Updates from December, 2009 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • SERBUIFF 9:42 am on 31/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: 91 Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata:` Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia `. Katakanlah:` Siapakah yang menurunkan kitab (Taur, biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.(QS. 6:91), kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran yang bercerai-cerai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al quran kepada mereka), padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)? `. Katakanlah:` Allah-lah (yang menurunkannya) `   

    91 Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata:` Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia `. Katakanlah:` Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran yang bercerai-cerai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)? `. Katakanlah:` Allah-lah (yang menurunkannya) `, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.(QS. 6:91) 

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al An’aam 91
    وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَى نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ قُلِ اللَّهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ (91)
    Allah swt. menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi telah menyimpang dari agama tauhid dan tidak mengikuti ajaran agama mereka dan telah mengkhianatinya. Gejala-gejala itu nampak pada sikap mereka. Mereka tidak menghormati keagungan Allah dengan penghormatan yang seharusnya diberikan. Mereka mengatakan bahwa Allah swt. tidak menurunkan kitab kepada seorang manusia. Perkataan mereka adalah bukti dari keingkaran mereka kepada Alquran. Hal ini berarti mereka tidak mengakui bahwa Allah berkuasa memberikan hidayah kepada manusia selain mereka, untuk kemaslahatan manusia sesuai dengan kehendak-Nya.
    Keingkaran mereka terhadap Alquran itu bukanlah timbul dari pikiran yang jernih dan bukan pula mereka dapati keterangannya dari kitab-kitab yang diturunkan sebelum Alquran akan tetapi keingkaran mereka itu adalah keingkaran yang tidak pada tempatnya. Sebab itulah maka Allah swt. memerintahkan kepada Muhammad saw. agar menerangkan kepada kaumnya yang ingkar itu, supaya mereka ingat bahwa Allah telah menurunkan Taurat kepada Musa a.s. Dengan kitab itulah Nabi Musa membawa kaumnya kepada agama tauhid dan terhindar dari kemusyrikan.
    Sesudah itu Allah swt. mengungkapkan kejahatan yang dilakukan oleh Bani Israel yang telah menyimpang dari kitab Taurat dan Injil. Mereka menyampaikan kitab-kitab itu tidak seutuhnya, ada bagian-bagian yang disampaikan dan ada bagian-bagian yang tidak, sehingga timbullah perbedaan paham di kalangan mereka. Sebabnya tiada lain hanyalah, karena mereka dipengaruhi oleh pemujaan pemimpin yang menyuruh mereka memperturutkan hawa nafsu, bahkan dalam hal menyelesaikan persengketaan, mereka menampakkan hukum-hukum yang terdapat dalam Taurat itu apabila hukum itu bersesuaian dengan keinginan mereka, akan tetapi apabila hukum itu bertentangan dengan kehendaknya, hukum itu ditinggalkan. Di antara ketetapan hukum yang mereka sembunyikan itu ialah hukum rajam dan berita tentang kedatangan Nabi Muhammad saw.
    Maksud pengungkapan kejahatan nenek moyang mereka ialah untuk mengetuk hati mereka, agar mereka dapat menilai kenyataan yang sebenarnya dan mengakui kebenaran Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
    Dalam pada itu Allah swt. menyerahkan kepada orang-orang musyrik agar menerima ajaran wahyu yang disampaikan Allah kepada Muhammad saw. Kitab itu mengandung ajaran yang membukakan tabir rahasia yang tidak diketahui oleh mereka sendiri dan oleh nenek moyang mereka.
    Allah swt. memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw. untuk menyatakan bahwa perkataan mereka orang-orang Yahudi itu bahwa Allah tidak menurunkan kitab kepada manusia adalah tidak benar dan menyuruhnya menanyakan kepada mereka, siapakah yang menurunkan Taurat kepada Musa a.s. Pernyataan yang tegas ini merupakan tantangan bagi perkataan mereka.
    Pada akhir ayat ini Allah swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya bahwa setelah mereka mendapat keterangan-keterangan yang telah terbukti kebenarannya itu tetapi mereka masih tetap tidak mau menyadari dan tidak mau percaya juga akan kebenaran Alquran, supaya membiarkan mereka ditelan arus kebatilan dan kekafiran.

    http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?pageno=5&SuratKe=6#91

     
    • camar 2:56 pm on 13/08/2012 Permalink | Reply

      Apakah Muhammad Itu Orang Yang Tepat Untuk Menyampaikan Wahyu?

      Satu dari sifat Islam yang penting adalah pengakuan Muhammad bahwa dia dikirim untuk memperbaiki firman-firman yang disampaikan nabi-nabi terdahulu. Dia menyatakan bahwa Yesus, Musa, Adam semuanya adalah para Muslim pilihan Allah yang dipilih untuk menyampaikan firmanNya, tapi mereka semua gagal melaksanakannya. Hal ini membuktikan bahwa Allah berulang-kali gagal memilih orang yang tepat untuk menyampaikan pesanNya. Allah telah mengirim nabi-nabi untuk mengganti nabi-nabi yang terdahulu dan ini semua menimbulkan keraguan tentang kemampuan Allah mengambil keputusan. Tidakkah Dia tahu bahwa nabi-nabi yang dipilihanya itu bakal gagal melaksanakan tugas? Terlebih lagi, nabi yang terakhir juga gagal pula dan Islam bukannya menjadi agama dominan dunia, tapi malahan jadi agama yang paling dibenci dan ditakuti.

      Juga, tampaknya Muhammad tidak suka dengan sifat-sifat yang biasanya kita kenal dari seorang nabi. Aku tidak mau membahas sifat dia secara mendalam dalam tulisan ini, tetapi aku lebih ingin mempertanyakan perihal pewahyuan di mana si penerima wahyu, yakni Muhammad, buta huruf. Pertanyaan tentang bisa tidaknya nabi membaca tampaknya tidak dianggap penting dalam Islam karena mereka percaya di surga sudah terdapat kitab suci yang di-edit sendiri oleh Allah tapi disebarkan di dunia oleh nabinya. Kenyataannya, Muhammad punya banyak sekretaris (juru tulis) yang menuliskan ayat-ayat Qur’an dan karena dia sendiri buta huruf, maka tentunya dia tidak bisa memeriksa benar tidaknya penulisan ayat-ayat ini. Nasib umat tergantung dari tulisan para sekretaris ini yang kemampuannya juga tidak jelas. Yang diikuti oleh 1,2 milyar Muslim sebagai firman Allah sebenarnya bukanlah wahyu yang diterima Muhammad dan bahkan bukan yang dikatakan Muhammad, tapi apa yang ditulis oleh banyak sekretaris yang hasil tulisannya juga belum tentu diperiksa ketepatannya. Aku heran mengapa Allah sendiri memilih nabi yang buta huruf dan hal ini malahan semakin membuktikan bahwa Allah gagal memilih orang yang tepat untuk menyampaikan firmanNya.

      Apakah Qur’an Itu Merupakan Pesan Yang Tepat?

      Qur’an mengaku sebagai buku yang mudah dimengerti, jelas, dan singkat, tapi kelakuan para Muslim tidak membuktikan hal itu sama sekali. Terdapat lebih banyak sekte pecahan dalam Islam dibandingkan agama monoteistik manapun di dunia. Terlebih lagi, permusuhan antar sekte ini sangat buas biadab dan persis sama seperti mental barbar suku-suku Arab abad ke 7M. Perang Iran-Irak dan kekerasan sektarian di Pakistan mengingatkan kita kembali akan kentalnya kebencian antar aliran-aliran dalam Islam “agama damai” atau lebih tepatnya “agama sangar.” Padahal katanya Allah mengirim Qur’an sebagai buku penuh ajaran damai dan jelas bagi manusia.

      Belum lagi catatan buruk sejarah tentang hubungan (interaksi) islam dengan agama-agama lain. Kata toleransi tidak ada dalam kamus Qur’an. Tiada toleransi terhadap agama lain, penindasan, kebencian terhadap wanita, tiadanya pemikiran kritis, keterbelakangan dan kemiskinan hebat merupakan ciri khas negara-negara Islam yang mengikuti Qur’an secara harafiah. Contoh yang paling jelas adalah Afghanistan.

      Allah-nya islam gagal dalam segala hal dan makhluk yang gagal melulu tentunya tidak bisa dianggap sebagai Tuhan.

      Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2008/08/auwloh-yang-gagal-melulu.html#ixzz23REtzAHU

  • SERBUIFF 9:38 am on 31/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: Ahli Kitab, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.(QS. 5:15), menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami   

    15 Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.(QS. 5:15) 

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Maa-idah 15
    يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ (15)
    Menurut riwayat Ibnu Jarir, Ikrimah dia memberitakan bahwa orang-orang Yahudi bertanya kepada Rasulullah tentang hukum rajam (dilempari dengan batu sampai mati), lalu Rasulullah bertanya pula siapa di antara mereka yang lebih banyak pengetahuannya (dalam agama mereka).
    Mereka menunjuk kepada Ibnu Sauriya. Lalu Rasulullah meminta kepadanya, “Demi yang menurunkan Taurat kepada Musa, demi yang mengangkat bukit Tursina dan ikatan-ikatan janji dari Bani Israel, supaya ia menerangkan hukum zina”. Mendengar itu timbul dalam hati Ibnu Sauriya semacam perasaan takut lalu menjawab, “Tatkala banyak kejadian pada kami, maka kami memukul seratus kali dan mencukur kepala mereka.” Mendengar itu maka Nabi menghukum dengan rajam (juga orang Yahudi yang berzina sama hukumannya dengan orang Islam yang berzina) kemudian turun ayat ini.
    Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw. telah datang menerangkan sebagian dari apa yang mereka sembunyikan tentang syariat Allah yang tersebut dalam Taurat. Di antaranya apa yang diterangkan oleh Nabi seperti perhitungan amal dan balasannya di hari akhirat dan hukum rajam tetapi banyak pula yang dibiarkannya karena dianggapnya tidak begitu perlu lagi, seperti yang berkenaan dengan datangnya Muhammad saw sebagai Nabi yang terakhir dan sifat-sifatnya.
    Yang mendorong mereka untuk menyembunyikan apa yang mereka ketahui dari Taurat ialah secara umum adalah disebabkan takut akan kehilangan kedudukan, pengaruh dan lain-lainnya yang berhubungan dengan keduniaan termasuk perasaan yang tidak lepas dari mereka, yaitu bahwa mereka adalah keturunan atau umat dari Nabi yang terbaik yakni keturunan dari Nabi Ishak, sedang Nabi Muhammad saw. adalah keturunan Nabi Ismail.
    Keadaan Nabi Muhammad yang ummi (tidak tahu menulis dan membaca) menambah keberanian mereka untuk menyembunyikan apa yang ingin mereka sembunyikan, karena mereka mengira Nabi Muhammad tidak akan mengetahuinya tetapi persangkaan mereka meleset dengan turunnya wahyu (Alquran), kepada Nabi yang mengungkapkan sebahagian dari yang mereka sembunyikan itu yang menyebabkan banyak pendeta Yahudi masuk Islam.
    Hukum rajam yang disembunyikan oleh Yahudi kepada Nabi Muhammad saw. masih terdapat sekarang dalam kitab Ulangan.
    Selanjutnya Allah menerangkan arti “telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menjelaskan”. Yang dimaksud dengan cahaya di sini ialah Nabi Muhammad saw. karena ia telah menerangi umat manusia dari alam kejahilan ke alam keimanan dan pengetahuan. Sedang yang dimaksud dengan “kitab yang menjelaskan” di sini ialah Alquran yang menjelaskan syariat Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dan menjelaskan pula rahasia Ahli Kitab yang suka mengubah dan menyembunyikan sebahagian isi Taurat dan Injil.

    http://alquranonline.co.cc/

     
  • SERBUIFF 9:21 am on 31/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, 79 Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, karena apa yang mereka kerjakan.(QS. 2:79), lalu dikatakannya: `Ini dari Allah`   

    79 Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: `Ini dari Allah`, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.(QS. 2:79) 

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 79
    فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ (79)
    Kemudian sesudah Allah menerangkan mereka yang berpegang kepada sangkaan belaka, maka disusullah dalam ayat ini dengan keterangan tentang orang-orang yang terlibat dalam pemalsuan kitab suci yaitu mereka yang menyesatkan dengan mengada-adakan dusta terhadap Allah dan memakan harta orang lain dengan secara tidak sah.
    Orang-orang yang bersifat seperti itu akan ditimpakan kepada mereka kecelakaan yang besar terutama kepada pendeta mereka yang menulis kitab Taurat dengan menuruti kemauannya sendiri, kemudian mengatakan kepada orang awam, bahwa inilah Taurat yang sebenarnya.
    Mereka berbuat begitu adalah untuk mendapatkan keuntungan duniawi seperti pangkat, kedudukan dan harta benda.
    Allah menerangkan bahwa keuntungan yang mereka ambil itu adalah amat murah (sedikit), dibanding dengan kebenaran yang dijualnya itu yang sebenarnya sangat mahal dan tinggi nilainya. Kemudian Allah mengulangi ancaman-Nya terhadap kelakuan Pendeta Yahudi itu, bahwa kepada mereka akan ditimpakan siksa yang pedih.
    Pendeta-pendeta Yahudi yang telah menulis Taurat itu telah melakukan tiga kejahatan, yaitu:
    1.Menyembunyikan sifat-sifat Nabi saw yang tersebut dalam Taurat.
    2.Mengadakan dusta kepada Allah.
    3.Mengambil harta orang dengan cara yang tidak sah.
    Muhammad Abduh berkata, “Barang siapa ingin mengetahui perilaku orang orang Yahudi masa lalu, hendaklah ia melihat dan memperhatikan perilaku mereka pada masa sekarang. Maka akan terlihat perilaku mereka dalam lembaran yang terang dan jelas. Akan terlihat pula kitab yang disusun mengenai akidah dan hukum-hukum agama yang telah dibelokkan dari maksud-maksud yang sebenarnya, dirubah sehingga menimbulkan kekacauan pada manusia dan kerusakan dalam agama mereka”.
    Para pendeta itu berkata, “Kitab ini dari Allah”. Padahal kitab itu sama sekali bukan dari Allah. Sesungguhnya kitab tersebut hanyalah menghambat manusia untuk memperhatikan kitab Allah dan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya. Perbuatan yang demikian itu hanyalah dilakukan oleh salah satu di antara dua orang :
    1.Orang yang memang keluar dari agama, yang sengaja merusak agama dan menyesatkan pengikut-pengikutnya. Ia memakai pakaian agama dan menampakkan diri sebagai orang yang mengadakan perbaikan untuk menipu manusia agar orang-orang tersebut menerima apa yang dia tulis dan apa yang dia katakan.
    2.Orang yang sengaja menakwilkan dan sengaja membuat tipu muslihat agar mudah bagi manusia menyalahi agama. Orang ini berbuat demikian adalah untuk mencari harta dan kemegahan.

    http://alquranonline.co.cc/

     
  • SERBUIFF 9:00 am on 31/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary   

    Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary 

    Dialog Masalah Ketuhanan Yesus
    oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary

    PENGANTAR

    Bismillahirahmannirrahim.

    Belakangan ini telah banyak dari jemaah Kristen yang meninggalkan agamanya. Mereka itu berpindah Agama tanpa paksa atau karena imannya digoyang dengan bujuk-bujukan, atau karena lainnya, melainkan dengan kesadaran, antara lain melalui dialog seperti yang terjadi di Sumenep (Madura) antara Kiai Bahaudin Mudhary dengan Saudara Antonius Widuri.

    Karena kami memandang perlu dan penting akan jalan dan isinya dialog yang berlangsung dengan ramah tamahnya di Sumenep antara dua tokoh Islam dan Kristen itu, maka kami mengambil keputusan untuk menerbitkannya berupa buku-kecil seperti yang ada ini.

    Yang memegang peranan penting dalam dialog itu ialah rasio dan logika yang keluar dari akal yang sehat, sentimen dan dogma tidak mendapat tempat. Karenanya, Saudara Antonius Widuri melihat adanya kebenaran pada Islam, dan melihat dengan terang pula kelemahan-kelemahan pada kitab-kitab Injil. Akhirnya Saudara yang memperoleh hidayah Allah s.w.t. melepaskan agamanya (Kristen), dan memeluk agama Islam.

    Sebenarnya masih banyak jemaah Kristen yang mencari kebenaran seperti Saudara Antonius Widuri tersebut, hanya belum menemui jalannya. Bagi mereka itu adalah buku ini dapat digunakan sebagai penunjuk jalan.

    Adapun bagi Ummat Islam sendiri yang menemui keadaan dan kenyataan, bahwa mereka masih sering didatangi oleh penginjil-penginjil ke rumah-rumah mereka untuk di Kristenkan, kiranya buku ini dapat dijadikan senjata untuk berdialog dengan mereka. Dan lebih jauh dari pada itu, supaya isi dari buku ini menambah kuatnya iman Ummat Islam, tidak mudah digoncangkan oleh bujukan-bujukan, serta lainnya untuk diajak berpindah agama.

    Akhirulkalam semoga buku yang memuat verslag dialog tentang “Ketuhanan Yesus” ini menemui akan maksud penerbitnya.

    Wassalam,
    Penerbit
    A. Musaffa Basjyir

    Penerbit Kiblat Centre Jakarta 1981
    Versi di atas ini merupakan kumpulan posting dalam milis
    di lingkungan ISNET yang diposting oleh:
    From: Dwi Santoso
    To: “‘Islam’”

    ASAL MULA TERJADINYA PERTEMUAN
    PERTEMUAN MALAM PERTAMA

    Pada malam selasa tanggal 9 Maret 1970, salah seorang santri dari Pesantren Sumenep Sdr. Marzuki mengadakan sekadar selamatan Tahun Baru Islam (1 Muharram tahun Hijriah) yang dihadiri oleh beberapa santri lainnya. Beberapa saat kemudian datang dua orang saudara bernama Markam dan Antonius Widuri (keduanya adalah tim akuntan) yang oleh kantornya Di Jakarta ditugaskan di PN. Garam Kalianget. Saudara Markan berasal dari Padang beragama Islam dan Saudara antonius Widuri berasal dari Jogjakarta beragama Kristen sejak kecil dan memang dari keluarga Kristen Katolik Roma.

    Kedatangan saudara Markam dan Antonius Widuri pada selamatan tersebut ingin menemui Kyai Bahaudin Mudhari yang memang sudah dikenal sebelumnya. Oleh kawan-kawan, terutama oleh saudara Marzuki selaku tuan rumah, kedatangan dua saudara ini disambut dengan ramah tamah dan rasa gembira.

    Kemudian saudara Markam menerangkan kedatangannya dari Kalianget ke Sumenep menyertai saudara Antonius Widuri, sengaja untuk menemui Kyai Bahaudin Mudhari, berhubung dengan keinginannya yang sudah lama terkandung untuk membandingkan tentang masalah Ketuhanan dalam agama Kristen dan Islam. Juga soal yang berhubungan dengan i’tikat, kepercayaan diantara kedua agama tersebut

    Menurut saudara Markam, karena bapak Kyai sedang tidak berada di sini, kalau bisa di lain waktu saja untuk menemui beliau. Akan tetapi sekiranya bapak Kyai dan Tuan Rumah serta saudara-saudara disini tidak berkeberatan, minta supaya diperkenankan untuk menguraikan isi hatinya agar saudara-saudara tidak salah paham, karena hal tsb, hanya dari hai-kehati saja, yakni soal keyakinan pribadi semata-mata.

    Kawan-kawan tidak berkeberatan asalkan berkisar soal agama saja, dan tidak ada kata-kata singgungan terhadap siapapun. jadi hanya merupakan soal jawab antara pribadi dengan pribadi saja.

    Bapak Kyai Bahaudin menerangkan, sekiranya soal jawab antar pribadi ini tidak selesai malam ini juga, apakah akan dilanjutkan pada malam yang lain. Oleh saudara Markam dan Antonius dijawab bahwa yang penting adalah kepuasan, walaupun memerlukan waktu lama baik siang maupun malam. Kalau begitu menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita dapat menamakan pertemuan ini adalah pertemuan pertama. Dengan catatan pertemuan pribadi semata bukan pertemuan dengan undangan.

    Perlu diterangkan dalam soal jawab ini nama-namanya disingkatkan. Huruf: “BM” untuk bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan huruf “AW” untuk Antonius Widuri atau Sdr. Markam, karena saudara Markam sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius.

    PERSETUJUAN BERSAMA

    BM: Sebelum diadakan pertemuan, saya pandang perlu menentukan sesuatu yang dirasa penting yang patut kita atur terlebih dahulu.

    AW: Hal itu kita serahkan saja kepada bapak Kyai bagaimana baiknya pertemuan kita ini.

    BM: Apakah tidak sebaiknya pertemuan kita ini dicatat saja dan bila perlu kita gunakan tape recorder untuk dijadikan kenang-kenangan.

    AW: Baiklah, kita setuju pendapat bapak Kyai.

    BM: Kalau begitu saya akan minta bantuan kepada seorang saudara untuk mencatat pembicaraan kita masing-masing. Dan apakah saudara tidak keberatan hasil pembicaraan kita nanti sekiranya panjang perlu untuk diketahui umum juga, sebaiknya kita jadikan buku (dibukukan).

    AW: Buat saya tidak keberatan asal membawa manfaat untuk umum.

    BM: Jadi saudara setuju.

    AW: Ya sangat setuju.

    BM: Terima kasih, sekarang saya ingin menanyakan maksud saudara menemui saya. Dan tadi saudara menyebut tentang agama Kristen dan Islam.

    AW: Begini Pak Kyai, secara terus terang dengan hati ikhlas saya sampaikan bahwa saya adalah seorang yang beragama Kristen Katolik. Seringkali juga saya membaca buku-buku agama Islam, dan majalah-majalah Islam, terutama majalah Kiblat yang terbit di Jakarta. Dengan membaca buku-buku dan majalah-majalah tsb, lalu timbul keinginan saya untuk mempelajari dan meneliti agama Islam. Akan tetapi keinginan itu selalu saya sembunyikan saja.

    BM: Dimanakah saudara mendapat buku-buku Islam dan majalah Kiblat?

    AW: Secara tidak sengaja, saya sering menemukan di meja kawan. Mula-mula saya tidak menghiraukan, karena buku dan majalah tersebut berlainan dengan keyakinan saya. Pada suatu malam saya tidak bisa tidur, padahal saya ingin istirahat, lalu saya mondar-mandir di kamar tidur, keluar masuk kamar, lalu saya lihat majalah Kiblat di atas meja, mungkin kepunyaan kawan yang ketinggalan waktu bertamu ketempat saya. Secara tidak sengaja saya ambil majalah tsb, tanpa kesadaran saya bawa ketempat tidur, lalu saya buka-buka lembaran, mungkin ada bacaan atau cerita-cerita yang dapat mendorong saya tidur. Kemudian pada suatu halaman, saya menjadi terkejut melihat suatu artikel tentang “Kristen,” tanpa pikir saya membacanya. Mula-mula hati saya selaku seorang Kristen merasa tersinggung, akan tetapi seolah-olah ada daya tarik yang memerintahkan saya supaya terus membacanya pada saat itulah secara tiba-tiba muncul dorongan hati saya untuk berpikir dan meneliti kebenaran keyakinan saya. Entah karena apa saya lantas ingin membaca buku-buku Islam dan majalah-majalah islam. Malah seringkali saya cari-cari pinjaman majalah Kiblat pada kawan-kawan yang berlangganan. Makin lama, bertambah timbul dorongan hati saya untuk meneliti ajaran Islam dan Kristen, dan ingin membandingkan tentang ketuhanan antara dua agama tersebut Secara diam-diam saya terus membaca-baca buku Islam disamping membaca kitab Injil yang menjadi keharusan saya selaku pemeluk agama Kristen.

    BM: Apakah saudara telah mempelajari Kitab Injil cukup mendalam?

    AW: Menurut perasaan saya, Kitab Injil itu telah saya pelajari dan saya anggap cukup mendalam. Ini hanya menurut ukuran kemampuan yang ada pada saya saja. Entah dalam penilaian orang lain.

    BM: Kemudian bagaimana kelanjutan keinginan saudara?

    AW: Setelah saya meneliti buku-buku Islam dan Kristen yang saya temui maka dorongan hati saya untuk melepaskan keinginan saya tak dapat saya tahan. Lalu saya mulai tanya-tanya tentang agama Islam pada beberapa orang yang saya temui, tetapi keterangannya itu belum ada yang memuaskan hati saya.

    BM: Kepada siapa saja saudara bertanya tentang ajaran Islam?

    AW: Kepada siapa saja yang saya temui, disamping pembicaraan lain. Jadi saya bertanya-tanya merupakan selingan-selingan dari pada yang menjadi pokok pembicaraan. Jadi tidak secara langsung.

    BM: Setelah itu adakah suatu pengaruh pada saudara?

    AW: Ya, anehnya saya mulai tidak rajin lagi pergi ke gereja. Mungkin inilah pengaruhnya.

    BM: Kemudian bagaimana?

    AW: Oleh karena saya tidak merasa puas dari orang-orang yang memberikan keterangan tentang Islam, lalu saya bicarakan kepada saudara Markan. Oleh saudara Markan saya diajak kerumah bapak Kyai Baha. Maka saya perlukan datang kemari diantar oleh saudara Markan.

    BM: Mungkin saudara belum mendalam mempelajari kitab Injil. Apakah tidak sebaiknya saudara meneliti kembali ajaran-ajaran agama Kristen sebelum diadakan pertemuan lebih lanjut.

    AW: Kalau begitu apakah orang yang bukan pemeluk Islam tidak dibolehkan mempelajari agama Islam?

    BM: Bukan begitu, maksud saya agama Islam itu bersikap toleransi terhadap semua agama dan pemeluknya. Memang para pemeluk Islam diwajibkan berdakwah kepada siapa saja yang mau menerimanya. Tetapi Islam melarang pemaksaan pada orang lain untuk memeluk agama Islam.

    AW: Akan tetapi, saya pun memeluk agama Kristen bukan karena ikut-ikutan. Pendirian saya setiap orang bebas memilih agama menurut keyakinanya dan berpindah agama menurut keyakinannya pula, yang tentu sebelumnya didahului oleh penelitian dan pertimbangan-pertimbangan yang mendalam sesuai dengan kemampuannya, baik dengan perantaraan buku-buku, Kitab-kitab, maupun soal jawab (diskusi) atau lainnya.

    BM: Betul akan tetapi asalkan dengan cara yang wajar sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran antara pemeluk suatu agama dan penganut agama yang lain.

    AW: Itulah yang saya maksudkan agar kedatangan saya kepada bapak Kyai tidak sampai timbul sangka-sangka dan dugaan-dugaan yang tidak wajar melainkan dengan tujuan mencari kebenaran dalam memeluk suatu agama diatas dasar penelitian dari segi rasio maupun ilmu jiwa, dari segi ilmiah, sehingga menimbulkan keyakinan yang kokoh dalam jiwa saya. Keyakinan yang teguh dan kokoh tentunya tidak mungkin menjadi ikut-ikutan.

    BM: Memang seharusnya demikian.

    AW: Ada saya jumpai, penganut suatu agama disebabkan karena keturunan karena ayah dan ibunya menganut suatu agama, karena pengaruh pergaulan, lingkungan, pengaruh keadaan atau bisa jadi maksud untuk berlindung atau lainnya. Oleh karenanya saya berani bersumpah bahwa saya tidak termasuk pada orang-orang yang saya sebutkan diatas.

    BM: Saya hargai pendirian saudara.

    AW: Oleh karena itulah saya menemui bapak Kyai untuk menguraikan isi hati saya yang telah lama saya kandung. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya bapak Kyai memberikan waktu kepada saya. Terserah menurut kesempatan bapak Kyai, karena sekarang sudah tengah malam. Akan tetapi sebisa-bisanya secepat mungkin.

    BM: Baik, besok malam saja saudara datang lagi, dengan catatan tidak usah memberitahukan dulu pada orang lain. Saya usahakan tempatnya.

    AW: Akan tetapi bagaimanakah kalau ada orang yang datang ingin mendengarkan saja.

    BM: Pokoknya pertemuan kita usahakan supaya tidak sampai diketahui orang lain, tetapi kalau dipandang perlu saya kira boleh saja, daripada hasil pertemuan kita beritahukan. Sekiranya besok malam ada orang datang hanya ingin mendengarkan, hal itu terserah kepada mereka sendiri, pokoknya kita tidak mengundang mereka dan mereka tidak mengganggu ketertiban dan kelancaran dalam pertemuan kita.

    AW: Baiklah, semoga pertemuan kita dapat diatur antara pribadi dengan pribadi bukan untuk umum.

    BM: Memang demikianlah rencana saya dan supaya saudara-saudara yang ada disini tahu.

    AW: Saya setuju pendapat bapak Kyai.

    BM: Adakah saudara mempunyai kitab Injil.

    AW: Ya, saya mempunyai kitab: Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan yang berbahasa Inggris “The Holy Bible” dan ada juga kitab bahasa Belanda “Bijbellezingen voor het Huisgezin” dan ada juga “Alkitab” terbitan tahun 1968 dan yang terbitan tahun 1970 dan kitab “Zabur.”

    BM: Saya harap kitab-kitab yang saudara sebutkan itu dibawa semuanya besok malam.

    AW: Ya saya akan bawa semuanya. Apakah bapak Kyai juga mempunyai kitab tersebut

    BM: Dulu pernah mempelajarinya, tetapi dipinjam oleh kawan yang sampai sekarang belum dikembalikan, namun saya telah membacanya.

    AW: Kalau begitu saya akan bawa semua kitab-kitab Kristen yang ada pada saya.

    BM: Harapan saya memang demikian.

    MALAM KEDUA

    BM: Sejak kapan saudara beragama Kristen?

    AW: Sejak saya dilahirkan.

    BM: Apakah saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu agama yang paling benar?

    AW: Ya, memang saya menyadari.

    BM: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci?

    AW: Ya, saya yakin sekali.

    BM: Dari siapakah pengertian saudara bahwa Bibel itu dari Tuhan Yang Maha Suci?

    AW: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-Rasul Matius, Lukas, Yohanes dan Rasul Markus.

    BM: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel Bersih dari pada kesalahan-kesalahan.

    AW: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang bapak maksudkan.

    BM: Misalnya: Pada suatu saat ada orang mengabarkan pada saudara si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satunya yang benar?

    AW: Di antara keduanya itu tentu salah satu yang benar atau keduanya salah dan mustahil kedua-duanya benar.

    BM: Satu misal lain, si A mempunyai 3 orang anak dan orang lain mengatakan si A mempunyai 10 anak. Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya atau salah satu yang benar?

    AW: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang benar atau salah semuanya.

    BM: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat saudara?

    AW: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan diantara keduanya.

    BM: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat didalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu akan dinamakan Kitab suci?

    AW: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan.

    BM: Jadi kalau begitu bukan Kitab suci lagi?

    AW: Betul, kesuciannya telah batal.

    BM: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya, kesuciannya atau kebenarannya, karena diantara ayat-ayatnya terdapat perselisihan.

    AW: Yang jelas diantara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atu sudah dicampur adukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya ternoda. Ringkasnya sudah tidak suci lagi.

    BM: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain apakah saudara masih berkeyakinan Bibel itu kitab suci?

    AW: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci. Terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian bapak, apakah ayat-ayat Bibel ada yang berselisih?

    BM: Ya, banyak yang berselisih.

    AW: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru.

    BM: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain.

    AW: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa?

    BM: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal: Pertama soal Ketuhanan Yesus, karena soal ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan. Sesudah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam kitab Bibel. Bagaimana pendapat saudara?

    AW: Baik, saya menyetujui pendapat bapak.

    BM: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan saudara bahwa Yesus menjadi anak Tuhan?

    AW: Dalam “Matius,” pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian: “Maka suatu suara dari langit mengatakan: “Inilah anakku yang kukasihi. Kepadanya aku berkenan.” Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, bahwa “Yesus itu anak Allah.”

    BM: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 5 ayat 9.

    AW: Baik. Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah.”

    BM: Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan ” Anak Allah” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap anak Allah, maka semua orang yang mendamaikan manusia pun menjadi anak-anak Allah juga. Jadi bukan Yesus saja Anak allah tetapi ada terlalu banyak.

    AW: Dalam “Yohanes” pasal 14 ayat 9 disebutkan “Siapa yang sudah tampak Aku, ia sudah tampak Bapa,” dan di ayat 10 disebutkan: “tiadakah engkau percaya bahwa aku ini didalam Bapa, dan Bapapun didalam Aku? Segala perkataan yang aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal didalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu.”

    BM: Baiklah. Silahkan saudara periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 23.

    AW: Baik. Di pasal ini disebutkan bahwa: “Aku di dalam mereka itu, dan Engkau didalam Aku; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.”

    BM: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku di dalam mereka.” Kata “mereka” di ayat ini ialah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan “dengan aku” ialah Yesus. Jadi kata “AKU” beserta mereka artinya Yesus beserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu beserta Yesus dan para sahabatnya. Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa maka saudara pun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang itu. Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan,melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan bukan hanya Tritunggal tetapi 15-tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tsb, yang manakah yang benar. Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi Tunggal. Ayat manakah yang akan saudara yakini, yang tiga menjadi tunggal ataukah yang 15 itu?

    AW: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya.

    BM: Tentu akan lebih membingungkan saudara kalau saya tunjukkan ayat yang lain. silahkan periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 3.

    AW: Baik! Disini menyebutkan: “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

    BM: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap, cetakan ke II disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal) dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian, manakah yang benar. Di satu ayat menyebutkan Tuhan dengan Yesus menjadi satu di lain ayat 15 menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu Tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu pesuruh Allah bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara suatu Kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

    AW: Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian?

    BM: Ayat yang bagaimana yang saudara maksudkan?

    AW: Ayat yang menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), bukan tiga menjadi satu.

    BM: Silahkan buka di “Ulangan” pasal 4 ayat 35.

    AW: Baik. Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.”

    BM: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal.

    AW: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama. Apakah terdapat juga di Perjanjian Baru?

    BM: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah. Silahkan saudara buka Markus pasal 12 ayat 29.

    AW: Baik. Di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka jawab Yesus kepadanya. hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa.”

    BM: Periksa lagi di Perjanjian Lama di “Ulangan” pasal 6 ayat 4.

    AW: Baik, di sini disebutkan: “Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

    BM: Apakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi Kitab Sucinya Orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang Tunggalkah atau yang tiga menjadi Tunggal. Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama. Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan Kitab suci itu ada yang salah; jadi bukan Kitab suci namanya.

    AW: Betul, salah satu pasti salah atau kedua-duanya salah.

    BM: Kalau demikian apakah dapat diyakini kebenarannya sebagai kitab suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar isinya.

    AW: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab suci itu.

    BM: Menurut kepercayaan saudara, apakah Yesus bersatu dengan Allah?

    AW: Ya demikian.

    BM: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu bersama Yesus?

    AW: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam “Yohanes” 10, 30 yang bunyinya sebagai berikut: “Aku dan Bapa itu satu adanya.” Demikian juga Roh suci sebab Roh suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun roh suci kepadanya dan dibaptiskan oleh pembaptis yaitu Yohanes. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh suci, Tuhan adalah Tunggal.

    BM: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 27 ayat 46.

    AW: Baik, dipasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya: “Eli, Eli lama sabaktani,” artinya “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku.”

    BM: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehingga Yesus sendiri minta tolong.

    AW: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.

    BM: Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib. Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa.

    AW: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bibel itu ada simpang siur.

    BM: Dari sebab itulah mengapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada Tuhan demikian. Dan saya lanjutkan pertanyaan, apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat?

    AW: Pasti dilaknat.

    BM: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapatkan ganjaran, karena menurut keterangan saudara, kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya.

    AW: Ini memang tidak masuk akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti; akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil. Sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya, sehingga tindakan tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Roh suci seperti roh malaikat sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.

    BM: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan; Manusia yang bersatu (kesurupan) jin itu apakah dia disebut jin.

    AW: Tidak!

    BM: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut Tuhan?

    AW: Mestinya tidak juga.

    BM: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusan (pesuruh) Tuhan. Sessuai dengan pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tersebut dalam “Yohanes’ pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: “Supaya mereka itu mengenal Engkau. Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

    AW: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu.

    BM: Menurut keterangan saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat, maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan makhluk-makhluk halus itu?

    AW: Benar begitu.

    BM: Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.

    AW: Mestinya begitu.

    BM: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut Doktrin Kristen hidup kembali tetapi ia mati.

    AW: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang mneyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.

    BM: Kalau begitu silahkan buka “Markus” pasal 13 ayat 31, 32.

    AW: Baik, ayat itu menyebutkan: “Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tidak diketahui oleh seorang juapun, baik segala malaikat yang di sorgapun tidak, anak itu pun tidak, hanyalah Bapa saja.”

    BM: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya hari kiamat, yang termasuk suatu yang gaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan.

    AW: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya di ayat ini dengan kata: “Anak,” yang berarti ia anak Tuhan.

    BM: Silahkan buka “Matius” pasal 1 ayat 16.

    AW: Baik. Disitu disebutkan: “dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.”

    BM: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut Silahkan periksa lagi “Keluaran” pasal 4 ayat 22.

    AW: Baik. Di situ disebutkan: “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian: ‘Inilah firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakku laki-laki,yaitu anakku yang sulung’.”

    BM: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak yang keberapa. silahkan buka lagi “Yeremia” pasal 31 ayat 9.

    AW: Ayat ini menyebutkan, “Akulah bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung.”

    BM: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak Tuhan itu banyak,bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan “Anak” dalam ayat itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.

    AW: Tetapi dalam “Matius,” pasal 1 ayat 18, menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari pada roh kudus.” Roh kudus artinya Roh Tuhan.

    Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak Tuhan, sebagaimana juga di “Matius” pasal 1 ayat 20 menyebutkan: “Yusuf bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata: “Hai Yusuf, anak Daud janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungan itu terbitnya dari pada Roh kudus.”

    BM: Kalau begitu silahkan buka: “Kisah Rasul,” pasal 6 ayat 5.

    AW: Baik, ayat itu menyebutkan: “Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stephanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Roh kudus, dan lagi Philippus, dan Prokhorus dan Nikanor dan Simion dan Parmenas dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.”

    BM: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Roh Kudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya para Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al-Qur’an, Roh Kudus (roh suci) itu berarti “Jibril.” Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para nabi yang terdahulu adalah Kudus.

    AW: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian?

    BM: Silahlan periksa surat petrus yang kedua pasal 3 ayat 2.

    AW: Baik. pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu.”

    BM: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan dengan kata lain bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. Lebih jelas harap saudara periksa dalam “Kisah Rasul,” pasal 5 ayat 32.

    AW: Ayat tsb menyebutkan: “Dan kami inilah saksi atas segala perkara itu,” demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia.”

    BM: Silahkan periksa lagi dalam ‘Lukas’, pasal 1 ayat 41.

    AW: Pasal ini menyebutkan bahwa: “Maka berlakulah tatkala Elisabet mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang didalam rahimnya itu dan Elisabet penuh roh kudus.”

    BM: Sudah jelas sekali bahwa arti Roh kudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabet (istri Zakaria) pun mestinya Tuhan juga.

    AW: Yesus dianggap Tuhan oleh karena ia mempunyai ro Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhannnya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.

    BM: Kalau begitu, silahkan periksa di “Kitab Raja-raja yang kedua” pasal 13 ayat 21.

    AW: Baik, disini ada menyebutkan: “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan ke dalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri.”

    BM: Disini menyebutkan malah tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati bahkan tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti tulang-tulang Elisa adalah tulang-tulang ketuhanan. Kalau Yesus di waktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa di waktu tak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya, yang di dalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Ilyaspun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di “Kitab Raja-Raja yang pertama,” pasal 17 ayat 22.

    AW: Ya, disini menyebutkan:

    “Maka didengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula.”

    BM: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap Tuhan juga.

    AW: Tetapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat.

    BM: Kalau begitu periksa “Kitab Raja-Raja yang kedua,” pasal 6 ayat 17 dan 30.

    AW: Ya di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.

    BM: Kalau begitu, Elisa pun harus diangap tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifat Tuhan.

    AW: Sekali lagi Yesus dapat menyembuhkan penyakit lepra (penyakit kusta).

    BM: Silahkan periksa kitab Raja-Raja yang kedua pasal 5 ayat 10 dan 11.

    AW: Baik. Di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.

    BM: Jadi Elisa pun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan?

    AW: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa pencampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.

    BM: Asal kejadian Nabi Adam tanpa bapak dan ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan. Juga Hawa asal kejadiannya tanpa ibu, iapun bisa dianggap juga Tuhan Wanita.

    AW: Tetapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa.

    BM: Kalau begitu Yesuspun berdosa, karena Yesus keturunan Maria, sedang Maria keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis.

    AW: Dimana cerita itu disebutkan?

    BM: Di Bibel. Silahkan saudara periksa”Lukas” pasal 4 ayat 5.

    AW: Baik. Disitu menyebutkan: “Maka Iblis pun membawa dia ke puncak gunung.”

    BM: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

    AW: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.

    BM: Para Nabi lainnya pun suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiripun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.

    AW: Tidak demikian, Nabi-nabi berbuat dosa tetapi Yesus tidak.

    BM: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.

    AW: Dimanakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan?

    BM: Silahkan saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.

    AW: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.”

    BM: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.

    AW: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.

    BM: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.

    AW: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan kedunia ini tanpa Bapak, melainkan Yesus saja. Jadi masih dapat dibenarkan kalau Yesus disebut “Putera Tuhan” atau “Tuhan Anak.”

    BM: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa Bapak saja.

    AW: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya.

    BM: Kalau kiranya ada, maka yang manakah diantara keduanya yang lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu.

    AW: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan lebih ajaib keadaannya dari pada kelahiran Yesus.

    BM: Benarkah demikian pendapat Saudara?

    AW: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib dari pada Yesus; akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab; dan Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.

    BM: Supaya lekas beres urusan ini, silahkan saudara periksa di Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci saudara sendiri.

    AW: Di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan?

    BM: Silahkan saudara periksa di “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut: “Adapun Melkisedek itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim.”

    “Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Melkisedek itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai.” Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal.”

    BM: Cukup, saudara telah membaca di kitab suci saudara sendiri, bahwa Melkisedek seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Melkisedek menjabat Tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran Melkisedek itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Melkisedek dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. Selain itu Melkisedek masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Melkisedek dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus?

    AW: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!!

    BM: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap dengan sendirinya.

    AW: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: “Maka pada mulanya ada itu Kalam maka Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah, dan kalau itu Allah. Ia itu pada mulanya serta dengan Allah.” Kata “Ia” di ayat ini maksudnya ialah “Yesus.” Jadi Yesus beserta dengan Allah.

    BM: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah: “Serta” atau beserta. Kalau ada orang berkata “Si Salim dengan si Amin” maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam-pun lain.

    AW: Bagaimana kalau Yesus disebut saja Anak Tuhan.

    BM: Saya sudah jelaskan tentang itu pada saudara dalam pembicaraan kita yang lalu. Dan saudara telah mengakui kebenaran keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita-pun tidak mungkin menodai ke Esa-an Tuhan.

    AW: Tetapi dalam kitab: “Wahyu,” pasal 22 ayat 13 menyebutkan: “Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir.”

    BM: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya ini silahkan saudara periksa di Kitab “Wahyu” tersebut pasal 21 ayat 6.

    AW: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku: “Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal dan yang Akhir.”

    BM: Jelas di ayat itu menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku,” Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini?

    AW: Tentu Allah yang berfirman.

    BM: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus.

    AW: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada.” Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.

    BM: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan.” maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: “seorang yang terkemudian,” dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: “Permulaan,” bukan pula “yang terkemudian,” bukan yang “awal,” maupun: “yang akhir.”

    AW: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak bisa disebut: “permulaan.” Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut “permulaan” dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut “yang terkemudian.”

    BM: Supaya lebih jelas kepada saudara maka saya hadapkan pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut “permulaan,” maka apa dengan dasar inikah saudara mengakui Yesus itu Tuhan.

    AW: Ya, betul begitu.

    BM: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan saudara, kalau sekiranya dalam kitab suci saudara ada menyebutkan bahwa ada seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui Tuhan juga oleh saudara.

    AW: Di pasal manakah menyebutkan demikian?

    BM: Sebelum saya tunjukkan, apakah saudara masih tetap berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada permulaan dan kesudahannya, sebagaimana saudara bertuhan kepada Yesus.

    AW: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.

    BM: Mestinya saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.

    AW: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.

    BM: Saya telah katakan dikitab suci saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.

    AW: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut: “Melkisedek yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah. maka kekallah ia selama-salamanya.”

    BM: Bagaimana perasaan saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Melkisedek.

    AW: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.

    BM: Bimbang atau tidaknya terserah saudara, yang jelas tidak ada niat sama-sekali untuk mengajak saudara meninggalkan Agama Kristen. Yang penting adalah diskusi dan penelitian semata-mata. Meneliti dan menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.

    AW: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak; maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan keyakinan saya dalam memeluk agama.

    BM: Silahkan saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam Agama Islam tidak ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da’wah), tidak lebih dari itu. Teruskanlah pertanyaan saudara.

    AW: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan dalam hati saya, namun apakah bapak masih bersedia menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan Anak Tuhan.

    BM: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi pengharapan saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena waktu sudah malam (Jam 12.25).

    AW: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan.
    ========================

    PERTEMUAN YANG KETIGA

    BM: Sebagaimana kita telah rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga musyawarah kita ini?

    AW: Memang demikian, karena kedatangan kami kemari khususnya untuk melanjutkan pertemuan kita kemarin malam.

    BM: Kalau tidak khilaf, pembicaraan kita masih berkisar dalam soal ketuhanan Yesus dalam Bibel.

    AW: Betul begitu. Kemarin malam saya mengharapkan agar bapak menunjukkan ayat-ayat dalam Kitab Injil; apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.

    BM: Kemarin malam, telah saya tunjukkan. Agar berurutan sebaiknya kita ulangi lagi ayat-ayat Injil tersebut, lalu akan saya tunjukkan lagi ayat-ayatnya yang lain; setujukah saudara pendapat saya ini.

    AW: Memang sebaiknya begitu, agar berurutan dan bertambah jelas baiklah diulangi lagi.

    BM: Silahkan Buka Matius pasal 1 ayat 16.

    AW: Baik, dalam pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.”

    BM: Di sini jelas, ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, sebagaimana telah saya terangkan dalam pertemuan pertama.

    AW: Ya, pada pertemuan pertama bapak telah terangkan dan saya telah mengerti. Menurut pendapat bapak, apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan kata: “Yesus dan Kristus.”

    BM: Apakah saudara belum mengetahui arti daripada dua buah kata tersebut?

    AW: Saya mengerti. Tetapi hanya untuk mencocokkan saja dengan penafsiran bapak.

    BM: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan,” melepaskan manusia daripada dosa.

    AW: Darimanakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa.

    BM: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan saudara. silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya.”

    BM: Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan ada beberapa lagi artinya yang lain: Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris disebut: “Christ the Lord,” didalam Injil bahasa Arab disebut: “Almasih Ar-Robb.” Kata “Lord dan Robb” artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23, dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12 ayat 29 dan di ayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.

    AW: Benar yang bapak maksudkan itu.

    BM: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29

    AW: Di sini menyebutkan: “Maka jawab Yesus kepadanya: ‘Hukum yang terutama inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang Esa’.”

    BM: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan sebagaimana telah saya terangkan.

    AW: Ya, sudah bapak terangkan kemarin malam.

    BM: Periksa lagi Ulangan pasal 4 ayat 35.

    AW: Di sini menyebutkan: “Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi.”

    BM: Kitab Injil saudara sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan. Inipun telah saya terangkan pada pertemuan kita kemarin malam.

    AW: Ya, saya sudah mengerti dan menerimanya.

    BM: Periksa lagi di Ulangan pasal 6 ayat 4.

    AW: Di Ulangan pasal dan ayat tersebut menyebutkan demikian: “Dengarlah olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

    BM: Jelas di kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. Bagaimana pendapat saudara. Kaum Kristen mengatakan Yesus itu tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut dirinya Tuhan.

    AW: Ya, saya tidak mengerti dan tambah bingung.

    BM: Biarlah tidak apa-apa. Marilah kita teruskan lagi. Periksa di Matius pasal 27 ayat 1.

    AW: Baik, di sini menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia.”

    BM: Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk membunuh Dia. Silahkan buka lagi di Matius pasal 26 ayat 38.

    AW: Di ayat ini ada menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: ‘Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu disini dan berjagalah sertaku.’”

    BM: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah ada Tuhan berduka cita. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan. Periksa lagi di Lukas pasal 2 ayat 11.

    AW: Baik di ayat ini menyebutkan: “Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud.”

    BM: Wajarkah Tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria). Terus periksa di Johanes pasal 5 ayat 30.

    AW: Baik, di sini menyebutkan: “Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku.”

    BM: Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Wajarkah Tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Di ayat itupun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan yang mengutus dia. Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh siapapun. Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan diutus oleh tuhan. Yang diutus itu tentu bukan Tuhan.

    AW: Kalau berdasarkan ayat tersebut, memang benar keterangan Bapak.

    BM: Kalau begitu jelas bahwa:

    Yesus Datang kedunia ini bukan kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Tuhan telah mengutus Nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain.

    Yesus menghidupkan orang mati bukan maunya sendiri melainkan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas dapat menghidupkan orang mati.

    Yesus dapat menyembuhkan penyekit kusta (lepra), bukan kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan sebagaimana Ilyas dapat menyembuhkan penyakit lepra.

    Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan Yesus sendiri di ayat tadi bahwa “Tidak aku coba mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus Aku.”

    Apakah Saudara memerlukan lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan pengakuan Yesus sendiri bahwa Ia bukan Tuhan.

    AW: Buat saya masih memerlukan lagi, bukankah telah saya sampaikan kepada Bapak, bahwa saya ingin mencari kepuasan dalam meneliti ajaran-ajaran agama, terutama dalam hal Ketuhanan yang hakiki. Tetapi saya ingin bertanya, dan maaf sebelumnya, bagaimanakah bapak bisa hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel, dan keistimewaan bapak ini saya merasa kagum.

    BM: Itu adalah petunjuk Tuhan. Alhamdulillah saya memang mempelajari bermacam agama, akhirnya saya bertambah yakin akan kebenaran Agama Islam. Kalau saudara merasa kagum kepada saya, maka sayapun lebih merasa kagum lagi kepada saudara selaku pemeluk agama Kristen berhasrat meneliti ajaran-ajaran agamanya. Juga dengan bantuan bapak Markam ini. Baiklah kita lanjutkan, periksa lagi di Ulangan pasal 4 ayat 39.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini disebutkan sebagai berikut: “Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali ia tiadalah lain lagi.”

    BM: Tegas sekali, dikitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Jadi Yesuspun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Yesus.

    AW: Tetapi dalam Injil Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: “Supaya kamu dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di dalam aku, dan aku ada di dalam Bapa.” Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus, maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya atau singkatnya bahwa Yesuspun Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11 ada menyebutkan: “Percayalah yang aku ini dalam Bapa, dan Bapa dalam aku.”

    BM: Kalau saudara berpegang dengan ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan, makasaudara harus mengakui juga bahwa Tuhan itu Yesus dan Yesus itu Tuhan.

    AW: Tidak demikian, tetapi Yesus dan Tuhan itu satu.

    BM: Kalau begitu, saya ingin bertanya: “Di ayat itu ada dua rangkaian kata ialah “Yesus dan Tuhan.” Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya. Tuhan Bapakah atau Yesus.

    AW: Tentu Tuhan Bapa.

    BM: Kalau masih ada yang lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan Tuhan, lebih jelas periksa di Injil Johanes pasal 14 ayat 28.

    AW: Baik, di ayat ini ada menyebutkan: “Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: ‘Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku.’”

    BM: Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: “Bapaku itu lebih dari aku,” ini menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah tuhan yang tidak sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. Yang tidak sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap saudara periksa lagi di Injil Johanes pasal 12 ayat 45.

    AW: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Dan barangsiapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku.”

    BM: Pantaskah tuhan diutus. Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang diutus. Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus diatas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan.

    AW: Saya belum meneliti maksud ayat di Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 yang menyebutkan bahwa “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa,” seperti yang telah saya bacakan tadi. Akan tetapi dalam ayat ini saya berpendapat ada dua macam penafsiran:

    1. Yesus adalah Tuhan.

    2. Berdasarkan Injil Johanes pasal 12 ayat 45 yang kita baca itu menyebutkan, Yesus itu adalah utusan Tuhan. Utusan disini maksudnya selaku Tuhan ia menyampaikan sendiri ajarannya kepada manusia.

    BM: Ayat itu bukan berarti mempunyai dua macam penafsiran, tetapi diantara dua ayat tersebut yakni di Johanes pasal 10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11 dan Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah bertentangan. Di satu ayat ditafsirkan Yesus itu Tuhan, dan di ayat lain disebutkan bahwa Yesus itu utusan Tuhan. Jadi di dalam Injil sendiri terdapat ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lain bertentangan. Kita perlu ingat kembali pada pembicaraan kita semula kalau ada kitab suci yang isinya berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, maka apakah kitab suci itu masih akan dipertahankan kesuciannya?

    AW: Betul, kita telah bicarakan hal itu pada pertemuan yang lalu.

    BM: Andaikan saudara masih juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan: “Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus” sebagaimana tersebut dalam Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 itu maka saudarapun akan dijawab oleh kitab Injil saudara sendiri, bahwa penafsiran saudara itu tidak benar.

    AW: Dimanakah menyebutkan demikian?

    BM: Silahkan saudara periksa di Injil Johanes pasal 17 ayat 21.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya.”

    BM: Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. Kalau begitu harus saudara akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan juga.

    AW: Kalau begitu bagaimana arti yang sebenarnya ayat itu menurut Bapak.

    BM: Kalimat, “Bapa dalam saya,” dan muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya Yesus senantiasa tidak melupakan Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak melupakan Yesus dan Allah (Bapa). Dan di akhir ayat tersebut Yesus berkata “biar dunia percaya yang Bapa mengutus saya.” Rangkaian kata-kata ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Allah, melainkan utusannya, dan teruskan saudara baca di Johanes pasal 17 ayat 23.

    AW: Baik, ayat tersebut menyebutkan: “Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya.”

    BM: Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Apakah saudara masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada saudara.

    AW: Sebagaimana telah saya sampaikan kepada bapak, saya ingin kepuasan. Sebetulnya keterangan-keterangan bapak telah memuaskan saya, namun demikian kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap bapak tunjukkan.

    BM: Baik saya penuhi pengharapan saudara silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.

    AW: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami.”

    BM: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau.” Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah” mengapa kaum kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan. Silahkan periksa lagi Injil Yahya pasal 17 ayat 8.

    AW: Baik, sebutan ayat tersebut adalah sebagai berikut: “Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku.”

    BM: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku.” Jadi Yesus itu bukan tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana Nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang lain-lain juga. Teruskan saudara periksa Injil Matius pasal 26 ayat 2.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan.”

    BM: Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Lanjutkan periksa Injil Matius pasal 5 ayat 45.

    AW: Baik, ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga…”

    BM: Cukup sampai di situ. Di ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak bapamu yang di surga; yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya anak tuhan akan menjadi banyak jumlahnya, bukan Yesus saja.

    AW: Tetapi di Injil Johanes pasal 1 ayat 34 menyebutkan: “Maka aku sudah melihat itu, serta bersaksi yang dia inilah anak Allah.” Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17 menyebutkan: “Maka suatu suara dari langit mengatakan: ‘Inilah Anakku yang kukasihi, kepadanya aku berkenan.’”

    Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga menyebutkan: “Maka ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan anak Allah yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan kita akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu.” Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan: “Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu.”

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan bahwa Yesus Anak Allah. Kalau Bapak memerlukan akan saya tunjukkan ayat-ayatnya.

    BM: Saya mengerti, bahwa ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah sebagaimana tersebut di:

    Matius : Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63 dan Pasal 16 ayat 17.

    Johanes : Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal 19 ayat 7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30, pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat lainnya di Johanes.

    Rum : Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat 32.

    Galitiah: Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4 dan 6.

    Lukas : Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9, pasal 4 ayat 43 dan 41.

    Ibrani : Pasal 1 ayat 2,5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5 ayat 5 dan 8.

    Matius : pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63, pasal 16 ayat 17.

    Korintus I: Pasal 1 ayat 9. Dan masih ada beberapa ayat lain di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak Allah tetapi maksudnya bukan anak Allah yang sebenarnya, karena Yesus sendiri mengaku di kitab Injil bahwa ia adalah utusan Allah, bukan Anak Allah. Dan ia sendiri berkata: “anak manusia” bukan anak Tuhan. Jadi jumlah ayat-ayat di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu anak Allah tidak menjamin kebenarannya bahwa ia anak Allah betul-betul, sebagaimana kita sering mendengar ucapan-ucapan “Anak Kapal,” “Anak Sekolah,” tidak berarti bahwa kapal dan sekolah itu beranak, melainkan mempunyai arti bahwa orang itu selalu terikat oleh peraturan-peraturan kapal dan pelajaran-pelajaran di sekolah. Periksa lagi Yahya pasal 5 ayat 30.

    AW: Ayat tersebut demikian bunyinya: “Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.”

    BM: Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya sendiri. Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah kehendak Tuhan. Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang mengutus. Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata “Utusan Tuhan itu adalah Tuhan,” bisakah terjadi demikian.

    AW: Sudah jelas dan terima kasih.

    BM: Silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia.”

    BM: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia bukan anak Tuhan.

    AW: Betul berdasarkan ayat tersebut Yesus adalah anak manusia.

    BM: Periksa lagi di Matius pasal 27 ayat 30.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Maka mereka itupun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepalanya.”

    BM: Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-olokkan. Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah. Sesuai dengan pengharapan saudara supaya puas dengan soal ketuhanan Yesus menurut Bibeldan perkataan Yesus sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi periksa di Matius pasal 21 ayat 18 dan 19.

    AW: Baik, di sini menyebutkan: “Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali kenegeri itu, ia merasa lapar. Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan, pergilah ia kesitu dan didapatinya suatu apapun tiada dipohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya: ‘Janganlah jadi buah dari padamu lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu.’”

    BM: Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah. Padahal kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya mengeluarkan buahnya seketika itu juga, tidak lalu mengutuknya.

    AW: Bapak hafal betul tentang ayat-ayat di Kitab Injil, jadi sudah jelas berdasarkan ayat-ayat Injil yang bapak sebutkan dan dikuatkan lagi dengan beberapa ayat lainnya, nyatalah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan.

    BM: Persoalan Yesus anak Tuhan itu telah kita bicarakan pada pertemuan pertama, dan sudah dibereskan oleh Injil sendiri yang menyebutkan bahwa selain Yesus masih banyak lagi beberapa manusia yang harus diakui Anak Tuhan, dan seharusnya mereka itu diakui juga oleh golongan Kristen, menjabat anak tuhan, bukan Yesus saja, karena berdasarkan Kitab Injil sendiri anak Tuhan itu banyak.

    AW: Ya betul kita telah bicarakan tentang itu.

    BM: Supaya lebih Jelas, baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:

    1. Daud anak Allah yang sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)

    2. Yakub (Israil) adalah anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22 dan 23)

    3. Afraim adalah anak Allah yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)

    Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub anak Allah yang sulung, dan Afraim juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya atau kesemuanya adalah anak sulung. Yang manakah yang betul-betul sulung. Apakah ayat ini benar semuanya atau salah semuanya. Karena itu saya jelaskan bahwa Anak Allah yang tersebut dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah yang sebenarnya melainkan maksudnya ialah kekasih Allah, atau mereka yang taat kepada perintah-perintah Tuhan.

    AW: Saya sudah mengerti terima kasih.

    BM: Tetapi saudara mungkin belum mengerti betul tentang arti “Anak dan Bapa” dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa yang terpakai dalam Bibel.

    AW: Kalau begitu bagaimanakah arti yang sebenarnya.

    BM: Dalam bahasa Ibrani kata “Bapa” itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata “anak” dipakai buat mereka yang dihormati, seperti para Nabi dan para Rasul.

    AW: Dasar apakah yang dipergunakan oleh Bapak tentang keterangan itu.

    BM: Saya sudah sebutkan pada pertemuan yang pertama ialah tersebut dalam Injil Matius.

    AW: Saya tidak ingat, di pasal dan ayat berapa.

    BM: Silahkan buka Matius, pasal 5 ayat 9.

    AW: Baik, di sini disebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang karena mereka itu akan disebut anak Allah.”

    BM: Jelas siapa saja mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat “Anak Allah,” kalau begitu anak Allah itu ratusan, ribuan malah mungkin jutaan orang, jadi bukan Yesus saja.

    AW: Apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja, karena sudah larut malam.

    BM: Terserah saudara, tetapi baiklah besok malam saja kita lanjutkan.
    =====================

    PERTEMUAN YANG KE EMPAT
    Yesus Penebus Dosa

    BM: Betulkah Kepercayaan Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus Dosa.

    AW: Memang demikian.

    BM: Dimanakah menyebutkan

    AW: Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31

    BM: Tolong bacakanlah.

    AW: Baik, di sini ada menyebutkan: “Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa.”

    BM: Susunan kata ini diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan wahyu dari Tuhan.

    AW: Tetapi dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan.

    BM: Bacakanlah.

    AW: Disini menyebutkan: “Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: ‘Jangan takut, karena sesungguhnya Aku memberikan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud.’”

    BM: Malaikat itu berkata kepada siapa menurut ayat itu.

    AW: Di Lukas pasal 2 ayat 8 dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada orang gembala yang tinggal di padang, menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.

    BM: Tidak ada keterangan bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada pernyataan dari orang gembala sendiri mengenai peristiwa tersebut.

    AW: Buat saya tidak perlu memeriksa lebih mendalam lagi, karena di Injil menyebutkan Yesus adalah Juru Selamat dan penebus dosa, itu sudah cukup.

    BM: Baik, kalau saudara tidak perlu memeriksa kembali ayat tersebut tidak apa, saya ikuti kemauan saudara, namun saya ingin memberitahukan kepada saudara, bahwa dalam kitab Kisah Rasul pasal 5 ayat 31 yang saudara baca tadi ada menyebutkan bahwa Yesus, hanya penebus dosa bagi Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia. Dan saudara sendiri selaku penganut agama Kristen tentunya tidak tertebus dosanya oleh Yesus, oleh karena saudara bukan turunan Bani Israil. Demikianlah kalau saudara betul-betul berpegang pada Kitab Suci saudara kitab Injil saudara, yang telah saudara baca sendiri.

    AW: Diwaktu itu mungkin hanya Bani Israil saja yang ada. Karena itulah Yesus berkata begitu, tetapi pada hakekatnya untuk semua manusia.

    BM: Kalau benar sanggahan saudara, silahkan saudara buka di Matius pasal 1 ayat 21.

    AW: Baik, di Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan: “Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya.”

    BM: Apakah belum Jelas, Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia, sebagaimana kita telah bicarakan.

    AW: Akan tetapi dapat juga saya artikan: “Kaum” itu dengan “Bangsa,” ialah bangsa manusia. Jadi yang dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.

    BM: Dengan dasar apa saudara memberi arti begitu. Di Bibel sendiri nyata-nyata menyebutkan dengan kata “Kaumnya.” Taruh kata saudara alihkan kata: “Kaum” dengan arti “Bangsa,” maka yang demikianpun tidak dapat diartikan lain, kecuali hanya bangsanya Yesus sendiri saja ialah bangsa Ibrani (Israil).

    AW: Saya masih belum yakin keterangan bapak selama di Bibel sendiri tidak menyebutkan dengan tegas, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja.

    BM: Sekiranya di Bibel ada menyebutkan, betulkah saudara akan menjadi yakin, bahwa kedatangan Yesus itu bukan untuk semua bangsa.

    AW: Ya, saya yakin, dan demikianlah pendapat saya.

    BM: Apakah saudara sudah periksa di Bibel.

    AW: Saya sudah periksa, tetapi saya tidak hafal ayat-ayat Bibel yang ratusan malah mungkin ribuan ayat itu.

    BM: Kalau begitu, silahkan periksa Injil Matius pasal 15 ayat 24.

    AW: Baik, disini menyebutkan: “Maka jawab Yesus, katanya ‘Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil.’”

    BM: Bukankah ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. Jadi kalau penganut Yesus (umat Kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja, sedangkan saudara sendiripun bukan dari golongan Bani Israil.

    AW: Ya, kalau demikian bagi saya agak repot. Entah bagaimana ini semestinya.

    BM: Nah, kalau begitu orang bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil. Sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat demikian. Apakah cara yang demikian tidak bisa dinamakan melangkahi ajaran Yesus. Dan di Injil Matius yang saudara baca baru-baru ini ada menyebutkan juga susunan kata Yesus sendiri “Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain.” Jelas disini Yesus sendiri ia mengakui ia disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi pesuruh. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri, yang menyebutkan dalam Kitab Injil saudara sendiri.

    AW: Betul begitu, akan tetapi maaf terlebih dulu apakah misalnya tidak mungkin ayat itu ada salah cetak. Ini hanya kira-kiraan saya sendiri saja, tetapi sekali lagi saya minta maaf.

    BM: Tidak apa saudara bersikap ragu-ragu, tetapi untuk menghilangkan keragu-raguan baiklah kita periksa kitab yang berbahasa Belanda ini yang kebetulan saudara bawa. Kitab ini berjudul: “Bijbellezingen voor het Huisgezin.” Setujukah saudara.

    AW: Baiklah, dan memang demikian maksud kami sebelumnya, agar dapat kita periksa bersama-sama apakah ayat Bibel yang berbahasa Indonesia, ada bersamaan maksudnya dengan yang berbahasa Belanda.

    BM: Silahkan saudara periksa di bab: “De onderdanen van het koningrijk” halaman 834, ayat 12 apakah sudah diketemukan ayatnya.

    AW: Sudah ini dia.

    BM: Nah mari kita periksa, di ayat ini menyebutkan: “Toen de vrouw van Kanaan tot Christus kwan, Hem om smehende haar dochter te genezen, wat zei Hijtoen?. Maar Hij antwoordende, zeide: ‘Ik ben niet gezenden dan tot de verloren schapen van huis Israel.’” Kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia: “Ketika seorang perempuan dari Kanaan datang di hadapan Kristus mengemis-mengemis padanya supaya mengobati (menyembuhkan) anaknya, lalu apakah katanya?. Maka jawab Yesus, katanya: ‘Tiadalah aku disuruhkan yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil.’”

    AW: Yah terus terang saja, tampaknya pendirian saya sudah mulai condong kepada keterangan-keterangan bapak.

    BM: Alhamdulillah, saya bersyukur, karena saudara sudah tambah bimbang dalam keyakinan saudara. Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membaca susunan ayat di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2.

    AW: Betul saya ingat, saya akan menjelaskan ayat tersebut.

    BM: Baik, kalau saudara masih merasa perlu memberikan penjelasan.

    AW: Saya akan bacakan lagi bunyi ayat tersebut.

    BM: Baik, pada pertemuan yang lalu telah saya terangkan. Mungkin saudara masih perlu membantah (membantah keterangan saya tersebut). Silahkan saudara membacanya.

    AW: Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut: “Setelah Yesus menyudahi ucapan itu, maka bertuturlah pula ia kepada murid-muridnya: ‘Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan.’” Jadi kedatangan Yesus memang untuk disalib. Berdasarkan ayat ini.

    BM: Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib. Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, sebagaimana saya telah sebutkan pada pertemuan kita yang pertama, ialah di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya sebagai berikut: “Maka sekira-kira pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: ‘Eli, Eli, lama sabachtani.’” artinya ‘Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku.”

    AW: Di ayat yang dibacakan tadi menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah mengetahui lebih dahulu bahwa badan kemanusiaannya akan di salib. Jadi yang berteriak itu bukan anak Tuhan, melainkan badan kemanusiaannya Yesus, oleh karenanya itu ia menyerah untuk disalib.

    BM: Kalau begitu, diwaktu Yesus di Salib ada dimanakah badan ketuhanannya Yesus itu. Kalau saudara menjawab terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan Tuhan. Tetapi kalau saudara menjawab tetap di situ, mengapa badan ketuhanannya tidak dapat menolong Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta tolong.

    AW: Saya tidak mengerti bagaimana soal ini sebenarnya.

    BM: Bukan itu saja, malah kita masih bisa meneruskan lagi di Matius pasal 26 ayat 38 yang menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: ‘Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku.’” Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya. Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia.

    AW: Kalau saya berpegang pada ayat Injil tersebut, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja, maka apakah salahnya kalau kita mengajak manusia diluar Bani Israil supaya percaya kepada Yesus.

    BM: Kalau saudara konsekwen berpegang pada ayat Injil itu mestinya tidak demikian pendapat saudara. Kalau saudara telah menyimpang dari langkah Yesus oleh karena Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk menebus dosa Bani Israil semata-mata, bukan manusia lainnya.

    AW: Taruh kata kedatangan Yesus itu hanya untuk Bani Israil saja, dan andaikata ada orang dari luar Bani Israil yang masuk Kristen, maka hal tersebut tidak berarti ayat Injil dan ajaran Kristen itu ada kesalahan.

    BM: Kalau begitu apakah orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus itu sudah tertebus dosanya?

    AW: Entahlah.

    BM: Mengapa dalam kitab Injil tersebut Yesus berkata bahwa kedatangannya untuk menebus dosanya Bani Israil. Dengan demikian maka orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus mestinya sudah tertebus dosanya. Terlebih lagi berdasarkan keterangan saudara mestinya manusia yang menyalibkan Yesus itu tidak berdosa, malah menerima pahala besar, kalau kedatangannya Yesus memang untuk disalib. Andaikata tidak ada orang yang bersedia menyalibkan Yesus, tentu tidak terlepas dosanya Bani Israil dan kedatangannya Yesus tidak dapat lagi disebut selaku penebus dosa. Mestinya orang yang menyalibkan Yesus itu menerima pahala besar, tidak dilaknat, karena mereka telah berjasa menyalibkan Yesus, karena perbuatan mereka itulah, dosa-dosa Bani Israil tertebus semuanya. Jawaban ini sebagian telah saya sampaikan pada pertemuan kita yang lalu.

    AW: Dalam hal ini saya belum bisa menjawab sekarang, tetapi mungkin dilain waktu.

    BM: Saya akan ulangi lagi pertanyaan saya: Betulkah lantaran Yesus disalib, dosa bisa terhapus.

    AW: Ya, betul begitu menurut ayat Injil.

    BM: Alat apakah digunakan untuk menyalibkan Yesus.

    AW: Kalau saya tidak salah, ialah kayu yang disebut: “Kayu Salib”

    BM: Kalau begitu Yesus tergantung pada kayu pada waktu disalibkan.

    AW: Ya, demikian, sebagaimana kita sering melihat gambar Yesus disalib.

    BM: Silahkan saudara periksa di Galatia pasal 3 ayat 13.

    AW: Baik, disini disebutkan: “Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: ‘Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu.’”

    BM: Menurut keterangan saudara, Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut Galatia yang saudara baca menyebutkan: Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia.

    AW: Terima kasih, saya sudah menyadari. Apakah tidak sebaiknya kita pindah kepada pasal-pasal yang lain. Tetapi di lain malam, karena sekarang waktunya sudah terlalu larut malam.

    BM: Baiklah terserah saudara.
    ===================

    Dialog Masalah Ketuhanan Yesus
    oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary

    MALAM YANG KELIMA
    Dosa Waris

    AW: Saya ingin menerima penjelasan dari bapak kyai, tentang kepercayaan kepada dosa waris yang disebabkan karena dosanya Adam dan Hawa.

    BM: Baiklah, saya akan berikan jawabannya, tetapi sebelumnya saya ajukan pertanyaan: Betulkah menurut kepercayaan Kristen bahwa anak cucu Adam dan Hawa dari sejak dilahirkan sudah membawa dosa.

    AW: Betul begitu, karena Adam dan Hawa berdosa, maka cucunya menerima warisan dosa dari keduanya.

    BM: Mengapa dosa Adam dan Hawa diwariskan kepada cucunya, mestinya setiap manusia memikul dosanya dari perbuatannya sendiri, bukan memikul dosanya orang lain.

    AW: Tetapi menurut ajaran Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima warisan dosa dari dosanya Adam dan Hawa. Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari warisan Adam dan Hawa tersebut.

    BM: Kalau keterangan saudara benar pada ajaran Kristen, silahkan saudara periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20.

    AW: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya.”

    BM: Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya; padahal kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain. Baiklah, saya teruskan pertanyaan saya pada saudara; sejak umur berapa saudara dibaptis.

    AW: Kata orang tua saya, sejak umur tiga bulan dibawa ke gereja dan di sana dibaptis, oleh karena setiap manusia sejak dilahirkan sudah membawa dosanya Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi sejak bayipun sudah membawa dosa; oleh karenanya saya dibaptis waktu masih kecil.

    BM: Apakah perbuatan demikian itu berdasarkan kitab Bibel

    AW: Saya berkeyakinan demikian. Sebagaimana saya terangkan bahwa bayi yang baru dilahirkan itu tidak suci, yakni sudah membawa dosanya Adam dan Hawa.

    BM: Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada membawa dosanya Adam dan Hawa.

    AW: Ya, mestinya demikian.

    BM: Silahkan periksa Matius pasal 19 ayat 14.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Tetapi kata Yesus. ‘Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga.’”

    BM: Nah, … perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata: Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. Saya ingin bertanya lagi, Saudara waktu umur tiga bulan itu sudah membawa dosakah atau belum.

    AW: Kalau berdasarkan perkataan Yesus yang bapak katakan tadi, tentu tidak.

    BM: Jadi masih suci dari dosa walaupun tanpa dibaptiskan.

    AW: Ya betul demikian.

    BM: Kalau begitu, apakah gunanya saudara dibaptis pada waktu umur tiga bulanitu?

    AW: Waktu umur tiga bulan tentu saya tidak tahu apa-apa.

    BM: Saya bertanya sekarang, bukan bertanya kepada saudara diwaktu saudara berumur tiga bulan. Jadi apakah sekarang saudara sudah menyadari tentang tidak adanya dosa waris.

    AW: Seperti bapak terangkan tadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri tentu saya menyadarinya. Karena, Yesus sendiri yang mengatakan bahwa anak-anak itu suci pada waktu dilahirkan.

    BM: Nah, bagaimanakah sekarang, masih adakah pandangan saudara terhadap dosa waris.

    AW: Tentu saja harus menyadari berdasarkan perkataan Yesus sendiri bahwa anak-anak yang baru dilahirkan itu suci tidak membawa dosa sedikitpun.

    BM: Tidak membawa dosa yang bagaimana?

    AW: Ya, tidak membawa warisan dosa dari Adam dan Hawa.

    BM: Kalau begitu saudara telah mengakui bahwa dosa waris itu tidak ada?

    AW: Ya, demikianlah harus saya akui berdasarkan Kitab Bibel sendiri.

    BM: Syukur saudara telah mengakui tidak adanya dosa waris, kalau dosa waris itu turun-temurun, maka anak yang baru lahir yang belum tahu apa-apa belum bisa memisahkan antara yang baik dan buruk, kalau bayi itu mati ia membawa dosa dan masuk neraka, dan dimanakah letaknya keadilan Tuhan kalau demikian.

    AW: Ya, saya bisa terima keterangan Bapak.

    BM: Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari beberapa orang anak, dan orang tua itu menjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masuk penjara, apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orang-orang tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan.

    AW: Terima kasih, saya sudah menyadari, bahwa dosa itu tidak bisa diwariskan atau dioperkan kepada orang lain.

    BM: Syukur kalau begitu.

    AW: Akan tetapi kalau dosa itu tidak bisa diwariskan mestinya pahala juga tidak diwariskan. Bagaimanakah menurut ajaran agama Islam dalam hal itu.

    BM: Tidak bisa, malah tidak boleh; baik pahala maupun dosa dioperkan pada orang lain.

    AW: Jawaban “tidak boleh” itu apakah menurut pendapat bapak sendirikah atau menurut ajaran Islam.

    BM: Menurut ajaran Islam, pahala seseorang tidak boleh diwariskan atau dioper kepada orang lain, begitu juga dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain. Setiap orang menanggung sendiri pahala dan dosanya atas perbuatannya sendiri.

    AW: Akan tetapi saya pernah membaca sebuah buku agama Islam yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berkorban seekor kambing buat umatnya sekalian dan buat familinya. Ini berarti bahwa Nabi Muhammad mewariskan atau mengoperkan pahala kepada orang lain, yakni kepada umatnya dan familinya. Yang demikian itu bukan dosa waris, tetapi jelas pahala waris. Jadi di dalam ajaran Islam ada juga pahala waris, maka saya kira bapak tidak perlu urus tentang dosa-dosa waris dalam ajaran Kristen, kalau didalam ajaran Islam terdapat ajaran pahala waris atau ajaran oper pahala.

    BM: Kalau buku agama Islam yang saudara baca mau dijadikan pokok tentang bolehnya warisan pahala, mestinya orang Islam boleh sembahyang dan berpuasa, lalu diwariskan pahalanya buat sekalian umat Islam yang masih hidup dan yang mati, tetapi tidak ada umat Islam yang berbuat demikian, kalaupun ada, mungkin karena mereka tidak tahu, bahwa perbuatan yang demikian itu, bertentangan dengan kitab sucinya Al-Qur’an. Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri, dan berbeda dengan kitab Bibel yang mengandung banyak perselisihan antara satu ayat dengan yang lain. Di dalam kitab suci Al-Qur’an, tidak terdapat ajaran pahala waris maupun dosa waris. Akan tetapi dalam kitab Bibel (Kristen) antara satu ayat dengan ayat yang lain bersimpang siur.

    AW: Saya pernah membaca kitab terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia, kalau tidak keliru di dalam surat Ath Thurr ayat 21 ada menyebutkan yang maksudnya bahwa anak-anak orang mukmin akan dimasukkan surga lantaran ibu bapaknya. Jadi lantaran amalan ibu bapaknya anak-anak itu masuk surga. Kalau yang demikian itu bukan pahala waris, lalu apakah namanya.

    BM: Ayat Al-Qur’an yang saudara maksudkan itu bunyinya akan saya bacakan sebagai berikut: Yang artinya: “Dan mereka yang beriman dan diikuti oleh anak-anak cucunya (keturunannya) dengan keimanan pula. Kami (Allah) kumpulkan anak cucu itu dengan mereka dan tiadalah kami kurangi pahala amalan mereka sedikit juapun.” (Surat Ath Thurr ayat 21). Di ayat ini jelas menyebutkan tidak adanya pahala waris, malah tanggungan pun mengenai pahala warispun tidak ada. Yang masuk surga bersama Ibu bapaknya itu adalah anak-anak yang belum baligh, karena yang sudah baligh tentu bertanggung jawab sendiri. Oleh karenanya dalam ayat tersebut ada sambungannya. Yang artinya: “Setiap orang bertanggung jawab (terikat) oleh amalannya sendiri-sendiri (masing-masing).” Jadi setiap orang menanggung dosa dan pahala atas perbuatannya masing-masing bukan warisan dari orang lain.

    AW: Apakah di dalam Kitab Al-Qur’an ada yang lebih tegas menyebutkan bahwa dosa dan pahala itu tidak dapat diwariskan atau dihadiahkan pada orang lain.

    BM: Ada, cukup banyak.

    AW: Maafkan, kami ingin mengetahui di surat apa, dan di ayat berapa, kami akan cocokkan dirumah, karena kami ada mempunyai kitab terjemahan Al-Qur’an Bahasa Indonesia. Mungkin juga saudara-saudara yang hadir di sini juga memerlukan juga.

    HADIRIN: Perlu diterangkan, karena memang penting diterangkan.

    BM: Apakah tidak sebaiknya kita bersama-sama memeriksa di sini saja, kalau saudara menyetujui saya suruh ambilkan Al-Qur’an lalu saya tunjukkan surat dan ayatnya sekali. Bagaimana, apakah sekarang juga.

    AW: Kalau Bapak hafal lebih baik sebutkan sekarang saja ayat-ayatnya, akan kami catat: lalu akan kami cocokkan dirumah dengan Al-Qur’an kami. Tapi kalau bapak tidak hafal kami minta besok malam untuk menghemat waktu.

    BM: Insya Allah saya hafal ayat-ayatnya.

    AW: Baik, silahkan bapak sebutkan, kami akan catat.

    BM: Saya akan sebutkan nama-nama surat dan nomor ayatnya, lalu saya akan beri keterangan dan saudara catat nama Surat dan nomor ayatnya yang sebut, lalu cocokkan lagi dirumah.

    AW: baik, kami setuju.

    BM: 1. Surat Al Baqarah, ayat 286: “Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan.” Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.

    2. Surat Al Baqarah, ayat 123: “Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain.” Maksudnya, kelak dihari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat.

    3. Surat Al Ankabut, ayat 6: “Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri.”

    4. Surat Yaasiin, ayat 54: “Maka pada hari kiamat, tidak seorangpun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan.”

    5. Surat Al Isra’, ayat 15: “Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain.”

    6. Surat An Najm, ayat 38 dan 39: “Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorangpun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri.”

    7. Surat Luqman, ayat 33: “Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya.”

    Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang lain. Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya. Saya kira sudah cukup ayat-ayat yang saya sebutkan, tetapi kalau saudara masih memerlukan, saya akan sebutkan lagi ayat-ayat yang lain.

    AW: Sudah cukup, dan kami sudah mengerti, akan tetapi kami pernah membaca sebuah kitab yang menyebutkan sebuah Hadist Nabi Muhammad, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menerangkan bahwa: “Mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya.” Berdasarkan Hadist tersebut berarti bahwa siksaan atas mayit itu, disebabkan perbuatan orang lain, bukan dari perbuatan dirinya sendiri. Mayit itu disiksa lantaran “perbuatan” tangisnya orang lain. Kami telah tanyakan kepada beberapa orang yang kami pandang mengerti tentang agama Islam, dan salah seorang guru agama Islam mengenal susunan Hadist tersebut memberikan jawaban bahwa hadist itu benar (sahih), oleh karena yang meriwayatkan adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim.

    BM: Hadist Nabi yang saudara bawakan itu susunannya demikian: “Telah berkata Umar dan Ibnu Umar: Bersabda Nabi Muhammad SAW. sesungguhnya mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh keluarganya (riwayat Bukhari dan Muslim).” Akan tetapi hakekatnya Hadist itu Tidak Sahih, oleh karena berlawanan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun oleh karena saudara yang beragama Kristen, mungkin belum mengetahui tentang Hadist-hadist Sahih dan Hadist-hadist Palsu, maka agar saudara yang hadir dipertemuan ini dapat mengikuti juga, merasa perlu saya terangkan bahwa menurut kitab-kitab Ushul Fiqih dan kitab Musthalahul Hadist, yang disebut Hadist Nabi, bukan saja mesti sah riwayatnya malah mesti beres susunannya dan arti dari pada hadist itu HARUS tidak berlawanan dengan kitab Al-Qur’an. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim jelas diterangkan demikian. Maksud Hadist tersebut, tatkala hadist yang menerangkan bahwa mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya, di dengar oleh Siti Aisyah (Istri Nabi), maka Siti Aisyah menolak kebenaran Hadist tersebut. Aisyah berkata: “Cukuplah buat kamu Ayat Al-Qur’an; Dan tidak berkuasa seseorang menanggung dosa orang lain.

    AW: Nah, kalau begitu Pak Kyai, sekarang kami telah mengerti bahwa berdasarkan Kitab Bibel sendiri dan Kitab Al-Qur’an pada hakekatnya dosa waris dan pahala waris itu tidak ada. Yakni setiap manusia menanggung sendiri dosanya, dan pahalanya menurut perbuatannya masing-masing. Ini adil namanya.

    BM: Ya, seharusnya begitu; sebagaimana tersebut dalam kitab Bibel dan Al-Qur’an yang telah kita baca tadi. Akan tetapi supaya lebih jelas dan tambah meyakinkan saudara, silahkan saudara periksa di Injil: “Surat kiriman Rasul Paulus kepada orang Rum Pasal 2 ayat 5 dan 6.

    AW: Baik, surat dan ayat ini menyebutkan sebagai berikut: “Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan keatas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil.” “Yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing.”

    BM: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris.

    AW: Tidak, malah sebaliknya setiap orang akan dibalas menurut amalnya masing-masing.

    BM: Periksa lagi Matius pasal 16 ayat 27.

    AW: Ayat ini menerangkan/menyebutkan: “Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya.”

    BM: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris?

    AW: Tidak ada, menurut ayat ini perbuatan dosa dan perbuatan baik akan ditanggung sendiri, tidak boleh dibebankan atau diwariskan pada orang lain.

    BM: Jadi di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan tidak adanya dosa waris.

    AW: Ya, dari mana asalnya ada sebutan dosa waris itu.

    BM: Apakah saudara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut?

    AW: Sudah sangat jelas sekali.

    BM: Kalau begitu baiklah kita lanjutkan. Di ayat saudara bacakan tadi ada sebutan “Anak manusia … Bapanya.” Silahkan saudara bacakan sekali lagi.

    AW: Baik, awal ayat tersebut menyebutkan: “Karena Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya…”

    BM: Bagaimana menurut pengertian saudara yang dimaksudkan dengan “Anak Manusia dan Bapanya.”

    AW: Anak manusia itu tentulah Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan.

    BM: Periksa lagi: “Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen ” pasal 5 ayat 10.

    AW: Baik ayat ini menyebutkan: “Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata dihadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat.”

    BM: Ayat Injil sendiri yang menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung-jawab atas perbuatannya masing-masing, baik maupun jelek, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain.

    AW: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang bapak tunjukkan bahwa perbuatan baik atau jelek seseorang tidak dapat diwariskan kepada orang lain. Oleh karenanya, kepercayaan saya kepada dosa waris itu mulai luntur.

    BM: Kalau begitu lantas bagaimana dosanya Adam dan Hawa, apakah dapat diwariskan kepada orang lain, tegasnya kepada anak cucunya.

    AW: Berdasarkan ayat Bibel tersebut di atas tentu tidak. Jadi dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, seharusnya ditanggung sendiri oleh keduanya, tidak bisa diwariskan kepada anak cucunya.

    BM: Dalam sejarah Agama Kristen kita kenal yang disebut: “biechten,” ialah orang yang berbuat dosa, dan “de biechtafleggen,” ialah orang yang meminta ampun atas kesalahannya, dan “Biecht-vader,” ialah orang-orang yang diberi wewenang memberi ampun. Setiap orang merasa menyesal atas kesalahannya dapat menerima ampunan dengan jalan membeli selembar surat yang menyebutkan bahwa orang yang berdosa sudah diberi ampun atas dosanya. Surat ampunan itu disebut “Aflaat-brieven” atau Indul gences, yang artinya kemurahan Tuhan.

    AW: Ya, saya menyadari soal itu, keterangan bapak memuaskan saya.

    BM: Bukan hanya demikian, akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman oleh seorang rabib (nonnik) bernama “Tetzel” dalam tahun 1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus pada tahun 1513-1521. Sebahagian dari pada hasil penjualan Aflaat-brieven itu digunakan untuk pendirian bangunan gereja “Saint Pieter Kerk” di kota Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan sejarah pemerintahan gereja di Eropa pada permulaan abad pertengahan.

    AW: Terima kasih, kita lanjutkan saja soal yang lain, sekarang sudah larut malam, lain kali kami akan datang lagi.
    ============================
    MALAM YANG KE ENAM
    Kitab Al-Qur’an dan Kitab Bibel

    BM: Pembicaraan kita yang berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup.

    AW: Sudah cukup jelas uraian bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya telah mencocokkan ayat-ayat Al-Qur’an yang disebutkan bapak kemarin malam lalu dengan kitab terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia kepunyaan saya, semuanya cocok baik tentang surat-suratnya maupun ayat-ayatnya. Semua yang Bapak sebutkan cocok dan tepat serta kami pikir-pikir di rumah tentang ayat Bibel dan Al-Qur’an yang bapak tunjukkan ayat-ayatnya ternyata dosa waris dan oper pahala dan oper dosa itu tidak mungkin ada malah tidak masuk di akal.

    BM: Syukur kalau saudara telah mengakuinya, sekarang kita bicarakan soal-soal lainnya, dan saya serahkan kepada saudara saja mengenai acaranya. Terserah saudara soal yang akan diajukan.

    AW: Baiklah kami mulai; kami pernah membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang tampaknya pada kami ada juga perselisihan antara satu ayat dengan ayat lainnya, sehinga menimbulkan keragu-raguan; apakah mungkin Nabi Muhammad sendiri yang keliru menyampaikan wahyu dari Allah. Kalau betul beliau seorang Nabi, tentu tidak mungkin beliau salah menerimanya atau menyampaikannya, ataukah memang ayat-ayat Al-Qur’an nya yang berselisihan.

    BM: Baiklah saudara terangkan saja ayat-ayat Al-Qur’an yang saudara maksudkan itu.

    AW: Kami telah membaca ayat-ayat Al-Qur’an mengenai asal kejadian manusia dalam kitab terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia, dalam sebuah surat yang nampaknya antara satu ayat dengan ayat yang lain ada berselisihan sehingga timbul dalam pikiran saya bukan Bibel saja yang berselisih ayat-ayatnya, tetapi kitab Al-Qur’an demikian juga.

    BM: Silahkan saudara sebutkan ayat-ayat Al-Qur’an yang akan ditanyakan, Insya Allah yang diragukan oleh saudara itu akan terhapus.

    AW: Baiklah, Saya mencatat ayat-ayatnya, saya akan baca. Dikitab Al-Qur’an:

    1. Surat Ar-Rahman ayat 14 menyebutkan bahwa Allah menjadikan manusia berasal dari tanah yang dibakar.

    2. Di surat Al Hijr ayat 28 menyebutkan: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa).”

    3. Disurat As Sajadah ayat 7 menyebutkan: “dan Tuhan menciptakan manusia dari Tanah.”

    4. Di Surat Ash Shafaat ayat 11 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku (Allah) menciptakan manusia berasal dari tanah liat.”

    5. Disurat Ali Imran ayat 59 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku menciptakan manusia daripada tanah.”

    Lima ayat yang saya sebutkan ini antara satu dengan ayat yang lain terdapat perselisihan. Cobalah kita teliti. Di ayat ketiga menyebutkan dari “tanah,”di ayat ke empat menyebutkan daripada “tanah liat.” Di ayat kelima menyebutkan dari pada “tanah.” Bukankah ayat-ayat Al-Qur’an nyata-nyata berselisihan antara yang satu dengan yang lain.

    BM: Ya, nampaknya memang demikian. Saya tidak akan mengecewakan saudara. Teruskan pertanyaan saudara.

    AW: Kami ingin bertanya; yang manakah yang benar tentang asal kejadian manusia itu. Apakah dari tanah yang dibakar, apakah dari tanah kering dan lumpur, atau dari pada tanah biasa, atau dari tanah liatkah?. Jadi menurut pendapat saya, ayat-ayat Al-Qur’an terdapat perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Bukan ayat-ayat Injil atau di Bibel saja terdapat perselisihan. Kiranya Bapak bisa menerangkan dengan jelas dan tepat.

    BM: Di kitab Al-Qur’an ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Agar diketahui juga oleh saudara-saudara yang hadir disini, saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu, sebagaimana yang saudara bacakan artinya tadi.

    1. Di Surat Ar Rahman ayat 14: “Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar).” Yang dimaksudkan dengan kata “Shal-shal” di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni “Zat pembakar” atau Oksigen.

    2. Di ayat itu disebutkan juga kata “Fakhkhar,” yang maksudnya ialah “Zat Arang” atau Carbonium.

    3. Di surat Al Hijr, ayat 28: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa).” . Di ayat ini. Tersebut juga “shal-shal,” telah saya terangkan, sedangkan kata “Hamaa-in” di ayat tersebut ialah “Zat Lemas” atau Nitrogenium.

    4. Di surat As Sajadah ayat 7: “Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada ‘tanah’.” Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” atau Hidrogenium.

    5. Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari pada Tanah Liat.” Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” atau ferrum.

    6. Di Surat Ali Imran ayat 59: “Dia (Allah) menjadikan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya ‘jadilah engkau,’ lalu berbentuk manusia.” Yang dimaksud dengan kata “turab” (tanah) di ayat ini ialah: “Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis.”

    7. Di surat Al Hijr ayat 28: “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku).”

    Ketujuh ayat Al-Qur’an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata “turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “Fakhkhar” yakni Carbonium (zat arang) dengan “shal-shal” yakni Oksigenium (zat pembakar) dan “hamaa-in” yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air). Jelasnya adalah persenyawaan antara: Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14. Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14. Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28. Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7. Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan Mangaan, yang disebut “laazib” (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut “Turab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah “Zat Kalium,” yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya “Proteinisasi,” menjelmakan “proses penggantian” yang disebut “Substitusi.” Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga “sebab ujud” atau Causa Formatis. Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika. Cukup jelas tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang saudara sangka berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam), pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang saya sampaikan pada saudara? Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.

    AW: Sangat jelas, malah betul-betul ilmiah dan saya tidak mengira sekali bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu mengandung ilmu pengetahuan yang tinggi. Mengenai kesanggupan bapak yang akan menerangkan atau menguraikan proses asal kejadian tubuh rohani manusia itu, betul-betul menarik. Tetapi saya mohon diberi waktu yang khusus.

    BM: Baiklah sekarang kita lanjutkan: Tentunya saudara pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Beliau tidak tahu tulis baca, tidak pernah belajar ilmu kepada siapapun, tidak pernah berguru dan belum pernah sama sekali bergaul dengan orang pandai.

    AW: Ya, saya pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Nah, kalau Nabi Muhammad seorang yang buta huruf, tidak pernah belajar ilmu, maka dari siapakah atau dari manakah beliau mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang pada zaman ini dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW menerangkan tentang asal kejadian manusia dari segi ilmu urai (Anatomi), Ilmu Kimia, Ilmu hayat (biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada rohaniahnya.

    BM: Maka dari manakah beliau belajar ilmu urai, kepada siapakah beliau belajar ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam dan soal-soal kerohanian, kalau bukan wahyu dari tuhan Allah SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu dari Allah sekiranya beliau bukan seorang Nabi dan Rasul.

    AW: Tetapi ada juga orang yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta huruf, tetapi menjadi orang-orang besar.

    BM: Coba saudara sebutkan nama-nama orang yang tidak pernah belajar (buta huruf), lalu mengaku jadi Nabi dan menerima wahyu, dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang saudara maksudkan itu.

    AW: Ya, tidak ada.

    BM: Memang tidak ada, baiklah saya tanyakan, kalau saudara berpegang dengan keterangan saudara bahwa Nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada juga orang yang buta huruf menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak Tuhan, karena dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dilahirkan tanpa Ayah dan dipenuhi juga dengan ruhul kudus, maka selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa Bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati sebagaimana tersebut dalam kitab Injil. Kisah Rasul pasal 6 ayat 5, pasal 5 ayat 31; Kitab Raja-raja kedua pasal 13 ayat 21; Matius pasal 5 ayat 9; Kitab Raja-raja kedua pasal 5 ayat 10 mengapa mereka itu tidak Tuhan juga, mengapa kepada Nabi Muhammad saudara berkeberatan untuk mengakui beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, sedangkan kepada Yesus saudara tidak Berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat juga melakukannya.

    AW: Baiklah kalau begitu.

    BM: Baik yang bagaimana yang saudara maksudkan.

    AW: Keterangan-keterangan bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya diberi waktu untuk menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam pertemuan berikutnya.

    BM: Baiklah saya serahkan sepenuhnya atas pertimbangan saudara, Kami tidak berhak memaksa saudara, atau mempengaruhi saudara. Kita hanya bermusyawarah dan bersoal jawab tentang hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing.

    AW: Baiklah kita lanjutkan Besok Malam.
    ===================================

    MALAM KETUJUH
    Mengakui Nabi Muhammad SAW Utusan Allah

    BM: Sesudah saya terangkan pada saudara tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi Muhammad ada kekeliruan menyampaikan sebagaimana saudara sangka semula?

    AW: Tidak ada, Bapak telah menerangkan dari segi Ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya.

    BM: Jadi Nabi Muhammad Benar, tidak kelirukah penyampaiannya.

    AW: Tidak keliru, malah benar.

    BM: Jadi saudara mengakui bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah.

    AW: Saya mengakui, karena beliau benar.

    BM: Terima kasih, Saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan saudara Antonius sendiri atas ke Rasulannya Nabi Muhammad SAW, tanpa paksaan, melainkan dengan kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan diskusi. Betulkah saudara mengakui kerasulannya Nabi Muhammad dan mengakui Nabi Muhammad itu utusan Allah.

    AW: Betul, dengan saksi Tuhan saya mengakuinya.

    BM: Alhamdulillah, saudara Antonius sudah 50% Islam. Saya katakan 50% Islam oleh karena hanya mengerti dan mempercayai atas kerasulan Nabi Muhammad, jadi masih tinggal 50% lagi, oleh karena Saudara belum meyakinkan atas ke Esaan Tuhan yang Maha Tunggal.

    AW: Ya, betul begitu. Keyakinan saya terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus) masih belum lenyap sama sekali, walaupun Bapak telah menerangkan Kitab Bibel yang tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan keterangan-keterangan bapak saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu. Sungguhpun begitu, apakah bapak masih bersedia lagi memberikan keterangan-keterangan (alasan-alasan) dalam kitab Bibel yang menyebutkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.

    BM: Sebetulnya pada pertemuan kita yang pertama telah saya sebutkan berdasarkan kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah Saudara Periksa sendiri dalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat 32; Ulangan pasal 4 ayat 33; Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat 29. Kesemuanya itu telah kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan saudara agar lebih meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas pasal 4 ayat 1 dan 2.

    AW: Baik, di sini disebutkan: “Maka Yesuspun penuhlah dengan Rohul Kudus, balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia ke padang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai Iblis. Selama itu suatu apapun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar.”

    BM: 1. Di ayat ini menyebutkan bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun juga.

    2. Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan.

    3. Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar?

    Kalau begitu sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia biasa; bisa dibawa, bisa dicobai iblis dan merasa lapar. Periksa lagi Matius pasal 4 ayat 5.

    AW: Baik, di situ menyebutkan: “Kemudian dari pada itu Iblis itupun membawa Yesus ke negeri suci, lalu ditaruhnya Dia di atas bumbung bait Allah.”

    BM: Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis. Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dibawa kemana-mana, kesuatu tempat. pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan. Periksa lagi Matius pasal 27 ayat 1 dan 2.

    AW: Baik, di situ menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan Dia. Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah.”

    BM: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus diikat; pantaskah Tuhan dapat diikat oleh manusia. Kalau begitu dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia? Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21.

    AW: Baik, di situ menyebutkan: “Apabila genap delapan hari, Ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus.”

    BM: Wajarkah Tuhan itu disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat?

    AW: Apakah ada keterangan yang lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak manusia bukan anak Tuhan?.

    BM: Silahkan buka Matius pasal 26 ayat 2.

    AW: Baik, disitu menyebutkan bahwa: “Anak manusia akan diserahkan supayadisalibkan.”

    BM: Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Silahkan periksa di Matius pasal 5 ayat 45.

    AW: Baik, di situ menyebutkan bahwa: Supaya kamu menjadi anak Bapamu: … dan seterusnya.

    BM: Di sini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan yang Tunggal, melainkan anak-anak tuhan itu akan bertambah lagi jumlahnya, berdasarkan kitab Bibel sendiri di Matius pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu…” Silahkan buka Matius pasal 7 ayat 21.

    AW: Disitu menyebutkan: “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.”

    BM: Di Bibel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang yang menyerukan: “Tuhan, Tuhan” kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya tunjukkan kepada saudara.

    AW: Sudah Cukup. Terima kasih; tetapi kalau masih ada, saya minta, demi kepuasan saya

    BM: Minta yang mana lagi yang saudara maksudkan.

    AW: Yang menyebutkan di kitab Injil bahwa Yesus anak manusia “bukan anak Tuhan.”

    BM: Baik, akan saya penuhi harapan saudara, silahkan saudara periksa di Matius pasal 16 ayat 27.

    AW: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Karena anak manusia datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.”

    BM: Di ayat ini ada menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran saudara, siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di ayat ini.

    AW: Ya, tentu Yesus.

    BM: Jadi di kitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah “anak manusia”; bukan anak Tuhan, betulkah atau tidak.

    AW: Ya, betul.

    BM: Nah, kalau betul, mengapa saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan?

    AW: Yesus itu Tuhan tapi diserupakan dengan manusia.

    BM: Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang abstract (Exact abstract Wetenschap) menerimanya?

    AW: Ya, memang mustahil ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia.

    BM: Bukan itu saja, malah di kitab Injil saudara Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan Utusan Tuhan. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayatnya pada pertemuan kita yang lalu.

    AW: Betul, telah bapak sebutkan. Tetapi saya minta di ulangi lagi ayatnya, oleh karena saya agak lupa susunannya.

    BM: Silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 30.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.”

    BM: Ayat ini tegas sekali, jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus memberitahukan bahwa ia tidak berbuat menurut kehendak Tuhan, maka wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh (diutus) menjadi utusan.

    AW: Ya, saya mengaku; Yesus sendiri mengaku bukan anak Tuhan.

    BM: Demi kepuasan saudara silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Seorangpun tidak naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia.”

    BM: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang saya tunjukkan dan saudara sendiri yang memeriksa dan membacanya itu, maka sekali lagi saya bertanya: “Anak manusiakah Yesus itu atau anak tuhan”?.

    AW: Ya, berdasarkan ayat-ayat tersebut saya berkata: “Yesus adalah anak manusia.”

    BM: Di ayat yang saudara baca tapi, Matius pasal 16 ayat 27, selain menyebutkan bahwa Yesus itu anak manusia, juga menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Betulkah begitu? silahkan periksa kembali.

    AW: Ya, betul di ayat itu ada menyebutkan.

    BM: Menurut susunan ayat tersebut, jelas: “Menolak adanya dosa waris,” berdasarkan ayat tersebut setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya masing-masing, jadi tidak ada penebus dosa.

    AW: Ya, tentang dosa waris telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah mengakui “tidak ada dosa waris.”

    BM: Betul, sudah kita bicarakan, saya hanya menambah saja, untuk lebih menguatkan lagi keterangan yang lalu.

    AW: Sudah cukup jelas keterangan Bapak.

    BM: Jelas bagaimana?

    AW: Berdasarkan ayat-ayat Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan “pesuruh (Utusan) Tuhan”

    BM: Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaimanakah kepercayaan saudara sekarang terhadap “Trinitas” (Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus).

    AW: Dengan sendirinya kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus.

    BM: Alhamdulillah, jadi saudara mengakui bahwa Tuhan itu TUNGGAL.

    AW: Sebelum itu saya ingin menyampaikan pertanyaan.

    BM: Baik, tetapi saudara telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan saudara-saudara yang hadir juga telah ikut menyaksikan bahwa:

    Pertama, Saudara telah membenarkan kitab Al-Qur’an. Beberapa ayat Al-Qur’an yang saudara kemukakan yang pada mulanya oleh saudara dianggap berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan, lalu saudara akui bahwa ayat-ayat tersebut pada hakikatnya tidak ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain. Bukankah begitu pengakuan saudara.

    AW: Ya, betul begitu.

    BM: Kedua, Pada pertemuan yang lalu saudara telah mengakui kebenaran nabi Muhammad SAW selaku Utusan Tuhan, betulkah demikian?

    AW: Ya, betul saya telah mengakuinya.

    BM: Ketiga, Saudara telah membenarkan bahwa ayat-ayat di kitab Injil (Bibel) terdapat beberapa ayat yang berselisih antara yang satu dengan yang lain. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu, benarkah pengakuan saudara itu.

    AW: Ya, saya mengakui. Akan tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang lain tentang ayat-ayat Injil yang ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain, demi kepuasan bagi saya, walaupun sebenarnya keterangan bapak saya pandang cukup memuaskan. Tetapi mungkin ada lagi ayat-ayat yang lain untuk meresapnya ke perasaan saya.

    BM: Baiklah, saya penuhi pengharapan saudara, silahkan saudara periksa kitab Yahya pasal 8 ayat 14.

    AW: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu.”

    BM: Silahkan periksa lagi Yahya 5 ayat 31.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku tidak benar.”

    BM: Nah, saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu ayat menyebutkan: “Kesaksianku benar,” sedangkan di ayat lain menyebutkan “Kesaksianku tidak benar.” Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini. Wajarkah di dalam kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

    AW: Ya, saya akui memang tidak cocok.

    BM: Bukan saja tidak cocok, tetapi adalah satu selisih yang menyolok.

    AW: Tetapi mungkin salah satu dari ayat tersebut salah cetak.

    BM: Sekiranya salah cetak, tentunya ada ralat; tetapi di kitab ini tidak disebutkan apa-apa.

    AW: Bibel ini berbahasa Indonesia, permisi sebentar, saya akan memeriksa Bibel yang berbahasa Inggris.

    BM: Itu lebih baik, sayakah yang akan memeriksa ataukah saudara?

    AW: Oleh karena bapak banyak hafal ayat-ayat Bibel maka saya serahkan agar bapak saja memeriksanya, supaya lebih cepat.

    BM: Baiklah; harap saudara memperhatikan juga saudara-saudara yang hadir, kitab yang saya pegang ini adalah Bibel berbahasa Inggris ialah “The Holy Bible,” “Containing the Old and New Testaments (American Bible Society).” Saya serahkan kitab ini kepada saudara Antonius dan saya akan menunjukkan pasal dan ayatnya untuk diteliti bersama.

    AW: Baik, saya terima kitab Bibel yang berbahasa Inggris.

    BM: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104.

    AW: Baik, dihalaman 104 kitab Yahya pasal 8 ayat 14 disini ada menyebutkan: “THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE.”

    BM: Kalau susunan ayat ini kita salin kedalam bahasa Indonesia, adalah demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksianku itu.” Betulkah begitu artinya?

    AW: Ya, betul begitu.

    BM: Jadi sama artinya dengan Injil yang berbahasa Indonesia di Yahya pasal 8 ayat 14, harap saudara cocokkan dulu.

    AW: Betul, artinya sama kuatnya

    BM: Sekarang silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 31.

    AW: Disini menyebutkan: “IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT TRUE.”

    BM: Ayat ini kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia akan demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu tiada benar.” Betulkah begitu?.

    AW: Ya, benar

    BM: Silahkan saudara periksa lebih teliti lagi di kitab Bibel yang berbahasa Inggris ini. Di satu ayat menyebutkan “IS TRUE,” adalah benar, sedangkan di ayat lain menyebutkan “IS NOT TRUE,” adalah tidak benar.

    AW: Ya, memang berbeda

    BM: Kalau begitu, di Injil yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya?

    AW: Betul Demikian.

    BM: Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu. Kalau betul kitab suci (Injil) itu wahyu dari Tuhan, mustahil ayat-ayatnya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia.

    AW: Menurut pendapat saya, dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang satu dicabut, lalu kemudian diganti dengan ayat yang lain. Jelasnya, ayat yang satu di hapus diganti dengan ayat yang lain (yang baru). Setahu saya dalam ayat-ayat Al-Qur’an terdapat apa yang disebut “Nasich dan Mansuch” ialah satu ayat terhapus hukumnya, lalu diganti dengan ayat yang lain (hukum yang baru).

    BM: Di dalam Al-Qur’an terdapat “Nasich dan Mansuch” ada disebutkan ayatnya tetapi di kitab Injil sama sekali tidak disebutkan.

    AW: Dimanakah di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan Mansuch itu

    BM: Sebetulnya sayalah yang harus bertanya kepada saudara, oleh karena dari saudaralah timbulnya ucapan Nasich-Mansuch itu. Akan tetapi sekalipun demikian saya tunjukkan, ialah di surat Al Baqarah ayat 106. Susunan ayat itu ada ulama yang menafsirkan tentang adanya “Nasich dan Mansuch.” Sebagian lagi ada yang menafsirkan bahwa susunan ayat tersebut tidak menunjukkan adanya Nasich-Mansuch. Kalau saudara memerlukan, akan saya terangkan tafsirnya ayat tersebut.

    AW: Hal itu, baiklah kita tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat di Bibel yang tadi, saya berpendapat bukan berlawanan, melainkan satu ayat digantikan dengan ayat lain, sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah saya berikan misal.

    BM: Silahkan, saudara berhak penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita ini.

    AW: Saya sebutkan misal: Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara sepeda diwaktu malam diharuskan memakai lampu. Kemudian datang lagi peraturan tidak boleh pakai lampu, karena ada peperangan misalnya. Disini ada dua peraturan, yang pertama: “Diharuskan memakai lampu.” sedang yang kedua “Dilarang.” Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian. Demikian juga dua ayat di Bibel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu diantaranya sudah tidak berlaku lagi (dicabut). Ini menurut pendapat saya.

    BM: Baiklah, tetapi tentunya saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang diganti, mestinya harus diikuti penjelasan, bahwa artikel nomer sekian ayat sekian, tahun sekian dicabut, diganti dengan artikel nomer sekian dan selanjutnya. Akan tetapi dua ayat di Bibel itu, tidak ada sebutan ayat yang satu diganti, dengan lain kata dua ayat tetap berlawanan antara yang satu dengan yang lain. Tidak ada penjelasan bahwa salah satu telah dicabut, atau diganti.
    =======================

    PERTEMUAN YANG KEDELAPAN
    Perselisihan Ayat-ayat Dalam Bibel

    BM: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bibel. Pada pertemuan sekarang apakah masih ada pertanyaan saudara yang akan disampaikan kepada saya.

    AW: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain, saya minta diterangkan untuk menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian kitab Bibel itu ada dicampuri oleh tangan manusia.

    BM: Kemarin malam saudara mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik, kita bicarakan saja pasal-pasal yang saudara pandang terpenting.

    AW: Ya, tetapi keterangan bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu baru sedikit membuka hati saya. Karena itulah saya bawa lagi kitab Bibel ini.

    BM: Baiklah, saya akan tunjukkan, demi kepuasan saudara.

    AW: Terima kasih. Harapan, Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat yang berlawanan. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi.

    BM: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 1 ayat 18.

    AW: Dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun, tetapi Anak yang tunggal yang diatas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia.”

    BM: Bagaimanakah menurut tafsiran saudara susunan ayat ini.

    AW: Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah melihatnya.

    BM: Kalau begitu silahkan saudara periksa di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1.

    AW: Disini menyebutkan: “Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas.”

    BM: Nah, disini saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, di satu ayat menyebutkan Tuhan hanya dinyatakan oleh Yesus saja, tidak seorang juapun melihatnya. Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan. Bukankah dua ayat ini berlawanan. Yang manakah yang benar di dua ayat ini.

    AW: Ya, saya mengakui memang tidak cocok.

    BM: Saya lanjutkan. Silahkan periksa lagi di kitab: “Kejadian pasal 32 ayat 30.”

    AW: Ya, di sini menyebutkan: “Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu Peniel karena katanya: ‘Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah.’”

    BM: Perhatikan: di satu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu muka dengan muka. Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. Kalau dikatakan salah satu dari pada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang salah? Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan.

    AW: Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan yang lain.

    BM: Pengakuan saudara itu memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti dengan kesadaran.

    AW: Saya harap tunjukkan lagi ayat-ayat di kitab Injil yang berselisih.

    BM: Baiklah, silahkan periksa di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda …”

    BM: Cukup dibaca sampai disitu, bagaimana menurut pendapat saudara maksud ayat itu, siapakah nama raja Hamat?

    AW: Menurut ayat ini, raja Hamat bernama “Toi”

    BM: Sekarang silahkan periksa Kitab Tawarikh yang pertama, pasal 18 ayat 9.

    AW: Di sini menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu.”

    BM: Di ayat ini siapakah nama raja Hamat.

    AW: Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah “Tohu.”

    BM: Nah, perhatikanlah: disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah “Toi” sedangkan di ayat lain menyebutkan “Tohu.” Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi.

    AW: Ya, namanya memang berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama saja. Jadi hanya perselisihan yang kecil saja.

    BM: Kalau kesalahan dari manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan tetapi ini adalah kesalahan “Wahyu” atau “Ilham.”

    AW: Betul juga pendapat bapak, Ini adalah kesalahan wahyu atau ilham. Mustahil wahyu atau ilham dari Tuhan terdapat kesalahan walaupun kesalahan yang sedikit dan sekecil-kecilnya. (pada halaman ini terdapat footnote: Al Kitab edisi 1994, kata Tohu diganti Tou. Mungkin pada tahun berikutnya kata Tou akan diganti dengan Toi)

    BM: Bukan itu saja, Silahkan periksa lagi kitab Samuel yang kedua pasal 8 ayat 9 dan 10.

    AW: Di sini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud …”

    BM: Cukup dibaca sampai disitu dulu, di ayat itu ada tersebut seseorang bernama Yoram, siapakah Yoram menurut ayat tersebut?

    AW: Menurut ayat tersebut Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat.

    BM: Betul, sekarang lanjutkan periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10.

    AW: Di sini ada menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu. Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda raja Daud …”

    BM: Cukup dibaca sampai disitu. Di ayat itu ada disebutkan seorang bernama Hadoram, Siapakah Hadoram itu menurut susunan ayat tersebut?.

    AW: Menurut susunan ayat tersebut orang yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu, raja Hamat.

    BM: Buktikan, di satu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram.

    AW: Saya tidak tahu

    BM: Saya bertanya bukan tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang kebenaran di dua ayat itu.

    AW: Saya tidak tahu yang mana yang benar.

    BM: Bukan saudara saja yang tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis ayat itupun tidak bisa menunjukkan yang tepat tentang kebenarannya nama anaknya Toi itu; padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya, sesuai dengan pengakuan saudara tadi.

    AW: Mestinya begitu.

    BM: Tetapi kenyataannya tidak begitu. Buktinya, silahkan saudara periksa lagi di Kitab Samuel ke II pasal 8 ayat 8.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak Tembaga.”

    BM: Bagaimana maksud ayat ini menurut tafsiran saudara?

    AW: Maksudnya ialah raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama Betach dan Berotai.

    BM: Silahkan periksa di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8.

    AW: Baik disini ada menyebutkan: “Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat banyak tembaga.”

    BM: Buktikan di satu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun. Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil tembaganya oleh Daud. Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya.

    AW: Betul, dua ayat ini memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain bertentangan.

    BM: Apakah saudara masih memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan didalam Bibel.

    AW: Saya merasa beruntung kalau bapak masih bersedia menunjukkan demi untuk meningkatkan kesadaran saya.

    BM: Baiklah saya ikuti kehendak saudara. Silahkan periksa lagi di Kitab Raja-raja kedua pasal 8 ayat 26.

    AW: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil.”

    BM: Menurut susunan ayat ini, berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja.

    AW: Berdasarkan ayat ini diwaktu umur 22 tahun.

    BM: Silahkan saudara periksa lagi di Kitab Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2.

    AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri.”

    BM: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja?

    AW: Di ayat ini menyebutkan diwaktu berumur 42 tahun.

    BM: Nah Di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu.

    AW: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi.

    BM: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu. Silahkan saudara periksa lagi di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8.

    AW: Baik, disini ada menyebutkan: “Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem.”

    BM: Siapakah nama raja di ayat ini?

    AW: Namanya Jojachin.

    BM: Silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9.

    AW: Di sini ada menyebutkan: “Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan.”

    BM: Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan di ayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? Harap saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang saudara baca tadi.

    AW: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat ini. (Catatan kaki: Al Kitab yang diterbitkan tahun 1994, Kata “Yehoyakhin” diganti dengan “Yoyakhin” dan di Alkitab edisi tahun 1994, kata “tiga tahun” diganti “tiga bulan.”)

    BM: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok.

    AW: Memang mustahil di kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

    BM: Supaya lebih nyata kemustahilannya, teruskan saudara periksa di kitab Saul yang kedua pasal 23 ayat 8.

    AW: Di ayat ini tersusun sebagai berikut: “Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang.”

    BM: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini?

    AW: Namanya Josech Basjebet bin Tachkemoni.

    BM: Menjabat apakah ia?

    AW: Kepala segala penghulu

    BM: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang?

    AW: Delapan ratus orang.

    BM: Kalau begitu, silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11.

    AW: Di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: “Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang.”

    BM: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini?

    AW: Namanya Yasobam bin Hachmoni.

    BM: Menjabat apakah ia?

    AW: Kepala dari orang tiga puluh.

    BM: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang?

    AW: Sebanyak Tiga ratus orang.

    BM: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain?

    AW: Terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali.

    BM: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni. Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh. Di ayat itupun ada menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang dalam sekali berperang.

    AW: Intermezzo sedikit pak Kyai.

    BM: Ya, boleh intermezzo jenis apa?

    AW: Saya merasa sungguh kagum, karena Bapak Kyai hapal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel. Padahal kalau tidak salah ayat-ayat dikitab Bibel itu ada ribuan. Dengan cara bagaimana Bapak menghafalnya.

    BM: Lain waktu saya bisa terangkan pada saudara.

    AW: Menghafalkannya saja tentu amat berat, Yang betul-betul mengherankan saya, dapat bapak menunjukkan dengan tepat letaknya ayat-ayat di Bibel dan tambah mengherankan lagi hafalnya ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara satu dengan yang lain. Baik tentang nama-nama suratnya, pasalnya, maupun ayat-ayatnya, kesemuanya dengan tepat sekali bapak menunjukkannya. Betul saya bertanya; malah diantara saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada yang membisikkan pada telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan kepada bapak.

    BM: Supaya tidak banyak makan waktu, saya jawab dengan singkat saja, saya kalau menghafalkan sesuatu tidak hanya menggunakan alat pancaindera lahir (sensus exterior) semata-mata, akan tetapi juga alat-alat pancaindera bathin (sensus interior). Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan antara dan waktu tersendiri. Kalau saudara ada hasrat, lain waktu akan saya jelaskan.

