Menganalisis Kristen

Menganalisis Kristen

Kepalsuan Revelation

Tuesday, May 22, 2007

Kepalsuan Kitab Revelation (kitab Wahyu) yaitu kitab urutan terakhir dalam Perjanjian Baru Bible, akhirnya terbongkar.

Dari mukadimah NRSV (the newly Revised Versions of the Bible), maka kita dapat mengetahui bahwa NRSV telah menemukan “kecacatan serius” pada Bible edisi Authorized King James Version yang dipublikasikan di Inggris, ketika bukti-bukti baru dari manuskrip kuno telah ditemukan akhirnya Authorized KJV direvisi tahun 1901 di Amerika, dan diberi nama American Standard Version (ASV). ASV ini akhirnya direvisi tahun 1952 dan diberi nama Revised Standard Version (RSV). RSV kemudian direvisi kembali dan diberi nama New Revised Standard Version (NRSV) pada tahun 1990.

Salah satu kepalsuan yang cukup serius adalah Kitab Revelation 16:15.

15
Scan halaman NRSV 1990 dicetak tahun 1997 di Iowa Falls, Iowa, Amerika Serikat.

Selain NRSV, koreksi juga terdapat pada Bible edisi ESV (English Standard Version)

15
Sumber : http://www.gnpcb.org/esv/search/?q=Revelation+16

Pada Revelation 16:15 tercatat :

Bible NRSV
(“See, I am coming like thief! Blessed is the one who stays awake and is clothed, not going about naked and exposed to shame.”)

Bible ESV
(“Behold, I am coming like a thief! Blessed is the one who stays awake, keeping his garments on, that he may not go about naked and be seen exposed!”)

Teks Revelation 16:15 diatas ternyata tidak muncul dalam manuskrip kuno. Jadi tidak aneh bagi kita, ketika menyimak keseluruhan ayat 15 diperlakukan dalam bentuk “tanda kurung” oleh penerbit NRSV Bible dan penerbit ESV Bible.

Oleh karena itu, saya memiliki dua pertanyaan serius untuk orang Kristen :
1. Jika semua kata-kata yang terdapat dalam ayat 15 tidak “asli”, lalu mengapa tidak dibuang saja dari Bible?
2. Jika semua kata-kata yang terdapat dalam ayat 15 adalah “asli”, lalu mengapa harus diberi tanda kurung?

Dalam Epistle (surat)nya, Paulus berkata :

1 Tesalonika 5:1-6 LAI BIS
“Saudara-saudara, tidak perlu kami menulis kepadamu kapan waktunya yang tepat hal-hal itu akan terjadi. Sebab kalian sendiri tahu dengan jelas bahwa Hari kedatangan Tuhan itu akan tiba seperti pencuri datang pada malam hari. Apabila orang berkata, “Semuanya aman dan tentram,” maka pada waktu itulah tiba-tiba mereka akan ditimpa kebinasaan, dan tidak seorang pun dapat lolos. Hal itu akan terjadi tiba-tiba, seperti perasaan sakit bersalin yang menimpa seorang wanita yang akan melahirkan. Tetapi kalian bukannya orang yang hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu mengejutkan kalian seperti kedatangan pencuri. Saudara semuanya adalah orang yang hidup dalam terang; kalian tergolong pada siang yang terang. Kita bukan orang yang hidup dalam kegelapan, atau yang tergolong pada malam yang gelap. Sebab itu kita tidak boleh tidur-tidur saja seperti orang lain. Kita harus waspada dan pikiran kita harus terang.”

Berbagai propaganda Kristen mengenai nubuat masa depan berdasarkan Kitab Revelation yang digembar-gemborkan pendeta, pastur, uskup, kardinal, hingga Paus dengan segala tafsirannya ternyata PALSU, BOHONG atau DUSTA!

Konon menurut Kristen, Kitab Revelation ditulis sekitar tahun 95 M oleh Yohanes, dari sebuah penjara di Patmos.

Sebenarnya identitas siapakah pengarang asli kitab Revelation sering kali dipertanyakan oleh Pengkritisi Bible, sehingga dalam memutuskan masalah kepengarangan, akhirnya Kristen mengklaim begitu saja bahwa Yohanes lah pengarang kitab tersebut.

Menurut Kristen, Pesan Kitab Revelation ini dialamatkan untuk tujuh gereja di Asia. Banyak Pakar Kristen mempercayai bahwa gereja-gereja inilah yang mengalami serangkaian penyiksaan oleh Kerajaan Romawi, khususnya ketika pemerintahan Kaisar Domitian (90-95 M). Tujuan kitab Revelation ini adalah untuk memberikan peringatan kepada orang yang tidak beriman dan memberikan harapan untuk kaum beriman, khususnya tujuh gereja di Asia yang sedang dilanda putus asa. Ayat pertama kitab Revelation ini mencatat pandangan masa depan yang segera akan digenapi:

Revelation 1:1 LAI BIS
“Isi buku ini mengenai apa yang dinyatakan oleh Yesus Kristus tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Allah memberitahukannya kepada Kristus supaya Ia menunjukkan kepada hamba-hamba Allah apa yang segera harus terjadi. Kristus mengutus malaikat-Nya kepada Yohanes, hamba-Nya, untuk memberitahukan peristiwa-peristiwa itu kepadanya.”

Dua ayat berikutnya, si penulis kitab Revelation mencatat :

Revelation 1:3 LAI BIS
“Berbahagialah orang yang membacakan dan orang yang mendengarkan berita nubuat buku ini serta taat kepada apa yang tertulis di dalamnya. Sebab tidak lama lagi semuanya ini akan terjadi. “

Hampir 2000 tahun telah berlalu, Kitab Revelation telah terkirim, namun hingga kini masih juga belum digenapi. Ratusan generasi umat Kristen telah tiada, dan generasi Kristen sekarang masih saja menunggu penggenapan Kitab Revelation yang telah dipalsukan.

Selain Revelation 16:15, masih ada lagi ayat palsu yang lain yang telah dikoreksi oleh berbagai Bible revisi terbaru, yaitu ayat 11 yang menyatakan bahwa Yesus adalah Alpha dan Omega. Berikut ini adalah Bible edisi King James Version (KJV) Revelation 1:11 yang menyatakan bahwa Yesus adalah Alpha dan Omega.

(KJV) Saying, I am Alpha and Omega, the first and the last: and, What thou seest, write in a book, and send it unto the seven churches which are in Asia; unto Ephesus, and unto Smyrna, and unto Pergamos, and unto Thyatira, and unto Sardis, and unto Philadelphia, and unto Laodicea.

Kebobrokan atau kepalsuan Revelation 1:11 akhirnya diedit oleh Gereja dalam Bile revisi terbaru mereka yaitu Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), Contemporary English Version (CEV), English Standard Version (ESV), dan Good News Bible (GNB). Perhatikan dibawah ini, tidak ada lagi kalimat “alpha dan omega”:

(BIS) Suara itu berkata, “Tulislah apa yang kaulihat, dan kirimkanlah buku itu kepada tujuh jemaat yang berikut: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.”

(CEV) The voice said, “Write in a book what you see. Then send it to the seven churches in Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia, and Laodicea.”

(ESV) saying, “Write what you see in a book and send it to the seven churches, to Ephesus and to Smyrna and to Pergamum and to Thyatira and to Sardis and to Philadelphia and to Laodicea.”

(GNB) It said, “Write down what you see, and send the book to the churches in these seven cities: Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia, and Laodicea.”

Jika Anda ingin tahu kronologi kepalsuan ayat alpha dan omega simak dibawah ini:

www.logon.org/english/s/p229.html
sumber: http://www.logon.org/english/s/p229.html

Mengenai kitab Revelation ini, Encyclopedia Britannica tahun 1953 mencatat sebagai berikut :

“A few critics, like Dionysius of Alexandria (247 – 265), rejected the Apocalypse altogether, mainly on the grounds of style, and the impossibility of supposing that it could be by the same author as the Gospel of John. …In modern times the attempt to find the real future history in the Apocalypse has been given up; it is realized that the book would have been pointless to them for whom it was written, unless it was meant to predict the then immediate future. The explanation of the imagery has to be found in 1st century condition.”

Selain itu, penerbit Bible edisi New International Version (NIV) merasa perlu memberikan komentarnya mengenai Kitab Revelation:

“Four times the author identifies himself as John (1:1,4,9; 22:8)…..In the third century, however, an African bishop named Dionysius compared the language, style and thought of the Apocalypse (Revelation) with that of the other writings of John and decided that the book could not been written by the apostle of John. (From the NIV Bible Commentary, page 1922)”

Sudah menjadi Sunatullah bahwa kebatilan dan kepalsuan itu pasti lenyap.

Bagi kita umat Islam, bukankah Allah SWT telah berfirman mengenai kebatilan:

“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap…” (QS Al Anbiyaa’ 18)

Bukankah Allah SWT juga telah berfirman mengenai akhlak mayoritas pendeta Kristen:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar…rahib-rahib Nasrani…menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah…maka beritahukanlah kepada mereka, siksa yang pedih.” (QS At Taubah 34)

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca Muslim dan menyadarkan umat Kristen dari kepalsuan Bible.

Salam.

Sumber :
Most Merciful
Answering Christianity

This article was originally published at 9:31 AM

PREVIOUS POSTS

TUTORIAL KRISTOLOGI

ARSIP

ABOUT ME

MENGANALISIS KRISTEN
View complete.
Blog baru di
Data Kristen

Visitors
var sc_project=2056715; var sc_invisible=0; var sc_partition=18; var sc_security=”4d07aff0″; var sc_text=4; 11.758 <a href=”http://www.statcounter.com/&#8221; target=”_blank”><img src=”http://c19.statcounter.com/counter.php?sc_project=2056715&java=0&security=4d07aff0&invisible=0&#8243; alt=”free hit counter script” border=”0″></a>
Since Nov 2006

Advertisements