Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.(QS. 34:1). Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.(QS. 34:2)

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.(QS. 34:1)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba’ 1
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (1)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah-lah yang berhak menerima segala pujian karena Dia-lah yang menciptakan semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dia-lah pemiliknya yang sebenarnya, tidak ada seorang pun bersekutu dengan Dia dalam menciptakan dan memilikinya.
Dialah Yang mengatur dan mengurusnya serta melimpahkan karunia-Nya agar semuanya berjalan dengan tertib dan teratur. Oleh sebab itu tak ada yang patut dipersembahkan pujian kepadanya kecuali Allah SWT, tak ada yang patut disembah dan dipanjatkan doa kepadanya kecuali Dia. Adapun orang-orang yang menyembah dan memuja patung-patung dan sebagainya adalah orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. Banyak sekali bukti-bukti bagi wujud dan keesaan Allah yang terdapat di bumi dan di langit. Bila diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia, tentu dia akan sampai kepada kesimpulan bahwa Pencipta semua alam ini adalah Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa Karena Dia Maha Esa, Maha Pencipta dan Maha Kuasa, maka hanya Dialah yang berhak disembah dan dipuji, walaupun Dia sendiri tidak memerlukan pujian dari hamba dan makhluk-Nya. Hanya makhluk-makhluk-Nya-lah yang harus memuja dan memuji-Nya karena besar dan banyaknya karunia yang dilimpahkan kepadanya. Sekiranya tidak ada yang menyembah dan memuji-Nya dan semua makhluk-Nya kafir dan ingkar terhadap nikmat dan karunia-Nya, maka hal itu tidak akan merugikan-Nya sedikitpun sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

إن تكفروا أنتم ومن في الأرض جميعا فإن الله لغني حميد
Artinya:
Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Q.S. Ibrahim: 8)
Untuk menyadarkan manusia (karena dibekali akal), Allah menerangkan bahwa semua makhluk-Nya di langit dan di bumi bertasbih memuji-Nya termasuk burung-burung yang terbang di udara dengan firman-Nya:

ألم تر أن الله يسبح له من في السموات والأرض والطير صافات كل قد علم صلاته وتسبيحه والله عليم بما يفعلون
Artinya:
Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah; kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) salat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Q.S. An Nur: 41)
Lalu Allah menegaskan pula bahwa Dia-lah Yang berhak dipuji di akhirat nanti karena Dia-lah Yang mempunyai kekuasaan di sana, Dia bertindak dengan adil dan bijaksana dalam memperhitungkan dan membalas amal hamba-Nya. Tidak ada seorang pun yang dirugikan dalam perhitungan amal perbuatannya, yang baik dibalas dengan kebaikan yang jahat dibalas dengan siksa yang setimpal, bahkan dengan rahmat dan karunia-Nya satu amal yang baik dibalas dengan berlipat ganda. Di dalam ayat lain diterangkan bagaimana besarnya pujian hamba-hamba-Nya yang beriman terhadap nikmat yang dikaruniakan kepada mereka sebagai balasan atas amalnya selama hidup di dunia dengan firman-Nya:

وقالوا الحمد لله الذي صدقنا وعده وأورثنا الأرض نتبوأ من الجنة حيث نشاء فنعم أجر العاملين
Artinya:
Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki”. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (Q.S. Az Zumar: 74)
Dan firman-Nya:

وقالوا الحمد لله الذي أذهب عنا الحزن إن ربنا لغفور شكور [الذي أحلنا دار المقامة من فضله لا يمسنا فيها نصب ولا يمسنا فيها لغوب
Artinya:
Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu. (Q.S. Fatir: 34-35)
Kemudian Allah menegaskan lagi bahwa Dialah Yang Maha Bijaksana, berbuat dan bertindak, mengatur dan mengendalikan urusan dunia dan akhirat serta alam seluruhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu dan segala urusan. Dia Mengetahui segala-galanya dengan ilmu-Nya Yang Maha Luas dan Maha Dalam.

========

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.(QS. 34:2)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba’ 2
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ (2)
Pada ayat ini Allah menjelaskan bagaimana luas dan dalamnya ilmu-Nya. Dia mengetahui semua yang masuk ke dalam bumi, semua yang keluar daripadanya, semua yang turun dari langit dan semua yang naik ke atasnya. Dengan kata-kata yang ringkas dan pendek ini Allah menggambarkan bagaimana luas ilmu-Nya. Andai kata semua penghuni bumi ini menghabiskan waktunya untuk mengetahui apa yang terjadi di langit dan di bumi dalam satu saat saja, niscaya mereka tidak akan sanggup mencatatnya untuk membuat statistiknya. Betapa banyaknya bibit dan benih tumbuh-tumbuhan yang masuk dan bersembunyi di dalam tanah ? Betapa banyaknya bintang-bintang kecil seperti ulat, cacing dan berbagai jenis serangga di dalam perut bumi yang amat luas ini? Betapa banyaknya bahan-bahan tambang yang selalu dalam proses pertumbuhannya seperti emas, perak, tambang minyak, gas dan lain sebagainya.
Betapa banyaknya pula yang keluar dari bumi seperti tanaman yang bermunculan, mata air yang memancar, gas yang naik menjulang, binatang dan seranggga yang ingin menikmati cahaya matahari dan alam bebas dan lain sebagainya? Betapa banyaknya yang turun dari langit seperti hujan yang tak dapat diperkirakan berapa kadarnya yang merupakan rahmat dari Allah bagi hamba-Nya, cahaya yang memancar dengan kerasnya seperti cahaya matahari, cahaya yang memancar dengan tenang seperti cahaya bulan. Kemudian betapa pula banyaknya yang naik ke langit seperti uap dari sungai dan laut, molekul-molekul gas dari tumbuh-tumbuhan, manusia dan binatang serta bumi sendiri. Betapa banyaknya roh manusia yang meninggal dan malaikat yang naik ke langit patuh dan taat melaksanakan perintah Tuhannya. Semua ini tidak akan dapat dicatat oleh manusia apalagi untuk mengetahuinya satu persatu. Tetapi Allah Yang Maha Mengetahui tak ada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya semuanya telah tercakup dalam ilmu-Nya. Benarlah apa yang difirmankan oleh Allah:

وما أوتيتم من العلم إلا قليلا
Artinya:
Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. (Q.S. Al Isra’: 85)
Demikianlah luasnya ilmu Allah dan luasnya rahmat dan karunia-Nya kepada hamba-Nya, karena semua yang ada di bumi dan di langit itu diciptakan-Nya untuk kepentingan manusia. Di samping itu Dia Maha Penyayang, memberikan karunia yang tak terhingga Maha Pengampun terhadap orang yang bersalah bila ia insaf dan tobat dari kesalahannya.