Tagged: alkitab Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 5:44 am on 12/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: alkitab,   

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat 

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 1
    Katagori : Kristology
    Oleh : Tim FAKTA 25 Nov 2007 – 10:17 am

    Robert Morey, seorang orientalis barat, memuntahkan ekspresi antiislamnya dalam buku The Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion. Buku 221 halaman ini sarat dengan tuduhan, hujatan, adu-domba, fitnah, dan sumpah serapah terhadap islam, Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an, dan hadits Nabi. Drs. H Amidhan, Ketua majelis ulama Indonesia (MUI) menyebutkan The Islamic Invasion sebagai buku yang lebih kejam dari buku Ayat-ayat setan tulisan Salman Rushdie.

    Ironisnya, buku yang sangat berbahaya ini menjadi lahan bisnis oleh oknum penerbit Muslim. The Islamic Invasion diterjemahkan utuh lalu diterbitkan dengan tambahan “catatan pinggir” (142 halaman) tentang teologi Kristen. Catatan pinggir ini sama sekali tidak membantah berbagai hujatan Robert terhadap Islam. Seharusnya, jika penerbit berorientasi dakwah, seharusnya mereka menerbitkan catatan pinggir itu saja, tanpa menerbitkan terjemahan utuh The Islamic Invasion karya orientalis.

    Seandainya terjemah buku The Islamic Invasion ini diterbitkan oleh pihak Kristen, maka bisa dipastikan akan muncul reaksi keras dari ormas islam. Tetapi, karena terjemah The Islamic Invasion ini diterbitkan oleh penerbit muslim, maka tidak ada reaksi protes dari ormas islam. Terlebih, buku ini diberi kata pengantar oleh Rektor IAIN Jakarta.

    Nazri Adlani, Ketua MUI Pusat, turut prihatin dengan beredarnya buku terjemah ini. Dengan arif, ia berkomentar ”beredarnya terjemah buku The Islamic Invasion tulisannya Robert Morey di Indonesia adalah ciri-ciri keteledoran kita semua. Karena, buku yang isinya menjelek-jelekkan islam, Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an, jika dibaca oleh umat islam yang jauh dari kegiatan pengajian, mereka akan terpengaruh oleh berbagai fitnah dan image yang keliru tentang islam.”

    Walhasil, pihak walan tandho bertepuk tangan kegirangan. Mereka tidak usah repot-repot mengeluarkan dana untuik melancarkan hujatan kepada Al-Qur’an. Untuk mengedarkan buku hujatan terhadap islam, mereka tidak usah pusing kepala berhadapan dengan pendemo FPI, atau berurusan dengan polisi karena pasal ”Penodaan Agama.”

    Sekarang, siapapun bisa belajar merancukan islam dengan membeli buku terjemahan The Islamic Invasion ini di toko buku islam.

    Untungnya, masih ada mujahid islam yang peduli. Salah satunya adalah Abujamin Roham. Untuk menetralisir buku berbahaya tersebut, pakar kristologi yang juga pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menulis buku Abujamin Rohan Menggugat Islamic Invasion (382 halaman).

    Salah satu senjata Robert Morey untuk mendangkalkan akidah umat adalah tuduhan bahwa Al-Qur’an kehilangan 73 ayat dalam proses pembukuannya. Robert menulis:

    ”Some verses missing. According to Professor Guillamume in his book, Islam, (p.191 ff), some of the original verses of the Quran were lost. For example, one Sura originally had 200 verses in the days of Ayesha. But by the time Utsman standardized the text of the Quran, it had only 73 verses! A total of 127 verses had been lost, and they have never been recovered.” (The Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion, Harvest House Publisher, Eugene Oregon, p.121).

    (Beberapa ayat hlang, menurut Professor Guillamume dalam bukunya yang berjudul, Islam, pada halaman 191 ff disebutkan bahwa beberapa ayat Al-Qur’an yang asli telah hilang. Contohnya adalah salah satu surat yang aslinya terdiri dari 200 ayat pada zaman Aisyah. Akan tetapi anehnya sesaat sebelum Utsman membukukan teks Al-Qur’an, jumlah ayatnya tersisa hingga 73 ayat! Sedangkan 127 ayat lainnya telah hilang begitu saja dan tidak pernah ditemukan lagi hingga sekarang).

    Umat islam tidak akan pernah terpengaruh oleh gugatan orientalis terhadap otentitas Al-Qur’an. Karena Allah sudah menjamin akan melakukan penjagaan terhadap Al-Qur’an. Allah berfirman: “sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Qs. Al-Hijr 9).

    Dalam sejarah pembukuan Al-Qur’an, tidak pernah terjadi ayat yang yang hilang, karena sejak zaman Nabi, Al-Qur’an sudah dihafal oleh para sahabat. Ketika hendak dibukukan, pernah terselip ayat (ingat: bukan ayat hilang). Misalnya, surat Al-Ahzab 33 belum ditemukan catatannya, sementara ayat tersebut sudah dihafal di luar kepala oleh para sahabat. Maka ayat yang dimaksud dicari-cari terus, hingga akhirnya diketemukan pada catatan sahabat Abu Khuzaimah bin Aus Al-Anshary. Demikian pula yang diketemukan di kediaman sahabat Khuzaimah bin Tsabit.

    Tidak pernah ada perbedaan naskah Al-Qur’an milik Aisyah dengan naskah Al-Qur’an yang dibukukan oleh panitia Zaid bin Tsabit. Tudingan Robert bahwa ada perbedaan naskah milik Aisyah dengan Al-Qur’an yang beredar sekarang ini adalah isapan jempol. Terbukti, dia tidak bias menunjukkan ayat yang dikatakan telah hilang.

    Tidak ada ayat Al-Qur’an yang hilang, karena ayat-ayat itu langsung dihafal oleh para sahabat setelah diwahyukan kepada Nabi SAW. Selain itu, ayat-ayat tersebut juga ditulis oleh para sahabat di atas kulit binatang, batu tulis yang tipis, pelepah korma, tulang binatang, dsb.

    Umat islam sedunia tidak akan guncang imannya terhadap otentisitas Al-Qur’an. Karena sejak zaman Nabi sampai kapan pun, Al-Qur’an sedunia tetap serupa dan sama tak ada beda satu titik-koma pun. Dimanapun berada, Al-Qur’an tetap satu, dalam bahasa Arab yang sudah dihafal oleh jutaan huffadz.
    Hal inilah yang membedakan otentisitas Al-Qur’an dengan Alkitab (bibel). Keaslian Alkitab tidak bias terjaga karena di samping naskahnya telah hilang, bahasa yang digunakan juga bukan bahasa asli ketika ayat tersebut diwahyukan. Selain itu, Bibel tidak pernah dihafal oleh satu orang pun sepanjang sejarah. Akibatnya, berbagai penyisipan dan pengurangan ayat tidak bias dihindari oleh Bibel.

    Alkitab Reader Digest terbit lebih tipis dan ringkas dari Alkitab standar umum. Dalam Alkitab ini, kitab perjanjian Baru diringkas 50 persen, sedangkan dan perjanjian Lama diringkas 25 persen.
    Bahkan dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament”, jumlah ayatnya berkurang belasan ribu ayat dibanding Alkitab standar Protestan (Revised Standard Version, King James Version, New International Version, Tyndale Bible, Zonderfan Bible) maupun standar Katolik (Revised Standard Version Catholic Edition, New American Bible, dan New Jerusalem Bible).

    Dalam Alkitab yang diterbitkan oleh Deutsche Biblestifung Stuttgart, Germany tahun 1978 ini, terdapat lebih kurang 18.666 ayat dari ratusan pasal yang hilang. Jumlah ini cukup mencengangkan, karena berarti tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur’an. bersambung….. (Molyadi Samuel AM.)

    Alkitab Kehilangan 18.666 ayat bag. 2 (TAMAT)
    Katagori : Kristology
    Oleh : Tim FAKTA 25 Nov 2007 – 10:23 am

    Dalam Alkitab terbitan Jerman “Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament” terbitan deutsche Bibelstifung Stuttgart, Germany tahun 1978, jumlah ayat dalam Perjanjian Lama (PL) berkurang 18.666 ayat. Jumlah ini diperoleh dari perbandingan dengan Alkitab standar Protestan maupun standar Katolik.

    Menurut Ev Jansen Litik, Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 22.465 ayat. (Tanya jawab Dogmatika Kristologi, hlm.18). Dengan demikian berarti Alkitab PL kehilangan sekitas 83 persen. Bila dibuka dengan cermat, dari lembaran pertama sudah terlihat mencolok adanya ayat-ayat yang raib itu. Bermula dari kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal 5, pasal 10, pasal 20, pasal 23, pasal 26, pasal 31, pasal 34, dan pasal 36.

    Dari seluruh kitab Perjanjian Lama (PL), yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kiotab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab terbitan Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lainnya tidak dimuat sama seklai. Di samping itu, bebrapa bagian di antaranya kehilangan searoh pasal. Jika dihitung, jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabMazmur berjumlah 1.830 ayat.

    Nasib yang sama juga dialami oleh kitab Tawarikh yang terdiri dari Tawarikh I dan Tawarikh II. Kitab Tawarikh I umumnya terdiri dari 29 pasal dan 891 ayat, sedangkan kitab Tawarikh II terdiri dari 36 pasal dan 822 ayat. Kedua kitab ini sama sekali disunat dari Alkitab. Jika dikalkulasi, terdapat 1.713 ayat yang tidak dimuat dalam kitab Tawarikh.

    Selain Tawarikh, kitab lain yang dipangkas habis tanpa menyisakan satu ayat pun adalah Kitab Ester, Ratapan(nudub Yeremia), Obaja, Nahum, Habakuk, Zefanya, Tobit, Tambahan Ester, Kebijakan Alomo, Sirakh, Barukh, dan Tambahan Kitab Daniel. Total jumlah ayat dari kitab-kitab yang hilang ini adalah 3.006 ayat.

    Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) hilang 30 pasal, antara lain: pasal 6-7, pasal 12-15, pasal 17, pasal 19-30, pasal 32, pasal 35, pasal 38-42, pasal 44-46, dan pasal 48. Selain itu, ada bebrapa bagian yang hilang separoh pasal, sehingga total ayat yang hilang berjumlah 871 ayat.

    Kitab Yesaya (das Buch Jesaya) yang seyogianya berjumlah 66pasal, kini tinggal 37 pasal saja,lantaran kehilangan 29 pasal. Dari 37 pasal yang tersisa itu pun sebagian hilang separoh pasal. Jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabYesaya adalah 687 ayat.

    Kitab Bilangan (Das vierte Buch Mose) hanya ada 10 pasal, setelah kehilangan 26 pasal, antara lain: pasal 1-2, pasal 4-5, pasal 7-9, pasal 11-12, pasal 15-19, dan pasal 25-36. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

    Demikian pula yang dialami oleh Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia). Kitab ini hanya memiliki 25 pasal setelah kehilangan 27 pasal. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 869 ayat.

    Dalam Dua Halaman raib Ribuan Ayat:

    Menurut urutan yang baku, seharusnya setelah kitab Tibit adalah kitab Yudit (339 ayat), Tambahan Ester (91 ayat), Kebijakan Salomo (435 ayat), Sirakh (1.401 ayat), barukh (213 ayat), dan Tambahan KItab Daniel (196 ayat). Tetapi, enam kitab yang terdiri dari 2.675 ayat ini hilang semua. Setelah kitab Tobit, langsung loncat ke kitab Makabe.

    DAFTAR AYAT-AYAT YANG HILANG DARI ALKITAB

    1.
    Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose)
    391 ayat lenyap.

    2.
    Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose)
    539 ayat lenyap.

    3.
    Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose)
    764 ayat lenyap.

    4.
    Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose)
    1,057 ayat lenyap.

    5.
    Kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose)
    698 ayat lenyap.

    6.
    Kitab Yosua (Das Buch Josua)
    528 ayat lenyap

    7.
    Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern)
    386 ayat lenyap.

    8.
    Kitab l Samuel (Das Erste Buch Samuel)
    304 ayat lenyap.

    9.
    Kitab ll Samuel (Das Zweite Buch Samuel)
    363 ayat lenyap.

    10
    I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Konigen)
    375 ayat lenyap.

    11.
    II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Konigen)
    343 ayat lenyap.

    12.
    Kitab Tawarikh I
    891 ayat lenyap.

    13.
    Kitab Tawarikh II
    822 ayat lenyap.

    14.
    Kitab Ezra (Das Buch Esra)
    125 ayat lenyap.

    15.
    Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia)
    289 ayat lenyap.

    16.
    Kitab Ester
    167 ayat lenyap.

    17.
    Kitab Ayub (Das Buch Ijob)
    672 ayat lenyap.

    18.
    Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen)
    1,830 ayat lenyap.

    19.
    Kitab Amsal (Das Buch Sprichworter)
    704 ayat lenyap.

    20
    Kitab Pengkhotbah (Das Buch Koholet)
    100 ayat lenyap.

    21.
    Kitab Kidung Agung (Das Hohelied)
    31 ayat lenyap

    22.
    Kitab Yesaya (Das Buch Yesaya)
    687 ayat lenyap.

    23.
    Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia)
    869 ayat lenyap.

    24.
    Kitab Ratapan
    154 ayat lenyap

    25.
    Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel)
    871 ayat lenyap.

    26.
    Kitab Daniel (Das Buch Daniel)
    219 ayat lenyap.

    27.
    Kitab Hosea (Der Prophet Hosea)
    128 ayat lenyap.

    28.
    Kitab Yoel (Der Prophet Joel)
    16 ayat lenyap.

    29.
    Kitab Amos (Der Prophet amos)
    14 ayat lenyap.

    30.
    Kitab Obaja
    21 ayat lenyap.

    31.
    Kitab Mikha (Der Prophet Micha)
    46 ayat lenyap.

    32.
    Kitab Nahum
    47 ayat lenyap.

    33
    Kitab Habakuk
    56 ayat lenyap.

    34.
    Kitab Zefanya
    53 ayat lenyap.

    35.
    Kitab Hagai (Der Prophet Haggai)
    14 ayat lenyap.

    36
    Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja)
    115 ayat lenyap.

    37
    Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi)
    36 ayat lenyap.

    38
    Kitab Tobit (Das Buch Tobit)
    85 ayat lenyap.

    39
    Kitab Yudit
    339 ayat lenyap.

    40
    Tambahan Ester
    91 ayat lenyap.

    41
    Kebijakan Salomo
    435 ayat lenyap.

    42
    Kitab Sirakh
    1,401 ayat lenyap.

    43
    Barukh
    213 ayat lenyap.

    44
    Tambahan Kitab Daniel
    196 ayat lenyap.

    45
    I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabaer)
    757 ayat lenyap.

    46
    II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabaer)
    424 ayat lenyap.

    TOTAL AYAT LENYAP 18. 666 ayat.

    Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) dalam Alkitab Jerman hanya memuat pasal 9,16 dan 19 yang semuanya terdiri dari 95 ayta saja. Padahal, standarnya kitab Imamat terdiri dari 27 pasal (859 ayat). Selebihnya, 24 pasal (764 ayat) disapu bersih. Jadi,kitab Imamat ini kehilangan ayat sebanyak 89 persen.

    Kitab-kitab PL lainnya yang banyak kehilangan ayat antara lain: kitab Amsal (Das Buch Sprichworter) hilang 23 pasal (704 ayat); kitab Ayub (Das Buch Ijob) hilang 23 pasal (672 ayat); kitab Mazmur (Das Buch Psalmen) hilang 109 pasal (1.830 ayat); kitabYosua (Das Buch Josua) hilang 17 pasal (528 ayat); kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose/Deuteronomium) hilang 16 pasal (698 ayat); kitabYesaya (Das Buch Jesaya) hilang 29 pasal (687 ayat), dll.

    Data-data pengurangan dan perubahan tata letak ayat-ayat di atas, secara otomatis menggugurkan doktrin otoritas Alkitab (Bibel) sebagai murni firman Tuhan. Sebab Bibel telah dikotori oleh tangan-tangan manusia. Umat Islam tidak heran terhadap fenomena ini, karena Allah SWT telah mengabarkan dalam Al-Qur’an:

    “Mereka (Ahli Kitab) suka mengubah kalimat-kalimat Allah daripada tempat-tempatnya…”(Qs. Al-Ma’idah 13).

    Dengan demkian, tuduhanRobert Morey dalam buku The Islamic Invasion bahwa Al-Qur’an kehilangan 73 ayat dalamproses pembukuannya, sanagt keliru dan tidak berdasar sama sekali. Sebab fakta sejarah telah menyanggah tuduhan ini (lihat Majalah tabligh edisi sebelumnya).

    Selain itu,tuduhan kehilangan ayat dalam kitab suci itu, jelas salah alamat bila ditujukan unutk Al-Qur’an. Sebaiknya, Morey mengalamatkan tudingan ini kepada Alkitab (Bibel), yang terbukti telah kehilangan 18.666 ayat (sekitar 83 persen). TAMAT (Molyadi Samuel AM)

     
  • SERBUIFF 6:06 am on 04/11/2009 Permalink | Reply
    Tags: alkitab, , Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru,   

    Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru 

     

    Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru

     

    Oleh: Bert D. Ehrman

    ISBN : 9792223673
    Rilis : 2006
    Halaman : 0p
    Penerbit : Gramedia
    Bahasa : Indonesia

    Kalau selama ini Anda sangat meyakini Kitab Suci sebagai Wahyu Allah, atau lebih ekstrem lagi diberikan oleh Allah, dan mendasarkan seluruh iman Anda pada Kitab Suci, buku ini akan membuat Anda lebih kritis terhadap Kitab Suci dan bisa jadi mampu menggoyahkan keyakinan Anda yang sudah mengakar bertahun-tahun. Kalau Anda orang Kristen, Anda harus bersiap diri untuk banyak hal tak terduga, yang jauh di luar bayangan dan keyakinan Anda. Namun demikian, Anda wajib membaca buku ini untuk lebih mematangkan dan mendewasakan iman Anda. Pada tahun 1707, John Mill, mengumpulkan sekitar 100 manuskrip Perjanjian Baru berbahasa Yunani dari berbagai wilayah. Dari hasil kerja kerasnya selama 30 tahun, para pembaca akan terkaget-kaget melihat sedikitnya 30.000 perbedaan yang telah Mill temukan. Dan kritik keras pun sebenarnya telah dilontarkan sejak abad kedua oleh Celsus, yang dicap kafir, yang menyatakan bahwa orang Kristen mengubah-ubah naskah sekehendak hati, seperti orang mabuk yang baru pulang dari lomba minum. Pada tahun 1689, Richard Simon menerbitkan hasil studinya atas tradisi naskah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam buku berjudul Sejarah Kritik Naskah Perjanjian Baru, yang antara lain menyatakan: apakah mungkin… kalau Allah memberikan kepada umat-Nya Buku-buku sebagai Aturan untuk melayani Dia, tetapi Dia pada saat yang sama membiarkan naskah yang pertama dan asli dari Buku-buku itu hilang sejak awal berdirinya Agama Kristen? Karena di zaman berdiri dan berkembangnya agama Kristen belum ada mesin cetak untuk memproduksi sebuah naskah, maka setiap orang atau komunitas kristiani yang membutuhkannya melakukan penyalinan. Salinan demi salinan Kitab Suci menimbulkan perbedaan, sebagian barangkali tidak disengaja, tapi sebagian besar dilakukan dengan sengaja, dengan motivasi dan tujuan tertentu. Perdebatan mengenai keotentikan naskah kitab suci memang sudah berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun, dan dalam buku ini Bart Ehrman akan menunjukkan kepada kita siapa-siapa yang mengubah teks-teks (mengubah kata, kalimat, bahkan menambahkan atau mengurangi sebuah cerita) Kitab Suci; contoh bagian-bagian mana yang telah diubah; dan mengapa mereka melakukan pengubahan itu. Pertanyaannya: kalau Kitab Suci diubah-ubah oleh banyak tangan, dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, dari satu wilayah ke wilayah lain, apakah kata-kata yang tertulis di dalamnya sungguh-sungguh merupakan Sabda Allah? Kalau bukan, lantas bagaimana iman kita yang selama ini didasarkan pada Kitab Suci? Hasil studi dan temuannya dipaparkan dengan sangat gamblang, dengan bahasa yang mudah kita cerna, sekalipun kita masih awam dalam studi kitab suci.

    http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-1572/misquoting-jesus-kesalahan-penyalinan-dalam-perjanjian-baru.html

    ======================================================

     

    Misquoting Jesus

    From Wikipedia, the free encyclopedia

    Jump to: navigation, search

    Misquoting Jesus: The Story Behind Who Changed the Bible and Why
    Misquoting Jesus.jpg
    Author Bart D. Ehrman
    Language English
    Genre(s) Religion
    Publisher HarperCollins
    Publication date 2005
    Pages 256
    ISBN 978-0-06-073817-4
    OCLC Number 59011567
    Dewey Decimal 225.4/86 22
    LC Classification BS2325 .E45 2005
    Preceded by Truth and Fiction in The Da Vinci Code: A Historian Reveals What We Really Know about Jesus, Mary Magdalene, and Constantine (2004)
    Followed by The Lost Gospel of Judas Iscariot: A New Look at Betrayer and Betrayed (2006)

    Misquoting Jesus: The Story Behind Who Changed the Bible and Why is a book by Bart D. Ehrman, a New Testament scholar at University of North Carolina at Chapel Hill.[1] The book introduces lay readers to the field of textual criticism of the Bible. Ehrman provides an overview of the 5,700 known New Testament manuscript fragments, from which scholars have cataloged 200,000 differences.[2] When ancient manuscripts differ from each other, such as whether they include the Comma Johanneum, textual critics use clues to conclude which version is the original. Ehrman discusses many textual variations that resulted from intentional or accidental manuscript changes during the scriptorium era. The book, which made it to the New York Times Best Seller list, is available in hardcover and paperback[3].

    Contents

    [hide]

    //

    [edit] Summary

    Ehrman recounts his personal experience with the study of the Bible and textual criticism. He summarizes the history of textual criticism, from the works of Desiderius Erasmus to the present. The book describes an early Christian environment in which the books that would later compose the New Testament were copied by hand, mostly by Christian amateurs. Ehrman concludes that various early scribes altered the New Testament texts in order to deemphasize the role of women in the early church, to unify and harmonize the different portrayals of Jesus in the four gospels, and to oppose certain heresies (such as Adoptionism). Ehrman contends that certain widely-held Christian beliefs, such about the divinity of Jesus, are associated not with the original words of scripture but with these later alterations.

    [edit] Reviews and reception

    Alex Beam, of the Boston Globe, wrote that the book is “a series of dramatic revelations for the ignorant (the very definition of a hardcover best-seller, I’d say), Ehrman notes that there have been a lot of changes to the Bible in the past 2,000 years. I don’t want to come between Mr. Ehrman and his payday, but this point has been made much more eloquently by … others.”[4]

    Doug Brown of Powell’s Books wrote: “the biblical literalists might better spend their energy keeping folks away from Ehrman … For believer or atheist, I recommend Misquoting Jesus to anyone with an interest in where this ancient anthology that has helped shape our culture came from.”[5] The Dallas Morning News wrote: “Whichever side you sit on regarding Biblical inerrancy, this is a rewarding read.”[6] Columbus Dispatch wrote that the book gives readers a good introduction to textual criticism.[7] Tim Callahan of Skeptic wrote that the book “throws into high relief the problems faced by those trying to establish just what Jesus actually said.”[8] American Library Association writes “To assess how ignorant or theologically manipulative scribes may have changed the biblical text, modern scholars have developed procedures for comparing diverging texts. And in language accessible to nonspecialists, Ehrman explains these procedures and their results. He further explains why textual criticism has frequently sparked intense controversy, especially among scripture-alone Protestants.”[9] Charles Seymour of the Wayland Baptist University in Plainview, TX wrote: “Ehrman convincingly argues that even some generally received passages are late additions, which is particularly interesting in the case of those verses with import for doctrinal issues such as women’s ordination or the Atonement.”[10] Neely Tucker of The Washington Post wrote that the book is “an exploration into how the 27 books of the New Testament came to be cobbled together, a history rich with ecclesiastical politics, incompetent scribes and the difficulties of rendering oral traditions into a written text.”[11]

    Daniel B. Wallace, in review of Misquoting Jesus says the book “comes up short on genuine substance about his primary contention. Scholars bear a sacred duty not to alarm lay readers on issues that they have little understanding of. Unfortunately, the average layperson will leave this book with far greater doubts about the wording and teachings of the NT than any textual critic would ever entertain.”[12] Wallace also says Ehrman is selective in his use of evidence and ignores the views of scholars that disagree with him and he avoids giving his readers enough information so they can fully understand the issues and make up their own minds.[13]; Wallace concludes, however:

    “I grieve for what has happened to an acquaintance of mine, a man I have known and admired—and continue to admire—for over a quarter of a century. It gives me no joy to put forth this review. But from where I sit, it seems that Bart’s black and white mentality as a fundamentalist has hardly been affected as he slogged through the years and trials of life and learning, even when he came out on the other side of the theological spectrum. He still sees things without sufficient nuancing, he overstates his case, and he is entrenched in the security that his own views are right. Bart Ehrman is one of the most brilliant and creative textual critics I’ve ever known, and yet his biases are so strong that, at times, he cannot even acknowledge them.”[14]

    Craig Blomberg, a conservative evangelical at Denver Seminary in Colorado, wrote that “Most of Misquoting Jesus is actually a very readable, accurate distillation of many of the most important facts about the nature and history of textual criticism, presented in a lively and interesting narrative that will keep scholarly and lay interest alike.”[15] Blomberg also wrote that Ehrman “has rejected his evangelicalism and whether he is writing on the history of the transmission of the biblical text, focusing on all the changes that scribes made over the centuries, or on the so-called ‘lost gospels’ and ‘lost Christianities,’ trying to rehabilitate our appreciation for Gnosticism, it is clear that he has an axe to grind.”[15]

    [edit] References

    1. ^ Interview with Bart Ehrman, Publishers Weekly, January 25, 2006.
    2. ^ Book Review. Neely Tucker. “The Book of Bart.” The Washington Post, 2006.
    3. ^ Publisher’s website. HarperCollins.com.
    4. ^Book review: The new profits of Christianity“. Boston Globe. Apr 12, 2006. http://www.boston.com/ae/books/articles/2006/04/12/the_new_profits_of_christianity/. Retrieved 2009-04-06.
    5. ^Book review: The Bible Delusion“. Powell’s Books. July 14th, 2007. http://www.powells.com/review/2007_07_14. Retrieved 2009-04-06.
    6. ^Book review: Some ask: Are Bible texts authentic? Are stories true?“. Dallas Morning News. Apr 16, 2006. http://docs.newsbank.com/g/GooglePM/DM/lib00375,1110AFD8AA3D89A0.html. Retrieved 2009-04-06.
    7. ^Book review: Novel tells Jesus’ story in fresh way“. Columbus Dispatch. Dec 16, 2005. http://results.factiva.com/index/index.aspx?ref=CLMB000020051216e1cg0000a. Retrieved 2009-04-06.
    8. ^Word of the Lord?“. Skeptic (U.S. magazine). Jan 1, 2006. http://www.accessmylibrary.com/premium/0286/0286-29011880.html. Retrieved 2009-04-06.
    9. ^Ehrman, Bart D. Misquoting Jesus: The Story behind Who Changed the…“. Booklist. Nov 15, 2005. http://www.accessmylibrary.com/premium/0286/0286-11892691.html. Retrieved 2009-04-06.
    10. ^Ehrman, Bart D. Misquoting Jesus: The Story behind Who Changed the…“. Library Journal. 2005. http://www.accessmylibrary.com/premium/0286/0286-17094344.html. Retrieved 2009-04-06.
    11. ^The Book of Bart“. The Washington Post. March 5, 2006. http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/03/04/AR2006030401369.html. Retrieved 2009-04-06.
    12. ^ http://www.bible.org/page.php?page_id=3452
    13. ^ http://www.bible.org/page.php?page_id=4000
    14. ^ http://www.bible.org/page.php?page_id=4000
    15. ^ a bBook review: Misquoting Jesus“. Denver Seminary. March 5, 2006. http://www.denverseminary.edu/article/misquoting-jesus-the-story-behind-who-changed-the-bible-and-why/. Retrieved 2009-04-06.

    [edit] External links

    ======================================================

    Bart D. Ehrman

    From Wikipedia, the free encyclopedia

    Jump to: navigation, search

    Bart D. Ehrman
    New Testament Studies
    Full name Bart D. Ehrman
    Born ca. 1955
    School/tradition Evangelical Christian -> New Testament textual critic -> agnostic
    Main interests New Testament authentication, Historical Jesus, Lost Gospels, Early Christian writings
    Notable ideas Textual errors in the New Testament.

    Bart D. Ehrman is an American New Testament scholar and textual critic of early Christianity. He is the James A. Gray Distinguished Professor and Chair of the Department of Religious Studies at the University of North Carolina at Chapel Hill. He has written about how the original New Testament texts were frequently altered by scribes for a variety of reasons, and argues that these alterations affect the interpretation of the texts.

    Ehrman writes about the early Christians, using the term “proto-orthodox” to describe the Christian traditions that would later be defined as orthodox.[1] He describes first- and second-century Christians as not yet having a unified, orthodox tradition.[1]

    As a textual critic, Ehrman examines various versions of a text in order to determine what the text originally said.[1] For instance, various ancient manuscripts have different endings for the gospel of Mark (see Mark 16).[1] Ehrman concludes (as many scholars have in the past) that the text originally ended at verse 16:9 and that none of the endings were original.[1] One method Ehrman uses for helping him analyze text is to look for changes that favor the agenda of the scribes who copied the texts.[1] If one version of a New Testament text makes the gospels seem more similar, downplays the role of women, softens statements that are hard to take, or opposes beliefs outside the proto-orthodox sphere, Ehrman says that such versions are more likely to represent deliberate changes on the part of scribes and not to be original.[1]

    Contents

    [hide]

    // <![CDATA[//

    [edit] Career

    Ehrman began studying the Bible and its original languages at the Moody Bible Institute and is a 1978 graduate of Wheaton College in Illinois. He received his Ph.D and M.Div. from Princeton Theological Seminary, where he studied under Bruce Metzger. He currently serves as the chairman of the Department of Religious Studies at the University of North Carolina at Chapel Hill. He was the President of the Southeast Region of the Society of Biblical Literature, and worked closely as an editor on a number of the Society’s publications. Currently, he co-edits the series New Testament Tools and Studies.

    Much of Ehrman’s writing has concentrated on various aspects of Walter Bauer‘s thesis that Christianity was always diversified or at odds with itself. Ehrman is often considered a pioneer in connecting the history of the early church to textual variants within biblical manuscripts and in coining such terms as “Proto-orthodox Christianity.”[2] In his writings, Ehrman has turned around textual criticism. From the time of the Church Fathers, it was those denounced as heretics (Marcion, for example) who were charged with tampering with the biblical manuscripts. Ehrman theorizes that it was more often the Orthodox that “corrupted” the manuscripts, altering the text to promote particular viewpoints.

    Ehrman became an Evangelical Christian as a teen. His desire to understand the original words of the Bible led him to the study of ancient languages and to textual criticism, to which he attributes the inspiration for an ongoing critical exploration of the basis of his own religious beliefs, which in turn gradually led to the questioning of his faith in the Bible as the inerrant, unchanging word of God. He now considers himself an agnostic.[3][4] Nevertheless, Ehrman has kept ongoing dialogue with evangelicals. In March 2006, he joined theologian William Lane Craig in public debate on the question “Is There Historical Evidence for the Resurrection of Jesus?” on the campus of the College of the Holy Cross.[5] In April 2008, Ehrman and evangelical New Testament scholar Daniel B. Wallace participated in a public dialogue on the textual reliability of the New Testament.[6] In January 2009, Dr. Ehrman debated Dr. James White, Director of Alpha and Omega Ministries, an Evangelical Reformed Baptist scholar on “Did the Bible Mis-Quote Jesus?.

    He has authored or contributed to more than twenty books. In 2006 and 2009 he appeared on The Colbert Report, as well as The Daily Show, to promote his books Misquoting Jesus, and Jesus, Interrupted (respectively). In 2007, he gave a speech at Stanford University in which he discussed the textual inconsistencies of the New Testament, and also took questions from the audience. He has also made several guest appearances on National Public Radio (NPR) including the show Fresh Air in February 2008 to discuss his book God’s Problem: How the Bible Fails to Answer Our Most Important Question—Why We Suffer and in March 2009 to discuss his book Jesus, Interrupted: Revealing the Hidden Contradictions in the Bible (and Why We Don’t Know About Them).

    Professional awards received include the Students’ Undergraduate Teaching Award, The Ruth and Philip Hettleman Prize for Artistic and Scholarly Achievement, and The Bowman and Gordon Gray Award for Excellence in Teaching.

    [edit] Works

    Ehrman is the author of more than twenty books including three New York Times bestsellers (Misquoting Jesus, God’s Problem, and Jesus, Interrupted). Much of his work is on textual criticism and the New Testament. His first book was Didymus the Blind and the Text of the Gospels (1987) followed by several books published by the Oxford University Press, including The Orthodox Corruption of Scripture, and a new edition and translation of the The Apostolic Fathers in the Loeb Classical Library series published by Harvard University Press. His most recent book Jesus, Interrupted was published in March 2009 and discusses contradictions in the Bible.

    His 2005 best-selling book Misquoting Jesus is about textual discrepancies in the Bible.[1] Alex Beam, of the Boston Globe, wrote the book is “a series of dramatic revelations for the ignorant (the very definition of a hardcover best-seller, I’d say), Ehrman notes that there have been a lot of changes to the Bible in the past 2,000 years. I don’t want to come between Mr. Ehrman and his payday, but this point has been made much more eloquently by … others.”[7] The Columbus Dispatch wrote the book gives readers a good introduction to textual criticism.[8] Tim Callahan of Skeptic wrote the book “throws into high relief the problems faced by those trying to establish just what Jesus actually said.”[9] American Library Association writes “To assess how ignorant or theologically manipulative scribes may have changed the biblical text, modern scholars have developed procedures for comparing diverging texts. And in language accessible to nonspecialists, Ehrman explains these procedures and their results. He further explains why textual criticism has frequently sparked intense controversy, especially among scripture-alone Protestants.”[10] Charles Seymour of the Wayland Baptist University in Plainview, TX wrote “Ehrman convincingly argues that even some generally received passages are late additions, which is particularly interesting in the case of those verses with import for doctrinal issues such as women’s ordination or the Atonement.”[11] Neely Tucker of The Washington Post wrote the book is “an exploration into how the 27 books of the New Testament came to be cobbled together, a history rich with ecclesiastical politics, incompetent scribes and the difficulties of rendering oral traditions into a written text.”[12]

    Scholars who believe in Bible inerrancy have been critical of the book’s thesis. Daniel B. Wallace, Executive Director of the Center for the Study of New Testament Manuscripts, wrote, “Unfortunately, as careful a scholar as Ehrman is, his treatment of major theological changes in the text of the New Testament tends to fall under one of two criticisms: Either his textual decisions are wrong, or his interpretation is wrong.” Wallace also wrote, “One almost gets the impression that he is encouraging the Chicken Littles in the Christian community to panic at data that they are simply not prepared to wrestle with.”[13][14] Wallace also wrote that “Most of the book (chs. 1–4) is basically a popular introduction to the field, and a very good one at that.”[15] Craig Blomberg, a conservative evangelical at Denver Seminary in Colorado, wrote that “Most of Misquoting Jesus is actually a very readable, accurate distillation of many of the most important facts about the nature and history of textual criticism, presented in a lively and interesting narrative that will keep scholarly and lay interest alike.”[16] On his blog, Ben Witherington III criticized the book’s research writing “It is not sufficient to reply that Bart is writing for a popular audience and thus we would not expect much scholarly discussion even in the footnotes. Even in a work of this sort, we would expect some good up to date bibliography for those disposed to do further study, not merely copious cross-references to one’s other popular level books.”[17]

    In 2009 Ehrman published Jesus, Interrupted. According to Rich Barlow, of the Boston Globe, the book is a critical approach to the Bible to understand its early origins.[18]

    [edit] Major themes of his works and useful terminology

    Two major themes run throughout nearly all of his books and lectures. First is the desire to analyze the historicity of claims made by ancient texts used in the creation of the New Testament, as well as many books left out of the Christian canon, and subject them to a series of criteria. Second is the desire to reveal the thousands of differences and changes in the texts some people take to be the inerrant and literal “Word of God,” who it was that changed the originals (none of which have survived), and what motivations or theological benefit could lie behind such changes being made.

    [edit] Historicity of New Testament tradition

    The first major theme in his books and lectures is to analyze the historical accuracy of ancient religious texts used in the creation of the New Testament. Ehrman subjects them to a series of specific criteria. The criteria are as follows:

    1. Criterion of independent attestation – the more sources that mention an event, the more likely it is to be historically accurate. Multiple witnesses are better than one witness. This is akin to corroborating evidence in modern trials.[19] It is worth noting here that since Matthew and Luke took many stories from Mark, those instances cannot be considered independently attested. It is also worth noting that just because an event or saying is found only in one source, that alone is not evidence that it is historically inaccurate. This criterion will, however, assist in determining where the information is on a spectrum of more or less likely to be authentic.
    2. Criterion of dissimilarity – the more a witness or source makes claims counter to their vested interests, the more that testimony is likely to be true.[20] This criterion is the most controversial of the three, and does not always properly apply to ancient sources, but is valuable nonetheless as one of the tools to evaluate historical reliability. In short, if a supposed saying or deed of Jesus seems to go against or does not support the supposed agenda of its record’s author, then it is considered more likely to be historically accurate.
    3. Criterion of contextual credibility – states that “the sayings, deeds, and experiences of Jesus must be plausibly situated in the historical context of first-century Palestine to be trusted as reliable.”[20] Whereas the first two criteria serve to place a tradition on a spectrum of more or less historically reliable, this criterion is used exclusively to argue against the historicity of a tradition.

    [edit] What changes were made, by whom, and why?

    A second major theme that runs through his more recent works is the analysis of why such biblical variations are there. The vast majority of the hundreds of thousands of differences are due to the mistakes of scribes;[21] these have little or no effect on the meaning of the passages or core tenets of Christian dogma. Ehrman argues however that some changes could not have been mistakes, but were purposeful alterations by early church writers to support their interpretation of Christianity.

    Two key examples illustrate the critical nature of the variations. According to Ehrman, two of the most striking additions occur in the last 12 verses of the Gospel of Mark, and in 1 John 5:7-8, known as the Comma Johanneum.

    Ehrman points out that the last 12 verses of the Gospel of Mark are not found in the earliest manuscripts,[21] an omission which is noted in the New International Version (a translation used by many Evangelicals),[22] and argues that these verses were added on to the original text many years later.[21]

    In the King James Version of the First Epistle of John 5:7-8 there is a passage often taken as an explicit reference to the doctrine of the Trinity. Ehrman points out that this section does not appear in any Greek manuscript before the 9th century.[21]

    [edit] Views on Biblical inerrancy

    In an interview with the BBC, Ehrman said:

    I think that there is no doubt that the Bible is filled with human error. Both the copies that we have which are changed by scribes, there is nobody who can doubt this. All you need to do is take two manuscripts and compare them with one another and they’re different: hundreds, maybe thousands of places.

    When asked if the Bible is the Word of God, his usual answer is by asking: “Which bible? Is it the Bible that you buy in your local bookstore? Is it the Bible found in manuscripts? If in manuscripts, which manuscripts?”[23]

    [edit] Personal life

    Dr. Ehrman grew up in Lawrence, Kansas and attended Lawrence High School, where he was on the state champion debate team in 1973. He is married to Sarah Beckwith, Marcello Lotti Professor of English at Duke University, and has two children, a daughter, Kelly, and a son, Derek. He lives in Durham, North Carolina.

    [edit] Bibliography

    • Didymus the Blind and the Text of the Gospels (The New Testament in the Greek Fathers; No. 1). Society of Biblical Literature. 1987. ISBN 1-55540-084-1.
    • The Text of the New Testament in Contemporary Research: Essays on the Status Quaestionis. Wm. B. Eerdmans Publishing Company. 1995. ISBN 0-80284-824-9.
    • The Orthodox Corruption of Scripture: The Effect of Early Christological Controversies on the Text of the New Testament. Oxford University Press, USA. 1996. ISBN 0-19-510279-7.
    • After the New Testament: A Reader in Early Christianity. Oxford University Press, USA. 1998. ISBN 0-19-511445-0.
    • Jesus: Apocalyptic Prophet of the New Millennium. Oxford University Press, USA. 1999. ISBN 0-19-512474-X.
    • Lost Scriptures: Books that Did Not Make It into the New Testament. Oxford University Press, USA. 2003. ISBN 0-19-514182-2.
    • The New Testament and Other Early Christian Writings: A Reader. Oxford University Press, USA. 2003. ISBN 0-19-515464-9.
    • The Apostolic Fathers: Volume I. I Clement. II Clement. Ignatius. Polycarp. Didache. Harvard University Press. 2003. ISBN 0-674-99607-0.
    • The Apostolic Fathers: Volume II. Epistle of Barnabas. Papias and Quadratus. Epistle to Diognetus. The Shepherd of Hermas. Harvard University Press. 2003. ISBN 0-674-99608-9.
    • Ehrman, Bart; Jacobs, Andrew S. (2003). Christianity in Late Antiquity, 300-450 C.E.: A Reader. Oxford University Press, USA. ISBN 0-19-515461-4.
    • The New Testament: A Historical Introduction to the Early Christian Writings. Oxford University Press, USA. 2003. ISBN 0-19-515462-2.
    • Lost Christianities: The Battles for Scripture and the Faiths We Never Knew. Oxford University Press, USA. 2003. ISBN 0-19-514183-0.
    • A Brief Introduction to the New Testament. Oxford University Press, USA. 2004. ISBN 0-19-516123-8.
    • Truth and Fiction in The Da Vinci Code: A Historian Reveals What We Really Know about Jesus, Mary Magdalene, and Constantine. Oxford University Press, USA. 2004. ISBN 0-19-518140-9.
    • Metzger, Bruce M.; Ehrman, Bart (2005). The Text of the New Testament: Its Transmission, Corruption, and Restoration. Oxford University Press, USA. ISBN 0-19-516667-1.
    • Misquoting Jesus: The Story Behind Who Changed the Bible and Why. HarperSanFrancisco. 2005. ISBN 0-06-073817-0.
    • Peter, Paul, and Mary Magdalene: The Followers of Jesus in History and Legend. Oxford University Press, USA. 2006. ISBN 0-19-530013-0.
    • The Lost Gospel of Judas Iscariot: A New Look at Betrayer and Betrayed. Oxford University Press, USA. 2006. ISBN 0-19-531460-3.
    • God’s Problem: How the Bible Fails to Answer Our Most Important Question – Why We Suffer. HarperCollins, USA. 2008. ISBN 0-06-117397-5.
    • Jesus, Interrupted: Revealing the Hidden Contradictions in the Bible (And Why We Don’t Know About Them). HarperCollins, USA. 2009. ISBN 0-06-117393-2.

    [edit] References

    1. ^ a b c d e f g Ehrman, Bart D.. Misquoting Jesus: The Story Behind Who Changed the Bible and Why. HarperCollins, 2005. ISBN 978-0-06-073817-4
    2. ^The Book of Bart“. The Washington Post. March 5, 2006. http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/03/04/AR2006030401369.html. Retrieved 2009-04-06.
    3. ^Q&A: Bart Ehrman: Misquoting Jesus“. http://www.publishersweekly.com/article/CA6301707.html. Retrieved 2007-05-31.
    4. ^ “In the church of his youth in Lawrence [Kansas], with nearly every pew at capacity last week, Bart D. Ehrman, chairman of the department of religious studies at the University of North Carolina at Chapel Hill, announced that he was an agnostic. He joked that atheists think agnostics are wimpy atheists and that agnostics think atheists are arrogant agnostics.” “Agnostic’s questions have biblical answers,” Vern Barnet, Kansas City Star, 23 April 2008
    5. ^ Is There Historical Evidence for the Resurrection of Jesus? From the website for The Holy Cross Center for Religion, Ethics and Culture.
    6. ^ Scholars to debate Bible, faith Nolan, Bruce. The Times-Picayune. 2008-03-30. Accessed: 2008-03-30 Reference archived at WebCite)
    7. ^Book review: The new profits of Christianity“. Boston Globe. Apr 12, 2006. http://www.boston.com/ae/books/articles/2006/04/12/the_new_profits_of_christianity/. Retrieved 2009-04-06.
    8. ^Book review: Novel tells Jesus’ story in fresh way“. Columbus Dispatch. Dec 16, 2005. http://results.factiva.com/index/index.aspx?ref=CLMB000020051216e1cg0000a. Retrieved 2009-04-06.
    9. ^Word of the Lord?“. Skeptic (U.S. magazine). Jan 1, 2006. http://www.accessmylibrary.com/premium/0286/0286-29011880.html. Retrieved 2009-04-06.
    10. ^Ehrman, Bart D. Misquoting Jesus: The Story behind Who Changed the…“. Booklist. Nov 15, 2005. http://www.accessmylibrary.com/premium/0286/0286-11892691.html. Retrieved 2009-04-06.
    11. ^Ehrman, Bart D. Misquoting Jesus: The Story behind Who Changed the…“. Library Journal. 2005. http://www.accessmylibrary.com/premium/0286/0286-17094344.html. Retrieved 2009-04-06.
    12. ^The Book of Bart“. The Washington Post. March 5, 2006. http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2006/03/04/AR2006030401369.html. Retrieved 2009-04-06.
    13. ^ http://benwitherington.blogspot.com/2006/03/misanalyzing-text-criticism-bart.html
    14. ^ Wallace, Daniel B, “The Gospel According to Bart: A Review Article of Misquoting Jesus by Bart Ehrman,” Journal of the Evangelical Theological Society, June 2006 (also available at Bible.org)
    15. ^ http://www.bible.org/page.php?page_id=4000
    16. ^Book review: Misquoting Jesus“. Denver Seminary. March 5, 2006. http://www.denverseminary.edu/article/misquoting-jesus-the-story-behind-who-changed-the-bible-and-why/. Retrieved 2009-04-06.
    17. ^ Ben Witherington, “Bart Interrupted: a detailed Analysis of ‘Jesus Interrupted’ Part One”
    18. ^Book review: Turning a critical eye to the Bible“. Boston Globe. May 6, 2009. http://www.boston.com/ae/books/articles/2009/05/06/turning_a_critical_eye_to_the_bible/. Retrieved 2009-04-06.
    19. ^ Ehrman, Bart (2002) “The Historical Jesus” Lecture 9. The Teaching Company Lectures.
    20. ^ a b Ehrman, Bart (2002) “The Historical Jesus” Lecture 10. The Teaching Company Lectures.
    21. ^ a b c d “The Book of Bart.” Tucker, Neely. The Washington Post, 2006. Profile of Bart Ehrman, focusing on his personal beliefs and how he came to be an agnostic. Accessed: 2008-04-01
    22. ^ Barker, Kenneth L. (1991). The NIV: The Making of a Contemporary Translation. Zondervan. ISBN 978-0310241812. http://www.ibs.org/niv/mct/.  (The footnoting system is described in Chapter 2.)
    23. ^ BBC Radio 4 programme “The Oldest Bible”

    [edit] External links

    Appearances & Interviews:

     
    • ani 3:45 am on 21/08/2012 Permalink | Reply

      wah,.inilah yang tidak mengerti kitab suci dan kitab para nabi(perjanjian lama),…….!!!

