Humphrey : Satgas Berhasil Bebaskan 72 WNI/TKI dari Ancaman Vonis

Humphrey : Satgas Berhasil Bebaskan 72 WNI/TKI dari Ancaman Vonis Mati | Print |
Saturday, 02 June 2012 17:53
 
inShare
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kasus WNI/TKI di Luar Negeri Yang Terancam Hukuman Mati, Humphrey R. Djemat
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kasus WNI/TKI di Luar Negeri Yang Terancam Hukuman Mati, Humphrey R. Djemat

BNP2TKI, Ponorogo, Sabtu (02/06) — Upaya Pemerintah Indonesia didalam menyelamatkan warga negaranya yang terkena sanksi vonis hukuman mati (pancung) di negara lain, sudah membuahkan hasil. Setidaknya, sudah 72 orang — dari 203 WNI/TKI yang divonis hukuman mati di 5 (lima) negara, yaitu : Arab Saudi, Malaysia, China, Singapura, dan Iran — yang telah berhasil dibebaskan.Demikian Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kasus WNI/TKI di Luar Negeri Yang Terancam Hukuman Mati, Humphrey R. Djemat, didalam release yang diterima http://www.bnp2tki.go.id Sabtu pagi (02/06).

Humphrey mengatakan, banyaknya WNI/TKI yang terbebas dari vonis hukuman mati di luar negeri, karena upaya maksimal yang dilakukan Pemerintah. Termasuk upaya diplomatis yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Humphrey, bahwa seringkali Pemerintah memperhatikan kepentingan warga negara tertentu untuk mendapatkan keringanan hukumannya berdasarkan permintaan negaranya. Tentunya tindakan pemerintah tersebut menghasilkan tindakan resipokal (timbal balik) dari negara lain. Hal demikian itu berimplikasi terhadap banyak WNI/TKI yang terbebas/lepas dari vonis hukuman mati atau diringankan hukumannya, termasuk seperti yang kena hukuman mati karena kejahatan narkoba.

Juru Bicara Satgas Penanganan Kasus WNI/TKI di Luar Negeri Yang Terancam Hukuman Mati ini menyatakan, dilepaskannya 72 WNI/TKI tersebut dari ancaman hukuman mati membuktikan bahwa upaya diplomasi memang berjalan cukup efektif untuk menyelamatkan nyawa warganya. “Jadi, tudingan yang menyatakan bahwa tidak ada WNI/TKI yang berhasil dibebaskan pemerintah berdasarkan upaya diplomasi adalah sangat tidak berdasar dan tidak benar,” kata Humphrey.

Dikatakannya, berdasarkan pengalaman Satgas Penanganan Kasus WNI/TKI di Luar Negeri Yang Terancam Hukuman Matiselama ini berhubungan dengan negara-negara yang sangat keras dalam menerapkan hukuman terhadap kejahatan narkoba. Ia menyontohkan Malaysia dan China. Tindakan pemerintah kedua negara ini untuk melepaskan atau meringankan warga negara asing dari ancaman hukuman mati bukanlah berarti menyurutkan penegakan hukum di negara tersebut. “Hal yang sama pun berlaku di Indonesia,” katanya.

Saat ini jumlah WNI/TKI yg menghadapi kasus berat serta ancaman hukuman mati di 6 negara, ada 203 orang. 72 WNI/TKI di antaranya sudah berhasil diselamatkan nyawanya dari ancaman hukuman mati. Yakni 24 orang di Arab Saudi, 23 orang di Malaysia, 22 orang di China, 1 orang di Singapura, dan 2 orang di Iran.

Berikut data 72 WNI/TKI yang terbebas dari vonis hukuman mati (pancung) di 5 (lima) negara yang disampaikan Satgas WNI/TKI

I. Di Arab Saudi (ada 24 orang) yaitu :

  1. Darsem binti Dawud Tawar (kasus pembunuhan)
  2. Ranni binti Bohim Ukar (kasus sihir)
  3. Bayanah binti Banhawi Sawawi (kasus pembunuhan)
  4. Jamilah binti Abidin Rofi’i (kasus pembunuhan)
  5. Neneng Sunengsih binti Mamih Ujan (kasus pembunuhan)
  6. Mesi binti Dama Idon (kasus sihir)
  7. Hafidz bin Kholil Sulam (kasus pembunuhan)
  8. Yumanaha binti Nagabiyu (kasus perzinahan)
  9. Farida Usman (Farida Atangu) — (kasus pembunuhan)
  10. Miya binti Harun (Reni binti Saja Sumarto) — (kasus pembunuhan)
  11. Eni Sulistiyana binti Muhammad Suwarso (kasus perzinahan)
  12. Halimah binti Uuk (kasus sihir)
  13. Sulaimah binti Misnadi (kasus pembunuhan)
  14. Ahmad Nurhadi Syarifuddin (kasus pembunuhan)
  15. Fatulah Maksum Muhammad Aliya alias Fathol Maksum (kasus pembunuhan)
  16. Abdul Wasit Asmani Asmuhi (kasus pembunuhan)
  17. Emi binti Katma Mumu (kasus pembunuhan)
  18. Amoy Nurlaeni binti Atang Diya (kasus pembunuhan)
  19. Milan Nuryani (kasus perzinahan)
  20. Darmanti Kusandi binti Harjum Karim (kasus sihir)
  21. Junaesih binti Omen Diyar (kasus sihir)
  22. Yanti binti Ating (kasus perzinahan)
  23. Jumiriyah binti Mail Maun (kasus pembunuhan)
  24. Ahmad Fauzi bin Abu Hasan (kasus pembunuhan)

II. Di Malaysia (ada 23 orang) yaitu :

  1. Maryanti Masni (P) — (kasus pembunuhan)
  2. Andi Pranata alias Andi (L) — (kasus pembunuhan)
  3. Supriyadi bin Musa (L) — (kasus narkoba)
  4. Iskandar bin Yusuf (L) — (kasus narkoba)
  5. Jamli bin Maslihan (L) — (kasus narkoba)
  6. Husin bin Sitorus (L) — (kasus narkoba)
  7. Laingkee bin Ronda (L) — (kasus pembunuhan)
  8. Laaihu bin Ronda (L) — (kasus pembunuhan)
  9. Darsono bin Hadi Sunrso (L) — (kasus narkoba)
  10. Muhd Yusuf bin Bukhari (L) — (kasus narkoba)
  11. Nurdin bin Husin (L) — ( kasus narkoba)
  12. Noor Kolis Sukarno (L) — (kasus pembunuhan)
  13. Sabri bin Alias (L) — (kasus narkoba)
  14. Umar Cipto Sumarto (L) — (kasus kepemilikan senjata)
  15. Rudiyanto alias Rudi Wirana bin Warsono (L) — (kasus pembunuhan)
  16. Khoirul Anam (L) — (kasus pembunuhan)
  17. Erna (P) — (kasus Narkoba)
  18. Wawan Sanrego (L) — (kasus pembunuhan)
  19. Maharani (L) — (kasus narkoba)
  20. Surya Darma Putra (L). — (kasus narkoba)
  21. Syamsuddin bin Nordin (L) — (kasus narkoba)
  22. Hendra Gunawan (L) — (kasus narkoba)
  23. Asnawi bin Yusuf (L) — (kasus narkoba)

III. Di China (ada 22 orang) yaitu :

  1. Eksanti Nordin (P) — (kasus narkotika)
  2. Dyah Purwaningsih (P) — (kasus narkotika)
  3. Alya Andreani (P) — (kasus narkotika)
  4. Tuti (P) — (kasus Narkotika)
  5. Lucy Gunawan (P) — (kasus narkotika)
  6. Theresia (P) — (kasus narkotika)
  7. Go En Kang (L) — (kasus narkotika)
  8. Salim Kamir Santosa (Tong Cok Sing) — (kasus narkotika)
  9. Vina Ammaka Febrina (P) — (kasus narkotika)
  10. Munika Lestari (P) — (kasus narkotika)
  11. Machrus Soleh (L) — (kasus narkotika)
  12. I Made Arya Setiawan (L) — (kasus narkotika)
  13. Paurus Jusuf (L) — (kasus narkotika)
  14. Ni Ketut Handayani (P) — (kasus narkotika)
  15. Rila Iswanti (P) — (kasus narkotika)
  16. Nandiyana (P) — (kasus narkotika)
  17. Arini Aka Dewi Wulandari (P) — (kasus narkoba)
  18. Yenni Arianti Chandra (P) — (kasus narkotika)
  19. Witriyanti (P) — (kasus narkotika)
  20. Perawati (P) — (kasus narkotika)
  21. Maryanti (P) — (kasus narkotika)
  22. Kumini (P) — (kasus narkotika)

IV. Di Singapura (ada 1 orang yaitu :

  1. Vitria Depsi Wahyuni (kasus pembunuhan)

V. Di Iran (ada 2 orang) yaitu :

  1. Dessy Meery Christina (kasus narkotika)
  2. Sutini Parnoko (kasus narkotika).***(Imam Bukhori)

http://208.43.154.119-static.reverse.softlayer.com/berita-mainmenu-231/6712-humphrey-satgas-berhasil-bebaskan-72-wnitki-dari-ancaman-vonis-mati.html