Updates from February, 2008 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 6:17 am on 02/02/2008 Permalink | Reply
    Tags: PENJELASAN AYAT2 YANG DIJADIKAN " MASALAH " OLEH NETTER   

    PENJELASAN AYAT2 AL QURAN YANG DIJADIKAN ” MASALAH ” OLEH NETTER KAFIR DI IFF 

    agamaislam wrote on Dec 16, ’07
    PENJELASAN AYAT2 YANG DIJADIKAN ” MASALAH ” OLEH NETTER KAFIR DI IFF ( BAGIAN 4 )
    ==========================================================================

    10 Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.(QS. 5:10)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 10
    وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (10)
    Selanjutnya Allah menyatakan bahwa orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, adalah penghuni neraka. Ayat-ayat Allah artinya tanda-tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Alquran dan setiap ayatnya yang menjadi mukjizat yang besar bagi kenabian dan kerasulan Muhammad saw. adalah tanda adanya Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.
    Pada akhir ayat Allah menyatakan, bahwa orang-orang kafir yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat-Nya adalah penghuni neraka.
    ============================================================================================

    4 Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk) nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.(QS. 7:4)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al A’raaf 4
    وَكَمْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ (4)
    Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa tidak sedikit negeri yang telah dimusnahkan dan penduduknya dibinasakan karena kedurhakaannya. Mereka menentang, membangkang dan mendustakan para rasul Allah yang diutus kepadanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan.
    Perhatikan firman Allah swt.:

    فَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَشِيدٍ
    Artinya:
    Berapalah banyaknya kota yang Kami telah binasakannya yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.
    (Q.S Al Hajj: 45)
    Dan firman Allah:

    وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلًا وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ
    Artinya:
    Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya, maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka kecuali sebagian kecil. Dan Kami adalah pewaris-pewarisnya.
    (Q.S Al Qasas: 58)
    Apabila suatu negeri akan dimusnahkan, maka datanglah azab dan siksaan Allah ke negeri itu dalam keadaan mereka sedang lengah dan tidak menduga sama sekali karena tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Adakalanya siksaan itu datang di waktu malam di waktu mereka bersenang-senang, merasa aman sebagaimana halnya kaum Nabi Lut. Dan adakalanya datang di waktu siang di kala mereka istirahat tidur-tiduran sebagaimana halnya kaum Nabi Syuaib.

    حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
    Artinya:
    Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya dan memakai (pula) perhiasannya dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) laksana tanaman-tanaman yang sudah disabit seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.
    (Q.S Yunus: 24)
    Dan firman-Nya:

    أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَأَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ
    Artinya:
    Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
    (Q.S Al A’raf: 97-98)

    ==========================================================================================
    33 Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,(QS. 5:33)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 33
    إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33)
    . Sebab turun ayat ini menurut riwayat Bukhari dan Muslim dan Anas adalah sebagai berikut: Beberapa orang dari suku U’kal dan suku U’rainah datang kepada Rasulullah saw. guna membicarakan tentang niat mereka untuk masuk Islam.
    Kemudian mereka mengatakan bahwa mereka tidak merasa senang tinggal di Madinah. Rasulullah saw. memerintahkan kepada seorang penggembala dengan membawa beberapa ekor unta agar membawa orang-orang itu keluar kota dan mereka diperbolehkan minum air susu unta itu. Mereka berangkat bersama penggembala itu dan setelah sampai di Harran mereka berbalik menjadi kafir dan membunuh penggembala unta serta menggiring unta-unta itu. Berita peristiwa itu sampai kepada Rasulullah saw. Kemudian beliau mengirim suatu rombongan untuk mengejar mereka. Setelah mereka diketemukan di Harrah itu mereka dihukum dengan hukuman cukil mata yang dibakarkan ke mata mereka. Kemudian tangan dan kaki mereka dipotong secara menyilang yaitu (tangan kanan dan kaki kiri) dan mereka dibiarkan sampai ajal mereka tiba. Setelah peristiwa itu maka turunlah ayat ini.
    Imam Bukhari menambahkan keterangan bahwa Qatadah yang meriwayatkan hadis dari Anas berkata telah sampai kepada kami berita bahwa Nabi saw. sesudah mengetahui kejadian itu menyuruh sahabatnya bersedekah dan melarang melakukan Penyiksaan yang melampaui batas prikemanusiaan.
    Orang-orang yang mengganggu keamanan dan mengacau ketenteraman, menghalangi berlakunya hukum, keadilan dan syariat, merusak kepentingan umum seperti membinasakan ternak, merusak pertanian dan lain-lain, mereka dapat dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kakinya dengan bersilang atau diasingkan. Menurut jumhur, hukuman bunuh itu dilakukan terhadap pengganggu keamanan yang disertai dengan pembunuhan, hukuman salib sampai mati dilakukan terhadap pengganggu keamanan yang disertai dengan pembunuhan dan perampasan harta, hukuman potong tangan bagi yang melakukan perampasan harta dengan hukuman terhadap pengganggu keamanan yang disertai ancaman dan menakut-nakuti. Ada pendapat yang mengatakan bahwa hukum buangan itu boleh diganti dengan penjara. Hukuman pada ayat ini ditetapkan sedemikian berat, karena dari segi gangguan keamanan yang dimaksud itu selain ditujukan kepada umum juga kerap kali mengakibatkan pembunuhan, perampasan, pengrusakan dan lain-lain. Oleh sebab itu kesalahan-kesalahan ini oleh siapapun tidak boleh diberi ampunan. Orang-orang yang mendapat hukuman sebagaimana dimaksud pada ayat ini selain dipandang hina di dunia, mereka di akhirat nanti diancam dengan siksa yang amat besar.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Maa-idah 33
    إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33)
    (Bahwasanya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya) artinya dengan memerangi kaum muslimin (dan membuat kerusakan di muka bumi) dengan menyamun dan merampok (ialah dengan membunuh atau menyalib mereka atau tangan dan kaki mereka dipotong secara timbal balik) maksudnya tangan kanan dengan kaki kiri mereka (atau dibuang dari kampung halamannya). Atau secara bertingkat, maka hukum bunuh itu ialah bagi yang membunuh saja, hukum salib bagi yang membunuh dan merampas harta, hukum potong bagi yang merampas harta tetapi tanpa membunuh sedangkan hukum buang bagi yang mengacau saja. Hal ini dikemukakan oleh Ibnu Abbas dan dianut oleh Syafii. Menurut yang terkuat di antara dua buah pendapat dilaksanakannya hukum salib itu ialah tiga hari setelah dihukum bunuh. Tetapi ada pula yang mengatakan tidak lama sebelum dibunuh. Termasuk dalam hukum buang hukuman lain yang sama pengaruhnya dalam memberikan pelajaran seperti tahanan penjara dan lain-lain. (Demikian itu) maksudnya pembalasan atau hukuman tersebut (merupakan kehinaan bagi mereka) kenistaan (di dunia sedangkan di akhirat mereka beroleh siksa yang besar) yaitu siksa neraka.

    34 kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 5:34)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 34
    إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (34)
    Para pengganggu keamanan dan hukumannya telah dijelaskan pada ayat 33 di atas, jika mereka sebelum ditangkap oleh pihak penguasa, maka bagi mereka tidak berlaku lagi hukuman-hukuman yang tertera pada ayat 33, yang menurut istilah syarak disebut “hududullah” dan juga tidak dilakukan lagi.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Maa-idah 34
    إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (34)
    (Kecuali orang-orang yang tobat) di antara orang-orang yang menyalakan api dan peperangan perampokan tadi (sebelum kamu dapat menguasai mereka, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun) terhadap mereka atas perbuatan mereka itu (lagi Maha Penyayang) kepada mereka. Dalam ayat ini tidak disebutkan “janganlah mereka kamu jatuhi hukuman” untuk menunjukkan bahwa dengan bertobat itu yang gugur hanyalah hak Allah dan tidak hak manusia. Demikian yang dapat ditangkap dengan jelas dan saya lihat tidak seorang pun yang menentangnya, wallahu a`lam. Maka jika seseorang membunuh dan merampas harta, maka ia dihukum bunuh dan dipotong tetapi tidak disalib. Ini merupakan yang terkuat di antara kedua pendapat Syafii. Mengenai bertobat setelah ia dapat ditangkap, maka tak ada pengaruh dan manfaat apa-apa. Ini juga merupakan yang terkuat di antara kedua pendapat Imam Syafii.
    ===========================================================================================

    51 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (mu); sebahagian mereka adalah wali bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.(QS. 5:51)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 51
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (51)
    Ada beberapa riwayat yang menerangkan sebab turunnya ayat ini. Antara lain ialah riwayat dari Ibnu Syaibah dan Ibnu Jarir dari Atiyah bin Sad menceritakan, bahwa Ubadah bin Shamit dari Bani Khazraj datang menghadap Rasulullah saw. seraya berkata, “Ya Rasulullah, saya ini orang yang mempunyai ikatan persahabatan dengan orang-orang Yahudi yang merupakan kawan-kawan yang akrab sekali, bukan dengan beberapa orang saja tetapi jumlah yang banyak. Saya ingin mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya dengan meninggalkan hubungan saya yang akrab selama ini dengan orang-orang Yahudi.” Mendengar ucapan Ubadah itu lalu Abdullah bin Ubay berkata, “Saya ini adalah seorang yang penakut, saya takut kalau-kalau nanti mendapat bahaya dari orang-orang Yahudi bila diputuskan hubungan yang akrab dengan mereka.” Maka Rasulullah saw. berkata kepada Abdullah bin Ubay, “Perasaan yang terkandung dalam hati mengenai hubungan orang-orang Yahudi dengan Ubadah biarlah untuk kau saja bukan untuk orang lain.” Lalu Abdullah bin Ubay menjawab, “Kalau begitu akan saya terima.”
    Pada ayat lain Allah swt. melarang orang-orang yang beriman agar jangan menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman akrab yang akan memberikan pertolongan dan perlindungan apalagi untuk dipercayai sebagai pemimpin. Selain dari ayat ini masih banyak ayat-ayat yang lain dalam Alquran yang menyatakan larangan seperti ini terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani.
    Diulangnya berkali-kali larang ini dalam beberapa ayat dalam Alquran menunjukkan bahwa persoalannya sangat penting dan bila dilanggar akan mendatangkan bahaya yang besar.
    Larangan ini berlaku atas diri pribadi. Seorang mukmin dilarang menjadikan orang Yahudi dan Nasrani teman yang akrab, tempat menumpahkan rahasia dan kepercayaan seperti halnya dengan sesama mukmin. Begitu juga, berlaku terhadap jemaah dan masyarakat mukmin, bahwa mereka dilarang untuk menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu jadi pembela, pelindung dan penolong lebih-lebih dalam urusan yang berhubungan dengan agama dan kepercayaan. Kalau hanya untuk berteman biasa dalam pergaulan, apalagi dalam urusan-urusan keduniaan, Allah tidak melarangnya, asal saja hati-hati dalam pergaulan sebab bagi mereka sifat melanggar janji dan berbohong untuk mencari keuntungan duniawi adalah biasa saja. Hal yang seperti ini sudah diperlihatkan oleh Rasulullah saw. ketika Nabi berada di Madinah, mengadakan hubungan kerja sama dengan orang Yahudi dan Nasrani dan kadang-kadang mengadakan perjanjian-perjanjian dengan mereka, bila dipandang ada maslahatnya bagi orang-orang yang beriman.
    Orang Yahudi dan Nasrani itu rasa golongan dan kesukuan mereka sangat tebal. Karena itu walau bagaimanapun baiknya hubungan mereka dengan orang mukmin, sehingga suka mengadakan perjanjian untuk kerja sama dengan mereka tapi kalau akan merugikan golongan dan bangsanya, mereka tidak akan segan-segan berbalik ke belakang, mengkhianati janji dan memusuhi orang mukmin. Mereka sesama mereka senantiasa tolong-menolong, bersatu dalam menghadapi orang mukmin. Lahirnya baik, tapi batinnya selalu mencari kesempatan untuk menghancurkan orang-orang mukmin.
    Karena itu dalam akhir ayat ini Allah menegaskan lagi, bahwa barang siapa di antara orang-orang mukmin yang menjadikan orang Yahudi Nasrani sebagai teman akrabnya, maka orang itu telah termasuk golongan mereka, tanpa sadar lambat-laun orang itu akan terpengaruh, bukan akan membantu Islam, tetapi akan menjadi musuh Islam. Kalau dia telah menjadi musuh Islam, berarti dia telah menganiaya dirinya sendiri. Ketahuilah, bahwa Allah tidak akan menunjuki orang-orang yang aniaya, kepada jalan yang benar untuk mencapai hidup bahagia di dunia dan akhirat.
    ==========================================================================================

    101 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakannya di waktu Al quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.(QS. 5:101)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 101
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ (101)
    Dalam ayat ini Allah swt. memberikan bimbingan kepada hamba-Nya, agar mereka membenarkan apa-apa yang telah diturunkan-Nya dan yang telah disampaikan oleh rasul-Nya kepada mereka, dan agar mereka tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang beraneka ragam, yang andaikata diberikan kepada mereka jawaban atas pertanyaan itu maka akan memberatkan mereka sendiri, karena akan menambah beratnya beban dan kewajiban mereka. Dan hal ini pastilah akan menjadikan hati mereka kesal.
    Menurut riwayat, ayat ini turun ketika ada orang-orang mengajukan pertanyaan kepada Rasulullah saw. yang kadang-kadang untuk mengujinya, dan kadang-kadang untuk mengejeknya. Ada orang yang bertanya kepada Nabi, “Siapakah ayahku?” Dan ada pula seorang kehilangan untanya bertanya kepada Nabi, “Di manakah gerangan untaku itu?”
    Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, bahwa ia berkata, “Rasulullah saw. telah berkhutbah kepada kami, beliau bersabda, “Wahai umatku, sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu ibadah haji, maka berhajilah kamu.” Tiba-tiba ada seseorang bertanya, “Apakah setiap tahun kami harus berhaji, ya Rasulullah?” Rasulullah tidak menjawab pertanyaan itu, sehingga orang tersebut menanyakan lagi sampai tiga kali. Kemudian barulah Rasulullah saw. bersabda, “Kalau saya jawab “ya”, maka berhaji setiap tahun itu akan menjadi wajib; kalau ia sudah menjadi wajib niscaya kamu tak sanggup melaksanakannya.” Kemudian beliau bersabda, “Sebaiknyalah tidak kamu tanyakan kepadaku apa-apa yang tidak aku sampaikan kepadamu.” Maka turunlah ayat ini.
    Selanjutnya, dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan bahwa apabila mereka menanyakan sesuatu kepada Nabi ketika turun ayat yang berkenaan dengan masalah itu, dan pertanyaan tersebut memang perlu dijawab untuk memahami isi dan maksud dari ayat tersebut, maka Allah membolehkannya dan memaafkan orang yang mengajukan pertanyaan itu.
    Pada akhir ayat ini Allah swt. menegaskan, bahwa Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. Maksudnya ialah Allah mengampuni orang-orang yang mengajukan pertanyaan yang benar-benar berfaedah, dan hal-hal yang tidak disebutkan dalam kitab-Nya, dan hal-hal yang tidak dibebankan-Nya kepada hamba-Nya dan larangan-Nya kepada mereka untuk tidak mengajukan pertanyaan kepada Rasul yang dapat menambah beratnya beban mereka itu pun merupakan rahmat-Nya kepada hamba-Nya. Sehubungan dengan ini Rasulullah saw. telah bersabda:

    إن الله تعالى فرض فرائض فلا تضيعوها ونهى عن أشياء فلا تنتهكوها وحد حدودا فلا تعتدوها وعفا عن أشياء من غير نسيان فلا تبحثوا عنها
    Artinya:
    Sesungguhnya Allah telah menentukan beberapa kewajiban yang harus kamu tunaikan, maka janganlah disia-siakan dan Dia telah melarang kamu dari melakukan beberapa macam perbuatan, maka janganlah kamu melanggarnya; dan Dia telah menetapkan beberapa pembatasan, maka janganlah kamu lampaui; dan Dia telah memaafkan kamu dari berbagai hal, bukan karena lupa, maka janganlah kamu mencari-carinya.
    (H.R. Abi Sa’labah al-Khasyani, Tafsir Al-Maragi, juz VII, hal. 42)
    Sehubungan dengan ampunan Allah yang tersebut dalam ayat ini, dapat juga dipahami, bahwa Dia memaafkan kesalahan-kesalahan sebelum larangan ini, sehingga dengan demikian Dia tidak menimpakan siksa, karena amat luasnya ampunan dan kesantunan-Nya kepada hamba-Nya. Ini sesuai dengan firman-Nya pada ayat-ayat yang lain, di antaranya ialah:

    عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ
    Artinya:
    Allah memaafkan apa-apa yang telah lalu.
    (Q.S. Al-Ma’idah: 95)

    102 Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya.(QS. 5:102)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 102
    قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ (102)
    Pada ayat ini Allah swt. mengingatkan kaum Muslimin, bahwa banyak bertanya mengenai masalah-masalah hukum agama seperti yang mereka lakukan itu, telah pernah terjadi pada bangsa-bangsa terdahulu, akan tetapi setelah mereka diberi jawaban dan penjelasan, mereka tidak mau melaksanakannya, bahkan mereka membelakanginya, karena mereka anggap terlalu berat. Kemudian mereka lalu mengingkari hukum-hukum tersebut, atau mereka katakan bahwa hukum-hukum tersebut tidak datang dari Allah. Bagaimanapun juga, semuanya itu adalah merupakan kekafiran, yang patut dikenakan azab, baik di dunia maupun di akhirat.
    ===========================================================================================

    agamaislam wrote on Dec 16, ’07
    PENJELASAN AYAT2 YANG DIJADIKAN ” MASALAH ” OLEH NETTER KAFIR DI IFF ( BAGIAN 3 )
    ==========================================================================

    3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: Dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS. 4:3)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 3
    وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا (3)
    Allah menjelaskan seandainya kamu tidak dapat berlaku adil atau tak dapat menahan diri dari memakan harta anak yatim itu, bila kamu menikahinya. maka janganlah kamu menikahinya dengan tujuan menghabiskan hartanya, melainkan nikahkanlah ia dengan orang lain. Dan kamu pilihlah wanita lain yang kamu senangi satu, dua, tiga, atau empat, dengan syarat haruslah kamu memperlakukan istri-istri kamu itu dengan adil yaitu tentang persamaan waktu bermalam (giliran), nafkah, perumahan serta hal-hal yang berbentuk materi lainnya.
    Apabila kamu tidak dapat melakukan semua itu dengan adil, maka cukuplah kamu nikah dengan seorang saja, atau memperlakukan sebagai istri hamba sahaya yang kamu miliki tanpa akad nikah. Kepada mereka telah cukup apabila. kamu penuhi nafkah untuk kehidupannya. Hal tersebut adalah merupakan suatu usaha yang baik agar kamu tidak terjerumus kepada perbuatan aniaya
    Memang benarlah, suatu rumah tangga yang baik dan harmonis dapat diwujudkan oleh pernikahan monogami. Adanya poligami dalam rumah tangga dapat menimbulkan banyak hal yang dapat mengganggu ketenteraman rumah tangga tersebut.
    Akan tetapi manusia dengan fitrah kejadiannya memerlukan hal-hal yang dapat menyimpangkannya dari monogami. Hal tersebut bukanlah karena dorongan sex semata. akan tetapi justru untuk mencapai kemaslahatan mereka sendiri yang karenanya Allah membolehkan (menurut fuqaha) atau memberi hukum keringanan rukhsah menurut ulama tafsir) kaum laki-laki untuk melakukan poligami (beristri lebih dari satu). Adapun sebab-sebab yang membuat seseorang berpoligami adalah sebagai berikut:
    a. Apabila dalam suatu rumah tangga belum mempunyai seorang keturunan sedang istri menurut pemeriksaan dokter dalam keadaan mandul, padahal sesuatu perkawinan diharapkan untuk mendapatkan keturunan, maka poligami merupakan suatu jalan keluar yang paling baik.
    b. Bagi kaum wanita, masa berhenti haid baginya (karena daya kemampuan berkurang) lebih cepat datangnya, sebaliknya bagi seorang pria walau telah mencapai umur yang tua, namun apabila kondisi fisiknya sehat ia masih perlu melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami: Dalam keadaan ini apakah dibiarkan seorang pria itu berzina ? Maka di sinilah dirasakan hikmah bolehnya poligami tersebut.
    c. Sebagai akibat dari suatu peperangan umpamanya di mana jumlah kaum wanita lebih banyak dari kaum pria. Suasana ini lebih mudah menimbulkan hal-hal negatif bagi kehidupan masyarakat apabila tidak dibuka pintu poligami.
    ===========================================================================================

    11 Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: Bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi-dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. 4:11)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 11
    يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا (11)
    Adapun sebab turun ayat ini menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dun Tirmizi dari sahabat Jabir yang artinya Telah datang kepada Rasulullah saw istri Saad bin Rabi’ dan berkata “Wahai Rasulullah ini adalah dua anak perempuan Sa’ad bin Rabi’. Ia telah gugur dalam perang Uhud, seluruh hartanya telah diambil pamannya dan tak ada yang ditinggalkan untuk mereka sedangkan mereka tak dapat nikah bila tidak memiliki harta”. Rasulullah saw. berkata, “Allah akan memberikan hukumnya”, maka turunlah ayat warisan. Kemudian Rasulullah saw mendatangi paman kedua anak tersebut dun berkata: “Berikan dua pertiga dari harta Sa’ad kepada anaknya dan kepada ibunya berikan seperdelapannya sedang sisanya ambillah untuk kamu”. Dalam ayat ini Allah menyampaikan wasiat yang mewajibkan kepada kaum muslimin yang telah mukalaf untuk menyelesaikan harta warisan bagi anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya baik mereka laki-laki atau perempuan. Apabila ahli waris itu sendiri terdiri dari anak-anak laki-laki dan perempuan maka berikan kepada yang laki-laki dua bagian dan kepada yang perempuan satu bagian. Adapun hikmah anak laki-laki diberikan dua bagian yaitu karena laki-laki memerlukan harta untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan nafkah istrinya serta anaknya, sedang perempuan hanya memerlukan biaya untuk diri sendiri. Adapun apabila ia telah menikah maka kewajiban nafkah itu ditanggung oleh suaminya. Karena itu wajarlah jika ia diberikan satu bagian. Yang dimaksud anak atau ahli waris lainnya dalam ayat ini adalah secara umum. Kecuali karena ada halangan yang-menyebabkan anak atau ahli waris lainnya tidak mendapat hak warisan. Adapun yang dapat menghalangi seseorang menerima hak warisannya adalah:
    1. Berlainan agama, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang berbunyi:

    لا يتوارث أهل ملتين
    Artinya:
    “Tidak ada waris mewarisi antara orang-orang yang berlainan agama”
    (H.R. Ibnu Majah)
    2. Membunuh pewaris. ini berdasarkan hadis dan ijmak.
    3. Bila ahli waris menjadi hamba sahaya.
    4. Harta peninggalan para nabi tidak boleh dibagi-bagi sebagai warisan.
    Selanjutnya ditentukan oleh Allah SWT apabila seorang wafat hanya mempunyai anak perempuan yang jumlahnya lebih dan dua orang dan tidak ada anak laki-laki, maka mereka keseluruhannya mendapat dua pertiga dari jumlah harta, lalu dibagi rata di antara mereka masing-masing. Akan tetapi apabila yang ditinggalkan itu anak perempuan hanya seorang diri maka ia mendapat seperdua dari jumlah harta warisan. Sisa harta yang sepertiga (kalau hanya meninggalkan dua anak perempuan) atau yang seperdua. (bagi yang meninggalkan hanya seorang anak perempuan) dibagikan kepada ahli waris yang lain sesuai dengan ketentuan masing-masing.
    Perlu ditambahkan di sini bahwa menurut bunyi ayat, anak perempuan mendapat 2/3 apabila jumlahnya lebih dari dua atau dengan kata lain mulai dari 3 ke atas. Tidak disebutkan berapa bagian apabila anak perempuan tersebut hanya dua orang. Menurut pendapat Jumhur Ulama bahwa mereka dimasukkan pada jumlah tiga ke atas mendapat 2/3 dari harta warisan. Dari perincian tersebut di atas diketahuilah bahwa anak perempuan tidak pernah menghabiskan semua harta. Paling banyak hanya memperoleh 1/2 dari jumlah harta. Berbeda dengan anak laki-laki, apabila tidak ada waris yang lain dan ia hanya seorang diri, maka ia mengambil semua harta warisan. Dan apabila anak laki-laki lebih dari seorang maka dibagi rata di antara mereka.
    Tentang hikmah dan perbedaan ini telah diterangkan di atas. Kemudian Allah SWT menerangkan pula tentang hak kedua orang tua. Apabila seorang meninggal dunia dan ia meninggalkan anak baik laki-laki maupun perempuan, maka masing-masing orang tua yaitu ibu dan bapak mendapat 1/6 dari jumlah harta. Sebaliknya apabila ia tidak meninggalkan anak, maka ibu mendapat 1/3 dari jumlah harta dan sisanya diberikan kepada bapak Apabila yang meninggal itu selain meninggalkan ibu-bapak ada pula saudara-saudaranya yang lain, laki-laki atau perempuan yaitu dua ke atas menurut Jumhur maka ibu mendapat 1/6 dan bapak mendapat sisanya Setelah Allah menerangkan jumlah pembagian untuk anak, ibu dan bapak, diterangkan lagi bahwa pembagian tersebut barulah dilaksanakan setelah lebih dahulu diselesaikan urusan wasiat dan hutangnya. Walaupun dalam ayat Allah mendahulukan penyebutan wasiat dari hutang namun dalam pelaksanaannya menurut Sunah Rasul hendaklah didahulukan pembayaran hutang.
    Di antara orang tua dan anak, kamu tidak mengetahui mana yang lebih dekat atau yang lebih memberi manfaat bagi kamu. Oleh karena itu janganlah kamu membagi harta warisan sebagaimana yang dilakukan oleh orang jahiliah yang memberikan hak warisan hanya kepada orang yang dianggap dapat ikut perang akan membela keluarganya dan tidak memberikan hak warisan sama sekali bagi anak kecil kaum wanita. Ikutilah apa yang ditentukan Allah karena Dialah yang lebih tahu mana yang bermanfaat untuk kamu baik di dunia maupun di akhirat Hukum warisan tersebut adalah suatu ketentuan dari Allah yang wajib dilaksanakan oleh kaum Muslimin. Ketahuilah bahwa Allah Mengetahui segala Sesuatu dan apa yang ditentukannya mestilah mengandung manfaat untuk kemaslahatan manusia.

    12 Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.(QS. 4:12)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 12
    وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ (12)
    Allah melanjutkan lagi perincian pembagian hak waris untuk suami atau istri yang ditinggal mati. Suami yang mati istrinya jika tidak ada anak maka ia mendapat 1/2 dari harta, tetapi bila ada anak, ia mendapat 1/4 dari harta warisan.. ini juga baru diberikan setelah lebih dahulu diselesaikan wasiat atau hutang almarhum. Adapun istri apabila mati suaminya dan tidak meninggalkan anak maka ia mendapat 1/4 dari harta, tetapi bila ada anak, istri mendapat 1/8. Lalu diingatkan Allah bahwa hak tersebut baru diberikan setelah menyelesaikan urusan wasiat dan hutangnya. Kemudian Allah menjelaskan lagi bahwa apabila seseorang meninggal dunia sedang ia tidak meninggalkan bapak maupun anak, tapi hanya meninggalkan saudara laki-laki atau wanita yang seibu Saja maka masing-masing saudara seibu itu apabila seorang diri bagiannya adalah 1/6 dari harta warisan dan apabila lebih dari seorang, mereka mendapat 1/3 dan kemudian dibagi rata di antara mereka. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara laki-laki dan wanita. Allah menerangkan juga bahwa ini dilaksanakan setelah menyelesaikan hal-hal yang berhubungan dengan wasiat dan hutang almarhum. Allah memperingatkan agar wasiat itu hendaklah tidak memberi mudarat kepada ahli waris. Umpama seorang berwasiat semata-mata agar harta warisannya berkurang atau berwasiat lebih dari 1/3 hartanya. Ini semua memberi kerugian bagi para ahli waris
    ===========================================================================================

    65 Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(QS. 4:65)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 65
    فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (65)
    . Sebab turunnya ayat ini berhubungan dengan peristiwa sebagai berikut: sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan perawi-perawi lain, mereka menceritakan bahwa Zubair bin ‘Awwam mengadukan seorang laki-laki dari kaum Ansar kepada Rasulullah saw dalam suatu persengketaan tentang pembahagian air untuk kebun kurma. Rasulullah memberi putusan seraya berkata kepada Zubair: “Airilah kebunmu itu lebih dahulu kemudian alirkanlah air itu kepada kebun tetanggamu”. Maka laki-laki itu berkata: “Apakah karena dia anak bibimu hai Rasulullah ?” Maka berubahlah muka Rasulullah karena mendengar tuduhan tentang itu, Rasulullah berkata lagi (untuk menguatkan putusannya) “Airilah hai Zubair, kebunmu itu sehingga air itu meratainya, kemudian alirkanlah kepada kebun tetanggamu”. Maka turunlah ayat ini.
    Dalam ayat ini Allah menjelaskan dengan sumpah bahwa walaupun ada orang-orang yang mengaku beriman. tetapi pada hakikatnya tidaklah mereka beriman selama mereka tidak mau bertahkim kepadamu Rasulullah saw pernah mengambil keputusan dalam perselisihan yang terjadi di antara mereka, seperti yang terjadi kepada orang-orang munafik. Atau mereka bertahkim kepada Rasul tetapi kalau putusannya tidak sesuai dengan keinginan mereka lalu merasa keberatan dan tidak senang atas putusan itu, seperti putusan -Nabi untuk kemenangan Az Zubair bin ‘Awwam terhadap lawannya seorang laki-laki dari kaum Ansar yang tersebut di atas.
    Jadi orang-orang yang benar-benar beriman haruslah mau bertahkim kepada Rasulullah dan menerima putusannya dengan sepenuh hati tanpa merasa curiga dan keberatan.
    Memang putusan seorang hakim baik ia seorang Rasul maupun bukan. haruslah berdasarkan kepada kenyataan dan bukti-bukti yang cukup.

    ===========================================================================================

    34 Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatiri nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.(QS. 4:34)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 34
    الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا (34)
    . Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa kaum laki-laki adalah pemimpin, pemelihara, pembela dan pemberi nafkah; bertanggung jawab penuh terhadap kaum wanita yang menjadi istri dan yang menjadi keluarganya. Oleh karena itu wajib bagi setiap istri menaati suaminya. Dan apabila suami tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya, maka istri berhak mengadukannya kepada hakim yang berwenang menyelesaikannya.
    Menurut riwayat Ibnu Abi Hatim bahwa

    جاءت امرأة إلى النبي صلى الله عليه وسلم تشكو أن زوجها لطمها فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : القصاص
    Artinya:
    Seorang perempuan mengadu kepada Rasulullah saw bahwa suaminya telah memukulnya. Rasulullah saw bersabda: “Ia akan dikenakan hukum kisas.
    (H.R. Hasan Al Basri dari Muqatil)
    Diriwayatkan pula bahwa wanita itu kembali ke rumahnya dan suaminya tidak mendapat hukuman kisas sebagai balasan terhadap tindakannya, karena ayat ini membolehkan memukul istri yang tidak taat kepada suaminya.
    Yang dimaksud dengan istri yang saleh dalam ayat ini ialah istri yang disifatkan dalam sabda Rasulullah saw:

    خير النساء التي إذا نظرت إليها سرتك وإذا أمرتها أطاعاتك وإذا غبت عنها حفظتك في مالك وفي نفسها
    Artinya:
    “Sebaik-baik perempuan ialah apabila engkau melihatnya menyenangkan hatimu, dan apabila engkau menyuruhnya ia mengikuti perintahmu, dan apabila engkau tidak berada di sampingnya ia memelihara hartamu dan menjaga dirinya”
    (H.R. Ibnu Jarir dan Baihaqy dari Abu Hurairah)
    Inilah yang dinamakan istri yang saleh, sedang yang selalu membangkang dinamakan istri yang nusyuz (yang tidak taat). Selanjutnya Allah menerangkan bagaimana seharusnya suami berlaku terhadap istri yang tidak taat kepadanya (nusyuz), yaitu menasihatinya dengan baik Kalau nasihat itu tidak berhasil, maka suami berpisah dari tempat tidur istrinya, dan kalau tidak berubah juga, barulah memukulnya dengan pukulan yang enteng yang tidak mengenai muka dan tidak meninggalkan bekas.
    Setelah itu Allah memperingatkan para suami, bila istri sudah kembali taat kepadanya, janganlah lagi Si suami mencari-cari jalan untuk menyusahkan istrinya, seperti membongkar-bongkar kesalahan-kesalahan yang sudah lalu, tetapi bukalah lembaran hidup baru yang mesra dan melupakan hal-hal yang sudah lalu. Bertindaklah dengan baik dan bijaksana, karena Allah Maha Mengetahui lagi Maha Besar.

    ===========================================================================================

    84 Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).(QS. 4:84)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 84
    فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا (84)
    Perintah perang ini ditujukan langsung oleh Allah kepada Nabi Nya dan Allah menghendaki pelaksanaan perintah perang ini atas dasar ketaatan dan berserah diri kepada-Nya tanpa menggantungkan harapan kepada orang-orang munafik yakni dengan mengharap-harap kalaulah kiranya terbuka hati orang-orang munafik itu untuk membantu. Tetapi Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya supaya menganjurkan kepada orang-orang mukmin untuk besertanya dalam memerangi orang-orang kafir. Sejarah membuktikan pada peperangan “Uhud” betapa ketabahan Rasulullah menjalankan perintah Allah meskipun pasukan kaum muslimin berada dalam keadaan kacau balau Dalam ayat ini Allah menjanjikan bahwa Dia akan melemahkan kekuatan orang-orang kafir. yang oleh karenanya sudah sewajarnya kaum muslimin tidak merasa khawatir malahan hendaknya semakin patuh taat kepada Rasul dengan memenuhi anjurannya untuk turut memerangi orang-orang kafir dengan keyakinan bahwa Allah maha Kuat dan memenuhi janji Nya memberikan kemenangan kepada Rasul beserta orang orang mukmin.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Nisaa’ 84
    فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيلًا (84)
    (Maka berperanglah kamu) hai Muhammad (di jalan Allah kamu tidaklah dibebani kecuali dengan kewajibanmu sendiri) maka janganlah pedulikan keengganan mereka dalam berperang itu. Artinya, berperanglah kamu walau seorang diri, karena kamu telah dijamin akan beroleh kemenangan (dan kerahkanlah orang-orang mukmin) anjurkan mereka buat bertempur dan kobarkan semangat mereka (semoga Allah menahan kekerasan) artinya serangan (orang-orang kafir itu. Dan Allah lebih keras lagi) dari mereka (dan lebih hebat lagi siksa-Nya). Maka sabda Nabi saw., “Demi Tuhan yang diri saya berada dalam kekuasaan-Nya, saya akan pergi walaupun hanya seorang diri!” Lalu pergilah ia bersama 70 orang berkuda ke Badar Shughra sehingga Allah pun menolak serangan orang-orang kafir itu dengan meniupkan ketakutan ke dalam hati mereka dan menahan Abu Sofyan supaya tidak keluar sebagaimana telah disebutkan dalam surah Ali Imran.
    ===========================================================================================

    89 Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,(QS. 4:89)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 89
    وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (89)
    Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik itu, yang oleh sebahagian kaum muslimin ketika itu dibela dan hendak diberi petunjuk, serta diharapkan bantuan mereka untuk memperkuat kaum muslimin. Sifat orang-orang munafik itu jauh berbeda dari orang-orang kafir, yang sudah senang dengan kekafiran mereka dan tidak mengganggu orang lain. Adapun orang-orang munafik ini, mereka tidak hanya sekadar bermuka dua terhadap kaum muslimin, melainkan juga ingin mengembalikan kaum muslimin kepada kekafiran, dan sesudah itu mereka akan melenyapkan Agama Islam dari muka bumi ini. Oleh karena demikian buruknya niat dan perbuatan orang-orang munafik itu, maka Allah SWT memperingatkan kaum muslimin sekali lagi, agar jangan sekali-kali mempercayai mereka dan janganlah menjadikan mereka sebagai teman dan penolong, kecuali mereka benar-benar telah menganut Agama Islam dan sudah sesuai perbuatan mereka dengan ucapan-ucapannya, dan telah bersatu padu dengan kaum muslimin dalam akidah, sikap dan perbuatan, bukan hanya sekadar tunduk karena mereka dalam keadaan lemah. Jika mereka benar-benar telah beriman, tentulah mereka tidak akan meninggalkan Nabi dan kaum muslimin dalam menghadapi kesulitan-kesulitan. Dan mereka tentu akan selalu bersama Nabi dan kaum muslimin, karena hal itu adalah dorongan iman yang kuat di dalam hati seseorang. Maka keengganan untuk mengikuti Nabi adalah suatu tanda lemahnya keimanan dan belum adanya keikhlasan untuk membela Agama Islam.
    Oleh sebab itu Allah SWT memerintahkan bilamana ternyata mereka itu tidak mau beriman, berhijrah di jalan Allah, maka hendaklah kaum muslimin menawan dan membunuh mereka itu, dan janganlah menjadikan mereka sebagai pelindung dan penolong.
    Dari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa yang menjadi alasan pokok bagi perintah untuk menawan dan membunuh mereka itu, ialah sifat mereka yang tidak jujur kepada kaum muslimin, serta perbuatan mereka yang dilakukan dengan sembunyi untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Tindakan terhadap mereka itu dipandang sebagai suatu keharusan yang perlu dilakukan untuk keselamatan Islam dan kaum muslimin. Tindakan itu harus dihentikan apabila ternyata mereka itu telah menghentikan pula sikap dan perbuatan mereka yang bersifat bermusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Nisaa’ 89
    وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (89)
    (Mereka ingin) atau mengangan-angankan (agar kamu kafir hingga kamu menjadi sama) dengan mereka dalam kekafiran (maka janganlah kamu ambil di antara mereka sebagai pembela) yang akan membelamu walaupun mereka menampakkan keimanan (hingga mereka berhijrah di jalan Allah) yakni benar-benar hijrah yang membuktikan keimanan mereka. (Jika mereka berpaling) dan tetap atas keadaan mereka (maka ambillah mereka itu) maksudnya tawanlah (dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai pelindung) yang akan melindungimu (dan tidak pula sebagai penolong) yang akan kamu mintai pertolongan untuk menghadapi musuh-musuhmu.
    ===========================================================================================

    97 Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:` Dalam keadaan bagaimana kamu ini? `. Mereka menjawab:` Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah) `. Para malaikat berkata:` Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu? `. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,(QS. 4:97)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nisaa’ 97
    إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (97)
    Menurut riwayat Ibnu `Abbas: beberapa orang Islam ikut berperang bersama kaum musyrikin, menentang Nabi Muhammad saw. Dalam peperangan itu di antara mereka ada yang mati kena panah dan ada pula yang mati kena pedang, lalu turunlah ayat ini. ((H.R. Bukhari)
    Dalam ayat ini Allah menerangkan segolongan orang Islam yang tetap tinggal dl Mekah. Mereka menyembunyikan keislaman mereka dari penduduk Mekah dan mereka tidak ikut berhijrah ke Madinah, padahal mereka mempunyai kesanggupan untuk melakukan hijrah. Mereka merasa senang tinggal di Mekah. walaupun mereka tidak mempunyai kebebasan mengerjakan ajaran-ajaran agama dan membinanya. Allah menyalakan mereka sebagai orang yang menganiaya dari sendiri.
    Sewaktu perang Badar terjadi. mereka di bawa ikut berperang oleh orang musyrikin menghadapi Rasulullah saw. Dalam peperangan ini sebagian mereka mati terbunuh. (Tafsir Ibnu Kasir, jilid I, hal. 542)
    Sesudah mereka mati malaikat menempelak mereka, karena mereka tidak berbuat sesuatupun dalam urusan agama mereka (Islam), seperti tidak dapat mengerjakan ajaran-ajaran agama. Mereka men jawab dengan mengajukan alasan bahwa mereka tidak berbuat sesuatu dalam urusan agama itu, disebabkan tekanan dan orang-orang musyrik Mekah, maka banyaklah kewajiban kewajiban agama yang mereka tinggalkan.
    Para malaikat menolak alasan mereka itu. Kalau benar-benar mereka ingin mengerjakan ajaran-ajaran agama, tentulah mereka meninggalkan Mekah dan hijrah ke Madinah. Bukankah bumi Allah ini luas? Kenapa mereka senang tetap tinggal di Mekah, tidak mau hijrah ? padahal mereka mempunyai kemampuan dan kesempatan untuk hijrah itu? Mereka tidak pindah ke tempat yang baru di mana mereka akan memperoleh kebebasan dalam mengerjakan ajaran-ajaran agama dan memperoleh ketenteraman dan kemerdekaan. Oleh karena itu mereka mengalami nasib yang buruk. Mereka di tempatkan ke dalam neraka Jahanam yakni tempat yang paling buruk.
    Dari ayat ini dapat dipahami secara umum bahwa wajib bagi setiap orang Islam hijrah dari negeri orang kafir bilamana di negeri tersebut ada jaminan kebebasan melakukan kewajiban-kewajiban agama dan memelihara agama. Akan tetapi bilamana ada jaminan kebebasan beragama di negeri itu serta kebebasan membina pendidikan agama bagi dirinya dan keluarganya maka tidak diwajibkan hijrah.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah An Nisaa’ 97
    إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (97)
    (Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri) maksudnya orang-orang yang tinggal bersama orang kafir di Mekah dan tidak hendak hijrah (malaikat bertanya) kepada mereka sambil mencela (“Kenapa kamu ini?” artinya bagaimana sebenarnya pendirianmu terhadap agamamu ini? (Ujar mereka) mengajukan alasan (“Kami ini orang-orang yang ditindas) artinya lemah sehingga tidak mampu menegakkan agama (di muka bumi”) artinya di negeri Mekah (Kata mereka) pula sambil mencela (“Bukankah bumi Allah luas hingga kamu dapat berhijrah padanya?”) yakni dari bumi kaum kafir ke negeri lain sebagaimana dilakukan orang lain? Firman Allah swt. (“Mereka itu, tempat mereka ialah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”)

    agamaislam wrote on Dec 16, ’07
    PENJELASAN AYAT2 YANG DIJADIKAN ” MASALAH ” OLEH NETTER KAFIR DI IFF ( BAGIAN 2 )
    ==========================================================================

    2 Allah–tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri.(QS. 3:2)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ali ‘Imran 2
    اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (2)
    Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan yang berhak disembah tidak lain hanyalah Allah SWT yang hidup kekal, terus menerus mengatur dan menjaga makhluk-Nya. Selanjutnya lihat tafsir ayat 255 Al Baqarah.
    =========================================================================================

    12 Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: `Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya`.(QS. 3:12)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ali ‘Imran 12
    قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمِهَادُ (12)
    Pada ayat ini dengan tegas Allah mengancam mereka; bahwa mereka pasti akan dihancurkan di dunia ini, sebelum di akhirat nanti. Nabi Muhammad saw, diperintahkan untuk mengatakan kepada orang-orang Yahudi itu, bahwa mereka akan dikalahkan di dunia ini. Tuhan akan menepati janji-Nya, dan di akhirat mereka akan ditempatkan di neraka Jahanam.
    Yang dimaksud orang-orang kafir dalam ayat ini ialah orang Yahudi. Menurut riwayat lbnu Abbas ra, orang Yahudi Madinah tatkala menyaksikan kemenangan Rasulullah atas kaum musyrikin pada perang Badar, mereka berkata: “Demi Allah, sesungguhnya dia adalah nabi yang ummi, yang dikabarkan oleh Nabi Musa as kepada kita, dan dalam Taurat terdapat tanda-tandanya”. Lalu mereka bermaksud mengikuti Nabi Muhammad saw. Berkata sebagian mereka : “Janganlah terburu-buru sampai kamu menyaksikan bukti-bukti yang lain. Tatkala tiba perang `Uhud mereka menjadi ragu-ragu laIu mereka membatalkan perjanjian yang mereka ikat dengan Rasulullah saw. Kemudian Ka’ab bin Al Asraf (pimpinan Yahudi) bersama enam puluh anggota pasukan berkuda berangkat segera ke Mekah untuk menghimpun kekuatan, untuk memerangi Rasulullah saw. Maka pada saat itu turunlah ayat ini Diriwayatkan pula oleh Abu Daud dalam sunannya, dan oleh Al Baihaki dalam Dala-il melalui lbnu Ishaq dari Ibnul `Abbas bahwa Rasulullah tatkala berhasil mengalahkan orang Quraisy dalam perang Badar, beliau pulang ke Madinah, beliau mengumpulkan orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa’. Beliau berkata: “Hai, orang Yahudi masuklah dalam agama Islam sebelum kamu ditimpa oleh apa yang telah ditimpakan Allah kepada Quraisy. Mereka menjawab. “Hai Muhammad, jangan kamu tertipu oleh dirimu sendiri. Kamu telah membunuh sejumlah orang Quraisy, dan mereka itu orang-orang yang tidak berpengalaman, tidak mengerti perang. Demi Allah, Jika kamu berperang melawan kami, kamu akan tahu bahwa kamilah sebenarnya laki-laki yang sesungguhnya, kamu belum pernah berhadapan dengan kami”. Dengan kejadian ini, turunlah ayat 12 dan 13 ini.
    Kebenaran ayat ini terbukti di kemudian hari. Yaitu kaum Muslimin berhasil mengalahan Yahudi Bani Quraizah karena pengkhianatan mereka dan mengusir Bani Nadir dari Madinah, karena kemunafikan mereka, dan menaklukkan kota Khaibar kota orang Yahudi, serta memungut jizyah dari orang-orang Yahudi. Walaupun ayat ini menerangkan pemungutan jizyah dari orang Yahudi namun pengertian ayat ini mencakup seluruh orang kafir pada umumnya.

    ===========================================================================================

    54 Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.(QS. 3:54)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ali ‘Imran 54
    وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ (54)
    Sesudah Allah menerangkan tentang kaum Hawariyyin maka dalam ayat ini Allah menerangkan sikap Bani Israel terhadap Isa as, mereka membuat tipu daya dan bermaksud membinasakannya dengan jalan melaporkan dan memfitnah Isa as kepada raja mereka. Tetapi Allah memperdayakan dan menggagalkan tipu daya mereka itu dan mereka tidak herhasil membuisuhnya. Beliau diangkat ke langit oleh Allah SWT dan diganti dengan orang yang serupa dengan beliau. sehingga orang-orang yakin bahwa yang disalib itu adalah Isa. Tipu muslihat Allah mengatasi tipu muslihat mereka, dan menimpakan kesengsaraan kepada orang-orang kafir itu, tanpa mereka perkirakan. Rencana Tuhan yang tak diketahui oleh hambu-hamba Nya, sebenarnya adalah untuk menegakkan sunah Nya dan menyempumakan hikmah Nya.

    ===========================================================================================

    85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(QS. 3:85)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ali ‘Imran 85
    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (85)
    Allah SWT menetapkan, bahwa barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, atau tidak mau tunduk kepada ketentuan-ketentuan Allah, maka imannya tidak akan diterima.
    Sebagai contoh dikemukakan, orang-orang musyrik dan orang-orang yang mengaku beragama tauhid padahal mereka mempersekutukan Allah, seperti penganut agama Nasrani agama yang tidak berhasil membawa pemeluk-pemeluknya tunduk di bawah kekuasaan Allah SWT Yang Maha Esa, agama yang semacam ini hanyalah merupakan tradisi belaka, yang tidak dapat mendatangkan kemaslahatan kepada pemeluknya, bahkan menyeret mereka ke lembah kehancuran, dan menjadi sumber permusuhan di antara manusia di dunia, serta menjadi sebab penyesalan mereka di akhirat.
    Selanjutnya Allah SWT menegaskan, bahwa orang-orang yang mencari agama selain Islam itu untuk menjadi agamanya, di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi, sebabnya ialah, karena ia telah menyia-nyiakan `akidah tauhid yang sesuai dengan fitrah manusia.

    ===========================================================================================

    118 Hai orang-orang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.(QS. 3:118)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ali ‘Imran 118
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ (118)
    Pada ayat ini Allah memperingatkan orang-orang mukmin agar jangan bergaul rapat dengan orang-orang kafir yang telah nyata sifat-sifatnya yang buruk itu, jangan mempercayai mereka dan jangan menyerahkan urusan-urusan kaum muslimin kepada mereka. Menurut Ibnu Abbas ayat ini diturunkan berhubungan dengan tindakan sebagian kaum muslimin yang berhubungan rapat dengan orang-orang Yahudi Madinah karena bertetangga dan adanya perjanjian damai antara mereka.
    Walau bagaimanapun sebab turun ayat ini namun dapat dipahami dari padanya bahwa Allah melarang mengambil orang-orang kafir yang telah nyata kejahatan niatnya terhadap orang mukmin sebagai teman akrab mereka itu adalah orang-orang musyrik, Yahudi, munafik dan lain-lain.
    Maka janganlah orang mukmin bergaul rapat dengan orang-orang kafir yang mempunyai sifat yang dinyatakan dalam ayat ini yaitu mereka yang:
    a.Senantiasa menyakiti dan merugikan kaum muslimin dan berusaha menghancurkan mereka.
    b.Menyatakan terang-terangan dengan lisan rasa amarah dan benci terhadap kaum muslimin. mendustakan Nabi Muhammad saw dan Alquran dan menuduh orang-orang Islam sebagai orang-orang yang bodoh dan fanatik.
    c.Kebencian dan kemarahan yang mereka ucapkan dengan lisan itu adalah amat sedikit sekali bila dibandingkan dengan kebencian dan kemarahan yang disembunyikan dalam hati mereka. Tetapi bila sifat-sifat itu telah berubah menjadi sifat-sifat yang baik atau mereka tidak lagi mempunyai sifat-sifat yang buruk itu terhadap kaum muslimin maka Allah tidak melarang untuk bergaul dengan mereka.
    Firman Allah SWT:

    لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم وتقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين إنما ينهاكم الله عن الذين قاتلوكم في الدين وأخرجوكم من دياركم وظاهروا على إخراجكم أن تولوهم ومن يتولهم فأولئك هم الظالمون
    Artinya:
    Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.
    (Q.S Al Mumtahanah: 8 dan 9)
    Banyak di temui dalam sejarah: orang-orang kafir yang membantu kaum muslimin dalam perjuangan Islam seperti dalam penaklukan Spanyol dan penaklukan Mesir. Mereka mengusir orung-orang Romawi dengan bantuan orang Qibti. Banyak pula di antara orang-orang kafir yang diangkat sebagai pegawai pada kantor-kantor Pemerintah di masa Umar bin Khattab dan pada masa kerajaan Umawiyah dan `Abbasiah, bahkan ada di antara mereka yang diangkat menjadi duta mewakili pemerintah Islam.
    Demikianlah Allah telah menjelaskan ayat-ayat Nya kepada kaum muslimin supaya diperhatikan dengan sebaik-baiknya agar jangan terperosok ke dalam jurang kebinasaan karena kurang hati-hati dan tidak waspada dalam berteman akrab dengan orang-orang kafir itu.
    ===========================================================================================

    120 Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.(QS. 3:120)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ali ‘Imran 120
    إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ (120)
    Selain dari sifat-sifat yang tersebut di atas yang menyebabkan timbulnya larangan bagi kaum muslimin mengambil mereka sebagai teman setia, dalam ayat ini disebutkan lagi suatu sikap yang menggambarkan bagaimana jahatnya hati orang-orang kafir dan hebatnya sifat dengki yang bersemi dalam dada mereka.
    Allah SWT berfirman:

    إن تمسسكم حسنة تسؤهم وإن تصبكم سيئة يفرحوا بها
    Artinya:
    Jika kamu memperoleh kebaikan niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana mereka bergembira karenanya.
    (Q.S Ali Imran: 120)
    Berkata Qatadah dalam menjelaskan firman Allah ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir:
    “Apabila orang-orang kafir itu melihat persatuan yang kokoh di kalangan kaum muslimin dan mereka memperoleh kemenangan atas musuh-musuh Islam, mereka merasa dengki dan marah. Tetapi bila terdapat perpecahan dan perselisihan di kalangan kaum muslimin dan mereka mendapat kelemahan dalam suatu pertempuran, mereka merasa senang dan bahagia. Memang sudah menjadi sunatullah baik pada masa dahulu sampai masa sekarang maupun pada masa yang akan datang sampai hari kiamat, bila timbul di kalangan orang kafir seorang cendekiawan sebagai penantang agama Islam, Allah tetap akan membukakan kebohongannya. melumpuhkan hujahnya dan memperlihatkan cela dan `aibnya”.
    Karena itu Allah memerintahkan kepada umat Islam dalam menghadapi kelicikan dan niat jahat kaum kafir itu agar selalu bersifat sabar dan takwa serta penuh tawakal kepada Nya. Dengan demikian kelicikan mereka itu tidak akan membahayakan sedikitpun. Allah Maha Mengetahui segala tindak tanduk mereka.

    agamaislam wrote on Dec 16, ’07
    PENJELASAN AYAT2 YANG DIJADIKAN ” MASALAH ” OLEH NETTER KAFIR DI IFF ( BAGIAN 1 )

    62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS. 2:62)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 62
    إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62)
    Dalam ayat ini Allah menjelaskan keadaan tiap-tiap umat atau bangsa yang benar-benar berpegang kepada ajaran nabi-nabi mereka serta beramal saleh, mereka akan mendapat ganjaran di sisi Allah karena rahmat dan magfirah Tuhan selalu terbuka untuk seluruh hamba-hamba-Nya untuk orang-orang Yahudi atau pun untuk lain-lainnya. Tetapi bila mana ia beriman dan bertobat, niscaya Allah mengampuninya dan memberikan ganjaran kepadanya di dunia dan di akhirat.
    Yang dimaksud dengan “orang-orang yang mukmin” dalam ayat ini ialah orang yang mengaku beriman kepada Muhammad Rasulullah saw. dan menerima segala yang diajarkan oleh beliau sebagai suatu kebenaran dari sisi Allah. Pengertian beriman ialah seperti yang dijelaskan Rasul saw. sewaktu Jibril a.s. menemui beliau. Beliau berkata,

    أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الأخر وتؤمن بالقدر خيره وشره
    Artinya:
    Agar/hendaknya kamu beriman kepada Allah. malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya dan kamu percaya pada hari kiamat dan qadar baik atau buruk (HR Ibnu Majah dari Umar ra)
    Dan yang dimaksud orang Yahudi, ialah semua orang yang memeluk agama Yahudi. Mereka dinamakan Yahudi karena kebanyakan mereka dari keturunan Yahudi, salah seorang keturunan Yakub (Israel). Yang dimaksud orang-orang Nasrani ialah orang-orang yang menganut agama Nasrani. Kata Nasrani diambil dari nama suatu daerah Nasirah (Nazareth) di Palestina tempat Nabi Isa a.s. dilahirkan Siti Maryam. Yang dimaksud orang Sabiin di sini ialah orang-orang yang mengakui keesaan Allah, beriman kepadanya tapi mereka tidak menganut agama Yahudi atau pun Nasrani. Siapa saja di antara ketiga golongan di atas yang hidup pada waktu sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw benar-benar beragama menurut agama mereka, membenarkan dengan sepenuh hati akan adanya Allah dan hari kiamat, mengamalkan segala tuntutan syariat agamanya, mereka mendapat pahala dari sisi Allah swt.
    Sesudah kedatangan Nabi Muhammad saw. seluruh umat manusia, diwajibkan beriman kepadanya dan segala ajaran-ajaran yang dibawanya yakni dengan menganut Islam.