    • Leafy Leaf 10:04 pm on 23/09/2012 Permalink | Reply

      stop buying GMO foods from the supermarkets… stop taking vaccines and flu shots…. the American and European Government are SICK EVIL WAR CRIMINALS who inject toxic chemicals and poisons into our food supply

  • SERBUIFF 2:51 am on 27/10/2009 Permalink | Reply
    Tags: alkitab, , , , , , nama   

    Prof Dr Maurice Bucaille dari Perancis Masuk Islam Gara-gara Mumi Firaun 

    Prof Dr Maurice Bucaille dari Perancis Masuk Islam Gara-gara Mumi Firaun

    Menampilkan satu-satunya kiriman.
    Kiriman 1
    Asep Awalluddin menulispada 22 Juli 2009 jam 16:01
    Maurice Bucaille tak Ragu dengan Kebenaran Alquran

    Penelitiannya tentang Mumi Firaun membawanya pada kebenaran Alquran.

    Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.

    Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis, yang selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya oleh para ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di Prancis. Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille.

    Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.

    Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.

    Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.

    Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.

    Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.

    Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?

    Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.

    Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: ”Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”. Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan keras sekaligus menganggapnya mustahil.

    Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.

    Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.

    Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

    Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran–kitab suci umat Islam–telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.

    Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu.

    Ia berkata pada dirinya sendiri. ”Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?”

    Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ”Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka”.

    Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.

    Berikrar Islam
    Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.

    Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

    Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: ”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).

    Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: ”Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini”.

    Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.

    Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.

    Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan. Sumber: Republika

     
    • umar deden 11:34 pm on 07/11/2009 Permalink | Reply

      ini ayat yang tidak masuk akal. tidak ada hubungan sama sekali dengan mumi. badan tidak bisa menjadi pelajaran. cara hidup seseorang yang menjadi teladan. gaja mati meninggalkan ……. dan singa mati meninggalkan madu……

      • erzal 10:32 am on 08/11/2009 Permalink | Reply

        waduh guoblok amat nih orang, firaun itu simbol kemunkara , kedurhakaan dan penantang Allah yg luar biasa sudah sepantasnya kita tidak mengikuti jejak kesesatannya , untuk membuktikan bahwa firaun itu benar2 ada maka allah selamatkan jasadnya…

    • akulana 7:57 am on 02/07/2010 Permalink | Reply

      Kasian benar sang Profesor.., ternyata otaknya miring, mumi malah jadi teladan iman..

      • erzal 2:34 am on 06/07/2010 Permalink | Reply

        otak lu yg miring bung…isi ayat alquran yg terbukti sesuai dg penemuan jasad firaun itulah penyebab dia masuk islam…

      • AA 8:37 am on 04/03/2011 Permalink | Reply

        yg dkasi hidayah itu hanya orang2 yg berakal bukan keyakinan karena nenek moyang.
        GALILEO dihukum gara2 penelitian’y terbukti benar tp bertentangan dgn Alkitab….
        “BUMI ITU BULAT SAUDARA” yg mengatakan “TIDAK BULAT” itu buku sesat…

    • Ahmed 3:46 am on 28/07/2012 Permalink | Reply

      jgn salahkan umar deden, kasian dia. dia hanya korban dari keserakahan orang2 yg ingin dimuliakan di depan podium sebuah gereja. sejak zaman galileo hingga sekarang, gereja tidak mengalami perubahan yg berarti, masalah ketuhanan trinitas contohnya, masih merupakan pokok bahasan yg diharamkan yang akan selamanya dijadikan gang buntu oleh para pembesar di gereja utk menutupi ketidaksanggupannya menjawab pertanyaan umat kristen yg cerdas dan ingin tahu agama yg dianutnya yg akan dia wariskan kepada anak cucunya.

      Sbg tambahan, saya yakin kedua orang tsb (umar deden dan akulana) bukan merupakan representasi dari umat kristen di indonesia, gak mungkin orang kristen indonesia sebodoh mereka itu sehingga tidak mampu membaca makna tersirat dalam kata “pelajaran” yg dimaksudkan Al-quran. atau mereka itu hanyalah orang2 kristen tradisional yg ketakutan akan kebenaran. wallahualam bissawab.

    • Andre Biscahall 8:17 pm on 08/02/2017 Permalink | Reply

      Hello to every body, it’s my first pay a quick visit of this website; this website carries awesome and truly excellent data for visitors.|

    • tech speaker 7:33 pm on 31/08/2017 Permalink | Reply

      I bet you do crossword puzzles in ink. Your writing style reminds me of my professor. Your writing style reminds me of my boyfriend back in Iowa. I was riding my bike on Monday when I discovered this.

    • Jesse Grillo 7:18 pm on 01/09/2017 Permalink | Reply

      awesome post, thanks a lot. I think the admin of this web page is really working hard in support of his web site, since here every material is quality based information.

  • SERBUIFF 1:57 am on 19/09/2009 Permalink | Reply
    Tags: 101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur'an & Alkitab, , alkitab,   

    101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab 

    101 Bukti Yesus Bukan Tuhan
    Menurut Al Qur’an & Alkitab

    31. Yesus pergi berdoa di Getsmani

    “Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Matius 26:36)

    Sebenarnya jika mau berdoa, dimana saja boleh, tidak harus memilih tempat khusus. Yesus berpesan kepada murid-muridnya untuk menunggu dia yang akan berdoa di suatu tempat yang bernama taman Gestmani. Sampai tiga kali terjadi Yesus berdoa ditaman tersebut sebelum dia ditangkap dan diserahkan ketangan orang-orang yang berdosa yang akan menangkapnya (Matius 26:42-45). Ini semua membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Tuhan tidak perlu lagi harus berdoa. Jika Tuhan itu harus berdoa, kepada siapa lagi doa ditujukan?

    • Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
    • Yesus berdoa kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan !!

    32. Yesus sedih, gentar dan terasa akan mati

    “Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:37-38).

    Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan harus sedih dan gentar, kecuali didalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan punya rasa sedih, gentar, apalagi merasa seperti mau mati. Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan.

    • Yesus yang merasa sedih dan gentar, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus merasa sedih dan gentar berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang merasa seperti mau mati, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus merasa seperti mau mati, berarti Yesus bukan Tuhan.

    33. Yesus sujud dan berdoa

    “Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo’a, kata-Nya : “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini llau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39).

    Yesus sujud dan berdoa kepada Allah dan memohon agar kehendak Allahnya yang terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bukan Allah, tapi hanya sebagai manusia biasa. Tidak mungkin Tuhan harus sujud menyembah kepada Tuhan. Tuhan yang mana lagi yang disujudi oleh Yesus jika dia sendiri adalah Tuhan?

    • Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah.
    • Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
    • Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
    • Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
    • Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

    34. Yesus raja orang Yahudi

    “Dan di atas kepalan-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa dia dihukum : Inilah Yesus Raja orang Yahudi.” (Matius 27:37).

    Pada zaman itu orang-orang bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, dapat dipastikan mereka akan menyembah dan takut akan dia, bukan malah menghukumnya. Mana mungkin ada manusia berani menghukum Tuhan! Tulisan : Inilah Yesus Raja orang Yahudi” menunjukkan bahwa dia itu hanya sebagai seorang pemimpin sukunya atau kaumnya, yaitu orang Yahudi, atau Bani Israel.

    Sebelum Yesus lahir, Allah SWT telah menubuatkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi raja atas kaumnya yaitu Yahudi dari keturunan Yakub, bernama Yesus. Jadi yang lahir itu “orang” bukan “Tuhan”. Perhatikan nubuat Allah sebelum Yesus dilahirkan ke dunia dalam Injil Lukas 1:31-33 sebagai berikut L:

    “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah kamu menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan ia akan menjadi raja atas kaum Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

    • Setiap yang dilahirkan seorang wanita, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dilahirkan seorang wanita,berarti Yesus bukan Tuhan
    • Setiap yang dinubuatkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dinubuatkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang lahir dari kandungan seorang wanita, pasti anak manusia.
    • Yesus dilahirkan dari kandungan seorang wanita, berarti Yesus seorang anak manusia, jadi bukan Tuhan!!

    Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan atau dilahirkan, sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an surat Al Ikhlash 3 sebagai berikut :

    “Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.” (Al Ikhlash 3)

    35. Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri

    “Demikianlah juga imam-imam kepala bersama-sama Ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokan Dia dan berkata :”Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia (Yesus) menaruh harapan-Nya pada Allah: Baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata : Aku adalah Anak Allah.” (Matius 27:41-43)

    Ayat ini sangat menarik, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari siksaan dan penderitaan, dan bisa turun dari salib. Kalau pada saat itu juga Yesus benar-benar bisa menyelamatkan dirinya, pasti para imam kepala dan ahli taurat akan langsung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jika hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri tidak sanggup, bagaimana mungkin Yesus bisa menyelamatkan seluruh manusia di dunia???

    • Setiap yang tidak bisa menyelamatkan dirinya pasti bukan Tuhan!
    • Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya, berarti Yesus bukan Tuhan!
    • Setiap yang menaruh harapan kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
    • Yesus menaruh harapannya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!

    36. Yesus berseru panggil Tuhannya

    “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artina : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?” (Matius 24:46).

    Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :

    • Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
    • Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepad Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
    • Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
    • Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
    • Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

    37. Yesus menyerahkan nyawanya

    “Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” (Matius 27:50).

    Begitu Yesus hampir mati atau dalam keadaan sakaratul maut, setelah dia berseru memanggil-manggil kepada Tuhannya, dia menyerahkan nyawanya. Dalam hal ini menjai pertanyaan :

    • Jika Yesus itu adalah Tuhan, siapa yang mencabut nyawa Tuhan?
    • Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang menerima nyawanya?
    • Ketika Yesus mati selama tiga hari, siapa yang mengendalikan dunia atau alam semesta ini ?
    • Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan?
    • Yesus mati dan lalu menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan?

    38. Yesus diberi kuasa oleh Tuhan

    “Yesus mendekati mereka dan berkata : “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi.” (Markus 28:18)

    Jika Yesus telah diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhannya, tentu menjadi pertanyaan, Tuhan mana lagi yang memberikan kuasa-Nya kepadanya, sementara dia itu juga adalah Tuhan?? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Dan kalau segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan Tuhan sepenuhnya kepada Yesus, apa lagi fungsi Tuhan di alam semesta ini? Apakah Tuhan nganggur dan tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi semuanya telah diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apalagi yang masih dimiliki oleh Tuhan??

    • Setiap yang mendapatkan kuasa dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mendapatkan kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    39. Yesus punya ibu dan adik-adik saudara sekandung

    “Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri diluar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya :”Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu diluar, dan berusaha menemui Engkau.” (Matius 3:31-32)

    Ayat tersebut menceritakan, Yesus mempunyai ibu dan saudara kandung. Dalam kitab suci manapun, tidak pernah kita jumpai Tuhan punya ibu dan saudara dan adik. Kalau Tuhan punya adik dan saudara sekandung, berarti adik-adik sekandung dari Tuhan itu punya anak keturunan yang masih hidup di dunia ini, dan jumlah mereka pasti sangat banyak. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

    • Setiap yang punya ibu kandung bukan Tuhan.
    • Yesus punya ibu kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang punya adik kandung, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus punya adik kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.

    40. Yesus anak seorang tukang kayu

    “Bukanlah ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukanlah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (Markus 6:3)

    Suami Maria bernama Yusuf. Dia berprofesi sebagai tukang kayu. Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus tahu persis bahwa Yesus itu manusia biasa seperti mereka, bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan punya ayah seorang tukang kayu. Tetapi jika Yesus sebagai manusia biasa, tentu sangat wajar dia punya ayah walaupun hanya sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan, sebab Tuhan yang sesungguhnya pasti tidak punya bapak, tidak punya ibu dan juga tidak punya saudara kandung, serta tidak berprofesi sebagai seorang tukang kayu.

    • Setiap yang punya ayah, ibu dan saudara kandung pasti bukan Tuhan.
    • Yesus punya ayah, ibu dan saudara sekandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang ayahnya tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus ayahnya tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang berprofesi sebagai tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus yang berprofesi sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.

    41. Yesus mengaku dia seorang nabi

    “Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya.” (Markus 6:4).

    Pada ayat tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.

    • Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan.

    42. Yesus berdoa dan mengucap berkat

    “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka.” (Markus 6:41).

    Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dunia ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.

    • Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    43. Ramalan Yesus yang meleset

    “Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.” (Markus 9:1).

    Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.

    • Setiap yang meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, berarti Yesus bukan Tuhan.

    44. Yohanes menyebut Yesus “Guru”

    “Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita.” (Markus 9:38).

    Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan “Guru”. Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tahu Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Yohanes (Nabi Yahya) seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan” karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang “Guru”.

    • Setiap yang dipanggil “guru” pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dipanggil “guru” oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.

    45. Yesus mengaku hanya Allah saja yang baik

    “Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus : “Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).

    Yesus dipanggil “guru” oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa “tak seorangpun yagn baik selain dari pada Allah saja”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa “tak seorangpun yang baik selain daripada Aku.”

    • Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.

    46. Kata Yesus, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah

    “Yesus memandang mereka dan berkata : “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikain bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Matius 10:27).

    Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata “segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

    Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?

    • Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.

    47. Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh

    “Kata-Nya : “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit.” (Markus 10:33-34).

    Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :

    • Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.

    48. Yesus tidak berhak, kecuali Tuhan

    “Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” (Markus 10:40)

    Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).

    • Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan TUhan.
    • Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan keapda Yakobus dan Yohanes.
    • Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, psati bukan Tuhan
    • Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    49. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan

    Karena Anak Manusia  juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. (Markus 10:45).

    Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia  bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.

    • Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan
    • Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan
    • Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

    50. Yesus orang Nazaret anak Daud

    Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku! (Markus 10:47).

    Ayat ini menceritakan seorang buta yang bernama Bartimeus, yang memohon kepada Yesus agar matanya disembuhkan hingga bisa melihat lagi. Bartiemus yang wakti itu hidup sezaman dengan Yesus, mengetahui Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang yang berasal dari Nazaret, dan dari keturunan Daud. Makanya Bartimeus tidak memanggil Yesus dengan sebutan �Tuhan�. Sebab Yesus hanyalah anak manusia dan tidak punya zat ketuhanan sedikit pun.

    • Setiap orang yang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap orang yang berasal dari keturuann Daud, pasti bukan Tuhan
    • Yesus berasal dari keturunan Daud, berarti Yesus itu bukan Tuhan, sebab Tuhan tidak punya keturunan.

    51. Yesus suruh mengambil keledai tanpa izin pemiliknya

    Ketika Yesus dan murid-muridnya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya: dengan pesan: Pergilan ke kampung yang didepanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah kemari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, Jawablah : Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya kesini. (Markus 11:1-3).

    Ayat tersebut memberikan kesan, seolah Yesus bukan orang yang mengajarkan etika dan akhlak yang baik.

    Sebab mengambil barang milik orang tanpa minta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya, itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Juga seolah dia orang terkenal dan berkuasa, maka boleh seenaknya saja mengambil barang orang lain tanpa setahu pemiliknya.

    • Setiap yang menyuruh melakukan hal yang tidak terpuji, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menyuruh melakukan hal tidak terpuji, berarti Yesus bukan Tuhan.

    52. Yesus datang atas nama Tuhan

    Orang-orang yang berjalan didepan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru :Hosana! Diberkati Dia yang datang dalam nama Tuhan(Markus 11:9).

    Pada ayat tersebut orang-orang berseru dalam menyambut kedatangan sus dengan ucapan �Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan�.� Hal itu menggambarkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. �Hosana� berarti selamat datang. Tidak mungkin Tuhan datang atas nama Tuhan juga. Tuhan yang mana lagi yang datang, jika Yesus itu sendiri adalah Tuhan?

    • Setiap yang diberkati dalam nama Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diberkati dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang datang dalam nama Tuhan pasti bukan Tuhan.
    • Yesus datang dalam nama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    53. Yesus lapar, tidak tahu musim dan mengutuk pohon ara

    Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat sesuatu dari pohon itu. Tetapi waktu Ia  tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. Maka kata-Nya kepada pohon itu :Jangan lagi seorang pun memakan buahmu selama-lamanya? Dan murid-muridnya pun mendengarnya. (Markus 11:1214).

    Dikisahkan di dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus merasa lapar, lalu dia mendekati pohon tersebut barangkali ada buahnya untuk dimakan. Ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya. Maka dikutuklah pohon tersebut, karena apa yang dia harapkan dari pohon itu ternyata tidak ada. Jika Yesus itu Tuhan, tanpa mendekatpun dia tahu bahwa pohon itu tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, walaupun belum musim buah, dengan kuasanya dia bisa memerintahkan pohon tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bijaksana, tidak perlu mengutuk pohon yang tidak bersalah. Jika Yesus itu Tuhan, berarti pohon ara tersebut adalah mahkluk ciptaannya. Tentu dengan kemahakuasaannya, dia bisa memerintahkan pohon itu mengeluarkan buahnya seketika itu juga, walaupun bukan musim berbuah.

    • Setiap yang merasa lapar, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang tidak tahu musim berbuah, pasti bukan Tuhan
    • Yesus tidak tahu musim berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang tidak mengetahui dari jauh pohon itu berbuah, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak mengetahui dari jauh kalau pohon itu berbuah, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

    54. Yesus berikan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa

    Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal menjawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada mereka itu, datang kepada-Nya dan bertanya: Hukum apakah yang paling utama? Jawab Yesus : Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Markus 12:28-29).

    Dihadapan orang Saduki dan para ahli Taurat, Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah kita yang Esa, Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan itu adalah diri dia sendiri. Dan Yesus tidak sekalipun mengatakan bahwa Tuhan itu punya oknum (Trinitas) tetapi Yesus katakana bahwa Tuhan itu Esa. Esa berarti satu, bukan dua atau tiga Tuhan.

    • Setiap yang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.
    • Yesus memberikan kesaksian bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Esa, berarti dia bukan Tuhan.
    • Sebab jika dia itu juga adalah Tuhan, berarti Tuhan itu bukan Esa.

    55. Yesus tidak tahu kapan kiamat

    Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja. (Markus 13:32).

    Yesus memberikan kesaksian dengan jujur, bahwa tentang kapan datangnya hari kiamat, tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat juga tidak ada yang tahu, dia sendiripun tidak tahu, kecuali Allah. Sebagai seorang anak manusia, karena Yesus hanyalah seorang nabi atau rasul, maka sangat wajar jika dia tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, karena itu adalah rahasia Tuhan dan hanya Tuhan saja yang mengetahuinya. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa :

    • Setiap yang tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mengaku bahwa hanya Bapa (Allah-nya) saja yang tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku hanya Bapa (Allah-nya) sajayang tahu datangnya hari kiamat itu, berarti Yesus bukan Tuhan.

    56. Yesus termasuk orang durhaka

    Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi : Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka. (Markus 15:28)

    Sungguh ironis sekali jika Yesus digolongkan termasuk dari antara orang-orang yang durhaka. Yesus (Nabi Isa as) itu orang mulia, utusan Tuhan, Nabi dan Rasul yang dikasihi Allah, dan dia adalah orang yang suci. Sangat tidak wajar jika penulis Alkitab menempatkan Yesus sebagai bagian dari orang-orang yang durhaka.

    Dapat dipastikan, bahwa semua pendeta atau pastur dan misionaris yang paham Alkitab, mereka mengakui bahwa setiap ayat yang di kurung kurawal, pasti tidak asli atau ayat tambahan. Bahkan dalam beberapa Alkitab, ayat yang di kurung kurawal, seperti itu sudah dihilangkan. Didalam Alkitab, terdapat sekitar 17 (tujuh belas) ayat yang di kurung kurawal, yang diakui ayat sisipan atau tidak asli.

    • Setiap yang terhitung di antara orang-orang durhaka, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus terhitung di antara orang-orang durhaka, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Jika penulis Alkitab menempatkan Yesus (Nabi Isa) terhitung diantara orang-orang durhaka, justru Al Qur�an sangat membela Yesus (Nabi Isa) dengan memuliakannya, sebagaimana firman-Nya sebagai berikut :

    (Jibril) berkata, Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci. (Qs 19 Maryami 19).

    Perlu diketahui, kitab suci Al Qur�an yang umumnya tidak diakui oleh umat Kristiani, justru sangat membela Nabi Isa (Yesus), karena Yesus (Nabi Isa) adalah nabi kami umat Islam juga. Jadi Al Qur�an membela dan mendudukan Nabi Isa as (Yesus) sesuai pada porsinya sebagai hamba Allah yang suci.

    57. Kata Malaikat bahwa Yesus adalah orang Nazret

    Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda (Malaikat) itu berkata kepada mereka: Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada disini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. (Markus 16:5-6)

    Pada ayat tersebut, malaikat memberi kesaksian bahwa Yesus itu adalah orang Nazaret yang telah dibangkitkan Tuhan dari kuburnya. Malaikat saja tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanyalah manusia biasa yang berasal dari Nazaret. Dan malaikat juga tahu bahwa Yesus itu dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya. Ini membuktikan, Yesus itu bukan Tuhan.

    • Siapapun orang yang berasal dari Nazaret, pasti dia itu adalah manusia, dan bukan Tuhan.
    • Yesus orang dari Nazaret, berarti Yesus itu orang, bukan Tuhan.
    • Setiap yang dibangkitkan Tuhan dari kuburnya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dibangkitkan oleh Tuhan dari kuburnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang membangkitkan diriny dari kubur?

    58. Yesus duduk disebelah kanan Allah

    Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk disebelah kanan Allah. (Markus 16:19).

    Penulis Alkitab menulis bahwa Yesus terangkat ke sorga lalu duduk disebelah kanan Allah. Terangkatnya Yesus ke sorga, bukan berarti bahwa dengan kekuatannya sendiri lalu dia naik dan terbang atau melayang ke langit, lalu duduk disebelah kanannya Allah. Yang mengangkat beliau (Yesus/Nabi Isa as) ke langit adalah Allah itu sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan sebagai berikut :

    • Setiap yang diangkat ke surga, pasti yang mengangkatnya, yaitu Tuhan.
    • Yesus di angkat ke surga oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang duduk disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan,
    • Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Jika Yesus itu Tuhan, dan kemudian dia duduk di sebelah kanannya Tuhan, kalau begitu siapa yang disebelah kirinya itu, Tuhan juga?

    59. Maria mengandung kemudian melahirkan Yesus

    Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engaku menamai Dia Yesus. (Lukas 1:31).

    Injil Lukas juga berbicara tentang nubuat Yesus yang akan dikandung dan dilahirkan oleh wanita. Tuhan menubuatkan kelahirannya Yesus melalui kandungan seorang wanita yang bernama Maria. Yang namanya dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pasti dia itu makhluk ciptaan-Nya seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tidak mungkin jika Tuhan yang menubuatkan akan dilahirkan sendiri menjadi manusia yang berproses selama lebih kurang sembilan bulan.

    • Setiap yang dikandung dan dilahirkan oleh wanita, pastilah manusia, bukan Tuhan.
    • Yesus dikandung dan dilahirkan oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Nubuat kelahiran Yesus yang lahir dari Ruh Kudus, juga diceritakan dalam Qs 19:19 seperti yang telah kami kemukakan diatas tadi.

    Al Qur�an menyebutkan bahwa penciptaan Nabi Isa (Yesus) sama seperti penciptaan Nabi Adam sebagaimana dinyatakan pada Qs 3 Ali Imran 59 berikut ini :

    Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, Jadilah maka jadilah dia. (Qs 3 Ali Imran 59)

    Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa :

    • Setiap yang dijadikan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dijadikan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    60. Yesus lahir di kota nabi Daud

    Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2:11)

    Ayat tersebut adalah ucapan dari Malaikat di padang kepada para gembala ternak, yang mengabarkan bahwa pada hari itu telah lahir telah dilahirkan seorang juruselamat yang bernama Kristus, Tuhan, di kota Daud.

    • Siapa saja yang dilahirkan di kota Daud, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dilahirkan di Kota Daud, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Rasanya ayat tersebut (Lukas 2:11) tadi, janggal sekali, sebab bagaimana mungkin Malaikat bisa mengatakan telah lahir Kristus, Tuhan. Dalam berbagai terjemahan Alkitab yang berbahasa Inggris, Yesus itu diterjemahkan dengan kata Lord, sementara Tuhan (Allah) diterjemahkan dengan kata God. Sebenarnya dalam kamus bahasa Inggris, kata Lord berarti Tuan, bukan Tuhan! Dalam pengertian apa pun kata �Tuan� tidak sama dengan kata �Tuhan�. Contoh dalam berbagai Alkitab versi bahasa Inggris ayat tersebut berbunyi sebagai berikut :

    Alkitab King James Version

    �For unto you is born this day in the city of David a Savior, which is Christ the Lord.�

    Alkitab todays English Version.

    �This very day in David�s town your Savior was born-Christ the Lord!�

    Alkitab Contemporary English Version.

    �This very day in King David�s hometown a Savior was born for you. He is Christ the Lord.�

    Alkitab Revised Standard Version mengatakan :

    �For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.�

    Alkitab the Readers Digest Bible :

    �For to you is born this day in the city of David a Savior, who is Christ the Lord.�

    Dari kelima versi Alkitab bahasa Inggris ini, semuanya menyebut yesus dengan kata �Christ the Lord,� bukan �Christ the God.� Lord (tuan) sedangkan God (Tuhan).

    61. Yesus mempunyai orang tua

    Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.

    Ayat tersebut menceritakan bagaimana Yesus yang masih anak-anak setiap tahun dibawa oleh orang tuanya ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Ketika itu Yesus baru berumur dua belas tahun. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kedua orangtuanya yang lebih mengetahuinya daripada para penulis Injil. Tetapi kedua orangtuanya tidak pernah mengatakan atau memberi kesaksian bahwa anak mereka adalah Tuhan. Bahkan sampai keduaorangtuanya mati, tidak sekalipun mereka mengatakan bahwa anak mereka itu adalah Tuhan yang harus disembah oleh umat manusia.

    • Setiap yang mempunyai orang tua, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mempunyai orang tua, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang diasuh oleh orangtuanya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diasuh oleh kedua orangtuanya, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang pernah berumur 12 tahun, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berumur 12 tahun, berarti Yesus bukan Tuhan. Sebab Tuhan tidak mengenal umur atau usia.

    62. Yesus dikhitan atau disunat

    Dan ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan, ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21).

    Orang yang paling mengetahui siapa sebenarnya anaknya adalah orangtuanya sendiri, apalagi ibunya yang melahirkannya. Belum pernah terbesit dalam mulut ibunya (Maryam) mengatakan atau memberikan kesaksian kepada umat manusia saat itu, bahwa anaknya yang dia lahirkan itu bernama Yesus adalah Tuhan atau Allah itu sendiri yang menjelma jadi manusia. Ibu dan bapaknya menyunatkan Yesus tepat pada hari ke delapan sesuai dengan firman Allah kepada mereka yaitu dalam kitab Kejadian 17:12 yang berbunyi :

    Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun temurun .

    Jika Yesus itu Tuhan, apakah Tuhan perlu bersunat? Karena Yesus itu manusia, maka dia wajib bersunat, mengikuti perintah Tuhan.

    • Setiap yang bersunat, karena mengikuti perintah Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus disunat karena mengikuti perintah Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang dikandung oleh ibunya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dikandung oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.

    63. Yesus diserahkan kepada Tuhan

    Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkannya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hokum Tuhan: Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah. (Lukas 2:22-23).

    Menurut Alkitab setiap anak lak-laki harus ditahirkan (disucikan) menurut Hukum Taurat Musa, termasuk Yesus harus mengikuti hokum taurat Musa untuk disucikan dan dikuduskan oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, apakah perlu Tuhan harus disucikan dan dikuduskan lagi? Jika Yesus itu Tuhan, berarti dia sendiri Yang Maha Suci dan Maha Kudus bukan? Timbul pertanyaan, apakah Tuhan perlu disucikan dan dikuduskan lagi oleh Tuhan??

    • Setiap yang diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diserahkan untuk ditahirkan (disucikan) kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang dikuduskan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dikuduskan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    64. Yesus dipanggil Anak oleh kedua orang tuanya

    Dan ketika orang tuanya melihat dia, tercenganglah merea, lalau kata ibunya kepadanya: Nak, mengapa kamu berbuat demikian terhadap kami? Bapamu dan aku cemas mencari Engkau. (Lukas 2:48).

    Seperti sudah dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya, bahwa yang paling mengetahui siapa anaknya, adalah ibunya yang melahirkan dia. Ibu bapaknya memanggil Yesus dengan sebutan �nak�, berarti Yesus itu adalah anak mereka, anak manusia, bukan Tuhan! Sangat tidak masuk akal jika Tuhan punya orang tua, ibu dan ayah. Buktinya tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab, dimana ibunya dan bapaknya pernah menyembah kepada Yesus anaknya sebagai Tuhan atau Allah itu sendiri. Dan tidak sekalipun ibu bapaknya memberikan kesaksian kepada umat manusia pada saat itu, bahwa anaknya yang bernama Yesus adalah Allah atau Tuhan semesta alam yang harus disembah oleh semua manusia, karena dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Jika ibu bapaknya pernah mengatakan bahwa anak yang dilahirkan itu bernama Tuhan, tentu para penulis injil akan mengabadikannya dalam injil.

    • Setiap yang punya orang tua, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus punya orang tua, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap orang yang dipanggil �anak�, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dipanggil �anak�, berarti Yesus bukan Tuhan.

    65. Yesus diasuh ibunya dan semakin besar dan semakin dikasihi Allah

    Lalu Ia pulang bersama-sama dengan mereka ke Nazaret; dan ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan sema perkara di dalam hatinya. (52) dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Lukas 2:51-52)

    Ayat tersebut mengisahkan tentang perbuatan Yesus ketika dia berumur dua belas tahun sudah mulai berdakwah. Karena Yesus sering pergi tanpa setahu orang tuanya, maka cemaslah orang tuanya mencari-cari dia. Setelah ditemukan, mereka membawa pulang anak itu yang masih berumur dua belas tahun yaitu Yesus. Yesus diasuh oleh orang tuanya dan semakin bertambah besar dan semakin dikasihi oleh Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan sejak dilahirkan sampai dewasa diasuh oleh manusia selama puluhan tahun. Jika Yesus itu Tuhan, maka orang pertama yang paling tahu, adalah ibunya yang mengandung, melahirkan dan merawatnya.

    • Setiap yang diasuh oleh ibunya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diasuh oleh ibunya, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang tumbuh semakin besar, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tumbuh semakin besar, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang semakin dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tahun.
    • Yesus semakin dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    66. Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun

    Ketika yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. (Lukas 3:23).

    Ayat tersebut menceritakan tentang silsilah  Yesus yang memulai pekerjaannya ketika dia berumur kira-kira tiga puluh tahun. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Tuhan baru memulai bekerja ketika berumur kira-kira tiga puluh tahun??

    Tentu menjadi pertanyaan, sebelum berumur tiga puluh tahun, apa saja yang dia kerjakan? Di dalam Alkitab disebutkan bahwa Yesus mulai berdakwah pada usia dua belas tahun dan selama 17 (tujuh belas) tahun hilang riwayat-Nya dalam Alkitab. Dan baru pada usia tiga puluh tahun muncul memulai pekerjaannya.

    Lebih aneh lagi bagaiman penulis Alkitab menulis �menurut anggapan orang� ia adalah anak Yusuf, anak Eli �� Sangat tidak masuk akal jika ayat tersebut adalah firman Tuhan. Jika firman Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan memberikan wahyunya berdasarkan �menuru anggapan orang�.

    • Setiap yang memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus memulai pekerjaannya pada usia 30 tahun, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang hanya �menurut anggapan orang�, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dikatakan �menurut anggapan orang� berarti Yesus bukan Tuhan.

    67. Yesus dibawa Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai iblis

    Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari  sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ ia tinggal empat puluh hari empat lamanya dan dicobai iblis. Selama disitu ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu ia lapar.

    Dikisahkan dalam ayat-ayat tersebut bahwa Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Selama dicoba, Yesus berpuasa empat puluh hari tidak makan dan tidak minum, setelah itu barulah Yesus merasa lapar. Jika Yesus itu Tuhan dan Roh Kudus itupun Tuhan juga, berarti Tuhan dibawa oleh Tuhan. Yang lebih aneh lagi, yaitu Tuhan kok dicobai Iblis. Mestinya Tuhan mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Dan jika Yesus itu Tuhan, mustahil merasakan lapar.

    • Setiap yang dibawa Roh Kudus, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dibawa oleh Roh Kudus, berarti Yesus bukan Tuhan
    • Setiap yang dicoba oleh Iblis, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus dicobai oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang merasakan lapar, pasti bukan Tuhan
    • Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.

    68. Roh Tuhan ada pada Yesus yang mengaku sebagai Utusan Tuhan

    Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik keapda orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku. (Lukas 4:18).

    Ayat ini seperti ucapan Yesus sendiri yang mengatakan bahwa Roh Tuhan ada dalam dirinya dan katanya Tuhan telah mengurapinya. Padahal ayat tersebut sebenarnya bukan ucapan Yesus, tetapi tulisan yang dibacakan dalam kitab Nabi Yesaya 61:1 yang sebenarnya bukan ditujukan kepada dirinya. Perhatikan bunyi kitab Yesaya 61:1 sebagai berikut :

    Roh Tuhan Allah adau padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi Aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara ..

    Kata-kata �padaku� dan �Aku� dalam injil Lukas 4:18 pakai huruf capital, adalah kata ganti untuk pribadi Yesus. Sementara kata-kata �padaku� dan aku dalam kitab Yesaya 61:1 memakai huruf kecil, adalah bukan ditujukan kepada Yesus, karena saat itu Yesus belum lahir.

    Seandainya injil Lukas 4:18 tersebut ditujukan kepada Yesus, kesimpulannya adalah sebagai berikut :

    • Setiap yang diberi Roh oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diberi Roh oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap diurapi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diurapi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan
    • Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    69. Yesus orang Nazaret yang kudus dari Allah

    Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:Hai Engkau, Yesus orang nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah. (Lukas 4:33-34)

    Manusia jaman dahulu yang hidup se zaman dengan yesus, tahu bahwa yesus bukan Tuhan. Orang yang kerasukan setanpun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan, melainkan dia adalah orang yang berasal dari Nazaret dan orang kudus yang datang (diutus) oleh Allah. Jika mereka tahu Yesus adalah Tuhan, tentu teriakan mereka berbunyi, �Hai Engkau Tuhan, Engkau adalah Tuhan kami.�

    • Setiap orang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap orang kudus yang datang dari Tuhan, pasti bukan Tuhan
    • Yesus orang kudus yang datang dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    70. Yesus bersama ibu dan saudara kandungnya

    Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kapada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: Ibu-Mu dan saudara-saudar-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.Tetapi ia menjawab mereka: Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengar-kan firman Allah dan melakukannya. (Lukas 8:19-21)

    Ayat diatas ini menceritakan bahwa ibunya dan saudara-saudaranya  sedang mencari Yesus. Setelah ketahuan dimana Yesus itu berada, seseorang memberitahukannya kepada Yesus bahwa ibunya dan saudara-saudaranya ingin bertemu dengannya. Tetapi Yesus menjawab pada orang tersebut, �Ibuku dan saudara-saudaraku ialah mereka, yang mendengarkan firman

    Allah dan melakukannya.� Jawaban Yesus yang tidak mencerminkan sebagai seorang anak yang sholeh. Ucapan Yesus tersebut sangat merendahkan ibu dan saudara-saudaranya. Makna-nya sama saja Yesus mengatakan bahwa mereka (ibunya dan saudara-saudaranya) bukan orang-orang yang mendengar dan melakukan perintah Allah. Atau sama saja bahwa Ibu-nya dan saudara-saudaranya tidak termasuk orang-orang yang taat pada Allah Na�udzubillahimindzalik!!.

    • Setiap yang punya ibu dan saudara-saudara kandung, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus punya ibu dan saudara kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Jika didalam Alkitab Yesus merendahkan dan melecehkan ibunya, justru di dalam kitab suci Al Qur�an, Yesus atau Nabi Isa as sangat taat dan memuliakan orang tuanya. Hal itu dapat kita baca dalam Al Qur�an surat 19 Maryam ayat 31-32 sebagai berikut :

    Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan aku salat dan zakat selama aku hidup, dan berbuat baik kepada ibuku dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (QS. 19 Maryam : 31-32)

    71. Yesus dipanggil Guru oleh muridnya

    Maka datnglah murid-murid-Nya membangungkan Dia, katanya : Guru, Guru, kita binasa! Ia pun bangun, lalu menghardik angina dan air yang mengamuk itu. Dan angina dan air itu pun reda dan danau menjadi teduh. (Lukas 8:24)

    Kita tahu Yesus punya dua belas orang murid. Mereka hidup bersama-sama dengan Yesus. Mereka memanggil Yesus dengan sebutan �Guru�. Ini berarti bahwa mereka tahu bahwa Yesus hanyalah seorang guru, bukan Tuhan. Makanya dalam banyak ayat lain, murid-muridnya memanggil Yesus dengan sebutan �Rabi� yang artinya juga �Guru�. Bahkan tidak kurang dari tiga belas ayat dimana Yesus dipanggil �Rabi� oleh orang lain dan murid-muridnya. Diantaranya ayat dibawah ini :

    Kata Petrus kepada Yesus : Rabi, betapa bahagianya kami berada ditempat ini. Baiklah kai dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. (Markus 9:5)

    Kata Natanel kepada-Nya :Rabi Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel! (Yohanes 1:49).

    Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya : Rabi, bilamana Engkau tiba di sini? (Yohanes 6:25).

    • Setiap yang dipanggil �Guru� atau �Rabi� pasti hanyalah guru, bukan Tuhan.
    • Yesus dipanggil �Guru � atau �Rabi�, berarti Yesus bukan Tuhan.

    72. Yesus ketakutan pada malaikat dan semakin bersungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan

    Maka seseorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. (44) Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Lukas 22:43-44).

    Malaikat yang memberi kekuatan kepada Yesus adalah malaikat utusan Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan, bagaimana mungkin Yesus ketakukan kepada seorang malaikat? Ini berarti malaikat lebih tinggi kekuasaannya dari pada Yesus. Dengan semakin bersungguh-sungguh Yesus berdoa, ini menandakan bahwa Yesus ketakutan dengan datangnya malaikat utusan Tuhan tersebut.

    Jika Yesus itu seorang Nabi, sangat wajar sekali jika dia merasa ketakutan, karena dia hanyalah seorang manusia biasa utusan Allah. Tentu akan sangat merendahkan ketuhanan Yesus sendiri, jika dia sebagai Tuhan harus mengalami ketakutan kepada seorang malaikat saja.

    • Setiap yang takut kepada malikat Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
    • Yesus ketakutan kepada malaikat Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang menerima kekuatan dari malaikat, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menerima kekuatan dari malaikat, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus semakin sungguh-sungguh berdo`a kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengeluarkan peluh titik-titik darah ketanah saking takutnya, berarti Yesus bukan Tuhan.

    73. Yesus menyerahkan nyawanya

    Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: Ya Bapa, kedalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Dan sesudah berkata demikian Ia menerahkan nyawa-Nya. (Lukas 23:46)

    Diatas kayu salib, sebelum mati, Yesus berseru dengan suara nyaring kepada Tuhannya sambil menyerahkan nyawanya. Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil? Dan Yesus itu Tuhan, siapa yang mencabut dan menerima nyawanya? Apakah malaikat berani mencabut nyawanya Tuhan? Dan jika Tuhan harus mati walaupun hanya untuk beberapa hari saja, siapa yang mengendalikan alam semesta yang begitu luasya?

    • Setiap yang berseru kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berseru kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang menyerahkan nyawanya kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    74. Ucapan Yesus fiktif, tidak terbukti

    Ia berkata kepada mereka: Inilah perkantaan-Ku, yang telah Kukatakan padamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lalu ia membuka pikiran mereka, sehingga mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga,�� (Lukas 24:24-46)

    Ucapan Yesus tersebut, sampai saat ini tidak ada seorang pendeta atau pastur, bahkan Paus yang ada di Roma-pun tidak bisa membuktikan kebenaran dari ucapan Yesus tersebut. Jika itu benar-benar ucapan Yesus, apalagi dia sebagai Tuhan menurut agama anggapan Kristen, tentu apa yang diucapkan pasti bisa dibuktikan. Ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis dalam Kitab Taurat Musa, Kitab para Nabi-Nabi dan Kitab Mazmr bahwa �Mesias akan menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga� ternyata setelah dicek, ucapannya itu tidak terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Ini membuktikan ucapan Yesus tersebut adalah fiktif, karena tidak bisa dibuktikan.

    • Setiap yang berkata tapi tidak bisa dibuktikan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berkata tapi tidak bisa dibuktikan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang menderita dan bangkit pada hari ketiga diantara orang mati, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menderita dan bangkit pada hari ketiga diantara oaring mati, berarti Yesus bukan Tuhan.

    75. Firman Allah itu Yesus?? Yesus itu firman Allah??

    Pada mulanya adalah firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Yohanes 1:1).

    Ayat tersebut bukan ucapan Yesus atau wahyu Allah kepada Yohanes, tetapi hanyalah ucapan Yohanes sendiri. Makanya dalam ayat tersebut tidak ada tanda petik.

    Jika firman itu adalah Yesus, dan Yesus adalah Allah itu-itu juga, kama kalau kata �Firman� digantin dengan kata �Yesus� akan terbaca lucu :

    �Pada mulanya adalah Yesus, Yesus itu bersama sama dengan Yesus dan Yesus itu adalah Yesus.�

    �Pada mulanya adalah Tuhan, Tuhan itu bersama-sama dengan Tuhan dan Tuhan itu adalah Tuhan.�

    Pada mulanya adalah Allah, Allah itu bersama-sama dengan Allah dan Allah itu adalah Allah.

    Jika Firman itu bersama-sama dengan Allah, berarti Firman itu bukan Allah. Jika saya bersama Fulan, berarti saya itu bukan Fulan, karena kami berdua, bukan satu.

    • Setiap yang bersama-sama dengan Allah, berarti bukan Allah.
    • Yesus bersama-sama dengan Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang berawal, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berawal mula, berarti Yesus bukan Tuhan.

    76. Tuhan telah menjadi manusia Yesus

    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14).

    Maksud ayat tersebut yaitu Yesus yang Sang Firman telah menjadi manusia sebagai Anak Tunggal Bapa. Ayat ini merupakan inkarnasi Tuhan yang menjelma jadi manusia Yesus. Tentu menjadi pertanyaan, jika Tuhan atau Allah telah menjelma Yesus, apakah masih ada Allah atau Tuhan yang lain? Mestinya jawabnya sudah tidak ada Tuhan lain. Namun dalam pandangan Kristen, tetap saja masih ada Allah lain, yaitu Bapa Yesus dan juga Roh Kudus, yang ketiganya adalah satu. Itulah paham Trinitas.

    • Setiap yang menjadi manusia, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menjadi manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang menjadi Anak Tunggal Allah pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menjadi Anak Tunggal Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang menerima kemuliaan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menerima kemuliaan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Dalam Al Qur�an, betapa banyak ayat-ayat yang menerangkan bahwa Allah itu tidak punya anak, seperti Qs 4:171, Qs 6:101, Qs 10:68, Qs 19:35, Qs 19:88-92, Qs 21:26, Qs 23:91, Qs 25:2, Qs 43:81 dll. Bahkan Allah mengecam orang-orang yang mengatakan bahwa Allah punya anak, sebagaimana contoh ayat Qur�an sebagai berikut :

    Dia Pencipta langit dan bumi, bagaimana Dia mempunyia anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Qs Al Anaam 101).

