TKI Sumbang Devisa Rp 1,5 T

TKI Sumbang Devisa Rp 1,5 T

TKI Sumbang Devisa Rp 1,5 T

Para tenaga kerja Indonesia saat berkumpul di shelter TI di Jeddah, Arab Saudi
Foto: KJRI Jeddah

Laporan Wartawan Surya, Dwi Pramesti

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BP2TKI) mencatat perolehan devisa TKI sampai dengan April 2012 sebesar 1,5 miliar dolar AS (Rp 1,5 triliun untuk kurs Rp 1.00 per 1 dolar AS).

Deputi BNP2TKI Lisna Yuliani Poeloengan mengatakan, devisa yang dihasilkan TKI setiap tahunnya, kontribusinya terbesar kedua setelah migas. “Rata-rata 6-7 miliar dolar AS per tahun atau sekitar Rp 6-7 triliun,” katanya di sela workshop ‘Remmitance : Mendorong TKI menjadi Lebih Baik’ bersama Artajasa di Shangri-La, Selasa (17/7/2012).

Tahun 2011 devisa TKI tercatat 6,735 miliar dolar AS, tahun 2010 mencapai 6,734 miliar dolar AS dan tahun 2009 sebesar 6,617 miliar dolar AS.

TKI Hongkong menyumbangkan devisa paling besar yakni 400 juta dolar AS, padahal TKI yang dikirim kesana hanya 130.000 orang. Bandingkan dengan Arab Saudi dengan jumlah TKI 1,2 juta orang tapi devisanya hanya 1,7 juta dolar AS dan Malaysia dengan TKI terbesar 2,3 juta orang setoran devisanya tidak sampai 2 juta dolar AS.

“Pengiriman terbesar dari Jabar (145.012), lalu berturut-turut 10 besar yakni Jateng (122.814), Jatim (110.497), NTB (72.846), Banten (27.963), DKI Jakarta (18.204), Lampung (17.790), Bali (15.056), Sulsel (13.911), dan Sumut (12.398). Terbesar TKI tersebut adalah wanita,” ujarnya.

Indramayu menjadi kabupaten penyuplai TKI paling banyak, disusul Lombok, Cilacap, Cirebon, Cianjur, Karawang, Kendal, Brebes, Malang, Sukabumi, Serang, Subang, Ponorogo, Blitar, Banyuwangi, Tulungagung, Banyumas, Majalengka, Pati, Madiun, Lampung, Kediri, Bandung, Grobogan, Sumbawa, Jember, Magetan, dan lainnya.

Data BNP2TKI berturut-turut mencatat jumlah TKI yang terkirim sejak 2006 sampai April 2012 terbesar masih terserap di sektor informal ketimbang sektor formal.

“Kalau dilihat berdasarkan penempatannya per tahun 2011, urutan teratas adalah house maid, lalu pekerja wanita, perawat, operator, pekerja perkebunan, buruh lepas, penatalaksana rumah tangga, sopir, buruh bangunan kontraktor, pelayan restoran, tukang kebun, spa therapist, pekerja kapal pesiar, cleaning service, buruh cuci hingga koki,” jelasnya.

http://m.tribunnews.com/2012/07/17/tki-sumbang-devisa-rp-15-t