Kebangkitan Yudas

Kebangkitan Yudas

20 08 2009

1 Votes

Quantcast

// Bila yang disalib adalah Yudas, maka harus dapat dibuktikan bahwa orang yang selama ini dianggap bangkit dari kematian pastilah bukan Yesus tetapi Yudas. Dalam kajian kali ini kita akan membuktikan memang Yudaslah orang yang dianggap bangkit dari kematian.

Memang, bagi siapa saja yang membaca Alkitab kanonik (yang diterima oleh gereja) tanpa sikap kritis, maka ia akan tergiring kepada suatu pemahaman bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian. Hal itu wajar saja, karena memang itulah yang ingin disampaikan oleh para penulis Injil.

Namun, bila pembaca Injil mau memberikan sikap kritis terhadap kisah-kisah yang disajikan oleh para penulis Injil, tentu akan menjumpai banyak kontradiksi antara penulis Injil yang satu dengan penulis Injil yang lainnya, dimana kontradiksi-kontradiksi tersebut bukan disebabkan adanya sudut pandang atau latarbelakang yang berbeda dari penulis Injil dalam menyajikan sebuah kisah, tetapi lebih disebabkan adanya subjektivitas penulisnya atau karena ketidaksempurnaan dan ketidakakuratan penulis yang menyebabkan kisah-kisah yang mereka susun tidak mempresentasikan fakta yang sesungguhnya.

Kajian ini akan membuktikan bahwa Yesus yang dianggap dibangkitkan dari kematian ternyata adalah Yudas, namun bukan dari kematian, tetapi dari pingsan yang disebabkan rasa sakit ketika disalib dan ditombak perutnya.

Pada bagian awal kita akan menampilkan ayat-ayat tentang kebangkitan yang saling kontradiktif antara narasi penulis Injil yang satu dengan narasi penulis Injil yang lainnya, kemudian kita akan membuktikan kebangkitan Yudas.

Kisah-Kisah Yang Berbeda
Alkitab mengisahkan bahwa pada Minggu pagi, ada wanita-wanita yang berziarah ke ku-bur Yesus, ke-4 Injil tidak sama dalam mengi-sahkan nama-nama orang yang berziarah :

Injil Matius 28:1 : Maria Magdalena dan Maria yang lain
Injil Markus 16:2 : Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome
Injil Lukas 24:10 : Maria dari Magdala, Maria Ibu Yakobus, dan Yohana.
Injil Yohanes 20:1 : Maria Magdalena

Markus kontradiksi dengan Lukas perihal nama wanita ketiga, menurut Markus adalah Salome dan menurut Lukas adalah Yohana. Sementara Matius dan Yohanes berbeda dalam hal jumlah wanita yang berziarah. Walaupun perbedaan di atas tidak merubah pesan yang ingin disampaikan, namun perbedaan tersebut telah menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak akurat bahkan bisa disebut salah dalam mendokumentasikan kisah tersebut.

Masih dalam kisah yang sama, ke-4 Injil berbeda dalam melaporkan waktu ziarah ke kubur Yesus :

Injil Matius 28:1 : Menjelang menyingsingnya fajar.
Injil Markus 16:1 : Setelah matahari terbit.
Injil Lukas 24:1 : Pagi pagi benar.
Injil Yohanes 20:1 : Pagi-pagi benar ketika hari masih gelap.

Di sini nampak adanya kontradiksi, terutama Markus yang mengisahkan waktu berziarah setelah matahari terbit, yang kontradiktif dengan laporan Matius dan Yohanes, sementara laporan Lukas dapat ditafsirkan sebelum atau sesudah matahari terbit. Menilai empat laporan di atas benar semua adalah tidak mungkin, pasti ada yang salah bahkan bisa semua salah, Logikanya, kalau Markus bisa salah, maka Matius, Lukas dan Yohanes juga bisa salah. Kontradiksi tersebut menunjukkan bahwa narasi para penulis Injil tidak didasari oleh data yang akurat, tetapi hanya oleh perkiraan/persangkaan belaka, atau berdasarkan cerita dari mulut ke mulut tanpa memperhatikan sumbernya.

Ke-4 Injil juga berbeda dalam melaporkan jumlah Malaikat yang disaksikan oleh wanita-wanita yang berziarah :

Injil Matius 28:2 : Seorang Maliakat.
Injil Markus 16:5 : Seorang muda.
Injil Lukas 24:4 : Dua orang.
Injil Yohanes 20:12 : Dua orang Malaikat.

Matius dan Markus melaporkan, hanya ada satu Malaikat yang disaksikan oleh wanita-wanita yang berziarah, namun Lukas dan Yohanes melaporkan ada dua. Perbedaan tersebut juga merupakan contoh bahwa informasi yang dimiliki oleh para penulis Injil tidak akurat bahkan bisa jadi salah.