    Dan mereka berkata, Tuhan Yang Maha Pengasih mengambil (mempunyai) anak. (Qs 19 Maryam 88).

    Sungguh kamu telah membuat suatu kemungkaran yang amat besar. (Qs 19 Maryanm 89).

    Hampir-hampir langit terpecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping. (Qs 19 Maryam 90).

    ��disebabkan mereka mendakwakan anak bagi Yang Maha Pengasih. (Qs 19 Maryam 91).

    Tiada patut bagi Yang Maha Pengasih memiliki anak. (Qs 19 Maryam 92).

    Allah tiada mempunyai anak dan tiada Tuhan bersama-Nya, kalau sekiranya demikian niscaya tiap-tiap Tuhan membawa makhluk yang diciptakan-Nya dan sebahagian dari Tuhan-Tuhan itu akan mengalahkan sebahagian yang lain. Mahasuci Allah dari yang mereka sifatkan itu. (Qs 23 al Muminuun 91).

    Seandainya Tuhan (Allah) benar-benar mempunyai anak sungguhan, pasti kami umat Islam akan mengkultuskan dan menyembah anak itu. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur�an surat 43 Az Zuhkruf ayat 81, jika Allah mempunyai anak, niscaya Rasulullah Muhammad saw adalah orang pertama kali yang akan menyembahnya.

    Katakanlah : JIka Yang Maha Pengasih itu mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula menyembahnya. (Qs 43 Az Zuhkruf 81).

    77. Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal itu Yesus

    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).

    Ayat ini termasuk salahs satu ayat yang paling menentukan keselamatan dunia dan akhirat. Intinya asal percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib dalam rangka menebus dosa manusia, maka dijamin masuk surga. Itu merupakan bentuk kasih Allak akan dunia ini, maka dikaruniakan-Nya kepada Anak-Nya yang tunggal, untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Jika ayat ini sangat penting, mengapa hanya Yohanes yang menulisnya, dan itupun dituls paling belakangan. Sementera tiga Injil yang duluan ditulis seperti Matius, Markus dan Lukas, tidak menulis ayat ini. Logikanya, mestinya ketiga injil duluan itulah (Matius, Markus, dan Lukas) harus memuat sabda Yesus tersebut, sebab merekalah yang duluan menulis Injil daripada Yohanes.

    Oleh sebab itu, jika satu injil menulis dan tiga injil diam, maka jelas ayat tersebut sangat lemah. Tetapi jika tiga injil menulis dan satu injil tidak, mungkin itu akan lebih kuat kebenarannya.

    • Setiap yang menerima karunia dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menerima karunia dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    78. Yesus tidak bisa mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri

    Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya, sebaba apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. (Yohanes 5:19).

    Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, kalau tidak melihat dari apa yang dikerjakan oleh Bapanya (Tuhan). Jadi Yesus hanya mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Bapanya yaitu Allah.

    Atau dengan kata lain bahwa Yesus hanyalah melakukan apa yang diperintahkan Tuhannya.

    • Setiap yang tidak bisa mengerjakan atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak bisa melakukan apapun atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan,
    • Setiap yang memanggil Tuhannya dengan nama Bapa, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus memanggil Tuhannya Bapa, berarti Yesus bukan Tuhan.

    79. Sebagai utusan, Yesus tidak bisa berbuat & menuruti kehendaknya

    Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku. (Yohanes 5:30)

    Ayat ini merupakan pengakuan langsung dari Yesus bahwa dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa atas dirinya sendiri. Juga dia bersaksi bahwa dia tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, melainkan kehendak Tuhan yang telah mengutusnya. Sungguh ini merupakan suatu pernyataan atau pengakuan yaitu begitu polos dan jujur dari Yesus akan keberadaan status dirinya. Dia mengaku bahwa dia hanyalah seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan! Maka wajarlah jika Yesus tidak bisa berbuat menurut kehendaknya sendiri, sebab dia bukan Tuhan tetapi hanyalah sebagai seorang nabi atau rasul yang di utus oleh Tuhan.

    • Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak bisa berbuat apa-apa menurut kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    80. Tuhan bersaksi tentang Yesus

    Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendenngar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat. (Yohanes 5:37).

    Lagi-lagi Yesus mengaku bahwa dia diutus Tuhan. Dan Tuhan juga bersaksi akan keberadaan Yesus. Juga suara Tuhan tidak pernah ada yang mendengar, dan rupa Tuhan juga tidak ada yang melihatnya. Karena Yesus memberikan kesaksian seperti itu, wajarlah jika kita mengamininya, karena mustahil Yesus harus berbohong. Jika Yesus mengaku hanya diutus oleh Tuhan, mengapa kita harus menuhankannya? Dan jika Yesus bersaksi bahwa rupa Allah tidak pernah ada yang melihatnya, mengapa rupa Yesus dijadikan sebagai pengganti rupa Allah?

    • Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Yesus bersaksi bahwa suara Tuhan tidak terdengar, sementara suara dia bisa terdengar, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Yesus bersaksi bahwa rupa Tuhan tidak terlihat, sementara rupa dia (Yesus) bisa terlihat, itu berarti Yesus bukan Tuhan.

    81. Ajaran Yesus berasal dari Tuhan

    Jawab Yesus kepada mereka : Ajaranku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. (Yohanes 7:16).

    Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus terhadap orang-orang Yahudi yang merasa heran ketika Yesus mengajar di Bait Allah. Mereka heran darimana Yesus mendapat pengetahuan seperti itu tanpa belajar. Makanya Yesus menjawab bahwa ajarannya bukan berasal dari dirinya sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutusnya. Dari jawaban Yesus tersebut dapat kita simpulkan bahwa apa yang Yesus ajarakan adalah atas bimbingan dari yang mengutusnya yaitu Allah. Sebagai seorang utusan Allah, wajarlah jika Allah mudahkan dengan memberi ilmu padanya untuk berbicara atau mengajar.

    • Setiap yang diberikan ilmu oleh Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
    • Yesus diberi ilmu oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mendapat ajaran dari Tuhan, pasti bukan Tuhan
    • Yesus mendapatkan ajaran dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang diutus oleh Tuhan untuk mengajar, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diutus Tuhan untuk mengajar, berarti Yesus bukan Tuhan, melainkan Utusan Tuhan

    82. Yesus datang atas kehendak Dia yang mengutusnya

    Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru, Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku, namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku. (Yohanes 7:28-29).

    Sebelumnya beberapa orang Yerusalem heran kepada Yesus yang leluasa bisa berbicara dan mengajar di Bait Allah, padahal Yesus adalah termasuk orang yang akan mereka bunuh. Rupanya Yesus mengetahui isi hati dan rencana mereka, maka Yesus berkata seperti itu pada mereka.

    • Setiap orang yang mengajar di Bait Allah, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengajar di Bait Allah, berarti Yesus itu manusia, bukan Tuhan.
    • Setiap yang datang berasal dari Allah, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus datang berasal dari Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang diutus oleh Allah, pasti dia seorang utusan Allah.
    • Yesus diutus oleh Allah, berarti Yesus seorang utusan Allah.
    • Setiap yang datang bukan atas kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus datang bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi atas kehendak Dia yang mengutusnya, berarti Yesus itu bukan Tuhan.

    83. Yesus mengatakan apa yang dia dengar dari yang mengutusnya

    Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu, akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari padanya, itu yang Kukatakan kepada dunia. (Yohanes 8:26).

    Yesus berkata kepada orang banyak yag tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dimana Yesus berkata bahwa nanti dia akan menginggalkan mereka dan pergi kepada yang mengutusnya yaitu Allah. Dan apa yang dia dengar langsung dari Tuhannya, itulah yang akan dikatakannya.

    • Setiap yang mengaku diutus oleh Tuhan, pasti bukanlah Tuhan.
    • Yesus mengaku diutus oleh Tuhan, berarti yang bukan Tuhan.
    • Setiap yang mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mendengar dan mengatakan perkataan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    84. Yesus berbicara sesuai apa yang Tuhan ajarkan padanya

    Maka kata Yesus: Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, ia menyertai aku. Ia tidak membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadanya. (Yohanes 8:28-29)

    Karena orang-orang tersebut masih tidak mengerti bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Bapanya (Tuhannya), maka Yesus meneruskan jawabannya bahwa bila mereka meninggikan Anak Manusia, maka mereka akan tahu siapa dia sebenarnya. Yesus jelaskan bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, dia berbicara hal-hal yang diajarkan oleh Bapanya yang mengutusnya, dan dia berbuat apa saja yang berkenan kepada Bapanya (Allah) dan dia tidak sendirian, tetapi Tuhan selalu menyertainya.

    • Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku hanya sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak bisa berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, berarti dia bukan Tuhan.
    • Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    85. Tuhan lebih besar dari Yesus, walaupun mereka adalah satu

    Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu. (Yohanes, 10:29-30)

    Ayat tersebut merupakan jawaban Yesus kepada orang-orang Yahudi yang merasa bimbang kepadanya, apakah Yesus itu Mesias yang ditunggu-tunggu

    atau bukan. Mereka minta supaya Yesus berterus terang. Yesus menjelaskan, mereka yang percaya kepadanya akan menjadi dombanya. Maka Yesus berkata pada mereka :

    • Setiap yang memanggil �Bapa� kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus memanggil �Bapa� kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mengaku �Tuhan lebih besar daripadanya�, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku �Tuhan lebih besar dari dirinya�, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mengaku Tuhan bersama dirinya, pasti dirinya bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku dirinya bersama Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    86.Yesus dalam Tuhan dan Tuhan dalam Yesus

    Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. (Yohanes 10:38).

    Ayat tersebut adalah ucapan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus sebagai anak Allah, sehingga mereka tidak percaya akan apa yang dikerjakan olehnya. Maka Yesus berkata kepada mereka seperti itu. Kesimpulannya jika Tuhan itu berada dalam Yesus tidaklah berarti Yesus itu Tuhan. Sebab yang ada didalam diri Yesus itu hanyalah Ruh dari Tuhan, bukan Tuhan itu sendiri yang menjelma menjadi manusia Yesus.

    87. Yesus berdoa dan bersaksi dia diutus oleh Tuhan

    Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata : Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 11:41-42).

    Ayat tersebut adalah doa Yesus kepada Allah yang memohon agar orang bernama Lazaru yang telah empat hari mati supaya dihidupkan kembali dari kuburnya. Permohonan Yesus dikabulkan oleh Allah, maka keluarlah Lazarus dari kuburnya. Alalh mengabulkan permohonan doa Yesus, untuk membuktikan kepada mereka bahwa dia benar-benar utusan Tuhan.

    • Setiap yang berdoa menengadah ke langit, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berdoa menengadah ke langit, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang mengucapkan syukur kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengucapkan syukur kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus diutus oleh Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

    88. Yesus mengaku bahwa dia lebih rendah dari Tuhannya

    Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. (Yohanes 13:16-17).

    Ayat tersebut merupakan nasihat sekaligus teladan Yesus khusus kepada murid-muridnya, ketika dia membasuh kaki mereka sebagai tanda perpisahannya dengan mereka kelak, agar mereka mendapat bagian dalam kehidupan. Ucapan Yesus yang mengatakan kepada mereka bahwa seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya, sama saja berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhannya. Juga bahwa Yesus bahwa seorang utusan tidak lebih tinggi dari yang mengutusnya, berarti Yesus tidak lebih tinggi dari Tuhan yang mengutusnya. Ini semua membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, melainkan manusia biasa.

    • Setiap yang mengaku hamba Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku dia hanyalah hamba Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap orang yang mengaku utusan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku dia diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    89. Tidak seorangpun yang sampai kepada Allah tanpa melalui Yesus

    Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorangpun yang datang ke Bapa, kalau tidak melalui aku. (Yohanes 14:6)

    Semua umat Kristen, hamper dapat dipastikan hapal diluar kepada ayat ini. Bahkan ayat ini termasuk salah satu ayat emas yang sangat diandalkan oleh umat Kristiani dimanapun mereka berada :�Akulah jalan dan kebenaran hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku� justru memberikan bukti bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Yang Tuhan itu adalah Bapanya yaitu Allah SWT.

    • Setiap yang mengaku datang dari Bapa (Tuhan), pasti bukan Tuhan!
    • Yesus mengaku datang dari Bapanya (Tuhan), berarti Yesus bukan Tuhan.

    90. Yesus dikendalikan oleh Allah

    Tapi percayakah engkau, bahwa aku didalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang aku katakana kepadamu, tidak aku katakana dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. (Yohanes 14:10).

    Ucapan Yesus tersebut beserta bukan berarti bahwa dialah Tuhan itu sendiri, tetapi Ruh yang dari Allah itu yang berada dalam dirinya. Dan apa yang Yesus lakukan sebenarnya atas bimbingan Tuhan. Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Sebab jika Yesus itu Tuhan, kok dalam diri Tuhan ada Tuhan lagi? Tuhan yang mana lagi?

    • Setiap yang besera dengan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus beserta Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang melakukan suatu pekerjaan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus melakukan pekerjaan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang tidak bisa melakukan atas dirinya sendiri, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus tidak melakukan atas dirinya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

    91. Yesus minta kepada Bapa / Tuhan seorang penggantinya

    Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu roh kebenaran. (Yohanes 14:15-17).

    Sebelumnya Yesus meninggalkan dunia ini, dia meminta kepada Bapanya (Tuhannya) agar supaya mereka memberikan seorang Rasul sebagai pengganti untuk meneruskan risalahnya.

    • Setiap yang meminta seorang pengganti kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus meminta seorang pengganti, kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Pengganti yang Yesus minta kepada Bapany (Allah) untuk menggantikannya ternyata adalah seorang yang bernama Ahmad (Muhammad).

    Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya,(17)  yaitu roh kebenaran. (Yohanes 14:15-16).

    Yang dimaksud dengan Seorang Penolong atau Penghibur atau roh kebenaran dalam bahasa Yunani = Parlichtus / Paralectos, yang dalam bahasa Arab berasal dari akta Hmad, yang Nasharni jaman dulu menulis dengan kata Ahmad yang berarti Yang terpuji.

    Ahmad adalah nama lain dari Nabi Muhammad. Dalam Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad dan Malik, Rasulullah saw bersabda :

    Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama : Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad, dan aku adalah Al Maahi (penghapus) karena kekufuran dihancurkan olehku. Aku adlaah Al Haasyir dimana ramai orang dikumpulkan setelah masaku. Aku adalah Al Aaqib karena tidak ada lagi nabi penutup setelahku.

    Dalam Al Qur�an Nabi Isa juga bersaksi sebagai berikut :

    Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs 61 ash Shaf 6)

    92. Tuhan lebih besar daripada Yesus

    Kamu telah mendengar, bahwa aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi AKu, kamu tentu akan bersukacita Karena aku pergi kepada Bapa Ku, sebab Bapa lebih besar dari [ada aku. (Yohanes 14:28)

    Pengakuan Yesus tersebut sangat jelas bahwa dia hanya orang kecil, tidak sama seperti Bapanya (Allah). Tapi anehnya umat Kristiani tidak mengikuti pengakuan Yesus tersebut, malah Yesus dijadikan sederajat sama dengan tuhan. Yesus berkata dengan jujur, bahwa Bapanya (Allah) lebih besar dari dia. Dan Yesus tidak mengakui atau mengatakan bahwa dia dan Bapanya (Allah) adalah sama besarnya, tidak!!

    • Setiap yang pergi kepada Bapanya (Allah), pasti bukan Allah.
    • Yesus pergi kepada Bapanya (Allah), berarti Yesus bukan Allah.
    • Setiap yang mengaku lebih keci dari tuhannya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku lebih kecil dari Tuhannya, berarti Yeses bukan Tuhan.

    93. Yesus datang dari Tuhan dan pergi kepada Tuhan

    Aku datang dari Bapa dan AKu datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa. (Yohanes 16:28)

    Ayat ini bukan kata-kata Yesus dalam bentuk perumpamaan atau kiasan, tetapi benar-benar dalam arti yang sesungguhnya, sehingga mudah dipahami. Anak kecil pun paham bahwa Yesus bukan Tuhan, karena Yesus tidak mengakui atau mengatakan bahwa dialah Tuhan, Allah mereka, tidak!! Dari pengakuan Yesus yang jujur dan polos tersebut bahwa dia datang dan pergi meninggalkan dunia dan menuju kepada Bapanya, dapat kita pahami dalam bentuk silogisme berikut ini:

    • Setiap orang yang mengaku datang dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku bahwa dia datang dari TUhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang pergi kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus pergi kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

    94. Yesus mengaku Allah itu Esa dan dia hanyalah utusan-Nya

    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)

    Kata-kata tersebut adalah doa Yesus kepada murid-muridnya sebelum dia ditangkap dan dibunuh. Sebenarnya ucapan Yesus tersebut merupakan dua kaliamt syahadat, sekaligus sebagai bukti Yesus juga mengajarkan Tauhid. Pengakuan Yesus bahwa satu-satunya yang benar adalah Allah dan dia diutus oleh Tuhan, memberikan pengertian bahwa Yesus itu bukan Tuhan, tetapi hanya seorang utusan Tuhan saja.

    • Setiap yang mengaku bahwa satu satunya yang benar hanyalah Allah, berarti Allah itu tidak lebih dari satu
    • Yesus mengaku Allah itu hanya satu satunya berarti Yesus bukan allah
    • Setiap yang mengakui bahwa dia di utus oleh Allah, berarti dia bukan Allah.
    • Yesus mengaku dia diutus oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.

    Al Qur�an menjelaskan bahwa Yesus (Isa as) sendiri memberi kesaksian bahwa dia adalah seorang utusan Tuhan.

    Wa idz qaala iisabnu maryama yaa banii israa-iila innii rasuulullaahi ilaikum mushaddiqal lima baina yadayya minat tauraati wa mubasysyiram bi rasuuliy yatimin badismuhuu ahmadu

    Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan apa yang sebelumnya dari Taurat, pemberi kabar gembira dengan sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs 61 ash Shaf 6)

    95. Yesus menerima firman Tuhan dan menyampaikannya

    Sebab segala firman yang engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusamapikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa aku datang dari pada Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:8)

    Dengan segala kerendahan hati Yesus mengaku bahwa dia telah menyampaikan segala firman yang Tuhan wahyukan kepadanya untuk disampaikan kepada mereka para pengikutnya, agar mereka yakin dan percaya bahwa dia itu adalah utusan yang datang dari Tuhannya. Ucapan Yesus yang polos dan berhaja tersebut, sangatlah jelas dan sudah dipahami oleh siapapun. Anak kecilpun paham dakan hal itu.

    • Setiap yang mengaku mendapat dan menerima dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku mendapat dan menerima firman dari Tuhan, pasti bukan tuhan.
    • Setiap yang mengaku dia datang dari Tuhan pasti bukan Tuhan.
    • Yesus mengaku dia datang dari �Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan
    • Setiap yang mengaku bahwa dia diutus oleh Tuhan, berarti dia utusan Tuhan.
    • Yesus mengaku dia hanya diutus oleh Tuhan, berarti dia hanya seorang utusan Tuhan, bukan Tuhan !!.

    96. Yesus pergi menghadap kepada Allahnya dan Allah kita

    Kakta Yesus kepadanya: janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bap tetapi pergilah kepada saudara saudara Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka sekarang akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah Ku dan Allahmu (Yohanes 20:17).

    Ayat tersebut merupakan ucapan Yesus setelah kebangkitannya pada hari yang ketiga, lalu menampakkan dirinya kepada seorang wanitabernama Maria Magdalena yang sedang mencari mayat yesus.

    Ketika mareia Magdalena mengetahui bahwa Yesuslah yang dihadapkan dia, Maria mau memegang namun Yesus menolak dan berkata, �Jangalah engkau memegang Aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilahkepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku da Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu�

    Dari ayat yang tertulis di atas ini dapat kita pahami bahwa:

    • Setiap yang mau pergi kepada Bapanya (Allah), pasti bukan Allah.
    • Yesus mau pergi kepada Bapanya (Allah), berti Yesus bukan Allah.
    • Yesus mengaku akan pergi ke Bapa (Allah) dan Bapa kita (Allah), berati Yesus bukan Allah. Tuhan yang Yesus sembah adalah Tuhan!.

    Dalam Al Qur�an Qs. 43 Az Zuhkruf 64 dan Qs. 3 Ali Imran 51, Isa as menyuruh pengikutnya, Bani Israil, untuk menyembah hanya Allah Tuhanku dan Allah Tuhanmu.

    Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, Inilah jalan-jalan yang lurus (Qs 43 Az Zukruf 64).

    97. Mukjizat Yesus berasal dari Tuhan

    Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ia Yesus dari Nazaret, seorang yang telah menentukanAllah dan yang dinyatkan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengn perantaraan Dia (Yesus) di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

    Ayat tersebut bukan ucapan Yesus, tapi adalah kotbah Petrus dihadapan murid-murid Yesus tentang kematian Yesus yang dibunuh dan bangkit pada hari kitiga.

    Dari bunyi ayat tersebut, dapat kita pahami sebagai berikut :

    • Setiap orang yang ditentukan oleh Allah, pasti bukan Allah.
    • Yesus adalah orang yang ditentukan oleh Allah, berarti yesus bukan Allah.
    • Setiap yang membuat mukjizat dengan kekuatan Allah, pasti bukan Allah
    • Yesus bermukjizat atas kekuatan dari Allah, berarti Yesus bukan Allah.
    • Setiap yang menjajdi perantara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menjadi perantara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!!.

    Mukjizat Yesus sehebat apapun tidak berarti Yesus itu Tuhan. Dan semua itu bisa terjadi bukan atas kehbatannya sendiri. Tetapi karena atas izin Allah Swt. (Qs. 3:49, Qs. 2:87,253)

    98. Yesus dijadikan Tuhan ???

    Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus (Kisah Rasul 2 :36).

    Masih dalah konteks kotbah Petrus kepada murid-murid Yesus, dia katakana bahwa orang Esrael harus tahu bahaw Allah telah membangkitkan Yesus yang disalibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus. Rasanya sangat janggal bahwa Allah menjadika Yesus sebagai Tuhan.

    • Setiap yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
    • Yesus dibangkitkan oleh Allah, Allah berarti Yesus bukan Allah.

    Jika Allah menjadi Yesus Tuhan, berate ada tuhan selain Allah. Jika Yesus sudah dijadikan Tuhan, bearti Tuhan itu lebih dari satu. Padahal Yesus beraksi dalan Injil Markus 12: 29, bahwa Tuhan itu Esa. Ini berarti dia itu bukan Tuhan.

    Jawab Yesus: Hukum ynag terutama ialah Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa (Markus 12:29)

    Al Qur�an juga mengatakan bahwa Allah itu Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagaimana firman-Nya dlam Qs. 2: 133, Qs 2:163, Qs 4:171, Qs 5:73, Qs 6:19, Qs 9:31, Qs 12:39, Qs 37:4, Qs 38:65, Qs 39:4, Qs 40:16, Qs 41:6, Qs 112:1, dan lain-lain. Kita dapat mengambil contohnya sebagai berikut :

    Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Esa; tidak Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. (2) (Qs 2 Al Baqarah 163)

    Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Esa. (Qs 37 Ash Shaaffaat 4).

    Katakanlah, Dia-lah Allah yang Maha Esa. (Qs 112 AL Ikhlas 1).

    99.  Yesus berdiri sebelah kanan Allah

    Lalu katanya : Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah. (Kisah Rasul 7:56).

    Ayat tersebut adalah ucapan Stefanus dan bukan ucapan dari Yesus sendiri. Penglihatan Stefanus tersebut sungguh tidak rasional. Bagaimana Stefanus bisa melihat bahwa Yesus duduk di sebelah kanan Allah? Jika Yesus yang adalah Anak Manusia berdiri disebelah kanan Allah, sementara Yesus itu sendir adalah Tuhan (Allah), berarti ada dua Allah. Allah yang satu berdiri disebelah kanan dan Allah yang satu lagi berdiri disebelah kiri.

    • Setiap yang disebut Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus disebut sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang berdiri disebelah kanan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus berdiri disebelah kanan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

    ** Tulisan Arab berasal dari Al Quran Digital

    (2). Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun ayat tersebut di atas (S. 2: 163), kaum musyrikin kaget dan bertanya-tanya. “Apakah benar Tuhan itu tunggal? Jika benar demikian, berikanlah kepada kami bukti-buktinya!” Maka turunlah ayat berikutnya (S. 2: 164) yang menegaskan adanya bukti-bukti keesaan Tuhan.
    (Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur di dalam Sunannya, al-Faryabi di dalam Tafsirnya, dan al-Baihaqi d idalam Kitab Syu’bul Iman yang bersumber dari Abidl-Dluha. As-Sayuthi berpendapat bahwa Hadits ini mu’dlal, tetapi ada syahid (penguatnya).)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa setelah turun ayat ini (S. 2: 163) kepada Nabi SAW di Madinah, kafir Quraisy di Mekah bertanya. “Bagaimana Tuhan Yang Tunggal dapat mendengar manusia yang banyak?” Maka turunlah ayat berikutnya (S. 2: 164) yang menegaskan adanya bukti-bukti keesaan Tuhan.
    (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Abu-Syaikh di dalam kitab al-‘Izhmah yang bersumber dari ‘Atha’.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad SAW. “Berdoalah kepada Allah agar Ia menjadikan Shafa ini gunung mas, sehingga kita dapat memperkuat diri melawan musuh.” Maka Allah menurunkan wahyu kepadanya (S. 5: 115) untuk menyanggupi permintaan mereka dengan syarat apabila mereka kufur setelah dipenuhi permintaan mereka, Allah akan memberikan siksaan yang belum pernah diberikan kepada yang lain di alam ini. Maka bersabdalah Nabi SAW: “Wahai Tuhanku, biarkanlah aku dengan kaumku, aku akan ajak mereka sehari-demi sehari.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 164) yang menjelaskan mereka meminta Shafa dijadikan emas, padahal mereka mengetahui banyak ayat-ayat (tanda-tanda) yang luar biasa daripada itu.
    (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Ibnu Abbas. Sanadnya baik dan maushul, yaitu hadits yang sanadnya tidak terputus sampai kepada Nabi SAW).

    100. Allah membangkitkan Yesus sebagai juruselamat bagi orang Israel

    Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. (Kisah Rasul 13:23).

    Yang dimaksud dengan �dari keturunannya� yaitu dari keturunan Daud. Paulus mengatakan, dari keturunan Daud inilah akan lahir seorang juruselamat bagi orang Israel yang bernama Yesus. Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwa sesungguhnya Yesus itu adalah Juruselamat, tapi hanya Juruselamat bagi kaumnya saja, yaitu Bani Israel.

    • Setiap orang yang dibangkitkan oleh Allah, pasti bukan Allah.
    • Yesus dibangkitkan oleh Allah, berarti Yesus bukan Allah.

    Bahkan dalam Injil Matius 15:24, yesus sendiri mengaku dia diutus hanya untuk umat Israel.

    Jawab Yesus : Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 15:24)

    101. Allah itu Esa dan Yesus serahkan dirinya menebus dosa

    Karena Allah itu Esa dan esa pula dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. (1 Timotius 2:5-6).

    Nasihat Timotius tersebut merupakan kesaksian dia terhadap orang-orang non Yahudi, bahwa apa yang dia ajarkan itu adalah benar dan dia tidak berdusta. Dari bunyi ayat tersebut, dapat kita simpulkan :

    • Setiap yang mengatakan Tuhan itu Esa, pasti Tuhan tidak lebih dari satu.
    • Jika Tuhan itu Esa dan tidak lebih dari satu, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang menjadi perantara antara Tuhan dan manusia, pasti bukan Tuhan.
    • Yesus menjadi perantara Tuhan dengan manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
    • Setiap yang menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi manusia, pasti adalah manusia, bukan Tuhan.
    • Yesus menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

    Ayat ke 101 (terakhir) ini berbicara tentang Yesus sebagai penebus dosa manusia, yang menurut umat Kristiani Yesus mati dalam rangka untuk menebus dosa-doa manusia. Bagaimana para ilmuan tentang hal itu ? klick >>

    http://islamic.xtgem.com/update_juli2008/101bukti/101bukti04_3.htm

     
    • luiz david 11:27 am on 26/09/2009 Permalink | Reply

      Yesus adalah Tuhan. Karena menurut ajaran agama kristen, ALLAh adalah tri tunggal (Bapa, Putra dan Roh Kudus). Tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa melalui Yesus Kristus. Secara fisik memang Yesus adalah Anak manusia, tetapi secara rohani dia diberkati dan diberi mujizat oleh ALLAH BAPA, sehingga dia adalah Tuhan. Ingat tri tunggal..

      • Freedomfighter 1:31 am on 01/03/2011 Permalink | Reply

        Hanya ada satu Tuhan. Tapi banyak yang menolak kalimat tersebut.

        “Kita ini diciptakan dari satu makhluk (adam) lalu dijadikan pula pasangan (hawa) dari makhluk itu sendiri. Terus, dari perut ibu terdapat 3 lipat tahap penciptaan manusia (bayi).
        Yaitu kegelapan dalam perut, dalam rahim, dan dalam selaput yang menutupi janin.”

        “Di dalamnya terjadilah proses penciptaan. Ditempatkanlah setitik bibit (sperma) dalam penyimpanan yang kuat (ovum). Lalu terbentuklah segumpal darah, lalu gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan dari daging jadi tulang belulang, setelah itu tulang tersebut ditutup lagi dengan daging (janin).”

        “Dimukimkanlah janin yang terbentuk itu di dalam rahim hingga waktu yang ditentukan (9bln10hari). Setelah itu keluarlah kita jadi bayi, yang berangsur mancapai kedewasaan. Ada yang mati muda, ada yang panjang umurnya sampai – sampai jadi pikun.”

        Pengetahuan tentang embriologi ini ditemukan dan disahkan pada abad ke-20.
        Apakah kalian tahu, keterangan itu sudah tersebar sekitar 1400 tahun lalu? Apakah kalian mengira pada tahun tersebut terdapat teknologi canggih sama seperti sekarang, hingga bisa mengetahui sperma (hanya setitik) masuk ke dalam ovum beserta proses yang terjadi?
        Jika jawabannya “TIDAK”,
        Saya beritahu bahwa keterangan itu ada di dalam Al-Qur’an : 39 Azzumar ayat 6, al Mukminun ayat 13 dan 14, al Maidah ayat 22

        Masihkah menolak?
        Saya yakin pasti kebanyakan menjawab “IYA”
        Dan saya tidak heran karena ini sudah ditulis pula,
        Q.S.82 ayat 6-7:“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu
        (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah membentuk kamu
        lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”

        Q.S.71 ayat 13-14:
        “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ?
        Padahal Dia sesungguhnya telah membentuk kamu dalam beberapa tingkatan
        kejadian.”

      • nDeboost 3:32 pm on 30/07/2011 Permalink | Reply

        “….Tidak ada yang sampai kepada Bapa tanpa melalui Yesus Kristus…” Maksudnya tidak ada yg sampai kepada Yesus a.s tanpa melalui Yesus a.s gitu? Bisa terangkan logikanya? Atau begini, Yesus a.s ditugaskan oleh Allah swt khusus utk umat Yahudi, dari sebab itu, tidak bakal ada umat Yahudi bisa sampai kepada Allah swt bila tidak menjadi pengikut Yesus a.s

        “…tetapi secara rohani dia diberkati dan diberi mujizat oleh ALLAH BAPA, sehingga dia adalah Tuhan…”
        Jadi manusia (Yesus a.s) menjadi Tuhan setelah diberkati dan dikasih mukjizat oleh Tuhan. Sebelum diberkati dan atau sebelum dikasih mukjizat Tuhan posisi Yesus a.s apa? Sdh-kah Tuhan atau masih manusia? Mungkin lebih pas kalimat anda ditulis begini: “tetapi secara rohani Tuhan diberkati dan diberi mujizat oleh Tuhan, sehingga dia adalah Tuhan”. Ingat tri tunggal, anak=bapak=roh kudus.

    • semesta 4:57 pm on 30/09/2009 Permalink | Reply

      Sesuai dengan Topik Anda MAri Kita Buktikan Apakah Yesus itu Tuhan atau tidak kita ambil dalam Versi Alkitab dulu :

      Tuhan itu sama dengan Mesias atau Anak Allah atau Juru Selamat Dunia atau Orang yang terkemuka di bumi dan diakhirat atau Hakim Agung disaat kiamat nanti.

      Bukti bahwa Yesus adalah Mesias :

      1. Matius 16:16
      “Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah MESIAS, Anak Allah yang hidup!”

      2. Lukas 4:41
      “Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah MESIAS”.

      3. LukAS 24:26
      “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”

      4. Luk. 24:26
      “Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”

      5. Yohanes. 4:25
      “Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

      6. Yohanes 11:27
      Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

      7. Yohanes 20:31
      “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

    • semesta 5:15 pm on 30/09/2009 Permalink | Reply

      Bukti bahwa Yesus adalah Anak Allah :

      1. Matius 1:23
      “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.

      2. Matius 14:33
      “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

      3. Matius. 16:16
      “Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

      4. Matius. 27:54
      “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.”

      5. Markus 1:1
      “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah”.

      6. Markus. 3:11
      “Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

      7. Markus 5:7
      “dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”

      8. Lukas 8:28
      “Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.”

      9. Lukas 12:8
      “Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.

      10. Lukas 22:70
      “Kata mereka semua: “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”

      11. Yohanes 1:34
      “Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

      12. Yohanes 1:36
      “Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!”

      13. Yohanes. 1:49
      Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”

      14. Yohanes 1:51
      “Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

      15. Yohanes 3:18
      “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

      16. Yohanes 3:36
      “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

      17. Yohanes 5:25
      “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

      18. Yohanes 6:27
      “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

      19. Yohanes 20:31
      “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

      • Syam 2:20 am on 30/06/2011 Permalink | Reply

        Berapa ramaikah “anak” Tuhan ?

        Keluaran 4:22
        Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;

        2 Samuel 7:13-14
        Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
        Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.

        Lukas 3:38
        anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

        Roma 8:14
        Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

        Yohanes 1:12
        Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

        Filipi 2:15
        supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

        1 Yohanes 3:1-2
        Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

        Ayub 38:7
        pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?

        Ayub 2:1
        Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN.

        Ayub 1:6
        Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

        Kejadian 6:4
        Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

        Kejadian 6:2
        maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

    • adly 6:49 pm on 03/09/2010 Permalink | Reply

      bearti bnar alkitab itu bnyk kontradiksi nya.

    • A Nizami 1:06 am on 29/10/2010 Permalink | Reply

      Di Alkitab disebut Yesus dilahirkan dan punya silsilah bapaknya, kakeknya, dsb. Allah/Tuhan tidak dilahirkan. Jadi Yesus bukan Tuhan.
      Disebutkan pula Yesus lapar kemudian tidak tahu kalau pohon Ara belum berbuah karena bukan musimnya. Allah/Tuhan tidak pernah merasa lapar dan Maha Tahu. Jadi Yesus bukan Tuhan.
      Yesus juga diolok-olok, diludahi, disalib, dan mati dibunuh. Allah/Tuhan itu Maha Perkasa dan Maha Kuat. Dia juga Baqa’/Kekal. Jadi Yesus bukan Tuhan.

      Nabi Isa sekali-kali tidak pernah meminta/menyuruh manusia untuk menyembahnya sebagai Tuhan. Itu jalan yang sesat.

      “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” [Al Maa-idah 116]

      Nabi Isa adalah utusan Allah yang membenarkan kitab Taurat dan mendapat kitab Injil:

      “Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” [Al Maa-idah 46]

      Di Matius 15:24 dan Matius 10:40 Yesus mengakui cuma sebagai utusan Tuhan:

      “Jawab Yesus : “aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel.” (Matius 15:24)

      Yesus menyuruh hanya menyembah kepada Allah. Bukan dirinya:

      “Maka berkatalah Yesus kepadanya :”Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!”. (Matius 4:10).

      Jika kita belajar Sifat 20 Allah, maka kita akan tahu sifat-sifat Allah yang tidak akan bisa dimiliki oleh manusia biasa. Yaitu Allah itu Qidam (Terdahulu). Allah itu Maha Awal. Telah ada sebelum bumi, matahari, dan langit ada. Tidak mungkin Allah itu kemudian seperti Nabi Isa yang dilahirkan oleh Siti Maryam pada tahun 0 Masehi. Tidak mungkin Tuhan yang Maha Pencipta didahului oleh ciptaannya seperti Siti Maryam yang jadi ibu Nabi Isa, Musa, Ibrahim, Adam, Bumi, Matahari, dan sebagainya.

      Allah juga bersifat Baqa’ atau kekal. Tidak mungkin Allah itu mati sebagaimana Yesus yang mati disalib. Allah juga berbeda dengan makhluknya (Mukhollafatuhu lil Hawadits). Tidak mungkin Allah terlahir sebagai bayi yang menyusui, menangis, pipis, buang air besar, dan sebagainya. Bagi yang ingin mempelajari lebih jauh Sifat 20 Allah ini silahkan klik:

      http://media-islam.or.id/2009/11/08/sifat-20-allah-yang-penting-dan-wajib-kita-ketahui

      Sebetulnya ucapan Yesus saat disalib yang mengatakan “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? sudah merupakan bukti nyata bahwa Yesus bukan Tuhan/Allah:

      “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)?

      Kalau kita berpikir dengan akal sehat, tidak mungkin Tuhan/Allah mengucapkan kalimat “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

      Silsilah Yesus Kristus

      Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).

      Tuhan tidak mungkin punya silsilah atau orang-tua dan nenek moyang. Silsilah di atas merupakan bukti kuat Yesus bukan Tuhan.

      Silahkan baca selengkapnya di:
      http://media-islam.or.id/2010/10/27/isa-atau-yesus-hanya-manusia-bukan-tuhanallah/

      • Isa jaLan yg Lurus 4:03 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

        gini aja bung…… andai saja Yesus(Isa) itu manusia biasa dan itu benar,hak IstimewaNya yg mnentukan kita masuk surga atau neraka….jgn buat Ia murka,hnya karna nafsu anda,maksud Allah sangat sulit untuk manusia yg hanya berakal(tidak akal rohaniah/ruhul kudus),pdahaL Alquran menyuruh JADI PENGIKUTNYA,BENARLAH KITAB2 SEBELUMNYA,TENTANG DIA DAN HARI KIAMAT,berarti Alquran dsruh membenarkan kitab2 sblumnya(Alkitab dan Taurat),terkemuka didunia dan diakhirat,hakim yg adiL yg menghakimi,ada manusia yg pernah ke akhirat? terkemuka di akhirat?,kalau membaca kitab hrus memahaminya,jgn 1 ayat,tetapi kaitkanlah ayat2 sbelum dan sesudahnya,Tuhan Allah itu mendidik kita,mkanya Ia mnjadikan sosok yg 100% manusia,karna apa?untuk mnebus dosa2 manusia(yg juga pengikutnya), knp Tuhan ko berdoa? mengajarkan kita doa yg benar dan stiap msalah bisa kita adukan sama Allah(mengajarkan) siapa yg bilang Yesus punya silsilah orang tua dan nenek moyang? sunggulah amad dangkal pemahaman itu… Yesus dilahirkan tanpa persetubuhan(melalui firman Allah) melalui perut maryam,Dia tidak punya silsilah keluarga yg Lazim,dan siapa saja boleh memperanakNya,tidak dilarang,karna waktu itu jaman Daud disebut anak Daud,karna maryam yg mengandunginya disebut anak maryam,semoga Dia yg menghakimi anda nanti mengampuni anda,Isa=Yesus=firman Allah=Allah kudus=terkemuka didunia dan akhirat=bukan manusia=pencipta(juga sbelum diturunkan kebumi),pertanyaan balik dari saya yg tak berhak menghakimi anda
        1.apakah anda sudah memaknai kutipan2 anda diatas?(kerajaan Allah)?
        karna menurut saya dan Alkitab kerajaan Allah bisa ada disetiap hati masing2 orng
        2.apakah anda percaya Alquran?
        klo percaya maknai dan pahami stiap bcaan2 yg ingin anda tau,benarkan kitab2 sebelum Alquran
        3.ini seandainya(krn saya bukan hakim)Andai pernyataan2 anda salah dan Allah meminta pertanggungjawaban anda di hari penghakiman terakhir?
        4.tujuan pernyataan2 ini? bisa memasukan anda ke surgakah?
        5.agama bisa antar kita kesurga?,
        Allah memberkati saudara

    • pemirsa 4:41 am on 06/03/2011 Permalink | Reply

      Saudaea- saudaraku Kitab Suci memberikan kesaksian bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan:
      1. Yesaya 9:5
      Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai

      2.Yohanes 1:1
      Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
      1:2
      Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
      1:3
      Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan

      2.Yohanes 14:9
      Kata Yesus kepadanya: /”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

      3.Yohanes 16:28
      Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”*

      4.Yohanes 20:28
      Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku

      5.Yesaya 43:11
      Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku
      Lukas 2:11
      Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud

      6.Yesaya 44:6
      Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku
      Wahyu 1:17
      Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: /”Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,*
      1:18
      /dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.*

      7.Wahyu 1:8
      Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa

      8.Wahyu 22:16
      “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang

      9. 1 Yohanes 5: 20
      Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal

      10. Kolose 1:15
      Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
      1:16
      karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia
      1:19
      Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia

      11.Kejadian 1:26
      Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi
      Yesaya 48: 11
      Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain

      12. 1 Korintus 1:24
      tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah

      Saudara Yesus Kristus adalah Firman Allah menjadi manusia Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”, kalau dlm alquran Isa adalah Roh Allah yg menjadi manusia yg sempurna; Isa adalah kalimatulloh (Firman Allah), Firman Allah sejak semula bersama sama dengan Allah dan merupakan Pribadi yang bisa diutus, Kitab Suci memberikan kesaksian Yesus Kristus adalah: Anak manusia, Alfa dan Omega, Roti hidup yang turun dari sorga, Penasihat Ajaib, Jalan dan kebenaran dan hidup, Matahari kehidupan, Juru selamat dunia, Gembala yang baik, Yang kudus dari Allah, Aku adalah Aku, Gambar dari Allah yg tidak kelihatan, Mesias, Sang pengantara, Allah yang Maha Kuasa, Anak tunggal Bapa, Anak domba Allah, Raja damai, Nabi, Imam, Hakim yang adil, Firman Allah, Kekuatan Allah dan Hikmat Allah, Kebangkitan dan hidup, Allah yang perkasa, Allah yang sejati,Terang dunia , Malaikat perjanjian, dll

      pada saat Yesus Kristus wafat di kayu salip yang mati adalah kemanusiaan-Nya ke-Ilahian-Nya tdk mati, hari itu juga Dia berjalan- jalan di taman Firdaus.

      Kapan hari kiamat tiba ada dlm rahasia / rencana Allah Bapa dgn maksud supaya manusia berjaga jaga / tidak hidup semaunya sendiri sebab kedatangan Kristus yg ke 2 secara tiba tiba, rahasia Allah Bapa didlmnya terkandung Hikmat Allah/ Kebijaksanaan Allah, Yesus Kristus adalah kekuatan Allah dan Hikmat Allah.

      • SERBUIFF 5:25 am on 07/03/2011 Permalink | Reply

        kalau mendongeng dan ngarang cerita ente juara satu loh !

        • Isa jaLan yg Lurus 3:38 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

          dongeng??????? anda tidak percaya Alquran???????
          Isa datang untuk menhakimi kita,hakim yg adil,terkemuka didunia dan di akhirat,Dia yg menentukan qita msuk durga/neraka,bukan agama,renungkan

    • nesto_cokun 9:14 pm on 11/06/2011 Permalink | Reply

      Bila anda seorng yg terlalu bijak,pintar dlm mengolah kosa kata,mampu menganalisa yg mendokrin pikiran orng awam yg malas membaca apa itu isi Alkitap dr kitab Kejadian sampai KItab Wahyu,maka anda sama seperti ahli2 taurat yg menghakimi Yesus Kristus Yang adalah Tuhan & Juru selamat umat manusia itu.Jadi,selamat utk anda yg dng baik mampu memberikan pandangan yg paling benar kepada kaum or kelompok or populasi yg sangat anti pada yg namanya Yesus Kristus Tuhan & juru selamat umat manusia itu.Maaf, jangan anda lupa utk membaca kitab Yohanes 3.14.saya doakan smoga sang penulis or inisiator diatas akan menjadi penginjil yg diberkati sama seperti penginjil yg dulunya menghujat Yesus Kristus Tuhan & Juru selamat manusia itu.amen.!

      • sang mualaf 9:13 am on 30/06/2011 Permalink | Reply

        Susah mas cari penginjil yang baik, karena setelah mendalami kitab suci nya malah pindah jadi muslim

    • CIKK 7:05 am on 16/06/2011 Permalink | Reply

      BUKTI2 KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DALAM AL KITAB DAN TERGENAPINYA NUBUATAN NABI2 ALLAH . YANG MENYEBABKAN BERBONDONG2 ORANG BARAT KEMBALI KE ISLAM.
      matius 20:15
      kerajaan Allah (nubuah/kenabian)
      KEBUN ANGUR=israil)
      (PEMILIK ANGUR= ALLAH)(PENGGARAP=ULAMA/imam2,tua2)
      (ANGGUR ASAM=BANI ISRAIL
      diberikan pada bangsa arab (nabi Muhammad)
      karena bangsa yahudi ngga dipercaya lagi.

      KERAJAAN ALLAH BUKAN MILIK YAHUDI DAN KRISTEN KHATOL TAPI MILIK ISLAM.INI BUKTI NYATA
      MAKANYA KRISTEN KHATOL BANYAK JADI MUALAF,BUKAN DENGAN PEDANG TAPI DENGAN BUKTI NYATA.DARI AL KITAB MEREKA SENDIRI.
      MAKANYA NABI MUSA DAN NABI ISA SUDAH NUBUATKAN NABI AKAN DIBANGKITKAN DIKALANGAN SAUDARANYA.YAITU NABI MUHAMMAD SAUDARA SATU MOYANG.NABI ISHAQ DAN NABI ISMAIL’
      S A U D A R A N Y A.
      BUKAN
      K E T U R U N A N NYA.
      KETURUNAN LAIN DENGAN SAUDARA.PAHAMKAN.?
      YAITU SAUDARA DARI MOYANGNYA NABI YA’KUB YAITU NABI ISMAIL KETURUNNYA YAITU NABI AKHIR ZAMAN NABI MUHAMMAD.
      YESUS (NABI SIA) BERKATA KERAJAAN AKAN DIBERIKAN KEPADA BANGSA LAIN YAITU BANGSA ARAB(SAUDARANYA).
      SABDA NABI MUSA:
      ULANGAN 18:15-18
      18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
      18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
      18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
      18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti aku
      SABDA YESUS MATIUS 21
      21:42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
      21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.(islam berkembang ke seluruh alam)
      NABI ISMAIL ADALAH NABI YANG DIBUANG DENGAN HARAPAN TIDAK MEWARISI KELUARGA NABI YA’KUB.
      TETAPI ANAK KETURUNANNYA YAITU NABI MUHAMMAD TELAH MENJADI BATU PENJURU..
      NABI BERSABDA:”AKU DIBANDINGKAN DENGAN NABI2 SEBELUMKU DALAM MENDA’WAHKAN AGAMA ALLAH ADALAH SEPERTI SEBUAH BANGUNAN DIMANA DISUDUTNYA ADA SATU BATU BATA YANG KOSONG MAKA AKULAH YANG MENGGENAPINYA.”
      KEHEBATAN ISLAM ZAMAN NABI MUHAMMAD
      21:44 (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)” MAKANYA JAJAHAN2 ROMAWI (babel)LEPAS JADI ISLAM,TERMASUK AFRIKA , PERSIA JATUH 4 TAHUN SETELAH MENINGGALNYA NABI 10 TAHUN KEMUDIAN SELURUH PERSIA JATUH KE ISLAM SAMPAI BEBBATASAN DENGAN CHINA.
      21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya
      TERMASUK PERSIA (IRAN)YANG DULU NYEMBAH API MENJADI NEGARA ISLAM,PERSIA PAKISTAN,PERSIA AFGHANISTAN DAN PERSIA HINDUSTAN DAN PERSIA KHASMIR
      NUBUATAN TENTANG NABI MUHAMMAD DARI SABDA HABAKKUK
      3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.(ARABIA)
      3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.
      3:5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.
      3:6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.
      3:7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar.

      ORANG KUSYAN ADALAH ARABIA.DEMIKIAN PENAFSIRAN BIBLE.

      NABI HABAKKUK TELAH MENUBUATKAN TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW KETURUNAN NABI ISMAIL DARI PEGUNUNGAN PARAN NEGERI ARAB

      DEMIKIAN PENDAPAT AHLI TAFSIR BIBLE
      NUBUATAN NABI MUHAMMAD DARI NABI YESAYA
      21:1. Ucapan ilahi terhadap “padang gurun di tepi laut”. Seperti puting beliung mendesing lewat di Tanah Negeb, demikianlah datangnya dari padang gurun, dari negeri yang dahsyat.

      21:11. Ucapan ilahi terhadap Duma. Ada seorang berseru kepadaku dari Seir: “Hai pengawal, masih lama malam ini? Hai pengawal, masih lama malam ini?”
      DUMA ANAK ISMAIL(KEJADIAN 25:14)

      21:12 Pengawal itu berkata: “Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!”

      21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!

      21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! (TEMA ANAK ISMAIL KEJADIAN 25:15)

      21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. (BUKTI NABI MUHAMMAD LARI KE MADINAH DIKEJAR SENJATA KARENA DA’WAH)

      21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.

      SETELAH HIJRAHNYA NABI 1 TAHUN KEMUDIAN TIMBUL PERANG BADAR YANG DIMENANGKAN KAUM MUSLIMIN.
      21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”

      42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.
      TERPENUHI NUBUATAN DENGAN MASUKNYA ISLAM DI SELURUH NUSANTARA

      (ALLAH TURUNKAN AL QURAN (nyanyian baru)BERBEDA DENGAN INJIL,ZABUR DAN TAURAT (bahasa ibrani).AL QURAN YANG LENGKAP TUNTUNANNYA UNTUK SELURUH MANUSIA SEDANGKAN TAURAT,ZABUR ,INJIL UNTUK BANI ISRAIL.LINGKUNGAN KAUMNYA SAJA.
      42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (KEDAR KETURUNAN NABI ISMAIL KEJADIAN 25:13.)
      ( TALBIYAH KETIKA BERHAJI ORANG MEMUJI ALLAH)TERBUKTI SAMPAI SEKARANG.)LABBAIK ALLHUMMA LABBAIK …dst
      42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.(DUA KALI DITEGASKAN ISLAMNYA SELURUH NUSANTARA DENGAN PANGGILAN AZAN DAN DA’WAH))
      42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
      42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
      ARABIA BELUM PERNAH DIUTUS NABI SEMENJAK NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL
      42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
      TERPENUHI 10.000 SAHABAT BERKUDA MENYEBRANG SUNGAI TIGRIS MENYERANG PERSIA TANPA BASAH KAKI MEREKA.
      42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
      NABI MUHAMMAD ADALAH NABI YANG BUTA HURUF.NABIYYIL UMMI.TIDAK PERNAH MENGENAL ALLAH.KEMUDIAN ALLAH TURUNKAN WAHYU KEPADA BELIAU.APA YANG DISABDAKANNYA ADALAH DARI ALLAH.
      42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!” 360 PATUNG BESAR KECIL DALAM KA’BAH) DIHANCURKAN SENDIRI OLEH ORANG 2 YANG TELAH KEMBALI KE ISLAM.
      AN NASR
      110:1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
      110:2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
      110:3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.
      ORANG2 BERHAJI SEMUA MEMUJI ALLAH.NUBUATAN HABAKKUK TERGENAPI UNTUK NABI MUHAMMAD.
      KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.UCAPKANLAH LAILAHAILLALLAH.TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
      SEDANGKAN YESUS DALAM AL KITAB AJARANNYA TIDAK TERBUKTI.SEPERTI SUNAT, LARANGAN MAKAN BABI, PAKE TELEKUNG(JILBAB),KAWIN DUA NGGA SATUPUN KRISTEN KHATOL YANG PATUH LALU I,KUT AJARAN SIAPA??.JADI YANG DISALIB TUH YESUS (YUDAS)ATAU NABI ISA AS.PIKIR TU.
      YAHUDI BANI ISRAIL MEMANG BEBAL AKHIR ZAMAN DIHANCURKAN ALLAH.SEDANGKAN KRISTEN KHATOL LEBIH MUDAH DAPET HIDAYAH.KARENA MEMANG YAHUDI BANI ISRAIL (PAULUS,IMAM2 DAN TUA2)YANG NYESATKAN MEREKA.NUBUATAN NABI HABAKKUK,NABI YESAYA, MUSA, YESUS SEMUA ADA DI ALKITAB MENJELASKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD.ANDA BERIMAN PADA KITAB MANA LAGI????
      PARA NABI SATU KELUARGA.PESANNYA SAMA MENGAJAK HANYAMENYEMBAH ALLAH.MAKANYA DALAM QURAN PARA NABI BANI ISRAIL DIMULIAKAN, NABI ISA JUGA IBUNYA.KARENA MEMANG SEMUA PESAN DARI ALLAH.KLO QURAN BUATAN NABI MUHAMMAD UNTUK APA MEMULIAKAN MUSUHNYA BANGSA ISRAIL, ANEHKAN?.NABI MUHAMMAD TAK PERNAH BERMUSUHAN. SINI BUKTI SEMUA AJARAN AGAMA SATU YAITU DARI ALLAH
      YESAYA
      5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
      5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?(KEBUN ANGGUR=BANI ISRAIL)
      MATIUS 3:10 BUAH YANG TAK BAIK MASUK API.
      WAHYU : 14 ISRAIL ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI NABI ISA DENGAN SABITNYA DARI ALLAH.ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI DI AKHIR ZAMAN. KARENA TIDAK MEMMBERI MANFAAT KEPADA MANUSIA DIMASUKKAN KEKILANGAN ANGGUR KEMURKAAN ALLAH.DIMUSNAHKAN SAMPAI HABIS.TERMASUK SEKUTU2 ISRAIL YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.DEMIKIAN JUGA DI YEHEZKIEL.BACALAH NUBUATAN NABI2 TENTANG AKHIR ZAMAN.BAHWA ISRAIL YANG DIMURKAI ALLAH AKAN BINASA BERSAMA SEKUTU2NYA KRISTEN KHATOL. ANAK MANUSIA AKAN TURUN MENEMUI ORANG2 ISLAM YANG SUNAT DAN TIDAK MAKAN BABI.NABI ISA DAN ORANG 2 ISLAM BERSAMA IMAM MAHDI AKAN MEMUSNAHKAN BANI ISRAIL SAMPAI KE AKAR2NYA.KARENA MENYEMBAH SELAIN ALLAH DAN TIDAK BERMANFAAT.
      SELAMATKAN DIRI ANDA, KELUARGA DAN ANAK CUCUCU ANDA.
      TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK SELAMAT KECUALI KEMBALI KE ISLAM SEBAGAIMANA YANG DINUBUATKAN PARA NABI2 SEPERTI MUSA, ISA,HABBAKUK, YESAYA, YOHANES, YEREMIA.
      APA TIDAK JELAS BAGI ANDA NUBUATAN PARA NABI ITU.??PERCAYA PADA KITAB MANA LAGI ANDA.?
      JELAS ALLAH NGGA PERCAYA LAGI SAMA BANGSA YAHUDI MAKANYA KERAJAAN ALLAH (KENABIAN) DIBERIKAN PADA KETURUNAN NABI IBRAHIM YAITU NABI MUHAMMAD.SEMOGA SEMUA MANUSIA BISA TAHU MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH.YANG BENAR DARI ALLAH YANG SALAH JELAS DARI MANUSIA YANG MEMBUAT DAN MENGUBAH KITAB SUCI UNTUK MENYESATKAN MANUSIA.TERUTAMA BANGSA YAHUDI LAH TELAH MENYESATKAN BANYAK MANUSIA.
      NABI MUHAMMAD AKHLAQNYA SUDAH DIPUJI ALLAH DALAM QURAN.AL QURAN DARI ALLAH.HADITS TIDAK AKAN BERTENTANGAN DENGAN QURAN.HADITS ITU MENERANGKAN (BAYANUL QURAN).APABILA HADITS BERTENTANGAN DENGAN QURAN, MAKA LIHAT SIAPA YANG MERIWAYATKANNYA.APALAGI BANYAK BUKU2 FITNAH YANG MEMANG MENJELEKKAN NABI MUHAMMAD.
      SEDANGKAN IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI “MEMBUNUH” NABI ISA (MATIUS 26,27) JELAS2 ADA DI ALKITAB, KRISTEN KHATOL MENUTUP MATA PERBUATAN YAHUDI.ANEH.XI XI XI.MALAH MEMUJI YAHUDI ANAK TUHAN.TUHAN MANA??TUHAN ANAK LEMBU?.MEREKA SEMUA MAU MENANGGUNG DARAH YESUS SAMPAI KETURUNANNYA (MATIUS 27:25) LALU DIPUTAR BALIK YESUS NEBUS DOSA.YESUS JADI TUHAN??YESUS BERKALI2 BILANG IA UTUSAN ALLAH.IA HANYA ANAK MANUSIA.
      APAKAH ANDA TIDAK MEMBACA???
      APAKAH ANDA TIDAK BERPIKR???
      APAKAH ANDA TIDAK MERENUNG!!!.
      PILATUS SAJA TAKUT UNTUK MENYALIBNYA.TAPI TEKANAN KUAT DARI IMAN DAN TUA2 YAHUDI YA TERPAKSA DISALIB.
      JELEKNYA IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI HARI KETIGA NYOGOK PENJAGA2 BILANG MURID2 YESUS NYURI JASAD YESUS.XIXIXI.
      KATANYA BANGKIT.
      BACA TUH MATIUS SEBELUM DISALIB PADA HARI RAYA PASKAH.
      EH SEKARANG DIPUTAR BALIK.SEMUA DOSA MANUSIA YESUS YANG NANGGUNG.
      HA HA HA KASIAN KRISTEN KHATOL DIKADALIN YAHUDI, MAKANYA DR.YAHYA WALONI DR IRENA HANDONO NGGA MAU DIKADALIN.
      SEKARANG RIBUAN ORANG KRISTEN DIISLAMKAN BELIAU2 TU.
      KALAU ANDA TIDAK KEMBALI KE ISLAM ANDA AKAN DIMASUKKAN DALAM NERAKA DAN KEKAL.
      KALAU ANDA TIDAK PERCAYA NUBUATAN NABI2 TUH BAKAR SAJA KITAB TU.
      BERANI NGGA???HE HE HE
      KALO NGGA BERANI KEMBALILAH KE ISLAM.
      SEBELUM BADAN ANDA DIBAKAR DI NERAKANYA ALLAH SIANG MALAM SELAMA LAMANYA.
      KALAU ANDA BANYAK TERTAWA SEKARANG MAKA ANDA AKAN BANYAK MENANGIS KELAK.
      BACA LUKAS 14, 16 KRISTEN KHATOL BAKAL DIMASUKKAN KE NERAKA.BACA BUKU DR YAHYA WALONI MANTAN PENDETA DAN INTELEKTUAL KRISTEN. KRISTEN MASUK NERAKA ISLAM MASUK SURGA.

      NUBUATAN NABI MUHAMMAD LEBIH LANJUT DALAM AL KITAB YANG MEMBUKTIKAN ADA NABI SETELAH YESUS.

      “Lebih tepat bagi kalian jika aku pergi jauh. Karena kalau aku tidak pergi jauh maka ‘sang pembawa petunjuk’ tidak akan datang kepada kalian. Dan jika aku pergi maka aku akan mendatangkannya kepada kalian”
      (Yohanes 16: 7).

      “Dan dia tidak akan berbicara berdasarkan kehendaknya, tetapi dia akan berbicara dengan apa yg didengarnya dari wahyu”
      (Yohanes 16: 13)

      “Aku akan mengadakan seorang nabi di antara saudara-saudara mereka yg seperti engkau, dan Aku akan membuat firmanKU di lidahnya.
      (Ulangan 18: 18)

      “Wahyu dari tanah Arab. Dlm kesukaran di tanah Arab kau menetap wahai kafilah.”
      (Yesaya 21: 13)

      “Cahaya Tuhan datang dari Sinai lalu menyingsing utk mereka dari Seir dan bersinar terang dari Gunung Paran. Dan datanglah bersamanya 10.000 org suci dan hukum di tangan kanannya.”
      (Ulangan 33: 2)

      “Seorang suci dr Gunung Paran, Kemuliannya menutupi langit, sementara bumi dipenuhi oleh pujiannya.”
      (Habakuk 3: 3)

      “Dataran dan kota2 akan meninggikan suaranya, sebuah kampung yg dihuni oleh Qaidar.”
      (Yesaya 43: 11)

      Nah, jelas kan?
      Ismail menikah dgn Gadis Mesir (Kejadian 21: 12) dan dr anak pertama pasangan itulah lahir Qaidar yg kelak menjadi kakek moyang bangsa Arab yg mendiami Gunung Paran.

      Muhammad, dlm slh 1 babak khdpnnya memasuki kota Mekah bersama 10.000 orang suci (kaum beriman) membawa cahaya (hukum syariat).

      KEMBALILAH KE ISLAM LAILAHAILLALLAH TIADA YANG HAK DISEMBAH KECUALI ALLAH

      • Fajar Cerah 10:28 pm on 23/06/2011 Permalink | Reply

        ULANGAN 18:15-18 = Nubuatan penggenapan Yesus ( Isa Al-masih )
        SABDA YESUS MATIUS 21:42-44 tautannya ( Lihat Mazmur Daud 118:22-23 ) = Nubuatan tentang Yesus juga karena sudah pernah di sebutkan di Kitab Taurat pada Zaman Daud / Mazmur Daud jadi bukan sabda Yesus hanya mengingatkan kembali buat orang Farisi karena sudah di nubuatkan oleh Mazmur Daud Yesus akan dibuang oleh bangsanya dan menjadi menjadi keselamatan buat bangsa lain ( Yang bukan bangsanya/ Israel/Yahudi )
        DARI SABDA HABAKKUK baca tautannya ( 2 Samuel 22 ) = Ini adalah syair Puji pujian buat Allah bukan merupakan nubuatan kedatangan seorang Nabi
        YESAYA 21:1-17 adalah ucapan ilahi nubuatan atas bangsa bangsa lihat juga tautannya YESAYA 14:24-32, YESAYA 15:1-9, YESAYA 16:1-14, YESAYA 17:1-14, YESAYA 18:1-7, YESAYA 19:1-25, YESAYA 20:1-6, YESAYA 21:1-17 jadi bukan nubuatan kedatangan seorang Nabi,
        YESAYA 42:10-17 = Berisi Puji pujian tentang keselamatan bukan nubuatan kedatangan Nabi.
        “Wahyu dari tanah Arab. Dlm kesukaran di tanah Arab kau menetap wahai kafilah.”
        (Yesaya 21: 13) = Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
        Yohanes 16: 7 dan Yohanes 16: 13 = Janji Yesus kepada Murid muridnya tentang kedatangan penghibur itu adalah Roh Kudus setelah 40 hari kenaikannya tidak mungkin menunggu 600 tahun lagi pada Zaman Muhammad karena murid-muridnya sudah meninggal tidak mungkin hidup sampai 600 tahun lagi.
        Ulangan 18: 18 : Perkataan Allah kepada Nabi Musa bangkitnya Nabi dari bangsa Israel sendiri, saudara mereka ada 12 jumlah suku bangsa Israel, Yesus adalah Suku Yehuda tampilkan juga Ulangan 18:20
        “Wahyu dari tanah Arab. Dlm kesukaran di tanah Arab kau menetap wahai kafilah.”
        Ralat isinya (Yesaya 21: 13) = Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
        “Cahaya Tuhan datang dari Sinai lalu menyingsing utk mereka dari Seir dan bersinar terang dari Gunung Paran. Dan datanglah bersamanya 10.000 org suci dan hukum di tangan kanannya.”
        Ralat isinya (Ulangan 33: 2) = Berkat Musa kepada suku suku Israel isinya : Berkatalah ia : “TUHAN datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari oegunungan Paran dan datang dari tengah tengah puluhan ribu orang yang kudus ; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. berarti lebih dari 10.000
        “Dataran dan kota2 akan meninggikan suaranya, sebuah kampung yg dihuni oleh Qaidar.”
        (Yesaya 43: 11) = isinya kok beda ya..???
        “Dataran dan kota2 akan meninggikan suaranya, sebuah kampung yg dihuni oleh Qaidar.”
        (Yesaya 43: 11) = isinya juga beda…???
        Kedar dengan Qaidar kan gak sama…???
        NABI YESAYA di utus Allah karena bangsa Israel pada zaman itu banyak kembali ke penyembahan berhala dan melakukan hal yang jahat di mata TUHAN termasuk mengenai buah buah tadi yaitu perbuatan yang di lakukan oleh bangsa Israel pada waktu itu.
        Pada Zaman Yesus mungkin sangat spesial karena Allah sampai mengutus 2 Nabi karena belum pernah terjadi hal seperti itu sebelumnya yaitu Nabi Yahya ( Yohannes ) dan Nabi Isa Al-Masih ( Yesus ) dan itu ada tujuannya mari kita coba membacanya, memikirkannya dan merenungkannya apa tujuannya kenapa harus 2 Nabi yang di utus ?
        Mengenai Dunia yang membenci Yesus dan murid-muridnya bisa di baca di Yohannes 15:18-27
        Mengenai Nabi setelah Yesus mungkin kita yang harus membacanya, memikirkannya, merenungkannya pesan terakhir seorang Nabi yang bernama Yesus ( Isa Al-masih ) Matius 7:15-23

      • Isa jaLan yg Lurus 3:01 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

        “Lebih tepat bagi kalian jika aku pergi jauh. Karena kalau aku tidak pergi jauh maka ‘sang pembawa petunjuk’ tidak akan datang kepada kalian. Dan jika aku pergi maka aku akan mendatangkannya kepada kalian”
        (Yohanes 16: 7).Aku akan mengadakan seorang nabi di antara saudara-saudara mereka yg seperti engkau, dan Aku akan membuat firmanKU di lidahnya.
        (Ulangan 18: 18) saudara tidak ada nabi yg didatangkan oleh nabi”dan jika aku pergi maka aku akan mendatangkan kepada kalian”lantas muhammad,Isa yg mendatangkan dong?mari sama2 kita kaji lebih jauh kitab suci kita, tiada yg disembah,selain Allah yg maha Tinggi TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK SELAMAT KECUALI KEMBALI KE ISLAM SEBAGAIMANA YANG DINUBUATKAN PARA NABI2 , KALAU ANDA TIDAK KEMBALI KE ISLAM ANDA AKAN DIMASUKKAN DALAM NERAKA DAN KEKAL.anda sangat cerdas dalam berkarya sendiri maupun mengkopi,jika anda muslim,percayakan kitab anda bung,kitablah yg benar asal-usulnya(firman Allah) klo di Alquran tuh tertulis Isa lah yg menghakimi kita masuk neraka/surga,Dialah yg berhak mnentukan anda,saya,dan kita smua,bukan agama islam yg memasukan kita ke surga,lantas jangan buat Ia murka dengan karangan2mu,kalau cari asal-usul yg jelas,dan Alquran sungguh 100% sangat jelas,Isa yg terkemuka diBumi dan di Akhirat,Allah swt memberkatimu!!

      • nDeboost 1:56 am on 30/07/2011 Permalink | Reply

        SABDA NABI MUSA:
        ULANGAN 18:15
        18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

        Ayat yg demikian terpapar umunya dibeberapa Bibel, namun di NET somewhat nyeleneh, ga tahu penafsirannya gimana ada Israelites-nya:

        The Lord your God will raise up for you a prophet like me from among you – from your fellow Israelites;776 you must listen to him.
        http://sabdaweb.sabda.org/passages/?o=0&version=net2&p=ul+18%3A15&d=20&lang=indonesia&theme=clearsky

        PS Note “776” ga bisa saya kopi

    • Fajar Cerah 8:07 pm on 23/06/2011 Permalink | Reply

      Yesus adalah Tuhan bukan Allah harus bisa dibedakan Tuhan dan Allah, Perlu dibedakan asal kata Tuhan sendiri yaitu dari kata Tuan namun diperhalus dengan penambahan (h), Yesus adalah Manusia Mulia yang pantas di sebut Tuan untuk panggilan kepada seorang pemimpin namun diperhalus dengan menambahkan (h) karena dia Istimewa dibandingkan pemimpin yang lainnya, dan Yesus tidak pernah menyebut dirinya Allah, jadi tidak ada salahnya menyebut dia Tuan Yesus atau Tuhan Yesus…Yesus telah mengajarkan banyak hal melalui ajarannya dan menyatakan kepada kita semua bahwa Allah sangat Mengasihi kita semua dan melalui Yesus kita mengetahui bahwa Allah itu penuh Cinta Kasih bukan seorang penghukum dan Manusia harus mendekatkan diri kepada Allah hal ini dapat tercermin dari perilaku Yesus untuk kita contoh secara pribadi tak jarang Yesus menyebut Allah dengan sebutan ABBA yaitu panggilan seorang Anak kecil kepada seorang Ayah demikian pula kita bisa mencontoh seluruh buah-buah yang di hasilkan oleh Yesus…

    • sang mualaf 5:45 am on 24/06/2011 Permalink | Reply

      Tuhan = sesembahan
      Tuan = majikan/ penguasa
      Allah = Bapa/ pencipta alam semesta

      jadi argumen anda perlu diteliti lagi

      • Fajar Cerah 11:49 am on 24/06/2011 Permalink | Reply

        Saya bukan orang sastra tapi kita bisa melihat kembali maksudnya, mungkin benar secara garis besarnya dalam lapal atau pengucapannya sulit, namun dalam konteks penulisannya bisa seperti ini :
        TUHAN ( Huruf besar semuanya ) = biasanya untuk menyebut TUHAN ALLAH ( Allah sebagai pemimpin ) Sesembahan
        Tuan / Tuhan = Majikan / Penguasa / Orang yang di hormati dan di segani
        Allah = Bapa / Pencipta alam semesta

        • nDeboost 2:04 am on 30/07/2011 Permalink | Reply

          Tolong di jelaskan antara Tuhan dan Tuan di ayat Mark 12:36 berikut:
          LAI Terj Lama
          Karena Daud itu sendiri sudah berkata dengan jalan Rohulkudus: Tuhan telah berfirman kepada Tuhanku: Duduklah Engkau di sebelah kanan-Ku sehingga Aku menaklukkan segala musuh-Mu di bawah kaki-Mu.
          LAI Terj Baru
          Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

          OOT:
          “.. musuh-musuh-Mu..” : musuh siapa?
          “..di bawah kaki-Mu…”: kaki siapa?
          Bagaimana cara hingga musuh ditaruh dibawah kaki? Dg perang atau damai? Siapa yg akan menaruh tuh musuh?

    • BILAL 7:14 am on 27/06/2011 Permalink | Reply

      mudah2 an dapet hidayah.
      Dua puluh pertanyaan berikut menunjukkan bahwa fakta dan Alkitab sama sekali menolak dugaan ketuhanan Yesus:

      1. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-kan umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya?

      Fakta: mayoritas umat Israel tetap beragama Yahudi hingga sekarang.

      2. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia selama hidupnya hanya berkeliling di wilayah Israel saja, padahal manusia pada waktu itu sudah tersebar luas di seluruh penjuru bumi?

      Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)

      3. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia melarang kedua belas muridnya untuk berdakwah ke negeri lain selain negeri Israel?

      Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 10:5-6 – DRB 1582, KJV 1611)

      4. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika tangan dan kakinya dipaku di tiang salib memohon pertolongan kepada Allah/Bapa?

      Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46)

      5. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia ketika hendak membangkitkan Lazarus dari dalam kubur di depan umat Israel memohon pertolongan kepada Bapa?

      Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (Yohanes 11:41-44)

      6. Jika Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, mengapa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya dan kaumnya dari dominasi penjajah Romawi, tetapi malah ia diserahkan oleh penguasa Romawi (Pontius Pilatus) untuk disalibkan?

      Lalu ia (Pontius Pilatus) membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. (Matius 27:26-31)

      7. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mengetahui kapan datangnya hari kiamat?

      Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak (Yesus) pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36)

      8. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia sujud menyembah dan memohon perlindungan kepada Bapa?

      …Maka mulailah Ia (Yesus) merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:37-39)

      9. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena kejadiannya sebelum Abraham, mengapa Yeremia yang juga mengalami kehidupan sebelum manusia tidak menjadi Tuhan?

      Firman TUHAN datang kepadaku (Yeremia), bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:4-5)

      10. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir tanpa ayah, mengapa Adam yang lahir ke dunia tanpa ayah dan ibu tidak menjadi Tuhan?

      ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu (Adam) dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7)

      11. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perawan muda (Maria), mengapa Yohanes Pembaptis yang juga lahir atas bantuan penuh Roh Kudus dari seorang perempuan mandul yang tua bangka (Elisabet) tidak menjadi Tuhan?

      Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Lukas 1:15)
      12. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia memiliki mukjizat yang mampu menghilangkan berbagai penyakit dan mampu menghidupkan orang mati, mengapa Musa yang memiliki mukjizat jauh lebih dahsyat dari Yesus tidak menjadi Tuhan?

      Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. (Keluaran 9:23-24)

      Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. (Keluaran 14:21-22)

      13. Jika Yesus adalah Tuhan oleh karena ia seorang Kristus (Mesias), mengapa kristus-kristus lain tidak menjadi Tuhan?

      Kristus-kristus lain dalam Alkitab: Daud Kristus (Mazmur 2:2), Koresh Kristus (Yesaya 45:1), Saul Kristus (1 Samuel 10:1), Harun Kristus (Imamat 8:12), Elisa Kristus (1 Raja-raja 19:16), dan Salomo Kristus (1 Raja-raja 1:39). Kristus (Yunani) = Mesias (Ibrani) = Yang diurapi.

      14. Jika Yesus adalah Tuhan bagi ajaran Paulus, mengapa Yesus memerintahkan untuk menegakkan hukum Musa yang notabene bertentangan dengan ajaran Paulus?

      “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:17-20)

      Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” (Matius 8:3-4)

      Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Matius 23:1-3)

      Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:4-7)

      15. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu mempengaruhi umat Israel untuk mengikuti ajarannya, padahal ia lahir, besar, dan mati di tanah Israel? (Bandingkan dengan ahli hipnotis Tommy Raphael yang mampu merubah perangai manusia dalam waktu sekejap!)

      Lalu mereka (umat Israel) kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. (Matius 13:57-58)

      Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!” Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” (Matius 26:63-68)

      16. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia ketakutan menghadapi orang-orang Yahudi? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

      Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (Matius 12:14-15)

      Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. (Yohanes 7:1)

      17. Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Tuhan Semesta Alam di depan umat Israel? (Bandingkan dengan firman Tuhan dalam Perjanjian Lama!)

      Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku (Yesus): Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)

      18. Jika Yesus adalah Tuhan Semesta Alam, mengapa ia disetir oleh Allah/Bapa?

      Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yag Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. (Yohanes 5:30)

      Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. Barangsiapa berkata-kata dari diri-Nya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya. (Yohanes 7:16-18)

      19. Jika Yesus adalah Tuhan menurut ajaran Paulus, mengapa Melkisedek yang memiliki kesetaraan dengan Yesus tidak menjadi Tuhan? (Jika Yesus adalah Tuhan, maka Melkisedek pasti Tuhan. Sebaliknya, jika Melkisedek bukan Tuhan, maka Yesus pun pasti bukan Tuhan).

      Ia (Melkisedek) tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah (Yesus), ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.” (Ibrani 7:3)

      20. Jika Yesus adalah Tuhan bagi umat Kristen, mengapa ia tidak pernah menurunkan satu kitab pun kepada umat Kristen sebagai pedoman hidup?

      Tak satupun dari keempat Injil Kristen – Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes – ditulis oleh murid Yesus. Keempatnya ditulis oleh orang-orang yang tidak dikenal. Ini terbukti dari perbedaan-perbedaan narasi dan adanya kontradiksi diantara keempatnya, yang menunjukkan bahwa Injil-Injil tersebut ditulis atas inisiatif masing-masing penulisnya, bukan wahyu dan bukan pula atas perintah dari Yesus.

      Kurun waktu penulisan Injil-Injil Kristen antara tahun 65 hingga 115 M, yakni sekitar 45 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi awal Injil, atau sekitar 70 tahun setelah dugaan penyaliban Yesus untuk kompilasi akhir Injil. Sebuah rentang waktu Injil yang sangat lama yang tidak mungkin ia ditulis oleh murid Yesus!

      Jika diasumsikan bahwa usia murid-murid Yesus sama dengan Yesus, dan bahwa Yesus disalib pada usia 33 tahun,** maka murid-murid Yesus untuk pertama kalinya menulis Injil pada usia 78 tahun dan rampung ketika usia mereka mencapai 103 tahun. Mustahil! Jika memang diperintahkan oleh Yesus, mengapa harus menunggu waktu selama itu untuk menulis Injil? Selengkapnya baca: Injil atau Dusta atau Kanonisasi_Injil.

      Keterangan:

      **Pengarang Kitab Lukas menempatkan pembaptisan Yesus pada tahun ke-15 pemerintahan Kaisar Roma Tiberius, dan saat Pontius Pilatus menjadi pejabat gubernur Yudaea (Lukas 3:1). Dalam hal ini dinyatakan bahwa Pontius Pilatus menjadi pejabat Yudaea dari tahun 26 hingga 36 M, dan bahwa Kaisar Tiberius menggantikan Kaisar Agustus pada tahun 14 M [Josephus F (1998); Asimov I (1969; Braid W (1971); Duncan GB (1971); Leon-Dufour X (1983)]. Oleh karenanya, jika kita menerima kronologi yang dibuat oleh pengarang Kitab Lukas, berarti Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis pada tahun 29 M, yakni ketika Yesus berumur kira-kira 30 tahun, dan pembaptisan tersebut menjadi titik tolak Yesus untuk memulai pekerjaannya sebagai seorang nabi (Lukas 3:23). Bahwa konon Yesus disalib pada masa pemerintahan Pontius Pilatus (Markus 15:5; Matius 27:26; Lukas 23:25; Yohanes 19:16), yang berarti waktunya tidak lebih dari tahun 36 M, dan dengan mengasumsikan bahwa peristiwa penyaliban terjadi pada pertengahan masa pemerintahan Pontius Pilatus, maka Yesus disalib pada usia kira-kira 33 tahun dengan mengemban misi kenabian hanya selama kira-kira 3 tahun!

      Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat tobat.Janganlah terpedaya dengan janji-janji keselamatan yang palsu karena semua itu adalah rencana iblis menjerumuskan kalian ke neraka.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang abadi.Jika tidak,neraka menunggu!

      • Isa jaLan yg Lurus 2:41 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

        kafir apa sih? pandangan manusia,jadi anda menilai agama selain anda ya kafir itu mnurut anda,bukan Alquran. klo janji2 keselamatan yg palsu itu apa? Allah membenarkan kitab2 yg turun sebelumnya(menurut Alquran)jgn anda memalsukan alquran yg suci,justru pahami inti dan maknanya,minta ridho dan rahmatNya,sbelum membacanya,Allah itu maha tinggi,maha agung,tidak bodoh(ampunilah maksud hambamu ini y Allah)tidak membiarkan orang2(manusia)mengubah firmanNya,klo neraka??wah2 Isa yg berhak menghakimi kita smua masuk/tidaknya ke surgawi(Alquran) ,jadi kitab2 yg palsu itu Allah tau(maha tau) sehingga Ia yg Esa menyingkirkan kitab Barnabas yg palsu itu

    • CIKK 3:41 am on 02/07/2011 Permalink | Reply

      PENDETA KEMBALI KE ISLAM

    • CIKK 3:44 am on 02/07/2011 Permalink | Reply

      PENDETA KEMBALI KE ISLAM DR.YAHYA WALONI

      • Isa jaLan yg Lurus 2:32 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

        agama hak hakikat(dasar) smua manusia,tidak ada yg memaksa,itu hak dia bung,lantas klo orang2 yg sudah jauh2 hari menyusun rencana umroh,trus dia melihat sesosok isa,lalu dia murtad,apa ada untung ruginya bagi saya,anda dan orng2 lain?(googling aja,ada bnyk video2 sprti itu)

    • CIKK 3:52 am on 02/07/2011 Permalink | Reply

      YESUS(YUDAS ASKARIOT) YANG DISEMBAH KRISTEN KHATOL
      PATUNG SALIB YANG DISEMBAH DAN DICIUM KETIKA KELUAR GEREJA.AKAN MENYABIT ANDA DIAKHIR ZAMAN.DIMANA AKAL ANDA BACA AL KITAB WAHYU BAIK2′ YEHEZKIEL.

      MATIUS 10
      4) Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. (4) lalu akhirnya Simon, si Patriot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. (4) Simon the Cananaean, and Judas Iscariot, who also betrayed Him.
      YESUS YANG ANDA SEMBAH ITU YUDAS PENGKHIANAT.YANG DISALIB ITU YUDAS.
      YANG DIGANTUNG ITU YUDAS (YUDAS BUKAN GANTUNG DIRI)

      MATIUS 27
      (3) Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,(4) dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”(5) Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.(6) Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah7) Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.

      ANAK MANUSIA TURUN (NABI ISA)PADA SAAT ANGGUR ASAM(ISRAIL) SIAP DITUAI UN TUK MEMBALAS PERLAKUAN MOYANG2NYA YANG “MENYALIBNYA” KARENA SUDAH MATANG(PIMPINANNYA DAJJAL UDAH MUNCUL) SERTA DOSA SI BABEL SUDAH MENUMPUK KE LANGIT, SEHINGGA METEOR TAK MAMPU MENAHAN BEBAN DOSANYA DAN DIJATUHKAN UNTUK MENGHANTAMNYA ,GEMPA AKAN MEMBELAH KOTANYA DAN TSUNAMI AKAN MENGUBURNYA.

      WAHYU 18

      (5) Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.(10) Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: “Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu(16) mereka berkata: “Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa17) Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jau(18) dan berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: “Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?”(19) Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: “Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa(20) Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu21) Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: “Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi(22) Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu(23) Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan

      WAHYU 17
      GAMBARAN NEGERI AMIRIKA

      5) Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”
      (6) Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus(SAKSI YESUS YAITU ORANG2 ISLAM YANG BANYAK DIBUNUH AMIRIKA). Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran
      (15) Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa(AMIRIKA NEGERI YANG BANYAK BANGSA DAN BAHASA SEP, AFRIKA,ITALI,PORTUGIS,SPANYOL,CHINA DLL)

      (18) Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.”

      WAHYU 18
      (9) Dan raja-raja di bumi (BANYAK PENGUASA BUMI, SEP PROYEK FREEPORT, CALTEX DLL MERUGIKAN NEGARA INI., yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya
      (10) Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: “Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu(NEW YORK HANCUR)

      SETELEH HANTAMAN METEOR 99% KEKUATAN PERSENJATAAN KRISTEN KHATOL PIMPINAN AS HANCUR DAN SISANYA AKAN DITUAI.

      YESUS YANG DISEMBAH OLEH KRISTEN-KHATOL AMIRIKA EROPA JUSTRU DIMUSNAHKAN OLEH ORANG YANG DIANGGAPNYA SEBAGAI JURU SELAMAT, SEBAGAI PENEBUS DOSA.
      ANAK MANUSIA TURUN AKHIR ZAMAN KEPADA ORANG 2 ISLAM YANG BERSUNAT DAN TIDAK MAKAN BABI, YANG SELALU DIPERINTAHKAN BERJAGA2.
      ANAK MANUSIA TIDAK AKAN TURUN PADA ORANG2 KRISTEN YANG TIDUR, MABUK, TIDAK SUNAT, MAKAN BABI.
      JAUH PANGGANG DARI API MIMPI MEREKA.
      ANAK MANUSIA YANG MENGGENAPI TAURAT, MENGAMALKAN TAURAT YANG MEMBAWA INJIL ASLI DARI ALLAH, MANA MAU DATANG PADA ORANG KRISTEN YANG KOTOR DAN NAJIS (TIDAK SUNAT DAN MAKAN BABI)MENURUT HUKUM YANG DIBAWANYA..

      PIKIRKAN BAIK2 WAHAI PENYEMBAH YESUS (YUDAS ISKARIOT).
      KEMBALILAH KE ISLAM SEBAGAIMANA DR.YAHYA WALONI, PENDETA NABABAN KEMBALI KE ISLAM.
      PIKIRKAN NASIB ANDA , ANAK ISTRI ANDA ORTU ANDA DIAKHIRAT KELAK TIDAK BERIMAN PADA ALLAH DAN MENGIKUTI SYARIAT NABI MUHAMMAD AKAN KEKAL DINERAKA.

      • Isa jaLan yg Lurus 2:23 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

        bukankah di Alquran tertulis “membenarkan kitab2 sebelumnya?” jikalau anda muslim yg muslim,baca lagi dengan penuh pemahaman dan semoga diridohi Allah,jgn mengubah apa yg FIRMANNYA,dikitab manapun tidak ada yg menuliskan yg disalib itu yudas,ia hanya mempertaruhkan dan menjual kematian Yesus,maaf jika tidak berkenan

        • nDeboost 3:44 am on 30/07/2011 Permalink | Reply

          Membenarkan kitab yang mana? Yang porno-porno? Atau yg ga masuk akal, misalnya langit punya tiang? Atau yg kemarin ditulis Babi yg haram namun hari ini babi hutan? Anda sendiri hanya memilih 4 Gospel by MaMaLuYa (Matius, Markus, Lukas dan Yahya), yg lainnya anda anggap palsu atau ga bonafide, ga valid atau apalah (Mengapa hanya 4?) sdgkan kalau Al Quran haya akan mengimanai Injil Yesus a.s. Mana? Bahkan Paulus maupun Barnabas juga menyebarkan Injil yg entah khayalan-karangan siapa karena kedua sosok ini bahkan ketemu Yesus a.s semasa hidupnya Yesus a.s pun tidak dituliskan di Gospel by MaMaLuYa apatah pula menjadi muridnya. Bahkan Paulus mencerca ajarannya Yesus a.s (yg katanya dari Bapanya di sorga) ibaratnya susu!!
          Di AL Quran, anda benar, tidak tertulis nama bhw yg di salibkan adalah Yudas Iskariot, dari sebab itu ada beberapa pendapat. salah satunya kapan salib diserahkan dari Simon orang Kirene ke Yesus a.s? Diantara lainnya adalah yg dipaparkan diawal topik ini. Kemungkinan adalah Yudas Iskariot
          Yg membantah bahwa yg disalibkan bukannya Yesus a.s, tidak hanya Al Quran namun Gospel MaMaLuYa anda sendiri, coba anda buka, baca dan renungi Mat. 4:6 (dan Mzm 91:12?).

