Terbunuhnya Ka’b bin Al-Asyraf : Dia adalah salah seorang tokoh Yahudi Bani Nadhir. Selalu menyerang kaum muslimin dengan syair-syairnya

Terbunuhnya Ka’b bin Al-Asyraf
Dia adalah salah seorang tokoh Yahudi. Ibunya seorang wanita Bani Nadhir.
Al-Hafizh Ibnu Hajar t menukilkan dari Ibnu Ishaq (Al-Fath, 7/421): “Dia adalah orang Arab dari Bani Nabhan, inti dari kabilah Thayyi`. Ayahnya pernah berhutang darah di masa jahiliyah kemudian lari ke Madinah dan menjadi sekutu Bani Nadhir dan menjadi bangsawan mereka. Ayahnya menikah dengan ‘Uqailah binti Abil Huqaiq dan lahirlah Ka’b.
Dia seorang pria tinggi besar dan gagah. Selalu menyerang kaum muslimin dengan syair-syairnya. Pada waktu peristiwa Badr, dia datang ke Makkah, singgah di Ibnu Wada’ah As-Sahmi ayah Al-Muththalib. Hassan menyerangnya dengan syair namun dia balas menyerang (dengan mengganggu) istrinya, Atikah bintu Usaid bin Abil ‘Ash bin Umayyah, maka wanita itupun mengusirnya. Dia kembali ke Madinah dan di sana mengganggu wanita muslimah.
Ketika Ka’ab menolak untuk menghentikan gangguannya, maka Rasulullah n memerintahkan Sa’d bin Mu’adz mengutus beberapa orang untuk membunuhnya.
Al-Imam Al-Bukhari t meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah c:
Rasulullah n bersabda: “Siapa yang mau membunuh Ka’b Al-Asyraf? Karena dia sudah menyakiti Allah U dan Rasul-Nya.”
Maka berdirilah Muhammad bin Maslamah, lalu berkata: “Ya Rasulullah, anda suka kalau dia saya bunuh?”
“Ya,” kata beliau. Muhammad bin Maslamah berkata: “Izinkan saya mengatakan sesuatu.”1
Beliau berkata: “Katakanlah.”
Maka Muhammad bin Maslamah menemui Ka’b dan berkata: “Sesungguhnya orang ini (Nabi n) meminta kami bersedekah. Dan dia betul-betul telah menyulitkan kami. Dan saya datang mau meminjam sesuatu kepadamu.”
Katanya: “Dan juga, demi Allah, kamu betul-betul akan semakin jemu terhadapnya.”
Kata Muhammad: “Sesungguhnya kami sudah mengikutinya dan kami tidak suka membiarkannya sampai jelas bagaimana akhir urusannya ini. Dan kami ingin kau pinjamkan kami satu atau dua wasaq kurma.” –Dan ‘Amr (perawi) tidak pernah menyebut satu atau dua wasaq, lalu saya tanya: “Dalam riwayat ini ada kalimat satu atau dua wasaq?” Katanya: “Saya duga memang ada.”–
Kata Ka’b:”Ya. Berilah aku jaminannya.”
Kata mereka: “Apa yang kau inginkan?” Kata Ka’b: “Wanita (isteri) kalian jadi jaminannya.”
Kata mereka: “Bagaimana kami memberimu jaminan wanita-wanita kami, sedangkan engkau adalah orang Arab yang paling tampan?”
Dia berkata lagi: “Jadikan jaminannya anak-anak kalian.”
Kata mereka: “Bagaimana mungkin kami memberi jaminan anak-anak kami, lalu salah satu dari mereka akan dicaci-maki? Lalu diejek: “Dia jaminan satu atau dua wasaq kurma. Ini aib bagi kami. Tapi kami akan beri jaminan senjata.”
Diapun menjanjikan akan memberikannya. Kemudian pada malam harinya, Muhammad datang bersama Abu Na`ilah –saudara susu Ka’b–. Dan Ka’b mengundang mereka masuk ke dalam benteng, dia turun menyambut mereka. Isterinya berkata: “Mau keluar ke mana saat-saat seperti ini?” Katanya: “Itu adalah Muhammad bin Maslamah dan saudaraku Abu Na`ilah.”
–Kata rawi selain ‘Amr: Wanita itu berkata: “Aku mendengar suara seperti tetesan darah.” Katanya: “Itu adalah saudaraku Muhammad, dan saudara susuku Abu Na`ilah. Sesungguhnya orang yang terhormat, kalau diundang bertarung di malam haripun akan dia jawab.”–
Muhammad ternyata memasukkan pula dua orang lainnya.
–Ditanyakan kepada Sufyan: “Apakah disebutkan namanya oleh ‘Amr?” Katanya: “Sebagian.” Kata ‘Amr: “Datang bersamanya dua orang.” Rawi selain ‘Amr mengatakan: “Abu ‘Abs bin Jabr, Al-Harits bin Aus dan ‘Abbad bin Bisyr. “ Kata ‘Amr: “Datang bersamanya dua orang laki-laki.”–
Maka kata Muhammad: “Kalau dia sudah datang, saya akan memegang rambutnya dan menciumnya. Kalau kalian lihat saya sudah menguasai kepalanya, kalian tebaslah dia.”
–Kata Murrah: “Kemudian saya akan upayakan kalian menciumnya.”–
Turunlah Ka’b menyandang senjatanya dalam keadaan dia menebarkan bau harum. Dia berkata: “Saya tidak lihat hari yang seperti ini harumnya (yakni lebih harum).”
–Kata rawi selain ‘Amr: “Ka’b berkata: “Di sisiku ada seorang wanita Arab yang paling cantik dan harum.”–
Kata ‘Amr, Muhammad mengatakan: “Apakah kau izinkan saya mencium kepalamu?” Kata Ka’b: “Ya. Ciumlah.” Kemudian dia mengarahkan kepada teman-temannya untuk mencium, lalu dia berkata lagi: “Apakah kau izinkan saya?”
Kata Ka’b: “Ya.”
Maka ketika sudah mantap dia memegang kepala Ka’b, dia berkata: “Kerjakan.” Merekapun membunuhnya. Kemudian mereka datang menemui Nabi n dan menceritakannya.”
Dikisahkan, setelah berhasil membunuhnya, mereka pulang ke Madinah. Setiba di Baqi’il Gharqad mereka bertakbir, dan Rasulullah n malam itu sudah berdiri untuk shalat. Mendengar suara takbir ini, beliupun bertakbir, tahu kalau tugas mereka berhasil. Mereka menemui beliau, dan beliau berkata: “Wajah-wajah beruntung.” Mereka berkata: “Wajahmu juga wahai Rasulullah.” Kemudian mereka lemparkan kepalanya di hadapan beliau, dan beliau memuji Allah U atas terbunuhnya musuh Allah U ini.

http://asysyariah.com/beberapa-peristiwa-yang-terjadi-sebelum-perang-uhud.html