Updates from October, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 4:08 am on 27/10/2011 Permalink | Reply
    Tags: Kisah Hajar Aswad   

    Kisah Hajar Aswad

    26 October 2011 | Kategori: Tempat Bersejarah

    Hajar Aswad. Foto: telepk.com

    Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam kemerah-merahan, terletak di sudut selatan, sebelah kiri pintu Ka’bah. Ketinggiannya 1,10 meter dari permukaan tanah. Ia tertanam di bagian dalam dinding Ka’bah yang mulia.

    Dulu diameter Hajar Aswad sekitar 30 centimeter. Akibat berbagai peristiwa yang menimpanya sepanjang masa, kini Hajar Aswad tersisa delapan butir batu kecil sebesar kurma yang dikelilingi oleh bingkai perak.

    Namun, tidak semua yang terdapat di dalam bingkai adalah Hajar Aswad. Butiran Hajar Aswad tepat berada di tengah dempulan dalam bingkai. Butiran inilah yang dicium dan disentuh oleh jamaah haji.

    Dari Hajar Aswad, thawaf dimulai dan diakhri. Oleh karena itu, ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa penentuan rukun ditinjau dari eksistensinya sebagai sudut terpenting di Baitullah, yaitu rukun sebelah timur, tempat dimulainya thawaf.

    Warna asal Hajar Aswad adalah putih, tetapi bagian yang terlihat di permukaan kini berwarna hitam. Mungkin perubahan tersebut disebabkan oleh kebakaran yang pernah terjadi di Ka’bah pada masa kaum Quraiys.

    Kemudian kebakaran kedua yang terjadi pada era Ibnu Az-Zubair yang mengakibatkan terpecahnya Hajar Aswad menjadi tiga pecahan. Saat membangun kembali Ka’bah, Ibnu Az-Zubair pernah berusaha untuk menahannya dengan perak.

    Abdullah bin Abbas berkata, “Di bumi ini tidak ada suatu benda dari surga selain Hajar Aswad dan batu Maqam Ibrahim. Keduanya termasuk permata-permata surga. Seandainya tidak pernah disentuh oleh orang musyrik, maka setiap orang cacat yang menyentuhnya, pasti akan disembuhkan Allah.”

    Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim adalah dua permata yaqut dari surga yang telah dihapus oleh Allah cahayanya. Seandainya tidak demikian, pasti akan menerangi semua yang berada antara timur dan barat.”

    Iyadh berkata, “Hajar Aswad adalah batu yang dimaksud oleh Nabi saat beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku tahu ada sebuah batu yang dulu memberi salam kepadaku. Ia adalah permata yaqut berwarna putih, lebih putih daripada susu. Lalu Allah mengubahnya menjadi hitam akibat berbagai dosa anak Adam dan sentuhan orang-orang musyrik padanya.”

    Batu ini selalu dihormati, diagungkan, dan dimuliakan, baik pada masa jahiliyah maupun Islam. Orang-orang mencari berkah padanya dan menciumnya. Hingga tibalah pada suatu ketika Makkah dimasuki kaum Qaramithah secara paksa pada 317 H. Mereka merampas Makkah, membantai para jamaah haji, menguasai Baitullah, mencabut Hajar Aswad, dan membawanya ke negeri mereka di Kota Ahsa’ yang terletak di wilayah Bahrain.

    Bajkam At-Turki, seorang penguasa Baghdad, telah mendermakan ribuan dinar kepada mereka pada masa pemerintahan Ar-Radhi Billah agar mereka bersedia mengembalikannya. Akan tetapi, mereka tidak pernah melakukannya.

    Lalu, Abu Ali Umar bin Yahya Al-Alawai, seorang khalifah yang taat pada Allah, tampil sebagai penengah pada 339 H. Akhirnya, mereka pun bersedia untuk mengembalikannya. Mereka membawanya ke Kufah, lalu menggantungkannya di tiang ketujuh Masjid Jami’.

    Setelah itu, mereka mengembalikannya ke tempat semula. Mereka beralasan, “Kami telah mengambil berdasarkan perintah dan mengembalikannya berdasarkan perintah pula.” Lama masa hilangnya sekitar 22 tahun.

    Redaktur: Chairul Akhmad
    Sumber: Atlas Haji & Umrah karya Sami bin Abdullah Al-Maghlouth

    http://www.jurnalhaji.com/2011/10/26/kisah-hajar-aswad/

     
  • SERBUIFF 7:24 am on 18/10/2011 Permalink | Reply
    Tags: Asal Usul dan Hukum Mencium Hajar Aswad   

    Asal Usul dan Hukum Mencium Hajar Aswad

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Pak Ustaz, yang saya ingin tanyakan asal usul Hajar Aswad itu dan bagaimana ia sampai ditempatkan di samping Ka”bah. Apakah ada sunnahnya kita menciumnya? Dan apa nilai, fungsinya dan hukumnya mencium Hajar Aswad tersebut?

    Terima kasih sebelum nya.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Jawaban :

    Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Hajar Aswad maknanya adalah batu hitam. Batu itu kini ada di salah satu sudut Ka`bah yang mulia yaitu di sebelah tenggara dan menjadi tempat start dan finish untuk melakukan ibadah tawaf di sekeliling Ka`bah.

    Dinamakan juga Hajar As`ad, diletakkan dalam bingkai dan pada posisi 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Batu yang berbentuk telur dengan warna hitam kemerah-merahan. Di dalamnya ada titik-titik merah campur kuning sebanyak 30 buah. Dibingkai dengan perak setebal 10 cm buatan Abdullah bin Zubair, seorang shahabat Rasulullah SAW.

    Batu ini asalnya dari surga sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis.

    Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.” (HR Timirzi, An-Nasa`I, Ahmad, Ibnu Khuzaemah dan Al-Baihaqi).

    Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersada, “Demi Allah, Allah akan membangkit hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak.” (HR Tirmizy, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban, At-Tabrani, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Asbahani).

    At-Tirmizi mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan. Sedangkan Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalam kitab Shahihul Jami` no. 2180, 5222 dan 6975.

    Dari Abdullah bin Amru berkata, “Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula. (HR Al-Azraqy).

    Bagaimanapun juga Hajarul Aswad adalah batu biasa, meskipun banyak kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalalulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.”

    Wallahu a`lam bish-shawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Ahmad Sarwat, Lc.

    http://mitra-haji.com/asal-usul-dan-hukum-mencium-hajar-aswad

     
    • camar 3:24 pm on 26/07/2012 Permalink | Reply

      KESUCIAN HAJAR ASWAD

      Disitusnya Al-Azhar dibawah judul “Islamic Concepts”, disebutkan tentang Batu Hitam:

      Sebuah Batu, hitam warnanya dengan sedikit kemerahan, ada titik2 merah, panjang sekitar 30 cm dan lebar 10 cm, dipasang didinding Kabah disudut Tenggara, punya penutup dan rangka perak.

      Menurut dongeng Islam, darimana Batu Hitam ini berasal? Dan mengapa wadahnya menyerupai “alat kelamin wanita”? Mari kita cari jawabannya!

      Diriwayatkan oleh Ibn Abu Abbas: “Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.” (HR. Timirzi, An-Nasa`I, Ahmad, Ibnu Khuzaemah dan Al-Baihaqi).

      Diceritakan bahwa Malaikat Jibril membawanya turun dari Surga, juga dikatakan bahwa batu ini muncul setelah air bah jaman Nuh dan Ibrahim menempatkannya disitu sebagai pertanda untuk memulai ritual keliling Kabah.

      Beberapa pakar yang memiliki penjelasan sains bagi batu tersebut mengatakan; Batu itu adalah meteroid yang datang dari angkasa dan terbakar sebelum mencapai bumi.

      Di Semenanjung Arab banyak meteroid yang ditemukan, juga dikatakan meteroid2 itu berasal dari angkasa dan berkilau sebelum terbakar dan jatuh kebumi, jadi orang2 Arab menganggapnya sebagai batu suci karena terjadi fenomena aneh tersebut.

      Menurut sejarah, ada banyak Kabah dan semua Kabah punya batu meteor demikian didalamnya, dan Kabah di Mekah adalah salah satunya yang punya batu hitam.

      Apakah batu itu merupakan batu suci di jaman Paganisme?

      Ya. Batu itu dianggap suci sampai2 Kabah mendapatkan kesuciannya karena adanya batu hitam tersebut.

      Dalam buku “The Methodological Way for Arabs” oleh Mahmoud Al-Hoot, hal.59:

      Kabah di Mekah sebenarnya adalah rangka / rumah bagi batu hitam, dan kabah2 lainnya juga punya fungsi yang sama, karena semua kabah itu dianggap sebagai rumah Tuhan, ditiap kabah itu ada batu spesial, kepunyaan Tuhan, yang datang dari Angkasa.

      Disucikannya batu tersebut karena batu tersebut berasal dari dunia yang tidak diketahui, seperti meteorid yang datang dari angkasa dengan gegap gempita seakan berasal dari surga.

      Hal itu juga dibenarkan dalam buku “The Simplified Arabic Encyclopedia” hal 1097:

      Meteor adalah sepotong kecil materi jagat yang masuk ke atmosfir bumi dengan kecepatan sangat tinggi hingga membakar dan kelihatan seperti garis kemilau yang mengagumkan. Demikian hingga orang Bedouin menyucikan batu ajaib itu di jaman Paganisme (berhala).

      Tapi jika Bedouin membuat batu itu jadi suci dijaman Pagan, kenapa Muslim juga melakukan hal yang sama?

      Pada artikel terdahulu kita telah mengetahui bahwa Kabah sebenarnya adalah sebuah Kuil Hindu yang direkayasa Muhammad sebagai bangunan yang didirikan Ibrahim. Lihat penjelasan Kabah adalah kuil Hindu di link http://www.hinduism.co.za/kaabaa.htm

      Kabah dalam agama hindu kuno merupakan rumah bagi patung2 seperti Shiva, Hanoman, dll. Kabah juga merupakan rumah bagi Sanghey Ashweta (bahasa sansekerta), yaitu simbol lingga, atau alat kelamin Shiva. Bagi kaum Hindu kuno, mencium dan berdoa pada lingga mewakili doa bagi syahwat dan kesuburan. Orang2 Arab kuno kemudian mengambil batu meteor hitam tersebut sebagai simbol lingga karena keajaibannya jatuh dari langit. Sanghey Ashweta tersebut mereka sebut dalam bahasa Arab sebagai Hajar Aswad

      Apakah ada ritual2 penyucian batu tersebut dijaman Pagan?

      Dalam buku “The Islamic Encyclopedia” Part 22, hal.6960, dikatakan: Batu hitam berumur tua hingga jaman pagan kuno; batu itu punya peran sangat keramat dalam ritual2 religius bagi orang2 Arab kuno. Mereka memutari Kabah yang berisi Batu Hitam, batu yang telah dianggap suci sejak jaman kuno.

      Muhammad mengikuti tradisi kuno itu ketika dia menetapkan ritual2 agama ciptaannya dan dia menganggap Kabah sebagai pusat dari ritual2 tersebut.

      Kita akan memfokuskan pada beberapa ritual aneh dan menarik sebagai cara penyucian / pemujaan dari Batu Hitam tersebut.

      Dalam buku “The Methodological Way for Arabs” oleh Mahmoud Al-Hoot, hal.123: Salah satu ritual2 peziarah Pagan ada sebuah ritual yang menarik dan menakjubkan, yaitu lelaki dan wanita memutari Kabah sambil bertelanjang bulat.

      Apa alasan ketelanjangan tersebut?

      Dalam buku “The Legendary in Quran”, hal 16 dan 17 dikatakan: Ketelanjangan itu karena satu alasan, karena pernah ada ritual penyembahan secara seksual terjadi didalam Rumah Dewa orang Mekkah tersebut dijaman kuno.

      Dalam buku “The Father of Prophets Ibrahim”, oleh Muhammad Hosny Abdul-Hammid, diterbitkan di Kairo, halaman 92, dikatakan: Ada sebuah ritual Pagan yang dilakukan oleh wanita, ketika mereka menyentuh batu hitam itu dengan darah mens mereka, karena darah mes bagi pagan kuno adalah rahasia kelahiran, mereka percaya bahwa wanita yang memberikan darah dan lelaki yang memberikan air maninya akan dianugerahi roh oleh Tuhan.

      Mereka meniru tindakan yang dilakukan oleh Allah (Dewa Bulan) ketika meniduri Dewa Matahari (Allat).

      Jadi mereka menyelenggarakan perayaan itu semirip seperti yang dilakukan oleh dewa2 (matahari dan bulan) lakukan sebelumnya.

      (lihat juga “The Legendary and the Heritage” oleh Sayed al-Kemny, halaman 160, 162)

      Hal ini juga disebutkan dalam Buku “Rites and Denominations (Al-Melal Wal-Nahl)” oleh Abe Al-Kasim Al-Shahrestany, halaman 247, dikatakan:

      Ada sebuah ritual yang mendominasi saat itu, yaitu menggesekan alat vital ke batu hitam, ini dilakukan karena bentuk dari batu hitam tersebut.

      Dan kata “Hajj” itu sendiri berasal dari kata “Hack” (dalam bahasa arab artinya menggesekkan).

      (Ini juga disebutkan dalam buku “The Legendary in Quran”, halaman 17, 19)

      Karena semenanjung Arab itu sangat luas, dan sedikit orang yang menempati tanah begitu luas, jadi mereka sangat memperhatikan tentang hal kelahiran, hingga para wanita yang tidak subur membentuk kelompok2 saat itu, dan mereka akan bertelanjang bulat ketika saatnya musim Haji dan menggesek-gesekkan bagian vital mereka, dengan darah mens yang mereka sengaja simpan, ke batu hitam, agar mendapat karunia dan bisa hamil, ini melambangkan Dewa telah memberi mereka roh.

      Apa Muhammad menganggap suci Batu Hitam?

      Muhammad mempertahankan ritual2 memutari kabah dan menengok ke arah Kabah persis seperti ritual dijaman Pagan.

      The Islamic Encyclopedia mengatakan: Kita bisa memastikan dari apa yang para muslim lakukan saat ini bahwa ritual2 tsb juga dilakukan pada masa Pagan sebelum islam. Muhammad mencium Batu Hitam sebagai pertanda ia menganggapnya suci.

      Pada hadis Sunan AL-Behigy, no.9503 dan Sahih Bukhari 26:673

      Diriwayatkan oleh Ibn Abbas: Rasul Allah ketika mendekati batu Hitam, dia menciumnya, menempelkan pipi kanannya. (Mereka tidak sadar bahwa di jaman pagan kuno, orang2 saat itu menempelkan dan menggesekkan bagian vital mereka yang berlumuran darah mens ke batu hitam.) Dia mengelilinginya tujuh kali, tiga putaran sambil melompat-lompat kecil, empat kali sambil menengok batu hitam ketika melewatinya sebagai tanda penghormatan.

      Dalam Mosnad Ahmed, Mosnad Abdullah Ibn Al-Abbas, no.283:

      Rasul Allah datang ke mesjid dan dia mengambil batu hitam, orang2 Quraish bilang mereka tidak berjalan tapi melompat seperti kijang, jadi dia melakukan hal tersebut tiga kali.

      Sunan ibn Majah, Vol IV, no.2957

      Ini adalah hadits diceritakan oleh ibn Hisham…. ketika kami sampai Rukn Aswad (batu hitam) dia berkata, “O Abu Muhammad, “Perintah apa yang kau ingin sampaikan mengenai batu hitam ini ?” Ata’ berkata: Abu Huraira bilang padaku bahwa dia dengar Rasul Allah berkata, “Dia yang menyentuhnya sama seperti menyentuh tangan Allah yang maha pemuarah.”…

      Sahih Bukhari 26:697:

      Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

      MUHAMMAD MENUNJUK HAJAR ASWAD DAN BERKATA ALLAHU-AKBAR..

      Apakah sikap dari Kalifah Umar Ibn Al-Khatab terhadap Batu Hitam?

      Dalam Sahih Bukhari 26:667

      Umar melihat Muhammad mencium batu hitam, dia berkata ketika mencium batu hitam tersebut: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya.

      Umar juga melihat Muhammad meloncat2 ketika memutari Kabah dan berkata: Apa kita lakukan kemunafikan dari kaum pagan? (Sahih Bukhari, 26:675)

      Umar berkata pada batu hitam: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya, kami melakukan kemunafikan seperti kaum pagan, sekarang mereka telah dimusnahkan oleh Allah, tapi karena nabi melakukannya maka kita harus melakukan hal itu juga.

      Kita tahu apa alasannya batu itu disucikan oleh kaum pagan, tapi kenapa Muhammad juga mensucikannya? Ini butuh pemikiran lebih lanjut:

      Apa ada satu alasan suci untuk itu? Dan jika cara Muhammad menghormati batu hitam adalah semacam kemunafikan untuk memenangkan hati kaum Pagan seperti yang Umar katakan, apakah pantas bagi seorang nabi untuk melakukan hal2 demikian, menyembah patung2 kaum pagan, hanya untuk memenangkan hati mereka? Sebenarnya ada ratusan pertanyaan tentang hal ini.

      Sirat Rasul Allah karangan Ibn Ishaq dan diedit oleh Ibn Hisham, edisi Mesir, bagian pertama, hal. 27 dan 28. Di buku itu tertulis bahwa kaum Arab pagan Quraish (suku Muhammad sendiri di Mekah) di jaman pra-Islam, biasa mengadakan ibadah agama yang dinamakan Ihlal dan mereka pun mengucapkan kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan yang berbunyi: “Labbaika, Allahumma, Labbaik” yang artinya “kami datang ke hadiratMu, wahai Tuhan; kami datang ke hadiratMu”.

      Dan talbiya berhala ini pun dipakai Muhammad dalam ritual Islamnya;

      Sahih Bukhari 26:641

      Dikisahkan oleh Jabir Bin Abdullah; Saat bersama sama dengan Rasulullah kami mengucapkan “Labbaika Allahuma Labbaik” ketika berhaji

      Jadi batu hitam yang sekarang disembah oleh para muslim adalah patung / sesembahan orang2 kaum pagan jaman sebelum islam.

      Ada sebuah artikel dalam koran Al-Ahram tanggal 15 Agustus 2004 oleh Dr. Ahmed Showky Ibrahim, yang mengatakan:

      Kita tidak mencium batu hitam sebagai sebuah ritual tradisi, tapi sebagai kepatuhan pada perintah Allah yang Maha Kuasa.

      Mungkinkah Tuhan yang Sejati memerintahkan melakukan ritual2 kaum pagan? Apa ada perintah dari Tuhan untuk melakukan itu (agar melakukan ritual2 kaum pagan)?

      Ini hanyalah sebuah perjanjian antara sang nabi dengan orang2 Mekah untuk mempertahankan tradisi Haji dengan segala ritual2 nya, dengan dipertahankannya ritual ini bukan saja Muhammad bisa menjadi kaya dari kedatangan para peziarah tapi juga memenangkan hati orang2 Mekah (yang ternyata tidak bisa dia dapatkan kecuali dengan peperangan). Juga memperkaya Arab pada jaman itu, bahkan hingga sampai saat ini.

      Mengenai lemparan batu (Ramy Al-Jamarat) Dr. Ahmed berkata:

      Itu dilakukan ditempat dimana Setan mencoba mencegah Ibrahim mengorbankan anaknya!!

      Apa mungkin mengusir Setan dengan melemparnya memakai batu?

      Dr. Ahmed menambahkan:

      Batu Hitam waktu ada di surga, punya mata, mulut dan bibir. Tuhan berkata buka mulut dan makanlah kertas2.

      Kertas2 apa itu?

      Dikatakan: Ketika Tuhan menciptakan Adam, dia ambil / keluarkan dari punggungnya setiap manusia yang akan diciptakannya kelak, lalu dia berkata pada manusia2 itu: Bukankah aku Tuhanmu? Mereka menjawab, Ya, Dia katakan pada mereka untuk bersaksi tentang itu, dan dia keluarkan perjanjian dari kesaksian itu dan memerintahkan para malaikat untuk menuliskannya dan menaruh kertas2 itu pada mulut Batu Hitam.

      Apakah tiap muslim yang pergi ke Mekkah melihat mata dan mulut dari Batu hitam? Mana kebenaran legendaris dari hal tersebut?

      Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS 112:1-2)

      Jutaan umat Islam bepergian tiap tahun ke Mekah, memutari sebuah batu dan kata mereka Muhammad telah memusnahkan agama2 berhala, sementara mereka sendiri melakukan penyembahan2 yang dilakukan agama2 berhala, sampai detik ini juga

    • Stain Remover 5:26 pm on 26/07/2012 Permalink | Reply

      @camar

      terus yang menyembah hajar aswad siapa ? coba kau sebutkan ayat dalam Al Qur’an, hajar aswad adalah Allah, bisa tidak ?!

      Kalo dalam bibel bahkan jelas menyatakan bahwa tuhan adalah gunung batu :

      Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. (Yesaya 26:4 )

      • camar 5:59 pm on 26/07/2012 Permalink | Reply

        Apakah anda tidak percaya bila kukatakan bahwa Hajar Aswad merupakan simbolisasi dari alat kelamin perempuan (Vagina) ?

        Perhatikan artikel yang ditulis oleh seorang muslimah berikut ini:
        Rahim, Vagina dan Zina

        Senin, 19-11-2007 08:47:48

        oleh: Rahmah Hasjim

        Saya ingin mengutip beberapa bagian dari buku berjudul Mistik & Makrifat Sunan Kalijaga; karya Achmad Chodjim; tentang betapa mulianya kedudukan perempuan dalam
        Islam dan saya berharap makin banyak perempuan yang menjunjung tinggi kehormatan dirinya.

        Tujuan mencapai pusat spiritual atau asal kehidupan disimbolkan dengan tawaf, mengitari Ka’bah dari arah kanan ke kiri sebanyak tujuh kali. Orang banyak yang melakukan thawaf itu bagaikan sperma-sperma yang ingin masuk ke inti telur. Ka’bah yang dikenal sebagai Bait Allah atau Rumah Tuhan, merupakan lambang bagi rahim kehidupan. Di sudut tenggara Ka’bah ada “ceruk” sebagai tempat hajar aswad, batu hitam, yang melambangkan vagina dan klitorisnya. Disunatkan untuk mencium batu hitam itu sebenarnya lambang untuk menghormati kehidupan. Yang pada prinsipnya menghormati perempuan sebagai induk kehidupan.(hal 170).

        Naaah kaaannn… Bukan aku lho yang ngomong, tapi muslim sendiri yang bilang kalo Hajar Aswad itu adalah simbol m*mek alias vagina. Pantesan aja muslim rakus berebut menciuminya.. heheheee…

        Selanjutnya baca sendiri artikel cocokmologi ala muslim itu DISINI

        RITUAL IBADAH HAJI MENGUNGKAP SIAPA ALLAH

        Penjelasan Tata Cara dan Maksud dari Ibadah Haji

        Sekilas Tentang Sholat

        Mendirikan sholat adalah rukun Islam kedua yang harus dijalani oleh setiap Muslim. Sholat adalah cara sembahyang agama bangsa Arab yang pada waktu melakukannya yaitu ruku dan sujud harus menghadap ke Ka’bah di Mekkah. Tata cara sembahyang agama bangsa Arab ini diambil dan ditirukan dari tata ibadah agama Kristen. Tata cara sembahyang ini oleh agama Kristen (Jemaat Kristen Syiria Orthodox) telah dilakukan sejak zaman para rasul yaitu pada abad pertama tahun Masehi sampai sekarang ini. Arah kiblat dari sembahyang agama Kristen ini adalah arah ke timur dan dilakukan dalam dua versi. Versi yang pertama adalah versi nabi Daniel di mana jumlah melakukan sholat per harinya adalah tiga kali sehari. Versi yang kedua adalah versi nabi Daud di mana jumlah melakukan sholat per harinya adalah tujuh kali sehari. Pada zaman sekarang tata cara sholat ini hanya dilakukan oleh jemaat gereja Kristen Orthodox yang telah melakukannya sejak abad pertama tahun Masehi hingga sekarang ini. Dengan demikian rukun Islam yang kedua ini mengandung unsur-unsur peniruan terhadap ritual beribadah agama Kristen.

        Pada mulanya kiblat sholat adalah Baitul Maqdis di Yerusalem, tetapi setelah Muhammad merasa kedudukannya makin kuat dan atas pertimbangan politis maka arah kiblat dipindahkan dari arah ke Baitul Maqdis di Yerusalem menjadi ke arah yang baru yaitu arah Masjidil Haram di Mekkah sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 142 dan Hadits Shahih Bukhari no. 240:

        Orang-orang yang bodoh di antara manusia akan berkata: “Apakah gerangan (sebabnya) mereka (orang Islam) beralih dari kiblat mereka semula (dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram?) Katakanlah: Timur dan Barat kepunyaan Allah. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus.” (QS 2:142)

        Dari surat Al-Baqarah ayat 142 itu timbul pertanyaan, “Mengapa sholat agama bangsa Arab harus menghadap ke arah Ka’bah di Mekkah?” Karena Ka’bah adalah tempat tinggal Allah, yaitu rumah Allah sebagaimana yang disebut dalam Surat Al Hajj (QS 2) ayat 26:

        “Dan (ingatlah) ketika Kami tempatkan Ibrahim pada tempa Baitullah (dengan firman): Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan sesuatu, dan sucikanlah rumahKu (Ka’bah) untuk orang-orang yang tinggal (itikaf) dan orang-orang yang ruku dan sujud (sholat)”. (QS 22:26)

        Pada awalnya Ka’bah di Mekkah ini adalah lokasi pusat penyembahan 360 patung-patung berhala (Hadits Shahih Bukhari no. 1187). Tetapi sejak Muhammad menyiarkan agama Islam yang mengubah agama bangsa Arab dari agama yang menyembah banyak Tuhan dengan 360 patung-patung berhala (politeisme) menjadi agama yang hanya menyembah satu Tuhan saja, maka seluruh patung-patung berhala disingkirkan, kecuali ditinggalkan hanya sebuah patung berhala yaitu batu hitam Hajar Aswad yang diletakkan di sudut Ka’bah.

        Pada waktu penataan kembali Ka’bah (akibat banjir) dan penentuan di mana Hajar Aswad akan ditempatkan kembali, maka timbul perselisihan di antara pemuka-pemuka suku Quraisy, karena masing-masing pemuka suku merasa berhak untuk menentukan di mana tempat Hajar Aswad ditempatkan kembali. Akhirnya disepakati oleh mereka bahwa yang akan menjadi hakim dalam penempatan kembali batu hitam Hajar Aswad adalah orang yang pertama datang ke Ka’bah. Ternyata orang yang datang pertama adalah Muhammad (waktu itu Muhammad berusia lebih kurang 35 tahun dan belum menjadi nabi) dan semua pemuka Quraisy menyetujui bahwa Muhammad-lah yang akan menentukan lokasi di mana Hajar Aswad akan diletakkan. Agar semua pemuka-pemuka suku Quraisy terlibat dalam penentuan tempat Hajar Aswad tersebut, maka Muhammad mengambil sehelai kain lalu dihamparkannya dan Hajar Aswad diletakkan di tengah-tengah kain tersebut. Kemudian Muhammad menyuruh agar setiap pemuka suku Quraisy bersama-sama mengangkat tepi kain tersebut ke tempat asal Hajar Aswad ditempatkan. Ketika sampai ke tempatnya, maka Muhammad meletakkan batu hitam Hajar Aswad tersebut dengan tangannya sendiri ke tempatnya. Dengan demikian selesailah persengketaan antara pemuka-pemuka Quraisy. Dan oleh peristiwa itu Muhammad diberi gelar Al-Amin, yaitu yang dipercaya.

        Dengan begitu dari riwayat tersebut, Hajar Aswad inilah yang didewakan serta disembah dan diletakkan di Ka’bah sebagai tempat tinggal atau rumahnya Allah, dan setiap pengikut agama bangsa Arab yang melakukan sholat haruslah menghadap ke arah Ka’bah di mana Hajar Aswad tersebut ada.

        Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Menyembah Berhala

        Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini bukanlah merupakan ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari no. 1187).

        Pada waktu itu Ka’bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari no. 843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

        “Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang Musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan.” (Hadits Shahih Bukhari no. 843)

        Sejak Muhammad menyiarkan agama Islam maka bangsa Arab yang melakukan upacara ibadah haji tidak boleh lagi telanjang bulat tetapi seluruh anggota badan harus ditutupi dengan kain putih (ihram) dengan catatan tidak boleh memakai baju dalam dan celana dalam dan tidak boleh bertepuk tangan.

        Pakaian ihram ialah menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup.

        Menurut Surat Ali Imraan ayat 97 setiap orang yang mampu harus melakukan upacara ibadah haji sebagai kewajiban penyembahan kepada Allah. Melakukan upacara ibadah haji berarti harus datang ke tempat Ka’bah di Mekkah untuk menyembah Allah secara langsung.

        Padanya ada tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim dan barang siapa memasukinya, maka amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia karena Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana. Dan barangsiapa yang ingkar (terhadap kewajiban haji), maka bahwasanya Allah Maha Kaya dari semesta alam. (QS 3:97)

        Walaupun dikatakan dalam surat Ali Imraan ayat 97 bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang-orang yang mampu saja, yaitu orang-orang yang kaya saja dan bukan untuk orang-orang yang miskin, tetapi karena menurut Hadits Imam At-Turmudzi yang menyatakan bahwa Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan yang memberikan beratus-ratus ribu pahala, maka orang miskin pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji dengan cara menjual harta benda mereka yang terbatas itu secara habis-habisan.

        Kebaikan dan pahala yang akan diperoleh jika mengunjungi Mekkah menurut Hadits Imam At-Turmudzi adalah sebagai berikut:

        Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan.

        Orang yang sekali saja sholat di Mekkah akan mendapatkan pahala yang sama seperti 100.000 sholat.

        Orang yang berpuasa sehari saja di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan 100.000 hari puasa.

        Orang yang memberi sedekah satu dirham di Mekkah akan memperoleh pahala dari Allah sebanyak 100.000 dirham sedekah.

        Orang yang membaca Alquran tamat satu kali (satu khatam) di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan membaca Quran 100.000 khatam Quran.

        Orang yang membaca satu kali tasbih di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan membaca 100.000 tasbih.

        Hadits Imam At-Turmudzi:

        “Ibnu Abbas mewariskan bahwa Rasulullah bersabda yang maksudnya: Tidak suatu negeri di permukaan bumi ini yang diangkat Allah padanya satu kebaikan dengan 100.000 kebaikan, kecuali Mekkah. Barangsiapa sholat sekali di Mekkah niscaya dikaruniai Allah pahala 100.000 sholat. Barangsiapa bersedekah satu dirham di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala 100.000 dirham sedekah. Barangsiapa berpuasa sehari di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala 100.000 hari puasa. Barangsiapa membaca satu khatam Quran di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala membaca 100.000 khatam Quran. Barangsiapa membaca satu kali tasbih di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala membaca 100.000 tasbih. Satu hari beribadah di tanah haram itu lebih diharap dan lebih baik bagimu daripada berpuasa sepanjang masa dan beramal ibadah yang kamu kerjakan di tempat lain.”

        Di samping Hadits Imam At-Turmudzi ini yang begitu memikat dan mendorong setiap pengikut agama bangsa Arab untuk datang ke Mekkah, terdapat pula Hadits lainnya yaitu Hadits riwayat Ibnu Majah yang mengatakan bahwa jika umat Islam berdoa sambil melihat Ka’bah, maka doa tersebut akan dikabulkan Allah.

        Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka’bah. (Hadits riwayat Ibnu Majah)

        Semua hal-hal yang dinyatakan dalam hadits tersebut di atas jelas-jelas telah memberhalakan kota Mekkah dengan Ka’bahnya.

        Lalu selanjutnya, sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama bangsa Arab ialah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, sehingga ibadah apapun yang mereka laksanakan adalah dalam rangka cari pahala.

        Oleh sebab itulah dalam kenyataannya orang berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji. Walaupun di dalam Alquran ditentukan bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang yang mampu saja atau hanya bagi orang-orang terbilang kaya saja, tetapi karena pahala yang dijanjikan begitu besar jumlahnya, yaitu beratus ribu dan jika tinggal di Mekkah sekurang-kurangnya satu minggu akan mendapat pahala berjuta-juta kali, maka tidak heranlah jika orang-orang miskin yang tidak mampu pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melaksanakan upacara ibadah haji ini.

        Untuk mencari dana atau uang untuk biaya ibadah haji ini orang tidak segan-segan menjual seluruh harta bendanya yang jumlahnya terbatas.

        Bahkan ada orang sampai melakukan penipuan demi memperoleh uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji tersebut. Ada sementara orang bahkan mencuri atau korupsi agar memperoleh uang untuk biaya upacara ibadah haji. Mereka sampai berani mencuri atau korupsi karena menurut Hadits Shahih Bukhari no. 647 yang menyatakan bahwa walaupun mereka mencuri dan berzinah, maka mereka tetap akan masuk surga, asalkan tidak syirik.

        Abu Dzar mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Seorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: “Sesungguhnya barang siapa di antara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga.” Aku bertanya: Sekalipun orang itu berzinah dan mencuri? Jawab nabi: “Ya sekalipun dia berzinah dan mencuri.” (Hadits Shahih Bukhari no. 647)

        Pada lazimnya upacara ibadah haji memakan waktu sekitar enam hari lamanya, yaitu mulai tanggal 8 Dzulhijjah sampai dengan tanggal 13 Dzulhijjah (Hadits Shahih Muslim no. 1241).

        Hal yang dilakukan di dalam upacara ibadah haji adalah:

        Harus berpakaian ihram.

        Datang ke Masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad berada untuk memulai thawaf qudum (selamat datang). Thawaf qudum dilaksanakan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.

        Melakukan Sa’i, yaitu melakukan jalan kaki dari bukit Marwah ke bukit Shafa yang berada dalam lingkungan Masjidil Haram sebanyak 7 kali.

        Kemudian pergi ke padang Arafah melakukan wukuf yaitu berada di padang Arafah mulai jam 12.00 siang sampai matahari terbenam. Selama berada dalam keadaan wukuf diwajibkan memikirkan perkara-perkara rohani dan membaca ayat-ayat Alquran. Di padang Arafah terdapat bukit Jabal Al Rahmat untuk dikunjungi.

        Upacara ibadah berikutnya adalah berjalan ke Musdalifa untuk tinggal sepanjang malam, kemudian paginya pergi ke Mina untuk melakukan upacara melontarkan jumrah, yaitu melontarkan batu kerikil kepada si Iblis sebanyak 7 kali. Ada 3 jumrah, yaitu: jumrah ula, jumrah wustha, jumrah aqabah. Dengan demikian upacara melontarkan batu kerikil kepada si Iblis adalah sebanyak 7×3 = 21 kali. Dalam hubungan ini pemerintah Saudi Arabia telah menyediakan sejumlah besar batu-batu kerikil untuk melontari Iblis. Batu-batu kerikil ini disediakan untuk para calon jemaah haji yang akan melakukan upacara melontari Iblis dengan batu kerikil. Batu-batu kerikil ini diletakkan di tempat-tempat yang menuju ke jumrah ula, wustha dan aqabah. Walaupun telah disediakan batu-batu kerikil secukupnya untuk melontari iblis-iblis tersebut, tetapi banyak juga dari jemaah haji yang melontarkan batu-batu dengan ukuran yang besar sehingga batu-batu tersebut sering mengenai dan melukai kepala orang-orang yang berada di muka di dekat jumrah-jumrah tersebut, terutama di jumrah aqabah. Sementara itu pd tanggal 10 Dzulhijjah dilakukan penyembelihan hewan untuk kurban. Hewan yang dikurbankan pada umumnya adalah kambing, domba, sapi, unta. Selain dari pada itu diadakan upacara mencukur rambut atau menggunting rambut saja.

        Kemudian kembali ke Masjidil Haram di Mekkah untuk melakukan thawaf wada dan Sa’i antara bukit Shafa dan Marwa. Thawaf wada sebagai thawaf selamat tinggal. (Hadits Shahih Muslim no. 1261 dan no. 1262).

        Sebelum dilakukan thawaf qudum maka pelaksana upacara ibadah haji harus membaca doa talbiyah yang berbunyi sebagai berikut:

        Labbaik alaahumma labbaik Labbaika laa Syarikalaka labaik Innal hamda wan nimata laka walmulk Laa Syaariika laka (3x).

        Artinya: Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu. Aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kerajaan hanya untukMu, tiada sekutu bagiMu.

        Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa talbiyah tersebut di atas.

        Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka’bah sebanyak 7 kali.

        Pada waktu jalan berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali, maka setiap kali melewati batu hitam Hajar Aswad tersebut, haruslah batu hitam itu dicium atau kalau tidak mungkin, maka disentuh atau kalau juga tidak mungkin disentuh karena banyaknya orang, haruslah mengangkat tangan ke arah batu hitam itu sambil mengucapkan Allahu Akbar. Hal ini semuanya diungkapkan dalam hadits-hadits sebagai berikut:

        “Dari Nafi r.a. katanya: Ketika Ibnu Umar telah dapat masuk ke tanah Haram, dia berhenti membaca talbiyah dan ia bermalam di Zu Thaa. Waktu melewati perbatasan tanah Haram berhenti membaca talbiyah. Dan setelah memasuki tanah Haram dibaca kembali.” (Hadits Shahih Bukhari no. 818)

        “Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau cium, kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran.” (Hadits Shahih Muslim no. 1190)

        “Dari Ibnu Umar r.a. katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya melihat nabi saw menyentuh kedua-duanya.” (Hadits Shahih Bukhari no. 835)

        “Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: Nabi SAW pernah thawaf di Ka’bah dengan mengendarai unta. Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat ke arah sudut itu dengan apa saja yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).” (Hadits Shahih Bukhari no. 838)

        Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang Maha Besar (Allahu Akbar).

        Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan sholat. Ka’bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada di sekitar Ka’bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

        Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada di dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

        Jika kita perhatikan dalam Alquran Surat Al-Faatihah ayat 1, yaitu Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau benda wujud (materi) yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan seperti Al Laata, Al Manaata dan Al Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya politeisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala yang didewakan sebagai Tuhan-tuhan.

        Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala disingkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari no.832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal, karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat politheisme diubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang di dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.

        Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia, yaitu Umar bin Khattab.

        Umar bin Khattab yang telah mengimani rukun iman ketiga dari agama Islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup yang dapat memelihara dan melindungi.

        Diapun mengetahui bahwa sebagian ayat-ayat dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Alquran antara lain di dalam Surat Ali-Imran (QS 3) ayat 150, surat Al-An Aam (QS 6) ayat 102, surat Asy-Syuura (QS 42) ayat 28, surat Al-Hasyr (QS 59) ayat 23.

        Lain dari pada itu, juga Umar bin Khattab pun mengetahui klaim bahwa Alquran adalah bagian dari Alkitab seperti disebutkan di dalam surat Az-Zukhruf (QS 43) ayat 4, dan surat Asy-Syuura (QS 26) ayat 196.

        Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khattab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut, karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

        Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khattab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga dia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

        Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

        Dari Umar r.a. katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya katanya: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula.” (Hadits Shahih Bukhari no.830)

        Dari Salim r.a. katanya bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khattab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: “Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, aku tidak akan menciummu.” (Hadits Shahih Muslim no.1222)

        Pengetahuan tentang Allah yang benar, telah dipahami oleh Umar bin Khattab yaitu Allah yang harus disembah oleh bangsa Arab adalah Allah yang disebut dalam Alkitab yang telah dituangkan ke dalam Alquran melalui Surat Ali-Imraan (QS 3) ayat 45, yaitu Isa Almasih yang terkemuka dan yang paling tinggi kedudukannya di dunia dan akhirat yang lahir dari Roh Allah (Surat An-Nisaa ayat 171), yang merupakan firman Allah (Hadits Shahih Bukhari no.1496), yang dapat menciptakan burung (kehidupan), di mana identik dengan penciptaan Allah akan manusia (Surat Al-Maidah ayat 110, Surat Ali-Imraan ayat 49), dan yang menghakimi setiap orang pada akhir zaman (Surat An-Nisaa ayat 159, Hadits Shahih Bukhari no.1090, Muslim no.127).

        Oleh sebab itu pada waktu Umar bin Khattab mengucapkan doa talbiyah yaitu: “Aku penuhi panggilanMu ya Allah” sambil berjalan menuju batu hitam Hajar Aswad, kemudian setelah sampai di hadapan batu hitam tersebut, dia harus membungkuk menyembah dan mencium batu tersebut, timbullah dalam hatinya suatu pertentangan yang tidak ingin menyembah dan mencium batu tersebut sebagai tanda selamat datang sebelum melakukan thawaf qudum. Tetapi karena Muhammad telah memberi contoh sebelumnya bahwa batu hitam itu harus disembah dan dicium, maka Umar bin Khattab pun taat melaksanakannya sebagaimana dicontohkan oleh Muhammad walaupun hatinya sangat menentangnya.

        Oleh sebab itu beliau terpaksa mencium dan menyembah batu hitam tersebut disertai dengan menggerutu.

        Sesungguhnya pada saat itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan syirik, karena dia telah percaya kepada Allah yang benar sesuai dengan disebutkan dalam Alkitab tetapi sekarang apa boleh buat, dia harus menunjukkan kesetiaannya kepada Muhammad dengan cara harus menyembah berhala pula.

        Dia pun mengetahui bahwa Muhammad telah menurunkan Surat An-Nisaa (QS 4) ayat 117 dalam Alquran yang menyatakan bahwa penyembahan berhala adalah sama dengan menyembah setan. Oleh sebab itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dia lakukan yaitu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad dan mendewa-dewakannya sebenarnya dilarang, karena menimbulkan murka Allah.

        “Yang mereka sembah selain dari Allah tidak lain hanyalah berhala perempuan dan tiadalah yang mereka sembah kecuali setan yang durhaka.” (QS 4:117)

        Tentunya bukan Umar bin Khattab saja yang sadar akan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad adalah tidak sesuai dengan ketentuan Taurat dan Injil yang sudah diterapkan dalam Alquran.

        Pada umumnya bangsa Arab yang beragama Yahudi dan yang beragama Kristen yang pada waktu itu sudah ada dan hidup di Mekkah dan Madinah, juga tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad karena mereka tahu bahwa hal ini sangat bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Taurat agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen.

        Tetapi anehnya, orang-orang yang tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut oleh Muhammad justru dinyatakan sebagai orang Musyrik dan orang kafir.

        Menurut Muhammad, orang-orang Musyrik ini harus dimusuhi dan diperangi sebagaimana yang tertera dalam Alquran sebagai berikut:

        “Apabila habis bulan-bulan Haram, maka perangilah orang-orang Musyrik itu di mana kamu jumpai, dan tangkaplah mereka, kepunglah dan dudukilah setiap tempat pengintaian mereka. Jika mereka taubat, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, maka biarkanlah mereka pada jalannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS 9:5)

        Memang Muhammad telah berhasil mengubah agama bangsa Arab dari agama politheisme yang menyembah banyak Tuhan menjadi agama monotheisme yang menyembah hanya satu Tuhan saja. Muhammad pun telah berhasil memasukkan sebagian dari Taurat dan Injil ke dalam Alquran, bahkan Taurat dan Injil dianggap sebagai dasar dari Alquran. Tetapi Muhammad tidak berhasil mengubah tradisi bangsa Arab yang sejak beribu-ribu tahun yang lalu menyembah berhala sampai zaman sekarang. Muhammad hanya berhasil mengurangi jumlah berhala yang disembah dari 360 buah berhala menjadi penyembahan kepada satu berhala saja.

        Mengapa hal ini sampai terjadi demikian, padahal pada mulanya Muhammad memasukkan unsur-unsur Taurat dan Injil agar dapat menyembah Tuhan yang benar sesuai dengan apa yang ditulis dalam Taurat dan Injil? Hal ini terjadi karena sejak bayi, Muhammad telah diserahkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib kepada batu hitam Hajar Aswad di kaki Ka’bah. Mungkin batu hitam Hajar Aswad ini mempunyai daya tarik yang luar biasa besarnya, sehingga walaupun pada mulanya secara resmi Muhammad bertekad menyembah Tuhan yang digambarkan Taurat dan Injil, tetapi akhirnya dalam kenyataannya hanya menyembah batu hitam Hajar Aswad tersebut.

        Pengikut agama bangsa Arab selain Umar bin Khattab, menyadari tentang kekeliruan ini, oleh sebab itu kekeliruan ini mereka tutupi dengan cara bahwa setiap orang yang bukan pengikut agama bangsa Arab dilarang datang ke Ka’bah Mekkah, agar praktek penyembahan berhala ini tidak terlihat keluar dengan harapan kekeliruan ini tidak akan diketahui oleh umum.

        Larangan ini khususnya ditujukan kepada pengikut-pengikut agama Yahudi dan agama Kristen, karena merekalah yang mengetahui Tuhan yang sebenarnya yang digambarkan dalam Taurat serta Injil dan yang telah diterapkan ke dalam Alquran.

        Bangsa Arab yang pada waktu itu telah memeluk agama Yahudi dan yang memeluk agama Kristen pun tidak mau mengikuti ajaran baru dari Muhammad untuk menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad itu.

        Oleh sebab itulah Muhammad mengeluarkan ketentuan bagi pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen bahwa mereka termasuk orang-orang Musyrik yang tidak boleh masuk ke Masjidil Haram di mana Ka’bah berada di dalamnya.

        Larangan ini tertuang dalam Alquran sebagai berikut:

        “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang Musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.” (QS 9:2)

        Segala usaha telah dilakukan agar pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen tidak bisa memasuki tempat-tempat di mana upacara ibadah haji dilakukan, yaitu Mekkah dan sekitarnya agar praktek penyembahan berhala di Ka’bah tidak diketahui oleh orang luar.

        Bahkan jika kita berkendaraan mobil menuju ke kota Mekkah, maka sebelum kita memasuki kota tersebut, akan kita lihat adanya tanda penunjuk jalan yang besar di persimpangan jalan yang membagi jalan menjadi dua jurusan yaitu satu arah untuk orang-orang Muslim yang dapat langsung memasuki kota Mekkah dan satu arah lagi bagi orang-orang yang bukan Muslim yang tidak diperkenankan masuk ke kota Mekkah dan harus kembali lagi atau pergi ke arah lain.

        Larangan kepada orang-orang yang bukan Muslim ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang Arab atau bangsa lainnya yang beragama Yahudi atau yang beragama Kristen. Dengan demikian penganut agama Yahudi maupun penganut agama Kristen yang tentunya mempunyai pemikiran yang sama dengan pemikiran Umar bin Khattab sebagaimana yang disebut dalam Hadits Shahih Bukhari no.830 dan Hadits Shahih Muslim no.1222 tidak akan bisa melihat apa yang terjadi dalam upacara ibadah haji ini, sehingga orang luar tidak akan melihat adanya pertentangan antara ajaran Taurat dan Injil yang menyembah Allah yang benar di satu pihak, dan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad di lain pihak, yang kedua-duanya tercakup dalam agama bangsa Arab tersebut.

        Kesimpulan

        Seandainya Muhammad pada waktu mengubah agama bangsa Arab dari agama politheisme menjadi agama monotheisme dengan cara menyingkirkan seluruh patung berhala yang berada di Ka’bah yang jumlah 360 buah itu tanpa meninggalkan satu patung berhala pun, maka kekeliruan penyembahan kepada Allah pasti tidak akan terjadi.

        Kalau memang demikian halnya maka bangsa Arab pasti akan menyembah Allah yang benar sebagaimana yang digambarkan dalam Taurat dan Injil yang dituangkan ke dalam Alquran.

        Tetapi untuk rukun Islam yang kedua dan keempat, yaitu sholat menghadap berhala Hajar Aswad dan upacara ibadah haji ke Mekkah sama sekali tidak ada unsur Taurat dan Injil di dalamnya.

        Agama bangsa Arab ini adalah satu-satunya agama di dunia yang walaupun bersifat monotheisme dan mengkaitkan Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen ke dalam Alquran, tetapi tetap menyembah batu hitam di Ka’bah yang bernama Hajar Aswad. Sedangkan agama Hindu dan agama Budha adalah agama yang murni menyembah dewa-dewa tanpa melibatkan klaim atas Tauratnya orang Yahudi dan Injilnya orang Kristen.

        Dalam teorinya, agama bangsa Arab ini menyembah Allah yang benar sesuai Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen yang telah dituangkan ke dalam Alquran, tetapi dalam prakteknya, karena adanya rukun Islam yang kedua dan kelima, maka ternyata yang disembah dan dicium adalah batu hitam Hajar Aswad yang berada di sudut Ka’bah, dan setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat, di manapun mereka berada, harus sujud menyembah ke arah Ka’bah tersebut.

        Seyogianya, kekeliruan ini janganlah ditutup-tutupi, karena dengan ditutupnya atau disembunyikannya kekeliruan menyembah Allah tersebut, berarti ikut membantu pengikut agama bangsa Arab ini berjalan ke arah yang keliru. Memang di dalam Alquran surat Al-Araaf (QS 7) ayat 186 dikatakan bahwa “barangsiapa disesatkan Allah maka tidak ada baginya orang yang memberi petunjuk, dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatannya”. Karena kita hidup di negara yang berasaskan Pancasila, maka jika diketahui ada orang berjalan ke arah yang keliru tanpa disadarinya dan sama sekali di luar pengetahuannya, maka wajib menasehati dan menuntun orang itu agar berjalan ke arah yang benar.

        Pada kenyataannya, sebagian besar pengikut agama bangsa Arab tidak mengetahui dan tidak menyadari bahwa yang disembah dan dipuja bukanlah Allah yang digambarkan sebagaimana yang tertulis dalam Taurat dan Injil, melainkan pada hakikatnya yang mereka sembah adalah Batu Hitam Hajar Aswad.

        Penyembahan pada batu Hajar Aswad baru disadari pada waktu pengikut agama bangsa Arab ini melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu pergi ke Ka’bah di Mekkah di mana harus menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

        Pada saat mencium bahu hitam Hajar Aswad ini barulah orang tersadar bahwa yang dilakukan tidak lain adalah pekerjaan syirik, yaitu mempersekutukan Allah dengan batu hitam tersebut.

        Bagi pengikut agama bangsa Arab yang belum melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu melakukan upacara ibadah haji mungkin tidak akan mengetahui tentang praktek perbuatan syirik tersebut.

        ***

        Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2012/07/hajar-aswad-simbol-vagina.html#ixzz21kiu2aqL
        TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. artinya sesuatu yang kokoh tidak tergoyahkan abadi…..

        • Stain Remover 6:24 pm on 26/07/2012 Permalink | Reply

          @camar

          yang kamu posting itu sudah kuno, kamu-kan ingin menyatakan bahwa umat Islama menyembah hajar aswad, maka pertanyaan saya adalah apakah ada ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa Allah adalah hajar aswad itu saja ?

        • Stain Remover 6:27 pm on 26/07/2012 Permalink | Reply

          @camar

          TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. artinya sesuatu yang kokoh tidak tergoyahkan abadi…..

          Jawab—> itukan yang kamu terjemahkan, tetapi tetap saja dalam bibel “Allah adalah gunung batu”.

          sekarang kau tunjukkan dalam Al Qur’an, Allah adalah hajar aswad ?

          • camar 10:53 am on 29/07/2012 Permalink | Reply

            Dalam Sahih Bukhari 26:667

            Umar melihat Muhammad mencium batu hitam, dia berkata ketika mencium batu hitam tersebut: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya.