    • CIKK 3:48 am on 09/07/2011 Permalink | Reply

      KOK DEDENGKOT IFF NGGA MASUK2 JAGO KANDANG NKALI YE???
      KALO KE GEREJA APA YANG DISEMBAH YAH???KALO PATUNGNYA KECIL MUNGKIN YAH MAIN SEMBAH AJA.
      TAPI KALO PATUNGNYA SEBESAR MANUSIA???APANYA YANG DISEMBAH
      PALANYA , KACUTNYA, ATAU KAKINYA???
      DI INDIA ORANG HINDU MALAHAN KOTORAN SAPI DISEMBAH.
      KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.
      AGAMA IITU AKAL TIDAK BERAGAMA BAGI ORANG2 YANG TDAK BERAKAL.(AL HADITS)

      • Isa jaLan yg Lurus 2:28 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

        agam=pengaturan hidup(boleh cari tau artinya/googling bahasa aja)bukan akal,bukan amal yg memasukan manusia ke surga/neraka,tetapi ada hakim yg adiL terkemuka didunia dan di akhirat,baca alquran dengan penuh pemahaman smoga diridohi Allah swt,maaf jika tidak berkenan

    • Isa jaLan yg Lurus 4:06 pm on 22/07/2011 Permalink | Reply

      buat yg menulis di blog ini…………gini aja bung…… andai saja Yesus(Isa) itu manusia biasa dan itu benar,hak IstimewaNya yg mnentukan kita masuk surga atau neraka….jgn buat Ia murka,hnya karna nafsu anda,maksud Allah sangat sulit untuk manusia yg hanya berakal(tidak akal rohaniah/ruhul kudus),pdahaL Alquran menyuruh JADI PENGIKUTNYA,BENARLAH KITAB2 SEBELUMNYA,TENTANG DIA DAN HARI KIAMAT,berarti Alquran dsruh membenarkan kitab2 sblumnya(Alkitab dan Taurat),terkemuka didunia dan diakhirat,hakim yg adiL yg menghakimi,ada manusia yg pernah ke akhirat? terkemuka di akhirat?,kalau membaca kitab hrus memahaminya,jgn 1 ayat,tetapi kaitkanlah ayat2 sbelum dan sesudahnya,Tuhan Allah itu mendidik kita,mkanya Ia mnjadikan sosok yg 100% manusia,karna apa?untuk mnebus dosa2 manusia(yg juga pengikutnya), knp Tuhan ko berdoa? mengajarkan kita doa yg benar dan stiap msalah bisa kita adukan sama Allah(mengajarkan) siapa yg bilang Yesus punya silsilah orang tua dan nenek moyang? sunggulah amad dangkal pemahaman itu… Yesus dilahirkan tanpa persetubuhan(melalui firman Allah) melalui perut maryam,Dia tidak punya silsilah keluarga yg Lazim,dan siapa saja boleh memperanakNya,tidak dilarang,karna waktu itu jaman Daud disebut anak Daud,karna maryam yg mengandunginya disebut anak maryam,semoga Dia yg menghakimi anda nanti mengampuni anda,Isa=Yesus=firman Allah=Allah kudus=terkemuka didunia dan akhirat=bukan manusia=pencipta(juga sbelum diturunkan kebumi),pertanyaan balik dari saya yg tak berhak menghakimi anda
      1.apakah anda sudah memaknai kutipan2 anda diatas?(kerajaan Allah)?
      karna menurut saya dan Alkitab kerajaan Allah bisa ada disetiap hati masing2 orng
      2.apakah anda percaya Alquran?
      klo percaya maknai dan pahami stiap bcaan2 yg ingin anda tau,benarkan kitab2 sebelum Alquran
      3.ini seandainya(krn saya bukan hakim)Andai pernyataan2 anda salah dan Allah meminta pertanggungjawaban anda di hari penghakiman terakhir?
      4.tujuan pernyataan2 ini? bisa memasukan anda ke surgakah?
      5.agama bisa antar kita kesurga?,
      Allah memberkati saudara

    • GODAM 4:19 pm on 24/07/2011 Permalink | Reply

      Mo gmana lagi bro, Yesus ( JURU SELAMAT/ MESIAS/ IMANUEL ) kenyataannya sudah banyak tertulis di perjanjian lama, ini sekian kutipan yang saya tahu:
      1 Sang juruselamat itu akan lahir dari keturunan Abraham – Ishak – Yakub (Kejadian 12:1-3)
      2 Dia akan berasal dari suku Yehuda (Kejadian 49:10)
      3 Dia akan berasal dari keturunan Yehuda bernama Isai (Yesaya 11:1)
      4 Ia berasal dari garis keturunan langsung dari Raja Daud (2 Samuel 7:12)
      5 Ia sudah ada sejak kekal, namun Ia akan diperanakkan dan lahir dari
      kandungan seorang perawan ( Yesaya 7:14)
      6 Ia tak bedanya seperti anak manusia biasa di kota Betlehem( Mikha 5:1)
      7 Dia akan menjadi Nabi ( Ulangan 18:18)
      8 Dia akan menjadi Imam untuk selama-lamanya ( Mazmur 110:4)
      9 Seorang utusan akan mendahului Dia mengumumkan kedatanganNya ( Yesaya 40:3 )
      10 Dia akan membuat mukjizat-mukjizat kesembuhan ( Yesaya 35:5-6)
      11 Dia akan berkata-kata dalam bentuk perumpamaan, dan tidak
      mengatakan apa yang dimaksudNya secara langsung ( Mazmur 78:2 )
      12 Dia akan menunggang seekor keledai muda memasuki kota
      Yerusalem ( Zakaria 9:9 )
      13 Manusia dari segala bangsa akan menjadi pengikutnya (Yesaya 60:3)
      14 Bangsanya sendiri, yakni bangsa Yahudi menolak Dia (Yesaya 53:3)
      15 Dia akan dikhianati oleh seorang dari sahabatNya (Mazmur 41:10)
      16 Dia akan dijual kepada musuh-musuhNya dengan harga tigapuluh
      keping perak, namun uang itu kemudian dilemparkan kembali kedalam
      Bait Allah (Zakaria 11:12-13)
      17 Para pengikutNya yang paling akrab akan lari meninggalkanNya (Zakaria 13:7)
      18 Dia akan dikenakan tuduhan palsu oleh saksi-saksi (dusta Mazmur 35:11)
      19 Dia tidak akan membuka mulutnya untuk menjawab kesaksian2 palsu (Yesaya 53:7)
      20 Ia dianiaya dengan pukulan dan tikaman (Yesaya 53:5)
      21 Dia akan diludahi dengan penghinaan (Yesaya 50:6)
      22 Tangan dan kakiNya akan dipaku pada kayu Salib (Mazmur 22:17)
      23 Mereka akan membagi-bagi pakaianNya dengan membuang undi atas JubahNya (Mazmur 22:19)
      24 Dia akan disalibkan bersama-sama dengan para penjahat (Yesaya 53:12)
      25 Dia akan merasa haus dan mereka akan memberikan kepadaNya
      minuman air empedu dan anggur asam (Mazmur 69:22)
      26 Dia akan berdoa bagi mereka yang menyalibkan Dia (Yesaya 53:12)
      27 Bahkan kata-kata terakhir yang diucapkanNya sebelum mati, sudah
      dinubuatkan jauh sebelumnya (Mazmur 22:1;31:6) (elli 2 lamma sabactani )
      28 Dia mati tepat 483 tahun sesudah pernyataan nubuat bahwa
      Yerusalem harus dibangsan kembali (Daniel 9:25-26)
      29 Mereka akan menyaksikan lambungNya ditikam dengan tombak (Zakaria 12:10)
      30 Tidak ada satupun tulangNya dipatahkan (Mazmur 34:20)
      31 Gelap gulita akan menimpa seluruh kawasan negeri (Amos 8:9)
      32 Orang menempatkan kuburNya diantara orang fasik (Yesaya 53:9)
      33 Dia tidak akan tetap tinggal dalam kuburNya, melainkan bangkit dan
      hidup kembali (Mazmur16:10;30:4;118:17)
      34 Setelah bangkit dari antara orang mati. Dia akan diangkat ke sorga,
      ketempat Yang Maha Tinggi (Mazmur 68:19)
      35 Di sorga Ia akan memperoleh tahta kemuliaan, duduk disebelah kanan Bapa Yang Mahakuasa, dan umat manusia dari segala bangsa akan berlutut menyembah Dia ( Mazmur 110:1;Daniel 7:13-14)

      • nDeboost 3:03 pm on 31/07/2011 Permalink | Reply

        Beberapa ulasan yg bisa diberikan, diantaranya:
        “…Mo gmana lagi bro, Yesus ( JURU SELAMAT/ MESIAS/ IMANUEL )….” Apa Imanuel sdh lahir? Dimana diterangkan yg Yesus adalah Imanuel? Yesus nama yg diberikan utk salah satu umat Yahudi oleh orang Indonesia. Bagaimana bisa orang Yahudi tulen bernama Indonesia? Orang Inggris bilangnya Jesus, orang Yunani bilangnya apa? Lalu orang Romawi (Pilatus) bilangnya lain lagi. Lah Imanuel-nya mana?

        Reasoning anda 1-4: kalau yg demikian benar maka Yesus adalah anak haram Yusuf alias Maria sdh berzina dg Yusuf (Mestinya) ga secuilpun Yesus berdarah Daud, kalau anda percaya bahwa Yesus anak Tuhan dan Tuhan sendiri. Dimana anda bisa menukilkan ayat yg menyampaikan bahwa dia (Yesus a.s) adalah anak Daud? Lihatlah Mrk 12:35, Yesus bahkan membantah bahwa dia adalah anak Daud. Hanya orang-orang buta yg mengatakan bahwa yesus anak Daud (Mat 9:27)

        Sangat jelas bahwa beberapa nubuatan mengenai “anak Daud” dipaksakan meski sesungguhnya tidak demikian.

        No. 6. Yesus memang manusia. Kalian malah menghinakannya dengan sebutan anak wedus (anak domba). Kenapa tidak sekalian kamu sebutkan yang Maria domba betina?
        No 7. Mengapa “akan”? Lah Yesus sendiri ngaku kalau dia nabi.

        No. 8: Yg menjadi imam selama-lamanya apa bukan Melkisedek yg dlm beberapa hal serba melebihi Yesus, kata Bibel?

        No 9: Apa bukannya Muhammad saw yg didahuli Yesus a.s?
        Yoh 16:12-13
        (12) Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. (13) Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

        No. 12
        Ada ayat yg menyampaikan bahwa Yesus naik 2 ekor keledai (curian). Bagaimana? Mestinya keledai curian masuk juga donk didalam ayat nubuatan.

        13. Ini justru sangat ga realistis. Coba anda paparkan, bangsa mana yg menjadi pengikutnya? Bahkan tugas utamanya utk umat Yahudi saja gagal (total) karena umat ini menolaknya. Mungkin nubuatan tsb lebih pas utk Paulus.

        No 20, 21, 22,24 29: bagaimana dg Mat 4:6 atau Mzm 91:12?
        Mat 4:6
        lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
        Mzm 91:12
        Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

    • NANIND 3:29 pm on 29/07/2011 Permalink | Reply

      HANYA ANUGERAH YG BISA MEMBUAT KITA MENGERTI KERAJAAN SURGA…TUHAN YESUS SELALU MEMAKAI PERUMPAMAAN2 DALAM PENGAJARANNYA.. BARANG SIAPA YG MENJADI MILIK-NYA…MENGERTI MAKSUD-NYA. TETAPI YANG BUKAN ORANG PILIHAN SEGALA PENGERTIAN DITUTUP-NYA…

      • nDeboost 8:40 pm on 29/07/2011 Permalink | Reply

        Bagaimana bisa dimengerti kalau frase “kerajaan sorga” hanya ada di Gospel karangan Matius dimana tiga selainnya atau diseluruh PL tidak meberitakannya?
        “Kerajaan Sorga” semata-mata hanyalah berupa kias, ibarat maupun perumpamaan, Mengapa?
        Di Mat 5:10 Terj Baru ada frase “Kerajaan Sorga” namun di Terj. Lama bukan demikian mengapa?
        Penegrtian anda-anda, adakah sorga sama dengan (atau ga sama) “kerajaan sorga”?
        Anda memakai istilah “kerajaan surga” dan ini bersesuaian dg Ter Lama. Perlu anda ketahui tidak ada kata “surga” di Terj Baru namun bertebaran di Terj Lama. Lalu ada cukup banyak kata “sorga” di PL-Terj Lama namun menghilang PB-Terj Lama. Bisakah anda share apa-mengapanya?

        Semoga anda-anda termasuk sosok YANG BUKAN ORANG PILIHAN SEGALA PENGERTIAN DITUTUP-NYA…

    • Abu Nu'aim 9:10 am on 30/07/2011 Permalink | Reply

      Assalamu’alaikum sodar2ku seiman dan seakidah semua. Menemukan blog ini saya jadi tertarik dengan judulnya. SERANGAN BALIK UNTUK indonesiafaithfreedom, wuih jan mantap judulnya. Saya maklum kalo kadang berkunjung ke faithfreedom, isinya sungguh bikin muntah. Apa dedengkot2 faithfreedom, juga hadir disini. Semoga mereka baca tulisan2 ini. Sekian. Wassalam…

    • Siisit Maesaroh 12:01 pm on 28/11/2011 Permalink | Reply

      ano, numpang lewat
      gimaan caranya supaya blog kita dibaca banyak orang, kayak blog Anda ini?
      komentarnya juga, pedesssss!

      tentang tulisan di atas; jujur saya gak ngerti, dan bukan jangkauan pengetahuan saya.

    • JUJUR NAMAKU ONO 2:06 pm on 28/11/2011 Permalink | Reply

      YANG JELAS YESUS ITU DEWANYA ORANG ROMAWI KUNO YANG DI MODERNKAN,SOALNYA YESUSKAN KARANGAN ORANG ROMA PAUS

      KALAU NABI ISA AS ITU ROSULULLAH SWT NABI ISA AS
      NABI ISA AS JUGA UTUSAN ALLAH SWT UNTUK KAUM BANI ISRAIL
      NABI ISA AS ITU MENGAJARKAN TAUHID LAA ILLAA HA ILLALLAH

      YESUS ITU DEWA MATAHARINYA ORANG ROMAWI KUNO YANG DI MODERNKAN BUATAN ORANG 2 ROMA PAUS

    • Shinku 8:44 am on 17/12/2011 Permalink | Reply

      Boleh-boleh aja bikin debat masalah agama tapi pada dasarnya agama itu adalah sebagai haluan hidup manusia secara pribadi untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik dan kita gak bisa nyalahin iman orang lain karena agama itu aspek pribadi seseorang

      Kalau misalnya tiap agama saling menjatuhkan ya… apa bedanya sama politik di negara ini

      • omes 6:31 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

        Sy setuju2 selama agama lain tidak mengobok2 agama yang satunnya lagi dengan mengiming-nginming beras, mi instant serta lainnya.
        sebab Al-qur’an juga telah menjelaskan “Lakum dinaakum waliyadiin” untukmu agama mu dan untuku agamaku,serta tidak ada paksaan dalam agama

        • camar 6:46 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

          setuju boleh saja tapi siapakah murtadin yang berani mengumumkan kemurtadtanya/????.paling besok kepalanya pasti hilang….artinya jadi mualaf boleh tapi jadi murtadin..kepala taruhanya…mana kebebasan beragama????omongkosong……lihat hasil para muslimer kepada warga ahmadiyah…..untukmu agamamu untukku agamaku….itu berlaku ketika islam masih sedikit….tapi kalau sudah banyak tuntutanya banyak mas……membangun mesjid disekolah sekolah..membuat peraturan peraturan baru dengan alasan menjaga keimanan muslim dilarang berjualan makanan dengan alasan puasa ..emang siapa yang puasa????mengadakan rahazia di kedai kedai orang yang bukan muslim…..banyak lagi….pokoknya dalam islam tidak ada toleransi…

    • teman 8:38 am on 31/12/2011 Permalink | Reply

      MENGENAL AJARAN AL QURAN TENTANG AYAT QS 19:71 “PASTI MASUK NERAKA”
      Islam mempunyai arti: kepatuhan kepada Allah.
      Ialah agama berdasarkan perbuatan kerja dalam iman Islam, dimana setiap Muslim diwajibkan untuk melakukan rukun Islam:
      – Pernyataan percaya kepada Allah yang satu-satunya Tuhan dan Muhammad adalah Rasul-Nya.
      – Berdoa/shalat 5 waktu sehari.
      – Memberikan sedekah, zakat fitrah.
      – Puasa.
      – Naik haji (bila berkemampuan).
      Adapun orang-orang yang berat timbangan (perbuatan kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, maka kembalinya adalah neraka Hawiyah. (Qs 101:6-9)
      Namun dimanapun, tidak tertulis dalam Al Qur’an tentang keselamatan yang pasti bagi Muslim. Sebaliknya yang jelas dan sudah pasti adalah bahwa semua orang ditetapkan dan dipastikan masuk neraka.
      “Wa im minkum illa waariduhaa kaana’alaa Rabbika hatman maqdhiyyaa” Artinya:“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan.” (Qs 19:71).
      Tafsir Al Azhar hal.84 tentang ayat diatas adalah sebagai berikut:
      “Dan tidak ada seorangpun diantara kamu, melainkan akan mendatangi”, artinya semua orang, tidak terkecuali. Orang baik dikala didunia ataupun dia orang jahat, namun dia mesti mendatangi neraka. Sedangkan “Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang telah ditetapkan”, artinya keputusan tertinggi yang tidak dapat dirubah lagi.
      Dari Anas ra diriwayatkan seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah! Dimana tempat bapakku?”
      Jawab nabi saw: “Di neraka!” Ketika orang itu berlalu, nabi saw memanggilnya kembali seraya bersabda: “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka.” (HSM 162).
      Orang-orang Muslim berdoa lima kali dalam sehari tujuhbelas rakaat dalam ketidak pastian. Mereka berdoa memohon ditunjuki jalan yang lurus. “Ihdinash shiraathal mustaqiim.” (Qs 1:6). Mereka juga mendoakan Muhammad dan keluarga Muhammad agar insya Allah diselamatkan.
      Sepanjang sejarah Islam para Muslim menghadapi kesullitan yang teramat besar dengan Qs 19:71 yang sangat mengerikan itu. Maka segala usaha dan kemahiran dikerahkan diantara sesama pakar Islam untuk terus mengotak-atik penafsirannya, agar mendapatkan makna dan jalan keluar yang lebih menguntungkan. Ini jelas penyimpangan, sebab berusaha memlintirkan makna yang bukan betul-betul aslinya dari Allah. Salah satu contohnya adalah apa yang dikatakan oleh Sulaiman bin Murah tanpa otoritas Allah: “Semua akan masuk kedalamnya.” Sambil berkata itu beliau tutup kedua telinganya dan berkata: “Diamlah, benar-benar pernah aku mendengar Rasulullah berkata: “Tidak ada yang tinggal, baik ia orang yang berbuat baik ataupun dia orang durjana, semuanya akan masuk kedalamnya. Tetapi ia akan menjadi sejuk dan selamat bagi orang yang beriman sebagaimana keadaan pada Ibrahim, sehingga api itu akan lindap/redup karena sejuk mereka. Kemudian itu Allah akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa, dan akan membiarkan orang-orang yang zalim tinggal selamanya didalamnya dalam keadaan berlutut.”
      Periwayatan lain dibuat, sekalipun tidak bersesuaian dengan tradisi-tradisi Islam. Dikatakan bahwa Muhammad menyampaikan adanya suatu jembatan yang membentangi jurang neraka yang dalam sekali menuju ke Firdaus. Orang-orang Mukmin yang saleh akan mampu melewati jalan itu dengan cepat, sementara untuk para penjahat jembatan itu akan menjadi begitu sempit sehingga mereka jatuh kedalam neraka.
      Apapun kutak-kutik dongeng orang, namun teks asli dari Al Qur’an tidak meninggalkan celah keraguan, yaitu bagi Muslim sama sekali tidak ada jalan untuk mem-bypass neraka.
      Orang-orang tetap tekun taat kepada ajaran Islam karena masih berharapan, nanti dari neraka –entah berapa lama– akan dipindahkan ke sorga. (Qs 19:72)
      Menurut ajaran Islam keselamatan bisa diharapkan melalui beramal sebanyak-banyaknya, walaupun harus mengalami masuk neraka dahulu baru nanti dipindahkan ke sorga. Namun itupun hanya harapan, insya Allah atau mudah-mudahan, tetapi masuk nerakanya sudah pasti. Oleh karena itulah Muhammad menasehati Fatimah anak kesayangannya: “Fatimah beramallah sebanyak-banyaknya, sebab aku tidak dapat menyelamatkan kamu.” (HSM hal.116). Tetapi dengan beramal sekalipun, Allah berwenang menyiksa siapapun yang Ia inginkan untuk masuk kedalam neraka: “Dia akan memberikan rahmat kepadamu jika Dia menghendaki. Dan Dia akan mengazabmu, jika Dia menghendaki. Dan Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka” (Qs 17:54).
      Kalau ada 73 orang, hanya satu saja akan dicalonkan selamat, atau menurut versi lain, Adam disuruh Allah untuk memisahkan para penduduk neraka diantara keturunannya. Adam lalu bertanya: “Oh Tuhanku, berapa jumlahnya yang harus saya pisahkan?”. Allah berkata, “Pisahkan 99 dari setiap 100 orang.” (Shahih Bukhari, Fath al-Bari, XI, hlm.378). Apakah yang satu orang ini pasti selamat masuk sorga? Insya Allah, mudah-mudahan diberi tempat di sisi Allah.
      Bahkan Muhammad sendiri tidak tahu apakah dia bisa selamat, beliau memberi jawaban yang terus terang:
      “Maadrii maa yufalubir wa labikum.”
      “Aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku dan dirimu.” (Qs 46:9).
      Oleh karenanya setiap orang Islam harus mendoakan beliau dengan doa yang dikenal sebagai doa shalawat nabi, makin banyak diucapkan, makin berpahala dan makin banyak berkat yang Allah akan tunaikan kepadanya.
      “Allahuma shalli ‘ala sayidinaa Muhammad, wa ala sayidinaa Muhammad.” Yang artinya:
      “Ya Allah selamatkanlah junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad.” ….End….

    • Dion 1:07 am on 02/01/2012 Permalink | Reply

      @teman….saya sarankan anda banyak belajar ya…..soalnya anda itu bodohnya ga ketulungan sama seperti teman-teman anda….karena anda bodoh mengutip hadist pun salah dan menerjemahkan shalawat juga jadi salah…
      sana belajar lagi….tar kalo udah pinter baru masuk ke forum ini….ya…

    • sandi 10:05 pm on 22/03/2012 Permalink | Reply

      namanya juga turunan gundik, makanya kalo ngomong kayak buldog. asal gonggong. ngapain juga yang begituan dijawab, biarian aja mereka mo ngomong apa, toh gak ada untungnya buat kita kita. monggooooooooo

    • BORA 2:50 pm on 24/03/2012 Permalink | Reply

      Saya rasa Yesus diyakini sebagai Tuhan (Trinitas) oleh umat Kritiani tidak perlu diperdebatkan, karena keyakinan tersebut sudah di imani dan dianggap paling benar oleh pengikutnya ribuan tahun yang lalu.Dan itu sudah final tidak perlu diperdebatkan lagi. Begitu juga sebaliknya agama-agama lain tentu mempunyai kepercayaan yang dianggap paling benar sesuai dengan ajaran agama itu sendiri yang dianut sejak ribuan tahun yang lalu juga. Pendapat saya tidak perlu kita saling menjelekan agama orang lain. Misal kalau ada oknum si A pindah ke agama lain silahkan itu kan hak seseorang, tidak seorangpun yang bisa menghalanginya.
      Cuma jangan sudah pindah ke agama baru lantas membeberkan sesuatu yang tidak masuk akal di agama yang lama. Kaena ini bisa menimbulkan perdebatan yang tidak berkesudahan karena masing-masing penganut menganggap yang paling benar.Yang penting sebagai bangsa yang berdasarkan Panca Sila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Eka marilah kita menjalankan kehidupan kita sehari-hari sesuai dengan perintah agama kita masing-masing.

    • Stefanus Lim 6:11 am on 26/03/2012 Permalink | Reply

      HE HE HE KALAUPUN ADA INJIL ASLI BAHKAN AKHIR ZAMAN YANG MEMBAWA INJIL NABI ISA TURUN, BELIAU AKAN JADI PENGIKUT NABI MUHAMMAD, UNTUK MELAKSANAKAN APA YANG DIPERINTAHKAN ALLAH DAN SABDA RASULULLAH SEBAGAIMANA DIFIRMANKAN ALLAH DALAM INJIL MAUPUN QURAN.COBA ANDA BACA BETUL2 AL KITAB TUH TENTANG NUBUATAN DARI YESUS(NABI ISA) YANG ADA DI ALKITAB TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD (RUH KEBENARAN).
      TURUNNYA NABI ISA AKHIR ZAMAN MEMBUNUH AL MASIH DAJJAL TUHANNYA ORANG 2 YAHUDI DAN DIMUSNAHKANNYA BANI ISRAIL (YAHUDI).
      APA ANDA MASIH RAGU DENGAN SABDA YESUS(NABI ISA) YANG ADA DI ALKITAB.KEBUN ANGGUR (ISRAIL)DAN POHON ANGGUR (BANI ISRAIL) AKAN DIMUSNAHKAN (DITUAI) OLEH ANAK MANUSIA(NABI ISA).
      KALAU ANDA MASIH RAGU DENGAN UCAPAN YESUS(NABI ISA) YANG ANDA BILANG YESUS TUHAN ANDA TU.AYAT MANA LAGI YANG ANDA PERCAYA? KALAU NGGA SENANG DENGAN AYAT ITU, BERANI ANDA BAKAR KITAB ANDA TUH???
      KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DALAM AL KITAB
      matius 20:15 Kerajaan Allah (PEMILIK ANGUR= ALLAH) (PENGGARAP=IMAM/ULAMA) (ANGGUR ASAM=BANI ISRAIL) KERAJAAN ALLAH (NUBUAH)diberikan pada bangsa arab (nabi Muhammad)karena bangsa yahudi ngga dipercaya lagi.
      KERAJAAN ALLAH BUKAN MILIK YAHUDI DAN KRISTEN KHATOL TAPI MILIK ISLAM.INI BUKTI NYATA
      MAKANYA KRISTEN KHATOL BANYAK JADI MUALAF,BUKAN DENGAN PEDANG TAPI DENGAN BUKTI NYATA.DARI AL KITAB MEREKA SENDIRI.
      MAKANYA NABI MUSA DAN NABI ISA SUDAH NUBUATKAN NABI AKAN DIBANGKITKAN SEORANG NABI SEPERTIKU DIKALANGAN SAUDARANYA.YAITU NABI MUHAMMAD SAUDARA SATU MOYANG.NABI ISHAQ DAN NABI ISMAIL’
      S A U D A R A N Y A.
      BUKAN
      K E T U R U N A N NYA.
      KETURUNAN LAIN DENGAN SAUDARA.PAHAMKAN.?
      MOYANG NABI MUSA ADALAH NABI YA’KUB.
      JADI NABI MUSA KETURUNAN LANGSUNG DARI NABI YA’KUB.
      BAPAK NABI YA’KUB ADALAH ISHAK(ISRAIL) SAUDARA TIRINYA ADALAH NABI ISMAIL.
      MEREKA SAMA2 MEMPUNYAI BAPAK YAITU NABI ABRAHAM(IBRAHIM) JADI PARA NABI INI BERSAUDARA.
      JADI NABI MUSA ( BANI ISRAIL) DENGAN NABI MUHAMMAD (ARAB) ADALAH BERSAUDARA DAN NABI MUHAMMAD KETURUNAN LANGSUNG DARI NABI ISMAIL.
      JADI NABI ISA ADALAH NABI TERAKHIR NABI BANI ISRAIL DAN NABI MUHAMMAD ADALAH PENUTUP PARA NABI.YANG MEMBAWA AJARAN ALLAH SEMESTA ALAM. UNTUK SELURUH MANUSIA.SAMPAI AKHIR ZAMAN.
      YESUS BERKATA KERAJAAN AKAN DIBERIKAN KEPADA BANGSA LAIN YAITU BANGSA ARAB(SAUDARANYA).
      SABDA NABI MUSA TENTANG KEDATANGAN NABI MUHMMAD
      :ULANGAN 18:15-18
      18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
      NABI MUSA TIDAK BERKATA DIKALANGAN KETURUNAN KITA.
      18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
      18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
      18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, DUA KALI DIULANG NABI MUSA SUPAYA JELAS.DAN DIA TIDAK BERKATA DIKALANGAN KETURUNAN KITA.JELAS BUKAN??SAUDARANYA BERARTI KETURUNAN ISMAIL.YAHUDI SEBENARNYA PAHAM INI.
      NUBUATAN YANG MENARIK MAKANYA KETIKA NABI MUHAMMAD BERUMUR 12 TAHUN DIBAWA PAMANNYA ABU THALIB BERDAGANG KE SYAM BERTEMU DENGAN SEORANG PENDETA YANG BERNAMA BUKHAIRO.PADA SAAT PERTEMUAN ANTARA MUHAMMAD DENGAN PENDETA TUA ITU, PARA KAFILAH SEGERA MENGELILINGINYA. PENDETA ITU MEMPERHATIKAN MUHAMMAD, SERAYA BERTANYA KEPADA ABU THALIB.
      PENDETA:” Anak siapa ini”?
      Abu Thalib:”Anak saya”
      PENDETA:” Bukan,bukan.Ia anak yatim”.
      Abu Thalib:”Ya, benar.Ia anak saudaraku”
      PENDETA:” Engkau benar, karena tidak layak ia mempunyai ayah sepanjang hidup”.
      Tak lama kemudian pendeta itu menasihati Abu thalib.
      PENDETA:”Wahai abu Thalib’pulanglah engkau dengan keponakanmu ini,karena aku takut orang-orang Yahudi Syam akan membunuhnya.
      Kisah ini adalah dalil yng kuat tentang kenabian Muhammad karena pendeta itu mengenali nabi Muhammad dari kitabnya.dan ia sangat takut yahudi membunuh Muhammad karena Yahudi pun tahu akan muncul seorang nabi di Arabia, karena yahudi sudah dapat nubuatan dari kitab 2 para nabi.
      SABDA YESUS TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD
      MATIUS 21
      21:42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
      21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
      NABI ISMAIL ADALAH NABI YANG DIBUANG DENGAN HARAPAN TIDAK MEWARISI KELUARGA NABI YA’KUB.TETAPI ANAK KETURUNANNYA YAITU NABI MUHAMMAD TELAH MENJADI BATU PENJURU..
      NABI BERSABDA:”AKU DIBANDINGKAN DENGAN NABI2 SEBELUMKU DALAM MENDA’WAHKAN AGAMA ALLAH ADALAH SEPERTI SEBUAH BANGUNAN DIMANA DISUDUTNYA ADA SATU BATU BATA YANG KOSONG MAKA AKULAH YANG MENGGENAPINYA.”
      PARA NABI DIUTUS MEMBAWA AJARAN ALLAH DARI MUSHAF2 YANG DIBERIKAN PADA NABI IBRAHIM, ZABUR PADA NABI DAUD, TAURAT PADA NABI MUSA, ISA MEMBAWA INJIL, DAN NABI MUHAMMAD MEMBAWA AL QURAN.MENYEMPURNAKAN SEMUA AJARAN PARA NABI.MELURUSKAN AJARAN YANG TELAH MENYIMPANG.
      KEHEBATAN ISLAM ZAMAN NABI MUHAMMAD
      21:44 (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)” MAKANYA JAJAHAN2 ROMAWI LEPAS JADI ISLAM
      21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya
      TERMASUK PERSIA (IRAN)YANG DULU NYEMBAH API JADI NEGARA ISLAM,PERSIA PAKISTAN,PERSIA AFGHANISTAN DAN PERSIS HINDUSTAN DAN KHASMIR
      NUBUATAN TENTANG NABI MUHAMMAD DARI SABDA HABAKKUK
      3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.
      3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.
      3:5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.
      3:6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.
      3:7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar.
      ORANG KUSYAN ADALAH ARABIA.PENAFSIRAN AHLI BIBLE.
      NABI HABAKKUK TELAH MENUBUATKAN TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW KETURUNAN NABI ISMAIL DARI PEGUNUNGAN PARAN NEGERI ARAB DEMIKIAN PENDAPAT AHLI TAFSIR BIBLE
      NUBUATAN NABI MUHAMMAD DARI NABI YESAYA
      21:1. Ucapan ilahi terhadap “padang gurun di tepi laut”. Seperti puting beliung mendesing lewat di Tanah Negeb, demikianlah datangnya dari padang gurun, dari negeri yang dahsyat.(ARABIA)
      21:11. Ucapan ilahi terhadap Duma. Ada seorang berseru kepadaku dari Seir: “Hai pengawal, masih lama malam ini? Hai pengawal, masih lama malam ini?”
      DUMA ANAK ISMAIL YANG BERDIAM DI ARABIA (KEJADIAN 25:14)
      21:12 Pengawal itu berkata: “Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!”
      21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
      21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! (TEMA ANAK ISMAIL KEJADIAN 25:15)
      21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. (BUKTI NABI MUHAMMAD SAW LARI KE MADINAH DIKEJAR SENJATA KARENA DA’WAH) DAN BERSEMBUNYI BERSAMA ABU BAKR ASHSHIDDIQ RA DI GUA TSUR.
      21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.
      SETELAH HIJRAHNYA NABI 1 TAHUN KEMUDIAN TIMBUL PERANG BADAR 313 ORANG PASUKAN ISLAM MELAWAN 1000 ORANG PASUKAN KAFIR MAKKAH. YANG DIMENANGKAN KAUM MUSLIMIN.
      21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”
      YESAYA
      42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.
      (NYANYIAN BARU .ALLAH TURUNKAN AL QURAN BERBAHASA ARAB BERBEDA DENGAN INJIL,ZABUR DAN TAURAT. BAHASA IBRANI )
      42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (KEDAR KETURUNAN NABI ISMAIL KEJADIAN 25:13.)
      ( TALBIYAH KETIKA BERHAJI ORANG MEMUJI ALLAH)TERBUKTI SAMPAI SEKARANG.)
      42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.(ISLAM TERSEBAR KE SELURUH DUNIA TERMASUK NUSANTARA INDONESIA)
      42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
      42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
      ARABIA OLEH ALLAH TIDAK PERNAH DIUTUS NABI SETELAH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL
      42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
      42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
      NABI MUHAMMAD NABI YANG TIDAK PANDAI BACA TULIS.BANGSA ARAB DARI TIDAK KENAL ALLAH MENJADI MENGENAL ALLAH .SEMUA KEHENDAK ALLAH.
      42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!” PATUNG2 BUATAN ZAMAN PENJAJAHAN RUMAWI DAN 360 PATUNG BESAR KECIL DALAM KA’BAH DIHANCURKAN SENDIRI OLEH ORANG 2 YANG TELAH KEMBALI KE ISLAM.
      QURAN AN NASR
      110:1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
      110:2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
      110:3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.
      ORANG2 BERHAJI SEMUA MEMUJI ALLAH.NUBUATAN HABAKKUK TERGENAPI UNTUK NABI MUHAMMAD.
      KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.UCAPKANLAH LAILAHAILLALLAH.TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
      SEDANGKAN YESUS AJARANNYA TIDAK TERBUKTI.SEPERTI SUNAT, LARANGAN MAKAN BABI, PAKE TELEKUNG(JILBAB),KAWIN DUA NGGA SATUPUN KRISTEN KHATOL YANG PATUH.JADI YANG DISALIB TUH YESUS (YUDAS)ATAU NABI ISA AS.PIKIR TUH…
      YAH YAHUDI BANI ISRAIL MEMANG BEBAL AKHIR ZAMAN DIHANCURKAN ALLAH.SEDANGKAN KRISTEN KHATOL LEBIH MUDAH DAPET HIDAYAH.KARENA MEMANG YAHUDI BANI ISRAIL YANG NYESATKAN MEREKA.NUBUATAN NABI HABAKKUK,NABI YESAYA, MUSA, YESUS SEMUA ADA DI ALKITAB MENJELASKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD.ANDA BERIMAN PADA KITAB MANA LAGI????
      PARA NABI SATU KELUARGA.PESANNYA SAMA MENGAJAK HANYAMENYEMBAH ALLAH.MAKANYA DALAM QURAN PARA NABI BANI ISRAIL DIMULIAKAN, NABI ISA JUGA IBUNYA.KARENA MEMANG SEMUA PESAN DARI ALLAH.KLO BUATAN NABI MUHAMMAD UNTUK APA MEMULIAKAN MUSUHNYA BANGSA ISRAIL.NABI MUHAMMAD TAK PERNAH BERMUSUHAN. SINI BUKTI SEMUA AJARAN AGAMA SATU YAITU DARI ALLAH
      YESAYA
      5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
      5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
      WAHYU : 14 ISRAIL ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI NABI ISA DENGAN SABITNYA DARI ALLAH.ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI KARENA TIDAK MEMMBERI MANFAAT KEPADA MANUSIA DIMASUKKAN KEKILANGAN ANGGUR KEMURKAAN ALLAH.DIMUSNAHKAN SAMPAI HABIS.TERMASUK SEKUTU2 ISRAIL YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.DEMIKIAN JUGA DI YEHEZKIEL.BACALAH NUBUATAN NABI2 TENTANG AKHIR ZAMAN.BAHWA ISRAIL YANG DIMURKAI ALLAH AKAN BINASA BERSAMA SEKUTU2NYA KRISTEN KHATOL.YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.
      SELAMATKAN DIRI ANDA, KELUARGA DAN ANAK CUCUCU ANDA.
      TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK SELAMAT KECUALI KEMBALI KE ISLAM SEBAGAIMANA YANG DINUBUATKAN PARA NABI2 SEPERTI MUSA, ISA,HABBAKUK, YESAYA, YOHANES, YEREMIA.
      APA TIDAK JELAS BAGI ANDA NUBUATAN PARA NABI ITU.??
      JELAS ALLAH NGGA PERCAYA LAGI SAMA BANGSA YAHUDI MAKANYA KERAJAAN ALLAH (KENABIAN) DIBERIKAN PADA KETURUNAN NABI IBRAHIM YAITU NABI MUHAMMAD.SEMOGA SEMUA MANUSIA BISA TAHU MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH.YANG BENAR DARI ALLAH YANG SALAH JELAS DARI MANUSIA YANG MEMBUAT DAN MENGUBAH KITAB SUCI UNTUK MENYESATKAN MANUSIA.TERUTAMA BANGSA YAHUDI LAH TELAH MENYESATKAN BANYAK MANUSIA.
      NABI MUHAMMAD AKHLAQNYA SUDAH DIPUJI ALLAH DALAM QURAN.AL QURAN DARI ALLAH.HADITS TIDAK AKAN BERTENTANGAN DENGAN QURAN.HADITS ITU MENERANGKAN (BAYANUL QURAN).APABILA HADITS BERTENTANGAN DENGAN QURAN, MAKA LIHAT SIAPA YANG MERIWAYATKANNYA.APALAGI BANYAK BUKU2 FITNAH YANG MEMANG MENJELEKKAN NABI MUHAMMAD.
      SEDANGKAN IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI “MEMBUNUH” NABI ISA (MATIUS 26,27) JELAS2 ADA DI ALKITAB, KRISTEN KHATOL MENUTUP MATA PERBUATAN YAHUDI.ANEH.XI XI XI.MALAH MEMUJI YAHUDI ANAK ISRAIL.MEREKA SEMUA MENANGGUNG DARAH YESUS SAMPAI KETURUNANNYA.PILATUS SAJA TAKUT TAPI TEKANAN KUAT DARI IMAN DAN TUA2 YAHUDI YA TERPAKSA.
      JELEKNYA IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI HARI KETIGA NYOGOK PENJAGA2 BILANG MURID2 YESUS NYURI JASAD YESUS.XIXIXI.
      KATANYA BANGKIT.
      BACA TUH MATIUS SEBELUM DISALIB PADA HARI RAYA PASKAH.
      EH SEKARANG DIPUTAR BALIK.SEMUA DOSA MANUSIA YESUS YANG NANGGUNG.
      HA HA HA KASIAN KRISTEN KHATOL DIKADALIN YAHUDI, MAKANYA DR.YAHYA WALONI DR IRENA HANDONO NGGA MAU DIKADALIN.
      SEKARANG RIBUAN ORANG KRISTEN DIISLAMKAN BELIAU2 TU.
      KALAU ANDA TIDAK KEMBALI KE ISLAM ANDA AKAN DIMASUKKAN DALAM NERAKA DAN KEKAL.
      KALAU ANDA TIDAK PERCAYA NUBUATAN NABI2 TUH BAKAR SAJA KITAB TU.
      BERANI NGGA???HE HE HE
      KALO NGGA BERANI KEMBALILAH KE ISLAM.
      SEBELUM BADAN ANDA DIBAKAR DI NERAKANYA ALLAH SIANG MALAM SELAMA LAMANYA.
      KALAU ANDA BANYAK TERTAWA SEKARANG MAKA ANDA AKAN BANYAK MENANGIS KELAK.
      BACA LUKAS 14, 16 KRISTEN KHATOL BAKAL DIMASUKKAN KE NERAKA.BACA BUKU DR YAHYA WALONI MANTAN PENDETA DAN INTELEKTUAL KRISTEN. KRISTEN MASUK NERAKA ISLAM MASUK SURGA

    • Jupiter 9:55 am on 01/04/2012 Permalink | Reply

      Anda harus mengetahui Tuhan itu secara pribadi bukan dari perkataan orang(pengajaran-pengajaran agama) anda percaya Tuhan itu ada tetapi tidak tahu di agama yang mana Dia berada.Jadi mau tahu dimana Tuhan yang benar ya bertanya saja kepada Tuhan yang ada di sorga,koq pusing-pusing debat sana-sini,anda kan percaya Tuhan itu ada mengapa tidak bertanya kepada Tuhan saja?Itu cara 100% sudah pasti benar karena anda bertanya kepada Tuhan. Mungkin diantara anda sudah mencari Tuhan tetapi tidak menemukannya atau mungkin ada yang sudah ketemu tetapi tidak bertemu Roh Tuhan.Mengapa?Karena anda sembarangan menyebut namanya Tuhan sehingga anda tidak sampai kepada Tuhan yang benar. Ingat! ada Roh Tuhan dan ada juga roh hantu(iblis/setan)di dunia ini,anda harus mengenal roh yang mana yang anda sembah Roh Tuhan atau roh hantu.Ini rahasianya banyak orang tersesat karena tidak menyebut namanya dengan benar .
      Jadi caranya carilah Tuhan dan bertanyalah kepadanya demikian: TUHAN YANG BERTAHTA DI SORGA YANG MENCIPTA SEMESTA ALAM TUHAN YANG MEMBENTUK LANGIT DAN BUMI MANUSIA SERTA SEGALA YANG ADA YANG BERKUASA ATAS SEGALANYA tunjukkanlah kepada kami dimana agama yang benar yang merupakan jalanMu.Tuhan itu maha tahu ,Tuhan itu maha mendengar Dia akan memberitahukan kepada orang-orang yang dengan segenap hati mencarinya.Tidak perlu lagi berdebat,perdebatanmu itu tidak akan membawa pengertian kepadamu untuk mengenalnya hanya dengan mencarinya itulah caranya,Dia yang akan memberi pengertian kepadamu barulah anda dapat mengetahui dimana agama yang benar dimana jalan yang benar.Jadi sebutlah namanya demikian jangan cuma Tuhan saja tetapi sebutlah namanya yang lebih spesifik lebih detail lagi yang menunjukkan jati diri Tuhan itu sendiri supaya iblis tidak bisa menyusup didalam doa anda karena anda memanggil nama Tuhan dengan benar hal ini sangat penting anda lakukan,jika anda masih alergi dengan nama Tuhan Yesus yang diberikan kepada manusia supaya dapat terhubung kepada Tuhan yang benar.Tujuan Tuhan memberikan nama Yesus kepada kita supaya kita mengenal itu Tuhan yang benar.Hentikanlah segala perdebatanmu segala tuduhanmu,anda belum mengenal Tuhan dengan benar tetapi sudah berani menghujatnya dalam kebodohanmu.Carilah Tuhan dan bertanyalah kepadanya dalam namanya yang benar maka ia akan hadir untuk menyatakan jalan kebenarannya kepadamu. Tuhan Yesus memberkatimu.

    • rinal purba 1:42 am on 24/05/2012 Permalink | Reply

    • Mr.Nunusaku 9:13 am on 22/06/2012 Permalink | Reply

      Dalam Al Quran karangan nabi palsu Muhammad bahwa Jesus bukan Tuhan, karena Al Quran bukan
      wahyu ilahi, tetapi Quran karangan manusia yang berpenyakit jiwa.
      Dan memang islam agama ciptaan nabi palsu Muhammad adalah anti kristus itu sudah nyata bahwa
      islam diciptakakan oleh setan kedunia ini untuk menjadi anti Jesus.

      Nabi palsunya aja Muhammad sudah berada dalam siksaan kuburan Medinah, dan pengikutnya
      sedang malukan doa syahlawat salam bagi nabi palsunya Muhammad, agar mendapat tempat
      yang layak disurga seperti Jesus sekarang berada disisih Allah disurga.

      Kan kenyataan yang palsunya Muhammad tertanam dalam siksaan kuburan…?
      kata Anas bin Malik dalam hadisnya;
      Dosa Muhammad tidak dapat diampuni dan pintu surga tertutup bagi sinabi palsu
      Muhammad. Kasihan nabi silam ini sedang didoakan oleh umatnya….agar kiranya
      dapat diselamatkan….? wah kasihan umatnya siapa yang akan doakan umatnya islam
      agar dapat selamat…?

      • Stain Remover 9:26 am on 23/06/2012 Permalink | Reply

        @Mr.aNus…

        ciri nabi palsu :

        1. Tuhan tidak berfirman kepadanya.
        Tuhan berkata :

        Jawab TUHAN kepadaku: “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. (Yeremia 14:14)

        kata paulus :

        Apa yang aku katakan, ,b>aku (paulus) mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan…(2 Korintus 11:17)

        2. Mengubah hukum kekal tuhan yaitu Sunat jasmani jadi sunat rohani.

        sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya. (Bilangan 15:31)

        Tuhan berkata :

        Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya…(Kejadian 17:13-14)

        kata paulus :

        …sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani…(Roma 2:29)

        3. Membatalkan Taurat

        Tuhan berkata :

        Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!” (Ulangan 27:26)

        kata paulus :

        Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun (Taurat). (Galatia 3:24-25)

        Tempat si terkutuk :
        …hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. (Mat. 25:41)

        Kalau ada yang mengatakan bahwa paulus bukan ‘nabi’, berikut ini kriteria dalam bibel tentang Nabi :

        Jawab TUHAN kepadaku: “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. (Yeremia 14:14)

        Jadi seorang Nabi adalah :

        1. Bernubuat atau meramal
        2. Utusan Tuhan
        3. Di perintah Tuhan (pembawa kabar)
        4. Tuhan berfirman kepadanya

        Semua syarat diatas ‘terpenuhi oleh paulus walau dalam arti kebalikan-nya (palsu);

        1. paulus bernubuat

        1 Tesalonika 4:16-17

        16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

        17. sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

        Dan nubuat paulus diatas tidak terbukti, karena :

        paulus sudah mati sebelum kiamat (lihat ayat 16) bukan awan yang menjemput kematian paulus tetapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.

        Hal diatas telah membuktikan :

        apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” (Ulangan 18:22)

        -0-

        2. paulus mengaku diutus ‘tuhan’

        Jadi kami (paulus cs) ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. (2 Korintus 5:20)

        -0-

        3/4. paulus diperintah ‘tuhan’ / firman (suara ghaib yang mengaku Yesus)

        Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” (Kis 9:5-6)

        Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. (Kis 9:20)

        • SERBUIFF 2:14 pm on 23/06/2012 Permalink | Reply

          @ stain …..si irfan sampai sekarang pertanyaan saya nggak dijawab….….dia lagi pusing dan panas dingin cari jawabannya….nggak bisa tidur …ha,ha,ha…..kasihan amat tuh dia……

      • SERBUIFF 2:07 pm on 23/06/2012 Permalink | Reply

        Hallo mr nunusaku,apa kabar ? .. ternyata ente masih kena penyakit syaraf alias gila, balik lagi ya ke rs jiwa, minum obatnya yg teratur ya….