Dalam kisah yang lain, Matius melaporkan bahwa kuburan Yesus dijaga oleh tentara-tentara yang dikirim Pilatus atas permintaan Imam-imam Yahudi, tetapi Markus, Lukas dan Yohanes tidak melaporkan sama sekali. Padahal laporan adanya penjaga-penjaga kuburan mempunyai kedudukan yang sangat penting karena berhubungan dengan berita bohong tentang pencurian mayat Yesus.

Perbedaan-perbedaan tersebut di atas bisa terjadi karena :

  1. Para penulis Injil dalam menulis Injilnya hanya berdasarkan pemahamannya saja.
  2. Para penulis Injil mempunyai keterbatasan dalam melaporkan pemahamannya.
  3. Para penulis Injil telah mendapatkan data yang tidak sesuai dengan faktanya bahkan bisa jadi salah total.
  4. Para penulis Injil menganggap bahwa ada kisah yang perlu disampaikan juga ada yang tidak perlu untuk disampaikan. Sehingga bisa jadi di satu Injil tertulis sebuah kisah sementara di Injil yang lainnya tidak ada.
  5. Para penulis telah mengarang sebuah kisah yang sama sekali tidak ada faktanya.

Ke-5 kemungkinan di atas, sudah cukup untuk mempertanyakan keabsahan perihal kisah kebangkitan yang diarahkan sebagai kebangkitan Yesus, juga ditambah adanya dalil kuat yang secara kontekstual menunjukkan bahwa Yudaslah orang yang disalib. Maka pada paragraf-paragraf berikutnya akan dikaji setiap narasi dari para penulis Injil dan dialog-dialog antara orang yang dibangkitkan dengan para murid-murid Yesus, untuk mengetahui Yesus atau Yudas yang dibangkitkan.

MURID-MURID TIDAK PERCAYA
Ke-4 Injil sepakat dalam meriwayatkan murid-murid Yesus yang tidak percaya ketika mendapat berita bahwa Yesus telah bangkit dari kematian (hidup kembali).

Injil Matius 28:16 : beberapa orang ragu-ragu.
Injil Markus 16:11 : mereka tidak percaya.
Injil Lukas 24:10 : mereka tidak percaya
Injil Yohanes 20:1 : aku tidak akan percaya.

Padahal, menurut tradisi ke-Kristen-an, Yesus adalah anak Tuhan bahkan diyakini sebagai Tuhan itu sendiri, dan masih menurut tradisi ke-Kristen-an, Tuhan Yesus telah mati, tetapi tidak satupun ayat yang menjelaskan ada murid Yesus yang tidak percaya. Adalah aneh bila mereka tidak percaya ketika menerima kabar Yesus telah bangkit dari kematian. Bukankah mempercayai Yesus telah mati akan jauh lebih sulit daripada mempercayai Yesus telah bangkit dari kematian ? Keanehan tersebut semakin kental kadarnya bila dihubungkan dengan narasi Matius yang menyatakan bahwa imam-imam Yahudi pernah mendengar Yesus berkata “Sesudah tiga hari Aku akan bangkit”. Matius 27:63.

Tentu saja nubuat yang menyatakan bahwa Yesus akan bangkit pada hari ketiga, akan menjadikan murid-muridnya mempersiapkan segala sesuatunya dan menunggu hari kebangkitannya, dan bila Yesus telah bangkit pada hari yang ketiga pastilah murid-murid tidak akan ada yang tidak percaya, karena mereka telah mengetahui sebelumnya.

Sulit bagi kita untuk mempercayai riwayat yang menyatakan murid-murid Yesus tidak percaya ketika mendapat kabar Yesus telah bangkit dari kematian. Seperti seorang polisi, yang tentu tidak akan percaya terhadap keterangan seseorang yang nampak rancu dan tidak selaras dengan keterangan-keterangan lainnya, pastilah ada sesuatu yang tersembunyi.

Lalu, apa sebenarnya yang telah membuat murid-murid Yesus tidak percaya ?
investigasi terhadap ayat-ayat tentang kebangkitan Yesus sangat menarik untuk mengetahui kebenaran tersembunyi. Untuk itu mari kita kutip kisah selengkapnya pada salah satu narasi penulis Injil berikut.

“Pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, Maria Magdalenada pergi ke kubur orang yang disalib, dia terkejut karena batu penutup kubur telah terbuka, kemudian dia lari dan bertemu dengan Petrus. Petrus langsung pergi ke kubur orang yang disalib dan hanya mendapatkan kain kapan di tempat orang yang disalib dibaringkan. Lalu pulanglah Petrus sementara Maria tetap berdiri didekat kubur sambil menangis, setelah itu ia menjenguk ke dalam kubur. Lalu ia mendapatkan orang yang disalib berdiri dibelakangnya dan berkata kepada dirinya :
“Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraKu dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu, kepada AllahKu dan Allahmu.”
Injil Yohanes 20:17

Kata-kata “janganlah negkau memegang aku” menunjukkan bahwa orang yang berkata tubuhnya masih merasakan sakit bekas penyaliban, dan kata-kata “aku belum pergi kepada bapa” sangat mungkin dia belum mati, tetapi selama ini dia hanya pingsan karena rasa sakit yang amat sangat akibat penyaliban dan tusukan tombak diperutnya.

Setelah itu Maria menyampaikan apa yang dialaminya kepada murid-murid Yesus, namun mereka menganggap semua itu hanyalah sebagai omong kosong � Mereka tidak percaya.

Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Injil Lukas 24:11

Sikap para murid-murid Yesus inilah yang sulit untuk diterima akal sehat, padahal Injil mengisahkan secara implisit murid-murid telah tahu bahwa Yesus pernah mengatakan akan bangkit dari antara orang yang mati, dan menurut nubuat dalam Perjanjian Lama, katanya Yesus akan bangkit dari kematian. Adalah mustahil bila kemudian mereka mengatakan OMONG KOSONG terhadap berita kebangkitan Yesus, pastilah bukan berita kebangkitan Yesus yang membuat mereka sangat tidak percaya dan mengatakan OMONG KOSONG. Tetapi sangat mungkin mereka tidak percaya bila disampaikan berita bahwa orang yang disalib adalah Yudas, karena selama ini mereka menyangka Yesuslah orang yang disalib.

Ketika hari sudah malam pada hari itu juga, murid-murid Yesus berkumpul di suatu tempat dengan pintu terkunci karena takut kepada orang-orang Yahudi, lalu datanglah orang yang disalib dan bangkit :

“Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Injil Yohanes 20:19-20

Kepada murid-murid Yesus, orang tersebut memberikan bukti luka tusukan paku di tangannya bekas penyaliban dan tusukan tombak pada perutnya, Yohanes memberikan narasi dalam Injilnya bahwa orang tersebut adalah Yesus dan sikapnya menunjukkan tangan dan perut yang luka menurut narasi Yohanes adalah untuk membuktikan bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.

Adalah aneh, bila Yesus menunjukkan luka tangan dan perutnya untuk membuktikan bahwa dia telah bangkit dari kematian, kalau memang untuk membuktikan Yesus telah bangkit dari kematian, maka kehadiran Yesus di hadapan mereka sudah cukup sebagai bukti bahwa Yesus telah hidup lagi?

Menunjukkan luka di tangan dan perut, bukanlah bukti-bukti sebab kebangkitan, tetapi lebih ke arah untuk membuktikan bahwa luka di tangan dan peut adalah bekas penyaliban dan tusukan tombak, jadi orang yang berdiri dihadapan murid-murid Yesus sebetulnya ingin membuktikan bahwa dirinya lah yang disalib. Dan hal ini berarti, bahwa orang tersebut bukan Yesus, karena kalau orang itu Yesus, pastilah tidak perlu membuktikan bahwa dirinyalah yang disalib.

Setelah orang tersebut membuktikan bahwa dirinya yang disalib dengan menunjukkan luka tusukan paku di tangan dan luka di perut ketika penyaliban, maka murid-murid Yesus menjadi percaya. Tetapi salah seorang murid Yesus tidak hadir dalam pertemuan tersebut, sehingga tidak percaya ketika murid-murid Yesus yang telah percaya menyampaikan berita bahwa Yudaslah orang yang disalib.

Murid tersebut adalah Tomas, ia tidak akan percaya sebelum membuktikannya sendiri :

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Injil Yohanes 20:25

Wajar saja kalau Tomas tidak percaya kalau dikatakan orang yang disalib adalah Yudas Iskariot, sehingga dia ingin membuktikan sendiri benarkah orang yang telah disalib adalah Yudas dengan mengecek secara langsung benarkah ada bekas tusukan paku di tangan dan bekas tusukan tombak di perut pada diri Yudas ?

Delapan hari kemudian, murid-muird Yesus termasuk Tomas berkumpul di rumah yang sama dengan pertemuan sebelumnya, kemudian datanglah Yudas menemui mereka, dan berkata kepada Tomas :

“Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungKu dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Injil Yohanes 20:27

Setelah Tomas membuktikannya sendiri, barulah dia percaya bahwa orang yang disalib adalah Yudas Iskariot.

Sikap Tomas tersebut membuktikan bahwa ketidakpercayaan murid-murid Yesus bukan karena mendapat kabar Yesus telah bangkit lagi, tetapi karena mendapat kabar bahwa Yudaslah orang yang disalib. Setelah mereka melihat Yudas secara langsung dan melihat ada bekas tusukan paku di tangan dan bekas tusukan tombak di perutnya, barulah mereka percaya.

Satu bukti lagi, bahwa orang yang disalib dan kemudian dikubur adalah Yudas adalah, Ibu Yesus sama sekali tidak pernah berziarah ke kubur.

salib

http://kancrutt.wordpress.com/2009/08/20/kebangkitan-yudas/