PAULUS SANG PENDUSTA

PAULUS SANG PENDUSTA

Oleh : Ahmed Othman

  1. Asal-usul Paulus dan kebohongannya

Saul atau lebih dikenal dengan Paulus adalah seorang Yahudi keturunan suku Benyamin (salah seorang anak Nabi Syu’aib as.) yang berfikiran filsafat Yunani. Dialah yang sebenarnya mendirikan ajaran Kristen yang sekarang kita kenal. Dia datang dari kota Tarsus, Kikilia. Dari literatur sejarah, Paulus masuk ke dalam lingkaran kaum Nashrani sekitar tahun 38 M atau 70 M. Pada awalnya dia adalah seorang yang menganut faham Farusyin yang sangat anti kepada ajaran Nabi Isa as. (Yesus). Saat Yesus menyebarkan ajaran Tauhidnya, Paulus termasuk penentang yang paling keras.

Paulus adalah kaki tangan penjajah Romawi untuk rakyat Palestina. Paulus sebenarnya tidak mengenal Yesus walaupun dia sezaman dan sangat memusuhinya. Bahkan dia tidak pernah bertemu dengan Yesus. Dia hanya tahu tentang Yesus dari para muridnya yang dikenal dengan Al-Hawariyyun yang saat itu juga sangat dimusuhi olehnya.

Ketika Yesus sudah tidak ada, Paulus mendapat tugas membasmi dan menangkap pengikut-pengikut Yesus yang lari ke Damsyik. Namun ketika dia pulang ke Palestina, dia tidak kembali kepada pemerintah Romawi yang menugaskannya, dia malah pergi ke tempat-tempat beribadat penganut Nashrani (Kristen) dan memperlihatkan dirinya telah menganut Nashrani.

Disaat dia ditanya oleh kaum Nashrani “kenapa tuan datang ke tempat ini, padahal tuan membenci pengajaran yang kami anut?”. Dia pun mengarang cerita untuk menjawabnya dan meyakinkan kaum Nashrani dengan khayalannya tersebut “Ketika aku berada di Damsyik pada tengah hari, aku melihat dari langit cahaya yang memancar, aku pun gemetar. Kemudian terdengar suara dari langit ‘Wahai Saul (Paulus), apa sebabnya engkau menganiaya aku? Engkau melawan murid-muridku, sebenarnya akulah yang engkau aniaya!’ lalu aku menyahut ‘Siapakah engkau ini?’ maka terdengarlah olehku sabda Tuhan ‘Akulah Yesus yang telah engkau aniaya itu. Sulitlah bagimu untuk menghindarkan dosa’ maka aku akan segera kembali dari Damsyik dengan sadar dan bertaubat, dan terus ke tempat ini ikut bersamamu”. Pada awalnya, penganut Nashrani tidaklah percaya kepadanya. Tetapi akibat kepandaian Paulus dalam hal berbicara dan bergaul, akhirnya banyak juga yang percaya padanya.

Sejak itu Paulus giat belajar agama Nashrani sampai faham betul dan mengerti. Ia pun menjadi seorang yang dikenal sebagai mubaligh Nashrani. Ia mendakwahkannya sampai ke negeri jauh seperti Antighia dan negeri-negeri lain yang tidak tersentuh agama Yahudi, dan akhirnya sampai ke Roma.

  1. Ajaran Paulus

Jika kita membuka kitab Galatia dalam Alkitab, kita akan dapat menemukan banyak kebohongan-kebohongan yang ditulis Paulus. Berikut kutipan Galatia 1:10-24 yang cukup mewakili dalil dusta Paulus:

“Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. (10)

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. (11-12)

Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. (13)

Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. (14)

Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. (15-16)

juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. (17)

Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. (18)

Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. (19-20)

Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. (21-22)

Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku. (23-23)”

Dari dalil-dalil Alkitab yang ditulis Paulus di atas, terdapat beberapa fakta mendasar mengenai kebohongan Paulus :

  1. Paulus mengaku injilnya bukan dari manusia, melainkan berasal dari Yesus (ayat 12)

Injil yang mana yang dimaksud Paulus di atas? Mengapa sekarang tidak ada injil tulisan Paulus? Jika yang dimaksud adalah keempat injil Kanonik, bukankah injil kanonik sendiri ditulis jauh setelah Yesus tiada oleh masing-masing penulis? Pernyataan Paulus sama sekali tidak mendasar.

  1. Paulus mengaku dia adalah pilihan Tuhan sejak dalam kandungan (ayat 15)

Faktanya dia adalah seorang pembohong besar. Lebih jauh dari itu, jika ia adalah makhluk pilihan tuhan sejak dalam kandungan, maka mengapa dia bertaubat? Sungguh tidak logis.

  1. Dia mengaku mendapat wahyu dari Yesus dan mengajarkannya kepada bangsa non-Yahudi (ayat 16)

Seperti kita ketahui bahwa ajaran Islam mengatakan bahwa Yesus hanya diutus untuk bangsa Israel dan meneruskan risalah para rosul bangsa Israel. Dan dalam ajaran Injil Kanonik –yang sekarang dipegang oleh umat Kristen− juga menegaskan ajaran Yesus hanya untuk domba-domba Bani Israel yang tersesat. Maka bagaimana mungkin seorang Paulus yang (katanya) mendapat ajaran dari Yesus dan mengajarkannya kepada bangsa non-Yahudi? Kalau benar begitu, mengapa tidak Yesus sendiri yang mengajarkan ajarannya kepada bangsa non-Yahudi? Pernyataannya tidak masuk akal.

  1. Paulus mengaku bahwa wajahnya tidak dikenal dikalangan Kristen Yudea (ayat 22)

Yudea adalah sebuah tempat dimana Yesus mengajarkan ajarannya. Tempat itu dihuni oleh orang-orang Israel keturunan Yehuda (salah seorang anak Nabi Syu’ab as.). ada beberapa kemustahilan dalil itu di sini: Pertama; Bagaimana mungkin orang-orang Israel yang diberi pengajaran oleh Yesus tidak mengenal seorang utusan Yesus? Hal ini menjadi mungkin jika Paulus itu berdusta. Kedua; Umat Israel sendiri tidak mengakui kebenaran Yesus bahkan mereka memburu dan menyalibnya. Namun dari sini kita bisa melihat ketidak-mungkinan seorang Paulus bisa diterima oleh mereka. Sebenarnya siapakah yang mengajarkan ajaran Kristen di Yudea? Benar-benar orang yang bodoh!

  1. Pengaruhnya hingga sekarang

Dunia Barat yang saat itu diwakili oleh kekuasaan Imperium Romawi yang berpusat di Roma, dalam sejarahnya tidak memiliki seorang pun nabi. Karena faktanya para nabi semuanya berasal dari timur. Karena itulah saat Paulus menyebarkan ajarannya kepada orang-orang Roma, mereka dengan senang menyambutnya dan menjadikan Paulus sebagai nabinya orang Barat.

Perpindahan Paulus menjadi pengikut Yesus menjadi sebuah titik penting yang tidak bisa dipisahkan dalam sejarah agama Kristen. Konsep-konsep theology Paulus menyebabkan agama ini mudah diterima dari berbagai kalangan. Paulus telah melakukan perubahan-perubahan besar dalam ajaran Yesus sehingga ajaran Kristen yang pada awalnya bersifat Tauhid berubah menjadi condong kepada kemusyrikan. Disinilah letak peran Paulus dalam membentuk akidah kaum Nashrani yang selama ini kita kenal dan menyebabkan agama Kristen sesungguhnya dibangun oleh Paulus, bukan Yesus Kristus.

Konsep yang dibangun olehnya adalah konsep Trinitas atau tiga Tuhan yang diadopsi dari konsep kepercayaan kepada Dewa-dewi dalam agama pagan. Konsep Trinitas itu adalah Yesus sebagai Tuhan anak, Allah adalah Tuhan bapa, sementara Maria adalah Tuhan ibu. Faham ini tentunya menjadi senjata ampuh oleh Paulus untuk mendoktrin orang-orang yang beragama pagan agar pindah kepada agamanya.

Perubahan konsep ketuhan oleh Paulus telah membuat kaum barat dengan Romawi-nya hijrah besar-besaran dari agama pagan ke dalam agama Kristen. Disebabkan mereka sejak awal beragama pagan yang menganut faham Trinitas, maka mereka dengan sangat mudah dapat menerima ajaran  tersebut dengan faham yang sama yakni Trinitas. Selanjutnya Paulus menyebut ajaran yang dibawanya dengan nama Katholica yang berarti ‘Agama untuk umum’. Dalam literatur bahasa Indonesia disebut Katolik.

[muslimdaily.net]

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9MIvMmCwDmQJ:www.muslimdaily.net/jurnalis/5947/paulus-sang-pendusta+paulussangpendusta&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a