        • wikki 3:21 pm on 07/08/2012 Permalink | Reply

          bisakah sdr membuktikan bahwa quran itu adalah murni kata kata allah?? atau setidak tidaknya wahyu allah..coba sdr renugkan ayat ayat ini• Di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 104, dikatakan: “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu]” – ini Muhammad yang berkata – “Aku”, “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu].”
          • Dan di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 114, berkata: “Patutkah aku mencari allah lain selain Allah”… “aku mencari.”
          • Dan di Surat ke 11 (Huud), ayat 2-3, berkata: “agar kamu tidak menyembah selain Allah: Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya. Aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya”.
          Aku” adalah orang pertama, seperti di: “kemudian aku takut… untuk kamu.”
          • Dan lagi di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 91 dan 92: “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini… Aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Jadi ini semua adalah orang pertama dan pembicara disini adalah Muhammad.
          • Di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 92: “dan supaya aku membacakan Al Qur’an. Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk dirinya. Dan supaya aku membacakan Al Qur’an.”
          • Di Surat ke 42 (Asy Syuuraa), ayat 10: “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kepada Allah. Itulah Allah Tuhanku. kepadaNya lah aku bertawakal dan kepadaNya lah aku kembali.”
          Baiklah, perkataan dalam Al Qur’an, yang sangat terkenal, seharusnya merupakaan perkataan Allah, dan setiap Allah ingin Muhammad mengatakan sesuatu, Ia akan berkata kepadanya, “Katakan”.
          Di Surat ke 19 (Maryam) ayat 64: “Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” Para malaikat berkata, “Kami turun”, dan para ahli naskah agama juga mengatakannya. Ibn Katheer berkata, mengutip Ibn Abbas – dan ada cerita dibelakang ini – alasan kenapa ayat ini dibuka, kesempatan dimana ayat ini diungkapkan, katanya, mengutip Ibn Abbas: “Jibril berlambat-lambat.” Apa arti “berlambat-lambat”? Artinya ia terlambat datang ke pembawa pesan Allah, sehingga pembawa pesan Allah berduka. Apa arti “berduka”? Artinya ia merasa sedih, sehingga pembawa pesan Allah berduka karenanya, dan sedih, dan karenanya Jibril datang kepadanya dan berkata “Oh Muhammad… Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” Jadi disini ia tidak mengkomunikasikan perkataan Allah, ia adalah pembicaranya sendiri. Jadi bagaimana hal ini bisa ada di Al Qur’an? Dan di Pegunungan Mogahed, ia berkata, “Pembawa pesan terlambat datang kepada para pembawa pesan” – yaitu para malaikat – kemudian Jibril datang, jadi ia berkata kepada Jibril – Muhammad bertanya kepada malaikat – “Apa yang menyebabkan engkau terlambat, Jibril? – “Apa yang membuat engkau berlambat-lambat?” Jadi Jibril menjawabnya: “Dan bagaimana aku dapat datang kepadamu saat engkau tidak memotong kukumu dan membersihkan mata kakimu, maupun mencukur jenggotmu, juga tidak menggosok gigimu?” Kemudian ia berkata: “Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” Jadi apa yang sebenarnya mengakibatkan malaikat tidak muncul? Apa itu? Saat seseorang tidak gosok gigi, malaikat pantang untuk datang! Apakah mereka jijik dengan bau mulut, atau apa? Dan ia harus memotong atau mencukur jenggotnya? Maksud saya, hal-hal ini menimbulkan banyak pertanyaan! Mengapa malaikat harus menunda karena hal-hal seperti itu? Ini salah satu contoh, dan ada satu lagi di Surat ke 37 (Al Safat), ayat 164…Al Safat. Ayat 164: “Tidak seorang pun di antara kami, mempunyai kedudukan yang tertentu. Kita diangkat derajatnya. Kita adalah orang-orang yang memuja Allah.” Apa artinya? Baiklah, mari kita periksa apa yang dikatakan para ahli naskah agama… Baiklah , Anda tahu bahwa kita tidak menginterpretasi, tetapi kita memeriksa apa yang para komentator katakan. Al Galalan berkata, “Jibril berkata kepada nabi, “Tidak seorang pun di antara kami – para malaikat – mempunyai kedudukan yang tertentu,” di surga, di tempat ia melayani Allah, dan tidak melampaui batas.” Jadi para malaikat yang berbicara, bukan Allah yang berbicara. Al Qurtoby berkata hal ini merupakah perkataan para malaikat: “Kita diangkat derajatnya.” Jadi para malaikat berbicara dalam bahasa mereka sendiri, bukan inspirasi dari perkataan Allah. Tetapi mengapa? Mengapa? Bagaimana kita dapat mencocokkan ini dengan ayat yang berkata “Hanya sekedar…”Surat ke 53 (Al Najm), ayat 4: “Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan [kepadanya].” Apa wahyu malaikat dalam perkataan ini? Apa wahyu dalam perkataan Muhammad? Jadi masalah ini sudah lebih dari pewahyuan. Apakah Anda mengikuti? Inilah yang Al Siouty katakana di komentarnya mengenai perkataan-perkataan ini, dalam bukunya “Al Etqan Fi Uloum Al Qur’an”. Ia berkata, “Bicara dalam masa kejadian di dalam Al Qur’an sampai masa seseorang selain Tuhan.” Ia berkata, ”Nabi, dapat berdoa dan damai sejahtera akan turun, bicara dalam Al Qur’an dan tidak atas nama Allah,” dan ia berkata, “Ini adalah pencerahan dariMu Allah, ini telah diucapkan olehnya sendiri, dapat berdoa dan damai sejahtera turun atasnya.” Dan kemudian berkata, “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara[mu].” Dan juga pernyataannya, “Patutkah aku mencari allah lain selain Allah,” dan Al Siouty juga mengatakan dan mengakui bahwa para malaikat juga berkata-kata dalam iramanya mereka sendiri, seperti pernyataannya, “Dan tidaklah kami turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu…” Sampai ke ayat terakhir yang diucapkan oleh Jibril. Dan pernyataannya “Tidak seorang pun di antara kami, mempunyai kedudukan yang tertentu.” Para malaikat… Jadi ini adalah perkataan mereka. Al Siouty sekali lagi mengomentari hal ini, katanya, “Pernyataan ini dapat diinterpretasikan sebagai “katakan”, dan juga ayat-ayat lainnya.” ”Tetapi bagaimana ini bisa terjadi?” Apakah kita akan menambahkan ini di Al Qur’an? Apakah kita akan menyisipkannya? Bukan masalah pengelakan… Bukan pengelakan. Ini masalah yang membutuhkan pengertian yang jelas. Perkataan Allah dalam Al Qur’an, apakah benar-benar perkataan Allah? Ya, perkataan Allah… Ia berkata kepada para malaikat, dan para malaikat menyampaikannya kepada Muhammad. Jadi seharusnya tidak ada perkataan mereka sendiri… baik para malaikat maupun Muhammad.

          Surat ke 91 (Asy Syams), dari ayat 1: “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya.” Surat ke 102 (At Takaatsur) ayat 1-8: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat nereka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ’ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pad hari itu tentang kenikmatanDalam ayat-ayat ini, Surat ke 103 (Al ‘Ashr), ayat 1-3: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,” – sebuah sumpah… Allah bersumpah – “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” Tidak ada sedikitpun acuan yang menunjukkan adanya pesan dari Allah yang Maha Kuasa. Bahkan ada banyak ayat-ayat lainnya, lebih banyak lagi di dalam Al Qur’an, yang tidak berasal dari Allah, dan bahkan perkataan- perkataan tersebut tidak mungkin berasal dari Allah.di Surat ke 1 (Al Faatihah)… Ensiklopedia ini memberikan contoh-contoh. Dikatakan, “Surat ke 1 (Al Faatihah) ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus,”” Oh, apakah ini perkataan Allah, atau perkataan manusia? Perkataan manusia… sepertinya di dalam Surat ke 1 berisikan permohonan manusia. Anda tidak dapat menyimpulkan bahwa itu adalah perkataan Allah sama sekali. Mari dan lihatlah (Al Faatihah). Ini dia, ini (Al Faatihah) ayat pertama, dan ini merupakan Surat pertama, maksud saya, di dalam Al Qur’an. Dikatakan… ini dia, dikatakan… Lihat, lihat jika ini adalah perkataan Allah, atau manusia: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang!” Apakah Allah akan mengucapkan “basmala” lagi? “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,” Apakah Allah akan berkata, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam? Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah.” Dengan siapa Allah berbicara, dan berkata: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah?” Ini adalah perkataan manusia, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan HANYA KEPADA Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Apakah Allah akan berkata, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”? Tidak mungkin! Anda katakan kepada saya bahwa berlaku “katakan”. Tapi bagaimana kita dapat diijinkan untuk menambahkan kata “katakan”? Saya akan mengutip Gadafi, yang berkata bahwa ada sekitar 300 ayat atau bahkan lebih, yang mengandung kata “katakan”. Ia berkata: “Kita harus menghapuskan kata “katakan” karena cukup membawa banyak pertanyaan, tetapi bahkan disini kata “katakan” tidak ada, jadi jika ada manusia yang menambahkan, betapapun hebatnya dia, dia telah merusak Al Qur’an.”
          TENTU SAJA.
          ”Karena tidak ada di torah yang dilestarikan, jadi ini semua bukanlah perkataan Allah, tetapi perkataan manusia. Berdoa dan memohon.” Sekali lagi, ada kutipan lagi… maksud saya, contohnya, pujian. Dalam Surat ke 62 (Al Jumu’ah), dikatakan: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Bertasbih kepada Allah? Apakah Allah yang berkata demikian? Apa yang akan Allah katakan, “Bertasbih kepada Allah”? Surat ke 57 (Al Hadiid), ayat 1, dan Surat ke 59 (Al Hasyr), Surat ke 61 (Ash Shaff), dan Surat ke 64 (Al Taghaabun). Semuanya dimulai dengan: “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah.” Jadi ini bukanlah perkataan Allah. “Dan di dalam Al Qur’an terdapat kata-kata yang berbentuk – menurut ensiklopedia – berbentuk pengagungan, mengagungkan Allah, mengatakan ‘pujian bagi Allah’, ‘Sobhan Allah’.” Ini pujian untuk Allah, mengatakan, “Bertasbih kepada Allah.” Dalam Surat ke 17 (Al Israa’): “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa”.Siapa yang bicara disini? Siapa yang dipuji? Dalam Surat ke 28 (Al Qashash) ayat 68: “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” Siapakah yang mengatakan, “Maha Suci Allah”? Apakah Allah akan mengatakan hal itu kepada diriNya sendiri, “Maha Suci Allah”? Apakah Ia akan memuji diriNya sendiri? Surat ke 36 (Yassiin) ayat 36: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya…” Surat ke 7 (Al A’raaf) ayat 180, “Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu.” Surat ke 43 (Az Zukhruf), ayat 82: “Maha Suci Tuhan Yang empunya langit dan bumi…” Jadi ini semua tentu saja merupakan pertanyaan yang besar. Apakah Allah akan memuji diriNya sendiri? Akankah Allah memuji diriNya sendiri? Perkataan-perkataan ini bukan milik Allah, kalau begitu, Al Qur’an tidak semuanya perkataan Allah, seperti yang dikatakan di Ensiklopedia Islam… tidak semuanya perkataan Allah.Sekali lagi, sesuai dengan ensiklopedia. Halaman 8247, berkata: “Ada ayat-ayat yang bertuliskan “Maha Suci Allah”, banyak yang seperti Surat ke 7 (Al A’raaf), mereka mengutip contoh Surat ke 7 (Al A’raaf) ayat 54: “Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam!” Apakah Allah akan berkata kepada diriNya sendiri, “Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam!”? Apakah ini perkataan manusia atau perkataan Nabi Muhammad?
          • Surat ke 23 (Al Mu’minuun) ayat 14: “Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik!” Surat ke 25 (Al Furqaan), ayat 1, 10 dan 61: “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an).”
          • Surat ke 40 (Al Mu’min): “sangat diberkatilah Tuhan semesta alam!”
          • Surat ke 43 (Az Zukhruf): “Diberkatilah Dia yang berkuasa atas Surga dan Bumi.”
          • Surat ke 55 (Ar Rahmaan), ayat 78: “Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.” Allah siapa? Siapa yang berkata “Maha Agung” dan di
          • Surat ke 67 (Al Mulk), ayat 1 berkata: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
          Jadi ini bukan perkataan Allah, tetapi perkataan manusia. Perkataan-perkataan manusia ini juga berbentuk pujian bagi Allah. Ensiklopedia juga berkata: “Mereka berbentuk ucapan syukur”, seperti, Surat ke 1 (Al Faatihah): “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”, Surat ke 6 (Al An’aam): “Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi”, Surat ke 18 (Al Kahfi): “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an)”, Surat ke 34 (Saba’): “Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit”, Surat ke 35 (Faathir): “Pujilah Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi.” Begini, kita seharusnya – menurut ensiklopedia – percaya bahwa setiap ayat di dalam Al Qur’an – semuanya – seharusnya merupakan perkataan Allah kepada malaikat, yang diungkapkan kepada Muhammad. Ia berkata kepadanya, “Bacalah”, dan ia pergi untuk menyebarkannya.

          tolong buktikan itu adalah wahyu allah.

          • SERBUIFF 1:22 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

            tulisan dangkal, basi dan tidak bermutu…lu memang pakar dan juara copy paste……

            • ungke 3:52 pm on 09/08/2012 Permalink | Reply

              bukan itu jawaban yang di minta mas serbuiff , anda di minta jelasin maksud ayat2 di atas itu firman Tuhan atau perkataan mohammad atau perkataan jibril,mau di copy kek, di tiru kek sebaiknya anda jelaskan saja nanti pembaca yg akan menilai jawaban anda

              • SERBUIFF 10:57 pm on 09/08/2012 Permalink | Reply

                tulisan 101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab saja belum kau tanggapi,… aku bisa jelaskan dari siapa ayat al quran ditas , tapi aku minta kau jelasin dan beri argumen dulu tulisan diatas 101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab ! kalau kau mau dan setuju nanti akan aku akan jelaskan setelah kau jawab tulisan tsb diatas……

    • camar 1:28 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

      yang pasti apakah ayat diatas perkataan muhammad atau wahyu allah itu saja…yang penting surah diatas adalah dari quran bukandari kitab suci orang lain. yang konon katanya adalah wahyu allah ..sekarang buktikan itu surah adalah kata kata allah atau muhammad…selamat berpikir…

      • omes 7:26 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

        jangan dengan dalil, dengan bukti fisik aja supaya mas ngerti.
        1. Nabi Muhammad SAW. tidak bisa baca tulis alias buta huruf, mana bisa beliau mengarang kitab serinci dan seakurat tentang kehidupan manusia.
        2. Isi Al-Qur’an banyak terbukti oleh pengetahuan modern, baik di bidang kesehatan, ilmu astronomi dlsb, mana mungkin seorang Muhammad mampu menulis serinci itu, kalau bukan dari ALLAH, coba renungkan sama mas dan bandingkan dengan yang punya mas ok?

        • camar 11:55 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

          buta hurup katamu???? dia bukan butahurup mas…..kenyataanya dia bisa baca ..tahukah kamu ketika yang konon katanya..ketika disuruh baca sama jibril..tidak bisa baca .sampai tigakali difiting.ternyata …benar dia tidak bisa baca orang tak ada yang ditunjukkan satu hurup pun tak ada yang ditunjukkan jelas ..apa yang dibaca ???? otomatis dia jawab tidak bisa baca ..memang tak ada yang ditunjukkan..

          • Stain Remover 3:28 pm on 08/08/2012 Permalink | Reply

            @camar

            mengikuti bacaan sama tidak dengan membaca ?

            membaca ialah menangkap pikiran dan perasaan orang lain dengan perantaraan tulisan atau gambar dari bahasa yang dilisankan. Tujuannya ialah menangkap bahasa yang tertulis dengan tepat dan teratur.

            http://artikata.com/arti-386019-membaca.html

            Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, ﴾Qs. Al A’laa : 6﴿

            Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. ﴾Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.﴾Qs. Al Qiyaamah : 16-18﴿

    • SERBUIFF 1:44 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

      yang pasti ayat tsb firman dari Alllah untuk nabi muhammad yg disampaikan melalui jibril. Apa yang difirmankan Allah itulah yg disampaikan muhammad, tidak dilebihkan tidak dikurangi… Muhammad tidak pernah ngarang Al quran….paham nggak ? …

    • camar 1:49 am on 08/08/2012 Permalink | Reply

      Surat ke 40 (Al Mu’min): “sangat diberkatilah Tuhan semesta alam!”…siapa yang memberkati???Surat ke 67 (Al Mulk), ayat 1 berkata: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu….apakah allah memuji muji dirinya sendiri????ke 17 (Al Israa’): “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa”.Siapa yang bicara disini? Siapa yang dipuji?

      • Stain Remover 3:31 pm on 08/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Baca non !

        Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu. (Yesaya 43:3)

        Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel.” (Yesaya 43:15)

        • ungke 3:57 pm on 09/08/2012 Permalink | Reply

          emang ada masalaka ayat diatas?..itu kan Perkataan Tuhan sebagai peringatan kepada orang israel supaya tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal….aneh anda ini SR ayat yg nda perlu ditafsir sulit sulit aja di buat rumit, persis kebiasaan penegak hukum indonesia,

    • tambara 1:51 pm on 08/08/2012 Permalink | Reply

      yesus banyak panggilanya ..ada yang memanggil …anak manusia .guru .imam .hakim.. nabi..imanuel ..rabbi …tuhan .anak domba ..gembala…semua itu benar…cuma .siapa yang sudah melihat yesus dia sudah melihat tuhan ,karena .dia adalah jelmaan dari Tuhan itu sendiri .roh bapa surgawi.yang Turun ke alam manusia .yang menjelma jadi manusia sempurna supaya genap nubuatan para nabi terdahulu yaitu dia datang kepada miliknya tapi miliknya tidak mengenal dia ..termasuk manusia sampai sekarang banyak yang menolak dia …karena pemikiran manusia itu terhalang oleh dosa yang melekat di dalam manusia sehingga manusia itu berpikir seperti manusia ,yang tidak akan dapat menjangkau kehidupan surgawi.

      • Stain Remover 3:29 pm on 08/08/2012 Permalink | Reply

        @tambara

        Tapi Yesus tidak pernah mengatakan dirinya adalah tuhan…

      • SERBUIFF 10:10 pm on 08/08/2012 Permalink | Reply

        tuhan kok ada didalam kandungan,,,,,,,tuhan kacauuuu…

        • ungke 3:12 pm on 09/08/2012 Permalink | Reply

          Biasa trik lama kalau nda bisa jelaskan pasti oot dan buat argument nda jelas

          • ungke 3:58 pm on 09/08/2012 Permalink | Reply

            Mana penjelasan SR dan Serbuiff tentang firman siapakah di ayat quran di atas ??????

            • SERBUIFF 10:50 pm on 09/08/2012 Permalink | Reply

              tulisan 101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab saja belum kau jawab,… aku bisa jelaskan dari siapa ayat al quran ditas , tapi aku minta kau jelasin dan beri argumen dulu tulisan diatas 101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab ! bagaimana ? kalau kau setuju nanti akan aku akan jelaskan setelah kau jawab tulisan tsb diatas…..ok ?.

          • SERBUIFF 10:49 pm on 09/08/2012 Permalink | Reply

            tulisan 101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab saja belum kau bantah,… aku bisa jelaskan dari siapa ayat al quran ditas , tapi aku minta kau jelasin dan beri argumen dulu tulisan diatas 101 Bukti Yesus Bukan Tuhan Menurut Al Qur’an & Alkitab ! bagaimana ? kalau kau mau dan setuju nanti akan aku akan jelaskan setelah kau jawab tulisan tsb diatas……

            • ungke 4:13 am on 12/08/2012 Permalink | Reply

              Saya sudah bisa menangkap maksud tulisan anda yang panjang diatas, anda tidak akan bisa mencerna maksud dari ayat Alkitab yg anda kemukakan itu karena dasar pemikiran anda yang tidak bisa menerima kalau Allah datang menjumpai dan melawat umat manusia dalam rupa ‘Manusia’ dalam diri Yesus ,karena itu ada sifat sifat manusia di dalam diri Yesus, tapi Dia tetap sebagai Tuhan karena tidak ada manusia yg punya kekuatan,mujizat dan kuasa yang besar seperti Yesus , yang ‘angin dan badai’ saja bisa patuh pada perintahnya. demikian penjelasan dari saya. thanks

            • ungke 4:21 am on 12/08/2012 Permalink | Reply

              Menurut saya tidak perlu menulis panjang panjang seperti diatas , karena kami terbiasa dengan penjelasan yang singkat ,padat dan smart, dari semua tulisan itu kami suda menangkap maksud pemikiran anda, anda jangan berpikir dengan banyak dan panjangnya argument menandahkan orang itu bijak! tidak justru semakin panjang dan berbelit semakin kelihatan kemampuan berpikir anda

            • ungke 4:28 am on 12/08/2012 Permalink | Reply

              Kalau kami membaca kitab suci kami ,kami selalu memohon kepada Roh Kudus dari Tuhan untuk memberi kami pengertian dan hikmat untuk mengerti maksud Tuhan lewat firman yang kami baca, Jadi kami tidak menafsirkan sendiri atau dengan bantuan ustad,dll, kami hanya serahkan pada Tuhan lewat Roh kudus,makanya pemahaman kami bisa seragam dan tidak multi tafsir

    • ayahe fidah 7:29 pm on 10/08/2012 Permalink | Reply

      pada pusing 🙂

  • SERBUIFF 7:10 am on 12/09/2009 Permalink | Reply
    Tags: alkitab, Kebiasaan merubah kitab suci,   

    Kebiasaan merubah kitab suci 

    V. KITAB SUCI
    Kenapa kalian mengingkari

    ayat-ayat Allah…?

    KEBIASAAN MERUBAH

    Dalam pembahasan agama-agama samawi maka keberadaan wahyu adalah mutlak. Nabi Musa yang ajarannya kemudian menjadi agama Yahudi juga mendapatkan wahyu dari Allah. Hanya saja umat Yahudi lebih mengunggulkan komentar atas wahyu-wahyu tersebut ketimbang wahyu itu sendiri. Maka tidak heran jika umat Yahudi sekarang lebih menyukai Talmud dengan meninggalkan Taurat. Sedangkan Talmud tersusun berdasarkan dua komentar atas Taurat yang terkenal yaitu Mishnah dan Gemara.1 Taurat sendiri yang kini dipegang umat Kristen banyak berisikan hal-hal yang sangat mustahil jika dikatakan sebagai ayat-ayat Allah. Sebagai contoh dalam Yehezkie123 :1-21, berisi ayat-ayat jorok tentang seksual. Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut (maaf) buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, birahi, dan lain-lain, contohnya :

    (ayat.3) “Mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah jamah dan dada keperawanannya dipegang -pegang”.

    Ayat yang selanjutnya 5, 8, 11, 18, 20, 21 dalam kitab yang sama lebih jorok lagi yang tidak sepantasnya ditulis bahkan di dalam buku ini. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan atas ayat-ayat yang diturunkan pertama kali. Kembali pada Taurat, setelah kepunahannya, kitab ini pertama kali ditulis antara tahun 536-456 SM. oleh pendeta Ezra yang masuk dalam Perjanjian Lama sebagai “The book of Ezra”.2 Kitab Perjanjian Lama tertulis dalam bahasa Ibrani, walaupun ada beberapa yang tertulis dalam bahasa Aramaik seperti pada Jeremiah 10:2, Daniel 2:4-7:28, Ezra 4:8-6:16 dan 7:12-26. Penyalinan ke dalam bahasa Yunani (Aleksandria) dilakukan sejak abad III SM. namun pengerjaannya secara lengkap baru selesai sekitar abad I M. inilah yang dikenal sebagai “Septuagint” yaitu kitab Perjanjian Lama tertua dan paling umum. Selain ini ada penyalinan lain seperti versi Siriak yang dikerjakan dari abad II SM hingga abad II M. juga versi Coptik dan Ghotik yang bersumber dari Septuagint. Baru pada tahun 382-405 M, St. Jerome menyalin ke dalam bahasa Latin yang bersumber dari versi Ibrani dan Yunani yang kemudian dikenal sebagai “Vulgate”.3 Kini naskah tertua kitab Taurat (Perjanjian lama) yang dimiliki oleh Gereja adalah yang tertulis sekitar tahun 1005. maka Kitab Perjanjian Lama yang paling modern berdasarkan salinan yang dikeijakan oleh para Masoret (yaitu kelompok penulis kitab suci Yahudi) ini.4 Penyalinan dari satu bahasa Re bahasa lain tidak menutup kemungkinan adanya perubahan. Hal ini semakin jelas dengan ditemukannya gulungan naskah kitab suci di Gua Qumran del:at.laut mati (The Dead Sea Scrolls). Jeffery L. Sheller & Joannie M. Schorf dalam komentarnya tentang The Dead Sea Scrolls menyatakan:

    “Satu gulungan secara dramatis menunjukkan minimal satu kitab Perjanjian Lama telah berrrbah melalui abad-abad penyalinan Naskah gulungan kitab Yesaya pasal 66 – diantaranya tersimpan lerrgkap di perpustakaart Qumran-ditemukan 13 perbedaan minor dari teks modern”. 5

    Injil yang masuk dalam kitab Perjanjian Baru, tidaklah mengalami nasib yang lebih baik. Akibat pemaksaan doktrin trinitas pemakaian kosa kata dalam injil berubah, berikut ayat-ayat sisipan yang dapat merancukan paham monoteisme sebagai ajaran asli Yesus. Menurut Theodore Zahn, sebagaimana dikutip oleh E.J. Goodspeed di dalam The Apostolic Fathers, menjelaskan bahwa sampai sekitar tahun 250 M Kalimat keimanan itu masih berbunyi: “Saya percaya kepada Allah yang Maha Kuasa”. Antara tahun tahun 180 M sampai dengan tahun 210 M ada yang menambah kata “Bapa” di depan kata “Yang Maha Kuasa”: Tindakan ini dikecam keras oleh beberapa tokoh-tokoh gereja. Uskup Victor dan Zephysius mengutuk penambahan yang mencemari kemurnian kitab suci dan menentang pendapat yang mengatakan bahwa Yesus itu adalah oknum Tuhan.6 Penambahan tersebut adalah konsekwensi dari penerapan pendapat bahwa Yesus adalah ‘anak tuhan’.

    Seperti pendahulunya, kitab Perjanjian Lama yang diguncang badai penemuan arkeologi berupa gulungan kitab ­kitab suci di Gua Qumran (1947), akhir-akhir ini kitab Perjanjian Baru juga mengalami nasib yang sama, para sarjana Bibel yang terdidik di universitas terbaik di Amerika dan Eropa berkumpul bersama dalam sebuah kajian panjang selama 6 tahun untuk menjawab pertanyaan bersama ‘Apa sebenarnya yang dikatakan oleh Yesus?”.7 Pertanyaan ini akhirnya terjawab dengan suatu hasil penelitian yang menggemparkan dunia Kristen bahwa perkataan yang diperkirakan asli dari Yesus hanya 18 %, dan sisanya?.8 Suatu hasil kajian panjang dari para sarjana Bible terkemuka yang tidak bisa begitu saja terabaikan. Namun demikian apa tanggapan mereka-mereka yang sudah mengeras hatinya? Beberapa tokoh Kristen Indonesia menyatakan bahwa kajian tersebut tidak valid karena menggunakan metodologi skeptisme?.

    Pada awal buku ini kami pernah menyinggung tentang janji Allah dalam al-Qur’an:

    “…Perhatikan bagaimana Kami Menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu) (Al-Maidah 75).

    Tanda-tanda kebesaran Allah telah dipertontonkan dengan penemuan arkeologi di Qumran dan seminar 6 tahun para pakar Alkitab. Satu bukti yang tidak bisa begitu saja dianggap remeh. Dan seperti yang diperingatkan Allah kita dapat menyaksikan bagaiamana mereka berpaling. Maha benar Allah dengan segala firmannya.

    Kebiasaan yang mendarah daging

    Penetapan pendapat bahwa seorang manusia menjadi ‘anak tuhan’  yang kemudian mewujudkan doktrin Trinitas mengharuskan adanya sekian banyak kebohongan yang terus­menerus berjalan berabad-abad. Hal ini telah menjadikan hat para pelakunya semakin mengeras. Peringatan Allah melalui para Nazaren (bahasa al-Qur’an Nashoro) mereka tanggapi dengan amat kejam, banyak dari mereka yang terbunuh.

    Kekerasan hati itu menyebabkan mereka berbuat apa saja termasuk mengganti ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Musa As. kemudian nabi Isa As. Tidak puas dengan merubah ayat-ayat yang diturunkan kepada kedua nabi tersebut mereka berusaha merubah ayat-ayat yang diturunkan kepada nabi terakhir Muhammad Saw. Upaya pengaburan Al-Qur’an mereka lakukan sejak dulu dengan mengeluarkan hadits-hadits Israiliyat, juga upaya merubah ayat-ayat Al-Qur’an. Di Indonesia sendiri umat Kristen baru-baru ini dengan sangat berani memunculkan sebuah buku dengan judul Al-Haqiqah al-Makhfiah daakhil al-Quran al-Karim” yang mereka samarkan sebagai hasil terbitan pemerintah Saudi Arabia dan diterjemahkan menjadi “Kebenaran tersembunyi dalam al-Qur’an”. Di dalamnya termuat ayat-ayat yang dipotong-potong serta penerjemahan yang dimanipulasl dengan mencatut nama para penerjemah yang dikenal di Barat yaitu Yusuf Ali dan Pickthal untuk tujuan tertentu. Sebagai contoh, mereka memotong-motong satu ayat dalam surat Yunus: 94, sebagai berikut :

    Diartikan :

    Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang mernbaca kitab sebelum kamu, Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadarrtu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

    Padahal ayat yang sebenarnya adalah :

    Maka jika kamu (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelum karnu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS.Yunus: 94).

    Ayat di atas dipakai alasan Dr. Robert Morey untuk menyatakan bahwa ajaran al-Qur’an berasal dari injil apokrit (terlarang/bid’ah). Menurut Ibnu Katsir ayat tersebut adalah merupakan sugesti bagi umat, bahwa sifat nabi mereka tercantum dalam kitab-kitab terdahulu. Seperti yang diriwayatkan oleh Qotadah, Ibnu ‘Abbas, Sa’id bin Jubair, serta Hasan al-Bashri bahwa Rasulullah mengomentari perihal ayat tersebut dengan mengatakan: “Aku tidak ragu dan tidak bertanya”.9

    Upaya-upaya lain amatlah banyak termasuk apa yang ditulis oleh Dr. Robert Morey yang sedang kita bahas dalam buku ini.

    Poin hujatan atas Al-Qur’an

    Poin-poin hujatan Dr. Robert Morey terhadap al-Qur’an meliputi masalah:

    1. Masalah proses pewahyuan dan mujizat

    2. Sejarah penulisan al-Qur’an

    3. Redaksi dan bahasa al-Qur’an

    4. Beberapa kandungan al-Qur’an.

    Hanya saja cara menghujatnya sangat tidak menunjukkan citra seorang akademis. Secara umum cara yang dilakukan sangat memalukan diantaranya:

    1. Memanipulasi riwayat hadits tentang sejarah penulisan al-Qur’an.

    2. Memanipulasi penerjemahan ayat-ayat Qur’an.

    3. Menggunakan logika “Yang lama mencocokkan yang baru” sebagai dasar untuk menilai keabsahan kandungan al-Qur’an (sudah kita bahas pada awal buku ini).

    4. Serta ungkapan-ungkapan kebencian yang tidak berdasar sama sekali.

    Oleh sebab itu dalam menjawabnya kami tidak mengikuti alur penulisan Dr. Robert Morey yang acak-acakan. Kaml membuat alur penulisan sendiri sedang pokok-pokok hujatan kami masukkan dalam alur bahasan yang sesuai.

    NOTES

    1. Dr. Fuad Muhammad Shibel, Masalah Jahudi Internasional (terjemah dari judul asli `Al-Musykilah al Yahudiyah Al-Alamiyah”, oleh Prof. H. Bustami A. Gani dan Drs. Chatibul Umam), Bulan Bintang, Jakarta, Cetakan pertama 1970, Hal. 16.

    2. The World University Encyclopedia, Publishers Company Ync., Washington D.C., Th. 1963, Vol. 4, hal. 1824.

    3. Ibid, Vol. 2, hal. 663-665.

    4. Jeffery L. Sheller&Joannie M. Schorf, Rahasia Bibel yang terakhir, dalam “Misteri Yesus dalam sejarah” (Dr. Muhammad Ataur Rahim), Pustaka Dai, 1994, hal XIII.

    5. Ibid, hal XII.

    6. Ibid, ha136.

    7. THE FIVE GOSPELS The search for the Authentic Words of Jescrs, Harper San Francisco, hal. IX.

    8. THE FIVE GOSPELS The search for the Authentic Words of Jesus, Harper San Francisco, hal. 5.

    9. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, Daar al-Kutub al-`Ilmiyah, Beirut, Cet. III, th. 2003, jilid II, hal. 445.

    sumber :

    Buku
    Islam Dihujat

    Menjawab buku The Islamic Invasion karya Robert Morey
    Oleh Hj Irena Handono, muallaf mantan biarawati.

     
  • SERBUIFF 9:15 am on 30/03/2009 Permalink | Reply
    Tags: alkitab, , HEBAT !!! AL QURAN LEBIH TAHU DIBANDING ALKITAB YESUS WAKTU MASIH BALITA DAN LEBIH TAHU TENTANG KAKEK DAN NENEK YESUS....,   

    HEBAT !!! AL QURAN LEBIH TAHU DIBANDING ALKITAB YESUS WAKTU MASIH BALITA DAN LEBIH TAHU TENTANG KAKEK DAN NENEK YESUS…. 

    وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَاناً شَرْقِيّاً

    19.16. Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,

    فَاتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَاباً فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَراً سَوِيّاً

    19.17. maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami [901] kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. [901]. Maksudnya: Jibril a.s.

    قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَن مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّاً

    19.18. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

    قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَاماً زَكِيّاً

    19.19. Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

    قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيّاً

    19.20. Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

    قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا وَكَانَ أَمْراً مَّقْضِيّاً

    19.21. Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.

    فَحَمَلَتْهُ فَانتَبَذَتْ بِهِ مَكَاناً قَصِيّاً

    19.22. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

    فَأَجَاءهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنتُ نَسْياً مَّنسِيّاً

    19.23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

    فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيّاً

    19.24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

    وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَباً جَنِيّاً

    19.25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

    فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْناً فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَداً فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْماً فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنسِيّاً

    19.26. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”.

    فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئاً فَرِيّاً

    19.27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.

    يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيّاً

    19.28. Hai saudara perempuan Harun [902], ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,

    [902]. Maryam dipanggil “saudara perempuan Harun”, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s.

    فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيّاً

    19.29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

    قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً

    19.30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

    وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً

    19.31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

    وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراً شَقِيّاً

    19.32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

    وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيّاً

    19.33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

    ==========================================
    إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    3.35. (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

    فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنثَى وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأُنثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وِإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    3.36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”

    فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنبَتَهَا نَبَاتاً حَسَناً وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقاً قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَـذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ إنَّ اللّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    3.37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

     
    • wikki 3:16 pm on 24/08/2012 Permalink | Reply

      kehebatanya cuma bertaqiya meniru niru tapi tidak pas

      • SERBUIFF 2:23 am on 25/08/2012 Permalink | Reply

        niru apaan wong di alkitab nggak ada kok…tunjukkan mana ayatnya…

        • wikki 6:35 am on 25/08/2012 Permalink | Reply

          darimana tahu ada yang bernama mariyam??? darimana quran tahu mariyam di jumpai malaikat???dari mana tahu quran mariyam mengandung????
          dari mana quran tahu ada yang bernama zakkariya/???
          semua itu hasil pengajaran warragah kepada muhammad .cuma muhammad memelintirkan ceritanya…

          • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ | 3:47 pm on 10/11/2018 Permalink | Reply

            ruaurr biasa pertanyaan skakmat-nya om wikki, bikin om admin menjadi gagu permanen wkwkwkwkwkwkwkwk…

        • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ | 3:48 pm on 10/11/2018 Permalink | Reply

          om SERBUIFF Sαys: “niru apaan wong di alkitab nggak ada kok…tunjukkan mana ayatnya…”

          di Alkitab, Imran adalah babenya Harun, Musa dan Maryam yg hidup di zaman fir’aun om, bukan di zaman romawi…!!

          1 Tαwαrikh 6:3. Anαk-αnαk Amrαm iαlαh Hαrυn, Ϻυsα dαn Ϻiryαm…
          βilαnɡαn 26:59…isteri Amrαm…melαhirkαn Hαrυn dαn Ϻυsα dαn Ϻiryαm, sαudαrα merekα yαng perempuαn.

          Qs 3:36…isteri Imrαn melαhirkαn…αnαk perempuαn…menαmαi diα Ϻαryαm…

          Qs 19:27-28…Ϻαryαm…sαudαrα perempuαn Hαrun…
          Kelυαrαn 15:20…Ϻiryαm…sαudαrα perempuαn Hαrun…
          Qs 28:33-34. Ϻυsα…sαudαrα…Hαrun…

          tuh, justru quran kagak tahu silsilah, keleru mosok maryam binti imran sodare perempuan harun saudara musa ibunya Isa hidup di zaman fir’aun…ʔʔ

          saran gue buat om admin:
          1 Timotius 4:7…jαuhilαh tαkhαyul DAN dongeng nenek-nenek tuα. Lαtihlαh dirimu beribαdαh.

      • ᴮᴵᴬᴺᴳᴷᴬᴸᴬ | 3:52 pm on 10/11/2018 Permalink | Reply

        HAK KENABIAN DAN KITAB SUCI

        Ϻαzmυr 147:19-20. Iα memberitαkαn ƒirmαn-Nyα KEPADA Yαkub, ketetαpαn-ketetαpαn-Nyα DAN hukum-hukum-Nyα KEPADA Isrαel. Iα TIDAK berbuαt demikiαn KEPADA segαlα bαngsα…
        Pdt Saefudiin Ibrahim-Tidak Ada Nabi Diluar Bangsa Yahudi

        Ǫs 29:27…Kαmi αnugerαhkαn KEPADA Ibrαhim, Ishαk dαn Yαkub, dαn Kαmi JADIKAN kenαbiαn dαn λɭ-Kiʈαƅ PADA keturunαnnyα…

        Ǫs 45:16…telαh Kαmi berikαn KEPADA bαni Isrαil λɭ-Kiʈαƅ, kekuαsααn dαn kenαbiαn…dαn Kαmi lebihkαn merekα ATAS bαngsα-bαngsα.

    • ungke 5:31 am on 25/08/2012 Permalink | Reply

      seking hebatnya sampe salah mengira maryam ibu Yesus sebagai maryam saudara perempuan Harun

    • wikki 7:17 am on 25/08/2012 Permalink | Reply

      begitulah memang kalau wahyu hasil dengar dengar apalagi muhammad tidak menyimak..

    • wikki 4:45 pm on 25/08/2012 Permalink | Reply

      kira kira apa yah jawaban para orang yang mengaku muslimer seandainya mengikuti kasus hukuman mati yang dialami TKW asal indonesia .??? masihkah mereka berani berkoar koar mengatakan islam sangat menghargai harkat dan martabat wanita???? dan apa pula kata pemerintah RI tentang pahlawan devisa ini ??? dan bagamana seandainya amerika yang menghukum pancung indonesia??? apakah sesunyi ini juga???? padahal setahuku amerika belum pernah menghukum mati bangsa indonesia …tapi mengapa negara ini paling dibeci dan israel….??? padahal kalau kita lihat perbuatan arab terhadap indonesia arablah yang paling jahat terhadap indonesia ..tetapi orang orang yang menamakan dirinya muslimer begitu berhadapan dengan yang namanya arab ini diam seribu bahasa … kita lihat saja contohnya yang sekarang di puncak bogor jawa barat banyak orang arab melakukan kawin kontrak dengan wanita indonesia ..ttetapi pemerintah dan masyarakat bogor jawa barat sepertinya menutup mata terhadap keadaan ini ../mana pembelaanmu ??yang selama ini mengaku sangat menghargai wanita??? dimana taringmu???? mengapa terhadap gereja GKI yasmin muncul taring mu??? apakah terhadap bangsa arab taringmu pada putus????

    • ungke 11:54 pm on 25/08/2012 Permalink | Reply

      budak mana berani sama tuannya

    • wikki 1:25 am on 26/08/2012 Permalink | Reply

      indonesia ………tak tahu sakit hati…..dibohongi dengan mewajibkan naik haji…. tiap tahun entah berapa banyak uang mengalir ke arab …para jemaah haji mengantarkan uang rame rame kesana seolah olah tuhan hanya ada disana ..dengan tipuan memenuhi panggilan allah .yang nota bene hanya melakukan ritual mengelilingi kabbah sebanyak 7x dan mencium hajar aswad .melempar jumroh ..tapi memakan dana yang sangat tidak sedikit…..para ustad berusaha memelintirkan ayat ayat .membuat tafsir seolah olah tafsir yang dibuat adalah benar….tapi apa ????? orang arab tidak pernah mempraktekkan tafsir yang dibuat para ustad indonesia orang arab ketawa …….mereka mempraktekkan tidak pakai tafsir buktinya seperti kejadian yang dialami para TKI….apa pembelaan tafsir yang dibuat para ustad sarjana lulusan ALazar ini?????? bisa mereka ngomong ??????? ….misalanya bukan begitu arti dari surah itu……no coment. semua diam …sia sia semua tafsir yang dibuat buat mereka adakah para ustad berani ngomong masalah tafsiar quran terhadap bangsa arab??????maukah orang arab menerima kesaksian satu orang wanita korban perkosaan di arab saudi sana ?????jangan harap .kebanyakan malah dituduh ber zinah dan memfitnah yang hukumanya adalah rajam..mana tafsirmu?????

    • Wanderer 12:46 am on 02/02/2013 Permalink | Reply

      Mana?? Anda jangan asal nulis saja, tunjukan ayatnya!
      Kalo tulisan-tulisan seperti itu di Injil juga ada…

      Kalian orang-orang Islam memang pandai ber-HOAX…….

      • LIM BHO TAK 3:23 am on 05/02/2013 Permalink | Reply

        @DAVID! dn wanderer

        PAULUS PEMBUAT AGAMA KRISTEN KATHOLIK(PAULUS SESEMBAHAN/ BERHALANYA KRISTEN KATHOLIK)
        AKU PAULUS PENDUUSTA , AKUNYA DU KITAB BUATANNYA ROMA

        KEBENAran apa???
        PAULUS PENIPU(ROMA 3)

        PAUS NYEMBAH SETANYANG DOYAN MENYAN DI TEMBOK RATAPAN(IMAMAT)

        SEKARANG KAU NONTON TV
        HA HA HA BODOH BENER ENTE DIMANA OTAK DIUMPETIN???
        XIXIXIXI
        @all kristen
        hanya orang bodoh percaya sama paulus pembual

        KITAB SUUCII ROMA KEPERCAYAAN PARA KRISTENER
        PAULUS MENGAKU SEBAGAI PENDUSTA
        PENDUSTA ULUNG
        HE HE HE GURUNYA SI DAVIT PENDETA DI BLOG MURTAD XIXIXI

        (7) Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

        (7) Tetapi kalau karena perbuatan yang tidak benar, apa yang benar tentang Allah semakin menonjol sehingga Ia dipuji, mengapa orang yang berbuat jahat itu masih disalahkan sebagai orang berdosa?

        PENDUSTA PAULUS MENGANGKAT DIRINYA SEBAGAI RISOL

        PAULUS JUGA BERDUSTA DIA SEBAGAI RASUL EH RISOL

        1) Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. (1) Saudara-saudara sekalian di Roma yang dikasihi Allah dan yang sudah dipanggil oleh Allah untuk menjadi umat-Nya. Allah sudah memilih dan mengangkat saya khusus untuk memberitakan Kabar Baik dari Allah.
        ha ha ah

    • lucksbonds 4:01 am on 03/02/2013 Permalink | Reply

      Islam sering diidentikan dengan perbudakan, kaum kafir sering menfitnah Islam tentang masalah perbudakan, termasuk kebolehan menyetubuhi budak. Mereka sering mengutip ayat Al-Qur’an:

      “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (T-QS. Al-Mu’minun’ 23:5-6)

      “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (T-QS. An-Nisa’ 4:3)

      “Dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni”mati di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (T-QS. An-Nisa’ 5:24)

      Pembolehan itu kalau kita lihat di masa sekarang ini, sekilas memang terasa aneh dan tidak sesuai dengan rasio kita. Sebab kita hidup di abad 21, di mana perbudakan sudah menjadi barang yang asing. Kalau sampai kita membaca ayat Al-Quran yang seolah menerima konsep perbudakan, bahkan pemiliknya sampai boleh menyetubuhinya, tentu saja kita akan merasa sangat heran.

      Tapi mari kita renungkan kembali keadaan sosial kemasyarakatan di masa itu, yakni abad ketujuh masehi, tentu pandangan kita akan berbeda jauh. Ketahuilah bahwa perbudakan itu sendiri bukan produk agama Islam. Perbudakan itu sudah ada jauh sebelum Al-Quran ini diturunkan. Di zaman Romawi dan Yunani Kuno, Persia kuno, China dan hampir seluruh peradaban manusia di masa lalu telah mengenal perbudakan. Dizaman Musa juga sudah ada perbudakan, Dan semua itu terjadi berabad-abad sebelum Islam datang.

      Sedangkan negeri Arab termasuk negeri yang belakangan mengenal perbudakan, sebagaimana belakangan pula dalam mengenal kebejadan moral. Minuman keras, pemerkosaan, makan uang riba, menyembah berhala, dan budaya-budaya kotor lainnya bukan berasal dari negeri Arab, tetapi justru dari peradaban-peradaban besar manusia.

      Ini penting kita pahami terlebih dahulu sebelum memvonis ajaran Islam. Negeri Arab adalah peradaban yang terakhir mengenal budaya-budaya kotor itu dari hasil persinggungan mereka dengan dunia luar. Karena orang Makkah itu biasa melakukan perjalanan dagang ke berbagai negeri. Justru dari peradaban-peradaban ‘maju’ lainnya itulah Arab mengenal kejahiliyahan. Perlu anda ketahui bahwa berhala-berhala yang pernah ada di depan dan mengotori ka’bah yang berjumlah 360 itu adalah produk impor. Yang terbesar di antaranya adalah Hubal yang asli produk impor dari negeri Yaman.

