Firman Allah Swt.:
20 Juz 6-An-Nisa
Sesungguhnya kami telah membunuh AlMasih, Isa putra
maryam, utusan Allah. (AnNisa: 157)
Maksudnya, orang yang dirinya mengakui berkedudukan demikian te
lah kami bunuh. Ucapan tersebut dikatakan mereka sebagai cemoohan
dan ejekan. Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di
dalam ayat lain yang mengisahkan perkataan orangorang musyrik,
yaitu melalui firmanNya:
Hai orang yang diturunkan AiQur’an kepadanya, sesungguhnya
kamu benarbenar orang yang gila. (AlHijr: 6)
Tersebutlah bahwa di antara kisah mengenai orangorang Yahudi
—semoga laknat Allah, murka, kemarahan, dan siksaNya selalu me
nimpa mereka— yaitu: Ketika Allah mengutus Isa anak Maryam a.s.
dengan membawa buktibukti yang nyata dan petunjuk, mereka deng
ki kepadanya karena ia telah dianugerahi Allah kenabian dan berbagai
macam mukjizat yang cemerlang. Di antara mukjizatnya ialah dapat
menyembuhkan orang yang buta, orang yang terkena penyakit supak,
dan menghidupkan kembali orang yang telah mati dengan seizin
Allah. Mukjizat lainnya ialah dia membuat patung dari tanah liat ber
bentuk seekor burung, lalu ia meniupnya, maka jadilah patung itu bu
rung sungguhan dengan seizin Allah Swt., lalu dapat terbang dengan
disaksikan oleh mata kepala orangorang yang melihatnya. Banyak
pula mukjizat lainnya sebagai kehormatan baginya dari Allah; hal ter
sebut dilakukan oleh Allah melalui kedua tangan Isa a.s.
Akan tetapi, sekalipun demikian mereka mendustakannya, me
nentangnya, serta berupaya untuk mengganggunya dengan segala ke
mampuan yang mereka miliki. Hingga hal tersebut membuat Nabi
Allah Isa a.s. tidak dapat tinggal satu negeri bersama mereka, melain
kan banyak mengembara, dan ibunya pun ikut mengembara bersama
nya.
Mereka masih belum puas dengan hal tersebut. Akhirnya mereka
datang kepada Raja Diinasyq (Damascus) di masa itu. Raja Dimasyq
adalah seorang musyrik penyembah bintang, para pemeluk agamanya
Tafsir Ibnu Kasir 21
dikenal dengan sebutan pemeluk agama Yunani. Akhirnya mereka
(orangorang) Yahudi itu sampai kepada raja tersebut, lalu melapor
kan laporan palsu kepadanya bahwa di Baitul Maqdis terdapat se
orang lelaki yang menghasut khalayak ramai, menyesatkan mereka,
dan menganjurkan mereka agar memberontak kepada raja.
Mendengar laporan tersebut si raja murka, lalu ia mengirimkan
instruksi kepada gubernurnya yang ada di Baitul Maqdis, memerin
tahkannya agar menangkap lelaki yang dimaksud, lalu menyalibnya
dan kepalanya diikat dengan duri agar tidak mengganggu orangorang
lagi.
Ketika surat raja itu sampai kepada si gubernur, ia segera melak
sanakan perintah itu, lalu ia berangkat bersama segolongan orang
orang Yahudi menuju ke sebuah rumah yang di dalamnya terdapat
Nabi Isa a.s. bersama sejumlah sahabatnya; jumlah mereka kurang le
bih ada dua belas atau tiga belas orang. Menurut pendapat yang lain
adalah tujuh belas orang.
Hal tersebut terjadi pada hari Jumat, sesudah waktu Asar, yaitu
petang hari Sabtu. Mereka mengepung rumah tersebut. Ketika Nabi
Isa merasakan bahwa mereka pasti dapat memasuki rumah itu atau ia
terpaksa keluar rumah dan akhirnya bersua dengan mereka, maka ia
berkata kepada sahabatsahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang
mau diserupakan seperti diriku? Kelak dia akan menjadi temanku di
surga.”
Maka majulah seorang pemuda yang rela berperan sebagai Nabi
Isa. Tetapi Nabi Isa memandang pemuda itu masih terlalu hijau untuk
melakukannya. Maka ia mengulangi permintaannya sebanyak dua kali
atau tiga kali.
Tetapi setiap kali ia mengulangi perkataannya, tiada seorang pun
yang berani maju kecuali pemuda itu. Akhirnya Nabi Isa berkata,
“Kalau memang demikian, jadilah kamu seperti diriku.” Maka Allah
menjadikannya mirip seperti Nabi Isa a.s. hingga seakanakan dia me
mang Nabi Isa sendiri.
Lalu terbukalah salah satu bagian dari atap rumah itu, dan Nabi
Isa tertimpa rasa kantuk yang sangat hingga tertidur, lalu ia diangkat
ke langit dalam keadaan demikian. Seperti yang disebutkan di dalam
firmanNya:
22 Juz 6-An-Nisa
(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku
akan menidurkanmu dan mengangkatmu kepadaKu.” (Ali Im
ran: 55), hingga akhir ayat.
Setelah Nabi Isa diangkat ke langit, para sahabatnya keluar. Ketika
mereka (pasukan yang hendak menangkap Nabi Isa) melihat pemuda
itu, mereka menyangkanya sebagai Nabi Isa, sedangkan hari telah
malam; lalu mereka menangkapnya dan langsung menyalibnya serta
mengalungkan duriduri pada kepalanya.
Orangorang Yahudi menonjolkan dirinya bahwa merekalah yang
telah berupaya menyalib Nabi Isa dan mereka merasa bangga dengan
hal tersebut, lalu beberapa golongan dari kalangan orangorang Nas
rani —karena kebodohan dan akalnya yang kurang— mempercayai
saja hal tersebut. Kecuali mereka yang ada bersama Nabi Isa; mereka
tidak mempercayainya karena menyaksikan dengan mata kepala sen
diri bahwa Nabi Isa a.s. diangkat ke langit. Selain dari mereka yang
bersama Nabi Isa, semuanya mempunyai dugaan yang sama dengan
orangorang Yahudi, bahwa orang yang disalib itu adalah AlMasih
putra Maryam. Sehingga mereka menyebutkan suatu mitos yang me
ngatakan bahwa Siti Maryam duduk di bawah orang yang disalib itu
dan menangisinya. Menurut kisah mereka, AIMasih dapat berbicara
dengannya.
Hal tersebut merupakan ujian Allah kepada hambahambaNya
karena suatu hikmah yang hanya Dia sendirilah yang mengetahuinya.
Allah telah menjelaskannya dan menerangkannya dengan gamblang
di dalam AlQur’an yang Dia turunkan kepada RasulNya yang mu
lia, didukung dengan berbagai macam mukjizat dan keterangankete
rangan serta buktibukti yang jelas. Untuk itu Allah Swt. berfirman
bahwa Dia Mahabenar dalam firmanNya, Dia Tuhan semesta alam
yang mengetahui semua rahasia dan apa yang terkandung di dalam
hati, Dia Maha Mengetahui semua rahasia di langit dan di bumi, Dia
Maha Mengetahui apa yang telah lalu dan apa yang akan terjadi serta
apa yang tidak terjadi berikut dengan akibatnya bilamana hal itu ter
jadi:
Tafsir Ibnu Kasir 23
padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalib
nya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka. (AnNisa: 157)
Dengan kata lain, mereka hanya melihat yang diserupakan dengan
Isa, lalu mereka menduganya sebagai Isa a.s. Karena itulah disebut
kan di dalam firmanNya:
CiO V : f .^.,,*.ti-i
Sesungguhnya orangorang yang berselisih paham tentang (pem
bunuhan) Isa benarbenar dalam keraguraguan tentang yang di
bunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa
yang dibunuh itu. kecuali mengikuti persangkaan belaka. (An
Nisa: 157)
Maksudnya, orang Yahudi yang menduga bahwa dia telah membu
nuhnya dan orang Nasrani yang percaya dengan hal itu dari kalangan
mereka yang bodoh, semua berada dalam keraguan akan kejadian itu;
mereka bingung dan panik serta sesat. Karena itulah dalam firman se
lanjutnya disebutkan:
mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah
Isa. (AnNisa: 157)
Dengan kata lain, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu
adalah Isa, melainkan mereka ragu dan mendugaduga saja.
tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepada
nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa. (AnNisa: 158)
Yaitu ZatNya Mahaperkasa dengan keperkasaan yang tak terjangkau
oleh siapa pun, dan orang yang dilindungiNya tiada yang dapat me
nyentuhnya.
24 Juz 6 - An-Nisa
C ion i
lagi Mahabijaksana. (AnNisa: 158)
Allah Mahabijaksana dalam semua takdirNya dan semua perkara
yang diputuskanNya. Semuanya adalah makhlukNya, dan hanya
Dialah yang memiliki hikmah yang tak terbatas, hujah yang mema
tahkan, kekuasaan Yang Mahabesar, serta semua perencanaan.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami
Ahmad ibnu Sjnan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah,
dari AlA’masy, dari AlMinhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair,
dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika Allah hendak meng
angkat Isa ke langit, maka Isa keluar untuk menemui para sahabatnya
dari kalangan Hawariyyin yang jumlahnya ada dua belas orang. Yang
dimaksud ialah Isa keluar dari mata air yang ada dalam rumah terse
but, sedangkan kepalanya masih meneteskan air, lalu ia berkata, “Se
sungguhnya di antara kalian adu orang yang kafir kepadaku sebanyak
dua belas kali sesudah ia beriman kepadaku.”
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa Isa berkata pula, “Si
apakah di antara kalian yang mau dijadikan sebagai orang yang se
rupa denganku, lalu ia akan dibunuh sebagai gantiku, maka kelak dia
akan bersamaku dalam satu tingkatan (di surga nanti)?”
Maka berdirilah seorang pemuda yang paling muda usianya di
antara yang ada, lalu Isa berkata kepadanya, “Duduklah kamu.” Ke
mudian ia mengulangi lagi katakatanya kepada mereka. Pemuda itu
berdiri lagi mengajukan dirinya, maka Isa berkata, “Duduklah kamu.”
Lalu ia mengulangi lagi katakatanya itu, maka pemuda itu juga yang
berdiri seraya berkata, “Aku bersedia.” Akhirnya Isa berkata, “Kalau
memang demikian, kamulah orangnya.” Maka Allah menjadikannya
serupa dengan Nabi Isa, sedangkan Nabi Isa sendiri diangkat ke la
ngit dari salah satu bagian atap rumah tersebut
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu orangorang
Yahudi yang memburunya datang dan langsung menangkap orang
yang serupa dengan Isa itu, lalu mereka membunuh dan menyalibnya.
Maka sebagian dari mereka kafir kepada Isa sebanyak dua belas
kali sesudah ia beriman kepadanya, dan mereka berpecahbelah men
jadi tiga golongan.
Tafsir Ibnu Kasir 25
Suatu golongan dari mereka mengatakan, “Dahulu Allah berada
di antara kita, kemudian naik ke langit.”Mereka yang berkeyakinan
demikian adalah sekte Ya ‘qubiyah
Segolongan lainnya mengatakan, “Dahulu anak Allah ada bersa
ma kami selama yang dikehendakiNya, kemudian Allah mengang
katnya kepadaNya.” Mereka yang berkeyakinan demikian dari sekte
Nasturiyah.
Segolongan lain mengatakan, “Dahulu hamba dan utusan Allah
ada bersama kami selama masa yang dikehendaki oleh Allah, kemu
dian Allah mengangkat dia kepadaNya.” Mereka yang berkeyakinan
demikian adalah orangorang muslim.
Kemudian dua golongan yang kafir itu memerangi golongan
yang muslim dan membunuhnya, maka Islam dalam keadaan terpen
dam hingga Allah mengutus Nabi Muhammad Saw.
Sanad asar ini sahih sampai kepada Ibnu Abbas. Imam Nasai
meriwayatkannya melalui Abu Kuraib, dari Abu Mu’awiyah dengan
lafaz yang semisal. Hal yang sama disebutkan oleh ulama Salaf lain
nya yang bukan hanya oleh seorang saja, bahwa Nabi Isa berkata ke
pada para sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang mau dijadikan
orang yang serupa dengan diriku, lalu ia akan dibunuh sebagai ganti
diriku? Maka kelak dia akan menjadi temanku di dalam surga.”
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Hu
maid, telah menceritakan kepada kami Ya’gub AlQummi, dari Harun
ibnu Antaran, dari Wahb ibnu Munabbih yang mengatakan bahwa Isa
datang ke sebuah rumah bersama tujuh belas orang dari kalangan
kaum Hawariyyin, lalu mereka mengepungnya. Ketika mereka masuk
ke dalam rumah itu, Allah membuat rupa mereka sama dengan Isa
a.s. Lalu mereka yang hendak menangkap Isa berkata, “Kalian benar
benar telah menyihir kami. Kalian harus menyerahkan Isa yang se
benarnya kepada kami atau kami terpaksa membunuh kalian semua.”
Maka Isa berkata kepada para sahabatnya, “Siapakah di antara
kalian yang mau menukar dirinya dengan surga pada hari ini?” Lalu
ada seorang lelaki dari kalangan mereka menjawab, “Aku!” Lalu ia
keluar kepada mereka dan berkata, “Akulah Isa.” Sedangkan Allah te
lah menjadikan rupanya mirip seperti Nabi Isa. Lalu mereka langsung
menangkap dan membunuh serta menyalibnya.
26 Juz6-ArvNtsa
Karena itulah maka terjadi kesyubhatan (keraguan) di kalangan
mereka, dan mereka menduga bahwa mereka telah membunuh Isa.
Orangorang Nasrani mempunyai dugaan yang semisal, bahwa yang
disalib itu adalah Isa.
Pada hari itu juga Allah mengangkat Isa. Akan tetapi, konteks
kisah ini aneh sekali (garib jiddan).
Ibnu Jarir mengatakan, telah diriwayatkan dari Wahb hal yang
semisal dengan pendapat di atas, yaitu kisah yang diceritakan kepada
ku oleh AlMusanna. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada
kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdul Ka
rim, telah menceritakan kepadaku Abdus Samad ibnu Ma’qal; ia per
nah mendengar Wahb menceritakan hal berikut. Isa ibnu Maryam ke
tika diberi tahu oleh Allah akan diangkat dari dunia ini. maka gelisahlah
hatinya karena akan menghadapi kematian dan berita itu terasa berat
baginya.
Maka ia mengundang semua Hawariyyin dan membuat makanan
untuk mereka. Dia berkata, “Datanglah kepadaku malam ini, karena
sesungguhnya aku mempunyai suatu keperluan kepada kalian.” Sete
lah mereka berkumpul pada malam harinya, maka Nabi Isa menjamu
makan malam dan melayani mereka sendirian. Sesudah selesai dari
jamuan itu, Nabi Isa mencucikan tangan mereka dan membersihkan
nya serta mengusap tangan mereka dengan kain bajunya. Hal tersebut
terasa amat berat bagi mereka dan mereka tidak menyukai pelayanan
itu. Nabi Isa berkata, “Ingatlah, barang siapa yang malam ini menolak
apa yang telah aku lakukan kepada kalian, dia bukan termasuk golongan
ku dan aku pun bukan termasuk golongannya.” Akhirnya mereka me
nerimanya.
Seusai melaksanakan semuanya, Nabi Isa berkata, “Adapun me
ngenai apa yang telah aku buat untuk kalian malam ini, yaitu pelayan
anku dalam menjamu kalian dan mencucikan tangan kalian dengan
kedua tanganku ini, hendaklah hal tersebut dijadikan sebagai suri tela
dan bagi kalian dariku. Karena sesungguhnya kalian telah melihat
bahwa diriku adalah orang yang paling baik di antara kalian, jangan
lah sebagian dari kalian merasa besar diri atas sebagian yang lain, dan
hendaklah sebagian dari kalian mengabdikan dirinya untuk kepenting
an sebagian yang lain, sebagaimana aku mengabdikan diriku untuk
Tafsir Ibnu Kasir 27
kalian. Adapun keperluanku malam ini ialah meminta tolong kepada
kalian agar kalian mendoakan kepada Allah buat diriku dengan doa
yang sungguhsungguh memohon kepada Allah agar Dia menangguh
kan ajalku.”
Ketika mereka membenahi dirinya untuk berdoa dan hendak me
lakukannya secara maksimal, tibatiba mereka ditimpa oleh rasa kan
tuk yang sangat hingga mereka tidak mampu berdoa. Lalu Nabi Isa
a.s. membangunkan mereka seraya berkata, “Mahasuci Allah, menga
pa kalian tidak dapat bertahan untukku malam ini saja untuk
membantuku dalam berdoa?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami
tidak mengetahui apa yang telah menimpa diri kami. Sesungguhnya
kami banyak begadang dan malam ini kami tidak mampu lagi begadang.
Tidak sekalikali kami hendak berdoa, melainkan kami selalu diha
langhalangi oleh rasa kantuk itu yang menghambat kami untuk me
lakukan doa.”
Nabi Isa berkata, “Penggembala pergi dan ternak kambing pun
berccraiberai,” lalu ia mengucapkan kalimatkalimat yang semisal se
bagai ungkapan belasungkawa terhadap dirinya.
Kemudian Isa a.s. berkata, “Sesungguhnya kelak ada seseorang
di antara kalian yang benarbenar kafir kepadaku sebelum ayam jago
berkokok tiga kali, dan sesungguhnya akan ada seseorang di antara
kalian yang rela menjual diriku dengan beberapa dirham, dan sesung
guhnya dia benarbenar memakan hasil jualannya itu.”
Lalu mereka keluar dan berpencar, saat itu orangorang Yahudi
sedang mencaricarinya. Lalu mereka menangkap Syam’un (salah se
orang Hawariyyin) dan mereka mengatakan, “Orang ini termasuk sa
habatnya.” Tetapi Syam’un mengingkari tuduhan itu dan mengatakan,
“Aku bukanlah sahabatnya.” Akhirnya mereka melepaskannya. Ke
mudian mereka menangkap yang lainnya, orang yang kedua itu pun
mengingkarinya.
Kemudian Nabi Isa mendengar kokok ayam jago, maka ia me
nangis dan bersedih hati. Pada pagi harinya salah seorang Hawariyyin
datang kepada orangorang Yahudi, lalu berkata, “Imbalan apakah
yang akan kalian berikan kepadaku jika aku tunjukkan kalian kepada
AlMasih?” Mereka memberinya uang sebanyak tiga puluh dirham,
lalu ia menerimanya dan menunjukkan mereka ke tempat AlMasih
28 Juz 6-An-Nisi
berada. Sebelum itu telah diserupakan kepada mereka Nabi Isa yang
palsu. Maka mereka menangkapnya dan mengikatnya dengan tali, lalu
mereka giring seraya mengatakan kepadanya, “Katanya kamu dapat
menghidupkan orang yang telah mati, dapat mengusir setan, dan me
nyembuhkan orang gila. Sekarang apakah kamu dapat menyelamat
kan dirimu dari tambang ini?” Mereka meludahinya dan melempari
nya dengan tangkaitangkai berduri, hingga sampai di tempat kayu
yang mereka maksudkan untuk menyalibnya.
Allah telah mengangkat Nabi Isa yang asli dan mereka menyalib
orang yang diserupakan dengannya.
Tujuh hari setelah peristiwa itu ibu Nabi Isa dan seorang wanita
yang telah diobati oleh Isa a.s. hingga wanita itu sembuh dari penya
kit gilanya menangisi orang yang disalib itu. Lalu Isa a.s. datang ke
pada mereka berdua dan berkata, “Apakah yang membuat kamu ber
dua menangis?” Keduanya menjawab, “Kami menangisimu.” Isa ber
kata, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat diriku kepadaNya, dan
tiada yang aku peroleh kecuali kebaikan belaka, dan sesungguhnya
orang yang disalib ini adalah orang yang diserupakan denganku di
mata mereka. Maka perintahkanlah kepada kaum Hawariyyin agar
mereka menjumpaiku di tempat anu dan anu.”
Kemudian di tempat yang dimaksud Nabi Isa dijumpai oleh se
belas orang, dan ia merasa kehilangan seseorang dari mereka, yaitu
orang yang telah ‘menjualnya’ dan menunjukkan kepada orangorang
Yahudi tempat ia berada. Kemudian Isa menanyakan kepada sahabat
sahabatnya tentang orang tersebut. Maka seseorang dari mereka men
jawab bahwa dia telah menyesali perbuatannya, lalu ia bunuh diri de
ngan cara gantung diri. Isa berkata, “Seandainya ia bertobat, niscaya
Allah menerima tobatnya.”
Kemudian Isa menanyakan kepada mereka tentang seorang pela
yan yang ikut bersama mereka. Mereka menjawab bahwa pelayan ter
sebut bernama Yahya. Maka Isa berkata, “Dia ikut bersama kalian,
dan sekarang berangkatlah kalian, sesungguhnya setiap orang itu ke
lak akan berbicara dengan bahasa kaumnya, maka berilah mereka
peringatan dan serulah mereka.” Konteks riwayat ini berpredikat garib
jiddan (aneh sekali).
Tafsir Ibnu Kasir 29
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada ka
mi Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Salamah, dari Ibnu
Ishaq yang menceritakan bahwa nama raja Bani Israil yang mengi
rimkan sejumlah pasukan untuk membunuh Isa a.s. adalah Daud, se
seorang dari kalangan Bani Israil pula. Setelah mereka sepakat untuk
membunuh Isa a.s., menurut berita yang sampai kepadaku, tiada se
orang hamba pun dari kalangan hambahamba Allah yang takut kepa
da mati seperti takut yang dialaminya, dan tiada orang yang lebih ge
lisah darinya dalam menghadapi hal itu, tiada seorang pun yang ber
doa agar dijauhkan dari mati seperti doa yang dilakukannya. Sehingga
menurut apa yang mereka duga, Isa a.s. berkata dalam doanya, “Ya
Allah, jika Engkau menghindarkan kematian ini dari seseorang makh
lukMu, maka hindarkanlah ia dariku.” Disebutkan bahwa sesungguh
nya kulit Nabi Isa (setelah mendengar berita itu) benarbenar mengu
curkan darah.
Lalu Isa dan semua sahabatnya memasuki tempat persembunyian
yang telah mereka sepakati, dan di tempat itulah akhirnya terjadi pe
ristiwa pembunuhan; jumlah mereka seluruhnya ada tiga belas orang,
termasuk Nabi Isa a.s. sendiri. Setelah Nabi Isa merasa yakin bahwa
semua sahabatnya telah masuk ke dalam tempat tersebut bersamanya,
lalu Nabi Isa mengumpulkan semua sahabatnya yang terdiri atas ka
langan Hawariyyin. Mereka ada dua belas orang, yaitu Firtaas,
Ya’gobus, WeOa dan Nakhas saudara Ya’gobas, Andreas, Philips,
Ibnu Yalma, Mateus, Tomas, Ya’gub ibnu Halgiya, Nadawasis,
Qntabiya, Yudas Raknya Yuta.
Ibnu Humaid mengatakan bahwa Salamah mengatakan dari
Ishaq, “Menurut kisah yang sampat kepadaku, ada seorang lelaki ber
nama Sarjis hingga jumlah mereka tiga belas orang selain Isa. Orang
orang Nasrani mengingkarinya karena Sarjislah yang diserupakan
dengan Isa di mata orangorang Yahudi.*’
Ibnu Ishaq mengatakan, “Aku tidak mengetahui apakah Sarjis
termasuk mereka yang dua belas orang itu, ataukah dia termasuk sa
lah seorang dari mereka yang tiga belas. Karena itulah mereka me
ragukannya di saat mereka mengiyakan kepada orangorang Yahudi
30 Juz 6-An-Nisa
tentang tersalibnya Isa. Mereka (orangorang Nasrani) tidak memper
cayai berita mengenai hal tersebut yang disampaikan oleh Nabi
Muhammad Saw.”
Jika jumlah mereka seluruhnya ada tiga belas orang ketika me
masuki rumah persembunyian itu, berarti semuanya ada empat belas
orang bersama Isa a.s. Jika jumlah mereka (Hawariyyin) ada dua be
las orang ketika memasuki rumah persembunyian itu, berarti seluruh
nya ada tiga belas orang (bersama Isa as.).
Ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku seorang le
laki yang dahulunya beragama Nasrani, kemudian masuk Islam; bah
wa Isa ketika mendapat wahyu dari Allah Swt. yang mengatakan,
“Sesungguhnya Aku akan mengangkatmu kepadaKu.” Maka Isa ber
kata, “Hai golongan Hawariyyin, siapakah di antara kalian yang rela
menjadi temanku di surga? Syaratnya adalah dia mau menjadi orang
yang diserupakan dengan diriku di mata kaum, lalu mereka membu
nuhnya sebagai ganti dariku.” Maka Sarjis menjawab, “Aku bersedia,
wahai Ruhullah.” Isa a.s. berkata, “Duduklah kamu di tempatku!”
Maka Sarjis duduk di tempatnya, sedangkan ia sendiri diangkat
ke langit Lalu mereka memasuki rumah itu dan langsung menang
kapnya serta menyalibnya. Sarjislah orang yang disalib dan diserupa
kan dengan Isa di mata mereka.
Jumlah mereka di saat memasuki rumah itu bersama Isa telah di
maklumi, karena mereka mengintipnya dan menghitung jumlahnya.
Ketika mereka memasuki rumah itu untuk menangkap Isa, maka me
nurut penglihatan mereka, “mereka melihat adanya Isa dan para sa
habatnya, tetapi mereka kehilangan seorang lelaki dari jumlah keselu
ruhannya. Hal itulah yang membuat mereka berselisih pendapat me
ngenainya.
Sejak semula mereka tidak mengenal Isa, yaitu di saat mereka
memberikan hadiah tiga puluh dirham kepada Yudas sebagai imbalan
untuk menunjukkan dan mengenalkan Isa kepada mereka. Yudas ber
kata kepada mereka, “Jika kalian memasukinya, aku akan mencium
nya, maka Isa adalah orang yang aku cium itu nantinya.”
Ketika mereka memasuki rumah tersebut, Isa telah diangkat ke
langit; dan mereka melihat Sarjis yang diserupakan menjadi Isa a.s.,
sedang Yudas sendiri tidak meragukan bahwa Sarjis adalah Isa.
Tafsir Ibnu Kasir 31
Karena itu, ia langsung menciumnya, dan mereka menangkapnya, lalu
menyalibnya.
Setelah peristiwa itu Yudas menyesali perbuatannya, lalu ia
menggantung dirinya dengan tali tambang hingga mati. Dia adalah
orang yang terkutuk di kalangan orangorang Nasrani, padahal se
belumnya dia termasuk salah seorang sahabat Isa.
Sebagian orang Nasrani menduga bahwa orang yang diserupakan
dengan Isa itu adalah Yudas sendiri, lalu disalib oleh orangorang
Yahudi. Di saat disalib itu la mengatakan, “Sesungguhnya aku bukan
orang yang kalian cari, akulah orang yang menunjuki kalian kepada
nya.”
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, bahwa mereka menyalib
seorang lelaki yang diserupakan dengan Isa, sedangkan Isa sendiri
telah diangkat oleh Allah Swt. ke langit dalam keadaan hidup.
Tetapi Ibnu Jarir sendiri memilih pendapat yang mengatakan
bahwa yang diserupakan dengan Isa adalah semua sahabatnya yang
ada bersamanya.



Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru