Updates from March, 2009 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 9:25 am on 21/03/2009 Permalink | Reply
    Tags: , , dialog islam kristen, Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary (BAGIAN 1), ,   

    Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary (BAGIAN 1) 

    Dialog Masalah Ketuhanan Yesus
    oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary

    PENGANTAR

    Bismillahirahmannirrahim.

    Belakangan ini telah banyak dari jemaah Kristen yang meninggalkan agamanya. Mereka itu berpindah Agama tanpa paksa atau karena imannya digoyang dengan bujuk-bujukan, atau karena lainnya, melainkan dengan kesadaran, antara lain melalui dialog seperti yang terjadi di Sumenep (Madura) antara Kiai Bahaudin Mudhary dengan Saudara Antonius Widuri.

    Karena kami memandang perlu dan penting akan jalan dan isinya dialog yang berlangsung dengan ramah tamahnya di Sumenep antara dua tokoh Islam dan Kristen itu, maka kami mengambil keputusan untuk menerbitkannya berupa buku-kecil seperti yang ada ini.

    Yang memegang peranan penting dalam dialog itu ialah rasio dan logika yang keluar dari akal yang sehat, sentimen dan dogma tidak mendapat tempat. Karenanya, Saudara Antonius Widuri melihat adanya kebenaran pada Islam, dan melihat dengan terang pula kelemahan-kelemahan pada kitab-kitab Injil. Akhirnya Saudara yang memperoleh hidayah Allah s.w.t. melepaskan agamanya (Kristen), dan memeluk agama Islam.

    Sebenarnya masih banyak jemaah Kristen yang mencari kebenaran seperti Saudara Antonius Widuri tersebut, hanya belum menemui jalannya. Bagi mereka itu adalah buku ini dapat digunakan sebagai penunjuk jalan.

    Adapun bagi Ummat Islam sendiri yang menemui keadaan dan kenyataan, bahwa mereka masih sering didatangi oleh penginjil-penginjil ke rumah-rumah mereka untuk di Kristenkan, kiranya buku ini dapat dijadikan senjata untuk berdialog dengan mereka. Dan lebih jauh dari pada itu, supaya isi dari buku ini menambah kuatnya iman Ummat Islam, tidak mudah digoncangkan oleh bujukan-bujukan, serta lainnya untuk diajak berpindah agama.

    Akhirulkalam semoga buku yang memuat verslag dialog tentang “Ketuhanan Yesus” ini menemui akan maksud penerbitnya.

    Wassalam,
    Penerbit
    A. Musaffa Basjyir

    Penerbit Kiblat Centre Jakarta 1981
    Versi di atas ini merupakan kumpulan posting dalam milis
    di lingkungan ISNET yang diposting oleh:
    From: Dwi Santoso
    To: “‘Islam'”

    ASAL MULA TERJADINYA PERTEMUAN
    PERTEMUAN MALAM PERTAMA

    Pada malam selasa tanggal 9 Maret 1970, salah seorang santri dari Pesantren Sumenep Sdr. Marzuki mengadakan sekadar selamatan Tahun Baru Islam (1 Muharram tahun Hijriah) yang dihadiri oleh beberapa santri lainnya. Beberapa saat kemudian datang dua orang saudara bernama Markam dan Antonius Widuri (keduanya adalah tim akuntan) yang oleh kantornya Di Jakarta ditugaskan di PN. Garam Kalianget. Saudara Markan berasal dari Padang beragama Islam dan Saudara antonius Widuri berasal dari Jogjakarta beragama Kristen sejak kecil dan memang dari keluarga Kristen Katolik Roma.

    Kedatangan saudara Markam dan Antonius Widuri pada selamatan tersebut ingin menemui Kyai Bahaudin Mudhari yang memang sudah dikenal sebelumnya. Oleh kawan-kawan, terutama oleh saudara Marzuki selaku tuan rumah, kedatangan dua saudara ini disambut dengan ramah tamah dan rasa gembira.

    Kemudian saudara Markam menerangkan kedatangannya dari Kalianget ke Sumenep menyertai saudara Antonius Widuri, sengaja untuk menemui Kyai Bahaudin Mudhari, berhubung dengan keinginannya yang sudah lama terkandung untuk membandingkan tentang masalah Ketuhanan dalam agama Kristen dan Islam. Juga soal yang berhubungan dengan i’tikat, kepercayaan diantara kedua agama tersebut

    Menurut saudara Markam, karena bapak Kyai sedang tidak berada di sini, kalau bisa di lain waktu saja untuk menemui beliau. Akan tetapi sekiranya bapak Kyai dan Tuan Rumah serta saudara-saudara disini tidak berkeberatan, minta supaya diperkenankan untuk menguraikan isi hatinya agar saudara-saudara tidak salah paham, karena hal tsb, hanya dari hai-kehati saja, yakni soal keyakinan pribadi semata-mata.

    Kawan-kawan tidak berkeberatan asalkan berkisar soal agama saja, dan tidak ada kata-kata singgungan terhadap siapapun. jadi hanya merupakan soal jawab antara pribadi dengan pribadi saja.

    Bapak Kyai Bahaudin menerangkan, sekiranya soal jawab antar pribadi ini tidak selesai malam ini juga, apakah akan dilanjutkan pada malam yang lain. Oleh saudara Markam dan Antonius dijawab bahwa yang penting adalah kepuasan, walaupun memerlukan waktu lama baik siang maupun malam. Kalau begitu menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita dapat menamakan pertemuan ini adalah pertemuan pertama. Dengan catatan pertemuan pribadi semata bukan pertemuan dengan undangan.

    Perlu diterangkan dalam soal jawab ini nama-namanya disingkatkan. Huruf: “BM” untuk bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan huruf “AW” untuk Antonius Widuri atau Sdr. Markam, karena saudara Markam sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius.

    PERSETUJUAN BERSAMA

    BM: Sebelum diadakan pertemuan, saya pandang perlu menentukan sesuatu yang dirasa penting yang patut kita atur terlebih dahulu.

    AW: Hal itu kita serahkan saja kepada bapak Kyai bagaimana baiknya pertemuan kita ini.

    BM: Apakah tidak sebaiknya pertemuan kita ini dicatat saja dan bila perlu kita gunakan tape recorder untuk dijadikan kenang-kenangan.

    AW: Baiklah, kita setuju pendapat bapak Kyai.

    BM: Kalau begitu saya akan minta bantuan kepada seorang saudara untuk mencatat pembicaraan kita masing-masing. Dan apakah saudara tidak keberatan hasil pembicaraan kita nanti sekiranya panjang perlu untuk diketahui umum juga, sebaiknya kita jadikan buku (dibukukan).

    AW: Buat saya tidak keberatan asal membawa manfaat untuk umum.

    BM: Jadi saudara setuju.

    AW: Ya sangat setuju.

    BM: Terima kasih, sekarang saya ingin menanyakan maksud saudara menemui saya. Dan tadi saudara menyebut tentang agama Kristen dan Islam.

    AW: Begini Pak Kyai, secara terus terang dengan hati ikhlas saya sampaikan bahwa saya adalah seorang yang beragama Kristen Katolik. Seringkali juga saya membaca buku-buku agama Islam, dan majalah-majalah Islam, terutama majalah Kiblat yang terbit di Jakarta. Dengan membaca buku-buku dan majalah-majalah tsb, lalu timbul keinginan saya untuk mempelajari dan meneliti agama Islam. Akan tetapi keinginan itu selalu saya sembunyikan saja.

    BM: Dimanakah saudara mendapat buku-buku Islam dan majalah Kiblat?

    AW: Secara tidak sengaja, saya sering menemukan di meja kawan. Mula-mula saya tidak menghiraukan, karena buku dan majalah tersebut berlainan dengan keyakinan saya. Pada suatu malam saya tidak bisa tidur, padahal saya ingin istirahat, lalu saya mondar-mandir di kamar tidur, keluar masuk kamar, lalu saya lihat majalah Kiblat di atas meja, mungkin kepunyaan kawan yang ketinggalan waktu bertamu ketempat saya. Secara tidak sengaja saya ambil majalah tsb, tanpa kesadaran saya bawa ketempat tidur, lalu saya buka-buka lembaran, mungkin ada bacaan atau cerita-cerita yang dapat mendorong saya tidur. Kemudian pada suatu halaman, saya menjadi terkejut melihat suatu artikel tentang “Kristen,” tanpa pikir saya membacanya. Mula-mula hati saya selaku seorang Kristen merasa tersinggung, akan tetapi seolah-olah ada daya tarik yang memerintahkan saya supaya terus membacanya pada saat itulah secara tiba-tiba muncul dorongan hati saya untuk berpikir dan meneliti kebenaran keyakinan saya. Entah karena apa saya lantas ingin membaca buku-buku Islam dan majalah-majalah islam. Malah seringkali saya cari-cari pinjaman majalah Kiblat pada kawan-kawan yang berlangganan. Makin lama, bertambah timbul dorongan hati saya untuk meneliti ajaran Islam dan Kristen, dan ingin membandingkan tentang ketuhanan antara dua agama tersebut Secara diam-diam saya terus membaca-baca buku Islam disamping membaca kitab Injil yang menjadi keharusan saya selaku pemeluk agama Kristen.

    BM: Apakah saudara telah mempelajari Kitab Injil cukup mendalam?

    AW: Menurut perasaan saya, Kitab Injil itu telah saya pelajari dan saya anggap cukup mendalam. Ini hanya menurut ukuran kemampuan yang ada pada saya saja. Entah dalam penilaian orang lain.

    BM: Kemudian bagaimana kelanjutan keinginan saudara?

    AW: Setelah saya meneliti buku-buku Islam dan Kristen yang saya temui maka dorongan hati saya untuk melepaskan keinginan saya tak dapat saya tahan. Lalu saya mulai tanya-tanya tentang agama Islam pada beberapa orang yang saya temui, tetapi keterangannya itu belum ada yang memuaskan hati saya.

    BM: Kepada siapa saja saudara bertanya tentang ajaran Islam?

    AW: Kepada siapa saja yang saya temui, disamping pembicaraan lain. Jadi saya bertanya-tanya merupakan selingan-selingan dari pada yang menjadi pokok pembicaraan. Jadi tidak secara langsung.

    BM: Setelah itu adakah suatu pengaruh pada saudara?

    AW: Ya, anehnya saya mulai tidak rajin lagi pergi ke gereja. Mungkin inilah pengaruhnya.

    BM: Kemudian bagaimana?

    AW: Oleh karena saya tidak merasa puas dari orang-orang yang memberikan keterangan tentang Islam, lalu saya bicarakan kepada saudara Markan. Oleh saudara Markan saya diajak kerumah bapak Kyai Baha. Maka saya perlukan datang kemari diantar oleh saudara Markan.

    BM: Mungkin saudara belum mendalam mempelajari kitab Injil. Apakah tidak sebaiknya saudara meneliti kembali ajaran-ajaran agama Kristen sebelum diadakan pertemuan lebih lanjut.

    AW: Kalau begitu apakah orang yang bukan pemeluk Islam tidak dibolehkan mempelajari agama Islam?

    BM: Bukan begitu, maksud saya agama Islam itu bersikap toleransi terhadap semua agama dan pemeluknya. Memang para pemeluk Islam diwajibkan berdakwah kepada siapa saja yang mau menerimanya. Tetapi Islam melarang pemaksaan pada orang lain untuk memeluk agama Islam.

    AW: Akan tetapi, saya pun memeluk agama Kristen bukan karena ikut-ikutan. Pendirian saya setiap orang bebas memilih agama menurut keyakinanya dan berpindah agama menurut keyakinannya pula, yang tentu sebelumnya didahului oleh penelitian dan pertimbangan-pertimbangan yang mendalam sesuai dengan kemampuannya, baik dengan perantaraan buku-buku, Kitab-kitab, maupun soal jawab (diskusi) atau lainnya.

    BM: Betul akan tetapi asalkan dengan cara yang wajar sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran antara pemeluk suatu agama dan penganut agama yang lain.

    AW: Itulah yang saya maksudkan agar kedatangan saya kepada bapak Kyai tidak sampai timbul sangka-sangka dan dugaan-dugaan yang tidak wajar melainkan dengan tujuan mencari kebenaran dalam memeluk suatu agama diatas dasar penelitian dari segi rasio maupun ilmu jiwa, dari segi ilmiah, sehingga menimbulkan keyakinan yang kokoh dalam jiwa saya. Keyakinan yang teguh dan kokoh tentunya tidak mungkin menjadi ikut-ikutan.

    BM: Memang seharusnya demikian.

    AW: Ada saya jumpai, penganut suatu agama disebabkan karena keturunan karena ayah dan ibunya menganut suatu agama, karena pengaruh pergaulan, lingkungan, pengaruh keadaan atau bisa jadi maksud untuk berlindung atau lainnya. Oleh karenanya saya berani bersumpah bahwa saya tidak termasuk pada orang-orang yang saya sebutkan diatas.

    BM: Saya hargai pendirian saudara.

    AW: Oleh karena itulah saya menemui bapak Kyai untuk menguraikan isi hati saya yang telah lama saya kandung. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya bapak Kyai memberikan waktu kepada saya. Terserah menurut kesempatan bapak Kyai, karena sekarang sudah tengah malam. Akan tetapi sebisa-bisanya secepat mungkin.

    BM: Baik, besok malam saja saudara datang lagi, dengan catatan tidak usah memberitahukan dulu pada orang lain. Saya usahakan tempatnya.

    AW: Akan tetapi bagaimanakah kalau ada orang yang datang ingin mendengarkan saja.

    BM: Pokoknya pertemuan kita usahakan supaya tidak sampai diketahui orang lain, tetapi kalau dipandang perlu saya kira boleh saja, daripada hasil pertemuan kita beritahukan. Sekiranya besok malam ada orang datang hanya ingin mendengarkan, hal itu terserah kepada mereka sendiri, pokoknya kita tidak mengundang mereka dan mereka tidak mengganggu ketertiban dan kelancaran dalam pertemuan kita.

    AW: Baiklah, semoga pertemuan kita dapat diatur antara pribadi dengan pribadi bukan untuk umum.

    BM: Memang demikianlah rencana saya dan supaya saudara-saudara yang ada disini tahu.

    AW: Saya setuju pendapat bapak Kyai.

    BM: Adakah saudara mempunyai kitab Injil.

    AW: Ya, saya mempunyai kitab: Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan yang berbahasa Inggris “The Holy Bible” dan ada juga kitab bahasa Belanda “Bijbellezingen voor het Huisgezin” dan ada juga “Alkitab” terbitan tahun 1968 dan yang terbitan tahun 1970 dan kitab “Zabur.”

    BM: Saya harap kitab-kitab yang saudara sebutkan itu dibawa semuanya besok malam.

    AW: Ya saya akan bawa semuanya. Apakah bapak Kyai juga mempunyai kitab tersebut

    BM: Dulu pernah mempelajarinya, tetapi dipinjam oleh kawan yang sampai sekarang belum dikembalikan, namun saya telah membacanya.

    AW: Kalau begitu saya akan bawa semua kitab-kitab Kristen yang ada pada saya.

    BM: Harapan saya memang demikian.

    MALAM KEDUA

    BM: Sejak kapan saudara beragama Kristen?

    AW: Sejak saya dilahirkan.

    BM: Apakah saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu agama yang paling benar?

    AW: Ya, memang saya menyadari.

    BM: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci?

    AW: Ya, saya yakin sekali.

    BM: Dari siapakah pengertian saudara bahwa Bibel itu dari Tuhan Yang Maha Suci?

    AW: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-Rasul Matius, Lukas, Yohanes dan Rasul Markus.

    BM: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel Bersih dari pada kesalahan-kesalahan.

    AW: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang bapak maksudkan.

    BM: Misalnya: Pada suatu saat ada orang mengabarkan pada saudara si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satunya yang benar?

    AW: Di antara keduanya itu tentu salah satu yang benar atau keduanya salah dan mustahil kedua-duanya benar.

    BM: Satu misal lain, si A mempunyai 3 orang anak dan orang lain mengatakan si A mempunyai 10 anak. Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya atau salah satu yang benar?

    AW: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang benar atau salah semuanya.

    BM: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat saudara?

    AW: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan diantara keduanya.

    BM: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat didalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu akan dinamakan Kitab suci?

    AW: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan.

    BM: Jadi kalau begitu bukan Kitab suci lagi?

    AW: Betul, kesuciannya telah batal.

    BM: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya, kesuciannya atau kebenarannya, karena diantara ayat-ayatnya terdapat perselisihan.

    AW: Yang jelas diantara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atu sudah dicampur adukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya ternoda. Ringkasnya sudah tidak suci lagi.

    BM: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain apakah saudara masih berkeyakinan Bibel itu kitab suci?

    AW: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci. Terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian bapak, apakah ayat-ayat Bibel ada yang berselisih?

    BM: Ya, banyak yang berselisih.

    AW: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru.

    BM: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain.

    AW: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa?

    BM: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal: Pertama soal Ketuhanan Yesus, karena soal ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan. Sesudah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam kitab Bibel. Bagaimana pendapat saudara?

    AW: Baik, saya menyetujui pendapat bapak.

    BM: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan saudara bahwa Yesus menjadi anak Tuhan?

    AW: Dalam “Matius,” pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian: “Maka suatu suara dari langit mengatakan: “Inilah anakku yang kukasihi. Kepadanya aku berkenan.” Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, bahwa “Yesus itu anak Allah.”

    BM: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 5 ayat 9.

    AW: Baik. Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.”

    BM: Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan ” Anak Allah” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap anak Allah, maka semua orang yang mendamaikan manusia pun menjadi anak-anak Allah juga. Jadi bukan Yesus saja Anak allah tetapi ada terlalu banyak.

    AW: Dalam “Yohanes” pasal 14 ayat 9 disebutkan “Siapa yang sudah tampak Aku, ia sudah tampak Bapa,” dan di ayat 10 disebutkan: “tiadakah engkau percaya bahwa aku ini didalam Bapa, dan Bapapun didalam Aku? Segala perkataan yang aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal didalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu.”

    BM: Baiklah. Silahkan saudara periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 23.

    AW: Baik. Di pasal ini disebutkan bahwa: “Aku di dalam mereka itu, dan Engkau didalam Aku; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.”

    BM: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku di dalam mereka.” Kata “mereka” di ayat ini ialah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan “dengan aku” ialah Yesus. Jadi kata “AKU” beserta mereka artinya Yesus beserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu beserta Yesus dan para sahabatnya. Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa maka saudara pun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang itu. Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan,melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan bukan hanya Tritunggal tetapi 15-tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tsb, yang manakah yang benar. Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi Tunggal. Ayat manakah yang akan saudara yakini, yang tiga menjadi tunggal ataukah yang 15 itu?

    AW: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya.

    BM: Tentu akan lebih membingungkan saudara kalau saya tunjukkan ayat yang lain. silahkan periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 3.

    AW: Baik! Disini menyebutkan: “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

    BM: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap, cetakan ke II disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal) dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian, manakah yang benar. Di satu ayat menyebutkan Tuhan dengan Yesus menjadi satu di lain ayat 15 menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu Tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu pesuruh Allah bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara suatu Kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

    AW: Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian?

    BM: Ayat yang bagaimana yang saudara maksudkan?

    AW: Ayat yang menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), bukan tiga menjadi satu.

    BM: Silahkan buka di “Ulangan” pasal 4 ayat 35.

    AW: Baik. Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.”

    BM: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal.

    AW: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama. Apakah terdapat juga di Perjanjian Baru?

    BM: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah. Silahkan saudara buka Markus pasal 12 ayat 29.

    AW: Baik. Di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka jawab Yesus kepadanya. hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa.”

    BM: Periksa lagi di Perjanjian Lama di “Ulangan” pasal 6 ayat 4.

    AW: Baik, di sini disebutkan: “Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

    BM: Apakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi Kitab Sucinya Orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang Tunggalkah atau yang tiga menjadi Tunggal. Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama. Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan Kitab suci itu ada yang salah; jadi bukan Kitab suci namanya.

    AW: Betul, salah satu pasti salah atau kedua-duanya salah.

    BM: Kalau demikian apakah dapat diyakini kebenarannya sebagai kitab suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar isinya.

    AW: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab suci itu.

    BM: Menurut kepercayaan saudara, apakah Yesus bersatu dengan Allah?

    AW: Ya demikian.

    BM: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu bersama Yesus?

    AW: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam “Yohanes” 10, 30 yang bunyinya sebagai berikut: “Aku dan Bapa itu satu adanya.” Demikian juga Roh suci sebab Roh suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun roh suci kepadanya dan dibaptiskan oleh pembaptis yaitu Yohanes. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh suci, Tuhan adalah Tunggal.

    BM: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 27 ayat 46.

    AW: Baik, dipasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya: “Eli, Eli lama sabaktani,” artinya “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku.”

    BM: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehingga Yesus sendiri minta tolong.

    AW: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.

    BM: Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib. Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa.

    AW: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bibel itu ada simpang siur.

    BM: Dari sebab itulah mengapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada Tuhan demikian. Dan saya lanjutkan pertanyaan, apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat?

    AW: Pasti dilaknat.

    BM: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapatkan ganjaran, karena menurut keterangan saudara, kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya.

    AW: Ini memang tidak masuk akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti; akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil. Sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya, sehingga tindakan tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Roh suci seperti roh malaikat sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.

    BM: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan; Manusia yang bersatu (kesurupan) jin itu apakah dia disebut jin.

    AW: Tidak!

    BM: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut Tuhan?

    AW: Mestinya tidak juga.

    BM: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusan (pesuruh) Tuhan. Sessuai dengan pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tersebut dalam “Yohanes’ pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: “Supaya mereka itu mengenal Engkau. Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

    AW: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu.

    BM: Menurut keterangan saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat, maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan makhluk-makhluk halus itu?

    AW: Benar begitu.

    BM: Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.

    AW: Mestinya begitu.

    BM: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut Doktrin Kristen hidup kembali tetapi ia mati.

    AW: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang mneyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.

    BM: Kalau begitu silahkan buka “Markus” pasal 13 ayat 31, 32.

    AW: Baik, ayat itu menyebutkan: “Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tidak diketahui oleh seorang juapun, baik segala malaikat yang di sorgapun tidak, anak itu pun tidak, hanyalah Bapa saja.”

    BM: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya hari kiamat, yang termasuk suatu yang gaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan.

    AW: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya di ayat ini dengan kata: “Anak,” yang berarti ia anak Tuhan.

    BM: Silahkan buka “Matius” pasal 1 ayat 16.

    AW: Baik. Disitu disebutkan: “dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.”

    BM: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut Silahkan periksa lagi “Keluaran” pasal 4 ayat 22.

    AW: Baik. Di situ disebutkan: “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian: ‘Inilah firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakku laki-laki,yaitu anakku yang sulung’.”

    BM: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak yang keberapa. silahkan buka lagi “Yeremia” pasal 31 ayat 9.

    AW: Ayat ini menyebutkan, “Akulah bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung.”

    BM: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak Tuhan itu banyak,bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan “Anak” dalam ayat itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.

    AW: Tetapi dalam “Matius,” pasal 1 ayat 18, menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari pada roh kudus.” Roh kudus artinya Roh Tuhan.

    Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak Tuhan, sebagaimana juga di “Matius” pasal 1 ayat 20 menyebutkan: “Yusuf bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata: “Hai Yusuf, anak Daud janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungan itu terbitnya dari pada Roh kudus.”

    BM: Kalau begitu silahkan buka: “Kisah Rasul,” pasal 6 ayat 5.

    AW: Baik, ayat itu menyebutkan: “Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stephanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Roh kudus, dan lagi Philippus, dan Prokhorus dan Nikanor dan Simion dan Parmenas dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.”

    BM: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Roh Kudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya para Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al-Qur’an, Roh Kudus (roh suci) itu berarti “Jibril.” Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para nabi yang terdahulu adalah Kudus.

    AW: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian?

    BM: Silahlan periksa surat petrus yang kedua pasal 3 ayat 2.

    AW: Baik. pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu.”

    BM: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan dengan kata lain bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. Lebih jelas harap saudara periksa dalam “Kisah Rasul,” pasal 5 ayat 32.

    AW: Ayat tsb menyebutkan: “Dan kami inilah saksi atas segala perkara itu,” demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia.”

    BM: Silahkan periksa lagi dalam ‘Lukas’, pasal 1 ayat 41.

    AW: Pasal ini menyebutkan bahwa: “Maka berlakulah tatkala Elisabet mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang didalam rahimnya itu dan Elisabet penuh roh kudus.”

    BM: Sudah jelas sekali bahwa arti Roh kudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabet (istri Zakaria) pun mestinya Tuhan juga.

    AW: Yesus dianggap Tuhan oleh karena ia mempunyai ro Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhannnya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.

    BM: Kalau begitu, silahkan periksa di “Kitab Raja-raja yang kedua” pasal 13 ayat 21.

    AW: Baik, disini ada menyebutkan: “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan ke dalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri.”

    BM: Disini menyebutkan malah tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati bahkan tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti tulang-tulang Elisa adalah tulang-tulang ketuhanan. Kalau Yesus di waktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa di waktu tak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya, yang di dalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Ilyaspun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di “Kitab Raja-Raja yang pertama,” pasal 17 ayat 22.

    AW: Ya, disini menyebutkan:

    “Maka didengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula.”

    BM: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap Tuhan juga.

    AW: Tetapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat.

    BM: Kalau begitu periksa “Kitab Raja-Raja yang kedua,” pasal 6 ayat 17 dan 30.

    AW: Ya di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.

    BM: Kalau begitu, Elisa pun harus diangap tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifat Tuhan.

    AW: Sekali lagi Yesus dapat menyembuhkan penyakit lepra (penyakit kusta).

    BM: Silahkan periksa kitab Raja-Raja yang kedua pasal 5 ayat 10 dan 11.

    AW: Baik. Di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.

    BM: Jadi Elisa pun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan?

    AW: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa pencampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.

    BM: Asal kejadian Nabi Adam tanpa bapak dan ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan. Juga Hawa asal kejadiannya tanpa ibu, iapun bisa dianggap juga Tuhan Wanita.

    AW: Tetapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa.

    BM: Kalau begitu Yesuspun berdosa, karena Yesus keturunan Maria, sedang Maria keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis.

    AW: Dimana cerita itu disebutkan?

    BM: Di Bibel. Silahkan saudara periksa”Lukas” pasal 4 ayat 5.

    AW: Baik. Disitu menyebutkan: “Maka Iblis pun membawa dia ke puncak gunung.”

    BM: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

    AW: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.

    BM: Para Nabi lainnya pun suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiripun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.

    AW: Tidak demikian, Nabi-nabi berbuat dosa tetapi Yesus tidak.

    BM: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.

    AW: Dimanakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan?

    BM: Silahkan saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.

    AW: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.”

    BM: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.

    AW: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.

    BM: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.

    AW: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan kedunia ini tanpa Bapak, melainkan Yesus saja. Jadi masih dapat dibenarkan kalau Yesus disebut “Putera Tuhan” atau “Tuhan Anak.”

    BM: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa Bapak saja.

    AW: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya.

    BM: Kalau kiranya ada, maka yang manakah diantara keduanya yang lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu.

    AW: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan lebih ajaib keadaannya dari pada kelahiran Yesus.

    BM: Benarkah demikian pendapat Saudara?

    AW: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib dari pada Yesus; akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab; dan Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.

    BM: Supaya lekas beres urusan ini, silahkan saudara periksa di Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci saudara sendiri.

    AW: Di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan?

    BM: Silahkan saudara periksa di “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut: “Adapun Melkisedek itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim.”

    “Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Melkisedek itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai.” Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal.”

    BM: Cukup, saudara telah membaca di kitab suci saudara sendiri, bahwa Melkisedek seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Melkisedek menjabat Tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran Melkisedek itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Melkisedek dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. Selain itu Melkisedek masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Melkisedek dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus?

    AW: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!!

    BM: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap dengan sendirinya.

    AW: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: “Maka pada mulanya ada itu Kalam maka Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah, dan kalau itu Allah. Ia itu pada mulanya serta dengan Allah.” Kata “Ia” di ayat ini maksudnya ialah “Yesus.” Jadi Yesus beserta dengan Allah.

    BM: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah: “Serta” atau beserta. Kalau ada orang berkata “Si Salim dengan si Amin” maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam-pun lain.

    AW: Bagaimana kalau Yesus disebut saja Anak Tuhan.

    BM: Saya sudah jelaskan tentang itu pada saudara dalam pembicaraan kita yang lalu. Dan saudara telah mengakui kebenaran keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita-pun tidak mungkin menodai ke Esa-an Tuhan.

    AW: Tetapi dalam kitab: “Wahyu,” pasal 22 ayat 13 menyebutkan: “Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir.”

    BM: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya ini silahkan saudara periksa di Kitab “Wahyu” tersebut pasal 21 ayat 6.

    AW: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku: “Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal dan yang Akhir.”

    BM: Jelas di ayat itu menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku,” Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini?

    AW: Tentu Allah yang berfirman.

    BM: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus.

    AW: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada.” Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.

    BM: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan.” maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: “seorang yang terkemudian,” dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: “Permulaan,” bukan pula “yang terkemudian,” bukan yang “awal,” maupun: “yang akhir.”

    AW: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak bisa disebut: “permulaan.” Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut “permulaan” dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut “yang terkemudian.”

    BM: Supaya lebih jelas kepada saudara maka saya hadapkan pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut “permulaan,” maka apa dengan dasar inikah saudara mengakui Yesus itu Tuhan.

    AW: Ya, betul begitu.

    BM: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan saudara, kalau sekiranya dalam kitab suci saudara ada menyebutkan bahwa ada seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui Tuhan juga oleh saudara.

    AW: Di pasal manakah menyebutkan demikian?

    BM: Sebelum saya tunjukkan, apakah saudara masih tetap berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada permulaan dan kesudahannya, sebagaimana saudara bertuhan kepada Yesus.

    AW: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.

    BM: Mestinya saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.

    AW: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.

    BM: Saya telah katakan dikitab suci saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.

    AW: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut: “Melkisedek yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah. maka kekallah ia selama-salamanya.”

    BM: Bagaimana perasaan saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Melkisedek.

    AW: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.

    BM: Bimbang atau tidaknya terserah saudara, yang jelas tidak ada niat sama-sekali untuk mengajak saudara meninggalkan Agama Kristen. Yang penting adalah diskusi dan penelitian semata-mata. Meneliti dan menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.

    AW: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak; maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan keyakinan saya dalam memeluk agama.

    BM: Silahkan saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam Agama Islam tidak ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da’wah), tidak lebih dari itu. Teruskanlah pertanyaan saudara.

    AW: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan dalam hati saya, namun apakah bapak masih bersedia menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan Anak Tuhan.

    BM: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi pengharapan saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena waktu sudah malam (Jam 12.25).

    AW: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan.
    ========================

    PERTEMUAN YANG KETIGA

    BM: Sebagaimana kita telah rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga musyawarah kita ini?

    AW: Memang demikian, karena kedatangan kami kemari khususnya untuk melanjutkan pertemuan kita kemarin malam.

    BM: Kalau tidak khilaf, pembicaraan kita masih berkisar dalam soal ketuhanan Yesus dalam Bibel.

    AW: Betul begitu. Kemarin malam saya mengharapkan agar bapak menunjukkan ayat-ayat dalam Kitab Injil; apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.

    BM: Kemarin malam, telah saya tunjukkan. Agar berurutan sebaiknya kita ulangi lagi ayat-ayat Injil tersebut, lalu akan saya tunjukkan lagi ayat-ayatnya yang lain; setujukah saudara pendapat saya ini.

    AW: Memang sebaiknya begitu, agar berurutan dan bertambah jelas baiklah diulangi lagi.

    BM: Silahkan Buka Matius pasal 1 ayat 16.

    AW: Baik, dalam pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.”

    BM: Di sini jelas, ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, sebagaimana telah saya terangkan dalam pertemuan pertama.

    AW: Ya, pada pertemuan pertama bapak telah terangkan dan saya telah mengerti. Menurut pendapat bapak, apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan kata: “Yesus dan Kristus.”

    BM: Apakah saudara belum mengetahui arti daripada dua buah kata tersebut?

    AW: Saya mengerti. Tetapi hanya untuk mencocokkan saja dengan penafsiran bapak.

    BM: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan,” melepaskan manusia daripada dosa.

    AW: Darimanakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa.

    BM: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan saudara. silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya.”

    BM: Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan ada beberapa lagi artinya yang lain: Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris disebut: “Christ the Lord,” didalam Injil bahasa Arab disebut: “Almasih Ar-Robb.” Kata “Lord dan Robb” artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23, dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12 ayat 29 dan di ayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.

    AW: Benar yang bapak maksudkan itu.

    BM: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29

    AW: Di sini menyebutkan: “Maka jawab Yesus kepadanya: ‘Hukum yang terutama inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang Esa’.”

    BM: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan sebagaimana telah saya terangkan.

    AW: Ya, sudah bapak terangkan kemarin malam.

    BM: Periksa lagi Ulangan pasal 4 ayat 35.

    AW: Di sini menyebutkan: “Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.”

    BM: Kitab Injil saudara sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan. Inipun telah saya terangkan pada pertemuan kita kemarin malam.

    AW: Ya, saya sudah mengerti dan menerimanya.

    BM: Periksa lagi di Ulangan pasal 6 ayat 4.

    AW: Di Ulangan pasal dan ayat tersebut menyebutkan demikian: “Dengarlah olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

    BM: Jelas di kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. Bagaimana pendapat saudara. Kaum Kristen mengatakan Yesus itu tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut dirinya Tuhan.

    AW: Ya, saya tidak mengerti dan tambah bingung.

    BM: Biarlah tidak apa-apa. Marilah kita teruskan lagi. Periksa di Matius pasal 27 ayat 1.

    AW: Baik, di sini menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia.”

    BM: Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk membunuh Dia. Silahkan buka lagi di Matius pasal 26 ayat 38.

    AW: Di ayat ini ada menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: ‘Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu disini dan berjagalah sertaku.'”

    BM: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah ada Tuhan berduka cita. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan. Periksa lagi di Lukas pasal 2 ayat 11.

    AW: Baik di ayat ini menyebutkan: “Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud.”

    BM: Wajarkah Tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria). Terus periksa di Johanes pasal 5 ayat 30.

    AW: Baik, di sini menyebutkan: “Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku.”

    BM: Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Wajarkah Tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Di ayat itupun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan yang mengutus dia. Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh siapapun. Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan diutus oleh tuhan. Yang diutus itu tentu bukan Tuhan.

    AW: Kalau berdasarkan ayat tersebut, memang benar keterangan Bapak.

    BM: Kalau begitu jelas bahwa:

    Yesus Datang kedunia ini bukan kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Tuhan telah mengutus Nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain.

    Yesus menghidupkan orang mati bukan maunya sendiri melainkan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas dapat menghidupkan orang mati.

    Yesus dapat menyembuhkan penyekit kusta (lepra), bukan kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan sebagaimana Ilyas dapat menyembuhkan penyakit lepra.

    Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan Yesus sendiri di ayat tadi bahwa “Tidak aku coba mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus Aku.”

    Apakah Saudara memerlukan lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan pengakuan Yesus sendiri bahwa Ia bukan Tuhan.

    AW: Buat saya masih memerlukan lagi, bukankah telah saya sampaikan kepada Bapak, bahwa saya ingin mencari kepuasan dalam meneliti ajaran-ajaran agama, terutama dalam hal Ketuhanan yang hakiki. Tetapi saya ingin bertanya, dan maaf sebelumnya, bagaimanakah bapak bisa hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel, dan keistimewaan bapak ini saya merasa kagum.

    BM: Itu adalah petunjuk Tuhan. Alhamdulillah saya memang mempelajari bermacam agama, akhirnya saya bertambah yakin akan kebenaran Agama Islam. Kalau saudara merasa kagum kepada saya, maka sayapun lebih merasa kagum lagi kepada saudara selaku pemeluk agama Kristen berhasrat meneliti ajaran-ajaran agamanya. Juga dengan bantuan bapak Markam ini. Baiklah kita lanjutkan, periksa lagi di Ulangan pasal 4 ayat 39.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini disebutkan sebagai berikut: “Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali ia tiadalah lain lagi.”

    BM: Tegas sekali, dikitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Jadi Yesuspun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Yesus.

    AW: Tetapi dalam Injil Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: “Supaya kamu dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di dalam aku, dan aku ada di dalam Bapa.” Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus, maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya atau singkatnya bahwa Yesuspun Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11 ada menyebutkan: “Percayalah yang aku ini dalam Bapa, dan Bapa dalam aku.”

    BM: Kalau saudara berpegang dengan ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan, makasaudara harus mengakui juga bahwa Tuhan itu Yesus dan Yesus itu Tuhan.

    AW: Tidak demikian, tetapi Yesus dan Tuhan itu satu.

    BM: Kalau begitu, saya ingin bertanya: “Di ayat itu ada dua rangkaian kata ialah “Yesus dan Tuhan.” Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya. Tuhan Bapakah atau Yesus.

    AW: Tentu Tuhan Bapa.

    BM: Kalau masih ada yang lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan Tuhan, lebih jelas periksa di Injil Johanes pasal 14 ayat 28.

    AW: Baik, di ayat ini ada menyebutkan: “Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: ‘Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku.'”

    BM: Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: “Bapaku itu lebih dari aku,” ini menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah tuhan yang tidak sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. Yang tidak sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap saudara periksa lagi di Injil Johanes pasal 12 ayat 45.

    AW: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Dan barangsiapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku.”

    BM: Pantaskah tuhan diutus. Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang diutus. Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus diatas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan.

    AW: Saya belum meneliti maksud ayat di Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 yang menyebutkan bahwa “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa,” seperti yang telah saya bacakan tadi. Akan tetapi dalam ayat ini saya berpendapat ada dua macam penafsiran:

    1. Yesus adalah Tuhan.

    2. Berdasarkan Injil Johanes pasal 12 ayat 45 yang kita baca itu menyebutkan, Yesus itu adalah utusan Tuhan. Utusan disini maksudnya selaku Tuhan ia menyampaikan sendiri ajarannya kepada manusia.

    BM: Ayat itu bukan berarti mempunyai dua macam penafsiran, tetapi diantara dua ayat tersebut yakni di Johanes pasal 10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11 dan Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah bertentangan. Di satu ayat ditafsirkan Yesus itu Tuhan, dan di ayat lain disebutkan bahwa Yesus itu utusan Tuhan. Jadi di dalam Injil sendiri terdapat ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lain bertentangan. Kita perlu ingat kembali pada pembicaraan kita semula kalau ada kitab suci yang isinya berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, maka apakah kitab suci itu masih akan dipertahankan kesuciannya?

    AW: Betul, kita telah bicarakan hal itu pada pertemuan yang lalu.

    BM: Andaikan saudara masih juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan: “Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus” sebagaimana tersebut dalam Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 itu maka saudarapun akan dijawab oleh kitab Injil saudara sendiri, bahwa penafsiran saudara itu tidak benar.

    AW: Dimanakah menyebutkan demikian?

    BM: Silahkan saudara periksa di Injil Johanes pasal 17 ayat 21.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya.”

    BM: Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. Kalau begitu harus saudara akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan juga.

    AW: Kalau begitu bagaimana arti yang sebenarnya ayat itu menurut Bapak.

    BM: Kalimat, “Bapa dalam saya,” dan muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya Yesus senantiasa tidak melupakan Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak melupakan Yesus dan Allah (Bapa). Dan di akhir ayat tersebut Yesus berkata “biar dunia percaya yang Bapa mengutus saya.” Rangkaian kata-kata ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Allah, melainkan utusannya, dan teruskan saudara baca di Johanes pasal 17 ayat 23.

    AW: Baik, ayat tersebut menyebutkan: “Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya.”

    BM: Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Apakah saudara masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada saudara.

    AW: Sebagaimana telah saya sampaikan kepada bapak, saya ingin kepuasan. Sebetulnya keterangan-keterangan bapak telah memuaskan saya, namun demikian kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap bapak tunjukkan.

    BM: Baik saya penuhi pengharapan saudara silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.

    AW: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami.”

    BM: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau.” Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah” mengapa kaum kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan. Silahkan periksa lagi Injil Yahya pasal 17 ayat 8.

    AW: Baik, sebutan ayat tersebut adalah sebagai berikut: “Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku.”

    BM: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku.” Jadi Yesus itu bukan tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana Nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang lain-lain juga. Teruskan saudara periksa Injil Matius pasal 26 ayat 2.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan.”

    BM: Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Lanjutkan periksa Injil Matius pasal 5 ayat 45.

    AW: Baik, ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga…”

    BM: Cukup sampai di situ. Di ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak bapamu yang di surga; yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya anak tuhan akan menjadi banyak jumlahnya, bukan Yesus saja.

    AW: Tetapi di Injil Johanes pasal 1 ayat 34 menyebutkan: “Maka aku sudah melihat itu, serta bersaksi yang dia inilah anak Allah.” Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17 menyebutkan: “Maka suatu suara dari langit mengatakan: ‘Inilah Anakku yang kukasihi, kepadanya aku berkenan.'”

    Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga menyebutkan: “Maka ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan anak Allah yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan kita akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu.” Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan: “Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu.”

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan bahwa Yesus Anak Allah. Kalau Bapak memerlukan akan saya tunjukkan ayat-ayatnya.

    BM: Saya mengerti, bahwa ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah sebagaimana tersebut di:

    Matius : Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63 dan Pasal 16 ayat 17.

    Johanes : Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal 19 ayat 7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30, pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat lainnya di Johanes.

    Rum : Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat 32.

    Galitiah: Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4 dan 6.

    Lukas : Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9, pasal 4 ayat 43 dan 41.

    Ibrani : Pasal 1 ayat 2,5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5 ayat 5 dan 8.

    Matius : pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63, pasal 16 ayat 17.

    Korintus I: Pasal 1 ayat 9. Dan masih ada beberapa ayat lain di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak Allah tetapi maksudnya bukan anak Allah yang sebenarnya, karena Yesus sendiri mengaku di kitab Injil bahwa ia adalah utusan Allah, bukan Anak Allah. Dan ia sendiri berkata: “anak manusia” bukan anak Tuhan. Jadi jumlah ayat-ayat di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu anak Allah tidak menjamin kebenarannya bahwa ia anak Allah betul-betul, sebagaimana kita sering mendengar ucapan-ucapan “Anak Kapal,” “Anak Sekolah,” tidak berarti bahwa kapal dan sekolah itu beranak, melainkan mempunyai arti bahwa orang itu selalu terikat oleh peraturan-peraturan kapal dan pelajaran-pelajaran di sekolah. Periksa lagi Yahya pasal 5 ayat 30.

    AW: Ayat tersebut demikian bunyinya: “Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.”

    BM: Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya sendiri. Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah kehendak Tuhan. Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang mengutus. Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata “Utusan Tuhan itu adalah Tuhan,” bisakah terjadi demikian.

    AW: Sudah jelas dan terima kasih.

    BM: Silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia.”

    BM: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia bukan anak Tuhan.

    AW: Betul berdasarkan ayat tersebut Yesus adalah anak manusia.

    BM: Periksa lagi di Matius pasal 27 ayat 30.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Maka mereka itupun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepalanya.”

    BM: Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-olokkan. Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah. Sesuai dengan pengharapan saudara supaya puas dengan soal ketuhanan Yesus menurut Bibeldan perkataan Yesus sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi periksa di Matius pasal 21 ayat 18 dan 19.

    AW: Baik, di sini menyebutkan: “Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali kenegeri itu, ia merasa lapar. Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan, pergilah ia kesitu dan didapatinya suatu apapun tiada dipohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya: ‘Janganlah jadi buah dari padamu lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu.'”

    BM: Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah. Padahal kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya mengeluarkan buahnya seketika itu juga, tidak lalu mengutuknya.

    AW: Bapak hafal betul tentang ayat-ayat di Kitab Injil, jadi sudah jelas berdasarkan ayat-ayat Injil yang bapak sebutkan dan dikuatkan lagi dengan beberapa ayat lainnya, nyatalah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan.

    BM: Persoalan Yesus anak Tuhan itu telah kita bicarakan pada pertemuan pertama, dan sudah dibereskan oleh Injil sendiri yang menyebutkan bahwa selain Yesus masih banyak lagi beberapa manusia yang harus diakui Anak Tuhan, dan seharusnya mereka itu diakui juga oleh golongan Kristen, menjabat anak tuhan, bukan Yesus saja, karena berdasarkan Kitab Injil sendiri anak Tuhan itu banyak.

    AW: Ya betul kita telah bicarakan tentang itu.

    BM: Supaya lebih Jelas, baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:

    1. Daud anak Allah yang sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)

    2. Yakub (Israil) adalah anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22 dan 23)

    3. Afraim adalah anak Allah yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)

    Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub anak Allah yang sulung, dan Afraim juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya atau kesemuanya adalah anak sulung. Yang manakah yang betul-betul sulung. Apakah ayat ini benar semuanya atau salah semuanya. Karena itu saya jelaskan bahwa Anak Allah yang tersebut dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah yang sebenarnya melainkan maksudnya ialah kekasih Allah, atau mereka yang taat kepada perintah-perintah Tuhan.

    AW: Saya sudah mengerti terima kasih.

    BM: Tetapi saudara mungkin belum mengerti betul tentang arti “Anak dan Bapa” dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa yang terpakai dalam Bibel.

    AW: Kalau begitu bagaimanakah arti yang sebenarnya.

    BM: Dalam bahasa Ibrani kata “Bapa” itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata “anak” dipakai buat mereka yang dihormati, seperti para Nabi dan para Rasul.

    AW: Dasar apakah yang dipergunakan oleh Bapak tentang keterangan itu.

    BM: Saya sudah sebutkan pada pertemuan yang pertama ialah tersebut dalam Injil Matius.

    AW: Saya tidak ingat, di pasal dan ayat berapa.

    BM: Silahkan buka Matius, pasal 5 ayat 9.

    AW: Baik, di sini disebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang karena mereka itu akan disebut anak Allah.”

    BM: Jelas siapa saja mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat “Anak Allah,” kalau begitu anak Allah itu ratusan, ribuan malah mungkin jutaan orang, jadi bukan Yesus saja.

    AW: Apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja, karena sudah larut malam.

    BM: Terserah saudara, tetapi baiklah besok malam saja kita lanjutkan.
    =====================

    PERTEMUAN YANG KE EMPAT
    Yesus Penebus Dosa

    BM: Betulkah Kepercayaan Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus Dosa.

    AW: Memang demikian.

    BM: Dimanakah menyebutkan

    AW: Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31

    BM: Tolong bacakanlah.

    AW: Baik, di sini ada menyebutkan: “Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa.”

    BM: Susunan kata ini diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan wahyu dari Tuhan.

    AW: Tetapi dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan.

    BM: Bacakanlah.

    AW: Disini menyebutkan: “Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: ‘Jangan takut, karena sesungguhnya Aku memberikan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud.'”

    BM: Malaikat itu berkata kepada siapa menurut ayat itu.

    AW: Di Lukas pasal 2 ayat 8 dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada orang gembala yang tinggal di padang, menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.

    BM: Tidak ada keterangan bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada pernyataan dari orang gembala sendiri mengenai peristiwa tersebut.

    AW: Buat saya tidak perlu memeriksa lebih mendalam lagi, karena di Injil menyebutkan Yesus adalah Juru Selamat dan penebus dosa, itu sudah cukup.

    BM: Baik, kalau saudara tidak perlu memeriksa kembali ayat tersebut tidak apa, saya ikuti kemauan saudara, namun saya ingin memberitahukan kepada saudara, bahwa dalam kitab Kisah Rasul pasal 5 ayat 31 yang saudara baca tadi ada menyebutkan bahwa Yesus, hanya penebus dosa bagi Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia. Dan saudara sendiri selaku penganut agama Kristen tentunya tidak tertebus dosanya oleh Yesus, oleh karena saudara bukan turunan Bani Israil. Demikianlah kalau saudara betul-betul berpegang pada Kitab Suci saudara kitab Injil saudara, yang telah saudara baca sendiri.

    AW: Diwaktu itu mungkin hanya Bani Israil saja yang ada. Karena itulah Yesus berkata begitu, tetapi pada hakekatnya untuk semua manusia.

    BM: Kalau benar sanggahan saudara, silahkan saudara buka di Matius pasal 1 ayat 21.

    AW: Baik, di Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan: “Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya.”

    BM: Apakah belum Jelas, Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia, sebagaimana kita telah bicarakan.

    AW: Akan tetapi dapat juga saya artikan: “Kaum” itu dengan “Bangsa,” ialah bangsa manusia. Jadi yang dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.

    BM: Dengan dasar apa saudara memberi arti begitu. Di Bibel sendiri nyata-nyata menyebutkan dengan kata “Kaumnya.” Taruh kata saudara alihkan kata: “Kaum” dengan arti “Bangsa,” maka yang demikianpun tidak dapat diartikan lain, kecuali hanya bangsanya Yesus sendiri saja ialah bangsa Ibrani (Israil).

    AW: Saya masih belum yakin keterangan bapak selama di Bibel sendiri tidak menyebutkan dengan tegas, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja.

    BM: Sekiranya di Bibel ada menyebutkan, betulkah saudara akan menjadi yakin, bahwa kedatangan Yesus itu bukan untuk semua bangsa.

    AW: Ya, saya yakin, dan demikianlah pendapat saya.

    BM: Apakah saudara sudah periksa di Bibel.

    AW: Saya sudah periksa, tetapi saya tidak hafal ayat-ayat Bibel yang ratusan malah mungkin ribuan ayat itu.

    BM: Kalau begitu, silahkan periksa Injil Matius pasal 15 ayat 24.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Maka jawab Yesus, katanya ‘Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil.'”

    BM: Bukankah ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. Jadi kalau penganut Yesus (umat Kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja, sedangkan saudara sendiripun bukan dari golongan Bani Israil.

    AW: Ya, kalau demikian bagi saya agak repot. Entah bagaimana ini semestinya.

    BM: Nah, kalau begitu orang bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil. Sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat demikian. Apakah cara yang demikian tidak bisa dinamakan melangkahi ajaran Yesus. Dan di Injil Matius yang saudara baca baru-baru ini ada menyebutkan juga susunan kata Yesus sendiri “Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain.” Jelas disini Yesus sendiri ia mengakui ia disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi pesuruh. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri, yang menyebutkan dalam Kitab Injil saudara sendiri.

    AW: Betul begitu, akan tetapi maaf terlebih dulu apakah misalnya tidak mungkin ayat itu ada salah cetak. Ini hanya kira-kiraan saya sendiri saja, tetapi sekali lagi saya minta maaf.

    BM: Tidak apa saudara bersikap ragu-ragu, tetapi untuk menghilangkan keragu-raguan baiklah kita periksa kitab yang berbahasa Belanda ini yang kebetulan saudara bawa. Kitab ini berjudul: “Bijbellezingen voor het Huisgezin.” Setujukah saudara.

    AW: Baiklah, dan memang demikian maksud kami sebelumnya, agar dapat kita periksa bersama-sama apakah ayat Bibel yang berbahasa Indonesia, ada bersamaan maksudnya dengan yang berbahasa Belanda.

    BM: Silahkan saudara periksa di bab: “De onderdanen van het koningrijk” halaman 834, ayat 12 apakah sudah diketemukan ayatnya.

    AW: Sudah ini dia.

    BM: Nah mari kita periksa, di ayat ini menyebutkan: “Toen de vrouw van Kanaan tot Christus kwan, Hem om smehende haar dochter te genezen, wat zei Hijtoen?. Maar Hij antwoordende, zeide: ‘Ik ben niet gezenden dan tot de verloren schapen van huis Israel.'” Kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia: “Ketika seorang perempuan dari Kanaan datang di hadapan Kristus mengemis-mengemis padanya supaya mengobati (menyembuhkan) anaknya, lalu apakah katanya?. Maka jawab Yesus, katanya: ‘Tiadalah aku disuruhkan yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil.'”

    AW: Yah terus terang saja, tampaknya pendirian saya sudah mulai condong kepada keterangan-keterangan bapak.

    BM: Alhamdulillah, saya bersyukur, karena saudara sudah tambah bimbang dalam keyakinan saudara. Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membaca susunan ayat di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2.

    AW: Betul saya ingat, saya akan menjelaskan ayat tersebut.

    BM: Baik, kalau saudara masih merasa perlu memberikan penjelasan.

    AW: Saya akan bacakan lagi bunyi ayat tersebut.

    BM: Baik, pada pertemuan yang lalu telah saya terangkan. Mungkin saudara masih perlu membantah (membantah keterangan saya tersebut). Silahkan saudara membacanya.

    AW: Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut: “Setelah Yesus menyudahi ucapan itu, maka bertuturlah pula ia kepada murid-muridnya: ‘Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan.'” Jadi kedatangan Yesus memang untuk disalib. Berdasarkan ayat ini.

    BM: Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib. Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, sebagaimana saya telah sebutkan pada pertemuan kita yang pertama, ialah di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya sebagai berikut: “Maka sekira-kira pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: ‘Eli, Eli, lama sabachtani.'” artinya ‘Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku.”

    AW: Di ayat yang dibacakan tadi menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah mengetahui lebih dahulu bahwa badan kemanusiaannya akan di salib. Jadi yang berteriak itu bukan anak Tuhan, melainkan badan kemanusiaannya Yesus, oleh karenanya itu ia menyerah untuk disalib.

    BM: Kalau begitu, diwaktu Yesus di Salib ada dimanakah badan ketuhanannya Yesus itu. Kalau saudara menjawab terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan Tuhan. Tetapi kalau saudara menjawab tetap di situ, mengapa badan ketuhanannya tidak dapat menolong Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta tolong.

    AW: Saya tidak mengerti bagaimana soal ini sebenarnya.

    BM: Bukan itu saja, malah kita masih bisa meneruskan lagi di Matius pasal 26 ayat 38 yang menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: ‘Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku.'” Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya. Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia.

    AW: Kalau saya berpegang pada ayat Injil tersebut, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja, maka apakah salahnya kalau kita mengajak manusia diluar Bani Israil supaya percaya kepada Yesus.

    BM: Kalau saudara konsekwen berpegang pada ayat Injil itu mestinya tidak demikian pendapat saudara. Kalau saudara telah menyimpang dari langkah Yesus oleh karena Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk menebus dosa Bani Israil semata-mata, bukan manusia lainnya.

    AW: Taruh kata kedatangan Yesus itu hanya untuk Bani Israil saja, dan andaikata ada orang dari luar Bani Israil yang masuk Kristen, maka hal tersebut tidak berarti ayat Injil dan ajaran Kristen itu ada kesalahan.

    BM: Kalau begitu apakah orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus itu sudah tertebus dosanya?

    AW: Entahlah.

    BM: Mengapa dalam kitab Injil tersebut Yesus berkata bahwa kedatangannya untuk menebus dosanya Bani Israil. Dengan demikian maka orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus mestinya sudah tertebus dosanya. Terlebih lagi berdasarkan keterangan saudara mestinya manusia yang menyalibkan Yesus itu tidak berdosa, malah menerima pahala besar, kalau kedatangannya Yesus memang untuk disalib. Andaikata tidak ada orang yang bersedia menyalibkan Yesus, tentu tidak terlepas dosanya Bani Israil dan kedatangannya Yesus tidak dapat lagi disebut selaku penebus dosa. Mestinya orang yang menyalibkan Yesus itu menerima pahala besar, tidak dilaknat, karena mereka telah berjasa menyalibkan Yesus, karena perbuatan mereka itulah, dosa-dosa Bani Israil tertebus semuanya. Jawaban ini sebagian telah saya sampaikan pada pertemuan kita yang lalu.

    AW: Dalam hal ini saya belum bisa menjawab sekarang, tetapi mungkin dilain waktu.

    BM: Saya akan ulangi lagi pertanyaan saya: Betulkah lantaran Yesus disalib, dosa bisa terhapus.

    AW: Ya, betul begitu menurut ayat Injil.

    BM: Alat apakah digunakan untuk menyalibkan Yesus.

    AW: Kalau saya tidak salah, ialah kayu yang disebut: “Kayu Salib”

    BM: Kalau begitu Yesus tergantung pada kayu pada waktu disalibkan.

    AW: Ya, demikian, sebagaimana kita sering melihat gambar Yesus disalib.

    BM: Silahkan saudara periksa di Galatia pasal 3 ayat 13.

    AW: Baik, disini disebutkan: “Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: ‘Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu.'”

    BM: Menurut keterangan saudara, Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut Galatia yang saudara baca menyebutkan: Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia.

    AW: Terima kasih, saya sudah menyadari. Apakah tidak sebaiknya kita pindah kepada pasal-pasal yang lain. Tetapi di lain malam, karena sekarang waktunya sudah terlalu larut malam.

    BM: Baiklah terserah saudara.
    ===================

     
    • alo 5:06 pm on 15/05/2009 Permalink | Reply

      nanti lama kelamaan bisa menafsir kitab weda dan tripitaka. gue bukan bermaksud merendahkan si penafsir. tapi sebagai umat Kristen tentu saya menyatakan bahwa tafsiran di atas tentu banyak salah. contohnya: imam melkisedek tidak dibandingkan dengan Yesus melainkan dengan imam Lewi. makanya baca semuanya, jangan sepotong saja. tidak berbapa dan tidak beribu tentunya dibedakan dengan imam Lewi atau Harun yang jelas bapa dan ibunya dan keturunannya atau nenek moyangnya.

      bayangan saya bahwa pernyataan di atas seperti pernyataan para sekte Kristen sebelum tahun 620M. sekte kristen yang anti paulus dan anti salib dan anti konsili. karena pengaruh logika/akal yahudi farisi

    • alo 1:05 am on 16/05/2009 Permalink | Reply

      sekte-sekte kristen di imperium persia sebelum tahun 620M banyak terpengaruh oleh filsafat logika persia. sehingga pada akhirnya semua dihimpun menjadi agama akal

    • xoxo 11:15 am on 11/06/2009 Permalink | Reply

      ga penting…yang penting tetaplah pada keyakinanMu…kasihilah sesamamu seperti Tuhan mengasihimu…

      gitu aja kok repot !!

      • erzal 6:30 am on 15/06/2009 Permalink | Reply

        keyakinan yg bagaimana dulu, bagaimana jika keyakinan itu berupa ajaran yg menyembah berhala…apa kita tetap pada keyakinan tsb ?….

    • Freedomfighter 5:23 am on 28/02/2011 Permalink | Reply

      Hanya ada satu Tuhan. Tapi banyak yang menolak kalimat tersebut.

      “Kita ini diciptakan dari satu makhluk (adam) lalu dijadikan pula pasangan (hawa) dari makhluk itu sendiri. Terus, dari perut ibu terdapat 3 lipat tahap penciptaan manusia (bayi).
      Yaitu kegelapan dalam perut, dalam rahim, dan dalam selaput yang menutupi janin.”

      “Di dalamnya terjadilah proses penciptaan. Ditempatkanlah setitik bibit (sperma) dalam penyimpanan yang kuat (ovum). Lalu terbentuklah segumpal darah, lalu gumpalan darah itu menjadi segumpal daging, dan dari daging jadi tulang belulang, setelah itu tulang tersebut ditutup lagi dengan daging (janin).”

      “Dimukimkanlah janin yang terbentuk itu di dalam rahim hingga waktu yang ditentukan (9bln10hari). Setelah itu keluarlah kita jadi bayi, yang berangsur mancapai kedewasaan. Ada yang mati muda, ada yang panjang umurnya sampai – sampai jadi pikun.”

      Pengetahuan tentang embriologi ini ditemukan dan disahkan pada abad ke-20.
      Apakah kalian tahu, keterangan itu sudah tersebar sekitar 1400 tahun lalu? Apakah kalian mengira pada tahun tersebut terdapat teknologi canggih sama seperti sekarang, hingga bisa mengetahui sperma (hanya setitik) masuk ke dalam ovum beserta proses yang terjadi?
      Jika jawabannya “TIDAK”,
      Saya beritahu bahwa keterangan itu ada di dalam Al-Qur’an : 39 Azzumar ayat 6, al Mukminun ayat 13 dan 14, al Maidah ayat 22

      Masihkah menolak?
      Saya yakin pasti kebanyakan menjawab “IYA”
      Dan saya tidak heran karena ini sudah ditulis pula,
      Q.S.82 ayat 6-7:“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu
      (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang telah membentuk kamu
      lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”

      Q.S.71 ayat 13-14:
      “Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah ?
      Padahal Dia sesungguhnya telah membentuk kamu dalam beberapa tingkatan
      kejadian.”

  • SERBUIFF 11:15 am on 27/02/2009 Permalink | Reply
    Tags: , , SEJARAH NABI MUHAMMAD   

    SEJARAH NABI MUHAMMAD 

     
  • SERBUIFF 4:53 am on 18/02/2009 Permalink | Reply
    Tags: , , YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W.   

    YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. 

    PASAL XIII TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. KEDATANGAN NABI SESUDAH YESUS MENURUT AGAMA KRISTEN

    Dr. J. Verkuyl menulis sebagai berikut: “Apabila orang menyangka bahwa sesudah Tuhan Yesus, masih ada orang yang datang menambah pengajaran Tuhan Yesus atau menyangka masih ada orang yang seperti Yesus, maka salahlah ia. Allah telah berfirman dan menyatakan diri sesempurnanya didalam Tuhan Yesus Kristus. Seterusnya ia menulis lagi: “Jadi sesudah Kristus tidak ada lagi seorang nabi yang muncul, yang dapat menambah, mengubah, mengganti atau membatalkan pengajarannya”.

    1) KEDATANGAN NABI SESUDAH YESUS MENURUT AGAMA ISLAM Menurut ajaran agama Islam, sesudah Nabi Isa atau Yesus akan datang lagi seorang Nabi, yaitu Nabi Muhammad s.a.w. Kedatagannya itu telah diberitakan Tuhan lebih dahulu dengan perantaraan Nabi-nabi-Nya. Berita kedatangannya itu seterusnya dicantumkan didalam Taurat dan Injil. Firman Tuhan : Artinya: (Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Tuhan itu ialah) Orang-orang yang mengikut Rasul lagi Nabi yang ummi yang dijumpai mereka dia tertulis pada sisi mereka didalam Taurat dan Injil, yang menyuruh mereka dengan kebaikan dan melarang mereka daripada yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka yang baik-baik dan mengharamkan atas mereka yang keji-keji dan menggugurkan dari pada mereka keberatannya dan belenggu yang ada atas mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya dan memuliakannya dan menolongnya dan mengikut terang yang telah diturunkan sertanya, mereka itulah orang-orang yang berbahagia. (Al A’raf 157) Dalam ayat ini dinyatakan bahwa orang-orang yang disebut beriman ialah orang-orang yang mengikut Rasul lagi Nabi yang ummi yang tertulis didalam Taurat dan Injil. “Ummi” maksudnya tidak tahu membaca dan menulis. Rasul lagi Nabi yang ummi itu ialah Nabi Muhammad s.a.w. Ia seorang Rasul lagi Nabi yang tidak tahu membaca dan menulis. Dengan demikian diketahui bahwa kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. telah diberitakan Tuhan lebih dahulu dengan menuliskannya didalam Taurat dan Injil. Firman Tuhan:P Artinya: Dan (ingatlah) ketika Isa anak mariam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku utusan Allaah kepadamu, yang membenarkan apa yang ada dihadapanku, yaitu Taurat, dan menyampaikan kabae kesukaan dengan kedatangan seoprang rasul kemudianku namanya Ahmad. Maka tatkala ia telah datang kepada mereka dengan beberapa keterangan, kata mereka: “Ini adalah sihir yang terang”. (Ash-Shaf 6) Dengan ayat ini Tuhan menyatakan bahwa Nabi Isa telah menubuatkan kedatangan seorang rasul yang akan datang kemudiannya bernama Ahmad. Ahmad itu satu diantara nama-nama Nabi Muhammad S. A. W.. Dengan demikian diketahui bahwa kedatangan Nabi Muhammad S. A. W. Itu telah diberitakan lebih dahulu oleh Nabi Isa

    PENJELASAN DAN PERBANDINGAN AJARAN KEDUA AGAMA TERSEBUT. 1. Menurut Alkitab Nabi-nabi masih ada sesudah Yesus. Dr. Je. Verkuyl menerangkan di atas bahwa sesudah Yesus tidak ada lagi seorang Nabi yang muncul yang dapat menambah, mengobah dan membatalkan ajaran Yesus. Pendapat itu menurut ajaran agama Kristen sudah seharusnya demikian. Seperti telah diterangkan, menurut ajaran agama Kristen, kedatangan Yesus ke dunai adalah untuk menyelesaikan akibat kesalahan Adam mengenai pelanggaran dalam persoalan memakan seubah kau. Adam telah berdosa sebab memakan sebuahy buah kayu di taman Firdaus dan manusia seluruhnya telah mewarisi dosa itu. Maka Yesus sebagai anak Allaah lalu datang ke dunia menjelma menjadi manusia kemudian mati disalibkan untuk menebus dosa itu. Menurut ajaran agama Kristen, Yesus telah melaksanakan tugasnya. Dengan demikian persoalannya telah selesai. Maka tidak ada yang akan ditambah dan yang akan dibatalkan lagi. Akan tetapi menurut ajaran agama Islam yesus hanya seorang manusia yang diutus Tuhan bertugas me njadi Nabi untuk memimpin manusia pada jalan kebaikan. Ia termasuk golongan Nabi-nabi yang sudah diutus Tuhan pada zaman-zaman yang lalu dan telah melakukan pimpinannya sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diwahyukan Tuhan kepadanya. Oleh karena manusia sesudah Yesus masih memerlukan petunjuk Tuhan yang benar dan yang lebih sempurna, maka Tuhan mengutus lagi RasulNya menyampaikan petunjuk itu. Tuhan telah mengutus Nabi Muhammad S. A. W. Sebagai Rasul yang terakhir dengan membawa petunjuk yang lebih lengkap dan sempurna. Menurut Alkitab, sesudah Yesus masih ada nabi-nabi yang datang. Dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 11 tersebut: (27) Pada masa itu datanglah beberapa orang nabi dari Jeruzalem turun ke Antiochia. (28) Maka bangkitlah seorang dari antara mereka itu bernama Agabus, lalu menyatakan dengan ilham Roh, bahwa suatu bela kelaparan yang besar akan jadi di seluruh dunia ini. Maka berlakulah yang demikian itu pada zaman Kalaudius. Ayat-ayat ini menyatakan bahwa pada zaman rasul-rasul Yesus beberapa orang nabi telah datang dari Jeruzalem ke Antiochia, seorang diantaranya bernama Agabus. Dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 21 tersebut: (10) Sementara kami tinggal beberapa hari lamanya disitu, maka turunlah dari tanah Judea seorang nabi, namanya Agabus. (11) lalu datang kepada kami, mengambil ikat pinggang Paulus, mengikat kaki tangannya sendiri serta berkata: “Inilah sabda Rohul kudus, bahwa orang yang empunya ikat pinggang ini, sedemikian inilah akan diikat di Jeruzalem oleh orang Yahudi dan diserahkan ketangan orang kafir. Dalam Kisal Rasul-Rasul pasal 13 tersebut: (1) Adalah di Antiochia didalam sidah jumat beberapa nabi dan guru, yaitu Barnabas dan Simon yang bergelar Nigar, dan Lukas orang Kireni, dan Manahen saudara susuan Herodes, raja seperempat negeri, dan Saul. Dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 15 tersebut: (32) Maka Yudas dan Silas, yang sendirinyapun nabi juga, menyegarkan hati segala saudara itu sambil meneguhkan mereka itu dengan beberapa banyak perkataan. Dalam ayat ini disebutkan lagi bahwa pada zaman murid-murid Yesus ada lagi seorang Nabi yang bernama Silas. Dengan demikian ternyata bahwa menurut Alkitab masih ada Nabi yang datang sesudah Yesus. Jadi Yesus bukanlah Nabi yang terakhir. 2. Menurut Yesus masih akan datang lagi Nabi yang benar kemudiannya, karena itu ia menunjukkan tanda-tandanya Menurut Yesus akan datang lagi Nabi-nabi kemudiannya. Ada nabi yang benar dan ada nabi yang palsu. Oleh karena itu ia lalu menunjukkan tanda-tanda pengenalannya. Dalam Injil Matius pasal 7 tersebut: (15) Jagalah dirimu dari pada segala nabi palsu, yang datang kepadamu mereka seperti serigala buas. (16) Dari pada buah-buahnya kamu akan mengenal dia. Pernahkah orang memetik buah anggur dari pada pokok duri, atau buah ara dari pada pokok unak? (17) Demikian juga tiap-tiap pohon kayu yang baik, berbuahkan buah yang baik; tetapi pohon kayu yang jahat, berbuahkan buah yang jahat. (18) Tiada dapat pohon kayu yang baik berbuahkan buah yang jahat, atau pohon yang jahat itu berbuahkan buah yang baik. (19) Tiap-tiap pohon kayu, yang tiada memberi buah yang baik, akan dipotong dan dibuangkan ke dalam api. (20) Sebab itu dari pada buahnya kamu akan mengenal dia. Seterusnya dalam 1 Yahya pasal 4 tersebut demikian: (1) Hari segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu kalau-kalau dari pada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar ke seluruh dunia. (2) Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenal Roh Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia, itu dari pada Allah. (3) dan tiap-tiap roh, yang tiada mengaku Yesus itu, bukanlah dari pada Allah, melainkan inilah roh di Dajjal, yang telah kamu dengar yang akan datang, dan sekarang ini sudah ada didalam dunia. Dengan ayat-ayat yang tersebut diatas ini Yesus menyuruh menjaga diri dari pada nabi-nabi palsu yang akan datang. Yesus menyuruh mengenalnya dari pada buahnya, baik itu jahat. Seterusnya Yesus menyuruh pula menguji tiap-tiap roh yang datang, apakah dari pada Allah atau dari pada Dajjal. Keterangan Yesus ini memberi pengertian bahwa Nabi yang benar akan datang lagi sesudah Yesus, karena ia masih menyuruh memeriksa dan mengujinya dengan mengemukakan tanda-tanda Nabi dan roh yang benar itu. Seandainya tiap-tiap Nabi yang akan datang palsu, tentulah Yesus tidak mengatakan demikian, tetapi ia akan memperingatkan supaya jangan mempercayai tiap-tiap Nabi yang akan datang, karena Nabi yang benar tidak akan datang lagi. Menurut Yesus, Nabi yang benar itu akan dapat diketahui dari pada buahnya yang baik dan dari pada ajarannya yang mengakui bahwa Yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia. Tanda itu kedua-duanya telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang datang kemudian Yesus. Nabi Muhammad s.a.w. dengan ajaran-ajarannya yang lengkap dan sempurna telah mengeluarkan buah yang baik. Dalam masa 23 tahun ia telah mengobah keadaan masyarakat yang buruk menjadi masyarakat yang sebaik-baiknya. Seterusnya buah ajarannya yang baik itu telah mendatangkan kebahagiaan bagi manusia berabad-abad lamanya. Selanjutnya Nabi Muhammad s.a.w. telah mengakui bahwa Yesus Kristus benar-benar telah datang dalam keadaan manusia dan ia menolak dengan tegas Yesus telah datang dalam keadaan Tuhan atau anak Tuhan. 3. Menurut sejarah orang-orang Yahudi dan Kristen di sekitar zaman kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. masih menunggu kedatangan seorang Nabi. Menambah bukti-bukti bahwa kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai sorang Nabi adalah benar-benar telah tercantum di dalam Taurat dan Injil ialah orang-orang Yahudi dan Kristen disekitar zaman kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. masih menunggu-nunggu kedatangan seorang Nabi. Hal itu dapat dibuktikan oleh keterangan sejarah yang berikut: Pada ketika Nabi Muhammad s.a.w, berumur dua belas tahun ia dibawa oleh Abu Thalib, saudara bapaknya ikut berniaga ke negeri Syam (Syria). Ketika mereka tiba dekat suatu tempat bernama Bushra (sebuah kampung diperbatasan tanah Arab dengan Syam), mereka bertemu dengan seorang pendeta Kristen yang tinggal di tempat itu bernama Bahiera. Antara lain pendeta itu bertanya kepada mereka tentang kedatangan seorang Nabi dari bangsa Arab yang dijumpainya didalam kitab-kitab sucinya. Mereka menerangkan bahwa Nabi yang tersebut belum lahir di tanah Arab sampai pada waktu itu. Ketika ia memperhatikan tanda-tanda yang terdapat pada Nabi Muhammad, ia mengatakan kepada Abu Tahlib bahwa suatu keadaan yang luar biasa terdapat pada anak itu dan ia berharap supaya anak itu dipelihara baik-baik. Antara lain pendeta itu melihat Nabi Muhammad senantiasa dilindungi sekumpulan awan. Dalam keterangan di atas, Bahiera menyatakan bahwa masih ada seorang Nabi yang akan datang di tanah Arab. Ketika Nabi Muhammad s.a.w. telah berumur empat puluh tahun dan ia sedang berada digua Hirak, datang kepadanya seorang malaikat yang menyatakan bahwa ia adalah malaikat Jibrail dan Muhammad adalah Rasul Allah. Lalu kepada Nabi Muhammad s.a.w. disampaikannya wahyu Al-Quran yang mula-mula. Sesudah kejadian itu, ia kembali ke rumahnya dengan gemetar dan ketakutan. Khadijah, isterinya, lalu membawanya kepada seorang laki-laki yang telah tua, anak saudara bapaknya yang bernama Waraqah anak Naufal yang beragama Kristen dan pandai menulis Injil dalam bahasa Ibrani. Warqah menerangkan bahwa yang datang kepada Muhammad s.a.w. itu adalah utusan Tuhan yang telah pernah datang kepada Nabi Musa dahulu dan ia adalah Nabi bagi umat ini. Disini Waraqah sebagai seorang alim Kristen mengakui bahwa masih ada seorang Nabi yang diutus Tuhan pada masa itu. Pada ketika Nabi Muhammad s.a.w. sedang tinggal di Mekkah, ia dan kaum muslimin pernah dibekot oleh orang-orang kafir penduduk Mekkah tiga tahun lamanya, sampai mereka memakan daun-daun kayu karena ketiadaan makanan. Selama pembekotan tersebut, Nabi Muhammad s.a.w. menyuruh sahabat-sahabatnya mengungsi ke negeri Ethiopia di Afrika untuk meringankan penderitaan mereka. Delapan puluh tiga orang laki-laki dan delapan belas orang perempuan telah berangkat dengan dikepalai oleh Jafar, anak Abu Tahlib. Disana mereka diterima dengan baik oleh Negus, raja Ethiopia. Pada tahun yang ketujuh hijrah, Nabi Muhammad s.a.w. mengirim surat kepada Negus tersebut mengajaknya memeluk Islam. Di Ethiopia surat itu disampaikan oleh Jafar kepada Negus. Ketika surat itu diterimanya ia berkata: “Aku menjadi saksikepada Allah bahwa sesungguhnya dialah Nabi yang ditunggu-tunggu Ahli Kitab”. Lalu ia menulis jawaban surat Nabi itu, antara lain katanya: “Saya mengakui bahwa tuan utusan Allah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya saya telah berbaiat kepada tuan dan telah berbaiat kepada anak saudara bapak tuan (yaitu Jafar anak Abu Thalib). Dan saya telah memeluk agama Islam dihadapannya karena Allah Tuhan semesta alam”. Negus ini sebelum memeluk agama Islam adalah seorang yang beragama Kristen. Dalam keterangannya diatas ia mengakui bahwa Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi dan Kristen. Pada musim haji pada tahun kesebelas dari pada Nabi Muhammad s.a.w. menjadi Rasul banyak orang Arab datang berkunjung ke negeri Mekkah, diantaranya enam orang penduduk Medinah. Mereka itu acap kali mendengar orang-orang Yahudi yang tinggal disekeliling kota Medinah itu mengatakan, bahwa seorang Nabi akan datang pada masa itu. Manakala mereka berjumpa dengan Nabi Muhammad s.a.w. dan mendengar pengajarannya, teringatlah mereka kepada ucapan orang-orang Yahudi yang selalu diucapkannya di Medinah. Mereka lalu berbicara sesamanya: “Sebenarnya inilah Nabi yang selalu disebut-sebut orang Yahudi itu. Maka janganlah mereka mendahului kamu mengikutnya”. Mereka lalu beriman dan kembali ke negeri Medinah menjadi penyiar Islam. Pada tahun kedua belas datang dua belas orang lagi, semuanya beriman juga. Dan pada tahun ketiga belas datang pula tujuh puluh tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan, semuanya lalu masuk Islam. Dengan perantaraan penduduk Medinah yang masuk Islam itu agama Islam telah tersiar dengan seluas-luasnya sehingga meratai tiap-tiap rumah di negeri Medinah itu. Diatas telah disebutkan bahwa orang-orang Yahudi di sekitar kota Medinah itu masih menunggu-nunggu kedatangan seorang Nabi pada masa itu. Dan perkataannya itu selalu disebut-sebut mereka sehingga orang-orang Arab penduduk Medinah itu mengetahuinya juga. Dan hal itu juga adalah satu diantara sebab yang mendorong mereka lekas-lekas memeluk agama Islam supaya jangan didahului oleh orang-orang Yahudi yang menjadi musuh mereka. Pada tahun ketujuh hijrah Nabi s.a.w. mengirim surat kepada raja-raja yang ada pada waktu itu untuk mengajak mereka memeluk Islam. Antara lain Nabi Muhammad s.a.w. telah mengirim surat kepada Maqauqas pembesasr Kibti di Mesir. Pembesar tersebut telah membalas surat Nabi itu sebagai berikut: “Kepada Muhammad anak Abdullah, dari Maqauqas, pembesar Kibti. Salam kepada tuan. Kemudian itu saja telah membaca surat tuan dan telah memahami apa yang tuan sebutkan didalamnya dan apa yang tuan ajak. Dan sebenarnya saya mengetahui bahwa seorang Nabi masih ada lagi. Saya menduganya bahwa ia keluar di Syam (Syria). Saya telah menghormati utusan tuan”. Maqauqas ini seorang pembesar yang beragama Kristen. Walaupun ia tidak memeluk Islam, tetapi dalam suratnya itu ia mengakui bahwa masih ada seorang Nabi yang akan datang lagi. Ketika Nabi Muhammad s.a.w. telah berhijrah ke Medinah, tidak berapa hari antaranya ia didatangi oleh seorang pendeta besar Yahudi, bernama Abdullah bin Salam. Setelah pendeta itu bertemu dengan Nabi, ia lalu menanyai Nabi beberapa hal. Jawaban nabi itu meyakinkan kepadanya bahwa Nabi adalah Rasul Allah. Sebab itu ia lalu masuk Islam. Katanya kepada Nabi: “Saya menyaksikan bahwa tuan adalah Rasul Allah dan tuan datang membawa kebenaran. Orang Yahudi mengetahui bahwa saya adalah penghulu orang Yahudi dan anak penghulu mereka. Dan saya seorang alim mereka dan anak dari seorang yang teralim diantara mereka. Harap tuan tanyakan kepada mereka siapa saja, sebelum mereka mengetahui bahwa saya telah Islam. Karena jika mereka nanti mengetahui saya telah Islam, akan bermacam-macam perkataan mereka mengenai saya.” Nabi lalu memanggil orang-orang Yahudi. Mereka datang. Dan Abdullah bin Salam bersembunyi. Nabi meminta kepada mereka takut kepada Allah. Dan Nabi mengatakan dengan sumpah bahwa mereka mengetahui Muhammad s.a.w. adalah sebenarnya Rasul Allah kepada mereka yang membawa kebenaran. Lalu orang-orang Yahudi menjawab: “Kami tidak mengetahui hal ini”. Lalu Rasul bertanya: “Bagaimana kedudukan Abdullah bin Salam pada kamu?” Semua mereka menjawab: “Dia penghulu kami dan anak penghulu kami. Dia orang yang amat alim pada kami dan anak orang yang amat alim pada kami”. Maka kata Nabi: “Bagaimana jika ia telah Islam?” Jawab mereka: “Ia tidak akan mau masuk Islam. Tiga kali Nabi mengatakan, bagaimana jika ia telah masuk Islam. Mereka menjawab tiga kali juga mengatakan jauh sekalilah jika ia mau masuk Islam. Nabi s.a.w. lalu menyuruh Abdullah bin Salam keluar dari tempat persembunyiannya. Iapun keluar lalu berpidato dihadapan orang-orang Yahudi itu mengajak mereka masuk Islam. Katanya: “Hai kaum Yahudi, takutlah kamu kepada Allah, Demi Allah, yang tidak ada Tuhan selain dari padaNya, dialah Rasul Allah yang kamu ketahui itu. Dia telah datang membawa kebenaran”. Mendengar keterangan Abdullah bin Salam yang selama ini mereka hormati, mereka lalu berkata kepadanya: “Tuan telah berdusta: Nabi s.a.w. lalu menyuruh orang-orang Yahudi itu keluar. Demikianlah riwayat Abdullah bin Salam, seorang alim Yahudi yang telah memeluk Islam. Ia telah menjadi saksi bahwa orang-orang Yahudi mengetahui Nabi Muhammad s.a.w. itu benar, tetapi mereka tidak hendak mengakuinya. Dalam kisah Salman Farisi yang datang dari Persi (Iran) mencari Nabi Muhammad s.a.w. dan seterusnya memeluk agama Islam, telah dinyatakan bahwa seorang pemuka agama Kristen memesankan kepadanya agar pergi mencari Nabi itu. Antara lain kata pemuka Kristen itu: “Hai anakku, tidak ada lagi saya ketahui sekrang seorang manusia yang seperti kita ini diantara seluruh manusia untuk tempat saya menyuruh engkau mendatanginya. Akan tetapi, sekarang telah dekat masanya seorang Nabi akan dilahirkan dengan membawa agama Ibrahim yang keluar dari tanah Arab. Tempat berhijrahnya di suatu tempat antara dua lapangan tanah yang berbatu-batu dan diatnara keduanya itu pokok-pokok kurma. Dia mau memakan pemberian, tetapi tidak mau memakan zakat. Diantara dua bahunya terdapat cap kenabian. Jika engkau sanggup peri ke negeri itu, lakukanlah”. Demikianlah keterangan pemuka agama Kristen itu menyatakan kepada Salman Farisi bahwa seorang Nabi akan datang lagi dari tanah Arab. Akhirnya Salman sampai juga ke tempat itu bertemu dengan Nabi Muhammad s.a.w. dan memeluk Islam. Dari pada keterangan-keterangan sejarah yang tersebut diatas ini dapat diketahui bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen di sekitar zaman kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. masih menunggu-nunggu kedatangan seorang Nabi. 4. Taurat dan Injil dalam Alkitab menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Apabila Taurat dan Injil yang terhimpun dalam Alkitab yang ada kini diselidiki, maka pekabaran atau nubatan tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. masih dijumpai didalamnya. Orang-orang Kristen telah menyesuaikan dan menafsirkan nubuatan-nubuatan tersebut kepada Yesus atau kepada yang lain-lain. Akan tetapi tafsiran-tafsiran itu menurut pengertian yang sebenarnya tidak tepat. Seperti telah dikemukakan dalam Lampiran IV pasal IX tentang kitab Injil, banyak ayat-ayat yang dianggap sebagai nubuatan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama telah disesuaikan oleh pengarang Injil kepada Yesus dan hal-hal yang berhubungan dengan dirinya, sedang yang sebenarnya penyesuaiannya itu terbukti salah. Demikian pula tentang nubuatan-nubuatan yang mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. telah ditafsirkan orang Kristen kekudusan yang lain-lain, sedang yang sebenarnya lebih tepat kepada Nabi Muhammad s.a.w. Dalam pasal ini sebagian nubuatan-nubuatan mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. itu akan dikemukakan dengan disertakan penjelasan-penjelasan dan disertakan lagi penolakan terhadap penafsiran-penafsiran yang tidak tepat. Seterusnya akan dikemukakan lagi beberapa nubuatan yang mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. menurut Injil Barnaba. Nubuatan-nubuatan itu dapat dibaca pada Lampiran I pasal XIII ini. IV. LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran I NABI MUSA MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. NUBUAT I: (15) Bahwa seorang Nabi dari tengah-tengah kamu, dari antara segala saudaramu, dan yang seperti aku ini, yaitu akan dijadikan oleh Tuhan Allahmu bagi kamu, maka Dia patutlah kamu dengar. (16) Setuju dengan segala yang telah kamu pinta kepada Tuhan Allahmu di Horeb, pada masa orang banyak itu ada berhimpun, katamu: Jangan kiranya kami mendengar pula bunyi suara Tuhan Allah kami dan api yang besar ini jangan kiranya kami lihat lagi, supaya jangan kami mati ! (17) Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku: Benarlah kata mereka itu: (18) Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau; dan Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala, yang kusuruh akan dia. (19) Bahwa sesungguhnya barangsiapa yang tiada mau dengar akan segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu. (20) Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namku, yang tiada kurusuh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang nabi itu akan mati dibunuh hukumnya. (21) Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya ? (22) Bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuha, lalu barang yang dikatankannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka nabi itupun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia. (Ulangan 18:15 – 22) Keterangan: Ayat-ayat diatas ini adalah perkataan Nabi Musa yang diucapkannya dihadapan Bani Israil, tersebut dalam kitab Ulangan atau Taurat. Menurut keterangan Nabi Musa itu, Tuhan telah berjanji kepada Bani Israil akan menjadikan seorang Nabi dari antara segala saudaranya yang seperti Musa. Penulis-penulis dari kalangan umat Islam telah menyatakan bahwa Nabi yang dijanjikan Tuhan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut: Setelah Nabi Musa menyampaikan janji itu, Bani Israil telah menunggu-nunggu kedatangan Nabi tersebut. Hingga berapa lama mereka menunggu kedatangannya, dapat diketahui dari penjelasan Injil Yahya pasal 1 yang berikut: (19) Maka inilah kesaksian Yahya itu, tatkala orang Yahudi menyuruhkan beberapa imam dan orang Lewi dari Jerozalem akan bertanya kepadanya demikian: Siapakah engkau ? (20) Maka mengakulah ia, dan tiada ia bersankal; maka mengakulah ia demikian: “Aku ini bukannya Kristus itu”. (21) Maka bertanyalah mereka itu kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Engkaukah Elias?” Maka katanya: “Bukan”. Soal jawab diatas ini terjadi ketika Nabi Yahya datang sebagai utusan Tuhan. Orang-orang Yahudi menyuruh utusannya datang menemui Nabi Yahya hendak bertanyakan, siapakah dia. Dari tanya-jawab itu ternyata bahwa orang-orang Yahudi pada waktu kedatangan Nabi Yahya itu masih menunggu-nunggu kedatangan tiga orang yang telah dijanjikan Tuhan, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu. Dalam Injil Yahya pasal 1 tersebut lagi: (24) Adapun orang yang disuruh itu orang Parisi. (25) Maka mereka itu menanya dia, serta berkata kepadanya: “Jikalau engkau ini bukan Kristus, dan bukan Elias, dan bukan nabi itu, apakah sebabnya engkau membaptiskan orang?” Pertanyaan orang Parisi kepada Nabi Yahya diatas ini menunjukkan juga bahwa orang Yahudi dizaman Nabi Yahya masih menunggu kedatangan tiga orang yang tersebut tadi, yaitu: Kristus, Elias dan Nabi itu. Diantara pertanyaan yang dimajukan utusan itu masih disebut: “Engkaukah Nabi itu?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Nabi “itu”, yakni Nabi yang ditunggu-tunggu orang Yahudi kedatangannya karena telah dinubuatkan Nabi Musa, masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya, karena mereka masih menanyakan kepadanya. Nabi Yahya hidup semasa dengan Yesus. Menurut kepercayaan orang Kristen, Kristus itu telah datang yaitu Nabi Isa atau Yesus. Dan menurut Injil, Elias itu telah datang juga, yaitu Nabi Yahya sendiri. Yesus memberi keterangan menurut Injil sebagai berikut: “Dan jikalau kamu menerima itu: ia inilah Elias, yang akan datang itu”. (Matius 11:14) Dalam Injil Matius tersebut lagi: (10) Maka murid-muridnyapun bertanya kepadanya sambil berkata: “Apakah sebabnya segala ahli Torat mengatakan, bahwa tak dapat tiada Elias akan datang dahulu?” (11) Maka jawab Yesus, katanya: memang Elias itu sudah datang, maka tiadalah dikenal orang akan dia, melainkan mereka itu melakukan keatasnya sekehendak hainya. Demikian juga Anak-manusiapun akan dianiayakan orang”. (13) Maka barulah murid-murid itu mengerti, bahwa ia mengatakan keapdanya tentang hal Yahya Pembaptis. Dari pada keterangan diatas ini diketahui bahwa menurut Injil dua orang diantara tiga orang yang ditunggu-tunggu mereka kedatangannya itu telah datang, yaitu Kristus dan Elias. Yang masih belum datang, seorang lagi yaitu: “Nabi itu”. Dengan demikian diketahui bahwa Nabi itu masih belum datang hingga pada zaman Nabi Yahya dan Yesus, Dan kedatangannya itu diketahui dari keterangan diatas sesudah zaman Nabi Yahya dan zaman Yesus. Hal ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia datang sesudah zaman mereka yang tersebut. Apakah tanda Nabi itu? Dalam keterangan yang telah dikemukakan diatas, disebutkan: “Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka seorang Nabi dari antara segala saudaranya, yang seperti engkau”. Keterangan ini menyatakan bahwa Nabi yang akan dijadikan itu, ialah: “Dari antara segala saudaranya”, yaitu dari antara segala saudara Bani Israil. Dan “yang seperti engkau”, yaitu yang seperti Nabi Musa. Daripada keterangan itu diketahui bahwa Nabi yang akan dibangkitkan itu adalah dari antara segala saudara Bani Israil, tidak dari Bani Israil. Bani Ismail adalah bersaudara dengan Bani Israil. Dalam kitab Kejadian pasal 16 dan pasal 17 diterangkan bahwa Nabi Ibrahim telah mendapat seorang anak dari Hagar, dinamai ismail. Kemudian Nabi Ibrahim mendapat anak lagi dari Sarah, dinamai Ishak. Seterusnya Ishak mendapat anak dari isterinya Ribkah, dinamai Yakub. (Lihat Kejadian 25:26). Kemudian Tuhan mengganti nama Yakub dengan Israil. (Lihat Kejadian 35:10). Turunan Nabi Ibrahim dari anaknya Ismail disebut Bani Ismail. Dan turunnya dari cucunya Israil *Yakub) disebut Bani Israil. Daripada keterangan ini diketahui bahwa Bani Ismail bersaudara dengan Bani Israil. Dengan demikian nyatalah bahwa tanda ini telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah turunan dari Bani Ismail yang bersaudara dengan Bani Israil. Dan seterusnya hal ini telah sesuai lagi dengan janji Tuhan yang menyatakan bahwa Ia akan menjadikan Ismail “suatu bangsa yang besar”. (Lihat Kejadian 17:20 dan 21:18). Tanda yang kedua ialah Nabi itu seperti Nabi Musa. Tanda ini telah sesuai kepada nabi Muhammad s.a.w. karena ia serupa dengan Nabi Musa. Mereka sama-sama ber-ibu dan berbapa. Sama-sama beristeri dan beranak. Sama-sama menjadi Nabi dan Rasul. Sama-sama mempunyai kitab suci, yaitu Taurat dan Al Qurän. Sama-sama wafat tidak terbunuh. Sama-sama dikuburkan dibumi. Dan banyak lagi keserupaannya. Firman Tuhan dalam Al Qurän: Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) yang menjadi saksi atas kamu, seperti Kami telah mengutus kepada Fir’aun seorang Rasul (Nabi Musa). (Surah Al Muzammil 15). Keterangan lanjutan: Dalam ayat 15 tersebut bahwa Nabi itu akan dijadikan Tuhan “dari tengah-tengah kamu”. Yaitu dari tengah-tengah Bani Israil atau bangsa Yahudi. Hal itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena negeri Medinah tempat Nabi Muhammad s.a.w. adalah terletak di tengah-tengah kampung-kampung orang Yahudi, yaitu suku Bani Nadlir, suku Bani Quraizhah dan suku Bani Qainuqa’ Dalam ayat 18 tersebut “Aku akan memberi segala firmanku dalam mulutnya”. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Firman itu diberikan kepadanya hanya merupakan bacaan yang dihafalkan pada mulutnya, karena ia tidak tahu membaca. Kemudian barulah orang disuruhnya menulikannya. Dalam ayat 19 tersebut “segala firmanku, yang akan dikatakan olehnya dengan Namaku”. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Kitab suci Al Qurän sebagai firman Tuhan telah dikatakannya dan dimulainya surah-surahnya sebanyak 113 surah dengan nama Tuhan, yaitu: Artinya: Dengan nama Allah yang Pengasih yang Penyayang. Dalam ayat 20 tersebut “Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan Namaku, yang tiada kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibubuh hukumnya”. Menurut keterangan ini Nabi yang tidak benar akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, maka nyatalah bahwa ia seorang Nabi yang benar. Bahkan Al Qurän telah memberikan jaminan bahwa ia tidak akan mati dibunuh manusia. FirmanNya. Artinya: Dan Allah, memeliharakan engkau dari pada manusia. (Surah Al Maidah 70) Dalam sejarah telah dinyatakan bahwa musuh-musuh Islam telah berkali-kali mencoba hendak membunuh Nabi s.a.w., baik pada waktu aman maupun pada waktu perang, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Tuhan telah memenuhi janjiNya, Nabi Muhammad s.a.w. diselamatkanNya dari pembunuhan manusia, sesuai dengan janji yang telah tersebut didalam Al Qurän dan kitab Ulangan tadi. Dalam ayat 22 diterangkan tanda Nabi yang yang dusta “bahwa jikalau nabi itu berkata dengan Nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya itu tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya”. Tanda Nabi dusta ini amat jauh daripada Nabi Muhammad s.a.w. Segala sesuatu yang dikatakannya atas Nama Tuhan, semuanya telah datang dan telah jadi, kecuali yang waktunya belum tiba, seperti terjadinya hari kiamat. Hal-hal yang akan datang yang disabdakan Nabi Muhammad s.a.w. atau yang tersebut didalam Al Qurän yang telah jadi amat banyak. Sebagai contohh akan dikemukakan sebagian diantaranya pada Lampiran II pasal XIII ini. Penolakan pendapat pihak Kristen Pihak Kristen menyebut Nabi yang dijanjikan Tuhan dalam kitab Ulangan itu ialah Yesus Kristus. Dr. D. Bakker menulis: “Hal Tuhan Yesus menjadi nabi itu disebutkan dalam kitab Ulangan 18:15 – 18 dan Kisah Rasul-Rasul 3:22″1) Pendapat pihak Kristen ini tidak benar. Diatas telah diterangkan, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: “dari antara segala saudara Bani Israil” dan “yang seperti Musa”. Menurut Injil, Yesus Kristus adalah turunan Bani Israil. Lihat silsilah turunannya dalam Injil Matius pasal 1 dan Injil Lukas pasal 3. Dalam Injil Matius 1:1 tersebut: “Maka inilah silsilah Yesus Kristus, yaitu anak Daud”. Daud adalah Bani Israil, sebab itu yesus Kristus adalah Bani Israil juga. Sedang Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan dari Bani Israil, tetapi dari antara segala saudara Bani Israil. Dengan demikian diketahui bahwa Nabi yang akan dijadikan itu bukan Yesus Kristus. Seterusnya, Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu adalah: “yang seperti Musa.” Menurut Alkitab, diantara Bani Israil tidak akan dibangkitkan lagi seorang Nabi yang seperti Musa. Dalam kitab Ulangan tersebut: “Maka diantara orang Israil tiada berbangkit pula seorang nabi yang seperti Musa, yang dikenal Tuhan muka dengan muka”. (Ulangan 34:10). Oleh karena Yesus dari Bani Israil, maka nyatalah bahwa Nabi yang akan dijadikan Tuhan itu bukan Yesus. Seterusnya lagi, berdasarkan kepercayaan orang Kristen Yesus tidak seperti Nabi Musa. Menurut kepercayan orang Kristen Yesus adalah Tuhan, mati tersalib dan terkutuk. (Lihat Galatia 3:13). Sedang Musa tidak demikian. Nabi Musa hanya seorang hamba Allah, tidak mati tersalib dan tidak terkutuk. Nabi Musa adalah berbapa, sedang Yesus sebagai manusia tidak berbapa. Dan banyak perbedaannya yang lain-lain lagi. Menurut ayat 20 dinyatakan Nabi yang mengatakan firman dengan Nama Tuhan yang tidak disuruhNya katakan akan mati dibunuh hukumnya. Nabi Muhammad s.a.w. tidak mati dibunuh, sedang Yesus menurut kepercayan orang Kristen mati dibunuh. Jika nubuat tersebut digunakan untuk Yesus, maka jadilah Ia Nabi yang tidak benar karena ia telah mati dibunuh. Dr. Mr. D.C. Mulder menulis: “Perlu diperhatikan disini peraturan tentang nabi dalam ps 18:15 – 22. Ayat-ayat ini sering ditafsirkan oleh penafsir-penafsir Kristen sebagai nubuat tentang Nabi Muhammad. Akan tetapi bagian ini tidak membicarakan seorang nabi yang khusus, melainkan jabatan nabi pada umumnya; diterangkan disini bagaimana seorang nabi benar dapat dibedakan dari pada seorang nabi palsu”.2) Apabila uraian yang telah dikemukakan diatas diperhatikan, nyatalah bahwa apa yang dikemukakan oleh Dr. Mulder itu tidak benar. Ayat-ayat kitab Ulangan tersebut adalah menubuatkan kedatangan seorang Nabi yang khusus dengan menerangkan sifat-sifat dan tanda-tandanya. Orang Yahudi sendiri telah menunggu-nunggu kedatangannya hingga berabad-abad lamanya sesudah Nabi Musa seperti yang dinyatakan oleh ayat-ayat Injil yang telah dikemukakan diatas. Nubuatan itu tidak diraggukan lagi adalah mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Dengan keterangan diatas ini nyatalah bahwa Nabi yang dinubuatkan Nabi Musa dalam kitab Ulangan itu ialah Nabi Muhammad s.a.w., bukan Yesus.

    NUBUAT II: NABI MUSA MENUBUATKAN NAMA TEMPAT KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W

    (1) Bermula, maka inilah berkat yang telah diberi oleh Musa, khalil Allah, kepada segala Bani Israil dahulu dari pada matinya: (2) Maka katanya: Bahwa Tuhan telah datang dari Torsina dan telah terbit bagi mereka itu dari Sierl; kelihatanlah ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dari bukit Kedes; maka pada kanannya tiang api bagi mereka itu. (Ulangan 33: 1 – 2) Keterangan: Syech Rahamatullah menerangkan dalam Izhar-ul Haqq 2:137 bahwa yang dimaksudkan dengan “Tuhan telah datang dari Torsina, ialah Tuhan memberikan Taurat kepada Nabi Musa. Dan yang dimaksudkan dengan “telah terbit bagi mereka itu dari Seir”, ialah Tuhan memberi Injil kepada Isa. Dan yang dimaksudkan dengan “kelihatanlah Ia dengan gemerlapan cahayanya dari gunung Paran”, ialah Tuhan menurunkan Al Qurän kepada Nabi Muhammad s.a.w. Jadi “Torsina”, “Seir” dan “Paran” adalah nama tempat-tempat Nabi-nabi tersebut menerima ajaran dari Tuhan. Gunung Paran ialah sebuah gunung di negeri Mekah. Dalam kitab Kejadian diceritakan tentang hal Hagar dengan anaknya Ismail sebagai berikut: (19) Maka dicelikkan Allah akan mata Hagar, sehingga terlihatlah ia akan suatu mata air, lalu pergilah ia mengisikan kirbat itu dengan air, diberinya minum akan budak itu. (20) Maka diserrtai Allah akan budak itu sehingga besarlah ia, lalu iapun duduklah dalam padang belantara dan menjadi seorang pemanah. (21) Maka duduklah ia dalam padang belantara Paran dan diambil oleh ibunya akan dia seorang perempuan dari tanah Mesir akan isterinya. (Kejadian 21: 19 – 21) dalam ayat-ayat yang tersebut diatas ini diceritakan tentang Hagar dengan anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dalam ayat 21 diterangkan bahwa Ismail duduk dipadang belantara Paran. Menurut sejarah, Ismail tinggal duduk di negeri Mekah. Mata air yang dilihat Hagar itu ialah “mata air Zamzam” yang hingga kini terus menerus mengeluarkan airnya sebagai sebuah telaga di dekat Bait Allah didalam mesjid Mekah. George Zaidan, seorang pengarah Kristen Katolik di Mesir, menerangkan didalam bukunya “Al Arab gabl-al Islam” (Arab sebelum Islam), bahwa Paran itu adalah padang belantara Paran itu ialah negeri Mekah. Dan gunung Paran itu nama gunung di Mekah. Seterusnya dalam kitab Habakuk tersebut lagi sebagai berikut: (3) Bahwa Allah datang dari Teman dan Yang Maha Suci dari pergunungan Paran. Salah ! Maka kemuliannya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya. (Habakuk 3:3). Dalam ayat ini dinyatakan lagi bahwa Yang Maha Suci datang dari pergunungan Paran. Dan bumipun penuh dengan pujinya. Nabi Muhammad s.a.w. telah datang dari pergunungan Paran di tanah Mekah dan umat Islam telah memenuhi seluruh permukaan bumi dengan pujinya, sesuai dengan apa yang telah diterangkan dalam kitab Perjanjian Lama diatas.

    NUBUAT III: YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL YAHYA

    Dalam Injil Yahya pasal 14 tersebut: (15) Jikalau kamu mengasihi Aku turutlah segala hukumku. (16) Dan Aku akan mintakan kepada Bapa, maka Ia akan mengaruniakan kepadamu Penolong yang lain, supaya ia menyertai kamu selama-lamanya. (17) Yaitu Roh kebenaran, yang dunia ini tiada dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tidak kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia, karena Ia tinggal beserta dengan kamu, dan Ia ada didalam kamu. (26) Tetapi Penolong itu, yaitu Rohulkudus, yang akan disuruhkan oleh Bapa atas Namaku, ialah akan mengajarkan kepadamu segala perkara itu, dan akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku sudah katakan kepadamu. Dalam Injil Yahya pasal 14 tersebut: (26) Akan tetapi apabila datang Penolong yang akan Kusuruhkan kepadamu dari Bapa, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari pada Bapa itu, ialah akan menyaksikan dari halku. (27) Dan kampun akan menjadi saksiku, oleh sebab kamu telah ada bersama-sama dengan Aku dari mulanya. Dalam Injil Yahya Pasal 16 tersebut: (7) Tetapi Aku ini mengatakan yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau Aku ini pergi, karena jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu; tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan Dia kepadamu. (8) Apabila Ia datang maka Ialah akan menerangkan kepada isi dunia ini dari hal dosa dan keadilan dan hukuman. (9) Dari hal dosa, sebab tiada mereka itu percaya akan Daku, (10) dari hari keadilan, sebab Aku pergi kepada Bapa dan tiada lagi kamu melihat Aku. (11) dari hal hukuman, sebab penghulu dunia ini sudah dihukumkan. (12) Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia. (13) Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, malinkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya; dan dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang. (14) Maka Ia akan memuliakan Aku, karena Ia akan mengambil dari pada hak Aku, lalu mengabarkannya kepada kamu. (15) Segala sesuatu yang hak Bapa itu juga hak Aku, oleh sebab itu Aku berkata, bahwa diambilnya dari pada hak Aku, lalu dikhabarkannya kepadamu. Keterangan: Menurut keternagan Injil Yahya yang tersebut diatas ini, Yesus telah menubuatkan kedatangan “Penolong yang lain”. Penulis-penulis Islam telah menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Penolong yang lain itu ialah Nabi Muhammad s.a.w.1) Penterjemah-penterjemah Injil dari golongan Kristen telah mengobah-obah terjemahan kata “Penolong” itu. Dalam Alkitab (Bibel) bahasa melayu hurup Laten yang dicetak oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap di Amsterdam tahun 1927 dan disiarkan di Indonesia sebelum perang dunia yang lalu, kata “Penolong” itu diterjemahkan dengan “Penghibur”. Dalam “Wasiat yang baharu” bahasa Melayu huruf Arab yang diterbitkan oleh Nederlandsch Bijbelgenotschap tahun 1889 diterjemahkan dnegan “Penghibur” juga. Dalam Injil Yahya bahasa Arab yang ada pada saya kini, perkataan itu diterjemahkan dengan “Al Mu’azzi” (Penghibur). Dalam terjemahan bahasa Arab yang lain disebutnya dengan “Faraqlieh”. Dr. G.C. Niftrik/Ds. B.J. Boland dalam Dogmatika Masakini menyebutnya dengan “Penghibur”2) Dalam Alkitab yang diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia di Jakarta tahun 1958 menyebutnya dengan “Penolong”. Prof. Dr. J.H. Bavinck dalam Sejarah Kerajaan Allah II menerangkan bahwa kata “Penolong itu dalam bahasa Yunani ialah paraklétos”3). Seterusnya katanya: “Orang Islam sering manafsirkan ayat itu pada Muhammad. Mereka itu katakan, bukan paraklétos = (Penolong) yang tertulis disana, tetapi periklutos (= yang termasyur, yang terpuji). Dalam bahasa Arab periklutos dapat disalin dengan Ahmed.” Seterusnya Dr. J. Verkuyl menulis lagi: “Kata Ahmad dalam bahasa Yunani ialah Periklétos”. 5) Mengenai nama-nama dalam Alkitab, selalu orang berhadapan dengan kesulitan, karena penulis-penulis Injil acap kali menterjemahkan nama-nama yang seharusnya ditulis dalam bahasa asli dan tidak diterjemahkan. Yesus berbicara dalam bahasa Ibrani, tidak dalam bahaya Yunani. Hal itu dapat dibuktikan dengan beberapa perkataan yang disebut atas nama yesus yang masih tercantum dalam Injil menurut bahasa aslinya. Misalnya Matius 27:46 menyebut perkataan Yesus: Eli, Eli lama Sabchtani”, yaiatu dalam bahasa Ibrani. Penterjemah-penterjemah Injil menterjemahkan nama-nama yang seharusnya dituliskan menurut aslinya, sehingga menjadikan suatu nama yang benar-benar tidak pernah dikenal dizaman Yesus. Misalnya nama Simon yang disebut Yesus dengan Kepas (Yahya 1:42) yang berarti “karang” atau “batu”. Kemudian nama “Kepas” itu diterjemahkan kedalam bahasa Yunani dengan kata “Peterus” yang barti “batu”. Seterusnya disebut dalam Alkitab dan dalam kalangan kaum Kristen dengan sebutan “Peterus”. Yesus sendiri dan orang-orang dizaman Yesus tidak pernah mengenal seorang yang bernama Peterus sebagai murid Yesus, karena Yesus hanya menyebutnya dengan “Kepas”, tidak dengan “Peterus”. Demikian pula mengenai Yesus sendiri. Ia tidak pernah menyebut dirinya “Kristus”. Dan orang-orang yang hidup pada zamannya tidak mengenal juga seorang yang disebut Kristus. Kata Kristus itu adalah terjemahan dari perkataan Ibrani Messias (Almasih) yang dalam bahasa Yunani disebut “Kristus:. Maka nama-nama yang asli itu telah ditinggalkan, lalu diganti dengan terjemahannya belaka. Diantara nama-nama yang telah ditinggalkan itu ialah kata “Penolong” atau “Penghibur”, yang tersebut dalam Injil Yahya pasal 14, 15 dan 16. Menurut pihak Kristen kata “Penolong” itu dalam bahasa Yunani “Paraklétos”. Di samping itu ada pendapat yang menyebut bahwa kata asalnya dalam bahasa Yunani “Periklétos”, yang artinya dalam bahasa Arab “Ahmad”, yaitu satu diantara nama Nabi Muhammad s.a.w. Sedang bunyi kata yang asli dalam bahasa Ibrani yang diucapkan Yesus dan kini diganti dengan sebutan “Paraklétos” atau “Periklétos”, tidak dapat diketahui lagi, karena Injil Yahya yang menuliskan kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya kata nubuatan yang diucapkan Yesus itu tidak menuliskannya dalam bahasa Ibrani.6) Adapun kemungkinan terjadi perubahan dalam membacakan bunyi beberapa huruf sehingga “Periklétos” (Ahmad) menjadi “Paraklétos”, tidaklah suatu hal yang mengherankan dalam Alkitab. Barang siapa suka membanding-bandingkan nama-nama yang tercantum dalam Alkitab, ia akan menjumpai sejumlah besar perubahan dalam menyebutkan sesuatu nama. Sebagai misal, dapatlah dilihat pada nama-nama yang tercantum dalam silsilah yesus. (Lihat Lampiran II pasal IX). Selanjutnya mungkin pula penyelewengan dalam pentermahan telah terjadi. Sebagai misal, kata “almah” dalam bahasa Ibrani yang tesebut dalam kitab Yesaya pasal 7 ayat 14 yang dihubungkan dengan Matius 1:23. Penulis Injil itu telah menterjemahkannya dengan “anak dara’ supaya dapat disesuaikan kepada Maryam ibu Yesus yang disebut melahirkan Yesus sebagai anak dara. Seang arti yang sebenarnya “wanita muda” atau “anak perempuan yang dewasa”, baik ia sudah kawin atau tidak. Maka disini telah terjadi penyelewengan yang dilakukan penulis Injil itu dalam penterjemahan. Keterangan lebih lanjut mengnai penyelewengan ini dapat dibaca dalam Lampiran IV pasal IX. Selanjutnya, andai kata asal perkataan tersebut dalam bahasa Yunani Paraklétos dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan “Penolong” atau “Penghibur” atau “seorang yang jadi pembela dalam suatu perkara dihadapan hakim”, seperti yang disebutkan oleh Dr. J. Verkuyl, nubuatan itu sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sebab dalam nubuatan tersebut telah diterangkan berbagai sifat yang harus menyertai Penolong atau Penghibur itu. Sifat-sifat itu adalah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang Penolong yang lain yang diutus Tuhan untuk memberikan pertolongan bagi manusia dalam jalan menyelamatkan diri mereka dari berbagai bahaya yang akan menyesatkannya. Agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad s.a.w. adalah mengandung berbagai ajaran yang memberikan pertolongan kepada mereka. Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang Nabi yang datang kemudian Yesus, adalah seorang pembera dalam suatu perkara dihadapan hakim. Nabi Muhammad s.a.w. akan menjadi pembela bagi manusia dihari akhirat dalam pengadilan di Mahkamah Ilahi. Pembelaan itu disebut dengan “syafa’at”. Dalam ajaran agama Islam disebutkan satu diantara tugas Nabi Muhammad s.a.w. ialah Pemberi syafa’at dan Pembelaan bagi manusia dihadapan Pengadilan Ilahi dihari akhirat. Seterusnya sifat-sifat yang tersebut dalam nubuatan itu telah sesuai juga kepada Nabi Muhammad s.a.w. Keterangannya sebagai berikut: Yesus menyebutkan Penolong yang lain itu, “menyertai kamu selama-lamanya” (14:16). Ini menyatakan bahwa Penolong itu adalah nabi yang terakhir, tidak ada Nabi baru lagi yang akan datang kemudiannya. Dengan demikian jadilah agama dan ajaran yang disampaikannya menjadi petunjuk yang menyertai manusia selama-lamanya, yaitu hingga hari kiamat. Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w., karena ia adalah nabi yang terakhir. Firman Tuhan: Artinya: Dan (Muhammad penghabisan Nabi-nabi (Al Ahzab 40). Oleh kaena yang dimaksudkan dnegan kedatangan Nabi-nabi itu ialah agama dan ajaran yang dibawanya, maka dapatlah dianggap bahwa Nabi Muhammad s.a.w, adalah menyertai manusia selama-lamanya, karena agama dan ajarannya itu menyertai mereka selama-lamanya. Penolong itu disebutnya: “Roh kebenaran” dan “Roh Kudus” (14:17 dan 26). Dalam pasal IV telah diterangkan bahwa menurut Al Qurän surah Al Baqarah ayat 87 dan 253, Nabni Isa telah diberi Tuhan kekuatan dengan Roh Kudus, artinya Roh Suci. Menurut tafsiran kaum muslimin Roh Kudus itu ialah malaikat Jibrail. Maka penolong itu disebut Roh Kudus artinya ia disertai malaikat Jibaril yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya. Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena ia disertai malaikat Jibrail yang senantiasa menyampaikan wahyu kepadanya. Seterusnya telah diterangkan lagi bahwa sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus itu ialah “roh yang suci”. Kepada Nabi-nabi telah diberikan Tuhan kekuatan dengan mensucikan “roh-nya”. Sebagian ahli tafsir menyatakan lagi bahwa Roh Kudus itu ialah kitab Injil yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Isa, karena dengan ajaran kitab itu roh manusia dapat disucikan. Penafsiran Roh Kudus seperti yang tersebut adalah seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi telah dikurniakan Tuhan kepadanya “roh yang suci” dan telah diwahyukan kepadanya kitab Al Qurän yang dapat mensucikan roh dan jiwa manuisa. Jadi Penolong itu disebut Roh Kudus, karena ia mempunyai roh yang suci atau mempunyai kitab yang ajarannya dapat mensucikan roh manusia. Penolong itu disebut lagi Roh kebenaran, karena ia membawa manusia kepada segala kebenaran. Sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai Nabi adalah bertugas untuk membawa manusia kepada segala kebenaran itu. Adapun mengenai penafsiran orang Kristen bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Kudus dalam Injil itu ilah oknum Tuhan yang ketiga, maka mengenai hal ini akan diberikan penjelasan lebih lanjut lagi. Yesus menerangkan Penolong itu: “ialah akan menyaksikan dari halku” (15:26). Sifat ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah memberikan kesaksian yagn sebenar-benarnya tentang hal Yesus dan telah mengkoreksi berbagai ajaran yang tidak benar yang disebut orang mengenai hal Yesus. Ia telah menyaksikan bahwa Yesus hanya seorang Rasul kepada Bani Israil, bukan Tuhan, bukan anak Tuhan dan tidak mati disalibkan. Yesus menerangkan bahwa Penolong itu: “Ialah akan menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman” (16:8). Ini menunjukkan bahwa Penolong itu akan menjadi utusan Tuhan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dalam ajarannya akan dinyatakan tentang hal dosa, keadilan dan hukuman. Sifat-sifat ini seusai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah diutus Tuhan menjadi Nabi dan Rasul kepada seluruh manusia di dunia. Firman tuhan dalam Al Qurän: Artinya: Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) melainkan kepada manusia semuanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Surat Saba’ 28). Sabda Nabi Muhammad s.a.w.: Artinya: Dan aku diutus kepada manusia semuanya. (Riwayat Al Buchari). Seterusnya dalam agama yang diajarkannya, Nabi Muhammad s.a.w. telah menerangkan kepada isi dunia dari hal dosa dan keadilan dan hukuman. Yesus menerangkan: “banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tidak dapat kamu menanggung dia. Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran, maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran”. (16:12 – 13). Keterangan ini menyatakan bahwa ajaran yang akan dibawa Penolong itu lebih banyak daripada yang telah diajarkan Yesus. Ajaran-ajaran itu belum dapat mereka menanggungnya pada zaman Yesus. Keterangan Yesus ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah datang membawa ajaran yang amat banyak yang belum pernah diajarkan Yesus sendiri. Ia telah datang membawa manusia kepada segala kebenaran mengenai keimanan, ibadat, hukum muamalat, hukum perkawinan, hukum pidana, hukum-hukum yang berhubung dengan kenegaraan, hal budi pekerti dan lain-lain sebagainya yang belum sanggup manusia menanggungnya pada zaman Yesus. Seterusnya Yesus menyebut Penolong itu: “tiada ia berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya itu juga akan dikatakannya” (16:13). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia tidak berkata-kata dengan kehendaknya sendiri, melainkan barang yang didengarnya sebagai wahyu dari Tuhan, itulah yang dikatakannya. Firman Tuhan: Artinya: Ia (Muhammad) tidak berkata-kata dengan kehendak hatinya. Tiada ada yang dikatakannya itu kecuali wahyu yang diwahyukan kepadanya. (Surah An Najmi: 3-4). Yesus menyebut lagi: “dikhabarkannya kepadamu segala perkara yang akan datang””(16:15). Keterangan ini sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia telah mengabarkan kepada manusia segala perkara yang akan datang. Huzaifah r.a. telah menerangkan sebagai berikut: Artinya: Ia (Muhammad) telah berdiri pada kami disatu tempat. Tidak ada ditinggalkannya suatu jua yang ada pada tempatnya itu hingga hari kiamat melainkan telah diceritakannya. Mengingat akan dia orang yang masih mengingatnya dan lupa akan dia oleh orang telah lupa. (Riwayat Al Buchari dan Muslim). Diantara perkara yang akan datang yang dikhabarkan Nabi Muhammad s.a.w. dapat dibaca pada Lampiran II pasal XIII ini. Dari pada keterangan yang telah diuraikan diatas dapatlah diketahui dengan jelas bahwa nubuatan itu telah sesuai benar-benar kepada Nabi Muhammad s.a.w. BEBERAPA PENJELASAN Disamping keterangan yang telah dikemukakan diatas, perlu lagi diberikan beberapa penjelasan mengenai hal-hal yang mungkin menimbulkan kesulitan dalam memahamkan ayat nubuatan tersebut: Pada pasal 14 ayat 17 dan pasal 15 ayat 26 dijelaskan bahwa Penolong itu ialah Roh kebenaran. Dan pada pasal 14 ayat 26 dijelaskan lagi bahwa Penolong itu ialah Roh Kudus. Menurut pengertian orang Kristen Roh kebenaran atau Roh Kudus itu adalah satu diantara oknum Tuhan yang dianggap sebagai Tuhan. Dengan demikian nyatalah bahwa kedatangan Penolong itu bukan kedatangan seorang Nabi, tetapi kedatangan Roh Kudus yang menjadi oknum Tuhan. Mengenai hal ini hendaklah diketahui bahwa menurut orang Kristen Roh Kudus itu disebut juga dalam Alkitab dengan Roh Allah. K. Riedel menafsirkan Roh Allah yang tersebut dalam Matius 3:16 dan Markus 1:10 dengan Roh Kudus. Jadi Roh Allah itu ialah Roh Kudus. Menurut Alkitab Roh Allah itu tidak selamanya ditafsirkan orang Kristen dengan oknum Tuhan. Misalnya perkataan “Roh Allah melayang-layang diatas muka air” yang tersebut dalam kitab Kejadian 1:2, oleh sekelompok penafsir, umpamanya G.V. Rad, mengartikan “Roh Allah” seperti angin ribut yang merupakan ssebagian dari kekacauan.7) Demikian juga ayat-ayat yang berikut menyatakan bahwa Roh Allah atau Roh Kudus itu tidak selamanya ditafsirkan orang Kristen dengan oknum Tuhan: Dalam Yehezkiel 37:14 diterangkan beribu-ribu orang yang mati telah dihidupkan Tuhan lagi dengan nubuat Yehezkiel. Diberinya urat dan daging, kemudian diberinya nyawa. Seterusnya firmanNya: “Karena Aku akan memberikan Rohku didalam kamu, supaya hiduplah pula kamu”. Yang dimaksudkan dengan “Rohku” disini ialah “nyawa”, bukan oktum Tuhan. Dalam 1 Yahya 4:1-2, – tersebut: (1) Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sebarang roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar keseluruh dunia. (2) Dengan yang demikian dapatlah kamu mengenai Roh Allah, yaitu tiap-tiap roh, yang mengaku bahwa yesus Kristus sudah datang dengan keadaan manusia, itu daripada Allah. (6) Kita ini dari pada Allah; dan orang mengenal Allah ialah men-dengarkan kita, maka orang bukan dari pada Allah tiadalah ia mendengarkan kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal kita. Dengan yang demikian dapatlah kita mengenal roh yang benar dan roh yang sesat itu. Ds. Th. B.W.G. Gramberg menafsirkan ayat-ayat tersebut, katanya: “Nasihat Yahya ialah supaya jangan jemaat Kristen menganggap setiap wahyu adalah pernyataan dari pada Allah, yang harus dipercayai. Jangan-jangan dalam jemaat Kristen ada orang yang memakai bahasa gaib, janganlah orang-orang Kristen terus bersedia menerima orang itu sebagai seorang utusan dari Tuhan Allah karena si Iblis gampang merusakkan sesuatu percakapan, sehingga dianggap menjadi wahyu. Jadi jemaat Kristen diajar mengajuk dan mengira segala wahyu dan nubuat yang akan terbit dalam kumpulannya”.8) Dr. Th. B.W.G. Gramberg telah menafsirkan bahwa yang dimaksudkan dengan Roh Allah disini ialah “wahyu” yang disampaikan oleh “seorang utusan dari pada Allah”. Dengan penafsiran ini nyatalah bahwa nubuatan itu telah sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Ia sebagai utusan Tuhan datang membawa wahyu dari pada Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibrail. Wahyu itu adalah “keluar dari pada Allah”, sesuai dengan keterangan yang tersebut dalam nubuatan itu, pasal 15 ayat 26. Dalam pasal 14:16 disebutkan: “Ia akan mengurniakan kepada kamu Penolong yang lain” dan seterusnya. Menurut ayat ini Penolong itu akan dikurniakan kepada “kamu”. Yaitu kepada murid-murid Yesus. Jadi bukan akan dikurniakan kepada orang-orang yang akan datang kemudian dari pada mereka. Dengan demikian nyatalah bahwa nubuat itu tidak dapat disesuaikan kepada kedatangan Nabi Muhamad s.a.w. Mengenai hal ini haruslah diketahui bahwa perkataan “kamu” dalam ayat itu tidaklah dimaksudkan khusus kepada mereka yang hidup di zaman Yesus. Perkataan “kamu” yang demikian dapat dijumpai pada tempat-tempat yang lain dalam Injil dan dimaksudkan dengan dia orang-orang yang akan datang kemudian itu. Misalnya keterangan Injil Matius 24:64 yang berikut: (64) Maka kata Yesus kepadanya: “Seperti kata tuan. Tetapi Aku berkata kepadamu, dari pada sekarang ini kamu anak nampak Anak Manusia duduk di sebelah kanan Kodrat, serta datang diatas awan dari langit”. Perkataan ini dihadapkan Yesus kepada orang-orang yang ada pada zamannya itu dengan menggunakan kata “kamu”. Mereka yang diajak Yesus berbicara itu semuanya sudah mati. Sudah hampir dua puluh abad lamanya. Sedang mereka tidak melihat Yesus datang diatas awan dari langit. Maka perkataan “kamu” disini dimaksudkan orang-orang yang akan datang pada zaman Yesus datang kelak. Demikian pula perkataan “kamu” pada ayat tadi dimaksudkan orang-orang yang akan datang pada zaman Penolong itu datang kelak. Jadi arti perkataan: “Ia akan mengurniakan kepada kamu”, yaitu kepada manusia atau kepada Bani Israil. Dalam pasal 14:17 diterangkan: “Dunia tiada dapat menyambut oleh sebab tiada ia nampak Dia, dan tiada kenal Dia; tetapi kamu ini kenal Dia”. Keterangan ini menyatakan bahwa nubuat itu tidak dapat disesuaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. karena orang nampak dan mengenal dia. Mengenai keterangan ini harus diketahui bahwa yang dimaksudkan dengan katanya “tidak mengenal dia”, yaitu tidak mengenal dia dengan sebenar-benar dan sesempurna-sesempurnanya. Perkataan yang seperti ini banyak dijumpai dalam ucapan Yesus. Dalam Matius 11:27 tersebut: (27) Segala sesuatu sudah diserahkan kepadaku oleh Bapaku, dan seorangpun tiada mengenal Anak itu, hanyalah Bapa saja, dan seorangpun tiada mengenal Bapa itu, hanya Anak saja, dan lagi orang, yang hendak dinyatakan kepadanya oleh Anak itu. Dalam Yahya 7:28 tersebut: (29) ……… Ia menyuruhkan Aku itu ada benar, yaitu yang tiada kamu kenal. Dalam Yahya 8:19 tersebut: (19) ….. Kamu tidak kenal Aku, dan Bapakupun tidak. Jikalau kamu kenal Aku, niscaya kamu kenal Bapaku juga. Dalam Yahya 14:9 tersebut: (9) Kata Yesys kepadanya: “Hai Pelipus, sekian lamanya Aku bersama-sama dengan kamu, dan tiadalah engkau kenal Aku? Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa. Bagaiamankah katamu: “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami? Dalam ayat-ayat yang diatas ini telah disebutkan berulang-ulang perkataan “kenal”. Yang dimaksudkan dengan kenal disini ialah kenal yang sempurna. Jika artinya ditafsirkan tidak demikian, jadilah semua perkataan yang tersebut pada ayat-ayat tadi tidak benar. Karena orang banyak adalah mengenal Yesus terutama pemimpin-pemimpin Yahudi, imam-imam dan murid-murid Yesus sendiri. Demikian juga yang dimaksudkan dengan perkataan “tiada ia nampak dia”, yaitu tiada nampak dengan sebenar-benarnya sehingga dapat mengenalinya sungguh-sungguh. Arti yang demikian telah dijelaskan dalam Matius 13:13 – 14 yang berikut: (13) Oleh sebab itu Aku bertutur kepada mereka itu dengan perumpamaan, karena mereka itu melihat dengan tiada melihat, dan mendegnar dengan tidada mendengar atau mengerti. (14) Demikian disampaikan bagi mereka itu sabda Nabi Yesaya, bunyinya: “Bahwa dengan pendengar kamu akan mendengar, tetapi sekali-kali kamu tiada akan mengerti. Dan dengan penglihatan kamu akan melihat tetapi sekali-kali tiada kamu nampak. Dengan penjelasan ini nyatalah bawah nubuatan itu sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Dunia tidak mengenal dan nampak dia, adalah artinya tidak mengenal dan nampak dia dengan sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya. Dalam pasal 14 ayat 17 tersebut: “Ia tinggal bersama dengan kamu, dan Ia akan ada didalam kamu”. Ketearngan ini tidak dapat disesuaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. Mengenai keterangan ini hendaklah diketahui bahwa yang dimaksudkan dnegan “ia tinggal bersama dengan kamu”, ialah pada masa yang akan datang, bukan pada ketika itu. Diatas diterangkan bahwa perkataan “kamu” itu dapat dimaksudkan untuk orang-orang yang akan datang, tidak seharusnya untuk orang-orang yang hadir pada ketika Yesus berkata itu saja. Hal ini dibenarkan lagi oleh keterangan “Aku AKAN mintakan kepada Bapa” (14:16) dan “jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu AKAN datang kepada kamu” (16:7) dan keterangan yang lain-lain yang menyatakan bahwa Penolong itu belum ada lagi ketika itu, tetapi ia akan datang kemudian. Dalam Kisah Rasul-Rasul 1:4 – 5 tersebut: (4) Tatkala Yesus berhimpun dengan rasul-rasul, maka dipesankannya kepada mereka itu jangan meninggalkan Yerusalem, melainkan menantikan Perjanjian Bapa “yang kamu dengar dari Padaku itu”. (5) Karena Yahya membaptiskan orang dengan air, tetapi kamu ini akan dibaptiskan dengan Rohulkudus didalam sedikit hari lagi. Ayat-ayat diatas ini menyatakan bahwa Yesus memesankan kepada murid-muridnya jangan meninggalkan Yerusalem karena menunggu Perjanjian Bapa yang akan membaptiskan mereka denagn Rohulkudus didalam sedikit hari lagi. Dengan demikian diketahui bahwa Perjanjian Bapa itu akan datang dizaman murid-murid Yesus, tidak akan datang dikemudian itu. Seterusnya diketahui bahwa Perjanjian Bapa itu telah dilaksanakan dengan kedatangan Rohulkudus kepada murid-murid Yesus pada hari Pantekosta, seperti yang diterangkan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2. Dengan demikian nyatalah nubuatan itu tidak sesuai kepada Nabi Muhammad s.a.w. Keterangan diatas ini tidak benar. Kedatangan Penolongan itu tidak dapat dihubungkan dengan roh yang turun merupakan lidah-lidah api pada hari Pantekosta yang tersebut dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2 itu. Keterangan mengenai ini akan dibicarakan lebih lanjut lagi. Dalam hal ini hendaklah diketahui bahwa disini terdapat dua perjanjian yang berbeda, yaitu kedatangan Penolong dan kedatangan Perjanjian Bapa. Kedua-dua perjanjian itu akan dipenuhi. Injil Yahya menjanjikan akan kedatangan Penolong yang lain. Janji ini dipenuhi dengan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Kisah Rasul-Rasul pasal 2 menjanjikan kedatangan Perjanjian Bapa yang tersebut juga dalam Lukas 24:49. Perjanjian Bapa itu telah dipenuhi dengan kedatangan roh kepada murid-murid Yesus pada hari Pantekosta.

    PENDAPAT PIHAK KRISTEN DAN PENOLAKANNYA

    Dalam Izhhar-ul Haqq disebutkan bahwa menurut orang Kristen Penolong itu telah datang pada zaman murid-murid Yesus. Hal kedatangannya itu telah diterangkan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2, yaitu setelah Yesus dinaikkan ke langit. Dalam Kisah Rasul-Rasul, tersebut sebagai berikut: Apabila sampai hari Pentakosta, maka mereka itu sekalianpun berhimpun bersama-sama. Maka sekonyong-konyong turunlah dari langit suatu bunyi seolah-olah serbu angin yang besar, yang menumpatkan segenap rumah tempat mereka itu duduk. Maka kelihatanlah keapda mereka itu beberapa lidah seperti api rupanya yang berbelah-belah, dan hinggap diatas tiap-tiap orang itu. Maka mereka itu sekalianpun penuh dengan Rohulkudus, sehingga mereka itu mulai berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa, sebagaimana yang diilhamkan oleh Roh kepadanya akan bertutur.

    PENOLAKANNYA: Apabila Penolong itu ialah Rohulkudus yang turun memenuhi murid-murid Yesus pada hari Pentakosta, maka ia tidak dapat disesuaikan dengan keterangan nubuatan yang menyebutnya dengan “Penolong yang lain” (14:16). Menurut orang Kristen Rohulkudus itu adalah oknum Tuhan yang satu zatnya dengan Allah Bapa dan Anak Allah. Dengan demikian ternyata bahwa ia bukan Penolong “yang lain”. Yesus menyebut: “akan mengingatkan kamu segala sesuatu yang Aku katakan kepadamu” (14:26). Apabila yang dimaksudkan dengan Penolong yang lain itu roh yang turun pada hari Pentakosta, maka keterangan ini tidak sesuai kepadanya. Karena tidak ada suatu jua keterangan dalam surat-surat Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa murid-murid Yesus itu telah lupa apa yang diajarkan Yesus kepada mereka lalu roh itu datang mengingatkannya. Yesus mengatakan: “ia akan menyaksikan akan halku” (15:25). Keterangan ini tidak sesuai kepada roh yang turun pada hari Pentakosta itu, karena ia tidak pernah memberikan kesaksian mengenai Yesus dihadapan seorang jua. Dan murid-murid yang dituruni roh itu tidak pula memerlukan penyaksian mengenai hal Yesus karena mereka lebih dahulu telah mengenalnya sebelum roh itu turun kepada mereka. Seterusnya roh itu tidak pula datang memberi kesaksian kepada orang banyak yanga tidak mengenal Yesus. Adapun Nabi Muhammad s.a.w. maka ia telah memberikan kesaksian yang selengkapnya tentang hal Yesus. Yesus menerangkan: “jikalau tiada Aku pergi, tiadalah Penolong itu akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan menyuruhkan dia kepadamu” (16:7). Keterangan ini menyatkan bahwa kedatangan Penolong itu dihubungkan dengan kepergian Yesus. Apabila yang dimaksudkan dengan Penolong itu ialah Roh Kudus seperti yang ditafisrkan orang Kristen, maka roh itu telah pernah datang kepada rasul-rasul dihadapan Yesus ketika ia menyuruhkan mereka ke negeri-negeri Israil (Matius 10:20). Dengan demikian ternyata bahwa kedatangan roh itu tidak memerlukan Yesus harus pergi dahulu. Maka nyatalah bahwa Penolong itu bukan roh yang turun pada hari Pentakosta tersebut. Yesus berkata: “Banyak lagi perkara yang Aku hendak katakan kepadamu, tetapi sekarang ini tiada dapat kamu menanggung dia” (16:12). Keterangan ini menolak bahwa yang dimaskudkan dengan Penolong itu ialah roh yang turun pada hari Pentakosta tersebut, karena roh itu tidak ada menambah suatu jua ajaran yang tidak dapat ditanggung mereka pada zaman Yesus. Bahkan sesudah turun roh itu, telah dihapuskan berbagai-bagai hukum Torat dan dihalalkan berbagai-bagai makanan yang haram. Dari pada keterangan diatas jelaslah bahwa nubuatan itu tidak dapat disesuaikan kepada roh yang turun pada hari Pentakosta seperti yang diceritakan dalam Kisah Rasul-Rasul pasal 2 yang telah disalinkan diatas. Perhatian: Nubuatan mengenai kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. selain dari pada yang tersebut diatas masih banyak lagi dijumpai didalam Injil dan kitab-kitab Perjanjian Lama. Keterangan mengenai itu dapat dibaca dalam Izhhar-ul Haqq 2:131 – 166, Al Jawabus Shahih 3:299 – 322; 4:1 – 22 dan lain-lain.

    NUBUAT IV: YESUS MENUBUATKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD S.A.W. DALAM INJIL BARNABA

    Dalam Injil Barnaba pasal 43 tersebut: Sebenarnya aku berkata kepada kamu: Bahwa apabila tiap-tiap Nabi datang, maka ia membawa tanda rahmat Allah hanya kepada satu bangsa. Karena itu ucapan mereka tidak melampaui bangsa yang diutus mereka kepadanya. Akan tetapi apabila utusan Allah datang, Allah akan mengurniakan kepadanya sebagai cincin tangannya. Maka ia akan membawa keselamatan dan rahmat bagi bangsa-bangsa dibumi yang menerima ajarannya. Dan ia akan datang dengan kekuatan terhadap orang-orang yang zalim. Dan ia menghapuskan penyembahan kepada berhala sehingga setan menjadi terhina. Karena seperti inilah janji Allah kepada Ibrahim, firmanNya: Lihatlah sesungguhnya Aku akan memberkati segala suku-suku bangsa di bumi dengan turunanmu. Sebagaimana engkau, hai Ibrahim, telah menghancurkan akan berhala-hala, demikianlah turunanmu akan melakukannya. Sahut Yakub: “Ya Guru, katakanlah kepada kami, dengan siapakah perjanjian ini dilakukan ? Sebab orang Yahudi berkata: “Dengan Ishak”. Dan orang Ismail berkata: “Dengan Ismail”. Sahut Yesus: “Daud itu anak siapa, dan dari keturunan siapa?” Sahut Yakub: “Dari Ishak, karena Ishak adalah bapa Yakub dan Yakub adalah bapa Yahuda yang Daud dari keturunannya. Tatkala itu Yesus berkata: “Apabila utusan Allah itu datang, dari turunan siapakah dia? Sahut murid-murid itu: “Dari pada Daud” Sahut Yesus: “Kamu jangan menipu diri kamu, Karena Daud memanggilnya dalam roh rabbi, katanya begini: “Friman Allah kepada rabbiku, duduklah disebelah kananku supaya Kujadikan musuh-musuhmu tempat berpijak kedua belah kakimu. Tuhan akan mengirimkan tongkatmu yang akan mempunyai kekuatan ke tengah-tengah musuhmu”. Apabila utusan Allah yang kamu namakan messia adalah anak Daud, maka apakah sebabnya Daud menamakannya rabbi. Berkata benarlah kepadaku, karena aku mengatakan kebenaran kepada kamu, sesungguhnya janji itu diperbuat dengan Ismail, tidak dengan Ishak. Dalam Injil Barnaba pasal 72 tersebut: (7) Ketika itu menangilah rasul-rasul, sambil kata mereka: Ya Guru, apakah sebabnya tuan meninggalkan kami, karena lebih baik kami mati dari pada tuan meninggalkan kami. (8) sahut Yesus: Janganlah goncang hati kamu dan janganlah takut. (9) Karena bukan aku yang menjadikan kamu, tetapi Allah yang telah menjadikan kamu akan melindungi kamu. (10) Adapun mengenai diriku, maka kedatanganku adalah untuk menyediakan banyak nabi-nabi palsu, mereka mengambil perkataanku dan mengotori Injilku. (12) Ketika itu berkatalah Andereas: Ya Guru, sebutkanlah kepada kami suatu tanda supaya kami mengenal dia. (13) sahut Yesus: Sesungguhnya ia tidak datang dalam masa kamu, tetapi ia akan datang beberapa tahun kemudian kamu, ketika Injilku dirusakkan dan hampir tidak dijumpai lagi tiga puluh orang yang beriman. (14) Pada waktu itu Allah mengasihani akan dunia, Ia lalu mengutus rasulNya yang awan putih akan menetapi diatas kepalanya, mengenal akan dia seorang pilihan Allah. Dan Ia akan melahirkannya ke dunia ini. (15) Ia akan datang dengan membawa kekuatan yang besar mengalahkan orang-orang jahat dan menghancurkan penyembahan berhala dari dunia. (16) Dan aku akan bergembira dengan yang demikian karena dengan perantaraannya akan diberitahukuan dan dimuliakan Allah dan akan dinyatakan kebenaranku. (17) Dan ia akan mengbukum orang yang mengatakan bahwa aku lebih bear dari seorang manusia. (18) …………………………… (19) Apabila orang telah mempersaksikan penyembahan berhala telah berguguran ke bumi dan telah diakui orang bahwa aku adalah manusia seperti manusia yang lain, maka sesungguhnya aku berkata kamu bahwa pada ketika itu Nabi Allah itu datang. Dalam Injil Barnaba pasal 96 tersebut: Tatkala telah selesai mendoa, berkatalah imam itu dengan kuat suaranya: “Berhentilah, hai Yesus, karena kami perlu hendak mengetahui, siapakah engkau, untuk menenteramkan bangsa kami”. Sahut Yesus: “Aku Yesus anak Maryam dari keturunan Daud, seorang manusia yang akan mati yang takut kepada Allah; dan aku meminta supaya penghormatan dan pemuliaan tidak diberikan melainkan kepada Allah”. Sahut imam itu: Sesungguhnya tertulis dalam kitab Musa bahwa Tuhan kita akan menyuruhkan Messias yang akan datang kepada kita supaya ia mengabarkan kepada kita apa yang dikehendaki Allah dan ia akan datang ke dunia membawa rahmat Allah. Karena itu aku mengharapkan supaya engkau sebutkan kepada kami yang sebenar-benarnya, apakah engkau Messias Allah yang kami tunggu-tunggu kedatangannya?” Sahut Yesus: “Sesungguhnya Allah berjanji demikian, tetapi aku bukanlah dia. Karena ia dijadikan lebih dahulu dari padaku dan akan datang kemudianku. Sahut imam itu: Bagaimanapun jua kami percaya dari perkataanmu dan tanda-tandamu, bahwa engkau adalah nabi dan orang suci Allah. Oleh karena itu aku mengharapkan kepadamu atas nama semua orang Yahudi dan Israil, hendaklah engkau jelaskan kepada kami karena kecintaan kepada Allah, dengan cara bagaimanakah Messias akan datang. Sahut Yesus: “Demi Allah yang hidup, yang aku berdiri dihadapanNya, sesungguhnya aku bukan Messias yang ditunggu-tunggu oleh semua suku-suku bangsa di bumi seperti yang telah dijanjikan Allah kepada bapa kita Ibrahim, katanya: Dengan keturunanmu akan Kuberkati segala suku-suku bangsa dibumi. Akan tetapi ketika aku diambil Allah dari dunia, setan akan membangunkan sekali lagi percobaan yang terkutuk ini, yaitu ia akan membawa orang yang tidak takut kepada Tuhan mempercayai bahwa aku Allah dan anak Allah. Maka sebab itu dikotorilah perkataanku dan ajaranku hingga hampir tidak ada tinggal lagi tiga puluh orang yang beriman. Pada ketika itu Tuhan mengasihani akan dunia dan diutusnya rasulNya yang karenanya, Dia telah menjadikan segala sesuatu. Ia akan datang dari sebelah selatan dengan kekuatan dan ia akan menghancurkan berhala-berhala dan penyembah-penyembah berhala. Ia akan mencabut kekuasaan setan atas manusia. Ia akan datang membawa rahmat Allah untuk menyelematkan orang-orang yang beriman. Dan orang yang beriman kepada perkataannya akan diberkati. Dalam Injil Barnaba pasal 97 tersebut: Maka pada ketika pada ketika itu imam itupun berkata: “Apakah yang dinamakan Messias dan apakah tanda yang memberitahukan kedatangannya? Sahut Yesus: Sesungguhnya nama Messias itu ajaib, karena Allah sendiri yang memberikan nama itu tatkala telah dijadikanNya dirinya dan diletakkanNya dia ditempat yang indah di langit. Firman Allah: Sabarlah hai Muhammad, sesungguhnya karena engkaulah aku hendak menjadikan surga dan dunia dan makhluk yang banyak yang akan kuberikan kepadamu sehingga siapa yang memberkati engkau adalah ia mendapat berkat dan siapa yang mengutuk engkau adalah ia terkutuk. Dan apabila Aku mengutus engkau kepada dunia, Aku akan menjadikan engkau utusanKu untuk memberi keselamatan dan jadilah ucapanmu itu benar sehingga langit dan bumi bisa lemah tetapi imanmu tidak akan lemah selama-lamanya. Bahwa namanya yang diberkati itu ialah Muhammad. Pada ketika itu orang banyak itu mengangkatkan suaranya, katanya: Ya Allah, utuslah kepada kepada kami rasulMu; ya Muhammad, datanglah segera untuk menyelamatkan dunia ! Dalam Injil Barnaba pasal 163 tersebut: Sahut murid-murid itu: Ya Guru, Siapakah gerangan laki-laki yang tuan katakan tentang halnya, yang akan datang ke dunia ini ? Sahut Yesus dengan hati yang gembira: Sesungguhnya ia Muhammad utusan Allah. Dan apabila ia datang ke dunia, maka ia akan menjadi sebab terwujudnya perbuatan-perbuatan yang baik diantara sesama manusia dengan sebab banyak kasih sayang yang dilakukannya. Seperti hujan menjadikan bumi mengeluarkan buah setelah hujan lama terputus. Maka ialah awan putih yang penuh dengan rahmat Allah, yaitu rahmat yang ditaburkan Allah mencucuri orang-orang yang beriman sebagai hujan. Dalam Injil Barnaba pasal 212 tersebut: Ya Rabb, Tuhan yang dengan pertolonganMu diperoleh segala keperluan yang menjadi hajat bagi bangsamu Israil, ingatlah semua suku-suku bangsa di bumi yang telah Engkau berjanji akan memberkatinya dengan utusanMu yang telah Engkau jadikan dunia ini karenanya. Kasihanilah dunia ini, dan segerakanlah mengutus rasulMu supaya ia menghapuskan kerajaan setan, musuhMu. Setelah selesai Yesus dari padanya, iapun berkata tidak kali: “Hendaklah jadi seperti ini, ya Tuhan yang maha besar, yang pengasih”. Mereka semuanya menyahut dengan menangis: “Hendaklah jadi seperti ini!”, hendaklah jadi seperti ini! kecuali Yudas karena ia tidak percaya sedikit jua. Dalam Injil Barnaba pasal 220 tersebut: Ketika itu penulis lalu bertanya: Ya Guru, apabila Allah itu pengasih, maka apakah sebabnya kami disiksaNya hingga seperti ini, sehingga kami mempercayai tuan telah mati. dan ibu tuan telah menangisi tuan sehingga ia hampir mati. Dan Allah membiarkan tuan mendapat malu terbunuh diantara pencuri-pencuri diatas bukit Tengkorak sedang tuan orang suci Allah. Sahut Yesus: Percayalah kepadaku, hai Barnaba, sesungguhnya Allah menyiksa atas tiap-tiap kesalahan meskipun bagaimana kecilnya dengan siksa yang besar, karena Allah benci kepada kesalahan. Maka karena itu, tatkala ibuku dan murid-muridku yang dipercayai dan bersama-sama dengan aku amat sedikit kecintaannya kepadaku sebagai cita dunia, Tuhan yang maha Baik hendak menyiksa sebab cinta ini dengan mendatangkan duka-cita sekarang supaya Ia nanti tidak menyiksanya dengan nyalaan api neraka. Tatkala orang sudah memanggil aku Allah dan anak Allah sedang aku di dunia tidak demikian, Tuhan berkehendak supaya orang memperolok-olokkan aku didunia ini dengan kematian Yudas yang dipercayai mereka sesungguhnya aku yang telah mati diatas salib agar setan tidak memperolok-olokkan aku pada hari penghukuman kelak. Dan ini akan tinggal tetap hingga datang Muhammad, utusan Allah, yang jika ia datang membukakan penipuan ini kepada orang-orang yang beriman kepada hukum-hukum Tuhan. Sesudah Yesus mengucapkan ini, lalu katanya: Sesungguhnya Engkau adil, ya Rabbi, Tuhan kami, karena bagiMu sendiri kehormatan dan kemuliaan yang tidak berkesudahan. Demikianlah sebagian dari nubuat tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Injil Barnaba. Seterusnya nubuatan yang lain-lain yang tersebut dalam Injil itu dapat dibaca dalam pasal 34, 41, 42, 54, 82, 112, 136 dan 206. Oleh karena nubuatan-nubuatan yang tersebut diatas sudah cukup jelas, tidak memerlukan keterangan lagi

    http://www.adriandw.com/nubuat_02.htm

     
    • yos 6:07 am on 03/04/2009 Permalink | Reply

      hanya Tuhan Allah sendirilah yang tau kebenaran semua itu.semua orang telah jatuh ke dalam dosa, tidak ada seorangpun yang dapat memahami rahasia TUHAN selain ia sendiri.oleh sebab itu ,baik Kristen maupun islam:bersabarlah menantikan kedatangan YESUS KRISTUS(islam : ISA ALMASIH) YANG KEDUA KALINYA, (nubuatan itu tertulis dalam Alkitab dan Al quran)
      Sebab Yesus akan membuka rahasia tersebut
      Yesus akan datang sebagai hakim
      persiapkanlah Iman
      menyambut kedatanganNya yang kedua kalinya

      • Isa 3:29 am on 27/04/2014 Permalink | Reply

        Kahfi, Ahmad; “Terjemahan Injil Barnabas (The Gospel Of Barnabas): Injil yang membenarkan Kerasulan Muhammad”; 2008; Bina Ilmu, Surabaya.
         “Tentang Barnabas, Pesannya Adalah Jika Dia Datang Kepadamu Sambutlah Dia” (Surat Paulus kepada penduduk Kolose Bab IV Ayat 10) (Halaman 1)
         “Sahabat sahabat tercinta, Tuhan Yang Maha Agung, Yang Maha Menakjubkan beberapa hari yang telah lewat telah mengunjungi kita melalui nabi-Nya Yesus dengan membawa ajaran yang penuh rahmat dan mukjizat dimana banyak (dari ajaran ajaran ini) yang telah diselewengkan oleh setan, di balik kedok kesucian, mereka mendakwahkan doktrin yang sangat musyrik (dengan) menyebut Yesus sebagai anak Tuhan, menolak berkhitan yang disyariatkan Tuhan selamanya dan menghalalkan setiap daging yang najis; di antara mereka termasuk juga Paulus yang telah menyelewengkan (ajaran). Aku menuliskan kebenaran ini yang telah aku saksikan dan dengarkan selama aku bergaul dan berinteraksi dengan Yesus; semoga engkau semua dapat diselamatkan dan tidak disesatkan setan dan kemudian meninggal dalam Pengadilan Tuhan. Oleh karena itu waspadalah terhadap setiap orang yang mendakwahkan doktrin baru kepadamu yang bertentangan dengan yang aku tulis ini sehingga engkau dapat terselamatkan selamanya”. (Hlm. 2)
         “Delapan hari setelah kelahiran, menurut hukum Tuhanyang tertulis dalam kitab Moses, mereka membawa sang bayi menuju rumah ibadat untuk mengkhitankannya. Kemudian mereka mengkhitankannya danmemberi nama Yesus sebagaimana pesan malaikat sebelum janinnya dikandung dalam rahim Maria” (hlm 8)
         Khotbah pertama Yesus kepada jemaat: Ajaran Tuhan yang mempesona. “…Maha Suci Tuhan yang telah memuliakan semua orang suci dan nabi-nabi sebelum sesuatunya, untuk mengutus dia guna menyelamatkan dunia…” (hlm 15)
         Gabriel mengatakan kepadanya:”Jangan takut wahai Yesus, karena ribuan penghuni langit mengawalmu dan engkau tidak akan mati hingga segala sesuatunya telah terpenuhi dan dunia ini sudah mendekati akhir.”Yesus bersujud mengucap: “Oh Tuhan Yang Maha Agung betapa besar rahmat-Mu kepadaku.” Malaikat Gabriel menjawab: “Bangunlah Yesus dan ingatlah Abraham yang mengorbankan putra satu-satunya, Ismail, guna memenuhi perintah Tuhan dan pedang tajam yang digunakan tidak cukup mampu untuk memotong (leher) putranya yang kemudian digantikan oleh domba sebagai korban…Kemudian malaikat Gabriel menunjukkan seekor domba kepadanya untuk dikorbankan sambil memuji dan mensucikan Tuhan Yang Maha Mulia selamanya.” (hlm 18)
         “Dia menuruni gunung dan memilih dua belas orangrasul (Apostles) diantaranya Yudas Iscariot yang mati di tiang salib…dan sang pengkhianat…karena Yesus memberi tugas Yudas sebagai pembagi uang hadiah tetapi ia mencuri sepersepuluh dari setiap pemberian itu.” (hlm 19-20)
         Yesus menjawab:”Phillip, Tuhan itu adalah Kebaikan…, Tuhan itu Maha Ada…,Tuhan itu Maha Hidup, Dia adalah Esa tidak ada yang menyamainya,…Dia tidak punya awal dan tidak punya akhir, Dia tidak punya Bapa, tidak punya Ibu, Dia Tidak Punya Anak…”. (Hlm 24)
         “…, tapi setelah aku (Yesus), akan datang nabi yang paling mulia dan paling suci dari semua nabi dan akan menerangi kesamaran ucapan-ucapan dari semua nabi, karena dia adalah utusan Tuhan…” (hlm 25)
         Yesus menjawab: “Aku tidak diutus kecuali kepada bangsa Israel” (hlm 34)
         Yesus menjawab:”Cukuplah bagimu bahwa Tuhan telah memerintahkan Abraham dengan firman-Nya:”Abraham, potonglah kulit luar yang menutupi kepala kemaluanmu dan semua keluargamu karena ini adalah perjanjian antara Aku denganmu selamanya”, kemudian malaikat Gabriel menunjukkan kepada Yesus dagingnya yang berlebih agar dipotong sendiri oleh Yesus. (hlm 36)
         Yesus menjawab: “setiap huruf dari kata-kataku adalah kebenaran, karena ini tidak berasal dariku tapi dari Tuhan yang telah mengutusku kepada bangsa Israel” (hlm 43)
         Yesus menanggapi dengan jawaban:”Abraham berusia tujuh tahun ketika itu, yaitu saat dia memulai proses mencari Tuhan…(hlm 44)
         …oleh karena itu aku mengatakan bahwa menuhankan sesuatu itu adalah dosa terbesar, karena ia menyebabkan seorang manusia menjadi tercerabut imannya dan sebagai akibatnyaia tidak mempercayai Tuhan.” (hlm 60)
         “…dan utusan Tuhan, jiwa sang utusan Tuhan ini telah diciptakan enam puluh ribu tahun sebelum segala sesuatu yang lain’. (hlm 64)
         “…tapi umat manusia sekarang telah dikirimkan kepada mereka nabi-nabi kecuali utusan Tuhan yang akan datang setelahku karena memang demikianlah Tuhan berkehendak, dan aku sedang mempersiapkan jalannya…” (hlm 65)
         “Adam, begitu berdiri di atas kedua kakinya melihat tulisan di udara yang bersinar bagaikan matahari, tertulis “ Hanya ada satu Tuhan dan Muhammadadalah Utusan Tuhan”…Aku mohon kepada-Mu apa inti pesan tulisan ini : ”Muhammad adalah utusan Tuhan” apakah terdapat manusia lain sebelum aku ?…kemudian Tuhan berfirman:”… dan dia yang namanya telah engkau lihat dan engkau sebut adalah puteramu, yang akan hadir kedunia inisetelah melewati banyak tahun sejak sekarang, dan akan menjadi utusan-Ku, demi dia (Muhammad), aku ciptakan segala sesuatu: yang akan menjadi cahaya kepada dunia di saat kehadirannya, yang jiwanya bersemayam di surga yang terang benderang, enam puluh ribu tahun sebelumAku menciptakan apapun.”
        Adam memohon kepada Tuhan: “Tuhan, perkenankanlah agar tulisan itu terukir di kuku jari-jari tanganku. ”Kemudian Tuhan mengukirkan tulisan tersebut di atas kuku ibu jari Adam. Di kuku ibu jari kanan, tertulis : “Hanya ada satu Tuhan,” dan di atas kuku ibu jari kiiri, tertuilis : “Muhammad adalah utusan Tuhan.” Kemudian dengan sikap kebapakan, adam mencium tulisan itu dan mengusap-usapnya dengan kedua matanya, dan berkata: “Terberkatilah hari itu, saat engkau (Muhammad) hadir ke dunia ini.”
        Melihat Adam dalam keadaan sendiri, Tuhan berfirman:”Tidak baik jika dia sendirian.” Oleh karena itu Dia membuatnya tertidur dan mengambil tulang rusuk yang terletak di dekat hatinya mengisi bekas tempat itu dengan daging. Dari tulang rusuk itulah Dia menciptakan Eva dan menyandingkannya dengan Adam agar dijadikan sebagai istrinya.” (hlm 71)
         “…karena demi dia yang akan hadir, utusan-Ku, Aku menganugerahkan semuanya.”…Adam melihat sekeliling, melihat tulisan di atas pintu gerbang surga, “Hanya ada satu Tuhan, dan Muhammad adalah utusan Tuhan.” Sambil menangis, Adam berkata: “Semoga ini menyenangkan bagi Tuhan, O Puteraku, bahwa engkau akan datang sesegera mungkin dan mengentaskan kami dari penderitaan.” (hlm 76)
         Yesus memberi pengakuan dan mengatakan kebenaran: “ Aku bukan seorang Mesias” (hlm 76)
         Kemudian Yesus berkata: “Persiapkan jalan bagi utusan Tuhan.”…dan yang akan diutus setelahku dan yang akan membawa kalimat-kalimat kebenaran, sehingga keimanan akan abadi. (hlm 77)
         Dia menciptakan, sebelum segala sesuatu yang lain, ruh dari utusan-Nya.(hlm 79)
         “Tapiutusan Tuhan, ketika dia akan hadir, Tuhan akan memberikan kepadanya seperti ada stempel di tangannya sehingga dia akan membawa keselamatan dan rahmat kepada seluruh umat di dunia ini yang akan menerima doktrinnya. Dia akan datang dengan kekuasaan (kekuatan) terhadap hal-hal yang tidak agamis dan akan menghancurkan pemujaan berhala sehingga dia membuat setan mengalami kekalahan karena janji Tuhan kepada Abraham: “Perhatikan, demi anak cucumu, Aku akan memberkati semua suku di bumi ini, dan sebagaimana engkau telah merusak patung-patung hingga hancur berkeping-keping, O, Abraham, demikian pula yang akan diperbuat oleh anak cucumu.” (hlm 80)
         Kemudian Yesus berkata: “Dan utusan Tuhan, kapan dia akan datang dan dari keturunan siapa dia?” Murid-murid menjawab : “Dari keturunan David.” Atas jawaban ini Yesus berkata: “Engkau menipu dirimu sendiri, karena David secara ruh menyebut dia (Sang Utusan Tuhan) sebagai tuan, berkata begini: “Tuhan berfirman kepada tuanku, duduklah engkau di tangan kanan-Ku, hingga Aku membuat musuh-musuhmu menjadi penopang kakimu. Tuhan akan mengirimkan cambukmu yang mempunyai kekuasaan di tangan musuh-musuhmu.” Jika sang utusan Tuhan yang engkau sebut Mesias itu putra David, bagaimana mungkin David memanggil “tuan” kepadanya? Yakinlah kepadaku karena aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, bahwa perjanjian itu dibuat dengan Ismail bukan dengan Isaac.” Kemudian Allah berfirman kepada Ibrahim: “Bawalah anakmu, anak pertamamu dan ajaklah ke gunung untuk mengorbankan dia.” Bagaimana mungkin Isaac menjadi anak pertama, jika saat Isaac lahir, Ismail telah berusia tujuhtahun ?” (hlm 80)
         Oleh karena itu aku mengatakan kepadamu bahwa utusan Tuhan adalah suatu kemuliaan yang akan memberikan kegembiraan kepada hampir semua ciptaan Tuhan, karena ia dihiasi oleh ruh pemahaman dan musyawarah, ruh kearifan dan kekuatan, ruh taqwa dan cinta, ruh kewaspadaan dan kesederhanaan, ruh keikhlasan dan kasih, ruh (semangat) keadilan dan kesalehan, ruh kelembutan dan kesabaran yang dia peroleh dari Tuhan tiga kali lipat daripada yang Dia berikan kepada seluruh makhluk-Nya, betapa penuh berkat, ketika dia akan datang ke dunia ini!.”…dan ketika aku melihatnya jiwaku dipenuhi dengan penghiburan, sambil mengatakan: “O Muhammad, Tuhan bersamamu dan semoga Dia memberiku kelayakan untuk melepas tali sepatumu, karena dengan memperoleh kesempatan ini, maka aku akan menjadi seorang nabi yang besar dan suci. Dan setelah mengatakan ini, Yesus menghaturkan rasa syukurnya kepada Allah.”(hlm 82)
         “Oleh karena itu, akuberdo’a dan berpuasa untuk Tuhan kita.” (hlm 93)
         Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu yang bersumber dari hati nurani, bahwa aku merasa terguncang karena, demi dunia ini, aku akan dipanggil sebagai Tuhan, dan atas dasar ini aku akan memberi penjelasan. Demi Allah yang ruh-ku berada dalam genggaman-Nya, aku adalah manusia fana sebagaimana manusia-manusia lain, karena meskipun Tuhan telah menjadikan aku sebagai nabi bangsa Israel…aku adalah pelayan Tuhan, dan untuk hal ini kalian menjadi saksi bagaimana aku menentang para pendosa yang setelah kepergianku dari alam dunia ini akan mengabaikan dan melanggar kebenaran yang terkandung dalam Gospel-ku karena tergoda bujuk rayusetan. Tapi aku akan kembali (ke dunia ini) di akhir zaman nanti dan bersamaku Nabi Nuh dan Elijah dan kami akan menjadi saksi atas para pendosa ini yang dia akhir zaman nanti akandikutuk. Dan setelah mengatakan ini Yesus menangis bercucuran air mata, bersamaan dengan itu pula murid-murid Yesus menangis nyaring…” (hlm 97)
         Selanjutnya Tuhan akan membangkitkan kembali semua nabi dengan komando Nabi Adam, masing masing nabi mencium tangan sang utusan Tuhan, mempercayakan diri mereka ke dalam perlindungannya. Selanjutnya Tuhan akan memberikan kehidupan kepada semua manusia terpilih, dimana mereka akan berseru: “O Muhammad, ingatlah kepada kami.” (hlm 100)
         Dan Tuhan berkata: “apakah engkau mempunyai saksi-saksi ini, sahabat-Ku Muhammad?” dan dengan penuh takjim dia berkata: Benar Yaa Raab.” Kemudian Tuhan akan menjawab : “Pergilah, panggil mereka, O Gabriel.” Malaikat Gabriel akan datang kepada Rasulullah dan akan berkata: “Tuan, siapa saksimu ?” Rasulullah akan menjawab: “Mereka adalah Adam, Abraham, Ismail, Moses, David, dan Yesus anak Maria.” (hlm 103)
         Yesus berkata: ”Raab, seluruh dunia telah tertipu oleh setan, telah dikatakan bahwa aku adalah anak dan sekutu-Mu, tapi kitab (Injil) yang Engkau anugerahkan kepadaku menyatakan dengan sebenarnya bahwa aku adalah hambamu dan kitab itu mengakui apa yang telahditegaskan oleh rasul-Mu, kemudian Rasulullah akan berkata: “demikian pula yang telah dikatakan dalam kitab (al-Qur’an) yang telah Engkau anugerahkan kepadaku.” (Hlm 104)
         Peter menjawab: “Engkau adalah Kristus, putera Tuhan.”Yesus marah mendengar ini, dan menegur Peter dengan keras sambil mengucap: “ Pergilah dan berlalulah dari hadapanku karena engkau adalah setan dan berupaya membuatku terjerumus ke dalam dosa!.” (hlm126)
         Yesus menjawab: “ Jangan membiarkan dirimu gelisah…Menurutku, aku sekarang ini datang ke dunia untuk mempersiapkan jalan bagi utusan Allah, yang akan membawa misi penyelamatan bagi semua penghuni dunia ini. Tapi berhati-hatilah agar jangan sampai tertipu karena banyak nabi palsu yang akan datang yang menyebarkan kata-kataku dan mencemari injilku.”
         Yesus menjawab: “dia akan datang di masamu, tapi akan datang beberapa tahun setelahmu, ketika Injilku akan dianulir, sedemikian parahnya hingga hanya akan ada tiga puluh orang beriman saja. Pada waktu itu Tuhan akan merahmati dunia, sehingga Dia akan mengutus Rasul-Nya, yang di atas kepalanya awan putihmenaunginya, dimana kemudian dia akan dikenal sebagai salah seorang manusia pilihan Tuhan dan berkat dia dunia ini akan diterangi oleh cahaya ilahiyah. Dia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk melawan kekafiran dan kemusrikan dan akan menghancurkan penyembahan berhala di permukaan bumi. Semua ini membuatku gembira karena melalui dia, Tuhan kita akan menjadi dikenal dan diagungkan, dan aku akan dibuktikan sebagai benar, dan dia akan memerangi mereka yang akan mengatakan bahwa aku lebih dari sekedar seorang manusia.” (hlm 130)
         Demikian pula bila penyembah berhala akan dilenyapkan dari permukaan bumi ini dan mengakui aku sebagai seorang manusia biasa sebagaimana manusia-manusia lain, aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa utusan Tuhan itu akan datang.” (hlm 131)
         Yesus menjawab: “sungguh aku diutus kepada bangsa Israel sebagai seorang nabi yang membawa misi penyelamatan, tapi setelahku, akan datang seorang Mesias, yang diutus oleh Allah untuk semua penduduk di seluruh duniaini, karena demi sang utusan inilah Tuhan menciptakan dunia ini.” (hlm 149)
         Yesus berkata: “…lihatlah bahwa aku ini adalah manusia…oleh karena itu ketika Tuhan akan datang untuk memvonis, kata-kataku seperti sebuah pedang yang akan menebas mereka yang mempercayaiku sebagai lebih dari sekedar manusia.“ (hlm 168)
         Yesus menjawab: “adalah benar bahwa Tuhan telah menjanjikan demikian, tapi sungguh, aku bukanlah sang Mesias yang dimaksud, karena dia telah diciptakan sebelumku dan akan datang sesudahku.” (hlm 178)
         Kemudian Yesus berkata: “…tapi aku terhibur dengan (berita) kedatangan utusan Allah yang akan menghancurkan setiap pendapat yang salah tentangku dan keyakinannya akan tersebar dan (secara mengejutkan) akan menguasai seluruh dunia, karena sebagaimana Tuhan telah berjanjikepada Abraham leluhur kita. Dan yang juga dapat menghiburku adalah bahwa keyakinannya tidak akan pernah berakhir, tapi akan dijaga kemurniannya oleh Allah.” (hlm 175)
         Yesus menjawab: “Nama Mesias itu adalah ‘Yang Terpuji’”, karena Tuhan sendiri telah memberi nama kepadanya ketika Dia menciptakan ruhnya dan menempatkannya dalam kemuliaan surgawi. Tuhan berfirman: “Tunggulah Muhammad, karena demi engkau, Aku akan menciptakan surga, dunia dan banyak sekali ciptaan lain, semua itu diciptakan sebagai hadiah untukmu, sampai pada tingkatan bahwa siapa yang bersholawat kepadamu, akan memperoleh berkah dan siapa yang mengutukmu akan dikutuk… Aku akan mengutusmu kedunia ini, Aku akan mengutusmu sebagai utusan penyelamatan-ku, dan kata-katamu akan menjadi kebenaran, sampai pada tingkatan bahwa langit dan bumi akan gagal, tapi ajaranmu tidak akan pernah gagal. “MUHAMMAD adalah namanya yang penuh berkah.” (hlm 176)
         Kemudian kerumunan orang banyak itu menyerukan suara-suara:“O, Tuhan, kirimkan kepada kami utusan-Mu: O, Muhammad, datanglah segera untuk menyelamatkan dunia ini.” (hlm 177)
         Tapi ketika Muhammad, utusan suci Tuhan, akan datang, maka semua hal yang tidak baik tentangku akan berakhir. Dan inilah yangakan diperbuat oleh Tuhan, karena aku telah mengakui kebenaran akan datangnya sang Mesias…” (hlm 205)
         Satu hal yang pasti adalah bahwa manusia lahir dalam keadaan telanjang dan tidak mampu berbuat apapun. Atas dasar inilah, maka semua yang diperoleh manusia (di dunia ini) adalah bukan miliknya, dia hanya sebagai pembagi (amanat Tuhan). Dan dia akan mempertanggung jawabkan semua itu di akhirat kelak.“ (hlm 209)
         Masukkan kami ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang mempercayai utusan-Mu…” (hlm 222)
         Ketika utusan Tuhan akan datang, dia akan datang untuk membersihkan semua noda-noda syirik yang telah mencemari kitab (Injil)-ku.” (hlm 226)
         Bangsa Israel semakin mengukuhkan ujaran-ujaran Yesus bahwa: “Allah itu esa dan Yesus adalah nabi Allah.” (hlm 229)
         Murid-murid menjawab:”Mereka berkata bahwa hanya ada satu Tuhan, sedangkan engkau adalah nabi Tuhan. ”Yesus menjawab dengan wajah berseri-seri: “Tuhan maha Pemberi Berkah, yang tidak menolak permohonanku, pelayan-Nya!.” (hlm 230)
         Yesus menjawab: “setiap orang, siapapun dia, harus terlebih dahulu masuk ke dalam neraka. Ini adalah kebenaran.” Namun manusia-manusia suci dan nabi-nabi Allah akan pergi ke neraka hanya untuk menonton, tidak menanggung hukuman sedikitpun.“ (hlm 253)
         Ketika dia (sang utusan Tuhan) akan pergi ke sana, maka semua setan akan menjerit dan lari tunggang langgang mencari tempat persembunyian masing-masing di bawah bara api neraka yang membakar, sambil mereka berkata satu sama lain:“terbanglah, terbanglah, karena Muhammad musuh kita akan datang kesini.” (Hlm 254)
         Kemudian sang utusan Tuhan ini akan berbicara kepada Tuhan dan berkata: “Raab, Tuhanku, ingatlah akan janji yang telah dibuat olehku, hamba-Mu, tentang mereka yang telah menganut kepercayaanku, bahwa mereka tidak akan tinggal selamanya di dalam neraka.“Tuhan akan menjawab: “Mintalah apa saja yang engkau kehendaki, O kekasih-Ku, karena Aku akan mengabulkan semua permintaanmu.” Kemudian utusan Tuhan akan mengatakan: “O Raab, ada orang-orang beriman yang telah tinggal dalam neraka selama tujuh puluh ribu tahun. Dimana, O Raab rahmat-Mu ?. Aku memohon kepada-Mu, Raab, agar membebaskan mereka dari azab neraka yang pedih.” Kemudian Tuhan akan memerintahkan empat malaikat kesayangan-Nya agar menuju ke neraka guna mengeluarkan setiap orang yang menganut kepercayaannya, dan membawa mereka ke surga. Dan inilah yang akan mereka lakukan. Demikianlah keuntungan yang diperoleh dari mengimani utusan Tuhan, bahwa mereka yang akan mempercayainya, merkipun tidak memiliki amal kebaikan, mereka akan memasuki surga setelah menjalani siksa yang telah aku bicarakan.” (hlm 255)
         Dan ketikadia terbujur kaku di liang lahad, apa keuntungan yang dia bawa serta? Secarik kain linen (kafan) membalut tubuhnya: inilah ganjaran yang diberikan dunia ini kepadanya.” (hlm261)
         “,,,dia berkata bahwa sang Mesias tidak akan datang dari anak cucu keturunan David…tapi mengatakan bahwa dia (Mesias itu) akan lahir dari keturunan Ismail, dan bahwa perjanjian ini telah dibuat terhadap Ismail, bukan terhadap Isaac (Ishak).” (hlm 264)
         “Besok, aku akan melakukan ini, aku akan mengatakan sesuatu hal, aku akan pergi ke suatu tempat.” Dan tidak mengatakan: “Jika Tuhan Menghendaki”, maka engkau adalah perampok: Dan engkau adalah perampok yang lebih ulung.” (hlm288 lihat hlm 191 dan 204)
         “Ketika dia datang ke dunia ini, maka terberkahilah mereka yang akan mendengar ujaran-ujarannya, karena Tuhan akan menaungi mereka dengan rahmat-Nya sebagaimana pohon Palma ini menaungi kita…Murid-murid bertanya: “O Guru, siapa gerangan orang yang sedang engkau bicarakan itu, yang akan datang ke dunia ini ?Yesus menjawab dengan hati ceria: “ Dia-lah Muhammad, utusan Tuhan…Karena dia-lah awan putih(yang menaungi) yang penuh dengan rahmat Tuhan, yang mana rahmat Tuhan ini akan diguyurkan kepada manusia-manusia yang beriman seperti guyuran air hujan.” (308-9)
         Yesus menjawab: “Percayalah kepadaku, ketika Tuhan memilihku dan mengutusku kepada bangsa Israel, Dia memberiku sebuah kitab seperti sebuah kaca cermin yang bening yang dihadirkan dalam hatiku sedemikian rupa sehingga semua yang aku bicarakan bersumber dari kitab itu.“ (hlm315)
         Kemudian kata Yesus:“ Marilah kita mengagungkan Tuhan kita Yang Maha Suci.“ Setelah itu mereka merundukkan kepala mereka seratus kali dan berserah diri dengan menempelkan wajah mereka ke permukaan bumi dalam ibadah mereka.“ (hlm 328)
         Tapi karena engkau tidak mampu menciptakan seekor lalat-pun, dan mengingat bahwa hanya ada satu Tuhan, Raab segala sesuatu…” (hlm331)
         Dimana kemudian sang pendeta tinggi mendekati Yesus, sambil berkata: “Jelaskan kepadaku, O Yesus, apakah engkau telah melupakan semua yang telah engkau akui, bahwa engkau bukan Tuhan, bukan pula Putera Tuhan, bukan pula seorang Mesias ?” Yesus menjawab:“ Tidak, satu hal yang pasti, aku tidak akan melupakannya…sebab sebagaimana Tuhan Pencipta kita adalah satu-satunya Tuhan.” (hlm 371)
         Yesus menjawab: “…Aku mengatakan yang sesungguhnya, putra Abraham ini adalah Ismail, yang dari keturunannya akan lahir sang Mesias yang telah dijanjikan kepada Abraham, bahwa berkat dia (Mesias), semua suku bangsa di bumi ini memperoleh berkah.” (hlm 374)
         “…kutuklah selamanya setiap orang yang memalsukan Gospel-ku yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, ketika mereka menuliskan bahwa aku adalah putera-Mu.“ (hlm379)
         “Raab, maha Pemurah dan Maha berlimpah rahmat, anugerahkanlah pada hamba-Mu agar berada dalam kebersamaan dengan himpunan umat dari utusan-Mu di hari pengadilan…melalui utusan-Mu yang demi dia Engkau menciptakan dunia ini. Berilah rahmat atas dunia ini dan kirimkan secepat mungkin Utusan-Mu, sehingga setan musuh-Mu kehilangan wilayah kekuasaannya…dan murid-murid menjawab sambil menangis”, semoga demikianlah adanya,“ semuanya terkecuali Yudas Iscariot, karena dia bukanlah termasuk orang yang beriman. “ (Hlm 380-1)
         Setelah berada di dalam rumah, Yesus mengundurkan diri menuju kebun dan beribadah, sebagaimana kebiasaan beribadah yang dia lakukan, dengan berlutut seratus kali dan menempelkan wajahnya ke permukaan tanah. “ (hlm 383; lihat hlm 151, 328)
         Malaikat-malaikat suci ini datang dan membawa Yesus serta menempatkannya di langit ke tiga dengan kawalan rombongan besar malaikat-malaikat yang selalu mensucikan Tuhan.” (hlm 384)
         Tuhan bertindak sangat menakjubkan dengan mengubah total penampilan Yudas sampai-sampai suara dan wajah Yudas sangat mirip dengan suara dan wajah Yesus …” Dan dia (Yudas) sambil tersenyum berkata: “kalian semua ini bodoh, yang tidak mengenali aku sebagai Yudas Iscariot).” (hlm385)
         Yudas sama sekali tidak berdaya selain berteriak: “Tuhan, mengapa Engkau meninggalkanku…” sungguh aku mengatakan yang sebenarnya bahwa suara itu, wajahnya, dan diri Yudas benar-benar sangat mirip dengan Yesus sehingga murid-muridnya dan orang-orang yang beriman sepenuhnya percaya bahwa dia adalah Yesus yang sesungguhnya.” (hlm 392-3)
         “Dan meskipun aku bersih dari dosa di dunia ini, tetapi ketika orang-orang menyebutku sebagai “Tuhan” dan “Putra Tuhan”, Tuhan dengan maksud agar aku tidak diolok-olok oleh ruh-ruh jahat (demons) di hari pengadilan, telah menghendaki agar aku diejek dan dihina oleh manusia di dunia ini melalui kematian Yudas, membuat sesama manusia percaya bahwa aku telah mati di tiang salib. Ejekan dan hinaan ini akan terus berlangsung hingga kedatangan Muhammad sang utusan Tuhan, yang saat kedatangannya, akan menyingkap tirai kepalsuan ini kepada mereka yang menyakini hukum Tuhan .” (hlm 398)
         Kemudian keempat malaikat itu (Gabriel, Michael, Rafael dan Uriel) mengisahkan kepada sang perawan Maria tentang bagaimana Tuhan mengutus Yesus, dan telah mengalih-rupakan Yudas, sehingga dia (Yudas)-lah yang menanggung beban siksaan yang setimpal dengan perbuatan dosa menjual orang lain.” (hlm 397)
         “Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu bahwa aku tidak mati, tetapi yang mati adalah Yudas sang pengkhianat. “ (hlm 400)
         Sedangkan sebagian yang lain lagi mengkhotbahkan dan masih mengkhotbahkan yang demikian ini, bahwa Yesus adalah Putera Tuhan, termasuk di antara mereka yang tertipu dan tersesat adalah Paul (Paulus).” (hlm 401)

    • alo 2:39 pm on 07/05/2009 Permalink | Reply

      buku 100 tokoh karangan hart. salah satu tokoh adalah mani sebagai pendiri manikeisme sebelum tahun 620M, yang kemudian menjadi albigeins. dalam pasal 1 kitabnya mengatakan bahwa ” saya rasul mani sebagai parakletos yang dinubuatkan Yesus”. sebelumnya lagi seorang nabi dari aliran sabiin (sekte yahudi kristen yang percaya juga perbintangan) bernama elkesait mengaku sebagai nabi yang dinubuatkan sebagai gambaran nabi musa terakhir atau nabi yang dinubuatkan musa. dan elkesait menyatakan sebagai nabi penutup atau musa terakhir, sebelum tahun 620M.

    • alo 2:44 pm on 07/05/2009 Permalink | Reply

      yang anehnya semua sekte kristen yang anti paulus dan anti salib. semuanya berada di imperium persia sebelum tahun 620M.

    • Mr.Nunusaku 10:23 am on 22/05/2010 Permalink | Reply

      Memang benar Yesus bernuabuatan tentang kedatangan
      Muhammad; Ini ucapan Yesus;

      Waspadalah kamu karena akan muncul nabi-nabi palsu
      dengan ajaran-ajaran sesat….ini nubuatan tentang
      Muhammad nabih palsu dengan ajaran sesatnya islam
      dan kitab Quran buatan Muhammad bin Abdulah.

      Yesus sudah ramalkan tentang Muhammad, oleh sebab
      itu Yesus katakan waspadalah kamu, daqn memang
      terbukti Muhammad nabi palsu karena mulutnya penuh
      kenajisan dia mati diracuni di Khaybar sekarang dia
      berada dalam alam maut kuburan Medinah.

      • erzal 2:39 am on 06/07/2010 Permalink | Reply

        Paulus itulah nabi palsu bung. Muhammad nabi asli kok, ajarannya lurus nggak sesat. Justru ajaran Muhammad meluruskan ajaran sesat kristen…paham nggak?

    • websitedada 7:41 pm on 23/05/2010 Permalink | Reply

      banyak sekali ayat dlm alkitab yg tak masuk rasio kita cemua!

      lihatlah iki!:

      Matius 24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari KEEMPAT PENJURU BUMI, dari UJUNG LANGIT yang satu KE UJUNG LANGIT YANG LAIN…. Lihat Selengkapnya

      Markus 13:27 Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari dari KEEMPAT PENJURU BUMI, dari ujung bumi sampai ke UJUNG LANGIT.

      Wahyu 7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada dari KEEMPAT PENJURU BUMI dan mereka menahan KEEMPAT ANGIN BUMI, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

      Wahyu 20:8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada dari KEEMPAT PENJURU BUMI, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di lautan.

      Matius 12:42 Pada waktu penghakiman, RATU DARI SELATAN itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab RATU INI DATANG DARI UJUNG BUMI untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

      KEEMPAT PENJURU BUMI?…

      kita cemua khan tau klo bumi tuh cuma ada dua penjuru yaitu kutub utara n selatan!

      n kita cemua tau klo bumi tuh berbentuk bulat, nddak mungkin ada memiliki sudut seperti halnya bola, klo gitu, buminya kayak aquarium, donx, datar!

      wkwkwkwkwkwk!

      DARI UJUNG LANGIT, KE UJUNG LANGIT YANG LAIN?…

      kita cemua tau klo luar angkasa ataw langit itu luas n nddak ada batas n ujung nya!

      n emangnya ada gitu, kutub langit?…

      perkataan yg sering diucapkan oleh anak balita!

      wkwkwkwkwkwkwk!

      RATU SELATAN yaitu RATU INI DATENG DARI UJUNG BUMI?…

      yg kita tau klo ujung bumi itu kutub selatan n kutub utara.
      n disitu nddak ada kehidupan manusia krn hawa amat dingin!

      oh, iya bener, mungkin ratu dari selatan itu ratunya pinguin?…

      wkwkwkwkwkwkwkwk!

      ah, dongeng sebelom tidur, tuh!

      sorry, yach agak nyinggung n menyakitkan batin. tp iki kenyataan, bhw itu adalah ketidaktahuan org israel utk menulis alkitab di saat zaman dahulu!

      jd kristen mu itu terbukti benar!

      terbukti benar apanya?…
      terbukti bener n betul ciptaan manusianya!

      ups, sorry, aqyu nyinggung lg nieh!

      semoga kedamaian tercurah kepada jesus christ!

  • SERBUIFF 4:47 am on 18/02/2009 Permalink | Reply
    Tags: ahmad, Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:` Hai Bani Israil, , membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, mereka berkata:` Ini adalah sihir yang nyata `.(QS. 61:6), , sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) `. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata,   

    Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:` Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) `. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata:` Ini adalah sihir yang nyata `.(QS. 61:6) 

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaff 6
    وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6)
    Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad menyampaikan kepada kaum muslimin, kisah keingkaran kaum Isa, ketika Isa A.S. berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus kepada kamu sekalian, aku membenarkan kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa A.S. demikian pula kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada para nabi, baik yang datang sebelumku, maupun yang datang sesudahku. Dan aku menyeru kamu agar beriman pula kepada Rasul yang datang kemudian yang bernama Ahmad”.
    Dalam ayat yang lain ditegaskan pula bahwa isyarat kedatangan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah terakhir terdapat pula dalam Taurat dan Injil. Allah SWT berfirman:

    الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل
    Artinya:
    (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (Q.S Al A’raf: 157)
    Dalam kitab Taurat banyak disebutkan isyarat-isyarat kedatangan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir, seperti Kitab Kejadian 21:13
    “Maka anak sahayamu itupun akan terjadikan suatu bangsa, karena itu ia dari benihmu”.
    Maksudnya ialah keturunan Siti Hajar, ibu dari Ismail yang kemudian menjadi orang-orang Arab yang mendiami semenanjung Arabia. Waktu Nabi Ibrahim pergi ke Mesir bersama istrinya Sarah, beliau dianugerahi oleh raja Mesir seorang hamba sahaya perempuan yang kemudian dijadikan sebagai istri, yang bernama Hajar. Sewaktu Hajar telah melahirkan putranya Ismail, ia di antarkan Ibrahim A.S. ke Mekah atas perintah Allah. Di Mekahlah Ismail A.S. menjadi besar dan berketurunan. Di antara keturunannya itu bernama Muhammad yan kemudian menjadi Nabi dan Rasul terakhir.
    Kitab Kejadian 21:18 memerintahkan agar Bani Israel mengikuti dan menyokong Nabi Muhammad, yang akan datang kemudian.
    “Bangunlah engkau, angkatlah budak itu, sokonglah dia, karena Aku hendak menjadikan dia suatu bangsa yang besar”
    Demikian pula dengan Kitab Kejadian 17:20 menyebutkan:
    “Maka akan hal Ismail itu pun telah Kululuskan permintaanmu, bahwa sesungguhnya Aku telah memberkahi akan dia dan memberikan dia dan memperbanyak dia amat sangat dua belas orang raja-raja akan berpencar dari padanya dan Aku akan menjadikan dia suatu bangsa yang besar”
    kitab Habakuk 3:3 menyebutkan:
    “Bahwa Allah datang dari teman dan Yang Mahasuci dari pegunungan Paran -Selah. Maka kemuliaan-Nya menudungilah segala langit dan bumipun adalah penuh dengan pujinya”
    Di sini diterangkan tentang teman dan orang-orang suci dari pegunungan Paran (Arab = Peron/ Panam), dan yang dimaksud di sini adalah Nabi Muhammad SAW. itu.
    Demikian pula Nabi Musa A.S. dalam Kitab Ulangan 18:17-22 telah menyatakan kedatangan Nabi Muhammad SAW. itu.
    “Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku (Musa): “Benarlah kata mereka itu (Bani Israel)”. Bahwa Aku (Allah) akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya (yaitu Nabi dan Bani Israel) yang seperti engkau (Nabi Musa) dan Aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan dia pun akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia.
    Bahwa sesungguhnya barang siapa yang tiada mau dengan segala firman Ku yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menuntutnya kelak pada orang itu. Tetapi adanya Nabi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku, yang tiada Ku-suruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa, niscaya orang Nabi itu akan mati dibunuh hukumnya. Maka jikalau kiranya kamu berkata dalam hatimu demikian, “Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya?”. Bahwa jikalau Nabi itu berkata demi nama Tuhan, lalu barang yang dikatakannya tidak jadi atau tidak datang, yaitu perkataan yang bukan firman Tuhan adanya maka Nabi itu pun berkata dengan sembarangan, janganlah kamu takut akan dia”.
    Dalam ayat-ayat Taurat di atas ada beberapa isyarat yang menjadi dalil untuk menyatakan tentang nubuwat Nabi Muhammad SAW.
    “Seorang Nabi di antara segala saudaranya”.
    Hal ini menunjukkan bahwa yang akan menjadi Nabi itu akan timbul dari saudara-saudara Bani Israel, tetapi bukan dari Bani Israel sendiri, karena Bani Israel itu keturunan Yakub dan Yakub anak dari Ishak A.S. Dan Ishak A.S. adalah saudara dari Ismail A.S. Saudara-saudara Bani Israel itu ialah Bani Ismail Dan Nabi Muhammad SAW. sudah jelas adalah keturunan Bani Ismail.
    Kemudian kalimat “Yang seperti engkau” memberi pengertian bahwa Nabi yang akan datang itu haruslah seperti Nabi Musa A.S., maksudnya Nabi yang membawa agama bani seperti yang dibawa Nabi Musa A.S. Dan seperti dituliskan bahwa Nabi Muhammad itulah satu-satunya Nabi yang membawa syariat bani (agama Islam) yang berlaku juga bagi Bani Israel.
    Kemudian dikatakan bahwa Nabi itu “tidak sombong”, tidak akan mati dibunuh”. Muhammad SAW. seperti dimaklumi bukanlah orang yang sombong, baik sebelum menjadi Nabi apa lagi setelah menjadi Nabi. Sebelum menjadi Nabi ternyata beliau telah disenangi oleh umum, dan dipercaya oleh orang-orang Quraisy, terbukti dengan panggilan beliau “Al Amin” (kepercayaan). Kalau beliau sombong tentulah beliau tidak diberi gelar yang sangat terpuji itu.
    Umat Nasrani menyesuaikan kenabian itu kepada Isa A.S. di samping mereka mengakui pula bahwa Isa A.S. sungguh mati terbunuh (karena disalib). Hal ini jelas bertentangan dengan ayat kenabian itu sendiri. Sebab Nabi itu haruslah tidak mati dibunuh (disalib dan sebagainya).
    Banyak lagi isyarat-isyarat yang terdapat di dalam Taurat yang menerangkan kenabian Muhammad SAW. seperti yang diberikan Nabi Yesaya 42:1-4; Nabi Yermin 31:31-32, Nabi Daniel 2:38-45 dan banyak lagi yang tidak perlu disebutkan di sini.
    Demikian pula dalam kitab Injil yang banyak disebut dalam kitab Yahya.
    Kemudian diterangkan bahwa Nabi dan Rasul yang bernama Ahmad itu lahir. dengan membawa dalil-dalil yang kuat serta mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah, dan mereka pun mengingkarinya dan mengatakan Muhammad adalah seorang ahli sihir.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaff 6
    وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6)
    (Dan) ingatlah (ketika Isa putra Maryam berkata, “Hai Bani Israel!) di sini Nabi Isa tidak mengatakan hai kaumku, karena sesungguhnya dia tidak mempunyai kerabat di kalangan mereka (Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, membenarkan kitab sebelumku) kitab yang diturunkan sebelumku (yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad.”) Allah berfirman: (Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka) yakni Ahmad alias Muhammad kepada orang-orang kafir (dengan membawa bukti-bukti yang nyata) yakni ayat-ayat dan tanda-tanda (mereka berkata, “Ini) maksudnya, apa yang didatangkannya itu (adalah sihir) menurut suatu qiraat lafal sihrun dibaca saahirun artinya orang yang datang ini adalah penyihir (yang nyata”) yang jelas

     
    • alo 5:30 pm on 15/05/2009 Permalink | Reply

      para sekte kristen yang anti paulus dan anti salib sebelum tahun 620M sudah mengatakan demikian. seorang tokoh di antara 100 tokoh karangan Hunt adalah mani (manikeisme). seorang rasul sebelum tahun 620M. Rasul Manikeisme itu mengatakan bahwa ia adalah rasul yang di nubuatkan oleh Yesus sebagai parakletos. begitu juga Elkesait dari kaum sabiin. Elkesait mengaku sebagai nabi musa terakhir atau nabi penutup, sebelum tahun 620M. ajdi wajar saja kalau ada lagi yang lain

    • alo 2:36 pm on 19/05/2009 Permalink | Reply

      kalau nggak ada tanggapan. nanti akan datang lagi nabi penutup yang lain.

    • camar 6:52 am on 05/08/2012 Permalink | Reply

      Mengapa `Allah’ sengaja
      mengelabui mata semua orang sehingga saksi mata dan Bunda Maria serta rasul Yesus pun tidak
      diberitahu? Dan bagaimana menjelaskan kontradiksi pernyataan Surah An Nissa’ 4:157-158 itu
      dengan pernyataan Quran sendiri dalam Surah Al Imran 3:55 dan Surah Maryam 19:33? Apakah
      dengan demikian `Allah’ sengaja berbohong dan menipu, seperti dinyatakan dalam Surah Al
      Imran 3: 54 sendiri? “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya
      mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS. 3:54) Walahualam. Agaknya untuk
      menghindari kesan bahwa Allah itu menipu, maka ada yang menafsirkan pernyataan QS 4:157-
      158 (tentang seseorang yang diserupakan dengan wajah Yesus dan yang kemudian disalibkan)
      ini semuanya tak lain hanyalah legenda. Mari kita simak komentar Muhammad Assad tentang Q
      4:157 ini8:

      • Stain Remover 9:39 am on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Karena hal itu memang sudah dinubuatkan, ayo jangan mengulang-ngulang terus…hehehe

        kan sudah dibilang hukuman salib hanya untuk orang durhaka :

        Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, ﴾Qs. Al Maidah : 33﴿

    • camar 12:03 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

      Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, ﴾Qs. Al Maidah : 33﴿
      ayat ini sama sekali bukan untuk isa .yang terkemuka didunia dan akhirat jadi tidak nyambung …yang yambuang saja lah buat alasanmu.ataukah sdr sudah kehabisan akal..atau katakata???/

      • Stain Remover 3:11 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Itu surah terdapat dimana jeng ? nama-nya kan jelas tuh dalam peristiwa apakah itu ?

        @camar

        Qs. Al Maidah : 112-115

        112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.

        113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

        114. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.

        115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang KAFIR di antaramu (pengikut-pengikut Isa) sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.

        Dan dalam bibel Yesus menjawab demikian :

        Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. (Yohanes 17:12, TB)

        Kata “binasa” dalam ayat bibel diatas diambil dari kata :

        …οὐδείς ἐκ αὐτός ἀπόλλυμι εἰ μή υἱός ἀπώλεια ἵνα γραφή πληρόω

        …oudeis ek autos apollymi ei mē huios apōleia hina graphē plēroō

        …none of them is lost, but the son of perdition; that the scripture might be fulfilled (John 17:12)

        ἀπόλλυμι = apollymi = lost = tersesat (kafir)

        ἀπώλεια = apōleia = to die = mati

        Jadi :

        …tidak ada seorangpun dari mereka yang kafir selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk mati, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

        Tahukah kamu ayat bibel diatas diucapkan Yesus sesaat sebelum penyergapan terjadi.

    • camar 4:03 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

      “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan,
      pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” (Sura
      19:33).“Maryam berkata: ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang laki-laki, sedang tidak
      pernah seorang manusiapun menyentuhku, dan aku bukan (pula) seorang
      pezina!” (Sura 19:20).

      • Stain Remover 4:06 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        menurut Islam itu yang disalib bukan Nabi Isa as, tetapi dari antara murid nabi Isa yang menjadi kafir…

        dalam bibel jelas koq ayatnya siapa orang yang dimaksud….

      • Stain Remover 4:13 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Dan kesejahteraan…pada hari aku meninggal…

        Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.

        http://id.wikipedia.org/wiki/Kesejahteraan

    • camar 4:16 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

      yang di omongkan disini siapa????

      • Stain Remover 4:22 pm on 05/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Berarti ayat tersebut menyanggah kematian terkutuk seorang durhaka yang dikaitkan dengan Nabi Isa as yang mulia.

    • wikki 1:08 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

      ingat kawan yesus bukan lah pengecut seperti yang muslim bayangkan .yang harus igantikan dengan orang yang malang untuk menghidar darilari dari alam maut ustru kedatanganyapun kedunia sudah dinubuatkan untuk turun ke alam maut. maka da disamakan dengan penjahat.

    • wikki 2:27 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

      itukan kata quranmu apa quranmu sudah menyaksikan peristiwa itu pada saat yesus didunia ini????

      • SERBUIFF 10:19 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

        lu kelihatan guobloknya, Allah yg melihat perkataan yesus, lalu Allah yg menyampaikannya melalui kitab Al Quran….dasar guoblok lu……..

    • camar 10:48 am on 06/08/2012 Permalink | Reply

      allahya simamad yang khairil makkarin itu….jangan jangan anda lagi ditipu percaya ngga dengan penipu ulung?????

      • Stain Remover 2:43 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Menurutmu ‘Yesus’ menipu nggak , pada ayat dibawah ini :

        @camar dan wikki

        …θανατωθεὶς σαρκὶ ζῳοποιηθεὶς πνεύματι

        …thanatōtheis sarki zōopoiētheis pneumati

        …having been put to death in the flesh, but made alive in the spirit;

        …yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, (1 Petrus 3:18)

        kenyataan yang terjadi adalah :

        χεῖρας πόδας αὐτός ψηλαφήσατε πνεῦμα ἔχει σάρκα ὀστέα θεωρεῖτε ἔχοντα

        cheiras podas autos psēlaphēsate pneuma echei sarka ostea theōreite echonta

        …for a spirit does not have flesh and bones as you see that I have.

        Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena roh tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” (Lukas 24:39)

        Definition pneuma : wind, breath, spirit

        Jadi apakah ‘Yesus’ yang bangkit itu telah menipu banyak orang ?!

    • wikki 2:50 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

      Yesus menunjukkan bahwa dia sudah bangkit dari alam maut bahwa tubuh yang dipakai diwaktu disalib benar tubuh itu juga yang bangkit dari kematian ..salah seorang muridnya tidak percaya sebelum memasukkan jarinya ke lubang bekas paku yang ada di tanganya dan kakinya maka ,Yesus menunjukkan bekas tersebut sambil berkata rabalah

      • Stain Remover 2:58 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

        @wikki

        Jangan ngawur Yesus menurut ayat 1 Petrus 3:18 dibangkitkan menurut roh, tapi kenyataan-nya dia (Yesus) bangkit menurut jasad. Jadi menipu tidak ?

    • wikki 3:01 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

      rohnya tidak terpisah dari raganya kalau terpisah…itu namanya mayat hidup…

      • Stain Remover 3:04 pm on 06/08/2012 Permalink | Reply

        @wikki

        Dibaca ayat petrus itu domb…?

    • camar 3:06 am on 07/08/2012 Permalink | Reply

      kamu tahu bahwa quran itu sebenarnya cuma kata kata muhammad.????nih buktinya.• Di Surat ke 6 (Al An’aam), ayat 19: “Bacaan ini sudah ditunjukkan kepadaku”, dan di
      • Surat ke 18 (Al Kahfi), ayat 110: “Katakan: “Saya hanya manusia seperti kamu; hal itu sudah ditunjukkan kepadaku.”
      • Surat ke 53 (Al Najm), ayat 4: “Hal itu hanya inspirasi yang ditunjukkan kepadanya.”
      • Di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 104, dikatakan: “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu]” – ini Muhammad yang berkata – “Aku”, “dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara [mu].”
      • Dan di Surat ke 6 (Al An’aam) ayat 114, berkata: “Patutkah aku mencari allah lain selain Allah”… “aku mencari.”
      • Dan di Surat ke 11 (Huud), ayat 2-3, berkata: “agar kamu tidak menyembah selain Allah: Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya. Aku seorang pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripadaNya”.
      • Dan lagi di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 91 dan 92: “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini… Aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Jadi ini semua adalah orang pertama dan pembicara disini adalah Muhammad.
      • Di Surat ke 27 (Al Naml) ayat 92: “dan supaya aku membacakan Al Qur’an. Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk dirinya. Dan supaya aku membacakan Al Qur’an.”
      • Di Surat ke 42 (Asy Syuuraa), ayat 10: “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih maka putusannya kepada Allah. Itulah Allah Tuhanku. kepadaNya lah aku bertawakal dan kepadaNya lah aku kembali.”
      “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya.” Surat ke 102 (At Takaatsur) ayat 1-8: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat nereka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ’ainulyaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pad hari itu tentang kenikmatan.” Surat ke 103 (Al ‘Ashr), ayat 1-3: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,” – sebuah sumpah… Allah bersumpah – “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang!” Apakah Allah akan mengucapkan “basmala” lagi? “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,” Apakah Allah akan berkata, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam? Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah.” Dengan siapa Allah berbicara, dan berkata: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah?” Ini adalah perkataan manusia, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan HANYA KEPADA Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.” Apakah Allah akan berkata, “Tunjukilah kami jalan yang lurus”? pikir ???maka hilanglah anggapan anda selama ini bahwa quran itu asli wahyu allah……

  • SERBUIFF 9:21 am on 13/02/2009 Permalink | Reply
    Tags: , , MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN LAMA !!!, perjanjian lama   

    MUHAMMAD DALAM PERJANJIAN LAMA !!! 

    Postingan ini Repost dari komentar saya terdahulu.

    Sesungguhnya, hampir seluruh nubuat Perjanjian Lama menunjuk pada Nabi Muhammad. Namun, oleh karena telah terjadi perombakan besar2an di dalam tubuh Perjanjian Lama, maka kita hanya bisa mengenali Muhammad melalui Nebayot, Kedar, Tema, dan lembah Baka. “Nebayot”, “Kedar”, dan “Tema” sangatlah penting, karena mereka adalah anak2 dari Nabi Ismail (Kejadian 25:13-15) dan memberi petunjuk terhadap kelompok masyarakat bangsa Arab. Sementara “Baka” menjadi penting, karena ia memberi petunjuk adanya perjalanan Nabi Ismail ke Mekah. Ada 6 kata kunci dalam mengidentifikasi Muhammad dalam Perjanjian Lama, yaitu: Nebayot, Kedar, Tema, Arab/Arabia, Baka, dan Paran.

    Sepandai2nya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepandai2nya Ahli Kitab (Yahudi dan Kristen) menyembunyikan kebenaran, pasti ketahuan juga jejaknya. Kira2 inilah ungkapan yang paling tepat dalam mengungkap sosok Nabi Muhammad di dalam Perjanjian Lama.

    [QS. 2:146. Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.]

    [QS. 6:91. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur'an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.]

    [QS. 2:75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Ahli Kitab) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?]
    [QS. 2:78-79. Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.]

    1. YEHEZKIEL (Bukti Kedar sebagai orang Arab dan terletak di jazirah Arab).

    27:21 Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.

    Nubuat Perjanjian Lama banyak menyebut “Kedar”, putra kedua Ismail (Kejadian 25:13), yang pada akhirnya menurunkan Nabi Muhammad. Tampak jelas dalam ayat di atas bahwa Kedar adalah suku bangsa Arab. Meski letaknya tidak disebutkan, tapi ini memberi petunjuk tentang lokasi atau status Kedar sebagai orang Arab yang berkaitan erat dengan kedatangan nabi setelah Yesus yang terlihat pada nubuat2 lainnya di bawah ini.

    2. YESAYA (Kedar dan Tema bukti orang2 Arab).

    21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
    21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti!
    21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan.
    21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.
    21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”

    Dalam ayat 13 terdapat kata “Arabia” yang memberi isyarat tentang kelompok bangsa Arab yang hendak melakukan hijrah. Pengikut Muhammad ketika itu masih sedikit. Dalam ayat di atas digambarkan hanya diikuti oleh orang2 Dedan (anak Yoksan anak Abraham). Muhammad adalah orang Quraisy keturunan Kedar, namun justru orang2 Quraisylah yang memberontak dakwah Muhammad.

    Dalam ayat 14 terdapat kata “Tema”, anak ke-9 Nabi Ismail yang terletak di Madinah. Ketika itu Muhammad beserta pengikutnya yang belum banyak, hendak diperangi oleh suku Quraisy (keturunan Kedar) di Mekah. Oleh karenanya, atas perintah Muhammad, mereka melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah (Dari sinilah tonggak tahun hijriyah dimulai). Kelompok Muhammad yang berhijrah dikenal dengan nama “Muhajirin”, sementara orang2 Madinah yang menyambutnya dikenal sebagai kaum “Anshor”.

    Dalam ayat 17 terdapat kata “Kedar”, anak kedua Nabi Ismail, yang menurunkan suku Quraisy dan bermata pencaharian sebagai pemanah (pemburu). Mata pencaharian Bani Kedar ini merupakan warisan dari nenek moyangnya, Ismail, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Kejadian berikut ini:

    21:20 Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
    21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

    [H.R. AT-TURMUDZI, dari Watsilah bin Al-Asqa r.a. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya, Allah telah memilih Ismail menjadi anak Ibrahim dan Dia telah memilih keturunan Kinanah menjadi keturunan Ismail dan Dia telah memilih Quraisy dari keturunan Kinanah dan Dia telah memilih Hasyim dari Quraisy, dan Dia telah memilih aku dari keturunan Hasyim."]

    3. MAZMUR (Tempat berziarah dan sumur Zam-Zam di Baka).

    84:5 (84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
    84:6 (84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

    Ayat2 di atas berbicara tentang tempat berziarah yang selalu ramai dikunjungi oleh hamba2 Tuhan, yaitu Baka/Mekah. Frasa “tempat yang bermata air” dalam ayat di atas memberi petunjuk kepada kita tentang kejadian ajaib Ismail ketika masih bayi, yaitu peristiwa terbentuknya Sumur Zam-Zam di lembah Baka. Dimanakah lokasi Baka selain di Jazirah Arab? Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa Baka adalah Mekah. Berikut pernyataan Al-Qur’an:

    [QS. 3:96-97. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Baka (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.]

    [QS. 14:35,37. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala...Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."]

    [QS. 90:1-2. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,]

    4. YESAYA (“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan” yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik sebagai inspirasi karangan mereka ketika “membaptis” Yesus, lihat ayat 1).

    42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
    42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
    42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
    42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
    42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
    42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
    42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
    42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.”
    42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.
    42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!
    42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
    42:13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
    42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
    42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
    42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
    42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!”
    42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
    42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?
    42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
    42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;
    42:22 namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: “Kembalikanlah!”
    42:23 Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?
    42:24 Siapakah yang menyerahkan Yakub untuk dirampas, dan Israel kepada penjarah? Bukankah itu TUHAN? Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya, dan kepada pengajaran-Nya orang tidak mau mendengar. 42:25 Maka Ia telah menumpahkan kepadanya kepanasan amarah-Nya dan peperangan yang hebat, yang menghanguskan dia dari sekeliling, tetapi ia tidak menginsafinya, dan yang membakar dia, tetapi ia tidak memperhatikannya.

    Yesaya 42:1-25 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Yesus! Justru ayat2 di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

    Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan tentang konsep “hamba” yang telah dipilih oleh Tuhan untuk seluruh alam semesta, dan secara tegas Al-Qur’an berbicara mengenai hal tersebut:

    [QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,]

    Dalam ayat 10 di atas terdapat frasa “nyanyian baru” yang berarti syariat baru. Yesus datang bukan untuk membawa syariat baru, melainkan hanya untuk menggenapi syariat Taurat dan kitab2 para nabi (Matius 5:17-20). Sedangkan Muhammad datang untuk membawa syariat baru bagi semesta alam. Dengan tegas Al-Qur’an menyatakan:

    [QS. 21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.]

    [QS. 38:86-87. Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Al Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.]

    Dalam ayat 11 terdapat frasa “didiami Kedar”. Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, bahwa Bani Kedar adalah orang2 Arab keturunan Nabi Ismail di Mekah. Kemudian juga terdapat frasa “Bukit Batu”. Mekah juga secara geologis terkenal dengan gunung2 batunya. Sedangkan Yesus adalah keturunan Ishak, adik Ismail, dengan “memaksakan” garis keturunannya melalui jalur Yusuf, bapak tiri Yesus, oleh karena Yesus lahir dari perawan suci Maria (Matius 1:1-18 dan Lukas 3:23-38). Lebih jauh, ayat ini memberi isyarat adanya ibadah haji yang mengagungkan asma Allah dengan bertahmid dan bertalbiah.

    Dalam ayat 13 terdapat frasa “Tuhan keluar berperang seperti pahlawan”. Ayat ini jelas2 mengindikasikan kedatangan Muhammad, yang senantiasa dakwahnya diiringi dengan peperangan fisik. Perang yang terkenal dan dahsyat ialah Perang Badar. Sementara Yesus digambarkan Alkitab sebagai sosok yang lemah dan tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan “Yesus” mati dibantai umatnya sendiri di tiang salib.

    Dalam ayat 17 terdapat frasa ” Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang”. Sebelum Muhammad resmi menjadi Nabi, orang2 Arab pada waktu itu adalah penyembah berhala, bahkan mereka meletakkan berhala2nya di sekeliling Ka’bah hingga mencapai 365 buah. Sedangkan Umat Israel ketika Yesus diutus, bukanlah penyembah berhala dari patung2 buatan manusia, oleh karena mereka sudah mengenal Taurat dan kitab2 para nabi.

    Dalam ayat 18 terdapat kata2 ungkapan “buta” dan “tuli”. Kata “buta” merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai “tidak dapat membaca dan menulis”, sedangkan kata “tuli” dapat diartikan sebagai “tidak pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya”. Umat Muhammad ketika beliau diutus adalah umat yang buta huruf. Dalam tradisi Islam dikenal sebagai Zaman Jahiliyah (zaman kebodohan). Ini berbeda dengan umat Israel yang sudah pandai merubah2 Taurat dan kitab2 para nabi. Tentang kaum buta huruf ini, diabadikan di dalam Al-Qur’an:

    [QS. 62:2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,]

    Dalam ayat 19 digambarkan bahwa “hamba yang dipilih Tuhan” itu adalah seorang hamba yang “buta dan tuli”, artinya bahwa “hamba yang dipilih Tuhan” itu adalah seorang hamba yang “tidak dapat membaca dan menulis” dan “belum pernah mengenal satu kitab pun sebelumnya”. Al-Qur’an dengan gamblang mengabadikannya:

    [QS. 7:157. (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang tidak dapat membaca dan menulis, yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.]

    [QS. 42:52. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu (Muhammad) tidaklah mengetahui apakah Al Kitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.]

    Sedangkan ayat 20 di atas menggambarkan sifat orang2 kafir baik pada masa kerasulan Muhammad maupun sesudahnya yang tidak mau tahu dan tidak mau mengerti agama Islam. Hal ini dijelaskan juga dalam Al-Qur’an:

    [QS. 2:18. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)].

    5. YESAYA (“Roh seperti burung merpati” yang dikutip oleh 4 pengarang injil kanonik ketika “membaptis” Yesus, lihat ayat 8).

    60:1. Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
    60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
    60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
    60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.
    60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
    60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.
    60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.
    60:8 Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?

    Yesaya 60:1-8 di atas adalah satu kesatuan ayat yang tak terpisahkan, karena ia juga meramalkan kedatangan seorang Nabi bukan Yesus! Justru ayat2 di atas membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis sebagaimana dimaksud Matius 3:15-17; 12:16-21, Markus 1:9-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32-34.

    Ayat 1 di atas menggambarkan Firman Tuhan kepada Muhammad sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an:

    [QS. 74:1-3. "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu, agungkanlah"]

    [QS. 26:196-197. Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israel mengetahuinya?]

    Ayat 2-6 menggambarkan keadaan Jazirah Arab pada saat itu yang diliputi kegelapan. Mereka semua hidup dalam kebodohan, tidak ada aturan, menyembah berhala, dan lain2. Setelah dibangkitkannya Muhammad, seluruh Jazirah Arab tunduk patuh di bawah kekuasaannya. Digambarkan dalam ayat di atas bahwa orang2 dari Midian (adik Ismail) dan Efa (anak sulung Midian) pun berduyun2 memeluk agama Islam.

    Dalam ayat 7-8 terdapat kata “Kedar” dan “Nebayot” yang merupakan orang2 keturunan Nabi Ismail sebagaimana dijelaskan di atas. Digambarkan bahwa mereka pada akhirnya berduyun2 memeluk agama Islam dan mempersembahkan korban dan mengagungkan nama Tuhan pada musim haji.

    6. ULANGAN & HABAKUK (Pegunungan Paran).

    ULANGAN 33:2 Berkatalah ia: “TUHAN datang dari Sinai (Taurat) dan terbit kepada mereka dari Seir (Injil); Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran (Al-Qur’an) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.

    HABAKUK 3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.
    3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya (Al-Qur’an) dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.

    PARAN, adalah nama varian kuno dari Baka/Mekah, karena di Mekahlah tempat tinggal nabi Ismail hingga dikebumikannya (lihat QS. 2:125; 14:37), dan Muhammad adalah satu2nya nabi/rasul keturunan Ismail dari putra keduanya, Kedar. Lebih jelas tentang Paran dan Ismail, baca Kitab Kejadian di bawah ini:

    21:20 Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21:21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

    Jika kata “Paran” sebagaimana dimaksud Kitab Kejadian 21:20-21 di atas terdapat di sekitar Palestina, maka kata “Paran” dalam ayat tersebut harus direvisi, karena tidak ada bukti sama sekali bahwa Ismail, semenjak bayi hingga dikuburkannaya, berada di sekitar Palestina. Justru bukti2 kuatnya terdapat di lembah Baka/Mekah, yaitu: kuburan Ismail, Sumur Zam Zam, Hijir Ismail, Bukit Shafa dan Marwah, keturunan Ismail, Ka’bah yang dibangun bersama bapaknya, Ibrahim, dan maqam Ibrahim.

    [QS. 2:125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud"]

    [QS. 2:127-129. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah (Ka'bah) bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.]

    7. KITAB KEJADIAN (Pemeliharaan Sunat).

    17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu (Abraham) serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
    17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

    Realitanya, yang memegang teguh perjanjian tersebut hingga hari kiamat adalah umat Islam, karena umat Kristen tidak disyariatkan untuk sunat, sebagaimana pernyataan pendiri Kristen, Paulus Tarsus dalam 1 Korintus berikut ini:

    7:18 Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
    7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

    Umat Kristen lalai, bahwa perintah sunat merupakan kewajiban setiap individu laki2 yang diperintahkan Tuhan dalam Taurat yang tidak bisa dibantah hanya oleh seorang Paulus Tarsus. Sangat mungkin, Paulus menyatakan demikian karena dia sendiri enggan disunat.

    8. KEJADIAN (Sholawat Nabi).

    12:2 Aku akan membuat engkau (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
    12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

    Jelas sekali, bahwa ayat2 di atas bercerita tentang Sholawat Nabi (Muhammad dan Ibrahim) yang senantiasa dibaca oleh umat Islam ketika duduk tasyahud/takhiat akhir dalam sholat. Tidak ada umat lain yang selalu memuliakan Nabi Ibrahim kecuali umat Islam. Umat Kristen sendiri, yang mengklaim Perjanjian Lama sebagai kitabnya, tidak pernah memuliakan Nabi Ibrahim.

    [QS. 33:56-57. Sesungguhnya Allah dan malaikat2-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang2 yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. Sesungguhnya orang2 yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.]

    9. KEJADIAN (Perjanjian Allah dengan Abram/Abraham).

    15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:

    Dari pihak siapakah keturunan Abram/Abraham akan menguasai wilayah tersebut? Jawabannya sudah pasti, Ismail !!!

    Dalam ayat di atas sudah sangat jelas, dan realitanya memang demikian (sebenarnya lebih luas lagi), bahwa keturunan Ismail (bangsa Arab) menyebar dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Irak. Sementara bangsa Israel (keturunan Ishak) hanya menguasai sebagian dari wilayah Palestina (Kanaan).

    Ayat di atas juga seolah2 mencocokkan pasangan Abraham dengan Hagar, sebagaimana dijelaskan Taurat sendiri bahwa Abraham berasal dari negeri Ur-Kasdim di pesisir Sungai Efrat, sedangkan Hagar berasal dari negeri Mesir dekat Sungai Nil.

    [QS. 3:67-68. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.]

    10. YEREMIA (“damai sejahtera” atau “Shalom”).

    28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN.”

    Ayat di atas bercerita tentang “damai sejahtera” yang asal kata Ibraninya adalah “shalom” dan dalam bahasa Arabnya adalah “Salam” atau “Islam” (lihat QS 3:19; 5:3). Muhammad jelas2 mengemban misi Islam, dan sekarang sudah digenapi oleh pemeluk agama Islam, terutama seluruh jazirah Arab yang tunduk pada agama Islam. Muhammad juga banyak bernubuat, namun tidaklah cukup dimuat di sini. Salah satunya adalah nubuat yang berkaitan dengan cucu beliau yang bernama Husain, yang ketika masih kecil sudah diramalkan oleh Muhammad bahwa ia akan mati dipenggal kepalanya di padang Karbala, Irak. Dan, memang benar2 terbukti!

    Sementara Yesus membantah nubuat tersebut, bahwa kedatangannya bukanlah membawa damai di bumi, melainkan pertentangan. Berikut pernyataan Yesus menurut Alkitab:

    LUKAS:

    12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
    12:52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.
    12:53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.”

    MATIUS:

    10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
    10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

    11. YESAYA ( Injil dan Al-Qur’an).

    29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai”;
    29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.”

    Ayat2 di atas berbicara tentang penyampaian Kitab Suci dari Tuhan. Ayat 11 tampaknya menunjuk pada Yesus, sebab menurut versi Islam, Yesus menerima Injil hanya dalam satu kali turun saja. Sementara ayat 12 dengan jelas bernubuat tentang Muhammad, dimana ketika berada di Gua Hira, Muhammad menerima wahyu pertama kalinya berupa Al-Qur’an Surat Al-‘Alaq (96):1-5, yang diabadikan oleh Al-Hadits riwayat Bukhari berikut ini:

    [HR. BUKHARI. Malaikat itu mendekapku (Muhammad) sampai aku sulit bernapas. Kemudian, ia melepaskanku dan berkata, "Bacalah!" Kujawab, "Aku tak dapat membaca." Ia mendekapku lagi hingga aku pun merasa tersesak. Ia melepasku dan berkata, "Bacalah!" dan kembali kujawab, "Aku tak dapat membaca!" Lalu, ketiga kalinya, ia mendekapku seperti sebelumnya, kemudian melepaskanku dan berkata: "baca QS. 96:1-5"].

    12. KITAB KIDUNG AGUNG (Ciri2 Muhammad).

    5:10 –Putih bersih dan merah cerah kekasih-Ku, menyolok mata di antara 10.000 orang. (New/King James Version Bible, New Revised Standard Version Bible, Third Millennium Bible, dan lain2).
    5:16 Kata-katanya manis semata-mata, dia (Muhammad) sungguh sangat digemari. Demikianlah kekasih-Ku, demikianlah teman-Ku, hai puteri-puteri Yerusalem. (New/King James Version Bible, New Revised Standard Version Bible, Third Millennium Bible, dan lain2).

    Lihat juga Ulangan 33:2 di atas tentang 10.000 orang pengiring Muhammad.

    Penjelasan ayat 10:

    Menurut saudara sepupu sekaligus menantu Muhammad, yaitu Ali bin Abu Thalib, ciri2 Muhammad adalah: “…Tubuh beliau tidaklah terlalu gemuk, mukanya bundar, warnanya PUTIH BERCAMPUR MERAH…” (H.R. TIRMIDZI dalam Sunan dan Syama’ilnya). Sedangkan menurut Anas bin Malik, ciri2 Muhammad adalah: “…wajahnya terang bercahaya, tubuhnya tidak terlalu PUTIH dan tidak pula terlalu MERAH…” (H.R. BUKHARI, MUSLIM, dan TIRMIDZI). Ketika memasuki kota Mekah pada tahun 630 M dalam keadaan aman dan damai yang dikenal dengan peristiwa “Fathu Makkah”, Muhammad disertai 10.000 pengikut yang saleh (STANLEY LANE POOLE, Speeches and Table Talks of the Prophet Mohammed 1882). Dalam literatur lain dikatakan: “Nabi Muhammad berangkat bersama dengan 10.000 orang pada saat yang menentukan ini” (WASHINGTON IRVING, Life of Muhammad, Hal. 17). Sementara itu, dalam literatur lain juga, Abu Sufyan berteriak untuk mengumpulkan orang2: “Wahai orang2 Quraisy, Muhammad telah berada di sini dengan kekuatan yang tidak dapat kalian lawan. Muhammad bersama 10.000 pasukan baja…” (MARTIN LINGS, Muhammad, hal. 474).

    Penjelasan ayat 16:

    Dalam naskah Ibrani asli, kata “Muhummedim” diterjemahkan menjadi “sungguh sangat digemari” yang pada dasarnya adalah kata “Muhummed” dengan tambahan “im”. Dalam bahasa Ibrani “im” digunakan untuk menyatakan jamak. Sebagaimana kata “Ellohim” (Allah-Allah) dalam Perjanjian Lama yang pada dasarnya adalah kata “Elloha” (Allah). Jika tidak didistorsi berulangkali, maka seharusnya Kidung Agung 5:16 berbunyi sebagai berikut:

    5:16 Kata-katanya manis semata-mata, dialah Muhammad! Demikianlah kekasih-Ku, demikianlah teman-Ku, hai putera-puteri Yerusalem.

    Perlu dicatat, bahwa kata “Muhummedim” atau “Muhummed” adalah NAMA orang, yang sebenarnya tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun secara apapun, karena ia merupakan nama orang “pemberian” dari Tuhan.

    13. KITAB NABI HAGAI (Hamdut, Beth, dan Shalom).

    2:7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan mereka akan datang kepada kegemaran segala bangsa, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (New/King James Version Bible, The Douay-Rheims Bible, Third Millennium Bible, dan lain2).
    2:9 (2-10) Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan mengaruniakan damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

    Menurut keterangan DR. TAUFIQ, seorang ahli bahasa bangsa Mesir, ungkapan “kegemaran” yang tersebut dalam ayat 7 di atas asalnya dari perkataan Ibrani “hamdut”. Sedangkan kata “hamdut” dalam bahasa Arab berarti “terpuji”, serupa dengan arti kata “ahmad” (yang terpuji) dan “muhammad” (orang yang terpuji).

    Dalam ayat di atas juga terdapat kata “Rumah” yang asal kata Ibraninya adalah “Beth”, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab adalah “Bait” atau “Baitullah” (Ka’bah) yang di Baka/Mekah.

    Adapun ungkapan “damai sejahtera” yang tersebut dalam ayat 9 di atas asalnya dari perkataan Ibrani “shalom” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab adalah “salam” atau “islam”.

    [QS. 3:19. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.]

    [QS. 5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.]

    14. ZEFANYA (Pemakaian bahasa ibadah yang sama).

    3:9 “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu

    Ayat di atas mengindikasikan tentang pemakaian bahasa lain selain bahasa Ibrani yang akan dipakai secara serempak (satu bahasa) dalam menjalankan ibadah kepada Tuhan. Tentulah bahasa yang dimaksud itu adalah bahasa Arab, karena hanya umat Islamlah yang beribadahnya (terutama sholat) menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Arab.

    [QS. 12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.]

    [QS. 14:1. Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

    15. YESAYA (Koresh atau Quraisy).

    45:1 Beginilah firman Tuhan: “Inilah firman-Ku kepada mesias, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup;

    45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

    Maksud dari kata “Koresh” adalah orang Quraisy yaitu Nabi Muhammad SAW. Koresh atau Quraisy adalah nama suku di Mekah yang mayoritas kaum paganisme/penyembah patung sebelum dibangkitkannya Nabi Muhammad SAW.

    Namun demikian, bukanlah Yahudi dan Kristen namanya kalau tidak mengutak-atik-gathuk firman Tuhan, sehingga seolah-olah Koresh adalah nama raja Asyur yang pagan/penyembah patung.

    Bagaimana mungkin seorang mesias (Koresh) yang diberkati Tuhan adalah seorang penyembah patung???

    Masih berkaitan dengan ramalan kedatangan Nabi Muhammad SAW dalam Perjanjian Lama, Kitab Ulangan secara khusus meramalkan kedatangan Nabi yang seperti Musa, yang akan bangkit dari luar orang Israel

    http://forum.swaramuslim.com/more.php?id=2606_0_30_0_M

     
    • alo 5:51 pm on 15/05/2009 Permalink | Reply

      sebelum tahun 620M seorang nabi bernama Elkesait dari kaum sabiin mengatakan bahwa Ia adalah nabi musa terakhir atau penutup. Rasul Mani (manikeisme) mengatakan juga sudah dinubuatkan oleh Yesus sebagai parakletos. Jadi sudah ada yang nutup duluan

    • Ardian Sahira 5:23 am on 26/10/2011 Permalink | Reply

      Acung jempol tinggi tinggi buat tread:
      http://erzal.wordpress.com/2009/02/13/muhammad-dalam-perjanjian-lama/
      Sukses selalu untukmu/keluarga.

    • cikk 6:13 am on 26/10/2011 Permalink | Reply

      mudah2an banyak jadi mualaf.biar pada melek.kristen katolik di kadalin pendetanya di gereja2.

    • wikki 2:26 pm on 31/07/2012 Permalink | Reply

      satu satunya nubuatan terhadap muhammad dalam perjanjian lama adalah ul 18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus matdan terbikti nabi itu mati dan sampai sekarang ada kuburanya.

    • Stain Remover 4:38 pm on 31/07/2012 Permalink | Reply

      @wikki

      Nih yang jelas-jelas menyebut “demi nama allah lain” :

      Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (1 Korintus 1:10)

      …atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (Ulangan 18:20)

      Dari tulisan saja allah dengan Yesus beda nggak ?

      Dan akhirnya paulus dari Tarsus dihukum mati di Roma pada masa pemerintahan Nero sekitar pertengahan 60-an di Tre Fontane Abbey dengan cara dipenggal batang lehernya, guna memenuhi nubuatan pada ayat diatas.

    • camar 4:58 pm on 31/07/2012 Permalink | Reply

      ngartinggak perjanjian lama dengan perjanjian baru ????kodok juaga akan ketawa bila itu jawaban anda.

      • Stain Remover 5:05 pm on 31/07/2012 Permalink | Reply

        @camar

        apa paulus tertawa ketika dipenggal ?!

      • Stain Remover 5:19 pm on 31/07/2012 Permalink | Reply

        @camar

        apa lagi dengan ramalan yang meleset…hehehe

        15. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan : kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. (1 Tesalonika 4:15)

        16. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

        17. sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

        Padahal dalam ayat diatas paulus cs mengaku dari firman Tuhan, dan itu sebagai bukti dari ayat ini :

        apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” (Ulangan 18:22)

    • camar 5:47 pm on 31/07/2012 Permalink | Reply

      nah itu yang terahir sepertinya pas untuk muhammad

      • Stain Remover 6:04 pm on 31/07/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Yang dihukum mati siapa non ?

    • camar 1:09 pm on 01/08/2012 Permalink | Reply

      sipa bilang dihukum mati??? disebutkan Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati …bukan dihukum mati .beda kan dihukum mati dengan…. mati

      • Stain Remover 3:32 pm on 01/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Baca lagi deh :

        Paulus telah merombak perjanjian kekal sunat jasmani yang merupakan perintah Tuhan, menjadi sunat hati :

        Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya (Jasmani), maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” (Kejadian 17:13-14)

        Kata paulus :

        Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani , bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. (Roma 2:29)

        Bilangan 15:31-36

        31. sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya.”

        32. Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah seorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat.

        33. Lalu orang-orang yang mendapati dia sedang mengumpulkan kayu api itu, menghadapkan dia kepada Musa dan Harun dan segenap umat itu.

        34. Orang itu dimasukkan dalam tahanan, oleh karena belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya.

        Paulus sebelum dipenggal juga ditahan dulu, dan akhirnya :

        35. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Orang itu pastilah dihukum mati; segenap umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.”

        36. Lalu segenap umat menggiring dia ke luar tempat perkemahan, kemudian dia dilontari dengan batu, sehingga ia mati, seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa.

        Siapa yang menghujat nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati. (Imamat 24:16)

    • camar 1:44 am on 02/08/2012 Permalink | Reply

      lihat apa yang diperbuat muhammad dengan sejarah..KONTRADIKSI DAN KESALAHAN DALAM QURAN

      Umat Islam meyakini 100% bahwa Quran benar2 berasal dari Allah. Oleh karenanya umat islam percaya bahwa Quran adalah kitab yang sempurna, tanpa cacat dan kesalahan. Beberapa ayat Quran dengan jelas menegaskan kesucian dan kesempurnaan Quran tersebut;

      “(Ialah) Al Qur’an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS 39:28)

      “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran, kalau sekiranya Alquran bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya.”(QS 4:82).

      Konsekuensi dari pernyataan Muhammad diatas adalah; jika terdapat satu saja pertentangan atau satu kesalahan yang ditemui dalam Alquran, maka sudah cukup untuk menggugurkan keberadaan Quran sebagai Wahyu Allah.

      Mari kita buktikan bualan Muhammad tersebut;

      1 BENARKAH ISA KEPONAKAN MUSA?

      Maka Maryam membawa anak ( Isa / Yesus ) itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, (QS 19:27-28)

      Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku, (QS 20:25-30)

      Allah mengira bahwa Miryam saudara perempuan Musa dan Harun yang adalah anak Imram adalah sama dengan Maryam ibu Yesus. Padahal antar keduanya ada beda waktu 1400 tahun. Mungkin karena nama Miryam mirip dengan Maryam. Kesalahan ini menjadikan YESUS ADALAH KEPONAKAN MUSA. Siapakah yang salah mengerti? Muhammad atau Allah. Dengan pemahaman yang dangkal tersebut, wajarlah bila Quran mengatakan hukuman salib sudah ada dijaman Firaun.

      2 TRINITAS MENURUT QURAN ADALAH ALLAH, YESUS DAN MARIA

      Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”. (QS 5:116)

      Ayat lain yang menyiratkan ketidaktahuan Muhammad tentang Trinitas ada dalam Surat Al Maaidah berikut ini;

      Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (QS 5:73-74)

      Sekali lagi ketidaktahuan Muhammad mengenai Kekristenan nampak dalam ayat ini. Kita mengetahui bahwa Trinitas terdiri dari Allah, Yesus, dan Roh Kudus, bukan Allah, Yesus, dan Maryam seperti yang dikira oleh Muhammad.

      3 BENARKAH DIJAMAN FIRAUN ADA PENYALIBAN?

      Fir`aun berkata: “Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini); demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya.” QS 7: 123 – 124

      Bukankah penyaliban baru dikenal pada jaman penjajahan Romawi? Dari mana ya Firaun dapat ide untuk menyalib? Dari Muhammad kah?

      4 SIAPAKAH YANG MENYESATKAN MANUSIA ?

      Yang menyesatkan manusia adalah Setan (Qs. 15:39, 4:119-120,).

      Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

      Hal ini bertentangan dengan QS 4:88

      ……Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barang siapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya

      Mengapa watak iblis sama dengan watak Allah? Sama sama menyesatkan!

      5 APAKAH MEMINUM KHAMAR (Arak/Alkohol) BAIK ATAU JAHAT?

      Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan (Qs.5:90, 2:219).

      Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan

      Hal ini bertentangan dengan: (Qs. 83:22-25, 47:15, atau 16:67)

      Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam keni’matan yang besar (surga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

      Allah yang aneh, didunia dilarang karena itu adalah perbuatan setan, eh disurga disuruh berlomba2 minum arak didekat Allah. Karena katanya arak disurga tidak memabukkan!

      6 APAKAH ISA ALMASIH (YESUS) WAFAT ATAU TIDAK ?

      Isa tidak disalib dan tidak wafat, ia diangkat Allah ke surga (QS 4:157-158)

      “……..padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. ………Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

      Hal ini bertentangan dengan: (Qs. 19:33)

      Kesejahteraan atas dirinya (Isa) pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

      Dikalangan Cendikia Islam sendiri terdapat banyak pertentangan mengenai kematian Isa ini, ada yang bilang Yesus disalib tapi tidak sampai mati, ada yang bilang tidak disalib sama sekali namun wafat seperti manusia biasa, lalu ada yang bilang Yesus tidak wafat, tapi langsung diangkat ke hadiratnya, dan besok menjelang kiamat akan turun kembali.

      7 APAKAH TUGAS MUHAMMAD KE DUNIA INI?

      Tugas Muhammad hanyalah menyampaikan pesan Allah (QS 5:99)

      Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

      Hal ini bertentangan dengan QS 2:191

      Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.

      8 HARUSKAH SEMBAHYANG MENGHADAP KIBLAT ?

      Menghadap kemanapun disitulah wajah Allah (QS 2:115)

      Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

      Hal ini bertentangan dengan QS 2:144

      Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya….

      Allah yang aneh, katanya wajahnya dimana2, namun menyuruh umatnya menghadap ke Kabah? Apakah tujuan Allah tersebut ?

      9 APAKAH AYAT QURAN DAPAT DIUBAH-UBAH ?

      Firman Allah tidak terganti-ganti (QS 6:34, 10:64)

      Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS10:64)

      Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu (QS 6:34)

      Hal ini bertentangan dengan QS 2:106, 13:39, 17:86, 16:101, 22:52

      Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? (QS 2:106)

      Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). (QS 13:39)

      Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. (QS 16:101)

      10 MENGAPA ALLAH MEMERINTAHKAN BUNUH DIRI?

      Allah memerintahkan manusia untuk membunuh dirinya sendiri (QS 2:54)

      ….maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu…..

      Hal ini bertentangan dengan QS 4:29

      ” …Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”

      11 APAKAH ORANG NON MUSLIM AKAN MASUK SURGA ?

      Allah berkata agar orang non muslim tidak perlu khawatir di akhirat (QS 2:62)

      Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

      Hal ini bertentangan dengan QS 3:85, 5:72

      Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

      12 BISAKAH UMAT MUSLIM MENIKAH DENGAN NON MUSLIM?

      Alquran melarang umat Muslim menikahi wanita non muslim (QS 2:221)

      Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. ,……….

      Hal ini bertentangan dengan QS 5:5

      Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, ………..

      13 BERAPA LAMAKAH MASA PENCIPTAAN?

      Lamanya penciptaan adalah 6 masa Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11:7 dan Qs.25:59

      Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, alu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

      Hal ini bertentangan dengan: QS 41:9-12, total penciptaan adalah 8 masa;

      Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

      Manakah lama penciptaan yang benar? 6 atau 8 masa?

      Mungkinkah langit / jagat raya tempat matahari, bulan, bumi, dan bintang2 berada diciptakan setelah penciptaan bumi seperti pada ayat2 diatas?

      14 APAKAH MAKANAN PENGHUNI NERAKA?

      Makanan dinereka HANYA pohon berduri (QS 88:6)

      Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri

      Makanan dinereka HANYA darah dan nanah (QS 69:36)

      Dan tiada pula makanan sedikitpun baginya kecuali dari darah dan nanah

      Menurut QS 37: 63-64, 66-67 disimpulkan bahwa makanan kaum di neraka adalah buah dari pohon zaqqum, serta minuman berupa air yang panas

      Nabi kok tidak jelas, mengancam dengan kata hanya, cuma, tiada lain satu jenis makanan saja! Mengapa tidak bilang kalo dineraka itu komplit, ada pohon zaqqum, air panas, pohon berduri, plus darah dan nanah.

      15 ADAKAH TOLERANSI BERAGAMA DALAM ISLAM ?

      Muhammad mengatakan tidak ada pemaksaan dalam Islam (QS 2:256, 109:6)

      “Tidak ada paksaan dalam agama Islam…”

      “Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.

      Hal ini bertentangan dengan, Qs.47:4, Qs.9:5, Qs.8:12, Qs.8 :17, Qs.8:60, Qs.9:14, Qs.9:73, Qs.9:29, Qs.48:29, Qs.4:74, Qs.2:154, Qs 5:33, Qs.9:38, Qs.4:76, dll.

      Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Qs.9:29)

      Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (QS 8:12)

      Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka, …… (QS 9:5)

      Itulah ajaran toleransi dari Muhammad, rahmat bagi semesta alam. Saat kau lemah, berbaik baiklah terhadap pemeluk agama lain, nanti jika kau telah kuat, paksakan islam kepada mereka, jika tak mau bunuh saja mereka!

      16 APAKAH MASJID AL AQSA SUDAH ADA PADA JAMAN MUHAMMAD?

      Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS 17:01)

      Pada tahun 621 Muhammad mengaku kalau dirinya jalan2 dari Al Aqsa ke Surga, padahal masjid tersebut baru berdiri 89 tahun kemudian, yaitu tahun 710. Mungkinkah Muhammad meminjam mesin waktunya Doraemon?

      17 APAKAH IBRAHIM MENGHANCURKAN PATUNG2 BERHALA?

      Ibrahim menghancurkan berhala-hala. (Qs.21:58);

      Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.

      Hal ini bertentangan dengan (Qs.19:47-49,);

      Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”.

      Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut.

      18. ALLAH SALAH BERHITUNG

      [QS 4:11] Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

      [QS 4:12] Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

      CONTOH kasus 1: kesalahan hitung muhammad: Jika yang meninggal memiliki 4 anak cewek plus 2 orang tua plus istri. Maka menurut hitung-hitungan muhammad adalah:

      2/3 (ayat 11) + 1/3 (ayat 11) + 1/8 (ayat 12) = 1 + 1/8 ————–> loh kok kelebihan? he…he…he…

      [4:176] Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah ). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

      Contoh KASUS 2: Kesalahan menghitung muhammad: jika yang meninggal TAK MEMILIKI anak, memiliki 1 suami dan 2 saudara PEREMPUAN:

      1/2 (ayat 12) + 2/3 (ayat 176) = 1 + 1/6 ———-> loh kok kelebihan? he…he…he…

      Contoh KASUS 3: Kesalahan menghitung muhammad: jika yang meninggal TAK MEMILIKI anak, memiliki 1 suami, 1 saudara PEREMPUAN dan SEORANG Ibu:

      1/2 (ayat 12) + 1/2 (ayat 176) + 1/6 (ayat 11) = 1 + 1/6 ———> loh kok kelebihan?

      Contoh KASUS 4: Kesalahan menghitung muhammad: jika yang meninggal TAK MEMILIKI anak, memiliki 1 suami, 2 saudara PEREMPUAN dan Seorang IBU

      1/2 (ayat 12) + 2/3 (ayat 176) + 1/6 (ayat 11)= 1 + 1/3 ———-> loh kok kelebihan? he…he…he…

      Contoh KASUS 5: Kesalahan menghitung muhammad: jika yang meninggal TAK MEMILIKI anak, memiliki 1 istri, 2 saudara PEREMPUAN dan SEORANG Ibu:

      1/4 (ayat 12) + 2/3 (ayat 176) + 1/6 (ayat 11) = 1 + 1/12 ———> loh kok kelebihan?

      19 APAKAH FIRAUN TENGGELAM KETIKA MENGEJAR MUSA ?

      Raja Firaun hampir tenggelam lalu diselamatkan (Qs.10:90-92).

      Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”…..Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu …..

      Hal ini bertentangan dengan: Qs.43:55-56, Qs.17:103

      Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.

      Manakah yang benar? Ayat 43:55-56 jika dibaca dalam bahasa Arab mengesankan jika Firaun ditenggelamkan hingga mati agar menjadi peringatan.

      20 BAIK ATAU BURUKKAH MEMBUNUH ITU?

      Membunuh adalah buruk karena akan memusnahkan satu generasi QS 5:32

      Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. ……..

      Hal ini bertentangan dengan; QS 5:33 dan banyak ayat pembunuhan lainnya;

      Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

      Ayat damai pada QS 5:32 adalah hasil contekan Muhammad dari Mishnah, Sanhedrin 4: 5, agar Quran nampak seperti kitab damai..

      21 HALALKAH BERZINA ITU?

      Berzinah itu adalah perbuatan dosa (QS 17:32)

      Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

      Hal ini bertentangan dengan QS 33:51

      ……. siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, …..

      Allah itu amat baik pada Muhammad, ia memperbolehkan istri2 yang telah dicerai untuk digagahi lagi, entah si wanita udah punya suami atau belum, pokoknya kalau birahi dengan istri lamanya, boleh ditiduri lagi. Apakah itu bukan zina?

      22 MAKANLAH HARTA ANAK YATIM

      ………Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut,…….

      Jadi menurut hukum islam, seandainya ada sumbangan dari Unicef untuk anak yatim dan terlantar, lalu dikorupsi oleh pejabatnya. Maka pejabat itu tak bisa dihukum, karena itulah perintah Allah dalam Quran, makanlah harta anak yatim tapi sedikit saja jangan banyak2. Hukum yang aneh….

      23 BENARKAH ALEKSANDER AGUNG SEORANG MUSLIM?

      Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”….. Zulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. (QS 18 : 83 – 98)

      Sura 18 : 83 – 98 diatas menyebutkan bahwa Zulkarnain adalah seorang Muslim. Menurut tokoh Islam Ibn Hisham dan Tabari, yang dimaksud Zulkarnain adalah Aleksander Agung. Ironisnya, Aleksander Agung adalah seorang polytheis. Sekali lagi Allah salah…

      “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran, kalau sekiranya Alquran bukan dari sisi Allah tentulah mereka dapati banyak pertentangan di dalamnya.”(QS 4:82).

      • Stain Remover 8:52 pm on 02/08/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Modal kamu itu rupanya cuma copas pertanyaan yang banyak dan semuanya telah dijawab :

        1 BENARKAH ISA KEPONAKAN MUSA?

        Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” [QS. Maryam : 27-28].

        Dari Mughirah bin Syu’bah ia berkata : Ketika aku tiba di Najraan, orang-orang bertanya kepadaku : ”Apakah engkau memahami ayat ”Hai Saudara perempuan Harun” (QS. Maryam : 28) sedangkan Musa itu hidup jauh sebelum jaman ’Isa. Apakah maksudnya begini dan begini ?”. Setelah aku bertemu dengan Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dan menanyakan tentang hal tersebut, maka beliau menjawab : “Kebiasaan mereka pada waktu itu menyebut nama seseorang dengan menisbatkan kepada para nabi atau orang-orang shalih sebelum mereka” [HR. Muslim no. 2135].

        Contoh :

        Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. QS 7 : 31

        ayat itu merupakan perintah untuk seluruh manusia, tetapi al quran mamanggil dengan sebutan “anak adam”, sedang sebagaimana diketahui dalam Islam anak Adam adalah Qobil dan Habil.

        Contoh lagi dalam bibel :

        Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. (Matius 12:34)

        Apakah mereka itu memang keturunan dari ular beludak ?

        Atau kamu tahu ada berapa orang yang bernama “Harun” ketika itu ?

        2 TRINITAS MENURUT QURAN ADALAH ALLAH, YESUS DAN MARIA

        Jawab : Kamu berdoa didepan patung bunda Maria itu saja sudah dianggap menyembahnya dan lagi kejadian-kejadian aneh selalu dikaitkan dengan patung itu.

        Memangnya kristen itu cuma satu jenis saja ? silahkan kamu baca ini :

        MARIAMITES

        Sekte Maramites adalah sebuah sekte Kristen yang mempertuhankan Bunda Maria dan memasukanya ke dalam tiga pribadi Tuhan dalam Trinitas setelah Bapa, Ibu dan Anak. Berdasarkan informasi Ibnu Patrick, seorang sejarawan dan padri Kristen, menjelang Konsili Nicea 325 M dari jumlah peserta keseluruhan 2.048 orang terdapat sebagian peserta dari mahzab Mariamites dan Remitim yang berpendapat bahwa Yesus dan Ibunya adalah 2 (dua) Tuhan selain Bapa. Selain itu terdapat aliran Ebionit yang secara jelas juga memuja Maria sebagai Tuhan Ibu. Penganut aliran Ebionit dikenal sebagai aliran yang para penganutnya menggunakan bulu domba sebagai pakaian. Bulu domba tersebut dikenakan agar mereka dapat hidup dalam kesederhanaan. Dalam hal ini tradisi mereka mengenakan kulit domba sebagai pakaian mirip dengan tradisi kaum sufi generasi awal dalam Islam yang menutamakan kezuhudan.
        Gambaran tentang cara berpakain kaum Ebionit ini dapat kita lihat kemiripannya dengan kisah Perjanjian Baru dalam Ibrani 11: 37.

        Tentang apakah penyembahan terhadap Bunda Maria adalah bentuk Kekristenan heterodoks yang menyimpang maka biar waktu yang akan menentukan. Sebab sejumlah pertarungan keyakinan yang medasar dalam dunia Kristen bahkan belum selesai hingga hari ini. Sebut saja pertarungan antara kaum Trinitarian dan Unitarian. Satu pihak mengakui trinitas dengan sejumlah argumentasinya dan dipihak lain menolaknya dan menganggap bahwa Yesus hanya seorang nabi dan bukan Tuhan. Sedangkan bagi seorang penganut Kristen, terkait masalah penyembahan dan Ketuhanan Maria tentu akan lebih menguntungkan jika hal ini terhapus saja dari ingatan sejarah. Masalah trinitas yang diakui mayoritas dunia Kristen hari ini juga bukan tanpa cacat sejarah.

        Konsili Nicea pada 325 Masehi, dihadiri oleh 2.048 orang peserta yang terdiri diri para uskup. 318 (tiga ratus delapan belas) orang diketahui sebagai pendukung konsep ketuhanan Yesus. Sedangkan 700 (tujuh ratus) orang uskup merupakan pendukung Arius yang menolak hakikat ketuhanan Yesus, dan sisanya memiliki sejumlah kepercayaan yang berbeda termasuk yang mempercayai Ketuhanan Maria. Namun, anehnya berkat prakarsa Kaisar Konstantin, hanya pendapat 318 orang (pendukung ketuhanan Yesus) tersebut yang kemudian dimenangkan. Jelas kaisar Konstantin telah memerankan agnda politik pribainya dengan sukses.
        referensi: Burton L. Mack. The Lost Gospel: The Book of Q and Christian Origins. (Element Books, Shaftesbury, 1994) Tony Lane. The Lion Concise Book of Christian Thought. (Lion Publishing, England, 1984)

        3 BENARKAH DIJAMAN FIRAUN ADA PENYALIBAN?

        Jawab : Kamu sepertinya sudah pernah membaca ayat dibawah ini, apa kamu belum membaca :

        maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.” (Ulangan 21:23)

        Mayat ditiang yang menggantung, apa namanya itu kalau bukan salib ? dan kitab ulangan itu memang ditulis Musa :

        Ulangan 21 adalah bagian dari Kitab Ulangan dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang merupakan kitab ke-5 dan terakhir dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.

        Kitab Ulangan terdiri dari serangkaian khotbah-khotbah yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri itu.

        hxxp://id.wikipedia.org/wiki/Ulangan_21

        4 SIAPAKAH YANG MENYESATKAN MANUSIA ?

        Jawab : Yang menyesatkan manusia adalah Iblis atas kehendak manusia itu sendiri. Sebab Allah tidak lagi menjadi pelindung bagi orang-orang yang ingin disesatkan.

        Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ﴾Qs. Al Baqarah : 257﴿

        Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. ﴾Qs. Ali Imran : 68﴿

        Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung. ﴾Qs. Muhammad : 11﴿

        Semuanya adalah ciptaan Allah termasuk iblis :

        Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya (iblis) dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. ﴾Qs. Al A’raf : 12﴿

        Ketahuilah sesungguhnya kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang). Dan (mengetahui pula) hati (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha mengehui segala sesuatu. ﴾Qs. An Nuur : 64﴿

        Makanya jangan heran bila kau dapati ayat dalam bibel :

        Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN. (1 Samuel 16:14)

        Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: “Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; (1 Samuel 16:15)

        Karena semua memang milik-NYA.

        5 APAKAH MEMINUM KHAMAR (Arak/Alkohol) BAIK ATAU JAHAT?

        Jawab : Karena tidak memabukkan itu maka diperbolehkan, kamu bertanya namun telah kau jawab sendiri…sungguh id**t

        dan lagi perintah dan larangan itu-kan datang dari Allah, kalau Allah sendiri yang telah menghapus larangan tersebut siapa yang mampu menghalangi-NYA ?

        6 APAKAH ISA ALMASIH (YESUS) WAFAT ATAU TIDAK ?

        Jawab : Justru ayat itu membantah bahwa Nabi Isa mati terkutuk disalib…ada-ada saja.

        Kesejahteraan atas dirinya (Isa) pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. (Qs. Maryam : 33)

        Kalo masalah bangkit nanti semua manusia juga akan dibangkitkan yaitu pada hari berbangkit :

        Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. ﴾Qs. Al A’raf : 24-25﴿

        dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) ﴾Qs. At Takwiir : 7﴿

        Yang mati terkutuk itu bernama ‘Yesus’ bukan Isa, jelas ya..

        7 APAKAH TUGAS MUHAMMAD KE DUNIA INI?

        Jawab : domba potong ternyata tetap aja kumat, kalau Nabi Muhammad tidak melawan ketika diserang oleh musuh dan kemudian meninggal dunia. Siapa yang akan menyampaikan pesan-pesan Allah…mikir dikit nyong.

        8 HARUSKAH SEMBAHYANG MENGHADAP KIBLAT ?

        Jawab : Kalau maksudnya adalah shalat maka harus menghadap ke arah Masjidil Haram berada, kecuali bila dalam keadaan yang tidak memungkinkan.

        Ayat yang kau posting dibawah ini adalah tentang kekuasaan Allah:

        Dan kepunyaaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.(QS. 2:115)

        Sedang ayat dibawah ini adalah tentang PERATURAN dalam menyembah Tuhan yaitu menghadap ke arah Masjidil Haram :

        Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. ﴾Qs. Al Baqarah : 144﴿

        Dalam bibel-pun ada peraturan seperti itu :

        Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. (Mazmur 5:7 )

        Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. (Mazmur 138:2)

        9 APAKAH AYAT QURAN DAPAT DIUBAH-UBAH ?

        Jawab : Kamu baca dan perhatikan ayatnya…

        Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu (Qs. Al-An’am : 34)

        Jadi hak merubah dan mengganti itu hanya milik Allah semata :

        Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). (Qs. Ar Ra’du : 39)

        Karena penggantian-nya itu mengikuti arus perkembangan zaman.

        Contoh perintah Allah kepada Adam yang mengawinkan sesama anaknya, bagaimana kalau sampai sekarang itu tetap berlanjut ?

        hxxtp://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/11/tafsir-al-baqarah-ayat-106-naasikh-wal.html

        10 MENGAPA ALLAH MEMERINTAHKAN BUNUH DIRI?

        Jawab : tingkah domba potong rupanya memang jauh dari berfikir, yang berkata pada ayat dibawah ini siapa jeng ?

        Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Baqarah : 54)

        11 APAKAH ORANG NON MUSLIM AKAN MASUK SURGA ?

        Jawab : Mari kita lihat, perhatikan yang dibold :

        Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS. 2:62)

        Maksud dari ayat diatas yaitu apabila orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin itu beriman kepada Allah, kalau kamu itu-kan beriman kepada Yesus…jadi dilempar ke neraka hehehe :

        Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. ﴾Qs. Al Maidah : 72﴿

        Yang dimaksud dengan “orang-orang yang mukmin” pada QS. 2:62 dialah orang yang mengaku beriman kepada Muhammad Rasulullah saw. dan menerima segala yang diajarkan oleh beliau sebagai suatu kebenaran dari sisi Allah.

        Pengertian beriman ialah seperti yang dijelaskan Rasul saw. sewaktu Jibril a.s. menemui beliau. Beliau berkata,

        Agar/hendaknya kamu beriman kepada Allah. malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan kamu percaya pada hari kiamat dan qadar baik atau buruk (HR Ibnu Majah dari Umar ra)

        kan banyak tuh orang-orang mukmin sendiri yang tidak beriman, maka bila mereka bertobat mereka di ampuni oleh Allah.

        12 BISAKAH UMAT MUSLIM MENIKAH DENGAN NON MUSLIM?

        Jawab: Tidak ada kalimat wanita non muslim, yang ada hanya wanita yg menjaga kehormatannya dan yg diberi Alkitab (Taurat, Injil yg asli dan Al Quran) sebelum kamu.

        …wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu…

        Sedang orang musyrik itu ialah orang yang seperti kamu, yang menyembah tuhan selain Allah.

        13 BERAPA LAMAKAH MASA PENCIPTAAN?

        Jawab : Inilah kamu yang tidak mengerti apa-apa ingin menjelaskan ayat Al Qur’an, perhatikan :

        Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. ﴾Qs. Al Fushilat : 9﴿

        Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (Qs. Al Fushilat : 10﴿

        Penjelasan :

        Jadi bumi itu diciptakan dalam 2 masa + 2 masa (isi dari bumi) = 4 masa (keseluruhan untuk bumi hingga siap pakai)

        Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.﴾Qs. Al Fushilat : 11-12﴿

        4 masa (Bumi dan fasilitasnya) + 2 masa (tujuh langit)

        ngertos ya ?

        Bumi itu termasuk benda langit bukan ?

        14 APAKAH MAKANAN PENGHUNI NERAKA?

        Jawab—> Ini pertanyaan yang lebih keblinger alias benar-benar cuma domba potong, kalau kamu makan apakah harus selalu memakai nasi saja tanpa yang lain ?!

        Di sisi lain neraka makanannya adalan pohon berduri, di sisi lain neraka, makanannya adalah darah dan nanah dsb

        15 ADAKAH TOLERANSI BERAGAMA DALAM ISLAM ?

        Jawab : ayat yang kau posting itu adalah tentang keadaan waktu perang, masa mau ditindas diam saja…hehehe…sedang untuk membayar jizyah (pajak) adalah wajar sebab mereka hidup dalam kekuasaan Islam dan dalam perlindungan Islam sedang Nabi Muhammad adalah pemimpin-nya ketika itu.

        Kalo kamu nggak bayar pajak, gimana tuh ? ditahan-kan ? kalau ditahan berarti diperangi tidak ?

        Sedang untuk umat Islam sendiri ada kewajiban juga yang harus dibayar yaitu Zakat.

        Ada nggak ayat seperti Al Qur’an dalam bibel, yang secara tegas dan jelas menyatakan itu :

        “Tidak ada paksaan dalam agama Islam…”

        16. APAKAH MASJID AL AQSA SUDAH ADA PADA JAMAN MUHAMMAD?

        Jawab = sudah, masjid itu artinya tempat menyembah Tuhan.

        Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. ﴾Qs. Al Baqarah : 149﴿

        Untuk kita lihat tentang menghadap KE-ARAH dalam bibel :

        …yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem…(Daniel 5:3)

        Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. (Mazmur 5:7)

        hxxp://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al-Aqsa

        17. APAKAH IBRAHIM MENGHANCURKAN PATUNG2 BERHALA?

        Jawab : Kamu teler kali ya ??? Nabi Ibrahim sudah jelas menghancurkan patung-patung itu PADA WAKTU ITU…apa setiap hari kerjaan Nabi Ibrahim hanya menghancurkan patung berhala saja ?

        18. ALLAH SALAH BERHITUNG

        Jawab : Silahkan kunjungi http://www.facebook.com/notes/islam-menjawab-hujatan/menjawab-fitnah-kaum-kafir-bahwa-allah-swt-salah-berhitung-diskusi-putra-maulana/176572059073555

        19 APAKAH FIRAUN TENGGELAM KETIKA MENGEJAR MUSA ?

        Jawab : Yang diselamatkan adalah tubuhnya yang telah menjadi mayat karena mati tenggelam.

        faalyawma nunajjiika bibadanika litakuuna liman khalfaka aayatan wa-inna katsiiran mina alnnaasi ‘an aayaatinaa laghaafiluuna

        Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. ﴾Qs. Yunus : 92﴿

        بَدَنِكَ = badanika = badan-mu

        20 BAIK ATAU BURUKKAH MEMBUNUH ITU?

        Jawab : Lagi-lagi nggak baca postingan-nya sendiri, mereka itu hanya berperang ketika mereka diperangi. Apa menurutmu harus diam saja ketika ada suatu kaum ingin menindas kamu ?

        Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya….

        21 HALALKAH BERZINA ITU?

        Jawab: Bahwa beliau diberi kebebasan pula untuk mengawini kembali istri-istrinya yang telah dicerai mengingat kemaslahatan bagi dirinya dan masyarakatnya.

        Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abi Razin bahwa tatkala diturunkan ayat yang menyuruh istri-istri Nabi saw untuk memilih antara tetap menjadi istri Nabi dengan keadaan sederhana tanpa kemewahan atau berpisah dari Nabi saw karena mengejar kesenangan hidup yang lebih sesuai dengan keinginan hawa nafsunya, maka timbullah rasa kekhawatiran pada istri-istri Nabi saw itu dan mereka secara serentak menyatakan kerelaannya untuk tetap hidup bersama Nabi saw dalam keadaan bagaimanapun juga karena mereka lebih mengutamakan segi kehidupan agama dari pada kesenangan duniawi.

        Mereka berkata: “Ya Rasulullah, berikanlah kepada kami sebagian harta engkau dan kami serahkan diri kami kepada engkau, lakukanlah apa yang kamu kehendaki dan biarkanlah kami tetap seperti sediakala”. (Jangan dicerai).

        Dari peritiwa diatas, maka turun-lah ayat yang kau posting itu.

        yang berzina siapa non ? apa Nabi pernah menceraikan isteri-isternya ?

        22 MAKANLAH HARTA ANAK YATIM

        jawab : Kamu baca neng ayat kau posting sendiri, bahwa harta itu disimpan dan digunakan secukupnya untuk kebutuhan hidup anak itu hingga dewasa (itu jika anak tersebut mempunyai harta peninggalan). Dan diberikan kepada anak yatim tersebut ketika mereka cukup umur dan mampu bertanggung jawab kepada hartanya sendiri dan harus ada saksinya.

        Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu). ﴾Qs. An Nisaa : 6﴿

        Dan hal itu diatas diperbolehkan bila yang merawat anak yatim adalah orang yang miskin, sedang untuk orang mempunyai kelebihan harta, maka :

        …Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu)…

        23 BENARKAH ALEKSANDER AGUNG SEORANG MUSLIM?

        Jawab : yang menyatakan Aleksander Agung seorang muslim siapa dan darimana kau dapatkan, apakah ada ayatnya dalam Al Qur’an dia seorang muslim ? atau apakah ALEKSANDER AGUNG adalah Zulkarnaen ?

  • SERBUIFF 2:16 am on 14/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: irene handono   

    irene handono 

    bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb.jpgHome

    Produk Tersedia

    ISLAM RAHMATAN LIL?ALAMIN
    ISLAM RAHMATAN LIL?ALAMIN
    Rp20 000
    Add to Cart

    BENARKAH AL-QURAN KITAB PALING PORNO ?
    BENARKAH AL-QURAN KITAB PALING PORNO ?
    Rp20 000
    Add to Cart

    ADAKAH TERORISME DALAM AL-QURAN DAN BIBLE ?
    ADAKAH TERORISME DALAM AL-QURAN DAN BIBLE ?
    Rp20 000
    Add to Cart

    VALENTINE, MAKSIAT BERBUNGKUS KASIH SAYANG
    VALENTINE, MAKSIAT BERBUNGKUS KASIH SAYANG
    Rp20 000
    Add to Cart

    The Real Truth
    The Real Truth
    Rp30 000
    Add to Cart

    Main Menu
    Home
    Online-Shop
    Categories Buku (6) VCD (6) DVD (0) Majalah (1)

    List All Products

    Advanced Search


    Forgotten your password?
    No account yet? Create one


    Jajak Pendapat
    Menurut Anda Siapakah Raja Terorist Dunia..??
     
     
     
     
     
     
     
    Sekilas Info
    Untuk Pendaftara Kristologi Hub : Sri Telp : 021-70528125-8853878
    Majalah Arana
    Belanjaan Anda
    Show Cart
    Your Cart is currently empty.
    Sedang Online
    We have 2 guests online and 1 member online
    Arsip
    advertisement.png, 0 kB
    Advertisement

    powered_by.png, 1 kB

    Latest Products
    Dosa Dosa Media Amerika
    Dosa Dosa Media Amerika
    Rp50 000
    Add to Cart
    The Real Truth
    The Real Truth
    Rp30 000
    Add to Cart

    Artikel Terbaru
    Bibel bukan 100% wahyu Tuhan
    Written by Administrator
    Thursday, 14 June 2007
    Sesungguhnya manusia itu adalah umat yang satu. Agama seluruh manusia sejak nabi Adam as hingga nabi Muhammad saw adalah Islam. Agama Tauhid yang menyembah hanya kepada Allah SWT saja. Setelah timbul perselisihan, maka Allah mengutus para nabi. Tugas nabi adalah sebagai pemberi peringatan. Dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.

    Kitab-kitab suci yang Allah turunkan pada para Nabi adalah :

    Taurat kepada Nabi Musa as, Zabur kepada Nabi Daud as, Injil pada Nabi Isa as. Dan terakhir Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw.

    Al-Quran yang diturunkan pada Nabi Muhammad saw, seluruh isinya bersumber pada Allah SWT. Sebagai pedoman hidup, Al-Quran adalah sumber dari semua hukum, baik yang menyangkut aqidah dan syariah, atau dengan kata lain, Al-Quran adalah sumber hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, dan hubungan manusia dengan sesamanya. Al-Quran mengandung keyakinan mutlak. Dan Allah SWT yang menjamin keotentikannya hingga akhir zaman.

    Read more…
    AJARAN YESUS PADA MASA HIDUPNYA
    Written by Administrator
    Thursday, 14 June 2007
    Apa ajaran Yesus yang sebenarnya ? Yesus mengajarkan Tauhid

    Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Yesus menyerukan pada bani Israel untuk meng-esakan Allah. Yesus tidak pernah mengajarkan TRINITAS.

    Yesus datang untuk menegakkan Hukum Taurat

    Matius 5:17-18 “Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

    Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

    Yesus tidak membawa ajaran baru. Kedatangan Yesus bukan untuk meniadakan/menghapus hukum Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa tapi justru meluruskan kembali kesesatan-kesesatan bani Israel untuk kembali pada ajaran Taurat yang benar.

    Read more…
    Paulus rubah total ajaran asli Yesus
    Written by Administrator
    Thursday, 14 June 2007
    Kebudayaan Yunani sangat berpengaruh luas di masyarakat tanah Yudea kala itu, yang sekarang Palestina. Negeri dimana Yesus dilahirkan dan menyebarkan ajarannya. Masuknya kebudayaan Yunani adalah akibat dari masuknya penjajah Romawi yang menguasai tanah Yudea. Mereka masuk, menjajah, tidak hanya merampok harta rakyat dan kekayaan alam tapi juga menyebarkan ideologi mereka ke masyarakat Yahudi. Yakni Pantheisme. Kalau kita pernah menonton film serial Hercules, disanalah gambaran tentang ajaran Pantheisme. Ajaran yang menyembah pada banyak tuhan. Ada yang disebut dengan Zeus, tuhan tertinggi, bapak semua tuhan. Ada Hera, istri Zeus, Ares tuhan perang, Aprodite tuhan kecantikan, dan masih banyak yang lain. Yang menarik disini, Zeus mengawini perempuan bumi dan melahirkan seorang anak laki-laki yang super kuat yang diberi nama Hercules. Dan dia dianggap sebagai penyelamat umat manusia.

    Mengapa disebut menarik, sosok pribadi Hercules ini sangat mirip dengan Yesus yang juga dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Memang kedatangan Yesus (Isa as) adalah untuk menyelamatkan umat manusia tapi bukan sebagai tuhan yang hidup ditengah manusia seperti halnya Hercules. Nabi Isa as hanyalah seorang manusia, utusan Allah, seorang nabi, seorang penunjuk jalan pada kebenaran yang diridhai Allah SWT.

    Read more…

    More…

    << Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
    Results 1 – 4 of 16

    [ Back ]

    Copyright 2006 – 2007 Irena Center. All rights reserved.

    Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Taala yang tidak beranak dan tidak di peranakan.
    TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan untuk kemaslahatan ummat.
    syukur Alhamdulillah sumber dari IRENA CENTER dicantumkan
    dibuat oleh : Banghadi Hamba Allah Website and Broadcast Solution
    Hosted by : Hentama Solusi Bisnis Anda

     
    • angel_heaven 8:31 pm on 01/05/2009 Permalink | Reply

      mas kalo mau jualan buku jangan mengatas namakan agama donk….apalagi menjelek2an….
      ada tertulis YESUS itu tri tunggal dia sebagai ANAK,BAPA dan ROH KUDUS,jangan ambil dari perkalimat! pahami alkitab secara imani,bukan secara logika,AL-KITAB dengan AL-QURAN tentu sangat jauh berbeda,AL_QURAN yang diakui sebagai kitab penyempurna itu salah,AL-QURAN hanyalah kutipan dari TAURAT dan INJIL pada dasarnya NABI MUHAMAD itu buta huruf…..dan satu lagi GELAR NABI MUHAMAD itu S.AW… SEDANGKAN nabi ISA itu A.W coba diartikan apa artinya dan bedanya S.AW dengan A.W?? kalo anda sudah tau harap diklarifikasi lagi….AGama hanya panutan jalan untuk menuju kebenaran bukan dipermasalahkan….
      yang berkuasa atas penghkiman dan KIAMAT adalah ISA,apakah anda mengimani itu,sekali lagi baca alkitab dengan mengimankan bahwa YESUS adalah TUHAN dan JURU SELAMAT,bertobatlah terima YESUS dan terima MUKJIZAT dan KESELAMATAN-NYA!

      • Jesus 3:22 pm on 22/07/2009 Permalink | Reply

        Siapa bilang aku adalah Tuhan mu.
        bukankah aku berkata kepada mu :

        Matius 7:21-23
        “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan,Tuhan’ akan masuk kedalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan,Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, Aku tedak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.

        anda mengerti ?!

    • alo 11:20 am on 18/01/2010 Permalink | Reply

      kalau menafsir kitab sendiri itu baik tapi kalau menafsir kitab orang lain dan kemudian berbeda dengan yang punya maka itu memalukan.
      jadi kalau mau menafsir kitap weda atau tripitaka ya masuk agama budha atau hindu.

      ungkapan ibu irene handono sudah telat alias udah basi karena segala ungkapannya sudah diucapkan oleh sekte-sekte kristen yang anti paulus dan anti salib dan anti konsili sebelum tahun tahun 620M.

      sekali lagi bahwa ungkapan-ungkapan itu sudah lama sebelum tahun tahun 620M. seperti juga bapak antonius berduri yang telah terpengaruh oleh agama ilmu perbintangan alias agama logika manusia.

    • alo 11:22 am on 18/01/2010 Permalink | Reply

      sepertinya bapak antonius widuri mau jadi astronot dan ibu erene mau jadi istri astronot

  • SERBUIFF 2:07 am on 13/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZ   

    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA 

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa11.jpg

    Sejarah Hidup Muhammad

    oleh Muhammad Husain Haekal Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
     
    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA
    Muhammad Husain Haekal                                   (1/3)
    
       Huyayy b. Akhtab menghasut semua masyarakat Arab
       melawan Muslimin - Sepuluh ribu prajurit menuju Medinah
       - Salman al-Farisi mengusulkan penggalian parit sekitar
       kota - Quraisy dan Ghatafan mengepung kota - Banu
       Quraiza melanggar perjanjian dengan pihak Muslimin -
       Hilangnya kepercayaan Arab-Yahudi - Kabilah-kabilah
       Arab menarik diri dari Medinah - Pengepungan Banu
       Quraiza.
    
    SETELAH Medinah dikosongkan dari Banu Nadzir, kemudian setelah
    peristiwa   Badr   Terakhir  dan  sesudah  ekspedisi-ekspedisi
    Ghatafan  dan  Dumat'l-Jandal  berlalu,  tiba  waktunya   kaum
    Muslimin   sekarang  merasakan  hidup  yang  lebih  tenang  di
    Medinah. Mereka sudah dapat mengatur hidup, sudah tidak begitu
    banyak  mengalami kesulitan berkat adanya rampasan perang yang
    mereka peroleh dari  peperangan  selama  itu,  meskipun  dalam
    banyak  hal  kejadian  ini  telah membuat mereka lupa terhadap
    masalah-masalah pertanian dan  perdagangan.  Tetapi  disamping
    ketenangan   itu   Muhammad  selalu  waspada  terhadap  segala
    tipu-muslihat  dan   gerak-gerik   musuh.   Mata-mata   selalu
    disebarkan    ke   seluruh   pelosok   jazirah,   mengumpulkan
    berita-berita sekitar kegiatan  masyarakat  Arab  yang  hendak
    berkomplot  terhadap  dirinya. Dengan demikian ia selalu dalam
    siap-siaga, sehingga kaum Muslimin dapat selalu mempertahankan
    diri.
    
    Tidak   begitu  sulit  orang  menilai  betapa  perlunya  harus
    bersikap waspada dan berhati-hati selalu setelah kita  melihat
    adanya  segala  macam  tipu-muslihat  Quraisy  dan  yang bukan
    Quraisy terhadap kaum Muslimin, juga karena negeri-negeri masa
    itu  -  juga  sesudah  itu  sebagian  besar dalam perkembangan
    sejarahnya  masing-masing  mereka  itu  merupakan   sekumpulan
    republik-republik   kecil,   yang   satu   sama  lain  berdiri
    sendiri-sendiri.  Mereka  masing-masing   menggunakan   sistem
    organisasi  yang  lebih  dekat pada cara-cara kabilah. Hal ini
    memaksa mereka harus berlindung pada adat-lembaga dan  tradisi
    yang ada, yang tidak mudah dapat kita bayangkan seperti halnya
    pada bangsa-bangsa yang sudah teratur. Dalam hal ini  Muhammad
    pun  sebagai  orang Arab sangat waspada sekali mengingat nafsu
    hendak membalas dendam yang ada dalam naluri orang-orang  Arab
    itu besar sekali. Baik Quraisy maupun Yahudi Banu Qainuqa' dan
    Yahudi  Banu  Nadzir,  demikian  juga   kabilah-kabilah   Arab
    Ghatafan,  Hudhail  dan kabilah-kabilah yang berbatasan dengan
    Syam,   mereka   saling   menunggu,   bahwa    Muhammad    dan
    sahabat-sahabatnya  itu  akan  binasa.  Kalaupun  mereka  akan
    mendapat  kesempatan,  masing-masing   berharap   akan   dapat
    mengadakan  balas  dendam  terhadap  laki-laki  yang  sekarang
    datang mencerai-beraikan masyarakat  Arab  dengan  kepercayaan
    mereka itu. Laki-laki yang pergi keluar Mekah, mengungsi dalam
    keadaan tidak berdaya, tidak punya kekuatan, selain iman  yang
    telah  memenuhi jiwanya yang besar itu, dalam waktu lima tahun
    sekarang orang ini  sudah  kuat,  sudah  mempunyai  kemampuan,
    sehingga  kota-kota  dan  kabilah-kabilah  Arab  yang  terkuat
    sekalipun, merasa segan kepadanya.
    
    Orang-orang Yahudi ialah  musuh  Muhammad  yang  paling  tajam
    memperhatikan  ajaran-ajaran  dan  cara  berdakwahnya.  Dengan
    kemenangannya itu merekalah yang paling banyak memperhitungkan
    nasib  yang telah menimpa diri mereka. Mereka di negeri-negeri
    Arab sebagai penganjur-penganjur ajaran tauhid  (monotheisma).
    Mengenai penguasaan bidang ini mereka bersaingan sekali dengan
    pihak Kristen. Mereka selalu berharap akan  dapat  mengalahkan
    lawannya ini. Dan barangkali mereka benar juga mengingat bahwa
    orang-orang Yahudi ialah bangsa Semit yang pada dasarnya lebih
    condong pada pengertian monotheisma. Sementara ajaran trinitas
    Kristen suatu hal yang tidak mudah dapat dicernakan oleh  jiwa
    Semit.  Dan  sekarang  Muhammad, orang yang berasal dari pusat
    Arab dan dari pusat orang-orang  Semit  sendiri,  menganjurkan
    ajaran  tauhid  dengan cara yang sungguh kuat dan mempesonakan
    sekali, dapat menjelajahi dan merasuk  sampai  ke  lubuk  hati
    orang,  dan  mengangkat martabat manusia ke tingkat yang lebih
    tinggi. Sekarang ia sudah begitu kuat, dapat mengeluarkan Banu
    Qainuqa' dari Medinah, mengusir Banu Nadzir dari daerah koloni
    mereka. Dapatkah mereka membiarkannya terus begitu, dan mereka
    sendiri  pergi  ke  Syam  atau pulang ke tanah air mereka yang
    pertama,  ke  Bait'l-Maqdis   (Yerusalem)   di   Negeri   yang
    Dijanjikan  - Ardz'l-Mi'ad - (Palestina), ataukah mereka harus
    berusaha menghasut orang-orang Arab itu supaya dapat  membalas
    dendam kepada Muhammad?
    
    Rencana  hendak  menghasut orang-orang Arab adalah yang paling
    terutama menguasai pikiran pemuka-pemuka  Banu  Nadzir.  Untuk
    melaksanakan  rencana itu, beberapa orang dari kalangan mereka
    pergi hendak menemui Quraisy di  Mekah.  Mereka  terdiri  dari
    Huyayy   b.   Akhtab.   Sallam   b.  Abi'l-Huqaiq  dan  Kinana
    bin'l-Huqaiq, bersama-sama dengan  beberapa  orang  dari  Banu
    Wa'il Hawadha b. Qais dan Abu 'Ammar.
    
    Ketika  oleh  pihak Mekah, Huyayy ditanya mengenai golongannya
    itu ia menjawab:
    
    "Mereka saya biarkan mundar-mandir ke Khaibar dan  ke  Medinah
    sampai  tuan-tuan  nanti datang ke tempat mereka dan berangkat
    bersama-sama menghadapi Muhammad dan sahabatsahabatnya."
    
    Ketika oleh mereka ditanya tentang Quraiza, ia menjawab:
    
    "Mereka tinggal di Medinah sekedar  mau  mengelabui  Muhammad.
    Kalau  tuan-tuan  sudah datang mereka akan bersama-sama dengan
    tuan-tuan."
    
    Pihak Quraisy jadi ragu-ragu  akan  maju,  atau  mundur  saja.
    Mereka   dengan  Muhammad  tidak  berselisih  apa-apa,  selain
    ajarannya tentang Tuhan. Bukan tidak mungkinkah bahwa dia juga
    yang benar, sebab makin hari ajarannya itu ternyata makin kuat
    dan tinggi juga?
    
    "Tuan-tuan  dari   golongan   Yahudi,"   kata   pihak-Quraisy.
    "Tuan-tuan   adalah   ahli  kitab  yang  mula-mula  dan  sudah
    mengetahui pula apa  yang  menjadi  pertentangan  antara  kami
    dengan  Muhammad.  Soalnya  sekarang: manakah yang lebih baik,
    agama kami atau agamanya."
    
    Pihak Yahudi menjawab:
    
    "Tentu agama tuan-tuan yang lebih baik, sebab tuan-tuan  lebih
    benar dari dia."
    
    Dalam hal ini firman Tuhan dalam Qur'an menyebutkan;
    
    "Tidakkah  engkau  perhatikan  orang-orang  yang  telah diberi
    sebahagian kitab? Mereka percaya kepada sihir dan berhala  dan
    mereka  berkata  kepada orang-orang kafir: 'Jalan mereka lebih
    benar dari orang yang beriman.'  Mereka  itulah  yang  dikutuk
    oleh  Tuhan.  Dan barangsiapa yang dikutuk Tuhan, maka baginya
    takkan ada penolong." (Qur'an, 4: 51-52)
    
    Dalam posisi orang-orang Yahudi menghadapi Quraisy ini  dengan
    sikap  lebih  mengutamakan  paganisma  mereka  daripada tauhid
    Muhammad, maka dalam  Tarikh'l-Yahudi  fi  Bilad'l-'Arab,  Dr.
    Israel  Wilfinson  menyebutkan:  "Seharusnya  mereka itu tidak
    boleh sampai terjerumus ke dalam kesalahan yang begitu  kotor,
    dan   jangan   pula   berkata  dengan  terus-terang  di  depan
    pemuka-pemuka Quraisy, bahwa cara menyembah berhala itu  lebih
    baik  daripada  tauhid  seperti yang diajarkan Islam, meskipun
    hal  itu  akan  mengakibatkan  permintaan  mereka  tidak  akan
    dipenuhi.  Oleh  karena  orang-orang Israil sejak berabad-abad
    lamanya atas nama nenek-moyang dahulu kala  sebagai  pengemban
    panji  tauhid  (monotheisma)  diantara bangsa-bangsa di dunia,
    dan  telah  pula   mengalami   pelbagai   macam   penderitaan,
    pembunuhan  dan  penindasan  hanya  karena  iman mereka kepada
    Tuhan Yang Tunggal itu, yang mereka alami dalam berbagai zaman
    selama  dalam  perkembangan  sejarah,  maka  sudah  seharusnya
    mereka itu bersedia mengorbankan  hidup  mereka,  mengorbankan
    segala yang mereka cintai dalam menghadapi dan menaklukan kaum
    musyrik itu. Apalagi dengan minta  perlindungan  kepada  pihak
    penyembah  berhala,  itu  berarti  mereka telah memerangi diri
    sendiri serta  menentang  ajaran-ajaran  Taurat  yang  meminta
    mereka   menjauhi   penyembah-penyembah   berhala   dan  dalam
    menghadapi mereka supaya bersikap seperti menghadapi musuh.
    
    Huyayy b. Akhtab dan orang-orang Yahudi  yang  sepaham  dengan
    dia,  yang  telah  mengatakan  kepada  Quraisy bahwa paganisma
    mereka lebih  baik  daripada  tauhid  Muhammad  dengan  maksud
    supaya   mereka   sudi  memeranginya,  dan  yang  akan  mereka
    laksanakan setelah sekian  bulan  disiapkan,  tampaknya  tidak
    cukup  sampai di situ saja. Malah orang-orang Yahudi itu pergi
    lagi menemui kabilah Ghatafan2 yang terdiri dari Qais  'Ailan,
    Banu  Fazara,  Asyja'  Sulaim, Banu Sa'd dan Asad, serta semua
    pihak yang ingin menuntut balas kepada  Muslimin.  Mereka  ini
    aktif  sekali  mengerahkan  orang supaya menuntut balas dengan
    menyebutkan bahwa Quraisy juga ikut serta memerangi  Muhammad.
    Paganisma  Quraisy  mereka  puji dan mereka menjanjikan, bahwa
    mereka pasti akan mendapat kemenangan.
    
    Kelompok-kelompok3  yang  sudah  diorganisasikan  oleh   pihak
    Yahudi  itu  kini  berangkat  hendak  memerangi  Muhammad  dan
    sahabat-sahabatnya. Dari pihak Quraisy yang dipimpin oleh  Abu
    Sufyan  sudah  disiapkan  4000 orang prajurit, tiga ratus ekor
    kuda dan 1500 orang dengan unta. Pimpinan brigade yang disusun
    di  Dar'n-Nadwa diserahkan kepada 'Uthman b. Talha. Ayah orang
    ini telah mati terbunuh dalam memimpin pasukan di  Uhud.  Banu
    Fazara  yang  dipimpin oleh 'Uyaina b. Hishn b. Hudhaifa telah
    siap dengan sejumlah pasukan besar dan 100 unta. Sedang Asyja'
    dan  Murra  masing-masing  membawa  400  prajurit. Pihak Murra
    dipimpin oleh Al-Harith b. 'Auf dan  dari  pihak  Asyja'  oleh
    Misiar   ibn  Rukhaila.  Menyusul  pula  Sulaim,  biang-keladi
    peristiwa Bi'r Ma'una, dengan  700  orang.  Mereka  itu  semua
    berkumpul,  yang  kemudian  datang  pula  Banu  Sa'd  dan Asad
    menggabungkan  diri.  Jumlah  mereka  kurang  lebih   semuanya
    menjadi  10.000  orang.  Semua  mereka  itu  berangkat  menuju
    Medinah dibawah pimpinan Abu Sufyan.
    
    Setelah mereka  sampai,  selama  dalam  perang,  pemuka-pemuka
    kabilah  itu  saling bergantian pimpinan, masing-masing sehari
    mendapat giliran.
    
    Berita keberangkatan mereka ini sampai  juga  kepada  Muhammad
    dan  kaum  Muslimin  di  Medinah.  Mereka  merasa  gentar. Ya,
    sekarang seluruh kabilah Arab  sudah  bersatu  sepakat  hendak
    menumpas   dan   memusnahkan   mereka,   sudah  datang  dengan
    perlengkapan dan jumlah manusia yang  besar,  suatu  hal  yang
    dalam  sejarah  peperangan  Arab  secara  keseluruhannya belum
    pernah  terjadi.  Apabila  dalam  perang  Uhud  Quraisy  telah
    mendapat   kemenangan   atas   mereka,  ketika  mereka  keluar
    menyongsong keluar Medinah, padahal baik  jumlah  perlengkapan
    maupun  jumlah  manusia  jauh di bawah pasukan sekutu ini, apa
    lagi  yang  dapat  dilakukan  kaum  Muslimin  sekarang   dalam
    menghadapi   jumlah  pasukan  yang  terdiri  dari  beribu-ribu
    rnanusia itu  -  barisan  berkuda,  unta,  persenjataan  serta
    perlengkapan lainnya?! Tidak ada jalan lain, hanya bertahan di
    Yathrib  yang  masih  perawan  ini,  seperti  dikatakan   oleh
    Abdullah b. Ubayy.
    
    Tetapi   cukup  hanya  bertahan  sajakah  menghadapi  kekuatan
    raksasa  itu?  Salman  al-Farisi  adalah  orang  yang   banyak
    mengetahui  seluk-beluk  peperangan,  yang  belum  dikenal  di
    daerah-daerah Arab. Ia menyarankan supaya di  sekitar  Medinah
    itu  digali parit dan keadaan kota diperkuat dari dalam. Saran
    ini segera dilaksanakan oleh kaum  Muslimin.  Ketika  menggali
    parit  itu  Nabi  a.s.  juga  dengan  tangannya  sendiri  ikut
    bekerja. Ia turut mengangkat tanah dan  sambil  terus  memberi
    semangat,  dengan  menganjurkan  kepada  mereka  supaya  terus
    melipat  gandakan  kegiatan.  Pihak  Muslimin  sudah   membawa
    alat-alat  yang  diperlukan,  terdiri  dari sekop, cangkul dan
    keranjang pengangkut  tanah  dari  tempat  orang-orang  Yahudi
    Quraiza yang masih berada di bawah pihak Islam. Dengan bekerja
    giat terus-menerus penggalian parit itu  selesai  dalam  waktu
    enam hari. Dalam pada itu dinding-dinding rumah yang menghadap
    ke arah  datangnya  musuh,  yang  jaraknya  dengan  parit  itu
    kira-kira dua farsakh, diperkuat pula. Rumah-rumah yang ada di
    belakang  parit  itu   dikosongkan.   Wanita   dan   anak-anak
    ditempatkan  dalam  rumah-rumah  yang  sudah diperkuat, dan di
    samping parit dari arah Medinah ditaruh pula  batu  supaya  di
    waktu perlu dapat dilemparkan sebagai senjata.
    
    Tatkala  pihak  Quraisy  dan  kelompok-kelompoknya  itu datang
    dengan harapan akan menemui Muhammad di Uhud, ternyata  tempat
    itu  kosong.  Mereka  meneruskan  perjalanan  ke Medinah; tapi
    mereka dikejutkan oleh adanya parit. Di  luar  dugaan  semula,
    mereka  heran sekali melihat jenis pertahanan yang masih asing
    bagi mereka itu. Dibawa  oleh  perasaan  jengkel,  mereka  pun
    menganggap  bahwa berlindung di balik parit semacam itu adalah
    suatu perbuatan pengecut yang belum pernah terjadi di kalangan
    masyarakat  Arab.  Pasukan  Quraisy  dan sekutu-sekutunya lalu
    bermarkas di Mujtama'l'-As-yal di  daerah  Ruma,  dan  pasukan
    Ghatafan  serta  pengikut-pengikutnya  dari Najd, bermarkas di
    Dhanab Naqama. Sedang Muhammad sekarang berangkat dengan  tiga
    ribu  orang  Muslimin,  dengan  membelakanyi  bukit  Sal'  dan
    dijadikannya parit itu sebagai batas dengan  pihak  musuh.  Di
    tempat inilah ia bermarkas dan memasang kemahnya yang berwarna
    merah.
    
    Pihak Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya melihat,  bahwa
    tidak  mungkin  mereka  menerobos  parit  itu. Dengan demikian
    selama beberapa hari  mereka  hanya  saling  melemparkan  anak
    panah. Abu Sufyan sendiri dengan pengikutpengikutnya pun yakin
    bahwa akan  sia-sia  saja  mereka  lama-lama  menghadapi  kota
    Yathrib  dengan  paritnya  itu, karena tidak akan dapat mereka
    menerobosnya
    
    Pada waktu itu sedang  terjadi  musim  dingin  yang  luarbiasa
    disertai   angin   badai   yang   bertiup   kencang,  sehingga
    sewaktu-waktu  dikawatirkan  hujan  lebat  akan  turun.  Kalau
    orang-orang  Mekah  dan orang-orang Ghatafan dengan mudah saja
    dapat berlindung dalam rumah-rumah mereka  di  Mekah  atau  di
    Ghatafan,  maka  kemah-kemah  yang  mereka  pasang sekarang di
    depan kota Yathrib itu  sama-sekali  takkan  dapat  melindungi
    mereka.  Disamping  itu  tadinya  memang mereka mengharap akan
    memperoleh  kemenangan  secara  lebih   mudah,   tidak   perlu
    susah-payah  seperti  pada  waktu di Uhud. Mereka akan kembali
    pulang dengan menyanyikan lagu-lagu kemenangan serta menikmati
    adanya  pembagian  barang-barang  jarahan dan rampasan perang.
    Jadi apalagi kalau begitu yang  masih  menahan  Ghatafan  buat
    kembali  pulang?! Mereka ikut melibatkan diri dalam perang itu
    hanya karena pihak Yahudi  pernah  menjanjikan  mereka  dengan
    buah-buahan  hasil  pertanian  dan perkebunan Khaibar, apabila
    mereka memperoleh kemenangan, Tetapi sekarang  mereka  melihat
    untuk  memperoleh  kemenangan  itu tampaknya tidak mudah, atau
    setidak-tidaknya sudah diluar kenyataan.  Dalam  musim  dingin
    yang   begitu   hebat  rupanya  diperlukan  kerja  keras  yang
    luarbiasa yang akan membuat  mereka  lupa  segala  buah-buahan
    berikut kebun-kebunnya itu!
    
    Sebaliknya  pihak  Quraisy  yang  hendak menuntut balas karena
    peristiwa Badr dan kekalahan-kekalahan lain sesudah Badr, pada
    suatu waktu masih akan dapat mengejar dengan harapan parit itu
    tidak akan  selamanya  berada  dalam  genggaman  Muhammad  dan
    selama  pihak  Banu  Quraiza masih bersedia memberikan bantuan
    kepada penduduk Yathrib, yang  akan  memperpanjang  perlawanan
    mereka  sampai berbulan-bulan. Bukankah lebih baik pihak Ahzab
    itu kembali pulang saja? Ya! Akan tetapi mengumpulkan  kembali
    kelompok-kelompok  itu  nanti  buat  memerangi  Muhammad  lagi
    bukanlah soal yang mudah. Sebenarnya orang-orang  Yahudi  itu,
    terutama  Huyayy b. Akhtab sebagai pemimpin mereka, sekali itu
    telah berhasil mengumpulkan kabilah-kabilah itu untuk membalas
    dendam   golongannya   dan  golongan  Banu  Qainuqa'  terhadap
    Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Apabila kesempatan itu  sudah
    hilang,  maka  jangan  diharap  ia  akan kembali, dan bilamana
    Muhammad mendapat kemenangan  dengan  ditariknya  pihak  Ahzab
    itu, maka bahaya besar akan mengancam pihak Yahudi.
    
    Semua  itu  sudah  diperhitungkan  oleh  Huyayy  b. Akhtab. Ia
    kuatir  akan  akibatnya.  jalan  lain  tidak  ada.  Ia   harus
    mempertaruhkan  nasib  terakhir.  Kepada  pihak  Ahzab  itu ia
    membisikkan, bahwa ia  sudah  dapat  meyakinkan  Banu  Quraiza
    supaya  membatalkan  perjanjian  perdamaiannya dengan Muhammad
    dan pihak Muslimin, dan selanjutnya  akan  menggabungkan  diri
    dengan  mereka, dan bahwa begitu Banu Quraiza melaksanakan hal
    ini, maka dari suatu segi  terputuslah  semua  perbekalan  dan
    bala  bantuan  kepada  Muhammad itu, dan dari, segi lain jalan
    masuk ke Yathrib akan terbuka.  Quraisy  dan  Ghatafan  merasa
    gembira atas keterangan Huyayy itu. Huyayy sendiri cepat-cepat
    berangkat  hendak   menemui   Ka'b   b.   Asad,   orang   yang
    berkepentingan  dengan  adanya  perjanjian  Banu  Quraiza itu.
    Tetapi begitu mengetahui kedatangannya itu Ka'b sudah  menutup
    pintu  bentengnya,  dengan  perhitungan  bahwa pembelotan Banu
    Quraiza terhadap Muhammad dan membatalkan perjanjiannya secara
    sepihak   kemudian   menggabungkan   diri   dengan   musuhnya,
    adakalanya memang akan  menguntungkan  pihak  Yahudi  kalaupun
    pihak Muslimin yang dapat dihancurkan. Tetapi sebaliknya sudah
    seharusnya pula mereka akan habis samasekali bila pihak  Ahzab
    itu  yang  mengalami kekalahan dan kekuatan mereka hilang dari
    Medinah. Sungguhpun begitu Huyayy terus juga berusaha,  hingga
    akhirnya pintu benteng itu dibuka.
    
                                        (bersambung ke bagian 2/3)
    
    ---------------------------------------------
    S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D
    
    oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
    diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
    
    Penerbit PUSTAKA JAYA
    Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
    Cetakan Kelima, 1980
    
    Seri PUSTAKA ISLAM No.1
      Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis

    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team

    Sejarah Hidup Muhammad

    oleh Muhammad Husain Haekal Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
     
    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA
    Muhammad Husain Haekal                                   (2/3)
    
    "Ka'b,  sungguh  celaka,"  katanya kemudian. "Saya datang pada
    waktu yang tepat dan membawa  tenaga  yang  tepat  pula.  Saya
    datang  membawa  Quraisy  dan Ghatafan dengan pemimpinpemimpin
    dan pemuka-pemuka  mereka.  Mereka  sudah  berjanji  kepadaku,
    bahwa  mereka tidak akan beranjak sebelum dapat mengikis habis
    Muhammad dan kawan-kawannya itu."
    
    Tetapi Ka'b masih juga maju mundur. Disebutnya kejujuran serta
    kesetiaan  Muhammad  kepada  perjanjian  itu.  Ia  kuatir akan
    akibatnya atas apa yang diminta oleh Huyayy itu. Tetapi Huyayy
    masih  terus  menyebut-nyebut bencana yang dialami orang-orang
    Yahudi karena Muhammad itu, dan juga bencana yang akan  mereka
    alami sendiri nanti bilamana Ahzab tidak berhasil mengikisnya.
    Diuraikannya juga kekuatan pihak Ahzab itu serta  perlengkapan
    dan  jumlah  orangnya.  Yang  sekarang masih merintangi mereka
    untuk menumpas semua orang-orang Islam dalam sekejap mata itu,
    hanyalah parit itu saja. Sekarang Ka'b sudah mulai lunak.
    
    "Kalau pasukan Ahzab itu berbalik?" tanyanya kemudian. Di sini
    Huyayy memberikan jaminan, bahwa kalau  Quraisy  dan  Ghatafan
    sampai  kembali  dan tidak berhasil menghantam Muhammad ia pun
    akan tinggal dalam benteng itu  dan  akan  tetap  bersama-sama
    dalam  seperjuangan.  Dalam  hati  Ka'b  nafsu Yahudinya sudah
    mulai  bergerak-gerak.  Permintaan  Huyayy  itu   diterimanya,
    perjanjian   dengan   Muhammad   dan   kaum   Muslimin   mulai
    dilanggarnya dan ia sudah  keluar  dari  sikap  kenetralannya.
    
    Berita-berita  penggabungan  Quraiza  dengan  pihak  Ahzab itu
    sampai juga kepada  Muhammad  dan  sahabat-sahabatnya.  Mereka
    sangat  terkejut  sekali  dan  kuatir  juga  akan  akibat yang
    mungkin terjadi. Muhammad  segera  mengutus  Sa'd  b.  Mu'adh,
    pemimpin  Aus  dan  Sa'd b. 'Ubada, pemimpin Khazraj, disertai
    pula oleh Abdullah b.  Rawaha  dan  Khawat  b.  Jubair  dengan
    tujuan  supaya  mempelajari  duduk  perkara  yang  sebenarnya.
    Bilamana mereka kembali  pulang,  hendaknya  dapat  memberikan
    isyarat kalau memang hal itu benar, supaya jangan nanti sampai
    mematahkan semangat orang.
    
    Tetapi sesampainya para  utusan  itu  kesana,  mereka  melihat
    keadaan  Quraiza justeru lebih jahat lagi dari apa yang pernah
    mereka dengar semula. Diusahakan juga oleh utusan  itu  supaya
    mereka  mau  menghormati  perjanjian  yang  ada.  Tetapi  Ka'b
    berkata kepada mereka, supaya orang-orang Yahudi  Banu  Nadzir
    dikembalikan  ke  kampung  halaman  mereka. Ketika itu Said b.
    Mu'adh - yang juga bersahabat  baik  dengan  pihak  Quraiza  -
    mencoba meyakinkan supaya jangan sampai mereka mengalami nasib
    seperti yang pernah dialami oleh Banu Nadzir, atau yang  lebih
    parah   lagi   dari  itu.  Pihak  Yahudi  sekarang  mau  terus
    melancarkan serangan kepada Muhammad a.s.
    
    "Siapa Rasulullah itu!?" kata  Ka'b.  "Kami  dengar  Muhammad
    tidak  terikat  oleh  sesuatu persahabatan atau perjanjian apa
    pun!"
    
    Kedua belah pihak itu lalu saling adu mulut.
    
    Utusan-utusan Muhammad  pulang.  Mereka  melaporkan  apa  yang
    telah   mereka   saksikan.   Bencana   besar  kini  mengancam.
    Kekuatiran makin menjadi-jadi. Penduduk Medinah  kini  melihat
    pihak  Quraiza  telah  membukakan  jalan bagi Ahzab, yang akan
    memasuki kota dan membasmi mereka. Hal ini bukan hanya sekedar
    khayal  dan  ilusi  saja. Terbukti Banu Quraiza sekarang sudah
    memutuskan segala bantuan dan  bahan  makanan  kepada  mereka.
    Juga    terbukti    sekembalinya   Huyayy   b.   Akhtab   yang
    memberitahukan kepada mereka, bahwa  Quraiza  telah  tergabung
    dengan  pihak Quraisy dan Ghatafan - jiwa mereka sudah berubah
    dan mereka sudah siap-siap melakukan peperangan. Soalnya  lagi
    pihak  Quraiza  telah  memperpanjang waktu selama sepuluh hari
    lagi buat pihak Ahzab guna mengadakan  persiapan,  asal  Ahzab
    selama   sepuluh   hari  itu  benar-benar  mau  menyerbu  kaum
    Muslimin. Dan memang itulah yang mereka lakukan. Mereka  telah
    menyusun  tiga  buah pasukan besar guna memerangi Nabi. Sebuah
    pasukan dibawah  pimpinan  Ibn'l-A'war  as-Sulami  didatangkan
    dari  jurusan  sebelah  atas  wadi, pasukan yang dipimpin oleh
    'Uyayna b. Hishn datang dari sebelah samping, dan pasukan yang
    dipimpin  oleh  Abu Sufyan ditempatkan di jurusan parit. Dalam
    peristiwa inilah ayat berikut ini turun:
    
    "Tatkala mereka datang kepadamu dari jurusan atas  dan  bawah,
    dan pandangan mata sudah jadi kabur, hati pun naik menyekat di
    kerongkongan (sangat gelisah), ketika  itu  kamu  berprasangka
    tentang  Tuhan,  prasangka  yang  salah  belaka.  Saat  itulah
    orang-orang yang beriman mendapat cobaan dan mereka  mengalami
    keguncangan  yang  hebat sekali. Dan ingat! ketika orang-orang
    munafik dan orang-orang yang  berpenyakit  dalam  hatinya  itu
    berkata:  Apa  yang  dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kami
    hanyalah tipu daya  belaka.  Juga  ketika  ada  satu  golongan
    diantara  mereka itu berkata: "Wahai penduduk Yathrib! Tak ada
    tempat buat kamu. Kembalilah kamu pulang."  Dan  ada  sebagian
    dari  mereka itu yang meminta ijin kepada Nabi seraya berkata:
    'Sesungguhnya rumah-rumah  kami  terbuka.'  Tetapi  sebenarnya
    tidak  terbuka.  Hanya  saja mereka itu ingin melarikan diri."
    (Qur'an, 33: 10-13)
    
    Tetapi buat  penduduk  Yathrib  masih  dapat  dimaafkan  kalau
    mereka   sampai   begitu  takut  dan  hati  mereka  terguncang
    karenanya. Mereka yang masih dapat dimaafk

    Sejarah Hidup Muhammad

    oleh Muhammad Husain Haekal Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis


    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
     
    BAGIAN KEDELAPAN BELAS: PERANG KHANDAQ1 DAN BANU QURAIZA
    Muhammad Husain Haekal                                   (3/3)
    
    Ketika  Rasul  kemudian  sampai  ke  tempat  itu  Ali   segera
    menemuinya   dan   dimintanya   supaya   jangan  ia  mendekati
    perbentengan Yahudi itu.
    
    "Kenapa?"  tanya  Muhammad.  "Rupanya  kau  mendengar   mereka
    memaki-maki aku."
    
    "Ya" jawab Ali.
    
    "Kalau  mereka  melihat  aku"  kata  Rasulullah, "tentu mereka
    tidak akan mengeluarkan kata-kata itu."
    
    Setelah   berada   dekat   dari   perbentengan   itu    mereka
    dipanggil-panggil:
    
    "Hai,  golongan  kera. Tuhan sudah menghinakan kamu bukan, dan
    sudah menurunkan murkaNya kepada kamu sekalian?!"
    
    "Abu'l-Qasim,"  kata  mereka.  "Tentu   engkau   bukan   tidak
    mengetahui."
    
    Sepanjang  hari  itu kaum Muslimin terus berdatangan ke tempat
    Banu  Quraiza,  sehingga  mereka  dapat  berkumpul  di   sana.
    Kemudian Muhammad memerintahkan supaya tempat itu dikepung.
    
    Pengepungan  demikian  itu terjadi selama duapuluh lima malam.
    Sementara itu terjadi  pula  beberapa  kali  bentrokan  dengan
    saling melempar anak panah dan batu. Selama dalam kepungan itu
    Banu Quraiza samasekali tidak  berani  keluar  dari  kubu-kubu
    mereka. Setelah terasa lelah dan yakin pula bahwa mereka tidak
    akan dapat tertolong dari bencana dan mereka pasti akan  jatuh
    ke  tangan  kaum  Muslimin  apabila  masa pengepungan berjalan
    lama,  maka  mereka  mengutus  orang   kepada   Rasul   dengan
    permintaan  "supaya  mengirimkan  Abu Lubaba kepada kami untuk
    kami mintai pendapatnya sehubungan dengan masalah  kami  ini."
    Sebenarnya  Abu  Lubaba ini golongan Aus yang termasuk sahabat
    baik mereka.
    
    Begitu mereka melihat kedatangan Abu Lubaba, mereka memberikan
    sambutan  yang  luarbiasa.  Kaum  wanita  dan anak-anak segera
    meraung pula, menyambutnya dengan ratap tangis. Ia merasa  iba
    sekali melihat mereka.
    
    "Abu  Lubaba,"  kata  mereka  kemudian. "Apa kita harus tunduk
    kepada keputusan Muhammad?"
    
    "Ya" jawabnya sambil memberi isyarat dengan tangan  kelehernya
    "Kalau tidak berarti potong leher."
    
    Beberapa buku sejarah Nabi mengatakan, bahwa Abu Lubaba merasa
    sangat menyesal sekali memberikan isyarat demikian itu.
    
    Setelah Abu  Lubaba  pergi,  Ka'b b. Asad  menyarankan  kepada
    mereka,  supaya mereka mau menerima agama Muhammad dan menjadi
    orang Islam. Mereka serta  harta-benda  dan  anak-anak  mereka
    akan  hidup  lebih  aman.  Tetapi saran itu ditolak oleh teman
    Ka'b: "Kami tidak akan meninggalkan ajaran Taurat tidak  akan
    menggantikannya dengan yang lain."
    
    Kemudian  disarankannya  lagi supaya kaum wanita dan anak-anak
    itu dibunuh  saja,  dan  mereka  boleh  melawan  Muhammad  dan
    sahabat-sahabatnya  dengan  pedang terhunus tanpa meninggalkan
    suatu beban di belakang. Biar nanti  Tuhan  menentukan,  kalah
    atau  menang  melawan Muhammad. Kalau mereka hancur, tidak ada
    lagi turunan nanti yang akan  dikuatirkan.  Sebaliknya,  kalau
    menang  mereka  akan  memperoleh  wanita-wanita  dan anak-anak
    lagi.
    
    "Kasihan kita membunuhi mereka. Apa artinya hidup tanpa mereka
    itu."
    
    "Kalau  begitu  tak  ada  jalan  lain kita harus tunduk kepada
    keputusan Muhammad. Kita sudah mendengar, apa sebenarnya  yang
    sedang  menunggu  kita."  Demikian  kata  Ka'b kemudian kepada
    mereka.
    
    Mereka sekarang berunding antara sesama mereka.
    
    "Nasib mereka tidak akan lebih buruk dari Banu  Nadzir,"  kata
    salah  seorang  dari mereka. "Wakil-wakil mereka dari kalangan
    Aus akan  membela.  Kalau  mereka  mengusulkan  supaya  mereka
    dibolehkan  pergi  ke Adhri'at di wilayah Syam, tentu terpaksa
    Muhammad mengabulkan."
    
    Banu  Quraiza  mengirimkan  utusan  kepada   Muhammad   dengan
    menyarankan   bahwa  mereka  akan  pergi  ke  Adhri'at  dengan
    meninggalkan harta-benda  mereka.  Tetapi  ternyata  usul  ini
    ditolak.  Mereka  harus tunduk kepada keputusan. Dalam hal ini
    mereka lalu mengirim orang kepada Aus dengan pesan:  Tuan-tuan
    hendaknya  dapat  membantu saudara-saudaramu ini; seperti yang
    pernah dilakukan oleh Khazraj terhadap saudara-saudaranya.
    
    Sebuah rombongan dari kalangan  Aus  segera  berangkat  hendak
    menemui Muhammad.
    
    "Ya  Rasulullah,"  kata  mereka  memulai, "dapatkah permintaan
    kawan-kawan  sepersekutuan   kami   itu   dikabulkan   seperti
    permintaan  kawan-kawan  sepersekutuan  Khazraj dulu yang juga
    sudah dikabulkan?"
    
    "Saudara-saudara dari  Aus,"  kata  Muhammad,  "Dapatkah  kamu
    menerima  kalau  kuminta  salah  seorang  dari  kamu menengahi
    persoalan dengan teman-teman sepersekutuanmu itu?"
    
    "Tentu sekali," jawab mereka.
    
    "Kalau begitu," katanya lagi, "katakan kepada  mereka  memilih
    siapa saja yang mereka kehendaki."
    
    Dalam  hal  ini pihak Yahudi lalu memilih Sa'd b. Mu'adh. Mata
    mereka  seolah-olah  sudah  tertutup  dari  nasib  yang  sudah
    ditentukan  bagi  mereka  itu, sehingga mereka samasekali lupa
    akan kedatangan Sa'd tatkala  pertama  kali  mereka  melanggar
    perjanjian,   lalu  diberi  peringatan,  juga  tatkala  mereka
    memaki-maki Muhammad di depannya serta mencerca kaum  Muslimin
    tidak pada tempatnya.
    
    Sa'd  lalu  membuat  persetujuan dengan kedua belah pihak itu.
    Masing-masing hendaknya dapat  menerima  keputusan  yang  akan
    diambilnya.  Setelah  persetujuan  demikian  diberikan, kepada
    Banu  Quraiza  diperintahkan  supaya  turun   dan   meletakkan
    senjata.  Keputusan  ini  mereka  laksanakan.  Seterusnya Sa'd
    memutuskan, supaya  mereka  yang  terjun  melakukan  kejahatan
    perang  dijatuhi  hukuman mati, harta-benda dibagi, wanita dan
    anak-anak supaya ditawan.
    
    Mendengar keputusan itu Muhammad berkata:
    
    "Demi Yang menguasai diriku.  Keputusanmu  itu  diterima  oleh
    Tuhan  dan  oleh  orang-orang  beriman,  dan  dengan  itu  aku
    diperintahkan."
    
    Sesudah  itu  ia  keluar   ke   sebuah   pasar   di   Medinah.
    Diperintahkannya  supaya  digali beberapa buah parit di tempat
    itu. Orang-orang Yahudi itu dibawa  dan  disana  leher  mereka
    dipenggal,  dan  didalam  parit-parit  itu  mereka dikuburkan.
    Sebenarnya Banu Quraiza tidak menduga  akan  menerima  hukuman
    demikian  dari  Said  b.  Mu'adh  teman  sepersekutuannya itu.
    Bahkan  tadinya  mereka  mengira  ia  akan  bertindak  seperti
    Abdullah  b.  Ubayy  terhadap  Banu Qainuqa.' Mungkin teringat
    oleh  Said,  bahwa  kalau  pihak  Ahzab  yang  menang   karena
    pengkhianatan  Banu  Quraiza  itu,  kaum  Muslimin  pasti akan
    dikikis habis, akan  dibunuh  dan  dianiaya.  Maka  balasannya
    seperti yang sedang mengancam kaum Muslimin sendiri.
    
    Keuletan  orang-orang Yalmudi menghadapi maut dapat kita lihat
    dalam percakapan Huyayy b. Akhtab  ini  ketika  ia  dihadapkan
    untuk  menjalani  hukuman  potong leher, Nabi telah menatapnya
    seraya berkata:
    
    "Huyayy, bukankah Tulman sudah membuat kau jadi hina?"
    
    "Setiap orang merasakan kematian," kata Huyayy. "Umurku  juga
    tidak  akan dapat kulampaui. Aku tidak akan menyalahkan diriku
    dalam memusuhimu ini."' Lalu ia menoleh  kepada  orang  banyak
    sambil   katanya   lagi:  "Saudara-saudara.  Tidak  apa  kita
    menjalani perintah Tuhan, yang telah mentakdirkan kepada  Banu
    Israil menghadapi perjuangan ini."
    
    Kemudian  juga  peristiwa  yang  terjadi dengan Zubair b. Bata
    dari Banu Quraiza. Ia pernah berjasa  kepada  Thabit  b.  Qais
    ketika  terjadi  perang  Bu'ath, sebab ia telah membebaskannya
    dari tawanan musuh.  Sekarang  Thabit  ingin  membalas  dengan
    tangannya  sendiri  budi  orang  itu,  setelah Sa'd ibn Mu'adh
    menjatuhkan   keputusannya   terhadap   orang-orang    Yahudi.
    Disampaikannya kepada Rasulullah tentang jasa Zubair kepadanya
    dulu dan ia  mempertaruhkan  diri  minta  persetujuannya  akan
    menyelamatkan    nyawa    Zubair.    Rasulullah    mengabulkan
    pernmintaannya itu. Tetapi  setelah  Zubair  mengetahui  usaha
    Thabit  itu  ia berkata: Orang yang sudah setua aku ini, tidak
    lagi ada isteri, tidak  lagi  ada  anak;  buat  apa  lagi  aku
    hidup?!"
    
    Sekali lagi Thabit mempertaruhkan diri minta supaya isteri dan
    anak-anaknya dibebaskan. Ini pun dikabulkan juga.  Selanjutnya
    dimintanya   supaya   hartanya  juga  diselamatkan.  Juga  ini
    dikabulkan.
    
    Setelah Zubair merasa puas tentang isteri, anak  dan  hartanya
    itu,  ia bertanya lagi tentang Ka'b b. Asad, tentang Huyayy b.
    Akhtab dan 'Azzal b. Samu'al serta  pemimpin-pemimpin  Quraiza
    yang  lain. Sesudah diketahuinya, bahwa mereka sudah menjalani
    hukuman mati, ia berkata:
    
    "Thabit, dengan budiku kepadamu itu aku minta, susulkanlah aku
    kepada  mereka.  Sesudah  mereka tidak ada, juga tidak berguna
    aku hidup lagi. Aku sudah tidak betah  hidup  lama-lama  lagi.
    Biarlah  aku  segera  bertemu dengan orang-orang yang kucintai
    itu!"
    
    Dengan demikian hukuman  potong  leher  dijalankan  juga  atas
    permintaannya sendiri.
    
    Pada  dasarnya  dalam  perang  itu  pihak  Muslimin tidak akan
    membunuh wanita atau anak-anak. Tetapi pada waktu  itu  mereka
    sampai  membunuh  seorang  wanita  juga  yang telah lebih dulu
    membunuh seorang  Muslim  dengan  mempergunakan  batu  giling.
    Dalam hal ini Aisyah pernah berkata:
    
    "Tentang  dia  sungguh  suatu  hal yang aneh tidak pernah akan
    saya lupakan.  Dia  seorang  orang  yang  periang  dan  banyak
    tertawa, padahal dia mengetahui akan dibunuh mati."
    
    Waktu  itu  ada  empat  orang  pihak  Yahudi yang masuk Islam.
    Mereka ini terhindar dari maut.
    
    Menurut hemat kami terbunuhnya  Banu  Quraiza  itu  berada  di
    tangan  Huyayy  b.  Akhtab,  meskipun  dia  sendiri juga turut
    terbunuh.  Dia  telah  melanggar  janji   yang   dibuat   oleh
    golongannya  sendiri,  oleh  Banu  Nadzir,  yang oleh Muhammad
    telah dikeluarkan dari Medinah dengan tiada seorang  pun  yang
    dibunuh, setelah keputusannya itu mereka terima. Tetapi dengan
    tindakannya menghasut pihak  Quraisy  dan  Ghatafan,  kemudian
    menyusun  masyarakat  dan  kabilah-kabilah  Arab  semua supaya
    memerangi Muhammad, hal ini telah memperbesar rasa  permusuhan
    antara  golongan  Yahudi dengan kaum Muslimin, sehingga mereka
    itu berkeyakinan, bahwa kaum Israil itu tidak akan merasa puas
    sebelum  dapat mengikis habis Muhammad dan sahabat-sahabatnya.
    Dia juga lagi yang kemudian mengajak  Banu  Quraiza  melanggar
    perjanjian  dan  meninggalkan  sikap  kenetralannya. Sekiranya
    Banu Quraiza tetap bertahan,  tentu  mereka  takkan  mengalami
    nasib  seburuk  itu.  Dia juga yang kemudian datang ke benteng
    Banu Quraiza - setelah  kepergian  pihak  Ahzab  dan  mengajak
    mereka  melawan  kaum  Muslimin.  Sekiranya dari semula mereka
    sudah bersedia pula menerima keputusan Muhammad serta mengakui
    kesalahannya   yang  telah  melanggar  janjinya  sendiri  itu,
    pertumpahan darah dan pemotongan leher niscaya takkan terjadi.
    Akan  tetapi,  permusuhan  itu sudah begitu berakar dalam jiwa
    Huyayy dan kemudian menular pula  ke  dalam  hati  orang-orang
    Quraiza,   sehingga  Sa'd  b.  Mu'adh  sendiri  sebagai  kawan
    sepersekutuan mereka yakin bahwa kalau mereka dibiarkan hidup,
    keadaan tidak akan pernah jadi tenteram. Mereka akan menghasut
    lagi golongan  Ahzab,  akan  mengerahkan  kabilah-kabilah  dan
    orang-orang  Arab supaya memerangi Muslimin, dan akan mengikis
    sampai  ke  akar-akarnya  kalau  mereka   dapat   mengalahkan.
    Keputusan  yang telah diambilnya dengan begitu keras, hanyalah
    karena terdorong oleh sikap hendak mempertahankan diri, dengan
    pertimbangan  bahwa  adanya  atau lenyapnya orang-orang Yahudi
    itu berarti hidup atau matinya kaum Muslimin.
    
    Kaum wanita, anak-anak serta  harta-benda  Banu  Quraiza  oleh
    Nabi   di   bagi-bagikan   kepada   kaum   Muslimin,   setelah
    seperlimanya dikeluarkan, Setiap seorang dari pasukan  berkuda
    mendapat dua pucuk panah, untuk kudanya sepucuk panah.
    
    Prajurit  yang  berjalan  kaki  mendapat sepucuk panah. Jumlah
    kuda dalam peristiwa Quraiza itu sebanyak tigapuluh enam ekor.
    
    Setelah itu, Sa'd b. Zaid kemudian mengirimkan tawanan-tawanan
    Banu  Quraiza  itu ke Najd. Dengan demikian dibelinya beberapa
    ekor kuda dan senjata untuk lebih memperkuat  angkatan  perang
    Muslimin.
    
    Raihana  adalah  salah  seorang tawanan Banu Quraiza. Ia jatuh
    menjadi bagian Muhammad. Kepadanya ditawarkan  kalau-kalau  ia
    bersedia  menjadi orang Islam. Tetapi ia tetap bertahan dengan
    agama Yahudinya. Juga ditawarkan kepadanya kalau-kalau ia  mau
    di  kawini.  Tetapi  dia  menjawab: "Biar sajalah saya dibawah
    tuan. Ini akan lebih ringan buat saya, juga buat tuan."
    
    Barangkali  juga,  melekatnya  ia  kepada  agama  Yahudi   dan
    penolakannya   akan   dikawin,   berpangkal   pada   fanatisma
    kegolongan, serta  sisa-sisa  kebencian  yang  masih  tertanam
    dalam hatinya terhadap kaum Muslimin dan terhadap Nabi. Tetapi
    tidak ada orang yang bicara tentang kecantikan Raihana seperti
    yang  pernah  disebut-sebut  orang  tentang  Zainab bt. Jahsy,
    sekalipun ada juga yang menyebutkan  bahwa  dia  juga  cantik.
    Buku-buku  sejarah dalam hal ini berbeda-beda pendapat: Adakah
    ia juga menggunakan tabir seperti terhadap isteri-isteri Nabi,
    atau  masih seperti wanita-wanita Arab umumnya pada waktu itu,
    yang memang tidak menggunakan tutup muka.  Sampai  pada  waktu
    Raihana wafat di tempat Nabi, ia tetap sebagai miliknya.
    
    Adanya  serbuan  Ahzab  serta  hukuman  yang telah di jatuhkan
    kepada Banu Quraiza, telah memperkuat  kedudukan  Muslimin  di
    Medinah.  Orang-orang  golongan Munafik sudah samasekali tidak
    bersuara lagi. Semua masyarakat dan kabilah-kabi]ah Arab sudah
    mulai   bicara   tentang   kekuatan  dan  kekuasaan  Muslimin,
    disamping posisi dan kewibawaan Muhammad yang ada. Akan tetapi
    ajaran  itu  bukan  hanya  buat  Medinah  saja, meiainkan buat
    seluruh dunia. Jadi Nabi dan  sahabat-sahabatnya  masih  harus
    terus  meratakan jalan dalam menjalankan perintah Allah, dalam
    mengajak  orang  menganut  agama  yang  benar,  dengan   terus
    membendung  setiap  usaha yang hendak melanggarnya. Dan memang
    inilah yang mereka lakukan.
    
    Catatan kaki:
    
     1 Khandaq berarti parit. Dalam terjemahan seterusnya
       sering dipakai kata parit (A).
    
     2 Ghatafan merupakan sekumpulan kabilah-kabilah, yang
       terkenal diantaranya kabilah 'Abs dan Dhubyan yang
       terlibat dalam perang Dahis, dan Dhubyan ini bercabang
       lagi menjadi 'Ailan, Fazara, Murra, Asyja', Sulaim dan
       lain-lain (A).
    
     3 Aslinya Al-Ahzab, kelompok-kelompok atau puak-puak.
       Di sini berarti persekutuan atau gabungan kekuatan
       angkatan perang kabilah-kabilah Arab di sekitar Mekah
       dan Medinah serta golongan Yahudi, yang bersama-sama
       hendak menghancurkan kaum Muslimin di Medinah. Dalam
       terjemahan selanjutnya lebih banyak dipergunakan kata
       Ahzab (A).
    
     4 Yakni Hari Sabat, hari besar agama Yahudi (A)
    
    ---------------------------------------------
    S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D
    
    oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
    diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah
    
    Penerbit PUSTAKA JAYA
    Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
    Cetakan Kelima, 1980
    
    Seri PUSTAKA ISLAM No.1
      Indeks Islam | Indeks Haekal | Indeks Artikel | Tentang Penulis

    ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team
     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel