Tafsir Surat An Najm 

[TAFSIR] : AN-NAJM

Ayat [62] First Previous Next Last Balik Ke Atas Hal:1/4
1 Demi bintang ketika terbenam,(QS. 53:1)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 1
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى (1)
Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Ia bersumpah dengan makhluk Nya yang besar yakni bintang yang beredar pada porosnya, tidak saling bentrokan satu dengan yang lainnya. Bintang-bintang itu merupakan petunjuk bagi manusia dalam hutan dan padang pasir, di tempat kediaman dan dalam perjalanan, di kampung dan di kota, dan juga di lautan, bintang-bintang itu besar sekali faedahnya bagi kehidupan manusia.
Allah SWT mengarahkan sumpah Nya kepada orang-orang Arab yang mengetahui betapa banyak manfaatnya bintang-bintang bagi mereka. Antara lain untuk mengetahui perubahan musim supaya mereka bersiap-siap untuk menggembalakan ternak mereka, kemudian setelah turun hujan mereka dapat menanam tanaman yang sesuai dengan musimnya.
Sumpah Allah tersebut mengingatkan manusia bahwa di sana ada alam tinggi dan benda-benda yang perkasa yang harus mereka ketahui supaya mereka dapat meyakini besarnya suatu sumber kekuasaan dan indahnya ciptaan Allah SWT.
Ilmu pengetahuan modern telah menerangkan bahwa di alam angkasa raya (tempat bintang-bintang itu) ada keajaiban-keajaiban yang dapat dilihat dari cepatnya peredaran dan bentuknya yang besar.
Alam matahari terdiri dari matahari dan 9 buah planet yang kebanyakan dikelilingi oleh beberapa buah bulan. Matahari itu dalam alamnya adalah sebahagian dari pada alam angkasa. Di alam angkasa ada sekitar 30.000.000.000 (tiga puluh milyar) bintang-bintang. Setiap bintang adalah sebagai matahari seperti mataharinya manusia di bumi ini. Ada yang lebih besar dan ada pula yang lebih kecil dari padanya. Umur matahari adalah sekitar lima milyar tahun, umur bumi sekitar 2.000 juta tahun. Umur air di atas bumi sekitar 300 juta tahun. Dan umur manusia sekitar 300.000 tahun.
Dan alam semesta itu mempunyai penjaga (hanya Allahlah yang mengetahuinya). Dan tidak seorang pun yang mengetahui bala tentara Tuhan kecuali Dia.
Tetapi Al A’masy dari Mujahid mengatakan bahwa ayat ini berarti Alquran bila diturunkan seperti dalam firman Nya:

فلا أقسم بمواقع النجوم وإنه لقسم لو تعلمون عظيم إنه لقرءان كريم في كتاب مكنون لا يمسه إلا المطهرون تنزيل من رب العالمين
Artinya:
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui; sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam.
(Q.S. Al-Waqi’ah: 75-80)

2 kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,(QS. 53:2)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 2
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى (2)
Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa kawan mereka itu (Muhammad) adalah benar-benar seorang Nabi. Dia tidak pernah menyimpang dari jalan yang benar. Juga tidak pernah ia melakukan kebatilan.
Kenyataan Rasulullah saw adalah seorang Rasul yang diberi petunjuk oleh Allah, dia mengikuti kebenaran. Dia bukan seorang yang menyesatkan (dan bukanlah pula ia berjalan pada jalan yang ia sendiri tidak mengetahuinya). Dia bukan pula seorang yang sesat yang berpaling dari kebenaran dengan suatu tujuan tertentu. Keadaan beliau yang seperti itu, bukan saja setelah beliau diangkat menjadi Rasul, tetapi juga sebelumnya. Oleh sebab itulah Allah memberikan kepadanya petunjuk dan syariat untuk memberikan sinar kepada orang-orang yang sesat baik Yahudi maupun Nasrani yang sebenarnya mereka mengetahui kebenaran itu, tetapi tidak mengamalkannya.
3 Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al quran) menurut kemauan hawa nafsunya.(QS. 53:3)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 3
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw itu tidak sesat dan tidak keliru karena beliau seorang yang tidak pernah menurutkan hawa nafsunya. Orang yang mungkin keliru atau tersesat ialah orang yang menurutkan hawa nafsunya. Sebagaimana firman Allah SWT:

ولا تتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله
Artinya:
Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
(Q.S. Shad: 26)

4 Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),(QS. 53:4)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 4

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)

Dalam ayat ini, Allah SWT menguatkan ayat 3; yakni bahwa Muhammad saw hanyalah mengatakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk disampaikan kepada manusia secara sempurna, tidak ditambah-tambah dan tidak pula dikurangi menurut apa yang diwahyukan kepadanya.
Abdullah bin ‘Amr bin ‘As menulis setiap apa yang ia dengar dari Rasulullah saw, karena ia mau menghafalkannya. Tapi orang-orang Quraisy melarangnya. Mereka mengatakan mengapa ia menulis setiap perkataan Muhammad, sedangkan Muhammad itu adalah manusia biasa yang berkata dalam keadaan marah. Maka berhentilah Abdullah bin Umar menulis. Kemudian ia mendatangi Rasulullah saw, dan memberitahukan perihalnya itu. Maka bersabdalah Rasulullah saw.

اكتب فوالذي نفسي بيده ما خرج مني إلا الحق
Artinya:
“Tulislah, demi Tuhan, tidak ada yang keluar dari perkataanku kecuali kebenaran”.
(H.R. Ahmad dan Abu Daud)
Al Hafiz, Abu Bakar Al Bazzar mendapat riwayat dari Ahmad bin Mansyur, dari Abdullah bin Saleh, dari Al Lais, dari Ibnu Ajlan, dari Zaid bin Aslam, dari Abu Saleh dan dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda:

ما أخبرتكم أنه من عند الله فهو الذي لا شك فيه
Artinya:
“Apa-apa yang aku katakan kepadamu bahwa ia dari Allah SWT, maka tidak ada keraguan padanya”.
(HR. Abu Hurairah)
Dari Yunus, Lais, Muhammad bin Said bin Abu Said, dari Abu Hurairah mereka berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

لا أقول إلا حقا
Artinya:
“tidaklah aku berkata kecuali yang benar”.
(HR. Abu Hurairah, Lihat Tafsir Al Maragi, hl. 45, juz 27, jilid IX)

5 yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,(QS. 53:5)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 5
عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى (5)
Dalam ayat ini, selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad saw (kawan mereka itu) diajari oleh Jibril as. Jibril itu sangatlah kuatnya, baik ilmunya maupun amalnya.
Dalam firman Allah SWT dijelaskan:

إنه لقول رسول كريم ذي قوة عند ذي العرش مكين مطاع ثم أمين
Artinya:
Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.
Kemudian Muhammad saw mempelajarinya dan mengamalkannya.
Ayat ini merupakan jawaban dari perkataan mereka yang mengatakan bahwa Muhammad itu hanyalah tukang dongeng yang mendongengkan dongeng-dongengan (legenda-legenda) orang-orang dahulu.
Jelaslah bahwa Muhammad saw itu bukan diajari oleh seorang manusia, tapi ia diajari oleh Jibril as yang sangat kuat.

6 Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli,(QS. 53:6)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 6
ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى (6)
Allah SWT menerangkan lagi dalam ayat ini, bahwa Jibril itu mempunyai kecerdasan dan kekuatan yang luar biasa. Seperti dalam riwayat bahwa ia telah pernah membalikkan perkampungan Nabi Lut kemudian mereka diangkat ke langit lalu dijatuhkan ke bumi. Juga ia telah pernah menghembus kaum Samud hingga berterbanganlah mereka. Dan apabila ia turun ke bumi hanya dibutuhkan waktu sekejap mata. Lagi pula ia dapat berubah bentuk dengan berbagai rupa.
7 sedang dia berada di ufuk yang tinggi.(QS. 53:7)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Najm 7
وَهُوَ بِالْأُفُقِ الْأَعْلَى (7)
(Sedangkan dia berada di ufuk yang tinggi) berada pada tempat terbitnya matahari dalam bentuk aslinya ketika ia diciptakan. Nabi saw., melihatnya sewaktu berada di gua Hira; dan ternyata tubuh malaikat Jibril menutupi cakrawala tempat terbitnya matahari hingga sampai ke cakrawala bagian timur. Lalu Nabi saw. pingsan tidak sadarkan diri setelah melihat wujud asli malaikat Jibril itu. Nabi saw. pernah meminta kepada malaikat Jibril supaya menampakkan wujud aslinya sebagaimana ketika ia diciptakan oleh Allah, lalu malaikat Jibril menjanjikan akan memenuhi hal tersebut di gua Hira. Setelah itu baru malaikat Jibril turun untuk menemuinya dalam bentuk Bani Adam.
8 Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi,(QS. 53:8)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia …atau lihat pada ayat sebelumnya…
9 maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).(QS. 53:9)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia …atau lihat pada ayat sebelumnya…
10 Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.(QS. 53:10)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia …atau lihat pada ayat sebelumnya…
11 Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.(QS. 53:11)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 11
مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى (11)
Kebanyakan manusia menyangka bahwa ia telah menggambarkan apa yang dilihatnya, padahal hatinya belum yakin terhadap apa yang telah ia lihat, tidak demikian penglihatan dan keyakinan Muhammad terhadap Jibril meskipun kedatangannya kepada Muhammad kerap kali beda-beda bentuknya, karena Muhammad telah mengetahui bentuk yang aslinya.
Oleh karena Allah SWT menguatkan keterangannya bahwa kedatangan Jibril dengan bentuk seorang sahabat yang bernama Dihyah Al-Kalbi tidaklah menghilangkan ciri-cirinya karena Muhammad saw telah pernah melihat bentuknya yang asli sebelum itu, yaitu di gua Hira ketika menerima wahyu pertama, walaupun kemudian Jibril menampakkan diri lagi dengan rupa yang lain.
12 Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?(QS. 53:12)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia …atau lihat pada ayat sebelumnya…
13 Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,(QS. 53:13)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 13 – 14
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14)
Selanjutnya dalam ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sesungguhnya Muhammad saw sudah pernah melihat Jibril (untuk kedua kalinya) dalam rupanya yang asli pada waktu melakukan mikraj ke Sidratil Muntaha yaitu suatu tempat yang merupakan batas alam yang dapat diketahui oleh para malaikat.
Ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah seperti dalam firman Allah:

وأن إلى ربك المنتهى
Artinya:
Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu).
(Q.S. An Najm: 42)
Kita wajib mempercayai adanya Sidratil Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam ayat Nya. Tetapi kita tidak boleh menerangkan tempatnya dan sifat-sifatnya, dengan keterangan yang melebihi daripada apa yang telah diterangkan oleh Allah SWT dalam Alquran, kecuali bila keterangan itu kita dapat dari hadis Nabi Muhammad saw yang menerangkan kepada kita dengan jelas dan pasti, karena hal itu termasuk dalam hal yang gaib yang belum diizinkan kita untuk mengetahuinya.
Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim Tirmizi, dan lain-lainnya bahwa Sidratil Muntaha itu ada di langit yang ke tujuh.

14 (yaitu) di Sidratil Muntaha.(QS. 53:14)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia …atau lihat pada ayat sebelumnya…
15 Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,(QS. 53:15)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 15
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa di tempat itulah (di dekat Sidratil Muntaha) letak Surga. Ia merupakan tempat tinggal bagi orang-orang yang takwa dan orang-orang yang mati syahid.
16 (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.(QS. 53:16)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 16
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16)
Selanjutnya dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwasanya Muhammad saw melihat Jibril as di Sidratil Muntaha itu ketika Sidratil Muntaha tertutup oleh suasana yang menandakan kebesaran Allah SWT berupa sinar-sinar yang indah dan malaikat-malaikat.
Alquran tidak menerangkan dengan jelas. Bagi kita cukuplah penjelasan yang sedemikian, tidak menambahinya atau menguranginya bila tidak ada dalil yang jelas menerangkannya. Seandainya ada manfaatnya untuk dijelaskan niscaya hal itu dijelaskan oleh Allah SWT.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Najm 16
إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16)
(Ketika) sewaktu (Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya) yaitu oleh burung-burung dan lain-lainnya. Lafal Idz menjadi Ma’mul dari lafal Ra-aahu.

17 Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.(QS. 53:17)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 17
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17)
Kemudian dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan lagi bahwa tatkala Rasulullah saw melihat Jibril di sana itu, ia tidak berpaling dari memandang semua keajaiban Sidratil Muntaha, sesuai dengan apa yang telah diizinkan Allah SWT kepadanya untuk dilihat. Dan ia tidak pula melampaui batas kecuali apa yang telah diizinkan kepadanya.
18 Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.(QS. 53:18)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 18
لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18)
Ayat ini menerangkan bahwa dengan melihat Sidratil Muntaha itu, berarti Muhammad saw telah melihat sebagian tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang merupakan keajaiban-keajaiban dari kekuasaan-Nya.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan lain-lainnya bahwa saat itu Muhammad saw melihat suatu lambaian hijau dari surga yang memenuhi ufuk (arah pandangan). Maka hendaklah kita tidak membatasi apa yang telah dilihat oleh Muhammad saw dengan mata kepalanya, setelah diterangkan secara samar-samar dalam Alquran tentang hal itu. Yang jelas ialah bahwa ia telah melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tidak terbatas.
19 Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza,(QS. 53:19)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 19
أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى (19)
Dalam ayat ini, Allah SWT bertanya kepada orang-orang musyrik, apakah setelah mereka mendengar tanda-tanda Allah baik kesempurnaan-Nya maupun keagungan-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan setelah mendengar keadaan malaikat dengan kedudukan dan kemampuan mereka yang tinggi, masih saja menjadikan berhala-berhala yang hina keadaannya itu sebagai sekutu bagi Allah, sedangkan mereka mengetahui kebesaran Nya?
Pertanyaan ini merupakan cemoohan dari Tuhan sebab bagi seorang yang berakal tidak mungkin terlintas pada pikirannya untuk menyembah berhala yang mereka buat sendiri, kemudian diletakkan dalam suatu rumah yang mereka dirikan sebagai tandingan Kakbah.
Adapun Al Lata adalah nama sebuah batu besar yang berwarna putih, di atas batu itu diukir gambar sebuah rumah. Al Lata ini terletak di daerah Taif. Rumah itu dipasangi tabir. Di sekelilingnya ada teras yang diagung-agungkan oleh orang-orang Taif, antara lain Kabilah Saqif dan pengikut-pengikutnya. Mereka tergolong orang-orang yang lebih membanggakan benda itu daripada orang-orang Arab yang lain selain Quraisy. Kata Ibnu Jarir, mereka menganggap bahwa kata Al Lata itu diambil dari lafal Allah. Mereka menganggap Al Lata (Maha suci Allah dari apa yang mereka katakan). Menurut Ibnu `Abbas, Mujahid Rabi’ bin Anas, mereka menamakan Al Lata dari nama seorang laki-laki yang menumbuk tepung untuk jemaah haji. Setelah ia mati, maka orang-orang berkerumun melakukan iktikaf di atas kuburnya yang selanjutnya mereka menyembah dan membuatkan patungnya.
Kata Ibnu Jarir Al Uzza” berasal dari kata Aziz. Al Uzza berarti sebuah pohon yang di atasnya ada sebuah bangunan dan bertirai, bertempat di Nakhlah yaitu antara Mekan dan Taif; orang-orang Quraisy mengagungkan pohon itu.
Diriwayatkan bahwa Abu Sufyan ketika masih musyrik berkata pada waktu peperangan Uhud bahwa merekalah yang mempunyai Uzza, sedangkan yang lain tidak. Maka bersabdalah Rasulullah saw.

قولوا: الله مولانا ولا مولى لكم
Artinya:
“Katakanlah! Allah adalah Tuhan kami, dan kamu tidak mempunyai Tuhan”.
(H.R. Abu Sufyan)

20 dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?(QS. 53:20)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Najm 20
وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى (20)
Dalam ayat ini, Allah SWT melanjutkan ayat yang sebelumnya yaitu bahwa orang-orang musyrik itu juga menyembah Manah yang ketiga yakni yang terakhir sebagai anak perempuan Allah.
Manah itu sebuah batu besar terletak di Musyallah dengan Qadid antara Mekah dan Madinah. Kabilah Khuza’ah, Al Aus dan Khazraj mengagungkan Manah ini dan dalam melakukan ibadah haji mereka mulai dari Manah sampai ke Kakbah.
Selain benda-benda yang tiga itu, masih banyak lagi benda-benda yang sangat dimuliakan oleh orang-orang musyrik. Akan tetapi, yang paling termasyhur adalah benda yang tiga itu. Ibnu Ishak mengatakan bahwa orang-orang Arab menganggap benda-benda yang tiga itu selain Kakbah sebagai benda sembahan mereka, dibuat seperti bangunan Kakbah yang mempunyai tabir yang mereka bertawaf padanya seperti tawaf pada Kakbah dan memotong binatang kurban di sampingnya. Mereka juga mengetahui kemuliaan Kakbah yaitu bahwa Kakbah itu adalah rumah Ibrahim as dan mesjidnya.

http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?pageno=1&SuratKe=53#9