      Saat itu dunia mengenal perbudakan dan berlaku secara internasional. Yaitu tiap budak ada tarif dan harganya. Dan ini sangat berpengaruh pada mekanisme pasar dunia saat itu. Bisa dikatakan bahwa budak adalah salah satu komoditi suatu negara. Dia bisa diperjual-belikan dan dimiliki sebagai investasi layaknya ternak. Dan hukum international saat itu membenarkan menyetubuhi budak milik sendiri, jadi memang hal tersebut sudah menjadi konvensi bahkan sebuah kelaziman. Bahkan semua tawanan perang secara otomatis menjadi budak pihak yang menang meski budak itu adalah keluarga kerajaan dan puteri-puteri pembesar. Ini semua terjadi bukan di Arab, tapi di peradaban-peradaban besar dunia saat itu. Arab hanya mendapat imbasnya saja.

      Dalam kondisi dunia yang centang perenang itulah Islam diturunkan. Bukan hanya untuk dunia Arab, karena kejahiliyahan bukan milik bangsa Arab sendiri, justru ada di berbagai peradaban manusia saat itu. Maka wajar bila Al-Quran banyak menyebutkan fenomena yang ada pada masa itu termasuk perbudakan dan kebolehan menyetubuhi budak, itu semata-mata bukan ajaran Islam dan Bukan berarti Al-Quran mengakui perbudakan, tetapi merupakan petunjuk untuk melakukan kebijakan di tengah sistem kehidupan yang masih mengakui perbudakan saat itu.

      Lalu mengapa Islam tidak langsung menghapuskan perbudakan saat itu? kita harus tahu Sementara itu, perbudakan tidaklah semata-mata penindasan, tapi pahamilah bahwa di masa itu perbudakan adalah komoditi. Harga budak itu cukup mahal. Seseorang dalam sekejap akan jatuh miskin bila secara tiba-tiba perbudakan dihapuskan oleh Islam. Seorang tuan yang memiliki 100 budak, akan menjadi fakir miskin bila pada suatu hari perbudakan dihapuskan. Padahal dia mendapatkan budak itu dari membeli dan mengeluarkan uang yang cukup besar serta menabung bertahun-tahun. Bila hal itu terjadi, di mana sisi keadilan bagi orang yang memiliki budak, sedangkan dia ditakdirkan hidup di zaman di mana perbudakan terjadi dan menjadi komoditi.

      Karena itu Islam tidak secara tiba-tiba menghapuskan perbudakan dalam satu hari. Islam melakukannya dengan proses kultural dan ‘smooth‘. Banyak sekali hukuman dan kaffarah yang bentuknya membebaskan budak. Bahkan dalam syariah dikenal kredit pembebasan budak. Seorang budak boleh mencicil sejumlah uang untuk menebus dirinya sendiri yang tidak boleh dihalangi oleh tuannya. Sedikit demi sedikit tapi pasti, Dengan cara yang sistematis dan proses yang alami, perbudakan hilang dari dunia Islam jauh beberapa ratus tahun sebelum orang barat meninggalkan perbudakan. Jadi di dunia abad itu dengan negara-negara yang maraknya perbudakan, Islamlah yang sebenarnya mulai menghapuskan perbudakan yang kemudian diikuti berangsur-angsur oleh negara barat setelah universalisme Islam menyebar. Pantaslah seorang profesor India K.S Ramakrishna mengatakan Nabi Muhammad adalah pelindung hamba sahaya. Jadi jika ada yang mengatakan Islam adalah agama yang mengakui perbudakan dan perlakuan buruk terhadap budak, itu menunjukkan kedangkalan ilmunya karena Islamlah yang memulai menghapuskan perbudakan dan budak pada zaman itu pastilah berterimakasih kepada Islam.

      Kalau hari ini ada orang yang bilang Al-Qur’an mengakui perbudakan, maka dia perlu belajar sejarah lebih dalam sebelum bicara. Pendapatnya itu hanya akan meperkenalkan kepada dunia tentang keterbatasan ilmunya dan pada gilirannya akan menjadi bahan tertawaan saja. Dengan sudah berakhirnya era perbudakan manusia oleh sebab turunnya agama Islam, maka otomatis urusan kebolehan menyetubuhi budak pun tidak perlu dibicarakan lagi. Sebab perbudakannya sendiri sudah dilenyapkan oleh syariah.

      Mungkin ada yang bertanya, kalau perbudakan sudah lenyap, mengapa Al-Quran masih saja bicara tentang perbudakan? Untuk menjawab itu kita perlu melihat lebih luas. Marilah kita membuat pengandaian sederhana. Seandainya suatu ketika nanti entah kapan, terjadi perang dunia yang melumat semua kehidupan dunia. Lalu pasca perang itu peradaban umat manusia hancur lebur, mungkin juga peradaban manusia kembali lagi menjadi peradaban purba, lantas umat manusia yang jahiliyah kembali jatuh ke jurang perbudakan manusia, maka agama Islam masih punya hukum-hukum suci yang mengatur masalah perbudakan. Dan ingat, tidak ada jaminan bahwa fenomena perbudakan itu telah hilang untuk selamanya. Karena kejahiliyahan itu selalu berulang. Tidak ada jaminan bahwa kebobrokan umat terdahulu yang telah Allah hancurkan, di masa mendatang tidak kembali melakukannya. Termasuk perbudakan.

      Kebetulan saja kita hari ini hidup di masa di mana perbudakan kelihatannya sudah tidak ada lagi. Tapi ingat, perbudakan baru saja berlalu beberapa ratus tahun yang lalu di Barat yang katanya modern. Jadi tidak ada ayat Al-Quran yang habis masa berlakunya. Di sisi lain, perhatikan Al-Quran dan Sunnah, hampir semua hukum yang berkaitan dengan perbudakan itu berintikan pembebasan mereka. Semua pintu yang mengarah kepada terbukanya pintu pembebasan budak terbuka lebar. Dan sebaliknya, semua pintu menuju kepada perbudakannya tertutup rapat. Dengan demikian, secara sistematis, jumlah budak akan habis sesuai perjalanan waktu.

      Jadi, adalah kebohongan besar akibat ketidaktahuan mereka non-muslim sajalah yang sering dibungkus kebencian jika saat ini masih mengatakan ada perbudakan dalam Islam.

      Sekarang bagaimanakah Bible mengatasi masalah perbudakan? Apakah dalam Bible perbudakan dilarang? Tidak! Justru dalam Bible banyak ditemukan masalah perbudakan dan Yesus sendiri tidak pernah memberikan ketegasan hukum untuk membebaskan budak.

      Imamat 25:44-46
      25:44 Tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh kaumiliki adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu; hanya dari antara merekalah kamu boleh membeli budak laki-laki dan perempuan.
      25:45 Juga dari antara anak-anak pendatang yang tinggal di antaramu boleh kamu membelinya dan dari antara kaum mereka yang tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negerimu. Orang-orang itu boleh menjadi milikmu.
      25:46 Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya, tetapi atas saudara-saudaramu, orang-orang Israel, janganlah memerintah dengan kejam yang satu sama yang lain.

      Dalam ayat Imamat diatas dikatakan bahwa Tuhan memaklumi perbudakan dan penjualan terhadap budak. Bahkan dalam ayat selanjutnya Tuhan menyetujui perbudakan seumur hidup, budak harus dijadikan warisan kepada anak-anak dan diperbudak selamanya.

      Keluaran 21:20-21
      21:20 Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan.
      21:21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri.

      Dalam ayat Keluaran diatas Tuhan membenarkan pemukulan atau penyiksaan terhadap budak. Budak dapat dipukul oleh tuannya asal tidak sampai mati atau kematiannya baru terjadi setelah dua hari kemudian, pembelaan terhadap budak tersebut baru diterapkan setelah dia mati akibat pemukulan itu.

      Keluaran 21:7-10
      21:7 Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.
      21:8 Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.
      21:9 Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.
      21:10 Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

      Dalam ayat diatas dikatakan bahwa seseorang dapat menjual anak perempuannya sebagai budak, sedang dalam Al-Qur’an sama sekali tidak ada anjuran untuk menjual anak perempuan sendiri sebagai budak, ini merupakan perbuatan keji. Ayat diatas juga mengatakan soal persetubuhan terhadap budak adalah kemakluman.

      Yesus sendiri membenarkan pemukulan terhadap budak:
      Lukas 12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

      Jadi dalam Bible sendiri banyak adanya fenomena perbudakan, dan jika disimak dalam Bible dan dalam ajaran Yesus tidak ada ketegasan untuk membebaskan budak atau menghapuskan perbudakan. Bahkan mungkin jika tanpa Islam dan Al-Qur’an perbudakan sampai saat ini masih tetap ada.

      Terkadang Islam juga sering diserang cacian dengan adanya berita tentang negara Arab yang perlakuannya buruk terhadap TKI. Beberapa kali membaca bahwa penindasan dan perkosaan terhadap TKI itu disebabkan orang Arab sana yang mengganggap TKI itu budak. Itu jelas tidak dibenarkan dalam Islam. Mereka melakukan itu karena terpengaruh oleh budaya jahiliyah, dan lebih karena hawa nafsu maka mencari pembenaran saja. Islam sendiri sudah jelas berhasil menghapuskan sistem perbudakan yang notabene bukan berasal dari budaya Arab melainkan warisan jahiliyah budaya peradaban-peradaban besar sebelum Islam. Islam bukan Arab dan Arab belum tentu Islam, jadi tidak ada kaitannya kelakukan orang Arab dengan ajaran Islam. Terkadang lucu jika non-Muslim sering mengaitkan berita dari Arab dengan ajaran Islam, padahal kita ketahui bahwa mayoritas Muslim tersebesar didunia adalah Indonesia, jadi sebenarnya belum tentu orang Arab yang melakukan perbuatan buruk tersebut adalah orang Islam.

      Ingat, Islam pernah membebaskan Arab dari keterpurukan moral, dan seandainya Arab kembali lagi keketerpurukan moralnya, maka itu bukan kesalahan Islam, tapi kesalahan mereka sendiri yang telah melupakan hukum Islam yang sempurna. Tapi perlu diketahui hukum Islam dalam Al-Qur’an firman Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan tetap jaya dimuka bumi ini dan tidak akan sirna oleh ulah tangan kejahiliyan bangsa manapun, karena Islam adalah ajaran universal yang tidak terikat dengan budaya bangsa apapun. Sama seperti bani Israel yang pernah terselamatkan oleh hukum Taurat dan banyaknya nabi yang muncul di kalangan mereka untuk menyadarkan mereka, tapi pada akhirnya bani Israel tetap menjadi bangsa biadab yang selalu membangkang Penciptanya yang pernah melebihkannya diatas segala umat, dan mereka tetap membangkang mungkin sampai hari kiamat kecuali sebagian kecil dari mereka.

      Semoga Allah berkenan membukakan pintu hati mereka akibat ketidaktahuan mereka. Karena sungguh besar azab Allah untuk mereka yang senantiasa memperolok-olok ayat-ayat dan Rasul-Nya:

      ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
      “Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok” (QS. Al-Kahfi’ 18:106)

      Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya
      Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

      Baca Selengkapnya Di: http://muslims-says.blogspot.com/2012/07/menjawab-masalah-perbudakan-dalam-islam.html#ixzz2JnzJCwKE

    • luk sosial 11:53 am on 05/02/2013 Permalink | Reply

      Ciri slimers no :9
      Menjelaskan dengan panjang lebar walaupun ngawur dan banyak Taqiyanya , biar di bilang “Pandai” sama dengan solat dan teriakan allahuakbar yang kencang di masjid, tujuan utamanya adalah untuk menunjukan kepada semua orang bahwa mereka adalah “Orang Beriman” dan taat berdoa, masalah tingka laku tidak penting.

    • LIM BHO TAK 5:07 am on 09/02/2013 Permalink | Reply

      @yudha tolol pengikut munafik paulus
      KAPAN BISA JADI ORANG PINTER???
      NGGA USAH BELA2 AGAMA PALSU MALU2IN.INGAT INI KATA KITAB SUCI ANDA

      DASAR AGAMA BUATAN PEMBUAL2.

      KAMU INI MASIH BANGGA2IN MATIUS .
      MATIUS DAN PAULUS BEDA AYAT SOAL KEMATIAN YUDAS.

      BUALAN PERTAMA KETIDAK KONSISTEN SOAL KEMATIAN YUDAS

      MATIUS BILANG YUDAS MATI GANTUNG DIRI
      PAULUS BILANG YUDAS MATI JATUH PERUT TERBELAH USUS KELUAR.
      DUA PEMBESAR AGAMA PEMBUAT AYAT PALSU YANG BERBEDA2 TELAH MENJADI PENDUSTA BESAR.
      KALO SUDAH BEGINI APANYA YANG PATUT DOMBA KRISTEN IKUTI??

      ingat satu iota tak akan hilang tak akan berubah.
      ternya nbanyak berubah dan banyak hilang.itulah bualan kitab orang bego dan sinting.

      KPR 1 (18) –Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. (18) (Yudas ini sudah mendapat tanah kuburannya dari upah pengkhianatannya yang jahat. Ia jatuh dan mati dengan perutnya terbelah sampai isi perutnya keluar semuanya.

      BUALAN KE DUA
      SOAL UANG YANG YUDAS TERIMA BERBEDA PENGGUNAAN.

      matius 27
      5) Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (5) Yudas melempar uang itu ke dalam Rumah Tuhan, lalu pergi dan menggantung diri

      bualan lainnya adalah uang dibelikan tanah di KPR
      di matius dibalikkan lagi ke bait

      XXIXIXIXI
      BUALAN BESAR SELAMA BERABAD2 ITULAH AGAMA UNTUK ORANG BEGO KATA PAULUS.

  • SERBUIFF 9:31 am on 21/03/2009 Permalink | Reply
    Tags: alkitab, , Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary ( BAGIAN 2 ), dialogislamkristen, ,   

    Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary ( BAGIAN 2 ) 

    Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary MALAM YANG KELIMA Dosa Waris AW: Saya ingin menerima penjelasan dari bapak kyai, tentang kepercayaan kepada dosa waris yang disebabkan karena dosanya Adam dan Hawa. BM: Baiklah, saya akan berikan jawabannya, tetapi sebelumnya saya ajukan pertanyaan: Betulkah menurut kepercayaan Kristen bahwa anak cucu Adam dan Hawa dari sejak dilahirkan sudah membawa dosa. AW: Betul begitu, karena Adam dan Hawa berdosa, maka cucunya menerima warisan dosa dari keduanya. BM: Mengapa dosa Adam dan Hawa diwariskan kepada cucunya, mestinya setiap manusia memikul dosanya dari perbuatannya sendiri, bukan memikul dosanya orang lain. AW: Tetapi menurut ajaran Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima warisan dosa dari dosanya Adam dan Hawa. Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari warisan Adam dan Hawa tersebut. BM: Kalau keterangan saudara benar pada ajaran Kristen, silahkan saudara periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20. AW: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya.” BM: Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya; padahal kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain. Baiklah, saya teruskan pertanyaan saya pada saudara; sejak umur berapa saudara dibaptis. AW: Kata orang tua saya, sejak umur tiga bulan dibawa ke gereja dan di sana dibaptis, oleh karena setiap manusia sejak dilahirkan sudah membawa dosanya Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi sejak bayipun sudah membawa dosa; oleh karenanya saya dibaptis waktu masih kecil. BM: Apakah perbuatan demikian itu berdasarkan kitab Bibel AW: Saya berkeyakinan demikian. Sebagaimana saya terangkan bahwa bayi yang baru dilahirkan itu tidak suci, yakni sudah membawa dosanya Adam dan Hawa. BM: Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada membawa dosanya Adam dan Hawa. AW: Ya, mestinya demikian. BM: Silahkan periksa Matius pasal 19 ayat 14. AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Tetapi kata Yesus. ‘Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga.'” BM: Nah, … perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata: Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. Saya ingin bertanya lagi, Saudara waktu umur tiga bulan itu sudah membawa dosakah atau belum. AW: Kalau berdasarkan perkataan Yesus yang bapak katakan tadi, tentu tidak. BM: Jadi masih suci dari dosa walaupun tanpa dibaptiskan. AW: Ya betul demikian. BM: Kalau begitu, apakah gunanya saudara dibaptis pada waktu umur tiga bulanitu? AW: Waktu umur tiga bulan tentu saya tidak tahu apa-apa. BM: Saya bertanya sekarang, bukan bertanya kepada saudara diwaktu saudara berumur tiga bulan. Jadi apakah sekarang saudara sudah menyadari tentang tidak adanya dosa waris. AW: Seperti bapak terangkan tadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri tentu saya menyadarinya. Karena, Yesus sendiri yang mengatakan bahwa anak-anak itu suci pada waktu dilahirkan. BM: Nah, bagaimanakah sekarang, masih adakah pandangan saudara terhadap dosa waris. AW: Tentu saja harus menyadari berdasarkan perkataan Yesus sendiri bahwa anak-anak yang baru dilahirkan itu suci tidak membawa dosa sedikitpun. BM: Tidak membawa dosa yang bagaimana? AW: Ya, tidak membawa warisan dosa dari Adam dan Hawa. BM: Kalau begitu saudara telah mengakui bahwa dosa waris itu tidak ada? AW: Ya, demikianlah harus saya akui berdasarkan Kitab Bibel sendiri. BM: Syukur saudara telah mengakui tidak adanya dosa waris, kalau dosa waris itu turun-temurun, maka anak yang baru lahir yang belum tahu apa-apa belum bisa memisahkan antara yang baik dan buruk, kalau bayi itu mati ia membawa dosa dan masuk neraka, dan dimanakah letaknya keadilan Tuhan kalau demikian. AW: Ya, saya bisa terima keterangan Bapak. BM: Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari beberapa orang anak, dan orang tua itu menjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masuk penjara, apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orang-orang tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan. AW: Terima kasih, saya sudah menyadari, bahwa dosa itu tidak bisa diwariskan atau dioperkan kepada orang lain. BM: Syukur kalau begitu. AW: Akan tetapi kalau dosa itu tidak bisa diwariskan mestinya pahala juga tidak diwariskan. Bagaimanakah menurut ajaran agama Islam dalam hal itu. BM: Tidak bisa, malah tidak boleh; baik pahala maupun dosa dioperkan pada orang lain. AW: Jawaban “tidak boleh” itu apakah menurut pendapat bapak sendirikah atau menurut ajaran Islam. BM: Menurut ajaran Islam, pahala seseorang tidak boleh diwariskan atau dioper kepada orang lain, begitu juga dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain. Setiap orang menanggung sendiri pahala dan dosanya atas perbuatannya sendiri. AW: Akan tetapi saya pernah membaca sebuah buku agama Islam yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berkorban seekor kambing buat umatnya sekalian dan buat familinya. Ini berarti bahwa Nabi Muhammad mewariskan atau mengoperkan pahala kepada orang lain, yakni kepada umatnya dan familinya. Yang demikian itu bukan dosa waris, tetapi jelas pahala waris. Jadi di dalam ajaran Islam ada juga pahala waris, maka saya kira bapak tidak perlu urus tentang dosa-dosa waris dalam ajaran Kristen, kalau didalam ajaran Islam terdapat ajaran pahala waris atau ajaran oper pahala. BM: Kalau buku agama Islam yang saudara baca mau dijadikan pokok tentang bolehnya warisan pahala, mestinya orang Islam boleh sembahyang dan berpuasa, lalu diwariskan pahalanya buat sekalian umat Islam yang masih hidup dan yang mati, tetapi tidak ada umat Islam yang berbuat demikian, kalaupun ada, mungkin karena mereka tidak tahu, bahwa perbuatan yang demikian itu, bertentangan dengan kitab sucinya Al-Qur’an. Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri, dan berbeda dengan kitab Bibel yang mengandung banyak perselisihan antara satu ayat dengan yang lain. Di dalam kitab suci Al-Qur’an, tidak terdapat ajaran pahala waris maupun dosa waris. Akan tetapi dalam kitab Bibel (Kristen) antara satu ayat dengan ayat yang lain bersimpang siur. AW: Saya pernah membaca kitab terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia, kalau tidak keliru di dalam surat Ath Thurr ayat 21 ada menyebutkan yang maksudnya bahwa anak-anak orang mukmin akan dimasukkan surga lantaran ibu bapaknya. Jadi lantaran amalan ibu bapaknya anak-anak itu masuk surga. Kalau yang demikian itu bukan pahala waris, lalu apakah namanya. BM: Ayat Al-Qur’an yang saudara maksudkan itu bunyinya akan saya bacakan sebagai berikut: Yang artinya: “Dan mereka yang beriman dan diikuti oleh anak-anak cucunya (keturunannya) dengan keimanan pula. Kami (Allah) kumpulkan anak cucu itu dengan mereka dan tiadalah kami kurangi pahala amalan mereka sedikit juapun.” (Surat Ath Thurr ayat 21). Di ayat ini jelas menyebutkan tidak adanya pahala waris, malah tanggungan pun mengenai pahala warispun tidak ada. Yang masuk surga bersama Ibu bapaknya itu adalah anak-anak yang belum baligh, karena yang sudah baligh tentu bertanggung jawab sendiri. Oleh karenanya dalam ayat tersebut ada sambungannya. Yang artinya: “Setiap orang bertanggung jawab (terikat) oleh amalannya sendiri-sendiri (masing-masing).” Jadi setiap orang menanggung dosa dan pahala atas perbuatannya masing-masing bukan warisan dari orang lain. AW: Apakah di dalam Kitab Al-Qur’an ada yang lebih tegas menyebutkan bahwa dosa dan pahala itu tidak dapat diwariskan atau dihadiahkan pada orang lain. BM: Ada, cukup banyak. AW: Maafkan, kami ingin mengetahui di surat apa, dan di ayat berapa, kami akan cocokkan dirumah, karena kami ada mempunyai kitab terjemahan Al-Qur’an Bahasa Indonesia. Mungkin juga saudara-saudara yang hadir di sini juga memerlukan juga. HADIRIN: Perlu diterangkan, karena memang penting diterangkan. BM: Apakah tidak sebaiknya kita bersama-sama memeriksa di sini saja, kalau saudara menyetujui saya suruh ambilkan Al-Qur’an lalu saya tunjukkan surat dan ayatnya sekali. Bagaimana, apakah sekarang juga. AW: Kalau Bapak hafal lebih baik sebutkan sekarang saja ayat-ayatnya, akan kami catat: lalu akan kami cocokkan dirumah dengan Al-Qur’an kami. Tapi kalau bapak tidak hafal kami minta besok malam untuk menghemat waktu. BM: Insya Allah saya hafal ayat-ayatnya. AW: Baik, silahkan bapak sebutkan, kami akan catat. BM: Saya akan sebutkan nama-nama surat dan nomor ayatnya, lalu saya akan beri keterangan dan saudara catat nama Surat dan nomor ayatnya yang sebut, lalu cocokkan lagi dirumah. AW: baik, kami setuju. BM: 1. Surat Al Baqarah, ayat 286: “Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan.” Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain. 2. Surat Al Baqarah, ayat 123: “Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain.” Maksudnya, kelak dihari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat. 3. Surat Al Ankabut, ayat 6: “Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri.” 4. Surat Yaasiin, ayat 54: “Maka pada hari kiamat, tidak seorangpun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan.” 5. Surat Al Isra’, ayat 15: “Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain.” 6. Surat An Najm, ayat 38 dan 39: “Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorangpun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri.” 7. Surat Luqman, ayat 33: “Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya.” Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang lain. Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya. Saya kira sudah cukup ayat-ayat yang saya sebutkan, tetapi kalau saudara masih memerlukan, saya akan sebutkan lagi ayat-ayat yang lain. AW: Sudah cukup, dan kami sudah mengerti, akan tetapi kami pernah membaca sebuah kitab yang menyebutkan sebuah Hadist Nabi Muhammad, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menerangkan bahwa: “Mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya.” Berdasarkan Hadist tersebut berarti bahwa siksaan atas mayit itu, disebabkan perbuatan orang lain, bukan dari perbuatan dirinya sendiri. Mayit itu disiksa lantaran “perbuatan” tangisnya orang lain. Kami telah tanyakan kepada beberapa orang yang kami pandang mengerti tentang agama Islam, dan salah seorang guru agama Islam mengenal susunan Hadist tersebut memberikan jawaban bahwa hadist itu benar (sahih), oleh karena yang meriwayatkan adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim. BM: Hadist Nabi yang saudara bawakan itu susunannya demikian: “Telah berkata Umar dan Ibnu Umar: Bersabda Nabi Muhammad SAW. sesungguhnya mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh keluarganya (riwayat Bukhari dan Muslim).” Akan tetapi hakekatnya Hadist itu Tidak Sahih, oleh karena berlawanan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun oleh karena saudara yang beragama Kristen, mungkin belum mengetahui tentang Hadist-hadist Sahih dan Hadist-hadist Palsu, maka agar saudara yang hadir dipertemuan ini dapat mengikuti juga, merasa perlu saya terangkan bahwa menurut kitab-kitab Ushul Fiqih dan kitab Musthalahul Hadist, yang disebut Hadist Nabi, bukan saja mesti sah riwayatnya malah mesti beres susunannya dan arti dari pada hadist itu HARUS tidak berlawanan dengan kitab Al-Qur’an. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim jelas diterangkan demikian. Maksud Hadist tersebut, tatkala hadist yang menerangkan bahwa mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya, di dengar oleh Siti Aisyah (Istri Nabi), maka Siti Aisyah menolak kebenaran Hadist tersebut. Aisyah berkata: “Cukuplah buat kamu Ayat Al-Qur’an; Dan tidak berkuasa seseorang menanggung dosa orang lain. AW: Nah, kalau begitu Pak Kyai, sekarang kami telah mengerti bahwa berdasarkan Kitab Bibel sendiri dan Kitab Al-Qur’an pada hakekatnya dosa waris dan pahala waris itu tidak ada. Yakni setiap manusia menanggung sendiri dosanya, dan pahalanya menurut perbuatannya masing-masing. Ini adil namanya. BM: Ya, seharusnya begitu; sebagaimana tersebut dalam kitab Bibel dan Al-Qur’an yang telah kita baca tadi. Akan tetapi supaya lebih jelas dan tambah meyakinkan saudara, silahkan saudara periksa di Injil: “Surat kiriman Rasul Paulus kepada orang Rum Pasal 2 ayat 5 dan 6. AW: Baik, surat dan ayat ini menyebutkan sebagai berikut: “Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan keatas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil.” “Yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing.” BM: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris. AW: Tidak, malah sebaliknya setiap orang akan dibalas menurut amalnya masing-masing. BM: Periksa lagi Matius pasal 16 ayat 27. AW: Ayat ini menerangkan/menyebutkan: “Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya.” BM: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris? AW: Tidak ada, menurut ayat ini perbuatan dosa dan perbuatan baik akan ditanggung sendiri, tidak boleh dibebankan atau diwariskan pada orang lain. BM: Jadi di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan tidak adanya dosa waris. AW: Ya, dari mana asalnya ada sebutan dosa waris itu. BM: Apakah saudara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut? AW: Sudah sangat jelas sekali. BM: Kalau begitu baiklah kita lanjutkan. Di ayat saudara bacakan tadi ada sebutan “Anak manusia … Bapanya.” Silahkan saudara bacakan sekali lagi. AW: Baik, awal ayat tersebut menyebutkan: “Karena Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya…” BM: Bagaimana menurut pengertian saudara yang dimaksudkan dengan “Anak Manusia dan Bapanya.” AW: Anak manusia itu tentulah Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan. BM: Periksa lagi: “Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen ” pasal 5 ayat 10. AW: Baik ayat ini menyebutkan: “Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata dihadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat.” BM: Ayat Injil sendiri yang menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung-jawab atas perbuatannya masing-masing, baik maupun jelek, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. AW: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang bapak tunjukkan bahwa perbuatan baik atau jelek seseorang tidak dapat diwariskan kepada orang lain. Oleh karenanya, kepercayaan saya kepada dosa waris itu mulai luntur. BM: Kalau begitu lantas bagaimana dosanya Adam dan Hawa, apakah dapat diwariskan kepada orang lain, tegasnya kepada anak cucunya. AW: Berdasarkan ayat Bibel tersebut di atas tentu tidak. Jadi dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, seharusnya ditanggung sendiri oleh keduanya, tidak bisa diwariskan kepada anak cucunya. BM: Dalam sejarah Agama Kristen kita kenal yang disebut: “biechten,” ialah orang yang berbuat dosa, dan “de biechtafleggen,” ialah orang yang meminta ampun atas kesalahannya, dan “Biecht-vader,” ialah orang-orang yang diberi wewenang memberi ampun. Setiap orang merasa menyesal atas kesalahannya dapat menerima ampunan dengan jalan membeli selembar surat yang menyebutkan bahwa orang yang berdosa sudah diberi ampun atas dosanya. Surat ampunan itu disebut “Aflaat-brieven” atau Indul gences, yang artinya kemurahan Tuhan. AW: Ya, saya menyadari soal itu, keterangan bapak memuaskan saya. BM: Bukan hanya demikian, akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman oleh seorang rabib (nonnik) bernama “Tetzel” dalam tahun 1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus pada tahun 1513-1521. Sebahagian dari pada hasil penjualan Aflaat-brieven itu digunakan untuk pendirian bangunan gereja “Saint Pieter Kerk” di kota Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan sejarah pemerintahan gereja di Eropa pada permulaan abad pertengahan. AW: Terima kasih, kita lanjutkan saja soal yang lain, sekarang sudah larut malam, lain kali kami akan datang lagi. ============================ MALAM YANG KE ENAM Kitab Al-Qur’an dan Kitab Bibel BM: Pembicaraan kita yang berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup. AW: Sudah cukup jelas uraian bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya telah mencocokkan ayat-ayat Al-Qur’an yang disebutkan bapak kemarin malam lalu dengan kitab terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia kepunyaan saya, semuanya cocok baik tentang surat-suratnya maupun ayat-ayatnya. Semua yang Bapak sebutkan cocok dan tepat serta kami pikir-pikir di rumah tentang ayat Bibel dan Al-Qur’an yang bapak tunjukkan ayat-ayatnya ternyata dosa waris dan oper pahala dan oper dosa itu tidak mungkin ada malah tidak masuk di akal. BM: Syukur kalau saudara telah mengakuinya, sekarang kita bicarakan soal-soal lainnya, dan saya serahkan kepada saudara saja mengenai acaranya. Terserah saudara soal yang akan diajukan. AW: Baiklah kami mulai; kami pernah membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang tampaknya pada kami ada juga perselisihan antara satu ayat dengan ayat lainnya, sehinga menimbulkan keragu-raguan; apakah mungkin Nabi Muhammad sendiri yang keliru menyampaikan wahyu dari Allah. Kalau betul beliau seorang Nabi, tentu tidak mungkin beliau salah menerimanya atau menyampaikannya, ataukah memang ayat-ayat Al-Qur’an nya yang berselisihan. BM: Baiklah saudara terangkan saja ayat-ayat Al-Qur’an yang saudara maksudkan itu. AW: Kami telah membaca ayat-ayat Al-Qur’an mengenai asal kejadian manusia dalam kitab terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia, dalam sebuah surat yang nampaknya antara satu ayat dengan ayat yang lain ada berselisihan sehingga timbul dalam pikiran saya bukan Bibel saja yang berselisih ayat-ayatnya, tetapi kitab Al-Qur’an demikian juga. BM: Silahkan saudara sebutkan ayat-ayat Al-Qur’an yang akan ditanyakan, Insya Allah yang diragukan oleh saudara itu akan terhapus. AW: Baiklah, Saya mencatat ayat-ayatnya, saya akan baca. Dikitab Al-Qur’an: 1. Surat Ar-Rahman ayat 14 menyebutkan bahwa Allah menjadikan manusia berasal dari tanah yang dibakar. 2. Di surat Al Hijr ayat 28 menyebutkan: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa).” 3. Disurat As Sajadah ayat 7 menyebutkan: “dan Tuhan menciptakan manusia dari Tanah.” 4. Di Surat Ash Shafaat ayat 11 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku (Allah) menciptakan manusia berasal dari tanah liat.” 5. Disurat Ali Imran ayat 59 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku menciptakan manusia daripada tanah.” Lima ayat yang saya sebutkan ini antara satu dengan ayat yang lain terdapat perselisihan. Cobalah kita teliti. Di ayat ketiga menyebutkan dari “tanah,”di ayat ke empat menyebutkan daripada “tanah liat.” Di ayat kelima menyebutkan dari pada “tanah.” Bukankah ayat-ayat Al-Qur’an nyata-nyata berselisihan antara yang satu dengan yang lain. BM: Ya, nampaknya memang demikian. Saya tidak akan mengecewakan saudara. Teruskan pertanyaan saudara. AW: Kami ingin bertanya; yang manakah yang benar tentang asal kejadian manusia itu. Apakah dari tanah yang dibakar, apakah dari tanah kering dan lumpur, atau dari pada tanah biasa, atau dari tanah liatkah?. Jadi menurut pendapat saya, ayat-ayat Al-Qur’an terdapat perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Bukan ayat-ayat Injil atau di Bibel saja terdapat perselisihan. Kiranya Bapak bisa menerangkan dengan jelas dan tepat. BM: Di kitab Al-Qur’an ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Agar diketahui juga oleh saudara-saudara yang hadir disini, saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu, sebagaimana yang saudara bacakan artinya tadi. 1. Di Surat Ar Rahman ayat 14: “Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar).” Yang dimaksudkan dengan kata “Shal-shal” di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni “Zat pembakar” atau Oksigen. 2. Di ayat itu disebutkan juga kata “Fakhkhar,” yang maksudnya ialah “Zat Arang” atau Carbonium. 3. Di surat Al Hijr, ayat 28: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa).” . Di ayat ini. Tersebut juga “shal-shal,” telah saya terangkan, sedangkan kata “Hamaa-in” di ayat tersebut ialah “Zat Lemas” atau Nitrogenium. 4. Di surat As Sajadah ayat 7: “Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada ‘tanah’.” Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” atau Hidrogenium. 5. Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari pada Tanah Liat.” Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” atau ferrum. 6. Di Surat Ali Imran ayat 59: “Dia (Allah) menjadikan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya ‘jadilah engkau,’ lalu berbentuk manusia.” Yang dimaksud dengan kata “turab” (tanah) di ayat ini ialah: “Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis.” 7. Di surat Al Hijr ayat 28: “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku).” Ketujuh ayat Al-Qur’an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata “turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “Fakhkhar” yakni Carbonium (zat arang) dengan “shal-shal” yakni Oksigenium (zat pembakar) dan “hamaa-in” yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air). Jelasnya adalah persenyawaan antara: Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14. Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14. Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28. Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7. Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan Mangaan, yang disebut “laazib” (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut “Turab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah “Zat Kalium,” yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya “Proteinisasi,” menjelmakan “proses penggantian” yang disebut “Substitusi.” Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga “sebab ujud” atau Causa Formatis. Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika. Cukup jelas tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang saudara sangka berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam), pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang saya sampaikan pada saudara? Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika. AW: Sangat jelas, malah betul-betul ilmiah dan saya tidak mengira sekali bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu mengandung ilmu pengetahuan yang tinggi. Mengenai kesanggupan bapak yang akan menerangkan atau menguraikan proses asal kejadian tubuh rohani manusia itu, betul-betul menarik. Tetapi saya mohon diberi waktu yang khusus. BM: Baiklah sekarang kita lanjutkan: Tentunya saudara pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Beliau tidak tahu tulis baca, tidak pernah belajar ilmu kepada siapapun, tidak pernah berguru dan belum pernah sama sekali bergaul dengan orang pandai. AW: Ya, saya pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Nah, kalau Nabi Muhammad seorang yang buta huruf, tidak pernah belajar ilmu, maka dari siapakah atau dari manakah beliau mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang pada zaman ini dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW menerangkan tentang asal kejadian manusia dari segi ilmu urai (Anatomi), Ilmu Kimia, Ilmu hayat (biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada rohaniahnya. BM: Maka dari manakah beliau belajar ilmu urai, kepada siapakah beliau belajar ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam dan soal-soal kerohanian, kalau bukan wahyu dari tuhan Allah SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu dari Allah sekiranya beliau bukan seorang Nabi dan Rasul. AW: Tetapi ada juga orang yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta huruf, tetapi menjadi orang-orang besar. BM: Coba saudara sebutkan nama-nama orang yang tidak pernah belajar (buta huruf), lalu mengaku jadi Nabi dan menerima wahyu, dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang saudara maksudkan itu. AW: Ya, tidak ada. BM: Memang tidak ada, baiklah saya tanyakan, kalau saudara berpegang dengan keterangan saudara bahwa Nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada juga orang yang buta huruf menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak Tuhan, karena dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dilahirkan tanpa Ayah dan dipenuhi juga dengan ruhul kudus, maka selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa Bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati sebagaimana tersebut dalam kitab Injil. Kisah Rasul pasal 6 ayat 5, pasal 5 ayat 31; Kitab Raja-raja kedua pasal 13 ayat 21; Matius pasal 5 ayat 9; Kitab Raja-raja kedua pasal 5 ayat 10 mengapa mereka itu tidak Tuhan juga, mengapa kepada Nabi Muhammad saudara berkeberatan untuk mengakui beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, sedangkan kepada Yesus saudara tidak Berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat juga melakukannya. AW: Baiklah kalau begitu. BM: Baik yang bagaimana yang saudara maksudkan. AW: Keterangan-keterangan bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya diberi waktu untuk menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam pertemuan berikutnya. BM: Baiklah saya serahkan sepenuhnya atas pertimbangan saudara, Kami tidak berhak memaksa saudara, atau mempengaruhi saudara. Kita hanya bermusyawarah dan bersoal jawab tentang hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing. AW: Baiklah kita lanjutkan Besok Malam. =================================== MALAM KETUJUH Mengakui Nabi Muhammad SAW Utusan Allah BM: Sesudah saya terangkan pada saudara tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi Muhammad ada kekeliruan menyampaikan sebagaimana saudara sangka semula? AW: Tidak ada, Bapak telah menerangkan dari segi Ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya. BM: Jadi Nabi Muhammad Benar, tidak kelirukah penyampaiannya. AW: Tidak keliru, malah benar. BM: Jadi saudara mengakui bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah. AW: Saya mengakui, karena beliau benar. BM: Terima kasih, Saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan saudara Antonius sendiri atas ke Rasulannya Nabi Muhammad SAW, tanpa paksaan, melainkan dengan kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan diskusi. Betulkah saudara mengakui kerasulannya Nabi Muhammad dan mengakui Nabi Muhammad itu utusan Allah. AW: Betul, dengan saksi Tuhan saya mengakuinya. BM: Alhamdulillah, saudara Antonius sudah 50% Islam. Saya katakan 50% Islam oleh karena hanya mengerti dan mempercayai atas kerasulan Nabi Muhammad, jadi masih tinggal 50% lagi, oleh karena Saudara belum meyakinkan atas ke Esaan Tuhan yang Maha Tunggal. AW: Ya, betul begitu. Keyakinan saya terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus) masih belum lenyap sama sekali, walaupun Bapak telah menerangkan Kitab Bibel yang tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan keterangan-keterangan bapak saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu. Sungguhpun begitu, apakah bapak masih bersedia lagi memberikan keterangan-keterangan (alasan-alasan) dalam kitab Bibel yang menyebutkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan. BM: Sebetulnya pada pertemuan kita yang pertama telah saya sebutkan berdasarkan kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah Saudara Periksa sendiri dalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat 32; Ulangan pasal 4 ayat 33; Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat 29. Kesemuanya itu telah kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan saudara agar lebih meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas pasal 4 ayat 1 dan 2. AW: Baik, di sini disebutkan: “Maka Yesuspun penuhlah dengan Rohul Kudus, balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia ke padang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai Iblis. Selama itu suatu apapun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar.” BM: 1. Di ayat ini menyebutkan bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun juga. 2. Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan. 3. Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar? Kalau begitu sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia biasa; bisa dibawa, bisa dicobai iblis dan merasa lapar. Periksa lagi Matius pasal 4 ayat 5. AW: Baik, di situ menyebutkan: “Kemudian dari pada itu Iblis itupun membawa Yesus ke negeri suci, lalu ditaruhnya Dia di atas bumbung bait Allah.” BM: Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis. Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dibawa kemana-mana, kesuatu tempat. pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan. Periksa lagi Matius pasal 27 ayat 1 dan 2. AW: Baik, di situ menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan Dia. Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah.” BM: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus diikat; pantaskah Tuhan dapat diikat oleh manusia. Kalau begitu dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia? Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21. AW: Baik, di situ menyebutkan: “Apabila genap delapan hari, Ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus.” BM: Wajarkah Tuhan itu disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat? AW: Apakah ada keterangan yang lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak manusia bukan anak Tuhan?. BM: Silahkan buka Matius pasal 26 ayat 2. AW: Baik, disitu menyebutkan bahwa: “Anak manusia akan diserahkan supayadisalibkan.” BM: Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Silahkan periksa di Matius pasal 5 ayat 45. AW: Baik, di situ menyebutkan bahwa: Supaya kamu menjadi anak Bapamu: … dan seterusnya. BM: Di sini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan yang Tunggal, melainkan anak-anak tuhan itu akan bertambah lagi jumlahnya, berdasarkan kitab Bibel sendiri di Matius pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu…” Silahkan buka Matius pasal 7 ayat 21. AW: Disitu menyebutkan: “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.” BM: Di Bibel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang yang menyerukan: “Tuhan, Tuhan” kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya tunjukkan kepada saudara. AW: Sudah Cukup. Terima kasih; tetapi kalau masih ada, saya minta, demi kepuasan saya BM: Minta yang mana lagi yang saudara maksudkan. AW: Yang menyebutkan di kitab Injil bahwa Yesus anak manusia “bukan anak Tuhan.” BM: Baik, akan saya penuhi harapan saudara, silahkan saudara periksa di Matius pasal 16 ayat 27. AW: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Karena anak manusia datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.” BM: Di ayat ini ada menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran saudara, siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di ayat ini. AW: Ya, tentu Yesus. BM: Jadi di kitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah “anak manusia”; bukan anak Tuhan, betulkah atau tidak. AW: Ya, betul. BM: Nah, kalau betul, mengapa saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan? AW: Yesus itu Tuhan tapi diserupakan dengan manusia. BM: Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang abstract (Exact abstract Wetenschap) menerimanya? AW: Ya, memang mustahil ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia. BM: Bukan itu saja, malah di kitab Injil saudara Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan Utusan Tuhan. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayatnya pada pertemuan kita yang lalu. AW: Betul, telah bapak sebutkan. Tetapi saya minta di ulangi lagi ayatnya, oleh karena saya agak lupa susunannya. BM: Silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 30. AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.” BM: Ayat ini tegas sekali, jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus memberitahukan bahwa ia tidak berbuat menurut kehendak Tuhan, maka wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh (diutus) menjadi utusan. AW: Ya, saya mengaku; Yesus sendiri mengaku bukan anak Tuhan. BM: Demi kepuasan saudara silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13. AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Seorangpun tidak naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia.” BM: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang saya tunjukkan dan saudara sendiri yang memeriksa dan membacanya itu, maka sekali lagi saya bertanya: “Anak manusiakah Yesus itu atau anak tuhan”?. AW: Ya, berdasarkan ayat-ayat tersebut saya berkata: “Yesus adalah anak manusia.” BM: Di ayat yang saudara baca tapi, Matius pasal 16 ayat 27, selain menyebutkan bahwa Yesus itu anak manusia, juga menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Betulkah begitu? silahkan periksa kembali. AW: Ya, betul di ayat itu ada menyebutkan. BM: Menurut susunan ayat tersebut, jelas: “Menolak adanya dosa waris,” berdasarkan ayat tersebut setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya masing-masing, jadi tidak ada penebus dosa. AW: Ya, tentang dosa waris telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah mengakui “tidak ada dosa waris.” BM: Betul, sudah kita bicarakan, saya hanya menambah saja, untuk lebih menguatkan lagi keterangan yang lalu. AW: Sudah cukup jelas keterangan Bapak. BM: Jelas bagaimana? AW: Berdasarkan ayat-ayat Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan “pesuruh (Utusan) Tuhan” BM: Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaimanakah kepercayaan saudara sekarang terhadap “Trinitas” (Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus). AW: Dengan sendirinya kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus. BM: Alhamdulillah, jadi saudara mengakui bahwa Tuhan itu TUNGGAL. AW: Sebelum itu saya ingin menyampaikan pertanyaan. BM: Baik, tetapi saudara telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan saudara-saudara yang hadir juga telah ikut menyaksikan bahwa: Pertama, Saudara telah membenarkan kitab Al-Qur’an. Beberapa ayat Al-Qur’an yang saudara kemukakan yang pada mulanya oleh saudara dianggap berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan, lalu saudara akui bahwa ayat-ayat tersebut pada hakikatnya tidak ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain. Bukankah begitu pengakuan saudara. AW: Ya, betul begitu. BM: Kedua, Pada pertemuan yang lalu saudara telah mengakui kebenaran nabi Muhammad SAW selaku Utusan Tuhan, betulkah demikian? AW: Ya, betul saya telah mengakuinya. BM: Ketiga, Saudara telah membenarkan bahwa ayat-ayat di kitab Injil (Bibel) terdapat beberapa ayat yang berselisih antara yang satu dengan yang lain. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu, benarkah pengakuan saudara itu. AW: Ya, saya mengakui. Akan tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang lain tentang ayat-ayat Injil yang ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain, demi kepuasan bagi saya, walaupun sebenarnya keterangan bapak saya pandang cukup memuaskan. Tetapi mungkin ada lagi ayat-ayat yang lain untuk meresapnya ke perasaan saya. BM: Baiklah, saya penuhi pengharapan saudara, silahkan saudara periksa kitab Yahya pasal 8 ayat 14. AW: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu.” BM: Silahkan periksa lagi Yahya 5 ayat 31. AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku tidak benar.” BM: Nah, saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu ayat menyebutkan: “Kesaksianku benar,” sedangkan di ayat lain menyebutkan “Kesaksianku tidak benar.” Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini. Wajarkah di dalam kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain. AW: Ya, saya akui memang tidak cocok. BM: Bukan saja tidak cocok, tetapi adalah satu selisih yang menyolok. AW: Tetapi mungkin salah satu dari ayat tersebut salah cetak. BM: Sekiranya salah cetak, tentunya ada ralat; tetapi di kitab ini tidak disebutkan apa-apa. AW: Bibel ini berbahasa Indonesia, permisi sebentar, saya akan memeriksa Bibel yang berbahasa Inggris. BM: Itu lebih baik, sayakah yang akan memeriksa ataukah saudara? AW: Oleh karena bapak banyak hafal ayat-ayat Bibel maka saya serahkan agar bapak saja memeriksanya, supaya lebih cepat. BM: Baiklah; harap saudara memperhatikan juga saudara-saudara yang hadir, kitab yang saya pegang ini adalah Bibel berbahasa Inggris ialah “The Holy Bible,” “Containing the Old and New Testaments (American Bible Society).” Saya serahkan kitab ini kepada saudara Antonius dan saya akan menunjukkan pasal dan ayatnya untuk diteliti bersama. AW: Baik, saya terima kitab Bibel yang berbahasa Inggris. BM: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104. AW: Baik, dihalaman 104 kitab Yahya pasal 8 ayat 14 disini ada menyebutkan: “THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE.” BM: Kalau susunan ayat ini kita salin kedalam bahasa Indonesia, adalah demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksianku itu.” Betulkah begitu artinya? AW: Ya, betul begitu. BM: Jadi sama artinya dengan Injil yang berbahasa Indonesia di Yahya pasal 8 ayat 14, harap saudara cocokkan dulu. AW: Betul, artinya sama kuatnya BM: Sekarang silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 31. AW: Disini menyebutkan: “IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT TRUE.” BM: Ayat ini kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia akan demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu tiada benar.” Betulkah begitu?. AW: Ya, benar BM: Silahkan saudara periksa lebih teliti lagi di kitab Bibel yang berbahasa Inggris ini. Di satu ayat menyebutkan “IS TRUE,” adalah benar, sedangkan di ayat lain menyebutkan “IS NOT TRUE,” adalah tidak benar. AW: Ya, memang berbeda BM: Kalau begitu, di Injil yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya? AW: Betul Demikian. BM: Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu. Kalau betul kitab suci (Injil) itu wahyu dari Tuhan, mustahil ayat-ayatnya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia. AW: Menurut pendapat saya, dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang satu dicabut, lalu kemudian diganti dengan ayat yang lain. Jelasnya, ayat yang satu di hapus diganti dengan ayat yang lain (yang baru). Setahu saya dalam ayat-ayat Al-Qur’an terdapat apa yang disebut “Nasich dan Mansuch” ialah satu ayat terhapus hukumnya, lalu diganti dengan ayat yang lain (hukum yang baru). BM: Di dalam Al-Qur’an terdapat “Nasich dan Mansuch” ada disebutkan ayatnya tetapi di kitab Injil sama sekali tidak disebutkan. AW: Dimanakah di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan Mansuch itu BM: Sebetulnya sayalah yang harus bertanya kepada saudara, oleh karena dari saudaralah timbulnya ucapan Nasich-Mansuch itu. Akan tetapi sekalipun demikian saya tunjukkan, ialah di surat Al Baqarah ayat 106. Susunan ayat itu ada ulama yang menafsirkan tentang adanya “Nasich dan Mansuch.” Sebagian lagi ada yang menafsirkan bahwa susunan ayat tersebut tidak menunjukkan adanya Nasich-Mansuch. Kalau saudara memerlukan, akan saya terangkan tafsirnya ayat tersebut. AW: Hal itu, baiklah kita tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat di Bibel yang tadi, saya berpendapat bukan berlawanan, melainkan satu ayat digantikan dengan ayat lain, sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah saya berikan misal. BM: Silahkan, saudara berhak penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita ini. AW: Saya sebutkan misal: Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara sepeda diwaktu malam diharuskan memakai lampu. Kemudian datang lagi peraturan tidak boleh pakai lampu, karena ada peperangan misalnya. Disini ada dua peraturan, yang pertama: “Diharuskan memakai lampu.” sedang yang kedua “Dilarang.” Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian. Demikian juga dua ayat di Bibel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu diantaranya sudah tidak berlaku lagi (dicabut). Ini menurut pendapat saya. BM: Baiklah, tetapi tentunya saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang diganti, mestinya harus diikuti penjelasan, bahwa artikel nomer sekian ayat sekian, tahun sekian dicabut, diganti dengan artikel nomer sekian dan selanjutnya. Akan tetapi dua ayat di Bibel itu, tidak ada sebutan ayat yang satu diganti, dengan lain kata dua ayat tetap berlawanan antara yang satu dengan yang lain. Tidak ada penjelasan bahwa salah satu telah dicabut, atau diganti. ======================= PERTEMUAN YANG KEDELAPAN Perselisihan Ayat-ayat Dalam Bibel BM: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bibel. Pada pertemuan sekarang apakah masih ada pertanyaan saudara yang akan disampaikan kepada saya. AW: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain, saya minta diterangkan untuk menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian kitab Bibel itu ada dicampuri oleh tangan manusia. BM: Kemarin malam saudara mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik, kita bicarakan saja pasal-pasal yang saudara pandang terpenting. AW: Ya, tetapi keterangan bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu baru sedikit membuka hati saya. Karena itulah saya bawa lagi kitab Bibel ini. BM: Baiklah, saya akan tunjukkan, demi kepuasan saudara. AW: Terima kasih. Harapan, Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat yang berlawanan. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi. BM: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 1 ayat 18. AW: Dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun, tetapi Anak yang tunggal yang diatas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia.” BM: Bagaimanakah menurut tafsiran saudara susunan ayat ini. AW: Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah melihatnya. BM: Kalau begitu silahkan saudara periksa di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1. AW: Disini menyebutkan: “Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas.” BM: Nah, disini saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, di satu ayat menyebutkan Tuhan hanya dinyatakan oleh Yesus saja, tidak seorang juapun melihatnya. Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan. Bukankah dua ayat ini berlawanan. Yang manakah yang benar di dua ayat ini. AW: Ya, saya mengakui memang tidak cocok. BM: Saya lanjutkan. Silahkan periksa lagi di kitab: “Kejadian pasal 32 ayat 30.” AW: Ya, di sini menyebutkan: “Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu Peniel karena katanya: ‘Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah.'” BM: Perhatikan: di satu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu muka dengan muka. Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. Kalau dikatakan salah satu dari pada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang salah? Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan. AW: Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan yang lain. BM: Pengakuan saudara itu memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti dengan kesadaran. AW: Saya harap tunjukkan lagi ayat-ayat di kitab Injil yang berselisih. BM: Baiklah, silahkan periksa di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10. AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda …” BM: Cukup dibaca sampai disitu, bagaimana menurut pendapat saudara maksud ayat itu, siapakah nama raja Hamat? AW: Menurut ayat ini, raja Hamat bernama “Toi” BM: Sekarang silahkan periksa Kitab Tawarikh yang pertama, pasal 18 ayat 9. AW: Di sini menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu.” BM: Di ayat ini siapakah nama raja Hamat. AW: Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah “Tohu.” BM: Nah, perhatikanlah: disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah “Toi” sedangkan di ayat lain menyebutkan “Tohu.” Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi. AW: Ya, namanya memang berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama saja. Jadi hanya perselisihan yang kecil saja. BM: Kalau kesalahan dari manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan tetapi ini adalah kesalahan “Wahyu” atau “Ilham.” AW: Betul juga pendapat bapak, Ini adalah kesalahan wahyu atau ilham. Mustahil wahyu atau ilham dari Tuhan terdapat kesalahan walaupun kesalahan yang sedikit dan sekecil-kecilnya. (pada halaman ini terdapat footnote: Al Kitab edisi 1994, kata Tohu diganti Tou. Mungkin pada tahun berikutnya kata Tou akan diganti dengan Toi) BM: Bukan itu saja, Silahkan periksa lagi kitab Samuel yang kedua pasal 8 ayat 9 dan 10. AW: Di sini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud …” BM: Cukup dibaca sampai disitu dulu, di ayat itu ada tersebut seseorang bernama Yoram, siapakah Yoram menurut ayat tersebut? AW: Menurut ayat tersebut Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat. BM: Betul, sekarang lanjutkan periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10. AW: Di sini ada menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu. Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda raja Daud …” BM: Cukup dibaca sampai disitu. Di ayat itu ada disebutkan seorang bernama Hadoram, Siapakah Hadoram itu menurut susunan ayat tersebut?. AW: Menurut susunan ayat tersebut orang yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu, raja Hamat. BM: Buktikan, di satu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram. AW: Saya tidak tahu BM: Saya bertanya bukan tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang kebenaran di dua ayat itu. AW: Saya tidak tahu yang mana yang benar. BM: Bukan saudara saja yang tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis ayat itupun tidak bisa menunjukkan yang tepat tentang kebenarannya nama anaknya Toi itu; padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya, sesuai dengan pengakuan saudara tadi. AW: Mestinya begitu. BM: Tetapi kenyataannya tidak begitu. Buktinya, silahkan saudara periksa lagi di Kitab Samuel ke II pasal 8 ayat 8. AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak Tembaga.” BM: Bagaimana maksud ayat ini menurut tafsiran saudara? AW: Maksudnya ialah raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama Betach dan Berotai. BM: Silahkan periksa di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8. AW: Baik disini ada menyebutkan: “Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat banyak tembaga.” BM: Buktikan di satu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun. Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil tembaganya oleh Daud. Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya. AW: Betul, dua ayat ini memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain bertentangan. BM: Apakah saudara masih memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan didalam Bibel. AW: Saya merasa beruntung kalau bapak masih bersedia menunjukkan demi untuk meningkatkan kesadaran saya. BM: Baiklah saya ikuti kehendak saudara. Silahkan periksa lagi di Kitab Raja-raja kedua pasal 8 ayat 26. AW: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil.” BM: Menurut susunan ayat ini, berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja. AW: Berdasarkan ayat ini diwaktu umur 22 tahun. BM: Silahkan saudara periksa lagi di Kitab Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2. AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri.” BM: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja? AW: Di ayat ini menyebutkan diwaktu berumur 42 tahun. BM: Nah Di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu. AW: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi. BM: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu. Silahkan saudara periksa lagi di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8. AW: Baik, disini ada menyebutkan: “Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem.” BM: Siapakah nama raja di ayat ini? AW: Namanya Jojachin. BM: Silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9. AW: Di sini ada menyebutkan: “Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan.” BM: Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan di ayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? Harap saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang saudara baca tadi. AW: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat ini. (Catatan kaki: Al Kitab yang diterbitkan tahun 1994, Kata “Yehoyakhin” diganti dengan “Yoyakhin” dan di Alkitab edisi tahun 1994, kata “tiga tahun” diganti “tiga bulan.”) BM: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok. AW: Memang mustahil di kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain. BM: Supaya lebih nyata kemustahilannya, teruskan saudara periksa di kitab Saul yang kedua pasal 23 ayat 8. AW: Di ayat ini tersusun sebagai berikut: “Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang.” BM: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini? AW: Namanya Josech Basjebet bin Tachkemoni. BM: Menjabat apakah ia? AW: Kepala segala penghulu BM: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang? AW: Delapan ratus orang. BM: Kalau begitu, silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11. AW: Di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: “Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang.” BM: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini? AW: Namanya Yasobam bin Hachmoni. BM: Menjabat apakah ia? AW: Kepala dari orang tiga puluh. BM: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang? AW: Sebanyak Tiga ratus orang. BM: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain? AW: Terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali. BM: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni. Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh. Di ayat itupun ada menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang dalam sekali berperang. AW: Intermezzo sedikit pak Kyai. BM: Ya, boleh intermezzo jenis apa? AW: Saya merasa sungguh kagum, karena Bapak Kyai hapal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel. Padahal kalau tidak salah ayat-ayat dikitab Bibel itu ada ribuan. Dengan cara bagaimana Bapak menghafalnya. BM: Lain waktu saya bisa terangkan pada saudara. AW: Menghafalkannya saja tentu amat berat, Yang betul-betul mengherankan saya, dapat bapak menunjukkan dengan tepat letaknya ayat-ayat di Bibel dan tambah mengherankan lagi hafalnya ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara satu dengan yang lain. Baik tentang nama-nama suratnya, pasalnya, maupun ayat-ayatnya, kesemuanya dengan tepat sekali bapak menunjukkannya. Betul saya bertanya; malah diantara saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada yang membisikkan pada telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan kepada bapak. BM: Supaya tidak banyak makan waktu, saya jawab dengan singkat saja, saya kalau menghafalkan sesuatu tidak hanya menggunakan alat pancaindera lahir (sensus exterior) semata-mata, akan tetapi juga alat-alat pancaindera bathin (sensus interior). Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan antara dan waktu tersendiri. Kalau saudara ada hasrat, lain waktu akan saya jelaskan. AW: Baiklah kalu begitu, sekarang kita lanjutkan. BM: Sebagai bukti, bahwa alat pancaindera bathin itu dapat menembus, maka saya tembuskan pandangan bathin saya ke dalam kitab Bibel, untuk saya tunjukkan lagi pada saudara ayat-ayat di Bibel yang berlawanan. AW: Terima kasih. BM: Silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24 ayat 1. AW: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya: ‘Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda.'” BM: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil? AW: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah Tuhan. BM: Betul, sekarang silahkan saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1. AW: Baik, dipasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil.” BM: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil. AW: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud, ialah Syetan. BM: Nah, perhatikan; di satu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. Yang manakah yang benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan. AW: Ya, betul; ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali. BM: Kalau demikian tentunya saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia. AW: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya. BM: Apakah saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan tentang ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain itu? AW: Sudah cukup jelas. BM: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat ayat yang berselisih dengan ayat lain, sudah cukup alasan untuk tidak dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang kesuciannya. AW: Kalau begitu kitab Bibel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana? BM: Sebetulnya pertanyaan saudara itu harus dijawab oleh saudara sendiri karena saudara saudara sendiri masih mempunyai kitab itu. Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu dengan yang lain, apakah penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci. Padahal yang dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari Tuhan. Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu di ayat yang lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata “A” lalu di ayat lain Tuhan berkata lagi bukan “A” tetapi “B.” Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya. AW: Betul begitu, Tetapi maaf. Kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi. BM: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh saudara? AW: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bibel. BM: Agaknya saudara akan menguji saya tentang Bibel. AW: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat saja lagi. BM: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malah. Kecuali kalau saudara suka menerima sampai pagi. AW: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-pasal yang lain. YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang. BM: Baiklah saya penuhi pengharapan saudara Antonius. Silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18. AW: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia di sana …” BM: Cukup dibaca sampai disitu dulu, saya akan bertanya pada saudara, di ayat ini ada berapakah jumlahnya kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud. AW: Di ayat ini menyebutkan 700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh Daud. BM: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud? AW: Menurut ayat ini ada 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud. BM: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang dibunuh? AW: Menurut ayat ini panglima perang yang dibunuh bernama Sobach. BM: Betulkah semuanya itu, silahkan periksa lagi. AW: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini. BM: Kalau begitu silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18. AW: Di sini ada menyebutkan: “Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu…” BM: Saya akan bertanya; Ada berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini? AW: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu). BM: Di ayat ini juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki. AW: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang berjalan kaki, bukan orang berkuda. BM: Pun di ayat ini juga, disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah bernama Sobach-kah atau Sofach? AW: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach. BM: Coba saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih. Di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta, sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. Yang manakah yang benar di dua ayat itu. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan dikitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach? AW: Sudah cukup puas; saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf. BM: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang saudara maksudkan? AW: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak. BM: Baiklah saya persilahkan. AW: Apakah sebabnya orang-orang pandai (sarjana) di negeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen? Kalau agama Islam suatu agama yang benar dan ajran-ajarannya sesuai dengan Ilmu pengetahuan dan modern, tentunya mereka masuk Islam. BM: Sebelumnya saya memberikan jawaban, saya akan bertanya, saudara sendiri termasuk sarjana. Mengapa saudara memeluk (tertarik pada, red) agama Islam? AW: Ya, karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran agama Islam. BM: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin saudara menjadi pemeluk agama Islam yang sadar? AW: Menurut pikiran saya tidak mungkin. BM: Orang-orang di negeri barat yang saudara sebut itu sekiranya seperti saudara pula dalam menganut suatu agama. AW: Ya, betul. BM: Memang betul, Karena di zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam. AW: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen. BM: Dari manakah saudara ketahui. AW: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah Kristen nampaknya sementara senantiasa bertambah jumlahnya. BM: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam. AW: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah belum mendengar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen. BM: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan karena keyakinannya. AW: Mengapa bapak berpendapat demikian. BM: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita dalam hidupnya. Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak keliru. AW: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat. BM: Di zaman ini ada beberapa orang di negeri barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterusterang berpindah menjadi penganut Islam; mereka itu golongan sarjana, malah diantaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam. AW: Betul, saya sendiri pernah membaca di Majalah Kiblat. BM: Jadi sudah jelas, bahwa orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk Islam disebabkan dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat kalau melakukan sesuatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan keyakinannya. AW: saya menerima keterangan bapak. BM: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari hasil penyelidikan dan penelitiannya yang tentunya bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya, melainkan karena perut lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan, uang, pakaian, maupun obat-obatan. Dengan keterangan saya ini Saudara bisa bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen. AW: Tetapi tentu ada juga orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen BM: Tetapi tentu itu umumnya bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin dari agama yang lain lagi. Jadi masih ada yang akan ditanyakan lagi. AW: Ya, sedikit, besok malam saja. Sekarang sudah jauh malam. BM: Baiklah, besok malam, agar lebih sempurna. ================ PERTEMUAN YANG KESEMBILAN MASUK ISLAM BM: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan saudara yang akan diajukan. AW: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti. BM: Alhamdulillah, kalau saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi bagaimana kepercayaan saudara sekarang ini terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, tuhan Anak dan Ruhul Kudus). AW: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu “Patokan” yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan. Padahal keterangan bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu. BM: Sekiranya saudara tidak berkeberatan, cobalah saudara terangkan. Mungkin saya dapat membantu saudara. AW: Ialah soal Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya. BM: Baiklah, saudara terangkan saja. AW: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya Tunggal juga. Karena yang satu tidak dapat terpisah dengan yang lain. Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan soal-soal lain, mengenai ayat-ayat di Bibel, dosa waris, kebenaran Al-Qur’an, Kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bibel dan keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan bapak yang berdasarkan fakta objektif dan interesant itu bagi saya sudah beres dan saya menyerah. BM: Baiklah, lanjutkan. AW: Tetapi soal Trinitas itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya. Sehingga belum dapat secara bulat (ikhlas) bagi saya untuk mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan saya. BM: Jadi yang tiga oknum itu, saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya itu adalah Tuhan semuanya. AW: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis. BM: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan? AW: Ya. BM: Tuhan Anak, Yesus, apakah Tuhan? AW: Ya. BM: Apakah Rohul Kudus juga Tuhan? AW: YA, semuanya tiga tetapi tetap satu (tunggal), seperti telah saya terangkan tadi. Supaya lebih jelas, saya buatkan misal. BM: Baiklah, silahkan saudara buatkan misal. AW: Bapak sekarang sedang menghisap rokok BM: Ya sekarang sedang merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. Saya sekarang sedang merokok. AW: Rokok yang bapak isap itu, terdiri dari tiga susunan ialah: Batang Rokoknya, Apinya, Merah api pada rokok BM: Ya betul, teruskan. AW: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri dari pada 3 susunan, akan tetapi pada hakekatnya satu juga, ialah rokok, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal). Demikian juga halnya dengan Trinitas itu. BM: Misal atau perumpamaan yang saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tepat. AW: Jadi bagaimana, saya minta dibantah kalau tidak tepat. BM: Saya tidak akan membantah, malah saya hargai pendapat saudara itu. Saya hanya ingin bertanya mengenai perumpamaan yang saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta diberi jawaban yang tepat. AW: Baik, semoga saya bisa menjawabnya. BM: Tadi saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas. AW: ya, betul begitu. BM: Saya ingin bertanya, dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokok-kah atau bukan.? AW: Ya. Betul batang rokok BM: Apakah apinya rokok ini, rokok-kah atau bukan? AW: Bukan. BM: Apakah merahnya api pada rokok ini rokok-kah atau bukan? AW: Bukan. BM: Nah, sekarang saya tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau Bukan? AW: Ya, betul Tuhan. BM: Apakah Anak Tuhan (Yesus) itu Tuhankah (Tuhan bapak) atau bukan? AW: Bukan BM: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan? AW: Mestinya bukan juga. BM: Kalau saudara mengatapan apinya rokok itu bukannya Rokok dan merahnya rokok ini bukan rokoknya, maka jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan Rohul Kuduspun bukan Tuhan. AW: Ya, BM: Kecuali sekiranya saudara ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok, maka adalah saudara berkata: Yesus itu adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun Tuhan juga. AW: Ya, betul tepat sekali jawaban bapak. BM: Sekarang bagaimana kepercayaan saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. AW: Bukan! BM: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan. AW: Terang bukan Tuhan! BM: Kalau begitu masihkah saudara berkeyakinan terhadap Trinitas. AW: Sudah Lenyap! BM: Kalau sudah lenyap, lantas bagaimana? AW: Ya, keyakinan saya sekarang, hanya ada SATU TUHAN. BM: Jadi saudara mempercayai bahwa TUHAN TUNGGAL? AW: Seharusnya demikian; saya percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada Tuhan yang lain lagi. BM: Yang dimaksudkan Tuhan oleh saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana? AW: Tentu saja Tuhan ALLAH BM: Pada pertemuan yang lalu, saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah. AW: Ya, saya tidak berdusta BM: kalau begitu saudara telah mengakui bahwa: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah.” AW: Betul, saya mulai saat ini masuk Islam, menjadi penganut Agama Islam, dan termasuk ummatnya Nabi muhammad SAW. HADIRIN DENGAN SUARA SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, saudara Antonius sekarang menjadi saudara kita. BM: Saudara yang hadir ikut menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tangal 18 Maret 1970 jam 10.15 menit malam, saudara Antonius telah masuk Islam. HADIRIN: Kami telah menyaksikan. BM: Saya minta saudara Antonius membacakan “Kalimah Syahadah,” saya bacakan dulu lalu saudara diharap mengikutinya menyebutkan pengakuan. “Asyhadu Anlaa ilaa ha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah.” Tahukah saudara artinya? AW: Ya, tetapi sebaiknya saya minta dituntun membacanya, pertama-tama bapak, supaya tidak keliru. “Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh Allah.” BM: Betulkah saudara-saudara yang hadir? HADIRIN: Betul. Cukup, sudah sah Islamnya. BM: Marilah kita bersama-sama berdo’a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT dan diharap saudara Antonius dan saudara-saudara yang hadir semuanya mengucapkan Amien. Setelah doa dibacakan, saya harap saudara-saudara yang hadir berjabatan tangan dengan saudara Antonius selaku saudara kita yang baru. Apakah nama saudara Antonius masih ada lanjutannya.? AW: Nama saya yang sebenarnya “Antonius Widuri.” BM: Bolehkah saya tambah tanpa mengubah nama yang asal (aslinya)? AW: Ya, saya setuju. BM: Saya tetapkan nama saudara sekarang “Antonius Muslim Widuri.” Jadi ditambah dengan kata Muslim. AW: Saya terima namanya menjadi namanya dan cocok buat saya. BM: Saudara-saudara yang hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini. HADIRIN: Nama itu wajar dan cocok, bagus. BM: Bersediakah saudara melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran Islam lainnya? AW: Selaku seorang Islam, saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut kemampuan (kemampuan saya). BM: Terima kasih. Apakah saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau menyampaikan beberapa buah kata besok malam, karena ada kawan yang akan mengadakan sekedar selamatan? AW: Baiklah, saya penuhi besok malam. ================= Sambutan ======== SAMBUTAN PADA MALAM SELAMATAN SDR. ANTONIUS MUSLIM WIDURI Ass. Wr. Wb. Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan saudara-saudara yang kami muliakan, saudara-saudara yang telah ikut serta menyaksikan pertemuan (diskusi) antara bapak Kyai Bahaudin Mudhari dengan kami, antara seorang Islam dan Kristen Roma Katolik yang telah berlangsung selama beberapa malam yang diakhiri masuknya saya dalam agama Islam, ajaran agama Allah SWT. Yang Maha Tunggal, menjadi penganut ajaran Nabi Muhammad SAW, maka dengan ini kami menyatakan syukur ke hadirat Allah SWT. Dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada bapak Kyai Bahaudin Mudhary yang memberikan waktunya selama beberapa malam, yang membawa manfaat kepada kita bersama. Disamping itu kami harus mengakui pula, selama diskusi berlangsung dengan tertib dan lancar, kami merasa kagum atas keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari bapak Kyai Bahaudin Mudhary. Kagum kami rasakan oleh karena beliau hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel dan logika yang digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur dan obyektif dan didikuti pula penjelasan-penjelasan ilmiah yang kesemuanya itu tak mungkin ditolak oleh akal dan jiwa yang sadar untuk membuktikan kesadaran lahir dan batin, mengetuk dan membuka jiwa kami dan akhirnya membawa keyakinan kami kepada agama Islam. Saudara-saudara menyaksikan sendiri, bahwa kami menjadi pemeluk dan penganut agama islam, adalah bukan karena paksaan, bukan karena pengaruh dari dari siapapun, bukan karena tekanan, bukan karena keadaan, bukan karena ada maksud yang lain dan bukan karena ajakan, diminta atau meminta, melainkan adalah dari hasil pertemuan, pertumbuhan dari hasil diskusi dengan tujuan mencari kebenaran dan keyakinan beragama. Kebenaran dan keyakinan beragama yang kami miliki sekarang ini, adalah hasil dari penelitian dan penyelidikan serta pertimbangan-pertimbangan dari hasil diskusi yang menggunakan waktu tidak sedikit berlangsung beberapa malam lamanya. Dan disamping itu pula kami menggunakan kitab-kitab agama maupun kitab-kitab lainnya dan majalah-majalah yang senantiasa memuat artikel-artikel tentang agama Kristen, yang ikut membantu kami dalam meneliti ajaran ajaran agama Islam, bukan karena ikut-ikutan melainkan dengan penyelidikan,penelitian dan pertimbangan-pertimbangan dengan mempergunakan waktu yang tidak sedikit sebagaimana saudara-saudara telah menyaksikan sendiri. Malah bagi saudara-saudara yang mengikuti “diskusi” dari muali sampai pada malam ini, saudara-saudara menyaksikan sendiri betapa gigihnya kami mempertahanakan keyakinan kami selaku pemeluk agama Kristen Roma Katolik dalam pertemuan itu. Namun kegigihan kami itu lama-lama menjadi pudar setelah dikikis sedikit demi sedikit oleh bapak Kyai Bahaudin Mudhary. Beliau hanya menggunakan kitab Bibel untuk menghadapi sanggahan-sanggahan kami. Namun akhirnya kami sendiri yang menyerah. Tidak salah kalau beliau pernah menyinggung dengan ucapan “senjata makan tuan.” Kami akhiri sampai disini saja dan selanjutnya kami mohon dengan hormat, sudi bapak-bapak dan saudara-saudara memberikan bimbingan kepada kami yang masih hijau dalam ajaran-ajaran Islam. Dengan bimbingan bapak-bapak dan saudara-saudara itu pasti akan membawa kami menjadi pemeluk agama Islam yang setia, taat, taqwa sehingga kelak dihadapkan Alloh SWT. Sekali lagi kami menghaturkan terima kasih Wassalamu’alaikum Wr. Wb. SAMBUTAN H. BAHAUDIN MUDHARY Ass. Wr. Wb. Saudara-saudara, Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do’a semoga saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da’wah Islamiyah di kemudian hari. Kami menyatakan terima kasih kepada: Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selama diskusi berlangsung. Dan disamping itu, saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan. Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah,sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir. Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder. Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan. Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara. Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus. Saudara A. Rofiq dan saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan. Semoga amal-amal saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT. Amin.! Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tinggal di dalam badan rasa (gevolehslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan. Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran,tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugrahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya. Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita tidak mempersoalkan “mayoritas” atau “minoritas” di bidang agama, melainkanperanan kita ialah di bidang “dakwah” dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku. Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan didalam seluruh bangsa itu sendiri. Dulu Pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah Kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata: “Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia,bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini.” Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini. Wass. Wr. Wb. =============== SAMBUTAN H. BAHAUDIN MUDHARY Ass. Wr. Wb. Saudara-saudara, Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do’a semoga saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da’wah Islamiyah di kemudian hari. Kami menyatakan terima kasih kepada: Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selama diskusi berlangsung. Dan disamping itu, saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan. Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah,sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir. Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder. Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan. Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara. Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus. Saudara A. Rofiq dan saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan. Semoga amal-amal saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT. Amin.! Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tinggal di dalam badan rasa (gevolehslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan. Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran,tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugrahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya. Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita tidak mempersoalkan “mayoritas” atau “minoritas” di bidang agama, melainkanperanan kita ialah di bidang “dakwah” dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku. Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan didalam seluruh bangsa itu sendiri. Dulu Pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah Kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata: “Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia,bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini.” Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini. Wass. Wr. Wb. =============== SURAT PENGAKUAN Kami pembuat surat pengakuan ini, Bernama: Antonius Widuri Kelahiran: Yogja Umur : 30 tahun (1970) Agama: Kristen Sejak tanggal 9 Maret 1970 sampai dengan 18 Maret 1970 (selama waktu 9 malam) terus-menerus, atas kemauan sendiri kami telah bersoal-jawab (berdiskusi) dengan bapak Kyai Bahaudin Mudhary, guru pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini kami menyatakan dengan ikhlas, mulai tanggal 18 Maret 1970, kami telah berpindah agama dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi penganut agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat: “Asyhadu Alla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah ” (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Alloh, dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh) Pengakuan, dan kepindahan kami dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi pemeluk agama Islam kami nyatakan sebenarmya dengan rasa penuh keikhlasan dan kesadaran lahir batin, tanpa ada paksaan maupun pengaruh dari siapapun, melainkan dari hasil penelitian dan pertimbangan yang menimbulkan keikhlasan, setelah bersoal-jawab yang cukup memuaskan, disamping menelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam. Semoga Alloh SWT. memberikan taufik dan petunjuknya atas kami dalam mengamalkan perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam. Yang meng-Islam-kan Sumenep, tgl 18 Maret 1970 Kami yang membuat pengakuan ( Kyai Bahaudin Mudhary ) ( Antonius Muslim Widuri ) Saksi: A. Marzuki Muh. Nawir Rasyidi Abd. Latif M. Ahya Muh. Hatta M. Markan R.H. Abd. Azis A. Zainuddin. ============ PERJALANAN ROHANI ANTONIUS MUSLIM WIDURI Sebagaimana yang dia tuturkan pada Editor (waktu tidak disebutkan dalam buku). Setelah kesaksianku bahwa tiada tuhan yang haq disembah selain Alloh, dan Muhammad adalah RasulNya, kesan yang teramat dalam menyapa rohaniku. Saya semakin yakin akan kebenaran Islam. Semakin pasrah tiada tugas yang dapat terselesaikan selain atas ridhoNya jua. Sebelum menjadi muslim, saya sering dihantui perasaan ragu, kurang puas dan bimbang, sehingga membuatku mengambang dan kecewa. Tak ada target yang terarah apalagi kokoh. Ibarat orang mandi yang tidak merata airnya, hingga tidak mendapatkan kesegaran. Siraman rohani keislaman menjadikan saya dan keluarga benar-benar merasakan kenikmatan dan kemantapan hidup. Segala persoalan dan ganjalan kehidupan yang dulunya tidak teratasi, seakan lenyap dan mudah, lantaran mendapat ridho Alloh SWT. Saya selalu teringat pesan Bapak Kyai Bahaudin (almarhum) yang menganjurkan padaku untuk terus meningkatkan ilmu keislaman sekaligus berdakwah dengannya, agar amal-amalku senantiasa meningkat pula. Beliau nasihatkan itu kepadaku dengan penuh kasih sayang hingga membuatku begitu terharu dan merasakan kehangatannya, seakan saya sebagai anaknya. Oleh karena itu, betapa saya merasa sangat kehilangan sepeninggal Beliau. Rasanya tidak ada lagi tenpat untuk bertanya, yang mampu memberikan jawaban yang teduh dan pas. Ada banyak nasehat dan pesan-pesan yang disampaikan oleh bapak Kyai Bahaudin kepadaku yang hingga kini masih terngiang-ngiang ditelingaku. Akan tetapi ada satu pesan dari Kyai Bahaudin yang hingga kini masih saya amalkan yaitu sholat tahajjud di malam hari. Setelah saya benar-benar istiqomah (selalu) denganNya, rasanya amaliah yang satu ini tumbuh menjadi kebutuhan yang tak dapat ditunda. Alhasil, semua itu ikut membekali ketenangan dan kedamaian hidup saya. Sungguh kedamaian itu saya terima dan saya nikmati sebagai karunia yang begitu agung dalam kehidupanku. Tanpa terasa, kiranya saya telah membuktikan janji Alloh dalam firmanNya: “Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS,Al-Isra:79) Semakin dalam agama Islam saya masuki, semakin meyakinkan padaku bahwa Islam agama yang maha sempurna, tidak satupun agama lain yang memiliki hal serupa. Contoh kecil, dengan hadirnya doa-doa dalam detik-detik kehidupan, sesederhana apapun, semua dibahas dan diajarkan. Dari doa berkumpul (suami istri), saat bangun tidur, hingga pada setiap aktifitas kerja lainnya. Akhirnya, saya sikapi hidup ini dengan ikhlas dan berpasrah dengan ridhoNya. Tugas sehari-hari kami di kantor yang cukup melelahkanpun bisa terselesaikan dengan sukses dan memuaskan. Sungguh, saya telah mencermati Islam dan merasakan adanya perpautan kental antara akal dengan kedalaman rasa di hati, perpaduan usaha denga takdir dan keserasian antara fikir dengan zikir. Alhamdulillah. ============= RIWAYAT HIDUP KYAI HAJI BAHAUDIN MUDHARY (1920-1979) Lahir di Sumenep 23 April 1920 dan berpulang ke Rahmatullah 4 Desember 1979 di Surabaya. Meski ia belum pernah mereguk pendidikan alam pesantren, namun kadar kebesarannya berangkat dari benih pengaruh kuat ayahandanya –KH. Ahmad Sufhansa Mudhary– yang ulama dan teman berbincang dari kakaknya alm. K.H. Abdul Hamid Mudhary, yang sama sekali tidak pernah mengenyam sekolah formal ataupun Pesantren, kecuali berkhidmat kepada ayahandanya saja. Alhasil, beliaupun mampu mereguk ilmu keislaman disamping mahir bahasa Arab, Belanda dan Jepang. Jabatan yang pernah diembannya antara lain, Komandan Sudanco, Ketua Muhammadiyah, Ketua Masyumi, Wedana di Bangkalan serta ketua Perserikatan Muslim Tionghoa di Madura (sekarang PITI). Almarhum dalam kesehariannya sangat sederhana lagi bersahaja. Ia juga humoris dengan petuah yang penuh warna “parigan” (sesemon Madura). Ada pesan menjelang akhir hayatnya yang hingga kini menjadi pegangan putra dan cucu-cucunya; “Jangan sesekali meninggalkan sholat, selalu rukun dan memelihara tali silaturahim serta jangan berebut harta pusaka, usahakan setiap malam sholat lail (tahajjud).” Seusai menamatkan Kweek School Muhammadiyah di Yogjakarta tahun 1940, tokoh ulama jawa timur ini terus menimba ilmu sambil menekuni buku literatur berbahasa Arab, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Cina dan Jepang, teristimewa yang erat kaitannya dengan filsafat dan kerohanian. Ulama ahli metafisika yang memiliki “kasyf” tersebut juga amat terampil memafhumi hampir seluruh alat musik mulai petik,gesek, tiup sampai tuts piano. Muasal kelangkaan ilmunya, alhasil orang menyebut “Tera Ta Adamar” (bhs Madura) bermakna benderang tanpa pelita, lantaran bertumpu pijak yang berkhidmat pada ladang spiritual terutama ibadah sholat sebagai mi’rajnya kaum muslimin menuju titik sumbu Rabbul Izzati. Itulah sebabnya hakikat ilmu letaknya bukan di kepala tetapi di hati. Semasa hayatnya diamalkan untuk pendidikan dan dakwah Islamiyah. Tahun 1947 memangku sebagai Komandan Resimen Hizbullah, dua tahun kemudian mendirikan Yayasan Pesantren Sumenep. Selama perjuangan fisik bersama-sama rekan-rekannya setahun lebih meringkuk di Penjara Kalisosok Surabaya. Berikutnya tahun 1954 Ketua Muhammadiyah cabang Sumenep, Kepala SMA Yayasan Pesantren, mengajar bahasa Jerman dan Perancis di SMA Sumenep sekitar tahun 1960-1965 serta dosen di IKIP Negeri dan pernah mendirikan Akademi Metafisika. Hingga akhir hayatnya, selain mengasuh Pesantren Kepanjin Sumenep juga menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Sumenep, Ketua Umum GUPPI Jawa Timur, Ketua MUI Jawa Timur dan anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur. Banyak buah penanya, senantiasa mewarnai langgam kehidupan rohaninya yang mapan. http://www.pakdenono.com/golfclubs.htm

     
    • alo 3:43 pm on 22/05/2009 Permalink | Reply

      begitulah karena pengaruh astronomi sehingga pindah agama

    • TBone 3:50 am on 18/01/2011 Permalink | Reply

      memang gara2 perut iman bisa dijual…naudzubillah….

    • Freedomfighter 5:27 am on 28/02/2011 Permalink | Reply

      Hanya ada satu Tuhan. Tapi banyak yang menolak kalimat tersebut.

      “Kita ini diciptakan dari satu makhluk (adam) lalu dijadikan pula pasangan (hawa) dari makhluk itu sendiri. Terus, dari perut ibu terdapat 3 lipat tahap penciptaan manusia (bayi).
      Yaitu kegelapan dalam perut, dalam rahim, dan dalam selaput yang menutupi janin.”

      “Di dalamnya terjadilah proses penciptaan. Ditempatkanlah setitik bibit (sperma) dalam penyimpanan yang kuat (ovum). Lalu terbentuklah segumpal darah, lalu gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan dari daging jadi tulang belulang, setelah itu tulang tersebut ditutup lagi dengan daging (janin).”

      “Dimukimkanlah janin yang terbentuk itu di dalam rahim hingga waktu yang ditentukan (9bln10hari). Setelah itu keluarlah kita jadi bayi, yang berangsur mancapai kedewasaan. Ada yang mati muda, ada yang panjang umurnya sampai – sampai jadi pikun.”

      Pengetahuan tentang embriologi ini ditemukan dan disahkan pada abad ke-20.
      Apakah kalian tahu, keterangan itu sudah tersebar sekitar 1400 tahun lalu? Apakah kalian mengira pada tahun tersebut terdapat teknologi canggih sama seperti sekarang, hingga bisa mengetahui sperma (hanya setitik) masuk ke dalam ovum beserta proses yang terjadi?
      Jika jawabannya “TIDAK”,
      Saya beritahu bahwa keterangan itu ada di dalam Al-Qur’an : 39 Azzumar ayat 6, al Mukminun ayat 13 dan 14, al Maidah ayat 22

      Masihkah menolak?
      Saya yakin pasti kebanyakan menjawab “IYA”
      Dan saya tidak heran karena ini sudah ditulis pula,
      Q.S.82 ayat 6-7:“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu
      (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah membentuk kamu
      lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”

      Q.S.71 ayat 13-14:
      “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ?
      Padahal Dia sesungguhnya telah membentuk kamu dalam beberapa tingkatan
      kejadian.”

      • wikki 12:18 am on 15/08/2012 Permalink | Reply

        Dari Segumpalan Darahkah Muhammad Tercipta?
        Posted by Admin On June 12th, 2011 / 3 Comments
        Dari Segumpalan Darahkah Muhammad Tercipta?

        Bagaimana pandangan Muhammad tentang proses penciptaan manusia? Bisa dimengerti kalau beliau tak tahu apa-apa pada zamannya. Tetapi ini tidak seharusnya menempatkan Jibril – Malaikat Islam dengan derajat paling tinggi — juga ikut-ikut tidak tahu apa-apa tentang kejadian manusia! Tetapi rupa-rupanya itulah yang telah terlanjur terjadi. Dan Jibril telah “mewahyukan” kepada Muhammad sederetan rahasia penciptaan manusia dalam pelbagai versi fantastis dan saling kontradiktif. Namun Muhammad, dan kini Muslim, agaknya tersihir oleh wahyu tersebut tanpa mempersoalkan isinya dan kegunaannya, padahal itu menyangkut keseluruhan kredibilitasnya sebagai wahyu pertama dari Allah SWT sendiri!

        Ya, dimulai dengan wahyu pertama kepada Muhammad digua Hira, dalam surat Al-Alaq 1-5, ketika Allah mulai pertama kali berfirman kepadanya lewat semacam surat tertulis yang dibacakan oleh Jibril. Baik Allah maupun Jibril tidak memper-kenalkan diri-Nya, melainkan justru menteror Muhammad (mencekiknya) sambil membahasakan diri-Nya secara aneh sebagai DIA –kata ganti pihak ketiga–
        ketika memaklumatkan karya-Nya:
        ”Dia (Allah) telah menciptakan manusia dari segumpal darah”!

        Maklumat ini dahsyat, dahsyat keliru wahyu-Nya secara sains. Sebab kapanpun, konsepsi biologi manusia tidak pernah dimulai dari tahapan seonggok darah! Tidak heran (walau sangat heran) kelak wahyu ini diperbaiki berulang-ulang dengan versi penciptaan-manusia dari “setetes mani (Qs.80:19 dll). Kemudian diperbaiki lagi: “Dia (manusia) diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara sulbi (tulang punggung) dan taraib (tulang dada)” (Qs.86: 5-7. Lihat juga bahwa bagian dari sulbi ini juga dikonfirmasikan pada Qs.7:172).

        Dan kemudian setelah dengar-dengaran dari kalangan Yahudi/ Nasrani tentang kisah penciptaan Adam/ manusia dalam Alkitab, maka barulah Muhammad mulai merasa mantap dan segera mengadopsi versi-final penciptaan manusia mulai dari “tanah” (Qs.37:11). Namun Muhammad harus mencari alasan-pintar untuk menutup kesimpang siuran pelbagai versi wahyu keliru yang sudah terlanjur disebarkannya. Untuk hal semacam itu beliau tak kehabisan akal. Maka datanglah “wahyu susulan” yang mencoba mengharmonisasikan semua versi penciptaan secara sequential dimulai dari tanah diakhiri dengan segumpal darah, yaitu “tanah, kemudian dari mani, kemudian dari segumpal darah” (Qs.40:67)!

        Ups! Masih ketinggalan daging dan tulang! Maka wahyu-wahyu finalpun ditandai dengan munculnya komponen-komponen tersebut, walau prosesnya masih bercampur-baur dengan proses alternative dalam urutan yang lain lagi dalam Qs.23: 12 dst., yaitu dari sari tanah, kemudian air mani, lalu segumpal darah, yang jadi segumpal daging, yang disusul urutannya dengan proses menjadi tulang-tulang, dan selanjutnya pembalutan tulang oleh daging dst… Maka selesailah dan selamatlah, terjadilah manusia Islami dengan bibit unggul!

        Tetapi untuk layaknya kemanusiaan kita bersama, kita perlu berkomentar serius disini bahwa tahapan-tahapan-lepas demikian tentulah hanya ada dikhayalan dan pembelajaran Muhammad sebagai nabi ummi. Allah SWT dan Jibril seyogyanya tidak harus memaksakan beliau untuk menyampaikan potongan wahyu yang tidak berguna itu. Bukan saja itu sia-sia, tetapi sudah keterlaluan kasat mata salah kaprah yang menendang balik otoritas dan otentisitas Quran sebagai wahyu surga!!

        Begitu telaknya salah wahyu itu sehingga Dr. Bucaille, seorang pembela Islam yang gigih, bahkan merasa perlu meralat tafsiran penciptaan tersebut dengan berkata: “Ini adalah suatu kekeliruan yang perlu kita koreksi. Manusia tidak pernah melewati tahap “gumpalan darah” (Bible, Quran dan Sains Modern, p.236, tr.Dr.HM. Rasjidi)

    • wikki 12:56 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

      sekali sekali tanya dong dokter kandungan …..apakah emrio itu dari segumpal darah…

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel