Pola Hidup Rasulullah Menyelamatkan Dunia

Pola Hidup Rasulullah Menyelamatkan Dunia

Contributed by Abdullah

Wednesday, 26 September 2007

Keseimbangan Yang Selaras Keseimbangan adalah sebuah keselarasan yang harmoni dalam seluruh kehidupan di
alam raya, ada siang ada malam, ada tinggi ada rendah, ada panjang ada pendek, ada cepat ada lambat, memang Allah menciptakan makhluqnya dalam keadaan yang seimbang Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulangulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang (QS. 67:3) Yang telah menciptakan kamu lalu
menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, (QS. 82:7)
Dari tatanan makro hingga tatanan mikro diseluruh penjuru alam adalah seimbang, kecuali bila sudah terkena campur
tangan umat manusia, yang seringkali berbuat kerusakan akibat kebodohan dan kezalimannya Sesungguhnya Kami
telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. 33:72) Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. 30:41) Global Warming Manusia di jaman hari ini menghadapi sebuah kerusakan yang merupakan akumulasi dari perbuatan salah dalam waktu yang panjang, secara perlahan manusia telah menggunakan energi fosil sebagai bagian utama dalam memenuhi kebutuhan energi untuk segala aktifitas hidup dalam jumlah yang berlebihan, sehingga secara perlahan dalam waktu yang panjang molekul karbon telah menumpuk di atmosfer bumi dan menimbulkan efek pemanasan global. Negara-negara berkembang menyalahkan Negara-negara maju, karena memang seluruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berasal dari negara-negara maju. Walaupun pada taraf aplikasi seluruh bangsa-bangsa baik bangsa yang maju atau bangsa yang berkembang telah andil dalam peningkatan kerusakan global tersebut. Bangsa-bangsa yang lebih kaya, lebih makmur biasanya memiliki andil yang lebih besar dibanding negara-negara yang miskin dalam pembentukan global warming. Global warming telah menjadi sesuatu yang merisaukan para alhi ilmu dijaman hari ini, karena memang pengaruhnya sudah sangat nampak di depan mata, yaitu perubahan iklim dunia ke arah yang tidak mengenakkan. Akibat salah dalam menggunakan ilmu dan teknologi di waktu yang amat panjang, menghasilkan sebuah bahaya yang datang secara tiba-tiba di hari ini. Bila pola kehidupan manusia tidak segera dirombak secara revolusioner di hari ini, maka kerusakan yang amat dahsyat itu akan segera berlanjut, dan dapat menjadi bencana yang amat dahsyat bagi umat manusia di muka bumi. Tetapi jauh-jauh hari Allah, Tuhan pemilik seluruh alam telah memperingatkan manusia akan kemungkinan-kemungkinan tersebut,
sebagaimana dalam firmanNya Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang
Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir. (QS. 10:24) Manusia telah membangun budaya materialis, atheis, humanis, kapitalis, imperialis, dengan puncak bangunan piramid sebuah model kehidupan yang hedonis, kehidupan yang serba lezat, nyaman dan instant tanpa memperhatikan aturan-aturan Allah (agama Islam), Allah Tuhan pemilik seluruh alam. Umat islampun banyak yang terjebak ikut arus global yang menawarkan kesejahteraan yang dibangun diatas keserakahan dan kesombongan. Banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang melakukan eksplorasi dan ekploitasi sumber daya alam untuk mewujudkan pola hidup hedonisme. Dan pada akhirnya memang seluruh isi bumi baik yang serakah ataupun yang tidak serakah harus sama-sama menanggung akibatnya. Hidup Mengikuti Rasulullah Sudah menjadi tuntutan zaman, ketika orang-orang beramai-ramai sedang risau menghadapi bahaya besar yang sedang bergulir dengan cepat kepada bahaya besar kebinasaan umat manusia, maka bagi umat islam dituntut untuk segera tampil menjadi contoh dalam menghindarkan umat manusia dari kebinasaan tersebut. Kesederhanaan Rasulullah Muhammad adalah contoh riil yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari umat islam. Landasan yang paling kuat dalam mengikuti sunnah-sunnah rasulullah adalah kepahaman akan rukun iman dan rukun islam, dan mengamalkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan dunia adalah ladang bagi kehidupan akherat. Barang siapa menghendaki kemulyaan kehidupan akherat harus mau meninggalkan kemewahan kehidupan dunia. Dan kelezatan utama kehidupan dunia adalah bertasbih, mengagungkan Allah, sehingga tidak terseret kedalam kesibukan dunia yang melelahkan fisik yang tidak terkandung nilai-nilai akherat. Rasulullah Muhammad saw, manusia mulia yang menjadi ikutan umat islam seluruh jagad digambarkan oleh Allah sebagai manusia utama yang yang dipenuhi dengan sifat-sifat mulia sebagaimana firman Allah Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21) supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada- Nya di waktu pagi dan petang. (QS. 48:9) Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaanya. (QS. 17:21) Memang dunia sedang memerlukan manusia-manusia yang kaffah di dalam memegang teguh dan mengamalkan agama Islam dan mendakwahkan dalam kehidupan umat manusia di jaman super modern seperti sekarang ini, Agama Islam agama adalah rahmat bagi seluruh alam, dan tetap aktual di segala zaman hingga hari kiyamat.

MTA :: Majlis Tafsir Al-Qur’an

http://mta-online.com/v1 Powered by Joomla! Generated: 14 December, 2009, 05:33
http://mta-online.com/v1/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=238