    ==========================================================================================

    125 Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: `Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaaf, yang ruku dan yang sujud`.(QS. 2:125)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 125
    وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ (125)
    Ayat ini juga memerintahkan Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin mengingat ketika Allah menjadikan Kakbah sebagai tempat berkumpul manusia, tempat yang aman, menjadikan Makam Ibrahim sebagai tempat salat. Perintah Allah kepada Ibrahim dan Ismail itu untuk menenteramkan hati Nabi Muhammad saw. dan kaum muslimin dalam menghadapi keingkaran orang kafir dan untuk menerangkan kepada orang musyrik, Yahudi dan Nasrani bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad itu seasas dengan agama yang dibawa Nabi Ibrahim, agama nenek moyang mereka.
    Ada dua faedah yang dapat diambil dari ayat di atas sehubungan dengan didirikan Kakbah itu:
    Pertama: Tempat berkumpul bagi manusia. Sejak zaman dahulu sebelum Nabi Muhammad saw. diutus sampai saat ini Kakbah atau Mekah telah menjadi tempat berkumpul manusia dari segala penjuru dari segala macam bangsa dalam rangka menghormat dan melaksanakan ibadah haji.
    Hati mereka merasa tenteram tinggal di sekitar Kakbah itu. Setelah mereka kembali ke tanah air mereka, hati dan jiwa mereka senantiasa tertarik kepadanya dan selalu bercita-cita ingin kembali lagi bila ada kesempatan bagi mereka.
    Kedua: Allah swt. menjadikan sebagai tempat yang aman. Maksudnya ialah Allah swt. menjadikan tanah yang berada di sekitar Masjidil Haram merupakan tanah dan tempat yang aman bagi orang-orang yang berada di sana. Sejak dahulu sampai saat ini orang-orang Arab mengagungkan dan menyucikannya. Orang-orang Arab terkenal dengan sifat suka menuntut bela atas orang atau kabilah yang membunuh atau menyakiti atau menghina keluarganya.
    Di mana saja mereka temui orang atau kabilah itu, penuntutan balas akan mereka laksanakan. Kecuali bila mereka menemuinya di Tanah Haram, mereka tidak mengganggu sedikit pun. Dalam pada itu sejak zaman dahulu banyak usaha-usaha dari orang-orang Arab sendiri atau dari bangsa-bangsa yang lain untuk menguasai Tanah Haram atau untuk merusak Kakbah, tetapi selalu digagalkan Allah, seperti usaha Abrahah raja Najasyi dengan tentaranya untuk menguasai Tanah Haram dan Kakbah. Mereka dihancurkan Allah swt.
    Allah swt. berfirman:

    أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (1) أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (2) وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (3) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (4) فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (5)
    Artinya:
    (1) Apakah kamu memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. (2). Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia. (3) Dan mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. (4) Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. (5). Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daunan yang termakan (ulat). (Q.S Al Fil: 1,2,3,4 dan 5)
    Dan firman Allah swt.:

    أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (67)
    Artinya:
    Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah yang suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?” (Q.S Al Ankabut: 67)
    Yang dimaksud dengan “makam Ibrahim” ialah tempat berdiri Nabi Ibrahim a.s. waktu mendirikan Kakbah.
    Allah swt. memerintahkan agar manusia menjadikan Makam Ibrahim a.s. tempat salat. Faedah perintah itu ialah untuk menghadirkan perintah itu di dalam pikiran atau agar manusia mengikuti apa yang diperintahkan itu, seolah-olah perintah itu dihadapkan kepada mereka sehingga perintah itu tertanam di dalam hati mereka dan mereka merasa bahwa diri mereka termasuk orang yang diperintah.
    Dengan demikian maksud ayat ialah “orang-orang dahulu yang beriman dengan Ibrahim a.s. diperintahkan agar menjadikan sebagian Maqam Ibrahim a.s. sebagai tempat salat. Perintah itu ditujukan pula kepada orang-orang yang datang kemudian yang mengakui Ibrahim a.s., sebagai nabi dan rasul Allah dan mengakui Nabi Muhammad saw. salah seorang dari anak cucu Ibrahim a.s. sebagai nabi yang terakhir.
    Allah swt. memerintahkan Nabi Ibrahim a.s. untuk membersihkannya dalam arti yang sebenarnya dan dalam arti kiasan. “Membersihkan dalam arti yang sebenarnya” ialah membersihkan dari segala macam benda yang dihukum najis, seperti segala macam kotoran dan sebagainya. “Membersihkan dalam arti kiasan” ialah membersihkannya dari segala macam perbuatan yang mengandung unsur-unsur syirik, perbuatan menyembah berhala, perbuatan-perbuatan yang terlarang, bertengkar dan sebagainya. Perintah membersihkan Kakbah ini sekalipun ditujukan kepada Nabi Ibrahim a.s. dan Ismail a.s. tetapi juga terkandung di dalamnya perintah terhadap orang-orang yang datang sesudahnya.
    Allah swt. menamakan Kakbah yang didirikan Ibrahim a.s. dan putranya Ismail a.s. itu dengan “Rumah-Nya” (Baitullah).
    Penamaan itu bukanlah maksudnya Allah swt. tinggal dan berdiam di dalam atau sekitar Kakbah atau Allah swt. mempunyai tempat. Tetapi maksudnya ialah bahwa Allah menjadikan rumah itu tempat beribadah kepada-Nya dan menghadap ke arah Kakbah di dalam beribadah berarti telah menghadap ke arah yang benar dan sesuai dengan yang diperintahkan.
    Hikmah menjadikan Kakbah sebagai “rumah Allah” dan menjadikan sebagai arah menghadap di dalam beribadat kepada Allah Pencipta dan Penguasa seluruh makhluk agar manusia merasa dirinya dapat langsung menyampaikan pujian, pernyataan syukur, permohonan pertolongan dan permohonan doa kepada Allah swt.
    Manusia kurang dapat menyatakan pikirannya dalam beribadat kepada Allah swt. bila tidak dilakukan di tempat yang tertentu dan menghadap ke arah yang tertentu pula. Dengan adanya tempat tertentu dan arah menghadap tertentu itu manusia dapat menambah imannya setiap saat memperdalam pengetahuannya, mempertinggi nilai-nilai rohani dalam dirinya sendiri, karena dengan demikian ia merasakan seolah-olah Allah swt. ada di hadapan mereka demikian dekat sehingga tidak ada yang membatasi antaranya dengan Allah swt.
    Pada ayat yang lain Allah menegaskan bahwa ke mana saja manusia menghadap dalam beribadat, berdoa akan menemui wajah Allah, dan sampai kepada-Nya, karena Allah swt. Maha Luas lagi Maha Mengetahui. 141)
    Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa penamaan Kakbah sebagai rumah Allah hanyalah untuk mempermudah manusia dalam membulatkan pikirannya dalam beribadat. Pada asasnya Allah Maha Besar, Maha Mengetahui lagi Maha Luas.

    ===========================================================================================

    191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.(QS. 2:191)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 191 – 192
    وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ (191) فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (192)
    Orang-orang mukmin diperintahkan memerangi orang-orang musyrik yang memerangi mereka di mana saja orang-orang kafir itu dijumpai, baik di tanah halal maupun di tanah haram (Mekah dan sekitarnya). Dasarnya Mekah dan sekitarnya menjadi tanah haram ialah sebagaimana dalam sebuah hadis sahih pula:

    عن ابن عباس رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه و سلم في فتح مكة : إن هذا البلد حرمه الله يوم خلق السموات و الأرض فهو حرام بحرمة الله إلي يوم القيامة و لم يحل إلا ساعة من نهار و إنها ساعتي هذه حرام بحرمة الله إلي يوم القيامة لا يعضد شجره ولا يختلي خلاه فإن أحد ترخص بقتال كان فعله رسول الله صلي الله عليه وسلم فقولوا : إن الله أذن لرسوله ولم يأذن لكم
    Artinya:
    Dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah pada hari penaklukan kota Mekah bersabda, bahwa negeri ini menjadi tanah haram semenjak Allah menciptakan langit dan bumi sampai hari kiamat nanti. Tidak pernah dihalalkan kecuali pada saat di siang hari ini dan saat itu ialah saatku ini. Tanah haram Mekah itu menjadi tanah haram sampai hari kiamat tidak boleh dipotong/dijebol tanam-tanaman dan tidak boleh dirusak padang luasnya. Jika ada seorang memperkenankan berperang di Mekah dengan alasan bahwa Rasulullah pernah melakukan serupa itu, katakanlah kepadanya, bahwa Allah mengizinkan hal itu kepada Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kepada kamu.
    Orang-orang mukmin diperintahkan pula mengusir kaum musyrikin dari Mekah, karena Orang-orang musyrikin itu pernah mengusir mereka dari sana, dan tetapnya orang-orang musyrikin di Mekah (tanah haram) berbahaya bagi kemurnian agama dan akan menimbulkan fitnah yang lebih besar bahayanya daripada berperang di tanah haram. Yang dimaksud dengan fitnah di sini ialah penganiayaan oleh kaum musyrikin terhadap kaum muslimin dengan pengusiran, penyiksaan, perampasan harta, serta merintangi pelaksanaan ibadah dan sebagainya. Jika demikian maka orang mukmin diperintah untuk membalasnya dengan peperangan juga. Demikianlah balasan yang harus diberikan kepada kaum musyrikin. Akan tetapi jika kaum musyrikin itu menghentikan peperangan dan akhirnya menjadi kaum mukmin, maka mereka tidak boleh diganggu, karena soal-soal yang menyebabkan mereka harus diperangi tidak ada lagi, Allah swt. Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 191
    وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ (191)
    (Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menjumpai mereka, serta usirlah mereka di mana mereka mengusir kamu) artinya Mekah, dan ini telah dilakukan nabi terhadap mereka pada tahun pembebasan (sedangkan fitnah itu), artinya kesyirikan mereka (lebih berat), maksudnya lebih berbahaya (dari pembunuhan) terhadap mereka, yakni di tanah suci atau sewaktu ihram yang mereka hormati itu. (Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam), maksudnya di tanah suci, (sebelum mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu) di sana, (maka bunuhlah mereka). Menurut satu qiraat tanpa alif pada kata kerja yang tiga, ‘wala taqtuluuhum, hatta yaqtuluukum fiih, dan fa-in qataluukum’. (Demikianlah), maksudnya pembunuhan dan pengusiran (menjadi balasan bagi orang-orang kafir).

    193 Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.(QS. 2:193)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 193
    وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ (193)
    Orang-orang mukmin diperintah supaya tetap memerangi kaum musyrikin yang memerangi mereka sehingga meraka tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menganiaya kaum muslimin dan merintangi mereka dalam melaksanakan perintah agamanya, sehingga agama Islam dapat dijalankan sepenuhnya oleh setiap muslim dengan tulus ikhlas, bebas dari ketakutan, gangguan dan tekanan perasaan.
    Jika kaum musyrikin telah menghentikan segala tindakan-tindakan jahat dan mereka telah masuk agama Islam, maka kaum muslimin tidak diperbolehkan mengadakan pembalasan atau tindakan yang melampaui batas, kecuali terhadap mereka yang zalim, yaitu orang-orang yang memulai lagi atau kembali kepada kekafiran dan memfitnah orang-orang Islam.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 193
    وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ (193)
    (Dan perangilah mereka itu hingga tidak ada lagi) atau tidak dijumpai lagi (fitnah) yakni kesyirikan (dan (sehingga) agama itu) pengabdian atau perhambaan diri itu (hanya untuk Allah) semata dan tak ada yang disembah selain Dia. (Maka jika mereka berhenti) dari kesyirikan, janganlah kamu melakukan pelanggaran terhadap mereka; makna ini dapat disimpulkan dari (maka tak ada permusuhan lagi) seperti membunuh atau lainnya, (kecuali terhadap orang-orang yang aniaya). Orang yang telah menghentikan kekeliruannya, maka tidak termasuk orang yang aniaya, sehingga tidak perlu mendapat tindakan permusuhan lagi.

    195 Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS. 2:195)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 195
    وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (195)
    Orang-orang mukmin diperintahkan membelanjakan harta kekayaannya untuk berjihad fisabilillah dan dilarang menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kebinasaan karena kebakhilannya. Jika suatu kaum menghadapi peperangan sedangkan mereka kikir, tidak mau membiayai peperangan itu, maka perbuatannya itu berarti membinasakan diri mereka saja.
    Menghadapi jihad dengan tidak ada persiapan dan persediaan yang lengkap dan berjihad bersama-sama orang-orang yang lemah iman dan kemauannya, niscaya akan membawa kepada kebinasaan. Dalam hal infak fisabilillah orang harus mempunyai niat yang baik, agar dengan demikian ia akan selalu memperoleh pertolongan Allah.

    ===========================================================================================

    216 Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. 2:216)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 216
    كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (216)
    Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak, Ibnu Jarir, Ibnu Hatim dan Tabrani dari Zaid bin Rumman, dari Urwah, bahwa turunnya ayat 216 dan 217 ini sebagai berikut: Dua bulan sebelum perang Badar, pada akhir bulan Jumadil Akhir Rasulullah saw. mengirimkan satu pasukan yang terdiri dari 8 orang Muhajirin, dikepalai oleh Abdullah bin Jahsy pergi menyelidiki keadaan orang Quraisy di luar kota Madinah dan laporannya harus segera disampaikan kepada Rasulullah saw.
    Tatkala pasukan itu sampai di suatu tempat yang bernama Nakhlah, bertemulah mereka dengan serombongan orang Quraisy membawa barang dagangan dari Thaif. Rombongan itu dikepalai oleh Umar bin Abdullah dan saudaranya yang bernama Naufal bin Abdullah. Pada waktu pasukan Muhajirin memerangi rombongan pedagang-pedagang Quraisy itu dan terbunuhlah kepala rombongan itu dan dua orang temannya ditawan sedang yang seorang lagi dapat meloloskan diri, serta barang dagangannya dijadikan sebagai harta rampasan.
    Peristiwa itu terjadi di bulan yang diharamkan perang padanya yaitu awal bulan Rajab, sedangkan pasukan Muhajirin itu mengira masih bulan Jumadil Akhir.
    Mendengar peristiwa itu ributlah orang-orang Quraisy dan orang-orang Islam di Madinah sambil mengatakan: “Muhammad saw. telah menghalalkan berperang di bulan haram padahal pada bulan-bulan haram itulah orang merasa aman dan tenteram dan berusaha mencari rezeki untuk keperluan hidup mereka.”
    Tatkala Abdullah bin Jahsy sampai di Madinah dengan membawa dua orang tawanan dan harta rampasan perang, Rasulullah itu merasa terkejut sambil berkata: “Demi Allah saya tidak menyuruh kamu berperang di bulan haram.” Lalu Rasulullah saw. menyuruh hentikan unta yang membawa harta rampasan dan kedua orang tawanan iu. Tidak ada sedikitpun harta rampasan itu diambil Rasulullah saw.
    Mendengar ucapan itu Abdullah bin Jahsy bersama pasukannya merasa malu dan menyesal dan mereka mengira tentu akan mendapat malapetaka dan musibah sebagai akibat dan pelanggaran itu, lalu turunlah ayat ini. Setelah turun ayat ini, maka Rasulullah saw. membagi-bagi harta rampasan perang kepada yang berhak dan membebaskan kedua orang tawanan itu.
    Dengan turunnya ayat 216 hukum perang itu menjadi wajib kifayah, dan bila musuh telah masuk ke dalam negeri orang-orang Islam, hukumnya menjadi wajib ain. Hukum wajib perang ini terjadi pada tahun kedua Hijrah. Ketika masih di Mekah (sebelum Hijrah) Nabi Muhammad saw. dilarang berperang dan pada permulaan tahun Hijrah, baru diizinkan perang bilamana perlu.
    Berperang itu dirasakan sebagai suatu perintah yang berat bagi orang-orang Islam, sebab akan menghabiskan harta dan jiwa. Lebih-lebih pada permulaan Hijrah ke Madinah. Kaum muslimin masih berjumlah kecil, sedang kaum musyrikin mempunyai jumlah yang besar. Sangat dirasakan berat berperang ketika itu. Tapi karena perintah berperang sudah datang untuk membela kesucian agama Islam, meninggikan kalimatullah, maka segala yang dirasakan berat dan sulit itu terpaksa dikikis habis dan diganti dengan semangat yang tinggi dan keyakinan yang penuh untuk melaksanakan perintah berperang fisabilillah. Di dalam hidup ini, tidak semua yang dikhawatirkan itu mendatangkan bahaya. Betapa khawatirnya seorang pasien yang pengobatannya harus dengan mengalami operasi, sedang operasi itu paling dibenci dan ditakuti. Tetapi demi untuk kesehatannya dia harus mematuhi nasihat dokter. Barulah penyakit hilang dan badan menjadi sehat setelah dioperasi.
    Allah memerintahkan sesuatu bukan untuk menyusahkan manusia, sebab dibalik perintah itu akan banyak ditemui rahasia-rahasia yang membahagiakan manusia. Masalah rahasia itu Allahlah yang lebih tahu, sedang manusia tidak mengetahuinya.

    ===========================================================================================
    228 Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 2:228)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 228
    وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (228)
    Di dalam ayat ini dijelaskan hukum talak sebagai penyempurnaan bagi hukum-hukum yang tersebut pada ayat-ayat sebelumnya.
    Apabila istri-istri yang mempunyai masa haid, dicerai oleh suaminya, maka hendaklah dia bersabar menunggu tiga kali quru’ baru boleh kawin dengan laki-laki yang lain.
    Tiga kali quru’ ialah tiga kali suci menurut pendapat Jumhur ulama. Ini dinamakan masa idah, yaitu masa harus menunggu. Selama dia masih dalam masa idah, ia tidak boleh menyembunyikan apa yang telah terjadi dalam kandungannya, apakah dia telah hamil ataukah dalam haid kembali. Setiap istri beriman kepada Allah dan hari kiamat, dia harus jujur, mengakui terus terang apa yang telah terjadi dalam rahimnya.
    Sering terjadi pada masa jahiliah di kalangan istri-istri yang tidak jujur, dia malu-malu mengatakan bahwa dia telah hamil. Setelah idahnya habis dia kawin lagi dengan laki-laki lain. Kemudian tidak lama sesudah kawin, lahirlah anaknya; terjadilah perselisihan dan pertengkaran antara kedua suami istri. Apabila suami tidak mengakui bahwa yang lahir itu anaknya, maka teraniayalah bayi yang tidak bersalah itu, disebabkan dulu ibunya tidak jujur ketika masih dalam masa idah. Adapula terjadi pada masa itu, istri tidak mau terus terang bahwa idahnya sudah habis, dia mengatakan masih dalam haid, maksudnya dia berbohong itu supaya suaminya tetap memberi belanja kepadanya selama dia dalam idah. Maka turunlah ayat ini melarang istri yang dicerai untuk menyembunyikan apa yang terjadi dalam rahimnya. Selama perempuan yang ditalak itu masih dalam idah, kalau suami hendak rujuk itulah yang lebih baik. Jika niat rujuknya ingin membina kembali rumah tangganya yang baik. Cukuplah waktu idah itu bagi suami untuk berpikir apakah ia akan rujuk kembali (lebih-lebih sudah ada anak) atau akan bercerai.
    Tetapi kalau rujuk itu bukan didorong oleh maksud yang baik tapi hanya untuk membalas dendam atau untuk menyusahkan dan menyakiti istri, maka perbuatan seperti ini dilarang Allah dan itu namanya merampas hak asasi perempuan.
    Talak yang dijatuhkan kepada istri seperti ini bernama talak raj`i, yaitu talak yang masih boleh dirujuk sebelum habis masa idah.
    Kemudian firman Allah yang mengatakan bahwa perempuan itu mempunyai hak yang seimbang dengan laki-laki dan laki-laki mempunyai kelebihan satu tingkat dari istrinya adalah menjadi dalil bahwa dalam membuat amal kebajikan mencapai kemajuan dalam segala aspek kehidupan lebih-lebih dalam lapangan ilmu pengetahuan, perempuan dan laki-laki sama mempunyai hak dan kewajiban. Meskipun demikian hak dan kewajiban itu disesuaikan dengan fitrahnya baik fisik maupun mental. Umpamanya seorang istri mempunyai kewajiban mengurus rumah tangga, mendidik anak-anak dan memelihara kesehatannya, menjaga kebersihan dan rahasia rumah tangga dan lain-lain. Sedang suami bekerja dan berusaha membanting tulang untuk mencari nafkah yang halal guna membelanjai istri dan anak-anak.
    Dalam masyarakat, perempuan boleh berlomba dengan laki-laki untuk mencari kemajuan dan berbuat amal kebajikan. Kalau ada orang menuduh bahwa Islam tidak memberi kemerdekaan asasi kepada perempuan itu adalah tuduhan yang tidak benar. Islamlah yang mula-mula mengangkat derajat perempuan setinggi-tingginya sebelum dunia yang maju sekarang ini sanggup berbuat demikian. Sudah hampir 14 abad Islam memberikan hak dan kewajiban kepada perempuan dan laki-laki sedangkan dunia lain pada waktu itu masih dalam gelap-gulita.
    Tetapi seorang suami mempunyai kelebihan sederajat dari istrinya, yaitu suami sebagai kepala rumah tangga bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keselamatan rumah tangga itu dengan memberikan biaya rumah tangga yang diperoleh dengan jalan halal.
    Demikian Allah mengatur hubungan suami istri dengan cara-cara yang harmonis untuk mencapai kebahagiaan hidup dalam berumah tangga. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 228
    وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (228)
    (Dan wanita-wanita yang ditalak hendaklah menunggu) atau menahan (diri mereka) dari kawin (selama tiga kali quru’) yang dihitung dari mulainya dijatuhkan talak. Dan quru’ adalah jamak dari qar-un dengan mematahkan qaf, mengenai hal ini ada dua pendapat, ada yang mengatakannya suci dan ada pula yang mengatakannya haid. Ini mengenai wanita-wanita yang telah dicampuri. Adapun mengenai yang belum dicampuri, maka tidak ada idahnya berdasarkan firman Allah, “Maka mereka itu tidak mempunyai idah bagimu. Juga bukan lagi wanita-wanita yang terhenti haidnya atau anak-anak yang masih di bawah umur, karena bagi mereka idahnya selama tiga bulan. Mengenai wanita-wanita hamil, maka idahnya adalah sampai mereka melahirkan kandungannya sebagaimana tercantum dalam surah At-Thalaq, sedangkan wanita-wanita budak, sebagaimana menurut hadis, idah mereka adalah dua kali quru’ (Dan mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang telah diciptakan Allah pada rahim-rahim mereka) berupa anak atau darah haid, (jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan suami-suami mereka) (lebih berhak untuk merujuk mereka) sekalipun mereka tidak mau dirujuk (di saat demikian), artinya di saat menunggu itu (jika mereka menghendaki perbaikan) sesama mereka dan bukan untuk menyusahkan istri. Ini merupakan dorongan bagi orang yang berniat mengadakan perbaikan dan bukan merupakan syarat diperbolehkannya rujuk. Ini mengenai talak raj`i dan memang tidak ada orang yang lebih utama daripada suami, karena sewaktu masih dalam idah, tidak ada hak bagi orang lain untuk mengawini istrinya. (Dan para wanita mempunyai) dari para suaminya (hak-hak yang seimbang) dengan hak-hak para suami (yang dibebankan kepada mereka) (secara makruf) menurut syariat, baik dalam pergaulan sehari-hari, meninggalkan hal-hal yang akan mencelakakan istri dan lain sebagainya. (Akan tetapi pihak suami mempunyai satu tingkat kelebihan) tentang hak, misalnya tentang keharusan ditaati disebabkan maskawin dan belanja yang mereka keluarkan dari kantong mereka. (Dan Allah Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya, (lagi Maha Bijaksana) dalam rencana-Nya terhadap hak-hak-Nya.
    ======================================================================================

    262 Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS. 2:262)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 262
    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (262)
    Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa pahala dan keberuntungan yang akan didapat oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, ada syaratnya, yaitu bahwa ia memberikan hartanya itu benar-benar dengan ikhlas, dan setelah itu ia tidak suka menyebut-nyebut infaknya itu dengan kata-kata yang dapat melukai perasaan orang yang menerimanya. Orang-orang semacam inilah yang berhak untuk memperoleh pahala di sisi Allah, dan tak ada kekhawatiran atas mereka, dan mereka tidak merasa sedih. Ini berarti, bahwa orang yang memberikan sedekah kepada seseorang, kemudian ia menyebut-nyebut sedekah dan pemberiannya itu dengan kata-kata yang menyinggung perasaan dan kehormatan orang yang menerima sedekah itu, maka orang semacam ini tidak berhak memperoleh pahala di sisi Allah swt.
    Ini adalah ajaran yang sangat tinggi nilainya, sebab ada orang yang menyumbangkan hartanya bukan karena mengharapkan rida Allah, melainkan hanya menginginkan popularitas dan kemasyhuran serta puji-pujian dan masyarakat, disiarkannya infaknya itu dengan cara yang menyolok, sehingga ia dikagumi sebagai seorang dermawan. Atau ketika memberikan sedekah itu ia mengucapkan kata-kata yang tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Pemberian semacam ini adalah bertentangan dengan tujuan agama, karena tidak akan menimbulkan hubungan kasih sayang dan persaudaraan, melainkan menimbulkan kebencian dan permusuhan. Sebab itu wajarlah jika orang-orang semacam ini tidak akan mendapatkan pahala di sisi Allah.
    Ringkasnya, menafkahkan harta di jalan Allah haruslah dengan niat yang ikhlas dan maksud yang suci. Atas niat yang ikhlas inilah Allah akan memberikan pahala, dan masyarakat akan menghargainya. Rasulullah saw. bersabda:

    إنما الأعمال بالنية و إنما لكل امرئ ما نوي
    Artinya:
    Semua amal itu harus disertai dengan niat. Dan setiap manusia akan mendapat balasan atas amalnya berdasarkan niatnya itu.
    (HR Imam Bukhari dari Umar Ibnul Khattab)
    Pada akhir ayat tersebut Allah swt. menjelaskan bahwa orang-orang yang berinfak dengan niat yang ikhlas itu, selain akan memperoleh pahala di sisi Allah, juga tidak dikhawatirkan nasib mereka, sebab mereka itu pasti akan mendapat pahala dan rida Allah swt. Dan mereka juga tidak akan bersedih hati, bahkan mereka akan bergembira nanti di akhirat karena mereka telah dapat berbuat kebaikan, dan kebaikan itu mendatangkan pahala bagi mereka. Sebaliknya, orang-orang yang enggan berinfak, nanti di akhirat akan bersedih hati dan menyesal, sebab tak akan ada lagi kesempatan bagi mereka untuk berbuat kebaikan. Dan mereka akan menerima azab dari Allah swt.

    Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 262
    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (262)
    (Orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang mereka belanjakan itu dengan cercaan) terhadap orang yang diberi, misalnya dengan mengatakan, “Saya telah berbuat baik kepadamu dan telah menutupi keperluanmu” (atau menyakiti perasaan) yang bersangkutan, misalnya dengan menyebutkan soal itu kepada pihak yang tidak perlu mengetahuinya dan sebagainya (mereka memperoleh pahala) sebagai ganjaran nafkah mereka (di sisi Tuhan mereka. Tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita) yakni di akhirat kelak.

    ===========================================================================================
    282 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. 2:282)
    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 282
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلَّا تَرْتَابُوا إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (282)
    Dengan adanya perintah membelanjakan harta di jalan Allah, anjuran bersedekah dan larangan melakukan riba, maka tidak boleh tidak manusia harus berusaha memelihara dan memperkembangkan hartanya, tidak menyia-nyiakannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa harta itu sendiri bukan sesuatu yang dibenci Allah dan dicela agama Islam. Bahkan Allah swt. di samping memberi perintah untuk itu, juga memberi petunjuk dan menetapkan ketentuan-ketentuan umum serta hukum-hukum yang mengatur cara-cara mencari, memelihara, menggunakan dan menafkahkan harta di jalan Allah. Harta yang diperoleh sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah adalah harta yang paling baik, sesuai dengan sabda Rasulullah saw.:

    نعم المال الصالح للمرء الصالح
    Artinya:
    Harta yang paling baik ialah harta kepunyaan orang saleh.
    (Ahmad dan At Tabrani dari Amar bin ‘As)
    Yang dibenci Allah dan yang dicela agama Islam ialah harta yang diperoleh dengan cara-cara yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan Allah swt. dan harta orang-orang yang menjadikan dirinya sebagai budak harta. Seluruh kehidupan, usaha dan pikirannya dicurahkan untuk menumpuk harta dan memperkaya diri sendiri. Karena itu timbullah sifat-sifat tamak, serakah, bakhil dan kikir pada dirinya sehingga ia tidak mengindahkan orang yang miskin dan terlantar.
    Bersabda Rasulullah saw.:

    تعس عبد الدينار, تعس عبد الدرهم
    Artinya:
    “Celakalah budak dinar, celakalah budak dirham.
    (HR Bukhari dari Abu Hurairah)
    Dalam ayat ini Allah swt. memerintahkan kepada orang yang beriman agar mereka melaksanakan ketentuan-ketentuan Allah setiap melakukan perjanjian perserikatan yang tidak tunai, yaitu melengkapinya dengan alat-alat bukti sehingga dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul di kemudian hari.
    Pembuktian itu ialah:
    1.Bukti tertulis
    2.Saksi
    1.Bukti tertulis
    Bukti tertulis hendaklah ditulis oleh seorang juru tuli, yang menuliskan isi perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Syarat-syarat juru tulis itu ialah:
    a.Hendaklah juru tulis itu orang adil, tidak memihak kepada salah satu dari pihak-pihak yang mengadakan perjanjian, sehingga menguntungkan pihak yang satu dan merugikan pihak yang lain.
    b.Hendaklah juru tulis itu mengetahui hukum-hukum Allah terutama yang berhubungan dengan hukum perjanjian, sehingga ia dapat memberi nasihat dan petunjuk yang benar kepada pihak-pihak yang berjanji itu, karena juru tulis itu ikut bertanggung jawab dan menjadi juru pendamai antara pihak-pihak yang berjanji, seandainya terjadi perselisihan di kemudian hari.
    Dalam susunan ayat ini didahulukan menyebut sifat “adil” daripada sifat “berilmu” adalah karena sifat adil lebih utama ada pada seorang juru tulis. Banyak orang yang berilmu, tetapi mereka tidak adil, karena itu diragukan kebenaran petunjuk dan nasihat yang diberikannya. Orang yang adil sekalipun ilmunya kurang dapat diharapkan daripadanya nasihat dan petunjuk yang benar dan tidak memihak.
    Tugas juru tulis itu ialah menuliskan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang berjanji. Caranya ialah pihak yang berutang mendiktekan kepada juru tulis tentang sesuatu yang telah dipinjamnya dan cara serta pelaksanaan perjanjian itu dan sebagainya. Tujuan mendiktekan isi perjanjian itu oleh pihak yang berjanji ialah agar yang ditulis itu merupakan pengakuan dari pihak yang berutang, karena dengan tulisan semata-mata tanpa ada ucapan yang dilakukan oleh pihak yang berutang, maka yang ditulis itu saja tidak dapat dijadikan sebagai pengakuan.
    Dalam pada itu Allah memperingatkan orang-orang yang berjanji agar ia selalu menepati janjinya dengan baik. Hendaklah ia takut kepada Allah, hati-hati terhadap janji yang telah diucapkan, jangan sekali-kali dikurangi atau sengaja lalai dalam melaksanakannya. Hendaklah bersyukur kepada Allah yang telah melunakkan hati orang yang telah membantunya dalam kesukaran. Bila ia bersyukur, Allah akan selalu menjaga, memelihara serta memberinya petunjuk ke jalan yang mudah dan ke jalan kebahagiaan.
    Jika orang yang berjanji itu adalah orang yang lemah akalnya atau dia sendiri tidak berkesanggupan untuk mendiktekan, maka hak untuk mendiktekan itu pindah ke tangan wali yang bersangkutan. Hendaklah wali itu orang yang adil dan mengetahui tentang hukum-hukum yang berhubungan dengan muamalah. Hendaklah para wali berhati-hati dalam melaksanakan tugas perwalian itu.
    Yang dimaksud dengan “orang yang lemah akalnya” ialah orang yang belum cakap memelihara dan menggunakan hartanya. Orang yang tidak sanggup mengimlakkan ialah seperti orang bisu, orang yang gagap dan sebagainya.
    2.Saksi
    “Saksi” ialah orang yang melihat dan mengetahui terjadinya sesuatu kejadian atau peristiwa. Persaksian termasuk salah satu dari alat-alat bukti (bayyinah) yang dapat dijadikan dasar untuk menyelesaikan sesuatu perselisihan atau perkara.
    Menurut ayat ini persaksian dalam muamalah sekurang-kurangnya dilakukan oleh dua orang laki-laki atau jika tidak ada dua orang laki-laki boleh dilakukan oleh seorang laki-laki dan dua orang perempuan.
    Mengenai syarat-syarat laki-laki bagi yang akan menjadi saksi adalah sebagai berikut:
    a.Saksi itu hendaklah seorang muslim. Pendapat ini berdasarkan perkataan “min rijaalikum” (dari orang laki-laki di antara kamu orang-orang yang beriman) yang terdapat di dalam ayat. Dari perkataan ini dipahami bahwa saksi itu hendaklah seorang muslim. Menurut sebagian ulama, beragama Islam bukanlah merupakan syarat bagi seorang saksi dalam muamalah. Karena tujuan persaksian di dalam muamalah ialah agar ada alat-alat bukti seandainya terjadi perselisihan atau perkara antara pihak-pihak yang berjanji di kemudian hari. Karena itu orang yang tidak beragama Islam dibolehkan menjadi saksi asal saja tujuan mengadakan persaksian itu dapat tercapai.
    b.Saksi itu hendaklah seorang yang adil, tidak memihak sehingga tercapailah tujuan diadakannya persaksian, sesuai dengan firman Allah swt.:

    وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ
    Artinya:
    ….dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu. (Q.S At Talaq: 2)
    Selanjutnya ayat ini membedakan persaksian laki-laki dengan persaksian perempuan. Seorang saksi laki-laki dapat diganti dengan dua orang saksi perempuan.
    Para ulama berbeda pendapat tentang apa sebabnya Allah membedakan jumlah saksi laki-laki dengan jumlah saksi perempuan itu. Alasan yang sesuai dengan akal pikiran ialah bahwa laki-laki dan perempuan itu masing-masing diciptakan Allah mempunyai kelebihan dan kekurangan. Masing-masing mempunyai kesanggupan dan kemampuan dalam suatu lapangan lebih besar dari kesanggupan pihak yang lain. Dalam bidang muamalah laki-laki lebih banyak mempunyai kemampuan dibandingkan dengan perempuan dan pada umumnya muamalah itu lebih banyak laki-laki yang mengerjakannya. Karena perhatian perempuan kurang dibandingkan dengan perhatian laki-laki dalam bidang muamalah, maka pemikiran dan ingatan mereka dalam bidang ini pun kurang pula. Bila persaksian dilakukan oleh seorang wanita, kemungkinan ia lupa, ,karena itu hendaklah ada wanita yang lain yang ikut sebagai saksi yang dapat mengingatkannya.
    Menurut Syekh Ali Ahmad Al-Jurjani: “Laki-laki lebih banyak menggunakan pikiran dalam menimbang suatu masalah yang dihadapinya, sedang wanita lebih banyak menggunakan perasaannya. Karena itu wanita lebih lemah iradahnya, kurang banyak menggunakan pikirannya dalam masalah pelik, lebih-lebih apabila ia dalam keadaan benci dan marah, ia akan gembira atau sedih karena sesuatu hal yang kecil. Lain halnya dengan laki-laki, ia sanggup, tabah dan sabar menanggung kesukaran, ia tidak menetapkan sesuatu urusan kecuali setelah memikirkannya dengan matang.”
    Bidang muamalah adalah bidang yang lebih banyak menggunakan pikiran daripada perasaan. Dalam pada itu seorang saksi dalam muamalah juga berfungsi sebagai juru pendamai antara pihak-pihak yang berjanji bila terjadi perselisihan di kemudian hari. Berdasarkan keterangan Syekh Ali Ahmad Al-Jurjani dan keterangan-keterangan berikutnya diduga itulah di antara hikmah mengapa Allah menyamakan saksi seorang laki-laki dengan saksi dua orang perempuan.
    Menurut Imam Syafii: “Penerimaan persaksian seseorang saksi hendaklah dengan bersumpah. Beliau beralasan dengan sunah Rasulullah saw. yang mana beliau menyuruh saksi mengucapkan sumpah sebelum mengucapkan kesaksiannya.” Sedang menurut Abu Hanifah: “Penerimaan kesaksian seorang tidak perlu disertai dengan sumpah.”
    Dalam ayat ini disebutkan bahwa “janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil”, maksudnya ialah:
    1.Hendaklah seseorang bersedia menjadi saksi dalam suatu kejadian atau peristiwa, bila kesaksiannya diperlukan.
    2.Hendaklah seseorang bersedia menjadi saksi bila terjadi suatu perkara, sedang ia adalah orang yang mengetahui terjadinya peristiwa itu.
    3.Hendaklah seseorang bersedia menjadi saksi terhadap suatu peristiwa yang terjadi, bila tidak ada orang lain yang akan menjadi saksi.
    Diriwayatkan oleh Ar-Rabi’ bahwa ayat ini diturunkan ketika seorang laki-laki mencari saksi di kalangan orang banyak untuk meminta persaksian mereka, tetapi tidak seorang pun yang bersedia.
    Menurut suatu pendapat yang dimaksud dengan “janganlah mereka enggan” ialah janganlah mereka enggan menerima permintaan menjadi saksi dan melaksanakannya. Enggan melakukan keduanya itu hukumnya haram. Hukum melakukan persaksian itu fardu kifayah.
    Kemudian Allah SWT. menjelaskan lagi perintah-Nya, agar orang-orang yang beriman jangan malas dan jangan jemu menuliskan perjanjian yang akan dilakukannya baik kecil maupun besar dan dijelaskan syarat-syarat dan waktunya.
    Dalam ayat ini Allah mendahulukan menyebut “yang kecil” dari “yang besar”, karena kebanyakan manusia selalu memandang enteng dan menganggap mudah perjanjian yang kecil. Orang yang bermudah-mudah dalam perjanjian yang kecil tentu ia akan bermudah-mudah pula dalam perjanjian yang besar. Dari ayat ini juga dapat dipahamkan bahwa Allah memperingatkan kepada manusia agar berhati-hati dalam persoalan hak dan kewajiban, sekalipun hak dan kewajiban itu kecil.
    Allah swt. menyebutkan hikmah perintah dan larangan yang terdapat pada permulaan ayat ini ialah untuk menegakkan keadilan, menegakkan persaksian, untuk menimbulkan keyakinan dan menghilangkan keragu-raguan.
    Jika perdagangan dilakukan secara tunai, maka tidaklah ia berdosa bila tidak dituliskannya. Dari ayat ini dipahami bahwa sekalipun tidak berdosa bila tidak menuliskan perdagangan secara tunai itu, namun yang paling baik ialah bila selalu dituliskannya, baik tunai atau tidak.
    Sekalipun tidak diwajibkan menuliskan perdagangan tunai itu namun Allah swt. memerintahkan untuk mendatangkan saksi-saksi. Perintah di sini bukan wajib, hanyalah memberi pengertian sunat. Tujuannya ialah agar manusia selalu berhati-hati di dalam muamalah.
    Selanjutnya Allah swt. memperingatkan agar juru tulis, saksi dan orang-orang yang melakukan perjanjian memudahkan pihak-pihak yang lain, jangan menyulitkan dan jangan pula salah satu pihak bertindak yang berakibat merugikan pihak yang lain. Sebab terlaksananya perjanjian dengan baik bila masing-masing pihak mempunyai niat yang baik terhadap pihak yang lain.
    Berfirman Allah swt.:

    وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ
    Artinya:
    Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. (Q.S Al Baqarah: 237)
    Jika seseorang mempersulit atau merugikan orang lain, maka perbuatan yang demikian adalah perbuatan orang-orang fasik, dan tidak menaati ketentuan-ketentuan dari Allah swt.
    Pada akhir ayat ini Allah swt. memerintahkan agar manusia bertakwa kepada-Nya dengan memelihara diri supaya selalu melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Dia mengajarkan kepada manusia segala yang berguna baginya, yaitu cara-cara memelihara harta, cara menggunakannya sedemikian rupa sehingga menimbulkan ketenangan bagi dirinya dan orang-orang yang membantunya dalam usaha mencari dan menggunakan harta itu. Allah mengetahui segala sesuatu yang diperbuat manusia, dan Dia akan memberi balasan sesuai dengan perbuatan itu.

    ===========================================================================================

     
    • radi 12:25 am on 04/11/2010 Permalink | Reply

      Saya sangat meragukan kalau ali sina berasal dari iran. Ali sina adalah sosok setan yang menyamar sebagai manusia dalam tugasnya untuk mengadudomba dan menanamkan rasa kebencian antara sesama umat beragama. Setan ini akan selalu menolak nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di dalam syariat agama apapun. Misinya adalah membuat umat manusia menjadi ateis dan kafir. Jadi jangan terpengaruh oleh hasutan jahat dari setan ini. Sangat berbahaya bagi kelestarian nilai-nilai keharmonisan umat beragama dan kerukunan antara sesama manusia di Bumi ini. untuk itu coba baca pembahasan saya di ;

      http://www.scribd.com/doc/40924464/Ali-Sina-ali-sina

  • SERBUIFF 11:09 am on 11/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: ali sina   

    ali sina 

    Ali sina

    Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

    Langsung ke: navigasi, cari

    Ali Sina merupakan nama palsu bagi tokoh yang membenci agama Islam. Tokoh ini berasal dari Iran, suatu negara yang menganut Sistem Syariat Islam secara parsial. Di Iran, Ali Sina melihat hukum yang dilakukan berdasarkan Hukum Syariat Islam. Ia berpendapat bahwa praktek-praktek tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilakukan di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Pada suatu waktu dia melihat seorang perempuan yang didakwa berzinah dan dihukum rajam. Ketika perempuan tersebut sedang dirajam dan dalam proses kematian, mata perempuan tersebut melihat ke arah Ali Sina. Ali Sina melihat mata perempuan tersebut dan menganggapnya sebagai pandangan minta tolong. Setelah melihat kejadian itu, Ali Sina memutuskan agar kejadian seperti itu tidak lagi terjadi pada masa yang akan datang. Ali Sina pergi ke Amerika dan memutuskan untuk menjadi tidak beragama atau atheis. Di sana ia dan timnya mengelola suatu situs yang bernama http://www.faithfreedom.org untuk memurtadkan kaum muslimin dan mendiskreditkan Islam.

    [sunting] Pranala luar

    Diperoleh dari “http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_sina

     
    • steve 8:11 am on 06/12/2007 Permalink | Reply

      saluuut bagi Ali Sina..!

    • telor 12:01 pm on 12/12/2007 Permalink | Reply

      Sip.. Ali sina salah figur orang yang berani mengatakan hitam adalah hitam, putih adalah putih.
      Kita dukung perjuangannnya!

      Bebaskan dunia dari segala kebodohan.
      Jangan biarkan diri kita percaya membuta tanpa kita boleh bertanya kepada apa yang kita harus yakini.

      Jadilah orang kritis agar sesuatunya menjadi lebih baik.

      Keimanan membuta terhadap agama membuat orang jadi bodoh, percaya buta membuat korupsi, kesewenangan, pelecehan, dst merajalela.

      Mari kita kritik habis menggunakan alasan yang logis segala sesuatu yang tidak relevan dengan fakta.

    • wira jambi 11:14 am on 14/01/2008 Permalink | Reply

      yang goblog mah yang dak ngamalin Islam.
      uamt nasrani maju karena dak ngamalin ajaran agamanya yang sekarang
      umat Islam maju kalo ngamalin ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad tanpa di campur adukkan dengan agama lain

    • Fand 9:02 am on 20/02/2008 Permalink | Reply

      Nilai moral nabi yang meniduri gadis berusia 9th(aisyah),dan inilah yang dipertentangkan oleh yang anti islam,fakta2 itu membuat pandanganku berbeda tentang al-islam.

    • erzal 2:51 am on 29/02/2008 Permalink | Reply

      Nilai moral nabi yang meniduri gadis berusia 9th(aisyah),dan inilah yang dipertentangkan oleh yang anti islam,fakta2 itu membuat pandanganku berbeda tentang al-islam.

      Comment by Fand — February 20, 2008 @ 9:02 am | …………..tentang masalah ini lihat : LIHAT NIH……Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, ” Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

      Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti .

      Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

      Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

      Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya.

      Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.
      BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER

      Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.
      Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

      Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

      Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

      Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

      KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

      KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:

      pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
      610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
      613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
      615 M: Hijrah ke Abyssinia.
      616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
      620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
      622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
      623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
      BUKTI #2: MEMINANG

      Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.

      Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

      Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).

      Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

      KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
      BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

      Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

      Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

      KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
      BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

      Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).

      Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)

      Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

      Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).

      Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.

      Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.

      Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

      kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
      BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD

      Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”

      Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.

      Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

      Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

      KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
      BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

      Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

      Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih
      suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

      Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
      BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab

      Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

      Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”.
      Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

      Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
      BUKTI #8. Text Qur’an

      Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

      Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)

      Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

      Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.

      Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.

      Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

      AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

      Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
      BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan

      Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.

      Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.

      Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.

      Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

      kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
      SUMMARY:

      Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.

      Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di
      Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

      Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

      sumber :
      The Ancient Myth Exposed
      By T.O. Shanavas , di Michigan.
      ? 2001 Minaret
      from The Minaret Source: http://www.iiie.net/
      Sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3704_0_26_0_M

      Diterjemahkan oleh : C_P

    • Laudya 2:13 pm on 11/03/2008 Permalink | Reply

      Ali Sina

      Perjuangan Ali sina lah yang harusnya di lawan bukan malah mendukung!!!!!

      karena Ali sina berasal dari iran yang mencampur adukkan agama islam dengan dasar KASIHAN.

      kenapa harus di hentikan?karena pencapuradukkan islam dan memecah belah islam karena dialah sumber masalah.
      saya pernah berdebat dengan seorang ulama dari iran yang mengatakan setubuhi gadis 9th.dan pengikutnya melakukannya.
      karena sang ulama ternyata juga pencampuradukan agama(mungkin kalo di indonesia namanya bukan pak Haji tapi Hajingan kali ya)

      Dan dia juga yang mengajarkan Bunuh semua orang Sunni.padahal waktu itu saya lihat banyak orang sunni ketakutan dan masuk masjid.tetapi mereka dengan brutal masuk masjid dan pembunuhan dilakukan di dalam masjid.
      Padahal mereka tidak salah apa apa.salah mereka adalah mereka berusaha menjalankan syariat islam sesuai ajaran Rassullullah swt.

      Jadi jika salah satu anggota IFF yang bilang saya bersedia kembali ke islam bila ada gadis 9 th yang berbagi ranjang dengan saya sebaiknya please anda pergi ke iran okay?karena anda termasuk pengikut sang ulama.maaf saya tidak mau menyebutkan nama tapi kalau pengetahuan anda bagus anda pasti sangat tau siapa dia(kok kayak kuis jaman dulu heheheh)karena sang Ulama sanagt terkenal dan punya pengikut yang banyak sekali

      Sang ulama juga mengajarkan untuk menikah punya anak kemudian menceraikan istrinya kmd menikah lagi punya anak lg lalu cerai lagi untuk memperbanyak pengikutnya.Padahal rassullullah SAW mengharamkan pernikahan dengan tujuan perceraian.rassul TIDAK PERNAH MENCERAIKAN para istrinya.umm sauda ketakutan sendiri karena sebagai harfiahnya perempuan sangat sensitif ketika ia merasa tidak menarik sehingga memberikan malamnya kepada aisha ra tapi minta jangan diceraikan.Jadi rasul tidak pernah berniat menceraikan para istrinya.pernah datang seorang perempuan sebagai pengantin rasul tapi dia datang dengan menghina sehingga rasul menyuruh pengawalnya memulanggkan dia kerumahnya.sehingga perkawinanya dibatalkan.walau dia sangat cantik(from the Translation meaning of summarized SAHIH AL-BUKHARI translated by Dr Muhammad Muhsin Khan.Islamic University,Al Madina al Munawwara Kingdom Of Saudi Arabia)

      jika mau cari bukunya anda bisa cari terbitan Maktaba Dar-us-Salam
      Publishers & Distributors
      Riyadh- saudi Arabia
      saya tidak tau apa buku ini tersedia di toko buku di indonesia tapi tidak ada salahnya mencoba cari

      Oh yaa pemerintah iran juga memerangi ajaran sang ulama ini walau masih kalah pamor ama sang ulama

      tapi saya nggak mau nggomong banyak soalnya susah sih ngasih tau orang orang primitif di IFF.anak tk aja lebih bisa mikir jadi kalo boleh tau DIMANA KRITISNYA MEREKA?

      Soalnya belum pernah ngerasaiin rahasia ilahi sih hehhehehehe
      Jadi entar kalo mati jangan di mandikan dikafani trus di kubur kan katanya keluar dari islam.kalau mereka orang punya biar dikremasi aja.atau dibakar sesuai ajaran salah satu agama tapi nggak tau ya wong mereka nggak punya agama jadi dibuang ke kali aja biar jadi tumbal dan jakarta nggak pernah banjir lagi hehehehehhehehhe

    • Laudya 2:15 pm on 11/03/2008 Permalink | Reply

      maaf kalau salah ketik bukan rassullulah swt tapi saw.shalawat bagi nya keluarganya sahabat sahabatnya beserta pengikut pengikutnya semoga dirahmati Allah

    • Laudya 4:59 pm on 11/03/2008 Permalink | Reply

      sebenarnya capek juga ngomentari tapi saya mo komen ma saudra zulfikar tentang syia

      maaf nggak bermaksud menyinggung tapi saya dan teman teman expat lain pernah berdebat dengan salah satu ulama di taheran mengenai perkawinan.tentang gadis 9tahun karena ulama besarnya memerintahkan ajaran demikian sama dia
      Untuk soal hareema
      mereka cuaaaaaaantik dan pintar tapi kok lebih suka menikah mutah dengan orang selain syia.karena itu banyak sekali tumbuh prostitusi karena ini

      karena saya Caucasian mereka benci terhadap saya padahal saya muslim.

      saya nggak mau komentar banyak lagi karena masalah kepercayaan adalah sangat personal dan individual jadi tolong jangan di buat kelahi.anda sudah berutung hidup di indonesia yang bebas.
      wassalam

    • Genit tal 4:48 pm on 09/04/2008 Permalink | Reply

      Memahami Momed: Sebuah Pendekatan Mental
      Sejatinya simamad adalah replika karakter “swt” yg paling mirip, karena “swt” hanyalah manifestasi dari gagasan2 dan keinginan2 yang ada dalam pikiran mamad. Lebih tegas lagi simamad is playing god, adapun jumlah suporter mamad saat ini yg begitu banyak tdk lantas membuktikan bahwa simamad benar krn sidrom semacam ini bisa dialami siapa saja mirip dgn penyakit demam berdarah yang bisa menjangkiti siapa saja. Pengalaman2 yang dialami si mamad semasa hidupnya seperti ingin bunuh diri, banyaknya afect pada masa kecil mis, ditinggal mati ayahnya, terpisah dari ibunya yg akhirnya menimbulkan perasaan tak diinginkan yang bersifat patologis pd diri mamad yang akhirnya menimbulkan depresi berat, keiginan bunuh diri yang diakibatkan oleh depresi berat yang akut dan akhirnya mencetuskan skizofrene dengan gejala waham ke Tuhan yang termanifestasi melalui kebiasaan2nya mendengar bisikan-bisikan yang dia terjemahkan sebagai suara tuhan, berhalusinasi (kosa kata ini belum dikenal pd jamannya sehingga diekspresikan melalui kata “Mimpi”). Dalam suatu spektrum kontinium hal ini juga dialami banyak orang jadi ini bukanlah suatu hal yang luar biasa. Dengan demikian solusi akan akibat massiv yang ditimbulkan kondisi ini seharusnya dimulai dari terapi psikiatrik untuk memberi ruang pada penataan ulang logika, agar intelektualitas mereka dapat digunakan dengan benar dan untuk tujuan yang baik seperti yang kita semua idamkan.
      Don’t Forget, Suicide Bombing is Illogical

    • zulham effendi 5:54 am on 04/08/2008 Permalink | Reply

      Saya Hanya bisa berdoa ” YA ALLAH BINASAKANLAH ORANG-ORANG YANG MENGHINA ISLAM DIDUNIA DAN DIAKHIRAT”

    • hadist 3:57 am on 15/08/2008 Permalink | Reply

      allah ‘menjawab’: ‘silahkan…monggo..binasakan mereka untuk aku…aku tidak berkuasa’

    • ed 12:47 pm on 27/09/2008 Permalink | Reply

      satu yang sangat jelas bagi orang2 di situs penghina Islam adalah mereka semua pengecut!! tidak berani menunjukkan jatidiri mereka… dan satu lagi mereka bukan orang beragama,dan ingin memecah kerukunan umat beragama di indonesia

      • eddison 10:12 am on 25/07/2011 Permalink | Reply

        gimana mau menunjukkan jati diri ed !…bukti impiris membuktikan setiap orang mengkritisi koran dan nabi dianggap kafir yang musuhi islam, sehingga darahnya halal untuk dibunuh.

        • melly 12:45 am on 04/04/2013 Permalink | Reply

          ya seharusnya kalo elu eddison yakin Qur’an salah dan muhammad bejat, ngapain mesti takut dibunuh?!?!? lagian gak dibunuhpun elu juga bakal mati, dan matipun bukankah elu bakal ditebus sama yesus, jadi ngapain sih mesi takut dibunuh?!??! muslim yang sepenuhnya meski disiksa sekalipun gak bakal takut dan gak bakal jadi pengecut sembunyi ngintip2 macam kalian, lempar batu sembunyi tangan, Qur’an dah jelasin otentiknya kalian itu ya gitu PE-NGE-CUT.

    • orang jujur 6:35 am on 04/10/2008 Permalink | Reply

      mari kita netral. sebagai penganut demokrasi kita harus menghargai pendapat dari berbagai kalangan. Kita harus menghargai pendapat orang apalagi pendapat tersebut disertai bukti dan bukan sembarang omong kosong. Kita sebagai manusia adalah makhluk bebas, pakailah otak kita yang diberikan Yang Maha Kuasa pilihlah jalan yang terbaik menurut diri masing2, Jika Islam memang tidak baik maka tinggalkanlah Islam, untuk apa kita menjalankan hal yang tidak benar, kita harus berterima kasih apabila Ali Sina ternyata benar mengenai pendapatnya mengenai Islam, saya sebagai salah satu muslim hanya akan berpihak pada kebenaran, karena saya yakin Yang Maha Kuasa penuh cinta kasih dan pengampunan tidak akan menyalahkan saya untuk berpihak pada kebenaran. Agama hanyalah sebuah agama, ajaran juga hanyalah sebuah ajaran, tetapi hati, pikiran dan tindakan yang bersih dan baik lah yang hanya akan diterima oleh Yang Maha Kuasa tidak peduli anda semua beragama apa atau tidak beragama

    • erzal 2:50 am on 05/10/2008 Permalink | Reply

      orang jujur Says:
      October 4, 2008 at 6:35 am edit

      Agama hanyalah sebuah agama, ajaran juga hanyalah sebuah ajaran, tetapi hati, pikiran dan tindakan yang bersih dan baik lah yang hanya akan diterima oleh Yang Maha Kuasa tidak peduli anda semua beragama apa atau tidak beragama##########YANG JELAS ORANG YG MEMPERSEKUTUKAN ALLAH TEMPATNYA ADALAH NERAKA JAHANNAM

    • kantung_kotoran 5:44 pm on 15/12/2008 Permalink | Reply

      Genital, mamad itu siapa?, banyak orang terkenal namanya mamad.

      kita sebagai muslim jangan berbicara kasar, dan jangan membenci(mendengki.). tetapi semua tindakan dan ucapan kita harus sesuai contoh dari Rasullulah muhammad S.A.W.
      walupun tindakan Rasulullah itu adalah tindakan keras, tetapi tidak dengan didasari kebencian,tapi didasari dengan kasih sayang demi menyelamatkan umat manusia dari Api Neraka.

    • kantung_kotoran 5:50 pm on 15/12/2008 Permalink | Reply

      dan itu harus dibuktikan dengan Akhlak para pengikutnya.

      kita sebagai muslim, memberikan “Jamu” sebagai tanda kasih sayang dan memberikan “gula Gula” yang banyak sebagai tanda ke masa bodohan, dan kebencian.

    • kantung_kotoran 5:53 pm on 15/12/2008 Permalink | Reply

      dan kami adalah agama yang diajarkan untuk membela diri.

    • kantung_kotoran 5:54 pm on 15/12/2008 Permalink | Reply

      dan kita harus saling mengingatkan

    • nacho 7:13 am on 22/12/2008 Permalink | Reply

      moslem..bagaimana kalo isi kuran yg cacat…dan selalu menjadi bahan acuan agama lain untuk menghina moslem..kita hilangkahan saja……..gampil..khan…..injil aja boleh di revisi..masa kuran gak boleh…….gengsi….waduh jaman sekarang kok masih gengsi..gengsian……ya..gak dapet duit…lah….(stupid but smart)

      • wahyu setyaji 2:24 pm on 03/03/2012 Permalink | Reply

        Saudara nacho yang mudah2an diberi petunjuk oleh Allah
        Kitab kitab yang Allah turunkan sebelum Al qur’an yaituI Injil danTaurat itu tidak dijamin Allah penjagannya,sedangkan Al qur’an tlah dijaga Allah,makanya kl brdsrkan bbrapa saksi mngatakan isi Al qur’an di belahan dunia manapun maka sama
        Allah berfirman:”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (menjaganya).” (QS Al Hijr: 9).

        : “(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.” (QS Huud: 1)

    • Pejoeang 7:16 am on 29/12/2008 Permalink | Reply

      Muslim Vs Alisina

      • rianti 2:25 pm on 03/11/2013 Permalink | Reply

        mas Wahyu setyadi.
        pernah gak baca sejarah ketika Muhamad meninggal,banyak ayat2 yang cuma dihafal sebagian ditulis di daun atau media lain.si penghafal quran sudah banyak mati di peperangan.jadi banyak ayat2 yang hilang .belum lagi yang dimakan kambing (menurut pengakuan Aisyah). lalu terahir usman membuat kembali ayat2 quran sedang yang asli dibakar. trus masih dibilang original???.sedangkan kalau firman Tuhan itu pasti terpelihara,kok ini gak terpelihara ya?

    • dono 7:48 am on 16/01/2009 Permalink | Reply

      Islam di cerca malah semakin jaya dan semakin lama semakin terbukti kebenaran islam :
      1. Israel/yahudi terbukti manusia paling kejam memerangi rakyat palestina yg tak berdosa
      2. Teknologi perang barat/amerika/israel katanya sangat canggih ternyata hanya menciptakan pembunuhan masal dg bom/bom curah (orang tak berdosa terkena), Belum lagi kerusakan alam yg ditimbulkannya, islam sangat keras melarang merusak alam
      3. Barat/amerika/yahudi menjunjung tinggi kebebasan tapi kebebasan yg menyebabkan hancurnya moral, contoh AIDS adalah kebebasan sex belum lagi homoseksual, hal lain adalah kebebasan yg menyebabkan anak2 di amerika/barat tidak menghormati orang tuanya, lihat acara nany 911
      masih banyak lagi kerusakan yg lain akibat mengabaikan islam/ alquran
      4. Kehancuran ekonomi juga karena menganut sistem kapitalis barat, terbukti dg ekonomi islam diterapkan tidak akan terjadi krisi

      Jadi sumber kerusakan semua segi adalah manusia mengabaikan ajaran islam cuma banyak manusia ga sadar

    • mentari 4:02 am on 12/03/2009 Permalink | Reply

      Tuhan menciptakan matahari untuk semua umat manusia. Jadi janganlah saling mencaci dan janganlah saling menghina satu sama lainnya. Yang muslim juga jangan merasa bahwa dirinyalah yang paling benar, demikian juga yang lainnya. Dari pada saling mencaci, lebih baik duduk bersama untuk berdialog. Kita buka kitab masing-masing dan kita dialogkan dari ayat ke ayat, itu lebih elegan dari pada saling mencaci.

      • rianti 2:31 pm on 03/11/2013 Permalink | Reply

        orang arab,terutama arab saudi paling banyak terkena narkoba, aids, dan paling banyak yang homosexual, cuma gak terexpose aja. gak usah melihat sesuatu berdasarkan kebencian karena agama. lihat sajalah segi positip dimana yang kamu sebut dunia kafir paling banyak berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan. sekarang yang sudah jelas orang muslimpun ikut menikmati .kalau ga mau menikmati buatan kafir ya kembali keabad zaman batu

    • wild boar 12:19 pm on 29/12/2009 Permalink | Reply

      hindu yang baik adalah yang menglkuti kitab sucinya
      budhis yang baik adalah yang menglkuti kitab sucinya
      kristen yang baik adalah yang menglkuti kitab sucinya
      muslim yang baik adalah yang TIDAK menglkuti kitab sucinya

      • fiksitidakilmiah 3:45 pm on 29/12/2009 Permalink | Reply

        @ Wild boar

        Ngeroco luh!

      • andys_doank 12:49 pm on 03/04/2013 Permalink | Reply

        yg penting lo senang masuk neraka…amin

    • mahmud ahmadibejad 8:54 am on 03/01/2010 Permalink | Reply

      hindu yang baik adalah yang menglkuti kitab sucinya ( Mahatma Gandhi)
      budhis yang baik adalah yang menglkuti kitab sucinya ( Dalai Lama )
      kristen yang baik adalah yang menglkuti kitab sucinya ( Mother terresa )
      muslim yang baik adalah yang TIDAK menglkuti kitab sucinya ( siapa yah…habibie Kali)

    • rahmanhadiq 8:01 am on 29/01/2011 Permalink | Reply

      Kebencian Ali Sina terhadap Islam sangat berlebih, sehingga dia bicara tanpa menggunakan logikanya, semua cara dia lakukan untuk meneyampaikan kebenciannya termasuk melakukan segala kebohongan, kelicikan, fitnah, menghasut semua umat beragaman untuk memuihi islam, sehingga bicara Ali Sina tidak menunjukan bahwa dia adalah seorang manusia, sepertinya ALi Sina ini adalah keturunan para dedemit yang masih gentayangan untuk mencari mangsanya. jadi Bagi orang islam yang beriman, tidak perlu dihiraukan si Biang Kerok ALi Sina beserta gerombolannya di FFI itu. Sebagai perbandingan baca juga kupasan buku saya terhadap ALi sina di ;
      http://www.scribd.com/doc/47235353/rahmanhadiq-untuk-Ali-Sina
      Saya harapkan , setelah membaca buku bahasan saya ini, anda bisa mengenal lebih jauh siapa sebenarnya Ali Sina itu.

    • helmi 8:09 am on 09/07/2011 Permalink | Reply

      ali sina tuh “DajjaL” jadi yg percaya ma dia tuh pengikut Dajjal…

      • jackman 5:26 pm on 02/06/2013 Permalink | Reply

        ya ..ali sina dajjal…anak buahnya lagi pada gentayangan di blog ini

    • bobby 7:53 pm on 03/01/2012 Permalink | Reply

      sang nabi mengira yesus itu keponakan nabi musa dan harun, padahal jarak waktu antara yesus dengan nabi musa dan harun itu ratusan tahun.
      sang nabi mengira tritunggal itu terdiri dari allah, yesus dan maria( ibu yesus), padahal tritunggal itu terdiri dari allah, yesus dan roh kudus.
      apakah allah salah memberi wahyu pada beliau?

    • Dion 5:40 am on 04/01/2012 Permalink | Reply

      @bobby
      anda yang salah dan bodoh…..
      sana belajar lagi!!! jangan malu-maluin disini!!

    • Used Forklifts 1:25 am on 05/07/2012 Permalink | Reply

      Great content and I personally appreciated reading it. The
      other remarks really are enlightening.

    • rianti 6:45 pm on 15/11/2012 Permalink | Reply

      kalau wahyu Tuhan salah , wajib dipertanyakan, benarkah?? disini akal dan pikiran kita pakai. jangan menelan apa yang diberi , kunyah dulu supaya mulus masuk ke perut. Tuhan tak akan pernah berbuat kesalahan apalagi mengganti ayat menukar dengan ayat yang baru. tidakkah kamu berfikir???

    • rianti 6:51 pm on 15/11/2012 Permalink | Reply

      memang susah kalau sudah termakan doktrin. hanya Allah saja yang kuasa untuk mengubahnya.tapi slalu ada orang2 yang diselamatkan. dan ada yang tidak .mereka telah membutakan mata dan menulikan telinga.

    • rianti 7:38 pm on 26/12/2012 Permalink | Reply

      mereka hanya bisa menghujat alisina bukan mengemukakan kebenaran argumentnya dengan bukti2 sah. beriman yang benar adalah beriman diatas kebenaran bukan iman buta , tanpa didasari logika, selama kita masih dapat menngunakan logika itu untuk mencari kebenaran , mengapa tidak kita gunakan. jangan menyia nyiakan pemberian Tuhan.

    • ALI BABA 3:18 pm on 29/12/2012 Permalink | Reply

      PLEASE LISTEN SONG MICHAEL JACKSON IN ISLAM 6 SONGS
      BACK TO ISLAM YOU WILL SAVE FOREVER

      HADAPI HARI DEPAN DENGAN KEMBALI KE ISLAM AJAK KELUARGA ANDA SERTA KAWAN2 ANDA SELAMATKAN MEREKA DARI API NERAKA.

    • iphone 1:43 am on 18/05/2013 Permalink | Reply

      Vodafone said in a research note that he didn’t expect the iphone 5 won’t arrive until” 4 G”
      LTE technology is ready for download. The
      security provided by this protocol is twice as effective as PPTP.

  • SERBUIFF 6:13 am on 09/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: Cerdik Bak Ular', Metode Pemurtadan: 'Tulus Bak Merpati   

    Metode Pemurtadan: ‘Tulus Bak Merpati, Cerdik Bak Ular’ 

     

    Advanced search

    Member : Log-In | Register Home  War  Siyasah  E-Book  Foto  Galery  Islam  Hikayat+plus  Chatting  Forum  Tim Fakta  

    Metode Pemurtadan: ‘Tulus Bak Merpati, Cerdik Bak Ular’

    Oleh : Fakta 08 Dec, 04 – 6:10 pm
    imagePemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada 2002 pernah merekrut beberapa santri untuk dilatih dakwah secara khusus. Setelah itu, mereka diterjunkan ke sejumlah rumah sakit daerah. Dua daerah di Jawa Barat yang sempat terlihat menjalankan program ini adalah Sumedang dan Cianjur. Tujuan program ini tidak pernah dijelaskan secara vulgar untuk melawan gerakan pemurtadan.

    Para santri ini hanya dinyatakan sebagai rohaniwan yang ditugasi untuk memberi terapi mental kepada para pasien yang beragama Islam. Mereka datang ke rumah sakit, lalu memberi siraman rohani, dan membacakan doa-doa yang menyejukkan batin.

    Meski begitu, aktivitas tersebut secara langsung juga menjadi bentuk perlawanan terhadap upaya pemurtadan. Forum Antisipasi Pemurtadan (Fakta) menyebutkan bahwa salah satu modus pemurtadan dilakukan melalui rumah sakit. Pasien beragama Islam dituntut meninggalkan agamanya dengan janji bahwa hal itu bisa meringankan penderitaannya. Janji seperti itu jelas sangat menggiurkan.

    imageSelain itu, sekarang juga ada modus yang cukup populer digunakan untuk memurtadkan umat Islam. Aktivis yang terlibat pemurtadan berusaha menyamar jadi pemeluk Islam, lalu menggunakan simbol-simbol Islam untuk memurtadkan umat. Kurang lebih cara seperti ini mirip dengan jalan yang ditempuh C Snouck Hurgronje di zaman penjajahan dalam mengadu domba umat Islam.

    Model kamuflase seperti itu, antara lain, bisa dilihat dalam situs-situs anti-Islam yang bertebaran di internet. Kunjungi saja situs http://www.islamreview.com atau http://www.faithfreedom.org. Sepintas, situs ini menggambarkan bahwa materi yang dikandungnya bernapas Islam. Tapi, kalau dibaca lebih cermat, sebenarnya situs ini menebar kampanye untuk melawan Islam.

    Dalam situs http://www.islamreview.com misalnya termuat artikel yang judulnya sangat provokatif: ‘Cepatnya Kematian Islam’. Artikel itu ditulis seseorang yang mengaku bernama Ali Sina. Melalui artikel tersebut, Ali membantah keras sekali anggapan bahwa saat ini Islam menjadi agama yang pertumbuhannya paling cepat.

    Dia mengungkap data, setiap jam 667 orang Islam masuk Kristen. ”Dalam setiap tahun terdapat 6 juta Muslim yang berpindah jadi pemeluk Kristen,” ujar Ali. Eksodus ini, tambahnya, dilakukan karena Islam tidak bisa konsisten dalam memandang kajian ilmiah, etika, hak asasi manusia, dan logika.

    image

    image
    Selain di internet, kamuflase juga ditemukan dalam beberapa brosur. Tim dari Fakta sempat mendapatkan brosur berjudul ‘Dakwah Ukhuwah’, ‘Shirathal Mustaqim’, ‘Jalan Al Rahmat’, juga yang lain. Dari namanya, brosur tersebut seperti berisi dakwah untuk mengajak orang memahami Islam. Padahal, buletin-buletin tersebut menurut penyelusuran tim dari Fakta, diterbitkan oleh sebagian kalangan Kristen untuk memurtadkan umat Islam.

    Cara lain yang juga ditempuh dalam upaya pemurtadan adalah menggauli Muslimah baik melalui pemerkosaan maupun rayuan. Modus seperti ini sempat ditemui di Padang, Sumatra Barat. Beberapa Muslimah akhirnya terjebak masuk Kristen karena hamil di luar nikah.

    Sekjen Fakta, Abu Deedat, menjelaskan bahwa cara-cara yang ditempuh dalam proses pemurtadan sangat banyak. Mulai dari yang halus sampai yang vulgar. Tapi, secara umum, katanya, para penggiat pemurtadan ini menjalankan tugasnya dengan dua prinsip. ”Mereka tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular,” ungkapnya.

    Sedangkan pola yang digunakan para tokoh pemurtadan adalah pembinaan dan penghancuran. Pola pembinaan misalnya berbentuk bantuan sosial, beasiswa, menyediakan tenaga ahli (dalam berbagai bidang), juga menggiatkan pendidikan. Sedangkan pola penghancuran ditempuh melalui upaya penurunan moral, penyesatan ajaran, dan sejenisnya.

    Yang lebih mengkhawatirkan lagi, sambungnya, makin lama, upaya pemurtadan dijalankan semakin sistematis dan terorganisasi. Sudah begitu, dana pemurtadan, menurutnya, juga tidak terbatas. Sementara pada saat yang bersamaan, umat Islam semakin mudah dipecah dan gerakannya tidak tertata rapi. Saat ini, seperti pernah disinggung mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohammad, kebanyakan orang Islam juga hidup di negara miskin. Tidak seimbang. (Republika)

    image

    image

    image

    image

     Beri Komentar Artikel ini
     Beritahu Teman
     Print Artikel ini
     Arsip Komentar

    Forum Swaramuslim.net
    ada 9 thread komentar 541 hits – dibaca 1470 hits

     
    • warior 6:48 am on 12/11/2009 Permalink | Reply

      haha lbh byk kristen yg diperkosa kale…

    • warior 6:55 am on 12/11/2009 Permalink | Reply

      byK ORG MUSLIM BLG DI AL KITAB YESUS GA DIAKUI TUHAN.hahaha wkt yesus puasa di gurun apa sich yg dikatakan pd iblis yg menc0bainy? ?
      Iblis mengapa kau cobai Tuhan allahmu sndiri bkn kah hany pd ny km menyembah,.it cm slh 1 bukti .bhw ad org yg sok tau.peace

      • erzal 3:52 am on 13/11/2009 Permalink | Reply

        Al Maaidah: 72 » Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:”Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata:”Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang memperSEKUTUkan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. 5:72)

        ==========================================

        1. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: `Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga`, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. 5:73)

        Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 73 لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (73) . Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt. menegaskan dengan sesungguhnya akan kekafiran orang Nasrani yang berkata bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah salah satu dari tiga oknum yaitu Bapak, Putra dan Roh Kudus. Jadi jelaslah bahwa ayat ini menggambarkan pendirian mayoritas orang-orang Nasrani zaman dahulu. Segolongan kecil dari mereka itu ada yang berpendirian bahwa Allah itu adalah Isa Putra Maryam sedangkan segolongan kecil yang lain berpendirian bahwa Isa itu adalah Putra Allah, dan dia bukan Allah. Pendirian mereka ini tidak mempunyai dasar yang kuat karena Tuhan yang sebenarnya ialah zat yang tidak terbilang. Dia adalah Maha Esa. Karena itu Dia adalah Maha Kuasa. Jika Tuhan berbilang maka artinya Yang Maha Kuasa itu lebih dari satu, dan jika mereka berdua atau lebih tentulah akan berebut kekuasaan yang akibatnya hancurlah alam ini. Andaikata tuhan-tuhan itu berdamai yakni ada yang berkuasa di langit dan ada yang berkuasa di bumi, maka terjadilah Tuhan itu lemah, karena sifat damai adalah sifat orang yang lemah yang tidak sanggup menaklukkan sendiri. Dengan demikian Yang Maha Kuasa itu adalah tunggal. Selanjutnya jika Tuhan itu berbilang, umpama terdiri atas tiga oknum dan ketiga-tibanya dianggap satu karena kesatuannya, maka artinya jika terjadi kehilangan salah satu daripadanya, maka berarti hilanglah kesatuannya, dengan demikian hilanglah ketuhanannya karena matinya Isa (salah satu oknum Tuhan) di tiang salib. Dan jika tidak demikian maka artinya Tuhan itu berbilang. Jadi ada Tuhan yang telah mati disalib dan dua yang masih hidup. Jika dibenarkan adanya Tuhan Bapak dan adanya Tuhan Putra, maka yang dinamakan Tuhan Bapak tentulah diketahui adanya lebih dahulu dan yang dinamakan Tuhan Putra tentulah diketahui adanya terkemudian. Sedangkan Tuhan itu bersifat Qadim, yakni “adanya” sama dengan “tidak didahului oleh tiada” dan Tuhan itu bersifat Baqa’ (kekal) yakni “adanya tidak diakhiri tiada”. Isa adalah didahului oleh “tiada” karena itu dia tidak bersifat qadim karena dia tidak ada pada waktu sebelum dilahirkan oleh Siti Maryam dan Isa tidak bersifat baqa’ (kekal) karena dia telah menjadi tiada, dia telah mati. Demikianlah sesatnya pendirian orang Nasrani. Jika ditinjau dari segi logika, karenanya pada ayat ini Allah memperingati orang Nasrani supaya meninggalkan kepercayaan yang salah dan hendaklah mereka kembali kepada ajaran-ajaran tauhid dan jika mereka masih tetap pada kekafiran, yaitu mempersekutukan Allah, maka akan dimasukkan ke dalam azab api neraka. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Maa-idah 73 لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (73) (Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasanya Allah salah seorang) dari tuhan (yang tiga) artinya salah seorang dari tuhan-tuhan yang jumlahnya tiga dan dua orang lainnya yang dianggap tuhan ialah Nabi Isa beserta ibunya. Mereka yang berpendapat demikian adalah golongan dari orang-orang Nasrani (padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu) berhenti dari menigakan Allah, kemudian kembali mengesakan-Nya (pasti akan menimpa kepada orang-orang yang kafir) artinya mereka yang menetapi kekafirannya (di antara mereka siksaan yang pedih”) siksaan yang sungguh amat memedihkan, yaitu siksaan neraka.

        • pembela 10:07 am on 14/11/2009 Permalink | Reply

          ha,.. ha,.. sekolah teologia dlu boz,. biar lbh afdol + ngerti apa arti trinitas TUHAN. jangan sok tahu.. entar ente bisa2 di ketawain tetanggaku,. anak 2 sekolah minggu yg berumur 6th ha,..ha,..

    • otong insaf 2:38 pm on 11/04/2011 Permalink | Reply

      LailahailAllah…

      LailahailAllah… Muhammadarosullullah..

      Islam adalah Agama Fitrah…

      ^_^

    • Alfred 5:03 pm on 29/08/2011 Permalink | Reply

      Serangan balik

    • Alfred 5:07 pm on 29/08/2011 Permalink | Reply

      Gimana mau serangan balik klo nentuin 1 syawal aja beda2..islam ada berapa sih..?makanya urusin aja agama loe sendiri yang belum becus nentuin 1 syawal..akhirnya jadi saling menghakimi karna yanga satunya dibilang batal puasa karna belum 1 syawal yang satunya lagi bilang haram karna masih tetap puasa….

      • SERBUIFF 3:37 am on 30/08/2011 Permalink | Reply

        Lapan: Perbedaan Idul Fitri akibat penyimpangan astronomi

        Senin, 29 Agustus 2011 22:37 WIB | 3653 Views

        Prof DR Thomas Djamaluddin. (facebook)

        Jakarta (ANTARA News) – Perbedaan Idul Fitri terjadi karena adanya penggunaan perhitungan yang menyimpang dari kelaziman astronomi modern, kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Prof Dr Thomas Djamaluddin.

        “Penyimpangan dari kelaziman astronomi modern ini dengan masih digunakannya metode lama dalam hisab dan rukyat. Metode lama ini misalnya, hisab urfi hanya dengan periode tetap, dengan pasang air laut, serta metode wujudul hilal,” kata Thomas Djamaluddin di Jakarta, Selasa.

        Pakar astronomi ini menilai, organisasi massa (ormas) Islam, seperti Muhammadiyah, masih kukuh menggunakan hisab wujudul hilal.

        “Kalau kriteria Muhammadiyah tidak diubah, dapat dipastikan awal Ramadhan 1433, 1434 dan 1435 hijriyah juga akan berbeda, dan masyarakat dibuat bingung, tetapi hanya disodori solusi sementara. Mari kita saling menghormati,” katanya. 1433 hingga 1435 Hijriyah sama dengan tahun 2012 hingga 2014 Masehi.

        Menurut dia, perbedaan Idul Fitri itu akan terus berulang, yakni ketika bulan pada posisi yang sangat rendah, tetapi sudah positif di atas ufuk, contohnya pada kasus penentuan Idul Fitri 2011, yakni saat Maghrib 29 Ramadhan atau 29 Agustus, bulan sudah positif, tetapi tingginya di seluruh Indonesia hanya sekitar 2 derajat atau kurang.

        Dengan posisi bulan seperti itu, Muhammadiyah sejak awal sudah mengumumkan Idul Fitri jatuh pada 30 Agustus 2011 karena bulan sudah wujud di atas ufuk saat Maghrib 29 Agustus 2011, padahal saat itu bulan masih terlalu rendah untuk bisa memunculkan hilal yang teramati sesuai dalil syar`i.

        “Perlu diketahui, kemampuan hisab sudah dimiliki semua ormas Islam secara merata, termasuk NU dan Persis, sehingga data hisab seperti itu sudah diketahui umum. Dengan perangkat astronomi yang mudah didapat, siapa pun kini bisa menghisabnya, tidak ada yang istimewa,” katanya.

        Sedangkan, menurut dia, metode Imkan Rukyat adalah tren baru astronomi yang berupaya menyelaraskan dengan dalil syar`i, ujar alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

        Ia mengakui sering mengritik metode hisab rukyat. Oleh karena, ia menilai, perhitungan imkan rukyat kini sangat mudah dilakukan, terbantu dengan perkembangan perangkat lunak astronomi, bahkan informasi imkanrur rukyat atau visibilitas hilal juga sangat mudah diakses di Internet.

        http://www.antaranews.com/berita/273872/lapan-perbedaan-idul-fitri-akibat-penyimpangan-astronomi

    • khalid 2:59 pm on 25/03/2012 Permalink | Reply

      Cuma share aja sedikit….
      gw pernah di opname di rs advent, waktu itu gw kena polutan (menurut medis).. akibat debu (maklum yg sering naek motor gini resikonya)…

      pada hari ke 3, masuk ke ruangan gw orang yg gw kira tujuannya mo ngecek kamar (dia mondar mandir sambil ngeliat kondisi kamar)..

      setelah itu dia ngedeketin gw yg waktu itu cuma berdua sama bini gw. dia nanya :
      rh: Bapak muslim
      gw : alhamdulillah saya muslim
      rh : saya rohaniawan advent
      gw : …oooo
      rh : boleh kita ngobrol sebentar…
      gw : boleh..(krena sakit gw, gw gak boleh banyak ngobrol)
      rh : sebetulnya advent sama islam itu sama, karena di advent babi juga di larang…
      gw : BEDA.. klo advent semua daging haram.., sdang kami muslim yg diharamkan babi,
      bangkai, atau binatang yg di potong dg tidak menyebut nama Allah…

      sejenak rh diam.. terus dia ngomong lagi…

      rh : kakek saya orang (salah satu suku) dia sudah haji…, kata kakek saya sebetulnya
      dalam ajaran islam itu kopi sama rokok itu haram

      krena gw gak boleh banyak ngobrol, gw tuntasin jawabannya supaya gak terlalu lama gw ngeladenin dia..

      gw : Goblok kakek kamu itu…, kalo islam ngelarang kopi sama rokok, gak ada umat islam, yang ngopi sama ngerokok.. suruh dia belajar lagi.. jangan asal ngomong…

      dia gak ngelanjutin obrolannya, terus si rh ngomong “boleh gak saya ngedo’ain bapak”..
      gw jawab “silahkan aja ada kalo anda mo berdo’a”..rh terus berdo’a.. dalam hati gw “salah sendiri kenapa masuk ke sini…. tapi hati gw ketawa… gus dur aja di do’ain puluhan ribu orang.. sampe dia wafat gak sembuh juga…”

      sampe gw pulang 7 hari setelah kejadian itu rh gak prnah nongol lagi…

    • Stefanus Lim 6:28 am on 26/03/2012 Permalink | Reply

      HE HE HE KALAUPUN ADA INJIL ASLI BAHKAN AKHIR ZAMAN YANG MEMBAWA INJIL NABI ISA TURUN, BELIAU AKAN JADI PENGIKUT NABI MUHAMMAD, UNTUK MELAKSANAKAN APA YANG DIPERINTAHKAN ALLAH DAN SABDA RASULULLAH SEBAGAIMANA DIFIRMANKAN ALLAH DALAM INJIL MAUPUN QURAN.COBA ANDA BACA BETUL2 AL KITAB TUH TENTANG NUBUATAN DARI YESUS(NABI ISA) YANG ADA DI ALKITAB TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD (RUH KEBENARAN).
      TURUNNYA NABI ISA AKHIR ZAMAN MEMBUNUH AL MASIH DAJJAL TUHANNYA ORANG 2 YAHUDI DAN DIMUSNAHKANNYA BANI ISRAIL (YAHUDI).
      APA ANDA MASIH RAGU DENGAN SABDA YESUS(NABI ISA) YANG ADA DI ALKITAB.KEBUN ANGGUR (ISRAIL)DAN POHON ANGGUR (BANI ISRAIL) AKAN DIMUSNAHKAN (DITUAI) OLEH ANAK MANUSIA(NABI ISA).
      KALAU ANDA MASIH RAGU DENGAN UCAPAN YESUS(NABI ISA) YANG ANDA BILANG YESUS TUHAN ANDA TU.AYAT MANA LAGI YANG ANDA PERCAYA? KALAU NGGA SENANG DENGAN AYAT ITU, BERANI ANDA BAKAR KITAB ANDA TUH???
      KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DALAM AL KITAB
      matius 20:15 Kerajaan Allah (PEMILIK ANGUR= ALLAH) (PENGGARAP=IMAM/ULAMA) (ANGGUR ASAM=BANI ISRAIL) KERAJAAN ALLAH (NUBUAH)diberikan pada bangsa arab (nabi Muhammad)karena bangsa yahudi ngga dipercaya lagi.
      KERAJAAN ALLAH BUKAN MILIK YAHUDI DAN KRISTEN KHATOL TAPI MILIK ISLAM.INI BUKTI NYATA
      MAKANYA KRISTEN KHATOL BANYAK JADI MUALAF,BUKAN DENGAN PEDANG TAPI DENGAN BUKTI NYATA.DARI AL KITAB MEREKA SENDIRI.
      MAKANYA NABI MUSA DAN NABI ISA SUDAH NUBUATKAN NABI AKAN DIBANGKITKAN SEORANG NABI SEPERTIKU DIKALANGAN SAUDARANYA.YAITU NABI MUHAMMAD SAUDARA SATU MOYANG.NABI ISHAQ DAN NABI ISMAIL’
      S A U D A R A N Y A.
      BUKAN
      K E T U R U N A N NYA.
      KETURUNAN LAIN DENGAN SAUDARA.PAHAMKAN.?
      MOYANG NABI MUSA ADALAH NABI YA’KUB.
      JADI NABI MUSA KETURUNAN LANGSUNG DARI NABI YA’KUB.
      BAPAK NABI YA’KUB ADALAH ISHAK(ISRAIL) SAUDARA TIRINYA ADALAH NABI ISMAIL.
      MEREKA SAMA2 MEMPUNYAI BAPAK YAITU NABI ABRAHAM(IBRAHIM) JADI PARA NABI INI BERSAUDARA.
      JADI NABI MUSA ( BANI ISRAIL) DENGAN NABI MUHAMMAD (ARAB) ADALAH BERSAUDARA DAN NABI MUHAMMAD KETURUNAN LANGSUNG DARI NABI ISMAIL.
      JADI NABI ISA ADALAH NABI TERAKHIR NABI BANI ISRAIL DAN NABI MUHAMMAD ADALAH PENUTUP PARA NABI.YANG MEMBAWA AJARAN ALLAH SEMESTA ALAM. UNTUK SELURUH MANUSIA.SAMPAI AKHIR ZAMAN.
      YESUS BERKATA KERAJAAN AKAN DIBERIKAN KEPADA BANGSA LAIN YAITU BANGSA ARAB(SAUDARANYA).
      SABDA NABI MUSA TENTANG KEDATANGAN NABI MUHMMAD
      :ULANGAN 18:15-18
      18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
      NABI MUSA TIDAK BERKATA DIKALANGAN KETURUNAN KITA.
      18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
      18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
      18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, DUA KALI DIULANG NABI MUSA SUPAYA JELAS.DAN DIA TIDAK BERKATA DIKALANGAN KETURUNAN KITA.JELAS BUKAN??SAUDARANYA BERARTI KETURUNAN ISMAIL.YAHUDI SEBENARNYA PAHAM INI.
      NUBUATAN YANG MENARIK MAKANYA KETIKA NABI MUHAMMAD BERUMUR 12 TAHUN DIBAWA PAMANNYA ABU THALIB BERDAGANG KE SYAM BERTEMU DENGAN SEORANG PENDETA YANG BERNAMA BUKHAIRO.PADA SAAT PERTEMUAN ANTARA MUHAMMAD DENGAN PENDETA TUA ITU, PARA KAFILAH SEGERA MENGELILINGINYA. PENDETA ITU MEMPERHATIKAN MUHAMMAD, SERAYA BERTANYA KEPADA ABU THALIB.
      PENDETA:” Anak siapa ini”?
      Abu Thalib:”Anak saya”
      PENDETA:” Bukan,bukan.Ia anak yatim”.
      Abu Thalib:”Ya, benar.Ia anak saudaraku”
      PENDETA:” Engkau benar, karena tidak layak ia mempunyai ayah sepanjang hidup”.
      Tak lama kemudian pendeta itu menasihati Abu thalib.
      PENDETA:”Wahai abu Thalib’pulanglah engkau dengan keponakanmu ini,karena aku takut orang-orang Yahudi Syam akan membunuhnya.
      Kisah ini adalah dalil yng kuat tentang kenabian Muhammad karena pendeta itu mengenali nabi Muhammad dari kitabnya.dan ia sangat takut yahudi membunuh Muhammad karena Yahudi pun tahu akan muncul seorang nabi di Arabia, karena yahudi sudah dapat nubuatan dari kitab 2 para nabi.
      SABDA YESUS TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD
      MATIUS 21
      21:42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
      21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
      NABI ISMAIL ADALAH NABI YANG DIBUANG DENGAN HARAPAN TIDAK MEWARISI KELUARGA NABI YA’KUB.TETAPI ANAK KETURUNANNYA YAITU NABI MUHAMMAD TELAH MENJADI BATU PENJURU..
      NABI BERSABDA:”AKU DIBANDINGKAN DENGAN NABI2 SEBELUMKU DALAM MENDA’WAHKAN AGAMA ALLAH ADALAH SEPERTI SEBUAH BANGUNAN DIMANA DISUDUTNYA ADA SATU BATU BATA YANG KOSONG MAKA AKULAH YANG MENGGENAPINYA.”
      PARA NABI DIUTUS MEMBAWA AJARAN ALLAH DARI MUSHAF2 YANG DIBERIKAN PADA NABI IBRAHIM, ZABUR PADA NABI DAUD, TAURAT PADA NABI MUSA, ISA MEMBAWA INJIL, DAN NABI MUHAMMAD MEMBAWA AL QURAN.MENYEMPURNAKAN SEMUA AJARAN PARA NABI.MELURUSKAN AJARAN YANG TELAH MENYIMPANG.
      KEHEBATAN ISLAM ZAMAN NABI MUHAMMAD
      21:44 (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)” MAKANYA JAJAHAN2 ROMAWI LEPAS JADI ISLAM
      21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya
      TERMASUK PERSIA (IRAN)YANG DULU NYEMBAH API JADI NEGARA ISLAM,PERSIA PAKISTAN,PERSIA AFGHANISTAN DAN PERSIS HINDUSTAN DAN KHASMIR
      NUBUATAN TENTANG NABI MUHAMMAD DARI SABDA HABAKKUK
      3:3. Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.
      3:4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya.
      3:5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya.
      3:6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad.
      3:7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar.
      ORANG KUSYAN ADALAH ARABIA.PENAFSIRAN AHLI BIBLE.
      NABI HABAKKUK TELAH MENUBUATKAN TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SAW KETURUNAN NABI ISMAIL DARI PEGUNUNGAN PARAN NEGERI ARAB DEMIKIAN PENDAPAT AHLI TAFSIR BIBLE
      NUBUATAN NABI MUHAMMAD DARI NABI YESAYA
      21:1. Ucapan ilahi terhadap “padang gurun di tepi laut”. Seperti puting beliung mendesing lewat di Tanah Negeb, demikianlah datangnya dari padang gurun, dari negeri yang dahsyat.(ARABIA)
      21:11. Ucapan ilahi terhadap Duma. Ada seorang berseru kepadaku dari Seir: “Hai pengawal, masih lama malam ini? Hai pengawal, masih lama malam ini?”
      DUMA ANAK ISMAIL YANG BERDIAM DI ARABIA (KEJADIAN 25:14)
      21:12 Pengawal itu berkata: “Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!”
      21:13. Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!
      21:14 Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! (TEMA ANAK ISMAIL KEJADIAN 25:15)
      21:15 Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. (BUKTI NABI MUHAMMAD SAW LARI KE MADINAH DIKEJAR SENJATA KARENA DA’WAH) DAN BERSEMBUNYI BERSAMA ABU BAKR ASHSHIDDIQ RA DI GUA TSUR.
      21:16 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis.
      SETELAH HIJRAHNYA NABI 1 TAHUN KEMUDIAN TIMBUL PERANG BADAR 313 ORANG PASUKAN ISLAM MELAWAN 1000 ORANG PASUKAN KAFIR MAKKAH. YANG DIMENANGKAN KAUM MUSLIMIN.
      21:17 Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya.”
      YESAYA
      42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya.
      (NYANYIAN BARU .ALLAH TURUNKAN AL QURAN BERBAHASA ARAB BERBEDA DENGAN INJIL,ZABUR DAN TAURAT. BAHASA IBRANI )
      42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (KEDAR KETURUNAN NABI ISMAIL KEJADIAN 25:13.)
      ( TALBIYAH KETIKA BERHAJI ORANG MEMUJI ALLAH)TERBUKTI SAMPAI SEKARANG.)
      42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.(ISLAM TERSEBAR KE SELURUH DUNIA TERMASUK NUSANTARA INDONESIA)
      42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya.
      42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
      ARABIA OLEH ALLAH TIDAK PERNAH DIUTUS NABI SETELAH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL
      42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
      42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
      NABI MUHAMMAD NABI YANG TIDAK PANDAI BACA TULIS.BANGSA ARAB DARI TIDAK KENAL ALLAH MENJADI MENGENAL ALLAH .SEMUA KEHENDAK ALLAH.
      42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: “Kamulah allah kami!” PATUNG2 BUATAN ZAMAN PENJAJAHAN RUMAWI DAN 360 PATUNG BESAR KECIL DALAM KA’BAH DIHANCURKAN SENDIRI OLEH ORANG 2 YANG TELAH KEMBALI KE ISLAM.
      QURAN AN NASR
      110:1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.
      110:2. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
      110:3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.
      ORANG2 BERHAJI SEMUA MEMUJI ALLAH.NUBUATAN HABAKKUK TERGENAPI UNTUK NABI MUHAMMAD.
      KEMBALILAH KE ISLAM ANDA AKAN SELAMAT.UCAPKANLAH LAILAHAILLALLAH.TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
      SEDANGKAN YESUS AJARANNYA TIDAK TERBUKTI.SEPERTI SUNAT, LARANGAN MAKAN BABI, PAKE TELEKUNG(JILBAB),KAWIN DUA NGGA SATUPUN KRISTEN KHATOL YANG PATUH.JADI YANG DISALIB TUH YESUS (YUDAS)ATAU NABI ISA AS.PIKIR TUH…
      YAH YAHUDI BANI ISRAIL MEMANG BEBAL AKHIR ZAMAN DIHANCURKAN ALLAH.SEDANGKAN KRISTEN KHATOL LEBIH MUDAH DAPET HIDAYAH.KARENA MEMANG YAHUDI BANI ISRAIL YANG NYESATKAN MEREKA.NUBUATAN NABI HABAKKUK,NABI YESAYA, MUSA, YESUS SEMUA ADA DI ALKITAB MENJELASKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD.ANDA BERIMAN PADA KITAB MANA LAGI????
      PARA NABI SATU KELUARGA.PESANNYA SAMA MENGAJAK HANYAMENYEMBAH ALLAH.MAKANYA DALAM QURAN PARA NABI BANI ISRAIL DIMULIAKAN, NABI ISA JUGA IBUNYA.KARENA MEMANG SEMUA PESAN DARI ALLAH.KLO BUATAN NABI MUHAMMAD UNTUK APA MEMULIAKAN MUSUHNYA BANGSA ISRAIL.NABI MUHAMMAD TAK PERNAH BERMUSUHAN. SINI BUKTI SEMUA AJARAN AGAMA SATU YAITU DARI ALLAH
      YESAYA
      5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
      5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
      WAHYU : 14 ISRAIL ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI NABI ISA DENGAN SABITNYA DARI ALLAH.ANGGUR YANG ASAM AKAN DITUAI KARENA TIDAK MEMMBERI MANFAAT KEPADA MANUSIA DIMASUKKAN KEKILANGAN ANGGUR KEMURKAAN ALLAH.DIMUSNAHKAN SAMPAI HABIS.TERMASUK SEKUTU2 ISRAIL YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.DEMIKIAN JUGA DI YEHEZKIEL.BACALAH NUBUATAN NABI2 TENTANG AKHIR ZAMAN.BAHWA ISRAIL YANG DIMURKAI ALLAH AKAN BINASA BERSAMA SEKUTU2NYA KRISTEN KHATOL.YANG MENYEMBAH SELAIN ALLAH.
      SELAMATKAN DIRI ANDA, KELUARGA DAN ANAK CUCUCU ANDA.
      TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK SELAMAT KECUALI KEMBALI KE ISLAM SEBAGAIMANA YANG DINUBUATKAN PARA NABI2 SEPERTI MUSA, ISA,HABBAKUK, YESAYA, YOHANES, YEREMIA.
      APA TIDAK JELAS BAGI ANDA NUBUATAN PARA NABI ITU.??
      JELAS ALLAH NGGA PERCAYA LAGI SAMA BANGSA YAHUDI MAKANYA KERAJAAN ALLAH (KENABIAN) DIBERIKAN PADA KETURUNAN NABI IBRAHIM YAITU NABI MUHAMMAD.SEMOGA SEMUA MANUSIA BISA TAHU MANA YANG BENAR DAN MANA YANG SALAH.YANG BENAR DARI ALLAH YANG SALAH JELAS DARI MANUSIA YANG MEMBUAT DAN MENGUBAH KITAB SUCI UNTUK MENYESATKAN MANUSIA.TERUTAMA BANGSA YAHUDI LAH TELAH MENYESATKAN BANYAK MANUSIA.
      NABI MUHAMMAD AKHLAQNYA SUDAH DIPUJI ALLAH DALAM QURAN.AL QURAN DARI ALLAH.HADITS TIDAK AKAN BERTENTANGAN DENGAN QURAN.HADITS ITU MENERANGKAN (BAYANUL QURAN).APABILA HADITS BERTENTANGAN DENGAN QURAN, MAKA LIHAT SIAPA YANG MERIWAYATKANNYA.APALAGI BANYAK BUKU2 FITNAH YANG MEMANG MENJELEKKAN NABI MUHAMMAD.
      SEDANGKAN IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI “MEMBUNUH” NABI ISA (MATIUS 26,27) JELAS2 ADA DI ALKITAB, KRISTEN KHATOL MENUTUP MATA PERBUATAN YAHUDI.ANEH.XI XI XI.MALAH MEMUJI YAHUDI ANAK ISRAIL.MEREKA SEMUA MENANGGUNG DARAH YESUS SAMPAI KETURUNANNYA.PILATUS SAJA TAKUT TAPI TEKANAN KUAT DARI IMAN DAN TUA2 YAHUDI YA TERPAKSA.
      JELEKNYA IMAM2 DAN TUA2 YAHUDI HARI KETIGA NYOGOK PENJAGA2 BILANG MURID2 YESUS NYURI JASAD YESUS.XIXIXI.
      KATANYA BANGKIT.
      BACA TUH MATIUS SEBELUM DISALIB PADA HARI RAYA PASKAH.
      EH SEKARANG DIPUTAR BALIK.SEMUA DOSA MANUSIA YESUS YANG NANGGUNG.
      HA HA HA KASIAN KRISTEN KHATOL DIKADALIN YAHUDI, MAKANYA DR.YAHYA WALONI DR IRENA HANDONO NGGA MAU DIKADALIN.
      SEKARANG RIBUAN ORANG KRISTEN DIISLAMKAN BELIAU2 TU.
      KALAU ANDA TIDAK KEMBALI KE ISLAM ANDA AKAN DIMASUKKAN DALAM NERAKA DAN KEKAL.
      KALAU ANDA TIDAK PERCAYA NUBUATAN NABI2 TUH BAKAR SAJA KITAB TU.
      BERANI NGGA???HE HE HE
      KALO NGGA BERANI KEMBALILAH KE ISLAM.
      SEBELUM BADAN ANDA DIBAKAR DI NERAKANYA ALLAH SIANG MALAM SELAMA LAMANYA.
      KALAU ANDA BANYAK TERTAWA SEKARANG MAKA ANDA AKAN BANYAK MENANGIS KELAK.
      BACA LUKAS 14, 16 KRISTEN KHATOL BAKAL DIMASUKKAN KE NERAKA.BACA BUKU DR YAHYA WALONI MANTAN PENDETA DAN INTELEKTUAL KRISTEN. KRISTEN MASUK NERAKA ISLAM MASUK SURGA

  • SERBUIFF 11:56 am on 01/11/2007 Permalink | Reply  

    MEMILIH JADI ATHEIS ADALAH PILIHAN PALING TOLOL DI DUNIA 

    bagaimana bisa milih atheis padahal siapa yg menciptakan dirinya dan alam semesta ini kalau bukan tuhan yang maha esa ???!!!!….benar2 pilihan paling tolol didunia…weleh,weleh

     
    • beMuslim 8:17 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      Benar! Entah apa yang ada dalam benak mereka. Salam kenal.
      BTW, kami sangat tertarik dengan semua rangkaian blog yang anda bikin mohon ijin share dan repost artikel-artikel terkaitnya ya.
      terimakasih sebelumnya.

    • beMuslim 8:23 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      Senang sekali bisa menemukan blog ini dan link terkaitnya. Mari bersama kita bergabung untuk menghancurkan para hater di Internet.

    • erzal 10:05 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      salam kenal juga. terima kasih, blog anda juga sangat bagus, tanpa minta izin juga saya persilahkan. Ok mari kita sama2 serang balik mereka .

  • SERBUIFF 11:50 am on 01/11/2007 Permalink | Reply
    Tags: indonesia.faithfreedom.org, Orang2 kafir di indonesiafaithfreedom.org adalah orang2   

    Orang2 kafir di faithfreedom.org adalah orang2 tolol yg sok tahu tentang islam !!! 

    mereka adalah orang2 pengecut  yg bisanya hanya menjelek2 kan islam tapi kebanyakan mereka adalah pengecut karena tidak berani menyebutkan apa agama mereka, itu karena agama mereka tidak ada apa2nya dibanding islam yg sempurna !!!

     
    • beMuslim 8:31 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      Kami yakin kalau yang dari Indonesia kebanyakan pasti beragama, dan memang saking pengecutnya mereka malu mengaku beragama? Beberapa account mereka sedang kami lacak keberadaannya dan kami sedang menjalin kerja sama dengan institusi legal untuk bisa membragus situ tersebut, khsusunya yang ver. Indonesia termasuk yang fi freewebs.com http://freewebs.com/rasulullah-666
      Selamat berjuang sobat. kami mendukung anda dan minta dukungan anda oula.
      Salam

    • erzal 10:32 am on 05/11/2007 Permalink | Reply

      oke, saya dukung anda 100 % !!!

    • Moslem forever 12:45 am on 06/11/2007 Permalink | Reply

      Situs faithfeedom malah membuktikan bahwa apa apa yang diberitakan ALQURAN ttg orang orang kafir yang tidak mengakui Muhammad sebagai rasul, telah terbukti kebenarannya.

    • DAUD 5:20 am on 20/01/2008 Permalink | Reply

      mas ane pikir mereka takut dgn islam plus benci karena dlm islam mereka semua masuk neraka

    • volklore 1:12 pm on 07/02/2008 Permalink | Reply

      yang penting jgn kebawa emosi ya kawan2. Ngebaca postingan2 di forum itu emang dah ngebuat hati ini ngeledak2 karena yang kata2nya merupakan penghinaan tingkat atas. Tapi tidak usah pula kita emosi terhadapnya. Cukup hack aja websitenya…

    • seng-su 8:52 pm on 10/03/2008 Permalink | Reply

      yang pengecut itu siapa, kawan?
      justru orang yg gak ogah dikritik itu yg pantas disebut pengecut sejati…
      sekarang zaman udah berubah…
      segalanya bergantung pd logika… gak lagi bergantung dengan ajaran konyol muhammad…
      kalo kalian emang bukan pengecut, masuk aja ke faithfreedom, dan bantah semua pernyataan mereka.
      Bukankah Islam agama yg sempurna?
      Kenapa respon kalian seperti tikus pengecut begitu ada kafir yg mengkritik??
      kafir2 di faithfreedom siap merespon bantahan kalian
      ejekan mereka hanyalah memancing emosi kalian agar mau datang mengunjungi website itu…
      niat meng-hack dan mengutuk dari kalian buntutnya hanya menjadi bukti kalo agama kalian cuma pepesan kosong+kerdil+dangkal+nonsen, dan gak ada kemampuan merespon kritikan pihak yg kalian anggap kafir…
      buktikan agama kalian yg terbaik, jangan cuma bisa mengutuk

      • asrul 10:28 am on 21/06/2009 Permalink | Reply

        Masalahnya apa yang digambarkan faithfreedom tentang Islam kalau di perhatikan lebih tepat di bilang hasutan dan penghinaan terhadap suatu agama ketimbang paparan argumen yang cerdas.. jadi wajar saja umat Islam tersinggung

        • fitri 9:20 am on 03/07/2009 Permalink | Reply

          Tujukin hasutannya dan bukankah suatu hasutan bisa di sanggah dengan suatu bukti kebenaran?. Jangan ngambang klo berkata karena setiap kata anda menunjukkan kepribadian anda, ok?

      • aditya maulana 12:55 am on 28/10/2009 Permalink | Reply

        aku bersumpah bahwa engkau tidak pernah benar-benar tahu masalahnya! mari kita nilai dari hukum kebenaran umum saja dan jangan dengan agama maka engkau hanya terhasut saja atau engkau hanya putus asa dan benar-benar dendam kepada kami!

    • Laudya 12:22 pm on 11/03/2008 Permalink | Reply

      mas mas kok pada ribut ama orang yang nggak jelas pekerjaannya seperti orang orang di faithfreedom kan rugi kalo cuman bersaing ama parasit yang nggak kerja tapi idup dari dana orang lain.wah bikin indonesia tambah miskin aja.lebih baik sih hukumnya jangan dipenjara karena bisa memprovokasi para napi jadi yah buang aja ke negara Orang yang mendanai.pokoknya usir aja dari indonesia soalnya merugikan negara.kalo ali sina pergi dari iran ke amerika so usir aja mereka biar kapok rasanya kalo nggak punya negara

    • erzal 6:04 am on 12/03/2008 Permalink | Reply

      seng-su | dog_0777@yahoo.com | IP: 202.91.15.53

      yang pengecut itu siapa, kawan?
      justru orang yg gak ogah dikritik itu yg pantas disebut pengecut sejati…
      sekarang zaman udah berubah…
      segalanya bergantung pd logika… gak lagi bergantung dengan ajaran konyol muhammad…
      kalo kalian emang bukan pengecut, masuk aja ke faithfreedom, dan bantah semua pernyataan mereka.
      Bukankah Islam agama yg sempurna?
      Kenapa respon kalian seperti tikus pengecut begitu ada kafir yg mengkritik??
      kafir2 di faithfreedom siap merespon bantahan kalian
      ejekan mereka hanyalah memancing emosi kalian agar mau datang mengunjungi website itu…
      niat meng-hack dan mengutuk dari kalian buntutnya hanya menjadi bukti kalo agama kalian cuma pepesan kosong+kerdil+dangkal+nonsen, dan gak ada kemampuan merespon kritikan pihak yg kalian anggap kafir…
      buktikan agama kalian yg terbaik, jangan cuma bisa mengutuk

      Mar 10, 8:52 PM — [ Edit | Delete | Unapprove | Approve | Spam ] — Orang2 kafir di faithfreedom.org adalah orang2 tolol yg sok tahu tentang islam !!! ……………….

      SERANGAN BALIK UNTUK INDONESIA.FAITHFREEDOM.ORG / serbuiff

      Assalamu’alaukum wr.wb. Selamat datang di situs ini dengan url http://erzal.wordpress.com. Link saya http://agamaislam.multiply.com yang telah di hekker netter kafir iff. Ini membuktikan kebenaran pendapat saya sebelumnya bahwa mereka adalah orang – orang pengecut, mereka pada ketakutan dengan hadirnya situs saya tersebut. Ternyata mereka punya satu peluru terakhir untuk melawan situs saya yaitu dengan menghekker . Apa tidak ada tindakan yang lebih pengecut dari itu ?. Belang mereka sudah di buka disitus itu……… Untuk netter islam mari kita sama2 menyerang balik serangan orang2 anti islam ini , dg situs “andalan” mereka … … situs http://indonesia.faithfreedom.org. ……………. Allah berfirman : يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُواكُونوا أَنصَارَاللَّهِكَمَا قَالَعِيسَىابْنُ مَرْيَمَلِلْحَوَارِيِّينَمَنْ أَنصَارِيإِلَىاللَّهِقَالَالْحَوَارِيُّونَنَحْنُأَنصَارُاللَّهِفَآَمَنَتطَّائِفَةٌمِّن بَنِيإِسْرَائِيلَوَكَفَرَتطَّائِفَةٌفَأَيَّدْنَاالَّذِينَآَمَنُواعَلَىعَدُوِّهِمْفَأَصْبَحُواظَاهِرِينَ ……Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia:` Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah? `Pengikut-pengikut yang setia itu berkata:` Kamilah penolong-penolong agama Allah `, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS. 61:14)…….. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,(QS. 22:40)

      ………. saya dulu udah pernah nyerbu kemarkas iff, tetapi ternyata pengelolanya adalah kumpulan orang2 kafir yang pengecut jika ada postingan gue yg dianggap mereka merugikan dan membuat mereka terdesak maka mereka punya senjata andalan alias senjata pemungkas DELETE, LOCK, MASUK KERANJANG SAMPAH, RUANG TERROR,HUMOR…….oh ya tambahan satu HEKKER……..apa kaga malu tuh hanya segitu bisanya……jika netter kafir caci maki mereka cuek bebeksaja,…….juragan bebek kali………dan …….juragankodok……..he,he,he…. memang kebanyakan orang kafir punya watak demikian pengecut,munafik, dan kaga adil / fair, bisanya nyebar fitnah dan bohong belaka,suka cari celah untukmenyerang islam….itu akan sia2saja ….. netter kafir disana kebanyakan pengecut untuk nyebutin apa agamanya aja kaga berani………takut gue serang tuh agamanya…..karena ajaran agamanya emang pada kaga masuk akal dan merendahkan akal dan logika dan kaga ada apa2nya……..bukti lain mereka pengecut yaitu dengan dilocked topic Kristen/Katholik Buddha, Hindu, Spiritualisme – Filsafat – Keyakinan Lain. ……..islam dilawan …… agama paling sempurna dan paling lengkap ajarannya membimbing manusia ke jalan yg lurus hingga hari kiamat kelak…. Untuk para netter antiislam sebelum anda nanggapin saya, TOLONG SEBUTIN DULU NAMA DAN AGAMA ANDA ! jika tidak, saya anggap anda pengecut dan munafik ! OK ?………… ………….semua netter dapat memberikan pertanyaan, jawaban , tulisan, bantahan, pendapat / opini, kritik dan saran melalu kolom “comment”. Terimakasih saya ucapkan sebelumnya atas perhatian anda semuanya.

      ………….. my link : http://blog.360.yahoo.com/pipin234, http://erzal.wordpress.com, http://serbuiff.blogspot.com

      DI SITUS ITU NABI MUHAMMAD BENAR2 DIRENDAHKAN, APA MEREKA TIDAK TAHU SIAPA NABI MUHAMMAD ITU ATAU PURA2 TIDAK TAHU , LIHAT INI : Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah oleh Michael H. Hart Indeks Iptek | Indeks Artikel ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota 01. NABI MUHAMMAD (570 SM – 632 SM) Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar. Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia. Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar. Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan. Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan. Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya. Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642. Tapi, penaklukan besar-besaran –di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab– itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol. Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam. Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan. Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama. Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia “pencatat” Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan. Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu. Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 – 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak. Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Michael H. Hart, 1978 Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982 PT. Dunia Pustaka Jaya Jln. Kramat II, No. 31A Jakarta Pusat Indeks Iptek | Indeks Artikel ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team ///////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////
      JIKA ANDA INGIN MP SAYA INI DICOPY ATAU DIJADIKAN LINK ……. 100 % TIDAK ADA MASALAH……

    • erzal 6:09 am on 12/03/2008 Permalink | Reply

      mas mas kok pada ribut ama orang yang nggak jelas pekerjaannya seperti orang orang di faithfreedom kan rugi kalo cuman bersaing ama parasit yang nggak kerja tapi idup dari dana orang lain.wah bikin indonesia tambah miskin aja.lebih baik sih hukumnya jangan dipenjara karena bisa memprovokasi para napi jadi yah buang aja ke negara Orang yang mendanai.pokoknya usir aja dari indonesia soalnya merugikan negara.kalo ali sina pergi dari iran ke amerika so usir aja mereka biar kapok rasanya kalo nggak punya negara……………untuk Laudya setuju 100 %

      Comment by Laudya — March 11, 2008 @ 12:22 pm | Edit This

    • misbah 9:42 am on 13/03/2008 Permalink | Reply

      ASYHADU ANLA ILAHA ILLALLOH ,WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARROSULULLAH.

      MARI KITA RAPATKAN BARISAN,BERSATU DALAM SATU TEKAD UNTUK MEMULYAKAN AGAMA ALLAH DAN MENANGKIS TUDUHAN-TUDUHAN DARI MEREKA YANG BELUM MENGERTI MAKNA ISLAM DAN BELUM MENETAHUI JIWA ISLAM YANG SEBENARNYA.
      Sebagai seorang muslim saya sangat terpukul dengan hujatan mereka kepada nabi MUHAMMAD tapi sebagai seorang yang menjiwai ajaran islam yang sebenarnya saya bisa memahami ,kenapa mereka menghujat islam, yaitu karena mereka belum mengenal islam yang sesungguh nya ,namun mereka hanya mengenal islam dari orang-orang yang tidak berbudi dan sudah terbukti kebohongan dan kelicikan mereka seperti ROBERT MORY dan ALI SINA ,maka sekarang mari kita rapatkan barisan bersatu tuk menunjukkan kepada mereka ruh islam yang sebenarnya ,mari kita gunakan cara-cara yang islami sesuai ajaran nabi MUHAMMAD yaitu bagaimana dulu ketika nabi menghadapi para kuffar qurays ketika mereka mencaci dan menghina nabi bahkan berusaha mencelakakan nabi tapi nabi tetap bersikap tenang dan membalas kedengkian mereka dengan akhlak yang mulia .
      ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR !!!!!!!!!

    • Zarah 12:06 pm on 22/04/2008 Permalink | Reply

      Ramai teman2 Kristenku & yg dari agama lain tdk pula mencarut-carut agama Islam apalagi memanggil Allah sbg syaitan & Nabi Muhammad Saw, pedofilia, Astaghfirullahalaziim. Tapi manusia2 di sebalik IFF ini memang sdh melampaui batas ! Anjing menggonggong, yaah begitulah. IFF tertawa di dunia, tapi ingat, di alam akhirat jua kamu diadili, di situ nanti, tertawa lebih kuatlah kamu dengan pekikan2 & histeris. Bergabunglah kamu di pengadilan Allah sbgmana kamu bergabung sewaktu menghina Allah, Islam & Rasul di dunia ini. Kita orang Islam yg membaca ejekan mereka, diharapkan jangan mencarut-carut spt itu melainkan balas dgn bidasan yg bijak & berisi. Yang lain serahkan kpd ALLAH YG MAHA HAQ.

      Wassalam.

    • iwan 7:19 am on 15/05/2008 Permalink | Reply

      Assalamu’alikum….

      jika mendebat seseorang yg mengina agama kita kita, kita wajib membela tapi jika debatnya tak terarah, takberbukti….. biarkan sajalah…… kecuali kita punya ilmu yang cukup maka cukuplah ambil salah satu dari mereka, ajak berdebat satu lawan satu, bukanya pengecut. tapi beradu argumen berbeda dg adu otot. kalo kroyokan ga ada hasilnya….. jika meraka tidak pengecut, berotak, dan berwawasan luas pasti mereka tidak takut…….

      Wassalam………….

    • ClOnE AsSAsSAsin 8:52 am on 18/05/2008 Permalink | Reply

      Tman2 muslim,ikhwan ma akhwat. Kta harus melawan orang2 yg g tanggung jawab en bsanya cma ngledek doank! Carany dgn ngbum iff dan pakai senjata yg kuat,iman,keteguhan,ma pengetahuan,ajak mereka debat,tandingi pengetahuan islam dengan pengetahuan boong2an mereka, bka d google ketik “menganalisis kristen” dan congratulations,you’ve got a great,brand new weapon for ATTACKING THOSE CHRISTIAN SON OF A BITCH!!!

    • Pendekar Cisadane 10:02 am on 31/05/2008 Permalink | Reply

      Kenapa tidak dilacak saja keberadaan mereka yang sebenarnya. apakah teknologi tidak dapat mengungkapkan siapa2 mereka itu yang bersikap anarkis, tidak toleran, dan brutal.
      Jika mereka penulis2 di FFI itu kita ketahui keberadaannya, tidak salah saya kira, untuk melakukan tindakan2 sepantasnya.
      Jika benar mereka itu orang2 kristen yang telah menghujat berarti mereka telah menyatakan perang dengan ucapannya dan tidak sewajarnya seorang muslim hanya berdiam diri.
      Tugas para hacker muslim di Indonesia adalah mengungkapkan jati diri mereka, ungkap ke publik siapa namanya, dimana rumahnya DLL, urusan setelah itu terserah anda :)!. Sebab apa bedanya menghujat lewat terang2an atau sembunyi2 lewat internet, hakikatnya sama saja, penghujatan. Kalo diskusi yang jantan sih ga masalah. Satu lawan Satu, forum terbuka, disaksikan berjuta pandang mata. Online ke seluruh dunia. Sehingga objektif dan tidak pengecut.
      Itu sih pendapat saya saja, thx

    • Phedopilia Pope`s 4:03 am on 05/06/2008 Permalink | Reply

      permisi kk sekalian

      kalo menurut saya, sebenarnya itu ajang buat mereka buat merendahkan Islam dengan “Aman”, mengapa ? karena mereka takut ! takut mengakui mereka salah, toh kalau mereka benar siarin dong ke tv-tv , ini loh buktinya kalo Islam itu agama boong, tapi pada kenyataanya mereka cuman bisa ngomong di blog kayak ini aja.

      Toh, kalo di kasih tau bukti kuat mereka pada diemin kita, ya gak ? kalo udah merasa tersudut, cepat-cepat deh mereka stop posting, lol.

      Kan kita juga tahu yang namanya Dajjal nggak akan berhenti merusak Islam sampai kiamat nanti, kita cuman bisa berusaha ya toh ^^

    • Warrior Allah 8:00 am on 28/07/2008 Permalink | Reply

      Nama nya faithfreedom alias bebas memiliki keyakinan.tapi liat serdadu2 misionaris busuk menyerbu org islam utk msk kristen.apakah itu nama nya faith freedom?i dont think so.They are nothing but scumbag.

    • singgih 2:10 am on 06/08/2008 Permalink | Reply

      ass wr wb
      namaku seperti pendeta ya! singgih. but mengomentari iff, kita org muslim menghadapi iff spt luasnya laut yg diludahi iff, jadinya ya gak ngefek, islam tumbuh besar ya gara2 org spt mereka itu, wallahu alam bsw

    • sauqi 1:42 am on 08/08/2008 Permalink | Reply

      Saya pernah dapat info kalo sebenarnya faithfreedom adalah propaganda yahudi, freemasonry.

    • kk.arr 8:07 am on 19/11/2008 Permalink | Reply

      maju tak gentar, membela ……….mmmmmmmmm….

    • Dina 3:52 pm on 19/11/2008 Permalink | Reply

      Ya kafir-kafir memang seperti itu, mereka punya mata tapi buta, mereka punya kuping tapi tuli, sungguh keterlaluan apa yang mereka katakan, sekarang IFF sudah ditutup, mereka ketakutan, Umat Islam bersatu padu mengusut pembuatan komik yang melecehkan Baginda Rosul Muhammad SAW, IFF punya peran terhadap itu, makanya situs itu ditutup, rupanya mereka kawatir juga akan kemarahan umat Islam, Kafir-kafir pengecut….

    • halenx 2:43 pm on 20/11/2008 Permalink | Reply

      sudah.. sudah.. gitu aja kok repot.. kata gus dur..
      Allah tidak akan kehilangan sedikitpun kemuliaanNya, ketika seluruh manusia didunia ini tak terkecuali, menghujatNya,menjelek2kannya, karena Allah adalah dzat yang paling Haq, dialah pemilik segala kebenaran, bukan manusia,.
      jadi buat apa kita repot2 mempersoalkannya????????????????????????????

    • lemas 12:50 am on 26/11/2008 Permalink | Reply

      ngaak usah bilang macam macam .Banyak juga forum muslim yang menghina non muslim bahkan dengan kata yang tak layak . coba lihat wafa sultan dia berdebat dengan elegan walau dia seorang wanita.

    • Wow Indah 6:39 am on 26/11/2008 Permalink | Reply

      Orang-orang di faithfreedom itu tidak adil, masa ingin menyelamatkan muslim dari Islam saja, selamatkan juga umat lain donk…

      Kasian kan umat lain yang selalu dibingungkan masalah ketuhanan.

      Belum lagi kepercayaan tentang, “asal percaya kepada Tuhan maka dijamin masuk surga”, bukannya pemahaman seperti itu berbahaya, karena bisa membunuh seenaknya, tapi ngga usah khawatir dihukum oleh Tuhan-nya, kan sudah percaya. Lebih berbahaya dari Islam kan???

    • Islamphobia 3:36 am on 13/12/2008 Permalink | Reply

      Namanya juga faithfreedom. “bicara bebas” ya sudahlah hujat menghujat OK.
      Ya layanin aja di forumnya. Jawab semua comment yg memojokkan Islam dgn elegan… Buat mereka tersadar kalo agama Anda bisa menjawab semuanya itu.. Itu juga gw pikir cara yg jantan..

    • kut_ching 12:36 am on 22/12/2008 Permalink | Reply

      apa sebagai muslim kalian tidak malu malu, ribuan situs islam sejenis faithfreedom , menjelek2kan agama lain, namun apa reaksi kalian?

      apa karena mereka sama seperti kalian?islam? lalu kalian sebagai orang islam diam saja.

      Tidak malu apa anda2 sekalian merasa paling benar, tapi ada ribuan rekan muslim anda melakukan hal yang sama dengan orang2 yang kalian anggap kafir tersebut di situs islam mereka, menjelek2kan agama mereka.

      gw mau tanya ke kalian. isa dan muhamad sama2 sebagai nabi. kenapa isa kalian anggap lebih rendah dibanding muhamad?

      kalau alasannya hanya karena yang membawa islam adalah muhamad?ck..ck..cuma itu saja dasar seorang nabi harus dihormati dan dimuliakan?

    • ola 2:52 pm on 09/01/2009 Permalink | Reply

      nggak usah komentar kalau mudah tersinggung

    • ola 2:58 pm on 09/01/2009 Permalink | Reply

      memang sebaiknya ngomong dengan sopan. tapi biasanya orang sering egois. maunya untung sendiri seperti kaum Yahudi. suku dan agama lain dianggap kecoa atau tak berguna. perasaan sudah suci karena telah disunat

    • fachrudin 2:12 am on 22/01/2009 Permalink | Reply

      Alo bro..nama ane Fachrudin dan agame ane Islam, menurut ane sih emang bener tuh kalo kita ngedalemin agama islam…apa yang si Ali Sina bilang itu banyak benernya..coba deh ente2 dalemin dan teliti ajaran Al Qur’an dan sejarah Islam…banyak benernya apa yang dibilang Ali..

    • Jone banx 6:10 pm on 01/02/2009 Permalink | Reply

      Kita senua adalah ciptaan TUHAN dan tidak ada yang dapat menyanggah pernyataan tersebut. Saudaraku yang Muslim,bila anda merasa bahwa islam adalah jalan yang dapat membawa anda kepada jalan kebenaran, saya hanya minta untuk diyakini dan dicamkan dengan baik dalam kehidupan anda setiap hari.
      Dan kepada anda saudaraku yang Kristen, bila anda merasa bahwa Yesus adalah jalan kebenaran, saya hanya minta untuk diyakini dan dicamkan dengan baik dalam kehidupan anda setiap hari.
      PERTANYAAN YANG TIMBUL ADALAH: Seperti yang kita ketahui bersama bahwa -TUHAN-adalah ESA(satu)atau tunggal.
      Dengan segala kerendahan hati dan mohon maaf yang sebesar-besarnya saya minta kepada saudara Islam
      maupun Kristen untuk dapat memberikan ataupun mengutip ucapan-ucapan MUHAMMAD maupun YESUS yang secara tegas mengatakan kepada kita semua bahwa salah satu dari mereka adalah JALAN KEBENARAN. Tolong dijawab dengan seringkas-ringkasnya.

    • ogin 3:33 pm on 08/02/2009 Permalink | Reply

      ASSALAMUALAIKUM!baru tau yah!faihfreedom itu kumpulan orang orang kuno,udah tau ada agama yang modren yaitu Islam masih juga agama yang kuno dipegang ibarat yang lain sudah naik motor dia masih naik sepeda.dan orang orang di faithfreedom(berikut dengan adminnya)adalah calon penghuni keraknya neraka(iblis paling demen tuh ).Menurut saya teman teman muslim tidak perlu menanggapi hal itu.sementara kita sibuk dengan urusan berdebat dengan agama lain,disisi lain mereka masuk dan merusak Islam dalam selimut(menciptakan aliran aliran sesat didalam tibuh Islam).Inilah yang perlu kita berantas mati matian.karena jika kita kuat didalam INSYALLAH mereka tidak akan berani lagi menciptakan situs situs semacam itu.Wassalam

    • ogin 3:46 pm on 08/02/2009 Permalink | Reply

      buat mas fachrudin!tolong ente pelajari lagi apa apa yang terkandung dalam Islam.Islam jangan dilihat dengan otak!Islam harus dilihat dan dipandang dengan hati,baru ente merasakan kebenaran yang haq.mememang hak ente mengeluarkan pendapat,tapi ana khawatir ente sudah terbujuk iblis.tidak ada yang benar apa apa yang didebatkan orang orang kristen di forum faithfreedom karena mereka melihat ALQUR’AN terjemahaan(ha ha ha)jelas saja acak acakan.kita khan sudah diberikan oleh nabi dan penerus penerusnya tafsir Alquran itu yang harus kita baca.banyak aliran aliran sesat di Indonesia timbul karena mereka mnterjemahkan ALQUR’AN bukan menafsirkan ALQUR’AN akhirnya yang didapat adalah terjemahan iblis!maafkan kalau kata kata saya kurang berkenan.tujuannya hanya untuk mengingatkan sebagai sesama muslim.

    • ogin 4:08 pm on 08/02/2009 Permalink | Reply

      NGOMONG NGOMONG NUMPANG TANYA! ALI SINA ITU MANUSIA APA IBLIS SIH?

    • Jone banx 6:28 pm on 16/02/2009 Permalink | Reply

      Buat mas ogin yang baik. Anda sampai posting tiga kali dalam forum ini dan saya perhatikan tidak ada satu pun pernyataan anda yang dapat menjawab pertanyaan saya diatas. Yang ada hanya kritik terhadap bung fachrudin dan comentar anda seputar pembenaran agama anda.
      Anda adalah orang yang egois. Apakah itu yang diajarkan oleh agama anda? kalau anda merasa bertanggung jawab tentunya anda akan segera menjawab pertanyaan saya.Mohon maaf bila saya terlalu jauh dalam bertanya,karena jawabanlah yang dapat membungkam mulut dan hati saya.

    • budi 11:54 am on 17/02/2009 Permalink | Reply

      kalian orang islam dan kristen sama aja
      tukang tepu semua
      brengsek laaa kalian
      mau di gimanain pun caci maki kalian
      tetep aja jadinya brengsek

    • Beny 11:17 am on 11/03/2009 Permalink | Reply

      Daripada ribut karena agama, mending jadi Atheis aje ya. Damai ama sejuk gak sumuk.

    • USA 4:14 am on 12/03/2009 Permalink | Reply

      Takut dipenggal ama digorok kali, makanya mereka ga nyebutin agama mereka di FFI. Intinya ngaca…

      • wawan 9:55 am on 04/11/2009 Permalink | Reply

        ah,, ndk juga.. mngkn ndk berani nyebutin agama karena mereka msh bisa berfikir secara sehat. soale mreka bkn pngadu domba

        • erzal 5:12 am on 05/11/2009 Permalink | Reply

          udah jangan banyak teori….mereka itu pengecut tau…

    • earth 6:03 am on 01/04/2009 Permalink | Reply

      ogin Says:

      February 8, 2009 at 3:33 pm
      ASSALAMUALAIKUM!baru tau yah!faihfreedom itu kumpulan orang orang kuno,udah tau ada agama yang modren yaitu Islam masih juga agama yang kuno dipegang ibarat yang lain sudah naik motor dia masih naik sepeda.dan orang orang di faithfreedom(berikut dengan adminnya)adalah calon penghuni keraknya neraka(iblis paling demen tuh ).Menurut saya teman teman muslim tidak perlu menanggapi hal itu.sementara kita sibuk dengan urusan berdebat dengan agama lain,disisi lain mereka masuk dan merusak Islam dalam selimut(menciptakan aliran aliran sesat didalam tibuh Islam).Inilah yang perlu kita berantas mati matian.karena jika kita kuat didalam INSYALLAH mereka tidak akan berani lagi menciptakan situs situs semacam itu.Wassalam

      (dodol…dodol…..ayo di beli dibeli……)
      Saudara ogin,anda seperti penjual dodol.Dodolnya sudah laku lom ??? wakakakakakakaka

      • fitri 9:29 am on 03/07/2009 Permalink | Reply

        Hmmm,…….klo cuman ma moderenx kan masih banyak aliran islam yg lebih baru atw baru terbit?. kq g migrasi aj?

    • Raditya Aditya 4:08 am on 26/10/2009 Permalink | Reply

      Bismillah,..
      Hai orang” atheis, pernah gak qm liat api berkobar didalam es?,… Kl blum, coba liat matahari selama 7 hari,…
      Maka qm akan melihat Kekuasaan Allah tnpa qm sadari,…

      • adifairuzabadi 1:05 am on 28/10/2009 Permalink | Reply

        hi dit siapa yang atheis?
        guoblok banget otaknya tuh.
        gak ada yang lepas dari kuasa Allah kecuali hanya hendak mengingkarinya dan menentangnya!
        seperti halnya iblis!

    • wawan 10:06 am on 31/10/2009 Permalink | Reply

      Semua Agama didunia ini,. intinya mengajarkan kebaikan & kebenaran pd manusia,. tp jka yg diajarkan pembunuhan,dihalalkan penggal kepala orang,poligimi,menyeberkan agama dgn kekerasan.. wah lau kyak gt patut di prtnyakan..?? dan sya ndk asal ngomong itu semua ditulis dan ada didlm alquran & hadist.. hayo muslim2 sejati bisa jwb kagak?? jgn pikiranya cuma jihad melulu.

      • erzal 2:39 am on 03/11/2009 Permalink | Reply

        kebuktikan omongan saya Orang2 kafir di faithfreedom.org adalah orang2 tolol yg sok tahu tentang islam, ayat yg berisi tentang pembunuhan itu dalam kontek perang bukan dalam kondis damai tauuuu!!!!. Membunuh dalam kondisi perang adalah hal yg wajar,mosok dalam perang kaga boleh membunuh, dasar tolol !!!.

        menyebarkan agama dgn kekerasan…..###### ini pernyataan kaga berdasar,l lihat masuknya Islam di Indonesia ada nggak dengan cara kekerasan ?

        ingat !!! jihad itu untuk membela diri !!!

        poligami itu halal ,poligami itu ada syaratnya yaitu harus adil dan bertanggung jawab. Poligami itulebih baik dari pada berzina.Pahaaam ??!!!

        • wawan 8:45 am on 04/11/2009 Permalink | Reply

          jihad membela diri..?? lalu apa yg dilakukan amrosi cs.. apakah dia dizholimi oleh orng2 yg dia bom itu? apakah orang2 yg dia bunuh secara tdk lngsung itu menganaiya amrozi cs hngga ia perlu membela diri..? dsr oon loe,.. pikr pkai otak,, kamu tu sma aja ma mreka. lau teroris itu berkelit itu karena wujud toleranQ pd bangsa2 muslim yg di zholimi amerika “n antek2nya, knapa mreka tdk berjihad aja kesono. mlah di indonesia yg ayem tentrem kyak gni.
          POLIGAMI halal..? udah keblinger ente,, nabi aja ndk mau anaknya dimadu. jka salah satu kerabat ato keluarga ente dimadu mau kagak..? harus adil dan bertanggung jawab?? apa bisa ya,, lha wong nabi aja ndk bisa berprilaku adil pd istri2 nya, apa lagi cecunguk2 kyak klian… lau mslah dr pd berjinah.. itu tergantung dr individunya, nyatanya para romo dan pastur bisa hidup tanpa istri. jd poligami dihalalkan karena waktu itu nabi tdk bisa menahan nafsu…? tau sendiri to..? pokox e q anti poligami dan nikah siri karena hnya menguntungkan pihak pria dan merugikan kaum hawa. sebaiknya anda sadari ajaran2 yg keblinger ini. wasalam

          • erzal 5:33 am on 05/11/2009 Permalink | Reply

            jihad membela diri..?? lalu apa yg dilakukan amrosi cs.. apakah dia dizholimi oleh orng2 yg dia bom itu? apakah orang2 yg dia bunuh secara tdk lngsung itu menganaiya amrozi cs hngga ia perlu membela diri..? ##### BAGI AMROZI CS ITU BENTUK PERSUDARAN SESAMA MUSLIM….Adsr oon loe,.. #####LU YG SUPER OON…pikr pkai otak,, ########KALAU LU SIH DARI DULU KAGA PAKAI OTAK…kamu tu sma aja ma mreka.########BEDA… lau teroris itu berkelit itu karena wujud toleranQ pd bangsa2 muslim yg di zholimi amerika “n antek2nya, knapa mreka tdk berjihad aja kesono.######### YG MEREKA SERANG ITU ASET AMERIKA…. mlah di indonesia yg ayem tentrem kyak gni.
            POLIGAMI halal..? #####IYA EMANG KENAPA ?udah keblinger ente,,####LU MAH YG KEBLINGER TOTAL… nabi aja ndk mau anaknya dimadu. ###### SIAPA BILANG ? KALAU SELAMA ADIL APA MASALAHNYA ? jka salah satu kerabat ato keluarga ente dimadu mau kagak..? NGGAK APA2 …harus adil dan bertanggung jawab?? apa bisa ya,, ######### YAH USAHALAH….lha wong nabi aja ndk bisa berprilaku adil pd istri2 nya, apa lagi cecunguk2 kyak klian…#####LOH KITA DAN MUHAMMAD BUKAN MALAIKAT ,KITA MANUSIA…. lau mslah dr pd berjinah.. itu tergantung dr individunya, nyatanya para romo dan pastur bisa hidup tanpa istri. #####BISA HIDUP DARI MAIN HOMOSEX …jd poligami dihalalkan karena waktu itu nabi tdk bisa menahan nafsu…? #####INI BUKTI LU TOLOL KAGA PERNAH BACA ….NABI TU POLIGASMI KARENA BERBAGAI ALAN LIHAT : http://erzal.wordpress.com/2009/09/12/istri-istri-nabi-muhammad/ tau sendiri to..? pokox e q anti poligami dan nikah siri ##### EMANG GUE PIKIRIN…karena hnya menguntungkan pihak pria dan merugikan kaum hawa.### EH LU EMANG GUOBOK YA SALAH SATU TUJUAN NABI POLIGAMI ADALAH MENGAKAT HARKAT DAN MARTABAT PARA JANDA 2 TUA YG TELAH DITINGGAL SUAMINYA KARENA PERANG JIHAD, MENINGKATKAN PERSAUDARAAN DAN DAKWAH ISLAM sebaiknya anda sadari ajaran2 yg keblinger ini.####### LU YG KEBLINGER wasalam###

            LIHAT NIH :
            =====================================================

            Alkitab Melegalkan Poligami :new

            Robert Morey dalam buku The Islamic invasion : Conftonting the world’s Fastest Growing Religion, menulis poligami Nabi saw secara negatif. Pada bab Life of Muhammad, Morey menyebut poligami Rasul sebagai salah satu dari dua kelemahan besar Nabi saw.

            “Muhammad’s Personal Life. In his personal life, Muhammad had two great weaknesses. The first was greed… His next gtreatest weakness was woman” (p.85) (Kehidupan Pribadi Muhammad. Dalam kehidupan pribadinya, Muhammad mempunyai dua kelemahan. Pertama, Ketamakan… dan kelemahan Kedua adalah wanita).

            Tuduhan ini sebenarnya usang dan naif. Usang, karena poligami dalam Islam dimaksudkan sebagai pembatasan dan pengaturan jumlah istri oleh seorang suami. Kosep ini, sangat berjasa bagi kemaslahatan umat manusia. Naif, karena dalam kitab suci mereka, tidak ada satu ayatpun yang mengecam apalagi melaang poligami.

            Ktab Ulangan 21:15-16 dan Keluaran 21:10 menjelaskan, beberapa aturan hukum beristri lebih dari satu. Ini adalah bukti bahwa alkitab (Bibel) pun tidak melarang poligami. Alkitab, memberikan aturan tentang poligami, sesuai zaman yang berlaku pada masa itu.

            Dalam Alkitab, pelaku poligami pertama kali adalah Lamekh (Kejadian 4:19). Dalam Ulangan 25:5 disebutkan, jika suami meninggal, maka sang istri itu harus dinikahi oleh saudara lelaki sang suami. Perkawinan antara janda dengan ipar ini disebut “Kewajiban Perkawinan Ipar”.

            Jika saudara Ipar sudah beristri, ia harus memoligami janda iparnya. Jika saudara ipar itu menolak menikahinya dengan alasan tidak suka, ia dihukum oleh tokoh Nasrani dengan cara diludahi mukanya (Ulangan 25:0).

            Dalam Bibel pun terdapat puisi tentang poligami : Permaisuri ada enam puluh, selir delapan puluh, dan dara-dara tak terbilang banyaknya. Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya, putri-putri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya (Kidung Agung 6:8-9).

            Legalnya poligami ini, didukung fakta di dalam Bibel, bahwa para Nabi Bani Israil juga berpoligami. Nabi Ibrahin punya dua istri, yaitu Sara (Kejadian 11:29-31) dan Hagar (Kejadian 11:29-31). Selain itu, Ibrahim disebut juga punya gundik bernama Kentura (Kejadian 25:1).

            Nabi Yakub punya empat istri, yaitu Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:31-32, 30:34, 30:39). Jejak Nabi Yakub ditiru oleh anaknya, Esau, dengan menikahi dua perempuan Kanaanm yaitu Ada dan Oholibama (Kejadian 36:2-10).

            Nabi Musa berpoligami dengan mengawini dua istri. Salah satunya bernama Zipora (Keluaran 18:2, Bilangan 12:1). Salomo alias Nabi Sulaiman punya 700 istri dan 300 gundik (I Raja-raja:1-3). Anak kandung Salomo, Rehabeam, juga berpoligami. Ia punya 18 istri dan 60 gundik yang memberinya 28 anak laki-laki dan 60 perempuan (2 Tawarikh 11:21).

            Nabi Daud memiliki banyak istri dan gundik, diantaranya Ahinoam, Abigail, Maacha, Hadjit, Edjla, Michal dan Batsyeba ,(I Samuel 25:43-44,27:3,30:5, II Samuel 3:1-5, 5:13, I Tawarikh 3:1-9, 14:3, II Samuel 16:22). Simson kawin beberapa kali (Hakim-hakim 14:10, 16:1-4), dan masih banyak lagi daftar pelaku pepoligami dalam Alkitab.

            Jauh sebelum Rasul lahir, Nabi Daud, Abraham, Yakub dan Salomo telah mempraktikan poligami. Tapi tak satupun ayat Bibel yang mengecam atau menilainya sebagai tindakan yang salah, bermaksiat dan dosa.

            Nabi Daud, mengoleksi banyka istri dan gundik, tapi Tuhan tidak mengecamnya sebagai kelemahan. Bahkan, Tuhan memberikan penghargaan dengan julukan “Nabi yang taat kepada Tuhan dan berkenan di hati-Nya” (Kisah Para Rasul 13:22).

            Nabi Yakub menikahi banyak wanita yang memiliki hubungan darah. Toh, Yakub tidak dibenci Tuhan. Semasa hidunya, Allah justru menampakkan diri keada Yakub sebagai Allah Yang Maha Kuasa (Keluaran 6:2). Bahkan, Tuhan menjanjikan akan memberikan sebuah negeri pada keturunan Yajub (KEluaran 33:1). “Yakub adalah nabi yang diberkati Tuhan, berada dalam kerajaan Sorga (Kerajaan Allah) bersama dengan Abraham, Ishak dan semua nabi Allah,” (Matius 8:11), Lukas 13:28).

            Labi Lot (Luth), dalam Bibel juga disebut memoligami dua kakak beradik hingaa beranak-pinak. Tapi, Tuhan tidak menegurnya sebagai orang yang berdosa karena berpoligami. Bahkan, Tuhan membeirkan pujian kepada Lot sebagai orang yang benar dan taat jepada Tuhan (II Petrus 2:7).

            Bahkan, Nabi Salomo (Sulaiman) dalam Bibel diceritakan sebagai nabi superpoligami dengan koleksi istri terbanyak di dunia. Tuhan juga tidak mencelanya, sebagai tindakan maksiat. Tuhan justru menyayngi Salomo sebagai orang yang sudah dipilih Tuhan sejak bayi menjadi hamba-Nya yang akan mendirikan Bait Allah (I Tawarikh 22:9-10).

            Pada masa Yesus, jika praktik poligami ini tercela dan hrus dihapus, pasti yesus menyikapinya dengan tegas. Ternyata, Yesus tidak pernah menghapus aturan tentang poligami yang diterapkan para Nabi terdahulu. “Janganlah kamu menyangka, bahw aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya,” (Matius 5:17).

            Dalam buku Sex in The Bible, halaman 5 disebutkan, Yesus sendiri -meski Bibel tak menceritakan- apakah dia pernah menikah dan berpoligami? Tapi, Ia tak pernah komplain ketika murid terkasihnya, Petrus, menikah berulangkali. Yesus tak mengecam apalagi menyuruh Petrus menceraikan istri-istrinya. Ini menunjukkan, Yesus tidak mengharamkan poligami.

            Sikap Yesus ini bisa dimaklumi, karena leluhur Yesus sendiri adalah pelaku poligami (silsilah leluhur Yesus ada di Injil Matius 1:1-17). (fakta/sabili)
            http://forum-arsip1.swaramuslim.com/printerfriendly.php?id=4122_0_26_0_C

    • wawan 9:37 am on 02/11/2009 Permalink | Reply

      himbuan untuk kaum2 muslim di indonesia,. lbh baik klian seperti ini. jgn sekali-kali belajar lebih dlm tentang alquran maupun hadist. sbab jka kalin melihatnya pasti akan tercengang,sbab isinya ada ayat2 yg dihalalkan membunuh orang,poligami,jihad dgn kekersan. contonya sdh ada : para2 teroris, seperti amrozi,hambali,dr.azahari,nordin m tpo. sya harap di indonesia tdk ada orang seperti ini lg,.. supaya indonesi bisa amam,tentram + damai.. oke bro,..

      • erzal 2:45 am on 03/11/2009 Permalink | Reply

        eh lu harus tau terroris yg sebenarnya adalah israel dan amerika cs yg hobi membantai rakyat palestina dan umat islam. Amrozi cs itu hanya membalas dendam atas pembantaian mereka . kenapa lu kaga salahin israel dan amerika cs ? dasaaar tolol !!!

        lu kaga baca ini ya, lihat :

        Dosa-dosa Besar/Haram yang Harus Dijauhi

        “Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” [Ar Ra’d:35]

        Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang takwa. Yaitu orang yang mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari apa saja larangan atau hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT agar kita tahu dan tidak mengerjakannya.

        Pertama-tama kita harus tahu bahwa dosa itu adalah hal-hal yang membuat kita gelisah/tidak tenang dan malu jika diketahui orang lain:

        Dari Nawas bin Sam’an ra bahwa Nabi SAW bersabda, “Kebajikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah segala sesuatu yang menggelisahkan perasaanmu dan yang engkau tidak suka bila dilihat orang lain.” (HR. Muslim)

        Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda, “Bertanyalah kepada hatimu. Kebajikan adalah apa yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun orang-orang terus membenarkanmu.” (Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darimi)

        Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai (Allah). (HR. Aththusi)

        Syirik Dosa yang Terbesar dan Tidak Diampuni Allah SWT

        Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]

        Contoh Syirik adalah menyembah adanya Tuhan lain selain Allah seperti Tuhan Yesus, Roh Kudus, Dewa Matahari, Brahma, Syiwa, Wisnu, dan sebagainya.

        Yang sering dilakukan ummat Islam adalah syirik kecil seperti pergi ke Dukun atau Orang ”Pintar”, memakai jimat (cincin, kalung, dsb), mempercayai ramalan, dan sebagainya.

        Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima. (HR. Muslim)

        Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan percaya kepada ucapannya maka dia telah mengkufuri apa yang diturunkan Allah kepada Muhammad Saw. (Abu Dawud)

        Sesungguhnya pengobatan dengan mantra-mantra, kalung-gelang penangkal sihir dan guna-guna adalah syirik. (HR. Ibnu Majah)

        Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabat bertanya, “Apakah penebusannya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah: “Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikanMu, dan tiada kesialan kecuali yang Engkau timpakan dan tidak ada ilah (tuhan / yang disembah) kecuali Engkau.” (HR. Ahmad)

        Durhaka kepada Ibu dan Bapak (Orang Tua)

        Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki ibu-bapaknya. Mereka bertanya, “Bagaimana (mungkin) seorang yang mencaci-maki ayah dan ibunya sendiri?” Nabi Saw menjawab, “Dia mencaci-maki ayah orang lain lalu orang itu (membalas) mencaci-maki ayahnya dan dia mencaci-maki ibu orang lain lalu orang lain itupun (membalas) mencaci-maki ibunya. (Mutafaq’alaih)

        Aku beritahukan yang terbesar dari dosa-dosa besar. (Rasulullah Saw mengulangnya hingga tiga kali). Pertama, mempersekutukan Allah. Kedua, durhaka terhadap orang tua, dan ketiga, bersaksi palsu atau berucap palsu. (Ketika itu beliau sedang berbaring kemudian duduk dan mengulangi ucapannya tiga kali, sedang kami mengharap beliau berhenti mengucapkannya). (Mutafaq’alaih)

        Tidak Mengerjakan Shalat

        Tidak mengerjakan shalat adalah dosa besar. Demikian pula meninggalkan kewajiban lainnya dalam rukun Islam seperti puasa, zakat dan Haji (bagi yang mampu).

        “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

        Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak mengerjakan shalat” [Al Muddatstsir:42-43]

        Membunuh Manusia yang Tidak Berdosa

        Orang yang membunuh manusia secara zhalim (tidak dalam rangka beladiri) dihukum qishash (bunuh) [Al Israa’:33].

        ”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An Nisaa’:93]

        Bunuh Diri

        ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” [An Nisaa’:29]

        Berzina, dan Murtad

        Dari ‘Aisyah Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak halal membunuh seorang muslim kecuali salah satu dari tiga hal: Orang yang telah kawin yang berzina, ia dirajam; orang yang membunuh orang Islam dengan sengaja, ia dibunuh; dan orang yang keluar dari agama Islam lalu memerangi Allah dan Rasul-Nya, ia dibunuh atau disalib atau dibuang jauh dari negerinya.” [Abu Dawud dan Nasa'i]

        Riba (Mengambil Bunga)

        Sering ada rentenir atau Bank yang menggunakan bunga berlipat ganda hingga akhirnya orang yang tidak mampu membayar kehilangan rumah karena disita.

        Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” [Al Baqarah:275]

        Mengapa negeri kita sering dilanda bencana? Mungkin karena zina dan riba sudah merajalela di negeri ini.

        Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

        Menyerupai Lawan Jenis, Berzina dengan Hewan, dan Homoseks

        Sering di TV pemain pria berpakaian perempuan untuk memancing tawa, padahal itu dosa. Laki-laki tidak boleh berdandan dan berpakaian seperti wanita, demikian pula sebaliknya.

        Ada empat kelompok orang yang pada pagi dan petang hari dimurkai Allah. Para sahabat lalu bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau lalu menjawab, “Laki-laki yang menyerupai perempuan, perempuan yang menyerupai laki-laki, orang yang menyetubuhi hewan, dan orang-orang yang homoseks. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

        Mengurangi Takaran atau Timbangan Ketika Berdagang

        Sering pedagang sengaja mengurangi takaran atau timbangan ketika berdagang agar cepat untung. Padahal ini hanya membuat orang jadi kapok membeli di tempatnya lagi karena sudah ditipu. Selain itu ini adalah dosa dengan neraka Sijjiin sebagai balasannya.

        Dari Ibnu Abbas dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sampai ke Madinah, diketahui bahwa orang-orang Madinah termasuk yang paling curang dalam takaran dan timbangan. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.83:1,2,3) sebagai ancaman kepada orang-orang yang curang dalam menimbang. Setelah ayat ini turun orang-orang Madinah termasuk orang yang jujur dalam menimbang dan menakar.

        (An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

        ”Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” [Al Muthoffifiin:1-3]

        Menyembunyikan cacat barang atau barang palsu sama dengan di atas.

        Minum Khamar / Minuman Keras, Berjudi, dan Memberi Sajen

        Banyak orang Islam yang minum bir dan minuman beralkohol padahal itu haram.

        Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik sedikit maupun banyak). (HR. Ahmad)

        ”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [Al Maa’idah:90]

        Mencuri

        Korupsi, Mencuri, Copet atau merampok itu adalah mengambil hak orang lain dan haram hukumnya. Dalam Islam hukumnya potong tangan agar mereka jera. Kalau cuma penjara, maka kejahatan itu merajalela karena di penjara justru mereka dapat teman/network yang lebih luas.

        Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Al Maa-idah:38]

        Jangan Membakar Makhluk Allah

        Pernah kita baca ada masyarakat yang membakar pencuri karena marah. Padahal Allah melarang kita menghukum dengan siksaan Allah.

        Jangan menyiksa dengan siksaan Allah (artinya: menyiksa dengan api). (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi)

        Tidak Mau Berjihad

        ”…mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka mengetahui.” [At Taubah:81]

        Surat At Taubah ayat 44-50 dan 81-95 menyatakan bahwa orang yang tidak mau berjihad sebagai orang kafir dan munafik yang tidak boleh disholati jika meninggal.

        ”Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan jenazah seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri mendoakan di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.” [At Taubah:84]

        Saat ini ada kelompok yang mencerca para mujahidin dan melarang ummat Islam berjihad dengan berbagai alasan. Untuk itu, ayat-ayat Al Qur’an di atas bisa jadi pedoman bagi kita agar tidak tersesat.

        Tidak Mau Menjalankan Hukum Allah

        Saat ini banyak ummat Islam yang tidak mau menjalankan hukum Allah. Mereka lebih suka memakai hukum yang dibuat kaum Yahudi dan Nasrani dari Barat.

        ”…Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” [Al Maa’idah:47]

        Mengkafirkan Sesama Muslim

        Jangan mengkafirkan orang yang shalat karena perbuatan dosanya meskipun (pada kenyataannya) mereka melakukan dosa besar. Shalatlah di belakang tiap imam dan berjihadlah bersama tiap penguasa. (HR. Ath-Thabrani)

        Berdusta

        ”Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al Mumtahanah:12]

        Mendapat/Membaca Informasi dari orang Fasik/Kafir tanpa Memeriksa

        Sering orang Islam mendapatkan informasi dari media massa orang yang fasik ata kafir tanpa tabayyuun/memeriksa berita sehingga akhirnya ummat Islam menganggap Islam itu keras, Muslim adalah teroris, MUI lembaga yang tidak kredibel, dan sebagainya.

        ”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]

        Oleh karena itu ummat Islam hendaknya mencerna hati-hati berita dari kelompok kafir/Yahudi/Liberal seperti dari CNN, Fox, BBC, dan sebagainya agar tidak termakan fitnah bahwa pejuang kemerdekaan Palestina adalah teroris sementara negara Israel yang banyak membantai ummat Islam justru baik.

        Carilah berita dari Media Islam seperti TV Al Jazeera, Hidayatullah.com, Eramuslim.com, dan sebagainya.

        Berperang/Tawuran terhadap Sesama Muslim

        Ummat Islam itu bersaudara. Sayangnya ternyata banyak peperangan/tawuran terhadap sesama Muslim. Iraq menyerang Iran, kemudian Iraq juga menyerang Kuwait dan Arab Saudi yang dibalas Arab Saudi dengan mengundang tentara kafir AS ke negaranya.

        Di Indonesia pun sering terjadi tawuran sesama Muslim yang tak jarang memakan korban jiwa. Baik antar warga seperti warga Matraman, Otista Raya, Manggarai, atau pun anak-anak SMP, SMA, atau Universitas. Aneh jika mereka takut berjihad ke Palestina melawan penjajah Yahudi tapi begitu berani ”berperang” sampai mati terhadap sesama Muslim lewat tawuran.

        ”Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” [Al Hujuraat;9]

        Meniru Orang Kafir

        Karena pengaruh film Holywood atau Sinetron TV, banyak remaja Islam yang meniru tingkah laku orang-orang kafir dari pacaran di malam Minggu, mengumbar aurat, hingga berzina.

        Barangsiapa menyerupai (meniru-niru) tingkah-laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Abu Dawud)

        Merendahkan dan Menghina Sesama Muslim

        ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Hujuraat:11]

        Buruk Sangka dan Menggunjing

        Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat:12]

        Menghambur-hamburkan Uang atau Boros

        Allah melarang ummat Islam hidup boros dengan menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat atau berlebihan seperti membeli barang terlampau mewah dan banyak, merokok, membakar petasan, dan sebagainya. Orang yang boros adalah saudara setan, begitu firman Allah SWT.

        ”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

        Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]

        Bermegah-megahan

        Sering orang bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya sehingga lalai dari beribadah kepada Allah SWT.

        Dari Ibnu Buraidah dikemukakan bahwa ayat 102:1-2 turun berkenaan dengan dua qabilah Anshar. Bani Haritsah dan Bani Harts yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya dengan saling bertanya: “Apakah kalian mempunyai pahlawan yang segagah dan secekatan si Anu?” Mereka menyombongkan diri pula dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Mereka mengajak pula pergi ke kubur untuk menyombongkan kepahlawanan dari golongannya yang sudah gugur, dengan menunjukkan kuburannya. Ayat ini (S.102:1-2) turun sebagai teguran kepada orang-orang yang hidup bermegah-megah sehingga terlalaikan ibadahnya kepada Allah. (Ibnu Abi Hatim)

        ”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur.

        Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” [At Takatsuur:1-3]

        Mengumbar Aurat

        Nabi SAW bersabda: ”Ada dua golongan dari penghuni neraka yang aku tidak sampai melihat mereka yaitu suatu kaum yang menyandang pecut seperti ekor sapi (yang) dipakai untuk memukuli orang-orang dan wanita-wanita berpakaian mini, telanjang. Mereka melenggang bergoyang. Rambutnya ibarat punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga atau mencium harumnya surga yang sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian sekian. (HR. Muslim)

        Memutus Silaturrahim / Hubungan Kekeluargaan

        Orang yang memutus hubungan kekeluargaan tidak akan masuk surga. (Mutafaq’alaih)

        Mengangkat Orang Kafir sebagai Wali, Pemimpin atau Pelindung

        Kadang ada orang Islam yang memilih orang kafir dalam Pemilu sebagai pemimpin atau sebagai guru/pelindung bagi anak-anaknya, padahal masih ada orang Islam yang bisa dipercaya. Dalam An Nisaa’ ayat144 Allah akan menyiksa orang yang berbuat itu:

        ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]

        Kencing Tidak Dibasuh Air dan Tukang Adu Domba

        Banyak pria yang kencing di jalan dan tidak membasuh kemaluannya dengan air (minimal 3x). Padahal itu akan mendapat siksa kubur. Begitu pula orang yang suka mengadu domba.

        Ibnu Abbas berkata, “Nabi Muhammad saw. melewati salah satu dinding dari dinding-dinding Madinah atau Mekah, lalu beliau mendengar dua orang manusia yang sedang disiksa dalam kuburnya. Nabi Muhammad saw lalu bersabda,’ Sesungguhnya, mereka benar-benar sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar.’ Beliau kemudian bersabda, ‘Yang seorang tidak bersuci dalam kencing dan yang lain berjalan ke sana ke mari dengan menebar fitnah (mengadu domba / memprovokasi).’ Beliau kemudian meminta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi dua, dan beliau letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, mengapakah engkau berbuat ini?’ Beliau bersabda, ‘Mudah-mudahan keduanya diringankan selama dua belah pelepah itu belum kering.’” [HR Bukhari]

        Selain hal di atas dilarang pula berbagai penyakit hati seperti Sombong, Riya, Kikir, Dengki, dan sebagainya.

        (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” [Al Mu’miin

        ”Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.” [Al Anfaal:47]

        ”Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (royal) karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” [Al Israa’:29]

        ” dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq:5]

        Itulah daftar perbuatan dosa yang diharamkan Allah SWT semoga kita terhindar dari itu semua. Jika ada dosa tersebut yang kita perbuat, semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk menghentikannya serta bertobat kepada Allah SWT.

        Dari Anas bin Malik ra dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon kepada-Ku dan berharap kepada-Ku akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang membawa kesalahan sebesar dunia, kemudian engkau datang kepada-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi,

        “..Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [An-Nuur:31)

        “ Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Az-Zumar:53]

        Media Islam – Belajar Islam sesuai Al Qur’an dan Hadits

        http://www.media-islam.or.id
        http://media-islam.or.id/2009/02/01/dosa-dosa-besarharam-yang-harus-dijauhi/

      • erzal 10:49 am on 08/11/2009 Permalink | Reply

        wawan
        wa2n.pj@yahoo.com
        125.166.240.42
        Submitted on 2009/11/02 at 9:37am

        himbuan untuk kaum2 muslim di indonesia,. lbh baik klian seperti ini. jgn sekali-kali belajar lebih dlm tentang alquran maupun hadist. sbab jka kalin melihatnya pasti akan tercengang,sbab isinya ada ayat2 yg dihalalkan membunuh orang,poligami,jihad dgn kekersan. ########## YAH INILAH KALAU ORANG TOLOL SOK TAU TENTANG ISLAM

        contonya sdh ada : para2 teroris, seperti amrozi,hambali,dr.azahari,nordin m tpo. sya harap di indonesia tdk ada orang seperti ini lg,..######## INI ORANG ASAL NGOMONG TIDAK TAHU AKAR PERMASALAHNNYA DIMANA …

        supaya indonesi bisa amam,tentram + damai.. oke bro,..###### ISLAM PEMBAWA KEDAMAIAN DI DUNIA.

        LUKAGA LIHAT SI BUSH YG KRISTEN DARI AMRIK DAN OLEMERT SI YAHUDI ISRAEL ITU YG MEMBANTAI RIBUAN UMAT ISLAM DIMANA2, MEREKA ITULAH AKAR PERMASALAHNNYA SEHINGGA TIMBUL REAKSI DAN PERLAWANAN SEBAGIAN UMAT ISLAM SEPERTI AMROZI CS.

        DISINI KELIHATAN KETOLOLAN LU, SEHARUSNYA LU SALAHKAN DI BUSH AMRIK DAN SI YAHUDI ISRAEL . KECAM MEREKA SEBAGAI TERORIS .

    • wawan 9:43 am on 02/11/2009 Permalink | Reply

      KRITIKAN TAJAM UNTUK FPI : PAKAI PECI ” N SORBAN TP KELAKUAN KYAK ORANG BAR2,.. BAWA PENTUNGAN TERIAK2 ALAUHAKBAR SEAKAN MREKA YG PALING BENAR.. PDHAL DGN KELAKUANYA KYAK GITU YG PENUH KEKERSAN.. MENCRITAKAN MORAL BEJAT NYA.. KYAK ORAMG KESURUPAN SETAN. ITU BKN ISLAM NAMANYA.. ISLAM ITU KASIH,PENUH KELAMAHLEMBUTAN

    • wawan 7:58 am on 04/11/2009 Permalink | Reply

      ezra jawab ini : apa yg dilakukan amrozi cs benar apa tidak..?? katamu Membunuh Dosa besar,tp lht apa yg di perbuatnya..? trz katamu JIHAD dlm konteks berperang,, mang di indonesia lg perang to?? udah tentrem2 mlah dibom. lau ndk suka ma israel & amerika,ya jihadlah disana,jgn disini!! lau kyak gini kan yg jd korban ya orang sipil jg to? dasar para teroris kagak pkai otak… apa lg yg kamu bela?? dan jika diturut2 kan psti mreka ngejawab itu semua ada di kitabKU yg sangat suci alquran & hadist. WELEH ..2XX Hikss,.. Hiks..

    • erzal 5:56 am on 05/11/2009 Permalink | Reply

      NGOMONG2 LU DAH BACA BUKU Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru NGGAK ?

      KALAU BELUM JANGAN BANYAK OMONG , DI BUKU ITU DIBONGKAR KEBOBROKAN PENULIS PERJANJIAN BARU YG DENGAN SENGAJA / TIDAK MERUBAH, TAMBAH KURANG AYAT2 PERJANJIAN BARU….KITAB APAAN ITU ? KITAB ANCUR PAHAAAH ANCURNYA….

      LIHAT DI :

      http://erzal.wordpress.com/2009/11/04/misquoting-jesus-kesalahan-penyalinan-dalam-perjanjian-baru/

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel