Bukti Kebenaran Al-Quran surat Al Mukminun 12-14 : Dalam proses penciptaan manusia.

Bukti Kebenaran Al-Quran

Pada abad ke-17 ilmu pengetahuan menyatakan bahwa manusia diciptakan sudah dalam bentuk lengkap (sempurna) di dalam sperma. Artinya apabila anda mengambil sperma dan membesarkannya maka akan anda temukan bentuk manusia yang lengkap sempurna. Dengan kata lain manusia tidak diciptakan dalam tahap demi tahap tapi sudah lengkap dengan seluruh organnya sejak masih berupa sperma.

Hingga akhirnya seorang embriolog dari Kanada, Profesor Keith L. More  mengatakan, setelah ditemukannya alat pemotret janin USG (Ultrasonografi). Diketahui dengan alat tersebut bahwa perkembangan janin di rahim seorang ibu melalui beberapa tahap. Bermula dari pertemuan antara sperma dan sel ovum yang membentuk zygote, kemudian menjadi segumpal darah (darah beku). Gumpalan darah akan membentuk  daging yang mirip dengan lempung atau kemenyan yang dikunyah. Daging itu kemudian membentuk tulang-tulang di bagian dalamnya. Akhirnya jadilah bentuk manusia sebagaimana kita lihat pada bayi.

Usai menjelaskan hal tersebut, salah seorang peserta seminar yang kebetulan muslim berkata kepadanya: “Maaf Profesor, apa yang anda sampaikan bukanlah hal asing bagi kami sejak dahulu.” “Apa yang baru saja anda sampaikan telah disampaikan oleh nabi kami sejak 13 abad yang lalu”. Maka dibacakanlah Al Qur’an surat Al Mukminun 12-14 dihadapan More:

“Dan sesungguhnya  kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah liat. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam  tempat yang kokoh (rahim). Kemudian kami jadikan air  mani itu segumpal darah, kemudian kami jadikan  segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan  tulang belulang, lalu tulang belulang  itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluq yang (berbentuk)  lain . Maka maha suci Allah, sebaik-baik pencipta.”

Sontak Prof. Moore terkejut mendengar ayat itu. Ketika Moore ditanya mungkinkah pada waktu itu Rosulullah Saw dan orang-orang yang di sekitarnya sudah mengetahui secara rinci perkembangan embrio dalam kandungan? Dia menjawab: ”Mustahil, seluruh dunia waktu itu tidak mengetahui bahwa janin diciptakan melalui fase-fase. Apalagi untuk menggambarkan tahapan fase pembentukan yang bagi ilmu pengetahuan modern pun tidak mudah untuk menentukan dengan segala rincian yang dalam. Bahkan sampai sekarang juga ilmu pengetahuan belum mampu memberi nama fase setiap proses perkembangan embrio, dan hanya memberi tanda dengan angka-angka rumit yang tidak mudah untuk difahami. Sedangkan Al Qur’an telah memberinya nama dengan mudah dan sangat rinci.” Lantas siapa yang memberi tahu Muhammad SAW akan fase-fase itu?

Selanjutnya Prof. Moore berkata:  “Jelas bagi saya bahwa bukti-bukti ini datang kepada Muhammad dari Allah, dan hal ini membuat saya yakin bahwa Muhammad adalah Rasul Allah”. Akhirnya Prof. Moore masuk Islam atas kejadian tersebut.

Sesungguhnya masih banyak lagi bukti-bukti yang ada pada diri manusia maupun yang ada di sekitar kita yang menjelaskan akan keberadaan dzat yang mulia yakni Allah SWT. Karena itu, masih ragukah kita? Jika masih ragu, sungguh sangat terlalu.

http://arrohmah-putri.com/News/Taushiyah/bukti-kebenaran-al-quran.html

Advertisements