Kiriman TKI Naik 40 Persen Puncaknya H – 7. Berdasar nilainya, kiriman tertinggi secara berurutan berasal dari Arab Saudi, Singapura, Malaysia, Hongkong dan Taiwan.

Kiriman TKI Naik 40 Persen Puncaknya H – 7

MADIUN – Surya MENJELANG Lebaran, kiriman uang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri meningkat tajam hingga 40 persen. Berdasar data yang dihimpun dari Kantor Pos Madiun, uang kiriman TKI dalam sehari bisa mencapai Rp 700 Juta.
Sejak awal Ramadhan hingga 24 Agustus 2010, uang kiriman TKI mencapai Rp 10.18 miliar. Berarti meningkat sekitar 10 persen jika dibandingkan menjelang lebaran tahun 2009.
Pada H-7 dipastikan transaksi pengiriman diprediksi mencapai puncaknya, atau meningkat 40 persen. Sebelum Kantor Pos Madiun tutup karena cuti bersama hingga H-7, transaksi uang kiriman TKI bisa mencapai 10 miliar.
Supervisor Pelayanan Kantor Pos Madiun, Agus Wahyu mengatakan, kenaikan pengiriman uang TKI itu merupakan peristiwa rutin menjelang Lebaran. Berdasar nilainya, kiriman tertinggi secara berurutan berasal dari Arab Saudi, Singapura, Malaysia, Hongkong dan Taiwan.
”Arab Saudi kirimannya lebih besar, karena di sana semakin banyak TKI, ” terang Agus Wahyu. Namun tidak semua kiriman Rp. 10 miliar itu ditarik di Kantor Pos Pusat Madiun. Hanya Rp. 5 miliar yang ditarik di Kantor Pos Pusat, sisanya di Kantor Pos Cabang.
Sedangkan kantong-kantong TKI yang lebih besar mengirim uang untuk keluarganya adalah wilayah Kecamatan Kebonsari, Dolopo, Geger,  Dagangan, Wungu dan Kare. Sebagian besar wilayah itu berada di Madiun Selatan. Wajar, karena wilayah selatan jumlah TKI-nya sekitar 10 kali lipat dibanding wilayah Madiun Utara.
Salah seorang keluarga TKW yang bekerja di Hongkong, Karni  45, mengaku mengambil uang kiriman dari anaknya senilai Rp 5 juta. Uang itu untuk kebutuhan Lebaran keluarganya. ” Setiap tahun anak saya nggak bisa pulang dan hanya kirim uang untuk kebutuhan saya, ibunya, serta adik-adiknya, ”terangnya.
Di  Kabupaten Sampang, yang juga banyak warganya menjadi TKI, kiriman uang lewat Kantor Pos meningkat antara 10 – 15 persen. Kepala Pos Cabang Sampang Salehadi mengatakan, setiap hari pihaknya melayani pengambilan uang dari keluarga TKI antara 50 sampai 100 orang. ” Setiap hari Kantor Pos melayani pengambilan uang dari keluarga TKI berkisar Rp 200 juta hingga 500 juta. ” jelas Salehadi.
Lonjakan ini, menurut dia membuat pihaknya kelabakan karena minimnya tenaga yang bekerja melayani pengiriman uang tersebut. Di Kantor Pos Cabang Sampang hanya memiliki 6 Karyawan ditambah 3 petugas loket. Pada umumnya para TKI mengirimkan uangnya meggunakan jasa wesel luar negeri melalui Western Union yang tersebar di 5 kantor pos unit di Kecamatan Camplong, Torjun, Omben, Banyuates dan Ketapang.
Di Sumenep, Pengiriman uang dari luar negeri juga meningkat. Selama bulan Agustus, kiriman uang mencapai 3.04 miliar. ” Jumlah sementara pengiriman uang dari luar negeri hingga Agustus mencapai Rp. 24,09 miliar. Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan ada peningkatan pengiriman uang dari luar negeri dibanding tahun lalu.” Katanya Penyelia Pelayanan PT Pos Sumenep, M Saifullah. Tahun lalu kiriman uang mencapai RP 36.20 miliar.
Sumber : SURYA Jum’at,  27  Agustus  2010

http://disnakertransduk.jatimprov.go.id/ketenagakerjaan?start=105

http://disnakertransduk.jatimprov.go.id/ketenagakerjaan?start=105