            Umar juga melihat Muhammad meloncat2 ketika memutari Kabah dan berkata: Apa kita lakukan kemunafikan dari kaum pagan? (Sahih Bukhari, 26:675)

            Umar berkata pada batu hitam: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya, kami melakukan kemunafikan seperti kaum pagan, sekarang mereka telah dimusnahkan oleh Allah, tapi karena nabi melakukannya maka kita harus melakukan hal itu juga.

            Dalam Mosnad Ahmed, Mosnad Abdullah Ibn Al-Abbas, no.283:

            Rasul Allah datang ke mesjid dan dia mengambil batu hitam, orang2 Quraish bilang mereka tidak berjalan tapi melompat seperti kijang, jadi dia melakukan hal tersebut tiga kali.

            Sunan ibn Majah, Vol IV, no.2957

            Ini adalah hadits diceritakan oleh ibn Hisham…. ketika kami sampai Rukn Aswad (batu hitam) dia berkata, “O Abu Muhammad, “Perintah apa yang kau ingin sampaikan mengenai batu hitam ini ?” Ata’ berkata: Abu Huraira bilang padaku bahwa dia dengar Rasul Allah berkata, “Dia yang menyentuhnya sama seperti menyentuh tangan Allah yang maha pemuarah.”…

            Sahih Bukhari 26:697:

            Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar
            Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS 112:1-2)

            Jutaan umat Islam bepergian tiap tahun ke Mekah, memutari sebuah batu dan kata mereka Muhammad telah memusnahkan agama2 berhala, sementara mereka sendiri melakukan penyembahan2 yang dilakukan agama2 berhala, sampai detik ini juga.
            Dan apa yang dilakukan Muhammad setelah dia menguasai Mekkah?
            Dia men-SUCIKAN KA’BAH sesuai dengan perintah HAJAR ASWAD dalam QS 22:26, “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku
            dari bukti bukti diatas apakah sdr masih mengelak dari kenyataan..bila anda mengelak artinya anda tidak percaya kepada nabi muhammad yang sudah menunjuk langsung batu hitam.sembari berkata dialah allah yang esa……………..terus apalagi bukti yang anda mitnta …bila anda tidak percaya sama nabi artinya anda sudah murtad…

            • Stain Remover 4:38 pm on 29/07/2012 Permalink | Reply

              @camar

              diulang-ulang terus pernyataan kamu diatas, kalau kamu menyatakan bahwa Allah adalah hajar aswad maka tunjukkan ayatnya dalam Al Qur’an sebagaimana bibel berkata :

              …sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. (Yesaya 26:4)

        • SERBUIFF 11:03 pm on 26/07/2012 Permalink | Reply

          TULISAN SAMPAH…..KACIAN DEH……..

    • camar 3:47 am on 30/07/2012 Permalink | Reply

      Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar
      Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS 112:1-2 apakah anda masih kurang yakin yang ditunjuk itu adalah batu hitam …sama seperti seorang berkat a ini sipolan ini si anu .nah jelas disini yang ditunjuk adalah batu hitam itu.sersya berkata dialah allah yang esa.artinya yangditunjuk itulah allah yang esa..allah adalah tuhan yang bergantung segala sesuatu kepadanya..paham…kan..???sudah jelas….

      • Stain Remover 4:07 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

        @camar

        Dari dulu diminta ayatnya dalam Al Qur’an bahwa hajar aswad adalah Allah, malah ngalor ngidul nggak karuan. Sanggupkah kamu menunjukkan ayatnya dalam Al Qur’an sebagimana saya menunjukkan dalam bibel bahwa Allah adalah gunung batu.

        Masih kurang ? saya tunjukkan lagi yang spesifik tentang Yesus adalah batu menurut karangan lukas teman seperjalanan paulus dari Tarsus :

        Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–,namun ia telah menjadi batu penjuru. (Kis 4:11)

      • ungke 8:04 am on 12/08/2012 Permalink | Reply

        Sudalah camar , bagi yg bisa nangkap penjelasan anda sudah sangat gamblang, tapi kan daya tangkap dan pemahaman orang kan beda beda, jadi tidak usah di jelasin lagi, bagi yg sudah paham lanjut,bagi yg belum tlg dibaca dengan pelan kemudian di pahami

    • camar 4:26 pm on 30/07/2012 Permalink | Reply

      kini saya bertanya kepada anda ketika muhammad mengatakan Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS 112:1-2 yang ditunjuk itu apa ??? apakah untanya apakah temanya atau apa????
      kitab injil memang selalu dalam mengatakan sesuatu itu selalu berbicara melalui perumpamaan jadi tidak ad a yang aneh.artinya bahwa yesus yang dihina dan disalibkan itu telah menjadi dasar kehidupan dan tatakrama dalam masyarakat.

      • Rosli 2:02 am on 12/08/2012 Permalink | Reply

        @Camar, kamu masih tidak dapat buktikan ayat Al Qur’an yang menyatakan bahwa “hajar aswad adalah Allah” malah cuba lari dari topik dengan mengutarakan soalan lain. Tanpa bukti kamu hanya menCEMARkan diri kamu……..
        Dan kamu sendiri tahu, injil adalah kitab korupsi dan penuh dengan percanggahan. Jadi, tak perlu kamu bicarakan tentang Islam

      • ungke 8:07 am on 12/08/2012 Permalink | Reply

        Lo… trus Qs 112 diatas menurut anda harus di ” TAFSIR” seperti apa lagi??? katanya quran di tulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami , tapi nyatanya kamu yg punya kitab aja masih bingung ngartikannya, atau memang kamunya yang punya daya tangkap dibawa rata rata

    • camar 5:00 pm on 12/08/2012 Permalink | Reply

      saya akan tetap berbicara mengenai islam supaya jangan banyak lagi orang tertipu dengan islam yang dibungkus dengan kemasan yang bagus tetapi ternyata isinya adalah kejahatan.ketahuilah bahwa ayah muhammad adalah bernama abdallah yang artinya abdi allah.yang kerjaanya adalah menjaga berhala berhala didalam kabbah .ketika muhammad menghancurkan semua berhala maka tinggallah satu yaitu hajar aswad.maka keluarlah wahyu yang mengatakan hanya satu allah yaitu hajar aswad.

      • SERBUIFF 10:34 pm on 12/08/2012 Permalink | Reply

        islam tidak menipu, tidak ada kejahatan dalam islam,….lu kelihatan sangat guobloknya,….hajar aswat bukan Allah…….

      • Rosli 12:31 am on 13/08/2012 Permalink | Reply

        @Camar, tunjukkan BUKTI ada ayat Quran yang mengatakan Allah itu Hajar aswad!!. Dan jangan cuba lari dari topik ini kerana kamu yang mulai
        ELSE, STOP HIDING BEHIND COMPUTER SPREADING LIES like a COWARD
        Dan kamu sendiri tahu, injil adalah kitab korupsi dan penuh dengan percanggahan. Jadi, tak perlu kamu bicarakan tentang Islam

        • camar 1:35 am on 13/08/2012 Permalink | Reply

          saya akan buktikan…ketika muhammad mangatakan sambil menunjuk benda.“Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS 112:1-2) maka yang ditunjuk muhammad tersebut adalah batu hitam atau yang disebut hajar aswad “Apakah gerangan (sebabnya) mereka (orang Islam) beralih dari kiblat mereka semula (dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram?) Katakanlah: Timur dan Barat kepunyaan Allah. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus.” (QS 2:142)

          Dari surat Al-Baqarah ayat 142 itu timbul pertanyaan, “Mengapa sholat agama bangsa Arab harus menghadap ke arah Ka’bah di Mekkah?” Karena Ka’bah adalah tempat tinggal Allah, yaitu rumah Allah sebagaimana yang disebut dalam Surat Al Hajj (QS 2) ayat 26:

          “Dan (ingatlah) ketika Kami tempatkan Ibrahim pada tempa Baitullah (dengan firman): Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan sesuatu, dan sucikanlah rumahKu (Ka’bah) untuk orang-orang yang tinggal (itikaf) dan orang-orang yang ruku dan sujud (sholat)”. (QS 22:26)

          Pada awalnya Ka’bah di Mekkah ini adalah lokasi pusat penyembahan 360 patung-patung berhala (Hadits Shahih Bukhari no. 1187). Tetapi sejak Muhammad menyiarkan agama Islam yang mengubah agama bangsa Arab dari agama yang menyembah banyak Tuhan dengan 360 patung-patung berhala (politeisme) menjadi agama yang hanya menyembah satu Tuhan saja, maka seluruh patung-patung berhala disingkirkan, kecuali ditinggalkan hanya sebuah patung berhala yaitu batu hitam Hajar Aswad yang diletakkan di sudut Ka’bah.

          Pada waktu penataan kembali Ka’bah (akibat banjir) dan penentuan di mana Hajar Aswad akan ditempatkan kembali, maka timbul perselisihan di antara pemuka-pemuka suku Quraisy, karena masing-masing pemuka suku merasa berhak untuk menentukan di mana tempat Hajar Aswad ditempatkan kembali. Akhirnya disepakati oleh mereka bahwa yang akan menjadi hakim dalam penempatan kembali batu hitam Hajar Aswad adalah orang yang pertama datang ke Ka’bah. Ternyata orang yang datang pertama adalah Muhammad (waktu itu Muhammad berusia lebih kurang 35 tahun dan belum menjadi nabi) dan semua pemuka Quraisy menyetujui bahwa Muhammad-lah yang akan menentukan lokasi di mana Hajar Aswad akan diletakkan. Agar semua pemuka-pemuka suku Quraisy terlibat dalam penentuan tempat Hajar Aswad tersebut, maka Muhammad mengambil sehelai kain lalu dihamparkannya dan Hajar Aswad diletakkan di tengah-tengah kain tersebut. Kemudian Muhammad menyuruh agar setiap pemuka suku Quraisy bersama-sama mengangkat tepi kain tersebut ke tempat asal Hajar Aswad ditempatkan. Ketika sampai ke tempatnya, maka Muhammad meletakkan batu hitam Hajar Aswad tersebut dengan tangannya sendiri ke tempatnya. Dengan demikian selesailah persengketaan antara pemuka-pemuka Quraisy. Dan oleh peristiwa itu Muhammad diberi gelar Al-Amin, yaitu yang dipercaya.

          Dengan begitu dari riwayat tersebut, Hajar Aswad inilah yang didewakan serta disembah dan diletakkan di Ka’bah sebagai tempat tinggal atau rumahnya Allah, dan setiap pengikut agama bangsa Arab yang melakukan sholat haruslah menghadap ke arah Ka’bah di mana Hajar Aswad tersebut ada.
          Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini bukanlah merupakan ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari no. 1187).

          Pada waktu itu Ka’bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari no. 843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

          “Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang Musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan.” (Hadits Shahih Bukhari no. 843)Labbaik alaahumma labbaik Labbaika laa Syarikalaka labaik Innal hamda wan nimata laka walmulk Laa Syaariika laka (3x).

          Artinya: Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu. Aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kerajaan hanya untukMu, tiada sekutu bagiMu.

          Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa talbiyah tersebut di atas.

          Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka’bah sebanyak 7 kali.

          Pada waktu jalan berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali, maka setiap kali melewati batu hitam Hajar Aswad tersebut, haruslah batu hitam itu dicium atau kalau tidak mungkin, maka disentuh atau kalau juga tidak mungkin disentuh karena banyaknya orang, haruslah mengangkat tangan ke arah batu hitam itu sambil mengucapkan Allahu Akbar. Hal ini semuanya diungkapkan dalam hadits-hadits sebagai berikut:

          “Dari Nafi r.a. katanya: Ketika Ibnu Umar telah dapat masuk ke tanah Haram, dia berhenti membaca talbiyah dan ia bermalam di Zu Thaa. Waktu melewati perbatasan tanah Haram berhenti membaca talbiyah. Dan setelah memasuki tanah Haram dibaca kembali.” (Hadits Shahih Bukhari no. 818)

          “Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau cium, kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran.” (Hadits Shahih Muslim no. 1190)

          “Dari Ibnu Umar r.a. katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya melihat nabi saw menyentuh kedua-duanya.” (Hadits Shahih Bukhari no. 835)

          “Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: Nabi SAW pernah thawaf di Ka’bah dengan mengendarai unta. Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat ke arah sudut itu dengan apa saja yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).” (Hadits Shahih Bukhari no. 838)

          Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang Maha Besar (Allahu Akbar).

          Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan sholat. Ka’bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada di sekitar Ka’bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

          Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada di dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.
          Jika kita perhatikan dalam Alquran Surat Al-Faatihah ayat 1, yaitu Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau benda wujud (materi) yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan seperti Al Laata, Al Manaata dan Al Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya politeisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala yang didewakan sebagai Tuhan-tuhan.

          Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala disingkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari no.832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal, karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat politheisme diubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang di dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.
          Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia, yaitu Umar bin Khattab.

          Umar bin Khattab yang telah mengimani rukun iman ketiga dari agama Islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup yang dapat memelihara dan melindungi.

          Diapun mengetahui bahwa sebagian ayat-ayat dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Alquran antara lain di dalam Surat Ali-Imran (QS 3) ayat 150, surat Al-An Aam (QS 6) ayat 102, surat Asy-Syuura (QS 42) ayat 28, surat Al-Hasyr (QS 59) ayat 23.

          Lain dari pada itu, juga Umar bin Khattab pun mengetahui klaim bahwa Alquran adalah bagian dari Alkitab seperti disebutkan di dalam surat Az-Zukhruf (QS 43) ayat 4, dan surat Asy-Syuura (QS 26) ayat 196.

          Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khattab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut, karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

          Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khattab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga dia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

          Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

          Dari Umar r.a. katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya katanya: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula.” (Hadits Shahih Bukhari no.830)

          Dari Salim r.a. katanya bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khattab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: “Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, aku tidak akan menciummu.” (Hadits Shahih Muslim no.1222)

          Pengetahuan tentang Allah yang benar, telah dipahami oleh Umar bin Khattab yaitu Allah yang harus disembah oleh bangsa Arab adalah Allah yang disebut dalam Alkitab yang telah dituangkan ke dalam Alquran melalui Surat Ali-Imraan (QS 3) ayat 45, yaitu Isa Almasih yang terkemuka dan yang paling tinggi kedudukannya di dunia dan akhirat yang lahir dari Roh Allah (Surat An-Nisaa ayat 171), yang merupakan firman Allah (Hadits Shahih Bukhari no.1496), yang dapat menciptakan burung (kehidupan), di mana identik dengan penciptaan Allah akan manusia (Surat Al-Maidah ayat 110, Surat Ali-Imraan ayat 49), dan yang menghakimi setiap orang pada akhir zaman (Surat An-Nisaa ayat 159, Hadits Shahih Bukhari no.1090, Muslim no.127).

          Oleh sebab itu pada waktu Umar bin Khattab mengucapkan doa talbiyah yaitu: “Aku penuhi panggilanMu ya Allah” sambil berjalan menuju batu hitam Hajar Aswad, kemudian setelah sampai di hadapan batu hitam tersebut, dia harus membungkuk menyembah dan mencium batu tersebut, timbullah dalam hatinya suatu pertentangan yang tidak ingin menyembah dan mencium batu tersebut sebagai tanda selamat datang sebelum melakukan thawaf qudum. Tetapi karena Muhammad telah memberi contoh sebelumnya bahwa batu hitam itu harus disembah dan dicium, maka Umar bin Khattab pun taat melaksanakannya sebagaimana dicontohkan oleh Muhammad walaupun hatinya sangat menentangnya.

          Oleh sebab itu beliau terpaksa mencium dan menyembah batu hitam tersebut disertai dengan menggerutu.

          Sesungguhnya pada saat itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan syirik, karena dia telah percaya kepada Allah yang benar sesuai dengan disebutkan dalam Alkitab tetapi sekarang apa boleh buat, dia harus menunjukkan kesetiaannya kepada Muhammad dengan cara harus menyembah berhala pula.

          Dia pun mengetahui bahwa Muhammad telah menurunkan Surat An-Nisaa (QS 4) ayat 117 dalam Alquran yang menyatakan bahwa penyembahan berhala adalah sama dengan menyembah setan. Oleh sebab itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dia lakukan yaitu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad dan mendewa-dewakannya sebenarnya dilarang, karena menimbulkan murka Allah.

          “Yang mereka sembah selain dari Allah tidak lain hanyalah berhala perempuan dan tiadalah yang mereka sembah kecuali setan yang durhaka.” (QS 4:117)

          Tentunya bukan Umar bin Khattab saja yang sadar akan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad adalah tidak sesuai dengan ketentuan Taurat dan Injil yang sudah diterapkan dalam Alquran.

          Pada umumnya bangsa Arab yang beragama Yahudi dan yang beragama Kristen yang pada waktu itu sudah ada dan hidup di Mekkah dan Madinah, juga tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad karena mereka tahu bahwa hal ini sangat bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Taurat agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen.

          Tetapi anehnya, orang-orang yang tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut oleh Muhammad justru dinyatakan sebagai orang Musyrik dan orang kafir.

          Menurut Muhammad, orang-orang Musyrik ini harus dimusuhi dan diperangi sebagaimana yang tertera dalam Alquran sebagai berikut:

          “Apabila habis bulan-bulan Haram, maka perangilah orang-orang Musyrik itu di mana kamu jumpai, dan tangkaplah mereka, kepunglah dan dudukilah setiap tempat pengintaian mereka. Jika mereka taubat, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, maka biarkanlah mereka pada jalannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS 9:5)

          Memang Muhammad telah berhasil mengubah agama bangsa Arab dari agama politheisme yang menyembah banyak Tuhan menjadi agama monotheisme yang menyembah hanya satu Tuhan saja. Muhammad pun telah berhasil memasukkan sebagian dari Taurat dan Injil ke dalam Alquran, bahkan Taurat dan Injil dianggap sebagai dasar dari Alquran. Tetapi Muhammad tidak berhasil mengubah tradisi bangsa Arab yang sejak beribu-ribu tahun yang lalu menyembah berhala sampai zaman sekarang. Muhammad hanya berhasil mengurangi jumlah berhala yang disembah dari 360 buah berhala menjadi penyembahan kepada satu berhala saja.

          Mengapa hal ini sampai terjadi demikian, padahal pada mulanya Muhammad memasukkan unsur-unsur Taurat dan Injil agar dapat menyembah Tuhan yang benar sesuai dengan apa yang ditulis dalam Taurat dan Injil? Hal ini terjadi karena sejak bayi, Muhammad telah diserahkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib kepada batu hitam Hajar Aswad di kaki Ka’bah. Mungkin batu hitam Hajar Aswad ini mempunyai daya tarik yang luar biasa besarnya, sehingga walaupun pada mulanya secara resmi Muhammad bertekad menyembah Tuhan yang digambarkan Taurat dan Injil, tetapi akhirnya dalam kenyataannya hanya menyembah batu hitam Hajar Aswad tersebut.

          Pengikut agama bangsa Arab selain Umar bin Khattab, menyadari tentang kekeliruan ini, oleh sebab itu kekeliruan ini mereka tutupi dengan cara bahwa setiap orang yang bukan pengikut agama bangsa Arab dilarang datang ke Ka’bah Mekkah, agar praktek penyembahan berhala ini tidak terlihat keluar dengan harapan kekeliruan ini tidak akan diketahui oleh umum.

          Larangan ini khususnya ditujukan kepada pengikut-pengikut agama Yahudi dan agama Kristen, karena merekalah yang mengetahui Tuhan yang sebenarnya yang digambarkan dalam Taurat serta Injil dan yang telah diterapkan ke dalam Alquran.

          Bangsa Arab yang pada waktu itu telah memeluk agama Yahudi dan yang memeluk agama Kristen pun tidak mau mengikuti ajaran baru dari Muhammad untuk menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad itu.

          Oleh sebab itulah Muhammad mengeluarkan ketentuan bagi pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen bahwa mereka termasuk orang-orang Musyrik yang tidak boleh masuk ke Masjidil Haram di mana Ka’bah berada di dalamnya.

          Larangan ini tertuang dalam Alquran sebagai berikut:

          “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang Musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.” (QS 9:2)

          Segala usaha telah dilakukan agar pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen tidak bisa memasuki tempat-tempat di mana upacara ibadah haji dilakukan, yaitu Mekkah dan sekitarnya agar praktek penyembahan berhala di Ka’bah tidak diketahui oleh orang luar.

          Bahkan jika kita berkendaraan mobil menuju ke kota Mekkah, maka sebelum kita memasuki kota tersebut, akan kita lihat adanya tanda penunjuk jalan yang besar di persimpangan jalan yang membagi jalan menjadi dua jurusan yaitu satu arah untuk orang-orang Muslim yang dapat langsung memasuki kota Mekkah dan satu arah lagi bagi orang-orang yang bukan Muslim yang tidak diperkenankan masuk ke kota Mekkah dan harus kembali lagi atau pergi ke arah lain.

          Larangan kepada orang-orang yang bukan Muslim ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang Arab atau bangsa lainnya yang beragama Yahudi atau yang beragama Kristen. Dengan demikian penganut agama Yahudi maupun penganut agama Kristen yang tentunya mempunyai pemikiran yang sama dengan pemikiran Umar bin Khattab sebagaimana yang disebut dalam Hadits Shahih Bukhari no.830 dan Hadits Shahih Muslim no.1222 tidak akan bisa melihat apa yang terjadi dalam upacara ibadah haji ini, sehingga orang luar tidak akan melihat adanya pertentangan antara ajaran Taurat dan Injil yang menyembah Allah yang benar di satu pihak, dan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad di lain pihak, yang kedua-duanya tercakup dalam agama bangsa Arab tersebut.

          Kesimpulan

          Seandainya Muhammad pada waktu mengubah agama bangsa Arab dari agama politheisme menjadi agama monotheisme dengan cara menyingkirkan seluruh patung berhala yang berada di Ka’bah yang jumlah 360 buah itu tanpa meninggalkan satu patung berhala pun, maka kekeliruan penyembahan kepada Allah pasti tidak akan terjadi.

          Kalau memang demikian halnya maka bangsa Arab pasti akan menyembah Allah yang benar sebagaimana yang digambarkan dalam Taurat dan Injil yang dituangkan ke dalam Alquran.

          Tetapi untuk rukun Islam yang kedua dan keempat, yaitu sholat menghadap berhala Hajar Aswad dan upacara ibadah haji ke Mekkah sama sekali tidak ada unsur Taurat dan Injil di dalamnya.

          Agama bangsa Arab ini adalah satu-satunya agama di dunia yang walaupun bersifat monotheisme dan mengkaitkan Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen ke dalam Alquran, tetapi tetap menyembah batu hitam di Ka’bah yang bernama Hajar Aswad. Sedangkan agama Hindu dan agama Budha adalah agama yang murni menyembah dewa-dewa tanpa melibatkan klaim atas Tauratnya orang Yahudi dan Injilnya orang Kristen.

          Dalam teorinya, agama bangsa Arab ini menyembah Allah yang benar sesuai Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen yang telah dituangkan ke dalam Alquran, tetapi dalam prakteknya, karena adanya rukun Islam yang kedua dan kelima, maka ternyata yang disembah dan dicium adalah batu hitam Hajar Aswad yang berada di sudut Ka’bah, dan setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat, di manapun mereka berada, harus sujud menyembah ke arah Ka’bah tersebut.

          Seyogianya, kekeliruan ini janganlah ditutup-tutupi, karena dengan ditutupnya atau disembunyikannya kekeliruan menyembah Allah tersebut, berarti ikut membantu pengikut agama bangsa Arab ini berjalan ke arah yang keliru. Memang di dalam Alquran surat Al-Araaf (QS 7) ayat 186 dikatakan bahwa “barangsiapa disesatkan Allah maka tidak ada baginya orang yang memberi petunjuk, dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatannya”. Karena kita hidup di negara yang berasaskan Pancasila, maka jika diketahui ada orang berjalan ke arah yang keliru tanpa disadarinya dan sama sekali di luar pengetahuannya, maka wajib menasehati dan menuntun orang itu agar berjalan ke arah yang benar.

          Pada kenyataannya, sebagian besar pengikut agama bangsa Arab tidak mengetahui dan tidak menyadari bahwa yang disembah dan dipuja bukanlah Allah yang digambarkan sebagaimana yang tertulis dalam Taurat dan Injil, melainkan pada hakikatnya yang mereka sembah adalah Batu Hitam Hajar Aswad.

          Penyembahan pada batu Hajar Aswad baru disadari pada waktu pengikut agama bangsa Arab ini melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu pergi ke Ka’bah di Mekkah di mana harus menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

          Pada saat mencium bahu hitam Hajar Aswad ini barulah orang tersadar bahwa yang dilakukan tidak lain adalah pekerjaan syirik, yaitu mempersekutukan Allah dengan batu hitam tersebut.

          Bagi pengikut agama bangsa Arab yang belum melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu melakukan upacara ibadah haji mungkin tidak akan mengetahui tentang praktek perbuatan syirik tersebut.
          apakah dengan bukti ini sdr masih berani mengelak dari kenyataan????
          Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2012/07/hajar-aswad-simbol-vagina.html#ixzz23NyopzPT

          • Rosli 2:02 am on 14/08/2012 Permalink | Reply

            @Camar. Posting kamu agak panjang tapi masih tidak dapat membuktikan Hajar Aswad itu adalah Allah.
            Berikut adalah terjemahan LENGKAP Quran surah 112
            [1] Katakanlah (wahai Muhammad): “(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa;
            [2] “Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat;
            [3] “Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan;
            [4] “Dan tidak ada sesuatu yang serupa denganNya”.
            Ayat ini menjelaskan yang “tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah” (termasuklah batu, kaaba etc), malah ayat ini juga menjelaskan yang Allah tidak ada anak. Jadi JesusPBUH itu bukan tuhan atau anak tuhan
            FYI, semua masjid adalah rumah Allah, bukan saja Kaaba

            • SERBUIFF 11:35 pm on 15/08/2012 Permalink | Reply

              jangankan itu tuhan dalam andungan aja dia nggak bisa jawab…..tuhan mati aja dia juga nggak bisa jawab,,,,wong mereka orang dungu kok, tapi mereka nggak sadar mereka dungu….

    • ungke 11:54 am on 13/08/2012 Permalink | Reply

      Sekarang dapat bantuan dari Rosli , tapi sama saja masi kurang sakti juga, trus si ST kemana ya? lagi bertapa di gua hira ka ? biar dapat petunjuk buat menjawab si camar

    • camar 3:46 am on 14/08/2012 Permalink | Reply

      to rosli[1] Katakanlah (wahai Muhammad): “(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa; mengapa anda merobah kalimat diatas menambah dan mengurangi isi kitab anda dengan cara inikah sdr membenarkan kitab anda???? lihat dihadith web bukan demikian tulisannya.”””Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa…bukan ialah .tapi dialah dia artinya sangat beda dengan ialah atau anda sudah punya quran karangan anda sendiri????baca baik baik sdr bisa baca nanti di hadith

      web.Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ 1

      Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. اللَّهُ الصَّمَدُ 2

      Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ 3

      dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ 4

      ####jadi jangan menambah nambah untuk merobah arti dari kalimat diatas …saya sudah tahu akal bulus seperti ini ..dengan tujuan merobah .makna dari kalimat… jangan jangan anda nanti sama dengan si st dan serbu iff bertapa dulu di goa hira yang konon tempat orang arab adalah wc umum.

      • Rosli 6:15 am on 14/08/2012 Permalink | Reply

        @camar, tak perlu diperbesarkan isu terjemahan “ialah/adalah”, maksudnya sama saja, ‘Allah, tuhan Maha Esa”
        Pokoknya sekarang, kamu masih belum dapat buktikan Allah itu hajar aswad. Surah Quran 112 yang kamu utarakan sebagai BUKTI jelas mengatakan “tidak ada sesuatu yang serupa dengan Allah” (termasuklah batu, kaaba etc), malah ayat ini juga menjelaskan yang Allah tidak ada anak. Jadi JesusPBUH itu bukan tuhan atau anak tuhan.
        Jadi, jangan coba lari dari topic, kamu perlu buktikan “Allah itu hajar aswad”

    • camar 7:11 am on 14/08/2012 Permalink | Reply

      sdr rosli kata”” Dia”dengan “”ialah’ jelas tidak sama artinya hal sepertini sudah sering digunakan oleh muslimer untuk menipu menggantikan makna dari suatu kalimat .jadi hal ini pula yang anda gunakan pada saat ini untuk mengganti makna dari kalimat diatas..saya tidak pernah lari dari suatu topik .jangan samakan aku dengan mr.stain dan serbu iff.yang suka mengambil referensi dari kitab orang lain saya harap andapun begitu.. hanya satu permintaanku apabila saya dapat membuktikan bahwa hajar aswad adalah allah ..apakah sdr mau untuk mengumumkan kemurtadtan saudara????

      • Rosli 9:20 am on 14/08/2012 Permalink | Reply

        @camar, tak perlu kamu buang masa tentang murtad atau perkara lain. Straight to the point….Buktikan “Allah itu hajar aswad”.

    • camar 1:33 pm on 14/08/2012 Permalink | Reply

      penasaran ya cari referensinys ada semua di buku buku sahih islam …misalnya hadith bukhari .hadith muslim bahkan quran juga menulisnya ???bila sdr tidak dibutakan mata bathinnya maka sdr akan menemukan .jangan jadikan buku buku tersebut jadi bantal bacalah dan mengertilah…maka akan nyata bagimu bahwa allah yang punya rumah di mekkah itu adalah berhala satu satunya yang tinggal setelah muhammad menghancurkan sainganya yang 359 itu adalah hajar aswad…dan bahwa disana tidak adalagi saingan dari allah.karena allah lain sudah musnah .anda juga akan mengerti ayah dari muhammad yang bernama abdallah .adalah penjaga atau abdi dari allah yang sebelumnya ada 360 buah.nah kini tinggallah satu maka disebut tauhid ,,kemudian kata kata ..zat…artikan juga apa itu zat ..yang sering sering digunakan muhammad sebagai kata ganti allah menurut anda zat .itu apa .apa mahluk hidup atau benda mati ..nah kalau anda mengerti bahwa ZAT adalah benda mati benda mati apa yang satu satunya atau tauhid yang tinggal di kabbah..yang harus dicium sambil mengucapka ..”labbaika allahumma labbaik.” nah selamat berburu jangan simpan quran sdr diatas lemari tapi bacalah.

      • Rosli 12:06 am on 15/08/2012 Permalink | Reply

        @camar, itu bukannya BUKTI tetapi hanya andaian kamu
        Kamu tulis “jangan jadikan buku buku tersebut jadi bantal bacalah dan mengertilah”
        Sebelum itu kamu sendiri yang mengeluarkan Surah 112. Surah ini jelas mengatakan “tidak ada yang serupa dengan Allah” (termasuklah batu, kaaba etc). INI BUKTINYA ALLAH BUKAN HAJAR ASWAD. Apa kamu tahu membaca dan mengerti??.
        Kamu juga menulis “jangan simpan quran sdr diatas lemari tapi bacalah”
        Kalau kamu sudah baca Quran, di mana ada ayat yang mengatakan “Allah itu hajar aswad”??. Inilah bukti yang perlu kamu cari……bukannya membuat ANDAIAN
        Apa agama kamu camar, atau kamu atheist, agnostic??

      • SERBUIFF 11:02 pm on 15/08/2012 Permalink | Reply

        yg pasti kami kaum muslim hanya menyembah satu tuhan yaitu Allah, kami tidak menyembah berhala, hajar asawt bukan berhala, dia hanya batu yg berungsi sebagai patokan ketika orang tawaf mengelilingi kabah.. kalau lu terbukti nyembah berhala yg namanya yesus…

    • wikki 1:42 pm on 14/08/2012 Permalink | Reply

      percuma memberi penjelasan kepada orang yang pengetahuanya hanya seputar buang hajat. sama saja dengan hiu bercerita lautan kepada ikan koi dalam kolam ngga bakalan nyambung…sabarrrr

    • wikki 8:55 am on 15/08/2012 Permalink | Reply

      TIPS DEBAT MELAWAN KAFIRUN

      Sebuah satire oleh; Ayesha Ahmed
      Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
      Saudara, meski kita hidup dinegara berpenduduk mayoritas muslim, namun tak dapat dipungkiri bahwa setiap hari kita harus bertemu dengan para kafir yang hidup disekitar kita. Sesekali para kafir ini mencoba mengkritik Islam dan nabi kita. Di sebuah negara Islam, dimana syariat Islam ditegakkan, jika terdapat seseorang yang mengkritik nabi, yang harus kita lakukan hanyalah meneriakkan dengan kencang apa yang ia katakan dan ia akan dimassa oleh orang-orang yang marah, karena berani mengkritik nabi junjungan kita.
      Dengan cepat pengkritik itu akan dibunuh, habis perkara. Namun di negeri ini, kita tidak memiliki kenikmatan tersebut. Insya Allah dalam waktu dekat ini, jika syariat Islam ditegakkan, kita tidak akan menghadapi masalah dari para kafir dalam keseharian kita. Namun, untuk sementara waktu sebelum masa itu tiba, berikut ini adalah sebuah pendekatan yang dapat digunakan semua muslim dan muslimah ketika menghadapi kafirun hama pengganggu. Insya Allah manusia-manusia hina itu akan pergi darimu.
      Sebuah pertanyaan yang populer adalah: “Mengapa Islam menyerukan kematian bagi kritikus Islam dan para murtadin (exmuslim)?” Tegaskan bahwa info mereka adalah salah. Katakan bahwa itu adalah fitnah!..
      Kemudian jika mereka menunjukkan data para kritikus dan para murtadin yang dibunuh oleh muslim, serta mengatakan bahwa “Islam disebarkan lewat pedang”, katakan jika hal itu adalah kebohongan besar yang disebarkan oleh Neo Yahudi, Kristen sayap kanan, dan kafir Hindu, lalu kutip Quran surat Al Baqarah ayat 256: “..tidak ada paksaan dalam Islam”.
      Jika kafirun mengutip fatwa jihad Bin Laden tahun 1998 yang juga ditandatangani oleh ulama-ulama top Islam yang menyerukan muslim untuk membunuh orang Amerika di manapun mereka berada, serta mengutip surat Imam Samudra yang mengajak para muslim untuk berjihad dan mati syahid menghabisi para kafir, katakan bahwa mereka (Bin Laden dan Imam Samudra) telah membajak agama Islam yang penuh damai, dan kemudian kutip ayat 5:32 “membunuh satu orang yang tidak berdosa adalah seperti membunuh semua manusia.”
      Jika kafirun memberikan respon dengan mengutip ayat-ayat kekerasan dalam Quran, tuduh mereka dengan mengatakan bahwa mereka mengutip ayat sepotong-sepotong di luar konteks hanya untuk mendukung konsep mereka.
      Jika ia kemudian mengutip seluruh ayat, ayat sebelum dan sesudahnya, ayat Mekah dan ayat Madinah, serta menegaskan bahwa keseluruhan ayat damai telah dibatalkan oleh ayat kekerasan, maka tuduhlah bahwa terjemahan Quran mereka adalah salah. Jika kafirun membawa 10 bahasa terjemahan berbeda, katakan bahwa arti yang benar hanya dapat dimengerti dalam bahasa Arab.
      Jika kafirun mengerti bahasa Arab dengan baik, maka paksa mereka bahwa ayat-ayat tersebut tidak dapat diartikan secara tersurat / literal, melainkan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki makna-makna alegoris yang tersirat.
      Jika kafirun tidak mau menyerah, katakan bahwa anda tidak dapat mengerti ayat-ayat tersebut tanpa membaca terlebih dulu konteks ayat tersebut melalui hadits dan sirah.
      Jika kafirun membawa hadits dan sirah, dan mulai mengutip konteks / latar belakang dari ayat-ayat kekerasan dengan merujuk pada hadits yang menceritakan pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, dan pemusnahan suatu golongan bangsa oleh nabi, maka katakan bahwa “semua hadits dan sirah adalah palsu dan sesat, satu-satunya kebenaran hanyalah Quran”.
      Jika mereka menanyakan mengapa anda meragukan sejarah yang diriwayatkan oleh sarjana-sarjana muslim seperti Tabari, dan Ishaq, serta meragukan hadist mutawatir dari ahli hadist seperti Bukhari, katakan bahwa mereka (Tabari, Ishaq dan Bukhari) sebenarnya adalah Yahudi yang menyamar sebagai muslim.
      Lalu jika kafirun mengatakan bahwa Quran hanyalah buku karangan nabi dan meminta bukti atas kesucian Quran, maka rujuklah kepada sains dalam Quran dan buku yang ditulis oleh Dr Zakir Naik yang menunjukkan keajaiban sains dalam Quran.
      Jika kafirun mengatakan bahwa argumen Dr Zakir Naik telah dibuktikan salah oleh banyak ahli sains, dan Zakir Naik tak berani lagi menampakkan batang hidung karena terbongkar kebohongannya, maka katakan bahwa kekalahan Zakir Naik adalah rencana Allah untuk menunjukkan kebenaran Quran, Allah memiliki alasan untuk semua ini.
      Jika kafirun kembali menunjukkan banyak kesalahan dan kontradiksi dalam Quran, serta mengutip ayat-ayat yang bertentangan dengan sains, sehingga hal itu memperkuat argumen mereka bahwa Quran bukan berasal dari Allah, karena Tuhan tidak pernah salah, maka segera ganti topik pembicaraan dan tunjukkan balik kesalahan dalam agama lain dan kitab suci mereka.
      Jika kafirun masih meneruskan perdebatan, maka lakukan personal attacks, dan caci-maki dia dengan menyebutnya salibis rasis, pantat Yahudi, babi China, atau anjing Hindu.
      Jika itu tidak membuat kafirun frustrasi, maka tanyakan kepadanya berapa dia dibayar oleh Yahudi untuk mengotori Islam. Jika kafirun tersebut ternyata sangat keras kepala dan masih ingin untuk melanjutkan debat, maka kutuk dia, semisal dengan mengatakan: “Terbakarlah di neraka”, atau “kamu akan menyesal pada hari kiamat”, atau “Allah akan menyiksamu dalam kuburanmu”, dsb.
      Ketika semua cara di atas gagal, ancam dia dengan kekerasan fisik dan akhiri perdebatan dengan sikap triumphalist yang sok menang dan umumkan bahwa anda telah memenangkan perdebatan karena Quran adalah firman Allah. Umumkan kemenangan debat anda sebanyak mungkin di website-website, di pertemuan-pertemuan, dan katakan bahwa anda telah memenangkan perdebatan dengan mudah.
      Tentu saja, secara tersembunyi laporkan kafirun tersebut kepada pihak berwajib sebagai penghujat Islam agar dapat dipidanakan. Jika laporan anda ternyata tidak juga ditindaklanjuti, sampaikan identitas kafirun tersebut kepada muslim radikal agar Allah segera menghukum para kafirun itu;
      Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (QS 9:14)
      Allahu Akbar…Allahu Akbar, kedamaian hanya milik Allah semata.
      Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

      • SERBUIFF 10:25 pm on 15/08/2012 Permalink | Reply

        yg pasti islam agama yg lurus, meluruskan agama sebelumnya yg telah menyimpang ajarannya. Tidak ada kelemahan dan cacat dalam Islam. Siang malam lu cari kelemahan Islam nggak bakal ketemu tuh ….islam agama yg paling sempurna. Orang yg memerangi Islam harus siap2 menhadapi jihad para kaum muslim.

    • ungke 11:37 pm on 15/08/2012 Permalink | Reply

      Anda keliahatan ngotot dengan kepercayaan buta anda (serbuiff) tapi dari sekian banyak postingan ,tidak ada satu pun penjelasan anda yang di sertai dengan refferensi yang akurat dan terpercaya, saya sudah baca semua tanggapan teman teman disitu terlihat dalam satu jam saja kita akan temukan 1000 kelemahan di dalam alquran dan islam

      • SERBUIFF 12:04 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

        tidak ada kelemahan Islam dan Al Quran , kalau kristen dan alkitab gudangnya kelemahan……

        • wikki 1:42 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

          bagus gunakan jurus ala tips debat melawan kafirun ..siapkan dulu kejelkan kitab orang lain …kemudian siapkan juga kutukan …

      • Rosli 12:45 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

        @ungke, tunjukkan ayat Quran sebagai referensi kamu yang “Allah itu hajar aswad”. Saya bolih buktikan injil adalah kitab korup dan penuh dengan percanggahan

    • Rosli 12:39 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

      @camar, sudah “terbang” kemana kamu??
      Kamu masih belum buktikan “Allah itu hajar aswad”. Yang kamu tahu hanya “copy and paste” dan buat andaian……..

      • SERBUIFF 4:15 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

        orang dungu nggak bakalan bisa njawab tuh, …dia kan juara lomba copy paste tingkat nasional…

        • Rosli 5:19 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

          copy and paste……tiada bedanya dengan burong kakak tua, tak punya akal sendiri

    • wikki 12:44 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

      Saya tahu, bahwa ‘Muslim’ telah ditipu oleh bangsa Arab. Apa yang
      mereka sangka Tuhan, sebetulnya bukan Tuhan, tapi Jimat, yaitu seonggok batu
      hitam (benda mati) yang didaulat sebagai Allah SWT. Itulah kenapa, sejak
      zaman nabi hingga detik ini, tiada seorang Muslim pun yang mengandalkan Allah
      sebagai kekuatan adikodrati untuk menjadi pelindung mereka. Muslim lebih
      percaya pada kekuatan manusia, yaitu kekuatan senjata (dahulu pedang, kini
      senapan dan bom). Bahkan nabi sendiri pun adalah seorang yang bengis dan
      cuma bisa mengandalkan kelicikan dan keganasan manusia belaka, tiada
      kekuatan ilahi pernah dipakainya. Untuk menjadi sukses di Arab dan dunia
      sekitarnya, cara-cara kekerasan dan peperanganlah yang digunakan.
      Saya pun akhirnya tahu, kalau Muhammad tidaklah sempurna, baik secara
      akhlak maupun fisiknya. Muhammad gemar kawin, suka menyetubuhi anakanak,
      berzinah dengan siapa saja yang disukainya, merebut istri orang lain
      bahkan istri anaknya sendiri, membunuh siapa saja yang berani menentang
      kehendaknya, mencari nafkah dengan jalan merampok dan menjarah karavan
      dagang Quraish, menyerang kota-kota Yahudi dan menghabisi penduduknya
      hanya karena alasan “mereka tidak mau beriman”.
      Semua yang saya katakan ini bukanlah dusta, tetapi berdasarkan apa yang saya
      baca dari Sirat Rasul yang ditulis oleh sejarawan Islam tertua Ibnu Ishaq (704 –
      768 M), dan juga kumpulan hadist-hadist sahih seperti Bukhari & Imam Muslim.
      Saya pada mulanya juga sempat terkejut dan tidak percaya, mungkin itu hanya
      fitnah kaum kafir, yang membuat karangan-karangan palsu untuk menjelekjelekkan
      Islam. Ketika saya berusaha untuk mendapatkan detil-detil sejarah
      Islam dari buku-buku pelajaran cucu saya di sekolah maupun buku-buku Islam
      untuk umum, saya dapati kesimpulan bahwa tulisan-tulisan itu ditulis hanya
      berdasarkan prasangka-prasangka dan tidak didukung oleh bukti-bukti catatan
      sejarah yang valid. Anda bisa cek sendiri, bila Anda punya anak yang
      bersekolah setingkat SD, SMP atau SMA, buka-bukalah buku pelajaran Islam,
      khususnya mengenai sejarah nabi Muhammad. Anda akan temukan bahwa si
      penulis banyak mengumbar tuduhan-tuduhan, seperti menyebut orang Yahudi
      sebagai para perampok, pembunuh, pelanggar perjanjian dan tukang bikin onar,
      tanpa ada rujukan catatan sejarahnya. Sementara kata-kata pujian secara
      berlebihan disematkan pada sang nabi, ini pun tanpa disertai bukti-bukti/fakta
      yang memadai. Muhammad dikatakan berperang demi membela diri, karena
      dirinya diserang kaum kafir (tanpa bukti). Perang Badar dikatakan sebagai
      Perang Suci, bukan perampokan, padahal itu adalah perampokan besar yang
      dilakukan sang nabi terhadap pedagang Quraish. Buku-buku itu
      mengkambinghitamkan Yahudi dan kaum Pagan sebagai biang peperangan di
      Arab, tanpa ada satu pun bukti yang mendukung pernyataan-pernyataan
      tersebut. Apakah sejarawan Islam Ibnu Ishaq itu salah, sedangkan penulis buku
      pelajaran Islam ini yang benar? Tentu saja saya lebih percaya pada tulisan Ibnu
      Ishaq ketimbang buku-buku sekolah itu, karena buku-buku itu hanya bisa
      menjudge dan mengklaim, menuduh dan memuji-muji secara sepihak tanpa
      disertai dengan bukti sejarah yang valid.
      Umat Islam telah didoktrin sejak masih anak-anak, sejak di pengajianpengajian,
      sejak di TPQ dan sejak di pendidikan umum yang terendah seperti TK
      atau SD, bahwa Islam itu agama terbaik, agama paling sempurna, nabi
      Muhammad adalah makhluk paling sempurna, yang sempurna akhlak dan
      jasmaninya, bla-bla-bla….. tanpa mereka tahu bahwa mereka sedang
      dibohongi. Fakta sejarah menyatakan sebaliknya, sedangkan apa yang mereka
      terima dari guru-guru Islam mereka adalah kebohongan, karangan-karangan
      untuk menutupi Islam yang sebenarnya.
      Agama Islam diciptakan bukan untuk benar-benar berfungsi sebagai agama,
      melainkan sebagai sekte pemujaan kepada Muhammad, sang pendiri. Setiap
      saat Muslim dicekoki oleh doktrin-doktrin bahwa nabi Muhammad adalah
      makhluk mulia, manusia paling bijaksana dan paling luhur di antara anak-anak
      keturunan Adam, maka dari itu semua pengikutnya wajib untuk bersholawat
      untuk dia, mendoakan keselamatan bagi Muhammad dan keluarganya agar
      terhindar dari siksa api neraka, memuji-muji nama sang nabi bak orang Kristen
      memuji-muji Yesus, Tuhan mereka. Tiada doa tanpa disertai dengan kata-kata
      sanjungan dan pujian buat sang nabi.
      Islam, tidak mengajarkan kebaikan. Apa yang disebut kebaikan dalam Islam
      hanyalah kebaikan yang semu dan hanya untuk kalangan sendiri saja. Islam
      mengajarkan kekerasan rumah tangga, perlakuan yang buruk kepada wanita,
      perkosaan terhadap para pelayan/budak, serta zinah berkedok nikah
      (poligami). Islam menanamkan benih-benih penyakit dalam hati Muslim,
      dengan membagi dunia ini menjadi 2 bagian, yaitu dunia Pemuja
      Allah/Muhammad dan dunia Kafir. Islam bercita-cita mengubah dunia ini
      menjadi 1 dunia saja, yaitu dunia Pemuja Allah/Muhammad, dan semua orang
      yang menolak memuja Allah dan Rasulnya harus disingkirkan atau dijadikan
      budak (dhimmi).
      Secara terang-terangan, Alquran menyatakan kebencian dan permusuhannya
      terhadap Kristen dan Yahudi. Secara jelas pula dalam Alquran tertulis bahwa
      bila saatnya tiba, bila Islam sudah cukup kuat pengaruh dan kekuatan
      bersenjatanya, seluruh muslim diwajibkan memerangi orang-orang non-muslim
      di manapun mereka berada, termasuk terhadap para tetangga sendiri yang tidak
      memiliki permusuhan apa pun.
      Di mata Islam, semua orang yang menolak agama Islam dianggap sebagai
      musuh Allah & Rasulnya, dan mereka adalah bahan bakar api neraka. Karena
      mereka bahan bakar api neraka, Islam bukannya mengajarkan umatnya agar
      mengasihani dan menyayangi mereka, tapi justru malah memerintahkan untuk
      menumpas dan menyiksa mereka sebagai siksa dunia sebelum mereka
      mengalami siksa akherat. Siapa pun yang dianggap sebagai calon neraka, di
      dunia ini darahnya halal ditumpahkan.
      Saya pikir, Islam memang sangat menjijikkan, sehingga akhirnya
      menghantarkan saya untuk benar-benar bulat mengambil keputusan KELUAR
      dari agama palsu ini. Jika saya terus berkutat pada agama menjijikkan yang
      penuh kepalsuan dan tipu daya ini, saya bukan MANUSIA, tapi zombi yang
      mengabdi untuk Arab. Saya bukan orang Arab, saya orang Indonesia, saya
      tidak sudi jadi zombi-nya Arab.
      Bagi yang ingin membaca secara online Buku Sejarah Muhammad (Sirat
      Rasul) dari Sejarawan Tertua, Ibnu Ishaq, bisa ke:

      http://www.faithfreedom.org/Articles/sira/index.htm

      • Rosli 1:02 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

        @wiki…..YAWN!!”. Tiada siapa peduli apa yang kamu pikirkan………..

      • SERBUIFF 4:14 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

        lu demen amat sih copas tulisan sampah, ..tulisan diatas ngak ada arti apa2 bung…kaciaaaan dech…….

    • wikki 5:58 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

      para muslimer sekalian apakah kalian sudah cukup sakti mendebat si “camar”.????camar sudah menulis jelas diatas.alasan alasan beliau apakah kalian sudah baca atau memang tidak ….atau apakah kalian sedang menerapkan tips yang kuanjurkan supaya seolah olah kalian memenangkan perdebatan dengan mudah??? kemudian kalau tidak mempan mecaci dengan mengatakan babi..anjing .jahudi monyet..masuk neraka ..bahan bakar neraka..dll….mudah mudahan mempan….kwek…kwekk..kwek. allahu sesumbar….

    • wikki 7:45 am on 16/08/2012 Permalink | Reply

      sdr muslimer yang pada penasaran …yang nampaknya sudah pada tertipu …sama quran ,,apakalian sebelumnya sudah pernah berhaji/??? kallau belum ..pergi dulu naik haji baru tahu yang sesungguhnya.

    • camar 1:03 pm on 16/08/2012 Permalink | Reply

      sdr rosli .sungguh anda rupanya belum baca quran dan buku buku muslim yang sahih kemudian sdr tentu belum pernah ber hajj ataupun umroh sehingga sdr tentulah tidak pernah tahu apa itu ,apa itu hajar aswad.nah saya akanjelaskan secara terperinci apa itu hajar aswad yang dimuliakan islam…diatas saya sudah jelaskan sebelumnya bahwa allah sering dikatakan juga sebagai zat,,,oleh muhammad sebelumnya tahukah sdr bahwa muhammad juga mengatakan bahwa hajar aswad itu adalah tangan kanan allah dibumi???? mencium hajar aswad adalah mencium tangan allah….bahwa mengelus hajar aswad adalah sudah mengelus tangan kanan allah artinya ..tangan kanan allah adalah bagian dari allah..iakan???bahwa hajar aswad pada mempunyai mata dan dua bibir yang akan menceritakan siapa siapa yang pernah meciumnya dan menyalaminya.dan tahukah sdr tanpa melakukan ritual mengelus dan mencium hajar aswad maka ritual hajj tidak ada artinya ..dan tahukah sdr doa apa yang diucapkan saat pertamakali menginjak mekkah??? ketika sejajar dengan hajar aswad …ketika ..mencium hajr aswad/???inilah doa yang diucapkan simak baik baik.

      ::D OA SAAT SEJAJAR DENGAN HAJAR ASWAD
      :Bismillâhir Rahmânir Rahîm
      :Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
      :
      :Asyhadu allâilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, wa anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasûluh, amantu billâhi, wa kafartu biljibti wath thâghûti wallâta wal ’uzzâ wa bi’ibâdatisy syaythâni wa bi’ibâdati kulli niddin yud’â min dûnillâh.
      :
      := Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
      :Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
      :
      :Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Aku beriman kepada Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan seluruh sesembahan selain Allah.

      :Hajar Aswad mempunyai makna serupa dengan Allah swt, karena saat mencium Hajar Aswad dan berposisi sejajar dengan Hajar Aswad hanya nama Allah swt yang disebutkan
      :D OA SAAT MENCIUM HAJAR ASWAD

      :Bismillâhir Rahmânir Rahîm
      :Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
      :
      :Allâhumma amânatî addaytuhâ, wamitsâqî ta’ahadtuhu litasyhadalî bilmuwâfâti. Allâhumma tashdîqan bikitâbika wa ’alâ sunnati nabiyyika shalawâtka ‘alayhi wa âlihi. Asyhadu allâilâha illallâhu wahdahu lâ syarîkalah, wa anna Muham-madan ‘abduhu warasûluh, amantu billâhi wa kafartu biljibti waththâghûti wallâta wal ’uzzâ wa `ibâdatisy syaythâni wa `ibâdati kulli niddin yud’â min dûnillâh.
      :
      :Allâhumma ilayka basathtu yadî, wa fimâ ‘indaka ‘azhumat raghbatî, faqbal subhatî waghfirlî warhamnî. Allâhumma innî a’ûdzubika minal kufri walfaqri wa mawâqifil khizyi fiddun-yâ wal âkhirah.
      :
      := Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
      :Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
      :
      :Ya Allah, telah kutunaikan amanatku dan kupenuhi janjiku agar Kau saksikan aku sebagai orang yang memenuhi janji. Ya Allah, aku membenarkan kitab-Mu dan sunnah Nabi-Mu (semoga shalawat-Mu tercurahkan padanya dan keluarganya). Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan rasul-Mu. Aku mempercayai Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, dan mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan semua sesembahan selain Allah.
      :
      :Ya Allah, kepada-Mu kuulurkan tanganku, dan pada apa yang ada di sisi-Mu kuarahkan keinginanku yang besar. Ya Allah, terimalah tasbihku, ampuni aku dan sayangi daku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan dari segala perbuatan yang hina di dunia dan akhirat
      Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, sungguh di atas tangan-Nya sang Hajar aswad, berjanji setialah kepada Allah dan janganlah tidak mematuhi-Nya) (12).
      Nabi Muhammad SAW nan agung berkata, “Lakukan Tawaf di Ka’bah dan gosokkan tanganmu di ujung Ka’bah di mana terdapat Hajr Aswad – Batu Hitam, karena INILAH TANGAN KANAN ALLAH di bumiNya yang digunakanNya untuk berjabatan tangan dengan ciptaanNya
      Sabda-sabda yang mengatakan ”Hajar aswad adalah tangan Allah di bumi” membuat umat mencium Hajar Aswad sebagai tangan Allah, sebagaimana manusia mencium tangan manusia lain yang memiliki kedudukan lebih tinggi.
      : :D i-sunnah-kan dalam kitab “Nubdzah min Asraril Hajj”, bahwa saat mencium, dan sejajar Hajar Aswad, doa yang di panjatkan adalah untuk Allah swt semata
      sebenarnya masih banyak hal hal yang membuktikan bahwa hajar aswad adalah berhala yang tinggal setelah muhammad menghancurkan 359 berhala kaum pagan .yang disembah oleh arab ..tetapi saya yakin bahwa saudara akan takut untuk mempertanyakan ini kepada ustad anda karena akibatnya anda akan dituduh telah murtad …saya sarankan hati hatilah dengan agamamu itu jangan nanti sdr terlambat untuk menyesal..

      • Rosli 1:01 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

        @camar, ternyata kamu hanya juara dalam membuat andaian.. Bagaimana kamu yakin saya belum baca Quran/tafsiran atau pernah ke Mekah? FYI, saya sudah ke Mekah 3 tahun lepas dan InsyaAllah, saya akan ke Mekah sekali lagi tahun ini, Ini jelas menunjukan yang posting kamu tidak berdasarkan FAKTA tapi andaian
        Dan posting kamu yang terbaru ini juga tidak membuktikan “Allah itu hajar aswad’ tetapi hanya andaian kamu
        Mencium hajar aswad adalah sunat, sekiranya jemaah jalan berterusan tujuh pusingan tawaf tanpa mencium atau mengisyaratkannya, tawaf/haji tetap sah. Ketika haji, H.aswad itu adalah perkara “kecil” yang tidak termasuk dalam rukun tawaf. Jadi, mana mungkin “Allah itu hajar aswad” kalau ianya hanya perkara kecil?? Malah, haji tetap SAH kalau dilupakan terus hajar aswad
        FYI, tidak ada doa spesifik ketika bertawaf atau mencium hajar aswad. Jemaah bolih berdoanya apa saja ATAU baca doa panduan ATAU kalau tidak berdoa pun tidak apa.
        Sementara ‘Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di Bumi’. Menurut ulama, hadith itu batil tidak ada ketetapan dari Nabi Muhammad(SAW). Ibnu Al-Jauzi berkata di kitab ‘Al-Ilal Al-Mutanahiyah, hadits ini tidak sah.
        Kamu perlu cari bukti yang kukuh yang mengatakan secara spesifik “Allah itu hajar aswad” dan bukannya membuang masa membuat andaian……..

        • camar 2:06 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

          sdr rosli jadi artinya beranikah sdr mengatakan bahwa muhammad tidak pernah mengatakan bahwa hajar aswad itu adalah tangan allah dibumi??? beranikah sdr menyangkal kata kata muhammad yang mengatakan bahwa menggoskkan tangan kebatu hitam yang ada di mekkah atau yang dinamakan hajar aswad sama dengan menyalam tangan kanan allah ??lalu apa artinya kata kata dari para jamaah yang mengatakan ya allah kepadamu kuulurkan tanganku … semua itu bukan pengandaian itu adalah kenyataanpahit yang tidak bisa di hindari ..bernikah sdr menyangkal bahwa ayah dari muhammad bukan abdallah penjaga abdi allah??? apa bukti ini belum jelas ??? kalau anda belum jelas maka sdr saya anggap sudah murtad karena inti dari naik hajj sendiri adalah menunaikan ibadah bertemu dengan allah yaitu hajar aswad .kemudian perlu sdr ketahui hajj artinya menggosokkan .bersentuhan sementara qiblah artinya mencium Berkaitan dengan sunnah Rasulullah mencium Hajar Aswad.D alam setiap shalat, umat dimaksudkan mencium tangan Allah di bumi, yaitu Hajar AswadBerikut ini saya berikan fakta linguistic mengenai kata qiblah.
          :Terjemahan : Memberi penghormatan dengan bibir, sebagai tanda sayang, takzim, tunduk, pengampunan dan lain-lain.
          :Ritual “CIUMAN” terhadap berhala ini merupakan ritual yang diwariskan dari ajaran syirik pagan Arab, sebagai tanda kepatuhan, tunduknya terhadap berhala yang mereka sembah. Dan ritual ini diabadikan dalam kewajiban menegakan rukun Islam yaitu bershalat menghadap “qiblah” dan ber “hajj”.nah sdr roslin bila anda tidak berani mempostingkan jawaban anda tentang penyangkalan anda bahwa muhammad mengatakan ..hajar aswad adalah tangan kanan allah dibumi , sangkallah dihati anda .dan segeralah meninggalkan ritual ini..

          • Rosli 3:45 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

            @camar, henti berpura pura yang kamu tahu mengenai islam dan hajar aswad.
            Apa yang kamu tahu tentang haji? Apa, kamu paham apa yang saya tulis di atas?
            Kamu tulis “sdr saya anggap sudah murtad karena inti dari naik hajj sendiri adalah menunaikan ibadah bertemu dengan allah yaitu hajar aswad” Itu adalah satu tulisan yang cukup“ignorant”. Lagipun, peduli apa saya kalau kamu anggap saya murtad? Kamu yang seharusnya meninggalkan kitab injil yang korup dan penuh percanggahan
            Tahukah kamu, mencium atau mengisyaratkan h.aswad tidak termasuk dalam RUKUN HAJI?. Ertinya, H.aswad adalah perkara REMEH, tanpa mencium, mengisyaratkan, melihat, atau bertemu h.aswad, haji tetap SAH. Tulisan kamu “inti haji ialah bertemu H.aswad adalah pembohongan dan “ignorant”. Atau bolih kamu sangkalkan??
            MALAH IBADAT HAJI TETAP SAH WALAUPUN H.ASWAD DILUPAI TERUS SEMASA HAJI. Jadi, mana mungkin “tuhan” bolih dilupai, setelah datang jauh dari seluruh pelusuk dunia untuk satu ibadah yang besar?? Ada terpikir kamu?? Apa kamu tahu apa itu RUKUN HAJI?
            Tulisan kamu tentang H.aswad penuh dengan andaian dan sampah semata.
            Dan yang jelasnya kamu mengalami masalah memori.
            Mulanya kamu kata “hajar aswad itu Allah”, sekarang sudah tukar topic kepada “H.aswad itu tangan Allah”. Kalau dilayan, semakin mengarut kamu nanti
            JANGAN TUKAR TOPIC, BUKTIKAN “H.ASWAD ITU ALLAH”

            • wikki 8:15 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

              sdr roslin agar otak anda terbuka sedikit yang begitu bebalnya baiklah kita buat sedikit pertanyaan sbelum islam…………
              Apakah Arab masa pra-Islam memuja 360 dewa ? Ya
              Apakah mereka memujua matahari, bulan dan bintang ? Ya
              Apakah mereka membangun pura utk dewa bulan ? Ya
              Apakah suku2 Arab itu memberi nama berbeda2 bagi dewa bulan mereka itu ? Ya
              Apa nama2 itu ? Sin, Hubul, Ilumquh, Al-ilah.
              Apakah julukan “al-ilah” (the god) digunakan utk Dewa Bulan ? Ya
              Kata “Allah” dari kata “al-ilah?” Ya
              Apakah “Allah” salah satu dari banyak dewa ? Ya
              Ia dipuja di Ka’bah? Ya
              Apakah ada patung Hubul diatas Kabah? Ya
              Pada saat itu, Hubul dianggap dewa bulan ? Ya
              Jadi, kalau gitu apakah Ka’bah adalah “rumah dewa bulan”? Ya
              Apakah nama “Allah” akhirnya menggantikan Hubul sbg nama Dewa Bulan ? Ya
              Mereka menyebut Kabah “rumah Allah”? Ya
              Apakah al-Lat, al-Uzza dan Manat disebut “puteri2 Allah”? Ya
              Yusuf Ali menjelaskan di fn. 5096, hal. 1445, bahwa Lat, Uzza dan Manat dikenal sbg “puteri2 Allah.” Apakah Qur’an mengatakan bahwa Muslim harus memuha al-Lat, al-Uzza and Manat? Ya: lihat Surah 53:19-20.
              Apakah ayat2 itu di “abrogasi” ? Ya.
              Apa nama ayat2 itu ? “Ayat2 Setan.”

              Berbagai nama (Sin, Hubul, llumquh, Al-ilah) dewa bulan digunakan oleh berbagai suku Arab jaman pra-islam. SIN adalah nama Dew Bulan.
              Siapa sebenarnya Allah?

              Menurut pakar teologi Islam (Mullah, Maulana, Mulavi, etc.), atau ajaran Islam– Allah adalah tuhan tertinggi atau pencipta yang (tiba2 suatu hari) berbicara atau memperkenalkan diri kpd Nabi Muhamad lewat malaikat Jibril dan mengatakan bahwa Allah adalah yang menciptakan semuanya di alam semesta ini. Anehnya, Qur’an tidak pernah menjelaskan arti kata “Allah”, siapa dia atau siapa dia sehubungan dgn berhala2 lainnya.

              99% Muslim percaya bahwa — nama Allah diciptakan atau dimulai pada saat Jibril mengatakannya kpd Muhamad dalam goa di Gunung Hira dan memberikan Quran kpd Muhamad. Mereka percaya bahwa sebelum pengungkapan ini—kaum Arab berhala berada dalam masa kegelapan (Andhakar Zuug/jahiliyah) dan memuja berbagai dewa-dewi dan bahwa mereka orang2 jahat.

              Faktor2 penting yg menunjukkan bahwa nama “Allah” sudah digunakan kaum berhala sbg nama dewa tertinggi mereka adalah :

              jaman pra-Islam dulu orang Arab menyembah dewa dewi dan pada dasarnya animistik. Lewat, bulan, bintang, matahari, planet, binatang, pohon, batu, goa dan sumber air serta berbagai obyek2 alam lainnya, manusia bisa berhuubungan dgn dewa. Di Mekah, “Allah” adalah dewa tertinggi bangsa Quraish, sukunya Nabi. Allah memiliki 3 puteri: Al Uzzah (Venus) yagn paling dipuja dan senang dgn korban manusia; Manah, dewi nasib dan Al Lat, dewi tumbuh2an. Mereka dianggap paling kuasa dan campur tangan mereka atas nama pemuja sangat penting.
              Arab sering menamakan anak2 mereka —Abdullah (budak Allah). Bukti nyata; nama ayah Muhamad adalah “Abdullah”. Analogi logis disini adalah, kalau memang tidak ada kata “Allah” di jaman pra-islam, maka tidak juga akan ada anak2 yg dinamakan Abdullah atau budaknya Allah di wilayah Arab.
              Bahkan sekarangpun di seluruh dunia Arab, n Arabs mengatakan —“Ya Allah” sbg ungkapan sedih/kaget.
              Pernyataan Albert Hourani: “Nama Islam bagi Tuhan adalah Allah, yang sudah dipakai utk dewa2 setempat ” .
              Menurut sejarah ada 2 teori eksistensi Allah di dan sekitar Kabah Sharif: # kaum berhala menyebut patung terbesar diantara ke 360 dewa dewi itu ALLAH—yg mereka anggap dewa tertinggi(god). Atau,

              Kaum berhala Arab memuja 360 dewa dewi didalam Kabah Sharif, dan mereka dianggap lebih kecil dan dibawah penguasaan penuh dewa tertinggi yg disebut “ALLAH” yagn tidak dapat dilihat (Nirakar) dan Maha Kuasa, Maha Tahu dan sangat tidak dapat diketahui.

              Persamaan Luar Biasa dgn Hindu

              Teori nomor (2) diatas itu sangat mirip dgn kepercayaan Hindu.
              Walau Hindu memuja berbagai dewa dewi -mereka percaya akan satu dewa yang tidak nampak bernama “Bhagaban” (atau “Ischhaar”) yang mereka panggil “Nirakar”. Dan, herannya tidak ada satupun bentuk/penampakan dewa yang satu ini dalam patung ataupun seni visual bagi sosok Bhagaban ini. Namun Hindu tetap memujanya.

              Nah, apa yang akan terjadi jika seorang nabi pandai menyuruh orang Hindu untuk berhenti memuja para dewa dewi kecuali sang Bhagaban dan membuatnya menjadi agama monotheis ? Persis seperti Islam?
              Beberapa faktor yang menunjukkan “Allah” adalah Dewa Bulan kaum Arab pemuja berhala

              (A) Dlm Qura’n paling tidak ada 12 surah dimana Allah berulang2 bersumpah atas nama bulan, matahari, planet, malam, angin dsb. Memang misteri mengapa sang pencipta, Allah, harus bersumpah atas ciptaanNya. Biasanya, kami bersumpah atas nama sesuatu yang lebih superior dari kami, Tuhan atau bapak kami (yg dianggap lebih superior dari kami). Tapi kami tidak pernah bersumpah atas nama sesuatu yang lebih rendah dari kami. Namun dalam Quran gaya Allah bersumpah pada bulan atau bintang menunjukkan bahwa Allah menganggap hal2 ini lebih tinggi darinya. Dan inilah yang membuat kami bertanya, siapa sebenarnya yang bertindak sbg Allah dlm Quran?

              Namun, dlm penjelasannya mengapa Qur’an bersumpah atas bulan dalam Surah 74:32 , “Nay, verily by the Moon,”Yusuf Ali berkomentar, “Bulan dipuja sbg dewa dalam saat2 gelap” (fn. 5798, pg. 1644). Mungkin, sumpah Allah ini akibat kebiasaan budaya yg sudah mendalam menyembah bulan sbg Tuhan.

              (B) Yusuf Ali menjelaskan (Page-1921-1623 of his English Translation of Holy Quran):

              “Pemujaan Bulan-sangat populer dalam berbagai bentuk ………Apollo dan Diana — saudara kembar, mewakili bulan dan matahari … dalam agama Vedic India, dewa bulan adalah Soma, dewa planet……. Jaman India kuno dulu, bulan adalah dewa (laki2). Bulan juga dewa (laki2) dalam agama Semitik kuno dan kata Arab bagi bulan, “qamar’, juga memiliki gender maskulin. Sementara, kata Arab bagi matahari “shams” adalah gender feminin. Kaum berhala Arab nampaknya menganggap matahari sang dewi dan bulan sang dewa.

              Dewa dewi berhala yang paling terkenal di sekitar Mekah adalah Lat, Uzza, dan Manat.…ke-360 dewa dewi di Kabah itu juga kira2 mewakili jumlah hari dalam satu tahun. Ini sebenarnya pemujaan berhala yang dikenal kaum Quraish pada jaman nabi kami.”

              (C) Pengaruh Bulan pada Islam:
              Siapa yang bisa membantah pentingnya pengaruh bulan dalam kehidupan Muslim ? Dalam Islam, bulan dianggap obyek astronomi yagn paling sakral dan bulan adalah patokan segala festival/ritual Islam. Kontradiksi dan konflik sangat umum dengan tanggal2 Idul Fitri dan Ramadhan dan jelas ini problem kronis dan bulan adalah sumber segala permasalahan ini. Bulan sabit adalah lambang pada bendera negara2 Muslim, mesjid, kuburan dsb.

              Lihat artikel: * Lambang Bulan Sabit dan Bintang dalam Tradisi Islam

              Muhamad memanfaatkan kaum berhala untuk mendirikan Islam di semenanjung Arab: Muhammad menggunakan taktik mengadaptasi ritual berhala dalam Islam agar dapat mengakomodasi kaum berhala. Ia terikat berbagai perjanjian politik dgn para pemimpin kaum berhala spt Abu Sofyan guna mengakomodasi agama barunya ini dan setuju utk mencakupkan ritual2 berhala dalam Islam. Muhamad meminta para penyembah berhala agar hanya memuja “Allah” dewa paling besar dan menghancurkan lambang2 dewa dewi lainnya yang eksis dalam Kabah.

              Utk mendirikan monotheisme-nya Allah, ia berkali2 meminta mereka agar tidak menomorduakan (not to make any partners to) Allah. Itulah kenapa kita bisa menemukan ratusan surah Quran “meminta agar “not to make any partners to Allah”. Akhirnya, Nabi sanggup meyakinkan (tentunya dengan kekerasan) agar kaum berhala menghancurkan semua patung dewa dewi dan sebagai gantinya setuju (mungkin) utnuk membiarkan nama2 alternatif dewi yang paling penting, Allah—oleh karena itulah Islam memiliki 99 NAMA ALLAH.
              Nabi Muhamad memerintahkan pengikutnya agar turut serta dalam upacara berhala saat kaum berhala masih menguasai Mekah.

              (Lihat Yusuf Ali, fn. 214, pg. 7. … “seluruh hijrah (berhala) diberi arti spiritual dalam Islam … the whole of the [pagan] pilgrimage was spiritualized in Islam…” (Yusuf Ali: fn. 223 pg. 80). Dalam Tafsir (Quran-2:200) Maulana Yusuf Ali mengatakan : “Dlm masa pemujaan berhala, setelah hijrah, para peziarah biasanya berkumpul dalam kelompok2 dan menyanyikan pujian2 pada nenek moyang mereka. Seluruh ritual hijrah diberi arti spiritual dalam Islam, jadi akhirnya Hijrah juga di-spiritualisasi.

              Dianjurkan agar para peziarah utk tinggal selama 2 atau 3 hari setelah hijrah, tetapi mereka harus menggunakannya untuk solat dan pemujaan kdp Tuhan. (#223 of Shane’nazul by Maoulana Yousuf Ali, page-81)

              Dalam Islam banyak ritual Muslim atas nama Allah ada hubungannya dengan pemujaan berhala yang ada sebelum Islam. Praktek berhala Hijrah di Kabah sekali setahun–puasa Ramadan, lari keliling Kabah 7 kali, mencium batu hitam, mencukur kepala, korban binatang, lari keatas dan kebawah 2 bukit, melemparkan batu kpd setan, mendenguskan air dari hidung, solat beberapa kali sehari menghadap Mekah, zakat, solat Jumat dsb diikuti secara ketat oleh Muslims. Tetapi tidak ada yang bisa mengingkari fakta bahwa, ritual2 tsb eksis jauh sebelum adanya Islam.

              Sangat masuk akal bahwa mencakupkan ritual berhala dalam agama baru Islam, nabi dgn sukses mengurangi risiko pemberontakan dari kaum berhala dan mungkin salah satu langkah penting utk dapat menarik pengikut.

              Kesimpulan, tidak dapat dipungkiri bahwa Islam bukan agama baru, namun bentuk reformasi pemujaan berhala. Saya percaya semua agama monotheis memiliki asal usul yang sama. Pemikiran monotheis dinyatakan oleh para raja Faraoh, Raja Mesopotamia Hamarubi (3000 SM) dan Alexander the Great (300 SM.). Dan pada akhirnya, raja2 ini menuntut bahwa merekalah Tuhan yang harus dipuja orang.
              Foto-foto
              Patung pria itu adalah Raja Babilon Nabonidus. Lihat lambang di sebelah kanannya yang adalah lambang Bulan Sabit dan Bintang.

              Gambar pria di sebelah kanan itu adalah Raja Babilon Nabonidus. Lihat lambang di sebelah kanannya yang adalah lambang Bulan Sabit dan Bintang.

              Sejarah mengatakan bahwa Nabonidus pernah tinggal di oasis subur di Temâ, Arabia selama tujuh tahun. Tentunya saat itu pula dia menyebarkan kepercayaan menyembah Dewa Bulan di daerah Arabia. Taurat dan Tanakh beberapa kali menyebut anak2 perempuan Babilon. Yang dimaksud dengan anak2 perempuan Babilon itu adalah pecahan dari kepercayaan masyarakat Babilon.

              Jadi penyembahan terhadap Dewa Bulan di Timur Tengah sudah berlangsung lama sekali sebelum jaman Islam. Konsep dan nama Dewanya bisa bermacam-macam, tapi yang disembah tetap sama yaitu Bulan di langit. Misalnya, dewa bulan di Simeria dan Babilon dikenal dengan nama Sin atau Nana. Nama dewa Bulan di Pantheon Minea adalah Wadd (Hitti, 2002, hal. 97–98 ). Nama dewa Bulan bagi masyarakat Sabean adalah Almaqah. Nama2 lain dari Allah adalah Ilu bagi orang2 Babylon dan Assyria, El bagi orang Kanaan, dan Ilah bagi orang Arab tengah (Walker, 2004, p. 420). Masyarakat Nabasia juga menyembah Allah, dan juga dua dewa lain yang lebih rendah derajatnya yakni ar-Rahman dan ar-Rahim. Baik ar-Rahman maupun ar-Rahim dipuja bersama sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan. Herannya Qur’an juga menyebut kedua nama dewa Pagan ini, meskipun menganggap kedua nama ini milik Allah. Sura pertama Qur’an (Sura Fatiha) menyebutkan kedua nama itu. Juga Sura 19 (Sura Maryam) didominasi oleh nama2 kedua dewa tersebut.

              Di jaman pra-Islam, Dewa Bulan Hubal atau Allah Ta’ala adalah dewa tertinggi bagi masyarakat pagan Quraish. Allah Ta’ala versi Quraish beristri dan beranak Allat, Uzza dan Manat. Muhammad tidak suka akan konsep ini, karena dia dipengaruhi konsep satu tuhan dari agama2 Yahudi, Kristen, Hanif, Zoroastria, dll. Meskipun begitu, konsep satu tuhan yang dimengerti Muhammad sangat berbeda dengan konsep satu tuhan dalam agama Yudaisme dan Kristen. Keterangan tentang ini telah ditulis panjang lebar oleh Duladi.

              Jika Dewa Bulan Quraish beranak beristri, maka Dewa Bulan punya Muhammad ogah beranak sebab tidak bisa/mau cari istri. Ingatlah Q 6:101. Jika dulu Dewa Bulan versi Quraish bertoleransi terhadap agama lain, tapi Dewa Bulan versi Muhammad sangat anti agama lain. Rupanya si Hilal tidak suka dengan pandangan toleransi masyarakat Quraish terhadap agama lain, sehingga dia merasa perlu mengutus nabinya untuk bikin konsep agama Dewa Bulan baru yang lebih ganas, lebih memaksa, lebih kerazh terhadap umatnya sendiri, apalagi terhadap umat lain!!

              Karena banyaknya nama2 Dewa Bulan di Jazirah Arabia, Muhammad perlu menambah gelar Dewa Bulan miliknya agar tidak tertukar dengan Dewa2 Bulan yang lain: Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT).

            • camar 8:43 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

              sdr roslin tampaknya anda sengaja pura pura bodoh atau memang bodoh ..tapi baiklah…kalau sdr tidak terima tapi itulah bukti yang menjadi suatu kenyataan pahit yang harus saudara telan dan tidak terbantahkan..
              Dalam buku “The Father of Prophets Ibrahim”, oleh Muhammad Hosny Abdul-Hammid, diterbitkan di Kairo, halaman 92, dikatakan: Ada sebuah ritual Pagan yang dilakukan oleh wanita, ketika mereka menyentuh batu hitam itu dengan darah mens mereka, karena darah mes bagi pagan kuno adalah rahasia kelahiran, mereka percaya bahwa wanita yang memberikan darah dan lelaki yang memberikan air maninya akan dianugerahi roh oleh Tuhan.
              Mereka meniru tindakan yang dilakukan oleh Allah (Dewa Bulan) ketika meniduri Dewa Matahari (Allat).
              Jadi mereka menyelenggarakan perayaan itu semirip seperti yang dilakukan oleh dewa2 (matahari dan bulan) lakukan sebelumnya.
              (lihat juga “The Legendary and the Heritage” oleh Sayed al-Kemny, halaman 160, 162)
              Hal ini juga disebutkan dalam Buku “Rites and Denominations (Al-Melal Wal-Nahl)” oleh Abe Al-Kasim Al-Shahrestany, halaman 247, dikatakan:
              Ada sebuah ritual yang mendominasi saat itu, yaitu menggesekan alat vital ke batu hitam, ini dilakukan karena bentuk dari batu hitam tersebut.
              Dan kata “Hajj” itu sendiri berasal dari kata “Hack” (dalam bahasa arab artinya menggesekkan).
              (Ini juga disebutkan dalam buku “The Legendary in Quran”, halaman 17, 19)
              Karena semenanjung Arab itu sangat luas, dan sedikit orang yang menempati tanah begitu luas, jadi mereka sangat memperhatikan tentang hal kelahiran, hingga para wanita yang tidak subur membentuk kelompok2 saat itu, dan mereka akan bertelanjang bulat ketika saatnya musim Haji dan menggesek-gesekkan bagian vital mereka, dengan darah mens yang mereka sengaja simpan, ke batu hitam, agar mendapat karunia dan bisa hamil, ini melambangkan Dewa telah memberi mereka roh.
              Apa Muhammad menganggap suci Batu Hitam?
              Muhammad mempertahankan ritual2 memutari kabah dan menengok ke arah Kabah persis seperti ritual dijaman Pagan.
              The Islamic Encylopedia mengatakan: Kita bisa memastikan dari apa yang para muslim lakukan saat ini bahwa ritual2 tsb juga dilakukan pada masa Pagan sebelum islam. Muhammad mencium Batu Hitam sebagai pertanda ia menganggapnya suci.
              Pada hadis Sunan AL-Behigy, no.9503 dan Sahih Bukhari 26:673
              Diriwayatkan oleh Ibn Abbas: Rasul Allah ketika mendekati batu Hitam, dia menciumnya, menempelkan pipi kanannya. (Mereka tidak sadar bahwa di jaman pagan kuno, orang2 saat itu menempelkan dan menggesekkan bagian vital mereka yang berlumuran darah mens ke batu hitam.) Dia mengelilinginya tujuh kali, tiga putaran sambil melompat-lompat kecil, empat kali sambil menengok batu hitam ketika melewatinya sebagai tanda penghormatan.
              Dalam Mosnad Ahmed, Mosnad Abdullah Ibn Al-Abbas, no.283:
              Rasul Allah datang ke mesjid dan dia mengambil batu hitam, orang2 Quraish bilang mereka tidak berjalan tapi melompat seperti kijang, jadi dia melakukan hal tersebut tiga kali.
              Sunan ibn Majah, Vol IV, no.2957
              Ini adalah hadits diceritakan oleh ibn Hisham…. ketika kami sampai Rukn Aswad (batu hitam) dia berkata, “O Abu Muhammad, “Perintah apa yang kau ingin sampaikan mengenai batu hitam ini ?” Ata’ berkata: Abu Huraira bilang padaku bahwa dia dengar Rasul Allah berkata, “Dia yang menyentuhnya sama seperti menyentuh tangan Allah yang maha pemuarah.”…
              Sahih Bukhari 26:697:
              Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

              MUHAMMAD MENUNJUK HAJAR ASWAD DAN BERKATA ALLAHU-AKBAR..

              Apakah sikap dari Kalifah Umar Ibn Al-Khatab terhadap Batu Hitam?
              Dalam Sahih Bukhari 26:667
              Umar melihat Muhammad mencium batu hitam, dia berkata ketika mencium batu hitam tersebut: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya.

              Umar juga melihat Muhammad meloncat2 ketika memutari Kabah dan berkata: Apa kita lakukan kemunafikan dari kaum pagan? (Sahih Bukhari, 26:675)

              Umar berkata pada batu hitam: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya, kami melakukan kemunafikan seperti kaum pagan, sekarang mereka telah dimusnahkan oleh Allah, tapi karena nabi melakukannya maka kita harus melakukan hal itu juga.

              Kita tahu apa alasannya batu itu disucikan oleh kaum pagan, tapi kenapa Muhammad juga mensucikannya? Ini butuh pemikiran lebih lanjut:

              Apa ada satu alasan suci untuk itu? Dan jika cara Muhammad menghormati batu hitam adalah semacam kemunafikan untuk memenangkan hati kaum Pagan seperti yang Umar katakan, apakah pantas bagi seorang nabi untuk melakukan hal2 demikian, menyembah patung2 kaum pagan, hanya untuk memenangkan hati mereka? Sebenarnya ada ratusan pertanyaan tentang hal ini.

              Sirat Rasul Allah karangan Ibn Ishaq dan diedit oleh Ibn Hisham, edisi Mesir, bagian pertama, hal. 27 dan 28. Di buku itu tertulis bahwa kaum Arab pagan Quraish (suku Muhammad sendiri di Mekah) di jaman pra-Islam, biasa mengadakan ibadah agama yang dinamakan Ihlal dan mereka pun mengucapkan kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan yang berbunyi: “Labbaika, Allahumma, Labbaik” yang artinya “kami datang ke hadiratMu, wahai Tuhan; kami datang ke hadiratMu”.

              Dan talbiya berhala ini pun dipakai Muhammad dalam ritual Islamnya;

              Sahih Bukhari 26:641

              Dikisahkan oleh Jabir Bin Abdullah; Saat bersama sama dengan Rasulullah kami mengucapkan “Labbaika Allahuma Labbaik” ketika berhaji

              Jadi batu hitam yang sekarang disembah oleh para muslim adalah patung / sesembahan orang2 kaum pagan jaman sebelum islam.

              Ada sebuah artikel dalam koran Al-Ahram tanggal 15 Agustus 2004 oleh Dr. Ahmed Showky Ibrahim, yang mengatakan:
              Kita tidak mencium batu hitam sebagai sebuah ritual tradisi, tapi sebagai kepatuhan pada perintah Allah yang Maha Kuasa.
              Mungkinkah Tuhan yang Sejati memerintahkan melakukan ritual2 kaum pagan? Apa ada perintah dari Tuhan untuk melakukan itu (agar melakukan ritual2 kaum pagan)?
              Ini hanyalah sebuah perjanjian antara sang nabi dengan orang2 Mekah untuk mempertahankan tradisi Haji dengan segala ritual2 nya, dengan dipertahankannya ritual ini bukan saja Muhammad bisa menjadi kaya dari kedatangan para peziarah tapi juga memenangkan hati orang2 Mekah (yang ternyata tidak bisa dia dapatkan kecuali dengan peperangan). Juga memperkaya Arab pada jaman itu, bahkan hingga sampai saat ini.
              Mengenai lemparan batu (Ramy Al-Jamarat) Dr. Ahmed berkata:
              Itu dilakukan ditempat dimana Setan mencoba mencegah Ibrahim mengorbankan anaknya!!
              Apa mungkin mengusir Setan dengan melemparnya memakai batu?
              Dr. Ahmed menambahkan:
              Batu Hitam waktu ada di surga, punya mata, mulut dan bibir. Tuhan berkata buka mulut dan makanlah kertas2.
              Kertas2 apa itu?
              Dikatakan: Ketika Tuhan menciptakan Adam, dia ambil / keluarkan dari punggungnya setiap manusia yang akan diciptakannya kelak, lalu dia berkata pada manusia2 itu: Bukankah aku Tuhanmu? Mereka menjawab, Ya, Dia katakan pada mereka untuk bersaksi tentang itu, dan dia keluarkan perjanjian dari kesaksian itu dan memerintahkan para malaikat untuk menuliskannya dan menaruh kertas2 itu pada mulut Batu Hitam.
              Apakah tiap muslim yang pergi ke Mekkah melihat mata dan mulut dari Batu hitam? Mana kebenaran legendaris dari hal tersebut?
              Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS 112:1-2)
              Jutaan umat Islam bepergian tiap tahun ke Mekah, memutari sebuah batu dan kata mereka Muhammad telah memusnahkan agama2 berhala, sementara mereka sendiri melakukan penyembahan2 yang dilakukan agama2 berhala, sampai detik ini juga.Dan Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia karangan Audi C., kata zat—> berarti asal sesuatu benda. Dengan demikian yang dimaksud dengan “Allah SWT” disini ialah zat atau asal sesuatu benda atau sebuah benda.
              JADI KESIMPULANNYA
              Ka’bah, tempat tinggal, rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

              Allah SWT = zat = zat = benda mati = berhala!

              Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan shalat dimanapun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada di dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

              Berbeda dengan benda-benda mati (patung-patung, misalnya) dalam agama-agama lain yang sering dijadikan lambang agama mereka, Hajar Aswad bukan hanya sekedar lambang. Tanpa Hajar Aswad, agama Islam akan hancur. Mengapa ? Karena Hajar Aswad adalah PUSAT segala ibadah dan kepercayaan agama Islam. Patung agama lain bisa dihancurkan, dimusnahkan dan mudah diganti dengan patung lain. Ibadah mereka tidak tergantung pada patung tsb. Tidak demikian dgn Hajar Aswad, benda pusat ibadah Islam. Itulah nasib agama pemuja benda maDalam wikipedia,yg dimaksud zat adalah:
              1. wujud, konkrit, kemaujudan;
              2. benda yang tak dapat dihitung seperti air, udara, minyak, logam, dllsbnya;
              3. unsur pembentuk suatu bend
              Dan dapat juga dilihat bagaimana Hajar Aswad diberhalakan oleh kaum Muslimin. Kutipan-kutipan diambil dari : http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=384

              6. Kemudian lakukanlah thawaf sebanyak 7 putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan
              Ka’bah di sebelah kiri anda, sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.” Dari Hajar Aswad sampai
              ke Hajar Aswad lagi, terhitung 1 putaran.

              “Aku memulai (Sa’i) dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni Shafa dahulu kemudian Marwah
              penulis).” 11. Kemudian menghadaplah ke arah Ka’bah (dalam keadaan posisi masih di Shafa),
              lalu ucapkanlah:

              “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali
              Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dzat yang Maha
              Menghidupkan dan Maha Mematikan serta Maha Kuasa atas segala sesuatu

              Bisa dilihat bukan, bagaimana Muslim berdoa kepada ZAT, bukan Roh yg hidup, melainkan benda mati (kabaah–>hajar aswad)

              QS 10:3 Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
              kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan
              memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu,
              maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? llah = Benda Mati

              Sumber:

              Faith Freedom Indonesia 1
              Faith Freedom Indonesia 2

              Menurut Surat 1 Al Faatihah ayat 1 dalam catatan kakinya kitab Al Quran terjemahan Indonesia (salah satunya terbitan P.T. Sari Agung) berbunyi demikian:

              Ayat ini dinamakan “Basmalah” diutamakan membacanya pada tiap-tiap akan memulai pekerjaan yang
              baik. “Allah” ialah ZAT yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya.

              Menurut: http://nursyifa.hypermart.net/khazanah_islamiah/nur_quran/nur_al_quran.html

              “Allah nama yang mencakup ZAT….”

              Allah SWT itu adalah berhala yg dijadikan tauhid oleh Muhammad ketika ke-359 berhala lain di mekah dihancurkan, namun disisakan 1 berhala yaitu hajar aswad. Karena Muhammad ingin menciptakan agama baru,yg terlihat seperti tauhid (Tuhan yg esa) seperti agama orang Yahudi ataupun Nasrani.
              Muhammad Benci dengan Yahudi dan Nasrani

              Dari mulanya memang Muhammad ingin menciptakan agama baru yang akan menandingi Yahudi dan Nasrani yang sangat dibencinya. Rupanya konsep tauhid Yahudi diserap juga oleh Muhammad … namun sayangnya ke-tauhid-an tuhan Muhammad hanyalah sebuah batu hitam (berhala hajar aswad)!

              Lihat hadis dibawah ini :

              Hadits Shahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 681 & Number 838:
              Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: Nabi saw pernah thawaf di Ka’bah dengan mengendarai unta.
              Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat ke arah sudut itu dengan apa saja
              yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar

              Hajar Aswad yang bermakna batu hitam adalah sebuah batu yang sangat dimuliakan. Ia merupakan jenis batu ruby, yang berasal dari Surga. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji, berusaha menciumnya, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Saw.

              Umar bin Khattab ra pernah berujar ketika berada di hadapan Hajar Aswad:
              “Demi Allah, aku tahu bahwa kamu hanya sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu (Hajar Aswad —Red), niscaya aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim).

              Ketika Salman Al-Farisi ra tengah berada di antara Zam-zam dan Maqam (tempat berpijak) Ibrahim, dia melihat orang-orang berdesakan di sekitar Hajar Aswad. Lalu dia bertanya kepada kawan-kawannya, “Tahukah kalian, apakah ini?”

              Mereka menjawab “Ya, ini adalah Hajar Aswad.” Dia meneruskan, “ “la berasal dari batu-batu surga. Dan demi Tuhan yang menggenggamku, ia akan dibangkitkan kelak dengan memiliki sepasang mata, satu lisan, dan dua buah bibir, untuk memberikan kesaksian bagi orang-orang yang pernah menyentuhnya secara hak (benar).”
              Hadist-Hadist tentang Hajar Aswad

              Dari Humaid ibn Abi Sawiyyah ra, bahwa ia pernah mendengar bahwa Ibn Hisyam pernah bertanya kepada Atho ibn Abi Ribbah ra (seorang tabi’in) ketika Atho sedang tawaf di Baitullah. Atho kemudian meriwayatkan bahwa Abu Hurairah ra mengatakan, “ Bahwasannya Nabi Saw pernah bersabda, “Bahwa di sekitar Hajar Aswad ada 70 malaikat dan jika seseorang (yang sedang tawaf) berdoa,” Ya Allah, aku minta ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah berilah aku kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkan aku dari siksa api neraka.” Maka para melaikat itu akan meng aminkan nya.” Ketika sampai di Hajar Aswad, Ibn Hisyam bertanya kembali, “ Ya Aba Muhammad, apa yang kau ketahui tentang Hajar Aswad ini? Atho menjawab, bahwa Abu Hurairah pernah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw mengatakan,” Barangsiapa yang menyetuhnya, maka sebenarnya ia menyentuh tangan ar-Rohman (tangan Allah).” ( HR. Ibnu Majah. Al-Mundziri mengatakan bahwa hadist ini di Hasankan oleh sebagaian ulama hadist)

              Dari Abdullah Ibn Umar bahwasanya Rasulullah Saw pernah bersabda, “ Di hari kiamat kelak, akan datang rukun (Hajar Aswad) dalam bentuk yang lebih besar dari gunung Abi Qubaisy. Ia memiliki dua bibir kemudian menceritakan siapa saja yang pernah menyetuhnya dengan niat (karena Allah semata). Ia (Hajar Aswad) adalah Yaminullah (tangan kanan Allah) yang disentuh oleh para hamba-hamba Nya.” (HR. Khuzaimah. Adz-Dzahabi melemahakan hadist ini karena ada seorang rawi, yaitu Abdullah Ibn Muamil yang dianggap lemah. Al-Baihaqi pun melemahkan hadist ini. Namun tentang kelemahan Abdullah Ibn Muamil ini ditentang oleh pakar hadist lainnya karena Ibn Hibban menganggap nya seorang tsiqot (bisa dipercaya). Begitu pula pandangan Ibn Hajar yang menyebutkan bahwa meskipun rowi termasuk yang suka menafsirkan hadist, namun jika ada hadist lain yang menguatkannya maka hadist ini termasuk hadist Hasan sebagaimana pandangan Imam Tirmidzi.” Dengan demikian hadist diatas tidak termasuk hadist dhoif karena ada hadist yang menguatkan hadist ini, yaitu dari riwayat Humaid Ibn Abi Sawiyyah (hadist pertama diatas)

              “Rukun itu (Hajar Aswad) dan Maqam (tempat berpijak Nabi Ibrahim) adalah batu Yaqut dari bebatuan surga. Dan jika tidak disentuh (oleh) dosa-dosa manusia, maka pastilah akan terang dunia ini (karena cahaya Hajar Aswad). Dan orang sakit yang menyetuhnya pastilah akann sembuh.” (HR. Baihaqi. Imam Nawawi dalam al-Majmu mengatakan bahwa sanad nya Sahih)

              Muslim, benarkah HAJAR ASWAD adalah tangan kanan allohmu di bumi (benar-benar dalam pengertian hakekat)?
              sehingga umatnya menciumnya sebagaimana manusia mencium tangan sosok yang ‘dihormati’?
              1. ‘Hajar Azwad adalah batu dari batuan Surga” (HR at-Tirmizi)
              2. Hajar Azwad PUNYA keistimewaan antara lain:
              a. disunnahkan MENCIUM hajar aswad atau mengangkat tangan ke arahnya saat mulai thawaf
              b. Hajar aswad berada di tempat yang PALING MULIA di Kabah
              c. Dari hajar aswad disyariatkan memulai thawaf
              3. Sabda rassululah saw, Hajar aswad tangan allah dibumi
              4. Ibnu rajab mengaitkan bahwa Ibnu al Faus al Hanbali berkata “ Hajar Aswad adalah tangan allah dalam kenyataan (hakekat)”
              5. Warawiy’an Rasullullah shallahu alaihi wasalam anhu qala : ( al’hajar yaminullah fi ?ardhi famin masihah masaha yad’ullah ) = Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, dan ia berkata: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah dibumi, sungguh tanganNya yang memberikan pengampunan )
              6. Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi yasafaha bihi ?abda’ha) (11).?
              = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, berjabat tangan dengan hamba-hamba-Nya)
              7. Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi famin masaha yad’ullah al hajar faqad bai’atullah in la yasyah) (12).? = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, sungguh di atas tangan-Nya sang Hajar aswad, berjanji setialah kepada Allah dan janganlah tidak mematuhi-Nya)
              8. Nabi Muhammad SAW berkata, “Lakukan Tawaf di Ka’bah dan gosokkan tanganmu di ujung Ka’bah di mana terdapat Hajr Aswad – Batu Hitam, karena INILAH TANGAN KANAN ALLAH di bumiNya yang digunakanNya untuk berjabatan tangan dengan ciptaanNya.
              9. DOA SAAT MENCIUM HAJAR ASWAD
              Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
              Ya Allah, telah kutunaikan amanatku dan kupenuhi janjiku agar Kau saksikan aku sebagai orang yang memenuhi janji. Ya Allah, aku membenarkan kitab-Mu dan sunnah Nabi-Mu (semoga shalawat-Mu tercurahkan padanya dan keluarganya). Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan rasul-Mu. Aku mempercayai Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, dan mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan semua sesembahan selain Allah.
              Ya Allah, KEPADAMU KUULURKAN TANGANKU, dan pada apa yang ada di sisi-Mu kuarahkan keinginanku yang besar. Ya Allah, terimalah tasbihku, ampuni aku dan sayangi daku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan dari segala perbuatan yang hina di dunia dan akhirat.
              ————————————–…
              semoga dengan pencerahan ini anda sadar bahwa akan semakin banyak teman muslim anda menilai dan mengetahui ada apa sebenarnya dibalin ritual yang berkedok hajj ini dan para pembaca kini sdr tahu apa itu hajar aswad. kini terbukti sudah bahwa allah sebenarnya adalah dewa bulan yang bendanya adalah hajar aswad.

            • camar 8:51 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

              Ritual “CIUMAN” terhadap HAJAR AZWAD ini merupakan ritual yang diwariskan dari ajaran syirik pagan Arab, sebagai tanda kepatuhan, tunduknya terhadap berhala yang mereka sembah.
              ————————————–…
              BILA BEGITU POSISI HAJAR AZWAD di AJARANMU, lalu apa bedanya kalian dengan orang-orang pagan yang menyembah 359 berhala yang tadinya bersanding dengan HAJAR ASWAD.?

              ISLAM, SYIRIK BERTOPENG TAUHID

              Al Qur’an adalah sekedar alat “pemanis bibir” ajaran syirik Islam dengan membajak ???????? – Kalimatullah yang haq.

              Wajib tertanam di nalar dan kalbu kita bahwa hanya DIA-lah tujuan kita memanjatkan puji dan syukur. Ingatlah akan firman yang sangat jelas menyatakan ke-tauhid-an-NYA.

              [QS 22:26] Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah : “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.

              [QS 4:48] Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

              Ajaran Islam seolah-olah sangat mengutamakan ke-tauhid-an tetapi sangat disayangkan fakta-fakta perilaku umat yang mengimani ajaran ini menunjukan sebaliknya. Ke-syirik-an yang diberi topeng palsu ke-tauhid-an. Ke-tidaktahu-an umat akan topeng ini membuatnya masuk dalam perangkap ke-musyrik-an tanpa menyadarinya.

              Saya dengan segala keterbatasan mencoba untuk memberikan fakta-fakta ke-syirik-an bertopeng ke-tauhid-an tersebut sejelas dan sesederhana mungkin. Berikut dibawah ini adalah beberapa sumber yang dapat pembaca pelajari dan teliti :

              1. HAJAR ASWAD

              Kedudukan dan makna Hajar Aswad bagi ajaran Islam dalam berbagai sumber tulisan dan hadits.

              Sabda Rasulullah SAW, ““Hajar Aswad tangan Allah di bumi , “

              Seperti halnya perkataan dari nabi SAW yang dicatat “Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah,”202

              Namun, Ibnu Rajab mengaitkan bahwa Ibnu al Fa’us al Hanbali (d.521) akan berkata “ “Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah dalam kenyataan (haqiqatan), “

              http://www.majalisna.com/w/hudmhussentl … &CID=21836

              Warawiy’an Rasullullah shallahu alaihi wasalam anhu qala : ( al’hajar yaminullah fi ?ardhi famin masihah masaha yad’ullah ) (10).

              = Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, dan ia berkata: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah dibumi, sungguh tanganNya yang memberikan pengampunan ) (10).

              Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi yasafaha bihi ?abda’ha) (11).?

              = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, berjabat tangan dengan hamba-hamba-Nya) (11)

              Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi famin masaha yad’ullah al hajar faqad bai’atullah in la yasyah) (12).?

              = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, sungguh di atas tangan-Nya sang Hajar aswad, berjanji setialah kepada Allah dan janganlah tidak mematuhi-Nya) (12).

              http://www.ezsoftech.com/hajj/hajj11.asp

              27. Mengelus-elus Hajar Aswad – Batu Hitam

              Nabi Muhammad SAW nan agung berkata, “Lakukan Tawaf di Ka’bah dan gosokkan tanganmu di ujung Ka’bah di mana terdapat Hajr Aswad – Batu Hitam, karena INILAH TANGAN KANAN ALLAH di bumiNya yang digunakanNya untuk berjabatan tangan dengan ciptaanNya.

              2. PRILAKU UMAT TERHADAP HAJAR ASWAD

              Sabda-sabda yang mengatakan ”Hajar aswad adalah tangan Allah di bumi” membuat umat mencium Hajar Aswad sebagai tangan Allah, sebagaimana manusia mencium tangan manusia lain yang memiliki kedudukan lebih tinggi.

              DOA SAAT MENCIUM HAJAR ASWAD

              Bismillâhir Rahmânir Rahîm
              Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

              Allâhumma amânatî addaytuhâ, wamitsâqî ta’ahadtuhu litasyhadalî bilmuwâfâti. Allâhumma tashdîqan bikitâbika wa ’alâ sunnati nabiyyika shalawâtka ‘alayhi wa âlihi. Asyhadu allâilâha illallâhu wahdahu lâ syarîkalah, wa anna Muham-madan ‘abduhu warasûluh, amantu billâhi wa kafartu biljibti waththâghûti wallâta wal ’uzzâ wa `ibâdatisy syaythâni wa `ibâdati kulli niddin yud’â min dûnillâh.

              Allâhumma ilayka basathtu yadî, wa fimâ ‘indaka ‘azhumat raghbatî, faqbal subhatî waghfirlî warhamnî. Allâhumma innî a’ûdzubika minal kufri walfaqri wa mawâqifil khizyi fiddun-yâ wal âkhirah.

              = Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
              Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

              Ya Allah, telah kutunaikan amanatku dan kupenuhi janjiku agar Kau saksikan aku sebagai orang yang memenuhi janji. Ya Allah, aku membenarkan kitab-Mu dan sunnah Nabi-Mu (semoga shalawat-Mu tercurahkan padanya dan keluarganya). Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan rasul-Mu. Aku mempercayai Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, dan mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan semua sesembahan selain Allah.

              Ya Allah, kepada-Mu kuulurkan tanganku, dan pada apa yang ada di sisi-Mu kuarahkan keinginanku yang besar. Ya Allah, terimalah tasbihku, ampuni aku dan sayangi daku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan dari segala perbuatan yang hina di dunia dan akhirat.

              DOA SAAT SEJAJAR DENGAN HAJAR ASWAD

              Bismillâhir Rahmânir Rahîm
              Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

              Asyhadu allâilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, wa anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasûluh, amantu billâhi, wa kafartu biljibti wath thâghûti wallâta wal ’uzzâ wa bi’ibâdatisy syaythâni wa bi’ibâdati kulli niddin yud’â min dûnillâh.

              = Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
              Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

              Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Aku beriman kepada Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan seluruh sesembahan selain Allah.

              Hajar Aswad mempunyai makna serupa dengan Allah swt, karena saat mencium Hajar Aswad dan berposisi sejajar dengan Hajar Aswad hanya nama Allah swt yang disebutkan.

              Banyak hal yang menarik dalam ritual ajaran Islam yang berkaitan dengan Hajar Aswad ini, menurut pendapat saya, banyak sekali penyamaran-penyamaran makna kata menyangkut hal ini.

              • SERBUIFF 9:18 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                hajar aswat hanya sebuah batu penanda ketika tawaf, tidak lebih dari itu …mencium hajar aswat bukanlah hal wajib dalam rukun haji….lu mau ngomong apa lagi ?

                • wikki 9:44 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                  bukan hal wajib atau memang tidak punya kesempatan… saya beri tahu ya banyak calo cium hajar aswad disana ….. harga bisa nego….mau ndaK….

                • Rosli 10:38 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                  @Serbuiff, tiada apa yang dapat dia ngomong selain copy /paste dan buat andaian

                  • wikki 10:47 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                    kita copy paste lah dari new tex dokumen yang kita buat

                  • SERBUIFF 11:37 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                    copy paste tulisan sampah..

                    • wikki 11:39 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                      yang pasti buktikan kesalahan .buat argumenmu.

              • Rosli 10:35 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                @camar, Kamu ternyata juara copy/paste dan raja membuat andaian. Malah diulang ulang berterusan post yang sama. Ini cara kamu berdebat ya?
                Kamu bilang “inti dari naik hajj sendiri adalah menunaikan ibadah bertemu dengan Ailah yaitu hajar aswad”
                Tahukah kamu umat Islam bolih naik haji tanpa perlu mencium, menyentuh, bertemu atau pun melihat H.aswad? Apa itu kah tuhan?
                Sudah la…….Rukun Haji pun kamu ngak tahu…..henti berpura pura yang kamu tahu tentang Islam karena ia hanya memalukan diri kamu sendiri

                • wikki 10:45 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                  begini kita tulis dulu dalam new tex dokumen baru kita cek penulisanya baru kita copy .supaya menghindari kesalahan penulisan benar bisa di ulang ulang ..menjaga apabila ada tiba tiba eror maka dokumen tidak sia sia ngarti.???

                • SERBUIFF 11:38 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                  mereka orang yg dungu , tapi mereka tidak menyadarinya

                  • wikki 11:46 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

                    mulai lagi pakai tips mendebat kafirun ya…pasal ke 13Jika kafirun tersebut ternyata sangat keras kepala dan masih ingin untuk melanjutkan debat, maka kutuk dia, semisal dengan mengatakan: “Terbakarlah di neraka”, atau “kamu akan menyesal pada hari kiamat”, atau “Allah akan menyiksamu dalam kuburanmu”, dsb.

    • wikki 2:03 pm on 16/08/2012 Permalink | Reply

      sebaiknya sebelum menjawab camar diatas saya sarankan kepada para muslimer supaya berapa dulu untuk mendapat petunjuk …………..bila perlu digoa hira..

    • ungke 4:20 pm on 16/08/2012 Permalink | Reply

      Trus bagaimana kelanjutan urusan batu batuan ini, kalo memang nda bisa clear, mending saya ambil saja batu hajar aswad ini buat pondasi rumah , kebetulan saya mau beli batu untuk bangunan

    • wikki 4:47 pm on 16/08/2012 Permalink | Reply

      menurut orang persia sudah pernah digunakan sebagai tempat B A B ceritanya begini

      Ketika Abu Tahir Al Qurmty (Qormuti) dari Iraq, menyerang Mekah dan membunuh lebih dari 30.000 Muslim, menghancurkan Ka’bah, dan mengambil hampir seluruh batu hitam di Ka’bah, mereka menyimpan batu itu selama 20 tahun, menggunakannya sebagai batu jamban (mengencingi/memberaki batu itu). Bahkan lebih dari itu, ketika orang²nya sedang sibuk menghancurkan Ka’bah, Qormuti berteriak-teriak ke langit sambil berkata, “Akulah sang pencipta! Mana nih burung² Allah? Di mana kau Allah?” Batu hitam tidak kembali ke Ka’bah sampai Khalif dari Fatmin yakni Al-Mansour Le Deen Allah Al-Fatimy menengahi dan meminta pada Al-Qarmati) dengan sopan untuk mengembalikan batu hitam itu.”

      Jadi batu item hajar aswad yang diciumin Muslim setiap ibadah haji itu dulunya selama 20 tahun dipipisin & diberakin oleh Abu Tahir Al Qurmty.

      Qormuti tahu bahwa Qur’an itu penuh dusta, Auwloh itu tak mampu melindungi Ka’bah, dan hajar aswad tak lebih dari batu sial biasa yang layak dipipisi & diberaki di jamban. Karena itulah dia berteriak lantang menantang Auwloh membuktikan Q 105:1-5. Mana burung² Auwloh? Kenapa sih dulu Auwloh melindungi Ka’bah di tahun Gajah, padahal kan waktu itu Ka’bah penuh dikelilingi berhala dan gak ada Muslim saat itu? Tapi kenapa justru setelah Ka’bah jadi pusat Islam, Auwloh tak mampu melindungi Ka’bah dari hinaan Qormuti? Ini jelas menunjukkan bahwa kisah di tahun Gajah di Qur’an itu hanyalah kibulan si Mamad saja.

      Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2012/07/hajar-aswad-simbol-vagina.html#ixzz23jDxlXsh

      • mutiara 4:57 pm on 10/09/2012 Permalink | Reply

        saudara wiki, camar cs.

        heboh sekali kalian membahas tentang mengapa umat Islam mencium Hajar Aswad. Apakah kalian punya masalah dalam hal ini ? Apakah kepercayaan anda terusik ? Kenapa juga kalian harus menistakan agama/kepercayaan orang lain ?.

        tampaknya anda berdua ‘keukeuh’ mengatakan bahwa umat Islam menyembah Hajar Aswad.

        Bismillah , yang perlu digarisbawahi di sini adalah :
        Islam TIDAK MENYEMBAH BERHALA , tapi hanya menyembah ALLAH saja dan umat Islam WAJIB menyembah ALLAH saja tidak boleh yang lain. ( Dalam Al- Qur’an banyak sekali ayat yang menjelaskan dan memerintahkan hal ini , mulai dari Adam a.s hingga Rasulullah Muhammad SAW )

        Tentang rasul yang mencium Hajar Aswad. Perlu digarisbawahi lagi.

        1. Hukum mencium Hajar Aswad dalam ibadah haji adalah SUNNAH, ( Jadi TIDAK WAJIB ) , berbeda dengan hukum MENYEMBAH ALLAH yang hukumnya WAJIB ( saudara-saudara muslim mungkin sudah memahami hukum WAJIB dan SUNNAH serta konsekuensinya )

        2. dijelaskan dalam hadist (yang ramai diperdebatkan/dipertanyakan tersebut oleh teman-teman kita yang bukan muslim ) bahwa Rasulullah SAW , MENCIUM Hajar Aswad , BUKAN MENYEMBAH… mohon dibedakan antara MENCIUM dan MENYEMBAH .

        Pertanyaan saya, jika seseorang MENCIUM foto orangtuanya , apakah sama artinya dia MENYEMBAH Orangtuanya ?

        Kepada saudara Camar dan Wiki pertanyaan saya pun sama, Jika ada saudara seiman anda (mungkin anda juga ) pernah MENCIUM kalung salibnya, atau mencium tangan Pastor/Pdt/Paus apakah anda akan mengatakan mereka telah menyembah salib, pastor/Pdt/Paus ?

        Jadi jelas perbedaan antara MENCIUM dan MENYEMBAH dan jelas pula perbedaan kedudukan Hajar Aswad dan ALLAH SWT.

        Mungkin sedikit saja keterangan yang saya berikan semoga dapat direnungkan. Penjelasan ini khusus saya tuliskan untuk saudara -saudara muslim saya. Jika anda ingin lebih jelas lagi anda bisa membaca buku PENDETA MENGHUJAT MUALAF MERALAT (oleh LS Mokoginta) untuk jawaban Copas saudara camar tentang RITUAL IBADAH HAJI yang ditulis oleh kalangan Kristen Drs. H Amoos.
        dan bisa membaca buku ISLAM DIHUJAT (oleh Irena Handono ) untuk menjawab Copas THE ISLAMIC INVASION yang ditulis oleh kalangan Kristen Robert Morey.
        Selamat berjuang dan berdakwah !

        Untuk saudara Camar c.s , anda mau menerima penjelasan singkat saya dan membaca jawaban dari copas anda seperti referensi yang saya ajukan silakan. Tidak pun , tidak mengapa. Karena dalam Islam kami diajarkan/diperintahkan untuk tidak memaksakan kepercayaan kami pada orang lain, dan kami pun diajarkan untuk menghormati kepercayaan orang lain.
        Anda ambil atau tidak itu tak akan merugikan kami. Anda mau beriman pada ALLAH atau tidak itu tak akan mengurangi KEAGUNGAN ALLAH SWT itu sendiri.

        ” Kami tidak akan menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidakan menjadi penyembah apa yang kami sembah. Bagimu agamamu, bagiku agamaku ”

        Jikalau anda mengatakan banyak yang tertipu oleh agama bangsa arab , mohon maaf agama yang mana ? karena setahu saya bangsa arab pun ada yang beragama kristen. Kalau pun maksud anda banyak yang tertipu oleh Islam (dengan adanya muallaf dari agama anda), itu adalah hasil pencarian mereka… karena Islam tidak pernah door to door ‘menawarkan’ agama.

        (Wiki : anda memparodikan kata ALLAH menjadi Awuloh ? Sadarkah anda nama ALLAH dalam kitab anda juga sering disebut ? menurut hukum agama anda apa hukuman yang layak diberikan oleh orang yang menghinakan nama Tuhan ? )

        Jikalau anda ( teman-teman non muslim ) ingin mempelajari Islam maka pelajarilah dari sumber aslinya langsung (Al-Qur’an) dan narasumber yang terpercaya dan kompeten ( Kiyai, Ustad, Sarjan Islam) dan lakukan secara objektif, bukan dari orang kalangan yang membencinya ( yang menilai secara subjektif).
        Karena ilmu Bahasa Indonesia tidak akan bisa diperoleh dari Guru Bahasa Inggris.

        Sekali lagi penjelasan yang saya berikan silahkan anda pahami atau anda cuekin… itu terserah anda, karena saya tidak ingin berdebat karena berdebat tidak akan mendatangkan manfaat , karena masing-masing pihak akan tetap bertahan dengan argumennya. Silahkan anda bertahan dengan argumen anda karena hal yang seperti ini pun sudah diingatkan ALLAH SWT kepada kami umat Islam. Maka sekali lagi saya tekankan :

        Kami tidak akan menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidakan menjadi penyembah apa yang kami sembah. Bagimu agamamu, bagiku agamaku ” ( Q.S Al-Kafirun)

        Terima kasih

    • camar 9:07 am on 17/08/2012 Permalink | Reply

      Diriwayatkan oleh Ibn Abu Abbas: “Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.” (HR. Timirzi, An-Nasa`I, Ahmad, Ibnu Khuzaemah dan Al-Baihaqi).
      Diceritakan bahwa Malaikat Jibril membawanya turun dari Surga, juga dikatakan bahwa batu ini muncul setelah air bah jaman Nuh dan Ibrahim menempatkannya disitu sebagai pertanda untuk memulai ritual keliling Kabah.
      Beberapa pakar yang memiliki penjelasan sains bagi batu tersebut mengatakan; Batu itu adalah meteroid yang datang dari angkasa dan terbakar sebelum mencapai bumi.
      Di Semenanjung Arab banyak meteroid yang ditemukan, juga dikatakan meteroid2 itu berasal dari angkasa dan berkilau sebelum terbakar dan jatuh kebumi, jadi orang2 Arab menganggapnya sebagai batu suci karena terjadi fenomena aneh tersebut.
      Menurut sejarah, ada banyak Kabah dan semua Kabah punya batu meteor demikian didalamnya, dan Kabah di Mekah adalah salah satunya yang punya batu hitam.
      Apakah batu itu merupakan batu suci di jaman Paganisme?
      Ya. Batu itu dianggap suci sampai2 Kabah mendapatkan kesuciannya karena adanya batu hitam tersebut.
      Dalam buku “The Methodological Way for Arabs” oleh Mahmoud Al-Hoot, hal.59:
      Kabah di Mekah sebenarnya adalah rangka / rumah bagi batu hitam, dan kabah2 lainnya juga punya fungsi yang sama, karena semua kabah itu dianggap sebagai rumah Tuhan, ditiap kabah itu ada batu spesial, kepunyaan Tuhan, yang datang dari Angkasa.
      Disucikannya batu tersebut karena batu tersebut berasal dari dunia yang tidak diketahui, seperti meteorid yang datang dari angkasa dengan gegap gempita seakan berasal dari surga.
      Hal itu juga dibenarkan dalam buku “The Simplified Arabic Encyclopedia” hal 1097:
      Meteor adalah sepotong kecil materi jagat yang masuk ke atmosfir bumi dengan kecepatan sangat tinggi hingga membakar dan kelihatan seperti garis kemilau yang mengagumkan. Demikian hingga orang Bedouin menyucikan batu ajaib itu di jaman Paganisme (berhala).
      Tapi jika Bedouin membuat batu itu jadi suci dijaman Pagan, kenapa Muslim juga melakukan hal yang sama?
      Pada artikel terdahulu kita telah mengetahui bahwa Kabah sebenarnya adalah sebuah Kuil Hindu yang direkayasa Muhammad sebagai bangunan yang didirikan Ibrahim. Lihat penjelasan Kabah adalah kuil Hindu di link http://www.hinduism.co.za/kaabaa.htm
      Kabah dalam agama hindu kuno merupakan rumah bagi patung2 seperti Shiva, Hanoman, dll. Kabah juga merupakan rumah bagi Sanghey Ashweta (bahasa sansekerta), yaitu simbol lingga, atau alat kelamin Shiva. Bagi kaum Hindu kuno, mencium dan berdoa pada lingga mewakili doa bagi syahwat dan kesuburan. Orang2 Arab kuno kemudian mengambil batu meteor hitam tersebut sebagai simbol lingga karena keajaibannya jatuh dari langit. Sanghey Ashweta tersebut mereka sebut dalam bahasa Arab sebagai Hajar Aswad
      Apakah ada ritual2 penyucian batu tersebut dijaman Pagan?
      Dalam buku “The Islamic Encyclopedia” Part 22, hal.6960, dikatakan: Batu hitam berumur tua hingga jaman pagan kuno; batu itu punya peran sangat keramat dalam ritual2 religius bagi orang2 Arab kuno. Mereka memutari Kabah yang berisi Batu Hitam, batu yang telah dianggap suci sejak jaman kuno.
      Muhammad mengikuti tradisi kuno itu ketika dia menetapkan ritual2 agama ciptaannya dan dia menganggap Kabah sebagai pusat dari ritual2 tersebut.
      Kita akan memfokuskan pada beberapa ritual aneh dan menarik sebagai cara penyucian / pemujaan dari Batu Hitam tersebut.
      Dalam buku “The Methodological Way for Arabs” oleh Mahmoud Al-Hoot, hal.123: Salah satu ritual2 peziarah Pagan ada sebuah ritual yang menarik dan menakjubkan, yaitu lelaki dan wanita memutari Kabah sambil bertelanjang bulat.
      Apa alasan ketelanjangan tersebut?
      Dalam buku “The Legendary in Quran”, hal 16 dan 17 dikatakan: Ketelanjangan itu karena satu alasan, karena pernah ada ritual penyembahan secara seksual terjadi didalam Rumah Dewa orang Mekkah tersebut dijaman kuno.
      Dalam buku “The Father of Prophets Ibrahim”, oleh Muhammad Hosny Abdul-Hammid, diterbitkan di Kairo, halaman 92, dikatakan: Ada sebuah ritual Pagan yang dilakukan oleh wanita, ketika mereka menyentuh batu hitam itu dengan darah mens mereka, karena darah mes bagi pagan kuno adalah rahasia kelahiran, mereka percaya bahwa wanita yang memberikan darah dan lelaki yang memberikan air maninya akan dianugerahi roh oleh Tuhan.
      Mereka meniru tindakan yang dilakukan oleh Allah (Dewa Bulan) ketika meniduri Dewa Matahari (Allat).
      Jadi mereka menyelenggarakan perayaan itu semirip seperti yang dilakukan oleh dewa2 (matahari dan bulan) lakukan sebelumnya.
      (lihat juga “The Legendary and the Heritage” oleh Sayed al-Kemny, halaman 160, 162)
      Hal ini juga disebutkan dalam Buku “Rites and Denominations (Al-Melal Wal-Nahl)” oleh Abe Al-Kasim Al-Shahrestany, halaman 247, dikatakan:
      Ada sebuah ritual yang mendominasi saat itu, yaitu menggesekan alat vital ke batu hitam, ini dilakukan karena bentuk dari batu hitam tersebut.
      Dan kata “Hajj” itu sendiri berasal dari kata “Hack” (dalam bahasa arab artinya menggesekkan).
      (Ini juga disebutkan dalam buku “The Legendary in Quran”, halaman 17, 19)
      Karena semenanjung Arab itu sangat luas, dan sedikit orang yang menempati tanah begitu luas, jadi mereka sangat memperhatikan tentang hal kelahiran, hingga para wanita yang tidak subur membentuk kelompok2 saat itu, dan mereka akan bertelanjang bulat ketika saatnya musim Haji dan menggesek-gesekkan bagian vital mereka, dengan darah mens yang mereka sengaja simpan, ke batu hitam, agar mendapat karunia dan bisa hamil, ini melambangkan Dewa telah memberi mereka roh.
      Apa Muhammad menganggap suci Batu Hitam?
      Muhammad mempertahankan ritual2 memutari kabah dan menengok ke arah Kabah persis seperti ritual dijaman Pagan.
      The Islamic Encylopedia mengatakan: Kita bisa memastikan dari apa yang para muslim lakukan saat ini bahwa ritual2 tsb juga dilakukan pada masa Pagan sebelum islam. Muhammad mencium Batu Hitam sebagai pertanda ia menganggapnya suci.
      Pada hadis Sunan AL-Behigy, no.9503 dan Sahih Bukhari 26:673
      Diriwayatkan oleh Ibn Abbas: Rasul Allah ketika mendekati batu Hitam, dia menciumnya, menempelkan pipi kanannya. (Mereka tidak sadar bahwa di jaman pagan kuno, orang2 saat itu menempelkan dan menggesekkan bagian vital mereka yang berlumuran darah mens ke batu hitam.) Dia mengelilinginya tujuh kali, tiga putaran sambil melompat-lompat kecil, empat kali sambil menengok batu hitam ketika melewatinya sebagai tanda penghormatan.
      Dalam Mosnad Ahmed, Mosnad Abdullah Ibn Al-Abbas, no.283:
      Rasul Allah datang ke mesjid dan dia mengambil batu hitam, orang2 Quraish bilang mereka tidak berjalan tapi melompat seperti kijang, jadi dia melakukan hal tersebut tiga kali.
      Sunan ibn Majah, Vol IV, no.2957
      Ini adalah hadits diceritakan oleh ibn Hisham…. ketika kami sampai Rukn Aswad (batu hitam) dia berkata, “O Abu Muhammad, “Perintah apa yang kau ingin sampaikan mengenai batu hitam ini ?” Ata’ berkata: Abu Huraira bilang padaku bahwa dia dengar Rasul Allah berkata, “Dia yang menyentuhnya sama seperti menyentuh tangan Allah yang maha pemuarah.”…
      Sahih Bukhari 26:697:
      Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.: Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

      MUHAMMAD MENUNJUK HAJAR ASWAD DAN BERKATA ALLAHU-AKBAR..

      Apakah sikap dari Kalifah Umar Ibn Al-Khatab terhadap Batu Hitam?
      Dalam Sahih Bukhari 26:667
      Umar melihat Muhammad mencium batu hitam, dia berkata ketika mencium batu hitam tersebut: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya.

      Umar juga melihat Muhammad meloncat2 ketika memutari Kabah dan berkata: Apa kita lakukan kemunafikan dari kaum pagan? (Sahih Bukhari, 26:675)

      Umar berkata pada batu hitam: Aku tahu kau hanya batu, tidak membuat celaka atau membuat untung. Aku tidak akan menciummu jika tidak kulihat rasul Allah melakukannya, kami melakukan kemunafikan seperti kaum pagan, sekarang mereka telah dimusnahkan oleh Allah, tapi karena nabi melakukannya maka kita harus melakukan hal itu juga.

      Kita tahu apa alasannya batu itu disucikan oleh kaum pagan, tapi kenapa Muhammad juga mensucikannya? Ini butuh pemikiran lebih lanjut:

      Apa ada satu alasan suci untuk itu? Dan jika cara Muhammad menghormati batu hitam adalah semacam kemunafikan untuk memenangkan hati kaum Pagan seperti yang Umar katakan, apakah pantas bagi seorang nabi untuk melakukan hal2 demikian, menyembah patung2 kaum pagan, hanya untuk memenangkan hati mereka? Sebenarnya ada ratusan pertanyaan tentang hal ini.

      Sirat Rasul Allah karangan Ibn Ishaq dan diedit oleh Ibn Hisham, edisi Mesir, bagian pertama, hal. 27 dan 28. Di buku itu tertulis bahwa kaum Arab pagan Quraish (suku Muhammad sendiri di Mekah) di jaman pra-Islam, biasa mengadakan ibadah agama yang dinamakan Ihlal dan mereka pun mengucapkan kalimat yang menyatakan keesaan Tuhan yang berbunyi: “Labbaika, Allahumma, Labbaik” yang artinya “kami datang ke hadiratMu, wahai Tuhan; kami datang ke hadiratMu”.

      Dan talbiya berhala ini pun dipakai Muhammad dalam ritual Islamnya;

      Sahih Bukhari 26:641

      Dikisahkan oleh Jabir Bin Abdullah; Saat bersama sama dengan Rasulullah kami mengucapkan “Labbaika Allahuma Labbaik” ketika berhaji

      Jadi batu hitam yang sekarang disembah oleh para muslim adalah patung / sesembahan orang2 kaum pagan jaman sebelum islam.

      Ada sebuah artikel dalam koran Al-Ahram tanggal 15 Agustus 2004 oleh Dr. Ahmed Showky Ibrahim, yang mengatakan:
      Kita tidak mencium batu hitam sebagai sebuah ritual tradisi, tapi sebagai kepatuhan pada perintah Allah yang Maha Kuasa.
      Mungkinkah Tuhan yang Sejati memerintahkan melakukan ritual2 kaum pagan? Apa ada perintah dari Tuhan untuk melakukan itu (agar melakukan ritual2 kaum pagan)?
      Ini hanyalah sebuah perjanjian antara sang nabi dengan orang2 Mekah untuk mempertahankan tradisi Haji dengan segala ritual2 nya, dengan dipertahankannya ritual ini bukan saja Muhammad bisa menjadi kaya dari kedatangan para peziarah tapi juga memenangkan hati orang2 Mekah (yang ternyata tidak bisa dia dapatkan kecuali dengan peperangan). Juga memperkaya Arab pada jaman itu, bahkan hingga sampai saat ini.
      Mengenai lemparan batu (Ramy Al-Jamarat) Dr. Ahmed berkata:
      Itu dilakukan ditempat dimana Setan mencoba mencegah Ibrahim mengorbankan anaknya!!
      Apa mungkin mengusir Setan dengan melemparnya memakai batu?
      Dr. Ahmed menambahkan:
      Batu Hitam waktu ada di surga, punya mata, mulut dan bibir. Tuhan berkata buka mulut dan makanlah kertas2.
      Kertas2 apa itu?
      Dikatakan: Ketika Tuhan menciptakan Adam, dia ambil / keluarkan dari punggungnya setiap manusia yang akan diciptakannya kelak, lalu dia berkata pada manusia2 itu: Bukankah aku Tuhanmu? Mereka menjawab, Ya, Dia katakan pada mereka untuk bersaksi tentang itu, dan dia keluarkan perjanjian dari kesaksian itu dan memerintahkan para malaikat untuk menuliskannya dan menaruh kertas2 itu pada mulut Batu Hitam.
      Apakah tiap muslim yang pergi ke Mekkah melihat mata dan mulut dari Batu hitam? Mana kebenaran legendaris dari hal tersebut?
      Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (QS 112:1-2)
      Jutaan umat Islam bepergian tiap tahun ke Mekah, memutari sebuah batu dan kata mereka Muhammad telah memusnahkan agama2 berhala, sementara mereka sendiri melakukan penyembahan2 yang dilakukan agama2 berhala, sampai detik ini juga.Dan Menurut kamus lengkap bahasa Indonesia karangan Audi C., kata zat—> berarti asal sesuatu benda. Dengan demikian yang dimaksud dengan “Allah SWT” disini ialah zat atau asal sesuatu benda atau sebuah benda.
      JADI KESIMPULANNYA
      Ka’bah, tempat tinggal, rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

      Allah SWT = zat = zat = benda mati = berhala!

      Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan shalat dimanapun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada di dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

      Berbeda dengan benda-benda mati (patung-patung, misalnya) dalam agama-agama lain yang sering dijadikan lambang agama mereka, Hajar Aswad bukan hanya sekedar lambang. Tanpa Hajar Aswad, agama Islam akan hancur. Mengapa ? Karena Hajar Aswad adalah PUSAT segala ibadah dan kepercayaan agama Islam. Patung agama lain bisa dihancurkan, dimusnahkan dan mudah diganti dengan patung lain. Ibadah mereka tidak tergantung pada patung tsb. Tidak demikian dgn Hajar Aswad, benda pusat ibadah Islam. Itulah nasib agama pemuja benda maDalam wikipedia,yg dimaksud zat adalah:
      1. wujud, konkrit, kemaujudan;
      2. benda yang tak dapat dihitung seperti air, udara, minyak, logam, dllsbnya;
      3. unsur pembentuk suatu bend
      Dan dapat juga dilihat bagaimana Hajar Aswad diberhalakan oleh kaum Muslimin. Kutipan-kutipan diambil dari : http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=384

      6. Kemudian lakukanlah thawaf sebanyak 7 putaran. Dimulai dari Hajar Aswad dengan memosisikan
      Ka’bah di sebelah kiri anda, sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar.” Dari Hajar Aswad sampai
      ke Hajar Aswad lagi, terhitung 1 putaran.

      “Aku memulai (Sa’i) dengan apa yang dimulai oleh Allah (yakni Shafa dahulu kemudian Marwah
      penulis).” 11. Kemudian menghadaplah ke arah Ka’bah (dalam keadaan posisi masih di Shafa),
      lalu ucapkanlah:

      “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali
      Allah tiada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dzat yang Maha
      Menghidupkan dan Maha Mematikan serta Maha Kuasa atas segala sesuatu

      Bisa dilihat bukan, bagaimana Muslim berdoa kepada ZAT, bukan Roh yg hidup, melainkan benda mati (kabaah–>hajar aswad)

      QS 10:3 Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
      kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan
      memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu,
      maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? llah = Benda Mati

      Sumber:

      Faith Freedom Indonesia 1
      Faith Freedom Indonesia 2

      Menurut Surat 1 Al Faatihah ayat 1 dalam catatan kakinya kitab Al Quran terjemahan Indonesia (salah satunya terbitan P.T. Sari Agung) berbunyi demikian:

      Ayat ini dinamakan “Basmalah” diutamakan membacanya pada tiap-tiap akan memulai pekerjaan yang
      baik. “Allah” ialah ZAT yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya.

      Menurut: http://nursyifa.hypermart.net/khazanah_islamiah/nur_quran/nur_al_quran.html

      “Allah nama yang mencakup ZAT….”

      Allah SWT itu adalah berhala yg dijadikan tauhid oleh Muhammad ketika ke-359 berhala lain di mekah dihancurkan, namun disisakan 1 berhala yaitu hajar aswad. Karena Muhammad ingin menciptakan agama baru,yg terlihat seperti tauhid (Tuhan yg esa) seperti agama orang Yahudi ataupun Nasrani.
      Muhammad Benci dengan Yahudi dan Nasrani

      Dari mulanya memang Muhammad ingin menciptakan agama baru yang akan menandingi Yahudi dan Nasrani yang sangat dibencinya. Rupanya konsep tauhid Yahudi diserap juga oleh Muhammad … namun sayangnya ke-tauhid-an tuhan Muhammad hanyalah sebuah batu hitam (berhala hajar aswad)!

      Lihat hadis dibawah ini :

      Hadits Shahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 681 & Number 838:
      Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: Nabi saw pernah thawaf di Ka’bah dengan mengendarai unta.
      Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat ke arah sudut itu dengan apa saja
      yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar

      Hajar Aswad yang bermakna batu hitam adalah sebuah batu yang sangat dimuliakan. Ia merupakan jenis batu ruby, yang berasal dari Surga. Sebagian besar umat Islam, terutama yang menunaikan ibadah haji, berusaha menciumnya, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Saw.

      Umar bin Khattab ra pernah berujar ketika berada di hadapan Hajar Aswad:
      “Demi Allah, aku tahu bahwa kamu hanya sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu (Hajar Aswad —Red), niscaya aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim).

      Tentang Hajar Aswad
      Batu hitam ini berukuran sekitar 10 sentimeter (cm) dengan luas lingkaran pita peraknya sekitar 30 cm. Tingginya dari lantai dasar Masjid al-Haram sekitar 1,5 meter. Hajar Aswad sendiri pernah dipecahkan menjadi 8 pecahan dengan ukuran kecil-kecil.

      Ketika Salman Al-Farisi ra tengah berada di antara Zam-zam dan Maqam (tempat berpijak) Ibrahim, dia melihat orang-orang berdesakan di sekitar Hajar Aswad. Lalu dia bertanya kepada kawan-kawannya, “Tahukah kalian, apakah ini?”

      Mereka menjawab “Ya, ini adalah Hajar Aswad.” Dia meneruskan, “ “la berasal dari batu-batu surga. Dan demi Tuhan yang menggenggamku, ia akan dibangkitkan kelak dengan memiliki sepasang mata, satu lisan, dan dua buah bibir, untuk memberikan kesaksian bagi orang-orang yang pernah menyentuhnya secara hak (benar).”

      Bukan Batu Meteor
      Sebagaimana diterangkan dalam sejumlah hadis dari berbagai perawi hadis tepercaya, Hajar Aswad adalah sebuah batu mulai yang berasal dari surga. Saat pertama kali diturunkan, batu ini berwarna putih susu. Namun, karena dosa-dosa manusia hingga ia menjadi hitam (aswad).

      Dengan banyaknya riwayat yang menyebutkan Hajar Aswad berasal dari surga, banyak pihak yang penasaran dengan hal tersebut. Ada yang berusaha mencurinya. Bahkan ada pula yang beranggapan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteor. Dan tentu saja anggapan ini berbeda dengan keterangan beberapa hadist, bahwa Hajar Aswad berasal dari batu surga.

      Begitu pula mengenai cara sampainya di bumi, ada beberapa pendapat yang berbeda. Ada yang menyebutkan bahwa batu ini dibawa oleh malaikat Jibril atas perintah Allah ke bumi.

      Ada pula yang menyebutkan, bahwa batu ini dibawa Nabi Adam as dari surga ketika ia diturunkan ke Bumi. Pendapat ini disampaikan oleh pakar tafsir terkenal, Ibnu Katsir dalam bukunya Qishahul Anbiya (kisah-kisah para Nabi)

      Penelitian Hajar Aswad
      Seorang ilmuwan Mesir, Prof. Dr Zaghlul an-Najjar pernah menyapaikan sebuah wacana agar Hajar Aswad diambil sampelnya untuk diteliti lebih lanjut untuk membuktikan bahwa Hajar Aswad itu bukan sebuah meteor, namun batu dari surga seperti yang pernah di terangkan oleh Nabi Saw. Dan pengambilan sample ini, menurutnya tidak akan merusak Hajar Aswad itu sendiri. Namun sampai saat ini wacana tersebut tampaknya tidak mendapat dukungan dari pihak terkait.

      Hadist-Hadist tentang Hajar Aswad

      Dari Humaid ibn Abi Sawiyyah ra, bahwa ia pernah mendengar bahwa Ibn Hisyam pernah bertanya kepada Atho ibn Abi Ribbah ra (seorang tabi’in) ketika Atho sedang tawaf di Baitullah. Atho kemudian meriwayatkan bahwa Abu Hurairah ra mengatakan, “ Bahwasannya Nabi Saw pernah bersabda, “Bahwa di sekitar Hajar Aswad ada 70 malaikat dan jika seseorang (yang sedang tawaf) berdoa,” Ya Allah, aku minta ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Ya Allah berilah aku kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkan aku dari siksa api neraka.” Maka para melaikat itu akan meng aminkan nya.” Ketika sampai di Hajar Aswad, Ibn Hisyam bertanya kembali, “ Ya Aba Muhammad, apa yang kau ketahui tentang Hajar Aswad ini? Atho menjawab, bahwa Abu Hurairah pernah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw mengatakan,” Barangsiapa yang menyetuhnya, maka sebenarnya ia menyentuh tangan ar-Rohman (tangan Allah).” ( HR. Ibnu Majah. Al-Mundziri mengatakan bahwa hadist ini di Hasankan oleh sebagaian ulama hadist)

      Dari Abdullah Ibn Umar bahwasanya Rasulullah Saw pernah bersabda, “ Di hari kiamat kelak, akan datang rukun (Hajar Aswad) dalam bentuk yang lebih besar dari gunung Abi Qubaisy. Ia memiliki dua bibir kemudian menceritakan siapa saja yang pernah menyetuhnya dengan niat (karena Allah semata). Ia (Hajar Aswad) adalah Yaminullah (tangan kanan Allah) yang disentuh oleh para hamba-hamba Nya.” (HR. Khuzaimah. Adz-Dzahabi melemahakan hadist ini karena ada seorang rawi, yaitu Abdullah Ibn Muamil yang dianggap lemah. Al-Baihaqi pun melemahkan hadist ini. Namun tentang kelemahan Abdullah Ibn Muamil ini ditentang oleh pakar hadist lainnya karena Ibn Hibban menganggap nya seorang tsiqot (bisa dipercaya). Begitu pula pandangan Ibn Hajar yang menyebutkan bahwa meskipun rowi termasuk yang suka menafsirkan hadist, namun jika ada hadist lain yang menguatkannya maka hadist ini termasuk hadist Hasan sebagaimana pandangan Imam Tirmidzi.” Dengan demikian hadist diatas tidak termasuk hadist dhoif karena ada hadist yang menguatkan hadist ini, yaitu dari riwayat Humaid Ibn Abi Sawiyyah (hadist pertama diatas)

      “Rukun itu (Hajar Aswad) dan Maqam (tempat berpijak Nabi Ibrahim) adalah batu Yaqut dari bebatuan surga. Dan jika tidak disentuh (oleh) dosa-dosa manusia, maka pastilah akan terang dunia ini (karena cahaya Hajar Aswad). Dan orang sakit yang menyetuhnya pastilah akann sembuh.” (HR. Baihaqi. Imam Nawawi dalam al-Majmu mengatakan bahwa sanad nya Sahih)

      Muslim, benarkah HAJAR ASWAD adalah tangan kanan allohmu di bumi (benar-benar dalam pengertian hakekat)?
      sehingga umatnya menciumnya sebagaimana manusia mencium tangan sosok yang ‘dihormati’?
      referensi. (COPAS)
      1. ‘Hajar Azwad adalah batu dari batuan Surga” (HR at-Tirmizi)
      2. Hajar Azwad PUNYA keistimewaan antara lain:
      a. disunnahkan MENCIUM hajar aswad atau mengangkat tangan ke arahnya saat mulai thawaf
      b. Hajar aswad berada di tempat yang PALING MULIA di Kabah
      c. Dari hajar aswad disyariatkan memulai thawaf
      3. Sabda rassululah saw, Hajar aswad tangan allah dibumi
      4. Ibnu rajab mengaitkan bahwa Ibnu al Faus al Hanbali berkata “ Hajar Aswad adalah tangan allah dalam kenyataan (hakekat)”
      5. Warawiy’an Rasullullah shallahu alaihi wasalam anhu qala : ( al’hajar yaminullah fi ?ardhi famin masihah masaha yad’ullah ) = Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, dan ia berkata: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah dibumi, sungguh tanganNya yang memberikan pengampunan )
      6. Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi yasafaha bihi ?abda’ha) (11).?
      = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, berjabat tangan dengan hamba-hamba-Nya)
      7. Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi famin masaha yad’ullah al hajar faqad bai’atullah in la yasyah) (12).? = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, sungguh di atas tangan-Nya sang Hajar aswad, berjanji setialah kepada Allah dan janganlah tidak mematuhi-Nya)
      8. Nabi Muhammad SAW berkata, “Lakukan Tawaf di Ka’bah dan gosokkan tanganmu di ujung Ka’bah di mana terdapat Hajr Aswad – Batu Hitam, karena INILAH TANGAN KANAN ALLAH di bumiNya yang digunakanNya untuk berjabatan tangan dengan ciptaanNya.
      9. DOA SAAT MENCIUM HAJAR ASWAD
      Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya
      Ya Allah, telah kutunaikan amanatku dan kupenuhi janjiku agar Kau saksikan aku sebagai orang yang memenuhi janji. Ya Allah, aku membenarkan kitab-Mu dan sunnah Nabi-Mu (semoga shalawat-Mu tercurahkan padanya dan keluarganya). Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan rasul-Mu. Aku mempercayai Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, dan mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan semua sesembahan selain Allah.
      Ya Allah, KEPADAMU KUULURKAN TANGANKU, dan pada apa yang ada di sisi-Mu kuarahkan keinginanku yang besar. Ya Allah, terimalah tasbihku, ampuni aku dan sayangi daku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan dari segala perbuatan yang hina di dunia dan akhirat.
      ————————————–…
      Ritual “CIUMAN” terhadap HAJAR AZWAD ini merupakan ritual yang diwariskan dari ajaran syirik pagan Arab, sebagai tanda kepatuhan, tunduknya terhadap berhala yang mereka sembah.
      ————————————–…
      BILA BEGITU POSISI HAJAR AZWAD di AJARANMU, lalu apa bedanya kalian dengan orang-orang pagan yang menyembah 359 berhala yang tadinya bersanding dengan HAJAR ASWAD.?

      ISLAM, SYIRIK BERTOPENG TAUHID

      Al Qur’an adalah sekedar alat “pemanis bibir” ajaran syirik Islam dengan membajak ???????? – Kalimatullah yang haq.

      Wajib tertanam di nalar dan kalbu kita bahwa hanya DIA-lah tujuan kita memanjatkan puji dan syukur. Ingatlah akan firman yang sangat jelas menyatakan ke-tauhid-an-NYA.

      [QS 22:26] Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat baitullah : “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.

      [QS 4:48] Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

      Ajaran Islam seolah-olah sangat mengutamakan ke-tauhid-an tetapi sangat disayangkan fakta-fakta perilaku umat yang mengimani ajaran ini menunjukan sebaliknya. Ke-syirik-an yang diberi topeng palsu ke-tauhid-an. Ke-tidaktahu-an umat akan topeng ini membuatnya masuk dalam perangkap ke-musyrik-an tanpa menyadarinya.

      Saya dengan segala keterbatasan mencoba untuk memberikan fakta-fakta ke-syirik-an bertopeng ke-tauhid-an tersebut sejelas dan sesederhana mungkin. Berikut dibawah ini adalah beberapa sumber yang dapat pembaca pelajari dan teliti :

      1. HAJAR ASWAD

      Kedudukan dan makna Hajar Aswad bagi ajaran Islam dalam berbagai sumber tulisan dan hadits.

      Sabda Rasulullah SAW, ““Hajar Aswad tangan Allah di bumi , “

      Seperti halnya perkataan dari nabi SAW yang dicatat “Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah,”202

      Namun, Ibnu Rajab mengaitkan bahwa Ibnu al Fa’us al Hanbali (d.521) akan berkata “ “Hajar Aswad adalah tangan kanan Allah dalam kenyataan (haqiqatan), “

      http://www.majalisna.com/w/hudmhussentl … &CID=21836

      Warawiy’an Rasullullah shallahu alaihi wasalam anhu qala : ( al’hajar yaminullah fi ?ardhi famin masihah masaha yad’ullah ) (10).

      = Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, dan ia berkata: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah dibumi, sungguh tanganNya yang memberikan pengampunan ) (10).

      Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi yasafaha bihi ?abda’ha) (11).?

      = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, berjabat tangan dengan hamba-hamba-Nya) (11)

      Waqala Rasullullah (shallahu alaihi ): (alhajar yaminullah fi ?ardhi famin masaha yad’ullah al hajar faqad bai’atullah in la yasyah) (12).?

      = Dan sabda Rasulullah SAW: ( Hajar aswad adalah tangan kanan Allah di bumi, sungguh di atas tangan-Nya sang Hajar aswad, berjanji setialah kepada Allah dan janganlah tidak mematuhi-Nya) (12).

      http://www.ezsoftech.com/hajj/hajj11.asp

      27. Mengelus-elus Hajar Aswad – Batu Hitam

      Nabi Muhammad SAW nan agung berkata, “Lakukan Tawaf di Ka’bah dan gosokkan tanganmu di ujung Ka’bah di mana terdapat Hajr Aswad – Batu Hitam, karena INILAH TANGAN KANAN ALLAH di bumiNya yang digunakanNya untuk berjabatan tangan dengan ciptaanNya.

      2. PRILAKU UMAT TERHADAP HAJAR ASWAD

      Sabda-sabda yang mengatakan ”Hajar aswad adalah tangan Allah di bumi” membuat umat mencium Hajar Aswad sebagai tangan Allah, sebagaimana manusia mencium tangan manusia lain yang memiliki kedudukan lebih tinggi.

      DOA SAAT MENCIUM HAJAR ASWAD

      Bismillâhir Rahmânir Rahîm
      Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

      Allâhumma amânatî addaytuhâ, wamitsâqî ta’ahadtuhu litasyhadalî bilmuwâfâti. Allâhumma tashdîqan bikitâbika wa ’alâ sunnati nabiyyika shalawâtka ‘alayhi wa âlihi. Asyhadu allâilâha illallâhu wahdahu lâ syarîkalah, wa anna Muham-madan ‘abduhu warasûluh, amantu billâhi wa kafartu biljibti waththâghûti wallâta wal ’uzzâ wa `ibâdatisy syaythâni wa `ibâdati kulli niddin yud’â min dûnillâh.

      Allâhumma ilayka basathtu yadî, wa fimâ ‘indaka ‘azhumat raghbatî, faqbal subhatî waghfirlî warhamnî. Allâhumma innî a’ûdzubika minal kufri walfaqri wa mawâqifil khizyi fiddun-yâ wal âkhirah.

      = Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
      Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

      Ya Allah, telah kutunaikan amanatku dan kupenuhi janjiku agar Kau saksikan aku sebagai orang yang memenuhi janji. Ya Allah, aku membenarkan kitab-Mu dan sunnah Nabi-Mu (semoga shalawat-Mu tercurahkan padanya dan keluarganya). Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan rasul-Mu. Aku mempercayai Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, dan mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan semua sesembahan selain Allah.

      Ya Allah, kepada-Mu kuulurkan tanganku, dan pada apa yang ada di sisi-Mu kuarahkan keinginanku yang besar. Ya Allah, terimalah tasbihku, ampuni aku dan sayangi daku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan dari segala perbuatan yang hina di dunia dan akhirat.

      DOA SAAT SEJAJAR DENGAN HAJAR ASWAD

      Bismillâhir Rahmânir Rahîm
      Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

      Asyhadu allâilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, wa anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasûluh, amantu billâhi, wa kafartu biljibti wath thâghûti wallâta wal ’uzzâ wa bi’ibâdatisy syaythâni wa bi’ibâdati kulli niddin yud’â min dûnillâh.

      = Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
      Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

      Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Aku beriman kepada Allah, dan mengingkari berhala dan thaghut, Lata dan ‘Uzza, mengingkari segala bentuk pengabdian kepada setan dan seluruh sesembahan selain Allah.

      Hajar Aswad mempunyai makna serupa dengan Allah swt, karena saat mencium Hajar Aswad dan berposisi sejajar dengan Hajar Aswad hanya nama Allah swt yang disebutkan.

      Banyak hal yang menarik dalam ritual ajaran Islam yang berkaitan dengan Hajar Aswad ini, menurut pendapat saya, banyak sekali penyamaran-penyamaran makna kata menyangkut hal ini.

      Kita coba teliti salah satu penyamaran makna kata-kata dalam ajaran Islam.

      3. MAKNA KATA ???? QIBLAH YANG DISAMARKAN.

      Umat Islam yang menjalankan Rukun Islam menunaikan sholat lima waktu dalam sehari dengan menghadap qiblah adalah syarat sahnya shalat, dengan demikian tidak sah shalat tanpa menghadap qiblah.

      Karena ke-tidak tahu-an umat memaknai kata ???? – qiblah, sebagai arah menghadap dalam shalat.

      Sesungguhnya kata ???? – qiblah, memiliki makna CIUMAN. Berkaitan dengan sunnah Rasulullah mencium Hajar Aswad.

      Dalam setiap shalat, umat dimaksudkan mencium tangan Allah di bumi, yaitu Hajar Aswad.

      Berikut ini saya berikan fakta linguistic mengenai kata ???? – qiblah.

      http://www.babylon.com/definition/kiss/Arabic

      Terjemahan : Memberi penghormatan dengan bibir, sebagai tanda sayang, takzim, tunduk, pengampunan dan lain-lain.

      Ritual “CIUMAN” terhadap berhala ini merupakan ritual yang diwariskan dari ajaran syirik pagan Arab, sebagai tanda kepatuhan, tunduknya terhadap berhala yang mereka sembah. Dan ritual ini diabadikan dalam kewajiban menegakan rukun Islam yaitu bershalat menghadap “qiblah” dan ber “hajj”.

      Dapat anda baca disini http://religionresearchinstitute.org/Ha … rimage.htm
      THE GREAT PILGRIMAGE OF ISLAM By Dr. Rafat Amari

      Sungguh tepat sekali kalimat NYA yang ditujukan untuk mereka yang menjalankan ke-musyrik-an dengan topeng ke-tauhid-an.

      [QS 8:35] Sembahyang mereka di sekitar baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

      • cojax 2:57 am on 19/06/2013 Permalink | Reply

        Subhanallah… baru baca yang kaya ginian hebat juga camar yak TOP BGT
        tapi sayang TOP nya keblinger
        untuk menafsirkan saja pake nafsu dan bahasa gamblang
        lucu sekali… belajar dulu bang/mba camar ilmu nahwu shorof baru belajar menafsirkan
        ini mah sama aja anak SD menafsirkan Mata Kuliah… ya mana bisa dan mana kena
        yang ada malah pendapat, pendapat itu sah-sah aja, nama nya juga pendapat
        itu namanya wawasan bukan ilmu
        sama aja kaya ente berpendapat mesin diesel bisa dijalankan dengan bensin
        tapi ente belum tentu bisa melakukannya.. cuma mencomot dari artikel atau imajinasi atau referensi lainnya, atau coba2 menafsirkan sendiri
        atau ente dikasih manual book membangun gedung, dan ente cuma secara gamblang meniru mentah-mentah yang tertulis dan coba mengikutinya untuk membangun gedung lewat manual book itu,, dan ente ga pernah bertanya pada ahlinya hanya mencari sumber2 referensi teori diberbagai sumber dan langsung percaya,, ane yaqin juga pasti gedung itu bisa ente bangun..hahahaha bener ga..pasti bisa kan??? pasti untuk orang sekelas anda kayanya ga perlu belajar lagi bangun gedung, cuma liat script pasti langsung jadi dan tahan berabad-abad lamanya…
        ya sah2 aja,,
        gpp juga sih
        mmmhh boleh2 aja..
        ga di hukum koq…
        kan Negara Democrazy.. eh Demokrasi…
        ntar ente bilang .. waduh susah dimengerti amat ya kitab Al-Quran katanya mudah dipahami??
        weleeehh kalo ente ngeluh pendidikan aja susah yang bahasa di bukunya ga perlu penafsiran, apalagi Al-Quran???!!!
        jadi sarjana berkualitas susah bos..apalagi jadi master, apalagi doktor, apalgi professor,,,,perlu usaha keras, klo cuma kuantitas mah banyak bung….
        jadi pengamat juga bisa bos, tapi pengamat berkualitas yang mampu menafsirkan keadaan, situasi dan kondisi ga banyak bos…
        klo cuma ngebeo dari omongan pengamat mah semua orang juga bisa.. tapi tau ga makna yang diomonginnya, tau ga cara dy menafsirkannya…
        klo ane yaqin ente pasti bisa, dari tulisan ente ketauan, ente pasti sarjana tafsir yang mumpuni dibidangnya.. mangstab bener dah.. SALUT

      • cojax 3:07 am on 19/06/2013 Permalink | Reply

        ya ga jauh beda ini sih sama orang-orang yang merasa “bisa” menjalankan kenegaraan dengan melontarkan kritik dan saran,, eehh pas didudukin di bangku negara malah lebih parah dan rusak,, atau malah pusing ngadepin nya… hahahahaha
        pepesan kosong aja didengerin, klo mau ya debat terbuka hadirkan para ahli-ahli dibidangnya…
        lagian ada-ada juga juga nih yang nge-trit beginian, percaya aja ma kritik-kritik orang
        manusia mah paling jago se-Dunia mngkritik, udah pada tau kan??
        giliran disuruh ngebuktiin..NOHOL..eh nihil…
        buang waktu n tenaga tau mas
        mending kite beresin diri kite menurut keyakinan masing-masing..
        yang initnye.. semua keyakinan pasti menyuruh berbuat baik.. masalah bener apa kaga jawab pake hati

    • ungke 10:55 am on 19/06/2013 Permalink | Reply

      Tuk mang Cojax….Trus claim quran sebagai” Kitab yang terang dan mudah dimengerti itu dari mana ????
      coba bayangkan emek emak di desa yang cuma lulusan SD, apa bisa mereka mengerti ??? kalo memang anda sangat paham quran, tolong anda jelaskan di forum ini maksud dari ayat quran ini :
      1.”Dan Aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki Timur dan Barat, bahwasannya KAMI benar benar Maha kuasa” tolong jelaskan ke kami siapa itu AKU,siapa Tuhan yg memiliki Timur dan Barat dan siapa itu KAMI
      2. ” Dan ceritakanlah dengan Benar cerita tentang nabi Idris, seperti yang diceritakan dengan jelas di quran”..bisaka anda cantumkam disini di quran surah apa dan ayat berapa ada cerita tentang “Nabi Idris ” dalam quran ??.

    • STEFANUS LIM 5:37 am on 26/06/2013 Permalink | Reply

      COBA BAYANGKAN PROFFESOR BOTAK CIUM KOLOR YESUS??
      MAKANYA PROFFESOR YAHYA WALONI MILIH KEMBALI KE ISLAM.ISLAM JALAN SELAMAT DUNIA AKHIRAT

      • ungke 1:26 pm on 26/06/2013 Permalink | Reply

        Mas Steff dari pada merancau nda karuan, mending kamu belajar baca kitab kamu sendiri dan cobah mengerti artinya, atau kalau memang kamu sudah paham kitab kamu itu, tolong kamu beri pencerahan dan jawaban untuk pertanyaan saya diatas, walaupun agak OOt dari Topik,
        tapi kalo kamu masih nyerocos nda karuan dan tidak ada hubungannya dengan pertanyaan saya diatas, maka saya anggap kamu cuma islam ktp yang “BODOH&BEBAL” yang cuman bisa teriak keras keras baca quran tapi tidak paham apa yang di baca.

c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel