Kakak Paus Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Kakak Paus Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

11 Mar 2010

BERLIN – Pastor Georg Ratzinger, yang merupakan kakak kandung pemimpin Katolik Roma Paus Be-nediktus XVI, kemarin mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah pelajar lelaki di sekolah paduan suara.

Permohonan maaf itu disampaikan setelah skandal seksual di sekolah-sekolah seminari di seantero Jerman tersiar luas melalui media. Kasus ini mengguncang kalangan gereja Katolik di Negeri Panser itu.Pastor berusia 87 tahun itu pernah menjadi guru paduan suara selama tiga dekade pada 1964-1994 di sekolah Regensbur-ger Domspatzen, kawasan Bavaria, selatan Jerman. Dalam wawancara khusus dengan surat kabar setempat, Passauer Neue Presse, ia mengaku sering membisikkan sesuatu di telinga para muridnya.

Ia pun mengakui pernah memukul murid-muridnya itu. Namun pukulan yang ia lakukan tidak pernah mengakibatkan mereka cedera serius. “Saya memohon maaf kepada seluruh korban,” kata Ratzinger.Ia mengungkapkan, di tempatnya mengajar, kepala sekolah sering memukuli para pelajar tanpa alasan kuat. Hukuman keras macam itu dihapus dari sana pada 1980. “Saya, tahu kepala sekolah sering memukuli anak-anak dengan keras dan ia melakukan itu tanpa alasan,” ujarnya.Pengakuan ini tentu saja menghantam pimpinan Vatikan yang baru saja dikejutkan oleh skandal seksual di gereja-gereja Katolik di Irlandia. Hingga sekarang, Paus Benediktus belum berkomentar mengenai pengakuan kakak kandungnya itu. Juru bicara Takhta Suci Vatikan pun belum bersuara.

Dalam wawancara sebelumnya dengan koran Italia, La repubblica, Ratzinger mengatakan siap bersaksi soal dugaan skandal seks. Padahal ia mengaku tidak mengetahui apa-apa tentang sangkaan itu.Komposer Franz \Vittenbrink, yang pernah tinggal di Regens-burg, mengungkapkan, sekolah itu memiliki sistem hukuman sadis yang dipadu dengan pelecehan seksual. Ia mengatakan kepala sekolah sering memanggil dua atau tiga pelajar lelaki ke kamar pribadinya saban malam. “Semua orang tahu itu,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan majalah Der Spiegel.

http://bataviase.co.id/node/126376