POLIGAMI DALAM KESEMPURNAAN ALAM

Ditulis oleh : Aan

Submitted on 2009/03/10 at 7:07am

POLIGAMI DALAM KESEMPURNAAN ALAM

Begitu banyak masyarakat mencibir dan menghina bila mendengar kata POLIGAMI dan Pelakunya.Fonis-fonis salah dan hujatan silih berganti tak henti-hentinya bagi sang pelaku atau agama yang memperbolehkan poligami terebut. Seolah-olah adalah suatu tindakan tak beradap dalam banyaknya kehidupan di sekitar kita ini yang lebih biadap. Sisi pandang yang tak jelas dalam penapsiran, dan ketidak berdayaan dalam makna dan arti dari poligami itu semakin menyudutkannya. Dalam hal ini saya akan mencoba menapsirkan dari sisi realita umum dan dinamikan kehidupan manusia itu sendiri. Poligami dalam arti kalayak umum adalah perkawinan dimanan seorang laki-laki boleh memiliki lebih dari satu pasangan.Kalau di lihat secara sekilas seolah-olah kaum laki-laki mendapat kebebasan dan kaum hawa adalah pihak yang di rugikan. Saya yakin dan memestikan banyak kaum hawa yang tidak mau bilamana pasangannya melakukan poligami, karena kodrat dan sifat wanita yang lembut dan memiliki perasaan yang tajam di banding kauam pria dan juga lebih banyak pria yang tidak melakukan poligami di banding yang melakukan pologami..Lalu pertanyaan yang timbul kenapa poligami di perbolehkan oleh suatu agama dan kenapa manusia ini juga melakukan poligami. Disini saya mengambil kata manusia karena hakekatnya setelah terjadi poligami peran yang melakukan tidak hanya seorang laki-laki saja, tapi juga ada pasangan baru dari pihak wanita.Dari sinilah mari kita mencoba menelusuri kenapa manusia melakukan poligami tersebut. Tuhan menciptakan manusia dalam jenis dan karaktersistik yang berbeda-beda, cobalah kita cermati seorang yang lahir kembar memiliki sifat dan kelakuan yang berbeda, seorang kakak dan adik yang lahir dari kandungan yang sama dan dari hasil pembuahan yang sama juga memiliki perbedaan sifat. Maka dapat di simpulkan setiap manusia pastilah memiliki sifat dan prilaku yang berbeda-beda.Belum dari jenis manusia itu sendiri, Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk laki-laki dan perempaun yang di situ sudah jelas ada fungsi dan peranya sendiri-sendiri yang tidak tergantikan dalam kodratnya untuk kelangsungan generasi manusia itu sendiri.Berjuta-juta manusia hidup di dunia ini, dan ada berjuta-juta sifat dan fisik yang mengikutinya pula, karakter dasar dari seorang laki-laki adalah memiliki testis yang akan terus berproduksi sampai akhir hidupnya.Sedangkan perempuan memiliki masa reproduksi yang terbatas. Ada laki-laki yang memiliki rasa biologis yang tinggi ada yang sedang dan ada yang kurang,demikian juga dengan wanita. Dan ini adalah bukti dari begitu banyaknya sifat dan jenisnya tadi, belum lagi dari sifat dasar manusia yang memiliki sifat jemu, perubahan,ingin tahu dan rasa ingin menang di tambah dengan problematiaka kehidupan sehari-hari yang tentunya berbeda anatara manusia yang satu dengan yang liannya. Di sinilah peran agama dan sifat dasar manusia itu yang menentukan akan kemana dengan bermacam-macam sifat dan karakter yang ada dalam tiap-tiap diri manusia tersebut. Ada yang dapat mengendalikan, ada yang tidak dapat mengendalikan sehingga terjadilah berbagi macam kejadian yang saling kait terkait di alam dunia ini. Sifat-sifat dan watak manusia yang berbeda-beda, dan di dukung pola-pola pikir yang berbeda-beda itulah yang menuntun manusia dari masa ke masa mengalami perubahan, dan itulah kebesaran Tuhan dimana telah menciptakan perbedaan diantar manusia itu sendiri dan ciptaannya yang lainnya. Sehingga banyak di sekitar kita manusia yang beradap tapi tak sedikit yang tidak beradap.Namun di tengah kelebihan manusia di ciptakan dari pada mahluk lain kadang manusia lupa akan Tuhan sang pencipta. Dari uraian di atas dapat kita ambil garis merahnya bahwa manusia di dunia ini memiliki perbedaan sifat,watak,rasa,dan fisik yang jelas-jelas berbeda sehingga menentukan prilaku dalam kehidupannya. Bertitik tolak dari berbagai karakter manusia yang berbeda-beda tersebut mari coba kita hubungkan dengan poligami dan realitas kehiduan manusia di dunia ini. Mari kita sedikit merenung dan mencoba memperhatikan lebih mendalam prilaku-prilaku kehidupan ini, Hampir di setiap daerah di suatu tempat lorong-lorong perzinaan yang identik dengan kebebasa sex dan prostitusi berjalan dalam denyut waktu. Tak ada yang sanggup menghapus walau Agama dan Negara sekalipun melarang. Dalam fakta sex bebas dan prostitusi adalah sumber penyakit yang mematikan dan belum di temukan obat yang dapat menyembuhkannya.Banyak orang-orang tidak bersalah \ tidak melakuan tertular penyakit hasil kebebasan yang tidak terbatas ini. Belum lagi kalau kita tengok dari sisi kekerasan dalam rumah tangga tidak harmonis yang berakhir dengan penganiyaan bahkan pembunuhan.Semua itu karena sifat dan karakter manusia di dunia ini yang berbeda-beda, Bahkan dalam sejarah kehidupan manusia sudah ada manusia yang mengatakan dirinya Tuhan, seperti halnya Fir’aun di masanya kala itu Dalam hal ini dapat saya artikan Poligami di perbolehkan dengan maksud sebagai wadah atau jalan untuk manusia agar manusia tersebut terhindar dari hal-hal yang lebih merugikan bagi umat manusia itu sendiri, dengan asumsi berbagai sifat, watak,dan probelmatika dari setiap individu manusia yang berbeda, terlepas dari berbagai alasan manusia melakukan poligami. Kalau kita bertengok kebelakang pada agama yang memperbolehkan poligami perlu di cermati secara matang, adakah sunnah atau kewijiban bagi umatnya berpoligami ? dan jawabnya tidak ada sunnah atau kewajiban untuk berpoligami, Coba kita amati dalam kehidupan sekeliling kita apakah umat yang agamanya memperbolehkan poligami tersebut lebih banyak yang poligami di banding yang tidak poligami? Jawabannya pasti lebih banyak yang tidak poligami. Dari situ dapat kita artikan dengan tegas poligami hanyalah jalan atau wadah untuk menampung dengan berbagai sifat dan karakter manusia yang berbeda-beda secara kodratnya tersebut, sehingga di harapkan umat manusia ini terjaga. Lalu haruskah kaum hawa takut dengan poligami? Dalam hal Bilamana seorang wanita dapat menemukan pasangannya yang setia dan menyayanginya serta ada keterbukaan sehingga pasangan tersebut ideal saya yakin poligami itu tidak akan terjadi walau dalam agamanya di perbolehkan berdasar tidaknya ada kewajiban yang diharuskan dalam agama tersebut.. Tapi walau pun dilarang sekalipun bila mana ketidak cocokan/alasan lain berkaiatan dengan sifat dan karakter manusia yang berbeda-beda poligami akan tetap terjadi pada umat manusia, seperti halnya perzinaan yang di larang tapi dalam paraktek kehidupan tetap semarak dan menjamur.Demikian pula dalam pernikahan, andaikan perceraian di larang saya yakin perceraian tersebut juga akan tetap ada di kalangan manusia seiring dengan perjalanan kehidupan yang dihadapi dengan problematikanya dan sifat-sifat yang mendasari manusia tersebut. Dari uaraian di atas dapat di ambil kesimpulan, Poligami merupakan jalan yang di ijinkan Tuhan untuk menampung sifat-sifat manusia yang beragam ini, agar kemungkaran tidak terjadi sehingga kesempurnaan alam ini terujud.Dalam poligami sebenarnya juga terbesit pelajaran untuk tidak munafik,berani berbuat, berani bartanggung jawab.

https://erzal.wordpress.com/kata-anda/#comment-797