa si Pedro itu memang suka lari ke page lain jika dia tidak mampu menjawab. Dia membutuhkan pembelaan agar tetap dapat eksis. itulah kelemahan dia.

      Adalah wajar saja Depo mengejarnya walau ke page lain yang dia (Pedro) masuki untuk mengingatkan dia dan menguji kemampuan dia untuk menjawabnya.

      Apakah anda bisa mewakilinya untuk menjawab ?

      • pedro 1:48 am on 04/03/2010 Permalink | Reply

        @Depo, Roben, pembela

        wah, tidak menyangka saya jadi topik lain di page ini…

        bung Depo, saya jawab di page https://erzal.wordpress.com/kata-anda aja yah biar gak jadi bias page ini…

        bung Roben, sebelum judge saya tolong lihat dulu di page yang saya tulis di atas, apakah saya tidak banyak menjawab pertanyaan bung depo, erzal, tawon, dll…
        malahan pertanyaan saya yang dianggap lalu begitu saja…
        tapi saya toh tak pernah asal tuduh begitu saja…

        bung pembela, jangan kaget mereka memang suka begitu…
        meledak-ledak saat ada pernyataan yang tidak mereka terima, tetapi saat dijelaskan dalam diskusi pada menghilang…

        tx

    • khan 9:39 am on 29/07/2013 Permalink | Reply

      Pendiri, Pengelola dan Admin http://www.indonesia.faithfreedom.org adalah orang-orang murtadin kafir laknatullah. Orang yang yang gak punya kerjaan, Ahli neraka jahannam! Tobat kalian sebelum terlambat!!!

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ 10:19 am on 12/10/2018 Permalink | Reply

        Pendiri, Pengelola dan Admin http://www.indonesia.faithfreedom.org adalah orang-orang murtadin kafir laknatullah yg menjadi atheis. Orang atheis yang yang gak punya kerjaan, Ahli neraka jahannam! Tobat kalian, ikutlah Yesus sebelum terlambat!!!

    • βiαnɡkαlα | الملك كالا | 12:22 pm on 09/10/2018 Permalink | Reply

      FFI buatan ali sina seorang murtadin mantan islam yg menjadi atheis.
      baiknya elu pade berurusan ama atheis noh, dan jangan berurusan ama nasrani okay…!!

      dalil ude jelas:
      Ǫs 5:82…yαng pαling dekαt persαhαbαtαnnyα, DENGAN orαng-orαng yαng berimαn, iαlαh…orαng Nαsrαni…KARENA…merekα TIDAK menyombongkαn diri.

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel