Dan mereka berkata:` Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak `.(QS. 19:88) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 88 – 89 

Dan mereka berkata:` Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak `.(QS. 19:88) ::

Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 88 – 89 وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89)

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrikin Mekah. orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang -orang yang paling sesat di dunia ini karena telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah. Perkataan seperti ini adalah perkataan yang sangat mungkar yang tak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Allah sangat murka terhadap mereka ini karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Maha Tinggi seakan-akan Dia disamakan saja dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang berkehendak kepada anak dan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan adanya (eksistensinya) dikemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah tua menjadi lemah tak berdaya. padahal Dia-lah Yang hidup Kekal Senantiasa berdiri sendiri tak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: الله لا إله إلا هو الحي القيوم Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal terus menerus mengurus makhluk Nya. (Q.S. Ali Imran: 2) Allah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluknya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahinya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Maryam 88 وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) (Dan mereka berkata,) orang-orang Yahudi dan Nasrani dan orang-orang yang menyangka bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah (“Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak”) maka Allah menyanggah perkataan mereka itu melalui firman-Nya, 89

Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munkar,(QS. 19:89) ::

Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 88 – 89 وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrikin Mekah. orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang -orang yang paling sesat di dunia ini karena telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah. Perkataan seperti ini adalah perkataan yang sangat mungkar yang tak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Allah sangat murka terhadap mereka ini karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Maha Tinggi seakan-akan Dia disamakan saja dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang berkehendak kepada anak dan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan adanya (eksistensinya) dikemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah tua menjadi lemah tak berdaya. padahal Dia-lah Yang hidup Kekal Senantiasa berdiri sendiri tak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: الله لا إله إلا هو الحي القيوم Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal terus menerus mengurus makhluk Nya. (Q.S. Ali Imran: 2) Allah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluknya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahinya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil. 90

hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,(QS. 19:90) ::

Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 90 – 91 تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) Kalau sekiranya bumi, langit dan gunung-gunung mendengar dan memahami ucapan orang-orang kafir itu, meskipun ia tidak diberi akal dan pikiran oleh Allah, tentulah langit, bumi dan gunung-gunung itu akan terguncang dengan dahsyatnya karena kaget dan terhanyut dan mungkin akan menjadi hancur lebur, karena tidak dapat menerima kata-kata yang sangat berat risiko dan tanggung jawabnya itu, kata-kata, yang sangat menghina dan merendahkan martabat Penciptanya. Untunglah bumi langit dan gunung-gunung itu tidak dapat mendengar apalagi memahami ucapan orang-orang kafir yang sangat sembrono itu. Ini adalah suatu sindiran yang sangat tajam dan celaan yang amat keras terhadap orang-orang kafir itu yang bila mereka dapat mempergunakan akal yang dianugerahkan Allah kepada mereka, tentulah mereka tidak mungkin akan mengucapkan kata-kata seperti itu. 91

karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.(QS. 19:91) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Maaf, Belum tersedia …atau lihat pada ayat sebelumnya… 92

Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.(QS. 19:92) ::

Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul:: Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 92 وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92) Hal ini ditegaskan oleh Allah pada ayat ini dengan firman-Nya: “Padahal tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”. Demikianlah jawaban Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang terhadap ucapan hamba-Nya ucapan yang sangat dimurkai-Nya. Dia tidak menghardik dan menghajarnya, tetapi menjawabnya dengan kata-kata yang seharusnya dipikirkannya dalam-dalam agar dia kembali kepada kebenaran dan menyucikan Tuhannya dari segala sifat yang bertentangan dengan ke Esaan dan ke-Agungan-Nya