Aturan Islam berkenaan Tawanan Perang 

Aturan Islam berkenaan Tawanan Perang

Maret 23, 2007

1. Dapatkah kaum Muslim menyiksa tawanan perang?

Bagi tawanan perang, sama sekali tidak diperbolehkan! Namun bagi musuh yang telah merencanai tindakan khianat terhadap kaum Muslim, maka bagi mereka ada hukuman yang harus mereka hadapi, yang akan kami paparkan dalam artikel ini. Bagi mereka yang merencanakan tindakan khianat, dengan tipu muslihat dan fitanahan yang ditujukan agar terjadi perang diantara sesama Muslim dan dengan nonMuslim.

Contohnya ialah, sejumlah kaum Munafik dimasa nabi saw menggunakan cara licik dengan berpura-pura memeluk Islam agar diterima oleh umat Muslim, lalu menciptakan konflik ditubuh umat dan menyebabkan terjadi balas dendam, dikarenakan masih kentalnya kauvinistik (solidaritas) kesukuan diantara mereka yang terkadang masih terbawa ketika mereka telah masuk Islam. Dan hukuman bagi orang-orang macam itu dapat ditemui didalam al-Quran 5:33-34.

Mari kita lihat apa yang Allah SWT firmankan berkenaan tawanan perang:

Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu.” Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Akan tetapi jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan ALlah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (al-Quran, 8:70-71)

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut berkenaan ayat diatas, yang kami kutip dan terjemahkan dari komentar Syech Abdullah Yusuf Ali (Semoga Allah merahmatinya):

“Ini adalah penghibur bagi para tawanan perang. Meskipun permusuhan yang mereka pernah lakukan sebelumnya, namun Allah akan mengampuninya karena Rahmat-Nya jika terdapat dihati mereka kebaikan, menganugerahkan kepada mereka hadiah yang jauh lebih baik dari apa yang telah hilang dari mereka.”

Catatan: Bagi para tawanan, membayar tebusan bukan merupakan hal utama untuk menyelamatkan mereka. Memang benar mereka kehilangan senjata dan peralatan perang lain, seperti kereta, kuda-kuda, unta-unta…dst, namun untuk membebaskan mereka dari tahanan tidak selalu dengan cara membayar dengan uang.

Disaat kaum Muslim memenangkan perang pertama melawan kaum Musrykin, di perang Badr, nabi kita Muhammad saw mengatakan kepada para tawanan perang: bagi mereka yang ingin bebas, maka ia harus mengajari 10 orang Muslim yang buta-huruf membaca dan menulis, maka mereka akan memperoleh kebabasan.

2. Apakah nabi besar Muhammad pernah memperlakukan dengan kejam atau membunuh tawanan perang demi dendam pribadi?

Sama sekali tidak pernah! Membunuh tawanan perang adalah tindakan yang dilarang Islam, kecuali bagi mereka yang pantas mendapatkannya sebagai pelaku kejahatan

Diriwayatkan oleh Abu Salim: “Nabi mengirim Khalid bin Walid kepada suku Jadhima dan Khalid mengundang mereka untuk masuk Islam, namun mereka tidak berkata “Aslama (kami telah memeluk Islam),” sebaliknya mereka berkata “Saba’ana! Saba’ana (kami telah keluar dari satu agama dan masuk keagama yang lain).” Khalid terus membunuhi (sebagian dari) mereka dan menawan (sebagian lain dari) mereka sebagai tawanan dan memberikannya kepada masing-masing dari kami. Dan pada saat Khalid memerintahkan setiap orang (tentara Muslim) untuk membunuhi tawanannya, Aku berkata,”Demi Allah, aku tidak akan membunuh tawananku, dan tidak pula para sahabat-sahabatku.” Dan ketika kami menemui Nabi saw, kami menceritakan keseluruhan cerita tersebut kepadanya. Dan pada hari itu, Nabi saw mengangkat kedua tangannya dan berkata dua kali,” Oh Allah! Aku terbebas (tidak bertanggung jawab) atas tindakan yang telah Khalid lakukan.” (Sahih Bukhari, Volume 5, Kitab 5, Nomor 628).

Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.(al-Quran, 76:7-9)

Kaum Muslim tidak hanya pantang membunuh tawanannya, namun mereka juga harus memberi makan kepada mereka dengan “cinta kepada Allah!”

Nabi Muhammad saw mengampuni musuh-musuh Islam. Disaat kaum Muslim membebaskan Mekkah dari kaum Musrykin Arab, dan mereka menyerah, dikarenakan jumlah tentara Muslim terlalu besar, nabi kita Muhammad saw berkata kepada mereka, dan perkataan ini sangat popular:

Pergilah, Kalian bebas!”

http://islamiyah.wordpress.com/2007/03/23/aturan-islam-berkenaan-tawanan-perang/