    AW: Baiklah kalu begitu, sekarang kita lanjutkan.

    BM: Sebagai bukti, bahwa alat pancaindera bathin itu dapat menembus, maka saya tembuskan pandangan bathin saya ke dalam kitab Bibel, untuk saya tunjukkan lagi pada saudara ayat-ayat di Bibel yang berlawanan.

    AW: Terima kasih.

    BM: Silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24 ayat 1.

    AW: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya: ‘Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda.’”

    BM: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil?

    AW: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah Tuhan.

    BM: Betul, sekarang silahkan saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1.

    AW: Baik, dipasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil.”

    BM: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil.

    AW: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud, ialah Syetan.

    BM: Nah, perhatikan; di satu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. Yang manakah yang benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan.

    AW: Ya, betul; ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali.

    BM: Kalau demikian tentunya saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia.

    AW: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya.

    BM: Apakah saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan tentang ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain itu?

    AW: Sudah cukup jelas.

    BM: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat ayat yang berselisih dengan ayat lain, sudah cukup alasan untuk tidak dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang kesuciannya.

    AW: Kalau begitu kitab Bibel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana?

    BM: Sebetulnya pertanyaan saudara itu harus dijawab oleh saudara sendiri karena saudara saudara sendiri masih mempunyai kitab itu. Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu dengan yang lain, apakah penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci. Padahal yang dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari Tuhan. Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu di ayat yang lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata “A” lalu di ayat lain Tuhan berkata lagi bukan “A” tetapi “B.” Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya.

    AW: Betul begitu, Tetapi maaf. Kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi.

    BM: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh saudara?

    AW: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bibel.

    BM: Agaknya saudara akan menguji saya tentang Bibel.

    AW: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat saja lagi.

    BM: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malah. Kecuali kalau saudara suka menerima sampai pagi.

    AW: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-pasal yang lain. YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang.

    BM: Baiklah saya penuhi pengharapan saudara Antonius. Silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18.

    AW: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia di sana …”

    BM: Cukup dibaca sampai disitu dulu, saya akan bertanya pada saudara, di ayat ini ada berapakah jumlahnya kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud.

    AW: Di ayat ini menyebutkan 700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh Daud.

    BM: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud?

    AW: Menurut ayat ini ada 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.

    BM: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang dibunuh?

    AW: Menurut ayat ini panglima perang yang dibunuh bernama Sobach.

    BM: Betulkah semuanya itu, silahkan periksa lagi.

    AW: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini.

    BM: Kalau begitu silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18.

    AW: Di sini ada menyebutkan: “Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu…”

    BM: Saya akan bertanya; Ada berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini?

    AW: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu).

    BM: Di ayat ini juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki.

    AW: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang berjalan kaki, bukan orang berkuda.

    BM: Pun di ayat ini juga, disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah bernama Sobach-kah atau Sofach?

    AW: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach.

    BM: Coba saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih. Di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta, sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. Yang manakah yang benar di dua ayat itu. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan dikitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach?

    AW: Sudah cukup puas; saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf.

    BM: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang saudara maksudkan?

    AW: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak.

    BM: Baiklah saya persilahkan.

    AW: Apakah sebabnya orang-orang pandai (sarjana) di negeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen? Kalau agama Islam suatu agama yang benar dan ajran-ajarannya sesuai dengan Ilmu pengetahuan dan modern, tentunya mereka masuk Islam.

    BM: Sebelumnya saya memberikan jawaban, saya akan bertanya, saudara sendiri termasuk sarjana. Mengapa saudara memeluk (tertarik pada, red) agama Islam?

    AW: Ya, karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran agama Islam.

    BM: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin saudara menjadi pemeluk agama Islam yang sadar?

    AW: Menurut pikiran saya tidak mungkin.

    BM: Orang-orang di negeri barat yang saudara sebut itu sekiranya seperti saudara pula dalam menganut suatu agama.

    AW: Ya, betul.

    BM: Memang betul, Karena di zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam.

    AW: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen.

    BM: Dari manakah saudara ketahui.

    AW: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah Kristen nampaknya sementara senantiasa bertambah jumlahnya.

    BM: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam.

    AW: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah belum mendengar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen.

    BM: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan karena keyakinannya.

    AW: Mengapa bapak berpendapat demikian.

    BM: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita dalam hidupnya. Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak keliru.

    AW: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat.

    BM: Di zaman ini ada beberapa orang di negeri barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterusterang berpindah menjadi penganut Islam; mereka itu golongan sarjana, malah diantaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam.

    AW: Betul, saya sendiri pernah membaca di Majalah Kiblat.

    BM: Jadi sudah jelas, bahwa orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk Islam disebabkan dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat kalau melakukan sesuatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan keyakinannya.

    AW: saya menerima keterangan bapak.

    BM: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari hasil penyelidikan dan penelitiannya yang tentunya bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya, melainkan karena perut lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan, uang, pakaian, maupun obat-obatan. Dengan keterangan saya ini Saudara bisa bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen.

    AW: Tetapi tentu ada juga orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen

    BM: Tetapi tentu itu umumnya bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin dari agama yang lain lagi. Jadi masih ada yang akan ditanyakan lagi.

    AW: Ya, sedikit, besok malam saja. Sekarang sudah jauh malam.

    BM: Baiklah, besok malam, agar lebih sempurna.
    ================

    PERTEMUAN YANG KESEMBILAN
    MASUK ISLAM

    BM: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan saudara yang akan diajukan.

    AW: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti.

    BM: Alhamdulillah, kalau saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi bagaimana kepercayaan saudara sekarang ini terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, tuhan Anak dan Ruhul Kudus).

    AW: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu “Patokan” yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan. Padahal keterangan bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu.

    BM: Sekiranya saudara tidak berkeberatan, cobalah saudara terangkan. Mungkin saya dapat membantu saudara.

    AW: Ialah soal Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya.

    BM: Baiklah, saudara terangkan saja.

    AW: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya Tunggal juga. Karena yang satu tidak dapat terpisah dengan yang lain. Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan soal-soal lain, mengenai ayat-ayat di Bibel, dosa waris, kebenaran Al-Qur’an, Kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bibel dan keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan bapak yang berdasarkan fakta objektif dan interesant itu bagi saya sudah beres dan saya menyerah.

    BM: Baiklah, lanjutkan.

    AW: Tetapi soal Trinitas itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya. Sehingga belum dapat secara bulat (ikhlas) bagi saya untuk mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan saya.

    BM: Jadi yang tiga oknum itu, saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya itu adalah Tuhan semuanya.

    AW: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis.

    BM: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan?

    AW: Ya.

    BM: Tuhan Anak, Yesus, apakah Tuhan?

    AW: Ya.

    BM: Apakah Rohul Kudus juga Tuhan?

    AW: YA, semuanya tiga tetapi tetap satu (tunggal), seperti telah saya terangkan tadi. Supaya lebih jelas, saya buatkan misal.

    BM: Baiklah, silahkan saudara buatkan misal.

    AW: Bapak sekarang sedang menghisap rokok

    BM: Ya sekarang sedang merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. Saya sekarang sedang merokok.

    AW: Rokok yang bapak isap itu, terdiri dari tiga susunan ialah: Batang Rokoknya, Apinya, Merah api pada rokok

    BM: Ya betul, teruskan.

    AW: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri dari pada 3 susunan, akan tetapi pada hakekatnya satu juga, ialah rokok, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal). Demikian juga halnya dengan Trinitas itu.

    BM: Misal atau perumpamaan yang saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tepat.

    AW: Jadi bagaimana, saya minta dibantah kalau tidak tepat.

    BM: Saya tidak akan membantah, malah saya hargai pendapat saudara itu. Saya hanya ingin bertanya mengenai perumpamaan yang saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta diberi jawaban yang tepat.

    AW: Baik, semoga saya bisa menjawabnya.

    BM: Tadi saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas.

    AW: ya, betul begitu.

    BM: Saya ingin bertanya, dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokok-kah atau bukan.?

    AW: Ya. Betul batang rokok

    BM: Apakah apinya rokok ini, rokok-kah atau bukan?

    AW: Bukan.

    BM: Apakah merahnya api pada rokok ini rokok-kah atau bukan?

    AW: Bukan.

    BM: Nah, sekarang saya tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau Bukan?

    AW: Ya, betul Tuhan.

    BM: Apakah Anak Tuhan (Yesus) itu Tuhankah (Tuhan bapak) atau bukan?

    AW: Bukan

    BM: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan?

    AW: Mestinya bukan juga.

    BM: Kalau saudara mengatapan apinya rokok itu bukannya Rokok dan merahnya rokok ini bukan rokoknya, maka jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan Rohul Kuduspun bukan Tuhan.

    AW: Ya,

    BM: Kecuali sekiranya saudara ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok, maka adalah saudara berkata: Yesus itu adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun Tuhan juga.

    AW: Ya, betul tepat sekali jawaban bapak.

    BM: Sekarang bagaimana kepercayaan saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.

    AW: Bukan!

    BM: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan.

    AW: Terang bukan Tuhan!

    BM: Kalau begitu masihkah saudara berkeyakinan terhadap Trinitas.

    AW: Sudah Lenyap!

    BM: Kalau sudah lenyap, lantas bagaimana?

    AW: Ya, keyakinan saya sekarang, hanya ada SATU TUHAN.

    BM: Jadi saudara mempercayai bahwa TUHAN TUNGGAL?

    AW: Seharusnya demikian; saya percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada Tuhan yang lain lagi.

    BM: Yang dimaksudkan Tuhan oleh saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana?

    AW: Tentu saja Tuhan ALLAH

    BM: Pada pertemuan yang lalu, saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah.

    AW: Ya, saya tidak berdusta

    BM: kalau begitu saudara telah mengakui bahwa: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah.”

    AW: Betul, saya mulai saat ini masuk Islam, menjadi penganut Agama Islam, dan termasuk ummatnya Nabi muhammad SAW.

    HADIRIN DENGAN SUARA SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, saudara Antonius sekarang menjadi saudara kita.

    BM: Saudara yang hadir ikut menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tangal 18 Maret 1970 jam 10.15 menit malam, saudara Antonius telah masuk Islam.

    HADIRIN: Kami telah menyaksikan.

    BM: Saya minta saudara Antonius membacakan “Kalimah Syahadah,” saya bacakan dulu lalu saudara diharap mengikutinya menyebutkan pengakuan.

    “Asyhadu Anlaa ilaa ha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah.”

    Tahukah saudara artinya?

    AW: Ya, tetapi sebaiknya saya minta dituntun membacanya, pertama-tama bapak, supaya tidak keliru. “Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh Allah.”

    BM: Betulkah saudara-saudara yang hadir?

    HADIRIN: Betul. Cukup, sudah sah Islamnya.

    BM: Marilah kita bersama-sama berdo’a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT dan diharap saudara Antonius dan saudara-saudara yang hadir semuanya mengucapkan Amien. Setelah doa dibacakan, saya harap saudara-saudara yang hadir berjabatan tangan dengan saudara Antonius selaku saudara kita yang baru. Apakah nama saudara Antonius masih ada lanjutannya.?

    AW: Nama saya yang sebenarnya “Antonius Widuri.”

    BM: Bolehkah saya tambah tanpa mengubah nama yang asal (aslinya)?

    AW: Ya, saya setuju.

    BM: Saya tetapkan nama saudara sekarang “Antonius Muslim Widuri.” Jadi ditambah dengan kata Muslim.

    AW: Saya terima namanya menjadi namanya dan cocok buat saya.

    BM: Saudara-saudara yang hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini.

    HADIRIN: Nama itu wajar dan cocok, bagus.

    BM: Bersediakah saudara melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran Islam lainnya?

    AW: Selaku seorang Islam, saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut kemampuan (kemampuan saya).

    BM: Terima kasih. Apakah saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau menyampaikan beberapa buah kata besok malam, karena ada kawan yang akan mengadakan sekedar selamatan?

    AW: Baiklah, saya penuhi besok malam.
    =================

    Sambutan
    ========

    SAMBUTAN PADA MALAM SELAMATAN
    SDR. ANTONIUS MUSLIM WIDURI

    Ass. Wr. Wb.

    Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan saudara-saudara yang kami muliakan, saudara-saudara yang telah ikut serta menyaksikan pertemuan (diskusi) antara bapak Kyai Bahaudin Mudhari dengan kami, antara seorang Islam dan Kristen Roma Katolik yang telah berlangsung selama beberapa malam yang diakhiri masuknya saya dalam agama Islam, ajaran agama Allah SWT. Yang Maha Tunggal, menjadi penganut ajaran Nabi Muhammad SAW, maka dengan ini kami menyatakan syukur ke hadirat Allah SWT. Dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada bapak Kyai Bahaudin Mudhary yang memberikan waktunya selama beberapa malam, yang membawa manfaat kepada kita bersama.

    Disamping itu kami harus mengakui pula, selama diskusi berlangsung dengan tertib dan lancar, kami merasa kagum atas keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari bapak Kyai Bahaudin Mudhary.

    Kagum kami rasakan oleh karena beliau hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel dan logika yang digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur dan obyektif dan didikuti pula penjelasan-penjelasan ilmiah yang kesemuanya itu tak mungkin ditolak oleh akal dan jiwa yang sadar untuk membuktikan kesadaran lahir dan batin, mengetuk dan membuka jiwa kami dan akhirnya membawa keyakinan kami kepada agama Islam.

    Saudara-saudara menyaksikan sendiri, bahwa kami menjadi pemeluk dan penganut agama islam, adalah bukan karena paksaan, bukan karena pengaruh dari dari siapapun, bukan karena tekanan, bukan karena keadaan, bukan karena ada maksud yang lain dan bukan karena ajakan, diminta atau meminta, melainkan adalah dari hasil pertemuan, pertumbuhan dari hasil diskusi dengan tujuan mencari kebenaran dan keyakinan beragama.

    Kebenaran dan keyakinan beragama yang kami miliki sekarang ini, adalah hasil dari penelitian dan penyelidikan serta pertimbangan-pertimbangan dari hasil diskusi yang menggunakan waktu tidak sedikit berlangsung beberapa malam lamanya. Dan disamping itu pula kami menggunakan kitab-kitab agama maupun kitab-kitab lainnya dan majalah-majalah yang senantiasa memuat artikel-artikel tentang agama Kristen, yang ikut membantu kami dalam meneliti ajaran ajaran agama Islam, bukan karena ikut-ikutan melainkan dengan penyelidikan,penelitian dan pertimbangan-pertimbangan dengan mempergunakan waktu yang tidak sedikit sebagaimana saudara-saudara telah menyaksikan sendiri. Malah bagi saudara-saudara yang mengikuti “diskusi” dari muali sampai pada malam ini, saudara-saudara menyaksikan sendiri betapa gigihnya kami mempertahanakan keyakinan kami selaku pemeluk agama Kristen Roma Katolik dalam pertemuan itu. Namun kegigihan kami itu lama-lama menjadi pudar setelah dikikis sedikit demi sedikit oleh bapak Kyai Bahaudin Mudhary. Beliau hanya menggunakan kitab Bibel untuk menghadapi sanggahan-sanggahan kami. Namun akhirnya kami sendiri yang menyerah. Tidak salah kalau beliau pernah menyinggung dengan ucapan “senjata makan tuan.” Kami akhiri sampai disini saja dan selanjutnya kami mohon dengan hormat, sudi bapak-bapak dan saudara-saudara memberikan bimbingan kepada kami yang masih hijau dalam ajaran-ajaran Islam.

    Dengan bimbingan bapak-bapak dan saudara-saudara itu pasti akan membawa kami menjadi pemeluk agama Islam yang setia, taat, taqwa sehingga kelak dihadapkan Alloh SWT.

    Sekali lagi kami menghaturkan terima kasih
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    SAMBUTAN H. BAHAUDIN MUDHARY
    Ass. Wr. Wb.

    Saudara-saudara, Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do’a semoga saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da’wah Islamiyah di kemudian hari.

    Kami menyatakan terima kasih kepada:

    Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selama diskusi berlangsung. Dan disamping itu, saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan.

    Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah,sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir.

    Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder.

    Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan. Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara.

    Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus.

    Saudara A. Rofiq dan saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan.

    Semoga amal-amal saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT. Amin.!

    Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tinggal di dalam badan rasa (gevolehslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan.

    Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran,tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugrahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya.

    Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita tidak mempersoalkan “mayoritas” atau “minoritas” di bidang agama, melainkanperanan kita ialah di bidang “dakwah” dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku.

    Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan didalam seluruh bangsa itu sendiri.

    Dulu Pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah Kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata: “Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia,bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini.”

    Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini.

    Wass. Wr. Wb.
    ===============

    SAMBUTAN H. BAHAUDIN MUDHARY
    Ass. Wr. Wb.

    Saudara-saudara, Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do’a semoga saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da’wah Islamiyah di kemudian hari.

    Kami menyatakan terima kasih kepada:

    Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selama diskusi berlangsung. Dan disamping itu, saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan.

    Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah,sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir.

    Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder.

    Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan. Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara.

    Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus.

    Saudara A. Rofiq dan saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan.

    Semoga amal-amal saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT. Amin.!

    Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tinggal di dalam badan rasa (gevolehslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan.

    Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran,tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugrahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya.

    Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita tidak mempersoalkan “mayoritas” atau “minoritas” di bidang agama, melainkanperanan kita ialah di bidang “dakwah” dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku.

    Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan didalam seluruh bangsa itu sendiri.

    Dulu Pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah Kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata: “Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia,bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini.”

    Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini.

    Wass. Wr. Wb.
    ===============

    SURAT PENGAKUAN

    Kami pembuat surat pengakuan ini,
    Bernama: Antonius Widuri
    Kelahiran: Yogja
    Umur : 30 tahun (1970)
    Agama: Kristen

    Sejak tanggal 9 Maret 1970 sampai dengan 18 Maret 1970 (selama waktu 9 malam) terus-menerus, atas kemauan sendiri kami telah bersoal-jawab (berdiskusi) dengan bapak Kyai Bahaudin Mudhary, guru pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini kami menyatakan dengan ikhlas, mulai tanggal 18 Maret 1970, kami telah berpindah agama dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi penganut agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat:

    “Asyhadu Alla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah ” (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Alloh, dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh)

    Pengakuan, dan kepindahan kami dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi pemeluk agama Islam kami nyatakan sebenarmya dengan rasa penuh keikhlasan dan kesadaran lahir batin, tanpa ada paksaan maupun pengaruh dari siapapun, melainkan dari hasil penelitian dan pertimbangan yang menimbulkan keikhlasan, setelah bersoal-jawab yang cukup memuaskan, disamping menelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam.

    Semoga Alloh SWT. memberikan taufik dan petunjuknya atas kami dalam mengamalkan perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam.

    Yang meng-Islam-kan Sumenep, tgl 18 Maret 1970
    Kami yang membuat pengakuan

    ( Kyai Bahaudin Mudhary ) ( Antonius Muslim Widuri )

    Saksi:

    A. Marzuki

    Muh. Nawir Rasyidi

    Abd. Latif

    M. Ahya

    Muh. Hatta

    M. Markan

    R.H. Abd. Azis

    A. Zainuddin.
    ============

    PERJALANAN ROHANI ANTONIUS MUSLIM WIDURI

    Sebagaimana yang dia tuturkan pada Editor (waktu tidak disebutkan dalam buku).

    Setelah kesaksianku bahwa tiada tuhan yang haq disembah selain Alloh, dan Muhammad adalah RasulNya, kesan yang teramat dalam menyapa rohaniku. Saya semakin yakin akan kebenaran Islam. Semakin pasrah tiada tugas yang dapat terselesaikan selain atas ridhoNya jua.

    Sebelum menjadi muslim, saya sering dihantui perasaan ragu, kurang puas dan bimbang, sehingga membuatku mengambang dan kecewa. Tak ada target yang terarah apalagi kokoh. Ibarat orang mandi yang tidak merata airnya, hingga tidak mendapatkan kesegaran. Siraman rohani keislaman menjadikan saya dan keluarga benar-benar merasakan kenikmatan dan kemantapan hidup. Segala persoalan dan ganjalan kehidupan yang dulunya tidak teratasi, seakan lenyap dan mudah, lantaran mendapat ridho Alloh SWT. Saya selalu teringat pesan Bapak Kyai Bahaudin (almarhum) yang menganjurkan padaku untuk terus meningkatkan ilmu keislaman sekaligus berdakwah dengannya, agar amal-amalku senantiasa meningkat pula. Beliau nasihatkan itu kepadaku dengan penuh kasih sayang hingga membuatku begitu terharu dan merasakan kehangatannya, seakan saya sebagai anaknya. Oleh karena itu, betapa saya merasa sangat kehilangan sepeninggal Beliau. Rasanya tidak ada lagi tenpat untuk bertanya, yang mampu memberikan jawaban yang teduh dan pas.

    Ada banyak nasehat dan pesan-pesan yang disampaikan oleh bapak Kyai Bahaudin kepadaku yang hingga kini masih terngiang-ngiang ditelingaku. Akan tetapi ada satu pesan dari Kyai Bahaudin yang hingga kini masih saya amalkan yaitu sholat tahajjud di malam hari. Setelah saya benar-benar istiqomah (selalu) denganNya, rasanya amaliah yang satu ini tumbuh menjadi kebutuhan yang tak dapat ditunda. Alhasil, semua itu ikut membekali ketenangan dan kedamaian hidup saya.

    Sungguh kedamaian itu saya terima dan saya nikmati sebagai karunia yang begitu agung dalam kehidupanku. Tanpa terasa, kiranya saya telah membuktikan janji Alloh dalam firmanNya:

    “Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS,Al-Isra:79)

    Semakin dalam agama Islam saya masuki, semakin meyakinkan padaku bahwa Islam agama yang maha sempurna, tidak satupun agama lain yang memiliki hal serupa. Contoh kecil, dengan hadirnya doa-doa dalam detik-detik kehidupan, sesederhana apapun, semua dibahas dan diajarkan. Dari doa berkumpul (suami istri), saat bangun tidur, hingga pada setiap aktifitas kerja lainnya.

    Akhirnya, saya sikapi hidup ini dengan ikhlas dan berpasrah dengan ridhoNya. Tugas sehari-hari kami di kantor yang cukup melelahkanpun bisa terselesaikan dengan sukses dan memuaskan.

    Sungguh, saya telah mencermati Islam dan merasakan adanya perpautan kental antara akal dengan kedalaman rasa di hati, perpaduan usaha denga takdir dan keserasian antara fikir dengan zikir.

    Alhamdulillah.

    =============
    RIWAYAT HIDUP KYAI HAJI BAHAUDIN MUDHARY
    (1920-1979)

    Lahir di Sumenep 23 April 1920 dan berpulang ke Rahmatullah 4 Desember 1979 di Surabaya. Meski ia belum pernah mereguk pendidikan alam pesantren, namun kadar kebesarannya berangkat dari benih pengaruh kuat ayahandanya –KH. Ahmad Sufhansa Mudhary– yang ulama dan teman berbincang dari kakaknya alm. K.H. Abdul Hamid Mudhary, yang sama sekali tidak pernah mengenyam sekolah formal ataupun Pesantren, kecuali berkhidmat kepada ayahandanya saja. Alhasil, beliaupun mampu mereguk ilmu keislaman disamping mahir bahasa Arab, Belanda dan Jepang.

    Jabatan yang pernah diembannya antara lain, Komandan Sudanco, Ketua Muhammadiyah, Ketua Masyumi, Wedana di Bangkalan serta ketua Perserikatan Muslim Tionghoa di Madura (sekarang PITI).

    Almarhum dalam kesehariannya sangat sederhana lagi bersahaja. Ia juga humoris dengan petuah yang penuh warna “parigan” (sesemon Madura). Ada pesan menjelang akhir hayatnya yang hingga kini menjadi pegangan putra dan cucu-cucunya; “Jangan sesekali meninggalkan sholat, selalu rukun dan memelihara tali silaturahim serta jangan berebut harta pusaka, usahakan setiap malam sholat lail (tahajjud).”

    Seusai menamatkan Kweek School Muhammadiyah di Yogjakarta tahun 1940, tokoh ulama jawa timur ini terus menimba ilmu sambil menekuni buku literatur berbahasa Arab, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Cina dan Jepang, teristimewa yang erat kaitannya dengan filsafat dan kerohanian.

    Ulama ahli metafisika yang memiliki “kasyf” tersebut juga amat terampil memafhumi hampir seluruh alat musik mulai petik,gesek, tiup sampai tuts piano. Muasal kelangkaan ilmunya, alhasil orang menyebut “Tera Ta Adamar” (bhs Madura) bermakna benderang tanpa pelita, lantaran bertumpu pijak yang berkhidmat pada ladang spiritual terutama ibadah sholat sebagai mi’rajnya kaum muslimin menuju titik sumbu Rabbul Izzati. Itulah sebabnya hakikat ilmu letaknya bukan di kepala tetapi di hati.

    Semasa hayatnya diamalkan untuk pendidikan dan dakwah Islamiyah. Tahun 1947 memangku sebagai Komandan Resimen Hizbullah, dua tahun kemudian mendirikan Yayasan Pesantren Sumenep. Selama perjuangan fisik bersama-sama rekan-rekannya setahun lebih meringkuk di Penjara Kalisosok Surabaya. Berikutnya tahun 1954 Ketua Muhammadiyah cabang Sumenep, Kepala SMA Yayasan Pesantren, mengajar bahasa Jerman dan Perancis di SMA Sumenep sekitar tahun 1960-1965 serta dosen di IKIP Negeri dan pernah mendirikan Akademi Metafisika. Hingga akhir hayatnya, selain mengasuh Pesantren Kepanjin Sumenep juga menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Sumenep, Ketua Umum GUPPI Jawa Timur, Ketua MUI Jawa Timur dan anggota DPRD Tingkat I Jawa Timur. Banyak buah penanya, senantiasa mewarnai langgam kehidupan rohaninya yang mapan.

    http://www.pakdenono.com/golfclubs.htm

    http://agamaislam.multiply.com/guestbook?&page=1

     
    • alo 2:21 pm on 04/01/2010 Permalink | Reply

      antonius tertipu oleh ilmu perbintangan

    • Pembela 4:24 am on 05/01/2010 Permalink | Reply

      Antonius binggung,..

      dan lebih mncari konsep ketuhanan mnurut ukuran manusia
      pdhal memang benar TUHAN ESA tp tak bisa di sangkal Tuhan mnyelamtkan di dalam Yesus,..

      Apa yg di sebut esa dalam pngertian manusia sangat terbatas. Roh kudus,Allah Bapa,Kristus adalah pribadi yg sama dalam ke esaan TUHAN.
      kRISTEN tidak mnyembah 3 Tuhan,.. karena apa yg di sebut trinitas itu pd dasarnya sama yakni Tuhan yg Esa.

      Lebih sederhana lagi ; Tuhan kristen ya 1,.. kmudian muncul Trinitas karena ada pribadi2 TUHAN yg di tampakan pd manusia,.. Tuhan sebagai penyelamat : di dalam Yesus,. Tuhan sebagi penghibur di dalam roh kudus,.. dan terakhir Tuhan yg mnciptakan sgala sesuatu di dalam Allah Bapa smua sma dalam ke satuan ke esaan TUHAN. jd bukan sendiri2,.. tp memang kesatuan yg sama,.. kmudian di dalam umat kristen di sebut Trinitas.

      • erzal 8:17 am on 07/01/2010 Permalink | Reply

        gooblok luaaar bisa, bagaimana pribadi yg sama wong yesus aja kaga tahu kapan terjadinya hari kiamat sedangkan Bapa tahu ……benar2 guoblok…..

        • mrex 4:45 am on 18/02/2010 Permalink | Reply

          itu karna anda jg goblok ga ngerti tentng iman kristen.law org muslim tu pintr, udh hak negara2 berltr belkng muslim tu maju2.buktinya jg klh jh dg negara2 berltrblkng kristen..

        • Antonius Aribowo 10:46 am on 27/07/2010 Permalink | Reply

          mrex, kalau anda mengerti ttg iman kristen knp anda ga spt bangsa2 yg berlatar belakang kristen?? bikin teknologi canggihlah buat menguasai negara berlatarbelakang Islam. Tuh sana gempur GAZA yg luasnya cuma 360 Km2, katanya senjata dari bangsa yg berlatar belakang kristen yg pinter gitu??? faktanya sampai dower, sampai modar, tuh israel laknatullah ga bisa kuasai GAZA!!!

          • melly 1:18 am on 27/03/2013 Permalink | Reply

            mrex….kalo aku jadi kamu maluuuuuu aku sama penjelasannya antonius aribowo!!!! menohok abisssss hahahahaha….

      • gagaksetro 9:48 am on 27/11/2010 Permalink | Reply

        @pembela,
        anda mengatakan bahwa “Roh kudus, Allah Bapa, Kristus adalah pribadi yg sama dalam ke esaan TUHAN.
        KRISTEN tidak mnyembah 3 Tuhan,.. karena apa yg di sebut trinitas itu pd dasarnya sama yakni Tuhan yg Esa. Lebih sederhana lagi; Tuhan kristen ya 1,..”

        alkitab anda mengatakan bahwa Bapa itu Kekal dan Abadi. tetapi bagaimana ketika Jesus digantung dan mati di tiang salib? pandangan Kristen mengatakan Jesus hanya mati selama 3 hari 3 malam, lalu dibangkitkan lagi.
        taruhlah mati selama 3 hari, lalu pertanyaannya, apa yang akan terjadi dengan alam semesta ketika TUHAN MATI. siapa yang menjalankan alam semesta selama 3 hari tsb.
        Jika Tuhan mati walau semenitpun, maka alam menjadi punah karena tidak ada yang menjalankannya.

        dan ketika Tuhan (Bapa) mati (walau cuma 3 hari 3 malam), berarti bertentangan dengan Alkitab, bahwa Bapa Kekal dan Abadi.

        terima kasih.

    • pedro 11:24 am on 05/01/2010 Permalink | Reply

      lanjutan tulisannya harusnya begini:

      Pedro : menurut Anda, Roh Kudus itu apa?

      AW : tidak tahu…

      Pedro : apakah Roh Kudus = malaikat??

      AW : tidak tahu…

      Pedro : Anda percaya Tuhan itu berupa Roh atau fisik??

      AW : tidak yakin, tapi mungkin saja Tuhan itu Roh karena sifat-NYA kekal dan bukan fisik yang sifatnya sementara…
      pasti gak bisa jawab….

      Pedro : bagaimana wujud Tuhan menurut Anda?

      AW : tidak tahu, setahu saya Tuhan tidak berwujud….

      Pedro : bagaimana Anda mengenal Tuhan Anda?

      AW : dari cerita orang lain…

      Pedro : ohhhhh…

    • Pembela 4:24 am on 06/01/2010 Permalink | Reply

      @ AW

      Sangat di sayangkan keimanan anda yg seharusnya mnyelamatakan diri anda,.. harus engkau tinggalkan hnya karena sepuntung rokok,…

      ** Ada 2x saja kamu ini….

      • adadantiada 5:48 am on 09/01/2010 Permalink | Reply

        @pembela : sepuntung rokok apanya…tanya jawab sudah 9 hari lamanya loe bilang hanya puntung rokok:…anda sudah gak bener ya….?gimana anda ini?

        • Imi Rohimi 8:12 am on 09/01/2010 Permalink | Reply

          @ adadantiada

          Emang kelihatan dungu dan dongonya kristen yang satu ini nih! Dia begitu seperti menguasai tapi kedodoran sendiri ahirnya ngaco apalagi kalo emosi ngawur…itulah si pembela

          Iya…
          Ada = Tuhan
          Ada dan tiada = Makhluk

          Salam…

        • pembela 7:01 am on 18/02/2010 Permalink | Reply

          @adadantiada

          mski sudah 9 hari Aw dan Bm berdialog tentang ke-Tuhanan tp mnurutku mreka tak mncapai apa yg di sebut kebenran yg hakiki,.. coba anda lihat lagi dialog mreka. seperti penuh rkaan & rekayasa. atau memang dialognya sudah diubah,.. hal yg mbuat janggal :

          1. AW terlihat hnya psrah mnghadapi setiap pernyataan Bm jika orang berdialog tentu semua mngungkapkan apa yg mnjadi gagasan maupun bantahan dari setiap ayat yg diperdebatkan. tp Aw seperti kerbau yg dicocok hidungnya.. hnya di suruh membaca ayat dalam injil sambil mndengarkan Bm ngomong panjang lebar tentang opni dia sendiri. jika Aw benar2 kristen sejati ia setidaknya sanggup membantah dan mnjelaskan jg pd Bm tentang arti ayat yg dimaksud. ( Sudah jelas itu bukan dialog tp pelajaran di sekolah. guru menerangkan, murid mendengarkan)

          2. Di atas dikatakan Aw adalag seorang yg berlatarbelakang khatolik yg sangat taat dgn saudara2nya yg membuat heran,. apa dia tak pernah belajar agamanya …??? dialog tersebut tak memperlihatkan pandanagn kekristenan dia. ia hnya psrah mndengar ocehan Bm tanpa berani membantah. paling2 yg ia katakan tentang pandangan umum trinitas tanpa sanggup mnjelaskan (mirip dgn muslims) jangan2 Aw hnya rekaan orang muslims…??? atau Aw hnya kristen awam…??

          3.Tak mngkin orang yg sudah tertanam kuat tentang suatu agama yg ia anut mulai dari lahir tiba2 berbalik agama jika tanpa pertolong Tuhan. sedang Aw hnya karena sepuntung rokok yg mnjadi sample tentang ke-Tuhanan. ha,..ha,. ha,.. benar2 memalukan sekali. TUHAN jgn engkau umpamakan dgn sepuntung rokok bos,.. itu kan pikiranmu sebagai manusia yg terbatas. Karya TUHAN tak pernah terselami dgn fikiran manusia,. apalagi lau TUHAN sampai diumpamakn dgn sepuntung rokok… klian semua bener2 ngaco…!!!!!!

          Kesimpulan ; AW hnya rekaan & hanyalan saja atau Aw seorang Kristen awam yg berdialog dgn guru yg mngajari ilmu beropini tanpa tahu kebenaran yg hakiki.

          ” Wasalam ‘”

          • erzal 4:37 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

            yah lu mah udak jelas 2 aw kalah, lu masih kaga ngakuin, kaga sportif lu…

        • Antonius Aribowo 10:50 am on 27/07/2010 Permalink | Reply

          Pembela, lu cuma cuap2, coba lu ketemu gw biar tidak ada rekaan, siapa yg kalah debat antara kita harus masuk agama yg menang. Gw tantangin lu! Jangan lupa bawa kitab lu yg terbitan tahun mana aja gw jabanin.

      • Antonius Aribowo 11:34 am on 27/07/2010 Permalink | Reply

        Gw heran sama pemikiran macam si pembela ini.. Setiap kristian yg gw tantang bikin buku, debat terbuka, diskusi dengan dalil ilmiah, maka jawabannya kebanyakan: diselamatkan roh kudus, kasih karunia, keselamatan yg absurd, dll.. Rasa2nya, mereka menutup fakta dgn sejarah, keyakinan yg membabi buta, kalau dibilang ada kuntilanak lgsg kaburr ngacirrr! Begitulah mereka hny berprasangka saja! Ketahuilah, ada SEGUMPAL DAGING YG JIKA DAGING ITU KOTOR, MAKA KOTORLAH SEMUA PIKIRAN DAN TUBUHNYA.. APAKAH ITU?? IA ADALAH AKAL (OTAK) BUKAN HATI, BUKAN JANTUNG. ORANG YG JANTUNGNYA DICANGKOK MASIH HIDUP DAN TDK BERKURANG IMANNYA, YG DICANGKOK HATI (HEPAR) NYA JG MASIH HIDUP DAN TDK BERKURANG IMANNYA. NAH KALAU OTAKKNYA KOTOR, MAU DICANGKOK YA.. MATI!! Demikianlah otak si pembela ini, harus dicangkok otakknya biar tewas saja!

      • Mon Amory 7:56 am on 15/01/2011 Permalink | Reply

        Orang Kristen Percaya ada Setan Bukan? dan kerjanya setan adalah untuk menyesatkan bukan..??
        lalu apa gunanya sekarang setan, jika kalian sudah terjamin keselamatannya.??
        toh apapun yang kalian lakukan tidak akan berdampak apapun jika benar ada jaminan itu..???????????

    • alo 11:02 am on 18/01/2010 Permalink | Reply

      kalau saudara antonius berduri wawancara dengan biksu maka kemungkinan antonius berduri akan beragama budha dan mahir kung fu. karena agama yang dianutnya sekarang agak mirip dengan shoulin.

      wawancara yang tidak sah dan tidak bermutu karena tidak cek atau bertanya pada umat Kristen yang lain. sepertinya saudara antonius seorang diri di hutan.

      banyak tafsiran Alkitab dalam wawancara tersebut yang salah dan ngaco. ibarat seorang astronot yang ateis yang menafsir Alkitab. Ya tidak bisa dibandingkan antara Alkitab dengan ilmu perbintangan.

      begitu juga kalau temannya antonius menafsir kitab Weda atau tripitaka, jelas pasti ditolak oleh biksu.

      • erzal 10:38 am on 20/01/2010 Permalink | Reply

        YG JELAS DI SUDAH MENEMUKAN JALAN YG BENAR DAN KAGA SESAT SEPERTI LU !!!

        • mrex 5:05 am on 18/02/2010 Permalink | Reply

          cb anda lihat jg dg ksaksian ‘Ali Makrus’ seorng muslim yg pindh kristen. jh lbh luarbiasa tuh dbanding si ‘AW’. bgmn dg luarbiasanya ia menjlskn kslhn n kelemhn2 iman muslim dbndng iman kristen.. yg notabene dia tuh punya kdr iman n latarblkng muslim jh lbh kuat dr AW

          • erzal 4:39 am on 09/03/2010 Permalink | Reply

            Bantahan Kebohongan Kesaksian Ali Makrus At-Tamimi
            Posted on Maret 16, 2008 by agungsulistyo

            Tampaknya umat Kristen begitu mengelu-elukan sang penipu ulung bernama Ali Makrus Atamimi. Oleh karena itu, saya akan merangkum kembali apa yang telah dibahas di forum Islam Myquran.

            1. Sumur Zamzam di Madinah kering tanpa air

            “Tetapi pada akhirnya ketika saya 4 tahun di Madinah, hati saya tidak pernah damai. khususnya ketika saya melihat satu fenomena, satu gambaran dimana apa yang selama ini yang setiap tahun dibawah oleh orang-orang, baik itu yang naik haji atau umroh yang disebut air zamzam, itu disana disumurnya itu ditulis dalam bahasa Arab” (Kesaksian Ali Makrus Atamimi)

            “Dan ketika saya ada di Madinah sana, saya melihat ada sebuah hal yang aneh, sumur yang dimana yang selama ini dipercaya sebagai sumber air kehidupan itu, ternyata didalam sumur itu enggak ada airnya, setetes pun tidak pernah ada airnya. Yang menjadi pertanyaan saya waktu itu, lantas yang dibawa orang pulang dari naik haji yang rata-rata orang berangkat haji pulang dari Mekkah sana, itu pulang pasti tidak lepas dari air yg namanya air zamzam. Itu pasti, tdk ada kata tidak. Walaupun itu bukan wajib, tetapi orang berangkat dan naik haji, satu oleh-oleh yang gak akan ditinggal yaitu air zamzam. Berarti saudara-saudara kita di Islam membutuhkan sumber air kehidupan, membutuhkan sumber air kehidupan. Padahal didalam sumur ini tidak ada air kehidupan, setetes pun tidak pernah ada. Lantas yang dibawa oleh pulang naik haji itu apa? Ya mau gak mau yang dibawa tetap air. Ternyata selidik demi selidik selama saya empat tahun dididik disana, itu diatas sumur itu ada sebuah dam pipa besar. Dimana mengalir air ke masjidil Harom, masuk ke Masjidil Harom untuk tempat air wudhu, jadi sedikit demi sedikit, air yang dibawa pulang oleh orang naik haji dari ke Mekkah sana, itu bukan dari sumur air yang itu tadi, tetapi air PDAM. Ini kan sebuah sebuah kebodohan, sebuah kebohongan besar yang sudah diciptakan, mengapa ini bisa terjadi. Mengapa sampai detik ini menjadi suatu keyakinan yang sangat sakral. Ini hal yang membuat saya waktu itu sedih. Mengapa air yang dibawa oleh orang Indonesia ini gak ada air zamzam dalam sumur itu. Padahal Indonesia tidak memasok air itu untuk masuk ke Indonesia. Masuk ke Indonesia dimasukkan ke Masjid Sunan Ampel. Di Masjid Sunan Ampel dioplos lagi. Di oplos sama air Sunan Ampel, air sumur Sunan Ampel. Itu satu botol Aqua itu dijual 12.500. Yang dari sana bukan air zamzam disini dioplos lagi sama air sunan Ampel. Dijual 12.500, Subhanalloh” (Kesaksian Ali Makrus Atamimi)

            Jawab

            1-. Semua orang Islam juga tahu bahwa sumur Zamzam berada di Mekkah.

            2-. Mengenai sumur Zamzam dan pemeliharannya.

            http://rovicky.wordpress.com/2007/06/26/rahasia-sumur-zamzam-1/#more-892

            http://rovicky.multiply.com/journal/item/125

            http://www.sgs.org.sa/index.cfm?sec=311&page=

            3-. Ali Makrus menuduh bahwa oleh-oleh Zamzam jemaah haji berasal dari oplosan Masjid Sunan Ampel Jawa Timur. Ini sama sekali bohong.

            2. Kewajiban mengucapkan shalawat sebanyak 17 kali

            Ini adalah bohong. Karena yang wajib ada dalam sholat, yaitu sebanyak :

            • Shubuh 1
            • Dzhuhur 2
            • Ashar 2
            • Maghrib 2
            • Isya 2

            ———————— +
            Total 9 kali

            3. Alif Lam Mim artinya Allah Air Kehidupan

            Si Penipu Makrus berkata : “Alif lam mim. Alif itu Allah, Lam itu air, Mim itu kehidupan. Jadi didalam sumur yang dipercaya didalamnya mengandung air Zamzam itu tertulis bahwa Allah itu adalah air kehidupan.”

            Nah, pernyataan Si Makrus tsb didukung penuh oleh orang Kristen di forum Kristen yang telah saya kutip dibawah ini:
            Sumber:
            Thread : Ketua Tim Pemburu Hantu (LATIVI) Menjadi Pengikut Yesus
            Online : http://www.forum.khabar-baik.net/viewtopic.php?p=613Dalam Islam ada banyak sebutan untuk Allah, 99 nama (sebutan) untuk Allah yg tercatat, salah satunya ialah ALIF LAM MIM yaitu Alif Lam Mim berarti Ana-Allahu-a’Laam atau Nun berarti Nur (cahaya)

            jadi ALIF LAM MIM itu ada dalam Islam sebab surah ke-13 saja di awali dengan huruf `Alif’, `Lam’, `Mim’, dan `Ro’ dan Surat ke-7 diawali huruf `Alif’, `Lam’, `Mim’, dan `Shod’ bahkan surah ke-2 diawali dengan `Alif’, `Lam’, `Mim’ yang merupakan simbol nama Allah

            sebagai mana dalam hadist dikatakan:
            dari Abdullah bin Mas`ud t berkata bahwaRasulullahSAW, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” (HR At Tirmidzi dan berkata, “Hadits hasan shahih).

            Komentar.
            1). Pernyataan Kristen sama sekali bohong besar. “Alif Lam Mim” memang ada dalam al-Qur’an, tetapi “Alif Lam Mim” bukan “Allah air kehidupan”.

            2). Tidak ada “Alif Lam Mim” dalam 99 Asmaul Husna. Bagi umat Kristiani yang ingin mengetahu 99 Asmaul Husna silahkan baca

            4. Makrus Sang Ketua Tim Pemburu Hantu?

            Makrus berkata:

            “Saya juga bukan plus sebagai seorang paranormal, tetapi kegiatan paranormal saya ini kegiatan ekstrakulikuler, namun saya sendiri terikat di salah satu televisi swasta di tim Pemburu Hantu, mungkin kalau bapak-bapak ibu-ibu aaaa…. sering melihat Tim Pemburu Hantu enggak akan asing dengan wajah saya ini tapi saya di tim pemburu hantu rambut saya agak panjang jenggot saya agak panjang, jadi wajahnya yah persis seperti genderowo gitu, karena namanya ha… ya.. tim Pemburu Hantu.”

            Tetapi anehnya justru tidak ada sama sekali tampang Makrus yang mirip genderuwo di beberapa foto Tim Pemburu Hantu dibawah ini!

            tim_pemburu_hantu

            tim_pemburu_hantu

            Wahai umat Kristen, dari dua foto tim pemburu hantu yang beraksi diatas, manakah sang ketua Tim Pemburu Hantu Lativi bernama Ali Makrus Atamimi?

            5. Ketua FPI Pusat bernama Habib Rizqi?

            Makrus berkata:

            “Saya di Surabaya memang dipersiapkan untuk mengisi kekosongan sebagai pimpinan dewan pengurus FPI, karena memang di Surabaya ini FPI belum berkembang dengan pesat. Sehingga waktu terjadi Musyawarah Daerah di Jakarta waktu itu, pimpinan pusat bapak Habib Rizqi menunjuk saya untuk memimpin kota Surabaya didalam gerakan FPI, karena saya diberikan amanat, karena beliau tahu persis watak yg ada dalam pribadi saya, karena pemimpin-pemimpin FPI ini adalah pemimpin-pemimpin radikal, pemimpin-pemimpin yang punya jiwa pemberani siap mati, khususnya, didalam berjihad dijalan agamanya.”

            Makrus telah keliru, karena ketua FPI Pusat bernama Habib Riziq, BUKAN Habib Rizqi.

            6. Al lahis salam ?

            Makrus salah mengucapkan gelar nabi karena menyebut “Al lahis salam”, karena yang benar adalah “Ala ihis salam”.

            7. Makrus mengklaim Yesus adalah Raja Manusia didalam QS An-Naas

            QS An-Naas
            1. Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
            2. Raja manusia
            3. Sembahan manusia.
            4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
            5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
            6. dari (golongan) jin dan manusia.

            Si Makrus membual dengan menyatakan “Tuhan manusia Raja manusia, sembahan manusia” dalam QS An-naas adalah Yesus. Padahal yang benar adalah Allah SWT, bukan Yesus!

            QS Al Maa’idah 72
            “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. “

            8. 75% isi al-Qur’an berasal dari Alkitab?

            Pendeta Makrus berkata :

            “…..karena kenapa, 75% alquran, seluruhnya yg ada dalam alQuran, 75%, sumbernya diambil dari alkitab.”

            Ini adalah bohong. Buktikan kalau memang benar 75% dari 6666 ayat Qur’an berasal dari Alkitab. Buktikan ada 4999 ayat Qur’an persis sama dengan Alkitab?

            9. Yesus ditulis di Qur’an sebanyak 75%?

            Pendeta Ali Makrus berkata:

            “….Muhammad ditulis di Al-Qur’an itu cuma 2 %, Yesus ditulis di Al-Qur’an 75%, bisa kelihatan, harusnya itu Yesus ditulis 2% Muhammad ditulis 70%, ini kan kebalikannya. Sehingga banyak orang Islam mulai berpikir kenapa kok bisa begini….”

            Ini adalah dusta kekanak-kanakan. Dari 6666 ayat di Al-Qur’an, nama nabi Isa ataupun cerita kehidupan nabi Isa hanya ditulis sedikit. Cerita mengenai nabi Isa jelas kalah jauh secara kuantitas dibandingkan dengan cerita mengenai kehidupan nabi Muhammad.

            10. Tujuan Sholat subuh menanti kebangkitan Yesus dari alam kubur?

            Pendeta Makrus berkata:

            “….shubuh ini melambangkan bagaimana Yesus bangkit dari alam kubur. Dipagi-pagi buta, Yesus sudah bangkit dari alam kubur…..dasarnya yang diletakkan oleh orang Islam, karena dia mengingat bagaimana Yesus, Isa, itu bangkit dari alam kubur, tepatnya itu pas shubuh, itu menurut iman keyakinan saya…….. karena mereka yakin bahwa Yesus itu nanti akan datang ke muka bumi ini pada hari kiamat itu nanti tepat pada shubuh…….”

            Komentar:

            Sama sekali bohong. Sholat shubuh bukan untuk menantikan kebangkitan Yesus dari alam kubur.

            Kalau pun hadits yang menjadi rujukannya, diceritakan bagaimana Nabi Isa turun di masjidil Aqsho pada saat kaum muslim hendak menunaikan ibadah sholat Shubuh, lalu nabi Isa menjadi makmum, dan setelah sholat, lalu beranjak hendak membunuh almasih/kristus palsu atau dajjal yang merupakan juru selamat/ Kristus palsu kaum Yahudi dan Kristen yang hendak menghabisi kaum Muslim di Palestina.

            Jadi tidak ada sama sekali pernyataan hadits bahwa sholat shubuh melambangkan Yesus bangkit dari alam kubur pada waktu shubuh.

            Nah karena dimaklumi bahwa umat Kristiani terbiasa tidur pulas sewaktu shubuh, logikanya Yesus pun tak akan turun kepada kalian Ngikik..

            Sebagai catatan, hadits mengenai kedatangan nabi Isa kedua kali ini ditanggapi oleh umat Islam dengan multitafsir dan bagi umat Kristiani yang ingin mengetahui keyakinan sebahagian umat Islam yang mempercayai kedatangan nabi Isa kedua kalinya bisa dilihat di http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=234_0_4_0_M.

            TENTANG NAMA ISA

            Ada satu hal lagi. Kalau kita sering kali membuat satu tatanan bahasa mengapa saudara-saudara kita menyebut nama Isa?

Kalau Isa jadi Yesus, ini sangat-sangat bertentangan. Kalau Abraham jadi Ibrahim, mungkin tidak menjadi masalah. Tapi kalau Isa jadi Yesus, ini sangat bermasalah. Tapi ketika kita memahami, masuk di dalam pembelajaran toreqot ke dalamnya, di sini kita akan memahami apa yang disebut Isa.

            Isa ini bukan nama. Isa ini adalah gelar. Sehingga Isa itu disebut dengan At-Tauhid, satu-satunya. Sehingga nama yang terus dihadapkan dan ditulis oleh Al-Qur`an disebut Almasih Isa Alladzi Salam. (KET: yang benar Alayhis Salaam) Almasih tidak boleh ditaroh di belakangnya Isa, pasti ditaroh di depannya Isa.

            JAWAB:
            Apabila kita berpegangan bahwa bahasa yang digunakan oleh Yesus adalah bahasa Aramaic, maka silahkan buka situs:
            http://www.v-a.com/bible/aramaic-jesus.html
            Nama asli Yesus di sana dituliskan sebagai “Eashoa’M’sheekha” yang sebetulnya lebih dekat dengan “Isa Al Masih” dibandingkan dengan nama Yesus Kristus/Jesus Christ. Dalam bahasa Inggris EESHOA akan terdengar sebagai IISYUA atau IISYOA dalam bahasa kita. Bahkan dalam situs tersebut dapat didengarkan doa dalam bahasa Aramaic kuno, di mana nama Yesus tidak terdengar huruf Y atau J di depannya.

            Dari situ kita sebenarnya sudah bisa tahu bahwa kata Isa lebih dekat dengan nama asli Yesus, yang sebetulnya ketika diucapkan tidak ada huruf Y ataupun J di depannya, dan tidak ada huruf S di belakangnya, sehingga tuduhan bahwa Isa bukan nama melainkan hanya gelar justru jauh dari kenyataan.

            TENTANG GELAR ISA

            Almasih ini adalah orang yang diurapi Tuhan. Isa ini adalah At-Tauhid satu-satunya. Allahisalam artinya satu-satunya penjamin keselamatan, sehingga Isa itu dijuluki Nabi Pembawa Syafaat. Jadi kalau diringkes jadi satu, dia orang yang diurapi Tuhan dan satu-satunya penjamin keselamatan. Bukan salah satu, satu-satunya penjamin keselamatan. 

Di Indonesia ini dipercaya oleh saudara-saudara kita di bani Kedar. Itu ada 25 para nabi dan rasul. Dan hanya ada dua gelar nabi yaitu Isa dengan Muhammad. Isa punya gelar AS, Muhammad punya gelar SAW. Tapi sayang di Indonesia, dari mulai jamannya Adam sampai turunnya Isa itu semua di belakangnya diberi gelar AS. Saya nggak ngerti bagaimana pola pemikiran di Indonesia. Saya nggak ngerti dia memakai paham yang bagaimana. Yang jelas gelar ini, pengakuan seluruh umat Islam di dunia, dua gelar ini hanya dimiliki oleh dua orang nabi.

AS ini artinya allahisalam, pemberi penjamin keselamatan, sehingga Yesus diberi gelar asy-syukruf, perhiasan syafaat pemberi jaminan keselamatan itu sendiri. Muhammad itu diberikan gelar SAW, sollallohu allaihi wasallam, artinya adalah peminta jaminan keselamatakan. Ini perbedaannya. Sehingga Muhammad diberi gelar Nabi Pembawa Solawat.

            JAWAB:
            Kata Alayhis Salam tidak semata dipergunakan khusus pada nabi Isa saja, bahkan dalam beberapa hadits Malaikat Jibril-pun pernah diberikan gelar yang sama, yaitu Alayhis Salam pula.

            Arti kata Alayhis Salam sendiri terdiri dari 3 kata:
            ‘Ala yang artinya “atas / ditujukan kepada”
            Hi yang artinya “dia / nya”
            As Salaam yang artinya “keselamatan”

            Sehingga arti harfiahnya adalah: Keselamatan ditujukan kepada dia / keselamatan atasnya.

            Sedangkan Sholallahu ‘Alayhi Wassalaam terdiri dari kata:
            Shola yang artinya “penghubung”
            Allah yang artinya “Allah / Tuhan”
            ‘Alayhi yang artinya “atasnya / ditujukan kepada dia”
            Wa yang artinya “dan”
            As Salaam yang artinya “keselamatan”

            Yang itu semua artinya kurang lebih adalah: Dan keselamatan ditujukan kepada dia / keselamatan atasnya, sang penghubung Allah.

            Dari situlah, maka apabila kalimat AlahisSalam diartikan sebagai pemberi penjamin keselamatan, serta kalimat Sholallahu ‘Alayhi Wassalaam diartikan sebagai peminta jaminan keselamatan, hal tersebut justru menunjukkan ketidakhati-hatian / ketidak mengertian pendeta Ali Makrus akan bahasa arab.

            Sedikit catatan:
            gelar Alladzi Salam ataupun Alahi Salam sebagaimana diucapkan oleh Pdt. Ali Makrus tidaklah tepat, karena yang benar adalah Alayhis Salam. Hal ini dipahami oleh muslim kebanyakan (bisa dibuktikan dengan menanyai orang-orang Islam yang sholat di masjid, ataupun guru agama Islam cukup dari pengajar tingkat TK ataupun SD, tidak perlu harus pengajar IAIN/UIN, atau pengurus FPI ataupun harus keturunan Habaib, dari 3 sebutan di atas mana yang benar) apalagi untuk taraf Habib/Habaib (keturunan Rasulullah), sedangkan beliau mengaku sebagai keluarga Habaib. Seharusnya tidak mungkin salah.

            TENTANG ISTRI MUHAMMAD

            Jadi hadirnya sholawat itu ada riwayatnya sendiri. Ketika Muhammad pada usia 61 tahun, Muhammad tidak bisa mendeteksi racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Karena Muhammad diracun oleh istrinya sendiri. Jadi yang meracuni Muhammad waktu itu adalah istrinya sendiri, istri yang ketujuh belas. Jadi istrinya Muhammad itu total dua puluh dua. Istri yang ketujuh belas ini meracuni dia. Dua tahun.

            JAWAB:
            Dalam Riwayat yang dipakai untuk menjelaskan jumlah istri nabi, jumlah istri nabi ada 12 yaitu:
            Khadijah binti Khuwaylid
            Saudah binti Zam’ah
            A’isyah binti Abu Bakar
            Hafshah binti Umar bint Khattab
            Zaynab binti Khuzaymah
            Umm Salama Hindun binti Abi Umayya
            Juwayriyah binti Harits
            Zaynab bint Jahsy
            Raihanah bint Zaid
            Ramlah bint Abi Sufyan
            Shafiyyah bint Huyayy
            Maymunah bint Harits
            Dari sumber yang sahih, belum ditemukan keterangan yang menunjukkan bahwa jumlah istri nabi Muhammad ada 22. Dengan tidak adanya dasar yang kuat, bentuk cerita seperti di atas terlihat jelas sebagai fitnah yang memang sengaja direkayasa.

            TENTANG SHOLAT SUBUH

            Sampeyan tanglet teng umat Islam, nopo kok kok sholat subuh? Tiang Islam solat subuh niku wonten rong perkoro dasare.

            Kaping pisan, dasar yang diletakkan oleh orang Islam karena karena dia mengingat bagaimana Yesus, Isa itu bangkit dari alam kubur, tepatnya itu pas subuh. Itu menurut iman keyakinan mereka.

            Kaping kalih, tiang Islam niku nopo kok solat subuh? Karena mereka yakin bahwa Yesus itu nanti akan datang ke muka bumi ini pada hari kiamat itu nanti, tepat pada subuh.

            Dua masalah inilah yang membuat orang-orang Islam bangun pada subuh, dan sujud menyembah di dalam solat subuh.

            JAWAB:
            Kebanyakan orang Islam tidak mengenal kebangkitan Yesus dari alam kubur sebagaimana yang dipercayai oleh orang Kristen, karena Islam tidak meyakini bahwa Yesus telah disalibkan apalagi masuk ke alam kubur kecuali setelah kemunculan beliau nanti di hari kiamat. Beliau diyakini oleh sebagian besar umat muslim telah diangkat ke langit terlebih dahulu dan ada orang lain yang diserupakan beliau yang kemudian dipancang di tiang salib. Jadi yang di salib, kemudian mati dan dikubur bukanlah Nabi Isa As. Maka bagaimana mungkin alasan orang Islam untuk sholat subuh didasari pemikiran kebangkitan Isa dari alam kubur, itu sama sekali tidak sesuai.

            Islam meyakini kedatangan Nabi Isa di hari kiamat nanti, tapi ketetapan kedatangan beliau apakah di waktu subuh atau tidak, bukanlah merupakan dasar didirikannya sholat pada waktu tersebut. Dalam Al Qur’an sendiri waktu subuh itu disebutkan beberapa kali:

            QS 11:Surat Hud ayat 81, QS 15: Surat ayat 66
            tentang waktu subuh sebagai datangnya azab bagi umat Luth / Lot

            QS 24: Surat An Nur ayat 58
            Tentang tiga waktu yang merupakan aurat: sebelum sholat subuh, waktu menanggalkan pakaian dan setelah sholat isya.

            QS 30: Surat Rum ayat 17
            Tuntunan untuk bertasbih di waktu petang dan subuh

            Akan tetapi alasan paling kuat yang bisa dijadikan dasar dikerjakannya sholat subuh ada pada:

            QS 17:Surat Al Isra ayat 78
            Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

            Dan di sana tidak ada penyebutan keterkaitan sama sekali dengan kehidupan, kematian, kebangkitan Yesus ataupun kedatangannya kembali.

            Jadi patokan dikerjakannnya sholat Subuh sama sekali bukan dari waktu kebangkitan ataupun kedatangan Isa, yang waktu kedatangannyapun tidak disebutkan dalam Al Qur’an.

            TENTANG PENYEMBELIHAN ISMAIL

            Coba tanyakan ke saudara-saudara kita di Bani Kedar. Ya, saudara kita di Bani Kedar itu kalau lagi bicara, itu pasti yang ditanya hanya satu, endi dalile? Nah, bapak-bapak, ibu juga tanya begitu. Endi dalile nang Al-Qur`an nek sing dibeleh iku Ismael? Dudohno dalile, dudohno ayate, dudohno kitabe!

            Tidak satupun ayat yang menyampaikan bahwa yang disembelih itu adalah Ismael. Nggak ada satupun ayat. Yah, justru yang disembelih oleh Ibrahim menurut Al-Qur’an adalah Ishak. Walaupun nanti pada akhirnya diganti domba. 

Jadi Al-Qur’an tidak pernah ngomong Ismael. Di dalam kitab suci Al-Qur’an yang diomongkan yang disembelih itu adalah Ishak, bukan Ismael.”

            JAWAB:
            Sebetulnya apa yang dikatakan oleh Pendeta Ali Makrus, merupakan penafsiran beliau dari surat di bawah ini
            QS 37: Ash Shaaffaat:

            99. Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

            100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku yang termasuk orang-orang yang saleh.

            101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar .

            102. Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

            103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis, .

            104. Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,

            105. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

            106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

            107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar .

            108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

            109. “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

            110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

            111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

            112. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.

            Kalau hanya dilihat dari nama yang muncul saja, maka yang disebut hanya Ishaq, sehingga muncul asumsi di atas, tetapi apa yang diuraikan di atas adalah sebuah urutan cerita yang runut dan teratur jalan ceritanya, mulai dari Ibrahim memohon keturunan yang saleh – dikabulkannya doa beliau dengan lahirnya anak pertamanya – diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra satu-satunya yang sudah diinginkannya sejak lama – kesabaran ayah dan anak tersebut dengan mematuhi perintah Allah – hingga dibalas kesalehan mereka dengan digantikan dengan hewan sembelihan – diabadikan peristiwa tersebut hingga saat ini dengan adanya idul qurban – kemudian Allah melimpahkan kesejahteraan kepada Ibrahim – statement Allah bahwa Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik – peneguhan bahwa ia termasuk hamba Allah yang beriman – barulah beliau diberi kabar gembira lainnya berupa putra yang lain yaitu Ishaq.

            TENTANG NAMA MUHAMMAD DALAM AL QUR’AN

            Hal sesuatu yang nggak masuk akal. Muhammad ditulis di Al-Qur`an itu cuma dua persen, Yesus ditulis di Al-Qur`an tujuh puluh lima persen.

            Sesuatu yang aneh. Harusnya itu Yesus ditulis dua persen, Muhammad ditulis tujuh puluh lima persen. Ini keterbalikannya. Sehingga banyak orang Islam mulai berpikir, kenapa kok bisa begini?

            JAWAB:
            Di sinilah salah satu bukti bahwa Al Qur’an bukan karangan Muhammad. Kalau kitab ini merupakan karangan Muhammad, sudah pasti akan banyak bertebaran namanya di dalamnya.

            Adalah merupakan reaksi spontan manusiawi kalau seseorang (manusia) dalam mengarang kitab, terlebih lagi yang memposisikan diri kita sebagai nabi, maka sudah pastilah akan lebih banyak memasukkan nama kita sendiri dibandingkan nama orang lain.

            Hanya saja perhitungan di atas tidak 100% benar. Nama Muhammad hanya ditulis 5x dalam Al Qur’an (4 Muhammad, 1 Ahmad), nama Isa ditulis 5x lebih banyak dari nama Muhammad, yaitu sebanyak 25x. Mengenai jumlah penyebutan nabi di dalam Al Qur’an, lebih jelasnya bisa di lihat pada daftar di bawah ini, Daftar ini diurutkan sesuai dengan nama yang penyebutannya paling banyak diulang-ulang.:

            1. Nabi Musa
            136 kali
            2. Nabi Ibrahim
            69 kali
            3. Nabi Nuh
            43 kali
            4. Nabi Yusuf
            27 kali
            5. Nabi Luth
            27 kali
            6. Nabi Isa
            25 kali
            7. Nabi Adam
            25 kali
            8. Nabi Harun
            20 kali
            9. Nabi Ishaq
            17 kali
            10. Nabi Sulaiman
            17 kali
            11. Nabi Ya’qub
            16 kali
            12. Nabi Daud
            16 kali
            13. Nabi Ismail
            12 kali
            14. Nabi Syu’aib
            11 kali
            15. Nabi Shalih
            9 kali
            16. Nabi Zakaria
            7 kali
            17. Nabi Yahya
            5 kali
            18. Nabi Muhammad SAW
            4 kali
            19. Nabi Hud
            4 kali
            20. Nabi Ayyub
            4 kali
            21. Nabi Yunus
            4 kali
            22. Nabi Ilyasa’
            2 kali
            23. Nabi Dzulkifl
            2 kali
            24. Nabi Ilyas
            2 kali
            25. Nabi Idris
            2 kali

            Sehingga penyebutan Muhammad 2% dan Yesus 75% itu terlalu mengada-ada. Bandingkan saja 25 dibanding 6000 ayat lebih, sudah pasti bukan 75%.

            Di sisi lain, sebenarnya setiap kali ada ayat Al-Quran yang dimulai dengan kata Qul (katakanlah), itu merupakan dialog Allah kepada beliau SAW untuk mengatakan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Dan kalau dihitung-hitung, jumlahnya mencapai 300 lebih.

            Andaikan jumlah penyebutan didasarkan pada keutamaan nabi, maka kalau berdasarkan jumlah, maka bukan nabi Isa yang paling utama, melainkan justru nabi Musa tentunya yang disebutkan 5x lebih sering disebutkan dibandingkan dengan nabi Isa.
            Dan yang penting, kemuliaan suatu makhluq tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Al-Quran. Syaithan disebutkan di dalam Al-Quran jumlahnya tidak kurang dari 62 kali, tapi itu tidak berarti dia lebih baik dari mereka yang disebutkan lebih sedikit darinya.

            TENTANG KEUTAMAAN ISHAQ

            Dia terus cari, dia kepingin tahu, diberkatilah Allah Abraham, Allah Yakub, Allah Iskak, dan harus ditambah Allah Ismael.

Al-Qur`an tidak pernah menemukan dan menulis satu ayat pun tentang diberkatilah Allah Ismael. Selalu dikatakan diberkatilah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Di manakah Ismael? Mereka protes. Mereka protes kenapa Tuhan ini nggak adil? Sangat-sangat tidak adil, di mana letak Ismael?

            JAWAB:

            Al Qur’an menempatkan setiap nabinya pada posisi yang baik dan mulia, dalam ayat di bawah ini, dijelaskan bahwa masing-masing nabi ada yang telah diberikan petunjuk, ada juga yang ditegaskan sebagai orang-orang yang shaleh dan ada juga yang dilebihkan derajatnya di atas umat di masanya.

            QS: Al An’am ayat:

            84. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

            85. dan Zakaria, Yahya, ‘Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.

            86. dan Ismail, Alyasa’, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya)

            Terkadang dalam satu surat ada nabi yang disebutkan dengan diberi beberapa kelebihan dan anugerah dari Allah, tapi nabi lain disebutkan dengan kelebihan yang lain di ayat yang lain, seperti pada ayat 84 ditulis nama Ishaq sebagai yang diberi petunjuk, sedangkan di ayat 86 nama Ismail disebut sebagai yang dilebihkan derajatnya di atas umat di masanya (KET: Ismail hidup satu masa dengan Ishaq, hanya beberapa tahun lebih tua, sehingga dari sini diperlihatkan salah satu kelebihan derajat Ismail dibandingkan dengan Ishaq). Maka sama sekali tidaklah perlu bagi umat Islam untuk protes ataupun merasa tidak adil sebagaimana dituduhkan oleh Pdt. Ali Makrus sebagaimana tersebut di atas.

            Sebagaimana ditulis sebelumnya tentang penyembelihan putra Ibrahim, justru karena kesabaran dan kesalehan Isma’il dan Ibrahim, maka diberilah mereka balasan berupa kabar gembira dengan lahirnya Ishaq.
            TENTANG BAHASA DALAM AL QUR’AN

            Dari kecemburuan inilah akhirnya mereka membuat satu hal yang sangat paten. Al-Qur`an tidak boleh dibahasakan, Al-Qur`an harus dibahasakan sesuai dengan bahasa aslinya. Apa yang terjadi di Indonesia? Terjadilah sebuah tatanan bahasa “iqro’, ” tata cara membaca Al-Qur`an. Mbaca thok, itu sudah ibadah, mbaca thok itu sudah dapat pahala.

            JAWAB:
            Sebetulnya bukan tidak boleh dibahasakan, karena banyak sekali kita jumpai Al Qur’an dan terjemahnya pada hampir semua bahasa besar. Yang betul adalah, harus selalu disertai dengan bahasa aslinya, yang justru dengan adanya bahasa aslinya, maka peluang kesalahan informasi akibat keterbatasan penerjemahan satu bahasa ke bahasa lain bisa ditekan maksimal. Maka kita bisa lihat Al Qur’an waktu kita kecil, di kampung halaman kita, bila dibandingkan dengan Al Qur’an dari Amerika atau Arab Saudi pada masa sekarang tidak kita jumpai perbedaan barang satu hurufpun.

            Justru kekayaan seperti inilah yang sangat mungkin mengakibatkan kecemburuan di agama lain. Kita bisa melihat seperti Saksi Yehova yang kembali menafsirkan Al Kitab kata demi kata dengan disesuaikan dengan bahasa aslinya.

            TENTANG AIR ZAM ZAM

            Bapak, Ibu, Saudara yang terkasih, 
Ada masalah yang terpenting. Ketika saya ada di Madinah sana, ada satu hal yang terpenting. Bahwa orang-orang yang berangkat naik haji, itu kalau pulang, itu yang selalu dibawa adalah air Zamzam. Itu sudah pasti. Pasti air Zamzam itu yang pertama dibawa. Nek njenengan ziarah teng nggone tanggi sing wangsul ndugi mulih kaji, niku sing dipadosi pertama kali banyu Zamzam.

            Namun yang menjadi permasalahan saat ini, adakah kebenaran di balik air Zamzam ini? Mereka memburu air Zamzam. Teng Mesjid Sunan Ampel niku air Zamzam satu botol Aqua itu dijual 12.500. Itupun dioplos dengan air sumur Sunan Ampel. Begitu mahalnya mereka mengeluarkan uang puluhan uang, masuk ke Medinah untuk membeli air Zamzam.

            JAWAB:
            Setiap orang yang pergi haji saja, pasti tahu bahwa air zam zam ada di Mekkah, bukan di Madinah. Sangat aneh ketika orang islam yang mengaku 4 tahun berada di sana bisa salah menyebutkan lokasi air Zam Zam tersebut.

            Buat orang awam non arab sekalipun yang pernah mengalami hal di atas saja (misalnya tinggal 4 tahun di arab), kesalahan menyebutkan tempat Zam Zam tersebut sudah sangat aneh, terlebih lagi yang mengatakan adalah orang yang mengaku keturunan Habaib (keturunan Nabi Saw.). Pengakuan status orang tersebut sebagai orang yang pernah datang ke sana apalagi dari keturunan Habaib menjadi tidak masuk akal dan patut dipertanyakan

            TENTANG SURAT AN NAS

            Kalau kita sampai orang Islam bertanya pada kita, itu gambarnya siapa? Kita akan jawab itu gambarnya Tuhan Yesus. Jangan salahkan kalau orang Islam ngomong bahwa kita ini orang kafir. Yah, berhati-hatilah. Itu gambare Tuhan Yesus, lha wong Tuhan kok isok digambar? Kan logis ya, sangat logika, masak Tuhan bisa digambar? Jadi harus kita melihat ruang lingkup di mana kita berbicara.

            Kalau kepada sodara kita di Bani Kedar, jangan sekali-kali bilang itu adalah gambar Tuhan Yesus. Tapi sampaikan berdasarkan surat Al-Anas (KET: kalau sudah pakai An tidak perlu Al lagi) ayat 2 dan 3, dia adalah maalikinnas, (KET: yang betul Malikinnaas, artinya beda dengan Maalikinnaas), Yesus iku rojone menungso, dia adalah illahinnas, ilahi menungso, menungso ilahi. Yesus adalah ilahi manusia (KET: yang betul ILAH, bukan ILAHI) dia adalah manusia ilahi. Yang digambar, yang dilukis ini adalah manusia adanya tapi dia adalah Ilahi itu sendiri disebut illaahinas. Illahi manusia, manusia ilahi, orang Islam nggak akan bisa jawab.

            JAWAB:
            Bahasa arab sangat jelas untuk kata ganti milik. Kalau dalam bahasa Indonesia kita sering rancu dengan kata Tuhan Manusia yang mungkin bisa kita terjemahkan sebagai Tuhannya manusia tetapi bisa juga dianggap sebagai Tuhan yang manusia, tapi dalam bahasa aslinya kata ganti kepemilikan sangat jelas dan tidak mungkin salah.

            Kalau keinginan Ali Makrus untuk menyebutkan:
            Tuhan itu manusia maka seharusnya bacaannya adalah Al Ilaahu Annaasu

            Kalau dia mau mengatakan:
            Tuhan yang manusia (ilah menungso) maka semestinya dia menulis Ilaahun Naasun

            Tapi kalau Ilaahin Naas (tertulis Ilaahin Naasi), sudah pasti terjemahannya Tuhannya manusia, kalau diterjemahkan sesuai dengan tata bahasanya tidak mungkin salah terjemah.

            Seperti penerjemahan ayat 2: Malikinnaas, sebetulnya sudah benar diterjemahkan sebagai rojone menungso (rajanya manusia) hanya saja tidak ada kata Yesus dalam terjemahan manapun.

            Begitu masuk ayat 3: Ilaahinnaas, penerjemahannya mulai ngawur. Karena sebetulnya ayat 2 & 3 strukturnya sama, maka seharusnya diterjemahkan sebagai ilahnya manusia (tuhannya manusia), tetapi di sini diterjemahkan sebagai ilah yang manusia. Di sini dipaksa harus mengikuti penafsiran Ali Makrus.

            TENTANG FPI

            Terus lahirlah FPI itu sendiri. Pada saat itu Jawa Timur masih kosong. Kosong masih belum ada gerakan orang FPI sama sekali. Belum ada gerakan orang FPI sama sekali, sehingga Habib Riski waktu itu memanggil saya. Saya disampaikan bahwa seluruh dewan pengurus yang ada di FPI meminta saya untuk memimpin, menjabat FPI di Jawa Timur. Karena tugas FPI harus diserahkan kepada orang yang punya gelar habaib. Kalau nggak ada embel-embelnya habaib, ndak boleh. Akhirnya saya pimpin. Karena pemimpin FPI harus memiliki banyak kriteria, salah satunya tidak pernah kenal kompromi. Tidak pernah kenal kompromi sama sekali, bengis, licik, picik. Itu sudah saya program.

            Pada tanggal 10 Januari pada tahun 2004 ketika saya diangkat menjadi ketua FPI di Jawa Timur, saya sudah persiapkan begitu detailnya. Tugas saya hanya satu, hancurkan kelompok kristenisasi di Indonesia. Dan saya akan hadapi setiap kelompok gerakan orang-orang Kristen di Indonesia. Siapapun juga dia saya akan hadapi!

            JAWAB:
            Sebagai orang yang pernah menjabat sebagai ketua FPI di Jawa Timur, tidak mungkin sampai salah sebut nama orang yang pernah memintanya menjadi ketua di Jawa Timur, terlebih lagi dia adalah pimpinan dari seluruh FPI di seluruh Indonesia. Kalau dianggap salah omong juga tidak, karena dia menyebut nama Habib Riski lebih dari satu kali.

            Anggota FPI saja tidak pernah terdengar salah menyebut pimpinannya dari Habib Riziek menjadi Habib Riski. Apalagi dia mengaku pernah menjadi ketua FPI.

            Untuk yang satu ini, saudara kita sudah melakukan konfirmasi dengan menelpon ke kantor FPI, yang kemudian memberikan nomor Irwan, sekretaris Habib sendiri di nomor 0812 950 7235

            Menurut beliau, itu tidak benar, karena setelah di cross check ke Jawa Timur, tidak ada anggota maupun pengurus yang bernama Ali Makrus.

            TENTANG PEMBURU HANTU

            Kebetulan saya sendiri terlibat dalam pengurus penasihat paguyuban paranormal. Waktu itu Ki Joko Bodo sempat ngebel saya, “Habib, boleh nggak saya minta sesuatu untuk mendampingi saya untuk melacak golekan kencono bersama beberapa teman paranormal?” Akhirnya saya iyakan.

Memang saya secara pribadi mengenal dunia ghoib itu bukan belajar. Dari turunan, jadi saya usia 4 tahun itu saya sudah bisa melihat, di situ ada ini dan itu.

            Sehingga ketika LATIVI membuka suatu peran Tim Pemburu Hantu, kami terlibat di dalamnya untuk menjadi Tim Pemburu Hantu di sana. Mungkin yang sering kali lihat LATIVI tidak akan asing, karena rambut saya waktu itu masih panjang.

            JAWAB:
            Dalam sebuah situs yang memuat foto-foto para pemburu hantu:
            HYPERLINK “http://swaramuslim.net/fakta/html/006/index.php?page=C” \l “pemburu hantu”http://swaramuslim.net/fakta/html/006/index.php?page=C#pemburu%20hantu
            di antara para Pemburu Hantu yang sedang beraksi saat itu, tidak ada yang wajahnya seperti Ali Makrus.

            Konfirmasi sudah dilakukan dengan menelpon salah satu anggota tim Pemburu Hantu tersebut Ustadz Aziz Hidayatullah di nomor 0815 650 9514. Saya menanyakan apakah ada anggota timnya yang bernama Ali Makrus? Dan kata beliau “Tidak ada itu yang namanya Ali Makhrus!”

            Apabila merasa masih diperlukan klarifikasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor-nomor Para Pemburu Hantu di bawah ini:
            Ust. A-Sholehpatie (Pelukis)
Tlp. 021 59316065 – HP 085217591999

Ust. Cilik Guntur Bumi
Tlp. 024 3543664 – HP 08122925456

Ust. Lukman Hakim AR
Tlp/Fax. 021 78889371 HP 08121984022

Ust. HTB Muh. Ridwan
Tlp. 021 8196818 HP 08128999968 – 0817799968

KH Rafiudin
Tlp. 021 5901111 HP 0818191659

Ust. Shomad MS
Tlp. 021 9102478 HP 081511123334 – 0818940481

Ust. HARIRI MAK
Telp : (021) 7227758 Hp : 081585121953

Ust. AZIZ HIDAYATULAH
Telp : (021) 8014273 ext 207, 70799917,701134894 Hp : 08156509514

Ust. SYARIF HIDAYAT
Telp : (021) 70972717,92644623 Hp : 08159573077

KI GUSTI CHANDRA PUTIH
Telp : (021) 8657174 Hp : 081328753993

Ust. KOSIM
Telp : (021) 8675374 Hp : 081311065491

            Konfirmasi lain adalah dengan menelpon ke PT GRAGETY UTAMA ENTERTAINMENT selaku Production House yang memang memproduksi TV Program Pemburu Hantu yang disiarkan di ANTV. Salah satu pimpinan GRAGETY, bapak Wita mengakui tidak mengenal nama Ali Makrus di antara para tim Pemburu Hantu yang pernah bekerja sama dengan beliau, menurut beliau satu-satunya yang bernama Ali masih bekerja di Gragety, tapi tidak terkait dengan Ali Makrus.

            Bagi yang memerlukan informasi lebih lanjut bisa menghubungi PT GRAGETY UTAMA ENTERTAINMENT yang beralamat di JL.RAWASARI BARAT NO.E 266A, KEL.CEMPAKA PUTIH TIMUR, JAKARTA PUSAT Telepon : 4246578 , Fax : 4246578

            Anggota FPI yang jadi tim pemburu hantu saja kalaupun ada, sangatlah langka. Apalagi kalau dia memiliki jabatan sebagai Ketua FPI Jawa Timur, yang pertama pula, kalau memang benar adanya, sudah pasti seluruh anggota FPI akan tahu.

            Kalau suatu saat ada lagi orang lain yang mengaku dari organisasi ataupun institusi besar yang lazim dikenal oleh masyarakat, jangan langsung percaya dan jangan langsung menuduh, kita tinggal meng-cross check datanya baik lewat internet atau dengan menghubungi contact person dari masing-masing organisasi atau institusi tersebut apakah benar ataukah benar-benar bohong.

            Dari pernyataan Ali Makrus sebagai keturunan Habaib, mantan Tim Pemburu Hantu, mantan FPI, bahkan mantan muslim, semuanya meragukan. Didukung dengan bahasa mata yang menunjukkan indikasi kebohongan yang kuat, yaitu matanya terlalu sering berkedip sepanjang pengakuannya.

            Sekedar catatan, normalnya seseorang akan berkedip sebanyak 15 sampai 20 kali dalam semenit. Namun ketika seseorang sedang malu, tegang atau saat berbohong, kadar stresnya akan meningkat yang mengakibatkan lebih banyak berkedip.

            Segala kebohongan yang disebutkan oleh Ali Makrus ini, baik itu sebagai Mantan Ketua FPI Jawa Timur yang pertama, Mantan anggota tim Pemburu Hantu yang bertemu Yesus, salah satu keturunan Habaib, ataupun kebohongan sebagai mantan muslim, apakah dilakukannya berdasarkan Alkitab, khususnya dari Filipi 1:18? Wallahu a’lam.

            “Tetapi tidak mengapa, 
sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, 
BAIK DENGAN MAKSUD PALSU MAUPUN DENGAN JUJUR. 
Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.” 
( HYPERLINK “http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=50″ \n _blankFilipi 1:18 Alkitab edisi TB)

            DIarsipkan di bawah: Kristologi | Ditandai: katolik, kebohongan ali markus, kristen, Kristologi
            http://agungsulistyo.wordpress.com/2008/03/16/bantahan-kebohongan-kesaksian-ali-makrus-at-tamimi/

    • mrex 4:37 am on 18/02/2010 Permalink | Reply

      klo mslh pindh agama tuh bkn cm org kriten aj yg bisa pindh k islam.org islam jg bnyak yg pindh k kristen.bahkan dtempt sy bkn cm 1 org spt si ‘AW’ tp 1 KELUARGA yg olh kuasa roh kuds dberi pencerhan lwt mimp oleh kuasa dan kasih KRISTUS spy kembali kpdanya. mula2 keluarga tsb ga percy tp mimpi itu terjd berturut2 slma 3X dml 3 mlm bertrt. tp kami org kristen/katholik ga pamer2 tuh crt sana sini ttg org islam yg menemukn kbnrn kuasa dan kasih Kristus kpd org2 muslim.yg jls Yesus adalh sosok pembawa keselamatan sedangkan Nabi Muhammad adlh sosok pemohon keselamtn..

      • tawon 6:54 am on 19/02/2010 Permalink | Reply

        @mrex ..
        menurut pengamatan saya orang pindah dari kristen ke islam penyebabnya lebih karena ketertarikan membaca ayat2 suci al quran ( seperti cat steven / yusuf islam , hj, irene handono dan termasuk ali markus yg anda sebutkan (February 18, 2010 at 5:05 am ) kemudian setelah dia (ali markus ) bisa menarik perhatian para ulama di jawa -timur dan sekitarnya . ali markus berpindah agama ke dalam kristen / nasrani ..
        ini adalah taktik si ali markus ( saya sendiri heran mengapa setelah murtad ia bisa langsung menjadi pendeta , setahu saya untuk menjadi penginjil / pendeta di butuhkan waktu yg tidak sebentar ,
        makanya saya belum pernah menjumpai pendeta , pastor , penginjil cilik ) , ok kembali lagi … orang -orang islam yang pindah agama , maksud saya di sini ke kristen dikarenakan mereka melihat sosok yesus , pertanyaan dari mana dia tahu itu adalah sosok yesus selama hidup mereka blm mengenal sosok yesus , krn sosok yesus adalah manusia , apakah kl dia berjanggut / brewokan
        ,rambutnya gondrong ciri khas sedemikian rupa
        itu adalah yesus , kl begitu mirip dgn poster osama bin laden , apakah osama bin laden adalah yesus ?
        dan orang-orang islam yg pindah ke agama lain , terutama ke kristen lebih disebabkan karena : (yg tampak / scr fisik , terlepas masalah hidayah yg hilang atau tidak , krn godaan ke duniawi an sgt besar )
        1. hura-hura :
        termasuk aktif dlm pesta valentine , night club , dsb
        2. intimidasi ( scr halus ) oleh para misionaris karena faktor ekonomi, seperti pemberian bantuan yg ujung2-nya ke gereja , salah satu contoh adalah hubungan sex pranikah si gadis hamil diluar nikah (muslimah ) , pacarnya ( non muslim tidak mau bertanggung jawab .. alasan di luar keyakinannya , kl mau pindah keyakinan baru mau di nikahkan ( kejadian seperti ini ternyata banyak sekali ).
        , termasuk dlm kasus ini adalah seorang anak dari ketua hamas yg murtad pindah ke agama kristen ( pernah dlm blog saya jumpai ) , tetapi yg saya herankan mengapa dia tinggal di amerika (ikut sekte evangelis ) bukan di palestina ikut berjuang melawan tentara israel .
        jadi bisa di simpulkan orang yg masuk islam , mereka yg mendapatkan hidayah yg luar biasa dari Allah swt , sedangkan mereka yang murtad adalah orang2 yg rugi akan pemikiran sesaat dan tidak bersabar, munafik, mengejar tipu daya dunia semata, bukan karena ajaran cinta kasih tetapi

        • tawon 7:01 am on 19/02/2010 Permalink | Reply

          … tapi tipuan semata-mata
          tambahan tetang juru selamat .. orang nasrani / kristen seperti yg anda sebutkan tadi di atas, ..
          orang muslim memyakini juru selamat adalah Allah swt .. sendiri , Nabi Muhamad saw adalah pembawa safaat / pertolongan kelak apabila semua orang dikumpulkan setelah hari kiamat datang .tidak hanya diakherat nanti pertolongan Allah swt datang , tetapi di dunia ini Allah memberikan pertolongan dan rahmatnya kepada seluruh manusia , tetapi tidak semua manusia yang merasakan pertolongan dan rahmad Allah itu .

        • pembela 10:17 am on 19/02/2010 Permalink | Reply

          @ Tawon

          Mnagapi coment anda pd mrex,. boleh kah sya ikut nimbrung di sini. tuk saudara mrex sya mhon ijin dlu tempatnya,… he,he,he

          mksud anda mnurut pandangan yg bagaimana anda sudah berkesimpulan bahwa orang yg beralih ke muslims karena ke tertarikan membaca al quran..??? pdahal banyak muslims tak bisa membaca alquran,. lgan (mf) apa pernah di dalam alquran mngajarkan kasih..?? bukankah banyak ayat yg mrujuk ke kerasan,. bunuh dan perangilah orang kafir.. rajam sampai mati orang berzinah dll
          coba anda bandingkan dgn ke-4 agama yg ada di indonesia apakah kitab sucinya mngajarkan tentang kekerasan…??? di dalam Kristen orang kafir dan berzinah tetap berdosa di mata Tuhan. tp tak pernah diperangi dgn senjata apalagi membunuhnya.. tapi kan di tegur dgn keras dgn kasih. (Kasihilah sesamu manusia seperti engkau mngasihi dirimu sendiri) sungguh indah kan ayat itu saudara tawon,..

          untuk seorang yg pindah agama tak bisa langsung jadi pendeta. harus mulai fase ke fase. 1.pehamahan alkitab/katekisasi 2.mngaku percaya lewat baptisan 3.sekolah teologia kmdian pelayanan pd greja sebagai penatua kmudia di tabiskan sebagi pendeta.
          untuk ali markus bisa saja langsung jadi pendeta klau tidak dari gki atau gkj.

          Untuk sosk Yesus yg mnemui saudara2 kita yg beralih agama seharusnya anda bertanya pd orang yg bersangkutan.

          ** Anda salah saudar tawon,.. valentine tidak identik dgn hura2. kemaren waktu valentine di gereja2 banyak mngadakan kunjungan ke panti asuhan. karena cinta yg di tunjukan UNIVERSAL. terlepas dari penyelewengan valetine itu murni individu masing2. naif sekali jika anda sangkutkan dgn Kristen.
          ** setahu saya intimidasi tidak ada dgn kehalusan, pasti dgn kekerasan. jika memang benar kristen mngadakan intimidasi tentu orang tersebut mlah kabur,.. tp mreka atas dasar ke mauan yg kuat untuk mau mnerima Yesus dgn terbuka tidak dgn iming2 bantuan dll
          ** coba kasih sumber atau biktinya jika banyak dari lelaki kristen mnghamili para muslim(perempuan) supaya pindah agama. harus ada buktinya dunk,.. jgn asal nulis.

          aku tnggu respon saudara tawon,..

          thx & gbu

        • pembela 8:34 am on 20/02/2010 Permalink | Reply

          @ Tawon

          Sepertinya anda tidak tahu gelar dari Muhamad saw dan isa almasih as. jika anda tahu tentu dapat membedakan yg mana pemohon keselamatan dan pemberi keselamatan.

          ** Yesus tak pernah meminta umatnya(yg percaya pdnya mendoakan supaya beroleh keselamatan.. seperti shalawat nabi yg slalu anda kumandangkan. supaya nabi junjungan anda beroleh keselamatan di akherat kelak. tp Yesus tlah selamat dan berada di syurga.

          ** sekarang pilihan dari anda,. mau lewat perantara pemberi keselamatan atau pemohon keselamatan…???

        • tawon 5:53 pm on 22/02/2010 Permalink | Reply

          @pembela
          yg saya katakan ( orang2 yg pindah kemuslim ) atas kesaksian mereka sendiri ( lewat tulisan2 di forum, vcd n buku-2) .
          Dan satu hal lagi mengenai Yesus .
          kebetulan membaca tentang mistisme kristen
          sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Mistisisme_Kristen
          (sebetulnya banyak sumber di internet tentang mistisme kristen ini tetapi hanya link yg saya sebut diatas saja yang paling saya mengerti )
          saya kutip pengertian mistisme ( dr link diatas )
          Mistisisme Kristen adalah filsafat dan praktik tentang pengalaman langsung bersama Tuhan Allah.
          ….dan di beberapa baris berikutnya dijelaskan
          Dalam konteks Kristen Katolik mistisisme biasanya dipraktikkan melalui tiga disiplin, yaitu doa (termasuk meditasi Kristen Katolik dan kontemplasi), berpuasa (termasuk bentuk-bentuk pantang dan penyangkalan diri yang lainnya), dan pemberian sedekah, ….
          ini membuktikan bahwa yesus tidak pernah memaksakan orang lain untuk masuk agama / kepercayaan yesus .. apalagi mengintimidasi ( baik secr halus maupun kasar ) .
          apalagi membuat tipudaya dgn pura2 menjadi pengikut agama lain ( contoh islam ) kemudian membuat seolah2 insaf ( seperti pdt. ali makrus ) .

          dan sebetulnya umat islam meyakini bahwa isa as / yesus bukan anak Tuhan atau Tuhan dan tidak disalip atau tidak mati disalip (al quran mengatakan demikian) karena Allah dan umat Islam juga mencintai umat Nasrani itu sendiri, bukan untuk melawan / menentang umat nasrani, dlm konteks islam seluruh nabi dan rasul saling menyayangi ( termasuk umatnya ).
          mengenai gelar nabi isa as dan nabi Muhamad saw .
          umat islam menghormati seluruh nabi sebelum nabi muhamd saw , oleh karena itu di akhir namanya di tambah as dari nabi adam sampai nabi isa . sedangkan nabi Muhamad saw adalah gelar penghormatan sekaligus rasa simpati kepada nabi kami. , kl maasalah penolong , Allah swt yang akan menolong hambanya .
          al quran sebagai wahyu Allah memjelaskan dengan ” konsistensi ” yang luar biasa dalam suatu hal . termasuk dalam hal manusia dan manusiawi , di sisi lain menjelaskan tentang ketegasan sikap orang muslim menghadapi kaum non muslim ( sr al kafirun ) , tetapi apabila umat islam dalam ancaman seranga pihak kafir , umat islam siap untuk mengadakan perlawanan ( jihad) , tetapi juga apabila ada orang kafir yg meminta perlindungan , maka umat islam wajib melindungi orang itu . saya barikan salah satu contoh bukti bahwa al quran memiliki sistem cerdas yg luar biasa ( jauh sebelum teknologi kecerdesan buatan ada ) yaitu penjelasan tentang perbedaan orang mukmin, orang kafir dan orang munafik ( sr al baqarah 1 -20 ). .. dan masih banyak lagi .
          Itu dulu tulisan dari saya . mohon maaf bila lama menunggu

    • paulus hendarto 3:54 pm on 10/07/2010 Permalink | Reply

      Antonius widuri dijadikan contoh ? wah sama sekali nggak level. org yg masih cetek begitu dijadikan contoh dialog…sama guru islam lagi. coba sama saya … bahasnya harus seimbang ya … kalau saudara tanya tentang Yesus… saya akan tanya saudara tentang biografi hidup muhamad…, berani tdk ? muhammad dibandingkan dengan Yesus sama sekali tidak level.
      Perlu saudara – saudara muslim ketahui sy mengasihi saudara… tapi sy tdk suka islam… mau tahu kenapa ?
      untuk membahas suatu keyakinan sy biasa pakai pisau bedah yaitu firman Tuhan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus : Setiap pohon yang baik akan mengeluarkan buah yang baik… demikian juga pohon yg tdk baik akan mengeluarkan buah yg tdak baik.
      Ada 4 hal dalam seseorang meyakini suatu Agama :
      1.Iman percaya
      2.Mukzizat
      3.Ajaran
      4.sejarah / biografi tokoh pembawa agama yg dijadikan panutan / tauladan.

      Untuk point 1 & 2 org sekedar mempunyai agama tanpa mempelajari ajaran – ajaran dr agama yg dianutnya secara mendalam. org spt ini masuk golongan KTP saja.

      Yang perlu dibedah adalah ajaran – ajaran yg dibawah oleh seseorang yg mengaku sebagai nabi, mengaku menerima wahyu dari Tuhan.

      Yang perlu dibedah lebih jauh lagi adalah perilaku orang yang mengaku nabi dan mengaku menerima wahyu dari Tuhan. Firman Tuhan katakan : Dari buahnyalah kamu akan melihat seorang NABI PALSU. Sy sdh selidiki biografi kehidupan muhammad dari al hadis sahih bukhari, tabary dll. kesimpulan sy adalah : Muhammad seorang penipu dan pembohong yg sangat doyan SEK. yg paling parah anak kecil usia 6 tahun yg masih main di ayunan dinikahi & pd umur 9 tahun ditiduri… perilaku biadab ini sama sekali tdk bisa dijadikan contoh bagi umat manusia… kalau itu terjadi sekarang di tahun 2010 ini PASTI ! sdh digebuki setelah itu dimasukan BUI. spt yg terjadi dg ustad di semarang. apalagi istri anak angkat sendiri yang cantik juga dinikahi… Nabi seperti ini kok dibilang mulia …. apanya yg mulia bung … dibilang agung…. apanya yang agung…. coba cek dulu pribadi nabi muhamad ini dg benar dan teliti. orang seperti ini jadi pendoa syafaat ???… kalian dijanjikan 72 bidadari cantik dan berdada montok disurga ??? itu jelas khayalan SEK muhammad yg keranjingan SEK…

      • erzal 1:52 pm on 13/07/2010 Permalink | Reply

        hi,hi,hi analisis ente luar biasa nipu dan bohongya. Masalah umur udah usang bung ! kalau muhammad doyan sex yah harusny semua istrinya pada perawan muda semua, kenyataannya semuanya adalah janda tua ,hanya Aisyah yg perawan .Paham nggak ?

    • alo 8:59 am on 21/07/2010 Permalink | Reply

      kalau saudara antonius widuri wawancara dengan biksu maka kemungkinan antonius berduri akan beragama budha dan mahir kung fu.

      wawancara yang tidak sah dan tidak bermutu karena tidak cek atau bertanya pada umat Kristen yang lain. sepertinya saudara antonius seorang diri di hutan.
      banyak yang salah dalam tafsirannya.
      tafsiran yang dianutnya sama dengan tafsiran sekte-sekte kristen sebelum tahun 620M. sekte anti paulus.

    • Antonius Aribowo 11:00 am on 27/07/2010 Permalink | Reply

      Paulus endarto, wah anda kayaknya lebih pintar dari Michael H hartz ya?? Sampai anda diakui dunia atas telaah anda.. hahaha.. Ngelindur ya lu ndar!

    • paulus hendarto 10:49 am on 28/07/2010 Permalink | Reply

      Antonius aribowo, ezral, sorry ya sy nimbrung rembug tanpa permisi, bukan mau slonong aja… tapi pas kebetulan lewat blog ini dan yang dibahas dialog KeTuhanan Yesus antara AW dan pak hj, kebetulan saya sdh baca buku itu. sy dapat dr teman dan sdh sy kembalikan. karena isinya memang orang katolik awam dg seorang Guru agama, jelas tdk seimbang, makanya sy tanya ke anda berani tidak dialog apakah muhamad itu nabi tuhan atau bukan ? anda beraninya dialog tentang Yesus Tuhan atau Manusia. sy sering ajukan ajakan ini ke saudara – saudara muslim tapi jawabanya kebanyakan :mlegos…. ( pura-pura ) tdk dengar trus mengalihkan ke topik yg lain. untuk ezral ngomongnya yg bener mosok semua janda-janda tua… coba baca alquran yg bener zainab itu cuantik dan seksi… sy yakin karena muhammad tertarik sama istri anak angkatnya sendiri… coba… anda tiru kelakuan muhamad ini dijaman sekarang… apa kata orang bung… kebenaran macam apa lagi yg mau dipaksakan ???? karena mendengar bisikan…??? wah wah …. contoh yg sama sekali jauh dari moral yang tinggi dan mulia….

      • erzal 3:57 am on 29/07/2010 Permalink | Reply

        Zainab binti Jahsy radhiallaahu ‘anha

        Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan Zainab binti Jahsy didasarkan pada perintah Allah sebagai jawaban terhadap tradisi jahiliah. Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri. Zainab adalah anak perempuan dan bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul Muththalib. Beliau sangat mencintai Zainab.

        Nasab dan Masa Pertumbuhannya

        Nama lengkap Zainab adalah Zainab binti Jahsy bin Ri’ab bin Ya’mar bin Sharah bin Murrah bin Kabir bin Gham bin Dauran bin Asad bin Khuzaimah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, namanya adalah Barrah, kemudian diganti oleh Rasulullah menjadi Zainab setelah menikah dengan beliau. Ibu dari Zainab bernama Umaimah binti Abdul-Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai. Zainab dilahirkan di Mekah dua puluh tahun sebelurn kenabian. Ayahnya adalah Jahsy bin Ri’ab. Dia tergolong pernimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga yang terhormat, sehingga tidak heran jika orang-orang Quraisy rnenyebutnya dengan perempuan Quraisy yang cantik.

        Zainab termasuk wanita pertarna yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Ketika itu dia masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah.

        Pernikahannya dengan Zaid bin Haritsah

        Terdapat beberapa ayat A1-Qur’an yang mernerintahkan Zainab dan Zaid melangsungkan pernikahan. Zainab berasal dan golongan terhormat, sedangkan Zaid bin Haritsah adalah budak Rasulullah yang sangat beliau sayangi, sehingga kaum muslimin menyebutnya sebagai orang kesayangan Rasulullah. Zaid berasal dari keluarga Arab yang kedua orang tuanya beragama Nasrani. Ketika masih kecil, dia berpisah dengan kedua orang tuanya karena diculik, kemudian dia dibeli oleh Hakam bin Hizam untuk bibinya, Khadijah binti Khuwailid r.a., lalu dihadiahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

        Ayah Zaid, Haritsah bin Syarahil, senantiasa mencarinya hingga dia mendengar bahwa Zaid berada di rumah Rasulullah. Ketika Rasulullah menyuruh Zaid memilih antara tetap bersama beliau atau kembali pada orang tua dan pamannya, Zaid berkata, “Aku tidak menginginkan mereka berdua, juga tidak menginginkan orang lain yang engkau pilihkan untukku. Engkau bagiku adalah ayah sekaligus paman.” Setelah itu, Rasulullah mengumumkan pembebasan Zaid dan pengangkatannya sebagai anak. Ketika Islam datang, Zaid adalah orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan budak. Dia senantiasa berada di dekat Nabi, terutama setelah dia rneninggalkan Mekah, sehingga beliau sangat mencintainya, bahkan beliau pernah bersabda tentang Zaid,

        “Orang yang aku cintai adalah orang yang telah Allah dan aku beri nikmat. (HR. Ahmad)

        Allah telah memberikan nikmat kepada Zaid dengan keislamannya dan Nabi telah memberinya nikmat dengan kebebasannya. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau mempersaudarakan Zaid dengan Hamzah bin Abdul Muththalib. Dalam banyak peperangan, Zaid selalu bersama Rasulullah, dan tidak jarang pula dia ditunjuk untuk menjadi komandan pasukan. Tentang Zaid, Aisyah pernah berkata, “Rasulullah tidak mengirimkan Zaid ke medan perang kecuali selalu menjadikannya sebagai komandan pasukan, Seandainya dia tetap hidup, beliau pasti menjadikannya sebagai pengganti beliau.”

        Masih banyak riwayat yang menerangkan kedudukan Zaid di sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam.. Sesampainya di Madinah beliau meminang Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah. Semula Zainab membenci Zaid dan menentang menikah dengannya, begitu juga dengan saudara laki-lakinya. Menurut mereka, bagaimana mungkin seorang gadis cantik dan terhormat menikah dengan seorang budak? Rasulullah menasihati mereka berdua dan menerangkan kedudukan Zaid di hati beliau, sehingga turunlah ayat kepada mereka:

        “Dan tidaklah patut bagi laki -laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.“ (Q.S. Al-Ahzab: 36)

        Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas perintah Allah, meskipun sebenarnya Zainab tidak menyukai Zaid. Melalui pernikahan itu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. ingin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali dalam ketakwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. Pernikahan itu pun bertujuan untuk menghilangkan tradisi jahiliah yang senang membanggakan diri dan keturunan. Akan tetapi, Zainab tetap tidak dapat menerima pernikahan tersebut karena ada perbedaan yang jauh di antara mereka berdua. Di depan Zaid, Zainab selalu membangga-banggakan dirinya sehingga menyakiti hati Zaid. Zaid menghadap Rasulullah untuk mengadukan perlakukan Zainab terhadap dirinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruhnya untuk bersabar, dan Zaid pun mengikuti nasihat beliau. Akan tetapi, dia kembali menghadap Rasulullah dan menyatakan bahwa dirinya tidak mampu lagi hidup bersama Zainab.

        Mendengar itu, beliau bersabda, “Pertahankan terus istrimu itu dan bertakwalah kepada Allah.” Kemudian beliau mengingatkan bahwa pernikahan itu merupakan perintah Allah. Beberapa saat kemudian turunlah ayat, “Pertahankan terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.” Zaid berusaha menenangkan din dan bersabar, namun tingkah laku Zainab sudah tidak dapat dikendalikan, akhirnya terjadilah talak. Selanjutnya, Zainab dinikahi Rasulullah.

        Prinsip dasar yang melatarbelakangi pernikahan Rasulullah dengan Zainab binti Jahsy adalah untuk menghapuskan tradisi pengangkatan anak yang berlaku pada zaman jahiliah. Artinya, Rasulullah ingin menjelaskan bahwa anak angkat tidak sama dengan anak kandung, seperti halnya Zaid bin Haritsah yang sebelum turun ayat Al-Qur’an telah diangkat sebagai anak oleh beliau. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

        “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka,’ itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudara seagama dan maula-maulamu.” (QS. Al-Ahzab:5)

        Karena itu, seseorang tidak berhak mengakui hubungan darah dan meminta hak waris dan orang tua angkat (bukan kandung). Karena itulah Rasulullah menikahi Zainab setelah bercerai dengan Zaid yang sudah dianggap oleh orang banyak sebagai anak Muhammad. Allah telah menurunkan wahyu agar Zaid menceraikan istrinya kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Pada mulanya Rasulullab tidak memperhatikan perintah tersebut, bahkan meminta Zaid mempertahankan istrinya. Allah memberikan peringatan sekali lagi dalam ayat:

        “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, ‘Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, ‘sedang kamu menyembunyikan dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah- lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak- anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluan daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.“ (QS. Al-Ahzab:37)

        Ayat di atas merupakan perintah Allah agar Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. menikahi Zainab dengan tujuan meluruskan pemahaman keliru tentang kedudukan anak angkat.

        Menjadi Ummul-Mukminin

        Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengutus seseorang untuk mengabari Zainab tentang perintah Allah tersebut. Betapa gembiranya hati Zainab mendengar berita tersebut, dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan serta dihadiri warga Madinah.

        Zainab mulai memasuki rurnah tangga Rasulullah dengan dasar wahyu Allah. Dialah satu-satunya istri Nabi yang berasal dan kerabat dekatnya. Rasulullah tidak perlu meminta izin jika memasuki rumah Zainab sedangkan kepada istri-istri lainnya beliau selalu meminta izin. Kebiasaan seperti itu ternyata menimbulkan kecemburuan di hati istri Rasul lainnya.

        Orang-orang munafik yang tidak senang dengan perkembangan Islam membesar-besarkan fitnah bahwa Rasulullah telah menikahi istri anaknya sendiri. Karena itu, turunlah ayat yang berbunyi,

        “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…. “ (Qs. Al-Ahzab: 40)

        Zainab berkata kepada Nabi, “Aku adalah istrimu yang terbesar haknya atasmu, aku utusan yang terbaik di antara mereka, dan aku pula kerabat paling dekat di antara mereka. Allah menikahkanku denganmu atas perintah dan langit, dan Jibril yang membawa perintah tersebut. Aku adalah anak bibimu. Engkau tidak memiliki hubungan kerabat dengan mereka seperti halnya denganku.” Zainab sangat mencintai Rasulullah dan merasakan hidupnya sangat bahagia. Akan tetapi, dia sangat pencemburu terhadap istri Rasul lainnya, sehingga Rasulullah pernah tidak tidur bersamanya selama dua atau tiga bulan sebagai hukuman atas perkataannya yang menyakitkan hati Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab wanita Yahudiyah itu.

        Zainab bertangan terampil, menyamak kulit dan menjualnya, juga mengerjakan kerajinan sulaman, dan hasilnya diinfakkan di jalan Allah.

        Wafatnya

        Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun kedua puluh hijrah, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalarn usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. Dalarn sebuah riwayat dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya, “Aku telah rnenyiapkan kain kafanku, tetapi Umar akan mengirim untukku kain kafan, maka bersedekahlah dengan salah satunya. Jika kalian dapat bersedekah dengan sernua hak-hakku, kerjakanlah dari sisi yang lain.” Sernasa hidupnya, Zainab banyak mengeluarkan sedekah di jalan Allah.

        Tentang Zainab, Aisyah berkata, “Semoga Allah mengasihi Zainab. Dia banyak menyamaiku dalarn kedudukannya di hati Rasulullah. Aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya daripada Zainab. Dia sangat bertakwa kepada Allah, perkataannya paling jujur, paling suka menyambung tali silaturahmi, paling banyak bersedekah, banyak mengorbankan diri dalam bekerja untuk dapat bersedekah, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Selain Saudah, dia yang memiliki tabiat yang keras.”

        Semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya (Sayyidah Zainab Binti Jahsy) di akhirat dan ditempatkan bersama hamba-hamba yang saleh. Amin.
        radhiallaahu ‘anha

        Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan Zainab binti Jahsy didasarkan pada perintah Allah sebagai jawaban terhadap tradisi jahiliah. Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri. Zainab adalah anak perempuan dan bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul Muththalib. Beliau sangat mencintai Zainab.

        Nasab dan Masa Pertumbuhannya

        Nama lengkap Zainab adalah Zainab binti Jahsy bin Ri’ab bin Ya’mar bin Sharah bin Murrah bin Kabir bin Gham bin Dauran bin Asad bin Khuzaimah. Sebelum menikah dengan Rasulullah, namanya adalah Barrah, kemudian diganti oleh Rasulullah menjadi Zainab setelah menikah dengan beliau. Ibu dari Zainab bernama Umaimah binti Abdul-Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushai. Zainab dilahirkan di Mekah dua puluh tahun sebelurn kenabian. Ayahnya adalah Jahsy bin Ri’ab. Dia tergolong pernimpin Quraisy yang dermawan dan berakhlak baik. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga yang terhormat, sehingga tidak heran jika orang-orang Quraisy rnenyebutnya dengan perempuan Quraisy yang cantik.

        Zainab termasuk wanita pertarna yang memeluk Islam. Allah pun telah menerangi hati ayah dan keluarganya sehingga memeluk Islam. Dia hijrah ke Madinah bersama keluarganya. Ketika itu dia masih gadis walaupun usianya sudah layak menikah.

        Pernikahannya dengan Zaid bin Haritsah

        Terdapat beberapa ayat A1-Qur’an yang mernerintahkan Zainab dan Zaid melangsungkan pernikahan. Zainab berasal dan golongan terhormat, sedangkan Zaid bin Haritsah adalah budak Rasulullah yang sangat beliau sayangi, sehingga kaum muslimin menyebutnya sebagai orang kesayangan Rasulullah. Zaid berasal dari keluarga Arab yang kedua orang tuanya beragama Nasrani. Ketika masih kecil, dia berpisah dengan kedua orang tuanya karena diculik, kemudian dia dibeli oleh Hakam bin Hizam untuk bibinya, Khadijah binti Khuwailid r.a., lalu dihadiahkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam.

        Ayah Zaid, Haritsah bin Syarahil, senantiasa mencarinya hingga dia mendengar bahwa Zaid berada di rumah Rasulullah. Ketika Rasulullah menyuruh Zaid memilih antara tetap bersama beliau atau kembali pada orang tua dan pamannya, Zaid berkata, “Aku tidak menginginkan mereka berdua, juga tidak menginginkan orang lain yang engkau pilihkan untukku. Engkau bagiku adalah ayah sekaligus paman.” Setelah itu, Rasulullah mengumumkan pembebasan Zaid dan pengangkatannya sebagai anak. Ketika Islam datang, Zaid adalah orang yang pertama kali memeluk Islam dari kalangan budak. Dia senantiasa berada di dekat Nabi, terutama setelah dia rneninggalkan Mekah, sehingga beliau sangat mencintainya, bahkan beliau pernah bersabda tentang Zaid,

        “Orang yang aku cintai adalah orang yang telah Allah dan aku beri nikmat. (HR. Ahmad)

        Allah telah memberikan nikmat kepada Zaid dengan keislamannya dan Nabi telah memberinya nikmat dengan kebebasannya. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau mempersaudarakan Zaid dengan Hamzah bin Abdul Muththalib. Dalam banyak peperangan, Zaid selalu bersama Rasulullah, dan tidak jarang pula dia ditunjuk untuk menjadi komandan pasukan. Tentang Zaid, Aisyah pernah berkata, “Rasulullah tidak mengirimkan Zaid ke medan perang kecuali selalu menjadikannya sebagai komandan pasukan, Seandainya dia tetap hidup, beliau pasti menjadikannya sebagai pengganti beliau.”

        Masih banyak riwayat yang menerangkan kedudukan Zaid di sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam.. Sesampainya di Madinah beliau meminang Zainab binti Jahsy untuk Zaid bin Haritsah. Semula Zainab membenci Zaid dan menentang menikah dengannya, begitu juga dengan saudara laki-lakinya. Menurut mereka, bagaimana mungkin seorang gadis cantik dan terhormat menikah dengan seorang budak? Rasulullah menasihati mereka berdua dan menerangkan kedudukan Zaid di hati beliau, sehingga turunlah ayat kepada mereka:

        “Dan tidaklah patut bagi laki -laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.“ (Q.S. Al-Ahzab: 36)

        Akhirnya Zainab menikah dengan Zaid sebagai pelaksanaan atas perintah Allah, meskipun sebenarnya Zainab tidak menyukai Zaid. Melalui pernikahan itu Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. ingin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia kecuali dalam ketakwaan dan amal perbuatan mereka yang baik. Pernikahan itu pun bertujuan untuk menghilangkan tradisi jahiliah yang senang membanggakan diri dan keturunan. Akan tetapi, Zainab tetap tidak dapat menerima pernikahan tersebut karena ada perbedaan yang jauh di antara mereka berdua. Di depan Zaid, Zainab selalu membangga-banggakan dirinya sehingga menyakiti hati Zaid. Zaid menghadap Rasulullah untuk mengadukan perlakukan Zainab terhadap dirinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. menyuruhnya untuk bersabar, dan Zaid pun mengikuti nasihat beliau. Akan tetapi, dia kembali menghadap Rasulullah dan menyatakan bahwa dirinya tidak mampu lagi hidup bersama Zainab.

        Mendengar itu, beliau bersabda, “Pertahankan terus istrimu itu dan bertakwalah kepada Allah.” Kemudian beliau mengingatkan bahwa pernikahan itu merupakan perintah Allah. Beberapa saat kemudian turunlah ayat, “Pertahankan terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah.” Zaid berusaha menenangkan din dan bersabar, namun tingkah laku Zainab sudah tidak dapat dikendalikan, akhirnya terjadilah talak. Selanjutnya, Zainab dinikahi Rasulullah.

        Prinsip dasar yang melatarbelakangi pernikahan Rasulullah dengan Zainab binti Jahsy adalah untuk menghapuskan tradisi pengangkatan anak yang berlaku pada zaman jahiliah. Artinya, Rasulullah ingin menjelaskan bahwa anak angkat tidak sama dengan anak kandung, seperti halnya Zaid bin Haritsah yang sebelum turun ayat Al-Qur’an telah diangkat sebagai anak oleh beliau. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

        “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka,’ itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudara seagama dan maula-maulamu.” (QS. Al-Ahzab:5)

        Karena itu, seseorang tidak berhak mengakui hubungan darah dan meminta hak waris dan orang tua angkat (bukan kandung). Karena itulah Rasulullah menikahi Zainab setelah bercerai dengan Zaid yang sudah dianggap oleh orang banyak sebagai anak Muhammad. Allah telah menurunkan wahyu agar Zaid menceraikan istrinya kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Pada mulanya Rasulullab tidak memperhatikan perintah tersebut, bahkan meminta Zaid mempertahankan istrinya. Allah memberikan peringatan sekali lagi dalam ayat:

        “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, ‘Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, ‘sedang kamu menyembunyikan dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah- lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak- anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluan daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.“ (QS. Al-Ahzab:37)

        Ayat di atas merupakan perintah Allah agar Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. menikahi Zainab dengan tujuan meluruskan pemahaman keliru tentang kedudukan anak angkat.

        Menjadi Ummul-Mukminin

        Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. mengutus seseorang untuk mengabari Zainab tentang perintah Allah tersebut. Betapa gembiranya hati Zainab mendengar berita tersebut, dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan serta dihadiri warga Madinah.

        Zainab mulai memasuki rurnah tangga Rasulullah dengan dasar wahyu Allah. Dialah satu-satunya istri Nabi yang berasal dan kerabat dekatnya. Rasulullah tidak perlu meminta izin jika memasuki rumah Zainab sedangkan kepada istri-istri lainnya beliau selalu meminta izin. Kebiasaan seperti itu ternyata menimbulkan kecemburuan di hati istri Rasul lainnya.

        Orang-orang munafik yang tidak senang dengan perkembangan Islam membesar-besarkan fitnah bahwa Rasulullah telah menikahi istri anaknya sendiri. Karena itu, turunlah ayat yang berbunyi,

        “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…. “ (Qs. Al-Ahzab: 40)

        Zainab berkata kepada Nabi, “Aku adalah istrimu yang terbesar haknya atasmu, aku utusan yang terbaik di antara mereka, dan aku pula kerabat paling dekat di antara mereka. Allah menikahkanku denganmu atas perintah dan langit, dan Jibril yang membawa perintah tersebut. Aku adalah anak bibimu. Engkau tidak memiliki hubungan kerabat dengan mereka seperti halnya denganku.” Zainab sangat mencintai Rasulullah dan merasakan hidupnya sangat bahagia. Akan tetapi, dia sangat pencemburu terhadap istri Rasul lainnya, sehingga Rasulullah pernah tidak tidur bersamanya selama dua atau tiga bulan sebagai hukuman atas perkataannya yang menyakitkan hati Shafiyyah binti Huyay bin Akhtab wanita Yahudiyah itu.

        Zainab bertangan terampil, menyamak kulit dan menjualnya, juga mengerjakan kerajinan sulaman, dan hasilnya diinfakkan di jalan Allah.

        Wafatnya

        Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun kedua puluh hijrah, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalarn usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. Dalarn sebuah riwayat dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya, “Aku telah rnenyiapkan kain kafanku, tetapi Umar akan mengirim untukku kain kafan, maka bersedekahlah dengan salah satunya. Jika kalian dapat bersedekah dengan sernua hak-hakku, kerjakanlah dari sisi yang lain.” Sernasa hidupnya, Zainab banyak mengeluarkan sedekah di jalan Allah.

        Tentang Zainab, Aisyah berkata, “Semoga Allah mengasihi Zainab. Dia banyak menyamaiku dalarn kedudukannya di hati Rasulullah. Aku belum pernah melihat wanita yang lebih baik agamanya daripada Zainab. Dia sangat bertakwa kepada Allah, perkataannya paling jujur, paling suka menyambung tali silaturahmi, paling banyak bersedekah, banyak mengorbankan diri dalam bekerja untuk dapat bersedekah, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Selain Saudah, dia yang memiliki tabiat yang keras.”

        Semoga Allah memberikan kemuliaan kepadanya (Sayyidah Zainab Binti Jahsy) di akhirat dan ditempatkan bersama hamba-hamba yang saleh. Amin.
        http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/27/zainab-binti-jahsy/

    • paulus hendarto 3:28 am on 30/07/2010 Permalink | Reply

      Ezral, silahkan anda bela mati-matian orang yg anda muliakan tapi coba tanya hati nurani anda dan jangan justru dimatikan dan oper dulu gigi ke posisi netral supaya kita melihat dg obyektive siapa orang yg dipuja-puja org org islam ini sebagai pribadi yg paling agung dan paling mulia….( kata org yg asal percaya ) tapi tdk mau menerima kenyataan bahwa ternyata orang yg mereka jadikan panutan selama hidup tdk seperti yg digambarkan. Bagaimanapun beberapa orang yg menulis hadist yg diakui ke SAHIHanya oleh org islam sendiri menceritakan sisi gelap kehidupan muhamad dg apa adanya. sy lebih percaya dg penulis – penulis hadist itu daripada saudara yg baru laihir abad 20 merasa lebih tahu dan merasa lebih benar dari mereka. akhir-akhir ini dg terungkapnya sisi gelap dari pribadi muhamad banyak yg mulai meragukan bahkan menyalahkan hadist – hadist itu sebagai tidak benar dan merasa bahwa mereka dengan analisa-analisa modern lebih benar daripada penulis2 hadist ini keihatanya aneh tapi nyata .Sejarah hidup nabi yg dimuliakan ternyata penuh dengan ketidak cocokan dg hati nurani manusia. Contoh yg nyata ada didepan mata kita diabad 21 ini. islam membenarkan seorang laki – laki memiliki 4 orang istri ini tertulis dalam QURAN, tapi saat seorang muslim sejati melaksanakan kebenaran alquran ini maka AA GYM langsung dibenci oleh berjuta-juta umat islam, khususnya kaum wanita tdk bisa menerima hal yg dibolehkan dan dibenarkan oleh Quran karena apa ???? kebenaran yg tdk hakiki ( sejajar dg hati nurani ) dan tdk universal tdk akan bisa diterima oleh umat manusia. artinya kebenaran quran itu gugur dg sendirinya. contoh lain Syeh Puji… sebenarnya dia hanya mengikuti perbuatan / kelakuan nabi muhamad yg dimuliakan … akibatnya apa ??
      dimasukan BUI… untuk bisa bebas pakai bayar polisi dan perantara 5 milyar… walah walah … sdh bayar ternyata masih ditahan juga… karena ada yg belum kebagian duit kali… semua itu dilakukan Syech PUJI karena mengikuti TELADAN NABI MUHAMAD yg mulia dan agung… HA HA HA.

      • erzal 2:36 am on 09/08/2010 Permalink | Reply

        MUHAMMAD MEMANG RASUL MULIA KOK, NGGAK ADA SISI GELAP MUHAMMAD, YG ADA ADALAH SISI TERANG YG MENERANGI DUNIA DENGAN KEBENARAN AJARANNYA. TENTANG AA GYM ITU KARENA DIA DULU BILANG BANYAKIN ANAK JANGAN BANYAKIN ISTRI. LAGI PULA ISTRINYA BUKAN SEORANG JANDA TUA YG MISKIN. MAKANYA SEBAGIAN ORANG BANYAK YG NGGAK SIMPATI PADANYA. POLIGAMI NGGAK GAMPANG .POLIGAMI ITU MEMILIKI SYARAT YG BERAT YAITU HARUS ADIL . TETNTANG SYEH PUJI ITU HAK DAN URUSAN DIA. MENIKAHI WANITA SELAMA WANITA ITU SUDAH AQIL BALIGH SAH SECARA HUKUM AGAMA.

      • Antonius "Abdul Wahab" Aribowo 10:55 pm on 11/08/2010 Permalink | Reply

        “Bagaimanapun sejarah jelas menerangkan bahwa legenda tentang penaklukan Muslim terhadap dunia dan memaksakan Islam dengan menggunakan pedang adalah suatu cerita yang tidak masuk akal yang sering diceritakan oleh ahli sejarah.” (De Lacy O’Leary dalam Islam at the Crossroad (Islam di Persimpangan Jalan), London, 1923)

        “Semakin saya pelajari semalam saya temukan bahwa kekuatan Islam bukan berasal dari pedang.” Mahatma Gandhi, Bapak India Modern dalam “Young India” (India Muda).

        “Mereka (pengkritik Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) melihat api bukannya cahaya, mendapat kebodohan bukan kebaikan. Mereka mengubah setiap kebaikan dengan kejahatan yang besar. Ha1 ini menggambarkan kebejatan moral mereka….kritikan tersebut adalah buta. Mereka tidak bisa melihat bahwa satu-satunya pedang Muhammad adalah pedang kemurahan hati, petunjuk, persahabatan, kemauan untuk memafkan pedang yang menaklukan musuh-musuhnya dan membersihkan hati mereka. Pedangnya lebih tajam daripada pedang baja.” {Pandit Gyanandra Dev Sharma Shastri, pada suatu rapat di Gorakhpur (India), 1928}

        “Beliau memilih untuk hijrah daripada harus berperang melawan rakyatnya sendiri; tetapi ketika penindasan mereka sudah di luar batas toleransi barulah beliau mengangkat pedang untuk membela diri. Mereka yang percaya bahwa suatu agama bisa disebarkan dengan kekerasan adalah orang yang bodoh yang tidak tahu jalannya suatu agama ataupun jalannya dunia. Mereka bangga dengan kepercayaannya karena mereka berada di suatu jalan, jalan yang jauh dari kebenaran” (Seorang jurnalis Sikh dalam Nawan Hindustan, New Delhi, 17 November 1947)

        BAGAIMANA BUNG PAULUS HENDARTO?? ANDA MAU MENAMBAH KHAZANAH BUKU ANDA?? Hahaha… Barngkali Anda lebih mulia dari Mahatma Gandhi? Wkwkwkw…

    • pedro 8:33 am on 11/08/2010 Permalink | Reply

      @erzal

      sudahkah Anda membaca hadist2 yang menerangkan keburukan nabi Anda…

      apakah Anda sanggup menyangkalnya?
      ataukah Anda hanya menutup mata, menutup telinga, menutup mata hati….

      • Antonius "Abdul Wahab" Aribowo 10:23 pm on 11/08/2010 Permalink | Reply

        bung pedro, tunjukkan mana hadist yg menerangkan keburukan nabi, siapa perawinya apa sanadnya. Hadist masih lebih baik ketimbang kitab kristen yg ada saat ini. Hadist masih jelas perawi dan sanadnya, sdgkan alkitab kristen skrg tdk jelas siapa yg nulis kecuali paulus kenthus yg mengobok2 isi kitab seenak udelnya. Logika sederhana saja, kenapa semakin hari smk byk org memeluk Islam kalau nabinya buruk. Knp org sekelas Mahatma Gandhi membantah keras kalau Nabi Muhammad itu suka kekerasan, kenapa professor Nasa Michael H Hart menulis Nabi Muhammad sebagai tokoh (teladan) manusia di dunia pada urutan PERTAMA? Kenapa oh kenapa anda mengedepankan kebencian kepada Muhammad padahal sy yakin kapasitas anda dibanding Mahatma Gandhi dan Michael H Hart bagaikan ktu dibanding gajah..? Kenapa oh kenapa anda ini membenci Muhammad, padahal kami orang Muslim memuliakan Yesus?? Mana oh mana ajaran cintailah musuhmu seperti kamu mencintai dirimu sendiri?? Seorang adik yg memuji kakaknya jauh lebih berbahasa kasih ketimbang Kakak yang mencari – cari kesalahan adiknya.. Kenapa oh kenapa jika dosa anda sudah ditebus oleh Yesus, anda repot-repot urusi orang Islam yg tidak baik menurt anda, kalau anda pasti masuk surga karena dosa anda tlh ditebus Yesus (kata paulus kenthus ora urus), kenapa anda capek2 urusi kami? Yg tetap ngotot bahwa Yesus tidak menebus dosa manusia. Kenapa anda bilang sanggup menyangkalnya kepada kami? Kenyataan kami menyangkal dengan bertubi2 dengan byknya muallaf yg bkin blog dan situs ratusan jumlahnya dengan sukarela dan ikhlas membela keagungan Pribadi Nabi Muhammad Saw. Sdgkan anda? Mana blog/situs anda? Kenapa oh kenapa anda selalu merendahkan Muhammad dan anda menutup mata, menutup telinga, menutup hati anda bhw alkitab (kitab yg anda sucikan) ternyata banyak diacak2 oleh paulus kenthus kayak tikus mampus, tp anda tetap membabi buta menjadikannya sbg pedoman jalan keselamatan anda?? Kenapa oh kenapa anda demikian bung pedro???

    • Antonius "Abdul Wahab" Aribowo 10:36 pm on 11/08/2010 Permalink | Reply

      Kalau cuma contoh aa gym dan syeh puji… ah tidak seberapa.. Lihatlah pembantaian gereja kepada ilmuwan galileo galilei, presiden AS yg katanya bhsnya cinta kasih kok bikin senjata perang secanggih-canggihnya untuk membantai orang2 tak berdosa (wanita dan anak2) demi minyak dan jg ketakutan akan sebuah hadist Nabi bahwa pasukan Islam dipimpin Al Mahdi akan menghancurkan salib2 da memenangkan semua pertempuran, ia akan muncul dari Khurasan (tanah yg diobrak – abrik AS dg berbagai senjata canggih yakni Palestina, Iraq, Yaman, Afghanistan, Iran dan sekitarnya). Kenapa oh kenapa pikiran anda sempit sekali bung pedro. Masih meding Syeh Puji kawinin anak2 dan diberi kecukupan kekayaan seluruh keluarganya dibanding sebuah negara yg membunuh anak2 dan wanita tak berdosa dg alasan teroris dan HAM?? Penjajahan gaya baru dgn menebar teror dan merampok atas nama HAM?? Kenapa oh kenapa Belanda yg notabene kristen menjajah dan merampok kekayaan Indonesia smp 350 tahu tak anda permasalahkan?? Kenapa oh kenapa jalan pikiran anda sempit sekali bung pedro. Janganlah keluar dari tema dg mendeskreditkan sebuah contoh kecil perbuatan manusia dong… Tapi kupaslah HAL YG UTAMA dulu, yakni bagaimana kitab suci anda itu?? Original ga?? Itu ajalah, ga usah melebar kemana-mana dulu!

    • Antonius "Abdul Wahab" Aribowo 11:04 pm on 11/08/2010 Permalink | Reply

      <—– Baca samping ini bung pedro… Begitu berantakannya kitab yg anda sucikan itu… owaalaaah le… le… mesakno awakmu…

    • alo 5:11 am on 14/08/2010 Permalink | Reply

      umat kristen boleh membenci tokoh atau rasul agama lain seperti Sidartha budha, mahatma gandi, dll. rasa benci pada sesama manusia bertentangan dengan ajaran Yesus Kristus. Kami wajib mendoakan saudara Antonius Widuri agar Tuhan memberkatinya sama halnya kami mendoakan umat agama lain yang berada di sekitar (tetangga) kami.
      dengan demikian setiap umat Kristen yang berpindah agama tidak boleh menaruh rasa benci. melainkan berusaha berdamai dan mendoakannya.

    • alo 5:13 am on 14/08/2010 Permalink | Reply

      maaf salah ketik tadi. ma ksudnya umat kriten tidak boleh membenci rasul agama kain

    • paulus hendarto 4:24 pm on 17/08/2010 Permalink | Reply

      Ezral dan Antonius, apakah anda berdua sudah membaca Alkitab dan Alqur’an dan menelitinya dengan benar ??? pada mulanya tanpa mempelajari ajaran – ajaran muhammad hampir saja sy masuk islam hanya karena orang islam mengatakan bahwa Yesus hanya seorang Nabi dan bukan Tuhan. sy sempat bimbang dengan keyakinan sy ( Kristen ) tapi kemudian sy putuskan untuk menyelidiki kedua- duanya. IBARATNYA AKU MENYELIDIKI POHON DARI : AKAR, BATANG, DAUN DAN BUAHNYA. ALKITAB LEBIH DULU ADA KURANG LEBIH 600 TAHUN SEBELUM ADANYA ALQURAN.
      Aku memulai dari kisah Abraham / Ibrahim (versi islam) karena dari sini awal mula perbedaanya. Abraham menerima janji dari TUHAN SEMESTA ALAM PENCIPTA LANGIT DAN BUMI, akan diberikan seorang anak melalui istrinya SARA. Saat itu Sara berusia 75 tahun dan mandul tidak bisa punya anak. Tapi oleh karena Tuhan yg berjanji mereka percaya. Tetapi karena ditunggu sampai 10 tahun belum digenapi juga, maka MUNCULLAH DALAM PIKIRAN SARA : MUNGKIN YG DIMAKSUD TUHAN AKU AKAN MENDAPATKAN SEORANG ANAK DARI WANITA LAIN. Tanpa bertanya pada Tuhan Sara membicarakan keinginannya kepada suaminya Abraham, Mereka sepakat kemudian TANPA BERTANYA PADA TUHAN, mereka sepakat mengambil seorang BUDAK MESIR, bernama HAGAR untuk dikawini oleh Abraham. karena Abraham sehat (tidak mandul) dan Hagar juga sehat ( tidak mandul), maka lahirlah ISMAEL/ISMAIL. Lima belas tahun setelah lahirnya Ismael LAHIRLAH ANAK YANG DIJANJIKAN TUHAN KEPADA ABRAHAM YAITU ISHAK, MELALUI RAHIM SARA YANG MANDUL. Waktu itu umur Sara 90 Tahun dan Abraham 100 Tahun. Nah dari AKARNYA INI SAJA ANDA BERDUA SUDAH BISA KAN MELIHAT PERBEDAANYA ? Ismail lahir karena RENCANA DAN KEHENDAK MANUSIA ( SARA ). SEDANGKAN ISHAK LAHIR KARENA DIRENCANAKAN DAN DIKEHENDAKI OLEH TUHAN SEMESTA ALAM PENCIPTA LANGIT DAN BUMI. Ismail lahir secara normal, wajar dan biasa seperti saya dan anda, sedangkan ISHAK LAHIR SECARA SUPRANATURAL. Hanya karena TUHAN YG BERFIMAN MAKA YANG DIJANJIKANYA ITU TERJADI, SEKALIPUN SARA MANDUL DAN TUA, SECARA ALAMIAH TDK BISA HAMIL. AlQuran tidak menulis kronologis ini selengkap yg tertulis dalam Alkitab.
      Mulai dari kisah ini anda akan saksikan benang merah yg sangat nyata ( mencolok ) perbedaan dari DUA GARIS KETURUNAN INI SAMPAI AKHIR ZAMAN.

      • erzal 5:13 pm on 17/08/2010 Permalink | Reply

        Seputar Nabi Ismail dan Nabi Ishaq Menurut Qur’an vs Bible

        Sebuah Pembuktian Kerancuan Bible karangan Paulus
        Ismail as adalah putra pertama dari nabi Ibrahim as dengan Hajar, Ishaq as adalah anak kedua dari Ibrahim as dengan Sarah. Sarah adalah istri pertama Ibrahim, namun hingga umurnya yang telah mencapai seumur nenek-nenek belum juga dikarunia anak, maka Sarah memutuskan agar nabi Ibrahim mengawini budaknya yaitu Hajar. Maka Ibrahimpun mempunyai anak dengan Hajar yang diberi nama Ismail. Sarah cemburu hingga mengusir Hajar agar keluar dari rumahnya, Ibrahimpun membawa Hajar serta Ismail ke Mekah dan meninggalkannya di Mekah.

        Menurut keimanan Kristen dan Yahudi putra yang dikorbankan oleh Ibrahim adalah Ishaq, tetapi menurut keimanan Islam putra yang dikorbankan adalah Ismail. Perbedaan dua keimanan ini tidak mungkin benar kedua-duanya, pasti salah-satunya saja yang benar, karena dua keimanan ini berkisah pada satu obyek yang sama yaitu pengorbanan putra Nabi Ibrahim.

        Memang dalam masalah siapakah yang dikorbankan bukanlah masalah akidah, namun kebenaran siapakah yang dikorbankan membawa konsekuensi yang teramat besar, terutama bagi orang-orang Kristen dan Yahudi, pasalnya kebenaran ini berhubungan langsung dengan keakuratan kitab suci dalam mengisahkan kejadian yang sesungguhnya.

        Al-Qur??an menyatakan secara tidak langsung bahwa putra nabi Ibrahim as yang dikorbankan adalah Ismail, sementara menurut Talmud dan Bible yaitu kitab agama Yahudi dan Kristen, menyebutkan secara langsung dan tegas bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ishaq.

        Kajian secara teliti dan jujur, baik berdasarkan Al-Qur??an, Bible dan Talmud akan diperoleh kesimpulan yang sama bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ismail as bukan Ishaq as seperti yang diaku-aku oleh orang-orang Yahudi dan Kristen selama ini. Penyebutan nama Ishaq dalam Bible dan Talmud secara tata bahasa berkualitas sebagai sisipan para penulis kitab karena kedengkiannya, mari kita kaji secara ilmiah dan obyektif.

        MENURUT AL-QUR??AN
        Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. QS. 37:101

        Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:”Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab:”Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. QS. 37:102

        Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). QS. 37:103

        Dalam rangkaian ketiga ayat tersebut memang tidak secara langsung disebutkan bahwa nabi Ismail-lah yang dikorbankan, tetapi dari ayat pertama sudah jelas bahwa Allah SWT memberikan kabar gembira akan datangnya seorang anak yang amat sabar, ayat ini memberikan gambaran bahwa nabi Ibrahim saat itu belum mempunyai seorang anakpun, jadi anak yang dijanjikan dalam ayat tersebut adalah anak yang pertama yaitu Ismail.

        Dalam ayat-ayat selanjutnya mengisahkan dialog antara nabi Ibrahim dengan Ismail tentang perintah penyembelihan Ismail, dan beliau berdua berhasil melalui ujian yang nyata tersebut dengan amat sabar, dan Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar .

        Setelah al-Qur??an mengisahkan kisah antara nabi Ibrahim dengan putranya Ismail, dalam ayat selanjutnya yaitu QS. 37.112 Al-Qur??an mengisahkan bahwa Allah SWT memberikan kabar baik akan datangnya seorang anak lagi yang bernama Ishaq :

        Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. QS. 37:112

        Ayat tersebut memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa kabar gembira akan lahirnya Ishaq adalah setelah kisah kabar gembira akan lahirnya Ismail dan kisah perintah penyembelihannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa al-Qur??an menyatakan Ismail-lah yang akan disembelih bukan Ishaq.

        MENURUT BIBLE
        Nabi Ibrahim dan Istrinya Sarah adalah dari bangsa yang sama, Sarah mempunyai budak bernama Hajar dari Mesir. Dalam pernikahannya dengan Sarah nabi Ibrahim belum dikaruniai anak padahal umur mereka sudah mencapai sekitar 80 tahun.

        Akhirnya Sarah memutuskan agar Ibrahim menikahi budaknya yaitu Hajar.

        Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.

        Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

        Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hamba-nya, orang Mesir itu, — yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isteri-nya. Kejadian 16:1-3

        Bersama Hajar nabi Ibrahim mempunyai anak yang kemudian dinamainya Ismail, ketika itu nabi Ibrahim berumur 86 tahun :

        Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. Kejadian 16:16

        Dan ketika nabi Ibrahim berumur 99 tahun, Allah SWT menjanjikan seorang anak lagi namun dari pihak Sarah :

        Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram ?K.. Kejadian 17:1

        Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.” Kejadian 17:16

        Dan setahun kemudian lahirlah anak dari Sarah yang diberi nama Ishaq, dua tahun ke-mudian nabi Ibrahim mengadakan perjamuan besar untuk menyapih Ishak, sehingga ketika Ishaq berumur 2 tahun Ismail berumur 16 tahun, namun Sarab berubah pikiran setelah mempunyai anak, ia menyuruh nabi Ibrahim untuk mengusir Hajar dan Ismail dari rumah-nya, maka Hajar dan Ismail meninggalkan rumah Sarah.

        Setelah itu Allah berfirman kepada nabi Ibrahim :
        Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Kejadian 22:2

        Dalam ayat tersebut dikisahkan secara jelas dan gamblang bahwa Bible mengisahkan Ishaqlah yang dikorbankan untuk disembelih bukan Ismail.

        BENARKAH KISAH BIBLE
        Satu-satunya dasar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen mengimani Ishaq yang dikorbankan adalah penyebutan nama Ishaq dalam kitab mereka yaitu dalam kejadian 22:2.

        “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq . Kejadian 22:2

        Setelah dikaji, kalimat yakni Ishaq dalam ayat tersebut mempunyai kejanggalan yang teramat serius, alasannya :

        Pertama : kalimat yakni Ishaq pada susunan tersebut adalah mubazir, karena kalimat tersebut telah sempurna justru bila tanpa yakni Ishaq

        Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,

        Dengan susunan tersebut tentu nabi Ibrahim sudah paham siapa yang disebut sebagai anak tunggal yang dikasihinya.

        Kedua : Kalimat yakni Ishaq kontradiksi dengan kalimat sebelumnya yang menyatakan :

        Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi

        Karena ketika itu, Ismail telah lebih dahulu lahir sebagai anak nabi Ibrahim, penyebutan Ishaq sebagai anak tunggal dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan sejarah dan itu berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim.

        Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu Kejadian 25:12

        Tentu saja menyebut Ishaq sebagai anak tunggal berarti mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim, mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim berarti mengingkari ayat-ayat dalam Bible itu sendiri.

        ISHAQ ANAK TUNGGAL ?
        Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasih? Kejadian 22:2

        Siapakah anak tunggal yang dimaksud dalam ayat tersebut bila bukan Ishaq ?

        Ibrahim hanya mempunyai dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq, Ishaq bisa disebut sebagai anak tunggal bila Ismail sebagai anak per-tama telah meninggal, tetapi kenyataannya Is-mail belum meninggal. Ismail bisa disebut se-bagai anak tunggal bila Ishaq belum lahir, keadaan yang kedua inilah yang paling mungkin.

        Al-Qur?’an mengisyaratkan bahwa peristiwa perintah penyembelihan terhadap Ismail adalah sebelum Allah ?? memberikan kabar gembira yang kedua kalinya kepada nabi Ibrahim akan lahirnya seorang anak lagi yaitu Ishaq, seperti disebutkan dalam QS. 37:101-11.

        Al-Qur??an menyatakan bahwa :
        Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, , Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu QS. 37:102

        Yang dimaksud pada umur sanggup adalah ketika seseorang sudah bisa untuk mencari kayu bakar, mengembala kambing, mencari air dan lain-lain, dan ketika Ismail mencapai pada umur sanggup Ishaq belumlah lahir, jadi ketika itu Ismail adalah anak tunggal nabi Ibrahim.

        Penyebutan yakni Ishaq. dalam kejadian 22:2 membuat fakta-fakta yang ada menjadi berantakan, ayat-ayat dalam Bible yang berhubungan dengan Ismail dan Ishaq menjadi banyak yang kontradiksi, Ishaq yang bukan anak tunggal disebut sebagai anak tunggal, Ismail yang anak sah nabi Ibrahim harus diingkari. Untuk mengingkari Ismail sebagai anak sah nabi Ibrahim, harus diingkari pula bahwa Hajar bukan istri sahnya, seperti ayat berikut ini :

        Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Kejadian 21:10

        Bukankah ayat itu mnyangkal Hajar dan Ismail sebagi istri dan anak nabi Ibrahim ?

        MENGAPA HARUS ISHAQ
        Orang-orang Israel sangat bangga atas kesukuannya, sangat mengagung-agungkan nenek moyangnya, mereka menjunjung tinggi nabi Ishaq tetapi merendahkan nabi Ismail, karena Ishaq adalah nenek moyang mereka yang berderajat tinggi dan berdarah murni sebagai keturunan nabi Ibrahim dengan Sarah yang berasal dari satu bangsa dan sebagai seorang majikan, sementara Is-mail adalah nenek moyang bangsa Arab dari keturunan nabi Ibrahim dengan Hajar yang berdarah koptik (campuran) antara Israil dengan Mesir dan Hajar adalah budak dari Sarah. Menurut mereka bangsa Israel adalah bangsa yang lebih tinggi derajatnya daripada bangsa Arab.

        Orang-orang Israel iri hati setelah Allah menjadikan Ismail sebagai korban yang akan disembelih, orang-orang Israel tidak mau orang-orang Arab mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT, mereka menginginkan segala kemuliaan dan berkah hanya untuk orang Israel, menurut mereka semestinya Ishaqlah yang dipilih sebagai korban sembelihan, karena kesombongan tersebut dan perasaan lebih tinggi dari bangsa Arab, mereka berani mengadakan kedustaan dengan mengubah-ubah ayat-ayat Allah, salah satunya dengan menambah kalimat :

        Yakni Ishaq

        Ke dalam kalimat

        anakmu yang tunggal itu

        Mereka sebenarnya mengetahui bahwa Ishaq bukanlah anak tunggal nabi Ibrahim, dan mereka mengetahui bahwa Ismail per-nah menjadi anak tunggal nabi Ibrahim yaitu ketika Ishaq belum lahir, mereka tidak peduli bila penambahan tersebut akan mengakibatkan kontradiksi yang serius dalam kitab mereka, Allah SWT telah menyatakan dalam al-Qur??an :

        segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? QS. 2:75

        Begitu besar kebencian orang-orang Yahudi kepada orang-orang Arab sampai berani mengubah fakta bahwa Ishaq yang bukan anak tunggal ditulisnya sebagai anak tunggal dalam kitab mereka sebagai anak tunggal demi menghilangkan kemuliaan Ismail.

        Kebencian orang-orang Yahudi dan Israel kepada bangsa Arab tidak hanya pada masa nabi Ishaq dan nabi Ismail hidup, tetapi kebencian mereka berlanjut hingga pada masa diutusnya nabi Muhammad saw sebagai Rasul bahkan hingga sekarang ini.

        Ketika Yesus/nabi Isa as menyampaikan kabar kepada orang-orang Israel tentang akan datangnya seorang nabi terakhir dari keturunan Ismail, mereka langsung marah dan gusar yang akhirnya pada rencana pembunuhan nabi Isa as.

        Makanya setelah orang-orang Israel/ Yahudi mengetahui bahwa nabi terakhir dari bangsa Arab dan jaman akan diutusnya seorang nabi sudah dekat, mereka banyak yang pergi ke Madinah untuk menunggu datangnya nabi tersebut dengan maksud akan membunuhnya, bukan untuk mengimaninya, dan mereka mengancam masyarakat Madinah :

        Sekarang ini sudah hampir zaman seorang nabi yang diutus. Kami akan membunuh kalian bersamanya. Nasib kalian akan seperti kaum ??Ad dari penduduk Iram Sirah Ibnu Hisyam dengan sanad Hasan

        Namun Alhamdulillah karena ancaman yang sekaligus memberikan kabar tentang ramalan akan datangnya seorang nabi di Madinah tersebut, orang-orang Madinah mudah beriman kepada nabi Muhammad saw ketika nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah padahal mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Wallahu a??lam. (al-islahonline)
        http://forum-swaramuslim.net/more.php?id=3856_0_25_45_M

    • paulus hendarto 12:56 am on 18/08/2010 Permalink | Reply

      Ezral, Antonius dan umat muslim sekalian,
      bagus- bagus jadi anda setuju bahwa KELAHIRAN ISMAIL bukan atas RENCANA DAN KEHENDAK TUHAN SEMESTA ALAM, tapi karena kehendak manusia ( Sara ). HARUS DIINGAT bahwa Tuhan tidak pernah memerintahkan Abraham dan Sara untuk mengambil budak mesir yg bernama HAGAR untuk memperoleh seorang anak.
      JANJI TUHAN adalah memberikan SEORANG ANAK kepada ABRAHAM DAN SARA. Kelahiran ISMAIL adalah kehendak bebas manusia yg didasari oleh ketidak sabaran Sara untuk menerima janji Tuhan Semesta Alam.
      Saudara Ezral kalau mengutip ayat – ayat Alkitab yang lengkap runutanya, dan jangan keburu ingin melindungi diri dan keyakinan anda, sehingga menjadi tidak obyektive dan ngawur, bahkan nafsu berlebihan jadi SOK PINTER.
      Saya baru bicara Ishak dan Ismail anda sudah bicara Yahudi dan Israel. Baik saya akan jawab mengapa firman Tuhan menyebut ISHAK SEBAGAI ANAK TUNGGAL ABRAHAM. Anda mengutip ayat dari kitab Kejadian Pasal 21 : 10, Berkatalah Sara kepada Abraham” Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama anakku ISHAK ” Ayat 11 ( yang tdak berani anda kutib ) Hal ini sangat menyebalkan hati Abraham oleh karena anaknya itu (Ismail) Ayat 12 : Tetapi Tuhan berfirman kepada Abraham ” Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu, dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu haruslah engkau mendengarkanya, SEBAB YANG AKAN DISEBUT KETURUNANMU IALAH YANG BERASAL DARI ISHAK “. Ayat 13. “Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu” Lihat saudara Ezral Kronologis dari peristiwa ini sangat jelas didalam Alkitab, Ishak disebut sabagai ANAK TUNGGAL dalam kitab Kejadian Pasal 22 : 2 , adalah SETELAH HAGAR DAN ISMAIL DIUSIR OLEH SARA. Sehingga saat itu satu-satunya anak Abraham yang tinggal bersama dia hanyalah ISHAK !!! Bukan Ismail !!!
      Anda menuduh Firman Tuhan Semesta Alam dirubah – rubah oleh bangsa Yahudi / Israel ??? INI tindakan bodoh yang banyak dilakukan oleh umat muslim. Tuduhan umat muslim bahwa Firman Tuhan dalam Alkitab sudah dirobah-robah sebenarnya DIDASARKAN PADA PERBUATAN MUHAMMAD DG NASIKH DAN MANSUK NYA. Jadi jelas karena Muhammad melakukan perubahan-perubahan firman yang sekarang tertulis di alkuran, dengan membatalkan ayat-ayat yang katanya sebelumnya difirmankan Tuhan dirubah dengan ayat baru yang lebih sempurna… ini namanya GOMBAL MUKIYO kata orang jawa. Karena kelakuan muhammad yang seperti itu maka dituduhkan kepada Umat yahudi dan Nasrani seolah – olah melakukan perbuatan yg sama seperti yang diperbuat muhammad. maka sy tidak heran karena orang yang anda muliakan melakukan perbuatan bodoh seperti itu maka pengikutnyapun melakukan hal yang sama : MENUDUH ALKITAB SUDAH DIROBAH ROBAH padahal TIDAK !
      Selanjutnya saya akan sampaikan Tongkat estafet Dari Abraham ke Ishak dan keturunan berikutnya, kita akan lihat juga dimana peran Ismail ???

    • paulus hendarto 4:15 am on 18/08/2010 Permalink | Reply

      Untuk antonius,
      Anda suka menyandarkan keimanan dan keyakinan anda kepada manusia lain ya ? saya tidak pernah mau menyandarkan Iman dan keyakinan saya pada orang lain. Sehebat apapun dia tetap manusia yg punya dosa. kalau anda katakan banyak yg masuk Islam begitu juga banyak umat muslim yang masuk Kristen. Bahkan menurut seorang ulama islam di africa sebanyak kurang lebih 6.000.000 ( enam juta ) umat islam pindah ke kristen karena mereka tdk merasakan damai dan sejahtera hidupnya dan karena pemerintahnya ngajak perang melulu… nggak bosen bosen.

    • paulus hendarto 10:12 am on 22/08/2010 Permalink | Reply

      Ersal, Abdul wahab, dan umat muslim sekalian…
      Wahyu dari Tuhan Semesta Alam kepada ABRAHAM dilanjutkan kepada ISHAK. Karena Rencana dan kehendak Tuhan selanjutnya adalah MENGGENAPI apa yang sudah dijanjikan Tuhan kepada Abraham yaitu seluruh tanah Kanaan akan menjadi milik keturunan Abraham selama- lamanya.
      Setelah melalui suatu ujian yang berat yaitu Abraham diminta oleh Tuhan untuk menyerahkan anaknya yang tunggal yaitu ISHAK UNTUK DIPERSEMBAHKAN SEBAGAI KORBAN BAKARAN.
      Mengapa Ishak dan bukan Ismail ??? Jawabanya jelas … karena ISHAKLAH yang DIJANJIKAN TUHAN KEPADA ABRAHAM DAN SARA bukan Ismail !!! Ishaklah yang KELAHIRANYA KE DUNIA DIRENCANAKAN DAN DIKEHENDAKI OLEH TUHAN!! Sekalipun Ismail adalah anak pertama Abraham melalui istri kedua (budak mesir) yang bernama Hagar ( penjelasanya ada di postingan sebelumnya ). Setelah Abraham LULUS ujian yang berat itu
      maka Tuhan Bersumpah demi DIRINYA SENDIRI untuk :
      1.Memberkati Abraham berlimpah-limpah.
      2.Membuat keturunan Abraham sangat banyak
      3.Keturunan Abraham akan menduduki kota-kota Musuhnya
      4.Oleh keturunan Abraham yaitu ISHAK semua bangsa di
      muka bumi akan memdapat berkat.

      Setelah Abraham meninggal, maka TUHAN MEMBERKATI ISHAK sebagai Anak yang akan melanjutkan tugas yang telah diberikan Tuhan kepada Abraham dan untuk menggenapi janji- janji Tuhan semesta alam kepada Abraham.
      Bagaimana dengan Ismail ???
      Dari kisah inilah kita akan melihat secara MENCOLOK perbedaan dua keturunan Abraham dari lain ibu.
      Sejak PILIHAN TUHAN kepada Ishak untuk,melanjutkan tugas Abraham, Ismail dan keturunanya ( Bangsa arab ) tidak diketahui beritanya. Tapi yang jelas mereka juga terus beranak – pinak.
      Tetapi oleh karena Ismail dan keturunya tidak menerima tuntunan dan pewahyuan dari Tuhan, mereka mulai menyembah berhala. Tentu saja dibalik berhala- berhala itu adalah SETAN/IBLIS sendiri. Selama ribuan tahun kemudian keturunan Ismail menyembah BERHALA / SETAN/IBLIS yang dianggap sebagai tuhan oleh bangsa arab. Tuhan- tuhan palsu yang disembah oleh orang-orang arab itu jumlahnya kurang lebih 360 berhala. Bayangkan jaman pra – islam ini yang begitu GELAP !!! MENGERIKAN !!! dan penyembahan kepada tuhan- tuhan palsu itu selama ribuan Tahun … kurang lebih 2600 tahun dari Abraham sampai ke muhamad.
      Sementara dipihak yang lain ISHAK dan keturunya Yakub yang diganti namanya oleh Tuhan menjadi ISRAEL, Yusuf, Musa, Yosua, Daud, Salomo/Sulaiman Dst, terus menerus dipimpin, diberkati dan dituntun Tuhan Semesta Alam melalui Firmanya.
      Saudaraku … sesama manusia… lihat perbedaan yang begitu MENCOLOK.
      DISATU PIHAK, ISHAK DAN KETURUNANYA MENYEMBAH TUHAN YANG SEJATI….
      DIPIHAK ISMAIL DAN KETURUNANYA MENYEMBAH tuhan-tuhan PALSU !!!
      Saudaraku… ini masih dibagian AKARnya … Masih ada BATANG , DAUN DAN BUAH… yang akan kita lihat sama-sama gambar BESAR dan BENANG MERAH dari dua garis keturunan yang akan terus BERBEDA dengan SANGAT MENCOLOK sampai kepada Akhir Zaman.

    • paulus hendarto 3:56 pm on 31/08/2010 Permalink | Reply

      Erzal, Antonius”abdul wahab” dan umat muslim sekalian,
      setelah sekian lama sy tunggu tanggapan dari pihak Muslim ternyata, sama sekali tidak ada tanggapan, maka saya simpulkan bahwa diamnya Erzal dan Abdul wahab adalah jawaban YA! atas apa yg sy sampaikan diatas.
      Memang sdh seharusnya demikian karena membantah juga tidak ada gunanya. Karena apa yg saya sampaikan adalah sejarah ( kisah nyata ) yg benar-benar terjadi atas Keturunan Ismail, bahkan Quran juga membenarkannya ! KAKEK MOYANG umat muslim (Ismail dan keturunanya) menyembah RATUSAN Berhala / setan / iblis selama ribuan tahun. SEMENTARA Ishak dan keturunyanya DIPIMPIN, DITUNTUN , DISERTAI DAN DIBERKATI oleh Tuhan semesta alam.
      Setelah AKAR DARI DUA KETURUNAN YANG SANGAT BERBEDA ini, kita akan masuk ke bagian BATANGnya…
      Kembali kita akan melihat PERBEDAAN yang sangat MENCOLOK.

      • erzal 6:23 am on 02/09/2010 Permalink | Reply

        Erzal, Antonius”abdul wahab” dan umat muslim sekalian,
        setelah sekian lama sy tunggu tanggapan dari pihak Muslim ternyata, sama sekali tidak ada tanggapan, maka saya simpulkan bahwa diamnya Erzal dan Abdul wahab adalah jawaban YA! atas apa yg sy sampaikan diatas.####HI,HI,HI UDAH GEER DULUAN
        Memang sdh seharusnya demikian karena membantah juga tidak ada gunanya. #### HI,HI,HI LUCU BANGET KESIMPULANNYA…Karena apa yg saya sampaikan adalah sejarah ( kisah nyata ) yg benar-benar terjadi atas Keturunan Ismail, bahkan Quran juga membenarkannya ! KAKEK MOYANG umat muslim (Ismail dan keturunanya) menyembah RATUSAN Berhala / setan / iblis selama ribuan tahun.####UHUY DATA DARI MANA TUH BUNG ? NGACO !!, TIDAK SEMUANYA BUNG !!!…… SEMENTARA Ishak dan keturunyanya DIPIMPIN, DITUNTUN , DISERTAI DAN DIBERKATI oleh Tuhan semesta alam.###### EH LU TURUNANYA SPERTI BANI ISRAEL ITU BANYAK YG SESAT DAN MENYEMBAH ANAK SAPI !! !, MAKAN RIBA, MENYEMBAH BANYAK DEWA, BERBAGAI MACAM PERBUATAN DOSA DAN MAKSIAT ……KARENA ITU ALLAH MENGAZAB DENGAN PENYERANGAN DAN PENGHANCURAN OLEH NEBUKADNEZER KEPADA BANGSA BANI ISRAEL . SELAIN ITU UMATNYA ISHAQ SEBAGIAN MENYEBAH BERHALA YG NAMANYA YESUS……LU SENDIRI MENYEMBAH BERHALA YG NAMA NYA YESUS …APAK LU KAGA SADAR ?…NGACA!!!
        Setelah AKAR DARI DUA KETURUNAN YANG SANGAT BERBEDA ini, kita akan masuk ke bagian BATANGnya…######BATANG PISANG MAKSUD LU ?..UHUY !
        Kembali kita akan melihat PERBEDAAN yang sangat MENCOLOK.#####PERBEDAAN YG MENCOLOK ADALAH LU DKK MENYEMBAH BERHALA YESUS, SEDANGKAN KAMI KAUM MUSLIMIN MENGHANCURKAN BERHALA ! PAHAM !!!???

    • paulus hendarto 4:07 am on 04/09/2010 Permalink | Reply

      Ha..ha..hak..hak..hak.. akhirnya muncul lagi ya kamu erzal, sejarah yang aku sampaikan itu fakta,kisah nyata , coba baca berhala-berhala arab pra islam ya zal ? antonius ? atau sejarah pra islam yg ditulis ahli-ahli sejarah… banyak bro…nggak usah khawatir… informasinya akurat banget kok dan tdk asal ngomong.
      Peristiwa umat yahudi menyembah berhala lembu/sapi itu terjadi saat ditinggal musa bertemu Tuhan semesta alam untuk menerima 10 perintah Allah di puncak gunung selama 40 hari. Tapi ingat ya Zal, antonius… sebelum bangsa Izrael dibawa keluar dari perbudakan bangsa mesir selama -+ 400 tahun mereka sdh dipengaruhi penyembahan berhala- berhala yg ada di mesir. Kamu bisa bayangkan keturunan Ishak yang dipilih Oleh Tuhan semesta Alam, disertai dan diberkati saja masih bisa jatuh dipengaruhi penyembahan berhala bangsa yg memperbudaknya …. APALAGI KETURUNAN ISMAEL YANG SAMA SEKALI tidak dituntun oleh Tuhan melalui firmaNYA !!!
      selama RIBUAN TAHUN LAGI !!! BERAPA GENERASI BUNG ??? hitung sendiri ya … dan apa akibatnya kalau manusia dari bapak, anak, cucu, cicit, cocot dst menyembah kepada Iblis …. pasti keturunan yang TERKUTUK !!! nggak usah buru – buru ya zal, antonius … Batang , daun dan buahnya segera menyusul … aku nggak suka koment panjang-panjang… nanti pada males bacanya… ok ??

      • erzal 4:42 am on 04/09/2010 Permalink | Reply

        paulus hendarto Says:
        September 4, 2010 at 4:07 am

        Ha..ha..hak..hak..hak.. akhirnya muncul lagi ya kamu erzal, sejarah yang aku sampaikan itu fakta,kisah nyata , coba baca berhala-berhala arab pra islam ya zal ? antonius ? atau sejarah pra islam yg ditulis ahli-ahli sejarah… banyak bro…nggak usah khawatir… informasinya akurat banget kok dan tdk asal ngomong.###### HI,HI,HI NGAAK SEMUANYA NYEMBAH BERHALA BUNG !…..SEBAGIAN MENYEMBAH BERHALA MAKANYA ALLAH MENGUTUS NABI MUHAMMAD UNTUK MELURUSKAN KESESATAN MEREKA YG MENYEMBAH BERHALA…..peristiwa umat yahudi menyembah berhala lembu/sapi itu terjadi saat ditinggal musa bertemu Tuhan semesta alam untuk menerima 10 perintah Allah di puncak gunung selama 40 hari. Tapi ingat ya Zal, antonius… sebelum bangsa Izrael dibawa keluar dari perbudakan bangsa mesir selama -+ 400 tahun mereka sdh dipengaruhi penyembahan berhala- berhala yg ada di mesir. Kamu bisa bayangkan keturunan Ishak yang dipilih Oleh Tuhan semesta Alam, disertai dan diberkati saja masih bisa jatuh dipengaruhi penyembahan berhala bangsa yg memperbudaknya …

        SEBELUMNYA LU BILANG : SEMENTARA Ishak dan keturunyanya DIPIMPIN, DITUNTUN , DISERTAI DAN DIBERKATI oleh Tuhan semesta alam……NYATANYA NGGAK BENERKAN ? APALAGI KETURUNAN ISMAEL YANG SAMA SEKALI tidak dituntun oleh Tuhan melalui firmaNYA !!!……….UHUY LU TAU DAN DAPAT DATA DARIMANA BUNG ?
        selama RIBUAN TAHUN LAGI !!! BERAPA GENERASI BUNG ??? hitung sendiri ya … dan apa akibatnya kalau manusia dari bapak, anak, cucu, cicit, cocot dst menyembah kepada Iblis ….NGGAK SEMUANYA BUNG !##### pasti keturunan yang TERKUTUK !!! ##### YG TERKUTUK ITU LU DKK YG NYEMBAH BERHALA YG NAMAYA YESUS , KAMI KAUM MUSLIMIN NGGAK KOK #####nggak usah buru – buru ya zal, antonius … Batang , daun dan buahnya segera menyusul … ###### NYUSUL LU SI PENYEMBAH BEHALA YESUS…. aku nggak suka koment panjang-panjang… nanti pada males bacanya… ok ??####YAH MEMNGHARUS BEGITU KOMENTNYA NGGAK BERMUTU SIH….

    • paulus hendarto 4:42 pm on 05/09/2010 Permalink | Reply

      Erzal… Erzal… aku pengin ketawa baca koment kamu yg tdk nyambung terus,,, aku kan sudah bilang… kejadian keturunan ismail nyembah berhala / setan / iblis itu pra islam, tahu kan artinya pra …? kamu pengen bukti ?? kamu cari sendiri, kan aku sdh kasih referensi, tapi gak apa-apa aku kasih lagi :
      “berhala-berhala arab pra islam” ,
      ” sejarah bangsa arab pra islam ” dan masih banyak lagi…
      Ada saatnya untuk bicara siapa Yesus dan siapa muhamad, nggak usah keburu nafsu…topik mengenai Yesus sdh terlalu banyak dibicarakan… sabar ya bung…kronologinya yg BENAR itu yang penting.. kamu harus tahu dulu,,, baru koment jangan cuma ikut-ikutan menghujat tanpa tahu persis siapa yang dihujat… bahaya berat bung… taruhanya… NERAKA !!! apa kamu sudah pelajari Sejarah hidup Yesus ??? pribadiNYA,? sebelum kedatanganNYA ? saat kedatanganNYA yg pertama sebagai MESIAS ? dan kedatangaNYA yang KEDUA ( akan terjadi ) sebagai HAKIM bagi seluruh umat manusia ??? aku sangat yakin KAMU BELUM BACA ! yang kamu baca hanya apa yang dikatakan muhammad mengenai Yesus di quran. jelas tdk cukup…! informasi quran sangat tidak memadai untuk mengerti dan memahami siapa Yesus Kristus. Jadi aku tidak heran karena quran hanya menyampaikan separuh kebenaran tentang pribadi Yesus Kristus, maka orang yang hanya membaca quran tidak akan bisa mengerti dan mengenal pribadi YESUS YANG SEJATI.

    • paulus hendarto 2:54 pm on 08/09/2010 Permalink | Reply

      Erzal, penyangkalanmu dan pola pikir kamu itu selalu berusaha mempertahankan diri… jadi nggak bisa obyektive menilai masalah. campur aduk nggak karuan, yg penting debat,debat dan debat, mau bener kek mau salah kek… menurut kamu TIDAK SEMUA keturunan Ismail menyembah berhala… mereka nyembah siapa ? jawabnya yang benar adalah mereka menyembah TUHAN YESUS KRISTUS. Memang sebagian kecil dari keturunan ismail ikut menerima pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta DISINI AKU AKUI KAMU BENAR. Tetapi…… SEBAGIAN BESAR ( MAYORITAS ) mereka sama sekali tidak mendapat tuntunan dari wahyu Tuhan, INILAH YANG SAYA MAKSUD ! kecuali MENURUT KAMU ada nabi arab lain sebelum muhamad. Buat kamu YANG BENAR itu nggak bermutu tapi yang NGGAK BENAR itu BERMUTU !

      DARI KISAH ISHAK & ISMAIL INI SANGAT JELAS BAHWA KETURUNAN ISHAKLAH YANG LEBIH MENGENAL TUHAN YANG SEJATI. SETELAH ISHAK, YAKUB ,YUSUF, MUSA , YOSUA NABI NABI YANG LAIN SAMPAI YESUS KRISTUS, SEMUANYA ADALAH ORANG YAHUDI (IZRAEL). KETURUNAN ISHAK (YAHUDI & NASRANI) LEBIH TAHU DAN LEBIH MENGENAL TUHAN YANG ESA ( SATU ) ITU DARIPADA KETURUNAN ISMAIL !!!
      TAPI YANG LUCU … KETURUNAN ISMAIL DIABAD 21 ini mau NGAJARI umat Yahudi dan Nasrani tentang TUHAN YANG MAHA ESA ( SATU ).
      ANEH BIN KONYOL !!! PENYEMBAH BERHALA SELAMA RIBUAN TAHUN, MAU NGAJARI YANG SELALU DITUNTUN TUHAN SEJATI TENTANG TUHAN YANG ESA (SATU).

    • erzal 4:55 pm on 09/09/2010 Permalink | Reply

      Sejarah Hidup Muhammad

      oleh Muhammad Husain Haekal
      BAGIAN KEDUAPULUH EMPAT: PEMBEBASAN MEKAH (3/3)
      Muhammad Husain Haekal

      Tetapi Muhammad, tetapi Nabi, tetapi Rasulullah, bukanlah
      manusia yang mengenal permusuhan, atau yang akan membangkitkan
      permusuhan di kalangan umat manusia! Dia bukan seorang tiran,
      bukan mau menunjukkan sebagai orang yang berkuasa. Tuhan telah
      memberi keringanan kepadanya dalam menghadapi musuh, dan dalam
      kemampuannya itu ia memberi pengampunan. Dengan itu, kepada
      seluruh dunia dan semua generasi ia telah memberi teladan
      tentang kebaikan dan keteguhan menepati janji, tentang
      kebebasan jiwa yang belum pernah dicapai oleh siapa pun!

      Apabila Muhammad kemudian memasuki Ka’bah, dilihatnya
      dinding-dinding Ka’bah sudah penuh dilukis dengan
      gambar-gambar malaikat dan para nabi. Dilihatnya lbrahim yang
      dilukiskan sedang memegang azlam 6 yang diperundikan,
      dilihatnya sebuah patung burung dara dari kayu. Dihancurkannya
      patung itu dengan tangannya sendiri dan dicampakkannya ke
      tanah. soil. Ketika melihat gambar Ibrahim agak lama Muhammad
      memandangnya, lalu katanya: Mudah-mudahan Tuhan membinasakan
      mereka! Orang tua kita digambarkan mengundi dengan azlam! Apa What
      hubungannya Ibrahim dengan azlam’? Ibrahim bukan orang Yahudi,
      juga bukan orang Nasrani. Tetapi ia adalah seorang hanif (yang
      murni imannya), yang menyerahkan diri kepada Allah dan bukan
      termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sedang Medium
      malaikat-malaikat yang dilukiskan sebagai wanita-wanita
      cantik, gambar-gambar itu oleh Muhammad disangkal samasekali,
      sebab malaikat-malaikat itu bukan laki-laki dan bukan
      perempuan. Lalu diperintahkannya supaya gambar-gambar itu
      dihancurkan. Berhala-berhala sekeliling Ka’bah yang disembah
      oleh Quraisy selain Allah, telah dilekatkan dengan timah di
      sekeliling Ka’bah. Demikian juga berhala Hubal yang berada
      didalamnya. therein. Dengan tongkat di tangan Muhammad menunjuk kepada
      berhala-berhala itu semua seraya berkata:

      “Dan katakanlah : yang benar itu sudah datang, dan yang palsu
      segera menghilang; sebab kepalsuan itu pasti akan lenyap.”
      (Qur’an, 17: 81)

      Berhala-berhala itu kemudian disungkurkan dan dengan demikian
      Rumah Suci itu dapat dibersihkan. Pada hari pertama
      dibebaskannya mereka itu, Muhammad telah dapat menyelesaikan
      apa yang dianjurkannya sejak duapuluh tahun itu, dan yang
      telah ditentang oleh Mekah dengan mati-matian. Dihancurkannya
      berhala-berhala dan dihapuskannya paganisma dalam Rumah Suci
      itu disaksikan oleh Quraisy sendiri. Mereka melihat
      berhala-berhala yang mereka sembah dan disembah oleh
      nenek-moyang mereka itu samasekali tidak dapat memberi
      kebaikan atau bahaya buat mereka sendiri.

      Pihak Anshar dari Medinah telah menyaksikan semua kejadian
      itu. it. Mereka melihat Muhammad yang berdoa di atas gunung Shafa.
      Terbayang oleh mereka sekarang bahwa ia pasti akan
      meninggalkan Medinah dan kembali ke tempat tumpah darahnya
      semula yang kini telah dibukakan Tuhan. Mereka berkata satu
      sama lain: “Menurut pendapat kamu, adakah Rasulullah saw
      akan menetap di negerinya sendiri?” Mungkin kekuatiran mereka
      itu beralasan sekali. Ini adalah Rasulullah, dan di Mekah ini
      Rumah Suci Baitullah dan di Mekah ini pula Mesjid Suci.

      Tetapi setelah selesai berdoa Muhammad bertanya kepada mereka:
      Apa yang mereka katakan itu. Setelah diketahuinya akan
      kekuatiran mereka yang mereka sampaikan dengan agak maju
      mundur itu, ia berkata: “Berlindunglah kita kepada Allah!
      Hidup dan matiku akan bersama kamu.” Dengan itu ia telah
      memberikan teladan kepada orang tentang keteguhannya memegang
      janji pada Ikrar ‘Aqaba serta kesetiannya kepada
      sahabat-sahabatnya yang seiring sepenanggungan di kala
      menderita, teladan yang takkan dapat dilupakan, baik oleh
      tanah air, oleh penduduk atau pun oleh Mekah sebagai Tanah
      Suci.

      *** ***

      Setelah berhala-berhala itu dibersihkan dari Ka’bah, Nabi
      menyuruh Bilal menyerukan azan dari atas Ka’bah. Sesudah itu
      orang melakukan sembahyang bersama dan Muhammad sebagai imam.
      Sejak saat itu, sampai masa kita sekarang ini, selama
      empatbelas abad, tiada pernah terputus Bilal dan
      pengganti-pengganti Bilal terus menyerukan azan, lima kali
      setiap hari, dari atas mesjid Mekah. Sejak saat itu, selama
      empatbelas abad sudah, kaum Muslimin menunaikan kewajiban
      salat kepada Allah dan selawat kepada Rasul, dengan
      menghadapkan wajah, kalbu dan seluruh pikiran kepada Allah
      semata, dengan menghadap Rumah Suci ini, yang pada hari
      pembebasannya itu oleh Muhammad telah dibersihkan dari
      patung-patung dan berhala-berhala.

      Atas apa yang telah terjadi itu baru sekarang Quraisy mau
      menerima, dan mereka pun sudah yakin pula akan pengampunan
      yang telah diberikan Muhammad kepada mereka. Mereka melihat
      Muhammad dan Muslimin yang ada di sekitarnya sekarang dengan
      mata penuh takjub bercampur cemas dan hati-hati sekali. Namun Yet
      sungguhpun begitu ada sekelompok manusia terdiri dari
      tujuhbelas orang, oleh Muhammad telah dikecualikan dari
      pengampunannya itu. Sejak ia memasuki Mekah, sudah dikeluarkan
      perintah supaya mereka itu, golongan laki-lakinya dibunuh,
      meskipun mereka sudah berlindung ke tirai Ka’bah. Diantara Among
      mereka itu ada yang bersembunyi dan ada pula yang sudah lari.
      Keputusan Muhammad supaya mereka dibunuh bukan didorong oleh
      rasa dengki atau karena marah kepada mereka, melainkan karena
      kejahatan-kejahatan besar yang mereka lakukan. Ia tidak pernah
      mengenal rasa dengki. Diantara mereka itu terdapat Abdullah b.
      Abi’s-Sarh, orang yang dulu sudah masuk Islam dan menuliskan
      wahyu, kemudian berbalik murtad menjadi musyrik di pihak
      Quraisy dengan menggembor-gemborkan bahwa dia telah memalsukan
      wahyu itu waktu ia menuliskannya. Juga Abdullah b. Khatal,
      yang dulu sudah masuk Islam kemudian sesudah ia membunuh salah
      seorang bekas budak ia berbalik menjadi musyrik dan menyuruh
      kedua budaknya yang perempuan – Fartana dan temannya -
      menyanyi-nyanyi mengejek Muhammad. Dia dan kedua orang itu
      juga dijatuhi hukuman mati. Di samping itu ‘Ikrimah b. Abi Abi
      Jahl, orang yang paling keras memusuhi Muhammad dan kaum
      Muslimin dan sampai waktu Khalid bin’l-Walid datang memasuki
      Mekah dari jurusan bawah itu pun tiada henti-hentinya ia
      mengadakan permusuhan.

      Sesudah memasuki Mekah pun Muhammad sudah mengeluarkan
      perintah jangan sampai ada pertumpahan darah dan jangan ada
      seorang pun yang dibunuh, kecuali kelompok itu saja. Oleh By
      karena itu, mereka suami isteri lalu menyembunyikan diri, ada
      pula yang lari. Tetapi setelah keadaan kembali aman dan
      tenteram, dan orang melihat betapa Rasulullah berlapang dada
      dan memberikan pengampunan yang begitu besar kepada mereka,
      ada beberapa orang sahabat yang minta supaya mereka yang sudah
      dijatuhi hukuman mati itu juga diberi pengampunan. Usman bin
      ‘Affan – yang masih saudara susuan dengan Abdullah b.
      Abi’s-Sarh – juga datang kepada Nabi, memintakan jaminan
      pengampunan. Seketika lamanya Nabi diam. Kemudian katanya:
      “Ya” Dan dia pun diampuni. Sedang Umm Hakim (bint’l-Harith b.
      Hisyam) telah pula memintakan kepada Muhammad jaminan
      pengampuhan buat suaminya, ‘Ikrima b. Abi Jahl yang telah lari
      ke Yaman. Dia ini pun diampuni. Wanita itu kemudian pergi
      menyusul suaminya dan dibawanya kembali menghadap Nabi.
      Demikian juga Muhammad telah memaafkan Shafwan b. Umayya,
      orang yang telah menemani ‘Ikrima lari ke jurusan laut dengan
      tujuan hendak ke Yaman. Kedua orang itu dibawa kembali tatkala
      perahu yang hendak membawa mereka sudah siap akan berangkat.
      Juga Hindun, isteri Abu Sufyan, yang telah mengunyah hati
      Hamzah – paman Rasul sesudah gugur dalam perang Uhud – telah
      dimaafkan, disamping orang-orang lain yang tadinya sudah
      dihukum mati, semuanya dimaafkan. Yang dibunuh hanya empat,
      yaitu Huwairith yang telah menggangu Zainab puteri Nabi
      sepulangnya dari Mekah ke Medinah, serta dua orang yang sudah
      masuk Islam lalu melakukan kejahatan dengan mengadakan
      pembunuhan di Medinah dan kemudian melarikan diri ke Mekah
      berbalik meninggalkan agamanya menjadi musyrik dan dua orang
      budak perempuan Ibn Khatal, yang selalu mengganggu Nabi dengan
      nyanyian-nyanyiannya. Yang seorang dari mereka ini lari, dan
      yang seorang lagi diberi pengampunan.

      Keesokan harinya setelah hari pembebasan itu ada seseorang
      dari pihak Hudhail yang masih musyrik oleh Khuza’a dibunuh.
      Nabi marah sekali karena perbuatan itu, dan dalam khotbahnya
      di hadapan orang banyak ia berkata:

      “Wahai manusia sekalian! Allah telah menjadikan Mekah ini
      tanah suci sejak Ia menciptakan langit dan bumi. Ia suci sejak
      pertama, kedua dan ketiga, sampai hari kiamat. Oleh karena
      itu, orang yang beriman kepada Allah dan kepada Hari Kemudian
      tidak dibenarkan mengadakan pertumpahan darah atau menebang
      pohon di tempat ini. Tidak dibenarkan kepada siapa pun sebelum
      aku, dan tidak dibenarkan kepada siapa pun sesudah aku ini.
      Juga aku pun tidak dibenarkan marah kepada penghuni daerah ini
      hanya untuk saat ini saja, kemudian ia kembali dihormati
      seperti sebelum itu. Hendaklah kamu yang hadir ini
      memberitahukan kepada yang tidak hadir. Kalau ada orang yang
      mengatakan kepadamu bahwa Rasulullah telah berperang di tempat
      ini, katakanlah bahwa Allah telah membolehkan hal itu kepada
      RasulNya, tapi tidak kepada kamu sekalian, wahai orang-orang
      Khuza’a! Lepaskanlah tangan kamu dari pembunuhan, sebab sudah
      terlalu banyak; itu pun kalau ada gunanya. Kalau kamu sudah
      membunuh orang, tentu aku juga yang akan menebusnya.
      Barangsiapa ada yang dibunuh sesudah ucapanku ini; maka
      keluarganya dapat memilih satu dari dua pertimbangan ini:
      kalau mereka mau, dapat menuntut darah pembunuhnya; atau
      dengan jalan diat.”

      Sesudah itu kemudian ia mendiat (memampas) keluarga orang yang
      dibunuh oleh Khuza’a itu. Dengan khotbah itu serta sikapnya
      yang begitu lapang dada dan suka memaafkan, hati penduduk
      telah begitu tertarik kepada Muhammad yang tadinya di luar
      dugaan mereka. Dengan demikian pula orang telah beramai-ramai
      masuk Islam.

      “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Kemudian setiap
      berhala dalam rumahnya hendaknya dihancurkan,” demikian
      kemudian suara orang menyerukan.

      Kemudian dikirimnya serombongan orang dari Khuza’a untuk
      memperbaiki tiang-tiang sekitar Tanah Suci itu, suatu hal yang
      menunjukkan betapa besar penduduk Mekah itu menghormati tempat
      ini, dan yang menambah pula kecintaan mereka kepadanya.
      Setelah diberitahukan bahwa mereka adalah masyarakat yang
      patut dicintai dan bahwa ia tidak akan membiarkan atau
      meninggalkan mereka, kalau tidak karena mereka yang
      mengusirnya, kecintaan mereka terasa makin besar kepadanya.

      Ketika itu Abu Bakr datang membawa ayahnya – yang dulu pernah
      mendaki gunung Abu Qubais waktu ada pasukan berkuda – ke
      hadapan Nabi. Melihat orang itu Muhammad berkata:

      “Kenapa orang tua ini tidak tinggal saja di rumah; biar saya
      yang datang kesana.”

      “Rasulullah,” kata Abu Bakr, “sudah pada tempatnya dia yang
      datang kepadamu daripada engkau yang mendatanginya.”

      Orang tua itu oleh Nabi dipersilakan duduk dan dielus-elusnya
      dadanya; kemudian katanya:

      “Sudilah menerima Islam.”

      Kemudian ia pun menyatakan diri masuk Islam dan menjadi orang
      Islam yang baik. Akhlak Nabi yang tinggi dan cemerlang inilah
      yang banyak menawan hati bangsa itu. Bangsa yang tadinya
      begitu keras melawan Muhammad, sekarang mereka sangat
      mencintai dan menghormatinya. Kini orang-orang Quraisy itu,
      laki-laki dan perempuan, sudah menerima Islam dan sudah pula
      memberikan ikrarnya.

      Limabelas hari Muhammad tinggal di Mekah. Selama itu pula
      keadaan Mekah dibangunnya dan penduduk diajarnya mendalami
      hukum agama. Dan selama itu pula regu-regu dakwah dikirimkan
      untuk mengajarkan Islam, bukan untuk berperang, dan untuk
      menghancurkan berhala-berhala tanpa pertumpahan darah. Khalid
      bin’l-Walid waktu itu sudah berangkat ke Nakhla untuk
      menghancurkan ‘Uzza – berhala Banu Syaiban. Tetapi setelah
      berhala itu dihancurkan dan Khalid berada di Jadhima, begitu
      mereka melihatnya, mereka pun segera mengangkat senjata. Oleh By
      Khalid mereka diminta supaya meletakkan senjata, orang semua
      sudah masuk Islam. Salah seorang dari Banu Jadhima berkata
      kepada golongannya: “Hai Banu Jadhima! Celaka kamu! Itu
      Khalid. Sesudah perletakan senjata tentu kita ditawan dan
      sesudah penawanan potong leher.”

      Tetapi golongannya itu menjawab:

      “Maksudmu kita akan menumpahkan darah kita? Orang semua sudah
      masuk Islam, perang sudah tidak ada, orang sudah aman.”

      Sesudah itu terjadi perletakan senjata. Ketika itulah dengan
      perintah Khalid mereka dibelenggu, kemudian dibawai pedang dan
      sebagian mereka ada yang dibunuh.

      Apabila kemudian berita itu sampai kepada Nabi ia mengangkat
      tangan ke langit seraya berdoa:

      “Allahumma ya Allah! Aku bermohon kepadaMu lepas tangan dari
      apa yang telah diperbuat oleh Khalid bin’l-Walid itu.”

      Sesudah itu Ali b. Abi Talib yang diutus dengan pesan:

      “Pergilah kepada mereka dan lihat bagaimana keadaan mereka.
      Cara-cara jahiliah harus kauletakkan di bawah telapak kakimu.”

      Ali segera berangkat dengan membawa harta yang oleh Nabi
      diserahkan kepadanya. Sesampainya di tempat itu diat dan
      pampasan sebagai tebusan darah dan harta-benda yang telah
      dirusak, diserahkan kepada mereka, sehingga semua tebusan
      darah dan pampasan harta-benda itu selesai dilaksanakan.
      Sedang uang selebihnya yang diserahkan Rasulullah kepadanya
      itu, semua diserahkan juga kepada mereka, untuk menjaga maksud
      Rasulullah, kalau-kalau ada yang belum diketahuinya.

      Dalam waktu dua minggu selama Muhammad tinggal di Mekah semua
      jejak paganisma sudah dapat dibersihkan. Jabatan dalam Rumah
      Suci yang sudah pindah kepada Islam sampai pada waktu itu
      ialah kunci Ka’bah, yang oleh Nabi diserahkan kepada Uthman b.
      Talha dan sesudah dia kepada anak-anaknya, yang tidak boleh
      berpindah tangan, dan barangsiapa mengambilnya orang itu
      aniaya adanya. Sedang pengurusan Air Zamzam pada musim haji di
      tangan pamannya Abbas.

      Dengan demikian seluruh Mekah sudah beriman, panji dan menara
      tauhid sudah menjulang tinggi dan selama berabad-abad dunia
      sudah pula disinari cahayanya yang berkilauan.

      Catatan kaki:

      1 Sejauh empat farsakh dan Mekah.

      2 Beberapa penulis sejarah Nabi berpendapat, bahwa
      Abbas menemui pasukan itu di Rabiqh. Yang lain
      mengatakan, bahwa ia pergi ke Medinah sebelum ada
      keputusan membebaskan Mekah. kemudian ia berangkat
      bersama-sama pasukan pembebas itu. Tetapi banyak orang
      membantah sumber ini dan diduga itu dibuat untuk
      menyenangkan hati dinasti Abbasiya, yang penulisannya
      pertama dilakukan pada masa mereka. Alasan ini mereka
      perkuat bahwa Abbas – yang membela saudara sepupunya
      selama di Mekah itu – tidak juga menganut agamanya,
      sebab Abbas adalah seorang pedagang dan juga
      menjalankan riba, dikuatirkan Islam akan mengganggu
      perdagangannya. Ditambah lagi, bahwa dialah orang
      pertama yang akan dijumpai oleh Abu Sufyan untuk diajak
      bicara mengenai perpanjangan perjanjian Hudaibiya,
      mengingat ia belum seberapa lama meninggalkan Mekah.

      3 Sebangsa keledai, turunan kuda dengan keledai. Di In
      sini baghla, bagal betina (A).

      4 Lihat halaman 326.

      5 Asalnya: mihjan sebatang tongkat yang hulunya
      berkeluk.

      6 Al-azlam (jamak zalam dan zulam) yaitu qid-h (atau
      anak panah tanpa kepala dan bulu) suatu kebiasaan yang
      berlaku pada zaman jahiliah. Pada anak panah itu
      tertulis kata perintah dan larangan: “kerjakan!” dan and
      “Jangan dikerjakan!” Benda itu dimasukkan orang ke
      dalam sebuah tabung. Apabila orang hendak melakukan
      perjalanan, perkawinan atau sesuatu yang penting
      lainnya, ia memasukkan tangannya kedalam tabung itu
      setelah diperkenankan dan dikocok, dan sebuah zalam
      dicabutnya. Kalau yang keluar berisi “perintah” ia
      boleh terus melaksanakan; kalau yang keluar berisi
      “larangan” ia harus membatalkan maksudnya. Mengundi
      dengan anak panah ini ialah guna mengetahui baik
      buruknya nasib seseorang.

      ——————————————— ———————————————
      SEJARAHHIDUPMUHAMMAD

      oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
      diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah

      Penerbit PUSTAKA JAYA
      Jln. Jln. Kramat II, No. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat
      Cetakan Kelima, 1980

      Seri PUSTAKA ISLAM No.1

      http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Bebas3.html#512

    • paulushendarto 3:50 pm on 20/09/2010 Permalink | Reply

      Erzal, antonius abdul wahab dan umat muslim sekalian,
      Mari kita masuk kebatang-tubuh seperti yang saya janjikan.
      Muhammad lahir secara normal, biasa, seperti anda dan sy…
      tidak ada nubuat atau petunjuk sama sekali sebelum kelahiran muhamad, tetapi umat muslim berusaha mencari-cari rujukan tentang kelahiran muhamad dari Alkitab. Dari penelitian para ahli, sama sekali tidak didapatkan nubuat mengenai muhamad, sekalipun umat muslim ngotot…
      Tapi bukan mengenai kelahiran muhamad yg ingin saya sampaikan, tapi PROSES muhamad MENERIMA WAHYU, yang SAMA SEKALI BERBEDA DENGAN NABI-NABI IZRAEL. Kalau Nabi-nabi keturunan Ishak SELALU INISIATIF AWALNYA DIMULAI OLEH TUHAN SEMESTA ALAM YANG MEMILIH HAMBANYA, kemudian mendatangi hamba itu dan memberikan WahyuNYA secara langsung atau melalui malaikatNYA, Sedangkan cara muhamad menerima wahyu
      Prosesnya adalah begini… (inisiatif dimulai dari manusia) muhamad MENCARI KEBENARAN YG SEJATI… DG CARA ??? BERSEMEDI DI GUA HIRA…pada usianya yg ke 40 muhamad menerima wahyu yg pertama ” IQRO” yang artinya “bacalah…” coba saudara perhatian … yang membuat sy heran adalah REAKSI muhamad saat menerima wahyu adalah KELUAR KERINGAT DINGIN, MENGGIGIL, DAN KEPALA PUSING. Sehingga kadijah sang istri sampai harus menggosok kepala muhamad dg henai dan menyelimuti muhamad yg menggigil ketakutan. Pertanyaannya adalah SIAPA YANG MEMBERIKAN WAHYU KEPADA MUHAMAD ???
      Kata quran Malaikat Jibril ! apakah benar malaikat jibril yang mendatangi muhamad atau IBLIS yg menyamar sebagai MALAIKAT TERANG ??? Hadirat Allah atau Malaikat Allah pasti memberikan RASA TENANG DAN DAMAI, tapi ini justru sebaliknya ! KELUAR KERINGAT DINGIN DAN MENGGIGIL ADALAH TANDA KETAKUTAN ! Reaksi muhamad sangat berbeda dengan NABI-NABI Ishak dan keturunanya. Prosesnyapun dimulai dari INISIATIF (manusia) MUHAMAD yang mencari kebenaran sejati. Coba bandingkan dengan peristiwa kelahiran ismail, maka ketemu benang merahnya… APA ??? SAMA-SAMA DIMULAI DARI INISIATIF MANUSIA. Kelahiran Ismail atas inisiatif (manusia) Sara yg sdh tdk sabar untuk memiliki seorang anak. Proses muhamad menerima wahyu pun dimulai dari INISIATIF MANUSIA BERNAMA muhamad dg cara semedi di gua hira. Masalah ini kelihatanya sepele tapi akibatnya sangat besar !!! perbedaan proses cara menerima wahyu akan berbeda pula hasil akhirnya… ……………………..lanjut >>>>>>

      • SERBUIFF 4:39 am on 24/09/2010 Permalink | Reply

        adalah hal yg wajar dan manusiawi jika kita sedang sendirian berada di gua tiba2 terdengan suara atau ada kelihatan mahluk lain .tentu secara reflek kita akan kaget ,takut dan bertanya tanya mahluk apa ini ?…simpel aja kok jangan dibesar2 kan dan sengaja dijadikan masalah…

    • paulushendarto 4:22 am on 26/09/2010 Permalink | Reply

      Bagi yg tidak pernah / belum pernah diberi kasih karunia untuk melihat Malaikat Tuhan akan berfikir seperti tanggapan saudara Erzal. Tapi bagi yg pernah diijinkan TUHAN SEMESTA ALAM untuk melihat MALAIKAT TUHAN, dalam jarak sangat dekat, maka akan merasakan KEDAMAIAN DAN KETENANGAN. Karena itu sangat MENGHERANKAN reaksi nabi Islam yang KELUAR KERINGAT DINGIN, DAN MENGGIGIL KETAKUTAN. Bahkan dalam peristiwa yang lain saat ” MENGAKU” menerima “WAHYU” muhamad merasa seperti DICEKIK LEHERNYA, ini lebih aneh lagi !!! menjadi wajar kalau sy bertanya- tanya dalam hati SIAPA YANG MEMBERI “WAHYU” KEPADA muhamad ??? Malaikat TUHAN SEMESTA ALAM atau MALAIKAT yg sudah jatuh / alias malaikat SETAN ??? Pengalaman pribadi sy saat berperang (rohani) dengan dukun santet membuktikan bahwa Hadirat Malaikat Tuhan memberikan rasa damai dan tenang. Akibat selanjutnya orang yang mengirimkan santet itu menjadi gila dan harus dipasung sampai hari ini ! ( ini bukan untuk pamer / sombong) tapi pengalaman yang benar-benar sy alami. Lagi pula bukan sy yg hebat tapi TUHAN SEMESTA ALAM DALAM NAMA YESUS KRISTUS YG HEBAT.

      • SERBUIFF 1:59 pm on 27/09/2010 Permalink | Reply

        paulushendarto
        2010/09/26 at 4:22 am

        Bagi yg tidak pernah / belum pernah diberi kasih karunia untuk melihat Malaikat Tuhan akan berfikir seperti tanggapan saudara Erzal. Tapi bagi yg pernah diijinkan TUHAN SEMESTA ALAM untuk melihat MALAIKAT TUHAN, dalam jarak sangat dekat, maka akan merasakan KEDAMAIAN DAN KETENANGAN. Karena itu sangat MENGHERANKAN reaksi nabi Islam yang KELUAR KERINGAT DINGIN, DAN MENGGIGIL KETAKUTAN.######adalah hal yg wajar dan manusiawi jika kita sedang sendirian berada di gua tiba2 terdengan suara atau ada kelihatan mahluk lain .tentu secara reflek kita akan kaget ,takut dan bertanya tanya mahluk apa ini ?…simpel aja kok jangan dibesar2 kan dan sengaja dijadikan masalah…

        Bahkan dalam peristiwa yang lain saat ” MENGAKU” menerima “WAHYU” muhamad merasa seperti DICEKIK LEHERNYA, ########## NGGAK KOK DATA DARI MANA TUH …

        ..ini lebih aneh lagi !!! menjadi wajar kalau sy bertanya- tanya dalam hati SIAPA YANG MEMBERI “WAHYU” KEPADA muhamad ??? Malaikat TUHAN SEMESTA ALAM atau MALAIKAT yg sudah jatuh / alias malaikat SETAN ??? ############ YAH MALAIKAT DARI TUHAN ALAM SEMESTA LAH..

        …….Pengalaman pribadi sy saat berperang (rohani) dengan dukun santet membuktikan bahwa Hadirat Malaikat Tuhan memberikan rasa damai dan tenang. Akibat selanjutnya orang yang mengirimkan santet itu menjadi gila dan harus dipasung sampai hari ini ! ( ini bukan untuk pamer / sombong) tapi pengalaman yang benar-benar sy alami. ######YAH GUE NGGAK NGURUS SANTET MENYANTET BUNG !.

        …..Lagi pula bukan sy yg hebat tapi TUHAN SEMESTA ALAM DALAM NAMA YESUS KRISTUS YG HEBAT.##### KOK ADA EMBEL2 “DALAM NAMA YESUS KRISTUS” APA TUH ?

    • ETIKA 10:42 pm on 12/10/2010 Permalink | Reply

      Kalian Semua memecah belahkan antar umat ber Agama,!!!!! Udah ga usah di bahas…., semua makhluk hidup sama di mata Tuhan. Itu intinya,.. Trims

      • SERBUIFF 7:42 am on 13/10/2010 Permalink | Reply

        ETIKA
        2010/10/12 at 10:42 pm

        Kalian Semua memecah belahkan antar umat ber Agama,!!!!! #### kami hanya meluruskan fitnahan,hujatan dan kebohongan yg dilakukan oleh orang2 anti Islam…

        Udah ga usah di bahas…#####penting untuk dibahas !

        ., semua makhluk hidup sama di mata Tuhan. ###### beda dong mas !!! Lihat :

        Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.
        Al Baqarah :39

        Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
        All Baqarah :81

        Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
        Ali Imran :136

    • paulushendarto 3:27 pm on 16/11/2010 Permalink | Reply

      Erzal, antonius dan umat muslim sekalian,
      Lama saya tidak muncul, karena kesibukan pekerjaan dan mengingat peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi saat ini di Indonesia. Bukan niat saya untuk memecah belah bangsa saudara Etika, tapi apa yang saya sampaikan hanyalah apa yang sdh sy selidiki dari sejarah kehidupan Nabi-nabi, dari kedua agama dan menyampaikanya secara wajar hal-hal yang benar-benar menimbulkan pertanyaan dalam pikiran saya. sy berusaha untuk terus menjaga untuk tidak berlebihan dalam menyampaikan pendapat. Lagi pula mengapa sampai harus terjadi DEBAT antara Kristen dan Islam ? menurut saya karena dari sejak lahirnya Islam sudah dengan terang-terangan menyerang keyakinan Iman Umat Kristen, bahkan tertulis didalam Alquran. Sebagai umat Kristen sy merasa perlu menyampaikan peristiwa sejarah dengan apa adanya supaya pembaca juga bisa mengerti duduk perkara atau Akar dari permasalahan yang terjadi dan mengungkap apa adanya siapa Ismail ? dan siapa Ishak? Bagaimana keturunan Ismail ? dan bagaimana leturunan Ishak ? sejarah hidup muhamad . Apa yang diperbuat, apa yang diucapkan bagaimana cara muhamad menerima wahyu dan lain sebagainya. Menurut saya Alquran ada karena Muhamad ” mengaku” menerima wahyu, karena itu sangat perlu sy selidiki sejarah hidup muhamad dari lahir sampai mati. Kesimpulan saya setelah mempelajari pribadi muhamad baik dari quran ataupun hadist, ternyata tdk semulia seperti digambarkan oleh penulis-penulis muslim. Hal yang lain yang saya dapatkan adalah sejauh menyangkut YESUS KRISTUS,Quran hanya menulis seperuh kebenaran tetang YESUS, separuhnya adalah pendapat pribadi penulis Quran yang ngawur. Banyak sekali ucapan – ucapan Yesus Kristus yang tidak ditulis dalam Quran. Ini membuktikan penulis Quran tidak jujur. Karena seharusnya semua yang diucapkan Yesus, harus juga terlulis didalam Quran, sebagaimana ALKITAB juga menulis semua yang tertulis dalam kitab Suci Umat Yahudi Yaitu Kitab Taurat, Mazmur dan kitab nabi-nabi lainya. Bahkan muhamad juga menuduh Alkitab sudah dirobah-robah. padahal pelakunya adalah muhamad sendiri yang merobah-robah ayat didalam Quran dengan istilah Nasihk Mansuknya. (mengganti ayat yang sudah diturunkan sebelumnya, dengan ayat yang lebih baik). salahkah kalau saya bertanya : apakah Aulohnya umat muslim pikun ? dan tidak maha tahu ? atau ayatnya harus disesuaikan dengan kondisi yang berbeda antara mekah dan medinah ?

      • SERBUIFF 3:04 am on 19/12/2010 Permalink | Reply

        @ Paulushendarto

        Paulushendarto

        Submitted on 2010/11/16 at 3:27 pm
        Erzal, antonius dan umat muslim sekalian,
        Lama saya tidak muncul, karena kesibukan pekerjaan dan mengingat peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi saat ini di Indonesia. Bukan niat saya untuk memecah belah bangsa saudara Etika, tapi apa yang saya sampaikan hanyalah apa yang sdh sy selidiki dari sejarah kehidupan Nabi-nabi, dari kedua agama dan menyampaikanya secara wajar hal-hal yang benar-benar menimbulkan pertanyaan dalam pikiran saya. sy berusaha untuk terus menjaga untuk tidak berlebihan dalam menyampaikan pendapat. Lagi pula mengapa sampai harus terjadi DEBAT antara Kristen dan Islam ? menurut saya karena dari sejak lahirnya Islam sudah dengan terang-terangan menyerang keyakinan Iman Umat Kristen, bahkan tertulis didalam Alquran.######## IH BUKAN MENYERANG BUNG TAPI MELURUSKAN KESESATAN AJARAN KRISTEN…..
        Sebagai umat Kristen sy merasa perlu menyampaikan peristiwa sejarah dengan apa adanya supaya pembaca juga bisa mengerti duduk perkara atau Akar dari permasalahan yang terjadi dan mengungkap apa adanya siapa Ismail ? dan siapa Ishak? Bagaimana keturunan Ismail ? dan bagaimana leturunan Ishak ? sejarah hidup muhamad . Apa yang diperbuat, apa yang diucapkan bagaimana cara muhamad menerima wahyu dan lain sebagainya. Menurut saya Alquran ada karena Muhamad ” mengaku” menerima wahyu, karena itu sangat perlu sy selidiki sejarah hidup muhamad dari lahir sampai mati. Kesimpulan saya setelah mempelajari pribadi muhamad baik dari quran ataupun hadist, ternyata tdk semulia seperti digambarkan oleh penulis-penulis muslim. Hal yang lain yang saya dapatkan adalah sejauh menyangkut YESUS KRISTUS,Quran hanya menulis seperuh kebenaran tetang YESUS, separuhnya adalah pendapat pribadi penulis Quran yang ngawur. ######### APA BUKTINYA ?………Banyak sekali ucapan – ucapan Yesus Kristus yang tidak ditulis dalam Quran. Ini membuktikan penulis Quran tidak jujur. Karena seharusnya semua yang diucapkan Yesus, harus juga terlulis didalam Quran, ######## IH YG MENURUN AL QURAN KAN ALLAH, TERSERAH DIA DONG MAU SEBAGIAN ATAU SEMUA …..
        .sebagaimana ALKITAB juga menulis semua yang tertulis dalam kitab Suci Umat Yahudi Yaitu Kitab Taurat, Mazmur dan kitab nabi-nabi lainya. ###### PERCUMA DI TULIS KALAU ISINYA SALAH DAN SESAT, BELI DAN BACA DULU BUKU INI :
        Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru

        Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru

        Oleh: Bert D. Ehrman

        ISBN : 9792223673
        Rilis : 2006
        Halaman : 0p
        Penerbit : Gramedia
        Bahasa : Indonesia

        Kalau selama ini Anda sangat meyakini Kitab Suci sebagai Wahyu Allah, atau lebih ekstrem lagi diberikan oleh Allah, dan mendasarkan seluruh iman Anda pada Kitab Suci, buku ini akan membuat Anda lebih kritis terhadap Kitab Suci dan bisa jadi mampu menggoyahkan keyakinan Anda yang sudah mengakar bertahun-tahun. Kalau Anda orang Kristen, Anda harus bersiap diri untuk banyak hal tak terduga, yang jauh di luar bayangan dan keyakinan Anda. Namun demikian, Anda wajib membaca buku ini untuk lebih mematangkan dan mendewasakan iman Anda. Pada tahun 1707, John Mill, mengumpulkan sekitar 100 manuskrip Perjanjian Baru berbahasa Yunani dari berbagai wilayah. Dari hasil kerja kerasnya selama 30 tahun, para pembaca akan terkaget-kaget melihat sedikitnya 30.000 perbedaan yang telah Mill temukan. Dan kritik keras pun sebenarnya telah dilontarkan sejak abad kedua oleh Celsus, yang dicap kafir, yang menyatakan bahwa orang Kristen mengubah-ubah naskah sekehendak hati, seperti orang mabuk yang baru pulang dari lomba minum. Pada tahun 1689, Richard Simon menerbitkan hasil studinya atas tradisi naskah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam buku berjudul Sejarah Kritik Naskah Perjanjian Baru, yang antara lain menyatakan: apakah mungkin… kalau Allah memberikan kepada umat-Nya Buku-buku sebagai Aturan untuk melayani Dia, tetapi Dia pada saat yang sama membiarkan naskah yang pertama dan asli dari Buku-buku itu hilang sejak awal berdirinya Agama Kristen? Karena di zaman berdiri dan berkembangnya agama Kristen belum ada mesin cetak untuk memproduksi sebuah naskah, maka setiap orang atau komunitas kristiani yang membutuhkannya melakukan penyalinan. Salinan demi salinan Kitab Suci menimbulkan perbedaan, sebagian barangkali tidak disengaja, tapi sebagian besar dilakukan dengan sengaja, dengan motivasi dan tujuan tertentu. Perdebatan mengenai keotentikan naskah kitab suci memang sudah berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun, dan dalam buku ini Bart Ehrman akan menunjukkan kepada kita siapa-siapa yang mengubah teks-teks (mengubah kata, kalimat, bahkan menambahkan atau mengurangi sebuah cerita) Kitab Suci; contoh bagian-bagian mana yang telah diubah; dan mengapa mereka melakukan pengubahan itu. Pertanyaannya: kalau Kitab Suci diubah-ubah oleh banyak tangan, dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, dari satu wilayah ke wilayah lain, apakah kata-kata yang tertulis di dalamnya sungguh-sungguh merupakan Sabda Allah? Kalau bukan, lantas bagaimana iman kita yang selama ini didasarkan pada Kitab Suci? Hasil studi dan temuannya dipaparkan dengan sangat gamblang, dengan bahasa yang mudah kita cerna, sekalipun kita masih awam dalam studi kitab suci.
        http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-1572/misquoting-jesus-kesalahan-penyalinan-dalam-perjanjian-baru.html

        ………. Bahkan muhamad juga menuduh Alkitab sudah dirobah-robah. …..SEKALI LAGI BELI DAN BACA BUKU Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru
        Padahal pelakunya adalah muhamad sendiri yang merobah-robah ayat didalam Quran dengan istilah Nasihk Mansuknya. (mengganti ayat yang sudah diturunkan sebelumnya, dengan ayat yang lebih baik). salahkah kalau saya bertanya : apakah Aulohnya umat muslim pikun ? dan tidak maha tahu ? atau ayatnya harus disesuaikan dengan kondisi yang berbeda antara mekah dan medinah ?######## MASALAH INI ENTE BACA DULU :
        106 Apa saja ayat yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?(QS. 2:106)
        ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

        Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 106
        مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (106)
        Allah swt. menjelaskan bahwa ayat manapun juga yang dinasakhkan hukumnya, atau diganti dengan ayat yang lain atau ayat yang ditinggalkan, akan menggantinya dengan ayat yang lebih baik yang lebih sesuai dengan kemaslahatan hamba-hamba-Nya, atau menggantinya dengan ayat yang sama nilainya dengan hukum yang lalu.
        Adapun hikmah diadakannya pergantian atau perubahan ayat ialah karena nilai kemanfaatannya berbeda-beda menurut waktu dan tempat, kemudian dihapuskan, atau diganti dengan hukum yang lebih baik, atau dengan ayat yang sama nilainya adalah karena ayat diubah atau diganti itu tidak sesuai lagi dengan kepentingan masyarakat sehingga apabila diadakan perubahan atau pergantian termasuk suatu tindakan yang bijaksana.
        Bagi yang berpendapat bahwa ayat ini ialah tanda kenabian (mukjizat) yang dijadikan penguat kenabian, maka ayat ini diartikan bahwa Allah swt. tidak akan menghapuskan sesuatu tanpa kenabian salah seorang nabi, yang digunakan untuk penguat kenabiannya, atau tidak akan mengubah tanda kenabian yang terdahulu dengan tanda kenabian yang datang kemudian atau meninggalkan tanda-tanda kenabian itu, karena telah berselang beberapa abad lamanya, terkecuali Allah yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas memberikan tanda kenabian itu yang lebih baik, baik ditinjau dari segi kemantapannya maupun dari tetapnya kenabian itu, dan karena kekuasaannya yang tidak terbatas, maka hak untuk memberikan tanda kenabian kepada para nabi-Nya tidak dapat dihalang-halangi.
        Penasakhan ayat adakalanya terjadi dengan ayat yang lebih ringan hukumnya seperti dihapusnya idah wanita yang ditinggal mati suaminya dari setahun menjadi 4 bulan 10 hari, atau dengan ayat yang sama hukumnya seperti perintah untuk menghadapkan muka ke Baitul Makdis pada waktu mendirikan salat diubah menjadi menghadapkan muka ke Kakbah. Atau dengan hukum yang lebih berat, seperti perang yang tadinya tidak diwajibkan pada orang Islam menjadi diwajibkan.
        Ayat ini tidak hanya ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. akan tetapi juga ditujukan kepada orang-orang Islam, yang merasa sakit hatinya mendengar cemoohan orang-orang Yahudi kepada Nabi Muhammad saw. Orang-orang yang tipis imannya, tentu mudah dipengaruhi sehingga hatinya mudah menjadi ragu-ragu. Itulah sebabnya maka Allah swt. menegaskan bahwa Allah swt. Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan apabila berkehendak untuk menasakhkan hukum tidak dapat dicegah karena masalah hukum itu termasuk dalam kekuasaan-Nya.

        Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Baqarah 106
        مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (106)
        Tatkala orang-orang kafir mengecam tentang nasakh/penghapusan atau pergantian hukum dan menuduh bahwa Muhammad menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengerjakan sesuatu pada hari ini lalu melarangnya esok, maka turunlah ayat, (Apa saja) disebut ‘syarthiyah’ yang membutuhkan jawaban (ayat yang Kami hapus) baik hukumnya itu pada mulanya turun bersama lafalnya atau tidak dan menurut satu qiraat ‘nunsikh’, artinya Kami titah kamu atau Jibril untuk menghapusnya (atau Kami tangguhkan) Kami undurkan sehingga hukumnya tidak turun dan bacaannya Kami tangguhkan di Lohmahfuz. Menurut satu qiraat tanpa hamzah, berasal dari kata-kata ‘nisyaan’ artinya ‘lupa’, sehingga artinya ialah Kami kikis atau hapus dari dalam kalbumu sehingga kamu melupakannya. Jawab syaratnya ialah (Kami datangkan yang lebih baik daripadanya) artinya lebih menguntungkan bagi hamba, baik dalam kemudahannya maupun dalam besar pahalanya (atau yang sebanding dengannya) dalam beban yang harus dipikul atau dalam ganjarannya. (Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?) Termasuk dalam kekuasaan-Nya itu nasakh, yaitu menghapus hukum dan mengubahnya, dan mengenai pertanyaan di sini maksudnya ialah untuk mengukuhkan.

        107 Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.(QS. 2:107)
        ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

        Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 107
        أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (107)
        Allah swt. menjelaskan bahwa Dia mempunyai kerajaan langit dan bumi, dengan kata lain bahwa langit dan bumi serta seluruh isinya tunduk di bawah kekuasaan-Nya, di bawah perintah dan larangan-Nya. Oleh sebab itu Allah swt. berkuasa pula untuk menasakhkan hukum dan menetapkan hukum yang lain menurut kehendak-Nya, apabila menurut pertimbangan-Nya ada manfaat bagi seluruh manusia karena hukum yang lama sudah dipandang tidak sesuai lagi. Maka Allah swt. memberikan penegasan kepada orang-orang Islam bahwa Allahlah yang memberikan pertolongan dan bantuan kepada mereka. Oleh sebab itu orang-orang mukmin dilarang memperdulikan orang-orang Yahudi yang mengingkari perubahan hukum itu, bahkan menghina karena sikap orang-orang Yahudi yang demikian itu sedikit pun tidak akan memberikan mudarat kepada orang-orang mukmin.

    • supraptotoerseno 12:58 pm on 23/11/2010 Permalink | Reply

      bisakah kita bertemu dalam satu hukum?hukum Allah? jika bisa kita belajar hukum2 Allah yg diturunkan dari Turat, Zabur,Injil, dan hukum2 itu diturunkan pada zaman dan waktu itu diperlukan, jadi hukum Allah perlu disampaikan ke Rasul pada waktui itu,dan sekarang Alquran, jadi Alquran meralat atau mengenapi atau meluruskan hukum2 Allah yg udah tidak sesuai dengan jaman nya dulu kan sekarang jaman yg baru dan yg akan datang makanya Allah menurunkan ALquran alkarim untuk akir zaman

    • paulus hendarto 3:52 pm on 09/12/2010 Permalink | Reply

      Erzal, antonius, toerseno dan umat muslim sekalian… Hukum-hukum Allah, Rencana dan Kehendak Allah sangat berbeda sangat mencolok dengan rencana dan kehendak manusia… saya harap saudara toerseno membaca postingan saya sebelumnya sehingga kita dapat sepaham mana yang kehendak Allah dan mana yang kehendak manusia… membaca postingan saudara toerseno semakin membuat saya yakin bahwa quran bukan berasal dari wahyu Tuhan Semesta Alam. Karena Allah yang sejati tidak pernah MERALAT apa yang pernah difirmankaNYA apa lagi merobah – robah seperti yang dilakukan muhammad dengan Nasihk dan Mansuhknya. 80% isi quran berasal dari ALKITAB SUCI perjanjian lama dan perjanjian baru, tapi sudah banyak dirobah-robah oleh muhammad dan pengikut2 nya, akibatnya banyak orang yang tidak paham sejarah dan hanya membaca quran menjadi tersesat… Contoh yang ada sudah sy beberkan dipostingan saya sebelumnya yaitu mengenai siapa yang dikorbankan oleh Abraham ? Ishak atau Ismail ? Alklitab Suci mengatakan Ishak tapi quran yang ada ribuan tahun kemudian mengatakan Ismail. dan sy sdh buktikan bahwa quran tidak benar. yang lebih jelas lagi mengenai Penyaliban Alkitab katakan Yesus Kristus DISALIB, quran katakan tidak disalib… kesalahan quran ini benar-benar sangat fatal sekali. dan bagi saya semakin membuktikan bahwa quran BUKAN WAHYU TUHAN SEMESTA ALAM. Tetapi wahyu dari ANTIKRIS alias nabi palsu yang sudah dinubuatkan ALKITAB, bahwa akan datang dan sudah datang seorang yang tidak mengakui bahwa Yesus berasal dari ALLAH. Benarkah muhammad adalah nabi yang paling puncak ? paling mulia ? paling agung ? dan menjadi teladan terbaik bagi umat manusia ? dari hasil penelitian saya justru membuktikan sebaliknya dari yang dipercayai dan diyakini oleh umat muslim. apakah saudara toerseno sudah membaca biografi hidup muhammad secara luas ? apakah sudah membaca juga Injil Yesus Kristus ? coba saudara bandingkan muhammad dan Yesus… maka apabila saudara jujur dan tidak membohongi diri sendiri, maka yang anda dapatkan adalah muhammad sama sekali tidak layak dan pantas untuk menjadi contoh / tauladan hidup bagi umat manusia. apalagi contoh yang paling mulia …. sangat jauh …. tidak seperti yang digambarkan oleh penulis-penulis muslim fanatik buta.

      • SERBUIFF 3:03 am on 19/12/2010 Permalink | Reply

        @ paulus hendarto

        paulus hendarto

        Submitted on 2010/12/09 at 3:52 pm
        Erzal, antonius, toerseno dan umat muslim sekalian… Hukum-hukum Allah, Rencana dan Kehendak Allah sangat berbeda sangat mencolok dengan rencana dan kehendak manusia… saya harap saudara toerseno membaca postingan saya sebelumnya sehingga kita dapat sepaham mana yang kehendak Allah dan mana yang kehendak manusia… membaca postingan saudara toerseno semakin membuat saya yakin bahwa quran bukan berasal dari wahyu Tuhan Semesta Alam. Karena Allah yang sejati tidak pernah MERALAT apa yang pernah difirmankaNYA apa lagi merobah – robah seperti yang dilakukan muhammad dengan Nasihk dan Mansuhknya. ######### BACA LAGI URAIAN DIATAS
        80% isi quran berasal dari ALKITAB SUCI perjanjian lama dan perjanjian baru, ###### HITUNGNA DARI MANA ?……tapi sudah banyak dirobah-robah oleh muhammad dan pengikut2 nya, akibatnya banyak orang yang tidak paham sejarah dan hanya membaca quran menjadi tersesat… ###### EH YG MERUBAH ISI AJARAN AL KITAB ITU ADALAH PENULIS ALKITAB ITU SENDIRI…MAKANYA BACA DAN BELI BUKU Misquoting Jesus: Kesalahan Penyalinan dalam Perjanjian Baru
        ALLAH MENURUNKAN AL QURANUNTUK MELURUSKAN KESESATAN AKIBAT PERUBAHAN ISI ALKITAB OLEH PENULIS ALKITAB.
        Contoh yang ada sudah sy beberkan dipostingan saya sebelumnya yaitu mengenai siapa yang dikorbankan oleh Abraham ? Ishak atau Ismail ? Alklitab Suci mengatakan Ishak tapi quran yang ada ribuan tahun kemudian mengatakan Ismail. dan sy sdh buktikan bahwa quran tidak benar.
        BACA INI :
        Di dalam Bible peristiwa akan dikorbankannya anak Ibrahim ini disebutkan
        dalam
        kitab Kejadian 16:16 yang berbunyi:
        “Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael
        baginya”
        Jelas, berdasarkan ayat ini umur Ibrahim as ketika Hajar memperanakkan
        Ismail adalah 86 tahun.
        Sekarang perhatikan ayat berikutnya dalam Kejadian 21:5, silakan
        dibacakan.

        [Anak]:
        “Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir
        baginya.”
        Disini, umur Ibrahim as adalah 100 tahun ketika Ishak lahir.

        [Ayah]:
        Dari dua ayat ini saja kita semua paham bahwa yang lahir terlebih dahulu
        adalah Ismail, lalu Ishak. Beda usia di antara keduanya adalah 14 tahun.
        Suatu perbedaan usia yang cukup jauh, bukan ? Selanjutnya perhatikan
        Kejadian 22:2, silakan dibacakan…

        [Anak]:
        “Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,
        yakni
        Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai
        korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu”

        Disini yang akan dikorbankan adalah Ishak as dan disebutkan bahwa beliau
        adalah anak yang tunggal, padahal anak Ibrahim as yang pertama adalah
        Ismail
        as. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan ayat ini, ayah ?

        [Ayah]:
        Seperti yang Ayah nyatakan sebelumnya tentang rekayasa itu dan inilah
        salah
        satu bukti bahwa Bible telah mengalami penyisipan kata demi tujuan
        politik
        tertentu. Perlu kamu ketahui bahwa menurut mereka Bangsa Yahudi adalah
        bangsa pilihan Tuhan yang berasal dari anak yang akan dikorbankan
        Ibrahim as
        sesuai dengan perjanjian antara Tuhan dengan Ibrahim as. Mereka kuatir
        kalau
        tidak ada kata “Ishak” maka bangsa Arab yang keturunan Ismail-lah yang
        berhak mendapat gelar tersebut. Sehingga apa boleh buat, terpaksa mereka
        harus me-modifikasi ayat tersebut, dengan menambahkan kata “Ishak” di
        sana
        demi tercapainya kepentingan politik mereka atas propaganda “Israel
        adalah
        bangsa pilihan Tuhan”.

        Jadi sangat jelas, JIKA Kejadian 22:2 menerangkan bahwa firman Tuhan
        kepada
        Ibrahim as untuk mengorbankan “anak tunggal”, MAKA pada waktu itu anak
        Ibrahim as baru satu orang, yaitu Ismail as, sedangkan Ishak as belum
        lahir.

        Seharusnya ayat yang menerangkan kelahiran Ishak as itu letaknya sesudah
        ayat pengorbanan, sehingga setelah ayat pengorbanan ini kemudian diikuti
        oleh ayat kelahiran Ishak. Modifikasi seperti ini dinamakan “tahrif”
        oleh
        Al-Qur’an, yaitu mengubah letak ayat dari tempatnya yang asli ketempat
        lain
        sebagaimana telah disinggung oleh Al-Qur’an dalam QS An-Nisa’:46 yang
        artinya:
        “Diantara orang-orang Yahudi itu, mereka mengubah perkataan dari
        tempatnya
        …”
        Dengan demikian semakin jelas bahwa Bible mengandung tahrif (pengubahan,
        penambahan, pengurangan penukaran tempat), dan semakin jelas pula bahwa
        kitab yang sudah dimodifikasi itu tidak bisa lagi dikatakan autentik
        dari
        Tuhan melainkan merupakan kitab yang mengalami distorsi.
        http://groups.yahoo.com/group/surau/message/9751

        yang lebih jelas lagi mengenai Penyaliban Alkitab katakan Yesus Kristus DISALIB, quran katakan tidak disalib… kesalahan quran ini benar-benar sangat fatal sekali. ####### NGGAK KEBALIK BUNG ? BACA INI :
        Kematian Yudas yang Aneh
        Orang Islam percaya bahwa bukan yesus yang mati disalib tetapi orang lain yang diserupakan seperti Yesus, mengingat Yahudi dan Tentara Romawi tidak tahu ttg bagaimna sih rupa Yesus sehingga mereka menyewa Yudas salah seorang dari murid 12 Yesus.

        Yudas berkata “yang kucium itulah dia”.

        Ada Ahli Islam yang mengatakan bahwa Yudas lah yang sebenarnya disalib, karena sebetulnya dia gagal menemukan Yesus yang sudah kabur duluan.

        Dugaan pertama, Yesus kabur duluan kemudian orang-orang disekitar situ, termasuk murid Yesus yang lain berteriak kepada Yudas (sudah direncanakan oleh Yesus dan Muridnya apa yang akan ditujukan kepada Yudas) bahwa “kamulah Yesus, kamulah Yesus”, sehingga orang yahudi pun ikut-ikutan percaya bahwa Yudas sebenarnya Yesus.

        Dugaan kedua, Yesus sudah meloloskan diri bersama murid yang lain tinggal Yudas dengan tangan hampa kembali kepada orang yahudi dan tentara romawi, mengatakan bahwa yesus sudah kabur, tapi karena kecewa dan jengkel, lha wong sudah jauh-jauh kok orangnya kabur, maka oleh mereka sudah deh si pembual ini (Yudas dianggap berdusta mempermainkan mereka) ditangkap sajalah.

        Ingat! kematian yudas diceritakan secara aneh oleh dua macam kitab dan bertentangan satu sama lain :

        Matius 27:5

        maka ia (Yudas Iskariot) mencampakan segala keping perak itu kedalam bait allah itu serta berjalan dan pergi menggantung diri”

        Paulus dan kisah para rasul 1:18

        adapun orang itu (Yudas iskariot) memperoleh sebidang tanah dari upah kejahatannya itu lalu jatuh terjerumus. serta terbelah dua, sehingga isi perutnya terurai.

        Keanehan atau pertentangan ini mudah saja dimengerti karena setelah Yesus (dianggap) ditangkap tentara romawi, murid yang ikut bersama yesus hanyalah Petrus, murid kesayangan Yesus saja, sedangkan lainnya kabur.

        Sementara penulis injil adalah Matius, Markus, Lukas dan Yohanes tidak ikut melihat. mereka keempat penulis injil ini hanya menduga-duga dari cerita/kabar burung orang yang beredar.

        Tidak ada bukti bahwa mereka mendapat berita dari Petrus ataupun pemberitahuan Roh Kudus. Karena ternyata terbukti bahwa penulis Injil Yohanes dan lukas adalah bukannya Murid Yesus ataupun bukan bersumber dari Roh Kudus.
        http://islamic.xtgem.com/kematian_yudas_yang_aneh.htm

        dan bagi saya semakin membuktikan bahwa quran BUKAN WAHYU TUHAN SEMESTA ALAM. Tetapi wahyu dari ANTIKRIS alias nabi palsu yang sudah dinubuatkan ALKITAB, bahwa akan datang dan sudah datang seorang yang tidak mengakui bahwa Yesus berasal dari ALLAH. #######SEMUA PENJELASAN SAYA DIATAS TELAH MEMBUKTIKAN SEMUA KESIMPULAN ANDA SALAH 100 %
        Benarkah muhammad adalah nabi yang paling puncak ? paling mulia ? paling agung ? dan menjadi teladan terbaik bagi umat manusia ? ##### BENAR !
        dari hasil penelitian saya justru membuktikan sebaliknya dari yang dipercayai dan diyakini oleh umat muslim. apakah saudara toerseno sudah membaca biografi hidup muhammad secara luas ? apakah sudah membaca juga Injil Yesus Kristus ? ######UDAH KOK…DARI DULU….
        coba saudara bandingkan muhammad dan Yesus… maka apabila saudara jujur dan tidak membohongi diri sendiri, maka yang anda dapatkan adalah muhammad sama sekali tidak layak dan pantas untuk menjadi contoh / tauladan hidup bagi umat manusia. apalagi contoh yang paling mulia …. sangat jauh …. tidak seperti yang digambarkan oleh penulis-penulis muslim fanatik buta.######### SECARA JUJUR DAN TIDAK MEMBOHONGI DIRI SENDIRI , MAKA YG SAYA DAPATKAN ADALAH MUHAMMAD SANGAT LAYAK DAN PANTAS UNTUK MENJADI CONTOH / TAULADAN HIDUP BAGI UMAT MANUSIADAN MENJADI CONTOH YG PALING MULIA SEPERTI YG DIGAMBARKAN OLEH PENULIS2 MUSLIM…..

    • alo 12:40 am on 10/12/2010 Permalink | Reply

      untuk Sdr.supraptotoerseno bahwa di zaman pra islam ada seorang dari golongan sabiin yaitu bernama Elkesat mengaku bahwa ia adalah musa terkhir atau nabi terakhir atau dialah nabi yang dinubuatkan oleh nabi musa. dan kitab elkesait adalah kitab yang terakhir yang memperbaiki kitab sebelumnya. begitu juga Manikeisme; pres mani menyatakan sebagai rasul atau parakletos yang dijanjikan Yesus. kitabnya memperbaiki kitab sebelumnya yang sudah diselewengkan.

      wajar saja menurut saya kalau muncul nabi lagi seperti itu. dan yang muncul itu banyak kesamaan dengan sekte-sekte Kristen anti paulus, anti penyaliban, anti konsili ekomenis.

    • SERBUIFF 11:50 am on 18/12/2010 Permalink | Reply

      ini bukan masalah anti menganti ……ajaran Islam meluruskan kesesatan manusia yg telah mensekutukan Tuhan Yang Maha Esa dg mahluk yg lainnya….siapapun dia jika ia meluruskan dan menyadarkan manusia agar menjauhi dan meninggalkan kesyirikan dialah orang yg benar.

    • lucifer 1:33 am on 21/12/2010 Permalink | Reply

      sama2 sembah TUHAN ALLAH mengapa mesti kelahi??
      manusia jaman sekarang emang ga mau damai-damai…
      karena saking pintarnya sok-sokan menafsirkan wahyu Allah dengan semau jidat
      lalu bilang orang lain yang SALAH padahal sendiri yang SALAH
      begitu sebaliknya.

      yg penting kita belajar sifat2 baik yang dilakukan Tuhan untuk manusia
      itu sudah cukup tidak perlu bertentangan dengan agama lain..
      IFF dan AIFF SAMA AJA.. GA AD BEDA…
      TWNYA NGURUS MASALAH ORANG BUKAN NGURUS MASALAH DIRI SENDIRI

      INGAD YE YANG MENYEBABKAN PERPECAHAN BUKAN AGAMA…TAPI MANUSIA SENDIRI…

      ingad ga kata-kata “AGAMAMU AGAMAMU dan AGAMAKU AGAMAKU”
      mank TUHAN sendiri ada nanya ke ELO SMUA “EH… KOK SEJARAH BERUBAH ya? TOLONG PERBAIKI DONK..”

      • SERBUIFF 4:13 am on 21/12/2010 Permalink | Reply

        @ lucifer

        lucifer

        Submitted on 2010/12/21 at 1:33 am

        sama2 sembah TUHAN ALLAH ####### BEDA BUNG , KRISTEN NYEMBAH YESUS, ISLAM NYEMBAH ALLAH…mengapa mesti kelahi??##### LOH KITA DISERANG YAH KITA LADENI BUNG…
        manusia jaman sekarang emang ga mau damai-damai…SIAPA BILANG BUNG….
        karena saking pintarnya sok-sokan menafsirkan wahyu Allah dengan semau jidat….NGGAK JUGA BUNG….
        lalu bilang orang lain yang SALAH….EMANG SALAH KOK… padahal sendiri yang SALAH….KITA BENER BUNG…
        begitu sebaliknya….YG PASTI KITA BENER BUNG….

        yg penting kita belajar sifat2 baik yang dilakukan Tuhan untuk manusia
        itu sudah cukup tidak perlu bertentangan dengan agama lain..###KITA SI MAUNUA GITU CUMA ORANG2 ANTI ISLAM INI MENANTANG KITA, YAH KITA LADENI….
        IFF dan AIFF SAMA AJA.. GA AD BEDA……..#### BEDA BUNG IFF GUDANGNYA KEBOHONGAN DAN FITNAH SEDANGKAN SERBUIFF CS PENUH DENGAN KEBENARAN…

        TWNYA NGURUS MASALAH ORANG BUKAN NGURUS MASALAH DIRI SENDIRI########YA DUA2NYA HARUS DIURUS …

        INGAD YE YANG MENYEBABKAN PERPECAHAN BUKAN AGAMA…TAPI MANUSIA SENDIRI…### YAITU MANUSIA YG HOBINYA BOHONG DAN TUKANG FITNAH….

        ingad ga kata-kata “AGAMAMU AGAMAMU dan AGAMAKU AGAMAKU”
        mank TUHAN sendiri ada nanya ke ELO SMUA “EH… KOK SEJARAH BERUBAH ya? TOLONG PERBAIKI DONK..”#######TUHAN AKAN MEMBONGKAR KESESATAN YG DIBUAT MANUSIA YG MELAKUKAN PENYELEWENGAN KEBENARAN DAN MENUTUP-NUTUPI KEBENARAN.

    • lucifer 1:51 am on 21/12/2010 Permalink | Reply

      sudahlah…ga perlu berantem lagi…

      ATHEIS IS THE BEST!!!!
      yang perlu dilakukan melkukan perbuatan yang disenangi banyak orang kelompok maupun individu dan tidak melanggar HUKUM yang berlaku

      • SERBUIFF 4:02 am on 21/12/2010 Permalink | Reply

        apa dasar dan buktinya atheis is the best ? …LU TIDAK MENGAKUI TIDAK ADA TUHAN LU TIDAK BERHAK TAPI KOK LU BERKOMENTAR TENTANG TUHAN ?

        • lucifer 3:46 am on 22/12/2010 Permalink | Reply

          MAAF BUNG…mungkin anda salah mendeskripsikan ATHEIS versi saya. saya PERCAYA TUHAN tapi tidak beragama…
          karena menurut sya percaya TUHAN lebih penting daripada percaya AGAMA
          saya selalu melihat mencontohi sifat2 baik dari seluruh agama
          tapi tidak beragama… :D

          apa gunanya kalo kita beragama tapi sifat kita HANYA INGIN MENCARI PERMUSUHAN DENGAN ALASAN MELURUSKAN?
          APAKAH DI AJARAN AGAMAMU MENGAJARKAN “BALASLAH PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN ORANG LAIN DENGAN CARA YANG SAMA TERHADAP ORANG LAIN”

          APAKAH ANDA JUGA INGIN MEMBENARKAN DAN MENJALANKAN HUKUM-HUKUM ISLAM YANG MALAH MEMBUAT MENDERITA BANYAK ORANG YANG TIDAK SANGKUT PAUTNYA? SEPRTI YG DILAKUKAN AMROZI CS,DKK PADA WAKTU BOM BALI…

          APAKAH ANDA JUGA BERPIKIR “SAYA HARUS MELURUSKAN JALAN YANG SALAH DAN MEMBENARKAN MEREKA DENGAN CARA ISLAM” BUNG…KITA INI TINGGAL DIMANA? INDONESIA!!! NEGARA YANG SELALU DIBILANG MENGHORMATI PLURALISME

          ASAL BUNG TAU SAJA….. AGAMA LAIN JUGA INGIN HIDUP RUKUN…TAPI APA DAYA..MEREKA SEMUA HANYALA KAUM MINORITAS YANG SELALU DIPAKSA OLEH SEGELINTIR ORANG-ORANG DARI KAUM MAYORITAS ANDAI SAJAORANG TERSEBUT TIDAK TERLALU MENGIKAT TIDAK TERLALU MENGIKAT KAUM MINORITAS..SAYA YAKIN NEGARA INDONESIA SUDAH SANGAT MAJU

    • paulus hendarto 3:06 pm on 21/12/2010 Permalink | Reply

      Trima kasih atas koment serbuih yang panjang lebar… tetapi jawaban saya untuk serbuif singkat saja… Alkitab Suci sudah lebih dulu ada dari pada alquran, pada jaman alquran pun belum ada mesin cetak untuk memperbanyak… tetapi kalau disuruh memilih antara percaya kepada Alkitab atau alquran ? MAKA ALKITAB ADALAH JAWABAN MUTLAK YANG BENAR. Alasanya ? logika sederhana saja orang – orang yang hidup pada jaman Yesus, yang percaya dan mengorbankan seluruh hidupnya untuk INJIL KERAJAAN ALLAH. Mereka rela mati untuk mempertahankan Iman dan kebenaran INJIL. Sekarang kalau saya tanya saudara ? Siapa yang menjamin kalau yang memberi wahyu kepada muhammad itu adalah ALLAH SEMESTA ALAM ??? Siapa juga yang berani MENJAMIN ? kalau pengikut muhammad yang adalah mayoritas MANTAN PENYEMBAH BERHALA SECARA TURUN TEMURUN akan berubah karakter dan kebiasaan hidupnya setelah muhammad mati. quran dikumpulkan dari ingatan para pengikut muhammad, siapa yang bisa MENJAMIN ? kalau ingatan para pengikut muhamad yang mantan PENYEMBAH RATUSAN BERHALA / SETAN / IBLIS itu akan menyampaikan KEBENARAN ? Jadi kesimpulannya sangat jelas !!! SANGAT TIDAK MUNGKIN MANTAN PENYEMBAH RATUSAN BERHALA akan membawa informasi yang lebih benar dibandingkan orang-orang yahudi pengikut Yesus. Contoh logika sederhana saja bung serbuif… UUD 45 yang SAH tidak mungkin dirobah-robah saat disahkan sebagai undang-undang bagi negara indonesia… baru kemudian dijaman reformasi mengalami perubahan ! jadi kesimpulanya perubahan TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN DIDEPAN ( Yang Asli ALKITAB) tetapi DIBELAKANG ( Yang tidak murni ALQURAN). Addendum atau Attachment SELALU DILAKUKAN DIBELAKANG. SETELAH SURAT ATAU HUKUM YANG ASLI, BUKAN PADA SAAT YANG ASLI DIBUAT. Kitab injil sendiri sudah memperingatkan kepada pengikut YESUS KRISTUS bahwa AKAN ADA INJIL YANG LAIN YANG SEBENARNYA BUKAN INJIL ! DAN TERBUKTI INJIL YANG LAIN (YANG PALSU) ITU TERTULIS DIDALAM ALQURAN !

    • paulus hendarto 4:16 pm on 21/12/2010 Permalink | Reply

      Kembali mengenai Ishak dan Ismail, Alkitab sangat jujur memberitakan bahwa Ismail lahir terlebih dahulu (14 tahun ) sebelum lahirnya Ishak ! saya tanya apakah quran memberitakan kronologis kelahiran Ishak dan Ismail ini secara lengkap ??? jawabanya : QURAN TIDAK JUJUR karena tidak menginformasikan kronologis peristiwa kelahiran keduanya secara lengkap. Mengenai siapa yang akan dikorbankan oleh Abraham apakah Ishak atau Ismail ? Jawaban yang benar adalah : Ishak ! Alasanya ??? ALLAH semesta alam TIDAK PERNAH menyuruh Abraham untuk MENGAWINI BUDAK MESIR, HAGAR ! sehingga kelahiran Ismail juga bukan didasarkan atas RENCANA DAN KEHENDAK ALLAH secara KHUSUS. ALLAH semesta alam memberikan kepada manusia FREE WILL.. ( KEHENDAK BEBAS ) ALLAH tidak menciptakan manusia seperti ROBOT. ALLAH mengijinkan RENCANA DAN KEHENDAK MANUSIA terjadi, tetapi Sekalipun Ismail lahir terlebih dahulu dibandingkan Ishak bukan berarti Ismail-lah yang akan dikorbankan oleh Abraham. RENCANA DAN KEHENDAK ALLAH SEMESTA ALAM adalah MEMBERIKAN ANAK KEPADA ABRAHAM DAN SARA ! bukan kepada Abraham dan BUDAK MESIR (hagar) ! Secara KUALITAS ismail lahir biasa normal dan alami… seperti kebanyakan manusia… tapi ISHAK ? dia lahir secara SUPRANATURAL ! karena sara MANDUL, SUDAH MATI HAID, DAN SUDAH TUA ! suatu kondisi yang secara alamiah sangat tidak mungkin untuk bisa MENGANDUNG DAN PUNYA ANAK ! namun karena ALLAH SEMESTA ALAM yang berjanji, maka tidak ada yang mustahil bagi DIA ! Akrobatik jawaban yang ditunjukan oleh serbuif dan tuduhan bahwa ayat ANAK YANG TUNGGAL dalam kitab kejadian “dipindahkan” adalah istilah yang hanya DIMILIKI DAN DILAKUKAN oleh para PENYEMBAH BERHALA DAN KETURUNANYA, yaitu pengikut Muhammad. Kalau Ismail yang akan dikurbankan, seharusnya penerus wahyu yang diberikan Tuhan kepada Abraham adalah Ismail bukan Ishak ! tapi kenyataanya adalah ISHAK yang menjadi penerus abraham.
      Untuk sementara kesimpulanya adalah sebagai berikut :
      *Yang mana yang lebih kamu percayai kalau ada dua orang menyampaikan Firman Tuhan, Yang TURUN dari SURGA atau Manusia yang mencari kebenaran SEJATI dengan cara SEMEDI DI GOA HIRA ? Jawab Serbuif dengan keras dan Serentak : Yang SEMEDI DI GOA HIRA, MENGGIGIL DAN KETAKUTAN dan kadang kadang SEPERTI KESURUPAN.
      *Yang mana yang lebih kamu percayai ALKITAB SUCI Yang sudah ada kurang lebih 5000 tahun yang lalu sudah ada dan ditulis oleh orang-orang yang DIPILIH,dipimpin disertai, diberkati dan dilindungi oleh TUHAN SEMESTA ALAM atau ALQURAN yang ada kurang lebih 1400 an tahun yg lalu dan ditulis oleh KETURUNAN dan mantan PENYEMBAH BERHALA / SETAN / IBLIS ??? ( karena quran ditulis oleh pengikut muhammad, mantan penyembah berhala/setan /iblis) Jawab SERBUIF serentak : Yang ditulis oleh KETURUNAN DAN MANTAN PENYEMBAH BERHALA adalah yang BENAR !!!
      Siapa yang menjamin bahwa keturunan dan mantan penyembah berhala tidak kembali lagi kepada sikap, cara berfikir dan kebiasaan yang beribu-ribu tahun mereka lakukan ???????????????????????

    • paijo 7:05 am on 23/12/2010 Permalink | Reply

      buat Saudaraku seiman yg dirahmati Allah, sungguh merupakan bukti yg tak terbantahkan ketika kita membaca sanggahan2 tak masuk akal dari teman2 Kristiani, dalam menyerang ISLAM. Kita semakin yakin bahwa islam adalah
      agama yang tak terbantahkan kebenarannya. ( terima kasih duh GUSTI
      ENGKAU semakin kuatkan kami dalam lembutnya keimanan kepadaMU ).

      Kesempurnaan makhluk bernama manusia adalah karena akal pikirannya.
      ,tapi oleh teman2 nasrani, Akal itu tidak dipergunakan untuk memperbaiki
      diri , tapi mereka buat fitnah yg keji terhadap umat Islam.( semoga Allah memberikan maaf dan membukakan pintu hidayahNYA ).

      buat saudaraku seiman, rapatkan barisan. sungguh tipu daya syeitan
      sangatlah nyata.
      Selamat berjuang kawan. ALLAHU AKBAR.

      • SERBUIFF 3:30 am on 24/12/2010 Permalink | Reply

        betul sekali bung paijo. terima kasih atas dukungannay ALLAHU AKBAR juga !!

    • lucifer 10:34 am on 23/12/2010 Permalink | Reply

      SAPA BILANG HANYA KRISTIANI YANG MENYERANG ISLAM? ISLAM JUGA MENYERANG KRISTIANI KOK.. sama2 menyerang
      payah kaw bung…hanya melihat dari 1 sisi bukan sisi lain…
      SELAMA AGAMA TERSEBUT MENGAJARKAN KEBAIKAN, ITU SUDAH CUKUP KITA TIDAK USAH MENGHAKIMI AGAMA ORANG LAIN KARENA DENGAN MENGHAKIMI KITA HANYA BISA MECIPTAKAN PERMUSUHAN BUKAN PERSAUDARAAN

      • SERBUIFF 3:27 am on 24/12/2010 Permalink | Reply

        Eh bung islam hadir untuk itu hadir untuk meluruskan kesesatan manusia yg berbuat syirik dan sesat, seperti yg dilakukan oleh orang kristen. Islam sangat membenci perbuatan syirik. Islam mengajak manusi ke jalan yg benar dan lurus dengan jalan yg benar bukan dengan bohomh dan fitnah. Mosok lu nggak mau di ajak ke jalan yg benar dan lurus.. ngomong2 lu kok belum jawab pertanyaan gue ….apa alasan lu bilang atheis itu is the besta….gue yakin lu kristan yg ngaku2 atheis…..biase bunglon !

        lu harus tahu bung tidak semua agama mengajarkan kebaikan. Contoh ajaran kristen yg nyuruh menyembah manusia yg namanya yesus. apa itu baik bung ? Buruk tau ! ;. Ingat betapa banyak manusia dulunya menjadi musuh muhammad tetapi berbalik menjadi sahabat yg setia setelah masuk islam. Renungkan !!!

    • lucifer 5:12 am on 24/12/2010 Permalink | Reply

      makanya bung….anda jangan sotoy….
      keluarga saya keluarga agama campuran….
      bisa dibilang di keluarga saya ada 4 agama….
      islam, katolik, buddha, khonghucu, sygnya hindu blom ada…
      sampe saat ini saya blom punya agama..karena saya disuruh milih sendiri yg mana terbaik.
      di kluarga ane klo ngumpul slalu rukun tak pernah memperdebatkan
      agama orang…saya ingat pamanku yang juga agama Islam pernah bilang “orang yang hanya selalu membenarkan agamanya sendiri termasuk orang yang tidak bisa menghargai pluralisme”
      nah…karena keluarga ane campur aduk …saya berpikir agama itu gunanya agar manusia tidak tersesat dan memuja Tuhan…tapi kalo tidak beragama tapi sadar akan perbuatan yang baik dan perbuatan yang benar dari agama2 serta memuja Tuhan? itu namanya apa donk? itulah pemahaman atheis versi saya….bukan tidak percaya Tuhan tapi tidak beragama(karena belum bisa memutuskan agama yang baik untuk sya)

      • SERBUIFF 2:10 am on 25/12/2010 Permalink | Reply

        lucifer
        Submitted on 2010/12/24 at 5:12 am

        makanya bung….anda jangan sotoy….
        keluarga saya keluarga agama campuran….
        bisa dibilang di keluarga saya ada 4 agama….
        islam, katolik, buddha, khonghucu, sygnya hindu blom ada…
        sampe saat ini saya blom punya agama..karena saya disuruh milih sendiri yg mana terbaik.
        di kluarga ane klo ngumpul slalu rukun tak pernah memperdebatkan
        agama orang…saya ingat pamanku yang juga agama Islam pernah bilang “orang yang hanya selalu membenarkan agamanya sendiri termasuk orang yang tidak bisa menghargai pluralisme”########SEORANG MUSLIM YAKIN 100 % AGAMA NYA BENAR . APA MAKSUD PAMAN ANADA TTG PLURALISME ITU ? LIHAT TTG PLURALISME :
        Fatwa MUI – Pluralisme/Islam Liberal Sesat

        Berikut adalah Fatwa MUI yang menyatakan paham Pluralisme yang diusung kelompok Islam Liberal sesat.

        KEPUTUSAN FATWA
        MAJELIS ULAMA INDONEISA
        Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005
        Tentang
        PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA

        Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional MUI VII, pada 19-22 Jumadil Akhir 1246 H. / 26-29 Juli M.;

        MENIMBANG :

        1. Bahwa pada akhir-akhir ini berkembang paham pluralisme agama, liberalisme dan sekularisme serta paham-paham sejenis lainnya di kalangan masyarakat;
        2. Bahwa berkembangnya paham pluralisme agama, liberalisme dan sekularisme serta dikalangan masyarakat telah menimbulkan keresahan sehingga sebagian masyarakat meminta MUI untuk menetapkan Fatwa tentang masalah tersebut;
        3. Bahwa karena itu , MUI memandang perlu menetapkan Fatwa tentang paham pluralisme, liberalisme, dan sekularisme agama tersebut untuk di jadikan pedoman oleh umat Islam.

        MENGINGAT :

        1. Firman Allah :
        Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan terima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS. Ali Imaran [3]: 85)

        Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS. Ali Imran [3]: 19)

        Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS. al-Kafirun [109] : 6).

        Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. al-Azhab [33:36).

        1. Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. al-Mumtahinah [60]: 8-9).

        Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni�matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan. (QS. al-Qashash [28]: 77).

        Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta. (terhadap Allah). (QS. al-An’am [6]: 116).

        Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (Q. al-Mu’minun [23]: 71).

        1. Hadis Nabi saw :
        1. Imam Muslim (w. 262 H) dalam Kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan sabda Rasulullah saw :
        ”Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka.” (HR Muslim).
        2. Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non-Muslim, antara lain Kaisar Heraklius, Raja Romawi yang beragama Nasrani, al-Najasyi Raja Abesenia yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang beragama Majusi, dimana Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam. (riwayat Ibn Sa’d dalam al-Thabaqat al-Kubra dan Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari).
        3. Nabi saw melakukan pergaulan social secara baik dengan komunitas-komunitas non-Muslim seperti Komunitas Yahudi yang tinggal di Khaibar dan Nasrani yang tinggal di Najran; bahkan salah seorang mertua Nabi yang bernama Huyay bin Aththab adalah tokoh Yahudi Bani Quradzah (Sayyid Bani Quraizah). (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

        MEMPERHATIKAN : Pendapat Sidang Komisi C Bidang Fatwa pada Munas VII MUI 2005.

        Dengan bertawakal kepada Allah SWT.

        MEMUTUSKAN

        MENETAPKAN : FATWA TENTANG PLURALISME AGAMA DALAM PANDANGAN ISLAM
        Pertama : Ketentuan Umum

        Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan

        1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.
        2. Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.
        3. Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnaah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.
        4. sekualisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesame manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

        Kedua : Ketentuan Hukum

        1. pluralism, Sekualarisme dan Liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada bagian pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama islam.
        2. Umat Islam haram mengikuti paham Pluralisme Sekularisme dan Liberalisme Agama.
        3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap ekseklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.
        4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah social yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.

        Ditetapkan di: Jakarta
        Pada tanggal: 22 Jumadil Akhir 1426 H.
        29 Juli 2005 M

        MUSYAWARAH NASIONAL VII
        MAJELIS ULAMA INDONESIA

        Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa Ketua, Sekretaris,

        K.H. MA’RUF AMIN HASANUDIN

        http://mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=137

        nah…karena keluarga ane campur aduk …saya berpikir agama itu gunanya agar manusia tidak tersesat dan memuja Tuhan…tapi kalo tidak beragama tapi sadar akan perbuatan yang baik dan perbuatan yang benar dari agama2 serta memuja Tuhan? itu namanya apa donk? itulah pemahaman atheis versi saya….bukan tidak percaya Tuhan tapi tidak beragama(karena belum bisa memutuskan agama yang baik untuk sya)####YASEMOGA ANDA MENEMUKAN AGAM YG BENAR.

    • lucifer 2:52 am on 25/12/2010 Permalink | Reply

      dari fatwa diatas menyebutkan
      1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar
      sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.

      maksud saya itu pluralisme itu perbedaan..bukan paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama < klo semua agama sama kan emang salah =="
      "tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar
      sedangkan agama yang lain salah" < klo ini ane sependapat….hahaha

      lagipula emang kamu menyembah MUI? mengapa semua perkataan MUI harus diikuti si? MUI kan hanya menyaring dalam al-quran…mnurut saya MUI terkadang terlalu berlebihan dalam menyaring apa yg ada di dalam al-quran…..(bukan maksud mengejek) tapi seperti nya MUI ingin sekali umat muslim menutupi dirinya dengan umat lain… =="

      Amin la…moga2 saya menemukan agama yang benar2 pas buad saya..
      thanks :D

      • SERBUIFF 4:05 am on 25/12/2010 Permalink | Reply

        BACA INI :

        Ulama adalah Pewaris Nabi

        Ditulis oleh Admin di/pada 07/07/2009

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

        “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu), Para ulama semakin langka, dan semakin banyaknya orang bodoh yang berambisi untuk menjadi ulama. Simak risalah ini selanjutnya.

        Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamba-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama. Sehingga, ilmu syariat terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. Oleh karena itu, kematian salah seorang dari mereka mengakibatkan terbukanya fitnah besar bagi muslimin.

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash, katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

        “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)

        Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan: Asy-Sya’bi berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu menjadi satu bentuk kejahilan dan kejahilan itu merupakan suatu ilmu. Ini semua termasuk dari terbaliknya gambaran kebenaran (kenyataan) di akhir zaman dan terbaliknya semua urusan.”

        Di dalam Shahih Al-Hakim diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr secara marfu’ (riwayatnya sampai kepada Rasulullah): “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah direndahkannya para ulama dan diangkatnya orang jahat.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 60)

        Meninggalnya seorang yang alim akan menimbulkan bahaya bagi umat. Keadaan ini menunjukkan keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rahmat dan barakah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terlebih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengistilahkan mereka dalam sebuah sabdanya:

        مَفاَتِيْحُ لِلِخَيْرِ وَمَغاَلِيْقُ لِلشَّرِّ

        “Sebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.”

        Kita telah mengetahui bagaimana kedudukan mereka dalam kehidupan kaum muslimin dan dalam perjalanan kaum muslimin menuju Rabb mereka. Semua ini disebabkan mereka sebagai satu-satunya pewaris para nabi sedangkan para nabi tidak mewariskan sesuatu melainkan ilmu.

        Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Ilmu merupakan warisan para nabi dan para nabi tidak mewariskan dirham dan tidak pula dinar, akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan ilmu tersebut, sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak dari warisan para nabi tersebut. Dan engkau sekarang berada pada kurun (abad, red) ke-15, jika engkau termasuk dari ahli ilmu engkau telah mewarisi dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ini termasuk dari keutamaan-keutamaan yang paling besar.” (Kitabul ‘Ilmi, hal. 16)

        Dari sini kita ketahui bahwa para ulama itu adalah orang-orang pilihan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        ثُمَّ أَوْرَثْناَ الْكِتاَبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْناَ مِنْ عِباَدِناَ

        “Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.” (Fathir: 32)

        Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Kemudian Kami menjadikan orang-orang yang menegakkan (mengamalkan) Al-Kitab (Al-Quran) yang agung sebagai pembenar terhadap kitab-kitab yang terdahulu yaitu orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, mereka adalah dari umat ini.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/577)

        Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: “Ayat ini sebagai syahid (penguat) terhadap hadits yang berbunyi Al-’Ulama waratsatil anbiya (ulama adalah pewaris para nabi).” (Fathul Bari, 1/83)

        Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan: Maknanya adalah: “Kami telah mewariskan kepada orang-orang yang telah Kami pilih dari hamba-hamba Kami yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an). Dan Kami telah tentukan dengan cara mewariskan kitab ini kepada para ulama dari umat engkau wahai Muhammad yang telah Kami turunkan kepadamu… dan tidak ada keraguan bahwa ulama umat ini adalah para shahabat dan orang-orang setelah mereka. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan mereka atas seluruh hamba dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka sebagai umat di tengah-tengah agar mereka menjadi saksi atas sekalian manusia, mereka mendapat kemuliaan demikian karena mereka umat nabi yang terbaik dan sayyid bani Adam.” (Fathul Qadir, hal. 1418)

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

        “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), Ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan: “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68)

        Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali mengatakan: “Kebijaksanaan Allah atas makhluk-Nya dan kekuasaan-Nya yang mutlak atas mereka. Maka barang siapa yang mendapat hidayah maka itu wujud fadhilah (keutamaan) dari Allah dan bentuk rahmat-Nya. Barangsiapa yang menjadi tersesat, maka itu dengan keadilan Allah dan hikmah-Nya atas orang tersebut. Sungguh para pengikut nabi dan rasul menyeru pula sebagaimana seruan mereka. Mereka itulah para ulama dan orang-orang yang beramal shalih pada setiap zaman dan tempat, sebab mereka adalah pewaris ilmu para nabi dan orang-orang yang berpegang dengan sunnah-sunnah mereka. Sungguh Allah telah menegakkan hujjah melalui mereka atas setiap umat dan suatu kaum dan Allah merahmati dengan mereka suatu kaum dan umat. Mereka pantas mendapatkan pujian yang baik dari generasi yang datang sesudah mereka dan ucapan-ucapan yang penuh dengan kejujuran dan doa-doa yang barakah atas perjuangan dan pengorbanan mereka. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas mereka dan semoga mereka mendapatkan balasan yang lebih dan derajat yang tinggi.” (Al-Manhaj Al-Qawim fi At-Taassi bi Ar-Rasul Al-Karim hal. 15)

        Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan: “Kita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya. Kalau kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum muslimin mengembalikan semua problem hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan dan terjadinya huru-hara.” (Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 140)

        Ulama Pelita dalam Kegelapan

        Waktu senantiasa mengikuti perjalanan umat manusia. Termasuk di dalamnya adalah umat Islam, yang kini telah sampai pada perjalanan yang demikian panjang. Hari demi hari, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, jarak antara mereka dengan zaman risalah semakin jauh. Jarak antara mereka dengan zaman keemasan umat ini telah demikian panjang, sehingga kualitas mereka dengan kualitas umat yang hidup di masa keemasan itu pun demikian jauh berbeda. Sungguh, melihat keadaan umat ini sekarang, benar-benar membuat hati pilu dan dada sesak.

        Kebodohan demikian merajalela, para ulama Rabbani semakin langka, dan semakin banyaknya orang bodoh yang berambisi untuk menjadi ulama. Keadaan ini merupakan peluang besar bagi pelaku kesesatan untuk menjerumuskan umat ke dalam kebinasaan.

        Dulu, di saat ilmu agama menguasai peradaban manusia dan ulama terbaik umat memandu perjalanan hidup mereka, para pelaku kesesatan dan kebatilan seolah-olah tersembunyi di balik batu yang berada di puncak gunung dalam suasana malam yang gelap gulita. Namun ketika para penjahat agama tersebut melihat peluang, mereka pun dengan sigap memanfaatkan peluang tersebut, turun dari tempat “pertapaan” mereka dan menampilkan diri seakan-akan mereka adalah para “penasihat yang terpercaya.”

        Sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk mengobrak-abrik kekuatan dan keyakinan kaum muslimin. Mereka menggelar permainan cantik, saling mengoper kesesatan mereka. Kaum muslimin yang mayoritas kini berada dalam keterlenaan, menjadi mangsa yang empuk buat mereka. Satu demi satu sampai akhirnya menjadi banyak, gugur dalam amukan kesesatan tersebut. Para guru dengan merasa aman menggandeng tangan murid-muridnya menuju kegagalan hidup. Sementara orang tua dengan bangga melihat anaknya berjalan di tepi jurang menuju kehancuran dan kebinasaan.

        Di masa-masa sekarang ini, gambaran kebenaran menjadi kejahatan yang harus dilabrak dan dihanguskan, sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi bid’ah yang harus di kubur dan dimumikan. Tauhid menjadi lambang kesyirikan yang harus ditumbangkan dengan segala cara. Situasi dan kondisi kini telah berubah. Para pengikut kebenaran menjadi asing di tengah-tengah kaum muslimin. Kebatilan menjadi Al-Haq dan Al-Haq menjadi batil, berikut terasingnya orang yang bertauhid dan mengikuti sunnah. Di sinilah letak ‘kehebatan’ para penyesat dalam mengubah kebenaran hakekat agama, sehingga kaum muslimin menjalankan agama ini bagaikan robot yang berjalan membawa anggota badannya.

        Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya dan tidak akan membiarkan para pelaku dan penyebar kesesatan itu merusak agama dan menyesatkan mereka secara menyeluruh. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji di dalam Kitab-Nya dan di dalam Sunnah Rasul-Nya untuk menjaga agama-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْناَ الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لحَاَفِظُوْنَ

        “Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Ad-Dzikri (Al-Qur’an) dan Kami pula yang menjagannya.” (Al-Hijr: 9)

        يُرِيْدُوْنَ لِيُطْفِئُوا نُوْرَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُوْرِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

        “Mereka berkeinginan memadamkan cahaya (Agama) Allah dan Allah tetap akan menyempurnakannya walaupun orang-orang kafir itu benci.” (Ash-Shaff: 8)

        هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

        “Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk Allah menangkan atas seluruh agama.” (Ash-Shaff: 9)

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada Khabbab bin Art radhiallahu ‘anhu:

        وَاللهِ لَيُتِمَّنَّ اللهُ هَذَا اْلأَمْرَ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعاَءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخاَفُ إِلاَّ اللهَ وَالذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُوْنَ

        “Demi Allah, Allah akan benar-benar menyempurnakan urusan-Nya (agama) sehingga orang yang berkendaraan dari Shan’a1 menuju Hadhramaut (Yaman) tidak takut melainkan hanya kepada Allah atau kepada serigala yang akan menerkam kambingnya, akan tetapi kalian tergesa-gesa.” (HR. Al-Bukhari)

        Bentuk pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap agama-Nya

        Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Segala puji bagi Allah, tidaklah seseorang melakukan kebid’ahan melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pemberian nikmat-Nya membangkitkan orang yang akan membongkar kebid’ahan tersebut dan akan melumatkan dengan kebenaran. Dan ini merupakan perwujudan dari firman-Nya: “Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Adz-Dzikr dan Kami pula yang akan menjaganya.” Inilah bentuk pemeliharaan Allah terhadapnya.” (Syarh Al-’Aqidah Al-Wasithiyyah, hal. 25)

        Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ فِيْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهاَ دِيْنَهاَ

        “Sesungguhnya Allah akan membangkitkan di setiap awal seratus tahun orang yang akan memperbaharui agama umat ini.” (HR. Abu Dawud dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1874)

        Dari sini diketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kemurniaan agama-Nya dari rongrongan para perusak agama dengan mengangkat ulama pada tiap generasi yang akan menjadi pembimbing umat ini.

        Abu Muslim Al-Khaulani rahimahullah mengatakan: “Ulama di muka bumi ini bagaikan bintang-bintang di langit. Apabila muncul, manusia akan diterangi jalannya dan bila gelap manusia akan mengalami kebingungan.” (Tadzkiratus Sami’, hal 34)

        Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah mengatakan: “Telah sampai kepada kami bahwa Abu Dawud adalah termasuk ulama dari ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya sehingga sebagian imam mengatakan bahwa Abu Dawud serupa dengan Ahmad bin Hanbal dalam hal bimbingan dan kewibawaan. Dalam hal ini Ahmad menyerupai Waki’, dalam hal ini pula Waki’ menyerupai Sufyan dan Sufyan menyerupai Manshur dan Manshur menyerupai Ibrahim, Ibrahim serupa dengan ‘Alqamah dan ‘Alqamah dengan Abdullah bin Mas’ud. ‘Alqamah berkata: “Ibnu Mas’ud menyerupai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bimbingan dan arahannya.” (Tadzkiratul Huffadz, 2/592, lihat Wujub Irtibath bil ‘Ulama karya Hasan bin Qashim Ar-Rimi)

        Dalam setiap generasi dan jaman, Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih sejumlah orang yang dikehendaki-Nya sebagai pelita dan lentera kegelapan dan perahu dalam mangarungi lautan yang diliputi guncangan ombak dahsyat sebagai tali penghubung antara diri-Nya dengan para hamba-Nya. Sebagai penunjuk jalan dan pemandu dalam perjalanan setiap insan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka adalah ulama.

        Kedudukan Ulama

        Permbahasan ulama, kedudukan mereka dalam agama berikut di hadapan umat, merupakan permasalahan yang menjadi bagian dari agama. Mereka adalah orang-orang yang menjadi penyambung umat dengan Rabbnya, agama dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah sederetan orang yang akan menuntun umat kepada cinta dan ridha Allah, menuju jalan yang dirahmati yaitu jalan yang lurus. Oleh karena itu ketika seseorang melepaskan diri dari mereka berarti dia telah melepaskan dan memutuskan tali yang kokoh dengan Rabbnya, agama dan Rasul-Nya. Ini semua merupakan malapetaka yang dahsyat yang akan menimpa individu ataupun sekelompok orang Islam. Berarti siapapun atau kelompok mapapun yang mengesampingkan ulama pasti akan tersesat jalannya dan akan binasa.

        Al-Imam Al-Ajurri rahimahullah dalam muqaddimah kitab Akhlaq Al-Ulama mengatakan: “Amma ba’du, sesungguhnya Allah dengan nama-nama-Nya yang Maha Suci telah mengkhususkan beberapa orang dari makhluk yang dicintai-Nya lalu menunjuki mereka kepada keimanan. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memilih dari seluruh orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang dicintai-Nya dan setelah itu memberikan keutamaan atas mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, mengajarkan kepada mereka ilmu agama dan tafsir Al-Qur’an yang jelas. Allah Subhanahu wa Ta’ala utamakan mereka di atas seluruh orang-orang yang beriman pada setiap jaman dan tempat.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat mereka dengan ilmu, menghiasi mereka dengan sikap kelemahlembutan. Dengan keberadaan mereka, diketahui yang halal dan haram, yang hak dan yang batil, yang mendatangkan mudharat dari yang mendatangkan manfaat, yang baik dan yang jelek. Keutamaan mereka besar, kedudukan mereka mulia. Mereka adalah pewaris para nabi dan pemimpin para wali. Semua ikan yang ada di lautan memintakan ampun buat mereka, malaikat dengan sayap-sayapnya menaungi mereka dan tunduk. Para ulama pada hari kiamat akan memberikan syafa’at setelah para Nabi, majelis-majelis mereka penuh dengan ilmu dan dengan amal-amal mereka menegur orang-orang yang lalai.

        Mereka lebih utama dari ahli ibadah dan lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang zuhud. Hidup mereka merupakan harta ghanimah bagi umat dan mati mereka merupakan musibah. Mereka mengingatkan orang-orang yang lalai, mengajarkan orang-orang yang jahil. Tidak pernah terlintas bahwa mereka akan melakukan kerusakan dan tidak ada kekhawatiran mereka akan membawa menuju kebinasaan. Dengan kebagusan adab mereka, orang-orang yang bermaksiat terdorong untuk menjadi orang yang taat. Dan dengan nasihat mereka, para pelaku dosa bertaubat.

        Seluruh makhluk butuh kepada ilmu mereka. Orang yang menyelisihi ucapan mereka adalah penentang, ketaatan kepada mereka atas seluruh makhluk adalah wajib dan bermaksiat kepada mereka adalah haram. Barangsiapa yang mentaati mereka akan mendapatkan petunjuk, dan barang siapa yang memaksiati mereka akan sesat. Dalam perkara-perkara yang rancu, ucapan para ulama merupakan landasan mereka berbuat. Dan kepada pendapat mereka akan dikembalikan segala bentuk perkara yang menimpa pemimpin-pemimpin kaum muslimin terhadap sebuah hukum yang tidak mereka ketahui. Maka dengan ucapan ulama pula mereka berbuat dan kepada pendapat ulama mereka kembali.

        Segala perkara yang menimpa para hakim umat Islam maka dengan hukum para ulama-lah mereka berhukum, dan kepada ulama-lah merekalah kembali. Para ulama adalah lentera hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala, lambang2 sebuah negara, lambang kekokohan umat, sumber ilmu dan hikmah, serta mereka adalah musuh syaithan. Dengan ulama akan menjadikan hidupnya hati para ahli haq dan matinya hati para penyeleweng. Keberadaan mereka di muka bumi bagaikan bintang-bintang di langit yang akan bisa menerangi dan dipakai untuk menunjuki jalan dalam kegelapan di daratan dan di lautan. Ketika bintang-bintang itu redup (tidak muncul), mereka (umat) kebingungan. Dan bila muncul, mereka (bisa) melihat jalan dalam kegelapan.”

        Dari ucapan Al-Imam Al-Ajurri di atas jelas bagaimana kedudukan ulama dalam agama dan butuhnya umat kepada mereka serta betapa besar bahayanya meninggalkan mereka.

        Dalil-dalil tentang keutamaan ilmu dan ulama

        1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاَتٍ

        “Allah mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu ke beberapa derajat.” (Al-Mujadalah: 11)

        Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata: “(Kedudukan) ulama berada di atas orang-orang yang beriman sampai 100 derajat, jarak antara satu derajat dengan yang lain seratus tahun.” (Tadzkiratus Sami’, hal. 27)

        2. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِماً بِالْقِصْطِ

        “Allah telah mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Dia dan para malaikat dan orang yang berilmu (ikut mempersaksikan) dengan penuh keadilan.” (Ali ‘Imran: 18)

        Al-Imam Badruddin rahimahullah berkata: “Allah memulai dengan dirinya (dalam persaksian), lalu malaikat-malaikat-Nya, lalu orang-orang yang berilmu. Cukuplah hal ini sebagai bentuk kemuliaan, keutamaan, keagungan dan kebaikan (buat mereka).” (Tadzkiratus Sami’, hal 27)

        Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Di dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang keutamaan ilmu dan ulama karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut mereka secara khusus dari manusia lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan persaksian mereka dengan persaksian diri-Nya dan malaikat-malaikat-Nya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan persaksian mereka (ulama) sebagai bukti besar tentang ketauhidan Allah Subhanahu wa Ta’ala, agama, dan balasan-Nya. Dan wajib atas setiap makhluk menerima persaksian yang penuh keadilan dan kejujuran ini. Dan dalam kandungan ayat ini pula terdapat pujian kepada mereka (ulama) bahwa makhluk harus mengikuti mereka dan mereka (para ulama) adalah imam-imam yang harus diikuti. Semua ini menunjukkan keutamaan, kemuliaan dan ketinggian derajat mereka, sebuah derajat yang tidak bisa diukur.” (Tafsir As-Sa’di, hal 103).

        Al-Qurthubi rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Di dalam ayat ini ada dalil tentang keutamaan ilmu dan kemuliaan ulama. Maka jika ada yang lebih mulia dari mereka, niscaya Allah akan menggandengkan nama mereka dengan nama–Nya dan nama malaikat-malaikat-Nya sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan nama ulama.” (Tafsir Al-Qurthubi, 2/27)

        3. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لاَ يَعْلَمُوْنَ

        “Katakan (wahai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (Az-Zumar: 9)

        Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala menafikan unsur kesamaan antara ulama dengan selain mereka sebagaimana Allah menafikan unsur kesamaan antara penduduk surga dan penduduk neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Katakan, tidaklah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (Az-Zumar: 9), sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Tidak akan sama antara penduduk neraka dan penduduk surga.” (Al-Hasyr: 20). Ini menunjukkan tingginya keutamaan ulama dan kemuliaan mereka.” (Miftah Dar As-Sa’adah, 1/221)

        4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ

        “Maka bertanyalah kalian kepada ahli dzikir (ahlinya/ ilmu) jika kalian tidak mengetahui.” (An-Naml: 43)

        Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada siapa saja yang tidak mengetahui untuk kembali kepada mereka (ulama) dalam segala hal. Dan dalam kandungan ayat ini, terdapat pujian terhadap ulama dan rekomendasi untuk mereka dari sisi di mana Allah memerintahkan untuk bertanya kepada mereka.” (Tafsir As-Sa’di, hal. 394)

        5. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        وَمَا يَعْقِلُهَا إِلاَّ الْعَالِمُوْنَ

        “Dan tidak ada yang mengetahuinya (perumpamaan-perumpamaan yang dibuat oleh Allah) melainkan orang-orang yang berilmu.” (Al-’Ankabut: 43)

        Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir-nya mengatakan: “Melainkan orang-orang yang berilmu secara benar di mana ilmunya sampai ke lubuk hatinya.” (Tafsir As-Sa’di, hal 581)

        6. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        إِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمآءُ

        “Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (Fathir: 28)

        Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengatakan: “Sesungguhnya aku mengira bahwa terlupakannya ilmu karena dosa, kesalahan yang dilakukan. Dan orang alim itu adalah orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Ta’liq kitab Tadzkiratus Sami’, hal. 28)

        Abdurrazaq mengatakan: “Aku tidak melihat seseorang yang lebih bagus shalatnya dari Ibnu Juraij. Dan ketika melihatnya, aku mengetahui bahwa dia takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Ta’liq kitab Tadzkiratus Sami’, hal 28)

        Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa mereka (para ulama) adalah orang-orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkhususkan mereka dari mayoritas orang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adalah ulama, sesungguhnya Allah Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (Fathir: 28). Ayat ini merupakan pembatasan bahwa orang yang takut kepada Allah adalah ulama.” (Miftah Dar As-Sa’adah 1/225)

        7. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

        جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا أَبَدًا رَضِيَ اللهً عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

        “Ganjaran mereka di sisi Allah adalah jannah Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Allah meridhai mereka dan mereka ridha kepada Allah, demikian itu adalah bagi orang yang takut kepada Rabbnya.” (Al-Bayyinah: 8)

        Badruddin Al-Kinani rahimahullah berkata: “Kedua ayat ini (Fathir ayat 28 dan Al-Bayyinah ayat 8) mengandung makna bahwa ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan orang-orang yang takut kepada Allah adalah sebaik-baik manusia. Dari sini disimpulkan bahwa ulama adalah sebaik-baik manusia.” (Tadzkiratus Sami’ hal. 29)

        Ucapan yang serupa dan semakna dibawakan oleh Ibnul Qayyim t dalam kitabnya Miftah Dar As-Sa’adah, jilid 1 hal. 225.

        8. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

        “Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan kebaikan, maka Allah akan mengajarkannya ilmu agama.”

        Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Hadits ini menunjukkan, barangsiapa yang tidak dijadikan Allah faqih dalam agama-Nya, menunjukkan bahwa Allah tidak mengijinkan kepadanya kebaikan.” (Miftah Dar As-Sa’adah, 1/246)

        9. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

        “Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu)

        Badruddin Al-Kinani rahimahullah mengatakan: “Cukup derajat ini menunjukkan satu kebanggaan dan kemuliaan. Dan martabat ini adalah martabat yang tinggi dan agung. Sebagaimana tidak ada kedudukan yang tinggi daripada kedudukan nubuwwah, begitu juga tidak ada kemuliaan di atas kemuliaan pewaris para nabi.” (Tadzkiratus Sami’ hal. 29)

        Dan masih banyak dalil-dalil yang menjelaskan tentang kedudukan mereka dalam agama dan peran mereka dalam kehidupan umat.

        Wallahu a’lam.

        1 Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Shan’a di Syam, dan sebagian yang lain mengatakan Shan’a di Yaman. Adapun Ibnu Hajar menguatkan pendapat yang kedua, yaitu yang dimaksud adalah Shan’a di Yaman.

        Dikutip dari http://asysyariah.com Penulis : Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi Judul: Ulama Pewaris nabi
        http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/07/07/ulama-adalah-pewaris-nabi/

    • paulus hendarto 4:19 pm on 27/12/2010 Permalink | Reply

      Paijo, serbuif… sanggahan yang tidak masuk akal ??? fitnah yang keji ??? yang mana ??? kata anda kesempurnaan makhluk yang bernama Manusia adalah yang menggunakan akal pikiran ! coba saya tanya saudara paijo yang sok pinter ! dan sok alim… siapa yang disembah oleh mayoritas bangsa arab keturunan ismail, sebelum muhamad “ngaku ” menerima “wahyu ” ??? Kaabah yang ada dimekah pada zaman muhamad masih dijadikan pusat penyembahan BERHALA/SETAN/IBLIS, sebanyak 360 Berhala mengelilingi Kaabah !!! dan pengikut muhamad adalah orang-orang yang selama ribuan tahun dan turun- temurun menyembah 360 berhala itu ! jadi apakah saudara paijo memakai ” Akal danPikiran ” yang benar, atau pakai akal pikiran yang BUTA dan tidak tahu sejarah ???
      Saya membedakan antara aulloh yang disembah muhamad dan Allah yang disembah oleh umat kristen. Bisakah saudara paijo menjelaskan makna simbol ‘BULAN DAN BINTANG ” ??? ternyata simbol itu berkaitan erat dengan “tuhan” yang disembah oleh umat muslim, menurut catatan sejarah aulloh adalah “DEWA BULAN”, Dewa yang kedudukanya paling tinggi diantara ratusan BERHALA. Karena itu aulloh BUKAN Allah. jadi jelas karena
      muhamad mendapat wahyu dari DEWA BULAN, maka isinya sangat bertentangan dengan Alkitab yang asli !!!!!! quran hanya untuk bangsa arab, bukan untuk bangsa lain.

      • SERBUIFF 2:35 am on 29/12/2010 Permalink | Reply

        @ paulus hendarto

        paulus hendarto says:

        December 27, 2010 at 4:19 pm

        Paijo, serbuif… sanggahan yang tidak masuk akal ??? fitnah yang keji ??? yang mana ??? kata anda kesempurnaan makhluk yang bernama Manusia adalah yang menggunakan akal pikiran ! coba saya tanya saudara paijo yang sok pinter ! dan sok alim… siapa yang disembah oleh mayoritas bangsa arab keturunan ismail, sebelum muhamad “ngaku ” menerima “wahyu ” ??? Kaabah yang ada dimekah pada zaman muhamad masih dijadikan pusat penyembahan BERHALA/SETAN/IBLIS, sebanyak 360 Berhala mengelilingi Kaabah !!! dan pengikut muhamad adalah orang-orang yang selama ribuan tahun dan turun- temurun menyembah 360 berhala itu ! ####### DATA DARI MANA BUNG ? NGGAK SEMUANYA MENYEMBAH BERHALA ……JANGAN SUKA MENGGENERALISIR ! .KETURUNAN ISHAQ JUGA BAYAKNYA MENYEMBAH BERHALA SALAH SATU NAMA BERHALANYA ADALAH YESUS….DAN ANDA TIDAK MENYADARI BAHWA ANDA ADALAH PENYEMBAH BERHALA…
        BANYAKNYA MANUSIA YG TELAH SESAT DAN HARUS DI LURUSKAN JALANNYA MAKA ALLAH MENURUNKAN RASULNYA YAITU MUHAMMAD. APA YG SALAH BUNG ?
        jadi apakah saudara paijo memakai ” Akal danPikiran ” yang benar, atau pakai akal pikiran yang BUTA dan tidak tahu sejarah ???
        Saya membedakan antara aulloh yang disembah muhamad dan Allah yang disembah oleh umat kristen. Bisakah saudara paijo menjelaskan makna simbol ‘BULAN DAN BINTANG ” ??? ternyata simbol itu berkaitan erat dengan “tuhan” yang disembah oleh umat muslim, menurut catatan sejarah aulloh adalah “DEWA BULAN”, Dewa yang kedudukanya paling tinggi diantara ratusan BERHALA. Karena itu aulloh BUKAN Allah. jadi jelas karena
        muhamad mendapat wahyu dari DEWA BULAN, maka isinya sangat bertentangan dengan Alkitab yang asli !!!!!! quran hanya untuk bangsa arab, bukan untuk bangsa lain.
        LIHAT :
        Sejarah Simbol Bulan Sabit & Bintang

        Bulan sabit dan bintang adalah simbol yang diakui secara internasional sebagai simbol agama Islam. Simbol ini muncul di bendera beberapa negara Muslim, dan bahkan bagian dari lambang resmi International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies. Bila umat Kristen punya Salib, umat Yahudi punya Bintang Daud, dan umat Muslim punya bulan sabit, kan?
        Apa sejarah dibalik simbol bulan sabit? Apa arti dari simbol tersebut? Bagaimana dan kapan bulan bintang mulai dikaitkan dengan agama Islam? Apakah simbol ini resmi untuk agama Islam?
        Bulan sabit dan bintang sebenarnya telah muncul ribuan tahun sebelum Islam. Informasi mengenai asal muasal simbol ini sangat sulit dijabarkan, tapi kebanyakan sumber setuju bahwa simbol kuno ini digunakan oleh orang-orang di Asia Tengah dan Siberia dalam penyembahan matahari, bulan, dan dewa langit. Ada juga laporan mengenai penggunaan bulan sabit dan bintang yang melambangkan dewi Tanit dari Kartago atau dewi Diana dari Yunani.

        Kota Bizantium (kemudian dikenal sebagai Konstantinopel dan Istanbul) menggunakan bulan sabit sebagai simbolnya. Menurut sejumlah laporan, mereka memilihnya untuk menghormati dewi Diana. Lainnya mengatakan simbol ini berasal dari peperangan dimana Romawi mengalahkan Goth pada hari pertama bulan lunar. Bulan sabit juga digunakan di bendera kota bahkan sebelum kelahiran Nabi Isa.
        Umat Muslim awalnya tidak mempunyai simbol. Selama masa Nabi Muhammad SAW, pasukan dan karavan Islam mengibarkan bendera berwarna polos (biasanya hitam, hijau, atau putih) untuk identifikasi. Di generasi berikutnya, pemimpin-pemimpin Muslim terus menggunakan bendera hitam, putih, atau hijau tanpa tanda, tulisan, atau simbol.
        Hingga masa Kekaisaran Ottoman, bulan sabit dan bintang mulai dikaitkan dengan dunia Muslim. Ketika bangsa Turk menguasai Konstantinopel (Istanbul) tahun 1453, mereka mengadopsi bendera dan simbol kota. Legenda mengatakan bahwa pendiri Kekaisaran Ottoman, Osman, mengalami mimpi dimana bulan sabit membentang dari satu ujung Bumi ke ujung lainnya. Menganggapnya sebagai pertanda baik, ia memilih untuk membiarkan sabit ini dan menjadikannya simbol dinasti Ottoman. Terdapat spekulasi bahwa lima ujung pada bintang melambangkan lima rukun Islam, tapi hal ini murni dugaan. Lima ujung ini bukanlah standar bendera Ottoman, dan masih bukan standar pada bendera yang digunakan di dunia Muslim hari ini.
        Selama ratusan tahun, Kekaisaran Ottoman memimpin dunia Muslim. Setelah berabad-abad berperang dengan Kristen Eropa, kita mulai mengerti mengapa simbol kekaisaran ini dikaitkan orang-orang dengan agama Islam secara keseluruhan.
        Berdasarkan sejarah ini, banyak Muslim yang menolak menggunakan bulan sabit sebagai simbol Islam. Agama Islam secara sejarah tidak mempunyai simbol, dan banyak yang menolak menerima apa yang awalnya merupakan ikon pagan kuno. Dan simbol ini tidak digunakan secara seragam diantara umat Muslim.
        Galeri bendera dengan bulan sabit dapat dilihat di Wikipedia
        http://farrasoct.wordpress.com/2009/05/09/sejarah-simbol-bulan-sabit-bintang/

        III. ALLAH
        Jangan berkata tentang Allah
        Kecuali yang Haq…
        DEWA BULAN
        oleh :Irene handono
        menjawab buku the islamic invasion (robert morey)
        Tradisi Kristen yang telah kita bahas diatas rupanya ingin diimbaskan kepada ajaran Islam dengan mengembalikan ajaran Islam pada paganisme Arab dan menghilangkan fakta sejarah bahwa paganisme Arab tersebut adalah paham yang diperangi habis-habisan oleh Rasulullah dan umatnya. Oleh sebab itu maka Dr. Morey menyudutkan Islam dengan mengemukakan poin-poin hujatan berikut :
        1. Bahwa Umat Islam menyembah dewa bulan.
        2. Tentang Allah dalam Islam dan Tuhan dalam Bibel.
        Pada hujatan pertama, Dr. Robert Morey ingin mengelabuhi masyarakat bahwa umat muslim adalah masyarakat pagan, sehingga negaranya mendapatkan pembenaran atas segala apa yang mereka perbuat terhadap negara-negara Islam yang ia nyatakan pagan. Sedang dalam poin kedua ia ingin memisahkan antara kepercayaan Kristen dengan Islam. Jika yang dimaksud adalah Kristen Trinitas maka adalah benar tidak sama, karena umat Islam menESAkan Tuhan sementara Kristen Trinitas “menyekutukan” Tuhan. Tapi kalau yang dimaksud adalah Kristen Unitarian (Nazaren/Nashoro) tentu saja masalahnya lain, karena mereka berpaham monoteisme. Suatu upaya pembuktian Class of Civilization yang ujung-ujungnya adalah kekuasaan dan Ekonomi (Minyak).
        Dr. Robert Morey menyatakan bahwa Allah adalah nama dari Dewa Bulan yang disembah di Arab sebelum Islam. Hal ini ia kuatkan dengan pernyataan bahwa :

        Yang agak memalukan bahwa dalam membuktikan tuduhan-tuduhannya tersebut Pak Doktor ini banyak memanipulasi pernyataan dari penulis-penulis yang menjadi rujukannya. Sebagai Contoh :

        • Untuk menguatkan pendapatnya bahwa “dewa bulan dipanggil dengan berbagai nama, salah satunya adalah Allah’” ia merujuk pada halaman 7 dari Buku Guillame yang berjudul Islam. Tetapi sebenarnya Guillame mengatakan di halaman yang sama : “Di Arab Allah telah dikenal dari sumber umat Kristen dan Yahudi sebagai Tuhan yang Esa, dan tidak ada keraguan meslvpun dia telah dikenal oleh Pagan Arab di Mekkah sebagai yang Tertinggi.”1
        • Dr. Morey juga mengutip dari penulis non-Muslim Caesar Farah di ha128. Tetapi pada saat dirujuk dalam buku tersebut didapati bahwa Dr. Morey hanya mengutip sebagian dan meninggalkan pokok bahasan dari buku tersebut. Buku tersebut sebenarnya menyatakan bahwa Tuhan yang dipanggil il oleh orang Babilon dan EI oleh orang Israel telah dipanggil ilah, al-ilah, dan Allah di Arab. Farah mengatakan lebih lanjut pada halaman 31 bahwa sebelum Islam orang pagan telah mempercayai bahwa Allah adalah dewa tertinggi. Dikarenakan mereka sudah mempunyai 360 berhala, tetapi Allah bukan salah satu dari 360 berhala tersebut. Sebagaimana Caesar Farah menyatakan di halaman 56, bahwa Nabi Muhammad saw, telah menghancurkan berhala-berhala tersebut.

        Nama Allah sebelum Islam
        Adanya kata Allah sebelum masa Islam, seperti yang dikatakan Robert Morey bahwa Ayah Rasulullah bernama Abdullah (hamba Allah), tidak sepantasnya dijadikan alasan bahwa Allah tersebut adalah dewa bulan.
        Seperti yang pernah kita bahas sebelum ini bahwa El, Eloy, Allah, Yahweh, Ya Hua, Elohem,Allahumma; adalah kata-kata yang dipakai oleh masing-masing bangsa -saat itu- untuk menyebut Tuhan. Dan kata Allah adalah kata yang dipakai oleh bangsa Arab untuk menyebut Tuhan khususnya oleh para Ahnaf (masyarakat Arab yang mengikuti tradisi Ibrahim). Dan nama itu tidak termasuk dalam jajaran nama-nama berhala dan dewa¬dewa Arab. Permasalahannnya bukan hanya pada kata-kata itu saja, kemudian kita menilai paham suatu masyarakat. Tapi pada cara penyikapan kepada “Tuhan” yang disebut menurut bahasa mereka sendiri-sendiri. Bangsa Israel yang menggunakan kata Yahweh untuk merefleksikan pemahaman mereka tentang konsep “Tuhan” dibimbing oleh rasul dan nabi mereka untuk meluruskan pemahaman dan penyikapan terhadap Tuhan yang mereka sebut Yahweh. Begitu juga masyarakat Arab yang pada masa jahiliyah memakai kata Allah untuk menyebut Tuhan dibimbing oleh Rasulullah Saw untuk menyikapi dan memahami apa yang mereka sebut Allah itu. Cara penyikapan inilah yang diajarkan oleh masing-masing rasul dan nabi kepada umatnya, yaitu meng-ESA-kan. Kalau ukurannya hanya pada tataran kata saja untuk menilai paham suatu umat, maka Yahudi dan Kristen luga pagan, karena nama “EL’ yang dipakai IsraEL adalah Tuhan dari bangsa Kan’an yang menurut mereka pagan.
        Qomaruddin dan Syamsuddin
        Pembaca dari kalangan Muslim mungkin akan tertawa ketika dikatakan bahwa nama-nama Cak Qomar dan Cak Udin luga kang Najam dijadikan bukti adanya penyembahan terhadap dewa bulan. Menurut Dr. Robert Morey :
        • Agama Penyembah Bulan disebut Komaruddin.
        Komarun = Bulan; Dinun = Agama.2
        Begitu juga dengan nama Syamsuddin dan Najmuddin, keduanya diterjemahkan dengan cara yang sama.
        Komarun berarti bulan dan dinun berarti agama maka arti dari nama tersebut adalah “bulannya agama”, maksudnya seorang yang dengan agamanya berkiprah di masyarakatnya seperti bulan yang bersinar terang benderang, membawa nama baik agamanya. Begitu syamsuddin, di harapkan oleh orang tuanya agar lebih bersinar seperti matahari yang selalu memberi manfaat kepada manusia. Nama-nama muslim yang dinisbatkan kepada dien (agama) memiliki makna senada, seperti saifuddin (pedang agama), adalah harapan orang tuanya agar anaknya mampu membela agamanya ibarat sebuah pedang yang siap dipakai kapan saja. Sedang “penyembah bulan” kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Arab ‘abid al-Qomar. Begitu juga dengan dua nama lainnya.
        Masyarakat Arab pada masa pra Islam seringkali menamakan budaknya dengan nama-nama yang dapat menyenangkan hati mereka seperti nama Qomar dan Syams, diharapkan agar budaknya dapat menerangi mereka seperti namanya. Sedang untuk mereka sendiri, mereka memakai nama¬nama yang menyeramkan, untuk menakuti musuh-musuhnya, seperti Kilab (anjing-anjing), Asad (singa), Namir dan Fahd (harimau). Pada masa Rasulullah nama-nama jahiliyah banyak dinisbatkan langsung pada Allah, seperti Saifullah (pedang Allah), Asadullah (Singa Allah) dan lain sebagainya. Rasulullah meluruskan kebiasaan masyarakat Arab jahiliyah bahkan pada masalah nama.
        Pada masa selanjutnya ketika perbudakan sudah terhapuskan, dan para mantan budak yang membentuk komunitas tersendiri, tampil dalam pemerintahan. Mereka dikenal sebagai kaum Mawali (orang-orang yang meminta perlindungan). Untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat yang sebelumnya adalah tuan-tuan mereka, maka mereka menisbatkan nama-nama, mereka kepada kata din (agama). Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman yang tidak lagi menisbatkan nama-nama kepada tuan-tuannya, sebab zaman perbudakan sudah berakhir, dan semua mereka adalah sama dalam urusan agama. Maka kita melihat bahwa nama-nama seperti Qomaruddin dan Syamsuddin tidak pernah kita temukan pada masa jahiliyah, ataupun pada masa Rasulullah, nama-nama itu baru muncul kemudian pada saat mantan budak memegang tampuk pemerintahan.
        Pada masa sekarang nama-nama di atas tidak dipakai untuk menyenangkan tuan, tidak juga untuk legalitas kekuasaan. Nama-nama itu dipakai umat muslim dengan maksud yang berbeda, karena mereka hanya melihat arti dari nama-nama itu, yang diharapkan pemiliknya dapat menjadi seperti namanya.
        Kepercayaan masa Jahiliyah (Pra Islam)/Agama Astral
        Menurut Dr. Morey : “Allah, dewa bulan, kawin dengan dewa matahari. Mereka berdua mempunyai tiga orang puteri yang disebut putri-putri Allah. Ketiga putri tersebut AI-Lata, AI¬Uzza, dan Manat”. Untuk memperkuat anggapannya ia memanipulasi pernyataan Guilluame seperti yang kita ungkap sebelum ini.
        Bahwa masyarakat Arab pra Islam memiliki kepercayaan terhadap bintang dan bulan juga matahari memang benar, hanya saja Dr. Morey berhenti sampai disini untuk menyatakan bahwa yang disembah oleh umat Muslim adalah dewa bulan, padahal kepercayaan yang semacam inilah yang diserang dengan keras oleh Rasulullah tanpa kompromi sedikitpun. Itulah sebabnya maka masa tersebut dikatakan sebagai masa Jahiliyyah (zaman kebodohan). Terjemah ayat-ayat berikut ini akan menggambarkan bagaimana Rasulullah secara radikal menyerang kepercayaan masyarakatnya :
        “ Maka apakah patut bagi kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata dan Al- Uzza, dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah). Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan; Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama¬nama yang kamu dan bapak-bapak karnu mengada¬adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan rnereka. Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita¬citakannya (Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia. ” (QS. An-Najm 19-25).
        Berhala di dalam Ka’bah
        Berikut ini adalah salah satu dari pernyataan tidak berdasar yang dilontarkan oleh Robert Morey : “Ada satu berhala Allah ditempatkan di ka’bah bersama dengan semua ilah-ilah berhala lain. Penyembah-penyembah berhala sembahyang menghadap Mekah clan Kaabah karena di sanalah dewa-dewa mereka disemayamkan”. Kita tidak tahu dari mana pak Doktor mendapatkan sumbernya, tapi yang jelas tidak pernah melihat Ka’bah secara langsung apalagi masuk di dalamnya.
        Pada Masa Jahiliyah -tradisi menyebut demikian untuk membedakan antara masa kebenaran dan kebodohan-, banyak berhala ditempatkan di Ka’bah tapi tidak ada satupun berhala disebut Allah. Dan berhala-hala yang amat banyak tersebut telah dihancurkan oleh Rasulullah saat memasuki Makkah, setelah sebelumnya umat Islam diusir dari Makkah. Rasulullah sendiri pada saat sebelum menjadi nabi, pernah bersumpah dihadapan Khadijah istrinya bahwa beliau “tidak akan menyembah uzza selamanya”, hal ini jelas membedakan antara Allah dan ilah¬ilah lainnya, sebab saat itu agama Hanifah (jalan lurus) ajaran Ibrahim As. masih bertahan di Makkah, walaupun pengikutnya tidak sebanyak para pagan. Kini jangankan di Ka’bah di rumah seorang muslim saja tidak akan ada berhala. Sangat berbeda dengan Rumah dan Kantor Robert Morey yang mungkin memasang patung salib di sudut ruang atau kamarnya.
        Dewa bulan dan Simbol Bulan Sabit
        Simbol bulan sabit yang sering dipakai umat muslim dianggap sebagai simbol penyembahan dewa bulan oleh Dr. Robert Morey. la menyatakan : “Simbol penyembahan dewa bulan dalam budaya Arab dan di tempat-tempat lain di seluruh timur tengah adalah bulan sabit”. Gambar bintang yang biasa berada ditengah bulan sabit tidak disebut, karena Amerika memakai simbol bintang.
        Dr. Robert Morey dan para orientalis Barat menuduh dengan bertanya kenapa umat Islam memakai simbol bulan sabit untuk agama mereka? Atau kenapa bulan dipakai untuk menandai bulan baru?. Mereka sengaja bertanya dengan logika yang salah dari sesuatu yang tersembunyi, sejak saat umat Islam memakai bulan sabit sebagai simbol, maka dikatakan bahwa umat Islam menyembah “dewa bulan”. Ini tidak benar sebagaimana anggapan bahwa sejak umat Yahudi mengambil bintang David sebagai simbol, maka umat Yahudi menyembah bintang, berarti umat Kristen juga menyembah patung salib saat mereka memakai simbol tersebut, atau menyembah matahari saat menggunakan tanda silang dari sinar matahari.
        Islam tidak pernah mengajarkan untuk menyembah bulan. Dalam firman Allah disebutkan:
        “Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. ” (QS. Fushshilat 37)
        Ayat ini diperkuat dengan ayat lain, bahwa bulan bukanlah object penyembahan.
        “Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalarn siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “. (QS. Luqman 29).
        Jika Allah adalah “dewa bulan” seperti yang dituduhkan oleh Dr. Morey, apa mungkin “dewa bulan” menciptakan bulan untuk dipakai oleh manusia?. Dengan bukti di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa umat Islam hanya menyembah `Allah” saja, dan bukan menyembah dewa bulan. Kepercayaan terhadap kekuatan benda-benda angkasa yang pernah berkembangan di Mesir, Babilonia, serta Asiria, mungkin saja mempengaruhi Jazirah Arab, sebab secara geografis letaknya tidaklah berjauhan; Hanya saja pada masa Rasulullah kepercayaan tersebut diluruskan dengan menempatkan benda-benda tersebut pada tempat dan fungsinya. Seperti bulan -misalnya-, seperti yang pernah ditanyakan oleh masyarakatArab kepada Rasulullah, ditempatkan sebatas untuk menandakan pergantian waktu. Sebagaimana Firman Allah di Surat Al Baqarah 189:
        “Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji”.
        Dari riwayat Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas, bahwa sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: Untuk apa diciptakan bulan sabit?” maka turun ayat tersebut yang
        memerintahkan Rasulullah untuk menjawab bahwa bulan adalah untuk menunjukkan waktu kepada manusia kapan mereka harus memakai pakaian ihram pada waktu haji dan kapan harus menanggalkannya, atau kapan mereka harus memulai puasa dan kapan harus mengakhirinya. Dari sini, dapat kita ketahui bahwa tidak ada kepentingan penyembahan kepada bulan, tetapi hanya sebagai Penunjuk pergantian waktu, seperti Haji clan Puasa. Pada masa Khalifah Umar umat Muslim membuat penanggalan berdasarkan hitungan bulan, yang dimulai sejak masa Hijrah.
        Yang menarik untuk dicatat bahwa umat Yahudi juga memakai Penanggalan Hijriah untuk menandai perayaan suci mereka. Penanggalan keagamaan Umat Yahudi, yang aslinya dari Babilonia, terdiri dari 12 bulan Qomariah/Hijriah, terhitung 354 hari. Dan penghitungan hari dimulai dari tenggelamnya matahari sampai tenggelam lagi.3
        Maka bila dikatakan bahwa Islam menyembah “dewa bulan” dikarenakan memakai penanggalan yang berdasarkan bulan, maka apakah agama orang Yahudi, yang juga memakai penanggalan yang berdasarkan bulan ? berdasarkan “logika” Dr. Robert Morey maka umat Yahudi ” juga “penyembah bulan”. Demikian juga bila umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan perputaran matahari, apakah mereka juga menyembah matahari ? Mari kita simak keterangan berikut ini. Penanggalan yang pertama adalah penanggalan yang berdasarkan bulan. Kebudayaan kuno, seperti Siria, Babilonia, Egypt, dan Cina telah memakai penanggalan bulan, sebagaimana budaya Semit juga mengambil penanggalan bulan untuk menandai waktu mereka. Setelah kita ketahui kenyataan bahwa umat Yahudi dan Islam, dalam tradisi budaya Semit, sama-sama memakai penanggalan Qomariah untuk menandai bulan mereka. Maka kenapa umat Kristen memakai penanggalan yang berdasarkan matahari menggantikan penanggalan bulan. Hal ini berkaitan erat dengan rekayasa perayaan natal tanggal 25 Desember clan pengaruh pemikiran-pemikiran pagan yang berporos pada penyembahan dewa Re (dewa matahari) dalam Kristen. Untuk melengkapi bahasan ini, maka akan kami sertakan secara ringkas kajian tentang perayaan natal 25 Desember oleh umat Kristen.
        Asal Usul Perayaan Natal 25 Desember
        Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.
        Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen Katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheisme.
        Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katholik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/ budaya pagannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun=matahari; day=hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.
        Maka supaya agama Katholik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/ penyem-bahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan=Yesus). Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, Juga diputuskan: Pertama , hari Minggu (Sunday = hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.
        Sesudah Kaisar Konstantin memeluk agama Katolik pada abad ke- 4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katholik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama paganisme politheisme nenek moyang.
        Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang. Darimana kepercayaan paganis politheisme mendapat ajaran tentang dewa matahari yang diperingati tanggal 25 Desember?
        Mari kita telusuri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan paganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).
        Putaran jaman menyatakan bahwa penyembah berhala versi Babilonia ini berubah menjadi “Mesiah palsu”, berupa dewa “13a-al” anak dewa matahari dengan obyek penyembahan “Ibu dan Anak” (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di Mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia bernama “Cybele dan Deoius”, di Roma disebut Fortuna dan Yupiter”, bahkan di Yunani. “Kwan Im” di Cina, Jepang, dan Tibet. Di India, Persia, Afrika, Eropa, dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan lain-lain.
        Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa):
        1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga diyakini dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian, dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekaligus penganut kepercayaan ini.
        2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.
        3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.
        4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa penduduk asli tanah Kana’an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.
        5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besaran dan dijadikan sebagai pesta rakyat.
        Demikian juga Serapsis, Attis, Isis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus, Yupiter, Minersa, Easter.
        Jadi, konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember, disalib/dibunuh kemudian dibangkitkan, sudah ada sejak zaman purba4.
        Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi, dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karena mereka telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah kebohongan yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada Jemaat di Roma:
        “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliannya; mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Roma 3:7) “.
        Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:
        Jawab Yesus kepada mereka : “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang”. (Matius 24:4-5)”.
        NOTES
        1.Mohd Elfi Nieshaem Juferi, www. Bismikallahumma.org.
        2. Ibid 56.
        3. lihat http://www.webear.com/reliengl.htm#*top4, dalam Mohd Elfi Nieshaem Juferi, www. Bismikallahumma.org.
        4. Keterangan lebih jelas lihat buku saya, Hj. Irena Handono, Perayaan Natal 25 Desember -Antara Dogma dan Toleransi”, Bima Rodheta, 2003
        http://answering.wordpress.com/2009/01/17/islam-dihujat-dewa-bulan/

    • paulus hendarto 9:45 am on 29/12/2010 Permalink | Reply

      Bagus- bagus …. serbuif mengakui fakta sejarah bahwa nama Allah sudah dipakai oleh bangsa arab sebelum lahirnya islam, yang mengherankan disini justru SEJARAH KELAM BANGSA ARAB ini tidak tidak ditulis oleh bangsa arab sendiri, melainkan oleh peneliti dari bangsa eropa dan amerika. karena apa ??? karena bangsa arab adalah bangsa YANG MALU DENGAN SEJARAH MASA LALUNYA SENDIRI, sehingga SENGAJA tidak mau menulis sejarah masa lalunya supaya tidak diketahui oleh semua orang, dengan kata lain bangsa arab keturunan Ismail ini sengaja ingin menghilangkan sejarah masa lalu bangsanya sendiri. Suatu sikap yang sangat jauh dari orang yang mengaku BERIMAN, karena tidak jujur !!! Nama Allah juga dipakai oleh umat Kristen arab sebelum adanya agama islam… tetapi yang membedakan antara islam dan kristen disini adalah penyebutan nama Allah tersebut jelas tertuju kepada TUHAN SEMESTA ALAM didalam NAMA YESUS KRISTUS dengan simbol SALIB ( bukan bintang bersinar ) simbol yang diambil dari peristiwa PENYALIBAN YESUS KRISTUS. Jadi penyebutan Allah sebagai TUHAN SEMESTA ALAM dalam Ibadah Kristen sama sekali berbeda dengan penyebutan allah atau yang sekarang biasa dipakai oleh umat muslim aulloh (walaupun tulisanya allah ) dimana umat islam mengadopsi keseluruhan NAMA DAN SIMBOL yang dipakai oleh penyembah berhala Arab, yaitu ALLAH , BULAN SABIT DAN BINTANG. Yang jadi masalah disini adalah simbol BULAN SABIT tersebut oleh penyembah berhala jaman pra islam adalah SIMBOL DEWA BULAN. Jadi bagaimana umat islam bisa berkelit atas fakta ini ??? Haruskah seluruh simbol tersebut diganti atau dihilangkan dari mesjid-mesjid diseluruh dunia ??? Serbuif mengutip kitab Injil Matius 24 : 4-5 dan mengaitkannya dengan rasul paulus , ini sangat tidak nyambung. Paulus tidak pernah mengaku sebagai Mesias ( Juru Selamat ) dia hanya mengaku sebagai Rasul yang diutus oleh TUHAN YESUS KRISTUS. Yang justru harus diwapadai adalah muhammad yang TERLALU BERANI BERBICARA ATAS NAMA ALLAH, dan mengatakan sesuatu yang tidak difirmankan oleh TUHAN SEMESTA ALAM. Contoh : penyangkalan muhammad atas PENYALIBAN YESUS KRISTUS, KEMATIAN DAN KEBANGKITANYA, dengan demikian menolak karya TUHAN SEMESTA ALAM untuk menebus dosa-dosa manusia, dan merasa sanggup untuk dapat masuk Sorga cukup dengan perbuatan baik, beramal, berpuasa dan semua USAHA MANUSIA untuk menjadi SUCI. Karena itu tidak heran kalau islam mengajarkan TIMBANGAN untuk perbuatan baik dan DOSA !!! umat muslim sangat yakin tidak perlu ada PENEBUSAN DOSA oleh TUHAN YESUS KRISTUS. Artinya umat muslim sangat yakin bahwa Timbanganya akan lebih berat perbuatan baik mereka dibanding dosa-dosa yang mereka perbuat. PERTANYAAN : Siapa yang dapat menjamin “kebenaran” seperti itu ? Siapakah yang lebih layak untuk dipercaya untuk meluruskan KEBENARAN FIRMAN ALLAH ??? Bangsa yang terus menerus dipimpin oleh Firman Allah melalui nabi-nabiNYA atau bangsa yang terus menerus menyembah berhala ???
      yang menyedihkan, jawaban serbuif dengan penuh keyakinan : bangsa yang terus menerus selama ribuan tahun menyembah berhala adalah bangsa yang layak untuk meluruskan kebenaran FIRMAN ALLAH !!!

      • SERBUIFF 4:20 am on 05/01/2011 Permalink | Reply

        • paulus hendarto says:
        December 29, 2010 at 9:45 am
        Bagus- bagus …. serbuif mengakui fakta sejarah bahwa nama Allah sudah dipakai oleh bangsa arab sebelum lahirnya islam,
        BACA :
        Allah dalam Islam
        Dalam Islam, Allah adalah satu-satunya Tuhan (tanpa sekutu)[4], Sang Pencipta, Hakim dari seluruh makhluk, Maha Kuasa, Maha Penyayang, Maha Pemurah dan Tuhan dari Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub, Musa, Dawud, Sulaiman, Isa dan Muhammad. Menurut F.E. Peters, ” Al Qur’an menyatakan 29:46, Muslim mempercayai dan sejarawan menyetujui, bahwa Muhammad dan pengikutnya menyembah Tuhan yang sama dengan yang disembah Yahudi. Allah-nya Al Qur’an adalah Tuhan Sang Pencipta yang ada dalam kisah Ibrahim. Peters mengatakan bahwa Al Qur’an menggambarkan Allah lebih berkuasa dan jauh dibandingkan dengan Yahweh, dan juga merupakan Tuhan universal, tidak seperti Yahweh yang lebih dekat dengan bangsa Israel.[5]
        Nama-nama Allah
        Artikel utama untuk bagian ini adalah: Asma’ul husna
        Berdasarkan keterangan : Allaahu ismun li dzaatil wajibul wujuud artinya : Allah itu adalah sebuah nama kepada yang pasti ada keberadaannya (eksistensi). Jadi jelaslah Allah itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib untuk dilayani dengan sebenar-benarnya, karena berdasarkan keterangan: Allaahu ismun li dzaati ma’budi bi haqq artinya : Allaah itu adalah sebuah nama kepada sesuatu yang wajib dilayani (ma’budi) dengan sebenar-benarnya pelayanan (ibadah).
        Dalam tradisi Islam disebutkan ada 99 nama untuk Allah (Asmaaul Husna), diambil dari nama-nama yang digunakan Al Qur’an untuk merujuk kepada Allah.[6] Di antara nama-nama tersebut adalah :
        • Al Malikul Mulk (Raja diRaja, Maharaja)
        • Al Hayy (Maha Hidup)
        • Al Muhyii (Maha Memberi Kehidupan)
        Frase yang mengandung Allah
        Contoh kata-kata yang menggunakan kata Allah:
        • Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan selain Allah)
        • Allaahu Akbar (الله أكبر) (Allah Maha Besar)
        • Bismillaah (بسم الله ) (Dengan nama Allah)
        • In syaa Allaah (إن شاء الله) (Jika Allah menghendaki)
        • Maa syaa Allaah (ما شاء الله) (Kata yang biasanya diucapkan jika melihat sesuatu yang aneh (ganjil) kadang-kadang diganti dengan kata “Subhan Allah”)
        • Subhanallaah (سبحان الله) (Maha Suci Allah)
        • Alhamdu li llaah (الحمد لله) (Segala Puji bagi Allah)
        • Allahu a’lam (الله أعلم) (Allah Maha Mengetahui)
        • Jazaa kallaahu khairan (جزاك الله خيراً; ucapan pernyataan terima kasih yang sebenarnya berarti “Semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu”)
        Allah dalam Kristen
        Umat Kristen lebih menyukai kata Tuhan dibanding kata Allah. Akan tetapi, terjemahan Bibel dalam bahasa Indonesia yang dinamakan sebagai “Al-Kitab”, menggunakan kata “Allah” untuk “Tuhan Bapa”. Jadi, Allah dalam Kekristenan sedikit berbeda dengan Allah dalam pengertian ajaran Islam. Secara pengucapan juga ada perbedaan dengan Allah dalam tradisi Islam. Allah dalam agama Kristen diucapkan dengan ‘alah’, bukan ‘awlloh’ seperti umat Islam ucapkan, Allah dalam tradisi Islam diucapkan dengan logat bahasa Arab. Dalam Allah Kristiani terdapat 5 eksistensi mutlak:
        1. Allah itu kekal Tanpa awal Tanpa akhir (keluaran 3:14, Ibrani 7:3, Wahyu 1:8, Wahyu 22:13)
        2. Allah itu Esa (Ulangan 6:4, Yesaya 45:5,21, ;1- Timotius 1:17)
        3. Allah itu tidak berubah-ubah (Maleakhi 3:6, Yakobus 1:17)
        4. Allah itu Tidak ada persamaanNYA (Mazmur 86:8, Yesaya 40:25, II samuel 7:22)
        5. Allah itu Mahakuasa, khalik langit dan bumi serta segala isinya yang kelihatan maupun tidak (Kejadian 1:1-31))
        Tiga Kodrat Allah Dalam Iman Kristiani
        Menurut iman kristiani Allah sebagai oknum/pribadi memiliki dalam diriNYA 3 (tiga) Kodrat KUASANYA atau Kodrat Ke-TUHANan-NYA, yaitu:
        1. Mencipta: Kuasa Mencipta ini dalam Perjanjian baru disebut oleh Yesus dengan predikat BAPA (Matius 11:25, lukas 10:21)
        2. Berfirman: Kuasa berfirman (dan bertindak) ini dalam Perjanjian baru disebut oleh Yesus dengan predikat ANAK (Yohanes 1:14, Yohanes 1:18, Matius 16:16)
        3. Roh Allah: Roh Allah yang berkuasa memelihara, mengayomi, membimbing dan menolong ini dalam Perjanjian baru oleh Yesus disebut dengan ROH KUDUS (Yohanes 14:16-17, Yohanes 14:26, 15:26)
        Referensi
        1. ^ Kata Allah dalam Alqur’an disebut ulang oleh Allah sebanyak 2679 kali semuanya dalam bentuk tunggal
        2. ^ (id)Ahmad Husnan. Meluruskan Pemikiran Pakar Muslim. Al Husna, Surakarta. Cetakan Pertama, Muharram 1425 H / Mei 2005 M. h. 25-27.
        3. ^ (en)Encyclopaedia of Islam, Allah
        4. ^ 112:1
        5. ^ (en)F.E. Peters, Islam, p.4, Princeton University Press, 2003.
        6. ^ (en)Bentley, David (Sept. 1999). The 99 Beautiful Names for God for All the People of the Book. William Carey Library. ISBN 0-87808-299-9.
        7. ^ [1]
        8. ^ “Pemahaman Tentang “Di manakah Allah ?””. http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=2&Itemid=9.
        • Mengkritisi Kembali Makna “Tuhan”
        http://id.wikipedia.org/wiki/Allah

        yang mengherankan disini justru SEJARAH KELAM BANGSA ARAB ini tidak tidak ditulis oleh bangsa arab sendiri, LIHAT :
        Al-Jumu’ah (62) : 2
        هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
        62.2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang BUTA HURUF seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

        melainkan oleh peneliti dari bangsa eropa dan amerika. karena apa ??? ####### APA BUKTINYA

        karena bangsa arab adalah bangsa YANG MALU DENGAN SEJARAH MASA LALUNYA SENDIRI, sehingga SENGAJA tidak mau menulis sejarah masa lalunya supaya tidak diketahui oleh semua orang, dengan kata lain bangsa arab keturunan Ismail ini sengaja ingin menghilangkan sejarah masa lalu bangsanya sendiri. Suatu sikap yang sangat jauh dari orang yang mengaku BERIMAN, karena tidak jujur !!! BACA LAGI :
        Al-Jumu’ah (62) : 2
        هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
        62.2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang BUTA HURUF seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

        Nama Allah juga dipakai oleh umat Kristen arab sebelum adanya agama islam… tetapi yang membedakan antara islam dan kristen disini adalah penyebutan nama Allah tersebut jelas tertuju kepada TUHAN SEMESTA ALAM didalam NAMA YESUS KRISTUS #### APA MAKSUDNYA didalam NAMA YESUS KRISTUS?…

        dengan simbol SALIB ( bukan bintang bersinar ) simbol yang diambil dari peristiwa PENYALIBAN YESUS KRISTUS. Jadi penyebutan Allah sebagai TUHAN SEMESTA ALAM dalam Ibadah Kristen sama sekali berbeda dengan penyebutan allah atau yang sekarang biasa dipakai oleh umat muslim aulloh (walaupun tulisanya allah ) ####### YA BEDA DONG WONG KATA ORANG KRISTEN ALLAH DAN YESUS SATU KESATUAN . DALAM ISLAM ALLAH YA ALLLA, NGGAK ADA TUHAN ATAU OKNUM TUHAN YG LAIN. MURNI MONOTHEISME.

        dimana umat islam mengadopsi keseluruhan NAMA DAN SIMBOL yang dipakai oleh penyembah berhala Arab, yaitu ALLAH , BULAN SABIT DAN BINTANG. ########
        YG JELAS BULAN SABIT DAN BINTANG HANYA SEBUAH SIMBOL. ISLAM NGGANGAK NYEMBAH DEWA BULAN / DEWA BINTANG, ISLAM HANYA MENYEMBAH ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA
        Yang jadi masalah disini adalah simbol BULAN SABIT tersebut oleh penyembah berhala jaman pra islam adalah SIMBOL DEWA BULAN. Jadi bagaimana umat islam bisa berkelit atas fakta ini ??? Haruskah seluruh simbol tersebut diganti atau dihilangkan dari mesjid-mesjid diseluruh dunia ???
        ########
        YG JELAS BULAN SABIT DAN BINTANG HANYA SEBUAH SIMBOL. ISLAM NGGANGAK NYEMBAH DEWA BULAN / DEWA BINTANG, ISLAM HANYA MENYEMBAH ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA
        BACA LAGI :
        Sejarah Lambang Bulan Bintang Dalam Islam
        Posted in: SejarahTags: Lambang bulan bintang
        • Comments [60]
        • Digg it!
        • Facebook
        Penggunaan simbol bulan bintang terjadi setelah Sultan Memet (Muhammad) II menaklukan konstatinopel pada 1453.
        Kristen memiliki simbol salib, Yahudi mempunyai bintang Daud, dan Islam identik dengan bulan sabit dan bintang berdimensi lima. Rasanya tidak afdhol jika di puncak kubah atau menara masjid tidak ada bulan bintang. Tidak akan ada yang membantah bahwa keduanya diasosiasikan sebagai simbol Islam. Tapi, dari mana asalnya?
        Penggunaan simbol bulan bintang berhubungan dengan kekaisaran Ottoman di Turki, atau lebih dikenal dengan Turki Usmani. Dinasti Usman menjadi penguasa Islam dalam 36 generasi, lebih dari enam abad (1299-1922). Usman atau dikenal sebagai Usman I tak adfa hubungannya dengan Khalifah Usman bis Affan RA. Usman adalah pendiri kekaisaran ini. Ayahnya, Urtugul, seorang kepala suku dan penguasa lokal, semacam demag di jawa.
        Sebagai suku yang berkelanan dari Asia Tengah selama berabad-abad, oleh kesultanan Saljuk di Anatolia ia diberi wilayah di perbatasan dengan Byzantium.seiring melemahnya kesultanan Saljuk, Usman menyatakan kemerdekaan wilayahnya pada 1299.
        Penggunanaan simbol bulan bintang terjadi setelah Sultan Mehmet (Muhammad, red) II, sultan ke-7, menaklukkan konstatinopel pada 1453, ibukota Romawi Timur atau lebih dikenal dengan kekaisaran Bizantium. Negara superpower saat itu yang menetapkan Kristen sebagai agama resmi Negara.
        Lambang kota itu adalah bulan dan bintang. Mehmet II mengadopsi simbol Konstatinopel menjadi bendera Ottoman. Nama Konstatinopel pun diganti dengan Istanbul.
        Sebelumnya bendera Ottoman hanya segitiga sama kaki yang rebah, yang garis sisi kedua kakinya melengkung. Benderanya berwarna merah. Setelah penaklukan konstatinopel, di tengah bendera itu ditambahi bulan dan bintang berwarna putih. Pada 1844. bentuk bendera Ottoman berubah segiempat.
        Bendera ini mengalami modifikasi lagi pada 1922, yang kemudia ditetapkan dalam konstitusi pada 1936, setelah Ottoman jatuh, menjadi bendera seperti sekarang ini yang dipakai oleh turki modern. Bintang dan bulan sabitnya menjadi lebih langsing. Sebelumnya tampak lebih gemuk namun warna dasarnya tetap merah, serta gambar bulan bintangnya tetap putih.
        PAGAN DAN KRISTEN
        Tak ada catatan yang menerangkan nama asli kota Istanbul hingga bangsa Yunani memberinya nama Byzantium 667 SM. Nama itu dirujuk dari nama satu tokoh dalam mitologi Yunani, yaitu Byaz. Sebagai bangsa pagan, Yunani memberi simbol bulan sabit pada kota itu untuk didedikasikan pada dewa mereka, Dewi Artemis (Dewi Diana) yang bersimbol bulan sabit.
        Mereka menaklukan kota itu dengan diterangi cahaya bulan dan catatan lain yang menyebutkan bahwa bulan sabit merupakan simbol Dewi Tnit (Carthagian, Bangsa Phoenioc).
        Simbol bulan sabit tetap dipertahankan ketika kota ini direbut bangsa Romawi oleh kaisar Constantine pada 330 M. Nama kota berganti menjadi Nova Rome (Roma Baru) dan menjadi ibukota Romawi, pindah dari Roma di Italia (pada 395, Romawi pecah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur).
        Namun setalah raja Constantine wafat, kota ini lebih dikenal dengan nama Konstantinopel (kota Konstantin). Namus kaisar menambah simbol bintang ditengahnya. Bintang disebutkan sebagai simbol perawan suci bunda Maria. Namun catatan lain menyebutkan bahwa simbol bintang dirujuk dari simbol Dewi Ishtar (kata star = bintang dalam bahasa inggris diambil dari nama dewi itu).
        Catatan lain menyebutkan bahwa kedua simbol itu telah dipakai bangsa Turki Kuno. Hal ini dibuktikan oleh penemuan artefak yang menggambarkan bulan bintang. Bahkan disebutkan bahwa simbol itu juga digunakan di Sumeria. Simbol itu kemudia diserap bangsa Turki ketika mereka melewati lembah itu dalam perjalanannya dari Asia Tengah – wilayah yang diduga sebagai asal-usul bangsa Turki – menuju Anatolia.
        Sedangkan legenda Turki Usmani menyebutkan bahwa simbol-simbol tersebut diambil dari mimpi Usman I. mimpi itu terjadi jauh sebelum ia menjadi raja. Penasihat spiritualnya menyebutkan bahwa mimpi itu menjadi pertanda akan kebesarannya namanya di masa depan.
        Mana yang benar? Hingga kini belum ada penelitian yang meyakinkan soal ini. Namun, Ottoman adalah Negeri pertama yang menggunakan simbol tersebut.
        HITAM YANG SIMPEL
        Lalu, apakah simbol Islam yang asli? Rasulullah Muhammad SAW maupun KhulafaurRasyidin (632-661) tak pernah membuat ketetapan soal itu. Al-Qur’an pun tak pernah membicarakan soal tersebut. Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa di zaman Rasulullah hanya ada bendera panji-panji perang yang sangat sederhana dengan satu warna: hitam, putih, atau hijau. Di ‘Negara Madinah’ di zaman Khilafah yang empat memiliki simbol berupa bendera persegi empat berwara hitam.
        Bendera segi empat warna hjitam juga digunakan Dinasti Umayah di Damaskus (660-750) dan di Kordoba (929-1010), dan Dinasti Abbasiyah di Baghdad (750-1258) maupun di Kairo (1261-1517). Hanya Dinasti Fatimiyah di Kairo (909-1171) yang menggunakan bendera warna hijau.
        Jika kita cermati, semua dinasti yang menggunakan simbol yang sangat sederhana itu, Cuma warna yang polos dan tanpa gambar, tulisan atau tanda lainnya, adalah dinasti yang berdarah asal dari tanah Hijaz. Sedangkan kerajaan-kerajaan Islam lainnya seperti Ottoman, Saljuk, Malmuk, Moghul, maupun keajaan-kerajaan Islam Nusantara memiliki bendera yang bergambar.
        TAK PERLU DISESALI
        Pertanyaannya adalah, apakah penggunaan simbol itu harus dihentikan karena bukan lahir dari tradisi Islam? Ternyata, hasil polling via internet oleh sebuah situs yag masih satu grup dengan The York Times, menyatakan , bahwa 39% tetap ingin menggunakan simbol tersebut. Jauh meninggalkan urutan kedua dan ketiganya: kaligrafi (18%), dan Ka’bah (15%).
        Selain itu, seperti kata cendikiawan muslim Prof. Dr. Azyumardi Azra, dalam tradisi Islam simbol simbol bulan bintang memang sangat dominan begitu pula di bidang astronomi Islam. Dalam kalender Hijriyah bulan dijadikan dasar perhitungan astronomis. Sehingga bulan sebagai simbol, bukan matahari. Hal-hal yang bersifat ibadah seperti shalat, penentuan awal puasa, maupun lebaran juga menggunakan bulan sebagai patokannya. Karena itu tahun Islam sebagai tahun Qomariyah, yang artinya bulan. Bukan Syamsiyah (matahari).
        Sedangkan teori yang menyebutkan bahwa simbol bulan bintang lahir dari Yunani dan Romawi hanya spekulasi saja. Berbeda dengan tradisi Islam yang sangat kuat dengan bulan. Apalagi simbol bulan bintang sudah diterima secara universal.
        http://cahaya-iman.web.id/2009/02/sejarah-lambang-bulan-bintang-dalam-islam/
        Serbuif mengutip kitab Injil Matius 24 : 4-5 dan mengaitkannya dengan rasul paulus , ini sangat tidak nyambung. Paulus tidak pernah mengaku sebagai Mesias ( Juru Selamat ) dia hanya mengaku sebagai Rasul ####APA BUKTINYA ?

        yang diutus oleh TUHAN YESUS KRISTUS.###### YESUS UDA MATI BUNG !!! TUHAN KOK MATI YA ? WAKTU TUHAN MATI DI TIANG SALIB SIAPA YG NGATUR ALAM SEMESTA YA ? TOLONG JAWAB PERTANYAAN MUDAH INI !!! ANAK TK JUGA BISA MENJAWAB PERTANYAAN INI. DITUNGGU !!!…

        Yang justru harus diwapadai adalah muhammad yang TERLALU BERANI BERBICARA ATAS NAMA ALLAH, dan mengatakan sesuatu yang tidak difirmankan oleh TUHAN SEMESTA ALAM.
        BACA :

        69.40. Sesungguhnya Al Qur’an itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

        وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلاً مَا تُؤْمِنُونَ
        69.41. dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
        ________________________________________
        وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ
        69.42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.
        ________________________________________
        تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ
        69.43. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.
        ________________________________________
        وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
        69.44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
        ________________________________________
        لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ
        69.45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya .
        ________________________________________
        ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
        69.46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
        ________________________________________
        فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
        69.47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.
        ________________________________________
        وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
        69.48. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
        ________________________________________
        وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ
        69.49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).
        ________________________________________
        وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ
        69.50. Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

        Contoh : penyangkalan muhammad atas PENYALIBAN YESUS KRISTUS, KEMATIAN DAN KEBANGKITANYA, ########WONG MEMANG YAG DISALIB BUKAN YESUS KOK …

        dengan demikian menolak karya TUHAN SEMESTA ALAM ##### KARYA OPO MAS ?
        untuk menebus dosa-dosa manusia, #### UNTUK NEBUS DOSA NGGAK PERLU NGORBANKAN ORANG LAIN MAS….ENTE KOK EGO YA NEBUS DOSA DENGAN NGORBANKAN ORANG LAIN ….DAN NGGAK ADA HUBUNGANNYA TUH ORANG YG DI SALIB DENGAN PENEBUSAN DOSA…NGGAK ADA KORELASINYA BUNG…TEORI SUPER NGAWUR…. .KALAU MAU HILANGIN DOSA GAMPANG KOK TAUBATAN NASIUHAN AJA,.. BERES.NGGAK REPOT2 PAKE DISALIB SEGALA…NGGAK MASUK AKAL BUNG…GUNAKAN OTAK ANDA !!
        dan merasa sanggup untuk dapat masuk Sorga cukup dengan perbuatan baik, beramal, berpuasa dan semua USAHA MANUSIA untuk menjadi SUCI. Karena itu tidak heran kalau islam mengajarkan TIMBANGAN untuk perbuatan baik dan DOSA !!! umat muslim sangat yakin tidak perlu ada PENEBUSAN DOSA oleh TUHAN YESUS KRISTUS. ##### EMANG NGAK PERLU KOK WONG TUHAN YESUS AJA NGGAK BISA NYELAMATIN DIRINYA WAKTU MAU DISALIB + MATI LAGI DITING SALIB ! …TUHAN APAAN ITU ? KOK MATI …NGACA BUNG !!

        Artinya umat muslim sangat yakin bahwa Timbanganya akan lebih berat perbuatan baik mereka dibanding dosa-dosa yang mereka perbuat. PERTANYAAN : Siapa yang dapat menjamin “kebenaran” seperti itu ? #######ALLAH
        Siapakah yang lebih layak untuk dipercaya untuk meluruskan KEBENARAN FIRMAN ALLAH ??? Bangsa yang terus menerus dipimpin oleh Firman Allah melalui nabi-nabiNYA atau bangsa###EH YAHUDI DAN NASRANI ITU UDAH SESAT BUNG !!!

        LIHAT :
        At-Taubah (9) : 30
        وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
        9.30. Orang-orang Yahudi berkata: “UZAIR itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
        yang terus menerus menyembah berhala ???#### MAKA NYA ALLAH MENGUTUS MUHAMMAD UNTUK MELURUSKAN JALAN MEREKA YG SESAT TERSEBUT TERMASUK YAHUDI DAN NASRANI !!!

        yang menyedihkan, jawaban serbuif dengan penuh keyakinan : bangsa yang terus menerus selama ribuan tahun menyembah berhala adalah bangsa yang layak untuk meluruskan kebenaran FIRMAN ALLAH !!!######YG JELAS ALAH MENGUTUS MUHAMMAD UNTUK MELURUSKAN JALAN MEREKA YG SESAT TERSEBUT TERMASUK YAHUDI DAN NASRANI !!!

    • paulus hendarto 1:11 am on 30/12/2010 Permalink | Reply

      Seandainya klaim ” MELURUSKAN YANG BENGKOK ” yang dilakukan muhamad itu ditujukan untuk BANGSANYA SENDIRI, YAITU BANGSA ARAB, hal itu mungkin masih bisa dibenarkan. Tapi kalau maksudnya ” meluruskan” itu ditujukan untuk Yahudi dan Kristen yang jelas – jelas sangat diperhatikan, dituntun dan diberkati oleh TUHAN SEMESTA ALAM secara turun temurun dari garis Ishak, itu akan menjadi “SANGAT ANEH ” !!!
      Mengenai Ibadah Natal diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Desember, tidak ada masalah, karena “INTI ” dari perayaan itu adalah untuk ” MEMAKNAI ” kelahiran YESUS KRISTUS, kedalam ruang dan waktu manusia dengan MISI MENYELAMATKAN DENGAN CARA MENEBUS DOSA MANUSIA. Karena firman TUhan mengatakan : SEMUA MANUSIA SUDAH BERDOSA, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG SUCI dan upah DOSA ADALAH MAUT ! YAITU TERPISAH DARI ALLAH SELAMANYA !!! Jadi kalau ” MAKNA NATAL ” itu seperti ini maka tidak perlu dipermasalahkan kapanpun WAKTU , TANGGAL atau BULAN untuk memaknai NATAL.

      • SERBUIFF 4:21 am on 05/01/2011 Permalink | Reply

        • paulus hendarto says:
        December 30, 2010 at 1:11 am
        Seandainya klaim ” MELURUSKAN YANG BENGKOK ” yang dilakukan muhamad itu ditujukan untuk BANGSANYA SENDIRI, YAITU BANGSA ARAB, hal itu mungkin masih bisa dibenarkan. Tapi kalau maksudnya ” meluruskan” itu ditujukan untuk Yahudi dan Kristen yang jelas – jelas sangat diperhatikan, dituntun dan diberkati oleh TUHAN SEMESTA ALAM ##### TAPI UDAH PADA SESAT BUNG
        secara turun temurun dari garis Ishak, itu akan menjadi “SANGAT ANEH ” !!!#NGGAK ANEH KOK
        Mengenai Ibadah Natal diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Desember, tidak ada masalah, karena “INTI ” dari perayaan itu adalah untuk ” MEMAKNAI ” kelahiran YESUS KRISTUS,####LUCU YA TUHAN KOK DILAHIRKAN…LALU SIAPA YG NGATUR ALAM SEMESTA SEBELUM TUHAN DILAHIRKAN ? KARENA TUHANNYA BARU ADA….
        TRUS YG NGELAHIRIN TUHAN JUGA DONG
        kedalam ruang dan waktu manusia dengan MISI MENYELAMATKAN DENGAN CARA MENEBUS DOSA MANUSIA. #### MISI YG LUAR BIASA BOONGNYA…LU MAU AJA DIBOINGIN DOKTRIN SEPERTI …PAKE OTAK DOONG !!!

        Karena firman TUhan mengatakan : SEMUA MANUSIA SUDAH BERDOSA, TIDAK ADA SEORANGPUN YANG SUCI dan upah DOSA ADALAH MAUT ! ####LUCU YA UPAH DOSA KOK MAUT / MATI.; UPAH DOSA ITU AZAB BUKAN MAUT. MAUT ITU HANYA PROSES PERALIHAN DARI ALAM DUNIA KE ALAM AKHIRAT…PAHAM NGGAK ?
        YAITU TERPISAH DARI ALLAH SELAMANYA !!! ###### YA MEMANG SECARA FISIK DAN MENTAL KITA TERPISAH / NGGAK NYATU KOK DENGAN TUHAN.
        KITATIDAK AKAN BISA LARI DARI TUHAN. KITA AKAN MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PERBUATAN KITA SELAMA DI DUNIA. Jadi kalau ” MAKNA NATAL ” itu seperti ini maka tidak perlu dipermasalahkan kapanpun WAKTU , TANGGAL atau BULAN untuk memaknai NATAL.######## YA MASALAH DONG, BERARTI ADA PEMALSUAN DAN PENGGELAPAN TANGGAL LAHIR YESUS

    • paulus hendarto 7:56 am on 06/01/2011 Permalink | Reply

      Pantas sekali kalau jawaban serbuif seperti itu ! tidak akan pernah bisa nyambung pemahaman HAKIKAT DAN MARIFAT dengan sekedar SYARIAT seperti mayoritas model kelompok SERBUIF yang dangkal tapi sok pinter ! Memahami Tuhan hanya secara fisik !!! sangat jauh memang. Keturunan penyembah berhala merasa lebih baik dari manusia yang dituntun, dipimpin dan diberkati oleh TUHAN SEMESTA ALAM. Jangan hanya bisa debat bung tapi lihat FAKTA dilapangan …. lihat KENYATAAN …. jangan mimpi disiang bolong terus…. lihat bangsa arab sekarang…. bandingkan dengan Israel… profil depan website ini nggak cocok banget dipakai orang-orang bodoh seperti kelompok serbuif ini. Profile depan itu cocoknya dikasih gambar ONTA ARAB, PARANG, DAN CLURIT, itu lebih pas.

      • SERBUIFF 2:35 am on 17/01/2011 Permalink | Reply

        @ paulus hendarto
        Submitted on 2011/01/06 at 7:56 am

        Pantas sekali kalau jawaban serbuif seperti itu ! tidak akan pernah bisa nyambung pemahaman HAKIKAT DAN MARIFAT dengan sekedar SYARIAT seperti mayoritas model kelompok SERBUIF yang dangkal tapi sok pinter ! ########NGGAK KEBALIK NIH ?

        Memahami Tuhan hanya secara fisik !!! sangat jauh memang. ####### MOSOK TUHAN MATI DI TIANG SALIB ?
        MANA JABANNYA PERTANYAAN UNTUK ANAK TK TSB ? KOK NGGAK DIJAWAB ? BINGUNG DAN NGGAK BISA NJAWAB YA…MALU DONK AMA ANAK TK …PERTANYAAN GAMPANG KOK… HI,HI,HI… KACIAAAANNN…

        Keturunan penyembah berhala ####### NGGAK SEMUANYA PENYEMBAH BERHALA…KAMI KAU MUSLIM ADALAH PENGHANCUR BERHALA !!!…..KALAU LU BENER KETURUNAN PEYEMBAH BERHALA ,,,BERHALA TSB NAMANYA YESUS …YA NGGA ?…merasa lebih baik dari manusia yang dituntun, dipimpin dan diberkati oleh TUHAN SEMESTA ALAM. #### FAKTANYA EMANG BEGITU KOK…

        Jangan hanya bisa debat bung tapi lihat FAKTA dilapangan …. lihat KENYATAAN …. jangan mimpi disiang bolong terus…. lihat bangsa arab sekarang…. bandingkan dengan Israel… ####### ISRAEL KAN BIANGNYA TERRORIS BUNG !!!

        profil depan website ini nggak cocok banget dipakai orang-orang bodoh seperti kelompok serbuif ini. #### ORANG2 BODOH ITU YA LU SENDIRI. LU NGGAK NYADAR YA LU ITU PENYEMBAH BERHALA !!!..

        Profile depan itu cocoknya dikasih gambar ONTA ARAB, PARANG, DAN CLURIT, itu lebih pas.#####YAH UNTUK ORANG KAFIR YG MENYERANG DAN MEMERANGI ISLAM SIH BAGUS TUH DIKASI HADIAH GAMBAR PARANG DAN CLURIT…

    • ciledug 4:06 pm on 28/02/2011 Permalink | Reply

      Pada dasarnya semua agama mengajarkan benar, tetapi yang paling benar adalah Islam karena agama yg disempurnakan dan Alquran sebagai kitabnya, dimana kitab ini Tuhan (ALLAH SWT) langsung yg menjaganya, bahkan anak2 pun banyak yg hafal Alquran,, di tambah lg org2 dewasanya yg hafal Alquran, jd kesimpulan kalau ada yg berubah sedikit pasti ketahuan, bandingkan kitab2 lain ada tidak yg bisa hafal persis sampai titik komanya (1 lembar aja tidak usah banyak2), ini bukti Alquran bukan buatan Manusia, Nabi Muhammad SAW utusannya

    • GG 12:22 am on 03/05/2011 Permalink | Reply

      semua agama salah..yang benar cuma Islam..
      tidak pernah ada cerita klo kristen benar,karena mengajarkan kebaikan..tidak pernah..
      yang benar itu cuma islam..Mreka2 selain yang beragama Islam itu adalah Ahli-Ahli Neraka..
      Itu BAHAUDIN MUDHARY kebetulan kakek saya..ternayata buku nya di muat disini..hehe

    • Dion 4:09 pm on 10/09/2011 Permalink | Reply

      Sudahlah saudara-saudaraku muslim biarlah pengikut-pengikut paulus ini makin tersesat, percuma saja kita beritahu mereka sudah dibutakan mata hatinya sehingga tidak bisa menerima kebenaran sedikitpun, coba kalo mereka sadar bagaimana kitab sucinya selalu direvisi, banyak pertentangan disana-sini, banyak ayat-ayat yang sangat porno dan vulgar, dan masih banyak lagi yang diluar akal sehat manusia waras.
      tapi….mereka tetap saja meyakini bahwa kitab sucinya masih suci..
      coba kalo mereka mau belajar sedikit saja dengan nalar dan otak mereka untuk menguji bibel mereka….

    • Mujahid 3:20 am on 12/09/2011 Permalink | Reply

      Alkitabnya saja amburadul.. banyak pertentangan,. berbau porno.. gitu masih dinamakan kita suci.. sudah jelas yang ngarang paulus..!!! dasar anak buahnya kakung George Bush.. he..he..he..

    • Danar 7:58 am on 13/09/2011 Permalink | Reply

      wutul tulisan akhi dion. Kita tdk bisa menjadikan pengikut paulus menjadi mengerti kalo hidayah dr Allaah tdk datang. Peringatan sudah diberikan, fakta sejarah, sumber tertulis sudah diberikan, tetep aja gak mau berfikir, itu bukan urusan kita. kewajiban hanya mengingatkan, tidak lebih. Pilihan ditangan masing2.

      Sebg contoh mudah saja, ttg natal yg sudah jelas gak ada tuntunannya, masih saja membuta untuk merayakannya.
      ”Mengenai Ibadah Natal diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Desember, tidak ada masalah, karena “INTI ” dari perayaan itu adalah untuk ” MEMAKNAI ” kelahiran YESUS KRISTUS, kedalam ruang dan waktu manusia dengan MISI MENYELAMATKAN DENGAN CARA MENEBUS DOSA MANUSIA. …… Jadi kalau ” MAKNA NATAL ” itu seperti ini maka tidak perlu dipermasalahkan kapanpun WAKTU , TANGGAL atau BULAN untuk memaknai NATAL.”

      Apa betul inti natal spt yg anda tulis, dasarnya? jgn2 berbeda dgn pendeta/gereja.
      Saya koq gak yakin pak Paulus berani untuk mengatakan hal tsb ke pendeta/pemimpin gereja anda, agar merayakan natal tgl 5 NOVEMBER (misalnya) toh menurut pak Paulus H tdk dipermasalahkan kapanpun WAKTU , TANGGAL atau BULAN untuk memaknai NATAL. Gereja anda pasti masuk berita/tv. Berani? mumpung sebentar lg natal nih

    • alo 4:26 am on 14/02/2012 Permalink | Reply

      begitulah kalau berbeda agama, sulit untuk sependapat dalam ajaran. mungkin kalau bicara soal lingkungan hidup dan sosial mungkin akan sependapat.

    • FR3d 8:46 am on 17/02/2012 Permalink | Reply

      kalau gw sih yg penting berusaha jadi manusia lebih baik lagi. Jangan lihat perbedaan tapi lihat persamaan… yg terpenting jalani ajah perintah menurut kepercayaan masing2 (jalani perbuatan yg baik dan minimalkan perbuatan jahat)
      gw khatolik tapi gak pernah menghina agama yang lain.. kalau ada yang menghina agama lain, yah berarti tuh orang gak punya keyakinan… peace All…

    • Joni 7:57 pm on 28/02/2012 Permalink | Reply

      Yang berhak menghakimi kita dan menentukan salah atau benar itu Tuhan sendiri… Mau debat kusir sampai kapan juga ga ada ujungnya, nanti juga kalo kita semua sudah mati kan keliatan yang benar atau salah, jadi kita urus diri kita sendiri mengenai iman kita masing2 pada Tuhan, bukannya sibuk ngurusin orang lain sementara kita sendiri tidak sempurna dihadapan Tuhan.

    • andys_doank 12:10 pm on 27/03/2013 Permalink | Reply

      sy ragu kalo yg belain kristen tau isi kitabx sndiri, sdh nampk kok kacaux alkitab skrg, krn isix udah d acak2 sm paulus dkk. Al Quran dari awal d turunkan isix tdk akan prnh brubah dan ALLAH (Tuhanx smua pmeluk Agama) tlh berfirman akan menjaga kesucian AL QURAN sampai akhir zaman. bgini saudara2ku org nasrani/yahudi pelajari dlu isi kitab kalian smpai khatam, trus baca baik2 isi AL QURAN, baru deh koment.. Pertaxaan Sy” Mengapa ALLAH SWT Menurunkan AL QURAN lewat Nabi yg tdk tahu baca tulis? (MUHAMMAD SAW)” jawaban sy “agar manusia tdk pux pikiran kalo itu karangan MUHAMMAD atau Nabi Palsu krn bliau sndiri BUTA HURUF” baca jg kisah2 muallaf, kbnykan dri mereka adlh org2 cerdas mulai dri tokoh politik,selebrity,jutawan,ilmuwan,bocah jenius,pendeta,rahib,bangsawan dll. Pasti mereka sangat tahu membedakan mana yg baik dan benar,baik dan jahat, Asli ataupun Palsu.. Wslm..!!!

    • ALIEN (@TitisanAlien) 11:40 am on 28/03/2013 Permalink | Reply

      @ALL KRISTEN CALON MUALAF

      1. NABI YUNUS NYEMBAH ALLAH TKUT SAMA ALLAH.YESUS NYEMBAH ALLAH TAKUT SAMA ALLAH

      BUKTI2

      YUNUS 1
      (9) Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”
      YUNUS 2

      1) Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,

      =======================
      2. YESUS LEBIH BAIK DARI YUNUS
      UMAT YUNUS LEBIH BAIK DARI UMAT YESUS.
      UMAT YUNUS DITERIMA TOBATNYA.
      UMAT YESUS BUKAN TOBAT MALAH MEMBUNUH YESUS

      YUNUS3
      (10) Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

      UMAT YESUS PENGKHIANAT , PEMBUNUH YESUSNYA.
      PADAHAL YESUS LEBIH BAIK DARI YUNUS.
      KENAPA YESUS YANG LEBIH BAIK MALAH DIBUNUH.
      BUKANKAH DIA BERKATA DIA LEBIH BAIK DARI YUNUS.

      LUKAS 11
      (32) Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”

      =====================
      ANDA KRISTEN2 KATHOLIK AKAN DIADILI OLEH UMAT YUNUS YANG DITERIMA TOBATNYA.MEREKA MENYEMBAH ALLAH TOBAT MEREKA DITERIMA
      NAH ANDA KRISTEN KATHOLIK YAHUDI PEMBUNUH YESUS AKAN BINASA.IMAN ANDA PADA YESUS PENEBUS DOSA AKAN DITERTAWAKAN MEREKA.
      YESUS MENYEMBAH ALLAH DIA BUKAN PENEBUS DOSA.
      UMAT YUNUS MASUK SURGA KARENA NYEMBAH ALLAH SEDANGKAN ANDA SEMUA MASUK NERAKA KARENA BUKAN NYEMBAH ALLAH.
      =======================

      YANG BENAR HANYALAH AGAMA ISLAM MENYEMBAH ALLAH DAN ALLAH PENERIMA TOBAT.
      ITULAH AJARAN NABI2 ALLAH.
      ANDA SEMUA NYEMBAH PAULUS PENDUSTA,

      BACA AYAT2 DIATAS BAIK2 DAN PAHAMI, WAHAI PENDETA2 CALON MUALAF.
      MUDAH2AN ALLAH MEMBERI ANDA HIDAYAH.

    • herry 1:48 pm on 31/03/2013 Permalink | Reply

      Siapakah Yesus? Apakah Alkitab karangan manusia? Inilah jawabannya
      http://www.jw.org/id/ajaran-alkitab/pertanyaan/

      JANGAN TAKUT AKAN KEBENARAN,, KARENA “KEBENARAN AKAN MEMERDEKAKAN ENGKAU”

  • SERBUIFF 10:54 am on 29/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: Perjanjian Baru   

    Perjanjian Baru 

     
  • SERBUIFF 10:20 am on 15/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: Islam di Prancis Terbesar di Eropa   

    Islam di Prancis Terbesar di Eropa

    By Republika Newsroom
    Senin, 27 Juli 2009 pukul 08:55:00 <!–

    Iklan 468x60

    –>

    Font Size A A A
    Email EMAIL
    Print PRINT
    // Facebook
    // Bookmark and Share

    Islam di Prancis Terbesar di Eropa

    Buruh migran memicu pesatnya perkembangan Islam di Prancis.

    Islam adalah agama yang damai, universal, dan rahmat bagi seluruh alam. Karena dasar itu, agama Islam pun dapat diterima dengan baik di berbagai belahan muka bumi ini. Mulai dari jazirah Arabia, Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa.

    Pada abad ke-20, Islam berkembang dengan sangat pesat di daratan Eropa. Perlahan-lahan, masyarakat di benua biru yang mayoritas beragama Kristen dan Katholik ini mulai menerima kehadiran Islam. Tak heran bila kemudian Islam menjadi salah satu agama yang mendapat perhatian serius dari masyarakat Eropa.

    Di Prancis, Islam berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 M. Bahkan, pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah bernama Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini, lebih dari 1000 masjid berdiri di seantero Prancis.

    Di negara ini, Islam berkembang melalui para imigran dari negeri Maghribi, seperti Aljazair, Libya, Maroko, Mauritania, dan lainnya. Sekitar tahun 1960-an, ribuan buruh Arab berimigrasi (hijrah) secara besar-besaran ke daratan Eropa, terutama di Prancis.

    Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis mencapai tujuh juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul kemudian negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa.

    Peran buruh migran asal Afrika dan sebagian Asia itu membuat agama Islam berkembang dengan pesat. Para buruh ini mendirikan komunitas atau organisasi untuk mengembangkan Islam. Secara perlahan-lahan, penduduk Prancis pun makin banyak yang memeluk Islam.

    Karena pengaruhnya yang demikian pesat itu, Pemerintah Prancis sempat melarang buruh migran melakukan penyebaran agama, khususnya Islam. Pemerintah Prancis khawatir organisasi agama Islam yang dilakukan para buruh tersebut akan membuat pengkotak-kotakan masyarakat dalam beberapa kelompok etnik. Sehingga, dapat menimbulkan disintegrasi dan dapat memecah belah kelompok masyarakat.

    Tak hanya itu, pintu keimigrasian bagi buruh-buruh yang beragama Islam pun makin dipersempit, bahkan ditutup. Meski demikian, masyarakat Arab yang ingin berpindah ke Prancis tetap meningkat. Pintu ke arah sana semakin terbuka.

    Pelajar Muslim

    Pada tahun 1970-an, imigran Muslim kembali mendatangi negara pencetus trias politica itu. Kali ini, para pelajar Muslim yang datang ke Prancis untuk menuntut ilmu. Kedatangan para pelajar ini menjadi faktor penting yang mengambil peran besar dan penting dalam mendorong penyebaran Islam dan berkehidupan Islam di jantung negeri Napoleon Bonaparte ini.

    Tahun 1985, diselenggarakan konferensi besar Islam yang dibiayai Rabithah Alam Islami (Organisasi Islam Dunia). Turut serta dalam konferensi itu 141 negara Islam dengan keputusan mendirikan Federasi Muslim Prancis.

    Peristiwa besar ini tidak luput dari perhatian dunia, mengingat kehadiran umat Islam di salah satu negara Eropa selalu menjadi dilema bagi para penguasa setempat, terutama yang menyangkut ketenagakerjaan (buruh) dan masalah sosial.

    Hasil konferensi dan terbentuknya federasi Muslim itu berhasil mempersatukan sebanyak 540 buah organisasi Islam di seluruh Prancis dan melindungi 1600 buah masjid, lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan gedung-gedung milik umat Islam.

    Dengan kondisi ini, barisan (saf) umat Islam pun semakin kokoh. Yang lebih menggembirakan lagi, kebanyakan anggota federasi yang menjalankan roda organisasi justru berasal dari kaum muda-mudi Muslim berkebangsaan Prancis sendiri.

    Federasi ini bertujuan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan keislaman di Prancis dan memberikan pengetahuan dan pendidikan tentang Islam kepada warga Prancis.

    Lembaga ini berperan besar dalam menjembatani umat Islam Prancis dengan pemerintah setempat, terutama dalam menyuarakan kepentingan umat Islam.

    ”Dengan kesepakatan ini, umat Islam punya hak yang sama dengan umat Katholik, Yahudi, dan Protestan,” kata seorang menteri di pemerintahan, Nicolas Sarkozy.

    Organisasi itu merupakan gabungan dari tiga organisasi besar Islam di Prancis, yakni Masjid Paris, Federasi Nasional Muslim, dan Persatuan Organisasi Islam Prancis.

    Pelarangan Jilbab

    Prancis, yang juga terkenal sebagai negara mode ini, pernah melarang Muslimah menggunakan jilbab sekitar tahun 1989. Pelajar Muslimah dikeluarkan dari kelas karena memakai jilbab, pekerja Muslimah dipecat dari kantornya karena mengenakan jilbab. Namun, mereka tidak menyerah begitu saja. Umat Islam Prancis menggoyang Paris dengan aksi-aksi demo menuntut kebebasan. Dan, umat Islam di berbagai negara pun turut melakukan protes atas kebijakan tersebut.

    Akhirnya, pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan pada 2 November 1992 yang memperbolehkan para siswi Muslimah untuk mengenakan jilbab di sekolah-sekolah negeri.

    Sekarang, tampilnya wanita-wanita berjilbab di Prancis menjadi satu fenomena keislaman yang sangat kuat di negeri tersebut. Mereka bukan hanya hadir di masjid-masjid atau pusat-pusat keagamaan Islam lainnya, melainkan juga di sekolah-sekolah negeri, perguruan tinggi negeri, dan tempat-tempat umum lainnya.

    Banyak hal yang memengaruhi perkembangan Islam di Perancis. Salah satunya adalah Perang Teluk 1991 yang menyebabkan munculnya krisis identitas di kalangan anak muda Muslim di Prancis. Kondisi ini mendorong mereka lebih rajin datang ke masjid. Gerakan Intifada di Palestina juga mendorong makin banyaknya Muslim Perancis yang beribadah ke masjid.

    Umat Islam di Prancis memiliki peranan yang sangat penting. Mereka memainkan peranan dalam semua sektor. Mulai dari pendidikan, lembaga keuangan, pemerintahan, olahraga, sosial, dan lainnya.

    Bahkan, pada Perang Dunia I dan II, umat Islam di Eropa tercatat turut menentang pendudukan Nazi. Keikutsertaan umat Islam dalam menentang pendudukan Nazi menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Prancis.

    Masjid dan Sekolah Islam Meningkat

    Seiring dengan berkembangannya agama Islam di negara Prancis, jumlah sarana ibadah dan kegiatan keislaman pun semakin meningkat.

    Menurut survei yang dilakukan kelompok Muslim Prancis, sampai tahun 2003, jumlah masjid di seantero Prancis mencapai 1.554 buah. Mulai dari yang berupa ruangan sewaan di bawah tanah sampai gedung yang dimiliki oleh warga Muslim dan dibangun di tempat-tempat umum.

    Perkembangan Islam dan masjid di Prancis juga ditulis oleh seorang wartawan Prancis yang juga pakar tentang Islam, Xavier Ternisien. Dalam buku terbarunya, Ternisien menulis, di kawasan Saint Denis, sebelah utara Prancis, terdapat kurang lebih 97 masjid, sementara di selatan Prancis sebanyak 73 masjid.

    Ternisien menambahkan, masjid-masjid yang banyak berdiri di Prancis dengan kubah-kubahnya yang khas menunjukkan bahwa Islam kini makin mengemuka di negara itu. Islam di Prancis bukan lagi agama yang di masa lalu bergerak secara diam-diam.

    ”Masjid-masjid yang ada di Prancis kini bahkan dibangun atas tanah milik warga Muslim sendiri, bukan lagi di tempat sewaan seperti pada masa lalu,” ujarnya.

    Tampaknya, pada tahun-tahun mendatang, jumlah masjid akan makin bertambah di Prancis. Sejumlah masjid yang ada sekarang terkadang tidak bisa menampung semua jamaah. Masjid di kawasan Belle Ville dan Barbes, misalnya, sebagian jamaah terpaksa harus shalat sampai ke pinggiran jalan.

    Awalnya, masjid-masjid yang ada di Prancis didirikan oleh orang-orang Muslim asal Pakistan yang bekerja di pabrik-pabrik di Paris, Prancis. Mereka mengubah ruangan kecil tempat makan siang atau berganti pakaian menjadi ruangan untuk shalat. Terkadang, mereka menggunakan ruangan di asramanya sebagai sarana ibadah. Sehingga, hal itu terus berkembang dan menyebar.

    Perkembangan yang terus meningkat itu membuat sebagian masyarakat Prancis khawatir. Masjid-masjid yang ada sering menjadi sasaran serangan yang berbau rasisme. Masa suram masjid di Prancis terjadi pada tahun 2001. Sejumlah masjid menjadi sasaran serangan dengan menggunakan bom molotov. Bahkan, ada masjid yang dibakar. Bentuk serangan lainnya adalah menggambari dinding-dinding masjid dan dinding rumah imam-imam masjid dengan lambang swastika. Namun, sejauh ini, belum ada organisasi hak asasi manusia atau asosiasi Muslim yang mempersoalkan serangan-serangan itu.

    Sekolah

    Tak hanya masjid yang tumbuh, lembaga pendidikan Islam di negeri mode ini pun turut berkembang. Sejumlah sekolah Islam berdiri di Prancis. Sampai kini, sedikitnya ada empat sekolah Muslim swasta.

    ”Pemerintah belum lama ini memberi izin untuk memulai operasi,” ujar Mahmoud Awwad, sponsor dan direktur sekolah Education et Savior.

    Awalnya, sebuah sekolah didirikan di Vitrerie, pinggiran selatan Paris. Kurikulumnya disesuaikan dengan kurikulum pendidikan nasional Prancis, namun ada tambahan pelajaran khusus muatan lokal tentang keislaman, seperti bahasa Arab dan agama Islam.

    Education et Savior adalah sekolah kedua yang dibuka di Paris setelah sekolah Reussite di pinggiran Aubervilliers, utara Paris, dan yang keempat di Prancis. Dua sekolah swasta Islam lainnya adalah Ibn Rushd di Kota Lille, utara Prancis, dan Al-Kindi di Kota Lyon.

    Selama ini, umat Islam di Prancis ingin memiliki sekolah swasta Islam setelah Paris melarang jilbab dan simbol keagamaan di sekolah negeri empat tahun lalu. Siswi Muslim yang memakai jilbab akan dikeluarkan dari sekolah dan kondisi ini membuat masa depan mereka suram.

    Awwad mengaku, pihaknya tidak sulit mendapatkan izin pendirian sekolah Islam. ”Tidak seperti sekolah Al-Kindi, kami tidak menemui rintangan,” ujar Awwad. Pembukaan Al-Kindi di Lyon mendapat hambatan saat dibuka pada 2006.

    Academy of Lyon, badan pendidikan negara yang tertinggi di kota itu, menolak izin operasional sekolah itu dan menutup sekolah dengan alasan pihak sekolah tidak memenuhi standar kebersihan dan keselamatan. Namun, Pengadilan Administratif di Lyon membatalkan penutupan itu pada Februari tahun lalu. Ini berarti sekolah Al-Kindi bisa membuka ajaran baru pada Maret 2007.

    Menurut para pemimpin Muslim Prancis, insiden di Al-Kindi justru mendorong masyarakat Muslim untuk membuka sekolah serupa. ”Kontroversi Al-Kindi mendobrak ketakutan di minoritas Muslim untuk memiliki sekolah lebih banyak,” ujar Lhaj Thami Breze, ketua Organisasi Persatuan Islam di Prancis, UOIF. osa/taq

    http://www.republika.co.id/berita/65037/Islam_di_Prancis_Terbesar_di_Eropa

     
  • SERBUIFF 3:29 am on 15/12/2009 Permalink | Reply
    Tags: dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang mela, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hai orang-orang yang berakal, , hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, maka baginya siksa yang sangat pedih.(QS. 2:178) .Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, supaya kamu bertakwa.(QS. 2:179)   

    Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.(QS. 2:178) .Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.(QS. 2:179) 

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Baqarah 178
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ (178)
    Munurut Jalaluddin As-Suyuti dalam kitabnya “Lubabun Nuqul fi Asbabinuzul” dan juga menurut tafsir Al-Maragi, sebab turunnya ayat ini ialah bahwa pada masa Jahiliah, setelah dekat datangnya Islam, terjadi peperangan dan pembunuhan antara dua suku Arab, yang mana salah satu di antara dua suku itu merasa dirinya lebih tinggi dari suku lawannya sehingga mereka bersumpah akan membunuh lawannya yang merdeka, walaupun yang terbunuh di kalangan mereka hanya seorang hamba sahaya saja karena merasa sukunya lebih tinggi. Setelah Islam datang dan kedua suku inipun masuk Islam, mereka datang kepada Rasullulah saw. menanyakan kisas dalam Islam, maka turunlah ayat ini yang maksudnya supaya menyamakan derajat mereka yang terbunuh dengan yang membunuh yaitu yang merdeka dengan merdeka, hamba sahaya dikisas dengan hamba sahaya pula dan seterusnya.
    Pada ayat 178 ini Allah swt. menetapkan suatu hukuman kisas yang wajib dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan:
    a).Seorang yang merdeka dihukum bunuh apabila ia membunuh orang yang merdeka.
    b).Seorang hamba sahaya dihukum bunuh apabila ia membunuh seorang hamba sahaya.
    c).Seorang wanita dihukum bunuh apabila ia membunuh seorang wanita.
    Demikianlah menurut bunyi ayat 178 ini, tetapi bagaimana hukumnya kalau terjadi hal-hal seperti berikut:
    (1). Apabila seorang merdeka membunuh seorang hamba sahaya.
    (2). Apabila seorang muslim membunuh seorang kafir zimmi (kafir) yang diberi perjanjian keamanan.
    (3). Apabila orang banyak bersama-sama membunuh seorang manusia.
    (4). Apabila orang laki-laki membunuh orang wanita.
    (5). Apabila seorang ayah membunuh seorang anaknya.
    Para ulama memberikan hasil ijtihadnya masing-masing sebagai berikut.
    Menurut mazhab Hanafi, pada masalah no.1 dan no.2 hukumnya ialah bahwa si pembunuh itu harus dibunuh pula walaupun derajat yang dibunuh dianggap lebih rendah dari yang membunuhnya dengan alasan antara lain:
    a.Dari permulaan ayat 178 ini sampai kepada kata-kata “Al-Qatl” sudah dianggap satu kalimat yang sempurna. Jadi tidak dibedakan antara derajat manusia yang membunuh dan yang dibunuh. Sedang kata-kata berikutnya yaitu orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya dan wanita dengan wanita hanyalah sekedar memperkuat hukum agar jangan berbuat seperti di masa jahiliah.
    Ayat ini dinasakhkan (tidak berlaku lagi hukuman) dengan ayat 45 surat Al-Maidah yang tidak membedakan derajat dan agama manusia. Menurut mazhab Maliki dan Syafii pada masalah no.1 dan no.2 ini, si pembunuh itu tidak dibunuh pula, karena persamaan itu adalah menjadi syarat bagi mereka dengan alasannya bahwa:(a). Kalimat dalam ayat itu belum dianggap sempurna kalau belum sampai kepada kata-kata:

    وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى
    Artinya:
    Wanita dengan wanita. (Q.S Al Baqarah: 178)
    Jadi merdeka dengan yang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya dan wanita dengan wanita. Persamaan itu adalah menjadi syarat, sedang ayat 45 Al-Maidah sifatnya umum ditakhsiskan dengan ayat ini.
    (b).Sabda Rasulullah saw.:

    لايقتل المؤمن بكافر
    Artinya:
    Tidak dibunuh orang mukmin dengan sebab membunuh orang kafir. (H.R Bukhari dari Ali bin Abi Talib)
    Masalah no.3 menurut pendapat Jumhur ulama bahwa hukumnya semua dibunuh karena masing-masing telah mengambil bagian dalam pembunuhan. Masalah no.4 hukumnya sudah merupakan ijmak sahabat, yaitu si pembunuh wajib dibunuh karena dianggap tidak ada perbedaan yang pokok antara laki-l